1. Mendeskripsikan gejolak sosal di berbagai daerah pada awal kemerdekaan!

Belanda datang kembali ke Indonesia melalui misi Sekutu yang ingin melucuti senjata dan memulangkan para interniran. Belanda Ingin menegakkkan kekuasaannya kembali di Indonesia. Akibatnya, dibeberapa daerah pada awal kemerdekaan terjadi gejolak sosial yang mengakibatkan terjadinya pertempuran antara pihak Indonesia dan Jepang serta Belanda yang membonceng Sekutu. Melihat posisi Jepang yang condong pada Sekutu, para pemuda yang bergabung dalam BKR betekad melucuti senjata dan mengambil alih kekuasaan dari tangan Jepang. Bangsa Indonesia dengan sekuat tenaga melakukan perlawanan guna tetap menegakkkan kemerdekaan kedaulatan Negara Republik Indonesia. Musuh dari luar yang dihadapi bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan adalah pasukan Jepang dan Sekutu. Untuk menghimpun kekuuatan maka para pemuda segera membentuk badan-badan perjuangan. Tekad perjuangan kaum muda diasalurkan melaui Komite Van Aksi. Van Aksi mempelopori pengambilalihan kekuasaan dan pelucutan senjata sehingga terjadi pertempuranpertempuran sengit antara pemuda Indonesia dan Jepang di berbagai daerah berikut ini : 1. Jakarta Pada tanggal 19 September 1945 di Jakrta berlangsung rapat umum di Lapangan Ikada dalam rangka unjuk rasa semangat kemerdekaan. Rapat tersebut mendapi ancaman dari tentara Jepang. Akibatnya sikap antipati yang ditunjukan Jepang beberapa hari kemudian para pejuang BKR dan pemuda menyerbu gudang senjata Jepang di Cilandak. 2. Bandung Para pemuda dan kaum buruh mengadakan perampasan senjarta baik digudang maupun pabrik senjata di Lapangan Terbang Andir. Disamping itu, para pelajar dan pemuda mantan Peta mberhasil melucuti senjata pasukan panser Jepang. 3. Surabaya Rakyat dipelopori BKR merebut komplek penyimpangan senjata Jepang dan pemancar radio di Embong Malang. 4. Semarang (Pertempuran 5 Hari Di Semarang) Pada tanggal 15-20 Oktober 1945 terjadi pertempuran antara pejuang Indonesia dan Jepang yang dikenal dengan peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang. Peristiwa ini diawali dengan adanya desas-desus bahwa Jepang

1

seperti PKI Madiun 1948. Surakarta Markas Kampetai di Surakarta dikepung oleh rakyat. Seorang pemuda bernama Arifin gugur. Pertempuran sengit pun terjadi. Sulawesi Selatan. 5. dr. Pada saat sedang memeriksa sumber air tersebut.. Dr. tetapi para pemuda berhasil mencegatnya di Krueng Panjoe. G 30 S/PKI. Jawa Tengah. Gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) merupakan salah satu gerakan yang mengancam disintegrasi bangsa. Gugurnya dr. Permesta. Aceh Di Aceh. gabungan dari berbagai daerah yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.000 orang gugur dan dari pihak Jepang 100 orang tentaranya juga tewas. 6. Pertama kali muncul di Jawa Barat. Pertempuran itu berlangsung sengit yang mengakibatkan 28 orang Jepang tewas dan senjata mereka dirampas (24 November 1945). Pertempuran ini banyak menimbulakn korban jiwa di kedua belah pihak. PRRI. Mendeskripsikan ancaman disintegrasi bangsa dalam bentuk pergolakan Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan. Untuk membuktikan kebenaran desas-desus tersebut. Andi Aziz. bangsa Indonesia masih perlu melakukan banyak perjuangan lagi untuk mempertahankan kesatuannya karena banyaknya ancaman disintegrasi bangsa dalam bentuk pergolakan dan pemberontakan. setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia para pemuda berhasil merebut beberapa kota. segala perjuangan yang penuh jerih payah secara fisik maupun diplomasi tersebut masih belum cukup. RMS. namanya diabadikan menjadi nama sebuah rumah sakit umum di Semarang.telah meracuni cadangan air minum penduduk di Candi. DI/TII merupakan suatu kelompok yang memiliki gagasan untuk membentuk sebuah negara Islam di wilayah Republik Indonesia. kemudian disusul daerahdaerah lainnya. Karyadi. diantaranya adalah Bireun. 2 . Jepang bermaksud merebut kota itu kemudian kembali mengerahkan pasukan dari Lhokseumawe. Karyadi menimbulakn kemarahan penduduk Semarang sehingga terjadi pertempuran. 2. untuk mengenang jasa dr. Untuk mengenang jasa Arifin di abadikan menjadi nama sebuah Jembatan di Surakarta. Kalimantan Selatan. serta Aceh. terbentuk dengan segala upaya perjuangan pejuang di masa lampau hingga akhirnya membentuk suatu kesatuan serta berhasil bebas dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa lain yang kemudian membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sayangnya. DI/TII. Untuk mengenang peristiwa di Semarang didirikan Monumen Tugu Muda Semarang itu. Karyadi ditembak Jepang. Karyadi sebagai Kepala Laboratorium Pusat Rumah Sakit Semarang melakukan pemeriksaan. Dipihak semarang sekitar 2.

GAM layaknya lanjutan dari tuntutan mereka. alasan gerakan tersebut dilakukan adalah karena mereka merasakan kekecewaan. mempertemukan Beureuh. Sayangnya. sehingga penumpasan dilakukan melalui pendekatan sosial budaya. Kedua gerakan tersebut berhubungan karena alasan mereka melakukannya adalah kekecewaan yang ditimbulkan oleh ketidaksesuaian yang terjadi antara pihak daerah mereka dan pemerintah. seperti Beureuh (meskipun kemudian menemui ajalnya dan posisinya digantikan). Sama seperti gerakan sebelumnya. tokoh ulama Aceh. Dipimpin oleh tokoh-tokoh yang hampir sama. Karena itu. Pada akhirnya. Reaksi pemerintah terhadap gerakan tersebut yaitu berusaha menumpasnya. Lalu muncullah gerakan ‘baru’ yang mengancam disintegrasi bangsa Indonesia yaitu Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Aceh. Awalnya Aceh mendukung pemerintah bahkan menjadi salah satu modal utama kemerdekaan RI hingga pada akhirnya pemerintah melakukan hal yang membuat mereka marah. Beureuh kemudian mengeluarkan maklumat mengenai penyatuan Aceh ke dalam Negara Islam Indonesia (DI) pimpinan Kartosuwirjo dan mereka pun melakukan gerilya. Pemimpin-pemimpin 3 . Hal tersebut membuat para tokoh Aceh pro-Soekarno kecewa. Beureueh menurut karena ada janji akan dibuatkan UU Syariat Islam bagi rakyat Aceh (baru terwujud tahun 2001). industrialisasi di Aceh menyebabkan beberapa efek samping yang bertentangan dengan Islam dan adat rakyat Aceh. Dalam hal ini kekecewaan datang karena status Daerah Istimewa Aceh berubah menjadi sebuah keresidenan di bawah Provinsi Sumatera Utara sehingga hal tersebut ditentang oleh Beureuh didukung masyarakat yang menginginkan Aceh menjadi provinsi yang memiliki otonomi sendiri. Gerakan tersebut bertahan dari sekitar tahun 1970 hingga akhir tahun 2005. sekitar 64 warga Aceh tak berdosa dibariskan di lapangan lalu ditembaki.DI/TII di Aceh tersebut dipimpin oleh Daoed Beureuh. masalah baru muncul ketika pemerintahan Soeharto. Merupakan waktu yang tergolong cukup lama bagi suatu gerakan separatis untuk bertahan selama itu hingga pada akhirnya kedua belah pihak mau bekerja sama untuk menuntaskan masalah tersebut secara damai dan bukanlah secara fisik seperti yang telah dilakukan selama ini namun terbukti gagal menyelesaikan masalah. Namun sulit dilakukan karena faktor beratnya keadaan geografis Aceh dan dukungan rakyat Aceh terhadap Beureuh. Para pemimpin gerakan menjadi pencetus-pencetus pemikiran akan bagaimana Aceh seharusnya dan apa yang seharusnya mereka perbuat demi mempertahankan Aceh seperti yang mereka inginkan. dan pemerintah. gerakan tersebut dapat diakhiri. Hampir sama seperti gerakan-gerakan semacamnya. Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh diprakarsai. Kesalahan yang pernah dilakukan yaitu terjadi pembunuhan massal oleh TNI. Akhirnya.

ditambah dengan pemimpin yang dipandang. negara kesatuan tersebut tidak akan berbentuk sama lagi yaitu dengan Aceh didalamnya. ternyata pemimpin GAM sudah merencanakan dengan matang di jalur yang lain dengan menjalin hubungan dengan negara lain (jalur diplomasi) untuk mengendalikan opini dunia. apalagi dengan kepercayaan bahwa daerah mereka memang sudah kuat dan mampu berdiri sendiri tanpa Republik Indonesia Yang ironis adalah senjata-senjata yang berhasil dibeli oleh mereka ternyata sumber salah satunya yaitu oknum TNI dan Polri di Jakarta dan Bandung melalui pasar gelap. tentu saja. Gerakan tersebut jelas mengancam disintegrasi bangsa karena dengan gerakan yang mereka lakukan yang bertujuan memisahkan diri dari NKRI. dan melakukan aksi. mereka berhasil mengancam disintegrasi bangsa. Ketika rakyat sudah tergabung menjadi satu dengan satu visi dan misi. menyumbangkan tenaga mereka demi apa yang mereka anggap memang telah terjadi dan tidak sesuai dengan apa yang seharusnya seperti yang telah dicetuskan oleh para pemimpin tersebut. mengumpulkan dan menggerakan rakyat. Hal tersebut tentu saja didukung oleh dana yang mengalir lancar (didapat dari pungutan biaya keamanan yang cukup besar dari pengusaha-pengusaha kaya di daerah tersebut dan yang ada di luar negeri) yang mampu membiayai pembelian persenjataan dan pembuatan pabrik senjata mereka yang diperlukan untuk bertempur dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Layaknya belum cukup memiliki ‘teman’ oknum TNI dan Polri serta dana yang besar untuk memiliki persediaan persenjataan yang cukup untuk mempertahankan diri dan melawan. Dari hal-hal tersebut. Maka. Selain itu. pastilah gerakan-gerakan semacam itu yang ada di daerah-daerah lainnya akan bangkit kembali membawa kekecewaan-kekecewaan 4 . merencanakan.tersebutlah yang mencetuskan. bersatu dengan pemikiran yang seragam. Hal tersebut menjadi tampak menyedihkan karena ternyata orangorang tersebut lebih mementingkan kepentingan pribadinya yaitu memenuhi rasa haus akan kekayaan padahal negara terancam terpecah-belah dan mereka sebagai oknum di bidang keamanan melakukan hal yang malah mendukung kegiatan yang mengancam disintegrasi bangsa tersebut. yang lebih ke depan lagi. bila gerakan tersebut berhasil dan pemerintah RI melepasnya dari NKRI. dapat dikatakan bahwa ketika mereka melakukan gerakan pemisahan tersebut. maka mereka telah memiliki kekuatan untuk melawan pemerintah yang ada. mereka telah melakukannya dengan terencana melalui pemikiran yang matang serta tujuan dan maksud yang jelas sehingga gerakan ini mampu bertahan dalam waktu yang panjang hingga pada akhirnya mampu diatasi oleh pemerintah secara tuntas. NKRI terancam kesatuannya karena dengan berpisahnya salah satu bagian. Sedangkan rakyat menjadi penyokong apa yang mereka cetuskan.

hal tersebut membuat bangsa menjadi terpecah belah. GAM mempersenjatai anak-anak di bawah umur. otomatis hal tersebut membuat lawan TNI tidak hanya pasukan GAM namun ‘anak-anak kecil’ yang seharusnya tidak ikut dalam masalah tersebut. masyarakat setempat merasakan ketakutan dan ketidakjelasan mengenai keadaan yang terjadi.mereka terhadap pemerintah atau keadaan mereka dan berusaha memisahkan diri dari NKRI seperti apa yang dilakukan ‘pendahulu’ mereka demi mendapat apa yang didapat oleh ‘pendahulu’ mereka pula. Seharusnya pemerintah berusaha untuk mendengarkan apa yang sesungguhnya diinginkan oleh rakyat. mengajarkan kekerasan pada insan yang ‘tak berdosa’ tersebut? Berhubungan dengan hal itu. menyodorkan senjata layaknya hal tersebut adalah mainan belaka. GAM berperang melawan TNI. kedua belah pihak awalnya saling ‘mendorong’ secara fisik. dapat terlihat bahwa salah satu tujuan dari bangsa ini yaitu kesejahteraan rakyat tidak tercapai karena golongan rakyat yang tidak tahumenahu menjadi korban karena tidak mampu diselamatkan oleh TNI. Tentu saja. Hal tersebut jelas sangat merugikan rakyat. Hal tersebut memakan banyak korban rakyat. Dilihat lebih dalam lagi. bagaimana masyarakat luar daerah tersebut dapat mempercayai pemerintah dalam menjaga keamanan yang ada apalagi bagi golongan masyarakat yang tidak tahu-menahu di dalam daerah tersebut? Masyarakat di luar daerah pastilah mempertanyakan apa yang sebenarnya telah dilakukan oleh TNI selama ini hingga tidak mampu mendorong mundur GAM yang jumlah anggotanya tidaklah lebih banyak. suara rakyat memang perlu didengarkan. Sedangkan masyarakat di dalam daerah tersebut mempertaruhkan nyawa mereka bila tidak berpihak maka tentu saja mereka memihak GAM yang mempersenjatai mereka dan berasal dari kelompok masyarakat yang sama. Mengenai cara mereka melakukan gerakan maupun cara gerakan tersebut ditumpas. Dengan adanya kenyataan tersebut. Dari sana. Tidakkah inti dari gerakan tersebut sesungguhnya untuk melawan pemerintah dan menyuarakan kekecewaan yang sesuai dengan hati rakyat ―bukannya malah ‘menyusahkan’ rakyat? Dilihat dari sisi positifnya. apalagi negara 5 . Rakyat melakukan tugas mereka dalam mengatur bagaimana suatu negara seharusnya memenuhi kebutuhan rakyatnya. Bahkan dikabarkan bahwa TNI juga bertanggung jawab atas tewasnya pendudukpenduduk dengan cara yang tidak jelas. gerakan yang dilakukan di Aceh tersebut telah menarik banyak perhatian. Apalagi bila beberapa kelompok separatis memanfaatkan keadaan tersebut untuk juga melakukan gerakannya masing-masing. Banyak penduduk yang sesungguhnya tidak mengerti akan apa yang terjadi dan dipaksa untuk mengikuti keadaan agar nyawanya tidak melayang. Tidakkah hal tersebut sangatlah tidak bermoral ―melibatkan anak kecil yang bahkan mungkin tidak mengerti sama sekali inti dari masalah yang ada.

Menuntut adalah hal yang wajar namun perlu disertai dengan pemikiran yang logis dan cara-cara yang tepat mengingat kini zaman sudah berubah menjadi lebih modern dan cara-cara fisik tidaklah lagi efektif melainkan seharusnya dilakukan dengan cara diplomatis sehingga suaranya benar-benar ‘didengar’ sehingga mampu mencari jalan keluar yang memuaskan bagi kedua pihak tanpa perlu menjatuhkan banyak korban rakyat atau merugikan pihak-pihak lainnya. daerah-daerah yang ada seharusnya juga menyadari bahwa tidaklah mudah untuk mengurus suatu negara yang besar yang memiliki wilayah yang luas serta beragam seperti Indonesia.5 juta. Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM. Melalui cara diplomasi dan kerja sama dari kedua belah pihak. Rekonstruksi peristiwa gerakan 30 september PKI merupakan partai komunis yang terbesar di seluruh dunia. seharusnya hal tersebut mendorong pemerintah untuk melakukan pekerjaannya dengan lebih baik sehingga ancaman-ancaman yang umumnya datang karena rasa kekecewaan terhadap pemerintah tersebut tidak lagi muncul. oleh rakyat. ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya.sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis. Berdasarkan ‘pengalaman’ tersebut. di luar Tiongkok dan Uni Soviet. Indonesia yang awalnya bersatu dalam kerapuhan akan mampu menjadi sebuah negara kesatuan yang bersatu dalam kekuatan. tidaklah mustahil bahwa suatu masalah dapat diselesaikan dengan baik sebelum hal tersebut berhasil mengancam disintegrasi bangsa Indonesia. Selain itu. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. 3. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani). organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya. sudah seharusnya pemerintah Indonesia sadar bahwa mereka memegang peran yang sangat penting. dari rakyat. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3. PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung. Pada era "Demokrasi Terpimpin".Indonesia adalah negara dengan asas demokrasi. Anggotanya berjumlah sekitar 3.5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. untuk rakyat. Dari sana. Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden . kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh 6 . Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin". Dengan adanya banyaknya ancaman disintegrasi bangsa di Indonesia.

tidak peduli tanah siapa pun (milik negara=milik bersama). Pemimpinpemimpin PKI mementingkan "kepentingan bersama" polisi dan "rakyat". Bentrokan-bentrokan tersebut dipicu oleh propaganda PKI yang menyatakan bahwa petani berhak atas setiap tanah. Pemimpin PKI DN Aidit mengilhami slogan "Untuk Ketentraman Umum Bantu Polisi". Aidit menganjurkan semua anggota PKI membersihkan diri dari "sikap-sikap sektarian" kepada angkatan bersenjata. kepemimpinan PKI makin lama makin berusaha menghindari bentrokan-bentrokan antara aktivis massanya dan polisi dan militer. Di bulan Agustus 1964. Pandangan lain mengatakan bahwa PKI-lah yang mengusulkan pembentukan Angkatan Kelima tersebut dan mempersenjatai mereka. mengimbau semua pengarang dan seniman sayap-kiri untuk membuat "massa tentara" subyek karya-karya mereka. Kemungkinan besar PKI meniru revolusi Bolsevik di 7 . Pendapatan ekspor menurun. Pada awal tahun 1965 Bung Karno mempunyai ide tentang Angkatan Kelima yang berdiri sendiri terlepas dari ABRI. Angkatan kelima Perayaan Milad PKI yang ke 45 di Jakarta pada awal tahun 1965 Pada kunjungan Menlu Subandrio ke Tiongkok. Bentrokan-bentrokan besar terjadi antara mereka dan polisi dan para pemilik tanah. termasuk angkatan bersenjata. inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah. Tetapi petinggi Angkatan Darat tidak setuju dan hal ini lebih menimbulkan nuansa curiga-mencurigai antara militer dan PKI. Perdana Menteri Zhou Enlai menjanjikan untuk mempersenjatai 40 batalion tentara secara lengkap. gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Untuk mencegah berkembangnya konfrontasi revolusioner itu. Di akhir 1964 dan permulaan 1965 ratusan ribu petani bergerak merampas tanah dari para tuan tanah besar. penawaran ini gratis tanpa syarat dan kemudian dilaporkan ke Bung Karno tetapi belum juga menetapkan waktunya sampai meletusnya G30S.dan petani. PKI mengimbau semua pendukungnya untuk mencegah pertentangan menggunakan kekerasan terhadap para pemilik tanah dan untuk meningkatkan kerjasama dengan unsur-unsur lain. Dari tahun 1963. foreign reserves menurun.

Menpangad. Pengangkatan Jenazah di Lubang Buaya Aidit memberikan ceramah kepada siswa-siswa sekolah angkatan bersenjata di mana ia berbicara tentang "perasaan kebersamaan dan persatuan yang bertambah kuat setiap hari antara tentara Republik Indonesia dan unsur-unsur masyarakat Indonesia. Kepemimpinan PKI tidak berkeberatan karena industri menurut mereka adalah milik pemerintahan NASAKOM. dan lainlain). Hal ini dapat dibuktikan dengan nama jabatannya (Menpangab. yang terdiri dari pekerja dan petani yang bersenjata. para buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik AS. Menteri-menteri PKI tidak hanya duduk di sebelah para petinggi militer di dalam kabinet Sukarno ini. Tidak lama PKI mengetahui dengan jelas persiapan-persiapan untuk pembentukan rejim militer. Kepemimpinan PKI menjawab ini dengan memasuki pemerintahan dengan resmi. jendral-jendral militer tingkat tinggi juga menjadi anggota kabinet. termasuk para komunis". tetapi mereka terus mendorong ilusi yang sangat berbahaya bahwa angkatan bersenjata adalah merupakan bagian dari revolusi demokratis "rakyat". Jendral-jendral tersebut masuk kabinet karena jabatannya di militer oleh Sukarno disamakan dengan setingkat mentri. Pada permulaan 1965.Rusia. Pada waktu yang sama. Bukannya memperjuangkan mobilisasi massa yang berdiri sendiri untuk melawan ancaman militer yang sedang berkembang itu. kepemimpinan PKI malah berusaha untuk membatasi pergerakan massa yang makin mendalam ini dalam batas-batas 8 . menyatakan keperluan untuk pendirian "angkatan kelima" di dalam angkatan bersenjata. Rejim Sukarno mengambil langkah terhadap para pekerja dengan melarang aksiaksi mogok di industri. di mana di sana rakyat dan partai komunis menyita milik Tsar dan membagi-bagikannya kepada rakyat.

Aidit menyatakan dalam laporan ke Komite Sentral PKI bahwa "NASAKOMisasi" angkatan bersenjata dapat dicapai dan mereka akan bekerjasama untuk menciptakan "angkatan kelima". berusaha menenangkan bahwa usul PKI akan memperkuat negara. Kepemimpinan PKI tetap berusaha menekan aspirasi revolusioner kaum buruh di Indonesia. depan jendral-jendral militer. Panitia Agraria yang menghasilkan UUPA terdiri dari wakil pemerintah dan wakil berbagai ormas tani yang mencerminkan 10 kekuatan partai politik pada masa itu. jadi hal ini bukan merupakan alasan PKI melakukan tindakan tersebut.hukum kapitalis negara. Hal ini meningkatkan kasak-kusuk dan isu perebutan kekuasaan apabila Bung Karno meninggal dunia. Aidit tahu persis bahwa Bung Karno hanya sakit ringan saja. Walaupun undang-undangnya sudah ada namun pelaksanaan di daerah tidak jalan sehingga menimbulkan gesekan antara para petani penggarap dengan pihak pemilik tanah yang takut terkena UUPA. Di bulan Mei 1965. Sementara itu di Jawa Timur juga terjadi keributan antara PKI dan NU. PKI di beberapa tempat bahkan sudah mengancam kyai-kyai bahwa mereka akan disembelih setelah tanggal 30 September 1965 (hal ini membuktikan bahwa seluruh elemen PKI mengetahui rencana kudeta 30 September tersebut). Politbiro PKI masih mendorong ilusi bahwa aparatus militer dan negara sedang diubah untuk memecilkan aspek anti-rakyat dalam alatalat negara. Kiai-kiai NU yang kebanyakan tuan tanah menolak gerakan PKI untuk membagi-bagikan tanah kepada petani yang tidak memiliki tanah. di Jawa Barat. Peristiwa yang menonjol dalam rangka ini antara lain peristiwa Bandar Betsi di Sumatera Utara dan peristiwa di Klaten yang disebut sebagai ‘aksi sepihak’ dan kemudian digunakan sebagai dalih oleh militer untuk membersihkannya. tapi juga dengan Persis dan Muhammadiya) itu pada dasarnya terjadi di hampir semua tempat di Indonesia. melibatkan sebagian massa pengikutnya dengan melibatkan backing aparat keamanan. Namun menurut Subandrio. Tahunya Aidit akan jenis sakitnya Sukarno membuktikan bahwa hal tersebut sengaja dihembuskan PKI untuk memicu ketidakpastian di masyarakat. Keributan antara PKI dan islam (tidak hanya NU. Mereka. Jawa Timur. 9 . dan di propinsi-propinsi lain juga terjadi hal demikian. Isu sakitnya Bung Karno Sejak tahun 1964 sampai menjelang meletusnya G30S telah beredar isu sakit parahnya Bung Karno. Isu masalah tanah dan bagi hasil Pada tahun 1960 keluarlah Undang-Undang Pokok Agraria (UU Pokok Agraria) dan Undang-Undang Pokok Bagi Hasil (UU Bagi Hasil) yang sebenarnya merupakan kelanjutan dari Panitia Agraria yang dibentuk pada tahun 1948.

mengeluh.Faktor Malaysia Negara Federasi Malaysia yang baru terbentuk pada tanggal 16 September 1963 adalah salah satu faktor penting dalam insiden ini[1]. sedangkan di pihak lain Kepala Staf TNI Angkatan Darat A. 10 . dan di lain pihak mereka akan menghadapi Soekarno yang mengamuk jika mereka tidak berperang. amarah Soekarno terhadap Malaysia pun meledak. Posisi Angkatan Darat pada saat itu serba salah karena di satu pihak mereka tidak yakin mereka dapat mengalahkan Inggris. seperti yang ditulis di otobiografinya. Nasution setuju dengan usulan Soekarno karena ia mengkhawatirkan isu Malaysia ini akan ditunggangi oleh PKI untuk memperkuat posisinya di percaturan politik di Indonesia. Perintah Soekarno kepada Angkatan Darat untuk meng"ganyang Malaysia" ditanggapi dengan dingin oleh para jenderal pada saat itu. Soekarno merasa kecewa dan berbalik mencari dukungan PKI untuk melampiaskan amarahnya kepada Malaysia. Hal ini juga dapat dilihat dari kegagalan operasi gerilya di Malaysia. membawa lambang negara Garuda Pancasila ke hadapan Tunku Abdul Rahman—Perdana Menteri Malaysia saat itu—dan memaksanya untuk menginjak Garuda. dan tidak ada yang dapat dilakukan untuk merubah keinginannya meng"ganyang Malaysia". merobek-robek foto Soekarno. Akhirnya para pemimpin Angkatan Darat memilih untuk berperang setengah hati di Kalimantan. di mana para demonstran menyerbu gedung KBRI. ” Soekarno yang murka karena hal itu mengutuk tindakan Tunku yang menginjakinjak lambang negara Indonesia[2] dan ingin melakukan balas dendam dengan melancarkan gerakan yang terkenal dengan sebutan "Ganyang Malaysia" kepada negara Federasi Malaysia yang telah sangat menghina Indonesia dan presiden Indonesia. menjelaskan motivasi para tentara yang menggabungkan diri dalam gerakan G30S/Gestok (Gerakan Satu Oktober). “ Sejak demonstrasi anti-Indonesia di Kuala Lumpur. Tak heran. Soekarno. komandan pasukan di Kalimantan Barat. dan juga pada akhirnya menyebabkan PKI melakukan penculikan petinggi Angkatan Darat. Mengetahui bahwa tentara Indonesia tidak mendukungnya. Konfrontasi IndonesiaMalaysia merupakan salah satu penyebab kedekatan Presiden Soekarno dengan PKI. Di satu pihak Letjen Ahmad Yani tidak ingin melawan Malaysia yang dibantu oleh Inggris dengan anggapan bahwa tentara Indonesia pada saat itu tidak memadai untuk peperangan dengan skala tersebut. mengakui bahwa ia adalah seorang yang memiliki harga diri yang sangat tinggi.H. konfrontasi tak dilakukan sepenuh hati dan ia merasa operasinya disabotase dari belakang[3]. padahal tentara Indonesia sebenarnya sangat mahir dalam peperangan gerilya. Brigadir Jenderal Suparjo.

Soekarno tidak mungkin menghambakan diri pada dominasi kekuasaan manapun djuga. ” Di pihak PKI. mereka melihat posisi PKI yang semakin menguat sebagai suatu ancaman. Soekarno juga mengetahui hal ini. Pada saat PKI memperoleh angin segar. ditambah hubungan internasional PKI dengan Partai Komunis sedunia. Mereka memutuskan untuk berhubungan dengan orang-orang dari PKI untuk membersihkan tubuh Angkatan Darat dari para jenderal ini. jadi motif PKI untuk mendukung kebijakan Soekarno tidak sepenuhnya idealis. mereka menjadi pendukung terbesar gerakan "ganyang Malaysia" yang mereka anggap sebagai antek Inggris. karena posisi Indonesia yang melemah di lingkungan internasional sejak keluarnya Indonesia dari PBB (20 Januari 1965). Manusia jang tjongkak dengan suarabatin yang menjala-njala. justru para penentangnyalah yang menghadapi keadaan yang buruk. Dari sebuah dokumen rahasia badan intelejen Amerika Serikat (CIA) yang baru dibuka yang bertanggalkan 13 Januari 1965 menyebutkan sebuah percakapan santai Soekarno dengan para pemimpin sayap kanan bahwa ia masih membutuhkan dukungan PKI untuk menghadapi Malaysia dan oleh karena itu ia tidak bisa menindak tegas mereka. Malaysia itu musuh nomor satu. "Kamu bisa menjadi teman atau musuh saya.. manusia jang mengakui bahwa ia mentjintai dirinja sendiri tidak mungkin mendjadi satelit jang melekat pada bangsa lain."[2] Dari pihak Angkatan Darat. . PKI juga memanfaatkan kesempatan itu untuk keuntungan mereka sendiri. "Soekarno berkata. dan berkhianat terhadap misi yang diberikan Soekarno. perpecahan internal yang terjadi mulai mencuat ketika banyak tentara yang kebanyakan dari Divisi Diponegoro yang kesal serta kecewa kepada sikap petinggi Angkatan Darat yang takut kepada Malaysia. Namun ia juga menegaskan bahwa suatu waktu "giliran PKI akan tiba. Dia tidak mungkin menjadi boneka.“ Soekarno adalah seorang individualis. Suatu saat saya akan membereskan PKI.. tetapi tidak sekarang. Peranan badan intelejen Amerika Serikat (CIA) pada peristiwa ini sebatas memberikan 50 juta rupiah (uang saat itu) kepada Adam Malik dan walkie-talkie serta obat-obatan kepada tentara Indonesia. Itu terserah kamu. khususnya dengan adanya poros Jakarta-BeijingMoskow-Pyongyang-Phnom Penh. Faktor Amerika Serikat Amerika Serikat pada waktu itu sedang terlibat dalam perang Vietnam dan berusaha sekuat tenaga agar Indonesia tidak jatuh ke tangan komunisme. Untukku. Politisi Amerika pada bulan-bulan 11 . berperang hanya dengan setengah hati. namun ia memutuskan untuk mendiamkannya karena ia masih ingin meminjam kekuatan PKI untuk konfrontasi yang sedang berlangsung. antek nekolim.

yang menentukan ini dihadapkan pada masalah yang membingungkan karena mereka merasa ditarik oleh Sukarno ke dalam konfrontasi Indonesia-Malaysia ini. Faktor ekonomi Ekonomi masyarakat Indonesia pada waktu itu yang sangat rendah mengakibatkan dukungan rakyat kepada Soekarno (dan PKI) meluntur. Jawa Timur. dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Pandangan lain. Bali serta tempattempat lainnya. Inflasi yang mencapai 650% membuat harga makanan melambung tinggi. 12 . Beberapa faktor yang berperan kenaikan harga ini adalah keputusan Suharto-Nasution untuk menaikkan gaji para tentara 500% dan penganiayaan terhadap kaum pedagang Tionghoa yang menyebabkan mereka kabur. pun mereka menggunakan kain dari karung sebagai pakaian mereka. menyebutkan bahwa Amerika menjadi aktor di balik layar dan setelah dekrit Supersemar Amerika memberikan daftar nama-nama anggota PKI kepada militer untuk dibunuh. banyak rakyat Indonesia yang seharihari hanya makan bonggol pisang. Sebagai akibat dari inflasi tersebut. Mereka tidak sepenuhnya menyetujui kebijakan "ganyang Malaysia" yang dianggap akan semakin memperparah keadaan Indonesia. yang berakibat adanya backlash terhadap PKI dan pembantaian orang-orang PKI di Jawa Tengah. terutama dari kalangan korban dari insiden ini. Namun hingga saat ini kedua pandangan tersebut tidak memiliki banyak bukti-bukti fisik. gula. agen CIA menyatakan ketidakpercayaan kepada tindakan PKI yang dirasa tidak masuk akal karena situasi politis Indonesia yang sangat menguntungkan mereka. minyak. dan hingga akhir Oktober masih terjadi kebingungan atas pembantaian di Jawa Tengah. Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha Kudeta yang dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia. rakyat kelaparan dan terpaksa harus antri beras. G30S/PKI. gaplek. Dalam telegram kepada Presiden Johnson tanggal 6 Oktober. Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh). serta bahan makanan yang tidak layak dikonsumsi lainnya. dan Bali dilakukan oleh PKI atau NU/PNI. hal ini dapat dilihat dari telegram Duta Besar Green ke Washington pada tanggal 8 Agustus 1965 yang mengeluhkan bahwa usahanya untuk melawan propaganda anti-Amerika di Indonesia tidak memberikan hasil bahkan tidak berguna sama sekali. Gerakan 30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI. Faktor ekonomi ini menjadi salah satu sebab kemarahan rakyat atas pembunuhan keenam jenderal tersebut. Salah satu pandangan mengatakan bahwa peranan Amerika Serikat dalam hal ini tidak besar. Jawa Timur. umbi-umbian.

Kalau betul Soeharto tidak berada dalam Inner Cycle gerakan. Mayjen Soeharto kemudian mengadakan penumpasan terhadap gerakan tersebut. mantan Pangdam Mulawarman yang sama-sama dalam tahanan dengan Mayor (Purn) Soekardi. Padahal tugas panggilan dari Pangkostrad Mayjen Soeharto adalah untuk defile 5 Oktober. ternyata kemudian dibeli oleh Soeharto seharga Rp 20 juta. Latief menginformasikan rencana penindakan terhadap pera Jendral itu dua hari dan enam sebelum hari H. 2. Namun Soeharto yang pada saat itu Panglima Kostrad tidak mengambil inisiatif melapor kepada atasannya. Panglima Komando Strategi Angkatan Darat saat itu. Menurut penuturan Mayjen (Purn) Mursjid. kemungkinan besar ia termasuk dalam daftar korban yang dihabisi di malam tersebut. 4. Mayjen (Purn) Suharjo. Soeharto tidak termasuk sasaran G30S/PKI. Yani. enam jenderal senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang disalahkan kepada para pengawal istana (Cakrabirawa) yang loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Hubungan emosional cukup dan amat dekat Soeharto dengan para pelaku PKI yakni Untung dan Latief sedangkan Sjam termasuk kolega Soeharto di tahuntahun sesudah Proklamasi. Yang menjadi pertanyaan. 3. Dalam bahasa laten menghadapkan Dewan Jendral kepada Presiden. 5. Ratna Sari Dewi (mantan istri Bung Karo) pernah menyatakan: ?Sejak pagi 1 Oktober Soeharto sudah propaganda bahwa pelakunya PKI sepertinya dia sudah tahu semua seakan telah direncanakan.? 5. Ini bisa dipertanyakan. eks Wadan Yon 530/Brawijaya menceritakan bahwa surat perintah dari Pangkostrad kepada DanYon 530 itu dalam rangka penugasan yang disinggung Jendral Mursjid tadi. 13 . Fakta bahwa sebagai perwira tinggi dengan fungsi pemandu di bawah Pangab Jendral A. Pengakuan Kol. 30 September malam menjelang 1 Oktober 1965 itu pasukan Yon 530/Brawijaya berada di sekitar Monas. Bagaimana dia bisa memecahkan masalah yang terjadi pada malam 30 September dan segera bertindak begitu cepat? Kalau belum tahu rencana G30S/PKI ia tidak mungkin bisa melakukannya. Latief (gembong PKI) bahwa dua kali ia memberitahukan kepada Soeharto tentang rencana penindakan terhadap sejumlah jendral. Teleponnya belum lancar dan tak ada yang punya telepon genggam. Untung. mengingat strategisnya posisi Kostrad apabila Negara dalam keadaan bahaya.4. Menganalisis dampak sosial politik dari peristiwa Gerakan 30 September Pada 30 September 1965. Dia diam saja dan hanya manggut-manggut mendengar laporan itu. A. bagaimana ia bisa menguasai Indonesia? Harus diingat system komunikasi saat itu belum seperti sekarang. Menganalisis beberapa pendapat tentang G 30 S PKI 1.

yang dijadikan basis skenario film "The Year of Living Dangerously". salah satunya seperti yang ditulis John Hughes. berbeda dengan sekarang) dengan Kolonel Abdul Latief di Rumah Sakit Angkatan Darat Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah: Letjen TNI Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi) • Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi) • Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (Deputi III Menteri/Panglima AD bidang Perencanaan dan Pembinaan) • Mayjen TNI Siswondo Parman (Asisten I Menteri/Panglima AD bidang Intelijen) • Brigjen TNI Donald Isaac Panjaitan (Asisten IV Menteri/Panglima AD bidang Logistik) • Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo (Inspektur Kehakiman/Oditur Jenderal Angkatan Darat) • 14 . dan Harjono. Namun yang tidak diduga-duga. Panjaitan. Kedutaan Amerika Serikat juga dituduh memberikan daftar nama-nama anggota PKI kepada tentara untuk "ditindaklanjuti". terjadi tindakan beberapa oknum yang termakan emosi dan membunuh Letjen Ahmad Yani. Satu-satunya bukti yang bisa dielaborasi adalah pertemuan Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Pangkostrad (pada zaman itu jabatan Panglima Komando Strategis Cadangan Angkatan Darat tidak membawahi pasukan. Soekarno disebut-sebut memerintahkan pasukan Cakrabirawa untuk menangkap dan membawa mereka untuk diadili oleh Soekarno. wartawan The Nation yang menulis buku "Indonesian Upheaval".Pada saat-saat yang genting sekitar bulan September 1965 muncul isu adanya Dewan Jenderal yang mengungkapkan adanya beberapa petinggi Angkatan Darat yang tidak puas terhadap Soekarno dan berniat untuk menggulingkannya. Dokumen Gilchrist yang diambil dari nama duta besar Inggris untuk Indonesia Andrew Gilchrist beredar hampir bersamaan waktunya dengan isu Dewan Jenderal. Dokumen ini. dalam operasi penangkapan jenderal-jenderal tersebut. Dinas intelejen Amerika Serikat mendapat data-data tersebut dari berbagai sumber. yang oleh beberapa pihak disebut sebagai pemalsuan oleh intelejen Ceko di bawah pengawasan Jenderal Agayant dari KGB Rusia. Menanggapi isu ini. Hingga saat ini tidak ada bukti keterlibatan/peran aktif Soeharto dalam aksi penculikan tersebut. menyebutkan adanya "Teman Tentara Lokal Kita" yang mengesankan bahwa perwira-perwira Angkatan Darat telah dibeli oleh pihak Barat[4]. ia sering menukar data-data apa yang ia kumpulkan untuk mendapatkan fasilitas teleks untuk mengirimkan berita.

selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya. Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya... pemimpin-pemimpin Uni-Sovyet Brezhnev. Mikoyan dan Kosygin mengirim pesan khusus untuk Sukarno: "Kita dan rekanrekan kita bergembira untuk mendengar bahwa kesehatan anda telah membaik.J." Pada tanggal 16 Oktober 1965. dan penghentian kekerasan. Biro Politik dari Komite Sentral PKI segera menganjurkan semua anggota dan organisasi-organisasi massa untuk mendukung "pemimpin revolusi Indonesia" dan tidak melawan angkatan bersenjata. Tampak Mayjen Soeharto di sebelah kanan Pada tanggal 1 Oktober 1965 Sukarno dan sekretaris jendral PKI Aidit menanggapi pembentukan Dewan Revolusioner oleh para "pemberontak" dengan berpindah ke Pangkalan Angkatan Udara Halim di Jakarta untuk mencari perlindungan. Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban: Bripka Karel Satsuit Tubun (Pengawal kediaman resmi Wakil Perdana Menteri II dr. Pernyataan ini dicetak ulang di koran CPA bernama "Tribune". Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober 6. Sukarno melantik Mayjen Suharto menjadi Menteri/Panglima Angkatan Darat di Istana Negara. Pada tanggal 6 Oktober Sukarno mengimbau rakyat untuk menciptakan "persatuan nasional". Leimena) • Kolonel Katamso Darmokusumo (Komandan Korem 072/Pamungkas) • Letkol Sugiyono Mangunwiyoto (Kepala Staf Korem 072/Pamungkas) • Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede. Pada tanggal 12 Oktober 1965..Jenderal TNI Abdul Harris Nasution yang menjadi target utama.Kita mendengar dengan penuh minat tentang pidato anda di radio kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan menghindari kekacauan. Lettu CZI Pierre Andreas Tendean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut.Imbauan ini akan dimengerti secara mendalam. Berikut kutipan amanat presiden Sukarno kepada Suharto pada saat Suharto disumpah[5]: 15 .. Mendeskripsikan proses kekuatan politik setelah peristiwa G 30 S PKI Pemakaman para pahlawan revolusi. putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan beliau. yaitu persatuan antara angkatan bersenjata dan para korbannya.

saya perintahkan engkau. Mongolia. sebagai panglima Angkatan Darat. semua anggota dan pendukung PKI. maka dia harus dijunjung tinggi. dijalankan. dipupuk oleh semua kita. Asia dan Amerika Latin. Saya doakan Tuhan selalu beserta kita dan beserta engkau! Dalam sebuah Konferensi Tiga Benua di Havana di bulan Februari 1966. sekarang Angkatan Darat pimpinannya saya berikan kepadamu. dan sebagai Menteri dalam kabinetku. yang sama sekali berdiri atas prinsip Manipol-USDEK.000 orang. atau mereka yang dianggap sebagai anggota dan simpatisan PKI. buatlah Angkatan Darat ini satu Angkatan dari pada Republik Indonesia. kerjakan apa yang kuperintahkan kepadamu dengan sebaik-baiknya. Angkatan Laut. Angkatan Bersenjata daripada Republik Indonesia yang sama sekali menjalankan Panca Azimat Revolusi. Berapa jumlah orang yang dibantai tidak diketahui dengan persis . kita semuanya. yang berhasil menetralisir usaha-usaha para kontra-revolusioner apa yang dinamakan pergerakan 30 September. yang sama sekali berdiri diatas Nasakom. Angkatan Udara. Jawa Timur (bulan November) dan Bali (bulan Desember). Angkatan Kepolisian Negara. perwakilan Uni-Sovyet berusaha dengan segala kemampuan mereka untuk menghindari pengutukan atas penangkapan dan pembunuhan orang-orang yang dituduh sebagai PKI. yang sedang terjadi terhadap rakyat Indonesia. sementara perkiraan lain menyebut dua sampai tiga juga orang.“ Saya perintahkan kepada Jenderal Mayor Soeharto. Parlemen Indonesia mengesahkan resolusi pada tanggal 11 Februari. maka barulah revousi kita bisa jaya. menyatakan "penghargaan penuh" atas usaha-usaha perwakilan-perwakilan dari Nepal." Penangkapan Simpatisan PKI Dalam bulan-bulan setelah peristiwa ini. Soeharto. yang sama sekali berdiri diatas Trisakti. Namun diduga setidak-tidaknya satu ” 16 . Manipol-USDEK telah ditentukan oleh lembaga kita yang tertinggi sebagai haluan negara Republik Indonesa.perkiraan yang konservatif menyebutkan 500. Dan oleh karena Manipol-USDEK ini adalah haluan daripada negara Republik Indonesia. semua partai kelas buruh yang diketahui dan ratusan ribu pekerja dan petani Indonesia yang lain dibunuh atau dimasukkan ke kamp-kamp tahanan untuk disiksa dan diinterogasi. UniSovyet dan negara-negara lain di Konperensi Solidaritas Negara-Negara Afrika. Pendirian mereka mendapatkan pujian dari rejim Suharto. yang sama sekali berdiri diatas prinsip Berdikari. dan para pemimpin dan pelindung mereka. Hanya jikalau kita berdiri benar-benar di atas Panca Azimat ini. Oleh Angkatan Darat. Pembunuhan-pembunuhan ini terjadi di Jawa Tengah (bulan Oktober). untuk bercampur-tangan di dalam urusan dalam negeri Indonesia.

000 orang pekerja dan petani dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. Transportasi sungai menjadi terhambat secara serius. Ada laporan-laporan bahwa Sungai Brantas di dekat Surabaya menjadi penuh mayat-mayat sampai di tempat-tempat tertentu sungai itu "terbendung mayat".000 orang menjadi korban di permulaan 1966. majalah "Time" memberitakan: "Pembunuhan-pembunuhan itu dilakukan dalam skala yang sedemikian sehingga pembuangan mayat menyebabkan persoalan sanitasi yang serius di Sumatra Utara. kelompok-kelompok pemuda dari organisasiorganisasi muslim sayap-kanan seperti barisan Ansor NU dan Tameng Marhaenis PNI melakukan pembunuhan-pembunuhan massal. Orang-orang dari daerah-daerah ini bercerita kepada kita tentang sungai-sungai kecil yang benar-benar terbendung oleh mayat-mayat. Johannes Surono Hadiwiyino." Di pulau Bali. terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pekerja-pekerja dan pegawaipegawai pemerintah yang mengadakan aksi mogok sebagai protes atas kejadian-kejadian kontra-revolusioner ini dipecat. Diperkirakan sekitar 110. Di daerah-daerah lain.000 dan satu juta anggota-anggota dan pendukung-pendukung PKI telah menjadi korban pembunuhan dan ratusan ribu lainnya dipenjarakan di kamp-kamp konsentrasi. termasuk belasan orang sejak tahun 1980-an. Dihasut dan dibantu oleh tentara. Di sana para Tamin. Empat tapol. antara 500. 17 . paling sedikit 35. dihukum mati hampir 25 tahun sejak kudeta itu.juta orang menjadi korban dalam bencana enam bulan yang mengikuti kudeta itu. yang sebelum itu dianggap sebagai kubu PKI. di mana udara yang lembab membawa bau mayat membusuk. Paling sedikit 250. adalah pelaku pembunuhanpembunuhan ini. Safar Suryanto. Eksekusi-eksekusi masih dilakukan sampai sekarang. para terdakwa dipaksa untuk membunuh teman-teman mereka untuk membuktikan kesetiaan mereka. Simon Petrus Sulaeman dan Nobertus Rohayan. tanpa adanya perlawanan sama sekali. Pada akhir 1965.000 orang masih dipenjarakan sebagai tahanan politik pada akhir 1969. Di kota-kota besar pemburuanpemburuan rasialis "anti-Tionghoa" terjadi. Sewaktu regu-regu militer yang didukung dana CIA [1] menangkapi semua anggota dan pendukung PKI yang terketahui dan melakukan pembantaian keji terhadap mereka. pasukan komando elite Partai Nasional Indonesia. Koresponden khusus dari Frankfurter Allgemeine Zeitung bercerita tentang mayat-mayat di pinggir jalan atau dibuang ke dalam galiangalian dan tentang desa-desa yang separuh dibakar di mana para petani tidak berani meninggalkan kerangka-kerangka rumah mereka yang sudah hangus.