P. 1
2009myu

2009myu

|Views: 1,515|Likes:

More info:

Published by: DeLz ChangMin 심창민 on Feb 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2013

pdf

text

original

Bakteri T. ferrooxidans mengoksidasi sulfida menjadi sulfat untuk

mendapatkan energi bagi pertumbuhannya. Melalui proses tersebut, T.

ferrooxidans mampu melarutkan logam dari senyawa sulfida secara langsung

maupun tidak langsung seperti reaksi berikut (Lizama dan Suzuki, 1987),

MS + 2O2 à M2+

+ SO42-

(secara langsung)

MS + 2Fe2+

à M2+

+ S0

+ 2Fe2+

(secara tidak langsung)

14

dimana MS adalah logam sulfida dan M2+

adalah ion logam bervalensi 2. Ion

Fe2+

dan S0

akan teroksidasi oleh T. ferrooxidans membentuk Fe3+

dan SO42-
.

Terbentuknya ion sulfat sangat mempengaruhi kemasaman lingkungan.

Pada pH 2.5 sampai 3.5, sulfat akan melarutkan ion-ion logam dari bentuk

karbonat dan oksidanya dan relatif rendah terhadap logam sulfida (Greenberg et

al., 1992). Disamping itu, adanya ion Fe3+

yang merupakan pengoksida kuat

mampu melarutkan mineral-mineral logam sulfida, seperti timbal, tembaga, seng

dan kadmium, seperti persamaan berikut :

MS + 2Fe3+

à M2+

+ S2-

+ 3Fe2+

Melalui reaksi tersebut, logam-logam berat dalam mineral sulfida akan

teroksidasi menjadi ion logam yang terlarut (Leduc dan Ferroni, 1994). Dengan

adanya kandungan sulfat dan logam yang terlarut menyebabkan limbah air asam

tambang sangat berbahaya bagi kehidupan flora dan fauna, serta ekosistem secara

keseluruhan (Downing, 2002).

Tingkat kemasaman yang tinggi meningkatkan kelarutan logam-logam

berbahaya, seperti As, Cd, Cr, Pb, dan Se. Meningkatnya kelarutan logam-logam

tersebut akan sangat membahayakan organisme air, karena akan berakibat pada

keracunan dan bahkan dapat menyebabkan kematian hewan air. Dengan

demikian, peningkatan kelarutan logam berbahaya tersebut akan mempengaruhi

keseimbangan ekosistem.

Tingkat kemasaman yang tinggi pada limbah air asam tambang secara

langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kualitas lingkungan dan

kehidupan organisme. Sebagian besar tumbuhan dan hewan tidak mampu hidup

pada pH rendah, dan hanya mikroorganisme asidofil yang mampu bertahan dan

hidup pada pH rendah (Ingledew, 1990). Sampai saat ini limbah air asam

tambang ini belum dikelola dengan baik, sehingga mencemari sistem perairan

darat, dan bahkan mencemari perairan pesisir dan laut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->