Pendekatan-pendekatan

dalam

Pembelajaran

Bahasa

dan

Sastra

mencakup: 1) Pendekatan Kontekstual, 2) Pendekatan Kooperatif, 3) Pendekatan Quantum, 4) Pendekatan Integratif, dan 5) Pendekatan Atraktif.

1. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning/ CTL) Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan fakta dalam kehidupan siswa. (Nurul, 2010) Pendekatan ini adalah pendekatan yang fokus pada tahapan dalam belajar dan pendalaman dalam materi. Hal ini berarti bahwa menekankan kepada peserta didik untuk dapat menguasai penuh dan mendalam akan materi yang diajarkan meskipun materinya sedikit. Dalam hal ini memntingkan kualitas daripada kuantitas. Namun, pendekatan ini tergolong pendekatan yang menyenangkan karena peserta didik ditugaskan untuk terjun langsung dalam kehidupan nyata dalam mendalami sebuah materi ajar yang disampaikan dari pendidik. Tugas utama dari pendidiknya adalah membuat suatu rencana dan strategi yang kemudian hal ini akan menjadi pedoman peserta didik dalam praktiknya nanti. Pendekatan ini dinilai efektif karena peserta didik diharuskan menerapkan pengantar singkat oleh pendidik untuk memahami materi yang diberikan. Dikatakan efektif karena peserta didik akan lebih memahami apabila langsung diterapkan daripada hanya sebatas teori. Disamping itu, pendekatan ini juga melatih menjadi makhluk sosial yang baik karena saat terjun, peserta didik akan langsung berinteraksi kepada orang lain. Kemudian dalam penerapan Pembelajaran Bahasa dan Sastra, pendekatan kontekstual diterapkan dalam pengajaran keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, membaca, berbicara, dan menulis.

2. Pendekatan Kooperatif (Cooperative Learning) Pembelajaran kooperatif adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivis (Musyafa¶: 2).

Dalam pengajaran bahasa dan sastra. dan prestasi akademik) guna menerima dan menyelesaikan materi ajar. suku. proses belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan yang mengesankan. Suasana belajar yang efektif diciptakan melalui campuran antara lain unsur-unsur hiburan. dan dibarengi kegembiraan. sehingga tercipta suasana kerjasama yang bersifat tolong-menolong dan kompetitif. dimaksudkan ada perbedaan dalam tingkat akademik adalah supaya peserta didik yang kurang pandai ditempatkan bersama orang yang pandai dan tugas yang pandai adalah memahamkan materi kepada yang kurang pandai. strategi. dengan upaya yang normal. Jadi. permainan. pendekatan ini dipakai untuk mengajarkan aspek keterampilan berbahasa juga. dan emosi yang sehat (Akhmad: 2008). Pendekatan Quantum (Quantum Learning) Quantum learning ialah kiat. Evaluasi dilakukan dengan cara presentasi hasil dari kerja kelompok tersebut. Urutan penerapan pendekatan ini adalah dimulai dari pendidik yang memberi tugas dan tugas tersebut diselesaikan dalam kerja kelompok. dalam pendekatan ini didayagunakan segala aspek supaya peserta didik dapat menyerap materi secara cepat sekaligus tidak . Jadi. keberhasilan suatu kelompok juga diukur dari tingkat kepahaman tiap individu dalam kelompok tersebut. dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat. Disamping hasil akhir adalah hasil yang mendekati kata ³benar´. petunjuk. serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat (Akhmad: 2008). cara berpikir positif. Di sini sekelompok peserta didik tersebut dituntut untuk saling melengkapi satu sama lain dalam menyelesaikan suatu materi supaya mendapatkan hasil yang mendekati benar. Sehingga diperlukan sekelompok orang yang memiliki karakter berbeda-beda (jender. Di sini dijelaskan bahwa pendekatan quantum adalah pemercepatan belajar yakni. 3.Pendekatan ini adalah pendekatan yang memfokuskan pembelajaran yang mengandalkan kerjasama kelompok kecil dalam meyelesaikan suatu materi ajar.

menyenangkan. kreatif dan indah. dapat diambil contoh dalam pengajaran menyimak. Pendidik harus berperan semenarik mungkin supaya peserta didik dapat terpesona dan semakin antusias dalam menerima materi ajarnya. pendidik juga menyisipkan berbagai hal yang menyenangkan lainnya supaya peserta didik antusias dan mampu menyerap materi secara cepat dan maksimal akan materi ajar. Penerapan pendekatan ini dalam pengajaran bahasa dan sastra misalnya ketika pendidik mengajarkan materi kalimat. melainkan peserta didik diharuskan membaca terlebih dahulu. tidak membosankan. 5. Pendekatan ini lebih diterapkan dalam pendidikan TK karena pada dasarnya pendekatan ini adalah bermain sambil belajar. menarik. .membuat stres karena didalamnya disamping menyampaikan materi ajar. seperti pendidik menceritakan sebuah dongeng dan peserta didik menyimaknya. pendekatan ini adalah seperti tematik. Di samping itu. kemudian menyimak. tentu saja pendidik tidak serta-merta langsung masuk mater. variatif. Dalam pengaplikasian pengajaran bahasa dan sastra. Dalam pendekatan ini lebih ditekankan yang menerapkan adalah pendidik. pendekatan atraktif adalah suatu proses pembelajaran yang mempesona. Integratif terbagi menjadi interbidang studi dan antarbidang studi (Endah dkk: 2009). 4. selanjutnya menulis. Pendekatan Atraktif Menurut Theo Riyanto (2003). mengasyikkan. pendidik juga harus menata semenarik pula terhadap situasi dan kondisi ruang kelas dan alat bantu mengajar. yakni menggabungkan dan mengaitkan antartema bidang studi dan antara bidang studi satu dengan yang lain. Menurut saya. Pendekatan Integratif Pendekatan Integratif dapat dimaknakan sebagai pendekatan yang menyatukan beberapa aspek ke dalam satu proses.

2008. Musyafa¶ Fathoni. Theo Riyanto.com/2008/01/24/konsep-quantumlearning/. Tersedia pada http://nurul071644249. Diunduh pada tahun 2011. Nurul071644249's Blog. Diunduh pada tahun 2011. Tersedia pada http://bruderfic. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) dalam Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.com/doc/11540191/pembelajaran- kooperatif#. Pembelajaran Kooperatif. Pendidikan dan Pembelajaran Atraktif.html. Diunduh pada tahun 2011.id/h- 57/pendidikan-dan-pembelajaran-atraktif. . Konsep Quantum Learning.wordpress. Cooperative Learning. Tersedia pada http://akhmadsudrajat. 2009.REFERENSI Akhmad Sudrajat. Nurul. Tersedia pada http://www.wordpress. Konsep Quantum Learning. Diunduh pada tahun 2011. Pendidikan dan Pembelajaran Atraktif.or. 2003. 2010.scribd.com/2010/06/06/pendekatan kontekstual-contextual-teaching-and-learningdalam-pembelajaran bahasa-dan-sastra-indonesia/.

M.PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA Ditulis untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metode Pembelajaran Bahasa dan Sastra Dosen: DR. Andayani.Pd. Oleh: YUSUF MUFLIKH RAHARJO K1210064 PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2011 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful