12. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan A.

Latar Belakang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diajarkan di Satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. Pendidikan memiliki sasaran pedagogis, oleh karena itu pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan zaman. Selama ini telah terjadi kecenderungan dalam memberikan makna mutu pendidikan yang hanya dikaitkan dengan aspek kemampuan kognitif. Pandangan ini telah membawa akibat terabaikannya aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, seni, psikomotor, serta life skill. Dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang komprehensif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.

118

B. Tujuan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih 2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. 3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar 4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan 5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis 6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan 7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif. C. Ruang Lingkup Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan meliputi aspekaspek sebagai berikut. 1. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya 2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya 3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya 4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya 5. Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya 6. Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung 7. Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari- hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif

119

dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 5. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 7. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya punggung. Mempraktikkan berbagai bentuk senam ketangkasan dengan kontrol yang baik. Mempraktikkan berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 2. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 4. Standar Kompetensi Mata Pelajaran 1. Mempraktikkan berbagai gerak dasar dalam gerak ritmik. dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya 3. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 6. Menerapkan budaya hidup sehat 120 . Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri.dalam kegiatan P3K dan UKS. Mempraktikkan penjelajahan di Satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan dan di alam bebas. D.

E. serta nilai sportivitas. toleransi dan percaya diri 1. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Standar Kompetensi 1. Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berdiri berbagai posisi 2.2 Mempraktikkan gerak dasar memutar.2 Mempraktikkan gerak keseimbangan dinamis tanpa alat. kerjasama. serta nilai percaya diri dalamnya dan disiplin 3. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana/ aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung didalamnya Kompetensi Dasar 1. serta nilai sportivitas. kejujuran. Mempraktikkan senam lantai sederhana tanpa alat dan nilai yang terkandung di 3. toleransi dan percaya diri 1. kejujuran. kejujuran. serta nilai sportivitas. toleransi dan percaya diri 2. lari dan lompat dalam permainan sederhana. kerjasama. mengayun ataupun menekuk dalam permainan sederhana.1 Latar Belakang .1 Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam 2.1 Mempraktikkan gerak keseimbangan statis tanpa alat.3 Mempraktikkan gerak dasar lempar tangkap dan sejenisnya dalam permainan sederhana.3. serta nilai percaya diri dan disiplin BAB I PENDAHULUAN 1.1 Mempraktikkan gerak dasar jalan.2 Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berjalan 2. Mendemonstrasikan beberapa berbaring di lantai dengan benar sikap 3. kerjasama.

olahraga dan kesehatan. tindakan moral. . bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani. Pandangan ini telah membawa akibat terabaikannya aspek-aspek moral. 3. Olahraga dan Kesehatan ? 4. pengetahuan dan penalaran. kompetensi dasar dan indikator. keterampilan sosial. sosial). olahraga. perkembangan psikis. Olahraga dan Kesehatan untuk peserta didik ? 3.Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan zaman.mental emosional. olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Untuk mengetahui ruang lingkup Pendidikan Jasmani. Untuk mengetahui pengertian dan perbedaan standar kompetensi. Apa pengertian dan perbedaan standar kompetensi. penghayatan nilai-nilai (sikap. Untuk mengatahui standar kompetensi dan kompetensi dasar Pendidikan Jasmani. akhlak. Untuk mengetahui tujuan Pendidikan Jasmani. 2. pendidikan jasmani. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.2 Rumusan Masalah 1. Pendidikan jasmani. sportivitas. 4. 1. stabilitas emosional. psikomotor. seni. yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. spiritual. Olahraga dan Kesehatan untuk peserta didik. olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting. Pendidikan memiliki sasaran pedagogis. Olahraga dan Kesehatan pada sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI) ? 1. kompetensi dasar dan indikator ? 2. keterampilan gerak. Selama ini telah terjadi kecenderungan dalam memberikan makna mutu pendidikan yang hanya dikaitkan dengan aspek kemampuan kognitif. oleh karena itu pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani. Apa tujuan Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan pada sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI). penalaran. keterampilan motorik. Bagaimana ruang lingkup Pendidikan Jasmani. sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. serta life skill. Olahraga dan Kesehatan. serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. budi pekerti. olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis. aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. Dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang komprehensif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Bagaimana standar kompetensi dan kompetensi dasar Pendidikan Jasmani. keterampilan berfikir kritis. dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik.3 Tujuan 1.

nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau sub aspek mata pelajaran tertentu. Adapun perbedaan masing. Indikator adalah merupakan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih. olahraga dan kesehatan. percaya diri dan demokratis. dan beladiri. dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. orang lain dan lingkungan. sikap dan nilai. Kompetensi Dasar adalah merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan.dan manipulatif. Olahraga Dan Kesehatan Untuk Peserta Pendidikan Jasmani. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri. jujur. 2. 5. bola basket. Sedangkan Indikator adalah suatu kompetensi yang dijadikan tolak ukur sejauh mana penguasaan siswa terhadap suatu pokok bahasan atau mata pelajaran tertentu. serta memiliki sikap yang positif. bulu tangkis. Kompetensi Dasar Dan Indikator a. bertanggungjawab. pola hidup sehat dan kebugaran. Olahraga dan Kesehatan. Olahraga.2 Tujuan Pendidikan Jasmani. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar 4. bola voli. kippers. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna. 7. terampil. 3. Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani. Mengembangkan sikap sportif. ketrampilan. 2.masing adalah: Standar Kompetensi adalah kecakapan atau kemampuan yang harus dicapai oleh peserta didik setelah mengalami berbagai macam pembelajaran. Standar Kompetensi adalah merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar b. kerjasama. serta aktivitas lainnya. disiplin. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional. .3 Ruang lingkup Pendidikan Jasmani. kasti.BAB II PEMBAHASAN 2. c. keterampilan lokomotor non-lokomotor. permainan eksplorasi gerak. atletik. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani. tennis meja. 2. rounders. sepak bola. 6. Kompetensi Dasar adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah menyelesaikan aspek mata pelajaran atau sub pokok bahasan tertentu. tenis lapangan. Didik.1 Pengertian Dan Perbedaan Standar Kompetensi. Olahraga dan Kesehatan meliputi aspek-aspek sebagai berikut: 1.

Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berjalan.4. kejujuran. c) Mempraktikkan gerak dasar lempar tangkap dan sejenisnya dalam permainan sederhana. b) Mempraktikkan gerak dasar memutar. a) Mempraktikkan gerak bebas berirama tanpa menggunakan musik dan nilai disiplin dan kerjasama. 2. kerjasama. serta nilai percaya diri dan disiplin. 1. komponen kebugaran jasmani. SKJ.4 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Jasmani. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas. dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri. toleransi dan percaya diri. Semester 1 1. berkemah. ketangkasan tanpa alat. lari dan lompat dalam permainan sederhana. 4.1 Kelas I. serta nilai sportivitas. serta nilai sportivitas. kejujuran. a) Mempraktikkan gerak keseimbangan statis tanpa alat. keselamatan air. khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat. senam pagi. 3. memilih makanan dan minuman yang sehat. Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam berbagai posisi. toleransi dan percaya diri. 2. merawat lingkungan yang sehat. keterampilan bergerak di air. Mempraktikkan senam lantai sederhana tanpa alat dan nilai yang terkandung di dalamnya. pengenalan lingkungan. 7. dan senam aerobic serta aktivitas lainnya.2. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana. serta nilai sportivitas. meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari. meliputi: piknik/karyawisata. kejujuran. kerjasama. menjelajah. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana atau aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya a) Mempraktikkan gerak dasar jalan. 6. Pendidikan luar kelas. mengayun ataupun menekuk dalam permainan sederhana.hari. Kesehatan. 1. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh. mencegah dan merawat cidera. toleransi dan percaya diri. mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS. 5. ketangkasan dengan alat. Aktivitas air meliputi: permainan di air. dan renang serta aktivitas lainnya. Olahraga dan Kesehatan pada Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya. Mengungkapkan perasaan melalui gerak berirama dan nilai yang terkandung di dalamnya. . 1. a) b) Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berdiri. serta aktivitas lainnya. dan mendaki gunung. kerjasama. serta nilai percaya diri dan disiplin. dan senam lantai. b) Mempraktikkan gerak keseimbangan dinamis tanpa alat.

Membiasakan penampilan sikap tubuh dalam berbagai posisi.b) Mempraktikkan gerak bebas berirama menggunakan musik dan nilai disiplin dan kerjasama. a) Mempraktikkan aktivitas dasar di air b) Mempraktikkan berbagai permainan di air dangkal disertai nilai percaya diri. Mempraktikkan pengenalan lingkungan sekolah melalui aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya. Mengenal pentingnya imunisasi. lari dan lompat ke berbagai arah dengan berbagai pola dalam permainan sederhana. b) Mempraktikkan berbagai aktivitas jasmani yang menyenangkan di lingkungan sekolah. dan kerjasama. Semester 2 . dan nilai disiplin. 2. a) Mempraktikkan pengenalan lingkungan sekolah secara beregu. kejujuran dan tanggung jawab. b) Menampilkan gerak bebas berirama diorientasikan dengan arah menggunakan bunyibunyian secara berpasangan/kelompok kecil. serta nilai kerjasama. 1.2 Kelas I. 1. kejujuran. Menerapkan budaya hidup sehat a) b) Menjaga kebersihan diri yang meliputi kuku dan kulit. toleransi. serta nilai estetika. kerjasama. Mempraktikkan gerakan senam lantai sederhana dan nilai yang terkandung di dalamnya Mempraktikkan gerakan senam lantai sederhana. 1. 1. c) Mempraktikkan pemanfaatan makanan dan minuman yang baik. serta nilai percaya diri dan disiplin. menekuk dalam permainan sederhana. dan nilai kerjasama. 1. tanggung jawab dan toleransi. Mempraktikkan dasar-dasar pengenalan air dan nilai yang terkandung didalamnya. 1. a) Menampilkan gerak bebas berirama diorientasikan dengan arah mengikuti bunyi-bunyian secara individu. serta nilai estetika. Menampilkan perasaan melalui musik dan gerak berirama serta nilai yang terkandung di dalamnya. 1. a) b) a) Membiasakan penampillan sikap tubuh dalam posisi diam. toleransi. Menerapkan budaya hidup sehat.4. dan nilai disiplin. b) Mempraktikkan gerak peregangan dan pelemasan dalam kegiatan pemanasan sederhana dengan benar serta nilai disiplin. dan disiplin. kejujuran dan tanggung jawab. mengayun. kerja sama dan pola hidup sehat. c) Mempraktikkan gerak dasar menangkap obyek berbagai ukuran dalam permainan sederhana . Membiasakan penampilkan sikap tubuh dalam posisi bergerak. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya. b) Mempraktikkan gerak dasar memutar. dan kebersihan lingkungan. a) Mempraktikkan gerak dasar jalan. kebersihan. 1.

c) Mempraktikkan gerak dasar melempar. Semester 1 1. Mempraktikkan variasi gerak dasar melalui permainan dan aktivitas jasmani. a) Mempraktikkan senam ketangkasan sederhana tanpa menggunakan alat: melompat dan meloncat dengan isyarat ke berbagai arah. kejujuran. toleransi. dan telinga. menghargai lawan dan memahami diri sendiri. b) Mempraktikkan gerak dasar memutar. dengan mengikuti aturan.a) b) 2. serta nilai disiplin dan kerja sama.4. kejujuran. 1. a) Mempraktikkan latihan dasar untuk meningkatkan kekuatan otot dada. a) b) Menjaga kebersihan rambut. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.3 Menjaga kebersihan gigi dan mulut. Mempraktikkan keterampilan dasar ritmik diorientasikan dengan arah dan ruang dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. a) Mempraktikkan gerak dasar jalan. mengayun. a) Mempraktikkan gerak ritmik ke depan. lari. Memilih makanan bergizi 1.4 Kelas II . tanggungjawab. hidung. 1. menekuk lutut dalam berbagai variasi permainan sederhana serta nilai kerjasama. toleransi. otot punggung. menendang dan menggiring bola ke berbagai arah dalam permainan sederhana serta nilai kerjasama. Mengenal makanan sehat Kelas II. Mempraktikkan senam ketangkasan dasar dan nilai-nilai yang terkandung di alamnya. a) Mempraktikkan satu jenis bentuk latihan untuk meningkatkan kekuatan otot lengan dan tungkai dengan mengikuti aturan. serta nilai disiplin dan estetika. Menerapkan budaya hidup sehat. menghargai lawan dan memahami diri sendiri. Mempraktikkan gerak dasar kebugaran jasmani dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. b) Mempraktikkan gerak ritmik diorientasikan dengan ruang secara beregu tanpa menggunakan musik. tanggungjawab. c) Membiasakan bergerak dengan benar 1. dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. Semester 2 .4. b) Mempraktikkan berbagai aktivitas untuk melatih keseimbangan statis dan dinamis. dan nilai kerja sama. 2. lompat yang bervariasi dalam permainan yang menyenangkan dan nilai kerjasama. 1. kejujuran. tanggungjawab. menghargai lawan dan menghargai diri sendiri. menangkap. b) Mempraktikkan senam ketangkasan dengan menggunakan alat sederhana dengan percaya diri. belakang ataupun samping secara berpasangan dengan diiringi musik . toleransi.

c) a) b) Membiasakan menggunakan pakaian dan sepatu yang sesuai. Mempraktikkan kegiatan jasmani di lingkungan di sekitar sekolah. 2. serta aturan dan kerja sama. dan kerja sama. kesehatan dan keselamatan. serta nilai kerjasama. dan kerja sama.5 Kelas III. dan bernapas. serta nilai disiplin. membungkuk dan menekuk dalam permainan sederhana. a) Mempraktikkan kombinasi berbagai pola gerak jalan dan lari dalam permainan sederhana. dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. a) Mempraktikkan berbagai aktivitas fisik di lingkungan sekolah dan nilai kebersihan. memiliki pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 1. 1. b) Mempraktikkan keseimbangan tubuh dan penyelamatan diri di air serta memperhatikan faktor keselamatan diri dan orang lain. b) Mempraktikkan keterampilan dasar gerak ritmik yang berorientasi pada arahdan ruang secara beregu menggunakan atau tanpa musik serta nilai kerjasama. dan disiplin. serta aturan. serta nilai kebersihan c) Mempraktikkan gerak dasar renang: mengapung. 1. Mempraktikkan keterampilan dasar ritmik diorientasikan dengan arah dan ruang dengan menggunakan atau tanpa musik. 1. a) Mempraktikkan dua bentuk senam ketangkasan: melompat dan berputar 90 derajat saat di udara. Menerapkan budaya hidup sehat. melompati benda sesuai dengan kemampuan serta memperhatikan faktor keselamatan. Mempraktikkan gerak dasar renang.b) Mempraktikkan latihan dasar untuk melatih kelentukan persendian anggota badan bagian atas dengan mengikuti aturan. menenggelamkan diri di dalam air. Mengenal cara makan sehat 1. Semester 1 . menggunakan atau tanpa musik. a) Mempraktikkan gerak lengan dan tungkai untuk mengangkat tubuh di dalam air. Mempraktikkan berbagai kombinasi gerak dasar melalui permainan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. kerjasama dan disiplin. memindahkan berat tubuh dari satu titik ke titik yang lain dengan kontrol yang baik. a) Mempraktikkan keterampilan dasar gerak ritmik yang berorientasi pada arah dan ruang secara berpasangan. b) Mempraktikkan rangkaian gerak senam ketangkasan sederhana: berjalan dan berguling ke depan. dan disiplin. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. c) Mempraktikkan kombinasi gerak dasar melempar.serta aturan. Mempraktikkan senam ketangkasan sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. b) Mengikuti rambu-rambu perjalanan di lingkungan sekolah secara beregu dan memperhatikan faktor keselamatan. b) Mempraktikkan kombinasi berbagai gerak mengayun. 1. Menjaga kebersihan tangan dan kaki. menangkap dan menendang dengan koordinasi yang baik dalam permainan sederhana.4.

menendang. b) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan daya tahan secara sederhana serta nilai disiplin. b) Mempraktikkan gerak kombinasi senam ketangkasan dasar.6 Menjaga kebersihan pakaian. serta nilai kerjasama. 1. Mengenal kebutuhan tidur dan istirahat. 1. a) Mempraktikkan kombinasi gerak dasar jalan. a) Mempraktikkan gerak dasar mengayun dan menekuk lutut dalam aktivitas ritmik sederhana tanpa musik. dan nilai disiplin. toleransi. tanggung jawab dan menghargai lawan atau diri sendiri. Semester 2 1. dan bersedia berbagi tempat dan peralatan dalam bermain. Kelas III. . a) Mempraktikkan keseimbangan dalam bentuk senam lantai dasar. dan mengontrol bola dengan koordinasi yang baik dalampermainan sederhana. b) Mempraktikkan kombinasi gerak memutar. disiplin dan keberanian. a) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan kelentukan dan kelenturan. serta nilai keselamatan. Menerapkan budaya hidup sehat. tanggung jawab. Mempraktikkan berbagai gerak dasar dalam permainan sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. c) Mempraktikkan kombinasi gerak dasar memvoli. disiplin dan keberanian. Mempraktikkan gerak senam lantai. 1. kejujuran. 1.4. lari dan lompat dengan koordinasi yang baik dalam permainan sederhana. serta nilai disiplin. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. 1. serta nilai kerjasama dan menghargai lawan atau diri sendiri. serta nilai keselamatan. dan keselamatan. b) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan koordinasi gerak. menekuk lutut. disiplin dan kerja sama. toleransi. mengayun lengan dan meliukkan badan dengan koordinasi gerak yang baik dalam permainan sederhana. a) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan kekuatan otot-otot bahu dan dada secara sederhana serta nilai disiplin. Mempraktikkan aktivitas kebugaran jasmani secara sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. memantulkan. b) Mempraktikkan gerak dasar mengayun dan menekuk lutut dalam aktivitas ritmik sederhana beregu tanpa atau dengan iringan musik. serta nilai kerjasama. serta nilai percaya diri dan disiplin. Mempraktikkan senam ketangkasan dasar dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. senam ketangkasan dasar dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. a) b) 2.1. Mempraktikkan gerak dasar melaului aktivitas ritmik dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. serta nilai percaya diri. menghargai lawan atau diri sendiri.

2. a) Mempraktikkan gerak dasar dalam permainan bola kecil sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi. dan kejujuran. 1. b) Mempraktikkan senam ketangkasan yang agak kompleks menggunakan alat. b) Mempraktikkan pemilihan tempat yang aman untuk bermain di lingkungan sekolah. demam berdarah dan influenza. ruang dan waktu secara beregu dengan atau tanpa menggunakan musik. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana dan olahraga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. a) Mempraktikkan gerak lokomotor dalam mengikuti jejak dan nilai disiplin. 1. dan disiplin. serta nilai percaya diri. serta nilai kerjasama tim. b) Mempraktikkan gerak dasar atletik sederhana. kerjasama. menggerakkan lengan dan nilai kebersihan. sportivitas. 1. dan nilai disiplin. memperhatikan faktor keselamatan.4. c) Mempraktikkan penjagaan keselamatan diri dan orang lain selama melakukan aktivitas di lingkungan sekitar sekolah. c) Mempraktikkan gerak dasar permainan bola besar sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi. dan nilai disiplin. ruang.7 Kelas IV. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya dada. serta nilai kerja sama. Mempraktikkan latihan untuk meningkatkan kebugaran dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.a) Mempraktikkan senam ketangkasan sederhana tanpa alat. 1. serta nilai percaya diri dan disiplin. a) Mempraktikkan aktivitas permainan sederhana untuk melatih daya tahan dan kekuatan otot. dan nilainilai yang terkandung didalamnya. Menerapkan budaya hidup sehat. a) Mempraktikkan gerak lokomotor dalam gerak ritmik diorientasikan pada arah. b) Mempraktikkan gerak lokomotor dalam aktivitas ritmik yang berorientasi pada arah. a) Mempraktikkan gerak dasar meluncur. Mempraktikkan gerak ritmik dasar yang berorientasi dengan arah. dan nilainilai yang terkandung didalamnya. menggerakkan tungkai. disiplin dan kerjasama. 1. 1. Semester 1 . Mengenal cara menggunakan peturasan. ruang. dan nilai kebersihan. dan waktu secara individual dengan atau tanpa menggunakan musik. dan waktu dengan atau tanpa musik. Mengkombinasikan gerakan lengan dan tungkai renang gaya dada dan nilai kebersihan. percaya diri dan disiplin. Mempraktikkan pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah untuk aktivitas jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. a) b) Mengenal bahaya penyakit diare. b) c) Mempraktikkan cara bernapas renang gaya dada dan nilai kebersihan. dan kejujuran. sportivitas. serta nilai semangat. serta nilai kerja keras.

Mempraktikkan senam lantai dengan kompleksitas gerakan yang lebih tinggi. b) Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur secara beregu tanpa menggunakan musik. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Mempraktikkan latihan kebugaran yang lebih kompleks untuk meningkatkan keterampilan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. c) Mempraktikkan gerak dasar atletik yang dimodifikasi: lompat. serta nilai kerja keras.serta nilai estetika. percaya diri. a) Mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai tanpa alat dengan memperhatikan faktor keselamatan. dan nilai disiplin serta keberanian. a) Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola kecil beregu dengan peraturan yang dimodifikasi. 1. 1. 1. dan kejujuran. serta nilai kerja sama regu. dengan memperhatikan nilainilai pantang menyerah. 1.4. ruang dan waktu secara beregu menggunakan musik. disiplin. 1. kerjasama. disiplin. Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur secara beregu tanpa dan dengan menggunakan musik dan nilainilai yang terkandung didalamnya. kerja sama. Semester 2 . sportivitas.1 Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekolah. sportifitas. serta nilai kerja sama regu. dan nilai disiplin serta keberanian. serta nilai kerja keras. a) Mempraktikkan senam lantai tanpa menggunakan alat dengan koordinasi yang baik serta nilai kerja sama dan estetika. a) Mempraktikkan gerak ritmik diorientasikan pada arah. Mempraktikkan berbagai bentuk latihan senam lantai yang lebih kompleks dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai estetika. dan kejujuran. b) Mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai dengan alat dengan memperhatikan faktor keselamatan. b) Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola besar beregu dengan peraturan yang dimodifikasi. a) Membiasakan membuang sampah pada tempatnya. serta nilai kerja keras. dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. sportivitas.dan kejujuran. 1. loncat dan lempar. a) Mempraktikkan aktivitas dan permainan untuk melatih daya tahan dan kekuatan dengan kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat.8 Kelas IV. 2. b) Mempraktikkan senam ketangkasan dengan menggunakan alat dengan koordinasi yang baik serta nilai disiplin dan kerja sama. Menerapkan budaya hidup sehat 5. dan kejujuran. dan disiplin.b) Mempraktikkan aktivitas permainan untuk melatih kelenturan dan koordinasi. dan kejujuran. b) Mempraktikkan aktivitas dan permainan untuk melatih kelentukan dan koordinasi dengan kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat.

sportivitas. kerjasama. 1. dan kejujuran. a) Mempraktikkan gerak dasar. Mempraktikkan pola hidup sehat. dan kejujuran. dan mengikuti aturan. Menerapkan budaya hidup sehat.1. kerjasama. c) Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi atletik. a) Mempraktikkan aktivitas untuk kekuatan otot-otot anggota badan bagian atas. disiplin.disiplin dan estetika. 1. serta nilai kerja keras. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilainilai yang terkandung didalamnya. percaya diri dan kejujuran. menggerakkan lengan serta nilai kebersihan. Mempraktikkan berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya bebas dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Mengkombinasaikan gerakan lengan dan tungkai renang gaya bebas. 2. disiplin.9 Kelas V. b) Memperbaiki kesalahan gerak dalam gerak ritmik terstruktur (misal SKJ) secara beregu menggunakan musik. serta nilai kerja sama. Mempraktikkan dasar-dasar keselamatan di air. dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. dan kejujuran. serta nilai kerja sama. Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur secara beregu tanpa dan dengan menggunakan musik. dan kejujuran. serta nilai kerja keras.4. sportivitas. serta nilai kerjasama. b) Mempraktikkan aktivitas untuk kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat. serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. meluncur. . a) Mempraktikkan berbagai keterampilan yang sesuai untuk kegiatan perkemahan. sportivitas. serta nilai kerja sama. b) Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi permainan bola besar. 1. Mempraktikkan berbagai bentuk senam ketangkasan dengan kontrol yang baik. a) Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur (misal SKJ) secara beregu menggunakan musik. 1. menggerakkan tungkai. 1. b) c) a) Mempraktikkan aktivitas jasmani yang berisi tantangan dalam perkemahan. a) Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi permainan bola kecil. serta nilai semangat. disiplin dan estetika. Semester 1 1. tanggungjawab. Mengenal berbagai upaya dalam menjaga kebersihan lingkungan. serta nilai kerjasama. b) c) d) Mempraktikkan cara bernapas dalam renang gaya bebas. Mempraktikkan kegiatan berkemah di lingkungan sekitar sekolah dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. disiplin. b) Menjaga kebersihan lingkungan terhadap sumber penularan penyakit seperti nyamuk dan unggas.

memutar dalam gerak berirama . b) Mempraktikkan bentuk-bentuk rangkaian gerak senam ketangkasan dengan koordinasi dan kontrol yang baik. a) Mempraktikkan sebuah rangkaian gerak senam ketangkasan dengan konsisten. sportivitas. kerjasama. sportivitas. c) Mempraktikkan variasi teknik dasar atletik yang dimodifikasi. 1. b) Mempraktikkan variasi teknik dasar ke dalam modifikasi permainan bola kecil.10 Kelas V. dan kejujuran. 1. dan disiplin. menekuk. dan keberanian. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai keselamatan. b) Mempraktikkan kombinasi pola gerak jalan. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Mempraktikkan kombinasi berbagai gerak dasar dalam gerak berirama dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan keberanian. 2. dan disiplin.a) Mempraktikkan latihan peregangan dan pelemasan yang benar sebelum memulai aktivitas senam. 1. dan disiplin. serta nilai kerjasama. serta nilai kerja keras. . Mempraktikkan berbagai gerak dasar dalam gerak ritmik. percaya diri dan kejujuran. sportivitas. serta nilai kerja sama. serta nilai kerja sama. Semester 2 a) Mempraktikkan variasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar. 1. a) Mempraktikkan aktivitas untuk kekuatan otot-otot anggota badan bagian bawah. 1. disiplin. dan disiplin. lari dan lompat dalam gerak ritmik. tepat. serta nilai semangat. percaya diri. serta nilai kerja keras. Mempraktikkan berbagai bentuk senam ketangkasan dengan koordinasi yang baik. kerjasama. Mempraktikkan berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. meliuk. lari dan lompat dalam gerak ritmik. serta nilai kerjasama. Mengenal cara menjaga diri dari pelecehan seksual 1. disiplin. percaya diri. Menerapkan budaya hidup sehat. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. b) Mempraktikkan bentuk-bentuk senam ketangkasan dalam meningkatkan koordinasi dan nilai nilai percaya diri dan disiplin. menarik.4. a) Mempraktikkan kombinasi pola gerak mengayun. kerjasama. dan kejujuran. percaya diri. serta nilai kerja sama. b) Mempraktikkan aktivitas untuk kelincahan dengan kualitas gerak yang meningkat . serta nilai keselamatan. a) b) c) Mengenal cara menjaga kebersihan alat reproduksi. a) Mempraktikkan pola jalan. disiplin. disiplin. dan kejujuran.serta nilai percaya diri. dan koordinasil yang baik. Mengenal berbagai bentuk pelecehan seksual. dan kejujuran.

sportivitas. a) Mempraktikkan gerak dasar renang gayapunggung: meluncur. serta nilai keselamatan. dan kejujuran. dan nilai-ilai yang terkandung di alamnya. dan disiplin. disiplin dan estetika 1. lempar dan lompatdengan peraturan yangdimodifikasi. b) Mempraktikkan kombinasi gerakan lengan dan tungkai renang gaya punggung. a) Mempraktikkan pembuatan rencana kegiatan penjelajahan.4. dan etika. Mempraktikkan penjelajahan di linkungan sekitar sekolah.sportivitas. percaya diri. disiplin. serta nilai keselamatan. Mempraktikkan berbagai gerak dasar permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi. menggerakkan tungkai. serta nilai kerjasama. serta nilai keberanian dan percaya diri.11 Kelas VI. serta nilai kerjasama. serta nilai kerjasama.b) Mempraktikkan satu pola gerak berirama terstruktur dengan konsisten dan lancar serta nilai kerjasama. sertanilai semangat. Mempraktikkan kombinasisenam lantai dan senamketangkasan dalam bentuksederhana. b) Mempraktikkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di lingkungan sekolah yang sehat. keselamatan. Mempraktikkan rangkaian gerakritmik sederhana berpasangan.dan kerja keras c) Mempraktikkan jenis latihan yang sesuaiuntuk mempertahankan dan memperbaikipostur tubuh. dan nilai-nilai yangterkandung di dalamnya a) Mempraktikkan pemanasan danpendinginan sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas senam. Semester 1 . Mempraktikkan latihanpeningkatan kualitas jasmani(komponen kebugaran jasmani). dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. jelas dan lancar. 1. b) Mempraktikkan gerak dasar salah satupermaian bola besar dengan koordinasidan kontrol yang baik dengan peraturanyang dimodifikasi. b) Mempraktikkan rangkaian senam lantaidan senam ketangkasan dengan gerakanyang lebih halus. serta nilai kebersihan. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya punggung. 1. menggerakkan lengan.disiplin. 1. Mengenal bahaya miruman keras. Menerapkan budaya hidup sehat. a) b) Mengenal bahaya merokok bagi kesehatan. sertanilai percaya diri. dan kejujuran c) Mempraktikkan koordinasi gerak dasardalam teknik lari. kebersihan. kerjakeras 1. keberanian dan percaya diri. disiplin. a) Mempraktikkan gerak dasar salah satu permainan bola kecil dengan koordinasi dan kontrol yang baik dengan peraturan yang dimodifikasi.dannilai-nilai yang terkandung didalamnya a) Mengidentifikasi anggota tubuh yangperlu dilatih untuk memperbaiki postur b) Mempraktikkan berbagai latihan untukmemperbaiki cacat jasmani bukanbawaan.dan beregu. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 1. sportivitas. serta nilainilai yang terkandung di dalamnya 2. percaya diridan kejujuran 1.

1 Mengenal bahaya narkoba a) Mengenal cara menghindari bahaya narkoba 1. serta nilai kerjasama. disiplin dan estetika 1. menekuk maupun meliuk secara berpasangan dan beregu. b) Mempraktikkan kombinasi bentuk-bentuk senam lantai dan senam ketangkasan dengan koordinasi. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. disiplin. a) Mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai dan senam ketangkasan dengan konsisten. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai sportivitas. 1. disiplin dan kerja keras. a) Mempraktikkan gerak ritmik sederhana di tempat dengan gerakan membungkuk. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai disiplin. 2. Semester 2 . serta nilai keselamatan. Mempraktikkan gerak dasar salah satu gaya renang dengan. Mempraktikkan berbagai gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi. a) Mempraktikkan penerapan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar dengan peraturan yang dimodifikasi. c) Mempraktikkan aktivitas kondisi fisik secara terencana dan sungguh sungguh d) Mempraktikkan aktivitas secara berkelanjuatan dalam rangka meningkatkan kebugaran . serta nilaikerja sama. Mempraktikkan latihan peningkatan kualitas kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya renang gaya dada dengan koordinasi gerak yang lebih baik serta nilai keberanian. dan kerjasama. 1. serta nilai kerja sama. sportivitas dan kejujuran. a) Mempraktikkan sikap hidup sehat untuk memelihara kondisi kesehatan. disiplin.12 Kelas VI. menggerakkan tungkai maupun lengan koordinasi gerak yang baik. percaya diri dan kejujuran. dan kontrol yang baik. disiplin. dan estetika.4.disiplin. dan kebersihan. serta nilai kerja sama. dan kerjasama. sportivitas dan kejujuran. a) Mempraktikkan gerak dasar meluncur. serta nilai keselamatan. 1. Mempraktikkan kombinasi senam lantai dan senam ketangkasan dalam bentuk sederhana. dan estetika. serta nilai keselamatan. b) Mempraktikkan penerapan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola kecil dengan peraturan yang dimodifikasi. 1. Mempraktikkan rangkaian gerak ritmik sederhana secara berpasangan maupun beregu. serta nilai kerja sama. dan kontrol yang baik. Menerapkan budaya hidup sehat 5. serta nilai kerja sama. b) Mempraktikkan peregangan otot dan pelemasan persendian dengan baik sebelum latihan. b) Mempraktikkan kombinasi gerak ritmik sederhana dengan jalan dan lompat secara berpasangan dan beregu. disiplin dan estetika b) Mempraktikkan rangkaian gerak ritmiksederhana beregu dengan kompak. disiplin. c) Mempraktikkan pengembangan koordinasi beberapa nomor teknik dasar atletik dengan peraturan yang dimodifikasi.a) Mempraktikkan rangkaian gerak ritmiksederhana menggunakan gerak jalan danlompat secara berpasangan.

Standar kompetensi dan kompetensi dasar pendidikan jasmani. d) Mempraktikkan dasar-dasar keselamatan di air. tanggung jawab. . dan keselamatan. ketrampilan. serta nilai keberanian dan disiplin. a) Mempraktikkan aktivitas penjelajahan di alam bebas secara sederhana. 3. c) Untuk pembinaan peserta didik ynag berminat terhadap salah satu atau beberapa cabang tertentu dapat dilakukan melalui kegiatan ekstra kurikuler BAB III PENUTUP 3. kesehatan dan olahraga SD merupakan tolak ukur pencapaian pembelajaran.2 Saran Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok. tanggung jawab. sikap dan nilai. a) Mengenal cara menolak perlakuan pelecehan seksual Keterangan.1 Kesimpulan Standar Kompetensi adalah merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar. disesuaikan dengan fasilitas dan peralatan yang tersedia Diajarkan sebagai kegiatan yang dapat dilakukan dalam semester 1 dan atau semester 2. dan kebersihan. c) Mempraktikkan kombinasi gerakan lengan dan tungkai dalam renang gaya dada. Menerapkan budaya hidup sehat 12. b) Mempraktikkan pemasangan kemah bersama. disiplin. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian. disiplin. b) Diajarkan sebagai kegiatan pilihan.1 Mengenal cara menolak ajakan menggunakan narkoba. disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah Materi pilihan. Mempraktikkan penjelajahan dan perkemahan di alam bebas. disiplin. kegiatan pembelajaran. Kompetensi Dasar adalah merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. dan keselamatan.b) Mempraktikkan cara bernapas salah satu gaya renang. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Yang disesuaikan dengan jenjang pendidkan. 1. serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai kerja sama. serta nilai kerja sama.nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau sub aspek mata pelajaran tertentu. 1. serta nilai keberanian.

June 30th. 2011 • Lokasi Tulisan Ditulis oleh : tanpatinta Total Tulisan 2 Lihat semua tulisan tanpatinta • 3.961 Kunjungan Mungkin Berhubungan • • • • • Pendidikan Luar Sekolah Studium General PLS Memasuki Pra-Semester Genap 2011/2012 TIPS Supaya Terus Termotivasi Mahasiswa Unnes pun Bisa Ambil SKS di UNY Filed Under: Beasiswa Berkaitan dengan pengertian pendidikan terdapat perbedaan yang jelas antara pendidikan formal. pendidikan informal dan pendidikan nonformal. Sehubungan dengan hal ini Coombs (1973) membedakan pengertian ketiga jenis pendidikan itu sebagai berikut: .

yang membuat penggolongan program-program kegiatan yang termasuk ke dalam pendidikan formal. dan lain sebagainya. Sebagai bahan untuk menganalisis berbagai program pendidikan maka ketiga batasan pendidikan di atas perlu diperjelas lagi dengan kriteria yang dapat membedakan antara pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal dengan pendidikan yang program-programnya bersifat informal dan formal. serta kemauan untuk berbuat atau merespon sesuatu rangsangan. yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mancapai tujuan belajarnya. Kegiatan pendidikan ini lebih umum. tempat bermain.Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis. seseorang atau kelompok orang dapat memahami sesuatu yang sebelumnya tidak mereka pahami Pengalaman itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungannya. hubungan dengan tetangga. Kleis (1974) memberi batasan umum bahwa pendidikan adalah sejumlah pengalaman yang dengan pengalaman itu. dan penerapan informasi). lingkungan pekerjaan dan permainan. berlangsung terutama dalam lingkungan keluarga. bertingkat/berjenjang. Apabila kegiatan yang termasuk pendidikan yang program-programnya bersifat informal ini diarahkan untuk mencapai tujuan belajar tertentu maka kegiatan tersebut dikategorikan baik ke dalam pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal maupun pendidikan yang program-programnya bersifat formal. termasuk kedalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum. dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari.programnya bersifat informal tidak diarahkan untuk melayani kebutuhan belajar yang terorganisasi. dan informal dengan menggunakan kriteria adanya atau tidak adanya kesengajaan . serta pemilihan dan penerimaan secara sadar terhadap nilai. serta melalui media massa. pengaruh lingkungan termasuk di dalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga. dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf dengannya. yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus. berjalan dengan sendirinya. peningkatan kompetensi (keterampilan intelektual dan sosial). sikap. Perbedaan antara pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal dan informal dapat dikemukakan sebagai berikut. diselenggarakan di lingkungan masyarakat dan lembaga-lembaga. program spesialisasi. dan latihan professional. di luar sistem persekolahan yang . sikap. Pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal memiliki tujuan dan kegiatan yang terorganisasi. dan media massa. Proses belajar itu akan menghasilkan perubahan dalam ranah kognitif (penalaran. pasar. nonformal. Interaksi itu menimbulkan proses perubahan (belajar) pada manusia dan selanjutnya proses perubahan itu menghasilkan perkembangan (development) bagi kehidupan seseorang atau kelompok dalam lingkungannya. Pandangan lain tentang pendidikan dikemukakan oleh Axiin (1974). Pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia sehingga sehingga setiap orang memperoleh nilai. Pendidikan nonformal ialah setiap kegiatan teroganisasi dan sistematis. penghargaan dan perasaan. penafsiran. keterampilan. Sedangkan pendidikan yang program. pemahaman. dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas. untuk melayani kebutuhan belajar khusus para peserta didik. Proses perubahan (belajar) dapat terjadi dengan disengaja atau tidak disengaja. perpustakaan. Ketiga pengertian di atas dapat digunakan untuk membedakan program pendidikan yang termasuk ke dalam setiap jalur pendidikan tersebut.

Latar Belakang . di satu pihak. 1 PEDOMAN PENYUSUNAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) TAHUN ANGGARAN 2005 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI 2004 2 PANDUAN PENYUSUNAN USULAN DAN LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) TAHUN ANGGARAN 2005 1. Di pihak lain. yaitu pihak pendidik (sumber belajar atau fasilitator) dan pihak peserta didik (siswa atau warga belajar). yaitu adanya kegiatan yang disengaja dan terorganisasi. pendidikan luar sekolah mempunyai program yang tidak selalu ketat dalam penyelenggaraan programnya. sedangkan program pendidikan luar sekolah lebih bervariasi dan lebih luwes. Dengan membandingkan karakteristik pendidikan sekolah terhadap karakteristik pendidikan luar sekolah (Ryan.dari kedua pihak yang berkomunikasi. sebagai ilustrasi. Program pendidikan sekolah memiliki tingkat keseragaman yang ketat. 1972:11). Pandangan pendidikan yang dikemukakan oleh Axinn ini tertuang dalam bentuk tabel: PENDIDIKPESERTA DIDIK BERSENGAJA BERSENGAJA Pendidikan sekolah atauPendidikan luar sekolah Pendidikan informal TIDAK BERSENGAJA Kegiatan belajardiarahkan diri sendiri (self-directed learning) TIDAK BERSENGAJA Belajar secara kebetulan(incidental learning) Melalui tabel di atas dapat kita ketahui bahwa dengan adanya kesengajaan dari kedua pihak dalam proses pembelajaran merupakan ciri utama pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. Pendidikan luar sekolah dan pendidikan sekolah mempunyai ciri umum yang sama. Dan keduanya merupakan subsistem dari pendidikan nasional. pendidikan sekolah memiliki program berurutan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan dan dapat diterapkn secara seragam di semua tempat yang memiliki kondisi sama.

dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah (SD. Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran dapat dikaji. Pendekatan MPMBS menitikberatkan pada upaya perbaikan mutu yang inisiatifnya berasal dari motivasi internal pendidik dan tenaga kependidikan itu sendiri (an effort to internally initiate endeavor for quality improvement). Keempat. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas. antara lain: melalui peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. peningkatan kualitas isi. Meningkatkan keterampilan pendidik dan tenaga kependidikan khususnya di sekolah dalam melakukan PTK. proses. masukan. baik yang bersifat praktis maupun dalam tataran konsep. Menumbuh-kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah dan LPTK. Pendekatan ini lebih menekankan perencanaan penelitian yang bersifat topdown dan bersifat kuat orientasi teoritiknya. Penelitianpun hendaknya dikelola berdasarkan atas dasar kemitraan yang sehat (kolaboratif). atau dengan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan nonpembelajaran secara profesional lewat penelitian tindakan secara terkendali. dan guru-siswa di sekolah. d. c. pelatihan dan pendidikan. SMA dan SMK). PTK menawarkan peluang sebagai strategi pengembangan kinerja. Tujuan a. Meningkatkan mutu isi. . ditingkatkan dan dituntaskan. khususnya Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). b. Paradigma demikian dirasakan tidak sesuai dengan perkembangan pemikiran baru. Pertama. lebih-lebih lagi dalam era otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan. proses. MPMBS mengisyaratkan pula adanya kemitraan antar jenjang dan jenis pendidikan. Kedua. SMP.Peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai melalui berbagai cara. Upaya peningkatan kemampuan meneliti di masa lalu cenderung dirancang dengan pendekatan research-development-dissemination (RDD). Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan. sebagai agen perubahan yang pola kerjanya bersifat kolaboratif. Upaya meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi saat menjalankan tugasnya akan memberi dampak positif ganda. yang dikembangkan atas prinsip kesetaraan sudah sangat mendesak. dapat diwujudkan secara sistematis. e. sehingga proses pendidikan dan pembelajaran yang inovatif dan hasil belajar yang lebih baik. sebab pendekatan penelitian ini menempatkan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya sebagai peneliti. peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. 3 2. Ketiga. Kebutuhan akan kemitraan yang sehat dan produktif. masukan. Upaya PTK diharapkan dapat menciptakan sebuah budaya belajar (learning culture) di kalangan dosen di LPTK. Kemitraan yang sehat antara LPTK dan sekolah adalah sesuatu yang penting. sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan (sustainable). dan hasil belajar. sehingga kedua belah pihak dapat memetik manfaat secara timbal balik (reciprocity of benefits). penerapan prinsip pembelajaran berbasis penelitian. peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran yang nyata. dan bersifat pragmatis naturalistik.

5. media dan sumber belajar (termasuk dalam tema ini.peserta didik dan orangtua dalam PBM. partisipasi orangtua dalam proses belajar siswa). 3. Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media. atau tidak sedang studi lanjut (dibuktikan dengan Surat Keterangan Dekan). implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran. antara lain: masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran. c. Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa di sekolah. antara lain sebagai berikut. b. Pengembangan pribadi peserta didik. Semua dosen LPTK (keguruan dan non keguruan) negeri maupun swasta dari semua program studi yang berkolaborasi dengan guru (SD/MI. Khusus untuk dosen LPTK non keguruan dapat mengusulkan PTK dengan catatan mereka harus berkolaborasi dengan guru bidang studi di sekolah. Bidang Kajian Penelitian Tindakan Kelas a. Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa. Pengusul Penelitian Tindakan Kelas a. Masalah belajar siswa di sekolah (termasuk di dalam tema ini. peningkatan keefektifan hubungan antara pendidik. SMK) di sekolah/madrasah. d. Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah-masalah pendidikan anak di sekolah. antara lain: masalah penggunaan media. interaksi guru-siswa. antara lain: masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran. e. e. 4. Sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran (termasuk dalam tema ini. dan sumber belajar di dalam/luar kelas. Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas. Luaran Penelitian Tindakan Kelas Luaran umum yang diharapkan dihasilkan dari PTK adalah sebuah peningkatan atau perbaikan (improvement and theraphy). peningkatan konsep diri peserta didik). kesalahan-kesalahan pembelajaran. Desain dan strategi pembelajaran di kelas (termasuk dalam tema ini. b. pendidik. dan tenaga kependidikan lainnya (termasuk dalam tema ini antara lain: peningkatan kemandirian dan tanggungjawab peserta didik. SMA/MA. alat bantu belajar. b.f. perpustakaan. Masalah kurikulum (termasuk dalam tema ini antara lain: implementasi KBK. c. Alat bantu. Para dosen LPTK yang tidak sedang terikat Kontrak Kerja Penelitian dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Menristek (dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Lemlit). interaksi di dalam kelas. dan sumber belajar lainnya. 4 d. c. peningkatan hubungan antara sekolah dan masyarakat). miskonsepsi). pengembangan instrumen asesmen berbasis kompetensi). a. siswa-materi ajar. dan siswa-lingkungan belajar). antara lain: masalah belajar di kelas. urutan penyajian materi pokok. f. Peningkatan dan perbaikan terhadap kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah. SMP/MTs. f. . Meningkatkan kerjasama profesional di antara pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah dan LPTK.

evaluasi. sarana pendukung pembelajaran masing-masing anggota penelitian dalam setiap kegiatan penelitian. . 5 8. d. b. Biaya operasional kegiatan penelitian di sekolah (minimum 30% dari total biaya). Cara Pemecahan Masalah (terutama: rancangan tindakan. prosedur refleksi hasil penelitian). atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan). menganalisis data. c. dan kelayakan pembiayaan). Jangka Waktu dan Biaya Penelitian Usulan penelitian disusun untuk kegiatan selama 10 bulan (persiapan sampai dengan pelaporan hasil). masukan. c. Ditjen Dikti menjelang penulisan laporan akhir penelitian. Biaya perjalanan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. b. d. Kolaborasi dalam Penelitian Tindakan Kelas a. c. menyusun usulan. relevansi. dan cakupan permasalahan). b. tetapi masalah lebih ditekankan pada permasalahan aktual pembelajaran di kelas. dan kontekstualitas tindakan. prosedur observasi dan evaluasi. Permasalahan penelitian tindakan kelas harus digali atau didiagnosis secara kolaboratif dan sistematis oleh dosen dan guru dari masalah yang nyata dihadapi guru dan/atau siswa di sekolah.000. termasuk biaya perjalanan anggota peneliti ke tempat penelitian. dan menyusun laporan akhir. kedudukan dosen setara dengan guru. observasi. Dalam PTK. 7. laporan. 9. Pemantauan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Pemantauan terhadap pelaksanaan penelitian akan dilakukan oleh Tim yang ditunjuk oleh Dit. Biaya penelitian untuk setiap usulan maksimum Rp 10.PPTK dan KPT. yaitu: pada saat mendiagnosis masalah. menyeminarkan hasil. proses.000 (sepuluh juta rupiah). Penelitian ini bersifat kolaboratif. photocopy. dan refleksi). Lain-lain pengeluaran (dokumentasi. Pelaksanaan pemantauan akan dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian masing-masing LPTK sebagai penanggungjawab kontrak penelitian di perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kriteria Seleksi Usulan penelitian akan diseleksi secara ketat oleh Tim Pakar dari perguruan tinggi yang ditunjuk oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi (Dit. e.6. prosedur pelaksanaan tindakan. Honorarium Ketua Peneliti dan anggota (tidak melebihi dari 30% total biaya usulan). dalam arti masingmasing mempunyai peran dan tanggungjawab yang saling membutuhkan dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan. Kemanfaatan Hasil Penelitian (terutama: potensi untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas isi. melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan. dalam pengertian usulan harus secara jelas menggambarkan peranan dan intensitas masing-masing anggota pada setiap kegiatan penelitian yang dilakukan. Perumusan Masalah (terutama: asal.PPTK dan KPT). kriteria keberhasilan sebuah tindakan). dan lainnya). Kriteria evaluasi terhadap usulan penelitian PTK mencakup : a. yang rinciannya terdiri dari: a. perencanaan tindakan. Kegiatan Pendukung (terutama: jadwal penelitian. Prosedur Penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah. merekam data. Masalah penelitian bukan dihasilkan dari kajian teoretik atau dari hasil penelitian terdahulu.

.... Cara Pengajuan Usulan Penelitian a) Diajukan lewat Lembaga Penelitian.. Bulan.PPTK dan KPT (terlampir).. Ketua Penelitian a.. atau seorang dosen dari LPTK dan 2 (dua) orang guru.3 Usulan yang tidak memenuhi ketentuan di atas akan didiskualifikasi dan usulannya tidak diperiksa... Nama Lengkap dan Gelar .......... c) Masing-masing LPTK maksimal boleh mengajukan 15 usulan (penyimpangan/kelebihan dari ketentuan ini otomatis akan mengakibatkan LPTK ybs akan didiskualifikasi). Lt. 10....1.. diketahui oleh Kepala Sekolah yang bersangkutan... Jalan Pintu 1..... Senayan-Jakarta oleh masing-masing LPTK Pengusul.. Judul Penelitian 2... sehingga tidak diperkenankan merangkap...*) FAKULTAS .... Berita acara seleksi perlu dilampirkan..PPTK dan KPT....... baik sebagai ketua maupun anggota..4 Usulan penelitian harus sudah diterima di Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi paling lambat 27 Januari 2005 dalam rangkap 3 (tiga) dengan kertas HVS ukuran A-4 dan fonts 12 bertipe Times New Roman.... e) Seorang peneliti (dosen/guru) hanya diperbolehkan terlibat dalam satu PTK atau RII.............. b) Jumlah anggota maksimal 2 (dua) orang dari LPTK dan 3 (tiga) orang dari guru.. INSTITUT /UNIVERSITAS . Tata Cara Pengajuan Usulan Penelitian 10.2 Usulan dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dengan sampul (cover) berwarna Biru Muda dan dikirimkan ke Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi....... 7 Lampiran : A..4. Tahun *) Tuliskan semua nama pengusul lengkap dengan gelar akademik 8 HALAMAN PENGESAHAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) 1.. 10.Monitoring akan diselenggarakan dengan mempergunakan Format Pemantauan Penelitian Tindakan Kelas yang dikeluarkan oleh Dit... 6 10..1 Cover Biru Muda CONTOH KULIT MUKA USULAN PENELITIAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Logo Perguruan Tinggi JUDUL PENELITIAN Oleh : ...... d) Seleksi awal terhadap usulan dosen dari LPTK dilaksanakan oleh masing-masing Lemlit dengan memperhatikan secara sungguhsungguh Panduan Penyusunan Proposal PTK dan Buku Petunjuk Pelaksanaan PTK yang disusun oleh Dit.... 10..

................ Fakultas/Jurusan e..... Jumlah Anggota Peneliti ...... JUDUL PENELITIAN Judul hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti dan tindakan untuk mengatasi masalahnya...... 5............................... bulan/dari bulan ...........) ...................... Sumber lain (sebutkan ... Institut/Universitas f.. 9 SISTEMATIKA USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) A...... sampai bulan ........ Menyetujui : Ketua Lemlit Cap dan tanda tangan (...... serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan . Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan............... orang 4......b............... Tanda tangan (...... Alamat rumah: Nomor telepon/HP: Email: 3...... Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah.............) NIP............ Mengetahui Dekan Fakultas Cap dan tanda tangan (.................... Ketua Peneliti.. Pangkat dan Golongan dan NIP d.. Sumber dari Dikti Depdiknas b............................ Lama Penelitian ... B................................... Biaya yang diperlukan a....... dan diagnosis dilakukan oleh guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah....)...........................................) NIP................. BIDANG KAJIAN Tuliskan bidang kajian penelitian C.............. Jumlah Rp Rp Rp (....) NIP............. Jenis Kelamin c. PENDAHULUAN Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran.......

waktu. F. 4. dan cara pengukuran serta cara mengevaluasinya. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas. yang bersifat daur ulang atau siklus. E. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. 2. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini. Pemecahan Masalah Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. serta lokasi penelitian secara jelas. Prosedur yang digunakan dalam identifikasi masalah perlu dikemukakan secara jelas dan sistematis. observasi. asumsi. KAJIAN PUSTAKA Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. 3. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. D. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan tindakan. Setelah diidentifikasi masalah penelitiannya. hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas. temuan dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. pelaksanaan tindakan. guru. sehingga diukur tingkat pencapaian keberhasilannya. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti. Kemukakan juga teori. Kemukakan objek. Penting juga digambarkan situasi kolaboratif antar anggota peneliti dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi. sehingga tampak manfaatnya bagi siswa. evaluasi-refleksi. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. waktu dan lamanya tindakan. maupun 10 komponen pendidikan di sekolah lainnya. Tujuan Penelitian Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Jumlah siklus . PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH 1. maka selanjutnya perlu dianalisis dan dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain. Perumusan Masalah Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Kontribusi Hasil Penelitian Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pada akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah.

......... Riwayat Hidup Ketua Peneliti dan Anggota Peneliti (Cantumkan pengalaman penelitian yang relevan sampai saat ini)................... yang 1 orang sebagai Ketua Peneliti (dosen LPTK) dan 2 orang guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah.... anggota maksimal 30% • Biaya operasional minimal 30 % • Biaya pembelian ATK maksimal 30% • Lain-lain pengeluaran 10% I... jabatan.. yang dituliskan secara konsisten menurut model APA..... sama dengan yang tercantum dalam Lembar Pengesahan no.......... persiapan.. golongan. PERSONALIA PENELITIAN Jumlah personalia penelitian maksimal 5 orang. Uraikan peran guru.... 2...... Rincilah nama personalia tim peneliti........*) dibiayai oleh : ...........2. yang terdiri dari : 1 orang Ketua Peneliti (dosen LPTK). pangkat....... Daftar Pustaka..... G.... H.. Dalam rencana pelaksanaan tindakan pada setiap tahapan hendaknya digambarkan peranan dan intensitas kegiatan masingmasing anggota peneliti..... Lampiran-lampiran 1.. Rekapitulasi biaya penelitian: • Honorarium ketua........ 12 Lampiran : A.. ... atau 4 orang guru/tenaga kependidikan di sekolah......... Penelitian ini sekurang-kurangnya dilakukan oleh 3 orang peneliti. pelaksanaan...... dan 11 lembaga tempat tugas...... Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Penelitian Nomor ..........2 Cover Biru Muda LAPORAN AKHIR PENELITIAN TINDAKAN KELAS LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Logo Perguruan Tinggi JUDUL PENELITIAN Oleh : ..... MLA atau Turabian... sehingga tampak jelas tingkat dan kualitas kolaborasi dalam penelitian tersebut........... 4 orang anggota peneliti yang dapat terdiri dari 1 orang dosen LPTK dan 3 orang guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah.......... dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk Gantt chart. Jumlah guru minimal 2 orang dan harus lebih banyak dari jumlah dosen............................... jumlah waktu yang digunakan dalam setiap bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan.........diusahakan lebih dari satu siklus.......... meskipun harus diingat juga jadwal kegiatan belajar di sekolah..... Jadwal kegiatan penelitian disusun selama 10 bulan. JADWAL PENELITIAN Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencanaan....... BIAYA PENELITIAN Kemukakan besarnya biaya penelitian secara rinci dengan mengacu kepada kegiatan penelitian.....

. Jenis Kelamin c......... Institut/Universitas f. Ketua Peneliti. 14 SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR HASIL ......) NIP........ Menyetujui : Ketua Lemlit Cap dan tanda tangan (.... Alamat rumah: Nomor telepon/HP: Email: 3................... Biaya yang diperlukan c.......... Judul Penelitian 2..... sampai bulan ....Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi (PPTK dan KPT) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional FAKULTAS ..................) NIP................................) Jumlah Rp Rp Rp (............ Ketua Penelitian a......................................... Fakultas/Jurusan e................................... bulan/dari bulan .... Sumber lain (Sebutkan .................. Lama Penelitian ......) NIP...) ...... Nama Lengkap dan Gelar b............ INSTITUT/UNIVERSITAS ............................. Sumber dari Depdiknas d................................. orang 4.......... Bulan........... Mengetahui Dekan Fakultas Cap dan tanda tangan (............. Jumlah Anggota Peneliti ............ Pangkat dan Golongan dan NIP d...... Tanda tangan (............... 5............................................ Tahun *) Tuliskan semua nama peneliti lengkap dengan gelar akademik 13 HALAMAN PENGESAHAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) 1.....................

.......................... Lampiran: Instrumen penelitian .... Kajian Pustaka ....... pelaksanaan pengamatan dan refleksi yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang terjadi............................ Personalia tenaga peneliti.. Hasil Penelitian dan Pembahasan Menyajikan uraian masing-masing siklus dengan data lengkap............. ii Abstrak ............. identifikasi masalah.... vii I................. waktu......... analisis dan rumusan masalah........... V........................................................ pelaksanaan....................... i Lembar Indentitas dan Pengesahan ................................. Pendahuluan ................ Abstrak Menguraikan dengan ringkas unsur-unsur permasalahan..................... v Daftar Gambar ................................................................... Kemukakan grafik dan tabel secara optimal.. Simpulan dan Saran ..........................................................................................PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) Lembar Judul Penelitian ............ Tindakan yang dilakukan bersifat rasional dan feasible serta collaborative.......................................... data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan.......... vi Daftar Lampiran .... Kajian Pustaka Menguraikan teori terkait dan temuan penelitian yang relevan yang memberi arah ke pelaksanaan PTK dan usaha peneliti membangun argumen teoritik bahwa dengan tindakan tertentu dimungkinkan dapat meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan dan pembelajaran................................. Perlu ditambahkan hal yang mendasar yaitu hasil perubahan (kemajuan) pada diri siswa....... Bab ini diakhiri dengan pertanyaan penelitian dan/atau hipotesis tindakan................... vi Daftar Tabel ........................... 4.................................. tujuan........................................................ hasil belajar................ Pelaksanaan Penelitian ...... mulai dari perencanaan............................... Pendahuluan Memuat unsur latar belakang masalah........................ Daftar Pustaka ........................................................ bukan untuk membuktikan teori.............. III.................. guru sendiri................... situasi kelas............. karakteristik siswa di sekolah sebagai subjek penelitian. II..................... lingkungan....... IV............................................ cara pemantauan beserta jenis instrumen.................. prosedur dan hasil penelitian 2............................................................ serta definisi istilah bila dianggap perlu...................................... Kejelasan tiap siklus: rancangan..... motivasi dan aktivitas belajar................................................................. tujuan dan manfaat penelitian............ iii Daftar Isi ...... 15 Penjelasan Komponen Pokok Laporan Penelitian Tindakan Kelas 1........ 3............ hasil analisis data yang menunjukkan perubahan yang terjadi disertai pembahasan secara sistematik .... Pelaksanaan Penelitian Mengandung unsur: deskripsi lokasi............................................. Riwayat hidup masing-masing personalia penelitian ................ 5............... usaha validasi hipotesis dan cara refleksi.................. mata pelajaran........................... Hasil Penelitian dan Pembahasan ................................................................................

personalia tenaga peneliti. Daftar Pustaka Memuat semua sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian secara alphabetis. kajian pustaka. alat dan sumber belajar 20 4 Orientasi Penelitian • Keterkaitan judul. prasarana • Rumusan masalah jelas • Identifikasi penyebab masalah jelas 25 2 Cara pemecahan masalah • Menunjukkan akar penyebab masalah • Pilihan tindakan untuk memecahkan masalah dalam bentuk PTK/CAR 10 3 Luaran Penelitian • Secara jelas tampak indikator keberhasilan • Potensial memperbaiki proses dan hasil pendidikan/pembelajaran • Peningkatan kualitas penggunaan metoda. Berikan saran tindak lanjut berdasarkan pembahasan hasil penelitian. Lampiran-Lampiran Memuat instrumen penelitian. waktu. data penelitian.dan jelas. 7. 8. 6. serta hasil yang diharapkan • Permasalahan didukung data yang aktual • Orisinalitas penelitian (bukan merupakan pengulangan) 15 . Kesimpulan dan Saran Menyajikan simpulan hasil penelitian (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan penelitian. riwayat hidup masing-masing peneliti. media. 16 Evaluasi Usulan Penelitian Tindakan Kelas : Kode Usulan : Nama Pengusul : Perguruan Tinggi : Judul : Kriteria Penilaian No Kriteria Acuan Bobot Score Nilai 1 Masalah yang diteliti • Masalah nyata. permasalahan. jelas mendesak • Peneliti berwenang memecahkan masalah dilihat dari kemampuan. sarana. dan metodologi. dan bukti lain pelaksanaan penelitian.

...............................................................…………………………………………………....................................................................................................... Penilai (. ........................................................................................................................................................... ....................................................tujuan....…………………………………………………..................................5 Prosedur • Ketepatan dan kejelasan tahapan tiap siklus • Kesesuaian dengan langkah PTK • Mencakup lebih dari satu siklus • Ketepatan instrumen dan cara merekam hasil tindakan 20 6 Umum • Judul jelas memperlihatkan masalah dan tindakan yang akan dilakukan • Kesesuaian personalia • Kewajaran biaya dan waktu penelitian 10 Setiap kriteria diberi skor 1..................................... . Batas Penerimaan (Passing grade) : 350 Hasil penilaian : (Diterima / Ditolak) Alasan Penolakan : (uraikan secara singkat dan padat) ..........................................................………………………………………………….................................................................. .................................................. ................................................................................. tanggal........................................................................... ............................ 4 dan 5 Sangat kurang skor 1 Kurang skor 2 Baik skor 4 Sangat baik skor 5 Lampiran : B1 17 Nilai : Bobot x skor : ............................................................. ....................... ...…………………………………………………............... ........................) 18 FORMAT PENILAIAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Nama penelitian : Perguruan Tinggi : Bidang Studi : Judul Penelitian : KRITERIA PENILAIAN No Kriteria Aspek yang Dinilai Bobot Score Nilai A ABSTRAK Terlihat jelas 3 unsur pokok: • latar belakang............................................................................................... ................................................................................................................. ............................... ...................................................................................................... 2.......................................................................................................... • prosedur dan • hasil 5 B PENDAHULUAN Terlihat unsur-unsur berikut • Latar belakang (deskripsi ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................

15 Lampiran B2 19 dan cara refleksi • Tindakan yang dilakukan bersifat: o Rasional. artinya dosen memaksimalkan kerja sama dengan guru sebagai mitra setara. data awal yang menunjukkan akar terjadinya masalah. deskripsi lokasi dan waktu. • Jumlah siklus lebih dari satu E HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Disajikan dalam bentuk siklus dengan data lengkap: .masalah. pentingnya masalah dipecahkan) • Rumusan masalah • Tujuan • Manfaat 15 C KAJIAN TEORI/ PUSTAKA • Ada teori-teori terkait yang memberi arah/petunjuk kepada pelaksanaan PTK • Ada usaha-usaha penulis membangun argumen teoretik bahwa tindakan tertentu dimungkinkan bisa meningkatkan mutu KBM • Pertanyaan penelitian/hipotesis tindakan (kalau perlu) 20 D PELAKSANAAN PENELITIAN • Deskripsi tahapan siklus penelitian. • Penggunaan instrumen. artinya berbasis pada akar penyebab masalah o Feasible (dapat dilaksanakan-tidak ambisius). artinya tindakan tersebut terdukung oleh faktorfaktor waktu. usaha validasi hipotesis tindakan. biaya dan sarana/pra-sarana o Collaborative.

dan hasil . 25 Siklus II (idem) Siklus III (idem) Perlu ditambahkan hal-hal yang mendasar berikut ini: • Disajikan hasil perubahan (kemajuan) pada diri peserta didik. Hasil authentik disajikan • Refleksi: berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan dan rencana berikutnya . tujuan riset. lingkungan dan peneliti 20 • Tabel. lingkungan kelas/sekolah dan peneliti. • Triangulasi dioptimalkan untuk memvalidasi potret proses dan hasil perubahan (kemajuan) • Pembahasan • Ada ulasan tentang perubahan yang dihasilkan dari tiap siklus dan keseluruhan siklus F KESIMPULAN DAN REKOMENDASI • Hasil riset (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan • Ada saran untuk riset. APA YANG PERLU DILAKUKAN UNTUK SIKLUS BERIKUTNYA.Siklus I • Perencanaan: diuraikan TINDAKAN yang khas yang dilakukan terlihat bedanya dengan pembelajaran biasa. grafik/statistik deskriptif dioptimalkan • Terdapat analisis data menyajikan perubahan pada peserta didik. • Pelaksanan: diuraikan pelaksanaan tindakan • Pengamatan: disajikan hasil pengamatan dari berbagai instrumen. MENGAPA BERHASIL (TIDAK).

Nama Peneliti a... 6. Tanggal mulai b. • Kelengkapan lampiran 10 Jumlah Total 100 Setiap kriteria diberi scor : 1.......... a. Judul Penelitian ……………………………………………… ………………………………………………… ………………………………………………… 4. Perguruan Tinggi b...... Format Pemantauan PTK FORMAT PEMANTAUAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) 1. Mitra Penelitian a. Alamat :………………………………………………….. 4.... Ketua Peneliti b... Jumlah kelas yang digunakan ..... Sekolah b...... Kurang sekali : skor 1 Kurang : skor 2 Baik : skor 4 Baik sekali : skor 5 Nilai : Bobot x skor Jakarta.. . 2....riset (potret kemajuan) • Ada saran untuk penerapan hasil (suggestion) 10 H DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN • Penulisan sesuai aturan APA.. 5. Pelaksanaan Penelitian a.... Turabian secara konsisten. Tanggal selesai c.. Fakultas c.. MLA.. Penilai ( .. Jurusan/Program Studi : ………………………………………………… :………………………………………………… :………………………………………………… 2. Biaya Penelitian :Rp……………………………………………… (…………………………………………………) 5.... :…………………………………………………… …………………………………………………….) 21 Lampiran C. Anggota Peneliti :………………………………………………… :1………………………………………………… 2………………………………………………… 3………………………………………………… 3.

d. Tingkatan kelas :………………………………………………… :………………………………………………… :………………………………………………… :…………………………………………………. 7. Peranan Lemlit di PT a. Seleksi proposal penelitian b. Menyelenggarakan seminar proposal c. Memantau pelaksanaan penelitian d. Menyelenggarakan seminar hasil penelitian e. Menggandakan dan mengirimkan laporan penelitian f. Meminta artikel kepada peneliti g. Memberikan layanan lain, sebutkan… ………………………………………….. a. Ya/Tidak *) b. Ya/Tidak *) c. Ya/Tidak *) d. Ya/Tidak *) e. Ya/Tidak *) f. Ya/Tidak *) g. Ya/Tidak *) 8. Kesesuaian pelaksanaan penelitian dengan usul: Jenis Kesesuaian a. Mitra Sesuai/Menyimpang *) b. Bentuk Sesuai/Menyimpang *) kolaborasi c. Waktu Sesuai/Menyimpang *) pelaksanaan d. Bahan/ Sesuai/Menyimpang *) Alat/Media e. Metode yg Sesuai/Menyimpang *) digunakan f. Peneliti Sesuai/Menyimpang *) Kekurangan :…………………………………………………… :…………………………………………………… :…………………………………………………… :…………………………………………………… :…………………………………………………… :……………………………………………………

22
9. Masalah lain yang dihadapi peneliti (kesibukan guru, kesibukan dosen, keadaan peralatan/media,dsb) …..……………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… 10 Penilaian umum terhadap pelaksanaan penelitian a. Peneliti/Pelaksana: • Kegiatan di kelas • Kegiatan di laboratorium • Komunikasi dengan mitra b. Temuan/hal yang baru/inovasi dalam proses penelitian: c. Keberhasilan yang dicapai: • Indikasi keberhasilan (prestasi belajar siswa, motivasi belajar,

sikap,dsb) • Data pendukung d. Mitra • Kondisi sarana/peralatan • Kontribusi dalam pelaksanaan penelitian • Baik/Tidak baik *) • Baik/Tidak baik *) • Baik/Tidak baik *) …………………………………………………… ……………………………………………………. ……………………………………………………. …………………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… • Baik/Tidak baik *) • Baik/Tidak baik *) 11. Rencana tindak lanjut (follow up) a. Melanjutkan kegiatan penelitian tindakan kelas b. Diseminasi kepada guru lain c. Menulis hasil penelitian menjadi karya tulis ilmiah d. Memperbaiki buku ajar e. Lain, sebutkan………………………… • Ya/Tidak *) • Ya/Tidak *) • Ya/Tidak *) • Ya/Tidak *) • ……………………………………………….. 12. Rencana publikasi: a. Peneliti : b. Guru mitra: :…………………………………………………… ……………………………………………………. 13. Cara pemantauan: [ ] Wawancara [ ] Peninjauan ke lokasi penelitian [ ] Melihat data, foto, atau rekaman [ ] Laporan penelitian [ ] Lain-lain, sebutkan 14. Kesimpulan umum: a. Pelaksanaan penelitian telah selesai : b. Bila belum 100 % selesai, tahapan penelitian yang akan diselesaikan, sebutkan: a…………………% b…………………………………………………. …………………………………………………. ………………………………………………… 15. Gambaran umum dan saran

umat, 04 November 2011
Manfaat TIK untuk pembelajaran
Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access.

Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran. Kutipan dari Kurikulum untuk Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi · Visi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu agar siswa dapat dan terbiasa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya · Melalui mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diharapkan siswa dapat terlibat pada perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk teknologi informasi dan komunikasi. Siswa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. Dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi, siswa akan dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan. Penambahan kemampuan siswa karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang. · Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media. · Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah: 1. Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat. 2. Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan seharihari secara mandiri dan lebih percaya diri. 3. Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan seharihari.

kita sedang berusaha mengejar ketertinggalan dalam mata pelajaran khususnya MIPA dan BahasaInggris. kita harus mempersiapkan diri dan melakukan perencanaan yang matang dalam mengimplementasikan TIK di madrasah. usaha kita akan semakin berat untuk mensejajarkan madrasah dengan sekolah lain.wordpress. sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal. dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi. Jika kita tidak memulainya sekarang maka madrasah sebagai salah satu institusi pendidikan selain sekolah yang berada dibawah Depdiknas akan tertinggal oleh sekolah lain. berinisiatif. dan bertanggungjawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran. Mengamati Program Pengembagan TIK yang dilakukan Depdiknas Untuk mengejar ketertinggalan pemanfaatan TIK di sekolah dari negara lain. dan terbiasa bekerjasama.com/2009/03/18/pemanfaatan-teknologiinformasi- Main menu Lompat ke isi • • Beranda Kontak Saya . di sisi lain TIK akan membuat kita tertinggal semakin jauh. bekerja. http://makalahkumakalahmu. terampil mengorganisasi informasi.4. 5. menarik. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri. Dengan melihat isi dari kurikulum tersebut. kreatif. Melihat kondisi TIK pada saat ini dan perkembangannya di masa datang. Jika ini terjadi. Di satu sisi. kita harus mengintegrasikan TIK dalam proses belajar mengajar di madrasah bukan hanya untuk mata pelajaran teknologi dan informasi saja. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. inovatif. dan pemecahan masalah seharihari. saat iniDepdiknas mempunyai program pengembangan TIK secara besarbesaran.

Elaborasi dan Konfirmasi ( RPP Berkarakter ) Belajar Tanpa Batas melalui Rumah Belajar → Jul 24 2011 Beberapa Karakter Peserta Didik Begitu banyak tipe kepribadian menurut para ilmuwan.• • • Lagu RPP SD Soal UN SD/MI ○ ○ ○ ○ SOAL-SOAL LATIHAN UN 2011-2012 ARSIP SOAL-SOAL LATIHAN TH 2010-2011 ARSIP SOAL-SOAL LATIHAN Th 2009-2010 ARSIP KUMPULAN SOAL-SOAL • • • • • • Arsip Download Galery Penyejuk Hati About Me Download di Ziddu Post navigation ← RPP Menggunakan Tahapan Eksplorasi. Berikut ini adalah tipe-tpe kepibadian menurut masing-masing para ahli agar kita lebih .

dapat dipercaya VS bodoh. pemurung. mempunyai kontrol diri yang baik. Petualang. bahkan kadang-kadang disertai dengan simptom fisik seperti keringat. suka Dominat. tidak bertanggung jawab. Emosi stabil. Riang. yaitu: • Kepribadian Ekstrovert: dicirikan dengan sifat sosiabilitas. mudah bergaul. yang berkaitan dengan pemilikan temperamen pemurung. VS emosi mudah berubah. Mereka mengembangkan tipologi kepribadian berdasarkan cairan tubuh yang menentukan temperamen seseorang. kaku. Penuh energi. dan gugup. Menurut Eysenck 1964 (dalam Buchori 1982) menyatakan Tipe kepribadian dibagi menjadi tiga. bersemangat VS pelamun. Menurut Hippocrates dan Galenus (dalam Kurnia 2007) Tipologi kepribadian yang tertuang bersifat jasmaniah atau fisik. realistis. tidak kreatif. malas. tidak sungguh-sungguh. baik hati. menyendiri. bersahabat. sering ambil bagian dalam aktivitas sosial. • • Menurut Mahmud 1990 (dalam Suadianto 2009) menyatakan Kepribadian terbagi menjadi dua belas kepribadian. pucat. banyak bicara VS mudah berkobar. cepat. yang dicirikan dengan pemilikan temperamen cepat marah. Berbudaya. baik hati VS hati-hati. Tenang. yang meliputi kepribadian sebagai berikut: • • • • • • • • • • • • Mudah menyesuaikan diri. lembut hati VS keras hati. dan tidak sabar. dapat dipercaya VS curiga. tidak emosional. . neurotik. suka menyendiri. menikmati kegembiraan. Kepribadian Introvert: dicirikan dengan sifat pemalu. sedih. pesimis. gigih menghindar (evasive). Tepe kepribadian itu antara lain: • • Tipe kepribadian choleric (empedu kuning). cerdas. Ramah. Sensitif. tekun. impulsif. tegang. estetik VS kasar. Berhati-hati. mudah tersinggung. tergantung. tahan menderita. impulsif. Bebas. hangat VS dingin. mudah tersinggung. bebas. mudah lelah. tertekan. lamban. simpatik. menarik diri. menonjolkan diri VS suka mengalah. tenang. Kepribadian Neurosis: dicirikan dengan pencemas. tidak berbudaya. ramah. bermusuhan.memahami kepribadian peserta didik sehingga saat proses kegiatan belajar dan mengajar berlangsung dengan maksimal. toleran VS tidak tenang. menyerah. ramah. mudah sedih dan mudah putus asa. pendiam. Tipe melancholic (empedu hitam). bertanggung jawab VS emosional. menyenangkan spontan. aktif bicara.

Kelompok anak yang mudah dan menyenangkan. keras kepala. pasif. . dalam kenyataannya lebih banyak manusia dengan tipe campuran (dysplastic). dinamis. dan dikuasai oleh nilai-nilai subjektif. dan cekatan. Perilaku anak sulit diatur. suka humor. yang memiliki temperamen dan sifat periang. agresif. dan sering membantah dan melawan orang tua. dan mudah menyesuaikan diri. minat. • • Namun demikian. Pada periode anak sekolah. Tipe pycknicus atau mesomorphic pada orang yang betubuh gemuk pendek. Tekanan dan harapan sosial untuk mengikuti pendidikan sekolah menyebabkan perubahan perilaku. Pada masa ini. tetapi suka melamun dan sensitif. umumnya manusia mempunyai tipe campuran atau kombinasi antara ekstrovert dan introvert yang disebut ambivert. Menurut Kurnia (2007) menjelaskan bahwa: Karakteristik atau kepribadian seseorang dapat berkembang secara bertahap. kepribadian anak belum terbentuk sepenuhnya seperti orang dewasa. yaitu: • • Tipe Ekstrovert yang perhatiannya lebih banyak tertuju di luar. † Krakteristik perkembangan masa anak awal (2-6 tahun) Masa anak awal berlangsung dari usia 2-6 tahun. Tipe sanguinis (darah). Berikut ini adalah krakteristik perkembangan pada masa anak samapai masa puber. yaitu setelah anak meninggalkan masa bayi dan mulai mengikuti pendidikan formal di SD. dan suka makan. banyak teman. pemberani. dan kadang apatis/ masa bodoh. Macam-macaam kepribadian ini adalah: • Tipe asthenicus atau ectomorpic pada orang-orang yang bertubuh tinggi kurus memiliki sifat dan kemampuan berpikir abstrak dan kritis. Menurut Jung (dalam Sudianto 2009) Tipologi kepribadian dikelompokan berdasarkan kecenderungan hubungan sosial seseorang. dan nilai pada diri anak. Menurut Kretchmer dan Sheldon (dalam Kurnia 2007) menyatakan bahwa Tipologi kepribadian berdasarkan bentuk tubuh atau bersifat jasmaniah. popular dan mempunyai hubungan sosial luas. memiliki sifat periang. bandel. Tipe Introvert yang perhatiannya lebih tertuju ke dalam dirinya. khususnya dalam melakukan kegiatan pembelajaran di dekolah”. Wijaya (1988) menyatakan “karakteristik anak secara sederhana dapat dikelompokkan atas: 1. yang bertemperamen yang serba lamban. malas. Anak yang biasa-biasa saja. Kepribadian mereka masih dalam proses pengembangan. aktif. anak sedang dalam proses penegmbangan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan. Tetapi. Anak yang sulit dalam penyesuaian diri dan sosial. 3. 2.• • Tipe phlegmatic (lendir). Tipe athleticus atau mesomorphic pada orang yang bertubuh sedang/ atletis memiliki sifat senang pada pekerjaan yang membutukhkan kekuatan fisik.

serta persoalan dalam berhubungan dengan orang di sekitarnya. permasalahan yang terkait dengan penerimaan konsep diri. karena tiap anak mempunyai pengalaman belajar yang berbeda satu dengan yang lainnya. Orang dewasa maupun pendidik perlu memahami sikap perilaku anak puber yang kadang menaik diri. serta membantunya agar anak dapat menerima peran seks dalam kehidupan bersosialisasi dengan orang atau masyarakat di sekitarnya.Hal ini memang sangat menyulitkan para pendidik. Di sekolah dasar. sehingga menimbulkan keraguan dan perasaan tidak aman pada anak puber. serta menentukan jenis penyesuaian yang akan dilakukan anak. Para pendidik memberi sebutan anak usia sekolah dasar. Dan sikap para pedidik sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. danmelainkan berkembang secara terbuka sehingga manusia senantiasa berada dalam kondisi perubahan dan perkembangan. Dalam perkembangan kepribadian. Tahap puber terjadi pada batas antara periode anak dan remaja. perilaku negative dan lai-lain. Waktu masa puber relatif singkat (2-4 tahun) ini terjadi pertumbuhan dan perubahan yang sangat pesat dan mencolok dalam proporsi tubuh. yaitupersona yang berarti “topeng” atau seorang individu yang berbicara melalui sebuah topeng yang menyembunyikan identitasnya dan memerankan tokoh lain dalam drama” (Buchori. konsep diri dan sifat-sifat seseorang merupakan hal atau komponen penting. † Krakteristik perkembangan masa anak akhir (6-12 tahun) Karakteristik atau ciri-ciri periode masa anak akhir. di mana ciri kematangan seksual emakin jelas (haid dan mimpi basah). Periode ini terbagi atas tiga tahap. emosional. Orang tua atau pendidik menyebut masa anak akhir sebagai masa yang menyulitkan karena pada masa ini anak lebih banyak dipengaruhi oleh teman-teman sebaya daripada oleh orang tuanya. Menurut Suadianto (2009) menerangkan bahwa . karena pada rentang usia ini (6-12 tahun) anak bersekolah di sekolah dasar. Perkembangan kepribadian “Kata kepribadian dalam bahasa asing disebut dengan kata personality.“konsep diri merupakan konsep. sama halnya dengan ciri-ciri periode masa anak awal dengan memperhatikan sebutan atau label yang digunakan pendidik. Konsep diri seseorang dipengaruhi dan ditentukan oleh peran dan hubungannya dengan orang lain terhadap dirinya” (Buchori 1982). Kata ini berasal dari kata latin. Tak heran. atau sebagai bayangan dari cermin diri. yaitu tahap: prapuber. apabila para guru Playgroup sampai SD harus lebih bersabar dalam melangsungkan pembelajaran atau mendidik siswa. 1982:91). Kebanyakan anak pada masa ini juga kurang memperhatikan dan tidak bertanggung jawab terhadap pakaian dan benda-benda miliknya. Tahap prapuber bertumpang tindih dengan dua tahun terakhir masa anak akhir. Tahap pascapuber bertumpang tindih dengan dua tahun pertama masa remaja. Disiplin mulai bisa diterapkan pada anak sehingga anak dapat mulai belajar hidup secara tertib. puber. maupun gambaran seseorang mengenai dirinya sendiri. dan pascapuber. Sehingga kepribadian seseorang adalah perangsang dari orang tua atau kesan yang ditimbulkan oleh keseluruhan tingkah laku orang lain. D. † Krakteristik perkembangan masa puber (11/12 – 14/15 tahun) Masa puber adalah suatu periode tumpang tindih antara masa anak akhir dan masa remaja awal. Kepribadian selalu dalam penyesuaian diri yang unik dengan lingkungannya dan berkembang bersama-sama dengan lingkungannya. Kepribadian bersifat dinamis (tidak statis). persepsi. anak diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan yang dianggap penting untuk keberhasilan melanjutkan studi dan penyesuaian diri dalam kehidupannya kelak. Peubahan fisik dan sikap puber ini berakibat pula pada menurunnya prestasi belajar.

misalnya sifat sabar anak dikarenakan orang tuanya juga memiliki sifat sabar. ada sifat atau pribadi yang tertutup. ada peserta didik yang kurang menghargai pendidikya dan mengaggap suatu hal biasa.Sifat mempunyai dua ciri yang menonjol. 3. tidak ada kepribadian dan sifat-sifat yang benarbenar sama. Pengalaman itu membentuk konsep diri primer yang sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak dalam mengadakan penyesuaian diri dan sosial pada perkembangan kepribadian periode selanjutnya. Ada peserta didik yang diajak berbicaraselalu merespon. tetapi pendidik harus mengenal kepribadian dari murid-muridnya. ada 3 faktor yang menentukan perkembaangan kepribdian seseorang termasuk peserta didik. E. demikian juga wawasan sosial anak dipengaruhi oleh tingkat kecerdasannya. konsep diri merupakan inti kepribadian yang mempengaruhi berbagai sifat yang menjadi ciri khas kepribadian seseorang. yaitu: (1) Individualistis yang diperlihatkan dalam kuantitas ciri tertentu dan bukan kekhasan ciri bagi orang lain. Pada perkembangan kepribadian pesera didik. Pengalaman awal dalam lingkungan keluarga ketika anak masih kecil. saat pendidik melakukan kesalahan dan peserta didik mengejek dengan kata kurang sopan. Keadaan atau proses beajar dan mengajar tidak dapat berjalan dengan baik apabila kita tidak saling mengenal dengan peserta didik. Misalnya. Menurut Kurnia (2007) menyatakan bahwa Mengenai perkembangan pola kepribadian. Berdasarkan tipe-tipe kepribadian yang telah tercantum di atas bahwa setiap sifat yang baik pasti ada sifat yang jelek. maka kita akan ditakuti oleh dia dan bisa saja peserta didik tersebut dan . terdapat kecenderungan ciri sifat kepribadian yang menetap dan relatif tidak berubah sehingga mewarnai timbul perilaku khusus terhadap diri seseorang. perilaku orang tua dan lingkungan kelompok teman sebaya. benar. 2. sopan dan lain-lain. (2) Konsistensi yang berarti seseorang bersikap dengan cara yang hampir sama dalam situasi dan kondisi yang serupa. namun sangat penting. Menurut Suadianto (2007) menjelaskan bahwa hal penting dalam perkembangan kepribadian adalah ketetapan dalam pola kepribadian atau persistensi. Tiap anak adalah individu yang unik dan mempunyai pengalaman belajar dalam penyesuaian diri dan sosial yang berbeda secara pribadi. atau karena pengalaman yang sangat kuat sehingga mengubah konsep diri dan sifat-sifat yang sudah terbentuk pada diri seseorang. Apalagi kita sebagai pendidik selalu bersama dengan peserta didik yang sangat banyak dan masing-masing mempunyai karakter-karakter tersendiri. Faktor bawaan. Pengaruh kepribadian terhadap peserta didik Memahami karakter seseorang memang sangat sulit. Kita sebagai pedidik. ada peserta didik yang periang. serta peran dan pilihan anak ketika berinteraksi dengan lingkungan sosial. Artinya. Saling mengenal tidak harus dengan menghafal nama-nama dari peserta didik. termasuk sifat-sifat yang diturunkan kepada anaknya. Apabila kita langsung memarahi dan tidak bisa menahan emosi kita. kita harus mengendalikan ego dan menambah kesabaran saat berinteraksi dengan peserta didik untuk mengingatkan bahwa hal tersebut salah. Persistensi dapat disebabkan oleh kondisi bawaan anak sejak lahir. Pengalaman kehidupan selanjutnya dapat memperkuat konsep diri dan dasar kepribadian yang sudah ada. yaitu: 1. pendidikan yang ditempuh anak. anak yang suka bergurau dan menganggap guru adalah teman.

Top of Form Search Everything : partner-pub-7548222631054950:tei1n4iw 2fl FORID:10 UTF-8 Search blog. A good theory of instruction must exploit this useful data base. Tesis.co.id/url?sa=t&rct=j&q=teori2%20belajar%20dalampenjaskes&source=w eb&cd=1&ved=0CCAQFjAA&url=http%3A Bottom of Form Post Tagged Teori Teori Belajar Dalam Penjaskes Search for: Teori2 Belajar Dalampenjaskes Model Pembelajaran Kognitif dan Model Elaborasi 11 Jul 2011 . Untuk memenuhi maksud ini... The useful developments in the cognitive psychology of learning and memory should be incorporated into a general theory of instruction. Kita sebagai pendidik harus melihat kepribadian siswa tersebut apakah mudah tersingung atau tidak. Dalam perkembangan berikutnya. Namun bila dia mudah tersinggung maka kita bisa menegur saat di luar jam pelajaran. dikembangkan oleh Norman (1973). The useful developments in the cognitive psychology of learning and memory should be incorporated into a general theory of instruction. belajaran.id/tag/teori-teori-belajar-dalam-penjaskes/feed w w w . Mayer (1981: 25) menyatakan: Instructional theory should be cognitive.ac. yang menyatakan bahwa perolehan dan retensi pengetahuan baru dapat dimudahkan dengan cara mengasimilasi-kannya ke dalam pengetahuan yang sudah dimiliki oleh si-belajar (subsuming cognitive structure). yang disertai tinjauan umum terhadap konsep. Ausubel (1963) dapat dikatakan sebagai orang yang paling awal mengemukakan pentingnya ada landasan kognitif dalam tindakan pembelajaran. bukan suasana yng menyenangkan yang didapat melainkan suasana tegang. Sejalan dengan Ausubel.tp. Bila murid tersebut tidak muah tersinggung. During the past 10 years there has been an explosion of knowledge concerning human cognitive processes and memory structures. Bila suasana yang tercipta adalah tegang maka materi yang diberikan tidak diserap hingga maksimal dan akhirnya prestasi menurun.google. Norman menyebutnya dengan webteaching. Pembelajaran hendaknya dimulai dengan penyajian garis besar dari isi yang akan diajarkan. kita bisa mengingatkan kesalahannya dengan cara lelucon. During the past 10 years there has been an explosion of knowledge concerning human cognitive processes and memory structures.teori kognitif. yang menyatakan bahwa perolehan dan retensi p . Norman mengemukakan bahwa belajar_yang efektif pada dasarnya adalah mengaitkan informasi baru ke dalam struktur kognitif yang sudah ada dalam din si-belajar.. Tesis. Mayer (1981: 25) menyatakan: Instructional theory should be cognitive. Norman memformulasikan cara penyajian pembelajaran sebagai berikut. dijadikan pijakan oleh Ausubel (1968) dalam menciptakan model .. A good theory of instruction must exploit this useful data base. Dalam perkembangan berikutnya.yang lain langsung merasa tegang dan akhirnya pada saat peajaran..

dan sejenisnya membuktikan bahwa antara hasil serta proses belajarnya tidak konsisten atau hasil tersebut diperoleh dengan cara-cara yang tidak tepat (sebagaimana dituntut oleh hakikat belajar kemanusiaan yang sebenarnya). Ungkapan lain dipakai oleh Joyce dan Weil (1980). Sehubungan dengan pentingnya penerapan PKP dalam pembelajaran siswa. 2) akan mengecewakan banyak pihak. Hasil belajar seseorang siswa bersifat evolutif (setapak demi setapak).. tetapi perlu diingat bahwa hasil belajar bukan seperti produk pabrik yang mekanisme (asal perangkat permesinannya beres. integrative reconciliation. Komponen strategi pembelajaran ini konsisten dengan pemikiran Ausubel bahwa struktur kognitif yang sudah ada bertindak sebagai alat . (Conny Semiawan. bahan bakunya standar. proses keterlibatan belajar siswa sekaligus telah mencerminkan arah serta kualitas hasilnya. Read More Dasar Pertimbangan Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) 28 Jul 2011 . Advance organizer merupakan pernyataan umum yang memperkenalkan bagian-bagian utama yang tercakup dalam urutan pembelajaran. Pembelajaran yang mengutamakan hasil belajar adalah benar. Hasil belajar seseorang siswa bersifat evolutif (setapak demi setapak).. kasus keraguan sistem PMDK (yang akhirnya ditiadakan oleh Depdikbud). Kasus siswa SMA kelas I. dengan nilai NEM serta STTB yang baik tetapi tersendat mengikuti beban belajar di SMA. tetapi perlu diingat bahwa hasil belajar bukan seperti produk pabrik yang mekanisme (asal perangkat permesinannya beres. dkk. 1985:14 s.. lebih-lebih jika terjebak dalam pandangan yang sempit (lihat A.. tenaga penggerak emsinnya ada pasti menghasilkan jenis barang yang standar. dan mengaitkan pengetahuan yang sedang dipelajari dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sibelajar. . yaitu: advance organizer. bahan bakunya standar. pilihan metodologis yang tepat... tenaga penggerak emsinnya ada pasti menghasilkan jenis barang yang standar. 16) mengajukan dasar pertimbangan sebagai berikut : PKP selaras dengan hasrat belajar sepanjang hayat dan . seperti yang dimaui dalam rancangannya). dan kecakapan memproses diri dalam belajarnya (adanya rencana kerja. bahwa advance organizer berfungsi untuk menjelaskan.pembelajarannya. disiplin waktu. dan kecakapan memp . la berfungsi sebagai kerangka konseptual bagi pengetahuan berikutnya yang lebih rinci dan abstrak. progressive differentiation.d. mengintegrasikan. Perhatian yang berlebihan terhadap hasil belajar dan cenderung kurang meneliti proses pencapaiannya. proses keterlibatan belajar siswa sekaligus telah mencerminkan arah serta kualitas hasilnya. Model pembelajaran Ausubel mengintegrasikan 3 komponen struktural.belajaran yang mengutamakan hasil belajar adalah benar.. dan pendayagunaan fasilitas secara efisien) juga merupakan hasil belajar siswa yang penting dan mendasar. seperti yang dimaui dalam rancangannya).

id/tag/teori-teori-belajar-dalampenjaskes/feed#ixzz1nDvB5sgG ← Masalah-Masalah pada Masa Remaja Tahapan Perkembangan Kognitif Individu-Piaget → Prinsip Pengembangan Kurikulum Posted on 31 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT .Artikel ini disalin dari : http://blog.tp.ac.

(2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan. tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan. dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. Dalam pengembangan kurikulum. dan efektivitas. kontinuitas. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran. bahan. dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya. Prinsip relevansi. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum. Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis). tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja. yakni adanya kesinambungandalam kurikulum. tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis). serta kemampuan dan latar bekang peserta didik. baik secara vertikal. penerapan dan evaluasi. Oleh karena itu. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. seperti : politikus. dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes. 2. Dalam pengembangan kurikulum. serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. fleksibilitas. namun di dalamnya melibatkan banyak orang. praktis. pengusaha. Prinsip fleksibilitas. maupun secara horizontal. yaitu : 1. prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan. memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang. strategi. baik yang . orang tua peserta didik. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip – prinsip umum : relevansi. prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran.Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif. dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. didalamnya mencakup: perencanaan. organisasi dan evaluasi). Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. 3. Prinsip kontinuitas. dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar. Dalam hal ini. secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan.

dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. dunia usaha dan dunia kerja. dan seni. yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. 6. kreatif. tanpa membedakan agama. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. berilmu. 3. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. serta status sosial ekonomi dan gender. yaitu : 1. terdapat sejumlah prinsipprinsip yang harus dipenuhi. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. keterampilan akademik. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. nonformal dan informal. budaya dan adat istiadat. Prinsip efisiensi. Belajar sepanjang hayat. dan pengembangan diri secara terpadu. dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. perkembangan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. Prinsip efektivitas.di dalam tingkat kelas. 4. 2. perkembangan. sehat. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. dan seni. 4. pengembangan keterampilan pribadi. baik secara kualitas maupun kuantitas. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan. suku. cakap. kebutuhan. Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. keterampilan sosial. Berpusat pada potensi. Menyeluruh dan berkesinambungan. muatan lokal. keterampilan berpikir. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. teknologi. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. dengan . antar jenjang pendidikan. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. 5. dan jenjang serta jenis pendidikan. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. 5. berakhlak mulia. kebutuhan. kondisi daerah. biaya. Oleh karena itu. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu. teknologi. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum. banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . berbangsa dan bernegara. • Balam . 7. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. yang justru tampaknya sering kali terabaikan.

Kegiatan Pembelajaran isinya harus merupakan kegiatan siswa dan life skill yang terkait dengan kegiatan pembelajarannya. atau tahap belajarmengajar atau dengan kata lain Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi. Penyerahan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada tiap sekolah dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan bertujuan agar kurikulum tersebut dapat disesuaikan dengan karakter dan tingkat kemampuan sekolah masing-masing. Silabus Silabus pada hakikatnya menjelaskan secara singkat mengenai materi yang akan dibahas dari setiap mata ajar dan tujuan yang hendak dicapai dari suatu pengajaran. Landasan hukum kurikulum ini yaitu Undang-undang Sikdiknas No. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) disusun oleh masing-masing sekolah dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. terdapat rambu-rambu yang telah disepakati sehingga menghasilkan Standar Pendidikan yang telah dirancang negara kearah lebih baik dan output yang berimtaq. 1. Dalam menyusun silabus. . Materi Pokok adalah Kata Benda yang ada pada masing-masing Kompetensi Dasar (KD). 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. 4. Indikator dituliskan dengan memakai Kata Kerja Operasional + Materi Essensial. dan tidak perlu menggunakan kata-kata siswa dapat. Kompetensi dasar dan indikator ke dalam materi pokok/pembelajaran. 15 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.• • • • • • Silabus RPP SMP berkarakter Silabus RPP SMA berkarakter Silabus RPP SD berkarakter Jadwal UN 2012 POS UN 2012 Kisi-kisi soal UN 2012 You are here»BandarLampung»Info Silabus SD•Info silabus SMP•Info silabus SMU SMK»RPP Silabus dan KTSP RPP Silabus dan KTSP Setia 5 KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) merupakan kurikulum yang bersifat operasional dan dilaksanakan dimasing-masing tingkat satuan pendidikan. tapi langsung pada kegiatan siswa. 3. KD (Kompetensi Dasar) dituliskan dengan memakai Kata Kerja + Kata Benda. sehingga rumusnya adalah KD=KK + KB 2. kegiatan pembelajaran dan pencapaian kompetensi untuk penilaian.

apakah bisa ESSAY. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut 5. Modul apa. yang keberapa serta Pengarang dan Penerbitnya Pengertian RPP Perkiraan atau proyeksi mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran 1. berakibat terhadap nurturant effect Prinsip Penyusunan 1. Sumber Belajar wajib dituliskan lengkap Judul Buku. Jika Tes-nya berbentuk Lisan demikian pula tes lisan nya apa saja. Penilaian diisikan dengan jelas jika tes tertulis terdiri dari apa sajakah tertulisnya sesuaikan dengan uraian pada kolom indikator. Mendorong partisipasi aktif peserta didik 3. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi Tujuan Dan Manfaat 1. 6. Memberi gambaran mengenai acuan kerja jangka pendek 3. Pembelajaran adalah proses yang ditata dan diatur menurut langkah-langkah tertentu agar dalam pelaksanaannya dapat mencapai hasil yang diharapkan 3. PILIHAN GANDA. Jangka pendek (1-3 kali pertemuan) Langkah-langkah Penyusunan RPP . Memperhatikan perbedaan individu peserta didik 2. Memberikan landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompetensi dasar dan indikator 2.5. Sistematis 4. Alokasi Waktu. Rencana yang mengambarkan prosedur dan pengoraginasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dlam silabus 2. PENYUSUNAN LAPORAN atau lainnya yang sifatnya tertulis. Operasional 3. Mengembangkan buadaya membaca dan menulis proses pembelajaran 4. RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. Keterkaitan dan keterpaduan 6. memberi pengaruh terhadap pengembangan individu siswa 4. biasanya menggunakan rumus perbandingan 1 2 4 yaitu pada TM (Tatap Muka) dikalikan 1 pada PS (Praktek di Sekolah) dikalikan 2 dan pada PI (Praktek di Industri) dikalikan 4 7. Karena dirancang secara matang sebelum pembelajaran. Spesifik 2. Karena disusun dengan menggunakan pendekatan sistem. Prinsip-Prinsip Pengembangan RPP 1.

dan Indikator yang telah ditentukan.KD. Menentukan alokasi wajtu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. Mengisi kolom identitas 2. Menentukan langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. 5. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. kompetensi dasar dan indikator yang hendak dicapai. Mengidentifikasi materi ajar berdasrkan materi pokok atau pembelajaran yang terdapat dalam silabus.KD dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. lembar pengamatan.1. Tuliskan juga nomor kompetensi dasarnya (jika ada) . dll Prosedur Penyusunan COntoh RPP SK – KD – Indikator 1. Menetukan SK. contoh soal. inti. Mene\ntukan alat/bahan/sumber belajar 9. Tuliskan standar kompetensi. teknik penskoran. Menyusun criteria penilaian. 6. dan akhir 8. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7.

Tuliskan prosedur. Rumusan Kegiatan Pembelajaran 1. Media. Tuliskan materi pembelajaran (beserta uraian singkat) yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator Kegiatan Pembelajaran Tuliskan kegiatan pembelajaran berupa kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar. seperti: penilaian portofolio. Contoh Menentukan Materi Pembelajaran . seperti: remedial. serta tindak lanjut hasil penilaian. hasil karya (product). dan tes tertulis (paper & pen test). Tuliskan berbagai alat dan media atau sumber belajar lain yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang sesuai untuk pencapaian kompetensi dasar 2. Gunakan cara penulisan yang sudah baku. dan alat/instrumen yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi dasar oleh siswa. Dengan bantuan peta Indonesia. tuliskan juga bagian/bab dan halamannya Penilaian Pembelajaran 1. Sesuaikan dengan teknik penilaian berbasis kelas. jenis. siswa menunjukkan dan menandai daerahdaerah rawan kecelakaan kereta api. Tuliskan sumber bahan/rujukan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. bentuk. Siswa dibagi ke dalam tiga kelompok kecil (4-5 orang) mendiskusikan tentang penyebab terjadinya kecelakaan kereta api 2. Sumber Rujukan 1. Setiap mahasiswa mengamati proses lokomotif berjalan melalui penayangan slow motion media video 4. mencakup kegiatan tatap muka dan non tatap muka Alat. 2. atau percepatan. Dsb. kinerja (performance). penugasan (project).2. Siswa memperhatikan uraian guru tentang terjadinya peristiwa terjadinya kecelakaan kereta api 3. pengayaan.

Bagaimana ia diadministrasikan (tes individual atau kelompok) b. Hakekat dari kelompok yang akan diperbandingkan (tes buatan guru atau tes baku) . PENGUKURAN. PENGUKURAN. PENILAIAN. DAN EVALUASI BAB I PENGERTIAN TES. Tipe respon yang bagaimana yang harus dikerjakan oleh subyek (tes unjuk kerja atau tes kertas dan pensil) e. DAN EVALUASI 6 PENGERTIAN TES. PENILAIAN.Contoh rumusan Kegiatan Pembelajaran Home » Pendidikan » PENGERTIAN TES. Apa yang akan diukur (tes sampel atau tes sign) f. Bagaimana ia diskor (tes obyektif atau tes subyektif) c. DAN EVALUASI A. PENGERTIAN TES Tes dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan atau tugas atau seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait (sifat) atau atribut pendidikan atau psikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. Tes dapat diklasifikasi berdasarkan : a. PENILAIAN. PENGUKURAN. Respon apa yang ditekankan (tes kecepatan atau tes kemampuan) d.

g. Norman E. Pengukuran berkaitan erat dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif. Lehmann (1973) mendefinisikan : pengukuran sebagai berikut : “Using observations. Richard H. yaitu “quantitativaness” dan “constancy of units”. evenrs. Or any other device that allows us to obtain information in a quantitative form is measurement” . Ebel dan David A. Pengukuran diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang. or object according to explicit formulations or rules”. C. d. Gilbert Sax (1980) menyatakan “measurement: The assignment of numbers to attributes of characteristics of person. Frisbie (1986) merunuskan pengkuran sebagai “Measurment is a process of assigning numbers to the individual numbers of a set of objects or person for the purpose of indicating differences among them in the degree to which they posscess the characteristic being measured. PENGERTIAN PENGUKURAN Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numeric dari suatu tingkatan dimana seseorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. rating scales. f. Robert L. William A. atau obyek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas. Victor H. PENGERTIAN PENILAIAN . c. Atas dasar dua karakteristik ini ia menyatakan “since measurement is a quantitative process. Gronlund (1971) secara sederhana merumuskan pengukuran sebagai “Measurement is limited to quantitative descriptions of pupil behavior”. is results of measurement are always expessed in numbers. Adams (1964) merumuskan pengukuran sebagai “nothing more than careful observations of actual performance under staandar conditions”.Noll (1957) mengemukakan dua karakteristik utama pengukuran. e.B. Lindeman (1967) merumuskan pengukuran sebagai “the assignment of one or a set each of a set of persons or objects according to certain established rules” b. Georgia S.Mehrens dan Irlin J. Berikut ini akan dikutip beberapa definisi pengukuran yang dirumuskan oleh beberapa ahli pengukuran pendidikan dan psikologi yang acap kali dijadikan acuan beberapa penulis a. hal.

Namun diantara keempat istilah tersebut pengertiannya masih sering dicampuradukan. Ada empat macam istilah yang berkaitan dengan konsep penilaian dan sering kali digunakan untuk mengetahui keberhasilan belajar dari peserta didik yaitu pengukuran. pengujian. membawa implikasi terhadap model dan tehnik penilaian proses dan hasil belajar. Penilaian untuk memperoleh berbagai ragam informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau informasi tentang ketercapaian kompetensi peserta didik. Penilaian adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat. Metode dan tehnik penilaian sebagai bagian dari penilaian internal (internal assessment) untuk mengetahui proses dan hasil belajar peserta didik terhadap penguasaan kompetensi yang diajarkan oleh guru. Penelitian yang dilakukan lembaga / institusi tersebut dimaksudkan sebagai pengendali mutu proses dan hasil belajar peserta didik. padahal keempat istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Sedangkan proses pengujian merupakan bagian dari pengukuran yang dilanjutkan dengan kegiatan penilaian. Hal ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketercapaian ketuntasan kompetensi oleh peserta didik. Pelaku penilaian terhadap proses dan hasil belajar diantaranya internal dan eksternal. Proses penilaian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar peserta didik. Sebenarnya proses pengukuran. penilaian dan evaluasi. . juga sekaligus sebagai umpan balik kepada guru agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses program pembelajaran. Penilaian internal merupakan penilaian yang dilakukan dan direncanakan oleh guru pada saat pembelajaran berlangsung. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. evaluasi dan pengujian merupakan suatu kegiatan atau proses yang bersifat hirarkis. kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki. biasanya dilakukan oleh suatu institusi / lembaga baik didalam maupun diluar negeri. Penilaian menyeluruh dan berkelanjutan dalam Konsep Penilaian dari Implementasi peraturan pemerintah No.Penilaian (assessment) merupakan istilah yang umum dan mencakup semua metode yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dengan cara menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok. Sedangkan penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pihak luar yang tidak melaksanakan proses pembelajaran. penilaian. Artinya kegiatan dilakukan secara berurutan dan berjenjang yaitu dimulai dari proses pengukuran kemudian penilaian dan terakhir evaluasi. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru selain untuk memantau proses.

berharga atau tidak berharga. dan lain sebagainya. Kuantatif hasilnya berupa angka. Pengukuran dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada klasifikasi observasi unjuk kerja atau kemampuan. Shinkfield (1985) secara singkat merumuskan evaluasi sebagai berikut: “Evaluation is the systematic assessment of the worth or merit of some object”. and guidance” menjelaskan bahwa kita mengukur berbagai kemampuan anak didik. sangat kurang. Pengukuran dalam kegiatan belajar bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Stufflebeam dan Anthony J. b. Kuesioner sejumlah pertanyaan atau pernyataan sedangkan peserta didik diminta untuk menjawab atau memberikan pendapatnya terhadap pernyataan yang diajukan. Daniel L. Pengukuran dapat menggunakan tes dan non tes. Adams (1964) dalam bukunya “Measurement and evaluation in education. PENGERTIAN EVALUASI Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. sedangkan kualitatif hasilnya berupa pernyataan yaitu berupa pernyataan sangat baik.Menurut Guilford (1982) pengukuran adalah proses penepatan angka terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu. Instrumen non tes bias berbentuk kuesioner atau inventori. maka kita tidak lagi membatasi diri kita dalam pengukuran. kurang. Tes adalah seperangkat pertanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah. Thorndike dan Elizabeth Hagen (1961) menjelaskan evaluasi tersebut . c. Sedangkan non tes adalah pertanyaan maupun pernyataan yang tidak memiliki jawaban benar atau salah. baik. Peserta didik dengan menggunakan suatu standar. psychology. Evaluasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses penilaian untuk mengambil keputusan yang menggunakan seperangkat hasil pengukuran dan berpatokan kepada tujuan yang telah dirumuskan. cukup. kita sekarang telah mengevaluasi kemampuan atau kemajuan anak didik. misalnya potensi peserta didik. Dengan demikian maka evaluasi antara lain merupakan kegiatan membandingkan tujuan dengan hasil dan juga merupakan studi yang mengkombinasikan penampilan dengan suatu nilai tertentu. D. Robert L.Bila kita melangkah lebih jauh lagi dalam menginterprestasi skor sebagai hasil pengukuran itu dengan menggunakan standar tertentu untuk menentukan nilai dalam suatu kerangka maksud pendidikan dan pelatihannya atau atas dasar beberapa pertimbangan lain untuk membuat penilaian. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Untuk memperjelas pengertian evaluasi tersebut ada baiknya bila dikutip beberapa perumusan sebagai berikut: a. Inventori merupakan instrument yang berisi tentang laporan diri dari keadaan peserta didik.

TES. Tes jenis ini sangat umum dalam masyarakat kita. Bukan untuk memperoleh calon yang paling besar kemungkinan berhasil dalam pekerjaan atau program yang akan dilakukan. penilaian. Dilihat dari segi ini. BAB II HUBUNGAN PENGUKURAN. Ada beberapa alasan untuk menggunakan pengukuran. karena dalam evaluasi juga termasuk penilaian formal dan penilaian intuitif mengenai kemajuan peserta didik. antara lain : a. PENILAIAN DAN EVALUASI Sebenarnya proses pengukuran. Dalam beberapa hal evaluasi lebih luas. Seleksi Tes dan beberapa alat pengukuran digunakan untuk mengambil keputusan tentang orang yang akan diterima atau ditolak dalam suatu proses seleksi. dan evaluasi dalam pendidikan. Sedangkan proses pengujian merupakan bagian dari pengukuran yang dilanjutkan dengan kegiatan penilaian. maka acapkali tes seleksi yang dilakukan hanya sekedar untuk memisahkan orang yang akan diterima dari orang yang akan ditolak. Penempatan Dalam kursus atau latihan yang singkat biasanya dilakukan tes penempatan. untuk menentukan tempat yang paling cocok bagi seseorang untuk dapat berprestasi dan . karena hampir selalu terjadi peminat untuk pekerjaan atau pendidikan jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan. Sedangkan evaluasi sumatif dilakukan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit pengajaran ke unit berikutnya. Evaluasi formatif dilakukan dengan maksud memantau sejauh manakah suatu proses pendidikan telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. Secara garis besar evaluasi dapat dibagi menjadi dua. evaluasi dan pengujian merupakan suatu kegiatan atau proses yang bersifat hirarkis. Artinya kegiatan dilakukan secara berurutan dan berjenjang yaitu dimulai dari proses pengukuran kemudian penilaian dan terakhir evaluasi. tes. b. Untuk dapat memutuskan penerimaan atau penolakan ini maka haruslah digunakan tes yang tepat. yaitu tes yang dapat meramalkan keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam suatu kegiatan tertentu pada masa yang akan datang dengan resiko yang terendah. Dengan demikian hasil pengukuran yang benar merupakan dasar yang kokoh untuk melakukan evaluasi. Evaluasi juga mencakup penilaian tentang apa yang baik dan apa yang diharapkan.dengan mengatakan bahwa evaluasi itu berhubungan dengan pengukuran. yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif (istilah ini pertama kali digunakan oleh Scriven (1967) dalam artikelnya berjudul “The Methodology of evaluation”).

serta dapat menjadi pedoman dalam mempelajari bahan pengayaan. Jadi sebelum dilakukan remedial. c. dan evaluasi yang dilakukan sebagai kegiatan sehari-hari guru dan pendidik. Pengembangan ilmu Hasil pengukuran. Memotivasi dan membimbing belajar Hasil tes seharusnya dapat memotivasi belajar peserta didik. e. baik bagi individu yang menempuh tes maupun bagi guru atau instruktur yang berusaha mentransfer kemampuan kepada peserta didik. Dari hasil itu akan diperoleh pengetahuan emperik yang sangat berharga untuk pengembangan ilmu dan teori. yaitu dengan membandingkan skor seseorang dengan kelompoknya dan dengan melihat kedudukan skor yang diperoleh seseorang dengan kriteria yang ditentukan sebelum tes dimulai. dan evaluasi tentu saja akan dapat member sumbangan yang berarti bagi perkembangan teori dan dasar pendidikan. Tes seperti ini terutama didasarkan pada informasi tentang apa yang telah dan apa yang belum dikuasai oleh seseorang. g. Setidak-tidaknya ada dua cara menginterpretasi skor tes. dan juga dapat menjadi pembimbingan bagi mereka untuk belajar. BAB III . f. Untuk yang pertama dinamakan “norm reference test” dan yang kedua dinamakan “criterion reference test”. Dan bagi mereka yang mendapat skor yang tinggi tentu saja hasil itu dapat menjadi motivasi mempertahankan dan maningkatkan hasilnya. Suatu skor tes dapat digunakan sebagai umpan balik.berproduksi secara efisien dalam suatu proses pendidikan atau pekerjaan. maka seharusnya didahului oleh suatu tes diagnosis. Perbaikan kurikulum atau program pendidikan yang dilakukan tanpa hasil evaluasi yang sistematik acapkali menjadi usaha sia-sia yang mubajir. tes. d. Umpan balik Hasil suatu pengukuran atau skor tes tertentu dapat digunakan sebagai umpan balik. Diagnosis dan remedial Tes seperti ini terutama untuk mengukur kekuatan dan kelemahan seseorang dalam kerangka memperbaiki penguasaan atau kemampuan dalam suatu program pendidikan tertentu. bila telah diinterpretasi. Perbaikan kurikulum dan program pendidikan Salah satu peran yang penting evaluasi pendidikan ialah mencari dasar yang kokoh bagi perbaikan kurikulum dan program pendidikan. tes. Ilmu seperti pengukuran pendidikan dan psikometrik sangat tergantung pada hasil-hasil pengukuran. Bagi mereka yang memperoleh skor yang rendah seharusnya menjadi cambuk untuk lebih berhasil dalam tes yang akan datang dan secara tepat dapat mengetahui diwilayah mana terletak kelemahannya.

misalnya : mengukur kemajuan belajar peserta didik dalam rangka mengisi nilai rapor yang dilakukan dengan menguji mereka dalam bentuk tes hasil belajar. 2. Dari contoh tersebut dapat kita dipahami bahwa pengukuran itu sifatnya kuantitatif. panjang kaki. dan sebagainya. dengan demikan dapat ditentukan Ahmad termasuk anak yang pandai. Contoh lain: dari 100 butir yang diajuakan dalam tes. Misalnya mengukur suhu badan dengan ukuran berupa thermometer: hasilnya: 360 celcius. sehat atau sakit. Pengukuran yang dilakukan untuk menguji sesuatu. seseorang yang suhu badannya 36°Celcius termasuk orang yang normal kesehatannya. Pengukuran untuk menilai. Dalam contoh di atas tadi. misalnya . Jadi penilaian itu sifatnya adalah kualitatif. yaitu : 1. dengan demikian orang tersebut dapat ditentukan sehat badannya. penilaian dan evaluasi . PENILAIAN.PERBEDAAN PENGUKURAN. 3. dapat dibedakan menjadi tiga macam. Namun dengan uraian berikut ini kiranya akan dapat membantu memperjelas perbedaan dan sekaligus hubungan antara pengukuran. ukuran pinggan dan sebagainya. Penialian” berarti menilai sesuatu. Sedangkan menilai itu mengandung arti : mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mendasarkan diri atau berpegang teguh pada ukuran baik atau buruk. pandai atau bodoh dan sebagainya. Mengukur pada hakikatnya adalah membandingkan sesuatu dengan atau atas dasar ukuran tertentu. Pengukuran yang dilakukan untuk menguji sesuatu : misalnya . terlebih dahulu perlu dipahami bahwa dalam praktek acapkali terjadi kerancuan atau tumpang tindih (overlap) dalam penggunaan istilah “evaluasi”. yang dilakukan dengan jalan menguji sesuatu . dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk “mengukur” sesuatu. pengukuran yang dilakukan oleh penjahit pakaian mengenai panjang lengan. Kenyataan seperti itu memang dapat dipahami. Pengukuran yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan measurement dan dalam bahasa Arabnya adalah muqayasah. pengukuran untuk menguji daya tahan lampu pijar. Pengukuran yang bersifat kuantitatif itu. 80 butir dijawab dengan betul oleh Ahmad. 390 celcius dan seterusnya. Pengukuran jenis ketiga inilah yang biasa dikenal dalam dunia pendidkan. . mengingat bahwa diantara ketiga istilah tersebut saling kait. EVALUASI DAN TES Sebelum melanjutkan pembicaraan tentang evaluasi pendidikan secara lebih luas dan mendalam.mengkait sehingga sulit untuk dibedakan. “penilaian” dan “pengukuran”. 380 celcius. lebar bahu. pengukuran untuk menguji daya tahan per baja terhadap tekanan berat. ahmad menjawab dengan betul sebanyak 80 butir soal. Dari 100 butir soal.

M. sebaliknya teknik pengukuran yang tepat akan memberikan landasan yang kokoh untuk mengadakan evaluasi yang tepat. tidak semua penafsiran itu bersumber dari keterangan-keterangan yang bersifat kuantitatif. dilakukanlah pengukuran. sebab pengukuran itu sebenarnya hanyalah merupakan suatu langkah atau tindakan yang kiranya perlu diambil dalam rangka pelaksanaan evaluasi. Namun demikian tidak dapat disangkal adanya kenyataan.Dr. bahwa Evaluasi dalam bidang pendidikan sebagian besar bersumber dari hasil-hasil pengukuran. pada umumnya para pakar di bidang pendidikan sependapat. misalnya keterangan –keterangan mengenai hal-hal yang disukai siswa. hasil pengukuran itu berwujud keterangan yang berupa angka-angka atau bilanganbilangan. misalnya untuk dapat untuk dapat menetukan keberhasilan pengajaran pendidikan agama islam . inilah sebabnya mengapa dalam praktek masalah pengukuran mempunyai kedudukan yang sangat penting di dalam dalam proses evaluasi. Untuk dapat menentukan nilai dari sesuatu yang sedang dinilai itu. Dikatakan “kiranya perlu diambil” sebab tidak semua penilaian itu harus senantiasa didahului oleh tindakan pengukuran secara lebih nyata. Evaluasi adalah kegiatan atau proses untuk menilai sesuatu. . Lebih lanjut masroen menegaskan bahwa penilaian (setidak-tidaknya dalam bidang psikologi dan pendidikan) mempunyai arti yang lebih luas ketimbang istilah pengukuran.Sedangkan “Evaluasi” adalah mencangkup kegiatan yang telah dikemukakan terdahulu. Masroen. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini. yang kesemuanya itu tidak bersifat kuantitaif melainkan kualitatif. sebab sebagaimana dikemukakan oleh Prof. ada cara lain yang dapat ditempuh guna mengetahui apakah para siswa telah dapat menghayati dan mengamalkan ajaranajaran Islam yang telah diberikan kepada mereka di sekolah. Sebagai contoh dapat dikemikakan di sini. cara lain itu misalnya dengan melakukan observasi (pengamatan) melakukan wawancara dan sebagainya. pengalaman-pengalaman masa lalu. Menurut Masroen. yaitu mencangkup “pengkuran” dan “penilaian”. Di atas telah dikemukakan bahwa pengukuran itu adalah bersifat kuantitatif. tidak mungkin dapat berjalan dengan bail apabila evaluasi itu tidak didasarkan atas data yang bersifat kuantitatif. Hasil pengukuran yang Kurang cermat akan memberikan hasil evaluasi yang kurang cermat pula. Baik buruknya evaluasi akan banyak bergantung pada hasil-hasil pengukuran yang mendahuluinya. dan lain-lain. dan pengujian inilah yang dalam dunia kependidikan dikenal dengan istilah tes. Adapun evaluasi adalah bersifat kualitatif. informasi yang datang dari orang tua siswa. evaluasi pada dasarnya adalah merupakan penafsiran atau interpretasi yang sering bersumber pada data yang bersifat kuantitatif. Dikatakan sering bersumber pada data yang bersifat kuantitatif. bahwa evaluasi mengenai proses pembelajaran disekolah. dan wujud dari pengukuran itu adalah pengujian.A (1979).

Kritik tersebut antara lain: a. BAB IV ETIKA TES Kegiatan pengujian berperan sangat besar dalam system pendidikan dan system persekolahan. Tes hanya mengukur hasil belajar yang sederhana dan yang remeh. Hampir tidak pernah ada tes hasil belajar yang mampu mengungkapkan tingkah laku peserta didik secara menyeluruh. yang dapat berarti membuka kelemahan dan kekuatan pribadi seseorang. d. Tes acapkali justru menghukum peserta didik yang kreatif. Tes selalu menimbulkan rasa cemas peserta tes. e. Untuk itu perlu ditegakan beberapa etika tes. b. antara istilah evaluasi. Karena banyak kritik yang tajam dari masyarakat terhadap tes hasil pendidikan.masalah ini seslalu akan menjadi gugatan atau keluhan. Didalam masyarakat yang sangat melindungi akan hak dan rahasia pribadi. Tidak ada tes hasil belajar yang bebas budaya. Praktek tes hasil belajar yang etik terutama mencangkup empat hal utama : . maka para pendidik harus dapat melakukan tes dengan penuh tanggung jawab. yang justru dapat menghambat seseorang mampu mendemonstrasikan kemampuan terbaiknya. Karena itu kemampuan peserta tes untuk memberi jawaban terbaik turut ditentukan oleh kebudayaan penyusun tes. disamping dating dari orang tua yang secara langsung atau tidak langsung berkepentingan terhadap pengujian. Tes senantiasa akan mencampuri rahasia pribadi peserta tes.Kenyataan inilah yang acapkali menimbulkan adanya kerancuan dan tumpang tindih.memang sampai bats tertentu rasa cemas itu dibutuhkan untuk dapat mencapai prestasi terbaik. penilaian dan pengukuran.karena tes itu selalu menuntut jawaban yang sudah ditentukan pola dan isinya. yang justru menjadi tujuan utama pendidikan formal apapun. yang membedakan tes yang etik dan tindakan yang tidak etik dalam pelaksanaan tes secara professional. Diantara beberapa kritik tersebut ada beberapa yang harus menjadi perhatian sungguh sunggup oleh para praktisi dan ahli tes.karena pentingnya itu maka setiap tindakan pengujian selalu menimbulkan kritik yang tajam dari masyarakat. c. maka tentu saja hal itu tidak memberi ruang gerak yang cukup bagi anak yang kreatif. tetapi tes acapkali menimbulkan rasa cemas yang tidak perlu. tes selalu terikat pad kebudayaan tertentu. pengukuran dan evaluasi. Kritik tersebutt tidak jarang dating dari para ahli. Setiap tes berusaha mengetahui pengetahuan dan kemampuan peserta tes.

maka tes tersebut harus digunakan di bawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut harus digunakan dibawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut. b. Keamanan tes Tes merupakan alat pengukur yang hanya dapat digunakan secara professional. 3) Bila penyampaian hasil menguntungkan peserta tes. Bila tes hasil belajar tertentu merupakan tes baku. merupakan pelanggaran terhadap etika ini. Karena itu maka interpretasi hasil tes harus diikuti tanggung jawab professional. Bila hasil tes diinterpretasi secara tidak patut. Dengan demikian maka setiap pendidik harus dapat menjamin keamanan tes. daalam jangka panjang akan dapat membahayakan kehidupan peserta tes. Tak ada tes baku yang boleh digunakan diluar prosedur yang ditapakan oleh tes itu sendiri. 2) Ada tanda-tanda yang jelas terhadap hasil tes tersebut menunjukan gejala yang membahayakan dirinya atau membahayakan kepentingan orang lain. Hanya karena pertimbangan tertentu. Penggunaan tes Tes hasil belajar haruslah digunakan secara patut.a. Dengan demikian tes tidak dapat digunakan diluar batas-batas yang ditentukan oleh profesionalisme pekerjaan guru. Interpretasi Hasil Tes Hal yang paling mengandung kemunkinan penyalahgunaan tes adalah penginterpretasian hasil tes secara salah. Disamping beberapa prinsip seperti yang diuraikan di atas. Jadi dengan demikian praktek menempelkan hasil tes di papan pengumuman dengan identitas jelas peserta tes. Pelaksaan tes hendaknya diberi tahu terlebih dahulu kepada peserta tes. Kerahasiaan Hasil Tes Setiap pendidik dan pengajar wajib melindungi kerahasiakan hasil tes. yang sangat penting yang dapat membenarkan pendidik tidak memberi tahu terlebih dahulu kepada peserta tes tentang tes yang tes tersebut kepada orang lain jelas-jelas . d. baik secara hasil individual maupun secara kelompok. baik sebelum maupun sesudah digunakan. ada beberapa petunjuk praktis yang hendaknya ditaati oleh pendidik dalam tes: a. Hasil tes hanya dapat disampaikan kepada orang lain bila : 1) Ada izin dari peserta didik yang bersangkutan atau orang yang bertanggung jawab terhadap peserta didik (bagi peserta didik yang belum dewasa). c.

Adalah tidak etik bila seorang guru mengembangkan butir soal atau perangkat soal yang paralel dengan suatu tes baku dengan maksud untuk digunakan dalam bimbingan tes. Bila pendidik menggunakan tes baku. Petunjuk yang bersifat menjebak harus dihindari. Seorang pendidik dapat menggunakan hasil tes untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta tes. dan National Council on Measuremant in Educaton (NCME). maka hendaknya pendidik tersebut bertanggung jawab penuh terhadap keamanan tes tersebut. Petunjuk menjawab tes bukanlah sesuatu yang harus dirahasiakan. h. Guru hendaknya menghindari diri dari keterlibatan dalam bimbingan tes yang dapat diperkirakan akan menggangu proses hasil belajar peserta didik. Adalah tidak etik untuk mendiskriminasikan peserta didik tertentu atau kelompok tertentu yang boleh mengikuti suatu tes atau melarang mengikuti tes. Sebaiknya pendidik menjelaskan cara menjawab yang dituntut dalam suatu tes. Jangan sampai seorang pendidik justru menakut-nakuti peserta didik. Adalah tidak etik untuk memperpanjang waktu atau menyingkat waktu yang telah ditentukan oleh petunjuk tes. g. b. American Educational Research Education (AERA). Hal ini menjadi penting bila guru yang bersangkutan justru terlibat dalam penyusunan butir tes yang digunakan. Tidak ada tes baku yang boleh digunakan dalam latihan. c. j. e. . Bahkan kisi-kisi tes sebaiknya diberi tahu kepada peserta tes sebelum melaksanakan tes. Guru tidak boleh meningkatkan rasa cemas peserta tes dengan penjelasan yang tidak perlu. Secara lebih mandasar etika tes ini diatur dalam standar tes yang dikembangkan oleh organisasi profesional seperi American Psycological Association (APA).akan dilaksanakan. Sebaiknya pendidik justru memotivasi peserta tes mengerjakan tesnya secara baik. Mereka menghasilkan buku yang dinamakan “Standard for Educational and Psychological Testing” (1985). asalkan hal tersebut tetap menjadi rahasia peserta tes dan pendidik yang bersangkutan. f. i. Terakhir ketiga organiasi professional ini membentuk panitia bersama untuk menyusun standar dalam tes. d.

yang dalam hal tertentu dapat merupaakan pelanggaran atau kejahatan.. Analisis pada umumnya dilakukan melalui dua cara. dan 4. 3. Sumber / daftar pustaka Top of Form CARI Bottom of Form lussysf GO CORETANOLOGIS. '08 9:26 AM untuk semuanya Analisis soal dilakukan untuk mengetahui berfungsi tidaknya sebuah soal. Analisis kualitatif sering pula dinamakan sebagai validitas logis (logical validity) yang . • • • • • • • • • Beranda Catatan Blog Foto Video Musik Kalender Tinjauan Tautan Analisis Butir Soal May 21. Technical Standards for Test Construction and Evaluation.. yaitu analisis kualitatif (qualitative control) dan analisis kuantitatif (quantitative control). seperti : 1. Standards for Administrative Procedures. Standards for Particular Application. 2. Professional Standards for Test Use. Semua standar ini mencangkup dua aspek utama. Pelanggaran terhadap standar ini merupakan pelanggaran terhadap etika profesi.Dalam standar ini dicantumkan berbagai tolak ukur. yaitu tes hasil belajar dan tes psikologi.

yaitu apakah suatu soal (1) dapat diterima karena telah didukung oleh data statistic yang memadai. dan bahasa. Analisis kualitatif lainnya dapat juga dikategorikan dari segi materi. Analisis secara teknis dimaksudkan sebagai penelaahan soal berdasarkan prinsip-prinsip pengukuran dan format penulisan soal. Analisis materi dimaksudkan sebagai keilmuan penelaahan yang yang berkaitan dalam dengan soal serta substansi tingkat ditanyakan kemampuan yang sesuai dengan soal. konstruksi. Analisis secara isi dimaksudkan sebagai penelaahan pengetahuan khusus yang yang berkaitan dengan secara kelayakan editorial ditanyakan.dilakukan sebelum soal digunakan. Analisis dimaksudkan sebagai penelaahan yang khususnya berkaitan dengan keseluruhan format dan keajegan editorial dari soal yang satu ke soal yang lainnya. atau bahkan (3) tidak digunakan sama sekali karena terbukti secara empiris tidak berfungsi sama sekali. Analisis Kualitatif. Digunakan untuk mengetahui sejauh . (2) diperbaiki. Analisis Kuantitatif. Gunanya untuk melihat berfungsi tidaknya sebuah soal. dan editorial. Analisis bahasa dimaksudkan sebagai penelaahan soal yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut EYD. Analisis soal secara kuantitatif sering pula dinamakan sebagai validitas empiris (empirical validity) yang dilakukan untuk melihat lebih berfungsi tidaknya sebuah soal setelah soal itu diujicobakan kepada sampel yang representatif. isi. Analisis konstruksi dimaksudkan sebagai penelaahan yang umumnya berkaitan dengan teknik penulisan soal. Yaitu berupa penelaahan yang dimaksudkan untuk menganalisis soal ditinjau dari segi teknis. karena terbukti terdapat beberapa kelemahan. Salah satu tujuan dilakukannya analisis adalah untuk meningkatkan kualitas soal.

Analisis soal secara kuantitatif menekankan pada analisis karakteristik internal tes melalui data yang diperoleh secara empiris. akan sulit menentukan mengapa sebuah soal lebih sukar dibandingkan dengan soal yang lain. Tingkat Kesukaran. dua tambahan parameter yaitu dilihat dari peluang untuk menebak atau menjawab soal dengan benar dan berfungsi tidaknya pilihan jawaban. Khusus soal-soal pilihan ganda. dan (4) skala bivariat. (3) indeks Davis. atau hal-hal lain yang berkaitan dengan kemampuan yang diukur oleh soal. Butir-butir item tes hasil belajar dapat . dan reliabilitas. Secara umum. Intinya. kompleksitas. ketika kita mengkaji lebih mendalam terhadap tingkat kesukaran soal.mana soal dapat membedakan antara peserta tes yang kemampuannya tinggi dalam hal yang didefinisikan oleh kriteria dengan peserta tes yang kemampuannya rendah (melalui analisis statistik). bermutu atau tidaknya butir-butir item tes hasil belajar pertama-tama dapat diketahui dari derajat kesukaran atau taraf kesukaran yang dimiliki oleh masing-masing butir item tersebut. Karakteristik internal secara kuantitatif dimaksudkan meliputi parameter soal tingkat kesukaran. Ada beberapa alasan untuk menyatakan tingkat kesukaran soal. yaitu jumlah peserta tes yang menjawab benar pada butir soal yang dianalisis dibandingkan dengan jumlah peserta tes seluruhnya merupakan tingkat kesukaran yang paling umum digunakan. Namun demikian. yaitu penyebaran semua alternatif jawaban dari subyek-subyek yang dites. (2) skala kesukaran linear. tingkat kesukaran dapat dinyatakan melalui beberapa cara diantaranya (1) proporsi menjawab benar. Proporsi jawaban benar (p). menurut teori klasik. daya pembeda. Bisa saja tingkat kesukaran soal ditentukan oleh kedalaman soal.

dinyatakan sebagai butir-butir item yang baik.7 Tindak Lanjut Hasil Analisis Interpretasi Item Sukar 1. dilacak. apabila butirbutir item tersebut tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah dengan kata lain derajat kesukaran item itu adalah sedang atau cukup. yaitu singkatan dari kata proportion (proporsi = proporsa). yang dalam dunia evaluasi hasil belajar umumnya dilambangkan dengan huruf P. ataukah dalam soal tersebut terdapat istilah-istilah yang tidak jelas.3 0. apakah butir sulit item dijawab yang oleh soalnya Tindak Lanjut Sukar Sedang Mudah Kategori kalimat kurang jelas. dsb. butir- . apakah petunjuk cara mengerjakan soalnya sulit dipahami. butir item dibuang atau didrop dan tidak dikeluarkan lagi dalam tes-tes hasil belajar yang akan datang 2. dan ditelusuri sehingga dapat diketahui faktor yang menyebabkan bersangkutan testee. Kategori Tingkat Kesukaran Nilai p P < 0. diteliti ulang.3 ≤ p ≤ 0. Angka yang dapat memberikan petunjuk mengenai tingkat kesulitan item itu dikenal dengan istilah difficulty index (angka indeks kesukaran item). Setelah dilakukan perbaikan.7 P > 0.

3. butir-butir yang terlalu sulit dapat digunakan sangat ketat. butir item dibuang atau didrop dan tidak dikeluarkan lagi dalam tes-tes hasil belajar yang akan datang 2. ataukah dalam soal tersebut terdapat istilah-istilah yang tidak jelas.butir item tersebut dikeluarkan lagi dalam tes hasil belajar yang akan datang. butirbutir item tersebut dikeluarkan lagi dalam tes hasil belajar yang akan datang. apakah petunjuk cara Mudah mengerjakan solnya sulit dipahami. butir-butir yang terlalu sulit dapat digunakan longgar. Butir item ini dapat dikeluarkan lagi Sedang dalam tes-tes hasil belajar pada waktuwaktu yang akan datang 1. Salah satu tujuan analisis kuantitatif soal kembali dalam tes (terutama tes seleksi) yang sifatnya . diteliti ulang. Daya Pembeda. apakah butir sulit item dijawab yang oleh soalnya kembali dalam tes (terutama tes seleksi) yang sifatnya kalimat kurang jelas. dan ditelusuri sehingga dapat diketahui faktor yang menyebabkan bersangkutan testee. dsb. Setelah dilakukan perbaikan. dilacak. 3.

Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda berkisar antara dapat -1 menjawab sampai benar dengan sedangkan +1. dianggap tidak memiliki daya pembeda yang baik 0. Indeks daya pembeda soal-soal yang ditetapkan dari selisih proporsi yang menjawab dari masing-masing kelompok. Indeks yang digunakan dalam membedakan antara peserta tes yang berkemampuan rendah adalah indeks daya pembeda (item discrimination).adalah untuk menentukan dapat tidaknya suatu soal membedakan kelompok dalam aspek yang diukur sesuai dengan perbedaan yang ada dalam kelompok itu. Indeks diskriminasi item umumnya diberi lambang dengan huruf D (singkatan dari discriminatory power). Dengan demikian validitas soal ini sama dengan daya pembeda soal yaitu daya dalam membedakan antara peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan peserta tes yang berkemampuan rendah. Tanda tes negatif yang menunjukkan bahwa peserta tes yang kemampuannya rendah peserta kemampuannya tinggi menjawab salah. Indeks Dsikriminasi Item (D) Klasif ikasi Interpretasi Butir item yang bersangkutan daya < 0.40 Satisf Butir item yang bersangkutan . Indeks ini menunjukkan kesesuaian antara fungsi soal dengan fungsi tes secara keseluruhan.20 Poor pembedanya lemah sekali (jelek). Dengan demikian soal indeks daya pembedanya negatif menunjukkan terbaliknya kualitas peserta.20 – 0.

sedangkan sisanya adalah merupakan jawaban salah. yaitu : menganalisis pola penyebaran jawaban item. yaitu bahwa dari . Option atau alternatif itu jumlahnya berkisar antara 3 sampai dengan 5 buah. Jawaban-jawaban salah itulah yang biasa dikenal dengan istilah distractor (pengecoh).actor y telah memiliki daya pembeda yang cukup (sedang) Butir item yang bersangkutan 0. Menganalisis fungsi distraktor sering dikenal dengan istilah lain. dan dari kemungkinan-kemungkinan jawaban yang terpasang pada setiap butir item itu.70 – 1.40 – 0.70 Good telah memiliki daya pembeda yang baik 0. atau yang sering dikenal dengan istilah option atau alternatif. Suatu kemungkinan dapat terjadi. salah satu diantaranya adalah merupakan jawaban betul (kunci jawaban). Adapun yang dimaksud dengan pola penyebaran jawaban item adalah suatu pola yang dapat menggambarkan bagaimana testee menentukan pilihan jawabnya terhadap kemungkinan-kemungkinan jawab yang telah dipasangkan pada setiap butir item.00 Excell ent Butir item yang bersangkutan telah memiliki daya pembeda yang baik sekali Butir item yang bersangkutan Bertanda negatif (-) - daya pembedanya negative sekali (jelek sekali) Fungsi Distraktor. Pada saat membicarakan tes objektif bentuk multiple choice item tersebut untuk setiap butir item yang dikeluarkan dalam tes hasil belajar telah dilengkapi dengan beberapa kemungkinan jawab.

Keajegan dan ketidakajegan skor tes merupakan fokus dari pengkajian tentang reliabilitas. testee menyatakan “blangko”. kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam menghadapi tes 1 b. Pernyataan blangko ini sering dikenal dengan istilah omiet dan biasa diberi lambang dengan huruf O. Sebagai tindak lanjut atas hasil penganalisaan terhadap fungsi distraktor tersebut maka distraktor yang sudah dapat menjalankan fungsinya dengan baik dapat dipakai lagi pada tes-tes yang akan datang. kemampuan umum dan teknik yang digunakan ketika mengambil tes c. Faktor yang Mempengaruhi Reliabilitas Skor Karakteristik umum yang permanen peserta tes a.keseluruhan alternatif yang dipasang pada butir item tertentu. kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan . Reliabilitas. sama sekali tidak dipilih oleh testee. Berikut adalah faktor yang mempengaruhi perolehan skor peserta didik (Thorndike) yang berakibat pada ketidakajegan terhadap skor. sedangkan distraktor yang belum dapat berfungsi dengan baik sebaiknya diperbaiki atau diganti dengan distraktor yang lain. Dengan kata lain. kemampuan umum untuk memahami petunjuk tes 2 Karakteristik khusus yang permanent peserta tes a. Distraktor dinyatakan telah dapat menjalankan fungsinya dengan baik apabila distraktor tersebut sekurang-kurangnya sudah dipilih oleh 5 % dari seluruh peserta tes.

pengetahuan dan kemampuan khusus yang berkaitan dengan soal Karakteristik umum yang temporer seperti : a. b. cahaya. dan lain sebagainya 4 Karakteristik khusus yang temporer seperti : Khusus yang berkaitan dengan tes secara keseluruhan .atribut yang diukur dalam sebuah tes b. pengetahuan dan kemampuan khusus yang berkaitan dengan soal c. ventilasi. kesehatan kelelahan motivasi gangguan emosi kemampuan umum dan teknik yang digunakan ketika mengambil tes f. 3 d. keajegan respon peserta didik terhadap pilihan jawaban (misalnya mereka cenderung memberi jawaban A dari 4 alternatif yang disediakan atau cenderung memilih B dari soal benar salah yang disajikan) Khusus yang berkaitan dengan soal a. g. pengetahuan khusus yang berkaitan dengan fakta atau konsep khusus b. pemahaman mekanisme tes faktor panas. c. e.

pemahaman terhadap petunjuk tes trik atau teknik-teknik mengatasi tes pengalaman/latihan menghadapi tes terlebih lagi dalam tes psikomotor d. bebas dari gangguan. 5 b. waktu. dan petunjuk yang jelas pengawasan penskoran Faktor yang tidak pernah diperhitungkan 6 a.a. kebiasaan menghadapi sebuah tes Khusus yang berkaitan dengan soal a. c. b. fluktuasi ingatan yang dimiliki peserta didik hal-hal yang berkaitan dengan perhatian dan keakuratan Faktor penyelenggaraan a. b. b. c. keberuntungan karena faktor menebak mengingat soal yang telah dilihatnya .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful