P. 1
MAKALAH ELEKTRODINAMIKA

MAKALAH ELEKTRODINAMIKA

|Views: 825|Likes:

More info:

Published by: Hannifah Abuw Toetan on Feb 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/18/2014

pdf

text

original

MAKALAH

MEDAN ELEKTROMAGNETIK ELEKTRODINAMIKA

Disusun oleh : Muhammad Yusuf P

Universtas Negri Jakarta
Fakultas Teknik Pendidikan Teknik Elektro

Umum Khususnya pada diri saya sendiri dan semua yang membaca makalah ini semoga bisa di pergunakan dengan semestinya. Akhir kata semoga bisa bermanfaat bagi Para Mahasiswa. maka kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Elektrodinamika” dan dengan harapan semoga makalah ini bisa bermanfaat dan menjadikan referensi bagi kita sehinga lebih mengenal tentang apa itu Elektrodinamika dan penerapannya dikehidupan sehari .KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT.hari. BAB I . Makalah ini juga sebagai persyaratan tugas akhir pada Medan Elektromagnetik. Pelajar.

Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan: dimana I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere. namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah. termasuk perubahan medan magnet yang dapat menimbulkan arus listrik. Hukum Ohm Hukum ini dicetuskan oleh Georg Simon Ohm. sedangkan magnetostatika membahas medan magnet yang dihasilkan oleh arus listrik yang tidak bergantung waktu. besarnyta bergantung pada jenis bahan. Pada sebagian besar bahan. dan R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar.PEMBAHASAN Pada dua bab sebelum ini telah dibahas secara terpisah tentang elektrostatika dan magnetostatika. Biasanya factor kesebandingan tersebut dinyatakan dalam bentuk kebalikan dari konduktivitas yang disebut resistivitas (ρ). Elektrostatika membahas gejala kelistrikan untuk muatan sumber dalam keadaan diam atau tidak bergantung waktu. I. Resistivitas dari beberapa jenis bahan ditunjukkan pada table : . Seberapa cepat muatan akan bergerak akibat dorongan itu bergantung pada sifat bahan. Pada bagian ini akan dibahas tentang penyebab muatan dapat bergerak sehingga timbul arus listrik. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825. atau J=σf Factor kesebandingan σ merupakan konstanta empiris yang disebut konduktivitas listrik. V adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt. Untuk menggerakkan muatan di dalam konduktor diperlukan gaya dorong. rapat arus J sebanding dengan gaya per satuan muatan (f). yaitu ρ = 1/σ.

03 – 0.3 x 10-8 2.gravitasi. dengan gaya per satuan f.7 x 10-8 2.04 (bergantung kemurniannya) 0. akan menghasilkan arus listrik.5 x 105 108 – 1011 1010 – 1014 1013 2 x 1015 1013 . Konsep Gaya Gerak Listrik .6 x 10-8 1. Gaya Gerak Listrik (Ggl) a.46 Gaya yang mendorong muatan – muatan.044 0.1016 1. sehingga diperoleh : J=σE II. pada dasarnya gaya tersebut merupakan gaya electromagnet (E + v + B) . Apapun bentuk asalanya (apabila dari energy kimia.m) 0. atau lainnya). sehingga persamaan J = σ (E + v + B) Biasanya besar kecepatan muatan cukup kecil.8 x 10-8 100 x 10-8 Resistivitas (Ω. sehingga suku kedua dapat diabaikan .Bahan Konduktor Perak Tembaga Emas Alumunium Nichrome Semikonduktor Silikon Air garam (jenuh) Germanium Isolator Air (murni) Kayu Gelas Quartz Belerang Karet 2.

diberi lambang V. Alat yang dimaksud tiada lain adalah GGL (gaya gerak Listrik). air tidak bisa kembali keatas tanpa suatu alat dorong atau pompa. dl ≡ ε Symbol ε disebut electromotive force (emf) atau gaya gerak listrik(ggl). baterai mendorong elektron dari potensial rendah ke potensial tinggi. yaitu : . didalam sel foto listrik cahaya mendorong muatan . di dalam termokopel terjadi gradient suhu endorong muatan. Apapun mekanismenya.g. pompa mendorong air dari potensial rendah ke potensial tinggi. dan di dalam generator van de Graaff terjadi aliran electron yang berasal dari penumpukan electron oleh sabuk berjalan. dl = ∫ fs . Ketika sudah sampai di pipa bawah. Dapat dianalogikan. Di dalam baterai terjadi proses kimia mendorong muatan. Beda potensial antara kutub-kutub baterai sebelum elektron dipompakan(dialirkan) selanjutnya disebut sebagai gaya gerak listrik (g. Telah dibahas pada bagian sebelum ini bahwa diperlukan gaya untuk mendorong muatan melalui suatu medium konduksi.Aliran arus listrik dalam suatu rangkaian tertutup dapat diibaratkan dengan aliran air pada sebuah tangki pengisi air. yang mampu mendorong elektron untuk terus bergerak. Dari analogi tersebut. Gaya tersebut dinyatakan dalam hukum Ohm dengan rumusan yang umum. Selanjutnya dapat ditunjukkan bahwa ggl menentukan besarnya arus yang akan mengalir di dalam suatu rangkaian tertutup. di dalam Kristal pizoelektrik terjadi tekanan mekanik diubah menjadi impuls listrik. Begitu juga yang terjadi dengan baterai. efeknya ditentukan oleh integral garis dari f di sepanjang rangkaian tertutup ∫ f . maka elektron tidak mungkin mengalir pada rangkaian tertutup tanpa bantuan suatu alat yang menyerupai pompa. Oleh karena Air selalu mencari tempat yang lebih rendah. Besaran tersebut bukanlah gaya melainkan integral dari gaya per satuan muatan. atau seriing diinterpretasikan sebahgai kerja yang dilakukan per satuan muatan. yaitu J = σf Dimana f adalah gaya per satuan muatan.l) diberi lambang Sedangkan beda potensial antara kutub-kutub sebuah sumber arus listrik ketika sumber mengalirkan arus listrik disebut tegangan jepit. Air hanya akan mengalir pada pipa dari atas kebawah. jika elektron yang mengalir pada sebuah penghantar diibaratkan sebagai air.

Ggl yang dihasilkan oleh gerakan loop di dalam medan magnet tersebut adalah : ε = ∫ fm . dan R adalah hambatan beban yang dipasang (misalnya lampu). maka muatan pada kawat ab akan mengalami gaya magnetic dengan komponen vertikalnya sebesar qvB yang menghasilkan arus listrik di dalam loop tersebut searah dengan arah gerak jarum jam. Aturan Fluks Salah satu sumber ggl yang terkenal adalah baterai. dan pada tahun 1845 mengungkap gejala diamagnetic yang kemudian disebut efek Faraday. fluks menurun. sehingga dΦdt=Bhdsdt = -Bhv Tanda minus menunjukkan bahwa ds/dt adalah negative. I. Daerah yang disarsir menunjukka medan magnet serba sama B yang arahnya tegak lurus bidang kertas menjauhi pembaca. Selain itu. atau dapat dirumuskan : ε= . Gambar di bawah ini menunjukkan generator yang sangat sederhana.ε = f . ggl muncul ketika sebuah kawat digerakkan melalui suatu medan magnet. da Ketika loop ditarik. kita juga mengenal generator sebagai sumber ggl.dl= ∫Iaσdl=I 1aσ dl=IR Dimana R adalah hambatan total dari suatu rangkaian tertutup.dΦdt Persamaan diatas disebut aturan fluks untuk ggl oleh loop yang bergerak. Pada generator. Pada tahun 1831 ia mengungkap gejala induksi elektromagnetik. dl = ∫Jσ . Sebagai . bekeja di Royal Institution. Berdasarkan persamaan diatas diperoleh bahwa ggl yang dihasilkan di dalam loop adalah negative dari cepat perubahan fluks yang melalui loop. Jika loop kawat ditarik ke kanan dengan kelajuan v. Hukum Faraday Michael Faraday adalah seorang ahli fisika dan kimia berkebangsaan Inggris. II. dl = vBh Fluks yang melalui loop adalah Φ = ∫ B.

dan ion. Peubahan medan magnet akan menimbulkan arus listrik yang arahnya sedemikian sehingga medan magnet yang dihasilkan oleh arus itu akan melawan perubahan medan magnet yang menimbulkan arus tersebut. katoda.∫∂B∂t . yaitu : ∮E. sesuai hukum Faraday. da= -ddt ∫B. Pada kawat U dipasang kawat lurus l yang dapat bergerak ke kiri dank e kanan secara bebas. hukum Faraday dapat diturunkan dalam bentuk diferensial . missal kawat berbentuk U diletakkan pada medan magnet tetap yang arahnya tegak lurus bidang gambar menjauhi pembaca.dΦdt Persamaan diatas adalah Hukum Faraday dalam bentuk integral.da Persamaan diatas adalah hukum Faraday dalam bentuk diferensial. Perubahan fluks tersebut terjadi karena loop digerakkan di dalam medan magnet serba sama yang tetap.dl= ε= . Sebagai penjelasan. akan menimbulkan medan listrik yang ditunjukkan oleh adanya arus listrik yang mengalir pada loop abcda. Bagaimana jika loop tetap diam tetapi medan magnetnya berubah? Perubahan fluks juga dapat terjadi di dalam loop yang tetap diam yang diletakkan di dalam medan magnet yang berubah. Jika kawat l digeser ke kanan makan akan terjadi perubahan medan magnet yang dilingkupi oleh loop abcda. arus listrik pada loop tersebut akan menimbulkan medan magnet disekitarnya.ahli kimia. menemukan huku elektrolisis dan mempopulerkan beberapa istilah antara lain : electrode. Sesuai hukum Ampere. dan sesuai hukum Lenz. Perubahan medan magnet tersebut. medan magnet yang ditumbulkan tersebut akan melawan (mengurangi) pertabahan fluks medan magnet pada loop abcda yang arahnya menjauhi pembaca.da= . menemukan bentuk awal dari Bunsen burner.dΦdt Jadi ggl timbul karena ada perubahan fluks di dalam loop. Tanda minus pada hukum Faraday menunjukkan hukum Lenz . Telah dibahas bahwa ggl yang dihasilkan oleh loop yang digerakkan di dalam medan magnet serba sama adalah ε= . Dengan menggunakan teorema Stoke. Ggl yang dihasilkan oleh medan magnet yang berubah dan loop yang digerakkan adalah sama. Dengan . antara lain ia mengungkapkan bahan bansena. anoda. menemukan bilangan oksidasi. yaitu fluks yang melewati loop itu semakin besar. yaitu ∮E .dl= ∫∇ x E.

da2 Yang dapat ditulis dalam bentuk : ϕ2=M21 I1 Dimana ϕ2= ∫B1 da2= ∫∇ x A1.demikian untuk menguranginya (melawannya). sehingga sesuai aturan tangan kanan arah arusnya (yang mengalir pada loop abcda) berlawanan dengan arah gerak jarum jam. dl2 Sesuai persamaan diatas . III. da2= ∮A1 . bila loop 1 yang panjangnya l1 berarus I1 makan pada loop 2 yang berjarak r dari loop 1 terdapat medan magnet B1= μo4π I1 ∮dl1 x rr2 Jadi B1 adalah medan magnet yang terdapat pada loop – 2 yang berjarak r dari loop-1. arah medan magnet yang ditimbulkan oleh arus tersebut arahnya menuju pembaca.Induktansi Ada dua buah loop. Dengan demikian fluks magnetic pada loop – 2 adalah ϕ2= ∫B1. maka : A1= μo I14π ∮dl1r Sehingga ϕ2= μo I14π ∮dl1r. dl2 .

jadi bukan kerja yang dilakukan oleh ggl. maka kerja total yang dilakukan per satuan waktu.Idl Dan bila digeneralisasikan untuk arus volum dapat ditulis W= 12 volumeA.Jdτ Sesuai hukum Ampere ∇ x B = μoJ. Tanda minus menunjukkan bahwa kerja itu dilakukan untuk melawan ggl.da= cA.Dengan demikian M21 pada persamaan diatas dapat ditulis menjadi : M21= μo4π ∬dl1dl2r Persamaan diatas disebut Formula Neumann. dwdt= . Karena muatan per satuan waktu yang mengalir dikawat adalah I.dl Dengan demikian W= 12 I cA. yaitu : . IV. maka dapat ditulis : W= 12 cA. maka J pada persamaan di atas dapat dieleminasi. maka hasilintegrasinya terhadap waktu adalah : W= 12 L I2 Ada cara lain untuk menuliskan W yang dapat digeneralisasikan untuk arus permukaan maupun arus volume. adalah –ε.dl Bila arus dinyatakan dalam bentuk vector. Fluks magnetic adalah ϕ= sB.∇xBdτ Dengan menggunakan aturan 6. melawan kerja yang dilakukan oleh ggl.dl Karena Φ = LI maka LI= cA. sehingga W= 12μo volumeA.da = s∇ x A.ε L=LI dldt Jika keadaan awalnya di dalam rangkaian tertutup belum ada arus listrik dan keadaan akhirnya adalah I. Energi Medan Magnetik Kerja yang dikakukan pada satu satuan muatan di dalam suatu rangkaian tertutup. yaitu dengan cara sebagai berikut.

(∇ x A)-A .∇AxBdτ W= 12μ0 volume B2dτ.∇ x B.∇. (AxB)= B. W hanya bergantung pada integral volume.permukaan AxB. maka pada permukaan batas ruangan tersebut medan magnetnya mendekati nol. medan magnetnya semakin kecil.da Integralnya pada persamaan di atas dikerjakan untuk seluruh ruangan yang melingkupi arus listrik dan medan magnet yang dihasilkan. W dapat ditulis dalam bentuk sebagai berikut: W= 12μo B2 dτ. yaitu : W= 12μo seluruh ruangB2dτ .(AxB) Dengan demikian.AxB= B2.( ∇ x A ) = B2 Sehingga ∇ . sehingga integralnya terhadap permukaan batas ruangan tersebut hasilnya juga dianggap sama dengan nol. Karena semakin jauh dari sumber. sesuai persamaan diatas. karena (∇ x A)=B maka B .∇ . Dengan demikian.

Contoh Soal Dua buah silinder panjang.baE . Bila beda potensial anta kedua silinder dijaga agar selalu sama dengan V.V. Bila muatan per satuan panjang pada silinder kecil itu adalah λ. masing – masing jari – jarinya a dan b (a<b). maka medannya berarah ke luar. dipisahkan oleh bahan dengan konduktivitas σ.dl= λ2πε0lnba atau λ= 2πε0ln baV Sehingga I= 2πσLlnba V . tentukan arus yang mengalir dari silinder yang satu ke yang lainnya.da = σ λ2πε0r 2πrL= σ1ε0 λL Dan. Penyelesaian : Medan listrik di ruang antara dua silinder oleh muatan dari silinder kecil (silinder dalam). beda potensial antara kedua silinder adalah V= . yaitu E= λ2πεor ŕ Dengan demikian arusnya adalah I= J.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->