P. 1
Antropometri gizi

Antropometri gizi

|Views: 391|Likes:
Published by Bibosallu Kochan

More info:

Published by: Bibosallu Kochan on Feb 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/22/2014

pdf

text

original

Antropometri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Langsung ke: navigasi, cari Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

Antropometri (dari Bahasa Yunani άνθρωπος yang berati manusia and μέτρον yang berarti mengukur, secara literal berarti "pengukuran manusia"), dalam antropologi fisik merujuk pada pengukuran individu manusia untuk mengetahui variasi fisik manusia. Kini, antropometri berperan penting dalam bidang perancangan industri, perancangan pakaian, ergonomik, dan arsitektur. Dalam bidang-bidang tersebut, data statistik tentang distribusi dimensi tubuh dari suatu populasi diperlukan untuk menghasilkan produk yang optimal. Perubahan dalam gaya kehidupan sehari-hari, nutrisi, dan komposisi etnis dari masyarakat dapat membuat perubahan dalam distribusi ukuran tubuh (misalnya dalam bentuk epidemik kegemukan), dan membuat perlunya penyesuaian berkala dari koleksi data antropometrik. PSG dengan metode antropometri adalah menjadikan ukuran tubuh manusia sebagai alat menentukan status gizi manusia.[rujukan?] Konsep dasar yang harus dipahami dalam menggunakan antropometri secara antropometri adalah Konsep Dasar Pertumbuhan Pertumbuhan secara gamblang dapat diartikan terjadinya perubahan sel tubuh dalam 2 bantuk yaitu 1) pertambahan sel dan 2) pembelahan sel, yang secara akumulasi perjadinya perubahan ukuran tubuh. Jadi pada dasarnya menilai status gizi dengan metode antropometri adalah menilai pertumbuhan. Hanya saja pertumbuhan dalam pengertian pertambahan sel memiliki batas waktu tertentu. Para pakar antropometri sepakat bawah pada umumnya pertumbuhan manusia dalam arti pertambahan sel akan berhenti pada usia 18-20 tahun, walaupun masih ditemukan sebelum 18 pertumbuhan sudah berhenti, dan sebaliknya setelah 20 tahun masih ada kemungkinan pertumbuhan masih berjalan. Makhluk hidup, termasuk manusia makan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kebutuhan tubuh akan makanan dapat dideskripakn dari tri fungsi makanan itu sendiri yaitu :
• • •

Sumber Tenaga Pertumbuhan Pemeliharaan

Sebagai sumber tenaga adalah karbohidrat, lemak dan protein, dalam urutan yang berbeda sebagai sumber energi. Pembakaran 1 gram karbohidrat menghasikan 4,1

• Jenis kelamin Pria pada umumnya memiliki dimensi tubuh yang lebih besar kecuali bagian dada dan pinggul. 1. dan linier pada permukaan tubuh. Sedangkan sebagai sumber zat pengatur adalah vitamin dan mineral.kalori. Sebagai sumber zat pembangun adalah Protein. Antropometri Dinamis (fungsional) Yang dimaksud dengan antropometri dinamis adalah pengukuran keadaan dan ciri-ciri fisik manusia dalam keadaan bergerak atau memperhatikan gerakangerakan yang mungkin terjadi saat pekerja tersebut melaksanakan kegiatannya. Hal-hal yang mempengaruhi dimensi antropometri manusia adalah sebagai berikut. • • Pekerjaan. Namun lemak bukanlah sumber energi utama oleh karena untuk metabolisme lemak dibutuhkan kalori yang lebih tinggi untuk Specifik Dinamyc Action (SDA)nya. Antropometri dapat dibagi menjadi 2 yaitu. 1. • • Rumpun dan Suku Bangsa Sosial ekonomi dan konsumsi gizi yang diperoleh Kondisi ekonomi dan gizi juga berpengaruh terhadap ukuran antropometri meskipun juga bergantung pada kegiatan yang dilakukan. Lemak dan Karbohidrat. • Umur Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai sekitar 20 tahun untuk pria dan 17 tahun untuk wanita. aktivitas sehari-hari juga berpengaruh Kondisi waktu pengukuran Klinik Tumbuh Kembang . Ada kecenderungan berkurang setelah 60 tahun. Antropometri Statis (struktural) Pengukuran manusia pada posisi diam. protein 41 kalori dan lemak 9 kalori per gramnya.

karena bisa langsung melihat status gizi yang dientry saat itu saja. . Antropometric calculator 2. maka disebelah ini adalah tayangan awal pada saat aplikasi tersebut di load. Individual Assessment 3.Ruang Diskusi Tumbuh Kembang dan Nutrisi Balita WHO Antro 2009 – Program Antropometri dengan 33 komentar Saya sudah pernah memberikan link di salah satu post mengenai gizi buruk. Tapi karena yang lebih ingin memantau balitanya justru adalah ibu-ibu di Group Tumbuh Kembang maka saya mengkhususkan untuk memberikan link lagi di sini : • • Software Pengukuran Antropometri WHO 2009 for Windows XP SP3 & Vista Software Pengukuran Antropometri WHO 2005 for Windows XP ~ SP2 Agar ada gambaran bagaimana software tersebut. Ada 3 modul 1. Sedangkan untuk ibu-ibu yang ingin memantau perkembangan anaknya bisa melihat pada Idividual assessment. Nutritional Survey Untuk Antropometric calculator barangkali berguna untuk petugas gizi yang mengadakan konseling.

MAKANAN SEBELUM. sedangkan untuk survey karena tidak diadakan setiap tahun maka belum ada pengalaman. Dan bisa terlihat dalam bentuk grafik seperti KMS. Juga disini ada beberapa patokan antropometri yang digunakan : • • • • • • Berat badan menurut umur (BB/U) Panjang badan atau Tinggi badan menurut umur (TB/U) Berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) Basal Mass Index (BMI) Lingkar kepala (HC atau LIKA) Lingkar Lengan (MUAC atau LILA) Selanjutnya didalam masing2 instaler ada help yang digunakan. Bila anda kesulitan. SELAMA DAN SESUDAH PERTANDINGAN May 7. bisa kita diskusikan disini.Seperti bisa terlihat disini 1 anak bisa langsung terlihat semua statusnya dan bisa terus terdata untuk kunjungan berikutnya. '09 6:27 PM for everyone . Sejauh ini yang sangat berguna bagi kami di Puskesmas baru modul 1 dan 2.

PENGATURAN MAKAN PADA ATLET Oleh : DR. periode pertandingan maupun periode pemulihan makan pada atlet harus diatur sedemikian rupa sehingga mampu meningkatkan kondisi fisik. cukup vitamin. makanan yang tidak memenuhi syarat dan gizi tidak seimbang tidak mungkin berprestasi secara maksimal. dr. mineral dan air. 3. 1. serta. Seorang atlet setiap hari harus memperhatikan kondisi fisiknya agar dapat tampil secara prima dalam setiap pertandingan. Dalam pembinaan prestasi dikenal periodisasi penyelengggaraan latihan sebagai berikut: 1. Periode persiapan pertandingan. Dalam proses latihan dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi dalam bidang olahraga maka pengaturan makan yang optimal harus mendapat perhatian dari setiap orang yang terlibat. 10 – 15% protein. Bahkan dengan kombinasi yang baik dari bakat atlet serta teknik latihan dan pelatih terbaik. 20 – 25% lemak. Makanan yang memenuhi gizi seimbang memegang peranan penting untuk atlet yang ingin berprestasi maksimal dalam suatu pertandingan. Makanan dengan gizi seimbang adalah makanan yang mengandung jumlah kalori dengan proporsi sebagai berikut: 60 – 70% karbohidrat. Zainal Abidin. Pada periode persiapan di pemusatan latihan. Periode Persiapan Pertandingan . Periode pertandingan. Periode pemulihan/transisi. 2. DSM Internist. SPGK. Seorang atlet yang mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang secara terencana akan berada pada status gizi baik dan mampu mempertahankan kondisi fisik secara prima.

Setelah tahap persiapan umum dilanjutkan dengan tahap persiapan khusus. Periode Pertandingan Memasuki tahap pertandingan baik kondisi fisik dan mental sudah mencapai kondisi yang sebaik-baiknya. Pada masa pertandingan. karena pada masa ini status gizi dan kesehatan atlet harus berada dalam kondisi yang baik. program-program latihan disusun dalam jadwal latihan harian sesuai dengan “peak” [puncak prestasi] yang diharapkan. Oleh karena itu atlet dikembangkan fisiknya agar siap menghadapi latihan berat dan intensif. renang dan lain-lain. Lama Pertandingan . misalnya binaraga atau beberapa nomor pertandingan. misalnya angkat berat. seluruh aktifitas atlet difokuskan pada kegiatan pertandingan yang tahapnya dapat berlangsung satu hari sampai kegiatan beberapa hari berturut-turut. status gizi dan semua unsur kesegaran jasmani. Pada umumnya aktifitas atlet pada saat pertandingan dapat dikelompokkan sebagai berikut: Jadwal Pertandingan Atlet mengikuti pertandingan dengan jadwal pertandingan selesai satu hari. misalnya panahan. atau jadwal pertandingan selesai beberapa hari dengan jarak waktu yang berbeda-beda. misalnya balap sepeda. Pada periode ini penyediaan makanan harus benar-benar dapat memenuhi kuantitas dan kualitas gizi yang baik yaitu jumlah energi dan komposisi gizi seimbang. Pola makan 5-6 kali sehari dengan 3 kali waktu makan utama disertai selingan bisa digunakan oleh atlet selama di pelatnas. 2. Pada periode persiapan. latihan fisik diarahkan pada pengembangan fisik disesuaikan dengan cabang olahraga yang diikuti. Keikutsertaan Atlet dalam Pertandingan Atlet mengikuti pertandingan satu nomor pertandingan. Jadwal waktu makan yang sudah disepakati harus ditaati oleh semua pihak yang terlibat. misalnya atletik. Waktu makan utama dan makan selingan dibuat jadwal yang sesuai dengan jadwal latihan agar tidak mengganggu latihan.Sebelum mulai dengan latihan. Atlet dikondisikan pada pola makan yang baik. Waktu Pertandingan Atlet mengikuti Pertandingan dengan waktu pertandingan mulai dari 3 menit. misalnya angkat besi. Pada tahap ini kondisi fisik tetap dipertahankan. Pada awalnya dikenal tahap persiapan umum dimana dilakukan perbaikan keadaan umum kesehatan. atlet harus berada dalam kondisi fisik yang baik. sampai dengan waktu pertandingan 2 hari. bulutangkis dan lain-lain.

Pemberian satu gelas [200 cc] air putih yang ditambah satu sendok teh [5 gr] gula diperbolehkan oleh karena konsentrasi minuman tersebut tidak melebihi 2. Tenggang waktu ini tidak boleh sampai menimbulkan penurunan kadar gula darah atau menimbulkan rasa lapar sawaktu pertandingan. pada waktu 30 – 60 menit sebelum pertandingan dan saat istirahat diantara pertandingan sangat dianjurkan.5% dapat menimbulkan peningkatan gula darah yang akan merangsang produksi hormon insulin. misalnya sepak bola. Peningakatan hormon insulin ini dpat menyebabkan terjadinya hipoglikemi [“reactive hypoglycemia”]. Kurang lebih satu jam menjelang pertandingan. sebaiknya sudah dikenal atlet. Minuman yang mengandung kalori. Tujuan utama pemberian makanan pada atlet sebelum pertandingan adalah untuk mempersiapkan atlet agar mendapatkan energi yang adequat dan hidrasi yang optimal. • Kiat Dalam Penyediaan Makanan Pada Saat Bertanding Makanan yang dikonsumsi selain memenuhi syarat gizi. Namun waktu makan yang terakhir ini juga harus disesuaikan dengan kebiasaan makan atlet. Makanan harus mempunyai nilai psikologis yang tinggi sehingga terciptalah semboyan “eat to win”. lemak dan protein.Lamanya waktu pertandingan mulai dari pagi hari sampai dengan siang hari. Hal ini penting oleh karena pada saat pertandingan aliran darah terkonsentrasi menuju ke otot untuk menyalurkan zat gizi dan oksigen yang dibutuhkan pada saat otot berkontraksi.pemberian minuman manis yang melebihi konsentrasi gula 2. atlet harus menghindari minuman yang banyak mengandung gula [manis sekali]. vitamin. Pemberian makanan diatur sedemikian rupa sehinggga sebelum pertandingan dimulai proses pencernaan makanan sudah selesai. Atlet sebaiknya mengkonsumsi makanan lengkap yang terakhir kira-kira 3 – 4 jam sebelum bertanding. Atlet sebaiknya memiliki makanan yang sudah familier dan mudah dicerna. mineral dan elektrolit yang terlarut . Makanan tidak boleh merangsang atau menyebabkan masalah yang tidak baik pada saluran pencernaan.5%. cukup vitamin dan mineral serta cukup air. Puasa sebelum pertandingan tidak diperbolehkan karena secara fisiologis tidak masuk akal oleh karena makanan dibutuhkan untuk mengganti glikogen. Makanan harus lebih banyak mengandung karbohidrat kompleks. misalnya marathon atau pertandingan yang membutuhkan waktu relatif lama. Minum air sebanyak 150 – 250 cc. tidak memberi kontribusi sebagai cadangan glikogen otot dan hati yang dibutuhkan saat pertandingan. Hindari makanan yang banyak mengandung lemak dan protein karena makanan tersebut lebih lama dicerna sehingga kedua zat ini. mual dan muntah sampai kolaps. Keadaan ini dapat terjadi pada saat atlet sedang bertanding dengan gejala-gejala pusing. rendah lemak dan protein.

Atlet harus ditekankan kesadarannya akan kebutuhan air yang banyak dalam setiap kesempatan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya hipoglikemia dan hiponatremia. Rasa haus bukan indikator yang efektif untuk menilai kebutuhan air atlet selama latihan dan pertandingan. misalnya nasi dengan lauk-pauk. 2 – 3 jam sebelum bertanding sebaiknya dalam bentuk makanan kecil. Segera setelah bertanding. Kesempatan minum jangan menunggu sampai terjadi rasa haus oleh karena pada waktu terasa haus ini sudah menunjukkan adanya dehidrasi awal. mencegah kelelahan dan untuk mempertahankan daya kerja otot. misalnya buah pisang dapat diberikan pada atlet. atlet harus minum air dingin [suhu 10o C] sebanyak 1 – 2 gelas. Setelah keletihan dari atlet tersebut berkurang. mineral dan elektrolit secara kontinyu dengan intrerval waktu tertentu sampai terjadi hidrasi. vitamin. makanan lengkap biasa. mineral dan elektrolit yang terpakai selama pertandingan. Pada olahraga endurans sangat penting diperhatikan adalah mengganti keringat yang terbuang akan semakin banyak apabila pertandingan olahraga endurans dilaksanakan pada lingkungan sangat panas. Minum sebaiknya dilakukan secara teratur setiap 10 – 15 menit sebanyak 150 – 250 cc air dingin 10o C. Kemudian atlet dianjurkan untuk minum berupa cairan yang mengandung karbohidrat. Pemberian makanan setelah pertandingan harus memperhatikan keadaan atlet. kira-kira 4 jam setelah pertandingan. dapat diberikan secara berangsur-angsur makanan lengkap biasa seperti sebelum pertandingan dilaksanakan. Pemberian cairan selama pertandingan sangat penting untuk mempertahankan status dehidrasi atau menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Sering terjadi bahwa nafsu makan dari sebagian besar atlet berkurang.didalamnya bermanfaat untuk menghindari terjadinya dehidrasi serta dapat mengganti zat gizi yang terpakai. Makanan padat yang tinggi karbohidrat kompleks dan rendah serat. misalnya roti [kurang dari 500 kalori]. Atlet setiap kali harus mengambil kesempatan minum minuman yang telah tersedia. vitamin. Pemberian suplemen makanan karbohidrat bisa berupa cairan ataupun padat tergantung kesukaan atlet dan jenis olahraganya. Untuk itu segera setelah pertandingan. . Pada keadaan ini dapat diberikan minuman berupa jus buah-buahan dan sayuran. Pada olahraga endurance yang sangat lama [lebih dari 2 jam] pemberian cairan harus mengandung karbohidrat dan elektrolit. pemberian makanan dan minuman ditujukan terutama untuk memulihkan cadangan glikogen serta mengganti cairan. Pola hidangan yang dapat dikonsumsi atlet sesaat menjelang pertandingan adalah sebagai berikut: • • 3 – 4 jam sebelum bertanding. Pemberian karbohidrat pada saat bertanding dengan cara suplemen makanan bertujuan untuk mencegah terjadinya hipoglikemi.

Makanan yang dikonsumsi atlet harus tetap mengikuti pola makan seperti di pemusatan latihan. Semoga bermanfaat. Selama istirahat tersebut perlu memenuhi zat gizi yang telah dipakai selam bertanding khususnya perhatikan masalah hidrasi. 3. Jumlah masukan makanan harus disesuaikan dengan aktifitas sehari-hari. atlet hanya boleh diberi minuman cair saja. 30 – 60 menit sebelum bertanding. Pola makan 5 – 6 kali sehari dengan tiga kali waktu makan utama dan jadwal waktu makan yang tepat harus tetap dijalankan oleh atlet di tempatnya masing-masing. Makanan harus tetap memenuhi gizi seimbang [“well balance diet”]. Pemantauan status gizi secara rutin harus tetap dilaksanakan terutama untuk mengontrol berat badan. Pengaturan makanan pada periode pemulihan ditujukan untuk mempertahanakan status gizi.• • 1 – 2 jam sebelum bertanding. Periode Pemulihan Atlet Pada periode ini atlet harus tetap mempersiapkan kondisi fisik secara prima dengan latihan-latihan yang sesuai. Contoh lain. Atlet harus melakukan penimbangan badan setiap hari untuk mengetahui keadaan berat badan.or. makanan cair berupa jus buah diberikan kepada atlet.00 pagi atlet mengikuti renang 50 m gaya bebas. Sumber : koni. besok istirahat dan lusa harus bertanding lagi. Selanjutnya perubahan-perubahan biokimia yang terjadi selama latihan dan pertandingan bisa dilihat dan akan dijelaskan serta didiskusikan dalam presentasi.id Tags: iptek olahraga Prev: ATLET FIRST WINNING SECOND Next: PROGRAM LATIHAN ATLET PANJAT TEBING MENGHADAPI PORPROV 2009 reply share . Tim sepakbola PERSIB hari ini bertanding. Periode pemulihan termasuk waktu diantara 2 pertandingan misalnya pukul 08. kemudian pada pukul 10.00 mengikuti renang 100 m gaya kupu-kupu.

Prestasi olahraga dapat ditingkatkan dengan diet yang benar disertai dengan program latihan yang tepat1). Sebagai manifestasi dari ketidakseimbangan nutrisi ini dapat berdampak pada keadaan berat badan atlet yang tidak sesuai dengan yang diinginkan. selama dan sesudah pertandingan. 6 September.Persatuan Ahli Gizi Indonesia Provinsi Gorontalo) Gizi. Prestasi tertinggi tidak akan tercapai apabila selama latihan sampai pada saat pertandingan.Pengaturan Berat Badan Dalam Menunjang Kemampuan Fisik Atlet (Oleh: Arifasno Napu .net . dll. Lebih-lebih cabang olahraga yang mempunyai kelas seperti cabang olahraga dayung. dan sebagainya. keadaan fisiologi dan metabolismenya serta . pemberian nutrisi yang adekuat merupakan bagian yang terpenting dalam menunjang prestasi atlet 2) Pengetahuan gizi khususnya tentang pengaturan makanan untuk atlet sangat bermanfaat. 4) Menggunakan prinsip gizi dalam menurunkan dan menaikkan berat badan sesuai yang diinginkan. disiplin dan sportivitas serta pengembangan prestasi olahraga yang dapat membangkitkan rasa kebangsaan Indonesia. dayung. regional maupun tingkat internasional diantaranya olahraga badminton. pemupukan watak. Berbagai jenis olahraga yang telah membawa harum nama Indonesia baik di tingkat nasional. Pengaturan berat badan menjadi sangat penting dan perlu penanganan yang serius. Salah satu upaya peningkatan kualitas manusia adalah dengan cara pembinaan dan pengembangan olahraga yang ditujukan untuk peningkatan kesehatan jasmani dan rohani seluruh masyarakat. 2) Memberikan makanan yang dapat menyediakan energi yang diperlukan untuk melakukan aktivitas fisik dan olahraga. Akibatnya latihan yang intensif.Persatuan Ahli Gizi Indonesia Provinsi Gorontalo) Sabtu. baik dari pengetahuan program latihan maupun penanganan nutrisi sehingga dapat menunjang terciptanya prestasi yang maksimal. 2008 oleh: Gsianturi Pengaturan Berat Badan Dalam Menunjang Kemampuan Fisik Atlet (Oleh: Arifasno Napu . Pendahuluan Tercapainya keberhasilan pembangunan terletak pada tersedianya manusia Indonesia yang berkualitas tinggi. karena memberikan beberapa keuntungan bagi atlet tersebut antara lain: 1) Memberikan pengetahuan tentang makanan yang dapat mencapai atau mempertahankan kondisi tubuh yang telah diperoleh dalam latihan. karate. angkat berat. yudo. 5) Menggunakan prinsip gizi untuk mengembangkan atau membuat rencana diet individu sesuai dengan aturan tubuh.PENGATURAN BERAT BADAN DALAM MENUNJANG KEMAMPUAN FISIK ATLET Oleh: Arifasno Napu (Persatuan Ahli Gizi Indonesia Provinsi Gorontalo) Kebutuhan nutrisi pada olahraga adakalanya tidak seimbang antara diet yang tersedia dengan yang diperlukan. pemberian nutrisi secara optimal tidak diatur dan dipelihara. tinju. 3) Menentukan bentuk makanan dan frekwensi makan yang tepat pada waktu latihan intensif sebelum.

Jawa Barat. Pengaturan berat badan. b) subyek yang akan dinaikkan berat badannya. Hematokrit (Ht). Kecukupan nutrisi optimal pada olahragawan adalah karbohidrat sebesar 60-70% dari total energi. Rahcmad Soegih. pemeriksaaan laboratorium. pengukuran tenaga (watt). Purwakarta. Internist dan dr. berat badan dan umur. yang ditentukan dengan menggunakan rumus yang sesuai dengan jenis kelamin. H. Cara kerja.R. Variabel independent yaitu pengaturan berat badan melalui pengaturan jumlah asupan energi dan zat gizi mikro setiap hari. daya tahan kardiovaskuler (VO2 maks ml/kgBB/menit). Persentase lemak tubuh (%) dan indeks massa tubuh (IMT). lokasi dan sampel penelitian. daya tahan kadiovaskuler (VO2 maks) power melalui pengukuran dengan ergometer (VO2 maks) dan pengukuran jarak (m) melalui rowing ergometer. Metode penelitian Rancangan. ureum dan kreatinin kinase (CK) darah. Vitamin dan mineral mempunyai peran dalam meningkatkan kemampuan fisik atlet terutama pada saat latihan dan pertandingan 4). besarnya kebutuhan energi tergantung dari 3 area yang dikeluarkan yaitu basal metabolisme rate (BMR). Apakah dengan penanganan nutrisi dapat mengantisipasi penurunan prestasi yang mungkin terjadi? Dalam tulisan ini akan mengkaji dan membahas tentang penelitian yang dilakukan di Pemusatan latihan nasional (pelatnas) Dayung di Jatiluhur. Data yang dikumpulkan. Natrium (Na). Data antropometri.5-1 kg/seminggu.dr. protein 12-15%. H. Penentuan kebuhan gizi. asupan makanan dan daftar aktivitas. Data primer lainnya dapat diukur melalui wawancara terbatas guna mendapatkan informasi umum. penelitian ini merupakan studi eksperimen dengan menggunakan design one group pretest-posttest yaitu untuk mengetahui sejauh mana peran pengaturan berat badan dalam menunjang kemampuan fisik atlet dayung. Populasi penelitian adalah atlet dayung rowing sebanyak 10 orang tetapi yang memehuhi syarat hanya 5 orang. Jawa Barat oleh penulis sekaligus sebagai peneliti dengan pembimbing Dr. Kalium (K).5-1 kg/minggu. penaikan berat badan dengan penambahan jumlah energi dari kebutuhannya sehari-hari sebesar 500-1000 kkal/hari sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan berat badan sebesar 0. Permasalahan Pengaturan berat badan yang tidak diikuti oleh program latihan dan tunjangan nutrisi yang adekuat sering menimbulkan penurunan prestasi atlet. sisanya didapatkan dari lemak. perhitungan BMR. a) subyek yang akan diturunkan berat badannya.mempertimbangkan selera serta kebiasaan dan daya cerna atlet 3). Purwakarta. aktivitas fisik dan spesifik dynamic action (SDA) b). Zaenal Abidin. Penelitian dilaksanakan di Pelatnas Dayung Jatiluhur. asupan zat gizi. pengurangan jumlah energi dari kebutuhannya sehari-hari sebesat 5001000 kkal/hari sehingga diharapkan akan terjadi penurunan berat badan sebesar 0. . jarak (meter dengan melihat: kadar Hemoglobin (Hb). Variable dependen meliputi tenaga (watt).

1±6.84 cm dan berat badan rata-rata 75.20±0. Terjadinya penurunan lemak tubuh.2±4.83 kg. Subyek penelitian memiliki rararata umur 23. . Sedangkan persentase lemak tubuh antara sebelum dan sesudah perlakuan yang rata-rata 5. D.05±0.62±1.05.56±0. Perbedaan tebal lemak kulit sebelum dan sesudah perlakuan terjadi penurunan yang bermakna pada nilai rata-rata total lemak (chest.32 ± 0. Dari hasil pengukuran antropometri.20 kkal/hari.80 ± 5.87% dan 60.063 kg.78kg. selain adanya penyesuaian jumlah lemak dari 118. 23. Sedangkan asupan energi yang diperoleh dari hasil recall sebelum perlakuan adalah 4.55% dan 4.22±79.49 kg/m2. Penurunan berat badan ini terjadi secara bermakna sampai pada minggu kedelapan yaitu menjadi rata-rata 71. Gambaran subyek Semua subyek yang dianalisis dalam penelitian ini semuanya dinyatakan sehat karena tidak ditemukan subyek yang mempunyai penyakit tertentu yang dapat mengganggu proses latihan. Hasil dan bahasan A. Selanjutnya pada saat perlakuan dilakukan penyesuaian pengurangan 500 kkal/hari C. B.6 tahun.552±0.Menggunakan uji t-test dependent dengan kemaknaan P<0. Kebutuhan energi dan asupan nutrisi Dari hasil pengamatan dan perhitungan yang diperoleh yaitu subyek mengeluarkan energi untuk aktivitasnya sehari-hari sebesar rata-rata 2.0 gr/hari (23. subyek memiliki rata-rata tinggi badan 179.24±1.26±069%. Perubahan berat badan Berat badan subyek penelitian sebelum perlakuan adalah 75. Artinya telah terjadi penurunan berat badan rata-rata setiap minggu 0.20 ± 1.0 mm menjadi 17.60 kkal/hari dan proporsi energinya terhadap protein.08 ± 0. lemak dan karbohidrat masingmasing rata-rata 16.64 kg. Status gizi Pengurangan 500 kkal/hari dalam makanan sehari-hari telah memberikan perubahan indeks massa tubuh (IMT) pada subyek penelitian yang semula ada yang berstatus gizi overweight menjadi berstatus gizi normal. Sementara subyek lainnya terjadi penyesuaian IMT yang semula 23. Pada minggu pertama terjadi penurunan yang rata-rata 75.08 kkal/hari dan besarnya kebutuhan energi subyek 4181.4±66.56±0.22% menunjukan penurunan yang bermakna pula.10%.5±1. Usia subyek penelitian merupakan usia yang tepat dalam menunjang kemampuan fisik atlet dayung atau sering disebut sebagai usia emas.33 (20. abdominal.596.354. Hal ini sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa pengurangan 500-1000 kkal/hari akan dapat menurunkan berat badan 0.83 kg.54 kg/m2 menjadi rata-rata 22.14±0.48 mm.5 – 1 kg/minggu.0%) dan didukung oleh latihan endurance yang membutuhkan pembakaran lemak.87 %) menjadi 86. front thigh) yaitu dari 20 ± 2.20 ± 0.36 ± 7.02±220.

Hasil yang diperoleh pada penelitian saat sebelum dan sesudah perlakuan didapatkan nilai rata-rata Hb 15. K. .56 meter dan sesudah perlakuan 1707. Penurunan secara bermakna jarak tempuh terjadi pada tes pertama (minggu 2 perlakuan).08 ml/kgBB/menit dan 63. Pada tes kedua menunjukan penurunan yang tidak bermakna atau peningkatan yang belum bermakna. Na. Data kemampuan fisik diambil secara kuantitatif dengan rowing ergometer selama 6 menit yang meliputi tenaga (watt). Sedangkan pada pemeriksaan pada pemeriksaan Na. Hal ini menunjukan bahwa kemampuan kardiovaskuler semua subyek penelitian selama penelitian dalam keadaan baik.51 vol% menunjukan adanya kecenderungan penurunan konsentrasi sekaligus rehidrasi yang lebih baik dari sebelumnya.40 meter. tapi masih menunjukan dalam batasan normal. Pada pemeriksaan Hb dan Ht sebelum dan sesudah perlakuan terjadi penurunan yang bermakna. Sedangkan pada tes ketiga dan tes keempat memberikan peningkatan yang bermakna karena adanya adaptasi tubuh terhadap energi yang diberikan juga ditunjang oleh latihan yang rutin dan terprogram serta sistematis.31 g%.11 ± 0.38 ml/kgBB/menit. ureum.80 ± 2. F.05) dengan nilai rata-rata 58.E. sehingga diperlukan pengaturan berat badan. Ureum dan CK terjadi peningkatan bermakna. CK sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan terdapat perbedaan. sedangkan Ht didapatkan 45.76 mikro liter. kemampuan kardiovaskuler (VO2maks) dan jarak tempuh (meter). Ht. Jarak tempuh sebelum perlakuan rata-rata 1569 ± 82. Laboratorium Hasil pemeriksaan laboratorium yang meliputi Hb.11 ± 0. Akan tetapi pada tes pertama menunjukan penurunan yang bermakna kemampuan VO2 maks sebagai akibat dari adaptasi tubuh terhadap penyesuaian energi yang diberikan.28 vol% menjadi 44. Pada tes kedua (minggu 4 perlakuan) terjadi penurunan secara tidak bermakna jarak tempuh.77 g% menjadi 15.00 ± 2. Kemampuan fisik Kemampuan fisik merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan prestasi olahraga yang sangat erat hubungannya dengan keadaan gizi. K. Hasil yang diperoleh pada tes pertama (minggu 2 perlakuan) menunjukan penurunan kemampuan kardiovaskuler secara bermakna sedangkan pada tes keempat (minggu 8 perlakuan) telah terjadi peningkatan kemampuan kardiovaskuler secara bermakna. Sementara tes ketiga (minggu 6 perlakuan) dan tes keempat (minggu 8 perlakuan) terjadi peningkatan bermakna jarak tempuh.80 ± 5. Selama perlakuan dilakukan 4 kali tes dengan selang perlakuan waktu 2 minggu. menunjukan adanya peningkatan jarak tempuh secara bermakna (n=5 p<0.84 ± 3. Kemampuan kardiovaskuler yang dinyatakan dalam VO2 maks (ml/kgBB/menit) sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan terdapat peningkatan yang bermakna (n=5 p<0.80 ± 90.67 ± 3. Berat badan merupakan indikator yang sangat penting untuk kemampuan fisik.99 mikro liter dan sesudah perlakuan 114.05). kecuali CK di bawah dari nilai ratarata yang mana sebelum perlakuan 88 ± 5.

1 cm melakukan aktivitas dalam golongan berat sekali. and Sport Performance Sport and Nutrition.11 mg/dl dapat menunjukan adanya beban latihan yang berat.2% protein.92 ± 2.02 kkal/hari dikurangi rata-rata 690 kkal/hari) dengan komposisi 15% protein. 2. Umur rata-rata subyek penelitian 23.Subyek penelitian no.7) memberikan kemampuan fisik yang jauh berbeda dengan subyek yang lainnya.39 menjadi 5. The International Scientific Conference On Food.50%. International Olimpyc Comite Solidarity.51 mEq/L menjadi 141. adanya dehidrasi dan berkurangnya simpanan karbohidrat dalam otot. In: Strauss RH.8 ± 0. Editor Drugs and Performance in Sport.20% lemak dan karbohidrat 60. 1991 2. 2 dengan tinggi badan 190.Rata-rata asupan energi sebelum perlakuan 4596. 20% lemak dan 65% karbohidrat.51 mEq/L. Sedangkan kadar kalium darah sebelum dan sesudah perlakuan adalah 4. Untuk itu perlu dilakukan pemilihan atlet dayung rowing dengan IMT >20. Basic Book of Sport Medicine.0 Rujukan 1. Pada pemeriksaan kadar ureum darah sebelum dan sesudah perlakuan adalah 24. 3.12 ± 0. Hal ini menunjukan adanya pemakaian sekelompok otot tertentu yang berlebihan. Kesimpulan 1.78 mg/dl menjadi 30. Nutrition in Sport. Menurut menurut Kinderman dan Urhausen (1988) dalam Winaktu Gracia (1998) terjadinya peningkatan kadar ureum dalam darah kemungkinan disebabkan oleh pemberian protein yang berlebihan.80 mikro liter. 1987 :23.28. Hal ini dimungkinkan adanya pemaksaan kepada yang bersangkutan untuk turun dikelas ringan.80 ± 1. Lausanne. February. Philadelpia: Sauders. Keduanya menunjukan dalam batas normal sehingga tidak menunjukan adanya dehidrasi. V. Sedangkan selama perlakuan rata-rata asupan 3906. sedangkan peningkatan CK berlebihan dapat menunjukan adanya pemakaian sekelompok otot tertentu yang berlebihan.42 ± 1.5 kg (IMT 19.5 cm dan berat badan sesudah perlakuan 71.2 tahun yang dalam dunia olahraga tergolong usia emas dengan tinggi badan rata-rata 179. 4.Pengaturan berat badan sangat dibutuhkan oleh setiap atlet untuk mempertahankan serta meningkatkan status gizi dan status kesehatan sehingga dapat menunjang prestasi atlet. Sedangkan kadar CK sebelum dan sesudah pun meningkat yaitu rata-rata 88 mikro liter menjadi 114. Hecker AL.a. berkurangnya simpanan glikogen dalam otot sehingga banyak protein otot yang terpecah dijadikan energi.02 kkal/hari dengan komposisi 16. sehingga berdampak pada kemampuan fisik yang rendah.Kadar Na sebelum dan sesudah perlakukan adalah 141.39 3.37. Proporsi kebutuhan gizi ini perlu diterapkan dalam mendukung pengaturan berat badan dan meningkatkan prestasi atlet. 1978 . Nutrition. 23. Oleh karena itu sangatlah diperlukan pengaturan berat badan sedini mungkin dan latihan yang relevan sesuai dengan kelasnya masing-masing agar tidak terjadi penggunaan protein tubuh yang sangat diperlukan untuk penggantian selsel yang rusak terutama untuk sel-sel otot. Nutrition and Physical Performance. beban latihan yang berat.26 ± 1.02 kkal/hari (4596. Rogozkin.

Winaktu Grcia. Membiasakan atlet terhadap makanan yang sehat dan seimbang untuk kesehatan dan prestasi. yakni periode persiapan pertandingan/latihan. Pentingnya Perbaikan Status Gizi Pemain TUJUAN pengaturan gizi selama periode pembinaan prestasi adalah penyediaan makanan yang memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi makro dan mikro sesuai dengan ukuran tubuh. . program latihan dari tiap jenis olahraga. Selama Pertandingan dalam Forum Olahraga PIO KONI Pusat. Jakarta. Menanggulangi kasus-kasus khusus yang ditemukan selama masa pembinaan dan berkaitan dengan gizi. Dengan memberikan makanan yang beraneka ragam setiap hari. 1992. baik secara formal dan informal terhadap atlet. Beberapa prinsip pengaturan gizi pada masa latihan. 1996: 143-168. Petunjuk Gizi Untuk Setiap Cabang Olahraga Divisi Buku Sport. 6. Memelihara kondisi fisik atlet agar tetap optimal selama menjalani latihan intensif.4. Jakarta. Pengaturan gizi pada masa latihan bertujuan memperbaiki status gizi. baik akibat defisiensi zat gizi maupun kelebihan gizi. FKUI. Makanan Menjelang. Clark Nancy. Namun karena latar belakang yang berbeda ada kalanya kondisi fisik/status gizi belum optimal. Setiap makanan mempunyai keunggulan dan kekurangan zat gizi tertentu. aktivitas. Kedua: Makanan lebih banyak sumber hidrat arang kompleks yang berkualitas seperti nasi merah. Pertama: Makanan bervariasi. Memasuki masa latihan intensif diharapkan semua atlet memiliki kondisi fisik optimal. serta pengelola makanan atlet. Monitoring dan evaluasi terhadap status gizi atlet dan pelaksanaan penyelenggaraan makanan atlet. Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Kemampuan Fisik Atlet Dayung Putri di Pelaknas Dayung Jatiluhur. ofisial. periode pertandingan/latihan dan periode pemulihan. sayuran dan kacang-kacangan. roti gandum. Selama masa pembinaan dikenal beberapa tahap. kekurangan zat gizi dari satu makanan akan dilengkapi makanan lain. Abidin Zaenal. 1998 5. Memberi konsultasi dan pendidikan gizi.

Prinsip berikutnya. minyak. khususnya atlet putri dan yang vegetarian Menghadapi pertandingan. Gula merupakan alternatif yang baik dalam dunia otahraga jika jumlah. Minum yang cukup. makanan lebih banyak hidrat arang kompleks untuk meningkatkan cadangan glikogen. pengaturan gizi perlu dilakukan secara seksama karena harus mempertimbangkan sasaran pencapaian puncak prestasi yang diinginkan. memasak dengan cara dibakar dan menggunakan susu rendah lemak. Mengatur waktu makan dan . Keenam: Minum air putih atau jus buah Iebih banyak. Jadwal pertandingan dengan interval waktu tiap sesi pertandingan. Untuk meningkatkan cadangan glikogen perlu diperhatikan faktor yang mempengaruhi terbentuknya cadangan glikogen. terutama lemak jenuh. Adanya risiko gangguan pencernaan karena jenis makanan dan waktu makan yang tidak tepat. Kedelapan: Makan jenis makanan yang kaya zat besi. Tujuannya untuk mengontrol status hidrasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan makanan atlet: Waktu atau kesempatan yang ada untuk mengembalikan cadangan glikogen dan status hidrasi dalam periode pertandingan atau turnamen. terutama pada atlet yang mengalami gangguan menstruasi. makanan dalam lambung akan menetralisasi cairan lambung sehingga lambung tidak terasa nyeri dan mengurangi rasa lapar. mengurangi pemakaian santan. menjaga status hidrasi dan menenangkan lambung agar tak bermasalah. semisal kembung. Masa Pertandingan Ketujuh: Makan jenis makanan yang kaya kalsium untuk atlet putri. Keempat: Mengurangi penggunaan gula yang berlebihan. Tujuan pengaturan makanan sebelum pertandingan: Memberi makanan yang memenuhi kebutuhan kalori dan zat gizi agar dapat membentuk cadangan glikogen otot. Faktor yang mempengaruhi terbentukya cadangan glikogen hati adalah pecernaan dan jenis hidrat arang. Dengan pengaturan waktu makan yang tepat sebelum bertanding. Prinsipnya. makanan rendah lemak karena proses pencernaan lemak memakan waktu lama. Atlet sebaiknya selalu menimbang berat badan sebelum dan sesudah latihan. Mengurangi jenis makanan yang tinggi serat karena akan menyebabkan lambung penuh. Tujuan pengaturan makan adalah meningkatkan cadangan glikogen otot dan mencegah terjadinya hypoglikemi. Untuk mengurangi lemak dalam makanan dapat dilakukan dengan cara memilih daging/ayam yang sedikit lemak/kulit.Ketiga: Mengurangi lemak. jenis kombinasi dan waktu pemakaiannya dilakukan secara tepat. Kelima: Mengurangi penggunaan garam.

Misalnya: Kita melihat munculnya bakat muda tim ganda Kido-Hendra (yang dipasangkan mendadak) dan Simon yang mampu mengendalikan emosi namun masih lemah di stamina. libas korupsi di dunia olahraga. Artinya. Anda tentunya punya pendapat dan masukan lain. China menekuk Indonesia 3-0. Silakan berbagi di sini. Usahakan agar makanan yang dikonsumsi sebelum bertanding sudah dikenal dan atlet terbiasa dengan makanan itu. Minggu (16/5).jenis makanan yag dikonsumsi sesuai jadwal pertandingan. kita punya potensi untuk mengembalikan kejayaan bulu tangkis kita. pasangan Markis Kido . ternyata bukanlah hari kemenangan Indonesia. ahli gizi PSIS Semarang-31) Bagaimana memompa prestasi bulu tangkis kita? Final Thomas Cup 2010 di Kuala Lumpur. (Yudan Roesgijanto. Taufik Hidayat. dari segi sistem. Tapi ada berita baik. mungkin juga perbaikan gizi bagi para atlet dan. Kita butuh pembinaan yang baik. .Hendra Setiawan dan Simon Santoso gagal meraih poin. di masa depan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->