P. 1
ASKEB INC

ASKEB INC

|Views: 187|Likes:
Published by DHian NiLuch

More info:

Published by: DHian NiLuch on Feb 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2015

pdf

text

original

Kamis, 17 Maret 2011

Contoh Askeb INC Fisiologis
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL CARE FISIOLOGIS PADA NY ³S´ DENGAN PBK DI ..... TANGGAL 17 NOVEMBER 2009

No. Register Tgl. Masuk R.S Tgl. Pengkajian Tgl. Partus KALA I

: : 19-11-2009, 01.40 wita : 19-11-2009, 04.35 wita : 19-11-2009, 06.17 wita

LANGKAH I. PENGKAJIAN DATA A. IDENTITAS ISTRI / SUAMI Nama Umur Nkah Suku Agama : Ny ³R´ / Tn ³H´ : 23 Tahun / 24 Tahun : 1 kali : Bugis / Bugis : Islam

Pendidikan : SMP / SMP Pekerjaan Alamat : IRT /B.HARIAN : Jln. Pampang 2

B. TINJAUAN KARTU ANC 1. G111P11 Ao 2. HPHT tanggal 20-03-2009, TP tanggal 27-12-2009 3. Tidak pernah engalami penyakit serius dan menular 4. Telah memeriksakan kehamilannya selama 5 kali 5. Mendapat imunisasi TT 2 kali 6. Nafsu makan ibu baik dan tidak ada makanan pantangan 7. Tidak pernah menjadi akseptor KB 8. Tidak pernah mengalami pendarahan dan nyeri perut selama hamil

C. RIWAYAT PERSALINAN SEKARANG y Ibu mengatakan hamil yang ketiga y y y y Ibu mengatakan nyeri perut tembus belakang disertai pelepasan lendir dan darah Tidak ada pengeluaran cairan amnion Ibu mengatakan janinnya bergerak kuat terutama didaerah perut sebelah kiri Ibu datang didampingi suami dan orang tua

D. RIWAYAT REPRODUKSI y y y y y Menarche Siklus haid : 13 tahun : 28-30 hari

Lamanya haid : 5 hari Banyaknya darah haid : 2x ganti pembalut/ hari Perlangsungan haid : normal, klien tidak mengalami kelainan

E. PEMERIKSAAN FISIK y Pemeriksaan umum - Kesadaran komposmentis - Ibu tampak meringis kesakitan y Pemeriksaan tanda ± tanda vital TD : 110/70mmHg N : 80x/m y Inspeksi dan palpasi 1. kepala kulit kepalla bersih, rambut tidak rontok agak kemerah merahan dan tidak lurus 2. wajah / muka tidak ada oedema, tidak ada ikterus, tidak pucat, tidak ada kloasma gravidarum 3. mata konjungtiva merah muda, tidak pucat sklera putih bersih tidak ada sekret bola mata tidak menonjol 4. hidung simetris kiri kanan S : 360C P : 22x/m

tidak ada nyeri tekan. ekstermitas atas dan bawah tidak ada odema dan varices y Pemeriksaan obstetrik . tidak tampak luka bekas operasi 9.tidak ada sekret 5. teraturdan kuat dengan frekuensinya 120x/menit .Auskultasi : DJJ terdengar pada keadaan perut kiri bawah.pecah tidak ada gigi yang tanggal dan caries 6. pembesaran perut sesuai umur kehamilan. payudara simetris kiri dan kanan.30 wita o Keadaan dinding vagina normal o Serviks normal o Pembukaan 5cm o Ketuban utuh o Presentase kepala o Penurunan kepala hodge II . genetalia luar tidak ada oedema / varices. tonus otot perut tegang. mulut / gigi bibir tidak pecah .pemeriksaan dalam tanggal tanggal 08-08-2008 jam 09.His : frekuensinya 3x dalam 10 menit. teratur . tegang. perut tampak striae livid. leher tidak ada pembesaran kelenjar tyroid.Tafsiran berat janin : LP 94cm x TFU 24cm = 2256 . kekuasaan sedan. puting susu terbentuk. durasi 35-40 detik.Palpasi o Leopold 1 : 24cm o Leopold II : punggung kiri o Leopold III : kepala o Leopold IV : BAP perlimaan 3/5 . ada pengeluaran colostrum bila dipencet 8. suhu sesuai dengan suhu tubuh. hyperpigmentasi areola mammae. kelenjar limfe dan tidak teraba vena jugularis 7. ada pelepasan lendir dan darah 10.

o Kesan panggul normal o Pelepasan lendir dan darah F. MSH merupakan salah satu hormon yang dilakukan oleh lobus hipofise anterior sehingga kulit perut seolah ± olah retak. Umur kehamilan 38 minggu 3 hari . punggung kiri. kehamilan 38 minggu 3 hari. intra uteri. MENGIDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL Diagnosa : G1 P0 Ao. G1P0 Ao Ds : Ibu mengatakan hamil yang pertama Do : . inpartu kala 1 fase aktif. keadaan ibu dan janin baik 1. DATA PENGETAHUAN .Ibu kurang tahu tantang Proses persalinan terutama nyeri yang dirasakan Posisi ± posisi yang menguntungkan dalam proses persalinan Cara beradaptasi dengan nyeri yang dirasakan Cara relaksasi dan pengeluaran napas LANGKAH II. hal 97-98 ) 2. warnanya berubah agak hypermik dan kebiru ± biruan disebut striae livide ( Ilmu Kebidanan Sarwono.tonus otot masih tegang Analisa dan Interpretasi data y Tonus otot perut masih tegang menandakan belum pernah mengalami peregangan sebelumnya y Striae livid disebabkan oleh pengaruh hormon MSH yang meningkat selama kehamilan. tunggal hidup. DATA PSIKOSOSIAL Suami istri merencanakan kehamilannya Ibu ingin persalinannya ditolong oleh bidan G.tampak striae livide . presentase kepala turunnya 3/5. DATA SPRITUAL Ibu dan suami beserta keluarga berdoa semoga Tuhan memberi kekuatan dan keselamatan bagi ibu dan janinnya H.

