BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN PUSAT PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR JAKARTA --- SEPTEMBER 2008

CONTOH SOAL DAN JAWABAN UJIAN SERTIFIKASI JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR TINGKAT PENGENDALI TEKNIS

MATA AJARAN
1. EKONOMI MAKRO 2. MANAJEMEN PENGAWASAN

SOAL BERIKUT INI HANYA CONTOH DARI SEBAGIAN MATA AJARAN YANG DIUJIKAN DALAM UJIAN SERTIFIKASI JFA BPKP. ₪₪₪ SELAMAT BELAJAR ₪₪₪

I. 5. Secara sederhana. Perdagangan Internasional ternyata dapat meningkatkan saling ketergantungan dan saling menguntungkan antar negara yang terkait. Sebelum mengambil keputusan. b. Gambarkan dalam sebuah chart hubungan interaksi timbal-balik antara rumah tangga sebagai konsumen dan perusahaan sebagai produsen tersebut. 1 . 4. yaitu (1) barang/jasa apa yang akan diproduksi. sistem perekonomian pasar terbentuk sebagai dampak adanya interaksi timbal-balik antara rumah tangga sebagai konsumen dan perusahaan sebagai produsen. 3. Kenyataannya. Soal terdiri dari 5 (lima) teori dan 2 (dua) kasus. Sebutkan dan jelaskan berbagai perbedaan antar negara yang melatarbelakangi terjadinya Perdagangan Internasional. Siapa yang menetapkan barang/jasa apa dan berapa banyak yang akan diproduksi oleh pelaku ekonomi. Jelaskan: a. Kenapa pelaku ekonomi harus mempertanyakan barang/jasa apa dan berapa banyak yang akan diproduksi. terdapat beberapa kelemahan dalam konsep pendapatan nasional. penghitungan pendapatan nasional antara lain dimaksudkan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun yang mengindikasikan pertumbuhan kesejahteraan rakyatnya. Sebutkan dan uraikan beberapa kelemahan konsep pendapatan nasional tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut: a. TEORI (Bobot 50%) 1. Jelaskan alasan kenapa pelaku ekonomi harus mengembangkan alternatif dan melakukan pilihan. 2. Apa dampaknya jika pelaku ekonomi tidak terlebih dahulu mengembangkan alternatif dan melakukan pilihan 2.Contoh Soal Ekonomi Makro PETUNJUK: 1. (2) bagaimana memproduksinya. Sehubungan dengan terbatasnya sumber daya. Tulislah jawaban Saudara pada lembar jawaban yang telah disediakan. dan (3) untuk siapa barang/jasa tersebut diproduksi. b. b. Bagi suatu negara. Hal ini dapat berlangsung karena adanya berbagai perbedaan antar negara. Sehubungan dengan hal tersebut: a. Jelaskan gambar yang Saudara buat tersebut pada butir a. pelaku ekonomi dihadapkan pada tiga permasalahan ekonomi dasar. terlebih dahulu pelaku ekonomi harus mengembangkan alternatif dan melakukan pilihan.

000 3.500 30.000 4. Jenis barang Beras Daging Tepung Minyak goreng Tarip dokter Jumlah Satuan Kg Kg Kg Kg Kejadian Bobot 0.150 56. III. Apa nama dan maksud dari kurva-kurva yang diwakili oleh simbol-simbol: I. II.000 4.Contoh Soal Ekonomi Makro II.000 Indeks Harga Konsumen 2006 2007 88 19 12 11 3 132 93 20 12 11 3 140 2 .000 4.075 0. Harga (Rp) I II 5. dan IV b. tunjukkan melalui angka-angka dan kurva yang ada. Jelaskan di mana letak keseimbangan pasar.000 2.200 50.7 0. KASUS (Bobot 50%) Kasus 1 Di bawah ini terdapat kurva-kurva yang belum diberi nama.000 5.125 0.0125 1 Harga (Rp) 2006 1.0875 0.000 III IV 0 200 400 600 800 1000 Jumlah/kuantitas (ton) Sehubungan dengan gambar tersebut: a.000 2007 1.100 5. namun secara keseluruhan menggambarkan adanya Keseimbangan Pasar secara makro. Kasus 2 Di bawah ini.000 1.600 32. diasumsikan suatu tabel yang berhubungan dengan data yang bermanfaat untuk menghitung inflasi di suatu daerah.

***selesai*** 3 . Apa yang dimaksud dengan ”bobot” pada tabel di atas. c. b. Hitunglah tingkat inflasi secara umum pada tahun 2007 di daerah tersebut.Contoh Soal Ekonomi Makro Berdasarkan data tersebut: a. Dengan menggunakan bobot tersebut. hitung besarnya rincian inflasi dari masingmasing barang bagi inflasi secara umum.

Pelaku ekonomi harus mengembangkan alternatif dan melakukan pilihan karena sumberdaya yang ada terbatas dan dengan sumberdaya tsb ingin memaksimumkan manfaatnya. a. TEORI 1. dsb UANG 4 . 2. a. Mdl. Alternatif yang dipilih adalah yang memberikan keuntungan maksimum dari sumberdaya yang ada. PENDAPATAN LABA MAKS KPUASAN MAKS PENGELUARAN Rp RMH TANGGA MELAYANI PERSH BIAYA FAKTOR PROD Tnh. Barang yang akan diproduksi tidak dapat diputuskan sendiri oleh perusahaan yang akan memproduksinya. b. Dampaknya jika pelaku ekonomi tidak terlebih dahulu mengembangkan alternatif dan melakukan pilihan adalah. Tng. 3.Contoh Soal Ekonomi Makro KUNCI JAWABAN Mata Ajaran : EKONOMI MAKRO I. yang berarti pelaku ekonomi tsb merugi. barang yang diproduksi tidak akan terjual. b. baik oleh para konsumen atau perusahaanperusahaan yang akan memanfaatkan barang/jasa tersebut. Karena pelaku ekonomi memproduksi barang/jasa tidak untuk dikonsumsi sendiri. Gambar: UANG BARANG/JASA KEPUASAN I. melainkan sangat ditentukan oleh jutaan pengambil keputusan yang independen. terlebih dahulu dipertimbangkan keuntungan dan keburukan tersebut. melainkan dijual kepada orang lain sebagai pelanggan. perusahaan akan memproduksinya. Tanpa mengetahui kebutuhan pelanggan. Dengan mengembangkan alternatif dapat diketahui keuntungan dan keburukan masing-masing dan sebelum mengambil kesimpulan. a. keputusan yang ditetapkan bukan keputusan yang terbaik sehingga kepuasannya tidak maksimum. Jika perusahaan berkeyakinan calon pemakai barang/jasa akan mau dan mampu membeli barang/jasa yang akan dihasilkannya dan memperoleh keuntungan yang diharapkan.

Sistem tersebut dapat berlangsung secara terus menerus karena kedua belah pihak. 5 Dengan adanya berbagai perbedaan tersebut. 5 . Tidak mengkalkulasikan produk-produk dari bisnis siluman Perdagangan Internasional dapat terjadi karena masing-masing negara mempunyai: • jumlah dan variasi sumber daya yang berbeda. Kurang berorientasi ke pendapatan per kapita f. • hambatan-hambatan yang berbeda dalam pemanfaatan tekonologi. Kurang memperhatikan pentingnya distribusi pendapatan e. masing-masing negara melakukan spesialisasi dalam berproduksi yang hasil-hasilnya dapat dipertukarkan antar negara sehingga terjadi perdagangan internasional. • iklim yang berbeda. Kurang memperhatikan kerusakan lingkungan g. antara lain: a. yaitu rumah tangga sebagai konsumen dan perusahaan sebagai produsen mendapatkan keuntungan. Rumah tangga memperoleh keuntungan dari kepuasan maksimal dari barang yang dikomsumsi sedangkan perusahaan memperoleh laba maksimal dari memproduksi barang. Tidak memperhitungkan peningkatan mutu produk d.Contoh Soal Ekonomi Makro b. • adanya perlindungan hak paten yang mampu mencegah seseorang meniru kecakapan/hasil karya orang lain. Sedangkan arus barang berasal dari rumah tangga dalam bentuk faktor produksi (input) kepada perusahaan dan berupa barang/jasa yang dihasilkan oleh perusahaan ke rumah tangga. Tidak menghitung nilai dari waktu luang (leisure time) c. • teknik-teknik produksi yang berbeda. Tidak menghitung produk-produk non transaksi b. dan sebagainya. • selera yang berbeda. Beberapa kelemahan. Arus uang berasal dari perusahaan untuk membayar faktor produksi kepada rumah tangga dan selanjutnya dari rumah tangga ke perusahaan untuk membayar barang/jasa. 4. Terdapat arus barang dan arus uang.

Nama kurva I: Harga barang (price) dalam rupiah Nama kurva II: permintaan agregat. b.06%.Contoh Soal Ekonomi Makro II.7 0.0875 x 6.06% = 0.45% 0.1] X 100% = 6.000 dan jumlah barang 600 ton.125 0. KASUS Kasus 1 a.7 atau 70% dari inflasi secara keseluruhan. penawaran pasar secara total Nama kurva IV: Jmlah barang yang diperdagangkan.0125 Jumlah 1 Bobot Sumbangan Inflasi (%) 0.06% (Modul hal 51) 6 .24% 0. Tingkat inflasi secara umum tahun 2007 di daerah tersebut: [(140 : 132) .06% = 0.06% = 0.06% = 4.075 x 6.76% 0.08% 6. permintaan pasar secara total Nama kurva III: penawaran agregat. Jenis Barang Beras Daging Tepung Minyak goreng Tarip dokter 0. Dari tabel tsb diketahui bahwa beras mempunyai bobot atau menyumbangkan 0. c.075 0.7 x 6.0125 x 6. Keseimbangan pasar terjadi pada titik persilangan antara kurva permintaan agregat penawaran agregat.125 x 6. yakni pada harga Rp3.06% = 0.0875 0. dalam ton b. Yang dimaksud dengan ”bobot” pada tabel di atas adalah besarnya peran masing-masing unsur yang diperhitungkan dalam menghitung inflasi.53% 0. Kasus 2 Berdasarkan data tersebut: a.

ketidakwajaran serta tindakan melawan hukum”. Mandat audit adalah pendelegasian kewenangan yang dituangkan dalam tugas pokok dan fungsi kepada Aparat Pengawasan guna melaksanakan tugas pengawasannya secara efektif. administrasi. kewenangan. 3. Perencanaan yang baik akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian tujuan suatu Aparat Pengawasan Internal Pemerintah. Dalam tahapan pelaksanaan penugasan audit diperlukan adanya kebijakan dan prosedur tertulis yang menjadi pedoman bagi manajemen dan auditor APIP. Salah satu pemikiran dasar dari audit pada sektor pemerintah adalah mandat audit. Jelaskan menurut Saudara seberapa besar peranan mandat audit terhadap aparat pengawasan dikaitkan dengan efektivitas pelaksanaan tugas APIP. 5. I. Jelaskan hal-hal yang perlu dilakukan oleh seorang auditor agar supaya ia dapat menilai ketaatan obyek pengawasan terhadap peraturan perundang-undangan. struktur organisasi. Tulislah jawaban Saudara pada lembar jawaban yang telah disediakan. tersedianya staf auditor yang memiliki kapasitas dan kompetensi audit merupakan tuntutan yang tidak dapat ditawar-tawar. Sumber daya manusia auditor adalah tulang punggung keberhasilan tugas pengawasan yang dilakukan oleh Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP). 1 .Contoh Soal Manajemen Pengawasan PETUNJUK: 1. Soal terdiri dari 5 (lima) teori dan 2 (dua) kasus. 2. TEORI (Bobot 50%) 1. uraian tugas dan sebagainya. 4. 2. Saudara diminta untuk merancang suatu kebijakan dan prosedur dalam penetapan auditor yang akan ditugaskan dalam suatu penugasan audit. tanggungjawab. Saudara diminta menguraikan kegiatan yang harus dilakukan oleh manajemen APIP dalam perekrutan dan pengembangan sumber daya manusia auditor. Jelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi agar perencanaan membawa manfaat yang berarti. Standar audit aparat pengawasan fungsional pemerintah menyatakan bahwa: “Auditor harus melakukan pengujian atas ketaatan auditan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk pengujian atas kemungkinan adanya kekeliruan. Kebijakan dan prosedur meliputi: tujuan. Oleh karena itu.

Waktu audit 10 hari kerja 2. 5. Kasus 2 Kepala Badan Pengawas Daerah Propinsi Nusa Dua memiliki komitmen yang tinggi atas upaya pemberantasan korupsi sesuai dengan ketetapan MPR Nomor XI Tahun 1998 dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 dan yang kemudian ditegaskan kembali oleh Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004.500. baik segi jumlah. Bambang Sanjaya.00 per orang/hari 3.000 (satu milyar lima ratus juta rupiah). jaringan. Beberapa titik kritis yang disinyalir terjadi pada hasil audit meliputi: 1) Pengadaan barang/jasa dilakukan tidak sesuai dengan kebutuhan.000.Contoh Soal Manajemen Pengawasan II. 2) Prosedur pengadaan barang/jasa yang digariskan dalam Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa banyak yang tidak dipenuhi. Transpor dalam kota Rp 50. Pelaksanaan audit akan dimulai pada minggu pertama bulan Februari 2008. kualitas dan waktu. Diminta: Saudara diminta oleh Drs. Staf auditor yang tersedia: 4 orang 4. KASUS (Bobot 50%) Kasus 1 Drs. Informasi yang tersedia untuk kegiatan audit tersebut: 1. Biaya audit. 2 .00 per orang/hari b. terdiri dari: a.000. Transpor luar kota dan biaya akomodasi Rp 500. Inspektur pada Inspektorat Jenderal Departemen Komunikasi dan Informasi menerima perintah dari atasannya untuk merencanakan pelaksanaan audit operasional pada kegiatan pengadaan perangkat keras (hardware) teknologi informasi tahun 2007 berupa peralatan server. Bambang Sanjaya untuk membantu beliau menyediakan informasi yang harus dimuat dalam menyusun Program Kerja Pengawasan Tahunan berdasarkan informasi di atas. Hasil audit atas beberapa proyek pengadaan barang dan jasa di Propinsi Nusa Dua mengungkapkan adanya indikasi yang kuat terhadap adanya tindakan melawan hukum yang mengarah kepada terjadinya kerugian negara/daerah. Pelaksanaan audit akan dilakukan selama 5 hari kerja di dalam kota dan 5 hari di luar kota.000. komputer personal dan peralatan pendukung lainnya guna membangun jaringan wide area network dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.

dan pemanfaatannya tidak sesuai dengan tujuan penggunaannya. 4) Barang yang diperoleh tidak ditempatkan di lokasi yang tepat. tidak dipertanggungjawabkan dengan benar.Contoh Soal Manajemen Pengawasan 3) Kuantitas. ***selesai*** 3 . 5) Terdapat beberapa kelemahan sistem pengendalian intern atas pengadaan barang/jasa. Diminta: Saudara diminta bantuannya oleh Kepala Bawasda untuk merancang kebijakan dan prosedur penyelesaian hukum dengan aparat hukum dalam lingkungan Bawasda Propinsi Nusa Dua untuk mengoptimalkan upaya pemberantasan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). kualitas dan harga barang/jasa yang diperoleh tidak sesuai dengan ketentuan dalam kontrak serta diserahterimakan melampaui waktu yang telah ditetapkan.

(Halaman 24) Mengingat sumber daya manusia auditor merupakan faktor utama dalam keberhasilan pelaksanaan penugasan APIP. (Halaman 16)Perencanaan akan bermanfaat. h. apabila memenuhi persyaratan sbb: a. dan tes pengetahuan dan keterampilan pendukung lainnya. Pemberian mandat untuk melaksanakan pengawasan merupakan kunci efektivitas pelaksanaan tugas aparat pengawasan internal pemerintah. Dengan mandat itulah APIP memiliki kebebasan untuk menyatakan temuan hasil auditnya secara obyektif. Rencana disusun dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip ekonomi. b. Perencanaan merupakan penjabaran dari tujuan pokok organisasi. unsur pimpinan dan bawahan dilibatkan dalam proses perencanaan. Keberhasilan rencana dapat diukur. Rencana digunakan sebagai dasar pelaksanaan kegiatan. seperti: bahasa Inggris. Rencana tetap mengandung keluwesan.Contoh Soal Manajemen Pengawasan KUNCI JAWABAN Mata Ajaran : MANAJEMEN PENGAWASAN II. 3. Semakin tinggi kedudukan dan bertanggungjawab langsung kepada pimpinan instansi semakin bebaslah APIP untuk melaksanakan tugasnya secara efektif (halaman 5). g. yaitu antara lain: o Menyiapkan uraian tugas tertulis bagi para auditor setiap jenjangnya masingmasing. Dengan demikian APIP diharapkan dapat mempertahankan sikap independensinya dalam melaksanakan penugasan auditnya. e. Karena melalui mandat itulah APIP memiliki kewenangan untuk mengakses semua informasi tanpa kecuali dan melakukan audit atasnya tanpa ada pembatasan sama sekali. tes substansi audit. f. c. Dalam mandat itu juga harus ditentukan secara jelas kedudukan organisatoris struktural APIP di lingkungan organisasi/instansi yang bersangkutan dan kepada siapa APIP harus menyampaikan akuntabilitasnya. misalnya antara lain dengan melakukan tes psikologi untuk menilai bakat. d. Rencana harus dikomunikasikan dan dapat dimengerti dengan mudah. o Melakukan perekrutan dan pemilihan SDM auditor yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang memadai. TEORI 1. 2. maka manajemen APIP harus melakukan kegiatan-kegiatan berikut ini dalam perekrutan dan pengembangan sumber daya manusia auditor. kepemimpinan dan sebagainya o Memberikan pelatihan dan kesempatan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan dan mewajibkan untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan profesi yang berkelanjutan. Rencana dibuat serealistis mungkin. 4 .

5. Lakukan pengkajian dan penilaian tingkat kesulitan dan risiko dari bidang yang akan diaudit. Rancang sistem personel yang memuat nama-nama auditor berikut kualifikasi dan kompetensi bidang masing-masing. Melakukan konsultansi kepada staf auditor atas kinerja mereka dan memberikan dorongan serta motivasi untuk lebih meningkatkan kemampuan dan kapasitas auditor. Hasil pengkajian dibandingkan dengan personel auditor sesuai dengan kualifikasi dan kapasitasnya. d. 5 . Prosedur: a. peraturan tersebut tidak mengandung hal-hal yang dapat menimbulkan hambatan. (Halaman 36-37) Hal-hal yang perlu dilakukan oleh seorang auditor agar supaya ia dapat menilai ketaatan obyek pengawasan terhadap peraturan perundangundangan. Kegiatan Penetapan Auditor yang akan ditugaskan Kebijakan: Auditor yang ditunjuk adalah seorang auditor independen dan memenuhi kualifikasi dan kompetensi yang sesuai dengan bidang yang akan ditugaskan kepadanya. 4. Lakukan pengujian independensi auditor dimaksud dengan cara wawancara dan menandatangani surat pernyataan independen atas obyek pengawasan yang akan diauditnya. dalam pelaksanaannya. b. o Menilai bahwa. antara lain: o Mempelajari peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. o Menilai bahwa peraturan yang telah diterapkan tidak bertentangan dengan peraturan yang setingkat atau lebih tinggi.Contoh Soal Manajemen Pengawasan o o Melakukan evaluasi kinerja auditor sebagai dasar pemberian penugasan dan insentif. (Halaman 30-31) Pimpinan audit internal harus membuat berbagai kebijakan dan prosedur secara tertulis sebagai pedoman bagi staf auditor.

00 Kasus 2 Standar tindak lanjut dari Standar Aparat Pengawasan Fungsional Pemerintah butir ke empat berbunyi: “Terhadap temuan yang berindikasi adanya tindakan melawan hukum.000 = Rp 1.000 = Rp 10.00 b.000. KASUS Kasus 1 Rencana Rencana Mulai Penerbitan Audit Laporan Minggu I Feb 2008 Minggu III Feb 2008 No Identitas Auditan Pengadaan Perangkat Keras Teknologi Informasi Anggaran Biaya Rp 11 jt Sasaran Audit Audit Operasional Periode Jumlah Audit Auditor 2007 4 1. Anggaran biaya audit: a. 6 . maka adalah merupakan kewajiban APIP untuk membantu penyelesaian hasil audit yang memerlukan penyelesaian hukum dengan membantu apara penegak hukum.000. Kejaksanaan. Biaya transpor luar kota = 5 hari X 4 orang X Rp 500.000. Kebijakan dan prosedur yang patut dirancang oleh Bawasda Propinsi Nusa Dua adalah: Kebijakan: APIP membantu Aparat Penegak Hukum (Kepolisian.00 Total biaya audit Rp 11.Contoh Soal Manajemen Pengawasan II. APFP harus membantu aparat hukum terkait dalam upaya penindaklanjutan temuan tersebut”.000. Dengan demikian. Komisi Pemberantas Korupsi dan pihak lainnya) secara optimal atas semua hasil auditnya yang memberikan indikasi adanya pelanggaran hukum yang mengarah kepada kerugian negara/daerah.000.000. Biaya transpor dalam kota = 5 hari X 4 orang X Rp 50.

Contoh Soal Manajemen Pengawasan Prosedur: 1. Pemaparan modus operandi dari hasil pengawasan yang dijumpai oleh APIP di hadapan pihak penegak hukum untuk menentukan kelayakan penindaklanjutan kasus ke proses penyelidikan atau penyidikan oleh aparat penegak hukum. 3. 4. 2. Menjalin hubungan kerjasama dengan pihak penegak hukum melalui penandatangan memorandum of understanding (MoU) sebagai payung hukum kerjasama tersebut. Melakukan rapat konsultasi pengawasan secara periodik dengan aparat penegak hukum berkenaan dengan hasil pengawasan yang berindikasi adanya tindakan melawan hukum. Memberikan bantuan staf auditor untuk menghitung kerugian negara apabila diminta oleh pihak penegak hukum. 7 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful