P. 1
Tinjauan Mata Kuliah ILMU NEGARA 1

Tinjauan Mata Kuliah ILMU NEGARA 1

|Views: 380|Likes:
Published by Made Bagus

More info:

Published by: Made Bagus on Feb 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2014

pdf

text

original

Tinjauan Mata Kuliah Mata kuliah Ilmu Negara yang berbobot 2 SKS membahas tentang konsep ilmu negara

, teori asal mula negara dan penerapan konsep ilmu negara di berbagai negara termasuk Indonesia. Secara umum tujuan mata kuliah ini adalah menganalisis penerapan konsep ilmu negara di berbagai negara dan secara khusus di Indonesia. Setelah mempelajari mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat memiliki kemampuan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. menjelaskan konsep ilmu Negara; menjelaskan teori asal mula Negara; menganalisis teori-teori yang memberi dasar hukum bagi kekuasaan Negara; menjelaskan bentuk negara, bentuk pemerintahan dan sistem pemerintahan; menjelaskan lembaga perwakilan rakyat dan penerapannya di Indonesia; menjelaskan sejarah pembentukan pemerintahan Indonesia.

Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, materi mata kuliah ini disajikan dalam 6 modul sebagai berikut. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Modul 1 Konsep Ilmu Negara. Modul 2 Teori Asal Mula Negara. Modul 3 Teori-teori yang Memberi Dasar Hukum bagi Kekuasaan Negara. Modul 4 Bentuk Negara, Bentuk Pemerintahan dan Sistem Pemerintahan. Modul 5 Lembaga Perwakilan Rakyat. Modul 6 Pembentukan Pemerintahan Indonesia.

Yakinkan dalam hati bahwa Anda sebagai mahasiswa akan belajar dengan sungguh-sungguh, dengan niat yang kuat, kerajinan yang cukup, dan usaha yang gigih, maka Anda akan dapat menguasai seluruh isi modul ini. Pelajarilah setiap kegiatan belajar dengan saksama, jangan terburu-buru. Latihlah mengungkapkan pengetahuan Anda dengan latihan setelah cukup memahami uraian dan contoh. Gunakan rangkuman untuk mengingat dan mengambil inti sari setiap kegiatan belajar. Kemudian kerjakanlah Tes Formatif pada setiap akhir kegiatan belajar. Jangan lupa membaca Glosarium yang ada untuk membantu pemahaman Anda terhadap materi uraian. Sedangkan fungsi Daftar Pustaka ialah memperluas wawasan Anda tentang topik yang Anda pelajari pada modul ini. Usahakanlah membaca beberapa buku yang tercantum pada Daftar Pustaka dengan cara membeli sendiri di toko buku, atau meminjam di perpustakaan, atau meminjam dari teman yang memilikinya, supaya penguasaan materi Anda mantap. MODUL 1: Konsep Ilmu Negara Kegiatan Belajar 1: Pengertian Ilmu Negara Rangkuman Kelahiran dan keberadaan Ilmu Negara tidak dapat lepas dari jasa George Jellinek, seorang pakar hukum dari Jerman yang kemudian dikenal sebagai bapak Ilmu Negara, pada tahun 1882 ia telah menerbitkan buku dengan judul Allgemeine Staatslehre (Ilmu Negara Umum), buku ini kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Ilmu Negara. Istilah Ilmu Negara dikenal dengan beberapa istilah, antara lain: 1. di Belanda dikenal dengan istilah Staatsleer,

negara Inggris. Ilmu Kenegaraan dalam arti sempit ini mempunyai 3 bagian sebagai berikut. Sedangkan Ilmu Negara memandang objeknya itu. sedangkan 4. bahwa Hukum Tata Negara RI dan Ilmu Politik Kenegaraan memandang objeknya. dari sifat atau pengertiannya yang abstrak. yaitu sebagai berikut. munculnya Ilmu Negara sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri adalah berkat jasa George Jellinek dalam bukunya Algemeine Staatlehre. dengan cara mengumpulkan semua bahan tentang ilmu negara yang ada mulai zaman kebudayaan Yunani sampai pada masanya sendiri (sesudah akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20 dan bahan-bahan itu kemudian disusunnya dalam suatu sistem. misalnya negara Republik Indonesia. Ilmu Pengetahuan Hukum (Rechtwissenschaften). alat-alat perlengkapannya. Selanjutnya. dikatakan olehnya bahwa Ilmu Negara dan hukum tata negara menyelidiki kerangka yuridis daripada negara. Dalam menyusun bukunya Allgeimeine Staaslehre George Jellinek menggunakan methode van systematesering (metode sistematika). di Inggris dikenal dengan istilah Theory of State. yaitu Negara. di Perancis dikenal dengan istilah Theorie d' etat. Apa yang dimaksud oleh Jellinek dengan Rechtswissenschaften adalah hukum publik yang menyangkut soal kenegaraan. misalnya Hukum Tata Negara Hukum Administrasi Negara. dari negara dalam pengertiannya yang konkret itu diselidiki atau dibicarakan lebih lanjut susunannya. yaitu ilmu kenegaraan dalam arti sempit. The General Theory of State. yaitu ia membagi Ilmu Kenegaraan atas dua bagian. Ilmu Politik itu adalah semacam sosiologi daripada negara. Beschreibende Staatswissenschaft. Oleh karena pendapatnya itu ia masih menganggap Ilmu Politik sebagai bagian dari ilmu sosiologi. keadaan dan waktu. negara Jepang dan seterusnya. 2. Ilmu Negara dalam arti sempit (staatwisenschaften). Berkaitan dengan perbedaan penyelidikan objek antara Ilmu Negara dengan Ilmu Lain yang pembahasan sama. Kegiatan Belajar 2: Ilmu Negara dalam Hubungannya dengan Ilmu Politik dan Ilmu Kenegaraan Rangkuman Ilmu Negara dalam Hubungannya dengan Ilmu kenegaraan. 1. Dengan perumpamaan itu Hoelink telah menunjukkan betapa eratnya hubungan antara Ilmu . Kemudian. sedangkan Ilmu Politik menyelidiki bagiannya yang ada di sekitar kerangka itu. 3. yaitu Negara. Theoretische Staatswissenschaft. belum mempunyai ajektif tertentu. Hal yang penting dalam pembagian Jellinek bagi ilmu negara adalah bagian yang pertama. atau Politics. Political Science. 2. keadaan dan waktu. 3. yaitu negara dari sifatnya atau pengertiannya yang konkret. Wewenang serta kewajiban daripada alat-alat perlengkapan tersebut dan seterusnya. bersifat abstrak-umum-universal. Hukum Pidana. Hukum Antara Negara.2. artinya objeknya itu dalam keadaan terlepas dari tempat. Dalam bukunya. jadi telah mempunyai objek yang pasti. di Jerman dikenal dengan istilah Staatslehre. Praktische Staatswissenschaft. artinya objeknya itu sudah terikat pada tempat. 1.

Ilmu Politik itu mula-mula merupakan ilmu pengetahuan sebagai bagian daripada Ilmu Kenegaraan (Applied Science) dan kemudian Ilmu Politik menjadi ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri terpisah daripada Ilmu Negara dan Ilmu Kenegaraan karena pengaruh dari sosiologi. Jelas bahwa paham dari Plato hanya suatu angan-angan saja dan ia sadar bahwa negara semacam itu tidak mungkin terjadi di dalam kenyataan karena sifat manusia itu sendiri tidak . Perlu diterangkan bahwa Ilmu Negara pada zaman Plato merupakan cakupan dari seluruh kehidupan yang meliputi Polis (negara kota). Ilmu Negara mempergunakan metode yuridis. Golongan ketiga adalah golongan rakyat biasa yang disamakan dengan perasaan manusia. Segala soal yang berhubungan dengan negara kota atau polis tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan negara. sedangkan Ilmu Politik mempergunakan metode… Jadi. Bagaimanakah keadaan Ilmu Politik di negara Anglo Saxon? Di Inggris ilmu pengetahuan politik (political science) lebih terkenal daripada Ilmu Negara dan Ilmu Negara itu asing sama sekali bagi negara-negara Anglo Saxon dan istilah-istilah yang dipergunakan juga adalah lain. bagi negara-negara Anglo Saxon yang sentral adalah Political Science dan bukan Ilmu Negara atau Ilmu Kenegaraan. Dalam uraiannya Plato menyamakan negara dengan manusia yang mempunyai tiga kemampuan jiwa. Sesuai dengan tiga kemampuan jiwa yang ada pada manusia tersebut maka di dalam negara juga terdapat tiga golongan masyarakat yang mempunyai kemampuannya masing-masing. Golongan kedua adalah golongan ksatria/prajurit dan bertugas menjaga keamanan negara jika diserang dari luar atau kalau keadaan di dalam negara mengalami kekacauan. Orang-orang yang mampu memerintah adalah orang yang mempunyai kemampuan. Pada saat itu orang menganggap bahwa golongan ini termasuk golongan yang terendah dalam masyarakat. tetapi hanya menggambarkan negara-negara dalam bentuk ideal. yang merupakan otaknya di dalam negara dengan mempergunakan akal pikirannya. Golongan yang pertama disebut golongan yang memerintah. Golongan ini termasuk golongan petani dan pedagang yang menghasilkan makanan untuk seluruh penduduk. dan 3. perasaan. oleh karena kedua-duanya itu mempunyai objek penyelidikan yang sama yaitu negara. Kegiatan Belajar 3: Aliran-aliran dalam Ilmu Negara Rangkuman Plato telah menulis dalam bukunya Politieia tentang bagaimanakah corak negara yang sebaiknya atau bentuk negara yang bagaimanakah sebagai negara yang ideal. Ilmu Negara diajarkan sebagai Civics/Staatsburgerlijke opvoeding yang masih merupakan Sosial moral dan differensiasi ilmu pengetahuan yang pada waktu itu belum ada. akal pikiran. hanya bagiannya terletak dalam metode yang dipergunakan.Negara dengan Ilmu Politik. Seperti Ilmu Negara dipakainya istilah General Theory of State dan Ilmu Kenegaraan dipakainya Istilah General Science. Jadi. Istilah ini dapat dijumpai dalam buku "Contemporary of Political Science" yang dikeluarkan oleh Unesco. dalam hal ini seorang raja yang berfilsafat tinggi. yaitu: 1. menurut paham Eropa Kontinental. 2. Oleh karena itu. Mereka hidup di dalam asrama-asrama dan menunggu perintah dari negara untuk tugas tersebut di atas. kehendak. Golongan ini dapat disamakan dengan kemauan dari hasrat manusia.

Agustinus. Ilmu Negara. (2001). Machiavelli dan Rousseau. tentara. kecuali untuk mendukung usaha negara dalam mencapai masyarakat yang dicita-citakan. C. Pada masa itu telah mulai digunakan istilah Lo Stato yang berasal dari bahasa Italia. Negara berhak melarang suatu aliran kepercayaan atau aliran politik tertentu hidup dan disebarluaskan karena dianggap bertentangan dengan tujuan masyarakat. Daftar Pustaka • • • • • • • • Abu Daud Busroh. R. 1 Memaksa Sifat memaksa perlu dimiliki oleh suatu negara. Jakarta: Pradnya Paramita. Jakarta: Gramedia. keharusan membayar pajak. Sarana yang digunakan untuk itu adalah polisi. (1998). . yang kemudian menjelma menjadi L'etat' dalam bahasa Perancis. Jakarta: Bumi Budiyanto. Ada beberapa pendapat mengenai pengertian negara seperti dikemukakan oleh Aristoteles. Soehino. MODUL 2: Teori Asal Mula Negara Kegiatan Belajar 1: Pengertian Negara dan Unsur-unsurnya Rangkuman Istilah negara sudah dikenal sejak zaman Renaissance. serta timbulnya anarkhi bisa dicegah. Ilmu Negara (Umum dan Indonesia). Moh.T Kansil. Jakarta: Mega Media Pratama. (1998). supaya peraturan perundang-undangan ditaati sehingga penertiban dalam masyarakat dapat dicapai. yaitu pada abad ke-15. 3 Mencakup semua Semua peraturan perundang-undangan berlaku untuk semua orang tanpa.Solly Lubis. (2000). 2 Monopoli Negara mempunyai monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat. Unsur paksa ini dapat dilihat pada ketentuan tentang pajak. yaitu sebagai berikut. Jakarta: Pradnya Paramita Miriam Budiarjo. Dasar-dasar Ilmu Tata Negara untuk SMU. (1995). di mana setiap warga negara harus membayar pajak dan bagi yang melanggarnya atau tidak melakukan kewajiban tersebut dapat dikenakan denda atau disita miliknya. Krannenburg. Sifat khusus daripada suatu negara ada tiga.S. Jakarta: Erlangga. Selanjutnya ia menciptakan suatu bentuk negara yang maksimal dapat dicapai disebut sebagai negara hukum. Dasar-Dasar Ilmu Politik.sempurna. (1990). Misalnya. Aksara Ilmu Negara. (1998). Kusnardi dan Bintan Saragih. Dalam negara hukum semua orang tunduk kepada hukum termasuk juga penguasa atau raja yang kadang-kadang dapat juga bertindak sewenangwenang. (1998). Ilmu Negara. Bandung: Penerbit Alumni. Yogyakarta: Liberty. Ilmu Negara Umum. Ilmu Negara. The State dalam bahasa Inggris atau Deer Staat dalam bahasa Jerman dan De Staat dalam bahasa Belanda. M.

1 Teori Ketuhanan Menurut teori ini negara terbentuk atas kehendak Tuhan. laut. c Teori Kedaulatan Rakyat . Pengakuan dari negara lain dapat dibedakan dua macam. Wilayah. 4. 2 Teori Perjanjian Teori ini berpendapat. menurut kaum sosialis dan menurut kaum kapitalis. Teori kedaulatan ini meliputi: a Teori Kedaulatan Tuhan Menurut teori ini kekuasaan tertinggi dalam negara itu adalah berasal dari Tuhan. Kemudian. Adapun wilayah terbagi menjadi tiga. 2. dan udara. yaitu darat. Nicollo Machiavelli. Unsur-unsur negara terdiri dari: 1. diadakan suatu perjanjian untuk mengadakan suatu organisasi yang dapat menyelenggarakan kehidupan bersama. Unsur ini tidak merupakan syarat mutlak adanya suatu negara karena unsur tersebut tidak merupakan unsur pembentuk bagi badan negara melainkan hanya bersifat menerangkan saja tentang adanya negara. yaitu menurut Lord Shang. yaitu teori fasisme. sosialisme dan teori integralistik. 3 Teori Kekuasaan Kekuasaan adalah ciptaan mereka-mereka yang paling kuat dan berkuasa 4 Teori Kedaulatan Setelah asal usul negara itu jelas maka orang-orang tertentu didaulat menjadi penguasa (pemerintah). yaitu batas wilayah di mana kekuasan itu berlaku. b Teori Kedaulatan Hukum Menurut teori ini bahwa hukum adalah pernyataan penilaian yang terbit dari kesadaran hukum manusia dan bahwa hukum merupakan sumber kedaulatan. Immanuel Kant. Kegiatan Belajar 2: Teori Tujuan Negara dan Teori Asal Mula Negara Rangkuman Setiap negara mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Pengakuan dari negara lain. Pemerintah. hanya bersifat deklaratif bukan konstitutif. individualisme. Jadi. mengenai teori asal mula terjadinya negara selain dapat dilihat berdasarkan pendekatan teoretis.Hal yang dimaksud unsur-unsur negara adalah bagian-bagian yang menjadikan negara itu ada. 3. Mengenai tujuan negara itu ada beberapa teori. adalah alat negara dalam menyelenggarakan segala kepentingan rakyatnya dan merupakan alat dalam mencapai tujuan. Ada beberapa paham tentang teori tujuan negara. bahwa negara terbentuk karena antara sekelompok manusia yang tadinya masing-masing hidup sendiri-sendiri. yaitu pengakuan secara de facto dan pengakuan secara de jure. Dante. adalah semua orang yang berada di wilayah negara itu dan yang tunduk pada kekuasaan negara tersebut. Rakyat. Tujuan negara merupakan masalah yang penting sebab tujuan inilah yang bakal menjadi pedoman negara disusun dan dikendalikan sesuai dengan tujuan itu. yaitu sebagai berikut. Asal mula terjadinya negara dilihat berdasarkan pendekatan teoretis ada beberapa macam. juga dapat dilihat berdasarkan proses pertumbuhannya.

Tipe negara abad pertengahan. 1 Melaksanakan penertiban Negara dalam mencapai tujuan bersama dan untuk mencegah bentrokan-bentrokan dalam masyarakat harus melaksanakan penertiban. yaitu sebagai berikut. Tipe negara modern. 2 Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya. yaitu pemerintah. d Teori Kedaulatan negara Teori ini berpendapat bahwa negara merupakan sumber kedaulatan dalam negara. juga dapat dilihat berdasarkan proses pertumbuhannya yang dibedakan menjadi dua.Teori ini berpendapat bahwa rakyatlah yang berdaulat dan mewakili kekuasaannya kepada suatu badan. Tipe negara hukum. Mengenai fungsi negara ini ada bermacam-macam pendapat. b. yaitu sebagai berikut. Tipe negara Timur Purba. 4 Menegakkan keadilan Keadilan bukanlah suatu status melainkan merupakan suatu proses. 5. Tipe negara Polisi (Polizei Staat) 2. Tipe negara hukum materiel. teori asal mula terjadinya negara. Kemudian. Tipe negara Romawi Kuno/Purba. 1. dibagi menjadi berikut ini. c. 4. Keadilan dilaksanakan melalui badan-badan pengadilan. a. Van Vallenhoven. seperti Montesquieu. . yang dibagi 3 macam. Tipe negara Yunani Kuno/Purba. Jadi. Sedangkan tipe negara ditinjau dari sisi hukum dibedakan menjadi berikut ini. yaitu tipe negara menurut sejarahnya dan tipe negara ditinjau dari sisi hukum. Tipe negara hukum formil. Tipe negara dibagi menjadi dua golongan. Tipe negara hukum liberal. 1. dalam hal ini negara bertindak sebagai stabilitator. dan Goodnow. Negara terlepas dari ideologinya itu menyelenggarakan beberapa minimum fungsi yang mutlak perlu. 2. Untuk menjaga kemungkinan serangan dari luar diperlukan pertahanan maka dari itu negara perlu dilengkapi dengan alat-alat pertahanan. 3 Pertahanan Pertahanan negara merupakan soal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu negara. yaitu terjadinya negara secara primer dan teori terjadinya negara secara sekunder. Setiap negara selalu berusaha untuk mempertinggi kehidupan rakyatnya dan mengusahakan supaya kemakmuran dapat dinikmati oleh masyarakatnya secara adil dan merata. Tipe negara menurut sejarahnya. 3. Kegiatan Belajar 3: Fungsi Negara dan Tipe-tipe Negara Rangkuman Hal yang dimaksud fungsi negara adalah tugas daripada organisasi negara untuk di mana negara itu diadakan.

Drs. dan kekuasaan itu bisa dipaksakan secara fisik (koersif) merupakan karakteristik kekuasaan politik. Dasar-Dasar Ilmu Politik. khususnya dalam pembuatan kebijakan publik. teori kedaulatan Rakyat. negaralah yang berdaulat. Miriam Budiardjo. Penganut ajaran ini adalah Agustinus. yakni teori teokrasi dan teori hukum alam. (2001).T. (1981).H. Sedangkan kewenangan adalah kekuasaan. Jakarta: Bumi Aksara. asli. (1993). Kekuasaan politik berkait dengan kehidupan bersama atau sosial atau ada dalam konteks sosial maka kekuasaan politik merupakan bagian dari kekuasaan sosial. dan teori kedaulatan Hukum.S. S. C. Inu Kencana Syafiie. Jakarta: Gaya Media Pratama. S. Jakarta: Erlangga. Ilmu Negara. yang diwakili oleh raja atau Paus. kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi. Ilmu Pemerintahan. S.H. Secara umum kekuasaan merupakan kemampuan mempengaruhi agar pihak lain bertindak sesuai dengan pihak yang mempengaruhi. Ilmu Negara (Umum dan Indonesia). menurut Grotius kedaulatan itu dapat dibagi atau dilakukan bersama-sama antara rakyat dengan pimpinannya. yang menurut Jean Bodin memiliki karakteristik: tunggal. Thomas Aquinas. Menurut teori kedaulatan Tuhan. Alumni Bandung. Sedangkan menurut teori kedaulatan negara. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Moh. antara lain Agustinus dan Thomas Aquinas.T. Kedaulatan ada pada negara terutama terlihat bahwa negaralah yang menciptakan . Kusnardi. Kansil. M. Jakarta: Pradnya Paramita.H. Drs. Pelopornya adalah Rousseau dan Thomas Hobbes. tentang penjelasan mengenai pemegang kedaulatan paling tidak dikenal ada empat teori. Ilmu Negara. Dasar-Dasar Ilmu Tata Negara Untuk SMU. Prof.H. kedaulatan ada di tangan Tuhan. Kemudian. Kansil. Namun. Ilmu Negara. Tidak semua kekuasaan memiliki legitimasi. Ketiga konsep tersebut sama-sama berkaitan dengan kekuasaan. S. (2000).H. kewenangan dan kedaulatan.. dari atau ditujukan kepada negara. abadi dan tidak dapat dibagi-bagi. Yogyakarta: Liberty. Menurut teori teokrasi sumber kekuasaan adalah dari Tuhan. yakni teori kedaulatan Tuhan. Bandung: Mandar Maju. S. (2000). Sedangkan menurut teori hukum alam sumber kekuasaan adalah berasal dari rakyat yang diserahkan kepada penguasa atau raja melalui perjanjian sosial. Penganut aliran atau paham ini.S. baik legitimasi prosedural maupun hasil atau akibat. (1993).3. Prof. Kemudian. Solly Lubis. Dr. Adapun sumber kekuasaan tertinggi atau kedaulatan ada dua aliran. Tipe negara Kemakmuran Daftar Pustaka • • • • • • • • Budiyanto. Atau kekuasaan dalam arti khusus (species). MODUL 3: Teori-teori yang Memberi Dasar Hukum bagi Kekuasaan Negara Kegiatan Belajar 1: Teori tentang Kekuasaan Rangkuman Ada keterkaitan secara konseptual antara kekuasaan. tetapi merupakan kekuasaan yang memiliki legitimasi. dan Marsillius. C. teori kedaulatan Negara. (1994). Pengaruh yang terkait dengan negara. Sistem Pemerintahan Indonesia. Soehino. Drs. (1993).

Johannus Althusius. Namun. Kegiatan Belajar 2: Klasifikasi Negara Rangkuman Klasifikasi negara dimaksudkan penggolongan bentuk negara berdasarkan kriteria tertentu. hukum ada karena adanya negara. Kriteria yang diajukan Jellinek adalah "pembentukan kemauan negara". yaitu Monarchie bentuk merosotnya tirani. aristokrasi bentuk merosotnya Oligarkhi dan politea bentuk merosotnya demokrasi. negara maupun rakyat. Wirjono Prodjodikoro memberikan komentar ke empat ajaran tersebut secara kenyataan adalah benar. tetapi bagi Polybios sebagai bentuk ideal yang bentuk pemerosotannya adalah ochlocratie atau mobocratie. di antaranya Duguit dan Krabbe. Secara umum klasifikasi negara dapat dikelompokkan ke dalam klasifikasi tradisional dan klasifikasi yang lain. Pendukung teori kedaulatan di antaranya Rousseau. melalui perjanjian sosial rakyat membentuk organisasi untuk melaksanakan kepentingan bersama. hukumlah yang berdaulat. sama dengan pendapat Rousseau bahwa pada prinsipnya manusia itu merdeka. Selanjutnya menurut teori kedaulatan rakyat. Oleh karena itu. akan tetapi negara sendiri harus tunduk kepada hukum. Meskipun Krabbe berbeda dengan Duguit dalam memberikan penjelasan tentang kedaulatan hukum. Penganut ajaran ini. bukan Tuhan.hukum. kekuasaan terhadap manusia hanya berlaku dengan sepengetahuan dan seizin yang dikenakan kekuasaan (manusia atau rakyat). Menurut ajaran ini. Klasifikasi Arsitoteles ini kemudian juga dikembangkan oleh Polybios atau sering dikenal dengan teori cycles Polybios. kemudian menyerahkan kekuasaan untuk memerintah kepada seseorang atau beberapa orang. Kedaulatan dalam negara milik rakyat dan tidak dapat dimiliki seseorang. Dalam klasifikasi tradisional dikenal dua paham. Machiavelli tidak menjelaskan kriteria yang digunakan. Dari kriteria ini dihasilkan tiga bentuk ideal dan pemerosotannya. yaitu paham klasifikasi tri-bagian (tri-partite clasification) dan klasifikasi dwi-bagian (bi-partite clasification). George Jellinek dan Leon Duguit kemudian melengkapi kriterianya. tetapi hukum tercipta dari rasa keadilan yang hidup dalam sanubari masyarakat. terakhir menurut teori kedaulatan hukum. Jika pembentukan kemauan negara ditentukan oleh seorang saja maka terjadilah Monarchie. Penganut ajaran kedaulatan hukum. Tiada suatu hukum pun yang berlaku jika tidak dikehendaki negara. rakyatlah sebagai pemegang kedaulatan. Perbedaan pendapat Aristoteles dengan Polybios terutama pada bentuk pemerintahan/bentuk negara demokrasi. antara lain George Jellinek dan Jean Bodin. Duguit menyatakan meskipun hukum merupakan penjelmaan kemauan negara. Klasifikasi tri-bagian terutama diajukan oleh Arsitoteles dengan kriteria kuantitatif (jumlah penguasa) dan kualitatif (tujuan berkuasa untuk kesejahteraan rakyat atau pribadi/ kelompoknya). Terhadap berkembangnya ke empat gagasan atau aliran kedaulatan di atas. dalam praktik tampak banyak diselewengkan oleh penguasa yang diktator. Kemudian. Sedangkan Althusius. yaitu bukan merupakan pengejawantahan dari kehendak negara. Sedangkan klasifikasi dwi-bagian yang pertama-tama mengemukakan adalah Nicollo Machiavelli yang menyatakan bentuk negara jika tidak Republik maka lainnya Monarchie. sebaliknya jika ditentukan oleh dewan (lebih dari seorang) maka . Menurut Rousseau kedaulatan merupakan pengejawantahan dari kehendak umum (volonte generale) dari masyarakat atau suatu bangsa yang merdeka. Jika Aristoteles memandang demokrasi sebagai bentuk pemerosotan.

Sebaliknya jika kedaulatan itu ada pada negara-negara bagian. (2) pemerintahan federal atau pemerintahan gabungan dan pemerintahan negara-negara bagian. Jika kepala negaranya diangkat berdasarkan turun-temurun. akhir-akhir ini tampak kerancuan itu mulai dapat dipecahkan. Di samping negara bersusun jamak dalam bentuk negara federal atau negara serikat juga dikenal perserikatan negara. negara autonomi yang pembatasan kebebasannya minimum. merupakan perserikatan negara. Sedangkan negara federal sebagai negara bersusun jamak. dan jika diangkat atas dasar pemilihan maka bentuknya republik. bersifat maksimum ataukah minimum. Sedangkan Kranenberg mengajukan kriteria dapat tidaknya pemerintah federal membuat atau mengeluarkan peraturan hukum yang mengikat secara langsung kepada warga negara-negara . Laski.. Jellinek mengajukan kriteria perbedaan-perbedaan terletak pada ada pada siapakah kedaulatan itu. mengajukan kriteria "cara penunjukan atau pengangkatan kepala negaranya". sistem pemerintahan presidensiil dan sistem referendum. Kriteria yang diajukan Kelsen adalah derajat pembatasan kebebasan dan keluasan mencampuri perikehidupan warga negaranya. Atas dasar kriteria ini kemudian dihasilkan bentuk negara heteronomi yang pembatasan kebebasan maksimum. pada awalnya menerapkan asas sentralisasi dan konsentrasi. memiliki karakteristik. dinyatakan bentuknya monarchie. Sedangkan Laski mengajukan kriteria "ada tidaknya wewenang ikut campur rakyat dalam membuat undang-undang". dan negara liberal yang minimum dalam mencampuri perikehidupan warga negaranya. terdapat satu pemerintahan pusat dan tidak ada negara dalam negara. Jika kedaulatan itu pada negara federal maka merupakan negara serikat. Perkembangan otonomi tampak dimaksudkan untuk mengimbangi sentralisasi. Jika ada wewenang maka bentuk negara itu adalah demokrasi. kemudian menerapkan asas dekonsentrasi dan perkembangan terakhir tampak mengembangkan desentralisasi dan otonomi. Kegiatan Belajar 3: Susunan Negara Rangkuman Penglihatan terhadap negara dari segi susunannya menghasilkan penggolongan negara bersusun tunggal (negara kesatuan) dan negara bersusun jamak (negara federal).terjadilah republik. negara totaliter yang keluasan mencampuri perikehidupan warga negaranya maksimum. Oleh karena tampak ada kecenderungan bahwa bentuk pemerintahan atau istilah lainnya sistem pemerintahan telah memperoleh penegasan klasifikasinya. antara lain (1) terdiri atas negara federal atau negara gabungan dan negara-negara bagian. Negara kesatuan atau negara unitaris. yakni sistem pemerintahan parlementer. Dalam pandangan klasifikasi tradisional tri-bagian mengidentikan antara bentuk negara dengan bentuk pemerintahan. Sedangkan Duguit. Namun. Kriteria untuk menentukan apakah suatu negara merupakan negara serikat atau perserikatan negara telah diajukan oleh Jellinek dan Kranenberg. di antaranya diajukan oleh Hans Kelsen dan Harold J. Pemerintahan pusat pada negara kesatuan. Klasifikasi yang lain. sebaliknya jika tidak ada wewenang rakyat ikut campur dalam pembuatan undang-undang maka bentuk negara tersebut autokrasi. (3) terdapat Undang-undang Dasar negara federal dan Undang-undang Dasar negara-negara bagian. Pada perkembangan berikutnya.

Bandung: Mizan. yang terjadi dalam jiwa/badan seseorang dan nampak sebagai kemauan seseorang/individu maka bentuk negaranya adalah Monarkhi. Mirriam. Daftar Pustaka • • • • • • • • • • • Bhakti. (2002). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Apabila mengikat langsung maka disebut negara serikat. (1984). (1992).bagian. Wirjono. . dan India merupakan Negara Republik Serikat Parlementer. Apabila cara proses terjadinya pembentukan negara secara yuridis. (1980). Jakarta: Bumi Aksara. (2001). F. Kemudian. MODUL 4: Bentuk Negara. Indonesia merupakan Negara Republik Kesatuan Presidentil. Peninjauan secara sosiologis jika negara dilihat secara keseluruhan (ganzhit) tanpa melihat isinya. dalam bukunya Allgemene staatslehre) didasarkan atas perbedaan proses terjadinya pembentukan kemauan negara itu terdapat dua kemungkinan: 1. Apabila cara terjadinya pembentukan kemauan negara secara psikologis atau secara alamiah. Surbakti. Asas-asas Ilmu Negara dan Politik. (1977). Surabaya: Bina Ilmu. (1981). Kontroversi Negara Federal: Mencari Bentuk Negara Ideal Indonesia Masa Depan. Budihardjo. Syafi'ie. Aneka Pemikiran tentang Kuasa dan Wibawa. Budiardjo. (2001). disebut sebagai perserikatan negara. Ramlan. Pengantar Ilmu Politik. Ikrar Nusa dan Sihbudi. Misalnya. Isjwara. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sosial UNY. apabila mencoba melihat kombinasi antara bentuk negara. sedangkan secara yuridis jika negara\peninjauan hanya dilihat dari isinya atau strukturnya. Bentuk Pemerintahan dan Sistem Pemerintahan Kegiatan Belajar 1: Bentuk Negara dan Bentuk Pemerintahan Rangkuman Bentuk negara adalah merupakan batas antara peninjauan secara sosiologis dan peninjauan secara yuridis mengenai negara. Bandung: Eresco. Memahami Ilmu Politik. Soehino. 2. Selanjutnya menjelaskan negara sebagai bentuk genus sedangkan Monarkhi dan republik sebagai bentuk speciesnya. Mirriam. Perbedaan dalam kedua bentuk Monarkhi dan republik (Jellinek. Prodjodikoro. Apabila tidak dapat mengikat secara langsung. Yogyakarta: Liberty. Ramdlon. Aneka Asas Ilmu Negara. Cholisin. Bandung: Refika. Machiavelli dalam bukunya II Prinsipe bahwa bentuk negara (hanya ada dua pilihan) jika tidak republik tentulah Monarkhi. (1982). Ilmu Negara. Inu Kencana. ed. bisa dinyatakan bahwa negara Inggris merupakan Negara Kerajaan Kesatuan Parlementer. Riza. susunan negara dan bentuk pemerintahan atau sistem pemerintahan maka akan dihasilkan variasi ketiganya di berbagai negara di dunia. Pengantar Ilmu Pemerintahan. Busroh. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Dasar-Dasar Ilmu Politik. secara sengaja dibuat menurut kemauan orang banyak sehingga kemauan itu nampak sebagai kemauan suatu dewan maka bentuk negaranya adalah republik. (2001). Jakarta: Sinar Harapan. Ilmu Negara. Bandung: Binacipta Naning. Jakarta: Gramedia. (2002). Abu Daud.

3. Aristokrasi yang berada di puncak. Oligarkhi. Aristokrasi adalah pemerintahan oleh aristokrat (cendikiawan) sesuai dengan pikiran keadilan. 2. 1. Paham yang menggabungkan persoalan bentuk negara dengan bentuk pemerintahan. yaitu sebagai berikut. Paham yang membahas bentuk negara itu. 1. yaitu sebagai berikut. atas dua golongan. Pengertian ini diajarkan oleh Machiavelli yang menyebutkan bahwa negara itu kalau bukan Republik (Republica). Keburukan mengubah aristokrasi menjadi: 2. Bentuk ideal Aristokrasi bentuk pemrosotanya Oligarkhi/Plutokrasi. Menurut Aristoteles terdapat tiga macam bentuk negara yang dibaginya menurut bentuk yang ideal dan bentuk pemerosotan. 3. yaitu pemerintahan oleh seorang penguasa yang bertindak dengan sewenangwenang. Bentuk ideal Monarkhi bentuk pemerosatan Tirani/Diktator. 5. yaitu pemerintahan oleh rakyat miskin (jelata). Paham yang mencoba memecahkan bentuk negara dengan ukuran-ukuran/ketentuan yang sudah ada. Pendapat yang menggabungkan bentuk negara (staatvorm) dengan bentuk Pemerintahan (regeringvorm) terdiri dari berikut ini. Oleh karena salah mempergunakannya maka keadaan ini berakhir dengan kekacauan atau anarkhi. yaitu pemerintahan oleh orang-orang yang ingin mencapai kemasyhuran dan kehormatan. yaitu demokrasi atau diktaktor. 1. Timokarsi ini berubah menjadi: 3. Bentuk ideal Politea bentuk pemerosotannya Demokrasi. tetapi Kerajaan. Pengertian yang dimaksud adalah bentuk negara kerajaan atau Republik. Bentuk Negara pada Zaman Sekarang Tiga aliran yang didasarkan pada bentuk negara yang sebenarnya. Keadaan ini melahirkan milik partikulir maka orang-orang miskin pun bersatulah melawan kaum hartawan dan lahirlah: 4. Demokrasi. 1. Tirani. Bentuk Negara pada Zaman Pertengahan Pengertian lain dari bentuk negara dikemukakan oleh beberapa sarjana sejak akhir zaman pertengahan yang hingga saat ini masih diakui oleh banyak sarjana-sarjana yang berpaham modern. Bentuk pemerintahan di mana terdapat hubungan yang erat antara badan eksekutif dan badan legislatif. 2. . yaitu pemerintahan oleh para (golongan) hartawan. Timokrasi. yaitu sebagai berikut.Bentuk Negara pada Zaman Yunani Kuno Menurut Plato terdapat lima macam bentuk negara yang sesuai dengan sifat tertentu dan jiwa manusia.

3. Perintah raja merupakan undang-undang yang harus dilaksanakan. Kerajaan atau Monarkhi. pidana dan keuangan). yaitu sebagai berikut. Kata "sistem" berarti menunjuk pada hubungan antara pelbagai lembaga negara sedemikian rupa sehingga merupakan suatu kesatuan yang bulat dalam menjalankan mekanisme kenegaraan. Selain Raja. baik perseorangan maupun secara keseluruhan bertanggung jawab sepenuhnya. Kehendak raja adalah kehendak rakyat. Dalam praktik penyelenggaraan suatu negara jika kita tinjau dari segi pembagian kekuasaan negara bahwa organisasi pemerintahan negara itu bersusun. Republik: (berasal dari bahasa Latin: Res Publica = kepentingan umum). Bentuk pemerintahan di mana terdapat pemisahan yang tegas antara badan eksekutif. 3. ialah negara yang dikepali oleh seorang Raja dan bersifat turun-temurun dan menjabat untuk seumur hidup. (Contoh Monarkhi Inggris. Syah Iran dan sebagainya). 3. Terkenal ucapan Louias keXIV dari Prancis: L'Etat cest moi (Negara adalah saya). di mana kekuasaan raja itu dibatasi oleh suatu Konstitusi (UUD). yang bertanggung jawab atas kebijaksanaan pemerintah adalah Menteri baik bersama-sama untuk seluruhnya maupun seseorang untuk bidangnya sendiri (sistem pertanggungjawaban menteri: tanggung jawab politik. 1. tidak dapat dipertanggungjawabkan (The King can do no wrong). Kegiatan Belajar 2: Sistem Pemerintahan Rangkuman Sistem pemerintahan terdiri dari dua suku kata. ialah negara dengan pemerintahan rakyat yang dikepalai oleh Seorang Presiden sebagai Kepala Negara yang dipilih dari dan oleh rakyat untuk suatu masa jabatan tertentu (Amerika Serikat 4 tahun Indonesia 5 tahun). Monarkhi Mutlak (absolut): Seluruh kekuasaan dan wewenang tidak terbatas (kekuasaan mutlak). Seperti halnya dengan Monarkhi maka Republik itupun mempunyai sistem-sistem: . Biasanya Presiden dapat dipilih kembali setelah habis masa jabatannya. Perbedaan Monarkhi dan Republik lebih jelasnya dapat dibedakan sebagai berikut. di mana terdapat suatu Parlemen (DPR). 2. Beberapa sistem Monarkhi. Dalam sistem parlementer. bertingkat dan terdiri atas berbagai macam alat perlengkapan (organ) yang berbeda satu sama lain berdasar tugas dan fungsi masing-masing (pembagian secara horizontal) maupun dalam satu bagian dibagi menjadi organ yang lebih tinggi dan rendah (pembagian secara vertikal). Monarkhi konstitusional ialah Monarkhi. Norwegia. legislatif dan yudikatif.2. Bentuk pemerintahan di mana terdapat pengaruh/pengawasan yang langsung dari rakyat terhadap badan legislatif. yaitu "sistem" dan "pemerintahan". Muang Thai). 2. raja selaku kepala negara itu merupakan lambang kesatuan negara. terhadap dewan di mana para Menteri. yang tidak dapat diganggu gugat. Swedia. kepala negara suatu Monarkhi dapat berupa Kaisar atau Syah (kaisar Kerajaan Jepang. 1. Belanda. Monarkhi parlementer ialah suatu Monarkhi. Raja tidak boleh berbuat sesuatu yang bertentangan dengan konstitusi dan segala perbuatannya harus berdasarkan dan sesuai dengan isi konstitusi.

Meng-sinkronnisasi-kan kepentingan-kepentingan yang bertentangan. eksekutif dan yudikatif. 2. Saat ini partai-partai yang memperebutkan kekuatan di Parlemen adalah Partai Konservatif dan Partai Buruh (yang berasal dari paham liberalisme kemudian berubah menjadi paham sosialisme). bukan Inggris yang mencontoh Amerika Serikat. 4. 2. Partai yang kalah dalam pemilu harus segera menyusun program lanjutan dan berusaha mendapatkan dukungan pressure group. yaitu sebagai berikut. tetapi Amerika Serikatlah yang meniru Inggris. sosial budaya. politik. Belanda dan Perancis. Dalam pemisahan kekuasaan berusaha untuk betul-betul seperti kehendak Montesquieu. di antaranya karena alasan ekonomi. Mengapa Inggris harus menjajah? Berbagai alasan penyebabnya. 3. Cara atau sistem pemerintahan yang memperlihatkan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat (Parliament Sovereignty) ini membuat Inggris dikenal sebagai Induknya Parlemen (Mother of Parliament). Inggris yang merupakan Negara Kesatuan (Unitary State) dan juga Kerajaan (United Kingdom) ini tampak bahwa jabatan Perdana Menteri sangat kuat. Sehingga menjadi . sekarang bagaimanakah kedudukan Parlemen. Diktator memperoleh kekuasaan yang tak terbatas itu bukan karena hak turun-temurun (raja) melainkan karena revolusi yang dipimpinnya. Ke dalam pengertian bentuk pemerintah termasuk juga diktatur. Bahkan separuh dunia ini pernah dijajah oleh Inggris. 2. dengan kekuasaan di tangan Council yang dipilih oleh rakyat di daerah masing-masing. Namun.1. atas dasar kepribadian masing-masing partai. yaitu jauh di atas Portugis. Spanyol. Republik mutlak (absolut). yaitu sampai pada tingkat tertentu didesentralisasikan. Ia memerintah selama ia dapat mempertahankan dirinya. Republik Konstitusional. Tiap-tiap partai politik meningkatkan kepercayaan masyarakat. begitu oposisi dibiarkan subur bertambah hingga demokrasi dapat berjalan lancar. bukankah PM berasal dari kalangan mereka yang memerintah selama kekuasaan masih diberikan padanya. Inggris adalah negara penjajah nomor satu di dunia. Kedudukan Parlemen dikatakan kuat karena selain diisi oleh orang-orang dari partai yang menang dalam Pemilihan Umum. Dalam hal Pemerintahan Daerah. House of Lord (merupakan warisan). Menanamkan kepercayaan kepada masyarakat bahwa tujuan partai politik adalah untuk kesejahteraan umum. Dalam proses perjalanan kepartaian di Amerika Serikat sudah menjadi kebiasaan bahwa: 1. Parlemen terdiri dari dua kamar (bicameral). Republik Parlementer. 1. Merupakan golongan profesional sebagai pembuat undang-undang. Diktatur adalah negara yang diperintah oleh seorang diktator dengan kekuasaan mutlak. 5. House of Commons (diketuai Perdana Menteri). yaitu dengan tegas dipisahkan antara badan legislatif. 3. Cara seperti ini banyak dicontoh negara-negara lain terutama bekas jajahannya.

1. Kranenburg dan B. Jakarta: Gramedia. kalau yang bersangkutan akhirnya menjadi anggota Lembaga Perwakilan melalui pemilihan umum tetap disebut perwakilan politik. Hukum Antar Tata Pemerintahan (Comparative Government). Ilmu Negara. Kusnardi dan Bintan Saragih. C. (1981).000 orang mempunyai 1 wakil. yaitu sebagai berikut. Jakarta: Pradnya Paramita. Daftar Pustaka • • • • • • • C. Miriam Budiardjo. Sabarroedin. pemilihan umum tetap merupakan cara yang terbaik untuk menyusun keanggotaan Parlemen dan membentuk pemerintah. Sedang para ahli sudah memilih melalui perwakilan politik. 2) House of Representative Yaitu tergantung jumlah penduduk pada negara-negara bagian. Ada dua macam kabinet ekstra parlementer dalam sejarah ketatanegaraan Belanda dan Indonesia. yaitu suatu kabinet yang menteri-menterinya diambil dari berbagai golongan masyarakat. National Kabinet (Kabinet Nasional). Jakarta: Erlangga. MODUL 5: Lembaga Perwakilan Rakyat Kegiatan Belajar 1:Sifat dan Fungsi Lembaga Perwakilan Rangkuman 1. Ibrahim R. (2001). Umumnya perwakilannya adalah orang populer karena reputasi politiknya. tetapi batas seluruhnya harus 435 orang (peraturan sejak 1910). (1995). Kansil. Di Negara-negara maju. yaitu suatu kabinet yang mengikat diri untuk menyelenggarakan suatu program yang terbatas. Apabila seseorang duduk dalam Lembaga Perwakilan melalui pemilihan umum maka sifat perwakilannya disebut perwakilan politik (political representation). Jakarta: Gaya Media Pratama. Kabinet macam ini biasanya dibentuk dalam keadaan krisis di mana komposisi kabinet diharap mencerminkan persatuan nasional. Ilmu Negara.S.T Kansil dan Christine. Legislatif di Amerika Serikat adalah becameral (dua kamar).T. Dasar-dasar Ilmu Politik."check and balance" yang betul-betul sempurna antara lembaga-lembaga kekuasaan tersebut (cheking power with power). (1987). Ilmu Negara Umum. yaitu dua orang senator. Bandung: Mandar Maju. Inu Kencana Syafiie. Sistem Pemerintahan Parlementer dan Presidesial. (1993). (1994). tetapi belum tentu menguasai bidang-bidang teknis pemerintahan. Lain halnya pada beberapa . 30.dkk. perekonomian. Jakarta: Pradnya Paramita. Ilmu Pemerintahan. 1) Senate Yaitu sama jumlah wakil (senator) dalam setiap negara bagian. Zaken kabinet. 2. Apa pun fungsinya dalam masyarakat. apalagi dengan sistem pemilihan distrik.S. 2. (1977). Jakarta: Grafindo Persada.

terdiri dari berikut ini. Akan tetapi. Perwakilan biasanya didasarkan pada fungsi/jabatan atau keahlian orang tersebut dalam masyarakat dan perwakilannya disebut perwakilan fungsional (functional or occupational representation). seperti dikemukakan oleh Mac Iver. R. yaitu sebagai berikut. Walaupun seseorang anggota Partai Politik. 4. 2. yaitu partai yang mementingkan loyalitas dan kedisiplinan anggota-anggotanya. Kegiatan Belajar 2:Partai Politik Rangkuman 1. Soltan. biasanya dengan cara konstitusionil untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan mereka. dan Sigmund Newman. 2. 2. kalau ia duduk dalam Lembaga Perwakilan berdasarkan pengangkatan di tetap disebut golongan fungsional. yaitu partai yang lebih mementingkan dukungan dan kesetiaan anggotanya terutama dalam pemilu. 2. Akan tetapi. tetapi dia seorang ahli atau tokoh fungsional. 1. Ada beberapa pendapat mengenai pengertian partai politik. susah mencari dan menilai demokrasi yang sama di dua Negara di dunia. Dengan meluasnya gagasan bahwa rakyat merupakan faktor yang perlu diperhitungkan serta diikutsertakan dalam proses politik maka partai politik telah lahir secara spontan dan berkembang menjadi penghubung antara rakyat di satu pihak dan pemerintah di pihak lain. . Pengangkatan orang-orang tersebut di Lembaga.negara sedang berkembang. apakah melalui pemilihan umum atau pengangkatan atau gabungan pemilihan atau pengangkatan.H. yaitu partai yang mengutamakan kekuatan berdasarkan keunggulan jumlah anggota. secara umum dapat dikatakan bahwa partai politik adalah suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi. Klasifikasi partai dapat dilakukan dengan berbagai cara. 1. seperti diuraikan dalam bab demokrasi. Makin dominan perwakilan hasil pemilu makin tinggi demokrasinya dan sebaliknya makin dominan pengangkatan makin rendah kadar demokrasi yang dianut oleh negara tersebut. yaitu partai yang program-programnya atas dasar ideologi tertentu. Partai lindungan. Partai kader. misalnya dari Partai A. Sistem kepartaian dapat dibedakan menjadi berikut ini. 3. 3. Partai massa. Partai politik pertama-tama lahir di negara-negara Eropa Barat. Adapun tujuan kelompok ini adalah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik. 1. nilai-nilai dan cita-cita yang sama. Tidak termasuk dalam kategori ini suatu Parlemen dari suatu negara yang terbentuk berdasarkan seluruh pengangkatan karena hasil dari suatu perebutan kekuasaan atau penguasa yang lama membubarkan Parlemen hasil Pemilu dan membentuk Parlemen baru menurut penunjukannya. Partai asas atau ideologi. 4. misalnya buruh. menganggap bahwa perlu mengangkat orang-orang tertentu dalam Lembaga Perwakilan di samping melalui pemilihan umum. Dilihat dari segi jumlah dan fungsi anggotanya. terdiri dari berikut ini. Sering para ahli menyebutkan kadar demokrasi yang dianut oleh suatu negara banyak ditentukan oleh pembentukan Parlemennya. Dilihat dari segi sifat dan orientasinya.

c Sistem multipartai. tetapi dengan peranan dominan dari dua partai. 5. 1. DPR Sementara berlaku: 1950-1956. 2. DPR Gotong-Royong Demokrasi Pancasila berlaku 1966-1971 dan DPR (hasil pemilu 1971). dan Control of Taxation by Parliament. menentukan anggaran DPR. mengajukan rancangan undang-undang. mengajukan pernyataan pendapat. Control of Expendditure. 4. 2. Real Parliamentary Control dapat dilakukan melalui 3 cara: Control of Executive. mengadakan penyelidikan. Volksraad berlaku 1918-1942. Pola multipartai dianggap lebih mencerminkan keanekaragaman budaya dan politik daripada pola dwi partai. Perkembangan Badan Legislatif yang pernah ada dan berlaku di Indonesia. peran. DPR peralihan berlaku 1959-1960. mengadakan perubahan atas rancangan undang-undang. Selain itu DPR dalam susunan dan kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat. dan kedudukan DPR melalui UUD 1945 telah dilakukan beberapa perubahan dan penyempurnaan meliputi empat tahap (amandemen). Secara umum perubahan dan penyempurnaan tersebut lebih mengedepankan peranan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat. DPR Gotong-Royong Demokrasi Terpimpin berlaku 1960-1966. mengajukan pernyataan pendapat. Selanjutnya Lembaga Perwakilan lebih lanjut diatur dalam UUD 1945 diatur dalam pasalpasal tersendiri. Sarana pengatur konflik. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dart UU No. DPR mempunyai hak: meminta keterangan kepada Presiden. 3. Fungsi partai politik ada bermacam-macam. Sarana sosialisasi politik. 2/1985 yang telah disempurnakan dalam UU No. 3. Sarana rekrutmen politik. b Sistem dwi partai Pengertian sistem dwi partai biasanya diartikan adanya dua partai atau adanya beberapa partai. namun fungsi.a Sistem satu partai Isilah sistem satu partai ini dipakai untuk partai yang benar-benar merupakan satu-satunya partai dalam suatu negara maupun untuk partai yang mempunyai kedudukan dominan di antara beberapa partai lainnya. Sarana komunikasi politik. . mengajukan/menganjurkan seseorang untuk jabatan tertentu jika ditentukan oleh suatu peraturan perundang-undangan. DPR hasil pemilihan umum 1955 berlaku 1956-1959. Komite Nasional Indonesia berlaku: 1945-1949. yaitu sebagai berikut. 4/1999 pada Pasal 33 ayat (3) DPR untuk melaksanakan tugas dan wewenang sebagaimana yang dimaksud ayat (2). DPR dan Senat Republik Indonesia Serikat berlaku 19491950. Kegiatan Belajar 3: Lembaga Perwakilan di Indonesia Rangkuman 1.

BPUPKI berhasil menyepakati nasakah Piagam Jakarta. yang pada hakikatnya adalah naskah rancangan Pembukaan UUD. CST. Busroh. Kusnardi. Setelah menampung berbagai usulan dan melalui modus kompomi. M. Akhirnya. (1995). (1994). Kusnardi dan Saragih B. (2001). (1998). dan Ir. Jakarta: Gaya Media Pratama. Dasar-Dasar Ilmu Politik. dan Panitia Perekonomian dan Keuangan. Ilmu Negara. I Syafie IK. Jakarta: Bumi Aksara. Mr. (1977). Kansil. juga masih membahas pembukaan. Ilmu Negara. Kansil CST. di samping batang tubuh.dkk. Saragih. Budiardjo M.Daftar Pustaka • • • • • • • • • • • • • • • • • • Budiarjo. (1993). Dalam masa sidang ini lebih banyak dibahas tentang rancangan dasar negara. (1990). Ilmu Negara. (1993). Yamin. (2001). (1998). Krannenburg. R. Panitia Pembelaan Tanah Air. pernyataan sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Jakarta: Mega Media Pratama. __________. __________. Berita tentang penyerahan tanpa syarat Jepang mendorong para semangat para pemuda untuk mempercepat kemerdekaan. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 mempunyai makna sebagai puncak perjuangan mencapai kemerdekaan. Jakarta: Pradnya Paramita. Jakarta: Pradnya Paramita. M. Jakarta: Pradnya paramita. Ilmu Negara Umum. Ilmu Negara. Masa sidang ke dua berlangsung tanggal 10-17 Juli 1945. Yogyakarta: Liberty. Bandung: Penerbit Alumni. Dasar-dasar Ilmu Tata Negara untuk SMU. Dari tiga panitia tersebut. kegiatan lebih banyak digunakan untuk membahas rancangan Hukum Dasar. MODUL 6: Pembentukan Pemerintahan Indonesia Kegiatan Belajar 1: Inti Proklamasi Kemerdekaan Rangkuman Masa sidang pertama BPUPKI berlangsung mulai tanggal 29 Mei sampai dengan 1 Juni 1945. (1998). Ilmu Negara. Soekarno. yaitu Panitia Perancang Hukum Dasar. Setelah ketegangan dapat diatasi. (1994). (2000). dan Saragih B. Sistem Pemerintahan Parlementer dan Presidesial. Jakarta: Gaya Media Pratama. Ibrahim R. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Dalam masa sidang ini dibentuk tiga panitia. penjebolan . Ilmu Negara (Umum dan Indonesia). Timbul ketegangan antara Soekarno-Hatta dengan para pemuda dalam beberapa hal menjelang proklamasi. Kansil dan CST Christine. Undang-undang Parpol Dan Pemilu. Lubis M. Jakarta: Grafindo Persada. kemerdekaan diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia. Soehino. Jakarta: Erlangga.D. Ilmu Pemerintahan. DPR dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia.S. Ilmu Negara. Dasar-dasar Ilmu Politik. naskah proklamasi berhasil disusun pada dini hari tanggal 17 Agustus 1945 di kediaman Laksamana Maeda. Bandung: Mandar Maju. (1987). (1993). Ilmu Negara. Thaib D. (1999). (1998). A. Soepomo. Yogyakarta: Liberty. Budiyanto. Jakarta: Panca Usaha. Jakarta: Gramedia. Muh. B. Dasar-dasar Ilmu Politik. Jakarta: Erlangga.S. (1995). Hukum AntarTata Pemerintahan (Comparative Government). Usulan tentang dasar negara telah diajukan oleh Mr. Jakarta: Gramedia.

meliputi Pembukaan dan Batang Tubuh. serta sumber hukum bagi terbentuknya negara Republik Indonesia. Batas-batas itu juga diperlukan agar tidak terjadi kesewenang-wenangan negara terhadap rakyatnya. Kegiatan Belajar 2: Lahirnya Pemerintah Indonesia Rangkuman Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945 telah memutuskan (i) mengesahkan UUD 1945. terjadi pergeseran peranan dalam pembuatan undang-undang. Inilah pengertian kekuasaan pemerintahan dalam arti sempit. maka perlu adanya sistem pemisahan kekuasaan. Hal itu agar tidak terjadi pemusatan kekuasaan di satu tangan. Kekuasaan pemerintahan negara dalam arti luas meliputi ketiga macam kekuasaan itu. Menurut Montesquieu. kekuasaan pemerintahan berarti kekuasaan eksekutif. DPR memegang kekuasaan membentuk undang-undang. Rancangan undang-undang dibahas oleh DPR dan Presiden untuk mendapat persetujuan bersama. Sidang hari kedua PPKI tanggal 19 Agustus 1945 memutuskan pembentukan 12 kementerian dan 8 provinsi. Pembentukan kabinet yang pertama. Dengan pengangkatan pejabat-pejabat tersebut maka diharapkan pemerintahan di pusat maupun daerah dapat berjalan. meliputi kekuasaan legislatif. Dalam arti sempit. Presiden memegang kekuasaan membentuk undang-undang dengan persetujuan DPR. Setelah amandemen. eksekutif. Meskipun kekuasaan negara sangat luas. yang berisi pembatasan kekuasaan negara dan perlindungan terhadap hak-hak asasi warga negara. yang dalam tugasnya dibantu oleh menterimenteri. Presiden adalah kepala pemerintahan. Dengan mengacu pada Aturan Peralihan Pasal III UUD 1945. Kegiatan Belajar 3: Kekuasaan Pemerintahan Negara Indonesia Menurut UUD 1945 Rangkuman Negara merupakan organisasi kekuasaan politik yang mengatur hampir setiap segi kehidupan warganya. Pemegang kekuasaan yudikatif atau kekuasaan untuk mempertahankan undang-undang berada di tangan Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya dalam lingkungan . Setelah dilakukan amanden terhadap UUD 1945. dan pengangkatan beberapa orang pejabat tinggi negara dilaksanakan pada tanggal 2 September 1945. Pemegang kekuasaan eksekutif atau kekuasaan untuk melaksanakan undang-undang menurut UUD 1945 berada di tangan Presiden. Pemegang kekuasaan legislatif atau kekuasan untuk membuat undang-undang menurut UUD 1945 melibatkan Presiden dan DPR. Sebelumnya. kekuasaan negara harus dipisahkan menjadi tiga macam fungsi kekuasaan.sistem hukum kolonial dan pembangunan hukum nasional. Mengingat luasnya kekuasaan negara. Presiden bersama para menteri disebut kabinet. akan tetapi perlu adanya batas-batas kekuasaan negara. dan (iii) menetapkan bahwa untuk sementara waktu Presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional. yang bersifat mengikat dan memaksa. pengangkatan delapan orang Gubernur. Negara meewujudkan kekuasaannya melalui berbagai instrumen peraturan. (ii) memilih Presiden dan Wakil Presiden. PPKI berhasil memilih Presiden dan Wakil Presiden secara aklamasi. dan yudikatif. Untuk itulah diperlukan konstitusi. Perubahan final berbagai materi rancangan Pembukaan dan Batang Tubuh yang dihasilkan oleh BPUPKI dilakukan secara dalam sidang PPKI tersebut.

(1955). A. dkk. Pancasila Dasar Falsafah Negara. Jakarta: PT. (1986). Cita Negara Persatuan Indonesia. Jakarta: Inti Idayu Press. Dasar-dasar Ilmu Politik. peradilan militer. Jakarta: Balai Pustaka. Lembaga Soekarno-Hatta. Joeniarto. (1986). dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi.peradilan meliputi peradilan umum. . Pembangunan Politik Di Indonesia. Pendidikan Pancasila. peradilan agama. Sejarah Ketatanegaraan Republik Indonesia. (1959). Soemantri. Jakarta: CSIS. Kaelan. Penyunting Soeprapto. (2002). Sartono. Roestandi. Jakarta: Parapantja. (1987). (1995). Daftar Pustaka • • • • • • • • • • • • • • • Alfian. Persandingan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Nugroho. Tentang Lembaga-lembaga Negara Menurut UUD 1945. Mahkamah Konstitusi merupakan lembaga peradilan baru yang dibentuk sebagai hasil amandemen ketiga terhadap UUD 1945. (1988). (1998). Bandung: Alumni Yamin. Pancaila Dasar Filsafat Negara Republik Indonesia. (1981). Notosusanto. Achmad. Moerdiono. (1972). peradilan tata usaha negara. Notonagoro. Jakarta: Lembaga Informasi Nasional Republik Indonesia. Yogyakarta: Liberty. Bandung: CV. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sri. Gramedia.W. (1985). Pantjuran Tujuh. Proses Perumusan Pancasila Dasar Negara. Isdmaun. Jakarta: Gramedia. Budiharjo. Yogyakarta: Paradigma. Muhammad. Sejarah Lahirnya UUD 1945 dan Pancasila. dkk. (1990). Bandung: Armico. Jakarta: Inti Idayu Press. Kartodirdjo dkk. Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945. Sejarah Nasional Indonesia Jilid VI. Jakarta: CV. (1993). Remaja. (1976). Pendidikan Pancasila Yuridis Kenegaraan. Pranarka. Meriam.M. Anonim. Sejarah Pemikiran Pancasila.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->