P. 1
Penelitian Eksperimen

Penelitian Eksperimen

|Views: 280|Likes:
Published by Mustamin Tamin

More info:

Published by: Mustamin Tamin on Feb 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2014

pdf

text

original

Penelitian Eksperimen

A. Pengertian Menurut Yatim Riyanto (1996:28-40), penelitian eksperimen merupakan penelitian yang sistematis, logis, dan teliti didalam melakukan kontrol terhadap kondisi. Dalam pengertian lain, penelitian eksperimen adalah penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok eksperimen, kepada tiap kelompok eksperimen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat di kontrol. B. Karakteristik 1. Secara khas menggunakan kelompok kontrol sebagai garis dasar untuk dibandingkan dengan kelompok yang dikenai perlakuan eksperimental. 2. Menggunakan sedikitnya dua kelompok eksperimen. 3. Harus mempertimbangkan kesahihan ke dalam (internal validity) 4. Harus mempertimbangkan kesahihan keluar (external validity) C. Tahapan dan Macam Eksperiment 1. Eksperimentasi permulaan 2. Rancangan Faktorial. 3. Kelompok eksperimen dan kelompok control 4. Validitas Eksperimen 5. Variabel yang Terkait dengan Eksperimentasi. 6. Rancangan Eksperimen D. Langkah Pokok Eksperiment 1. Melakukan survei kepustakaan yang relevan bagi masalah yang akan digarap. 2. Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah. 3. Merumuskan hipotesis, berdasarkan atas penelaahan kepustakaan. 4. Mengidentifikasikan pengertian-pengertian dasar dan variable-variabel utama. 5. Menyusun rencana eksperimen. 6. Melakukan eksperimen. 7. Mengatur data kasar itu dalam cara yang mempermudah analisis selanjutnya dengan menempatkan dalam rancangan yang memungkinkan memperhatikan efek yang diperkirakan akan ada.

dan terkontrol untuk memprediksi atau mengontrol fenomena. meminimalkan variansi variabel pengganggu yang mungkin mempengaruhi hasil eksperimen. (1)Variabel-veniabel penelitian dan kondisi eksperimental diatur secara tertib ketat (rigorous management). dan merumuskan definisi operasional dan definisi istilah. dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen. Langkah-Langkah Kegiatan Penelitian Eksperimen Pada umumnya. serta penempatan subjek dalarn kelompok-kelompok dilakukan secara acak. baik dengan menetapkan kontrol. (4) Membuat rencana penelitian yang didalamnya mencakup kegiatan: a) Mengidentifikasi variabel luar yang tidak diperlukan. menentukan variabel. (1) Melakukan kajian secara induktif yang berkait erat dengan permasalahan yang hendak dipecahkan. yaitu. memformulasikan hipotesis penelitian. yaitu. memanipulasi langsung. tetapi memungkinkan terjadinya kontaminasi proses eksperimen. Karakteristik Penelitian Eksperimen Danim (2002) menyebutkan beberapa karakteristik penelitian eksperimental. (3) Penelitian ini memusatkan diri pada pengontrolan variansi. (4) Validitas internal (internal validity) mutlak diperlukan pada rancangan penelitian eksperimental. b) . (2) Adanya kelompok kontrol sebagai data dasar (base line) untuk dibandingkan dengan kelompok eksperimental. termasuk kekeliruan pengukuran. (5) Validitas eksternalnya (external validity) berkaitan dengan bagaimana kerepresentatifan penemuan penelitian dan berkaitan pula dengan penggeneralisasian pada kondisi yang sama. tetapi tidak menjadi tujuan penelitian. sistematis. III. (3) Melakukan studi literatur dan beberapa sumber yang relevan. maupun random (rambang). (6) Semua variabel penting diusahakan konstan. II. 2OO2). Hasilnya dibandingkan dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan (Danim. untuk memaksimalkan variansi variabel yang berkaitan dengan hipotesis penelitian.Set as favorite Bookmark Hits: 24679 Comments (12) PENELITIAN EKSPERIMEN SATU METODE DALAM PTK Eksperimen merupakan salah satu metode penelitian yang dapat dipilih dan digunakan dalam penelitian pembelajaran pada latar kelas (PTK). penelitian eksperirnental dilakukan dengan menempuh langkahlangkah seperti berikut. Untuk itu. kecuali variabel perlakuan yang secara sengaja dimanipulasikan atau dibiarkan bervariasi. Di samping itu. (2) Mengidentifikasi dan mendefinisikan masalah. penelitian ini meminimalkan variansi kekeliruan. Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and effect relationship). sebaiknya pemilihan dan penentuan subjek. untuk mengetahui apakah manipulasi eksperimental yang dilakukan pada saat studi ini memang benar-benar menimbulkan perbedaan. Penelitian eksperimental dapat diartikan sebagai sebuah studi yang objektif.

Sebuah tes awal diberikan untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Rancangan Eksperimen Murni Rancangan eksperimen murni ini mempunyai tiga karakteristik. dan eksperimen kuasi. Rancangan Penelitian Eksperimen Rancangan yang akan diterapkan dalam penelitian eksperimen meliputi: praeksperimental. (1). e) membagi subjek dalam kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. dan pembuatan laporan (Sukardi. dan menentukan hipotesis. pembahasan. Rancangan Pra-Eksperimental Rancangan pra-eksperirnental yang sederhana ini berguna untuk mendapatkan informasi awal terhadap pertanyaan pada penelitian. yaitu: a). g) mengidentifikasi prosedur pengumpulan data. Rancangan secara acak dengan pemasangan subjek melalui tes tes akhir dan kelompok kontrol (the randomized posttest – only control group design) . f) membuat instrumen. IV. Perbandingan kelompok statis (the static group comparison design) (2). a). Rancangan secara acak dengan tes akhir dan kelompok kontrol (the randomized posttest only control group design) b). Siswa ditarik secara ramdom dan ditandai untuk masing-masing kelompok. perumusan kesimpulan. (5) Melaksanakan eksperimen. memilih sampel (contoh) yang mewakili serta memilih sejumlah subjek penelitian. b). yaitu: a). eksperimen murni. (6) Mengumpulkan data kasar dan proses eksperimen. (9) Menginterpretasikan basil. Ada tiga hal yang lazim digunakan pada rancangan pra-eksperimental. Tes awal – tes akhir kelompok tunggal (the one group pretest posttest) c). (7) Mengorganisasikan dan mendeskripsikan data sesuai dengan vaniabel yang telah ditentukan. Adanya kelompok kontrol. memvalidasi instrumen dan melakukan studi pendahuluan agar diperoleh instrumen yang memenuhi persyaratan untuk mengambil data yang diperlukan. Dua rancangan eksperimen secara garis besar dijelaskan sebagai berikut. 2003). d) menentukan populasi. (8) Menganalisis data dan melakukan tes signifikansi dengan teknik statistika yang relevan untuk menentukan tahap signifikasi hasilnya.menentukan cara mengontrol. Rancangan secara acak dengan tes awal dan tes akhir dengan kelompok kontrol (the randomized pretest-posttest control group design) c). c). Studi kasus bentuk tunggal (one-shot case study) b). c) memilih rancangan penelitian yang tepat. Empat kelompok solomon (the randomized solomon four group design) d).

Pendahuluan Pada waktu melihat prestasi siswanya rendah seorang guru sudah berpikir bagaimana cara mengatasinya. H. Jenis penelitian yang sering digunakan guru dalam mengatasi masalah pembelajaran adalah penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan umum penelitian . Rancangan rangkaian waktu (a basic time-series design) e). penelitian korelasional. Untuk itu. Rancangan faktorial (factorial design). Untuk mencoba guru tersebut tidak memahami jenis penelitian apa yang tepat digunakan untuk mengatasi masalah itu? Belum semua guru menguasai berbagai jenis penelitian. KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH Hubungi : Dr. Jenis pendekatan penelitian yang paling tepat untuk merealisasi kegiatan guru dalam membandingkan dua metode pembelajaran terhadap hasil belajar adalah melalui penelitian eksperimen. mereka ingin mencoba menerapkan melalui penelitian.e). d). Rancangan dengan pemasangan subjek melalui tes akhir dan kelompok kontrol (the randomized posttest – only control group design. Penelitian eksperimen (Experimental Research) merupakan kegiatan penelitian yang bertujuan untuk menilai pengaruh suatu perlakuan/ tindakan/treatment pendidikan terhadap tingkah laku siswa atau menguji hipotesis tentang ada-tidaknya pengaruh tindakan itu bila dibandingkan dengan tindakan lain. yaitu: a). Sulipan. Apakah hasil belajar siswa yang diajar dengan metode belajar yang selama ini dilakukan lebih jelek dibandingkan dengan metode baru yang diperoleh waktu diklat. b). Rancangan dengan pemasangan subjek melalui tes awal-tes akhir dan kelompok kontrol (the randomnized posttest – only control group design. HP. using matched subject). Beberapa rancangan eksperimen kuasi (eksperimen semu). M. Rancangan tiga perlakuan dengan pengaruh imbangan (a three treatment counter balanced. penelitian deskriptif. berdasarkan hasil diklat yang diikutinya. dan penelitian eksperimen.com PENELITIAN EKSPERIMEN A. Apakah penelitian eksperimen itu? Apa tujuannya? Bagaimana cara melakukan yang benar? Bagaimana menulis laporan hasil penelitiannya agar memenuhi syarat dan dapat nilai kreditnya? Marilah kita belajar bersama untuk memahami dan kemudian melaksanakan secara hati-hati dan terarah. using matched subject) . PENGEMBANGAN PROFESI GURU. using) (3). c).Pd. 085-222-02-9933 email : sulipan@yahoo. using matched subject). Rancangan secara acak dengan pemasangan subjek melalui tes awal-tes akhir dan kelompok kontrol (the randomized pretest – posttest cont rot group design. Rancangan Eksperimen Kuasi/Semu (Quasi—Experimental Design) Rancangan eksperimental kuasi ini memiliki kesepakatan praktis antara eksperimen kebenaran dan sikap asih manusia terhadap bahasa yang ingin kita teliti.

kita perlu memahami terlebih dahulu segala sesuatu yang berkaitan dengan komponen-komponen eksperimen. Mana di antara dua macam metode yang dapat memberikan prestasi belajar yang lebih baik (metode pemahaman konsep atau metode pemecahan soal). Guru juga dapat mengetahui sikap siswa terhadap metode pembelajaran tersebut. mempersiapkan dan melaksanakan kegiatan penelitian itu. kita tidak pernah dapat menyatakan bahwa tindakan dan proses itu menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Langkah awal dijumpai ada problem terhadap prestasi belajar matematika yang selama ini diajarkan melalui metode pemahaman konsep. suatu eksperimen dimaksudkan untuk menilai/ membuktikan pengaruh perlakuan pendidikan (pembelajaran dengan metode pemecahan soal) terhadap prestasi belajar matematika pada siswa SMA atau untuk menguji hipotesis tentang ada-tidaknya pengaruh perlakuan tersebut bila dibandingkan dengan metode pemahaman konsep. ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Gejala itu baru dapat dikatakan lebih baik jika gejala lain menjadi ukuran sebagai pembanding. bagaimana kondisi kedua kelompok sebelum eksperimen dilaksanakan. Baik yang berkaitan dengan pola-pola eksperimen (design experimental). Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah metode pemecahan soal lebih baik dalam mengembangkan kecakapan matematika dibandingkan dengan pemahaman konsep (untuk mengetahui pengaruh metode pemecahan soal terhadap prestasi belajar matematika). Apakah perlu kelompok pembanding? Marilah kita renungkan jawaban ini. cara pengumpulan data. Sebelum peneliti melaksanakan treatment/perlakuan. maupun penentuan kelompok eksperimen dan kontrol. sedang kelompok yang satu lagi sebagai kelompok yang dibandingkan (experimental group). semua variasi atau pemberian kondisi yang akan dinilai/diketahui pengaruhnya. dan teknik analisis statistik yang tepat digunakan. Seorang guru matematika sewaktu mengikuti diklat mendapatkan metode baru yaitu metode pemecahan soal". Misalnya. Oleh karena itu dalam suatu eksperimen ilmiah dituntut sedikitnya dua kelompok. kurang baik. Hal itu semua.eksperimen adalah untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok tertentu dibanding dengan kelompok lain yang menggunakan perlakuan yang berbeda. Dari suatu tindakan kita hanya dapat menyatakan bahwa proses ini begini dan begitu itu akan menimbulkan gejala yang begini atau begitu. Sebagai ilustrasi seorang guru akan mengadakan percobaan tentang keampuhan dua metode mengajar dalam bidang Matematika. kemudian muncul pertanyaan: manakah di antara dua metode pembelajaran Matematika yang dapat menumbuhkan prestasi belajar lebih baik? 2. B. 1. para guru dapat mempelajari. dan diartikan sebagai semua tindakan. kesesatankesesatan yang dapat mempengaruhi hasil eksperimen. Di dalam proses yang disebabkan oleh satu macam tindakan/ perlakuan. Tindakan di dalam eksperimen disebut treatment. dan kita baru dapat menyatakan kalau sudah dibandingkan dengan yang lain. Bagaimana cara melaksanakan jenis penelitian eksperimen ini ? Untuk melaksanakan suatu eksperimen yang baik. Sedangkan yang dimaksud dengan menilai tidak terbatas adalah mengukur atau melakukan deskripsi atas pengaruh treatment yang dicobakan sekaligus ingin menguji sampai seberapa besar tingkat signifikansinya (kebermaknaan atau berarti tidaknya) pengaruh tersebut bila dibandingkan dengan kelompok yang sama tetapi diberi perlakuan yang berbeda. cara pelaksanaannya. Hal ini disebabkan karena selama ini ditemukan oleh guru bahwa penggunaan metode pemahaman konsep yang dilakukan menyebabkan prestasi belajar siswanya belum menggembirakan. yang satu ditugaskan sebagai kelompok pembanding (control group). Mempersiapkan Eksperimen Marilah kita mempersiapkan penelitian eksperimen secara baik. 3. mencari dasar teori yang berkaitan dengan variabel penelitian . Langkah berikutnya. tanpa meninggalkan tugas seharihari di kelas.

Sehingga adanya perbedaan hasil akhir eksperimen bukan disebabkan oleh metode mengajar tetapi oleh kondisi siswa yang berbeda. serta prestasi belajar). mengikuti pelajaran tambahan setiap sore. Hipotesis ini diperlukan untuk pedoman peneliti dalam merancang lebih lanjut. Hal ini untuk mengantisipasi adanya perbedaan sesudah eksperimen itu benar-benar disebabkan oleh metode bukan karena faktor lain. wajib menjaga obyektivitas dalam menerapkan kedua metode tersebut. Sesudah memahami langkah-langkah tersebut.(metode pembelajaran pemecahan soal dan pemahaman konsep. Selanjutnya.Jika kelas E masuk pagi. 7. kemudian dipilih secara acak/random untuk ditugaskan ke kelompok eksperimen/kontrol.00. Kalau gurunya sama/satu orang. C. Untuk itu perlu diperhatikan agar adanya perbedaan bukan karena faktor ini tetapi faktor metode mengajarnya.00 kelas K tidak boleh masuk jam 12. tata ruang. dan tata cahaya. Dari dua kelompok yang sudah mempunyai kesamaan itu dipilih secara acak atau random untuk menentukan mana kelompok kontrol dan mana yang akan ditugaskan sebagai kelompok eksperimen. 4. b) Dasar matematika. Diupayakan adanya kerangka pemikiran yang mengarah pada simpulan bahwa metode pemecahan soal lebih baik dalam menanamkan pemahaman matematika dibandingkan dengan metode pemahaman konsep. Ada siswa yang setiap hari selalu belajar bersama dengan kakak-kakaknya. d) Waktu belajar: Perlu diperhatikan waktu berlangsungnya jam pelajaran. level. 5. kalau kelas E masuk jam 8. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut. tidak diperkenankan kelompok eksperimen (E) masuk pagi kelompok control (K) masuk sore atau sebaliknya. Persiapkan materi ajar dan rincian tindakan yang akan dilakukan pada metode yang telah ditetapkan untuk kedua kelompok tersebut. atau derajat yang seimbang. Kalau semua komponen tersebut sudah dipersiapkan dengan baik dan lengkap barulah mencoba menyusun rancangan/desain eksperimennya. Demikian tingkat kedisiplinan . Ruangan kelas kedua calon kelompok eksperimen dan kontrol itu harus dibuat sedemikian sehingga tidak ada perbedaan kebisingan. 6. dan sebagainya. f) Guru/pengajar : Latar belakang pendidikan. kelas K harus masuk pagi. sedang kelas lainnya terdiri atas siswa yang sedang dan kurang pandai. Bilamana telah mendapatkan guru yang memiliki kualitas yang sama. sehingga hasil eksperimen dikotori oleh faktor masuk sekolah. serta pengalaman mengajar diupayakan mempunyai tingkat. a) Latar belakang kebudayaan. Sebelum eksperimen dimulai siswa masing-masing kelas/kelompok perlu diseimbangkan agar tidak terjadi salah satu kelas terdiri atas siswa yang pandai-pandai. perlu dikemukakan hipotesisnya: "Metode pemecahan soal lebih baik dibandingkan dengan metode pemahaman konsep dalam meningkatkan prestasi belajar matematika". Cara guru mengajar harus sesuai dengan pola yang ditetapkan dalam desain eksperimen yang dipersiapkan. Faktor Yang Perlu Dikontrol Sebelum eksperimen dilaksanakan ada berbagai faktor. Pelajar yang mempunyai kebudayaan yang berbeda besar kemungkinan mempunyai sifat dan kebiasaan yang berbeda pula. Langkah awal bagian metode penelitian adalah melakukan pengukuran kepada dua kelompok yang siswanya mempunyai kesamaan kemampuan /IQ dalam matematika. kita perlu melihat kembali hal hal mendasar yang perlu diperhatikan sebelum eksperimen dilakukan. Menentukan siapa guru yang akan ditugasi untuk mengajar pada masing-masing kelompok tersebut. Selain itu. serta kondisi apa saja yang berkaitan dengan kegiatan eksperimen yang perlu diperhatikan. c) Ruangan kelas. variabel. kepengapan karena ventilasi yang kurang. jumlah jam kedua kelas/kelompok harus sama e) Cara mengajar : Metode-metode yang akan dicobakan harus ditetapkan dan dirancang lebih dahulu serta dijalankan secara tertib dan benar.

Adanya perbedaan hasil eksperimen yang dilakukan oleh peneliti/guru/ pengawas dari kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Dalam setiap eksperimen. Ini disebut variabel ekstrane atau extraneous variable. peneliti eksperimen perlu hati-hati pada setiap langkah agar selalu memperhatikan adanya kemungkinan timbulnya kesesatan. bukan secara mutlak disebabkan tindakan yang diberikan. Ini disebut variabel yang dikontrol atau controlled variable. namun sering dijumpai adanya kejadian yang sulit dikontrol dan diprediksi. Variabel eksperimental adalah kondisi yang hendak diteliti bagaimana pengaruhnya terhadap suatu gejala. keadaan. hasil yang berbeda pada kelompok eksperimen dan kontrol sebagian disebabkan oleh variabel eksperimental dan sebagian lagi karena pengaruh variabel ekstrane. yang selalu ada dalam setiap eksperimen. baik oleh anggota keluarga atau yang lain. Variabel ini tidak dapat diketahui. Variabel noneksperimental sebagian dapat dikontrol. Besar kecilnya pengaruh variabel ekstrane yang dapat menyebabkan terjadinya perbedaan dengan yang diobservasi dalam hasil eksperimen disebut kesesatan atau errors. Untuk mengetahui pengaruh varibel itu.maupun kemampuannya. Kesesatan Dalam Eksperimen Segala sesuatu yang berkaitan dengan kondisi. Ia tidak menyadari adanya berbagai variabel yang mungkin dapat mengganggu proses dan hasil eksperimen. g) Lain-lain : walaupun peneliti sudah berupaya mengendalikan variabel non eksperimen agar tidak memengaruhi hasil eksperimen. atau terganggu konsentrasinya akibat ulah satu atau beberapa temannya. tidak dapat diukur dan sulit untuk dikendalikan. Kesesatan konstan merupakan pengaruh akibat variabel ekstrane. D. Sebagai contoh dari kesesatan konstan adalah sebagai berikut. Dalam eksperimen selalu dibedakan adanya variabel-variabel yang berkaitan secara langsung diberlakukan untuk mengetahui suatu keadaan tertentu dan diharapkan mendapatkan dampak/akibat dari eksperimen sering disebut variabel eksperimental atau treatment variable. dan variabel yang tidak dengan sengaja dilakukan tetapi dapat memengaruhi hasil eksperimen disebut variabel noneksperimental. Dalam eksperimen dapat dijumpai adanya dua jenis kesesatan yaitu : (1) Kesesatan konstan. misalnya: tiba-tiba dijumpai adanya siswa yang suka mengganggu jalannya pelajaran. Variabel pengganggu kesesatan konstan. Prosedur eksperimen telah dilaksanakan sesuai dengan metodologi yang benar. dan ada upaya untuk mengendalikan. Suatu penelitian eksperimen dilakukan untuk mengetahui pengaruh suatu metode (pemecahan soal) terhadap prestasi belajar matematika. yaitu kelompok eksperimental dan kontrol dikenakan variabel eksperimen yang berbeda (misalnya metode pemecahan soal untuk kelompok eksperimen dan metode pemahaman konsep untuk kelompok control) atau yang bervariasi. Oleh karena itu. sehingga mempengaruhi temannya untuk tidak disiplin. faktor. setiap guru yang akan melakukan eksperimen harus memprediksi akan munculnya variabel pengganggu ini. misalnya pada kelompok kontrol . maka peneliti berkeyakinan bahwa adanya perbedaan hasil belajar siswa nanti secara mutlak dipengaruhi oleh baiknya metode yang dilakukan. Akan tetapi sebagian lagi dari variabel non-eksperimen ada di luar kekuasaan eksperimen untuk dikontrol atau dikendalikan. Perlu disadari bahwa sebenarnya banyak sekali faktor yang mungkin dapat berpengaruh terhadap eksperimen. tetapi sebagian lagi karena adanya variabel luar/ekstrane yang ikut mempengaruhinya. Oleh karena itu. baik untuk kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol. serta tidak mudah untuk diperhitungkan dan dipisahkan dengan perbedaan hasil yang ditimbulkan oleh variabel eksperimen. atau tindakan yang diperkirakan dapat memengaruhi hasil eksperimen disebut variabel. Dapat terjadi pula adanya pemberian bimbingan belajar di luar jam pelajaran. kedua kelompok. dan (2) Kesesatan tidak konstan (kesesatan kompensatoris). perlakuan.

tindakan apa yang sebaiknya dilakukan guru yang akan melakukan eksperimen? Perlu mempersiapkan secara maksimal berbagai komponen yang berkaitan dengan metode yang akan dieksperimenkan pada bidang materi pelajaran tertentu. peneliti perlu memperhatikan adanya variabel lain yang dimungkinkan akan dapat mengganggu. sehingga disinilah muncul adanya kesesatan konstan. yaitu: 1). Variabel-variabel tersebut merupakan variabel luar/ekstrane yang sulit diperhitungkan. besar kemungkinan metode yang dicobakan pada kelompok eksperimen akan mampu memberikan hasil belajar yang lebih baik. dalam suatu eksperimen yang ingin diketahui pengaruh metode terhadap hasil belajar matematika pada suatu kelas di sekolah dasar. Kemudian. berakibat setelah data akhir eksperimen diperoleh dan dianalisis terjadi tidak adanya perbedaan antara hasil belajar matematika bagi siswa kelompok eksperimen yang diberi perlakukan metode A (pemecahan soal) dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode B (pemahaman konsep). materi pelajaran. kondisi/situasi kelas. baik yang berkaitan dengan metode pembelajaran yang akan diperlakukan. lingkungan belajar. Kemudian. kepribadian. diadakan tes kepada kedua kedua kelompok secara bersamaan. Kesesatan tipe ini dapat dibedakan ke dalam tiga jenis. maupun komponen lain yang mungkin dapat mempengaruhi hasil eksperimen. 2). apa yang dimaksud dengan kesesatan tidak konstan itu? Kesesatan tidak konstan adalah kesesatan yang terjadi pada satu atau beberapa kelompok dalam suatu eksperimen. atau menentukan pola eksperimen. Kesesatan pada jenis ini ada kemungkinan untuk dapat diperhatikan atau dikendalikan pada waktu mempersiapkan eksperimen. Jadi. banyak orang tua/keluarga yang peduli sekali terhadap waktu dan kedisiplinan belajar anaknya. sulit dikendalikan. mungkin sekali secara kebetulan pada kelas pembanding terhimpun siswa yang memiliki IQ yang lebih tinggi dan rajin belajar. Padahal kalau eksperimen berjalan dengan mulus tanpa banyak dipengaruhi variabel yang menyesatkan. dan pendekatan kepada siswa sangat bagus. Misalnya. Mengapa hal ini terjadi ? Padahal secara teori jelas bahwa metode pemecahan soal lebih baik dibandingkan dengan metode pemahaman konsep. penguasaan bahan ajar. Kejadian ini kemungkinan muncul karena dalam salah satu atau kedua kelompok itu terhimpun beberapa orang dalam segi perimbangan menguntungkan salah satu dari kelompok. sehingga anak itu selalu dibimbing atau diawasi orang tuanya. Setelah diadakan analisis statistik dengan menggunakan uji t diperoleh kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh antara metode A dan metode B terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas tertentu pada SD tersebut. Di samping itu. Kesesatan tipe S (Subyek). dan 3). Ditinjau dari segi guru yang mengajar di kelompok kontrol mempunyai karakteristik kecakapan mengajar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya variabel luar yang dapat menyesatkan hasil eksperimen. Untuk mendapatkan pemahaman tentang beberpa tipe kesesatan tersebut di atas berikut ini disampaikan penjelasan singkatnya. Kesesatan tipe R (Replikasi). Setelah proses eksperimen berakhir. Dengan adanya kesesatan itu. hasil belajar pada siswa kelompok kontrol telah dicemar oleh varibel ekstrane yang peneliti tidak mampu memperhitungkannya. guru pelaksana tindakan.terdapat siswa yang pada sore hari ikut pelajaran tambahan/privat. siswa yang dikenai tindakan. Kesesatan tipe G (Group). Selama proses kegiatan ekperimen berlangsung. Apa jawabannya? Hal ini terjadi karena banyaknya variabel luar/ekstrane yang muncul pada suatu kelompok tertentu pada saat waktu pelaksanaan eksperimen. 1) Kesesaatan Tipe S Ciri khusus dari kesesatan adalah adanya fluktuasi subyek sampling pada suatu penugasan subjek ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok pembanding/kontrol pada suatu eksperimen. tetapi tidak terjadi pada satu kelompok lain. Mengapa demikian? Hal . Alat untuk mengukur kemampuan siswa baru mampu mengukur sebagian dari kecakapan dan materi yang diajarkan.

dan sering mengganggu temannya waktu pelajaran sedang berlangsung. Maka dalam pelaksanaan eksperimen. dan bahkan kurang disiplin. Metode mengajar yang pernah diberikan sebelumnya mungkin memberikan landasan yang sangat menguntungkan bagi metode yang sedang dicobakan. Kalau hal ini terjadi maka kesesatan tipe G telah mempengaruhi eksperimen. akan mempengaruhi hasil eksperimen pada kelas tersebut. Akan tetapi kalau ditinjau dari segi banyaknya replikasi pada suatu eksperimen yang diadakan di beberapa sekolah. kurang menguasai bahan ajar. 2. tetapi tidak memberikan pengaruh pada replikasi yang lain. Sedangkan metode pembelajaran yang digunakan berbeda. sedangkan kelompok B dengan metode pemahaman konsep (umpama ini yang direncanakan). sebelum ke pelaksanaannya perlu dikaji ulang. Akan tetapi. maka apa yang harus dilakukan agar eksperimen tersebut dapat berjalan dengan baik? Namun.ini dapat disebabkan hasil belajar dari kedua kelompok eksperimen (kontrol dan eksperimen) bukan disebabkan oleh pengaruh metode. apakah materi yang akan diajarkan sudah disiapkan dengan baik? Apakah kedua kelompok eksperimen sudah dipersiapkan sesuai prosedur penelitian eksperimen? Dan. Pada eksperimen-eksperimen yang menggunakan metode mengajar yang dilakukan beberapa kali umumnya dikerjakan oleh seorang guru. guru yang akan melaksanakan sudah dipersiapkan secara memadai dan memiliki kualitas yang seimbang? Kalau semuanya sudah dikaji barulah kita memperhatikan langkah berikut ini. distribusi subyek yang akan ditugasi pada kelompok-kelompok eksperimen harus diseimbangkan. 1. sehingga siswa pada sekolah itu akan mendapatkan prestasi belajar yang lebih baik daripada sekiranya mereka diajarkan dengan metode lain. guru lain juga dapat mereplika (mengulangi dalam keadaan yang sama) setelah memahami apa yang dilakukan oleh guru sebelumnya. maka perbedaan pengaruh variabel yang diobservasi dapat dianggap bebas dari kesesatan R itu. Kelompok A dengan metode pemecahan soal. Demikian pula kalau dalam suatu kelompok eksperimen terdapat siswa yang nakal. dan sebaliknya di kelas lain. tetapi karena adanya perbedaan subyek (S) yang ditugasi pada kedua kelompok tersebut. tetapi tidak menyangkut seluruh kelompok yang digunakan. E. hal ini agar mendapatkan perhatian bagi para peneliti eksperimen pembelajaran. Berdasarkan pada istilah inilah kesesatan tipe R ini muncul. diajar oleh guru yang kurang mempunyai motivasi mengajar. Selama pelaksanaan eksperimen diupayakan semaksimal mungkin agar kesesatan tidak . dan hasil eksperimen tersebut akan tercemari. Kesesatan tipe R ini terjadi bilamana variabel luar memberikan pengaruh secara sistematis terhadap satu replikasi. Kalau eksperimen ini dilaksanakan pada suatu sekolah. Pelaksanaan Eksperimen Sesudah mempersiapkan desain/rancangan eksperimen serta berusaha mengantisipasi berbagai kesesatan yang mungkin dapat mengganggu pelaksanaan dan hasil eksperimen. Dalam suatu eksperimen bidang pembelajaran seorang guru yang ditugasi untuk mengajar dengan metode CTL (eksperimen) sedemikian baiknya sehingga memberikan pengaruh yang sangat sistematis terhadap prestasi belajar siswa. 2) Kesesatan Tipe G Pada suatu eksperimen dapat terjadi adanya variabel-variabel luar yang mempengaruhi satu atau beberapa kelompok siswa dalam suatu kegiatan eksperimen. 3) Kesesatan Tipe R Ada pola eksperimen yang dilakukan terhadap beberapa eksperimen yang dilakukan secara serentak dengan menggunakan sampel dari bermacam-macam sub-populasi. Pada eksperimen tersebut disebut Replikasi. Selama 4 bulan (kalau ini rencana eksperimennya) kelompok A sebagai kelompok eksperimen diberikan materi yang sama dengan kelompok kontrol. dan tidak demikian halnya yang ada pada kondisi sebaliknya. Metode yang akan dicobakan ternyata sudah biasa diberikan. mungkin terjadi kesesatan tipe ini dan berpengaruh terhadap rerata dari variabel yang dieksperimenkan.

baik siswa maupun guru pelaksana. maka lanjutkan ke pertanyaan yang ke-6. tabulasi sampai penggunaan pada analisis dengan teknik statistiknya harus benar. atau di suatu kelas terhimpun siswa yang memiliki potensi dan motivasi belajar yang kuat yang berkaitan dengan materi pelajaran yang dieksperimenkan. Selama eksperimen perlu diamati semua perubahan yang terjadi berdasarkan pedoman observasi yang telah dipersiapkan. maka dapat disimpulkan bahwa metode pemecahan soal lebih efektif dalam upaya meningkatkan prestasi belajar matematika yang berarti hipotesis kerjanya diterima. Dimulai dari koreksi hasil post test/evaluasi akhir. materi tes serta waktu pelaksanaan tes yang diberikan pada kelompok eksperimen dan kontrol harus sama. Sesudah waktu eksperimen selesai (sesudah 4 bulan). Atau. atau tingkat keterandalannya belum diperhatikan. apakah persiapan eksperimen sudah dilakukan secara ilmiah menurut dasar-dasar penelitian eksperimen? Jawabannya sudah. Kalau sudah. Kalau kesimpulan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Sesudah data dikoreksi dan dianggap lengkap. keberanian siswa berpendapat. Data yang sudah disusun dari kedua kelompok tersebut dianalisis dengan statistik uji t. 5. baik yang menyangkut penetapan kedua kelompok kontrol dan eksperimen). tidak mengikuti teknik analisis statistik eksperimen sesuai dengan pola yang digunakan. diadakan tes akhir eksperimen. maupun penetapan pelaksana eksperimen. maka tinggal kemungkinan/ alternatif . Kalau hal ini jawabannya tidak dan masalah itu sudah diperhatikan serta sudah dilaksanakan guru pelaku eksperimen/peneliti. dan lain-lain. Jenis tes. maka perlu dilihat mana Meannya yang lebih besar itulah yang lebih efektif/baik. 4. maka peneliti perlu mengajukan pertanyaan berikutnya. Artinya ketepatan dan ketelitian alat evaluasinya tidak terpenuhi. marilah ke pertanyaan berikutnya. Misalnya pelajaran matematika.timbul terutama kesesatan yang tidak konstan. kalau sudah kita ke alur berikutnya. Bagaimana kalau hasil eksperimen ternyata menolak hipotesis kerja? Apakah penelitian itu kemudian tidak berarti dan tidak dapat diajukan untuk mendapatkan kredit pengembangan profesi? Kalau diajukan apakah tidak dapat dinilai sehingga hasil penelitian itu tidak bermanfaat? Kita tidak bisa langsung menjawab ya atau tidak. 3) Kalau demikian. peralatan/ alat peraga serta bahan ajar yang akan diberikan dan komponen lain yang terkait. Kalau demikian perlu kita lanjut ke pertanyaan selanjutnya. di suatu kelas terhimpun siswa yang IQ-nya bagus-bagus dan tidak demikian pada kelas yang lain. sehingga siswa pada salah satu kelas mendapatkan bocoran dari kelas lain. atau adanya tindakan guru pelaksana eksperimen/kontrol yang kurang serius dalam bertugas. apakah kondisi-kondisi pada kedua kelompok eksperimen tersebut sudah diperhatikan dengan baik dan seimbang? Jawabannya sudah. atau belum mencakup seluruh materi pelajaran. waktu masuk sekolah. 3. 6) Jika demikian ada kemungkinan cara analisis datanya tidak tepat. kedisiplinan siswa. 4) Penyebabnya ada kemungkinan peneliti kurang memperhatikan adanya kesesatan tidak konstan yang ditimbulkan dari berbagai aspek. misalnya aspek perhatian siswa. Coba marilah kita diperhatikan beberapa asumsi berikut untuk direnungkan: 1) Dasar penyusunan hipotesis apakah sudah menggunakan dasar teori serta temuan ilmiah yang relevan? Jawabannya sudah. Kalau jawabannya juga tidak. agar tidak mengganggu hasil eksperimen. ditabulasi dan dideskripsikan sesuai dengan tujuan penelitian. waktu pelaksanaan evaluasi/tes akhir tidak dilakukan bersamaan. Kalau Mean pada kelompok eksperimen lebih baik. 2) Bilamana penelitian itu merupakan penelitian eksperimen. kondisi kelas. 5) Kemungkinan peneliti waktu menyusun alat evaluasi belajar hasil eksperimen tidak memperhatikan tingkat validitas dan reliabilitasnya. lingkungan kelas. kesalahan tanda koma saja dapat mengakibatkan dari ada perbedaan menjadi tidak ada atau sebaliknya. misalnya adanya siswa yang sering mengganggu salah satu kelompok eksperimen. Perlu dikaji secara hati-hati dengan menggunakan dasar berpikir ilmiah/logika. Bilamana hal ini juga sudah dilaksanakan dengan statistik dan prosedur analisis yang tepat dan hati-hati oleh peneliti.

melaksanakan serta faktor apa yang harus dikendalikan agar tidak mengganggu hasil eksperimen. Memang jarang dijumpai adanya peneliti yang demikian atau peneliti tidak berani menyampaikan hasil penelitiannya bilamana hasil analisis tidak menerima hipotesis kerjanya. Dipersilahkan Anda membaca bagian berikut ini. banyak dibimbing saudara/orang tuanya pada malam hari. Kondisi itu misalnya. budaya disiplin belajar telah tertanam pada sebagian siswa. Apa teori dasar yang harus dipersiapkan? f. Bagaimana mengurangi kesesatan pada kedua kelompok? Pertanyaan di atas memberi gambaran bahwa suatu desain untuk mengerjakan suatu . hati-hati dan juga tidak melakukan penyimpangan. perlu jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut: a. hipotesisnya dibangun dengan mempunyai dasar kuat dan data lapangan yang dihasilkan secara faktual memang mendukung adanya. karena peneliti belum mampu memberikan alasan yang mendasar atas ditolaknya hipotesis tersebut.atau asumsi terakhir. Justru kalau hasil penelitian menolak. perlu dipersiapkan rancangan/proposal penelitian. dan kuat maka hasil penelitian tersebut tetap dapat diajukan dan bahkan mungkin mempunyai nilai/kredit atau dapat diusulkan/diajukan untuk kenaikan jabatan/ pangkat pengembangan profesi. tetapi peneliti juga tidak mencoba mengurangi kesesatan ini. maka kemungkinan terakhir yaitu adanya kesesatan konstan yang tidak mungkin peneliti mampu untuk mengatasi/menghilangkan. Karakteristik metode pembelajaran apa yang akan dibandingkan? d. Akibatnya. Variabel tergantung (dependent) apa yang menjadi pusat perhatian peneliti dan apa instrumen pengukurnya? e. Untuk itu. Sebagai contoh. perlu dipelajari beberapa jenis eksperimen mana yang paling sesuai bagi guru yang akan mencoba metode pembelajaran dalam upaya memperbaiki hasil belajar siswa. pada salah satu kelompok sebagian besar siswa pada sore hari mengikuti pelajaran tambahan. preposisi baru akan dapat mengembangkan teori baru dan meninggalkan teori lama. untuk meneliti pengaruh metode pemecahan soal terhadap prestasi belajar matematika. maka akan dapat menumbuhkan pemikiran baru. alat/sarana/media belajar siswa lengkap atau sebaliknya pada kelompok lain banyak anak yang malas belajar dan faktor lain yang dapat berpengaruh terhadap hasil belajar. Persoalan apa yang menjadi pusat perhatian peneliti sehingga harus melakukan penelitian dengan penelitian eksperimen? b. diperolehnya konsep baru. Untuk itu. Bagaimana mempersiapkan kelompok eksperimen dan kontrol? c. Dengan kata lain. Metode analisis apa yang tepat digunakan? h. sehingga informasi yang berhubungan dengan atau diperlukan untuk persoalan yang akan diteliti dapat dikumpulkan secara faktual. Sesudah dipahami bagaimana mempersiapkan/menyusun rancangan eksperimen. F. konsep baru yang dapat mengarah ke pembentukan teori baru kalau penelitian lanjutan untuk memperkuat hasil penelitian tersebut dilakukan. Desain Eksperimen Apakah desain eksperimen itu? Desain eksperimen adalah suatu rancangan percobaan dengan setiap langkah tindakan yang terdefinisikan. Berapa lama eksperimen akan dilakukan? g. 7) Kalau keenam hal di atas sudah dilaksanakan dengan baik. desain sebuah eksperimen merupakan langka-langkah lengkap yang perlu diambil jauh sebelum eksperimen dilakukan agar data yang semestinya diperlukan dapat diperoleh sehingga akan membawa ke analisis obyektif dan kesimpulan yang berlaku dan tepat menjawab persoalan yang dibahas. bilamana hasil penelitiannya menolak hipotesis dan peneliti mampu memberi alasan/bahasan yang logis dan argumentasi yang jelas.

2. Misalnya prestasi belajar dan kecerdasan /inteligensi dipandang akan berpengaruh pada hasil eksperimen. Desain ini memberikan dasar-dasar pengamatan stratifikasi yang lebih baik. Sebenarnya lebih dari 8 (delapan) desain eksperimen yang dapat kita pelajari. Pada matched groups.eksperimen perlu dipikirkan selengkap dan serinci mungkin. Matched Subjects Designs Desain ini berlandaskan pada adanya matched subjects pada dua kelompok yang dipersiapkan untuk eksperimen. namun berikut ini hanya disampaikan beberapa desain eksperimen yang sering digunakan guru dalam memperbaiki hasil belajar siswa. maka kedua faktor itu harus di-matched. peneliti harus menentukan dua kelompok yang di dalamnya terdistribusi siswa yang berkemampuan yang seimbang. juga perlu diperhatikan variabel lain yang dapat berpengaruh terhadap hasil eksperimen. Kondisi semacam ini dalam pelaksanaan suatu eksperimen perlu diperhatikan agar tidak banyak mengganggu hasil akhir eksperimen. agar dapat dipakai pegangan dalam pelaksanaannya. guru dapat memilih alternatif mana yang paling tepat untuk mencoba suatu tindakan tertentu bilamana kondisi siawa/kelas/sekolah mengalami masalah. dan 3) Matched Subjects Designs. 2) Treatment by Matched Groups Designs. namun peneliti harus mampu memilih desain eksperimen yang dapat dilaksanakan dan paling minim mengandung resiko kelemahan. yaitu: 1) Treatments by Levels Designs. Treatment by Matched Group Designs Desain eksperimen ini merupakan desain yang paling banyak digunakan para guru dalam menguji keampuhan suatu metode pembelajaran dibandingkan metode lain. Persoalan pokok yang perlu dipikirkan lebih awal pada matching group adalah faktor-faktor yang harus diseimbangkan agar kelompok-kelompok yang mengikuti eksperimen dapat berjalan pada kondisi eksperimental tanpa dipengaruhi faktor ekstrane. Cara melakukan matching dapat dilakukan dengan menguji perbedaan kelompok-kelompok yang dicoba akan menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan analisis t-test. maka melalui desain ini stratifikasi itu perlu mendapat perhatian dalam menentukan kelompok kontrol dan eksperimen. masih juga dapat terjadi bilamana tidak memperhatikan pelaksana/guru pelaku tindakan baik di kelompok eksperimen atau di kelompok kontrol. Di samping itu. Untuk mendapatkan gambaran yang agak jelas berikut ini diuraikan secara singkat ketiga desain eksperimen tersebut. Pengulangan juga terjadi kalau tidak diperhatikan kemungkinan pengulangan metode pada kedua kelompok itu. Treatment by Levels Designs. berarti kedua kelompok itu harus menunjukkan adanya kesamaan. Kita sadari bahwa pada setiap kelompok/kelas selalu dijumpai adanya siswa yang masuk kelompok tinggi dan rendah. Untuk itu. maka persiapan perlu dilakukan sebaik-baiknya. ada siswa-siswa yang pandai dan kurang pandai. Bilamana ada perbedaan antara kedua kelompok itu eksperimen tidak dapat diteruskan. Ada tiga desain yang disajikan. Prinsipnya semua faktor yang dipandang dapat mempengaruhi/mengotori pengaruh tindakan/ treatment harus di-matched/ dijodohkan sebelum tindakan atau eksperimen dilakukan. 3. yang dipakai dasar adalah menjodohkan kedua . Dalam penelitian eksperimen kita tidak terkonsentrasi pada satu jenis desain/ pola eksperimen saja. 1. Setiap pola/desain eksperimen mempunyai kelemahan dan kebaikannya. dalam persiapan eksperimen. Walupun demikian bukan berarti bahwa desain ini sudah terbebas dari kesesatan. Data untuk persiapan dengan desain eksperimen ini dapat diperoleh dari dokumen atau memberikan pretest kepada siswa yang akan dijadikan subyek penelitian.

akan memberikan bahan dasar laporan yang sangat berharga dan mengurangi beban waktu penyusunan laporan. terlebih kalau mampu mengendalikan variabel pengganggu pelaksanaan eksperimen. bagian inti dan bagian pendukung. guru diharapkan memahami sistematika penulisan yang sudah ditetapkan. penelitiannya saja baru dimulai? Kalau kita memperhatikan materi yang akan ditulis pada laporan hasil penelitian itu. Laporan Penelitian Kegiatan paling akhir dan sering tertunda-tunda serta menjemukan adalah menyusun laporan hasil penelitian. Kalau dilakukan dengan hati-hati dan cermat besar kemungkinan akan mendapatkan kepuasan tersendiri. sambil melaksanakan eksperimen guru/peneliti dapat mengawali menyusun laporan pada bab pendahuluan. Hasil analisis data didasarkan pada hasil yang diperoleh dari tes materi pelajaran serta angket pada akhir pelajaran/eksperimen. Cara menyajikan dapat dalam bentuk tabel. Pada matched subjects dapat dijodohkan dengan sistem: a) nominal pairing. Agar karya ilmiah jenis penelitian ini memenuhi syarat untuk dinilai angka kreditnya. seperti yang terlampir pada bagian akhir dari hand-out ini. Untuk itu mempelajari berbagai jenis penelitian sangat penting dalam mengantarkan guru dalam meningkatkan/ mengembangkan profesinya secara nyata dalam menghayati berbagai masalah yang dihadapi sehari-hari di kelas. sedang matched subjects yang dijodohkan tiap-tiap subyek pada kelompok yang satu dengan subyek pada kelompok yang lain. dan bertujuan untuk mempermudah pembaca memahmi makna yang disampaikan peneliti. Bab atau bagian baru dan lebih membutuhkan pemikiran peneliti dan belum ada di proposal adalah Bab IV yang menyajikan hasil penelitian dan pembahasan. Semua data dari proses sampai hasil akhir eksperimen harus disajikan pada bagian ini. serta bab metode penelitiannya. prestasi belajar. diwajibkan ada pengesahan dari kepala sekolah dan guru pengusul/peneliti. baik dalam bidang akademik maupun ilmu pengetahuan yang diperoleh. kajian teori dan pustaka. grafik. Pada prinsipnya sistematika pembahasan mengandung tiga bagian pokok yaitu. Rancangan penelitian yang sudah lengkap dan terstruktur secara sistematis. bagian awal. Pada pelaksanaannya sangat tergantung pada pelaku eksperimen. atau c) combined pairing. Bab ini baru dapat ditulis kalau kegiatan pengumpulan data dan kegiatan eksperimennya sudah selesai. sistem apa yang akan dipakai. atau tingkat pendidikan. Selamat mencoba untuk melakukan . Pada Nominal pairing yang dipasangpasangkan seperti jenis kelamin. Agar tidak tertunda dan tetap segar untuk menyusun laporan dapat dimulai sejak peneliti melaksanakan kegiatan eksperimennya. Dengan penguasaan penelitian eksperimen akan dapat melengkapi tugas guru dalam upaya mengantarkan para siswanya untuk mendapatkan prestasi yang lebih baik. yang dipasang-pasangkan adalah kombinasi antara nominal dan ordinal pairing. Penutup Penelitian eksperimen merupakan jenis penelitian yang dapat dilaksanakan oleh guru di samping penelitian tindakan kelas. b) ordinal pairing. apalagi kalau mampu memperhatikan faktor-faktor lain yang dapat mencemari hasil eksperimen. sedang ordinal pairing yang dipasang-pasangkan adalah intelegensi. jenis pekerjaan orang tua. mendapat metode baru yang dapat dicobakan untuk mendapatkan gambaran secara jelas perbedaan yang diakibatkan. Oleh karena itu. Guru sering sekali memperoleh ilmu baru.kelompok itu dengan perhitungan seluruh subyek yang ada pada tiap kelompok. harus diingat rancangan/proposal penelitian yang sudah disusun sejak awal. H. skema atau bagan. Desain ini mempunyai kepekaan (sensitivitas) yang lebih tinggi dibandingkan dengan desain lainnya dalam mendeteksi perbedaan pengaruh tindakan/treatment. walaupun masih perlu dipertajam. G. Tiga bab dari lima bab pada laporan sudah ada di dalam rancangan/proposal penelitian. disempurnakan dan dilengkapi sesuai dengan apa yang akan dilaksanakan peneliti. Apa yang harus ditulis awal. Sedangkan pada combined pairing. Untuk menyusun laporan penelitian.

.penelitian eksperimen yang sesuai dengan disiplin ilmu yang sedang ditekuni dan dikembangkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->