Peranan Bahasa Indonesia dalam Komunikasi Filed under: Uncategorized April 6, 2011 1.

Pendahuluan Sesuai dengan fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara, pembinaan bahasa Indonesia perlu ditingkatkan terus menerus. Upaya peningkatan kualitas pemakaian bahasa Indonesia tersebut perlu ditunjang oleh berbagai hal, antara lain: strategi yang dipersiapkan secara matang, tenaga pengajar yang terampil dan juga intensitas kegiatan yang tepat . Tujuan Umum : Mahasiswa memiliki sikap positif terhadap bahasa Indonesia. 1. Kesetiaan bahasa: mendorong mahasiswa memelihara bahasa nasional dan apabila perlu mencegah adanya pengaruh asing. 2. Kebanggaan bahasa: mendorong mahasiswa mengutamakan bahasanya dan menggunakannya sebagai lambang identitas bangsanya. 3. Kesadaran akan adanya norma bahasa: mendorong mahasiswanya menggunakan bahasanya sesuai dengan kaidah yang berlaku. Tujuan Khusus : Mahasiswa, calon sarjana, terampil menggunakan bahasa Indonesia dengan benar, baik secara tertulis maupun secara lisan. * Tujuan jangka pendek a. Mahasiswa mampu menyusun sebuah karya ilmiah sederhana dalam bentuk dan isi yang baik, dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. b. Mahasiswa dapat membuat tugas-tugas (karangan ilmiah sederhana) dari dosen-dosen dengan menerapkan dasardasar yang diperoleh dari kuliah bahasa Indonesia. * Tujuan jangka panjang a. Mahasiswa mampu menyusun skripsi sebagai syarat ujian sarjana. b. Mahasiswa lebih terampil menyusun kertas kerja, laporan penelitian, surat, dan karya ilmiah lainnya setelah lulus. 2. Tata Tulis Penulisan ilmiah di samping harus menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, juga harus Tinggalkan komentar

tulisan yang sudah diberi pungtuasi dan diperbaiki ejaannya. Penulisan Kata. baik yang sudah dipublikasikan maupun yang belum dipublikasikan. Hal ini disebabkan. serta unsur-unsur nonbahasa lainnya ikut memperlancar. Ketiadaan itu menyulitkan komunikasi dan mem¬berikan peluang untuk kesalahpahaman. Unsur-unsur nonbahasa tersebut tidak terdapat di dalam bahasa tulis. ditelaah. intonasi. serta Penulisan Unsur Serapan 3. Dalam tulisan ini akan dibahas tentang teknik notasi ilmiah.1 Ejaan dan Tanda Baca Gagasan yang disampaikan secara lisan atau tatap muka lebih mudah atau lebih cepat dipahami daripada secara tertulis. 2. Persyaratan itu menyangkut cara mengutip. dikritik. penulis dituntut untuk memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu yang berhubungan dengan teknik penulisan ilmiah. menggantikan beberapa unsur nonbahasa yang diperlukan untuk memperjelas gagasan atau pesan. Di samping itu juga akan dijelaskan cara menyusun sumber pustaka de¬ngan mentabulasikan semua sumber bahan yang dibaca. Itulah sebabnya. atau diperkuat. Perhatikanlah contoh berikut! Contoh ini tidak menggunakan tanda baca dan huruf kapital.dapat menggunakan bahasa itu sebagai sarana komunikasi ilmu. jeda. mimik. dan hasil penelitian dikutip kembali untuk dibahas. cara menyingkat catatan kaki. Penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam tulis-menulis. Teknik Penulisan Ilmiah Teknik Penulisan ilmiah mempunyai dua aspek yaitu gaya penulisan dalam membuat pernyataan ilmiah. harus pula ditunjang oleh penerapan peraturan ejaan yang berlaku dalam bahasa Indonesia. dalam bahasa lisan faktor gerak-gerik.1 Kutipan Menyisipkan kutipan-kutipan dalam sebuah tulisan ilmiah bukanlah merupakan suatu keaiban.1 Kutipan dan Catatan Kaki (footnote) 3.2 Pemakaian dan Penulisan Huruf. . Di samping penggunaan bahasa. lebih mudah dan lebih cepat dipahami. Di sinilah ejaan dan pungtuasi (tanda-tanda baca) berperan sampai batas-batas tertentu. 2. irama. kemampuan dalam menerapkan ejaan dan pungtuasi sangat dituntut dalam tulis-menulis. Dengan kutipan sebuah tulisan akan terkait dengan pene-muanpenemuan atau teori-teori yang telah ada. Tanda Baca. Tidak jarang pendapat.1. konsep. 3. kejahatan merupakan suatu peristiwa penyelewengan terhadap norma norma atau perilaku teratur yang menyebabkan terganggunya ketertiban dan ketentraman kehidupan manusia perilaku yang dikualifikasikan sebagai kejahatan biasanya dilakukan oleh sebagian terbesar warga masyarakat atau penguasa yang menjadi wakil-wakil masyarakat seharusnya ada suatu keserasian pendapat antara kedua unsur tersebut walaupun tidak mustahil terjadi perbedaan tersebut mungkin timbul karena kedua unsur tadi tidak sepakat mengenai kepentingan-kepentingan pokok yang harus dilindungi. Namun demikian. kita hanya mengutip kalau memang perlu. dan cara menyusun sumber bacaan menjadi daftar bacaan. dipertentangkan. yaitu Ejaan Yang Disempurnakan. serta teknik notasi dalam menyebutkan sumber dari ilmu pengetahuan yang digunakan dalam penulisan. Kita dapat melihat. cara membuat catatan kaki.

Sanjak dikutip seperti bentuk aslinya dan diletakkan di tengah-tengah. b) Kutipan Langsung Pendek Kutipan langsung dapat digolongkan ke dalam kutipan langsung pendek kala. Kutipan tidak langsung merupakan pengungkapan kembali maksud penulis dengan kata-katanya sendiri. Untuk parafrase yang lebih dari satu paragraf ini menimbulkan kesulitan bagaimana mengidentifikasi bahwa paragraf-paragraf itu merupakan kutipan. Mengutip Sanjak Untuk kutipan langsung pendek. karena sesuatu hal kutipan tidak langsung dapat melebihi satu paragraf. kutipan langsung panjang tidak diapit dengan tanda kutip. b. Namun. Dalam uraian sebelumnya sudah dipelajari bagaimana mencatat bahan bahan dari buku dalam kartu informasi. terutama kutipan tidak langsung. c. Sebagai penjelasan. Jadi. karena gaya penulisannya sama dengan gaya. yaitu dengan menyebutkan nama penulis yang dikutip pada permulaan parafrase dan memberikan angka catatan kaki pada akhir kalimat parafrase.Janganlah tulisan kita itu penuh dengan kutipan. Penguat pendapat yang dikemukakan penulis. Untuk mengatasi kesulitan ini. Kutipan semacam ini tidak dijalin dalam teks. Bahan-bahan tersebut mungkin di-cantumkan dalam tulisan sebagai kutipan. Yang masingmasing dibagi lagi atas kutipan panjang dan kutipan pendek . Walaupun yang dikutip dari bahasa asing. kemudian dinyatakan dengan bahasa sendiri. atau ringkasan dan kesimpulan dari sebuah tulisan. baris-baris dari sanjak dijalin ke dalam teks dan diletakkan di antara dua tanda kutip. Ingat. Kutipan ini dapat berfungsi se-bagai: a. tetapi diberi tempat tersendiri. 2) Kutipan Tidak Langsung Seorang ilmuwan dituntut untuk mampu menyatakan pendapat orang lain dalam bahasa ilmuwan itu sendiri yang mencerminkan ke¬pribadiannya. diperas sedemikian rupa sehingga tidak lebih dari satu paragraf. a) Kutipan Tidak Langsung Panjang Kutipan tidak langsung (parafrase) sebaiknya dilakukan sependek mungkin. 1) Kutipan Langsung a) Kutipan Langsung Panjang Kutipan langsung yang lebih dari tiga baris ketikan disebut kutipan langsung panjang. yang dikutip hanyalah pokok-pokok pikiran. tetapi tetap dinyatakan dengan bahasa Indonesia.u tidak melebihi tiga baris ketikan. Kutipan langsung panjang diketik dengan jarak baris satu spasi tunggal pada garis tepi baru yang jaraknya empat ketukan huruf dari garis margin. . Landasan teori. tanpa tanda petik. Kutipan terdiri atas kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan ini cukup dijalin ke dalam teks dengan meletakkannya di antara dua tanda petik. Di samping itu kita harus bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan. Apabila kutipan lebih dari dua baris.penulis. tiap-tiap baris dipisahkan dengan garis miring Kutipan langsung yang panjang untuk sanjak dengan sendirinya tidak dapat dijalin ke dalam teks. Kutipan tidak langsung yang lebih dari satu paragraf inilah yang disebut kutipan tidak langsung yang panjang. Indensi dari kalimat pertama tujuh ketukan dari garis tepi (margin) atau tiga ketukan dari garis tepi yang baru.

Akan lebih balk lagi parafrase itu diambil dari satu sumber. Jadi. waktu. harus dijelaskan dari mana sumbernya. disebut teknik notasi ilmiah. maka harus disebutkan tempat. misalnya sulitnva menemukan sumber aslinya. Tetapi kalau keterangan tambahan ini panjang sekali.b) Kutipan Tidak Langsung Pendek Parafrase yang terdiri dari satu paragraf disebut pendek. Kedua sumber itu dituliskan dalam catatan kaki dengan dibubuhi keterangan dikutip dari . lokakarya. Ia harus bertanggung jawab terhadap ketidaktepatan dan ketidaktelitian kutip¬an yang dikutip. makalah. pendapat. majalah. semua kutipan. atau kesimpulan yang dikutip itu berasal dari bermacam-macam sumber dan sangat mirip satu sama lain.1. Di bawah ini dapat dipelajari teknik notasi ilmiah yang mempergunakan catatan kaki (footnote). Sumber yang lengkap tercantum dalam daftar pustaka. sebaiknya dipindahkan ke belakang (lampiran). dan sebagainya. Apabila seorang penulis terpaksa mengutip dari kutipan. Demikian pula halnya dengan daf¬tar pustaka. Ketiga. Jangan mencampuradukkan beberapa teknik notasi ilmiah sekaligus. kita harus pula da¬pat mengidentifikasikan media komunikasi ilmiah tempat pernyataan itu dimuat atau disampaikan. Pertama kita harus dapat mengidentifikasikan orang yang membuat pernyataan tersebut. halaman. misalnya buku. catatan kaki juga berfungsi untuk memberi keterangan tambahan. Selain itu pengutip wajib mencantumkan dalam catatan kaki bahwa Ia mengutip sumber itu dari sumber lain. harus pula dapat kita identifikasikan lembaga yang menerbitkan publikasi ilmiah tersebut serta tem¬pat dan itu tidak diterbitkan. Fungsi catatan kaki ini ialah menun¬jukkan sumber informasi bagi pernyataan ilmiah yang terdapat dalam tulisan kita. dan lembaga yang melakukan kegiatan tersebut. 3.2 Catatan Kaki (Footnote) Pernvataan ilmiah yang kita pergunakan dalam tulisan kita harus mencakup beberapa hal. Seorang ilmuwan dapat memilih notasi ilmiah yang telah diakui. Fungsi lain dari catatan kaki ini sebagai tempat bagi catat¬an-catatan kecil yang kalau disatukan dengan uraian akan mengganggu kelancaran penulisan. lebih balk diparafrasekan dalam satu paragraf dengan menvebutkan semua sum¬bernya dalam satu paragraf. Sebaiknya parafrase pendek ini disediakan tempat tersendiri. langsung maupun tidak langsung. pengarang. tetapi disampaikan dalam bentuk makalah dalam seminar atau loka karya. Seperti yang sudah dijelaskan dalam uraian sebelumnya. asalkan dipergunakan secara konsisten. tidak dibaur dengar teks. Untuk makalah biasanya langsung dicantumkan sumbernya di belakang kutipan dan dituliskan dalam tanda kurung. seminar. meskipun dinyatakan dalam format dan simbol yang berbeda. Tetapi dalam keadaan ter¬paksa. Sebetulnya terdapat bermacam-macam teknik notasi ilmiah yang pada dasarnya mencerminkan hakikat dan unsur yang sama. tahun. mengutip dari kutipan bukanlah merupakan suatu pelanggaran. . Akan tetapi jika ide. 3) Mengutip dari Kutipan Mengutip dari kutipan harus dihindari. Cara kita mencantumkan ketiga hal tersebut dalam tulisan ilmiah kita. Kedua. karena hal ini akan membingungkan pembaca.

3) Penomoran Penomoran catatan kaki dilakukan dengan menggunakan angka latin (l. Untuk skripsi. penerjemah). 5) Unsur-Unsur Catatan Kaki a) Untuk Buku (1) Nama pengarang (editor. dan seterusnya) di belakang bagian yang diberi catatan kaki. atau proyek paper dan buku. d) tempat menyatakan penghargaan atas karya atau data yang diterima dari orang lain. Namun sebaiknya untuk lebih efektif berurut untuk seluruh tulisan. diikuti koma (. setiap bab.). yaitru petunjuk yang menyatakan pada bagian mana/halaman berapa.Contoh: Sahono Soebroto mengatakan bahwa tugas administrasi negara mencakup semua aspek kehidupan nasional bangsa. sumber di-nyatakan dalam bentuk catatan kaki (footnote). sebagai penghargaan terhadap karya orang lain. Cara yang lebih banyak dilakukan ialah dengan meletakkannya pada bagian bawah (kaki) halaman atau pada akhir setiap bab. (3) Nama atau nomor seri. atau seluruh tulisan. (4) Data publikasi: (a) Jumlah jilid. 4) Penempatan Catatan kaki dapat ditempatkan langsung di belakang bagian yang diberi keterangan (catatan kaki langsung) dan diteruskan dengan teks. e diletakkan diantara tanda ku¬rung ( ) . disertasi. 2. ditulis dengan huruf kapital (kecuali kata-kata tugas) dan digarisbawahi. c) referensi silang. (2) Judul buku. diikuti titik dua (:) (d) Nama penerbit. 1) Fungsi Catatan kaki dicantumkan sebagai pemenuhan kode etik yang berlaku. b) tempat memperluas pembahasan yang diperlukan tetapi tidak relevan jika dimasukkan dalam teks.) (e) Tahun penerbitan c. Antara catatan kaki dengan teks dipisahkan dengan garis se-panjang baris. hal yang sama dibahas dalam tulisan. d. kalau ada (b) Nomor cetakan. agak ke atas sedikit tanpa memberikan tanda baca apapun. kalau ada. (Sahono Soebroto. kalau ada (c) Kota penerbit. ditulis dalam urutan diikuti koma (. Nomor itu dapat berurut untuk setiap halaman. 2) Pemakaian Catatan kaki dipergunakan sebagai: a) pendukung keabsahan penemuan atau pernyataan penulis yang tercantum di dalam teks atau sebagai petunjuk sumber. 1982: 7). penjelasan ini dapat berupa kutipan pula.

surat kabar.2. jurnal. disertasi. daftar pustaka dapat diklasifikasikan menurut jenis sumber ini didasarkan pada kelompok: bu¬ku. diikuti titik (.) b) Untuk Artikel dalam Majalah Berkala (1) Nama pengarang (2) Judul artikel. majalah. Hal ini dise¬babkan karena: (1) Sumber-sumber bacaan ini belum tentu semuanya ter¬masuk sumber bacaan yang baik. Selain pembagian/klasifikasi berdasarkan bidang. yaitu bidang masalah yang ditelaah. digarisbawahi. . dan disertasi.2. Untuk daftar pustaka yang pendek penggolongan sumber referensi menu¬rut jenisnya tidak diperlukan. Jadi daftar pustaka secara keseluruhan merupakan sumber primer.2. 3.1 Tujuan Daftar Pustaka Daftar pustaka bermaksud mentabulasi atau mendaftarlcan semua sumber bacaan baik yang sudah dipublikasikan seperti buku. majalah. 3. di antara tanda kutip( ) (3) Nama majalah. Tetapi pengelom pokan menurut jenis sumber ini akan diperlukan bila daftar pustaka me¬muat lebih dari dua puluh sumber referensi. Melalui daftar pustaka ini pembaca dapat mengetahui sumber-sumber apa saja yang dipergunakan dalam penulisan karya ilmiah itu tanpa membaca seluruh tulisan terlebih dahulu. (5) Tanggal penerbitan. Dalam karya ilmiah yang menjurus pada satu bidang ini. Daftar pustaka yang kurang dari dua puluh sumber referensi termasuk daftar pustaka yang pendek. tesis. (6) Nomor halaman. (2) Kadang-kadang sumber ba¬caan mengemukakan pendapat atau ide serta kesimpulan yang sama.3 Penyeleksian Sumber Referensi Untuk mempersiapkan bahan dari satu topik tulisan ilmiah biasanya banyak sekali sumber bacaan yang kita baca.2 Mengklasifikasi Daftar Pustaka Suatu karya ilmiah atau skripsi. surat kabar. terutama yang berhubungan dengan masalah yang kita bahas. Berdasarkan daftar pustaka itu pembaca yang berpengalaman akan dapat mengira mutu pembahasan tulisan tersebut. Dari semua buku yang kita baca tadi ti dak harus semuanya kita masukkan ke dalam daftar pustaka. skripsi. atau tesis merupakan hasil karya yang mengarah pada satu bidang terteritu. Dengan demikian sumber bahan yang dipakai adalah yang ada hubungan dengan bidang yang dikupas. karena tujuan utama dari daftar pustaka adalah untuk mengidentifikasikan karya ilmiah itu sendiri. Penggolong¬an terhadap daftar kepustakaan seperti ini disebut penggolongan berdasar¬kan bidang. hampir tidak ada sumber sekundernya. Sumber bacaan yang kurang baik tidak akan membantu mutu tulisan ilmiah tadi. tesis.(5) Nomor jilid kalau perlu (6) Nomor halaman. maupun yang belum dipublikasikan seperti paper. Dari beberapa sumber bacaan yang sama ini dipilih salah satu saja sebagai sum¬ber referensi dalam daftar pustaka. 3. (4) Nomor majalah jika ada. Sumber semacam ini disebut sumber primer.2 Daftar Pustaka 3. skripsi.

Daftar pustaka tidak diberi nomor urut.4 Cara Menyusun Daftar Pustaka Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun pustaka: a. Baris pertama diketik dari garis tepi (margin) tanpa indensi dan untuk baris-baris berikutnya digunakan indensi empat ketukan . Daftar pustaka diletakkan pada bagian terakhir tulisan e. Hal ini berarti bahwa da lam menyeleksi kutipan atau catatan kaki harusla. d. 3. Masing-masing sumber bacaan diketik dengan jarak baris satu spasi.Yang perlu diperhatikan dalam menyusun daftar pustaka ialah bahwa semua referensi dari sumber bacaan yang telah dimuat ke dalam catatan kaki harus dimasukkan ke dalam daftar pustaka. Gelar penulis tidak dicantumkan walaupun dalam buku yang dikutip penulis mencantumkan gelar. b.2.h yang betul-betul rele¬van dengan masala. Jarak masing-masing sumber bacaan dua spasi. c. Dengan demikian daftar pustaka yang disusun adala. g.h daftar pustaka pilihan karena kutipan atau catatan kakinya merupakan hasil pilihan juga. f.h yang akan dibahas. Nama penulis diurut menurut abjad.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful