P. 1
Pengertian Globalisasi

Pengertian Globalisasi

|Views: 132|Likes:
Published by Muhli Prenduan

More info:

Published by: Muhli Prenduan on Feb 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

12. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan A.

Latar Belakang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diajarkan di Satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. Pendidikan memiliki sasaran pedagogis, oleh karena itu pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan zaman. Selama ini telah terjadi kecenderungan dalam memberikan makna mutu pendidikan yang hanya dikaitkan dengan aspek kemampuan kognitif. Pandangan ini telah membawa akibat terabaikannya aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, seni, psikomotor, serta life skill. Dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang komprehensif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.

118

B. Tujuan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih 2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. 3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar 4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan 5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis 6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan 7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif. C. Ruang Lingkup Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan meliputi aspekaspek sebagai berikut. 1. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya 2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya 3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya 4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya 5. Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya 6. Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung 7. Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari- hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif

119

Mempraktikkan berbagai gerak dasar dalam gerak ritmik. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 5. Mempraktikkan penjelajahan di Satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan dan di alam bebas. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 7. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya 3. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya punggung.dalam kegiatan P3K dan UKS. dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek. Mempraktikkan berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 2. Mempraktikkan berbagai bentuk senam ketangkasan dengan kontrol yang baik. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 4. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 6. Standar Kompetensi Mata Pelajaran 1. D. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri. Menerapkan budaya hidup sehat 120 .

kejujuran. kerjasama. serta nilai sportivitas. serta nilai percaya diri dalamnya dan disiplin 3.3. toleransi dan percaya diri 2. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Standar Kompetensi 1.1 Mempraktikkan gerak keseimbangan statis tanpa alat. toleransi dan percaya diri 1. kejujuran. Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berdiri berbagai posisi 2. lari dan lompat dalam permainan sederhana.E.2 Mempraktikkan gerak keseimbangan dinamis tanpa alat. kerjasama.2 Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berjalan 2. Mempraktikkan senam lantai sederhana tanpa alat dan nilai yang terkandung di 3. Mendemonstrasikan beberapa berbaring di lantai dengan benar sikap 3. serta nilai percaya diri dan disiplin BAB I PENDAHULUAN 1.1 Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam 2.1 Mempraktikkan gerak dasar jalan. kejujuran. toleransi dan percaya diri 1.2 Mempraktikkan gerak dasar memutar. serta nilai sportivitas. mengayun ataupun menekuk dalam permainan sederhana.3 Mempraktikkan gerak dasar lempar tangkap dan sejenisnya dalam permainan sederhana. kerjasama.1 Latar Belakang . serta nilai sportivitas. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana/ aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung didalamnya Kompetensi Dasar 1.

kompetensi dasar dan indikator. serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. seni. psikomotor. sportivitas. Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pandangan ini telah membawa akibat terabaikannya aspek-aspek moral. akhlak. 3. aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. Pendidikan memiliki sasaran pedagogis. bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani.3 Tujuan 1. tindakan moral.mental emosional. olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Bagaimana ruang lingkup Pendidikan Jasmani. spiritual.2 Rumusan Masalah 1. Olahraga dan Kesehatan untuk peserta didik. keterampilan sosial. Untuk mengetahui ruang lingkup Pendidikan Jasmani. budi pekerti. 4. Apa pengertian dan perbedaan standar kompetensi. Untuk mengetahui pengertian dan perbedaan standar kompetensi. keterampilan berfikir kritis. 2. perkembangan psikis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. Olahraga dan Kesehatan untuk peserta didik ? 3. penalaran. Dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang komprehensif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. sosial). oleh karena itu pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani. Olahraga dan Kesehatan. olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis. serta life skill. kompetensi dasar dan indikator ? 2. Untuk mengetahui tujuan Pendidikan Jasmani. karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan zaman. pengetahuan dan penalaran. Olahraga dan Kesehatan pada sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI). dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik. Selama ini telah terjadi kecenderungan dalam memberikan makna mutu pendidikan yang hanya dikaitkan dengan aspek kemampuan kognitif. Olahraga dan Kesehatan pada sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI) ? 1.Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Pendidikan jasmani. Olahraga dan Kesehatan ? 4. Untuk mengatahui standar kompetensi dan kompetensi dasar Pendidikan Jasmani. Apa tujuan Pendidikan Jasmani. 1. Bagaimana standar kompetensi dan kompetensi dasar Pendidikan Jasmani. keterampilan motorik. pendidikan jasmani. olahraga dan kesehatan. stabilitas emosional. olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting. sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. . keterampilan gerak. penghayatan nilai-nilai (sikap. olahraga.

sepak bola. 6.BAB II PEMBAHASAN 2. tenis lapangan. terampil. atletik. Didik. tennis meja. kippers. 2.masing adalah: Standar Kompetensi adalah kecakapan atau kemampuan yang harus dicapai oleh peserta didik setelah mengalami berbagai macam pembelajaran. Olahraga dan Kesehatan meliputi aspek-aspek sebagai berikut: 1. ketrampilan.2 Tujuan Pendidikan Jasmani. bertanggungjawab. Standar Kompetensi adalah merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar b. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri. permainan eksplorasi gerak. jujur. Olahraga. Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani. kasti. Kompetensi Dasar adalah merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. 2. Olahraga Dan Kesehatan Untuk Peserta Pendidikan Jasmani. 5. sikap dan nilai. bulu tangkis. dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Adapun perbedaan masing. olahraga dan kesehatan.3 Ruang lingkup Pendidikan Jasmani. bola basket. Mengembangkan sikap sportif. pola hidup sehat dan kebugaran. disiplin. bola voli. serta aktivitas lainnya. . 3.dan manipulatif. Indikator adalah merupakan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran. Olahraga dan Kesehatan.1 Pengertian Dan Perbedaan Standar Kompetensi. orang lain dan lingkungan. 7. percaya diri dan demokratis. 2. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani. c.nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau sub aspek mata pelajaran tertentu. Kompetensi Dasar Dan Indikator a. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih. kerjasama. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna. rounders. dan beladiri. serta memiliki sikap yang positif. Sedangkan Indikator adalah suatu kompetensi yang dijadikan tolak ukur sejauh mana penguasaan siswa terhadap suatu pokok bahasan atau mata pelajaran tertentu. keterampilan lokomotor non-lokomotor. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar 4. Kompetensi Dasar adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah menyelesaikan aspek mata pelajaran atau sub pokok bahasan tertentu.

komponen kebugaran jasmani. serta nilai sportivitas. . Kesehatan. Pendidikan luar kelas.hari. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri. serta nilai percaya diri dan disiplin.2. toleransi dan percaya diri. 4. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas. keterampilan bergerak di air. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana atau aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya a) Mempraktikkan gerak dasar jalan. khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat. mencegah dan merawat cidera. b) Mempraktikkan gerak keseimbangan dinamis tanpa alat. Aktivitas air meliputi: permainan di air.4. kejujuran. b) Mempraktikkan gerak dasar memutar.4 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Jasmani. mengayun ataupun menekuk dalam permainan sederhana. pengenalan lingkungan. meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari. Olahraga dan Kesehatan pada Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). kerjasama. kerjasama. Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berjalan. kejujuran. dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek. toleransi dan percaya diri. memilih makanan dan minuman yang sehat. c) Mempraktikkan gerak dasar lempar tangkap dan sejenisnya dalam permainan sederhana.1 Kelas I. 7. SKJ. Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam berbagai posisi. 1. serta nilai percaya diri dan disiplin. lari dan lompat dalam permainan sederhana. dan mendaki gunung. dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana. 1. dan renang serta aktivitas lainnya. meliputi: piknik/karyawisata. a) Mempraktikkan gerak keseimbangan statis tanpa alat. a) Mempraktikkan gerak bebas berirama tanpa menggunakan musik dan nilai disiplin dan kerjasama. dan senam lantai. serta aktivitas lainnya. keselamatan air. kejujuran. menjelajah. dan senam aerobic serta aktivitas lainnya. senam pagi. serta nilai sportivitas. 2. ketangkasan dengan alat. merawat lingkungan yang sehat. 1. a) b) Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berdiri. mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS. serta nilai sportivitas. Mengungkapkan perasaan melalui gerak berirama dan nilai yang terkandung di dalamnya. kerjasama. 2. ketangkasan tanpa alat. Mempraktikkan senam lantai sederhana tanpa alat dan nilai yang terkandung di dalamnya. 5. toleransi dan percaya diri. 6. Semester 1 1. berkemah. 3.

a) Menampilkan gerak bebas berirama diorientasikan dengan arah mengikuti bunyi-bunyian secara individu. kejujuran. Mengenal pentingnya imunisasi. kejujuran dan tanggung jawab. serta nilai kerjasama. c) Mempraktikkan gerak dasar menangkap obyek berbagai ukuran dalam permainan sederhana . Mempraktikkan gerak dasar ke dalam aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya. a) Mempraktikkan aktivitas dasar di air b) Mempraktikkan berbagai permainan di air dangkal disertai nilai percaya diri. kebersihan. kerja sama dan pola hidup sehat. c) Mempraktikkan pemanfaatan makanan dan minuman yang baik. a) b) a) Membiasakan penampillan sikap tubuh dalam posisi diam. Mempraktikkan gerakan senam lantai sederhana dan nilai yang terkandung di dalamnya Mempraktikkan gerakan senam lantai sederhana. serta nilai percaya diri dan disiplin. a) Mempraktikkan gerak dasar jalan. b) Mempraktikkan gerak dasar memutar. Menerapkan budaya hidup sehat a) b) Menjaga kebersihan diri yang meliputi kuku dan kulit. dan disiplin. tanggung jawab dan toleransi. Menerapkan budaya hidup sehat. Menampilkan perasaan melalui musik dan gerak berirama serta nilai yang terkandung di dalamnya. dan nilai kerjasama. 1. Mempraktikkan dasar-dasar pengenalan air dan nilai yang terkandung didalamnya. a) Mempraktikkan pengenalan lingkungan sekolah secara beregu. toleransi. serta nilai estetika. kerjasama. Membiasakan penampilkan sikap tubuh dalam posisi bergerak. 1. Semester 2 .b) Mempraktikkan gerak bebas berirama menggunakan musik dan nilai disiplin dan kerjasama.2 Kelas I. dan nilai disiplin. lari dan lompat ke berbagai arah dengan berbagai pola dalam permainan sederhana. 1. 1. menekuk dalam permainan sederhana. mengayun. kejujuran dan tanggung jawab. 1. Mempraktikkan pengenalan lingkungan sekolah melalui aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya. 2. dan kebersihan lingkungan. 1. serta nilai estetika. b) Mempraktikkan gerak peregangan dan pelemasan dalam kegiatan pemanasan sederhana dengan benar serta nilai disiplin. dan kerjasama.4. dan nilai disiplin. b) Mempraktikkan berbagai aktivitas jasmani yang menyenangkan di lingkungan sekolah. Membiasakan penampilan sikap tubuh dalam berbagai posisi. 1. 1. b) Menampilkan gerak bebas berirama diorientasikan dengan arah menggunakan bunyibunyian secara berpasangan/kelompok kecil. toleransi.

lompat yang bervariasi dalam permainan yang menyenangkan dan nilai kerjasama. b) Mempraktikkan senam ketangkasan dengan menggunakan alat sederhana dengan percaya diri. a) Mempraktikkan latihan dasar untuk meningkatkan kekuatan otot dada. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. a) Mempraktikkan satu jenis bentuk latihan untuk meningkatkan kekuatan otot lengan dan tungkai dengan mengikuti aturan. a) Mempraktikkan gerak ritmik ke depan. dengan mengikuti aturan. lari. menendang dan menggiring bola ke berbagai arah dalam permainan sederhana serta nilai kerjasama. a) b) Menjaga kebersihan rambut. menekuk lutut dalam berbagai variasi permainan sederhana serta nilai kerjasama. Mengenal makanan sehat Kelas II. Mempraktikkan keterampilan dasar ritmik diorientasikan dengan arah dan ruang dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.3 Menjaga kebersihan gigi dan mulut. a) Mempraktikkan senam ketangkasan sederhana tanpa menggunakan alat: melompat dan meloncat dengan isyarat ke berbagai arah. c) Mempraktikkan gerak dasar melempar. dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. menghargai lawan dan memahami diri sendiri. b) Mempraktikkan gerak ritmik diorientasikan dengan ruang secara beregu tanpa menggunakan musik. tanggungjawab. Mempraktikkan senam ketangkasan dasar dan nilai-nilai yang terkandung di alamnya. a) Mempraktikkan gerak dasar jalan. b) Mempraktikkan berbagai aktivitas untuk melatih keseimbangan statis dan dinamis. dan nilai kerja sama. b) Mempraktikkan gerak dasar memutar. tanggungjawab. 1. Menerapkan budaya hidup sehat. kejujuran. Mempraktikkan gerak dasar kebugaran jasmani dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. Mempraktikkan variasi gerak dasar melalui permainan dan aktivitas jasmani. tanggungjawab. serta nilai disiplin dan estetika. 1. Semester 1 1.4 Kelas II . kejujuran. Memilih makanan bergizi 1. 2. dan telinga. c) Membiasakan bergerak dengan benar 1.a) b) 2. otot punggung. serta nilai disiplin dan kerja sama.4. toleransi. kejujuran. 1. mengayun.4. hidung. menangkap. Semester 2 . menghargai lawan dan memahami diri sendiri. menghargai lawan dan menghargai diri sendiri. toleransi. toleransi. belakang ataupun samping secara berpasangan dengan diiringi musik .

b) Mempraktikkan rangkaian gerak senam ketangkasan sederhana: berjalan dan berguling ke depan. dan kerja sama. b) Mempraktikkan keseimbangan tubuh dan penyelamatan diri di air serta memperhatikan faktor keselamatan diri dan orang lain. a) Mempraktikkan gerak lengan dan tungkai untuk mengangkat tubuh di dalam air. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan disiplin. dan disiplin. Menerapkan budaya hidup sehat. 2. Semester 1 . 1. Menjaga kebersihan tangan dan kaki.serta aturan. serta nilai kerjasama. a) Mempraktikkan dua bentuk senam ketangkasan: melompat dan berputar 90 derajat saat di udara. melompati benda sesuai dengan kemampuan serta memperhatikan faktor keselamatan. dan bernapas. dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Mempraktikkan senam ketangkasan sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Mengenal cara makan sehat 1. memiliki pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 1. Mempraktikkan keterampilan dasar ritmik diorientasikan dengan arah dan ruang dengan menggunakan atau tanpa musik. membungkuk dan menekuk dalam permainan sederhana.b) Mempraktikkan latihan dasar untuk melatih kelentukan persendian anggota badan bagian atas dengan mengikuti aturan. c) a) b) Membiasakan menggunakan pakaian dan sepatu yang sesuai. serta nilai kebersihan c) Mempraktikkan gerak dasar renang: mengapung. Mempraktikkan gerak dasar renang. c) Mempraktikkan kombinasi gerak dasar melempar. a) Mempraktikkan keterampilan dasar gerak ritmik yang berorientasi pada arah dan ruang secara berpasangan. Mempraktikkan kegiatan jasmani di lingkungan di sekitar sekolah. serta nilai disiplin. b) Mempraktikkan keterampilan dasar gerak ritmik yang berorientasi pada arahdan ruang secara beregu menggunakan atau tanpa musik serta nilai kerjasama. dan kerja sama. 1. b) Mempraktikkan kombinasi berbagai gerak mengayun. serta aturan.4. Mempraktikkan berbagai kombinasi gerak dasar melalui permainan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. menggunakan atau tanpa musik. memindahkan berat tubuh dari satu titik ke titik yang lain dengan kontrol yang baik.5 Kelas III. kesehatan dan keselamatan. menangkap dan menendang dengan koordinasi yang baik dalam permainan sederhana. 1. a) Mempraktikkan kombinasi berbagai pola gerak jalan dan lari dalam permainan sederhana. b) Mengikuti rambu-rambu perjalanan di lingkungan sekolah secara beregu dan memperhatikan faktor keselamatan. menenggelamkan diri di dalam air. 1. kerjasama dan disiplin. a) Mempraktikkan berbagai aktivitas fisik di lingkungan sekolah dan nilai kebersihan. serta aturan dan kerja sama.

dan keselamatan. memantulkan. 1.1. b) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan daya tahan secara sederhana serta nilai disiplin. tanggung jawab. toleransi. a) Mempraktikkan keseimbangan dalam bentuk senam lantai dasar. dan nilai disiplin. kejujuran. 1. Mempraktikkan berbagai gerak dasar dalam permainan sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai kerjasama dan menghargai lawan atau diri sendiri. mengayun lengan dan meliukkan badan dengan koordinasi gerak yang baik dalam permainan sederhana. Semester 2 1. a) Mempraktikkan kombinasi gerak dasar jalan. a) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan kelentukan dan kelenturan. serta nilai kerjasama. b) Mempraktikkan gerak kombinasi senam ketangkasan dasar. menendang. dan bersedia berbagi tempat dan peralatan dalam bermain. Mempraktikkan senam ketangkasan dasar dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai disiplin. serta nilai percaya diri dan disiplin. Menerapkan budaya hidup sehat. 1. a) Mempraktikkan gerak dasar mengayun dan menekuk lutut dalam aktivitas ritmik sederhana tanpa musik. menghargai lawan atau diri sendiri. b) Mempraktikkan kombinasi gerak memutar. disiplin dan keberanian. disiplin dan keberanian. serta nilai keselamatan. toleransi. serta nilai keselamatan. Mempraktikkan aktivitas kebugaran jasmani secara sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. tanggung jawab dan menghargai lawan atau diri sendiri. Mempraktikkan gerak dasar melaului aktivitas ritmik dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. 1. b) Mempraktikkan gerak dasar mengayun dan menekuk lutut dalam aktivitas ritmik sederhana beregu tanpa atau dengan iringan musik. a) b) 2. 1. dan mengontrol bola dengan koordinasi yang baik dalampermainan sederhana. disiplin dan kerja sama. menekuk lutut. serta nilai percaya diri. Mempraktikkan gerak senam lantai. senam ketangkasan dasar dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.4. c) Mempraktikkan kombinasi gerak dasar memvoli. . Kelas III. lari dan lompat dengan koordinasi yang baik dalam permainan sederhana.6 Menjaga kebersihan pakaian. b) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan koordinasi gerak. a) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan kekuatan otot-otot bahu dan dada secara sederhana serta nilai disiplin. serta nilai kerjasama. Mengenal kebutuhan tidur dan istirahat.

