P. 1
Anamnesa Dan Pemeriksaan Fisik

Anamnesa Dan Pemeriksaan Fisik

|Views: 1,440|Likes:

More info:

Published by: Windu Dianingrum Imbawan on Feb 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

ANAMNESA dan PEMERIKSAAN FISIK

Adapun sistematika anamnesis terdiri dari: Keluhan Utama Keluhan utama yang dinyatakan oleh pasien merupakan dasar utama untuk memulai evaluasi masalah pasien atau dapat disebut sebagai keluhan pasien yang mendorongnya untuk berobat. Kebanyakan keluhan utama ditandai dengan nyeri, gangguan fungsi, perubahan dari keadaan normal sebelumnya, atau observasi pasien. Bantulah pengungkapan keprihatinan utama pasien dengan memakai pertanyaan-pertanyaan yang sederhana dan tidak terbatas dan membiarkan pasien memakai kata-katanya sendiri. Kata-kata yang dipergunakan oleh pasien dicatat di dalam rekam medis. Mula-mula, jangan meminta penjelasan. Anjurkanlah pasien unutuk melanjutkan keterangannya dengan isyarat-isyarat yang menunjukkan persetujuan dan membesarkan hati, seperti mengangguk-anggukkan kepala atau instruksi-instruksi sederhana untuk melanjutkan keterangannya. Anda dapat mengulangi pernyataan-pernyataan pasien, secara singkat dan disertai dengan instruksi-instruksi yang agak terarah untuk melanjutkan keterangannya. Ini akan sangat efektif selama bagian wawancara ini. Bila pasien telah menyelesaikan pertanyaan pertamanya ini, buatlah ringkasan tentang apa yang telah anda dengar dan beritahukanlah bagaimana anda akan melakukan wawancara selanjutnya. Pernyataan ini kembali memperlihatkan perhatian anda terhadap persepsinya dan perhatian yang anda berikan terhadapnya. Ia juga menunjukkan permulaan perubahan yang dilakukan secara berangsur-angsur dalam gaya wawancara dimana anda akan menjadi lebih terpusatkan Yang dicatat dalam keluhan utama hanya 1 (satu) keluhan dan lama keluhan itu telah dideritanya. Riwayat Penyakit Sekarang Penyakit yang sekarang diderita merupakan alasan untuk perawatan di rumah sakit atau kunjungan pasien ke tempat praktek pribadi dokter. Perhatian anda mula-mula dipusatkan pada persoalan-persoalan penting yang menyebabkan pasien datang kepada anda dan kemudian kepada peristiwa-peristiwa sebelumnya yang berkaitan dengan keadaan pasien sekarang. Susunan wawancara anda dan riwayat penyakit tertulis yang dibuat harus mencerminkan prinsip ini dengan jelas. Kalau seorang pasien datang dengan komplikasi yang berkaitan dengan masalah kronis, tekanlah kecenderungan anda untuk segera memusatkan perhatian pada kejadian-kejadian di masa lalu. Mula-mula, tentukanlah perubahan-perubahan penting pada keadaan pasien dewasa ini. Penyakit yang sekarang diderita merupakan hal yang paling penting dalam pikiran pasien dan mudah diselidiki. Pasien biasanya telah menyusun kata-kata yang akan diucapkan, dan mereka harus mendapat kesempatan untuk mengungkapkan persepsi mereka. Kalau mungkin , riwayat penyakit sekarang harus dapat menentukan suatu diagnosis. Ia hampir selalu menunjuk ke bidang-bidang patologi dan mengarah kepada sejumlah kecil pertimbangan atau mekanisme patofisiologi. Secara aktif, dengarkanlah pasien anda. Berikanlah perhatian pada sikap pasien , petunjuk-petunjuk non-verbal, emosi, nada suara, dan faktor-faktor lain. Analisis riwayat penyakit sekarang dimulai dari suatu dasar yang kuat, keluhan utama, dan kemudian menuju pada tiap gejala. Wawancara hanya dipusatkan pada delapan ciri tiap gejala.

Dokter harus menginterpretasikan informasi dan merumuskan gagasan-gagasan ketika pasien berbicara. Mula-mula, dengarkanlah dengan penuh perhatian dan pertimbangkanlah berbagai macam kemungkinan – sebagian serius atau jarang terjadi, sebagian lagi sepele dan sering terjadi. Pilihlah faktor-faktor yang akan diberikan perhatian terbesar dan yang akan membantu anda menyusun analisis tentang masalah tersebut secara paling efektif. Ada dua macam faktor yang akan dapat membantu anda- faktor-faktor yang paling spesifik dan terjadi pada relatif sedikit penyakit, dan faktor-faktor yang paling sensitif, yang sering terjadi terutama pada penyakitpenyakit yang paling berat. Dalam evaluasi anda, berikanlah bobot tambahan pada gejala-gejala yang menimbulkan perasaan tidak enak- baik secara fisik maupun emosional-yang paling besar pada diri pasien. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terbatas memungkinkan pasien untuk berbicara sebanyak mungkin pada awal wawancara, Pemakaian bentuk pertanyaan ini sangat penting, karena mempermudah identifikasi penemuan-penemuan penting yang berkaitan yang kalau tidak mungkin luput dari perhatian kita. Dokter membuat penafsiran yang tepat tentang kemungkinan penyakit spesifik yang mendasari keluhan pasien bedasarkan pada delapan ciri gejala, dan kombinasi gejala dan tanda nonspesifik. Jika anda menemukan bahwa anda tidak dapat membuat diagnosis dengan tepat, kemungkinan besar anda tidak cermat dalam definisi anda tentang delapan ciri tiap gejala penyakit. Ciri pertama tiap gejala yang membantu anda mempersempit perhatian anda adalah lokasi yang tepat. Nyeri, gangguan fungsi, dan observasi biasanya mengarah kepada suatu daerah tertentu. Nyeri dada jelas menarik perhatian terhadap struktur-struktur di dada. Perubahan dari keadaan stabil sebelumnya tidak mempunyai lokalisasi yang tepat. Demam, rasa tidak enak badan, penurunan berat badan, atau labilitas emosional mungkin tidak mempunyai lokalisasi anatomik. Kalau gambaran umumnya sudah jelas, mentalah pasien utnuk sedapat mungkin menunjukkan lokasi gejala-gejala dan organ atau sistem organ yang terlibat. Tanyakanlah kaitan antara gejala atau strukturnya atau fungsi normal organ yang dibicarakan ("Apakah rasa sakit tersebut paling hebat di bagian tengah dada anda atau pada bahu anda?") Ciri berguna kedua ialah penilaian setiap gejala secara kualitatif dan kuantitatif. Mintalah pasien anda unutk melukiskan kualitas dan kuantitas gejala dan tanda dalam suatu referensi umum. Pastikanlah bahwa anda memahami dengan jelas apa yang disebutkan oleh pasien tersebut. Anda harus menentukan keluhan dengan tepat. Mungkin penting sekali untuk membimbing sumber informasi yang memberikan keterangan yang samar-samar dengan pertanyaan-pertanyaan tertutup langsung yang memberikan ukuran spesifik tentang beratnya gejala, frekuensi dan intensitasnya. ("Apakah nyeri tersebut berlangsung lebih dari satu jam, lima belas menit, lima menit? Apakah nyeri tersebut bersifat tajam seperti ditusuk-tusuk, panas seperti terbakar atau nyeri tumpul?") Urutan kronologis setiap kejadian adalah sangat penting. Perjelaslah keluhan mana yang timbul pertama kali dan urutan timbulnya keluhan lain. Hubungan waktu antara gejala-gejala yang berkaitan juga sangat berguna. Terjadinya gejala-gejala yang sama hebatnya secara serentak atau berkembangnya beberapa gejala ketika beberapa gejala lainnya berkurang menyarankan mekanisme patofisiologi yang menunjukkan diagnosis spesifik tertentu. Ciri berikutnya berkaitan dengan faktor-faktor dan keadaan-keadaan yang memperburuk atau mengurangi gejala-gejala. Di sini, struktur dan fungsi organ atau sistem organ mengarah kepada diagnosis. ("Bagaimana pengaruh makan terhadap nyeri lambung anda?"). Hubungan waktu sangat berguna. Lama penyakit sekarang membedakan penyakit akut dan kronis. Gejala-gejala yang berlangsung selama bertahun-tahun kemnungkinan besar tidak disebabkan oleh keganasan atau infeksi. Perubahan gejala dengan berlalunya waktu membantu menentukan kemajuan penyakit. Apakah gejala-gejala tersebut menetap, berulang, memburuk , atau membaik? Jika berlangsung secara periodik, apakah panjang siklusnya berubah?

Pasien secara sukarela sering menyampaikan gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang berkaitan. Ini harus selalu diperhatikan secara serius, walaupun hal tersebut kelihatannya sangat aneh atau tidak fisiologis. Sikap anda menerima pengamatan pasien secara begitu saja memperlihatkan penghargaan terhadap pasien sebagai seorang pengamat dan mungkin bermanfaat dalam menemukan penyakit yang tersembunyi. Suatu kesalahan yang sering terjadi pada pihak dokter ialah secara pematur menganggap bahwa mereka mengetahui diagnosisnya. Mereka mengabaikan informasi yang berkaitan yang diberikan oleh pasien. Jangan berharap bahwa pasien dapat menghubungkan semua hubungan yang mungkin. Di sini kebebasan anda untuk mengikuti berbagai macam pertanyaan adalah berguna. Hindarilah mengembangkan suatu bentuk hafalan yang sedemikian restriktifnya sehingga anda tidak dapat mengikuti petunjuk-petunjuk yang timbul dalam pembicaraan dengan pasien. Pertanyaanpertanyaan terarah yang anda ajukan akan dipusatkan pada dan membantu memperjelas keterangan rinci yang diberikan oleh pasien. Yang penting ajukanlah persoalan dan pertanyaan tentang gejala-gejala yang belum disebutkan oleh pasien tetapi yang harus dipertimbangkan dengan mengingat cerita pasien. Ciri terakhir yang perlu ditanyakan ialah respons gejala terhadap intervensi terapeutik pasien. Informasi ini membantu memperjelas diagnosis, memberitahukan sesuatu tentang beratnya masalah, dan menyarankan kebutuhan teraupetik pasien. Banyak pasien datang dengan gejala-gejala fisik dan memusatkan pembicaraan pada persoalanpersoalan ini, padahal kebutuhan primer mereka berkaitan dengan penyakit psikologik atau psikiatrik yang penting. Penyajian yang tidak langsung ini mencerminkan tekanan sosial dan usaha pasien untuk mengatasi stress pribadi yang sulit. Kalau anda tidak memperluas pertimbangan anda dengan mencakup faktor-faktor sosial dan psikologis, anda akan kehilangan banyak faktor yang sangat mempengaruhi hasil perawatan kebanyakan pasien. Selidikilah hubungan gejala-gejala penyakit dengan gaya hidup pasien dan aktivitas pribadinya, termasuk hubungan pribadi dan antar perorangan, pekerjaan, kegiatan di waktu senggang dan aktivitas sexual. Tanyakanlah tentang dampak emosional atau psikologis suatu penyakit dengan menanyakan bagaimana reaksi pasien terhadap gejala penyakit dan tentang ketakutan dan keprihatinannya terhadap penyebab gejala tersebut. Riwayat penyakit sekarang harus mencakup dua komponen tambahan. Wawancara anda harus meneliti riwayat kejadian medis di masa lalu yang berkaitan dengan sistem organ yang kelihatannya terutama berkaitan dengan keluhan pasien. Tanyakanlah gejala dan tanda gangguan sistem organ yang terlibat sebelum anda menutup bagian wawancara ini. Riwayat penyakit sekarang dapat dikatakan sebagai bagian anamnesis yang terpenting, karena dapat memberikan gambaran jelas tentang penyakit yang diderita pasien. Hal ini secara ringkas dapat diperoleh apabila mencakup secara rinci (detail) tentang: Keadaan pasien sebelum menderita keluhan/penyakitnya sekarang Keluhan yang timbul pertama kali dan keadaan pasien pada saat itu. Perjalanan/perkembangan penyakit/keluhan pasien sejak keluhan itu timbul sampai pasien datang berobat/ bertemu dengan dokter. Keadaan keluhan saat pasien bertemu dengan dokter sekarang Alasan mengapa pasien berobat sekarang

III. Riwayat Penyakit Dahulu Ialah penyakit-penyakit yang jelas diagnosisnya bagi pasien maupun dokternya, yang pernah diderita pasien dahulu. Catat kapan penyakit itu diderita, bagaimana diobati ,siapa yang mengobati,bagaimana keadaan penyakit itu sekarang.Catat penyakit masa kanak-kanak,penyakit-penyakit masa dewasa, penyakit psikiatri, kecelakaan dan cedera,operasi,keracunan,alergi. Penyakit-penyakit yang pernah diderita pasien dahulu yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit sekarang atau memperberat penyakit sekarang. Periksalah riwayat penyakit dahulu secara kronologis.Pertanyaan tentang kejadian-kejadian hidup yang berkaitan berguna sebagai pertanda dan membantu mengingat kembali. Pakailah kejadian-kejadian penting dalam hidup ini untuk membantu pasien merekontruksi kejadian medis secara kronologis dan tepat.Informasi prenatal,partus dan postnatal relevan untuk meneliti penyakit congenital atau herediter. Setelah menanyakan penyakit dengan urutan kronologis, tanyakanlah apakah pasien pernah menderita dua atau tiga penyakit umum yang menyerang tiap system tubuh.Imunisasi, reaksi terhadap tes tuberculin,alergi terhadap obat dan alergen lain, perawatan kesehatan dan catatan kondisi fisik juga harus diperiksa dan dicatat. Berusahalah untuk memperoleh rincian tentang alergi obat dan uraian khusus tentang gejala, tanda, dan kronologi kejadian.Banyak pasien menganggap bahwa mereka alergi terhadap obat, padahal sebenarnya mereka hanya menderita efek samping yang umum

Penyakit-penyakit masa lampau berjangka panjang yaitu : Penyakit-penyakit yang menghilang dengan pengobatan atau dengan sendirinya, tetapi mempunyai potensi untuk kambuh lagi atau menimbulkan sekuele.Tuberkulosis, keganasankeganasan tertentu (limfoma atau leukemia limfositik akut),hepatitis B,alkoholisme dan depresi berat misalnya termasuk dalam kategori ini.

Tindakan-tindakan bedah yaitu : Setiap pembedahan yang pernah dialami oleh penderita, termasuk tanggal pembedahan, gejalagejala yang diderita hingga memerlukan tindakan pembedahan tersebut ,sifat tindakan, diagnosis akhir,adakah reaksi terhadap pembiusan yang tidak diinginkan( terutama jika ada pembedahan tambahan dipertimbangkan), dan adanya sekuele akibat tindakan tersebut. PerAwatan lainnya di rumah sakit, yaitu meliputi tanggal,alasan dan hasil dari perawatan di rumah sakit. Cedera berat yang sebelumnya tidak disebutkan yaitu : Sifat dari cedera, pengobatan yang diberikan dan setiap kecacatan yang diakibatkannya. Pengobatan yaitu semua obat-obatan yang dipergunakan saat ini atau pernah dipergunakan secara teratur di masa lampau, termasuk obat bebas seperti laksatif, aspirin, antihistamin dan

Semua anak dan dewasa muda harus mempunyai catatan imunisasi yang lengkap. Riwayat Penyakit Keluarga (RPK) Ialah penyakit keturunan atau familier. pertusis dan tetanus(DPT pada kanak-kanak) dan Hemophilus influenzae tipe B (HiB).Cara yang paling ekonomis adalah dengan bertanya :" apakah anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap penisilin atau obat-obat lainnya?" Penyakit masa kanak-kanak : Informasi ini mengandung arti penting dalam riwayat penyakit seseorang yang lebih muda dibandingkan dengan yang lebih tua. lahir hidup. yang terdapat dalam keluarga pasien (sedarah) atau penyakit menular pada orang-orang yang amat dekat hidupnya atau berhubungan dengan pasien (isteri/suami). oleh karena penderita jaran menganggap obat-obatan yang tidak diresepkan ini sebagai ’pengobatan" atau " obat" sehingga tidak menyebutkan pengunaannya Alergi : Alergi musiman.karena pasien kemungkinan dapat menderita penyakit yang sama.Penyakit .rubeola(campak biasa). lingkungan atau makanan dengan manifestasi dan pengobatannya didokumentasikan. Jika dalam riwayat mengindikasikan. Riwayat kehamilan dan persalinan yaitu: Menentukan jumlah kehamilan.Adalah penting untuk membedakan reaksi alergi sesungguhnya (misalnya ruam kulit. abortus spontan atau induksi.parotitis. difteria. termasuk imunisasi dari campak (measles). Status imunisasi: Data esensial berubah dengan perubahan umur penderita. polio.Tanggal suntikan tetanus yang terakhir harus dipastikan.varisela. IV.dan penyakit demam reumatik.dan rubela(MMR). adalah bijaksana untuk hkhusus menanyakan reaksi terhadap penisilin. maka elemen yang akan dicakup adalah infeksi-infeksi virus umumnya: Parotitis.vitamin.reaksi histamin seperti sembab muka dan mulut.Orang-orang yang lebih tua dan penderitapenderita dari semua golongan umur yang menderita penyakit menahun memerlukan vaksin influenza setiap tahun dan imunisasi terhadap pneumokok setiap 6 tahun.rubela( German measles). begitu pula dengan dokumentasi tipe persalinan (melalui vagina atau seksio saesar) dan setiap komplikasi dari kehamilan dan persalinan. Yang paling penting adalah adanya riwayat reaksi alergi obat-obatan.Oleh karena tersebarnya derivat penisilin dan frekuensi alergi yang bermakna terhadap bahab-bahan tersebut. maka rincian tentang reaksi dan nama bahan yang bersangkutan harus dipastikan.hepatitis B.nefritis interstitial alergika atau syok anafilaktik) dengan efek sampingan yang bukan alergi seperti mual dan tinja encer.Jika terdapat riwayat alergi terhadap obat atau unsur apapun yang dipergunakan dalam diagnosis dan pengobatan.

V. Pisahkanlah informasi ini agar mendapat perhatian khusus."Saya ingin mempelajari tentang kesehatan dan masalah kesehatan dari anggota keluarga anda yang dekat. Tugas kita adalah untuk dapat mengerti penyakit pasien dalam konteks kepribadian dan lingkungan rumahnya. Dalam sistem pencatatan. Terdapat dua komponen dalam RPK : (1) sebuah genogram yang membentuk "pohon keluarga" dari kesehatan dan penyakit.Jika terlihat serangan jantung. latar belakang pendidikan. minum alkohol. Sebagian informasi ini kita peroleh selama " percakapan kecil " sepanjang kontak kita dengan pasien. Bagian riwayat hidup ini berkesinambungan dengan berkembangnya pengetahuan kita tentang pasien. keadaan keuangan.penjelasan. Sekarang kita memperluas pengertian kita dengan pertanyaan – pertanyaan tambahan."Setelah orang tua berikutnya adalah saudara kandung. dan (2) pencarian terhadap pola familial rekuren yang umum.keturunan dan penyakit-penyakit penting lainnya DM. dan pemaparan terhadap toksin potensial. Kita memperoleh sebagian kecil informasi riwayat hidup pasien selama saat – saat pertama wawancara dengan pasien. Buatlah catatan khusus tentang kebiasaan – kebiasaan : Jumlah dan lama merokok. catatan pekerjaan.Jika penderita mempunyai potensi penyakit turunan. Sebagian diantarannya merupakan informasi yang sensitif untuk pasien dan mungkin memerlukan beberapa wawancara untuk mendapatkan evaluasi yang lengkap. " profil pasien " . sekali lagi tanyakan tentang informasi yang sama.batu ginjal/empedu. dan kebiasaan sehari – hari semuanya mencerminkan keadaan pasien dan lingkungannya. dan setiap masalah kesehatan besar yang mereka alami. Tingkatan yang ketiga adalah anak-anak penderita jika ada.bibi. . isi riwayat hidup di beri tempat yang menonjol. penyalahgunaan obat. Apakah konsekuensi dari penyakitnya ? apakah nasehat.Mulailah dengan orang tua anda.Contohnya jika adanya kanker payudara pada ibu atau saudara wanita.Jika penderita diberikan instruksi yang memadai. tempat dalam keluarga. akan sangat menolong bila menanyakan penyakit jantung lainnya atau kematian mendadak pada kakek-nenek.penyakit jantung. tanyakan adanya anggota keluarga lainnya dengan masalah yang identik atau mirip. dia biasanya akan mampu mengikuti pola dengan mudah.bibi dan paman.dsb.Genogfram niasanya merupakan sebuah tabulasi tiga generasi.hipertensi. Apakah pasien dapat sembuh dengan memuaskan di rumah dan pada tahap mana.. kakek dan nenek dari pihak ibu dan ayah.umur kematian bila sudah meninggal.cek silang untuk melihat apakah penderita mengetahui adanya kaanker payudara pada anak perempuan.paman dan bibi. Riwayat Hidup / Data Pribadi dan Kebiasaan – kebiasaan ( RH ) Kita perlu mengetahui orang macam apakah penderia tersebut. status perkawinan. dalam keluarga antara lain Tanyakanlah tentang kesehatan atau penyebab kematian anggota keluarga yaitu orang tua. saudara kandung. ceritakan kepada saya tentang umurnya jika masih hidup. Jelaskan bagian RPK dari riwayat medik sebelum memulai tabulasi. dan pertolongan diperlukan ? Kita juga harus tau cara pasien bereaksi terhadap lingkungan hidupnya. Informasi ini dapat ditempakan dalam permulaan rekaman medis di bawah judul Profil Pasien atau digabungkan dalam suatu bagian yang berjudul Riwayat Sosial.atau nenek. saudara sepupu. Wawancara dengan keluarga atau teman mungkin akan sangat membantu.

kita dapat menanyakan " Apakah anda pernah minum pada pagi hari ?" " Apakah anda kuatir untuk membatasi keniasaan minum anda ? " Apakah akibatnya sampai mempengaruhi pekerjaan.Keluarga " Apakah segala sesuatunya baik – baik saja di rumah ? " " Apakah anda mempunyai masalah keluarga ? " Mungkin memadai dengan bertanya " Bagaimana dengan pernikahan anda ? Apakah tidak terdapat masalah dalam seks ? " Masalah ini mungkin ada karena alasan fisik atau emosi. Tempat tinggal " di mana anda tinggal ? " " Apakah disana baik – baik saja ?" " Apakah perumahan anda padat ?" " Bagaimana ventilasi rumah anda? " "Penggunaan kamar mandi pribadi atau menggunakan kamar mandi umum ? " " Apa rumah anda serih terkena banjir ?" " dekat pabrik dengan ?" Pekerjaan "Apakah pekerjaan anda ?" " Dapatkah anda menjelaskan kepada saya dengan tepat apa yang anda kerjakan ?" . " Apakah memuaskan anda ? " . rumah tangga atau kehidupan sosial anda ? " Merokok " Apakah anda merokok ? " " apakah anda pernah merokok ? " " Mengapa anda berhenti merokok ? " . Mungkin membantu untuk melacaknya sepanjang hari. " Apakah penyakit anda mempengaruhi pekerjaan anda ? " Hobi " Apakah yang anda lakukan dalam waktu luang ? " " Apakah anda melakukan kegiatan sosial ? " Alkohol " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Pecandu alkohol biasanya meremehkan jumlah alkohol yang diminumnya tiap hari. dan pasien mungkin dapat menghargai kesempatan untuk membicarakan kekuatirannya. Bila terdapat kecurigaan terhadap masalah minum.

Pertanyaan – pertanyaan tersebut berkisar sekitar susunan dan sistem yang diperiksa.Pikirkan rangkaian pertanyaan . Kebanyakan pertanyaan pada tinjauan sistem ini berdasarkan gejala . namun terkadang ada yang menanyakan penyakit. Tetapi bagaimanapun. yang tidak termasuk keluhan yang sekarang hendak diobati. Hal ini memfokoskan perhatian pasien dan memudahan kita untuk memikirkan pertanyaan yang lebih spesifik terhadap sistem yang ingin lebih kia perhatikan. namun itu sangat penting karena saya ingin memeriksa anda secara keseluruhan dan teliti ". Obat – obatan " Obat apa saja yang anda minum sekarang ? " " Apakah anda minum obat lain dalam beberapa bulan terakhir ?" " apa anda minum Jamu ?" Ini merupakan pertanyaan yang sangat penting. asbetosis. Mulai dengan pertanyaan ringan dan umum tentang tiap sistem. harus selalu ditanyakan. Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ( TS ) Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ini dalah keluhan – keluhan pasien yang lain." Berapa batang rokok yang anda hisap tiap hari ? " Hal – hal ini terutama relevan untuk penyakit jantung dan paru. Akan sangat membantu untuk menyiapkan pasien denyan mengatakan " Pertanyaan – paetanyaan saya selanjutnya akan sangat banyak . baik dahulu maupun sekarang. Contoh untuk memulai pertanyaan adalah : " Bagaimana pengelihatan dan pendengaran anda ?" " Bagaimana paru –paru dan pernafasan anda ? " " Apa ada masalah dengan jantung anda ? " " Bagaimana pencernaan anda ? " . Bila relevan. karena pemeriksaan sistem tubuh ini bertujun untuk menemukan gejala – gejala yang belum disadari sebagai gejala oleh pasien dan gejala –gajala yang telah dilupakannya atau dianggapnya tidak penting. contohnya seperti pneumonia atau tuberculosis. Jangan menanyakan keluhan yang telah masuk dalam keluhan sekarang. VI. Untuk mengerti dan melakukan Tinjauan Sistem sering merupakan hal yang cukup sulit. bepergian ke luar negri pada waktu bekerja berkontak dengan misalnya debu arang. tanyakan tentang binatang peliharaan. dan lain – lain. Ini merupakan suatu daftar ( ’check list’ ) gejala yang belum disebutkan. Daftar semua obat dan dosisnya yang lengkap sebisa mungkin diketahui.pertanyaan mulai dari kepala sampai jari kaki.

Sebaliknya bagi pasien . telinga. Bila pada waktu melakukan tinjauan sistem – sistem ini didapatkan jawaban yang positif. Tanyakan sejak kapan penurunan nafsu atau rasa lapar terus muncul. tanyakan tentang mata. keluhan pasien. dan lainnya saat kita memeriksa. pederita juga akan merasa segar – bergairah. Bila pasien hanya mempunyai sedikit symptoms hal ini bisa efektif. dan diagnosa klinis sementara kita. Maka tanyakan kemudian tentang kesegarannya. Biasanya bila nafsu makan baik. Kita juga bisa melakukan tinjauan sistem ini bersamaan saat fisik diagnostik. Penurunan nafsu makan dan berat badan karena diet dan olah raga intensif juga harus ditanyakan." Bagaimana kencing anda ? " Kita juga bisa menambahkan dan memfariasikan pertanyaan tergantung dari usia pasien. Namu bila ada banyak symptoms. jalannya anamnesa dan fisik diagnostik akan terganggu dan hal –hal yang penting menjadi tidak terdeteksi dan tercatat. Pertanyaan Umum Tanyakan tentang gejala –gejala berikut : *Berat badan " Berapa berat badan anda sebelum sakit ? " " Apakah berat badan anda turun atau naik akhir –akhir ini ? " " Apakah baju anda lebih sempit atau lebih longgar dari sebelumya ? *Nafsu makan " Bagaimana nafsu makan anda ? Perihal nafsu makan adalah hal yang penting. keadaan umum pasien. Sebaliknya jika penderita sudah tidak suka makan. hal –hal yang terinci harus juga diberikan Tanda (*) menunjukkan pertanyaan –pertanyaan yang hampir selalu ditanyakan. Karena makin tidak memenuhi syarat kamar tidurnya maka pertanyaan keringat malam akan kehilangan maknannya . maka kesegaran jasmani juga akan terasa menurun. *Kesehatan umum / kesegaran " Apakah anda merasa diri anda sehat ? " Lelah " Apakah anda merasa lebih atau kurang merasakan lelah dibandingkan sebelumnya ? " Demam atau menggigil " Apakah anda perhatikan adanya penyakit akhir – akhir ini ? " Berkeringat pada malam hari " Apakah anda perhatikan adanya keringat pada malam hari atau pada waktu lain ? " namun perlu ditanyakan perihal kondisi kamar tidur pasien.

. o Nyeri pleuritik : Nyeri seempat dan tajam. Pada infark miokard nyeri mungkin terjadi pada waktu istirahat. Ruam ( ’Rash’ ) Apakah anda pernah mengalami ruam kulit akhir – akhir ini ? Apakah gatal ? Pembengkakan atau benjolan Sistem Kardiovaskular dan Pernafasan Tanyakan tentang gejala – gejala berikut : *Nyeri dada " Apakah anda mengalami nyeri atau rasa tidak enak pada dada akhir – akhir ini ? " Penyebab paling sering dari nyeri dada adalah : o Penyakit jantung iskemik : Nyeri dada hebat di tengah dada seperti diikat. hilang bila beristirahat. . lebih hebat dan dapat barlangsung berjam –jam. biasanya lateral . setelah berjalan 100 meter ). mka keluhan keringat malam akan mempunyai makna yang penting.yang tidur di kamar dengan AC. Ortopnoe ( sesak nafas bila berbaring datar ) dan dyspnoe nocturnal paroksismal merupakan gajala gagal jantung kiri. memburuk pada waktu ispirasi atau batk. menjalar ke leher rahang dan lengan kiri. *Pembengkakan pergelangan kaki. Angina adalah nyeri yang dicetuskan oleh aktifitas fisisk atau emosi . *Napas pendek " Apakah anda selalu merasa sesak napas ? " Ortopnoe " Apakah anda mengalami sesak nafas bila berbaring ? " " Berapa banyak bantal yang anda gunakan ? " Dyspnoe nokturnal paroksismal " Apakah anda terbangun malam hari karena menderita kesukaran bernafas ? " Sesak nafas ( Dyspnoe ) dan nyeri dada harus dilukiskan dengan tepat dan derajat aktifitas fisik yang menyebabkan timbulnya harus dicatat ( misalnya menaiki tangga.

*Hemoptisis " Apakah ada batuk darah ? " Hemoptisis harus dianggap serius. *Batuk " Apakah anda menderita batuk ? " " Apakah batuk kering atau anda membatukkan dahak / lendir ? " Kapan saja anda batuk ? Sputum " Apa warna dati dahak / lendir yang anda batukkan ? Sputum berwarna hijau biasanya menunjukkan infeksi saluran napas akut.Sering pada gagal jantung kongestif ( gagal jantung kanan ) Palpitasi " Apakah anda merasakan debar jantung anda ? " Palpitasi mungkin : Denyut tunggal ( ektopik ?) Lambat atau cepat Teratur atau tidak Minta pada pasirn untuk menunjukkan tempatnya. Penyebabnya antara lain : o Karsinoma bronkhus o Emboli Paru o Stenosis Mitral o Tuberkulosis o Bronkiektasis Sinkop ( ’syncope’ ) . Takikardi paroksismal biasanya mulai dan berakhir secara mendadak. Sputum yang jernih tiap hari pada waktu bulan – bulan musim dingin menjurus ke bronkhitis kronik.

Bila terlihat makanan yang lama. Bila darah dimntahkan. bagaimana warnanya galap atau merah terang ? Dysfagia " Apakah anda mengalami kesukaran menelan ? " Untuk makanan padat : sering obstruksi organik Untuk makanan cair : sering akibat kelainan neurologik atau psikologik Indigesti " Apakah anda merasa tidak enak dalam lambung setelah makan ? " Nyeri Abdominal " Dimanakah yang terasa nyeri ? " " Apakah berhubungan dengan makanan atau buang air besar ? " " Apakah yang menyembuhkan nyeri tersebut " ." Pernahkah anda mengalami pendangan gelap ? " ( ’blackouts’ ) *Merokok " apakah anda merokok ? " " Berapa banyak / bungkus rokok yang anda hisap tiap hari ? " "Sudah berapa lama anda merokok ? " " Apa alasan anda berhenti merokok ?" Sistem Gastrointestinal Tanyakan tentang hal –hal berkut : Mual " Apakah terjadi pada waktu anda merasa sakit ? " " Apa munculnya setelah makan ? " Muntah " Apakah anda muntah ? " " Seperti apa muntah tersebut ? " Muntahan seperti bubuk kopi mungkin tercampur darah. terdapat stenosis pilorus.

*Kebiasaan buang air besar " Apakah buang air besar anda normal ? " Bila terdapat kecurigaan terhadap diare. kotoran pucat ). alohol.aliran yang buruk dan menetes . berhubungan dengan obat. banayk dan berbusa ( steatore ) atau hitam seperti ter dari darah yang tercerna ( melena ). berapa kali buang air besar tiap hari dan sifatnya ( darah ? pus ? mukus ? ) harus ditanyakan. Darah yang berada pada permukaan kotoran mungkin dari hemoroid. Kotoran mungkin pucat. sedangkan darah yang bercamur dalam kotoran mungkin merupakan tanda tumor ganas atau penyakit inflamasi usus. Ikterus " Apakah urin anda berwarna gelap ? " " Apakah kotoran anda pucat " " Obat apa yang anda minum akhir – akhir ini ? " " Apakah anda pernah mendapat suntikan atau transfusi akhir –akhir ini ? " " Apakah akhir – akhir ini anda pergi ke luar kota atau ke luar negri ? " " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Ikterus mungkin bersifat obstruktif ( urin berwarna gelap. atau infeksi ( berpergian ke luar kota / keluar negri ) Sistem Genito – urinarius Tanyakan tentang hal – hal berikut : Nyeri pinggang " Adakah nyeri pada punggung anda ? " Nyeri pada pinggang menjurus pada pielonefritis *Urin " Apakah buang air kecil anda baik ? " " Apakah anda banyak kencing di malam hari ? " " Apakah anda mengalami kesulitan dalam berkemih ? " " Apakah ada darah dalam kencing anda ? " Poliuria dan nokturia terdapat pada diabetes Prostatisme mengakibatkan urinasi yang lambat. transfusi ( hepatitis serum ).

Cara berjalan yang tidak mantap " Adakah kesulitan dalam nerjalan atau berlari ? ’ Lemah . Sakit kepala oksipital terdapat pda waktu bangun tidur pagi – pagi mungkin akibat tekanan intrakranial meningkat ( misalnya karena tumor atau hipertensi maligna ) Penglihatan " Apakah anda megalami penglihatan yang kabur atau kembar ? " Pendengaran Pusing " Apakah anda mengalami pusing atau episode dimana dunia terasa berputar ’ vertigo’ ? " Pusing mungkin berasal dari kelainan jantung sehingga palpitasi harus selalu ditanyakan pada keadaan seperti itu. Sekret vagina Nyeri pada waktu bersetubuh ( dispareunia ) Sistem Saraf Tanyakan tentang hal –hal berikut : *Sakit kepala " Apakah anda menderita sakit kepala ? " " Dimana sakitnya ? " Sakit kepala sering merupakan akibat ketegangan dan terdapat di daerah frontal atau oksipital.Seks " Apakah terdapat masalah seksual ? " *Menstruasi " Apakah ada masalah dalam menstruasi anda ? " " Apakah sangat banyak darah yang keluar ? " " Apakah anda mengeluarkan darah diantara masa – masa haid ? " Perdarahan vagina diantara masa – masa haid atau setelah menopause meningkatkan kemungkinan tumor ganas serviks atau uterus.

Perasaan baal atau sensasi berlebihan " Adakah daerah – daerah yang dirasakan baal ( kebal ) ? " Rasa sakit seperti tertusuk paku atau jarum Gangguan Sfingter " Adakah kesulitan menahan buang air kecil / besar ? " *Depresi " Bagaimana perasaan anda ’mood’ Apakah gembira atau sedih ? " Bila mengalami depresi. seberapa dalam ? " " Bagaimana perasaan anda tentang masa depan ? " " Apakah seperti ini yang sering anda rasakan ? " " Sudah berapa lama ?" " Menurut anda apakah penyebabnya ? " Selidiki tentang perhatian ’ interest ’. iritabilitas. pada malam hari . Kejang atau pingsan Hal – hal terinci berikut harus dicari dari penderita atau orang yang mengetahui : o Lamanya o Frekuensi dan lama serangan o Waktu serangan misalnya bila berdiri. perasaan bersalah. *Rasa kuatir dan anxietas " Apakah anda cenderung kuatir ? " " Adakah waktu tertentu dimana anda merasa galisah atau tegang ? " " Adakah rasa kuatir dalam pekerjaan atau keluarga anda ? " " Ada kekhawatiran dalam keuangan ? " Tidur " Adakah kesulitan tidur ? " " Apa anda bangun terlalu pagi ?" " apakah anda gelisah ketika tidur atau sering terbangun di malam hari ? ’ Kesulitan tidur biasanya berkaitan dengan depresi atau anxietas. konsentrasi.

atau pembengkakan sendi. Sistem Lokomotor Tanyakan tentan nyeri. dan tampak matanya menunjukkan "the setting sun sign"). . Makrosefali pada : -Hydrocephalus (dengan sutura lebar. deformitas). menyerang persendian – persendian yang menyokong berat badan misalnya panggul atau lutut. tetapi kemudian dapat berkembang menyerang tangan secara luas dengan benjolan asam urat (9 tophi ) pada beberapa sendi yang asimetris.o Cara terjadi dan berakhirnya o Tanda – tanda sebelumnya atau aura o Menggigit lidah. dan tidak dapat menahan buang air. PEMERIKSAAN FISIK KEPALA Bentuk: Kepala normal : ukuran rata-rata dan bentuknya bulat. . Terdapat banyak penyebab dari atritis ( sendi membengkak.Rickets (berbentuk kotak). Osteoatritis merupakan sendi yang seolah " habis terpakai ". pertama. penderita merasa pusing dengan sakit kepala. pembengkakan sendi –sendi interfalang hingga membentuk kumparan. Atritis reumatoid merupaan penyakit autoimun umum dengan sendi – sendi yang terserang simetris. Gout biasanya menyerang satu sendi. seperti sendi metatarsofalangea. Mikrosefali atau anencefali karena kelainan congenital. lidah nyeri. kontrol sfingter hilang. nyeri tekan dan sakit ) dan atralgia ( nyeri pada persendian ). Deformitas kepala dijumpai pada: Penyakit paget→frontal bossing: menonjolnya tulang-tulang frontal. dan sering asimetris. c.Penyakit Paget (disertai pembesaran pembuluh darah. . disertai pembengkakan sendi –sendi meta – karpo falangea. orbita seolah tenggelam. . Pada tangan. kekakuan. cedera dan lain – lain Epilepsi grand mal yang klasikmenunjukkan pingsan ( tidak sadar ) terjadi mendadak tanpa danya peringatan dan pada waktu sadar kembali. b.Syphilis congenital (dengan benjolan/ penebalan simetris pada dahi yang disebut Parrot’s node). Kepala abnormal : a.

wajah penderita kelihatan berwarna hijau. lubang hidung besar. lepra : "facies Leonina" (wajah seperti wajah seekor singa)  alis mata rontok. Tumor. bentuk. d. Nyeri ketuk: pada daerah sinus/ mastoid yang terkena pada sinusitis dan mastoiditis. Dehidrasi: "facies Hipocrates"  hidung tajam. Sindroma Cushing : muka bulat seperti bulan purnama "moon face". Kemerahan: pada orang yang menderita penyakit katup mitral. kebiruan atau kelihatan seperti warna timah. Penyakit Parkinson: wajah seperti memakai topeng. disertai alis mata meninggi dan imobilitas wajah. Ikterik : pada orang yang mempunyai gangguan pada hati yang berat. a. hipertrofi tonsil dan adenoid : "facies Adenoid"  tampak seperti orang bodoh. Pada waktu bayi tidur hanya pada satu sisi. pelipis di sekitar dahi kasar. cuping telinga memanjang dan pengerutan wajah premature. otot wajah pada sisi yang terkena mengalami kelumpuhan dan penderita tidak mampu bersiul. PPOK. Kalau diminta mengerutkan dahi maka sisi yang terkena tetap licin dan kelopak mata pada sisi yang terkena tidak dapat di tutup.VII satu sisi : asimetris. . keadaan hipoksia lainnya. Paralisis N. b. teregang. Sianosis : nyata ditemukan pada orang yang mempunyai cacat jantung bawaan disertai shunt dari kanan ke kiri. warna. Pada myxedema: seperti mengantuk. Warna muka : Pucat : pada penderita AI. c. Trauma.Kraniostosis→bila suatu sutura menutup secara premature. mata cekung. Ekspresi wajah dapat menunjukkan watak dan emosi atau keadaan sakit. Wajah: Periksa : ekspresi. tak bermimik. Pada hipertiroidisme: wajah hyperalert. hitam. mulut selalu terbuka. mengering dan terasa panas. Merah seperti buah ceri : fase akut keracunan CO atau CN. payah jantung.

Xanthelasma yaitu bercak kekuningan. oedem kelopak mata terutama tampak pada saat waktu bangun tidur pagi-pagi. sinusitis. atau karena jamur pada rambut atau kulit kepala. tidak berkilat. anemia perniciosa. perdarahan. Oedema kelopak mata pada orang yang habis menangis hebat. bila: . myxedema. conjungtiva.Penderita penyakit berat : wajah toksik demam tifoid berat.unilateral : tumor. mudah rontok hingga menjadi tipis. penyakit Simmond atau karena trauma emosionil yang berat. atau belang-belang seperti bendera –"flag sign". • Mata: Periksa alis mata. cornea. sindroma nefrotik. sclera. pilek hebat. kelopak mata. Bola mata yang menonjol disebut exophtalmus atau proptosis. kelebatan.bilateral : kemungkinan trombosis sinus cavernosus atau penyakit basedow . meningocele . myxedema. Jarak yang jauh antara kedua bola mata disebut hypertelotrismus terdapat pada sindroma down. Rambut yang mudah rontok pada DM. kekeringan. distribusi Perubahan warna rambut terjadi pada: malnutrisi atau kwarshiorkor menjadi pirang seperti rambut jagung. lensa. hipertiroidisme. • Rambut: Periksa warna. bila tadinya keriting menjadi lurus.kering. iris. menonjol pada kelopak mata terutama di bagian medial dihubungkan dengan kadar kolesterol darah yang tinggi. Uban yang timbul di usia muda mungkin karena keturunan. pupil. pada hipertiroidisme (tanda dari Enroth) dan pada trombosis sinus cavernosus Pada glomerulonefritis. alis mata menipis terutama bagian sisi pada orang tua. bola mata. alergi. alopesia. sindrom horner. Pada fractura basis cranii timbul hematoma di sekitar mata hingga seolah memakai kacamata(brill hematome). Pada lepra alis dan bulu mata rontok sama sekali ("madarosis") Pada malnutrisi bulu mata panjang-panjang. penyakit cacing. Kelopak mata ptosis pada kelumpuhan NIII. Myasthenia gravis. radang mata. syphilis tampak menjadi botak terutama di bagian belakang seperti dimakan ngengat "moth eaten appearance". glaucoma. juga pada demam tifoid.

kekuningan akibat hyperpigmentasi berupa bercak-bercak tidak merata. biasanya terdapat pada bagian nasal) . cincin atau setengah lingkaran berwarna putih keruh agak di sebelah medial daripada limbus cornea disebut arcus senilis.tanda von graefe : bila melirik ke bawah kelopak mata atas tertinggal . Bola mata : tekanan dalam bola mata diperiksa dengan 2 jari pada bola mata yang ditutup dan melirik ke bawah * tekanan tinggi (terasa keras) terdapat pada glaucoma dan hipoglikemi * tekanan rendah (terasa lunak) terdapat pada hiperglikemi k. Pada penyakit basedow selain exophtalmus dan tanda enroth juga dijumpai: . Pada osteogenesis imperfecta sclera berwarna kebiru-biruan Kornea.tanda dalrympel : retraksi kelopak mata atas . Tampak petechie/ purpura pada endokarditis bakterialis.phlycten (benjolan putih kekuningan dikelilingi zona merah. mungkin reaksi alergi terhadap protein kuman Mycobacterium Tuberculosis atau cacingan) Sclera. pada keadaan ikterus berwarna kuning merata. Pada conjunctiva bulbi mungkin terdapat: . terdapat pada trachoma) . Bila annulus/ arcus senilis (pada limbus cornea) berwarna hijau kecoklatan atau merah atau kuning kehijauan disebut cincin Kayser Fleischer yang dijumpai pada penderita penyakit Wilson (degenerasi hepatolentikuler) Pupil mata . conjunctiva palpebra inferior tampak pucat pada anemia.tanda Rosenbach : kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna .i.tanda moebius : ketidakmampuan mata untuk berkonvergens pada sebuah objek yang diletakkan di depan hidung .pannus (neovaskularisasi dan infiltrasi di conjungtiva bulbi. Pada orang tua.tanda Riesman : bila kelopak mata ditutup didengar dengan stetoskop terdengar arterial bruit j. memerah dan berair pada radang.tanda Joffroy : tidak ada kerutan dahi pada waktu melirik ke atas .pterygiuum (penebalan conjunctiva bulbi berbentuk segitiga yang puncaknya dapat mencakup sampai pada cornea.tanda Stellwag : mata jarang berkedip . sering terdapat pada orang tua terutama yang berkulit warna.

demam tifoid. menyebabkan kontraksi/ spasme otot-otot muka sisi tersebut. trauma. liang hidung dan mukosa pada syphilis bentuk hidung seperti pelana "saddle nose" cairan yang keluar dari liang hidung bisa: lendir: pada sinusitis banyak. dll mukosa hidung merah. DHF. penyakit perdarahan. • Telinga : Periksa daun telinga. warna. ada nyeri tekan/ ketuk pada daerah sinus darah (epistaxis) mungkin disebabkan peradangan. liang telinga. putih kekuningan merupakan deposit asam urat. dapat juga terjadi sejak lahir karena saat di dalam kandungan ibunya menderita Rubella atau karena mata sering terkena panas.penyinaran pada pupil yang satu akan menyebabkan pupil satunya lagi akan ikut mengecil  reflex cahaya tidak langsung dan reflex konsensuil pupil juga akan mengecil bila mata berkonvergensi dan berakomodasi tes dengan menyeluruh pasien melihat dengan kedua mata ujung jari dokter pada jarak kira-kira setengah meter di depan hidung pasien kemudian digerakkan perlahan –lahan mendekati ujung hidung pasien Lensa mata tampak keruh pada katarak misalnya pada orang tua (katarak senilis) atau pada DM. bengkak pada peradangan. a. Labioschizis : bibir terbelah biasanya congenital. membrane tympani daun telinga seorang cretin relative besar tophi : benjolan (nodul) keras. kental. sinar UV atau sinar x.midriasis : pupil melebar misalnya: berada di tempat gelap. • Bibir : Periksa bentuk. kelainan a. benda asing. pucat pada alergi. oedem angioneurotik. difteri. bibir bengkak mungkin karena trauma. hipertensi. terdapat tanda Chvostek yaitu bila daerah pipi tepat di depan daun telinga diketuk dengan satu jari.normal : bentuknya bulat. biasanya pada penderita gout pada tetani. alergi .. neoplasma. • Hidung : Periksa bentuk. keruh. atau diberi atropine atau pada seorang morfinis (pinpoint pupil) . berbau. ukuran. hypoparatiroidisme. lepra. regular (tepinya rata) dan isokor (diameter pupil dan kanan sama) . keruh. daerah sekitar telinga.

pada orang yang unsure fluornya berlebihan missal dalam air minumnya (>1. myxedema. misalnya pada wanita hamil. karena terjadi hyperplasia pada leukemia. lidah relative besar hingga menonjol keluar. • Lidah: Periksa ikuran. warna dan kelainan pada cretin.5ppm) terjadi mottled enamel pada giginya (bintik-bintik pada gigi berwarna kuning kecoklatan) Warna mukosa gusi sehat adalah merah jambu (pink) Gingivitis menyebabkan warnanya menjadi merah disertai pembengkakan. bentuk. pneumonia/ Pada defisiensi vit B12 mungkin dijumpai cheilosis yaitu lecet-lecet pada sudut mulut. nyeri pada perabaan serasa seperti spon. anemia sianotik pada decompensatio cordis. gigi longgar pada penderita epilepsy yang diberi pengobatan dilantin (diphenylhydantoin). gusi bengkak. jumlah dan kelainan gigi. mudah berdarah pada gusi mungkin dijumpai tumor (fibroma). gusi bengkak. demam bibir pucat pada shock. gigi longgar/goyang. kelainan bronchopneumonia. karang gigi. banyak caries lubang.bibir kering pada dehidrasi. keriput . warna mukosa dan pembengkakan gusi pada DM. kering. kenyal. Pada dehidrasi lidah mengecil. mudah berdarah. Pada hypopituitarisme. DM. linear seperti lipatan-lipatan Bibir jarang menderita neoplasma • Gigi dan gusi: Periksa kebersihan oral. mudah berdarah dan terasa nyeri. tanpa rasa nyeri. akromegali. sering terdapat pyorrhea alveolaris (retraksi gusi. asthma bronchiale berat. letak antara gigi agak berjauhan (gigi jarang) Caries dentis sering terdapat pada orang yang kekurangan unsur fluor. pocket dengan pus berbau di dalamnya). yang bila meradang/ terkena infeksi misalnya oleh candida disebut perleche Pada syphilis congenital pada sudut mulut mungkin terdapat raghades yaitu parut kecil-kecil. jantung congenital. pada skorbut (def vit C) gusi bengkak. kedinginan. nekrotis. mudah luka.

anxietas. atau yang bernafas melalui mulutnya. Bercak koplik (bercak sebesar ujung jarum pentul. Selain DM bercak kandidiasis dapat ditemnukan pada leukemia dan AIDS. kelainan normal berwarna pink. misalnya metHb. Tremor lidah pada penyakit Parkinson. tanda dini morbili. warna lidah merah magenta. licin. sulfHB. Pada AIDS bercak merah coklat kehitaman sedikit menonjol di permukaan (sarcoma Kaposi). kotor umumnya pada penderita demam. lidah pucat. hypertiroidisme. berkilat. Jika seperti kerut-kerut scrotum (scrotal tongue) mungkin menderita defisiensi vitamin B. Ulkus atau perforasi pada palatum mungkin disebabkan syphilis . Lidah sianotik pada kelainan jantung misalnya decomp. sering disertai bercak keputihan seperti bekas susu pada kandidiasis. merah pada radang. Pada pellagra. Pada demam tifoid. licin.kiri atau saluran penafasan (misalnya PPOK) atau keracunan darah. terasa seperti terbakar. dijumpai pada anak-anak malnutrisi berat. Sikatriks npada lidah mungkin dijumpai pada penderita epilepsy. Lidah kering. lidah merah. • Mukosa mulut dan palatum: Periksa warna. lidah seperti gambaran peta (geographical tongue). Noma adalah gangrene progressif destruktif pada mukosa buccal hingga menyebabkan perforasi. pucat pada anemia.Pada DM lidah kering. Pada kelumpuhan N XII lidah mencong ke sisi yang sakit bila dijulurkan. Pada defisiensi vitamin B2 dan polycythemia rubra vera. CO. Pada anemia perniciosa. sianotik pada kelainan jantung. CN. dan saluran nafas. bercak/eflorosensi. Pada scarlet fever. warna putih kelabu dikelilingi zona merah di mukosa bukal berhadapan dengan gigi molar bawah. bengkak. merah. lidah kering-kotor-putih-kelabu dengan pinggiran merah disebut coated tongue. Pada penyakit Addison lidah kecil dengan bercak-bercak datar berbentuk bulat atau oval berwarna coklat kehitaman pada sindrom peutz-jegher. lidah merah dengan papil besar-besar disebut raspberry atau strawberry tongue. Pada neurosis.

dan gejala-gejala pernafasan berupa stridor atau suara serak. lambung:CA lambung. kelainan normal: T1-T1. berbau tikus (mousy smell) bau nafas dapat disebabkan oleh kelainan pada gigi. pusing. lidah. demam atau anoreksia (yang memberi kesan tumor atau infeksi). gerak/pilsasi Pada peradangan. ANATOMI . merah. seperti membrane putih kelabu yang melekat erat (sulit dilepaskan dari dinding pharynx dan mudah berdarah. paru. sinkop. merokok. merah dengan bercak-bercak kotoran (detritus) difteri. berwarna merah dan memanjang Pada AI tampak pulsasi yang sunkron dengan denyut jantung • Pharynx: Periksa warna.• Uvula: Periksa warna. • Tonsil: Periksa: ukuran. sinus. Apabila ada tanda-tanda dan gejala-gejala sistemik yang mencerminkan efek hormon yang berasal dari leher (tiroid dan paratiroid) dan penurunan berat badan. kelainan peradangan. I. misal: bronkiektasis. PEMERIKSAAN FISIK LEHER Pemeriksaan Fisik Keluhan pasien yang menunjukkan kemungkinan adanya penemuan penting di leher adalah : riwayat adanya massa atau benjolan . bila setelah diangkat T0-T0 Peradangan tonsil membesar. maka perlu dievaluasi dengan teliti. warna. gusi. hidung. ukuran. nyeri leher. gangguan neurologis sementara. mungkin ada detritus Bau nafas: pada uremia : bau seperti urin / amoniak pada asidosis (DM tidak terkontrol) : bau aseton pada kegagalan hati : berbau busuk (foetor hepatikus) pada difteri.

kelenjar submandibula. Tiroiditis menyebabkan rasa nyeri pada bagian anterior leher yang bertambah berat bila daerah tersebut. Diantara umur 20-40 tahun. sifat. Jika benjolan di leher tersebur disertai nyeri kemungkinan besar terdapat infeksi akut. Letak massa dan sifat fisiknya memberikan informasi diagnostik tambahan yang berguna. membungkus trakea bagian atas dan terdiri dari dua lobus yang dihubungkan oleh isthmus. massa leher harus dicurigai ganas. Hubungan antara infeksi saluran nafas bagian atas dengan benjolan pada leher biasanya menunjukkan bahwa kelenjar limfe berfungsi normal. Muskulus sternokleidomastoideus juga menutupi vagina karotis yang terletak lateral terhadap laring. II. terjepit pakaian atau pada waktu menelan. Nyeri yang timbul pada gerakan kepala berasal dari struktur musculoskeletal. Nyeri leher Letak. kelenjar limfe. Kelenjar tiroid yang terdapat pada trigonum anterior. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar endokrin terbesar dalam tubuh. vena jugularis interna. sampai terbukti demikian. III. Fungsinya menghasilkan hormon tiroid sesuai kebutuhan tubuh. memberi kesan adanya peralisis pita suara oleh penekanan nervus laringeus rekuren oleh tumor. lebih umum penyakit tiroid. Jika massa itu terletak di garis tengah kemungkinan besar suetu kista tiroglossus. Nyeri yang berasal dari jantung dapat dialihkan ke leher bagian depan tengah atau rahang. dan keadaan nyeri leher memberi petunjuk yang berguna tentang kemungkinan penyebabnya. Suatu massa yang membesar lebih bermakna kerimbang massa yang telah ada selama bertahun-tahun. Sarung ini mengandung arteri karotis komunis. Sedangkan trigonum posterior hanya berisi kelenjar limfe. TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Massa leher Pasien sering merasa bahwa benjolan atau massa di leher sebagai kanker sampai terbukti sebaliknya. dan lemak. Suatu massa yang timbul setelah makan atau minum adalah khas untuk kantong faringeal atau divertikulum esophagus letak tinggi. meskipun dipertimbangkan juga kemungkinan limfoma. laring. Jika suara serak tadi disertai dengan adanya benjolan tiroid. dan trigonum posterior atau lateral untuk pencatatan dan interpretasi penemuan. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan leher: Inspeksi .Garis tengah dibatasi oleh incisura kartilago thyroidea dan incisura suprasternal. Suara serak Suara serak menujukkan adanya peradangan. Rasa nyeri yang disebabkan peradangan faring dapat dialihkan ke daerah submandibularis dekat angulus mandibula. Riwayat perjalanan penyakit dan tanda-tanda serta gejala yang berhubungan adalah penting. tumor. Diatas 40 tahun. Benjolan di leher seorang pasien di bawah 20 tahun kemungkinan suatu pembesaran kelenjar getah bening tonsilar atau massa kongenital.Leher dibagi oleh muskulus sternokleidomastoideus menjadi trigonum anterior atau medial. atau gangguan neurologist pada pita suara dan kotak suara. dan nervus vagus. Trigonum anterior terdiri dari kelenjar tiroid. faring. Umur pasien juga ada hubungannya dengan penilaian massa leher. Oleh karena itu mereka sering gelisah.

vena-vena jugularis akan menonjol. gagal jantung kanan. Misalnya pada tuberculosis vertebra servikalis. . yang dapat disebabkan aneurisma arteri karotis. konsistensi. Terbatasnya gerakan leher yang dapat disebabkan adanya pembengkakan leher. spasme otot Rentang gerakan leher Pembesaran kelenjar (tiroid. lalu perkirakan berapa besarnya. Kelenjar tiroid (struma). efloresensi Sikap kepala. Pulsasi yang abnormal atau bendungan vena. serta nyeri tekan. KGB) Palpasi Trakea Tiroid dari anterior dan posterior KGB dan arteri karotis Auskultasi Jika perlu Bruit (dari tiroid. Kelenjar limfe. limfoma malignum. Bila didapati. Perhatikan ada tidaknya pembesaran. dituliskan besarnya. Pembengkakan terdapat pada satu sisi dan dapat diraba pulsasi arteri pada daerah tersebut. parotis. Tortikolis. Pembesaran kelenjar limfe dapat dijumpai pada tuberculosis kelenjar. trakea dan arteri karotis) Tes Rentang gerakan Pengisian vena (tentukan nilai JVP) Inspeksi Pada inspeksi leher tentukan adakah: Asimetri karena pembengkakan. Misalnya pada tumor intratorakal (sindrom vena jugularis). yang mana pada keadaan ini leher miring pada arah yang sakit dan sukar digerakkan karena rasa nyeri. tetanus. misalnya kaku kuduk pada meningitis. leukemia. Kekakuan pada leher. Jika terdapat bendungan aliran darah ke vena torakalis.Kulit leher. Untuk memastikannya dilakukan palpasi.

kedua tangan dapat melakukan palpasi secara serentak. Kartilago hyoidea terletak di atas kartilago tiroidea. Pembesaran fisiologis kelenjar limfe sebagai respon terhadap fungsi penyaring yang aktif. kemudian letakkan jari-jari anda medial terhadap m. Limfoma dan kadang-kadang karsinoma. Jika anda pindah ke belakang pasien. Bila digerakkan ke lateral teraba krepitasi sewaktu ia menggeser melewati bagian anterior vertebra servikalis. Pada orang tua. Suruh pasien menelan.sternokleidomastoideus. kenyal dan tidak melekat. bisa bebas atau melekat. Kartilago tiroidea merupakan struktur yang paling menonjol di garis tengah.sternokleidomastoideus dan ujung jari anda pada garis tengah tepat di atas incisura sternalis. ke ujung rahang untuk kelenjar submentalis. ke bawah ke trigonum posterior untuk merba untai servikalis posterior. kemudian tentukanlah garis bentuk lobus lateral. tidak nyeri atau ada nyeri tekan. menyebabkan kelenjar limfe bersatu karena biasanya terjadi perluasan penyakit ke periskapular. Kelenjar limfe dapat terpisah atau menyatu. Dari depan. dan keatas ke untai aurikularis anterior di depan telinga. Jika tidak ada krepitasi seperti itu mungkin menunjukkan adanya suatu massa pada ruang retrofaringeal.Palpasi Untuk memastikan keterangan yang telah diperoleh dari inspeksi. Letakkan ujung jari anda pada pinggir lateral m. Palpasilah suatu massa untuk menentukan letak. melintasi muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba rantai servikalis profunda di sebelah dalam muskulus. biasanya menyebabkan pembesaran yang tersendiri. sepanjang muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba untai servikalis superfisialis. Auskultasi . Periksalah kelenjar tiroid dari depan dan rabalah dari depan dan dari belakang. palpasi dapat dimulai dari daerah oksipital. Dengan hatihati geserlah m. kornu lateral kartilago hyoidea mungkin mengalami osifikasi dan teraba seperti kelenjar limfe yang keras seperti batu. waktu menelan akan teraba sebagai jaringan yang berjalan ke atas di bawah jari anda. Penyakit metastasis memberi kesan keras seperti batu pada jari yang meraba. konsisstensi. bisa seperti karet atau keras seperti batu. terdapat nyeri tekan. ukuran dan mobilitasnya.sternokleidomastoideus ke lateral dan kartilago thyroidea ke medial. Selanjutnya palpasi arteri karotis. Palpasi dilakukan baik dari depan maupun dari belakang pasien. sekali lagi rabalah kelenjar tiroid yang membesar. yang terdapat superficial terhadap prosesus mastoideus. Bila kelenjar tiroid membesar. lakukanlah palpasi dengan jari menyilang trakea. Mula-mula. C. ke atas tepian rahang untuk meraba kelompok tonsilaris. sepanjang rahang untuk meraba kelompok submaksilaris. Mulamula pasien diminta untuk sedikit fleksi leher. ke dalam trigonum anterior. yang dapat digerakkan bebas ke kanan dan ke kiri tapi tidak dapat ke atas dan ke bawah. dalam posisi ini. Tiroid normal tidak mudah teraba. tangan pemeriksa digerakkan kea rah aurikularis posterior. Bila kelenjar mengandung limfosit polimorfonuklear (limfadenitis). Letakkan tiga jari anda di sisi kartilago thyroidea. maka dilakukan palpasi. Bila tidak. kemungkinan tumor yang bukan berasal dari kelenjar tiroid.

menuju ke angulus mandibula. Tindakan ini akan menimbulkan bayangan yang akan membantu anda melihat fluktuasi dalam kolom darah pada vena jugularis. PENEMUAN-PENEMUAN YANG DIDAPATI PADA PEMERIKSAAN LEHER Meningitis menyebabkan spasme leher dan nyeri. faringitis dan tonsilitis yang tersering. Pada penyakit tiroid yang menyebabkan pembesaran difus. Bahan ateromatosa yang menonjol ke lumen mengganggu aliran lamellar dan menimbulkan arus yang turbulen yang terdengar sebagai bising sistolik. Pengukuran Tekanan Vena Jugularis Pemeriksaan dilakukan pada vena jugularis eksterna kanan karena ia merupakan hubungan (sambungan) langsung dari vena kava superior. Periksalah vena jugularis eksterna yang berjalan ke medial dari pertengahan klavikula. dengarkan di tiap sinus karotis kemungkinan adanya aliran turbulen pada pembuluh darah atau bising karotis (carotid bruit). Jika pasien berusia diatas 50 tahun. dan tekstur.kelenjar limfe yang keras seperti karang menandakan adanya tumor. bendungan di ventrikrl kiri diteruskan ke atrium kiri dan vena pulmonalis dan kemudian tertampung di dalam paru. Pasien berbaring dengan kepala pada tempat tidur yang dimiringkan 45 derajat. Kelenjar limfe yang keras seperti karet melekat satu sama lain menandakan adanya limfoma.sifat yang membantu menentukan arti pembesaran adalah tekstur. IV. Auskultasi dilakukan dari arah depan. Biasa juga disebabkan oleh kanker laring. menandakan kemungkinan adanya gangguan. kosongkan vena di bawah jari anda yang menekan tersebut dan perhatikan pengisian vena jugularis dari bawah. Kelenjar limfe yang nyeri tekan menandakan adanya peradangan.Auskultasi dilakukan pada tiroid yang membesar. lobus piramidalis yang terletak di garis tengah dapat diraba dengan mudah. Kelenjar yang membesar disebut goiter. tidak nyeri dan teraba menunjukkan adanya infeksi atau teraba secara kebetulan. Kelenjar yang teraba pada trigonum servikalis anterior. . nodul multiple. melewati m. maupun suatu keadaan hipertiroid. Bila anda meraba nodul tiroid. yang ditemukan secara kebetulan karena dengung vena (venous hum) dapat didengar pada dasar leher dan incisura suprasternalis. Pada gagal jantung kiri. periksalah tiga sifatnya: limfadenpati yang berhubungan. Fleksi kepala dengan menyentuhkan dagu ke dada akan menimbulkan nyeri hebat. Bising sistolik dan diastolic.sternokleidomastoideus. yang cenderung untuk suatu keadaan vaskularisasi yang bertambah (misalnya pada suatu keganasan. Pada arteri karotis sering terjadi suatu proses aterosklerosis. Pada gagal jantung kanan. Dengan jari lainnya. Hentikanlah aliran darah vena dari kepala dengan jari anda. tirotoksikosis). atau tiroid. Benjolan di garis tengah tidak pernah berasal dari kelenjar limfe. faring. Gerakan leher dihambat oleh spasme hebat pada otot-otot leher (kaku kuduk). Kelenjar limfe yang lunak. nodularitas. Benjolan lateral yang bukan berasal dari kelenjar limfe mencakup aneurisma arteri karotis. D. bendungan di ventrikel kanan diteruskan ke atrium kanan dan vena kava superior sehingga tekanan vena jugularis meninggi. dan ukuran. higroma kistik dan celah kista brankialis. Limfadenopati kenyal yang berhubungan menandakan adanya tumor. untuk mengetahui adakah bruits pada kelenjar tiroid tersebut. Pakailah senter kecil untuk menerangi leher dari sudut tangensial.

yaitu serabut yang menghantarkan rangsang yang datang dari bagian medial retina. alkohol. zat pengetes didekatkan ke hidung pasien dan suruh menciumnya. Impuls kemudian dihantarkan melalui serabut saraf yang membentuk nervus optikus. Kelenjar yang membesar. Nervus Optikus (N. tembakau.II) Alat penangkap rangsang cahaya ialah sel batang dan kerucut yang terletak di retina. yaitu mencium bau. Goiter atau pembesaran tiroid menandakan adanaya hiper atau hipoaktif dari kelenjar. NERVI CRANIALIS Saraf otak ada 12 pasang. Pemeriksaan: Tujuan: mengukur ketajaman penglihatan dan menentukan apakah kelainan pada visus disebabkan kelainan okuler lokal atau oleh kelainan saraf.demikian pula kelenjar yang baru membesar. Cara pemeriksaan: periksa lubang hidung apakah ada sumbatan atau kelainan setempat misalnya polip. Wajah pasien. B. Lesi dapat terjadi pada serabut saraf atau bagian perifer (infranuklir). dan biasanya dinyatakan dengan angka romawi I-XII. Jangan menggunakan zat yang dapat merangsang mukosa hidung (N. Memeriksa saraf otak (I-XII) dapat membantu menentukan lokasi dan jenis penyakit. Sebagian dari serabut ini. Dengan mata pasien tertutup. menyilang ke sisi lainnya di khiasma optikus. tunggal. Kerusakan saraf ini menyebabkan hilangnya penciuman (anosmia). Nodul multiple menandakan adanya goiter. Nervus Olfaktorius (N. menghidu (penciuman. . Bila inti rusak akan diikuti oleh degenerasi saraf perifernya. Goiter ditandai pada palpasi teksturnya difus (homogen) atau nodular (teraba massa multiple).I) Nervus Olfaktorius merupakan saraf sensorik yang fungsinya hanya satu. Dari khiasma optikus. pembauan). A. atau berkurangnya penciuman (hiposmia). amoniak. Zat pengetes yang digunakan sebaiknya zat yang dikenali sehari-hari misalnya kopi. Juga untuk mengetahui apakah gangguan tersebut disebabkan oleh gangguan saraf atau penyakit hidung lokal. keras seprti kayu menandakan adnya tiroiditis kronis. Tiap lubang hidung diperiksa satu persatu dengan jalan menutup lubang hidung yang lainnya dengan tangan. cuka. jeruk. Saraf I dan II berfungsi mirip jaringan otak.V) seperti mentol. sedangkan pembesaran kelenjar yang nyeri tekan menyarankan adanya tiroiditis akut. Pemeriksaan: Tujuan: untuk mendeteksi adanya gangguan menghidu. penampilan fisik (habitus) dan sifat lainnya dapat memberikan petunjuk khusus akan adanya gangguan fungsi tiroid. pada inti (nuklir) atau hubungannya ke sentral (supranuklir). sedangkan saraf otak lainnya (III-XII) mempunyai bangunan dan fungsi mirip saraf spinal dan bereaksi mirip dengan saraf spinal terhadap proses penyakit. serabut melanjutkan diri dengan membentuk traktus optikus ke korpus genikulatum lateral dan setelah bersinap disini rangsang diteruskan melalui traktus genikulokalkarina ke korteks optik kemudian berakhir di korteks yang disebut korteks striatum. the. dank eras.

III) Lateral rectus Abducens (N. levator palpebra pasien disuruh memejamkan matanya. Waktu ia membuka mata.ia harus memberitahu dan hal ini dibandingkan dengan pemeriksa. levator palpebra. apakah ada ptosis. Nervus Trokhlearis (N. 1. dan tidak dapat dibuka. mata tertutup. kemudian ia disuruh membukanya. Ptosis Kelumpuhan nervus III dapat menyebabkan terjadinya ptosis. dan apakah ada strabismus.III) Inferior rectus Occulomotor (N. Jika hendak memeriksa mata kanan pasien. Nervus Occulomotorius (N.VI) Ketiga saraf otak ini diperiksa bersama-sama. Setelah itu pemeriksa menggerakkan jari tangannya dibidang pertengahan antara pemeriksa dan pasien. Nervus Abducens (N. karena kesatuan fungsinya yaitu mengurus otototot ekstrinsik dan instrinsik bola mata.III) Superior oblique Trochlear (N. kita tahan gerakan ini dengan jalan memegang (menekan) kelopak mata.IV) Inferior oblique Occulomotor (N. Hal ini disebabkan kelumpuhan m. maka pemeriksa akan melihat gerakan tersebut lebih dahulu. Gerakan dilakukan dari arah luar ke dalam. Untuk menilai tenaga m. eksoftalmus.III) Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: selagi berwawancara dengan pasien perhatikan celah matanya. Jika pasien mulai melihat gerakan jari-jari pemeriksa. Jika ada gangguan kampus penglihatan. Mucle Superior rectus Innervation Primary function Secondary function elevation intorsion depression abduction adduction intorsion extorsion depression elevation abduction abduction extorsion Tertiary function adduction adduction Occulomotor (N. Kemudian pasien disuruh melihat terus (memfiksasi matanya) pada mata kiri pemeriksa dan pasien harus selalu melihat ke mata kanan pemeiksa.Cara pemeriksaan: dilakukan dengan jalan membandingkan dengan kampus penglihatan pemeriksa yaitu dengan metoda konfrontasi dari donder.IV) E. Penderita disuruh berdiri atau duduk berhadapan dengan pemeriksa dengan jarak kira-kira 1 meter.VI) Medial rectus Occulomotor (N. 2. yaitu klopak mata yang terjatuh. maka mata kiri pasien harus ditutup dengan tangannya atau dengan kertas. C. sedangkan pemeriksa harus menutup mata kanannya. Refleks pupil .III) D.

atas medial. medial. bawah medial. Positif bila terlihat pupil mengecil. misalnya jari kita yang ditempatkan dekat matanya. Nervus Trigeminus (N. Juga perhatikan bentuk pupil apakah bundar dan tepinya rata (normal) atau tidak. Pada kelumpuhan nervus III refleks ini negatif. Kedudukan (posisi) bola mata Perhatikan apakah bola mata menonjol (eksoftalmus) atau selah-olah masuk kedalam (enoftalmus). dengan menyelidiki rasa raba. pasien disuruh merapatkan giginya sekuat mungkin dan kemudian perhatikan besarnya tonus dan konturnya. Perhatikan apakah mata pasien dapat mengikutinya dan bagaimana gerakan bola mata. atas. 4. Bila demikian disebut refleks cahaya langsung positif. bawah lateral. Besarnya pupil dipengaruhi banyak faktor terutama intensitas cahaya. tanyakan juga apakah telihat benda kembar (diplopia). rasa nyeri. Otot polos yang mengecilkan pupil dipersarafi oleh saraf parasimpatis dan nervus III. sedangkan yang melebarkan pupil disarafi serabut simpatis (torakolumbal). Mata pasien difiksasi pada benda yang jauh letaknya. Pada keadaan normal pupil mengecil. Bagian motorik mengurusi otot mengunyah. Nervus Oftalmikus Nervus Maksilaris Nervus Mandibularis Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: untuk memeriksa bagian motoris. Bila demikian disebut refleks cahaya tidak langsung (konsensual) positif. Bagian sensorik mengurus sensibilitas dari muka melalui ketiga cabangnya yaitu. bawah dan ke arah miring yaitu atas lateral. setelah itu mata di senter dan dlihat apakah ada reaksi pada pupil.V) Terdiri dari dua bagian yaitu bagian sensorik (porsio mayor) dan bagian motorik (porsio minor). 3. apakah ikut mengecil oleh penyinaran mata yang lainnya. Gerakan bola mata Pasien disuruh melihat mengikuti jari pemeriksa yang digerakkan ke arah lateral. Refleks akomodasi Pasien disuruh melihat jauh kemudian ia disuruh melihat dekat.Perhatikan besarnya pupilpada mata kiri dan kanan apakah sama (isokor) atau tidak sama (anisokor). suhu daerah-daerah yang disarafinya. Refleks pupil terdiri dari reaksi cahaya langsung dan tak langsung (konsensual). Kemudian pasien disuruh membuka mulut dan perhatikan apakah ada deviasi rahang bawah. F. 5. . Untuk memeriksa bagian sensorik. apakah lancar dan mulus atau kaku. Perhatikan juga pupil mata yang tidak disinar. Kekuatan otot dapat dinilai dengan menyuruh pasien menggigit suatu benda.

VII) Nervus Fasialis merupakan saraf motorik yang menginervasi otot-otot ekspresi wajah (UMN dan LMN). Menyruh pasien memejamkan mata Bila berat maka pasien tidak dapat memejamkan mata. Suruh pula pasien memejamkan mata satu persatu. plika nasolabialis mendatar dan sudut mulut menjadi rendah. apakah dapat bersiul. mata kurang dipejamkan. sebab mendapat persarafan bilateral. Pemeriksaan saraf kokhlearis. bila tidak dapat memejamkan mata berarti matanya pada sisi yang parese.VII sebelum percabangan khorda timpani dapt menyebabkan ageusi (hilangnya pengecapan) 2/3 bagian anterior lidah. Perhatikan apakah asimetris sudut mulut. Cara pemeriksaan: Menyuruh pasien mengangkat alis dan mengkerutkan dahi Kelumpuhan UMN sesisi. Pada kelumpuhan jenis sentral (UMN) muka dapat simetris saat istirahat. pasien dapat mengangkat alis dan mengkerutkan dahinya. Termasuk sensasi pengecapan 2/3 bagian anterior lidah. Pemeriksaan: 1. Pada kelumpuhan jenis LMN jelas adanya asimetris. Fungsi pengecapan Kerusakan N. Juga membawa serabut parasimpatis ke kelenjar ludah dan lakrimalis. Tes Schwabach Membandingkan pendengaran pasien dengan pendengaran pemeriksa. Dalam hal ini kerutan dahi menghilang. Fungsi motorik perhatikan muka pasien. .G.VIII) Terdiri dari dua bagian yaitu saraf kokhlearis (pendengaran) dan saraf vestibularis (keseimbangan). mengembungkan pipi. Nervus Vestibulokokhlearis (N. Bila masih tedengar oleh pemeriksa disebut tes schwabach memendek. pejaman mata. baru nyata bila pasien melakukan gerkan misalnya menyeringai. dan sudut mulut. H. mencucurkan bibir. kerutan dahi. Garpu tala dibunyikan kemudian ditempatkan didekat telinga pasien. Setelah pasien tidak mendengar lagi. Menyuruh pasien menyeringai (menunjukkan gigi geligi). Nervus Fasialis (N. plika nasolabialis. maka disebabkan oleh kelumpuhan jenis perifer (LMN). Bila ringan maka tenaga pejaman kurang kuat. garpu tala didekatkan ke telinga pemeriksa. Bila asimetris wajah jelas. simetris atau tidak.

Pemeriksaan saraf vestibularis Tes romberg yang dipertajam Pada tes ini pasien berdiri dengan satu kaki yang satu didepan kaki lainnya. Orang normal mampu berdiri dalam sikap romberg yang dipertajam selama 30 detik atau lebih. atoni. Apakah normal. Salah tunjuk (past pointing) Pasien disuruh merentangkan tangannya dan telunjuknya menyentuh telunjuk pemeriksa.. Tes ini berguna menilai adanya disfungsi sistem vestibular. Lengan dilipat pada dada dan mata kemudian ditutup. trapezius menyebabkan gerakan menoleh (rotasi) pada kepala. sternocleidomastoideus: .X) Nervus IX dan X diperiksa bersamaan. karena kedua saraf ini berhubungan erat satu sama lain. tumit yang satu berada didepan jari-jari kaki yang lain. Untuk ini pasien menyebutkan: aaaaaaa. Fungsi pengecapan Nervus Glossopharingeus mengandung serabut aferen khusus untuk pengecapan. Tes Weber Membandingkan pendengaran telinga kiri dan kanan (lateralisasi). Pada gangguan vestibular didapatkan salah tunjuk atau deviasi. Pada tuli konduktif.Tes Rinne Membandingkan konduksi tulang dan konduksi udara. Nervus Vagus (N. mengangkat lengannya tinggi-tinggi (sampai vertikal) dan kemudian kembali ke posisi semula. Kemudian disuruh menentukan pada telinga mana yang terdengar lebih keras. Kemudian ia disuruh menutup mata. yaitu pengecapan 1/3 bagian posterior lidah.IX) J. Garpu tala dibunyikan ditekankan pangkalnya pada dahi pasien tepat dipertengahan. Pemeriksaan m. serak (disfoni). Pada telinga normal konduksi udara lebih baik dari pada konduksi tulang. konduksi tulang lebih baik dari pada konduksi udara.XI) Saraf XI menginervasi m. K. Nervus Glossopharingeus (N. demikian juga dengan gangguan serebelar. Pemeriksaan: Fungsi motorik Perhatikan kualitas suara pasien. I. Hal ini didaptkan pada tuli perseptif (tuli saraf). sternocleidomastoideus dan m. Nervus Aksesorius (N.

dan ditahan dengan tangan pemeriksa diletakkan didagu.Perhatikan keadaan m. L. yaitu : . PALPASI. Pemeriksaan m. trapezius: Perhatikan keadaan m. Kemudian disuruh mengangkat bahunya dan kita tahan. perhatikan apakah julurannya mencong. trapezius pada saat istirahat dan bergerak. Bila lidah digerakkan atau dijulurkan. Nervus Hypoglossus (N. sternocleidomastoideus pada saat istirahat dan bergerak. Tempatkan tangan kita di atas bahu pasien. dan AUSKULTASI. kita gerakkan bagian badan pasien dan disuruh ia menahannya. Selain itu pasien juga dapat disuruh menoleh ke kiri atau kanan. lidah dijulurkan mencong ke sisi yang lumpuh PEMERIKSAAN FISIK THORAX A. Tapi sebelum melakukan keempat tahap di atas ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pemeriksa. Untuk mengukur kekuatan otot dapat dilakukuan cara yaitu: pasien disuruh menggerakkan bagian badan yang digerakkan oleh otot yang ingin kita periksa dan kita tahan gerakan ini. Pada parese satu sisi.XII) Saraf ini mengandung serabut somato sensorik yang menginervasi otot intrinsik dan otot ekstrinsik lidah. PERKUSI. Pemeriksaan Fisik Paru Pemeriksaan fisik paru terdiri atas INSPEKSI. Pemeriksaan: Suruh pasien membuka mulut dan perhatikan lidah dalam keadaan istirahat dan bergerak.

Bila tidak dapat terbaring terlentang bias dilakukan sambil duduk dengan kaki tergantung ke bawah di pinggir bangku pemeriksaan. dan usahakan ada di ruang tertutup agar pasien tidak merasa malu serta usahakan ada pendamping. Pasien sebaiknya terbaring lurus terlentang. pada dinding thorax ditetapkan garis-garis / linea-linea imajiner sebagai berikut : Garis-garis vertikal : Di Depan ( ventral ) : o Garis midsternalis o Garis sternalis kanan dan kiri o Garis midclavicularis kanan dan kiri o Garis parasternalis kanan dan kiri Di Sisi ( lateral ) : o Garis axillaris anterior o Garis axillaris media o Garis axillaris posterior Di Belakang ( dorsal ) : o Garis midspinalis o Garis scapularis kanan dan kiri o Garis midscapularis kanan dan kiri Garis-garis horizontal : Di Depan dan sisi adalah sela-sela iga Di belakang adalah garis-garis horizontal setinggi vertebrae thorakal . Pemeriksaan thorax ini perlu dilakukan secara berurutan dan untuk memudahkan kita melokalisasi kelainan. Pada pasien wanita perlu diterangkan untuk membuka bagian dada tersebut untuk dapat memeriksa jantung dan paru secara jelas. terang. berdiri di samping kanan pasien. Pemeriksa sabar dan tenang. Pasien sebaiknya telanjang pada bagian atas dada sampai batas pinggang.Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada tempat yang tenang.

INSPEKSI Pada inspeksi terdapat hal-hal yang harus diperhatikan : 1. Perhatikan bentuk dada atau thoraks dalam keadaan tidak bergerak ( statis ). diameter anteroposterior : diameter lateral = 5 : 7. sela iga tidak terlalu lebar / sempit. lihat apakah : a. angulus costae 70o – 90o b.Proyeksi permukaan visera paru posterior terhadap garis thorax posterior Urutan Pemeriksaan Dada (Bila pasien duduk selama pemeriksaan) Posisi Pemeriksa Berhadapan dengan pasien Manuver Inspeksi dinding dada anterior Inspeksi dan palpasi posisi trakea Inspeksi gerakan pernafasan Hitung pernafasan Inspeksi dan palpasi vertebra torakalis Perkusi angulus costo vertebralis Palpasi gerakan pernafasan Perkusi peranjakan diafragma Perkusi paru (posterior) Auskultasi paru (posterior) Inspeksi dinding dada lateral Perkusi paru (lateral) Auskultasi paru (lateral) Auskultasi paru (anterior) Perkusi paru (anterior) I. Abnormal: Dada paralitikum Menghadap punggung pasien Pada sisi kanan dan kiri pasien berurutan Berhadapan dengan pasien . iga-iga tidak terlalu horizontal / vertical. potongan melintang bentuk elips. Normal Simetris.

Lordosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke anterior. Kemungkinan karena hamil tua. proses penuaan. Kelainan ini terlihat pada pemeriksaan dari samping. atau tumor intra abdominal. ascites. diameter anteroposterior pendek o Sela iga sempit. o Sinonim : Barrel – chest atau dada emfisematikus Kifosis : Melengkungnya ( lordosis ) kurvatura vertebra pada posisi anterior posterior secara berlebihan dari normal. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari belakang. Jika berbentuk anguler ( sudut ) = gibbus. Kemungkinan karena kebiasaan berposisi jelek sejak kecil atau poliomyelitis. iga lebih horizontal o Pada potongan melintang jadi membulat o Tulang punggung melengkung ( kifosis ) o Angulus costae > 90 o o Terdapat pada : bayi ( normal ).o Dada kecil. gepeng. penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Scoliosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke lateral. diameter anteroposterior besar o Sela iga lebar. emfisema. iga lebih miring / vertical o Angulus costae < 70o o Scapula menonjol ke belakang o Terdapat pada pasien malnutrisi tuberculosis o Sinonim : Pthisic – chest Dada tong o Dada mengembung. Jika seperti busur ( arkuer ) kemungkinan karena osteoporosis. Pectus excavatum : . yang terdapat pada penderita spondilitis TBC.

Area yang mengalami cedera bergerak ke dalam selama inspirasi dan ke arah luar saat expirasi. Sinonim : Pigeon – chest atau dada burung. Dada dalam keadaan bergerak / dinamis : Frekuensi pernafasan : Frekuensi pernafasan normal pada pria 14-18 x / menit sedangkan pada wanita adalah 16-20 x / menit.Dada dengan tulang sternum yang mencekung ke dalam. ♦ Bendungan vena ♦ Emfisema subkutis ♦ Ginekomastia ( pada pria ) atau mammae atrofi / tumor ♦ Penyempitan sela iga ♦ Pelebaran sela iga saat expirasi (obstuksi mekanisme pentil pada bronkus ) 2. Terdapat pada penderita rachitis. Perubahan letak ke arah anterior dari sternum. dan pada bayi adalah 30-50 x / menit. Kompresi pada jantung atau pembuluh darah yang besar dapat menyebabkan murmur. Perubahan letak ke arah posterior dari sternum bawah. Sinonim : Funnel . C ) Kelainan lain pada dada yang sering ditemukan: ♦ Kulit : warna. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan. bekas jaringan parut. bintik-bintik. Flail – chest : Gerakan pernafasan abnormal yang berkaitan dengan fraktur iga multiple. Bradipnoe : frekuensi nafas <14x / menit.chest Pectus carinatum : Dada dengan tulang sternum menonjol ke depan. kelainan serebral. misalnya pada pemakaian overdosis obat-obat narkotik. . Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan. Terdapat pada penderita skorbut ( defisiensi vit. tonjolan tumor. spider nevi (sirosis hepatic). Perbatasan kartilago kosta terhadap sternum relatif tertekan. Rachitic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan rawan iga di dada membentuk benjolan sehingga menyerupai untaian biji tasbih. luka operasi. Scorbutic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan tulang dada seolah menonjol karena tulang dada mengalami depresi sehingga tampak juga seperti untaian biji tasbih.

Di samping itu adakah terlihat bagian dada yang tertinggal dalam pernafasan. pernafasan abdominal lebih dominan dan disebut abdomino-thorakal. Normal : Dilakukan secara teratur dengan fase-fase inspirasi-ekspirasi yang teratur secara bergantian. anxietas. misalnya pada pasien PPOK dan asma. bila terbalik kemungkinan menderita peritonitis atau paralysis diafragma. pernafasan seperti menghembus sesuatu lewat mulut. atau uremia. Pernafasan cuping hidung ( lebih terlihat pada pasien anak kecil ) B. Perhatikan juga apakah terdapat pemakaian otot-otot bantu pernafasan. Sifat pernafasan : thorakal  contoh pada pasien sakit tumor dalam perut. Abnormal : Pernafasan Cheyne – Stokes : amplitudo pernafasan mulai dari kecil makin lama makin besar sampai mencapai yang tertinggi. . Jenis pernafasan lain adalah : Pernafasan dengan pursed lips. abdominal  contoh pada pasien PPOK lanjut. misalnya pada decompensatio cordis. Sedangkan pada pria sehat. bila terbalik mungkin ada kelainan pada rongga thorax atau dindingnya. misalnya pada pasien TBC lanjut atau PPOK. hypoxia kronik. makin lama makin besar dan kembali lagi seperti tadi dan seterusnya. Kelainan ini disebabkan bentuk anatomi dada dan perut wanita yang berbeda dari pria. asidosis. misalnya pada pasien pneumonia.Takipnoe : frekuensi nafas >20x / menit. pneumonia. keracunan opium. Sinonim : pernafasan ataxic. Terdapat pada kerusakan otak. Terdapat pada : decompensatio cordis kiri. Pernafasan dengan mengambil nafas lewat mulut dan mengeluarkan lewat hidung. Kombinasi Pada wanita sehat umumnya pernafasan thorakal lebih dominan dan disebut thorako-abdomino. Pernafasan Kussmaul : pernafasan cepat dan dalam (takipnoe disertai hiperpnoe). Hal ini terjadi karena terlambatnya respon reseptor klinis medulla otak terhadap pertukaran gas. Pernafasan Biot : irama pernafasan yang sama sekali tidak teratur. barbiturat. kemudian makin mengecil hingga apnoe ( tidak bernafas ) beberapa saat lalu mulai lagi dengan amplitude yang kecil. Irama pernafasan i. tekanan intracranial meninggi. Terdapat pada asidosis ( misalnya pada DM tidak terkontrol dan gagal ginjal ). ii.

Terjadi karena adanya penyumbatan daerah laring. misalnya pada tumor. Stridor dapat berupa inspiratoir ( gangguan pada saluran nafas atas ) dan ekspiratoir ( ganguan pada saluran nafas bawah). atau ada benda asing di trakea. Setelah memperhatikan hal-hal di atas. Hal lain yang perlu diperhatikan pada gangguan paru adalah sputum ( dahak ) : sputum banyak dan purulen terdapat pada bronkiektasis sputum warna merah muda dan berbusa ( pink frothy ) terdapat pada oedema paru (gagal jantung) sputum berdarah ( hemoptisis ) terdapat pada penyakit tuberculosis paru. Stridor adalah suara nafas ngorok secara teratur. Keadaan ini biasanya merupakan pertanda kurang baik.Bentuk kelainan irama pernafasan tersebut kadang-kadang dapat ditemukan pada orang normal tapi gemuk ( obesitas ) atau pada waktu tidur. II. Suara serak ( hoarseness ) yang terjadi karena kelumpuhan pada saraf laring atau peradangan pita suara. kanker paru. pada penyakit paru suppuratif dan kanker paru Sianosis perifer pada ujung-ujung kuku jari tangan menunjukkan hipoksemia Karat nikotin pada perokok berat Otot-otot tangan dan lengan yang megecil karena penekanan nervus thoracic I eloh tumor paru di apeks paru ( Sindrom Pancoast ) Kelainan kepala yang menunjukkan gangguan pada paru seperti : mata yang mengecil pada Sindroma Horner sianosis pada ujung lidah pada hipoksemia. Di samping melihat keadaan-keadaan tersebut di atas. peradangan pada trakea. PALPASI . pemeriksa hendaknya juga mendengar kelainan yang langsung dapat didengar tanpa bantuan alat pemeriksa : Suara batuk ( kering dan berdahak ) menunjukkan adanya gangguan dalam saluran bronkus / bronkiolu. Suara mengi ( wheezing ) yaitu suara nafas berbunyi ngikk yang terdengar selama fase inspirasi dan ekspirasi karena terjadi penyempitan jalan udara. pemeriksa hendaknya juga memeriksa apakah ada kelainan pada ekstremitas atas yang berhubungan dengan penyakit paru seperti : Jari tabuh (clubbing). bronkiektasis.

pneumothorax. III. Dalam keadaan dinamis : o Gerak dinding thorax saat inspirasi dan ekspirasi. Tentukan amplitude gerak nafas hemithorax kiri dan kanan serta bandingkan. Atau pada kedua sisi terdapat kelainan yang tidak sama. Bila tidak sama. atau tumor. atau atelektasis obstruktif. misal ‘tujuh puluh tujuh’ berulang-ulang dan getarannya pada kedua dinding thorax diraba oleh kedua telapak tangan yang masingmasing diletakkan pada hemithorax secara simetris. sudut yang dibentuk oleh kedua ibu jari pemeriksa ditetapkan. kemungkinan terdapat emfisema. Bila melemah pada salah satu sisi mungkin penyebabnya adalah efusi pleura. submandibula dan kedua axilla. normalnya 70o .1. Sinkron saat gerak inspirasi-ekspirasi dan teraba amat halus. fibrosis pada satu sisi. PERKUSI Teknik perkusi dinding thorax dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : Perkusi langsung adalah pemeriksaandimana dinding dada diketuk ringan dengan ujung jari tengah. Trakea. Kedua telapak tangan pemeriksa diletakkan pada tempattempat yang simetris. normalnya terletak di tengah. atelektasis kompresif. o Vocal fremitus Pasien diminta untuk mengucapkan kata-kata apa saja. konsolidasi. Angulus subcostae : dengan kedua telapak tangan pada masing-masing arcus costae. . Bila trakea bergerak ke kiri atau ke kanan perhatikan apakah karena pendorongan oleh tumor atau tertarik ke bagian yang sakit ( scwharte / fibrosis apeks paru oleh tuberculosis ) Diraba apakah ada penonjolan pada dinding dada. efusi pleura. atau atelektasis. o Friction fremitus Mungkin dapat teraba getaran pada dinding thorax akibat gesekan permukaan kedua pleura ( parietalis dan viseralis ) yang meradang / pleuritis. Dalam keadaan statis : Apakah ada kelenjar getah bening yang membesar di daerah supraklavikula. Normal amplitudonya sama.90o 2. Bila membesar  limfadenopati yang menunjukkan terdapatnya proses di daerah paru seperti kanker paru. Normal akan dirasakan sama kuatnya. Bila mengeras pada satu sisi kemungkinan ada infiltrat. emfisema.

dan batas redup ke pekak (hati yang tidak diliputi jaringan paru) pada sela iga ke VI. atau paru normal dengan efusi pleura. Bunyi perkusi tympani mungkin adanya pneumothorax yang besar. Pemeriksaan perkusi digunakan untuk : Memeriksa keadaan paru dan cavum pleura. tumor atau efusi pleura. Misalnya pada paru dengan tumor yang besar atau atelektasis. Bunyi perkusi redup adalah bunyi perkusi yang kurang nyaring disbanding dengan bunyi sonor. pneumonia kecil atau kavitas dalam paru. Bunyi perkusi redup mungkin terdapat infiltrate. Pada kedua hemithorax dilakukan secara simetris dan asimetris. Misalnya pada paru yang mengalami emfisema.Perkusi tidak langsung. Bunyi perkusi sonor adalah bunyi yang kurang nyaring disbanding bunyi hipersonor. kemudian jari tengah tangan yang lain kita gunakan untuk mengetuk dengabn kuat jari yang ditempelkan pada dinding dada. Bila . Menetapkan batas paru hepar Perkusi dari atas ke bawah garis midclavikularis kanan. Bunyi pekak ialah bunyi perkusi pada thorax bila jaringan paru didalamnya tidak lagi terdapat udara. Bunyi perkusi sonor berarti kedua hemi thorax berarti kedua paru dan cavum pleura dalam keadaan normal. Normal.ini timbul pada paru yang terdapat infiltrate atau konsolidasi. bagian distal jari tengah dan telunjukdari tangan yang satu kita tempelkan dengan erat pada dinding dada. batas antara bunyi sonor (paru) dan redup (hati yang diliputi paru) adalah pada sela iga ke IV. Bunyi perkusi hipersonor mungkin adanya emfisema. Bunyi perkusi hipersonor adalah bunyi perkusi yang kurang nyaring disbanding dengan bunyi timpani. Macam-macam bunyi perkusi : Bunyi perkusi tympani adalah bunyi yang amat nyaring seperti mengetuk abdomen yang kosong. Bunyi perkusi pekak mungkin adanya suatu tumor yang besar. Misalnya pada perkusi yang dilakukan pada pneumothorax. Tujuan perkusi adalah untuk memperlihatkan keadaan pekak pada tempat dimana seharusnya ada resonansi. Merupakan bunyi perkusi dinding thorax yang normal.

Fase inspirasi:ekspirasi 1:2 Suara nafas vesikuler Barasal dari bronchus kecil/bronchiolus. Suara nafas abnormal . Ujung membrane digunakan agar dapat mendengar suara bernada tinggi. AUSKULTASI Terdapat 2 cara untuk mendengarkan suara yang ditimbulkan oleh paru: Aunskultasi langsung terdiri dari menempelkan telinga langsung pada dinding dada Auskultasi tidak langsung menggunakan stetoskop. Stetoskop mempunyai 2 macam ujung yaitu : Ujung bell digunakan untuk mendengar suara yang bernada rendah.pasien dalam keadaan inspirasi dalm maka batas ini normalnya 2 jari lebih rendah.didengar di seluruh daerah perifer dada. Ini disebut peranjakan. Suara nafas normal Suara nafas trakeal Suara inspirasi ekspirasi di trachea (didengar di daerah leher) Fase inspirasi:ekspirasi 1:3 Suara nafas brnchial Berasal dari bronchus besar. Fase inspirasi:ekspirasi 3:1 2. Menetapkan batas paru-lambung Perkusi dari atas kebawah pada garis axillaries anterior kiri dengan pasisi pasien tegak. Pemeriksaan ini digunakan untuk : 1. dan perut kosong. Batas bawah paru dan batas atas jantung nor5malnya pada sela iga ke VIII IV. didengar pada dada bagian tengah.

Suara nafas trakeal. . atau obstuksi bronkus. Suara nafas yang mengeras Pada keadaan infiltrasi/konsolidasi paru dan atelektasis Suara nafas amforik Seperti meniup kedalam botol kosong pada kavitas besar pada paru. Ronkhi basah bila cairan bersifat encer dan kering bila cairannya agak kental tergantung lumennya (bronkus besar/sedang/kecil_) ronkhi basah dapat bersifat kasar. Terjadi peda perangan pada pleura. Suara tambahan Ronkhi Disebabkan adanya cairan di dalm lumen bronkus. Keadaan ini mungkin disebabkan olehkarana bronkus/bronkiolus dan alveolus mengalami infiltrasi/konsolidasi Suara nafas vesikuler memanjang (fase ins:eks 3:2/3:3) Terdengar bila bronkus kecil/bronkiolus mengalami penyempitan. Krepitasi Suara seperti menggesek rambut dekat telinga. karena adanya cairan pada alveolus. efusi pleura. Suara nafas asmatik Ekspirasi memanjang dengan wheezing pada penderita asma bronchial. Suara nafas yang lemah Pada empiema. Pernapasan cog-wheel Suara nafas tersendat-sendat pada pleuritis adhesive.vesikuler tidak pada tempatnya. Suara nafas metamorphosing Inspirasi yang berubah mendadak dari halus menjadi kasar pada sumbatan bronkus yang mendadak lepas/hilang. Suara gesek pleura Karena gesekan kedua permukaan pleura. 3. sedang dan halus. pneumo thorax. bronchial.

Pemeriksaan Fisik Jantung Sebelum memulai melakukan pemeriksaan fisik jantung. merupakan denyut sistolik yang singkat. yang terdapat di sela iga kelima sedikit medial dari garis midklavikula kiri. tetapi bagian ini sangat penting. pemeriksa juga sudah dapat membayangkan aliran darah di dalam keempat rongga jantung. Vocal resonance Sama seperti vocal fremitus hanya didengarkan dengan stetoskop.4. Sebagian besar jantung (± 2/3 bagian) terletak pada sebelah kiri sternum. dan hanya 1/3 terletak di sebelah kanan sternum. Sebagian permukaan depan (anterior) jantung terdiri atas ventrikel kanan dan arteri pulmonalis yang berdekatan langsung dengan dinding toraks depan. sedangkan atrium kiri berada di bagian posterior. Bila vocal resonance mengeras disebut aegophoni. kapan membuka dan menutupnya katup-katup jantung tersebut. Saat akan melakukan pemeriksaan fisik jantung. Pemeriksaan fisik jantung meliputi : Inspeksi pasien Pengukuran tekanan darah Pemeriksaan denyut arteri Pemeriksaan denyut vena jugularis Perkusi jantung Palpasi jantung Auskultasi jantung Pemeriksaan edema dependen . atau kira-kira 7-9 cm dari garis midsternal. terlebih dahulu pemeriksa sudah dapat memperkirakan/membayangkan proyeksi posisi jantung ke dinding toraks depan. Sedangkan ventrikel kiri yang terletak di kiri dan belakang ventrikel kanan hanya menempati sebagian kecil permukaan jantung anterior. Sisi kanan jantung berasal dari atrium kanan. Bagian atas jantung terdiri dari beberapa pembuluh darah besar aorta dan arteri pulmonalis. karena bagian depan ventrikel kiri inilah yang menimbulkan impuls apeks. dan tidak dapat dideteksi secara langsung. Bila vocal resonance mengeras disebut whispered pectoriloquy B.

atau tanda Lichstein. Apakah ada xantomata? Xantomata tendo adalah massa agak kekuningan sekeras batu yang biasanya ditemukan melekat pada tendo ekstensor jari tangan adalah patognomonik untuk hiperkolesterolemia familial. Jari tangan dengan splinter hemorrhage pada pasien dengan endokarditis diperlihatkan pada Gambar IX D. adalah lipatan melintang. Inspeksi Mata . dan hipoplasia mandibula. Individu-individu ini mungkin menderita kardiomiopati. Wajah tanpa ekspresi dengan kelopak mata bengkak dan hilangnya sepertiga luas alis dijumpai pada hipotiroldisme. Apakah ada sianosis? Jika ya. hidung yang menengadah. bahkan termasuk trauma setempat pada kuku. apakah sentral atau perifer? Suhu dapat mencerminkan penyakit jantung. seringkali bilateral. dijumpai bersama-sama dengan mata yang terletak berjauhan. Meskupun ini merupakan tanda yang berguna. Stenosis aorta supravalvula. Inspeksi Evaluasi Penampilan Umum Inspeksi umum pasien sering memberikan petunjuk berharga untuk diagnosis penyakit jantung. Bagian kepala tempat tidur dapat sedikit ditinggikan jika pasien merasa lebih nyaman dengan posisi ini. Apakah pasien berada dalam distres akut? Sepeti apa pernapasan pasien? Apakah ia bernapas dengan susah payah? Apakah memakai obat pernapasan tambahan? Inspeksi Kulit Kulit dapat mengungkapkan banyak perubahan yang berkaitan dengan penyakit jantung. Pasien dengan konsentrasi kolesterol total di atas 450 mg/100 cc dengan xantomata tendo pada permukaan ekstensor jari tangannya diperlihatkan dalam gambar IX C. strabismus. Tendo Achilles dan tendo plantar telapak kaki juga merupakan lokasi umum untuk xantomata tendo. Wajah bulat seperti bulan dan mata yang terletak berjauhan mengarah kepada stenosis pulmonal. beri-beri. Inspeksi Wajah Kelainan jantung dapat pula dikaitkan dengan kelainan pada wajah dan kepala. Anemia berat. sering dijumpai pada pasien diatas usia 50 tahun dengan penyakit arteri koronaria yang bermakna. Lipatan daun telinga. Apakah ada ruam kulit? Adanya eritema marginatum ( eritema dimana daerah kemerahan berbentuk cakram dengan tepi yang menonjol ) pada pasien demam mengarah kepada demam reumatik akut. terlalu banyak hasil positif palsu dan negatif palsu sehingga penemuan ini kurang dapat diandalkan. klaudikasio intermiten berkaitan dengan rasa dingin pada ekstremitas inferior jika dibandingkan dengan ekstremitas superior. suatu kelainan congenital. dan tirotoksikosis cenderung membuat kulit lebih hangat. Perdarahan ini berjalan dari tepi bebas proksimal dan secara klasik dikaitkan dengan endokarditis bacterial subakut. telinga letak rendah. dengan pemeriksa berdiri di sisi kanan tempat tidur. spinter hemorrhage dapat terlihat sebagi garis kecil coklat-kemerahan di dasar kuku. Inspeksi Kuku Sering kali.Pasien harus berbaring terlentang. Tetapi penemuan ini tidak spesifik karena ditemukan pula pada banyak keadaan lain.

atau da da cekung ke dalam. atau jari kaki ekstra. Pengukuran Tekanan Darah Prinsip . atau dada burung. atau mata yang berjarak lebar. Pindahnya lensa mata sering dijumpai pada pasien dengan sindrom Marfan. tidak mengherankan bahawa segala sesuatu yang mengganggu perkembangan dada dapat mengganggu perkembangan jantung pula. atau pula sindrom Noonan. Jari tangan yang panjang dan kurus mengarah kepada sindrom Marfan dan kemungkinan regurgitasi aorta. Karena dada dan jantung berkembang pada waktu yang hampir bersamaan selama embriogenesis. suatu penyebab penting regurgitasi aorta. Pemeriksaan retina dapat memberikan informasi yang berguna mengenai diabetes. Stenosisi pulmonal merupakan kelainan jantung yang menyertai keadaan ini. Hipertelorisme. dan aterosklerosis. Pectus excavatum. Inspeksi Mulut Mintalah pasien untuk membuka mulutnya lebar-lebar. jari tangan ekstra. Apakah palatumnya melengkung tinggi? Palatum yang melengkung tinggi mungkin berkaitan dengan gangguan jantung kongenital seperti prolaps katup mitral. Inspeksi Konfigurasi Dada Inspeksi dada seringkali mengungkapkan informasi mengenai jantung. Apakah ada gerakan jantung yang dapat dilihat? Inspeksi Ekstremitas Sebagai kelainan kongenital jantung berkaitan dengan kelainan ekstremitas. juga berkaitan dengan sindrom Marfan. Pasien dengan defek septum atrium mungkin mempunyai falang ekstra. harus membagkitkan kecurigaan akan hiperlipoproteinema. Pasien dengan xantelasma dan hiperkolesterolemia diperlihatkan dalam gambar IX F. Kekeruhan kornea mungkin dijumpai pada sarkoidosis yang mungkin menjadi penyebab cor pulmonale atau gangguan miokard. terutama stemosis pulmonal dan stenosis aorta supravalvular. yang mungkin mengalami koarktasio aorta. Pemeriksaan mata dapat memperlihatkan arkus senilis. Apakah ada petekiae pada palatum? Endokarditis bakterial subakut sering disertai dengan petekia di palatum seperti terlihat pada pasien Gambar X A.Adanya plak kekuningan pada kelopak mata. Pectus carinatum. Webbing dijumpai pada orang dengan sindrom Turner. dijumpai pada sindrom Marfan dan para prolaps katup mitral. berkaitan dengan penyakit jantung kongenital. yang disebut xantelasma. hipertensi. Perdarahan konjungtiva lazim dijumpai pada endokarditis infektif. Inpeksi Leher Pemeriksaan leher dapat memperlihatkan webbing. Inspeksi palatumnya. meskipun lesi ini kurang spesifik ketimbang xantoma. Arkus (lihat Gambar VI A) yang dijumpai pada pasien di bawah 40 tahun harus membangkitkan kecurigaan terhadap hiperkolesterolemia.

Tekanan darah dapat diukur secara langsung dengan kateter intra-arterial atau secara tidak langsung dengan sfigmomanometer. Sfigmomanometer terdiri dari kantong karet yang dapat digembungkan di dalam suatu penutup kain, bola karet untuk memompa kantong, dan manometer untuk mengukur tekanan di dalam kantong karet. Pengukuran darah secara tidak langsung meliputi deteksi timbul dan hilangnya bunyi Korotkoff secara auskultatoris di atas arteri yang ditekan. Bunyi Korotkoff adalah bunyi bernada rendah yang berasal dari dalam pembuluh darah yang berkaitan dengan turbulensi yang dihasilkan dengan menyumbat arteri secara parsial dengan manset tekanan darah. Ada beberapa fase yang terjadi secara berurutan ketika tekanan penyumbat turun. Fase 1 terjadi bila tekanan penyumbat turun sampai tekanan darah sistolik. Suara mengetuknya jelas dan secara berangsur-angsur intensitasnya meningkat ketika tekanan penyumbat turun. Fase 2 terjadi pada tekanan kira-kira 10-15 mmHg di bawah fase 1 dan terdiri dari suara mengetuk yang diikuti dengan bising. Fase 3 terjadi bila tekanan penyumbat turun cukup banyak sehingga sejumlah besar volume darah dapat mengalir melalui arteri yang tersumbat sebagian. Bunyinya serupa dengan bunyi fase 2 kecuali bahwa hanya terdengar bunyi ketukan. Fase 4 terjadi bila intensitas suara tiba-tiba melemah ketika tekanan mendekati tekanan darah diastolik. Fase 5 terjadi bila bunyi sama sekali menghilang. Pembuluh darah tidak tertekan lagi oleh manset penyumbat. Sekarang tidak ada lagi aliran turbulensi. Tekanan darah normal untuk orang dewasa adalah sampai 140 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan sampai 95 mmHg untuk tekanan darah diastolik. Titik hilangnya bunyi Korotkoff mungkin lebih cepat ketimbang titik meredupnya untuk penentuan tekanan darah diastolik (London dan London, 1976). Tetapi, jika titik hilangnya lebih dari 10 mmHg di bawah titik meredup, titik meredup mungkin lebih akurat (Freis, 1968). Pencatatan titik meredup dan menghilangnya bunyi ini seringkali membantu komunikasi. Tekanan darah dapat dicatat sebagai 125/75-67. Tekanan darah sistolik adalah 125; titik meredup 75; titik menghilang 65 (tekanan darah diastolik). Tekanan darah sebaiknya dicatat hanya pada 5 mmHg terdekat, karena ada batas ketepatan ± 3 mmHg bagi semua sfigmomanometer. Disamping itu perubahan tekanan darah normal terjadi dari waktu ke waktu dan pengukuran sampai kurang dari 5 mmHg memberikan perasaan ketepatan yang semu. Ukuran manset penting untuk penentuan tekanan darah yang tepat. Manset ini harus dilingkarkan dengan sempit disekeliling lengan dengan tepi bawah 1 inci di atas fosa antekubiti. Manset ini sebaiknya 20% lebih lebar ketimbang diameter ekstremitas. Kantong karet harus terletak di atas arteri. Pemakaian manset yang terlalu kecil untuk lengan berukuran besar akan menghasilkan pengukuran tekanan darah yang lebih tinggi daripada sebenarnya. Celah auskultasi adalah keadaaan hening yang disebabkan oleh lenyapnya bunyi korotkoff setelah muncul untuk pertama kali dan timbulnya kembali bunyi pada tekanan yang lebih rendah. Celah auskultasi ada sewaktu terjadi penurunan aliran darah ke ekstremitas, seperti ditemukan pada hipertensi dan stenosis aorta. Kepentingan klinis hal ini adalah tekanan darah sistolik dapat ditentukan secara keliru pada tingkat yang lebih rendah, yaitu titik timbulnya bunyi Korotkoff. Pengukuran Tekanan Darah dengan Palpasi Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan pasien berbaring dalam posisi supinasi dengan nyaman. Kantong manset diletakkan di atas arteri brakialis kanan. Jika lengan terlalu gemuk, pakelah manset paha. Lengan sedikit difleksikan, dan disokong kira-kira setinggi jantung. Untuk menentukan tekanan darah sistolik secara memadai dan untuk menyingkirkan kesalahan karena celah auskulasi, tekanan darah mula-mula diperiksa dengan palpasi.

Menurut prosedur ini, arteri brakialis atau radialis kanan dipalpasi sementara manset dipompa di atas tekanan yang diperlukan untuk menghilangkan denyut nadi. Sekrup yang dapat diputar dibuka perlahan-lahan untuk mengurangi tekanan di dalam kantong karet secara lambat. Tekanan sistolik diketahui dengan timbulnya kembali denyut brakial. Segera setelah denyut diraba, sekrup itu dibuka untuk mengurangi tekanan kantong karet dengan cepat. Ini adalah tekanan darah sistolik. Prosedur ini diperlihatkan dalam Gambar 11-11.

Pengukuran Tekanan Darah dengan Auskultasi

Tekanan darah diukur secara auskultasi di lengan kanan dengan memompa manset kirakira 20 mmHg di atas tekanan sistolik yang ditentukan dengan palpasi. Diafragma stetoskop harus diletakkan di atas arteri sedekat mungkin dengan tepi manset, sebaiknya tepat di tepi bawah manset itu. Mansetnya dikempiskan secara perlahan-lahan, sementara anda mengevaluasi bunyi Korotkoff. Tekanan darah sistolik, titik meredup, dan titik menghilangnya bunyi Korotkoff ditentukan. Tekanan darah sistolik adalah titik dimana terdengar bunyi mengetuk pertama. Teknik menentukan tekanan darah secar auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-12. Jika tekanan darahnya tinggi, sebaiknya diperiksakan kembali pada akhir pemeriksaan fisik, ketika pasien mungkin lebih tenang.
Menyingkirkan Kemungkinan Hipotensi Ortostatik Hipotensi ortostatik diperiksa dengan meminta pasien duduk sementara tekanan manset ditinggikan. Kemudian tekanan darah diukur kembali untuk melihat adanya penurunan yang berkaitan dengan posisi duduk. Penurunan tekanan darah sistolik sebesar 15 mmHg atau lebih merupakan tanda hipotensi ortostatik, atau postural. Pada kebanyakan pasien juga terjadi peningkatan denyut jantung ketika pasiennya duduk. Menyingkirka Kemungkinan Stenosis Aorta Supravalvular Jika hipertensi ditemukan dilengan kanan, lakukanlah pemeriksaan berikut ini: Pasang manset pada lengan kiri, dan tentukan tekanan secara auskultasi saja. Anda tidak perlu mengukur tekanan darah secara palpasi atau memeriksa terjadinya perubahan ortostatik. Pada stenosis aorta supravalvular, terdapat perbedaan tekanan darah pada kedua lengan; hipertensi mungkin ditemukan dilengan kanan sedangkan hipotensi ada dilengan kiri. Menyingkirkan Kemungkinan Koarktasio Aorta Jika tekanan darah meningkat dikedua lengan, penentuan tekanan darah pada ekstremitas inferior penting untuk mrnyingkirkan kemungkinan koarktasio aorta. Pasien diminta berbaring pada perutnya sementara manset paha, 6 cm lebih lebar dari manset lengan, diletakkan mengelilingi aspek posterior bagian pertengahan paha. Stetoskop diletakkan diatas arteri di fosa poplitea. Bunyi Korotkoff ditentukan seperti pada ekstremitas inferior dengan tepi bawah tepat pada maleolus. Stetoskop diletakkan diatas arteri tibialis posterior atau dorsalis pedis, dan lakukanlah pengukuran tekanan darah dengan auskultasi. Tekanan darah sistolik ditungkai yang lebih rendah daripada di lengan mengarah kepada koarktasio aorta. Menyingkirkan Kemungkinan Tamponade Jantung

Bila tekanan darah arteri yang rendah dan denyut nadi cepat dan lemah, kita perlu menyingkirkan kemungkinan tamponade jantung. Tanda klinis yang berguna yang mengarah kepada tamponade jantung adalah adanya denyut paradoks yang bermakna, yang ditandai dengan penurunan tekanan sistolik selam inspirasi lebih besar daripada normal. Ada banyak kekacauan mengenai defenisi denyut parodoks (dikenal pula sebagai pulsus paradoksus). Denyut paradoks harus didefenisikan sebagai penurunan normal (kira-kira 5 mmHg) dalam tekanan arteri sistolik selama inspirasi (Henkind et al, 1987). Besarnya penurunan tekanan sistoliklah yang menentukan apakah pulsus paradoksus normal atau abnormal. Teknik menentukan besarnya denyut paradoks adalah sebagai berikut: Mintalah pasien untuk bernafas senormal mungkin. Pompa manset tekanan darah sampai tidak terdengar bunyi. Secara berangsur-angsur kurangi tekanan di dalam manset sampai bunyi terdengar pada waktu ekspirasi saja. Catat tekanan ini. Lanjutkan mengurangi tekanan di dalam manset secara perlahan-lahan sampai bunyinya terdengar selama inspirasi. Catatlah tekanan ini. Jika perbedaan di antara kedua tekanan ini melebihi 10 mmHg, dikatakan ada pulsus paradoksus yang bermakna; yang mungkin disebabkan oleh tamponade jantung. Tamponade jantung timbul bila ada peningkatan tekanan intraperikardial yang mengganggu pengisian diastolic yang normal. Pulsus paradoksus yang berlebihan bukan merupakan fenomena spesifik untuk tamponade jantung karena juga dijumpai pada efusi perikardial yang besar; pada perikarditis konstriktif; dan pada keadaan yang berkaitan peningkatan usaha ventilasi, seperti asma dan emfisema. Denyut Arteri Informasi berikut ini diperoleh dari palpasi denyut arteri: Kecepatan dan irama jantung Kontur denyut itu Amplitudo denyut Penentuan Kecepatan Denyut Jantung Kecepatan denyut jantung secara rutin ditentukan berdasarkan palpasi denyut radial. Pemeriksa harus berdiri di depan pasien dan memegang kedua arteri radialis. Jari kedua, ketiga dan keempat harus diletakkan di atas arteri radialis, seperti diperlihatkan pada Gambar 11-13. Pemeriksa harus menghitung denyut selama 30 detik dan mengalikan jumlah denyut dengan angka 2 untuk memperoleh jumlah denyut per menit. Metode ini tepat untuk kebanyakan irama teratur. Jika pasien mempunyai irama yang tidak teratur, seperti pada fibrilasi atrium, mungkin ada pulsus defisit Pada fibrilasi atrilim, banyak impuls membombardir nodus atrioventrikular dan ventrikel. Karena lamanya periode pengisian diastolik berbeda-beda, sebagian kontraksi mungkin sangat lemah dan tidak dapat menimbulkan gelombang denyut yang memadai meskipun terjadi kontraksi ventrikel. Dengan demikian terjadi pulsus defisit, yaitu perbedaan antara denyut apikal (prekordial) dengan denyut radial. Pada kasus seperti itu, hanya auskultasi jantung - bukan denyut radial - yang akan memberikan hasil yang akurat untuk kecepatan denyut jantung. Penentuan Irama Jantung Sewaktu mempalpasi denyut arteri radialis, pcriksalah dengan cermat iramanya. Makin lambat kecepatannya, Anda harus mempalpasinya lebih lama. Jika iramanya tidak teratur, apakah ada pola dalam ketidakteraturannya itu?

Irama jantung dapat dibagi menjadi teratur, tidak teratur secara teratur, atau tidak teratur secara tidak teratur. Irama tidak teratur secara teratur adalah denyut yang tidak teratur dalam pola tertentu. Denyut tidak teratur secara tidak teratur tidak mempunyai pola. Elektrokardiogram sebenarnya merupakan cara terbaik untuk mendiagnosis irama jantung, tetapi diagnosis fisik dapat memberikan sejumlah petunjuk. Denyut prematur mungkin dapat dikenali dengan adanya denyut ekstra tersendiri selama suatu irama yang teratur. Bigeminus adalah denyut yang timbul sccara berpasangan. Denyut pertama adalah denyut sinus, yang diikuti dengan denyut prematur, biasanya ventrikular. Jika denyut prematurnya timbul sangat dini selama periode diastolik, denyut arteri karena kontraksi jantung ini mungkin tidak ditemukan jika pemeriksa memeriksa irama jantung berdasarkan palpasi saja. Irama yang timbul secara sangat tidak teratur tanpa pola disebut "tidak teratur secara tidak teratur" dan merupakan denyut yang dijumpai pada pasien dengan fibrilasi atrium. Palpasi Arteri Karotis Periksalah denyut arteri karotis dengan berdiri di sisi kanan pasien, dengan pasien dalam posisi telentang. Letakkanlah jari telunjuk dan jari tengah anda pada kartilago tiroid dan geserkanlah ke arah lateral di antara trakea dan muskulus sternokleidomastoideus. Anda harus dapat meraba denyut karotis tepat di sebelah medial muskulus sternokleidomastoideus. Palpasi harus dilakukan pada bagian bawah leher untuk menghindari penekanan pada sinus karotis, yang akan menyebabkan refleks penurunan tekanan darah dan denyut jantung. Tiap arteri karotis diperiksa secara tersendiri. Jangan menekan kedua karotis pada saat yang sama! Setelah memeriksa karotis kanan, berdirilah dalam posisi yang sama dan letakkan jari-jari yang sama pada trakea dan geserkanlah ke kiri untuk meraba arteri karotis sinistra. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-14. Memeriksa Karakteristik Denyut Arteri Karotis Arteri karotis dipakai untuk memeriksa kontur dan amplitudo denyut arteri. Kontur adalah bentuk gelombang. Kontur seringkali dilukiskan sebagai kecepatan gelombang menarik, gelombang menurun, dan lamanya gelombang itu. Pemeriksa harus meletakkan tangannya dengan kuat pada arteri karotis sampai meraba kekuaten maksimal. Pada saat ini bentuk gelombang seharusnya sudah dapat diketahui Denyutnya dapat dilukiskan sebagai norma, berkurang, meningkat, atau berpuncak ganca. Gelombang denyut karotis yang normal adalah halus, dengan kaki gelombang yang menaik lebib curam dan lebih cepat ketimbang kaki gelombang yang menurun. Denyut yang berkurang adalab denyut yang kecil dan lemah. Jari yang melakukan palpasi merasakan tekanan yang lemah dengan puncak yang jelas. Denyut yang meningkat adalah denyut yang besar, kuat, hiperkinetik. Jari yang melakukan palpasi merasakan bertambah besarnya kaki asendens dan ketukan yang kuat pada puncaknya. Denyut berpuncak ganda mempunyai gelombang perkusi dan tidak yang menonjol, dengan atau tanpa gelombang dikrotik. (Ringkasan kelainan denyut arteri dapat dilihat pada Gambar 11-29). Denyut Vena Jugularis Vena jugularis interna memberikan informasi mengenai bentuk gelombang dan tekanan atrium kanan. Pulsasivena jugularis interna ditemukan di bawah muskulus sternokleidomastoideus dan dapat dilihat ketika dibantarkan ke jaringan sekitarnya. Vena itu sendiri tidak terlibat. Karena vena jugularis interna kanan lebih lurus daripada yang kiri, hanya vena jugularis intema kanan yang diperiksa. Sistem jugularis eksterna, yang lebih mudah dilihat, kurang akurat dan jangan dipakai. Penentuan Bentuk Gelombang Jugular

Bayangan pulsasi dapat ditangkap di atas kertas di belakang pasien. makin besar elevasi yang diperlukan.Untuk menampakkan bentuk. pemeriksa harus memperhatikan bentuk gelombang pada angulus mandibula dengan pasien dalam posisi duduk tegak. Pemeriksa kemudian mengukur jarak dari angulus sternal ke garis imaginer ini. cenderung lebih jelas terlihat. Makin tinggi tekanan venanya. sudut elevasi kepala tempat tidur harus dikurangi. posisi ini dipakai untuk mengukur tekanan di dalam sistem jugularis interna. Tabel 11-6. Dengan berdiri di sisi kanan pasien pemeriksa harus meletakkan tangan kanannya. Kepala pasien diputar sedikit ke kanan dan agak ke bawah untuk merelaksasikan muskulus sternokleidomastoideus. Denyut jangular harus dibedakan dari pulsasi arteri karotis. Jika vena-vena leher dapat terlihat pada batas rahang ketika pasien sedang duduk. yang memegang lampu senter kecil. Perbedaan Bentuk Gelornbang Jugular dan Karotis Denyut Jugularis Internal Tidak dapat dipalpasi Multi formasi: 2 atau 3 komponen Halus berombak Bentuk gelombang hilang Tinggi gelombang Denyut Jugularis Internal Tinggi gelombang berkurang Tinggi gelombang meninggi Palpasi Bentuk gelombang Kualitas Penekanan Inspirasi Denyut Karotis Dapat dipalpasi Tunggal Kuat Tidak ada efek Tidak ada efek Denyut Karotis Tidak ada efek Duduk Tindakan Valsava Tidak ada efek Mengukur Tekanan Vena Jugularis Untuk menilai tekanan dalam jantung kanan. Pada setiap elevasi. Sinar dan bayangan itu berfungsi memperbesar bentuk gelombang. Mula-mula pemeriksa harus menentukan tingginya distensi vena dengan memperhatikan puncak bentuk gelombang di dalam pulsasi vena jugularis interna. Penurunannya. Sudut elevasi kepala tempat tidur juga . bukannnya gelombang itu sendiri. kita perlu menentukan tingkat rujukan. Rujukan standar adalah angulus manubriosternal. makin kecil elevasi yang dibutuhkan. makin rendah tekanannya. Jika tidak ada gelombang yang terlihat. Tabel 11-16 memuat daftar perbedaan penting antara kedua denyut tersebut. pada sterum pasien dan mengarahkan sinarnya ke sisi kanan leher pasien. gelombang jugular. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-15. pemeriksa dapat menentukan siklus jantung dengan meraba impuls karocis kiri dengan tangan kirinya. Untuk membantu mengenali bentuk-bentuk gelombang . Garis horizontal imaginer kemudian ditarik dari angulus sterna. Pasien barus berbaring telentang tanpa bantal sehingga leher tidak fleksi dan mengganggu pulsasi. Kepala pasien kira-kira 250 dengan bidang horizontal.

perkusi mungkin berguna. Prosedur ini dilakukan dengan pasien dalam posisi berbaring di tempat tidur. bernafas biasa. Pemeriksa meletakkan tangan kananya di atas hati di kuadran kanan atas dan melakukan tekanan yang progresif menguat. Pada keadaankeadaan ini dapat ditemukan redup pada sisi kanan sternum. Satu-satunya pernyataan tepat yang dapat dibuat adalah bahwa tekanan atrium kanan meninggi bila terjadi distensi vena leher sampai tepi rahang ketika pasien duduk 90° . karena sensitivitas ini rendah. Respons normalnya adalah bertambahnya distensi sementara dari vena jugularis interna dan eksterna selama beberapa siklus jantung. menyebabkan bertambahnya distensi vena leher. Pasien dengan gagal ventrikel kanan mempunyai hati dengan sinusoid yang berdilatasi. Beberapa peneliti merasa bahwa pemeriksaan refluks hapatojugular adalah teknik dengan sensitivitas dan spesifitas rendah. perkusi dilakukan pada sela iga ketiga. Pada saat ini. tekanan vena biasanya normal.. angka ketepatannya seharusnya cukup baik. Ini mencakup dekstrokardia dan tension pneumotoraks dada kiri. Palpasi . yang diikuti dengan penurunan tingkat akhir selama bagian penekanan. Pada gagal ventrikel kanan distensi vena leher tetap ada selama seluruh periode penekaan. Perkusi Perkusi batas-batas jantung Teknik perkusi telah diuraikan dalam bab terdahulu. Kebanyakan klinikus merasa bahwa perkusi untuk memperkirakan ukuran jantung hanya sedikit membantu. Kalimat pernyataannya dapat sebagai berikut: "pada elevasi 45° . Jika pemeriksaan ini dilakukan secara tidak tepat yaitu dengan mulut pasien tertutup. Biasanya ada perubahan dari perkusi dari sonor ke redup kira-kira 6 cm disebelah lateral kiri sternum. Pemeriksaan Refluks Hepatojugular Pemeriksaan yang berguna untuk menentukan tekanan vena jugularis yang tinggi adalah refluks hepatojugular. Penekanan pada hati mendorong darah keluar dari sinusoid ini masuk ke dalam vena kava inferior dan jantung kanan. batas atas yang normal adalah 4-5 cm di atas annulus sternal. Bila tinggi kolom vena samam atau lebih rendah daripada angulus sternal dalam posisi telentang. mulut terbuka. keempat dan kelima dari garis aksilaris anterior kiri ke garis aksilaris anterior kanan. Penekanan dilakukan selama 20-30 detik. denyut jangula 7 cm di atas angulus sternal dalam posisi telentang. sehigga membuat pemeriksaan ini menjadi tidak tepat dalam meramalkan peninggian tekanan. Dengan menekan di atas hati. yang turun tiba-tiba kalau tangan yang menekan dilepas. ini untuk mencegah tindakan Valsava. tekanan atrium kanan biasanya melbihi 15 mmHg. Usaha menentukan tekanan atrium kanan dengan manometer jungular memberikan hasil yang sangat tidak tepat. Berkali-kali telah diperlihatkan bahwa sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan ini rendah. fungsi ventrikel kanan secara kasar dapat dinilai. akan terjadi tindakan valsava yang akan memberikan hasil pemeriksaan refluks hepatojugular yang tidak tepat. Jika dilakukan dengan tepat seperti diuraikan di atas. tekanan vena biasanya normal. Pada 45° . Pasien yang terlihat dalam Gambar X B mempunyai distensi vena lehersamapi angulus mandibula ketika duduk tegak.dihitung. batas atas yng normal adalah 6 cm. Redup ini disebabkan adanya jantung. Pada beberapa keadaan klinis. jika pasien pada 30° . Pemeriksaan ini dikenal pula sebagi kompresi abdominal. Ini biasanya berkaitan dengan teknik yang tidak tepat. Tekanan atrium kanannya adalah 21 mmHg.

Jika impuls apikal pindah ke lateral. jantung berotasi searah jarum jam. . penilaian pasti tidak dapat dibuat. Titik impuls maksimum yang pindah ke lateral atau teraba dalam 2 sela iga selama fase respirasi yang sama mengarah kepada kardiornegali. titik impuls maksimum yang berada pada lokasi normal mengarah kepada kardiomegali. Pemeriksa memakai ujung-ujung jari untuk memeriksa adanya gerakan setempat. pemeriksa harus menggerakkan ujung jari tangannya di daerah apeks jantung. Impuls apikal. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-17. Palpasi titik impuls maksimum paling mudah dilakukan dengan pasien dalam posisi duduk. gerakan ventrikel kanan. Titik impuls maksimum pada pasien seperti itu teraba di daerah epigastrium. Hanya ujung-ujung jari yang diletakkan di dada pada sela iga kelima. pasien harus diperiksa kembali dalam posisi berbaring telentang dan posisi dekubitus lateral kiri. pada ujung bawah sternum. Posisi titik impuls maksimum dalam posisi dekubitus lateral kiri harus dinilai dengan pemahaman bahwa impuls jantung normal sekarang sedikit berpindah ke kiri. Pada pasien dengan penyakit paru obstruktif menahun. Pada pasien dengan penyakit paru-paru obstruktif kronis. Jika pada posisi dekubitus lateral kiri titik impuls. pada pasien dengan pembesaran ventrikel kanan. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-16. Titik impuls maksimum harus dicatat. garis midklavikular. pengembangan paru-paru yang berlebihan memindahkan titik impuls maksimum ke bawah dan ke kanan. karena ujung jari paling sensitif untuk menilai gerakan setempat. atau titik impuls maksimum (PMI) melukiskan gerakan keluar apeks jantung ketika berotasi berlawanan arah dengan jarum jam. Titik impuls maksimum teraba pada kira-kira 70% orang normal dalam posisi duduk. memukul dinding dada anterior selama kontraksi isovolumetrik. Adanya impuls ini mengarah kepada dilatasi arteri pulmonal. Impuls ini disebabkan oleh penutupan katup pulmonal dengan tekanan yang meningkat. Adanya impuls sistolik di sela iga kedua di sebelah kiri sternum mengarah kepada hipertensi pulmonal. yang cenderung lebih terbatas tempatnya.Palpasi dilakukan untuk mengevaluasi impuls apikal. Rotasi ini memutar ventrikel kiri ke arah posterior dan membuatnya sulit untuk dipalpasi. Palpasi Gerakan Setempat Sekarang pasien disuruh berbaring sehingga palpasi keempat daerah jantung utama dapat dilakukan. Impuls apikal yang disebabkan oleb ventrikel kanan lebih tersebar daripada yang dihasilkan oleh ventrikel kiri. Jika titik impuls maksimum tidak dapat diraba dalam posisi duduk. dapat diperkirakan bahwa pasien tidak menderita kardiomegali. tetapi hal ini dapat teraba pula pada orang tanpa hipertensi pulmonal. dengan tinggi tempat tidur disesuaikan dengan kenyamanan pemeriksa. Jika impuls apikal tidak teraba. maksimurn tidak berpindah ke lateral. Palpasi Titik Impuls Maksimum Pemeriksa harus berdiri di sisi kanan pasien. Titik impuls maksimum biasanya dalam jarak 10 cm dari garis midsternal dan diameternya tidak lebih dari 2-3 cm. dan titik impuls maksimum mungkin benar-benar dihasilkan oleh ventrikel kanan. Meskipun titik impuls maksimum biasanya sesuai dengan apeks ventrikel kiri. dan ventrikel kiri. ketika dilihat dari bawah. Ada tidaknya thrill juga ditentukan dengan palpasi. jika dilihat dari bawah. arteri pulmonalis.

dan sebagainya. lubangnya akan mengenai dinding kanal eksternal dan menurunkan intensitas bunyi jantung. diikuti dengan masukan taktil. Teknik ini diperlihatkan pada Gambar 11-19. Ini berkaitan dengan fakta bahwa otak kita dibanjiri dengan berbagai macam masukan sensoris. Ujung lidi diletakkan tepat di atas daerah itu dan dipegang oleh jari pemeriksa. lebih mudah terdeteksi Palpasi Thrill Thrill adalah sensasi getaran superfisial yang teraba pada kulit di atas daerah turbulensi. Jika Anda menghilangkan gangguan rangsangan visual. Setiap usaha harus dilakukan untuk menghilangkan bunyi tambahan dari radio. Ini bekerja sebagai titik tumpu. Masukan sensoris terpenting berikutnya adalah masukan auditoris. atau sejajar dengan arah kanan auditoris eksternal. Teknik pemeriksaan heave diperlihatkan dalam Gambar 11-18. Impuls Kedua di daerah titik impuls maksimum ini biasanya teraba bersama-sama dengan S3. . Setiap keadaan yang memperbesar laju pengisian ventrikel selama fase awal diastol dapat menimbulkan impuls yang dapat dipalpasi yang terjadi setelah impuls utama ventrikel kiri. yaitu impuls parasternal kiri yang terus-menerus yang disertai dengan retraksi lateral. Masukan daii mata kita kelihatannya paling penting. televisi. dan gerakannya diperbesar oleh gerakan lidi kapas. mengarah kepada ventrikel kanan yang besar. pemeriksa memakai bagian proksimal tangannya untuk meraba adanya gerakan ke luar yang terus menerus pada suatu daerah yang luas. Bagian telinga stetoskop diarahkan ke anterior. Sering kali S3 lebih mudah diraba daripada didengar. Pemeriksa kembali mempalpasi masing-masing dari empat daerah jantung utama. Sering kali berguna jika Anda inenutup mata sementara mendengarkan bunyi jantung. bukannya dengan ujung jari. Jika bagian telinganya mengarah ke belakang. thrill tidak akan dapat diraba. yang disebut heave atau lift. Oleh karena itu penemuan thrill hanya menambah informasi sedikit untuk diagnosis. Auskultasi Teknik Auskultasi yang baik memerlukan ruangan yang tenang. Pemakaian spatula lidah atau lidi kapas dapat membantu memperkuat secara visual apa yang telah dipalpasi. Adanya RV rock. tetapi ini merupakan suatu tanda fisik yang menarik yang harus membuat pemeriksa menjadi waspada akan apa yang akan didengar. Bagian telinga stetoskop harus cukup pas dengan ukuran telinga pemeriksa sehingga masih dapat dipakai dengan nyaman. Palpasi thrill biasanya kurang penting karena auskultasi akan memperlihatkan adanya bising kuat yang menimbulkan thrill tersebut. dan ditekankan dengan sangat ringan pada kulit. Bunyi yang lebih sulit didengar sebenarnya akan terdengar lebih kuat. Jika memakai tekanan yang terlalu besar. Thrill paling baik diraba dengan memakai kepala tulang metakarpal. konsentrasi otak akan lebib dicurahkan kepada masukan auditoris dan bunyi yang terdengar akan menjadi lebih jelas. Adanya thrill menunjukkan bising (murmur) yang kuat.Palpasi Gerakan Umum Setelah mempalpasi dada dengan ujung jari. tetapi juga harus cukup ketat untuk menyingkirkan bunyi eksternal.

kanan dan kiri. Pengaruh Pernapasan . jika cukup kuat. Observasi yang penting adalah untuk menentukan tempat dimana bunyi tersebut paling kuat atau paling jelas terdengar. Pemeriksa harus mendengarkan di daerah aorta. Bunyi bernada rendah. membungkuk ke depan Semua daerah prekordial diperiksa ketika pasien telentang. pasien disuruh untuk berbaring pada sisi kiri tubuhnya. Posisi Auskultasi Standar Empat posisi standar untuk auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-20. bel stetoskop harus diletakkan secara ringan pada kulit. yang paling baik didengar dengan bel stetoskop. Jangan sekali-kali mendengarkan melalui pakaian apa saja! Auskultasi Daerah-Daerah Jantung Pemeriksa harus berada pada sisi kanan pasien sementara pasien berbaring telentang. pulmonal. seperti penutupan katup. dan bising regurgitasi. seperti irama gallop atau bising karenastenosis atrioventrikular. Bunyi bernada tinggi. pemeriksa harus menetukan apakah ada S3 dan S4. Pemeriksa seharusnya mulai pada salah satu daerah dan menggerakkan stetoskopnya sedikit demi sedikit dari satu daerah ke daerah lainnya di perikordium. Tetapi pemeriksa tidak boleh membatasi auskultasinya pada daerah-daerah ini saja. tempat tidur harus disesuaikan sehingga pemeriksa berada pada posisi yang nyaman. Dengan memakai cara sistematis pemeriksa mulai pada daerah aorta atau apeks dan dengan cermat mendengarkan bunyi jantung. Setelah semua daerah diperik sa. Bising jantung dapat tersebar luas. yaitu : Telentang Dekubitus lateral kiri Duduk tegak lurus Duduk. mendengarkan bising diastolik bernada tinggi kerena regurgitasi aorta pada sela iga kedua dan ketiga. Sekarang pemeriksa harus meletakkan stetoskopnya di apeks untuk mendengarkan adanya bissng diastolik bernada rendah karena stenosis mitral.Seperti dijelaskan dalam bab terdahulu. harus ditekan kuat-kuat pada kulit.stetoskop. lebib baik didengar dengan diafragma. Akhirnya pasien diminta untuk membungkuk ke depan. Jika tidak pada ketinggian yang tepat. Bising yang khas terdengar di apeks dengan penyebaran ke aksila dapat terdengar di leher. kejadian sistolik. trikuspid dan mitral. sedangkan diafragma. Kemudian pasien diminta untuk duduk tegak dan semua daerah diperiksa dengan diafragma stetoskop. Dalam contoh ini bising itu mungkin terdengar paling kuat di apeks dan aksila. lebib baik didengar dengan bel . Daerah-daerah ini telah ditentukan untuk memberikan standarisasi. Pasien diminta untuk mengeluarkan napas dan kemudian menahannya ketika pemeriksa dengan memakai diafragma. Tidak ada dinding akustik di dada. Ketika mendengarkan pada apeks dan batas sternal bawah kiri dengan bel stetoskop.

Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-21. Pemeriksa harus mencurahkan waktunya pada setiap daerah sebelum melanjutkan ke daerah selanjutnya. TABEL 11-7. Kebanyakan bising atau bunyi jantung yang berasal dari jantung kanan akan menguat dengan inspirasi. Ia harus mendengarkan beberapa siklus jantung pada tiap posisi untuk membuatnya yakin mengenai observasi yang dilakukan. Pendekatan Auskultasi Jantung Posisi Telentang Evaluasi S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada aspek dengan memakai bel stetoskop S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Bising atau bunyi siastolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada basis jantung Memakai diagram stetoskop Dekubitus lateral kiri Duduk tegak Duduk tegak. Sementara tangan kanan pemeriksa mengubah-ubah posisi stetoskop. Cara yang paling dapat diandalkan untuk mengenali S 1 dan S2 adalah menentukan waktu terjadinya bunyi itu dengan mempalpasi arteri karotis. Ini berkaitan dengan meningkatnya aliran kembali darah yang terjadi dengan inspirasi yang mangakibatkan meningkatnya keluaran ventrikel kanan. bungkuk ke depan Uraian Mengenai Bising Jantung . sehingga akan terjadi kesalahan dalam penentuan waktu ini. Pendekatan untuk Auskultasi yang Cermat Sampai pemeriksa berpengalaman dalam pemeriksaan jantung. Penentuan Waktu Peristiwa-Peristiwa Jantung Untuk menafsirkan bunyi-bunyi jantung dengan tepat. pemeriksa harus dapat menetukan waktu peristiwa-peristiwa dalam siklus jantung.Pemeriksa harus memberikan perhatian khusus kepada intesitas bunyi jantung. Keterlambatan waktu dari S1 sampai denyut radial adalah bermakna. yang mencakup efek pernapasan. tangan kiri diletakkan pada arteri karotis pasien. S 3 atau S4 yang berasal dari jantung kanan juga akan menguat selama inspirasi . Yang paling penting adalah anda harus memakai denyut karotis bukan denyut radial. ia harus memeriksa bunyi-bunyi jantung dengan cara yang diuraikan dalam Tabel 11-7. S2 terdengar setelah denyut tersebut. Bunyi yang mendahului denyut karotis adalah S1. Di samping itu.

berdasarkan kekuatan yang makin bertambah. VI Intensitas terkuat: dapat didengar sewaktu stetoskop diangkat dari dada. perhatian harus diarahkan kepada cirri-ciri berikut : Waktu dalam siklus jantung Lokasi Penyebaran Lamanya Intensitas Tinggi nada Kualitas Hubungannya dengan pernapasan Hubungannya dengan posisi tubuhWaktu bising dipandang dari sudut sistol atau diastol adalah sangat penting: Apakah bising sistolik mulai timbul bersama-sama dengan. Bising ini mulai timbul bersama-sama dengan S1 dan berakhir setelah S2.Jika terdapat bising jantung. Berkaitan dengan thrill. Bising seperti itu disebut holodiastolik. Sistem penggolongan berikut ini. "derajat IV/VI". biasanya dapat didengar oleh pemeriksa yang belum berpengalaman. Perlu diketahui bahwa bising derajat IV/VI lebih kuat daripada bising II/VI hanya karena ada turbulensi yang lebih besar. "derajat II-III/VI". meskipun kuno. misalnya. Berkaitan dengan thrill. III Intensitas sedang tanpa thrill IV Intensitas sedang dengan thrill V Bising terkuat yang dapat didengar bila stetoskop diletakkan di dada. bersama-sama dengan. atau setelah S1? Apakah ia berakhir sebelum. Bising dapat dilukiskan. berfungsi sebagai alat komunikasi dengan orang lain mengenai intensitas bising I Intensitas terendah. . Tiap bising yang berkaitan dengan thrill paling sedikit mempunyai derajat IV/VI. II Intensitas rendah. Apakah bising itu hanya terjadi pada awal sistol. Bising ejeksi sistolik mulai timbul setelah S1 dan berakhir setelah S2. Apakah bising itu menyebar ke aksila? leher? punggung? Intensitas bising digolongkan dari I sampai VI. atau bagian akhir sistole? Apakah bisisng itu menetap sepanjang seluruh periode sistolik. Di daerah mana bising paling baik didengar? Penyebaran bising dapat memberi petunjuk mengenai penyebabnya. mid-sistole. atau setelah S2? Apakah bising itu menempati seluruh periode sistolik? Bising terjadi sepanjang sistol disebut holosistolik atau pansistolik. sebagai derajat "II/VI. sering tidak terdengar oleh pemeriksa yang belum berpengalaman.

pemeriksa akan dapat mendengarkan semua bagian siklus jantung pada satu daerah dan membandingkan bunyi dan peristiwa yang terjadi dengan daerah lain.kedua-duanya mungkin mempunyai makna klinis. tekanan di dalam vena disebarkan secara retrograd pada pembuluh-pembuluh yang lebih kecil. Gesekan perikardial khas mempunyai tiga komponen: satu sistolik dan dua diastolik. Uraian Mengenai Gesekan Perikardial Gesekan friksi (friction rub) adalah bunyi ekstrakardial yang berlangsung singkat yang mempunyai sifat khas seperti bunyi gesekan pada ampelas. Seperti telah diuraikan di atas. Kualitas bising dapat dilukiskan sebagai "bergemuruh" (rumbling). Terjadi transudasi cairan. Jika ada pitting edema. "musikal". Splitting S2 menjadi A2 dan P2 selama inspirasi paling jelas terdengar di daerah pulmonal dengan pasien berbaring telentang. "seperi bunyi mesin" (machinery). seperti pada gagal jantung kongestif. dan bila jari itu diangkat. Penulisan "IV" dipakai karena ada sistem penggolongan lain yang kurang populer yang memakai hanya empat kategori. mungkin pula tidak. seperti daerah pretibial. jari ditekankan kepada daerah dependen. "meniup" (blowing). Pada pasien seperti ini pemeriksa harus memeriksa kemungkinan adanya edema di sakrum. bekas tekanan jari akan tetap ada. Komponen sistolik terjadi selama ejeksi. Pemeriksaan Edema Bila tekanan vena perifer tinggi. dua komponen diastolik terjadi selama pengisian cepat dan kontraksi atrium. Uji adanya Edema Untuk memeriksa adanya pitting edema. . "kasar". yang mengakibatkan timbulnya edema di daerah dependen. S1 paling kuat di apeks dan S2 paling kuat di basis. selama 2-3 detik. daerah dependen biasanya sakruin dan bukan pretibia. hal ini meningkatkan aliran balik vena dan memperlebar pemisahan A2-P2. Gesekan perikardial paling baik didengar pada pasien dalam posisi duduk sementara menahan napasnya selama ekspirasi. Yang paling jelas adalah 4+. Pitting edema biasanya digolongkan dari 1+ sampai 4+. Pada pasien yang terbaring di tempat tidur. Gesekan ini dapat disebabkan oleh iritasi pleura (yaitu gesekan pleura). jari-jari akan terbenam ke dalam jaringan. atau perikardium (yaitu gesekan perikardial). atau "kasar seperti manggarut" (scratchy). Gesekan yang menghilang apabila pasien menahan napas berasal dari pleura. Pasien dengan gesekan perikardial biasanya mengalami nyeri dada yang berkurang dengan duduk membungkuk ke depan. Biasanya. Tujuan Auskultasi Tujuan pada akhir auskultasi adalah agar dapat melukiskan hal-hal berikut ini: Intensitas S1 di semua daerah Intensitas S2 di semua daerah Ciri-ciri setiap bunyi sistolik Ciri-ciri setiap bunyi diastolik Dengan pengalaman. Peningkatan cairan jaringan ini menimbulkan edema yang "cekung" kalau ditekan. tergantung pada lamanya cekungan tadi bertahan.

Katup mitral tetap terbuka lebih lama dan menutup lebih lambat ketimbang normal. Hal itu dapat dilihat pada keadaau-keadaan di mana ada interval PR yang memendek pada elektrokardiogram. sehingga S1 melemah. makin lebar arc of coaptation. kontraksi ventrikel terjadi sedemikian cepatnya setelah kontraksi atrium sehingga tekanan atrium masih tinggi ketika tekanan ventrikel kiri melebihinya. Makin besar terbukanya. ia tidak akan dapat bergerak. yang menyebabkan hal-hal berikut ini: Kelainan bunyi jantung pertama Kelainan bunyi jantung kedua Systolic click Opening snap diastolic Bising jantung (murmur) Kelainan Bunyi Jantung Pertama Kelainan Intensitas Sl Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas S1 adalah sebagai berikut : Laju kenaikan tekanan ventrikel Keadaan katup Posisi katup Jarak jantung dari dinding dada Makin cepat laju kenaikan tekanan ventrikel kiri. Jika katup dalam posisi pertengahan. dan makin kuat S1. Katup yang mengalami defonnasi secara patologis (pada stenosis mitral) akan menghasilkan S1 yang lebih kuat atau lebih jelas. penutupannya akan lebih kuat. Meningkatnya kontraktilitas akan meningkatkan intensitas Sl. jarak yang ditempuhnya lebih sedikit ketimbang jarak yang ditempuh dari posisi terbuka lebar. selama fase cepat kenaikan tekanan di dalam ventrikel. Katup mitral terbuka normal selama diastol untuk pengisian ventrikel. Penurunan kontraktilitas akan memperlemah S1. yang meninggikan tekanan atrium kiri (gelombang "a" pada perekaman atrium kiri). Setelah bertahun-tahun. yang memperkeras S1. Posisi katup pada waktu kontraksi ventrikel mempengaruhi intensitas S1. .KORELASI KLINIKOPATOLOGIK Perhatian sekarang akan dipusatkan kepada perubahan patologis. Ini berhubungan langsung dengan tekanan di dalam atrium kin pada saat di mana tekanan ventrikel kiri melebihinya dan menutup katup. ketika katup mengalami lebih banyak kalsifikasi. Jika interval PR memendek. yang lebih membuka lagi katup mitral pada masa diastolik akhir. makin kuat komponen mitral dari S 1. Gelombang P pada elektrokardiogram sesuai dengan kontraksi atrium. Bila katup atrioventrikular menjadi kaku karena fibrosis atau kalsifikasi. Arc of coaptation adalah sudut melalui mana katup menutup.

fibrotik. Kalsifikasi atau fibrosis katup senulunar akan menyebabkan melemahnya penutupan katup tersebut. baik elektris maupun mekanis. dan interval Sl sampai A2 akan lebih singkat ketimbang normal. Tiap keadaan yang memperlambat sistole ventrikel kanan. makin lemah S1. Pada pasien yang sangat gemuk atau menderita penyakit paruparu obstruktif kronis. Pengisian ventrikel kanan akan diperlambat oleh blok cabang berkas kanan atau stenosis pulmonal. Keadaan ini memperlambat penutupan katup aorta setelah terjadinya sistole ventrikel kanan dan P2. sehingga akan terjadi splitting S2 yang lebar.Pada umumnya. seperti pada penutupan katup atrioventrikular yang. Tiap keadaan yang mempersingkat sistole ventrikel kiri akan membuat A 2 terjadi lebih awal ketimbang normal. oleh karena itu sistolenya akan lebih singkat. akan melemah pula. Splittingnya dikatakan menyempit. Kelainan S2 yang Terpisah (Splitting) Bunyi jantung kedua yang terpisah (Splitting) secara fisiologis normal telah diuraikan pada bab mengenai anatomi dan fisiologi. Tiap keadaan. intensitas Sl akan lebih lemah daripada normal. keadaan yang menurunkan tekanan sistolik akan mem perlemah S2. Kelainan Bunyi Jantung Kedua Kelainan Intensitas 2 Keadaan-keadaan yang mengubah intensitas S2 adalah sebagai berikut: Perubahan tekanan sistolik Keadaan katup Tiap keadaan yang menimbulkan peningkatan tekanan sistolik akan memperbesar intensitas S2. Karena katup semilunar merupakan tipe katup yang secara morfologis berbeda. Urutan normal A2 – P2 menjadi terbalik. P2 biasanya bergerak menjauhi S1 menuju A2. P2 bergerak normal dan mendekati Sl splitting P2 . Bab ini akan nienguraikan splitting yang abnormal. Pada pasien dengan efusi perikardium yang besar. Komponen pulmonal S2 akan diperlambat selama inspirasi dan ekspirasi. "saluran keluar" ventrikel kiri ada dua. baik secara elektris maupun mekanis. Blok cabang berkas kiri atau stenosis aorta akan memperlambat pengosongan ventrikel kiri. Selama inspirasi. atau duktus arteriosus yang paten akan mempersingkat sistole ventrikel kiri. Pemanjangan interval PR. Sebaliknya. demikian pula akan terjadi splitting yang lebar. tetapi juga sistole ventrikel kanan akan memanjang. Pada defek septum ventrikel dengan jalan pintas kiri ke kanan. defek septum ventrikel. Keadaan-keadaan seperti regurgitasi mitral. Dengan ekspirasi. Pada keadaan ini. Bila jarak jantung dengan dinding dada menjadi lebih besar. fibrosis tidak menimbulkan peningkatan intensitas. Hipertensi meningkatkan tekanan sistolik aorta dan menimbulkan A2 yang keras dari komponen S2. akan memperlambat P2 dan menimbulkan pelebaran splitting S2.A2 melebar. seper[i dijumpai pada fenomena Wenekebach . St akan lebih lemah daripada normal. menghasilkan S1 yang melemah sampai terjadinya dropped beat. kedua faktor ini menjadi kunci dalam timbulnya splitting S2 yang lebar. Pelebaran . tidak hanya sistole ventrikel kiri yang akan lebih singkat. yang memperlambat pengosongan ventrikel kiri akan menimbulkan splitting paradoks S2. makin panjang interval PR.

Midsystolic click bukanlah ejection click. sedangkan ejection click aorta terdengar di daerah aorta. Waktu S2 OS akan memendek kalau beratnya keadaan ini bertambah.OS dan mempunyai arti spesifik dalam hal beratnya stenosis. Bunyi ini tajam dan bernada tinggi. Bising "meniup" (blowing) terjadi kalau ada perbedaan yang besar dengan volume aliran -yang berbeda-beda. oleh karena itu splitting normal tidak terjadi. Stenosis pulmonal atau aorta dapat menimbulkan ejection click. splitting lebar dan lidak berubah dengan pernapasan: Ini karena peningkatan aliran balik vena ke atrium kanan selama inspirasi secara normal meningkatkan tekanannya. Bila kalsifikasi bertambah.OS yang sangat pendek. Pada keadaan ini. Opening Snap Diastolik Pembukaan katup atrioventrikular biasanya tidak menimbulkan bunyi dan terjadi kira-kira 100 mdetik setelah S2. Bising "gemuruh" (rumbling) disebabkan oleh daerah dengan perbedaan tekanan kecil yang tergantung pada . Ejection Click adalah bunyi bernada tinggi yang terjadi pada awal sistole pada permulaan ejeksi dan dihasilkan oleh pembukaan katup semilunar yang mengalami deformasi secara patologis. Opening snap adalah suatu kejadian diastolik yaitu bunyi terbukanya katup atrioventrikular yang mengalami deformasi secara patologis. Ejection click pulmonal paling baik didengar di daerah pulmonal. dan posisinya dalam siklus jantung dapat berubah bergantung gerakan yang mengubah geometri ventrikel. Turbulensi menyebabkan arus berlawanan (eddies) yang memukul dinding dan menimbulkan getaran yang didengar pemeriksa sebagai bising. Sumbatan terhadap aliran atau adanya aliran dari diameter kecil ke diameter yang lebih besar akan menimbulkan turbulensi. Oleh karena itu katup mitral akan membuka lebih dini ketimbang normal. Keadaan lain. Interval ini kira-kira 50-60 mdetik dan kira-kira sama dengan interval S2 . Tekanan di dalam atrium kiri akan meningkat. Splitting menetap pada S2 adalah tanda auskultasi untuk adanya defek septum atrium.. tetapi jalan pintas atrium kiri ke kanan membuat volume atrium kanan tetap konstan selama pernapasan. Selama ekspirasi. mobilitas katup berkurang dan ejection click lenyap. Mereka timbul pada pertengahan sistole. ketika tekanan ventrikel kiri turun di bawah tekanan atrium kiri. Interval di antara S2 dan opening snap disebut interval S2 . Berusahalah mengatakan "ma-da" secepat mungkin. Dalam keadaan ini lubang normal relatif stenotik untuk volume yang bertambah itu.selama ekspirasi ini adalah paradoks. tekanan atrium kanan lebih rendah. Ketika stenosis mitral memburuk. Keadaan -yang paling sering berkaitan dengan midsystolic click adalah prolaps katup mitral atau trikuspid. Ini kira-kira sama dengan waktu yang diperlukan untuk mengatakan "ma-ma" dengan cepat. memperlambat ejeksi ventrikel kiri dan menyebabkan splitting paradoks S2. tahanan dan sumbatan terhadap alirau makin besar. seperti terdengar pada stenosis mitral yang berat. dan perbedaan tekanan di antara kedua sisi katup uiitral akan bertambah. seperti gagal ventrikel kiri dan hipertensi berat. Bising Jantung (Murmur) Bising jantung timbul kalau ada energi turbulen di dalam dinding jantung dan pembuluh darah. Opening snap mitral pada stenosis mitral terjadi setelah A2. Mungkin tunggal atau multipel. Bunyinya singkat dan terdengar seperti bunyi "klik". opening snap trikuspid pada stenosis trikuspid terjadi setelah P2. Bising dapat pula timbul bila sejumlah besar darah mengalir melalui lubang normal.

Bising atrioventrikular diastolik merupakan tanda yang sensitif dan spesifik untuk stenosis katup atrioventrikular. Karena katup atri ventrikular mengalami stenosis. Bising ini bernada tinggi dan paling jelas didengar dengan diafragMa. karena Imenunjukkan arah aliran yang retrograd. "inkompetensi". jika katupnya mobil. Bising ini bernada sedang dan paling baik didengar dengan diafragma stetoskop. Bising ini berlangsung sampai setelah S2 karena tekanan ventrikel lebih tinggi daripada tekanan atrium bahkan setelah penutupan katup semilunar. Ejection murmur berbentuk wajik dan dilukiskan sebagai "kresendo-dekresendo". Bising yang "kasar" (harsh) disebabkan oleh perbedaan tekanan yang besar dan aliran yang besar pula. Istilah "regurgitasi". Ada jeda di antara S2 dan permulaan bising. Setiap peningkatan aliran atau volume dapat menimbulkan ejection murmur meskipun katupnya normal. dan dimulai dengan opening snap. Bising ini disebut holosistolik atau pansistolik. pengisian cepat tidak terjadi dan ada perbedaan tekanan di sepanjang diastole.engan sensiti. Karena berdasarkan aliran. Mereka mulai segera setelah S 1 dan berakhir sebelum S2. dan "insufisiensi" sering dipakai sebagai sinonim untuk jenis bising in~. Bising atrioventrikular diastoli. atau presistole. intensitas bising ini tidak mencerminkan beratnya penyakit.jas didengar dengan bel stetoskop dan pasien berbaring dalam posisi dekubitus lateral kiri. Relaksasi isovolumetrik sedang terjadi selama periode ini. kontraksi atrium akan memperbesar perbedaan tekanan pada akhir diastole.k dimulai pada waktu tertentu setelah S2 dengan membukahya katup atrioventrikular. Bising holosistolik pada regurgitasi katup atrioventrikular adalah penemban d. Ejection murmur sebagai tanda stenosis aorta merupakan penemuan dengan sensitivitas tinggi tetapi spesifisitas rendah. Ejection click karena stenosis katup semilunar mungkin mendahului bising itu. Bunyi Jantung Sikius Jantung Bunyi Sistolik awal Ejection click Bunyi pembukaan katup pretesa aorta Sistole pertengahan/akhir Midsystolic click Rub Diastoli k awal Opening snap S3 Bunyi pembukaan katup protesa mitra Deburan tumor Diastolik pertengahan S3 . vitas tinggi. dan akan terjadi peningkatan bising pada saat ini. Ia mulai bersama-sama dengan Sl dan berakhir setelah S2. Bising systolic regurgitan dihasilkan oleh aliran retrograd dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah selama sistole. Istilah ejection murmur ditujukan untuk bising yang dihasilkan oleh turbulensi melintasi katup semilunar selama sistol seperti pada stenosis aorta atau stenosis pulmonal. Bisingnya berbentuk dekresendo. Istilah yang lebih disukai adalah "regurgitasi". Bertambahnya aliran melintasi katup aorta yang menyempit secara minimal akan menimbulkan bising yang kuat. Bising ini bernada rendah dan paling je. seperti pada regurgitasi mitral atau trikuspid.aliran. Suatu S3-yang menunjukkan beban volume berlebihan pada ven-trikel--sering terdengar. Stenosis mitral dan stenosis trikuspid merupakan contoh bising jenis ini. berkurangnya aliran melalui katup aorta yang mengalami stenosis berat dapat menimbulkan bising yang hampir tidak dapat didengar. Jika pasien mempunyai irama sinus yang normal.

penutupannya adalah suatu S2 "prostetik". Bising semilunar diastolik ditnulai segera setelah S2. Pembukaannya sebanding dengan opening snappenutupannya adalah suatu S1 "prostetik". RISING SISTOLIK Stenosis Regurgitast Aorta Mitral Lokasi Daerah aorta Apeks Penyebaran Leher Aksila Bentuk Wajik Holosistolik Nada Sedang Tinggi Kualitas Kasar Meniup Tanda terkait A2 melemah S1 Ejection click S3 S4 Titik impuls maksi Tekanan denyut mum (PMI) difus sempit dan pindah ke lateral . Pembukaan dan penutupan katup mitral prostetik terdengar pada banyak katup prostetik. Pembukaannya sebanding dengan ejection click. § Pada denyut jantung yang cepat periode diastole memendek. Jika ada S3 dan Sq bunyinya mungkin "disumasi" menjadi bunyi tunggal yang disebut summation gallop.Summation gallop Akhir diastolik S4 kadang-kadang Bunyi pacu jantung disebut presistolik) Pembukaan dan penutupan katup aorta prostetik terdengar pada banyak katup prostetik. menyerupai tanda stenosis mitral. seperti terdengar pada regurgitasi aorta atau pulmonal. Miksoma atrium yang bertangkai dapat keluar masuk cincin mitral.

