Menganalisis Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi

STANDAR KOMPETENSI 4: Menganalisis Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi : Kompetensi Dasar 4.1. Mendeskripsikan hubungan dasar negara dengan konstitusi • • • • Mendeskripsikan pengertian dasar Negara Mendeskripsikan pengertian konstitusi Negara Menguraikan tujuan dan nilai konstitusi Menyimpulkan keterkaitan dasar Negara dengan konstitusi

Kompetensi Dasar 4.2. mengenalisis subtansi konstitusi Negara • Menguraikan unsur sebuah konstitusi • Menyimpulkan cirri sebuah konstitusi bagi Negara tertentu • Menganalisis subtansi konstitusi bagi Negara tertentu Kompetensi Dasar 4.3. Menganalisis kedudukan pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia • Mendeskripsikan pokok pikiran yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 • Menganalisis kedudukan pembukaan UUD 1945 • Menguraikan makna tiap aliena yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 Kompetensi Dasar 4.4. Menunjukkan Sikap Positif Terhadap Konstitusi Negara • • • • Menunjukkan periodisasi konstitusi Indonesia Mendeskripsikan kesepakatan dasar dalam melakukan perubahan Menguraikan fungsi perubahan sebuah konstitusi Menyimpulkan perilaku positif terhadap konstitusi Negara

Kompetensi Dasar 4.1. Mendeskripsikan Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi : 1. 1. Pengertian Dasar Negara

Dasar Negara adalah landasan kehidupan bernegara. Artinya setiap negara harus mempunyai landasan dalam melaksanakan kehidupan bernegaranya. Dasar negara bagi suatu negara merupakan suatu dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Dasar negara bagi suatu negara merupakan sesuatu yang amat penting. Negara tanpa dasar negara berarti negara tersebut tidak memiliki pedoman dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara, maka akibatnya negara tersebut tidak memiliki arah dan tujuan yang jelas, sehingga memudahkan munculnya kekacauan. Dasar negara sebagai pedoman hidup bernegara mencakup cita-cita negara, tujuan negara, norma bernegara. 1. 2. Pengertian Konstitusi Negera Konstitusi adalah peraturan atau hukum dasar Negara. Konstitusi bersumber pada dasar Negara sebagai norma hukum tertinggi. Konstitusi dalam arti luas terdiri atas konstitusi tertulis dan konstitusi yang

. Ketidak sempurnaan itu disebabkan pasal – pasal tertentu tidak berlaku / tidsak seluruh pasal – pasal yang terdapat dalam UUD itu berlaku bagi seluruh wilayah negara. • Melindungi asas demokrasi..2. serta menetapkan bagi penguasa tersebut batas-batas kekuasaan Negara • Melindungi Ham. Secara umum konstitusi suatu Negara berisi hal-hal yang menyangkut identitas Negara. lembaga-lembaga Negara. Nilai konstitusi yaitu: • Nilai normatif adalah suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal). mengenalisis subtansi konstitusi Negara : 1. tetrapi tidak sempurna.tidak tertulis. • Pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan b. konstitusi memuat tentang: Organisasi negara HAM Prosedur penyelesaian masalah pelanggaran hukum Cara perubahan konstitusi 1. • Nilai semantik adalah suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa saja. • Menciptakan kedaulatan tertinggi yang berada ditangan rakyat Untuk melaksanakan dasar . • Susunan ketatanegaraan yang bersifat fundamental(dasar). tetapi juga nyata berlaku dalam masyarakat dalam arti berlaku efgektif dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen. maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh 1. Menurut Miriam budiarjo. 3. hubungan Negara dengan warganya dan aturan mengenai perubahan konstitusi. 4. 2. Unsur sebuah konstitusi yaitu: a. Kompetensi Dasar 4. Ciri sebuah konstitusi bagi Negara tertentu: • Yang bersifat adil agar suatu bentuk pemerintahan dapat dijalankan secara demokrasi dengan memperhatikan kepentingan rakyat. Konstitusi sebagai norma hukum di bawah dasar Negara bersumber dan berdasar pada dasar Negara. 5. penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat untuk melaksanakan kekuasaan politik 1. Dalam memobilisasi kekuasaan. Tujuan Konstitusi yaitu: • Untuk memberikan pembatasan dan pengawasan terhadap kakuasaan politik • Untuk membebaskan kekuasaan dari kontrol mutlak pengusaha. • Pedoman penyelengaraan Negara. Menurut sri sumantri konstitusi berisi 3 hal pokok yaitu: • Jaminan terhadap Ham dan warga negara. maksudnya setiap penguasa berhak menghormati Ham orang lain dan hak memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya. pengaturan Negara dalam berbagai bidang. Hubungan Dasar Negara Dengan Konstitusi Hubungan antara dasar negera dengan konstitusi adalah dasar Negara menjadi sumber bagi penyusun konstitusi. • Nilai nominal adalah suatu konstitusi yang menurut hukum berlaku. 1.

Inilah suatu dasar yang tidak boleh dilupakan. konvensi masuk kelompok staatsgrundgesetz atau aturan dasar/pokok Negara. Negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa seluruhnya. Oleh karena itu. sedangkan norma dasarnya adalah Pancasila. 4) Pokok pikiran yang keempat yng terkandung dalam pembukaan ialah Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Contoh dari konvensi adalah pidato ketatanegaraan Presiden setiap tanggal 16 Agustus. 3) Pokok yang ketiga yang terkandung dalam pembukaan ialah Negara yang berdaylat rakyat berdasar atas kerakyatan dan permusyawaratan perwakilan. Hal-hal yang diatur dalam konstitusi Negara umumnya berisi tentang pembagian kekuasaan Negara.Negara • Menentukan suatu hukum 1. Negara menurut pengertian pembukaan itu menghendaki persatuan. mengatasi segala paham perseorangan. Jadi. Konstitusi Negara kita adalah Undang-Undang Dasar 1945. Memang aliran ini sesuai dengan sifat masyarakat Indonesia. Ketetapan MPR perlu dijabarkan lebih lanjut ke dalam peraturan perundangan dibawahnya. Subtansi konstitusi Negara Apabila dikaitkan dengan jenjang norma sebagaimana dinyatakan oleh Hans Hawiasky maka konstitusi termasuk dalam kelompok kedua. konstitusi Negara berisi aturan-aturan mendasar dan mengatur hal-hal penting dalam penyelenggaraan bernegara. Aturan dasar tersebut merupakan implementasi atau penuangan dari norma-norma yang tercantum dalam dasar Negara. Dalam pembukaan ini. . Menganalisis Kedudukan Pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia : A. meskipun tidak tertulis. yaitu staatsgrundgesetz atau aturan dasar/pokok Negara. Pokok pikiran yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 1) Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdsar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.3. diterima aliran pengertian Negara persatuan. Undang-Undang Dasar 1945 berada dalam kelompok staatsgrundgesetz atau aturan dasar/pokok Negara bersama dengan ketetapan MPR dan konvensi ketatanegaraan Republik Indonesia. hubungan antarlembaga Negara. meliputi segenap bangsa Indonesia seluruhnya. Aturan-aturan itu masih bersifat umum dan secara garis besar. Sebagai hukum dasar. Kompetensi Dasar 4. Aturan-aturan itu selanjutnya lebih lanjut pada aturan perundangan di bawahnya. dan hubungan Negara dengan warga Negara. Sebagai aturan pokok Negara. 2) Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Negara mengatasi segala paham golongan. sistem Negara yang terbentuk dalam undang-undang dasar harus berdasar atas kedaulatan rakyat dan berdasar atas permusyawaratan perwakilan. undang-undang dasar harus mengandung isi yang mewajibkan pemerintah dan lain-lain penyelenggara Negara untuk memelihara budi pekerti kemanusiaan yang luhur dan memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur. Konvensi adalah hukum dasar yang tidak tertulis yang diakui juga dalam prkatik ketatanegaraan Indonesia. Ketetapan MPR termasuk dalam staatsgrundgesetz atau aturan dasar/pokok Negara sebab ketetapan MPR juga masih berupa aturan-aturan pokok yang sifatnya umum dan garis besar. Oleh karena itu. 3.

Di bawah tertib hukum yang tertinggi terdapat tata urutan peraturan perundang-undangan yang membentuk satu kesatuan sistem hukum nasional. bersumber. pembukaan UUD 1945 memenuhi syarat sebagai pokok yang fundamental. Notonegoro. Naskah proklamasi bangsa Indonesia yang dibacakan oleh Ir. Dengan demikian jelas bahwa pembukaan UUD 1945 adalah sebagai pernyataan Indonesia yang terperinci. Naskah proklamasi tersebut mengandung makna. Alinea III pembukaan UUD 1945 pada hakikatnya isinya sama dengan bagian pertama naskah proklamasi. Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 itu menurut sejarah terjadinya ditentukan oleh pembentuk Negara sebagai penjelmaan kehendak yang dalam hakikatnya dipisahkan (rencananya dibahas oleh suatu Panitia Hukum Dasar) dari undang-undang dasar (direncanakan oleh Udang-Undang Dasar). Hal ini di karenakan Pembukaan UUD 1945 berisi norma dasar Negara yang selanjutnya menentukan adanya UUD. dan asas bagi penyusunan tertib hukum di Indonesia. pembukaan dalam segala sesuatunya memang memenuhi syaratsyarat mutlak bagi suatu pokok kaidah Negara yang . Jadi. yaitu: • Suatu pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia. Mr. Memasukkan diri didalamnya sebagai ketentuan hukum yang tertinggi. Pancasila merupakan norma dasar (grundnorm) atau norma dasar Negara (staats-fundamentalnorm) yang menjadi sumber. Pasal-pasal dalam UUD 1945 dan norma-norma hukum di bawahnya berlaku. Karena pembukaan UUD 1945 memuat Pancasila sebagai norma fundamental Negara maka pembukaan UUD 1945 berkedudukan sebagai tertib hukum tertinggi Negara. dan untuk memajukan kesejahtraan umum. dasar. Pancasila sebagai inti dari pembukaan UUD 1945 disebut sebagai unsur pokok kaidah yang fundamental. yaitu pada alinea III dan alinea IV. Menjadi dasarnya karena pembukaan UUD 1945 memberikan faktor-faktor yang mutlak bagi adanya tertib hukum Indonesia 2. sedangkan dalam pembukaan UUD 1945 terdapat pernyataan kemerdekaan yang lebih terperinci.) Pembukaan UUD 1945 sebagai Pokok Kaidah Negara yang Fundamental Menurut Prof. yaitu : 1. tujuan negara (melidungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Alinea IV berisi tindakan-tindakan lebih lanjut dalam bernegara Indonesia yang pada hakikatnya sama dengan makna yang terkandung dalam bagian kedua naskah proklamasi. dan berdasar pada nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945. • Tindakan-tindakan yang harus segera dijalankan berkaitan dengan proklamasi tersenut. 1) Kedudukan pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut : Pembukaan UUD 1945 sebagai pernyataan kemerdekaan yang terperinci Kemerdekaan bangsa indonesi yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dinyatakan dalam sebuah naskah proklamasi. yaitu tentang pernyataan kemerdekaan Indonesia. dan menurut isinya memuat asas kerohanian Negara (Pancasila). Pembukaan UUD 1945 sebagai naskah proklamasi yang terperinci adalah penjelmaan dari teks proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. sesuai dengan aslinya sebagai asas hukum dasar lainnya yang lebih rendah. perdamaian abadi dan keadilan sosial). 3.B. Soekarno – Hatta terdiri atas dua aliena yang hanya berwujud garis-garis besar. asas politik Negara (Republik yang berkedaulatan rakyat). lagi pula menetapkan adanya suatu Undang –Undang Dasar Negara Indonesia. 2) Pembukaan UUD 1945 merupakan Tertib Hukum Tertinggi di Negara Indonesia Pembukaan Undang-Indang Dasar 1945 mempunyai dua kedudukan terhadap tertib hukum Indonesia. mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksankan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. sedangkan naskah proklamasi hanyalah pernyataan kemerdekaan secara garis besar saja.

tetapi juga berkat rahmat Allah Ynag Maha Esa. yaitu Negara berdasar kepada ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam ketatanegaraan Indonesia. maka hukum colonial atau penjajahan ditinggalkan. Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Indonesia Tahun 1945 UUD 1945 ditetapkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada tanggal 18 Agustus 1945. serta dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam alinea tersebut terdapat tujuan Negara. Bentuk Negara adalah Republik. Tujuan Negara adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah dara Indonesia dan utuk memajukan kesejahtraan umum. 3. Undang-undang dasar Negara adalah UUD 1945. perdamaian abadi dan keadilan sosial. Kemerdekaan bukanlah akhir. yaitu UUD 1945.fundamental menurut pengertian ilmiah sebagaimana tersebut di atas. Apabila disimpulkan berdasarkan makna tiap alinea tersebut maka ada empat isi pokok dari pembukaan UUD 1945. Dalil subjektifnya adalah adanya keinginan bangsa insonesia sendiri untuk membebaskan diri dari penjajahan. sistem pemerintahan Negara. Disebut UUD 1945 tahun 1945 karena pembuatan dan penetapannya dilakukan pada tahun 1945 oleh PPKI. Periodisasi konstitusi Indonesia 1. yaitu kemerdekaan. Ini berarti hukum nasionallah yang berlaku. Pernyataan hak segala bangsa akan kemerdekaan Pernyataan tentang berhasilnya perjuangan kemerdekaan Indonesia Pernyataan kemerdekaan rakyat Indonesia Pernyataan pembentukan pemerintahan Negara dengan dasar kerohanian Negara Pancasila. dan dasar Negara. Kemanusiaan yang adil dan beradab. . mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan. Jadi ada motifasi materiil dan spiritual bangsa Indonesia dalam mengarungi kehidupannya. Dalil objektifnya adalah bahwa adanya penjajahan tidak sesuai dengan perikemanusiaan. Oleh karena itu. sedang sistem pemerintahannya adalah demokrasi (kedaulatan rakyat). bentuk Negara. UUD 1945 adalah hukum dasar tertulis dan menjadi sumber hukum dalam penyusunan dan pembuatan peraturan perundang-undangan yang ada pada tingkat di bawahnya. persatuan Indonesia. • Alinea IV menggambarkan kelengkapan dalam hidup bernegara. yaitu: 1. • Alinea II mengandung makna perjuangan yang dilakukan bangsa Indonesia telahsampai pada saat yang menentukan. UUD. penjajahan harus ditentang dan dihapuskan dari muka bumi. 4. dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Kompetensi Dasar 4. Dengan ditetapkannya konstitusi atau UUD Negara Indonesia merdeka tahun 1945. C. tetapi sebagai jembatan menuju cita-cita masyarakat yang adil dan makmur. 2. • Alinea III mengandung makna kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hanya kerena keinginan luhur dan hasil perjuangan semata. Menunjukkan Sikap Positif Terhadap Konstitusi Negara : A. Makna tiap alinea yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945 • Alinea I mengungkapkan adanya dalil onjektif dan subjektif bangsa Indonesia. Dasar Negara adalah Pancasila.4.

UUDS tahun 1950 memuat bentuk Negara. UUDS berlaku hingga 5 Juli 1959. Undang-Undang Dasar 1945 berlaku sejak tanggal 18 Agustus 1945 sampai dengan tanggal 27 Desember 1949. UUD RIS 1949 berlaku hingga 17 Agustus 1950. dan para menteri. • Bentuk Negara: kesatuan • Bentuk pemerintahan: Republik . bentuk pemerintahan. UUD RIS ini bersifat sementara. dan sistem pemerintahan. • Bentuk Negara: kesatuan • Bentuk pemerintahan: Republik • Pembagian kekuasaan: a) Kekuasaan eksekutif dijalnakan oleh Presiden. Kekuasaan Yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung (MA). Aturan pokok itu mengatur bentuk Negara. Belanda. maka disebutkan dalam UUDS pasal 134 bahwa konstituante (siding pembuat Undang-Undang) bersama-sama dengan pemerintah akan secepatnya menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia yang akan menggantikan UUDS ini. Konstitusi/ UUD RIS 1949 terdiri atas 197 pasal. alatalat perlengkapan Negara. dibantu oleh seorang wakil presiden. Presiden di awasi oleh Badan Perwakilan Rakyat (DPR). karena menurut ketentuan pasal 186. pemegang kedaulatan rakyat. UUDS tahun 1950 terdiri atas 6 bab sementara. b) c) Kekuasaan legislatif dijalankan oleh DPR bersama-sama dengan presiden. konstituante (Sidang Pembuat Konstitusi) bersama-sama dengan pemerintah akan selekas-lekasnya menetapkan konstitusi RIS yang akan menggantikan konstitusi sementara ini. Hal ini bersamaan dengan terwujudnya kembali Negara kesatuan. Dalam menjalankan tugasnya. serta sistem pemerintahan Negara.UUD 1945 sebagai hukum dasae tertulis memuat aturan-aturan pokok ketatanegaraan yang dijadikan dasar bagi aturan-aturan ketatanegaraan yang lainnya.7 tahun 1950 tantang perubahan Kontitusi Sementara Republik Indonesia serikat menjadi UUDS Republik Indonesia Tahun 1950. yaitu Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). • • • • Bentuk Negara: Serikat atau faderal Bentuk pemerintahan: Republik Sistem pemerintahan: pemerintahan parlementer Lembaga perwakilan: UUD RIS menganut sistem dua kamar (Bikameral). Pemberlakuan UUDS tahun 1950 ini ditetapkan dengan Undang-Undang no. Konstitusi/ UUD RIS dihasilkan dari sebuah pertemuan yang dinamakan “Pertemuan untuk Permusyawaratan Faderal” pada tanggal 14 Desember 1949 di Dn Haag. pembagian kekuasaan. • Sistem pemerintahan: Kabinet PresidensilUndang-Undang Dasar Republik Indonesia Serikat (UUD RIS) Tahun 1949 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia serikat (UUD RIS) 1949 mulai berlaku pada tanggal 27 Desember 1949 bersaam dengan penandatanganan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda. Undang-Undang Sementara (UUDS) Tahun 1950 Sejak tanggal 17 Agustus 1950 berlakulah UUD Sementara tahun 1950. bentuk pemerintahan.

Kesepakatan Dasar Dalam Melakukan Perubahan Konstitusi Perubahan konstitusi merupakan suatu hal yang menjadi perdebatan panjang. terutama berkaitan dengan hasil-hasil yang diperoleh dari perubahan itu sendiri.• Pemegang kedaulatan rakyat: Presiden bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) • Alat-alat perlengkapan Negara: • Presiden dan wakil presiden • Menteri-menteri • Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) • Mahkamah Agung (MA) • Dewan Pengawas Keuangan (KPK) • Sistem pemerintaha Negara: sistem parlementer Kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 Dengan keluarnya Dekrit presiden 5 Juli 1959. pasal-pasal dalam UUD 1945 harus dibuat sejelas mungkin sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang Bergam. Perdebatan itu menyangkut apakah hasil perubahan itu menggantikan konstitusi yang lama ataukah hasil perubahan itu tidak menghilangkan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari konstitusi yang lama. UUD 1945 Hasil Amandemen Amandemen adalah prosedur peyempurnaan tanpa harus langsung mengubah UUD dan merupakanpelengkap serta rincian dari UUD asli. Istilah amandemen merupakan salah satu hak legislative untuk mengusulkan perubahan dalam suatu rancangan undang-undang yang dimajukan pemerintah. Dalam sistem ketatanegaraan modern. paling tidak ada dua sistem yang berkembang dalam perubahan konstitusi yaitu renewal (pembaruan) seperti yang dianut oleh negara-negara Eropa Kontinental dan amandement (perubahan) seperti yang dianut oleh negara-negara Anglo-Saxon. Maka. Apabila suatu rancangan undang-undang yang dimajukan pemerintah tidak memuaskan parlemen. Dalam Amandemen UUD 1945 terdapat empat tahap. maka beberapa pasal yang ada di dalamnya dipandang tidak lagi sesuai dengan situasi dan persoalan kenegaraan pada masa kini. maka parlemen dapat mengadakan perubahan-perubahan yang disertai dengan penjelasan. Mengingat bahwa UUD 1945 disusun pada masa persiapan kemerdekaan Indonesia dalam situasi yang serba mendesak. bentuk pemeintahan. Konstitusi/ UUD 1945 hasil amandemen inilah yang berlaku saat ini. Sistem perubahan konstitusi renewal adalah perubahan konstitusi secara keseluruhan sehingga yang diberlakukan . Ketentuan mengenai bentuk Negara. pembagian kekuasaan. Amandemen UUD 1945 sesungguhnya merupakan suatu keharusan jika bangsa Indonesia menginginkan adanya reformasi di berbagai bidang untuk mewujudkan Negara yang demokrasi dan makmur. Undang-Undang Dasar Sementara tahun 1950 dinyatakan tidak berlaku lagi dan Undang-Undang Dasar smentara dinyatakan berlaku lagi tanpa mengalami perubahan. B. dan sistem pemerintahan tidak mengalami perubahan. Penafsiran para pemimpin terdahulu terhadap beberapa pasal dalam UUD 1945 diarahkan untuk keuntungan mereka sendiri. yakni seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945.

yang mempunyai makna berperilaku peduli atau memperhatikan konstitusi (UUD). jika belum kita usulkan kepada yang berwenang agar ada perubahan. Perilaku Positif Terhadap Sebuah Konstitusi Sebagai warga Negara yang baik adalah memiliki kesetiaan terhadap bangsa dan Negara. Ada 5 kesepakatan dasar dalam melakukan perubahan konstitusi. 5. C.kemudian adalah konstitusi yang benar-benar baru. Amandemen atas UUD 1945 masih harus disempurnakan agar selalu sesuai dengan tuntunan perkembangan dan mampu menjadi landasan bagi pemerintahan demokrasi di Indonesia. Negara-negara yang menganut sistem ini antara lain Belanda. 2. Pemerintah konstitusional mengarah pada pemerintahan dan Negara demokrasi. Tidak mengubah Pembukaan UUD 1945. Sistem perubahan konstitusi amandemen adalah perubahan konstitusi dengan tetap memberlakukan konstitusi yang asli. • Adapun contoh sikap positif tersebut antara lain: • Berusaha mempelajari isi konstitusi hasil amandeman agar memahami makna konstitusi tersebut. dan Prancis. Jerman. • Melaporkan kepada yang berwajib apabila ada pihak-pihak yang melanggar konstitusi. dan kesetiaan terhadap kebijakan pemerintah. • Mengawasi para penyelenggara Negara agar melaksanakan tugasnya sesuai konstitusi yang berlaku. Fungsi Perubahan Sebuah Konstitusi Amandemen (perubahan) konstitusi dimaksudkan agar Negara Indonesia benar-benar merupakan pemerintahan yang konstitusional. Negara yang menganut sistem ini antara lain Amerika Serikat. 3. mengamalkan dalam kehidupan. mempelajari isinya. apakah sesuai dengan amanat konstitusi. tetapi konstitusi Negara itu harus berisi adanya pembatasan kekuasaan dan jaminan hak-hak warga Negara. Tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. • Mengamati berbagai kegiatan politik/ partai politik. • Menanamkan nilai-nilai konstitusi khusunya perjuangan bangsa kepada generasi muda. • Menangkal masuknya ideology asing yang bertentangan dengan konstitusi. • Membantu pemerintah dalam mensosialisasikan isi konstitusi hasil amandeman kepada warga masyarakat. Mempertegas sistem presidensiil. • Melaksanakan isi konstitusi sesuai dengan profesi masing-masing. Hasil perubahan tersebut merupakan bagian atau lampiran yang menyenai konstitusi asli. D. Perubahan dilakukan dengan cara “adendum”. melaksanakan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. kesetiaan terhadap konstitusi. • Mempelajari peraturan perundang-undangan yang berlaku apakah sudah sesuai atau belum dengan konstitusi. amandemen UUD 1945 diharapkan dapat menjadikan Negara Indonesia benar-benar demokratis. Penjelasan UUD 1945 yang memuat hal-hal normatif akan dimasukan ke dalam pasal-pasal. Oleh sebab itu maka setiap warga Negara harus dan wajib untuk memiliki perilaku positif terhadap konstitusi. . Pemerintahan yang konstitusional tidak hanya pemerintahan itu berdasarkan pada sebuah konstitusi. yaitu: 1. 4. kesetiaan terhadap peraturan perundang-undangan. mengkaji maknanya. Jadi. dan berani menegakkan jika konstitusi itu di langgar.

Melaksanakan hasil keputusan bersama. Mengembangkan sikap positif. Setia membela Negara dengan perundang-undangan yang berlaku. 2.• Wujud partisipasi terhadap pelaksanaan konstitusi Negara: • Dalam diri sendiri : 1. Taat dan patuh terhadap tata tertib sekolah. 2. Sadar akan kedudukannya sebagai warga Negara. Mengakui dan menghargai hak-hak asasi orang lain Mematuhi dan menaati peraturan yang berlaku Tidak main hakim sendiri Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban Taat dan patuh terhadap orang tua. 2. 4. Sanggup melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Menjunjung tinggi norma-noma pergaulan. Melaksanakan program kegiatan OSIS dengan baik. 3. 3. 4. 3. 4. 1. 2. Memiliki etika terhadap sesama anggota keluarga. 1. Mengikuti kegiatan yang ada dalam karang taruna. Menjalin persatuan dan kerukunan warga melalui berbagai kegiatan. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan bangsa dan Negara. 1. 2. 1. • Dalam keluarga : • Dalam sekolah: • Dalam Masyarakat: • Dalam berbangsa dan bernegara: . Mengembangkan sikap sadar dan rasional. 3. Sadar pada ketentuan yang menjadi keputusan bersama. 4. 3. Ada keterbukaan terhadap permasalahan anggota keluarga. 4.