b) Mempraktikkan senam ketangkasan yang agak kompleks menggunakan alat. Semester 1 . Mengkombinasikan gerakan lengan dan tungkai renang gaya dada dan nilai kebersihan. 1. dan kejujuran. demam berdarah dan influenza. a) b) Mengenal bahaya penyakit diare. Mengenal cara menggunakan peturasan. percaya diri dan disiplin. dan disiplin. 1. b) c) Mempraktikkan cara bernapas renang gaya dada dan nilai kebersihan. Mempraktikkan gerak ritmik dasar yang berorientasi dengan arah. dan kejujuran. Mempraktikkan pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah untuk aktivitas jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. sportivitas. a) Mempraktikkan gerak lokomotor dalam mengikuti jejak dan nilai disiplin. b) Mempraktikkan gerak dasar atletik sederhana.7 Kelas IV. 1. 1. kerjasama. serta nilai percaya diri dan disiplin. dan nilainilai yang terkandung didalamnya. c) Mempraktikkan penjagaan keselamatan diri dan orang lain selama melakukan aktivitas di lingkungan sekitar sekolah. Menerapkan budaya hidup sehat. c) Mempraktikkan gerak dasar permainan bola besar sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi. dan nilai disiplin.4. b) Mempraktikkan pemilihan tempat yang aman untuk bermain di lingkungan sekolah. serta nilai kerja keras. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya dada. 2.a) Mempraktikkan senam ketangkasan sederhana tanpa alat. menggerakkan lengan dan nilai kebersihan. a) Mempraktikkan gerak lokomotor dalam gerak ritmik diorientasikan pada arah. ruang. ruang dan waktu secara beregu dengan atau tanpa menggunakan musik. ruang. dan waktu secara individual dengan atau tanpa menggunakan musik. dan nilai disiplin. dan nilai kebersihan. a) Mempraktikkan aktivitas permainan sederhana untuk melatih daya tahan dan kekuatan otot. serta nilai semangat. Mempraktikkan latihan untuk meningkatkan kebugaran dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. a) Mempraktikkan gerak dasar dalam permainan bola kecil sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi. sportivitas. serta nilai percaya diri. 1. serta nilai kerja sama. serta nilai kerjasama tim. dan waktu dengan atau tanpa musik. 1. disiplin dan kerjasama. b) Mempraktikkan gerak lokomotor dalam aktivitas ritmik yang berorientasi pada arah. menggerakkan tungkai. dan nilainilai yang terkandung didalamnya. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana dan olahraga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. a) Mempraktikkan gerak dasar meluncur. memperhatikan faktor keselamatan.

b) Mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai dengan alat dengan memperhatikan faktor keselamatan.4. ruang dan waktu secara beregu menggunakan musik. Mempraktikkan latihan kebugaran yang lebih kompleks untuk meningkatkan keterampilan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. disiplin. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. dan disiplin. disiplin. serta nilai kerja keras. serta nilai kerja keras. serta nilai kerja sama regu. 1. a) Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola kecil beregu dengan peraturan yang dimodifikasi. b) Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur secara beregu tanpa menggunakan musik. b) Mempraktikkan senam ketangkasan dengan menggunakan alat dengan koordinasi yang baik serta nilai disiplin dan kerja sama. Mempraktikkan senam lantai dengan kompleksitas gerakan yang lebih tinggi. kerjasama. dan nilai disiplin serta keberanian. dengan memperhatikan nilainilai pantang menyerah. serta nilai kerja keras. Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur secara beregu tanpa dan dengan menggunakan musik dan nilainilai yang terkandung didalamnya. 2. dan nilainilai yang terkandung di dalamnya.dan kejujuran. serta nilai estetika. kerja sama. sportivitas. a) Mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai tanpa alat dengan memperhatikan faktor keselamatan. 1.1 Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekolah. loncat dan lempar. dan kejujuran.b) Mempraktikkan aktivitas permainan untuk melatih kelenturan dan koordinasi. 1. Semester 2 . a) Mempraktikkan gerak ritmik diorientasikan pada arah. 1. sportivitas. a) Mempraktikkan senam lantai tanpa menggunakan alat dengan koordinasi yang baik serta nilai kerja sama dan estetika. dan nilai disiplin serta keberanian.serta nilai estetika. c) Mempraktikkan gerak dasar atletik yang dimodifikasi: lompat. b) Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola besar beregu dengan peraturan yang dimodifikasi.8 Kelas IV. 1. sportifitas. percaya diri. 1. dan kejujuran. dan kejujuran. a) Mempraktikkan aktivitas dan permainan untuk melatih daya tahan dan kekuatan dengan kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat. Menerapkan budaya hidup sehat 5. dan kejujuran. Mempraktikkan berbagai bentuk latihan senam lantai yang lebih kompleks dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. a) Membiasakan membuang sampah pada tempatnya. serta nilai kerja sama regu. b) Mempraktikkan aktivitas dan permainan untuk melatih kelentukan dan koordinasi dengan kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat.

menggerakkan tungkai. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilainilai yang terkandung didalamnya. c) Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi atletik. b) Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi permainan bola besar. a) Mempraktikkan gerak dasar. Mempraktikkan berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. b) Mempraktikkan aktivitas untuk kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat. disiplin. a) Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur (misal SKJ) secara beregu menggunakan musik. tanggungjawab.disiplin dan estetika. Mempraktikkan kegiatan berkemah di lingkungan sekitar sekolah dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. dan mengikuti aturan. 1. b) Memperbaiki kesalahan gerak dalam gerak ritmik terstruktur (misal SKJ) secara beregu menggunakan musik. a) Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi permainan bola kecil. a) Mempraktikkan berbagai keterampilan yang sesuai untuk kegiatan perkemahan. Mempraktikkan pola hidup sehat. b) Menjaga kebersihan lingkungan terhadap sumber penularan penyakit seperti nyamuk dan unggas. dan kejujuran. Menerapkan budaya hidup sehat. serta nilai kerja keras. Mengkombinasaikan gerakan lengan dan tungkai renang gaya bebas. sportivitas.4. Semester 1 1. kerjasama. Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur secara beregu tanpa dan dengan menggunakan musik. sportivitas. Mengenal berbagai upaya dalam menjaga kebersihan lingkungan. dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. disiplin dan estetika. disiplin. serta nilai kerja keras. 1. disiplin. b) c) d) Mempraktikkan cara bernapas dalam renang gaya bebas. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya bebas dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. serta nilai kerja sama. serta nilai kerjasama. Mempraktikkan dasar-dasar keselamatan di air. 1.1. serta nilai kerja sama. meluncur. . serta nilai semangat. b) c) a) Mempraktikkan aktivitas jasmani yang berisi tantangan dalam perkemahan. a) Mempraktikkan aktivitas untuk kekuatan otot-otot anggota badan bagian atas. dan kejujuran. 1. dan kejujuran. 2. menggerakkan lengan serta nilai kebersihan. serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. serta nilai kerja sama. kerjasama. dan kejujuran. percaya diri dan kejujuran. serta nilai kerjasama. Mempraktikkan berbagai bentuk senam ketangkasan dengan kontrol yang baik. sportivitas.9 Kelas V. 1.

a) Mempraktikkan kombinasi pola gerak mengayun. serta nilai kerja sama. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Mempraktikkan berbagai gerak dasar dalam gerak ritmik. serta nilai kerja keras. Mempraktikkan kombinasi berbagai gerak dasar dalam gerak berirama dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. disiplin. percaya diri. serta nilai kerjasama. 1. dan kejujuran. meliuk.a) Mempraktikkan latihan peregangan dan pelemasan yang benar sebelum memulai aktivitas senam. serta nilai kerja sama. Mengenal cara menjaga diri dari pelecehan seksual 1. dan koordinasil yang baik. percaya diri. . b) Mempraktikkan aktivitas untuk kelincahan dengan kualitas gerak yang meningkat . sportivitas. serta nilai semangat. lari dan lompat dalam gerak ritmik. sportivitas. dan disiplin. serta nilai kerja keras. a) b) c) Mengenal cara menjaga kebersihan alat reproduksi. dan kejujuran. menekuk.4.serta nilai percaya diri. dan kejujuran. dan disiplin. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. c) Mempraktikkan variasi teknik dasar atletik yang dimodifikasi. a) Mempraktikkan sebuah rangkaian gerak senam ketangkasan dengan konsisten. 1. disiplin. dan keberanian. 2. dan disiplin. Semester 2 a) Mempraktikkan variasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar. serta nilai kerja sama. 1. menarik. 1. lari dan lompat dalam gerak ritmik. serta nilai keselamatan. tepat. dan disiplin. serta nilai kerjasama. Mempraktikkan berbagai bentuk senam ketangkasan dengan koordinasi yang baik. Mempraktikkan berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. kerjasama. b) Mempraktikkan variasi teknik dasar ke dalam modifikasi permainan bola kecil. 1. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. percaya diri dan kejujuran. b) Mempraktikkan kombinasi pola gerak jalan. disiplin. dan keberanian. b) Mempraktikkan bentuk-bentuk senam ketangkasan dalam meningkatkan koordinasi dan nilai nilai percaya diri dan disiplin. dan kejujuran. kerjasama. sportivitas.10 Kelas V. kerjasama. percaya diri. Mengenal berbagai bentuk pelecehan seksual. b) Mempraktikkan bentuk-bentuk rangkaian gerak senam ketangkasan dengan koordinasi dan kontrol yang baik. disiplin. serta nilai keselamatan. a) Mempraktikkan aktivitas untuk kekuatan otot-otot anggota badan bagian bawah. memutar dalam gerak berirama . a) Mempraktikkan pola jalan. Menerapkan budaya hidup sehat.

1. a) Mempraktikkan gerak dasar renang gayapunggung: meluncur.dan kerja keras c) Mempraktikkan jenis latihan yang sesuaiuntuk mempertahankan dan memperbaikipostur tubuh. keberanian dan percaya diri. a) Mempraktikkan gerak dasar salah satu permainan bola kecil dengan koordinasi dan kontrol yang baik dengan peraturan yang dimodifikasi. dan disiplin. b) Mempraktikkan kombinasi gerakan lengan dan tungkai renang gaya punggung. jelas dan lancar. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai keselamatan. 1. kebersihan. sportivitas.disiplin. a) Mempraktikkan pembuatan rencana kegiatan penjelajahan. sportivitas.dannilai-nilai yang terkandung didalamnya a) Mengidentifikasi anggota tubuh yangperlu dilatih untuk memperbaiki postur b) Mempraktikkan berbagai latihan untukmemperbaiki cacat jasmani bukanbawaan. serta nilai kerjasama. Semester 1 . disiplin. serta nilai kerjasama. sertanilai semangat. Mempraktikkan penjelajahan di linkungan sekitar sekolah. percaya diridan kejujuran 1.11 Kelas VI. percaya diri.sportivitas. dan nilai-nilai yangterkandung di dalamnya a) Mempraktikkan pemanasan danpendinginan sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas senam. Mempraktikkan rangkaian gerakritmik sederhana berpasangan. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Menerapkan budaya hidup sehat. 1. 1. serta nilai kerjasama. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya punggung. disiplin. dan etika. kerjakeras 1. sertanilai percaya diri. a) b) Mengenal bahaya merokok bagi kesehatan.dan beregu. menggerakkan tungkai.4. dan kejujuran c) Mempraktikkan koordinasi gerak dasardalam teknik lari. b) Mempraktikkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di lingkungan sekolah yang sehat. Mempraktikkan latihanpeningkatan kualitas jasmani(komponen kebugaran jasmani). dan nilai-ilai yang terkandung di alamnya. serta nilai keberanian dan percaya diri. serta nilai kebersihan. b) Mempraktikkan rangkaian senam lantaidan senam ketangkasan dengan gerakanyang lebih halus. dan kejujuran. keselamatan. Mempraktikkan berbagai gerak dasar permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi. serta nilai keselamatan. disiplin dan estetika 1.b) Mempraktikkan satu pola gerak berirama terstruktur dengan konsisten dan lancar serta nilai kerjasama. serta nilainilai yang terkandung di dalamnya 2. lempar dan lompatdengan peraturan yangdimodifikasi. Mempraktikkan kombinasisenam lantai dan senamketangkasan dalam bentuksederhana. menggerakkan lengan. Mengenal bahaya miruman keras. b) Mempraktikkan gerak dasar salah satupermaian bola besar dengan koordinasidan kontrol yang baik dengan peraturanyang dimodifikasi.

sportivitas dan kejujuran. Menerapkan budaya hidup sehat 5. 2. 1. a) Mempraktikkan penerapan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar dengan peraturan yang dimodifikasi. dan estetika. 1.disiplin. disiplin dan estetika b) Mempraktikkan rangkaian gerak ritmiksederhana beregu dengan kompak. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya renang gaya dada dengan koordinasi gerak yang lebih baik serta nilai keberanian. serta nilaikerja sama. serta nilai keselamatan. c) Mempraktikkan aktivitas kondisi fisik secara terencana dan sungguh sungguh d) Mempraktikkan aktivitas secara berkelanjuatan dalam rangka meningkatkan kebugaran . b) Mempraktikkan peregangan otot dan pelemasan persendian dengan baik sebelum latihan. disiplin dan kerja keras. dan kontrol yang baik. a) Mempraktikkan gerak dasar meluncur. dan estetika. a) Mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai dan senam ketangkasan dengan konsisten.1 Mengenal bahaya narkoba a) Mengenal cara menghindari bahaya narkoba 1. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai keselamatan. dan kerjasama. menekuk maupun meliuk secara berpasangan dan beregu.12 Kelas VI. sportivitas dan kejujuran. percaya diri dan kejujuran. serta nilai kerja sama. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 1. b) Mempraktikkan kombinasi bentuk-bentuk senam lantai dan senam ketangkasan dengan koordinasi. dan kontrol yang baik. a) Mempraktikkan gerak ritmik sederhana di tempat dengan gerakan membungkuk. serta nilai kerja sama. disiplin. disiplin. b) Mempraktikkan kombinasi gerak ritmik sederhana dengan jalan dan lompat secara berpasangan dan beregu. Mempraktikkan rangkaian gerak ritmik sederhana secara berpasangan maupun beregu. dan kerjasama. Mempraktikkan gerak dasar salah satu gaya renang dengan. serta nilai kerja sama.a) Mempraktikkan rangkaian gerak ritmiksederhana menggunakan gerak jalan danlompat secara berpasangan. 1. serta nilai disiplin. Semester 2 . menggerakkan tungkai maupun lengan koordinasi gerak yang baik.4. disiplin dan estetika 1. c) Mempraktikkan pengembangan koordinasi beberapa nomor teknik dasar atletik dengan peraturan yang dimodifikasi. b) Mempraktikkan penerapan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola kecil dengan peraturan yang dimodifikasi. serta nilai keselamatan. Mempraktikkan latihan peningkatan kualitas kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai kerjasama. Mempraktikkan berbagai gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi. disiplin. disiplin. serta nilai sportivitas. a) Mempraktikkan sikap hidup sehat untuk memelihara kondisi kesehatan. Mempraktikkan kombinasi senam lantai dan senam ketangkasan dalam bentuk sederhana. serta nilai kerja sama. dan kebersihan. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

. a) Mempraktikkan aktivitas penjelajahan di alam bebas secara sederhana. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. kesehatan dan olahraga SD merupakan tolak ukur pencapaian pembelajaran. d) Mempraktikkan dasar-dasar keselamatan di air. dan keselamatan. disesuaikan dengan fasilitas dan peralatan yang tersedia Diajarkan sebagai kegiatan yang dapat dilakukan dalam semester 1 dan atau semester 2. serta nilai keberanian dan disiplin.1 Kesimpulan Standar Kompetensi adalah merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar. 1. Menerapkan budaya hidup sehat 12. Kompetensi Dasar adalah merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan.nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau sub aspek mata pelajaran tertentu. a) Mengenal cara menolak perlakuan pelecehan seksual Keterangan. tanggung jawab.b) Mempraktikkan cara bernapas salah satu gaya renang. tanggung jawab. Yang disesuaikan dengan jenjang pendidkan. ketrampilan.2 Saran Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok. Standar kompetensi dan kompetensi dasar pendidikan jasmani. disiplin. serta nilai keberanian. c) Mempraktikkan kombinasi gerakan lengan dan tungkai dalam renang gaya dada. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian. serta nilai kerja sama. disiplin. serta nilai kerja sama. dan keselamatan. 3. kegiatan pembelajaran. b) Diajarkan sebagai kegiatan pilihan. sikap dan nilai. disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah Materi pilihan. b) Mempraktikkan pemasangan kemah bersama. dan kebersihan. c) Untuk pembinaan peserta didik ynag berminat terhadap salah satu atau beberapa cabang tertentu dapat dilakukan melalui kegiatan ekstra kurikuler BAB III PENUTUP 3. disiplin. 1. Mempraktikkan penjelajahan dan perkemahan di alam bebas. serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.1 Mengenal cara menolak ajakan menggunakan narkoba.

Sehubungan dengan hal ini Coombs (1973) membedakan pengertian ketiga jenis pendidikan itu sebagai berikut: .961 Kunjungan Mungkin Berhubungan • • • • • Pendidikan Luar Sekolah Studium General PLS Memasuki Pra-Semester Genap 2011/2012 TIPS Supaya Terus Termotivasi Mahasiswa Unnes pun Bisa Ambil SKS di UNY Filed Under: Beasiswa Berkaitan dengan pengertian pendidikan terdapat perbedaan yang jelas antara pendidikan formal. 2011 • Lokasi Tulisan Ditulis oleh : tanpatinta Total Tulisan 2 Lihat semua tulisan tanpatinta • 3.June 30th. pendidikan informal dan pendidikan nonformal.

sikap. serta melalui media massa. Kleis (1974) memberi batasan umum bahwa pendidikan adalah sejumlah pengalaman yang dengan pengalaman itu. dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf dengannya. dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari. berlangsung terutama dalam lingkungan keluarga. dan media massa. keterampilan. Kegiatan pendidikan ini lebih umum. berjalan dengan sendirinya. Interaksi itu menimbulkan proses perubahan (belajar) pada manusia dan selanjutnya proses perubahan itu menghasilkan perkembangan (development) bagi kehidupan seseorang atau kelompok dalam lingkungannya. sikap. seseorang atau kelompok orang dapat memahami sesuatu yang sebelumnya tidak mereka pahami Pengalaman itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungannya. nonformal. Pandangan lain tentang pendidikan dikemukakan oleh Axiin (1974). penafsiran. dan penerapan informasi). yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mancapai tujuan belajarnya. di luar sistem persekolahan yang . Pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia sehingga sehingga setiap orang memperoleh nilai. tempat bermain. termasuk kedalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum. pengaruh lingkungan termasuk di dalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga. Proses perubahan (belajar) dapat terjadi dengan disengaja atau tidak disengaja. hubungan dengan tetangga. dan lain sebagainya. Sedangkan pendidikan yang program. lingkungan pekerjaan dan permainan. diselenggarakan di lingkungan masyarakat dan lembaga-lembaga. serta pemilihan dan penerimaan secara sadar terhadap nilai. Pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal memiliki tujuan dan kegiatan yang terorganisasi. dan latihan professional. dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas. penghargaan dan perasaan. yang membuat penggolongan program-program kegiatan yang termasuk ke dalam pendidikan formal. Ketiga pengertian di atas dapat digunakan untuk membedakan program pendidikan yang termasuk ke dalam setiap jalur pendidikan tersebut. pasar. Apabila kegiatan yang termasuk pendidikan yang program-programnya bersifat informal ini diarahkan untuk mencapai tujuan belajar tertentu maka kegiatan tersebut dikategorikan baik ke dalam pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal maupun pendidikan yang program-programnya bersifat formal. dan informal dengan menggunakan kriteria adanya atau tidak adanya kesengajaan .programnya bersifat informal tidak diarahkan untuk melayani kebutuhan belajar yang terorganisasi. perpustakaan. program spesialisasi. Perbedaan antara pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal dan informal dapat dikemukakan sebagai berikut. Proses belajar itu akan menghasilkan perubahan dalam ranah kognitif (penalaran. Sebagai bahan untuk menganalisis berbagai program pendidikan maka ketiga batasan pendidikan di atas perlu diperjelas lagi dengan kriteria yang dapat membedakan antara pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal dengan pendidikan yang program-programnya bersifat informal dan formal. bertingkat/berjenjang. Pendidikan nonformal ialah setiap kegiatan teroganisasi dan sistematis.Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis. yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus. pemahaman. untuk melayani kebutuhan belajar khusus para peserta didik. serta kemauan untuk berbuat atau merespon sesuatu rangsangan. peningkatan kompetensi (keterampilan intelektual dan sosial).

di satu pihak. Program pendidikan sekolah memiliki tingkat keseragaman yang ketat. sebagai ilustrasi. yaitu adanya kegiatan yang disengaja dan terorganisasi. pendidikan sekolah memiliki program berurutan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan dan dapat diterapkn secara seragam di semua tempat yang memiliki kondisi sama. sedangkan program pendidikan luar sekolah lebih bervariasi dan lebih luwes. Pandangan pendidikan yang dikemukakan oleh Axinn ini tertuang dalam bentuk tabel: PENDIDIKPESERTA DIDIK BERSENGAJA BERSENGAJA Pendidikan sekolah atauPendidikan luar sekolah Pendidikan informal TIDAK BERSENGAJA Kegiatan belajardiarahkan diri sendiri (self-directed learning) TIDAK BERSENGAJA Belajar secara kebetulan(incidental learning) Melalui tabel di atas dapat kita ketahui bahwa dengan adanya kesengajaan dari kedua pihak dalam proses pembelajaran merupakan ciri utama pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. Dengan membandingkan karakteristik pendidikan sekolah terhadap karakteristik pendidikan luar sekolah (Ryan. pendidikan luar sekolah mempunyai program yang tidak selalu ketat dalam penyelenggaraan programnya. Pendidikan luar sekolah dan pendidikan sekolah mempunyai ciri umum yang sama. 1 PEDOMAN PENYUSUNAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) TAHUN ANGGARAN 2005 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI 2004 2 PANDUAN PENYUSUNAN USULAN DAN LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) TAHUN ANGGARAN 2005 1. 1972:11). Latar Belakang .dari kedua pihak yang berkomunikasi. yaitu pihak pendidik (sumber belajar atau fasilitator) dan pihak peserta didik (siswa atau warga belajar). Dan keduanya merupakan subsistem dari pendidikan nasional. Di pihak lain.

penerapan prinsip pembelajaran berbasis penelitian. sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan (sustainable). Upaya peningkatan kemampuan meneliti di masa lalu cenderung dirancang dengan pendekatan research-development-dissemination (RDD). Keempat. yang dikembangkan atas prinsip kesetaraan sudah sangat mendesak. pelatihan dan pendidikan. dapat diwujudkan secara sistematis. masukan. dan hasil belajar.Peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai melalui berbagai cara. ditingkatkan dan dituntaskan. Ketiga. baik yang bersifat praktis maupun dalam tataran konsep. Tujuan a. Upaya PTK diharapkan dapat menciptakan sebuah budaya belajar (learning culture) di kalangan dosen di LPTK. Penelitianpun hendaknya dikelola berdasarkan atas dasar kemitraan yang sehat (kolaboratif). Kebutuhan akan kemitraan yang sehat dan produktif. Paradigma demikian dirasakan tidak sesuai dengan perkembangan pemikiran baru. proses. peningkatan kualitas isi. MPMBS mengisyaratkan pula adanya kemitraan antar jenjang dan jenis pendidikan. sehingga proses pendidikan dan pembelajaran yang inovatif dan hasil belajar yang lebih baik. PTK menawarkan peluang sebagai strategi pengembangan kinerja. . Pendekatan ini lebih menekankan perencanaan penelitian yang bersifat topdown dan bersifat kuat orientasi teoritiknya. e. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas. sehingga kedua belah pihak dapat memetik manfaat secara timbal balik (reciprocity of benefits). Meningkatkan keterampilan pendidik dan tenaga kependidikan khususnya di sekolah dalam melakukan PTK. atau dengan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan nonpembelajaran secara profesional lewat penelitian tindakan secara terkendali. dan bersifat pragmatis naturalistik. c. Pendekatan MPMBS menitikberatkan pada upaya perbaikan mutu yang inisiatifnya berasal dari motivasi internal pendidik dan tenaga kependidikan itu sendiri (an effort to internally initiate endeavor for quality improvement). Kemitraan yang sehat antara LPTK dan sekolah adalah sesuatu yang penting. lebih-lebih lagi dalam era otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan. SMA dan SMK). khususnya Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Upaya meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi saat menjalankan tugasnya akan memberi dampak positif ganda. dan guru-siswa di sekolah. Meningkatkan mutu isi. Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran dapat dikaji. Pertama. sebagai agen perubahan yang pola kerjanya bersifat kolaboratif. SMP. Menumbuh-kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah dan LPTK. peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. proses. Kedua. 3 2. antara lain: melalui peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. d. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan. dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah (SD. b. sebab pendekatan penelitian ini menempatkan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya sebagai peneliti. masukan. peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran yang nyata.

antara lain: masalah penggunaan media. Peningkatan dan perbaikan terhadap kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah. SMK) di sekolah/madrasah. media dan sumber belajar (termasuk dalam tema ini. Sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran (termasuk dalam tema ini. Bidang Kajian Penelitian Tindakan Kelas a. dan sumber belajar lainnya. antara lain: masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran. implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran. Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media. Semua dosen LPTK (keguruan dan non keguruan) negeri maupun swasta dari semua program studi yang berkolaborasi dengan guru (SD/MI. 3. Pengembangan pribadi peserta didik. c. urutan penyajian materi pokok. f. Alat bantu. Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah-masalah pendidikan anak di sekolah. perpustakaan. b. SMA/MA. Masalah kurikulum (termasuk dalam tema ini antara lain: implementasi KBK. peningkatan hubungan antara sekolah dan masyarakat). b. Desain dan strategi pembelajaran di kelas (termasuk dalam tema ini. Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa di sekolah. 4. 5. Meningkatkan kerjasama profesional di antara pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah dan LPTK. b. peningkatan konsep diri peserta didik). Para dosen LPTK yang tidak sedang terikat Kontrak Kerja Penelitian dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Menristek (dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Lemlit). Luaran Penelitian Tindakan Kelas Luaran umum yang diharapkan dihasilkan dari PTK adalah sebuah peningkatan atau perbaikan (improvement and theraphy). c. antara lain: masalah belajar di kelas.peserta didik dan orangtua dalam PBM. dan tenaga kependidikan lainnya (termasuk dalam tema ini antara lain: peningkatan kemandirian dan tanggungjawab peserta didik. siswa-materi ajar. Khusus untuk dosen LPTK non keguruan dapat mengusulkan PTK dengan catatan mereka harus berkolaborasi dengan guru bidang studi di sekolah. 4 d. antara lain: masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran.f. c. pendidik. pengembangan instrumen asesmen berbasis kompetensi). . antara lain sebagai berikut. kesalahan-kesalahan pembelajaran. miskonsepsi). d. Pengusul Penelitian Tindakan Kelas a. peningkatan keefektifan hubungan antara pendidik. SMP/MTs. atau tidak sedang studi lanjut (dibuktikan dengan Surat Keterangan Dekan). Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas. f. partisipasi orangtua dalam proses belajar siswa). e. e. alat bantu belajar. interaksi di dalam kelas. Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa. Masalah belajar siswa di sekolah (termasuk di dalam tema ini. a. dan siswa-lingkungan belajar). dan sumber belajar di dalam/luar kelas. interaksi guru-siswa.

tetapi masalah lebih ditekankan pada permasalahan aktual pembelajaran di kelas. yang rinciannya terdiri dari: a. Pemantauan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Pemantauan terhadap pelaksanaan penelitian akan dilakukan oleh Tim yang ditunjuk oleh Dit. Biaya operasional kegiatan penelitian di sekolah (minimum 30% dari total biaya). Biaya perjalanan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. b. photocopy. prosedur pelaksanaan tindakan. d.PPTK dan KPT).PPTK dan KPT. c. b.000 (sepuluh juta rupiah). dan refleksi). Jangka Waktu dan Biaya Penelitian Usulan penelitian disusun untuk kegiatan selama 10 bulan (persiapan sampai dengan pelaporan hasil). 9. melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan. yaitu: pada saat mendiagnosis masalah. dan kelayakan pembiayaan). kriteria keberhasilan sebuah tindakan). masukan. Penelitian ini bersifat kolaboratif. Prosedur Penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah. Ditjen Dikti menjelang penulisan laporan akhir penelitian. dan cakupan permasalahan). Lain-lain pengeluaran (dokumentasi. Kegiatan Pendukung (terutama: jadwal penelitian. Kriteria evaluasi terhadap usulan penelitian PTK mencakup : a. 7. relevansi. 5 8. b. dalam pengertian usulan harus secara jelas menggambarkan peranan dan intensitas masing-masing anggota pada setiap kegiatan penelitian yang dilakukan. merekam data. laporan. dalam arti masingmasing mempunyai peran dan tanggungjawab yang saling membutuhkan dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan. Honorarium Ketua Peneliti dan anggota (tidak melebihi dari 30% total biaya usulan). Kemanfaatan Hasil Penelitian (terutama: potensi untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas isi. . d. Kolaborasi dalam Penelitian Tindakan Kelas a. observasi. prosedur observasi dan evaluasi. menyusun usulan. menganalisis data. Dalam PTK. Kriteria Seleksi Usulan penelitian akan diseleksi secara ketat oleh Tim Pakar dari perguruan tinggi yang ditunjuk oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi (Dit. dan menyusun laporan akhir. e. Cara Pemecahan Masalah (terutama: rancangan tindakan. evaluasi. atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan). Permasalahan penelitian tindakan kelas harus digali atau didiagnosis secara kolaboratif dan sistematis oleh dosen dan guru dari masalah yang nyata dihadapi guru dan/atau siswa di sekolah. Perumusan Masalah (terutama: asal. Pelaksanaan pemantauan akan dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian masing-masing LPTK sebagai penanggungjawab kontrak penelitian di perguruan tinggi negeri maupun swasta. proses. kedudukan dosen setara dengan guru. dan lainnya). Biaya penelitian untuk setiap usulan maksimum Rp 10. menyeminarkan hasil. perencanaan tindakan. Masalah penelitian bukan dihasilkan dari kajian teoretik atau dari hasil penelitian terdahulu. prosedur refleksi hasil penelitian).000. c. sarana pendukung pembelajaran masing-masing anggota penelitian dalam setiap kegiatan penelitian. termasuk biaya perjalanan anggota peneliti ke tempat penelitian. dan kontekstualitas tindakan. c.6.

....... 10.... Senayan-Jakarta oleh masing-masing LPTK Pengusul.....3 Usulan yang tidak memenuhi ketentuan di atas akan didiskualifikasi dan usulannya tidak diperiksa............. Berita acara seleksi perlu dilampirkan....1 Cover Biru Muda CONTOH KULIT MUKA USULAN PENELITIAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Logo Perguruan Tinggi JUDUL PENELITIAN Oleh : .... baik sebagai ketua maupun anggota.....1...PPTK dan KPT (terlampir)...*) FAKULTAS . Ketua Penelitian a...4 Usulan penelitian harus sudah diterima di Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi paling lambat 27 Januari 2005 dalam rangkap 3 (tiga) dengan kertas HVS ukuran A-4 dan fonts 12 bertipe Times New Roman....... Tata Cara Pengajuan Usulan Penelitian 10.. sehingga tidak diperkenankan merangkap... Cara Pengajuan Usulan Penelitian a) Diajukan lewat Lembaga Penelitian....PPTK dan KPT.4. atau seorang dosen dari LPTK dan 2 (dua) orang guru.. Tahun *) Tuliskan semua nama pengusul lengkap dengan gelar akademik 8 HALAMAN PENGESAHAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) 1. Bulan. Judul Penelitian 2. 10.... 10... b) Jumlah anggota maksimal 2 (dua) orang dari LPTK dan 3 (tiga) orang dari guru. 6 10..... 7 Lampiran : A... e) Seorang peneliti (dosen/guru) hanya diperbolehkan terlibat dalam satu PTK atau RII...2 Usulan dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dengan sampul (cover) berwarna Biru Muda dan dikirimkan ke Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi...... Nama Lengkap dan Gelar . d) Seleksi awal terhadap usulan dosen dari LPTK dilaksanakan oleh masing-masing Lemlit dengan memperhatikan secara sungguhsungguh Panduan Penyusunan Proposal PTK dan Buku Petunjuk Pelaksanaan PTK yang disusun oleh Dit. c) Masing-masing LPTK maksimal boleh mengajukan 15 usulan (penyimpangan/kelebihan dari ketentuan ini otomatis akan mengakibatkan LPTK ybs akan didiskualifikasi)..... INSTITUT /UNIVERSITAS . Jalan Pintu 1.. Lt... diketahui oleh Kepala Sekolah yang bersangkutan.Monitoring akan diselenggarakan dengan mempergunakan Format Pemantauan Penelitian Tindakan Kelas yang dikeluarkan oleh Dit..

..)..... orang 4................. Biaya yang diperlukan a..................................... Institut/Universitas f........ B.. JUDUL PENELITIAN Judul hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti dan tindakan untuk mengatasi masalahnya.............b... Alamat rumah: Nomor telepon/HP: Email: 3...) NIP.............................. Jumlah Rp Rp Rp (........................ Jenis Kelamin c......... BIDANG KAJIAN Tuliskan bidang kajian penelitian C........................ dan diagnosis dilakukan oleh guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah.......) ........ Tanda tangan (.......... Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan.......... Menyetujui : Ketua Lemlit Cap dan tanda tangan (....... sampai bulan ............ Jumlah Anggota Peneliti . Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah.......... bulan/dari bulan .................. Ketua Peneliti..... Mengetahui Dekan Fakultas Cap dan tanda tangan (............... Sumber dari Dikti Depdiknas b....... Pangkat dan Golongan dan NIP d...................... 9 SISTEMATIKA USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) A. Sumber lain (sebutkan ........... 5..............) NIP..........) NIP..... serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan .......... Fakultas/Jurusan e............. Lama Penelitian ......... PENDAHULUAN Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran..............

E. dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pada akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. serta lokasi penelitian secara jelas. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain. D. Penting juga digambarkan situasi kolaboratif antar anggota peneliti dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut. hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas. Pemecahan Masalah Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kontribusi Hasil Penelitian Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran. Prosedur yang digunakan dalam identifikasi masalah perlu dikemukakan secara jelas dan sistematis. asumsi. yang bersifat daur ulang atau siklus. Perumusan Masalah Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. Tujuan Penelitian Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. sehingga diukur tingkat pencapaian keberhasilannya. observasi. pelaksanaan tindakan. Kemukakan objek. Setelah diidentifikasi masalah penelitiannya. Kemukakan juga teori. Jumlah siklus . evaluasi-refleksi. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi. guru. 2. 3. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan.waktu. waktu dan lamanya tindakan. maka selanjutnya perlu dianalisis dan dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. dan cara pengukuran serta cara mengevaluasinya. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. temuan dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti. maupun 10 komponen pendidikan di sekolah lainnya. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas. sehingga tampak manfaatnya bagi siswa. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi. KAJIAN PUSTAKA Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. F. 4. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan tindakan. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH 1.

golongan.............. Dalam rencana pelaksanaan tindakan pada setiap tahapan hendaknya digambarkan peranan dan intensitas kegiatan masingmasing anggota peneliti... Riwayat Hidup Ketua Peneliti dan Anggota Peneliti (Cantumkan pengalaman penelitian yang relevan sampai saat ini)............ yang 1 orang sebagai Ketua Peneliti (dosen LPTK) dan 2 orang guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah........... Rekapitulasi biaya penelitian: • Honorarium ketua... Daftar Pustaka. 12 Lampiran : A..... anggota maksimal 30% • Biaya operasional minimal 30 % • Biaya pembelian ATK maksimal 30% • Lain-lain pengeluaran 10% I. Uraikan peran guru.......... Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Penelitian Nomor .... 2...... jabatan..............2.......2 Cover Biru Muda LAPORAN AKHIR PENELITIAN TINDAKAN KELAS LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Logo Perguruan Tinggi JUDUL PENELITIAN Oleh : ... sama dengan yang tercantum dalam Lembar Pengesahan no....... ................. Jadwal kegiatan penelitian disusun selama 10 bulan............ JADWAL PENELITIAN Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencanaan........... G...... pangkat.................. Lampiran-lampiran 1.. dan 11 lembaga tempat tugas................. yang dituliskan secara konsisten menurut model APA.. Rincilah nama personalia tim peneliti.. Jumlah guru minimal 2 orang dan harus lebih banyak dari jumlah dosen....... meskipun harus diingat juga jadwal kegiatan belajar di sekolah.. atau 4 orang guru/tenaga kependidikan di sekolah..diusahakan lebih dari satu siklus..... 4 orang anggota peneliti yang dapat terdiri dari 1 orang dosen LPTK dan 3 orang guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah........... jumlah waktu yang digunakan dalam setiap bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan.. dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk Gantt chart......... BIAYA PENELITIAN Kemukakan besarnya biaya penelitian secara rinci dengan mengacu kepada kegiatan penelitian..... persiapan. H.... PERSONALIA PENELITIAN Jumlah personalia penelitian maksimal 5 orang..... pelaksanaan.. Penelitian ini sekurang-kurangnya dilakukan oleh 3 orang peneliti......*) dibiayai oleh : .. yang terdiri dari : 1 orang Ketua Peneliti (dosen LPTK). MLA atau Turabian. sehingga tampak jelas tingkat dan kualitas kolaborasi dalam penelitian tersebut..

.. Institut/Universitas f........... Sumber dari Depdiknas d.. Nama Lengkap dan Gelar b...................... Tahun *) Tuliskan semua nama peneliti lengkap dengan gelar akademik 13 HALAMAN PENGESAHAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) 1....... Alamat rumah: Nomor telepon/HP: Email: 3.Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi (PPTK dan KPT) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional FAKULTAS ......................... Biaya yang diperlukan c............. Tanda tangan (........... Pangkat dan Golongan dan NIP d.... 5.) ............................... bulan/dari bulan ...... Lama Penelitian ....... Ketua Peneliti...................... INSTITUT/UNIVERSITAS .......) NIP.. Jumlah Anggota Peneliti ......................................... orang 4........................... Ketua Penelitian a................................... sampai bulan ............) NIP........................... Bulan........... 14 SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR HASIL ....) Jumlah Rp Rp Rp (.. Menyetujui : Ketua Lemlit Cap dan tanda tangan (...................... Mengetahui Dekan Fakultas Cap dan tanda tangan (.............. Fakultas/Jurusan e................................) NIP........... Jenis Kelamin c............ Sumber lain (Sebutkan .............. Judul Penelitian 2...........

... v Daftar Gambar .............. usaha validasi hipotesis dan cara refleksi. motivasi dan aktivitas belajar........................................................................................... Kemukakan grafik dan tabel secara optimal.................... Riwayat hidup masing-masing personalia penelitian ............ hasil belajar.................... bukan untuk membuktikan teori............................................................ cara pemantauan beserta jenis instrumen................... Kajian Pustaka Menguraikan teori terkait dan temuan penelitian yang relevan yang memberi arah ke pelaksanaan PTK dan usaha peneliti membangun argumen teoritik bahwa dengan tindakan tertentu dimungkinkan dapat meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan dan pembelajaran.... mata pelajaran.......... pelaksanaan pengamatan dan refleksi yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang terjadi...................... hasil analisis data yang menunjukkan perubahan yang terjadi disertai pembahasan secara sistematik . pelaksanaan............... Daftar Pustaka ........................... Kajian Pustaka .... Bab ini diakhiri dengan pertanyaan penelitian dan/atau hipotesis tindakan. Simpulan dan Saran ....................................................... Pelaksanaan Penelitian Mengandung unsur: deskripsi lokasi...... karakteristik siswa di sekolah sebagai subjek penelitian............... tujuan.............. vi Daftar Lampiran ..................................... Pendahuluan ....... Abstrak Menguraikan dengan ringkas unsur-unsur permasalahan............................................ Lampiran: Instrumen penelitian .................................................................... III........................... V.....................PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) Lembar Judul Penelitian ..................................................... 5...................... Kejelasan tiap siklus: rancangan....... i Lembar Indentitas dan Pengesahan .................................................................... iii Daftar Isi ....... data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan....... Hasil Penelitian dan Pembahasan Menyajikan uraian masing-masing siklus dengan data lengkap............................ Hasil Penelitian dan Pembahasan ............ 3.. Perlu ditambahkan hal yang mendasar yaitu hasil perubahan (kemajuan) pada diri siswa........................ Tindakan yang dilakukan bersifat rasional dan feasible serta collaborative........................................................ analisis dan rumusan masalah........................................................... Personalia tenaga peneliti.......... vi Daftar Tabel ............................................... 15 Penjelasan Komponen Pokok Laporan Penelitian Tindakan Kelas 1............. identifikasi masalah...... IV.......... mulai dari perencanaan.............. serta definisi istilah bila dianggap perlu.............. Pendahuluan Memuat unsur latar belakang masalah..................... prosedur dan hasil penelitian 2.................. ii Abstrak ....................................................................... 4........................ waktu............... II............................................. vii I...... Pelaksanaan Penelitian ...... guru sendiri......... tujuan dan manfaat penelitian...................................... lingkungan............... situasi kelas........................................

sarana. dan bukti lain pelaksanaan penelitian. dan metodologi. alat dan sumber belajar 20 4 Orientasi Penelitian • Keterkaitan judul. media. riwayat hidup masing-masing peneliti. permasalahan. 16 Evaluasi Usulan Penelitian Tindakan Kelas : Kode Usulan : Nama Pengusul : Perguruan Tinggi : Judul : Kriteria Penilaian No Kriteria Acuan Bobot Score Nilai 1 Masalah yang diteliti • Masalah nyata. Berikan saran tindak lanjut berdasarkan pembahasan hasil penelitian. waktu. data penelitian. kajian pustaka. 6. Lampiran-Lampiran Memuat instrumen penelitian. Kesimpulan dan Saran Menyajikan simpulan hasil penelitian (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan penelitian. 7.dan jelas. 8. serta hasil yang diharapkan • Permasalahan didukung data yang aktual • Orisinalitas penelitian (bukan merupakan pengulangan) 15 . prasarana • Rumusan masalah jelas • Identifikasi penyebab masalah jelas 25 2 Cara pemecahan masalah • Menunjukkan akar penyebab masalah • Pilihan tindakan untuk memecahkan masalah dalam bentuk PTK/CAR 10 3 Luaran Penelitian • Secara jelas tampak indikator keberhasilan • Potensial memperbaiki proses dan hasil pendidikan/pembelajaran • Peningkatan kualitas penggunaan metoda. Daftar Pustaka Memuat semua sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian secara alphabetis. jelas mendesak • Peneliti berwenang memecahkan masalah dilihat dari kemampuan. personalia tenaga peneliti.

............................................................................... Batas Penerimaan (Passing grade) : 350 Hasil penilaian : (Diterima / Ditolak) Alasan Penolakan : (uraikan secara singkat dan padat) ...................................tujuan...................................................................................................................................................................................... ............................................................................................................................................................................…………………………………………………..................) 18 FORMAT PENILAIAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Nama penelitian : Perguruan Tinggi : Bidang Studi : Judul Penelitian : KRITERIA PENILAIAN No Kriteria Aspek yang Dinilai Bobot Score Nilai A ABSTRAK Terlihat jelas 3 unsur pokok: • latar belakang.................. ........…………………………………………………............................ ..................................................... ................................................. ..................................... Penilai (...................................................... ........................................................................... ........... • prosedur dan • hasil 5 B PENDAHULUAN Terlihat unsur-unsur berikut • Latar belakang (deskripsi ............. ................................................ .........................................................................................................…………………………………………………......... ........................................................................................................................... 2..................................................................................…………………………………………………....................................................................... .......................................................................................... .................................. 4 dan 5 Sangat kurang skor 1 Kurang skor 2 Baik skor 4 Sangat baik skor 5 Lampiran : B1 17 Nilai : Bobot x skor : ...................................................................................................................................................... tanggal.........................................................................................................5 Prosedur • Ketepatan dan kejelasan tahapan tiap siklus • Kesesuaian dengan langkah PTK • Mencakup lebih dari satu siklus • Ketepatan instrumen dan cara merekam hasil tindakan 20 6 Umum • Judul jelas memperlihatkan masalah dan tindakan yang akan dilakukan • Kesesuaian personalia • Kewajaran biaya dan waktu penelitian 10 Setiap kriteria diberi skor 1............................

15 Lampiran B2 19 dan cara refleksi • Tindakan yang dilakukan bersifat: o Rasional. data awal yang menunjukkan akar terjadinya masalah. pentingnya masalah dipecahkan) • Rumusan masalah • Tujuan • Manfaat 15 C KAJIAN TEORI/ PUSTAKA • Ada teori-teori terkait yang memberi arah/petunjuk kepada pelaksanaan PTK • Ada usaha-usaha penulis membangun argumen teoretik bahwa tindakan tertentu dimungkinkan bisa meningkatkan mutu KBM • Pertanyaan penelitian/hipotesis tindakan (kalau perlu) 20 D PELAKSANAAN PENELITIAN • Deskripsi tahapan siklus penelitian. artinya dosen memaksimalkan kerja sama dengan guru sebagai mitra setara. usaha validasi hipotesis tindakan. biaya dan sarana/pra-sarana o Collaborative. • Penggunaan instrumen. artinya tindakan tersebut terdukung oleh faktorfaktor waktu.masalah. • Jumlah siklus lebih dari satu E HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Disajikan dalam bentuk siklus dengan data lengkap: . artinya berbasis pada akar penyebab masalah o Feasible (dapat dilaksanakan-tidak ambisius). deskripsi lokasi dan waktu.

grafik/statistik deskriptif dioptimalkan • Terdapat analisis data menyajikan perubahan pada peserta didik. lingkungan dan peneliti 20 • Tabel. • Pelaksanan: diuraikan pelaksanaan tindakan • Pengamatan: disajikan hasil pengamatan dari berbagai instrumen. APA YANG PERLU DILAKUKAN UNTUK SIKLUS BERIKUTNYA. lingkungan kelas/sekolah dan peneliti.Siklus I • Perencanaan: diuraikan TINDAKAN yang khas yang dilakukan terlihat bedanya dengan pembelajaran biasa. tujuan riset. Hasil authentik disajikan • Refleksi: berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan dan rencana berikutnya . 25 Siklus II (idem) Siklus III (idem) Perlu ditambahkan hal-hal yang mendasar berikut ini: • Disajikan hasil perubahan (kemajuan) pada diri peserta didik. dan hasil . • Triangulasi dioptimalkan untuk memvalidasi potret proses dan hasil perubahan (kemajuan) • Pembahasan • Ada ulasan tentang perubahan yang dihasilkan dari tiap siklus dan keseluruhan siklus F KESIMPULAN DAN REKOMENDASI • Hasil riset (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan • Ada saran untuk riset. MENGAPA BERHASIL (TIDAK).

. 5. Turabian secara konsisten.riset (potret kemajuan) • Ada saran untuk penerapan hasil (suggestion) 10 H DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN • Penulisan sesuai aturan APA.. 2.. Alamat :…………………………………………………. Tanggal selesai c. Pelaksanaan Penelitian a....... Sekolah b. 4.. Mitra Penelitian a.... :…………………………………………………… ……………………………………………………. MLA. a. Jumlah kelas yang digunakan ....... Jurusan/Program Studi : ………………………………………………… :………………………………………………… :………………………………………………… 2. Fakultas c....... .. Perguruan Tinggi b.. Nama Peneliti a. Tanggal mulai b..) 21 Lampiran C. Ketua Peneliti b..... Penilai ( .. 6... • Kelengkapan lampiran 10 Jumlah Total 100 Setiap kriteria diberi scor : 1......... Biaya Penelitian :Rp……………………………………………… (…………………………………………………) 5... Kurang sekali : skor 1 Kurang : skor 2 Baik : skor 4 Baik sekali : skor 5 Nilai : Bobot x skor Jakarta.. Judul Penelitian ……………………………………………… ………………………………………………… ………………………………………………… 4. Anggota Peneliti :………………………………………………… :1………………………………………………… 2………………………………………………… 3………………………………………………… 3. Format Pemantauan PTK FORMAT PEMANTAUAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) 1.

d. Tingkatan kelas :………………………………………………… :………………………………………………… :………………………………………………… :…………………………………………………. 7. Peranan Lemlit di PT a. Seleksi proposal penelitian b. Menyelenggarakan seminar proposal c. Memantau pelaksanaan penelitian d. Menyelenggarakan seminar hasil penelitian e. Menggandakan dan mengirimkan laporan penelitian f. Meminta artikel kepada peneliti g. Memberikan layanan lain, sebutkan… ………………………………………….. a. Ya/Tidak *) b. Ya/Tidak *) c. Ya/Tidak *) d. Ya/Tidak *) e. Ya/Tidak *) f. Ya/Tidak *) g. Ya/Tidak *) 8. Kesesuaian pelaksanaan penelitian dengan usul: Jenis Kesesuaian a. Mitra Sesuai/Menyimpang *) b. Bentuk Sesuai/Menyimpang *) kolaborasi c. Waktu Sesuai/Menyimpang *) pelaksanaan d. Bahan/ Sesuai/Menyimpang *) Alat/Media e. Metode yg Sesuai/Menyimpang *) digunakan f. Peneliti Sesuai/Menyimpang *) Kekurangan :…………………………………………………… :…………………………………………………… :…………………………………………………… :…………………………………………………… :…………………………………………………… :……………………………………………………

22
9. Masalah lain yang dihadapi peneliti (kesibukan guru, kesibukan dosen, keadaan peralatan/media,dsb) …..……………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… 10 Penilaian umum terhadap pelaksanaan penelitian a. Peneliti/Pelaksana: • Kegiatan di kelas • Kegiatan di laboratorium • Komunikasi dengan mitra b. Temuan/hal yang baru/inovasi dalam proses penelitian: c. Keberhasilan yang dicapai: • Indikasi keberhasilan (prestasi belajar siswa, motivasi belajar,

sikap,dsb) • Data pendukung d. Mitra • Kondisi sarana/peralatan • Kontribusi dalam pelaksanaan penelitian • Baik/Tidak baik *) • Baik/Tidak baik *) • Baik/Tidak baik *) …………………………………………………… ……………………………………………………. ……………………………………………………. …………………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… • Baik/Tidak baik *) • Baik/Tidak baik *) 11. Rencana tindak lanjut (follow up) a. Melanjutkan kegiatan penelitian tindakan kelas b. Diseminasi kepada guru lain c. Menulis hasil penelitian menjadi karya tulis ilmiah d. Memperbaiki buku ajar e. Lain, sebutkan………………………… • Ya/Tidak *) • Ya/Tidak *) • Ya/Tidak *) • Ya/Tidak *) • ……………………………………………….. 12. Rencana publikasi: a. Peneliti : b. Guru mitra: :…………………………………………………… ……………………………………………………. 13. Cara pemantauan: [ ] Wawancara [ ] Peninjauan ke lokasi penelitian [ ] Melihat data, foto, atau rekaman [ ] Laporan penelitian [ ] Lain-lain, sebutkan 14. Kesimpulan umum: a. Pelaksanaan penelitian telah selesai : b. Bila belum 100 % selesai, tahapan penelitian yang akan diselesaikan, sebutkan: a…………………% b…………………………………………………. …………………………………………………. ………………………………………………… 15. Gambaran umum dan saran

umat, 04 November 2011
Manfaat TIK untuk pembelajaran
Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access.

Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran. Kutipan dari Kurikulum untuk Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi · Visi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu agar siswa dapat dan terbiasa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya · Melalui mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diharapkan siswa dapat terlibat pada perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk teknologi informasi dan komunikasi. Siswa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. Dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi, siswa akan dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan. Penambahan kemampuan siswa karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang. · Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media. · Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah: 1. Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat. 2. Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan seharihari secara mandiri dan lebih percaya diri. 3. Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan seharihari.

Dengan melihat isi dari kurikulum tersebut. dan bertanggungjawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran. berinisiatif. 5. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri. kreatif. Jika ini terjadi. kita harus mengintegrasikan TIK dalam proses belajar mengajar di madrasah bukan hanya untuk mata pelajaran teknologi dan informasi saja. Melihat kondisi TIK pada saat ini dan perkembangannya di masa datang.com/2009/03/18/pemanfaatan-teknologiinformasi- Main menu Lompat ke isi • • Beranda Kontak Saya . dan terbiasa bekerjasama. sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal. Jika kita tidak memulainya sekarang maka madrasah sebagai salah satu institusi pendidikan selain sekolah yang berada dibawah Depdiknas akan tertinggal oleh sekolah lain. menarik. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi.4. bekerja. inovatif. saat iniDepdiknas mempunyai program pengembangan TIK secara besarbesaran. kita sedang berusaha mengejar ketertinggalan dalam mata pelajaran khususnya MIPA dan BahasaInggris. Mengamati Program Pengembagan TIK yang dilakukan Depdiknas Untuk mengejar ketertinggalan pemanfaatan TIK di sekolah dari negara lain. http://makalahkumakalahmu. dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi. dan pemecahan masalah seharihari. di sisi lain TIK akan membuat kita tertinggal semakin jauh. kita harus mempersiapkan diri dan melakukan perencanaan yang matang dalam mengimplementasikan TIK di madrasah. usaha kita akan semakin berat untuk mensejajarkan madrasah dengan sekolah lain. Di satu sisi. terampil mengorganisasi informasi.wordpress.

• • • Lagu RPP SD Soal UN SD/MI ○ ○ ○ ○ SOAL-SOAL LATIHAN UN 2011-2012 ARSIP SOAL-SOAL LATIHAN TH 2010-2011 ARSIP SOAL-SOAL LATIHAN Th 2009-2010 ARSIP KUMPULAN SOAL-SOAL • • • • • • Arsip Download Galery Penyejuk Hati About Me Download di Ziddu Post navigation ← RPP Menggunakan Tahapan Eksplorasi. Elaborasi dan Konfirmasi ( RPP Berkarakter ) Belajar Tanpa Batas melalui Rumah Belajar → Jul 24 2011 Beberapa Karakter Peserta Didik Begitu banyak tipe kepribadian menurut para ilmuwan. Berikut ini adalah tipe-tpe kepibadian menurut masing-masing para ahli agar kita lebih .

Tepe kepribadian itu antara lain: • • Tipe kepribadian choleric (empedu kuning). Berhati-hati. Bebas. tekun. tergantung. pemurung. Ramah. Emosi stabil. pesimis. tidak emosional. mudah bergaul. bersahabat. simpatik. hangat VS dingin. dapat dipercaya VS curiga. menyendiri. tidak sungguh-sungguh. tertekan. Penuh energi. cerdas. tidak berbudaya. impulsif. tidak kreatif. menarik diri. ramah. Menurut Hippocrates dan Galenus (dalam Kurnia 2007) Tipologi kepribadian yang tertuang bersifat jasmaniah atau fisik. bahkan kadang-kadang disertai dengan simptom fisik seperti keringat. Tipe melancholic (empedu hitam). pendiam. tidak bertanggung jawab. cepat. estetik VS kasar. lamban. malas. mudah tersinggung. • • Menurut Mahmud 1990 (dalam Suadianto 2009) menyatakan Kepribadian terbagi menjadi dua belas kepribadian. Riang. Menurut Eysenck 1964 (dalam Buchori 1982) menyatakan Tipe kepribadian dibagi menjadi tiga. Kepribadian Introvert: dicirikan dengan sifat pemalu. baik hati VS hati-hati. menyenangkan spontan. yang dicirikan dengan pemilikan temperamen cepat marah. suka Dominat. Petualang. Kepribadian Neurosis: dicirikan dengan pencemas. tahan menderita. impulsif. dan gugup. dapat dipercaya VS bodoh. menonjolkan diri VS suka mengalah. menyerah. realistis. aktif bicara. sedih. Sensitif. Tenang. pucat. mempunyai kontrol diri yang baik. neurotik. yang meliputi kepribadian sebagai berikut: • • • • • • • • • • • • Mudah menyesuaikan diri. toleran VS tidak tenang. bertanggung jawab VS emosional. gigih menghindar (evasive). suka menyendiri. . sering ambil bagian dalam aktivitas sosial. mudah sedih dan mudah putus asa. menikmati kegembiraan. ramah. bermusuhan. Berbudaya. kaku. dan tidak sabar.memahami kepribadian peserta didik sehingga saat proses kegiatan belajar dan mengajar berlangsung dengan maksimal. yaitu: • Kepribadian Ekstrovert: dicirikan dengan sifat sosiabilitas. lembut hati VS keras hati. bersemangat VS pelamun. VS emosi mudah berubah. mudah tersinggung. mudah lelah. tenang. baik hati. banyak bicara VS mudah berkobar. Mereka mengembangkan tipologi kepribadian berdasarkan cairan tubuh yang menentukan temperamen seseorang. yang berkaitan dengan pemilikan temperamen pemurung. bebas. tegang.

bandel. pasif. † Krakteristik perkembangan masa anak awal (2-6 tahun) Masa anak awal berlangsung dari usia 2-6 tahun. dan suka makan. Menurut Kretchmer dan Sheldon (dalam Kurnia 2007) menyatakan bahwa Tipologi kepribadian berdasarkan bentuk tubuh atau bersifat jasmaniah. Menurut Kurnia (2007) menjelaskan bahwa: Karakteristik atau kepribadian seseorang dapat berkembang secara bertahap. dan cekatan. aktif. 2. Wijaya (1988) menyatakan “karakteristik anak secara sederhana dapat dikelompokkan atas: 1. Perilaku anak sulit diatur. Tipe sanguinis (darah). minat. suka humor. . Tetapi. Pada periode anak sekolah. agresif. Kepribadian mereka masih dalam proses pengembangan. yaitu: • • Tipe Ekstrovert yang perhatiannya lebih banyak tertuju di luar. dalam kenyataannya lebih banyak manusia dengan tipe campuran (dysplastic). dan sering membantah dan melawan orang tua. dan mudah menyesuaikan diri. pemberani. Tekanan dan harapan sosial untuk mengikuti pendidikan sekolah menyebabkan perubahan perilaku. yang memiliki temperamen dan sifat periang. Pada masa ini. dan kadang apatis/ masa bodoh. Tipe athleticus atau mesomorphic pada orang yang bertubuh sedang/ atletis memiliki sifat senang pada pekerjaan yang membutukhkan kekuatan fisik. yaitu setelah anak meninggalkan masa bayi dan mulai mengikuti pendidikan formal di SD. Menurut Jung (dalam Sudianto 2009) Tipologi kepribadian dikelompokan berdasarkan kecenderungan hubungan sosial seseorang. tetapi suka melamun dan sensitif. keras kepala. khususnya dalam melakukan kegiatan pembelajaran di dekolah”. Berikut ini adalah krakteristik perkembangan pada masa anak samapai masa puber. Tipe pycknicus atau mesomorphic pada orang yang betubuh gemuk pendek. dan dikuasai oleh nilai-nilai subjektif. 3. memiliki sifat periang. • • Namun demikian. Macam-macaam kepribadian ini adalah: • Tipe asthenicus atau ectomorpic pada orang-orang yang bertubuh tinggi kurus memiliki sifat dan kemampuan berpikir abstrak dan kritis. kepribadian anak belum terbentuk sepenuhnya seperti orang dewasa. dinamis. Tipe Introvert yang perhatiannya lebih tertuju ke dalam dirinya. dan nilai pada diri anak. umumnya manusia mempunyai tipe campuran atau kombinasi antara ekstrovert dan introvert yang disebut ambivert. Kelompok anak yang mudah dan menyenangkan. yang bertemperamen yang serba lamban. Anak yang biasa-biasa saja.• • Tipe phlegmatic (lendir). Anak yang sulit dalam penyesuaian diri dan sosial. malas. banyak teman. anak sedang dalam proses penegmbangan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan. popular dan mempunyai hubungan sosial luas.

yaitupersona yang berarti “topeng” atau seorang individu yang berbicara melalui sebuah topeng yang menyembunyikan identitasnya dan memerankan tokoh lain dalam drama” (Buchori. Konsep diri seseorang dipengaruhi dan ditentukan oleh peran dan hubungannya dengan orang lain terhadap dirinya” (Buchori 1982). D. maupun gambaran seseorang mengenai dirinya sendiri. persepsi. Di sekolah dasar. apabila para guru Playgroup sampai SD harus lebih bersabar dalam melangsungkan pembelajaran atau mendidik siswa. emosional. Waktu masa puber relatif singkat (2-4 tahun) ini terjadi pertumbuhan dan perubahan yang sangat pesat dan mencolok dalam proporsi tubuh.Hal ini memang sangat menyulitkan para pendidik. serta persoalan dalam berhubungan dengan orang di sekitarnya. Dalam perkembangan kepribadian. permasalahan yang terkait dengan penerimaan konsep diri. serta menentukan jenis penyesuaian yang akan dilakukan anak. karena tiap anak mempunyai pengalaman belajar yang berbeda satu dengan yang lainnya. Periode ini terbagi atas tiga tahap. sama halnya dengan ciri-ciri periode masa anak awal dengan memperhatikan sebutan atau label yang digunakan pendidik. dan pascapuber. Kepribadian bersifat dinamis (tidak statis). 1982:91). Orang dewasa maupun pendidik perlu memahami sikap perilaku anak puber yang kadang menaik diri. Tahap prapuber bertumpang tindih dengan dua tahun terakhir masa anak akhir. Disiplin mulai bisa diterapkan pada anak sehingga anak dapat mulai belajar hidup secara tertib. Kebanyakan anak pada masa ini juga kurang memperhatikan dan tidak bertanggung jawab terhadap pakaian dan benda-benda miliknya. karena pada rentang usia ini (6-12 tahun) anak bersekolah di sekolah dasar. Tahap puber terjadi pada batas antara periode anak dan remaja. Kata ini berasal dari kata latin. Sehingga kepribadian seseorang adalah perangsang dari orang tua atau kesan yang ditimbulkan oleh keseluruhan tingkah laku orang lain. sehingga menimbulkan keraguan dan perasaan tidak aman pada anak puber. Tak heran. danmelainkan berkembang secara terbuka sehingga manusia senantiasa berada dalam kondisi perubahan dan perkembangan. † Krakteristik perkembangan masa anak akhir (6-12 tahun) Karakteristik atau ciri-ciri periode masa anak akhir. † Krakteristik perkembangan masa puber (11/12 – 14/15 tahun) Masa puber adalah suatu periode tumpang tindih antara masa anak akhir dan masa remaja awal. Kepribadian selalu dalam penyesuaian diri yang unik dengan lingkungannya dan berkembang bersama-sama dengan lingkungannya. Menurut Suadianto (2009) menerangkan bahwa . atau sebagai bayangan dari cermin diri. Dan sikap para pedidik sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. di mana ciri kematangan seksual emakin jelas (haid dan mimpi basah). Perkembangan kepribadian “Kata kepribadian dalam bahasa asing disebut dengan kata personality. Tahap pascapuber bertumpang tindih dengan dua tahun pertama masa remaja. serta membantunya agar anak dapat menerima peran seks dalam kehidupan bersosialisasi dengan orang atau masyarakat di sekitarnya. Peubahan fisik dan sikap puber ini berakibat pula pada menurunnya prestasi belajar. konsep diri dan sifat-sifat seseorang merupakan hal atau komponen penting. perilaku negative dan lai-lain. yaitu tahap: prapuber. Orang tua atau pendidik menyebut masa anak akhir sebagai masa yang menyulitkan karena pada masa ini anak lebih banyak dipengaruhi oleh teman-teman sebaya daripada oleh orang tuanya. puber. Para pendidik memberi sebutan anak usia sekolah dasar. anak diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan yang dianggap penting untuk keberhasilan melanjutkan studi dan penyesuaian diri dalam kehidupannya kelak.“konsep diri merupakan konsep.

Keadaan atau proses beajar dan mengajar tidak dapat berjalan dengan baik apabila kita tidak saling mengenal dengan peserta didik. Persistensi dapat disebabkan oleh kondisi bawaan anak sejak lahir. termasuk sifat-sifat yang diturunkan kepada anaknya. sopan dan lain-lain. ada peserta didik yang periang. Pengaruh kepribadian terhadap peserta didik Memahami karakter seseorang memang sangat sulit. Saling mengenal tidak harus dengan menghafal nama-nama dari peserta didik. Ada peserta didik yang diajak berbicaraselalu merespon. Menurut Kurnia (2007) menyatakan bahwa Mengenai perkembangan pola kepribadian. serta peran dan pilihan anak ketika berinteraksi dengan lingkungan sosial. Misalnya. ada peserta didik yang kurang menghargai pendidikya dan mengaggap suatu hal biasa. yaitu: 1. Apalagi kita sebagai pendidik selalu bersama dengan peserta didik yang sangat banyak dan masing-masing mempunyai karakter-karakter tersendiri. namun sangat penting. 3. Pengalaman kehidupan selanjutnya dapat memperkuat konsep diri dan dasar kepribadian yang sudah ada. anak yang suka bergurau dan menganggap guru adalah teman. pendidikan yang ditempuh anak. Faktor bawaan. E.Sifat mempunyai dua ciri yang menonjol. Pengalaman awal dalam lingkungan keluarga ketika anak masih kecil. Apabila kita langsung memarahi dan tidak bisa menahan emosi kita. konsep diri merupakan inti kepribadian yang mempengaruhi berbagai sifat yang menjadi ciri khas kepribadian seseorang. terdapat kecenderungan ciri sifat kepribadian yang menetap dan relatif tidak berubah sehingga mewarnai timbul perilaku khusus terhadap diri seseorang. perilaku orang tua dan lingkungan kelompok teman sebaya. Kita sebagai pedidik. 2. tetapi pendidik harus mengenal kepribadian dari murid-muridnya. Pengalaman itu membentuk konsep diri primer yang sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak dalam mengadakan penyesuaian diri dan sosial pada perkembangan kepribadian periode selanjutnya. atau karena pengalaman yang sangat kuat sehingga mengubah konsep diri dan sifat-sifat yang sudah terbentuk pada diri seseorang. ada 3 faktor yang menentukan perkembaangan kepribdian seseorang termasuk peserta didik. ada sifat atau pribadi yang tertutup. (2) Konsistensi yang berarti seseorang bersikap dengan cara yang hampir sama dalam situasi dan kondisi yang serupa. yaitu: (1) Individualistis yang diperlihatkan dalam kuantitas ciri tertentu dan bukan kekhasan ciri bagi orang lain. demikian juga wawasan sosial anak dipengaruhi oleh tingkat kecerdasannya. misalnya sifat sabar anak dikarenakan orang tuanya juga memiliki sifat sabar. Artinya. maka kita akan ditakuti oleh dia dan bisa saja peserta didik tersebut dan . Tiap anak adalah individu yang unik dan mempunyai pengalaman belajar dalam penyesuaian diri dan sosial yang berbeda secara pribadi. Pada perkembangan kepribadian pesera didik. tidak ada kepribadian dan sifat-sifat yang benarbenar sama. Berdasarkan tipe-tipe kepribadian yang telah tercantum di atas bahwa setiap sifat yang baik pasti ada sifat yang jelek. benar. saat pendidik melakukan kesalahan dan peserta didik mengejek dengan kata kurang sopan. Menurut Suadianto (2007) menjelaskan bahwa hal penting dalam perkembangan kepribadian adalah ketetapan dalam pola kepribadian atau persistensi. kita harus mengendalikan ego dan menambah kesabaran saat berinteraksi dengan peserta didik untuk mengingatkan bahwa hal tersebut salah.

tp. yang menyatakan bahwa perolehan dan retensi p .yang lain langsung merasa tegang dan akhirnya pada saat peajaran. Ausubel (1963) dapat dikatakan sebagai orang yang paling awal mengemukakan pentingnya ada landasan kognitif dalam tindakan pembelajaran. kita bisa mengingatkan kesalahannya dengan cara lelucon.google. Mayer (1981: 25) menyatakan: Instructional theory should be cognitive. Dalam perkembangan berikutnya. Sejalan dengan Ausubel. Pembelajaran hendaknya dimulai dengan penyajian garis besar dari isi yang akan diajarkan. A good theory of instruction must exploit this useful data base. bukan suasana yng menyenangkan yang didapat melainkan suasana tegang. A good theory of instruction must exploit this useful data base. The useful developments in the cognitive psychology of learning and memory should be incorporated into a general theory of instruction. Bila suasana yang tercipta adalah tegang maka materi yang diberikan tidak diserap hingga maksimal dan akhirnya prestasi menurun.co. Dalam perkembangan berikutnya. During the past 10 years there has been an explosion of knowledge concerning human cognitive processes and memory structures.ac. Tesis.. Norman menyebutnya dengan webteaching. Norman memformulasikan cara penyajian pembelajaran sebagai berikut. Untuk memenuhi maksud ini. Bila murid tersebut tidak muah tersinggung. Namun bila dia mudah tersinggung maka kita bisa menegur saat di luar jam pelajaran.. Tesis. dijadikan pijakan oleh Ausubel (1968) dalam menciptakan model .. The useful developments in the cognitive psychology of learning and memory should be incorporated into a general theory of instruction.id/tag/teori-teori-belajar-dalam-penjaskes/feed w w w .. yang disertai tinjauan umum terhadap konsep.teori kognitif. Kita sebagai pendidik harus melihat kepribadian siswa tersebut apakah mudah tersingung atau tidak. During the past 10 years there has been an explosion of knowledge concerning human cognitive processes and memory structures. yang menyatakan bahwa perolehan dan retensi pengetahuan baru dapat dimudahkan dengan cara mengasimilasi-kannya ke dalam pengetahuan yang sudah dimiliki oleh si-belajar (subsuming cognitive structure). Norman mengemukakan bahwa belajar_yang efektif pada dasarnya adalah mengaitkan informasi baru ke dalam struktur kognitif yang sudah ada dalam din si-belajar. belajaran. Mayer (1981: 25) menyatakan: Instructional theory should be cognitive. dikembangkan oleh Norman (1973). Top of Form Search Everything : partner-pub-7548222631054950:tei1n4iw 2fl FORID:10 UTF-8 Search blog..id/url?sa=t&rct=j&q=teori2%20belajar%20dalampenjaskes&source=w eb&cd=1&ved=0CCAQFjAA&url=http%3A Bottom of Form Post Tagged Teori Teori Belajar Dalam Penjaskes Search for: Teori2 Belajar Dalampenjaskes Model Pembelajaran Kognitif dan Model Elaborasi 11 Jul 2011 .

dan pendayagunaan fasilitas secara efisien) juga merupakan hasil belajar siswa yang penting dan mendasar.. dan kecakapan memproses diri dalam belajarnya (adanya rencana kerja... lebih-lebih jika terjebak dalam pandangan yang sempit (lihat A. dan mengaitkan pengetahuan yang sedang dipelajari dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sibelajar. tetapi perlu diingat bahwa hasil belajar bukan seperti produk pabrik yang mekanisme (asal perangkat permesinannya beres. tenaga penggerak emsinnya ada pasti menghasilkan jenis barang yang standar. Read More Dasar Pertimbangan Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) 28 Jul 2011 . Hasil belajar seseorang siswa bersifat evolutif (setapak demi setapak). seperti yang dimaui dalam rancangannya). 1985:14 s. bahan bakunya standar. Advance organizer merupakan pernyataan umum yang memperkenalkan bagian-bagian utama yang tercakup dalam urutan pembelajaran. integrative reconciliation.. dan sejenisnya membuktikan bahwa antara hasil serta proses belajarnya tidak konsisten atau hasil tersebut diperoleh dengan cara-cara yang tidak tepat (sebagaimana dituntut oleh hakikat belajar kemanusiaan yang sebenarnya). (Conny Semiawan.. kasus keraguan sistem PMDK (yang akhirnya ditiadakan oleh Depdikbud). Sehubungan dengan pentingnya penerapan PKP dalam pembelajaran siswa. Ungkapan lain dipakai oleh Joyce dan Weil (1980). Komponen strategi pembelajaran ini konsisten dengan pemikiran Ausubel bahwa struktur kognitif yang sudah ada bertindak sebagai alat . bahan bakunya standar. .d. tenaga penggerak emsinnya ada pasti menghasilkan jenis barang yang standar. Pembelajaran yang mengutamakan hasil belajar adalah benar. dan kecakapan memp . proses keterlibatan belajar siswa sekaligus telah mencerminkan arah serta kualitas hasilnya. Hasil belajar seseorang siswa bersifat evolutif (setapak demi setapak). la berfungsi sebagai kerangka konseptual bagi pengetahuan berikutnya yang lebih rinci dan abstrak. seperti yang dimaui dalam rancangannya). yaitu: advance organizer.. Perhatian yang berlebihan terhadap hasil belajar dan cenderung kurang meneliti proses pencapaiannya.pembelajarannya. dkk. 2) akan mengecewakan banyak pihak. Kasus siswa SMA kelas I. bahwa advance organizer berfungsi untuk menjelaskan.. Model pembelajaran Ausubel mengintegrasikan 3 komponen struktural.belajaran yang mengutamakan hasil belajar adalah benar. 16) mengajukan dasar pertimbangan sebagai berikut : PKP selaras dengan hasrat belajar sepanjang hayat dan . mengintegrasikan. tetapi perlu diingat bahwa hasil belajar bukan seperti produk pabrik yang mekanisme (asal perangkat permesinannya beres. pilihan metodologis yang tepat. proses keterlibatan belajar siswa sekaligus telah mencerminkan arah serta kualitas hasilnya. progressive differentiation. disiplin waktu. dengan nilai NEM serta STTB yang baik tetapi tersendat mengikuti beban belajar di SMA.

ac.id/tag/teori-teori-belajar-dalampenjaskes/feed#ixzz1nDvB5sgG ← Masalah-Masalah pada Masa Remaja Tahapan Perkembangan Kognitif Individu-Piaget → Prinsip Pengembangan Kurikulum Posted on 31 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT .tp.Artikel ini disalin dari : http://blog.

dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya. dan efektivitas. maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan. fleksibilitas. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum. baik yang . Oleh karena itu. serta kemampuan dan latar bekang peserta didik. penerapan dan evaluasi. praktis. sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan. prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar. orang tua peserta didik. namun di dalamnya melibatkan banyak orang. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. Dalam pengembangan kurikulum. pengusaha. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip – prinsip umum : relevansi. baik secara vertikal. lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran. 2. Prinsip relevansi. 3. kontinuitas. seperti : politikus. tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan. yaitu : 1. tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja. dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. didalamnya mencakup: perencanaan. strategi. dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan. yakni adanya kesinambungandalam kurikulum. Prinsip kontinuitas. Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis). Dalam pengembangan kurikulum. tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis). (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan. memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang. organisasi dan evaluasi). dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes.Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif. Dalam hal ini. Prinsip fleksibilitas. prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. bahan.

mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. dan seni. suku. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. dan pengembangan diri secara terpadu. nonformal dan informal. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. biaya. 5. 6. Menyeluruh dan berkesinambungan. Oleh karena itu. kreatif. antar jenjang pendidikan. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. terdapat sejumlah prinsipprinsip yang harus dipenuhi. dunia usaha dan dunia kerja. dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal. Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. teknologi. budaya dan adat istiadat. teknologi. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. 3. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. baik secara kualitas maupun kuantitas. keterampilan berpikir. Prinsip efektivitas. 2. yaitu : 1. perkembangan. yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. dengan . Belajar sepanjang hayat. yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. Berpusat pada potensi. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. keterampilan sosial. dan seni. tanpa membedakan agama. dan jenjang serta jenis pendidikan. keterampilan akademik. perkembangan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta status sosial ekonomi dan gender. kebutuhan. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. kebutuhan. berakhlak mulia. cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. 5. pengembangan keterampilan pribadi. 4. berilmu. 4. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. muatan lokal. cakap.di dalam tingkat kelas. maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. sehat. Prinsip efisiensi. kondisi daerah.

Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum. Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya. banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 7. berbangsa dan bernegara. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. • Balam .memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. yang justru tampaknya sering kali terabaikan. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum.

3. 1. sehingga rumusnya adalah KD=KK + KB 2.• • • • • • Silabus RPP SMP berkarakter Silabus RPP SMA berkarakter Silabus RPP SD berkarakter Jadwal UN 2012 POS UN 2012 Kisi-kisi soal UN 2012 You are here»BandarLampung»Info Silabus SD•Info silabus SMP•Info silabus SMU SMK»RPP Silabus dan KTSP RPP Silabus dan KTSP Setia 5 KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) merupakan kurikulum yang bersifat operasional dan dilaksanakan dimasing-masing tingkat satuan pendidikan. Landasan hukum kurikulum ini yaitu Undang-undang Sikdiknas No. terdapat rambu-rambu yang telah disepakati sehingga menghasilkan Standar Pendidikan yang telah dirancang negara kearah lebih baik dan output yang berimtaq. . 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. Dalam menyusun silabus. Penyerahan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada tiap sekolah dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan bertujuan agar kurikulum tersebut dapat disesuaikan dengan karakter dan tingkat kemampuan sekolah masing-masing. KD (Kompetensi Dasar) dituliskan dengan memakai Kata Kerja + Kata Benda. Materi Pokok adalah Kata Benda yang ada pada masing-masing Kompetensi Dasar (KD). Indikator dituliskan dengan memakai Kata Kerja Operasional + Materi Essensial. Silabus Silabus pada hakikatnya menjelaskan secara singkat mengenai materi yang akan dibahas dari setiap mata ajar dan tujuan yang hendak dicapai dari suatu pengajaran. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) disusun oleh masing-masing sekolah dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. kegiatan pembelajaran dan pencapaian kompetensi untuk penilaian. atau tahap belajarmengajar atau dengan kata lain Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi. 15 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kompetensi dasar dan indikator ke dalam materi pokok/pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran isinya harus merupakan kegiatan siswa dan life skill yang terkait dengan kegiatan pembelajarannya. tapi langsung pada kegiatan siswa. dan tidak perlu menggunakan kata-kata siswa dapat. 4.

Memberikan landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompetensi dasar dan indikator 2. Pembelajaran adalah proses yang ditata dan diatur menurut langkah-langkah tertentu agar dalam pelaksanaannya dapat mencapai hasil yang diharapkan 3. Karena disusun dengan menggunakan pendekatan sistem. 6. PILIHAN GANDA. Penilaian diisikan dengan jelas jika tes tertulis terdiri dari apa sajakah tertulisnya sesuaikan dengan uraian pada kolom indikator. Operasional 3. yang keberapa serta Pengarang dan Penerbitnya Pengertian RPP Perkiraan atau proyeksi mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran 1. memberi pengaruh terhadap pengembangan individu siswa 4. Jangka pendek (1-3 kali pertemuan) Langkah-langkah Penyusunan RPP . Karena dirancang secara matang sebelum pembelajaran. Mengembangkan buadaya membaca dan menulis proses pembelajaran 4. Sumber Belajar wajib dituliskan lengkap Judul Buku. berakibat terhadap nurturant effect Prinsip Penyusunan 1. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi Tujuan Dan Manfaat 1. Sistematis 4. Spesifik 2.5. Mendorong partisipasi aktif peserta didik 3. biasanya menggunakan rumus perbandingan 1 2 4 yaitu pada TM (Tatap Muka) dikalikan 1 pada PS (Praktek di Sekolah) dikalikan 2 dan pada PI (Praktek di Industri) dikalikan 4 7. Rencana yang mengambarkan prosedur dan pengoraginasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dlam silabus 2. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut 5. apakah bisa ESSAY. Keterkaitan dan keterpaduan 6. Prinsip-Prinsip Pengembangan RPP 1. Alokasi Waktu. Memberi gambaran mengenai acuan kerja jangka pendek 3. Jika Tes-nya berbentuk Lisan demikian pula tes lisan nya apa saja. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik 2. RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. Modul apa. PENYUSUNAN LAPORAN atau lainnya yang sifatnya tertulis.

contoh soal. dan Indikator yang telah ditentukan. lembar pengamatan. Menyusun criteria penilaian. Mengidentifikasi materi ajar berdasrkan materi pokok atau pembelajaran yang terdapat dalam silabus. dan akhir 8. Tuliskan juga nomor kompetensi dasarnya (jika ada) . inti. 5. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. Menetukan SK.KD.1. Menentukan alokasi wajtu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. kompetensi dasar dan indikator yang hendak dicapai.KD dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. dll Prosedur Penyusunan COntoh RPP SK – KD – Indikator 1. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. Mengisi kolom identitas 2. teknik penskoran. Menentukan langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. Tuliskan standar kompetensi. 6. Mene\ntukan alat/bahan/sumber belajar 9.

Rumusan Kegiatan Pembelajaran 1. pengayaan. Tuliskan sumber bahan/rujukan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. Setiap mahasiswa mengamati proses lokomotif berjalan melalui penayangan slow motion media video 4. dan tes tertulis (paper & pen test). Dengan bantuan peta Indonesia. Tuliskan prosedur. Siswa dibagi ke dalam tiga kelompok kecil (4-5 orang) mendiskusikan tentang penyebab terjadinya kecelakaan kereta api 2.2. kinerja (performance). atau percepatan. Sesuaikan dengan teknik penilaian berbasis kelas. Siswa memperhatikan uraian guru tentang terjadinya peristiwa terjadinya kecelakaan kereta api 3. serta tindak lanjut hasil penilaian. seperti: penilaian portofolio. Tuliskan berbagai alat dan media atau sumber belajar lain yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang sesuai untuk pencapaian kompetensi dasar 2. siswa menunjukkan dan menandai daerahdaerah rawan kecelakaan kereta api. dan alat/instrumen yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi dasar oleh siswa. penugasan (project). bentuk. 2. Tuliskan materi pembelajaran (beserta uraian singkat) yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator Kegiatan Pembelajaran Tuliskan kegiatan pembelajaran berupa kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar. Contoh Menentukan Materi Pembelajaran . seperti: remedial. hasil karya (product). tuliskan juga bagian/bab dan halamannya Penilaian Pembelajaran 1. Sumber Rujukan 1. mencakup kegiatan tatap muka dan non tatap muka Alat. Media. jenis. Dsb. Gunakan cara penulisan yang sudah baku.

Respon apa yang ditekankan (tes kecepatan atau tes kemampuan) d. PENGERTIAN TES Tes dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan atau tugas atau seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait (sifat) atau atribut pendidikan atau psikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. PENILAIAN. PENGUKURAN. DAN EVALUASI 6 PENGERTIAN TES. Tipe respon yang bagaimana yang harus dikerjakan oleh subyek (tes unjuk kerja atau tes kertas dan pensil) e. Bagaimana ia diskor (tes obyektif atau tes subyektif) c.Contoh rumusan Kegiatan Pembelajaran Home » Pendidikan » PENGERTIAN TES. Hakekat dari kelompok yang akan diperbandingkan (tes buatan guru atau tes baku) . DAN EVALUASI BAB I PENGERTIAN TES. PENILAIAN. Bagaimana ia diadministrasikan (tes individual atau kelompok) b. Apa yang akan diukur (tes sampel atau tes sign) f. PENILAIAN. PENGUKURAN. Tes dapat diklasifikasi berdasarkan : a. PENGUKURAN. DAN EVALUASI A.

PENGERTIAN PENILAIAN . g. evenrs. Victor H. William A. Richard H. PENGERTIAN PENGUKURAN Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numeric dari suatu tingkatan dimana seseorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. Georgia S. rating scales. is results of measurement are always expessed in numbers. or object according to explicit formulations or rules”. Or any other device that allows us to obtain information in a quantitative form is measurement” . Berikut ini akan dikutip beberapa definisi pengukuran yang dirumuskan oleh beberapa ahli pengukuran pendidikan dan psikologi yang acap kali dijadikan acuan beberapa penulis a. Gilbert Sax (1980) menyatakan “measurement: The assignment of numbers to attributes of characteristics of person.Mehrens dan Irlin J. Pengukuran berkaitan erat dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif. yaitu “quantitativaness” dan “constancy of units”. Lindeman (1967) merumuskan pengukuran sebagai “the assignment of one or a set each of a set of persons or objects according to certain established rules” b. hal.B. Frisbie (1986) merunuskan pengkuran sebagai “Measurment is a process of assigning numbers to the individual numbers of a set of objects or person for the purpose of indicating differences among them in the degree to which they posscess the characteristic being measured. atau obyek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas.Noll (1957) mengemukakan dua karakteristik utama pengukuran. Ebel dan David A. Robert L. e. Pengukuran diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang. Atas dasar dua karakteristik ini ia menyatakan “since measurement is a quantitative process. C. Adams (1964) merumuskan pengukuran sebagai “nothing more than careful observations of actual performance under staandar conditions”. c. f. Norman E. d. Gronlund (1971) secara sederhana merumuskan pengukuran sebagai “Measurement is limited to quantitative descriptions of pupil behavior”. Lehmann (1973) mendefinisikan : pengukuran sebagai berikut : “Using observations.

Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru selain untuk memantau proses. juga sekaligus sebagai umpan balik kepada guru agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses program pembelajaran. Sedangkan penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pihak luar yang tidak melaksanakan proses pembelajaran. Penilaian untuk memperoleh berbagai ragam informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau informasi tentang ketercapaian kompetensi peserta didik. Penelitian yang dilakukan lembaga / institusi tersebut dimaksudkan sebagai pengendali mutu proses dan hasil belajar peserta didik. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. pengujian. Sebenarnya proses pengukuran. Sedangkan proses pengujian merupakan bagian dari pengukuran yang dilanjutkan dengan kegiatan penilaian. biasanya dilakukan oleh suatu institusi / lembaga baik didalam maupun diluar negeri. penilaian dan evaluasi. Proses penilaian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar peserta didik. Hal ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketercapaian ketuntasan kompetensi oleh peserta didik. Penilaian adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat. Penilaian internal merupakan penilaian yang dilakukan dan direncanakan oleh guru pada saat pembelajaran berlangsung. Pelaku penilaian terhadap proses dan hasil belajar diantaranya internal dan eksternal. Penilaian menyeluruh dan berkelanjutan dalam Konsep Penilaian dari Implementasi peraturan pemerintah No. Metode dan tehnik penilaian sebagai bagian dari penilaian internal (internal assessment) untuk mengetahui proses dan hasil belajar peserta didik terhadap penguasaan kompetensi yang diajarkan oleh guru. evaluasi dan pengujian merupakan suatu kegiatan atau proses yang bersifat hirarkis. Ada empat macam istilah yang berkaitan dengan konsep penilaian dan sering kali digunakan untuk mengetahui keberhasilan belajar dari peserta didik yaitu pengukuran. . membawa implikasi terhadap model dan tehnik penilaian proses dan hasil belajar. Artinya kegiatan dilakukan secara berurutan dan berjenjang yaitu dimulai dari proses pengukuran kemudian penilaian dan terakhir evaluasi. padahal keempat istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda. penilaian.Penilaian (assessment) merupakan istilah yang umum dan mencakup semua metode yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dengan cara menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok. kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki. Namun diantara keempat istilah tersebut pengertiannya masih sering dicampuradukan.

sangat kurang. kita sekarang telah mengevaluasi kemampuan atau kemajuan anak didik. Kuantatif hasilnya berupa angka. Pengukuran dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada klasifikasi observasi unjuk kerja atau kemampuan. Daniel L. Kuesioner sejumlah pertanyaan atau pernyataan sedangkan peserta didik diminta untuk menjawab atau memberikan pendapatnya terhadap pernyataan yang diajukan. PENGERTIAN EVALUASI Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. Adams (1964) dalam bukunya “Measurement and evaluation in education. berharga atau tidak berharga. dan lain sebagainya. D. and guidance” menjelaskan bahwa kita mengukur berbagai kemampuan anak didik. Sedangkan non tes adalah pertanyaan maupun pernyataan yang tidak memiliki jawaban benar atau salah. Thorndike dan Elizabeth Hagen (1961) menjelaskan evaluasi tersebut . kurang. Evaluasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses penilaian untuk mengambil keputusan yang menggunakan seperangkat hasil pengukuran dan berpatokan kepada tujuan yang telah dirumuskan. c.Bila kita melangkah lebih jauh lagi dalam menginterprestasi skor sebagai hasil pengukuran itu dengan menggunakan standar tertentu untuk menentukan nilai dalam suatu kerangka maksud pendidikan dan pelatihannya atau atas dasar beberapa pertimbangan lain untuk membuat penilaian. Shinkfield (1985) secara singkat merumuskan evaluasi sebagai berikut: “Evaluation is the systematic assessment of the worth or merit of some object”. Peserta didik dengan menggunakan suatu standar. maka kita tidak lagi membatasi diri kita dalam pengukuran. cukup. misalnya potensi peserta didik. Untuk memperjelas pengertian evaluasi tersebut ada baiknya bila dikutip beberapa perumusan sebagai berikut: a. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Robert L. psychology. Pengukuran dalam kegiatan belajar bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Instrumen non tes bias berbentuk kuesioner atau inventori. Dengan demikian maka evaluasi antara lain merupakan kegiatan membandingkan tujuan dengan hasil dan juga merupakan studi yang mengkombinasikan penampilan dengan suatu nilai tertentu. Tes adalah seperangkat pertanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah. baik. Inventori merupakan instrument yang berisi tentang laporan diri dari keadaan peserta didik. sedangkan kualitatif hasilnya berupa pernyataan yaitu berupa pernyataan sangat baik.Menurut Guilford (1982) pengukuran adalah proses penepatan angka terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu. b. Stufflebeam dan Anthony J. Pengukuran dapat menggunakan tes dan non tes.

karena dalam evaluasi juga termasuk penilaian formal dan penilaian intuitif mengenai kemajuan peserta didik. penilaian. yaitu tes yang dapat meramalkan keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam suatu kegiatan tertentu pada masa yang akan datang dengan resiko yang terendah. Evaluasi juga mencakup penilaian tentang apa yang baik dan apa yang diharapkan. Sedangkan evaluasi sumatif dilakukan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit pengajaran ke unit berikutnya. Dalam beberapa hal evaluasi lebih luas. yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif (istilah ini pertama kali digunakan oleh Scriven (1967) dalam artikelnya berjudul “The Methodology of evaluation”). Bukan untuk memperoleh calon yang paling besar kemungkinan berhasil dalam pekerjaan atau program yang akan dilakukan. BAB II HUBUNGAN PENGUKURAN. Tes jenis ini sangat umum dalam masyarakat kita. Evaluasi formatif dilakukan dengan maksud memantau sejauh manakah suatu proses pendidikan telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. evaluasi dan pengujian merupakan suatu kegiatan atau proses yang bersifat hirarkis. Dilihat dari segi ini. Untuk dapat memutuskan penerimaan atau penolakan ini maka haruslah digunakan tes yang tepat. Seleksi Tes dan beberapa alat pengukuran digunakan untuk mengambil keputusan tentang orang yang akan diterima atau ditolak dalam suatu proses seleksi. TES. PENILAIAN DAN EVALUASI Sebenarnya proses pengukuran.dengan mengatakan bahwa evaluasi itu berhubungan dengan pengukuran. b. dan evaluasi dalam pendidikan. Sedangkan proses pengujian merupakan bagian dari pengukuran yang dilanjutkan dengan kegiatan penilaian. Dengan demikian hasil pengukuran yang benar merupakan dasar yang kokoh untuk melakukan evaluasi. maka acapkali tes seleksi yang dilakukan hanya sekedar untuk memisahkan orang yang akan diterima dari orang yang akan ditolak. Artinya kegiatan dilakukan secara berurutan dan berjenjang yaitu dimulai dari proses pengukuran kemudian penilaian dan terakhir evaluasi. Penempatan Dalam kursus atau latihan yang singkat biasanya dilakukan tes penempatan. Secara garis besar evaluasi dapat dibagi menjadi dua. untuk menentukan tempat yang paling cocok bagi seseorang untuk dapat berprestasi dan . antara lain : a. karena hampir selalu terjadi peminat untuk pekerjaan atau pendidikan jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan. tes. Ada beberapa alasan untuk menggunakan pengukuran.

d. Umpan balik Hasil suatu pengukuran atau skor tes tertentu dapat digunakan sebagai umpan balik. Pengembangan ilmu Hasil pengukuran. BAB III . dan evaluasi tentu saja akan dapat member sumbangan yang berarti bagi perkembangan teori dan dasar pendidikan. c. Suatu skor tes dapat digunakan sebagai umpan balik. maka seharusnya didahului oleh suatu tes diagnosis. Tes seperti ini terutama didasarkan pada informasi tentang apa yang telah dan apa yang belum dikuasai oleh seseorang. serta dapat menjadi pedoman dalam mempelajari bahan pengayaan. Perbaikan kurikulum atau program pendidikan yang dilakukan tanpa hasil evaluasi yang sistematik acapkali menjadi usaha sia-sia yang mubajir. Diagnosis dan remedial Tes seperti ini terutama untuk mengukur kekuatan dan kelemahan seseorang dalam kerangka memperbaiki penguasaan atau kemampuan dalam suatu program pendidikan tertentu. f. Ilmu seperti pengukuran pendidikan dan psikometrik sangat tergantung pada hasil-hasil pengukuran. tes. Setidak-tidaknya ada dua cara menginterpretasi skor tes. Jadi sebelum dilakukan remedial. Dan bagi mereka yang mendapat skor yang tinggi tentu saja hasil itu dapat menjadi motivasi mempertahankan dan maningkatkan hasilnya.berproduksi secara efisien dalam suatu proses pendidikan atau pekerjaan. Bagi mereka yang memperoleh skor yang rendah seharusnya menjadi cambuk untuk lebih berhasil dalam tes yang akan datang dan secara tepat dapat mengetahui diwilayah mana terletak kelemahannya. baik bagi individu yang menempuh tes maupun bagi guru atau instruktur yang berusaha mentransfer kemampuan kepada peserta didik. yaitu dengan membandingkan skor seseorang dengan kelompoknya dan dengan melihat kedudukan skor yang diperoleh seseorang dengan kriteria yang ditentukan sebelum tes dimulai. tes. dan juga dapat menjadi pembimbingan bagi mereka untuk belajar. dan evaluasi yang dilakukan sebagai kegiatan sehari-hari guru dan pendidik. bila telah diinterpretasi. Dari hasil itu akan diperoleh pengetahuan emperik yang sangat berharga untuk pengembangan ilmu dan teori. g. Perbaikan kurikulum dan program pendidikan Salah satu peran yang penting evaluasi pendidikan ialah mencari dasar yang kokoh bagi perbaikan kurikulum dan program pendidikan. Untuk yang pertama dinamakan “norm reference test” dan yang kedua dinamakan “criterion reference test”. e. Memotivasi dan membimbing belajar Hasil tes seharusnya dapat memotivasi belajar peserta didik.

pandai atau bodoh dan sebagainya. Misalnya mengukur suhu badan dengan ukuran berupa thermometer: hasilnya: 360 celcius. Contoh lain: dari 100 butir yang diajuakan dalam tes. ukuran pinggan dan sebagainya. Pengukuran jenis ketiga inilah yang biasa dikenal dalam dunia pendidkan. mengingat bahwa diantara ketiga istilah tersebut saling kait. yang dilakukan dengan jalan menguji sesuatu . Dalam contoh di atas tadi. . 380 celcius. Pengukuran yang dilakukan untuk menguji sesuatu. lebar bahu. dapat dibedakan menjadi tiga macam. EVALUASI DAN TES Sebelum melanjutkan pembicaraan tentang evaluasi pendidikan secara lebih luas dan mendalam. yaitu : 1. dengan demikan dapat ditentukan Ahmad termasuk anak yang pandai. dan sebagainya. 390 celcius dan seterusnya. Pengukuran yang bersifat kuantitatif itu. terlebih dahulu perlu dipahami bahwa dalam praktek acapkali terjadi kerancuan atau tumpang tindih (overlap) dalam penggunaan istilah “evaluasi”. Sedangkan menilai itu mengandung arti : mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mendasarkan diri atau berpegang teguh pada ukuran baik atau buruk. misalnya . 2. Pengukuran yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan measurement dan dalam bahasa Arabnya adalah muqayasah. dengan demikian orang tersebut dapat ditentukan sehat badannya. Dari contoh tersebut dapat kita dipahami bahwa pengukuran itu sifatnya kuantitatif. Pengukuran yang dilakukan untuk menguji sesuatu : misalnya . “penilaian” dan “pengukuran”. sehat atau sakit. Dari 100 butir soal. 80 butir dijawab dengan betul oleh Ahmad. Mengukur pada hakikatnya adalah membandingkan sesuatu dengan atau atas dasar ukuran tertentu. PENILAIAN. ahmad menjawab dengan betul sebanyak 80 butir soal. Penialian” berarti menilai sesuatu. Namun dengan uraian berikut ini kiranya akan dapat membantu memperjelas perbedaan dan sekaligus hubungan antara pengukuran.mengkait sehingga sulit untuk dibedakan. Jadi penilaian itu sifatnya adalah kualitatif. pengukuran yang dilakukan oleh penjahit pakaian mengenai panjang lengan. Kenyataan seperti itu memang dapat dipahami.PERBEDAAN PENGUKURAN. dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk “mengukur” sesuatu. Pengukuran untuk menilai. pengukuran untuk menguji daya tahan lampu pijar. misalnya : mengukur kemajuan belajar peserta didik dalam rangka mengisi nilai rapor yang dilakukan dengan menguji mereka dalam bentuk tes hasil belajar. 3. panjang kaki. pengukuran untuk menguji daya tahan per baja terhadap tekanan berat. penilaian dan evaluasi . seseorang yang suhu badannya 36°Celcius termasuk orang yang normal kesehatannya.

Sebagai contoh dapat dikemikakan di sini. dan pengujian inilah yang dalam dunia kependidikan dikenal dengan istilah tes. misalnya keterangan –keterangan mengenai hal-hal yang disukai siswa. Dikatakan sering bersumber pada data yang bersifat kuantitatif. Masroen. Dikatakan “kiranya perlu diambil” sebab tidak semua penilaian itu harus senantiasa didahului oleh tindakan pengukuran secara lebih nyata. cara lain itu misalnya dengan melakukan observasi (pengamatan) melakukan wawancara dan sebagainya. hasil pengukuran itu berwujud keterangan yang berupa angka-angka atau bilanganbilangan. inilah sebabnya mengapa dalam praktek masalah pengukuran mempunyai kedudukan yang sangat penting di dalam dalam proses evaluasi.A (1979). Untuk dapat menentukan nilai dari sesuatu yang sedang dinilai itu. Evaluasi adalah kegiatan atau proses untuk menilai sesuatu. Namun demikian tidak dapat disangkal adanya kenyataan. ada cara lain yang dapat ditempuh guna mengetahui apakah para siswa telah dapat menghayati dan mengamalkan ajaranajaran Islam yang telah diberikan kepada mereka di sekolah. pengalaman-pengalaman masa lalu. . sebab sebagaimana dikemukakan oleh Prof. sebaliknya teknik pengukuran yang tepat akan memberikan landasan yang kokoh untuk mengadakan evaluasi yang tepat.Sedangkan “Evaluasi” adalah mencangkup kegiatan yang telah dikemukakan terdahulu. sebab pengukuran itu sebenarnya hanyalah merupakan suatu langkah atau tindakan yang kiranya perlu diambil dalam rangka pelaksanaan evaluasi. pada umumnya para pakar di bidang pendidikan sependapat. evaluasi pada dasarnya adalah merupakan penafsiran atau interpretasi yang sering bersumber pada data yang bersifat kuantitatif. Di atas telah dikemukakan bahwa pengukuran itu adalah bersifat kuantitatif. yang kesemuanya itu tidak bersifat kuantitaif melainkan kualitatif. Hasil pengukuran yang Kurang cermat akan memberikan hasil evaluasi yang kurang cermat pula. dilakukanlah pengukuran.Dr. misalnya untuk dapat untuk dapat menetukan keberhasilan pengajaran pendidikan agama islam . tidak mungkin dapat berjalan dengan bail apabila evaluasi itu tidak didasarkan atas data yang bersifat kuantitatif. bahwa Evaluasi dalam bidang pendidikan sebagian besar bersumber dari hasil-hasil pengukuran. tidak semua penafsiran itu bersumber dari keterangan-keterangan yang bersifat kuantitatif. Menurut Masroen. informasi yang datang dari orang tua siswa. Adapun evaluasi adalah bersifat kualitatif. dan lain-lain. Baik buruknya evaluasi akan banyak bergantung pada hasil-hasil pengukuran yang mendahuluinya. yaitu mencangkup “pengkuran” dan “penilaian”. bahwa evaluasi mengenai proses pembelajaran disekolah. M. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini. dan wujud dari pengukuran itu adalah pengujian. Lebih lanjut masroen menegaskan bahwa penilaian (setidak-tidaknya dalam bidang psikologi dan pendidikan) mempunyai arti yang lebih luas ketimbang istilah pengukuran.

Tidak ada tes hasil belajar yang bebas budaya. Praktek tes hasil belajar yang etik terutama mencangkup empat hal utama : . Hampir tidak pernah ada tes hasil belajar yang mampu mengungkapkan tingkah laku peserta didik secara menyeluruh. yang membedakan tes yang etik dan tindakan yang tidak etik dalam pelaksanaan tes secara professional. Kritik tersebutt tidak jarang dating dari para ahli. Tes senantiasa akan mencampuri rahasia pribadi peserta tes.karena tes itu selalu menuntut jawaban yang sudah ditentukan pola dan isinya. Diantara beberapa kritik tersebut ada beberapa yang harus menjadi perhatian sungguh sunggup oleh para praktisi dan ahli tes. Tes acapkali justru menghukum peserta didik yang kreatif. penilaian dan pengukuran. d. b. yang justru dapat menghambat seseorang mampu mendemonstrasikan kemampuan terbaiknya. Karena itu kemampuan peserta tes untuk memberi jawaban terbaik turut ditentukan oleh kebudayaan penyusun tes. BAB IV ETIKA TES Kegiatan pengujian berperan sangat besar dalam system pendidikan dan system persekolahan. Kritik tersebut antara lain: a. maka para pendidik harus dapat melakukan tes dengan penuh tanggung jawab. maka tentu saja hal itu tidak memberi ruang gerak yang cukup bagi anak yang kreatif. Karena banyak kritik yang tajam dari masyarakat terhadap tes hasil pendidikan. yang justru menjadi tujuan utama pendidikan formal apapun. yang dapat berarti membuka kelemahan dan kekuatan pribadi seseorang. tes selalu terikat pad kebudayaan tertentu. c. disamping dating dari orang tua yang secara langsung atau tidak langsung berkepentingan terhadap pengujian. Setiap tes berusaha mengetahui pengetahuan dan kemampuan peserta tes. Tes selalu menimbulkan rasa cemas peserta tes. Tes hanya mengukur hasil belajar yang sederhana dan yang remeh. pengukuran dan evaluasi.memang sampai bats tertentu rasa cemas itu dibutuhkan untuk dapat mencapai prestasi terbaik.karena pentingnya itu maka setiap tindakan pengujian selalu menimbulkan kritik yang tajam dari masyarakat. Didalam masyarakat yang sangat melindungi akan hak dan rahasia pribadi. antara istilah evaluasi. tetapi tes acapkali menimbulkan rasa cemas yang tidak perlu.Kenyataan inilah yang acapkali menimbulkan adanya kerancuan dan tumpang tindih.masalah ini seslalu akan menjadi gugatan atau keluhan. e. Untuk itu perlu ditegakan beberapa etika tes.

yang sangat penting yang dapat membenarkan pendidik tidak memberi tahu terlebih dahulu kepada peserta tes tentang tes yang tes tersebut kepada orang lain jelas-jelas . Penggunaan tes Tes hasil belajar haruslah digunakan secara patut. daalam jangka panjang akan dapat membahayakan kehidupan peserta tes. d. Pelaksaan tes hendaknya diberi tahu terlebih dahulu kepada peserta tes. b. merupakan pelanggaran terhadap etika ini. maka tes tersebut harus digunakan di bawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut harus digunakan dibawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut. baik sebelum maupun sesudah digunakan. 3) Bila penyampaian hasil menguntungkan peserta tes. 2) Ada tanda-tanda yang jelas terhadap hasil tes tersebut menunjukan gejala yang membahayakan dirinya atau membahayakan kepentingan orang lain. Bila tes hasil belajar tertentu merupakan tes baku.a. Tak ada tes baku yang boleh digunakan diluar prosedur yang ditapakan oleh tes itu sendiri. Disamping beberapa prinsip seperti yang diuraikan di atas. Bila hasil tes diinterpretasi secara tidak patut. Jadi dengan demikian praktek menempelkan hasil tes di papan pengumuman dengan identitas jelas peserta tes. Keamanan tes Tes merupakan alat pengukur yang hanya dapat digunakan secara professional. Interpretasi Hasil Tes Hal yang paling mengandung kemunkinan penyalahgunaan tes adalah penginterpretasian hasil tes secara salah. Karena itu maka interpretasi hasil tes harus diikuti tanggung jawab professional. Dengan demikian tes tidak dapat digunakan diluar batas-batas yang ditentukan oleh profesionalisme pekerjaan guru. baik secara hasil individual maupun secara kelompok. Kerahasiaan Hasil Tes Setiap pendidik dan pengajar wajib melindungi kerahasiakan hasil tes. Hasil tes hanya dapat disampaikan kepada orang lain bila : 1) Ada izin dari peserta didik yang bersangkutan atau orang yang bertanggung jawab terhadap peserta didik (bagi peserta didik yang belum dewasa). Hanya karena pertimbangan tertentu. ada beberapa petunjuk praktis yang hendaknya ditaati oleh pendidik dalam tes: a. c. Dengan demikian maka setiap pendidik harus dapat menjamin keamanan tes.

Secara lebih mandasar etika tes ini diatur dalam standar tes yang dikembangkan oleh organisasi profesional seperi American Psycological Association (APA). maka hendaknya pendidik tersebut bertanggung jawab penuh terhadap keamanan tes tersebut. Petunjuk yang bersifat menjebak harus dihindari. Mereka menghasilkan buku yang dinamakan “Standard for Educational and Psychological Testing” (1985). . Tidak ada tes baku yang boleh digunakan dalam latihan. Sebaiknya pendidik justru memotivasi peserta tes mengerjakan tesnya secara baik. Terakhir ketiga organiasi professional ini membentuk panitia bersama untuk menyusun standar dalam tes. Guru hendaknya menghindari diri dari keterlibatan dalam bimbingan tes yang dapat diperkirakan akan menggangu proses hasil belajar peserta didik. Jangan sampai seorang pendidik justru menakut-nakuti peserta didik. Adalah tidak etik bila seorang guru mengembangkan butir soal atau perangkat soal yang paralel dengan suatu tes baku dengan maksud untuk digunakan dalam bimbingan tes. Adalah tidak etik untuk memperpanjang waktu atau menyingkat waktu yang telah ditentukan oleh petunjuk tes. f. Petunjuk menjawab tes bukanlah sesuatu yang harus dirahasiakan. c. e. Guru tidak boleh meningkatkan rasa cemas peserta tes dengan penjelasan yang tidak perlu. Sebaiknya pendidik menjelaskan cara menjawab yang dituntut dalam suatu tes.akan dilaksanakan. h. j. Bahkan kisi-kisi tes sebaiknya diberi tahu kepada peserta tes sebelum melaksanakan tes. Adalah tidak etik untuk mendiskriminasikan peserta didik tertentu atau kelompok tertentu yang boleh mengikuti suatu tes atau melarang mengikuti tes. Hal ini menjadi penting bila guru yang bersangkutan justru terlibat dalam penyusunan butir tes yang digunakan. asalkan hal tersebut tetap menjadi rahasia peserta tes dan pendidik yang bersangkutan. dan National Council on Measuremant in Educaton (NCME). b. d. American Educational Research Education (AERA). Bila pendidik menggunakan tes baku. g. Seorang pendidik dapat menggunakan hasil tes untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta tes. i.

• • • • • • • • • Beranda Catatan Blog Foto Video Musik Kalender Tinjauan Tautan Analisis Butir Soal May 21.. Professional Standards for Test Use. 3. dan 4. Analisis pada umumnya dilakukan melalui dua cara. yaitu analisis kualitatif (qualitative control) dan analisis kuantitatif (quantitative control). Standards for Administrative Procedures. yaitu tes hasil belajar dan tes psikologi. Pelanggaran terhadap standar ini merupakan pelanggaran terhadap etika profesi. '08 9:26 AM untuk semuanya Analisis soal dilakukan untuk mengetahui berfungsi tidaknya sebuah soal. yang dalam hal tertentu dapat merupaakan pelanggaran atau kejahatan. Sumber / daftar pustaka Top of Form CARI Bottom of Form lussysf GO CORETANOLOGIS. Standards for Particular Application. Analisis kualitatif sering pula dinamakan sebagai validitas logis (logical validity) yang . Semua standar ini mencangkup dua aspek utama.Dalam standar ini dicantumkan berbagai tolak ukur. seperti : 1. Technical Standards for Test Construction and Evaluation. 2..

Analisis konstruksi dimaksudkan sebagai penelaahan yang umumnya berkaitan dengan teknik penulisan soal. Analisis secara teknis dimaksudkan sebagai penelaahan soal berdasarkan prinsip-prinsip pengukuran dan format penulisan soal. karena terbukti terdapat beberapa kelemahan. Digunakan untuk mengetahui sejauh . isi.dilakukan sebelum soal digunakan. Analisis Kuantitatif. Analisis secara isi dimaksudkan sebagai penelaahan pengetahuan khusus yang yang berkaitan dengan secara kelayakan editorial ditanyakan. Analisis soal secara kuantitatif sering pula dinamakan sebagai validitas empiris (empirical validity) yang dilakukan untuk melihat lebih berfungsi tidaknya sebuah soal setelah soal itu diujicobakan kepada sampel yang representatif. Analisis Kualitatif. Salah satu tujuan dilakukannya analisis adalah untuk meningkatkan kualitas soal. dan editorial. Yaitu berupa penelaahan yang dimaksudkan untuk menganalisis soal ditinjau dari segi teknis. Gunanya untuk melihat berfungsi tidaknya sebuah soal. dan bahasa. Analisis bahasa dimaksudkan sebagai penelaahan soal yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut EYD. Analisis dimaksudkan sebagai penelaahan yang khususnya berkaitan dengan keseluruhan format dan keajegan editorial dari soal yang satu ke soal yang lainnya. (2) diperbaiki. atau bahkan (3) tidak digunakan sama sekali karena terbukti secara empiris tidak berfungsi sama sekali. yaitu apakah suatu soal (1) dapat diterima karena telah didukung oleh data statistic yang memadai. konstruksi. Analisis kualitatif lainnya dapat juga dikategorikan dari segi materi. Analisis materi dimaksudkan sebagai keilmuan penelaahan yang yang berkaitan dalam dengan soal serta substansi tingkat ditanyakan kemampuan yang sesuai dengan soal.

mana soal dapat membedakan antara peserta tes yang kemampuannya tinggi dalam hal yang didefinisikan oleh kriteria dengan peserta tes yang kemampuannya rendah (melalui analisis statistik). kompleksitas. atau hal-hal lain yang berkaitan dengan kemampuan yang diukur oleh soal. akan sulit menentukan mengapa sebuah soal lebih sukar dibandingkan dengan soal yang lain. Proporsi jawaban benar (p). bermutu atau tidaknya butir-butir item tes hasil belajar pertama-tama dapat diketahui dari derajat kesukaran atau taraf kesukaran yang dimiliki oleh masing-masing butir item tersebut. Ada beberapa alasan untuk menyatakan tingkat kesukaran soal. menurut teori klasik. yaitu jumlah peserta tes yang menjawab benar pada butir soal yang dianalisis dibandingkan dengan jumlah peserta tes seluruhnya merupakan tingkat kesukaran yang paling umum digunakan. Bisa saja tingkat kesukaran soal ditentukan oleh kedalaman soal. dua tambahan parameter yaitu dilihat dari peluang untuk menebak atau menjawab soal dengan benar dan berfungsi tidaknya pilihan jawaban. dan reliabilitas. Secara umum. Analisis soal secara kuantitatif menekankan pada analisis karakteristik internal tes melalui data yang diperoleh secara empiris. Khusus soal-soal pilihan ganda. dan (4) skala bivariat. Intinya. Namun demikian. Tingkat Kesukaran. ketika kita mengkaji lebih mendalam terhadap tingkat kesukaran soal. Karakteristik internal secara kuantitatif dimaksudkan meliputi parameter soal tingkat kesukaran. daya pembeda. yaitu penyebaran semua alternatif jawaban dari subyek-subyek yang dites. (2) skala kesukaran linear. tingkat kesukaran dapat dinyatakan melalui beberapa cara diantaranya (1) proporsi menjawab benar. Butir-butir item tes hasil belajar dapat . (3) indeks Davis.

7 Tindak Lanjut Hasil Analisis Interpretasi Item Sukar 1. Setelah dilakukan perbaikan.3 ≤ p ≤ 0. apakah butir sulit item dijawab yang oleh soalnya Tindak Lanjut Sukar Sedang Mudah Kategori kalimat kurang jelas. butir- . yang dalam dunia evaluasi hasil belajar umumnya dilambangkan dengan huruf P. dilacak.3 0. ataukah dalam soal tersebut terdapat istilah-istilah yang tidak jelas. butir item dibuang atau didrop dan tidak dikeluarkan lagi dalam tes-tes hasil belajar yang akan datang 2. apabila butirbutir item tersebut tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah dengan kata lain derajat kesukaran item itu adalah sedang atau cukup. Angka yang dapat memberikan petunjuk mengenai tingkat kesulitan item itu dikenal dengan istilah difficulty index (angka indeks kesukaran item). yaitu singkatan dari kata proportion (proporsi = proporsa). Kategori Tingkat Kesukaran Nilai p P < 0. dan ditelusuri sehingga dapat diketahui faktor yang menyebabkan bersangkutan testee. apakah petunjuk cara mengerjakan soalnya sulit dipahami. diteliti ulang. dsb.7 P > 0.dinyatakan sebagai butir-butir item yang baik.

ataukah dalam soal tersebut terdapat istilah-istilah yang tidak jelas. butir-butir yang terlalu sulit dapat digunakan sangat ketat. Daya Pembeda.butir item tersebut dikeluarkan lagi dalam tes hasil belajar yang akan datang. diteliti ulang. dilacak. butir-butir yang terlalu sulit dapat digunakan longgar. dan ditelusuri sehingga dapat diketahui faktor yang menyebabkan bersangkutan testee. butir item dibuang atau didrop dan tidak dikeluarkan lagi dalam tes-tes hasil belajar yang akan datang 2. Salah satu tujuan analisis kuantitatif soal kembali dalam tes (terutama tes seleksi) yang sifatnya . 3. dsb. Setelah dilakukan perbaikan. apakah petunjuk cara Mudah mengerjakan solnya sulit dipahami. 3. Butir item ini dapat dikeluarkan lagi Sedang dalam tes-tes hasil belajar pada waktuwaktu yang akan datang 1. apakah butir sulit item dijawab yang oleh soalnya kembali dalam tes (terutama tes seleksi) yang sifatnya kalimat kurang jelas. butirbutir item tersebut dikeluarkan lagi dalam tes hasil belajar yang akan datang.

Tanda tes negatif yang menunjukkan bahwa peserta tes yang kemampuannya rendah peserta kemampuannya tinggi menjawab salah. Indeks Dsikriminasi Item (D) Klasif ikasi Interpretasi Butir item yang bersangkutan daya < 0. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda berkisar antara dapat -1 menjawab sampai benar dengan sedangkan +1. Indeks diskriminasi item umumnya diberi lambang dengan huruf D (singkatan dari discriminatory power). Dengan demikian validitas soal ini sama dengan daya pembeda soal yaitu daya dalam membedakan antara peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan peserta tes yang berkemampuan rendah. dianggap tidak memiliki daya pembeda yang baik 0.20 – 0.20 Poor pembedanya lemah sekali (jelek). Indeks yang digunakan dalam membedakan antara peserta tes yang berkemampuan rendah adalah indeks daya pembeda (item discrimination).adalah untuk menentukan dapat tidaknya suatu soal membedakan kelompok dalam aspek yang diukur sesuai dengan perbedaan yang ada dalam kelompok itu. Indeks ini menunjukkan kesesuaian antara fungsi soal dengan fungsi tes secara keseluruhan. Indeks daya pembeda soal-soal yang ditetapkan dari selisih proporsi yang menjawab dari masing-masing kelompok. Dengan demikian soal indeks daya pembedanya negatif menunjukkan terbaliknya kualitas peserta.40 Satisf Butir item yang bersangkutan .

40 – 0. salah satu diantaranya adalah merupakan jawaban betul (kunci jawaban). yaitu bahwa dari .actor y telah memiliki daya pembeda yang cukup (sedang) Butir item yang bersangkutan 0. Menganalisis fungsi distraktor sering dikenal dengan istilah lain.00 Excell ent Butir item yang bersangkutan telah memiliki daya pembeda yang baik sekali Butir item yang bersangkutan Bertanda negatif (-) - daya pembedanya negative sekali (jelek sekali) Fungsi Distraktor. atau yang sering dikenal dengan istilah option atau alternatif.70 – 1.70 Good telah memiliki daya pembeda yang baik 0. dan dari kemungkinan-kemungkinan jawaban yang terpasang pada setiap butir item itu. Adapun yang dimaksud dengan pola penyebaran jawaban item adalah suatu pola yang dapat menggambarkan bagaimana testee menentukan pilihan jawabnya terhadap kemungkinan-kemungkinan jawab yang telah dipasangkan pada setiap butir item. sedangkan sisanya adalah merupakan jawaban salah. Option atau alternatif itu jumlahnya berkisar antara 3 sampai dengan 5 buah. Suatu kemungkinan dapat terjadi. yaitu : menganalisis pola penyebaran jawaban item. Jawaban-jawaban salah itulah yang biasa dikenal dengan istilah distractor (pengecoh). Pada saat membicarakan tes objektif bentuk multiple choice item tersebut untuk setiap butir item yang dikeluarkan dalam tes hasil belajar telah dilengkapi dengan beberapa kemungkinan jawab.

sama sekali tidak dipilih oleh testee. kemampuan umum dan teknik yang digunakan ketika mengambil tes c. Pernyataan blangko ini sering dikenal dengan istilah omiet dan biasa diberi lambang dengan huruf O. kemampuan umum untuk memahami petunjuk tes 2 Karakteristik khusus yang permanent peserta tes a.keseluruhan alternatif yang dipasang pada butir item tertentu. Sebagai tindak lanjut atas hasil penganalisaan terhadap fungsi distraktor tersebut maka distraktor yang sudah dapat menjalankan fungsinya dengan baik dapat dipakai lagi pada tes-tes yang akan datang. Berikut adalah faktor yang mempengaruhi perolehan skor peserta didik (Thorndike) yang berakibat pada ketidakajegan terhadap skor. Reliabilitas. Distraktor dinyatakan telah dapat menjalankan fungsinya dengan baik apabila distraktor tersebut sekurang-kurangnya sudah dipilih oleh 5 % dari seluruh peserta tes. Dengan kata lain. sedangkan distraktor yang belum dapat berfungsi dengan baik sebaiknya diperbaiki atau diganti dengan distraktor yang lain. testee menyatakan “blangko”. kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan . Faktor yang Mempengaruhi Reliabilitas Skor Karakteristik umum yang permanen peserta tes a. Keajegan dan ketidakajegan skor tes merupakan fokus dari pengkajian tentang reliabilitas. kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam menghadapi tes 1 b.

kesehatan kelelahan motivasi gangguan emosi kemampuan umum dan teknik yang digunakan ketika mengambil tes f. ventilasi. cahaya. pengetahuan dan kemampuan khusus yang berkaitan dengan soal c. dan lain sebagainya 4 Karakteristik khusus yang temporer seperti : Khusus yang berkaitan dengan tes secara keseluruhan . keajegan respon peserta didik terhadap pilihan jawaban (misalnya mereka cenderung memberi jawaban A dari 4 alternatif yang disediakan atau cenderung memilih B dari soal benar salah yang disajikan) Khusus yang berkaitan dengan soal a. c. g. 3 d. pengetahuan khusus yang berkaitan dengan fakta atau konsep khusus b. pengetahuan dan kemampuan khusus yang berkaitan dengan soal Karakteristik umum yang temporer seperti : a. b.atribut yang diukur dalam sebuah tes b. pemahaman mekanisme tes faktor panas. e.

waktu. pemahaman terhadap petunjuk tes trik atau teknik-teknik mengatasi tes pengalaman/latihan menghadapi tes terlebih lagi dalam tes psikomotor d. b. kebiasaan menghadapi sebuah tes Khusus yang berkaitan dengan soal a. bebas dari gangguan. c. b. 5 b. c. fluktuasi ingatan yang dimiliki peserta didik hal-hal yang berkaitan dengan perhatian dan keakuratan Faktor penyelenggaraan a.a. b. keberuntungan karena faktor menebak mengingat soal yang telah dilihatnya . dan petunjuk yang jelas pengawasan penskoran Faktor yang tidak pernah diperhitungkan 6 a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->