JURNAL EKONOMI KOPERASI

Motivasi dan Prinsip±Prinsip Perkoperasian ± Presentation Transcript
Abstrak Motivasi dan Prinsip ± Prinsip Perkoperasian Disampaikan pada kegiatan Pendidikan Dasar Perkoperasian PT Panarub Tangerang, 23 Desember 2008 Oleh Dedi Nurfalaq, Business Development Mgr. PT ALTO NETWORK Pendahuluan. Definisi Koperasi Koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan µseorang buat semua dan semua buat seorang¶ (Moh.Hatta,Bapak Koperasi Indonesia) Definisi Koperasi Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiataannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan (UU No. 25/1992) Definisi Koperasi o Terdapat 6 elemen yang dikandung dlm koperasi: o Koperasi adalah perkumpulan orang-orang o Penggabungan orang-orang berdasarkan kesukarelaan o Terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai o Koperasi berbentuk organisasi bisnis yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis o Terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan o Anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang o (ILO: International Labor Organization)

Tujuan Koperasi Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 (Pasal 3 UU No.25/1992) Pembahasan.

Prinsip Koperasi o Keanggotaan koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang dibuat-buat o Kepemimpinan yang demokratis atas dasar satu orang satu suara o Modal menerima bunga yang terbatas (bila ada)

o SHU dibagi 3 : cadangan, masyarakat, ke anggota sesuai dengan jasa masing-masing o Semua koperasi harus melaksanakan pendidikan secara terus menerus o Gerakan koperasi harus melaksanakan kerjasama yang erat, baik ditingkat regional, nasional maupun internasional o (ICA: International Cooperative Alliance ) Prinsip Koperasi o Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka o Pengelolaan dilakukan secara demokratis o Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota o Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal o Kemandirian o Pendidikan perkoperasian o Kerjasama antar koperasi o (UU No.25/1992)

Fungsi Koperasi Fungsi Ekonomi Fungsi Sosial Fungsi Politik Fungsi Pendidikan Fungsi & Manfaat Koperasi o Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya o Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat o Memperkokoh perekonomian rakyat sbg dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sbg sokogurunya o Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi o (Pasal 4 UU No.25/1992) PENUTUP Perbedaan Koperasi dan Non Koperasi Vote: Vote: Keuntungan: SHU: Jenis Usaha: Jenis Usaha Pengelolaan: Pengelolaan: Modal: Modal: Non Koperasi Koperasi Jenis ± Jenis Koperasi bidang usaha jasa lainnya Jasa menjalankan kegiatan penjualan produk/jasa koperasinya atau anggotanya Pemasaran beranggotakan para pengusaha kecil (UKM) dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya. Produsen beranggotakan para pengusaha kecil (UKM) dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya. Konsumen bergerak di bidang simpanan dan pinjaman Simpan Pinjam Koperasi.

Juga diharapkan mampu menjadi pencerahan bagi kita semua. Koperasi yang seharusnya mempunyai amanah luhur. Membangun koperasi menuju kepada peranan dan kedudukannya yang diharapkan merupakan hai yang sangat sulit. Sebab. OIeh karena itu.REVIEW JURNAL EKONOMI KOPERASI MANAJEMEN KOPERASI MENUJU KEWIRAUSAHAAN KOPERASI sumber : http://www. belum dapat menjalani peranannya secara maksimal. dan tidak karena variabel endogenous (yang tumbuh dari dalam) (Manurung. ternyata hanya merupakan wacana. yaitu azas kekeluargaan. menjadikan kegiatan ekonomi menjadi milik semua rakyat. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Secara implisit pendapat ini menghendaki agar kita tidak perlu mempertahankan koperasi sebagai unit usaha ekonomi. adalah pendapat yang menganggap bahwa koperasi sebagai organisasi ekonomi rakyat yang harus dikembangkan menjadi unit usaha yang kukuh dalam rangka proses demokratisasi ekonomi. Pendapat inilah yang selama ini hidup dalam pemikiran bara birokratpemerintahan. tentunya ada titik terang yang diharapkan muncul. tentang bagaimana koperasi dikembalikan kepada cita-cita para pendiri bangsa mi. yang hanya bisa hidup bila mendapat bantuan dari pemerintah.pdfqueen. Pendapat mengenai keberadaan unit usaha koperasi dalam sistem ekonomi Indonesia. Kekeluargaan adalah azas yang memang sesuai dengan jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia dan telah berurat akar dalam jiwa bangsa Indonesia. adalah pendapat yang memandang bahwa unit usaha koperasi dipandang perlu untuk dipertahankan sekadar untuk tidak dianggap menyeleweng dari UUD 1945. Namun sampai saat ini dalam kenyataannya peran koperasi untuk berkontribusi dalam perekonomian Indonesia belum mencapai taraf signifikan. karena banyak koperasi yang bisa menjalankan usahanya tanpa bantuan pemerintah. Membentuk jiwa kewirausahaan koperasi di dalam diri para pengurus dan anggotanya adalah upaya awal untuk menuju keberhasilan gerakan koperasi di tanah air. Para pengusaha besar konglomerat dan industri manufaktur yang selama ini diagung-agungkan membawa pertumbuhan ekonomi yang pesat pada rata-rata 7% pertahun. Citra koperasi di masyarakat saat ini identik dengan badan usaha marginal. yaitu membantu pemerintah untuk mewujudkan keadilan ekonomi dan sosial. ternyata hancur lebur. adalah: Pertama adalah yang mengutarakan perlunya mengkaji ulang apakah koperasi masih perlu dipertahankan keberadaannya dalam kegiatan ekonomi. 2002). kalau semua komponen bergerak bersama. sesungguhnya koperasi mendapatkan peluang (opportunity) untuk tampil lebih eksis. Pencapaian misi mulia koperasi pada umumnya masih jauh dan idealism semula. Jurnal Ilmiah ³Manajemen & Bisnis´ Program Studi Manajemen. Pendahuluan Dalam usaha pemulihan krisis ekonomi Indonesia dewasa ini. Ketiga. bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi yang cocok dengan spirit masyarakatnya.com/jurnal--koperasi-internasional Abstrak Koperasi merupakan salah satu bentuk badan usaha yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia yang pantas untuk ditumbuhkembangkan sebagai badan usaha penting dan bukan sebagai alternatif terakhir. ternyata kebesaran mereka hanya ditopang oleh hutang luar negeri sebagai hasil perkoncoan dan praktik markup ekuitas. bahwa seburuk apapun keadaan koperasi saat mi. 2000). telah membuka mata semua pemerhati ekonomi bahwa "fundamental ekonomi" yang semula diyakini kesahihannya. kesenjangan ekonomi yang merembet pada kesenjangan sosial dan penyakitpenyakit masyarakat Iainnya dapat dikurangi (Nuhung. Dengan demikian. walau bukan merupakan hal yang tidak mungkin. Bahkan disebutkan oleh Hadhikusuma (2000). Banyaknya masalah yang menghambat perkembangan koperasi di Indonesia menjadi problematik yang secara umum masih dihadapi. Krisis ekonomiyang diawali dengan krisis nilai tukar dan kemudian membawa krisis hutang luar negeri. Pendapat ini mendasarkan pada semangat dan cita-cita kemerdekaan Indonesia . Kedua. Hal ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Setelah dicanangkan oleh pendiri negara kita. Pendapat ini mewakili pemikiran kanan baru (new-right) yang tidak begitu mempermasalahkan konsentrasi ekonomi di kalangan segelintir orang dalam masyarakat dan tidak menghendaki adanya pertanda pandangan populis di dalam masyarakat. tulisan ini tetap pada satu titik keyakinan. Tantangan koperasi ke depan sebagai badan usaha adalah harus mampu bersaing secara sehat sesuai etika dan norma bisnis yang berlaku .

Ropke menyatakan makna koperasi dipandang dari sudut organisasi ekonomi adalah suatu organisasi bisnis yang para pemilik/anggotanya adalah juga pelanggan utama perusahaan tersebut. dari dialektik kolonial pada jaman penjajahan kepada dialektik hubungan ekonomi yang menjadikan rakyat sebagai kekuatan ekonomi (Sritua. informasi pasar yang transparan. terdapat tujuan ekonomi yang ingin dicapai. 1999). perkumpulan orang-orang. koperasi yang dibentuk adalah suatu organisasi bisnis (badan usaha) yang diawasi dan dikendalikan secara demokratis. b. kewirausahaan dan praktek bisnis serta persaingan yang sehat (Haeruman. 1997).Pembagian SHU diatur menurut jasa masing-masing anggota d. swakarta. e. anggota koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang. 12 tahun 1967. penggabungan orang-orang tersebut berdasarkan kesukarelaan. organisasi dan teknologi. c. Pendidikan koperasi g. Prinsip-Prinsip Koperasi Perkoperasian adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan Koperasi. d. f. koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orangperorangan atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan (Sitio dan Tamba. 2001 ) Prinsip-prinsip atau sendi-sendi dasar Koperasi menurut UU No. dan makmur (Koperindo. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka. Pengelolaan dilakukan secara demokratis. terutama pengembangan Usaha Kecil Menengah . Perkoperasian di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. 2001). Elemen yang terkandung dalam koperasi menurutInternational Labour Organization (Sitio dan Tamba. antara lain : peningkatan kualitas SDM dalam hal kemampuan manajemen. terdapat kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan.Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka g. dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya pada diri sendiriMenurut UU No. Gerakan Koperasi adalah keseluruhan organisasi Koperasi dan kegiatan perkoperasian yang bersifat terpadu menuju tercapainya cita-cita bersama Koperasi. 25/1992. c. dan iklim usaha yang sehat yang mendukung inovasi.com. 25 Tahun 1992. Kemandirian f. akses yang lebih luas terhadap permodalan. dan bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju.Swadaya.Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masya rakat pada umumnya f. 94). Kerja sama antar koperasi . mencakup aspek yang luas. kompetensi kewirausahaan. Pengertian Koperasi Menurut Undang-undang No. Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota. d. adil.Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pencerminan demokrasi dalam koperasi c. adalah sebagai berikut. faktor input produksi lainnya. b. a. e. Kriteria identitas koperasi akan merupakan dalil/prinsip identitas yang membedakan unit usaha koperasi dari unit usaha lainnya (Hendar dan Kusnadi.Sifat keanggotaannya sukarela dan terbuka untuk setiap warg negara Indonesia b.yang ingin mengubah hubungan dialektik ekonomi. Pemberian balas jasa tidak terkait dengan besarnya setoran modal. prinsip-prinsip koperasi adalah sebagai berikut: Prinsip-prinsip koperasi adalah: a.Adanya pembatasan bunga atas modal e. 2000). 2001) adalah: a. Tantangan bagi dunia usaha. Koperasi sebagai organisasi ekonomi yang berwatak sosial sebagai usaha bersama berdasar asas-asas kekeluargaan dan gotong royong (Widiyanti.

H. Intinya koperasi adalah badan usaha yang otonom. Karena itu. produsen. dan menjadi front line staff dalam melayani anggota koperasi.. banyak terjadi dalam praktik manajemen koperasi di Indonesia. manajer. watak manajemen koperasi ialah gaya manajemen partisipatif. Demikian juga dalam badan usaha koperasi. sistem manajemen di lembaga koperasi harus mengarah kepada manajemen partisipatif yang di dalamnya terdapat kebersamaan. Untuk itu. maka organisasi koperasi adalah SHO (self-help organisasi). manajemen koperasi pada prinsipnya terbentuk dan tiga unsur: anggota. di mana posisi anggota ditempatkan sebagai subjek dan manajemen yang aktif dalam mengendalikan manajemen perusahaannya. Kinerja front line staff memiliki dampak terhadap kepuasan pihak-pihak yang memiliki kaitan dengan pengembangan koperasi. Dari sudut pandang organisasi. A. ditinjau dan sudut pandang gaya manajemen (management style). Sitio dan Tamba (2001) menyatakan badan usaha koperasi di Indonesia memiliki manajemen koperasi yang dirunut berdasarkan perangkat organisasi koperasi. artinya organisasi koperasi bukan merupakan lembaga yang dilihat dari fungsinyaadalah alat administrasi langsung dari pemerintah. Jelas bahwa ditinjau dari sudut bentuk organisasinya. Menurut Suharsono Sagir. Manajemen Koperasi Koperasi merupakan lembaga yang harus dikelola sebagaimana layaknya lembaga bisnis. manajemen koperasi lebih mengutamakan demokrasi dalam pengambilan keputusan. 1997). yang mewujudkan tujuan-tujuan yang telah diputuskan dan ditetapkan oleh pemerintah (Rozi dan Hendri. memiliki rasa tanggung jawab bersama dalam organisasi koperasi (Anoraga dan Widiyanti. Istilah satu orang satu suara (one man one vote) sudah mendarah daging dalam organisasi koperasi. dan Pengawas. hendaknya dibedakan antara fungsi organisasi dengan fungsi manajemen. 1999). dan gaya (Hendar dan Kusnadi. Pengurus dan karyawan secara bersama-sama -ataupun saling menggantikan. Ewell Paul Roy mengatakan bahwa manajemen koperasi melibatkan 4 (empat) unsur yaitu: anggota. pada hakekatnya adalah merupakan perpanjangan tangan dan anggota. Dan sudut pandang proses. keterbukaan. manajemen koperasi ini sering dipandang kurang efisien. Karena bantuan pemerintah yang begitu besar menjadikan otonomi koperasi sulit terwujud. pengurus. yang dapat memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada anggota. Subyakto (1996) mempunyai pandangan bahwa. kendala yang sangat mendasar dalam pemberdayaan koperasi dan usaha kecil adalah masalah sumberdaya manusia. proses. pemerintah sebagai Pembina serta pihak mitra bisnis yang berperan sebagai pemasok. Prof.Permasalahan Koperasi Untuk mampu bertahan di era globalisasi tentunya koperasi harus instropeksi atas kondisi yang ada pada dirinya. Problemnya adalah otonomi koperasi sejauh ini menjadi tanda tanya besar. sehingga setiap anggota koperasi baik yang turut dalam pengelolaan (kepengurusan usaha) ataupun yang di luar kepengurusan (angota biasa). dan sangat mahal. Keberhasilan koperasi tergantung pada kerjasama ketiga unsur organisasi tersebut dalam mengembangkan organisasi dan usaha koperasi. dan karyawan. Telah diuraikan sebelumnya bahwa. 1992).menjadi pelaku organisasi yang aktif. Tidak dapat dipungkiri bahwa hanya dengan mengenal jati diri koperasi secara benar maka kemungkinan bersaing dengan badan usaha lain akan terbuka. dan karyawan. Dapat dibedakan struktur atau alat perlengkapan onganisasi yang sepintas adalah sama yaitu: Rapat Anggota. Keadaan saling menggantikan seperti itu. pengurus. Di dalam sebuah lembaga bisnis diperlukan sebuah pengelolaan yang efektif dan efisien yang dikenal dengan manajemen. Gophar mengatakan bahwa manajemen koperasi pada dasarnya dapat ditelaah dan tiga sudut pandang. yaitu: Rapat anggota. untuk mendampingi Pengurus dalam melakukan fungsi kontrol sehari-hari terhadap jalannya roda organisasi dan usaha koperasi. pengurus. distributor. manajemen merupakan satu hak yang harus ada demi terwujudnya tujuan yang diharapkan. Seorang manajer harus bisa menciptakan kondisi yang mendorong para karyawan agar mempertahankan produktivitas yang tinggi. Pola umum manalemen koperasi yang partisipatif tersebut menggambarkan adanya interaksi antar unsur manajemen koperasi. Terdapat pembagian tugas (job description) pada masing-masing unsur. pengawas. 1997). yaitu organisasi. Dalam dataran konsepsional otonomi Koperasijuga mengandung implikasi bahwa badan usaha koperasi seharusnya lepas dari lembaga pemerintah. Demikian . manajemen koperasi menganut gaya partisipatif (participation management). Pengurus. penyandang dana dan lain sebagainya. Terakhir. Karyawan merupakan penghubung antara manajemen dan anggota pelanggan (Hendrojogi. antara lain adalah anggota sebagai pemilik dan pemanfaat. dan pengelola. Unsur Pengawas seperti yang terdapat pada alat perlengkapan organisasi koperasi. Masalah mutu sumberdaya manusia pada berbagai perangkat organisiasi koperasi menjadi masalah yang menonjol dan mendapat sorotan. kurang efektif.

1988). Kewirausahaan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif. Selanjutnya menurut Meredith (1984) para wirausaha (termasuk wirausaha koperasi) mempunyai ciri dan watak yang berlainan dengan individu kebanyakan. suka bergaul dan suka menanggapi saransaran dan kritik. artinya berusaha mencari. Tugas utama wirausaha koperasi adalah mengambil prakarsa inovatif. Umumnya. manajemen.Pengurus dipilih dan diberhentikan oleh rapat anggota. b.Rapat Anggota merupakan pemegang kuasa tertinggi dalam menetapkan Jurnal Ilmiah ³Manajemen & Bisnis´ Program Studi Manajemen. dan usaha koperasi. e. OIeh sebab itu. d. Ini berarti wirausaha koperasi (orang yang melaksanakan kewirausahaan koperasi) harus mempunyai keinginan untuk memajukan organisasi koperasi. Berorientasi ke masa depan. Tetapi mereka juga orang-orang yang cermat dan penuh perhitungan dalam mengambil keputusan tentang sesuatu yang hendak dikerjakan. Kewirausahaan Koperasi Secara definitif seorang wirausaha termasuk wirausaha koperasi adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis. d. Para wirausaha koperasi adalah orang yang mempunyai sikap mental positif yang berorientasi pada tindakan dan mempunyai motivasi tinggi dalam mengambil risiko pada saat mengejar tujuannya. f. baik itu usaha koperasi maupun usaha anggotanya. mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan darinya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses (Meredith. Rapat Anggota diselenggarakan sekali setahun. berorientasi pada keuntungan. untuk melaksanakan teknis operasional di bidang usaha.pula setiap unsur manajemen mempunyai lingkup keputusan (decision area) yang berbeda. mempunyni tekad kerja keras. Mempunyai jiwa kepemimpinan. Pengawas dipilth dan diberhentikan oleh Rapat Anggota. Mempunyai kemampuan dalam mengambil risiko dan mengambil keputusan secara cepat dan cermat. Mempunyai kepercayaan yang kuat pada diri sendiri. Ciri-ciri dan watak tersebut dijelaskan sebagai berikut: a. c. Dan definisi tersebut terkandung beberapa unsur yang patut diperhatikan seperti penjelasan di bawah ini. Usaha itu harus dilakukan secara koperatif dalam arti setiap kegiatan usaha koperasi harus mementingkan kebutuhan anggotanya. Kebijakan yang sifatnya sangat strategis dirumuskan dan ditetapkan pada forum Rapat Anggota. Dengan demikian.Pengelola adalah tim manajemen yang diangkat dan diberhentikan oleh Pengurus. Pengurus dapat dikatakart sebagai pemegang kuasa Rapat Anggota dalam mengoperasionalkan kebijakan-kebijakan strategis yang ditetapkan Rapat Anggota. melainkan dipelajari setiap peluang bisnis dengan mengumpulkan informasi-informasi yang berharga bagi keputusan yang hendak dibuat. Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risiko dan berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama (Hendar dan Kusnadi. c. kreatif dan tekun.Pengawas mewakili anggota untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan yang dilaksanakan oleh Pengurus. b. dalam struktur organisasi koperasi. Hubungan Pengelola usaha(managing director) dengan pengurus koperasi adalah hubungan kerja atas dasar perikatan dalam bentuk perjanjian atau kontrak kerja. Penguruslah yang mewujudkan arah kebijakan strategis yang menyangkut organisasi maupun usaha. dan mempunyai energi inisiatif. posisi Pengawas dan Pengurus adalah sama. 1984). Setiap mengambil keputusan tidak didasarkan pada metode coba-coba. Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara kebijakan umum di bidang organisasi. 1999). et al. 2001): a. kendatipun masih ada lingkup keputusan yang dilakukan secara bersama (shared decision areas) Adapun lingkup keputusan masing-masing unsur manajemen koperasi adalah sebagai berikut (Sitio dan Tamba. Bertindak inovatif tidak hanya dilakukan pada saat . Berjiwa inovatif. Berorientasi pada tugas dan basil yang didorong oleh kehutuhan untuk herprestasi. menemukan dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama (Drucker. mempunyai ketekunan dan ketabahan.

otomatis ia harus berorientasi di pasar eksternal dan hal ini berarti mengurangi nilai pelayanan terhadap anggota. birokrat yang berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis. Pasar internal memungkinkan setiap usaha menjadi beban koperasi dan anggotanya karena koperasi adalah milik anggota. Tugas seorang wirausaha koperasi sebenamya cukup berat karena banyak pihak yang berkepentingan di lingkungan koperasi. karyawan. yaitu orang yang peduli terhadap pengembangan koperasi. Dalam kondisi ini tugas wirausaha koperasi lebih berat dibanding dengan wirausaha koperasi yang lehih banyak orilentasinya di pasar internal. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan 2. Tentu saja pengambilan risiko ini dilakukan dengan perhitungan-perhitungan yang cermat. Kewirausahaan dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota. seperti anggota. perusahaan koperasi. maka yang menjadi korban adalah pertumbuhan koperasi. Kalaupun terjadi kerugian dalam kegiatan operasional. Pada saat itu wirausaha koperasi diperlukan agar koperasi berada pada siklus hidup yang baru. Pada saat memulai usaha agar koperasi dapat tumbuh dengan cepat dan menghasilkan. yaitu anggota sebagai pemilik dan. Tujuan utama setiap wirausaha koperasi adalah memenuhi kebutuhan nyata anggota koperasi dan meningkatkan kesejahteraan bersama. sehingga risiko per anggota menjadi relative kecil. Seorang wirausaha koperasi terkadang dihadapkan pada masalah konflik kepentingan di antara masing-masing pihak. Karena itu wirausaha koperasi bertugas meningkatkan pelayanan dengan jalan menyediakan berbagai kebutuhan anggotanya. bahkan pada saat usaha koperasi berada dalam kemunduran. Keempat jenis wirausaha koperasi ini tentunya mempunyai kebebasan bertindak dan insentif yang berbeda-beda yang selanjutnya menentukan tingkat efektivitas yang berbeda-beda pula. Kemudian pada saat usaha koperasi berjalan. Kepentingan anggota harus diutamakan agar anggota mau berpartisipasi aktif terhadap koperasi. Kegiatan wirausaha koperasi harus berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi.abstrak Koperasi konsumen di Inggris membentuk pergerakan koperasi internasional yang pertama Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Oleh karena itu secara nalar tidak mungkin anggota merugikan koperasinya. Perihal yang lehih penting adalah tindakan inovatif pada saat usaha koperasi berada dalam kemunduran (stagnasi). Pada koperasi risiko-risiko yang ditimbulkan oleh ketidakpastian sedikit terkurangi oleh orientasi usahanya yang lebih banyak di pasar internal. agar koperasi paling tidak dapat mempertahankan eksistensi usaha koperasi yang sudah berjalan dengan lancar. dan lain-lain. sekaligus sebagai pelanggan. Wirausaha koperasi harus mempunyai keberanian mengambil risiko.memulai usaha tetapi juga pada saat usaha itu berjalan. Sebaliknya bila orientasinya di pasar internal dengan mengutamakan kepentingan anggota. maka risiko tersebut akan ditanggung bersama-sama. masyarakat di sekitarnya. maka risiko yang ditimbulkan oleh ketidakpastian akan mempunyai bobot yang sama dengan risiko yang dihadapi oleh pesaingnya.pendahuluan Prinsip koperasi Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Tetapi bila orientasi usaha koperasi lebih banyak ke pasar eksternal seperti KUD. Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan . sehingga hal-hal yang diharapkan kadang-kadang tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan. REVIEW JURNAL EKONOMI KOPERASI KOPERASI 1. Oleh karena itu dalam menghadapi situasi semacam itu diperlukan seorang wirausaha yang mempunyai kemampuan mengambil risiko. Bila ia lebih mementingkan usaha koperasi. manajer. Karena dunia penuh dengan ketidakpastian.

International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah ‡ Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela ‡ Pengelolaan yang demokratis. Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi : ‡ koperasi pusat .angkutan. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya. Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no.pembahasan Bentuk dan Jenis Koperasi Jenis Koperasi menurut fungsinya ‡ Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha (single purpose cooperative).adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat ‡ induk koperasi . ‡ Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa. pelatihan. dan informasi. Prinsip koperasi menurut UU no. dan sebagainya. ‡ Kebebasan dan otonomi.adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer ‡ gabungan koperasi . ‡ Partisipasi anggota dalam ekonomi.adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi Jenis Koperasi menurut status keanggotaannya . dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. ‡ Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya. ‡ Koperasi Sekunder Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. 25 tahun 1992 adalah: ‡ Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka ‡ Pengelolaan dilakukan secara demokrasi ‡ Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota ‡ Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal ‡ Kemandirian ‡ Pendidikan perkoperasian ‡ Kerjasama antar koperasi 3. sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative). ‡ Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota. asuransi. Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja ‡ Koperasi Primer Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan. ‡ Pengembangan pendidikan. misalnya: simpan pinjam. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.

Hal demikian umpamanya terjadi jika calon-calon yang berasal dari kalangankalangan anggota sendiri tidak memiliki kesanggupan yang diperlukan untuk memimpin koperasi yang bersangkutan. Ada kalanya rapat anggota tersebut tidak berhasil memilih seluruh anggota Pengurus dari kalangan anggota sendiri. Di Indonesia. manajerbirokrat yang berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis. Dengan demikian pengelompokkan koperasi menurut status anggotanya berkaitan erat dengan pengelompokan koperasi menurut fungsinya. 12 Tahun 1967 dan UU No. didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. dan lain-lain. dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama. menurut UU tahun 1992. Dari definisi tersebut. Kewirausahaan dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota. yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha). faktor-faktor precuniary. Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan. artinya berusaha mencari. sedangkan ternyata bahwa yang dapat memenuhi syarat-syarat ialah mereka yang bukan anggota atau belum anggota koperasi (mungkin sudah turut dilayani oleh koperasi akan tetapi resminya belum meminta menjadi anggota). 25 Tahun 1992. Kedudukan anggota di dalam koperasi dapat berada dalam salah satu status atau keduanya. Sejarah koperasi di Indonesia Logo Gerakan Koperasi Indonesia . dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risikodan berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi. prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. Koperasi di Indonesia Koperasi di Indonesia. Keunggulan koperasi Kemungkinan koperasi untuk memperoleh keunggulan komparatif dari perusahaanlain cukup besar mengingat koperasi mempunyai potensi kelebihan antara lain pada skala ekonomi. aktivitas yang nyata. Kewirausahaan koperasi Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif. maka dapat dikemukakan bahwa kewirausahaan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif Tugas utama wirakop adalah mengambil prakarsa inovatif. dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama.‡ Koperasi produsen adalah koperasi yang anggotanya para produsen barang/jasa dan memiliki rumah tangga usaha. Pengurus Pengurus koperasi dipilih dari kalangan dan oleh anggota dalam suatu rapat anggota. ‡ Koperasi konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau pemakai barang/jasa yang ditawarkan para pemasok di pasar. yaitu orang yang peduli terhadap pengembangan koperasi. menemukan.

Kemudian pada tahun 1929. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Tabungan dan Pertanian. berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam. Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru. Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah. memperkokoh perekonomian rakyat. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Namun. ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalismesemakin memuncak. Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode. rumah gadaidan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyak Indonesia (BRI). Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi. 2. seorang asisten residen Belanda. dan menyengsarakan rakyat Indonesia. 4. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Bank Pertolongan. bank ± bank Desa . Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat. secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi.Aria Wiria Atmaja di Purwokertomendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). pada tanggal 12 Juli 1947. mengembangkan perekonomian nasional. Ia juga menganjurkan mengubahBank tersebut menjadi koperasi. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panendan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena: 1. yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Setelah Indonesia merdeka. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinyaPada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. 3. pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. serta mengembangkan kreativitas dan jiwa . Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas.penutup Fungsi dan peran koperasi Indonesia Menurut Undang-undang No.De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan. terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama.

6 Pohon Beringin Simbol kehidupan. 4 Timbangan Keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi. dan yang mengikat sesama anggota adalah hukum yang dirancang sebagai Anggaran Dasar (AD) / Anggaran Rumah Tangga (ART) Koperasi. Referensi 1. Mayoritas sudah disebut makmur-sejahtera jika cukup sandang dan pangan.12 tahun 1967 adalah [Organisasi]] ekonomi rakyat yang berwatak sosial. Biasanya menjadi simbol hukum. koperasi harus bekerja berdasarkan ketentuan undang-undang umum mengenai organisasi usaha (perseorangan. Ningsih. Dengan bersama-sama bersepakat mentaati AD/ART. Dahan pohon disebut kayu (dari bahasa Arab ³Hayyu´/kehidupan). 5 Bintang Dalam perisai yang dimaksud adalah panacasila. dan Bintang bisa diartikan ³Hati´. 3 Kapas dan Padi (di sebelah kanan) Kemakmuran anggota koperasi secara khusus dan rakyat secara umum yang diusahakan oleh koperasi. Dan yang menyeimbangkan itu adalah Bintang dalam Perisai. dsb. Upper Saddle River. yang mendengarkan suara hatinya.berorganisasi bagi pelajar bangsa. Perisai bisa berarti ³tubuh´. Timbangan dan Bintang dalam Perisai menjadi nilai hidup yang harus dijunjung tinggi. Murni Iran Koperasi . Hanya orang yang pekerja keras yang bisa menjadi calon Anggota dengan memenuhi beberapa persyaratannya. maka semua Anggota menjadi bersahabat. persatuan dan persahabatan yang kokoh. persekutuan. New Jersey 07458: Pearson Prentice Hall. 7 Koperasi Indonesia Koperasi yang dimaksud adalah koperasi rakyat Indonesia. 2. (Inggris)O¶Sullivan. bukan Koperasi negara lain. 2 Rantai (di sebelah kiri) Ikatan kekeluargaan. Kinerja koperasi khusus mengenai perhimpunan.) serta hukum dagang dan hukum pajak. namun sebagai Bangsa Indonesia harus punya tata-nilai sendiri. hlm. maka Padi dan Kapas akan mudah diperoleh. merupakan landasan ideal koperasi. 8 Warna Merah Putih Warna merah dan putih yang menjadibackground logo menggambarkan sifat nasional Indonesia. Economics: Principles in action. Koperasi berlandaskan hukum Koperasi berbentuk Badan Hukum menurut Undang-Undang No. Arthur (2003). beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagaiusaha bersama. Semua Anggota koperasi harus adil dan seimbang antara ³Rantai´ dan ³Padi-Kapas´. 202. Kapas sebagai bahan dasar sandang (pakaian).ISBN 0-13-063085-3. berdasarkan asas kekeluargaan. Bahwa Anggota Koperasi yang baik adalah yang mengindahkan nilai-nilai keyakinan dan kepercayaan. antara ³Kewajiban´ dan ³Hak´. dan Padi sebagai bahan dasar pangan (makanan). Tata-kelola dan tata-kuasa perkoperasian di luar negeri juga baik. sebagaimana pohon dalam Gunungan wayang yang dirancang oleh Sunan Kalijaga. Bahwa anggota sebuah Koperasi adalah Pemilik Koperasi tersebut. bersatu dalam kekeluargaan. Arti Lambang Koperasi Arti dari Lambang : No Lambang Arti 1 Perisai Upaya keras yang ditempuh secara terus menerus.

Kementrian Koperasi dan UKM.27 10. pemberdayaan .html 1. Chaniago. bahkan sampai pada pendekatan sinergiskonstruktif (program nasional Jaring Pengaman Nasional. Lembaga Penerbit FEUI. Dahlan Pengtahuan Perkoprasian (Jakarta: PN Balai Pustaka. Pendahuluan Perkembangan ekonomi dunia saat ini merupakan saling pengaruh dua arus utama.blogspot. Djazh. 2005.29 JURNAL EKONOMI KOPERASI MENGEMBANGKAN KONSEP BISNIS KOPERASI Sumber: http://ajidedim. ³direkayasa´. Pembentukan Dekopin dari daerah sampai nasional). Dahlan Pengetahuan Koperasi (Jakarta: PN Balai Pustaka. Koperasi juga tak kunjung selesai dibicarakan. Hans. Dahlan Pengtahuan Koprasi (Jakarta: PN Balai Pustaka.12 11. sosiologis.com/2011/10/review-jurnal-ekonomi-koperasi. kebijakan publik . 162. diupayakan pemberdayaan dan penguatannya. didiskusikan. Lembaga Penerbit FEUI. 26. 1980 4. Arifinal Ekonomi dan Koperasi(Bandung : CV Rosda Bandung 1983) hlm. Pendekatan yang dilakukan mulai dari akademis . 1980) hlm. 16 8.3. 1.1 Permasalahan . 24 Juni 2011 9. Hendar & Kusnadi. bukannya bekerja ´bersama-sama´ untuk kepentingan masing-masing anggota. hal 206-216 6. menjadi sokoguru perekonomian Indonesia? Banyak sudah program-program prestisius pengembangan koperasi. menjadi Kapitalisme Baru berbasis Globalisasi. regulatif (legislasi dan perundang-undangan). Djazh. Djazh.163 7. 1980) hlm.wordpress. Prinsip-prinsip Koperasi dan Undang-undang Koperasi. Ekonomi Koperasi. Bagaimana koperasi sendiri? Apakah koperasi memang telah melakukan ´strategic positioning´ sebagai wadah anggotanya ´bekerjasama´ untuk kesejahteraan bersama anggota serta masyarakat. 1981) hlm. Pembentukan Lembaga Penjaminan. 2005. atau malah manajer dan atau pengurus koperasi? Apakah koperasi juga telah sesuai impian para tokoh pahlawan. 1977) hlm.com/2008/02/22/mengembangkan-kompetensi-bisniskoperasi-kesimpulan-dan-rekomendasi-bagian-kelima/ http://nadiapsy. Ekonomi Koperasi. yaitu teknologi informasi dan globalisasi. Direktorat Jenderal Koperasi. hal 18-23 5. Hans M Hukum Koperasi (Bandung: Alumni. pengentasan kemiskinan. Nunkener. Teknologi informasi secara langsung maupun tidak langsung kemudian mempercepat globalisasi. Berkat teknologi informasi. Hendar & Kusnadi. perjalanan ekonomi dunia makin membentuk ´dirinya´ yang baru.

kalaupun muncul tidak diberi tempat sebagai mana mestinya.menempatkan konsep genuine berekonomi sebagai landasan utama pengembangan bisnis koperasi ala Indonesia 3. kedua. Tiga pola tersebut menurut beliau berakibat prakarsa mayarakat kurang berkembang. seluruh ´treatment´ tersebut sebenarnya tidak menyelesaikan beberapa masalah mendasar koperasi. seperti koperasi karyawan. CORE COMPETENCIES: JANTUNG ORGANISASI BISNIS Strategi daya saing pasar masa depan mengharuskan para manajer puncak suatu organisasi untuk menyesuaikan kompetensi inti organisasi dan strategi serta kerja sama pengelolaan sumber daya untuk keberhasilannya. sedangkan pengelolaannya dibawah pimpinan dan pengawasan anggota masyarakat. yaitu pembangunan sektoral lembaga-lembaga pemerintah dalam koperasi pegawai negeri dan koperasi fungsional lainnya dan perusahaan negara maupun swasta berbentuk koperasi karyawan. Mudahnya. keempat. Pertama. Masalah kedua. memberikan masukan konstruktif bagi pengambil kebijakan perkoperasian dalam pengembangan koperasi ke depan. Istilah ekonomi kerakyatan atau demokrasi ekonomi. dan lain-lain.menggali konsep-konsep genuineberekonomi dari realitas masyarakat Indonesia 2. misalnya dijelaskan Mubyarto (2002) bukanlah kooptasi dan pengkerdilan usaha mayoritas rakyat Indonesia. malah menjadi representasi kooptasi globalisasi dan neoliberalisme dan secara tidak sadar mematikan dirinya sendiri secara perlahanlahan. dijelaskan Jauhari (2006) didominasi oleh Koperasi Fungsional. praktik dokter bersama. KOPERASI INDONESIA: OPERASIONALISASI EKONOMI RAKYAT Ekonomi rakyat yang sejatinya dicoba untuk menjadi pola bebas dari substansi intermediasi dan dikotomi privat sphere dan publik sphere. pertama. tetapi merupakan kegiatan produksi dan konsumsi yang dilakukan oleh semua warga masyarakat dan untuk warga masyarakat.Koperasi fungsional seperti ini juga memiliki sifat subordinas 1. 2. klinik. Biasanya koperasi fungsional merupakan bentuk ekonomi intermediasi untuk memenuhi kebutuhan anggota. maka koperasi harus memikul beban kegagalan program. seperti Koperasi. Ketika program tersebut gagal. 3. kompetensi inti atau core competencies. koperasi pegawai dan lainnya yang dibentuk dalam lingkungan institusi tertentu baik pemerintah maupun swasta.menunjukkan bukti empiris bahwa ternyata masyarakat Indonesia memang memiliki keunikan tersendiri memahami koperasi.data perkoperasian Indonesia sampai tahun 2006. Sementara koperasi yang berswadaya praktis tersisihkan dari perhatian berbagai kalangan termasuk peneliti dan media massa. dalam jangka pendek memang memiliki sesuatu keunggulan yang dimiliki perusahaan disertai kemampuan produk.2 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah : 1. seperti diungkapkan Soetrisno (2002) bahwa ciri utama perkembangan koperasi di Indonesia adalah dengan tiga pola penitipan kepada program. dalam . seperti swalayan.Tetapi ternyata. Masalah ketiga.

Penelusuran Diakronis Koperasi Masa Awal Pertumbuhan koperasi di Indonesia dipelopori oleh R. dengan tegas . pertama.1. Penelusuran diakronis yaitu melakukan pendalaman aspek antropologis pikiran ekonomi koperasi dan penerjemahannya di lapangan masa pra kemerdekaan sampai kemerdekaan (mulai awal proklamasi sampai turunnya Hatta menjadi Wapres). Penelusuran sinkronis yaitu melakukan pendalaman aspek antropologis beberapa aktivitas bisnis berkoperasi masyarakat Indonesia. Tahap Pertama: Rumusan Umum Metodologi Beyond Structuralism dijalankan dengan cara integrasi strukturalisme dan postrukturalisme. 4. 4. Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Ekstensi merupakan perluasan keduanya agar dapat digunakan secara empiris di lapangan. penjelasan. 328) menjelaskan bahwa metodologi penelitian adalah ³pengetahuan tentang metode´ yang dipergunakan dalam penelitian. untuk mendalami interkoneksiunsur-unsur pembentuk realitas. PEMBAHASAN: INTERAKSI REALITAS SINKRONIS-DIAKRONIS Penelusuran substansi konsep diri koperasi dilakukan secara diakronis.1. menemukan binary opposition unsur-unsur realitas. Ekstensi empiris menggunakan metodologi Constructivist Structuralism(Wainwright 2000) versi Bourdieu (1977. Suriasumantri (1985. Perkembangan perkoperasian Indonesia masa itu menyatu dengan kekuatan sosial politik sehingga menimbulkan kecurigaan Pemerintah Hindia Belanda. dan pembuatan kerangka umum dari metode yang akan digunakan. sinkronis dan melakukan sinergi keduanya. Selanjutnya Boedi Oetomo dan Sarekat Islam menganjurkan berdirinya koperasi untuk keperluan rumah tangga. penerapannya berbentuk metode penelitian.2. pertama. ketiga. Strukturalisme digunakan. mencari struktur di balik unsur-unsur maupun di balik realitas empiris pembentuk unsur. Sinergi diakronis dan sinkronis dilakukan untuk menemukan titik temu sekaligus substansi konsep koperasi. Berdasarkan hal tersebut pengembangan metodologi dalam penelitian ini merupakan proses pendefinisian. METODOLOGI PENELITIAN: BEYOND STRUKTURALISM Pengembangan bisnis koperasi dalam penelitian ini menggunakan metodologi BeyondStrukturalism.jangka panjang dikembangkan untuk konsolidasi dengan kesamaan visi-misi organisasi yang kuat. menggali substansi unsurunsur realitas secara sinkronis di lapangan pada rentang waktu yang sama (bukan diakronis/perkembangan antar waktu). 1989). dan keempat. 5. 5. pengembangan metodologi. kedua. mendirikan koperasi simpan pinjam. memerlukan kemampuan dan ketangguhan dari para penggiat organisasinya 4. Aria Wiriatmadja (1896). dan kedua. Beyond Strukturalism memiliki dua tahapan. Oleh karenanya Pemerintah Hindia Belanda mengatur dan cenderung menghalangi atau menghambat perkembangan koperasi. Tahap Kedua: Bentuk Metode Sebagai Turunan Metodologi Metode penelitian menggunakan ³ekstensi´ Strukturalisme dan Postrukturalisme. ketiga. diadaptasi dari metodologi Hiperstrukturalisme yang dikembangkan Mulawarman (2006).

3. Wacquant. Outline of A Theory of Practice. SI. 5. gerakan koperasi mulai mengarah kepentingan produktif. Hamel. KELOLA. An Invitation to Reflective Sociology. Distinction: A Social Critique of the Judgement of Taste. Dialektika Hubungan Ekonomi Indonesia dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Mohammad. NU. G. 1989. Meskipun koperasi intermediasi seperti ini akhirnya tidak berjalan lama. Meskipun perkembangannya saat ini banyak tereduksi intervensi kebijakan dan subordinasi usaha besar. Strategic Intent. supporting movement (bukannyaintervention movement). Daftar Pusaka Arif. Artinya. Bourdieu. Pierre. Sinergi Diakronis-Sinkronis: Menuju Konsep Pemberdayaan Koperasi Dapat disimpulkan bahwa perkembangan koperasi awal sampai masa kemerdekaan terlihat bahwa habitus masyarakat Indonesia dalam mengembangkan (practice) koperasi (field) didasarkan kepentingan pemberdayaan (capital). soliditas organisasi hanya bisa dijalankan ketika interaksi kekeluargaan dikedepankan. Sinergi produktif-intermediasi-retail harus dijalankan dalam koridor kompetensi inti kekeluargaan.perkoperasian ditulis di dalam UUD 1945. Program Aksi Dekopin. Individualitas anggota koperasi diperlukan tetapi. Cambridge University Press. C. 2003. Dekopin. Jakarta. Tetapi setelah berjalan sekitar 20 tahun. Memang perkembangan awal masih bertujuan untuk kepentingan konsumtif dan kebutuhan modal anggotanya (intermediasi). dan strategic positioning (bukannya sub-ordinat positioning) berkenaan menumbuhkan kembali konsep kemandirian. Pieree. 1995. The University of Chicago Press. Jakarta. Bourdieu. Diperlukan kebijakan. 2006. 1989. H. Penundjuk Bagi Rakjat Dalam Hal Ekonomi: Teori dan Praktek. The Hidden Connections: A Science for Sustainable Living. Capra. Sritua. 1994. . 6. kekeluargaan dan sinergi produktif-intermediasi-retail yang komprehensif. No. Vol. Moh Hatta berusaha memasukkan rumusan perkoperasian di dalam ³konstitusi´. dan lainnya. and Prahalad. 1947. Hamel. 10/IV. regulasi. Paling penting adalah menyeimbangkan kepentingan pemberdayaan ekononomi koperasi berbasis pada sinergi produktif-intermediasi-retail sesuai Ekonomi Natural model Hatta. 67. Cambridge-MA: Harvard University Press. and Prahalad. Harvard Business Rewiew. No. G. kompetensi inti kekeluargaan dan sinergi produktif-intermediasi-retail merupakan substansi pengembangan koperasi sesuai realitas masyarakat Indonesia yang unik. Fritjof. 1992. PNI. Pierre. Hal ini dapat dilihat dari koperasi di Purwokerto sampai dibentuknya koperasi oleh Boedi Oetomo. hal 29-42. Flamingo. 1977. Loic JD. pengembangan keunggulan perusahaan berkenaan inovasi teknologi dan produk harus dilandasi pada prinsip kekeluargaan. Competing for the Future. C. K. Harvard Business School Press Hatta. K. Penerbit Kebangsaan Pustaka Rakjat. Bourdieu. DR. 3. Kesimpulan Konsep kemandirian.

Ritzer. Jurnal Ekonomi Rakyat. Teraju. Membangun Koperasi Berkualitas: Pendekatan Substansial. Juli. Noer. Departemen Koperasi. Priono. Ekonomi Kerakyatan dalam era globalisasi. Hasil Penelitian. Tahun I No. 2007. Tangerang. Jakarta. 5 Agustus. 1990. Jurnal Ekonomi Rakyat. 29-XXII. 2006. Prahalad. Infokop.Kerjasama Kadin Indonesia dan Pusat Studi Industri & UKM Universitas Trisakti. 2000. Tjokroaminoto. 1990. Hasan. 2001. Jakarta. II. 2007. Hal 72-76. Jogjakarta. Hal. 2006. Kreasi Wacana-Juxtapose. W. CK. Cambridge. Badan Penelitian Pengembangan Koperasi. Terjemahan. Koperasi Indonesia: Potret dan Tantangan. Harvard Business Review. Menyibak Akuntansi Syari¶ah. Mewujudkan 70. Menumbuhkan Kewirausahaan Koperasi Melalui Pengembangan Unit Usaha yang Fleksibel dan Independen. September. oleh Puskopsyah BMT Wonosobo. JURNAL EKONOMI KOPERASI . HOS. No 28-XXII. 7. Terjemahan. Dekade Keserakahan : Era 90¶an dan Awal Mula Petaka Ekonomi Dunia. 2003. Rohmat. Bulan Bintang. Runtuhnya Kapitalisme. Mulawarman. Mubyarto. Melampaui Opisisi Biner dalam Ilmu Sosial. G. May. Mulawarman. For Bourdieu in Realist Social Science. Teori Sosial Postmodern. Tambunan. Pasar dan Keadilan Sosial. Steven P. Penerbit Kreasi Wacana. Yogyakarta. Pasang Surut Perkembangan Koperasi di Dunia dan Indonesia. 2005. And Gary Hamel. Th. Soetrisno.Dari Ilmu Berkompetisi ke Ilmu Berkoperasi. pp 1-12. Masngudi. Jogjakarta. Yogyakarta. Tulus. Penerbit Marjin Kiri. Sarman. Shutt. Ekonomi Kerakyatan: Introspeksi eksistensi pembangunan ekonomi? download internet 23 Agustus. Negara. Hal 10-18.Ismangil. 2005. Noer. 2006. Jauhari.. Prospek Koperasi Pengusaha dan Petani di Indonesia Dalam Tekanan Globalisasi dan Liberalisasi Perdagangan Dunia. Sularso. 2003. Mubyarto. Jurnal Ekonomi Rakyat. The Core Competence of the Corporation.1-9. 2002. 2006. Joseph E. Proyek Intelektual Pierre Bourdieu: Melacak Asal-usul Masyarakat. Melampaui Pilihan Keberpihakan: Pada UMKM atau Ekonomi Rakyat?Makalah Seminar Regional Tinjauan Kritis RUU Usaha Mikro. Th II No. 2007. Bagus. Kata Pengantar dalam (Habitus x Modal) + Field = Praktik: Pengantar Paling Komprehensif kepada Pemikiran Pierre Bourdieu. Wainwright. 2003. Terjemahan. Soetrisno. Islam dan Socialism. 2002. Harry. Jalasutra. 2006. InfokopNomor 28-XXII. Jakarta. No. 1950.000 Koperasi Berkualitas. Terjemahan. May-June. Cambridge Realist Workshop 10th Anniversary Reunion Conference. 4. Jakarta. Jurnal Ekonomi Rakyat. Heru. Takwin. tanggal 28 Agustus 2007. Penelitian tentang Sejarah Perkembangan Koperasi di Indonesia. Infokop. Pustaka Pelajar. Stiglitz. Nugroho. Kecil dan Menengah.

3. karena banyak peluang usaha yang tidak dapat dipenuhi oleh koperasi secara individual. maka di butuhkan jalan keluar dari kondisi tersebut. serta banyak melakukan penyimpangan atau kegiatan lain yang mengecewakan masyarakat. karena pada saat itu keuangan Negara mengalami inflasi sebagai akibatnya banyak organisasi serta bidang usaha yang harus mengalami gulung tikar karena banyak mengalami kerugian. Namun masih lebih banyak hal yang tidak mendapat respon yang cukup baik dalam beberapa faktor. serta kondisi krisis ekonomi yang melanda Indonesia. timbul pertanyaan bagaimana sebenarnya peran koperasi dalam masyarakat Indonesia.2. Rasa memilki ini dinilai telah menjadi faktor utama yang menyebabkan koperasi mampu bertahan pada berbagai kondisi sulit. bukan hanya keterkaitan organisasi. dan lain-lain. prospeknya dan strategi pengembangan yang dilakukan pada masa yang akan datang. Melihat sifat dan kondisi krisis ekonomi saat ini serta berbagai pemikiran mengenai usaha untuk dapat keluar dari krisis tersebut. bagaimana prospeknya dan bagaimana strategi pengembangan yang harus dilakukan pada masa yang akan datang. 1. Untuk itu makalah ini di buat dengan tujuan sebagai berikut: 1. Faktor utama ketidak mampuan koperasi menjalankan fungsi sebagai mana yang µdijanjikan¶. Perumusan Masalah Pengembangan koperasi pada masa Orde Baru yang bias pada dominasi peran pemerintah. dan kegiatan usaha tersebut diperlukan oleh masyarakat. 1.htm ABSTRAK Ketika krisis ekonomi melanda Indonesia kegiatan koperasi mikar karena bengalami guncangan yang sangat hebat. Kondisi ini telah menjadi sumber citra buruk koperasi secara keseluruhan.MEMBANGUN KOPERASI BERBASIS ANGGOTA DALAM RANGKA PENGEMBANGAN EKONOMI RAKYAT Sumber : http://www. Kemudian koperasi juga telah menjadi alternatif bagi lembaga usaha lain serta menjadi organisasi yang dimiliki oleh anggotanya. Tujuan Melihat sifat dan kondisi krisis ekonomi saat ini. Atau pun mengembangan jaringan kerjasama dan keterkaitan usaha antar koperasi. Disamping itu karakteristik koperasi tampaknya kurang terakomodasi dalam berbagai peraturan perundang-undangan yang menyangkut badan usaha selain undang-undang tentang koperasi sendiri. .ekonomirakyat. Jaringan kerjasama dan keterkaitan usaha antar koperasi.org/edisi_4/artikel_4. Kondisi ini berhubungan erat dengan aspek hukum koperasi yang tidak berkembang sepesat badan usaha perorangan. BAB I PENDAHULUAN 1. Hal ini juga sebenarnya telah menjadi kebutuhan diantara banyak koperasi. Kegiatan usaha dimaksud dapat berupa pelayanan kebutuhan keuangan atau perkreditan. potensial untuk dikembangkan antar koperasi primer serta antara primer dan sekunder. atau kegiatan pemasaran. Mengetahui seberapa besar peran koperasi dalam masyarakat Indonesia 2. Karena masih sangat di butuhkan koperasi dari berbagai bidang usaha mulai muncul kembali dan melakukan beberapa variasi untuk mengembangkan usahanya antara lain koperasi akan melakukan kontrak usaha dengan lembaga usaha lain.1 Latar Belakang Tentu saja pada awalnya koperasi dipandang sebagai lembaga yang menjalankan suatu kegiatan usaha tertentu.

atau kegiatan pemasaran. 1.4. Hal ini dapat dilihat pada peran beberapa Koperasi Kredit dalam menyediaan dana yang relatif mudah bagi anggotanya dibandingkan dengan prosedur yang harus ditempuh untuk memperoleh dana dari bank. Metode Penelitian 1. yaitu dengan mengandalkan loyalitas anggota dan kesediaan anggota untuk bersama-sama koperasi menghadapi kesulitan tersebut.1. BAB II PEMBAHASAN 2.3. Masyarakat telah merasakan bahwa manfaat dan peran koperasi lebih baik dibandingkan dengan lembaga lain. 2.2.1. Keterlibatan anggota (atau juga bukan anggota) dengan koperasi adalah karena pertimbangan rasional yang melihat koperasi mampu memberikan pelayanan yang lebih baik. 2. dan kegiatan usaha tersebut diperlukan oleh masyarakat.4. FAKTOR FUNDAMENTAL EKSISTENSI DAN PERAN KOPERASI Berikut ini adalah faktor pembeda antara koperasi yang tetap eksis dan berkembang dengan koperasi-koperasi yang telah tidak berfungsi : 1. Kegiatan usaha dimaksud dapat berupa pelayanan kebutuhan keuangan atau perkreditan. Pada tingkatan ini biasanya koperasi penyediakan pelayanan kegiatan usaha yang tidak diberikan oleh lembaga usaha lain. laporan kegiatan.2. Metode Studi Tehnik pengumpulan data diperoleh dari studi pustaka. Koperasi akan berkembang jika terdapat kebebasan (independensi) dan otonomi untuk berorganisasi. 2. Koperasi menjadi organisasi yang dimiliki oleh anggotanya. pemikiran mengenai usaha untuk dapat keluar dari krisis tersebut 1. . Pengolahan Analisis Data Pengelolaan analisa data dilakukan secara diskriftif reflektif. dokumen. 2.4. Dinas Koperasi dan UKM serta instansi terkait baik tingkat propinsi maupun kabupaten berupa publikasi. 1. luwes (flexible) sesuai dengan kepentingan anggota. 1999) : 1.4. Koperasi merupakan alternatif bagi lembaga usaha lain. Koperasi akan eksis jika terdapat kebutuhan kolektif untuk memperbaiki ekonomi secara mandiri. Rasa memilki ini dinilai telah menjadi faktor utama yang menyebabkan koperasi mampu bertahan pada berbagai kondisi sulit. berorientasi pada pemberian pelayanan bagi anggota.3. atau kegiatan lain. Lokasi Studi ini dilakukan di Indonesia khususnya di daerah Otonomi dan Desa. KONDISI KOPERASI (PERBANDINGAN KUD DAN KOPERASI KREDIT/KOPDIT) Ada 3 tingkat bentuk eksistensi koperasi bagi masyarakat (PSP-IPB. 1. Koperasi dipandang sebagai lembaga yang menjalankan suatu kegiatan usaha tertentu. 3.

karena banyak peluang usaha yang tidak dapat dipenuhi oleh koperasi secara individual. Koperasi akan semakin dirasakan peran dan manfaatnya bagi anggota dan masyarakat pada umumnya jika terdapat kesadaran dan kejelasan dalam hal keanggotaan koperasi. 1. dalam suatu proses pemberdayaan yang alamiah dan untuk mengembangkan kemampuan dari dalam koperasi sendiri tampaknya lebih tepat dan dibutuhkan. 2. Pada koperasi-koperasi tersebut tantangannya adalah untuk dapat terus mengembangkan usahanya dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip perkoperasian Indonesia. berkembang sejalan dengan perkembangan usaha anggota. umumnya masih lemah. Telah cukup banyak usaha yang dilakukan pemerintah. Peningkatan kemampuan usaha koperasi pada umumnya. Koperasi akan eksis jika mampu mengembangkan kegiatan usaha yang : 2. 4. 1. dan sebagainya. Keberadaan koperasi akan sangat ditentukan oleh kesesuaian faktor-faktor tersebut dengan karakteristik masyarakat atau anggotanya. 3. Namun. 1. mampu mengembangkan modal yang ada didalam kegiatan koperasi dan anggota sendiri 6. perpajakan. MENGEMBANGKAN KOPERASI DI INDONESIA 1. Keterkaitan kegiatan koperasi dengan kegiatan pelayanan usaha umum. Pengembangan kerjasama usaha antar koperasi.3. Mengembangkan kegiatan usaha koperasi dengan mempertahankan falsafah dan prinsip koperasi. Untuk membangun perekonomian yang kooperatif sesuai amanat konstitusi kiranya dapat dilakukan dengan mengembangan jaringan kerjasama dan keterkaitan usaha antar koperasi. Hal ini terlihat misalnya dalam peraturan perundangan tentang perbankan. Keberadaan koperasi akan ditentukan oleh proses pengembangan pemahaman nilai-nilai koperasi. 1. Mengatasi beberapa permasalahan teknis usaha bagi koperasi kecil untuk berkembang. . 4. Mengakomodasi keinginan pengusaha kecil untuk melakukan usaha atau mengatasi masalah usaha dengan membentuk koperasi. Mereka ingin berkoperasi tetapi tidak dengan pola koperasi yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Kemampuan usaha koperasi : permodalan. pemasaran. dan 5.3. biaya transaksi antara koperasi dan anggota mampu ditekan lebih kecil dari biaya transaksi non-koperasi. dan manajemen. 5.

bahkan dalam rangka mengembangkan hubungan internasional. Dengan demikian strategi pengembangan yang perlu dikembangkan adalah strategi yang partisipatif. Daftar Pustaka Dr. Dalam hal ini asosiasi atau lembaga yang dapat menjadi wahana bagi penyaluran aspirasi koperasi relatif terbatas. Saran Dua syarat dari pemikiran-pemikiran yang harus di lakukan. JURNAL EKONOMI KOPERASI . 1. BAB III PENUTUP 3. Jakarta. pendekatan pengembangan yang harus dilakukan adalah pendekatan pengembangan kelembagaan secara partisipatif dan menghindari pengembangan yang diberdasarkan pada µkepatuhan¶ atas arahan dari lembaga lain.1. Selain itu koperasi juga telah menjadi alternatif bagi lembaga usaha lain serta koperasi telah menjadi kegiatan dalam suatu organisasi yang dimiliki oleh anggotanya. disertai berbagai dukungan tidak langsung tetapi jelas memiliki semangat kepemihakan pada koperasi dan ekonomi rakyat. dan kegiatan usaha tersebut diperlukan oleh masyarakat. Penyaluran Aspirasi Koperasi Asosiasi pengusaha dapat digunakan untuk melakukan negosiasi usaha. diperlukan kerangka pengembangan yang memberikan apresiasi terhadap keragaman lokal.2. Dalam hal ini proses pendidikan prinsipprinsip dan nilai-nilai koperasi menjadi faktor kunci yang sangat menentukan. Alasan lain adalah karena adanya peluang untuk mengembangkan potensi usaha tertentu. LSP2I. dan PSP-IPB. 3. wahana pengembangan kemampuan. Yappika. Pada masa mendatang koperasi masih sangat di butuhkan oleh masyarakat . Kedua. 21 Mei 2002 Tulisan ini merupakan bentuk tulisan ulang dari beberapa pemikiran yang di ajukan penulis dalam buku ³MEMBANGUN KOPERASI PERTANIAN BERBASIS ANGGOTA´ Djabarudin djohar dan Bayu Krisnamurthi (Ed). Peningkatan Citra Koperasi Citra koperasi tersebut pada gilirannya akan mempengaruhi hubungan koperasi dengan pelaku usaha lain. 3. Hal ini akan membutuhkan perubahan pendekatan yang mendasar dibandingkan dengan strategi yang selama ini diterapkan. Ir. Bayu Krisnamurthi : Direktur Pusat Studi Pembangunan (PSP) Institut Pertanian Bogor (IPB) Makalah ini di sampaikan dalam seminar pendalaman ekonomi rakyat. Inkopdit dan Yappika (2000) hasil kegiatan Factfinding dan lokakarya local diselenggarakan atas kerjasama LSP2I. Kesimpulan Koperasi di Indonesia dipandang sebagai lembaga yang menjalankan suatu kegiatan usaha tertentu.3. Pertama. maupun perkembangan koperasi itu sendiri. Koperasi.1. Masyarakat perlu ditumbuhkan kesadarannya untuk mampu mengambil keputusan sendiri demi kepentingan mereka sendiri.

yaitu bangun koperasi yang menguasai seluruh proses ekonomi dari hulu hingga hilir. Oleh karenanya secara arif dan bijaksana para pemimpin dituntut untuk . sebagaimana dimaksud oleh Pasal 33 ayat (1) UUD 1945 beserta penjelasannya. contoh : membangun rumah penduduk dengan sistim gotong-royong (sambatan). dari anggota. yang membuktikan tidak cocok bagi kehidupan bangsa dan negara Indonesia dan telah mengakibatkan terjadinya degradasi hampir di seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. murni dan bersama segenap rakyat Indonesia di lingkungan dunia internasional dalam tingkat. Dari pengalaman selama 58 tahun kemerdekaan Indonesia sejak 17 Agustus 1945. Perjuangan bangsa tahap kedua telah berjalan selama hampir 58 tahun. Dengan demikian maka Proklamasi juga merupakan janji bangsa Indonesia kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk melaksanakan janjinya itu secara konsisten.KOPERASI SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI PANCASILA Abstrak Berbeda dengan koperasi pada umumnya. Jadi UUD 1945 hanya berlaku selama 3 (tiga) bulan kurang 3 hari. Akibatnya di dalam sistem ekonomi liberal orang asli Indonesia menjadi termarginalkan tidak ikut dalam gerak operasional mainstream sistem ekonomi liberal yang menguasai sumber kesejahteraan ekonomi sehingga sampai kapanpun rakyat Indonesia tidak akan mengenyam kesejahteraan. harkat. lebih dari 50 tahun telah diterapkan sistem demokrasi liberal yang menyimpang dari platform Amanat Proklamasi (Pancasila dan UUD 1945). lebih mementingkan hubungan antar manusia ketimbang kepentingan materi/ekonomi (Jawa: Tuna sathak bathi sanak). maka koperasi yang dimaksud oleh Pancasila dan UUD 45. oleh anggota dan untuk anggota. sebagaimana dimaksud oleh Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 yang sepenuhnya merupakan hak setiap warga negara. Dengan demikian maka koperasi betul-betul menguasai sumber kesejahteraan/rejeki dari sistem ekonomi itu dan dapat mendistribusikannya secara adil dan merata kepada seluruh anggotanya tanpa kecuali. Oleh karena itu sistem ekonomi yang cocok bagi masyarakat Indonesia adalah sistem ekonomi tertutup yang bersifat kekeluargaan atau ekonomi rumah tangga. Pada dasarnya rakyat Indonesia memang bukan ³homo ekonomikus´ melainkan lebih bersifat ³homo societas´. tetapi sangat dipersyaratkan bahwa sistem pengeloaannya haruslah benar dan tertib tanpa kecurangan. martabat dan derajat yang sama dengan bangsa-bangsa lain. yang tidak sesuai dengan UUD 1945. namun hasilnya masih sangat mengecewakan bahkan terlihat semakin jauh dari gambaran cita-cita bangsa Indonesia (alinea 4 Pembukaan UUD 1945). Maka Kabinet Presidensiil tadi dibubarkan dan diganti Kabinet Parlementer (dengan Perdana Menteri Syahrir I). Tetapi pada tanggal 14 Nopember 1945 BP-KNIP (yang melakukan fungsi MPR sebelum MPR terbentuk) mengusulkan kepada Presiden agar Kabinet Presidensiil diganti dengan Kabinet Parlementer yang dipimpin seorang Perdana Menteri dan bertanggung jawab kepada DPR. Pendahuluan Indonesia telah berhasil dengan gemilang yang ditandai dengan Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. kemudian disusul pembentukan suatu Kabinet Presidensiil sesuai ketentuan UUD 1945 yang sudah disahkan itu. Tanggal 18 Agustus 1945 Undang-Undang Dasar NKRI disahkan dan berlaku bagi seluruh tanah air Indonesia. sesuai gambar grafis superposisi tersebut diatas adalah merupakan lembaga kehidupan rakyat Indonesia untuk menjamin hak hidupnya memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan sehingga mewujudkan suatu Masyarakat adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia. Pembahasan Mempelajari perjalanan sejarah kehidupan bangsa Indonesia sejak Proklamasi Kemerdekaan NKRI 17 Agustus 1945 hingga sekarang (1945 ± 2003) dapat diambil kesimpulan bahwa sebenarnya Pancasila dan UUD 1945 belum pernah dilaksanakan secara murni dan konsekuen sesuai dengan tujuan semula.

Dari pengalaman sejarah tersebut diatas terlihat bahwa Pancasila dan UUD 1945 dapat diartikan sesuai dengan kepentingan dan keinginan rezim yang sedang berkuasa. Tabel 1. Hubungan dagang dalam sistem ekonomi Pancasila harus tetap dalam kerangka untuk menjalin tali silaturahmi yang selalu bernuansa saling kasih sayang dan saling menguntungkan.371 (26%) 3.segera sadar kembali pada platform perjuangan dan pembangunan negara Indonesia tersebut diatas. Pembagian kekuasaan antara negara dan rakyat yang diatur dalam pasal-pasal dan ayat-ayat dari UUD 1945 menunjukkan bahwa masing-masing memperoleh kekuasaan sebesar 70 %. menghindarkan kemuspraan (kesia-siaan). yaitu 30 % murni pengelolaan kekuasaan negara. Dalam aspek ekonomi pengelolaan bersama merupakan pengelolaan koperasi berskala nasional yang modalnya dihimpun bersama antara rakyat dan negara. Pola pengelolaan dari masing-masing pilar ekonomi tersebut berbeda dan membutuhkan kemampuan para pelaksana secara profesional agar hasilnya menjadi optimal sesuai dengan kebutuhan. (negara kuat). Periode Kepengurusan 2000-2002 Tabel 2.961 (74%) 5. yaitu Amanat Proklamasi Kemerdekaan NKRI 17 Agustus 1945. pilar ekonomi rakyat yang berbentuk koperasi (sharing antara negara dan rakyat) dan berfungsi untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. (3). efektifitas dan produktivitas kerja pada masing-masing pilar. pilar ekonomi negara yang berfungsi untuk mendukung penyelenggaraan tugas negara dengan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. dengan tugas pokok antara lain untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia (2). 30 % murni pnegelolaan kekuasaan rakyat (atau hak hidup rakyat). Pinjaman Kepada Anggota (juta rupiah) Tahun Pinjaman Jasa Jumlah Peminjam Rata-rata Pinjaman SHU .332 (100%) Sumber: Kosudgama Laporan Tahunan 2001-2002. yaitu : (1). Keanggotaan Kosudgama 1998 ± 2002 Tahun Anggota Biasa Anggota Luar Biasa (LB) Jumlah 1998 883 (87%) 127 (13%) 1010 (100%) 1999 1016 (69%) 455 (31%) 1471 (100%) 2000 1170 (42%) 1624 (58%) 2794 (100%) 2001 1285 (32%) 2778 (68%) 4063 (100%) 2002 1. dan 40 % pengelolaan bersama (sharing dari negara dan rakyat) dalam bentuk koperasi. dengan tugas pokok mewujudkan kemajuan usaha swasta yang memiliki daya kompetisi tinggi di dunia internasional. Sebagai contoh pengalaman atas pengelolaan sebuah koperasi yang benar dan tertib adalah Kosudgama (Koperasi Serba Usaha Dosen Gadjah Mada). Pengertian kompetisi dalam moral Pancasila bukan dan tidak sama dengan free fight competition a la barat yang di dalamnya mengandung cara-cara yang boleh merugikan fihak lain (tujuan menghalalkan cara). maka ekonomi Pancasila mewujud dan terdiri atas 3 (tiga) pilar sub sistem. Dalam gambar grafis superposisi dari kedua kekuasaan menghasilkan tiga bentuk pengelolaan kekuasaan. tetapi tetap mendasarkan kerjanya pada prinsip efisiensi. Dalam hal Pancasila sebagai suatu pandangan hidup maka sila-silanya merupakan sudut-sudut pandang atau aspek-aspek kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Sesuai gambar grafis superposisi pembagian kekuasaan antara negara dan rakyat tersebut diatas. dengan tugas pokok mewujudkan kehidupan layak bagi seluruh anggotanya. Masing-masing pilar mempunyai pangsa pasar sendiri-sendiri meskipun tidak tertutup kemungkinan untuk saling kerjasama dan saling bantu tanpa merugikan salah satu fihak. pilar ekonomi swasta yang berfungsi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia (battle front kuat). pemberian dan pembagian kekuasaan yang diatur dalam UUD 1945 antara negara dan rakyat sebagai pemegang kedaulatan ( pasal 1 ayat (2) ). Oleh karenanya perlu diupayakan kesepakatan nasional untuk penafsiran secara obyektif dan baku dari platform Amanat Proklamasi 45 sedemikan sehingga dapat dihindari tafsiran yang menyimpang dan bahkan kontradiktif terhadap nilai-nilai dasar dari platform tersebut. (home front kuat). Pernyataan pemindahan ³kekuasaan³ dalam kalimat alinea kedua Proklamasi mempunyai makna pengalihan.

Dengan demikian sebagai salah satu pilar dalam sistem ekonomi Pancasila koperasi Indonesia merupakan sakaguru perekonomian rakyat yang paling strategis untuk menjamin terwujudnya masyarakat adil dan makmur. Penutup Kesimpulan : Penyelenggaraan koperasi yang terjadi sampai sekarang di Indonesia belum sesuai dengan tujuan dari 1945.513. Visi masa depan yang jernih hanya dapat diproyeksikan dengan menggunakan ideologi Pancasila yang setiap pelakunya berusaha mewujudkannya dalam tindakan konkrit kehidupan sehari-hari terutama dengan menunjuk pada ajaran-ajaran moral agama. d.88 11. a.872. jadi memenuhi prinsip-prinsip dasar koperasi.70 7.Sistem koperasi Indonesia yang mengacu pada ketentuan-ketentuan Amanat 1945 diyakini dapat mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.30 3. yaitu bekerjasama dengan ikhlas dan jujur demi kepentingan anggota.75 2.514 1.2002 Dari pengalaman KOSUDGAMA dapat ditarik pelajaran bahwa: 1.95 5. KOSUDGAMA adalah koperasi kumpulan orang.498. masyarakat dan bangsa Indonesia.55 1.43 1. Aturan-aturan main ini secara keseluruhan dibakukan dalam Sistem Ekonomi Pancasila. dan berupa fasilitas kemudahan bagi terselenggaranya kerja koperasi antara lain modal dana baik hibah maupun pinjaman lunak. oleh karenanya belum mampu mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Ideologi Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan (Mukadimah) UUD 1945.159. Andil dari negara adalah hak guna pemanfaatan kekayaan alam baik di darat maupun di laut yang dibutuhkan oleh koperasi dalam rangka melaksanakan tugasnya untuk memenuhi kelima kebutuhan dasar hidup maupun kelima kebutuhan pokok para anggotanya.Diperlukan pemikiran-pemikiran baru dan konsep-konsep baru yang mengacu kepada ketentuan-ketentuan dasar sebagaimana dimaksud dalam pengertian Amanat 1945 Diperlukan persiapan .19 3.490 422 823 1.1998 1999 2000 2001 2002 1.541. kesungguhan kerja pengurus dan staf serta kesetiaan mereka pada prinsip-prinsip koperasi.480.10 Sumber: Laporan Tahunan Kosudgama 2001. Namun demikian strategi pembangunan nasional yang dilandasi ideologi nasional Pancasila belum pernah benar-benar diterima dan dilaksanakan secara ikhlas oleh seluruh warga bangsa.46 3. Dalam masyarakat Indonesia yang adil dan makmur seperti yang dicita-citakan.036.49 4. e. b. yaitu Ekonomi Pancasila. Dalam Sistem Ekonomi Pancasila pembangunan nasional merupakan pengamalan Pancsila yang akan memperkuat jati diri dan kepribadian manusia.542 412. Sebagai arahan yang benar antara lain dapat dikutipkan beberapa Kesimpulan dan Penutup´ dari penulisan ³Sistem Ekonomi Indonesia dengan moral Pancasila´ (bab 3) dalam buku EKONOMI PANCASILA (Landasan Pikir & Misi Pendirian) PUSTEP UGM sebagai berikut : Reformasi ekonomi mempunyai tujuan kembar yaitu meningkatkan efisiensi ekonomi nasional dan sekaligus menghapus berbagai ketidakadilan ekonomi dengan tujuan akhir terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.19 3.311. karena semua unsur-unsur yang diperlukan bagi penyelenggaraannya sudah tersedia di dalam negeri. setiap warga negara berhak memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (pasal 27 ayat 2 UUD 1945). tanpa kecuali.97 130. merupakan pegangan dan landasan strategi pembangunan nasional. 2. Pengertian Ini mengandung konsekuensi bahwa segenap tenaga kerja Indonesia harus habis terserap dalam sistem ekonomi Pancasila yang terdiri atas tiga pilar ekonomi tersebut.846.97 728.999. tinggal sistem pengelolaan beserta aturan mainnya.478 1.29 4.252.19 6.043. bukan organisasi yang terutama dibentuk untuk menghimpun modal.936 2.94 2.32 3. c. Reformasi ekonomi Indonesia adalah pembaruan berbagai aturan main tentang hubungan-hubungan ekonomi dalam masyarakat.

htm .Diperlukan pengertian dan goodwill dari Pemerintah dan semua pihak untuk mengerti dan mendukung serta berpartisipasi aktif dalam usaha pengembangan konsep baru ekonomi Pancasila Sumber : http://www.org/edisi_16/artikel_6.yang matang bagi terselenggaranya sistem koperasi Indonesia melalui studi induktif logis maupun deduktif baik formal maupun tradisional kultural.ekonomirakyat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful