12. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan A.

Latar Belakang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diajarkan di Satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. Pendidikan memiliki sasaran pedagogis, oleh karena itu pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan zaman. Selama ini telah terjadi kecenderungan dalam memberikan makna mutu pendidikan yang hanya dikaitkan dengan aspek kemampuan kognitif. Pandangan ini telah membawa akibat terabaikannya aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, seni, psikomotor, serta life skill. Dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang komprehensif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.

118

B. Tujuan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih 2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. 3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar 4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan 5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis 6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan 7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif. C. Ruang Lingkup Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan meliputi aspekaspek sebagai berikut. 1. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya 2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya 3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya 4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya 5. Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya 6. Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung 7. Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari- hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif

119

Mempraktikkan berbagai bentuk senam ketangkasan dengan kontrol yang baik. Mempraktikkan penjelajahan di Satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan dan di alam bebas. dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya 3. Standar Kompetensi Mata Pelajaran 1. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 6.dalam kegiatan P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 7. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 5. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya punggung. Menerapkan budaya hidup sehat 120 . dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 4. Mempraktikkan berbagai gerak dasar dalam gerak ritmik. D. Mempraktikkan berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 2.

1 Latar Belakang .2 Mempraktikkan gerak dasar memutar. mengayun ataupun menekuk dalam permainan sederhana. kerjasama. kerjasama. Mendemonstrasikan beberapa berbaring di lantai dengan benar sikap 3.1 Mempraktikkan gerak keseimbangan statis tanpa alat. kejujuran.3. serta nilai sportivitas. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana/ aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung didalamnya Kompetensi Dasar 1. toleransi dan percaya diri 1. serta nilai sportivitas.E.2 Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berjalan 2. lari dan lompat dalam permainan sederhana.1 Mempraktikkan gerak dasar jalan. kerjasama. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Standar Kompetensi 1. toleransi dan percaya diri 2. Mempraktikkan senam lantai sederhana tanpa alat dan nilai yang terkandung di 3. serta nilai sportivitas. toleransi dan percaya diri 1. kejujuran. kejujuran.3 Mempraktikkan gerak dasar lempar tangkap dan sejenisnya dalam permainan sederhana.1 Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam 2. serta nilai percaya diri dan disiplin BAB I PENDAHULUAN 1. Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berdiri berbagai posisi 2. serta nilai percaya diri dalamnya dan disiplin 3.2 Mempraktikkan gerak keseimbangan dinamis tanpa alat.

akhlak. olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. 2.mental emosional. karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan zaman. olahraga dan kesehatan. Pendidikan jasmani. yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. Apa tujuan Pendidikan Jasmani. Apa pengertian dan perbedaan standar kompetensi.2 Rumusan Masalah 1. dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik. Selama ini telah terjadi kecenderungan dalam memberikan makna mutu pendidikan yang hanya dikaitkan dengan aspek kemampuan kognitif. sosial). Untuk mengetahui pengertian dan perbedaan standar kompetensi. psikomotor. Untuk mengetahui tujuan Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan pada sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI). olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis. pengetahuan dan penalaran. tindakan moral. serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. Olahraga dan Kesehatan ? 4. keterampilan sosial. Olahraga dan Kesehatan untuk peserta didik ? 3. pendidikan jasmani. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. 1. penghayatan nilai-nilai (sikap. keterampilan motorik. bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani. Bagaimana ruang lingkup Pendidikan Jasmani.3 Tujuan 1.Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. Bagaimana standar kompetensi dan kompetensi dasar Pendidikan Jasmani. budi pekerti. Olahraga dan Kesehatan pada sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI) ? 1. oleh karena itu pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani. olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting. sportivitas. seni. stabilitas emosional. kompetensi dasar dan indikator. keterampilan berfikir kritis. perkembangan psikis. 4. Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang komprehensif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. 3. spiritual. Olahraga dan Kesehatan untuk peserta didik. Untuk mengetahui ruang lingkup Pendidikan Jasmani. Untuk mengatahui standar kompetensi dan kompetensi dasar Pendidikan Jasmani. Pendidikan memiliki sasaran pedagogis. penalaran. Pandangan ini telah membawa akibat terabaikannya aspek-aspek moral. Olahraga dan Kesehatan. . serta life skill. aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. kompetensi dasar dan indikator ? 2. sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. keterampilan gerak. olahraga.

Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih. dan beladiri. Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani. 2. orang lain dan lingkungan. rounders. serta aktivitas lainnya. Indikator adalah merupakan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran. Sedangkan Indikator adalah suatu kompetensi yang dijadikan tolak ukur sejauh mana penguasaan siswa terhadap suatu pokok bahasan atau mata pelajaran tertentu. 3. Kompetensi Dasar adalah merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. bola voli. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. 7. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar 4. ketrampilan. 2.BAB II PEMBAHASAN 2. Mengembangkan sikap sportif.1 Pengertian Dan Perbedaan Standar Kompetensi. bola basket. Adapun perbedaan masing. dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna. sikap dan nilai. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional. serta memiliki sikap yang positif. Kompetensi Dasar Dan Indikator a.nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau sub aspek mata pelajaran tertentu. Olahraga. olahraga dan kesehatan. . pola hidup sehat dan kebugaran. disiplin. 2. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani. bulu tangkis. 5. percaya diri dan demokratis. kasti. Olahraga dan Kesehatan. bertanggungjawab.dan manipulatif.2 Tujuan Pendidikan Jasmani. Olahraga Dan Kesehatan Untuk Peserta Pendidikan Jasmani. Standar Kompetensi adalah merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar b. kerjasama. jujur. Didik. 6.masing adalah: Standar Kompetensi adalah kecakapan atau kemampuan yang harus dicapai oleh peserta didik setelah mengalami berbagai macam pembelajaran. Olahraga dan Kesehatan meliputi aspek-aspek sebagai berikut: 1. keterampilan lokomotor non-lokomotor. kippers. Kompetensi Dasar adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah menyelesaikan aspek mata pelajaran atau sub pokok bahasan tertentu. tenis lapangan. terampil. tennis meja. permainan eksplorasi gerak. atletik. sepak bola.3 Ruang lingkup Pendidikan Jasmani. c. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri.

serta aktivitas lainnya. Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berjalan. toleransi dan percaya diri. 2. SKJ. . khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat. a) Mempraktikkan gerak keseimbangan statis tanpa alat. kejujuran. meliputi: piknik/karyawisata. 5.4 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Jasmani. b) Mempraktikkan gerak dasar memutar. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana. dan renang serta aktivitas lainnya. 3. kerjasama. senam pagi. c) Mempraktikkan gerak dasar lempar tangkap dan sejenisnya dalam permainan sederhana. Mempraktikkan senam lantai sederhana tanpa alat dan nilai yang terkandung di dalamnya. dan senam aerobic serta aktivitas lainnya. dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya. 7. lari dan lompat dalam permainan sederhana. 2. toleransi dan percaya diri. memilih makanan dan minuman yang sehat. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri. dan mendaki gunung. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana atau aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya a) Mempraktikkan gerak dasar jalan. 1. 1. mencegah dan merawat cidera. Mengungkapkan perasaan melalui gerak berirama dan nilai yang terkandung di dalamnya. merawat lingkungan yang sehat. Kesehatan. menjelajah. 4. serta nilai percaya diri dan disiplin. ketangkasan tanpa alat. Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam berbagai posisi. kerjasama. serta nilai percaya diri dan disiplin.hari.1 Kelas I. dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek. mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS.4. Aktivitas air meliputi: permainan di air. ketangkasan dengan alat. a) Mempraktikkan gerak bebas berirama tanpa menggunakan musik dan nilai disiplin dan kerjasama. meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh. dan senam lantai. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas. Pendidikan luar kelas. kejujuran. mengayun ataupun menekuk dalam permainan sederhana. serta nilai sportivitas. b) Mempraktikkan gerak keseimbangan dinamis tanpa alat. kerjasama. serta nilai sportivitas. berkemah.2. toleransi dan percaya diri. 1. a) b) Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berdiri. keselamatan air. kejujuran. komponen kebugaran jasmani. pengenalan lingkungan. Olahraga dan Kesehatan pada Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). Semester 1 1. serta nilai sportivitas. keterampilan bergerak di air. 6.

b) Mempraktikkan gerak peregangan dan pelemasan dalam kegiatan pemanasan sederhana dengan benar serta nilai disiplin. b) Mempraktikkan gerak dasar memutar. dan kerjasama. a) Mempraktikkan pengenalan lingkungan sekolah secara beregu. mengayun. 1. kejujuran dan tanggung jawab. Menerapkan budaya hidup sehat a) b) Menjaga kebersihan diri yang meliputi kuku dan kulit. a) b) a) Membiasakan penampillan sikap tubuh dalam posisi diam. 1. kejujuran dan tanggung jawab. 2. serta nilai kerjasama. Mengenal pentingnya imunisasi. dan nilai kerjasama.4. b) Menampilkan gerak bebas berirama diorientasikan dengan arah menggunakan bunyibunyian secara berpasangan/kelompok kecil. a) Mempraktikkan gerak dasar jalan. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai estetika. Mempraktikkan gerakan senam lantai sederhana dan nilai yang terkandung di dalamnya Mempraktikkan gerakan senam lantai sederhana. serta nilai percaya diri dan disiplin. kerjasama. kebersihan. a) Mempraktikkan aktivitas dasar di air b) Mempraktikkan berbagai permainan di air dangkal disertai nilai percaya diri. Mempraktikkan pengenalan lingkungan sekolah melalui aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya. menekuk dalam permainan sederhana. Semester 2 . Membiasakan penampilkan sikap tubuh dalam posisi bergerak. Menampilkan perasaan melalui musik dan gerak berirama serta nilai yang terkandung di dalamnya. c) Mempraktikkan gerak dasar menangkap obyek berbagai ukuran dalam permainan sederhana . tanggung jawab dan toleransi. kerja sama dan pola hidup sehat. a) Menampilkan gerak bebas berirama diorientasikan dengan arah mengikuti bunyi-bunyian secara individu. b) Mempraktikkan berbagai aktivitas jasmani yang menyenangkan di lingkungan sekolah. lari dan lompat ke berbagai arah dengan berbagai pola dalam permainan sederhana. Mempraktikkan dasar-dasar pengenalan air dan nilai yang terkandung didalamnya. toleransi. dan kebersihan lingkungan. 1. kejujuran. serta nilai estetika. dan nilai disiplin. 1. Membiasakan penampilan sikap tubuh dalam berbagai posisi.2 Kelas I.b) Mempraktikkan gerak bebas berirama menggunakan musik dan nilai disiplin dan kerjasama. c) Mempraktikkan pemanfaatan makanan dan minuman yang baik. dan nilai disiplin. toleransi. 1. Menerapkan budaya hidup sehat. 1. 1. dan disiplin. 1.

c) Mempraktikkan gerak dasar melempar. serta nilai disiplin dan kerja sama. menghargai lawan dan menghargai diri sendiri. a) Mempraktikkan senam ketangkasan sederhana tanpa menggunakan alat: melompat dan meloncat dengan isyarat ke berbagai arah.4. lari. 1. Menerapkan budaya hidup sehat. toleransi. tanggungjawab. Mengenal makanan sehat Kelas II. b) Mempraktikkan berbagai aktivitas untuk melatih keseimbangan statis dan dinamis. Mempraktikkan senam ketangkasan dasar dan nilai-nilai yang terkandung di alamnya. kejujuran. lompat yang bervariasi dalam permainan yang menyenangkan dan nilai kerjasama. menendang dan menggiring bola ke berbagai arah dalam permainan sederhana serta nilai kerjasama. a) Mempraktikkan gerak ritmik ke depan. menghargai lawan dan memahami diri sendiri.4. hidung. a) Mempraktikkan latihan dasar untuk meningkatkan kekuatan otot dada. toleransi. menangkap. dengan mengikuti aturan. dan telinga. kejujuran. 2. menekuk lutut dalam berbagai variasi permainan sederhana serta nilai kerjasama. a) Mempraktikkan satu jenis bentuk latihan untuk meningkatkan kekuatan otot lengan dan tungkai dengan mengikuti aturan. kejujuran. Semester 1 1.3 Menjaga kebersihan gigi dan mulut. menghargai lawan dan memahami diri sendiri. tanggungjawab. b) Mempraktikkan gerak dasar memutar. Memilih makanan bergizi 1. c) Membiasakan bergerak dengan benar 1. mengayun. dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. tanggungjawab. a) b) Menjaga kebersihan rambut.a) b) 2.4 Kelas II . Mempraktikkan gerak dasar kebugaran jasmani dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. belakang ataupun samping secara berpasangan dengan diiringi musik . serta nilai disiplin dan estetika. b) Mempraktikkan senam ketangkasan dengan menggunakan alat sederhana dengan percaya diri. dan nilai kerja sama. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. b) Mempraktikkan gerak ritmik diorientasikan dengan ruang secara beregu tanpa menggunakan musik. toleransi. 1. Semester 2 . a) Mempraktikkan gerak dasar jalan. Mempraktikkan variasi gerak dasar melalui permainan dan aktivitas jasmani. Mempraktikkan keterampilan dasar ritmik diorientasikan dengan arah dan ruang dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 1. otot punggung.

b) Mempraktikkan keseimbangan tubuh dan penyelamatan diri di air serta memperhatikan faktor keselamatan diri dan orang lain. serta nilai kerjasama.serta aturan. Mempraktikkan keterampilan dasar ritmik diorientasikan dengan arah dan ruang dengan menggunakan atau tanpa musik. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. membungkuk dan menekuk dalam permainan sederhana. a) Mempraktikkan keterampilan dasar gerak ritmik yang berorientasi pada arah dan ruang secara berpasangan. Menerapkan budaya hidup sehat. dan kerja sama. a) Mempraktikkan kombinasi berbagai pola gerak jalan dan lari dalam permainan sederhana.b) Mempraktikkan latihan dasar untuk melatih kelentukan persendian anggota badan bagian atas dengan mengikuti aturan. 1. a) Mempraktikkan berbagai aktivitas fisik di lingkungan sekolah dan nilai kebersihan. c) a) b) Membiasakan menggunakan pakaian dan sepatu yang sesuai. Mempraktikkan kegiatan jasmani di lingkungan di sekitar sekolah. b) Mempraktikkan kombinasi berbagai gerak mengayun. Semester 1 .4. b) Mempraktikkan rangkaian gerak senam ketangkasan sederhana: berjalan dan berguling ke depan. Mengenal cara makan sehat 1. serta aturan dan kerja sama. dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. a) Mempraktikkan gerak lengan dan tungkai untuk mengangkat tubuh di dalam air. menangkap dan menendang dengan koordinasi yang baik dalam permainan sederhana. memindahkan berat tubuh dari satu titik ke titik yang lain dengan kontrol yang baik. 1. serta nilai disiplin. serta aturan. Mempraktikkan berbagai kombinasi gerak dasar melalui permainan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan bernapas. memiliki pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. b) Mempraktikkan keterampilan dasar gerak ritmik yang berorientasi pada arahdan ruang secara beregu menggunakan atau tanpa musik serta nilai kerjasama. 2. menenggelamkan diri di dalam air.5 Kelas III. melompati benda sesuai dengan kemampuan serta memperhatikan faktor keselamatan. c) Mempraktikkan kombinasi gerak dasar melempar. Mempraktikkan gerak dasar renang. dan kerja sama. menggunakan atau tanpa musik. a) Mempraktikkan dua bentuk senam ketangkasan: melompat dan berputar 90 derajat saat di udara. b) Mengikuti rambu-rambu perjalanan di lingkungan sekolah secara beregu dan memperhatikan faktor keselamatan. dan disiplin. Menjaga kebersihan tangan dan kaki. dan disiplin. serta nilai kebersihan c) Mempraktikkan gerak dasar renang: mengapung. kerjasama dan disiplin. kesehatan dan keselamatan. 1. 1. Mempraktikkan senam ketangkasan sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 1.

6 Menjaga kebersihan pakaian. serta nilai kerjasama. a) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan kekuatan otot-otot bahu dan dada secara sederhana serta nilai disiplin. serta nilai kerjasama. b) Mempraktikkan gerak kombinasi senam ketangkasan dasar. 1. b) Mempraktikkan kombinasi gerak memutar. Menerapkan budaya hidup sehat. Mempraktikkan senam ketangkasan dasar dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. c) Mempraktikkan kombinasi gerak dasar memvoli. 1. serta nilai disiplin.4. serta nilai keselamatan. 1. dan keselamatan. b) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan koordinasi gerak. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. menghargai lawan atau diri sendiri. serta nilai kerjasama dan menghargai lawan atau diri sendiri. Mempraktikkan gerak dasar melaului aktivitas ritmik dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. a) Mempraktikkan keseimbangan dalam bentuk senam lantai dasar. toleransi. a) b) 2. Semester 2 1. a) Mempraktikkan kombinasi gerak dasar jalan. Mengenal kebutuhan tidur dan istirahat. toleransi. Mempraktikkan berbagai gerak dasar dalam permainan sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. b) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan daya tahan secara sederhana serta nilai disiplin. tanggung jawab. serta nilai percaya diri. disiplin dan keberanian. dan mengontrol bola dengan koordinasi yang baik dalampermainan sederhana. dan nilai disiplin. Kelas III. menekuk lutut. serta nilai percaya diri dan disiplin. 1. mengayun lengan dan meliukkan badan dengan koordinasi gerak yang baik dalam permainan sederhana. kejujuran. disiplin dan keberanian. lari dan lompat dengan koordinasi yang baik dalam permainan sederhana. a) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan kelentukan dan kelenturan. Mempraktikkan aktivitas kebugaran jasmani secara sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. dan bersedia berbagi tempat dan peralatan dalam bermain. menendang. a) Mempraktikkan gerak dasar mengayun dan menekuk lutut dalam aktivitas ritmik sederhana tanpa musik.1. disiplin dan kerja sama. serta nilai keselamatan. senam ketangkasan dasar dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Mempraktikkan gerak senam lantai. tanggung jawab dan menghargai lawan atau diri sendiri. 1. b) Mempraktikkan gerak dasar mengayun dan menekuk lutut dalam aktivitas ritmik sederhana beregu tanpa atau dengan iringan musik. . memantulkan.

a) b) Mengenal bahaya penyakit diare. sportivitas. ruang. b) Mempraktikkan senam ketangkasan yang agak kompleks menggunakan alat. Mempraktikkan gerak ritmik dasar yang berorientasi dengan arah. a) Mempraktikkan aktivitas permainan sederhana untuk melatih daya tahan dan kekuatan otot. a) Mempraktikkan gerak dasar dalam permainan bola kecil sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi. 1.7 Kelas IV. 1. kerjasama. ruang. dan nilainilai yang terkandung didalamnya. serta nilai kerjasama tim. a) Mempraktikkan gerak dasar meluncur. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana dan olahraga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. b) c) Mempraktikkan cara bernapas renang gaya dada dan nilai kebersihan. 1. Mengkombinasikan gerakan lengan dan tungkai renang gaya dada dan nilai kebersihan. 2. serta nilai percaya diri dan disiplin. 1. menggerakkan lengan dan nilai kebersihan. dan disiplin. serta nilai kerja sama. Mengenal cara menggunakan peturasan. c) Mempraktikkan gerak dasar permainan bola besar sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi.4. 1. Mempraktikkan latihan untuk meningkatkan kebugaran dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan nilai disiplin. serta nilai kerja keras. serta nilai semangat. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya dada. a) Mempraktikkan gerak lokomotor dalam mengikuti jejak dan nilai disiplin. sportivitas. disiplin dan kerjasama. Menerapkan budaya hidup sehat. dan waktu secara individual dengan atau tanpa menggunakan musik. menggerakkan tungkai. Mempraktikkan pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah untuk aktivitas jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai percaya diri. 1.a) Mempraktikkan senam ketangkasan sederhana tanpa alat. dan nilainilai yang terkandung didalamnya. a) Mempraktikkan gerak lokomotor dalam gerak ritmik diorientasikan pada arah. b) Mempraktikkan gerak lokomotor dalam aktivitas ritmik yang berorientasi pada arah. percaya diri dan disiplin. c) Mempraktikkan penjagaan keselamatan diri dan orang lain selama melakukan aktivitas di lingkungan sekitar sekolah. demam berdarah dan influenza. b) Mempraktikkan pemilihan tempat yang aman untuk bermain di lingkungan sekolah. dan nilai disiplin. dan nilai kebersihan. ruang dan waktu secara beregu dengan atau tanpa menggunakan musik. Semester 1 . dan kejujuran. dan kejujuran. dan waktu dengan atau tanpa musik. memperhatikan faktor keselamatan. b) Mempraktikkan gerak dasar atletik sederhana.

serta nilai kerja sama regu. serta nilai kerja keras. dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. sportivitas.1 Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekolah. dan nilai disiplin serta keberanian. Menerapkan budaya hidup sehat 5. a) Mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai tanpa alat dengan memperhatikan faktor keselamatan. serta nilai kerja keras. b) Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur secara beregu tanpa menggunakan musik. serta nilai kerja keras. Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur secara beregu tanpa dan dengan menggunakan musik dan nilainilai yang terkandung didalamnya. 1. dan disiplin. 1. dan kejujuran. 1.b) Mempraktikkan aktivitas permainan untuk melatih kelenturan dan koordinasi. loncat dan lempar. sportivitas. a) Mempraktikkan aktivitas dan permainan untuk melatih daya tahan dan kekuatan dengan kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat.8 Kelas IV. dan kejujuran. 1. kerja sama. ruang dan waktu secara beregu menggunakan musik. 2. 1. dan kejujuran.4. Mempraktikkan berbagai bentuk latihan senam lantai yang lebih kompleks dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. sportifitas. dengan memperhatikan nilainilai pantang menyerah. b) Mempraktikkan senam ketangkasan dengan menggunakan alat dengan koordinasi yang baik serta nilai disiplin dan kerja sama. a) Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola kecil beregu dengan peraturan yang dimodifikasi. c) Mempraktikkan gerak dasar atletik yang dimodifikasi: lompat. a) Mempraktikkan gerak ritmik diorientasikan pada arah. b) Mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai dengan alat dengan memperhatikan faktor keselamatan. b) Mempraktikkan aktivitas dan permainan untuk melatih kelentukan dan koordinasi dengan kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. dan nilai disiplin serta keberanian.serta nilai estetika. serta nilai kerja sama regu. kerjasama. percaya diri. 1.dan kejujuran. serta nilai estetika. Mempraktikkan senam lantai dengan kompleksitas gerakan yang lebih tinggi. disiplin. a) Mempraktikkan senam lantai tanpa menggunakan alat dengan koordinasi yang baik serta nilai kerja sama dan estetika. dan kejujuran. a) Membiasakan membuang sampah pada tempatnya. Mempraktikkan latihan kebugaran yang lebih kompleks untuk meningkatkan keterampilan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. b) Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola besar beregu dengan peraturan yang dimodifikasi. disiplin. Semester 2 .

disiplin. 1. menggerakkan lengan serta nilai kebersihan. Mempraktikkan dasar-dasar keselamatan di air. . Semester 1 1. 1. b) Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi permainan bola besar. serta nilai kerja sama. b) Menjaga kebersihan lingkungan terhadap sumber penularan penyakit seperti nyamuk dan unggas. 1. Menerapkan budaya hidup sehat. dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. a) Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur (misal SKJ) secara beregu menggunakan musik. Mempraktikkan pola hidup sehat. disiplin. Mengenal berbagai upaya dalam menjaga kebersihan lingkungan. Mempraktikkan berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan kejujuran. b) Mempraktikkan aktivitas untuk kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat. disiplin dan estetika. dan kejujuran. dan mengikuti aturan. meluncur. 2. Mengkombinasaikan gerakan lengan dan tungkai renang gaya bebas. c) Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi atletik. a) Mempraktikkan berbagai keterampilan yang sesuai untuk kegiatan perkemahan.4. Mempraktikkan kegiatan berkemah di lingkungan sekitar sekolah dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.1. b) c) d) Mempraktikkan cara bernapas dalam renang gaya bebas. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya bebas dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilainilai yang terkandung didalamnya. 1. kerjasama. Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur secara beregu tanpa dan dengan menggunakan musik. serta nilai kerjasama. percaya diri dan kejujuran. serta nilai kerja sama. sportivitas. a) Mempraktikkan aktivitas untuk kekuatan otot-otot anggota badan bagian atas. b) Memperbaiki kesalahan gerak dalam gerak ritmik terstruktur (misal SKJ) secara beregu menggunakan musik. serta nilai kerja sama. serta nilai kerja keras. serta nilai semangat. serta nilai kerja keras.disiplin dan estetika. Mempraktikkan berbagai bentuk senam ketangkasan dengan kontrol yang baik. a) Mempraktikkan gerak dasar. serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. kerjasama.9 Kelas V. 1. tanggungjawab. sportivitas. serta nilai kerjasama. menggerakkan tungkai. sportivitas. b) c) a) Mempraktikkan aktivitas jasmani yang berisi tantangan dalam perkemahan. dan kejujuran. dan kejujuran. disiplin. a) Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi permainan bola kecil.

serta nilai keselamatan. serta nilai kerja sama. serta nilai kerjasama. serta nilai kerja sama. a) b) c) Mengenal cara menjaga kebersihan alat reproduksi. dan disiplin. 1. b) Mempraktikkan bentuk-bentuk rangkaian gerak senam ketangkasan dengan koordinasi dan kontrol yang baik. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai kerja keras. dan kejujuran. dan disiplin. serta nilai semangat. memutar dalam gerak berirama . b) Mempraktikkan bentuk-bentuk senam ketangkasan dalam meningkatkan koordinasi dan nilai nilai percaya diri dan disiplin. sportivitas. disiplin. menekuk. lari dan lompat dalam gerak ritmik. disiplin. dan disiplin. c) Mempraktikkan variasi teknik dasar atletik yang dimodifikasi. dan koordinasil yang baik. disiplin. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan disiplin. tepat. a) Mempraktikkan kombinasi pola gerak mengayun. Mengenal cara menjaga diri dari pelecehan seksual 1. disiplin.10 Kelas V. b) Mempraktikkan kombinasi pola gerak jalan. percaya diri. b) Mempraktikkan aktivitas untuk kelincahan dengan kualitas gerak yang meningkat . 1. dan kejujuran. Semester 2 a) Mempraktikkan variasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar. sportivitas. Mempraktikkan kombinasi berbagai gerak dasar dalam gerak berirama dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.4. 1. meliuk. Mempraktikkan berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.serta nilai percaya diri. dan kejujuran. a) Mempraktikkan aktivitas untuk kekuatan otot-otot anggota badan bagian bawah. 1. serta nilai kerja keras. dan keberanian. serta nilai kerja sama.a) Mempraktikkan latihan peregangan dan pelemasan yang benar sebelum memulai aktivitas senam. Menerapkan budaya hidup sehat. Mempraktikkan berbagai gerak dasar dalam gerak ritmik. . percaya diri dan kejujuran. 2. dan keberanian. serta nilai keselamatan. kerjasama. kerjasama. a) Mempraktikkan sebuah rangkaian gerak senam ketangkasan dengan konsisten. serta nilai kerjasama. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan kejujuran. a) Mempraktikkan pola jalan. sportivitas. b) Mempraktikkan variasi teknik dasar ke dalam modifikasi permainan bola kecil. percaya diri. Mempraktikkan berbagai bentuk senam ketangkasan dengan koordinasi yang baik. percaya diri. Mengenal berbagai bentuk pelecehan seksual. lari dan lompat dalam gerak ritmik. kerjasama. menarik. 1.

menggerakkan lengan. b) Mempraktikkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di lingkungan sekolah yang sehat. Mempraktikkan latihanpeningkatan kualitas jasmani(komponen kebugaran jasmani). 1. a) b) Mengenal bahaya merokok bagi kesehatan. dan nilai-nilai yangterkandung di dalamnya a) Mempraktikkan pemanasan danpendinginan sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas senam. sportivitas. jelas dan lancar. a) Mempraktikkan pembuatan rencana kegiatan penjelajahan. sertanilai percaya diri. menggerakkan tungkai. a) Mempraktikkan gerak dasar salah satu permainan bola kecil dengan koordinasi dan kontrol yang baik dengan peraturan yang dimodifikasi. 1. Menerapkan budaya hidup sehat. serta nilai keberanian dan percaya diri.dannilai-nilai yang terkandung didalamnya a) Mengidentifikasi anggota tubuh yangperlu dilatih untuk memperbaiki postur b) Mempraktikkan berbagai latihan untukmemperbaiki cacat jasmani bukanbawaan. b) Mempraktikkan gerak dasar salah satupermaian bola besar dengan koordinasidan kontrol yang baik dengan peraturanyang dimodifikasi. serta nilai kerjasama. disiplin dan estetika 1.sportivitas. serta nilai kebersihan. serta nilai keselamatan.11 Kelas VI. Mengenal bahaya miruman keras. keselamatan. Mempraktikkan rangkaian gerakritmik sederhana berpasangan.dan kerja keras c) Mempraktikkan jenis latihan yang sesuaiuntuk mempertahankan dan memperbaikipostur tubuh. disiplin. 1. b) Mempraktikkan rangkaian senam lantaidan senam ketangkasan dengan gerakanyang lebih halus. Mempraktikkan penjelajahan di linkungan sekitar sekolah. 1. serta nilai kerjasama. Mempraktikkan berbagai gerak dasar permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi. b) Mempraktikkan kombinasi gerakan lengan dan tungkai renang gaya punggung. Semester 1 . disiplin. serta nilai kerjasama. dan disiplin. percaya diridan kejujuran 1. serta nilainilai yang terkandung di dalamnya 2. dan etika.disiplin.4. lempar dan lompatdengan peraturan yangdimodifikasi. percaya diri. sertanilai semangat. a) Mempraktikkan gerak dasar renang gayapunggung: meluncur. dan kejujuran. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya punggung. dan kejujuran c) Mempraktikkan koordinasi gerak dasardalam teknik lari. keberanian dan percaya diri. dan nilai-ilai yang terkandung di alamnya. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai keselamatan. kerjakeras 1. kebersihan.b) Mempraktikkan satu pola gerak berirama terstruktur dengan konsisten dan lancar serta nilai kerjasama. sportivitas.dan beregu. Mempraktikkan kombinasisenam lantai dan senamketangkasan dalam bentuksederhana.

1. Mempraktikkan gerak dasar salah satu gaya renang dengan. Mempraktikkan rangkaian gerak ritmik sederhana secara berpasangan maupun beregu. c) Mempraktikkan aktivitas kondisi fisik secara terencana dan sungguh sungguh d) Mempraktikkan aktivitas secara berkelanjuatan dalam rangka meningkatkan kebugaran . b) Mempraktikkan kombinasi bentuk-bentuk senam lantai dan senam ketangkasan dengan koordinasi.1 Mengenal bahaya narkoba a) Mengenal cara menghindari bahaya narkoba 1. menekuk maupun meliuk secara berpasangan dan beregu. sportivitas dan kejujuran. disiplin. disiplin. serta nilai kerjasama. serta nilai kerja sama. Mempraktikkan berbagai gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi. dan kerjasama. dan kebersihan. Mempraktikkan latihan peningkatan kualitas kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. disiplin dan estetika b) Mempraktikkan rangkaian gerak ritmiksederhana beregu dengan kompak.4. serta nilai kerja sama. serta nilai sportivitas. a) Mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai dan senam ketangkasan dengan konsisten. a) Mempraktikkan sikap hidup sehat untuk memelihara kondisi kesehatan. disiplin. disiplin dan kerja keras. percaya diri dan kejujuran. serta nilai disiplin. c) Mempraktikkan pengembangan koordinasi beberapa nomor teknik dasar atletik dengan peraturan yang dimodifikasi.a) Mempraktikkan rangkaian gerak ritmiksederhana menggunakan gerak jalan danlompat secara berpasangan. a) Mempraktikkan gerak dasar meluncur.12 Kelas VI. serta nilai keselamatan. dan estetika. serta nilai keselamatan. dan kerjasama. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya renang gaya dada dengan koordinasi gerak yang lebih baik serta nilai keberanian. Semester 2 . dan kontrol yang baik. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. disiplin dan estetika 1. 1. dan estetika. b) Mempraktikkan kombinasi gerak ritmik sederhana dengan jalan dan lompat secara berpasangan dan beregu. serta nilaikerja sama. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. b) Mempraktikkan penerapan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola kecil dengan peraturan yang dimodifikasi. a) Mempraktikkan penerapan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar dengan peraturan yang dimodifikasi.disiplin. b) Mempraktikkan peregangan otot dan pelemasan persendian dengan baik sebelum latihan. sportivitas dan kejujuran. dan kontrol yang baik. Mempraktikkan kombinasi senam lantai dan senam ketangkasan dalam bentuk sederhana. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Menerapkan budaya hidup sehat 5. 1. serta nilai kerja sama. 2. disiplin. serta nilai keselamatan. a) Mempraktikkan gerak ritmik sederhana di tempat dengan gerakan membungkuk. menggerakkan tungkai maupun lengan koordinasi gerak yang baik. serta nilai kerja sama. 1.

disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah Materi pilihan. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian. disiplin. dan keselamatan. disiplin. c) Mempraktikkan kombinasi gerakan lengan dan tungkai dalam renang gaya dada. Kompetensi Dasar adalah merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. serta nilai keberanian dan disiplin. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. serta nilai kerja sama. b) Mempraktikkan pemasangan kemah bersama. Menerapkan budaya hidup sehat 12. disesuaikan dengan fasilitas dan peralatan yang tersedia Diajarkan sebagai kegiatan yang dapat dilakukan dalam semester 1 dan atau semester 2. d) Mempraktikkan dasar-dasar keselamatan di air. dan keselamatan.2 Saran Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok. 1. disiplin.nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau sub aspek mata pelajaran tertentu. tanggung jawab.b) Mempraktikkan cara bernapas salah satu gaya renang. dan kebersihan. kesehatan dan olahraga SD merupakan tolak ukur pencapaian pembelajaran. Mempraktikkan penjelajahan dan perkemahan di alam bebas. Yang disesuaikan dengan jenjang pendidkan. tanggung jawab.1 Kesimpulan Standar Kompetensi adalah merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar. sikap dan nilai. kegiatan pembelajaran. ketrampilan. serta nilai keberanian. a) Mempraktikkan aktivitas penjelajahan di alam bebas secara sederhana.1 Mengenal cara menolak ajakan menggunakan narkoba. Standar kompetensi dan kompetensi dasar pendidikan jasmani. serta nilai kerja sama. serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 3. . b) Diajarkan sebagai kegiatan pilihan. a) Mengenal cara menolak perlakuan pelecehan seksual Keterangan. c) Untuk pembinaan peserta didik ynag berminat terhadap salah satu atau beberapa cabang tertentu dapat dilakukan melalui kegiatan ekstra kurikuler BAB III PENUTUP 3. 1.

2011 • Lokasi Tulisan Ditulis oleh : tanpatinta Total Tulisan 2 Lihat semua tulisan tanpatinta • 3.961 Kunjungan Mungkin Berhubungan • • • • • Pendidikan Luar Sekolah Studium General PLS Memasuki Pra-Semester Genap 2011/2012 TIPS Supaya Terus Termotivasi Mahasiswa Unnes pun Bisa Ambil SKS di UNY Filed Under: Beasiswa Berkaitan dengan pengertian pendidikan terdapat perbedaan yang jelas antara pendidikan formal. pendidikan informal dan pendidikan nonformal.June 30th. Sehubungan dengan hal ini Coombs (1973) membedakan pengertian ketiga jenis pendidikan itu sebagai berikut: .

Interaksi itu menimbulkan proses perubahan (belajar) pada manusia dan selanjutnya proses perubahan itu menghasilkan perkembangan (development) bagi kehidupan seseorang atau kelompok dalam lingkungannya. Proses belajar itu akan menghasilkan perubahan dalam ranah kognitif (penalaran. pemahaman. Proses perubahan (belajar) dapat terjadi dengan disengaja atau tidak disengaja. keterampilan. hubungan dengan tetangga. dan media massa. Sedangkan pendidikan yang program. serta kemauan untuk berbuat atau merespon sesuatu rangsangan. Pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal memiliki tujuan dan kegiatan yang terorganisasi. Kegiatan pendidikan ini lebih umum. berlangsung terutama dalam lingkungan keluarga. tempat bermain. yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus. Perbedaan antara pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal dan informal dapat dikemukakan sebagai berikut. penafsiran. Pendidikan nonformal ialah setiap kegiatan teroganisasi dan sistematis. berjalan dengan sendirinya. seseorang atau kelompok orang dapat memahami sesuatu yang sebelumnya tidak mereka pahami Pengalaman itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungannya. dan latihan professional. Ketiga pengertian di atas dapat digunakan untuk membedakan program pendidikan yang termasuk ke dalam setiap jalur pendidikan tersebut. Kleis (1974) memberi batasan umum bahwa pendidikan adalah sejumlah pengalaman yang dengan pengalaman itu.Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis. sikap. yang membuat penggolongan program-program kegiatan yang termasuk ke dalam pendidikan formal. dan informal dengan menggunakan kriteria adanya atau tidak adanya kesengajaan . lingkungan pekerjaan dan permainan. perpustakaan.programnya bersifat informal tidak diarahkan untuk melayani kebutuhan belajar yang terorganisasi. pasar. pengaruh lingkungan termasuk di dalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga. sikap. dan penerapan informasi). Sebagai bahan untuk menganalisis berbagai program pendidikan maka ketiga batasan pendidikan di atas perlu diperjelas lagi dengan kriteria yang dapat membedakan antara pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal dengan pendidikan yang program-programnya bersifat informal dan formal. penghargaan dan perasaan. Pandangan lain tentang pendidikan dikemukakan oleh Axiin (1974). dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf dengannya. termasuk kedalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum. bertingkat/berjenjang. peningkatan kompetensi (keterampilan intelektual dan sosial). Pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia sehingga sehingga setiap orang memperoleh nilai. dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas. dan lain sebagainya. program spesialisasi. serta pemilihan dan penerimaan secara sadar terhadap nilai. di luar sistem persekolahan yang . dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari. nonformal. untuk melayani kebutuhan belajar khusus para peserta didik. serta melalui media massa. yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mancapai tujuan belajarnya. Apabila kegiatan yang termasuk pendidikan yang program-programnya bersifat informal ini diarahkan untuk mencapai tujuan belajar tertentu maka kegiatan tersebut dikategorikan baik ke dalam pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal maupun pendidikan yang program-programnya bersifat formal. diselenggarakan di lingkungan masyarakat dan lembaga-lembaga.

sedangkan program pendidikan luar sekolah lebih bervariasi dan lebih luwes. Latar Belakang . Program pendidikan sekolah memiliki tingkat keseragaman yang ketat. pendidikan sekolah memiliki program berurutan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan dan dapat diterapkn secara seragam di semua tempat yang memiliki kondisi sama. Di pihak lain.dari kedua pihak yang berkomunikasi. Pandangan pendidikan yang dikemukakan oleh Axinn ini tertuang dalam bentuk tabel: PENDIDIKPESERTA DIDIK BERSENGAJA BERSENGAJA Pendidikan sekolah atauPendidikan luar sekolah Pendidikan informal TIDAK BERSENGAJA Kegiatan belajardiarahkan diri sendiri (self-directed learning) TIDAK BERSENGAJA Belajar secara kebetulan(incidental learning) Melalui tabel di atas dapat kita ketahui bahwa dengan adanya kesengajaan dari kedua pihak dalam proses pembelajaran merupakan ciri utama pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. Dengan membandingkan karakteristik pendidikan sekolah terhadap karakteristik pendidikan luar sekolah (Ryan. yaitu pihak pendidik (sumber belajar atau fasilitator) dan pihak peserta didik (siswa atau warga belajar). di satu pihak. Dan keduanya merupakan subsistem dari pendidikan nasional. 1972:11). Pendidikan luar sekolah dan pendidikan sekolah mempunyai ciri umum yang sama. 1 PEDOMAN PENYUSUNAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) TAHUN ANGGARAN 2005 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI 2004 2 PANDUAN PENYUSUNAN USULAN DAN LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) TAHUN ANGGARAN 2005 1. sebagai ilustrasi. yaitu adanya kegiatan yang disengaja dan terorganisasi. pendidikan luar sekolah mempunyai program yang tidak selalu ketat dalam penyelenggaraan programnya.

Kedua. Kemitraan yang sehat antara LPTK dan sekolah adalah sesuatu yang penting. Penelitianpun hendaknya dikelola berdasarkan atas dasar kemitraan yang sehat (kolaboratif). Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas. proses. Tujuan a. e. ditingkatkan dan dituntaskan. Upaya PTK diharapkan dapat menciptakan sebuah budaya belajar (learning culture) di kalangan dosen di LPTK. PTK menawarkan peluang sebagai strategi pengembangan kinerja. SMA dan SMK). sehingga kedua belah pihak dapat memetik manfaat secara timbal balik (reciprocity of benefits). Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan. dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah (SD. c. dan hasil belajar. Menumbuh-kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah dan LPTK. Keempat. sehingga proses pendidikan dan pembelajaran yang inovatif dan hasil belajar yang lebih baik. masukan.Peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai melalui berbagai cara. peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran yang nyata. dapat diwujudkan secara sistematis. sebab pendekatan penelitian ini menempatkan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya sebagai peneliti. Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran dapat dikaji. dan bersifat pragmatis naturalistik. Upaya peningkatan kemampuan meneliti di masa lalu cenderung dirancang dengan pendekatan research-development-dissemination (RDD). yang dikembangkan atas prinsip kesetaraan sudah sangat mendesak. Paradigma demikian dirasakan tidak sesuai dengan perkembangan pemikiran baru. antara lain: melalui peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. lebih-lebih lagi dalam era otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan. Pendekatan ini lebih menekankan perencanaan penelitian yang bersifat topdown dan bersifat kuat orientasi teoritiknya. sebagai agen perubahan yang pola kerjanya bersifat kolaboratif. dan guru-siswa di sekolah. SMP. b. khususnya Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). Ketiga. sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan (sustainable). Meningkatkan keterampilan pendidik dan tenaga kependidikan khususnya di sekolah dalam melakukan PTK. Kebutuhan akan kemitraan yang sehat dan produktif. masukan. penerapan prinsip pembelajaran berbasis penelitian. Meningkatkan mutu isi. atau dengan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan nonpembelajaran secara profesional lewat penelitian tindakan secara terkendali. 3 2. MPMBS mengisyaratkan pula adanya kemitraan antar jenjang dan jenis pendidikan. peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. . d. Pendekatan MPMBS menitikberatkan pada upaya perbaikan mutu yang inisiatifnya berasal dari motivasi internal pendidik dan tenaga kependidikan itu sendiri (an effort to internally initiate endeavor for quality improvement). pelatihan dan pendidikan. proses. Upaya meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi saat menjalankan tugasnya akan memberi dampak positif ganda. baik yang bersifat praktis maupun dalam tataran konsep. Pertama. peningkatan kualitas isi.

f. Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah-masalah pendidikan anak di sekolah. Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media. Masalah kurikulum (termasuk dalam tema ini antara lain: implementasi KBK. dan sumber belajar di dalam/luar kelas. interaksi di dalam kelas. dan sumber belajar lainnya. c. b. 4. Semua dosen LPTK (keguruan dan non keguruan) negeri maupun swasta dari semua program studi yang berkolaborasi dengan guru (SD/MI. Pengembangan pribadi peserta didik. f. antara lain: masalah penggunaan media. Desain dan strategi pembelajaran di kelas (termasuk dalam tema ini. 5.peserta didik dan orangtua dalam PBM. b. antara lain: masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran. kesalahan-kesalahan pembelajaran. Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa. dan tenaga kependidikan lainnya (termasuk dalam tema ini antara lain: peningkatan kemandirian dan tanggungjawab peserta didik. . Pengusul Penelitian Tindakan Kelas a. antara lain: masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran. Peningkatan dan perbaikan terhadap kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah. pendidik. f. Bidang Kajian Penelitian Tindakan Kelas a. Khusus untuk dosen LPTK non keguruan dapat mengusulkan PTK dengan catatan mereka harus berkolaborasi dengan guru bidang studi di sekolah. peningkatan konsep diri peserta didik). peningkatan keefektifan hubungan antara pendidik. Meningkatkan kerjasama profesional di antara pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah dan LPTK. interaksi guru-siswa. partisipasi orangtua dalam proses belajar siswa). Luaran Penelitian Tindakan Kelas Luaran umum yang diharapkan dihasilkan dari PTK adalah sebuah peningkatan atau perbaikan (improvement and theraphy). e. SMP/MTs. Masalah belajar siswa di sekolah (termasuk di dalam tema ini. SMK) di sekolah/madrasah. 3. urutan penyajian materi pokok. antara lain: masalah belajar di kelas. c. 4 d. dan siswa-lingkungan belajar). d. peningkatan hubungan antara sekolah dan masyarakat). Sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran (termasuk dalam tema ini. e. antara lain sebagai berikut. a. miskonsepsi). atau tidak sedang studi lanjut (dibuktikan dengan Surat Keterangan Dekan). Alat bantu. Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa di sekolah. c. Para dosen LPTK yang tidak sedang terikat Kontrak Kerja Penelitian dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Menristek (dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Lemlit). siswa-materi ajar. media dan sumber belajar (termasuk dalam tema ini. alat bantu belajar. pengembangan instrumen asesmen berbasis kompetensi). implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran. perpustakaan. SMA/MA. b. Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas.

Prosedur Penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah.000 (sepuluh juta rupiah). photocopy. Kriteria Seleksi Usulan penelitian akan diseleksi secara ketat oleh Tim Pakar dari perguruan tinggi yang ditunjuk oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi (Dit. dan refleksi). yaitu: pada saat mendiagnosis masalah.PPTK dan KPT).PPTK dan KPT. dalam pengertian usulan harus secara jelas menggambarkan peranan dan intensitas masing-masing anggota pada setiap kegiatan penelitian yang dilakukan. merekam data. Biaya perjalanan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan.000. sarana pendukung pembelajaran masing-masing anggota penelitian dalam setiap kegiatan penelitian. Kemanfaatan Hasil Penelitian (terutama: potensi untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas isi. Biaya penelitian untuk setiap usulan maksimum Rp 10. atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan). dalam arti masingmasing mempunyai peran dan tanggungjawab yang saling membutuhkan dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan. Masalah penelitian bukan dihasilkan dari kajian teoretik atau dari hasil penelitian terdahulu. dan lainnya). 7. Honorarium Ketua Peneliti dan anggota (tidak melebihi dari 30% total biaya usulan). observasi. dan menyusun laporan akhir. prosedur pelaksanaan tindakan. dan cakupan permasalahan). b. perencanaan tindakan. Kegiatan Pendukung (terutama: jadwal penelitian. melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan. d. e. . Pelaksanaan pemantauan akan dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian masing-masing LPTK sebagai penanggungjawab kontrak penelitian di perguruan tinggi negeri maupun swasta. c. Penelitian ini bersifat kolaboratif. d. termasuk biaya perjalanan anggota peneliti ke tempat penelitian. Pemantauan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Pemantauan terhadap pelaksanaan penelitian akan dilakukan oleh Tim yang ditunjuk oleh Dit. proses. c. evaluasi. 5 8. Kolaborasi dalam Penelitian Tindakan Kelas a. b. laporan. menganalisis data. menyusun usulan. yang rinciannya terdiri dari: a. 9. relevansi. dan kelayakan pembiayaan). Perumusan Masalah (terutama: asal. Dalam PTK.6. prosedur observasi dan evaluasi. Kriteria evaluasi terhadap usulan penelitian PTK mencakup : a. Cara Pemecahan Masalah (terutama: rancangan tindakan. Lain-lain pengeluaran (dokumentasi. c. kedudukan dosen setara dengan guru. b. Ditjen Dikti menjelang penulisan laporan akhir penelitian. Biaya operasional kegiatan penelitian di sekolah (minimum 30% dari total biaya). dan kontekstualitas tindakan. kriteria keberhasilan sebuah tindakan). tetapi masalah lebih ditekankan pada permasalahan aktual pembelajaran di kelas. Permasalahan penelitian tindakan kelas harus digali atau didiagnosis secara kolaboratif dan sistematis oleh dosen dan guru dari masalah yang nyata dihadapi guru dan/atau siswa di sekolah. masukan. menyeminarkan hasil. Jangka Waktu dan Biaya Penelitian Usulan penelitian disusun untuk kegiatan selama 10 bulan (persiapan sampai dengan pelaporan hasil). prosedur refleksi hasil penelitian).

. Lt......... diketahui oleh Kepala Sekolah yang bersangkutan.. Jalan Pintu 1.Monitoring akan diselenggarakan dengan mempergunakan Format Pemantauan Penelitian Tindakan Kelas yang dikeluarkan oleh Dit.. Berita acara seleksi perlu dilampirkan.. Tata Cara Pengajuan Usulan Penelitian 10.. Bulan........ 10.. 7 Lampiran : A.1 Cover Biru Muda CONTOH KULIT MUKA USULAN PENELITIAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Logo Perguruan Tinggi JUDUL PENELITIAN Oleh : .. 6 10. Ketua Penelitian a.... Senayan-Jakarta oleh masing-masing LPTK Pengusul. c) Masing-masing LPTK maksimal boleh mengajukan 15 usulan (penyimpangan/kelebihan dari ketentuan ini otomatis akan mengakibatkan LPTK ybs akan didiskualifikasi).. INSTITUT /UNIVERSITAS ..... 10..*) FAKULTAS . b) Jumlah anggota maksimal 2 (dua) orang dari LPTK dan 3 (tiga) orang dari guru.PPTK dan KPT....... sehingga tidak diperkenankan merangkap...4 Usulan penelitian harus sudah diterima di Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi paling lambat 27 Januari 2005 dalam rangkap 3 (tiga) dengan kertas HVS ukuran A-4 dan fonts 12 bertipe Times New Roman.4. d) Seleksi awal terhadap usulan dosen dari LPTK dilaksanakan oleh masing-masing Lemlit dengan memperhatikan secara sungguhsungguh Panduan Penyusunan Proposal PTK dan Buku Petunjuk Pelaksanaan PTK yang disusun oleh Dit...... Cara Pengajuan Usulan Penelitian a) Diajukan lewat Lembaga Penelitian..1... Nama Lengkap dan Gelar ........... Tahun *) Tuliskan semua nama pengusul lengkap dengan gelar akademik 8 HALAMAN PENGESAHAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) 1.....3 Usulan yang tidak memenuhi ketentuan di atas akan didiskualifikasi dan usulannya tidak diperiksa......PPTK dan KPT (terlampir)..2 Usulan dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dengan sampul (cover) berwarna Biru Muda dan dikirimkan ke Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi. baik sebagai ketua maupun anggota........ Judul Penelitian 2... atau seorang dosen dari LPTK dan 2 (dua) orang guru. 10. e) Seorang peneliti (dosen/guru) hanya diperbolehkan terlibat dalam satu PTK atau RII......

......b..) NIP.. JUDUL PENELITIAN Judul hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti dan tindakan untuk mengatasi masalahnya........... Pangkat dan Golongan dan NIP d.. serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan ................... Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan....... Biaya yang diperlukan a................. orang 4...... B............................. Tanda tangan (. Sumber dari Dikti Depdiknas b... Jenis Kelamin c. Alamat rumah: Nomor telepon/HP: Email: 3... Sumber lain (sebutkan .......)...... Jumlah Rp Rp Rp (.............) NIP..................................... Ketua Peneliti........................... Institut/Universitas f..... BIDANG KAJIAN Tuliskan bidang kajian penelitian C..... 9 SISTEMATIKA USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) A................................. Mengetahui Dekan Fakultas Cap dan tanda tangan (..... bulan/dari bulan ...... Jumlah Anggota Peneliti .................. Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah........................................ 5............. Lama Penelitian ...) NIP.........) ...... sampai bulan ............................ Menyetujui : Ketua Lemlit Cap dan tanda tangan (......... dan diagnosis dilakukan oleh guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah............. Fakultas/Jurusan e... PENDAHULUAN Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran.

asumsi. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi. sehingga tampak manfaatnya bagi siswa. Kemukakan objek. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain. Penting juga digambarkan situasi kolaboratif antar anggota peneliti dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut. Kontribusi Hasil Penelitian Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran. maupun 10 komponen pendidikan di sekolah lainnya. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan tindakan. E. Kemukakan juga teori. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. KAJIAN PUSTAKA Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Perumusan Masalah Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pada akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah.waktu. evaluasi-refleksi. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti. sehingga diukur tingkat pencapaian keberhasilannya. 3. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi. Pemecahan Masalah Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. Jumlah siklus . hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas. waktu dan lamanya tindakan. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. yang bersifat daur ulang atau siklus. 4. serta lokasi penelitian secara jelas. observasi. D. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas. Setelah diidentifikasi masalah penelitiannya. dan cara pengukuran serta cara mengevaluasinya. guru. temuan dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. pelaksanaan tindakan. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH 1. 2. dan lingkup yang menjadi batasan penelitian. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini. Prosedur yang digunakan dalam identifikasi masalah perlu dikemukakan secara jelas dan sistematis. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. maka selanjutnya perlu dianalisis dan dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. Tujuan Penelitian Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. F.

2...... golongan......... sama dengan yang tercantum dalam Lembar Pengesahan no. atau 4 orang guru/tenaga kependidikan di sekolah.... pelaksanaan.. dan 11 lembaga tempat tugas...... Lampiran-lampiran 1..... Riwayat Hidup Ketua Peneliti dan Anggota Peneliti (Cantumkan pengalaman penelitian yang relevan sampai saat ini)........ JADWAL PENELITIAN Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencanaan.................... meskipun harus diingat juga jadwal kegiatan belajar di sekolah. yang terdiri dari : 1 orang Ketua Peneliti (dosen LPTK)....2........ pangkat..........2 Cover Biru Muda LAPORAN AKHIR PENELITIAN TINDAKAN KELAS LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Logo Perguruan Tinggi JUDUL PENELITIAN Oleh : ...... BIAYA PENELITIAN Kemukakan besarnya biaya penelitian secara rinci dengan mengacu kepada kegiatan penelitian........... sehingga tampak jelas tingkat dan kualitas kolaborasi dalam penelitian tersebut... H...*) dibiayai oleh : . Rekapitulasi biaya penelitian: • Honorarium ketua... Penelitian ini sekurang-kurangnya dilakukan oleh 3 orang peneliti.............. Daftar Pustaka. anggota maksimal 30% • Biaya operasional minimal 30 % • Biaya pembelian ATK maksimal 30% • Lain-lain pengeluaran 10% I..... Jadwal kegiatan penelitian disusun selama 10 bulan............ jumlah waktu yang digunakan dalam setiap bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan.... Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Penelitian Nomor ..... dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk Gantt chart.. Rincilah nama personalia tim peneliti. 4 orang anggota peneliti yang dapat terdiri dari 1 orang dosen LPTK dan 3 orang guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah.. G......... jabatan. MLA atau Turabian....... Jumlah guru minimal 2 orang dan harus lebih banyak dari jumlah dosen... 12 Lampiran : A... . yang 1 orang sebagai Ketua Peneliti (dosen LPTK) dan 2 orang guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah......... PERSONALIA PENELITIAN Jumlah personalia penelitian maksimal 5 orang... yang dituliskan secara konsisten menurut model APA........ Uraikan peran guru......... Dalam rencana pelaksanaan tindakan pada setiap tahapan hendaknya digambarkan peranan dan intensitas kegiatan masingmasing anggota peneliti......diusahakan lebih dari satu siklus............................... persiapan........

.... Mengetahui Dekan Fakultas Cap dan tanda tangan (..........) .. sampai bulan ............................... 14 SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR HASIL ...... Bulan.....) NIP........................ Nama Lengkap dan Gelar b.......................... Tahun *) Tuliskan semua nama peneliti lengkap dengan gelar akademik 13 HALAMAN PENGESAHAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) 1.......................................... Alamat rumah: Nomor telepon/HP: Email: 3............. Sumber dari Depdiknas d..... bulan/dari bulan ................... Tanda tangan (.......... INSTITUT/UNIVERSITAS .....................) Jumlah Rp Rp Rp (..... 5............................... Jumlah Anggota Peneliti .....................Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi (PPTK dan KPT) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional FAKULTAS ................................... Menyetujui : Ketua Lemlit Cap dan tanda tangan (.........) NIP... Lama Penelitian ...... Biaya yang diperlukan c. Fakultas/Jurusan e.................... Judul Penelitian 2.... Ketua Penelitian a. Ketua Peneliti... Pangkat dan Golongan dan NIP d........... orang 4....... Sumber lain (Sebutkan .) NIP.... Jenis Kelamin c................ Institut/Universitas f.....................................................

.............................................................. Pendahuluan Memuat unsur latar belakang masalah............ Pendahuluan .. motivasi dan aktivitas belajar..... ii Abstrak ... prosedur dan hasil penelitian 2....................................... III. Bab ini diakhiri dengan pertanyaan penelitian dan/atau hipotesis tindakan...............PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) Lembar Judul Penelitian . situasi kelas.... Simpulan dan Saran ......................................................................................... vii I...... i Lembar Indentitas dan Pengesahan ........ waktu..... mulai dari perencanaan........................................................ karakteristik siswa di sekolah sebagai subjek penelitian............... cara pemantauan beserta jenis instrumen..... Abstrak Menguraikan dengan ringkas unsur-unsur permasalahan............................ Kejelasan tiap siklus: rancangan.......................................... 3........... vi Daftar Lampiran .......................................................... data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan.............. hasil analisis data yang menunjukkan perubahan yang terjadi disertai pembahasan secara sistematik ......... Daftar Pustaka ... mata pelajaran................................ Personalia tenaga peneliti............ Riwayat hidup masing-masing personalia penelitian ...................... lingkungan......... Kemukakan grafik dan tabel secara optimal.............................. 15 Penjelasan Komponen Pokok Laporan Penelitian Tindakan Kelas 1..... pelaksanaan.................. v Daftar Gambar .............................................. Tindakan yang dilakukan bersifat rasional dan feasible serta collaborative.......................... vi Daftar Tabel ..... tujuan. Hasil Penelitian dan Pembahasan ........... Kajian Pustaka Menguraikan teori terkait dan temuan penelitian yang relevan yang memberi arah ke pelaksanaan PTK dan usaha peneliti membangun argumen teoritik bahwa dengan tindakan tertentu dimungkinkan dapat meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan dan pembelajaran......................... Hasil Penelitian dan Pembahasan Menyajikan uraian masing-masing siklus dengan data lengkap............ pelaksanaan pengamatan dan refleksi yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang terjadi........................... Pelaksanaan Penelitian Mengandung unsur: deskripsi lokasi.......... hasil belajar..................................................... usaha validasi hipotesis dan cara refleksi..................................................................................................................... guru sendiri......... identifikasi masalah......... V............... Kajian Pustaka ................................................... II............... Lampiran: Instrumen penelitian ................................................................................ iii Daftar Isi ...................................... Pelaksanaan Penelitian ...................................................................................................... analisis dan rumusan masalah................. tujuan dan manfaat penelitian................. Perlu ditambahkan hal yang mendasar yaitu hasil perubahan (kemajuan) pada diri siswa..... serta definisi istilah bila dianggap perlu. IV............................ 5......... bukan untuk membuktikan teori......................... 4..........

data penelitian. alat dan sumber belajar 20 4 Orientasi Penelitian • Keterkaitan judul. dan bukti lain pelaksanaan penelitian. Lampiran-Lampiran Memuat instrumen penelitian. jelas mendesak • Peneliti berwenang memecahkan masalah dilihat dari kemampuan. riwayat hidup masing-masing peneliti. serta hasil yang diharapkan • Permasalahan didukung data yang aktual • Orisinalitas penelitian (bukan merupakan pengulangan) 15 . 16 Evaluasi Usulan Penelitian Tindakan Kelas : Kode Usulan : Nama Pengusul : Perguruan Tinggi : Judul : Kriteria Penilaian No Kriteria Acuan Bobot Score Nilai 1 Masalah yang diteliti • Masalah nyata. 6. waktu. media. Daftar Pustaka Memuat semua sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian secara alphabetis. permasalahan. dan metodologi. 7. personalia tenaga peneliti. 8. Berikan saran tindak lanjut berdasarkan pembahasan hasil penelitian.dan jelas. prasarana • Rumusan masalah jelas • Identifikasi penyebab masalah jelas 25 2 Cara pemecahan masalah • Menunjukkan akar penyebab masalah • Pilihan tindakan untuk memecahkan masalah dalam bentuk PTK/CAR 10 3 Luaran Penelitian • Secara jelas tampak indikator keberhasilan • Potensial memperbaiki proses dan hasil pendidikan/pembelajaran • Peningkatan kualitas penggunaan metoda. Kesimpulan dan Saran Menyajikan simpulan hasil penelitian (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan penelitian. kajian pustaka. sarana.

............. .................................................................................................................................................................................... ............................................................................................................................................................ .................................. 2.................................. • prosedur dan • hasil 5 B PENDAHULUAN Terlihat unsur-unsur berikut • Latar belakang (deskripsi ..................................... ....................………………………………………………….................................. ..................................... .................................................... ........................................................................................................... ....................) 18 FORMAT PENILAIAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Nama penelitian : Perguruan Tinggi : Bidang Studi : Judul Penelitian : KRITERIA PENILAIAN No Kriteria Aspek yang Dinilai Bobot Score Nilai A ABSTRAK Terlihat jelas 3 unsur pokok: • latar belakang............ .............................…………………………………………………...................................................................................…………………………………………………......................................………………………………………………….................. Batas Penerimaan (Passing grade) : 350 Hasil penilaian : (Diterima / Ditolak) Alasan Penolakan : (uraikan secara singkat dan padat) ........................ 4 dan 5 Sangat kurang skor 1 Kurang skor 2 Baik skor 4 Sangat baik skor 5 Lampiran : B1 17 Nilai : Bobot x skor : ......... .................................................................................................. Penilai (...................................................................... tanggal...... ...................................................................tujuan..................................................5 Prosedur • Ketepatan dan kejelasan tahapan tiap siklus • Kesesuaian dengan langkah PTK • Mencakup lebih dari satu siklus • Ketepatan instrumen dan cara merekam hasil tindakan 20 6 Umum • Judul jelas memperlihatkan masalah dan tindakan yang akan dilakukan • Kesesuaian personalia • Kewajaran biaya dan waktu penelitian 10 Setiap kriteria diberi skor 1............................................................................................................................................................................................................................................................................................ .....................................................................................................................................................................

pentingnya masalah dipecahkan) • Rumusan masalah • Tujuan • Manfaat 15 C KAJIAN TEORI/ PUSTAKA • Ada teori-teori terkait yang memberi arah/petunjuk kepada pelaksanaan PTK • Ada usaha-usaha penulis membangun argumen teoretik bahwa tindakan tertentu dimungkinkan bisa meningkatkan mutu KBM • Pertanyaan penelitian/hipotesis tindakan (kalau perlu) 20 D PELAKSANAAN PENELITIAN • Deskripsi tahapan siklus penelitian. artinya dosen memaksimalkan kerja sama dengan guru sebagai mitra setara. artinya berbasis pada akar penyebab masalah o Feasible (dapat dilaksanakan-tidak ambisius). • Jumlah siklus lebih dari satu E HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Disajikan dalam bentuk siklus dengan data lengkap: . data awal yang menunjukkan akar terjadinya masalah. usaha validasi hipotesis tindakan. deskripsi lokasi dan waktu. biaya dan sarana/pra-sarana o Collaborative. 15 Lampiran B2 19 dan cara refleksi • Tindakan yang dilakukan bersifat: o Rasional. artinya tindakan tersebut terdukung oleh faktorfaktor waktu. • Penggunaan instrumen.masalah.

Hasil authentik disajikan • Refleksi: berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan dan rencana berikutnya . tujuan riset. • Pelaksanan: diuraikan pelaksanaan tindakan • Pengamatan: disajikan hasil pengamatan dari berbagai instrumen. dan hasil . MENGAPA BERHASIL (TIDAK). APA YANG PERLU DILAKUKAN UNTUK SIKLUS BERIKUTNYA.Siklus I • Perencanaan: diuraikan TINDAKAN yang khas yang dilakukan terlihat bedanya dengan pembelajaran biasa. lingkungan dan peneliti 20 • Tabel. grafik/statistik deskriptif dioptimalkan • Terdapat analisis data menyajikan perubahan pada peserta didik. lingkungan kelas/sekolah dan peneliti. • Triangulasi dioptimalkan untuk memvalidasi potret proses dan hasil perubahan (kemajuan) • Pembahasan • Ada ulasan tentang perubahan yang dihasilkan dari tiap siklus dan keseluruhan siklus F KESIMPULAN DAN REKOMENDASI • Hasil riset (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan • Ada saran untuk riset. 25 Siklus II (idem) Siklus III (idem) Perlu ditambahkan hal-hal yang mendasar berikut ini: • Disajikan hasil perubahan (kemajuan) pada diri peserta didik.

) 21 Lampiran C. Alamat :…………………………………………………... 5. :…………………………………………………… ……………………………………………………... Nama Peneliti a... 6... ...... Sekolah b. 2. Jurusan/Program Studi : ………………………………………………… :………………………………………………… :………………………………………………… 2.. Pelaksanaan Penelitian a.. Tanggal selesai c.. Turabian secara konsisten. Ketua Peneliti b.. Perguruan Tinggi b. a. MLA.....riset (potret kemajuan) • Ada saran untuk penerapan hasil (suggestion) 10 H DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN • Penulisan sesuai aturan APA. Mitra Penelitian a... 4..... • Kelengkapan lampiran 10 Jumlah Total 100 Setiap kriteria diberi scor : 1... Jumlah kelas yang digunakan ..... Anggota Peneliti :………………………………………………… :1………………………………………………… 2………………………………………………… 3………………………………………………… 3. Judul Penelitian ……………………………………………… ………………………………………………… ………………………………………………… 4... Penilai ( .. Biaya Penelitian :Rp……………………………………………… (…………………………………………………) 5.. Kurang sekali : skor 1 Kurang : skor 2 Baik : skor 4 Baik sekali : skor 5 Nilai : Bobot x skor Jakarta..... Tanggal mulai b... Format Pemantauan PTK FORMAT PEMANTAUAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) 1.. Fakultas c...

d. Tingkatan kelas :………………………………………………… :………………………………………………… :………………………………………………… :…………………………………………………. 7. Peranan Lemlit di PT a. Seleksi proposal penelitian b. Menyelenggarakan seminar proposal c. Memantau pelaksanaan penelitian d. Menyelenggarakan seminar hasil penelitian e. Menggandakan dan mengirimkan laporan penelitian f. Meminta artikel kepada peneliti g. Memberikan layanan lain, sebutkan… ………………………………………….. a. Ya/Tidak *) b. Ya/Tidak *) c. Ya/Tidak *) d. Ya/Tidak *) e. Ya/Tidak *) f. Ya/Tidak *) g. Ya/Tidak *) 8. Kesesuaian pelaksanaan penelitian dengan usul: Jenis Kesesuaian a. Mitra Sesuai/Menyimpang *) b. Bentuk Sesuai/Menyimpang *) kolaborasi c. Waktu Sesuai/Menyimpang *) pelaksanaan d. Bahan/ Sesuai/Menyimpang *) Alat/Media e. Metode yg Sesuai/Menyimpang *) digunakan f. Peneliti Sesuai/Menyimpang *) Kekurangan :…………………………………………………… :…………………………………………………… :…………………………………………………… :…………………………………………………… :…………………………………………………… :……………………………………………………

22
9. Masalah lain yang dihadapi peneliti (kesibukan guru, kesibukan dosen, keadaan peralatan/media,dsb) …..……………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… 10 Penilaian umum terhadap pelaksanaan penelitian a. Peneliti/Pelaksana: • Kegiatan di kelas • Kegiatan di laboratorium • Komunikasi dengan mitra b. Temuan/hal yang baru/inovasi dalam proses penelitian: c. Keberhasilan yang dicapai: • Indikasi keberhasilan (prestasi belajar siswa, motivasi belajar,

sikap,dsb) • Data pendukung d. Mitra • Kondisi sarana/peralatan • Kontribusi dalam pelaksanaan penelitian • Baik/Tidak baik *) • Baik/Tidak baik *) • Baik/Tidak baik *) …………………………………………………… ……………………………………………………. ……………………………………………………. …………………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… • Baik/Tidak baik *) • Baik/Tidak baik *) 11. Rencana tindak lanjut (follow up) a. Melanjutkan kegiatan penelitian tindakan kelas b. Diseminasi kepada guru lain c. Menulis hasil penelitian menjadi karya tulis ilmiah d. Memperbaiki buku ajar e. Lain, sebutkan………………………… • Ya/Tidak *) • Ya/Tidak *) • Ya/Tidak *) • Ya/Tidak *) • ……………………………………………….. 12. Rencana publikasi: a. Peneliti : b. Guru mitra: :…………………………………………………… ……………………………………………………. 13. Cara pemantauan: [ ] Wawancara [ ] Peninjauan ke lokasi penelitian [ ] Melihat data, foto, atau rekaman [ ] Laporan penelitian [ ] Lain-lain, sebutkan 14. Kesimpulan umum: a. Pelaksanaan penelitian telah selesai : b. Bila belum 100 % selesai, tahapan penelitian yang akan diselesaikan, sebutkan: a…………………% b…………………………………………………. …………………………………………………. ………………………………………………… 15. Gambaran umum dan saran

umat, 04 November 2011
Manfaat TIK untuk pembelajaran
Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access.

Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran. Kutipan dari Kurikulum untuk Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi · Visi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu agar siswa dapat dan terbiasa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya · Melalui mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diharapkan siswa dapat terlibat pada perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk teknologi informasi dan komunikasi. Siswa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. Dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi, siswa akan dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan. Penambahan kemampuan siswa karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang. · Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media. · Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah: 1. Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat. 2. Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan seharihari secara mandiri dan lebih percaya diri. 3. Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan seharihari.

berinisiatif. dan pemecahan masalah seharihari. Mengamati Program Pengembagan TIK yang dilakukan Depdiknas Untuk mengejar ketertinggalan pemanfaatan TIK di sekolah dari negara lain. 5. kita harus mempersiapkan diri dan melakukan perencanaan yang matang dalam mengimplementasikan TIK di madrasah. Jika kita tidak memulainya sekarang maka madrasah sebagai salah satu institusi pendidikan selain sekolah yang berada dibawah Depdiknas akan tertinggal oleh sekolah lain. http://makalahkumakalahmu. terampil mengorganisasi informasi. bekerja. Di satu sisi. di sisi lain TIK akan membuat kita tertinggal semakin jauh.wordpress. inovatif. kita harus mengintegrasikan TIK dalam proses belajar mengajar di madrasah bukan hanya untuk mata pelajaran teknologi dan informasi saja. saat iniDepdiknas mempunyai program pengembangan TIK secara besarbesaran. usaha kita akan semakin berat untuk mensejajarkan madrasah dengan sekolah lain. kita sedang berusaha mengejar ketertinggalan dalam mata pelajaran khususnya MIPA dan BahasaInggris. menarik.4. kreatif. Dengan melihat isi dari kurikulum tersebut.com/2009/03/18/pemanfaatan-teknologiinformasi- Main menu Lompat ke isi • • Beranda Kontak Saya . Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. dan bertanggungjawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri. Melihat kondisi TIK pada saat ini dan perkembangannya di masa datang. Jika ini terjadi. dan terbiasa bekerjasama. dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi. sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal.

Berikut ini adalah tipe-tpe kepibadian menurut masing-masing para ahli agar kita lebih .• • • Lagu RPP SD Soal UN SD/MI ○ ○ ○ ○ SOAL-SOAL LATIHAN UN 2011-2012 ARSIP SOAL-SOAL LATIHAN TH 2010-2011 ARSIP SOAL-SOAL LATIHAN Th 2009-2010 ARSIP KUMPULAN SOAL-SOAL • • • • • • Arsip Download Galery Penyejuk Hati About Me Download di Ziddu Post navigation ← RPP Menggunakan Tahapan Eksplorasi. Elaborasi dan Konfirmasi ( RPP Berkarakter ) Belajar Tanpa Batas melalui Rumah Belajar → Jul 24 2011 Beberapa Karakter Peserta Didik Begitu banyak tipe kepribadian menurut para ilmuwan.

tidak kreatif. baik hati. neurotik. mudah bergaul. menarik diri. • • Menurut Mahmud 1990 (dalam Suadianto 2009) menyatakan Kepribadian terbagi menjadi dua belas kepribadian. malas. menikmati kegembiraan. . menyendiri. Tenang. yang berkaitan dengan pemilikan temperamen pemurung. bahkan kadang-kadang disertai dengan simptom fisik seperti keringat. dapat dipercaya VS curiga. lamban.memahami kepribadian peserta didik sehingga saat proses kegiatan belajar dan mengajar berlangsung dengan maksimal. menyenangkan spontan. ramah. Emosi stabil. sedih. Sensitif. kaku. banyak bicara VS mudah berkobar. hangat VS dingin. Berbudaya. VS emosi mudah berubah. tegang. Kepribadian Introvert: dicirikan dengan sifat pemalu. bersemangat VS pelamun. tidak emosional. Kepribadian Neurosis: dicirikan dengan pencemas. lembut hati VS keras hati. toleran VS tidak tenang. Riang. tahan menderita. suka Dominat. impulsif. pemurung. yang meliputi kepribadian sebagai berikut: • • • • • • • • • • • • Mudah menyesuaikan diri. suka menyendiri. Bebas. Tepe kepribadian itu antara lain: • • Tipe kepribadian choleric (empedu kuning). Penuh energi. dan tidak sabar. Mereka mengembangkan tipologi kepribadian berdasarkan cairan tubuh yang menentukan temperamen seseorang. estetik VS kasar. cepat. cerdas. gigih menghindar (evasive). mudah tersinggung. mudah sedih dan mudah putus asa. sering ambil bagian dalam aktivitas sosial. pucat. bersahabat. simpatik. tertekan. impulsif. dapat dipercaya VS bodoh. dan gugup. tergantung. tenang. tidak berbudaya. Petualang. Menurut Eysenck 1964 (dalam Buchori 1982) menyatakan Tipe kepribadian dibagi menjadi tiga. pesimis. mudah tersinggung. tidak bertanggung jawab. menyerah. tekun. tidak sungguh-sungguh. Berhati-hati. aktif bicara. mudah lelah. bebas. yang dicirikan dengan pemilikan temperamen cepat marah. pendiam. menonjolkan diri VS suka mengalah. baik hati VS hati-hati. bertanggung jawab VS emosional. Tipe melancholic (empedu hitam). realistis. Menurut Hippocrates dan Galenus (dalam Kurnia 2007) Tipologi kepribadian yang tertuang bersifat jasmaniah atau fisik. bermusuhan. mempunyai kontrol diri yang baik. yaitu: • Kepribadian Ekstrovert: dicirikan dengan sifat sosiabilitas. Ramah. ramah.

dinamis. Menurut Kretchmer dan Sheldon (dalam Kurnia 2007) menyatakan bahwa Tipologi kepribadian berdasarkan bentuk tubuh atau bersifat jasmaniah. yang bertemperamen yang serba lamban. dan kadang apatis/ masa bodoh. kepribadian anak belum terbentuk sepenuhnya seperti orang dewasa. Perilaku anak sulit diatur.• • Tipe phlegmatic (lendir). dan sering membantah dan melawan orang tua. Tipe sanguinis (darah). Berikut ini adalah krakteristik perkembangan pada masa anak samapai masa puber. dan nilai pada diri anak. Menurut Jung (dalam Sudianto 2009) Tipologi kepribadian dikelompokan berdasarkan kecenderungan hubungan sosial seseorang. banyak teman. Menurut Kurnia (2007) menjelaskan bahwa: Karakteristik atau kepribadian seseorang dapat berkembang secara bertahap. dan dikuasai oleh nilai-nilai subjektif. dan cekatan. Tipe athleticus atau mesomorphic pada orang yang bertubuh sedang/ atletis memiliki sifat senang pada pekerjaan yang membutukhkan kekuatan fisik. Wijaya (1988) menyatakan “karakteristik anak secara sederhana dapat dikelompokkan atas: 1. dalam kenyataannya lebih banyak manusia dengan tipe campuran (dysplastic). Tipe Introvert yang perhatiannya lebih tertuju ke dalam dirinya. yang memiliki temperamen dan sifat periang. umumnya manusia mempunyai tipe campuran atau kombinasi antara ekstrovert dan introvert yang disebut ambivert. † Krakteristik perkembangan masa anak awal (2-6 tahun) Masa anak awal berlangsung dari usia 2-6 tahun. yaitu: • • Tipe Ekstrovert yang perhatiannya lebih banyak tertuju di luar. Tetapi. yaitu setelah anak meninggalkan masa bayi dan mulai mengikuti pendidikan formal di SD. pasif. Kelompok anak yang mudah dan menyenangkan. suka humor. aktif. • • Namun demikian. Tekanan dan harapan sosial untuk mengikuti pendidikan sekolah menyebabkan perubahan perilaku. Pada periode anak sekolah. 2. dan suka makan. khususnya dalam melakukan kegiatan pembelajaran di dekolah”. dan mudah menyesuaikan diri. pemberani. agresif. Anak yang biasa-biasa saja. Anak yang sulit dalam penyesuaian diri dan sosial. popular dan mempunyai hubungan sosial luas. . memiliki sifat periang. anak sedang dalam proses penegmbangan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan. Macam-macaam kepribadian ini adalah: • Tipe asthenicus atau ectomorpic pada orang-orang yang bertubuh tinggi kurus memiliki sifat dan kemampuan berpikir abstrak dan kritis. minat. Pada masa ini. tetapi suka melamun dan sensitif. 3. bandel. keras kepala. Tipe pycknicus atau mesomorphic pada orang yang betubuh gemuk pendek. Kepribadian mereka masih dalam proses pengembangan. malas.

maupun gambaran seseorang mengenai dirinya sendiri. Konsep diri seseorang dipengaruhi dan ditentukan oleh peran dan hubungannya dengan orang lain terhadap dirinya” (Buchori 1982). serta membantunya agar anak dapat menerima peran seks dalam kehidupan bersosialisasi dengan orang atau masyarakat di sekitarnya. Tahap puber terjadi pada batas antara periode anak dan remaja. yaitu tahap: prapuber. Kepribadian selalu dalam penyesuaian diri yang unik dengan lingkungannya dan berkembang bersama-sama dengan lingkungannya. Tak heran. atau sebagai bayangan dari cermin diri.Hal ini memang sangat menyulitkan para pendidik. Dan sikap para pedidik sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. karena pada rentang usia ini (6-12 tahun) anak bersekolah di sekolah dasar. sehingga menimbulkan keraguan dan perasaan tidak aman pada anak puber. Tahap prapuber bertumpang tindih dengan dua tahun terakhir masa anak akhir. Dalam perkembangan kepribadian. emosional. Kepribadian bersifat dinamis (tidak statis). serta persoalan dalam berhubungan dengan orang di sekitarnya. † Krakteristik perkembangan masa puber (11/12 – 14/15 tahun) Masa puber adalah suatu periode tumpang tindih antara masa anak akhir dan masa remaja awal.“konsep diri merupakan konsep. Perkembangan kepribadian “Kata kepribadian dalam bahasa asing disebut dengan kata personality. Para pendidik memberi sebutan anak usia sekolah dasar. Kebanyakan anak pada masa ini juga kurang memperhatikan dan tidak bertanggung jawab terhadap pakaian dan benda-benda miliknya. konsep diri dan sifat-sifat seseorang merupakan hal atau komponen penting. perilaku negative dan lai-lain. Waktu masa puber relatif singkat (2-4 tahun) ini terjadi pertumbuhan dan perubahan yang sangat pesat dan mencolok dalam proporsi tubuh. apabila para guru Playgroup sampai SD harus lebih bersabar dalam melangsungkan pembelajaran atau mendidik siswa. Di sekolah dasar. Peubahan fisik dan sikap puber ini berakibat pula pada menurunnya prestasi belajar. Tahap pascapuber bertumpang tindih dengan dua tahun pertama masa remaja. Orang tua atau pendidik menyebut masa anak akhir sebagai masa yang menyulitkan karena pada masa ini anak lebih banyak dipengaruhi oleh teman-teman sebaya daripada oleh orang tuanya. Menurut Suadianto (2009) menerangkan bahwa . yaitupersona yang berarti “topeng” atau seorang individu yang berbicara melalui sebuah topeng yang menyembunyikan identitasnya dan memerankan tokoh lain dalam drama” (Buchori. persepsi. karena tiap anak mempunyai pengalaman belajar yang berbeda satu dengan yang lainnya. D. anak diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan yang dianggap penting untuk keberhasilan melanjutkan studi dan penyesuaian diri dalam kehidupannya kelak. dan pascapuber. permasalahan yang terkait dengan penerimaan konsep diri. Kata ini berasal dari kata latin. danmelainkan berkembang secara terbuka sehingga manusia senantiasa berada dalam kondisi perubahan dan perkembangan. puber. Sehingga kepribadian seseorang adalah perangsang dari orang tua atau kesan yang ditimbulkan oleh keseluruhan tingkah laku orang lain. Disiplin mulai bisa diterapkan pada anak sehingga anak dapat mulai belajar hidup secara tertib. di mana ciri kematangan seksual emakin jelas (haid dan mimpi basah). † Krakteristik perkembangan masa anak akhir (6-12 tahun) Karakteristik atau ciri-ciri periode masa anak akhir. 1982:91). serta menentukan jenis penyesuaian yang akan dilakukan anak. Orang dewasa maupun pendidik perlu memahami sikap perilaku anak puber yang kadang menaik diri. sama halnya dengan ciri-ciri periode masa anak awal dengan memperhatikan sebutan atau label yang digunakan pendidik. Periode ini terbagi atas tiga tahap.

perilaku orang tua dan lingkungan kelompok teman sebaya. Apalagi kita sebagai pendidik selalu bersama dengan peserta didik yang sangat banyak dan masing-masing mempunyai karakter-karakter tersendiri. Berdasarkan tipe-tipe kepribadian yang telah tercantum di atas bahwa setiap sifat yang baik pasti ada sifat yang jelek. tidak ada kepribadian dan sifat-sifat yang benarbenar sama. sopan dan lain-lain. pendidikan yang ditempuh anak. ada sifat atau pribadi yang tertutup. 3. (2) Konsistensi yang berarti seseorang bersikap dengan cara yang hampir sama dalam situasi dan kondisi yang serupa. misalnya sifat sabar anak dikarenakan orang tuanya juga memiliki sifat sabar. namun sangat penting. anak yang suka bergurau dan menganggap guru adalah teman. Pengalaman awal dalam lingkungan keluarga ketika anak masih kecil. Menurut Kurnia (2007) menyatakan bahwa Mengenai perkembangan pola kepribadian. tetapi pendidik harus mengenal kepribadian dari murid-muridnya. Pengalaman kehidupan selanjutnya dapat memperkuat konsep diri dan dasar kepribadian yang sudah ada. Tiap anak adalah individu yang unik dan mempunyai pengalaman belajar dalam penyesuaian diri dan sosial yang berbeda secara pribadi. E. Keadaan atau proses beajar dan mengajar tidak dapat berjalan dengan baik apabila kita tidak saling mengenal dengan peserta didik. yaitu: (1) Individualistis yang diperlihatkan dalam kuantitas ciri tertentu dan bukan kekhasan ciri bagi orang lain. yaitu: 1. terdapat kecenderungan ciri sifat kepribadian yang menetap dan relatif tidak berubah sehingga mewarnai timbul perilaku khusus terhadap diri seseorang. saat pendidik melakukan kesalahan dan peserta didik mengejek dengan kata kurang sopan. Artinya. Ada peserta didik yang diajak berbicaraselalu merespon. Pengalaman itu membentuk konsep diri primer yang sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak dalam mengadakan penyesuaian diri dan sosial pada perkembangan kepribadian periode selanjutnya. termasuk sifat-sifat yang diturunkan kepada anaknya. Pengaruh kepribadian terhadap peserta didik Memahami karakter seseorang memang sangat sulit. Misalnya. Persistensi dapat disebabkan oleh kondisi bawaan anak sejak lahir.Sifat mempunyai dua ciri yang menonjol. kita harus mengendalikan ego dan menambah kesabaran saat berinteraksi dengan peserta didik untuk mengingatkan bahwa hal tersebut salah. Pada perkembangan kepribadian pesera didik. Apabila kita langsung memarahi dan tidak bisa menahan emosi kita. Saling mengenal tidak harus dengan menghafal nama-nama dari peserta didik. konsep diri merupakan inti kepribadian yang mempengaruhi berbagai sifat yang menjadi ciri khas kepribadian seseorang. ada 3 faktor yang menentukan perkembaangan kepribdian seseorang termasuk peserta didik. Menurut Suadianto (2007) menjelaskan bahwa hal penting dalam perkembangan kepribadian adalah ketetapan dalam pola kepribadian atau persistensi. atau karena pengalaman yang sangat kuat sehingga mengubah konsep diri dan sifat-sifat yang sudah terbentuk pada diri seseorang. Kita sebagai pedidik. demikian juga wawasan sosial anak dipengaruhi oleh tingkat kecerdasannya. Faktor bawaan. serta peran dan pilihan anak ketika berinteraksi dengan lingkungan sosial. maka kita akan ditakuti oleh dia dan bisa saja peserta didik tersebut dan . ada peserta didik yang periang. benar. 2. ada peserta didik yang kurang menghargai pendidikya dan mengaggap suatu hal biasa.

Namun bila dia mudah tersinggung maka kita bisa menegur saat di luar jam pelajaran. Pembelajaran hendaknya dimulai dengan penyajian garis besar dari isi yang akan diajarkan. Dalam perkembangan berikutnya. kita bisa mengingatkan kesalahannya dengan cara lelucon. yang menyatakan bahwa perolehan dan retensi p ....tp.ac. Tesis. Norman menyebutnya dengan webteaching.id/url?sa=t&rct=j&q=teori2%20belajar%20dalampenjaskes&source=w eb&cd=1&ved=0CCAQFjAA&url=http%3A Bottom of Form Post Tagged Teori Teori Belajar Dalam Penjaskes Search for: Teori2 Belajar Dalampenjaskes Model Pembelajaran Kognitif dan Model Elaborasi 11 Jul 2011 . During the past 10 years there has been an explosion of knowledge concerning human cognitive processes and memory structures. Mayer (1981: 25) menyatakan: Instructional theory should be cognitive. Top of Form Search Everything : partner-pub-7548222631054950:tei1n4iw 2fl FORID:10 UTF-8 Search blog. Bila murid tersebut tidak muah tersinggung. Sejalan dengan Ausubel. bukan suasana yng menyenangkan yang didapat melainkan suasana tegang.co.id/tag/teori-teori-belajar-dalam-penjaskes/feed w w w . During the past 10 years there has been an explosion of knowledge concerning human cognitive processes and memory structures. Ausubel (1963) dapat dikatakan sebagai orang yang paling awal mengemukakan pentingnya ada landasan kognitif dalam tindakan pembelajaran.. belajaran. dijadikan pijakan oleh Ausubel (1968) dalam menciptakan model . The useful developments in the cognitive psychology of learning and memory should be incorporated into a general theory of instruction. dikembangkan oleh Norman (1973).google. Bila suasana yang tercipta adalah tegang maka materi yang diberikan tidak diserap hingga maksimal dan akhirnya prestasi menurun.yang lain langsung merasa tegang dan akhirnya pada saat peajaran. Tesis. Mayer (1981: 25) menyatakan: Instructional theory should be cognitive. A good theory of instruction must exploit this useful data base. The useful developments in the cognitive psychology of learning and memory should be incorporated into a general theory of instruction. yang menyatakan bahwa perolehan dan retensi pengetahuan baru dapat dimudahkan dengan cara mengasimilasi-kannya ke dalam pengetahuan yang sudah dimiliki oleh si-belajar (subsuming cognitive structure). Kita sebagai pendidik harus melihat kepribadian siswa tersebut apakah mudah tersingung atau tidak. Dalam perkembangan berikutnya.. Norman mengemukakan bahwa belajar_yang efektif pada dasarnya adalah mengaitkan informasi baru ke dalam struktur kognitif yang sudah ada dalam din si-belajar. yang disertai tinjauan umum terhadap konsep. Norman memformulasikan cara penyajian pembelajaran sebagai berikut. Untuk memenuhi maksud ini. A good theory of instruction must exploit this useful data base.teori kognitif.

disiplin waktu. dan sejenisnya membuktikan bahwa antara hasil serta proses belajarnya tidak konsisten atau hasil tersebut diperoleh dengan cara-cara yang tidak tepat (sebagaimana dituntut oleh hakikat belajar kemanusiaan yang sebenarnya).. Model pembelajaran Ausubel mengintegrasikan 3 komponen struktural. seperti yang dimaui dalam rancangannya). bahan bakunya standar.pembelajarannya. (Conny Semiawan. Kasus siswa SMA kelas I.. tetapi perlu diingat bahwa hasil belajar bukan seperti produk pabrik yang mekanisme (asal perangkat permesinannya beres. bahwa advance organizer berfungsi untuk menjelaskan. dengan nilai NEM serta STTB yang baik tetapi tersendat mengikuti beban belajar di SMA. Ungkapan lain dipakai oleh Joyce dan Weil (1980). Perhatian yang berlebihan terhadap hasil belajar dan cenderung kurang meneliti proses pencapaiannya. dan kecakapan memp .. Hasil belajar seseorang siswa bersifat evolutif (setapak demi setapak). Advance organizer merupakan pernyataan umum yang memperkenalkan bagian-bagian utama yang tercakup dalam urutan pembelajaran. pilihan metodologis yang tepat.. kasus keraguan sistem PMDK (yang akhirnya ditiadakan oleh Depdikbud). dan pendayagunaan fasilitas secara efisien) juga merupakan hasil belajar siswa yang penting dan mendasar. tenaga penggerak emsinnya ada pasti menghasilkan jenis barang yang standar. 2) akan mengecewakan banyak pihak. seperti yang dimaui dalam rancangannya).d. Pembelajaran yang mengutamakan hasil belajar adalah benar. Hasil belajar seseorang siswa bersifat evolutif (setapak demi setapak). Komponen strategi pembelajaran ini konsisten dengan pemikiran Ausubel bahwa struktur kognitif yang sudah ada bertindak sebagai alat . dan kecakapan memproses diri dalam belajarnya (adanya rencana kerja. tetapi perlu diingat bahwa hasil belajar bukan seperti produk pabrik yang mekanisme (asal perangkat permesinannya beres. 16) mengajukan dasar pertimbangan sebagai berikut : PKP selaras dengan hasrat belajar sepanjang hayat dan .. integrative reconciliation. Read More Dasar Pertimbangan Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) 28 Jul 2011 . progressive differentiation. proses keterlibatan belajar siswa sekaligus telah mencerminkan arah serta kualitas hasilnya. proses keterlibatan belajar siswa sekaligus telah mencerminkan arah serta kualitas hasilnya. Sehubungan dengan pentingnya penerapan PKP dalam pembelajaran siswa. .. mengintegrasikan. tenaga penggerak emsinnya ada pasti menghasilkan jenis barang yang standar.. 1985:14 s.belajaran yang mengutamakan hasil belajar adalah benar. yaitu: advance organizer. dan mengaitkan pengetahuan yang sedang dipelajari dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sibelajar. lebih-lebih jika terjebak dalam pandangan yang sempit (lihat A. la berfungsi sebagai kerangka konseptual bagi pengetahuan berikutnya yang lebih rinci dan abstrak. bahan bakunya standar. dkk.

id/tag/teori-teori-belajar-dalampenjaskes/feed#ixzz1nDvB5sgG ← Masalah-Masalah pada Masa Remaja Tahapan Perkembangan Kognitif Individu-Piaget → Prinsip Pengembangan Kurikulum Posted on 31 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT .Artikel ini disalin dari : http://blog.ac.tp.

maupun secara horizontal. dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. penerapan dan evaluasi. tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis). kontinuitas. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip – prinsip umum : relevansi. seperti : politikus. 2. serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. Dalam pengembangan kurikulum. secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan. dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran. namun di dalamnya melibatkan banyak orang. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional. pengusaha. strategi. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum. organisasi dan evaluasi). dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes. prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar.Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif. yakni adanya kesinambungandalam kurikulum. (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan. dan efektivitas. 3. prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran. Prinsip relevansi. yaitu : 1. memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang. Dalam pengembangan kurikulum. dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. Oleh karena itu. Dalam hal ini. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan. baik yang . dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya. bahan. tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan. Prinsip kontinuitas. lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya. Prinsip fleksibilitas. serta kemampuan dan latar bekang peserta didik. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan. praktis. baik secara vertikal. sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis). tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja. orang tua peserta didik. fleksibilitas. didalamnya mencakup: perencanaan.

baik secara kualitas maupun kuantitas. perkembangan. keterampilan sosial. dan jenjang serta jenis pendidikan. kreatif. teknologi. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. cakap. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. tanpa membedakan agama. berilmu. serta status sosial ekonomi dan gender. pengembangan keterampilan pribadi. yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. keterampilan akademik. keterampilan berpikir. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. kondisi daerah. biaya. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. sehat. 5. muatan lokal. nonformal dan informal. 5. 3. budaya dan adat istiadat. 4. suku. 4. terdapat sejumlah prinsipprinsip yang harus dipenuhi. dan seni. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Belajar sepanjang hayat. dengan . cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. 6. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. Oleh karena itu. kebutuhan. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan.di dalam tingkat kelas. maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan. dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir. Prinsip efisiensi. dan seni. kebutuhan. Prinsip efektivitas. teknologi. perkembangan. antar jenjang pendidikan. Menyeluruh dan berkesinambungan. Berpusat pada potensi. yaitu : 1. dan pengembangan diri secara terpadu. dunia usaha dan dunia kerja. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. berakhlak mulia. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. Relevan dengan kebutuhan kehidupan.

7. Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya. berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. yang justru tampaknya sering kali terabaikan. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum. banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . • Balam . Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum.

4. Landasan hukum kurikulum ini yaitu Undang-undang Sikdiknas No. Penyerahan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada tiap sekolah dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan bertujuan agar kurikulum tersebut dapat disesuaikan dengan karakter dan tingkat kemampuan sekolah masing-masing. kegiatan pembelajaran dan pencapaian kompetensi untuk penilaian. . terdapat rambu-rambu yang telah disepakati sehingga menghasilkan Standar Pendidikan yang telah dirancang negara kearah lebih baik dan output yang berimtaq. tapi langsung pada kegiatan siswa.• • • • • • Silabus RPP SMP berkarakter Silabus RPP SMA berkarakter Silabus RPP SD berkarakter Jadwal UN 2012 POS UN 2012 Kisi-kisi soal UN 2012 You are here»BandarLampung»Info Silabus SD•Info silabus SMP•Info silabus SMU SMK»RPP Silabus dan KTSP RPP Silabus dan KTSP Setia 5 KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) merupakan kurikulum yang bersifat operasional dan dilaksanakan dimasing-masing tingkat satuan pendidikan. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) disusun oleh masing-masing sekolah dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dalam menyusun silabus. 15 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 1. atau tahap belajarmengajar atau dengan kata lain Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi. Kegiatan Pembelajaran isinya harus merupakan kegiatan siswa dan life skill yang terkait dengan kegiatan pembelajarannya. Silabus Silabus pada hakikatnya menjelaskan secara singkat mengenai materi yang akan dibahas dari setiap mata ajar dan tujuan yang hendak dicapai dari suatu pengajaran. sehingga rumusnya adalah KD=KK + KB 2. dan tidak perlu menggunakan kata-kata siswa dapat. Indikator dituliskan dengan memakai Kata Kerja Operasional + Materi Essensial. Kompetensi dasar dan indikator ke dalam materi pokok/pembelajaran. Materi Pokok adalah Kata Benda yang ada pada masing-masing Kompetensi Dasar (KD). 3. KD (Kompetensi Dasar) dituliskan dengan memakai Kata Kerja + Kata Benda. 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No.

biasanya menggunakan rumus perbandingan 1 2 4 yaitu pada TM (Tatap Muka) dikalikan 1 pada PS (Praktek di Sekolah) dikalikan 2 dan pada PI (Praktek di Industri) dikalikan 4 7. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut 5. apakah bisa ESSAY. Penilaian diisikan dengan jelas jika tes tertulis terdiri dari apa sajakah tertulisnya sesuaikan dengan uraian pada kolom indikator. Karena dirancang secara matang sebelum pembelajaran. Memberikan landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompetensi dasar dan indikator 2. Jika Tes-nya berbentuk Lisan demikian pula tes lisan nya apa saja. PILIHAN GANDA. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi Tujuan Dan Manfaat 1. Keterkaitan dan keterpaduan 6. Sumber Belajar wajib dituliskan lengkap Judul Buku. Mengembangkan buadaya membaca dan menulis proses pembelajaran 4. yang keberapa serta Pengarang dan Penerbitnya Pengertian RPP Perkiraan atau proyeksi mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran 1. Alokasi Waktu. berakibat terhadap nurturant effect Prinsip Penyusunan 1. memberi pengaruh terhadap pengembangan individu siswa 4. Memberi gambaran mengenai acuan kerja jangka pendek 3. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik 2. PENYUSUNAN LAPORAN atau lainnya yang sifatnya tertulis. Operasional 3. Pembelajaran adalah proses yang ditata dan diatur menurut langkah-langkah tertentu agar dalam pelaksanaannya dapat mencapai hasil yang diharapkan 3. 6. Modul apa. Prinsip-Prinsip Pengembangan RPP 1. Sistematis 4.5. Rencana yang mengambarkan prosedur dan pengoraginasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dlam silabus 2. Karena disusun dengan menggunakan pendekatan sistem. RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. Mendorong partisipasi aktif peserta didik 3. Spesifik 2. Jangka pendek (1-3 kali pertemuan) Langkah-langkah Penyusunan RPP .

Menentukan alokasi wajtu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7. kompetensi dasar dan indikator yang hendak dicapai. Mene\ntukan alat/bahan/sumber belajar 9. lembar pengamatan. Tuliskan juga nomor kompetensi dasarnya (jika ada) .KD dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. contoh soal.KD. Mengidentifikasi materi ajar berdasrkan materi pokok atau pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. dll Prosedur Penyusunan COntoh RPP SK – KD – Indikator 1. Menyusun criteria penilaian. Menentukan langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. 6. Tuliskan standar kompetensi. Mengisi kolom identitas 2.1. inti. 5. Menetukan SK. dan akhir 8. dan Indikator yang telah ditentukan. teknik penskoran.

Rumusan Kegiatan Pembelajaran 1. Siswa memperhatikan uraian guru tentang terjadinya peristiwa terjadinya kecelakaan kereta api 3. Sumber Rujukan 1. penugasan (project). hasil karya (product). dan tes tertulis (paper & pen test). serta tindak lanjut hasil penilaian. Sesuaikan dengan teknik penilaian berbasis kelas. seperti: penilaian portofolio. Tuliskan sumber bahan/rujukan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. tuliskan juga bagian/bab dan halamannya Penilaian Pembelajaran 1.2. bentuk. Dsb. Tuliskan berbagai alat dan media atau sumber belajar lain yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang sesuai untuk pencapaian kompetensi dasar 2. seperti: remedial. Siswa dibagi ke dalam tiga kelompok kecil (4-5 orang) mendiskusikan tentang penyebab terjadinya kecelakaan kereta api 2. Dengan bantuan peta Indonesia. Setiap mahasiswa mengamati proses lokomotif berjalan melalui penayangan slow motion media video 4. Tuliskan materi pembelajaran (beserta uraian singkat) yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator Kegiatan Pembelajaran Tuliskan kegiatan pembelajaran berupa kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar. jenis. Gunakan cara penulisan yang sudah baku. Media. atau percepatan. mencakup kegiatan tatap muka dan non tatap muka Alat. siswa menunjukkan dan menandai daerahdaerah rawan kecelakaan kereta api. pengayaan. 2. kinerja (performance). Tuliskan prosedur. dan alat/instrumen yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi dasar oleh siswa. Contoh Menentukan Materi Pembelajaran .

Respon apa yang ditekankan (tes kecepatan atau tes kemampuan) d. Bagaimana ia diskor (tes obyektif atau tes subyektif) c. Tes dapat diklasifikasi berdasarkan : a. DAN EVALUASI BAB I PENGERTIAN TES. Hakekat dari kelompok yang akan diperbandingkan (tes buatan guru atau tes baku) .Contoh rumusan Kegiatan Pembelajaran Home » Pendidikan » PENGERTIAN TES. PENGERTIAN TES Tes dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan atau tugas atau seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait (sifat) atau atribut pendidikan atau psikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. PENGUKURAN. PENILAIAN. PENGUKURAN. DAN EVALUASI 6 PENGERTIAN TES. Apa yang akan diukur (tes sampel atau tes sign) f. Bagaimana ia diadministrasikan (tes individual atau kelompok) b. DAN EVALUASI A. PENGUKURAN. Tipe respon yang bagaimana yang harus dikerjakan oleh subyek (tes unjuk kerja atau tes kertas dan pensil) e. PENILAIAN. PENILAIAN.

Berikut ini akan dikutip beberapa definisi pengukuran yang dirumuskan oleh beberapa ahli pengukuran pendidikan dan psikologi yang acap kali dijadikan acuan beberapa penulis a.Mehrens dan Irlin J. William A.Noll (1957) mengemukakan dua karakteristik utama pengukuran. Robert L. f. rating scales. Lehmann (1973) mendefinisikan : pengukuran sebagai berikut : “Using observations. d. C. Pengukuran diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang. Georgia S. Or any other device that allows us to obtain information in a quantitative form is measurement” . Atas dasar dua karakteristik ini ia menyatakan “since measurement is a quantitative process. Lindeman (1967) merumuskan pengukuran sebagai “the assignment of one or a set each of a set of persons or objects according to certain established rules” b. PENGERTIAN PENILAIAN . yaitu “quantitativaness” dan “constancy of units”. Pengukuran berkaitan erat dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif. Ebel dan David A. Victor H. is results of measurement are always expessed in numbers. evenrs. c. Adams (1964) merumuskan pengukuran sebagai “nothing more than careful observations of actual performance under staandar conditions”. hal. Richard H. or object according to explicit formulations or rules”. g. Frisbie (1986) merunuskan pengkuran sebagai “Measurment is a process of assigning numbers to the individual numbers of a set of objects or person for the purpose of indicating differences among them in the degree to which they posscess the characteristic being measured. atau obyek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas. Norman E. Gronlund (1971) secara sederhana merumuskan pengukuran sebagai “Measurement is limited to quantitative descriptions of pupil behavior”. Gilbert Sax (1980) menyatakan “measurement: The assignment of numbers to attributes of characteristics of person.B. PENGERTIAN PENGUKURAN Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numeric dari suatu tingkatan dimana seseorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. e.

penilaian. biasanya dilakukan oleh suatu institusi / lembaga baik didalam maupun diluar negeri. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penilaian menyeluruh dan berkelanjutan dalam Konsep Penilaian dari Implementasi peraturan pemerintah No. Proses penilaian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar peserta didik. Artinya kegiatan dilakukan secara berurutan dan berjenjang yaitu dimulai dari proses pengukuran kemudian penilaian dan terakhir evaluasi.Penilaian (assessment) merupakan istilah yang umum dan mencakup semua metode yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dengan cara menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok. Penilaian untuk memperoleh berbagai ragam informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau informasi tentang ketercapaian kompetensi peserta didik. kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki. Penilaian internal merupakan penilaian yang dilakukan dan direncanakan oleh guru pada saat pembelajaran berlangsung. Penilaian adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru selain untuk memantau proses. pengujian. Sebenarnya proses pengukuran. Ada empat macam istilah yang berkaitan dengan konsep penilaian dan sering kali digunakan untuk mengetahui keberhasilan belajar dari peserta didik yaitu pengukuran. penilaian dan evaluasi. evaluasi dan pengujian merupakan suatu kegiatan atau proses yang bersifat hirarkis. membawa implikasi terhadap model dan tehnik penilaian proses dan hasil belajar. padahal keempat istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketercapaian ketuntasan kompetensi oleh peserta didik. juga sekaligus sebagai umpan balik kepada guru agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses program pembelajaran. . Sedangkan proses pengujian merupakan bagian dari pengukuran yang dilanjutkan dengan kegiatan penilaian. Namun diantara keempat istilah tersebut pengertiannya masih sering dicampuradukan. Metode dan tehnik penilaian sebagai bagian dari penilaian internal (internal assessment) untuk mengetahui proses dan hasil belajar peserta didik terhadap penguasaan kompetensi yang diajarkan oleh guru. Sedangkan penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pihak luar yang tidak melaksanakan proses pembelajaran. Penelitian yang dilakukan lembaga / institusi tersebut dimaksudkan sebagai pengendali mutu proses dan hasil belajar peserta didik. Pelaku penilaian terhadap proses dan hasil belajar diantaranya internal dan eksternal.

dan lain sebagainya. sangat kurang. Pengukuran dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada klasifikasi observasi unjuk kerja atau kemampuan. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Adams (1964) dalam bukunya “Measurement and evaluation in education. Pengukuran dalam kegiatan belajar bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Peserta didik dengan menggunakan suatu standar. c.Bila kita melangkah lebih jauh lagi dalam menginterprestasi skor sebagai hasil pengukuran itu dengan menggunakan standar tertentu untuk menentukan nilai dalam suatu kerangka maksud pendidikan dan pelatihannya atau atas dasar beberapa pertimbangan lain untuk membuat penilaian. Shinkfield (1985) secara singkat merumuskan evaluasi sebagai berikut: “Evaluation is the systematic assessment of the worth or merit of some object”. Inventori merupakan instrument yang berisi tentang laporan diri dari keadaan peserta didik. Untuk memperjelas pengertian evaluasi tersebut ada baiknya bila dikutip beberapa perumusan sebagai berikut: a. Pengukuran dapat menggunakan tes dan non tes. kurang. berharga atau tidak berharga. Evaluasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses penilaian untuk mengambil keputusan yang menggunakan seperangkat hasil pengukuran dan berpatokan kepada tujuan yang telah dirumuskan. Instrumen non tes bias berbentuk kuesioner atau inventori. misalnya potensi peserta didik. Stufflebeam dan Anthony J. Thorndike dan Elizabeth Hagen (1961) menjelaskan evaluasi tersebut . Daniel L. psychology. cukup. Kuesioner sejumlah pertanyaan atau pernyataan sedangkan peserta didik diminta untuk menjawab atau memberikan pendapatnya terhadap pernyataan yang diajukan. Kuantatif hasilnya berupa angka. baik. maka kita tidak lagi membatasi diri kita dalam pengukuran. Robert L. and guidance” menjelaskan bahwa kita mengukur berbagai kemampuan anak didik. Sedangkan non tes adalah pertanyaan maupun pernyataan yang tidak memiliki jawaban benar atau salah. sedangkan kualitatif hasilnya berupa pernyataan yaitu berupa pernyataan sangat baik. b. D. Tes adalah seperangkat pertanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah. PENGERTIAN EVALUASI Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum.Menurut Guilford (1982) pengukuran adalah proses penepatan angka terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu. Dengan demikian maka evaluasi antara lain merupakan kegiatan membandingkan tujuan dengan hasil dan juga merupakan studi yang mengkombinasikan penampilan dengan suatu nilai tertentu. kita sekarang telah mengevaluasi kemampuan atau kemajuan anak didik.

maka acapkali tes seleksi yang dilakukan hanya sekedar untuk memisahkan orang yang akan diterima dari orang yang akan ditolak. Evaluasi juga mencakup penilaian tentang apa yang baik dan apa yang diharapkan. Untuk dapat memutuskan penerimaan atau penolakan ini maka haruslah digunakan tes yang tepat. tes. Ada beberapa alasan untuk menggunakan pengukuran. Bukan untuk memperoleh calon yang paling besar kemungkinan berhasil dalam pekerjaan atau program yang akan dilakukan. Sedangkan evaluasi sumatif dilakukan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit pengajaran ke unit berikutnya. yaitu tes yang dapat meramalkan keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam suatu kegiatan tertentu pada masa yang akan datang dengan resiko yang terendah. b. untuk menentukan tempat yang paling cocok bagi seseorang untuk dapat berprestasi dan . Artinya kegiatan dilakukan secara berurutan dan berjenjang yaitu dimulai dari proses pengukuran kemudian penilaian dan terakhir evaluasi. Dalam beberapa hal evaluasi lebih luas. Secara garis besar evaluasi dapat dibagi menjadi dua. Dengan demikian hasil pengukuran yang benar merupakan dasar yang kokoh untuk melakukan evaluasi. karena hampir selalu terjadi peminat untuk pekerjaan atau pendidikan jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan. BAB II HUBUNGAN PENGUKURAN. antara lain : a. PENILAIAN DAN EVALUASI Sebenarnya proses pengukuran. dan evaluasi dalam pendidikan. Sedangkan proses pengujian merupakan bagian dari pengukuran yang dilanjutkan dengan kegiatan penilaian. Seleksi Tes dan beberapa alat pengukuran digunakan untuk mengambil keputusan tentang orang yang akan diterima atau ditolak dalam suatu proses seleksi. yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif (istilah ini pertama kali digunakan oleh Scriven (1967) dalam artikelnya berjudul “The Methodology of evaluation”).dengan mengatakan bahwa evaluasi itu berhubungan dengan pengukuran. penilaian. Tes jenis ini sangat umum dalam masyarakat kita. karena dalam evaluasi juga termasuk penilaian formal dan penilaian intuitif mengenai kemajuan peserta didik. Penempatan Dalam kursus atau latihan yang singkat biasanya dilakukan tes penempatan. Dilihat dari segi ini. TES. evaluasi dan pengujian merupakan suatu kegiatan atau proses yang bersifat hirarkis. Evaluasi formatif dilakukan dengan maksud memantau sejauh manakah suatu proses pendidikan telah berjalan sebagaimana yang direncanakan.

Umpan balik Hasil suatu pengukuran atau skor tes tertentu dapat digunakan sebagai umpan balik. Perbaikan kurikulum dan program pendidikan Salah satu peran yang penting evaluasi pendidikan ialah mencari dasar yang kokoh bagi perbaikan kurikulum dan program pendidikan. Dari hasil itu akan diperoleh pengetahuan emperik yang sangat berharga untuk pengembangan ilmu dan teori. Pengembangan ilmu Hasil pengukuran.berproduksi secara efisien dalam suatu proses pendidikan atau pekerjaan. serta dapat menjadi pedoman dalam mempelajari bahan pengayaan. f. tes. yaitu dengan membandingkan skor seseorang dengan kelompoknya dan dengan melihat kedudukan skor yang diperoleh seseorang dengan kriteria yang ditentukan sebelum tes dimulai. dan evaluasi tentu saja akan dapat member sumbangan yang berarti bagi perkembangan teori dan dasar pendidikan. baik bagi individu yang menempuh tes maupun bagi guru atau instruktur yang berusaha mentransfer kemampuan kepada peserta didik. tes. Setidak-tidaknya ada dua cara menginterpretasi skor tes. dan evaluasi yang dilakukan sebagai kegiatan sehari-hari guru dan pendidik. bila telah diinterpretasi. Jadi sebelum dilakukan remedial. d. Dan bagi mereka yang mendapat skor yang tinggi tentu saja hasil itu dapat menjadi motivasi mempertahankan dan maningkatkan hasilnya. c. dan juga dapat menjadi pembimbingan bagi mereka untuk belajar. Suatu skor tes dapat digunakan sebagai umpan balik. e. Diagnosis dan remedial Tes seperti ini terutama untuk mengukur kekuatan dan kelemahan seseorang dalam kerangka memperbaiki penguasaan atau kemampuan dalam suatu program pendidikan tertentu. BAB III . Bagi mereka yang memperoleh skor yang rendah seharusnya menjadi cambuk untuk lebih berhasil dalam tes yang akan datang dan secara tepat dapat mengetahui diwilayah mana terletak kelemahannya. g. Tes seperti ini terutama didasarkan pada informasi tentang apa yang telah dan apa yang belum dikuasai oleh seseorang. Perbaikan kurikulum atau program pendidikan yang dilakukan tanpa hasil evaluasi yang sistematik acapkali menjadi usaha sia-sia yang mubajir. Untuk yang pertama dinamakan “norm reference test” dan yang kedua dinamakan “criterion reference test”. Memotivasi dan membimbing belajar Hasil tes seharusnya dapat memotivasi belajar peserta didik. maka seharusnya didahului oleh suatu tes diagnosis. Ilmu seperti pengukuran pendidikan dan psikometrik sangat tergantung pada hasil-hasil pengukuran.

. 390 celcius dan seterusnya. yang dilakukan dengan jalan menguji sesuatu . 80 butir dijawab dengan betul oleh Ahmad. pengukuran untuk menguji daya tahan lampu pijar. misalnya : mengukur kemajuan belajar peserta didik dalam rangka mengisi nilai rapor yang dilakukan dengan menguji mereka dalam bentuk tes hasil belajar. penilaian dan evaluasi . ukuran pinggan dan sebagainya. dengan demikan dapat ditentukan Ahmad termasuk anak yang pandai. 2. Kenyataan seperti itu memang dapat dipahami.mengkait sehingga sulit untuk dibedakan. dapat dibedakan menjadi tiga macam. Pengukuran untuk menilai. EVALUASI DAN TES Sebelum melanjutkan pembicaraan tentang evaluasi pendidikan secara lebih luas dan mendalam. sehat atau sakit. Sedangkan menilai itu mengandung arti : mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mendasarkan diri atau berpegang teguh pada ukuran baik atau buruk. misalnya . ahmad menjawab dengan betul sebanyak 80 butir soal. seseorang yang suhu badannya 36°Celcius termasuk orang yang normal kesehatannya. Dalam contoh di atas tadi. 380 celcius. terlebih dahulu perlu dipahami bahwa dalam praktek acapkali terjadi kerancuan atau tumpang tindih (overlap) dalam penggunaan istilah “evaluasi”. pengukuran untuk menguji daya tahan per baja terhadap tekanan berat. dan sebagainya. Misalnya mengukur suhu badan dengan ukuran berupa thermometer: hasilnya: 360 celcius. mengingat bahwa diantara ketiga istilah tersebut saling kait. yaitu : 1. Dari contoh tersebut dapat kita dipahami bahwa pengukuran itu sifatnya kuantitatif. pandai atau bodoh dan sebagainya. dengan demikian orang tersebut dapat ditentukan sehat badannya. Namun dengan uraian berikut ini kiranya akan dapat membantu memperjelas perbedaan dan sekaligus hubungan antara pengukuran. Pengukuran yang dilakukan untuk menguji sesuatu : misalnya . Mengukur pada hakikatnya adalah membandingkan sesuatu dengan atau atas dasar ukuran tertentu. panjang kaki. “penilaian” dan “pengukuran”. pengukuran yang dilakukan oleh penjahit pakaian mengenai panjang lengan. Pengukuran jenis ketiga inilah yang biasa dikenal dalam dunia pendidkan. Pengukuran yang dilakukan untuk menguji sesuatu. PENILAIAN. Jadi penilaian itu sifatnya adalah kualitatif.PERBEDAAN PENGUKURAN. Pengukuran yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan measurement dan dalam bahasa Arabnya adalah muqayasah. Dari 100 butir soal. Penialian” berarti menilai sesuatu. Pengukuran yang bersifat kuantitatif itu. lebar bahu. 3. Contoh lain: dari 100 butir yang diajuakan dalam tes. dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk “mengukur” sesuatu.

Untuk dapat menentukan nilai dari sesuatu yang sedang dinilai itu. dan lain-lain. inilah sebabnya mengapa dalam praktek masalah pengukuran mempunyai kedudukan yang sangat penting di dalam dalam proses evaluasi. cara lain itu misalnya dengan melakukan observasi (pengamatan) melakukan wawancara dan sebagainya. pengalaman-pengalaman masa lalu. .Sedangkan “Evaluasi” adalah mencangkup kegiatan yang telah dikemukakan terdahulu. Sebagai contoh dapat dikemukakan disini. sebab sebagaimana dikemukakan oleh Prof. Evaluasi adalah kegiatan atau proses untuk menilai sesuatu. Hasil pengukuran yang Kurang cermat akan memberikan hasil evaluasi yang kurang cermat pula. yang kesemuanya itu tidak bersifat kuantitaif melainkan kualitatif. Di atas telah dikemukakan bahwa pengukuran itu adalah bersifat kuantitatif. Dikatakan sering bersumber pada data yang bersifat kuantitatif. Menurut Masroen. bahwa evaluasi mengenai proses pembelajaran disekolah. dan pengujian inilah yang dalam dunia kependidikan dikenal dengan istilah tes. Namun demikian tidak dapat disangkal adanya kenyataan. Baik buruknya evaluasi akan banyak bergantung pada hasil-hasil pengukuran yang mendahuluinya. Sebagai contoh dapat dikemikakan di sini. tidak semua penafsiran itu bersumber dari keterangan-keterangan yang bersifat kuantitatif. ada cara lain yang dapat ditempuh guna mengetahui apakah para siswa telah dapat menghayati dan mengamalkan ajaranajaran Islam yang telah diberikan kepada mereka di sekolah. evaluasi pada dasarnya adalah merupakan penafsiran atau interpretasi yang sering bersumber pada data yang bersifat kuantitatif. misalnya untuk dapat untuk dapat menetukan keberhasilan pengajaran pendidikan agama islam . tidak mungkin dapat berjalan dengan bail apabila evaluasi itu tidak didasarkan atas data yang bersifat kuantitatif. informasi yang datang dari orang tua siswa. bahwa Evaluasi dalam bidang pendidikan sebagian besar bersumber dari hasil-hasil pengukuran. Lebih lanjut masroen menegaskan bahwa penilaian (setidak-tidaknya dalam bidang psikologi dan pendidikan) mempunyai arti yang lebih luas ketimbang istilah pengukuran.A (1979). hasil pengukuran itu berwujud keterangan yang berupa angka-angka atau bilanganbilangan.Dr. dilakukanlah pengukuran. sebab pengukuran itu sebenarnya hanyalah merupakan suatu langkah atau tindakan yang kiranya perlu diambil dalam rangka pelaksanaan evaluasi. Dikatakan “kiranya perlu diambil” sebab tidak semua penilaian itu harus senantiasa didahului oleh tindakan pengukuran secara lebih nyata. sebaliknya teknik pengukuran yang tepat akan memberikan landasan yang kokoh untuk mengadakan evaluasi yang tepat. Adapun evaluasi adalah bersifat kualitatif. M. Masroen. pada umumnya para pakar di bidang pendidikan sependapat. misalnya keterangan –keterangan mengenai hal-hal yang disukai siswa. dan wujud dari pengukuran itu adalah pengujian. yaitu mencangkup “pengkuran” dan “penilaian”.

karena pentingnya itu maka setiap tindakan pengujian selalu menimbulkan kritik yang tajam dari masyarakat. Untuk itu perlu ditegakan beberapa etika tes. penilaian dan pengukuran. e. Tes selalu menimbulkan rasa cemas peserta tes. Tes acapkali justru menghukum peserta didik yang kreatif.memang sampai bats tertentu rasa cemas itu dibutuhkan untuk dapat mencapai prestasi terbaik. maka tentu saja hal itu tidak memberi ruang gerak yang cukup bagi anak yang kreatif.karena tes itu selalu menuntut jawaban yang sudah ditentukan pola dan isinya. Tes senantiasa akan mencampuri rahasia pribadi peserta tes. Diantara beberapa kritik tersebut ada beberapa yang harus menjadi perhatian sungguh sunggup oleh para praktisi dan ahli tes. Setiap tes berusaha mengetahui pengetahuan dan kemampuan peserta tes.Kenyataan inilah yang acapkali menimbulkan adanya kerancuan dan tumpang tindih. Hampir tidak pernah ada tes hasil belajar yang mampu mengungkapkan tingkah laku peserta didik secara menyeluruh. disamping dating dari orang tua yang secara langsung atau tidak langsung berkepentingan terhadap pengujian. maka para pendidik harus dapat melakukan tes dengan penuh tanggung jawab. pengukuran dan evaluasi. tetapi tes acapkali menimbulkan rasa cemas yang tidak perlu. tes selalu terikat pad kebudayaan tertentu. yang membedakan tes yang etik dan tindakan yang tidak etik dalam pelaksanaan tes secara professional. c. Praktek tes hasil belajar yang etik terutama mencangkup empat hal utama : . Kritik tersebut antara lain: a. Karena itu kemampuan peserta tes untuk memberi jawaban terbaik turut ditentukan oleh kebudayaan penyusun tes. BAB IV ETIKA TES Kegiatan pengujian berperan sangat besar dalam system pendidikan dan system persekolahan. d. Tes hanya mengukur hasil belajar yang sederhana dan yang remeh. Karena banyak kritik yang tajam dari masyarakat terhadap tes hasil pendidikan. Tidak ada tes hasil belajar yang bebas budaya. Kritik tersebutt tidak jarang dating dari para ahli. yang justru menjadi tujuan utama pendidikan formal apapun. antara istilah evaluasi. Didalam masyarakat yang sangat melindungi akan hak dan rahasia pribadi. yang dapat berarti membuka kelemahan dan kekuatan pribadi seseorang. yang justru dapat menghambat seseorang mampu mendemonstrasikan kemampuan terbaiknya. b.masalah ini seslalu akan menjadi gugatan atau keluhan.

Dengan demikian maka setiap pendidik harus dapat menjamin keamanan tes. 2) Ada tanda-tanda yang jelas terhadap hasil tes tersebut menunjukan gejala yang membahayakan dirinya atau membahayakan kepentingan orang lain. yang sangat penting yang dapat membenarkan pendidik tidak memberi tahu terlebih dahulu kepada peserta tes tentang tes yang tes tersebut kepada orang lain jelas-jelas . b. Disamping beberapa prinsip seperti yang diuraikan di atas. Interpretasi Hasil Tes Hal yang paling mengandung kemunkinan penyalahgunaan tes adalah penginterpretasian hasil tes secara salah. Penggunaan tes Tes hasil belajar haruslah digunakan secara patut. Dengan demikian tes tidak dapat digunakan diluar batas-batas yang ditentukan oleh profesionalisme pekerjaan guru. c. Kerahasiaan Hasil Tes Setiap pendidik dan pengajar wajib melindungi kerahasiakan hasil tes. Hasil tes hanya dapat disampaikan kepada orang lain bila : 1) Ada izin dari peserta didik yang bersangkutan atau orang yang bertanggung jawab terhadap peserta didik (bagi peserta didik yang belum dewasa). Keamanan tes Tes merupakan alat pengukur yang hanya dapat digunakan secara professional.a. Karena itu maka interpretasi hasil tes harus diikuti tanggung jawab professional. d. daalam jangka panjang akan dapat membahayakan kehidupan peserta tes. Tak ada tes baku yang boleh digunakan diluar prosedur yang ditapakan oleh tes itu sendiri. Bila hasil tes diinterpretasi secara tidak patut. ada beberapa petunjuk praktis yang hendaknya ditaati oleh pendidik dalam tes: a. baik sebelum maupun sesudah digunakan. 3) Bila penyampaian hasil menguntungkan peserta tes. Pelaksaan tes hendaknya diberi tahu terlebih dahulu kepada peserta tes. Jadi dengan demikian praktek menempelkan hasil tes di papan pengumuman dengan identitas jelas peserta tes. maka tes tersebut harus digunakan di bawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut harus digunakan dibawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut. baik secara hasil individual maupun secara kelompok. merupakan pelanggaran terhadap etika ini. Hanya karena pertimbangan tertentu. Bila tes hasil belajar tertentu merupakan tes baku.

Jangan sampai seorang pendidik justru menakut-nakuti peserta didik. Mereka menghasilkan buku yang dinamakan “Standard for Educational and Psychological Testing” (1985). Seorang pendidik dapat menggunakan hasil tes untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta tes. f. j. i. d. Petunjuk yang bersifat menjebak harus dihindari. Hal ini menjadi penting bila guru yang bersangkutan justru terlibat dalam penyusunan butir tes yang digunakan. asalkan hal tersebut tetap menjadi rahasia peserta tes dan pendidik yang bersangkutan. g. Guru hendaknya menghindari diri dari keterlibatan dalam bimbingan tes yang dapat diperkirakan akan menggangu proses hasil belajar peserta didik. dan National Council on Measuremant in Educaton (NCME). . Adalah tidak etik untuk mendiskriminasikan peserta didik tertentu atau kelompok tertentu yang boleh mengikuti suatu tes atau melarang mengikuti tes. Secara lebih mandasar etika tes ini diatur dalam standar tes yang dikembangkan oleh organisasi profesional seperi American Psycological Association (APA). American Educational Research Education (AERA). b. Terakhir ketiga organiasi professional ini membentuk panitia bersama untuk menyusun standar dalam tes. Sebaiknya pendidik justru memotivasi peserta tes mengerjakan tesnya secara baik. Tidak ada tes baku yang boleh digunakan dalam latihan. c. Adalah tidak etik untuk memperpanjang waktu atau menyingkat waktu yang telah ditentukan oleh petunjuk tes. maka hendaknya pendidik tersebut bertanggung jawab penuh terhadap keamanan tes tersebut. Adalah tidak etik bila seorang guru mengembangkan butir soal atau perangkat soal yang paralel dengan suatu tes baku dengan maksud untuk digunakan dalam bimbingan tes. Petunjuk menjawab tes bukanlah sesuatu yang harus dirahasiakan. Bahkan kisi-kisi tes sebaiknya diberi tahu kepada peserta tes sebelum melaksanakan tes. Sebaiknya pendidik menjelaskan cara menjawab yang dituntut dalam suatu tes. Guru tidak boleh meningkatkan rasa cemas peserta tes dengan penjelasan yang tidak perlu. Bila pendidik menggunakan tes baku. e. h.akan dilaksanakan.

Dalam standar ini dicantumkan berbagai tolak ukur.. dan 4. '08 9:26 AM untuk semuanya Analisis soal dilakukan untuk mengetahui berfungsi tidaknya sebuah soal. yaitu tes hasil belajar dan tes psikologi. • • • • • • • • • Beranda Catatan Blog Foto Video Musik Kalender Tinjauan Tautan Analisis Butir Soal May 21. 2.. Standards for Particular Application. Technical Standards for Test Construction and Evaluation. seperti : 1. Pelanggaran terhadap standar ini merupakan pelanggaran terhadap etika profesi. Professional Standards for Test Use. Standards for Administrative Procedures. Analisis kualitatif sering pula dinamakan sebagai validitas logis (logical validity) yang . Analisis pada umumnya dilakukan melalui dua cara. yang dalam hal tertentu dapat merupaakan pelanggaran atau kejahatan. Sumber / daftar pustaka Top of Form CARI Bottom of Form lussysf GO CORETANOLOGIS. 3. Semua standar ini mencangkup dua aspek utama. yaitu analisis kualitatif (qualitative control) dan analisis kuantitatif (quantitative control).

karena terbukti terdapat beberapa kelemahan. konstruksi.dilakukan sebelum soal digunakan. Yaitu berupa penelaahan yang dimaksudkan untuk menganalisis soal ditinjau dari segi teknis. Digunakan untuk mengetahui sejauh . Analisis secara isi dimaksudkan sebagai penelaahan pengetahuan khusus yang yang berkaitan dengan secara kelayakan editorial ditanyakan. Salah satu tujuan dilakukannya analisis adalah untuk meningkatkan kualitas soal. Analisis bahasa dimaksudkan sebagai penelaahan soal yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut EYD. isi. Analisis dimaksudkan sebagai penelaahan yang khususnya berkaitan dengan keseluruhan format dan keajegan editorial dari soal yang satu ke soal yang lainnya. dan editorial. Analisis soal secara kuantitatif sering pula dinamakan sebagai validitas empiris (empirical validity) yang dilakukan untuk melihat lebih berfungsi tidaknya sebuah soal setelah soal itu diujicobakan kepada sampel yang representatif. Analisis secara teknis dimaksudkan sebagai penelaahan soal berdasarkan prinsip-prinsip pengukuran dan format penulisan soal. Analisis Kualitatif. atau bahkan (3) tidak digunakan sama sekali karena terbukti secara empiris tidak berfungsi sama sekali. (2) diperbaiki. Analisis Kuantitatif. yaitu apakah suatu soal (1) dapat diterima karena telah didukung oleh data statistic yang memadai. Analisis materi dimaksudkan sebagai keilmuan penelaahan yang yang berkaitan dalam dengan soal serta substansi tingkat ditanyakan kemampuan yang sesuai dengan soal. Gunanya untuk melihat berfungsi tidaknya sebuah soal. Analisis kualitatif lainnya dapat juga dikategorikan dari segi materi. Analisis konstruksi dimaksudkan sebagai penelaahan yang umumnya berkaitan dengan teknik penulisan soal. dan bahasa.

Proporsi jawaban benar (p). Karakteristik internal secara kuantitatif dimaksudkan meliputi parameter soal tingkat kesukaran. yaitu jumlah peserta tes yang menjawab benar pada butir soal yang dianalisis dibandingkan dengan jumlah peserta tes seluruhnya merupakan tingkat kesukaran yang paling umum digunakan. dan (4) skala bivariat. Analisis soal secara kuantitatif menekankan pada analisis karakteristik internal tes melalui data yang diperoleh secara empiris. akan sulit menentukan mengapa sebuah soal lebih sukar dibandingkan dengan soal yang lain. dua tambahan parameter yaitu dilihat dari peluang untuk menebak atau menjawab soal dengan benar dan berfungsi tidaknya pilihan jawaban. Ada beberapa alasan untuk menyatakan tingkat kesukaran soal. atau hal-hal lain yang berkaitan dengan kemampuan yang diukur oleh soal. Khusus soal-soal pilihan ganda. Bisa saja tingkat kesukaran soal ditentukan oleh kedalaman soal. ketika kita mengkaji lebih mendalam terhadap tingkat kesukaran soal. yaitu penyebaran semua alternatif jawaban dari subyek-subyek yang dites. Intinya. Butir-butir item tes hasil belajar dapat . Tingkat Kesukaran. tingkat kesukaran dapat dinyatakan melalui beberapa cara diantaranya (1) proporsi menjawab benar. Namun demikian. (2) skala kesukaran linear.mana soal dapat membedakan antara peserta tes yang kemampuannya tinggi dalam hal yang didefinisikan oleh kriteria dengan peserta tes yang kemampuannya rendah (melalui analisis statistik). bermutu atau tidaknya butir-butir item tes hasil belajar pertama-tama dapat diketahui dari derajat kesukaran atau taraf kesukaran yang dimiliki oleh masing-masing butir item tersebut. daya pembeda. (3) indeks Davis. menurut teori klasik. dan reliabilitas. kompleksitas. Secara umum.

dsb. apabila butirbutir item tersebut tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah dengan kata lain derajat kesukaran item itu adalah sedang atau cukup. Setelah dilakukan perbaikan. dilacak. diteliti ulang. yang dalam dunia evaluasi hasil belajar umumnya dilambangkan dengan huruf P.3 0. butir item dibuang atau didrop dan tidak dikeluarkan lagi dalam tes-tes hasil belajar yang akan datang 2. Kategori Tingkat Kesukaran Nilai p P < 0.7 P > 0. butir- . yaitu singkatan dari kata proportion (proporsi = proporsa).7 Tindak Lanjut Hasil Analisis Interpretasi Item Sukar 1. apakah butir sulit item dijawab yang oleh soalnya Tindak Lanjut Sukar Sedang Mudah Kategori kalimat kurang jelas.3 ≤ p ≤ 0. Angka yang dapat memberikan petunjuk mengenai tingkat kesulitan item itu dikenal dengan istilah difficulty index (angka indeks kesukaran item).dinyatakan sebagai butir-butir item yang baik. dan ditelusuri sehingga dapat diketahui faktor yang menyebabkan bersangkutan testee. apakah petunjuk cara mengerjakan soalnya sulit dipahami. ataukah dalam soal tersebut terdapat istilah-istilah yang tidak jelas.

3. dan ditelusuri sehingga dapat diketahui faktor yang menyebabkan bersangkutan testee. 3.butir item tersebut dikeluarkan lagi dalam tes hasil belajar yang akan datang. butir item dibuang atau didrop dan tidak dikeluarkan lagi dalam tes-tes hasil belajar yang akan datang 2. Butir item ini dapat dikeluarkan lagi Sedang dalam tes-tes hasil belajar pada waktuwaktu yang akan datang 1. diteliti ulang. Setelah dilakukan perbaikan. dilacak. Daya Pembeda. apakah butir sulit item dijawab yang oleh soalnya kembali dalam tes (terutama tes seleksi) yang sifatnya kalimat kurang jelas. Salah satu tujuan analisis kuantitatif soal kembali dalam tes (terutama tes seleksi) yang sifatnya . butir-butir yang terlalu sulit dapat digunakan sangat ketat. ataukah dalam soal tersebut terdapat istilah-istilah yang tidak jelas. dsb. butir-butir yang terlalu sulit dapat digunakan longgar. butirbutir item tersebut dikeluarkan lagi dalam tes hasil belajar yang akan datang. apakah petunjuk cara Mudah mengerjakan solnya sulit dipahami.

adalah untuk menentukan dapat tidaknya suatu soal membedakan kelompok dalam aspek yang diukur sesuai dengan perbedaan yang ada dalam kelompok itu. Tanda tes negatif yang menunjukkan bahwa peserta tes yang kemampuannya rendah peserta kemampuannya tinggi menjawab salah. Indeks yang digunakan dalam membedakan antara peserta tes yang berkemampuan rendah adalah indeks daya pembeda (item discrimination). dianggap tidak memiliki daya pembeda yang baik 0. Dengan demikian soal indeks daya pembedanya negatif menunjukkan terbaliknya kualitas peserta.40 Satisf Butir item yang bersangkutan .20 Poor pembedanya lemah sekali (jelek). Indeks daya pembeda soal-soal yang ditetapkan dari selisih proporsi yang menjawab dari masing-masing kelompok. Indeks diskriminasi item umumnya diberi lambang dengan huruf D (singkatan dari discriminatory power). Indeks ini menunjukkan kesesuaian antara fungsi soal dengan fungsi tes secara keseluruhan. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda berkisar antara dapat -1 menjawab sampai benar dengan sedangkan +1. Dengan demikian validitas soal ini sama dengan daya pembeda soal yaitu daya dalam membedakan antara peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan peserta tes yang berkemampuan rendah.20 – 0. Indeks Dsikriminasi Item (D) Klasif ikasi Interpretasi Butir item yang bersangkutan daya < 0.

yaitu : menganalisis pola penyebaran jawaban item. sedangkan sisanya adalah merupakan jawaban salah. atau yang sering dikenal dengan istilah option atau alternatif.00 Excell ent Butir item yang bersangkutan telah memiliki daya pembeda yang baik sekali Butir item yang bersangkutan Bertanda negatif (-) - daya pembedanya negative sekali (jelek sekali) Fungsi Distraktor. salah satu diantaranya adalah merupakan jawaban betul (kunci jawaban).70 Good telah memiliki daya pembeda yang baik 0. dan dari kemungkinan-kemungkinan jawaban yang terpasang pada setiap butir item itu.70 – 1. Pada saat membicarakan tes objektif bentuk multiple choice item tersebut untuk setiap butir item yang dikeluarkan dalam tes hasil belajar telah dilengkapi dengan beberapa kemungkinan jawab. Adapun yang dimaksud dengan pola penyebaran jawaban item adalah suatu pola yang dapat menggambarkan bagaimana testee menentukan pilihan jawabnya terhadap kemungkinan-kemungkinan jawab yang telah dipasangkan pada setiap butir item. Suatu kemungkinan dapat terjadi. Option atau alternatif itu jumlahnya berkisar antara 3 sampai dengan 5 buah.actor y telah memiliki daya pembeda yang cukup (sedang) Butir item yang bersangkutan 0. Menganalisis fungsi distraktor sering dikenal dengan istilah lain.40 – 0. yaitu bahwa dari . Jawaban-jawaban salah itulah yang biasa dikenal dengan istilah distractor (pengecoh).

keseluruhan alternatif yang dipasang pada butir item tertentu. Reliabilitas. Sebagai tindak lanjut atas hasil penganalisaan terhadap fungsi distraktor tersebut maka distraktor yang sudah dapat menjalankan fungsinya dengan baik dapat dipakai lagi pada tes-tes yang akan datang. sama sekali tidak dipilih oleh testee. testee menyatakan “blangko”. kemampuan umum untuk memahami petunjuk tes 2 Karakteristik khusus yang permanent peserta tes a. sedangkan distraktor yang belum dapat berfungsi dengan baik sebaiknya diperbaiki atau diganti dengan distraktor yang lain. Faktor yang Mempengaruhi Reliabilitas Skor Karakteristik umum yang permanen peserta tes a. Pernyataan blangko ini sering dikenal dengan istilah omiet dan biasa diberi lambang dengan huruf O. kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan . Dengan kata lain. Berikut adalah faktor yang mempengaruhi perolehan skor peserta didik (Thorndike) yang berakibat pada ketidakajegan terhadap skor. Keajegan dan ketidakajegan skor tes merupakan fokus dari pengkajian tentang reliabilitas. kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam menghadapi tes 1 b. Distraktor dinyatakan telah dapat menjalankan fungsinya dengan baik apabila distraktor tersebut sekurang-kurangnya sudah dipilih oleh 5 % dari seluruh peserta tes. kemampuan umum dan teknik yang digunakan ketika mengambil tes c.

b. pengetahuan dan kemampuan khusus yang berkaitan dengan soal c. cahaya. g. pengetahuan khusus yang berkaitan dengan fakta atau konsep khusus b. c. pengetahuan dan kemampuan khusus yang berkaitan dengan soal Karakteristik umum yang temporer seperti : a.atribut yang diukur dalam sebuah tes b. keajegan respon peserta didik terhadap pilihan jawaban (misalnya mereka cenderung memberi jawaban A dari 4 alternatif yang disediakan atau cenderung memilih B dari soal benar salah yang disajikan) Khusus yang berkaitan dengan soal a. pemahaman mekanisme tes faktor panas. e. dan lain sebagainya 4 Karakteristik khusus yang temporer seperti : Khusus yang berkaitan dengan tes secara keseluruhan . kesehatan kelelahan motivasi gangguan emosi kemampuan umum dan teknik yang digunakan ketika mengambil tes f. ventilasi. 3 d.

b. c. c.a. keberuntungan karena faktor menebak mengingat soal yang telah dilihatnya . bebas dari gangguan. pemahaman terhadap petunjuk tes trik atau teknik-teknik mengatasi tes pengalaman/latihan menghadapi tes terlebih lagi dalam tes psikomotor d. b. 5 b. dan petunjuk yang jelas pengawasan penskoran Faktor yang tidak pernah diperhitungkan 6 a. b. kebiasaan menghadapi sebuah tes Khusus yang berkaitan dengan soal a. waktu. fluktuasi ingatan yang dimiliki peserta didik hal-hal yang berkaitan dengan perhatian dan keakuratan Faktor penyelenggaraan a.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful