P. 1
Edisi 151

Edisi 151

|Views: 107|Likes:
Published by Profesi Online

More info:

Published by: Profesi Online on Feb 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/26/2015

pdf

text

original

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

1

dalam Kepungan Pesaing

Arismunandar

Perburuan Kursi Rektor .............

4 9 15

Prodi Kadaluarsa, Terancam Tanpa Ijazah.............

Tembak Saja Itu.............
Tabloid Mahasiswa UNM Profesi Edisi 151 Novembar Tahun XXXV 2011

Urai data, ungkap fakta, saji berita

www.profesi-unm.org

2 Persepsi
EDITORIAL_

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

Jangan Berleha-leha!
MENJELANG suksesi pemilihan rektor (pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang rencananya akan dihelat awal 2012 mendatang, berhembus desas desus beberapa kandidat yang siap menggeser posisi Arismunandar di kalangan civitas akademika UNM. Meski perhelatannya masih menghitung beberapa bulan, namun sejumlah nama sudah mulai digadang-gadang oleh civitas akademika mulai dari mahasiswa, pegawai, dosen, hingga kepada para petinggi UNM. Namanama tersebut berasal dari top management (Rektorat), pemimpin fakultas (dekan/ mantan dekan), bahkan dosen dari sejumlah fakultas di UNM yang berminat untuk meramaikan hajatan empat tahunan tersebut. Menilik beberapa terobosan yang ditelurkan Arismundar selama menjadi pucuk pimpinan, banyak hal yang telah dicapai. Salah satu kebanggan itu karena UNM menjadi salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki jumlah prodi terbanyak. Namun, terlepas dari itu, satu hal yang seolah diabaikan oleh beberapa pimpinan institusi pencetak generasi Oemar Bakrie ini. Berdasarkan situs yang ditampilkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), terdapat 24 prodi UNM yang masa akreditasinya telah kadarluarsa. Ironis memang, tatkala UNM ingin menggelar pesta demokrasi akbarnya, justru dikagetkan dengan sejumlah prodi yang mengantongi izin “basi”. Akibatnya, prodiprodi “basi” tersebut terancam tak dapat mengeluarkan kertas berlabel IJAZAH yang disebut-sebut sebagai penentu masa depan itu. Kalau sudah begini, sudah pasti puluhan alumni eks IKIP UP ini bakal menjadi pengacara alias pengangguran banyak acara. Keadaan ini memang parah. Meski pimpinan di jajaran universitas telah berkali-kali mengingatkan, namun sejumlah prodi justru mengindahkan instruksi tersebut. Lalu apa yang ditunggu? Apakah mereka siap bubar seperti yang diungkapkan Pembantu Rektor Bidang Akademik UNM, Sofyan Salam? Yakin, tak ada yang menginginkan hal ini terjadi. Memang, sebagian dari mereka telah beralibi, salah satu hambatan tidak diurusnya akreditasinya lantaran belum cairnya anggaran pengurusannya. Ini mengindikasikan jika mereka tak mau disalahkan. Padahal jelas, jika mereka tidak tinggal berleha-leha, ceritanya bisa lain. Karena jelas pimpinan prodi masingmasinglah yang paling bertanggungjawab atas prodinya. Dengan mencuatnya prodi-prodi yang terindikasi basi tersebut, kita tentunya berharap para pimpinan prodi yang bersangkutan tidak lagi tinggal diam. Karena nasib sebagian besar alumni tergantung pada ijazahnya. Sementara saat ini, puluhan alumni institusi berlabel phinisi ini hanya menjadi Sarjana yang siap pulang desa. (*) 085656725xxx Asslamualakum... Tolong profesi bantu tanyakan, bgaimana prosedur untuk pengurusan beasiswa? Trimakasih. Jawaban: Kepala Bagian Kemahasiswaan, Drs. Baliana, M.Pd Regulasi untuk pengurusan beasiswa biasanya dimulai dari program studi (prodi)/jurusan masing-masing. Calon penerima beasiswa nantinya akan mengikuti beberapa tahap seleksi yang telah ditetapkan oleh prodi/jurusan masingmasing. Jika dinyatakan lulus anda berhak mendapatkan beasiswa sesuai dengan yang anda lulusi. Setelah itu akan disesuaikan dengan kouta yang ada. 085696614xxx Asslm alkum,,, Mau Tanya, knp beasiswa PPA dan BBM blum dicairkan? Trima kasih. Jawaban: Staf Ahli PR III, Andi Fajar Asti Untuk beasiswa BBM dan PPA insya Allah minggu ini akan segera cair. Tinggal merampungkan beberapa data saja, misalnya data mahasiswa yang telah menyelesaikan studi, itu akan digantikan dengan calon penerima beasiswa pengganti yang telah diusulkan sebelumnya.

Redaksi menerima opini, saran, dan kritikan terhadap Profesi, mahasiswa, atau birokrasi UNM. Tulisan Anda maksimal 3000 karakter. Redaksi berwenang memotong tulisan Anda tanpa merubah makna, maksud dan tujuan. Kirim tulisan Anda ke email: lppm_profesiunm@yahoo.com Saran dan kritikan ke: 085 256 881 844 atau 085 696 790 648

Kunjungi Kami di

menyajikan berita secara real-time
DESAIN SAMPUL: IMAM ILUSTRASI: DOANK

Pelindung: Arismunandar Penasihat: Sofyan Salam, Andi Ikhsan, Hamsu A. Gani, Nurdin Noni, Kamaruddin, Baliana Dewan Pembina: Abdullah Dola, Hazairin Sitepu, Mukhramal Aziz, Uslimin Pemimpin Umum: Rahmat Fadhli Sekretaris: Yusrianti Hanike Bendahara: Parni Divisi Penerbitan: Isnaeni Dahlan (Pemimpin Redaksi) Divisi Penyiaran: Nurhasni (Station Manager) Divisi Online: Sahrul Alim (Kepala Divisi) Divisi Penelitian dan Pengembangan: Sitti Marlina (Kepala Litbang) Tabloid Mahasiswa PROFESI diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan dan Penyiaran Mahasiswa (LPPM) Profesi Universitas Negeri Makassar STT : 1635/SK/Ditjen PPG/1990. Pemimpin Umum/Penanggung Jawab : Rahmat Fadhli Pemimpin Redaksi: Isnaeni Dahlan Sekretaris: Yusrianti Hanike Bendahara: Parni Redaktur: Asri Ismail Reporter: Sutrisno Zulkifli, Nurjanna Jamaluddin, Fahrizal Syam, Andini Ristyaningrum, Rukmana Mansyur, Sudarmi, Fotografer: Fajrianto Jalil, Layouter/Grafis: Imam Rahmanto, Manager Sirkulasi dan Iklan: Muhammad Ilham Redaksi LPPM Profesi UNM : Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lt I Rektorat Lama, Gunung Sari Universitas Negeri Makassar (UNM) atau Kompleks Jl. Dg. Tata Raya, Kompleks Hartaco Indah Blok IV AB No.1, Telp. (0411) 887964, e-mail: lppm_profesiunm@yahoo.com, website: www.profesi-unm.org
Dalam proses peliputan, wartawan PROFESI dibekali tanda pengenal atau surat tugas dan dilarang meminta atau menerima pemberian dalam bentuk apapun.

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

Mozaik 3
gi ini. Ia juga mengaku tidak mendapat kucuran dana dari pihak birokrasi. Guna menanggulangi perihal dana, pihaknya menggelar kegiatan bazar di tiap fakultas dan mengumpulkan infaq dari setiap pengurus komunitas. “Kita hanya komunitas, bukan bagian resmi dari universitas dan belum mengantongi izin makanya belum dapat dana”, ungkap mantan pengurus Maperwa UNM periode 2010-2011 ini. Menurut Arismunandar, kegiatan ini sangat berguna untuk menguatkan karakter spirit orange pada mahasiswa guna menuju world class university. Lebih lanjut ia menerangkan peran-peran mahasiswa dalam kemajuan universitas. Menurutnya, dalam berlembaga seharusnya mahasiswa menerapkan falsafah akar rumput, “Jangan seperti akar jenggot yang akarnya di atas, sehingga peran lembaga itu lebih kuat di kampus jika dimulai dari bawah,” ungkap Guru Besar Ilmu Pendidikan ini. Selain itu, Aris juga menjanjikan beasiswa bagi mahasiswa yang dinyatakan berprestasi pada kegiatan training ini. “Nanti laporkan pada PR III saja, pasti kita akan siapkan kuota buat mereka menerima beasiswa”, terangnya pada panitia. (FAJ)

Training Akademik Kuatkan Karakter
MELIHAT masalah kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar(UNM) saat ini, mahasiswa yang terhimpun dalam komunitas yang mengatasnamakan diri sebagai Spirit Orange berinisiatif melaksanakan training akademik. Training tersebut bertemakan “Training Akademik Generasi Baru Penerus Bangsa”. Kegiatan ini dihelat pada 30 Oktober 2011 dengan menghadirkan Rektor UNM, Arismunandar dan Pembantu Rekor Bidang Kemahasiswaan, Hamsu Gani sebagai pemateri. Kegiatan yang berlangsung selama enam jam di lantai tiga ruang senat ini juga mendiskusikan terkait masalah-masalah kemahasiswaan yang terjadi di UNM dengan konsep yang lebih atraktif. Prihaditya Ramadhan selaku ketua panitia mengungkapkan, tujuan kegiatan ini untuk pengembangan minat dan soft kill mahasiswa. Selain itu, juga untuk menjalin silahturahmi antar sesama mahasiswa di semua fakultas di UNM. Lanjut Prihaditya, untuk peserta, panitia pelaksana membebaskan dari biaya pendaftaran, “Kami tidak memungut sepeserpun dari peserta training”, terang mahasiswa eksponen 07 Fakultas Psikolo-

Snapshot

FOTO: IYAN - PROFESI

KONTRAS.Mahasiswa melaksanakan ibadah di Mushollah jurusan Matematika yang terletak persis di depan WC Umum. Bau pesing tentu saja menggangu kekhusyuan ibadah.

Jalin Keakraban Melalui Kemah Bhakti
PAScA keluarnya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) beberapa tahun silam, kebersamaan antar UKM se-UNM hampir tak pernah lagi dirasakan, penyebab utamanya tak lain karena sekretariat UKM sekarang terpisah-pisah dan berada di luar kampus. Melihat kondisi ini, UKM Resimen Mahasiswa (Menwa) mencoba untuk mengumpulkan kembali seluruh UKM dalam sebuah kegiatan yaitu kegiatan bakti sosial. Kegiatan bakti sosial yang diberi nama Kemah Bakti Wisata ini direncanakan akan diikuti oleh seluruh UKM yang ada di UNM. Ketua panitia pelaksana, Ilham Akbar mengatakan, tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antar UKM di UNM. “Kita ingin mempererat tali silaturahmi dengan sesama UKM,” ungkap pria asal Bulukumba ini. Adapun konsep acara yang akan dilaksanakan yaitu berupa perkenalan lembaga sekaligus bakti sosial. Tidak jauh beda, Sukri selaku Komandan Menwa juga berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, tali silaturahmi antar UKM-UKM bisa tetap terjaga. “Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan juga diKita ingin mempererat tali silaturahmi dengan sesama UKM
Ilham Akbar, Ketua Panitia

lakukan oleh UKM-UKM lain,” ujar mahasiswa jurusan PGSD ini. Mahasiswa eksponen 2007 ini juga prihatin dengan keadaan UKM sekarang ini. Menurutnya, tak ada lagi yang mewadahi UKM-UKM saat ini untuk bersatu. “Sekarang siapa lagi

yang mewadahi kita selain kita sendiri,” tegas pria yang akrab disapa Uky ini. Namun, kegiatan ini sempat tertunda lantaran banyaknya UKM-UKM yang memiliki kegiatan lain seperti perekrutan anggota baru. Selain itu belum adanya kesepakatan dengan Pembantu Rektor III UNM juga menjadi salah satu penyebab tertundanya kegiatan ini. Hamsu Gani meminta agar kegiatan menwa tersebut dilaksanakan di instansi dengan maksud memperbaiki pencitraan UNM di mata Instansi. “Kita usahakanlah membangun citra UNM menjadi lebih baik,” pesannya. (RIZ)

H. Koke, Satpam UNM

Dari Tukang Becak Hingga Terima Penghargaan Presiden
Oleh Isnaeni Dahlan Perjalan hidupnya ia mulai dengan mengayuh kendaraan roda tiga di kota daeng. Mengikuti tes pegawai untuk menjadi satuan pengamanan kampus (satpam) lalu studi selama setahun. Menjadi satpam di Batua selama empat tahun hingga akhirnya ia mendapat panggilan untuk bertugas di Universitas Negeri Makassar (UNM). Sebagian rambutnya sudah memutih. Matanya agak kabur menyiratkan ia selalu merasa gembira. Ialah Haji Koke. Ia sudah mengabdi di UNM semenjak tiga puluh satu tahun silam. Kala itu, usianya masih menginjak dua puluh empat tahun. Tepatnya Oktober tahun depan, ia sudah meninggalkan kampus orange ini karena usia pensiunannya sudah menjemput. Meski ia sudah menyandang status haji, sedikitpun ia tak canggung untuk menjadi petugas satpam kampus. Baginya, apapun profesi yang digeluti sesorang harus dijalankan dengan penuh ketulusan. Haji Koke memang pantas berucap seperti itu. Karena sebelum menjadi satpam, sehari-harinya hanyalah seorang pengayuh becak. Namun, siapa sangka jika profesinya itu membawanya menginjak tanah suci. Pria dari pasangan Hj…. tersebut hulu ketika ia tamat KKP (sekarang setara dengan Sekolah Menengah Atas, red), ia mengikuti tes pegawai dan lulus. Setahun kemudian, ia melamar menjadi satpam. Ia kemudian dinas di Batua. Empat tahun kemudian, ia mendapat panggilan dari UNM. Selama mengabdi di UNM, ia mengaku bangga telah mendapatkan banyak hal. Mulai dari piagam penghargaan sampai hadiah-hadiah lainnya. Bahkan, pada tahun delapan puluhan, ia menerima penghargaan dari presiden Suharto, “Kalau bagi orang lain, biasaji yang penghargaan seperti ini, tapi kalau kami, itu penghargaan luar biasa,” tuturnya berbangga. Selain itu, pria berdarah bumi turatea ini mengaku telah matang dalam hal penjagaan keamanan. Bagaimana tidak, selama menjadi satpam di UNM, ia telah bertugas di berbagai sector. Mulai dari loket pembayaran SPP, rektorat, hingga saat ini yang bertugas di BAAK UNM. Karena itu jualah, dua tahun lalu ia diangkat sebagai kepala satpam unit UNM. Awaluddin Ahmad, rekan satpam Haji Koke yang bertugas di pos rektorat menuturkan, haji koke adalah pribadi yang ramah. Siapapun yang ditemuinya, tidak akan pernah canggung. “Sering sekali ke sini, enak tong perasaan kalau adaki karUrai data, ungkap fakta, saji berita

FOTO: SUTRISNO - PROFESI

RAMAH. H. Koke tampak antusias menceritakan pengalaman hidupnya.

bahkan bisa menghidupi delapan anaknya dengan profesinya sebagai satpam. Bahkan, profesi itu juga telah berhasil membuat istrinya menyandang status yang sama dengannya. Meskipun sebenarnya, pembiayaan itu tidak sepenuhnya dari profesi tersebut. Melainkan tabungannya selama menjadi tukang pengayuh roda tiga yang ia kumpul.

Hidup memang selalu dibarengi dengan rasa syukur. Itu jualah yang diyakini pria yang telah memiliki tujuh belas cucu ini. “Harus rajin-rajin nak bersyukur supaya Tuhan itu selalu menambah rezekita,” tuturnya menyarankan. Haji Koke mengisahkan, sampai dirinya bisa menjadi satpam di UNM. Da-

4 Reportase Utama

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

Perburuan Kursi Rektor
Gendang pemilihan Rektor Universitas Negeri Makasssar (UNM) baru akan ditabuh awal tahun 2012. Namun, sederet nama telah memberikan sinyal menjadi rival Arismundar sebagai pemegang tahta. Mampukah mereka menjadi penantang yang tangguh di tengah posisi Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) itu yang sangat kokoh.

GRAFIS: IMAM - PROFESI

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

Penantang Arismunandar

Reportase Utama 5

Bergerilya

Dalam periode pertama, Rektor UNM, Arismunandar mampu menghadirkan gedung-gedung pencakar langit. Setidaknya, Menara Phinisi yang telah menjulang tinggi ke langit Makassar sebagai bukti, menyusul Menara Tellu Cappa. Dua bangunan ini setidaknya menjadikan mimpi kampus jaket Orange menjadi kenyataan. “Kedua bangunan itu memaksimalkan pelayanan mahasiswa, terutama administrasi kemahasiswaan. Gedung ini juga akan bisa menghidupi universitas,” tegas Arismunandar kepada Profesi akhir pekan lalu. Selama menjadi pucuk pimpinan, Arismunandar banyak membuka program studi baru lengkap dengan akreditasinya. Selain itu, peningkatan kualifikasi dosen juga menjadi perhatian serius dari Guru Besar Fakultas Pendidikan (FIP) itu. Meski Arismunandar menyadari banyak masalah yang belum terselesaikan dalam periode pertamanya. Sebut saja, minimnya fasilitas perkuliahan di beberapa fakultas. “Kita tidak bisa menyelesaikan sekaligus, apalagi pada saat yang bersamaan kita fokus membuka prodi-prodi baru. Anggaran juga sangat terbatas,” terangnya. Secara lugas, pria berdarah Sinjai ini mengaku, saat ini pihaknya sedang sibuk merealisasikan program kerja yang menjadi visi kepemimpinannya. Arismunandar menegaskan, program unggulan yang menjadi konsep-nya sebagai rektor belum tercapai secara menyeluruh. Dia sadar, waktu empat tahun tidak cukup untuk mewujudkan semua impiannya. “Program kerja yang belum rampung terus berproses dan tinggal menghitung hari akan menjadi kenyataan,” bebernya. Masih banyaknya program yang belum rampung menjadi penanda Arismunandar siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinannya untuk periode kedua. Jabatannya sebagai Ketua Senat UNM diprediksi bakal memuluskan langkah men-

duduki kursi paling bergengsi itu. Alumnus administrasi perkantoran IKIP UP ini pun membuka pintu kepada para penantangnya untuk merebut tahta yang digengamnya jika memiliki cukup kemampuan. “Silakan saja, inikan demokratis sehingga siapa saja yang memiliki kemampuan bisa mencalonkan,” pungkasnya.

Prestasi Aris Tak Pengaruhi Pesaing
Meskipun Aris telah membuat institusi ini mencapai banyak prestasi emas, namun itu tidak menyurutkan beberapa nama bergelar professor untuk bersaing. Malahan, keberhasilan menghadirkan gedung raksasa memunculkan beragam spekulasi. Salah satu bakal calon yang diprediksi akan meramaikan pemilihan rektor ini, Husain Syam mengatakan “Secara umum UNM ada kemajuan, sedikit ada akselarasi. Tapi belum maksimal, apalagi jika dibandingkan dengan yang lain kita belum apa-apa,” tegas Dekan Fakultas Teknik (FT) Husain Syam kepada Profesi. Dia mengaku, kampus bekas IKIP ini belum membutuhkan bangunan mewah. Namun, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) terbesar di kawasan timur Indonesia ini membutuhkan fasilitas pendidikan yang bisa bersaing dengan perguruan tinggi di Pulau Jawa. “Fasilitas yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar yang mesti kita benahi, termasuk perangkat-perangkat laboratorium yang mesti disejajarkan dengan teknologi hari ini,” terangnya. Bahkan, Husain mengaku, pemimpin saat ini secara kolektif memiliki karakter peragu dan beternak masalah. Padahal, UNM membutuhkan figure yang punya komitmen yang siap menghibahkan dirinya untuk kemajuan almamater. Kritikan pedas terhadap kepemimpinan Arismunadar menjadi sinyalemen, jebolan doktoral Institut Pertanian Bogor (IPB) siap bertarung.

Figur lain yang diprediksi bakal meramaikan pertarungan empat tahunan itu yakni Mantan Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Mansyur Akil. Bahkan, guru besar Jurusan Bahasa Inggris ini mengaku, telah mengantongi sejumlah ‘surat sakti’ anggota senat. “Sudah banyak yang dorong untuk maju, cuma jangan sampai kalau saya maju, kandidat yang lain malah mundur,” kata Mansyur bercanda kepada Profesi. Mansyur menjelaskan, pemimpin yang sukses mampu menuntaskan program kerja hanya dalam satu periode saja. Ukuran keberhasilan pun bukan banyaknya bangunan bertingkat yang menjalar di tanah universitas. Dia mencontohkan keberhasilannya saat berkuasa (baca– dekan) di Fakultas Bahasa dan Seni, sekarang berganti menjadi Fakultas Bahasa dan Sastra yang layak menjadi panutan. Hanya saja, mantan ketua jurusan bahasa Inggris ini enggan merinci sukses yang ditorehkan saat menjadi pucuk pimpinan. “Contoh kecil, perpustakaan yang merata, transparansi alias keterbukaan, dan kedekatan dengan mahasiswa sangat kental,” bebernya.

Prediksi Incoumbent Minim
Penantang lainnya yang juga diprediksi bakal “mempersempit” langkah Sang Incumbent duduk manis di tahta untuk kali kedua yakni Hamzah Upu yang saat ini menjabat Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahun Alam (FMIPA). Jebolan doctor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini mengaku, siap menjadi pesaing Arismunandar. Tetapi, yang terpenting saat ini adalah dukungan dari senator sebagai pemilik suara. Untuk saat ini pria yang pernah meraih gelar professor termuda mengaku masih meminta petunjuk. “Saya

masih minta petunjuk dulu, kalau diberikan amanah kenapa tidak, Intinya, saya akan Sholat Istiqhara,” katanya. Hamzah menilai Arsimunandar telah menjalankan ‘pemerintahan’ dengan cukup baik. Namun, menurutnya masih banyak yang seharusnya dikembangkan oleh pemimpin saat ini. Hanya saja, guru besar Jurusan Matematika ini masih enggan membeberkan ke publik. Kelemahan ini akan dijadikan senjata pamungkas jika dirinya secara resmi menjadi kandidat orang nomor satu di kampus esk Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Ujung Pandang. “Saya belum bisa berkomentar banyak tentang Pemilihan Rektor (Pilrek) karena panitianya saja belum terbentuk,” ungkapnya. Pesaing yang menyatakan siap maju dalam pesta demokrasi empat tahunan ini muncul dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Tak lain dan tak bukan orang nomor satu di fakultas itu, yakni Arifuddin. Ia mengaku siap. “Saya ini petarung. Jika terlanjur maju, sulit untuk mundur,” tuturnya. Hanya saja, jika melihat aturan yang berlaku dalam pilrek ini, lelaki kelahiran Sinjai tersebut tidak memenuhi syarat lantaran gelar yang disandangnya. Sedangkan, salah satu syarat pasti untuk menahkodai UNM harus ber-title doktor. Tak mau ketinggalan, Dekan Fakultas Seni dan Desain juga digadang-gadang akan berlaga dalam pilrek ini. Meski tak diungkapkan secara langsung, Pembantu Dekan Sarana dan Prasarana FSD Ali Ahmad mangatakan, pimpinannya telah menyatakan siap untuk maju. “Pak Karta mau maju, hanya saja tujuannya bukan untuk menang. Hanya untuk mengutarakan visi dan misinya,” bebernya.

Rival Lama Kembali Muncul
RIVALITAS Arismunandar bukan hanya memunculkan wajah-wajah baru. Wajah lama yang sempat head to head dalam Pilrek September tahun 2007, Wasir Thalib siap “turun gunung.” Kekalahan yang diderita dalam pertarungan sebelumnya telah memberikan cukup pelajaran untuk memenangkan pemilihan kali ini. Dia mengaku, telah menyiapkan strategi khusus untuk menggalang dukungan dari pemilik suara. “Saya siap maju dan pastinya saya tidak ingin kalah kedua kalinya, saya tidak mau masuk dalam lubang yang sama,” ungkapnya. Keinginanannya bertarung semata-mata untuk memperbaiki sistem yang dinilainya amburadul. Sistem pendidikan yang dijalankan UNM selama kepemimpinan Arismunandar dianggap sangat ketinggalan jika dibandingkan dengan LPTK lain di Indonesia. “Kita jauh tertinggal dibandingkan dengan LPTK lain,” tandasnya. Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Sulsel mengharapkan, Pilrek dijalankan secara demokratis tanpa ada diskriminatif. Wajah lama yang diprediksi masih akan bertarung adalah Guru Besar Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Amin Rasyid. Mantan Dekan FBS ini mengatakan, semua syarat untuk mencalonkan diri sebagai rektor telah dipenuhi. Bahkan, dalam Pilrek sebelumya, Amin sukses menembus putaram kedua meski pun akhirnya menelan kekalahan bersama Wasir Thalib, Andi Ima Kesuma, dan Ramli Umar. “Secara pribadi saya memenuhi syarat, saya pernah menjadi guru besar termuda, hanya saja untuk maju lagi saya belum memikirkan itu,” ujar Ketua Majelis Guru Besar UNM itu. Amin pun mengapresiasi kepemimpinan Arismunandar yang memunculkan terobosan baru dalam periode pertamanya. Namun, prestasi itu terciderai dengan banyak mahasiswa yang di droup out selama lulusan doktor Universitas Negeri Malang berkuasa. (TIM)

Tim Reportase Utama

Koordinator: Asri Ismail Reporter : Sutrisno Z, Rukmana Mansyur.
FOTO : ASRI - PROFESI

Urai data, ungkap fakta, saji berita

6 Reportase Utama
PEMILIHAN Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) akan dilangsungkan dengan sistim pemilihan yang baru. Untuk memenangkan pertarungan, kandidat rektor harus meraih sedikitnya 74 suara suara anggota senat dari 93 senator. Jika tidak, suksesi empat tahunan itu bakal berakhir di meja Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas). Dalam Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 24 tahun 2010 tentang mekanisme pengangkatan dan pemberhentian rektor mempertegas peran Mendiknas. Pasalnya, dalam Pilrek kali ini Mendiknas memegang hak suara 35 persen dan 65 persen berada di tangan senator. Pilrek akan melewati dua tahapan, pertama akan berlangsung dalam rapat senat yang akan diikuti semua anggota senat, tahapan kedua akan ditentukan oleh Mendiknas. Sekretaris Senat UNM, Jasruddin mengatakan, mekanisme Pilrek kali ini berbeda dengan tatacara pemilihan sebelumnya. Senat UNM tidak lagi menjadi penentu mutlak kemenangan. Selain senat, suara Mendiknas akan sangat menentukan kandidat yang terpilih. “Menteri memiliki suara 35 persen dan saya pikir ini yang akan sangat menentukan,” ungkap Jas – sapaan akrabnya yang juga Direktur Pasca Sarjana (PPs) UNM itu. Jasruddin mengatakan, Mendiknas memiliki hak suara dalam pemilihan rektor perguruan tinggi negeri karena merupakan pemegang saham universitas. Termasuk UNM berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Nasional. Suara Mendiknas bisa untuk satu orang atau untuk tiga kandidat yang direkomendasikan oleh senat UNM. “Jadi suara itu hak sepenuhnya Pak Menteri,” ujarnya. Guru Besar Pendidikan Fisika itu menjelaskan, Pilrek akan dimulai dengan pemilihan di tingkatan senat. Saat ini, senat beranggotakan 93 orang yang terdiri dari seluruh guru besar dan utusan fakultas. Pemilihan di level senat akan menghasilkan tiga calon yang bakal dikirim ke meja Mendiknas. “Jadi harus tiga nama yang memiliki suara tertinggi yang akan direkomendasikan ke Mendiknas,” terangnya. Kandidat rektor bisa memastikan diri sebagai rektor jika mampu meraup suara 74 dari 93 anggota senat. Angka ini sudah melewati 50 persen suara pemilih, termasuk 65 persen suara senat dan 35 persen suara Mendiknas. “Jika 74 suara sudah dikantongi kandidat, maka suara 35 persen Mendiknas tidak akan berpengaruh lagi , ” tandasnya. Arifuddin, selaku dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) yang juga siap menjadi calon menganggap adanya suara menteri dalam suksesi rektor kali ini menjadi indikasi masuknya nuansa politik dalam ruang lingkup universitas. Dia juga menyesalkan hak suara menteri sebanyak 35% itu. “Kenapa mesti ada suara menteri. Padahal, menteri tidak mengetahui secara jelas calon pemimpin lembaga ini,” ujarnya. Dosen ilmu keolahragaan juga menganggap hal ini akan berdampak kurang baik terhadap universitas.

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

Pilrek Bakal Berakhir di Meja Menteri
Salah satu anggota senat yang akan menjadi pemilih pada pilrek nanti adalah Professor Hasnawi. ia mengungkapkan, kandidat bisa yakin menduduki kursi rektor apabila ia meraih suara senat diatas 50%. Dengan begitu suara menteri tidak berpengaruh lagi. “Kalau calonnya sudah mengantongi suara senator diatas lima puluh persen baru bisa yakin,maka suara menteri tidak berguna lagi” tutur Pembantu Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial tersebut.(TIM)

Senator Fakultas yang Akan Memilih Rektor

Kepanitiaan Pilrek Terabaikan
MENJELANG pemilihan rektor, belum juga ada panitia yang terbentuk. Padahal, di dalam kepmen No. 24 Tahun 2010 tentang pengangkatan rektor dijelaskan bahwa komposisi panitia harus ada lima bulan sebelum pemilihan. Hal ini dibenarkan oleh Dekan FT, Husain Syam (26/10). Menurutnya, akhir November semestinya sudah ada bakal calon muncul. Namun, hingga saat ini belum juga pernah dibahas dalam senat. Ia menilai, ada aroma politik yang sedang dimainkan oleh orang-orang tertentu. “Mungkin saja ada sebuah skenario politik bahwa kalau gong dibunyikan maka akan banyak yang siap,” tuturnya. “Hal ini bisa saja menjadi trik supaya sedikit persiapan orang-orang yang ingin ikut,” tambahnya. Ditemui, Jasruddin selaku sekertaris senat universitas, mengaku tak tahu menahu mengenai keterlambatan pembentukan panitia pilrek. Menurutnya hal ini bukan menjadi tugasnya sebagai orang nomor dua di senat, apalagi dalam pembentukan panitia. “Saya tidak memiliki kekuatan untuk itu, ketua yang menentukan kapan dibentuk kepanitian pilrek ini,” ujarnya. Menanggapi hal ini, rektor UNM, Arismunandar menepis anggapan tentang keterlambatan pembentukan panitia pilrek. Alasannya, semasa menjabat sebagai rektor Ia juga terlambat dilantik. “ Pelantikan saya kan juga terlambat gara-gara pilkada dulu, makanya saya dilantik bulan mei,” ungkapnya. Namun, sebagai ketua senat Arismunandar berjanji akan segera membentuk kepanitian pilrek bulan ini. “ Insya Allah bulan ini, panitia akan kami bentuk,” tutupnya.

GRAFIS: IMAM - PROFESI

Sumber data: Tata Usaha UNM

Jajak Pendapat Profesi

Menuju Nomor Satu UNM
Oleh Sutrisno Zulkifli MENJADI orang nomor satu di sebuah institusi ataupun lembaga bagi seseorang merupakan kebanggaan tersendiri. Terlepas dari tanggung jawab maupun amanah yang diberikan merupakan hal yang perlu untuk menjadi proyeksi bagi seorang pemimpin. Mengingat masa kepemimpinan Arismunandar sebagai rektor Universitas Negeri Makassar sudah berada di ujung periode. Maka dari itu, Divisi penelitian dan Pengembangan Lembaga Penerbitan dan Pengembangan Profesi Universitas Negeri Makassar (Litbang LPPM Profesi UNM) melakukan jajak pendapat terhadap kinerja selama lima tahun kepemimpinan rektor, dan juga harapan bagi sosok pemimpin ideal dalam mengarungi UNM yang sudah berumur 50 tahun ini. Dari 200 kuisioner yang dibagikan kepada seluruh civitas UNM pada Sembilan fakultas dan pascasarjana. Begitu banyak hal yang perlu dibenahi untuk pemimpin kedepannya. Segala yang menjadi borok oleh pemimpin sebelumnya dijadikan bahan pelajaran bukan hanya sang pemimpin tapi seluruh kolega selama kepemimpinannya yang berlalu. Arismunadar yang memulai kepemimpinan dari tahun 2007 bukan tanpa cacat. Segala saran, kritikan dan ide mengalir deras dan seyogyanya menjadi pemacu jika lau masih berjodoh dengan kursi nomor satu di UNM. Hanya 44 persen (lihat grafik) yang menganggap Arismunandar sebagai top leader. Ini mengindikasikan bahwa tidak mecapai setengah dari civitas akademika UNM yang merasa puas terhadap apa yang telah dilakukan oleh pria yang notabene guru besar Fakultas Ilmu Pendidikan tersebut. Menyangkut Program kerja yang dicanangkan berupa fisik maupun yang bersifat non fisik. Yang aneh, ketika begitu banyak masyarakat UNM yang tidak mengetahui program kerja yang dicanangkan oleh rektor selama ini. Kurangnya sosialisasi ataukah memang tidak ada yang dilihat begitu menonjol. Phinisi yang merupakan program pembangunan infrastruktur andalan birokrasi hingga saat ini masih belum dapat diprediksi kapan kelarnya. Menyusul menara Tellu Cappa’ di pascasarjana dan bangunan yang lainnya di penjuru kampus. Dalam program kerja non fisik kualitas alumni UNM menjadi persoalan. Sejauh mana pengawalan pihak birokrasi dalam mengakomodir generasi Oemar Bakrie ini. Tak dapat dipungkiri, bahwa alumnus adalah salah satu instrumen yang menjadi tolok ukur dalam menentukan keberhasilan lembaga ini. Alumni dijadikan penilaian bagi masyarakat luas terhadap apa yang telah mereka dapatkan selama berada di UNM. (lihat grafik) Lembaga Kemahasiswaan yang notabene menjadi tempat pengembangan bakat dan minat di luar ruang kuliah dinilai oleh civitas akademika kurang diperhatikan (lihat grafik). Padahal, selain wadah pengembangan bakat dan minat mahasiswa, juga dijadikan alat sosialisasi untuk lebih memperkenalkan UNM pada masyarakat luar. Bukan hanya itu, yang lebih terpenting yakni untuk meningkatkan akreditasi universitas. Lembaga kemahasiawaan adalah komponen yang harus ada dan setara dengan komponen-komponen yang lain untuk meningkatkan akreditasi UNM lebih baik lagi. Hanya inikah bentuk perhatian pemimpin yang sekarang terhadap lembaga kemahasiswaan? Begitu banyak yang ingin menjadi pemimpin di UNM. Begitu banyak orang yang bertumpu di pundak rektor UNM saat ini. Harapan demi harapan muncul untuk melihat UNM lebih diperhitungkan. Bukan hanya di kawasan Indonesia Timur saja, tetapi juga dapat bersaing di lintas nusantara bahkan mungkin lintas Internasional sekalipun. Semoga saja pemimpin baru nantinya mampu melanjutkan cita-cita perguruan tinggi yang lebih ideal lagi, tidak sekadar visi dan misi, melainkan realisasi dari yang “mereka” janjikan.(*)
Sumber data: Litbang Profesi

SUDUT + Penantang Arismunandar Bergerilya
- Hati-hati serangan fajar...

+ Prodi Kadaluarsa, Terancam Tanpa Ijazah
- Gimana nyari kerja? - Awas polisi!

+ Tembak Saja Itu...
Dg. Tata
Urai data, ungkap fakta, saji berita

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

Ikut SM-3T, Berpeluang Jadi PNS
MAU jadi guru PNS? silahkan ikuti program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T). Kegiatan ini diprogramkan oleh kementerian pendidikan Indonesia. Program ini ditujukan untuk alumni perguruan tinggi negeri keguruan. Bidang studi yang dibutuhkan tersebut adalah PAUD, PGSD, PKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Sejarah, Geografi, Seni Budaya, Ekonomi, Bimbinagn Konseling, Penjaskes, IPA, IPS dan Keterampilan. Adapun syarat-syaratnya, lulusan S-1 kependidikan empat tahun terakhir dari bidang studi yang terakreditasi. Selain itu, memiliki bidang keahlian sesuai dengan mata pelajaran yang di butuhkan dengan IPK minimal 2,57. Syarat fisiknya, berbadan sehat. Bersedia tidak menikah selama mengikuti program SM-3T, memiliki motivasi dan semangat pengabdian yang tinggi, mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat di daerah sasaran. Syarat yang paling diutamakan, yakni memiliki pengalaman organisasi kemahasiswaan. Daerah yang termasuk SM-3T adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Manggarai Timur. Dan Provinsi Papua kabupaten Biak Numfor. Menurut Eko Hadi Sudjiono, Direktur P3G, saatnya mahasiswa berpikir ideal, bagaimana idealismenya semangat sumpah pemuda bahwa kita memandang Indonesia dari sabang sampai merauke. Dimana pun kita berada kita patut mengabdi. Eko menegaskan, yang seharusnya mendominasi pendaftaran ini yaitu mahasiswa dari Sulawesi, Sulsel dan Sul Bar. Pasalnya mahasiswa Sulawesi dianggap kerjanya luar biasa. Alasan adanya program ini adalah untukmenunjukkankeprihatinan terhadap kondisi pendidikan yang ada di Negara kita khusunya daerah-daerah terpencil. “Karena kita harus juga prihatin, masih ada daerah-daerah di Indonesia yang masih membutuhkan pendidikan,” terangnya. Nantinya, mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan Program SM-3T itu ketika kembali akan mendapatkan beasiswa PPG dan sertifikat pendidik. Artinya ketika seseorang sudah mendapatkan sertifikat pendidik maka dia akan langsung jadi PNS (pegawai negeri sipil). Total yang akan dikirim oleh UNM 250 orang tapi masih ada 300 orang yang akan diperebutkan di kota lain. “Artinya ketika animo alumni besar, saya yang akan membawa ke Jakarta dan mudah-mudahan bisa mengisi 300 orang di kota lain itu. Sekarang yang

Info Akademik 7
mendaftar kurang lebih 70 orang mendaftar lewat on-line,” tutur salah satu guru besar UNM tersebut. (SUD)

Kuota Beasiswa PPA Bertambah
PELUANG mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk mendapatkan beasiswa PPA (peningkatan prestasi akademik) terbuka lebar. Karena akan ada tambahan jatah untuk beasiswa PPA sebanyak 250 orang. Menurut Baliana, kepala bagian (Kabag) Kemahasiswaan UNM, mahasiswa yang berhak mendapatkan beasiswa PPA dikhususkan bagi mahasiswa semester III ke atas, dengan Indeks Prestasi Akademik (IPK) minimal 3. Total yang akan diterima mahasiswa sebesar Rp1.050 ribu. Adapun persyaratan mendapatkan beasiswa tersebut, dengan cara memasukkan berkas-berkas yang diminta kepada pihak fakultas masing-masing. Namun sebelumnya, memohon rekomendasi terlebih dahulu kepada pihak jurusan masing-masing. Salah satu mahasiswa, Mimi mengapresiasi adanya penambahan kuota tersebut. “Baguslah kalau bertambah jatah penerima beasiswa PPA sehingga mahasiswa yang memang pantas memperolehnya memiliki kesempatan yang lebih luas lagi. Semoga dalam kepengurusan beasiswa kedepannya berjalan sebagaimana mestinya,” ungkap mahasiswi Fakultas Ekonomi itu. (SUD)

EDOM Online Sebelum Isi KRS
EVALUASI Dosen oleh Mahasiswa (EDOM) yang merupakan program dari Pusat Penjaminan Mutu Universitas Negeri Makassar (PPM UNM) kini telah menerapkan cara yang baru dalam proses penilaian terhadap dosen yakni penilaian secara online. Program yang telah ada sejak 2009 lalu ini, kini tidak lagi menggunakan cara lama yang berupa penilaian secara manual. Tujuan dari EDOM sendiri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih baik dengan melakukan penilaian kepada dosen-dosen yang ada di UNM. EDOM berlaku untuk seluruh mahasiswa UNM yang aktif dan dapat melakukan dimana saja. “EDOM ini bertujuan untuk kepentingan mahasiswa untuk perbaikan pelayanan dan perbaikan proses pembelajaran oleh dosen untuk mahasiswa,” ungkap Fakhri Kahar Ketua PPM UNM. PPM UNM telah me-launching-kan EDOM online sejak Agustus kemarin yang bekerjasama dengan pihak ICT Center UNM sebagai penyedia layanan ini. PPM UNM melakukan berbagai cara untuk mensosialisasikan program mulai dari sosialisasi di setiap fakultas, pemasangan spanduk dan brosur di setiap titik penting di UNM hingga di sektor Pare-pare dan Bone. Namun, hingga saat ini EDOM online belum begitu dikenal oleh mahasiswa UNM. Masih banyak mahasiswa yang belum tahu bagaimana sistem kerja dari EDOM itu sendiri. “Saya tidak tahu mengenai EDOM ¬online, apalagi sistem kerjanya bagaimana, kalau bisa tolong sosialisasi,” ucap A.Yasir Amsal, salah satu mahasiswa UNM. Fakhri Kahar melanjutkan, meskipun program EDOM online ini belum begitu dikenal tapi pihaknya akan terus berusaha untuk meningkatkan informasi demi perkembangan EDOM ke depan. EDOM saat ini akan berbeda dari sebelumnya, dan mulai saat ini dan seterusnya akan diberlakukan peraturan baru, mahasiswa tidak bisa melakukan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) sebelum melakukan EDOM secara online. (NJA).

Urai data, ungkap fakta, saji berita

8 Pariwara

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

Reportase Khusus 9

Prodi Kadaluarsa,
Pembantu Rektor Bidang Akademik UNM, Sofyan Salam mengakui, masih banyak prodi di UNM yang status akreditasinya kadaluarsa. Padahal, menurutnya, akreditsi merupakan cermin kinerja dan menggambarkan mutu, efisiensi, serta relevansi suatu program studi yang diselenggarakan. Oleh karena itu, setiap prodi sudah seharusnya mempertanggungjawabkan akreditasinya masing-masing. Tidak hanya itu, hal paling penting dalam sebuah program studi adalah pengakuan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Namun hingga kini, puluhan prodi di UNM masih tercatat kadaluarsa oleh database yang dimiliki oleh BAN-PT berdasarkan situs resminya. Menurut Sofyan Salam, pihaknya telah lama melayangkan surat pemberitahuan maupun teguran kepada beberapa prodi yang kadaluarsa agar memperbaharui status akreditasinya. Namun, tak selalu diindahkan oleh prodi-prodi yang bersangkutan. “Pemberitahuan kepada semua program studi, baik secara lisan maupun surat telah kami lakukan,” terang guru besar dari Fakultas Seni dan Desain (FSD) ini. Ia juga menambahkan, pemberitahuan ini sudah sejak tahun lalu disosisalisasikan. Hanya saja, beberapa prodi ada yang “membandel” terkait persoalan akreditasi. Bukan hanya itu Pusat Penjaminan Mutu (PPM) UNM yang mengawal mutu UNM tak tinggal diam. Workshop mengenai akreditasi dan izin operasional prodi yang di gelar oleh PPM UNM beberapa waktu lalu, ternyata tidak menuai hasil yang diinginkan. Harapan yang di inginkan oleh Fackhri Kahar sebagai ketua PPM UNM untuk meningkatkan mutu kampus Oemar Bakri ini kendatipun tak tersalurkan, dikarenakan kurangnya perhatian fakultas terhadap pentingnya proses akreditasi. Puncaknya, di beberapa fakultas UNM telah disebarkan selebaran/poster yang menegaskan untuk proses akreditasi ulang tiap prodi. Poster tersebut pun tidak tanggungtanggung karena mengatasnamanakan PR I UNM.

Terancam Tanpa Ijazah
Mahasiswa boleh bangga karena institusinya memiliki penilaian yang baik di mata masyarakat awam. Namun, apa jadinya jika apa yang diharapkan tidak sesuai dengan realita yang terjadi di lapangan. Tidak hanya universitas yang memiliki akreditasi yang tergolong rendah, yakni C, namun sejumlah program studi (prodi) yang ada di Universitas Negeri Makassar (UNM) ternyata menyandang akreditasi yang sudah kadaluarsa.

Ijazah Tidak Bisa Keluar
Meskipun pihak universitas telah gencar melakukan sosialisasi, terbukti masih ada 24 prodi yang dinyatakan kadaluarsa oleh BAN-PT (13/11). Jika sampai akhir November 2011, prodi-prodi tersebut tidak melakukan akreditasi ulang, maka alumninya terancam akan mengalami “penahanan” ijazah, karena usulan akreditasi melewati akhir bulan November 2011 akan diproses pada tahun anggaran 2012. Hal tersebut berdasarkan surat yang dilayangkan oleh Dikti kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Menanggapi itu, Pembantu Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi (FE), Kaimuddin menegaskan pihaknya sementara melengkapi persyaratan untuk akreditasi ulang. Pasalnya, banyak prodi di FE yang telah memasuki masa kadaluarsa. “Bahkan ada yang sudah mencapai setahun kadaluarsanya,” ungkapnya. “Semua proses akreditasi sementara kami jalankan dan sementara diproses

oleh Pusat Penjaminan Mutu,” paparnya. Lanjutnya, proses akreditasi adalah hal yang krusial bagi tiap prodi karena tanpa akreditasi, maka ijazah mahasiswa tidak akan dikeluarkan. “Kalau akreditasi suatu prodi kadaluarsa, maka ijazah tidak bisa dikeluarkan atau ditandatangani,” jelasnya. Sofyan Salam mengakui perihal tersebut, pihaknya tidak akan menandatangani ijazah bagi prodi yang masa akreditasinya habis di tahun 2012. “Kalau sampai batas yang ditentukan maka tidak boleh mengeluarkan ijazah,” tegasnya. Ia pun menambahkan, pengeluaran ijazah tanpa akreditasi prodi bersangkutan maka hukumannya tindak pidana. Disamping itu, Sofyan juga menyarankan bahwa yang paling berperan dalam proses pengajuan akreditasi ini adalah prodi dan fakultas masing-masing. “Tugasnya prodi adalah yakin kalau prodinya telah terakreditasi, bukan yang lain,” ujarnya. Lanjutnya, tiap prodi setidaknya harus mengusahakan akreditasi minimal B. (TIM)
Urai data, ungkap fakta, saji berita

10 Reportase Khusus
PRODI yang paling lama telah kadaluarsa adalah prodi Seni, Drama, Tari dan Musik (Sendratasik). Tertanggal 10 Agustus 2009 silam, prodi ini telah mencapai batas kadaluarsa. Diperparah lagi, prodi ini hanya menyandang akreditasi C. Hal inilah yang membuat PR I, Sofyan Salam memberikan perhatian khusus terhadap prodi ini. Selain itu, selama ini data sendratasik tidak tertib. “Seni yang memang mendapat perhatian khusus, karena progress kerjanya agak lambat sedikit,” tutur guru besar seni tersebut. Sofyan melanjutkan, pihaknya sangat getol dalam mengingatkan sendratasik untuk mengurus akreditasinya. “Inilah yang kami genjot supaya di awal November ini sudah perpanjangan akreditasi. Tidak boleh tidak, kalau tidak, bubar saja,” tegasnya . Menurut Sumiati, mantan ketua prodi Sendratasik sejak pemekaran Fakultas Seni dan Desain (FSD) dari Fakultas Bahasa dan Seni (sekarang Fakultas Bahasa dan Sastra, red), Sendratasik tidak pernah lagi mengurus persoalan akreditasi.“Waktu peralihan kita sibuk mengurus fakultas baru, mana kita sibuk dengan kurikulumnya, sampai itu terlupakan,” jelasnya. Ia menambahkan, pihaknya sudah mencoba menyusun untuk pembaharuan akreditasi. Namun menurut dosen seni tari ini, tiba-tiba dirinya disibukkan lagi dengan program lain yang dianggap lebih penting. “Kita dulu sudah mau menyusun programmnya tapi tiba-tiba ada lagi program PHKI yang mesti diurus. Jadi, kita prioritaskan lebih dulu,” kilahnya.

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

Tanpa Akreditasi,

Bubar!

• Bimbingan dan Konseling (BK) - S1 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 17-11-2010 • Fisika - S1 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 13-10-2010 • Manajemen - S1 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 21-12-2009 • Pendidikan Administrasi Perkantoran - S1 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 30-09-2010 • Pendidikan Akuntansi - S1 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 29-06-2011 • Pendidikan Bahasa Inggris - S1 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 24-08-2011 • Pendidikan Bahasa Jerman - S1 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 03-08-2011
FOTO: FADHLI - PROFESI

KADALUARSA. Beberapa program studi (prodi) di UNM yang terbukti kadaluarsa setelah dibuka melalui situs resmi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) beberapa waktu lalu (13/ 11) di ban-pt.kemdiknas.go.id. Tercatat ada 24 prodi UNM yang dinyatakan kadaluarsa karena masih belum memperbaharui akreditasinya.

Anggaran Akreditasi Tak Jelas

Salah satu kendala tidak terlaksananya akreditasi ulang prodi ini karena tersandung pada persoalan anggaran untuk pengurusannya di pusat. Salah satu prodi yang mengalami hal

ini, adalah prodi sendratasik. Sumiati, mengungkapkan, ia tak bisa mengurus perpanjangan akreditasinya karena tak mendapatkan anggaran. “Dulu kendalanya kita karena tidak ada anggaran,” ujar mantan ketua prodi sendratasik periode 2007-2011, (26/10) Menurut Pembantu Rektor Bidang Sarana prasarana dan Keuangan, A.

Ihsan, untuk anggaran khusus akreditasi memang belum ada yang ditetapkan oleh universitas untuk dialokasikan ke setiap prodi di fakultas. “Anggaran akreditasi itu memang belum ada yang kami anggarkan karena penganggarannya itu sudah menjadi tugas dari fakultas masing-masing,” ungkapnya. (TIM)

• Pend. Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah - S1 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 29-06-2011 • Pendidikan Koperasi - S1 Akreditasi : A Tanggal Kadaluarsa : 26-10-2009 • Pendidikan Luar Biasa - S1 Akreditasi :B Tanggal Kadaluarsa : 27-10-2010 • Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik - S1 Akreditasi :C Tanggal Kadaluarsa : 10-08-2009 • Pendidikan Seni Rupa - S1 Akreditasi :B Tanggal Kadaluarsa : 27-07-2011 • Pendidikan Teknik Elektro - S1 Akreditasi :B Tanggal Kadaluarsa : 08-11-2009 • Pendidikan Teknik Otomotif - S1 Akreditasi :B Tanggal Kadaluarsa : 09-03-2011 • Sastra Indonesia - S1 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 10-08-2011 • Sastra Inggris - S1 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 10-08-2011 • Bahasa Inggris Bisnis - D3 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 15-06-2011 • Otomotif - D3 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 19-10-2011 • Tata Boga - D3 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 19-10-2011 • Tata Busana - D3 Akreditasi : C Tanggal Kadaluarsa : 05-10-2009 • Teknik Mesin - D3 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 19-10-2011 • Teknik Sipil - D3 Akreditasi : C Tanggal Kadaluarsa : 05-10-2009 • Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) - D2 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 09-01-2009 • Pendidikan Guru Taman KanakKanak (PGTK) - D2 Akreditasi : B Tanggal Kadaluarsa : 08-12-2010

Alumni UNM Sulit Terdeteksi
AKREDITASI UNM sendiri yang hanya C, juga menjadi permasalahan tersendiri. Untuk melihat seberapa besar perkembangan UNM, Direktorat Jendral Pendidikan Nasional menilai alumni-alumni yang telah ditelurkan oleh UNM. Namun, salah satu kendala paling besar yang dihadapi team validasi UNM dalam mengurus akreditasi ini adalah susahnya melacak alumni UNM. Hal ini pun diakui oleh rektor UNM Arismunandar. Menurutnya, puluhan ribu alumni UNM hingga kini belum diketahui keberadaannya. “Sampai sekarang, kita memang belum menemukan cara untuk mencari kemana semua alumni UNM,” akunya. PD I FE, Kaimuddin membantah jika hanya alumni yang menjadi pokok penilaian dikti atas akreditasi UNM. Akan tetapi, persoalan fasilitas, sarana dan prasarana juga perlu dicari solusinya. “UNM harus mengusahakan akreditasinya minimal B. Akreditasi yang sekarang (akreditasi C, red) itu semacam teguran dari Dikti,” paparnya. Ia juga menambahkan, hal ini lantaran karena ruangan-ruangan dan fasilitas yang ada di UNM tidak memenuhi standar. Padahal, menurutnya, tiap tahun UNM selalu menambah jumlah prodinya. Hal ini pun tak sejalan dengan laju peningkatan sarana dan prasarananya. (TIM) Tim Reportase Khusus

Koordinator: Muhammad. Ilham Reporter : Imam Rahmanto, Andini Ristyaningrum
Urai data, ungkap fakta, saji berita

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

Bangsa yang Besar Bergantung Pada Gurunya
PERAN guru dalam memajukan peradaban suatu bangsa tak dapat dianggap sepele. Alasannya, selain merupakan organ vital dalam tatanan pendidikan suatu bangsa, profesi guru juga memiliki prestise tersendiri dibandingkan dengan profesi lain. Olehnya, tak heran jika di beberapa negara besar, pahlawan tanpa tanda jasa ini justru diperlakukan seperti seorang “raja”. Seperti apa tanggapan duta besar RI untuk India, Andi Muhammad Ghalib yang sekaligus alumni UNM (dulu IKIP-UP) terkait profesi “Oemar Bakri” ini. Berikut petikan wawancara wartawan Profesi, Rahmat Fadhli dengan mantan jaksa agung RI ini saat bersilaturahmi ke UNM beberapa waktu lalu. Sebagai alumni IKIP UP bagaimana anda melihat UNM saat ini? Wah… saya kagum melihat perkembangannya yang sudah sangat luar biasa seperti sekarang ini. Apalagi kalau dikembangkan lagi tentu akan sangat luar biasa sekali. Termasuk di bidag ICT nya. Di India yang maju saat ini adalah ICT nya, mudah-mudahan UNM mampu memanfaatkan peluang itu untuk dapat bekerjasama dengan India. Karena memang perguruan tinggi di india sudah di back up dengan ICT yang kuat. Kalau perguruan tinggi sudah di back up dengan ICT yang kuat maka yakin saja perguruan tinggi tersebut akan menjadi rujukan dari perguruan tinggi lain. Kita harapkan UNM dapat seperti itu. Apa yang sebaiknya dapat kita adopsi dari India ? Saya kira yang menjadi prioritas saat ini adalah kita dapat mengadopsi kemajuan ICT dari India. Karena hal inilah yang mendukung percepatan suatu bangsa dan negara utamanya perguruan tingginya. Karena terus terang di India yang berkembang pesat saat ini adalah ICT nya. Dan saya pikir kalau ICT sudah sangat maju yang lain akan mengikut dengan sendirinya. Karena ICT dapat mengcover semua elemen apalagi jika ditunjang dengan SDM yang memadai pula. Dalam hal kerjasama dengan dunia pendidikan, anda mengatakan kedepan Makassar akan menjadi pusat pengembangan pendidikan di Indonesia timur. Alasan anda memilih kota Makassar? Menurut saya alasan memilih Makassar sebagai pusat pengembangan pendidikan di Indonesia timur sudah sangat rasional karena untuk kawasan Indonesia timur sendiri, yang menjadi pintu gerbangnya saat ini kan Makassar. Jadi kalau kita sudah sampai disini (Makassar)artinya kawasan lain pasti akan mengekor kesini. Olehnya hal mendesak yang harus kita lakukan untuk mempercepat laju pertumbuhan pendidikan kita saat ini adalah menunjuk Makassar sebagai sentral pendidikan di Indonesia timur. Karena memang Makassar saat ini merupakan daerah yang sangat strategis. Peran UNM akan seperti apa kedepannya? UNM saya pikir salah satu perguruan tinggi yang sangat prospektif dan punya potensi besar dalam mendorong percepatan pembagunan di Indonesia timur. Untuk itu peran UNM dalam memajukan pusat pendidikan di kota Makassar pasti akan sangat dibutuhkan. Karena dari UNM lah tenaga-tenaga pendidik yang profesional bisa dilahirkan. Bagaimana bisa melahirkan para juarajuara tanpa ditunjang oleh guru-guru yang berkualitas. Tanpa peranan ini seluruh sektor diranah pendidikan pasti akan lumpuh. Saya juga alumni IKIP Ujungpandang dan saya menyadari bahwa peran guru memang sangat penting. Bagaimana bangsa kita bisa maju kalau gurunya saja kurang berkualitas. Dan ini yang menjadi kesalahan terbesar kita menganggap profesi guru tidak penting. Kalau di India sendiri, bagaimana perhatian pemerintah terhadap profesi guru? Kalau di India menurut saya perhatian pemerintah disana terhadap para guru-gurunya sangat luar biasa sekali . Apalagi jika mereka telah mencapai gelar guru besar. Saya mengambil sampel, untuk guru yang baru masuk ngajar, disana mereka digaji minimal Rp5 juta. Pertanyaannya, kenapa pemerintah disana mau menerapkan hal itu? karena memang mereka sadar bahwa profesi guru adalah profesi yang sangat penting. Karena guru-gurulah yang nantinya akan mencetak sarjana, kaum-kaum intelektual, dan para pemimpin bangsa. Logikanya kan sederhana, bagaimana pemimpinnya bagus kalau gurunya saja tak berkualitas. Kalau ini kita sadari lebih awal saya yakin kita juga akan lebih cepat maju. Dalam hal pertukaran mahasiswa, bagaimana bentuk apresiasi pihak Dubes RI kepada UNM? Sejauh ini Dubes RI untuk India memberikan sejumlah pelu-

Wawancara Khusus 11

ang buat mahasiswa UNM yang ingin mengecap pendidikan di India. Olehnya, kami sangat mengapresiasi hal itu jika suatu waktu ada mahasiswa UNM yang memiliki nasib untuk terbang ke India. Untuk saat ini pihak Dubes RI juga masih tetap menunggu pihak UNM berkunjung ke India untuk mengidentifikasi persoalan apa yang cocok untuk dikerjasamakan nantinya. Agar dapat lebih berkembang apa pesan anda buat UNM? Pesan saya yaitu UNM harus perbanyak kerjasama. Karena disadari atau tidak dunia saat ini sangat jauh berkembang. Untuk menyongsong perubahan itu maka diperlukan kerjasama dari berbagai pihak. Karena terus terang saya katakan bahwa sebenarnya yang membuat kita hidup itu adalah orang lain. Semakin banyak kita melakukan kerjasama orang lain maka itu akan semakin bagus. Sebagai alumnus apa yang ingin anda sampaikan buat mahasiswa UNM? Saya kira begini, khusus buat mahasiswa UNM, tugas utama kalian yang pertama adalah belajar, yang kedua belajar, yang ketiga belajar juga. Kalau untuk urusan demonstrasi, demo juga adakalanya sangat berguna tapi itu kalau bisa diatur dengan baik agar dapat mencapai tujuan. Jangan sekali-kali merusak. Mahasiswa India juga berdemo, dia juga menyampaikan pendapatnya kepada rektornya tetapi dia sangat teratur. Kalau misalnya dia bergerak seratus orang sampai ke lokasi aksi juga tetap seratus orang. Kalau di Indonesia awalnya memang seratus tapi lama kelamaan malah menjadi ribuan orang. Para demonstran di india juga sama sekali tak merusak fasilitas umum. Mereka sangat sadar bahwa itu adalah kepentingan umum. Saya kira itu yang harus kita adopsi bersama untuk mewujudkan mahasiswa UNM yang lebih baik.(*)

BIODATA
Nama : Letjen TNI (Purn) H. Andi Muhammad Ghalib, SH, MH Tempat, tanggal lahir: Bone, 3 Juni 1946 Istri: Ny. Andi Murniati Ghalib Riwayat Kerja : Jaksa Agung (1998-1999) Wakil Gubernur Sulsel Pejabat Walikota Makassar Oditur Jenderal ABRI Kepala Badan Binkum ABRI Anggota DPR RI Jaksa Agung RI Duta Besar RI untuk India (2008)

FOTO: ELLANG- PROFESI

Urai data, ungkap fakta, saji berita

12 Inovasi

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

UNM Siap Luncurkan Televisi Internet
diawali dengan pembenahan infrastruktur penunjang yaitu jaringan internet. Saat ini jaringan tersebut sedang digarap oleh UNM dan diperkirakan akan selesai pada bulan Desember. Lanjut Nurdin, jaringan internet di UNM nantinya akan semakin baik karena menggunakan jaringan internet Fiber Optik (FO) yang belum banyak digunakan di Makassar. Dengan menggunakan jaringan FO inilah televisi internet akan dibuat. Adapun pihak-pihak yang nantinya akan terlibat dalam pengembangan stasiun televisi ini telah dihubungi dan diajak untuk bekerjasama, salah satunya yaitu asosiasi multimedia. “Kami sudah membangun komunikasi dengan stakeholder, dan mereka siap membantu,” kata pria asal Barru tersebut. Televisi internet ini sendiri memiliki banyak kelebihan daripada stasiun televisi biasa. Salah satunya yaitu dapat memutar kembali siaran yang sudah diputar sebelumnya. Televisi ini juga nantinya diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa ataupun dosen untuk menyampaikan nuansa pendidikan di tengah masyarakat. “Suarakanlah nuansa pendidikan lewat televisi ini,” ajak Nurdin. Menanggapi hal tersebut, Afdal Kusumanegara salah satu mahasiswa jurusan bahasa Indonesia memberikan apresiasi buat UNM. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh UNM merupakan suatu perkembangan yang bagus. “Saya pikir itu suatu perkembangan yang signifikan buat UNM, dan patut diberikan apresiasi,” ungkapnya. Afdhal juga berharap agar rencana tersebut bisa menunjang perkuliahan. (RIZ)

UPAyA Universitas Negeri Makassar (UNM) membenahi infrastruktur terus berlanjut. Yang terbaru yaitu UNM berencana untuk membuat stasiun televisi yang berbasis internet. Hal ini diungkapkan oleh Nurdin Noni selaku Pembantu Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan UNM (25/10). Rencana tersebut telah dibicarakan dengan rektor dan orang-orang yang nantinya akan terlibat. Televisi internet ini akan terealisasi tahun 2012 mendatang. Namun sebelumnya, rencana ini terlebih dahulu harus

Bantu Petani dan Nelayan Pinrang
UNIVERSITAS Negeri Makassar (UNM) dan Pemerintah Kabupaten Pinrang sepakat malakukan kerjasama. Kerjasama tersebut berupa pengembangan budidaya pertanian dan kelautan yang ada di Pinrang. Kerjasama dalam bidang ilmu pengetahuan (Iptek) dan pengembangan wilayah ini rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2012 mendatang di kabupaten Pinrang. UNM dimotori langsung oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UNM. Esensi dari kegiatan ini membantu para petani dan nelayan untuk lebih meningkatkan hasil produksi mereka. Seperti budidaya pertanian dan perikanan, produksi hasil pertanian dan hasil laut yang berupa pengemasan hasil pertanian dan laut serta kegiatan pengembangan lainnya. Menurut ketua LPM UNM, Prof. Ardi, kerjasama ini dibiayai langsung oleh Direktorat Pengabdian dan Penelitian kepada Masyarakat (DP2M) dan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pinrang. Tak tanggung-tanggung, dana yang akan dikucurkan untuk kegiatan ini sebesar 250 juta rupiah. Akumulasinya bersumber dari DP2M sebanyak 100 juta rupiah dan dari pemkab Pinrang sebesar 150 juta. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini nantinya akan diawasi langsung oleh pihak UNM dan DP2M. Keduanya akan melakukan evaluasi bertahap yaitu evaluasi internal dari LPM UNM dan eksternal dari DP2M. “Akan ada pengawasan dan evaluasi secara bertahap” kata guru besar teknik sipil dan perencanaan UNM tersebut. Kegiatan ini sendiri merupakan hasil penelitian yang diusulkan oleh salah satu dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNM yaitu Rosmini Maruf. Ide tersebut telah terlebih dahulu diseleksi di Jakarta dan dinyatakan lulus menyisihkan pesaing-pesaing lainnya. Selain program tersebut, banyak program-program pengembangan lainnya yang akan dilaksanakan oleh UNM. Salah satunya yaitu pengembangan keramik yang juga diusulkan oleh salah satu dosen UNM. Lanjut ketua LPM, semakin banyaknya judul penelitian yang dilakukan oleh dosen-dosen UNM akan membuat Kapasitas UNM meningkat. “Semakin banyak penelitian, maka akan semakin meningkat kapasitas UNM. (RIZ)

Urai data, ungkap fakta, saji berita

Tabloid Mahasiswa UNM Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011 November Tahun XXXV 2011

Seni & Budaya 13 13

Fenomena Jilbab Modern

Antara Gaya dan Etika
oleh Sitti Marlina

Dewasa ini jilbab oleh kaum hawa tak hanya sekadar menjalankan perintah agama, namun lebih dari itu jilbab juga dapat menjadi lifestyle.

FOTO: ELLANG- PROFESI

Perempuan itu melangkah dengan anggun. Dari jauh style-nya begitu cemerlang, dengan balutan busana yang cerah ia mengenakan jilbab berwarna kuning. Rambutnya dikonde keatas, model jilbab ini sering disebut dengan julukan jilbab ala Jinni oh Jinni. Wanita itu mengayun langkahnya menggunakan rok yang hanya sampai setengah betis. Setengah betisnya lagi dibalut dengan kaus kaki putih panjang. Dengan menggunakan sepatu high heels wanita itu menapaki jalan menuju ruang kuliahnnya di gedung BD. Dia adalah Anca Sariwangi. Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Bisnis. Anca memadukan style Harajuku dari Jepang dengan busana muslim sehari-harinya. Sebagai seorang muslimah, Cila sapaan akrabnya tidak mau menanggalkan jilbabnya namun disisi lain ia tidak mau disebut kampungan. “Ikut perkembangan zaman lah, apalagi

produsen jilbab mengeluarkan berbagai motif dan model jadi apa salahnya kalau kita berekspresi lewat jilbab,” katanya. Kenyamanan dalam berbusana selalu jadi perhatian utamanya. “Nyaman dan percaya diri dengan busana yang saya kenakan,” ujar mahasiswi angkatan 2008 ini. Lanjutnya, dalam berbusana jangan monoton dan seyogyanya menutup area yang memang harus tertutup. Dalam sepekan Cila bisa berganti 4-5 kali model jilbab. “Kalau hari ini model yang biasa, besoknya mungkin model paris, dan lusanya beda lagi yang penting tidak memperlihatkan aurat,” ujarnya Tak jarang kita menjumpai berbagai model jilbab yang merebak di seluruh kampus UNM. Bahkan model jilbab tersebut bak jamur menghinggapi para mahasiswi. Seperti halnya, Asniar yang menyambut gembira berbagai gaya dalam mengenakan

jilbab. Penampilannya tak berbeda jauh dari kebanyakan mahasiswi lainnya. Niar, sapaan akrabnya memakai jilbab seperti biasanya hanya saja menampakkan cipo-cipo yang dililitkan dikepala kemudian dibalut jilbab. Penamaan dari model jilbab ini pun sangat popular karena diambil dari nama selebriti yang sering mengenakan jilbab tersebut. Sebut saja jilbab model Asmirandah, nama ini melekat setelah sering tampil di sinetron berjudul “Dari Sujud Ke Sujud.” Model dengan melilitkan ujung jilbab di atas konde dan direkatkan dengan peniti ini menjadi salah satu pilihan gaya berjilbab sekarang. “Ya, selebriti memang menjadi contoh gaya busana muslim,” ujar Niar. Sesuaikan Bentuk Wajah Kata jilbab berasal dari akar kata jalaba, yang berarti menghimpun dan mem-

bawa. Jilbab pada masa Nabi Muhammad SAW ialah pakaian luar yang menutupi segenap anggota badan dari kepala hingga kaki perempuan dewasa dengan maksud untuk menutup aurat. Olehnya itu, menurut Nur Jusmi, jilbab hendaknya menutup aurat tidak hanya sekedar dikenakan. Lebih lanjut Jusmi mengatakan, banyaknya model jilbab sekarang menandakan kita kaya akan ide berbusana, hanya saja jangan sampai keluar dari makna sesungguhnya. Apalagi jika hanya digunakan sebagai tren saja. Dalam mengenakan berbagai model jilbab pun perlu pengenalan akan model tersebut karena pemakaiannya harus disesuaikan dengan bentuk wajah. “Kalau wajahnya bulat jangan memakai jilbab model paris yang memperlihatkan cipo-cipo, tapi gunakan model Asmirandah,” saran mahasiswa pendidikan ekonomi UNM.

Tak Hanya Dikenakan Umat Muslim
Istilah jilbab di Indonesia pada awalnya dikenal sebagai kerudung untuk menutupi kepala atau rambut wanita. Di beberapa negara Islam, pakaian sejenis jilbab dikenal dengan beberapa istilah, seperti chador di Iran, pardeh di India dan Pakistan, milayat di Libya, abaya di Irak, charshaf di Turki, dan hijâb di beberapa negara Arab-Afrika seperti di Mesir, Sudan, dan Yaman. Di Indonesia, jilbab mulai populer pada tahun 1980-an, yang dipengaruhi oleh situasi politik. meskipun pada awalnya sejumlah organisasi melarang pegawai perempuan mengenakan jilbab. Pada tahun 1980'an para pemudi di kota mulai berjilbab. Mereka berhenti memakai kebaya yang menunjukkan lehernya dan sarong yang ketat juga gaya rambut yang sulit. Pada saat itu para pemudi dianggap sebagai orang fanatik atau fundamentalis oleh masyarakat, termasuk keluarga dan temannnya. Hingga akhirnya pemerintah menciptakan aturan supaya busana Muslim dilarang di kenakan di kantor tempat para pemudi ini bekerja. Pilihan berjilbab menjadi pilihan yang berat. Terlepas dari adanya kewajiban memakai jilbab bagi perempuan Islam, sejarah mencatat bahwa jilbab sendiri merupakan bagian dari pakaian kebesaran sebagian agama besar di dunia. Pakaian penutup kepala yang seringkali digabung dengan pakaian panjang semacam toga yang menutupi hampir seluruh tubuh itu bahkan tidak hanya dipakai oleh wanita, melainkan juga dipakai oleh guru-guru atau pendeta agama. Faktanya jilbab telah menjadi tradisi dan identitas hampir semua agama. Dalam Nasrani, pakaian semacam jilbab selalu digunakan oleh para Biarawati dan para Suster. Agnes Gonxha atau dikenal sebagai Bunda Theresa, salah satu tokoh panutan umat Nasrani selalu memakai jilbab dalam hidupnya. Jilbab dengan nuansa putih dan sentuhan garis biru telah menjadi bagian dari keramahan dan kepeduliannya terhadap sesama. Begitupun dalam agama Budha, Hindu dan Yahudi. Bahkan hal yang sama juga terjadi pada pakaian orang-orang Eropa dan Amerika sejak abad pertengahan dan tradisi masyarakat Jepang. Menurut Eipstein, seperti dikutip Nasaruddin Umar dalam tulisannya, hijâb sudah dikenal sebelum adanya agamaagama Samawi (Yahudi dan Nasrani). Bahkan Nasaruddin Umar menyebutkan bahwa pakaian yang menutupi kepala dan tubuh wanita itu sudah menjadi wacana dalam Code Bilalama (3.000 SM), kemudian berlanjut di dalam Code Hammurabi (2.000 SM) dan Code Asyiria (1.500 SM). Ketentuan penggunaan jilbab bahkan sudah dikenal di beberapa kota tua seperti Mesopotamia, Babilonia, dan Asyiria (Kompas, 25/11/02). Jilbab merupakan identitas tentang sebuah kebaikan, kesopanan dan ketaatan. Tentu saja jika dikaitkan dengan moralitas secara personal, tetap bergantung pada akhlak pemakainya.

Urai data, ungkap fakta, saji berita

14 Opini

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

Siapa Nahkoda Phinisi Empat Tahun ke Depan?

B

Oleh Sukardi Weda

ila tidak ada aral melintang, suksesi Rektor UNM akan dihelat pada bulan Januari 2012 mendatang. Sejumlah namapun santer diperbincangkan sekaligus dijagokan oleh civitas academika UNM untuk memimpin UNM 4 tahun kedepan. Nama-nama tersebut berasal dari top management UNM (Rektorat), pemimpin fakultas (Dekan/Mantan Dekan), bahkan dosen dari sejumlah fakultas di UNM berminat untuk meramaikan hajatan 4 tahunan tersebut. Setiap suksesi pemilihan rektor berlangsung, tidak sedikit kandidat yang bertarung untuk mendapatkan suara terbanyak dari para anggota senat. Jauh hari sebelum pemilihan tersebut berlangsung, para kandidat kasat kusut mencari dukungan dan melobi anggota senat UNM, sang pemilik suara. Pengalaman menunjukkan (kasus di luar UNM) bahwa ada kandidat menjelang pemilihan mengajak para pemilik suara untuk sekedar makan bersama di salah satu restoran atau rumah makan, dan sekaligus menyampaikan visi-misinya, ada juga kandidat yang jauh-jauh hari telah membangun silaturahim kepada para anggota senat dan menjaga silaturahim itu tetap utuh hingga pada hari H pemilihan, ada juga calon dengan integritas dan idealismenya yang tinggi tanpa melakukan serangkaian trik dan intrik untuk memenangkan pertarungan. Mereka hanya “easy going” tanpa beban, dengan harapan menang – kalah tidak ada persoalan. Tapi perlu diingat bahwa untuk menjadi petarung handal dalam sebuah pertarungan seorang kandidat bukan hanya dituntut untuk cerdas saja, tetapi dia juga harus cerdik laiknya para calon anggota legislatif menje-

lang pemilihan umum (Presiden dan Legislatif). Cerdik dalam artian mengeluarkan semua potensi yang dimiliki yakni melakukan lobi-lobi, dealdeal (politik), INT bila saya terpilih engkau akan menjadi ini atau itu, dan lain sebagainya. Ingat, niat tulus tidak cukup tanpa dibarengi dengan upaya menarik simpati para pemilik suara. Para kandidat berupaya meyakinkan kepada para anggota senat melalui visi, misi, dan beragam agenda aksi yang akan dilaksanakan bila nasib berpihak kepadanya atau kelak terpilih menjadi rektor UNM. Dalam pemilihan nantinya, disinyalir oleh banyak pihak akan ada sejumlah kandidat yang bertarung, dan muncul tanda tanya siapa yang akan menjadi pemenang, spekulasipun bermunculan. Dari sejumlah kandidat tersebut, ada yang hanya sekedar meramaikan pesta empat tahunan tersebut, alias hanya sekedar coba-coba, ada yang mencoba jual visi dan misi, ada yang hanya ingin melihat bagaimana elektabilitas mereka dan berapa suara yang diperoleh yang berujung pada koalisi menjelang putaran terakhir pemilihan, dan ada pula yang sungguh-sungguh sebagai kandidat rektor yang telah malakukan lobi intensif dan juga telah merancang seabrek program kerja yang siap diimplementasikan bila kelak garis tangan berpihak kepadanya. Yang jelas siapapun calon rektor UNM untuk empat tahun kedepan harus memiliki visi, misi, dan agenda aksi yang jelas untuk

perbaikan infrastruktur dan suprastruktur UNM sehingga dapat mengangkat citra universitas ini, bukan hanya pada pencitraan di tingkat nasional yang lima belas tahun terakhir ini mengalami titik nadir, tetapi juga perlu pencitraan di mata dunia internasional melalui beragam aksi. Menghadapi suksesi rektor UNM, ada sejumlah isu tematik yang perlu mendapatkan perhatian dari para kandidat. Untuk menjadikan UNM sebagai universitas yang diperhitungkan dan tergolong “World Class University” (universitas kelas dunia) 2025, maka ada sejumlah isu tematik yang perlu dibenahi. Sejalan dengan isu tematik tersebut, UNM juga perlu menciptakan suasana pembelajaran berbasis learning, mewujudkan terciptanya alumni yang tangguh, memiliki karakter yang dapat diandalkan serta berwawasan kewirausahaan (interpreneurship). Salah satu tolok ukur diseganinya sebuah perguruan tinggi adalah memiliki infrastruktur yang modern dan tetap berlandaskan kearifan lokal. Untuk mewujudkan cita-cita UNM sebagai universitas terpandang di Indonesia, maka fasilitas perkuliahan juga perlu segera dibenahi. SDM UNM juga perlu melaksanakan tri darma perguruan tinggi dengan baik dan profesional serta dengan dedikasi dan loyalitas tinggi. UNM juga perlu menjalin kerjasama dan memperluas jaringan (networking) dengan berbagai lembaga riset, universitas,

lembaga non profit, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Kerjasama tersebut dapat berupa pertukaran mahasiswa dan tenaga pengajar, kerjasama penelitian dan pengabdian pada masyarakat melalui collaborative research, dan skim penelitian lainnya, dan berbagai kegiatan ilmiah lainnya. Isu tematik lainnya, yang perlu segera dibenahi oleh seluruh stakeholder/civitas academika UNM adalah lingkungan kampus yang kondusif. Hal ini cukup beralasan karena akhir-akhir ini tawuran di UNM acapkali menjadi headline berita di sejumlah media cetak dan elektronik nasional. Disamping hal-hal tersebut, UNM juga perlu senantiasa menciptakan pencitraan yang baik di mata publik melalui berbagai pengabdian dan pengembangan masyarakat, sehingga citra buruk UNM setidaknya dapat diimbangi. Untuk mewujudkan cita-cita UNM sebagai “World Class University” tahun 2025, maka hendaknya yang menjadi rektor UNM sebagai pengemban tugas selama empat tahun kedepan adalah sosok yang mampu membawa pinisi UNM mengarungi samudra ilmu dan pengabdian nan luas, maka seyogyanya para anggota senat UNM menghibahkan suara mereka kepada kandidat yang tepat dan diyakini akan membawa kapal (pinisi) UNM untuk berlayar dengan tenang dan sampai ke tujuan dengan selamat. Nahkoda sejati (rektor) yang terpilih nantinya sudah mempersiapkan berbagai macam solusi untuk menantang angin dan badai di tengah samudera, sehingga (pinisi) UNM semakin disegani dan diandalkan dalam TRI DARMA PERGURUAN TINGGI. SEMOGA!
Penulis adalah dosen FBS UNM & Komisioner KPID Sulsel

Pemimpin Harus Tahu Kepemimpinan
Oleh Hendry Setiawan Kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Seorang pemimpin harus mengerti beberapa teori tentang kepemimpinan agar nantinya mempunyai referensi dalam menjalankan sebuah organisasi, seperti teori kepemimpinan sifat (trait theory). Namun apa yang terjadi saat ini, pemimpin sebagai orang yang memberi motivasi kepada masyarakat sudah tidak didengar lagi. Pemerintah mengalami krisis kepercayaan masyarakat. Sebuah pertanyaan besar muncul di benak kita, kenapa kemudian masyarakat sudah mulai tidak percaya lagi terhadap pemimimpinnya? Ternyata, ketika kita melihat fakta-fakta yang terjadi saat ini bahwa masyarakat tidak percaya terhadap pemimimpinnya disebabkan oleh pemimpin itu sendiri. Amanah dari masyarakat telah di abaikan oleh pemimpin. Pemimpin masyarakat hanya memperhatikan kelompoknya masing-masing sehingga kelompok masyarakat lain merasa terabaikan padahal seorang pemimpin harus memegang prinsip Universalisme. Kondisi kepentingan kelompok seperti inilah yang kemudian melahirkan oligarki politik di tanah air Indonesia sehingga ketika pemimpin masyarakat berbicara di hadapan massa rakyat hanya memberikan banyak janji-janji palsu tanpa ada realisasi yang sesungguhnya. Dan hal seperti ini banyak
Urai data, ungkap fakta, saji berita

dipertontonkan oleh mereka yang duduk di legislatif, eksekutif dan yudikatif. Subtansi sebuah kepemimpinan ialah menjadi panutan yang dapat di contoh oleh masyarakatnya dan mampu memberi solusi ketika masyarakat sedang kesusahan dan menghadapi problem. Persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini merupakan fenomena kemanusiaan yang harus menjadi prioritas utama untuk dicarikan jalan keluar sebab persoalan masyarakat yang berlarutlarut tanpa ada perhatian khusus dari pemerintah maka akan berujung menimbulkan konflik Horizontal yang berkepanjangan. Sejak kemerdekaan bangsa hingga saat ini belum ada perubahan yang fundamental untuk mengantarkan rakyat Indonesia agar keluar dari garis kemiskinan, kemajuan yang diinginkan malah kemunduran yang kita dapat. Internasionalisasi modal merasuk dalam kekuasaan politik negara yang menghasilkan legalisasi atas eksploitasi manusia dan kekayaan alam nasional. Meningkatnya ketidakberdayaan manusia dan bangsa di hadapan kekuatan global menimbulkan masalah nasional baru sejak revolusi nasional kemerdekaan. Relasi ekonomi-politik internasional menempatkan Indonesia dalam posisi semi kolonial menjadi bangsa kuli di antara bangsa-bangsa. Watak kekuasaan politik oligarki pasca 98 yang anti rakyat menjadikan proses perampokan berlangsung massif dan legal. Mengenali situasi yang terbentuk dari proses penghisapan yang berlangsung sejak

kita belum mengenal Indonesia hingga hari ini merupakan perjuangan untuk memajukan kehidupan masyarakat. Hegemoni penguasa membungkus kesadaran rakyat akan nalar historisnya dan menghilangkan pengetahuan serta orientasi kebangsaan kita. Dalam kebisuan ini, mesin-mesin pengetahuan mainstream bekerja melekatkan identitasidentitas dan kebutuhan-kebutuhan semu yang mencirikan gaya hidup para penindas. Memompakan kesadaran atas perubahan lingkungan dan pembentukan struktur ekonomi-politik sosial-budaya dalam masyarakat sebagai suatu proses revolusi sosial paradigmatik merupakan jalan bagi transformasi emansifatif dalam masyarakat. Yang juga tersusun mengikuti garis lokal-nasional-global. Dengannya manusia memancarkan dan merealisasikan daya-hidupnya secara ekspresif. Perubahan tatanan akan berlangsung mengikuti peningkatan kesadaran yang menjadi praksis revolusioner. Pergerakan mahasiswa menjadi sikap dan tindakan yang merebut kedaulatan bagi proses sosial yang otentik. Sikap keingintahuan atau mau belajar dengan pandangan yang optimistik merupakan ekspresi nyata Mahasiswa untuk berperan dalam perubahan sosial. Kenyataan sosial yang menempatkan mahasiswa melewati batas-batas sektoral dan identitas yang dilekatkan oleh jamannya merupakan kekuatan yang nyata. Kenyataan inilah yang menjadikan mahasiswa dapat terus membawa liatnya

daya hidup petani, disiplinnya kaum buruh serta idealisme kaum muda terdidik dalam kekuatan produktif dan solidaritas rakyat Menjembatani kaum muda yang terpisah-terkotak dengan semangat pembebasan dapat dilakukan dengan pendidikan yang revolusioner, proses pendidikan yang diluar kewajaran, yang membawa kaum muda pada kesadaran yang revolusioner untuk mengambil peran dalam perubahan jaman serta menyejarah dan menjadi pemimpin yang akan mengantarkan rakyat Indonesia menuju gerbang kesejahteraan. Kepeloporan kaum muda di era ini diharapkan mampu bangkit kembali sebagai patron perubahan dan menjadi pemimpin yang konsisten berjuang direl kebenaran dan keadilan. Namun Jika kita ambil perbandingan antara kepemimpinan mahasiswa dan kepemimpinan birokrasi kampus sangatlah jauh berbeda. melihat fenomena yang terjadi saat ini karakter kepemimpinan birokrasi kampus yang menangani khusus bidang kemahasiswaan tidak mendididik mahasiswa dimana pihak birokrasi kampus berasumsi bahwa hanya staffnya yang boleh ditemui jika ada mahasiswa yang mau konsultasi padahal tugas utama dari birokrasi kampus ialah meladeni mahasiswa yang hendak berkonsultasi.
Penulis adalah Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) UNM periode 2011-2012

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

Tembak Saja Itu…
HATI-hati jika anda mahasiswa yang kerap menjadi “sumber” masalah di kampus, bisa saja timah panas akan menembus kaki anda. Tak percaya? coba tanyakan pada Pembantu Rektor bidang kemahasiswaan UNM, Hamsu Abdul Gani. Entah karena berang dengan ulah segelintir oknum mahasiswa yang kerap membuat harga diri UNM jatuh, PR III dua periode ini kembali mengeluarkan statmentnya yang sarat kontrovesi. Pria berdarah Pangkep ini dalam kesempatannya bersama pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan sejumlah pegawai rektorat UNM mengatakan, dirinya siap bertanggungjawab jika ada oknum mahasiswa yang mendapat hadiah timah panas dari polisi lantaran perilakunya yang membuat citra UNM pudar. “Kalau perlu tembakmi saja itu kakinya mahasiswa,” ujar Hamsu kepada salah seorang polisi yang bertugas di UNM, Amiruddin beberapa waktu lalu. Hal tersebut kembali ditegaskan Hamsu saat memberikan materi pada cara training akademik yang diadakan spirit orange (30/10). Tak hanya itu Hamsu juga mengungINT

Profesiana 15
PR III Janjikan “Electone”
MENILIK pergerakan mahasiswa khususnya yang tergabung dalam Lembaga Kemahasiswaan Universitas Negeri Makassar (LK UNM) saat ini, menyebabkan Pembantu Rektor III Hamsu Abdul Gani UNM mengeluarkan sebuah statement yang tidak lazim. Entah bermaksud melucu atau menyindir, ia menjanjikan akan menyiapkan organ kesenian (orkes) untuk mahasiswa yang akan melakukan aksi demonstrasi. Asal dengan syarat, mahasiswa punya konsep baru dalam menyampaikan aspirasi. Hal itu disampaikannya pada saat ia memberikan materi dalam acara training akademik Spirit Orange (30/10). Dalam sesi tanya jawab, Hamsu menjawab pertanyaan terkait aksi demo mahasiswa. Ia menyoroti sikap mahasiswa saat melakukan demonstransi. Menurutnya, mahasiswa sekarang bukan lagi seperti mahasiswa tempo dulu, “Mereka hanya demo memacetkan jalan tanpa konsep yang jelas,” bebernya. Hamsu menilai, harusnya mahasiswa sekarang merubah paradigma pergerakannya. Menurutnya, model penyampaian aspirasi mahasiswa saat ini sudah tidak efektif lagi dan terkesan seperti angin lalu saja. “Saya siap untuk menghadirkan orkes jika mereka ingin berorasi dengan peralatan seperti itu, asal mereka tidak merugikan pengguna jalan utamanya masyarakat,” janji lelaki yang telah menginjak usia 51 tahun tersebut. Hendry Setiawan selaku ketua Maperwa UNM mengapresiasi jika maksud PR III itu demi peningkatan pergerakan LK. Namun ia menilai, benda seperti itu tidak akan bagus untuk di bawa kemanapun jika akan dipakai untuk demonstrasi. Mengingat tempat berorasi itu tidak hanya di satu tempat. “Itu kan tidak bagus kalau misalnya mau dipake berorasi di depan gedung DPRD, masa mau diangkat-angkat. Ribet sekali,” ujarnya. (FAJ/ISD)

kapkan, d i rinya siap menjadi saksi jika misalnya ada pihak yang komplain dengan tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. “Pokoknya saya siap jadi saksi lahir dan bathin di pen- g a d i l a n kalau ada yang komplain kenapa kakinya ditembak,” terang Hamsu. Lebih lanjut, mantan Pembantu Dekan III FT ini mengatakan, untuk mengatasi prilaku kekerasan di kampus ada baiknya jika UNM kembali saja ke zaman orde baru. Menurutnya, pada zaman tersebut tak ada ruang buat mahasiswa yang ingin membuat onar. “Kalau perlu Kibata, Kipas Baru Tanya saja itu mahasiswa yang begitu,” tam-

bahnya. Meski pernyataan Hamsu hanya sebatas bercanda, tak ayal membuat hati beberapa fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan (LK) terluka. Ketua BEM UNM Ahmad Jamir mengungkapkan, statement seperti itu kurang tepat dikeluarkan bagi seorang pimpinan. Ia menduga, Hamsu berucap seperti itu dalam keadaan emosional. Senada dengan Ahmad Jamir, Faisal,

Kalau perlu tembakmi saja itu kakinya mahasiswa
PR III, Hamsu Gani

Ketua UKM Seni juga menyayangkan pernyataan PR III yang dianggap kurang etis. Apalagi menurut Faisal, Hamsu adalah seorang pimpinan yang bertanggungjawab di bidang kemahasiswaan, “Saya kira itu tidak etis,” ungkapnya. Tambahnya, seharusnya pimpinan menanggapi hal tersebut dengan cerdas dan diselesaikan secara struktural dan prosedural. (FDL/ISD)

Rajawali Tak Bertuan
JABATAN Presiden Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) hanya tinggal kursi kosong. Pasalnya, sejak diadakannya Musyawarah Fakultas akhir september lalu, belum ada satu pun riak dari himpunan untuk mencalonkan utusannya ke kursi nomor satu kampus rajawali ini. Bahkan Musyawarah Fakultas mesti ditunda hingga waktu yang tidak ditentukan. Pasalnya, himpunan yang hadir saat itu hanya tersisa dua dari lima himpunan yakni PKK dan otomotif. Belum lagi, jabatan Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) sempat mengalami kegoncangan. Aryadi Pratama, utusan dari himpunan elektro yang terpilih mesti bersabar. Pasalnya, saat Mufak himpunan elektro melayangkan surat penarikan utusan. Alhasil, jabatan ini mesti lowong beberapa waktu. Namun, Aswar Agus selaku Ketua Himpunan Elektro, menyatakan peristiwa ini hanyalah misskomunikasi,"Ini hanya misskomunikasi antara himpunan elektro dan steering," tutur mahasiswa eksponen 09 ini. Sedangkan Bahtiar Baso, Stering komite, mengiyakan adanya kesalahpahaman antara Hima elektron dan stering, “Namun hal tersebut, sudah diselesaikan,”tambahnya. Saat ini Aryadi kembali memangku jabatan sebagai ketua Maperwa. Bahkan, dalam waktu dekat ini akan dilanjutkan musyarawah. Sedang Aryadi, sementara melakukan komunikasi dengan beberapa himpunan, "Rencana setelah idul Adha kami akan rapat antara beberapa himpunan dan steering," paparnya. Lalu, terkait dua himpunan yang tidak mengirimkan utusan yakni Sipil dan Mesin, kabarnya mereka mulai bergabung lagi, "Ya, saya sudah ke sipil dan mereka akan mengirimkan utusan, begitupula Mesin yang kemarin baru saja pelantikan," tambahnya. Hanya saja, hingga awal November ini, belum ada satu pun himpunan yang mengirimkan utusan ke kursi presiden BEM.

BEM FT Kecewa

Lain lagi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode lalu. Kekecewaan dilayangkan demisioner Presiden Mahasiswa, Achmad Rosadi karena tidak adanya penyelesaian atas Somasi yang ditembuskan oleh BEM. "Kami mengirimkan somasi ke Maperwa namun belum ada tanggapan hingga mufak dilaksanakan," keluh mahasiswa jurusan Teknik Mesin ini. Somasi tersebut antaranya berisikan lokakarya, penembusan hasil mufak periode sebelumnya. Belum lagi, penundaan Mufak yang berkali-kali dilakukan oleh Maperwa. Kekecewaan mereka pun dinyatakan dengan tidak adanya pembacaan Laporan Pertanggungjawaban saat Mufak. Walau Laporan ini telah diselesaikan satu bulan sebelum pelaksanaan. (yUR)

Urai data, ungkap fakta, saji berita

16 Persona
Dicky Tjandra, Dosen UNM dan Seniman Nasional

Tabloid Mahasiswa UNM Profesi edisi 151 November Tahun XXXV 2011

Lebih Dihargai di Luar Negeri
kepada Syahrul Yasin Limpo. Dari tahun 1979, pria ini tercatat telah memamerkan karyanya selama tiga puluh dua kali. Selama itu, ia telah mengadakan pameran tunggal selama dua kali. Sedang kompetisi yang diikuti tercatat telah empat belas kali mendapat penghargaan. Semuanya kompetisi yang ikuti diadakan di luar negeri. Dicky memang benar-benar ingin membuktikan talenta yang ia miliki. Ia bahkan tidak berminat mengikuti lomba yang diadakan di Sulawesi. Menurutnya, hampir semua perhelatan lomba yang ada di Indonesia menilai dengan subjektif. Kadang bukan karya yang dilihat tapi orang yang punya karya. “Di negara kita itu, istilahnya like or dislike,” tuturnya. Ia melanjutkan, alasan lain yang membuatnya hanya berminat berlaga di luar negeri karena di luar sana benar melihat karyanya. “Kalau di luar itu kan tidak ada yang kenal saya,” jelas adik kandung direktur utama bank Sulselbar, Ellong Tjandra tersebut. Perjalanan ke luar negeri bak hanya perjalanan pulang kampung baginya. Bahkan setiap saat ia mesti membawa passport kemana-mana karena seringnya ada panggilan secara mendadak. “Ini saya bawa bawa terus passportku untuk jagajaga karena selalu ada panggilan mendadak keluar,” ungkapnya sambil menunjukkan kartu passportnya. Hingga saat ini mengunjungi negara-negara maju bukan hal lumrah lagi baginya. Seperti China, Inggris, Inggris, Taiwan, dan lainnya. Pria yang telah meraih gelar sarjana hingga doktoralnya di Jawa tersebut, memilih UNM sebagai tempat pengabdian. Sebuah cita-cita mulia telah telah ia tanam, ingin mengembangkan daerah. Ia juga punya obsesinya untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Menanamkan ke paradigm orang barat barat bahwa budaya timur beda dengan budaya barat. Saat ini ia mengakui, masih sedikitnya orang barat yang memahami bahwa Indonesia memiliki budaya. Karena itulah, ia memperkenalkan budaya Indonesia melalui karyanya. “Nah, dengan seni, budaya kita dipahami orang,” kilahnya. Satu hal yang disayangkan sampai saat ini adalah UNM yang tidak pernah memberikan penghargaan kepada Dicky. Institusi, tempat mengabdinya ini seolah melupakannya. Padahal, pria yang telah mendedikasikan dirinya selama dua puluh empat tahun ini mengikutkan nama UNM ketika ia mencapai prestasi. “Kalau nama di beritakan itu sudah biasa, saya hanya ingin UNM bisa lebih membuka matanya untuk menghargai kami. Karena bukan hanya saya yang mengalaminya. Banyak temanteman lain yang mengalami hal sama,” Ujarnya. Pria kelahiran Makassar, 55 tahun silam ini mengakui jika UNM selalu menuturkan padanya, dirinya adalah salah satu aset yang membenggakan di institusi pencetak
FOTO: ELLANG- PROFESI

SOSOK pria yang satu ini tidak asing lagi, apalagi bagi Anda yang bergelut di dunia seni patung. Berbekal kegemarannya menggambar dari kecil, Dicky membuktikan keahlian seninya. Dengan kegemarannya itu jualah, ia telah sukses menyabet deretan penghargaan dari luar negeri. Kesenangannya terhadap dunia seni tambah membuncah ketika ia menyadari bahwa kesenian adalah sebuah bahasa visual. Apapun yang akan kita bahasakan bisa dituangkan dalam karya seni. Deretan prestasi sudah melekat di pundaknya. Terakhir, sebuah sejarah telah ia ukir lagi dari keahliannya. Membawa nama Universitas Negeri Makassar (UNM) bahkan Makassar meraih juara internasional di Cina dengan patung. Ialah Dicky Tjandra, Dosen UNM sekaligus seniman nasional. Saat ini karyanya telah banyak menghiasi negeri ini. Puluhan patung telah ia ciptakan. Ada sebagai atribut bahkan kebanggaan sebuah daerah. Di daerah lainnya, sebut saja misalnya, patung Arung Pallakka di Bone, patung selamat datang di Ahmad Yani, Patung Monumen Pemuda di Majene, Patung Mappanyukki di Bone, patung Bom Massepe di Pare-pare, patung Sultan Hasanuddin di Taman Macan, patung di pertigaan Jalan Riburane dan Jalan Nusantara dan puluhan patung di Benteng Roterdam. “Tidak bisami kuingat semua, ratusanmi,” tuturnya. Bahkan, sejak tahun 2003, patungnya telah diabadikan di Cina sebagai koleksi patung internasional di Cina. Ia pernah pula membuat patung mini Sultan Hasanuddin yang dihadiahkan

oemar bakrie ini. Tapi, setiap kali Dicky mengikuti ajang perlombaan, ia tak pernah mendapatkan sumbangsih. “Saya berharapnya kedepan kami tidak dipandang sebelah mata terus,” tutupnya mengharapkan. (ISD)

Nama Lengkap : Dr. Dicky Tjandra, M.Sn Tempat, tanggal lahir : Makassar, 28 Agustus 1956 Riwayat Pendidikan : • S1 Tahun 1980-1984 • S2 Tahun 2002-2004 • S3 Tahun 2007-2011 Prestasi: - Seniman Nasional dari wakil presiden Republik Indonesia. (1995) - Pembinaan dan pengembangan kesenian dari pemerintah Sulawesi selatan. (2011) - Honorary Certificate dari “China Changchun International Sculpture Conference. (2003) - Predikat Cum Laude dari program pasca sarjana “ISI” Yogyakarta. (2004) - Finalis Olympic Landscape Sculpture Conference. (2007) - Juara II pada Chinese First International Publik Sculputure Context. (2011)

Urai data, ungkap fakta, saji berita

BIODATA

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->