P. 1
percobaan Millikan 2

percobaan Millikan 2

|Views: 177|Likes:
Published by Lutfiyah Alfarisi

More info:

Published by: Lutfiyah Alfarisi on Feb 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2014

pdf

text

original

percobaan Millikan II.

DASAR TEORI Robert Andrew Milikan pada tahun 1909-1913 telah melakukan serangkaian percobaan untuk menyingkap sifat muatan listrik dan juga mengukur muatan satu elektron yaitu dengan percobaan tetes minyak. Tetesan minyak yang dihamburkan dalam ruang pengamatan mengandung banyak muatan. Ruang pengamatan yang dipengaruhi medan listrik homogen dari suatu pelat kondensator akan menyebabkan muatan tersebut tertarik ke arah pelat kondensator. Pada setiap tetesan akan menerima muatan sebesar q yang disebabkan adanya gesekan elektrisitas. Sebuah tetesan seperti ini dengan massa moil dalam medan listrik yang berkekuatan E akan menerima gaya sebagai berikut: ‡ Gaya elektrostatis F = q.E ‡ Gaya berat (gravitasi) F = moil.g Dengan syarat bahwa tetesan tersebut berada dalam udara. Disamping gaya tersebut terdapat pula : ‡ Gaya dorong = ml.g, dimana ml merupakan massa udara yang didesak tetesan minyak. ‡ Gaya Stokes = 6 r , apabila tetesan minyak bergerak relatif terhadap udara di sekitarnya. (r : radius tetesan minyak yang dianggap berbentuk bulat, : kecepatan gesekan). Apabila kecepatan turun atau jatuh dari tetesan minyak dalam ruangan medan bebas adalah konstan v1 (untuk menempuh jarak S butuh waktu t1), maka gaya-gaya yang bekerja pada tetesan minyak tersebut adalah gaya berat, gaya dorong yang berlawanan dengan gaya berat dan gaya gesek Stokes yang menahan jatuhnya tetesan. Secara matematis dapat dituliskan :

Dengan moil ± mL = m, maka didapat sebagai berikut : m.g adalah kekuatan berat yang diperkecil/dikurangi oleh daya dorong : Dengan oil = kerapatan minyak, L = kerapatan udara. Maka akan didapat : Volume tetesan minyak adalah Dari hasil di atas dihitung radius tetesan minyak : ««««««««««.(1) Apabila pada pelat kondensator dengan jarak pelat d diberi tegangan U, maka tetesan akan naik dengan kecepatan konstan v2. Gaya berat yang berkurang oleh kekuatan gaya dorong, gesekan stokes dan gaya akibat medan elektris menyebabkan tetesan naik dengan persamaan : ««.«(2) Apabila medan listrik dengan besaran yang hanya cukup sehingga tetesan minyak mengambang, maka gaya gesekan Stokes tidak ada, sehingga persamaan menjadi : ««««..««..(3) Penentuan q suatu tetesan minyak dilakukan dengan bantuan alat milikan dalam 2 metode sebagai berikut : 1. Metode keseimbangan Metode keseimbangan adalah pengukuran tegangan dimana suatu tetesan minyak yang bermuatan mengambang dalam ruangan milikan dan mengukur kecepatan jatuh tetesan minyak tersebut pada suatu keadaan jatuh bebas setelah berhentinya tegangan. Pada metode keseimbangan, kondensator diberikan suatu tegangan yang menyebabkan tetesan minyak berada pada keadaan mengambang/melayang. Kemudian tegangan dimatikan, maka tetesan minyak akan turun. Kecepatan turunnya tetesan minyak setelah tegangan dimatikan diukur (v1). Dengan menggunakan persamaan (1) dan persamaan (3) akan diperoleh :

«..«««..«.(4) Untuk harga-harga , d dan dipakai besaran-besaran sebagai berikut : = 1,81.10-3 Ns/m2 d = 6.10-3 m oil = 875,3 kg/m3 ; i = 1,29 kg/m3 ; = 874 kg/m3 Maka untuk muatan satu tetesan minyak : «««««..(5) 2. Metode Dinamis Metode dinamis adalah pengukuran kecepatan jatuh tetesan setelah terhentinya tegangan dan mengukur kecepatan naik suatu tetesan minyak pada tegangan yang ditentukan. Pada metode dinamis kecepatan menurun v1 dalam ruangan medan bebas dan kecepatan naik v2 pada tegangan U akan diukur. Dengan menggunakan persamaan (2) akan didapat : Setelah dimasukkan harga-harga , d dan berikut : ««««.(6) III. METODE PERCOBAAN 3. 1 Waktu dan Tempat Percobaan Percobaan dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Desember 2006, bertempat di Laboratorium Fisika Eksperimen I Jurusan Fisika Program Sarjana MIPA Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto. 3. 2 Alat dan Bahan Peralatan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain : 1. Satu set pesawat milikan (penyemprot minyak, lempeng elektroda dan teropong). 2. Dua buah stop watch digital. 3. Sumber tegangan. maka q dihitung sebagai

Gambar 1. Peralatan Milikan

Keterangan : (1). Saklar untuk membuka dan menutup arus listrik pada stopwatch. (2). Saklar untuk menghidupkan dan mematikan tegangan. (3). Potensiometer tegangan searah (4). Voltmeter (5). Start/stop

3. 3 Prosedur Kerja A. Metode Keseimbangan 1. Menyusun peralatan seperti pada gambar 1. 2. Menghidupkan sumber tegangan. 3. Memfokuskan teropong. 4. Menyemprotkan minyak ke ruang pengamatan. 5. Mengamati satu tetes minyak yang berada dalam ruang pengamatan dan mengatur sumber tegangan agar tetesan minyak tidak bergerak naik-turun. Mencatat tegangan tersebut. 6. Mematikan sumber tegangan sekaligus pada saat yang bersamaan mulai start stop watch untuk mengukur waktu yang dibutuhkan tetesan untuk menempuh jarak S. 7. Mengulangi langkah 4 sampai 6 sebanyak 6 kali. B. Metode Dinamis 1. Menyusun peralatan seperti pada gambar 1. 2. Menghidupkan sumber tegangan. 3. Memfokuskan teropong. 4. Menyemprotkan minyak ke dalam ruang pengamatan. 5. Mengamati satu tetes minyak ke dalam ruang pengamatan.

6. Mengatur tegangan agar satu tetes bergerak, mencatat waktu (t2) untuk menempuh jarak sejauh S dan mencatat tegangannya. 7. Mencatat waktu (t1) yang diperlukan oleh tetesan untuk menempuh jarak yang sama S dalam arah yang berlawanan setelah tegangan dimatikan. 8. Mengulangi langkah 4 sampai 7 sebanyak 6 kali.

IV. HASIL DAN PERHITUNGAN 4. 1 HASIL PERCOBAAN A. Metode Keseimbangan No Potensial (V) S (m) t (s) 1 300 2,4.10-3 12,99 2 340 1,8.10-3 15,98 3 360 2,4.10-3 13,45 4 230 1,210-3 13,79 5 300 2,4.10-3 19,25 6 280 1,8.10-3 7,96 B. Metode Dinamis No Potensial (v) S (m) t2 (s) t1 (s) 1 580 1,8 10-3 7,76 6,97

2 460 1,2 10-3 7,36 5,38 3 510 1,2 10-3 3,88 4,77 4 520 1,8 10-3 6,96 4,65 5 490 1,2 10-3 6,16 6,57 6 360 1,2 10-3 10,96 7,00 4. 2 HASIL PERHITUNGAN A. Metode Keseimbangan No Potensial (v) S (m) t (s) n q (C) 1 300 2,4.10-3 12,99 330.8962872 5.29434E-17 2 340 1,8.10-3 15,98 138.9871633 2.22379E-17 3 360 2,4.10-3 13,45 261.7224326 4.18756E-17 4 230 1,210-3 13,79 139.5107414 2.23217E-17 5 300 2,4.10-3 19,25 183.4254191 2.93481E-17 6 280 1,8.10-3 7,96 480.0551551 7.68088E-17 2.45536E-16 Rata-rata q 4.09226E-17 Dengan menggunakan persamaan : 10-19v; e = 1,6 Maka

B. Metode Dinamis No Potensial (v) S (m) t2 (s) t1 (s) n q (C) 1 580 1,8 10-3 7,76 6,97 508.8246751 8.14119E-17 2 460 1,2 10-3 7,36 5,38 423.6375827 6.7782E-17 3 510 1,2 10-3 3,88 4,77 764.4724624 1.22316E-16 4 520 1,8 10-3 6,96 4,65 789.3703952 1.26299E-16 5 490 1,2 10-3 6,16 6,57 424.9890769 6.79983E-17 6 360 1,2 10-3 10,96 7,00 322.7541554 5.16407E-17 5.17448E-16 Rata-rata q 8.62413E-17 Dengan menggunakan persamaan : 10-19v; e = 1,6

Maka :

3. 4 Diagram Alir A. Metode Keseimbangan

B. Metode Dinamis

PERCOBAAN MILLIKAN Intan Kurnia Lestari H1C004019 Abstrak Percobaan Millikan telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 2 Desember 2006 di laboratorium Fisika Eksperimen I Jurusan Fisika, P. Sa MIPA Universitas Jendral Soedirman, Purwokerto. Percobaan ini bertujuan untuk menentukan muatan elementer (keunsuran) dengan menggunakan metode statis (keseimbangan) dan metode dinamis. Pada percobaan ini tetesan minyak yang dihamburkan pada ruang pengamatan mendapatkan pengaruh medan listrik yang menyebabkan tetesan minyak tersebut mengambang. Dari sini, dapat diketahui kecepatan jatuh tetesan minyak setelah tegangannya dimatikan, dan diketahui kecepatan naik tetesan minyak pada tegangan yang ditentukan. Percobaan ini menggunakan pesawat Millikan. Hasil yang

diperoleh yaitu nilai muatan rata-rata untuk metode statis q = 4.09E-17 C dan untuk metode dinamis q = 8.62E-17 C.

Kata kunci : Medan listrik, metode statis, metode dinamis

EXPERIMENT OF MILLIKAN Intan Kurnia Lestari H1C004019 Abstract Experiment of Millikan have been done on Saturday, Desember 2th, 2006 in Physics experiment I laboratory, Faculty of Mathematics and Natural Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This experiment have purpose to determine elementary charge with static and dynamic method. Drops of oil was spread in the supervision room got electric field effect, it is cause the drops of oil floats. From this, could be obtained the drops of oil¶s velocity after the stress had been stopped, and direction to rise the drops of oil at the stress that decided. This experiment use Millikan equipment. The result of the Millikan experiment are average charge value for static method q = 4.09E-17 C and for dynamic method q = 8.62E-17 C.

Key word : Electric field, static method, dynamic method

V. PEMBAHASAN Prinsip yang digunakan pada percobaan milikan adalah pengaruh gaya gravitasi dan gaya listrik pada partikel bermuatan (tetesan minyak). Tetesan minyak yang dihamburkan dalam ruang pengamatan dipengarahi oleh medan listrik, medan listrik sendiri yaitu efek yang ditimbulkan oleh keberadaan muatan listrik, seperti elektron, ion, atau proton dalam ruangan di sekitarnya. Medan listrik tersebut ditimbulkan dari beda potensial antara elektroda positif (atas) dan elektroda negatif (bawah) yang diberikan pada pelat kondensator. Pada saat gaya gravitasi sama dengan gaya listrik maka tetesan minyak tersebut akan mengambang. Tetesan minyak dalam medan listrik dipengaruhi oleh beberapa gaya yaitu gaya berat, gaya Stokes yang merupakan gaya penghambat, gaya dorong dan gaya elektrostatis. Percobaan ini menggunakan dua metode yaitu metode statis (keseimbangan) dan metode dinamis. Untuk metode keseimbangan, karena tetesan minyak tersebut merupakan partikel bermuatan, sehingga setelah tegangannya dihilangkan maka tetesan minyak tersebut akan turun atau jatuh pada saat tetesan minyak tersebut jatuh, laju tetesan minyak tersebut nol. Dengan demikian gaya yang bekerja pada tetesan minyak tersebut hanya gaya berat atau gaya gravitasi dan gaya dorong yang arahnya berlawanan dengan gaya berat. Kemudian tetesan minyak akan mengalami resultan gaya ke bawah. Oleh karena itu, tetesan minyak akan mengalami percepatan sehingga kecepatannya bertambah. Seiring dengan bertambahnya kecepatan, gaya Stokes akan membesar dan pada suatu ketika akan terjadi keseimbangan antara ketiga gaya tersebut, resultan ketiga gaya tersebut nol. Oleh karena itu kecepatan tetesan minyak tersebut akan konstan. Dari sini tegangan dan kecepatan tetesan minyak tersebut dapat diketahui, berdasarkan pengamatan nilai beda potensial dan lamanya waktu yang dibutuhkan tetesan minyak untuk menempuh jarak S yang diperoleh bervariasi.

Sehingga berdasarkan perhitungan dapat diperoleh nilai muatan ratarata dari tetesan minyak tersebut yaitu, untuk metode statis q = 4.09E-17 C sedangkan untuk metode dinamis q = 8.62E-17 C . Nilai ini jelas jauh dari referensi, berdasarkan percobaan Millikan diperoleh bahwa muatan tetesan minyak selalu merupakan kelipatan bilangan 1,6.10-19. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa satu elektronnya adalah 1,6.10-19 C, muatan sebesar ini merupakan muatan elementer. Perbedaan tersebut dikarenakan kekurangtelitian praktikan dalam mengamati tetesan minyak yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu kekeliruan dalam melihat dan mengamati gerak satu tetesan minyak dari sekian banyak tetesan minyak yang terhambur dalam ruang pengamatan, selain itu faktor lainnya yaitu ketidak cermatan antara penglihatan dengan kecepatan tangan saat menghidupkan stop watch sehingga mengakibatkan kesalahan dalam mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak S.

I. PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Charles Augustin Coulomb (1736-1806) mengukur tarikan dan tolakan listrik secara kuantitatif dan menyimpulkan hukum yang mengatur tarikan dan tolakan tersebut. Gaya pada setiap muatan adalah sama, walaupun muatan-muatan (suatu sifat dan ciri khas dari zarah dasar yang menyusun zat) tersebut dapat berbeda dan gaya pada muatanmuatan bergantung pada besarnya muatan tersebut. Jika kita menempatkan sebuah muatan uji (test charge) di dalam ruang di dekat sebuah benda bermuatan, maka sebuah gaya elektrostatik akan bekerja pada muatan tersebut dan dikatakan bahwa di dalam ruang terdapat medan listrik. Pada tahun 1875, Sir William Crookres berhasil menunjukan bahwa ada sinar yang berasal dari katoda dan menumbuk tabung anoda. Sinar yang keluar dari katoda ini kemudian dinamakan sinar katoda oleh Eugene Goldstein. Hasil percobaan JJ.Thompson (1897) menunjukan bahwa sinar katoda merupakan berkas sinar bermuatan negatif. Pada tahun 1919 Robert A. Millikan berhasil menentukan muatan elektron melalui percobaan tetes minyak millikan. Percobaan Millikan atau dikenal pula sebagai Percobaan oil-drop saat itu dirancang untuk mengukur muatan listrik elektron. Robert Millikan melakukan percobaan tersebut dengan menyeimbangkan gaya-gaya antara gaya gravitasi dan gaya listrik pada suatu tetes kecil minyak yang berada di antara dua buah pelat elektroda. Dengan mengetahui besarnya medan listrik, muatan pada tetes minyak yang dijatuhkan (droplet) dapat

ditentukan. Dengan mengulangi eksperimen ini sampai beberapa kali, ia menemukan bahwa nilai-nilai yang terukur selalu kelipatan dari suatu bilangan yang sama. 1. 2 Tujuan Menentukan muatan elementer (keunsuran) dengan metode : a. Statis (tegangan mengambang) b. Dinamis (metoda percepatan naik turun) VI. KESIMPULAN Milikan mengukur muatan dari ratusan tetes minyak dan ternyata tiap tetes mempunyai kelipatan yang sama dengan integral muatan dasar e. Artinya tetes tetes minyak itu menurut pengamatan mempunyai muatan e, 2e, 3e, dan seterusnya atau dapat dikatakan bahwa muatan tetes minyak selalu berkelipatan bulat dari suatu nilai tertentu atau bersifat diskrit. Muatan tetes minyak tidak pernah mempunyai kelipatan yang berbentuk fraksi (desimal/ pecahan) seperti 2.3e, 4.5e, 8.6e, dan seterusnya. Dari hasil percobaan yang telah dilakukan, dengan mengamati pergerakan tetesan minyak maka dapat diperoleh nilai beda potensial dan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak S yang bervariasi. Sehingga dari hasil perhitungan dapat diambil suatu nilai rata-rata dari muatan q. Untuk metode statis, nilai muatan elementer rata-rata yang diperoleh yaitu q = 4.09E-17 C. Untuk metode dinamis, nilai muatan elementer rata-rata yang diperoleh q = 8.62E-17 C. Dari hasil percobaan yang diperoleh maka dapat dikatakan bahwa Percobaan Milikan kali ini belum berhasil.

DAFTAR PUSTAKA Beiser,Arthur. 1987. Konsep Fisika Modern. Jakarta: Erlangga. Halliday, David. 1999. Fisika Edisi Ketiga Jilid 2. Jakarta : Erlangga. Reitz R, John. Dasar Teori Listrik Magnet Edisi Ketiga. Bandung : ITB. Salam, A. 2003. Fisika. Bandung : Gema Ilmu. www.wikipediaindonesia.org.

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA EKSPERIMEN 1 PERCOBAAN MILLIKAN

Disusun oleh:

Nama : Intan Kurnia Lestari NIM : H1C004019 Tim : M. Iman Tanggal : Sabtu/ 2 Desember 2006 Asisten : Sugito S. Si, M. Si

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM SARJANA MIPA JURUSAN FISIKA PURWOKERTO 2006

Disusun oleh: Intan Kurnia Lestari H1C004019

Judul Hari/Tanggal Tim Asisten : : : : Percobaan Milikan Sabtu, 2 desember 2006 Moch. Iman Sugito, S.Si, M.Si

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM SARJANA MIPA JURUSAN FISIKA PURWOKERTO 2006 Percobaan Millikan atau dikenal pula sebagai Percobaan oil-drop (1909) saat itu dirancang untuk mengukur muatan listrik elektron. Rober Millikan melakukan ...
0 comments
PO SKA N KO ME NTA R

isikan komentarmu

Artikel Terbaru
Video Mesum Ariel Cut Tari Download 32 Video Bokep Ariel | Video Ariel BCL, Bunga Citra Lestari Lowongan Kerja Personal Banker PT Advanced Career Indonesia Lowongan Kerja Management Trainee Logistic Lowongan Kerja Arsitek/Interior April 2010 Firefox 3.0 Tidak Akan di Dukung Mozilla Australia Tawarkan 300 Beasiswa Nintendo Mengumumkan Upcoming 3D Handheld Device Supernatural Metafisika

Apa Perbedaan Antara Laptop dan Notebook Komputer?
Widget by Beautiful Beta

Informasi "Percobaan Millikan" di Raden Somad

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->