P. 1
DEFINISI

DEFINISI

|Views: 229|Likes:
Published by Galdhis Caresya

More info:

Published by: Galdhis Caresya on Feb 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2014

pdf

text

original

. DEFINISI ²-Ada beberapa definisi dari kesehatan lingkungan : 1.

Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.1 2. Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.2 ²B. RUANG LINGKUP KESEHATAN LINGKUNGAN ²-Menurut World Health Organization (WHO) ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan, yaitu :1 1. Penyediaan Air Minum 2. Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran 3. Pembuangan Sampah Padat 4. Pengendalian Vektor 5. Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia 6. Higiene makanan, termasuk higiene susu 7. Pengendalian pencemaran udara 8. Pengendalian radiasi 9. Kesehatan kerja 10. Pengendalian kebisingan 11. Perumahan dan pemukiman 12. Aspek kesling dan transportasi udara 13. Perencanaan daerah dan perkotaan 14. Pencegahan kecelakaan 15. Rekreasi umum dan pariwisata 16. Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah, bencana alam dan perpindahan penduduk 17. Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan. ²-Di Indonesia, ruang lingkup kesehatan lingkungan diterangkan dalam Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8, yaitu :3 1. 2. 3. 4. 5. Penyehatan Air dan Udara Pengamanan Limbah padat/sampah Pengamanan Limbah cair Pengamanan limbah gas Pengamanan radiasi

pertokoan. dan usaha-usaha yang sejenis Lingkungan pemukiman : rumah tinggal. Kesadahan (maks 500 mg/l) Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air) 2. ²D. asrama/yang sejenis Lingkungan kerja : perkantoran.6. Pembuangan Kotoran/Tinja ²-Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai berikut :2. Pengamanan vektor penyakit 8. 5. 3. laut dan udara yang digunakan untuk umum Lingkungan lainnya : misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada dlm keadaan darurat. 2. Air Bersih ²-Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. tidak berasa. bencana perpindahan penduduk secara besar2an. terminal. SASARAN KESEHATAN LINGKUNGAN ²-Menurut Pasal 22 ayat (2) UU 23/1992. Di Indonesia permasalah dalam kesehatan lingkungan antara lain :2.3 mg/l.5 y Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi .4 1. 4. dan tidak berwarna Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0. Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Pengamanan kebisingan 7. ²-Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut : y y y Syarat Fisik : Tidak berbau. pasar. reaktor/tempat yang bersifat khusus. Penyehatan dan pengamanan lainnya. kawasan industri/yang sejenis Angkutan umum : kendaraan darat. Sasaran dari pelaksanaan kesehatan lingkungan adalah sebagai berikut :3 1. sepeti keadaan pasca bencana ²C. MASALAH-MASALAH KESEHTAN LINGKUNGAN DI INDONESIA ²-Masalah Kesehatan lingkungan merupakan masalah kompleks yang untuk mengatasinya dibutuhkan integrasi dari berbagai sector terkait. Tempat umum : hotel.

yaitu : pencahayaan. komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah dengan penyediaan air bersih. iklim. Pembuangan Sampah ²-Teknik pengelolaan sampah yang baik dan benar harus memperhatikan faktor-faktor /unsur. Kesehatan Pemukiman ²-Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :2. Serangga dan Binatang Pengganggu . dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir. pola kehidupan/tk sosial ekonomi.6 y y y y Memenuhi kebutuhan fisiologis. letak geografis. tingkat aktivitas.y y y y y y Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur Tidak boleh terkontaminasi air permukaan Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar . harus dibatasi seminimal mungkin Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal. bebas vektor penyakit dan tikus. 5. cukup sinar matahari pagi. penghawaan dan ruang gerak yang cukup. pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga. konstruksi yang tidak mudah roboh. 3. dan kemajuan teknologi Penyimpanan sampah Pengumpulan. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah penduduk dan kepadatanya. kita dapat mengetahui hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan masalah-masalah ini secara efisien. disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan. pengolahan dan pemanfaatan kembali Pengangkutan Pembuangan ²-Dengan mengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah. tidak mudah terbakar. 4. yaitu : privacy yang cukup. atau. terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran. musim. kepadatan hunian yang tidak berlebihan. bila memang benar-benar diperlukan. berikut:6 y y y y y Penimbulan sampah. terhindar dari kebisingan yang mengganggu Memenuhi kebutuhan psikologis.

dan hotel). Masalah ini lebih berpotensi menjadi masalah kesehatan yang sesungguhnya. dll. Makanan dan Minuman ²-Sasaran higene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran. pencemaran tanah. Kelambu yang dicelupkan dengan pestisida untuk mencegah gigitan Nyamuk Anopheles sp. Pembakaran hutan untuk dibuat lahan pertanian atau . ²-Binatang pengganggu yang dapat menularkan penyakit misalnya anjing dapat menularkan penyakit rabies/anjing gila. Penanggulangan/pencegahan dari penyakit tersebut diantaranya dengan merancang rumah/tempat pengelolaan makanan dengan rat proff (rapat tikus). tentu akan lebih buruk di masa mendatang. pencemaran udara. berbagai analisis data menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan. jasa boga dan makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga. Keadaan ini.5 kali lebih besar. Mengenai masalah out door pollution atau pencemaran udara di luar rumah. rumah makan/restoran. Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan resiko dampak pencemaran pada beberapa kelompok resiko tinggi penduduk kota dibanding pedesaan. bahan bakar rumah tangga lainnya merupakan salah satu faktor resiko timbulnya infeksi saluran pernafasan bagi anak balita. Besar resiko relatif tersebut adalah 12. ruang makan dan gudang makanan Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi Persyaratan pengolahan makanan Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi Persyaratan peralatan yang digunakan Pencemaran Lingkungan ²-Pencemaran lingkungan diantaranya pencemaran air. bagi jenis pencemar yang akumulatif. Kecoa dan lalat dapat menjadi perantara perpindahan bibit penyakit ke makanan sehingga menimbulakan diare. rumah makan. bis kereta api. mengingat manusia cenderung berada di dalam ruangan ketimbang berada di jalanan. Diduga akibat pembakaran kayu bakar. Nyamuk Anopheles sp untuk penyakit Malaria. Penggunaan kasa pada lubang angin di rumah atau dengan pestisida untuk mencegah penyakit kaki gajah dan usaha-usaha sanitasi. Gerakan 3 M (menguras mengubur dan menutup) tempat penampungan air untuk mencegah penyakit DBD. Nyamuk Culex sp untuk Penyakit Kaki Gajah/Filariasis. 6. Tikus dapat menyebabkan Leptospirosis dari kencing yang dikeluarkannya yang telah terinfeksi bakteri penyebab. Pencemaran udara dapat dibagi lagi menjadi indoor air pollution dan out door air pollution. Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah Dengue (DBD). Indoor air pollution merupakan problem perumahan/pemukiman serta gedung umum.²-Serangga sebagai reservoir (habitat dan suvival) bibit penyakit yang kemudian disebut sebagai vektor misalnya : pinjal tikus untuk penyakit pes/sampar. ²-Persyaratan hygiene sanitasi makanan dan minuman tempat pengelolaan makanan meliputi :6 y y y y y y y y Persyaratan lokasi dan bangunan Persyaratan fasilitas sanitasi Persyaratan dapur.

dan pengolahan (treatment) (Slamet Riyadi. batubara. secara umum dan secara khusus. Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia. 7.[8] Tujuan dan ruang lingkup secara umum. dan lain-lain. yang di antaranya berupa:. penggunaan kembali (reuse) dengan sterilisasi lebih dulu. Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup manusia. kebakaran hutan. misalnya infeksi saluran pernafasan akut. Adapun tujuan dan ruang lingkup secara khusus meliputi usaha-usaha perbaikan atau pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia. . 2. daur ulang (recycle). Yang diutamakan adalah sterilisasi.[8] 1. Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di antara masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga nonpemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular. Kebisingan. 6. 5. Survei sanitasi untuk perencanaan. Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan. iritasi pada mata. Pengelolaan limbah Pengolahan limbah RS Pengelolaan limbah RS dilakukan dengan berbagai cara. pemantauan. terganggunya ekologi hutan. Makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala besar dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat. dan evaluasi program kesehatan lingkungan 1. 2000). ²²Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi menjadi dua. 4. dan kesehatan kerja.sekedar diambil kayunya ternyata membawa dampak serius. peternakan. radiasi. Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan rantai penularan penyakitnya. antara lain:[8] 1. pertanian. rumah sakit. 8. 3. Perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat kesehatan. terganggunya jadual penerbangan. Limbah cair dan padat yang berasal dari rumah tangga. dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem. 2. yakni berupa pengurangan (reduce) dalam volume. Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM. 3. industri.

Pembuangan limbah Setelah dimanfaatkan dengan konpaktor. limbah bagian Klinik dibawa keinsenerator. limbah klinik harus dibakar (insenerasi). 1995). limbah bukan klinik dapat dibuang ditempat penimbunan sampah (Land-fill site). kemudian ditempatkan ditong dengan kode warna dibangsal dan unit-unit lain.Petugas pengumpul limbah harus memastikan kantung-kantung dengan warna yang sama telah dijadikan satu dan dikirimkan ketempat yang sesuai . jika perlu (misalnya bila ada kebocoran kantung limbah) dibersihkan dengan menggunakan larutan klorin. Pemisahan Limbah . 1. sehingga jika dibawa mengayun menjauhi badan. dan diletakkan ditempat-tempat tertentu untuk dikumpulkan . Penyimpanan Limbah Dibeberapa Negara kantung plastik cukup mahal sehingga sebagai gantinya dapat digunkanan kantung kertas yang tahan bocor (dibuat secara lokal sehingga dapat diperloleh dengan mudah) kantung kertas ini dapat ditempeli dengan strip berwarna. 1. jika tidak mungkin . 1. Kemudian diikiat bagian atasnya dan diberik label yang jelas .Kantung harus disimpan pada kotak-kotak yang kedap terhadap kutu dan hewan perusak sebelum diangkut ketempat pembuangan. Penanganan Limbah . H.Kantung harus diangkut dengan memegang lehernya.Perlu digunakan kantung plastik dengan warna-warna yang berbeda yang menunjukkan kemana kantong plastik harus diangkut untuk insinerasi aau dibuang (Koesno Putranto.Kantung-kantung dengan warna harus dibuang jika telah terisi 2/3 bagian.Limbah harus dipisahkan dari sumbernya . Pengangkutan limbah Kantung limbah dipisahkan dan sekaligus dipisahkan menurut kode warnanya. 1.Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam merumuskan kebijakan kodifikasi dengan warna yang menyangkut hal-hal berikut : 1. Pengangkutan dengan kendaraan khusus (mungkin ada kerjasama dengan dinas pekerja umum) kendaraan yang digunakan untuk mengangkut limbah tersebut sebaiknya dikosongkan dan dibersihkan setiap hari. Limbah bagian bukan klinik misalnya dibawa kekompaktor.Semua limbah beresiko tinggi hendaknya diberi label jelas .

5 meter dibawah permukaan tanah 5. pengelolaan lingkungan . Insinerator modern yang baik tentu saja memiliki beberapa keuntungan antara lain kemampuannya menampung limbah klinik maupun limbah bukan klinik. imunisasi terhadap hepatitis B sangat dianjurkan dan catatan mengenai imunisasi tersebut sebaiknya tersimpan dibagian kesehatan kerja (Moersidik. Suatu rumah sakit dapat pula mempertoleh penghasilan tambahan dengan melayani insinerasi limbah rumah sakit yang berasal dari rumah sakit yang lain. Dengan pendekatan sistem tersebut. Limbah bukan klinik tidak usah ditimbun dengan kapur dan mungkin ditangani oleh DPU atau kontraktor swasta dan dibuang ditempat tersendiri atau tempat pembuangan sampah umum. Oleh karenanya limbah yang ditimbun dengan kapur ini dibungkus kertas. jarum. maka konsep pengelolaan lingkungan sebagai sebuah sistem dengan berbagai proses manajemen didalamnya yang dikenal sebagai Sistem Manajemen Lingkungan rumah sakit yang perlu diterapkan. misalnya kantung plastik tidak perlu ikut ditimbun. 3. 2. Melihat karakteristik dan dampak-dampak yang dapat ditimbulkan oleh buangan/limbah rumah sakit seperti tersebut diatas. S. 2000). Semua petugas harus menggunakan pakaian pelindung yang memadai. Akhirnya lubang tersebut harus ditutup dengan tanah (Setyo Sarwanto. Menggali lubang.harus ditimbun dengan kapur dan ditanam limbah dapur sebaiknya dibuang pada hari yang sama sehingga tidak sampai membusuk. Jika fasilitas insinerasi tidak tersedia.5 meter Tebarkan limbah klinik didasar lubang samapi setinggi 75 cm Tambahkan lapisan kapur Lapisan limbah yang ditimbun lapisan kapur masih bisa ditanamkan samapai ketinggian 0. (Bambang Heruhadi. Perlu diingat. 1995). Limbah-limbah tajam harus ditanam. 4. dengan kedalaman sekitar 2. termasuk benda tajam dan produk farmasi yang tidak terpakai lagi. Langkah-langkah pengapuran (Liming) tersebut meliputi sebagai berikut : 1. Semua petugas yang menangani limbah klinik perlu dilatih secara memadai dan mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan jika mengalami inokulasi atau kontaminasi badan. 2003). Rumah sakit yang besar mungkin mampu memberli inserator sendiri. semprit tidak boleh dibuang pada tempat pembuangan samapah umum. bahan yang tidak dapat dicerna secara biologi (nonbiodegradable).S. insinerator berukuran kecil atau menengah dapat membakar pada suhu 1300-1500 ºC atau lebih tinggi dan mungkin dapat mendaur ulang sampai 60% panas yang dihasilkan untuk kebutuhan energi rumah sakit. limbah klinik dapat ditimbun dengan kapur dan ditanam. Limbah klinik.

laboratorium. ujung atau bagian menonjol yang dapat memotong atau menusuk kulit seperti jarum hipodermik. Bendabenda tajam yang terbuang mungkin terkontaminasi oleh darah. Keterlibatan pemerintah yang memiliki badan yang menangani dampak lingkungan. 2008 . namun khusus limbah yang memiliki mikro organisme paktogen harus dibakar. obat. Untuk limbah padat harus dimusnahkan baik dengan cara menanam maupun membakar. obat-obat yang tidak lagi diperlukan oleh institusi bersangkutan dan limbah yang dihasilkan selama produksi obat. (Arifin. Limbah kimia adalah limbah yang dihasilkan dari penggunaan bahan kimia dalam tindakan medis. . M. bahan mikrobiologi. Kemudian dinetralkan dengan cara pengasaman yang biasanya menggunakan bakteri maupun bahan kimia langsung. perlengkapan intravena. pengangkutan atau tindakan terapi sitotoksik. darah dan cairan tubuh. Bentuk limbah klinis bermacam-macam dan berdasarkan potensi yang terkandung di dalamnya dapat dikelompokkan sebagai berikut : Limbah benda tajam adalah obyek atau alat yang memiliki sudut tajam. Limbah laboratorium yang berkaitan dengan pemeriksaan mikrobiologi dari poliklinik dan ruang perawatan/isolasi penyakit menular. (online). seperti dari pencucian darah maupun bangkai harus ditampung terlebih dahulu ke dalam bak penampungan. Sedangkan untuk limbah cair. proses sterilisasi. anggota badan. Limbah radioaktif adalah bahan yang terkontaminasi dengan radio isotop yang berasal dari penggunaan medis atau riset radio nukleida. veterinari. dan riset. Semua benda tajam ini memiliki potensi bahaya dan dapat menyebabkan cedera melalui sobekan atau tusukan.Limbah farmasi ini dapat berasal dari obat-obat kadaluwarsa.obatan. cairan tubuh. sisi. pecahan gelas. Limbah jaringan tubuh meliputi organ.itu sendiri adalah suatu usaha untuk meningkatkan kualitas dengan menghasilkan limbah yang ramah lingkungan dan aman bagi masyarakat sekitar. pipet pasteur. pisau bedah. Limbah sitotoksik adalah bahan yang terkontaminasi atau mungkin terkontaminasi dengan obat sitotoksik selama peracikan. Limbah infeksius mencakup pengertian sebagai berikut: Limbah yang berkaitan dengan pasien yang memerlukan isolasi penyakit menular (perawatan intensif).obat yang dibuang oleh pasien atau dibuang oleh masyarakat. bahan beracun atau radio aktif. pihak manajemen puncak rumah sakit dan lembaga kemasyarakatan merupakan kunci keberhasilan untuk melindungi masyarakat dari dampak buangan / limbah rumah sakit ini (Mentri Negara Lingkungan Hidup. obat-obat yang terbuang karena batch yang tidak memenuhi spesifikasi atau kemasan yang terkontaminasi. biasanya dihasilkan pada saat pembedahan atau otopsi. 2004).

Obat Sitotoksik . virus. Produk bersifat genotoksik yang paling banyak digunakan untuk sarana pelayanan kesehatan: 1. Untuk mencegah terjadinya dampak negatif limbah medis tersebut terhadap masyarakat atau lingkungan. peralatan infus. skalpel.15% limbah yang dihasilkan oleh sarana pelayan kesehatan. contoh jarum. kapas. racun dan bahan radioaktif yang berbahaya bagi manusia dan makhluk lain di sekitar lingkungannya. contoh bagian tubuh. materi atau peralatan yang tersentuh pasien yang terinfeksi. Jadi limbah medis dapat dikategorikan sebagai limbah infeksius dan masuk pada klasifikasi limbah bahan berbahaya dan beracun. darah dan cairan tubuh yang lain termasuk janin y Limbah Benda Tajam Limbah benda tajam. potongan kaca y Limbah Farmasi Limbah yang mengandung bahan farmasi contoh obat-obatan yang sudah kadaluwarsa atau tidak diperlukan lagi. ekskreta y Limbah Patologis Jaringan atau potongan tubuh manusia. item yang tercemar atau berisi obat y Limbah Genotoksik Limbah yang mengandung bahan dengan sifat genotoksik contoh limbah yang mengandung obat-obatan sitostatik (sering dipakai dalam terapi kanker) zat kimia genotoksik. limbah dari ruang isolasi. maka perlu dilakukan pengelolaan secara khusus."Kalau sudah dinetralkan baru bisa disalurkan ke pembuangan Pada umumnya 10 . adalah limbah medis. Limbah medis kebanyakan sudah terkontaminasi oleh bakteri. pisau. Golongan Karsinogenik o Benzen 2. KATEGORI LIMBAH y Limbah Infeksius Limbah yang dicurigai mengandung bahan patogen contoh kultur laboratorium.

reaktif (mudah meledak. Golongan yang kemungkinan karsinogenik o Azacitidine. bleomycin. Treosulfan 3. procarbazine hydrochloride. sarcolysin. Tiotepa. metronidazole. kaleng aerosol. doxorubicin. desinfektan yang kadaluwarsa atau sudah tidak diperlukan. oxazepam. Semustin. gas cartridge. Klorambusil. chloramphenicol. alat pengukur tekanan darah y Wadah bertekanan Tabung gas anestesi. trichlormethine o y Limbah Kimia Limbah yang mengandung bahan kimia contoh reagen di laboratorium. cisplatin. Limbah ini dikategorikan limbah berbahaya jika memiliki beberapa sifat (toksik. genotoksik y Limbah dengan kandungan logam berat tinggi Baterai. bereaksi dengan air. daunorubicin.Azatioprin. dacarbazine. chlorozotocin. nafenopin. peralatan terapi pernafasan. progesterone. film untuk rontgen. lomustine. streptozocin. mudah terbakar. Siklosporin.g. Tamoksifen. Panfuran S²no longer in use). niridazole. oksigen dalam bentuk gas atau cair y y Limbah Radioaktif Limbah yang mengandung bahan radioaktif contoh cairan yang tidak terpakai dari terapi radioaktif atau riset di laboratorium SUMBER LIMBAH MEDIS y y y y Unit pelayanan kesehatan dasar Unit pelayanan kesehatan rujukan Unit pelayanan kesehatan penunjang ( laboratorium) Unit pelayanan non kesehatan ( farmasi ) . phenobarbital. mitomycin. methylthiouracil. phenacetin. rawan goncangan). dihydroxymethylfuratrizine (e. phenytoin. korosif (pH12). carmustine. Siklofosfamid. thermometer yang pecah. Melfalan. solven.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->