12. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan A.

Latar Belakang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diajarkan di Satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan memiliki peranan sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik, sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. Pendidikan memiliki sasaran pedagogis, oleh karena itu pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan zaman. Selama ini telah terjadi kecenderungan dalam memberikan makna mutu pendidikan yang hanya dikaitkan dengan aspek kemampuan kognitif. Pandangan ini telah membawa akibat terabaikannya aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti, seni, psikomotor, serta life skill. Dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang komprehensif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mental-emosional-sportivitas-spiritual-sosial), serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.

118

B. Tujuan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut. 1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih 2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. 3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar 4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan 5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis 6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan 7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif. C. Ruang Lingkup Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan meliputi aspekaspek sebagai berikut. 1. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya 2. Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya 3. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya 4. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya 5. Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air, dan renang serta aktivitas lainnya 6. Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung 7. Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari- hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif

119

dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek. Mempraktikkan berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 2. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri. D. Mempraktikkan penjelajahan di Satuan pendidikan nonformal penyelenggara pendidikan kesetaraan dan di alam bebas. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya 3. Mempraktikkan berbagai bentuk senam ketangkasan dengan kontrol yang baik. Standar Kompetensi Mata Pelajaran 1. Mempraktikkan berbagai gerak dasar dalam gerak ritmik. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya punggung. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 7.dalam kegiatan P3K dan UKS. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 4. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 5. Menerapkan budaya hidup sehat 120 . dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 6.

toleransi dan percaya diri 2.1 Mempraktikkan gerak keseimbangan statis tanpa alat.2 Mempraktikkan gerak dasar memutar. kerjasama. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Standar Kompetensi 1. toleransi dan percaya diri 1.3 Mempraktikkan gerak dasar lempar tangkap dan sejenisnya dalam permainan sederhana.2 Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berjalan 2. serta nilai sportivitas. mengayun ataupun menekuk dalam permainan sederhana.1 Mempraktikkan gerak dasar jalan.E. lari dan lompat dalam permainan sederhana. kejujuran. serta nilai sportivitas.1 Latar Belakang . serta nilai percaya diri dalamnya dan disiplin 3. serta nilai percaya diri dan disiplin BAB I PENDAHULUAN 1.3. kejujuran. kejujuran. Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berdiri berbagai posisi 2. serta nilai sportivitas. Mendemonstrasikan beberapa berbaring di lantai dengan benar sikap 3. Mempraktikkan senam lantai sederhana tanpa alat dan nilai yang terkandung di 3. kerjasama. toleransi dan percaya diri 1.1 Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam 2. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana/ aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung didalamnya Kompetensi Dasar 1. kerjasama.2 Mempraktikkan gerak keseimbangan dinamis tanpa alat.

Olahraga dan Kesehatan untuk peserta didik ? 3. yaitu memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani. kompetensi dasar dan indikator. serta life skill. Pandangan ini telah membawa akibat terabaikannya aspek-aspek moral. Untuk mengetahui ruang lingkup Pendidikan Jasmani. 2. oleh karena itu pendidikan kurang lengkap tanpa adanya pendidikan jasmani. keterampilan berfikir kritis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik. olahraga dan kesehatan yang terpilih yang dilakukan secara sistematis. sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. Olahraga dan Kesehatan pada sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI) ? 1. kompetensi dasar dan indikator ? 2. Olahraga dan Kesehatan untuk peserta didik. seni. psikomotor. 4. spiritual. Olahraga dan Kesehatan.mental emosional. tindakan moral. olahraga. stabilitas emosional. sportivitas. Bagaimana ruang lingkup Pendidikan Jasmani. pengetahuan dan penalaran. penalaran. .Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan. budi pekerti. sosial). keterampilan gerak. dan kesehatan merupakan media untuk mendorong pertumbuhan fisik. Pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. 3. Pendidikan jasmani.3 Tujuan 1. Apa pengertian dan perbedaan standar kompetensi. Selama ini telah terjadi kecenderungan dalam memberikan makna mutu pendidikan yang hanya dikaitkan dengan aspek kemampuan kognitif. Pendidikan memiliki sasaran pedagogis. penghayatan nilai-nilai (sikap. aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktivitas jasmani. olahraga dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Olahraga dan Kesehatan ? 4. Apa tujuan Pendidikan Jasmani.2 Rumusan Masalah 1. karena gerak sebagai aktivitas jasmani adalah dasar bagi manusia untuk mengenal dunia dan dirinya sendiri yang secara alami berkembang searah dengan perkembangan zaman. Untuk mengatahui standar kompetensi dan kompetensi dasar Pendidikan Jasmani. keterampilan motorik. Bagaimana standar kompetensi dan kompetensi dasar Pendidikan Jasmani. Olahraga dan Kesehatan pada sekolah dasar (SD) atau madrasah ibtidaiyah (MI). pendidikan jasmani. serta pembiasaan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang. akhlak. 1. Untuk mengetahui tujuan Pendidikan Jasmani. olahraga dan kesehatan. Dengan diterbitkannya Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan akan memberikan peluang untuk menyempurnakan kurikulum yang komprehensif dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani. Untuk mengetahui pengertian dan perbedaan standar kompetensi. perkembangan psikis. keterampilan sosial. olahraga dan kesehatan yang diajarkan di sekolah memiliki peranan sangat penting.

Mengembangkan sikap sportif. Olahraga dan Kesehatan. 6. tennis meja. Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani.BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Dan Perbedaan Standar Kompetensi. permainan eksplorasi gerak. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar 4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani.dan manipulatif. serta memiliki sikap yang positif. bola voli. percaya diri dan demokratis. rounders. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri. Didik. Adapun perbedaan masing. orang lain dan lingkungan. kerjasama. Olahraga dan Kesehatan meliputi aspek-aspek sebagai berikut: 1. terampil. Kompetensi Dasar adalah merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. 2. jujur. kasti. 5. Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional. tenis lapangan. olahraga dan kesehatan. Olahraga Dan Kesehatan Untuk Peserta Pendidikan Jasmani. ketrampilan. 7.nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau sub aspek mata pelajaran tertentu. sikap dan nilai. c. bulu tangkis. dan beladiri. bertanggungjawab.3 Ruang lingkup Pendidikan Jasmani. disiplin. 3. sepak bola. pola hidup sehat dan kebugaran. kippers. Kompetensi Dasar Dan Indikator a. atletik. bola basket. keterampilan lokomotor non-lokomotor. 2. Olahraga. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih. serta aktivitas lainnya. dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut: 1.masing adalah: Standar Kompetensi adalah kecakapan atau kemampuan yang harus dicapai oleh peserta didik setelah mengalami berbagai macam pembelajaran. Standar Kompetensi adalah merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar b. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna. . 2.2 Tujuan Pendidikan Jasmani. Sedangkan Indikator adalah suatu kompetensi yang dijadikan tolak ukur sejauh mana penguasaan siswa terhadap suatu pokok bahasan atau mata pelajaran tertentu. Kompetensi Dasar adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik setelah menyelesaikan aspek mata pelajaran atau sub pokok bahasan tertentu. Indikator adalah merupakan kompetensi dasar secara spesifik yang dapat dijadikan untuk menilai ketercapaian hasil pembelajaran. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.

toleransi dan percaya diri. mengatur waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan P3K dan UKS. serta nilai sportivitas. 4. Kesehatan. kejujuran. Mempraktikkan senam lantai sederhana tanpa alat dan nilai yang terkandung di dalamnya. 3. dan renang serta aktivitas lainnya. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana atau aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya a) Mempraktikkan gerak dasar jalan. serta nilai sportivitas. kerjasama. Semester 1 1. 7. b) Mempraktikkan gerak dasar memutar. 1. serta nilai percaya diri dan disiplin. a) b) Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berdiri. menjelajah. keterampilan bergerak di air. kejujuran. serta nilai sportivitas. pengenalan lingkungan. 1. Pendidikan luar kelas. Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam berbagai posisi. 1. ketangkasan dengan alat. dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya. memilih makanan dan minuman yang sehat. . Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh. meliputi: piknik/karyawisata. Mengungkapkan perasaan melalui gerak berirama dan nilai yang terkandung di dalamnya. toleransi dan percaya diri. merawat lingkungan yang sehat. Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana. ketangkasan tanpa alat. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri. kerjasama. serta aktivitas lainnya. 2. senam pagi. Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas.4 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Jasmani. a) Mempraktikkan gerak bebas berirama tanpa menggunakan musik dan nilai disiplin dan kerjasama. toleransi dan percaya diri. a) Mempraktikkan gerak keseimbangan statis tanpa alat. lari dan lompat dalam permainan sederhana. 5. Aktivitas air meliputi: permainan di air. mencegah dan merawat cidera. khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat. berkemah. SKJ. dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek. Mendemonstrasikan sikap tubuh dalam posisi berjalan. Olahraga dan Kesehatan pada Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI). dan senam aerobic serta aktivitas lainnya. b) Mempraktikkan gerak keseimbangan dinamis tanpa alat. dan senam lantai. kejujuran. kerjasama.1 Kelas I.2. meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari.4. 6. 2. dan mendaki gunung. mengayun ataupun menekuk dalam permainan sederhana. serta nilai percaya diri dan disiplin. c) Mempraktikkan gerak dasar lempar tangkap dan sejenisnya dalam permainan sederhana. keselamatan air.hari. komponen kebugaran jasmani.

a) Mempraktikkan pengenalan lingkungan sekolah secara beregu. 1. c) Mempraktikkan pemanfaatan makanan dan minuman yang baik. kerjasama. Menerapkan budaya hidup sehat. kebersihan. serta nilai kerjasama. dan nilai disiplin. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya. Membiasakan penampilkan sikap tubuh dalam posisi bergerak. Menampilkan perasaan melalui musik dan gerak berirama serta nilai yang terkandung di dalamnya. Mempraktikkan gerakan senam lantai sederhana dan nilai yang terkandung di dalamnya Mempraktikkan gerakan senam lantai sederhana. b) Mempraktikkan berbagai aktivitas jasmani yang menyenangkan di lingkungan sekolah. Menerapkan budaya hidup sehat a) b) Menjaga kebersihan diri yang meliputi kuku dan kulit. 1. a) b) a) Membiasakan penampillan sikap tubuh dalam posisi diam. dan disiplin. mengayun. dan kebersihan lingkungan. a) Mempraktikkan gerak dasar jalan. Semester 2 . kejujuran. menekuk dalam permainan sederhana. Membiasakan penampilan sikap tubuh dalam berbagai posisi.b) Mempraktikkan gerak bebas berirama menggunakan musik dan nilai disiplin dan kerjasama. toleransi. a) Menampilkan gerak bebas berirama diorientasikan dengan arah mengikuti bunyi-bunyian secara individu. kejujuran dan tanggung jawab. 2. dan nilai disiplin. b) Menampilkan gerak bebas berirama diorientasikan dengan arah menggunakan bunyibunyian secara berpasangan/kelompok kecil. c) Mempraktikkan gerak dasar menangkap obyek berbagai ukuran dalam permainan sederhana . serta nilai percaya diri dan disiplin. b) Mempraktikkan gerak peregangan dan pelemasan dalam kegiatan pemanasan sederhana dengan benar serta nilai disiplin. dan nilai kerjasama. kerja sama dan pola hidup sehat. lari dan lompat ke berbagai arah dengan berbagai pola dalam permainan sederhana. tanggung jawab dan toleransi. 1. Mempraktikkan dasar-dasar pengenalan air dan nilai yang terkandung didalamnya. b) Mempraktikkan gerak dasar memutar. kejujuran dan tanggung jawab. serta nilai estetika. Mempraktikkan pengenalan lingkungan sekolah melalui aktivitas jasmani dan nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai estetika. 1.4.2 Kelas I. a) Mempraktikkan aktivitas dasar di air b) Mempraktikkan berbagai permainan di air dangkal disertai nilai percaya diri. 1. toleransi. dan kerjasama. 1. 1. 1. Mengenal pentingnya imunisasi.

menangkap. 1. Mempraktikkan keterampilan dasar ritmik diorientasikan dengan arah dan ruang dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. mengayun.4. 1.a) b) 2. Semester 1 1. Mempraktikkan senam ketangkasan dasar dan nilai-nilai yang terkandung di alamnya. 1. Mempraktikkan variasi gerak dasar melalui permainan dan aktivitas jasmani. kejujuran. toleransi. b) Mempraktikkan gerak ritmik diorientasikan dengan ruang secara beregu tanpa menggunakan musik. toleransi. a) Mempraktikkan gerak dasar jalan. menekuk lutut dalam berbagai variasi permainan sederhana serta nilai kerjasama. b) Mempraktikkan gerak dasar memutar. tanggungjawab. a) Mempraktikkan latihan dasar untuk meningkatkan kekuatan otot dada. kejujuran. dan telinga. a) b) Menjaga kebersihan rambut. toleransi. serta nilai disiplin dan kerja sama. lompat yang bervariasi dalam permainan yang menyenangkan dan nilai kerjasama. Mengenal makanan sehat Kelas II. hidung. b) Mempraktikkan senam ketangkasan dengan menggunakan alat sederhana dengan percaya diri. serta nilai disiplin dan estetika. dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. c) Mempraktikkan gerak dasar melempar. menghargai lawan dan menghargai diri sendiri. menendang dan menggiring bola ke berbagai arah dalam permainan sederhana serta nilai kerjasama. otot punggung. menghargai lawan dan memahami diri sendiri. a) Mempraktikkan gerak ritmik ke depan. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Memilih makanan bergizi 1. tanggungjawab. Semester 2 . 2. b) Mempraktikkan berbagai aktivitas untuk melatih keseimbangan statis dan dinamis. c) Membiasakan bergerak dengan benar 1. a) Mempraktikkan senam ketangkasan sederhana tanpa menggunakan alat: melompat dan meloncat dengan isyarat ke berbagai arah. Mempraktikkan gerak dasar kebugaran jasmani dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. belakang ataupun samping secara berpasangan dengan diiringi musik . dengan mengikuti aturan. Menerapkan budaya hidup sehat.3 Menjaga kebersihan gigi dan mulut. dan nilai kerja sama. menghargai lawan dan memahami diri sendiri.4.4 Kelas II . a) Mempraktikkan satu jenis bentuk latihan untuk meningkatkan kekuatan otot lengan dan tungkai dengan mengikuti aturan. tanggungjawab. lari. kejujuran.

Semester 1 . 2. b) Mempraktikkan kombinasi berbagai gerak mengayun. c) Mempraktikkan kombinasi gerak dasar melempar. dan kerja sama. memiliki pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Mempraktikkan kegiatan jasmani di lingkungan di sekitar sekolah. b) Mempraktikkan keseimbangan tubuh dan penyelamatan diri di air serta memperhatikan faktor keselamatan diri dan orang lain. Menjaga kebersihan tangan dan kaki. 1. serta nilai kerjasama. Mempraktikkan berbagai kombinasi gerak dasar melalui permainan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. c) a) b) Membiasakan menggunakan pakaian dan sepatu yang sesuai. serta aturan. dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. 1. b) Mengikuti rambu-rambu perjalanan di lingkungan sekolah secara beregu dan memperhatikan faktor keselamatan. dan kerja sama. a) Mempraktikkan dua bentuk senam ketangkasan: melompat dan berputar 90 derajat saat di udara. menangkap dan menendang dengan koordinasi yang baik dalam permainan sederhana. a) Mempraktikkan keterampilan dasar gerak ritmik yang berorientasi pada arah dan ruang secara berpasangan. Menerapkan budaya hidup sehat. serta nilai disiplin. dan disiplin.4.b) Mempraktikkan latihan dasar untuk melatih kelentukan persendian anggota badan bagian atas dengan mengikuti aturan. 1. b) Mempraktikkan rangkaian gerak senam ketangkasan sederhana: berjalan dan berguling ke depan. a) Mempraktikkan kombinasi berbagai pola gerak jalan dan lari dalam permainan sederhana. 1. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Mengenal cara makan sehat 1. kerjasama dan disiplin. melompati benda sesuai dengan kemampuan serta memperhatikan faktor keselamatan. menenggelamkan diri di dalam air.5 Kelas III. b) Mempraktikkan keterampilan dasar gerak ritmik yang berorientasi pada arahdan ruang secara beregu menggunakan atau tanpa musik serta nilai kerjasama. Mempraktikkan senam ketangkasan sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Mempraktikkan gerak dasar renang. a) Mempraktikkan berbagai aktivitas fisik di lingkungan sekolah dan nilai kebersihan. serta nilai kebersihan c) Mempraktikkan gerak dasar renang: mengapung. a) Mempraktikkan gerak lengan dan tungkai untuk mengangkat tubuh di dalam air. memindahkan berat tubuh dari satu titik ke titik yang lain dengan kontrol yang baik. Mempraktikkan keterampilan dasar ritmik diorientasikan dengan arah dan ruang dengan menggunakan atau tanpa musik. kesehatan dan keselamatan.serta aturan. serta aturan dan kerja sama. dan disiplin. dan bernapas. membungkuk dan menekuk dalam permainan sederhana. menggunakan atau tanpa musik. 1.

Mempraktikkan gerak senam lantai. toleransi. tanggung jawab dan menghargai lawan atau diri sendiri. b) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan koordinasi gerak. disiplin dan keberanian. b) Mempraktikkan gerak kombinasi senam ketangkasan dasar. Mengenal kebutuhan tidur dan istirahat. serta nilai percaya diri.4. toleransi. disiplin dan keberanian. serta nilai kerjasama. memantulkan. disiplin dan kerja sama. . a) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan kekuatan otot-otot bahu dan dada secara sederhana serta nilai disiplin. kejujuran. a) b) 2. 1. menekuk lutut. serta nilai percaya diri dan disiplin. dan mengontrol bola dengan koordinasi yang baik dalampermainan sederhana.1. 1. serta nilai keselamatan. Semester 2 1. Mempraktikkan berbagai gerak dasar dalam permainan sederhana dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 1. b) Mempraktikkan gerak dasar mengayun dan menekuk lutut dalam aktivitas ritmik sederhana beregu tanpa atau dengan iringan musik. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. menendang. b) Mempraktikkan kombinasi gerak memutar. dan keselamatan. 1. serta nilai keselamatan. Mempraktikkan aktivitas kebugaran jasmani secara sederhana dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. c) Mempraktikkan kombinasi gerak dasar memvoli. dan nilai disiplin. a) Mempraktikkan keseimbangan dalam bentuk senam lantai dasar. serta nilai disiplin. mengayun lengan dan meliukkan badan dengan koordinasi gerak yang baik dalam permainan sederhana. b) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan daya tahan secara sederhana serta nilai disiplin. a) Mempraktikkan gerak dasar mengayun dan menekuk lutut dalam aktivitas ritmik sederhana tanpa musik. lari dan lompat dengan koordinasi yang baik dalam permainan sederhana. serta nilai kerjasama dan menghargai lawan atau diri sendiri. a) Mempraktikkan kombinasi gerak dasar jalan. dan bersedia berbagi tempat dan peralatan dalam bermain. tanggung jawab. Mempraktikkan gerak dasar melaului aktivitas ritmik dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. a) Mempraktikkan berbagai bentuk latihan untuk meningkatkan kelentukan dan kelenturan. Kelas III. Mempraktikkan senam ketangkasan dasar dan nilainilai yang terkandung di dalamnya.6 Menjaga kebersihan pakaian. menghargai lawan atau diri sendiri. 1. serta nilai kerjasama. Menerapkan budaya hidup sehat. senam ketangkasan dasar dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Mengenal cara menggunakan peturasan. sportivitas. serta nilai kerjasama tim. Mengkombinasikan gerakan lengan dan tungkai renang gaya dada dan nilai kebersihan. 2. Mempraktikkan pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah untuk aktivitas jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. b) c) Mempraktikkan cara bernapas renang gaya dada dan nilai kebersihan.4. a) Mempraktikkan gerak lokomotor dalam mengikuti jejak dan nilai disiplin. serta nilai semangat. 1. Menerapkan budaya hidup sehat. dan nilai kebersihan. Mempraktikkan latihan untuk meningkatkan kebugaran dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. c) Mempraktikkan gerak dasar permainan bola besar sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi.a) Mempraktikkan senam ketangkasan sederhana tanpa alat. memperhatikan faktor keselamatan.7 Kelas IV. 1. dan disiplin. ruang. a) Mempraktikkan gerak dasar dalam permainan bola kecil sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya dada. demam berdarah dan influenza. ruang dan waktu secara beregu dengan atau tanpa menggunakan musik. serta nilai percaya diri dan disiplin. 1. dan waktu secara individual dengan atau tanpa menggunakan musik. b) Mempraktikkan senam ketangkasan yang agak kompleks menggunakan alat. dan nilai disiplin. disiplin dan kerjasama. b) Mempraktikkan gerak dasar atletik sederhana. dan nilai disiplin. menggerakkan lengan dan nilai kebersihan. dan nilainilai yang terkandung didalamnya. Mempraktikkan gerak ritmik dasar yang berorientasi dengan arah. 1. serta nilai kerja sama. menggerakkan tungkai. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan sederhana dan olahraga serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. a) Mempraktikkan gerak dasar meluncur. percaya diri dan disiplin. a) b) Mengenal bahaya penyakit diare. dan nilainilai yang terkandung didalamnya. dan kejujuran. a) Mempraktikkan gerak lokomotor dalam gerak ritmik diorientasikan pada arah. c) Mempraktikkan penjagaan keselamatan diri dan orang lain selama melakukan aktivitas di lingkungan sekitar sekolah. b) Mempraktikkan gerak lokomotor dalam aktivitas ritmik yang berorientasi pada arah. Semester 1 . serta nilai kerja keras. ruang. 1. sportivitas. kerjasama. b) Mempraktikkan pemilihan tempat yang aman untuk bermain di lingkungan sekolah. 1. dan kejujuran. a) Mempraktikkan aktivitas permainan sederhana untuk melatih daya tahan dan kekuatan otot. serta nilai percaya diri. dan waktu dengan atau tanpa musik.

2. dengan memperhatikan nilainilai pantang menyerah. a) Mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai tanpa alat dengan memperhatikan faktor keselamatan. Mempraktikkan senam lantai dengan kompleksitas gerakan yang lebih tinggi.4. 1. dan kejujuran. dan kejujuran. sportivitas. 1. Semester 2 . serta nilai kerja keras. a) Membiasakan membuang sampah pada tempatnya. dan nilai disiplin serta keberanian. sportifitas. 1. Mempraktikkan gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. ruang dan waktu secara beregu menggunakan musik. disiplin. 1.serta nilai estetika. serta nilai estetika. Mempraktikkan latihan kebugaran yang lebih kompleks untuk meningkatkan keterampilan dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan nilai disiplin serta keberanian. a) Mempraktikkan gerak ritmik diorientasikan pada arah. a) Mempraktikkan aktivitas dan permainan untuk melatih daya tahan dan kekuatan dengan kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat. b) Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur secara beregu tanpa menggunakan musik. b) Mempraktikkan aktivitas dan permainan untuk melatih kelentukan dan koordinasi dengan kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat. 1.dan kejujuran. sportivitas.1 Menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekolah. a) Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola kecil beregu dengan peraturan yang dimodifikasi. dan disiplin. kerja sama. b) Mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai dengan alat dengan memperhatikan faktor keselamatan. Mempraktikkan berbagai bentuk latihan senam lantai yang lebih kompleks dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. loncat dan lempar. serta nilai kerja keras. dan nilainilai yang terkandung di dalamnya.b) Mempraktikkan aktivitas permainan untuk melatih kelenturan dan koordinasi. dan kejujuran. Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur secara beregu tanpa dan dengan menggunakan musik dan nilainilai yang terkandung didalamnya. serta nilai kerja keras. 1. dan kejujuran. percaya diri. Menerapkan budaya hidup sehat 5. b) Mempraktikkan senam ketangkasan dengan menggunakan alat dengan koordinasi yang baik serta nilai disiplin dan kerja sama. kerjasama. b) Mempraktikkan gerak dasar berbagai gerakan yang bervariasi dalam permainan bola besar beregu dengan peraturan yang dimodifikasi. disiplin. a) Mempraktikkan senam lantai tanpa menggunakan alat dengan koordinasi yang baik serta nilai kerja sama dan estetika. serta nilai kerja sama regu.8 Kelas IV. c) Mempraktikkan gerak dasar atletik yang dimodifikasi: lompat. serta nilai kerja sama regu.

1. Mempraktikkan berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 2. 1. . b) c) a) Mempraktikkan aktivitas jasmani yang berisi tantangan dalam perkemahan.disiplin dan estetika. serta nilai kerja keras. meluncur. Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur secara beregu tanpa dan dengan menggunakan musik. disiplin dan estetika. dan kejujuran. dan nilainilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai kerjasama. a) Mempraktikkan keterampilan gerak ritmik terstruktur (misal SKJ) secara beregu menggunakan musik. 1. Semester 1 1. Mempraktikkan dasar-dasar keselamatan di air. disiplin. serta nilai kerja sama. serta nilai-nilai yang terkandung didalamnya. kerjasama. sportivitas. serta nilai kerja keras. tanggungjawab. Mempraktikkan pola hidup sehat. a) Mempraktikkan berbagai keterampilan yang sesuai untuk kegiatan perkemahan. disiplin. dan kejujuran. 1. kerjasama. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya bebas dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. b) Mempraktikkan aktivitas untuk kecepatan dan kualitas gerak yang meningkat. menggerakkan tungkai. dan kejujuran. sportivitas. percaya diri dan kejujuran. serta nilai semangat. c) Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi atletik. serta nilai kerjasama. a) Mempraktikkan aktivitas untuk kekuatan otot-otot anggota badan bagian atas. b) Menjaga kebersihan lingkungan terhadap sumber penularan penyakit seperti nyamuk dan unggas. b) c) d) Mempraktikkan cara bernapas dalam renang gaya bebas. a) Mempraktikkan gerak dasar. 1. Mempraktikkan berbagai bentuk senam ketangkasan dengan kontrol yang baik.1.4. b) Memperbaiki kesalahan gerak dalam gerak ritmik terstruktur (misal SKJ) secara beregu menggunakan musik. sportivitas. Mengenal berbagai upaya dalam menjaga kebersihan lingkungan. menggerakkan lengan serta nilai kebersihan. Mengkombinasaikan gerakan lengan dan tungkai renang gaya bebas. Menerapkan budaya hidup sehat. serta nilai kerja sama. disiplin. serta nilai kerja sama. a) Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi permainan bola kecil. b) Mempraktikkan variasi gerak dasar ke dalam modifikasi permainan bola besar. Mempraktikkan kegiatan berkemah di lingkungan sekitar sekolah dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilainilai yang terkandung didalamnya.9 Kelas V. dan mengikuti aturan. dan kejujuran.

sportivitas. Mempraktikkan kombinasi berbagai gerak dasar dalam gerak berirama dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan disiplin. serta nilai semangat. serta nilai kerja keras. serta nilai kerja sama. b) Mempraktikkan aktivitas untuk kelincahan dengan kualitas gerak yang meningkat . 1. dan keberanian. percaya diri. dan disiplin. serta nilai kerjasama. a) Mempraktikkan sebuah rangkaian gerak senam ketangkasan dengan konsisten. Mempraktikkan berbagai variasi gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. disiplin.a) Mempraktikkan latihan peregangan dan pelemasan yang benar sebelum memulai aktivitas senam. a) Mempraktikkan kombinasi pola gerak mengayun. percaya diri. sportivitas. menarik. dan kejujuran. b) Mempraktikkan bentuk-bentuk senam ketangkasan dalam meningkatkan koordinasi dan nilai nilai percaya diri dan disiplin. . disiplin. 1. sportivitas. dan disiplin. percaya diri. disiplin. kerjasama. kerjasama. lari dan lompat dalam gerak ritmik. Mengenal cara menjaga diri dari pelecehan seksual 1. serta nilai keselamatan. dan kejujuran. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 1. dan disiplin. c) Mempraktikkan variasi teknik dasar atletik yang dimodifikasi. Semester 2 a) Mempraktikkan variasi teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar. kerjasama. b) Mempraktikkan kombinasi pola gerak jalan. dan koordinasil yang baik. 1. Mempraktikkan latihan dasar kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 2. Mengenal berbagai bentuk pelecehan seksual. serta nilai kerja sama. lari dan lompat dalam gerak ritmik. serta nilai keselamatan.serta nilai percaya diri. menekuk. a) Mempraktikkan aktivitas untuk kekuatan otot-otot anggota badan bagian bawah. b) Mempraktikkan bentuk-bentuk rangkaian gerak senam ketangkasan dengan koordinasi dan kontrol yang baik. meliuk. serta nilai kerjasama. a) b) c) Mengenal cara menjaga kebersihan alat reproduksi. 1.4. a) Mempraktikkan pola jalan. b) Mempraktikkan variasi teknik dasar ke dalam modifikasi permainan bola kecil. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. tepat. Mempraktikkan berbagai gerak dasar dalam gerak ritmik. Menerapkan budaya hidup sehat. percaya diri dan kejujuran.10 Kelas V. serta nilai kerja keras. dan kejujuran. dan keberanian. disiplin. serta nilai kerja sama. memutar dalam gerak berirama . dan kejujuran. Mempraktikkan berbagai bentuk senam ketangkasan dengan koordinasi yang baik.

Mempraktikkan latihanpeningkatan kualitas jasmani(komponen kebugaran jasmani). kerjakeras 1.dan beregu. disiplin.disiplin. Menerapkan budaya hidup sehat. dan kejujuran. Semester 1 . dan disiplin. sertanilai percaya diri. Mengenal bahaya miruman keras. 1. 1. Mempraktikkan rangkaian gerakritmik sederhana berpasangan. disiplin. sportivitas. b) Mempraktikkan kombinasi gerakan lengan dan tungkai renang gaya punggung. sertanilai semangat. b) Mempraktikkan berbagai keterampilan gerak dalam kegiatan penjelajahan di lingkungan sekolah yang sehat. serta nilai keselamatan. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. lempar dan lompatdengan peraturan yangdimodifikasi. Mempraktikkan gerak dasar renang gaya punggung. dan etika. menggerakkan tungkai. dan kejujuran c) Mempraktikkan koordinasi gerak dasardalam teknik lari. menggerakkan lengan. serta nilainilai yang terkandung di dalamnya 2. serta nilai keselamatan. Mempraktikkan penjelajahan di linkungan sekitar sekolah. serta nilai kerjasama. a) Mempraktikkan pembuatan rencana kegiatan penjelajahan. a) b) Mengenal bahaya merokok bagi kesehatan.dan kerja keras c) Mempraktikkan jenis latihan yang sesuaiuntuk mempertahankan dan memperbaikipostur tubuh. serta nilai kerjasama.b) Mempraktikkan satu pola gerak berirama terstruktur dengan konsisten dan lancar serta nilai kerjasama. 1. b) Mempraktikkan gerak dasar salah satupermaian bola besar dengan koordinasidan kontrol yang baik dengan peraturanyang dimodifikasi. Mempraktikkan kombinasisenam lantai dan senamketangkasan dalam bentuksederhana. percaya diridan kejujuran 1. 1. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. serta nilai keberanian dan percaya diri. a) Mempraktikkan gerak dasar renang gayapunggung: meluncur. serta nilai kerjasama. dan nilai-ilai yang terkandung di alamnya. serta nilai kebersihan. sportivitas. keselamatan. b) Mempraktikkan rangkaian senam lantaidan senam ketangkasan dengan gerakanyang lebih halus.11 Kelas VI. disiplin dan estetika 1. percaya diri. keberanian dan percaya diri. Mempraktikkan berbagai gerak dasar permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi. dan nilai-nilai yangterkandung di dalamnya a) Mempraktikkan pemanasan danpendinginan sebelum dan sesudah melaksanakan aktivitas senam. kebersihan. a) Mempraktikkan gerak dasar salah satu permainan bola kecil dengan koordinasi dan kontrol yang baik dengan peraturan yang dimodifikasi.sportivitas.4.dannilai-nilai yang terkandung didalamnya a) Mengidentifikasi anggota tubuh yangperlu dilatih untuk memperbaiki postur b) Mempraktikkan berbagai latihan untukmemperbaiki cacat jasmani bukanbawaan. jelas dan lancar.

Mempraktikkan gerak dasar salah satu gaya renang dengan. 2. Semester 2 . disiplin. a) Mempraktikkan gerak dasar meluncur. serta nilai keselamatan. Menerapkan budaya hidup sehat 5. disiplin. serta nilai kerja sama. serta nilai kerja sama.disiplin. 1. b) Mempraktikkan penerapan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola kecil dengan peraturan yang dimodifikasi. dan estetika. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya renang gaya dada dengan koordinasi gerak yang lebih baik serta nilai keberanian.1 Mengenal bahaya narkoba a) Mengenal cara menghindari bahaya narkoba 1. a) Mempraktikkan sikap hidup sehat untuk memelihara kondisi kesehatan. dan kerjasama. Mempraktikkan rangkaian gerak ritmik sederhana secara berpasangan maupun beregu. Mempraktikkan latihan peningkatan kualitas kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. c) Mempraktikkan aktivitas kondisi fisik secara terencana dan sungguh sungguh d) Mempraktikkan aktivitas secara berkelanjuatan dalam rangka meningkatkan kebugaran .4. serta nilai kerja sama. a) Mempraktikkan penerapan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga bola besar dengan peraturan yang dimodifikasi. Mempraktikkan kombinasi senam lantai dan senam ketangkasan dalam bentuk sederhana. serta nilai sportivitas. percaya diri dan kejujuran. a) Mempraktikkan gerak ritmik sederhana di tempat dengan gerakan membungkuk. disiplin. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 1. b) Mempraktikkan kombinasi gerak ritmik sederhana dengan jalan dan lompat secara berpasangan dan beregu. menekuk maupun meliuk secara berpasangan dan beregu. menggerakkan tungkai maupun lengan koordinasi gerak yang baik.12 Kelas VI. b) Mempraktikkan kombinasi bentuk-bentuk senam lantai dan senam ketangkasan dengan koordinasi. dan kerjasama. serta nilai keselamatan. 1. disiplin dan estetika b) Mempraktikkan rangkaian gerak ritmiksederhana beregu dengan kompak. Mempraktikkan berbagai gerak dasar ke dalam permainan dan olahraga dengan peraturan yang dimodifikasi. serta nilai keselamatan. disiplin dan estetika 1. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. a) Mempraktikkan kombinasi gerak senam lantai dan senam ketangkasan dengan konsisten. serta nilai disiplin. dan kebersihan. c) Mempraktikkan pengembangan koordinasi beberapa nomor teknik dasar atletik dengan peraturan yang dimodifikasi. 1. serta nilai kerjasama. dan kontrol yang baik. disiplin. dan estetika. serta nilai kerja sama. sportivitas dan kejujuran. sportivitas dan kejujuran. serta nilaikerja sama. b) Mempraktikkan peregangan otot dan pelemasan persendian dengan baik sebelum latihan. disiplin dan kerja keras. dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan kontrol yang baik.a) Mempraktikkan rangkaian gerak ritmiksederhana menggunakan gerak jalan danlompat secara berpasangan.

Standar kompetensi dan kompetensi dasar pendidikan jasmani. tanggung jawab. a) Mempraktikkan aktivitas penjelajahan di alam bebas secara sederhana. 3. kesehatan dan olahraga SD merupakan tolak ukur pencapaian pembelajaran. . tanggung jawab.2 Saran Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok. kegiatan pembelajaran. disiplin. Kompetensi Dasar adalah merupakan pernyataan minimal atau memadai tentang pengetahuan. dan keselamatan. ketrampilan. disiplin. b) Mempraktikkan pemasangan kemah bersama. d) Mempraktikkan dasar-dasar keselamatan di air. serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. dan keselamatan. disesuaikan dengan fasilitas dan peralatan yang tersedia Diajarkan sebagai kegiatan yang dapat dilakukan dalam semester 1 dan atau semester 2. 1.nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak setelah siswa menyelesaikan suatu aspek atau sub aspek mata pelajaran tertentu.1 Kesimpulan Standar Kompetensi adalah merupakan kecakapan untuk hidup dan belajar sepanjang hayat yang dibakukan dan harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar. dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. serta nilai kerja sama. 1.1 Mengenal cara menolak ajakan menggunakan narkoba. disesuaikan dengan situasi dan kondisi sekolah Materi pilihan. c) Mempraktikkan kombinasi gerakan lengan dan tungkai dalam renang gaya dada. serta nilai kerja sama. Yang disesuaikan dengan jenjang pendidkan. Mempraktikkan penjelajahan dan perkemahan di alam bebas. Menerapkan budaya hidup sehat 12. a) Mengenal cara menolak perlakuan pelecehan seksual Keterangan. c) Untuk pembinaan peserta didik ynag berminat terhadap salah satu atau beberapa cabang tertentu dapat dilakukan melalui kegiatan ekstra kurikuler BAB III PENUTUP 3. dan kebersihan. Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian. disiplin.b) Mempraktikkan cara bernapas salah satu gaya renang. serta nilai keberanian. serta nilai keberanian dan disiplin. sikap dan nilai. b) Diajarkan sebagai kegiatan pilihan.

2011 • Lokasi Tulisan Ditulis oleh : tanpatinta Total Tulisan 2 Lihat semua tulisan tanpatinta • 3.961 Kunjungan Mungkin Berhubungan • • • • • Pendidikan Luar Sekolah Studium General PLS Memasuki Pra-Semester Genap 2011/2012 TIPS Supaya Terus Termotivasi Mahasiswa Unnes pun Bisa Ambil SKS di UNY Filed Under: Beasiswa Berkaitan dengan pengertian pendidikan terdapat perbedaan yang jelas antara pendidikan formal. pendidikan informal dan pendidikan nonformal.June 30th. Sehubungan dengan hal ini Coombs (1973) membedakan pengertian ketiga jenis pendidikan itu sebagai berikut: .

dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf dengannya. Kegiatan pendidikan ini lebih umum. sikap. peningkatan kompetensi (keterampilan intelektual dan sosial).programnya bersifat informal tidak diarahkan untuk melayani kebutuhan belajar yang terorganisasi. pengaruh lingkungan termasuk di dalamnya adalah pengaruh kehidupan keluarga. Perbedaan antara pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal dan informal dapat dikemukakan sebagai berikut. di luar sistem persekolahan yang . sikap. Pendidikan informal adalah proses yang berlangsung sepanjang usia sehingga sehingga setiap orang memperoleh nilai. termasuk kedalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum. serta melalui media massa. pasar. dan informal dengan menggunakan kriteria adanya atau tidak adanya kesengajaan . dilakukan secara mandiri atau merupakan bagian penting dari kegiatan yang lebih luas. dan latihan professional. pemahaman. dan penerapan informasi). Interaksi itu menimbulkan proses perubahan (belajar) pada manusia dan selanjutnya proses perubahan itu menghasilkan perkembangan (development) bagi kehidupan seseorang atau kelompok dalam lingkungannya. serta pemilihan dan penerimaan secara sadar terhadap nilai. Sebagai bahan untuk menganalisis berbagai program pendidikan maka ketiga batasan pendidikan di atas perlu diperjelas lagi dengan kriteria yang dapat membedakan antara pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal dengan pendidikan yang program-programnya bersifat informal dan formal. bertingkat/berjenjang. tempat bermain. Pandangan lain tentang pendidikan dikemukakan oleh Axiin (1974). penghargaan dan perasaan. Pendidikan nonformal ialah setiap kegiatan teroganisasi dan sistematis. keterampilan. serta kemauan untuk berbuat atau merespon sesuatu rangsangan. Proses perubahan (belajar) dapat terjadi dengan disengaja atau tidak disengaja. Sedangkan pendidikan yang program. Proses belajar itu akan menghasilkan perubahan dalam ranah kognitif (penalaran. berlangsung terutama dalam lingkungan keluarga. dan media massa. diselenggarakan di lingkungan masyarakat dan lembaga-lembaga. penafsiran. dan pengetahuan yang bersumber dari pengalaman hidup sehari-hari. Kleis (1974) memberi batasan umum bahwa pendidikan adalah sejumlah pengalaman yang dengan pengalaman itu.Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis. untuk melayani kebutuhan belajar khusus para peserta didik. Pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal memiliki tujuan dan kegiatan yang terorganisasi. Apabila kegiatan yang termasuk pendidikan yang program-programnya bersifat informal ini diarahkan untuk mencapai tujuan belajar tertentu maka kegiatan tersebut dikategorikan baik ke dalam pendidikan yang program-programnya bersifat nonformal maupun pendidikan yang program-programnya bersifat formal. perpustakaan. program spesialisasi. berjalan dengan sendirinya. yang sengaja dilakukan untuk melayani peserta didik tertentu di dalam mancapai tujuan belajarnya. hubungan dengan tetangga. lingkungan pekerjaan dan permainan. dan lain sebagainya. seseorang atau kelompok orang dapat memahami sesuatu yang sebelumnya tidak mereka pahami Pengalaman itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungannya. Ketiga pengertian di atas dapat digunakan untuk membedakan program pendidikan yang termasuk ke dalam setiap jalur pendidikan tersebut. nonformal. yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus. yang membuat penggolongan program-program kegiatan yang termasuk ke dalam pendidikan formal.

yaitu pihak pendidik (sumber belajar atau fasilitator) dan pihak peserta didik (siswa atau warga belajar). Dengan membandingkan karakteristik pendidikan sekolah terhadap karakteristik pendidikan luar sekolah (Ryan.dari kedua pihak yang berkomunikasi. pendidikan sekolah memiliki program berurutan untuk setiap jenis dan jenjang pendidikan dan dapat diterapkn secara seragam di semua tempat yang memiliki kondisi sama. Dan keduanya merupakan subsistem dari pendidikan nasional. Di pihak lain. di satu pihak. Program pendidikan sekolah memiliki tingkat keseragaman yang ketat. yaitu adanya kegiatan yang disengaja dan terorganisasi. Pendidikan luar sekolah dan pendidikan sekolah mempunyai ciri umum yang sama. 1972:11). Pandangan pendidikan yang dikemukakan oleh Axinn ini tertuang dalam bentuk tabel: PENDIDIKPESERTA DIDIK BERSENGAJA BERSENGAJA Pendidikan sekolah atauPendidikan luar sekolah Pendidikan informal TIDAK BERSENGAJA Kegiatan belajardiarahkan diri sendiri (self-directed learning) TIDAK BERSENGAJA Belajar secara kebetulan(incidental learning) Melalui tabel di atas dapat kita ketahui bahwa dengan adanya kesengajaan dari kedua pihak dalam proses pembelajaran merupakan ciri utama pendidikan sekolah dan pendidikan luar sekolah. pendidikan luar sekolah mempunyai program yang tidak selalu ketat dalam penyelenggaraan programnya. 1 PEDOMAN PENYUSUNAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) TAHUN ANGGARAN 2005 DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI 2004 2 PANDUAN PENYUSUNAN USULAN DAN LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) TAHUN ANGGARAN 2005 1. Latar Belakang . sebagai ilustrasi. sedangkan program pendidikan luar sekolah lebih bervariasi dan lebih luwes.

masukan. Upaya peningkatan kemampuan meneliti di masa lalu cenderung dirancang dengan pendekatan research-development-dissemination (RDD). Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas. b. sebab pendekatan penelitian ini menempatkan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya sebagai peneliti. Kebutuhan akan kemitraan yang sehat dan produktif. dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah (SD. pelatihan dan pendidikan. sebagai agen perubahan yang pola kerjanya bersifat kolaboratif. peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan pembelajaran yang nyata. Pertama. . masukan. Menumbuh-kembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah dan LPTK. Pendekatan ini lebih menekankan perencanaan penelitian yang bersifat topdown dan bersifat kuat orientasi teoritiknya. ditingkatkan dan dituntaskan. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan. SMA dan SMK). Melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) masalah-masalah pendidikan dan pembelajaran dapat dikaji. khususnya Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS). 3 2. dan bersifat pragmatis naturalistik. lebih-lebih lagi dalam era otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan. Meningkatkan mutu isi. peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. d. yang dikembangkan atas prinsip kesetaraan sudah sangat mendesak. Pendekatan MPMBS menitikberatkan pada upaya perbaikan mutu yang inisiatifnya berasal dari motivasi internal pendidik dan tenaga kependidikan itu sendiri (an effort to internally initiate endeavor for quality improvement). dapat diwujudkan secara sistematis. MPMBS mengisyaratkan pula adanya kemitraan antar jenjang dan jenis pendidikan. proses. Keempat. Penelitianpun hendaknya dikelola berdasarkan atas dasar kemitraan yang sehat (kolaboratif). Upaya PTK diharapkan dapat menciptakan sebuah budaya belajar (learning culture) di kalangan dosen di LPTK. Kedua. Ketiga. sehingga proses pendidikan dan pembelajaran yang inovatif dan hasil belajar yang lebih baik. Paradigma demikian dirasakan tidak sesuai dengan perkembangan pemikiran baru. Meningkatkan keterampilan pendidik dan tenaga kependidikan khususnya di sekolah dalam melakukan PTK. Tujuan a. dan guru-siswa di sekolah. Kemitraan yang sehat antara LPTK dan sekolah adalah sesuatu yang penting. peningkatan kualitas isi. baik yang bersifat praktis maupun dalam tataran konsep. sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan (sustainable). dan hasil belajar. sehingga kedua belah pihak dapat memetik manfaat secara timbal balik (reciprocity of benefits). antara lain: melalui peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya. c. proses. SMP. atau dengan memberikan kesempatan untuk menyelesaikan masalah-masalah pembelajaran dan nonpembelajaran secara profesional lewat penelitian tindakan secara terkendali.Peningkatan mutu pendidikan dapat dicapai melalui berbagai cara. penerapan prinsip pembelajaran berbasis penelitian. e. PTK menawarkan peluang sebagai strategi pengembangan kinerja. Upaya meningkatkan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi saat menjalankan tugasnya akan memberi dampak positif ganda.

media dan sumber belajar (termasuk dalam tema ini. d. Peningkatan dan perbaikan terhadap kualitas penerapan kurikulum dan pengembangan kompetensi siswa di sekolah. kesalahan-kesalahan pembelajaran. Peningkatan atau perbaikan terhadap mutu proses pembelajaran di kelas. siswa-materi ajar. 3. b. f. interaksi guru-siswa. SMA/MA. Luaran Penelitian Tindakan Kelas Luaran umum yang diharapkan dihasilkan dari PTK adalah sebuah peningkatan atau perbaikan (improvement and theraphy).f. miskonsepsi). . Alat bantu. atau tidak sedang studi lanjut (dibuktikan dengan Surat Keterangan Dekan). Masalah kurikulum (termasuk dalam tema ini antara lain: implementasi KBK. antara lain: masalah pengelolaan dan prosedur pembelajaran. Desain dan strategi pembelajaran di kelas (termasuk dalam tema ini. 5. partisipasi orangtua dalam proses belajar siswa). dan tenaga kependidikan lainnya (termasuk dalam tema ini antara lain: peningkatan kemandirian dan tanggungjawab peserta didik. Meningkatkan kerjasama profesional di antara pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah dan LPTK. Peningkatan atau perbaikan terhadap kinerja belajar siswa di sekolah. antara lain: masalah evaluasi awal dan hasil pembelajaran. implementasi dan inovasi dalam metode pembelajaran. c. Peningkatan atau perbaikan terhadap masalah-masalah pendidikan anak di sekolah. peningkatan konsep diri peserta didik). perpustakaan. antara lain: masalah belajar di kelas. b. peningkatan hubungan antara sekolah dan masyarakat). c. Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas prosedur dan alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur proses dan hasil belajar siswa. e. peningkatan keefektifan hubungan antara pendidik. Khusus untuk dosen LPTK non keguruan dapat mengusulkan PTK dengan catatan mereka harus berkolaborasi dengan guru bidang studi di sekolah. Masalah belajar siswa di sekolah (termasuk di dalam tema ini. Para dosen LPTK yang tidak sedang terikat Kontrak Kerja Penelitian dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Menristek (dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Lemlit). SMK) di sekolah/madrasah. Pengusul Penelitian Tindakan Kelas a. urutan penyajian materi pokok. 4 d. a. antara lain: masalah penggunaan media. Pengembangan pribadi peserta didik. pengembangan instrumen asesmen berbasis kompetensi). b. Sistem asesmen dan evaluasi proses dan hasil pembelajaran (termasuk dalam tema ini. 4. dan sumber belajar di dalam/luar kelas. interaksi di dalam kelas.peserta didik dan orangtua dalam PBM. e. dan sumber belajar lainnya. Peningkatan atau perbaikan terhadap kualitas penggunaan media. c. f. pendidik. alat bantu belajar. antara lain sebagai berikut. Bidang Kajian Penelitian Tindakan Kelas a. dan siswa-lingkungan belajar). Semua dosen LPTK (keguruan dan non keguruan) negeri maupun swasta dari semua program studi yang berkolaborasi dengan guru (SD/MI. SMP/MTs.

d. Biaya perjalanan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan. dalam pengertian usulan harus secara jelas menggambarkan peranan dan intensitas masing-masing anggota pada setiap kegiatan penelitian yang dilakukan. e. yang rinciannya terdiri dari: a. dan lainnya). observasi. dan cakupan permasalahan). dan menyusun laporan akhir. . yaitu: pada saat mendiagnosis masalah. Kriteria Seleksi Usulan penelitian akan diseleksi secara ketat oleh Tim Pakar dari perguruan tinggi yang ditunjuk oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi (Dit. c.PPTK dan KPT).000 (sepuluh juta rupiah). d. Honorarium Ketua Peneliti dan anggota (tidak melebihi dari 30% total biaya usulan). Pelaksanaan pemantauan akan dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian masing-masing LPTK sebagai penanggungjawab kontrak penelitian di perguruan tinggi negeri maupun swasta. 7. Lain-lain pengeluaran (dokumentasi. relevansi. Pemantauan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas Pemantauan terhadap pelaksanaan penelitian akan dilakukan oleh Tim yang ditunjuk oleh Dit. 5 8. Kolaborasi dalam Penelitian Tindakan Kelas a. menyeminarkan hasil. menyusun usulan. Kegiatan Pendukung (terutama: jadwal penelitian. c. b. sarana pendukung pembelajaran masing-masing anggota penelitian dalam setiap kegiatan penelitian.6. b. dan refleksi). Biaya penelitian untuk setiap usulan maksimum Rp 10. menganalisis data. termasuk biaya perjalanan anggota peneliti ke tempat penelitian. Prosedur Penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah. Kemanfaatan Hasil Penelitian (terutama: potensi untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas isi. masukan. Biaya operasional kegiatan penelitian di sekolah (minimum 30% dari total biaya). Penelitian ini bersifat kolaboratif. prosedur observasi dan evaluasi. Cara Pemecahan Masalah (terutama: rancangan tindakan. merekam data. photocopy.000. prosedur refleksi hasil penelitian). 9. Kriteria evaluasi terhadap usulan penelitian PTK mencakup : a. Ditjen Dikti menjelang penulisan laporan akhir penelitian. Dalam PTK. melaksanakan penelitian (melaksanakan tindakan. atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan). Masalah penelitian bukan dihasilkan dari kajian teoretik atau dari hasil penelitian terdahulu.PPTK dan KPT. proses. laporan. evaluasi. c. perencanaan tindakan. Perumusan Masalah (terutama: asal. kriteria keberhasilan sebuah tindakan). dan kontekstualitas tindakan. kedudukan dosen setara dengan guru. Permasalahan penelitian tindakan kelas harus digali atau didiagnosis secara kolaboratif dan sistematis oleh dosen dan guru dari masalah yang nyata dihadapi guru dan/atau siswa di sekolah. prosedur pelaksanaan tindakan. Jangka Waktu dan Biaya Penelitian Usulan penelitian disusun untuk kegiatan selama 10 bulan (persiapan sampai dengan pelaporan hasil). b. tetapi masalah lebih ditekankan pada permasalahan aktual pembelajaran di kelas. dan kelayakan pembiayaan). dalam arti masingmasing mempunyai peran dan tanggungjawab yang saling membutuhkan dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan.

1.. Jalan Pintu 1.PPTK dan KPT (terlampir).4. atau seorang dosen dari LPTK dan 2 (dua) orang guru.. c) Masing-masing LPTK maksimal boleh mengajukan 15 usulan (penyimpangan/kelebihan dari ketentuan ini otomatis akan mengakibatkan LPTK ybs akan didiskualifikasi)..3 Usulan yang tidak memenuhi ketentuan di atas akan didiskualifikasi dan usulannya tidak diperiksa... Judul Penelitian 2..Monitoring akan diselenggarakan dengan mempergunakan Format Pemantauan Penelitian Tindakan Kelas yang dikeluarkan oleh Dit. sehingga tidak diperkenankan merangkap.1 Cover Biru Muda CONTOH KULIT MUKA USULAN PENELITIAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Logo Perguruan Tinggi JUDUL PENELITIAN Oleh : .... b) Jumlah anggota maksimal 2 (dua) orang dari LPTK dan 3 (tiga) orang dari guru.. Tata Cara Pengajuan Usulan Penelitian 10... d) Seleksi awal terhadap usulan dosen dari LPTK dilaksanakan oleh masing-masing Lemlit dengan memperhatikan secara sungguhsungguh Panduan Penyusunan Proposal PTK dan Buku Petunjuk Pelaksanaan PTK yang disusun oleh Dit.......... diketahui oleh Kepala Sekolah yang bersangkutan. Senayan-Jakarta oleh masing-masing LPTK Pengusul....... 10.. 7 Lampiran : A.......... 10... Cara Pengajuan Usulan Penelitian a) Diajukan lewat Lembaga Penelitian.... Bulan...... Tahun *) Tuliskan semua nama pengusul lengkap dengan gelar akademik 8 HALAMAN PENGESAHAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) 1...4 Usulan penelitian harus sudah diterima di Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi paling lambat 27 Januari 2005 dalam rangkap 3 (tiga) dengan kertas HVS ukuran A-4 dan fonts 12 bertipe Times New Roman.. e) Seorang peneliti (dosen/guru) hanya diperbolehkan terlibat dalam satu PTK atau RII... 10........ Ketua Penelitian a.2 Usulan dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dengan sampul (cover) berwarna Biru Muda dan dikirimkan ke Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.. INSTITUT /UNIVERSITAS ...... Berita acara seleksi perlu dilampirkan.. Nama Lengkap dan Gelar ....... 6 10..*) FAKULTAS . baik sebagai ketua maupun anggota...PPTK dan KPT...... Lt..

........ Sumber lain (sebutkan . Tanda tangan (...... Jenis Kelamin c...... Fakultas/Jurusan e...... Jumlah Anggota Peneliti ......... orang 4...... sampai bulan . Alamat rumah: Nomor telepon/HP: Email: 3. Biaya yang diperlukan a..................) NIP............ Jumlah Rp Rp Rp (..) NIP........ Ketua Peneliti....... B................ Mengetahui Dekan Fakultas Cap dan tanda tangan (............. dan diagnosis dilakukan oleh guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah.. JUDUL PENELITIAN Judul hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti dan tindakan untuk mengatasi masalahnya..... Masalah yang akan diteliti merupakan sebuah masalah penting dan mendesak untuk dipecahkan. bulan/dari bulan ................ Kemukakan secara jelas bahwa masalah yang diteliti merupakan sebuah masalah yang nyata terjadi di sekolah.......................... 5........ Pangkat dan Golongan dan NIP d..) NIP........). Menyetujui : Ketua Lemlit Cap dan tanda tangan (............... PENDAHULUAN Penelitian dilakukan untuk memecahkan permasalahan pendidikan dan pembelajaran......... 9 SISTEMATIKA USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) A.............. BIDANG KAJIAN Tuliskan bidang kajian penelitian C........................................ Institut/Universitas f................... serta dapat dilaksanakan dilihat dari segi ketersediaan ......................... Sumber dari Dikti Depdiknas b...... Lama Penelitian ...............................................) ...............................b.

PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH 1. Kontribusi Hasil Penelitian Uraikan kontribusi hasil penelitian terhadap kualitas pendidikan dan/atau pembelajaran. waktu dan lamanya tindakan. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi. hendaknya sesuai dengan kaidah penelitian tindakan kelas. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti. dan cara pengukuran serta cara mengevaluasinya. Kemukakan inovasi yang akan dihasilkan dari penelitian ini. maka selanjutnya perlu dianalisis dan dideskripsikan secara cermat akar penyebab dari masalah tersebut. Prosedur yang digunakan dalam identifikasi masalah perlu dikemukakan secara jelas dan sistematis. Tujuan Penelitian Kemukakan secara singkat tentang tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan. maupun 10 komponen pendidikan di sekolah lainnya. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Penting juga digambarkan situasi kolaboratif antar anggota peneliti dalam mencari masalah dan akar penyebab munculnya masalah tersebut. guru. F. asumsi. sehingga tampak manfaatnya bagi siswa. Jumlah siklus . Kemukakan juga teori. yang bersifat daur ulang atau siklus. evaluasi-refleksi. observasi. KAJIAN PUSTAKA Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari usulan rancangan penelitian tindakan. biaya dan daya dukung lainnya yang dapat memperlancar penelitian tersebut. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan indikator keberhasilan yang dicapai dalam setiap siklus sebelum pindah ke siklus lain. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan objek. dan lingkup yang menjadi batasan penelitian.waktu. sehingga diukur tingkat pencapaian keberhasilannya. Pemecahan Masalah Uraikan alternatif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. temuan dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. E. Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya dengan mengajukan alternatif tindakan yang akan dilakukan dan hasil positif yang diantisipasi dengan mengajukan indikator keberhasilan tindakan. 3. D. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas. 4. Cara pemecahan masalah ditentukan berdasarkan pada akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan (action) yang jelas dan terarah. Perumusan Masalah Rumuskan masalah penelitian dalam bentuk suatu rumusan penelitian tindakan kelas. pelaksanaan tindakan. Setelah diidentifikasi masalah penelitiannya. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi. 2. serta lokasi penelitian secara jelas.

....................... dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk Gantt chart...... ... PERSONALIA PENELITIAN Jumlah personalia penelitian maksimal 5 orang....... sehingga tampak jelas tingkat dan kualitas kolaborasi dalam penelitian tersebut............ MLA atau Turabian........... atau 4 orang guru/tenaga kependidikan di sekolah........ JADWAL PENELITIAN Buatlah jadwal kegiatan penelitian yang meliputi perencanaan.. golongan. meskipun harus diingat juga jadwal kegiatan belajar di sekolah... pangkat.........2 Cover Biru Muda LAPORAN AKHIR PENELITIAN TINDAKAN KELAS LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Logo Perguruan Tinggi JUDUL PENELITIAN Oleh : . 2.. 4 orang anggota peneliti yang dapat terdiri dari 1 orang dosen LPTK dan 3 orang guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah... pelaksanaan. Lampiran-lampiran 1.. Jadwal kegiatan penelitian disusun selama 10 bulan........ G.. Jumlah guru minimal 2 orang dan harus lebih banyak dari jumlah dosen. Penelitian ini sekurang-kurangnya dilakukan oleh 3 orang peneliti........diusahakan lebih dari satu siklus................. yang terdiri dari : 1 orang Ketua Peneliti (dosen LPTK)........ Rekapitulasi biaya penelitian: • Honorarium ketua. 12 Lampiran : A........ H.. persiapan.... Riwayat Hidup Ketua Peneliti dan Anggota Peneliti (Cantumkan pengalaman penelitian yang relevan sampai saat ini).. dan 11 lembaga tempat tugas.... yang 1 orang sebagai Ketua Peneliti (dosen LPTK) dan 2 orang guru dan/atau tenaga kependidikan lainnya di sekolah.*) dibiayai oleh : ....2...... Daftar Pustaka.......... yang dituliskan secara konsisten menurut model APA. Dalam rencana pelaksanaan tindakan pada setiap tahapan hendaknya digambarkan peranan dan intensitas kegiatan masingmasing anggota peneliti................. Rincilah nama personalia tim peneliti........ jumlah waktu yang digunakan dalam setiap bentuk kegiatan penelitian yang dilakukan........ Uraikan peran guru..... jabatan....... BIAYA PENELITIAN Kemukakan besarnya biaya penelitian secara rinci dengan mengacu kepada kegiatan penelitian.............. Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Penelitian Nomor ... sama dengan yang tercantum dalam Lembar Pengesahan no......... anggota maksimal 30% • Biaya operasional minimal 30 % • Biaya pembelian ATK maksimal 30% • Lain-lain pengeluaran 10% I...

Bulan........................ 5..) Jumlah Rp Rp Rp (.............. Lama Penelitian ................... Sumber dari Depdiknas d........ Mengetahui Dekan Fakultas Cap dan tanda tangan (........ Institut/Universitas f......................Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi (PPTK dan KPT) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional FAKULTAS . Pangkat dan Golongan dan NIP d. Jumlah Anggota Peneliti ..) .........................) NIP................... Nama Lengkap dan Gelar b...) NIP............................................ bulan/dari bulan ........ Sumber lain (Sebutkan .. Tahun *) Tuliskan semua nama peneliti lengkap dengan gelar akademik 13 HALAMAN PENGESAHAN USULAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) 1... Biaya yang diperlukan c................. INSTITUT/UNIVERSITAS ......................... orang 4............................. Tanda tangan (............ Ketua Penelitian a.................. sampai bulan ............................) NIP.............................. Fakultas/Jurusan e.............................. Jenis Kelamin c............. Judul Penelitian 2................................ 14 SISTEMATIKA LAPORAN AKHIR HASIL .... Ketua Peneliti. Alamat rumah: Nomor telepon/HP: Email: 3. Menyetujui : Ketua Lemlit Cap dan tanda tangan (....

............................................................... Bab ini diakhiri dengan pertanyaan penelitian dan/atau hipotesis tindakan.............. Abstrak Menguraikan dengan ringkas unsur-unsur permasalahan.................. Pendahuluan ........................ II................................................................................................. V......... 3................. III............ Kejelasan tiap siklus: rancangan............................................ hasil analisis data yang menunjukkan perubahan yang terjadi disertai pembahasan secara sistematik ........................... usaha validasi hipotesis dan cara refleksi.................. ii Abstrak ............. waktu............ IV........... mata pelajaran....................................... Kajian Pustaka ... vi Daftar Lampiran ......................................................... motivasi dan aktivitas belajar......................... Pelaksanaan Penelitian Mengandung unsur: deskripsi lokasi. serta definisi istilah bila dianggap perlu................ Lampiran: Instrumen penelitian ........................ Tindakan yang dilakukan bersifat rasional dan feasible serta collaborative................. hasil belajar... bukan untuk membuktikan teori....... lingkungan............................................. Hasil Penelitian dan Pembahasan Menyajikan uraian masing-masing siklus dengan data lengkap.............. identifikasi masalah....................... 15 Penjelasan Komponen Pokok Laporan Penelitian Tindakan Kelas 1...................... i Lembar Indentitas dan Pengesahan ............ Riwayat hidup masing-masing personalia penelitian ............................... v Daftar Gambar ..................................................................................... Hasil Penelitian dan Pembahasan ..........................PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) Lembar Judul Penelitian ....................................... vi Daftar Tabel ................. mulai dari perencanaan........................... guru sendiri................... Kemukakan grafik dan tabel secara optimal................................ situasi kelas........................ Perlu ditambahkan hal yang mendasar yaitu hasil perubahan (kemajuan) pada diri siswa..................................... 5..... iii Daftar Isi ....................................... tujuan dan manfaat penelitian.................. tujuan................................... Daftar Pustaka ........ Pelaksanaan Penelitian . Personalia tenaga peneliti.... pelaksanaan........ Pendahuluan Memuat unsur latar belakang masalah......................... Simpulan dan Saran ............................................ Kajian Pustaka Menguraikan teori terkait dan temuan penelitian yang relevan yang memberi arah ke pelaksanaan PTK dan usaha peneliti membangun argumen teoritik bahwa dengan tindakan tertentu dimungkinkan dapat meningkatkan mutu proses dan hasil pendidikan dan pembelajaran.... karakteristik siswa di sekolah sebagai subjek penelitian......................... 4........... pelaksanaan pengamatan dan refleksi yang berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan yang terjadi.................................. analisis dan rumusan masalah............ prosedur dan hasil penelitian 2...................................... vii I... cara pemantauan beserta jenis instrumen................................. data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan..............

kajian pustaka. alat dan sumber belajar 20 4 Orientasi Penelitian • Keterkaitan judul. media. 7. sarana. permasalahan. Lampiran-Lampiran Memuat instrumen penelitian. personalia tenaga peneliti. prasarana • Rumusan masalah jelas • Identifikasi penyebab masalah jelas 25 2 Cara pemecahan masalah • Menunjukkan akar penyebab masalah • Pilihan tindakan untuk memecahkan masalah dalam bentuk PTK/CAR 10 3 Luaran Penelitian • Secara jelas tampak indikator keberhasilan • Potensial memperbaiki proses dan hasil pendidikan/pembelajaran • Peningkatan kualitas penggunaan metoda. dan metodologi. jelas mendesak • Peneliti berwenang memecahkan masalah dilihat dari kemampuan. serta hasil yang diharapkan • Permasalahan didukung data yang aktual • Orisinalitas penelitian (bukan merupakan pengulangan) 15 . waktu. dan bukti lain pelaksanaan penelitian. Kesimpulan dan Saran Menyajikan simpulan hasil penelitian (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan penelitian. 6. data penelitian. Daftar Pustaka Memuat semua sumber pustaka yang digunakan dalam penelitian secara alphabetis. riwayat hidup masing-masing peneliti. Berikan saran tindak lanjut berdasarkan pembahasan hasil penelitian. 16 Evaluasi Usulan Penelitian Tindakan Kelas : Kode Usulan : Nama Pengusul : Perguruan Tinggi : Judul : Kriteria Penilaian No Kriteria Acuan Bobot Score Nilai 1 Masalah yang diteliti • Masalah nyata. 8.dan jelas.

..................................................................................................................... tanggal................... ..................................................................... ...........…………………………………………………............................................... 2...................................... .......................................................................tujuan.............. • prosedur dan • hasil 5 B PENDAHULUAN Terlihat unsur-unsur berikut • Latar belakang (deskripsi .............................................................................. ......................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................... .................. ........................................…………………………………………………................. ............................................................................................. ............. .......................…………………………………………………................................................................................................................................................. Penilai (........................................... Batas Penerimaan (Passing grade) : 350 Hasil penilaian : (Diterima / Ditolak) Alasan Penolakan : (uraikan secara singkat dan padat) . ...........5 Prosedur • Ketepatan dan kejelasan tahapan tiap siklus • Kesesuaian dengan langkah PTK • Mencakup lebih dari satu siklus • Ketepatan instrumen dan cara merekam hasil tindakan 20 6 Umum • Judul jelas memperlihatkan masalah dan tindakan yang akan dilakukan • Kesesuaian personalia • Kewajaran biaya dan waktu penelitian 10 Setiap kriteria diberi skor 1.......................................…………………………………………………................................................................................) 18 FORMAT PENILAIAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Nama penelitian : Perguruan Tinggi : Bidang Studi : Judul Penelitian : KRITERIA PENILAIAN No Kriteria Aspek yang Dinilai Bobot Score Nilai A ABSTRAK Terlihat jelas 3 unsur pokok: • latar belakang................................................................................................................................................ 4 dan 5 Sangat kurang skor 1 Kurang skor 2 Baik skor 4 Sangat baik skor 5 Lampiran : B1 17 Nilai : Bobot x skor : ...................................................

artinya dosen memaksimalkan kerja sama dengan guru sebagai mitra setara. deskripsi lokasi dan waktu. 15 Lampiran B2 19 dan cara refleksi • Tindakan yang dilakukan bersifat: o Rasional. biaya dan sarana/pra-sarana o Collaborative. usaha validasi hipotesis tindakan. data awal yang menunjukkan akar terjadinya masalah.masalah. artinya berbasis pada akar penyebab masalah o Feasible (dapat dilaksanakan-tidak ambisius). artinya tindakan tersebut terdukung oleh faktorfaktor waktu. • Penggunaan instrumen. • Jumlah siklus lebih dari satu E HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Disajikan dalam bentuk siklus dengan data lengkap: . pentingnya masalah dipecahkan) • Rumusan masalah • Tujuan • Manfaat 15 C KAJIAN TEORI/ PUSTAKA • Ada teori-teori terkait yang memberi arah/petunjuk kepada pelaksanaan PTK • Ada usaha-usaha penulis membangun argumen teoretik bahwa tindakan tertentu dimungkinkan bisa meningkatkan mutu KBM • Pertanyaan penelitian/hipotesis tindakan (kalau perlu) 20 D PELAKSANAAN PENELITIAN • Deskripsi tahapan siklus penelitian.

dan hasil . 25 Siklus II (idem) Siklus III (idem) Perlu ditambahkan hal-hal yang mendasar berikut ini: • Disajikan hasil perubahan (kemajuan) pada diri peserta didik. • Triangulasi dioptimalkan untuk memvalidasi potret proses dan hasil perubahan (kemajuan) • Pembahasan • Ada ulasan tentang perubahan yang dihasilkan dari tiap siklus dan keseluruhan siklus F KESIMPULAN DAN REKOMENDASI • Hasil riset (potret kemajuan) sesuai dengan tujuan • Ada saran untuk riset.Siklus I • Perencanaan: diuraikan TINDAKAN yang khas yang dilakukan terlihat bedanya dengan pembelajaran biasa. APA YANG PERLU DILAKUKAN UNTUK SIKLUS BERIKUTNYA. tujuan riset. Hasil authentik disajikan • Refleksi: berisi penjelasan tentang aspek keberhasilan dan kelemahan dan rencana berikutnya . grafik/statistik deskriptif dioptimalkan • Terdapat analisis data menyajikan perubahan pada peserta didik. • Pelaksanan: diuraikan pelaksanaan tindakan • Pengamatan: disajikan hasil pengamatan dari berbagai instrumen. lingkungan kelas/sekolah dan peneliti. MENGAPA BERHASIL (TIDAK). lingkungan dan peneliti 20 • Tabel.

.... Tanggal selesai c... Biaya Penelitian :Rp……………………………………………… (…………………………………………………) 5..... Anggota Peneliti :………………………………………………… :1………………………………………………… 2………………………………………………… 3………………………………………………… 3. Mitra Penelitian a..... Perguruan Tinggi b...... Pelaksanaan Penelitian a..riset (potret kemajuan) • Ada saran untuk penerapan hasil (suggestion) 10 H DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN • Penulisan sesuai aturan APA.. :…………………………………………………… …………………………………………………….. 5.. Kurang sekali : skor 1 Kurang : skor 2 Baik : skor 4 Baik sekali : skor 5 Nilai : Bobot x skor Jakarta... .... Penilai ( .. a. 2. MLA..... 6. Tanggal mulai b.. Nama Peneliti a.) 21 Lampiran C. Turabian secara konsisten. Judul Penelitian ……………………………………………… ………………………………………………… ………………………………………………… 4. Sekolah b..... Jurusan/Program Studi : ………………………………………………… :………………………………………………… :………………………………………………… 2...... 4... Fakultas c. Ketua Peneliti b. Alamat :………………………………………………….. Format Pemantauan PTK FORMAT PEMANTAUAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (CLASSROOM ACTION RESEARCH) 1. • Kelengkapan lampiran 10 Jumlah Total 100 Setiap kriteria diberi scor : 1. Jumlah kelas yang digunakan .

d. Tingkatan kelas :………………………………………………… :………………………………………………… :………………………………………………… :…………………………………………………. 7. Peranan Lemlit di PT a. Seleksi proposal penelitian b. Menyelenggarakan seminar proposal c. Memantau pelaksanaan penelitian d. Menyelenggarakan seminar hasil penelitian e. Menggandakan dan mengirimkan laporan penelitian f. Meminta artikel kepada peneliti g. Memberikan layanan lain, sebutkan… ………………………………………….. a. Ya/Tidak *) b. Ya/Tidak *) c. Ya/Tidak *) d. Ya/Tidak *) e. Ya/Tidak *) f. Ya/Tidak *) g. Ya/Tidak *) 8. Kesesuaian pelaksanaan penelitian dengan usul: Jenis Kesesuaian a. Mitra Sesuai/Menyimpang *) b. Bentuk Sesuai/Menyimpang *) kolaborasi c. Waktu Sesuai/Menyimpang *) pelaksanaan d. Bahan/ Sesuai/Menyimpang *) Alat/Media e. Metode yg Sesuai/Menyimpang *) digunakan f. Peneliti Sesuai/Menyimpang *) Kekurangan :…………………………………………………… :…………………………………………………… :…………………………………………………… :…………………………………………………… :…………………………………………………… :……………………………………………………

22
9. Masalah lain yang dihadapi peneliti (kesibukan guru, kesibukan dosen, keadaan peralatan/media,dsb) …..……………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… 10 Penilaian umum terhadap pelaksanaan penelitian a. Peneliti/Pelaksana: • Kegiatan di kelas • Kegiatan di laboratorium • Komunikasi dengan mitra b. Temuan/hal yang baru/inovasi dalam proses penelitian: c. Keberhasilan yang dicapai: • Indikasi keberhasilan (prestasi belajar siswa, motivasi belajar,

sikap,dsb) • Data pendukung d. Mitra • Kondisi sarana/peralatan • Kontribusi dalam pelaksanaan penelitian • Baik/Tidak baik *) • Baik/Tidak baik *) • Baik/Tidak baik *) …………………………………………………… ……………………………………………………. ……………………………………………………. …………………………………………………… …………………………………………………… …………………………………………………… • Baik/Tidak baik *) • Baik/Tidak baik *) 11. Rencana tindak lanjut (follow up) a. Melanjutkan kegiatan penelitian tindakan kelas b. Diseminasi kepada guru lain c. Menulis hasil penelitian menjadi karya tulis ilmiah d. Memperbaiki buku ajar e. Lain, sebutkan………………………… • Ya/Tidak *) • Ya/Tidak *) • Ya/Tidak *) • Ya/Tidak *) • ……………………………………………….. 12. Rencana publikasi: a. Peneliti : b. Guru mitra: :…………………………………………………… ……………………………………………………. 13. Cara pemantauan: [ ] Wawancara [ ] Peninjauan ke lokasi penelitian [ ] Melihat data, foto, atau rekaman [ ] Laporan penelitian [ ] Lain-lain, sebutkan 14. Kesimpulan umum: a. Pelaksanaan penelitian telah selesai : b. Bila belum 100 % selesai, tahapan penelitian yang akan diselesaikan, sebutkan: a…………………% b…………………………………………………. …………………………………………………. ………………………………………………… 15. Gambaran umum dan saran

umat, 04 November 2011
Manfaat TIK untuk pembelajaran
Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan. Pada awalnya komputer dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access.

Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran. Kutipan dari Kurikulum untuk Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi · Visi mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yaitu agar siswa dapat dan terbiasa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannya · Melalui mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diharapkan siswa dapat terlibat pada perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan dalam penggunaan beragam produk teknologi informasi dan komunikasi. Siswa menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mencari, mengeksplorasi, menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. Dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi, siswa akan dengan cepat mendapatkan ide dan pengalaman dari berbagai kalangan. Penambahan kemampuan siswa karena penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan mengembangkan sikap inisiatif dan kemampuan belajar mandiri, sehingga siswa dapat memutuskan dan mempertimbangkan sendiri kapan dan dimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara tepat dan optimal, termasuk apa implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang. · Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media. · Secara khusus, tujuan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah: 1. Menyadarkan siswa akan potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah sehingga siswa dapat termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai dasar untuk belajar sepanjang hayat. 2. Memotivasi kemampuan siswa untuk bisa beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, sehingga siswa bisa melaksanakan dan menjalani aktifitas kehidupan seharihari secara mandiri dan lebih percaya diri. 3. Mengembangkan kompetensi siswa dalam menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan seharihari.

5. dan pemecahan masalah seharihari. Melihat kondisi TIK pada saat ini dan perkembangannya di masa datang. bekerja.4. inovatif. berinisiatif. sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal. Mengamati Program Pengembagan TIK yang dilakukan Depdiknas Untuk mengejar ketertinggalan pemanfaatan TIK di sekolah dari negara lain. di sisi lain TIK akan membuat kita tertinggal semakin jauh. kreatif. saat iniDepdiknas mempunyai program pengembangan TIK secara besarbesaran. dan bertanggungjawab dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk pembelajaran. dan mendorong siswa terampil dalam berkomunikasi. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. kita sedang berusaha mengejar ketertinggalan dalam mata pelajaran khususnya MIPA dan BahasaInggris. Di satu sisi. Jika kita tidak memulainya sekarang maka madrasah sebagai salah satu institusi pendidikan selain sekolah yang berada dibawah Depdiknas akan tertinggal oleh sekolah lain.com/2009/03/18/pemanfaatan-teknologiinformasi- Main menu Lompat ke isi • • Beranda Kontak Saya . Dengan melihat isi dari kurikulum tersebut. dan terbiasa bekerjasama.wordpress. kita harus mengintegrasikan TIK dalam proses belajar mengajar di madrasah bukan hanya untuk mata pelajaran teknologi dan informasi saja. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri. menarik. http://makalahkumakalahmu. kita harus mempersiapkan diri dan melakukan perencanaan yang matang dalam mengimplementasikan TIK di madrasah. Jika ini terjadi. usaha kita akan semakin berat untuk mensejajarkan madrasah dengan sekolah lain. terampil mengorganisasi informasi.

• • • Lagu RPP SD Soal UN SD/MI ○ ○ ○ ○ SOAL-SOAL LATIHAN UN 2011-2012 ARSIP SOAL-SOAL LATIHAN TH 2010-2011 ARSIP SOAL-SOAL LATIHAN Th 2009-2010 ARSIP KUMPULAN SOAL-SOAL • • • • • • Arsip Download Galery Penyejuk Hati About Me Download di Ziddu Post navigation ← RPP Menggunakan Tahapan Eksplorasi. Berikut ini adalah tipe-tpe kepibadian menurut masing-masing para ahli agar kita lebih . Elaborasi dan Konfirmasi ( RPP Berkarakter ) Belajar Tanpa Batas melalui Rumah Belajar → Jul 24 2011 Beberapa Karakter Peserta Didik Begitu banyak tipe kepribadian menurut para ilmuwan.

Menurut Hippocrates dan Galenus (dalam Kurnia 2007) Tipologi kepribadian yang tertuang bersifat jasmaniah atau fisik. mudah tersinggung. yang meliputi kepribadian sebagai berikut: • • • • • • • • • • • • Mudah menyesuaikan diri. impulsif. tegang. menonjolkan diri VS suka mengalah. dan gugup. bertanggung jawab VS emosional. Ramah. bebas.memahami kepribadian peserta didik sehingga saat proses kegiatan belajar dan mengajar berlangsung dengan maksimal. Menurut Eysenck 1964 (dalam Buchori 1982) menyatakan Tipe kepribadian dibagi menjadi tiga. ramah. tidak kreatif. yang berkaitan dengan pemilikan temperamen pemurung. Sensitif. pemurung. VS emosi mudah berubah. tidak berbudaya. mudah sedih dan mudah putus asa. pucat. neurotik. Berbudaya. Penuh energi. tenang. sering ambil bagian dalam aktivitas sosial. banyak bicara VS mudah berkobar. cerdas. mempunyai kontrol diri yang baik. dapat dipercaya VS curiga. menarik diri. bahkan kadang-kadang disertai dengan simptom fisik seperti keringat. mudah lelah. suka menyendiri. cepat. kaku. tidak bertanggung jawab. menyendiri. Tenang. estetik VS kasar. malas. baik hati. menikmati kegembiraan. tertekan. Mereka mengembangkan tipologi kepribadian berdasarkan cairan tubuh yang menentukan temperamen seseorang. tidak emosional. lembut hati VS keras hati. suka Dominat. mudah bergaul. ramah. menyenangkan spontan. dapat dipercaya VS bodoh. menyerah. Riang. tergantung. . yaitu: • Kepribadian Ekstrovert: dicirikan dengan sifat sosiabilitas. mudah tersinggung. Tipe melancholic (empedu hitam). yang dicirikan dengan pemilikan temperamen cepat marah. aktif bicara. • • Menurut Mahmud 1990 (dalam Suadianto 2009) menyatakan Kepribadian terbagi menjadi dua belas kepribadian. toleran VS tidak tenang. lamban. Tepe kepribadian itu antara lain: • • Tipe kepribadian choleric (empedu kuning). pesimis. gigih menghindar (evasive). bersahabat. bermusuhan. hangat VS dingin. simpatik. pendiam. bersemangat VS pelamun. Petualang. Kepribadian Neurosis: dicirikan dengan pencemas. Berhati-hati. tahan menderita. sedih. tekun. realistis. Bebas. dan tidak sabar. impulsif. Kepribadian Introvert: dicirikan dengan sifat pemalu. baik hati VS hati-hati. Emosi stabil. tidak sungguh-sungguh.

Kepribadian mereka masih dalam proses pengembangan. anak sedang dalam proses penegmbangan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan. minat. dan suka makan. memiliki sifat periang. malas. dan dikuasai oleh nilai-nilai subjektif. tetapi suka melamun dan sensitif. Macam-macaam kepribadian ini adalah: • Tipe asthenicus atau ectomorpic pada orang-orang yang bertubuh tinggi kurus memiliki sifat dan kemampuan berpikir abstrak dan kritis. • • Namun demikian. aktif. Wijaya (1988) menyatakan “karakteristik anak secara sederhana dapat dikelompokkan atas: 1. Pada masa ini. Kelompok anak yang mudah dan menyenangkan. suka humor. kepribadian anak belum terbentuk sepenuhnya seperti orang dewasa. 3. yaitu setelah anak meninggalkan masa bayi dan mulai mengikuti pendidikan formal di SD. Pada periode anak sekolah. Tipe Introvert yang perhatiannya lebih tertuju ke dalam dirinya. Tipe sanguinis (darah). agresif. dan kadang apatis/ masa bodoh. dan cekatan. Tipe pycknicus atau mesomorphic pada orang yang betubuh gemuk pendek. pemberani. dinamis. Menurut Kretchmer dan Sheldon (dalam Kurnia 2007) menyatakan bahwa Tipologi kepribadian berdasarkan bentuk tubuh atau bersifat jasmaniah. umumnya manusia mempunyai tipe campuran atau kombinasi antara ekstrovert dan introvert yang disebut ambivert. dan mudah menyesuaikan diri. Menurut Kurnia (2007) menjelaskan bahwa: Karakteristik atau kepribadian seseorang dapat berkembang secara bertahap. pasif. Tipe athleticus atau mesomorphic pada orang yang bertubuh sedang/ atletis memiliki sifat senang pada pekerjaan yang membutukhkan kekuatan fisik. popular dan mempunyai hubungan sosial luas. Anak yang biasa-biasa saja.• • Tipe phlegmatic (lendir). Tekanan dan harapan sosial untuk mengikuti pendidikan sekolah menyebabkan perubahan perilaku. dan nilai pada diri anak. yang bertemperamen yang serba lamban. Perilaku anak sulit diatur. † Krakteristik perkembangan masa anak awal (2-6 tahun) Masa anak awal berlangsung dari usia 2-6 tahun. dalam kenyataannya lebih banyak manusia dengan tipe campuran (dysplastic). yaitu: • • Tipe Ekstrovert yang perhatiannya lebih banyak tertuju di luar. bandel. keras kepala. banyak teman. Tetapi. yang memiliki temperamen dan sifat periang. . dan sering membantah dan melawan orang tua. Menurut Jung (dalam Sudianto 2009) Tipologi kepribadian dikelompokan berdasarkan kecenderungan hubungan sosial seseorang. Anak yang sulit dalam penyesuaian diri dan sosial. 2. Berikut ini adalah krakteristik perkembangan pada masa anak samapai masa puber. khususnya dalam melakukan kegiatan pembelajaran di dekolah”.

anak diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan yang dianggap penting untuk keberhasilan melanjutkan studi dan penyesuaian diri dalam kehidupannya kelak. persepsi. apabila para guru Playgroup sampai SD harus lebih bersabar dalam melangsungkan pembelajaran atau mendidik siswa. danmelainkan berkembang secara terbuka sehingga manusia senantiasa berada dalam kondisi perubahan dan perkembangan. † Krakteristik perkembangan masa anak akhir (6-12 tahun) Karakteristik atau ciri-ciri periode masa anak akhir. Orang dewasa maupun pendidik perlu memahami sikap perilaku anak puber yang kadang menaik diri.Hal ini memang sangat menyulitkan para pendidik. sehingga menimbulkan keraguan dan perasaan tidak aman pada anak puber. Kepribadian bersifat dinamis (tidak statis). † Krakteristik perkembangan masa puber (11/12 – 14/15 tahun) Masa puber adalah suatu periode tumpang tindih antara masa anak akhir dan masa remaja awal. Perkembangan kepribadian “Kata kepribadian dalam bahasa asing disebut dengan kata personality. karena tiap anak mempunyai pengalaman belajar yang berbeda satu dengan yang lainnya. Tahap pascapuber bertumpang tindih dengan dua tahun pertama masa remaja. puber. sama halnya dengan ciri-ciri periode masa anak awal dengan memperhatikan sebutan atau label yang digunakan pendidik. Konsep diri seseorang dipengaruhi dan ditentukan oleh peran dan hubungannya dengan orang lain terhadap dirinya” (Buchori 1982).“konsep diri merupakan konsep. Waktu masa puber relatif singkat (2-4 tahun) ini terjadi pertumbuhan dan perubahan yang sangat pesat dan mencolok dalam proporsi tubuh. Peubahan fisik dan sikap puber ini berakibat pula pada menurunnya prestasi belajar. di mana ciri kematangan seksual emakin jelas (haid dan mimpi basah). Menurut Suadianto (2009) menerangkan bahwa . Periode ini terbagi atas tiga tahap. emosional. permasalahan yang terkait dengan penerimaan konsep diri. serta persoalan dalam berhubungan dengan orang di sekitarnya. perilaku negative dan lai-lain. yaitu tahap: prapuber. Disiplin mulai bisa diterapkan pada anak sehingga anak dapat mulai belajar hidup secara tertib. Kata ini berasal dari kata latin. yaitupersona yang berarti “topeng” atau seorang individu yang berbicara melalui sebuah topeng yang menyembunyikan identitasnya dan memerankan tokoh lain dalam drama” (Buchori. atau sebagai bayangan dari cermin diri. Para pendidik memberi sebutan anak usia sekolah dasar. D. Kebanyakan anak pada masa ini juga kurang memperhatikan dan tidak bertanggung jawab terhadap pakaian dan benda-benda miliknya. Dan sikap para pedidik sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. karena pada rentang usia ini (6-12 tahun) anak bersekolah di sekolah dasar. maupun gambaran seseorang mengenai dirinya sendiri. dan pascapuber. 1982:91). Tahap puber terjadi pada batas antara periode anak dan remaja. Sehingga kepribadian seseorang adalah perangsang dari orang tua atau kesan yang ditimbulkan oleh keseluruhan tingkah laku orang lain. Orang tua atau pendidik menyebut masa anak akhir sebagai masa yang menyulitkan karena pada masa ini anak lebih banyak dipengaruhi oleh teman-teman sebaya daripada oleh orang tuanya. Kepribadian selalu dalam penyesuaian diri yang unik dengan lingkungannya dan berkembang bersama-sama dengan lingkungannya. Dalam perkembangan kepribadian. serta membantunya agar anak dapat menerima peran seks dalam kehidupan bersosialisasi dengan orang atau masyarakat di sekitarnya. Tak heran. serta menentukan jenis penyesuaian yang akan dilakukan anak. Di sekolah dasar. konsep diri dan sifat-sifat seseorang merupakan hal atau komponen penting. Tahap prapuber bertumpang tindih dengan dua tahun terakhir masa anak akhir.

anak yang suka bergurau dan menganggap guru adalah teman. Pada perkembangan kepribadian pesera didik. namun sangat penting. (2) Konsistensi yang berarti seseorang bersikap dengan cara yang hampir sama dalam situasi dan kondisi yang serupa. ada 3 faktor yang menentukan perkembaangan kepribdian seseorang termasuk peserta didik. Misalnya. yaitu: (1) Individualistis yang diperlihatkan dalam kuantitas ciri tertentu dan bukan kekhasan ciri bagi orang lain. Pengalaman awal dalam lingkungan keluarga ketika anak masih kecil. Faktor bawaan. kita harus mengendalikan ego dan menambah kesabaran saat berinteraksi dengan peserta didik untuk mengingatkan bahwa hal tersebut salah. ada sifat atau pribadi yang tertutup. Ada peserta didik yang diajak berbicaraselalu merespon. perilaku orang tua dan lingkungan kelompok teman sebaya.Sifat mempunyai dua ciri yang menonjol. Kita sebagai pedidik. E. Artinya. saat pendidik melakukan kesalahan dan peserta didik mengejek dengan kata kurang sopan. Pengalaman kehidupan selanjutnya dapat memperkuat konsep diri dan dasar kepribadian yang sudah ada. ada peserta didik yang periang. yaitu: 1. Pengalaman itu membentuk konsep diri primer yang sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak dalam mengadakan penyesuaian diri dan sosial pada perkembangan kepribadian periode selanjutnya. terdapat kecenderungan ciri sifat kepribadian yang menetap dan relatif tidak berubah sehingga mewarnai timbul perilaku khusus terhadap diri seseorang. ada peserta didik yang kurang menghargai pendidikya dan mengaggap suatu hal biasa. Tiap anak adalah individu yang unik dan mempunyai pengalaman belajar dalam penyesuaian diri dan sosial yang berbeda secara pribadi. benar. sopan dan lain-lain. maka kita akan ditakuti oleh dia dan bisa saja peserta didik tersebut dan . termasuk sifat-sifat yang diturunkan kepada anaknya. Keadaan atau proses beajar dan mengajar tidak dapat berjalan dengan baik apabila kita tidak saling mengenal dengan peserta didik. Pengaruh kepribadian terhadap peserta didik Memahami karakter seseorang memang sangat sulit. tidak ada kepribadian dan sifat-sifat yang benarbenar sama. tetapi pendidik harus mengenal kepribadian dari murid-muridnya. atau karena pengalaman yang sangat kuat sehingga mengubah konsep diri dan sifat-sifat yang sudah terbentuk pada diri seseorang. Saling mengenal tidak harus dengan menghafal nama-nama dari peserta didik. misalnya sifat sabar anak dikarenakan orang tuanya juga memiliki sifat sabar. Menurut Kurnia (2007) menyatakan bahwa Mengenai perkembangan pola kepribadian. konsep diri merupakan inti kepribadian yang mempengaruhi berbagai sifat yang menjadi ciri khas kepribadian seseorang. 2. demikian juga wawasan sosial anak dipengaruhi oleh tingkat kecerdasannya. Apabila kita langsung memarahi dan tidak bisa menahan emosi kita. Berdasarkan tipe-tipe kepribadian yang telah tercantum di atas bahwa setiap sifat yang baik pasti ada sifat yang jelek. Menurut Suadianto (2007) menjelaskan bahwa hal penting dalam perkembangan kepribadian adalah ketetapan dalam pola kepribadian atau persistensi. Persistensi dapat disebabkan oleh kondisi bawaan anak sejak lahir. 3. serta peran dan pilihan anak ketika berinteraksi dengan lingkungan sosial. Apalagi kita sebagai pendidik selalu bersama dengan peserta didik yang sangat banyak dan masing-masing mempunyai karakter-karakter tersendiri. pendidikan yang ditempuh anak.

Norman menyebutnya dengan webteaching.teori kognitif. Tesis. A good theory of instruction must exploit this useful data base. Kita sebagai pendidik harus melihat kepribadian siswa tersebut apakah mudah tersingung atau tidak. During the past 10 years there has been an explosion of knowledge concerning human cognitive processes and memory structures. yang disertai tinjauan umum terhadap konsep. Untuk memenuhi maksud ini. Top of Form Search Everything : partner-pub-7548222631054950:tei1n4iw 2fl FORID:10 UTF-8 Search blog. Bila murid tersebut tidak muah tersinggung. Dalam perkembangan berikutnya. dijadikan pijakan oleh Ausubel (1968) dalam menciptakan model . Dalam perkembangan berikutnya. kita bisa mengingatkan kesalahannya dengan cara lelucon. Tesis. Pembelajaran hendaknya dimulai dengan penyajian garis besar dari isi yang akan diajarkan. During the past 10 years there has been an explosion of knowledge concerning human cognitive processes and memory structures.co. dikembangkan oleh Norman (1973).yang lain langsung merasa tegang dan akhirnya pada saat peajaran. The useful developments in the cognitive psychology of learning and memory should be incorporated into a general theory of instruction..google. Sejalan dengan Ausubel. A good theory of instruction must exploit this useful data base. bukan suasana yng menyenangkan yang didapat melainkan suasana tegang. Mayer (1981: 25) menyatakan: Instructional theory should be cognitive.tp. Norman mengemukakan bahwa belajar_yang efektif pada dasarnya adalah mengaitkan informasi baru ke dalam struktur kognitif yang sudah ada dalam din si-belajar. yang menyatakan bahwa perolehan dan retensi p .. Bila suasana yang tercipta adalah tegang maka materi yang diberikan tidak diserap hingga maksimal dan akhirnya prestasi menurun. Norman memformulasikan cara penyajian pembelajaran sebagai berikut.id/url?sa=t&rct=j&q=teori2%20belajar%20dalampenjaskes&source=w eb&cd=1&ved=0CCAQFjAA&url=http%3A Bottom of Form Post Tagged Teori Teori Belajar Dalam Penjaskes Search for: Teori2 Belajar Dalampenjaskes Model Pembelajaran Kognitif dan Model Elaborasi 11 Jul 2011 . Ausubel (1963) dapat dikatakan sebagai orang yang paling awal mengemukakan pentingnya ada landasan kognitif dalam tindakan pembelajaran..id/tag/teori-teori-belajar-dalam-penjaskes/feed w w w . The useful developments in the cognitive psychology of learning and memory should be incorporated into a general theory of instruction. yang menyatakan bahwa perolehan dan retensi pengetahuan baru dapat dimudahkan dengan cara mengasimilasi-kannya ke dalam pengetahuan yang sudah dimiliki oleh si-belajar (subsuming cognitive structure). Mayer (1981: 25) menyatakan: Instructional theory should be cognitive. belajaran..ac.. Namun bila dia mudah tersinggung maka kita bisa menegur saat di luar jam pelajaran.

tetapi perlu diingat bahwa hasil belajar bukan seperti produk pabrik yang mekanisme (asal perangkat permesinannya beres. dan kecakapan memp . bahan bakunya standar.. dan mengaitkan pengetahuan yang sedang dipelajari dengan pengetahuan yang sudah dimiliki sibelajar. tenaga penggerak emsinnya ada pasti menghasilkan jenis barang yang standar. dengan nilai NEM serta STTB yang baik tetapi tersendat mengikuti beban belajar di SMA. Ungkapan lain dipakai oleh Joyce dan Weil (1980). yaitu: advance organizer. Read More Dasar Pertimbangan Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) 28 Jul 2011 .. seperti yang dimaui dalam rancangannya). lebih-lebih jika terjebak dalam pandangan yang sempit (lihat A. la berfungsi sebagai kerangka konseptual bagi pengetahuan berikutnya yang lebih rinci dan abstrak.. proses keterlibatan belajar siswa sekaligus telah mencerminkan arah serta kualitas hasilnya.pembelajarannya. tetapi perlu diingat bahwa hasil belajar bukan seperti produk pabrik yang mekanisme (asal perangkat permesinannya beres. seperti yang dimaui dalam rancangannya). dan pendayagunaan fasilitas secara efisien) juga merupakan hasil belajar siswa yang penting dan mendasar. dan kecakapan memproses diri dalam belajarnya (adanya rencana kerja. 2) akan mengecewakan banyak pihak.. pilihan metodologis yang tepat. Pembelajaran yang mengutamakan hasil belajar adalah benar. . Advance organizer merupakan pernyataan umum yang memperkenalkan bagian-bagian utama yang tercakup dalam urutan pembelajaran. bahan bakunya standar. Kasus siswa SMA kelas I. dan sejenisnya membuktikan bahwa antara hasil serta proses belajarnya tidak konsisten atau hasil tersebut diperoleh dengan cara-cara yang tidak tepat (sebagaimana dituntut oleh hakikat belajar kemanusiaan yang sebenarnya). Model pembelajaran Ausubel mengintegrasikan 3 komponen struktural. (Conny Semiawan. 16) mengajukan dasar pertimbangan sebagai berikut : PKP selaras dengan hasrat belajar sepanjang hayat dan . kasus keraguan sistem PMDK (yang akhirnya ditiadakan oleh Depdikbud).d. dkk. 1985:14 s.. Hasil belajar seseorang siswa bersifat evolutif (setapak demi setapak). Perhatian yang berlebihan terhadap hasil belajar dan cenderung kurang meneliti proses pencapaiannya. integrative reconciliation.belajaran yang mengutamakan hasil belajar adalah benar. Sehubungan dengan pentingnya penerapan PKP dalam pembelajaran siswa. progressive differentiation.. mengintegrasikan. tenaga penggerak emsinnya ada pasti menghasilkan jenis barang yang standar. Hasil belajar seseorang siswa bersifat evolutif (setapak demi setapak). Komponen strategi pembelajaran ini konsisten dengan pemikiran Ausubel bahwa struktur kognitif yang sudah ada bertindak sebagai alat . disiplin waktu. bahwa advance organizer berfungsi untuk menjelaskan.. proses keterlibatan belajar siswa sekaligus telah mencerminkan arah serta kualitas hasilnya.

ac.Artikel ini disalin dari : http://blog.id/tag/teori-teori-belajar-dalampenjaskes/feed#ixzz1nDvB5sgG ← Masalah-Masalah pada Masa Remaja Tahapan Perkembangan Kognitif Individu-Piaget → Prinsip Pengembangan Kurikulum Posted on 31 Januari 2008 by AKHMAD SUDRAJAT .tp.

strategi. yakni adanya kesinambungandalam kurikulum. tidak hanya melibatkan orang yang terkait langsung dengan dunia pendidikan saja. 2. prinsip berkenaan dengan pemilihan proses belajar mengajar. organisasi dan evaluasi). namun di dalamnya melibatkan banyak orang. Prinsip kontinuitas. Penerapan Kurikulum atau biasa disebut juga implementasi kurikulum berusaha mentransfer perencanaan kurikulum ke dalam tindakan operasional.Pengembangan kurikulum adalah istilah yang komprehensif. Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis). fleksibilitas. Prinsip relevansi. bahan. lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya. sehingga akan ditemukan banyak sekali prinsip-prinsip yang digunakan dalam suatu pengembangan kurikulum. serta kemampuan dan latar bekang peserta didik. prinsip berkenaan dengan pemilihan media dan alat pelajaran. Dalam pengembangan kurikulum. praktis. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan. Oleh karena itu. dan hasil-hasil kurikulum itu sendiri. Nana Syaodih Sukmadinata (1997) mengetengahkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum yang dibagi ke dalam dua kelompok : (1) prinsip – prinsip umum : relevansi. dapat menggunakan prinsip-prinsip yang telah berkembang dalam kehidupan sehari-hari atau justru menciptakan sendiri prinsip-prinsip baru. seperti : politikus. didalamnya mencakup: perencanaan. maupun secara horizontal. tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis). baik secara vertikal. dan efektivitas. Sedangkan Asep Herry Hernawan dkk (2002) mengemukakan lima prinsip dalam pengembangan kurikulum. (2) prinsip-prinsip khusus : prinsip berkenaan dengan tujuan pendidikan. Dalam hal ini. prinsip berkenaan dengan pemilihan isi pendidikan. yaitu : 1. baik yang . 3. Prinsip fleksibilitas. orang tua peserta didik. penerapan dan evaluasi. dan prinsip berkenaan dengan pemilihan kegiatan penilaian. dalam implementasi kurikulum di suatu lembaga pendidikan sangat mungkin terjadi penggunaan prinsip-prinsip yang berbeda dengan kurikulum yang digunakan di lembaga pendidikan lainnya. tingkat ketercapaian program-program yang telah direncanakan. dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes. Evaluasi kurikulum merupakan tahap akhir dari pengembangan kurikulum untuk menentukan seberapa besar hasil-hasil pembelajaran. Perencanaan kurikulum adalah langkah awal membangun kurikulum ketika pekerja kurikulum membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk menghasilkan perencanaan yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik. kontinuitas. Prinsip-prinsip yang akan digunakan dalam kegiatan pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan kaidah-kaidah atau hukum yang akan menjiwai suatu kurikulum. secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan. memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang. serta unsur – unsur masyarakat lainnya yang merasa berkepentingan dengan pendidikan. Dalam pengembangan kurikulum. pengusaha.

terdapat sejumlah prinsipprinsip yang harus dipenuhi. keterampilan akademik. muatan lokal.di dalam tingkat kelas. dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal. tanpa membedakan agama. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. 6. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. berakhlak mulia. suku. dan seni. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. yaitu : 1. perkembangan. teknologi. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Prinsip efektivitas. teknologi. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. Berpusat pada potensi. perkembangan. cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. antar jenjang pendidikan. sehat. 4. keterampilan sosial. Menyeluruh dan berkesinambungan. 3. dunia usaha dan dunia kerja. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. cakap. maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. biaya. Oleh karena itu. baik secara kualitas maupun kuantitas. yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu. Belajar sepanjang hayat. Terkait dengan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. kebutuhan. dan pengembangan diri secara terpadu. pengembangan keterampilan pribadi. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. berilmu. kondisi daerah. kebutuhan. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. 4. budaya dan adat istiadat. Prinsip efisiensi. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. nonformal dan informal. 5. 2. serta status sosial ekonomi dan gender. keterampilan berpikir. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. dan jenjang serta jenis pendidikan. yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir. 5. dengan . Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. kreatif. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. dan seni.

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 7. Pemenuhan prinsip-prinsip di atas itulah yang membedakan antara penerapan satu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dengan kurikulum sebelumnya. Padahal jauh lebih penting adalah perubahan kutural (perilaku) guna memenuhi prinsip-prinsip khusus yang terkandung dalam pengembangan kurikulum. Karena prinsip-prinsip itu boleh dikatakan sebagai ruh atau jiwanya kurikulum Dalam mensikapi suatu perubahan kurikulum. banyak orang lebih terfokus hanya pada pemenuhan struktur kurikulum sebagai jasad dari kurikulum . berbangsa dan bernegara. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. yang justru tampaknya sering kali terabaikan. • Balam .

4. dan tidak perlu menggunakan kata-kata siswa dapat. 15 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. tapi langsung pada kegiatan siswa. 1. KD (Kompetensi Dasar) dituliskan dengan memakai Kata Kerja + Kata Benda. 20 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah No. Silabus Silabus pada hakikatnya menjelaskan secara singkat mengenai materi yang akan dibahas dari setiap mata ajar dan tujuan yang hendak dicapai dari suatu pengajaran. Kompetensi dasar dan indikator ke dalam materi pokok/pembelajaran. Kegiatan Pembelajaran isinya harus merupakan kegiatan siswa dan life skill yang terkait dengan kegiatan pembelajarannya. Penyerahan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada tiap sekolah dengan mengacu pada Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan bertujuan agar kurikulum tersebut dapat disesuaikan dengan karakter dan tingkat kemampuan sekolah masing-masing. Materi Pokok adalah Kata Benda yang ada pada masing-masing Kompetensi Dasar (KD). Dalam menyusun silabus. 3.• • • • • • Silabus RPP SMP berkarakter Silabus RPP SMA berkarakter Silabus RPP SD berkarakter Jadwal UN 2012 POS UN 2012 Kisi-kisi soal UN 2012 You are here»BandarLampung»Info Silabus SD•Info silabus SMP•Info silabus SMU SMK»RPP Silabus dan KTSP RPP Silabus dan KTSP Setia 5 KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) merupakan kurikulum yang bersifat operasional dan dilaksanakan dimasing-masing tingkat satuan pendidikan. atau tahap belajarmengajar atau dengan kata lain Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi. . sehingga rumusnya adalah KD=KK + KB 2. Indikator dituliskan dengan memakai Kata Kerja Operasional + Materi Essensial. kegiatan pembelajaran dan pencapaian kompetensi untuk penilaian. Landasan hukum kurikulum ini yaitu Undang-undang Sikdiknas No. terdapat rambu-rambu yang telah disepakati sehingga menghasilkan Standar Pendidikan yang telah dirancang negara kearah lebih baik dan output yang berimtaq. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) disusun oleh masing-masing sekolah dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Alokasi Waktu. Sumber Belajar wajib dituliskan lengkap Judul Buku. yang keberapa serta Pengarang dan Penerbitnya Pengertian RPP Perkiraan atau proyeksi mengenai tindakan apa yang akan dilakukan pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran 1. berakibat terhadap nurturant effect Prinsip Penyusunan 1.5. Mendorong partisipasi aktif peserta didik 3. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi Tujuan Dan Manfaat 1. Karena disusun dengan menggunakan pendekatan sistem. Jika Tes-nya berbentuk Lisan demikian pula tes lisan nya apa saja. Penilaian diisikan dengan jelas jika tes tertulis terdiri dari apa sajakah tertulisnya sesuaikan dengan uraian pada kolom indikator. Karena dirancang secara matang sebelum pembelajaran. RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. Prinsip-Prinsip Pengembangan RPP 1. Modul apa. 6. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik 2. PENYUSUNAN LAPORAN atau lainnya yang sifatnya tertulis. Rencana yang mengambarkan prosedur dan pengoraginasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dlam silabus 2. biasanya menggunakan rumus perbandingan 1 2 4 yaitu pada TM (Tatap Muka) dikalikan 1 pada PS (Praktek di Sekolah) dikalikan 2 dan pada PI (Praktek di Industri) dikalikan 4 7. Memberikan landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompetensi dasar dan indikator 2. Mengembangkan buadaya membaca dan menulis proses pembelajaran 4. Spesifik 2. Jangka pendek (1-3 kali pertemuan) Langkah-langkah Penyusunan RPP . Keterkaitan dan keterpaduan 6. memberi pengaruh terhadap pengembangan individu siswa 4. Sistematis 4. Pembelajaran adalah proses yang ditata dan diatur menurut langkah-langkah tertentu agar dalam pelaksanaannya dapat mencapai hasil yang diharapkan 3. PILIHAN GANDA. apakah bisa ESSAY. Memberi gambaran mengenai acuan kerja jangka pendek 3. Operasional 3. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut 5.

Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan 7.KD. Tuliskan juga nomor kompetensi dasarnya (jika ada) . dll Prosedur Penyusunan COntoh RPP SK – KD – Indikator 1. dan akhir 8.KD dan Indikator yang akan digunakan ( terdapat pada silabus yang telah disusun) 4. Tuliskan standar kompetensi. Menetukan SK. 6. lembar pengamatan. dan Indikator yang telah ditentukan.1. Menyusun criteria penilaian. teknik penskoran. Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK. 5. kompetensi dasar dan indikator yang hendak dicapai. Mene\ntukan alat/bahan/sumber belajar 9. Menentukan alokasi wajtu yang dibutuhkan untuk pertemuan yang telah ditetapkan 3. Mengidentifikasi materi ajar berdasrkan materi pokok atau pembelajaran yang terdapat dalam silabus. Menentukan langkah pembelajaran yang terdiri dari kegiatan awal. inti. contoh soal. Mengisi kolom identitas 2.

kinerja (performance). Rumusan Kegiatan Pembelajaran 1. tuliskan juga bagian/bab dan halamannya Penilaian Pembelajaran 1. serta tindak lanjut hasil penilaian. siswa menunjukkan dan menandai daerahdaerah rawan kecelakaan kereta api. jenis. Tuliskan prosedur. Sumber Rujukan 1. Tuliskan materi pembelajaran (beserta uraian singkat) yang perlu dipelajari siswa dalam rangka mencapai kompetensi dasar dan indikator Kegiatan Pembelajaran Tuliskan kegiatan pembelajaran berupa kegiatan pembelajaran secara konkret yang harus dilakukan siswa dalam berinteraksi dengan materi pembelajaran dan sumber belajar untuk menguasai kompetensi dasar. Dsb.2. Tuliskan berbagai alat dan media atau sumber belajar lain yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang sesuai untuk pencapaian kompetensi dasar 2. Dengan bantuan peta Indonesia. Contoh Menentukan Materi Pembelajaran . dan alat/instrumen yang digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi dasar oleh siswa. hasil karya (product). pengayaan. Sesuaikan dengan teknik penilaian berbasis kelas. seperti: penilaian portofolio. mencakup kegiatan tatap muka dan non tatap muka Alat. atau percepatan. Siswa dibagi ke dalam tiga kelompok kecil (4-5 orang) mendiskusikan tentang penyebab terjadinya kecelakaan kereta api 2. dan tes tertulis (paper & pen test). Setiap mahasiswa mengamati proses lokomotif berjalan melalui penayangan slow motion media video 4. penugasan (project). seperti: remedial. bentuk. Tuliskan sumber bahan/rujukan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang harus dikuasai. Siswa memperhatikan uraian guru tentang terjadinya peristiwa terjadinya kecelakaan kereta api 3. 2. Gunakan cara penulisan yang sudah baku. Media.

Bagaimana ia diadministrasikan (tes individual atau kelompok) b. DAN EVALUASI 6 PENGERTIAN TES. Tes dapat diklasifikasi berdasarkan : a. PENGUKURAN. Bagaimana ia diskor (tes obyektif atau tes subyektif) c. Tipe respon yang bagaimana yang harus dikerjakan oleh subyek (tes unjuk kerja atau tes kertas dan pensil) e.Contoh rumusan Kegiatan Pembelajaran Home » Pendidikan » PENGERTIAN TES. PENGERTIAN TES Tes dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan atau tugas atau seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang trait (sifat) atau atribut pendidikan atau psikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar. PENILAIAN. Respon apa yang ditekankan (tes kecepatan atau tes kemampuan) d. PENGUKURAN. PENILAIAN. PENGUKURAN. Apa yang akan diukur (tes sampel atau tes sign) f. PENILAIAN. DAN EVALUASI BAB I PENGERTIAN TES. Hakekat dari kelompok yang akan diperbandingkan (tes buatan guru atau tes baku) . DAN EVALUASI A.

C. Gilbert Sax (1980) menyatakan “measurement: The assignment of numbers to attributes of characteristics of person. is results of measurement are always expessed in numbers. PENGERTIAN PENILAIAN . Lindeman (1967) merumuskan pengukuran sebagai “the assignment of one or a set each of a set of persons or objects according to certain established rules” b. Pengukuran berkaitan erat dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif. Ebel dan David A. Berikut ini akan dikutip beberapa definisi pengukuran yang dirumuskan oleh beberapa ahli pengukuran pendidikan dan psikologi yang acap kali dijadikan acuan beberapa penulis a. hal. e. William A.Mehrens dan Irlin J. Pengukuran diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang. rating scales. atau obyek tertentu menurut aturan atau formulasi yang jelas. c. Or any other device that allows us to obtain information in a quantitative form is measurement” . Adams (1964) merumuskan pengukuran sebagai “nothing more than careful observations of actual performance under staandar conditions”. evenrs. Victor H. PENGERTIAN PENGUKURAN Pengukuran (measurement) adalah proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numeric dari suatu tingkatan dimana seseorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. Norman E. yaitu “quantitativaness” dan “constancy of units”. Lehmann (1973) mendefinisikan : pengukuran sebagai berikut : “Using observations. or object according to explicit formulations or rules”. Richard H.Noll (1957) mengemukakan dua karakteristik utama pengukuran. Robert L.B. Gronlund (1971) secara sederhana merumuskan pengukuran sebagai “Measurement is limited to quantitative descriptions of pupil behavior”. d. Frisbie (1986) merunuskan pengkuran sebagai “Measurment is a process of assigning numbers to the individual numbers of a set of objects or person for the purpose of indicating differences among them in the degree to which they posscess the characteristic being measured. g. f. Georgia S. Atas dasar dua karakteristik ini ia menyatakan “since measurement is a quantitative process.

penilaian dan evaluasi. Artinya kegiatan dilakukan secara berurutan dan berjenjang yaitu dimulai dari proses pengukuran kemudian penilaian dan terakhir evaluasi. Penilaian untuk memperoleh berbagai ragam informasi tentang sejauh mana hasil belajar peserta didik atau informasi tentang ketercapaian kompetensi peserta didik. juga sekaligus sebagai umpan balik kepada guru agar dapat menyempurnakan perencanaan dan proses program pembelajaran. Proses penilaian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar peserta didik. kemajuan dan perkembangan hasil belajar peserta didik sesuai dengan potensi yang dimiliki. Hal ini bertujuan untuk mengukur tingkat ketercapaian ketuntasan kompetensi oleh peserta didik. Sedangkan penilaian eksternal merupakan penilaian yang dilakukan oleh pihak luar yang tidak melaksanakan proses pembelajaran. biasanya dilakukan oleh suatu institusi / lembaga baik didalam maupun diluar negeri. Metode dan tehnik penilaian sebagai bagian dari penilaian internal (internal assessment) untuk mengetahui proses dan hasil belajar peserta didik terhadap penguasaan kompetensi yang diajarkan oleh guru. Penilaian menyeluruh dan berkelanjutan dalam Konsep Penilaian dari Implementasi peraturan pemerintah No. Penelitian yang dilakukan lembaga / institusi tersebut dimaksudkan sebagai pengendali mutu proses dan hasil belajar peserta didik. . Sebenarnya proses pengukuran. Ada empat macam istilah yang berkaitan dengan konsep penilaian dan sering kali digunakan untuk mengetahui keberhasilan belajar dari peserta didik yaitu pengukuran. Penilaian internal merupakan penilaian yang dilakukan dan direncanakan oleh guru pada saat pembelajaran berlangsung. Sedangkan proses pengujian merupakan bagian dari pengukuran yang dilanjutkan dengan kegiatan penilaian. membawa implikasi terhadap model dan tehnik penilaian proses dan hasil belajar. Penilaian adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan beragam alat. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.Penilaian (assessment) merupakan istilah yang umum dan mencakup semua metode yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dengan cara menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok. padahal keempat istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda. evaluasi dan pengujian merupakan suatu kegiatan atau proses yang bersifat hirarkis. pengujian. penilaian. Penilaian hasil belajar peserta didik yang dilakukan oleh guru selain untuk memantau proses. Pelaku penilaian terhadap proses dan hasil belajar diantaranya internal dan eksternal. Namun diantara keempat istilah tersebut pengertiannya masih sering dicampuradukan.

Menurut Guilford (1982) pengukuran adalah proses penepatan angka terhadap suatu gejala menurut aturan tertentu. b. Inventori merupakan instrument yang berisi tentang laporan diri dari keadaan peserta didik. Shinkfield (1985) secara singkat merumuskan evaluasi sebagai berikut: “Evaluation is the systematic assessment of the worth or merit of some object”. Kuantatif hasilnya berupa angka. baik. sedangkan kualitatif hasilnya berupa pernyataan yaitu berupa pernyataan sangat baik. Sedangkan non tes adalah pertanyaan maupun pernyataan yang tidak memiliki jawaban benar atau salah. Tes adalah seperangkat pertanyaan yang memiliki jawaban benar atau salah. Stufflebeam dan Anthony J. sangat kurang. Robert L. berharga atau tidak berharga. and guidance” menjelaskan bahwa kita mengukur berbagai kemampuan anak didik. Kuesioner sejumlah pertanyaan atau pernyataan sedangkan peserta didik diminta untuk menjawab atau memberikan pendapatnya terhadap pernyataan yang diajukan. Instrumen non tes bias berbentuk kuesioner atau inventori. dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Pengukuran dalam kegiatan belajar bisa bersifat kuantitatif maupun kualitatif. c. D. cukup. dan lain sebagainya. Daniel L. Untuk memperjelas pengertian evaluasi tersebut ada baiknya bila dikutip beberapa perumusan sebagai berikut: a. psychology. Dengan demikian maka evaluasi antara lain merupakan kegiatan membandingkan tujuan dengan hasil dan juga merupakan studi yang mengkombinasikan penampilan dengan suatu nilai tertentu.Bila kita melangkah lebih jauh lagi dalam menginterprestasi skor sebagai hasil pengukuran itu dengan menggunakan standar tertentu untuk menentukan nilai dalam suatu kerangka maksud pendidikan dan pelatihannya atau atas dasar beberapa pertimbangan lain untuk membuat penilaian. Peserta didik dengan menggunakan suatu standar. PENGERTIAN EVALUASI Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum. Pengukuran dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berdasarkan pada klasifikasi observasi unjuk kerja atau kemampuan. Pengukuran dapat menggunakan tes dan non tes. kita sekarang telah mengevaluasi kemampuan atau kemajuan anak didik. kurang. Evaluasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses penilaian untuk mengambil keputusan yang menggunakan seperangkat hasil pengukuran dan berpatokan kepada tujuan yang telah dirumuskan. Thorndike dan Elizabeth Hagen (1961) menjelaskan evaluasi tersebut . maka kita tidak lagi membatasi diri kita dalam pengukuran. Adams (1964) dalam bukunya “Measurement and evaluation in education. misalnya potensi peserta didik.

Evaluasi juga mencakup penilaian tentang apa yang baik dan apa yang diharapkan. maka acapkali tes seleksi yang dilakukan hanya sekedar untuk memisahkan orang yang akan diterima dari orang yang akan ditolak. Ada beberapa alasan untuk menggunakan pengukuran. yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif (istilah ini pertama kali digunakan oleh Scriven (1967) dalam artikelnya berjudul “The Methodology of evaluation”). dan evaluasi dalam pendidikan. yaitu tes yang dapat meramalkan keberhasilan atau kegagalan seseorang dalam suatu kegiatan tertentu pada masa yang akan datang dengan resiko yang terendah. Dengan demikian hasil pengukuran yang benar merupakan dasar yang kokoh untuk melakukan evaluasi.dengan mengatakan bahwa evaluasi itu berhubungan dengan pengukuran. BAB II HUBUNGAN PENGUKURAN. b. Sedangkan evaluasi sumatif dilakukan untuk mengetahui sejauhmana peserta didik telah dapat berpindah dari suatu unit pengajaran ke unit berikutnya. Bukan untuk memperoleh calon yang paling besar kemungkinan berhasil dalam pekerjaan atau program yang akan dilakukan. TES. untuk menentukan tempat yang paling cocok bagi seseorang untuk dapat berprestasi dan . Artinya kegiatan dilakukan secara berurutan dan berjenjang yaitu dimulai dari proses pengukuran kemudian penilaian dan terakhir evaluasi. karena hampir selalu terjadi peminat untuk pekerjaan atau pendidikan jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan. evaluasi dan pengujian merupakan suatu kegiatan atau proses yang bersifat hirarkis. Tes jenis ini sangat umum dalam masyarakat kita. penilaian. PENILAIAN DAN EVALUASI Sebenarnya proses pengukuran. Secara garis besar evaluasi dapat dibagi menjadi dua. Dalam beberapa hal evaluasi lebih luas. Seleksi Tes dan beberapa alat pengukuran digunakan untuk mengambil keputusan tentang orang yang akan diterima atau ditolak dalam suatu proses seleksi. Untuk dapat memutuskan penerimaan atau penolakan ini maka haruslah digunakan tes yang tepat. antara lain : a. tes. karena dalam evaluasi juga termasuk penilaian formal dan penilaian intuitif mengenai kemajuan peserta didik. Penempatan Dalam kursus atau latihan yang singkat biasanya dilakukan tes penempatan. Evaluasi formatif dilakukan dengan maksud memantau sejauh manakah suatu proses pendidikan telah berjalan sebagaimana yang direncanakan. Sedangkan proses pengujian merupakan bagian dari pengukuran yang dilanjutkan dengan kegiatan penilaian. Dilihat dari segi ini.

Perbaikan kurikulum atau program pendidikan yang dilakukan tanpa hasil evaluasi yang sistematik acapkali menjadi usaha sia-sia yang mubajir. Perbaikan kurikulum dan program pendidikan Salah satu peran yang penting evaluasi pendidikan ialah mencari dasar yang kokoh bagi perbaikan kurikulum dan program pendidikan. Jadi sebelum dilakukan remedial. BAB III . dan juga dapat menjadi pembimbingan bagi mereka untuk belajar.berproduksi secara efisien dalam suatu proses pendidikan atau pekerjaan. Setidak-tidaknya ada dua cara menginterpretasi skor tes. e. serta dapat menjadi pedoman dalam mempelajari bahan pengayaan. Diagnosis dan remedial Tes seperti ini terutama untuk mengukur kekuatan dan kelemahan seseorang dalam kerangka memperbaiki penguasaan atau kemampuan dalam suatu program pendidikan tertentu. maka seharusnya didahului oleh suatu tes diagnosis. c. g. baik bagi individu yang menempuh tes maupun bagi guru atau instruktur yang berusaha mentransfer kemampuan kepada peserta didik. bila telah diinterpretasi. Tes seperti ini terutama didasarkan pada informasi tentang apa yang telah dan apa yang belum dikuasai oleh seseorang. Dan bagi mereka yang mendapat skor yang tinggi tentu saja hasil itu dapat menjadi motivasi mempertahankan dan maningkatkan hasilnya. Umpan balik Hasil suatu pengukuran atau skor tes tertentu dapat digunakan sebagai umpan balik. Pengembangan ilmu Hasil pengukuran. Dari hasil itu akan diperoleh pengetahuan emperik yang sangat berharga untuk pengembangan ilmu dan teori. tes. Ilmu seperti pengukuran pendidikan dan psikometrik sangat tergantung pada hasil-hasil pengukuran. f. Suatu skor tes dapat digunakan sebagai umpan balik. Bagi mereka yang memperoleh skor yang rendah seharusnya menjadi cambuk untuk lebih berhasil dalam tes yang akan datang dan secara tepat dapat mengetahui diwilayah mana terletak kelemahannya. dan evaluasi tentu saja akan dapat member sumbangan yang berarti bagi perkembangan teori dan dasar pendidikan. dan evaluasi yang dilakukan sebagai kegiatan sehari-hari guru dan pendidik. tes. d. yaitu dengan membandingkan skor seseorang dengan kelompoknya dan dengan melihat kedudukan skor yang diperoleh seseorang dengan kriteria yang ditentukan sebelum tes dimulai. Memotivasi dan membimbing belajar Hasil tes seharusnya dapat memotivasi belajar peserta didik. Untuk yang pertama dinamakan “norm reference test” dan yang kedua dinamakan “criterion reference test”.

390 celcius dan seterusnya. pengukuran yang dilakukan oleh penjahit pakaian mengenai panjang lengan. Pengukuran yang bersifat kuantitatif itu. 380 celcius. Pengukuran untuk menilai. Misalnya mengukur suhu badan dengan ukuran berupa thermometer: hasilnya: 360 celcius. misalnya . 3. dengan demikan dapat ditentukan Ahmad termasuk anak yang pandai. 80 butir dijawab dengan betul oleh Ahmad. mengingat bahwa diantara ketiga istilah tersebut saling kait. Dari 100 butir soal. pandai atau bodoh dan sebagainya. Kenyataan seperti itu memang dapat dipahami. lebar bahu. sehat atau sakit. penilaian dan evaluasi . Namun dengan uraian berikut ini kiranya akan dapat membantu memperjelas perbedaan dan sekaligus hubungan antara pengukuran. EVALUASI DAN TES Sebelum melanjutkan pembicaraan tentang evaluasi pendidikan secara lebih luas dan mendalam. Dalam contoh di atas tadi. Dari contoh tersebut dapat kita dipahami bahwa pengukuran itu sifatnya kuantitatif. 2. ukuran pinggan dan sebagainya. Jadi penilaian itu sifatnya adalah kualitatif. PENILAIAN. . pengukuran untuk menguji daya tahan per baja terhadap tekanan berat. yang dilakukan dengan jalan menguji sesuatu . misalnya : mengukur kemajuan belajar peserta didik dalam rangka mengisi nilai rapor yang dilakukan dengan menguji mereka dalam bentuk tes hasil belajar.PERBEDAAN PENGUKURAN. dan sebagainya. Pengukuran yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan measurement dan dalam bahasa Arabnya adalah muqayasah.mengkait sehingga sulit untuk dibedakan. dapat dibedakan menjadi tiga macam. Penialian” berarti menilai sesuatu. Pengukuran yang dilakukan untuk menguji sesuatu. ahmad menjawab dengan betul sebanyak 80 butir soal. Mengukur pada hakikatnya adalah membandingkan sesuatu dengan atau atas dasar ukuran tertentu. Pengukuran jenis ketiga inilah yang biasa dikenal dalam dunia pendidkan. seseorang yang suhu badannya 36°Celcius termasuk orang yang normal kesehatannya. “penilaian” dan “pengukuran”. terlebih dahulu perlu dipahami bahwa dalam praktek acapkali terjadi kerancuan atau tumpang tindih (overlap) dalam penggunaan istilah “evaluasi”. panjang kaki. Contoh lain: dari 100 butir yang diajuakan dalam tes. pengukuran untuk menguji daya tahan lampu pijar. yaitu : 1. dapat diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk “mengukur” sesuatu. Sedangkan menilai itu mengandung arti : mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mendasarkan diri atau berpegang teguh pada ukuran baik atau buruk. dengan demikian orang tersebut dapat ditentukan sehat badannya. Pengukuran yang dilakukan untuk menguji sesuatu : misalnya .

inilah sebabnya mengapa dalam praktek masalah pengukuran mempunyai kedudukan yang sangat penting di dalam dalam proses evaluasi. sebab sebagaimana dikemukakan oleh Prof. evaluasi pada dasarnya adalah merupakan penafsiran atau interpretasi yang sering bersumber pada data yang bersifat kuantitatif. cara lain itu misalnya dengan melakukan observasi (pengamatan) melakukan wawancara dan sebagainya. Evaluasi adalah kegiatan atau proses untuk menilai sesuatu. Di atas telah dikemukakan bahwa pengukuran itu adalah bersifat kuantitatif. Dikatakan “kiranya perlu diambil” sebab tidak semua penilaian itu harus senantiasa didahului oleh tindakan pengukuran secara lebih nyata. bahwa evaluasi mengenai proses pembelajaran disekolah. hasil pengukuran itu berwujud keterangan yang berupa angka-angka atau bilanganbilangan. tidak semua penafsiran itu bersumber dari keterangan-keterangan yang bersifat kuantitatif. yang kesemuanya itu tidak bersifat kuantitaif melainkan kualitatif. pada umumnya para pakar di bidang pendidikan sependapat. sebab pengukuran itu sebenarnya hanyalah merupakan suatu langkah atau tindakan yang kiranya perlu diambil dalam rangka pelaksanaan evaluasi. Lebih lanjut masroen menegaskan bahwa penilaian (setidak-tidaknya dalam bidang psikologi dan pendidikan) mempunyai arti yang lebih luas ketimbang istilah pengukuran. Untuk dapat menentukan nilai dari sesuatu yang sedang dinilai itu. Adapun evaluasi adalah bersifat kualitatif. Dikatakan sering bersumber pada data yang bersifat kuantitatif.A (1979). dan pengujian inilah yang dalam dunia kependidikan dikenal dengan istilah tes. dan wujud dari pengukuran itu adalah pengujian. Sebagai contoh dapat dikemikakan di sini. sebaliknya teknik pengukuran yang tepat akan memberikan landasan yang kokoh untuk mengadakan evaluasi yang tepat. ada cara lain yang dapat ditempuh guna mengetahui apakah para siswa telah dapat menghayati dan mengamalkan ajaranajaran Islam yang telah diberikan kepada mereka di sekolah. dan lain-lain. informasi yang datang dari orang tua siswa. Menurut Masroen. Hasil pengukuran yang Kurang cermat akan memberikan hasil evaluasi yang kurang cermat pula. Masroen. Namun demikian tidak dapat disangkal adanya kenyataan. tidak mungkin dapat berjalan dengan bail apabila evaluasi itu tidak didasarkan atas data yang bersifat kuantitatif. M. dilakukanlah pengukuran.Sedangkan “Evaluasi” adalah mencangkup kegiatan yang telah dikemukakan terdahulu. misalnya keterangan –keterangan mengenai hal-hal yang disukai siswa. Baik buruknya evaluasi akan banyak bergantung pada hasil-hasil pengukuran yang mendahuluinya. .Dr. misalnya untuk dapat untuk dapat menetukan keberhasilan pengajaran pendidikan agama islam . Sebagai contoh dapat dikemukakan disini. bahwa Evaluasi dalam bidang pendidikan sebagian besar bersumber dari hasil-hasil pengukuran. pengalaman-pengalaman masa lalu. yaitu mencangkup “pengkuran” dan “penilaian”.

antara istilah evaluasi. Untuk itu perlu ditegakan beberapa etika tes. yang justru dapat menghambat seseorang mampu mendemonstrasikan kemampuan terbaiknya. Tes hanya mengukur hasil belajar yang sederhana dan yang remeh. yang dapat berarti membuka kelemahan dan kekuatan pribadi seseorang. disamping dating dari orang tua yang secara langsung atau tidak langsung berkepentingan terhadap pengujian. c. Karena banyak kritik yang tajam dari masyarakat terhadap tes hasil pendidikan. pengukuran dan evaluasi. Tes selalu menimbulkan rasa cemas peserta tes.karena pentingnya itu maka setiap tindakan pengujian selalu menimbulkan kritik yang tajam dari masyarakat. maka para pendidik harus dapat melakukan tes dengan penuh tanggung jawab.karena tes itu selalu menuntut jawaban yang sudah ditentukan pola dan isinya. e.Kenyataan inilah yang acapkali menimbulkan adanya kerancuan dan tumpang tindih. Kritik tersebutt tidak jarang dating dari para ahli. Didalam masyarakat yang sangat melindungi akan hak dan rahasia pribadi. Kritik tersebut antara lain: a.masalah ini seslalu akan menjadi gugatan atau keluhan. b. Praktek tes hasil belajar yang etik terutama mencangkup empat hal utama : . Karena itu kemampuan peserta tes untuk memberi jawaban terbaik turut ditentukan oleh kebudayaan penyusun tes. Tes senantiasa akan mencampuri rahasia pribadi peserta tes. yang justru menjadi tujuan utama pendidikan formal apapun. Hampir tidak pernah ada tes hasil belajar yang mampu mengungkapkan tingkah laku peserta didik secara menyeluruh. maka tentu saja hal itu tidak memberi ruang gerak yang cukup bagi anak yang kreatif. Tes acapkali justru menghukum peserta didik yang kreatif. penilaian dan pengukuran. d. tetapi tes acapkali menimbulkan rasa cemas yang tidak perlu. BAB IV ETIKA TES Kegiatan pengujian berperan sangat besar dalam system pendidikan dan system persekolahan. tes selalu terikat pad kebudayaan tertentu.memang sampai bats tertentu rasa cemas itu dibutuhkan untuk dapat mencapai prestasi terbaik. Tidak ada tes hasil belajar yang bebas budaya. yang membedakan tes yang etik dan tindakan yang tidak etik dalam pelaksanaan tes secara professional. Diantara beberapa kritik tersebut ada beberapa yang harus menjadi perhatian sungguh sunggup oleh para praktisi dan ahli tes. Setiap tes berusaha mengetahui pengetahuan dan kemampuan peserta tes.

Hanya karena pertimbangan tertentu. yang sangat penting yang dapat membenarkan pendidik tidak memberi tahu terlebih dahulu kepada peserta tes tentang tes yang tes tersebut kepada orang lain jelas-jelas . 2) Ada tanda-tanda yang jelas terhadap hasil tes tersebut menunjukan gejala yang membahayakan dirinya atau membahayakan kepentingan orang lain. Kerahasiaan Hasil Tes Setiap pendidik dan pengajar wajib melindungi kerahasiakan hasil tes. Pelaksaan tes hendaknya diberi tahu terlebih dahulu kepada peserta tes. Tak ada tes baku yang boleh digunakan diluar prosedur yang ditapakan oleh tes itu sendiri.a. daalam jangka panjang akan dapat membahayakan kehidupan peserta tes. ada beberapa petunjuk praktis yang hendaknya ditaati oleh pendidik dalam tes: a. Disamping beberapa prinsip seperti yang diuraikan di atas. baik secara hasil individual maupun secara kelompok. Dengan demikian tes tidak dapat digunakan diluar batas-batas yang ditentukan oleh profesionalisme pekerjaan guru. b. Jadi dengan demikian praktek menempelkan hasil tes di papan pengumuman dengan identitas jelas peserta tes. c. maka tes tersebut harus digunakan di bawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut harus digunakan dibawah ketentuan yang berlaku bagi pelaksanaan tes baku tersebut. Interpretasi Hasil Tes Hal yang paling mengandung kemunkinan penyalahgunaan tes adalah penginterpretasian hasil tes secara salah. Karena itu maka interpretasi hasil tes harus diikuti tanggung jawab professional. baik sebelum maupun sesudah digunakan. Dengan demikian maka setiap pendidik harus dapat menjamin keamanan tes. d. 3) Bila penyampaian hasil menguntungkan peserta tes. Keamanan tes Tes merupakan alat pengukur yang hanya dapat digunakan secara professional. Bila tes hasil belajar tertentu merupakan tes baku. Bila hasil tes diinterpretasi secara tidak patut. Penggunaan tes Tes hasil belajar haruslah digunakan secara patut. merupakan pelanggaran terhadap etika ini. Hasil tes hanya dapat disampaikan kepada orang lain bila : 1) Ada izin dari peserta didik yang bersangkutan atau orang yang bertanggung jawab terhadap peserta didik (bagi peserta didik yang belum dewasa).

f. e. Sebaiknya pendidik menjelaskan cara menjawab yang dituntut dalam suatu tes. Adalah tidak etik untuk memperpanjang waktu atau menyingkat waktu yang telah ditentukan oleh petunjuk tes. maka hendaknya pendidik tersebut bertanggung jawab penuh terhadap keamanan tes tersebut. Guru hendaknya menghindari diri dari keterlibatan dalam bimbingan tes yang dapat diperkirakan akan menggangu proses hasil belajar peserta didik. Bila pendidik menggunakan tes baku. Terakhir ketiga organiasi professional ini membentuk panitia bersama untuk menyusun standar dalam tes. h. j. b. Guru tidak boleh meningkatkan rasa cemas peserta tes dengan penjelasan yang tidak perlu. asalkan hal tersebut tetap menjadi rahasia peserta tes dan pendidik yang bersangkutan. Seorang pendidik dapat menggunakan hasil tes untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta tes. d. Tidak ada tes baku yang boleh digunakan dalam latihan. Bahkan kisi-kisi tes sebaiknya diberi tahu kepada peserta tes sebelum melaksanakan tes. c. . Sebaiknya pendidik justru memotivasi peserta tes mengerjakan tesnya secara baik. Adalah tidak etik untuk mendiskriminasikan peserta didik tertentu atau kelompok tertentu yang boleh mengikuti suatu tes atau melarang mengikuti tes. i. Mereka menghasilkan buku yang dinamakan “Standard for Educational and Psychological Testing” (1985). dan National Council on Measuremant in Educaton (NCME). American Educational Research Education (AERA). Secara lebih mandasar etika tes ini diatur dalam standar tes yang dikembangkan oleh organisasi profesional seperi American Psycological Association (APA). Petunjuk menjawab tes bukanlah sesuatu yang harus dirahasiakan. g. Jangan sampai seorang pendidik justru menakut-nakuti peserta didik. Adalah tidak etik bila seorang guru mengembangkan butir soal atau perangkat soal yang paralel dengan suatu tes baku dengan maksud untuk digunakan dalam bimbingan tes.akan dilaksanakan. Petunjuk yang bersifat menjebak harus dihindari. Hal ini menjadi penting bila guru yang bersangkutan justru terlibat dalam penyusunan butir tes yang digunakan.

Semua standar ini mencangkup dua aspek utama. Professional Standards for Test Use. seperti : 1.Dalam standar ini dicantumkan berbagai tolak ukur. Analisis kualitatif sering pula dinamakan sebagai validitas logis (logical validity) yang . yaitu tes hasil belajar dan tes psikologi. '08 9:26 AM untuk semuanya Analisis soal dilakukan untuk mengetahui berfungsi tidaknya sebuah soal. yang dalam hal tertentu dapat merupaakan pelanggaran atau kejahatan. 2.. Technical Standards for Test Construction and Evaluation. • • • • • • • • • Beranda Catatan Blog Foto Video Musik Kalender Tinjauan Tautan Analisis Butir Soal May 21. dan 4. yaitu analisis kualitatif (qualitative control) dan analisis kuantitatif (quantitative control). Standards for Administrative Procedures. Standards for Particular Application. Sumber / daftar pustaka Top of Form CARI Bottom of Form lussysf GO CORETANOLOGIS.. Analisis pada umumnya dilakukan melalui dua cara. Pelanggaran terhadap standar ini merupakan pelanggaran terhadap etika profesi. 3.

Analisis Kualitatif. Analisis secara isi dimaksudkan sebagai penelaahan pengetahuan khusus yang yang berkaitan dengan secara kelayakan editorial ditanyakan. Analisis materi dimaksudkan sebagai keilmuan penelaahan yang yang berkaitan dalam dengan soal serta substansi tingkat ditanyakan kemampuan yang sesuai dengan soal. Analisis Kuantitatif. Yaitu berupa penelaahan yang dimaksudkan untuk menganalisis soal ditinjau dari segi teknis. karena terbukti terdapat beberapa kelemahan. Analisis soal secara kuantitatif sering pula dinamakan sebagai validitas empiris (empirical validity) yang dilakukan untuk melihat lebih berfungsi tidaknya sebuah soal setelah soal itu diujicobakan kepada sampel yang representatif. Analisis bahasa dimaksudkan sebagai penelaahan soal yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menurut EYD. Analisis secara teknis dimaksudkan sebagai penelaahan soal berdasarkan prinsip-prinsip pengukuran dan format penulisan soal. isi. Analisis kualitatif lainnya dapat juga dikategorikan dari segi materi. Analisis dimaksudkan sebagai penelaahan yang khususnya berkaitan dengan keseluruhan format dan keajegan editorial dari soal yang satu ke soal yang lainnya. dan bahasa. Gunanya untuk melihat berfungsi tidaknya sebuah soal. konstruksi. Digunakan untuk mengetahui sejauh . dan editorial.dilakukan sebelum soal digunakan. (2) diperbaiki. Salah satu tujuan dilakukannya analisis adalah untuk meningkatkan kualitas soal. atau bahkan (3) tidak digunakan sama sekali karena terbukti secara empiris tidak berfungsi sama sekali. Analisis konstruksi dimaksudkan sebagai penelaahan yang umumnya berkaitan dengan teknik penulisan soal. yaitu apakah suatu soal (1) dapat diterima karena telah didukung oleh data statistic yang memadai.

Tingkat Kesukaran. Intinya. menurut teori klasik. Bisa saja tingkat kesukaran soal ditentukan oleh kedalaman soal. Analisis soal secara kuantitatif menekankan pada analisis karakteristik internal tes melalui data yang diperoleh secara empiris. Secara umum. kompleksitas. dua tambahan parameter yaitu dilihat dari peluang untuk menebak atau menjawab soal dengan benar dan berfungsi tidaknya pilihan jawaban. dan (4) skala bivariat. daya pembeda. yaitu jumlah peserta tes yang menjawab benar pada butir soal yang dianalisis dibandingkan dengan jumlah peserta tes seluruhnya merupakan tingkat kesukaran yang paling umum digunakan. (2) skala kesukaran linear. akan sulit menentukan mengapa sebuah soal lebih sukar dibandingkan dengan soal yang lain. Ada beberapa alasan untuk menyatakan tingkat kesukaran soal. Karakteristik internal secara kuantitatif dimaksudkan meliputi parameter soal tingkat kesukaran. atau hal-hal lain yang berkaitan dengan kemampuan yang diukur oleh soal. yaitu penyebaran semua alternatif jawaban dari subyek-subyek yang dites. Khusus soal-soal pilihan ganda. Namun demikian. Butir-butir item tes hasil belajar dapat . ketika kita mengkaji lebih mendalam terhadap tingkat kesukaran soal. dan reliabilitas. (3) indeks Davis. Proporsi jawaban benar (p). tingkat kesukaran dapat dinyatakan melalui beberapa cara diantaranya (1) proporsi menjawab benar. bermutu atau tidaknya butir-butir item tes hasil belajar pertama-tama dapat diketahui dari derajat kesukaran atau taraf kesukaran yang dimiliki oleh masing-masing butir item tersebut.mana soal dapat membedakan antara peserta tes yang kemampuannya tinggi dalam hal yang didefinisikan oleh kriteria dengan peserta tes yang kemampuannya rendah (melalui analisis statistik).

dsb. butir- . dan ditelusuri sehingga dapat diketahui faktor yang menyebabkan bersangkutan testee. yang dalam dunia evaluasi hasil belajar umumnya dilambangkan dengan huruf P. apakah butir sulit item dijawab yang oleh soalnya Tindak Lanjut Sukar Sedang Mudah Kategori kalimat kurang jelas. apakah petunjuk cara mengerjakan soalnya sulit dipahami.3 0. ataukah dalam soal tersebut terdapat istilah-istilah yang tidak jelas. yaitu singkatan dari kata proportion (proporsi = proporsa). apabila butirbutir item tersebut tidak terlalu sukar dan tidak pula terlalu mudah dengan kata lain derajat kesukaran item itu adalah sedang atau cukup. Setelah dilakukan perbaikan. butir item dibuang atau didrop dan tidak dikeluarkan lagi dalam tes-tes hasil belajar yang akan datang 2. Kategori Tingkat Kesukaran Nilai p P < 0.dinyatakan sebagai butir-butir item yang baik.3 ≤ p ≤ 0. diteliti ulang.7 P > 0. Angka yang dapat memberikan petunjuk mengenai tingkat kesulitan item itu dikenal dengan istilah difficulty index (angka indeks kesukaran item).7 Tindak Lanjut Hasil Analisis Interpretasi Item Sukar 1. dilacak.

apakah butir sulit item dijawab yang oleh soalnya kembali dalam tes (terutama tes seleksi) yang sifatnya kalimat kurang jelas. 3. Daya Pembeda. dsb. Butir item ini dapat dikeluarkan lagi Sedang dalam tes-tes hasil belajar pada waktuwaktu yang akan datang 1. dilacak. 3. Salah satu tujuan analisis kuantitatif soal kembali dalam tes (terutama tes seleksi) yang sifatnya . ataukah dalam soal tersebut terdapat istilah-istilah yang tidak jelas. butir-butir yang terlalu sulit dapat digunakan sangat ketat. butir-butir yang terlalu sulit dapat digunakan longgar. butirbutir item tersebut dikeluarkan lagi dalam tes hasil belajar yang akan datang. butir item dibuang atau didrop dan tidak dikeluarkan lagi dalam tes-tes hasil belajar yang akan datang 2. dan ditelusuri sehingga dapat diketahui faktor yang menyebabkan bersangkutan testee. diteliti ulang. apakah petunjuk cara Mudah mengerjakan solnya sulit dipahami.butir item tersebut dikeluarkan lagi dalam tes hasil belajar yang akan datang. Setelah dilakukan perbaikan.

dianggap tidak memiliki daya pembeda yang baik 0. Dengan demikian soal indeks daya pembedanya negatif menunjukkan terbaliknya kualitas peserta. Tanda tes negatif yang menunjukkan bahwa peserta tes yang kemampuannya rendah peserta kemampuannya tinggi menjawab salah. Indeks daya pembeda soal-soal yang ditetapkan dari selisih proporsi yang menjawab dari masing-masing kelompok.40 Satisf Butir item yang bersangkutan . Indeks diskriminasi item umumnya diberi lambang dengan huruf D (singkatan dari discriminatory power).20 Poor pembedanya lemah sekali (jelek). Dengan demikian validitas soal ini sama dengan daya pembeda soal yaitu daya dalam membedakan antara peserta tes yang berkemampuan tinggi dengan peserta tes yang berkemampuan rendah. Indeks ini menunjukkan kesesuaian antara fungsi soal dengan fungsi tes secara keseluruhan.adalah untuk menentukan dapat tidaknya suatu soal membedakan kelompok dalam aspek yang diukur sesuai dengan perbedaan yang ada dalam kelompok itu. Indeks yang digunakan dalam membedakan antara peserta tes yang berkemampuan rendah adalah indeks daya pembeda (item discrimination). Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda berkisar antara dapat -1 menjawab sampai benar dengan sedangkan +1. Indeks Dsikriminasi Item (D) Klasif ikasi Interpretasi Butir item yang bersangkutan daya < 0.20 – 0.

70 Good telah memiliki daya pembeda yang baik 0. salah satu diantaranya adalah merupakan jawaban betul (kunci jawaban). Pada saat membicarakan tes objektif bentuk multiple choice item tersebut untuk setiap butir item yang dikeluarkan dalam tes hasil belajar telah dilengkapi dengan beberapa kemungkinan jawab.00 Excell ent Butir item yang bersangkutan telah memiliki daya pembeda yang baik sekali Butir item yang bersangkutan Bertanda negatif (-) - daya pembedanya negative sekali (jelek sekali) Fungsi Distraktor. Adapun yang dimaksud dengan pola penyebaran jawaban item adalah suatu pola yang dapat menggambarkan bagaimana testee menentukan pilihan jawabnya terhadap kemungkinan-kemungkinan jawab yang telah dipasangkan pada setiap butir item. yaitu bahwa dari . yaitu : menganalisis pola penyebaran jawaban item. dan dari kemungkinan-kemungkinan jawaban yang terpasang pada setiap butir item itu. Jawaban-jawaban salah itulah yang biasa dikenal dengan istilah distractor (pengecoh). sedangkan sisanya adalah merupakan jawaban salah. atau yang sering dikenal dengan istilah option atau alternatif.40 – 0.70 – 1.actor y telah memiliki daya pembeda yang cukup (sedang) Butir item yang bersangkutan 0. Menganalisis fungsi distraktor sering dikenal dengan istilah lain. Option atau alternatif itu jumlahnya berkisar antara 3 sampai dengan 5 buah. Suatu kemungkinan dapat terjadi.

Reliabilitas. Sebagai tindak lanjut atas hasil penganalisaan terhadap fungsi distraktor tersebut maka distraktor yang sudah dapat menjalankan fungsinya dengan baik dapat dipakai lagi pada tes-tes yang akan datang. Keajegan dan ketidakajegan skor tes merupakan fokus dari pengkajian tentang reliabilitas. sedangkan distraktor yang belum dapat berfungsi dengan baik sebaiknya diperbaiki atau diganti dengan distraktor yang lain. kemampuan yang dimiliki peserta didik dalam menghadapi tes 1 b. Pernyataan blangko ini sering dikenal dengan istilah omiet dan biasa diberi lambang dengan huruf O. Distraktor dinyatakan telah dapat menjalankan fungsinya dengan baik apabila distraktor tersebut sekurang-kurangnya sudah dipilih oleh 5 % dari seluruh peserta tes. kemampuan peserta didik yang berkaitan dengan . kemampuan umum dan teknik yang digunakan ketika mengambil tes c. kemampuan umum untuk memahami petunjuk tes 2 Karakteristik khusus yang permanent peserta tes a.keseluruhan alternatif yang dipasang pada butir item tertentu. Berikut adalah faktor yang mempengaruhi perolehan skor peserta didik (Thorndike) yang berakibat pada ketidakajegan terhadap skor. Faktor yang Mempengaruhi Reliabilitas Skor Karakteristik umum yang permanen peserta tes a. Dengan kata lain. testee menyatakan “blangko”. sama sekali tidak dipilih oleh testee.

dan lain sebagainya 4 Karakteristik khusus yang temporer seperti : Khusus yang berkaitan dengan tes secara keseluruhan . cahaya. pengetahuan dan kemampuan khusus yang berkaitan dengan soal Karakteristik umum yang temporer seperti : a. kesehatan kelelahan motivasi gangguan emosi kemampuan umum dan teknik yang digunakan ketika mengambil tes f. pengetahuan khusus yang berkaitan dengan fakta atau konsep khusus b. ventilasi. c.atribut yang diukur dalam sebuah tes b. pengetahuan dan kemampuan khusus yang berkaitan dengan soal c. keajegan respon peserta didik terhadap pilihan jawaban (misalnya mereka cenderung memberi jawaban A dari 4 alternatif yang disediakan atau cenderung memilih B dari soal benar salah yang disajikan) Khusus yang berkaitan dengan soal a. pemahaman mekanisme tes faktor panas. g. e. 3 d. b.

b. fluktuasi ingatan yang dimiliki peserta didik hal-hal yang berkaitan dengan perhatian dan keakuratan Faktor penyelenggaraan a.a. keberuntungan karena faktor menebak mengingat soal yang telah dilihatnya . waktu. kebiasaan menghadapi sebuah tes Khusus yang berkaitan dengan soal a. dan petunjuk yang jelas pengawasan penskoran Faktor yang tidak pernah diperhitungkan 6 a. b. bebas dari gangguan. c. b. c. 5 b. pemahaman terhadap petunjuk tes trik atau teknik-teknik mengatasi tes pengalaman/latihan menghadapi tes terlebih lagi dalam tes psikomotor d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful