P. 1
Makalah Terminal 06172070

Makalah Terminal 06172070

|Views: 802|Likes:
Published by Lucky Agung Pratama

More info:

Published by: Lucky Agung Pratama on Feb 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/12/2013

pdf

text

original

TUGAS TERMINAL APLIKASI ANTRIAN TERMINAL

OLEH: LUCKY AGUNG PRATAMA 06172070

DOSEN :
YOSSYAFRA, ST, M.EngSc, PhD

JURUSAN TEKNIK SIPIL-FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG 2011

1.3 TUJUAN 1. SISTEMATIKA PENYAJIAN Gambaran penyajian isi makalah ini adalah sebagai berikut I. 1. Akan tetapi. ini menyebabkan kemampuan terminal dalam melayani penumpang menjadi terbatas. maka kebutuhan penduduk yang membutuhkan saran transportasi ikut bertambah.3. bila pada terminal barang terdapat gudang-gudang maka pada terminal penumpang terdapat ruang tunggu dan ruang penerima dan fasilitas lainnya. BATASAN MASALAH Masalah yang dibahas pada makalah ini adalah: 1. Seiring dengan pertumbuhan suatu daerah. Untuk mengatasi hal itu.2. Analisa kapasitas terminal 3.1 LATAR BELAKANG 1.BAB I PENDAHULUAN 1. Tujuannya untuk mewadahi dan melayani kegiatan penumpang yang akan bepergian. Analisa antrian pada terminal 1.2 RUMUSAN MASALAH 1. PENDAHULUAN 1. Analisa tingkat pelayanan pada salah satu terminal Tipe B di Indonesia 2. TUJUAN Tujuan pembuatan makalah ini adalah menganalisa penerapan teori antrian pada suatu terminal dan menilai apakah pengaplikasiannya masih layak digunakan dengan kondisi yang ada pada lapangan.4 SISTEMATIKA PENULISAN .4. diterapkanlah sistem antrian pada terminal.1 LATAR BELAKANG Terminal pentimpang hampir sama seperti terminal barang. Barang-barang yang dibawa juga tidak sebesar terminal kargo sehingga tidak ada gudang barang yang besar.

1 KARAKTERISTIK KINERJA PELAYANAN TERMINAL LEDENG 3.2.1.1.2. KONSEP TERMINAL DAN ANTRIAN 3. UMUM 2.2. 2.2.3 ANALISIS KAPASITAS TERMINAL . KONSEP TERMINAL DAN ANTRIAN 2. Klasifikasi dan fungsi Terminal.II.3 Kapasitas Terminal III.2 KINERJA PELAYANAN TERMINAL LEDENG 3. Eksisting Terminal Ledeng 2. KAJIAN PUSTAKA 2. Teori Antrian 2.1.2.1.

maka permasalahan kepadatan dan lama waktu tunggu kendaraan di dalam terminal. Terminal ini merupakan salah satu komponen dalam sistem pelayanan transportasi perkotaan. 3) Waktu tunggu kendaraan. tanpa memiliki jalan akses keluar-masuk kendaraan. masalah jumlah penumpang dan pergantian antar moda. Dengan diperolehnya data faktual tersebut dapat digunakan untuk upaya pengembangan dan peningkatan kualitas pelayanan terminal Ledeng jangka pendek.Volume kedatangan/keberangkatan kendaraan umum tiap trayek. perkebunan dan peternakan. serta konflik lalu lintas yang terjadi pada ruas jalan Dr. kota Cimahi. UMUM Terminal Ledeng memiliki klasifikasi sebagai terminal type B terletak di tepi jalan Setiabudi Bandung. Dengan jumlah armada kendaraan angkutan kota (angkot) yang harus dilayani tersebut. Mobilitas masyarakat tersebut antara lain untuk bepergian ke tempat bekerja. serta 5) Panjang antrian dan waktu tunda kendaraan menerus pada ruas jalan Dr. maupun ke pusat perdagangan dan kawasan berbelanja di kota Bandung. yang memiliki jalan akses langsung ke kawasan Kabupaten Subang. Dengan luas area 2300 m2 terminal Ledeng melayani 917 unit mobil penumpang umum (MPU) dari 6 trayek yang ditetapkan wajib keluar-masuk terminal. Setiabudi di depan terminal. menengah maupun untuk program jangka panjang 2.1 Existing Terminal Ledeng Secara geografis terminal Ledeng berada pada lokasi strategis pada jaringan jalan kolektor primer ± 8 kilometer dari pusat kota di kawasan utara kota Bandung. antara lain: 1).1. 4) Kapasitas dan tingkat pelayanan terminal. yaitu berfungsi sebagai titik simpul pergantian moda transportasi bagi mobilitas masyarakat di kawasan Bandung utara untuk melaksanakan kegiatannya sehari-hari. Setiabudi di depan Terminal adalah merupakan fenomena permasalahan yang ditemui di kawasan ini. ke kawasan sentra industri pertanian. panjang antrian kendaraan dalam sistem pelayanan terminal. ke kawasan pariwisata.BAB II KONSEP TERMINAL DAN ANTRIAN 2.1. dan Kabupaten Bandung bagian barat . kelengkapan sarana dan fasilitas pelayanan penumpang. 2) Tingkat pelayanan tiap lajur di dalam terminal. ke sekolah/kampus. Oleh sebab itu studi ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi serta mengukur kinerja pelayanan terminal Ledeng.

Terminal Ledeng selain berfungsi sebagai tempat transit bagi beberapa trayek angkutan umum di kota Bandung. Pada saat ini ada 917 unit kendaraan penumpang yang wajib masuk terminal dan 350 unit kendaraan lainnya masih ditampung di luar terminal karena keterbatasan daya tampung terminal yang belum memadai. dan ke wilayah Kabupaten Bandung.seperti kota Lembang dan Cisarua sebagai kawasan wilayah pertanian dan peternakan. ke Kota Cimahi. Jumlah armada angkutan wajib masuk terminal sebagai berikut Tabel I Trayek Angkutan Umum yang Beroperasi di Daerah Ledeng Sumber : SK Walikota Bandung No.2/kep. . 551. juga sebagai titik simpul dan tempat transit bagi sejumlah kendaraan angkutan umum antar-wilayah dari dan ke Kabupaten Subang.157-HUM/2002 +) Hanya melintas di depan terminal -) Hanya sampai di ujung jalan Sersan Bajuri *) Hanya sampai di ujung jalan Gegerkalong Hilir Gambar di bawah ini menunjukkan situasi terminal Ledeng yang terdiri dari jalur lintasan dan jalur antrian kendaraan umum. serta kelengkapan sarana/prasarana penunjang terminal.

yaitu penumpang. Dari unsur penumpang. .Gambar situasi terminal 2. toilet. serta kapasitas pelayanan terminal. dan pengelola terminal. antara lain kenyamanan dan waktu menunggu yang tidak lama. terminal harus dapat menjamin kelancaran kedatangan/keberangkatan kendaraan yang teratur. Bagi kendaraan. tersedianya ruang tunggu. panjang antrian.2 KAJIAN PUSTAKA Parameter kinerja suatu terminal dapat dianalisis menurut klasifikasi dan fungsi. papan informasi. toko/kios serta kemudahan membelian tiket.Terdapat tiga unsur yang saling berkaitan dalam parameter tersebut. fluktuasi dan akumulasi kedatangan/keberangkatan kendaraan. serta paramater antrian meliputi waktu pelayanan.terminal diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik dengan tersedianya sarana/fasilitas yang diperlukan. kendaraan. jumlah dan lama waktu kendaraan dalam sistem pelayanan.

Traffic interchange dan Sevice availabilit. Storage. yaitu distribusi kedatangan (headway). Maintenance. Processin. and emergency. kreteria dan spesifikasi terminal yang telah ditetapkan 2. jumlah saluran pelayanan.2. Oleh sebab itu teori antrian merupakan metoda untuk membuat model arus lalu lintas stokastik transportasi. masing-masing dengan fungsi. Terdapat 4 (empat) karakteristik antrian yang perlu diperhatikan. type B dan terminal type C. serta disiplin antrian. sevicing. Unsur antrian kendaraan di dalam terminal yang perlu dihitung . Clasification and sorting.2. Menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Jo PP 43 tahun 1993. distribusi keberangkatan. tempat pengendalian dan pengoperasian sistem arus angkutan penumpang.1. Klasifikasi dan fungsi Terminal. yaitu terminal type A. yaitu memberikan informasi bagi perencanaan dan analisis tempat menunggu. lama tiap kendaraan berada di terminal dan ditersedianya fasilitas pelayanan yang memadai.tersedianya penumpang yang relatif banyak setiap waktu keberangkatan. perlu diperhatikan faktor jumlah kedatangan kendaraan per-satuan waktu. Selanjutnya Iskandar Abubakar (1995 : 75) membedakan terminal menjadi tiga type. Teori Antrian Antrian kendaraan penumpang di dalam terminal akan berdampak pada kualitas pelayanan suatu terminal. Terminal berfungsi sebagai Traffik concentration. Loading and unloading. terminal angkutan jalan didefinisikan sebagai titik simpul terjadinya putus arus kendaraan umum menaikkan dan menurunkan penumpang/barang. Menurut Iskandar Abubakar (1995 : 75) terminal di klasifikasikan menjadi terminal Barang dan terminal penumpang. Dan bagi pengelola terminal merupakan sumber pendapatan daerah melalui pemungutan restribusi dan sebagai pengendali arus kendaraan umum 2. Menurut Wohl (1967) ada dua sistim antrian yaitu disiplin antrian tunggal (single station) dan disiplin antrian berganda (multiple station).2. sedangkan stasiun ganda didasarkan pada disiplin antrian FVFS (first vacant first served). Pada terminal penumpang. Untuk antrian tunggal distribusi kedatangan dan keberangkatan kendaraan didasarkan pada prinsip antrian FIFO (first in first out).

dimana kapasitas ialah suatu ukuran dari volume yang melalui terminal atau sebagian dari terminal (Morlok:1985). maka kurva waktu vs volume dengan waktu pelayanan konstan dan pola kedatangan untuk headway waktu yang berbeda dapat digunakan ( K Morlok. Konsep pertama. . kapasitas terminal merupakan volume maksimum yang masih dapat ditampung dengan waktu menunggu atau kelambatan yang masih dapat ditolerir.Tabel II Unsur Antrian Kendaraan yang Dihitung 2. 1988:286).2. kemungkinan arus lalu lintas maksimum yang melalui terminal akan terjadi apabila terdapat suatu satuan lalu lintas yang menunggu memasuki tempat pelayanan segera setelah tempat tersebut tersedia.3 Kapasitas Terminal Pada dasarnya terdapat dua konsep kapasitas terminal. Konsep kedua. Dengan menentukan waktu menunggu rata-rata maksimum yang dapat ditolerir.

48% pada hari libur. serta trayek Ledeng Raya sebesar 11.BAB III APLIKASI ANTRIAN DI TERMINAL 3. Pola kedatangan/keberangkatan kendaraan penumpang Tidak ada kepastian jadual kedatangan dan keberangkatan kendaraan penumpang di terminal Ledeng. Margahayu Tabel 3 Fluktuasi kedatangan dan keberangkatan kendaraan penumpang Di terminal Ledeng Fenomena peningkatan fluktuasi jumlah kedatangan/keberangkatan rata-rata 25. dan kedatangan/keberangkatan yang stabil pada trayek angkutan dalam kota lainya ditafsirkan dipengaruhi oleh tidak beraktivitasnya para pegawai pemerintah/swasta ke tempat tugas. Kedatangan /keberangkatan tersebut sangat bervariasi dan fluktuatif.. baik pada trayek angkutan kota ( angkot) maupun pada angkutan penumpang antar wilayah di kawasan Bandung utara.1 KARAKTERISTIK KINERJA PELAYANAN TERMINAL LEDENG 1). pada trayek Ledeng Cihaheum 24. dan para pelajar/mahasiswa ke kampus. Sebaliknya terjadinya penurunan jumlah kedatangan/keberangkatan pada trayek Bus kota sebesar 25 dan 45%.3 % dan 24. . terutama trayek angkutan jarak jauh antar kawasan pada hari libur. seperti trayek Bandung Subang Pamanukan dengan peningkatan jumlah kedatangan/ keberangkatan sebesar 590. Kondisi ini ditunjukkan oleh grafik fluktuasi jumlah dan waktu kedatangan angkot tiap lajur pada hari kerja dan hari libur (Rabu dan Minggu) yang cukup signifikan.7 dan 16%.85 %.47 % dan 451.1 %. antara lain ditafsirkan dipengaruhi oleh pola aktivitas dan mobilitas masyarakat pada kawasan Bandung utara.

).5 menjadi 3. panjang antrian bertambah dari rerata 11.3 -14. dan meningkatnya rerata jumlah kendaraan sebanyak 2.5 meter menjadi 11.63 %.2). akan tetapi waktu menunggu meningkat lebih lama 5 menit 49 detik.73% (berkurang 17. Kondisi ini antara lain disebabkan oleh tingginya volume kedatangan kendaraan dibandingkan volume keberangkatan yang diperoleh dari grafik akumulasi kedatangan/ keberangkatan kendaraan penumpang di terminal Ledeng.8 %. dan pada perkiraan pengemudi sedikitnya permintaan calon penumpang disepanjang rute perjalanan trayek. dan oleh rendahnya jumlah calon penumpang yang memilih berangkat langsung dari terminal. y Fenomena kedua.6 9. rerata waktu tunggu kendaraan di dalam terminal bertambah menjadi 10 menit 18 detik sampai 38 menit 56 detik. jumlah kendaraan dan waktu tunggu kendaraan penumpang pada masing-masing lajur lintasan dan antrian. pada hari libur (Minggu) terjadi penurunan jumlah kendaraan di dalam terminal pada trayek antar kawasan.6 unit pada tiap lajur. pada hari kerja ( Rabu) pada trayek jarak jauh antar kawasan . yaitu berkurangnya panjang antrian dengan waktu tunggu didalam sistem antrian tetap tinggi khususnya pada lajur antrian 7 dari rerata 4. penurunan panjang antrian 22.6 .6 meter (meningkat 2.2 .7. Tabel 4 Kondisi Pelayanan di dalam Terminal Ledeng per-15 menit Keterangan: **) Rerata Panjang antrian kendaraan pada lajur lintasan/antrian di dalam terminal *) Rerata Jumlah kendaraan yang ada pada tiap lajur lintasan/antrian di dalam terminal +) Rerata lama waktu tunggu kendaraan penumpang di dalam terminal y Fenomena pertama.15. Demikian pula pada lajur 8 trayek Bandung-Subang- .11 %). yaitu panjang antrian. Pelayanan di dalam terminal Pelayanan di dalam terminal dapat diidentifikasi pada tiga parameter.

sehingga kelancaran arus kendaraan penumpang untuk keluar-masuk terminal menjadi terhambat. kinerja pelayanan tiap lajur antrian. Dan 51.65% diantaranya ada di pelataran parkir (rest parking area).24%) memutar arah kembali ke terminal asal dalam keadaan kosong tanpa penumpang . dan pada waktu yang bersaman terjadi jam puncak kepadatan dan antrian arus lalu lintas di ruas jalan Setiabudi (peak hour). Analisis Kendaraan di dalam terminal Dari data kedatangan jumlah kendaraan penunpang tiap lajur di terminal di dapat diidentifikasi. bahwa volume keberangkatan lebih tinggi dari volume kedatangan (grafik fluktuasi) .82%. kapasitas pelayanan sarana dan fasilitas pelayanan kendaraan dan penumpang. Dari jumlah kendaraan yang beroperasi tersebut hanya 504 kendaraan yang masuk terminal (80. dan jumlah kendaraan yang beroperasi berkurang menjadi 39. bahwa jumlah kendaraan penumpang umum (angkot) yang beroperasi di Teminal Ledeng hanya sebanyak 624 unit (68.5 kendaraan.76 %). bahwa pada hari libur jumlah kendaraan di jalur antrian adalah 57. pada hari kerja (Rabu) jumlah kedatangan meningkat menjadi 60. sedangkan 120 kendaraan (19. Sedangkan. serta jalan akses kendaraan keluar-masuk terminal sebagai sarana pendukung.dan 23.7%. Pengaruh lain karena adanya peningkatan jumlah calon penumpang langsung dari terminal dan meningkatnya jumlah calon penumpang menunggu di luar terminal.92 % dengan waktu tunggu pada sisten antrian bertambah lebih lama menjadi 2 menit 11 detik.05 %) dari total jumlah kendaraan yang memperoleh ijin operasi dan wajib masuk terminal (917 unit).Pamanukan jumlah dan panjang antrian masing-masing berkurang menjadi rerata 20. Analisis parameter kinerja tersebut sebagai berikut : 1) Analisis Fungsi dan pelayanan terminal Ledeng Dari tabel di bawah ini diketahui.2 KINERJA PELAYANAN TERMINAL LEDENG Paramater kinerja yang ditinjau adalah fungsi dan klasifikasi terminal. Kondisi ini menunjukkan bahwa meningkatnya jumlah kendaraan yang menunggu/isitirahat di dalam terminal disebabkan oleh berkurangnya kebutuhan calon penumpang dan berkurangnya mobilitas masyarakat ke kawasan Bandung utara.18%. 3. Kondisi ini meng-indikasikan. sehingga operator kendaraan untuk mempercepat waktu pemberangkatan 3).

Berdasarkan uraian di atas dapat ditafsirkan bahwa terminal Ledeng baru melayani 68.05% dari keseluruhan armada angkot yang wajib masuk terminal. pelajar. atau 13% dari kapasitas daya angkut penumpang ril di lapangan. . terminal Ledeng lebih berfungsi sebagai lajur lintasan angkutan kendaraan penumpang. serta oleh tingginya mobilitas masyarakat pada hari libur yang bepergian dari dan ke lokasi pariwisata di kawasan Bandung utara seperti Lembang dan Kabupaten Subang.Tabel 5 Jumlah armada Angkot yang beroperasi di terminal Ledeng *) Prosentase terhadap jumlah armada angkutan tiap trayek Fenomena banyaknya kendaraan angkutan penumpang trayek 04. dan trayek 17 yang tidak sampai ke terminal tujuan (terminal Ledeng) pada jam puncak (peak hour) disebabkan oleh tiga faktor yaitu: Faktor pola aktivitas masyarakat sehari-hari di kawasan Bandung utara yang sebagian memiliki profesi tugas sebagai mahasiswa. Oleh sebab itu. atau 80. dan tidak berfungsi sebagai titik simpul menurunkan dan menaikkan penumpang untuk pergantian moda transportasi sebagai terminal type B. dan mobilitas masyarakat ke kota Bandung yang menjadi pusat wisata belanja Karena faktor menurunnya tingkat pelayanan ruas Jalan Setiabudi akibat terjadinya kepadatan arus lalu lintas pada jam puncak (peak hour) Faktor kedisplinan para operator kendaraan yang tidak mejalani rute trayeknya secara penuh Selanjutnya dari data survey menunjukkan bahwa rerata jumlah penumpang yang datang/berangkat di terminal Ledeng di dalam kendaran hanya 1-2 orang. dan 19.24 % diantaranya memilih tidak masuk terminal. dan pekerja. trayek 06.76% dari keseluruhan angkot yang beroperasi pengangkut penumpang.

77 meter d) Bahwa lajur 5-6 trayek Bus kota akan mengalami waktu pelayanan di dalam sistem adalah rerata 27. atau kapasitas lajur lebih rendah dari kapasitas lajur yang diijinkan. c) Bahwa lajur 4 trayek 03 =5.00 kendaraan/jam.55 menit/kendaraan e) Bahwa lajur 7 trayek 07 =19. 3) Analisis hasil perhitungan Kapasitas lajur Berdasarkan karakteristik pelayanan dan perhitungan kapasitas lajur maka diperoleh hasil perhitungan karakteristik pelayanan semua lajur sebagai berikut: a) Bahwa lajur antrian dengan sebagian unsur parameternya masih berada dibawah nilai kapasitas lajur yang bersangkutan. maka masing-masing kendaraan akan mengalami waktu menunggu rata-rata 38.27 55. f) Bahwa lajur 8 trayek Bandung-Subang-Pamanukan dengan =22. maka masing-masing kendaraan akan melami waktu menunggu di dalam terminal rata-rata 53. Keadaan tersebut terjadi pada lajur 4 trayek Ciroyom-Lembang. lajur 7 tayek Ledeng-Margahayu Raya dan lajur8 trayek Bandung-Subang-Pamanukan. maka masing-masing kendaraan akan mengalami waktu menunggu rata-rata selama 25.03 menit dan antrian sepanjang 23.14 meter.62 meter.44 kendaraan/jam.55 menit untuk memperoleh urutan pemberangkatan dengan rerata panjang antrian 16.08 kendaraan/jam.2) Analisis hasil perhitungan parameter antrian Dari hasil perhitungan dengan teori anrian metode FIFO (First in first out) stasiun tunggal (single station).40 kendaran/jam.28-42. Oleh sebab itu .62 meter b) Bahwa lajur 3 trayek 06 =54. 87 menit dan antrian sepanjang 13. maka diperoleh kecukupan tempat dan waktu menunggu rata-rata dalam keseluruhan sistem pelayanan yaitu: a) Bahwa pada lajur lintasan 1-2 trayek 04 =59 kendaraan/ jam.07 menit dan antrian sepanjang 4.86 55. maka masingmasing kendaraan akan mengalami waktu menunggu rata-rata selama 24.89 menit dan antrian sepanjang 23.11 meter. maka tiap kendaraan menunggu rata- rata 43.69 meter.89 menit dan antrian sepanjang 11. Berdasar analisis di atas dapat ditafsirkan bahwa rerata waktu menungu bagi setiap kendaraan penumpang di dalam terminal adalah 28.

antara lain disebabkan oleh panjangnya trayek sampai 23 kilometer.82 kendaraan per-hari. lajur 7 dan lajur 8 trayek Bandung-Lembang-Pamanukan masih dimungkinkan untuk ditingkatkan.07 > w Ijin=15 menit/kendaraan antara lain dapat disebabkan oleh : a. sehingga operator kendaraan memerlukan waktu istirahat dan memilih menunggu penumpang. Dari analisis kapasitas lajur di atas. Kapasitas daya tampung pelayanan terminal Ledeng tersebut dikategorikan sudah tidak mampu melayani jumlah kebutuhan armada angkutan yang diijinan beroperasi di kawasan Bandung utara. sedangkan w Ada 18. Bahwa pelayanan lajur 5-6 q lajur < q kendaraan/jam < n Asumsi = Hitung = 14.4 = 4. antara lain kemacetan arus lalu lintas yang terjadi hampir diseluruh ruas jalan di kota Bandung.54-9.52-8.3 ANALISIS KAPASITAS TERMINAL Kapasitas pelayanan terminal pada saat ini adalah 156. dimana n ada < n Asumsi = 15 kendaraan.06 unit.41 < q Mak = 14. 3. sebelum berangkat dari terminal. dan kapasitas pelayanan lajur 4. atau hanya 59. atau sebanyak 858. Panjangnya rute trayek 25 sampai 60 km.52-8. q Ada = 1.12-53. b. disebabkan oleh sedikitnya jumlah Bus yang beroperasi ( 7 Bus/hari) serta panjangnya jarak tempuh trayek dengan hambatan perjalanan yang sangat tinggi. serta sedikit jumlah armada Bus yang beroperasi ke Bandung utara.16 15 kendaraan di dalam sistem.15 kendaraan per-jam.08 kendaraan/jam 21. b.07 > w Ijin=15 menit/kendaraan.16 kendaraan/jam < n Asumsi = 15 kendaraan di dalam sistem pada trayek Bus kota. dan n lajur = 6. Adapun tingginya waktu tunggu rata-rata kendaraan di dalam antrian ( w ) trayek antar kawasan. Oleh sebab itu lajur 5-6 yang disediakan untuk Bus kota banyak digunakan oleh kendaraan penumpang dari trayek lain sebagai lajur lintasan.2 19. .12-53. dan rendahnya terhadap = 5.kapasitas lajur yang ada masih mungkin ditingkatkan karena q Ada = 1.12 kendaraan/jam. Bahwa lajur lintasan 1-2 dan 3 telah melampaui batas kapasistas pelayanannya.06 kendaraan. dimana w Ada 18.06 kendaraan. Bahwa n lajur = 6. maka diperoleh temuan penelitian diantaranya adalah sebagai berikut: a.54-9.41 < q Mak = 14.06 % dari unit kendaraan yang memperoleh ijin operasi dan wajib masuk terminal (504 dari 917 unit kendaraan).

Tabel 6 Perbandingan kapasistas pelayanan lajur antrian/lintasan Di dalam terminal Ledeng .

New Jersey. Fourth Edition. Jakarta: Erlangga Mustafid. John Wiley & Sons C. Jakarta: Directorate General Bina Marga. Direktorat Bina Marga sistem Prasarana. 1999. 1998. Kent Lall. R. Perencanaan dan Teknik Lalu lintas.Kodoatie. F.Jotin Khisty. Indonesia Highway Capacity Manual. 1995. 1987. Reformasi Perhubungan Dalam Rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah.K.. Metode Penelitian. Gajahmada University Press Iskandar Abubakar.D. Panduan Pengamatan dan Pengambilan Data. 1982. Jakarta Nazir. Jakarta: Ghalia Indonesia. 2001. Ph. Gary Hicks.Yogyakarta. Prentice Hall. New York. Yogyakarta.D. Prof. E. 1985. Semarang Magister Teknik Sipil Universitas Diponegoro. B. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. 1995. Oglesby. Moch. Departemen Perhubungan RI. 2003. 1997. Transportation Engineering. Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi. Jakarta. Pustaka Pelajar .. Statistika Terapan. Jakarta. Manajemen dan Rekayasa Infrastruktur.DAFTAR PUSTAKA Ahmad Munawar. Ph. Simposium III Forom Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi Clarkson H. Menuju Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang Tertib. Englewood Cliffs Directorate of Urban Road Development. Highway Engineering. Robert J. Pedoman Teknis Pembangunan Terminal Angkutan Jalan raya dalam kota dan antar kota. Second Edition. Dr. 2000.D Hobbs. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Morlok. 1999. Yogyakarta.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->