P. 1
Tugas Sejarah g 30 Spki

Tugas Sejarah g 30 Spki

|Views: 126|Likes:
Published by Lenzy Andre Famela

More info:

Published by: Lenzy Andre Famela on Feb 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

1. Mendeskripsikan gejolak sosal di berbagai daerah pada awal kemerdekaan!

Belanda datang kembali ke Indonesia melalui misi Sekutu yang ingin melucuti senjata dan memulangkan para interniran. Belanda Ingin menegakkkan kekuasaannya kembali di Indonesia. Akibatnya, dibeberapa daerah pada awal kemerdekaan terjadi gejolak sosial yang mengakibatkan terjadinya pertempuran antara pihak Indonesia dan Jepang serta Belanda yang membonceng Sekutu. Melihat posisi Jepang yang condong pada Sekutu, para pemuda yang bergabung dalam BKR betekad melucuti senjata dan mengambil alih kekuasaan dari tangan Jepang. Bangsa Indonesia dengan sekuat tenaga melakukan perlawanan guna tetap menegakkkan kemerdekaan kedaulatan Negara Republik Indonesia. Musuh dari luar yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan adalah pasukan Jepang dan Sekutu. Untuk menghimpun kekuuatan maka para pemuda segera membentuk badan-badan perjuangan. Tekad perjuangan kaum muda diasalurkan melaui Komite Van Aksi. Van Aksi mempelopori pengambilalihan kekuasaan dan pelucutan senjata sehingga terjadi pertempuranpertempuran sengit antara pemuda Indonesia dan Jepang di berbagai daerah berikut ini : 1. Jakarta Pada tanggal 19 September 1945 di Jakrta berlangsung rapat umum di Lapangan Ikada dalam rangka unjuk rasa semangat kemerdekaan. Rapat tersebut mendapi ancaman dari tentara Jepang. Akibatnya sikap antipati yang ditunjukan Jepang beberapa hari kemudian para pejuang BKR dan pemuda menyerbu gudang senjata Jepang di Cilandak. 2. Bandung Para pemuda dan kaum buruh mengadakan perampasan senjarta baik digudang maupun pabrik senjata di Lapangan Terbang Andir. Disamping itu, para pelajar dan pemuda mantan Peta mberhasil melucuti senjata pasukan panser Jepang. 3. Surabaya Rakyat dipelopori BKR merebut komplek penyimpangan senjata Jepang dan pemancar radio di Embong Malang. 4. Semarang (Pertempuran 5 Hari Di Semarang) Pada tanggal 15-20 Oktober 1945 terjadi pertempuran antara pejuang Indonesia dan Jepang yang dikenal dengan peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang. Peristiwa ini diawali dengan adanya desas-desus bahwa Jepang

1

Seorang pemuda bernama Arifin gugur. PRRI. seperti PKI Madiun 1948. Gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) merupakan salah satu gerakan yang mengancam disintegrasi bangsa. Untuk mengenang jasa Arifin di abadikan menjadi nama sebuah Jembatan di Surakarta. Dr. Dipihak semarang sekitar 2. Aceh Di Aceh. Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa dalam bentuk pergolakan Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan. bangsa Indonesia masih perlu melakukan banyak perjuangan lagi untuk mempertahankan kesatuannya karena banyaknya ancaman disintegrasi bangsa dalam bentuk pergolakan dan pemberontakan. namanya diabadikan menjadi nama sebuah rumah sakit umum di Semarang. Pertempuran ini banyak menimbulakn korban jiwa di kedua belah pihak. diantaranya adalah Bireun. Sayangnya. Pertempuran sengit pun terjadi. DI/TII. G 30 S/PKI. Karyadi menimbulakn kemarahan penduduk Semarang sehingga terjadi pertempuran. Karyadi sebagai Kepala Laboratorium Pusat Rumah Sakit Semarang melakukan pemeriksaan. Karyadi ditembak Jepang. 2. Surakarta Markas Kampetai di Surakarta dikepung oleh rakyat. Gugurnya dr. terbentuk dengan segala upaya perjuangan pejuang di masa lampau hingga akhirnya membentuk suatu kesatuan serta berhasil bebas dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa lain yang kemudian membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 2 . Pertama kali muncul di Jawa Barat.telah meracuni cadangan air minum penduduk di Candi. dr. Jepang bermaksud merebut kota itu kemudian kembali mengerahkan pasukan dari Lhokseumawe. 6. tetapi para pemuda berhasil mencegatnya di Krueng Panjoe. Permesta. gabungan dari berbagai daerah yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Sulawesi Selatan. Kalimantan Selatan. serta Aceh. Andi Aziz.000 orang gugur dan dari pihak Jepang 100 orang tentaranya juga tewas. Untuk membuktikan kebenaran desas-desus tersebut. Jawa Tengah. untuk mengenang jasa dr. Pada saat sedang memeriksa sumber air tersebut. kemudian disusul daerahdaerah lainnya. 5. Karyadi. setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia para pemuda berhasil merebut beberapa kota. Untuk mengenang peristiwa di Semarang didirikan Monumen Tugu Muda Semarang itu. RMS. segala perjuangan yang penuh jerih payah secara fisik maupun diplomasi tersebut masih belum cukup. Pertempuran itu berlangsung sengit yang mengakibatkan 28 orang Jepang tewas dan senjata mereka dirampas (24 November 1945). DI/TII merupakan suatu kelompok yang memiliki gagasan untuk membentuk sebuah negara Islam di wilayah Republik Indonesia..

Kedua gerakan tersebut berhubungan karena alasan mereka melakukannya adalah kekecewaan yang ditimbulkan oleh ketidaksesuaian yang terjadi antara pihak daerah mereka dan pemerintah. Karena itu. Awalnya Aceh mendukung pemerintah bahkan menjadi salah satu modal utama kemerdekaan RI hingga pada akhirnya pemerintah melakukan hal yang membuat mereka marah. Sama seperti gerakan sebelumnya. Namun sulit dilakukan karena faktor beratnya keadaan geografis Aceh dan dukungan rakyat Aceh terhadap Beureuh. Kesalahan yang pernah dilakukan yaitu terjadi pembunuhan massal oleh TNI. dan pemerintah.DI/TII di Aceh tersebut dipimpin oleh Daoed Beureuh. Beureueh menurut karena ada janji akan dibuatkan UU Syariat Islam bagi rakyat Aceh (baru terwujud tahun 2001). Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh diprakarsai. Akhirnya. Para pemimpin gerakan menjadi pencetus-pencetus pemikiran akan bagaimana Aceh seharusnya dan apa yang seharusnya mereka perbuat demi mempertahankan Aceh seperti yang mereka inginkan. Lalu muncullah gerakan ‘baru’ yang mengancam disintegrasi bangsa Indonesia yaitu Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh. gerakan tersebut dapat diakhiri. sehingga penumpasan dilakukan melalui pendekatan sosial budaya. GAM layaknya lanjutan dari tuntutan mereka. tokoh ulama Aceh. Beureuh kemudian mengeluarkan maklumat mengenai penyatuan Aceh ke dalam Negara Islam Indonesia (DI) pimpinan Kartosuwirjo dan mereka pun melakukan gerilya. sekitar 64 warga Aceh tak berdosa dibariskan di lapangan lalu ditembaki. Hal tersebut membuat para tokoh Aceh pro-Soekarno kecewa. Merupakan waktu yang tergolong cukup lama bagi suatu gerakan separatis untuk bertahan selama itu hingga pada akhirnya kedua belah pihak mau bekerja sama untuk menuntaskan masalah tersebut secara damai dan bukanlah secara fisik seperti yang telah dilakukan selama ini namun terbukti gagal menyelesaikan masalah. Dipimpin oleh tokoh-tokoh yang hampir sama. industrialisasi di Aceh menyebabkan beberapa efek samping yang bertentangan dengan Islam dan adat rakyat Aceh. alasan gerakan tersebut dilakukan adalah karena mereka merasakan kekecewaan. Hampir sama seperti gerakan-gerakan semacamnya. Pada akhirnya. masalah baru muncul ketika pemerintahan Soeharto. Gerakan tersebut bertahan dari sekitar tahun 1970 hingga akhir tahun 2005. Pemimpin-pemimpin 3 . mempertemukan Beureuh. Dalam hal ini kekecewaan datang karena status Daerah Istimewa Aceh berubah menjadi sebuah keresidenan di bawah Provinsi Sumatera Utara sehingga hal tersebut ditentang oleh Beureuh didukung masyarakat yang menginginkan Aceh menjadi provinsi yang memiliki otonomi sendiri. Sayangnya. Reaksi pemerintah terhadap gerakan tersebut yaitu berusaha menumpasnya. seperti Beureuh (meskipun kemudian menemui ajalnya dan posisinya digantikan).

ternyata pemimpin GAM sudah merencanakan dengan matang di jalur yang lain dengan menjalin hubungan dengan negara lain (jalur diplomasi) untuk mengendalikan opini dunia. Selain itu. Ketika rakyat sudah tergabung menjadi satu dengan satu visi dan misi. negara kesatuan tersebut tidak akan berbentuk sama lagi yaitu dengan Aceh didalamnya.tersebutlah yang mencetuskan. Dari hal-hal tersebut. Gerakan tersebut jelas mengancam disintegrasi bangsa karena dengan gerakan yang mereka lakukan yang bertujuan memisahkan diri dari NKRI. Layaknya belum cukup memiliki ‘teman’ oknum TNI dan Polri serta dana yang besar untuk memiliki persediaan persenjataan yang cukup untuk mempertahankan diri dan melawan. yang lebih ke depan lagi. mengumpulkan dan menggerakan rakyat. maka mereka telah memiliki kekuatan untuk melawan pemerintah yang ada. Sedangkan rakyat menjadi penyokong apa yang mereka cetuskan. tentu saja. bila gerakan tersebut berhasil dan pemerintah RI melepasnya dari NKRI. dan melakukan aksi. bersatu dengan pemikiran yang seragam. merencanakan. Hal tersebut tentu saja didukung oleh dana yang mengalir lancar (didapat dari pungutan biaya keamanan yang cukup besar dari pengusaha-pengusaha kaya di daerah tersebut dan yang ada di luar negeri) yang mampu membiayai pembelian persenjataan dan pembuatan pabrik senjata mereka yang diperlukan untuk bertempur dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). apalagi dengan kepercayaan bahwa daerah mereka memang sudah kuat dan mampu berdiri sendiri tanpa Republik Indonesia Yang ironis adalah senjata-senjata yang berhasil dibeli oleh mereka ternyata sumber salah satunya yaitu oknum TNI dan Polri di Jakarta dan Bandung melalui pasar gelap. pastilah gerakan-gerakan semacam itu yang ada di daerah-daerah lainnya akan bangkit kembali membawa kekecewaan-kekecewaan 4 . Hal tersebut menjadi tampak menyedihkan karena ternyata orangorang tersebut lebih mementingkan kepentingan pribadinya yaitu memenuhi rasa haus akan kekayaan padahal negara terancam terpecah-belah dan mereka sebagai oknum di bidang keamanan melakukan hal yang malah mendukung kegiatan yang mengancam disintegrasi bangsa tersebut. NKRI terancam kesatuannya karena dengan berpisahnya salah satu bagian. mereka berhasil mengancam disintegrasi bangsa. Maka. ditambah dengan pemimpin yang dipandang. mereka telah melakukannya dengan terencana melalui pemikiran yang matang serta tujuan dan maksud yang jelas sehingga gerakan ini mampu bertahan dalam waktu yang panjang hingga pada akhirnya mampu diatasi oleh pemerintah secara tuntas. menyumbangkan tenaga mereka demi apa yang mereka anggap memang telah terjadi dan tidak sesuai dengan apa yang seharusnya seperti yang telah dicetuskan oleh para pemimpin tersebut. dapat dikatakan bahwa ketika mereka melakukan gerakan pemisahan tersebut.

kedua belah pihak awalnya saling ‘mendorong’ secara fisik. Tidakkah hal tersebut sangatlah tidak bermoral ―melibatkan anak kecil yang bahkan mungkin tidak mengerti sama sekali inti dari masalah yang ada. GAM mempersenjatai anak-anak di bawah umur. gerakan yang dilakukan di Aceh tersebut telah menarik banyak perhatian. Tidakkah inti dari gerakan tersebut sesungguhnya untuk melawan pemerintah dan menyuarakan kekecewaan yang sesuai dengan hati rakyat ―bukannya malah ‘menyusahkan’ rakyat? Dilihat dari sisi positifnya. Rakyat melakukan tugas mereka dalam mengatur bagaimana suatu negara seharusnya memenuhi kebutuhan rakyatnya. apalagi negara 5 . Mengenai cara mereka melakukan gerakan maupun cara gerakan tersebut ditumpas. bagaimana masyarakat luar daerah tersebut dapat mempercayai pemerintah dalam menjaga keamanan yang ada apalagi bagi golongan masyarakat yang tidak tahu-menahu di dalam daerah tersebut? Masyarakat di luar daerah pastilah mempertanyakan apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh TNI selama ini hingga tidak mampu mendorong mundur GAM yang jumlah anggotanya tidaklah lebih banyak. Hal tersebut jelas sangat merugikan rakyat.mereka terhadap pemerintah atau keadaan mereka dan berusaha memisahkan diri dari NKRI seperti apa yang dilakukan ‘pendahulu’ mereka demi mendapat apa yang didapat oleh ‘pendahulu’ mereka pula. Dari sana. GAM berperang melawan TNI. masyarakat setempat merasakan ketakutan dan ketidakjelasan mengenai keadaan yang terjadi. Seharusnya pemerintah berusaha untuk mendengarkan apa yang sesungguhnya diinginkan oleh rakyat. Dengan adanya kenyataan tersebut. Banyak penduduk yang sesungguhnya tidak mengerti akan apa yang terjadi dan dipaksa untuk mengikuti keadaan agar nyawanya tidak melayang. menyodorkan senjata layaknya hal tersebut adalah mainan belaka. otomatis hal tersebut membuat lawan TNI tidak hanya pasukan GAM namun ‘anak-anak kecil’ yang seharusnya tidak ikut dalam masalah tersebut. Hal tersebut memakan banyak korban rakyat. Sedangkan masyarakat di dalam daerah tersebut mempertaruhkan nyawa mereka bila tidak berpihak maka tentu saja mereka memihak GAM yang mempersenjatai mereka dan berasal dari kelompok masyarakat yang sama. suara rakyat memang perlu didengarkan. hal tersebut membuat bangsa menjadi terpecah belah. Tentu saja. mengajarkan kekerasan pada insan yang ‘tak berdosa’ tersebut? Berhubungan dengan hal itu. Dilihat lebih dalam lagi. dapat terlihat bahwa salah satu tujuan dari bangsa ini yaitu kesejahteraan rakyat tidak tercapai karena golongan rakyat yang tidak tahumenahu menjadi korban karena tidak mampu diselamatkan oleh TNI. Apalagi bila beberapa kelompok separatis memanfaatkan keadaan tersebut untuk juga melakukan gerakannya masing-masing. Bahkan dikabarkan bahwa TNI juga bertanggung jawab atas tewasnya pendudukpenduduk dengan cara yang tidak jelas.

3.5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Pada era "Demokrasi Terpimpin". tidaklah mustahil bahwa suatu masalah dapat diselesaikan dengan baik sebelum hal tersebut berhasil mengancam disintegrasi bangsa Indonesia. sudah seharusnya pemerintah Indonesia sadar bahwa mereka memegang peran yang sangat penting. Selain itu. Rekonstruksi peristiwa gerakan 30 september PKI merupakan partai komunis yang terbesar di seluruh dunia. Menuntut adalah hal yang wajar namun perlu disertai dengan pemikiran yang logis dan cara-cara yang tepat mengingat kini zaman sudah berubah menjadi lebih modern dan cara-cara fisik tidaklah lagi efektif melainkan seharusnya dilakukan dengan cara diplomatis sehingga suaranya benar-benar ‘didengar’ sehingga mampu mencari jalan keluar yang memuaskan bagi kedua pihak tanpa perlu menjatuhkan banyak korban rakyat atau merugikan pihak-pihak lainnya. PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung. Dari sana. di luar Tiongkok dan Uni Soviet. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani).Indonesia adalah negara dengan asas demokrasi.5 juta. Dengan adanya banyaknya ancaman disintegrasi bangsa di Indonesia. organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3. Melalui cara diplomasi dan kerja sama dari kedua belah pihak. kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh 6 . Indonesia yang awalnya bersatu dalam kerapuhan akan mampu menjadi sebuah negara kesatuan yang bersatu dalam kekuatan. daerah-daerah yang ada seharusnya juga menyadari bahwa tidaklah mudah untuk mengurus suatu negara yang besar yang memiliki wilayah yang luas serta beragam seperti Indonesia. PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis. untuk rakyat. oleh rakyat. Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM. Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin".sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. dari rakyat. Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden . Anggotanya berjumlah sekitar 3. seharusnya hal tersebut mendorong pemerintah untuk melakukan pekerjaannya dengan lebih baik sehingga ancaman-ancaman yang umumnya datang karena rasa kekecewaan terhadap pemerintah tersebut tidak lagi muncul. Berdasarkan ‘pengalaman’ tersebut. ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya.

Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan "Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi". gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Di bulan Agustus 1964. Kemungkinan besar PKI meniru revolusi Bolsevik di 7 . Tetapi petinggi Angkatan Darat tidak setuju dan hal ini lebih menimbulkan nuansa curiga-mencurigai antara militer dan PKI. Untuk mencegah berkembangnya konfrontasi revolusioner itu. Aidit menganjurkan semua anggota PKI membersihkan diri dari "sikap-sikap sektarian" kepada angkatan bersenjata. inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah. Dari tahun 1963. Pandangan lain mengatakan bahwa PKI-lah yang mengusulkan pembentukan Angkatan Kelima tersebut dan mempersenjatai mereka. Pendapatan ekspor menurun. tidak peduli tanah siapa pun (milik negara=milik bersama). Bentrokan-bentrokan tersebut dipicu oleh propaganda PKI yang menyatakan bahwa petani berhak atas setiap tanah. Angkatan kelima Perayaan Milad PKI yang ke 45 di Jakarta pada awal tahun 1965 Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok. Pada awal tahun 1965 Bung Karno mempunyai ide tentang Angkatan Kelima yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI. Perdana Menteri Zhou Enlai menjanjikan untuk mempersenjatai 40 batalion tentara secara lengkap. Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ratusan ribu petani bergerak merampas tanah dari para tuan tanah besar. mengimbau semua pengarang dan seniman sayap-kiri untuk membuat "massa tentara" subyek karya-karya mereka. PKI mengimbau semua pendukungnya untuk mencegah pertentangan menggunakan kekerasan terhadap para pemilik tanah dan untuk meningkatkan kerjasama dengan unsur-unsur lain.dan petani. penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S. Bentrokan-bentrokan besar terjadi antara mereka dan polisi dan para pemilik tanah. kepemimpinan PKI makin lama makin berusaha menghindari bentrokan-bentrokan antara aktivis massanya dan polisi dan militer. foreign reserves menurun. Pemimpinpemimpin PKI mementingkan "kepentingan bersama" polisi dan "rakyat". termasuk angkatan bersenjata.

Hal ini dapat dibuktikan dengan nama jabatannya (Menpangab. Kepemimpinan PKI menjawab ini dengan memasuki pemerintahan dengan resmi. Rejim Sukarno mengambil langkah terhadap para pekerja dengan melarang aksiaksi mogok di industri. yang terdiri dari pekerja dan petani yang bersenjata. Pada permulaan 1965. termasuk para komunis". Kepemimpinan PKI tidak berkeberatan karena industri menurut mereka adalah milik pemerintahan NASAKOM. Tidak lama PKI mengetahui dengan jelas persiapan-persiapan untuk pembentukan rejim militer. kepemimpinan PKI malah berusaha untuk membatasi pergerakan massa yang makin mendalam ini dalam batas-batas 8 . Jendral-jendral tersebut masuk kabinet karena jabatannya di militer oleh Sukarno disamakan dengan setingkat mentri. Menteri-menteri PKI tidak hanya duduk di sebelah para petinggi militer di dalam kabinet Sukarno ini. Pengangkatan Jenazah di Lubang Buaya Aidit memberikan ceramah kepada siswa-siswa sekolah angkatan bersenjata di mana ia berbicara tentang "perasaan kebersamaan dan persatuan yang bertambah kuat setiap hari antara tentara Republik Indonesia dan unsur-unsur masyarakat Indonesia. Pada waktu yang sama.Rusia. para buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik AS. Bukannya memperjuangkan mobilisasi massa yang berdiri sendiri untuk melawan ancaman militer yang sedang berkembang itu. Menpangad. menyatakan keperluan untuk pendirian "angkatan kelima" di dalam angkatan bersenjata. jendral-jendral militer tingkat tinggi juga menjadi anggota kabinet. tetapi mereka terus mendorong ilusi yang sangat berbahaya bahwa angkatan bersenjata adalah merupakan bagian dari revolusi demokratis "rakyat". dan lainlain). di mana di sana rakyat dan partai komunis menyita milik Tsar dan membagi-bagikannya kepada rakyat.

Aidit tahu persis bahwa Bung Karno hanya sakit ringan saja. Di bulan Mei 1965. Keributan antara PKI dan islam (tidak hanya NU. Mereka. Kiai-kiai NU yang kebanyakan tuan tanah menolak gerakan PKI untuk membagi-bagikan tanah kepada petani yang tidak memiliki tanah. di Jawa Barat. Sementara itu di Jawa Timur juga terjadi keributan antara PKI dan NU. PKI di beberapa tempat bahkan sudah mengancam kyai-kyai bahwa mereka akan disembelih setelah tanggal 30 September 1965 (hal ini membuktikan bahwa seluruh elemen PKI mengetahui rencana kudeta 30 September tersebut). melibatkan sebagian massa pengikutnya dengan melibatkan backing aparat keamanan. Tahunya Aidit akan jenis sakitnya Sukarno membuktikan bahwa hal tersebut sengaja dihembuskan PKI untuk memicu ketidakpastian di masyarakat. berusaha menenangkan bahwa usul PKI akan memperkuat negara. Namun menurut Subandrio. depan jendral-jendral militer.hukum kapitalis negara. Politbiro PKI masih mendorong ilusi bahwa aparatus militer dan negara sedang diubah untuk memecilkan aspek anti-rakyat dalam alatalat negara. Kepemimpinan PKI tetap berusaha menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia. Peristiwa yang menonjol dalam rangka ini antara lain peristiwa Bandar Betsi di Sumatera Utara dan peristiwa di Klaten yang disebut sebagai ‘aksi sepihak’ dan kemudian digunakan sebagai dalih oleh militer untuk membersihkannya. Jawa Timur. Aidit menyatakan dalam laporan ke Komite Sentral PKI bahwa "NASAKOMisasi" angkatan bersenjata dapat dicapai dan mereka akan bekerjasama untuk menciptakan "angkatan kelima". dan di propinsi-propinsi lain juga terjadi hal demikian. Panitia Agraria yang menghasilkan UUPA terdiri dari wakil pemerintah dan wakil berbagai ormas tani yang mencerminkan 10 kekuatan partai politik pada masa itu. Isu sakitnya Bung Karno Sejak tahun 1964 sampai menjelang meletusnya G30S telah beredar isu sakit parahnya Bung Karno. 9 . jadi hal ini bukan merupakan alasan PKI melakukan tindakan tersebut. Isu masalah tanah dan bagi hasil Pada tahun 1960 keluarlah Undang-Undang Pokok Agraria (UU Pokok Agraria) dan Undang-Undang Pokok Bagi Hasil (UU Bagi Hasil) yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari Panitia Agraria yang dibentuk pada tahun 1948. Hal ini meningkatkan kasak-kusuk dan isu perebutan kekuasaan apabila Bung Karno meninggal dunia. tapi juga dengan Persis dan Muhammadiya) itu pada dasarnya terjadi di hampir semua tempat di Indonesia. Walaupun undang-undangnya sudah ada namun pelaksanaan di daerah tidak jalan sehingga menimbulkan gesekan antara para petani penggarap dengan pihak pemilik tanah yang takut terkena UUPA.

“ Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur. mengeluh. Posisi Angkatan Darat pada saat itu serba salah karena di satu pihak mereka tidak yakin mereka dapat mengalahkan Inggris. Akhirnya para pemimpin Angkatan Darat memilih untuk berperang setengah hati di Kalimantan. Mengetahui bahwa tentara Indonesia tidak mendukungnya. mengakui bahwa ia adalah seorang yang memiliki harga diri yang sangat tinggi. dan di lain pihak mereka akan menghadapi Soekarno yang mengamuk jika mereka tidak berperang. Hal ini juga dapat dilihat dari kegagalan operasi gerilya di Malaysia.H. merobek-robek foto Soekarno. konfrontasi tak dilakukan sepenuh hati dan ia merasa operasinya disabotase dari belakang[3]. Di satu pihak Letjen Ahmad Yani tidak ingin melawan Malaysia yang dibantu oleh Inggris dengan anggapan bahwa tentara Indonesia pada saat itu tidak memadai untuk peperangan dengan skala tersebut. Brigadir Jenderal Suparjo. Soekarno merasa kecewa dan berbalik mencari dukungan PKI untuk melampiaskan amarahnya kepada Malaysia. Perintah Soekarno kepada Angkatan Darat untuk meng"ganyang Malaysia" ditanggapi dengan dingin oleh para jenderal pada saat itu. dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk merubah keinginannya meng"ganyang Malaysia".Faktor Malaysia Negara Federasi Malaysia yang baru terbentuk pada tanggal 16 September 1963 adalah salah satu faktor penting dalam insiden ini[1]. padahal tentara Indonesia sebenarnya sangat mahir dalam peperangan gerilya. ” Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan Tunku yang menginjakinjak lambang negara Indonesia[2] dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan sebutan "Ganyang Malaysia" kepada negara Federasi Malaysia yang telah sangat menghina Indonesia dan presiden Indonesia. komandan pasukan di Kalimantan Barat. sedangkan di pihak lain Kepala Staf TNI Angkatan Darat A. 10 . membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda. Konfrontasi IndonesiaMalaysia merupakan salah satu penyebab kedekatan Presiden Soekarno dengan PKI. amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak. menjelaskan motivasi para tentara yang menggabungkan diri dalam gerakan G30S/Gestok (Gerakan Satu Oktober). Nasution setuju dengan usulan Soekarno karena ia mengkhawatirkan isu Malaysia ini akan ditunggangi oleh PKI untuk memperkuat posisinya di percaturan politik di Indonesia. Soekarno. Tak heran. dan juga pada akhirnya menyebabkan PKI melakukan penculikan petinggi Angkatan Darat. seperti yang ditulis di otobiografinya. di mana para demonstran menyerbu gedung KBRI.

berperang hanya dengan setengah hati. PKI juga memanfaatkan kesempatan itu untuk keuntungan mereka sendiri. Soekarno juga mengetahui hal ini. tetapi tidak sekarang. Suatu saat saya akan membereskan PKI. justru para penentangnyalah yang menghadapi keadaan yang buruk. jadi motif PKI untuk mendukung kebijakan Soekarno tidak sepenuhnya idealis. Manusia jang tjongkak dengan suarabatin yang menjala-njala. "Kamu bisa menjadi teman atau musuh saya. manusia jang mengakui bahwa ia mentjintai dirinja sendiri tidak mungkin mendjadi satelit jang melekat pada bangsa lain. ditambah hubungan internasional PKI dengan Partai Komunis sedunia. Dia tidak mungkin menjadi boneka. ” Di pihak PKI. "Soekarno berkata. Malaysia itu musuh nomor satu. Peranan badan intelejen Amerika Serikat (CIA) pada peristiwa ini sebatas memberikan 50 juta rupiah (uang saat itu) kepada Adam Malik dan walkie-talkie serta obat-obatan kepada tentara Indonesia. mereka menjadi pendukung terbesar gerakan "ganyang Malaysia" yang mereka anggap sebagai antek Inggris. Dari sebuah dokumen rahasia badan intelejen Amerika Serikat (CIA) yang baru dibuka yang bertanggalkan 13 Januari 1965 menyebutkan sebuah percakapan santai Soekarno dengan para pemimpin sayap kanan bahwa ia masih membutuhkan dukungan PKI untuk menghadapi Malaysia dan oleh karena itu ia tidak bisa menindak tegas mereka. . Untukku. mereka melihat posisi PKI yang semakin menguat sebagai suatu ancaman. Soekarno tidak mungkin menghambakan diri pada dominasi kekuasaan manapun djuga. antek nekolim. Faktor Amerika Serikat Amerika Serikat pada waktu itu sedang terlibat dalam perang Vietnam dan berusaha sekuat tenaga agar Indonesia tidak jatuh ke tangan komunisme. karena posisi Indonesia yang melemah di lingkungan internasional sejak keluarnya Indonesia dari PBB (20 Januari 1965). Pada saat PKI memperoleh angin segar.“ Soekarno adalah seorang individualis. khususnya dengan adanya poros Jakarta-BeijingMoskow-Pyongyang-Phnom Penh. perpecahan internal yang terjadi mulai mencuat ketika banyak tentara yang kebanyakan dari Divisi Diponegoro yang kesal serta kecewa kepada sikap petinggi Angkatan Darat yang takut kepada Malaysia... Mereka memutuskan untuk berhubungan dengan orang-orang dari PKI untuk membersihkan tubuh Angkatan Darat dari para jenderal ini. namun ia memutuskan untuk mendiamkannya karena ia masih ingin meminjam kekuatan PKI untuk konfrontasi yang sedang berlangsung. dan berkhianat terhadap misi yang diberikan Soekarno."[2] Dari pihak Angkatan Darat. Itu terserah kamu. Politisi Amerika pada bulan-bulan 11 . Namun ia juga menegaskan bahwa suatu waktu "giliran PKI akan tiba.

gaplek. dan hingga akhir Oktober masih terjadi kebingungan atas pembantaian di Jawa Tengah. Dalam telegram kepada Presiden Johnson tanggal 6 Oktober. Namun hingga saat ini kedua pandangan tersebut tidak memiliki banyak bukti-bukti fisik. Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh). agen CIA menyatakan ketidakpercayaan kepada tindakan PKI yang dirasa tidak masuk akal karena situasi politis Indonesia yang sangat menguntungkan mereka. Bali serta tempattempat lainnya. terutama dari kalangan korban dari insiden ini. G30S/PKI. Sebagai akibat dari inflasi tersebut. Pandangan lain. Jawa Timur. rakyat kelaparan dan terpaksa harus antri beras. Jawa Timur. Faktor ekonomi Ekonomi masyarakat Indonesia pada waktu itu yang sangat rendah mengakibatkan dukungan rakyat kepada Soekarno (dan PKI) meluntur. Faktor ekonomi ini menjadi salah satu sebab kemarahan rakyat atas pembunuhan keenam jenderal tersebut. 12 . Mereka tidak sepenuhnya menyetujui kebijakan "ganyang Malaysia" yang dianggap akan semakin memperparah keadaan Indonesia. minyak. menyebutkan bahwa Amerika menjadi aktor di balik layar dan setelah dekrit Supersemar Amerika memberikan daftar nama-nama anggota PKI kepada militer untuk dibunuh. banyak rakyat Indonesia yang seharihari hanya makan bonggol pisang. serta bahan makanan yang tidak layak dikonsumsi lainnya. Salah satu pandangan mengatakan bahwa peranan Amerika Serikat dalam hal ini tidak besar. hal ini dapat dilihat dari telegram Duta Besar Green ke Washington pada tanggal 8 Agustus 1965 yang mengeluhkan bahwa usahanya untuk melawan propaganda anti-Amerika di Indonesia tidak memberikan hasil bahkan tidak berguna sama sekali. dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha Kudeta yang dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia. yang berakibat adanya backlash terhadap PKI dan pembantaian orang-orang PKI di Jawa Tengah. umbi-umbian. Beberapa faktor yang berperan kenaikan harga ini adalah keputusan Suharto-Nasution untuk menaikkan gaji para tentara 500% dan penganiayaan terhadap kaum pedagang Tionghoa yang menyebabkan mereka kabur. gula. pun mereka menggunakan kain dari karung sebagai pakaian mereka.yang menentukan ini dihadapkan pada masalah yang membingungkan karena mereka merasa ditarik oleh Sukarno ke dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia ini. dan Bali dilakukan oleh PKI atau NU/PNI. Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI. Inflasi yang mencapai 650% membuat harga makanan melambung tinggi.

Bagaimana dia bisa memecahkan masalah yang terjadi pada malam 30 September dan segera bertindak begitu cepat? Kalau belum tahu rencana G30S/PKI ia tidak mungkin bisa melakukannya. Dia diam saja dan hanya manggut-manggut mendengar laporan itu. Latief (gembong PKI) bahwa dua kali ia memberitahukan kepada Soeharto tentang rencana penindakan terhadap sejumlah jendral. 13 . 4. Fakta bahwa sebagai perwira tinggi dengan fungsi pemandu di bawah Pangab Jendral A. Latief menginformasikan rencana penindakan terhadap pera Jendral itu dua hari dan enam sebelum hari H. Pengakuan Kol.4. Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut. Ratna Sari Dewi (mantan istri Bung Karo) pernah menyatakan: ?Sejak pagi 1 Oktober Soeharto sudah propaganda bahwa pelakunya PKI sepertinya dia sudah tahu semua seakan telah direncanakan. A. bagaimana ia bisa menguasai Indonesia? Harus diingat system komunikasi saat itu belum seperti sekarang. Padahal tugas panggilan dari Pangkostrad Mayjen Soeharto adalah untuk defile 5 Oktober. Namun Soeharto yang pada saat itu Panglima Kostrad tidak mengambil inisiatif melapor kepada atasannya. Soeharto tidak termasuk sasaran G30S/PKI. Teleponnya belum lancar dan tak ada yang punya telepon genggam. Hubungan emosional cukup dan amat dekat Soeharto dengan para pelaku PKI yakni Untung dan Latief sedangkan Sjam termasuk kolega Soeharto di tahuntahun sesudah Proklamasi. Menurut penuturan Mayjen (Purn) Mursjid.? 5. 2. 30 September malam menjelang 1 Oktober 1965 itu pasukan Yon 530/Brawijaya berada di sekitar Monas. ternyata kemudian dibeli oleh Soeharto seharga Rp 20 juta. Yani. Yang menjadi pertanyaan. Mayjen (Purn) Suharjo. mantan Pangdam Mulawarman yang sama-sama dalam tahanan dengan Mayor (Purn) Soekardi. Kalau betul Soeharto tidak berada dalam Inner Cycle gerakan. mengingat strategisnya posisi Kostrad apabila Negara dalam keadaan bahaya. Dalam bahasa laten menghadapkan Dewan Jendral kepada Presiden. 5. kemungkinan besar ia termasuk dalam daftar korban yang dihabisi di malam tersebut. Ini bisa dipertanyakan. eks Wadan Yon 530/Brawijaya menceritakan bahwa surat perintah dari Pangkostrad kepada DanYon 530 itu dalam rangka penugasan yang disinggung Jendral Mursjid tadi. Menganalisis dampak sosial politik dari peristiwa Gerakan 30 September Pada 30 September 1965. 3. enam jenderal senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu. Menganalisis beberapa pendapat tentang G 30 S PKI 1. Untung.

Satu-satunya bukti yang bisa dielaborasi adalah pertemuan Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad (pada zaman itu jabatan Panglima Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat tidak membawahi pasukan. Soekarno disebut-sebut memerintahkan pasukan Cakrabirawa untuk menangkap dan membawa mereka untuk diadili oleh Soekarno. Dinas intelejen Amerika Serikat mendapat data-data tersebut dari berbagai sumber. Hingga saat ini tidak ada bukti keterlibatan/peran aktif Soeharto dalam aksi penculikan tersebut. dan Harjono. Menanggapi isu ini. Dokumen Gilchrist yang diambil dari nama duta besar Inggris untuk Indonesia Andrew Gilchrist beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jenderal. dalam operasi penangkapan jenderal-jenderal tersebut. wartawan The Nation yang menulis buku "Indonesian Upheaval".Pada saat-saat yang genting sekitar bulan September 1965 muncul isu adanya Dewan Jenderal yang mengungkapkan adanya beberapa petinggi Angkatan Darat yang tidak puas terhadap Soekarno dan berniat untuk menggulingkannya. ia sering menukar data-data apa yang ia kumpulkan untuk mendapatkan fasilitas teleks untuk mengirimkan berita. Dokumen ini. yang dijadikan basis skenario film "The Year of Living Dangerously". salah satunya seperti yang ditulis John Hughes. terjadi tindakan beberapa oknum yang termakan emosi dan membunuh Letjen Ahmad Yani. yang oleh beberapa pihak disebut sebagai pemalsuan oleh intelejen Ceko di bawah pengawasan Jenderal Agayant dari KGB Rusia. berbeda dengan sekarang) dengan Kolonel Abdul Latief di Rumah Sakit Angkatan Darat Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah: Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi) • Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi) • Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan) • Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen) • Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik) • Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat) • 14 . Kedutaan Amerika Serikat juga dituduh memberikan daftar nama-nama anggota PKI kepada tentara untuk "ditindaklanjuti". Namun yang tidak diduga-duga. menyebutkan adanya "Teman Tentara Lokal Kita" yang mengesankan bahwa perwira-perwira Angkatan Darat telah dibeli oleh pihak Barat[4]. Panjaitan.

Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk menciptakan "persatuan nasional". Biro Politik dari Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi massa untuk mendukung "pemimpin revolusi Indonesia" dan tidak melawan angkatan bersenjata.. Berikut kutipan amanat presiden Sukarno kepada Suharto pada saat Suharto disumpah[5]: 15 . Mikoyan dan Kosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno: "Kita dan rekanrekan kita bergembira untuk mendengar bahwa kesehatan anda telah membaik.Imbauan ini akan dimengerti secara mendalam. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober 6. Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Pada tanggal 12 Oktober 1965. pemimpin-pemimpin Uni-Sovyet Brezhnev.Kita mendengar dengan penuh minat tentang pidato anda di radio kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindari kekacauan.. Leimena) • Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas) • Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas) • Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede. Sebaliknya. Sukarno melantik Mayjen Suharto menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat di Istana Negara. Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama "Tribune".J. Tampak Mayjen Soeharto di sebelah kanan Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan Revolusioner oleh para "pemberontak" dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan. yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dan para korbannya." Pada tanggal 16 Oktober 1965. putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau.. Mendeskripsikan proses kekuatan politik setelah peristiwa G 30 S PKI Pemakaman para pahlawan revolusi. Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban: Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr.. dan penghentian kekerasan.Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi target utama. Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut. selamat dari upaya pembunuhan tersebut.

Mongolia. saya perintahkan engkau. Saya doakan Tuhan selalu beserta kita dan beserta engkau! Dalam sebuah Konferensi Tiga Benua di Havana di bulan Februari 1966. Angkatan Udara. yang sama sekali berdiri diatas Trisakti. perwakilan Uni-Sovyet berusaha dengan segala kemampuan mereka untuk menghindari pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dituduh sebagai PKI. Manipol-USDEK telah ditentukan oleh lembaga kita yang tertinggi sebagai haluan negara Republik Indonesa. Soeharto.perkiraan yang konservatif menyebutkan 500. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di Jawa Tengah (bulan Oktober). Angkatan Bersenjata daripada Republik Indonesia yang sama sekali menjalankan Panca Azimat Revolusi. yang sama sekali berdiri atas prinsip Manipol-USDEK. yang sama sekali berdiri diatas Nasakom. dan sebagai Menteri dalam kabinetku. untuk bercampur-tangan di dalam urusan dalam negeri Indonesia. Oleh Angkatan Darat. kita semuanya. Parlemen Indonesia mengesahkan resolusi pada tanggal 11 Februari. dipupuk oleh semua kita. Angkatan Kepolisian Negara. dijalankan. Jawa Timur (bulan November) dan Bali (bulan Desember). UniSovyet dan negara-negara lain di Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika. sekarang Angkatan Darat pimpinannya saya berikan kepadamu. Dan oleh karena Manipol-USDEK ini adalah haluan daripada negara Republik Indonesia. Angkatan Laut. maka barulah revousi kita bisa jaya. Pendirian mereka mendapatkan pujian dari rejim Suharto. semua anggota dan pendukung PKI. yang sama sekali berdiri diatas prinsip Berdikari. Asia dan Amerika Latin. Hanya jikalau kita berdiri benar-benar di atas Panca Azimat ini. Berapa jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan persis . Namun diduga setidak-tidaknya satu ” 16 . maka dia harus dijunjung tinggi. menyatakan "penghargaan penuh" atas usaha-usaha perwakilan-perwakilan dari Nepal. yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia. sementara perkiraan lain menyebut dua sampai tiga juga orang. buatlah Angkatan Darat ini satu Angkatan dari pada Republik Indonesia. dan para pemimpin dan pelindung mereka. sebagai panglima Angkatan Darat." Penangkapan Simpatisan PKI Dalam bulan-bulan setelah peristiwa ini.“ Saya perintahkan kepada Jenderal Mayor Soeharto. yang berhasil menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusioner apa yang dinamakan pergerakan 30 September. atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI.000 orang. semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. kerjakan apa yang kuperintahkan kepadamu dengan sebaik-baiknya.

majalah "Time" memberitakan: "Pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan dalam skala yang sedemikian sehingga pembuangan mayat menyebabkan persoalan sanitasi yang serius di Sumatra Utara. terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. antara 500. Orang-orang dari daerah-daerah ini bercerita kepada kita tentang sungai-sungai kecil yang benar-benar terbendung oleh mayat-mayat. Johannes Surono Hadiwiyino." Di pulau Bali.000 orang pekerja dan petani dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. Diperkirakan sekitar 110. Koresponden khusus dari Frankfurter Allgemeine Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di pinggir jalan atau dibuang ke dalam galiangalian dan tentang desa-desa yang separuh dibakar di mana para petani tidak berani meninggalkan kerangka-kerangka rumah mereka yang sudah hangus.000 orang masih dipenjarakan sebagai tahanan politik pada akhir 1969. Di sana para Tamin. termasuk belasan orang sejak tahun 1980-an. 17 . di mana udara yang lembab membawa bau mayat membusuk. Simon Petrus Sulaeman dan Nobertus Rohayan. Empat tapol. adalah pelaku pembunuhanpembunuhan ini.000 orang menjadi korban di permulaan 1966. paling sedikit 35. yang sebelum itu dianggap sebagai kubu PKI. kelompok-kelompok pemuda dari organisasiorganisasi muslim sayap-kanan seperti barisan Ansor NU dan Tameng Marhaenis PNI melakukan pembunuhan-pembunuhan massal. tanpa adanya perlawanan sama sekali. dihukum mati hampir 25 tahun sejak kudeta itu. Eksekusi-eksekusi masih dilakukan sampai sekarang. Di kota-kota besar pemburuanpemburuan rasialis "anti-Tionghoa" terjadi. Pekerja-pekerja dan pegawaipegawai pemerintah yang mengadakan aksi mogok sebagai protes atas kejadian-kejadian kontra-revolusioner ini dipecat. Dihasut dan dibantu oleh tentara.000 dan satu juta anggota-anggota dan pendukung-pendukung PKI telah menjadi korban pembunuhan dan ratusan ribu lainnya dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. Pada akhir 1965. Sewaktu regu-regu militer yang didukung dana CIA [1] menangkapi semua anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian keji terhadap mereka.juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu. Di daerah-daerah lain. Ada laporan-laporan bahwa Sungai Brantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu "terbendung mayat". pasukan komando elite Partai Nasional Indonesia. Paling sedikit 250. para terdakwa dipaksa untuk membunuh teman-teman mereka untuk membuktikan kesetiaan mereka. Safar Suryanto. Transportasi sungai menjadi terhambat secara serius.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->