BAB I PENDAHULUAN

I.1

LATAR BELAKANG Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu

buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia. Selama Era Romantis, para cendekiawan di Jerman, khususnya mereka yang peduli terhadap gerakan nasionalisme - seperti misalnya perjuangan nasionalis untuk menyatukan Jerman, dan perjuangan nasionalis dari etnis minoritas melawan Kekaisaran Austria-Hongaria - mengembangkan sebuah gagasan kebudayaan dalam "sudut pandang umum". Pemikiran ini menganggap suatu budaya dengan budaya lainnya memiliki perbedaan dan kekhasan masing-masing. Karenanya, budaya tidak dapat diperbandingkan. Meskipun begitu, gagasan ini masih mengakui adanya pemisahan antara "berkebudayaan" dengan "tidak berkebudayaan" atau kebudayaan "primitif." Pada akhir abad ke-19, para ahli antropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas. Bertolak dari teori evolusi, mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama, dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan. Pada tahun 50-an, subkebudayaan - kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya - mulai dijadikan subyek

Tidak bisa kita pungkiri. Pada abad ini pula.2 TUJUAN Dalam pembuatan makalah ini bertujuan antara lain . maka menjaga.perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja. Karena kebudayaan merupakan kekayaan serta ciri khas suatu daerah. Dalam setiap daerah Indonesia memiliki sub kultur yang beragam sehingga budaya dalam setiap daerah terkadang berbeda . memelihara dan melestarikan budaya merupakan kewajiban dari setiap individu. akan sangat berpebgaruh pula terhadap kebudayaan daerah / kebudayaan lokal. Maka atas dasar itulah segala bentuk kebudayaan daerah akan sangat berpengaruk terhadap budaya nasional. sub kultur budaya tersebut dapat dlihat kesehariaannya di masyarakat karena sudah berbaur dengan keseharian masyarakat I. terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan . bahwa kita pungkiri bahwa kebudayaan daerah merupakan faktor utama berdirinya kebudayaan yang lebih global. dengan kata lain kebudayaan merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dilestarikan oleh setiap suku bangsa. Keanekaragaman budaya yang terdapat di Indonesia merupakan suatu bukti bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya. begitu pula sebaliknya kebudayaan nasional yang bersumber dari kebudayaan daerah. Kebudayaan merupakan suatau kekayaan yang sangat benilai karena selain merupakan ciri khas dari suatu daerah juga mejadi lambang dari kepribadian suatu bangsa atau daerah.penelitian oleh para ahli sosiologi. Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri dari banyak pulau dan memiliki berbagai macam suku bangsa. bahasa. yang biasa kita sebut dengan kebudayaan nasional. adat istiadat atau yang sering kita sebut kebudayaan.

Melville J. kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks.1. Istilah untuk pendapat itu adalah CulturalDeterminism. kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial. yang di dalamnya terkandung pengetahuan. kepercayaan. .1 Kebudayaan Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. dan lain-lain. religius. Melihat dari system kebudayaan yang ada disekeliling kita BAB II LANDASAN TEORI I. Menurut Andreas Eppink. ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial. untuk melihat dan mengetahui apa saja kebudayaan yang ada disekeliling kita yang dapat dilihat kesehariannya 2. Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain. Menurut Edward Burnett Tylor. tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat. 3.norma sosial. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. menganalisa kebudayaan yang ada disekeliling kita tersebut. yang kemudian disebut sebagai superorganic.

yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat. religi. seni. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok. peralatan hidup. dan lain-lain. moral. Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi. sehingga dalam kehidupan sehari-hari. organisasi sosial. hukum. dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi: o .kesenian. kebudayaan adalah sarana hasil karya. kebudayaan itu bersifat abstrak. Unsur-Unsur Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan. Dari berbagai definisi tersebut. rasa. Melville J. yaitu: o o o o alat-alat teknologi sistem ekonomi keluarga kekuasaan politik sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya 2. bahasa. berupa perilaku dan bendabenda yang bersifat nyata. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya. dan cipta masyarakat. antara lain sebagai berikut: 1. misalnya pola-pola perilaku. adat istiadat.

Sifatnya konkret. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. • Gagasan ( Wujud ideal) Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. norma-norma. gagasan. dan sebagainya yang sifatnya abstrak. wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan. Hoenigman. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan. aktivitas. • Aktivitas (tindakan) Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi. • Artefak (karya) Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas. nilai-nilai. terjadi dalam kehidupan sehari-hari. mengadakan kontak. peraturan. dan karya semua manusia dalam . dan dapat diamati dan didokumentasikan.J. tidak dapat diraba atau disentuh. maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut. dan artefak.o o organisasi ekonomi alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama) organisasi kekuatan (politik) o Wujud dan komponen Wujud Menurut J. serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. perbuatan.

pakaian. dan lagu atau tarian tradisional. Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat. dan seterusnya. pesawat terbang. antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. • Kebudayaan nonmaterial Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi. dan mesin cuci. . kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama: • Kebudayaan material Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata. dilihat. senjata. stadion olahraga. dan didokumentasikan. perhisalan. konkret. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia. misalnya berupa dongeng.masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba. seperti televisi. Komponen Berdasarkan wujudnya tersebut. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat. gedung pencakar langit. cerita rakyat.

diantaranya karena perbedaan umur. Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal. . agama. pandangan politik dan gender. kelas. pekerjaan.BAB III PEMBAHASAN Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur). aesthetik. etnisitas. yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya. ras.

kelompok minoritas dapat menjaga asli. dan mengembangkan kebudayaannya sendiri. Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas. • Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilasi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama. seberapa banyak imigran yang datang. keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya. Primordialisme berasal dari kata bahasa Latin primus yang artinya pertama dan ordiri yang artinya tenunan atau ikatan. .Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli. dan tipe pemerintahan yang berkuasa. tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat • Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah. maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya. kepercayaan. watak dari penduduk asli. Dalam kesharian kita juga dapat menjumpai beberapa kebudayaan antara lain Primordialisme adalah sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil. • Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masingmasing dan berinteraksi secara damai dengan kebudayaan induk. baik mengenai tradisi. adat-istiadat. Dalam Leitkultur. • Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman.

Mencap laki-laki sebagai feminin dan perempuan sebagai maskulin dapat menghilangkan status sosial dan penerimaan mereka dalam kelompok. entah itu berhubungan dengan gender. Hal ini terjadi karena nilai-nilai yang telah tersosialisasi sejak kecil sudah menjadi nilai yang mendarah daging (internalized value) dan sangatlah susah untuk berubah dan cenderung dipertahankan bila nilai itu sangat menguntungkan bagi dirinya. Namun. sikap primordial memiliki fungsi untuk melestarikan budaya kelompoknya. Mereka akan selalu memandang budaya orang lain dari kacamata budayanya. di sisi lain sikap ini dapat membuat individu atau kelompok memiliki sikap etnosentrisme. Semua stereotip.Ikatan seseorang pada kelompok yang pertama dengan segala nilai yang diperolehnya melalui sosialisasi akan berperan dalam membentuk sikap primordial. Stereotip gender adalah kategori luas yang merefleksikan kesan dan keyakinan tentang apa perilaku yang tepat untuk pria dan wanita. . etnis. mengacu pada citra dari anggota kategori tersebut. Banyak stereotip bersifat umum sehingga menjadi ambigu. etnosentris infleksibel yakni suatu sikap yang cenderung bersifat subyektif dalam memandang budaya atau tingkah laku orang lain. Di satu sisi. atau kategori lainnya. misalnya kategori maskulin dan feminin. Memberi cap stereotip sebagai maskulin atau feminin pada individu dapat menimbulkan konsekuensi signifikan. 2. Etnosentris fleksibel yakni suatu sikap yang cenderung menilai tingkah laku orang lain tidak hanya berdasarkan sudut pandang budaya sendiri tp juga sudut pandang budaya lain. Terdapat 2 jenis etnosentris yaitu: 1. yaitu suatu sikap yang cenderung bersifat subyektif dalam memandang budaya orang lain.

dengan tujuan menyampaikan maksud hati atau kemauan kepada lawan bicaranya atau orang lain. Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia akan keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga. yang juga mengendalikan manusia sebagai salah satu bagian jagad raya. mewujudkan seni (sastra). tata krama masyarakat. ataupun gerakan (bahasa isyarat). Melalui bahasa. dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial. yang berarti "menambatkan").Bahasa adalah alat atau perwujudan budaya yang digunakan manusia untuk saling berkomunikasi atau berhubungan. dan sekaligus mudah membaurkan dirinya dengan segala bentuk masyarakat. adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia. lisan. Sehubungan dengan itu. Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari. Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Dictionary of Philosophy and Religion (Kamus Filosofi dan Agama) mendefinisikan Agama sebagai berikut: sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah. Agama (bahasa Inggris: Religion. dan daya tahan fisik manusia dalam menguasai dan mengungkap rahasia-rahasia alam sangat terbatas. muncul keyakinan akan adanya penguasa tertinggi dari sistem jagad raya ini. manusia dapat menyesuaikan diri dengan adat istiadat. Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi. Sistem Kepercayaan Ada kalanya pengetahuan. baik lewat tulisan. manusia tidak dapat dilepaskan dari religi atau sistem kepercayaan kepada penguasa alam semesta. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi. Secara bersamaan. tingkah laku. mempelajari naskah-naskah kuno. pemahaman. berkomunikasi. yang berasar dari bahasa Latin religare. dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagiaan sejati . baik secara individual maupun hidup bermasyarakat. Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan. manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks. dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Agama juga mempengaruhi kesenian. seperti "10 Firman" dalam agama Kristen atau "5 rukun Islam" dalam agama Islam.Agama biasanya memiliki suatu prinsip. . Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan. seperti misalnya dalam sistem teokrasi.

Sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai 1. berbuat dan menentukan sikapnya jika berhubungan dengan orang lain. Bahasa. Pembeda manusia dan binatang 5. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia 4.agama . Suatu hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya 2. Primodialisme 3. 7. Tradisionalisme 5. Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.BAB IV PENUTUP Kesimpulan Kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia. 3. Beberapa kebudayan yang ditemui dalam keseharian antara lain 1.kesenian. Entosentrisme 2. Sebagai modal dasar pembangunan. Streotip 4. Hasil karya manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi manusia terhadap lingkungan alamnya. 6. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuankemampuan lain. Pengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak.

wikipedia.org http://id.Daftar pustaka www.org/wiki/Budaya .org http://id.wikipedia.wikipedia.

MAKALAH ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful