Makalah Mikrobiologi, Kromatografi dan Spektrofotometri

Disususn oleh : Dessy Alfionita XII Kimia Analisis 1 P2

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini berisi tentang penjelasan mikrobiologi dan spektrofotometri. Terselesaikannya makalah ini tidak terlepas dari bantuan-bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan rasa hormat dan rendah hati penulis mengucapkan terima kasih kepada Guru-guru produktif Kimia Analisis yang telah memberikan materi-materi tentang Kimia analitik khususnya materi kimia instrumen mikrobiologi dan yang berkaitan dengan tema dari makalah ini dan teman-teman XII KA 1 yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi diri kami khususnya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis membutuhkan kritik dan saran yang dapat membangun dari pembaca, agar makalah ini menjadi lebih baik.

Bekasi, Februari 2012

Penulis

Daftar Isi

............................................................................................... Proses Absorbsi Cahaya pada Spektrofotometri .............. Bagan Alat AAS ................................................................. Potensi Antibiotik ............................................................................. Sistem Atomisasi Nyala ......................... HPLC ................. Lampu HCL (HOLLOW CHATODE LAMP) .... Pengertian Mikrobiologi ........................................ UV-VIS dan IR ............... Sistem Atomisasi dengan Elektrothermal (TUNGKU) ........................................ B.......................................................................................................................................... Mirobiologi ...................... Mikrobiologi ...................................................................................................... Kromatografi kertas ............................... A............................................ Bakteri Patogen ................................................................................................................................................................................... Kromatografi ......................................................... Inokulasi ............................................ Prinsip dan Pengertian Sprektofotometer Serapan Atom .................................................................................................................................................................................................................................................................... Sterilisasi ...... C......................................................................................................................................................................................................................................................................................................... VIS....................................... Spektrum UV..................................... UJI MPN (Most Propable Number) ................................................................................................................Cover Kata Pengantar Daftar Isi A........ Kromatografi gas ......... Inkubasi ........................................................................................................................................ Kromatografi partisi .......................................................................................... Uji TPC (Total Plate Count) ........................................................................................................

bahkan hingga astrobiologi dan arkeologi.I. ilmu gizi. alga mikroskopik. dan jumlah bakteri coliform dapat dirata-ratakan. pertanian. teknik kimia. dengan adanya reaksi pada tabung durham atau tabung kimia. protozoa. II. Penerapan mikrobiologi pada masa kini masuk berbagai bidang dan tidak dapat dipisahkan dari cabang lain karena diperlukan juga dalam bidang farmasi. fungi. UJI MPN (Most Propable Number) • Tujuan MPN : Untuk menghitung jumlah bakteri e-coli atau golongan coliform yang terdapat dalam sampel. dan Archaea. • Dasar Uji MPN : Cara ini khusus dilakukan untuk menghitung bakteri golongan coli atau coliform. Virus sering juga dimasukkan walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya dapat dianggap sebagai makhluk hidup. Pengertian Mikrobiologi Mikrobiologi adalah sebuah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari mikroorganisme. Dengan cara pengenceran a) Uji sangkaan . • Metode MPN 1. khususnya bakteri. Jika menggunakan tabung kimia yang tertutup. Objek kajiannya biasanya adalah semua makhluk (hidup) yang perlu dilihat dengan mikroskop. Mikrobiologi dimulai sejak ditemukannya mikroskop dan menjadi bidang yang sangat penting dalam biologi setelah Louis Pasteur dapat menjelaskan proses fermentasi anggur (wine) dan membuat serum rabies Perkembangan biologi yang pesat pada abad ke-19 terutama dialami pada bidang ini dan memberikan landasan bagi terbukanya bidang penting lain: biokimia. maka menandakan adanya bakteri. kedokteran. kekeruhan pada media menandakan adanya bakteri. adanya tabung durham yang terbalik memudahkan pengamatan gas yang terbentuk.

1. 5) Dengan bahan kimia atau desinfektan . Untuk menghitung total koloni bakteri dengan metode cawan digunakan Nutrien Agar (NA). • Cara-cara sterilisasi : 1) pemanasan langsung atau dengan nyala api 2) cara kering dengan oven (160o C-180o C) digunakan untuk mensterilisasi alat – alat gelas. Alat – alat gelas di bungkus dengan koran dengan di pilin – pilin. Uji TPC (Total Plate Count) TPC merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah mikroba dalam bahan pangan. c) Uji pelengkap Untuk menentukan bakteri escherichia coli. Alat yang digunakan untuk metode TPC adalah coloning counter. II.Sterilisasi Sterilisasi adalah proses untuk mencuci hamakan bahan atau alat yang akan dipakai untuk menganalisis mikrobiologi. karena koloni dapat dilihat langsung dengan mata tanpa menggunakan mikroskop. Metode TPC merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam analisa. b) Uji penguat Hasil positif dari uji penguat di pindahkan atau dilanjutkan dalam media BGLB (brilliant green lactose bilebroth) tanpa pengenceran. Sistem ABCD Cara ini untuk menghitung jumlah bakteri golongan coli (coliform)dalam contoh cairan dengan membiakan bakteri pada media I.Cara ini khusus dilakukan untuk menghitung jumlah bakteri golongan coliform. dengan suhu 60oC-70oC . 3) Sterilisasi cara basah Alat yang digunakan dalam sterilisasi basah adalah autoklaf dengan suhu 121o C 4) Pasteorisasi Untuk mensterilkan bahan makanan dan susu.

Antibiotika yang kini banyak dipakai kebanyakan diperoleh dari genus Bacillus. dan Streptomyces. dsb ) I. Nama bakteri Salmonella typhosa Shigella dysenteriae Vibrio comma Haemophilus influenza Diplococcus pneumoniae Clostridium tetani Neiseria meningitis Neiseria gonorrhoeae Penyakit yang ditimbulkan Tifus Disentri basiler Kolera Influensa Pneumonia (radang paru-paru) Tetanus Meningitis (radang selaput otak) Gonorrhaeae (kencing nanah) Sifilis atau Lues atau raja singa Lepra (kusta) Puru atau patek Mycobacterium tuberculosis TBC paru-paru 10. 1. Antibiotika tersebar di dalam alam dan memegang peranan penting dalam mengatur populasi mikroba dalam tanah. 3. Treponema pallidum 11. Bakteri penyebab penyakit pada manusia: No. 4. air. 9. 8. hanya beberapa saja yang cukup tidak toksik untuk dapat dipakai dalam pengobatan.Potensi Antibiotik Antibiotika adalah suatu substansi kimia yang dibentuk atau diperoleh dari berbagai spesies mikroorganisme. Sifat-sifat antibiotika sebaiknya:      Menghambat atau membunuh patogen tanpa merusak host Bersifat bakterisid Tidak menyebabkan resistensi terhadap kuman Berspektrum luas atau menimbulkan efek samping jika Tidak bersifat alenergik digunakan dalam waktu lama . 5. Bakteri Patogen Merupakan kelompok bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada manusia. limbah. 7. hewan dan tumbuhan. 6. Penicillum. yang dalam konsentrasi rendah mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme lainnya.Sterilisasi menggunakan alkohol 70%. formalin. 2. Mycobacterium leprae 12. Treponema pertenue II. dan kompos. Antibiotika ini memiliki susunan kimia dan cara kerja yang berbeda-beda sehingga masing-masing antibiotika memiliki kuman standar tertentu. Dari sekian banyak antibiotika yang telah berhasil ditemukan.

yaitu: • • • • • Sintesis dinding sel Fungsi membran Sintesis protein Metabolism asam nukleat Metabolism intermedier Berdasarkan sifat toksisitas selektif. Untuk melakukan penanaman bakteri (inokulasi) terlebih dahulu diusakan agar semua alat yang ada dalam hubungannya dengan medium agar tetap steril. I. Pemindahan dengan dengan pipet Cara ini dilakukan dalam penyelidikan air minum atau pada penyelidikan untuk diambil 1 ml contoh yang akan diencerkan oleh air sebanyak 99 ml murni (Pelczar. . 1998). Ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum melakukan teknik penanaman bakteri (inokulasi) yaitu : 1. ada antimikroba yang bersifat menghambat pertumbuhan mikroba yang dikenal sebagai aktivitas bakteriostatik dan ada juga yang bersifat membunuh mikroba yang dikenal sebagai aktivitas bakterisid. Antibiotika mengganggu bagian-bagian yang peka dalam sel. Inokulasi Penanaman bakteri atau biasa disebut juga inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Bila perhitungan potensi antibiotik berada pada kisaran 95% -105% berarti antibiotik amoxicillin yang diujikan dapat menghambat pertumbuhan kuman dengan baik. 1986).dalam labotarium pembuataan serum vaksin dan sebagainya.   Aktif dalam plasma. 2. cairan badan. hal ini agar menghindari terjadinya kontaminasi (Dwijoseputro. 1986). Dalam percobaan ini antibiotik berupa amoxicilin diuji potensinya apakah memenuhi standar dalam kegunaannya untuk membunuh mikroba. Inokulasi dapat dilakukan dalam sebuah kotak kaca (encast) udara yang lewat dalam kotak tersebut dilewatkan saringan melalui suatu jalan agar tekena sinar ultraviolet (Pelczar. Menyiapkan ruangan Ruang tempat penanaman bakteri harus bersih dan keadannya harus steril agar tidak terjadi kesalahan dalam pengamatan atau percobaaan . atau eksudat Larut dalam air serta stabil Bakterial level di dalam tubuh cepat dicapai dan bertahan untuk waktu lama.

Pemindahan dengan kawat inokulasi Ujung kawat inokulasi sebaliknya dari platina atau nikel .ujungnya boleh lurus juga boleh berupa kolongan yang diametrnya 1-3mm. 1986). Pada praktikum ini akan dilakukan teknik inokulasi biakan mikroorganisme pada medium steril untuk mempelajari mikrobiologi dengan satu kultur murni saja. Inkubasi merupakan suatu teknik perlakuan bagi mikroorganisme yang telah diinokulasikan pada madia (padat atau cair). Media inkubasi digolongkan menjadi 2 jenis : . Identifikasi biakan mikroorganisme seringkali memerlukan pemindahan ke biakan segar tanpa terjadi pencemaran. mikroorganisme juga memperlihatkan pertumbuhan dengan ciri tertentu dalam biakan padat seperti agar miring atau lempengan agar. sedangkan pada permukaan kaldu pertumbuhannya terlihat sebagai pelikel. Mikroba aerob obligat berkembang biak pada lapisan permukaan karena pada bagian ini kandungan oksigen tinggi. Agar miring lazimnya digunakan untuk menyimpan biakan murni sedangkan agar lempengan lazimnya digunakan untuk memurnikan mikroorganisme. Bila mikroorganisme menumpuk pada dasar tabung maka akan membentuk sedimen. kemudian di simpan pada suhu tertentu untuk dapat melihat pertumbuhannya. Pertumbuhan mikroorganisme dalam kaldu seringkali menggambarkan aktivitas metabolismenya. biasanya mikroorganisme tidak dapat tumbuh dengan baik. Dengan demikian akan diperoleh biakan mikroorganisme yang dapat digunakan untuk pembelajaran mikrobiologi. II.3. Bila suhu inkubasi tidak sesuai dengan yang diperlukan. Pemindahan mikroorganisme ini dilakukan dengan teknik aseptik untuk mempertahankan kemurnian biakan selama pemindahan berulangkali. Kekeruhan dalam kaldu menunjukkan terjadinya pertumbuhan mikroorganisme. Teknik inokulasi merupakan suatu pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Selain dalam media cair. Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dalam biakan cair atau padat. Dalam melakukuan penanaman bakteri kawat ini terlebih dahulu dipijarkan sedangkan sisanya tungkai cukup dilewatkan nyala api saja setelah dingin kembali kawat itu disentuhkan lagi dalam nyala (Pelczar.

diabsorbsi atau dihamburkan sehingga dikenal adanya spektroskopi hamburan. Dalam interaksi materi dengan cahaya atau radiasi elektromagnetik. Cahaya yang dimaksud dapat berupa cahaya visibel. 2. Sedangkan pengertian spektroskopi lebih luas misalnya cahaya maupun medan magnet termasuk gelombang elektromagnetik. Radiasi elektromagnetik memiliki sifat ganda yang disebut sebagai sifat dualistik cahaya yaitu: 1) Sebagai gelombang . Sinar atau cahaya yang berasal dari sumber tertentu disebut juga sebagai radiasi elektromagnetik. Pengertian spektroskopi dan spektrofotometri pada dasarnya sama yaitu di dasarkan pada interaksi antara materi dengan radiasi elektromagnetik. sedangkan materi dapat berupa atom dan molekul namun yang lebih berperan adalah elektron valensi. UV-Vis Spektrofotometri merupakan salah satu metode dalam kimia analisis yang digunakan untuk menentukan komposisi suatu sampel baik secara kuantitatif dan kualitatif yang didasarkan pada interaksi antara materi dengan cahaya. spektroskopi absorbsi ataupun spektroskopi emisi. UV dan inframerah.1. Radiasi elektromagnetik yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah cahaya matahari. A. radiasi elektromagnetik kemungkinanan dihamburkan. UV. Proses Pada lemari biasa atau suhu kamar. Namun pengertian spektrofotometri lebih spesifik atau pengertiannya lebih sempit karena ditunjukan pada interaksi antara materi dengan cahaya (baik yang dilihat maupun tidak terlihat). Pengertian Dasar Spektrofotometer Vis. Peralatan yang digunakan dalam spektrofotometri disebut spektrofotometer. Pada incubator yang suhunya dapat di tentukan ini bertujuan agar kita dapat melihat pertumbuhan atau perkembangbiakan pada mikroorganisme.

Perbedaannya terletak pada panjang gelombang yang digunakan. baik cahaya Uv. Karena sifat tersebut maka beberapa parameter perlu diketahui misalnya panjang gelombang. Vis maupun Ir oleh materi sehingga spektrofotometri disebut juga sebagai spektroskopi absorbsi. Secara sederhana Instrumen spektrofotometri yang disebut spektrofotometer terdiri dari : sumber cahaya – monokromator – sel sampel – detektor – read out (pembaca). frekuensi dan energi tiap foton. Dari 4 jenis spektrofotometri ini (UV. UV-Vis dan Ir) memiliki prinsip kerja yang sama yaitu “adanya interaksi antara materi dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu”.2) Sebagai partikel-partikel energi yang disebut foton. Vis. . Panjang gelombang (l) didefinisikan sebagai jarak antara dua puncak. Interaksi antara materi dengan cahaya disini adalah terjadi penyerapan cahaya.

lampu pada panjang gelombang IR. . Sumber sinar polikromatis berfungsi sebagai sumber sinar polikromatis dengan berbagai macam rentang panjang gelombang. Infra merah. • • 2.Fungsi masing-masing bagian: 1. Untuk sepktrofotometer • • UV menggunakan lampu deuterium atau disebut juga heavi hidrogen VIS menggunakan lampu tungsten yang sering disebut lampu wolfram UV-VIS menggunan photodiode yang telah dilengkapi monokromator. Jenis monokromator yang saat ini banyak digunakan adalan gratting atau lensa prisma dan filter optik. Monokromator berfungsi sebagai penyeleksi panjang gelombang yaitu mengubah cahaya yang berasal dari sumber sinar polikromatis menjadi cahaya monaokromatis.

Proses dispersi atau penyebaran cahaya seperti yang tertera pada gambar. Sedangkan filter optik berupa lensa berwarna sehingga cahaya yang diteruskan sesuai dengan warnya lensa yang dikenai cahaya. . Kuvet biasanya terbuat dari kuarsa atau gelas. . Untuk sampel dalam bentuk larutan dimasukan ke dalam sel natrium klorida. Sel sampel berfungsi sebagai tempat meletakan sampel . Ada banyak lensa warna dalam satu alat yang digunakan sesuai dengan jenis pemeriksaan. Cuvet biasanya berbentuk persegi panjang dengan lebar 1 cm.Jika digunakan grating maka cahaya akan dirubah menjadi spektrum cahaya. Pada gambar di atas hanya cahaya hijau yang melewati pintu keluar. jika sampel yang dimiliki sangat sedikit dan harganya mahal. untuk sampel cair dan padat (dalam bentuk pasta) biasanya dioleskan pada dua lempeng natrium klorida.IR. VIS dan UV-VIS menggunakan kuvet sebagai tempat sampel.UV. Pada gambar di atas disebut sebagai pendispersi atau penyebar cahaya. namun kuvet dari kuarsa yang terbuat dari silika memiliki kualitas yang lebih baik. Hal ini disebabkan yang terbuat dari kaca dan plastik dapat menyerap UV sehingga penggunaannya hanya pada spektrofotometer sinar tampak (VIS). dengan adanya pendispersi hanya satu jenis cahaya atau cahaya dengan panjang gelombang tunggal yang mengenai sel sampel. Sel ini akan dipecahkan untuk mengambil kembali larutan yang dianalisis. 3.

4. Proses Absorbsi Cahaya pada Spektrofotometri . Waktu respon cepat dan signal minimum tanpa radiasi. Macam-macam detektor : • • • • • • Detektor foto (Photo detector) Photocell. Syarat-syarat sebuah detektor : • • • • • Kepekaan yang tinggi Perbandingan isyarat atau signal dengan bising tinggi Respon konstan pada berbagai panjang gelombang. Read out merupakan suatu sistem baca yang menangkap besarnya isyarat listrik yang berasal dari detektor. Phototube Hantaran foto Dioda foto Detektor panas 5. misalnya CdS. I. Detektor berfungsi menangkap cahaya yang diteruskan dari sampel dan mengubahnya menjadi arus listrik. Signal listrik yang dihasilkan harus sebanding dengan tenaga radiasi.

Apabila cahaya yang diserap adalah cahaya inframerah maka elektron yang ada dalam atom atau elektron ikatan pada suatu molekul dapat hanya akan bergetar (vibrasi). cahaya datang atau cahaya masuk atau cahaya yang mengenai permukaan zat dan cahaya setelah melewati zat tidak dapat diukur. Elektron-elektron yang dimiliki oleh suatu molekul dapat berpindah (eksitasi). Sedangkan gerakan berputar elektron terjadi pada energi yang lebih rendah lagi misalnya pada gelombang radio. Di dalam suatu molekul yang memegang peranan penting adalah elektron valensi dari setiap atom yang ada hingga terbentuk suatu materi. Ketika cahaya mengenai sampel sebagian akan diserap. maka cahaya dengan panjang gelombang tertentu saja yang akan diserap. Jika zat menyerap cahaya tampak dan UV maka akan terjadi perpindahan elektron dari keadaan dasar menuju ke keadaan tereksitasi. berputar (rotasi) dan bergetar (vibrasi) jika dikenai suatu energi. Pada spektrofotometri. Dimana zat yang ada dalam sel sampel disinari dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Proses penyerapan cahaya oleh suatu zat dapat digambarkan sebagai berikut: . yang dapat diukur adalah It/I0 atau I0/It (perbandingan cahaya datang dengan cahaya setelah melewati materi (sampel)). Perpindahan elektron ini disebut transisi elektronik.Ketika cahaya dengan panjang berbagai panjang gelombang (cahaya polikromatis) mengenai suatu zat. Atas dasar inilah spektrofotometri dirancang untuk mengukur konsentrasi suatu suatu yang ada dalam suatu sampel. sebagian akan dihamburkan dan sebagian lagi akan diteruskan.

inframerah dan sebagainya) yang diserap atau ditransmisikan oleh suatu larutan merupakan suatu fungsi eksponen dari konsentrasi zat dan tebal larutan”. Berdasarkan hukum Lambert-Beer. rumus yang digunakan untuk menghitung banyaknya cahaya yang hamburkan: .Gambar Proses penyerapan cahaya oleh zat dalam sel sampel. dinyatakan dengan hukum lambert-beer atau Hukum Beer. dari gambar terlihat bahwa zat sebelum melewati sel sampel lebih terang atau lebih banyak di banding cahaya setelah melewati sel sampel Cahaya yang diserap diukur sebagai absorbansi (A) sedangkan cahaya yang hamburkan diukur sebagai transmitansi (T). berbunyi: “jumlah radiasi cahaya tampak (ultraviolet.

c atau A = ε . b . b .dan absorbansi dinyatakan dengan rumus: dimana I0 merupakan intensitas cahaya datang dan It atau I1 adalah intensitas cahaya setelah melewati sampel. Rumus yang diturunkan dari Hukum Beer dapat ditulis sebagai: A= a . c dimana: A = absorbansi b atau terkadang digunakan l = tebal larutan (tebal kuvet diperhitungkan juga umumnya 1 cm) c = konsentrasi larutan yang diukur ε = tetapan absorptivitas molar (jika konsentrasi larutan yang diukur dalam molar) .

5. Hal ini dapat diatasi dengan penggunaan blangko. 2. sangat rendah atau sangat tinggi. 3. namun kuvet dari kuarsa memiliki kualitas yang lebih baik. Faktor-faktor yang sering menyebabkan kesalahan dalam menggunakan spektrofotometer dalam mengukur konsentrasi suatu analit: 1. Artinya larutan yang diukur harus benar-benar jernih agar tidak terjadi hamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid atau suspensi yang ada di dalam larutan. Kuvet yang ada biasanya dari bahan gelas atau Kesalahan fotometrik normal pada pengukuran dengan absorbansi kuarsa.a = tetapan absorptivitas (jika konsentrasi larutan yang diukur dalam ppm). Secara eksperimen hukum Lambert-beer akan terpenuhi apabila peralatan yang digunakan memenuhi kriteria-kriteria berikut: 1. Serapan oleh kuvet. Konsentrasi analit rendah. 3. Sinar yang masuk atau sinar yang mengenai sel sampel berupa sinar Penyerapan sinar oleh suatu molekul yang ada di dalam larutan tidak Penyerapan terjadi di dalam volume larutan yang luas penampang dengan dengan panjang gelombang tunggal (monokromatis). 4. Penyerapan tidak menghasilkan pemancaran sinar pendafluor. Karena apabila konsentrasi tinggi akan menggangu kelinearan grafik absorbansi versus konsntrasi. dipengaruhi oleh molekul yang lain yang ada bersama dalam satu larutan. (tebal kuvet) yang sama. hal ini dapat diatur dengan pengaturan konsentrasi. yaitu larutan yang berisi selain komponen yang akan dianalisis termasuk zat pembentuk warna. . 2. sesuai dengan kisaran sensitivitas dari alat yang digunakan (melalui pengenceran atau pemekatan). Adanya serapan oleh pelarut.

UV-VIS dan IR data yang dikeluarkan dapat berupa spektrum jika telah dihubungkan dengan komputer. Teknik ini dikenal dengan SEA (spektrofotometer emisi atom). AAS banyak digunakan untuk analisis unsur. Selain pada IR.I. VIS. UV-VIS dan IR Data-data yang dikeluarkan oleh UV atau VIS dapat berupa absorbansi atau transmitansi yang langsung dibaca pada spektrofotometer. Penyerapan ini menyebabkan terjadinya pengurangan intensitas radiasi yang diberikan. VIS dan UV-VIS berupa pita yang lebar sedangkan pada pita yang dikeluarkan oleh IR berupa garis atau puncak tajam. . Spektrum yang dikeluarkan oleh UV. Pengurangan intensitasnya sebanding dengan jumlah atom yang berada pada tingkat dasar tersebut. Frekuansi radiasi yang dipancarkan karakteristik untuk setiap unsur dan intensitasnya sebanding dengan jumlah atom yang tereksitasi yang kemudian mengalami deeksitasi. Spektrum UV. Prinsip dan Pengertian Sperktofotometer Serapan Atom Prinsip analisis dengan SSA adalah interaksi antara energi radiasi dengan atom unsur yang dianalisis. II. Keadaan ini tidak stabil dan akan kembali ke tingkat dasar dengan melepaskan sebagian atau seluruh tenaga eksitasinya dalam bentuk radiasi. populasi atom pada tingkat dasar dikenakan seberkas radiasi. Pita melebar dari UV-VIS disebabkan karena energi yang dimiliki selain menyebabkan transisi elektronik terjadi pula rotasi dan vibrasi elektron dalam molekul. Sedangkan pada IR hanya terjadi vibrasi elektron maka spektrum yang dihasilkan berupa garis atau puncak tajam. Atom suatu unsur akan menyerap energi dan terjadi eksitasi atom ke tingkat energi yang lebih tinggi. Untuk SSA keadaan berlawanan dengan cara emisi yaitu. spektrum berupa garis dapat terjadi pula pada spektroskopi NMR karena hanya terjadi rotasi elektron. maka akan terjadi penyerapan energi radiasi oleh atom-atom yang berada pada tingkat dasar tersebut. VIS. Namun untuk UV.

Absorpsi ini mengikuti hukum Lambert-Beer. kurva kalibrasi dan kurva adisi standar. Sistem Atomisasi Nyala Setiap alat spektrometri atom akan mencakup dua komponen utama sistem introduksi sampel dan sumber (source) atomisasi.asetilen. 1) Nyala udara-asetilen Biasanya menjadi pilihan untuk analisis menggunakan AAS. temperarur nyala-nya yang lebih rendah mendorong terbentuknya atom netral dan dengan . kondisi analisis yang sesuai untuk kebanyakan ana! it (unsur yang dianalisis) dapat ditentukan dengan menggunakan metode-metode emisi. Panjang gelombang yang dihasilkan oleh sumber radiasi adalah sama dengan panjang gelombang yang diabsorpsi oleh atom dalam nyala. IV. tetapi kebanyakan atom tetap tinggal sebagai atom netral dalam keadaan dasar (ground state). Aerosol biasanya dihasilkan oleh Nebulizer (pengabut) yang dihubungkan ke nyala oleh ruang penyemprot (chamber spray).Larutan sampel diaspirasikan ke suatu nyala dan unsur-unsur di dalam sampel diubah menjadi uap atom sehingga nyala rnengandung atom unsur-unsur yang dianalisis. Kedua variabel ini sulit untuk ditentukan tetapi panjang nyala dapat dibuat konstan sehingga absorbansi hanya berbanding langsung dengan konsentrasi analit dalam larutan sampel. Teknikteknik analisisnya sama seperti pada spektrofotometri UV -Vis yaitu standar tunggal. Untuk kebanyakan instrumen sumber atomisasi ini adalah nyala dan sampel di introduksikan dalarn bentuk larutan. Namun demikian. yakni absorbansi berbanding lurus dengan panjang uyala yang dilalui sinar dan konsentrasi uap atom dalam nyala. Atom-atom ground state ini kemudian menyerap radiasi yang diberikan oleh sumber radiasi yang terbuat dari unsur-unsur yang bersangkutan.. Ada banyak variasi nyala yang telah diapakai bertahun-tahun untuk spektrometri atom. absorbsi dan juga fluoresensi. Dengan kedua jenis nyala ini. Beberapa diantara atom akan tereksitasi secara termal oleh ayala. Sampel masuk ke nyala dalam bentuk aerosol. yang saat ini menonjol dan dipakai secara luas untuk pengukuran analitik adalah udara-asetilen dan nitrous oksida.

Mo. Unsur-unsur tersebut adalah: Al. Si. 2) Me!akukan seperti pada point 1) untuk semua elemen (unsur) dalam sampel pada s sampel. Hal ini disebabkan temperatur nyala yang dihasilkan relative tinggi. emua level konsentrasi. Proses atomisasi ini akan berpengaruh terhadap hubungan antara konsentrasi atom analit dalam larutan dan sinyal yang diperoleh pada detektor dan dengan demikian sangat berpengaruh terhadap sensitivitas analisis. Langkah-langkah proses atomisasi melibatkan hal-hal kunci sebagaimana diberikan pada Gambar 3. 6) 7) " 5) Memberikan analisis yang teliti (precise) dan tepat (accurate). So. 4) Mendapatkan sinyal analitik sebagai fungsi sederhana dari konsentrasi tiap¬tiap elemen. Memudahkanoperasi. GFAAS dapat mengatasi kelemahan dari sistem nyala seperti. Proses atomisasi adalah proses pengubahan sample dalam bentuk larutan menjadi spesies atom dalam nyala. B. 2) Nitrous oksida-asetilen Dianjurkan dipakai untuk penentuan unsur-unsur yang mudah membentuk oksida dan sulit terurai. yakni agar gangguan(interfererisi) dan penganih matriks (media) sampel menjadi minimal. 3) Agar diperoleh kondisi operasi yang identik untuk setiap elemen dan V. Mendapatkan harga beli. Ada tiga tahap atomisasi dengan tungku yaitu: . Secara ideal fungsi dari sistem atomisasi (source) adalah : 1) Mengubah sembarang jenis sampel menjadi uap atom fasa-gas dengan sedikit perlakuan atau tanpa perIakuan awal. perawatan dan pengoperasian yang murah.nyala yang kaya bahan bakar pembentukan oksida dari banyak unsur dapat diminimalkan. Ti. jumlah sampel dan penyiapan sampel. V danW. sensitivitas. Sistem Atomisasi dengan Elektrothermal (TUNGKU) Sistem nyala api ini lebih dikenal dengan nama GFAAS.

Br. Beberapa unsur yang sama sekali tidak dapat dianalisis dengan GFAAS adalah tungsten. 2. Lampu ini terdiri dari katoda cekung yang silindris yang terbuat dari unsur yang akan ditentukan atau campurannya (alloy) dan anoda yang terbuat dari tungsten. Ho. 3. Hf. Atom yang teruapkan ini. Bagan Alat AAS Karena komponen lain dalam instrumentasi AAS telah disinggung sebelumnya kecuali hollow cathode lamp: HCL (Iampu katoda cekung). Jangan menggunakan media klorida. lebih baik gunakan nitrat Sulfat dan fosfat bagus untuk pelarut sampel. Beda voltase yang cukup tinggi dikenakan pada kedua elektroda tersebut sehingga atom gas pada anoda terionisasi. Petunjuk praktis penggunaan GFAAS: 1. biasanya setelah sampel Gunakan cara adisi sehingga bila sampel ada interferensi dapat terjadi pada ditempatkan dalam tungku sampel dan standard. maka selanjutnya hanya akan dibahas komponen HCL yang merupakan kunci berkembang pesatnya AAS dan sekaligus penjelasan mengapa metode AAS merupakan metode analsis yang sangat selektif. Y dan Zr. Lampu HCL (HOLLOW CHATODE LAMP) Lampu ini merupakan sumber radiasi dengan spektra yang tajam dan mengemisikan gelombang monokhromatis. b. hal ini disebabkan karena unsur tersebut dapat bereaksi dengan graphit. Tahap pengeringan atau penguapan larutan Tahap pengabuan atau penghilangan senyawa-senyawa organik dan Unsur-unsur yang dapat dianalsis dengan menggunakan GFAAS adalah sama c. VI. Sc. Nd. . VII. Ion positif ini dipercepat kearah katoda dan ketika menabrak katoda menyebabkan beberapa logam pada katoda terpental dan berubah menjadi uap. Tahap atomisasi dengan unsur-unsur yang dapat dianalisis dengan sistem nyala.a. W. Re. Elektroda-elektroda ini berada dalam tabung gelas dengan jendela quartz karena panjang gelombang emisinya sering berada pada daerah ultraviolet. Tabung gelas tersebut dibuat bertekanan rendah dan diisi dengan gas inert Ar atau Ne. Ta. La. Os. Lu. U.

Ada tiga teknik yang biasa dipakai dalam analisis secara spektrometri.karena tabrakan dengan ion gas yang berenergi tinggi. (3) Metoda Adisi Standar . Sinar yang diabsorpsi paling kuat biasanya adalah sinar yang berasal dart transisi elektron ke tingkat eksitasi terendah.b atau slope = a. Dengan mengukur Absorbansi larutan sampel dan standar. Selanjutnya absorbsi larutan standar (Asta) dan absorbsi larutan sampel (Asmp) diukur dengan Spektrofotometri.b. ketika kembali ke keadaan dasar atom-¬atom tersebut memancarkan sinar dengan λ yang karakteristik untuk unsur katoda tersebut. Lampu ini mempunyai prinsip kerja hampir sama dengan HCL. (2) Metode Kurva Kalibrasi Dalam metode ini dibuat suatu seri larutan standar dengan berbagai konsentrasi dan absorbansi dari larutan tersebut diukur dengan AAS. Konsentrasi larutan sampel dapat dicari setelah absorbansi larutan sampel diukur dan diintrapolasi ke dalam kurva kalibrasi atau dimasukkan ke dalam persamaan garis lurus yang diperoleh dengan menggunakan program regresi linear pada kurva kalibrasi. tetapi mempunyai output radiasi lebih tinggi dan biasanya digunakan untuk analisis unsur-unsur As dan Se. Ketiga teknik tersebut adalah (1) Metoda Standar Tunggal Metoda sangat praktis karena hanya menggunakan satu larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya (Cstd). tereksitasi ke tingkat energi elektron yang lebih tinggi. Sinar ini disebut garis resonansi. Berkas sinar yang diemisikan bergerak melalui nyala dan berkas dengan λ tertentu yang dipilih dengan monokromator akan diserap oleh uap atom yang ada dalam nyala yang berasal dari sampel. Sumber radiasi lain yang sering digunakan adalah "Electrodless Discharge Lamp ". karena lampu HCL untuk unsur-unsur ini mempunyai sinyal yang lemah dan tidak stabil. konsentrasi larutan sampel dapat dihitung. Langkah selanjutnya adalah membuat grafik antara konsentrasi (C) dengan Absorbansi (A) yang akan merupakan garis lurus melewati titik nol dengan slope = ε.

sedangkan larutan yang lain sebelum diukur absorbansinya ditambah terlebih dulu dengan sejumlah tertentu tarutan standar dan diencerkan seperti pada larutan yang pertama. kimiawan Rusia Mikhail Semënovich Tsvet (18721919) menyiapkan kolom yang diisi dengan serbuk kalsium karbonat. Secara mengejutkan.1 Tabel 12. Kemudian kimiawan dari Swiss Richard Martin Willstätter (1872-1942) menerapkan teknik ini untuk risetnya yakni khlorofil untuk menunjukkan manfaat teknik ini. yang ditentukan oleh kekuatan adsorpsi atau koefisien partisi antara fasa mobil dan fasa diam (stationer). Dalam metoda ini dua atau lebih sejumlah volume tertentu dari sampel dipindahkan ke dalam labu takar. Satu larutan diencerkan sampat volume tertentu kemudian diukur absorbansinya tanpa ditambah dengan zat standar. Kromatografi adalah teknik untuk memisahkan campuran menjadi komponennya dengan bantuan perbedaan sifat fisik masing-masing komponen. dan kedalamnya dituangkan campuran pigmen tanaman yang dilarutkan dalam eter. seperti ditunjukkan di Tabel 12. Kromarografi Di awal abad ke-20. Ia menamakan kromatografi pada teknik pemisahan baru ini (1906). Komponen utama kromatografi adalah fasa stationer dan fasa mobil dan kromatografi dibagi menjadi beberapa jenis bergantung pada jenis fasa mobil dan mekanisme pemisahannya. C. pigmen memisahkan dan membentuk lapisan berwarna di sepanjang kolom. Pemisahan dicapai oleh perbedaan laju turun masing-masing komponen dalam kolom.Metoda ini dipakai secara luas karena mampu meminimalkan kesalahan yang disebabkan oleh perbedaan kondisi lingkungan (matriks) sampel dan standar.1 Klasifikasi kromatografi . dan sejak itu banyak perhatian diberikan pada kromatografi. Alat yang digunakan terdiri atas kolom yang di dalamnya diisikan fasa stasioner (padatan atau cairan). Campuran ditambahkan ke kolom dari ujung satu dan campuran akan bergerak dengan bantuan pengemban yang cocok (fasa mobil).

zat terlarut akan mengalami proses adsorpsi dan partisi berulang-ulang. I. kromatografi lapis tipis. Kolomnya (tabung gela) diisi dengan bahan seperti alumina. Laju penurunan berbeda untuk masing-masing zat terlarut dan bergantung pada koefisien partisi masing-masing zat terlarut. Larutan sampel kemudian diisikan kedalam kolom dari atas sehingga sammpel diasorbsi oleh adsorben. Partisi zat terlarut berlangsung di pelarut yang turun ke bawah (fasa mobil) dan pelarut yang teradsorbsi oleh adsorben (fasa stationer). Kromatografi partisi Prinsip kromatografi partisi dapat dijelaskan dengan hukum partisi yang dapat diterapkan pada sistem multikomponen yang dibahas di bagian sebelumnya. silika gel atau pati yang dicampur dengan adsorben. kromatografi kertas Fasa mobil Mekanisme Fasa stationer Beberapa contoh kromatografi yang sering digunakan di laboratorium diberikan di bawah ini. Contoh khas kromatografi partisi adalah kromatografi kolom yang digunakan luas karena merupakan sangat efisien untuk pemisahan senyawa organik (Gambar 12. dan pastanya diisikan kedalam kolom.Kriteria Nama Kromatografi cair. pembawa) ditambahkan tetes demi tetes dari atas kolom. zat terlarut didistribusikan antara fasa stationer dan fasa mobil.3). . Dalam kromatografi partisi. zat terlarut akan terpisahkan membentuk beberapa lapisan. Selama perjalanan turun. Fasa stationer dalam banyak kasus pelarut diadsorbsi pada adsorben dan fasa mobil adalah molekul pelarut yang mengisi ruang antar partikel yang ter adsorbsi. kromatografi gas Kromatografi adsorpsi. Kemudian pelarut (fasa mobil. Dalam percobaan. kromatografi partisi Kromatografi pertukaran ion kromatografi gel Kromatografi kolom. Akhirnya. ekstraksi terjadi berulang dalam satu kali proses.

Akhirnya. Kemudian dasar kertas saring dicelupkan kedalam pelarut yang mengisi dasar wadah. Air. Gambar 12. Kromatografi kertas Mekanisme pemisahan dengan kromatografi kertas prinsipnya sama dengan mekanisme pada kromatografi kolom. Jadi penemuan kromatografi kertas merupakan berita sangat baik bagi mereka. pemisahan asam amino adalah masalah paling sukar yang dihadapi kimiawan di akhir abad 19 dan awal abad 20. Nilai R didefinisikan untuk tiap zat etralrut dengan persamaan berikut. asam asetat atau campuran zat-zat ini dapat digunakan. masing-masing lapisan dielusi dengan pelarut yang cocok untuk memberikan spesimen murninya.3 Diagram skematik kromatografi II. Karena asam amino memiliki sifat yang sangat mirip. dan asam-asam amino larut dalam air dan tidak mudah menguap (tidak mungkin didistilasi). Sampel yang akan dianalisis ditotolkan ke ujung kertas yang kemudian digantung dalam wadah. Adsorben dalam kromatografi kertas adalah kertas saring. R = (jarak yang ditempuh zat terlarut) / (jarak yang ditempuh pelarut/fasa mobil). . Kromatografi kertas diterapkan untuk analisis campuran asam amino dengan sukses besar. yakni selulosa. etanol. Fasa mobil (pelarut) dapat saja beragam.

Ketiak pelarut mencapai ujung atas kertas proses dihentikan. Dari nilai R. Saat campuran asam amino menaiki lembaran kertas secara vertikal karena ada fenomena kapiler. alumina teraktivasi.indigo. masing-masing asam amino diidentifikasi. Umumnya. untuk kromatografi gas-padat. Pemisahan gas bertitik didih rendah seperti oksigen.com/ science-supplies/filterpaper. html III. Setiap asam amino bergerak dari titik awal sepanjang jarak tertentu. . Fasa stationer dapat berupa padatan (kromatografi gas-padat) atau cairan (kromatografi gas-cair). Fasa mobil adalah gas semacam hidrogen. silika gel atau saringan molekular diisikan ke dalam tabung logam gulung yang panjang (2-10 m) dan tipis. Kromatografi kertas dua-dimensi (2D) menggunakan kertas yang luas bukan lembaran kecil. dan sampelnya diproses secara dua dimensi dengan dua pelarut. partisi asam amino antara fasa mobil dan fasa diam (air) yang teradsorbsi pada selulosa berlangsung berulang-ulang.Kimiawan Inggris Richard Laurence Millington Synge (1914-1994) adalah orang pertama yang menggunakan metoda analisis asam amino dengan kromatografi kertas. Gambar 12. nitrogen atau argon dan disebut gas pembawa. Kromatografi gas Campuran gas dapat dipisahkan dengan kromatografi gas. sejumlah kecil padatan inert misalnya karbon teraktivasi.4 Contoh hasil kromatografi kertas pigmen dari www. karbon monoksida dan karbon dioksida dimungkinkan dengan teknik ini.

Metoda ini khususnya sangat baik untuk analisis senyawa organik yang mudah menguap seperti hidrokarbon dan ester. Fasa stationer cair tidak populer. Sebagian besar kolom lebih pendek dari 1 m. Analisis minyak mentah dan minyak atsiri dalam buah telah dengan sukses dilakukan dengan teknik ini. Disarankan untuk mencoba fasa cair standar yang diketahui efektif untuk berbagai senyawa. IV. Berdasarkan hasil ini. dan setiap senyawa akan dipartisi antara fasa gas (mobil) dan fasa cair (diam) mengikuti hukum partisi. anion dan ion organik. Metoda yang dipilih akan bergantung apakah tujuannya analisik atau preparatif. Metoda deteksinya. digunakan sebagai fasa diam dan diisikan ke dalam kolom. . untuk pemurnian (misalnya untuk keperluan sintesis) senyawa organik skala besar. Senyawa yang kurang larut dalam fasa diam akan keluar lebih dahulu. ester seperti ftalil dodesilsulfat yang diadsorbsi di permukaan alumina teraktivasi. Campuran senyawa yang mudah menguap dicampur dengan gas pembawa disuntikkan ke dalam kolom. Ciri teknik ini adalah penggunaan tekanan tinggi untuk mengirim fasa mobil kedalam kolom. Kromatografi penukar ion menggunakan bahan penukar ion sebagai fasa diam dan telah berhasil digunakan untuk analisis kation.Dalam kasus kromatografi gas-cair. HPLC Akhir-akhir ini. silika gel atau penyaring molekular. Silika gel atau oktadesilsilan yang terikat pada silika gel digunakan sebagai fasa stationer. Dengan memberikan tekanan tinggi. Kolom yang digunakan untuk HPLC lebih pendek daripada kolom yang digunakan untuk kromatografi gas. cairan yang lebih khusus kemudian dapat dipilih. HPLC (high precision liquid chromatography atau high performance liquid chromatography) secara ekstensif digunakan. laju dan efisiensi pemisahan dapat ditingkatkan dengan besar. Efisiensi pemisahan ditentukan dengan besarnya interaksi antara sampel dan cairannya. zat tersebut dapat dianalisis. Bi la zat melarut dengan pelarut yang cocok. akan mempengaruhi kesensitifan teknik ini.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful