ANAMNESA dan PEMERIKSAAN FISIK

Adapun sistematika anamnesis terdiri dari: Keluhan Utama Keluhan utama yang dinyatakan oleh pasien merupakan dasar utama untuk memulai evaluasi masalah pasien atau dapat disebut sebagai keluhan pasien yang mendorongnya untuk berobat. Kebanyakan keluhan utama ditandai dengan nyeri, gangguan fungsi, perubahan dari keadaan normal sebelumnya, atau observasi pasien. Bantulah pengungkapan keprihatinan utama pasien dengan memakai pertanyaan-pertanyaan yang sederhana dan tidak terbatas dan membiarkan pasien memakai kata-katanya sendiri. Kata-kata yang dipergunakan oleh pasien dicatat di dalam rekam medis. Mula-mula, jangan meminta penjelasan. Anjurkanlah pasien unutuk melanjutkan keterangannya dengan isyarat-isyarat yang menunjukkan persetujuan dan membesarkan hati, seperti mengangguk-anggukkan kepala atau instruksi-instruksi sederhana untuk melanjutkan keterangannya. Anda dapat mengulangi pernyataan-pernyataan pasien, secara singkat dan disertai dengan instruksi-instruksi yang agak terarah untuk melanjutkan keterangannya. Ini akan sangat efektif selama bagian wawancara ini. Bila pasien telah menyelesaikan pertanyaan pertamanya ini, buatlah ringkasan tentang apa yang telah anda dengar dan beritahukanlah bagaimana anda akan melakukan wawancara selanjutnya. Pernyataan ini kembali memperlihatkan perhatian anda terhadap persepsinya dan perhatian yang anda berikan terhadapnya. Ia juga menunjukkan permulaan perubahan yang dilakukan secara berangsur-angsur dalam gaya wawancara dimana anda akan menjadi lebih terpusatkan Yang dicatat dalam keluhan utama hanya 1 (satu) keluhan dan lama keluhan itu telah dideritanya. Riwayat Penyakit Sekarang Penyakit yang sekarang diderita merupakan alasan untuk perawatan di rumah sakit atau kunjungan pasien ke tempat praktek pribadi dokter. Perhatian anda mula-mula dipusatkan pada persoalan-persoalan penting yang menyebabkan pasien datang kepada anda dan kemudian kepada peristiwa-peristiwa sebelumnya yang berkaitan dengan keadaan pasien sekarang. Susunan wawancara anda dan riwayat penyakit tertulis yang dibuat harus mencerminkan prinsip ini dengan jelas. Kalau seorang pasien datang dengan komplikasi yang berkaitan dengan masalah kronis, tekanlah kecenderungan anda untuk segera memusatkan perhatian pada kejadian-kejadian di masa lalu. Mula-mula, tentukanlah perubahan-perubahan penting pada keadaan pasien dewasa ini. Penyakit yang sekarang diderita merupakan hal yang paling penting dalam pikiran pasien dan mudah diselidiki. Pasien biasanya telah menyusun kata-kata yang akan diucapkan, dan mereka harus mendapat kesempatan untuk mengungkapkan persepsi mereka. Kalau mungkin , riwayat penyakit sekarang harus dapat menentukan suatu diagnosis. Ia hampir selalu menunjuk ke bidang-bidang patologi dan mengarah kepada sejumlah kecil pertimbangan atau mekanisme patofisiologi. Secara aktif, dengarkanlah pasien anda. Berikanlah perhatian pada sikap pasien , petunjuk-petunjuk non-verbal, emosi, nada suara, dan faktor-faktor lain. Analisis riwayat penyakit sekarang dimulai dari suatu dasar yang kuat, keluhan utama, dan kemudian menuju pada tiap gejala. Wawancara hanya dipusatkan pada delapan ciri tiap gejala.

Dokter harus menginterpretasikan informasi dan merumuskan gagasan-gagasan ketika pasien berbicara. Mula-mula, dengarkanlah dengan penuh perhatian dan pertimbangkanlah berbagai macam kemungkinan – sebagian serius atau jarang terjadi, sebagian lagi sepele dan sering terjadi. Pilihlah faktor-faktor yang akan diberikan perhatian terbesar dan yang akan membantu anda menyusun analisis tentang masalah tersebut secara paling efektif. Ada dua macam faktor yang akan dapat membantu anda- faktor-faktor yang paling spesifik dan terjadi pada relatif sedikit penyakit, dan faktor-faktor yang paling sensitif, yang sering terjadi terutama pada penyakitpenyakit yang paling berat. Dalam evaluasi anda, berikanlah bobot tambahan pada gejala-gejala yang menimbulkan perasaan tidak enak- baik secara fisik maupun emosional-yang paling besar pada diri pasien. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terbatas memungkinkan pasien untuk berbicara sebanyak mungkin pada awal wawancara, Pemakaian bentuk pertanyaan ini sangat penting, karena mempermudah identifikasi penemuan-penemuan penting yang berkaitan yang kalau tidak mungkin luput dari perhatian kita. Dokter membuat penafsiran yang tepat tentang kemungkinan penyakit spesifik yang mendasari keluhan pasien bedasarkan pada delapan ciri gejala, dan kombinasi gejala dan tanda nonspesifik. Jika anda menemukan bahwa anda tidak dapat membuat diagnosis dengan tepat, kemungkinan besar anda tidak cermat dalam definisi anda tentang delapan ciri tiap gejala penyakit. Ciri pertama tiap gejala yang membantu anda mempersempit perhatian anda adalah lokasi yang tepat. Nyeri, gangguan fungsi, dan observasi biasanya mengarah kepada suatu daerah tertentu. Nyeri dada jelas menarik perhatian terhadap struktur-struktur di dada. Perubahan dari keadaan stabil sebelumnya tidak mempunyai lokalisasi yang tepat. Demam, rasa tidak enak badan, penurunan berat badan, atau labilitas emosional mungkin tidak mempunyai lokalisasi anatomik. Kalau gambaran umumnya sudah jelas, mentalah pasien utnuk sedapat mungkin menunjukkan lokasi gejala-gejala dan organ atau sistem organ yang terlibat. Tanyakanlah kaitan antara gejala atau strukturnya atau fungsi normal organ yang dibicarakan ("Apakah rasa sakit tersebut paling hebat di bagian tengah dada anda atau pada bahu anda?") Ciri berguna kedua ialah penilaian setiap gejala secara kualitatif dan kuantitatif. Mintalah pasien anda unutk melukiskan kualitas dan kuantitas gejala dan tanda dalam suatu referensi umum. Pastikanlah bahwa anda memahami dengan jelas apa yang disebutkan oleh pasien tersebut. Anda harus menentukan keluhan dengan tepat. Mungkin penting sekali untuk membimbing sumber informasi yang memberikan keterangan yang samar-samar dengan pertanyaan-pertanyaan tertutup langsung yang memberikan ukuran spesifik tentang beratnya gejala, frekuensi dan intensitasnya. ("Apakah nyeri tersebut berlangsung lebih dari satu jam, lima belas menit, lima menit? Apakah nyeri tersebut bersifat tajam seperti ditusuk-tusuk, panas seperti terbakar atau nyeri tumpul?") Urutan kronologis setiap kejadian adalah sangat penting. Perjelaslah keluhan mana yang timbul pertama kali dan urutan timbulnya keluhan lain. Hubungan waktu antara gejala-gejala yang berkaitan juga sangat berguna. Terjadinya gejala-gejala yang sama hebatnya secara serentak atau berkembangnya beberapa gejala ketika beberapa gejala lainnya berkurang menyarankan mekanisme patofisiologi yang menunjukkan diagnosis spesifik tertentu. Ciri berikutnya berkaitan dengan faktor-faktor dan keadaan-keadaan yang memperburuk atau mengurangi gejala-gejala. Di sini, struktur dan fungsi organ atau sistem organ mengarah kepada diagnosis. ("Bagaimana pengaruh makan terhadap nyeri lambung anda?"). Hubungan waktu sangat berguna. Lama penyakit sekarang membedakan penyakit akut dan kronis. Gejala-gejala yang berlangsung selama bertahun-tahun kemnungkinan besar tidak disebabkan oleh keganasan atau infeksi. Perubahan gejala dengan berlalunya waktu membantu menentukan kemajuan penyakit. Apakah gejala-gejala tersebut menetap, berulang, memburuk , atau membaik? Jika berlangsung secara periodik, apakah panjang siklusnya berubah?

Pasien secara sukarela sering menyampaikan gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang berkaitan. Ini harus selalu diperhatikan secara serius, walaupun hal tersebut kelihatannya sangat aneh atau tidak fisiologis. Sikap anda menerima pengamatan pasien secara begitu saja memperlihatkan penghargaan terhadap pasien sebagai seorang pengamat dan mungkin bermanfaat dalam menemukan penyakit yang tersembunyi. Suatu kesalahan yang sering terjadi pada pihak dokter ialah secara pematur menganggap bahwa mereka mengetahui diagnosisnya. Mereka mengabaikan informasi yang berkaitan yang diberikan oleh pasien. Jangan berharap bahwa pasien dapat menghubungkan semua hubungan yang mungkin. Di sini kebebasan anda untuk mengikuti berbagai macam pertanyaan adalah berguna. Hindarilah mengembangkan suatu bentuk hafalan yang sedemikian restriktifnya sehingga anda tidak dapat mengikuti petunjuk-petunjuk yang timbul dalam pembicaraan dengan pasien. Pertanyaanpertanyaan terarah yang anda ajukan akan dipusatkan pada dan membantu memperjelas keterangan rinci yang diberikan oleh pasien. Yang penting ajukanlah persoalan dan pertanyaan tentang gejala-gejala yang belum disebutkan oleh pasien tetapi yang harus dipertimbangkan dengan mengingat cerita pasien. Ciri terakhir yang perlu ditanyakan ialah respons gejala terhadap intervensi terapeutik pasien. Informasi ini membantu memperjelas diagnosis, memberitahukan sesuatu tentang beratnya masalah, dan menyarankan kebutuhan teraupetik pasien. Banyak pasien datang dengan gejala-gejala fisik dan memusatkan pembicaraan pada persoalanpersoalan ini, padahal kebutuhan primer mereka berkaitan dengan penyakit psikologik atau psikiatrik yang penting. Penyajian yang tidak langsung ini mencerminkan tekanan sosial dan usaha pasien untuk mengatasi stress pribadi yang sulit. Kalau anda tidak memperluas pertimbangan anda dengan mencakup faktor-faktor sosial dan psikologis, anda akan kehilangan banyak faktor yang sangat mempengaruhi hasil perawatan kebanyakan pasien. Selidikilah hubungan gejala-gejala penyakit dengan gaya hidup pasien dan aktivitas pribadinya, termasuk hubungan pribadi dan antar perorangan, pekerjaan, kegiatan di waktu senggang dan aktivitas sexual. Tanyakanlah tentang dampak emosional atau psikologis suatu penyakit dengan menanyakan bagaimana reaksi pasien terhadap gejala penyakit dan tentang ketakutan dan keprihatinannya terhadap penyebab gejala tersebut. Riwayat penyakit sekarang harus mencakup dua komponen tambahan. Wawancara anda harus meneliti riwayat kejadian medis di masa lalu yang berkaitan dengan sistem organ yang kelihatannya terutama berkaitan dengan keluhan pasien. Tanyakanlah gejala dan tanda gangguan sistem organ yang terlibat sebelum anda menutup bagian wawancara ini. Riwayat penyakit sekarang dapat dikatakan sebagai bagian anamnesis yang terpenting, karena dapat memberikan gambaran jelas tentang penyakit yang diderita pasien. Hal ini secara ringkas dapat diperoleh apabila mencakup secara rinci (detail) tentang: Keadaan pasien sebelum menderita keluhan/penyakitnya sekarang Keluhan yang timbul pertama kali dan keadaan pasien pada saat itu. Perjalanan/perkembangan penyakit/keluhan pasien sejak keluhan itu timbul sampai pasien datang berobat/ bertemu dengan dokter. Keadaan keluhan saat pasien bertemu dengan dokter sekarang Alasan mengapa pasien berobat sekarang

III. Riwayat Penyakit Dahulu Ialah penyakit-penyakit yang jelas diagnosisnya bagi pasien maupun dokternya, yang pernah diderita pasien dahulu. Catat kapan penyakit itu diderita, bagaimana diobati ,siapa yang mengobati,bagaimana keadaan penyakit itu sekarang.Catat penyakit masa kanak-kanak,penyakit-penyakit masa dewasa, penyakit psikiatri, kecelakaan dan cedera,operasi,keracunan,alergi. Penyakit-penyakit yang pernah diderita pasien dahulu yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit sekarang atau memperberat penyakit sekarang. Periksalah riwayat penyakit dahulu secara kronologis.Pertanyaan tentang kejadian-kejadian hidup yang berkaitan berguna sebagai pertanda dan membantu mengingat kembali. Pakailah kejadian-kejadian penting dalam hidup ini untuk membantu pasien merekontruksi kejadian medis secara kronologis dan tepat.Informasi prenatal,partus dan postnatal relevan untuk meneliti penyakit congenital atau herediter. Setelah menanyakan penyakit dengan urutan kronologis, tanyakanlah apakah pasien pernah menderita dua atau tiga penyakit umum yang menyerang tiap system tubuh.Imunisasi, reaksi terhadap tes tuberculin,alergi terhadap obat dan alergen lain, perawatan kesehatan dan catatan kondisi fisik juga harus diperiksa dan dicatat. Berusahalah untuk memperoleh rincian tentang alergi obat dan uraian khusus tentang gejala, tanda, dan kronologi kejadian.Banyak pasien menganggap bahwa mereka alergi terhadap obat, padahal sebenarnya mereka hanya menderita efek samping yang umum

Penyakit-penyakit masa lampau berjangka panjang yaitu : Penyakit-penyakit yang menghilang dengan pengobatan atau dengan sendirinya, tetapi mempunyai potensi untuk kambuh lagi atau menimbulkan sekuele.Tuberkulosis, keganasankeganasan tertentu (limfoma atau leukemia limfositik akut),hepatitis B,alkoholisme dan depresi berat misalnya termasuk dalam kategori ini.

Tindakan-tindakan bedah yaitu : Setiap pembedahan yang pernah dialami oleh penderita, termasuk tanggal pembedahan, gejalagejala yang diderita hingga memerlukan tindakan pembedahan tersebut ,sifat tindakan, diagnosis akhir,adakah reaksi terhadap pembiusan yang tidak diinginkan( terutama jika ada pembedahan tambahan dipertimbangkan), dan adanya sekuele akibat tindakan tersebut. PerAwatan lainnya di rumah sakit, yaitu meliputi tanggal,alasan dan hasil dari perawatan di rumah sakit. Cedera berat yang sebelumnya tidak disebutkan yaitu : Sifat dari cedera, pengobatan yang diberikan dan setiap kecacatan yang diakibatkannya. Pengobatan yaitu semua obat-obatan yang dipergunakan saat ini atau pernah dipergunakan secara teratur di masa lampau, termasuk obat bebas seperti laksatif, aspirin, antihistamin dan

begitu pula dengan dokumentasi tipe persalinan (melalui vagina atau seksio saesar) dan setiap komplikasi dari kehamilan dan persalinan.Tanggal suntikan tetanus yang terakhir harus dipastikan.rubela( German measles). Riwayat Penyakit Keluarga (RPK) Ialah penyakit keturunan atau familier. abortus spontan atau induksi. adalah bijaksana untuk hkhusus menanyakan reaksi terhadap penisilin. polio.Jika terdapat riwayat alergi terhadap obat atau unsur apapun yang dipergunakan dalam diagnosis dan pengobatan. yang terdapat dalam keluarga pasien (sedarah) atau penyakit menular pada orang-orang yang amat dekat hidupnya atau berhubungan dengan pasien (isteri/suami). Status imunisasi: Data esensial berubah dengan perubahan umur penderita.vitamin.Orang-orang yang lebih tua dan penderitapenderita dari semua golongan umur yang menderita penyakit menahun memerlukan vaksin influenza setiap tahun dan imunisasi terhadap pneumokok setiap 6 tahun. maka rincian tentang reaksi dan nama bahan yang bersangkutan harus dipastikan. Riwayat kehamilan dan persalinan yaitu: Menentukan jumlah kehamilan.karena pasien kemungkinan dapat menderita penyakit yang sama.Cara yang paling ekonomis adalah dengan bertanya :" apakah anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap penisilin atau obat-obat lainnya?" Penyakit masa kanak-kanak : Informasi ini mengandung arti penting dalam riwayat penyakit seseorang yang lebih muda dibandingkan dengan yang lebih tua.hepatitis B. termasuk imunisasi dari campak (measles). IV. difteria. oleh karena penderita jaran menganggap obat-obatan yang tidak diresepkan ini sebagai ’pengobatan" atau " obat" sehingga tidak menyebutkan pengunaannya Alergi : Alergi musiman.dan rubela(MMR).Penyakit .reaksi histamin seperti sembab muka dan mulut. lahir hidup. Yang paling penting adalah adanya riwayat reaksi alergi obat-obatan.nefritis interstitial alergika atau syok anafilaktik) dengan efek sampingan yang bukan alergi seperti mual dan tinja encer.Oleh karena tersebarnya derivat penisilin dan frekuensi alergi yang bermakna terhadap bahab-bahan tersebut. Jika dalam riwayat mengindikasikan. maka elemen yang akan dicakup adalah infeksi-infeksi virus umumnya: Parotitis.rubeola(campak biasa). pertusis dan tetanus(DPT pada kanak-kanak) dan Hemophilus influenzae tipe B (HiB). lingkungan atau makanan dengan manifestasi dan pengobatannya didokumentasikan.parotitis.dan penyakit demam reumatik.Semua anak dan dewasa muda harus mempunyai catatan imunisasi yang lengkap.varisela.Adalah penting untuk membedakan reaksi alergi sesungguhnya (misalnya ruam kulit.

keadaan keuangan.bibi dan paman.Jika penderita diberikan instruksi yang memadai.batu ginjal/empedu. Informasi ini dapat ditempakan dalam permulaan rekaman medis di bawah judul Profil Pasien atau digabungkan dalam suatu bagian yang berjudul Riwayat Sosial. dan pemaparan terhadap toksin potensial.atau nenek. dan setiap masalah kesehatan besar yang mereka alami. akan sangat menolong bila menanyakan penyakit jantung lainnya atau kematian mendadak pada kakek-nenek. V. penyalahgunaan obat. Jelaskan bagian RPK dari riwayat medik sebelum memulai tabulasi. dia biasanya akan mampu mengikuti pola dengan mudah. Dalam sistem pencatatan. kakek dan nenek dari pihak ibu dan ayah. Pisahkanlah informasi ini agar mendapat perhatian khusus. dan kebiasaan sehari – hari semuanya mencerminkan keadaan pasien dan lingkungannya.hipertensi. Kita memperoleh sebagian kecil informasi riwayat hidup pasien selama saat – saat pertama wawancara dengan pasien. " profil pasien " ."Setelah orang tua berikutnya adalah saudara kandung.Contohnya jika adanya kanker payudara pada ibu atau saudara wanita.penjelasan. ceritakan kepada saya tentang umurnya jika masih hidup.bibi. Riwayat Hidup / Data Pribadi dan Kebiasaan – kebiasaan ( RH ) Kita perlu mengetahui orang macam apakah penderia tersebut. dan pertolongan diperlukan ? Kita juga harus tau cara pasien bereaksi terhadap lingkungan hidupnya.umur kematian bila sudah meninggal.penyakit jantung. dalam keluarga antara lain Tanyakanlah tentang kesehatan atau penyebab kematian anggota keluarga yaitu orang tua. Tingkatan yang ketiga adalah anak-anak penderita jika ada.Mulailah dengan orang tua anda. Buatlah catatan khusus tentang kebiasaan – kebiasaan : Jumlah dan lama merokok. status perkawinan.Jika penderita mempunyai potensi penyakit turunan.cek silang untuk melihat apakah penderita mengetahui adanya kaanker payudara pada anak perempuan.keturunan dan penyakit-penyakit penting lainnya DM.Jika terlihat serangan jantung. . tanyakan adanya anggota keluarga lainnya dengan masalah yang identik atau mirip. Sebagian diantarannya merupakan informasi yang sensitif untuk pasien dan mungkin memerlukan beberapa wawancara untuk mendapatkan evaluasi yang lengkap. Apakah konsekuensi dari penyakitnya ? apakah nasehat. minum alkohol. Sebagian informasi ini kita peroleh selama " percakapan kecil " sepanjang kontak kita dengan pasien. tempat dalam keluarga. Wawancara dengan keluarga atau teman mungkin akan sangat membantu.Genogfram niasanya merupakan sebuah tabulasi tiga generasi. isi riwayat hidup di beri tempat yang menonjol. catatan pekerjaan. latar belakang pendidikan. Bagian riwayat hidup ini berkesinambungan dengan berkembangnya pengetahuan kita tentang pasien. Sekarang kita memperluas pengertian kita dengan pertanyaan – pertanyaan tambahan."Saya ingin mempelajari tentang kesehatan dan masalah kesehatan dari anggota keluarga anda yang dekat. dan (2) pencarian terhadap pola familial rekuren yang umum.dsb.paman dan bibi. Terdapat dua komponen dalam RPK : (1) sebuah genogram yang membentuk "pohon keluarga" dari kesehatan dan penyakit. saudara sepupu. Apakah pasien dapat sembuh dengan memuaskan di rumah dan pada tahap mana. sekali lagi tanyakan tentang informasi yang sama.. saudara kandung. Tugas kita adalah untuk dapat mengerti penyakit pasien dalam konteks kepribadian dan lingkungan rumahnya.

Bila terdapat kecurigaan terhadap masalah minum. Mungkin membantu untuk melacaknya sepanjang hari. kita dapat menanyakan " Apakah anda pernah minum pada pagi hari ?" " Apakah anda kuatir untuk membatasi keniasaan minum anda ? " Apakah akibatnya sampai mempengaruhi pekerjaan.Keluarga " Apakah segala sesuatunya baik – baik saja di rumah ? " " Apakah anda mempunyai masalah keluarga ? " Mungkin memadai dengan bertanya " Bagaimana dengan pernikahan anda ? Apakah tidak terdapat masalah dalam seks ? " Masalah ini mungkin ada karena alasan fisik atau emosi. dan pasien mungkin dapat menghargai kesempatan untuk membicarakan kekuatirannya. " Apakah memuaskan anda ? " . Tempat tinggal " di mana anda tinggal ? " " Apakah disana baik – baik saja ?" " Apakah perumahan anda padat ?" " Bagaimana ventilasi rumah anda? " "Penggunaan kamar mandi pribadi atau menggunakan kamar mandi umum ? " " Apa rumah anda serih terkena banjir ?" " dekat pabrik dengan ?" Pekerjaan "Apakah pekerjaan anda ?" " Dapatkah anda menjelaskan kepada saya dengan tepat apa yang anda kerjakan ?" . " Apakah penyakit anda mempengaruhi pekerjaan anda ? " Hobi " Apakah yang anda lakukan dalam waktu luang ? " " Apakah anda melakukan kegiatan sosial ? " Alkohol " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Pecandu alkohol biasanya meremehkan jumlah alkohol yang diminumnya tiap hari. rumah tangga atau kehidupan sosial anda ? " Merokok " Apakah anda merokok ? " " apakah anda pernah merokok ? " " Mengapa anda berhenti merokok ? " .

tanyakan tentang binatang peliharaan. asbetosis. Jangan menanyakan keluhan yang telah masuk dalam keluhan sekarang. Hal ini memfokoskan perhatian pasien dan memudahan kita untuk memikirkan pertanyaan yang lebih spesifik terhadap sistem yang ingin lebih kia perhatikan. Daftar semua obat dan dosisnya yang lengkap sebisa mungkin diketahui. dan lain – lain. Untuk mengerti dan melakukan Tinjauan Sistem sering merupakan hal yang cukup sulit. bepergian ke luar negri pada waktu bekerja berkontak dengan misalnya debu arang. yang tidak termasuk keluhan yang sekarang hendak diobati. namun terkadang ada yang menanyakan penyakit. Kebanyakan pertanyaan pada tinjauan sistem ini berdasarkan gejala . Obat – obatan " Obat apa saja yang anda minum sekarang ? " " Apakah anda minum obat lain dalam beberapa bulan terakhir ?" " apa anda minum Jamu ?" Ini merupakan pertanyaan yang sangat penting. harus selalu ditanyakan. baik dahulu maupun sekarang. Pertanyaan – pertanyaan tersebut berkisar sekitar susunan dan sistem yang diperiksa. Ini merupakan suatu daftar ( ’check list’ ) gejala yang belum disebutkan. namun itu sangat penting karena saya ingin memeriksa anda secara keseluruhan dan teliti ". Akan sangat membantu untuk menyiapkan pasien denyan mengatakan " Pertanyaan – paetanyaan saya selanjutnya akan sangat banyak .pertanyaan mulai dari kepala sampai jari kaki. Tetapi bagaimanapun. karena pemeriksaan sistem tubuh ini bertujun untuk menemukan gejala – gejala yang belum disadari sebagai gejala oleh pasien dan gejala –gajala yang telah dilupakannya atau dianggapnya tidak penting. Mulai dengan pertanyaan ringan dan umum tentang tiap sistem." Berapa batang rokok yang anda hisap tiap hari ? " Hal – hal ini terutama relevan untuk penyakit jantung dan paru. Contoh untuk memulai pertanyaan adalah : " Bagaimana pengelihatan dan pendengaran anda ?" " Bagaimana paru –paru dan pernafasan anda ? " " Apa ada masalah dengan jantung anda ? " " Bagaimana pencernaan anda ? " . VI. contohnya seperti pneumonia atau tuberculosis.Pikirkan rangkaian pertanyaan . Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ( TS ) Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ini dalah keluhan – keluhan pasien yang lain. Bila relevan.

Biasanya bila nafsu makan baik. Sebaliknya jika penderita sudah tidak suka makan. keadaan umum pasien. keluhan pasien. Tanyakan sejak kapan penurunan nafsu atau rasa lapar terus muncul. maka kesegaran jasmani juga akan terasa menurun. Bila pada waktu melakukan tinjauan sistem – sistem ini didapatkan jawaban yang positif. telinga. Pertanyaan Umum Tanyakan tentang gejala –gejala berikut : *Berat badan " Berapa berat badan anda sebelum sakit ? " " Apakah berat badan anda turun atau naik akhir –akhir ini ? " " Apakah baju anda lebih sempit atau lebih longgar dari sebelumya ? *Nafsu makan " Bagaimana nafsu makan anda ? Perihal nafsu makan adalah hal yang penting. dan lainnya saat kita memeriksa. dan diagnosa klinis sementara kita. Bila pasien hanya mempunyai sedikit symptoms hal ini bisa efektif. Maka tanyakan kemudian tentang kesegarannya. Karena makin tidak memenuhi syarat kamar tidurnya maka pertanyaan keringat malam akan kehilangan maknannya . Penurunan nafsu makan dan berat badan karena diet dan olah raga intensif juga harus ditanyakan. hal –hal yang terinci harus juga diberikan Tanda (*) menunjukkan pertanyaan –pertanyaan yang hampir selalu ditanyakan. pederita juga akan merasa segar – bergairah.Sebaliknya bagi pasien . Kita juga bisa melakukan tinjauan sistem ini bersamaan saat fisik diagnostik. *Kesehatan umum / kesegaran " Apakah anda merasa diri anda sehat ? " Lelah " Apakah anda merasa lebih atau kurang merasakan lelah dibandingkan sebelumnya ? " Demam atau menggigil " Apakah anda perhatikan adanya penyakit akhir – akhir ini ? " Berkeringat pada malam hari " Apakah anda perhatikan adanya keringat pada malam hari atau pada waktu lain ? " namun perlu ditanyakan perihal kondisi kamar tidur pasien. jalannya anamnesa dan fisik diagnostik akan terganggu dan hal –hal yang penting menjadi tidak terdeteksi dan tercatat. Namu bila ada banyak symptoms." Bagaimana kencing anda ? " Kita juga bisa menambahkan dan memfariasikan pertanyaan tergantung dari usia pasien. tanyakan tentang mata.

.yang tidur di kamar dengan AC. Angina adalah nyeri yang dicetuskan oleh aktifitas fisisk atau emosi . biasanya lateral . *Pembengkakan pergelangan kaki. menjalar ke leher rahang dan lengan kiri. . lebih hebat dan dapat barlangsung berjam –jam. Pada infark miokard nyeri mungkin terjadi pada waktu istirahat. mka keluhan keringat malam akan mempunyai makna yang penting. Ruam ( ’Rash’ ) Apakah anda pernah mengalami ruam kulit akhir – akhir ini ? Apakah gatal ? Pembengkakan atau benjolan Sistem Kardiovaskular dan Pernafasan Tanyakan tentang gejala – gejala berikut : *Nyeri dada " Apakah anda mengalami nyeri atau rasa tidak enak pada dada akhir – akhir ini ? " Penyebab paling sering dari nyeri dada adalah : o Penyakit jantung iskemik : Nyeri dada hebat di tengah dada seperti diikat. o Nyeri pleuritik : Nyeri seempat dan tajam. hilang bila beristirahat. memburuk pada waktu ispirasi atau batk. *Napas pendek " Apakah anda selalu merasa sesak napas ? " Ortopnoe " Apakah anda mengalami sesak nafas bila berbaring ? " " Berapa banyak bantal yang anda gunakan ? " Dyspnoe nokturnal paroksismal " Apakah anda terbangun malam hari karena menderita kesukaran bernafas ? " Sesak nafas ( Dyspnoe ) dan nyeri dada harus dilukiskan dengan tepat dan derajat aktifitas fisik yang menyebabkan timbulnya harus dicatat ( misalnya menaiki tangga. Ortopnoe ( sesak nafas bila berbaring datar ) dan dyspnoe nocturnal paroksismal merupakan gajala gagal jantung kiri. setelah berjalan 100 meter ).

Takikardi paroksismal biasanya mulai dan berakhir secara mendadak.Sering pada gagal jantung kongestif ( gagal jantung kanan ) Palpitasi " Apakah anda merasakan debar jantung anda ? " Palpitasi mungkin : Denyut tunggal ( ektopik ?) Lambat atau cepat Teratur atau tidak Minta pada pasirn untuk menunjukkan tempatnya. *Hemoptisis " Apakah ada batuk darah ? " Hemoptisis harus dianggap serius. Penyebabnya antara lain : o Karsinoma bronkhus o Emboli Paru o Stenosis Mitral o Tuberkulosis o Bronkiektasis Sinkop ( ’syncope’ ) . *Batuk " Apakah anda menderita batuk ? " " Apakah batuk kering atau anda membatukkan dahak / lendir ? " Kapan saja anda batuk ? Sputum " Apa warna dati dahak / lendir yang anda batukkan ? Sputum berwarna hijau biasanya menunjukkan infeksi saluran napas akut. Sputum yang jernih tiap hari pada waktu bulan – bulan musim dingin menjurus ke bronkhitis kronik.

Bila terlihat makanan yang lama. terdapat stenosis pilorus." Pernahkah anda mengalami pendangan gelap ? " ( ’blackouts’ ) *Merokok " apakah anda merokok ? " " Berapa banyak / bungkus rokok yang anda hisap tiap hari ? " "Sudah berapa lama anda merokok ? " " Apa alasan anda berhenti merokok ?" Sistem Gastrointestinal Tanyakan tentang hal –hal berkut : Mual " Apakah terjadi pada waktu anda merasa sakit ? " " Apa munculnya setelah makan ? " Muntah " Apakah anda muntah ? " " Seperti apa muntah tersebut ? " Muntahan seperti bubuk kopi mungkin tercampur darah. Bila darah dimntahkan. bagaimana warnanya galap atau merah terang ? Dysfagia " Apakah anda mengalami kesukaran menelan ? " Untuk makanan padat : sering obstruksi organik Untuk makanan cair : sering akibat kelainan neurologik atau psikologik Indigesti " Apakah anda merasa tidak enak dalam lambung setelah makan ? " Nyeri Abdominal " Dimanakah yang terasa nyeri ? " " Apakah berhubungan dengan makanan atau buang air besar ? " " Apakah yang menyembuhkan nyeri tersebut " .

banayk dan berbusa ( steatore ) atau hitam seperti ter dari darah yang tercerna ( melena ).*Kebiasaan buang air besar " Apakah buang air besar anda normal ? " Bila terdapat kecurigaan terhadap diare. Ikterus " Apakah urin anda berwarna gelap ? " " Apakah kotoran anda pucat " " Obat apa yang anda minum akhir – akhir ini ? " " Apakah anda pernah mendapat suntikan atau transfusi akhir –akhir ini ? " " Apakah akhir – akhir ini anda pergi ke luar kota atau ke luar negri ? " " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Ikterus mungkin bersifat obstruktif ( urin berwarna gelap. alohol. berhubungan dengan obat. Darah yang berada pada permukaan kotoran mungkin dari hemoroid.aliran yang buruk dan menetes . sedangkan darah yang bercamur dalam kotoran mungkin merupakan tanda tumor ganas atau penyakit inflamasi usus. atau infeksi ( berpergian ke luar kota / keluar negri ) Sistem Genito – urinarius Tanyakan tentang hal – hal berikut : Nyeri pinggang " Adakah nyeri pada punggung anda ? " Nyeri pada pinggang menjurus pada pielonefritis *Urin " Apakah buang air kecil anda baik ? " " Apakah anda banyak kencing di malam hari ? " " Apakah anda mengalami kesulitan dalam berkemih ? " " Apakah ada darah dalam kencing anda ? " Poliuria dan nokturia terdapat pada diabetes Prostatisme mengakibatkan urinasi yang lambat. kotoran pucat ). berapa kali buang air besar tiap hari dan sifatnya ( darah ? pus ? mukus ? ) harus ditanyakan. transfusi ( hepatitis serum ). Kotoran mungkin pucat.

Seks " Apakah terdapat masalah seksual ? " *Menstruasi " Apakah ada masalah dalam menstruasi anda ? " " Apakah sangat banyak darah yang keluar ? " " Apakah anda mengeluarkan darah diantara masa – masa haid ? " Perdarahan vagina diantara masa – masa haid atau setelah menopause meningkatkan kemungkinan tumor ganas serviks atau uterus. Sakit kepala oksipital terdapat pda waktu bangun tidur pagi – pagi mungkin akibat tekanan intrakranial meningkat ( misalnya karena tumor atau hipertensi maligna ) Penglihatan " Apakah anda megalami penglihatan yang kabur atau kembar ? " Pendengaran Pusing " Apakah anda mengalami pusing atau episode dimana dunia terasa berputar ’ vertigo’ ? " Pusing mungkin berasal dari kelainan jantung sehingga palpitasi harus selalu ditanyakan pada keadaan seperti itu. Cara berjalan yang tidak mantap " Adakah kesulitan dalam nerjalan atau berlari ? ’ Lemah . Sekret vagina Nyeri pada waktu bersetubuh ( dispareunia ) Sistem Saraf Tanyakan tentang hal –hal berikut : *Sakit kepala " Apakah anda menderita sakit kepala ? " " Dimana sakitnya ? " Sakit kepala sering merupakan akibat ketegangan dan terdapat di daerah frontal atau oksipital.

perasaan bersalah.Perasaan baal atau sensasi berlebihan " Adakah daerah – daerah yang dirasakan baal ( kebal ) ? " Rasa sakit seperti tertusuk paku atau jarum Gangguan Sfingter " Adakah kesulitan menahan buang air kecil / besar ? " *Depresi " Bagaimana perasaan anda ’mood’ Apakah gembira atau sedih ? " Bila mengalami depresi. iritabilitas. Kejang atau pingsan Hal – hal terinci berikut harus dicari dari penderita atau orang yang mengetahui : o Lamanya o Frekuensi dan lama serangan o Waktu serangan misalnya bila berdiri. pada malam hari . *Rasa kuatir dan anxietas " Apakah anda cenderung kuatir ? " " Adakah waktu tertentu dimana anda merasa galisah atau tegang ? " " Adakah rasa kuatir dalam pekerjaan atau keluarga anda ? " " Ada kekhawatiran dalam keuangan ? " Tidur " Adakah kesulitan tidur ? " " Apa anda bangun terlalu pagi ?" " apakah anda gelisah ketika tidur atau sering terbangun di malam hari ? ’ Kesulitan tidur biasanya berkaitan dengan depresi atau anxietas. konsentrasi. seberapa dalam ? " " Bagaimana perasaan anda tentang masa depan ? " " Apakah seperti ini yang sering anda rasakan ? " " Sudah berapa lama ?" " Menurut anda apakah penyebabnya ? " Selidiki tentang perhatian ’ interest ’.

penderita merasa pusing dengan sakit kepala. seperti sendi metatarsofalangea.Rickets (berbentuk kotak). .Penyakit Paget (disertai pembesaran pembuluh darah. tetapi kemudian dapat berkembang menyerang tangan secara luas dengan benjolan asam urat (9 tophi ) pada beberapa sendi yang asimetris. Mikrosefali atau anencefali karena kelainan congenital. . b. disertai pembengkakan sendi –sendi meta – karpo falangea. cedera dan lain – lain Epilepsi grand mal yang klasikmenunjukkan pingsan ( tidak sadar ) terjadi mendadak tanpa danya peringatan dan pada waktu sadar kembali. menyerang persendian – persendian yang menyokong berat badan misalnya panggul atau lutut. kontrol sfingter hilang. atau pembengkakan sendi. pertama. dan sering asimetris. .Syphilis congenital (dengan benjolan/ penebalan simetris pada dahi yang disebut Parrot’s node).o Cara terjadi dan berakhirnya o Tanda – tanda sebelumnya atau aura o Menggigit lidah. Deformitas kepala dijumpai pada: Penyakit paget→frontal bossing: menonjolnya tulang-tulang frontal. orbita seolah tenggelam. Sistem Lokomotor Tanyakan tentan nyeri. Gout biasanya menyerang satu sendi. Atritis reumatoid merupaan penyakit autoimun umum dengan sendi – sendi yang terserang simetris. deformitas). Makrosefali pada : -Hydrocephalus (dengan sutura lebar. lidah nyeri. Osteoatritis merupakan sendi yang seolah " habis terpakai ". PEMERIKSAAN FISIK KEPALA Bentuk: Kepala normal : ukuran rata-rata dan bentuknya bulat. dan tidak dapat menahan buang air. Terdapat banyak penyebab dari atritis ( sendi membengkak. Kepala abnormal : a. c. . kekakuan. dan tampak matanya menunjukkan "the setting sun sign"). Pada tangan. nyeri tekan dan sakit ) dan atralgia ( nyeri pada persendian ). pembengkakan sendi –sendi interfalang hingga membentuk kumparan.

mata cekung. Warna muka : Pucat : pada penderita AI. Tumor. b. Penyakit Parkinson: wajah seperti memakai topeng. Ekspresi wajah dapat menunjukkan watak dan emosi atau keadaan sakit. Kemerahan: pada orang yang menderita penyakit katup mitral. pelipis di sekitar dahi kasar.VII satu sisi : asimetris. tak bermimik. PPOK. Ikterik : pada orang yang mempunyai gangguan pada hati yang berat.Kraniostosis→bila suatu sutura menutup secara premature. lepra : "facies Leonina" (wajah seperti wajah seekor singa)  alis mata rontok. mengering dan terasa panas. Kalau diminta mengerutkan dahi maka sisi yang terkena tetap licin dan kelopak mata pada sisi yang terkena tidak dapat di tutup. keadaan hipoksia lainnya. bentuk. Sindroma Cushing : muka bulat seperti bulan purnama "moon face". wajah penderita kelihatan berwarna hijau. Paralisis N. Merah seperti buah ceri : fase akut keracunan CO atau CN. Nyeri ketuk: pada daerah sinus/ mastoid yang terkena pada sinusitis dan mastoiditis. Wajah: Periksa : ekspresi. c. d. Sianosis : nyata ditemukan pada orang yang mempunyai cacat jantung bawaan disertai shunt dari kanan ke kiri. a. Pada myxedema: seperti mengantuk. Pada waktu bayi tidur hanya pada satu sisi. payah jantung. hipertrofi tonsil dan adenoid : "facies Adenoid"  tampak seperti orang bodoh. hitam. Pada hipertiroidisme: wajah hyperalert. Dehidrasi: "facies Hipocrates"  hidung tajam. warna. Trauma. kebiruan atau kelihatan seperti warna timah. cuping telinga memanjang dan pengerutan wajah premature. lubang hidung besar. . mulut selalu terbuka. disertai alis mata meninggi dan imobilitas wajah. teregang. otot wajah pada sisi yang terkena mengalami kelumpuhan dan penderita tidak mampu bersiul.

myxedema. Xanthelasma yaitu bercak kekuningan. tidak berkilat. penyakit Simmond atau karena trauma emosionil yang berat. juga pada demam tifoid. Rambut yang mudah rontok pada DM. Jarak yang jauh antara kedua bola mata disebut hypertelotrismus terdapat pada sindroma down. kelopak mata. Bola mata yang menonjol disebut exophtalmus atau proptosis. alopesia. conjungtiva. bila tadinya keriting menjadi lurus. sinusitis.unilateral : tumor.Penderita penyakit berat : wajah toksik demam tifoid berat. oedem kelopak mata terutama tampak pada saat waktu bangun tidur pagi-pagi. myxedema. Myasthenia gravis. alis mata menipis terutama bagian sisi pada orang tua. penyakit cacing. mudah rontok hingga menjadi tipis. bila: . pupil. radang mata. pada hipertiroidisme (tanda dari Enroth) dan pada trombosis sinus cavernosus Pada glomerulonefritis. bola mata. cornea. syphilis tampak menjadi botak terutama di bagian belakang seperti dimakan ngengat "moth eaten appearance". alergi. sclera. atau belang-belang seperti bendera –"flag sign". Oedema kelopak mata pada orang yang habis menangis hebat. anemia perniciosa. Uban yang timbul di usia muda mungkin karena keturunan. glaucoma.kering. • Mata: Periksa alis mata.bilateral : kemungkinan trombosis sinus cavernosus atau penyakit basedow . Kelopak mata ptosis pada kelumpuhan NIII. Pada lepra alis dan bulu mata rontok sama sekali ("madarosis") Pada malnutrisi bulu mata panjang-panjang. • Rambut: Periksa warna. kelebatan. perdarahan. sindroma nefrotik. atau karena jamur pada rambut atau kulit kepala. Pada fractura basis cranii timbul hematoma di sekitar mata hingga seolah memakai kacamata(brill hematome). distribusi Perubahan warna rambut terjadi pada: malnutrisi atau kwarshiorkor menjadi pirang seperti rambut jagung. sindrom horner. pilek hebat. lensa. hipertiroidisme. meningocele . menonjol pada kelopak mata terutama di bagian medial dihubungkan dengan kadar kolesterol darah yang tinggi. kekeringan. iris.

conjunctiva palpebra inferior tampak pucat pada anemia.tanda moebius : ketidakmampuan mata untuk berkonvergens pada sebuah objek yang diletakkan di depan hidung .tanda dalrympel : retraksi kelopak mata atas .i. sering terdapat pada orang tua terutama yang berkulit warna. biasanya terdapat pada bagian nasal) .tanda Stellwag : mata jarang berkedip . Pada penyakit basedow selain exophtalmus dan tanda enroth juga dijumpai: . mungkin reaksi alergi terhadap protein kuman Mycobacterium Tuberculosis atau cacingan) Sclera. Pada osteogenesis imperfecta sclera berwarna kebiru-biruan Kornea. terdapat pada trachoma) .tanda Riesman : bila kelopak mata ditutup didengar dengan stetoskop terdengar arterial bruit j.tanda Rosenbach : kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna . memerah dan berair pada radang. Pada conjunctiva bulbi mungkin terdapat: . cincin atau setengah lingkaran berwarna putih keruh agak di sebelah medial daripada limbus cornea disebut arcus senilis. Bola mata : tekanan dalam bola mata diperiksa dengan 2 jari pada bola mata yang ditutup dan melirik ke bawah * tekanan tinggi (terasa keras) terdapat pada glaucoma dan hipoglikemi * tekanan rendah (terasa lunak) terdapat pada hiperglikemi k. Tampak petechie/ purpura pada endokarditis bakterialis.phlycten (benjolan putih kekuningan dikelilingi zona merah. Pada orang tua. kekuningan akibat hyperpigmentasi berupa bercak-bercak tidak merata.tanda von graefe : bila melirik ke bawah kelopak mata atas tertinggal .pannus (neovaskularisasi dan infiltrasi di conjungtiva bulbi. Bila annulus/ arcus senilis (pada limbus cornea) berwarna hijau kecoklatan atau merah atau kuning kehijauan disebut cincin Kayser Fleischer yang dijumpai pada penderita penyakit Wilson (degenerasi hepatolentikuler) Pupil mata .pterygiuum (penebalan conjunctiva bulbi berbentuk segitiga yang puncaknya dapat mencakup sampai pada cornea.tanda Joffroy : tidak ada kerutan dahi pada waktu melirik ke atas . pada keadaan ikterus berwarna kuning merata.

normal : bentuknya bulat. pucat pada alergi.. bibir bengkak mungkin karena trauma. liang telinga. hypoparatiroidisme. difteri. trauma. ada nyeri tekan/ ketuk pada daerah sinus darah (epistaxis) mungkin disebabkan peradangan. membrane tympani daun telinga seorang cretin relative besar tophi : benjolan (nodul) keras. penyakit perdarahan. putih kekuningan merupakan deposit asam urat. kelainan a. dll mukosa hidung merah. regular (tepinya rata) dan isokor (diameter pupil dan kanan sama) . • Bibir : Periksa bentuk. • Telinga : Periksa daun telinga. bengkak pada peradangan. terdapat tanda Chvostek yaitu bila daerah pipi tepat di depan daun telinga diketuk dengan satu jari. lepra. oedem angioneurotik.midriasis : pupil melebar misalnya: berada di tempat gelap. hipertensi. DHF. liang hidung dan mukosa pada syphilis bentuk hidung seperti pelana "saddle nose" cairan yang keluar dari liang hidung bisa: lendir: pada sinusitis banyak. keruh. daerah sekitar telinga. kental. keruh. berbau. menyebabkan kontraksi/ spasme otot-otot muka sisi tersebut. atau diberi atropine atau pada seorang morfinis (pinpoint pupil) . benda asing. neoplasma. biasanya pada penderita gout pada tetani. demam tifoid. a. • Hidung : Periksa bentuk. warna. dapat juga terjadi sejak lahir karena saat di dalam kandungan ibunya menderita Rubella atau karena mata sering terkena panas.penyinaran pada pupil yang satu akan menyebabkan pupil satunya lagi akan ikut mengecil  reflex cahaya tidak langsung dan reflex konsensuil pupil juga akan mengecil bila mata berkonvergensi dan berakomodasi tes dengan menyeluruh pasien melihat dengan kedua mata ujung jari dokter pada jarak kira-kira setengah meter di depan hidung pasien kemudian digerakkan perlahan –lahan mendekati ujung hidung pasien Lensa mata tampak keruh pada katarak misalnya pada orang tua (katarak senilis) atau pada DM. sinar UV atau sinar x. Labioschizis : bibir terbelah biasanya congenital. alergi . ukuran.

bentuk. letak antara gigi agak berjauhan (gigi jarang) Caries dentis sering terdapat pada orang yang kekurangan unsur fluor. kelainan bronchopneumonia. karang gigi. mudah berdarah pada gusi mungkin dijumpai tumor (fibroma). Pada dehidrasi lidah mengecil. • Lidah: Periksa ikuran. kenyal. sering terdapat pyorrhea alveolaris (retraksi gusi. warna dan kelainan pada cretin.bibir kering pada dehidrasi. gusi bengkak. lidah relative besar hingga menonjol keluar. misalnya pada wanita hamil. gusi bengkak. kering. Pada hypopituitarisme. linear seperti lipatan-lipatan Bibir jarang menderita neoplasma • Gigi dan gusi: Periksa kebersihan oral. mudah berdarah. karena terjadi hyperplasia pada leukemia. myxedema. gigi longgar/goyang.5ppm) terjadi mottled enamel pada giginya (bintik-bintik pada gigi berwarna kuning kecoklatan) Warna mukosa gusi sehat adalah merah jambu (pink) Gingivitis menyebabkan warnanya menjadi merah disertai pembengkakan. anemia sianotik pada decompensatio cordis. mudah luka. akromegali. jumlah dan kelainan gigi. pada skorbut (def vit C) gusi bengkak. yang bila meradang/ terkena infeksi misalnya oleh candida disebut perleche Pada syphilis congenital pada sudut mulut mungkin terdapat raghades yaitu parut kecil-kecil. jantung congenital. banyak caries lubang. pocket dengan pus berbau di dalamnya). warna mukosa dan pembengkakan gusi pada DM. tanpa rasa nyeri. kedinginan. demam bibir pucat pada shock. keriput . pneumonia/ Pada defisiensi vit B12 mungkin dijumpai cheilosis yaitu lecet-lecet pada sudut mulut. pada orang yang unsure fluornya berlebihan missal dalam air minumnya (>1. asthma bronchiale berat. nekrotis. nyeri pada perabaan serasa seperti spon. mudah berdarah dan terasa nyeri. gigi longgar pada penderita epilepsy yang diberi pengobatan dilantin (diphenylhydantoin). DM.

Ulkus atau perforasi pada palatum mungkin disebabkan syphilis . warna lidah merah magenta. lidah merah. dan saluran nafas. lidah kering-kotor-putih-kelabu dengan pinggiran merah disebut coated tongue. CN. Lidah sianotik pada kelainan jantung misalnya decomp. anxietas. licin. Pada neurosis. dijumpai pada anak-anak malnutrisi berat. Tremor lidah pada penyakit Parkinson. merah.Pada DM lidah kering. merah pada radang.kiri atau saluran penafasan (misalnya PPOK) atau keracunan darah. Lidah kering. Sikatriks npada lidah mungkin dijumpai pada penderita epilepsy. tanda dini morbili. Pada defisiensi vitamin B2 dan polycythemia rubra vera. • Mukosa mulut dan palatum: Periksa warna. warna putih kelabu dikelilingi zona merah di mukosa bukal berhadapan dengan gigi molar bawah. sianotik pada kelainan jantung. terasa seperti terbakar. bengkak. Pada AIDS bercak merah coklat kehitaman sedikit menonjol di permukaan (sarcoma Kaposi). berkilat. Pada scarlet fever. CO. sulfHB. atau yang bernafas melalui mulutnya. Pada kelumpuhan N XII lidah mencong ke sisi yang sakit bila dijulurkan. kotor umumnya pada penderita demam. bercak/eflorosensi. Jika seperti kerut-kerut scrotum (scrotal tongue) mungkin menderita defisiensi vitamin B. lidah merah dengan papil besar-besar disebut raspberry atau strawberry tongue. lidah seperti gambaran peta (geographical tongue). misalnya metHb. Pada penyakit Addison lidah kecil dengan bercak-bercak datar berbentuk bulat atau oval berwarna coklat kehitaman pada sindrom peutz-jegher. Noma adalah gangrene progressif destruktif pada mukosa buccal hingga menyebabkan perforasi. Bercak koplik (bercak sebesar ujung jarum pentul. hypertiroidisme. Pada demam tifoid. lidah pucat. kelainan normal berwarna pink. sering disertai bercak keputihan seperti bekas susu pada kandidiasis. Selain DM bercak kandidiasis dapat ditemnukan pada leukemia dan AIDS. licin. Pada pellagra. Pada anemia perniciosa. pucat pada anemia.

berwarna merah dan memanjang Pada AI tampak pulsasi yang sunkron dengan denyut jantung • Pharynx: Periksa warna. nyeri leher. sinkop. berbau tikus (mousy smell) bau nafas dapat disebabkan oleh kelainan pada gigi. lambung:CA lambung. dan gejala-gejala pernafasan berupa stridor atau suara serak. sinus. PEMERIKSAAN FISIK LEHER Pemeriksaan Fisik Keluhan pasien yang menunjukkan kemungkinan adanya penemuan penting di leher adalah : riwayat adanya massa atau benjolan . demam atau anoreksia (yang memberi kesan tumor atau infeksi). bila setelah diangkat T0-T0 Peradangan tonsil membesar. Apabila ada tanda-tanda dan gejala-gejala sistemik yang mencerminkan efek hormon yang berasal dari leher (tiroid dan paratiroid) dan penurunan berat badan.• Uvula: Periksa warna. hidung. ukuran. merokok. ANATOMI . seperti membrane putih kelabu yang melekat erat (sulit dilepaskan dari dinding pharynx dan mudah berdarah. lidah. • Tonsil: Periksa: ukuran. merah dengan bercak-bercak kotoran (detritus) difteri. paru. kelainan normal: T1-T1. merah. gerak/pilsasi Pada peradangan. misal: bronkiektasis. I. pusing. gusi. maka perlu dievaluasi dengan teliti. gangguan neurologis sementara. mungkin ada detritus Bau nafas: pada uremia : bau seperti urin / amoniak pada asidosis (DM tidak terkontrol) : bau aseton pada kegagalan hati : berbau busuk (foetor hepatikus) pada difteri. warna. kelainan peradangan.

Garis tengah dibatasi oleh incisura kartilago thyroidea dan incisura suprasternal. dan keadaan nyeri leher memberi petunjuk yang berguna tentang kemungkinan penyebabnya. meskipun dipertimbangkan juga kemungkinan limfoma. Kelenjar tiroid yang terdapat pada trigonum anterior. TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Massa leher Pasien sering merasa bahwa benjolan atau massa di leher sebagai kanker sampai terbukti sebaliknya. Sedangkan trigonum posterior hanya berisi kelenjar limfe. memberi kesan adanya peralisis pita suara oleh penekanan nervus laringeus rekuren oleh tumor. Diatas 40 tahun. Jika suara serak tadi disertai dengan adanya benjolan tiroid. Fungsinya menghasilkan hormon tiroid sesuai kebutuhan tubuh. Suara serak Suara serak menujukkan adanya peradangan. Suatu massa yang timbul setelah makan atau minum adalah khas untuk kantong faringeal atau divertikulum esophagus letak tinggi. Nyeri yang timbul pada gerakan kepala berasal dari struktur musculoskeletal. kelenjar limfe. Tiroiditis menyebabkan rasa nyeri pada bagian anterior leher yang bertambah berat bila daerah tersebut. lebih umum penyakit tiroid. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar endokrin terbesar dalam tubuh. III. Nyeri yang berasal dari jantung dapat dialihkan ke leher bagian depan tengah atau rahang. Jika benjolan di leher tersebur disertai nyeri kemungkinan besar terdapat infeksi akut. membungkus trakea bagian atas dan terdiri dari dua lobus yang dihubungkan oleh isthmus. Umur pasien juga ada hubungannya dengan penilaian massa leher. Letak massa dan sifat fisiknya memberikan informasi diagnostik tambahan yang berguna. Nyeri leher Letak. dan lemak. sifat. dan trigonum posterior atau lateral untuk pencatatan dan interpretasi penemuan. Suatu massa yang membesar lebih bermakna kerimbang massa yang telah ada selama bertahun-tahun. Muskulus sternokleidomastoideus juga menutupi vagina karotis yang terletak lateral terhadap laring. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan leher: Inspeksi . sampai terbukti demikian. vena jugularis interna. terjepit pakaian atau pada waktu menelan. II. Oleh karena itu mereka sering gelisah. Benjolan di leher seorang pasien di bawah 20 tahun kemungkinan suatu pembesaran kelenjar getah bening tonsilar atau massa kongenital. Rasa nyeri yang disebabkan peradangan faring dapat dialihkan ke daerah submandibularis dekat angulus mandibula. Jika massa itu terletak di garis tengah kemungkinan besar suetu kista tiroglossus.Leher dibagi oleh muskulus sternokleidomastoideus menjadi trigonum anterior atau medial. laring. Sarung ini mengandung arteri karotis komunis. faring. tumor. massa leher harus dicurigai ganas. Riwayat perjalanan penyakit dan tanda-tanda serta gejala yang berhubungan adalah penting. atau gangguan neurologist pada pita suara dan kotak suara. dan nervus vagus. Trigonum anterior terdiri dari kelenjar tiroid. Diantara umur 20-40 tahun. Hubungan antara infeksi saluran nafas bagian atas dengan benjolan pada leher biasanya menunjukkan bahwa kelenjar limfe berfungsi normal. kelenjar submandibula.

serta nyeri tekan. Untuk memastikannya dilakukan palpasi. konsistensi. Pulsasi yang abnormal atau bendungan vena. yang dapat disebabkan aneurisma arteri karotis. spasme otot Rentang gerakan leher Pembesaran kelenjar (tiroid. Pembesaran kelenjar limfe dapat dijumpai pada tuberculosis kelenjar. Misalnya pada tuberculosis vertebra servikalis. vena-vena jugularis akan menonjol. parotis. Terbatasnya gerakan leher yang dapat disebabkan adanya pembengkakan leher. dituliskan besarnya. limfoma malignum. trakea dan arteri karotis) Tes Rentang gerakan Pengisian vena (tentukan nilai JVP) Inspeksi Pada inspeksi leher tentukan adakah: Asimetri karena pembengkakan. Misalnya pada tumor intratorakal (sindrom vena jugularis). Kelenjar limfe. Pembengkakan terdapat pada satu sisi dan dapat diraba pulsasi arteri pada daerah tersebut. gagal jantung kanan. misalnya kaku kuduk pada meningitis. Perhatikan ada tidaknya pembesaran. Kelenjar tiroid (struma).Kulit leher. yang mana pada keadaan ini leher miring pada arah yang sakit dan sukar digerakkan karena rasa nyeri. Jika terdapat bendungan aliran darah ke vena torakalis. lalu perkirakan berapa besarnya. tetanus. Tortikolis. KGB) Palpasi Trakea Tiroid dari anterior dan posterior KGB dan arteri karotis Auskultasi Jika perlu Bruit (dari tiroid. efloresensi Sikap kepala. Bila didapati. Kekakuan pada leher. . leukemia.

Penyakit metastasis memberi kesan keras seperti batu pada jari yang meraba.sternokleidomastoideus dan ujung jari anda pada garis tengah tepat di atas incisura sternalis. sekali lagi rabalah kelenjar tiroid yang membesar. Periksalah kelenjar tiroid dari depan dan rabalah dari depan dan dari belakang. yang terdapat superficial terhadap prosesus mastoideus. biasanya menyebabkan pembesaran yang tersendiri. maka dilakukan palpasi. kemungkinan tumor yang bukan berasal dari kelenjar tiroid. Pembesaran fisiologis kelenjar limfe sebagai respon terhadap fungsi penyaring yang aktif. Auskultasi . Kelenjar limfe dapat terpisah atau menyatu. Dengan hatihati geserlah m. ke dalam trigonum anterior. tangan pemeriksa digerakkan kea rah aurikularis posterior. Bila kelenjar mengandung limfosit polimorfonuklear (limfadenitis). lakukanlah palpasi dengan jari menyilang trakea. kenyal dan tidak melekat. kornu lateral kartilago hyoidea mungkin mengalami osifikasi dan teraba seperti kelenjar limfe yang keras seperti batu. Limfoma dan kadang-kadang karsinoma. palpasi dapat dimulai dari daerah oksipital. kedua tangan dapat melakukan palpasi secara serentak.Palpasi Untuk memastikan keterangan yang telah diperoleh dari inspeksi. Bila digerakkan ke lateral teraba krepitasi sewaktu ia menggeser melewati bagian anterior vertebra servikalis. Bila kelenjar tiroid membesar. tidak nyeri atau ada nyeri tekan. ke ujung rahang untuk kelenjar submentalis. Jika anda pindah ke belakang pasien.sternokleidomastoideus ke lateral dan kartilago thyroidea ke medial. bisa bebas atau melekat. menyebabkan kelenjar limfe bersatu karena biasanya terjadi perluasan penyakit ke periskapular. Jika tidak ada krepitasi seperti itu mungkin menunjukkan adanya suatu massa pada ruang retrofaringeal. Kartilago tiroidea merupakan struktur yang paling menonjol di garis tengah. konsisstensi. Palpasilah suatu massa untuk menentukan letak. Pada orang tua. sepanjang muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba untai servikalis superfisialis. Letakkan ujung jari anda pada pinggir lateral m. kemudian tentukanlah garis bentuk lobus lateral. Letakkan tiga jari anda di sisi kartilago thyroidea. Bila tidak. Tiroid normal tidak mudah teraba. ukuran dan mobilitasnya. sepanjang rahang untuk meraba kelompok submaksilaris. yang dapat digerakkan bebas ke kanan dan ke kiri tapi tidak dapat ke atas dan ke bawah. Palpasi dilakukan baik dari depan maupun dari belakang pasien. Selanjutnya palpasi arteri karotis. dan keatas ke untai aurikularis anterior di depan telinga. Suruh pasien menelan. bisa seperti karet atau keras seperti batu. C. Mulamula pasien diminta untuk sedikit fleksi leher. melintasi muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba rantai servikalis profunda di sebelah dalam muskulus. ke atas tepian rahang untuk meraba kelompok tonsilaris. Kartilago hyoidea terletak di atas kartilago tiroidea. kemudian letakkan jari-jari anda medial terhadap m. waktu menelan akan teraba sebagai jaringan yang berjalan ke atas di bawah jari anda. terdapat nyeri tekan. Dari depan.sternokleidomastoideus. dalam posisi ini. Mula-mula. ke bawah ke trigonum posterior untuk merba untai servikalis posterior.

IV. Dengan jari lainnya.Auskultasi dilakukan pada tiroid yang membesar. faring. yang ditemukan secara kebetulan karena dengung vena (venous hum) dapat didengar pada dasar leher dan incisura suprasternalis. Kelenjar yang membesar disebut goiter. nodul multiple. atau tiroid. Bila anda meraba nodul tiroid. Benjolan lateral yang bukan berasal dari kelenjar limfe mencakup aneurisma arteri karotis. Periksalah vena jugularis eksterna yang berjalan ke medial dari pertengahan klavikula. . Kelenjar limfe yang nyeri tekan menandakan adanya peradangan. periksalah tiga sifatnya: limfadenpati yang berhubungan. tidak nyeri dan teraba menunjukkan adanya infeksi atau teraba secara kebetulan. yang cenderung untuk suatu keadaan vaskularisasi yang bertambah (misalnya pada suatu keganasan. menandakan kemungkinan adanya gangguan. dan ukuran. Pengukuran Tekanan Vena Jugularis Pemeriksaan dilakukan pada vena jugularis eksterna kanan karena ia merupakan hubungan (sambungan) langsung dari vena kava superior. nodularitas. Kelenjar yang teraba pada trigonum servikalis anterior. Hentikanlah aliran darah vena dari kepala dengan jari anda. Limfadenopati kenyal yang berhubungan menandakan adanya tumor. dengarkan di tiap sinus karotis kemungkinan adanya aliran turbulen pada pembuluh darah atau bising karotis (carotid bruit). PENEMUAN-PENEMUAN YANG DIDAPATI PADA PEMERIKSAAN LEHER Meningitis menyebabkan spasme leher dan nyeri. Kelenjar limfe yang keras seperti karet melekat satu sama lain menandakan adanya limfoma. lobus piramidalis yang terletak di garis tengah dapat diraba dengan mudah. Biasa juga disebabkan oleh kanker laring. Bising sistolik dan diastolic. Pada arteri karotis sering terjadi suatu proses aterosklerosis. Pada penyakit tiroid yang menyebabkan pembesaran difus. Kelenjar limfe yang lunak. higroma kistik dan celah kista brankialis.kelenjar limfe yang keras seperti karang menandakan adanya tumor. maupun suatu keadaan hipertiroid. faringitis dan tonsilitis yang tersering. bendungan di ventrikrl kiri diteruskan ke atrium kiri dan vena pulmonalis dan kemudian tertampung di dalam paru. kosongkan vena di bawah jari anda yang menekan tersebut dan perhatikan pengisian vena jugularis dari bawah. menuju ke angulus mandibula. Pada gagal jantung kiri. Jika pasien berusia diatas 50 tahun. Pakailah senter kecil untuk menerangi leher dari sudut tangensial. Tindakan ini akan menimbulkan bayangan yang akan membantu anda melihat fluktuasi dalam kolom darah pada vena jugularis.sifat yang membantu menentukan arti pembesaran adalah tekstur. Pasien berbaring dengan kepala pada tempat tidur yang dimiringkan 45 derajat. Auskultasi dilakukan dari arah depan. Fleksi kepala dengan menyentuhkan dagu ke dada akan menimbulkan nyeri hebat. Gerakan leher dihambat oleh spasme hebat pada otot-otot leher (kaku kuduk). Bahan ateromatosa yang menonjol ke lumen mengganggu aliran lamellar dan menimbulkan arus yang turbulen yang terdengar sebagai bising sistolik.sternokleidomastoideus. bendungan di ventrikel kanan diteruskan ke atrium kanan dan vena kava superior sehingga tekanan vena jugularis meninggi. tirotoksikosis). Pada gagal jantung kanan. dan tekstur. D. Benjolan di garis tengah tidak pernah berasal dari kelenjar limfe. untuk mengetahui adakah bruits pada kelenjar tiroid tersebut. melewati m.

amoniak.II) Alat penangkap rangsang cahaya ialah sel batang dan kerucut yang terletak di retina. Goiter ditandai pada palpasi teksturnya difus (homogen) atau nodular (teraba massa multiple). penampilan fisik (habitus) dan sifat lainnya dapat memberikan petunjuk khusus akan adanya gangguan fungsi tiroid. Impuls kemudian dihantarkan melalui serabut saraf yang membentuk nervus optikus. Bila inti rusak akan diikuti oleh degenerasi saraf perifernya. NERVI CRANIALIS Saraf otak ada 12 pasang. Saraf I dan II berfungsi mirip jaringan otak. Kelenjar yang membesar.I) Nervus Olfaktorius merupakan saraf sensorik yang fungsinya hanya satu. Zat pengetes yang digunakan sebaiknya zat yang dikenali sehari-hari misalnya kopi. Dengan mata pasien tertutup. Nervus Optikus (N. . Pemeriksaan: Tujuan: untuk mendeteksi adanya gangguan menghidu. pada inti (nuklir) atau hubungannya ke sentral (supranuklir). pembauan).demikian pula kelenjar yang baru membesar.V) seperti mentol. Nodul multiple menandakan adanya goiter. Tiap lubang hidung diperiksa satu persatu dengan jalan menutup lubang hidung yang lainnya dengan tangan. Wajah pasien. Sebagian dari serabut ini. tunggal. the. Nervus Olfaktorius (N. Cara pemeriksaan: periksa lubang hidung apakah ada sumbatan atau kelainan setempat misalnya polip. serabut melanjutkan diri dengan membentuk traktus optikus ke korpus genikulatum lateral dan setelah bersinap disini rangsang diteruskan melalui traktus genikulokalkarina ke korteks optik kemudian berakhir di korteks yang disebut korteks striatum. Pemeriksaan: Tujuan: mengukur ketajaman penglihatan dan menentukan apakah kelainan pada visus disebabkan kelainan okuler lokal atau oleh kelainan saraf. menghidu (penciuman. sedangkan saraf otak lainnya (III-XII) mempunyai bangunan dan fungsi mirip saraf spinal dan bereaksi mirip dengan saraf spinal terhadap proses penyakit. Lesi dapat terjadi pada serabut saraf atau bagian perifer (infranuklir). yaitu mencium bau. Jangan menggunakan zat yang dapat merangsang mukosa hidung (N. dank eras. atau berkurangnya penciuman (hiposmia). Kerusakan saraf ini menyebabkan hilangnya penciuman (anosmia). yaitu serabut yang menghantarkan rangsang yang datang dari bagian medial retina. jeruk. sedangkan pembesaran kelenjar yang nyeri tekan menyarankan adanya tiroiditis akut. dan biasanya dinyatakan dengan angka romawi I-XII. B. tembakau. Memeriksa saraf otak (I-XII) dapat membantu menentukan lokasi dan jenis penyakit. Dari khiasma optikus. cuka. zat pengetes didekatkan ke hidung pasien dan suruh menciumnya. keras seprti kayu menandakan adnya tiroiditis kronis. Goiter atau pembesaran tiroid menandakan adanaya hiper atau hipoaktif dari kelenjar. Juga untuk mengetahui apakah gangguan tersebut disebabkan oleh gangguan saraf atau penyakit hidung lokal. A. menyilang ke sisi lainnya di khiasma optikus. alkohol.

karena kesatuan fungsinya yaitu mengurus otototot ekstrinsik dan instrinsik bola mata. 2. Jika hendak memeriksa mata kanan pasien.III) Superior oblique Trochlear (N. sedangkan pemeriksa harus menutup mata kanannya. Kemudian pasien disuruh melihat terus (memfiksasi matanya) pada mata kiri pemeriksa dan pasien harus selalu melihat ke mata kanan pemeiksa. yaitu klopak mata yang terjatuh. Mucle Superior rectus Innervation Primary function Secondary function elevation intorsion depression abduction adduction intorsion extorsion depression elevation abduction abduction extorsion Tertiary function adduction adduction Occulomotor (N.III) D. Nervus Occulomotorius (N. Waktu ia membuka mata. apakah ada ptosis. Penderita disuruh berdiri atau duduk berhadapan dengan pemeriksa dengan jarak kira-kira 1 meter. C. Nervus Trokhlearis (N. kemudian ia disuruh membukanya. dan apakah ada strabismus. Gerakan dilakukan dari arah luar ke dalam. Refleks pupil .Cara pemeriksaan: dilakukan dengan jalan membandingkan dengan kampus penglihatan pemeriksa yaitu dengan metoda konfrontasi dari donder.III) Lateral rectus Abducens (N. Ptosis Kelumpuhan nervus III dapat menyebabkan terjadinya ptosis.III) Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: selagi berwawancara dengan pasien perhatikan celah matanya.III) Inferior rectus Occulomotor (N. levator palpebra pasien disuruh memejamkan matanya.VI) Medial rectus Occulomotor (N. eksoftalmus. mata tertutup. Setelah itu pemeriksa menggerakkan jari tangannya dibidang pertengahan antara pemeriksa dan pasien.IV) E. Nervus Abducens (N. 1. levator palpebra. maka pemeriksa akan melihat gerakan tersebut lebih dahulu. Hal ini disebabkan kelumpuhan m. kita tahan gerakan ini dengan jalan memegang (menekan) kelopak mata.ia harus memberitahu dan hal ini dibandingkan dengan pemeriksa.VI) Ketiga saraf otak ini diperiksa bersama-sama. dan tidak dapat dibuka. Jika pasien mulai melihat gerakan jari-jari pemeriksa.IV) Inferior oblique Occulomotor (N. Untuk menilai tenaga m. maka mata kiri pasien harus ditutup dengan tangannya atau dengan kertas. Jika ada gangguan kampus penglihatan.

Perhatikan juga pupil mata yang tidak disinar. rasa nyeri. Nervus Trigeminus (N. bawah lateral. Bagian sensorik mengurus sensibilitas dari muka melalui ketiga cabangnya yaitu. F. Juga perhatikan bentuk pupil apakah bundar dan tepinya rata (normal) atau tidak. medial. misalnya jari kita yang ditempatkan dekat matanya. atas medial. Pada kelumpuhan nervus III refleks ini negatif. apakah lancar dan mulus atau kaku. setelah itu mata di senter dan dlihat apakah ada reaksi pada pupil. Untuk memeriksa bagian sensorik. Bila demikian disebut refleks cahaya tidak langsung (konsensual) positif. Gerakan bola mata Pasien disuruh melihat mengikuti jari pemeriksa yang digerakkan ke arah lateral. 4. Perhatikan apakah mata pasien dapat mengikutinya dan bagaimana gerakan bola mata. . atas. Mata pasien difiksasi pada benda yang jauh letaknya. Positif bila terlihat pupil mengecil. 5. Refleks akomodasi Pasien disuruh melihat jauh kemudian ia disuruh melihat dekat. bawah medial. Bila demikian disebut refleks cahaya langsung positif. Kedudukan (posisi) bola mata Perhatikan apakah bola mata menonjol (eksoftalmus) atau selah-olah masuk kedalam (enoftalmus). Nervus Oftalmikus Nervus Maksilaris Nervus Mandibularis Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: untuk memeriksa bagian motoris. Pada keadaan normal pupil mengecil. Kekuatan otot dapat dinilai dengan menyuruh pasien menggigit suatu benda. pasien disuruh merapatkan giginya sekuat mungkin dan kemudian perhatikan besarnya tonus dan konturnya. bawah dan ke arah miring yaitu atas lateral. Otot polos yang mengecilkan pupil dipersarafi oleh saraf parasimpatis dan nervus III. Bagian motorik mengurusi otot mengunyah. Kemudian pasien disuruh membuka mulut dan perhatikan apakah ada deviasi rahang bawah. tanyakan juga apakah telihat benda kembar (diplopia). suhu daerah-daerah yang disarafinya. dengan menyelidiki rasa raba.Perhatikan besarnya pupilpada mata kiri dan kanan apakah sama (isokor) atau tidak sama (anisokor). Besarnya pupil dipengaruhi banyak faktor terutama intensitas cahaya.V) Terdiri dari dua bagian yaitu bagian sensorik (porsio mayor) dan bagian motorik (porsio minor). 3. apakah ikut mengecil oleh penyinaran mata yang lainnya. sedangkan yang melebarkan pupil disarafi serabut simpatis (torakolumbal). Refleks pupil terdiri dari reaksi cahaya langsung dan tak langsung (konsensual).

Fungsi motorik perhatikan muka pasien. apakah dapat bersiul. simetris atau tidak. Nervus Vestibulokokhlearis (N. mata kurang dipejamkan. sebab mendapat persarafan bilateral. maka disebabkan oleh kelumpuhan jenis perifer (LMN). dan sudut mulut. Pada kelumpuhan jenis sentral (UMN) muka dapat simetris saat istirahat. pasien dapat mengangkat alis dan mengkerutkan dahinya. Pada kelumpuhan jenis LMN jelas adanya asimetris.G. Pemeriksaan: 1. Suruh pula pasien memejamkan mata satu persatu. Menyuruh pasien menyeringai (menunjukkan gigi geligi). H. Bila ringan maka tenaga pejaman kurang kuat. plika nasolabialis. Nervus Fasialis (N. mengembungkan pipi. garpu tala didekatkan ke telinga pemeriksa. baru nyata bila pasien melakukan gerkan misalnya menyeringai. bila tidak dapat memejamkan mata berarti matanya pada sisi yang parese. Cara pemeriksaan: Menyuruh pasien mengangkat alis dan mengkerutkan dahi Kelumpuhan UMN sesisi.VII) Nervus Fasialis merupakan saraf motorik yang menginervasi otot-otot ekspresi wajah (UMN dan LMN). Tes Schwabach Membandingkan pendengaran pasien dengan pendengaran pemeriksa. Perhatikan apakah asimetris sudut mulut. Setelah pasien tidak mendengar lagi. Fungsi pengecapan Kerusakan N. Bila masih tedengar oleh pemeriksa disebut tes schwabach memendek.VII sebelum percabangan khorda timpani dapt menyebabkan ageusi (hilangnya pengecapan) 2/3 bagian anterior lidah. mencucurkan bibir. Bila asimetris wajah jelas. Pemeriksaan saraf kokhlearis. pejaman mata. Juga membawa serabut parasimpatis ke kelenjar ludah dan lakrimalis. Dalam hal ini kerutan dahi menghilang.VIII) Terdiri dari dua bagian yaitu saraf kokhlearis (pendengaran) dan saraf vestibularis (keseimbangan). plika nasolabialis mendatar dan sudut mulut menjadi rendah. . Termasuk sensasi pengecapan 2/3 bagian anterior lidah. kerutan dahi. Menyruh pasien memejamkan mata Bila berat maka pasien tidak dapat memejamkan mata. Garpu tala dibunyikan kemudian ditempatkan didekat telinga pasien.

tumit yang satu berada didepan jari-jari kaki yang lain. Pemeriksaan: Fungsi motorik Perhatikan kualitas suara pasien. Tes Weber Membandingkan pendengaran telinga kiri dan kanan (lateralisasi). Hal ini didaptkan pada tuli perseptif (tuli saraf). Nervus Glossopharingeus (N. konduksi tulang lebih baik dari pada konduksi udara. Orang normal mampu berdiri dalam sikap romberg yang dipertajam selama 30 detik atau lebih. Pada telinga normal konduksi udara lebih baik dari pada konduksi tulang.IX) J. Tes ini berguna menilai adanya disfungsi sistem vestibular. Salah tunjuk (past pointing) Pasien disuruh merentangkan tangannya dan telunjuknya menyentuh telunjuk pemeriksa. atoni. demikian juga dengan gangguan serebelar. yaitu pengecapan 1/3 bagian posterior lidah. Lengan dilipat pada dada dan mata kemudian ditutup. Apakah normal. karena kedua saraf ini berhubungan erat satu sama lain. I. serak (disfoni). Kemudian ia disuruh menutup mata. K. Pemeriksaan m. Nervus Vagus (N. Kemudian disuruh menentukan pada telinga mana yang terdengar lebih keras. trapezius menyebabkan gerakan menoleh (rotasi) pada kepala. sternocleidomastoideus dan m. Pada tuli konduktif. Pemeriksaan saraf vestibularis Tes romberg yang dipertajam Pada tes ini pasien berdiri dengan satu kaki yang satu didepan kaki lainnya. Fungsi pengecapan Nervus Glossopharingeus mengandung serabut aferen khusus untuk pengecapan. sternocleidomastoideus: . Untuk ini pasien menyebutkan: aaaaaaa. mengangkat lengannya tinggi-tinggi (sampai vertikal) dan kemudian kembali ke posisi semula. Nervus Aksesorius (N. Garpu tala dibunyikan ditekankan pangkalnya pada dahi pasien tepat dipertengahan. Pada gangguan vestibular didapatkan salah tunjuk atau deviasi..Tes Rinne Membandingkan konduksi tulang dan konduksi udara.XI) Saraf XI menginervasi m.X) Nervus IX dan X diperiksa bersamaan.

Pada parese satu sisi. yaitu : . PERKUSI.Perhatikan keadaan m. dan ditahan dengan tangan pemeriksa diletakkan didagu. Tapi sebelum melakukan keempat tahap di atas ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pemeriksa. Pemeriksaan: Suruh pasien membuka mulut dan perhatikan lidah dalam keadaan istirahat dan bergerak. kita gerakkan bagian badan pasien dan disuruh ia menahannya. Selain itu pasien juga dapat disuruh menoleh ke kiri atau kanan. Tempatkan tangan kita di atas bahu pasien. trapezius: Perhatikan keadaan m. L. Nervus Hypoglossus (N. dan AUSKULTASI. Bila lidah digerakkan atau dijulurkan. trapezius pada saat istirahat dan bergerak. perhatikan apakah julurannya mencong.XII) Saraf ini mengandung serabut somato sensorik yang menginervasi otot intrinsik dan otot ekstrinsik lidah. Untuk mengukur kekuatan otot dapat dilakukuan cara yaitu: pasien disuruh menggerakkan bagian badan yang digerakkan oleh otot yang ingin kita periksa dan kita tahan gerakan ini. Pemeriksaan m. lidah dijulurkan mencong ke sisi yang lumpuh PEMERIKSAAN FISIK THORAX A. Kemudian disuruh mengangkat bahunya dan kita tahan. PALPASI. sternocleidomastoideus pada saat istirahat dan bergerak. Pemeriksaan Fisik Paru Pemeriksaan fisik paru terdiri atas INSPEKSI.

berdiri di samping kanan pasien. dan usahakan ada di ruang tertutup agar pasien tidak merasa malu serta usahakan ada pendamping.Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada tempat yang tenang. Bila tidak dapat terbaring terlentang bias dilakukan sambil duduk dengan kaki tergantung ke bawah di pinggir bangku pemeriksaan. Pemeriksa sabar dan tenang. Pasien sebaiknya terbaring lurus terlentang. Pada pasien wanita perlu diterangkan untuk membuka bagian dada tersebut untuk dapat memeriksa jantung dan paru secara jelas. Pemeriksaan thorax ini perlu dilakukan secara berurutan dan untuk memudahkan kita melokalisasi kelainan. terang. pada dinding thorax ditetapkan garis-garis / linea-linea imajiner sebagai berikut : Garis-garis vertikal : Di Depan ( ventral ) : o Garis midsternalis o Garis sternalis kanan dan kiri o Garis midclavicularis kanan dan kiri o Garis parasternalis kanan dan kiri Di Sisi ( lateral ) : o Garis axillaris anterior o Garis axillaris media o Garis axillaris posterior Di Belakang ( dorsal ) : o Garis midspinalis o Garis scapularis kanan dan kiri o Garis midscapularis kanan dan kiri Garis-garis horizontal : Di Depan dan sisi adalah sela-sela iga Di belakang adalah garis-garis horizontal setinggi vertebrae thorakal . Pasien sebaiknya telanjang pada bagian atas dada sampai batas pinggang.

Normal Simetris. INSPEKSI Pada inspeksi terdapat hal-hal yang harus diperhatikan : 1. potongan melintang bentuk elips. Perhatikan bentuk dada atau thoraks dalam keadaan tidak bergerak ( statis ).Proyeksi permukaan visera paru posterior terhadap garis thorax posterior Urutan Pemeriksaan Dada (Bila pasien duduk selama pemeriksaan) Posisi Pemeriksa Berhadapan dengan pasien Manuver Inspeksi dinding dada anterior Inspeksi dan palpasi posisi trakea Inspeksi gerakan pernafasan Hitung pernafasan Inspeksi dan palpasi vertebra torakalis Perkusi angulus costo vertebralis Palpasi gerakan pernafasan Perkusi peranjakan diafragma Perkusi paru (posterior) Auskultasi paru (posterior) Inspeksi dinding dada lateral Perkusi paru (lateral) Auskultasi paru (lateral) Auskultasi paru (anterior) Perkusi paru (anterior) I. diameter anteroposterior : diameter lateral = 5 : 7. Abnormal: Dada paralitikum Menghadap punggung pasien Pada sisi kanan dan kiri pasien berurutan Berhadapan dengan pasien . lihat apakah : a. iga-iga tidak terlalu horizontal / vertical. sela iga tidak terlalu lebar / sempit. angulus costae 70o – 90o b.

yang terdapat pada penderita spondilitis TBC. emfisema. gepeng. proses penuaan. Kemungkinan karena hamil tua. iga lebih miring / vertical o Angulus costae < 70o o Scapula menonjol ke belakang o Terdapat pada pasien malnutrisi tuberculosis o Sinonim : Pthisic – chest Dada tong o Dada mengembung. diameter anteroposterior pendek o Sela iga sempit. ascites. atau tumor intra abdominal.o Dada kecil. o Sinonim : Barrel – chest atau dada emfisematikus Kifosis : Melengkungnya ( lordosis ) kurvatura vertebra pada posisi anterior posterior secara berlebihan dari normal. Kelainan ini terlihat pada pemeriksaan dari samping. Scoliosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke lateral. Jika seperti busur ( arkuer ) kemungkinan karena osteoporosis. penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). iga lebih horizontal o Pada potongan melintang jadi membulat o Tulang punggung melengkung ( kifosis ) o Angulus costae > 90 o o Terdapat pada : bayi ( normal ). Kemungkinan karena kebiasaan berposisi jelek sejak kecil atau poliomyelitis. diameter anteroposterior besar o Sela iga lebar. Pectus excavatum : . Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari belakang. Lordosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke anterior. Jika berbentuk anguler ( sudut ) = gibbus.

Area yang mengalami cedera bergerak ke dalam selama inspirasi dan ke arah luar saat expirasi. Terdapat pada penderita skorbut ( defisiensi vit. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan. C ) Kelainan lain pada dada yang sering ditemukan: ♦ Kulit : warna. kelainan serebral. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan. ♦ Bendungan vena ♦ Emfisema subkutis ♦ Ginekomastia ( pada pria ) atau mammae atrofi / tumor ♦ Penyempitan sela iga ♦ Pelebaran sela iga saat expirasi (obstuksi mekanisme pentil pada bronkus ) 2. Sinonim : Funnel . Terdapat pada penderita rachitis.Dada dengan tulang sternum yang mencekung ke dalam. tonjolan tumor. Dada dalam keadaan bergerak / dinamis : Frekuensi pernafasan : Frekuensi pernafasan normal pada pria 14-18 x / menit sedangkan pada wanita adalah 16-20 x / menit. Perubahan letak ke arah posterior dari sternum bawah. bekas jaringan parut. Sinonim : Pigeon – chest atau dada burung. . Perbatasan kartilago kosta terhadap sternum relatif tertekan. Kompresi pada jantung atau pembuluh darah yang besar dapat menyebabkan murmur. Rachitic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan rawan iga di dada membentuk benjolan sehingga menyerupai untaian biji tasbih. Flail – chest : Gerakan pernafasan abnormal yang berkaitan dengan fraktur iga multiple. misalnya pada pemakaian overdosis obat-obat narkotik. bintik-bintik. spider nevi (sirosis hepatic). luka operasi. Perubahan letak ke arah anterior dari sternum. Bradipnoe : frekuensi nafas <14x / menit.chest Pectus carinatum : Dada dengan tulang sternum menonjol ke depan. Scorbutic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan tulang dada seolah menonjol karena tulang dada mengalami depresi sehingga tampak juga seperti untaian biji tasbih. dan pada bayi adalah 30-50 x / menit.

misalnya pada pasien PPOK dan asma. abdominal  contoh pada pasien PPOK lanjut.Takipnoe : frekuensi nafas >20x / menit. misalnya pada decompensatio cordis. atau uremia. bila terbalik kemungkinan menderita peritonitis atau paralysis diafragma. Sinonim : pernafasan ataxic. Terdapat pada : decompensatio cordis kiri. ii. kemudian makin mengecil hingga apnoe ( tidak bernafas ) beberapa saat lalu mulai lagi dengan amplitude yang kecil. keracunan opium. anxietas. Di samping itu adakah terlihat bagian dada yang tertinggal dalam pernafasan. makin lama makin besar dan kembali lagi seperti tadi dan seterusnya. Pernafasan cuping hidung ( lebih terlihat pada pasien anak kecil ) B. Terdapat pada kerusakan otak. tekanan intracranial meninggi. Terdapat pada asidosis ( misalnya pada DM tidak terkontrol dan gagal ginjal ). bila terbalik mungkin ada kelainan pada rongga thorax atau dindingnya. Kombinasi Pada wanita sehat umumnya pernafasan thorakal lebih dominan dan disebut thorako-abdomino. barbiturat. misalnya pada pasien TBC lanjut atau PPOK. Irama pernafasan i. Jenis pernafasan lain adalah : Pernafasan dengan pursed lips. pernafasan seperti menghembus sesuatu lewat mulut. Hal ini terjadi karena terlambatnya respon reseptor klinis medulla otak terhadap pertukaran gas. Pernafasan Biot : irama pernafasan yang sama sekali tidak teratur. . asidosis. Abnormal : Pernafasan Cheyne – Stokes : amplitudo pernafasan mulai dari kecil makin lama makin besar sampai mencapai yang tertinggi. pernafasan abdominal lebih dominan dan disebut abdomino-thorakal. Pernafasan dengan mengambil nafas lewat mulut dan mengeluarkan lewat hidung. Sedangkan pada pria sehat. Pernafasan Kussmaul : pernafasan cepat dan dalam (takipnoe disertai hiperpnoe). Perhatikan juga apakah terdapat pemakaian otot-otot bantu pernafasan. misalnya pada pasien pneumonia. Sifat pernafasan : thorakal  contoh pada pasien sakit tumor dalam perut. Kelainan ini disebabkan bentuk anatomi dada dan perut wanita yang berbeda dari pria. pneumonia. hypoxia kronik. Normal : Dilakukan secara teratur dengan fase-fase inspirasi-ekspirasi yang teratur secara bergantian.

kanker paru. peradangan pada trakea. misalnya pada tumor. Stridor dapat berupa inspiratoir ( gangguan pada saluran nafas atas ) dan ekspiratoir ( ganguan pada saluran nafas bawah). pemeriksa hendaknya juga memeriksa apakah ada kelainan pada ekstremitas atas yang berhubungan dengan penyakit paru seperti : Jari tabuh (clubbing). pada penyakit paru suppuratif dan kanker paru Sianosis perifer pada ujung-ujung kuku jari tangan menunjukkan hipoksemia Karat nikotin pada perokok berat Otot-otot tangan dan lengan yang megecil karena penekanan nervus thoracic I eloh tumor paru di apeks paru ( Sindrom Pancoast ) Kelainan kepala yang menunjukkan gangguan pada paru seperti : mata yang mengecil pada Sindroma Horner sianosis pada ujung lidah pada hipoksemia. Suara serak ( hoarseness ) yang terjadi karena kelumpuhan pada saraf laring atau peradangan pita suara. bronkiektasis.Bentuk kelainan irama pernafasan tersebut kadang-kadang dapat ditemukan pada orang normal tapi gemuk ( obesitas ) atau pada waktu tidur. Stridor adalah suara nafas ngorok secara teratur. PALPASI . atau ada benda asing di trakea. pemeriksa hendaknya juga mendengar kelainan yang langsung dapat didengar tanpa bantuan alat pemeriksa : Suara batuk ( kering dan berdahak ) menunjukkan adanya gangguan dalam saluran bronkus / bronkiolu. II. Di samping melihat keadaan-keadaan tersebut di atas. Suara mengi ( wheezing ) yaitu suara nafas berbunyi ngikk yang terdengar selama fase inspirasi dan ekspirasi karena terjadi penyempitan jalan udara. Terjadi karena adanya penyumbatan daerah laring. Setelah memperhatikan hal-hal di atas. Hal lain yang perlu diperhatikan pada gangguan paru adalah sputum ( dahak ) : sputum banyak dan purulen terdapat pada bronkiektasis sputum warna merah muda dan berbusa ( pink frothy ) terdapat pada oedema paru (gagal jantung) sputum berdarah ( hemoptisis ) terdapat pada penyakit tuberculosis paru. Keadaan ini biasanya merupakan pertanda kurang baik.

submandibula dan kedua axilla. . misal ‘tujuh puluh tujuh’ berulang-ulang dan getarannya pada kedua dinding thorax diraba oleh kedua telapak tangan yang masingmasing diletakkan pada hemithorax secara simetris. o Friction fremitus Mungkin dapat teraba getaran pada dinding thorax akibat gesekan permukaan kedua pleura ( parietalis dan viseralis ) yang meradang / pleuritis. Bila tidak sama. o Vocal fremitus Pasien diminta untuk mengucapkan kata-kata apa saja. PERKUSI Teknik perkusi dinding thorax dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : Perkusi langsung adalah pemeriksaandimana dinding dada diketuk ringan dengan ujung jari tengah. Normal amplitudonya sama. Dalam keadaan dinamis : o Gerak dinding thorax saat inspirasi dan ekspirasi. Atau pada kedua sisi terdapat kelainan yang tidak sama. Angulus subcostae : dengan kedua telapak tangan pada masing-masing arcus costae. Bila membesar  limfadenopati yang menunjukkan terdapatnya proses di daerah paru seperti kanker paru. sudut yang dibentuk oleh kedua ibu jari pemeriksa ditetapkan. Bila trakea bergerak ke kiri atau ke kanan perhatikan apakah karena pendorongan oleh tumor atau tertarik ke bagian yang sakit ( scwharte / fibrosis apeks paru oleh tuberculosis ) Diraba apakah ada penonjolan pada dinding dada.90o 2. Trakea.1. konsolidasi. kemungkinan terdapat emfisema. Kedua telapak tangan pemeriksa diletakkan pada tempattempat yang simetris. normalnya terletak di tengah. fibrosis pada satu sisi. Sinkron saat gerak inspirasi-ekspirasi dan teraba amat halus. emfisema. Bila melemah pada salah satu sisi mungkin penyebabnya adalah efusi pleura. atelektasis kompresif. III. pneumothorax. efusi pleura. atau atelektasis obstruktif. atau tumor. normalnya 70o . Dalam keadaan statis : Apakah ada kelenjar getah bening yang membesar di daerah supraklavikula. Tentukan amplitude gerak nafas hemithorax kiri dan kanan serta bandingkan. Bila mengeras pada satu sisi kemungkinan ada infiltrat. Normal akan dirasakan sama kuatnya. atau atelektasis.

Misalnya pada paru yang mengalami emfisema. Merupakan bunyi perkusi dinding thorax yang normal. Menetapkan batas paru hepar Perkusi dari atas ke bawah garis midclavikularis kanan. Misalnya pada paru dengan tumor yang besar atau atelektasis. Macam-macam bunyi perkusi : Bunyi perkusi tympani adalah bunyi yang amat nyaring seperti mengetuk abdomen yang kosong. Bunyi perkusi tympani mungkin adanya pneumothorax yang besar. Bunyi perkusi hipersonor adalah bunyi perkusi yang kurang nyaring disbanding dengan bunyi timpani. Pada kedua hemithorax dilakukan secara simetris dan asimetris. atau paru normal dengan efusi pleura. kemudian jari tengah tangan yang lain kita gunakan untuk mengetuk dengabn kuat jari yang ditempelkan pada dinding dada. Bunyi perkusi sonor adalah bunyi yang kurang nyaring disbanding bunyi hipersonor. Bunyi perkusi sonor berarti kedua hemi thorax berarti kedua paru dan cavum pleura dalam keadaan normal. Bunyi perkusi redup mungkin terdapat infiltrate.ini timbul pada paru yang terdapat infiltrate atau konsolidasi. batas antara bunyi sonor (paru) dan redup (hati yang diliputi paru) adalah pada sela iga ke IV. pneumonia kecil atau kavitas dalam paru. dan batas redup ke pekak (hati yang tidak diliputi jaringan paru) pada sela iga ke VI. Misalnya pada perkusi yang dilakukan pada pneumothorax. Pemeriksaan perkusi digunakan untuk : Memeriksa keadaan paru dan cavum pleura. Bunyi perkusi pekak mungkin adanya suatu tumor yang besar. Bunyi perkusi redup adalah bunyi perkusi yang kurang nyaring disbanding dengan bunyi sonor. bagian distal jari tengah dan telunjukdari tangan yang satu kita tempelkan dengan erat pada dinding dada. Bila .Perkusi tidak langsung. Bunyi pekak ialah bunyi perkusi pada thorax bila jaringan paru didalamnya tidak lagi terdapat udara. Normal. tumor atau efusi pleura. Bunyi perkusi hipersonor mungkin adanya emfisema. Tujuan perkusi adalah untuk memperlihatkan keadaan pekak pada tempat dimana seharusnya ada resonansi.

Suara nafas abnormal . Menetapkan batas paru-lambung Perkusi dari atas kebawah pada garis axillaries anterior kiri dengan pasisi pasien tegak. didengar pada dada bagian tengah. Suara nafas normal Suara nafas trakeal Suara inspirasi ekspirasi di trachea (didengar di daerah leher) Fase inspirasi:ekspirasi 1:3 Suara nafas brnchial Berasal dari bronchus besar. Fase inspirasi:ekspirasi 3:1 2. AUSKULTASI Terdapat 2 cara untuk mendengarkan suara yang ditimbulkan oleh paru: Aunskultasi langsung terdiri dari menempelkan telinga langsung pada dinding dada Auskultasi tidak langsung menggunakan stetoskop. Pemeriksaan ini digunakan untuk : 1. Stetoskop mempunyai 2 macam ujung yaitu : Ujung bell digunakan untuk mendengar suara yang bernada rendah. dan perut kosong.didengar di seluruh daerah perifer dada. Ujung membrane digunakan agar dapat mendengar suara bernada tinggi. Ini disebut peranjakan.pasien dalam keadaan inspirasi dalm maka batas ini normalnya 2 jari lebih rendah. Batas bawah paru dan batas atas jantung nor5malnya pada sela iga ke VIII IV. Fase inspirasi:ekspirasi 1:2 Suara nafas vesikuler Barasal dari bronchus kecil/bronchiolus.

bronchial. Terjadi peda perangan pada pleura. Suara tambahan Ronkhi Disebabkan adanya cairan di dalm lumen bronkus. Suara gesek pleura Karena gesekan kedua permukaan pleura. karena adanya cairan pada alveolus. . 3. Suara nafas metamorphosing Inspirasi yang berubah mendadak dari halus menjadi kasar pada sumbatan bronkus yang mendadak lepas/hilang. atau obstuksi bronkus. Suara nafas yang mengeras Pada keadaan infiltrasi/konsolidasi paru dan atelektasis Suara nafas amforik Seperti meniup kedalam botol kosong pada kavitas besar pada paru. Krepitasi Suara seperti menggesek rambut dekat telinga. Suara nafas asmatik Ekspirasi memanjang dengan wheezing pada penderita asma bronchial. Keadaan ini mungkin disebabkan olehkarana bronkus/bronkiolus dan alveolus mengalami infiltrasi/konsolidasi Suara nafas vesikuler memanjang (fase ins:eks 3:2/3:3) Terdengar bila bronkus kecil/bronkiolus mengalami penyempitan. Pernapasan cog-wheel Suara nafas tersendat-sendat pada pleuritis adhesive. Suara nafas yang lemah Pada empiema. efusi pleura. Ronkhi basah bila cairan bersifat encer dan kering bila cairannya agak kental tergantung lumennya (bronkus besar/sedang/kecil_) ronkhi basah dapat bersifat kasar.Suara nafas trakeal. sedang dan halus.vesikuler tidak pada tempatnya. pneumo thorax.

atau kira-kira 7-9 cm dari garis midsternal. yang terdapat di sela iga kelima sedikit medial dari garis midklavikula kiri. pemeriksa juga sudah dapat membayangkan aliran darah di dalam keempat rongga jantung. Sedangkan ventrikel kiri yang terletak di kiri dan belakang ventrikel kanan hanya menempati sebagian kecil permukaan jantung anterior. sedangkan atrium kiri berada di bagian posterior. tetapi bagian ini sangat penting. Bila vocal resonance mengeras disebut whispered pectoriloquy B. dan tidak dapat dideteksi secara langsung. Pemeriksaan fisik jantung meliputi : Inspeksi pasien Pengukuran tekanan darah Pemeriksaan denyut arteri Pemeriksaan denyut vena jugularis Perkusi jantung Palpasi jantung Auskultasi jantung Pemeriksaan edema dependen . Bagian atas jantung terdiri dari beberapa pembuluh darah besar aorta dan arteri pulmonalis. Sebagian besar jantung (± 2/3 bagian) terletak pada sebelah kiri sternum. karena bagian depan ventrikel kiri inilah yang menimbulkan impuls apeks. Sebagian permukaan depan (anterior) jantung terdiri atas ventrikel kanan dan arteri pulmonalis yang berdekatan langsung dengan dinding toraks depan. Pemeriksaan Fisik Jantung Sebelum memulai melakukan pemeriksaan fisik jantung. dan hanya 1/3 terletak di sebelah kanan sternum. merupakan denyut sistolik yang singkat. kapan membuka dan menutupnya katup-katup jantung tersebut. Vocal resonance Sama seperti vocal fremitus hanya didengarkan dengan stetoskop. Saat akan melakukan pemeriksaan fisik jantung. Bila vocal resonance mengeras disebut aegophoni. Sisi kanan jantung berasal dari atrium kanan.4. terlebih dahulu pemeriksa sudah dapat memperkirakan/membayangkan proyeksi posisi jantung ke dinding toraks depan.

Inspeksi Wajah Kelainan jantung dapat pula dikaitkan dengan kelainan pada wajah dan kepala. dijumpai bersama-sama dengan mata yang terletak berjauhan. Perdarahan ini berjalan dari tepi bebas proksimal dan secara klasik dikaitkan dengan endokarditis bacterial subakut. Inspeksi Evaluasi Penampilan Umum Inspeksi umum pasien sering memberikan petunjuk berharga untuk diagnosis penyakit jantung.Pasien harus berbaring terlentang. adalah lipatan melintang. Individu-individu ini mungkin menderita kardiomiopati. dan hipoplasia mandibula. spinter hemorrhage dapat terlihat sebagi garis kecil coklat-kemerahan di dasar kuku. seringkali bilateral. Tendo Achilles dan tendo plantar telapak kaki juga merupakan lokasi umum untuk xantomata tendo. Jari tangan dengan splinter hemorrhage pada pasien dengan endokarditis diperlihatkan pada Gambar IX D. Anemia berat. klaudikasio intermiten berkaitan dengan rasa dingin pada ekstremitas inferior jika dibandingkan dengan ekstremitas superior. Inspeksi Mata . telinga letak rendah. Apakah ada xantomata? Xantomata tendo adalah massa agak kekuningan sekeras batu yang biasanya ditemukan melekat pada tendo ekstensor jari tangan adalah patognomonik untuk hiperkolesterolemia familial. Tetapi penemuan ini tidak spesifik karena ditemukan pula pada banyak keadaan lain. Lipatan daun telinga. Apakah ada ruam kulit? Adanya eritema marginatum ( eritema dimana daerah kemerahan berbentuk cakram dengan tepi yang menonjol ) pada pasien demam mengarah kepada demam reumatik akut. apakah sentral atau perifer? Suhu dapat mencerminkan penyakit jantung. Stenosis aorta supravalvula. dan tirotoksikosis cenderung membuat kulit lebih hangat. hidung yang menengadah. suatu kelainan congenital. atau tanda Lichstein. sering dijumpai pada pasien diatas usia 50 tahun dengan penyakit arteri koronaria yang bermakna. Apakah pasien berada dalam distres akut? Sepeti apa pernapasan pasien? Apakah ia bernapas dengan susah payah? Apakah memakai obat pernapasan tambahan? Inspeksi Kulit Kulit dapat mengungkapkan banyak perubahan yang berkaitan dengan penyakit jantung. bahkan termasuk trauma setempat pada kuku. Meskupun ini merupakan tanda yang berguna. beri-beri. strabismus. Apakah ada sianosis? Jika ya. terlalu banyak hasil positif palsu dan negatif palsu sehingga penemuan ini kurang dapat diandalkan. Bagian kepala tempat tidur dapat sedikit ditinggikan jika pasien merasa lebih nyaman dengan posisi ini. Inspeksi Kuku Sering kali. Pasien dengan konsentrasi kolesterol total di atas 450 mg/100 cc dengan xantomata tendo pada permukaan ekstensor jari tangannya diperlihatkan dalam gambar IX C. Wajah bulat seperti bulan dan mata yang terletak berjauhan mengarah kepada stenosis pulmonal. Wajah tanpa ekspresi dengan kelopak mata bengkak dan hilangnya sepertiga luas alis dijumpai pada hipotiroldisme. dengan pemeriksa berdiri di sisi kanan tempat tidur.

Apakah ada gerakan jantung yang dapat dilihat? Inspeksi Ekstremitas Sebagai kelainan kongenital jantung berkaitan dengan kelainan ekstremitas. Apakah ada petekiae pada palatum? Endokarditis bakterial subakut sering disertai dengan petekia di palatum seperti terlihat pada pasien Gambar X A. Inspeksi Mulut Mintalah pasien untuk membuka mulutnya lebar-lebar. atau dada burung. Pectus excavatum. tidak mengherankan bahawa segala sesuatu yang mengganggu perkembangan dada dapat mengganggu perkembangan jantung pula. Inspeksi Konfigurasi Dada Inspeksi dada seringkali mengungkapkan informasi mengenai jantung. Inspeksi palatumnya. jari tangan ekstra. hipertensi. dan aterosklerosis. harus membagkitkan kecurigaan akan hiperlipoproteinema. atau pula sindrom Noonan. Pectus carinatum. Arkus (lihat Gambar VI A) yang dijumpai pada pasien di bawah 40 tahun harus membangkitkan kecurigaan terhadap hiperkolesterolemia. terutama stemosis pulmonal dan stenosis aorta supravalvular. berkaitan dengan penyakit jantung kongenital. Apakah palatumnya melengkung tinggi? Palatum yang melengkung tinggi mungkin berkaitan dengan gangguan jantung kongenital seperti prolaps katup mitral. juga berkaitan dengan sindrom Marfan. Pemeriksaan mata dapat memperlihatkan arkus senilis. atau mata yang berjarak lebar. Kekeruhan kornea mungkin dijumpai pada sarkoidosis yang mungkin menjadi penyebab cor pulmonale atau gangguan miokard. Hipertelorisme. yang disebut xantelasma. Pindahnya lensa mata sering dijumpai pada pasien dengan sindrom Marfan. Pengukuran Tekanan Darah Prinsip . Jari tangan yang panjang dan kurus mengarah kepada sindrom Marfan dan kemungkinan regurgitasi aorta.Adanya plak kekuningan pada kelopak mata. meskipun lesi ini kurang spesifik ketimbang xantoma. yang mungkin mengalami koarktasio aorta. atau jari kaki ekstra. Pasien dengan defek septum atrium mungkin mempunyai falang ekstra. Pasien dengan xantelasma dan hiperkolesterolemia diperlihatkan dalam gambar IX F. dijumpai pada sindrom Marfan dan para prolaps katup mitral. Pemeriksaan retina dapat memberikan informasi yang berguna mengenai diabetes. Karena dada dan jantung berkembang pada waktu yang hampir bersamaan selama embriogenesis. atau da da cekung ke dalam. Stenosisi pulmonal merupakan kelainan jantung yang menyertai keadaan ini. Perdarahan konjungtiva lazim dijumpai pada endokarditis infektif. Inpeksi Leher Pemeriksaan leher dapat memperlihatkan webbing. suatu penyebab penting regurgitasi aorta. Webbing dijumpai pada orang dengan sindrom Turner.

Tekanan darah dapat diukur secara langsung dengan kateter intra-arterial atau secara tidak langsung dengan sfigmomanometer. Sfigmomanometer terdiri dari kantong karet yang dapat digembungkan di dalam suatu penutup kain, bola karet untuk memompa kantong, dan manometer untuk mengukur tekanan di dalam kantong karet. Pengukuran darah secara tidak langsung meliputi deteksi timbul dan hilangnya bunyi Korotkoff secara auskultatoris di atas arteri yang ditekan. Bunyi Korotkoff adalah bunyi bernada rendah yang berasal dari dalam pembuluh darah yang berkaitan dengan turbulensi yang dihasilkan dengan menyumbat arteri secara parsial dengan manset tekanan darah. Ada beberapa fase yang terjadi secara berurutan ketika tekanan penyumbat turun. Fase 1 terjadi bila tekanan penyumbat turun sampai tekanan darah sistolik. Suara mengetuknya jelas dan secara berangsur-angsur intensitasnya meningkat ketika tekanan penyumbat turun. Fase 2 terjadi pada tekanan kira-kira 10-15 mmHg di bawah fase 1 dan terdiri dari suara mengetuk yang diikuti dengan bising. Fase 3 terjadi bila tekanan penyumbat turun cukup banyak sehingga sejumlah besar volume darah dapat mengalir melalui arteri yang tersumbat sebagian. Bunyinya serupa dengan bunyi fase 2 kecuali bahwa hanya terdengar bunyi ketukan. Fase 4 terjadi bila intensitas suara tiba-tiba melemah ketika tekanan mendekati tekanan darah diastolik. Fase 5 terjadi bila bunyi sama sekali menghilang. Pembuluh darah tidak tertekan lagi oleh manset penyumbat. Sekarang tidak ada lagi aliran turbulensi. Tekanan darah normal untuk orang dewasa adalah sampai 140 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan sampai 95 mmHg untuk tekanan darah diastolik. Titik hilangnya bunyi Korotkoff mungkin lebih cepat ketimbang titik meredupnya untuk penentuan tekanan darah diastolik (London dan London, 1976). Tetapi, jika titik hilangnya lebih dari 10 mmHg di bawah titik meredup, titik meredup mungkin lebih akurat (Freis, 1968). Pencatatan titik meredup dan menghilangnya bunyi ini seringkali membantu komunikasi. Tekanan darah dapat dicatat sebagai 125/75-67. Tekanan darah sistolik adalah 125; titik meredup 75; titik menghilang 65 (tekanan darah diastolik). Tekanan darah sebaiknya dicatat hanya pada 5 mmHg terdekat, karena ada batas ketepatan ± 3 mmHg bagi semua sfigmomanometer. Disamping itu perubahan tekanan darah normal terjadi dari waktu ke waktu dan pengukuran sampai kurang dari 5 mmHg memberikan perasaan ketepatan yang semu. Ukuran manset penting untuk penentuan tekanan darah yang tepat. Manset ini harus dilingkarkan dengan sempit disekeliling lengan dengan tepi bawah 1 inci di atas fosa antekubiti. Manset ini sebaiknya 20% lebih lebar ketimbang diameter ekstremitas. Kantong karet harus terletak di atas arteri. Pemakaian manset yang terlalu kecil untuk lengan berukuran besar akan menghasilkan pengukuran tekanan darah yang lebih tinggi daripada sebenarnya. Celah auskultasi adalah keadaaan hening yang disebabkan oleh lenyapnya bunyi korotkoff setelah muncul untuk pertama kali dan timbulnya kembali bunyi pada tekanan yang lebih rendah. Celah auskultasi ada sewaktu terjadi penurunan aliran darah ke ekstremitas, seperti ditemukan pada hipertensi dan stenosis aorta. Kepentingan klinis hal ini adalah tekanan darah sistolik dapat ditentukan secara keliru pada tingkat yang lebih rendah, yaitu titik timbulnya bunyi Korotkoff. Pengukuran Tekanan Darah dengan Palpasi Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan pasien berbaring dalam posisi supinasi dengan nyaman. Kantong manset diletakkan di atas arteri brakialis kanan. Jika lengan terlalu gemuk, pakelah manset paha. Lengan sedikit difleksikan, dan disokong kira-kira setinggi jantung. Untuk menentukan tekanan darah sistolik secara memadai dan untuk menyingkirkan kesalahan karena celah auskulasi, tekanan darah mula-mula diperiksa dengan palpasi.

Menurut prosedur ini, arteri brakialis atau radialis kanan dipalpasi sementara manset dipompa di atas tekanan yang diperlukan untuk menghilangkan denyut nadi. Sekrup yang dapat diputar dibuka perlahan-lahan untuk mengurangi tekanan di dalam kantong karet secara lambat. Tekanan sistolik diketahui dengan timbulnya kembali denyut brakial. Segera setelah denyut diraba, sekrup itu dibuka untuk mengurangi tekanan kantong karet dengan cepat. Ini adalah tekanan darah sistolik. Prosedur ini diperlihatkan dalam Gambar 11-11.

Pengukuran Tekanan Darah dengan Auskultasi

Tekanan darah diukur secara auskultasi di lengan kanan dengan memompa manset kirakira 20 mmHg di atas tekanan sistolik yang ditentukan dengan palpasi. Diafragma stetoskop harus diletakkan di atas arteri sedekat mungkin dengan tepi manset, sebaiknya tepat di tepi bawah manset itu. Mansetnya dikempiskan secara perlahan-lahan, sementara anda mengevaluasi bunyi Korotkoff. Tekanan darah sistolik, titik meredup, dan titik menghilangnya bunyi Korotkoff ditentukan. Tekanan darah sistolik adalah titik dimana terdengar bunyi mengetuk pertama. Teknik menentukan tekanan darah secar auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-12. Jika tekanan darahnya tinggi, sebaiknya diperiksakan kembali pada akhir pemeriksaan fisik, ketika pasien mungkin lebih tenang.
Menyingkirkan Kemungkinan Hipotensi Ortostatik Hipotensi ortostatik diperiksa dengan meminta pasien duduk sementara tekanan manset ditinggikan. Kemudian tekanan darah diukur kembali untuk melihat adanya penurunan yang berkaitan dengan posisi duduk. Penurunan tekanan darah sistolik sebesar 15 mmHg atau lebih merupakan tanda hipotensi ortostatik, atau postural. Pada kebanyakan pasien juga terjadi peningkatan denyut jantung ketika pasiennya duduk. Menyingkirka Kemungkinan Stenosis Aorta Supravalvular Jika hipertensi ditemukan dilengan kanan, lakukanlah pemeriksaan berikut ini: Pasang manset pada lengan kiri, dan tentukan tekanan secara auskultasi saja. Anda tidak perlu mengukur tekanan darah secara palpasi atau memeriksa terjadinya perubahan ortostatik. Pada stenosis aorta supravalvular, terdapat perbedaan tekanan darah pada kedua lengan; hipertensi mungkin ditemukan dilengan kanan sedangkan hipotensi ada dilengan kiri. Menyingkirkan Kemungkinan Koarktasio Aorta Jika tekanan darah meningkat dikedua lengan, penentuan tekanan darah pada ekstremitas inferior penting untuk mrnyingkirkan kemungkinan koarktasio aorta. Pasien diminta berbaring pada perutnya sementara manset paha, 6 cm lebih lebar dari manset lengan, diletakkan mengelilingi aspek posterior bagian pertengahan paha. Stetoskop diletakkan diatas arteri di fosa poplitea. Bunyi Korotkoff ditentukan seperti pada ekstremitas inferior dengan tepi bawah tepat pada maleolus. Stetoskop diletakkan diatas arteri tibialis posterior atau dorsalis pedis, dan lakukanlah pengukuran tekanan darah dengan auskultasi. Tekanan darah sistolik ditungkai yang lebih rendah daripada di lengan mengarah kepada koarktasio aorta. Menyingkirkan Kemungkinan Tamponade Jantung

Bila tekanan darah arteri yang rendah dan denyut nadi cepat dan lemah, kita perlu menyingkirkan kemungkinan tamponade jantung. Tanda klinis yang berguna yang mengarah kepada tamponade jantung adalah adanya denyut paradoks yang bermakna, yang ditandai dengan penurunan tekanan sistolik selam inspirasi lebih besar daripada normal. Ada banyak kekacauan mengenai defenisi denyut parodoks (dikenal pula sebagai pulsus paradoksus). Denyut paradoks harus didefenisikan sebagai penurunan normal (kira-kira 5 mmHg) dalam tekanan arteri sistolik selama inspirasi (Henkind et al, 1987). Besarnya penurunan tekanan sistoliklah yang menentukan apakah pulsus paradoksus normal atau abnormal. Teknik menentukan besarnya denyut paradoks adalah sebagai berikut: Mintalah pasien untuk bernafas senormal mungkin. Pompa manset tekanan darah sampai tidak terdengar bunyi. Secara berangsur-angsur kurangi tekanan di dalam manset sampai bunyi terdengar pada waktu ekspirasi saja. Catat tekanan ini. Lanjutkan mengurangi tekanan di dalam manset secara perlahan-lahan sampai bunyinya terdengar selama inspirasi. Catatlah tekanan ini. Jika perbedaan di antara kedua tekanan ini melebihi 10 mmHg, dikatakan ada pulsus paradoksus yang bermakna; yang mungkin disebabkan oleh tamponade jantung. Tamponade jantung timbul bila ada peningkatan tekanan intraperikardial yang mengganggu pengisian diastolic yang normal. Pulsus paradoksus yang berlebihan bukan merupakan fenomena spesifik untuk tamponade jantung karena juga dijumpai pada efusi perikardial yang besar; pada perikarditis konstriktif; dan pada keadaan yang berkaitan peningkatan usaha ventilasi, seperti asma dan emfisema. Denyut Arteri Informasi berikut ini diperoleh dari palpasi denyut arteri: Kecepatan dan irama jantung Kontur denyut itu Amplitudo denyut Penentuan Kecepatan Denyut Jantung Kecepatan denyut jantung secara rutin ditentukan berdasarkan palpasi denyut radial. Pemeriksa harus berdiri di depan pasien dan memegang kedua arteri radialis. Jari kedua, ketiga dan keempat harus diletakkan di atas arteri radialis, seperti diperlihatkan pada Gambar 11-13. Pemeriksa harus menghitung denyut selama 30 detik dan mengalikan jumlah denyut dengan angka 2 untuk memperoleh jumlah denyut per menit. Metode ini tepat untuk kebanyakan irama teratur. Jika pasien mempunyai irama yang tidak teratur, seperti pada fibrilasi atrium, mungkin ada pulsus defisit Pada fibrilasi atrilim, banyak impuls membombardir nodus atrioventrikular dan ventrikel. Karena lamanya periode pengisian diastolik berbeda-beda, sebagian kontraksi mungkin sangat lemah dan tidak dapat menimbulkan gelombang denyut yang memadai meskipun terjadi kontraksi ventrikel. Dengan demikian terjadi pulsus defisit, yaitu perbedaan antara denyut apikal (prekordial) dengan denyut radial. Pada kasus seperti itu, hanya auskultasi jantung - bukan denyut radial - yang akan memberikan hasil yang akurat untuk kecepatan denyut jantung. Penentuan Irama Jantung Sewaktu mempalpasi denyut arteri radialis, pcriksalah dengan cermat iramanya. Makin lambat kecepatannya, Anda harus mempalpasinya lebih lama. Jika iramanya tidak teratur, apakah ada pola dalam ketidakteraturannya itu?

Irama jantung dapat dibagi menjadi teratur, tidak teratur secara teratur, atau tidak teratur secara tidak teratur. Irama tidak teratur secara teratur adalah denyut yang tidak teratur dalam pola tertentu. Denyut tidak teratur secara tidak teratur tidak mempunyai pola. Elektrokardiogram sebenarnya merupakan cara terbaik untuk mendiagnosis irama jantung, tetapi diagnosis fisik dapat memberikan sejumlah petunjuk. Denyut prematur mungkin dapat dikenali dengan adanya denyut ekstra tersendiri selama suatu irama yang teratur. Bigeminus adalah denyut yang timbul sccara berpasangan. Denyut pertama adalah denyut sinus, yang diikuti dengan denyut prematur, biasanya ventrikular. Jika denyut prematurnya timbul sangat dini selama periode diastolik, denyut arteri karena kontraksi jantung ini mungkin tidak ditemukan jika pemeriksa memeriksa irama jantung berdasarkan palpasi saja. Irama yang timbul secara sangat tidak teratur tanpa pola disebut "tidak teratur secara tidak teratur" dan merupakan denyut yang dijumpai pada pasien dengan fibrilasi atrium. Palpasi Arteri Karotis Periksalah denyut arteri karotis dengan berdiri di sisi kanan pasien, dengan pasien dalam posisi telentang. Letakkanlah jari telunjuk dan jari tengah anda pada kartilago tiroid dan geserkanlah ke arah lateral di antara trakea dan muskulus sternokleidomastoideus. Anda harus dapat meraba denyut karotis tepat di sebelah medial muskulus sternokleidomastoideus. Palpasi harus dilakukan pada bagian bawah leher untuk menghindari penekanan pada sinus karotis, yang akan menyebabkan refleks penurunan tekanan darah dan denyut jantung. Tiap arteri karotis diperiksa secara tersendiri. Jangan menekan kedua karotis pada saat yang sama! Setelah memeriksa karotis kanan, berdirilah dalam posisi yang sama dan letakkan jari-jari yang sama pada trakea dan geserkanlah ke kiri untuk meraba arteri karotis sinistra. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-14. Memeriksa Karakteristik Denyut Arteri Karotis Arteri karotis dipakai untuk memeriksa kontur dan amplitudo denyut arteri. Kontur adalah bentuk gelombang. Kontur seringkali dilukiskan sebagai kecepatan gelombang menarik, gelombang menurun, dan lamanya gelombang itu. Pemeriksa harus meletakkan tangannya dengan kuat pada arteri karotis sampai meraba kekuaten maksimal. Pada saat ini bentuk gelombang seharusnya sudah dapat diketahui Denyutnya dapat dilukiskan sebagai norma, berkurang, meningkat, atau berpuncak ganca. Gelombang denyut karotis yang normal adalah halus, dengan kaki gelombang yang menaik lebib curam dan lebih cepat ketimbang kaki gelombang yang menurun. Denyut yang berkurang adalab denyut yang kecil dan lemah. Jari yang melakukan palpasi merasakan tekanan yang lemah dengan puncak yang jelas. Denyut yang meningkat adalah denyut yang besar, kuat, hiperkinetik. Jari yang melakukan palpasi merasakan bertambah besarnya kaki asendens dan ketukan yang kuat pada puncaknya. Denyut berpuncak ganda mempunyai gelombang perkusi dan tidak yang menonjol, dengan atau tanpa gelombang dikrotik. (Ringkasan kelainan denyut arteri dapat dilihat pada Gambar 11-29). Denyut Vena Jugularis Vena jugularis interna memberikan informasi mengenai bentuk gelombang dan tekanan atrium kanan. Pulsasivena jugularis interna ditemukan di bawah muskulus sternokleidomastoideus dan dapat dilihat ketika dibantarkan ke jaringan sekitarnya. Vena itu sendiri tidak terlibat. Karena vena jugularis interna kanan lebih lurus daripada yang kiri, hanya vena jugularis intema kanan yang diperiksa. Sistem jugularis eksterna, yang lebih mudah dilihat, kurang akurat dan jangan dipakai. Penentuan Bentuk Gelombang Jugular

bukannnya gelombang itu sendiri. gelombang jugular. makin rendah tekanannya. sudut elevasi kepala tempat tidur harus dikurangi.Untuk menampakkan bentuk. Jika vena-vena leher dapat terlihat pada batas rahang ketika pasien sedang duduk. Pasien barus berbaring telentang tanpa bantal sehingga leher tidak fleksi dan mengganggu pulsasi. Pemeriksa kemudian mengukur jarak dari angulus sternal ke garis imaginer ini. Jika tidak ada gelombang yang terlihat. Denyut jangular harus dibedakan dari pulsasi arteri karotis. Untuk membantu mengenali bentuk-bentuk gelombang . pemeriksa harus memperhatikan bentuk gelombang pada angulus mandibula dengan pasien dalam posisi duduk tegak. Tabel 11-6. yang memegang lampu senter kecil. Penurunannya. Tabel 11-16 memuat daftar perbedaan penting antara kedua denyut tersebut. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-15. Makin tinggi tekanan venanya. posisi ini dipakai untuk mengukur tekanan di dalam sistem jugularis interna. Sinar dan bayangan itu berfungsi memperbesar bentuk gelombang. Pada setiap elevasi. pemeriksa dapat menentukan siklus jantung dengan meraba impuls karocis kiri dengan tangan kirinya. Kepala pasien kira-kira 250 dengan bidang horizontal. Garis horizontal imaginer kemudian ditarik dari angulus sterna. Sudut elevasi kepala tempat tidur juga . Mula-mula pemeriksa harus menentukan tingginya distensi vena dengan memperhatikan puncak bentuk gelombang di dalam pulsasi vena jugularis interna. cenderung lebih jelas terlihat. pada sterum pasien dan mengarahkan sinarnya ke sisi kanan leher pasien. Perbedaan Bentuk Gelornbang Jugular dan Karotis Denyut Jugularis Internal Tidak dapat dipalpasi Multi formasi: 2 atau 3 komponen Halus berombak Bentuk gelombang hilang Tinggi gelombang Denyut Jugularis Internal Tinggi gelombang berkurang Tinggi gelombang meninggi Palpasi Bentuk gelombang Kualitas Penekanan Inspirasi Denyut Karotis Dapat dipalpasi Tunggal Kuat Tidak ada efek Tidak ada efek Denyut Karotis Tidak ada efek Duduk Tindakan Valsava Tidak ada efek Mengukur Tekanan Vena Jugularis Untuk menilai tekanan dalam jantung kanan. makin kecil elevasi yang dibutuhkan. Dengan berdiri di sisi kanan pasien pemeriksa harus meletakkan tangan kanannya. Rujukan standar adalah angulus manubriosternal. kita perlu menentukan tingkat rujukan. Bayangan pulsasi dapat ditangkap di atas kertas di belakang pasien. makin besar elevasi yang diperlukan. Kepala pasien diputar sedikit ke kanan dan agak ke bawah untuk merelaksasikan muskulus sternokleidomastoideus.

denyut jangula 7 cm di atas angulus sternal dalam posisi telentang. sehigga membuat pemeriksaan ini menjadi tidak tepat dalam meramalkan peninggian tekanan. fungsi ventrikel kanan secara kasar dapat dinilai. tekanan atrium kanan biasanya melbihi 15 mmHg. Palpasi . Berkali-kali telah diperlihatkan bahwa sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan ini rendah. Pasien dengan gagal ventrikel kanan mempunyai hati dengan sinusoid yang berdilatasi. Jika pemeriksaan ini dilakukan secara tidak tepat yaitu dengan mulut pasien tertutup. Jika dilakukan dengan tepat seperti diuraikan di atas. bernafas biasa. Penekanan pada hati mendorong darah keluar dari sinusoid ini masuk ke dalam vena kava inferior dan jantung kanan. perkusi dilakukan pada sela iga ketiga. Penekanan dilakukan selama 20-30 detik. Pemeriksa meletakkan tangan kananya di atas hati di kuadran kanan atas dan melakukan tekanan yang progresif menguat. Pemeriksaan ini dikenal pula sebagi kompresi abdominal. Prosedur ini dilakukan dengan pasien dalam posisi berbaring di tempat tidur. Redup ini disebabkan adanya jantung. keempat dan kelima dari garis aksilaris anterior kiri ke garis aksilaris anterior kanan. Tekanan atrium kanannya adalah 21 mmHg. Ini mencakup dekstrokardia dan tension pneumotoraks dada kiri. Pada gagal ventrikel kanan distensi vena leher tetap ada selama seluruh periode penekaan. yang diikuti dengan penurunan tingkat akhir selama bagian penekanan. tekanan vena biasanya normal. Usaha menentukan tekanan atrium kanan dengan manometer jungular memberikan hasil yang sangat tidak tepat. ini untuk mencegah tindakan Valsava. akan terjadi tindakan valsava yang akan memberikan hasil pemeriksaan refluks hepatojugular yang tidak tepat. Kalimat pernyataannya dapat sebagai berikut: "pada elevasi 45° . jika pasien pada 30° . Pemeriksaan Refluks Hepatojugular Pemeriksaan yang berguna untuk menentukan tekanan vena jugularis yang tinggi adalah refluks hepatojugular. Pada keadaankeadaan ini dapat ditemukan redup pada sisi kanan sternum. Perkusi Perkusi batas-batas jantung Teknik perkusi telah diuraikan dalam bab terdahulu. Kebanyakan klinikus merasa bahwa perkusi untuk memperkirakan ukuran jantung hanya sedikit membantu. Bila tinggi kolom vena samam atau lebih rendah daripada angulus sternal dalam posisi telentang. menyebabkan bertambahnya distensi vena leher. Dengan menekan di atas hati.dihitung.. mulut terbuka. batas atas yang normal adalah 4-5 cm di atas annulus sternal. Respons normalnya adalah bertambahnya distensi sementara dari vena jugularis interna dan eksterna selama beberapa siklus jantung. Satu-satunya pernyataan tepat yang dapat dibuat adalah bahwa tekanan atrium kanan meninggi bila terjadi distensi vena leher sampai tepi rahang ketika pasien duduk 90° . Beberapa peneliti merasa bahwa pemeriksaan refluks hapatojugular adalah teknik dengan sensitivitas dan spesifitas rendah. Ini biasanya berkaitan dengan teknik yang tidak tepat. angka ketepatannya seharusnya cukup baik. Pada 45° . Pada beberapa keadaan klinis. Pada saat ini. karena sensitivitas ini rendah. Pasien yang terlihat dalam Gambar X B mempunyai distensi vena lehersamapi angulus mandibula ketika duduk tegak. Biasanya ada perubahan dari perkusi dari sonor ke redup kira-kira 6 cm disebelah lateral kiri sternum. tekanan vena biasanya normal. batas atas yng normal adalah 6 cm. perkusi mungkin berguna. yang turun tiba-tiba kalau tangan yang menekan dilepas.

maksimurn tidak berpindah ke lateral. pada pasien dengan pembesaran ventrikel kanan. Jika impuls apikal pindah ke lateral. Ada tidaknya thrill juga ditentukan dengan palpasi. . Adanya impuls ini mengarah kepada dilatasi arteri pulmonal. dan ventrikel kiri. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-16. Pada pasien dengan penyakit paru obstruktif menahun. Titik impuls maksimum pada pasien seperti itu teraba di daerah epigastrium. memukul dinding dada anterior selama kontraksi isovolumetrik. yang cenderung lebih terbatas tempatnya. garis midklavikular. Titik impuls maksimum yang pindah ke lateral atau teraba dalam 2 sela iga selama fase respirasi yang sama mengarah kepada kardiornegali. Jika titik impuls maksimum tidak dapat diraba dalam posisi duduk.Palpasi dilakukan untuk mengevaluasi impuls apikal. titik impuls maksimum yang berada pada lokasi normal mengarah kepada kardiomegali. Titik impuls maksimum harus dicatat. arteri pulmonalis. Impuls apikal yang disebabkan oleb ventrikel kanan lebih tersebar daripada yang dihasilkan oleh ventrikel kiri. pengembangan paru-paru yang berlebihan memindahkan titik impuls maksimum ke bawah dan ke kanan. Titik impuls maksimum teraba pada kira-kira 70% orang normal dalam posisi duduk. Jika pada posisi dekubitus lateral kiri titik impuls. dan titik impuls maksimum mungkin benar-benar dihasilkan oleh ventrikel kanan. Pada pasien dengan penyakit paru-paru obstruktif kronis. Palpasi Gerakan Setempat Sekarang pasien disuruh berbaring sehingga palpasi keempat daerah jantung utama dapat dilakukan. karena ujung jari paling sensitif untuk menilai gerakan setempat. jika dilihat dari bawah. tetapi hal ini dapat teraba pula pada orang tanpa hipertensi pulmonal. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-17. Adanya impuls sistolik di sela iga kedua di sebelah kiri sternum mengarah kepada hipertensi pulmonal. Hanya ujung-ujung jari yang diletakkan di dada pada sela iga kelima. dengan tinggi tempat tidur disesuaikan dengan kenyamanan pemeriksa. Palpasi titik impuls maksimum paling mudah dilakukan dengan pasien dalam posisi duduk. Impuls apikal. pemeriksa harus menggerakkan ujung jari tangannya di daerah apeks jantung. Jika impuls apikal tidak teraba. Palpasi Titik Impuls Maksimum Pemeriksa harus berdiri di sisi kanan pasien. Rotasi ini memutar ventrikel kiri ke arah posterior dan membuatnya sulit untuk dipalpasi. Posisi titik impuls maksimum dalam posisi dekubitus lateral kiri harus dinilai dengan pemahaman bahwa impuls jantung normal sekarang sedikit berpindah ke kiri. pasien harus diperiksa kembali dalam posisi berbaring telentang dan posisi dekubitus lateral kiri. atau titik impuls maksimum (PMI) melukiskan gerakan keluar apeks jantung ketika berotasi berlawanan arah dengan jarum jam. gerakan ventrikel kanan. pada ujung bawah sternum. penilaian pasti tidak dapat dibuat. dapat diperkirakan bahwa pasien tidak menderita kardiomegali. Titik impuls maksimum biasanya dalam jarak 10 cm dari garis midsternal dan diameternya tidak lebih dari 2-3 cm. ketika dilihat dari bawah. jantung berotasi searah jarum jam. Pemeriksa memakai ujung-ujung jari untuk memeriksa adanya gerakan setempat. Impuls ini disebabkan oleh penutupan katup pulmonal dengan tekanan yang meningkat. Meskipun titik impuls maksimum biasanya sesuai dengan apeks ventrikel kiri.

pemeriksa memakai bagian proksimal tangannya untuk meraba adanya gerakan ke luar yang terus menerus pada suatu daerah yang luas. Thrill paling baik diraba dengan memakai kepala tulang metakarpal. Pemakaian spatula lidah atau lidi kapas dapat membantu memperkuat secara visual apa yang telah dipalpasi.Palpasi Gerakan Umum Setelah mempalpasi dada dengan ujung jari. Masukan daii mata kita kelihatannya paling penting. Ujung lidi diletakkan tepat di atas daerah itu dan dipegang oleh jari pemeriksa. Sering kali S3 lebih mudah diraba daripada didengar. Bunyi yang lebih sulit didengar sebenarnya akan terdengar lebih kuat. Setiap usaha harus dilakukan untuk menghilangkan bunyi tambahan dari radio. Ini bekerja sebagai titik tumpu. dan ditekankan dengan sangat ringan pada kulit. yang disebut heave atau lift. thrill tidak akan dapat diraba. Auskultasi Teknik Auskultasi yang baik memerlukan ruangan yang tenang. Bagian telinga stetoskop diarahkan ke anterior. Adanya RV rock. Jika memakai tekanan yang terlalu besar. dan sebagainya. yaitu impuls parasternal kiri yang terus-menerus yang disertai dengan retraksi lateral. Sering kali berguna jika Anda inenutup mata sementara mendengarkan bunyi jantung. diikuti dengan masukan taktil. . Teknik pemeriksaan heave diperlihatkan dalam Gambar 11-18. Pemeriksa kembali mempalpasi masing-masing dari empat daerah jantung utama. Jika Anda menghilangkan gangguan rangsangan visual. Impuls Kedua di daerah titik impuls maksimum ini biasanya teraba bersama-sama dengan S3. konsentrasi otak akan lebib dicurahkan kepada masukan auditoris dan bunyi yang terdengar akan menjadi lebih jelas. bukannya dengan ujung jari. atau sejajar dengan arah kanan auditoris eksternal. lebih mudah terdeteksi Palpasi Thrill Thrill adalah sensasi getaran superfisial yang teraba pada kulit di atas daerah turbulensi. Oleh karena itu penemuan thrill hanya menambah informasi sedikit untuk diagnosis. Jika bagian telinganya mengarah ke belakang. dan gerakannya diperbesar oleh gerakan lidi kapas. Ini berkaitan dengan fakta bahwa otak kita dibanjiri dengan berbagai macam masukan sensoris. tetapi ini merupakan suatu tanda fisik yang menarik yang harus membuat pemeriksa menjadi waspada akan apa yang akan didengar. televisi. Teknik ini diperlihatkan pada Gambar 11-19. Adanya thrill menunjukkan bising (murmur) yang kuat. Setiap keadaan yang memperbesar laju pengisian ventrikel selama fase awal diastol dapat menimbulkan impuls yang dapat dipalpasi yang terjadi setelah impuls utama ventrikel kiri. tetapi juga harus cukup ketat untuk menyingkirkan bunyi eksternal. Masukan sensoris terpenting berikutnya adalah masukan auditoris. mengarah kepada ventrikel kanan yang besar. Bagian telinga stetoskop harus cukup pas dengan ukuran telinga pemeriksa sehingga masih dapat dipakai dengan nyaman. Palpasi thrill biasanya kurang penting karena auskultasi akan memperlihatkan adanya bising kuat yang menimbulkan thrill tersebut. lubangnya akan mengenai dinding kanal eksternal dan menurunkan intensitas bunyi jantung.

lebib baik didengar dengan diafragma. Daerah-daerah ini telah ditentukan untuk memberikan standarisasi. Kemudian pasien diminta untuk duduk tegak dan semua daerah diperiksa dengan diafragma stetoskop. harus ditekan kuat-kuat pada kulit. membungkuk ke depan Semua daerah prekordial diperiksa ketika pasien telentang. Tidak ada dinding akustik di dada. Bising yang khas terdengar di apeks dengan penyebaran ke aksila dapat terdengar di leher. jika cukup kuat. seperti penutupan katup. Pemeriksa harus mendengarkan di daerah aorta. Akhirnya pasien diminta untuk membungkuk ke depan. Bunyi bernada tinggi. Jangan sekali-kali mendengarkan melalui pakaian apa saja! Auskultasi Daerah-Daerah Jantung Pemeriksa harus berada pada sisi kanan pasien sementara pasien berbaring telentang. sedangkan diafragma. Setelah semua daerah diperik sa. dan bising regurgitasi. trikuspid dan mitral. kejadian sistolik. Ketika mendengarkan pada apeks dan batas sternal bawah kiri dengan bel stetoskop. Jika tidak pada ketinggian yang tepat. pemeriksa harus menetukan apakah ada S3 dan S4. yang paling baik didengar dengan bel stetoskop. seperti irama gallop atau bising karenastenosis atrioventrikular.stetoskop. bel stetoskop harus diletakkan secara ringan pada kulit. Dengan memakai cara sistematis pemeriksa mulai pada daerah aorta atau apeks dan dengan cermat mendengarkan bunyi jantung. lebib baik didengar dengan bel . Pemeriksa seharusnya mulai pada salah satu daerah dan menggerakkan stetoskopnya sedikit demi sedikit dari satu daerah ke daerah lainnya di perikordium. Posisi Auskultasi Standar Empat posisi standar untuk auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-20. tempat tidur harus disesuaikan sehingga pemeriksa berada pada posisi yang nyaman. kanan dan kiri. Pasien diminta untuk mengeluarkan napas dan kemudian menahannya ketika pemeriksa dengan memakai diafragma. yaitu : Telentang Dekubitus lateral kiri Duduk tegak lurus Duduk. Bunyi bernada rendah. pasien disuruh untuk berbaring pada sisi kiri tubuhnya. Dalam contoh ini bising itu mungkin terdengar paling kuat di apeks dan aksila. pulmonal. Tetapi pemeriksa tidak boleh membatasi auskultasinya pada daerah-daerah ini saja. Pengaruh Pernapasan . Sekarang pemeriksa harus meletakkan stetoskopnya di apeks untuk mendengarkan adanya bissng diastolik bernada rendah karena stenosis mitral. Bising jantung dapat tersebar luas. mendengarkan bising diastolik bernada tinggi kerena regurgitasi aorta pada sela iga kedua dan ketiga.Seperti dijelaskan dalam bab terdahulu. Observasi yang penting adalah untuk menentukan tempat dimana bunyi tersebut paling kuat atau paling jelas terdengar.

Pendekatan untuk Auskultasi yang Cermat Sampai pemeriksa berpengalaman dalam pemeriksaan jantung. bungkuk ke depan Uraian Mengenai Bising Jantung . TABEL 11-7. S2 terdengar setelah denyut tersebut. yang mencakup efek pernapasan. ia harus memeriksa bunyi-bunyi jantung dengan cara yang diuraikan dalam Tabel 11-7. tangan kiri diletakkan pada arteri karotis pasien. Pemeriksa harus mencurahkan waktunya pada setiap daerah sebelum melanjutkan ke daerah selanjutnya. Keterlambatan waktu dari S1 sampai denyut radial adalah bermakna. Ia harus mendengarkan beberapa siklus jantung pada tiap posisi untuk membuatnya yakin mengenai observasi yang dilakukan. Kebanyakan bising atau bunyi jantung yang berasal dari jantung kanan akan menguat dengan inspirasi. pemeriksa harus dapat menetukan waktu peristiwa-peristiwa dalam siklus jantung. sehingga akan terjadi kesalahan dalam penentuan waktu ini. S 3 atau S4 yang berasal dari jantung kanan juga akan menguat selama inspirasi . Ini berkaitan dengan meningkatnya aliran kembali darah yang terjadi dengan inspirasi yang mangakibatkan meningkatnya keluaran ventrikel kanan. Penentuan Waktu Peristiwa-Peristiwa Jantung Untuk menafsirkan bunyi-bunyi jantung dengan tepat. Sementara tangan kanan pemeriksa mengubah-ubah posisi stetoskop. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-21. Cara yang paling dapat diandalkan untuk mengenali S 1 dan S2 adalah menentukan waktu terjadinya bunyi itu dengan mempalpasi arteri karotis.Pemeriksa harus memberikan perhatian khusus kepada intesitas bunyi jantung. Pendekatan Auskultasi Jantung Posisi Telentang Evaluasi S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada aspek dengan memakai bel stetoskop S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Bising atau bunyi siastolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada basis jantung Memakai diagram stetoskop Dekubitus lateral kiri Duduk tegak Duduk tegak. Bunyi yang mendahului denyut karotis adalah S1. Yang paling penting adalah anda harus memakai denyut karotis bukan denyut radial. Di samping itu.

perhatian harus diarahkan kepada cirri-ciri berikut : Waktu dalam siklus jantung Lokasi Penyebaran Lamanya Intensitas Tinggi nada Kualitas Hubungannya dengan pernapasan Hubungannya dengan posisi tubuhWaktu bising dipandang dari sudut sistol atau diastol adalah sangat penting: Apakah bising sistolik mulai timbul bersama-sama dengan. Di daerah mana bising paling baik didengar? Penyebaran bising dapat memberi petunjuk mengenai penyebabnya. "derajat IV/VI". III Intensitas sedang tanpa thrill IV Intensitas sedang dengan thrill V Bising terkuat yang dapat didengar bila stetoskop diletakkan di dada. berdasarkan kekuatan yang makin bertambah. Bising ini mulai timbul bersama-sama dengan S1 dan berakhir setelah S2. . Tiap bising yang berkaitan dengan thrill paling sedikit mempunyai derajat IV/VI. Berkaitan dengan thrill. Perlu diketahui bahwa bising derajat IV/VI lebih kuat daripada bising II/VI hanya karena ada turbulensi yang lebih besar. atau setelah S2? Apakah bising itu menempati seluruh periode sistolik? Bising terjadi sepanjang sistol disebut holosistolik atau pansistolik. Bising dapat dilukiskan. biasanya dapat didengar oleh pemeriksa yang belum berpengalaman. II Intensitas rendah. misalnya. Bising seperti itu disebut holodiastolik.Jika terdapat bising jantung. VI Intensitas terkuat: dapat didengar sewaktu stetoskop diangkat dari dada. atau bagian akhir sistole? Apakah bisisng itu menetap sepanjang seluruh periode sistolik. bersama-sama dengan. mid-sistole. atau setelah S1? Apakah ia berakhir sebelum. sebagai derajat "II/VI. Berkaitan dengan thrill. meskipun kuno. Bising ejeksi sistolik mulai timbul setelah S1 dan berakhir setelah S2. sering tidak terdengar oleh pemeriksa yang belum berpengalaman. berfungsi sebagai alat komunikasi dengan orang lain mengenai intensitas bising I Intensitas terendah. "derajat II-III/VI". Sistem penggolongan berikut ini. Apakah bising itu menyebar ke aksila? leher? punggung? Intensitas bising digolongkan dari I sampai VI. Apakah bising itu hanya terjadi pada awal sistol.

tergantung pada lamanya cekungan tadi bertahan. "seperi bunyi mesin" (machinery). Pitting edema biasanya digolongkan dari 1+ sampai 4+. Jika ada pitting edema. daerah dependen biasanya sakruin dan bukan pretibia. hal ini meningkatkan aliran balik vena dan memperlebar pemisahan A2-P2. Komponen sistolik terjadi selama ejeksi. atau perikardium (yaitu gesekan perikardial). "kasar". seperti pada gagal jantung kongestif. . Splitting S2 menjadi A2 dan P2 selama inspirasi paling jelas terdengar di daerah pulmonal dengan pasien berbaring telentang. Gesekan perikardial paling baik didengar pada pasien dalam posisi duduk sementara menahan napasnya selama ekspirasi. "musikal". Peningkatan cairan jaringan ini menimbulkan edema yang "cekung" kalau ditekan. Gesekan yang menghilang apabila pasien menahan napas berasal dari pleura. Uraian Mengenai Gesekan Perikardial Gesekan friksi (friction rub) adalah bunyi ekstrakardial yang berlangsung singkat yang mempunyai sifat khas seperti bunyi gesekan pada ampelas. S1 paling kuat di apeks dan S2 paling kuat di basis. mungkin pula tidak. Gesekan perikardial khas mempunyai tiga komponen: satu sistolik dan dua diastolik. Terjadi transudasi cairan. Tujuan Auskultasi Tujuan pada akhir auskultasi adalah agar dapat melukiskan hal-hal berikut ini: Intensitas S1 di semua daerah Intensitas S2 di semua daerah Ciri-ciri setiap bunyi sistolik Ciri-ciri setiap bunyi diastolik Dengan pengalaman. Yang paling jelas adalah 4+. Pada pasien seperti ini pemeriksa harus memeriksa kemungkinan adanya edema di sakrum. dan bila jari itu diangkat. Pemeriksaan Edema Bila tekanan vena perifer tinggi. pemeriksa akan dapat mendengarkan semua bagian siklus jantung pada satu daerah dan membandingkan bunyi dan peristiwa yang terjadi dengan daerah lain. jari ditekankan kepada daerah dependen. Biasanya. Penulisan "IV" dipakai karena ada sistem penggolongan lain yang kurang populer yang memakai hanya empat kategori. Kualitas bising dapat dilukiskan sebagai "bergemuruh" (rumbling). Uji adanya Edema Untuk memeriksa adanya pitting edema. selama 2-3 detik. Pada pasien yang terbaring di tempat tidur. "meniup" (blowing). tekanan di dalam vena disebarkan secara retrograd pada pembuluh-pembuluh yang lebih kecil.kedua-duanya mungkin mempunyai makna klinis. bekas tekanan jari akan tetap ada. Seperti telah diuraikan di atas. Pasien dengan gesekan perikardial biasanya mengalami nyeri dada yang berkurang dengan duduk membungkuk ke depan. jari-jari akan terbenam ke dalam jaringan. yang mengakibatkan timbulnya edema di daerah dependen. Gesekan ini dapat disebabkan oleh iritasi pleura (yaitu gesekan pleura). atau "kasar seperti manggarut" (scratchy). seperti daerah pretibial. dua komponen diastolik terjadi selama pengisian cepat dan kontraksi atrium.

Arc of coaptation adalah sudut melalui mana katup menutup. ketika katup mengalami lebih banyak kalsifikasi. Hal itu dapat dilihat pada keadaau-keadaan di mana ada interval PR yang memendek pada elektrokardiogram. Ini berhubungan langsung dengan tekanan di dalam atrium kin pada saat di mana tekanan ventrikel kiri melebihinya dan menutup katup. Katup mitral terbuka normal selama diastol untuk pengisian ventrikel. Jika katup dalam posisi pertengahan. Meningkatnya kontraktilitas akan meningkatkan intensitas Sl. makin lebar arc of coaptation. Gelombang P pada elektrokardiogram sesuai dengan kontraksi atrium. . selama fase cepat kenaikan tekanan di dalam ventrikel. ia tidak akan dapat bergerak. Setelah bertahun-tahun. Makin besar terbukanya. Bila katup atrioventrikular menjadi kaku karena fibrosis atau kalsifikasi. sehingga S1 melemah. yang lebih membuka lagi katup mitral pada masa diastolik akhir. Posisi katup pada waktu kontraksi ventrikel mempengaruhi intensitas S1. makin kuat komponen mitral dari S 1.KORELASI KLINIKOPATOLOGIK Perhatian sekarang akan dipusatkan kepada perubahan patologis. dan makin kuat S1. yang meninggikan tekanan atrium kiri (gelombang "a" pada perekaman atrium kiri). Penurunan kontraktilitas akan memperlemah S1. Jika interval PR memendek. Katup yang mengalami defonnasi secara patologis (pada stenosis mitral) akan menghasilkan S1 yang lebih kuat atau lebih jelas. penutupannya akan lebih kuat. yang memperkeras S1. jarak yang ditempuhnya lebih sedikit ketimbang jarak yang ditempuh dari posisi terbuka lebar. yang menyebabkan hal-hal berikut ini: Kelainan bunyi jantung pertama Kelainan bunyi jantung kedua Systolic click Opening snap diastolic Bising jantung (murmur) Kelainan Bunyi Jantung Pertama Kelainan Intensitas Sl Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas S1 adalah sebagai berikut : Laju kenaikan tekanan ventrikel Keadaan katup Posisi katup Jarak jantung dari dinding dada Makin cepat laju kenaikan tekanan ventrikel kiri. kontraksi ventrikel terjadi sedemikian cepatnya setelah kontraksi atrium sehingga tekanan atrium masih tinggi ketika tekanan ventrikel kiri melebihinya. Katup mitral tetap terbuka lebih lama dan menutup lebih lambat ketimbang normal.

Sebaliknya. makin panjang interval PR. Karena katup semilunar merupakan tipe katup yang secara morfologis berbeda. Blok cabang berkas kiri atau stenosis aorta akan memperlambat pengosongan ventrikel kiri. Splittingnya dikatakan menyempit. P2 biasanya bergerak menjauhi S1 menuju A2. intensitas Sl akan lebih lemah daripada normal. Dengan ekspirasi. Pengisian ventrikel kanan akan diperlambat oleh blok cabang berkas kanan atau stenosis pulmonal. akan melemah pula. tetapi juga sistole ventrikel kanan akan memanjang. dan interval Sl sampai A2 akan lebih singkat ketimbang normal. "saluran keluar" ventrikel kiri ada dua. sehingga akan terjadi splitting S2 yang lebar. Tiap keadaan yang mempersingkat sistole ventrikel kiri akan membuat A 2 terjadi lebih awal ketimbang normal. Hipertensi meningkatkan tekanan sistolik aorta dan menimbulkan A2 yang keras dari komponen S2. Urutan normal A2 – P2 menjadi terbalik. P2 bergerak normal dan mendekati Sl splitting P2 . demikian pula akan terjadi splitting yang lebar. yang memperlambat pengosongan ventrikel kiri akan menimbulkan splitting paradoks S2. Pemanjangan interval PR. seper[i dijumpai pada fenomena Wenekebach . Tiap keadaan yang memperlambat sistole ventrikel kanan. St akan lebih lemah daripada normal.Pada umumnya. Tiap keadaan. oleh karena itu sistolenya akan lebih singkat. tidak hanya sistole ventrikel kiri yang akan lebih singkat. keadaan yang menurunkan tekanan sistolik akan mem perlemah S2. atau duktus arteriosus yang paten akan mempersingkat sistole ventrikel kiri. Keadaan ini memperlambat penutupan katup aorta setelah terjadinya sistole ventrikel kanan dan P2. Bab ini akan nienguraikan splitting yang abnormal. makin lemah S1. Pada keadaan ini. baik elektris maupun mekanis. fibrosis tidak menimbulkan peningkatan intensitas. akan memperlambat P2 dan menimbulkan pelebaran splitting S2. Kelainan S2 yang Terpisah (Splitting) Bunyi jantung kedua yang terpisah (Splitting) secara fisiologis normal telah diuraikan pada bab mengenai anatomi dan fisiologi. Keadaan-keadaan seperti regurgitasi mitral. Komponen pulmonal S2 akan diperlambat selama inspirasi dan ekspirasi. Pada defek septum ventrikel dengan jalan pintas kiri ke kanan. Kelainan Bunyi Jantung Kedua Kelainan Intensitas 2 Keadaan-keadaan yang mengubah intensitas S2 adalah sebagai berikut: Perubahan tekanan sistolik Keadaan katup Tiap keadaan yang menimbulkan peningkatan tekanan sistolik akan memperbesar intensitas S2.A2 melebar. Bila jarak jantung dengan dinding dada menjadi lebih besar. kedua faktor ini menjadi kunci dalam timbulnya splitting S2 yang lebar. baik secara elektris maupun mekanis. defek septum ventrikel. fibrotik. Kalsifikasi atau fibrosis katup senulunar akan menyebabkan melemahnya penutupan katup tersebut. Pada pasien dengan efusi perikardium yang besar. Pelebaran . Pada pasien yang sangat gemuk atau menderita penyakit paruparu obstruktif kronis. seperti pada penutupan katup atrioventrikular yang. Selama inspirasi. menghasilkan S1 yang melemah sampai terjadinya dropped beat.

Bila kalsifikasi bertambah. Sumbatan terhadap aliran atau adanya aliran dari diameter kecil ke diameter yang lebih besar akan menimbulkan turbulensi. memperlambat ejeksi ventrikel kiri dan menyebabkan splitting paradoks S2. Berusahalah mengatakan "ma-da" secepat mungkin. Opening Snap Diastolik Pembukaan katup atrioventrikular biasanya tidak menimbulkan bunyi dan terjadi kira-kira 100 mdetik setelah S2. Bising "meniup" (blowing) terjadi kalau ada perbedaan yang besar dengan volume aliran -yang berbeda-beda. dan perbedaan tekanan di antara kedua sisi katup uiitral akan bertambah. Ketika stenosis mitral memburuk. Bising "gemuruh" (rumbling) disebabkan oleh daerah dengan perbedaan tekanan kecil yang tergantung pada . Keadaan -yang paling sering berkaitan dengan midsystolic click adalah prolaps katup mitral atau trikuspid. Bunyi ini tajam dan bernada tinggi. Dalam keadaan ini lubang normal relatif stenotik untuk volume yang bertambah itu.OS yang sangat pendek. Ejection Click adalah bunyi bernada tinggi yang terjadi pada awal sistole pada permulaan ejeksi dan dihasilkan oleh pembukaan katup semilunar yang mengalami deformasi secara patologis. Opening snap adalah suatu kejadian diastolik yaitu bunyi terbukanya katup atrioventrikular yang mengalami deformasi secara patologis. tetapi jalan pintas atrium kiri ke kanan membuat volume atrium kanan tetap konstan selama pernapasan. Stenosis pulmonal atau aorta dapat menimbulkan ejection click. oleh karena itu splitting normal tidak terjadi. Opening snap mitral pada stenosis mitral terjadi setelah A2. Oleh karena itu katup mitral akan membuka lebih dini ketimbang normal. tahanan dan sumbatan terhadap alirau makin besar. Ini kira-kira sama dengan waktu yang diperlukan untuk mengatakan "ma-ma" dengan cepat. Selama ekspirasi. mobilitas katup berkurang dan ejection click lenyap. ketika tekanan ventrikel kiri turun di bawah tekanan atrium kiri. Interval ini kira-kira 50-60 mdetik dan kira-kira sama dengan interval S2 . Interval di antara S2 dan opening snap disebut interval S2 . Bunyinya singkat dan terdengar seperti bunyi "klik". Pada keadaan ini. Mungkin tunggal atau multipel. dan posisinya dalam siklus jantung dapat berubah bergantung gerakan yang mengubah geometri ventrikel.selama ekspirasi ini adalah paradoks.. Midsystolic click bukanlah ejection click. sedangkan ejection click aorta terdengar di daerah aorta. opening snap trikuspid pada stenosis trikuspid terjadi setelah P2. splitting lebar dan lidak berubah dengan pernapasan: Ini karena peningkatan aliran balik vena ke atrium kanan selama inspirasi secara normal meningkatkan tekanannya. Splitting menetap pada S2 adalah tanda auskultasi untuk adanya defek septum atrium. seperti gagal ventrikel kiri dan hipertensi berat. Turbulensi menyebabkan arus berlawanan (eddies) yang memukul dinding dan menimbulkan getaran yang didengar pemeriksa sebagai bising. Waktu S2 OS akan memendek kalau beratnya keadaan ini bertambah. Bising dapat pula timbul bila sejumlah besar darah mengalir melalui lubang normal. tekanan atrium kanan lebih rendah. Keadaan lain. Tekanan di dalam atrium kiri akan meningkat.OS dan mempunyai arti spesifik dalam hal beratnya stenosis. Mereka timbul pada pertengahan sistole. Bising Jantung (Murmur) Bising jantung timbul kalau ada energi turbulen di dalam dinding jantung dan pembuluh darah. Ejection click pulmonal paling baik didengar di daerah pulmonal. seperti terdengar pada stenosis mitral yang berat.

dan akan terjadi peningkatan bising pada saat ini. Jika pasien mempunyai irama sinus yang normal. Setiap peningkatan aliran atau volume dapat menimbulkan ejection murmur meskipun katupnya normal. atau presistole. Bising ini disebut holosistolik atau pansistolik. kontraksi atrium akan memperbesar perbedaan tekanan pada akhir diastole. "inkompetensi". Karena berdasarkan aliran. intensitas bising ini tidak mencerminkan beratnya penyakit. Bising yang "kasar" (harsh) disebabkan oleh perbedaan tekanan yang besar dan aliran yang besar pula. Bising holosistolik pada regurgitasi katup atrioventrikular adalah penemban d.engan sensiti. Bunyi Jantung Sikius Jantung Bunyi Sistolik awal Ejection click Bunyi pembukaan katup pretesa aorta Sistole pertengahan/akhir Midsystolic click Rub Diastoli k awal Opening snap S3 Bunyi pembukaan katup protesa mitra Deburan tumor Diastolik pertengahan S3 . Istilah ejection murmur ditujukan untuk bising yang dihasilkan oleh turbulensi melintasi katup semilunar selama sistol seperti pada stenosis aorta atau stenosis pulmonal. Bising ini bernada sedang dan paling baik didengar dengan diafragma stetoskop. pengisian cepat tidak terjadi dan ada perbedaan tekanan di sepanjang diastole. Bising ini berlangsung sampai setelah S2 karena tekanan ventrikel lebih tinggi daripada tekanan atrium bahkan setelah penutupan katup semilunar.k dimulai pada waktu tertentu setelah S2 dengan membukahya katup atrioventrikular.aliran. berkurangnya aliran melalui katup aorta yang mengalami stenosis berat dapat menimbulkan bising yang hampir tidak dapat didengar. dan dimulai dengan opening snap.jas didengar dengan bel stetoskop dan pasien berbaring dalam posisi dekubitus lateral kiri. dan "insufisiensi" sering dipakai sebagai sinonim untuk jenis bising in~. Ejection murmur berbentuk wajik dan dilukiskan sebagai "kresendo-dekresendo". Ia mulai bersama-sama dengan Sl dan berakhir setelah S2. Stenosis mitral dan stenosis trikuspid merupakan contoh bising jenis ini. Ejection murmur sebagai tanda stenosis aorta merupakan penemuan dengan sensitivitas tinggi tetapi spesifisitas rendah. Bising ini bernada tinggi dan paling jelas didengar dengan diafragMa. Ada jeda di antara S2 dan permulaan bising. jika katupnya mobil. Suatu S3-yang menunjukkan beban volume berlebihan pada ven-trikel--sering terdengar. Mereka mulai segera setelah S 1 dan berakhir sebelum S2. Istilah "regurgitasi". seperti pada regurgitasi mitral atau trikuspid. Karena katup atri ventrikular mengalami stenosis. vitas tinggi. Ejection click karena stenosis katup semilunar mungkin mendahului bising itu. Bising atrioventrikular diastoli. Bisingnya berbentuk dekresendo. Bertambahnya aliran melintasi katup aorta yang menyempit secara minimal akan menimbulkan bising yang kuat. Bising atrioventrikular diastolik merupakan tanda yang sensitif dan spesifik untuk stenosis katup atrioventrikular. Bising ini bernada rendah dan paling je. Relaksasi isovolumetrik sedang terjadi selama periode ini. karena Imenunjukkan arah aliran yang retrograd. Bising systolic regurgitan dihasilkan oleh aliran retrograd dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah selama sistole. Istilah yang lebih disukai adalah "regurgitasi".

§ Pada denyut jantung yang cepat periode diastole memendek. Pembukaan dan penutupan katup mitral prostetik terdengar pada banyak katup prostetik. menyerupai tanda stenosis mitral. Pembukaannya sebanding dengan opening snappenutupannya adalah suatu S1 "prostetik".Summation gallop Akhir diastolik S4 kadang-kadang Bunyi pacu jantung disebut presistolik) Pembukaan dan penutupan katup aorta prostetik terdengar pada banyak katup prostetik. penutupannya adalah suatu S2 "prostetik". Miksoma atrium yang bertangkai dapat keluar masuk cincin mitral. Bising semilunar diastolik ditnulai segera setelah S2. seperti terdengar pada regurgitasi aorta atau pulmonal. Pembukaannya sebanding dengan ejection click. RISING SISTOLIK Stenosis Regurgitast Aorta Mitral Lokasi Daerah aorta Apeks Penyebaran Leher Aksila Bentuk Wajik Holosistolik Nada Sedang Tinggi Kualitas Kasar Meniup Tanda terkait A2 melemah S1 Ejection click S3 S4 Titik impuls maksi Tekanan denyut mum (PMI) difus sempit dan pindah ke lateral . Jika ada S3 dan Sq bunyinya mungkin "disumasi" menjadi bunyi tunggal yang disebut summation gallop.

. kandung empedu. Tetapi ia tidak patognomonik untuk penyakit jantung. Bising bernada tinggi berbentuk dekresendo dan paling jelas didengar dengan diafragma stetoskop. usus. Bising semilunar diastolik adalah suatu tanda dengan sensitivitas rendah tetapi spesifisitas tinggi. dengan pasien dalam posisi duduk membungkuk ke depan.. TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Gejala-gejala penting penyakit jantung mencakup berikut ini: • Nyeri dada • Ketidakteraturan irama jantung (palpitasi) • Dispnea (sesak napas) • Sinkop (pingsan) • Kelelahan • Edema dependen (pembengkakan tungkai) • Hemoptisis (batuk darah) • Sianosis (kulit berwarna kebiruan) Nyeri Dada Nyeri dada mungkin merupakan gejala penyakit jantung yang paling penting. setelah S2 tidak ada keterlambatan sampai mulai tirubulnya bising itu. Telah diketahui bahwa nyeri dada dapat disebabkan oleh gangguan paru-paru.Denyut meningkat dengan perlahan dan terlambat Berbeda dengan bising atrioventrikular diastolik. dan muskuloskeletal. Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut ini kepada setiap pasien dengan nyeri dada: "Di mana nyerinya?" "Sudah berapa lama Anda menderita nyeri itu?" "Apakah episode nyerinya berulang?" "Berapa lama Anda menderita nyeri itu ?" "Berapa seringAnda mengalami nyeri itu?" "Apa yangAnda lakukan untuk membuatnya lebih baik?" 'Apa yang membuat nyeri itu memburuk? ..

... demam? .. berdenyut?. sesudah makan? . tajam? .. difus Di bawah payudara kiri. rahang. . "seperti di sayat" " seperti dijepit" Intensitas Ringan sampai berat Menyiksa Lamanya Bermenit-menit Beberapa detik.. setempat Penyebaran Lengan kiri... ...... Ciriciri yang tertera di sini merupakan ciri-ciri yang lazim ditemukan. batuk darah? . berbaring? . waklu rriengalami stres emosional? . menusuknusuk?" 'Apakah nyerinya timbul pada waktu beristirahat? . berhari-hari Dicetuskan Usaha fisik... nyeri tungkai?" Ciri-Ciri Nyeri Dada' Angina Bukan Angina Lokasi Retrosternal.. nausea atau vomitus? . . . ... Tetapi daftar ini tidak mutlak. Daftar ini dipakai hanya dipakai sebagai petunjuk. .gerakan Dihilangkan Istirahat.. "Tajam". batuk? ... ketika tidur?. berjam jam... "seperti "tumpul"... nyeri terus-menerus? . nitrogliserin Apa saja oleh Angina dan nyeri dada lain mungkin timbul dalam berbagai cara. emosi. . "seperti diperas".. menggerakkan lengan atau leher?" "Bagaimana deskprisi nyerinya?• . .sikap oleh makan. rasa panas? • . menekan? . palpitasi? ... melalaukan aktivitas ftsik? .. Lengan kanan punggung Deskripsi "Nyeri terus menerus". ditusuk-tusuk".dingin tubuh.. memeras? .. selama koitus?" 'Apakalt nyerinya berkaitan dengan sesak napas? . seperti ditusuk pisau? . ketika menggerakkan lengan? . Pernapasao. menjepit? .... "tertekan"... ..bernapas? ... tumpul? ..

Penyebab Lazim Nyeri Dada Sistem organ Penyebab Jantung Penyakit arteri koronaria Penyakit katup aorta Hipertensi pulmonal Prolaps katup mitral Perikarditis Stenosis subaorta hipertrofik idiopatik (IHSS) Vaskular Diseksi aorta Pulmonal Emboli paru Pneumonia Pleuritis Pneumotoraks Muskuloskeletal Kostokondritis Artritis Spasme otot Tumor tulang Neural Herpes zoster Gastrointestinal Penyakit tukak Penyakit kolon Hiatus Hernia Pankreatitis Kolesistitis .

Emosional Ansietas Depresi Sindrom Tietze. Angina merupakan akibat hipoksia miokard yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai koroner dan kebutuhan miokard. Sangat sering pasien melukiskan anginanya dengan mengepalkan tinjunya dan meletakkannya di atas sternum. Angina pektoris merupakan gejala sejati penyakit arteri koronaria. seraagan virus pada saraf tepi dalam distribusi dermatom. suatu peradangan tulang tawan kosta. aterosklerosis koroner dan penyakit katup aorta merupakan penyebab tetsering. Palpitasi Palpitasi adalah sensasi tidak nyaman di dada yang berkaitan dengan berbagai macam aritmia. Ini adalah tanda patognomonik angina yang biasanya disebut tanda Levine. Bila nyeri dada berkaitan dengan etiologi jantung. Pasien mungkin Penyebab Lazim Palpitasi Ekstrasistole Denyut prematur atrium (APB) Denyut prematur nodal Denyut prematur ventrikel (VPB) Takiaritmia Takikardia supraventrikel paroksismal (PSVT) Flutter atrium (AFI) Fibrilasi atrium (AF) Takikardia atrium multifokal (MAT) Takikardia ventrikel (VT) . Herpes zoster.

"Berapa sering?" "Kapan dimulainya serangan ini?" "Berapa lama serangan ini 6erlangsung?" "Bagaimana rasanya?" 'flpakah tindakan atau posisi tertentu menghentikannya?" 'Elpakah serangan ini berhenti secara tiba-tiba?" 'Apakah Anda dapat menghitung denyut nad iAnda selama serangan?" "Dapatkah Anda mengetukkan irama tersebut di meja ini?" 'Apakah Anda mengalami palpitasi setelah latihan fisik berat?.. "berhenti". ketika berbaring pada sisi kiri tubulz? . Palpitasi sangat lazim dan tidak perlu menunjukkan penyakit jantung yang serius. mungkin berkaitan dengan sensasi "kontraksi yang kuat".. dingin?" "Obat-obatan apa yang sedangAnda gunakan?" 'Apakah Anda minum obat untuk paru paru Anda ?" . bila lelah?" 'ApakahAnda pernah pingsan selama palpitasi? . "denyut yang melompat". . Setiap keadaan di mana terjadi peningkatan isi sekuncup (stroke volume)... "mengetuk-ngetuk". atau "tidak teratur". nyeri kepala. sesudah makan?. atau berkeringat?" 'ApakahAnda tidak tahan panas?. . . penting untuk menanyakan pertanyaan berikut ini: "Berapa lama Anda sudah mengalami palpitasi?" 'Apakah serangan palpitasinya terjadi secara berulang-ulang?"Jika ya. Bi1a seorang pasien mengeluh palpitasi. Penting untuk ditentukan apakah pasien pernah mengalama episode yang sama di masa lalu dan apa yang dilakukan untuk menghilangkannya. mengalami nyeri dada?" 'Apakah palpitasi disertai dengan muka kemerahan. Pasien mungkin melukiskan palpitasi sebagai "berdebar-debar".. Dikenal pula sebagai kontraksi prematur ventrikel (VPC) atau kontraksi ventrikel prematur (PVC). seperti pada regurgitasi aorta.. ketika melakukan aktivitas fisik? .. "meloncatloncat". .Bradiaritmia Blok jantung Henti sinus Obat-obatan Bronkodilator Digitalis Antidepresan Merokok Kafein Tirotoksikosis Dikenal pula sebagai kontraksi prematur atrium (APC) atau kontraksi atrium prematur (PAC). .

hipoglikemia. dan jantung yang lemah mungkin tidak dapat mengatasi peningkatan beban ini." Episode PND relatif spesifik untuk gagal jantung kongestif. sensasi palpitasi dapat terjadi selama periode laju dan irama jantung yang normal. Penting untuk mengukur beratnya dispnea dengan menanyakan. Gejala PND sering berkaitan dengan gejala ortopnea. Pada pasien dengan gangguan panik dan keadaan ansietas lainnya. "ortopnea 3 bantal selama 4 bulan terakhir. dapat dinyatakan. sebagai akibatnya dapat timbul gagal jantung kongestif."Berapa blok rumah yang dapat Anda tempuh sekarang ? Sebab-sebab Umum Dispnea Sistem Organ atau Keadaan Penyebab . kopi. atau soda cola yang Anda minum setiap hari?" 'Apakah Anda merokok?" 'Apakah Anda minum minuman yang mengandung alkohol?" 'ApakahAnda memperhatikan bahwa setelah palpitasiAnda harus buang air kecil?" Di samping sebab primer kardiovaskular. Dispnea biasanya berhubungan dengan penyakit jantung atau paru-paru. demam.'Apakah Anda minum obat untuk kelenjar tiroid?" 'Apakah Anda pernah diberitahu bahwa ada gangguan pada kelenjar tiroid Anda?" "Berapa banyak teh. Pasien akan melukiskan bahwa ia "sesak napas" atau bahwa ia "tidak mendapat udara dalam jumlah yang cukup". Hipertiroidisme merupakan penyebab penting gangguan irama yang berasal dari luar jantung. dan mengurangi rasa sesak dengan berlari ke jendela untuk "mendapatkan lebih banyak udara. tembakau dan obat-obatan juga merupakan faktor penting dalam aritmogenisitas. Penting untuk bertanya ke pada semua pasien: "Berapa banyak bantal yang Anda perlukan untuk tidur?" Untuk membantu mengukur beratnya ortopnea. Amine simpatomimetik yang dipakai dalam pengobatan bronkokonstriksi juga merupakan perangsang kuat untuk terjadinya aritmia. Ortopnea adalah keadaan di mana pasien memerlukan lebih banyak bantal untuk tidur. Kafein. "Bagaimana caranya?" Dispnea Keluhan dispnea sangat penting. anemia. Pasien yang pernah mengalami serangan palpitasi harus ditanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini: "Bagaimana serangan terdahulu berakhir?" "Berapa seringAnda mengalami serangan ini?" . dan ansietas. misalnya. feokromositoma." Dispnea aktivitas fcsik (DOE) biasanya disebabkan oleh gagal jantung kongestif kronis atau penyakit paru berat. sering kali batuk. Dispnea nokturnal paroksismal (PND) terjadi di malam hari atau bila pasien telentang. sangat sesak. keadaaan yang lazim berkaitan dengan palpitasi adalah tirotoksikosis. Pasien terbangun kira-kira 2 jam setelah tertidur. Posisi ini meningkatkan volume darah intratorakal. 'Apakah Anda dapat mengakhirinya sendiri?" Jika ya.

Sinkop Pingsan. "Berapa sering Anda menderita serangan ini?" "Apakah pingsan timbul secara tiba-tiba?" 'Apakah Anda kehilangan kesadaran?" 'Anda berada dalam posisi apa ketika pingsan?" 'Apakah pingsan didahului oleh gejala lain? .. .." Trepopnea adalah bentuk jarang dispnea posisional di mana pasien dispnea berkurang sesaknya bila berbaring pada sisi kiri atau kanannya. bingung?. Bila pasien menyebutkan pingsan.Jantung Gagal ventrikel kiri Stenosis mitral Paru-paru Penyakit paru obstruktif Asma Penyakit paru restriktif Emboli paru Hipertensi pulmonal Emosional Ansietas Pemaparan tempat tinggi Berkurangnya tekanan oksigen Anemia Berkurengnya kapasitas pengangkut oksigen "Berapa blok rumah yang dapat Anda lalui 6 bulan yang lalu?" Pemeriksa sekarang dapat berusaha mengukur beratnya dispnea. mad rasa? . Misalnya. .. lapar?" 'Apakah ada tanda peringatan lain yang menunjukkan bahwaAnda akan pingsan?" 'Apakah tinja Anda berwarna hitam seperti ter setelah pingsan?" Aktivitas yang dilakukan sebelum sinkop penting karena beberapa etiologi kardiak berkaitan dengan sinkop selama aktivitas Ssik.. adalah hilangnya kesadaran untuk sementara yang disebabkan oleh perfusi serebral yang inadekuat. nyeri dada? . stenosis subaorta hipertrofik .. Sinkop mungkin berkaitan dengan penyebab jantung atau pun bukan jantung. atau sinkop. nausea?. .. Di samping itu. "Pasien mengalami DAF 1 blok rumah selama 6 bulan terakhir. misalnya stenosis katup aorta. penting untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut: "Apa yang sedang Anda lakukan tepat sebelum Anda pingsan ?" 'Apakah Anda menderita serangan pingsan berulang?" Jika ya. Sebelum 6 bulan yang lalu. Patofisiologi trepopnea tidak diketahui dengan baik. palpitasi? . selama 3 bulan yang lalu pasien mengalami ortopnea 4 bantal. pasien dapat berjalan melalui 4 blok rumah taripa menjadi sesak napas. . Penting untuk menanyakan kepada pasien apa yang dimaksudkannya dengan "pingsan" atau "pusing"...

Hipotensi ortostatik adalah suatu bentuk sinkop postural dan disebabkan oleh keterbatasan otonom perifer. Curah jantung mungkin berkurang oleh aritmia atau lesi obstruktif. penyebabnya mungkin hipotensi ortostatik.idiopatik. Misalnya. mungkin ada penyebab aritmogenik. Jika pasien menyebutkan palpitasi sebelum sinkop. jika pasien pingsan setelah bangun tiba-tiba dari tempat tidur di tengah malam untuk berlari menjawab telepon. Posisi pasien tepat sebelum pingsan penting karena informasi ini dapat membantu menentukan penyebab Penyebab Lazim Sinkop Sistem Organ atau Keadaan Penyebab Jantung Berkurangnya perfusi serebral karena gangguan irama jantung Obstruksi keluaran ventrikel kiri Metabolik Hipoglikemia Hiperventilasi Hipoksia Psikiatrik Histeria Neurologik Epilepsi Penyakit serebrovaskular Hipotensi ortostatik Berkurangnya volume darah Obat antidepresan Obat antihipertensi Vasovagal Vasodepresi Miksi Refleks viseral (vasodepresor) Batuk Penyakit paru kronis Sinus karotis Respons vasodepresor terhadap sensitivitas sinus karotis sinkop. Tekanan darah sistemik tiba-tiba turun karena kegagalan refleks adaptif untuk mengkompensasi sikap . dan hipertensi pulmonal primer.

ini. perspirasi. Penyebab tersering kelelahan adalah ansietas dan depresi.tubuh tegak. tetapi kadang-kadang menyebutkan lebih lelah di pagi hari. dan jenis vasodepresor (hipotensi tanpa bradikardia). Mungkin terjadi pula peningkatan tekanan cairan serebrospinal yang menyebabkan berkurangnya perfusi ke otak. menerima kabar buruk. Mereka seringkali merasa lebih lelah di rumah ketimbang di tempat kerja. Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut: "Sudah berapa lama Anda merasa lelah?" 'Apakah timbulnya secara tiba-tiba?" "Apakah Anda merasa lelah sepanjang hari? . Pasien dengan gagal jantung kongestif dan penyakit katup mitral sering kali mengeluh lelah. rasa tidak enak di epigastrium. Pewawancara harus menanyakan: "Bilamana Anda mengetahui pertama kali adanya edema?" . Keadaan ini sering didahului oleh nausea. terjadi peningkatan rangsangan pada sinus karotis. Edema Pembengkakan tungkai. Beberapa mekanisme telah dipostulasikan untuk menjelaskan terjadinya hal.. Sinkop vasovagal terjadi selama periode ketegangan emosional.. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan darah sistemik secara tiba-tiba. Sinkop miksi adala6 sinkop yang biasanya terjadi selama mengejan pada waktu buang air kecil di malam hari. Mereka mungkin merasa paling sehat di penghujung hari. sangat sering dikeluhkan pasien. seperti donor darah. di pagi hari? . ketika kebanyakan pasien dengan penyebab organik merasa paling kurang sehat. sehingga terjadi sinkop. atau keadaan stres.. Umumnya diterima bahwa batuk menyebabkan peningkatan tekanan intratoraks sehingga mengurangi aliran balik vena dan menurunkan curah jantung. Kelelahan Kelelahan adalah gejala umum berkurangnya curah jantung. Keadaan ini biasanya terjadi setelah minum alkohol dalam jumlah cukup banyak. Sinkop vasovagal adalah jenis pingsan yang paling sering ditemukan. Keadaan lain yang berkaitan dengan kelelahan adalah anemia dan penyakit kmnis. Arah pertanyaan harus berusaha membedakan kelelahan organik dari kelelahan psikogenik. Sinkop sinus karotis berkaitan dengan sinus karotis yang hipersensitif dan lebih sering dijumpai pada orang berusia lanjut. atau suatu "perasaan tenggelam". di malam hari?" "Bilamana Anda merasa paling lairang lelah?" 'Apakah Anda merasa lebila lelah di rumah ketim6ang di tempat kerja?" 'Apakah rasa lelahnya hilang dengan beristirahat?" Pasien dengan lelah psikogenik merasa lelah "sepanjang waktu". Tahanan vaskular sistemik mendadak turun tanpa diimbangi dengan peningkatan curah jantung sebagai akibat peningkatan vagotonia. suatu bentuk edema dependen.. Ada sejumlah pertanyaan lain yang sebaiknya ditanyakan kepada pasien dengan sinkop yang mengarahkan perhatian kita kepada etiologi neurologik. Bila pasien dengan sinkop sinus karotis memakai baju dengan kerah baju sempit atau memutar lehernya ke arah tertentu. Tetapi kelelahan tidak spesifik untuk penyakit jantung. Sinkop post-tusif biasanya terjadi pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis. Ada dua macam hipersensitivitas sinus karotis: jenis kardioinhibisi (bradikardia). kelemahan.

lambung pancreas dan usus. Ini disebut sianosis diferensial. yang terletak di bawah tingkat arteti karotis dan subklavia kiri. Bagian bawah hati adalah cekung dan merupakan atap ginjal kanan. adalah berguna untuk menentukan mana yang timbul lebih dahulu. 'Apakah Anda minum pil ' KB?" 'Apakah edema berkaitan dengan perubahan daur haid?" Pasien dengan gagal jantung kongestif mengalami edema simetris pada tungkai bawah yang memburuk dengan berjalannya hari. edema atau sesaknapas ?" 'Apakah Anda mengalami rasa nyeri di tungkai?" 'Apakah ada ulkus di tungkaiAnda?" Jika pasiennya wanita. darah yang kurang mengandung oksigen hanya dipompa ke ekstremitas inferior untuk menimbulkan sianosis hanya pada lokasi tersebut. menonjol ketepi bawah iga kanan.'Apakah kedua tungkai sama bengkaknya?" "Apakah bengkak timbul tiba-tiba?" 'flpakah bengkak memburuk pada suatu waktu dalam satu hari?" 'Apakah bengkak hilang setetah tidur malam hari?" 'Apakah peninggian tungkai membuat bengkak berkurang?" 'Anda sedang meminum obat apa saja?" 'flpakah ada riwayat penyakit ginjal. Sianosis Terkadang mungkin dijumpai sianosis hanya pada ekstremitas inferior. Kubah diafragma dimulai kirakira pada sela iga keenam digaris midclavicula. Sebagian darah masuk ke paru-paru untuk mengalami oksigenisasi dan akhirnya dipompa melalui aorta untuk menghasilkan warna kulit yang normal di ekstremitas superior. Pada pasien dengan dispnea dan edema yang disebabkan oleh gadgguan jantung. . kanan dan kiri. Hati memiliki dua lobus utama. Tepi bawahnya yang biasanya tipis dan halus. kecuali daerah kecil pada permukaan posterior yang melekat langsung pada diafragma. dispnea biasanya timbul lebih dahulu sebelum terjadinya edema. Keadaan paling baik di pagi hari setelah tidur dengan meninggikan tungkai di tempat tidur. Keadaan ini berkaitan dengan pintas kanan ke kiri melalui patent ductus arteriosus (PDA). jantung. Jika pasien juga mengeluh dispnea. Hati memiliki dua sumber suplai darah yaitu dari saluran cerna dan limpa melalui vena porta dan dari aorta melalui arteri hepatica. Pada pintas kanan ke kiti yang disebabkan oleh hipertensi pulmonal. PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN Anatomi Hati terletak dibawah diafragma dan dilindungi oleh iga-iga bawah. Tepi bawah hati dengan lebar normal ( 8-12 cm ) dapat dipalpasi pada sebagian orang normal yang melakukan inspirasi dalam. atau hati?" 'Apakah Anda mengalami sesak napas?" Jika yq "Mana yang lebih dahulu. Permukaan hati diliputi oleh peritoneum viseralis. Kandung empedu dan porta hepatikus terletak dibawah kulit hipokondrium kanan. darah di dalam arteri pulmonal melintasi PDA.

region lumbalis kanan dan kiri. Ginjal diperdarahi oleh arteri renalis. Periksa : Bentuk abdomen Kulit dinding perut dan umbilicus Gerak dinding perut pada pernafasan Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut Bentuk Abdomen . Ginjal adalah organ profunda retroperitoneal didaerah pinggang. dan region inguinalis (iliaca) kanan dan kiri. Hal ini menunjukan daerah nyeri tekan ginjal Duodenum dan pancreas terletak didalam abdomen bagian atas. Inspeksi Pemeriksaan abdomen dapat dilakukan dalam posisi pasien telentang atau tegak. maka arteri renalis kanan lebih panjang dari arteri renalis kiri. Vesika urinaria lebih baik dalam keadaan kosong. dan sering kali tidak dapat dipalpasi. Kedua tungkai jika perlu dalam keadaan fleksi pada sendi paha dan lutut. Sudut costo vertebral adalah sudut yang dibentuk oleh batas bawah iga kedua belas dan prosesus transverses vertabra lumbalis. Sedangkan vena renalis menyalurkan darah kedalam vena cava superior yang terletak disebelah kanan garis tengah. Uterus dan Vesika urinaria yang membesar dapat dipalpasi pada simpisis pubis. Dinding perut penderita harus dalam keadaan ‘relax’. Abdomen dibagi dalm sembilan regio yaitu : regio epigastrium. Ujung limpa sedikit dapat dipalpasi pada 5% pasien normal yang sudah mencapai umur akademis. Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi. Sebaiknya penderita bernafas melalui mulut atau diajak bercakap-cakap. dapat teraba sebagai struktur digaris tengah. kesembilan dan kesepuluh. Aorta yang berdenyut dengan diameter kira-kira 2 cm. region umbilicalis.Limpa terletak dibagian posterior kanan didepan iga kedelapan. regio hypokondrium kanan dan kiri. Uterus dan vesika urinaria merupakan struktur-struktur digaris tengah yang biasanya tidak dapat dipalpasi kecuali kalau telah membesar. Arteri renalis dicabangkan dari aorta abdominalis kira-kira setinggi vertebra lumbalis II. region hypogastrika (supra pubik). Normalnya tidak dapat dipalpasi Promontorium sacrum dapat dipalpasi pada pasien kurus dikutub atas sector hipogastrium selama inspirasi dalam. Akibatnya vena renalis kiri kira-kira dua kali lebih panjang dari vena renalis kanan. palpasi. perkusi. Karena gambaran anatomis ini maka ahli bedah transplantasi biasanya lebih suka memilih ginjal kiri donor yang kemudian diputar dan ditempatkan pada pelvis kanan resipien. dan auskultasi. Karena aorta terletak disebelah kiri garis tengah.

Perut yang tampak membuncit pada orang dewasa kemungkinan disebabkan oleh obesitas. tumor intra abdominal. pada posisi tegak maupun telentang perut tampak buncit tanpa ‘sagging’ pada pinggang dan tanpa ‘smiling’ pada umbilicus. atau pancreas dapat menimbulkan pembengkakan epigastrium. licin dan mengkilap. kehamilan. Distensi harus dibedakan dari lemak. Pada pembesaran perut. dengan sagging pada pinggang (bila bebaring telentang). mungkin disebabkan oleh distensi kandung kemih atau pembesaran uterus. Jika setempat. Kelainan hati dan limpa dapat menimbulkan pembengkakan didaerah hipokondrium. umbilicus menonjol ( tidak ‘smiling’ ). Linea nigra. ascites. perhatikanlah daerah anatomiknya. atau sigmoid mungkin abnormal. Jaringan parut bekas operasi memberikan petunjuk tentang kelainan abdomen. Didaerah iliaka. Perdarahan abdominal. meteorismus. Kulit yang keriput menandakan bahwa dinding perut mengalami distensi seperti misalnya karena kehamilan. Stria karena baru saja mengalami perubahan berat badan dan stria berpigmen pada sindrom cushing terlihat dengan jelas pada dinding abdomen. secum. Keadaan ini dapat dijumpai pada orang yang kekurangan makan atau dehidrasi. pada keadaan ini darah akan mengalir kearah bawah untuk memintasi obstruksi pada vena cava superior. menunjukan bahwa wanita tersebut pernah hamil. Bentukperut yang seperti perut kodok yaitu buncit. garis hiperpigmentasi yang berjalan dari umbilicus sampe simfisis. Kelainan ini sering ditemukan dan menunjukan kelemahan dan terpisahnya musculus rectus. dan tanyakanlah riwayat penyakit yang berkaitan. Periksalah apakah pasien anda mempunyai jaringan parut. Tentukanlah apakah pembengkakan tersebut meliputi seluruh abdomen atau setempat saja. pelvis atau retroperitoneal dapat bermanifestasi sebagai ekimosis setempat didaerah pinggang atau disekitar umbilicus. lambung. dan retensio urine. Kulit Dinding Perut dan Umbilicus Kulit abdomen perlu diperhatikann secara khusus. Ginjal. mendatar. Caput medusae adalah lingkaran vena-vena yang berdilatasi menyebar dari umbilicus dan merupakan aliran kolateral vena pada sirosis dan hipertensi portal. atau pernah ascites. tampak perut buncit. limpa atau hati mungkin menyebabkan distensi pinggang sedangkan aorta. Diastesis recti adalah suatu tonjolan digaris tengah yang dapat diperlihatkan dengan meminta pasien mengangkat kepalanya. . Pada kehamilan atau adanya tumor intra abdominal. Perut yang ‘schapoid’ (cekung) adalah perut dimana konturnya menyerupai lunas perahu yang turun secara tiba-tiba dari prosesus xipoideus. ovarium. Kadang-kadang. Jika ditemukan didaerah supra pubis. Pada anak-anak agak membuncit hingga masa pubertas. Bentuk perut asimetris dapat disebabkan oleh adanya penonjolan pada salah satu sisi misalnya karena adanya tumor atau pembesran hepar/lien. Bila pasien ascites diinspeksi dalam posisi tegak.Normal simetris. Juga terdapat pada keadaan dehidrasi. disertai dengan umbilicus yang tertarik kekiri dan kekanan (‘smiling umbilicus’) terdapat pada ascites. kulit dinding perut akan tampak tegang .

maka denyut itu tampak walau pada orang yang tidak kurus sekalipun dan bersifat ekspansif berdenyut kesegala arah). Pada peritonitis tidak ada pergerakan dinding perut sama sekali. atau pemeriksaan yang dilakukan secara sepintas lalu akan menggagalkan usaha anda. Untuk membantu mencapai bagian . Pada waktu bernapas normal dinding perut mengembang pada waktu inspirasi dan mengempis pada ekspirasi secara simetris. Pulsasi tampak jelas yang berasal dari denyut aorta abdominalis yang diteruskan ke dinding perut. Pada kelumpuhan diafragma. semua aliran darah dalam vena dari bawah ke atas.tangan yang dingin. sedangkan pada obtruksi vena cava interior. Pulsasi didaerah hipokondrium kanan dapat berasal dari hepar pada pasien yang menderrita insufisiensi katup trikusfpidalis. Palpasi abdomen Informasi yang diperoleh dengan palpasi berbeda-beda tergantung pada perhatian dan ketelitian yang dicurahkan. bila tampak demikian. Normal tidak tampak gerak peristaltic. vena yang berdilatasi adalah vena yang terdapat di daerah perifer dinding abdomen. Tapi pada obstruksi usus. Dengan memakai bantalan jari-jari dan tangan yang sejajar dengan abdomen. secara perlahan-lahan tingkatkanlah tekanan tangan yang memeriksa sampai anda puas dengan hasilnya. Pada tiap daerah pemeriksaan. Pada umbilikus dapat terjadi hernia atau neoplasma. Seorang pasien yang tegang dapat menjadi lebih santai jika sendi panggul dan sendi lututnya difleksikan dan hanya tumitnya yang berada pada meja periksa. disebabkan oleh dilatasi venae yang mungkin disebabkan oleh adanya obstruksi vena porta (misalnya pada sirosis hati). palpasilah daerah tersebut pada saat terakhir. Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut. Pada obstruksi vena cava superior. vana yang berdilatasi terutama vena dibagian tengah dinding perut sedangkan pada obstruksi vena cava. Tapi bila aorta abdominalisnya mengalami aneurysma. Pada obesitas. Arah aliran darah didalam vena pada obstruksi vena porta ialah vena yang teletak diatas umbilikus dari atas kebawah sedangkan pada vena yang terletak dibawah umbilikus dari bawah ke atas. Pada penderita tumor lambung pulsasi didaerah epigastrium pun akan tampak lebih menonjol. mula-mula palpasilah tiap sektor dengan perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut. misalnya pada abses subdiafragma. letakkanlah tangan lainnya pada tangan yang melakukan palpasi untuk menambah tekanan.. dan tidak tergesa-gesa. walau perut buncit umbilicus tidask menonjol. pergerakan dinding perut saat bernapas juga tidak tampak.Periksalah abdomen dengan hati-hati. Gerak dinding perut dalam keadaan ststis dan pada waktu bernapas. atrau obstruksi vena cava superior atau interior pada obstruksi vena porta. Pulsasi dapat tampak pada dinding perut di daerah epigastrium yang mungkin disebabkan oleh hipertropi ventrikel kanan atau pada orang normal yang amat kurus. Jika ada alasan untuk mencurigai kelainan atau nyeri di suatu daerah. lemah-lembut.Vena kulit mungkin tampak tetapi tidak menonjol dan berkelok-kelok. umbilikus dapat menonjol. arah aliran darah dalam vena yang berdilatasi itu semua keaarah bawah. akan tampak gerak peristaltic disebelah proksimal dari temapt obstruksi traktus digestivus. Palpasi yang dilakukan secara tergesa-gesa. Pada ascites yang amat besar. Jika anda merasa perlu memeriksa lebih dalam lagi. Pada tumor intra abdominal atau kehamilan. gerakan dinding perut menjadi sebaliknya.

Palpasi bimanual yang sebenarnya bermanfaat untuk mengetahui garis bentuk organ. Gelombang peristaltik dapat teraba dimana saja di dalam abdomen dan biasanya menunjukkan obstruksi mekanis. atau massa dengan mempalpasi kedua sisi berlawanan struktur tersebut. dimana tangan dimasukkan lebih dalam lagi. Pada tiap ekspirasi abdomen turun. nyeri tekan. Secara progresif. Tanda Murphy diperoleh dengan meletakkan tangan kiri pada iga kanan pasien dan menyangkutkan ibu jari . dan lemak. Perhatikanlah wajah pasien untuk melihat tanda-tanda perasaan tidak enak selama palpasi. Yang terakhir ini merupakan tanda pembengkakan yang merata. Pada palpasi yang dilakukan di daerah hipokondrium kanan mungkin ditemukan pembesaran hati atau kandung empedu. tajam. Hati yang sangat membesar lebih sering tidak di temukan ketimbang hati yang sedikit membesar. Jika ada cairan bebas. pasien dapat menggerenyit atau berteriak. Ballotement bermanfaat. Tepi hati mungkin dapat diraba pada orang normal. Nyeri tekan pantulan adalah suatu tanda penting untuk adanya iritasi peritoneum. baik persial maupun hamper lengkap. tanyakanlah dengan segera tempat iritasi maksimum.Letakkanlah satu tangan anda di pinggang dan ketuklah pinggang yang berlawanan dengan ujung jari tangan anda. Mintalah asisten anda untuk menekan garis tengah dengan pinggir tangannya. Ketika peritoneum kembali ke posisi semula. atau tumpul. mintalah pasien untuk bernafas perlahan-lahan dan dalam-dalam. cairan. Tangan yang melakukan palpasi secara perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut ditekankan dalam –dalam ke dalam abdomen dan kemudian secara tiba-tiba dilepaskan. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam. yang untuk sementara memindahkan cairan yang berada diatasnya. Ujung jari tangan ditekankan dengan gerak menusuk yang cepat kedalam abdomen. hanya cairan yang akan menghantarkan gelombang tekanan. perhatikanlah apakah tepinya tidak nyeri. Diantara ketiga keadaan ini. Tepi hati akan terasa menyentuh ujung jari tangan anda ketika ia turun pada waktu inspirasi. Ini dilakukan dari depan kebelakang melalui pinggang atau dengan menekan kedua sisi struktur tersebut di bagian anterior. lakukanlah palpasi lebih rendah sampai anda mencapai krista iliaka. dan lakukanlah penekanan. Kalau timbul kecurigaan bahwa pasien menderita penyakit akut pada kandung empedu. Kalau hati teraba. Sebagai teknik alternatif. Cara ini dapat memperlihatkan adanya massa atau pembesaran organ yang tidak dapat diketahui dengan palpasi biasa. anda dapat meletakkan tumit tangan kiri anda pada margo kosta dan melengkungkan jari-jari tangan anda di atas tepi hati ketika pasien sedang menarik nafas. struktur vaskuler. Pemeriksa yang berpengalaman akan mengalihkan perhatian pasien selama pemeriksaan dengan membicarakan hal-hal ringan. nyeri tekan pada kuadran kanan atas dapat memberikan petunjuk yang bermanfaat. Palpasi abdomen yang menggelembung membantu dalam membedakan dilatasi usus. Penarikan umbilikus kadang-kadang dapat dipakai untuk memperlihatkan peradangan peritoneum. Jika demikian. tangan yang melakukan palpasi akan merasakan adanya benturan gelombang cairan. Kalau teraba.dalam abdomen. lebarnya harus ditentukan dengan perkusi. terutama kalau abdomen tersebut besar atau penuh dengan cairan. Kadang-kadang letaknya jauh sekali dari jari-jari anda yang melakukan palpasi. dan posisi ini dipertahankan sampai ekspirasi berikutnya. letakkan tangan kiri anda pada iga kanan bawah dan arahkanlah jari-jari tangan kanan anda ke arah bahu kanan. Pada palpasi hati. Pembesaran lobus kiri hati dapat melintasi garis tengah dan sampai ke hipokondrium kiri.

Sokonglah margo kosta kiri dengan tangan kiri anda dan masukkanlah secara perlahan-lahan jari-jari tangan anda ke dalam daerah subkosta ketika pasien menarik nafas secara perlahanlahan dan dalam-dalam. Pankreas bersilangan dengan tulang belakang di daerah ini. dan ditemukan sebagai suatu massa yang teraba pada palpasi. Lobus kiri hati dapat membesar dan mencapai daerah ini. Palpasi Hati . Yang terakhir ini biasanya akan turun menjauhi jari-jari tangan anda ketika anda berusaha mendekati margo kosta. nyeri tekan dapat diperlihatkan dengan palpasi dalam secara langsung dengan jari tangan anda ketika pasien sedang menarik nafas dalam. Daerah iliaka kanan mengandung titik Mc Burney – daerah dengan nyeri tekan maksimum pada apendisitis. Lordosis yang menonjol dan abdomen yang tipis dapat membuat promontorium ini jelas kelihatan. Mungkin sangat sulit untuk membedakan limpa yang besar dengan ginjal yang besar. dan lambung terletak di antaranya dan jari-jari yang melakukan palpasi. Pembesaran limpa paling baik di deteksi dengan palpasi yang dilakukan dengan cara yang sama seperti palpasi hati. Ia akan teraba seperti massa berbentuk sosis lunak dan mungkin nyeri tekan kalau di guling-gulingkan di antara ujung-ujung jari tangan. Juga. ginjal tidak bergerak pada waktu inspirasi. Aorta abdominal terletak di bawah dan sedikit di atas dan di sebelah kiri umbilikus.anda di atas margo kosta. Tepat di bawah umbilikus. meskipun untuk kepastiannya perlu di lakukan pemeriksaan pelvis. Pulsasi lateral merupakan tanda bahwa anda memang memegang kedua sisi pembuluh darah ini dan tidak di atasnya. sigmoid atau ovarium kiri dapat di temukan di daerah fosa iliaka kiri. Keganasan intraabdomen dapat menjalar ke daerah ini sebagai Sister Mary Joseph node. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam ketika anda berusaha menjepit kandung empedu yang sedang meradang di antara ibu jari anda dan margo kosta. anda akan meraba suatu cincin fasia yang berbatas tegas di sekitar suatu depresi lunak di bagian tengah. Hipogastrium mengandung kandung kemih dan uterus. ektasia mungkin sulit dibedakan dari aneurisma sejati. yang kalau membesar dapat di tentukan garis bentuknya dengan palpasi. Pasien akan tersendat-sendat ketika ia menarik nafas dalam. Pada palpasi bimanual. Hipokondrium kiri mengandung fundus lambung.Anda dapat menggetarkan hati dengan melakukan perkusi dengan telapak tangan anda pada iga dan memperlihatkan nyeri tekan di daerah hati tersebut. Tekankanlah jari tangan anda ke dalam pusat. limpa dan ginjal kiri. Pada orang yang berusia lanjut. seringkali anda dapat meraba ginjal kanan pada orang kurus dan. Demikian pula di sebelah kiri. Pada hernia. Pinggang mengandung ginjal. Umbilikus lazim menjadi tempat hernia. Tepat di sebelah medialnya terdapat ovarium kanan. Palpasilah secara bimanual pada kedua sisi aorta untuk mengetahui diameter lateralnya. Palpasi dalam pada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada pasien normal. Di daerah iliaka kanan sering di temukan dilatasi sekum. kira-kira di pertengahan antara umbilikus dengan spina iliaka anterior superior. yang dapat di palpasi kalau mengalami pembesaran patologik. Daerah umbilikus perlu mendapat perhatian khusus. gulingkanlah tubuh pasien kearah anda sehingga berada dalam posisi dekubitus lateral kanan untuk mendorong organ tersebut ke arah lebih superior dan anterior.kutub bawah ginjal kiri. kadangkadang. satu tangan terletak di belakang dan satu lagi di depan.Jika anda merasa tidak pasti tentang pembesaran limpa. aorta bercabang di atas promontorium sakrum. dan ia akan mengalami nyeri tekan kalau anda mempalpasi kandung empedu tersebut. Demikian pula.

Minta penderita untuk menarik napas dalam.Bila hati tidak teraba dan hipokondrium kanan pekak. Lukiskan posisi tepi hati dalam cm di bawah tepi iga pada garis mid-klavikular. Bila hati membesar: Keras Iregular ?Metastasis Tidak nyeri tekan Membesar Keras licin Tidak nyeri tekan ?Sirosis Membesar ?Limfoma Licin ?Gagal jantung kongestif Nyeri tekan ?Alkohol Membesar ?Infeksi Limpa Seperti pada hati. lakukan ke atas kea rah iga-iga. saat penderita bernapas agak dalam. palpasi 10 cm di bawah pinggir iga pada hipokondrium. Mulai kira-kira 10 cm di bawah tepi iga dan kemudian ke atas ke arah tepi iga-iga. baringkan penderita pada sisi kanan dengan lengan kiri tergantung bebas didepan dan raba kembali pada inspirasi dalam.Palpasi dengan jari-jari yang fleksi pada sendi metakarpofalangea dengan sisi telunjuk sejajar dengan hati. hati mungkin meluas kehipogastrium. Palpasi tepi bawah kea rah bawah.Bila terdapat kecurigaan bahwa limpa. periksa daerah pekak dari limpa dengan perkusi-limpa dapat membesar hingga ke daerah hipogastrium. sedikit membesar. Bila limpa tidak teraba. Sifat-sifat dari limpa : . Raba tepi hati untuk menentukan : Konsistensi Regular atau iregular Nyeri tekan Pulsasi Perkusi tepi atas dan tepi bawah hati setelah palpasi untuk memastikan kelainan yang dijumpai. untuk mendorong limpa ke bawah sehingga dapat di palpasi.

penyakit polikistik. Konsistensi-feses mungkin mencekung (indented) dengan penekanan. atau hidronefrosis. Apakah berubah setelah defekasi atau miksi? . kuran. lukiskan : Tempat. Bentuk.Tempat Bentuk (?cekungan) Tidak dapat meraba bagian atasnya Bergerak pada respirasi Pekak pada perkusi Lukiskan seperti pada hati. Pekak pada perkusi-terutama penting dalam penentuan apakah usus terdapat di depan massa. Limpa sangat membesar : ?Leukemia myeloid kronik ?Mielofibrosis Ginjal Palpasi bimanual Dorong ke atas dengan tangan kiri pada sudut ginjal dan raba ginjal dari anterior dengan menggunakan tangan kanan. Terfiksasi atau dapat di gerakkan-apakah bergerak pada respirasi? Nyeri tekan. Minta penderita untuk bernapas dalam supaya ginjal berada di antara kedua tangan. Pulsasi-penyebaran pulsasi dari aorta atau pembengkakan yang berpulsasi. Ginjal yang besar mungkin menunjukkan suatu tumor. Nyeri pada ginjal sering bila terdapat infeksi. Massa Palpasi dengan teliti seluruh abdomen Bila di temukan massa.

Bila dengan mudah teraba. Lakukanlah perkusi pada paru-paru anterior yang . sedangkan defense musculare yang sejati atau rigiditas tidak berada di bawah kendali kesadaran. karena akan timbul nyeri tekan yang jelas. penarikan umbilikus dapat membantu menentukan adanya peritonitis. Pada keadaan ini. Perkusi abdomen Seperti di tempat-tempat lainnya. yang secara refleks menyebabkan spasme pada otot-otot abdomen. Penegangan otot-otot perut yang terjadi secara volunter dapat di atasi dengan mengalihkan perhatian pasien. Nyeri tekan pantulan adalah tanda penting peradangan peritoneum yang biasanya menyertai Defense musculare sejati dan rigiditas. Abdomen yang benar-benar kaku menunjukkan peradangan peritoneum di bawahnya. Palpasi dalam dada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada orang normal. demikian pula palpasi aorta dan daerah hipogastrium pada banyak wanita.Aorta Palpasi pada garis tengah di atas umbilikus untuk massa yang berpulsasi. Pemeriksaan palpasi abdomen : Tepi hati Ujung limpa Semua massa Perhatikan nyeri tekan Nyeri pantulan Defense musculare Pemeriksaan untuk gelombang cairan kalau perlu Penemuan-penemuan lazim pada palpasi abdomen Nyeri tekan setempat atau umum harus dibedakan. Jangan kacaukan dengan varian normal. dan bunyi serta resistensinya di perhatikan. anda harus menentukan apakah ia benar-benar membesar atau hanya terdorong ke bawah. Ingatlah bahwa lobus kiri hati normal dapat mencapai epigastrium dan menjadi massa yang dapat di palpasi. Pasien yang mengalami nyeri tekan dapat menegangkan otot-otot perutnya secara volunteer atau involunter. daerah yang sakit akan teraba seperti kayu atau papan. Jari pasif yang di letakkan dengan hati-hati di abdomen di ketuk oleh jari pleksor dengan ketukan stakato. Dalam keadaan seperti itu. perkusi menggambarkan batas-batas statik antara jaringanjaringan dengan kepadatan yang berbeda-beda. Tekniknya sama seperti pada perkusi thoraks. Ini adalah daerah di mana peritoneum melekat pada kulit tanpa di halangi oleh otot. Jika tepi hati telah teraba di hipokondrium kanan. mungkin normal pada penderita kurus atau aneurisma besar-ekspansif-bruit.

Gulingkanlah tubuh pasien ke sisi lainnya dan ulangi. Adanya massa tanpa timpani di kuadran kanan atas mengarah pada pembesaran limpa. berusahalah menemukan puddle sign (tanda genangan). ada atau tidak adanya timpani. pekak cairan tetap terdapat di bagian anterior pada pasien yang berada dalam posisi berbaring. Ada dua sumber kesalahan potensial. di mana anda akan dapat menemukan daerah yang pekak. Gulingkanlah tubuh pasien ke salah satu sisi dan ulangilah prosedur itu pada sisi yang lebih rendah. Meskipun demikian.Lebarnya berbeda-beda dari pasien ke pasien. bersama-sama dengan massa yang dapat di palpasi. Ingatlah bahwa fleksura lienika kolon terletak di belakang limpa tapi di depan ginjal.Jarak antara garis-garis yang di buat ketika pasien telentang dan ketika tubuhnya di gulingkan menunjukkan jumlah cairan karena permukaan cairan akan selalu rata. Timpani menunjukkan udara. dan kenyataan ini di manfaatkan dengan perkusi.resonan dan bergeraklah ke bawah sampai pekak hati menunjukkan batas atas. tetapi ukuran yang melebihi 12 cm mungkin abnormal. mulailah perkusi di garis tengah dan bergeraklah ke kedua pinggang. Pemeriksaan perkusi abdomen : Ukuran hati dan limpa Massa Pemeriksaan pindahnya pekak kalau perlu . Pekak yang berpindah menunjukkan asites. umbilikus tidak menonjol keluar. Pembesaran limpa dan ginjal dapat lebih di bedakan dengan bantuan perkusi. Tandailah dengan pena anda tempat di mana resonansi berubah menjadi pekak. memberikan petunjuk yang jelas. Contoh khas keadaan yang terakhir ini adalah kista ovarium. Cairan bebas menunjukkan usus yang mengandung udara terapung-apung di bagian paling atas. Kadang-kadang perpindahan usus yang relative tidak mengandung udara akan memberikan hasil positif palsu. Nyeri pekak pantulan dapat diperoleh dengan perkusi dan juga dengan palpasi. Suruhlah pasien untuk berdiri di atas empat anggota tubuhnya. Hal ini di sebut shifting dullness. di garis aksila anterior. Pada kasus asites yang meragukan. Sekarang cairan akan tergenang di umbilikus. lokasi timpani dapat menentukan tempat obstruksi. Massa dengan timpani menunjukkan pembesaran ginjal. dan kedua. Pada pasien yang berbaring. Kista ini dapat berukuran besar sekali dan terlihat sebagai distensi abdomen yang sangat menyolok. Seringkali terisi dengan udara. Perkusi memastikan dan memperjelas banyak penemuan pada palpasi. Pada keadaan ini di jumpai dua petunjuk : pertama. Perkusi di daerah epigastrium dan hipokondrium kiri menimbulkan bunyi timpani karena adanya gelembung gas di dalam lambung. Pembesaran limpa yang ringan bermanifestasi sebagai perubahan timpani menjadi pekak ketika sela iga terbawah di perkusi dan pasiennya menarik nafas dalam – tanda perkusi limpa. cairannya trdapat di dalam suatu ruang tertentu. dan cairan peritoneal yang terlokalisir akan memberikan hasil negative palsu. Bersama-sama dengan cara-cara lainnya. Pekak limpa seringkali di temukan di antara sela iga kesembilan dan kesebelas. dan usus yang resonan terdorong ke bawah dan lateral – tepat kebalikan asites bebas. Udara tersebut mungkin berada di dalam gelung usus yang mengalami distensi atau terdapat bebas di dalam abdomen.

menyempit atau berkelok. didapat nyeri kolik disertai dengan bising usus yang meningkat dan amat nyaring. Pekak alih menunjukkan adanya asites. misalnya terdapat pada peritonitis dan ileus paralitikus. Bila peristaltik meningkat seperti pada diare atau gastroenteritis bising usus terdengar 10-15 kali per menit. Normal bising usus akan terdengar 13 kali per menit. Terdapat beberapa gejala atau kumpulan gejala yang karakteristik pada suatu . Bunyi gesek yang terdengar di daerah lien mungkin disebabkan oleh peradangan atau infark limpa. Paling sering terdengar di daerah umbilikalis atau daerah hepar. Friction rub: Bunyi ini sama kedengarannya seperti bunyi gesekan pleura atau pericardial. Bila selama 310 menit tidak terdengar sekalipun bising usus. atau cholesystisis. Pemeriksaan auskultasi yang dilakukan pada abdomen adalah pemeriksaan: Bising usus: Bising usus disebabkan bunyi udara dan cairan dalam usus yang bergerak karena peristaltik usus. arteri hepatica di hipokondrium kanan. tapi terdengar bersamaan dengan inspirasi dan ekspirasi. Sumber suara abdomen mencakup peristaltik dan struktur vaskuler. Arterial bruit terdengar pada fase sistolik jantung bersamaan atau tepat setelah ictus cordis. Aktivitas peristaltik memancarkan berbagai macam suara bergelembung ketika permukaan antara air dan udara berubah dengan adanya gelombang kontraksi. dan timpani menunjukkan adanya gas. Bising usus didengarkan bila terdapat tanda abnormal. Setiap arteri besar dalam abdomen dapat menjadi sumber bising. Auskultasi Abdomen Auskultasi ialah salah satu dari bagian pemeriksaan fisik. Gejala-gejala daerah abdomen Keluhan pada abdomen dapat berkaitan dengan kelainan lokal atau dapat disebabkan oleh penyakit sistemik. tapi mungkin juga terdengar karena pasien menderita sirosis hepatic dengan hipertensi portal. arteri lienalis di hipokondrium kiri.Penemuan-penemuan pada perkusi abdomen Perkusi memastikan penemuan-penemuan yang di peroleh dengan palpasi. misalnya nyeri abdomen. pekak yang menetap menunjukkan massa. Pada Obstruksi usus memberikan bising usus hiperaktif atau berdenting. frekuensi dan nadanya. dan nada berhubungan dengan ketegangan dinding visera. Dengarkan pada seluruh abdomen dengan stetoskop diafragma kira-kira 10-15 detik atau 1 menit. dengan cara mendengarkan suara melalui stetoskop. keadaan ini disebut "silent abdomen". Venuos hum mingkin berasal dari vena cava orang normal.menunjukan aliran turbulen didalam pembuluh darah yang berdilatasi. Pada obstruksi usus. Intensitas berkaitan dengan kekuatan peristaltik. Arterial bruit juga harus bisa dibedakan dengan bising jantung yang menyebar dan berasal dari jantung. Peristaltik usus halus cenderung bernada tinggi ketimbang gemuruh panjang kolon yang bernada rendah. frekuensi berkaitan dengan kecepatan gelombang. Venous hum: Lebih halus terdengarnya daripada arterial bruit dan nadanya lebih tinggi. Mungkin terdengar di daerh hati atau lien. Bunyi gesek yang terdengar didaerah hati mungkin dijumpai pada hepatoma. Arterial bruit:Berasal dari arteri. Perubahannya adalah dalam hal intensitas. Auskultasi memberikan infromasi tentang kejadian dinamik. Auskultasi sebaiknya dilakukan sebelum palpasi atau perkusi agar tidak merangsang timbulnya peristaltik. Bising arteri lienalis penting karena stenosis arteri renalis mungkin merupakan penyebab hipertensi. Aorta abdominalis paling baik didengar tepat diatas pembuluh darah di epigastrium. Terdengar sepanjang fase sistolik maupan diastolic jantung.

Gejala atau kumpulan gejala tersebut tak jarang menimbulkan persepsi atau interpretasi yang berbeda diantara yang mengeluh. Factor yang mencetuskan dan factor yang meringankan nyeri: nyeri perut yang dapat diringankan dengan minum antacid dapat diperkirakan menderita tukak peptic (terutama tukak duodenum). di mana ekspresi bahasa tidak sama untuk menggambarkan rasa nyeri. apendisitis menimbulkan rasa nyeri tumpul dan menetap. rasa seperti diremas pada kolesistitis. ileus obstruksi. Tidak jarang pula satu gejala medis tertentu diekspresikan secara berbeda-beda. Kantung empedu. dan juga pada iskemia intestinal. Lokasi nyeri Kuadran kanan atas Kuadran kanan bawah Kuadran kiri atas Kuadran kiri bawah Difus Dugaan sumber nyeri Hepar. gaster. atau budaya pasien. rasa nyeri berkurang . apendisitis.appendik Kualitas nyeri: perlu diketahui kualitas rasa nyeri tersebut. terutama di Indonesia. dan esofagitis. kolik ginjal. Hal ini tidak mudah. gastroenteritis. intensitas nyeri relative dapat diurut berdasarkan intensitas nyeri yang paling hebat sampai ke relative ringan sebagai berikut. duodenum Appendik. ovarium. dalam hal ini dokter. bergantung latar belakang pendidikan . tukak peptic. ginjal Pankreas. perforasi ulkus. Intensitas nyeri: pada keadaan akut. Pada dasarnya harus dibedakan rasa nyeri kolik seperti pada obstruksi intestinal dan bilier. aorta. gaster. kolesistitis. rasa nyeri yang bersifat tumpul seperti pada batu ginjal. Nyeri pada penyakit pancreas sering terjadi setelah makan. rasa panas seperti pada esofagitis. Usus halus. Sedangkan pada nyeri kronik lbih sulit menentukannya karena banyak factor psikologis yang turut berperan. Sehingga diperlukan tehnik anamnesis yang spesifik untuk menyamakan persepsi. Pada penyakit kolon. dengan yang mendengarkan. kolon Pancreas.penyakit yang sering merupakan masalah bagi pasien untuk memperoleh pertolongan medis. duodenum. limpa Ginjal. pankreastitis akut. dalam hal ini pasien . sosial. Dibawah ini terdapat beberapa simtom yang sering dikeluhkan oleh pasien didaerah abdomen. diantaranya:.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful