P. 1
Pendidikan-hakikat Pertumbuhan Dan an Peserta Didik

Pendidikan-hakikat Pertumbuhan Dan an Peserta Didik

|Views: 89|Likes:
Published by NiaWafir

More info:

Published by: NiaWafir on Feb 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2012

pdf

text

original

pendidikan | hakikat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik

Copyright helen helen@webmail.umm.ac.id http://helen.student.umm.ac.id/2010/09/29/5/

hakikat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik
Hakikat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik

HAKIKAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

1. Definisi Pertumbuhan Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah ) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.

Perkembangan Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner(1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai ke keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayata totalitas itu lambant laun bagian- bagiannya akan menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.

Pertumbuhan Dan Perkembangan Menurut Para Ahli Pendapat para ahli biologi tentang arti pertumbuhan dan perkembangan pernah dirangkumkan oleh Drs. H. M. Arifin, M. Ed. bahwa pertumbuhan diartikan sebagai suatu penambahan dalam ukuran bentuk, berat atau ukuran dimensif tubuh serta bagian-bagiannya. Sedangakn perkembangan menunjuk pada perubahan-perubahan dalam bentuk bagian tubuh dan integrasi pelbagai bagiannya

page 1 / 4

ac.id http://helen. berjalan pada usia dua tahun. Aspek apa sajakah yang mempengaruhi faktor genetik? Menurut Santrok (1992).pendidikan | hakikat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik Copyright helen helen@webmail.awal tahun 1980-an semakin diakuinya pengaruh keturunan (genetik) terhadap perbedaan individu. Interaksi keturunan dan lingkungan dalam perkembangan Keturunan dnn lingkungan berjalan bersama atau bekerja sama dan menghasilkan individu dengan kecerdasan. Temperamen Temperamen adalah gaya-perilaku karakteristik individu dalam merespons. 3. Hampir sepanjang waktu perhatian kita tertuju pada keunikan masing-masing. Perkembangan dipersyarati adanya pertumbuhan. Ia juga mengemukakan bahwa lingkungan dan budaya hanya mempunyai peranan minimal dalam kecerdasan. Sebagian bayi sangat aktif menggerak-gerakkan tangan. Ahli-ahli perkembangan sangat tertarik mengenai temperamen bayi. sctiap orang melalui jalan-jalan yang umum. 2. kaki dan mulutnya dengan keras. kecerdasan dan kepribadian) mendapat pengaruh yang sama kuatnya baik dari faktor-faktor lingkungan maupun keturunan (genetik). Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian perilaku genetik yang mendukung. Fase-Fase Perkembangan Setiap orang berkembang dengan karakteristik tersendiri. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Sejak. Apakah yang dimaksud oleh para ahli psikologi dengan perkembangan individu? page 2 / 4 . Sebagai manusia. sebagian anak menjelajahi lingkungannya dengan giat pada waktu yang lama dan sebagian lagi tidak demikian. Para ahli genetik menaruh minat yang sangat besar untuk mengetahui dengan pasti tentang variasi karakteristik yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik.id/2010/09/29/5/ ke dalam satu kesatuan fungsional bilapertumbuhan itu berlangsung. c. Kecerdasan dan temperamen merupakan aspek-aspek-yang paling banyak ditelaah yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh keturunan.student. sebagian lagi lebih tenang. minat yang khas. a. temperamen tinggi dan berat badan.umm. tenggelam pada -permainan fantasi pada niasa kanak-kanak dan belajar mandiri pada usia remaja.umm. pentingnya pengaruh keturunan menunjukkan tentang pentingnya pengaruh lingkungan. b. Intinya bahwa pertumbuhan dapat diukur sedangkan perkembangan hanya dapat dilihat gejala-gejalanya. Setiap diri kita mulai belajar berjalan pada usia satu tahun. banyak aspek yang dipengaruhi laktor genetik. Perilaku yang kompleks yang menarik minat para ahli psikologi (misalnya temperamen.ac. Kecerdasan Arthur Jensen (1969) mengemukakan pendapatnya bahwal kecerdasan itu diwariskan (diturunkan).

1.Fase remaja adalah masa perkembangan yang merupakan transisi dari masa anak-kanak ke masa dewasa awal. bahasa.umm. berkembangnya karakteristik seksual seperti membesarnya payudara. abstrak dan idealis. 5. Secara formal mereka mulai memastiki dunia yang lebih luas dengan budayanya. Fase kanak-kanak awal adalah fase perkembangan yang berlangsung sejak akhir masa bayi sampai 5 atau 6 tahun. Pemikirannya Iebih logis.ac. koordinasi sensori motor dan sosialisasi. 4. Fase pra natal (saat dalam kandungan) adalah waktu yang terletak antara masa pembuahan dan masa kelahiran. Fase bayi adalah saat perkembangan yang berlangsung sejak lahir sampai 18 atau 24 bulan. dihasilkan dalam waktu Iebih kurang sembilan bulan. Pola gerakan itu kompleks karena merupakan hasil (produk) dari beberapa proses: proses biologis.ac. fase anak akhir dan fase remaja. Pada saat ini terjadi pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel menjadi satu organisme yang lengkap dengan otak dan kemampunn berperilaku. Anak-anak menguasai keterampilan-keterampilan dasar membaca. sama dengan masa usia sekolah dasar. Dalam perkembangan terdapat pertumbuhan. Masa ini adalah masa ynng sangat bergantung kepada orang tua. Fase kanak-kanak tengah dan akhir adalah fase perkembangan yang berlangsung sejak kira-kira umur 6 sampai 11 tahun. Pencapaian prestasi menjadi arah perhatian pada dunia anak. perubahan perbandingan ukuran bagian-bagian badan.student. Semakin lama banyak waktu dimanfaatkan di luar keluarga. Pada saat ini para ahli tidak lagi berpendapat bahwa perubahan-perubahan akan berakhir pada fase ini. 3. kadang-kadang disebut masa pra sekolah. proses kognitif dan proses sosial. fase kanak-kanak awal. 2.pendidikan | hakikat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik Copyright helen helen@webmail.id/2010/09/29/5/ Menurut Santrok dan Yussen (1992) perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai pada saat terjadi pembuahan dan berlangsung terus selama siklus kehidupan. Santrok dan Yussen membaginya atas lima yaitu: fase pranatal (saat dalam kandungan). Remaja mengalami perubahan-penibahan fisik yang sangat cepat. tumbuhnya rambut pada bagian tertentu dan perubahan suara. yang dimulai kira-kira umur 10 sampai 12 tahun dan berakhir kira-kira umur 18 sampai 22 tahun. Untuk memudahkan pemahaman tentang perkembangan maka dilakukan pembagian berdasarkan waktu-waktu yang dilalui manusia dengan sebutan fase.umm.id http://helen. Selama fase ini mereka belajar melakukan sendiri banyak hal dan berkembang keterampilan-keterampilan yang berkaitan dengan kesiapan untuk bersekolah dan memanfaatkan waktu selama beberapa jam untuk bermain sendiri ataupun dengan temannya. dan pengendalian diri sendiri bertambah pula. menulis dan berhitung. Banyak kegiatan-kegiatan psikologis yang baru dimulai misalnya. fase bayi. Perkiraan waktu ditentukaii padn setiap fase tintuk memperoleh gambaran waktu suatu fase itu dimulai dan berakhir. Pada fase ini dilakukan upaya-upaya untuk mandiri dan pencarian identifas diri. Memasuki kelas satu SD menandai berakhirnya fase ini. Mereka mengatakan bahwa perkembangan merupakan page 3 / 4 .

ac.id/2010/09/29/5/ proses yang terjadi sepanjang hayat.umm.id http://helen.student.ac.umm.pendidikan | hakikat pertumbuhan dan perkembangan peserta didik Copyright helen helen@webmail. page 4 / 4 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->