P. 1
Makalah Efusi Pleura

Makalah Efusi Pleura

|Views: 271|Likes:

More info:

Published by: Joeliyan Bebaslepasuntukselamanya on Feb 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/17/2014

pdf

text

original

Oleh : Nama NIM Tingkat : Julian Falenzah : PO.71.20.1.10.019 : II.

A

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG JURUSAN KEPERAWATAN 2011/2012

Kata Pengantar Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan atas rahmatNya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul Efusi Pleura. Makalah ini menganalisis tentang Definisi dan Karakteristik dari Efus Pleura. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas dari RS Mohammad Hoesin Palembang. Sehubungan dengan tersusunnya makalah ini kami mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu. Namun kami selaku penulis menyadari bahwa makalah kami jauh dari kata sempurna maka kami mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun. Akhir kata kami ucapkan semoga makalah ini bermamfaat. khususnya bagi kami yang menyusun makalah ini dan bagi pembaca umumnya. kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini. Palembang. 01 February 2012 Penyusun .

1. yaitu cairan pleura lazim berwarna merah (hemoragik) dan pada umumnya cepat terbentuk kembali setelah diaspirasi. Efusi pleura merupakan manifestasi klinik yang dapat dijumpai pada sekitar 50-60% penderita keganasan pleura primer atau metastatik. lazim diakibatkan oleh infeksi tuberculosis. Oleh karena itu. jumlah cairan pleura biasanya banyak sehingga mengakibatkan pendorongan mediastinum kearah sisi yang sehat dengan segala akibatnya (Bambang Kisworo:2003). LATAR BELAKANG Di negara-negara barat. sementara 95% kasus mesotelioma (keganasan pleura primer) dapat disertai efusi pleura dan sekitar 50% penderita kanker payudara akhirnya akan mengalami efusi pleura. efusi pleura terutama disebabkan oleh gagal jantung kongestif. dan pneumonia bakteri. sirosis hati. keganasan. . Sementara di negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Keganasan efusi pleura memiliki dua sifat yang khas.

3. asites. virus. embolus pulmonary dan perikarditis. Selisih perbedaan absorpsi cairan pleura melalui pleura visceralis lebih besar daripada selisih perbedaan pembentukan cairan oleh pleura parietalis dan permukaan pleura visceralis lebih besar daripada pleura parietalis sehingga pada ruang pleura dalam keadaan normal hanya terdapat beberapa mililiter cairan. abses dan sindrom Meigs. B. Infeksi yang disebabkan bakteri. . Kardiovaskuler.Pleura merupakan lapisan tipis yang mengandung kolagen dan jaringan elastis yang melapisi rongga dada (pleura parietalis) dan menyelubungi paru (pleura visceralis). Etiologi Berbagai penyebab timbulnya efusi pleura adalah : 1. sehingga mencegah kolaps paru. Pengertian Effusi Pleura adalah penimbunan cairan pada rongga pleura (Price & Wilson 2005). seperti pankreatitis. pleura mungkin mengalami peradangan atau udara atau cairan dapat masuk ke dalam rongga pleura menyebabkan paru tertekan atau kolaps. mikobakterial dan parasit. Bila terserang penyakit.A. 4. Neoplasma. Diantara pleura parietalis dan pleura visceralis terdapat suatu rongga yang berisi cairan pleura yang berfungsi untuk memudahkan kedua permukaan bergerak selama pernafasan. Penyakit pada abdomen. seperti gagal jantung kongestif. seperti neoplasma bronkogenik dan metastatik. jamur. 2. Tekanan dalam rongga pleura lebih rendah dari tekanan atmosfer. Cairan dalam keadaan normal dalam rongga pleura bergerak dari kapiler didalam pleura parietalis ke ruang pleura dan kemudian diserap kembali melalui pleura visceralis.

Penimbunan eksudat disebabkan oleh peradangan atau keganasan pleura. Empiema disebabkan oleh prluasan infeksi dari struktur yang berdekatan dan dapat merupakan komplikasi dari pneumonia. dan akibat peningkatan permeabilitas kapiler atau gangguan absorpsi getah bening. keadaan ini disebut empiema.5. C. Selain itu cairan pleura dapat melalui pembuluh limfe sekitar pleura. Pada kasus ini keseimbangan kekuatan menyebabkan pengeluaran cairan dari pmbuluh darah. Penyebab lain seperti lupus eritematosus sistemik.Jika efusi pleura mengandung nanah. Derajat gangguan fungsi dan kelemahan bergantung pada ukuran dan cepatnya perkembangan penyakit. Trauma 6. . Patofisiologi Patofisiologi terjadinya efusi pleura tergantung pada keseimbangan antara cairan dan protein dalam rongga pleura. Cairan pleura cenderung tertimbun pada dasar paru akibat gaya gravitasi. Dalam keadaan normal cairan pleura dibentuk secara lambat sebagai filtrasi melalui pembuluh darah kapiler. Transudasi juga dapat terjadi pada hipoproteinemia seperti pada penyakit hati dan ginjal. Efusi pleura akan menghambat fungsi paru dengan membatasi engembangannya. rematoid arthritis. Penimbunan transudat dalam rongga pleura disebut hidrotoraks. Bila cairan tertimbun secara perlahan-lahan maka jumlah cairan yang cukup besar mungkin akan terkumpul dengan sedikit gangguan fisik yang nyata. Transudat terjadi pada peningkatan tekanan vena pulmonalis. Filtrasi yang terjadi karena perbedaan tekanan osmotic plasma dan jaringan interstitial submesotelial kemudian melalui sel mesotelial masuk ke dalam rongga pleura. misalnya pada gagal jatung kongestif. Bila efusi pleura berupa cairan hemoragis disebut hemotoraks dan biasanya disebabkan karena trauma maupun keganasan. abses paru atau perforasi karsinoma ke dalam rongga pleura. sindroms nefrotik dan uremia. Pada kondisi tertentu rongga pleura dapat terjadi penimbunan cairan berupa transudat maupun eksudat.

Perkusi meredup diatas efusi pleura. Dispnea bervariasi 3. Tanda dan Gejala 1. Suara nafas berkurang diatas efusi pleura. 7. 9. 6. pada akhirnya akan menyebabkan gagal nafas. Pada efusi yang berat terjadi penonjolan ruang interkosta. 10. Fibrotoraks . bronkiektasis. D. Egofoni diatas paru yang tertekan dekat efusi. Gagal nafas didefinisikan sebagai kegagalan pernafasan bila tekanan partial Oksigen (Pa O2)≤ 60 mmHg atau tekanan partial Karbondioksida arteri (Pa Co2) ≥ 50 mmHg melalui pemeriksaan analisa gas darah.Kondisi efusi pleura yang tidak ditangani. Jari tabuh merupakan tanda fisik yang nyata dari karsinoma bronkogenik. abses dan TB paru E. Fremitus fokal dan raba berkurang. Komplikasi 1. Batuk 2. 5. Pergerakan dada berkurang dan terhambat pada bagian yang mengalami efusi. Adanya keluhan nyeri dada (nyeri pleuritik) 4. 8.

F. Fibrosis paru Fibrosis paru merupakan keadaan patologis dimana terdapat jaringan ikat paru dalam jumlah yang berlebihan. atalektasis yang berkepanjangan dapat menyebabkan penggantian jaringan paru yang terserang dengan jaringan fibrosis. pada jaringan-jaringan yang berada dibawahnya. Pembedahan pengupasan(dekortikasi) perlu dilakukan untuk memisahkan membrane-membran pleura 3. 2. 4. atalektasis tekanan yang diakibatkan oleh tekanan ektrinsik pada sebagian / semua bagian paru akan mendorong udara keluar dan mengakibatkan kolaps paru. Keadaan ini disebut dengan fibrotoraks. Kolaps Paru Pada efusi pleura. Pada efusi pleura. Atalektasis Atalektasis adalah pengembangan paru yang tidak sempurna yang disebabkan oleh penekanan akibat efusi pleura. Fibrosis timbul akibat cara perbaikan jaringan sebagai kelanjutan suatu proses penyakit paru yang menimbulkan peradangan.Pemeriksaan Penunjang .Efusi pleura yang berupa eksudat yang tidak ditangani dengan drainase yang baik akan terjadi perlekatan fibrosa antara pleura parietalis dan pleura viseralis. Jika fibrotoraks meluas dapat menimbulkan hambatan mekanis yang berat tersebut.

1. Pergeseran mediastinum kadang ditemukan. Rontgen Toraks Dalam foto thoraks terlihat hilangnya sudut kostofrenikus dan akan terlihat permukaan yang melengkung jika jumlah cairan > 300 cc. Bila cairan pusnya kental sehingga sulit keluar atau bila empiemanya multiokuler. Torakosentesis G. Ultrasound Ultrasound dapat membantu mendeteksi cairan pleura yang timbul dan sering digunakan dalam menuntun penusukan jarum untuk mengambil cairan pleura pada torakosentesis. perlu tindakan operatif. 3. Pengobatan secara sistemik hendaknya segera dilakukan. tetapi terapi ini tidak berarti bila tidak diiringi pengeluaran cairan yang adequate. 4. . 2. menentukan lesi pada pleura dan secara umum mengungkapkan sifat serta derajat kelainan bayangan yang terdapat pada paru dan jaringan toraks lainnya. Mungkin sebelumnya dapat dibantu dengan irigasi cairan garam fisiologis atau larutan antiseptik. Penatalaksanaan Pada efusi yang terinfeksi perlu segera dikeluarkan dengan memakai pipa intubasi melalui selang iga. CT Scan Thoraks Berperan penting dalam mendeteksi ketidaknormalan konfigurasi trakea serta cabang utama bronkus.

mendapatkan spesimen (analisis). menghilangkan dispnea. Water seal drainage (WSD) Drainase cairan (Water Seal Drainage) jika efusi menimbulkan gejala subyektif seperti nyeri. Pleurodesis. Irigasi cairan garam fisiologis atau larutan antiseptik (Betadine). Cairan efusi sebanyak 1 – 1. . 1. 3. jika jumlah cairan efusi lebih banyak maka pengeluaran cairan berikutya baru dapat dilakukan 1 jam kemudian.2 liter perlu dikeluarkan segera untuk mencegah meningkatnya edema paru. 5. dispnea. Pengeluaran efusi yang terinfeksi memakai pipa intubasi melalui sela iga. Operatif. Corynecbaterium parvum dll.Untuk mencegah terjadinya lagi efusi pleura setelah aspirasi dapat dilakukan pleurodesis yakni melengketkan pleura viseralis dan pleura parietalis. 4. dll. 6. Antibiotika jika terdapat empiema. Zat-zat yang dipakai adalah tetrasiklin. Bleomicin. 2. Torasentesis: untuk membuang cairan. 7. untuk mencegah terjadinya lagi efusi pleura setelah aspirasi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->