Ds : HPHT tanggal 19-11-2007 Do : TP 20-08-2008 TFU 24cm Penurunan kepala hodge II Perlimaan 3/5 Perut membesar sesuai umur kehamilan Analisa dan Interpretasi data y Dihitung dari HPHT tanggal 13-11-2007 s/d 20-08-2008 minggu + 3 hari ) 3. keras ) Analisa dan Interpretasi data y Teraba tahanan palingluar disisi kiri perut ibu dan sisi kanan teraba bagian ± bagian kecil janin dimana gerakan janinnya yang dirasakan oleh ibu berada disebelah kanan perut ibu. situs anak memanjang punggung kiri Ds : ibu merasakan tidak merasa sesak Do : Pada palpasi Leopold III teraba kepala ( teraba bulat. janin tunggal Ds : Ibu mengatakan pergerakan janinnya kuat terutama didaerah perut sebelah kiri Do : pada palpasi teraba 2 bagian besar pada tempat yang berbeda . tidak melenting menandakan bokong y Pada pemeriksaan dalam teraba besar. sympisis dengan spira ischiadika menandakan kepala y DJJ lebih terdengar jelas pada sisi perut ibu bagian kanan 5. keras diantara pinggir bawah. hal ini menandakan punggung bayi berada disebelah kiri y Badan janin dalam posisi kyphose dan didepan dada terdapat lengan maka DJJ yang paling jelas terdengar pada punggung janin dekat dengan kepala 4. Presentase kepala turunnya 3/5 Ds : Ibu mengatakan janinnya bergerak kuat terutama didaerah perut sebelah kiri Do : leopold I teraba bokong Leopold III teraba kepala Leopold IV kepala divergen 3/5 ( 269 hari = 38 Analisa dan Interpretasi data y Pada fundus dengan situs anak memanjang terdapat salah satu bagian besardari anak.

tidak oedema pada wajah dan tangan.40C.kesadaran composmentis .Keadaan umum baik : TD : 130mmHg. Janin hidup Ds : Ibu merasakan pergerakan janinnya Do : DJJ terdengar pada satu tempat yaitu sebelah kiri bawah perut ibu Analisa dan Interpretasi data y Adanya gerakan janin dan DJJ merupakan tanda janin hidup jantung janin mulai berdenyut pada umur 12 minggu dan makin tua kehamilan. P : 24x/i .Ibu merasakan pergerakan janin kuat . konjungtiva tidak pucat. DM. sclera mata tidak ikterus .DJJ terdengar pada satu tempat yaitu sebelah kiri bawah perut ibu Analisa dan Interpretasi data y teraba dua bagian besar pada tempat yang berbeda yaitu pada bagian fundus teraba bokong bagian bawah perut ibu teraba kepala janin dan DJJ pada satu tempat menandakan bahwa janin tunggal 6. hypertensi. hepatitis.ibu mengatakan selama hamil tidak pernah menderita penyakit jantung. inpartu kala 1 fase aktif Ds : Ibu mengatakan rasa nyeri tembus belakang disertai pengeluaran lendir dan darah sejak tanggal 08-08-2008 jam 02.15 wita tanggal 08-08-2008 pembukaan 5cm Analisa dan Interpretasi data .tidak ada oedema pada wajah atau tangan .DJJ 120x/i teratur dan kuat Analisa dan Interpretasi data y Tanda ± tanda vital dalam batas normal. N : 88x/I. S : 36. Keadaan ibu dan janin baik Ds : . jantung makin matang sehingga akan lebih jelas terdengar terutama dibagian punggung janin 7.Ibu mengatakan selama hamil tidak pernah mengalami perdarahan dan nyeri perut sejak terlambt haid Do : .00 wita Do : his sedang dan teratur dengan frekuensi 3x/10 menit durasi 35-40 detik Jam 09. sclera mata tidak ikterus y DJJ 120x/i teratur dan kuat menandakan ibu dan janin baik 8.konjungtiva tidak pucat. asma dan penyakit alat reproduksi .

Tujuan 1. kala 1 persalinan berlangsung normal 2. darah. ibu dapat beradaptasi secara fisiologis terhadap rasa nyeri akibat kontraksi uterus B. gestasi 38 minggu 3 hari kala 1 fase aktif A. ANTISIPASI KEMUNGKINAN DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL potensial terjadinya ruptur pada labia minora ibu mengatakan adanya dorongan meneran Ibu merasa ada tekanan pada anus DO : penurunan kepala 0/5 Dilatasi serviks 10cm Perineum menonjol Vulva dan anus membuka Analisa dan interpretasi data : .y dikatakan kala 1 karena adanya pengeluaran lendir. Kriteria . RENCANA ASUHAN KEBIDANAN TANGGAL 08-08-2008 G1 P0 A0. kondisi ibu dan janin dalam batas normal 3. PERLUNYA TINDAKAN SEGERA / KOLABORASI Tidak ada data yang mendukung untuk perlunya tindakan segera / kolaborasi LANGKAH V. kontraksi rahim dan pembukaan yang diawali fase laten sampai fase aktif y pengeluaran lendir dan darah berasal dari lendir kanalis servikalis dan pembuluh ± pembuluh kapiler yang berada disekitar kanalis servikalis yang pecah karena pergeseran ketika serviks membuka y kontraksi uterus disebabkan penurunan bagian terendah janin yang menekan pleksus franken hauser sehingga menimbulkan kontraksi yang mengakibatkan pembukaan GKAH III.peregangan oleh bagian terendah anak tampak pada perineum yang menonjol apabila sokongan pada perineum tidak adekuat dapat menyebabkan terjadinya ruptur perineum LANGKAH IV.

DJJ 120x/menit kuat dan teratur 4. hidrasi adekuat s 250cc C. kontraksi uterus adekuat 4-5x dalam 10 menit 55-60 detik 3. ajarkan meneran dan posisi ibu yang baik dalam neneran . anjurkan ibu untuk memilih posisi yang menyenangkan berjalan ± jalan disekitar temapt tidur sambil menggoyangkan pinggul seperti saat berdiri tidur miring kesalah satu sisi tubuh secara bergantian Rasional : . beri makan dan minum yang adekuat Rasional : dengan makan dan minum yang adekuat suplai nutrisi kejaringan akan terpenuhi sehingga his semakin adekuat dan kelelahan dapat dicegah serta tidak terjadi pemakaian cadangan kaloro yang berlebih 3. menganjurkan ibu untuk istirahat bila merasa capek Rasional : mengistirahatkan ibu dapat mengurangi pengeluaran kalori yang berlebihan sehingga tenaga ibu tidak berkurang 5.berdiri atau berjalan dapat memperbesar dimensi panggul terutama PAP sehingga membantu penurunan bagian terendah janin tidur miring kesalah satu sisi secara terus menerus dapat menyebabkan penekanan pada vena inferior yang dapat menyebabkan berkurangnya suplai darah ibu kejanin 4. sampaikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga Rasional : dengan menyampaikan hasil pemeriksaan memberi kesiapan kepada ibu dan keluarga dalam menghadapi persalinan dan menghindari adanya tuntutan dari ibu. pembukaan lengkap dan pembukaan kepala tidak melewati garis waspada pada partograf 2. Rencana Asuhan 1.1. keluarga terhadap tindakan yang diberikan 2.

lakukan pemeriksaan dalam 4 jam kemudian Rasional : dengan melakukan pemeriksaan dalam 4 jam kemudian petugas dapat mengobservasi kemajuan persalinan 9. pantau kemajuan persalinan. kita dapat mengambil keputusan klinik . keadaan ibu dan janin melalui partograf Rasional : partograf merupakan suatu petunjuk / pedoman yang sifatnya efektif dan efisien dalam minilai keadaan ibu dan janin sehingga jika terdapat kesenjangan. ibu dapat bekerja sama sehingga dapat mempercepat proses persalinan 6. siapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk pertolongan persalinan Rasional : alat dan bahan merupakan faktor utama dalam pertolongan persalinan karena dengan alat dan bahan yang lengkap kita dapat bekerja secara efektif dan efisien 11. libatkan keluarga dalam proses persalinan ( sayang ibu ) Rasional : dengan melibatkan keluarga dalam proses persalinan ibu dapat merasa aman sekaligus mengurangi reaksi mental dan emosional negatif pada ibu 8. jaga hak privacy pasien dalam persalinan dengan menggunakan penutup tirai Rasional : manusia dalam keadaan sadar akan merasa malu akan harga dirinya apabila ibu dalam keadaan tidak menggunakan penutup saat diperiksa sehingga dapat dilihat oleh orang lain yang membuat ibu merasa malu oleh karena itu dalam memeriksa pasien harus menggunakan penutup / tirai 10. anjurkan ibu berkemih 1-2 jam secara spontan Rasional : kandung kemih yang kosong akan memudahkan penurunan kepala tidak mengganggu kontraksi uterus dan menjaga keseimbangan input dan output sehingga melancarkan filtrasi glomerulus ginjal sehingga mencegah bahan toksik yang dapat mengakibatkan kerusakan ginjal karena pada saat kontraksi terkadi peningkatan metabolisme tubuh 7.Rasional : dengan mengetahui cara meneran yang baik.

Menjaga hak privacy ibu dengan menutup tirai pada saat pemeriksaan 11.Ketuban utuh .His 4x/10 menit durasi 50-55 detik . menjalankan kipas angin 10.Pembukaan lengkap 10cm . memberi teh manis s250cc 10.Menyampikan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga .Nadi 88x/menit 11.DJJ 136x/menit . DJJ dan nadi ibu . vulva terbuka.30 wita : .45 wita : .45 wita : .20 wita : .00 wita : . EVALUASI GGAL 08-08-2008 .LANGKAH VI.Mengobservasi his.Menganjurkan ibu berkemih 1-2 jam secara spontan.Nadi 84x/menit 10.Menganjurkan ibu untuk makan dan minum .DJJ 120x/menit .Menganjurkan ibu memilih posisi yang menyenangkan 09.00 wita : . perineum menonjol.30 wita : . DJJ dan nadi ibu .30 wita : . keadaan ibu dan janin melakukan VT .menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan untuk pertolongan persalinan sesuai stndar APN 12.Tidak ada kelainan vagina . kepala sudah tampak didasar panggul KAH VII.Presentase kepala ubun ± ubun kecil kanan depan .Menganjurkan ibu cara meneran yang baik.memecahkan ketuban.00 wita : .Menganjurkan ibu untuk istirahat bila merasa capek .Mengobservasi his.Memantau kemajuan persalinan. air ketuban jernih.Kesan panggul normal 2.His 3x/10 menit durasi 35-40 detik . IMPLEMENTASI Tanggal 08-08-2008 09.Penurunan kepala Hodge IV .

Pembukaan 10cm d. Presentase kepala Posis ubun ± ubun kecil g. vulva dan anus membuka 9. His 4x/10 menit durasi 50-55 detik. DJJ 136x/menit. Portio tipis c. DATA OBJEKTIF y y y a. nadi 88x/menit 5. Penurunan kepala Hodge IV h.1. Kala 1 berlangsung s 10 jam KALA II LANGKAH1. Ibu komperatif dan bisa bekerja sama dalam setiap tinadakan dan pendidkan kesehatan yag diberikan 2. Ibu mendapat dukungan fisik dan psikologis 3. Kesan panggul normal . Kepala sudah nampak didasar panggul 10. Ketuban dipecahkan 12. KLASIFIKASI DATA A. Perineum menonjol Vulva dan anus membuka VT oleh bidan Keadaan vagina normal b.30 wita 6. Ibu mengatakan nyeri bertambah kuat sering serta lama 7. Ketuban spontan pecah (jernih) e. Alat siap pakai 4. Perineum menonjol. Ibu merasa ingin meneran 8. DATA SUBJEKTIF y y y Ibu mengatakan ingin BAB dan ada tekanan pada anus Ibu mengatakan nyeri perut tembus belakang makin bertambah kuat Ibu mengatakan ada dorongan untuk meneran B. Molase kepala 0 i. f.

30 wita a. Pembukaan 10cm d.j. Molase kepala 0 i. Kesan panggul normal j. Pelepasan lendir dan darah y y y y Kontraksi uterus 5x/10 menit. durasi µ >40 detik y Djj terdengar jelas pada kuadran kiri bawah dengan frekuansi 120x/menit y Keadaan umum ibu baik y Tampak ibu ingin meneran Analisa dan Interpretasi data . Posis ubun ± ubun kecil g. Pelepasan lendir dan darah y Kontraksi uterus 5x/10 menit. Penurunan kepala Hodge IV h. Presentase kepala f. durasi µ >40 detik Djj terdengar jelas pada kuadran kiri bawah dengan frekuansi 120x/menit Keadaan umum ibu baik Tampak ibu ingin meneran KANGKAH II. Keadaan vagina normal b. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL Diaknosa : Kala II Ds : y Ibu mengatakan ingin BAB dan ada tekanan pada anus y Ibu mengatakan nyeri perut tembus belakang makin bertambah kuat y Ibu mengatakan ada dorongan ingin meneran Do : y Perineum menonjol y Vulva dan anus membuka y VT oleh bidan tanggal 08-08-2008 jam 12. Ketuban spontan pecah (jernih) e. Portio tipis c.

Peregangan oleh bagian terendah anak tampak pada perineum yang menonjol apabila sokongan pada perineum tidak adekuat dapat menyebabkan terjadinya ruptur pada perineum LANGKAH IV. TINDAKAN EMERGENCY Tidak ada data indikasi LANGKAH V. RENCANA ASUHAN y y Tujuan : Kala II berlangsung secara normal Kriteria : Bayi lahir dalam s 60 menit ( 1jam ) bernapas spontan dan segera menangis Bayi lahir sehat Kontraksi uerus baik ( teraba bundar dan keras) Tidak terjadi perdarahan dan ruptur perineum .y Dengan adanya his yang adekuat mengakibatkan segmen atas rahim ( SAR ) berkontraksi dan mendorong isi uterus ( janin ) turun kesegmen bawah rahim merupakan gerakan fisik dari janin y Segmen uteri yang tidak mengandung otot kontraksi berdilatasi sehingga membentuk saluran yang akan menerima bayi sampai mencapai panggul ( dilatasi sempurna ) y Mengakibatkan tahanan yang hebat pada otot dasar panggul dan bagian terendah janin menekan fleksus saraf ( rankenhousler ) yang mengakibatkan rasa nyari yang bertambah y Rasa nyeri yang timbul disertai tekanan pada anus dan rasa ingin meneran dan BAB pada ibu yang berlangsung secara refleks merupakan tanda gejala kala II ( SBR ) yang LANGKAH III. ANTISIPASI MASALAH / DIAGNOSA POTENSIAL Masalah potensial : Potensial terjadinya rupture Ds : y Ibu mengatakan ada dorongan ingin meneran y Ibu merasa ada tekanan pada anus Do : y Penurunan kepala 0/5 y Dilatasi serviks 10cm y Perineum menonjol y Vulva dan anus membuka Analisa dan Interpretasi data .

pakaian ibu dan bayi kemudian siapkan diri Rasional :Mencegah infeksi silang dan mencegah masuk kuman yang dapat menyebabkan infeksi serta memperlancar proses persalinan 2. larutan DTT. Bersihkan mulut dan hidung serta muka dengan has steril Rasional : Muka. Pimpin persalinan dan sokong perineum serta tahan puncak kepala agar tidak terjadi defleksi terlalu dini Rasional : Mencegah terjadinya ruptur perineum dan mencegah agar tidak terjadi defleksi maksimal terlalu cepat sehingga tidak menyebabkan ruptur 7. tempat sampah ( kering dan basah ). bahu akan lahir dengan anterior dan posterior 10. tempat plasenta. mulut dan hidung dibersihkan supaya lendir dan sisa air ketuban tidak tertelan oleh bayi dan tidak menghambat pernapasan bayi 8. maka kepala searah dengan sendirinya dengan sumbu ibu. Siapkan alat partus. Sarankan pada ibu meneran pada saat ada his Rasional : Agar ibu dapat meneran dengan baik dan benar sehingga persalinan dapat berlangsung dengan baik 3. Pasangkan handuk bersih dibawah bokong ibu Rasional : Mencegah terjadinya infeksi akibat kontaminasi tempat persalinan 6. Pasang handuk di atas perut ibu Rasional : Memudahkan perawatan bayi dan langsung mengeringkannya untuk mencegah terjadinya hipotermi pada bayi 5. Tunggu kepala melakukan putaran paksi luar Rasional : Dengan terjadinya putaran paksi luar.5 %. Lahirkan bahu dengan biparietal Rasional : Melahirkan bahu biparietal dapat mengurangi atau mencegah terjadinya ruptur 11. Beri ibu intake makan dan minum jika tidak ada kontraksi Rasional : Mencegah dehidrasi dan kelelahan saat meneran untuk pemakaian cadangan kalori yang berlebihan 4. oleh karena itu bila lilitan harus segera dulonggarkan dan bila tali pusat pendek. Periksa lilitan tali pusat pada leher Rasional : Lilitan tali pusat pada leher dapat menghambat jalan napas bayi dan proses lahirnya bayi. melahirkan badan bayi dengan sangga susur . klem didua tempat lalu potong 9.Tanda ± tanda vital dalam batas normal Intervensi : 1. larutan klorin 0.

Memakai celemek Mencuci tangan dengan handuk dan membilasnya dengan air mengalir kemudian mengeringkannya dengan handuk kering dan bersih 3. maka tungkai atas ( lengan ) bayi tidak teregang atau terlepas sehingga dapat mencegah ruptur 12. Serahkan bayi pada ibu dan keluarga yang mendampingi untuk segera disusui Rasional : Hisapan bayi dapat menyebabkan rangsangan pada hypothalamus untuk merangsang hipofise posterior mengeluarkan oxytocin yang dapat membantu memperbaiki kontraksi uterus dan untuk bayi dapat menjalin ikatan kasih sayang ibu STEP VI IMPLEMENTASI Tanggal 08-08-2008 enyiapkan alat dan penolong y Partus set berisi : .5 % Tempat placenta ( kantong plastik ) Pakaian ibu dan bayi Persiapan menolong 1.1 buah ½ kocher .Spoit steril satu buah y y y y 2.Gunting tali pusat .Rasional : Dengan sangga susur. baik pada ibu maupun bayi 13. Tangan kanan memakai handscoon. Keringkan dan bungkus badan bayi Rasional : Mengeringkan dan membungkus badan bayi dan segera mungkin disusui untuk menghangatkan bayi agar tidak terjadi hypotermi 14. isap oksitocin 1 ampul dengan spoit steril .Pengikat tali pusat .2 buah kocher .Doek steril . Larutan klorin 0. serta memudahkan petugas untuk melakukan tindakan selanjutnya.1 pasang hanscoon . Jepit dan potong tali pusat Rasional : Memutuskan hubungan plasenta dan bayi.

30 wita. KLASIFIKASI DATA DATA SUBJEKTIF y Ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah DATA OBJEKTIF . dengan berat badan 3000gram. Memberi minum susu atau air putih kurang lebih 200 cc diselang kontraksi 4. Memasang handuk diatas perut ibu 5. Mengajarkan pada ibu cara mengedan yang baik yaitu meneran pada puncak his sambil menarik kedua paha. panjang badan 47cm Keadaan umum ibu dan bayi sehat Kontraksi uterus ibu baik ( bundar dan keras ) KALA III LANGKAH 1.2. jenis kelamin perempuan. siku tidak menyentuh tempat tidur dan posisi kepala diangkat kedepan ( diberi posisi ½ duduk ) 3. Memimpin persalinan dan sokong perineum serta tahan puncak kepala agar tidak terjadi defleksi terlalu dini embersihkan mulut dan hidung serta muka dengan has steril emeriksa lilitan tali pusat pada leher enunggu kepala melakukan putaran paksi luar elahirkan bahu dengan biparietal lahirkan badan bayi dengan sangga susur njepit dan potong tali pusat ngeringkan dan bungkus badan bayi nyerahkan bayi pada ibu dan keluarga yang mendampingi untuk segera disusui mberikan bayi pada ibunya untuk segera disusui STEP VII EVALUASI Tanggal -8-08-2008 Kala II berlangsung normal Kala II berlangsung s 1 jam dan tidak ada penyulit Anak lahir spontan tanggal 08-08-2008 jam 12.

Plasenta selaput lahir lengkap . Periksa janin tunggal / ganda .Perdarahan s 150cc .y Anak lahir spontan tanggal 08-08-2008 jam 12.30 wita. ANTISIPASI MASALAH / DIAGNOSA POTENSIAL Tidak ada data yang mendukung LANGKAH IV. TINDAKAN Tidak ada indikasi STEP V RENCANA ASUHAN y y Tujuan : Kala III berlangsung secara normal Kriteria : .kala III berlangsung s30menit . IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL DATA SUBJEKTIF y Ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah DATA OBJEKTIF y Anak lahir spontan tanggal 08-08-2008 jam 12.30 wita.Kontraksi uterus baik RENCANA TINDAKAN 1. jenis kelamin perempuan dengan berat badan 3000gram panjang badan 47cm dan apgar score 8/10 y y Kontraksi uterus baik TFU setinggi pusat y Pada tes pelepasan plasenta tali pusat bertambah panjang dan adanya semburan darah LANGKAH II. jenis kelamin perempuan dengan berat badan 3000gram panjang badan 47cm dan apgar score 8/10 y y Kontraksi uterus baik bundar dan keras Pada tes pelepasan plasenta tali pusat bertambah panjang dan adanya semburan darah Analisa dan interpretasi data : Adanya kontraksi dan regangan tali pusat serta dorongan kearah dorso cranial makanya dengan sendirinya plasenta akan lepas dari temapt tertanamnya dan akan bergerak kearah vagina LANGKAH III.

kala III berlangsung s 25 menit 2. panjang kurang lebih 50 cm 4. selaput. Lakukan manajemen aktif kala III erikan suntikan oxitocin 1 ampul secara IM akukan penegangan tali pusat terkendali ahirkan plasenta dengan lengkap akukan masase fundus uteri dengan palmor dan ajarkan pada ibu eriksa plasenta ( kotiledon.Rasional : Untuk mengetahui janin tunggal atau kembar sehingga memudahkan dalam melakukan tindakan selanjutnya 2. Simpan plasenta di tempat yang telah disediakan LANGKAH VI. Memeriksa plasenta dan selaput y Kotiledon dan selaput lengkap y Insersi tali pusat sentralis. tangan kiri menekan di atas simfisis secara dorso kranial y Melahirkan plasenta dengan lengkap dengan cara menarik kearah sumbu jalan lahir kemudian menjemput dengan kedua tangan dan memutar searah jarum jam untuk mencegah terjadinya perdarahan elakukan masase fundus uteri dengan palmar dan mengajarkan pada ibu 3. Perdarahan s 150cc . Memasukkan plasenta di tempat yang telah disediakan STEP VII EVALUASI Tanggal 08-08-2008 Kala III berlangsung normal ditandai dengan : 1. Plasenta dan selaput ketuban lengkap 3. Melakukan manajemen aktif kala III Menyuntikkan oxitocin 1 ampul secara IM y Malakukan penegangan tali pusat terkendali dengan cara tangan kanan meregangka tali pusat saat ada kontraksi. Memeriksa uteri untuk memastikan janin tunggal ( hasil tunggal ) 2. insersi tali pusat ) Rasional : Adanya sisa plasenta ( rest plasenta ) pada uterus dapat menyebabkan perdarahan f. IMPLEMENTASI TANGGAL 08-08-2008 1.

TFU 1 jari dibawah pusat KALA IV LANGKAH 1.4.5oC N . KLASIFIKASI DATA DATA SUBJEKTIF y Ibu mengeluh kelelahan DATA OBJEKTIF y Plasenta dan selaput lahir lengkap y Kontraksi uterus bauk ( bundar dan keras ) y Ibu tampak lelah setelah menjalani persalinan y TFU 1 jari dibawagh pusat y TFU setinggi pusat y Paerdarahan seluruhnya kurang lebih 250cc y TTV : T : 100/70mmHg P : 24x/i S : 36. 88x/i LANGKAH II. kontraksi uterus baik ( bundar dan keras ) 5. IDENTIFKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL Diaknosa : Kala IV Ds : Do : y y Tfu 1 jari dibawah pusat Plasenta dan selaput lahir lengkap Analisa dan Interpretasi data y Setelah plasenta dan selaput lahir lengkap ditandai dengan TFU 1 jari dibawa pusat menunjukkan bahwa ibu telah masuk proses pengawasan kala IV sampai 2 jam post partum Masalah : kelelahan Ds : ibu mengeluh kelelahan Do : ibu tampak lelah setelah menjalani proses persalinan Analisa dan Interpretasi data y Pada periode ini merupakan waktu untuk pulihnya kembali alat ± alat reproduksi seperti semula .

kelelahan teratasi y Kriteria : . Observasi TFU Rasional : Untuk mengetahui keadaan kontraksi dan proses involusio terjadi atau tidak 6. ANTISIPASI MASALAH / DIAGNOSA POTENSIAL Tidak ada data yang mendukung LANGKAH IV. Serahkan bayi pada ibunya untuk disusui .ekspresi wajah cerah intervensi 1. Observasi perdahan Rasional : Untuk mengetahui keadaan kontraksi dan proses involusio terjadi atau tidak 8.kontraksi uterus baik .y Kelelahan yang dialami oleh ibu setelah proses persalinan merupakan akibat dari berkurangnya tenaga ibu pada saat proses persalinan berlangsung LANGKAH III. Ciptakan rasa nyaman pada ibu Rasional : Dengan menciptakan rasa nyaman pada ibu memungkinkan ibu dapat beristirahat dengan tenang 5.keadaan umum ibu dan bayi sehat .perdarahan seluruhnya tidak lebih 300cc . Beri makan dan minum pada ibu Rasional : Sebagai pengganti energi yang hilang saat proses meneran berlangsung 7. TINDAKAN EMERGENCY Tidak ada indikasi STEP V RENCANA ASUHAN y Tujuan : Kala IV berlangsung normal . Observasi kontraksi uterus Rasional : Dengan kontraksi uterus yang baik dapat mencegah terjadinya perdarahan Ikat dan rawat tali pusat Rasional : Mengikat dan merawat tali pusat dengan baik dapat mencegah terjadinya infeksi dan perdarahan tali pusat Observasi tanda ± tanda vital Rasional : Merupakan salah satu indikator untuk mengetahui keadaan umum ibu 4.

4 C N : 88x/menit P : 24x/menit S : 36. Mengobservasi konteraksi uterus ( teraba bundar dan keras ) Mengikat dan merawat tali pusat Mengbservasi tanda ± tanda vital Jam 09.20 wita : S : 36.45 wita : S : 36.40C N : 88x/menit 0 P : 24x/menit Jam 11.05 wita : S : 36. 3. : 88x/menit Menciptakan rasa nyaman pada ibu dengan membersihkan ibu dari mengganti pakaian ibu yang basah dan kotaor 5.4 C N : 88x/menit P : 24x/menit Jam 09.00 wita : TD : 130/90 mmHg N : 88x/menit 0 S : 36.40C P : 24x/menit sisa ± sisa darah.Rasional : Untuk mendapatkan ASI colostrum dan menciptakan hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi 9. Lengkapi partograf Rasional : Dengan melengkapi partograf dapat memudahkan dalam pengambilan klinik untuk melakukan tindakan selanjutnya STEP VI IMPLEMENTASI Tanggal 08-08-2008 1.40C P : 24x/menit Jam 09. 7. Jam 12.40C N : 88x/menit P : 24x/menit Jam 10. 6. 8. Mengobservasi TFU ( 1 jari dibawah pusat ) Memberi makan dan minum pada i bu Mengobservasi perdarahan s 50cc Melengkapi partograf STEP VII EVALUASI Tanggal 08-08-2008 Kala IV berlangsung normal ditandai dengan .30 wita : S : 36.00 wita : TD : 110/70mmHG N 4. 2.

. perdarahan s 50cc V : T : 11/70 mmHg S : 36.. kontraksi uerus baik 3. KU ibu baik..... ekspresi wajah ceria 2.. 88x/m PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN INTRANATAL FISIOLOGIS PADA NY´S´ DENGAN PBK DI ..1..4oC P : 24x/m N .. TANGGAL 08 AGUSTUS 2008 KALA I IDENTIFIKASI DATA DASAR Nama Umur Nkah Suku Agama : Ny ³S´ / Tn ³M´ : 17 Tahun / 30 Tahun : 1 kali s 1 tahun : Makassar / Makassar : Islam/ Kristen Pendidikan : SD / SD Pekerjaan Alamat : IRT / Tukang batu : Taipa Le¶leng DATA SUBJEKTIF Ibu mengatakan ini adalah kehamilannya yang pertama Ibu mengatakan HPHT tanggal 13-11-2007 Ibu mengatakan tidak pernah mengalami salah satu dari 9 tanda bahaya kehamilan Ibu tidak pernah menderita penyakit yang serius Ibu mengatakan umur kehamilannya 9 bulan Ibu telah mendapatkan imunisasi TT 2x di puskesmas Kampili Selama hamil ibu mengkonsumsi Fe Selama hamil nafsu makan ibu baik dan tidak ada makanan pantangan Berat badan sebelum hamil 50kg Berat badan sekarang 60 kg Ibu mengatakan tidak pernah merasakan nyeri perut selama hamil .....

Ibu mengatakan merasakan pergerakan janinnya kuat terutama disebelah kanan perut sejak bulan April 2008 Ibu mengatakan tidak pernah jatuh dan mengalami trauma lainnya DATA OBJEKTIF Keadaan umum ibu baik dan emosi stabil Kesadaran komposmentis TTV : TD : 110/70mmHg N : 88x/m Kepala bersih dan tidak rontok Tidak terdapat oedema pada wajah Ekspresi wajah ibu meringis menahan sakit Konjungtiva merah muda sklera tidak ikterus Gigi bersih dan sudah ada yang tercanut Tidak ada pembesaran vena jugularis. tonus otot perut tegang.40C P : 24x/m . limfe dan tyroid Payudara simetris kiri dan kanan Putting susu terbentuk dan menonjol. pembesaran perut sesuai umur kehamilan Palpasi : Leopold 1 : TFU 2 jbpx (24cm) teraba bokong Leopold II : PUKI Leopold III : kepala 3/5 Leopold IV : BDP DJJ terdengar jelas pada kuadran kiri bawah teratur dengan frekuansi 120x/m Tidak ada oedema dan varices pada vulva Tampak pelepasan lendir dan darah Pemeriksaan dalam VT tanggal 08-08-2008 jam 09. tidak ada luka bekas operasi. tampak hyperpigmentasi areola mammae Tampak striae livid.15 wita hasil Vulva dan vagina tidak ada kelainan Portio tipis dan lunak Pembukaan 4cm Ketuban utuh (+) Bagian terendah kepala dengan UUK dibawah simpisis S : 36.

hidup.30 4x/10 menit durasi 45-48 detik 11.00 wita 120x/m 09.30 3x/10 menit durasi 30-35 detik 10. Menjelaskan penyebab nyeri yang dirasakan oleh ibu yaitu karena penekanan ujung saraf 2. Menganjurkan ibu untuk berbaring miring kekiri 5. keadaan ibu dan janin baik.30 5x/10 menit durasi 55-58 detik 12. Melakukan pemijatan pada panggul 3. Mengobservasi DJJ tiap 30 menit DJJ jam 09. inpartu kala 1 fase aktif PLANNING 1.30 wita 120x/m 10.30 wita 120x/m 11.Hodge II Kesan panggul normal Pelepasan lender dan darah ASSESMENT GI P0 A0 gestasi 38-40 minggu. intra uteri.00 3x/10 menit durasi 20-25 detik 09.00 5x/10 menit durasi 50-53 detik 11.00 wita 120x/m 11. Mengatur posisi ibu yang nyaman 4. situs memanjang. Memberi minum pada ibu 6. Memberikan support pada ibu agar lebih optimis menghadapi persalinan 8.00 5x/10 menit durasi 60-65 detik 7.00 4x/10 menit durasi 40-42 detik 10.00 wita 120x/m His tiap 30 menit jam 09.00 wita 120x/m 10.30 wita 120/m 12. tunggal. melakukan vulva hygiene saat akan melakukan VT .

30 wita a. Penurunan kepala Hodge IV h. Presentase kepala f.9. Portio tipis c. Melakukan pendokumentasian KALA II DATA SUBJEKTIF y y y Ibu mengatakan ingin BAB dan ada tekanan pada anus Ibu mengatakan ada dorongan untuk meneran Ibu mengatakan sakitnya bertambah kuat dan tembus belakang DATA OBJEKTIF y y Perineum menonjol Vulva dan anus membuka y VT oleh bidan tanggal 08-08-2008 jam 12. Molase kepala 0 i. Pelepasan lendir dan darah y Kontraksi uterus 5x/10 menit. Ketuban spontan pecah (jernih) e. Posis ubun ± ubun kecil g. Kesan panggul normal j. Pembukaan 10cm d. Keadaan vagina normal b. durasi µ >40 detik y Djj terdengar jelas pada kuadran kiri bawah dengan frekuansi 120x/menit y Keadaan umum ibu baik y Tampak ibu ingin meneran ASSESMENT Diagnosa : perlangsungan kala II PLANNING .

Larutan klorin 0. Melahirkan badan bayi dengan sangga susur .Pengikat tali pusat . isap oksitocin 1 ampul dengan spoit steril Mengajarkan pada ibu cara mengedan yang baik yaitu meneran pada puncak his sambil menarik kedua paha. Memasang kain steril di bawah bokong ibu dan kain steril terpasang di bawah bokong ibu 6.Gunting tali pusat .2 buah kocher . tempat plasenta. pakaian ibu dan bayi kemudian menyiapkan diri y Partus set berisi : .5 %. Memberi minum susu atau air putih kurang lebih 200 cc diselang kontraksi 4. siku tidak menyentuh tempat tidur dan posisi kepala diangkat kedepan ( diberi posisi ½ duduk ). hidung dan muka telah dibersihkan 8.1 buah ½ kocher . 2. Membersihkan mulut dan hidung serta muka dengan has steril dan mulut.5 % Tempat placenta ( kantong plastik ) Pakaian ibu dan bayi Persiapan menolong 1.1 pasang hanscoon . larutan DTT. tarik ke bawah dengan hati ± hati untuk melahirkan bahu depan. Memimpin persalinan dan sokong perineum serta tahan puncak kepala agar tidak terjadi defleksi terlalu dini 7. Memasang handuk diatas perut ibu dan handuk terpasang di atas perut ibu 5. Tangan kanan memakai handscoon. lalu tarik ke atas untuk melahirkan bahu belakang 11.1. Menunggu kepala melakukan putaran paksi luar secara spontan 10. tempat sampah kering dan basah. Melahirkan bahu dengan biparietal. dan ibu mengerti tentang apa yang telah diajarkan 3. Memeriksa lilitan tali pusat pada leher dan tidak ada lilitan tali pusat 9. larutan klorin 0. Memakai celemek Mencuci tangan dengan handuk dan membilasnya dengan air mengalir kemudian mengeringkannya dengan handuk kering dan bersih 3.Spoit steril satu buah y y y y 2.Doek steril . Menyiapkan alat partus.

Menjepit tali pusat 3 cm dari pangkal pusat.30 wita jenis kelamin perempuan dengan BB 3000gram dan panjang badan 47cm Kontraksi uerus baik ( bundar dan keras ) TFU setinggi pusat ASSESMENT Perlangsungan kala III PLANNING Tanggal 08-08-2008 nin tunggal / ganda anajemen aktif kala III Menyuntikkan oxitocin 1 ampul secara IM y Malakukan penegangan tali pusat terkendali dengan cara tangan kanan meregangka tali pusat saat ada kontraksi. Plasenta dan selaput lahir lengkap . tangan kiri menekan di atas simfisis secara dorso kranial y Melahirkan plasenta dengan cara menarik searah sumbu jalan lahir sesuai dengan kurva jalan lahir untuk mencegah perdarahan y Melakukan masase fundus uteri dengan palmar dan mengajarkan pada ibu dan keluaga cara masase fundus uteri. Mengeringkan dan bungkus badan bayi dengan kain steril dan bersih serta kering dan badan bayi telah dikeringkan dan dibungkus nya untuk disusui dan bayi segera menyusui pada ibunya KALA III DATA SUBJEKTIF Ibu mengatakan nyeri perut bagian bawah DATA OBJEKTIF Anak anak lahir tanggal 08-08-2008 jam 12. jepitan kedua.12. ibu dan keluarga mengerti apa yang telah diajarkan y Manajemen aktif kala III telah dilaksnakan. 2 cm dari jepitan pertama dan potong tali pusat diantara ke dua klem tersebut dan tali pusat telah dijepit dan dipotong 13.

9 oC N . panjang kurang lebih 50 cm plasenta di tempat yang telah disediakan KALA IV DATA SUBJEKTIF Ibu mengeluh kelelahan DATA OBJEKTIF Kontraksi uterus baik Plasenta dan selaput lahir lengkap Ibu tampak lelah setelah menjalani proses persalinan TFU 1 jari dibawah pusat Perdarahan seluruhnya kurang lebih 250cc Tampak bekas jahitan pada labia minora TTV : T : 120/70 mmHg P : 20 x/i S : 36.4 C 36. insersi tali pusat ) y Kotiledon dan selaput ketuban lengkap y Insersi tali pusat sentralis.05 wita TD 110/70 mmHg 120/80 mmHg 120/80 mmHg N 88 x/i 84x/i 88x/i S 36.4 C 36.30 wita 14.asenta ( kotiledon. selaput.50 wita 15.4 C 0 0 0 P 24x/i 24x/i 24x/i . 84 x/i ASSESMENT Perlangsungan kala I PLANNING Tanggal 08-08-2008 si kontraksi uterus ( teraba bundar dan keras ) merawat tali pusat tanda ± tanda vital Jam 14.

50 wita 120/80 mmHg 120/80 mmHg 120/80 mmHg 84x/i 88x/i 88x/i 36.40C 36.4 C 36.4 C 0 0 24x/i 24x/i 24x/i Diposkan oleh arny_chanode ^_^ di 18:41 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: Asuhan Kebidanan Reaksi: .20 wita 15.35 wita 15.15.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->