.. dan muskuloskeletal. setelah S2 tidak ada keterlambatan sampai mulai tirubulnya bising itu. Bising semilunar diastolik adalah suatu tanda dengan sensitivitas rendah tetapi spesifisitas tinggi. usus. Bising bernada tinggi berbentuk dekresendo dan paling jelas didengar dengan diafragma stetoskop. Telah diketahui bahwa nyeri dada dapat disebabkan oleh gangguan paru-paru. Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut ini kepada setiap pasien dengan nyeri dada: "Di mana nyerinya?" "Sudah berapa lama Anda menderita nyeri itu?" "Apakah episode nyerinya berulang?" "Berapa lama Anda menderita nyeri itu ?" "Berapa seringAnda mengalami nyeri itu?" "Apa yangAnda lakukan untuk membuatnya lebih baik?" 'Apa yang membuat nyeri itu memburuk? . Tetapi ia tidak patognomonik untuk penyakit jantung. TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Gejala-gejala penting penyakit jantung mencakup berikut ini: • Nyeri dada • Ketidakteraturan irama jantung (palpitasi) • Dispnea (sesak napas) • Sinkop (pingsan) • Kelelahan • Edema dependen (pembengkakan tungkai) • Hemoptisis (batuk darah) • Sianosis (kulit berwarna kebiruan) Nyeri Dada Nyeri dada mungkin merupakan gejala penyakit jantung yang paling penting. kandung empedu. dengan pasien dalam posisi duduk membungkuk ke depan.Denyut meningkat dengan perlahan dan terlambat Berbeda dengan bising atrioventrikular diastolik. .

. berhari-hari Dicetuskan Usaha fisik. Lengan kanan punggung Deskripsi "Nyeri terus menerus".. menggerakkan lengan atau leher?" "Bagaimana deskprisi nyerinya?• . Tetapi daftar ini tidak mutlak. ketika tidur?. batuk? . "seperti diperas"... . seperti ditusuk pisau? ...bernapas? .. "Tajam". "seperti "tumpul". tajam? . . ketika menggerakkan lengan? . menjepit? .. rasa panas? • . waklu rriengalami stres emosional? . melalaukan aktivitas ftsik? .. setempat Penyebaran Lengan kiri.. sesudah makan? ... ... menekan? .. berjam jam. berbaring? .. difus Di bawah payudara kiri. selama koitus?" 'Apakalt nyerinya berkaitan dengan sesak napas? ... . Daftar ini dipakai hanya dipakai sebagai petunjuk. batuk darah? . . nyeri tungkai?" Ciri-Ciri Nyeri Dada' Angina Bukan Angina Lokasi Retrosternal.gerakan Dihilangkan Istirahat. demam? . nausea atau vomitus? ...dingin tubuh.sikap oleh makan.. . "seperti di sayat" " seperti dijepit" Intensitas Ringan sampai berat Menyiksa Lamanya Bermenit-menit Beberapa detik. . menusuknusuk?" 'Apakah nyerinya timbul pada waktu beristirahat? .. nitrogliserin Apa saja oleh Angina dan nyeri dada lain mungkin timbul dalam berbagai cara... berdenyut?. "tertekan".. Pernapasao. tumpul? ..... Ciriciri yang tertera di sini merupakan ciri-ciri yang lazim ditemukan. palpitasi? . nyeri terus-menerus? .. rahang.... memeras? .. ditusuk-tusuk"... .. ... emosi. .

Penyebab Lazim Nyeri Dada Sistem organ Penyebab Jantung Penyakit arteri koronaria Penyakit katup aorta Hipertensi pulmonal Prolaps katup mitral Perikarditis Stenosis subaorta hipertrofik idiopatik (IHSS) Vaskular Diseksi aorta Pulmonal Emboli paru Pneumonia Pleuritis Pneumotoraks Muskuloskeletal Kostokondritis Artritis Spasme otot Tumor tulang Neural Herpes zoster Gastrointestinal Penyakit tukak Penyakit kolon Hiatus Hernia Pankreatitis Kolesistitis .

Palpitasi Palpitasi adalah sensasi tidak nyaman di dada yang berkaitan dengan berbagai macam aritmia. suatu peradangan tulang tawan kosta. Pasien mungkin Penyebab Lazim Palpitasi Ekstrasistole Denyut prematur atrium (APB) Denyut prematur nodal Denyut prematur ventrikel (VPB) Takiaritmia Takikardia supraventrikel paroksismal (PSVT) Flutter atrium (AFI) Fibrilasi atrium (AF) Takikardia atrium multifokal (MAT) Takikardia ventrikel (VT) . Bila nyeri dada berkaitan dengan etiologi jantung. Ini adalah tanda patognomonik angina yang biasanya disebut tanda Levine. Angina merupakan akibat hipoksia miokard yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai koroner dan kebutuhan miokard. Sangat sering pasien melukiskan anginanya dengan mengepalkan tinjunya dan meletakkannya di atas sternum.Emosional Ansietas Depresi Sindrom Tietze. Herpes zoster. seraagan virus pada saraf tepi dalam distribusi dermatom. Angina pektoris merupakan gejala sejati penyakit arteri koronaria. aterosklerosis koroner dan penyakit katup aorta merupakan penyebab tetsering.

. dingin?" "Obat-obatan apa yang sedangAnda gunakan?" 'Apakah Anda minum obat untuk paru paru Anda ?" . "berhenti". mungkin berkaitan dengan sensasi "kontraksi yang kuat". . ... mengalami nyeri dada?" 'Apakah palpitasi disertai dengan muka kemerahan. . "mengetuk-ngetuk". seperti pada regurgitasi aorta.. atau berkeringat?" 'ApakahAnda tidak tahan panas?. nyeri kepala.. Dikenal pula sebagai kontraksi prematur ventrikel (VPC) atau kontraksi ventrikel prematur (PVC). Pasien mungkin melukiskan palpitasi sebagai "berdebar-debar". atau "tidak teratur". Penting untuk ditentukan apakah pasien pernah mengalama episode yang sama di masa lalu dan apa yang dilakukan untuk menghilangkannya.. . Setiap keadaan di mana terjadi peningkatan isi sekuncup (stroke volume). Bi1a seorang pasien mengeluh palpitasi. "meloncatloncat".Bradiaritmia Blok jantung Henti sinus Obat-obatan Bronkodilator Digitalis Antidepresan Merokok Kafein Tirotoksikosis Dikenal pula sebagai kontraksi prematur atrium (APC) atau kontraksi atrium prematur (PAC). Palpitasi sangat lazim dan tidak perlu menunjukkan penyakit jantung yang serius. penting untuk menanyakan pertanyaan berikut ini: "Berapa lama Anda sudah mengalami palpitasi?" 'Apakah serangan palpitasinya terjadi secara berulang-ulang?"Jika ya. ketika melakukan aktivitas fisik? . "denyut yang melompat". bila lelah?" 'ApakahAnda pernah pingsan selama palpitasi? . sesudah makan?. ketika berbaring pada sisi kiri tubulz? . .. "Berapa sering?" "Kapan dimulainya serangan ini?" "Berapa lama serangan ini 6erlangsung?" "Bagaimana rasanya?" 'flpakah tindakan atau posisi tertentu menghentikannya?" 'Elpakah serangan ini berhenti secara tiba-tiba?" 'Apakah Anda dapat menghitung denyut nad iAnda selama serangan?" "Dapatkah Anda mengetukkan irama tersebut di meja ini?" 'Apakah Anda mengalami palpitasi setelah latihan fisik berat?.

dan mengurangi rasa sesak dengan berlari ke jendela untuk "mendapatkan lebih banyak udara. Pada pasien dengan gangguan panik dan keadaan ansietas lainnya. sensasi palpitasi dapat terjadi selama periode laju dan irama jantung yang normal." Dispnea aktivitas fcsik (DOE) biasanya disebabkan oleh gagal jantung kongestif kronis atau penyakit paru berat. Pasien akan melukiskan bahwa ia "sesak napas" atau bahwa ia "tidak mendapat udara dalam jumlah yang cukup". atau soda cola yang Anda minum setiap hari?" 'Apakah Anda merokok?" 'Apakah Anda minum minuman yang mengandung alkohol?" 'ApakahAnda memperhatikan bahwa setelah palpitasiAnda harus buang air kecil?" Di samping sebab primer kardiovaskular. Pasien yang pernah mengalami serangan palpitasi harus ditanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini: "Bagaimana serangan terdahulu berakhir?" "Berapa seringAnda mengalami serangan ini?" . Pasien terbangun kira-kira 2 jam setelah tertidur."Berapa blok rumah yang dapat Anda tempuh sekarang ? Sebab-sebab Umum Dispnea Sistem Organ atau Keadaan Penyebab . sering kali batuk. anemia. tembakau dan obat-obatan juga merupakan faktor penting dalam aritmogenisitas. "Bagaimana caranya?" Dispnea Keluhan dispnea sangat penting. dapat dinyatakan. Posisi ini meningkatkan volume darah intratorakal. kopi. Penting untuk mengukur beratnya dispnea dengan menanyakan. Gejala PND sering berkaitan dengan gejala ortopnea. sebagai akibatnya dapat timbul gagal jantung kongestif. misalnya. Dispnea nokturnal paroksismal (PND) terjadi di malam hari atau bila pasien telentang. sangat sesak. Penting untuk bertanya ke pada semua pasien: "Berapa banyak bantal yang Anda perlukan untuk tidur?" Untuk membantu mengukur beratnya ortopnea. hipoglikemia. dan ansietas. demam. Amine simpatomimetik yang dipakai dalam pengobatan bronkokonstriksi juga merupakan perangsang kuat untuk terjadinya aritmia. Dispnea biasanya berhubungan dengan penyakit jantung atau paru-paru." Episode PND relatif spesifik untuk gagal jantung kongestif. "ortopnea 3 bantal selama 4 bulan terakhir. Hipertiroidisme merupakan penyebab penting gangguan irama yang berasal dari luar jantung. dan jantung yang lemah mungkin tidak dapat mengatasi peningkatan beban ini.'Apakah Anda minum obat untuk kelenjar tiroid?" 'Apakah Anda pernah diberitahu bahwa ada gangguan pada kelenjar tiroid Anda?" "Berapa banyak teh. Ortopnea adalah keadaan di mana pasien memerlukan lebih banyak bantal untuk tidur. feokromositoma. keadaaan yang lazim berkaitan dengan palpitasi adalah tirotoksikosis. Kafein. 'Apakah Anda dapat mengakhirinya sendiri?" Jika ya.

bingung?. "Pasien mengalami DAF 1 blok rumah selama 6 bulan terakhir.. Sebelum 6 bulan yang lalu. selama 3 bulan yang lalu pasien mengalami ortopnea 4 bantal. stenosis subaorta hipertrofik . nausea?. misalnya stenosis katup aorta. . "Berapa sering Anda menderita serangan ini?" "Apakah pingsan timbul secara tiba-tiba?" 'Apakah Anda kehilangan kesadaran?" 'Anda berada dalam posisi apa ketika pingsan?" 'Apakah pingsan didahului oleh gejala lain? . Di samping itu.. lapar?" 'Apakah ada tanda peringatan lain yang menunjukkan bahwaAnda akan pingsan?" 'Apakah tinja Anda berwarna hitam seperti ter setelah pingsan?" Aktivitas yang dilakukan sebelum sinkop penting karena beberapa etiologi kardiak berkaitan dengan sinkop selama aktivitas Ssik.. Sinkop mungkin berkaitan dengan penyebab jantung atau pun bukan jantung. penting untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut: "Apa yang sedang Anda lakukan tepat sebelum Anda pingsan ?" 'Apakah Anda menderita serangan pingsan berulang?" Jika ya.. mad rasa? .. Bila pasien menyebutkan pingsan. palpitasi? .... Patofisiologi trepopnea tidak diketahui dengan baik.Jantung Gagal ventrikel kiri Stenosis mitral Paru-paru Penyakit paru obstruktif Asma Penyakit paru restriktif Emboli paru Hipertensi pulmonal Emosional Ansietas Pemaparan tempat tinggi Berkurangnya tekanan oksigen Anemia Berkurengnya kapasitas pengangkut oksigen "Berapa blok rumah yang dapat Anda lalui 6 bulan yang lalu?" Pemeriksa sekarang dapat berusaha mengukur beratnya dispnea. . Misalnya. Penting untuk menanyakan kepada pasien apa yang dimaksudkannya dengan "pingsan" atau "pusing". adalah hilangnya kesadaran untuk sementara yang disebabkan oleh perfusi serebral yang inadekuat." Trepopnea adalah bentuk jarang dispnea posisional di mana pasien dispnea berkurang sesaknya bila berbaring pada sisi kiri atau kanannya. . atau sinkop. . nyeri dada? . pasien dapat berjalan melalui 4 blok rumah taripa menjadi sesak napas. Sinkop Pingsan.

Tekanan darah sistemik tiba-tiba turun karena kegagalan refleks adaptif untuk mengkompensasi sikap .idiopatik. Curah jantung mungkin berkurang oleh aritmia atau lesi obstruktif. jika pasien pingsan setelah bangun tiba-tiba dari tempat tidur di tengah malam untuk berlari menjawab telepon. dan hipertensi pulmonal primer. Jika pasien menyebutkan palpitasi sebelum sinkop. Misalnya. mungkin ada penyebab aritmogenik. penyebabnya mungkin hipotensi ortostatik. Posisi pasien tepat sebelum pingsan penting karena informasi ini dapat membantu menentukan penyebab Penyebab Lazim Sinkop Sistem Organ atau Keadaan Penyebab Jantung Berkurangnya perfusi serebral karena gangguan irama jantung Obstruksi keluaran ventrikel kiri Metabolik Hipoglikemia Hiperventilasi Hipoksia Psikiatrik Histeria Neurologik Epilepsi Penyakit serebrovaskular Hipotensi ortostatik Berkurangnya volume darah Obat antidepresan Obat antihipertensi Vasovagal Vasodepresi Miksi Refleks viseral (vasodepresor) Batuk Penyakit paru kronis Sinus karotis Respons vasodepresor terhadap sensitivitas sinus karotis sinkop. Hipotensi ortostatik adalah suatu bentuk sinkop postural dan disebabkan oleh keterbatasan otonom perifer.

Sinkop vasovagal terjadi selama periode ketegangan emosional. menerima kabar buruk. dan jenis vasodepresor (hipotensi tanpa bradikardia). Beberapa mekanisme telah dipostulasikan untuk menjelaskan terjadinya hal.. Penyebab tersering kelelahan adalah ansietas dan depresi. seperti donor darah. Mereka mungkin merasa paling sehat di penghujung hari. Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut: "Sudah berapa lama Anda merasa lelah?" 'Apakah timbulnya secara tiba-tiba?" "Apakah Anda merasa lelah sepanjang hari? . sangat sering dikeluhkan pasien. Kelelahan Kelelahan adalah gejala umum berkurangnya curah jantung. Ada sejumlah pertanyaan lain yang sebaiknya ditanyakan kepada pasien dengan sinkop yang mengarahkan perhatian kita kepada etiologi neurologik. perspirasi. Sinkop vasovagal adalah jenis pingsan yang paling sering ditemukan. atau keadaan stres. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan darah sistemik secara tiba-tiba. Bila pasien dengan sinkop sinus karotis memakai baju dengan kerah baju sempit atau memutar lehernya ke arah tertentu. Pewawancara harus menanyakan: "Bilamana Anda mengetahui pertama kali adanya edema?" . Tahanan vaskular sistemik mendadak turun tanpa diimbangi dengan peningkatan curah jantung sebagai akibat peningkatan vagotonia. Arah pertanyaan harus berusaha membedakan kelelahan organik dari kelelahan psikogenik. Keadaan ini biasanya terjadi setelah minum alkohol dalam jumlah cukup banyak. Umumnya diterima bahwa batuk menyebabkan peningkatan tekanan intratoraks sehingga mengurangi aliran balik vena dan menurunkan curah jantung.. Sinkop sinus karotis berkaitan dengan sinus karotis yang hipersensitif dan lebih sering dijumpai pada orang berusia lanjut. atau suatu "perasaan tenggelam".tubuh tegak. Keadaan lain yang berkaitan dengan kelelahan adalah anemia dan penyakit kmnis. Mereka seringkali merasa lebih lelah di rumah ketimbang di tempat kerja. Sinkop miksi adala6 sinkop yang biasanya terjadi selama mengejan pada waktu buang air kecil di malam hari. Keadaan ini sering didahului oleh nausea. Sinkop post-tusif biasanya terjadi pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis.ini. sehingga terjadi sinkop. kelemahan. Edema Pembengkakan tungkai.. ketika kebanyakan pasien dengan penyebab organik merasa paling kurang sehat. suatu bentuk edema dependen. tetapi kadang-kadang menyebutkan lebih lelah di pagi hari. Pasien dengan gagal jantung kongestif dan penyakit katup mitral sering kali mengeluh lelah. di pagi hari? . terjadi peningkatan rangsangan pada sinus karotis. Tetapi kelelahan tidak spesifik untuk penyakit jantung. rasa tidak enak di epigastrium.. Ada dua macam hipersensitivitas sinus karotis: jenis kardioinhibisi (bradikardia). di malam hari?" "Bilamana Anda merasa paling lairang lelah?" 'Apakah Anda merasa lebila lelah di rumah ketim6ang di tempat kerja?" 'Apakah rasa lelahnya hilang dengan beristirahat?" Pasien dengan lelah psikogenik merasa lelah "sepanjang waktu". Mungkin terjadi pula peningkatan tekanan cairan serebrospinal yang menyebabkan berkurangnya perfusi ke otak.

darah di dalam arteri pulmonal melintasi PDA. Tepi bawah hati dengan lebar normal ( 8-12 cm ) dapat dipalpasi pada sebagian orang normal yang melakukan inspirasi dalam. Hati memiliki dua sumber suplai darah yaitu dari saluran cerna dan limpa melalui vena porta dan dari aorta melalui arteri hepatica. Kubah diafragma dimulai kirakira pada sela iga keenam digaris midclavicula. menonjol ketepi bawah iga kanan. lambung pancreas dan usus. atau hati?" 'Apakah Anda mengalami sesak napas?" Jika yq "Mana yang lebih dahulu. Kandung empedu dan porta hepatikus terletak dibawah kulit hipokondrium kanan. 'Apakah Anda minum pil ' KB?" 'Apakah edema berkaitan dengan perubahan daur haid?" Pasien dengan gagal jantung kongestif mengalami edema simetris pada tungkai bawah yang memburuk dengan berjalannya hari. PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN Anatomi Hati terletak dibawah diafragma dan dilindungi oleh iga-iga bawah. Sianosis Terkadang mungkin dijumpai sianosis hanya pada ekstremitas inferior. Pada pasien dengan dispnea dan edema yang disebabkan oleh gadgguan jantung. darah yang kurang mengandung oksigen hanya dipompa ke ekstremitas inferior untuk menimbulkan sianosis hanya pada lokasi tersebut. dispnea biasanya timbul lebih dahulu sebelum terjadinya edema. Bagian bawah hati adalah cekung dan merupakan atap ginjal kanan. Pada pintas kanan ke kiti yang disebabkan oleh hipertensi pulmonal. Sebagian darah masuk ke paru-paru untuk mengalami oksigenisasi dan akhirnya dipompa melalui aorta untuk menghasilkan warna kulit yang normal di ekstremitas superior. kanan dan kiri. Permukaan hati diliputi oleh peritoneum viseralis. Tepi bawahnya yang biasanya tipis dan halus. jantung.'Apakah kedua tungkai sama bengkaknya?" "Apakah bengkak timbul tiba-tiba?" 'flpakah bengkak memburuk pada suatu waktu dalam satu hari?" 'Apakah bengkak hilang setetah tidur malam hari?" 'Apakah peninggian tungkai membuat bengkak berkurang?" 'Anda sedang meminum obat apa saja?" 'flpakah ada riwayat penyakit ginjal. . adalah berguna untuk menentukan mana yang timbul lebih dahulu. Hati memiliki dua lobus utama. yang terletak di bawah tingkat arteti karotis dan subklavia kiri. Ini disebut sianosis diferensial. kecuali daerah kecil pada permukaan posterior yang melekat langsung pada diafragma. Jika pasien juga mengeluh dispnea. edema atau sesaknapas ?" 'Apakah Anda mengalami rasa nyeri di tungkai?" 'Apakah ada ulkus di tungkaiAnda?" Jika pasiennya wanita. Keadaan ini berkaitan dengan pintas kanan ke kiri melalui patent ductus arteriosus (PDA). Keadaan paling baik di pagi hari setelah tidur dengan meninggikan tungkai di tempat tidur.

Hal ini menunjukan daerah nyeri tekan ginjal Duodenum dan pancreas terletak didalam abdomen bagian atas. Sebaiknya penderita bernafas melalui mulut atau diajak bercakap-cakap. Uterus dan Vesika urinaria yang membesar dapat dipalpasi pada simpisis pubis. Uterus dan vesika urinaria merupakan struktur-struktur digaris tengah yang biasanya tidak dapat dipalpasi kecuali kalau telah membesar. Arteri renalis dicabangkan dari aorta abdominalis kira-kira setinggi vertebra lumbalis II. Karena aorta terletak disebelah kiri garis tengah. Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi. region hypogastrika (supra pubik). regio hypokondrium kanan dan kiri. Ujung limpa sedikit dapat dipalpasi pada 5% pasien normal yang sudah mencapai umur akademis. Vesika urinaria lebih baik dalam keadaan kosong. kesembilan dan kesepuluh. Kedua tungkai jika perlu dalam keadaan fleksi pada sendi paha dan lutut. dan sering kali tidak dapat dipalpasi. Karena gambaran anatomis ini maka ahli bedah transplantasi biasanya lebih suka memilih ginjal kiri donor yang kemudian diputar dan ditempatkan pada pelvis kanan resipien. dan region inguinalis (iliaca) kanan dan kiri. Inspeksi Pemeriksaan abdomen dapat dilakukan dalam posisi pasien telentang atau tegak. dapat teraba sebagai struktur digaris tengah. Abdomen dibagi dalm sembilan regio yaitu : regio epigastrium. region umbilicalis. Ginjal adalah organ profunda retroperitoneal didaerah pinggang. Akibatnya vena renalis kiri kira-kira dua kali lebih panjang dari vena renalis kanan. palpasi. perkusi. Aorta yang berdenyut dengan diameter kira-kira 2 cm. region lumbalis kanan dan kiri. Dinding perut penderita harus dalam keadaan ‘relax’. Sedangkan vena renalis menyalurkan darah kedalam vena cava superior yang terletak disebelah kanan garis tengah. Sudut costo vertebral adalah sudut yang dibentuk oleh batas bawah iga kedua belas dan prosesus transverses vertabra lumbalis. Normalnya tidak dapat dipalpasi Promontorium sacrum dapat dipalpasi pada pasien kurus dikutub atas sector hipogastrium selama inspirasi dalam. dan auskultasi.Limpa terletak dibagian posterior kanan didepan iga kedelapan. Ginjal diperdarahi oleh arteri renalis. maka arteri renalis kanan lebih panjang dari arteri renalis kiri. Periksa : Bentuk abdomen Kulit dinding perut dan umbilicus Gerak dinding perut pada pernafasan Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut Bentuk Abdomen .

. meteorismus. secum. Kelainan ini sering ditemukan dan menunjukan kelemahan dan terpisahnya musculus rectus. Stria karena baru saja mengalami perubahan berat badan dan stria berpigmen pada sindrom cushing terlihat dengan jelas pada dinding abdomen. Jika setempat. Bentuk perut asimetris dapat disebabkan oleh adanya penonjolan pada salah satu sisi misalnya karena adanya tumor atau pembesran hepar/lien. umbilicus menonjol ( tidak ‘smiling’ ). Diastesis recti adalah suatu tonjolan digaris tengah yang dapat diperlihatkan dengan meminta pasien mengangkat kepalanya. Bentukperut yang seperti perut kodok yaitu buncit. Pada kehamilan atau adanya tumor intra abdominal. mendatar. perhatikanlah daerah anatomiknya. Kadang-kadang. licin dan mengkilap. ovarium. Distensi harus dibedakan dari lemak. Caput medusae adalah lingkaran vena-vena yang berdilatasi menyebar dari umbilicus dan merupakan aliran kolateral vena pada sirosis dan hipertensi portal. pelvis atau retroperitoneal dapat bermanifestasi sebagai ekimosis setempat didaerah pinggang atau disekitar umbilicus. Periksalah apakah pasien anda mempunyai jaringan parut. Jika ditemukan didaerah supra pubis. lambung. mungkin disebabkan oleh distensi kandung kemih atau pembesaran uterus. Tentukanlah apakah pembengkakan tersebut meliputi seluruh abdomen atau setempat saja. dan tanyakanlah riwayat penyakit yang berkaitan. tampak perut buncit.Normal simetris. atau pancreas dapat menimbulkan pembengkakan epigastrium. kulit dinding perut akan tampak tegang . tumor intra abdominal. Keadaan ini dapat dijumpai pada orang yang kekurangan makan atau dehidrasi. Didaerah iliaka. Ginjal. dan retensio urine. Pada anak-anak agak membuncit hingga masa pubertas. Bila pasien ascites diinspeksi dalam posisi tegak. pada posisi tegak maupun telentang perut tampak buncit tanpa ‘sagging’ pada pinggang dan tanpa ‘smiling’ pada umbilicus. pada keadaan ini darah akan mengalir kearah bawah untuk memintasi obstruksi pada vena cava superior. atau sigmoid mungkin abnormal. ascites. Perut yang tampak membuncit pada orang dewasa kemungkinan disebabkan oleh obesitas. menunjukan bahwa wanita tersebut pernah hamil. disertai dengan umbilicus yang tertarik kekiri dan kekanan (‘smiling umbilicus’) terdapat pada ascites. limpa atau hati mungkin menyebabkan distensi pinggang sedangkan aorta. Perut yang ‘schapoid’ (cekung) adalah perut dimana konturnya menyerupai lunas perahu yang turun secara tiba-tiba dari prosesus xipoideus. Perdarahan abdominal. Pada pembesaran perut. Kulit Dinding Perut dan Umbilicus Kulit abdomen perlu diperhatikann secara khusus. dengan sagging pada pinggang (bila bebaring telentang). kehamilan. garis hiperpigmentasi yang berjalan dari umbilicus sampe simfisis. atau pernah ascites. Jaringan parut bekas operasi memberikan petunjuk tentang kelainan abdomen. Juga terdapat pada keadaan dehidrasi. Linea nigra. Kelainan hati dan limpa dapat menimbulkan pembengkakan didaerah hipokondrium. Kulit yang keriput menandakan bahwa dinding perut mengalami distensi seperti misalnya karena kehamilan.

Pada peritonitis tidak ada pergerakan dinding perut sama sekali.Vena kulit mungkin tampak tetapi tidak menonjol dan berkelok-kelok. Untuk membantu mencapai bagian . Pulsasi tampak jelas yang berasal dari denyut aorta abdominalis yang diteruskan ke dinding perut. Tapi bila aorta abdominalisnya mengalami aneurysma. Pada kelumpuhan diafragma. Pulsasi dapat tampak pada dinding perut di daerah epigastrium yang mungkin disebabkan oleh hipertropi ventrikel kanan atau pada orang normal yang amat kurus. Seorang pasien yang tegang dapat menjadi lebih santai jika sendi panggul dan sendi lututnya difleksikan dan hanya tumitnya yang berada pada meja periksa. Pada obesitas. Pulsasi didaerah hipokondrium kanan dapat berasal dari hepar pada pasien yang menderrita insufisiensi katup trikusfpidalis. vena yang berdilatasi adalah vena yang terdapat di daerah perifer dinding abdomen. umbilikus dapat menonjol. atau pemeriksaan yang dilakukan secara sepintas lalu akan menggagalkan usaha anda. Pada tiap daerah pemeriksaan. Pada penderita tumor lambung pulsasi didaerah epigastrium pun akan tampak lebih menonjol. Palpasi abdomen Informasi yang diperoleh dengan palpasi berbeda-beda tergantung pada perhatian dan ketelitian yang dicurahkan. Pada tumor intra abdominal atau kehamilan. dan tidak tergesa-gesa.tangan yang dingin. palpasilah daerah tersebut pada saat terakhir. Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut. bila tampak demikian. Arah aliran darah didalam vena pada obstruksi vena porta ialah vena yang teletak diatas umbilikus dari atas kebawah sedangkan pada vena yang terletak dibawah umbilikus dari bawah ke atas. Pada umbilikus dapat terjadi hernia atau neoplasma. misalnya pada abses subdiafragma. atrau obstruksi vena cava superior atau interior pada obstruksi vena porta. Palpasi yang dilakukan secara tergesa-gesa. Tapi pada obstruksi usus. Normal tidak tampak gerak peristaltic. lemah-lembut. disebabkan oleh dilatasi venae yang mungkin disebabkan oleh adanya obstruksi vena porta (misalnya pada sirosis hati). Gerak dinding perut dalam keadaan ststis dan pada waktu bernapas. secara perlahan-lahan tingkatkanlah tekanan tangan yang memeriksa sampai anda puas dengan hasilnya. vana yang berdilatasi terutama vena dibagian tengah dinding perut sedangkan pada obstruksi vena cava. maka denyut itu tampak walau pada orang yang tidak kurus sekalipun dan bersifat ekspansif berdenyut kesegala arah). mula-mula palpasilah tiap sektor dengan perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut. akan tampak gerak peristaltic disebelah proksimal dari temapt obstruksi traktus digestivus. sedangkan pada obtruksi vena cava interior. gerakan dinding perut menjadi sebaliknya. arah aliran darah dalam vena yang berdilatasi itu semua keaarah bawah. Pada ascites yang amat besar. Pada waktu bernapas normal dinding perut mengembang pada waktu inspirasi dan mengempis pada ekspirasi secara simetris.Periksalah abdomen dengan hati-hati. semua aliran darah dalam vena dari bawah ke atas. walau perut buncit umbilicus tidask menonjol. Dengan memakai bantalan jari-jari dan tangan yang sejajar dengan abdomen. pergerakan dinding perut saat bernapas juga tidak tampak. Jika ada alasan untuk mencurigai kelainan atau nyeri di suatu daerah.. letakkanlah tangan lainnya pada tangan yang melakukan palpasi untuk menambah tekanan. Pada obstruksi vena cava superior. Jika anda merasa perlu memeriksa lebih dalam lagi.

Kalau timbul kecurigaan bahwa pasien menderita penyakit akut pada kandung empedu. Secara progresif. Ini dilakukan dari depan kebelakang melalui pinggang atau dengan menekan kedua sisi struktur tersebut di bagian anterior. tajam. atau massa dengan mempalpasi kedua sisi berlawanan struktur tersebut. Kalau hati teraba. Ketika peritoneum kembali ke posisi semula. baik persial maupun hamper lengkap. Palpasi bimanual yang sebenarnya bermanfaat untuk mengetahui garis bentuk organ. Yang terakhir ini merupakan tanda pembengkakan yang merata. hanya cairan yang akan menghantarkan gelombang tekanan. Kalau teraba. dan lemak. struktur vaskuler. Perhatikanlah wajah pasien untuk melihat tanda-tanda perasaan tidak enak selama palpasi. Pemeriksa yang berpengalaman akan mengalihkan perhatian pasien selama pemeriksaan dengan membicarakan hal-hal ringan. dan lakukanlah penekanan. perhatikanlah apakah tepinya tidak nyeri. Penarikan umbilikus kadang-kadang dapat dipakai untuk memperlihatkan peradangan peritoneum. Gelombang peristaltik dapat teraba dimana saja di dalam abdomen dan biasanya menunjukkan obstruksi mekanis. lebarnya harus ditentukan dengan perkusi. mintalah pasien untuk bernafas perlahan-lahan dan dalam-dalam. Pada palpasi hati. Tanda Murphy diperoleh dengan meletakkan tangan kiri pada iga kanan pasien dan menyangkutkan ibu jari . Mintalah asisten anda untuk menekan garis tengah dengan pinggir tangannya. yang untuk sementara memindahkan cairan yang berada diatasnya. Tepi hati mungkin dapat diraba pada orang normal. Diantara ketiga keadaan ini. Ujung jari tangan ditekankan dengan gerak menusuk yang cepat kedalam abdomen.Letakkanlah satu tangan anda di pinggang dan ketuklah pinggang yang berlawanan dengan ujung jari tangan anda. atau tumpul. dimana tangan dimasukkan lebih dalam lagi. Tangan yang melakukan palpasi secara perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut ditekankan dalam –dalam ke dalam abdomen dan kemudian secara tiba-tiba dilepaskan. Nyeri tekan pantulan adalah suatu tanda penting untuk adanya iritasi peritoneum. Sebagai teknik alternatif. tangan yang melakukan palpasi akan merasakan adanya benturan gelombang cairan. Ballotement bermanfaat. cairan. nyeri tekan pada kuadran kanan atas dapat memberikan petunjuk yang bermanfaat. Hati yang sangat membesar lebih sering tidak di temukan ketimbang hati yang sedikit membesar. Pada tiap ekspirasi abdomen turun.dalam abdomen. pasien dapat menggerenyit atau berteriak. Kadang-kadang letaknya jauh sekali dari jari-jari anda yang melakukan palpasi. Jika demikian. dan posisi ini dipertahankan sampai ekspirasi berikutnya. tanyakanlah dengan segera tempat iritasi maksimum. Cara ini dapat memperlihatkan adanya massa atau pembesaran organ yang tidak dapat diketahui dengan palpasi biasa. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam. Pembesaran lobus kiri hati dapat melintasi garis tengah dan sampai ke hipokondrium kiri. nyeri tekan. Palpasi abdomen yang menggelembung membantu dalam membedakan dilatasi usus. Jika ada cairan bebas. lakukanlah palpasi lebih rendah sampai anda mencapai krista iliaka. terutama kalau abdomen tersebut besar atau penuh dengan cairan. letakkan tangan kiri anda pada iga kanan bawah dan arahkanlah jari-jari tangan kanan anda ke arah bahu kanan. anda dapat meletakkan tumit tangan kiri anda pada margo kosta dan melengkungkan jari-jari tangan anda di atas tepi hati ketika pasien sedang menarik nafas. Tepi hati akan terasa menyentuh ujung jari tangan anda ketika ia turun pada waktu inspirasi. Pada palpasi yang dilakukan di daerah hipokondrium kanan mungkin ditemukan pembesaran hati atau kandung empedu.

Tepat di sebelah medialnya terdapat ovarium kanan. yang dapat di palpasi kalau mengalami pembesaran patologik. Palpasi dalam pada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada pasien normal. Hipokondrium kiri mengandung fundus lambung. sigmoid atau ovarium kiri dapat di temukan di daerah fosa iliaka kiri. Pasien akan tersendat-sendat ketika ia menarik nafas dalam. nyeri tekan dapat diperlihatkan dengan palpasi dalam secara langsung dengan jari tangan anda ketika pasien sedang menarik nafas dalam. anda akan meraba suatu cincin fasia yang berbatas tegas di sekitar suatu depresi lunak di bagian tengah. Demikian pula di sebelah kiri. Hipogastrium mengandung kandung kemih dan uterus. kadangkadang. Yang terakhir ini biasanya akan turun menjauhi jari-jari tangan anda ketika anda berusaha mendekati margo kosta.Jika anda merasa tidak pasti tentang pembesaran limpa. dan lambung terletak di antaranya dan jari-jari yang melakukan palpasi. Daerah iliaka kanan mengandung titik Mc Burney – daerah dengan nyeri tekan maksimum pada apendisitis. Lordosis yang menonjol dan abdomen yang tipis dapat membuat promontorium ini jelas kelihatan. Lobus kiri hati dapat membesar dan mencapai daerah ini. limpa dan ginjal kiri. satu tangan terletak di belakang dan satu lagi di depan. Keganasan intraabdomen dapat menjalar ke daerah ini sebagai Sister Mary Joseph node. Pada orang yang berusia lanjut. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam ketika anda berusaha menjepit kandung empedu yang sedang meradang di antara ibu jari anda dan margo kosta. Tekankanlah jari tangan anda ke dalam pusat. Daerah umbilikus perlu mendapat perhatian khusus. Tepat di bawah umbilikus. Demikian pula. gulingkanlah tubuh pasien kearah anda sehingga berada dalam posisi dekubitus lateral kanan untuk mendorong organ tersebut ke arah lebih superior dan anterior. dan ditemukan sebagai suatu massa yang teraba pada palpasi. ektasia mungkin sulit dibedakan dari aneurisma sejati. kira-kira di pertengahan antara umbilikus dengan spina iliaka anterior superior. Pada hernia. Sokonglah margo kosta kiri dengan tangan kiri anda dan masukkanlah secara perlahan-lahan jari-jari tangan anda ke dalam daerah subkosta ketika pasien menarik nafas secara perlahanlahan dan dalam-dalam. Umbilikus lazim menjadi tempat hernia. Pinggang mengandung ginjal. Di daerah iliaka kanan sering di temukan dilatasi sekum. Pada palpasi bimanual. Palpasilah secara bimanual pada kedua sisi aorta untuk mengetahui diameter lateralnya. Aorta abdominal terletak di bawah dan sedikit di atas dan di sebelah kiri umbilikus. Pankreas bersilangan dengan tulang belakang di daerah ini.kutub bawah ginjal kiri. ginjal tidak bergerak pada waktu inspirasi. yang kalau membesar dapat di tentukan garis bentuknya dengan palpasi. Palpasi Hati . Ia akan teraba seperti massa berbentuk sosis lunak dan mungkin nyeri tekan kalau di guling-gulingkan di antara ujung-ujung jari tangan. Pulsasi lateral merupakan tanda bahwa anda memang memegang kedua sisi pembuluh darah ini dan tidak di atasnya. Juga. meskipun untuk kepastiannya perlu di lakukan pemeriksaan pelvis.anda di atas margo kosta. Pembesaran limpa paling baik di deteksi dengan palpasi yang dilakukan dengan cara yang sama seperti palpasi hati. Mungkin sangat sulit untuk membedakan limpa yang besar dengan ginjal yang besar. dan ia akan mengalami nyeri tekan kalau anda mempalpasi kandung empedu tersebut.Anda dapat menggetarkan hati dengan melakukan perkusi dengan telapak tangan anda pada iga dan memperlihatkan nyeri tekan di daerah hati tersebut. aorta bercabang di atas promontorium sakrum. seringkali anda dapat meraba ginjal kanan pada orang kurus dan.

hati mungkin meluas kehipogastrium. untuk mendorong limpa ke bawah sehingga dapat di palpasi.Palpasi dengan jari-jari yang fleksi pada sendi metakarpofalangea dengan sisi telunjuk sejajar dengan hati. sedikit membesar. palpasi 10 cm di bawah pinggir iga pada hipokondrium. Lukiskan posisi tepi hati dalam cm di bawah tepi iga pada garis mid-klavikular. Palpasi tepi bawah kea rah bawah. Mulai kira-kira 10 cm di bawah tepi iga dan kemudian ke atas ke arah tepi iga-iga. Bila hati membesar: Keras Iregular ?Metastasis Tidak nyeri tekan Membesar Keras licin Tidak nyeri tekan ?Sirosis Membesar ?Limfoma Licin ?Gagal jantung kongestif Nyeri tekan ?Alkohol Membesar ?Infeksi Limpa Seperti pada hati. baringkan penderita pada sisi kanan dengan lengan kiri tergantung bebas didepan dan raba kembali pada inspirasi dalam. saat penderita bernapas agak dalam. lakukan ke atas kea rah iga-iga. Minta penderita untuk menarik napas dalam.Bila hati tidak teraba dan hipokondrium kanan pekak. Sifat-sifat dari limpa : . Bila limpa tidak teraba. periksa daerah pekak dari limpa dengan perkusi-limpa dapat membesar hingga ke daerah hipogastrium.Bila terdapat kecurigaan bahwa limpa. Raba tepi hati untuk menentukan : Konsistensi Regular atau iregular Nyeri tekan Pulsasi Perkusi tepi atas dan tepi bawah hati setelah palpasi untuk memastikan kelainan yang dijumpai.

Nyeri pada ginjal sering bila terdapat infeksi. Ginjal yang besar mungkin menunjukkan suatu tumor. Konsistensi-feses mungkin mencekung (indented) dengan penekanan. Pekak pada perkusi-terutama penting dalam penentuan apakah usus terdapat di depan massa. Bentuk. Limpa sangat membesar : ?Leukemia myeloid kronik ?Mielofibrosis Ginjal Palpasi bimanual Dorong ke atas dengan tangan kiri pada sudut ginjal dan raba ginjal dari anterior dengan menggunakan tangan kanan. Apakah berubah setelah defekasi atau miksi? . penyakit polikistik. Pulsasi-penyebaran pulsasi dari aorta atau pembengkakan yang berpulsasi. Massa Palpasi dengan teliti seluruh abdomen Bila di temukan massa. Minta penderita untuk bernapas dalam supaya ginjal berada di antara kedua tangan. atau hidronefrosis. kuran. Terfiksasi atau dapat di gerakkan-apakah bergerak pada respirasi? Nyeri tekan. lukiskan : Tempat.Tempat Bentuk (?cekungan) Tidak dapat meraba bagian atasnya Bergerak pada respirasi Pekak pada perkusi Lukiskan seperti pada hati.

Pada keadaan ini. dan bunyi serta resistensinya di perhatikan. Nyeri tekan pantulan adalah tanda penting peradangan peritoneum yang biasanya menyertai Defense musculare sejati dan rigiditas. Ingatlah bahwa lobus kiri hati normal dapat mencapai epigastrium dan menjadi massa yang dapat di palpasi. Palpasi dalam dada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada orang normal. Penegangan otot-otot perut yang terjadi secara volunter dapat di atasi dengan mengalihkan perhatian pasien. karena akan timbul nyeri tekan yang jelas. mungkin normal pada penderita kurus atau aneurisma besar-ekspansif-bruit. Jangan kacaukan dengan varian normal. Pasien yang mengalami nyeri tekan dapat menegangkan otot-otot perutnya secara volunteer atau involunter. Ini adalah daerah di mana peritoneum melekat pada kulit tanpa di halangi oleh otot. sedangkan defense musculare yang sejati atau rigiditas tidak berada di bawah kendali kesadaran. Jari pasif yang di letakkan dengan hati-hati di abdomen di ketuk oleh jari pleksor dengan ketukan stakato. Tekniknya sama seperti pada perkusi thoraks. demikian pula palpasi aorta dan daerah hipogastrium pada banyak wanita.Aorta Palpasi pada garis tengah di atas umbilikus untuk massa yang berpulsasi. Dalam keadaan seperti itu. Jika tepi hati telah teraba di hipokondrium kanan. penarikan umbilikus dapat membantu menentukan adanya peritonitis. perkusi menggambarkan batas-batas statik antara jaringanjaringan dengan kepadatan yang berbeda-beda. daerah yang sakit akan teraba seperti kayu atau papan. Bila dengan mudah teraba. anda harus menentukan apakah ia benar-benar membesar atau hanya terdorong ke bawah. Pemeriksaan palpasi abdomen : Tepi hati Ujung limpa Semua massa Perhatikan nyeri tekan Nyeri pantulan Defense musculare Pemeriksaan untuk gelombang cairan kalau perlu Penemuan-penemuan lazim pada palpasi abdomen Nyeri tekan setempat atau umum harus dibedakan. yang secara refleks menyebabkan spasme pada otot-otot abdomen. Lakukanlah perkusi pada paru-paru anterior yang . Perkusi abdomen Seperti di tempat-tempat lainnya. Abdomen yang benar-benar kaku menunjukkan peradangan peritoneum di bawahnya.

Lebarnya berbeda-beda dari pasien ke pasien. Pada keadaan ini di jumpai dua petunjuk : pertama. Kista ini dapat berukuran besar sekali dan terlihat sebagai distensi abdomen yang sangat menyolok. mulailah perkusi di garis tengah dan bergeraklah ke kedua pinggang. Suruhlah pasien untuk berdiri di atas empat anggota tubuhnya. Kadang-kadang perpindahan usus yang relative tidak mengandung udara akan memberikan hasil positif palsu. Perkusi di daerah epigastrium dan hipokondrium kiri menimbulkan bunyi timpani karena adanya gelembung gas di dalam lambung. berusahalah menemukan puddle sign (tanda genangan). Pada kasus asites yang meragukan. Hal ini di sebut shifting dullness. ada atau tidak adanya timpani. Pekak yang berpindah menunjukkan asites. Tandailah dengan pena anda tempat di mana resonansi berubah menjadi pekak. Pembesaran limpa yang ringan bermanifestasi sebagai perubahan timpani menjadi pekak ketika sela iga terbawah di perkusi dan pasiennya menarik nafas dalam – tanda perkusi limpa. Udara tersebut mungkin berada di dalam gelung usus yang mengalami distensi atau terdapat bebas di dalam abdomen. memberikan petunjuk yang jelas. lokasi timpani dapat menentukan tempat obstruksi. Sekarang cairan akan tergenang di umbilikus. dan cairan peritoneal yang terlokalisir akan memberikan hasil negative palsu. Seringkali terisi dengan udara. Pembesaran limpa dan ginjal dapat lebih di bedakan dengan bantuan perkusi. Bersama-sama dengan cara-cara lainnya. Timpani menunjukkan udara. di mana anda akan dapat menemukan daerah yang pekak. Cairan bebas menunjukkan usus yang mengandung udara terapung-apung di bagian paling atas. umbilikus tidak menonjol keluar. Pemeriksaan perkusi abdomen : Ukuran hati dan limpa Massa Pemeriksaan pindahnya pekak kalau perlu . Ada dua sumber kesalahan potensial. bersama-sama dengan massa yang dapat di palpasi. Adanya massa tanpa timpani di kuadran kanan atas mengarah pada pembesaran limpa. cairannya trdapat di dalam suatu ruang tertentu. Pada pasien yang berbaring. Meskipun demikian. Ingatlah bahwa fleksura lienika kolon terletak di belakang limpa tapi di depan ginjal. di garis aksila anterior. Gulingkanlah tubuh pasien ke sisi lainnya dan ulangi. Pekak limpa seringkali di temukan di antara sela iga kesembilan dan kesebelas. pekak cairan tetap terdapat di bagian anterior pada pasien yang berada dalam posisi berbaring. Perkusi memastikan dan memperjelas banyak penemuan pada palpasi.Jarak antara garis-garis yang di buat ketika pasien telentang dan ketika tubuhnya di gulingkan menunjukkan jumlah cairan karena permukaan cairan akan selalu rata. Nyeri pekak pantulan dapat diperoleh dengan perkusi dan juga dengan palpasi. tetapi ukuran yang melebihi 12 cm mungkin abnormal. Massa dengan timpani menunjukkan pembesaran ginjal. dan kenyataan ini di manfaatkan dengan perkusi. dan usus yang resonan terdorong ke bawah dan lateral – tepat kebalikan asites bebas.resonan dan bergeraklah ke bawah sampai pekak hati menunjukkan batas atas. Contoh khas keadaan yang terakhir ini adalah kista ovarium. dan kedua. Gulingkanlah tubuh pasien ke salah satu sisi dan ulangilah prosedur itu pada sisi yang lebih rendah.

Auskultasi Abdomen Auskultasi ialah salah satu dari bagian pemeriksaan fisik. Terdengar sepanjang fase sistolik maupan diastolic jantung. Bunyi gesek yang terdengar didaerah hati mungkin dijumpai pada hepatoma. frekuensi berkaitan dengan kecepatan gelombang. Pekak alih menunjukkan adanya asites. Perubahannya adalah dalam hal intensitas. Venous hum: Lebih halus terdengarnya daripada arterial bruit dan nadanya lebih tinggi. atau cholesystisis. Pada obstruksi usus. Aktivitas peristaltik memancarkan berbagai macam suara bergelembung ketika permukaan antara air dan udara berubah dengan adanya gelombang kontraksi. tapi terdengar bersamaan dengan inspirasi dan ekspirasi. tapi mungkin juga terdengar karena pasien menderita sirosis hepatic dengan hipertensi portal. Arterial bruit terdengar pada fase sistolik jantung bersamaan atau tepat setelah ictus cordis. Bising arteri lienalis penting karena stenosis arteri renalis mungkin merupakan penyebab hipertensi. Sumber suara abdomen mencakup peristaltik dan struktur vaskuler. Setiap arteri besar dalam abdomen dapat menjadi sumber bising. Auskultasi memberikan infromasi tentang kejadian dinamik. Bila peristaltik meningkat seperti pada diare atau gastroenteritis bising usus terdengar 10-15 kali per menit. dengan cara mendengarkan suara melalui stetoskop. dan nada berhubungan dengan ketegangan dinding visera. Mungkin terdengar di daerh hati atau lien. misalnya nyeri abdomen. Paling sering terdengar di daerah umbilikalis atau daerah hepar. Bunyi gesek yang terdengar di daerah lien mungkin disebabkan oleh peradangan atau infark limpa. frekuensi dan nadanya. arteri lienalis di hipokondrium kiri. Gejala-gejala daerah abdomen Keluhan pada abdomen dapat berkaitan dengan kelainan lokal atau dapat disebabkan oleh penyakit sistemik.Penemuan-penemuan pada perkusi abdomen Perkusi memastikan penemuan-penemuan yang di peroleh dengan palpasi. Bila selama 310 menit tidak terdengar sekalipun bising usus. Arterial bruit:Berasal dari arteri. dan timpani menunjukkan adanya gas. misalnya terdapat pada peritonitis dan ileus paralitikus. Venuos hum mingkin berasal dari vena cava orang normal. Arterial bruit juga harus bisa dibedakan dengan bising jantung yang menyebar dan berasal dari jantung. Aorta abdominalis paling baik didengar tepat diatas pembuluh darah di epigastrium. Peristaltik usus halus cenderung bernada tinggi ketimbang gemuruh panjang kolon yang bernada rendah. Terdapat beberapa gejala atau kumpulan gejala yang karakteristik pada suatu . Friction rub: Bunyi ini sama kedengarannya seperti bunyi gesekan pleura atau pericardial.menunjukan aliran turbulen didalam pembuluh darah yang berdilatasi. didapat nyeri kolik disertai dengan bising usus yang meningkat dan amat nyaring. Pada Obstruksi usus memberikan bising usus hiperaktif atau berdenting. Normal bising usus akan terdengar 13 kali per menit. arteri hepatica di hipokondrium kanan. menyempit atau berkelok. Intensitas berkaitan dengan kekuatan peristaltik. Auskultasi sebaiknya dilakukan sebelum palpasi atau perkusi agar tidak merangsang timbulnya peristaltik. keadaan ini disebut "silent abdomen". Dengarkan pada seluruh abdomen dengan stetoskop diafragma kira-kira 10-15 detik atau 1 menit. pekak yang menetap menunjukkan massa. Pemeriksaan auskultasi yang dilakukan pada abdomen adalah pemeriksaan: Bising usus: Bising usus disebabkan bunyi udara dan cairan dalam usus yang bergerak karena peristaltik usus. Bising usus didengarkan bila terdapat tanda abnormal.

Nyeri pada penyakit pancreas sering terjadi setelah makan. intensitas nyeri relative dapat diurut berdasarkan intensitas nyeri yang paling hebat sampai ke relative ringan sebagai berikut. sosial. aorta. terutama di Indonesia. Intensitas nyeri: pada keadaan akut. duodenum Appendik. dengan yang mendengarkan. gaster. Lokasi nyeri Kuadran kanan atas Kuadran kanan bawah Kuadran kiri atas Kuadran kiri bawah Difus Dugaan sumber nyeri Hepar. diantaranya:. di mana ekspresi bahasa tidak sama untuk menggambarkan rasa nyeri. limpa Ginjal. Sehingga diperlukan tehnik anamnesis yang spesifik untuk menyamakan persepsi. Factor yang mencetuskan dan factor yang meringankan nyeri: nyeri perut yang dapat diringankan dengan minum antacid dapat diperkirakan menderita tukak peptic (terutama tukak duodenum). pankreastitis akut. Usus halus. duodenum. dan juga pada iskemia intestinal. ovarium. gaster. kolik ginjal. Sedangkan pada nyeri kronik lbih sulit menentukannya karena banyak factor psikologis yang turut berperan.penyakit yang sering merupakan masalah bagi pasien untuk memperoleh pertolongan medis. ginjal Pankreas. Pada dasarnya harus dibedakan rasa nyeri kolik seperti pada obstruksi intestinal dan bilier. kolon Pancreas. ileus obstruksi. Tidak jarang pula satu gejala medis tertentu diekspresikan secara berbeda-beda. perforasi ulkus. apendisitis.appendik Kualitas nyeri: perlu diketahui kualitas rasa nyeri tersebut. rasa nyeri berkurang . Hal ini tidak mudah. rasa nyeri yang bersifat tumpul seperti pada batu ginjal. Kantung empedu. atau budaya pasien. apendisitis menimbulkan rasa nyeri tumpul dan menetap. dalam hal ini pasien . Pada penyakit kolon. Dibawah ini terdapat beberapa simtom yang sering dikeluhkan oleh pasien didaerah abdomen. kolesistitis. rasa seperti diremas pada kolesistitis. Gejala atau kumpulan gejala tersebut tak jarang menimbulkan persepsi atau interpretasi yang berbeda diantara yang mengeluh. gastroenteritis. dalam hal ini dokter. tukak peptic. rasa panas seperti pada esofagitis. dan esofagitis. bergantung latar belakang pendidikan .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->