PANDANGAN LIMA AGAMA DI INDONESIA TERHADAP ABORSI, TRANSPLANTASI, DAN INSEMINASI

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pendidikan agama

disusun oleh: Nona Nove Falana Yeni Silpia Eulis N. Juariah Febi Alvianti 130103100032 130103100033 130103100034 130103100035

PROGRAM DIPLOMA III FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2010

B. Pandangan Lima Agama Islam di Indonesia terhadap aborsi……………...……………………………………………….. C..…………………………………………………………1 B.i DAFTAR ISI. DAFTAR PUSTAKA . Sistematika Penulisan..……..……………………….……………….. Pandangan Lima Agama Islam di Indonesia terhadap transplantasi…….... B.……………………………... D.………………………………………… C.. BAB III PENUTUP A....………... Tujuan.. BAB II PEMBAHASAN A.…………………………………………………………………. Manfaat.. Latar Belakang.………………………………………………………………………….ii BAB I PENDAHULUAN A.……………………. Kesimpulan……………………………………………………... Saran……………………………………………………………………..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR. Pandangan Lima Agama Islam di Indonesia terhadap inseminasi.

Referensi penulis peroleh dari berbagai buku sumber dan internet.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat ALLAH SWT. Bandung. Transplantasi. dan Inseminasi” sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Pendidikan Agama. oleh karena itu kritik dan saran dari para pembaca sangat penulis harapkan. karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Pandangan Lima Agama di Indonesia Terhadap Aborsi. September 2010 Penulis . Penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan wawasan. umumya kepada para calon bidan dan khususnya kepada penulis. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan..

Dari hasil penelitian. Karena membunuh makhluk hidup yang sudah ada dalam rahim seorang ibu. dan inseminasi sering terjadi di kalangan masyarakat. Latar Belakang Peristiwa aborsi. salah satunya infeksi pada rahim. pada umumnya lima agama di Indonesia menentang praktik aborsi. peristiwa-peristiwa tersebut masih menimbulkan perdebatan di kalangan masyarat dan setiap agama di Indonesia mempunyai pandangan masing-masing. dan menyebabkan efek buruk pada ibu.BAB I PENDAHULUAN A. . Sampai saat ini. transplantasi. bahkan dalam satu agama pun masih ada perbedaan pendapat.

Tetapi para ulama fiqih berbeda pendapat jika aborsi dilakukan sebelum ditiupkannya ruh. 1596 M) dalam kitabnya An Nihayah dengan alasan karena belum ada makhluk . Pandangan Lima Agama di Indonesia Terhadap Aborsi 1. Menurut Pandangan Agama Islam Abdurrahman Al Baghdadi (1998) dalam bukunya Emansipasi Adakah Dalam Islam halaman 127-128 menyebutkan bahwa aborsi dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruh (nyawa) ditiupkan. Jika dilakukan setelah ditiupkannya ruh.BAB II PEMBAHASAN A. Sebagian memperbolehkan dan sebagiannya mengharamkannya. maka semua ulama ahli fiqih (fuqoha) sepakat akan keharamannya. yaitu setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan. Yang memperbolehkan aborsi sebelum peniupan ruh. antara lain Muhammad Ramli (w.

sebab sudah ada kehidupan pada kandungan yang sedang mengalami pertumbuhan dan persiapan untuk menjadi makhluk baru yang bernyawa yang bernama manusia yang harus dihormati dan dilindungi eksistensinya. dan akan lebih besar lagi dosanya kalau bayi yang baru lahir dari kandungan sampai dibuang atau dibunuh (Masjfuk Zuhdi. dan Tirmidzi) Maka dari itu. Ali Hasan. kemudian dalam bentuk ‘mudghah’ selama itu pula. mantan Rektor Universitas Al Azhar Mesir berpendapat bahwa sejak bertemunya sel sperma dengan ovum (sel telur) maka aborsi adalah haram.” (HR. halaman 77-79). 1993. Muslim. Abu Dawud. halaman 57. jika aborsi dilakukan setelah janin bernyawa. 1567 M) dalam kitabnya At Tuhfah dan Al Ghazali dalam kitabnya Ihya` Ulumiddin. Yang mengharamkan aborsi sebelum peniupan ruh antara lain Ibnu Hajar (w. “Sesungguhnya setiap kamu terkumpul kejadiannya dalam perut ibumu selama 40 hari dalam bentuk ‘nuthfah’. 1995. Mahjuddin. 1990. halaman 91-93. Ada pula yang memandangnya makruh. Dan ini termasuk dalam kategori pembunuhan yang keharamannya antara lain didasarkan pada dalil-dalil syar’i berikut. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Bahkan Mahmud Syaltut. kemudian ditiupkan ruh kepadanya. Ahmad. Masail Fiqhiyah Al Haditsah Pada MasalahMasalah Kontemporer Hukum Islam. dengan alasan karena janin sedang mengalami pertumbuhan. 1994. Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Yang Dihadapi Hukum Islam Masa Kini. kemudian dalam bentuk ‘alaqah’ selama itu pula. M. halaman 81. Akan makin jahat dan besar dosanya. aborsi setelah kandungan berumur 4 bulan adalah haram. Agama Menjawab Tentang Berbagai Masalah Abad Modern. Bukhari.yang bernyawa. karena berarti membunuh makhluk yang sudah bernyawa. Cholil Uman. Firman Allah SWT : .

Emansipasi Adakah Dalam Islam. seperti telah diuraikan di atas.” (TQS Al Isra` : 33) “Dan apabila bayi-bayi yang dikubur hidup-hidup itu ditanya karena dosa apakah ia dibunuh. maka hukumnya haram. Penggunaan Organ Tubuh Buatan. halaman 129 ). hukum syara’ yang lebih rajih (kuat) adalah sebagai berikut. Akan tetapi menurut pendapat Abdul Qadim Zallum (1998) dan Abdurrahman Al Baghdadi (1998). Beberapa Problem Kontemporer Dalam Pandangan Islam : Kloning. maka hukumnya boleh (ja’iz) dan tidak apa-apa. Dalam hal ini hukumnya sama dengan hukum keharaman aborsi setelah peniu¬pan ruh ke dalam janin. Jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari.” (TQS At Takwir : 8-9) Berdasarkan dalil-dalil ini maka aborsi adalah haram pada kandungan yang bernyawa atau telah berumur 4 bulan. Abortus.“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan. Definisi Hidup dan Mati. Adapun aborsi sebelum kandungan berumur 4 bulan. sebab dalam keadaan demikian berarti aborsi itu adalah suatu tindak kejahatan pembunuhan yang diharamkan Islam. . Bayi Tabung. Transplantasi Organ. halaman 45-56. para fuqoha berbeda pendapat dalam masalah ini. 1998.” (TQS Al An’aam : 151) “Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin. Abdurrahman Al Baghdadi.” (TQS Al Isra` : 31 ) “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan (alasan) yang benar (menurut syara’). Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu. Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari. atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentukan janin. 1998. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu. (Abdul Qadim Zallum.

Dalam kondisi seperti ini. halaman 35). Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla setiap kali menciptakan penyakit.Namun demikian. 1927. Dia ciptakan pula obatnya. dibolehkan melakukan aborsi dan mengupayakan penyelamatan kehidupan jiwa ibu.” (TQS Al Maidah : 32) Di samping itu aborsi dalam kondisi seperti ini termasuk pula upaya pengobatan. maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. ataupun setelah peniupan ruh padanya. Mabadi` Awaliyah fi Ushul Al Fiqh wa Al Qawa’id Al Fiqhiyah. seorang wanita dibolehkan menggugurkan kandungannya jika keberadaan kandungan itu akan mengancam hidupnya. Maka berobatlah kalian !” (HR. maka dipilih yang lebih ringan madharatnya. Memang mengggugurkan kandungan adalah suatu mafsadat. Berdasarkan kaidah ini.” (Abdul Hamid Hakim. Sedangkan Rasu¬lullah SAW telah memerintahkan umatnya untuk berobat. sesuai firman Allah SWT : “Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia. jika dokter yang terpercaya menetapkan bahwa keberadaan janin dalam perut ibu akan mengakibatkan kematian ibu dan janinnya sekaligus. Ahmad) Kaidah fiqih dalam masalah ini menyebutkan : “Idza ta’aradha mafsadatani ru’iya a’zhamuha dhararan birtikabi akhaffihima” “Jika berkumpul dua madharat (bahaya) dalam satu hukum. meskipun ini berarti membunuh janinnya. Begitu pula hilangnya nyawa sang ibu jika tetap mempertahankan kandungannya . Menyelamatkan kehidupan adalah sesuatu yang diserukan oleh ajaran Islam. dibolehkan melakukan aborsi baik pada tahap penciptaan janin.

Segera setelah terjadi pembuahan di sel telur maka atma sudah ada atas kuasa Hyang Widhi. sebagai calon ari-ari. dan menyiksa. I Preta. sebagai calon getih. Membunuh dalam pengertian yang lebih dalam sebagai “menghilangkan nyawa” mendasari falsafah “atma” atau roh yang sudah berada dan melekat pada jabang bayi sekalipun masih berbentuk gumpalan yang belum sempurna seperti tubuh manusia. Menurut Pandangan Agama Hindu Aborsi dalam Teologi Hinduisme tergolong pada perbuatan yang disebut “Himsa karma” yakni salah satu perbuatan dosa yang disejajarkan dengan membunuh. I Angdian. Selanjutnya Lontar itu menuturkan bahwa Kanda-Pat yang artinya “empat-teman” adalah: I Karen. dan I Lembana. I Kala. dan I Dengen. 1998). I Bra. meyakiti. Dalam “Lontar Tutur Panus Karma” penciptaan manusia yang utuh kemudian dilanjutkan oleh Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya sebagai “KandaPat” dan “Nyama Bajang”.juga suatu mafsadat. 2. Ketika cabang bayi sudah berusia 20 hari maka Kanda-Pat berubah nama menjadi masing-masing: I Anta. sebagai calon lamas. . sebagai calon Yeh-nyom. Namun tak syak lagi bahwa menggugurkan kandungan janin itu lebih ringan madharatnya daripada menghilangkan nyawa ibunya. atau membiarkan kehidupan ibunya terancam dengan keberadaan janin tersebut (Abdurrahman Al Baghdadi.

Jika Kanda-Pat bertugas memelihara dan membesarkan jabang bayi secara phisik. serta membuat istri-istri itu mandul selamanya. Gambaran ini dapat ditelusuri lebih jauh sebagai tidak adanya keinginan melakukan hubungan seks hanya untuk kesenangan belaka.Selanjutnya setelah berusia 40 minggu barulah dinamakan sebagai: Ari-ari. apalagi bila kemudian ternyata bahwa kelahiran anak-anak tidak dalam batas perencanaan yang baik. dalam keyakinan Veda dapat digambarkan sebagai berikut: Perkawinan (pawiwahan) adalah untuk sahnya suatu hubungan seks yang bertujuan memperoleh anak. Oleh karena itulah perbuatan aborsi disetarakan dengan menghilangkan nyawa. Nyama Bajang yang artinya “saudara yang selalu membujang” adalah kekuatankekuatan Hyang Widhi yang tidak berwujud. Dalam ephos Bharatayuda Sri Krisna telah mengutuk Asvatama hidup 3000 tahun dalam penderitaan. Pasangan suami-istri yang mempunyai banyak anak dapat dinilai sebagai kurang berhasilnya melakukan pengendalian nafsu seks. dan Yeh-nyom. termasuk pula pengendalian diri dalam bentuk pengekangan hawa nafsu. Getih. maka Nyama Bajang yang jumlahnya 108 bertugas mendudukkan serta menguatkan atma atau roh dalam tubuh bayi. Pembuahan sel telur dari hasil hubungan seks lebih jauh ditinjau dalam falsafah Hindu sebagai sesuatu yang harusnya disakralkan dan direncanakan. karena Asvatama telah membunuh semua bayi yang ada dalam kandungan istri-istri keturunan Pandawa. . Lamas. Perilaku manusia menurut Veda adalah yang penuh dengan pengendalian diri.

mabuk. Oleh karena hubungan seks terjadi melalui upacara pawiwahan dan dilakukan semata-mata untuk memperoleh anak. dan penuh kasih sayang. sedih. atau tidak sadar. misalnya terlebih dahulu bersembahyang memuja dua Deva yang berpasangan. yaitu Deva Smara dan Devi Ratih. Syarat yang harus dipenuhi terjadinya makhluk hidup : a) Mata utuni hoti : masa subur seorang wanita b) Mata pitaro hoti : terjadinya pertemuan sel telur dan sperma c) Gandhabo paccuppatthito : adanya gandarwa.Sakralnya hubungan seks dalam Hindu banyak dijumpai dalam Kamasutra. yang memiliki energi karma . Antara lain disebutkan bahwa hubungan seks hendaknya direncanakan dan dipersiapkan dengan baik. setelah mensucikan diri dengan mandi dan memercikkan tirta pensucian. Menurut Pandangan Agama Buddha Dalam pandangan agama Buddha aborsi adalah suatu tindakan pengguguran kandungan atau membunuh makhluk hidup yang sudah ada dalam rahim seorang ibu. akan mempengaruhi perilaku anak yang lahir kemudian. kesadaran penerusan dalam siklus kehidupan baru (pantisandhi-citta) kelanjutan dari kesadaran ajal (cuti citta). damai. 3. Hubungan seks yang dilakukan dalam keadaan sedang marah. jelaslah sudah bahwa aborsi dalam Agama Hindu tidak dikenal dan tidak dibenarkan. Hubungan seks juga harus dilakukan dalam suasana yang tentram.

akibat perbuatan yang telah dilakukannya itu ia akan dilahirkan kembali sebagai manusia di mana saja ia akan bertumimbal lahir. Dalam Majjhima Nikaya 135 Buddha bersabda "Seorang pria dan wanita yang membunuh makhluk hidup. Bagaimanapun mereka telah melakukan tindak kejahatan dan akan mendapatkan akibat di kemudian hari. ibu sang bayi juga melakukan hal yang sama. menyangkut sila pertama yaitu panatipata.Dari penjelasan diatas agama Buddha menentang dan tidak menyetujui adanya tindakan aborsi karena telah melanggar pancasila Buddhis. maka telah terjadi pelanggaran sila pertama. baik dalam kehidupan sekarang maupun yang akan datang. Menurut Pandangan Agama Kristen . 4. kejam dan gemar memukul serta membunuh tanpa belas kasihan kepada makhluk hidup. Bukan hanya pelaku saja yang melakukan tindak pembunuhan. Oleh karena itu sila berhubungan erat dengan karma maka pembunuhan ini akan berakibat buruk yang berat atau ringannya tergantung pada kekuatan yang mendorongnya dan sasaran pembunuhan itu. umurnya tidaklah akan panjang". Suatu pembunuhan telah terjadi bila terdapat lima faktor sebagai berikut : a) Ada makhluk hidup (pano) b) Mengetahui atau menyadari ada makhluk hidup (pannasanita) c) Ada kehendak (cetana) untuk membunuh (vadhabacittam) d) Melakukan pembunuhan ( upakkamo) e) Makhluk itu mati karena tindakan pembunuhan ( tena maranam) Apabila terdapat kelima faktor dalam suatu tindakan pembunuhan.

Perempuan yang telah melakukan aborsi. Kolose 1:14). Keluaran 21:22-25 memberikan hukuman yang sama kepada orang yang mengakibatkan kematian seorang bayi yang masih dalam kandungan dengan orang yang membunuh. ada banyak ajaran Alkitab yang membuat jelas apa pandangan Allah mengenai aborsi. atau lai-laki yang mendorong aborsi. Bagi orang Kristen aborsi bukan hanya sekedar soal hak perempuan untuk memilih. semuanya dapat diampuni melalui iman di dalam Yesus Kristus. Namun demikian. Yeremia 1:5 memberitahu kita bahwa Allah mengenal kita sebelum Dia membentuk kita dalam kandungan. B. dosa aborsi tidaklah lebih sulit diampuni dibanding dengan dosa-dosa lainnya. Menurut Pandangan Agama Islam . Aborsi juga berkenaan dengan hidup matinya manusia yang diciptakan dalam rupa Allah (Kejadian 1:26-27. Hal ini dengan jelas mengindikasikan bahwa Allah memandang bayi dalam kandungan sebagai manusia sama seperti orang dewasa. Mazmur 139:13-16 berbicara mengenai peran aktif Allah dalam menciptakan dan membentuk kita dalam rahim. 9:6). Roma 8:1. Melalui iman dalam Kristus. Pandangan Lima Agama di Indonesia Terhadap Transplantasi 1. Bagi mereka yang telah melakukan aborsi. semua dosa apapun dapat diampuni (Yohanes 3:16. atau bahkan dokter yang melakukan aborsi.Alkitab tidak pernah secara khusus berbicara mengenai soal aborsi.

Proses Transplantasi Liver DI memang tidak menjadi berita. pernah ada yang sukses. Baru Cak Nur (Nurcholish Madjid) yang proses Transplantasinya diberitakan sebagian. dan ternyata gagal. Demikian halnya di ntara pancamaslahat yang diayomi oleh maqashid asysyari’ah (tujuan filosofis syariah Islam) adalah hifdz an-nasl (memelihara fungsi dan kesucian reproduksi) bagi kelangsungan dan kesinambungan generasi umat manusia. baik manusia itu masih hidup maupun sudah meninggal. Tapi. Paradigma pemikiran yang dibangun adalah: Pertama. tapi tak berani tampil secara terbuka. semua tindakan manusia pasti terjangkau penilaian hukum.Sepanjang sejarah kaum muslimin. dia khawatir akan keluar fatwa "haram" dari para fuqaha dan lembaga keagamaan yang dianggap punya otoritas. Allah telah menjanjikan setiap kesulitan ada solusi (QS. pengalaman suksesnya menjalani Transplantasi Liver yang ditulis secara bersambung dalam JP 25 Agustus-3 Oktober 2007. Kitab-kitab fiqh klasik -karena pada masa itu Transplantasi belum riil. kehormatan manusia itu diklasifikan. Menurut Pandangan Agama Islam Ajaran syariat Islam mengajarkan kita untuk tidak boleh berputus asa dan menganjurkan untuk senantiasa berikhtiar (usaha) dalam menggapai karunia Allah SWT. Sebab. C. Atau. Kedua. Pandangan Lima Agama di Indonesia Terhadap Inseminasi 1.Al-Insyirah: 5-6) . Transplantasi organ manusia belum pernah menjadi realitas.belum membahas secara detail. Sebab. itu harus menjadi perhatian fuqaha. organ manusia itu terhormat. Jangkauan bahasannya hanya dalam bentuk hipotesis (andaikan). Itu pun terbatas pada Transplantasi (tepatnya: penyambungan) tulang daging dan kornea mata manusia.

Teknologi bayi tabung dan inseminasi buatan merupakan hasil terapan sains modern yang pada prinsipnya bersifat netral sebagai bentuk kemajuan ilmu kedokteran dan biologi. Sehingga meskipun memiliki daya guna tinggi. antara lain berupa: . untuk mendapatkan keturunan atau yang mengalami gangguan pembuahan normal. beriman dan beretika sehingga sangat potensial berdampak negatif dan fatal. Oleh karena itu kaedah dan ketentuan syariah merupakan pemandu etika dalam penggunaan teknologi ini sebab penggunaan dan penerapan teknologi belum tentu sesuai menurut agama. b) Sperma suami dimasukkan ke saluran rahim istri (Majelis mujamak Fiqih Islam) c) Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang meninggal HARAM (Kaidah Saad Azariah) d) IVF pada wanita pasca menopause. baik keduanya maupun salah satunya. Namun mudharat dan mafsadahnya jauh lebih besar. namun juga sangat rentan terhadap penyalahgunaan dan kesalahan etika bila dilakukan oleh orang yang tidak beragama.termasuk kesulitan reproduksi manusia dengan adanya kemajuan teknologi kedokteran dan ilmu biologi modern yang Allah karuniakan kepada umat manusia agar mereka bersyukur dengan menggunakannya sesuai kaedah ajaran-Nya. Maslahah yang dibawa inseminasi buatan ialah membantu suami-isteri yang mandul. Teknologi ini dilakukan dengan ketentuan: a) Sperma + ovum dari pasutri dicangkokkan ke rahim istri. etika dan hukum yang berlaku di masyarakat. Sebagaimana kita ketahui bahwa inseminasi buatan pada manusia dengan donor sperma dan/atau ovum lebih banyak mendatangkan mudharat daripada maslahah.

5. Anak hasil inseminasi lebih banyak unsur negatifnya daripada anak adopsi.. dan apabila dilakukan akan menghasilkan kesejahteraan dan kebahagiaan. Anguttara Nikaya. Bertentangan dengan sunnatullah atau hukum alam. atau oleh pertimbangan: 'Pertapa itu adalah guruku. (QS.'. Bayi tabung lahir tanpa melalui proses kasih sayang yang alami. kaum Kalama. padahal Islam sangat menjada kesucian/kehormatan kelamin dan kemurnian nasab. 4. atau karena tertulis dikitab suci. maka lakukanlah dan binalah hal-hal itu (Kalama Sutta. Luqman:14 dan Al-Ahqaf:14). karena nasab itu ada kaitannya dengan kemahraman dan kewarisan. maka tolaklah hal itu.. karena terjadi percampuran sperma pria dengan ovum wanita tanpa perkawinan yang sah. Sebaliknya. . janganlah hanyut terbawa oleh ucapan seseorang atau tradisi atau desas-desus. 2. dan bila dilakukan akan berakibat kerugian dan penderitaan.. Kehadiran anak hasil inseminasi bisa menjadi sumber konflik dalam rumah tanggal.. Menurut Pandangan Agama Budha Agama budha mengatakan bahwa sebaiknya tidak dilakukan tetapi jika diperlukan dan sangat mendesak diperbolehkan.1. terutama bagi bayi tabung lewat ibu titipan yang menyerahkan bayinya kepada pasangan suami-isteri yang punya benihnya sesuai dengan kontrak. dicela oleh para bijaksana. Inseminasi pada hakikatnya sama dengan prostitusi. apabila kalian mengetahui sendiri bahwa hal-hal itu . apabila kalian mengetahui sendiri bahwa hal-hal ini tidak tercela dan patut dipuji oleh para bijaksana. A. Tetapi. 6. kaum Kalama. Percampuran nasab.I). tidak terjalin hubungan keibuan secara alami.. 3. "Dengarkan.

Bayi tabung tidak Menurut dipermasalahkan ( dari pasangan suami istri ). dengan syarat: a) Sperma & ovum berasal dari pasutri yang bersangkutan sehingga tidak terjadi perzinahan. c) Dilarang membunuh zygot. b) Dalam keadaan sangat terdesak dan menjaga keharmonisan rumah tangga.3. . Menurut Pandangan Agama Kristen agama Kristen inseminasi diperbolehkan.