P. 1
Isi Makalah Antrop Bali

Isi Makalah Antrop Bali

|Views: 601|Likes:

More info:

Published by: Afif Al Ghani Yoneva on Feb 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Bali adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Indonesia. Suku bangsa Bali memiliki potensi alam dan kebudayaan yang sangat tinggi, sehingga Bali tidak hanya dikenal di dalam negeri saja, melainkan sampai ke luar negeri. Bahkan orang ± orang awam dari luar negeri mengira bahwa Indonesia terletak di pulau Bali. Hal ini menggugah hati penulis, untuk meneliti kehidupan sosial budaya suku bangsa Bali. Bali merupakan pulau yang memiliki adat istiadat/ budaya yang sangat melekat erat dengan kehidupan masyarakat setempat yang sebagian besar beragama hindu. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Sehingga sering disebut bahwa Agama Hindu merupakan roh dari Budaya Bali. . Bali memiliki kebudayaan yang cukup beraneka ragam, seperti: Seni Ukir, Seni Tari, Seni Tabuh, kebiasaan masyarakat daerah tertentu yang unik, yang kesemuanya itu memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Di dalam ajaran Agama Hindu, Masyarakat Bali mengenal suatu istilah yang disebut ³Catur Asrama´. Catur Asrama merupakan empat tahapan atau tingkatan di dalam menjalankan hidup di dunia , yaitu brahmacari,grhasta, sanyasin, bhiksuka. Grahasta merupakan tahapan kedua dalam kehidupan Masyrakat Bali yang berarti kehidupan di dalam berumah tangga.

1.2 Tujuan Penulisan

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan kita sebagai mahasiswa/mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung tentang Antropology Budaya di Bali.Dan diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita smua untuk lebih bisa meningkatkan, memperluas, dan memantapkan keterampilan yang membentuk kemampuan mahasiswa sebagai bekal untuk pembelajaran.
1

3 Metode Penelitian Dalam karya tulis ini penulis menggunakan metode dokumentasi. Pada BAB III penulis menyampaikan tentang harapannya.1. 2 . yaitu dengan mencari informasi tentang suku Bali dari berbagai sumber buku yang ada. Pada BAB I penulis menulis tentang alasan mengapa penulis memilih Bali sebagai objek penelitian dan bagaimana penyusunannya 2. Pada BAB II penulis menulis tentang hasil penelitian pola kehidupan sosial suku bangsa Bali 3. dan saran ± sarannya. adapun langkah ± langkah penyusunan karya tulis ini adalah sebagai berikut. 1. kesimpulan dari karya tulis ini.

Propinsi Bali adalah salah satu propinsi yang padat penduduknya. 3 . Pulau ini terletak disebelah timur pulau Jawa yang dihuungkan oleh selat Bali Bali adalah propinsi yang terletak di sebelah timur ditengah ± tengah lautan. baik darat. Keadaan perhubungan pun sangat baik dan lancar. Kini Bali adalah sebuah propinsi yang berada di wilayah negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada tahun 1971 penduduknya sebanyak 2. pembagian warisan. yaitu Dinasti Warmmadewa dengan Dinasti Sakellendukirana Kerajaan Bali bercorak Hindu. Kerajaan ini berkembang sekitar abad ke VIII Masehi. dan Hindu tetap menjadi agama mayoritas yang wariskan secara turun temurun. kesenian. laut. yang merupakan suatu kerajaan yaitu kerajaan Bali. Keadaan tersebut menunjukan bahwa mayarakat Bali merupakan pemegang teguh tradisi Warisan budaya serta agama dan kepercayaan masih dipegang teguh hingga saat sekarang ini. ada juga masyarakat Bali yang menetap di wilayah ± wilayah lainnya di Indonesia. ini dapat diketahui dari pembagian golongan dalam masyarakat (kasta).2 Latar Belakang Sejarah / Asal Usul Dahulu pulau Bali disebut dengan nama ³Walidwipa´.811 jiwa. maupun udara 2.BAB II PEMBAHASAN 2. pada tahun 1990 meningkat lagi menjadi 2. sebuah tempat yang hingga kini belum diketahui dengan pasti. Pemerintahannya berpusat di Shinghamandawa.1 Lingkungan Alam Dan Demografi Masyarakat suku Bali menempati keseluruhan pulau Bali yang menjadi satu propinsi.777.930 jiwa.469. Kerajaan ini pernah diperintah oleh dua diansti. oleh karena itu propinsi Bali mempunyai iklim tropis (panas). Oleh karena pengaruh emigrasi. pengaruh zaman Megalithikum terasa masih kuat pada masyarakat kerajaan Bali. yakni propinsi Bali. Dalam hal agama dan kepercayaan. serta agama dan kepercayaan.

dan Denpasar.3 Sistem Kepercayaan / Religi Sebagian besar masyarakat Bali menganut agama Hindu ±Bali. tunggal dadia. akan tetapi. Penganut agama Islam terdapat di Karang Asem.4 Sistim Kekerabatan dan Kemasyarakatan Perkawinan adat di Bali bersifat endogami klen. Kristen. atau ³Resi´ untyuk pendeta dari kalangan Satria. dan katholik. Menurut adat lama yang dipengaruhi oleh sistim klen dan kasta. Secara fisik. terutama upaca besar adalah orang yang dilantik menjadi pendeta yang umumnya disebut ³Sulingih´ tetapi tidak semua pendeta disebut Sulingih. kumpulan tari atau semacam sanggar tari. Punarbawa. Perkawinan antar kasta sudah relatif banyak dilakukan Struktur Dadia berbeda ± beda. dan Moksa. ada lagi kelompok kerabat yang disebut klen besar yang melengkapi beberapa kerabat 4 . Di desa ± desa dan pegunungan. serta tempat pemujaan leluhur dari klen ± klen besar. agama. Di Bali ada seorang pemimpin agama yang bertugas melaksanakan upacara keagamaan. Jimbaran dan Singaraja Tempat beribadah agama Hindu di berupa pura Besakih. tempat pemujaan tersebut disebut Kemulan Taksu. dan kasta. orang ± orang seklen (tunggal kawitan. Pura Desa (Kayangan Tiga). Subak dan Seka. suami istri akan dihukum buang (Maselong) untuk beberapa lama ketempat yang jauh dari tempat asalnya. Dahulu. Sekarang hukuman itu tidak dijalankan lagi. Karmapala. Klungkung. Disamping itu. orang ± orang dari tunggal dadia yang telah memencar karena hidup neolokal. jika terjadi perkawinan campuran. ada pula sebagian kecil masyarakat Bali yang menganut agama Islam. misalnya ³Pedanda´ untuk pendeta dari kasta Brahmana baik yang beraliran Siwa maupun Budha. sedangkan penganut agama Kristen dan katholik terutama terdapat di Denpasar. Sedangkan kitab suci adalah ³Weda´ yang bersisi tentang Arman. tunggal sanggah) setingkat kedudukannya dalam adat. Ada juga yang di sebut Sanggah yang merupakan tempat pemujaan leluhur dari klen kecil serta keluarga luas. 2. tidak lagi mendirikan tempat pemujaan leluhur di masing ± masing tempat kediamannya. wanita akan dinyatakan keluar dari dadia.2. di desa ± desa tanah datar. orang ± orang dari tunggal dadia yang hidup neolokal wajib mendirikan tempat pemujaan di masing ± masing tempat kediamannya.

Balai Wanikan. kerajinan dan lain ± lain. lukis. Ngusak Asik. dan lain ± lain. misalnya transportasi darat. Meyong ± Meyong. Bali juga mempunyai senjata tradisional. bahkan ada yang di pakai untuk mengangkut penumpang antar pulau. kaum wanitanya memakai dua helai kain songket. misalnya perusahaan tenun di Denpasar 2. tombak dan golok. sperti seni pahat. selendang / senteng serta hiasan bunga emas dan kamboja (Subang. Mereka memuja kuil yang sama disebut kuil (pura) Pabian atau Panti 2. Rumah adatnya pun bermacam ± macam seperti Gapura Candi Bentar. Disamping itu.tunggal dadia (sanggah). Bali Bengong. Alat musiknya disebut gamelan Bali. Kalung. Tetapi tidak semuanya.5 Teknologi Dan Mata Pencaharian Teknologi transportasi di Bali sudah sangat memadai. ada yang disebut angkutan penyembrangan Gilimanuk Ketapang yang menghubungkan Bali dengan Jawa. Bali mempunyai beraneka ragam seni tari. Lagu ± lagu daerahnya pun bermacam ± macam seperti mejangeran. Sedangkan pakaian adatnya adalah untuk pria Bali berupa ikat kepala (Destar) kain songket saput. Kori Agung. Stagen Songket (Merpada). dan tari Kecak adalah tari yang mengisahkan tentang bala tentara monyet Hanoman dan Sugriwa. yaitu keris (Kedukan). Lalu transportasi laut. Kori Babetelan. baik untuk jarak dekat maupun jarak jauh. Bali mempunytai Bandara Internasional yang sangat baik Umumnya mata pencaharian masyarakat Bali dibidang kesenia. Disana ada bus yang dipakai untuk kendaraan pengangkut penumpang antar daerah. seperthi tari Legong yang berlatar belakang kisah cinta Raja Lasem. dan sebilah keris terselip dipinggang belakang. ada juga yang bergerak di bidang pertanian dan industri. Gelang) diatas kepala 5 .6 Bahasa Dan Kesenian Bali dalam kehidupan sehari ± hari menggunakan bahasa Bali dan sasak. Macepet Cepetan.

ada dua tujuan hidup yang harus dapat diselesaikan dengan tuntas yaitu mewujudkan artha dan kama yang berdasarkan Dharma. Bali juga mempunyai hutan dan gunung yang bisa digali kekayaan alamnya. adapun tujuan hidup tersebut dinamakan Catur Purusa Artha terdiri dari Dharma. Dalam perkawinan umat Hindu di Bali. diharapkan sudah mereka sudah siap lahir dan batin dalam menempuk bahtera rumah tangga kelak. Artha. Dalam lontar Agastya Parwa disebutkan "Yatha sakti Kayika Dharma" ini bermakna dengan kemampuan sendiri melaksanakan Dharma Upacara perkawinan pada hakekatnya adalah upacara persaksian ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa dan kepada masyarakat bahwa kedua orang yang bersangkutan telah mengikatkan diri sebagai suami-istri. Bila seseorang sudah berniat melakukan perkawinan. 6 . yang paling menonjol adalah objek wisatanya.8 Perkawinan di Bali Dalam ajaran Hindu terdapat empat tahap dalam mencapai tujuan hidup. bahkan untuk perindustrian. Bukan hanya itu saja. Sedangkan pengertian perkawinaan sendiri adalah jalinan ikatan secara lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk suatu keluarga yang bahagia dan abadi selamanya hingga akhir usia. dengan cara menarik sebanyak ± banyaknya wisatawan mancanegara. Objek wisata tersebut dapat dijadikan sumber devisa (alat pembayaran utang luar negeri). Sementara dalam Perkawinan adalah bentuk perujudan dari suatu usaha untuk mencapai tujuan hidup.2.7 Potensi Dalam Pembangunan Bali mempunyai potennsi sumber daya alam dan manusia yang sangat baik. 2. Tanahnya pun cukup baik dan subur sehingga bisa dijadikan sebagai lahan pertanian maupun lahan perkebunan. Kama dan Moksa. Dalam pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

akan merupakan suatu perbuatan melebihi seratus yadnya. Melahirkan anak lewat perkawinan mengasuh. Menurut UU perkawinan no 1 thn 1974. Lalu dilanjutkan dengan proses penyucian diri yang bertujuan memberikan kesempatan kepada leluhur untuk menjelma kembali dalam rangka memperbaiki karmanya (umat Hindu di Bali percaya leluhur yang sudah meninggal dapat berenkarnasi dalam perujudan anak cucu kembali) untuk peleburan perbuatan buruk ke dalam perbuatan yang baik. Terlebih lagi kalau anak tersebut dapat menjadi manusia yang sempurna. Proses upacara adat pernikahan di Bali disebut ³ Mekala-kalaan (natab banten). Saat itu perkawinan layak atau tidak nya ditentukan oleh seorang Resi. membimbing. sah tidaknya suatu perkawinan adalah sesuai menurut hukum dan agama masing masing.Sebelum seseorang memasuki jenjang perkawinan dibutuhkan suatu bimbingan. dimana sang Resi (Bramana Sista) ini mampu melihat lewat mata batin cocok tidaknya dari pasanngan yang akan dinikahkan. demikian disebutkan dalam Slokantara. itu adalah manfaat jadi manusia. nasehat dan wejangan agar dalam pelaksaanaannya nanti tidak mengalami kendala. orang yang mengerti agama ini akan menerangkan apa yang menjadi tugas dan kewajiban bagi orang yang telah terikat dalam pernikahan sehinggabisa mandiri di dalam mewujudkan tujuan hidup mendapatkan artha dan kama berdasarkan Dharma. Pelaksaan upacara ini dipimpin oleh seorang pendeta yang diadakan di halaman rumah 7 . masalah yang mungkin akan timbul dalam mengarui biduk bahtera rumah tangga. bila tidak cocok atau jodoh akan dibatalkan karena bisa berakibat buruk bagi kehidupan rumah tangga mereka nanti. memeliharanya dan mendidik dengan penuh kasih sayang sesungguhnya suatu yadnya kepada leluhur. Namun seiring masa berganti dan pertimbangan duniawi lebih mempengaruhi orang tua dalam memilih jodoh untuk anak anak mereka dan bukan lagi nilai budi pekerti yang di junjung tinggi Pernikahan adat Bali menggunakan sistem patriarki yaitu semua tahapan dan proses pernikahan dilakukan di rumah mempelai pria. Perkawinan bagi umat Hindu merupakan sesuatu yang suci dan sakral. bimbingan ini diberikan dari orang yang mengerti dan ahli dalam bidang agama Hindu.

Kalau dipandang dari sudut spiritual. y Keris sebagai kekuatan Sang Hyang Purusa (kekuatan lingga) calon pengantin pria. serta pada kedua ujung benang masing-masing dikaitkan pada cabang pohon dapdap setinggi 30 cm. Peralatan Mekala-kalaan dan symbol upacara adat perkawinan Bali y Sanggah Surya/bambu melekungmerupakan niyasa (simbol) istana Sang Hyang Widhi Wasa. Angka 12 berarti simbol dari sebel 12 hari.sebagai titik sentral kekuatan Kala Bhucari yang dipercaya sebagai penguasa wilayah madyaning mandala perumahan. Makalan-kalaan sendiri berasal dari kata Kala yang mengandung pengertian energi. Dengan upacara mekala-kalaan otomatis sebel pengantin yang disebut sebel kandalan menjadi sirna dengan upacara penyucian tersebut. ketampanan. Dari segi spiritual benang ini sebagai simbol 8 . y Kelabang Kala Nareswari (Kala Badeg)simbol calon pengantin yang diletakkan sebagai alas upacara mekala-kalaan serta diduduki oleh kedua calon pengantin. yang diambil dari cerita dihukumnya Pandawa oleh Kurawa selama 12 tahun. kebijaksanaan simbol pengantin pria dan di sebelah kiri sanggah digantungkan sebuah kulkul berisi beremsimbol kekuatan prakertinya Sang Hyang Widhi dan bermanifestasi sebagai Sang Hyang Semara Ratih dewi kecantikan serta kebijaksanaan simbol pengantin wanita. dipandang dari sisi spritualnya sebagai lambang kepurusan dari pengantin pria. tikar adalah sebagai simbol kekuatan Sang Hyang Prakerti (kekuatan yoni). y Benang Putihdibuatkan sepanjang setengah meter. Biasanya nyungklit keris. Adapun maksud dari upacara ini adalah sebagai pengesahan perkawinan antara kedua mempelai dan sekaligus penyucian benih yang terkandung di dalam diri kedua mempelai. Upacara mekala-kalaan ini mempunyai maksud untuk menetralisir kekuatan kala/energi yang bersifat buruk/negatif dan berubah menjadi positif/baik. ini merupakan istananya Dewa Surya dan Sang Hyang Semara Jaya dan Sang Hyang Semara Ratih. y Tikeh Dadakan (tikar kecil)Tikar yang diduduki oleh pengantin wanita sebagai simbol selaput dara (hymen) dari wanita. terdiri dari 12 bilahan benang menjadi satu. Di sebelah kanan digantungkan biyu lalung simbol kekuatan purusa dari Sang Hyang Widhi dan Sang Hyang Purusa ini bermanifestasi sebagai Sang Hyang Semara Jaya sebagai dewa kebajikan.

Selalu ingat dengan penyucian diri. y Suwun-suwunan(sarana jinjingan)Berupa bakul yang dijinjing mempelai wanita yang berisi talas. disamping itu memperingatkan agar tabah menghadapi cobaan dan kehidupan rumah tangga. Siwa) mengisyaratkan kesucian. Cangkul sebagai alat bekerja. Buah kelapa simbol brahman (Sang Hyang Widhi). y Sambuk Kupakan (serabut kelapa). Adapun Perangkat tegen-tegenan ini : 1.Telor bebek simbol manik. y Dagang-daganganmelambangkan kesepakatan dari suami istri untuk membangun rumah tangga dan siap menanggung segala resiko yang timbul akibat perkawinan tersebut seperti kesepakatan antar penjual dan pembeli dalam transaksi dagang. 4. y Sapu lidi (3 lebih). berarti sang pengantin telah siap untuk meningkatkan alam kehidupannya dariBrahmacari Asrama menuju alam Grhasta Asrama. Wisnu. Cangkul sebagai simbol Ardha Candra. setelah itu secara simbolis diduduki oleh pengantin wanita. tamas). di dalamnya diisi sebutir telor bebek. Seekor yuyu/kepiting simbol bahasa isyarat memohon keturunan dan kerahayuan. rajas. diharapkan seperti pohon kunir dan talas berasal dari bibit yang kecil berkembang menjadi besar. agar kekuatan triguna dapat 9 . kemudian dicakup kembali di luarnya diikat dengan benang berwarna tiga (tri datu). Benang Tridatu simbol dari Tri Murti (Brahma. 2. secara manis. kunir. 3. Pengantin pria dan wanita saling mencermati satu sama lain. y Tegen ± tegenanMakna tegen-tegenan merupakan simbol dari pengambil alihan tanggung jawab sekala dan niskala. berkarma berdasarkan Dharma.dari lapisan kehidupan. Kedua Mempelai saling tendang serabut kelapa (metanjung sambuk) sebanyak tiga kali. isyarat saling memperingatkan serta saling memacu agar selalu ingat dengan kewajiban melaksanakan Tri Rna berdasarkan ucapan baik. beras dan bumbu-bumbuan melambangkan tugas wanita atau istri mengembangkan benih yang diberikan suami. Serabut kelapa berbelah tiga simbol dari Triguna (satwam. 5. Ini mengandung pengertian Apabila mengalami perselisihan agar bisa saling mengalah. Simbol Tri Kaya Parisudha. serta secara cepat di masing-masing individu menyadari langsung. prilaku yang baik dan pikiran yang baik. Periuk simbol windhu. Batang tebu berarti hidup pengantin mengandung arti kehidup dijalani secara bertahap seperti hal tebu ruas demi ruas. Serabut kelapa dibelah tiga.

Setelah masuk dalam kamar biasanya calon pengantin wanita tidak diperbolehkan lagi keluar dari kamar sampai calon suaminya datang menjemput. Selain itu air merang pun tersedia untuk keramas. Sesudah acara mandi dan keramas selesai. Rangkaian tahapan upacara pernikahan adat Bali: Upacara Ngekeb: Acara ini bertujuan untuk mempersiapkan calon pengantin wanita dari kehidupan remaja menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga dengan memohon doa restu kepada Tuhan Yang Maha Esa agar bersedia menurunkan kebahagiaan kepada pasangan ini serta nantinya mereka diberikan anugerah berupa keturunan yang baik. Selesai upacara serabut kalapa ini diletakkan di bawah tempat tidur mempelai. Upacara Mesegehagung: 10 . Setelah itu pada sore harinya. Sebelumnya dalam kamar itu telah disediakan sesajen. Hal ini sebagai perlambang bahwa pengantin wanita telah bersedia mengubur masa lalunya sebagai remaja dan kini telah siap menjalani kehidupan baru bersama pasangan hidupnya.terkendali. Mungkah Lawang (Buka Pintu): Seorang utusan Mungkah Lawang bertugas mengetuk pintu kamar tempat pengantin wanita berada sebanyak tiga kali sambil diiringi olehseorang Malat yang menyanyikan tembang Bali. Isi tembang tersebut adalah pesan yang mengatakan jika pengantin pria telah datang menjemput pengantin wanita dan memohon agar segera dibukakan pintu. seluruh tubuh calon pengantin wanita diberi luluran yang terbuat dari daun merak. y Tetimpugadalah bambu tiga batang yang dibakar dengan api dayuh yang bertujuan memohon penyupatan dari Sang Hyang Brahma. dan beras yang telah dihaluskan. pernikahan adat bali akan dilanjutkan dengan upacara di dalam kamar pengantin. Pada saat acara penjemputan dilakukan. kunyit. pengantin wanita seluruh tubuhnya mulai dari ujung kaki sampai kepalanya akan ditutupi dengan selembar kain kuning tipis. Dipekarangan rumah juga disediakan wadah berisi air bunga untuk keperluan mandi calon pengantin. bunga kenanga.

Selanjutnya. gula. nagasari. beras. Upacara dipimpin oleh seorang pemangku adat atau Balian Mewidhi Widana: Dengan memakai baju kebesaran pengantin. kemudian keduanya ditandu lagi menuju kamar pengantin. Acara ini dipimpin oleh seorang pemangku merajan Mejauman Ngabe Tipat Bantal: Beberapa hari setelah pengantin resmi menjadi pasangan suami istri.Sesampainya kedua pengantin di pekarangan rumah pengantin pria. Acara ini merupakan penyempurnaan pernikahan adat bali untuk meningkatkan pembersihan diri pengantin yang telah dilakukan pada acara acara sebelumnya. terutama kepada para leluhur. Acara ini dilakukan untuk memohon pamit kepada kedua orang tua serta sanak keluarga pengantin wanita. bahwa mulai saat itu pengantin wanita telah sah menjadi bagian dalam keluarga besar suaminya. bermacam buah±buahan serta lauk pauk khas Bali. maka pada hari yang telah disepakati kedua belah keluarga akan ikut mengantarkan kedua pengantin pulang ke rumah orang tua pengantin wanita untuk melakukan upacara Mejamuan/menerima tamu. Untuk upacara pamitan ini keluarga pengantin pria akan membawa sejumlah barang bawaan yang berisi berbagai panganan kue khas Bali seperti kue bantal. the. keduanya menuju merajan yaitu tempat pemujaan untuk berdoa mohon izin dan restu Yang Kuasa. mereka melaksanakan upacara Mewidhi Widana yang dipimpin oleh seorang Sulingguh atau Ida Peranda. 11 . kopi. apem. alem. keduanya turun dari tandu untuk bersiap melakukan upacara Mesegehagung yang tak lain bermakna sebagai ungkapan selamat datang kepada pengantin wanita. kuskus. cerorot. sirih pinang. Ibu dari pengantin pria akan memasuki kamar tersebut dan mengatakan kepada pengantin wanita bahwa kain kuning yang menutupi tubuhnya akan segera dibuka untuk ditukarkan dengan uang kepeng satakan yang ditusuk dengan tali benang Bali dan biasanya berjumlah dua ratus kepeng Madengen±dengen: Upacara ini bertujuan untuk membersihkan diri atau mensucikan kedua pengantin dari energi negatif dalam diri keduanya. kekupa.

2 Saran ± Saran Bali memiliki banyak kebudayaan alangkah lebih baik jika kebudayaan itu kita jaga dan lestarikan bersama sebagai citra bangsa Indonesia DAFTAR PUSTAKA 12 .1 Kesimpulan Jadi secara garis besar suku bangsa Bali merupakan suatu suku bangsa yang memiliki potensi kebudayaan yang sangat tinggi dan sebagai sumber devisa tertinggi di negara Indonesia 3.BAB III PENUTUP 3.

google.or.mozilla:enUS%3Aofficial&channel=np&biw=1280&bih=616&source=hp&pbx=1&oq=hukum+adat+b al&aq=0&aqi=g1&aql=&gs_sm=&gs_upl=&bav=on.org/wiki/Bahasa_Sasak http://www.id/search?q=makalah%20kebudayaan%20di%20bali&ie=utf8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.com/tag/hukum-adat-bali/ http://www.wikipedia.r_gc.mozilla:en-US:official&client=firefoxa&source=hp&channel=np#pq=makalah+kebudayaan+di+bali&hl=id&cp=14&gs_id=2v&xh r=t&q=hukum+adat+bali&pf=p&sclient=psy-ab&client=firefox-a&rls=org.http://id.osb&fp=e7b03274a5 0cf41e 13 ..r_pw.co.2.cf.hukumhindu.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->