P. 1
Konsep Pemasaran Dan

Konsep Pemasaran Dan

|Views: 43|Likes:
Published by Rinaldi Sukarno

More info:

Published by: Rinaldi Sukarno on Feb 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/03/2012

pdf

text

original

Konsep pemasaran dan penjualan Konsep Pemasaran Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu

dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain (Philip Kotler, 1995). Sedangkan menurut Wiliam J. Stanton (1978) pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen. Pengertian pemasaran Pemasaran dan produk merupakan fungsi pokok bagi perusahaan berusaha memproduksi dan memesarkan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.Pada saat ini kegiatan pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam dunia usaha.salah pengartian ini timbul karna pihak ± pihak yang bersangkutan mempunyai kegiatan dan kepentingan yang berbeda ± beda. Kenyataan , pemasaran merupakan konsep yang menyeluruh , sedangkan istilah yang lain tersebut hanya merupakan satu bagian, satu kegiatan dalam sistem pemasaran secara keseluruhan. Pemasaran merupakan keseluruhan dari pengertian tentang : ‡ Penjualan. ‡ Perdangan ‡ Distribusi Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditunjukan untuk merencanakan , menentukan harga, mempromosikan , dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pemasaran sebagai suatu sistem dari kegiatankegiatan yang saling berhubungan, sehingga konsumen mendapatkan kebutuhan dan keinginan serta kepuasan. Dalam melakukan kegiatan-kegiatan pemasaran yang efisien, efektif dan bertanggung jawab serta dapat berpedoman pada salah satu filosofi pemasaran. Ada lima filosofi pemasaran yang mendasari cara organisasi melakukan kegiatan-kegiatan pemasarannya (Philip Kotler, 2000), yaitu:

Koordinasi dan integrasi seluruhan kegiatan pemasaran. Konsep berwawasan produk berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang menawarkan mutu. Sebagai falsafah bisnis. kinerja terbaik. d) Konsep Berwawasan Pemasaran. konsep pemasaran tersebut disusun dengan memasukkan tiga elemen pokok. serta perusahaan mempunyai banyak cara promosi dan penjualan yang efektif untuk merangsang pembeli. Konsep berwawasan menjual berpendapat bahwa konsumen dibiarkan saja. konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah cukup. 2. b) Konsep Berwawasan Produk. Philip Kotler (1995) mengemukakan konsep berwawasan pemasaran. Stanton. menyatakan bahwa konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. William J. artinya konsumen enggan membeli dan harus didorong supaya membeli. atau hal-hal inovatif lainnya. Konsep berwawasan pemasaran berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari pada saingannya.a) Konsep Berwawasan Produksi. Konsep berwawasan . Penggunaan konsep pemasaran bagi sebuah perusahaan dapat menunjang berhasilnya bisnis yang dilakukan. Konsep berwawasan produksi berpendapat bahwa konsumen akan memilih produk yang mudah didapat dan murah harganya. Orientasi konsumen/pasar/pembeli. 3. yaitu: 1. c) Konsep Berwawasan Menjual. Volume penjualan yang menguntungkan. berpendapat bahwa untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentu kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari para sainganya.

dan publisitas. mulai dengan pabrik. Sedangkan penjualan adalah pemindahan barang dan jasa yang dilakukan oleh penjual. yaitu laba. pemasaran yang terkoordinir serta keuntungan. Promosi berfungsi untuk meningkatkan volume penjualan juga sebagai strategi untuk menjangkau pembeli untuk melakukan pertukaran. dengan demikian penyajian penetapan kebijakan promosi yang kurang tepat dapat dihindarkan. kebutuhan pelanggan. . maka umumnya perusahaan menurunkan kegiatan promosi atau sekedar mempertahankannya. Dari penjelasan tersebut dalam memindahkan atau mentransfer barang dan jasa diperlukan orang-orang yang bekerja dibidang penjualan seperti pelaksnaan dagang. guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba (Marwan. Hubungan Promosi Dengan Penjualan Dalam kegiatan pemasaran yang sangat kompleks dan saling berkaitan yang satu dengan yang lainnya. 1991). Peninjauan tentang keputusan promosi tersebut hendaknya dilakukan dalam skop yang luas. seperti promosi dan penjualan hendaknya dikelola dengan baik untuk mencapai tujuan perusahaan. Meskipun demikian seringkali perusahaan dalam menurunkan kegiatan promosi diikuti pula oleh penurunan penjualan. Konsep berwawasan menjual memandang mulai dari dalam ke luar. penjualan adalah suatu transfer hak atas benda-benda. karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta suatu usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasikan. Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan. memutuskan perhatian pada produk yang ada dan membutuhkan penjualan serta promosi untuk menghasilkan penjualan yang menguntungkan. agen.pemasaran bersandar pada empat pilar utama. Pada umumnya perusahaan yang ingin mempercepat proses peningkatan volume penjualan akan melakukan untuk mengadakan kegiatan promosi melalui iklan. misalnya penurunan promosi tersebut perlu ditinjau kembali. Apabila volume penjualan dirasakan cukup besar sesuai dengan yang diinginkan serta cukup mantap. Hal ini disebabkan oleh karena beberapa kemungkinan. Menurut Winardi (1982). Pengertian Penjualan Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan pemebeli. wakil pelayanan dan wakil pemasaran. yaitu: pasar sasaran. personal selling.

Dalam keadaan seperti ini. garansi dan sebagainya. kegiatan penjualan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut: (Swastha dan Irawan. Frekuensi pembelian d. sebagai kelompok pembeli atau pihak yang menjadi sasaran dalam penjualan. atau apabila lokasi pembeli jauh dari tempat penjual. Jems pasarnya b. Daya belinyad. b.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kegiatan Penjualan Dalam praktek. Keinginan dan kebutuhan 3. Kondisi Pasar. Modal. yaitu penjual sebagai pihak pertama dan pembeli sebagai pihak kedua. Pasar. c.untuk maksud tersebut penjual harus memahami beberapa masalah penting yang sangat berkaitan. Syarat penjualan seperti: pembayaran. Kondisi dan Kemampuan Penjual. Transaksi jual-beli atau pemindahan hak milik secara komersial atas barang dan jasa itu pada prinsipnya melibatkan dua pihak. Adapun faktor-faktor kondisi pasar yang perlu di perhatikan adalah: a. pelayanan sesudah penjualan. 1. Akan lebih sulit bagi penjualan barangnya apabila barang yang dijual tersebut belum dikenal oleh calon pembeli. 1990). yakni: a. dapat pula mempengaruhi kegiatan penjualannya. Kelompok pembeli atau segmen pasarnya c. Jenis dan karakteristik barang yang di tawarkan. Disini penjual harus dapat menyakinkan kepada pembelinya agar dapat berhasil mencapai sasaran penjualan yang diharapkan. penjual . Harga produk. 2. penghantaran.

Bilamana prinsip tersebut dilaksanakan. Sedangkan bagi perusahaan kecil yang mempunyai modal relatif kecil. kampanye. biasanya masalah penjualan ini ditangani oleh bagian tersendiri (bagian penjualan) yang dipegang orang-orang tertentu/ahli di bidang penjualan. Ada pengusaha yang berpegangan pada suatu prinsip bahwa ³paling penting membuat barang yang baik´. (1999) Istilah penjualan sering digunakan secara sinonim dengan istilah promosi meskipun yang dimaksud promosi. seperti: periklanan. sering mempengaruhi penjualan. Menurut Lamb. usaha promosi. sebelum pembelian dilakukan. Kondisi Organisasi Perusahaan. penjualan pribadi. pemberian hadiah. dan sebagainya. Jadi. seperti: alat transport. maka diharapkan pembeli akan kembali membeli lagi barang yang sama. misalnya dengan memberikan bungkus yang menarik atau dengan cara promosi lainnya. Faktor-faktor lain. Promosi Penjualan Menurut Basu Swastha. Bagi perusahaan yang bermodal kuat. 4. Penjualan hanya meliputi kegiatan pemindahan barang/jasa atau penggunaan penjual saja. selain dari pada periklanan. Sedangkan menurut Indriyo G. tempat peragaan baik didalam perusahaan maupun di luar perusahaan. Hair dan McDaniel (2001) promosi penjualan adalah kegiatan komunikasi pemasaran. (1994) promosi penjualan adalah merupakan kegiatan perusahaan untuk menjajakan produk yang dipasarkannya sedemikian rupa sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu maka produk tersebut akan menarik perhatian konsumen. Namun untuk melaksanakannya. penjualan hanya merupakan bagian dari kegiatan promosi. Faktor lain. peragaan. Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlukan adanya sarana serta usaha. kegiatan ini lebih jarang dilakukan. diperlukan sejumlah dana yang tidak sedikit. Pada perusahaan besar. kegiatan ini secara rutin dapat dilakukan. Semua ini hanya dapat dilakukan apabila penjualan memiliki sejumlah modal yang diperlukan untuk itu. 5. dimana insentif jangka . dan hubungan masyarakat. Namun. sering pembeli harus dirangsang daya tariknya.harus memperkenalkan dulu membawa barangnya ketempat pembeli. dan tidak terdapat kegiatan periklanan atau kegiatan lain yang ditujukan untuk mendorong permintaan.

tidak peduli apapun? Apakah konsumen membeli setiap produk ketegori produk sama sekali? (Lam. Promosi bisnis. kontes penjual. Misalnya. promosi penjualan dapat diklasifikasi menjadi: 1. kopun berhadiah. (1997) promosi penjualan alat promosi yang merupakan perangsang bagi konsumen untuk segera melakukan pembelian.pendek memotivasi konsumen dan anggota saluran distribusi untuk membeli barang atau jasa dengan segera. Berdasarkan sasarannya. hadiah penjualan dalam tebakan dan permainan dan sebagainya. hadiah langsung. Promosi dagang. 2001). misalnya produk sampel. periklanan bersama. misahiya sponsor pertunjukkan. dirancang untuk mendorong pembelian yang lebih cepat dan/atau lebih besar dari suatu produk/jasa tertentu oleh konsumen atau pelanggan tersebut (Kotler. dan sebagainya. hadiah pembelian. jaminan. umumnya bersifat jangka pendek. apakah konsumen loyal terhadap produk anda atau terahadap produk pesaing anda? Apakah konsumen akan berpindah merek guna mencari kesepakatan yang lebih baik? Apakah konsumen hanya akan membeli produk paling kurang mahal saja. Karena itulah. demostrasi dan peragaan dalam pertunjukkan dagang. Salah satu tujuan promosi penjualan adalah untuk mendorong karyawan lebih tertarik pada produk dan promosi perusahaan. potongan harga. kontes penjualan. pajangan bersama. 3. demostrasi. misalnya kredit pembelian. baik dengan harga yang rendah atau dengan menaikkan nilai tambah. Promosi penjualan dapat bersifat individu maupun non individu. Adapun tujuan internalnya adalah untuk meningkatkan atau . Promosi konsumen. Menurut Teguh Budianto dan Fandy C. Promosi penjualan terdiri dari kumpulan kiat insentif yang berbeda-beda. dan sebagainya. 2. terlepas bentuk apapun yang diambil. pelayanan purnajual. 2000). Tujuan promosi penjualan intern. kebanyakan berjangka pendek. Pembelian segera adalah tujuan dari promosi penjualan. Sasaran promosi penjualan biasanya lebih mempengaruhi perilaku dibandingkan dengan sikap. Tujuan Promosi Penjualan 1. kelihatannya lebih masuk akal ketika merencanakan suatu kampanye promosi penjualan untuk target pelanggan sehubungan dengan perilaku umum. Hair dan McDaniel. garansi.

atau untuk memperoleh tempat serta ruang gerak yang lebih baik. Teknik promosi semacam ini dapat mendorong jumlah pembeh¶an yang lebih besar.mempertahankan moral karyawan. Sedangkan untuk mendorong konsumen. Jadi. Tujuan promosi penjualan perantara. untuk mendorong jumlah pembelian yang lebih besar. Promosi penjualan konsumen dapat dilakukan untuk mendapatkan orang yang bersedia mencoba produk baru. mengadakan demonstrasi. perusahaan dapat menyediakan buku kecil. 1999). Untuk memberitahukan konsumen. mendapat potongan 20% apabila membeli satu produk). b. dan selebaran. . pengecer. untuk menyaingi promosi yang dilakukan oleh pesaing dan untuk mempertahankan penjualan. Tujuan promosi penjualan konsumen. lembaga perkreditan. promosi penjualan perusahaan yang ditujukan pada konsumen dapat dibedakan ke dalam dua kelompok. filim. dan lembaga jasa) dapat dipakai untuk memperlancar atau mengatasi perubahan-perubahan musiman dalam pesanan. Kegiatan yang ditujukan untuk mendidik atau memberitahukan konsumen. atau memberika potongan musiman 25%. Usaha-usaha promosi penjualan dengan perantara (pedagang besar. untuk mendapatkan dukungan yang luas dalam saluran terhadap usaha promosi. melatih karyawan. Sering publisitas juga dilakukan untuk membangkitkan daya tank promosi seperti ini (Basu. perusahaan dapat memberikan contoh barang atau hadiah. yaitu: a. menawarkan jasa konsultasi. untuk meningkatkan volume per penjualan (seperti. serta semangat bagi usaha promosinya. Kegiatan yang ditujukan untuk medorong para konsumen. 3. brosur. Untuk mengatasi fluktuasi yang bersifat musiman dalam pesanan. Sebagai contoh: slide. kerjasama. Promosi penjualan juga menambah dan melengkapi kegiatan-kegiatan bagian humas dengan memberikan beberapa peralatan dan materi yang diperlukan untuk melaksanakan program humas internal. misalnya ditawarkan kepada perantara dua unit gratis apabila ia membeli 10 unit. 2. untuk mendorong penggunaan baru dari produk yang ada.

sedangkan nilai produk yang terjual (omzet penjualan). Servis terhadap pelanggan . Menurut Swastha dan Irawan (2000). 2. yaitu jumlah unit penjualan nyata perusahaan dalam suatu periode tertentu. Selera konsumen tidaklah tetap dan dia dapat berubah setiap saat. jika barang yang diperdagangkan mutunya menurun dapat menyebabkan pembelinya yang sudah menjadi pelanggan dapat merasakan kecewa sehingga mereka bisa berpaling kepada barang lain yang mutunya lebih baik. 3. Kualitas barang. permintaan pasar dapat diukur dengan menggunakan volume fisik maupun volume rupiah. bilamana selera konsumen terhadap barang-barang yang kita perjualkan berubah maka volume penjualan akan menurun. Berdasarkan pendapat Swastha dan Irawan tersebut. Dalam penelitian ini pengukuran volume penjualan didasarkan pada jumlah unit produk yang terjual. penjualan dalam lingkup kegiatan. Selera konsumen. Penjualan mempunyai pengertian yang bermacam-macam tergantung pada lingkup permasalahan yang sedang dibahas.Tingkat Penjualan Volume penjualan dapat dijabarkan sebagai umpan balik dari kegiatan pemasaran yang dilaksanakan oleh perusahaan. sering disalah artikan dengan pengertian pemasaran. Turunnya mutu barang dapat mempengaruhi volume penjualan. Penjualan dalam lingkup ini lebih berarti tindakan menjual barang atau jasa. Menurut Kotler dan Amstrong (1998). pengukuran volume penjualan dapat dilakukan dengan dua cara. yaitu jumlah nilai penjualan nyata perusahaan dalam suatu periode tertentu. Kegiatan pemasaran adalah penjualan dalam lingkup hasil atau pendapatan berarti penilaian atas penjualan nyata perusahaan dalam suatu periode. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Volume Penjualan Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi volume penjualan antara lain: 1. yaitu didasarkan jumlah unit produk yang terjual dan didasarkan pada nilai produk yang terjual (omzet penjualan). Volume penjualan yang diukur berdasarkan unit produk yang terjual.

Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam memandang dan meninjau pemasaran. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai keberbagai macam kelompok social untuk memenuhi kebutuhannya. 4. Pengertian Pemasaran Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. 1996). Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi. menawarkan. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain. Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs). Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran. . pemasaran dan konsumsi. Definisi yangpaling sesuai dengan tujuan tersebut adalah : Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan. Potongan harga tersebut dapat diberikan kepada pihak tertentu dengan syarat-syarat tertentu pula. Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. keinginan (wants). Persaingan menurunkan harga jual. Dengan demikian pemasaran bia juga diartikan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual (Swasta. aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu. Potongan harga dapat diberikan dengan tujuan agar penjualan dan keuntungan perasahaan dapat ditingkatkan dari sebelumnya. sebelum ia memenuhinya. Dengan adanya servis yang baik terhadap para pelanggan sehingga dapat meningkatkan volume penjualan. 1997). dan permintaan (demands). Dalam kegiatan pemasaran ini. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler.merupakan faktor penting dalam usaha memperlancar penjualan terhadap usaha dimana tingkat persaingan semakin tajam.

Konsep Pemasaran Suatu perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya harus efi menjalankan konsep pemasaran agar keuntungan yang diharapkan dapat terealisasi dengan baik. Falsafah konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Manajemen pemasaran dapat diterapkan pada semua bidang usaha. Secara definitive dapat dikatakan bahwa konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan social bagi kelangsungan hisup perusahaan (Swasta. pelaksanaan atau penerapan serta pengawasan. Dari definisi tersebut. kebijakan dan prosedur untuk mencapai tujuan pemasaran. barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi (Kotler. perencanaan. pelaksanaan. manajemen pemasaran dapat diartikan : Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran. Dalam manajemen terdapat fungsi penganalisaan. promosi serta penyaluran gagasan. 1997). perusahaan memiliki konsekuensi seluruh kegiatan perusahaan harus diarahkan untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan mampu memberikan kepuasan agar mendapat laba dalam . Dengan demikian. Kegiatan perusahaan yang berdasar pada konseop pemasaran ini harus diarahkan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Definisi ini mengakui bahwa manajemen pemasaran adalah proses yang melibatkan analisa. Tahap perencanan merupakan tahap yang menentukan terhadap kelangsungan dan kesuksesan suatu organisasi pemasaran. jasa dan gagasan yang tergantung pada pertukaran dengan tujuan menghasilkan kepuasan bagi pihak-pihak yang terkait. Manajemen pemasaran akan terjadi apabila sekurang-kurangnya satu pihak dari pertukaran potensial memikirkan cara untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain sesuai dengan yang diinginkannya. 1996). dan pengendalian yang mencakup barang. perencanaan. penetapan harga. Ini menandakan bahwa kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasi dan dikelola dengan cara yang labih baik.Pengertian Manajemen Pemasaran Penanganan proses pertukaran memerlukan waktu dan keahlian yang banyak. Proses perencanaan merupakan satu proses yang selalu memandang ke depan atau pada kemungkinan masa akan datang termasuk dalam pengembangan program.

1996) : a. pemasaran terpadu dan profitabilitas.jangka panjang. Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualan. semua elemen pemasaran yang ada harus diintegrasikan. apakah menitikberatkan pada mutu yang tinggi. Koordinasi dan integrasi dalam perusahaan Untuk memberikan kepuasan secara optimal kepada konsumen.Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur. Konsep pemasaran ini bersandar pada empat pilar. Organisasi perusahaan yang menerapkan konsep pemasaran ini disebut organisasi pemasaran. b. 2. maka : 1. Konsep yang demikianlah yang disebut dengan konsep pemasaran masyarakat (Swasta. sikap serta tingkah laku mereka. yaitu : pasar sasaran. Menentukan produk dan program pemasarannya. jika suatu perusahaan ingin menerapkan orientasi konsumen ini. Salah satu cara penyelesaian untuk mengatasi masalah koordinasi dan integrasi ini dapat menggunakan satu . Selanjutnya akan dibahas tiga factor penting yang digunakan sebagai dasar dalam konsep pemasaran (Swasta. Hindari adanya pertentangan antara perusahaan dengan pasarnya. 1996). Orientasi konsumen Pada intinya. kebutuhan pelanggan. akan tetapi berorientasi pada masyarakat atau manusia. 3. menilai dan menafsirkan keinginan.Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik. 5. Perusahaan tidak lagi berorientasi hanya pada pembeli saja. Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi. 1997). Konsep pemasaran juga menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan pasar sasaran (Kotler. 4. Dewasa ini konsep pemasaran mengalami perkembangan yang semakin maju sejalan dengan majunya masyarakat dan teknologi. harga yang murah atau model yang menarik.

hubungan antara perusahaan dan konsumen akan dapat diperbaiki yang pada akhirnya akan menguntungkan bagi perusahaan. Banyak perusahaan yang mempunyai tujuan lain disamping laba. segmentasi pasar dapat dilakukan. Adapun istilah segmentasi pasar dapat didefinisikan sebagai berikut : Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen (Swasta. Dengan mengacu pada demografi atau gaya hidup. Mendapatkan laba melalui pemuasan konsumen Salah satu tujuan dari perusahaan adalah untuk mendapatkan profit atau laba. Pengertian Segmentasi Pasar Pasar terdiri atas pembeli dan pembeli berbeda dalam banyak hal. menentukan cara-cara promosi yang paling efektif. Pasar bisa diartikan sebagai orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas. manajemen dapat melaksanakan pemasaran dengan lebih baik dan dapat menggunakan sumberdaya pemasaran secara efisien. Sebenarnya laba merupakan tujuan umum dari sebuah perusahaan. dan mengatur waktu yang sebaik-baiknya. yaitu manajer pemasaran. Segmen pasar ini dapat dibentuk dengan banyak cara. Segmentasi pasar dapat membantu manajemen dalam hal menyalurkan uang dan usaha ke pasar potensial yang paling menguntungkan. 1996). Falsafah ini menunjukan usaha untuk meningkatkan ketepatan penetapan sasaran dari suatu perusahaan. merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar. preferensi yang tersebar dan preferensi terkelompok (Kotler. 1997). Dengan laba tersebut perusahaan bisa tumbuh dan berkembang dengan kemampuan yang lebih besar. Segmentasi pasar ini merupakan suatu falsafah yang berorientasi pada konsumen. Pasar dapat dibedakan atau disegmentasikan dalam berbagai cara. yaitu : preferesi homogen. uang untuk belanja dan kemauan untuk membelanjakannya. Ada beberapa pola berbeda yang akan muncul dalam melakukan segmenatasi pasar ini. Dengan menyatukan program pemasaran yang ditujukan kepada segmen-segmen pasar yang dituju. memilih media advertensi. Dengan menggunakan konsep pemasaran ini.orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran. c. Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap orang dan bagian dalam perusahaan turut serta dalam suatu upaya yang terkoordinir untuk memberikan kepuasan konsumen sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. .

Dalam industri dengan tingkat hubungan yang tinggi. Setelah evaluasi dilakukan. c. bisa dibedakan serta dapat diambil tindakan. b. yaitu kebutuhan akan jasa.Dalam melakukan segmentasi pasar ini juga perlu suatu alasan yang cukup baik. Keberhasilan pemasaran jasa dipengaruhi oleh jumlah pendapatan penduduk. perusahaan kemudian mengambil keputusan seberapa banyak segmen yang akan dilayani. Pada tahap evaluasi. Kualitas jasa yang ditawarkan tidak dapat dipisahkan dari mutu yang menyediakan jasa. Ini ada hubungannya dengan hirarki kebutuhan manusia. ada sifat khusus yang membedakan pemasaran jasa dengan pemasaran barang. interelasi dan segmen-super. rencana serangan segmen per segmen dan kerjasama antarsegmen. Ada beberapa hal yang mungkin perlu untuk diperhatikan dalam melakukan segmentasi. misalnya. Ada dua factor penting yang mesti diperhatikan dalam melakukan evaluasi segmen pasar. 1997). adanya pasar yang bersifat dinamis dan adanya pasar untuk suatu produk tertentu. makin maju suatu negara akan semakin banyak permintaan akan jasa. Menyesuaikan dengan selera konsumen Gejala ini ditandai dengan pasar pembeli yang lebih dominan dalam suasana pasaran jasa. . diantaranya : dapat diukur. Perusahaan yang mengidentifikasi segmen pasarnya harus bisa mengevaluasi berbagai segmen dan memutuskan berapa banyak segmen yang akan dimasuki. Akan tetapi tidak semua segmentasi pasar yang dilakukan efektif. Dalam kenyataan. ada berapa hal tambahan yang dapat dijadikan pertimbangan untuk memilih segmen yaitu pilihan etika atas pasar sasaran. dalam jumlah besar. Pada pemasaran jasa tidak ada pelaksanaan fungsi penyimpanan. Sifat khusus tersebut menurut Alma (1992) adalah sebagai berikut : a. pengusaha harus memperhatikan hal-hal yang bersifat internal dengan cara memelihara tenaga kerja dan mempekerjakan tenaga sebaik mungkin. yaitu daya tarik segmen secara keseluruhan dan sumberdaya perusahaan (Kotler. Sifat ± Sifat Khusus Pemasaran Jasa Dalam pelaksanaan pemaaran jasa oleh pemasar. Masyarakat yang belum banyak menggunakan jasa dapat dikatakan bahwa pendapatan masyarakat tersebut belum merata. Dengan demikian perlu suatu upaya agar segmentasi pasar yang dilakukan itu berjalan sesuai dengan yang diharapkan. yaitu penerapan prinsip marketing terhadap pegawai dalam perusahaan. dapat diakses dengan mudah. Inilah yang sering disebut dengan internal marketing.

. Akan tetapi ada type pemasaran tertentu yang menggunakan agen sebagai perantara. Mutu jasa dipengaruhi oleh benda berwujud sebagai pelengkapnya.Tidak ada jasa yang dapat disimpan. Karena jasa adalah suatu produk yang tidak berwujud maka konsumen akan memperhatikan benda berwujud yang memberikan pelayanan sebagai patokan terhadap kualitas jasa yang ditawarkan. e. Jasa diproduksi bersamaan waktunya dengan mengkonsumsi jasa tersebut. Saluran distribusi dalam pemasaran jasa tidak terlalu penting. d. Ini disebabkan dalam pemasaran jasa perantara tidak digunakan.

BPFE Yogyakarta. Terjemahan Buku Satu dan Dua. Wiliam J. Manajemen Pemasaran.: Liberty Yogyakarta. 1986. Daniel. Swastha Basu dan Irawan. Philip. Hair dan Me. Manajemen Pemasaran Modern. Erlangga.1994. VHI).html . Swastha. Liberty Yogyakarta. Graw Hill Bokk Company Tokyo. Marketing. AMP YKPN Yogyakarta. 1995. Indriyo Gitosudarmo. Staton. Basu dan Irawan. Prencanaan. Pemasaran. Ekonometrika Dasar. Kogakarha. 2001. Edisi Pertama. dan Pengendalian.. Manajemen Pemasaran. Me. Gujarati. Implemtansi. (Edisi II. Jakarta. Cetakan 1. 1990. 1978. Warman Asri. Maskus P. 2000. Dasar-dasar Pemasaran. 1997.com/2010/11/resume-pemasaran-pengantar-bisnis. Salemba Empat http://fillani-wwwgunadarmaacid. PT. Kotler. Jakarta. Lamb. Fundamentals of Marketing. Salemba Empat. Manajemen Pemasaran Modern.blogspot.Daftar pustaka Angipora. Buku 2. Get. Analisis. 1999. Edisi I. Raja Grafindo Persada.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->