P. 1
Budaya Aceh Seni Kebudayaan Tradisioanl Propinsi Daerah Aceh

Budaya Aceh Seni Kebudayaan Tradisioanl Propinsi Daerah Aceh

|Views: 299|Likes:
Published by Jefri Timberlake

More info:

Published by: Jefri Timberlake on Feb 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/25/2014

pdf

text

original

Budaya Aceh Seni Kebudayaan Tradisioanl Propinsi Daerah Aceh - Budaya Aceh Indonesia yang menjadi salah satu

wilayah propinsi di Indonesia ini memiliki aneka ragam seni budaya yang menarik seperti tarian, kerajinan serta perayaan. Kebudayaan Aceh tersebut banyak dipengaruhi dari kebudayaan Islam. Terdapat banyak jenis seni dan budaya Aceh yang bercirikan islami seperti misalnya Tarian, adat istiadat, produk kerajinan serta angeka ragam hiasan. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh sangat religius. Aturan Syariah Islam mewarnai banyak kehidupan di masyarakat Aceh sehingga propinsi Aceh terkenal dengan sebutan Serambi Mekkah. Propinsi daerah Aceh memiliki beberapa kebudayaan daerah yang sudah terkenal di indonesia dan sudah menjadi ciri khas dari kebudayaan daerah Aceh. Seni tarian saman dan rapai geleng adalah contohnya. Seni tarian saman dan rapai geleng tersebut sangat terkenal dan jadi kekayaan kebudayaan indonesia yang patut di lestarikan sehingga tidak di lupakan oleh generasi muda mendatang. Yang sangat unik adalah karena ada gerakan yang sangat unik dan sudah menjadi ciri khas dari tarian saman dan rapai geleng. Beberapa tari tradisional Aceh lainnya yang berasal dari propinsi Adaerah Istimewa Aceh adalah tari Seudati dan tari Tambo. Ada salah satu yang menjadi ciri yang sangat menarik dari tarian tradisional yang berasal dari Aceh yaitu dilakukan secara berkelompok. Dalam hal makanan khas Aceh mempunyai aneka jenis makanan antara lain gulai itik, kari kambing yang lezat, meuseukat yang langka. Emping melinjo yang berasal dari kabupaten Pidie juga terkenal gurih, lalu ada dodol Sabang yang dibuat dengan aneka rasa, ketan durian (boh drien ngon bu leukat), serta bolu manis asal Peukan Bada, Aceh Besar juga bisa jadi andalan bagi Aceh. Tari Ranup Lampuan adalah salah satu tarian tradisional Aceh yang ditarikan oleh para wanita. Tarian ini biasanya ditarikan untuk penghormatan dan penyambutan tamu secara resmi. Tari Ranub Lampuan dalam bahasa Aceh, berarti sirih dalam puan. Ranub adalah sirih. Puan adalah tempat sirih khas Aceh. Karya tari yang berlatar belakang adat istiadat masyarakat Aceh, khususnya adat pada penyambutan tamu. Secara koreografi tari ini menceritakan bagaimana dara-dara Aceh menghidangkan sirih kepada tamu yang datang, yang geraknya menceritakan proses memetik, membungkus, meletakkannya daun sirih ke dalam puan, sampai menyuguhkan sirih kepada yang tamu yang datang. Tarian Ranup Lam Puan diciptakan oleh Yuslizar pada tahun 1959. Yuslizar merupakan salah satu putra Aceh yang mampu mengangkat citra daerahnya ke permukaan lewat karya-karya tari yang dihasilkannya. Yuslizar lahir di Banda Aceh pada tanggal 23 Juli 1937. Tarian ini pada mulanya hanya terdapat di kotamadya Banda Aceh. Namun saat ini perkembangan tarian ini telah di jumpai pula di kabupaten lainnya terutama daerah pesisir yang pada umumnya dihuni oleh suku Aceh. Tari ini di angkat dengan latar belakang kebiasaan masyarakat Aceh dalam menyambut dan menghormati tamu. Hal ini terlihat secara simbolik dalam gerak para

Tari ini di tarikan oleh 5-7-9 orang penari wanita dengan iringan musik kaset. irisan pinang. adat dan ranup menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan di Aceh. sebagai muqaddimah dari setiap hajat dalam pergaulan hidup bermasyarakat. adalah ungkapan kekhidmatan dalam mempersilahkan para tamu untuk duduk dan suguhan sirih adalah lambang persaudaraan. jadi Ranup Lam Puan secara harfiah dapat diartikan "sirih dalam cerana". organ. Sehingga ada anggapan. "Ranup" adalah "sirih". Semoga tulisan ini bisa melengkapi dan menambah wawasan kita akan sejarah budaya bangsa. Gerak yang tertib dan lembut sebagai ungkapan keikhlasan dalam menerima tamu. ranup juga menempati peranan yang cukup penting dalam sistem daur hidup (life cycle) masyarakat Aceh. ranup seolah menjadi makanan wajib. bahkan di acara penguburan mayat sekalipun. karena di dalam memahaminya ranup menjadi simbol yang multi rupa. Prosesi penyiapannya dari memetik daun sampai dengan menyajikannya divisualisasikan menjadi sebuah gerakan tari yang sangat dinamis dan artistik. Ranup yang telah dibubuhi kapur. tari ini adakalanya diadakan langsung di tempat upacara penyambutan tamu terhormat. Pemaknaannya secara sosial dan kultural digunakan dalam banyak cara dan berbagai aktivitas. Jika ada acara-acara resmi. seperti pernikahan. dalam upacara-upacara kebesaran sultan. "lam berarti "di dalam" sedangkan "Puan" adalah "Cerana". gerak lembut kesamping kanan-kiri dengan tangan mengayun. Menyajikan ranup kepada tamu dalam tradisi Aceh adalah sebuah ungkapan rasa hormat. maka tulisan kali ini “Ranup Tanda Mulia” saya akan mencoba berbagi informasi tentang makna daun sirih bagi masyarakat aceh. orkes. . seperti di lapangan terbang. Namun di balik itu ada berbagai penafsiran poli-interpretasi. Ranup dengan segala perlengkapannya memainkan peranan penting pada masa kesultanan Aceh. Selain dipentaskan. dan gambir kemudian dikunyah sebagai makanan pelengkap. Ranup memainkan peranan penting dalam kehidupan orang Aceh. Seperti gerak salam sembah.penari maupun perlengkapan tari. Ranup bagi masyarakat Aceh tidak hanya sekedar tumbuhan yang memiliki manfaat secara fisik semata. halaman kantor dan lain sebagainya. Namun kita tidak pernah memperhatikan dengan seksama apa yang ada di balik semua aktifitas yang berkaitan dengan ranup. Daun sirih di Aceh dinamakan Ranup. Gerakan inilah yang akhirnya menjadi tarian tradisional asal Aceh yang dinamakan Tari Ranup Lampuan. Untuk melengkapi tulisan saya terdahulu yakni Tarian Ranup lampuan yang menggunakan Ranup alias daun sirih dalam setiap pembukaan acara – acara penting diaceh. band dan alat musik tradisional (serune kale. Selain itu dalam perkembangannya. hajatan sunat. rapa’i dan geundrang).

Pada saat bayi lahir. Bahkan kadang-kadang ada yang menetap sampai sang bayi lahir. kemudian diobati dengan obat tradisional seperti dengan arang. Upacara yang berkaitan dengan daur hidup lainnya yang didalamnya menggunakan ranup sebagai salah satu medianya adalah upacara antar mengaji. Ranup juga dianggap memiliki makna sebagai sumber perdamaian dan kehangatan . ditentukan waktu atau hari apa mengantar ranup kong haba. Simbolik yang terkandung di dalamnya adalah sifat rendah hati dan pemberani. Setelah seulangke mendapat kabar dari ayah si gadis. Tanda ini disebut dengan peunulang. artinya ranup penguat kata atau perjanjian kawin (bertunangan). maupun sebagai media untuk meredam/menyelesaikan konflik serta menjaga harmoni sosial. Biasanya hadiah yang diberikan kepada bidan antara lain seperti. mertua sudah mengusahakan seorang bidan untuk menyambut kelahiran bayi. lalu menyampaikan kabar suka cita kepada keluarga pemuda. Kemudian keluarga si pemuda mengumpulkan orang-orang patut dalam kampung kemudian memberi tahu maksud bahwa dimintakan kepada orang-orang yang patut tersebut untuk pergi ke rumah ayah si gadis untuk meminang si gadis dan bila dikabulkan terus diserahkan ranup kong haba atau tanda pertunangan dengan menentukan sekaligus berapa mas kawinnya (jiname). ranup dapat diartikan sebagai simbol kerendahan hati dan sengaja memuliakan tamu atau orang lain walaupun dia sendiri adalah seorang yang pemberani dan peramah. dan air ludah ranup. artinya hidup atau mati orang ini diserahkan kepada bidan. dan uang ala kadarnya. Sebentuk daun sirih (sebagai aspek ikonik) dalam kaitan ini dapat dirujuk pada aspek indeksikalnya adalah sifat rasa yang pedar dan pedas. Dalam hubungan sosial masyarakat Aceh. Pihak mertua dan ibunya sendiri biasanya mempersiapkan juga hadiah yang akan diberikan kepada bidan pada saat mengantar nasi sebagai tanda persetujuan. pakaian sesalin (biasanya satu stel). Simbol Berkaitan dengan adat menyuguhkan ranup tersebut.Dari masa sebelum melahirkan yakni ketika usia kehamilan mencapai tujuh atau delapan bulan. ranup setepak (bahan-bahan ranup). Setelah menerima peunulang. kunyit. ranup juga memiliki fungsi dan peranan penting antara lain untuk penghormatan kepada tamu. Sekaligus untuk menjalin keakraban dan perasaan solidaritas kelompok. diadakan pemotongan tali pusar dengan sebilah sembilu. ada kewajiban bagi bidan untuk menjenguk setiap saat. Upacara perkawinan dalam masyarakat Aceh juga mempergunakan ranup dalam rangkaian upacaranya.

Semua bentuk upacara itu selalu diawali dengan menyuguhkan ranup sebelum upacara tersebut dimulai. dan upacara lainnya ranup hadir ditengah-tengahnya. Saleum . upacara peusijuek. Dalam etika sosial masyarakat Aceh. meu-uroh.sosial. Hal ini tergambar ketika berlangsung musyawarah untuk menyelesaikan persengketaan. Hal ini terjadi karena seluruh segi kehidupan masyarakat Aceh telah dipengaruhi oleh ajaran Islam yang dibakukan dalam adat dan istiadat. tamu (jamee) harus selalu dilayani dan dihormati secara istimewa. upacara perdamaian.

Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan dari tanaman kacang hijau dan faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. 5 biji pada wadah media kapas basah dan yang 5 biji lagi pada wadah media kapas terendam air. B.Alat dan bahan Alat : *Penggaris *Pulpen *Kertas Bahan : *4 Wadah *Kapas *Biji Kacang hijau E. . D. kemudian 10 biji lagi di tempat yang gelap (dibawah tempat tidur) dengan masing-masing tempat diberi perlakuan.Tempat dan Waktu Penelitian Dilakukan di rumah peneliti selama 7 hari dimulai dari tanggal 22 Juli 2009 sampai dengan 28 Juli 2009.Pertumbuhan Biji Kacang Hijau A. C. Hasil Pengamatan 1) Tanaman yang ditanam pada tempat gelap memiliki pertumbuhan lebih cepat daripada yang ditanam di tempat terang. 10 biji tanaman di tanam di tempat yang terkena cahaya (di rak tanaman).Manfaat Penelitian Dapat mengetahui laju pertumbuhan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhannya. Cara Kerja Tanamlah biji kacang hijau sebanyak 20 biji tanaman. F. Kemudian catatlah pertumbuhannya menggunakan penggaris (satuan cm) menggunakan pulpen pada kertas pengamatan.

Hormon : senyawa organik yang dibuat pada suatu bagian yang dengan konsentrasi rendah menyebabkan suatu dampak fisiologis. Hasil pengamatan dapat dilihat pada “Tabel Pengamatan Pertumbuhan Biji Kacang Hijau”.Mengandung informasi genetika.Dapat menduplikasikan diri pada peristiwa pembelahan sel. Hormon yang mempengaruhi antara lain : Auksin : adalah senyawa asam indol asetat (IAA) yang dihasilkan di ujung meristem apikal (ujung akar dan batang). Faktor internal yang sangat berpengaruh dalam pengamatan ini yaitu antara lain : GEN adalah "substansi hereditas" yang terletak di dalam kromosom. .2) Tanaman di tempat terang lebih hijau daunnya dan batangnya lebih besar sedangkan ditempat gelap daunnya menguning dan batangnya kecil atau kurus. Kesimpulan Perbedaan keadaan di masing-masing tempat di pengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. . Tabel Pengamatan Pertumbuhan Biji Kacang Hijau G. Gen bersifat antara lain : . 3) Tanaman yang ditanam ditempat basah pertumbuhan antar biji merata sedangkan yang tergenang air tidak merata. Pengaruhnya yaitu bagian batang yang terkena cahaya memiliki auksin yang lebih sedikit .Sebagai materi tersendiri yang terdapat dalam kromosom. Pengaruh Gen dalam perkecambahan yaitu perbedaan dalam laju pertumbuhan masingmasing biji kacang hijau. Berfungsi mengatur pembesaran sel dan pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung.

. Sehingga sulit bertambah pertumbuhannya. Auksin juga menyebabkan perpanjangan sel batang dan menghambat perpanjangan sel akar. maka terjadi peningkatan asam absisat yang menghambat pertumbuhan dan menurunkan produksi hormon auksin pada tanaman. Hal ini menyebabkan tanaman yang ditempat terang berwarna hijau daunnya sedangkan ditempat gelap batangnya kurus. Cahaya Berpengaruh terhadap fotosintesi kecambah. daunnya pucat dan tidak berkembang dengan baik. yaitu air berfungsi sebagai pelarut reaksi dalam tubuh tumbuhan dan sebagai medium reaksi enzimatis. Apabila kekurangan air.karena auksin mengalami kerusakan jika terkena cahaya sedangkan bagian batang yang tidak terkena cahaya mempunyai lebih banyak auksin sehingga tumbuh lebih panjang daripada batang yang terkena cahaya. Faktor Eksternal antara lain : Air Air berpengaruh dalam pertumbuhan kecambah. dan merangsang pembentukan klorofil sehingga tanaman dapat menghasilkan mekanan sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->