P. 1
Pandangan Lima Agama Di Indonesia

Pandangan Lima Agama Di Indonesia

5.0

|Views: 5,579|Likes:
Published by Febi Alvianti

More info:

Published by: Febi Alvianti on Feb 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2015

pdf

text

original

PANDANGAN LIMA AGAMA DI INDONESIA TERHADAP ABORSI, TRANSPLANTASI, DAN INSEMINASI

diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah pendidikan agama

disusun oleh: Nona Nove Falana Yeni Silpia Eulis N. Juariah Febi Alvianti 130103100032 130103100033 130103100034 130103100035

PROGRAM DIPLOMA III FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG 2010

Manfaat.…………………….. DAFTAR PUSTAKA ... Pandangan Lima Agama Islam di Indonesia terhadap transplantasi…….DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.... Pandangan Lima Agama Islam di Indonesia terhadap inseminasi.…………………………………………………………………………...……. C.……………………………………………….……….. Kesimpulan……………………………………………………. B.i DAFTAR ISI.………………. Latar Belakang.. Saran……………………………………………………………………... Pandangan Lima Agama Islam di Indonesia terhadap aborsi……………... BAB II PEMBAHASAN A..……………………………..ii BAB I PENDAHULUAN A..…………………………………………………………1 B..…………………………………………………………………. Tujuan...………………………. BAB III PENUTUP A. Sistematika Penulisan..………………………………………… C... B. D.

September 2010 Penulis . dan Inseminasi” sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Pendidikan Agama.. Penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan wawasan. Bandung. Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. umumya kepada para calon bidan dan khususnya kepada penulis. Referensi penulis peroleh dari berbagai buku sumber dan internet.KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat ALLAH SWT. karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Pandangan Lima Agama di Indonesia Terhadap Aborsi. Transplantasi. oleh karena itu kritik dan saran dari para pembaca sangat penulis harapkan.

Sampai saat ini. peristiwa-peristiwa tersebut masih menimbulkan perdebatan di kalangan masyarat dan setiap agama di Indonesia mempunyai pandangan masing-masing. Latar Belakang Peristiwa aborsi. bahkan dalam satu agama pun masih ada perbedaan pendapat. Dari hasil penelitian. dan menyebabkan efek buruk pada ibu. pada umumnya lima agama di Indonesia menentang praktik aborsi. dan inseminasi sering terjadi di kalangan masyarakat.BAB I PENDAHULUAN A. Karena membunuh makhluk hidup yang sudah ada dalam rahim seorang ibu. . salah satunya infeksi pada rahim. transplantasi.

antara lain Muhammad Ramli (w. yaitu setelah 4 (empat) bulan masa kehamilan. Jika dilakukan setelah ditiupkannya ruh. Menurut Pandangan Agama Islam Abdurrahman Al Baghdadi (1998) dalam bukunya Emansipasi Adakah Dalam Islam halaman 127-128 menyebutkan bahwa aborsi dapat dilakukan sebelum atau sesudah ruh (nyawa) ditiupkan. 1596 M) dalam kitabnya An Nihayah dengan alasan karena belum ada makhluk . Yang memperbolehkan aborsi sebelum peniupan ruh. Tetapi para ulama fiqih berbeda pendapat jika aborsi dilakukan sebelum ditiupkannya ruh. maka semua ulama ahli fiqih (fuqoha) sepakat akan keharamannya.BAB II PEMBAHASAN A. Pandangan Lima Agama di Indonesia Terhadap Aborsi 1. Sebagian memperbolehkan dan sebagiannya mengharamkannya.

Ali Hasan. jika aborsi dilakukan setelah janin bernyawa.” (HR. dan Tirmidzi) Maka dari itu. 1995. 1990. Dan ini termasuk dalam kategori pembunuhan yang keharamannya antara lain didasarkan pada dalil-dalil syar’i berikut. Bukhari. 1994. mantan Rektor Universitas Al Azhar Mesir berpendapat bahwa sejak bertemunya sel sperma dengan ovum (sel telur) maka aborsi adalah haram. M. kemudian ditiupkan ruh kepadanya. aborsi setelah kandungan berumur 4 bulan adalah haram. kemudian dalam bentuk ‘alaqah’ selama itu pula. dengan alasan karena janin sedang mengalami pertumbuhan. Cholil Uman. Ada pula yang memandangnya makruh. Yang mengharamkan aborsi sebelum peniupan ruh antara lain Ibnu Hajar (w. halaman 57. halaman 77-79). “Sesungguhnya setiap kamu terkumpul kejadiannya dalam perut ibumu selama 40 hari dalam bentuk ‘nuthfah’. Abu Dawud. Muslim. Ahmad. halaman 81. kemudian dalam bentuk ‘mudghah’ selama itu pula. Masailul Fiqhiyah Berbagai Kasus Yang Yang Dihadapi Hukum Islam Masa Kini. 1993.yang bernyawa. Firman Allah SWT : . Bahkan Mahmud Syaltut. Agama Menjawab Tentang Berbagai Masalah Abad Modern. Akan makin jahat dan besar dosanya. dan akan lebih besar lagi dosanya kalau bayi yang baru lahir dari kandungan sampai dibuang atau dibunuh (Masjfuk Zuhdi. karena berarti membunuh makhluk yang sudah bernyawa. halaman 91-93. sebab sudah ada kehidupan pada kandungan yang sedang mengalami pertumbuhan dan persiapan untuk menjadi makhluk baru yang bernyawa yang bernama manusia yang harus dihormati dan dilindungi eksistensinya. Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam. Mahjuddin. Masail Fiqhiyah Al Haditsah Pada MasalahMasalah Kontemporer Hukum Islam. 1567 M) dalam kitabnya At Tuhfah dan Al Ghazali dalam kitabnya Ihya` Ulumiddin.

Definisi Hidup dan Mati.“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena kemiskinan. para fuqoha berbeda pendapat dalam masalah ini. Emansipasi Adakah Dalam Islam. maka hukumnya haram. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu. Bayi Tabung.” (TQS Al An’aam : 151) “Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut miskin. 1998. Beberapa Problem Kontemporer Dalam Pandangan Islam : Kloning. Abortus. Adapun aborsi sebelum kandungan berumur 4 bulan. . maka hukumnya boleh (ja’iz) dan tidak apa-apa. seperti telah diuraikan di atas. halaman 129 ). Dalam hal ini hukumnya sama dengan hukum keharaman aborsi setelah peniu¬pan ruh ke dalam janin. hukum syara’ yang lebih rajih (kuat) adalah sebagai berikut. Penggunaan Organ Tubuh Buatan. atau 42 (empat puluh dua) hari dari usia kehamilan dan pada saat permulaan pembentukan janin.” (TQS At Takwir : 8-9) Berdasarkan dalil-dalil ini maka aborsi adalah haram pada kandungan yang bernyawa atau telah berumur 4 bulan. Akan tetapi menurut pendapat Abdul Qadim Zallum (1998) dan Abdurrahman Al Baghdadi (1998). Jika aborsi dilakukan setelah 40 (empat puluh) hari. 1998. Kami akan memberikan rizki kepada mereka dan kepadamu. Abdurrahman Al Baghdadi.” (TQS Al Isra` : 33) “Dan apabila bayi-bayi yang dikubur hidup-hidup itu ditanya karena dosa apakah ia dibunuh. Transplantasi Organ.” (TQS Al Isra` : 31 ) “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan (alasan) yang benar (menurut syara’). sebab dalam keadaan demikian berarti aborsi itu adalah suatu tindak kejahatan pembunuhan yang diharamkan Islam. Sedangkan pengguguran kandungan yang usianya belum mencapai 40 hari. (Abdul Qadim Zallum. halaman 45-56.

Begitu pula hilangnya nyawa sang ibu jika tetap mempertahankan kandungannya . Mabadi` Awaliyah fi Ushul Al Fiqh wa Al Qawa’id Al Fiqhiyah. Maka berobatlah kalian !” (HR. sesuai firman Allah SWT : “Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia. seorang wanita dibolehkan menggugurkan kandungannya jika keberadaan kandungan itu akan mengancam hidupnya. jika dokter yang terpercaya menetapkan bahwa keberadaan janin dalam perut ibu akan mengakibatkan kematian ibu dan janinnya sekaligus. ataupun setelah peniupan ruh padanya. Sedangkan Rasu¬lullah SAW telah memerintahkan umatnya untuk berobat. Menyelamatkan kehidupan adalah sesuatu yang diserukan oleh ajaran Islam. Dalam kondisi seperti ini. Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla setiap kali menciptakan penyakit. Berdasarkan kaidah ini. meskipun ini berarti membunuh janinnya. halaman 35). maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dibolehkan melakukan aborsi dan mengupayakan penyelamatan kehidupan jiwa ibu. Ahmad) Kaidah fiqih dalam masalah ini menyebutkan : “Idza ta’aradha mafsadatani ru’iya a’zhamuha dhararan birtikabi akhaffihima” “Jika berkumpul dua madharat (bahaya) dalam satu hukum.Namun demikian. Dia ciptakan pula obatnya.” (Abdul Hamid Hakim. maka dipilih yang lebih ringan madharatnya. dibolehkan melakukan aborsi baik pada tahap penciptaan janin. 1927. Memang mengggugurkan kandungan adalah suatu mafsadat.” (TQS Al Maidah : 32) Di samping itu aborsi dalam kondisi seperti ini termasuk pula upaya pengobatan.

Menurut Pandangan Agama Hindu Aborsi dalam Teologi Hinduisme tergolong pada perbuatan yang disebut “Himsa karma” yakni salah satu perbuatan dosa yang disejajarkan dengan membunuh. sebagai calon lamas. Ketika cabang bayi sudah berusia 20 hari maka Kanda-Pat berubah nama menjadi masing-masing: I Anta. I Kala. Segera setelah terjadi pembuahan di sel telur maka atma sudah ada atas kuasa Hyang Widhi. 2. I Bra. 1998). sebagai calon Yeh-nyom.juga suatu mafsadat. I Angdian. dan I Lembana. sebagai calon ari-ari. dan I Dengen. sebagai calon getih. dan menyiksa. Dalam “Lontar Tutur Panus Karma” penciptaan manusia yang utuh kemudian dilanjutkan oleh Hyang Widhi dalam manifestasi-Nya sebagai “KandaPat” dan “Nyama Bajang”. meyakiti. I Preta. atau membiarkan kehidupan ibunya terancam dengan keberadaan janin tersebut (Abdurrahman Al Baghdadi. Namun tak syak lagi bahwa menggugurkan kandungan janin itu lebih ringan madharatnya daripada menghilangkan nyawa ibunya. Selanjutnya Lontar itu menuturkan bahwa Kanda-Pat yang artinya “empat-teman” adalah: I Karen. . Membunuh dalam pengertian yang lebih dalam sebagai “menghilangkan nyawa” mendasari falsafah “atma” atau roh yang sudah berada dan melekat pada jabang bayi sekalipun masih berbentuk gumpalan yang belum sempurna seperti tubuh manusia.

Gambaran ini dapat ditelusuri lebih jauh sebagai tidak adanya keinginan melakukan hubungan seks hanya untuk kesenangan belaka. Oleh karena itulah perbuatan aborsi disetarakan dengan menghilangkan nyawa. Jika Kanda-Pat bertugas memelihara dan membesarkan jabang bayi secara phisik. Getih. termasuk pula pengendalian diri dalam bentuk pengekangan hawa nafsu. karena Asvatama telah membunuh semua bayi yang ada dalam kandungan istri-istri keturunan Pandawa.Selanjutnya setelah berusia 40 minggu barulah dinamakan sebagai: Ari-ari. serta membuat istri-istri itu mandul selamanya. Nyama Bajang yang artinya “saudara yang selalu membujang” adalah kekuatankekuatan Hyang Widhi yang tidak berwujud. . Dalam ephos Bharatayuda Sri Krisna telah mengutuk Asvatama hidup 3000 tahun dalam penderitaan. Perilaku manusia menurut Veda adalah yang penuh dengan pengendalian diri. Pasangan suami-istri yang mempunyai banyak anak dapat dinilai sebagai kurang berhasilnya melakukan pengendalian nafsu seks. Lamas. Pembuahan sel telur dari hasil hubungan seks lebih jauh ditinjau dalam falsafah Hindu sebagai sesuatu yang harusnya disakralkan dan direncanakan. apalagi bila kemudian ternyata bahwa kelahiran anak-anak tidak dalam batas perencanaan yang baik. maka Nyama Bajang yang jumlahnya 108 bertugas mendudukkan serta menguatkan atma atau roh dalam tubuh bayi. dalam keyakinan Veda dapat digambarkan sebagai berikut: Perkawinan (pawiwahan) adalah untuk sahnya suatu hubungan seks yang bertujuan memperoleh anak. dan Yeh-nyom.

setelah mensucikan diri dengan mandi dan memercikkan tirta pensucian. Hubungan seks yang dilakukan dalam keadaan sedang marah. sedih. Hubungan seks juga harus dilakukan dalam suasana yang tentram. Menurut Pandangan Agama Buddha Dalam pandangan agama Buddha aborsi adalah suatu tindakan pengguguran kandungan atau membunuh makhluk hidup yang sudah ada dalam rahim seorang ibu. Syarat yang harus dipenuhi terjadinya makhluk hidup : a) Mata utuni hoti : masa subur seorang wanita b) Mata pitaro hoti : terjadinya pertemuan sel telur dan sperma c) Gandhabo paccuppatthito : adanya gandarwa. damai. jelaslah sudah bahwa aborsi dalam Agama Hindu tidak dikenal dan tidak dibenarkan. misalnya terlebih dahulu bersembahyang memuja dua Deva yang berpasangan. 3. atau tidak sadar. kesadaran penerusan dalam siklus kehidupan baru (pantisandhi-citta) kelanjutan dari kesadaran ajal (cuti citta). Oleh karena hubungan seks terjadi melalui upacara pawiwahan dan dilakukan semata-mata untuk memperoleh anak. dan penuh kasih sayang. mabuk.Sakralnya hubungan seks dalam Hindu banyak dijumpai dalam Kamasutra. yaitu Deva Smara dan Devi Ratih. akan mempengaruhi perilaku anak yang lahir kemudian. Antara lain disebutkan bahwa hubungan seks hendaknya direncanakan dan dipersiapkan dengan baik. yang memiliki energi karma .

ibu sang bayi juga melakukan hal yang sama. Bukan hanya pelaku saja yang melakukan tindak pembunuhan. baik dalam kehidupan sekarang maupun yang akan datang. kejam dan gemar memukul serta membunuh tanpa belas kasihan kepada makhluk hidup. akibat perbuatan yang telah dilakukannya itu ia akan dilahirkan kembali sebagai manusia di mana saja ia akan bertumimbal lahir. Suatu pembunuhan telah terjadi bila terdapat lima faktor sebagai berikut : a) Ada makhluk hidup (pano) b) Mengetahui atau menyadari ada makhluk hidup (pannasanita) c) Ada kehendak (cetana) untuk membunuh (vadhabacittam) d) Melakukan pembunuhan ( upakkamo) e) Makhluk itu mati karena tindakan pembunuhan ( tena maranam) Apabila terdapat kelima faktor dalam suatu tindakan pembunuhan.Dari penjelasan diatas agama Buddha menentang dan tidak menyetujui adanya tindakan aborsi karena telah melanggar pancasila Buddhis. 4. umurnya tidaklah akan panjang". maka telah terjadi pelanggaran sila pertama. Bagaimanapun mereka telah melakukan tindak kejahatan dan akan mendapatkan akibat di kemudian hari. menyangkut sila pertama yaitu panatipata. Oleh karena itu sila berhubungan erat dengan karma maka pembunuhan ini akan berakibat buruk yang berat atau ringannya tergantung pada kekuatan yang mendorongnya dan sasaran pembunuhan itu. Menurut Pandangan Agama Kristen . Dalam Majjhima Nikaya 135 Buddha bersabda "Seorang pria dan wanita yang membunuh makhluk hidup.

Aborsi juga berkenaan dengan hidup matinya manusia yang diciptakan dalam rupa Allah (Kejadian 1:26-27. semuanya dapat diampuni melalui iman di dalam Yesus Kristus. Keluaran 21:22-25 memberikan hukuman yang sama kepada orang yang mengakibatkan kematian seorang bayi yang masih dalam kandungan dengan orang yang membunuh.Alkitab tidak pernah secara khusus berbicara mengenai soal aborsi. Perempuan yang telah melakukan aborsi. Menurut Pandangan Agama Islam . semua dosa apapun dapat diampuni (Yohanes 3:16. atau lai-laki yang mendorong aborsi. Namun demikian. Roma 8:1. B. Hal ini dengan jelas mengindikasikan bahwa Allah memandang bayi dalam kandungan sebagai manusia sama seperti orang dewasa. 9:6). Pandangan Lima Agama di Indonesia Terhadap Transplantasi 1. ada banyak ajaran Alkitab yang membuat jelas apa pandangan Allah mengenai aborsi. Kolose 1:14). dosa aborsi tidaklah lebih sulit diampuni dibanding dengan dosa-dosa lainnya. Yeremia 1:5 memberitahu kita bahwa Allah mengenal kita sebelum Dia membentuk kita dalam kandungan. Bagi orang Kristen aborsi bukan hanya sekedar soal hak perempuan untuk memilih. Melalui iman dalam Kristus. Mazmur 139:13-16 berbicara mengenai peran aktif Allah dalam menciptakan dan membentuk kita dalam rahim. atau bahkan dokter yang melakukan aborsi. Bagi mereka yang telah melakukan aborsi.

Sepanjang sejarah kaum muslimin. Transplantasi organ manusia belum pernah menjadi realitas. semua tindakan manusia pasti terjangkau penilaian hukum. kehormatan manusia itu diklasifikan. Kitab-kitab fiqh klasik -karena pada masa itu Transplantasi belum riil. Demikian halnya di ntara pancamaslahat yang diayomi oleh maqashid asysyari’ah (tujuan filosofis syariah Islam) adalah hifdz an-nasl (memelihara fungsi dan kesucian reproduksi) bagi kelangsungan dan kesinambungan generasi umat manusia. itu harus menjadi perhatian fuqaha. dia khawatir akan keluar fatwa "haram" dari para fuqaha dan lembaga keagamaan yang dianggap punya otoritas. Proses Transplantasi Liver DI memang tidak menjadi berita. pengalaman suksesnya menjalani Transplantasi Liver yang ditulis secara bersambung dalam JP 25 Agustus-3 Oktober 2007. Allah telah menjanjikan setiap kesulitan ada solusi (QS. baik manusia itu masih hidup maupun sudah meninggal. Jangkauan bahasannya hanya dalam bentuk hipotesis (andaikan). Paradigma pemikiran yang dibangun adalah: Pertama. organ manusia itu terhormat. Atau.belum membahas secara detail. Kedua. Itu pun terbatas pada Transplantasi (tepatnya: penyambungan) tulang daging dan kornea mata manusia. tapi tak berani tampil secara terbuka. dan ternyata gagal. Menurut Pandangan Agama Islam Ajaran syariat Islam mengajarkan kita untuk tidak boleh berputus asa dan menganjurkan untuk senantiasa berikhtiar (usaha) dalam menggapai karunia Allah SWT.Al-Insyirah: 5-6) . Tapi. Baru Cak Nur (Nurcholish Madjid) yang proses Transplantasinya diberitakan sebagian. Pandangan Lima Agama di Indonesia Terhadap Inseminasi 1. Sebab. C. Sebab. pernah ada yang sukses.

Sehingga meskipun memiliki daya guna tinggi. untuk mendapatkan keturunan atau yang mengalami gangguan pembuahan normal. Sebagaimana kita ketahui bahwa inseminasi buatan pada manusia dengan donor sperma dan/atau ovum lebih banyak mendatangkan mudharat daripada maslahah. Namun mudharat dan mafsadahnya jauh lebih besar. Maslahah yang dibawa inseminasi buatan ialah membantu suami-isteri yang mandul. Oleh karena itu kaedah dan ketentuan syariah merupakan pemandu etika dalam penggunaan teknologi ini sebab penggunaan dan penerapan teknologi belum tentu sesuai menurut agama. Teknologi bayi tabung dan inseminasi buatan merupakan hasil terapan sains modern yang pada prinsipnya bersifat netral sebagai bentuk kemajuan ilmu kedokteran dan biologi. beriman dan beretika sehingga sangat potensial berdampak negatif dan fatal. b) Sperma suami dimasukkan ke saluran rahim istri (Majelis mujamak Fiqih Islam) c) Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang meninggal HARAM (Kaidah Saad Azariah) d) IVF pada wanita pasca menopause. baik keduanya maupun salah satunya. antara lain berupa: . etika dan hukum yang berlaku di masyarakat. Teknologi ini dilakukan dengan ketentuan: a) Sperma + ovum dari pasutri dicangkokkan ke rahim istri.termasuk kesulitan reproduksi manusia dengan adanya kemajuan teknologi kedokteran dan ilmu biologi modern yang Allah karuniakan kepada umat manusia agar mereka bersyukur dengan menggunakannya sesuai kaedah ajaran-Nya. namun juga sangat rentan terhadap penyalahgunaan dan kesalahan etika bila dilakukan oleh orang yang tidak beragama.

Bertentangan dengan sunnatullah atau hukum alam. dicela oleh para bijaksana. Kehadiran anak hasil inseminasi bisa menjadi sumber konflik dalam rumah tanggal. apabila kalian mengetahui sendiri bahwa hal-hal itu . Tetapi.. Anguttara Nikaya. 4. Percampuran nasab. Anak hasil inseminasi lebih banyak unsur negatifnya daripada anak adopsi. atau oleh pertimbangan: 'Pertapa itu adalah guruku. tidak terjalin hubungan keibuan secara alami. karena nasab itu ada kaitannya dengan kemahraman dan kewarisan. Menurut Pandangan Agama Budha Agama budha mengatakan bahwa sebaiknya tidak dilakukan tetapi jika diperlukan dan sangat mendesak diperbolehkan. kaum Kalama. dan bila dilakukan akan berakibat kerugian dan penderitaan.'. maka lakukanlah dan binalah hal-hal itu (Kalama Sutta. 6. 5. atau karena tertulis dikitab suci. apabila kalian mengetahui sendiri bahwa hal-hal ini tidak tercela dan patut dipuji oleh para bijaksana.I).. 2. kaum Kalama. Luqman:14 dan Al-Ahqaf:14).1.. A. . Bayi tabung lahir tanpa melalui proses kasih sayang yang alami. terutama bagi bayi tabung lewat ibu titipan yang menyerahkan bayinya kepada pasangan suami-isteri yang punya benihnya sesuai dengan kontrak. maka tolaklah hal itu. Inseminasi pada hakikatnya sama dengan prostitusi.. janganlah hanyut terbawa oleh ucapan seseorang atau tradisi atau desas-desus. karena terjadi percampuran sperma pria dengan ovum wanita tanpa perkawinan yang sah. 3.. "Dengarkan. (QS. Sebaliknya. padahal Islam sangat menjada kesucian/kehormatan kelamin dan kemurnian nasab. dan apabila dilakukan akan menghasilkan kesejahteraan dan kebahagiaan.

Bayi tabung tidak Menurut dipermasalahkan ( dari pasangan suami istri ). . c) Dilarang membunuh zygot. dengan syarat: a) Sperma & ovum berasal dari pasutri yang bersangkutan sehingga tidak terjadi perzinahan. Menurut Pandangan Agama Kristen agama Kristen inseminasi diperbolehkan.3. b) Dalam keadaan sangat terdesak dan menjaga keharmonisan rumah tangga.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->