P. 1
11 Ej Surayasa Doc

11 Ej Surayasa Doc

|Views: 21|Likes:
Published by Grisofy Pangaribuan

More info:

Published by: Grisofy Pangaribuan on Feb 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2012

pdf

text

original

ECOTROPHIC ♦ 5 (1) :63 - 69 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BANJIR PADA SALURAN DRAINASE SISTEM III DI KOTA SINGARAJA

N Surayasa 1), I N Merit 2), dan I N Sunarta 3)
PS Teknik Sipil Unwar Environment Study, Master Program Udayana University
1)

ISSN: 1907-5626

2,3)

ABSTRACT The problems which arise in every rainy season in Singaraja are flood and the back up of water. They are caused by the inability of totally functioning drainage system. The lack of awareness and participation of the society in maintaining the drainage system nearby causes clogging in the drainage system caused by industrial garbage or those come from houses. This research is aimed at knowing the suibility of the debit capacity of drainage system and the factors causing flood in drainage system III in Singaraja city. The reason why the analysis of flood was conducted is because flood often appears in this location, and in this city there are also : (1) area of water source called Mumbul (source of fresh water or municipal waterworks). If the flood flows into this area, it will be worrying that the water will be polluted and the water pump will be broken, (2) market, (3) shopping area, and (4) housing. This research was conducted since March until June 2008 at drainage system III in Singaraja city around Tasbih street, Anggrek street, Leli street, Kenanga street, Flamboyan street, Tukad Mumbul, and A.Yani street. To know the debit capacity of the drainage system (Qs) and factors causing flood in drainage system III in Singaraja city, the analysis using mathematical model was conducted, in this case drainage dimension, debit surface running of water (Qp), and flood debit (Qb) were used as the input. Meanwhile, the factors influencing why the society threw garbage into the drainage were analyzed based on the descriptive method. The result of the research shows that the capacity the debit at Tasbih street, Leli street, Anggrek street, A. Yani Street, Flamboyan street, as well as Tukad Mumbul have been over the capacity, while the capacity of drainage debit at Anggrek and Kenanga Street have matched with planned condition (environment condition), with the Qs=74,66 m3/second; Qp=115,68 m3/second; Qb=6,79 m3/second. From the mathematical model analysis we got contribution of debit caused by change of environment (Ql)=45,27 m3/second and the debit caused by social behavior (Qm)=6,35 m3/second. The act of society that brings effect to flood is the act of throwing garbage in disposal area and this causes the increase of water debit until 3,37 m3/second; keeping the garbage in an empty place causes the increase of 0,56 m3/second; and directly throwing garbage into the drainage (upper course) causes the increase of 2,25 m3/second. Factors affecting society throwing garbage into drainage are : lack of disposal area, no punishment for those who break the rule (28,57%), the society’s view on dirty place of drainage system (71,43%) and the permissive society to the rule of throwing garbage (71,43%). Key word : flood, the change of the environment, the act of the society. ABSTRAK Permasalahan yang mengemuka pada setiap musim hujan di Kota Singaraja adalah banjir dan genangan air. Banjir dan genangan air disebabkan oleh fungsi dan pembuangan air (drainase) belum tertangani secara menyeluruh. Kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memelihara saluran drainase yang ada di sekitarnya menyebabkan terjadi penyumbatan saluran drainase oleh sampah industri maupun sampah rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kapasitas debit saluran drainase dengan kondisi rencana (kondisi lingkungan) dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya banjir pada saluran drainase sistem III Kota Singaraja. Kajian banjir di lokasi ini dilakukan karena selain merupakan daerah rawan banjir, juga terdapat : (1) areal mata air Mumbul (sumber air minum PDAM Singaraja). Jika banjir sampai menggenangi areal ini, dikawatirkan airnya menjadi tercemar, dan rusaknya pompa air; (2) pasar; (3) pertokoan, dan (4) permukiman penduduk. Penelitian ini dilakukan sejak Maret sampai Juni 2008 pada saluran drainase sistem III Kota Singaraja (pada ruas Jl. Tasbih, Jl. Anggrek, Jl. Leli, Jl. Kenanga, Jl. Flamboyan, Tukad Mumbul, dan Jl. A.Yani Kota Singaraja) Untuk mengetahui kapasitas debit saluran drainase (Qs) dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya banjir pada saluran drainase sistem III Kota Singaraja, dilakukan analisis menggunakan metode model matematis dimana sebagai input adalah dimensi saluran, debit limpasan permukaan (Qp), dan debit banjir (Qb). Sedangkan faktor-faktor yang

63

Kenanga sesuai dengan kondisi rencana. Tasbih.56 m3/dt.35 m3/dt. bila terjadinya luapan atau banjir sebesar Qb maka dapat dikatakan sebagai akibat dari berkurangnya Qs (saluran tersumbat). juga terdapat : (1) areal mata air Mumbul (sumber air minum PDAM Singaraja). Besar masing-masing kontribusi yaitu perubahan lingkungan sebesar Ql =Qp-Qs. Ql=Qb. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas debit saluran drainase pada ruas Jl. c) bila Qb<Qp–Qs. Mumbul. Masing-masing faktor dan besar kontribusinya sebagai penyebab banjir pada saluran drainase dianalisis dengan metode model matematis : 1. dan membuang langsung ke dalam saluran (hulu) menyebabkan peningkatan debit air 2. besarnya Qs=74.79 m3/dt. A. Qk=debit akibat kombinasi (Ql+Qm). ada faktor lain yang mereduksi luapan seperti adanya penguapan. Jl. HASIL DAN PEMBAHASAN Dimensi Saluran di Lokasi Banjir Berdasarkan hasil pengamatan dan pengukuran langsung dimensi saluran untuk masing-masing lokasi dapat disajikan pada Tabel 1. luapan terjadi karena dua faktor penyebab secara bersama-sama yaitu perubahan lingkungan dan perilaku masyarakat. Keterangan: Qb=debit banjr. A.Yani.63 m3/dt dan debit akibat prilaku masyarakat (Qm)=6. Qs=debit limpasan permukaan. Jl. Untuk Qp  Qs. Jika banjir sampai menggenangi areal ini. dan (4) permukiman penduduk. Kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memelihara saluran drainase yang ada di sekitarnya menyebabkan terjadi penyumbatan saluran drainase oleh sampah industri maupun sampah rumah tangga. dan perilaku masyarakat Qm = Qs+Qb-Qp.66 m3/dt. serta Tukad Mumbul sudah melebihi kapasitas. Dari analisis model matematis diperoleh kontribusi debit akibat perubahan lingkungan (Ql)=58. b) bila Qb > Qp–Qs. Jl. sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan metode dokumenter dari dokumen resmi milik pemerintah (data curah hujan dari Dinas PU Kab. sedangkan kapasitas debit saluran drainase pada ruas Jl. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap warga masyarakat membuang sampah ke dalam saluran drainase tersebut adalah metode analisis deskriptif dengan sejauh mungkin dilengkapi dengan analisis komparatif. tidak adanya sanksi bagi yang melanggar aturan (28.25 m3/dt. (2) pasar. Qm=debit akibat pengaruh perilaku masyarakat.ECOTROPHIC ♦ 4 (2) : 73 . PENDAHULUAN Permasalahan yang mengemuka pada setiap musim hujan di Kota Singaraja adalah banjir dan genangan air. Flamboyan yang dilakukan sejak Maret sampai Juni 2008. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilakukan pada saluran drainase meliputi wilayah Kelurahan Kaliuntu pada ruas jalan Jl. Jadi faktor penyebab banjir adalah perilaku masyarakat dengan kontribusi sebesar Qm = Qs–Qp+Qb. Leli. Anggrek. Qm=0.04 m3/dt. pandangan masyarakat terhadap saluran drainase tempat yang kotor (71. faktor penyebab banjir adalah terjadinya perubahan lingkungan dengan kontribusi Ql=Qb. penyerapan dalam saluran dan sebagainya. dikawatirkan airnya menjadi tercemar. Qb=6. Qp=129.Ql=debit akibat pengaruh lingkungan. a) bila Qb =Qp–Qs.79 ISSN: 1907-5626 mempengaruhi terhadap masyarakat membuang sampah ke dalam saluran drainase dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian kapasitas debit saluran drainase dengan kondisi rencana dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya banjir pada saluran drainase sistem III Kota Singaraja. Yani. dan rusaknya pompa air. Qp dianggap tetap. menyimpan sampah di tempat kosong menyebabkan peningkatan debit air 0. 64 . Buleleng. Jl. Flamboyan. Tasbih. data tata guna lahan dari Bappeda Kab. Qs=kapasitas saluran. (3) pertokoan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku masyarakat membuang sampah ke dalam saluran drainase adalah: kurangnya tempat penampungan sampah (TPS).37 m3/dt.43%) dan sikap permisif masyarakat terhadap pelanggaran pembuangan sampah (71. Leli. Perilaku masyarakat yang berpengaruh terhadap banjir yaitu membuang sampah di lokasi TPS menyebabkan peningkatan debit air 3. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode observasi (pengukuran. Hal ini terjadi akibat dari kurangnya partisipasi (perilaku) masyarakat dalam pengelolaan saluran. Buleleng). Jl. Jl. 2. Satuan (m3/dt).57%). Kata kunci : banjir. Jl. perubahan lingkungan. perilaku masyarakat. Banjir dan genangan air disebabkan oleh fungsi dan pembuangan air (drainase) belum tertangani secara menyeluruh. Anggrek dan Jl. pengamatan secara langsung di lapangan). Lokasi ini dipilih karena selain merupakan daerah rawan banjir.43%). Untuk Qp > Qs.

15 430.40 0.25 0.96 Sed.9 120 87.8 4.35 5 198. Tasbih (timur) Trapesiun 65 43 Jl. A.55 7. % eg al en dr an A sti na B r. Anggrek (utara) Trapesium 65 43 Jl. Sampah ini selanjutnya dikumpulkan di TPS (transfer depo). Flamboyan Tk. dihitung berdasarkan waktu konsentrasi dan panjang lereng lahan (V =L/tc). Mumbul b (m) h (m) V (m/dt) 0.75 130.503 0.0002 0. Persepsi Dinas Kebersihan dan Pertamanan a) Sampah rumah tangga yang terkumpul di tempat sampah yang diletakkan di masing-masing telajakan depan rumah diangkut oleh petugas RT (swadaya) dengan menggunakan gerobak milik DKP.02 Elevasi (m) Panjang Hulu Hilir (m) 6.40 5.064 80 0.00 6.243 30 0. LOKASI BENTUK Ba Bb Jl. Canging Segi empat 215 215 8 Sodetan Atas Segi empat 150 150 9 Tk. disajikan dalam Tabel 4.25 170. Leli (timur) Segi empat 120 120 Jl.25 132. A=luas penampang debit (b x h). Sampah ini selanjutnya dikumpulkan di TPS (transfer depo). 1.278 0. Kenanga Jl.275 5. A.40 50 6. Terbangun Tidak Terbangun Luas (ha) KELURAHAN Gambar 1 Grafik Tata Guna Lahan Banjir Historis Debit luapan banjir adalah air yang meluap dari saluran drainase.00 0.27 5.355 1.28 0.30 5. Mumbul Segi empat 295 295 165 165 h 56 45 50 45 45 80 112 45 80 56 70 63 120 145 45 ø PENYEMPITAN (cm) Ba Bb h ø Ket Luas (m2) 0. a K aj an a K n al iu nt u K B r.96 1.3 6. b) Sampah di sepanjang jalan (guguran daun pohon.20 5. Yani Jl.25 1.0006 0.5 60. 2.00 6.90 0.5 100 Keterangan : b=lebar rerata genangan banjir. dan mengalir di luar saluran drainase.35 5. Proses ini dilaksanakan setiap hari (pagi dan sore).00 6. Sedangkan wawancara dengan masyarakat di lokasi banjir melalui daftar pertanyaan.13 5.00 80.32 6.43 6.0006 0.56 0. terhadap 14 responden dari 113 KK (kuota 14%) di kawasan drainase sistem III Kota Singaraja. Tasbih (barat) Segi empat 50 50 1 Jl. S=kemiringan muka air (dasar saluran) yaitu perbedaan elevasi saluran antara titik terjauh dibagi dengan panjang saluran. Ø=diameter/garis tengah gorong-gorong (m).50 0. Persepsi Masyarakat Hasil wawancara terstruktur tentang pengelolaan sampah masyarakat.50 5.92 No 1 2 3 4 5 Tata Guna Lahan 120.35 5.25 236.25 270.60 50 6.035 5.064 0.24 4.00 0.0018 Keterangan: Ba=lebar ambang atas saluran (m). hasil observasi.00 100.0040 0. Yani (selatan) Lingkaran 6 Flamboyan Segi empat 50 50 240 240 7 Tk.64 40 Sed. T 65 . Debit luapan (Qb) dihitung menggunakan rumus rational berdasarkan data banjir historis.ECOTROPHIC ♦ 5 (1) :63 . Tasbih Jl. Proses ini dilaksanakan setiap hari (pagi dan sore).0040 0.24 4.75 130.50 0. Anggrek Jl.55 107. Bb =lebar ambang bawah saluran (m). Hasil Analisis banjir historis dapat dilihat pada Tabel 3. V = kecepatan aliran.80 A (m2) Qb (m3/dt) 0.0005 0. Anggrek Trapesium 60 40 2 Jl.4545 0. ceceran domestik) disapu dan diangkut oleh petugas (DKP). L = panjang lereng dan tc = waktu konsentrasi. Kenanga Segi empat 95 95 4 Jl.05 0.53 1. V=kecepatan aliran banjir.0004 0.3 6.0002 0. Leli Jl.25 270.28 5.795.25 217. Curah Hujan Tabel 2 Curah Hujan Harian Maksimum Stasiun Singaraja Tabel 3 Hasil Pantau Banjir Historis (Qb) No. hasil observasi. sph 0.28 3.0002 0.68 1.523 0.55 1.65 1.35 1.70 5.00 40.35 5.743 ISSN: 1907-5626 100 100 0.243 0.69 3.13 10.00 50 6.00 0. 1 2 3 4 5 6 7 LOKASI Jl.00 6.40 0.27 6.27 2.28 1.30 50 6.275 5.493 0.00 0.10 0. Kenanga (utara) Trapesium 65 43 Jl.28 2.0005 0.243 0. c) Pengelolaan sampah berikutnya berupa pengangkutan yang dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Singaraja yaitu dari TPS (transfer depo) yang ada ke TPA Bengkala.00 0.00 0. h=tinggi rerata genangan banjir. Pengelolaan Sampah Masyarakat Wawancara dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Buleleng dilakukan secara langsung tentang bagaimana pengelolaan sampah di wilayah studi.00 1.4034 0.00 20.69 Tabel 1 Pengukuran Dimensi Saluran NORMAL (cm) No.35 5. 1.90 0.00 5. Ja K w p.0242 0.38 1.720.243 0.00 Tahun 2002 2003 2004 2005 2006 Data hujan (mm) 40. Kenanga (barat) Segi empat 80 80 5 Jl.50 2.50 1.00 60.35 5 S 0.55 95.14 0. Leli (barat) Trapesium 65 43 3 Jl.00 0.503 0. Qb=A x V.

02 Qm = debit banjir yang diakibatkan oleh faktor perilaku masyarakat.4 4.17 Qb<Qp-Qs 30.00 6.17 6 Jl. Analisis Besar Pengaruh Faktor Penyebab Banjir Besar pengaruh masing-masing faktor penyebab banjir terhadap terjadinya banjir yaitu: bila Qp  Qs.24 0.ECOTROPHIC ♦ 4 (2) : 73 .00 0.06 0. mengapa hal tersebut bisa terjadi ? Setujukah anda terhadap pendapat bahwa saluran drainase adalah merupakan tempat nista (kotor) ? Apakah menurut anda saluran drainase merupakan tempat yang penting ? Selain untuk menyalurkan air dan limbah.00 0.00 2.04 74.6 4.00 100.79 ISSN: 1907-5626 Tabel 4 Data Wawancara Pengelolaan Sampah Masyarakat No Pertanyaan 4. bila Qp > Qs dan Qb = Qp – Qs maka seluruh banjir adalah akibat perubahan lingkungan (Ql).14 adalah (1) atau (2). maka hasil analisis faktor penyebab banjir dapat dilihat pada Tabel 5.32 Qb<Qp-Qs 4.36 53.00 241.91 Qm % 41. Qk = debit banjir yang diakibatkan oleh faktor komplikasi antara perubahan lingkungan dan perilaku masyarakat = Ql+Qm.2 4. Dengan menggunakan rumus model matematis. kapasitas penampang saluran (Qs).00 100.11 4.35 0. Kenanga 1.12 4.32 17. Tabel 5 Analisis Faktor-faktor Penyebab Banjir Hasil Pengolahan Data Matematis Qs Qb Qp-Qs Qp Ql Qm Qk No Lokasi Saluran Pertaksamaan Pertaksamaan (m3/dt) (m3/dt) (m3/dt) (m3/dt) (m3/dt) (m3/dt)(m3/dt) 1 Jl.14 Rerata 18.17 0. Flamboyan 4.73 3 Jl.68 0.00 458.38 0.27 Qp > Qs 6.44 4 Jl.13 4.24 Qp > Qs 4. Kenanga Jl.56 1. b.17 4.47 Analisis Faktor Penyebab Banjir Dengan diketahuinya nilai debit limpasan permukaan (Qp).15 Pertanyaan Dalam pengelolaan sampah.00 100.26 0. maka dengan rumus model matematis akan diperoleh nilai debit perubahan lingkungan (Ql).10 4.00 0.35 Qp < Qs 3. (2).14 4. A.5 4.35 2.14 0.97 8. A.69 0. (3). menurut anda bisakah saluran drainase dipakai membuang sampah ? Pernahkah anda mengetahui tentang larangan membuang sampah pada daluran drainase ? Adakah sanksi oleh masyarakat setempat bagi mereka yang membuang sampah pada saluran drainase ? Pernahkah anda melihat tetangga (warga) sekitar membuang sampah pada saluran drainase ? Bila pernah.27 1.63 Total 129.00 0.32 34.14 2 Jl. dan debit banjir historis (Qb).34 2.00 0.78 14. dan bila Qb > Qp – Qs 66 .00 0.63 8.09 0.89 9 Tukad Mumbul 71.74 0.66 6.32 100.53 6.08 0. dan besarnya sumbatan sampah/sedimen (Qm).06 3. Leli 20.00 6.73 0.38 58.00 100.34 0.35 0. Angka (1). sebelum dibuang apakah sampah terlebih dahulu anda pilah ? Dimanakah anda melakukan penyimpanan sampah sementara setelah disapu/dikumpulkan ? Bila sampah langsung dibuang.53 (m3/dt) 0.53 Qp > Qs 17. Anggrek Jl. kemanakah sampah tersebut dibuang ? Belakangan ini banyak orang cenderung membuang sampah ke dalam saluran drainase.44 0.08 Qb>Qp-Qs 0.9 4.63 58.00 30. Leli Jl.7 4.56 Qp > Qs 30.8 4.3 4.42 0.14 Qp > Qs 0.63 6.10 1.91 0. responden dapat memilih lebih dari satu jawaban.01 1.63 Qb<Qp-Qs 17.67 0.56 5 Jl.79 0. Flamboyan Tukad Mumbul Total Rerata Qb (m3/dt) 0. Tasbih Jl.44 Qb<Qp-Qs 6.43 10. maka hubungan tersebut dilakukan pada : Jawaban (responden) (1) (2) (3) (4) 3 4 2 9 8 14 12 5 8 8 3 11 3 10 2 7 1 1 5 1 8 0 4 5 9 2 4 6 2 6 10 2 0 1 2 4 5 1 (5) - Total 14 14 2 14 15 14 13 14 14 14 8 8 14 14 16 Keterangan: a.56 0.00 100.97 1. Anggrek 1. mereka melakukannya dengan Menurut anda.08 0.11 pernah.79 58. apakah anda sering melihat hal tersebut ? Bila jawaban 4. maka seluruh banjir diakibatkan oleh perilaku masyarakat (Qm).32 7 Genangan Sumber Air 0. menurut anda.1 4. Yani 30. Tabel 6 Pengaruh Faktor Penyebab Banjir Faktor Pengaruh No 1 2 3 4 5 6 7 Lokasi Saluran Jl.69 Qp < Qs 2. dan (5) adalah nomor jawaban untuk masing-masing pertanyaan yang dipilih oleh responden. perilaku membuang sampah ke dalam saluran drainase merupakan perilaku yang : Bagaimana komunikasi anda dengan tetangga (warga sekitar) ? Bila anda pada pertanyaan 4. (4).00 0.68 65.97 Ql % (m3/dt) 0. Tasbih 0.04 4. Yani Jl. Untuk pertanyaan tertentu.79 8 Sodetan Bawah 12.09 0.

Udayana. Anggrek.9660 m3/dt).97 m3/dt. Qs = 4. A. Jl. Tasbih. Anggrek dan saluran Jl. dan (2) Jl. Tasbih (0. yaitu saluran drainase pada ruas Jl. oleh karena itu bila Qp > Qs berarti ada peningkatan Qp.63 m3/dt. Kenanga sesuai dengan perencanaan karena masih mampu menampung air limpasan permukaan. sekitar Jl. Namun demikian. Anggrek.0928 m3/dt). Air limpasan permukaan membawa sampah dari hulu (Tukad Canging). Anggrek dan Jl. Yani (30. Uraian di atas menunjukkan. sedangkan faktor kombinasi (Qk) menyebabkan debit sebesar 0.Yani. bahwa kapasitas (debit) saluran drainase pada ruas Jl.14 m3/dt. Tasbih. Jumlah total debit akibat perubahan kondisi lingkungan (Ql) pada saluran drainase tersebut menyebabkan banjir adalah sebesar 58. A.35 m3/dt. Perkembangan ini yang sangat cepat dekat saluran pembuangan menuju system Tukad Mumbul mengakibatkan kapasitas saluran pembuangan eksisting terbatas. bahwa pada saluran tersebut tidak terjadi 67 . serta Tukad Mumbul sudah tidak sesuai dengan perencanaan karena sudah tidak mampu menampung air limpasan permukaan. Diasumsikan bahwa debit aliran permukaan (Qp) pada saat saluran selesai dibangun (Qp rencana) maksimum adalah sebesar Qs. Tabel 6. saluran drainase ruas Jl. Bisma yang merubah struktur lapisan tanah sehingga mengurangi resapan air ke dalam tanah. dan Tukad Mumbul (57. saluran drainase ruas Jl. Kenanga. dan sekitar Jl. Tasbih. A. 2) Saluran drainase ruas Jl. maka dengan rumus model matematis akan dapat diketahui kapasitas debit saluran drainase apakah masih sesuai dengan perencanaan atau sudah tidak sesuai dengan perencanaan. Sedangkan dua saluran drainase lainnya debit limpasan permukaannya lebih kecil dari kapasitas/debit saluran (Qp<Qs). A. yaitu saluran drainase pada ruas Jl. Kawasan studi merupakan daerah perkotaan dengan perkembangan yang sangat cepat sehingga mengalami perubahan tata guna lahan yang sangat cepat pula. Flamboyan. Dari hasil perhitungan model matematis tersebut di atas (Tabel 6) ternyata terdapat dua saluran dengan nilai Qp < Qs. Jl.1726 m3/dt > 0. Leli. Kesesuaian Saluran Drainase terhadap Perencanaan Dengan diketahuinya nilai debit limpasan permukaan (Qp) dan kapasitas penampang saluran (Qs). terlihat bahwa terdapat lima saluran drainase dengan debit limpasan permukaan lebih besar dari debit/kapasitas saluran (Qp > Qs). Sampah ini akan hanyut terbawa ke drainase ruas Jl. Leli yang semestinya dialirkan saluran Jl. Tasbih. Yani justru berbalik arah menuju saluran Jl.ECOTROPHIC ♦ 4 (2) : 73 . Ditemukan saluran drainase Sub dari Tukad Canging yang dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat pembuangan sampah. Leli.04 m3/dt.933 m3/dt). bahwa kapasitas (debit) saluran drainase pada ruas Jl.Yani. Hal ini menunjukkan.7757 m3/dt > 14. Jl. Kenanga dengan nilai Qp = 1.0149 m3/dt).42 m3/dt. Flamboyan. Tasbih terjadi banjir karena tidak mampu menampung air limpasan permukaan dan terjadi sumbatan oleh sampah.9985 m3/dt > 53. Pembangunan perumahan yang disertai peninggian lahan (pengurugan) dan alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi permukiman/perkantoran seperti di daerah Kaliuntu. Kenanga sebenarnya masih sesuai dengan perencanaan karena masih mampu menampung air limpasan permukaan. Sebagaimana diuraikan di depan. Jl. dan saluran drainase pada ruas Jl. Flamboyan. Namun kapasitas (debit) saluran drainase pada ruas Jl.79 ISSN: 1907-5626 maka banjir diakibatkan oleh Ql dan Qm secara bersama sama. saluran drainase ruas Jl. Hal ini disebabkan karena : 1) Saluran drainase ruas Jl. Perubahan Kondisi Lingkungan Terjadinya perubahan kondisi lingkungan pada daerah pengaliran dapat berupa berkurangnya resapan air ke dalam tanah.2636 m3/dt > 0. Dari hasil analisis faktor-faktor penyebab banjir (Tabel 4).0381 m3/dt < 4. Kendran.4165 m3/dt). banjir terjadi juga pada ruas Jl. Penyebab Banjir Hasil analisis menurut Tabel 4 menunjukkan bahwa adanya perubahan lingkungan pada saluran ruas Jl. Anggrek dan Jl.3350 m3/dt > 0. 3) Saluran drainase pada ruas Jl. Adanya sumbatan sampah/sedimen pada saluran ruas Jl. yaitu saluran pada ruas : (1) Jl. Jl. Sampah ini besar kemungkinannya berasal dari tempat penimbunan sampah di ruas Jl. Kenanga (1. Kenanga. Anggrek dan Jl. dan Jl. Leli tidak mampu menampung air limpasan permukaan. sekitar Jl.0964 m3/dt < 1. Jl.10 m3/dt.7561 m3/dt). Flamboyan (4. Berkurangnya resapan air ke dalam tanah terjadi akibat perubahan struktur lapisan tanah bagian atas dan atau terjadinya alih fungsi lahan dari lahan bervegetasi menjadi lahan kurang bervegetasi. sehingga luapan aliran air pada ruas Jl. A. Anggrek (1. Terjadinya peningkatan Qp menunjukkan terjadinya perubahan lingkungan pada daerah pengaliran saluran yang bersangkutan. Yani juga tidak mampu menampung air limpasan permukaan. Qs =1. Debit banjir yang diakibatkan oleh adanya sumbatan sampah/sedimen (Qm) adalah sebesar 6. Kondisi ini sangat berpotensi menyumbat saluran drainase di hilir pada saat musim hujan. Leli (20. Jl.3376 m3/dt). dan Tukad Mumbul. Kenanga dengan membawa sampah dari hulunya. Anggrek dengan nilai Qp = 1.

26 m3/dt. sedangkan kapasitas (debit) saluran drainase pada ruas Jl. Sampahsampah yang terakumulasi ini hanya hanyut pada saat hujan lebat sehingga menyumbat saluran. Saran 1.00%. kedua wilayah penggelontoran di Kota Singaraja yang dilaksanakan setiap hari Senin dan Senin. Banjir diakibatkan oleh perubahan lingkungan (65.Yani.56 m3/dt. A. Di sisi lain.Yani Qp = 30. dan faktor kombinasi menyebabkan banjir sebesar 0. Terjadinya sumbatan tersebut adalah akibat kurangnya pembersihan saluran dan adanya pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya. Qs = 53. Mengacu Tabel 6 terlihat bahwa saluran drainase yang mengalami kombinasi adalah ruas Jl. dengan dibentuk Unit Kerja Kebersihan dan Keamanan Lingkungan (UK3L) 68 .53% dan yang diakibatkan oleh faktor perilaku = 34.74 m3/dt. Perilaku Masyarakat Faktor lain yang menyebabkan terjadinya banjir pada kawasan studi adalah adanya sumbatan sampah dan atau endapan/sedimen pada penampang saluran. Tasbih menyebabkan banjir sebesar Qm = 0. dan membuang langsung sampahnya ke saluran menyebabkan peningkatan debit air sebesar 2.53%).14/0. disebabkan oleh: faktor perubahan kondisi lingkungan yang dapat menyebabkan banjir sebesar 8. atau Qm rata-rata = 0. Jl.79 ISSN: 1907-5626 perubahan lingkungan pada daerah tangkapan hujannya yang menyebabkan nilai Qp tidak meningkat. dan (5) Tukad Mumbul Qp = 71. Pada lima saluran lainnya terjadi hal yang sebaliknya yaitu nilai Qp > Qs. Jl.64% dari debit maksimum yang direncanakan.67 x 100% = 78. atau ditulis: Qpl = Ql/Qs x 100%.47%.34 m3/dt. 2. Kenanga sesuai dengan kondisi rencana. Anggrek menyebabkan banjir sebesar Qm = 3. Keterangan : Qpl adalah tambahan debit aliran permukaan (m3/dt). (3) Jl. Untuk masyarakat Kota Singaraja dan sekitarnya : a) Perlu ditingkatkan keterlibatan lembaga adat/lingkungan setempat dalam bentuk pemberian penyuluhan (sosialisasi) dan mengkoordinir setiap kegiatan kebersihan. Qs = 0.25 m3/dt.47%) dan faktor kombinasi (2%). selanjutnya hal ini disebut perilaku masyarakat. Kapasitas (debit) saluran drainase pada ruas Jl.35 m3/dt. Dengan demikian pada daerah studi telah terjadi sumbatan sampah dan atau sedimen yang menyebabkan banjir Qm = 6. Hasil analisis pada Tabel 5 menunjukkan bahwa banjir yang diakibatkan oleh perubahan kondisi lingkungan = 65.09 m3/dt.ECOTROPHIC ♦ 4 (2) : 73 . A. Banjir yang terjadi pada saluran drainase Sistem III Kota Singaraja. Simpulan 1. Bila nilai Qs dianggap sebagai nilai awal dari kondisi lingkungan daerah pengaliran yang bersangkutan maka besarnya tambahan debit aliran permukaan akibat terjadinya perubahan lingkungan (QPL) adalah perbandingan antara nilai Ql dengan nilai Qs. Perilaku masyarakat yang berpengaruh terhadap terjadinya banjir : membuang sampah di TPS menyebabkan peningkatan debit air sebesar 3. Dengan demikian pada daerah studi telah terjadi tambahan debit aliran permukaan (QPL) sebesar 8. Leli. membuang sampah di tempat kosong menyebabkan peningkatan debit air sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa pada ke lima saluran tersebut dikatakan telah terjadi perubahan lingkungan pada daerah pengalirannya sehingga menyebabkan bertambahnya debit limpasan permukaan (Qp). Anggrek dan Jl. Kenanga menyebabkan banjir sebesar Qm = 2. dan Ql>0. Qs = 14. Flamboyan Qp = 4. Flamboyan. Leli Qp = 20.36 m3/dt. Makin besar nilai Qm menunjukkan semakin besar terjadinya sumbatan atau semakin kecil perilaku masyarakat dalam pengelolaan saluran. Hal ini menjadikan saluran-saluran air maupun pangkung-pangkung yang berada wilayah tangkapan (cathment area) Tukad Mumbul tidak pernah mengalami pembersihan periodik oleh penggelontoran. Besarnya kontribusi debit banjir akibat faktor kombinasi antara perubahan kondisi lingkungan dan perilaku masyarakat adalah Qk = 0. Tasbih Qp = 0. yaitu saluran pada ruas : (1) Jl. Endapan/sedimen menyebabkan kapasitas saluran mengecil dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Hasil analisis pada Tabel 5 menunjukkan bahwa sumbatan sampah dan atau sedimen terjadi pada saluran drainase pada ruas (1) Jl. Sedangkan banjir yang diakibatkan oleh faktor kombinasi = 0.38/10. Tasbih menyebabkan banjir (Qk)= 0.78 m3/dt. dan debit banjir (Qb). Qs = 0.91 m3/dt.01 m3/dt.14 m3/dt. (2) Jl. Besarnya debit banjir yang diakibatkan oleh faktor perilaku masyarakat (Qm) ini dipengaruhi oleh oleh besar debit limpasan permukaan (Qp). dan (3) Jl. Jl.02 m3/dt. (2) Jl. tidak ada yang mengarah ke wilayah Sistem Tukad Mumbul. Tasbih. perilaku masyarakat (34. faktor kurangnya perilaku masyarakat menyebabkan banjir sebesar 0.17 m3/dt.14 m3/dt. serta Tukad Mumbul sudah melebihi kapasitas (tidak sesuai dengan kondisi rencana). Qs = 0.06 m3/dt.91 m3/dt.97 x 100 % = 2.56 m3/dt. besar debit/kapasitas saluran (Qs).38 m3/dt. Faktor kombinasi adalah terjadinya banjir yang disebabkan oleh dua faktor secara bersama-sama.09 m3/dt. (4) Jl.73 m3/dt. yaitu akibat faktor perubahan kondisi lingkungan dan faktor perilaku masyarakat (sumbatan sampah dan atau sedimen).73 m3/dt.34 m3/dt.

2002. Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. 2000. dan Menyingkirkan Sampah. b) Perlu dijalin hubungan kerja sama antar lembaga adat. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Singaraja. Masalah. DAFTAR PUSTAKA Adnyana. M. Untuk Pemerintah Kabupaten Buleleng : a) Perlu disosialisasikan pembuatan sumur resapan di setiap permohon IMB untuk mengurangi laju limpasan permukaan. Puja. 2004. Arsyad. armada angkutan sampah dan pendanaan unit kerja kebersihan dan keamanan di tiap-tiap lingkungan (investasi lingkungan). Widyatmoko.. Soemarto. Fakultas Pertanian.S.T. 1987. Bogor : IPB Press. Suparta. 2001. Wiyanti. N. Suripin. Hindarko. Leli (Tukad Canging) diteruskan ke utara menyebrang jalan A. pemerintah dan tokohtokoh masyarakat untuk kelancaran kerja dan pendanaan UK3L yang dibentuk bersama. Jakarta : Usaha Nasional. 1989. Untuk para peneliti dibidang lingkungan. Yogyakarta : Nafiri Offset. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.79 ISSN: 1907-5626 yang bertanggung jawab atas kebersihan dan keamanan lingkungan. M. S. Gajah Mada dapat mengurangi aliran menuju sungai Mumbul. Drainase Perkotaan. 1983. Chow. 2004. Konservasi Tanah dan Air. 2001. Universitas Udayana.. Surabaya : Erlangga. Jakarta : Esha. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.D. H. 2000.. Metode Penelitian Partisipatoris. Denpasar : Jurusan Ilmu Tanah. Studi Kasus Saluran Drainase Sistem IV Kota Denpasar. Anonim. c) Perlu dibuat saluran ke arah timur di sebelah Kantor Pos atau Kantor Telkom agar saluran di Jl. Trigunasih. W. d) Pemerintah perlu menambah sarana persampahan seperti disediakan TPS. 2. Hidrologi : Teori. kemudian berbelok ke barat menuju saluran timur Jl. selanjutnya ke laut. Diara. Br.ECOTROPHIC ♦ 4 (2) : 73 .S. dan aliran dapat menuju Tukad Buleleng. Yogyakarta : Andi. Kajian Banjir Kota Denpasar. Singaraja : Pemerintah Kabupaten Buleleng (Bappeda). Mikkelsen. b) Saluran pada ruas Jl. Harto. dan Sintorini. S. Yani. Menghindari. 2004. perlu ada penelitian lebih jauh tentang komponen-komponen lingkungan yang telah berubah serta besar pengaruh masing-masing komponen terhadap banjir pada saluran drainase di Kota Singaraja. Sumarniasih. Denpasar : Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Program Pasca Sarjana. Universitas Udayana. V. 3. W. Ngurah Rai sebelah timur jalan atau Jl. Penyelesaian. pengusaha setempat. S. Dewi Sartika. Hidrologi Teknik. Hidrolika Saluran Terbuka. Jakarta : Abdi Tandur. W. Mengolah. C. 69 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->