ANAMNESA dan PEMERIKSAAN FISIK

Adapun sistematika anamnesis terdiri dari: Keluhan Utama Keluhan utama yang dinyatakan oleh pasien merupakan dasar utama untuk memulai evaluasi masalah pasien atau dapat disebut sebagai keluhan pasien yang mendorongnya untuk berobat. Kebanyakan keluhan utama ditandai dengan nyeri, gangguan fungsi, perubahan dari keadaan normal sebelumnya, atau observasi pasien. Bantulah pengungkapan keprihatinan utama pasien dengan memakai pertanyaan-pertanyaan yang sederhana dan tidak terbatas dan membiarkan pasien memakai kata-katanya sendiri. Kata-kata yang dipergunakan oleh pasien dicatat di dalam rekam medis. Mula-mula, jangan meminta penjelasan. Anjurkanlah pasien unutuk melanjutkan keterangannya dengan isyarat-isyarat yang menunjukkan persetujuan dan membesarkan hati, seperti mengangguk-anggukkan kepala atau instruksi-instruksi sederhana untuk melanjutkan keterangannya. Anda dapat mengulangi pernyataan-pernyataan pasien, secara singkat dan disertai dengan instruksi-instruksi yang agak terarah untuk melanjutkan keterangannya. Ini akan sangat efektif selama bagian wawancara ini. Bila pasien telah menyelesaikan pertanyaan pertamanya ini, buatlah ringkasan tentang apa yang telah anda dengar dan beritahukanlah bagaimana anda akan melakukan wawancara selanjutnya. Pernyataan ini kembali memperlihatkan perhatian anda terhadap persepsinya dan perhatian yang anda berikan terhadapnya. Ia juga menunjukkan permulaan perubahan yang dilakukan secara berangsur-angsur dalam gaya wawancara dimana anda akan menjadi lebih terpusatkan Yang dicatat dalam keluhan utama hanya 1 (satu) keluhan dan lama keluhan itu telah dideritanya. Riwayat Penyakit Sekarang Penyakit yang sekarang diderita merupakan alasan untuk perawatan di rumah sakit atau kunjungan pasien ke tempat praktek pribadi dokter. Perhatian anda mula-mula dipusatkan pada persoalan-persoalan penting yang menyebabkan pasien datang kepada anda dan kemudian kepada peristiwa-peristiwa sebelumnya yang berkaitan dengan keadaan pasien sekarang. Susunan wawancara anda dan riwayat penyakit tertulis yang dibuat harus mencerminkan prinsip ini dengan jelas. Kalau seorang pasien datang dengan komplikasi yang berkaitan dengan masalah kronis, tekanlah kecenderungan anda untuk segera memusatkan perhatian pada kejadian-kejadian di masa lalu. Mula-mula, tentukanlah perubahan-perubahan penting pada keadaan pasien dewasa ini. Penyakit yang sekarang diderita merupakan hal yang paling penting dalam pikiran pasien dan mudah diselidiki. Pasien biasanya telah menyusun kata-kata yang akan diucapkan, dan mereka harus mendapat kesempatan untuk mengungkapkan persepsi mereka. Kalau mungkin , riwayat penyakit sekarang harus dapat menentukan suatu diagnosis. Ia hampir selalu menunjuk ke bidang-bidang patologi dan mengarah kepada sejumlah kecil pertimbangan atau mekanisme patofisiologi. Secara aktif, dengarkanlah pasien anda. Berikanlah perhatian pada sikap pasien , petunjuk-petunjuk non-verbal, emosi, nada suara, dan faktor-faktor lain. Analisis riwayat penyakit sekarang dimulai dari suatu dasar yang kuat, keluhan utama, dan kemudian menuju pada tiap gejala. Wawancara hanya dipusatkan pada delapan ciri tiap gejala.

Dokter harus menginterpretasikan informasi dan merumuskan gagasan-gagasan ketika pasien berbicara. Mula-mula, dengarkanlah dengan penuh perhatian dan pertimbangkanlah berbagai macam kemungkinan – sebagian serius atau jarang terjadi, sebagian lagi sepele dan sering terjadi. Pilihlah faktor-faktor yang akan diberikan perhatian terbesar dan yang akan membantu anda menyusun analisis tentang masalah tersebut secara paling efektif. Ada dua macam faktor yang akan dapat membantu anda- faktor-faktor yang paling spesifik dan terjadi pada relatif sedikit penyakit, dan faktor-faktor yang paling sensitif, yang sering terjadi terutama pada penyakitpenyakit yang paling berat. Dalam evaluasi anda, berikanlah bobot tambahan pada gejala-gejala yang menimbulkan perasaan tidak enak- baik secara fisik maupun emosional-yang paling besar pada diri pasien. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terbatas memungkinkan pasien untuk berbicara sebanyak mungkin pada awal wawancara, Pemakaian bentuk pertanyaan ini sangat penting, karena mempermudah identifikasi penemuan-penemuan penting yang berkaitan yang kalau tidak mungkin luput dari perhatian kita. Dokter membuat penafsiran yang tepat tentang kemungkinan penyakit spesifik yang mendasari keluhan pasien bedasarkan pada delapan ciri gejala, dan kombinasi gejala dan tanda nonspesifik. Jika anda menemukan bahwa anda tidak dapat membuat diagnosis dengan tepat, kemungkinan besar anda tidak cermat dalam definisi anda tentang delapan ciri tiap gejala penyakit. Ciri pertama tiap gejala yang membantu anda mempersempit perhatian anda adalah lokasi yang tepat. Nyeri, gangguan fungsi, dan observasi biasanya mengarah kepada suatu daerah tertentu. Nyeri dada jelas menarik perhatian terhadap struktur-struktur di dada. Perubahan dari keadaan stabil sebelumnya tidak mempunyai lokalisasi yang tepat. Demam, rasa tidak enak badan, penurunan berat badan, atau labilitas emosional mungkin tidak mempunyai lokalisasi anatomik. Kalau gambaran umumnya sudah jelas, mentalah pasien utnuk sedapat mungkin menunjukkan lokasi gejala-gejala dan organ atau sistem organ yang terlibat. Tanyakanlah kaitan antara gejala atau strukturnya atau fungsi normal organ yang dibicarakan ("Apakah rasa sakit tersebut paling hebat di bagian tengah dada anda atau pada bahu anda?") Ciri berguna kedua ialah penilaian setiap gejala secara kualitatif dan kuantitatif. Mintalah pasien anda unutk melukiskan kualitas dan kuantitas gejala dan tanda dalam suatu referensi umum. Pastikanlah bahwa anda memahami dengan jelas apa yang disebutkan oleh pasien tersebut. Anda harus menentukan keluhan dengan tepat. Mungkin penting sekali untuk membimbing sumber informasi yang memberikan keterangan yang samar-samar dengan pertanyaan-pertanyaan tertutup langsung yang memberikan ukuran spesifik tentang beratnya gejala, frekuensi dan intensitasnya. ("Apakah nyeri tersebut berlangsung lebih dari satu jam, lima belas menit, lima menit? Apakah nyeri tersebut bersifat tajam seperti ditusuk-tusuk, panas seperti terbakar atau nyeri tumpul?") Urutan kronologis setiap kejadian adalah sangat penting. Perjelaslah keluhan mana yang timbul pertama kali dan urutan timbulnya keluhan lain. Hubungan waktu antara gejala-gejala yang berkaitan juga sangat berguna. Terjadinya gejala-gejala yang sama hebatnya secara serentak atau berkembangnya beberapa gejala ketika beberapa gejala lainnya berkurang menyarankan mekanisme patofisiologi yang menunjukkan diagnosis spesifik tertentu. Ciri berikutnya berkaitan dengan faktor-faktor dan keadaan-keadaan yang memperburuk atau mengurangi gejala-gejala. Di sini, struktur dan fungsi organ atau sistem organ mengarah kepada diagnosis. ("Bagaimana pengaruh makan terhadap nyeri lambung anda?"). Hubungan waktu sangat berguna. Lama penyakit sekarang membedakan penyakit akut dan kronis. Gejala-gejala yang berlangsung selama bertahun-tahun kemnungkinan besar tidak disebabkan oleh keganasan atau infeksi. Perubahan gejala dengan berlalunya waktu membantu menentukan kemajuan penyakit. Apakah gejala-gejala tersebut menetap, berulang, memburuk , atau membaik? Jika berlangsung secara periodik, apakah panjang siklusnya berubah?

Pasien secara sukarela sering menyampaikan gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang berkaitan. Ini harus selalu diperhatikan secara serius, walaupun hal tersebut kelihatannya sangat aneh atau tidak fisiologis. Sikap anda menerima pengamatan pasien secara begitu saja memperlihatkan penghargaan terhadap pasien sebagai seorang pengamat dan mungkin bermanfaat dalam menemukan penyakit yang tersembunyi. Suatu kesalahan yang sering terjadi pada pihak dokter ialah secara pematur menganggap bahwa mereka mengetahui diagnosisnya. Mereka mengabaikan informasi yang berkaitan yang diberikan oleh pasien. Jangan berharap bahwa pasien dapat menghubungkan semua hubungan yang mungkin. Di sini kebebasan anda untuk mengikuti berbagai macam pertanyaan adalah berguna. Hindarilah mengembangkan suatu bentuk hafalan yang sedemikian restriktifnya sehingga anda tidak dapat mengikuti petunjuk-petunjuk yang timbul dalam pembicaraan dengan pasien. Pertanyaanpertanyaan terarah yang anda ajukan akan dipusatkan pada dan membantu memperjelas keterangan rinci yang diberikan oleh pasien. Yang penting ajukanlah persoalan dan pertanyaan tentang gejala-gejala yang belum disebutkan oleh pasien tetapi yang harus dipertimbangkan dengan mengingat cerita pasien. Ciri terakhir yang perlu ditanyakan ialah respons gejala terhadap intervensi terapeutik pasien. Informasi ini membantu memperjelas diagnosis, memberitahukan sesuatu tentang beratnya masalah, dan menyarankan kebutuhan teraupetik pasien. Banyak pasien datang dengan gejala-gejala fisik dan memusatkan pembicaraan pada persoalanpersoalan ini, padahal kebutuhan primer mereka berkaitan dengan penyakit psikologik atau psikiatrik yang penting. Penyajian yang tidak langsung ini mencerminkan tekanan sosial dan usaha pasien untuk mengatasi stress pribadi yang sulit. Kalau anda tidak memperluas pertimbangan anda dengan mencakup faktor-faktor sosial dan psikologis, anda akan kehilangan banyak faktor yang sangat mempengaruhi hasil perawatan kebanyakan pasien. Selidikilah hubungan gejala-gejala penyakit dengan gaya hidup pasien dan aktivitas pribadinya, termasuk hubungan pribadi dan antar perorangan, pekerjaan, kegiatan di waktu senggang dan aktivitas sexual. Tanyakanlah tentang dampak emosional atau psikologis suatu penyakit dengan menanyakan bagaimana reaksi pasien terhadap gejala penyakit dan tentang ketakutan dan keprihatinannya terhadap penyebab gejala tersebut. Riwayat penyakit sekarang harus mencakup dua komponen tambahan. Wawancara anda harus meneliti riwayat kejadian medis di masa lalu yang berkaitan dengan sistem organ yang kelihatannya terutama berkaitan dengan keluhan pasien. Tanyakanlah gejala dan tanda gangguan sistem organ yang terlibat sebelum anda menutup bagian wawancara ini. Riwayat penyakit sekarang dapat dikatakan sebagai bagian anamnesis yang terpenting, karena dapat memberikan gambaran jelas tentang penyakit yang diderita pasien. Hal ini secara ringkas dapat diperoleh apabila mencakup secara rinci (detail) tentang: Keadaan pasien sebelum menderita keluhan/penyakitnya sekarang Keluhan yang timbul pertama kali dan keadaan pasien pada saat itu. Perjalanan/perkembangan penyakit/keluhan pasien sejak keluhan itu timbul sampai pasien datang berobat/ bertemu dengan dokter. Keadaan keluhan saat pasien bertemu dengan dokter sekarang Alasan mengapa pasien berobat sekarang

III. Riwayat Penyakit Dahulu Ialah penyakit-penyakit yang jelas diagnosisnya bagi pasien maupun dokternya, yang pernah diderita pasien dahulu. Catat kapan penyakit itu diderita, bagaimana diobati ,siapa yang mengobati,bagaimana keadaan penyakit itu sekarang.Catat penyakit masa kanak-kanak,penyakit-penyakit masa dewasa, penyakit psikiatri, kecelakaan dan cedera,operasi,keracunan,alergi. Penyakit-penyakit yang pernah diderita pasien dahulu yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit sekarang atau memperberat penyakit sekarang. Periksalah riwayat penyakit dahulu secara kronologis.Pertanyaan tentang kejadian-kejadian hidup yang berkaitan berguna sebagai pertanda dan membantu mengingat kembali. Pakailah kejadian-kejadian penting dalam hidup ini untuk membantu pasien merekontruksi kejadian medis secara kronologis dan tepat.Informasi prenatal,partus dan postnatal relevan untuk meneliti penyakit congenital atau herediter. Setelah menanyakan penyakit dengan urutan kronologis, tanyakanlah apakah pasien pernah menderita dua atau tiga penyakit umum yang menyerang tiap system tubuh.Imunisasi, reaksi terhadap tes tuberculin,alergi terhadap obat dan alergen lain, perawatan kesehatan dan catatan kondisi fisik juga harus diperiksa dan dicatat. Berusahalah untuk memperoleh rincian tentang alergi obat dan uraian khusus tentang gejala, tanda, dan kronologi kejadian.Banyak pasien menganggap bahwa mereka alergi terhadap obat, padahal sebenarnya mereka hanya menderita efek samping yang umum

Penyakit-penyakit masa lampau berjangka panjang yaitu : Penyakit-penyakit yang menghilang dengan pengobatan atau dengan sendirinya, tetapi mempunyai potensi untuk kambuh lagi atau menimbulkan sekuele.Tuberkulosis, keganasankeganasan tertentu (limfoma atau leukemia limfositik akut),hepatitis B,alkoholisme dan depresi berat misalnya termasuk dalam kategori ini.

Tindakan-tindakan bedah yaitu : Setiap pembedahan yang pernah dialami oleh penderita, termasuk tanggal pembedahan, gejalagejala yang diderita hingga memerlukan tindakan pembedahan tersebut ,sifat tindakan, diagnosis akhir,adakah reaksi terhadap pembiusan yang tidak diinginkan( terutama jika ada pembedahan tambahan dipertimbangkan), dan adanya sekuele akibat tindakan tersebut. PerAwatan lainnya di rumah sakit, yaitu meliputi tanggal,alasan dan hasil dari perawatan di rumah sakit. Cedera berat yang sebelumnya tidak disebutkan yaitu : Sifat dari cedera, pengobatan yang diberikan dan setiap kecacatan yang diakibatkannya. Pengobatan yaitu semua obat-obatan yang dipergunakan saat ini atau pernah dipergunakan secara teratur di masa lampau, termasuk obat bebas seperti laksatif, aspirin, antihistamin dan

dan rubela(MMR). polio. Riwayat Penyakit Keluarga (RPK) Ialah penyakit keturunan atau familier.Cara yang paling ekonomis adalah dengan bertanya :" apakah anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap penisilin atau obat-obat lainnya?" Penyakit masa kanak-kanak : Informasi ini mengandung arti penting dalam riwayat penyakit seseorang yang lebih muda dibandingkan dengan yang lebih tua. difteria. abortus spontan atau induksi.Oleh karena tersebarnya derivat penisilin dan frekuensi alergi yang bermakna terhadap bahab-bahan tersebut.Penyakit .parotitis. lahir hidup. Jika dalam riwayat mengindikasikan.hepatitis B. IV.Adalah penting untuk membedakan reaksi alergi sesungguhnya (misalnya ruam kulit.Jika terdapat riwayat alergi terhadap obat atau unsur apapun yang dipergunakan dalam diagnosis dan pengobatan.Semua anak dan dewasa muda harus mempunyai catatan imunisasi yang lengkap.varisela. Riwayat kehamilan dan persalinan yaitu: Menentukan jumlah kehamilan.Orang-orang yang lebih tua dan penderitapenderita dari semua golongan umur yang menderita penyakit menahun memerlukan vaksin influenza setiap tahun dan imunisasi terhadap pneumokok setiap 6 tahun. lingkungan atau makanan dengan manifestasi dan pengobatannya didokumentasikan. termasuk imunisasi dari campak (measles).vitamin.karena pasien kemungkinan dapat menderita penyakit yang sama. Status imunisasi: Data esensial berubah dengan perubahan umur penderita.Tanggal suntikan tetanus yang terakhir harus dipastikan. pertusis dan tetanus(DPT pada kanak-kanak) dan Hemophilus influenzae tipe B (HiB). maka elemen yang akan dicakup adalah infeksi-infeksi virus umumnya: Parotitis. Yang paling penting adalah adanya riwayat reaksi alergi obat-obatan.rubeola(campak biasa).reaksi histamin seperti sembab muka dan mulut. begitu pula dengan dokumentasi tipe persalinan (melalui vagina atau seksio saesar) dan setiap komplikasi dari kehamilan dan persalinan. maka rincian tentang reaksi dan nama bahan yang bersangkutan harus dipastikan. oleh karena penderita jaran menganggap obat-obatan yang tidak diresepkan ini sebagai ’pengobatan" atau " obat" sehingga tidak menyebutkan pengunaannya Alergi : Alergi musiman. adalah bijaksana untuk hkhusus menanyakan reaksi terhadap penisilin.nefritis interstitial alergika atau syok anafilaktik) dengan efek sampingan yang bukan alergi seperti mual dan tinja encer. yang terdapat dalam keluarga pasien (sedarah) atau penyakit menular pada orang-orang yang amat dekat hidupnya atau berhubungan dengan pasien (isteri/suami).rubela( German measles).dan penyakit demam reumatik.

hipertensi. Apakah pasien dapat sembuh dengan memuaskan di rumah dan pada tahap mana. ceritakan kepada saya tentang umurnya jika masih hidup. isi riwayat hidup di beri tempat yang menonjol.umur kematian bila sudah meninggal. Buatlah catatan khusus tentang kebiasaan – kebiasaan : Jumlah dan lama merokok.bibi. Sekarang kita memperluas pengertian kita dengan pertanyaan – pertanyaan tambahan.atau nenek. Informasi ini dapat ditempakan dalam permulaan rekaman medis di bawah judul Profil Pasien atau digabungkan dalam suatu bagian yang berjudul Riwayat Sosial. Kita memperoleh sebagian kecil informasi riwayat hidup pasien selama saat – saat pertama wawancara dengan pasien. status perkawinan.Contohnya jika adanya kanker payudara pada ibu atau saudara wanita."Saya ingin mempelajari tentang kesehatan dan masalah kesehatan dari anggota keluarga anda yang dekat. dan pemaparan terhadap toksin potensial. saudara sepupu. Tingkatan yang ketiga adalah anak-anak penderita jika ada. Jelaskan bagian RPK dari riwayat medik sebelum memulai tabulasi. dia biasanya akan mampu mengikuti pola dengan mudah.Mulailah dengan orang tua anda.batu ginjal/empedu.penyakit jantung. akan sangat menolong bila menanyakan penyakit jantung lainnya atau kematian mendadak pada kakek-nenek.Jika penderita diberikan instruksi yang memadai. Sebagian diantarannya merupakan informasi yang sensitif untuk pasien dan mungkin memerlukan beberapa wawancara untuk mendapatkan evaluasi yang lengkap. keadaan keuangan. dan (2) pencarian terhadap pola familial rekuren yang umum. Bagian riwayat hidup ini berkesinambungan dengan berkembangnya pengetahuan kita tentang pasien. latar belakang pendidikan. dan setiap masalah kesehatan besar yang mereka alami. catatan pekerjaan.cek silang untuk melihat apakah penderita mengetahui adanya kaanker payudara pada anak perempuan. .Genogfram niasanya merupakan sebuah tabulasi tiga generasi. Terdapat dua komponen dalam RPK : (1) sebuah genogram yang membentuk "pohon keluarga" dari kesehatan dan penyakit. sekali lagi tanyakan tentang informasi yang sama.keturunan dan penyakit-penyakit penting lainnya DM. tanyakan adanya anggota keluarga lainnya dengan masalah yang identik atau mirip. Wawancara dengan keluarga atau teman mungkin akan sangat membantu. penyalahgunaan obat.Jika penderita mempunyai potensi penyakit turunan. dan kebiasaan sehari – hari semuanya mencerminkan keadaan pasien dan lingkungannya.paman dan bibi.dsb. Pisahkanlah informasi ini agar mendapat perhatian khusus. kakek dan nenek dari pihak ibu dan ayah. Tugas kita adalah untuk dapat mengerti penyakit pasien dalam konteks kepribadian dan lingkungan rumahnya.. V. dan pertolongan diperlukan ? Kita juga harus tau cara pasien bereaksi terhadap lingkungan hidupnya. Apakah konsekuensi dari penyakitnya ? apakah nasehat. Sebagian informasi ini kita peroleh selama " percakapan kecil " sepanjang kontak kita dengan pasien.Jika terlihat serangan jantung.penjelasan. " profil pasien " . saudara kandung. minum alkohol."Setelah orang tua berikutnya adalah saudara kandung. Riwayat Hidup / Data Pribadi dan Kebiasaan – kebiasaan ( RH ) Kita perlu mengetahui orang macam apakah penderia tersebut.bibi dan paman. Dalam sistem pencatatan. tempat dalam keluarga. dalam keluarga antara lain Tanyakanlah tentang kesehatan atau penyebab kematian anggota keluarga yaitu orang tua.

rumah tangga atau kehidupan sosial anda ? " Merokok " Apakah anda merokok ? " " apakah anda pernah merokok ? " " Mengapa anda berhenti merokok ? " .Keluarga " Apakah segala sesuatunya baik – baik saja di rumah ? " " Apakah anda mempunyai masalah keluarga ? " Mungkin memadai dengan bertanya " Bagaimana dengan pernikahan anda ? Apakah tidak terdapat masalah dalam seks ? " Masalah ini mungkin ada karena alasan fisik atau emosi. Bila terdapat kecurigaan terhadap masalah minum. dan pasien mungkin dapat menghargai kesempatan untuk membicarakan kekuatirannya. Tempat tinggal " di mana anda tinggal ? " " Apakah disana baik – baik saja ?" " Apakah perumahan anda padat ?" " Bagaimana ventilasi rumah anda? " "Penggunaan kamar mandi pribadi atau menggunakan kamar mandi umum ? " " Apa rumah anda serih terkena banjir ?" " dekat pabrik dengan ?" Pekerjaan "Apakah pekerjaan anda ?" " Dapatkah anda menjelaskan kepada saya dengan tepat apa yang anda kerjakan ?" . kita dapat menanyakan " Apakah anda pernah minum pada pagi hari ?" " Apakah anda kuatir untuk membatasi keniasaan minum anda ? " Apakah akibatnya sampai mempengaruhi pekerjaan. Mungkin membantu untuk melacaknya sepanjang hari. " Apakah penyakit anda mempengaruhi pekerjaan anda ? " Hobi " Apakah yang anda lakukan dalam waktu luang ? " " Apakah anda melakukan kegiatan sosial ? " Alkohol " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Pecandu alkohol biasanya meremehkan jumlah alkohol yang diminumnya tiap hari. " Apakah memuaskan anda ? " .

bepergian ke luar negri pada waktu bekerja berkontak dengan misalnya debu arang. Obat – obatan " Obat apa saja yang anda minum sekarang ? " " Apakah anda minum obat lain dalam beberapa bulan terakhir ?" " apa anda minum Jamu ?" Ini merupakan pertanyaan yang sangat penting. harus selalu ditanyakan. Pertanyaan – pertanyaan tersebut berkisar sekitar susunan dan sistem yang diperiksa.Pikirkan rangkaian pertanyaan .pertanyaan mulai dari kepala sampai jari kaki. tanyakan tentang binatang peliharaan. Ini merupakan suatu daftar ( ’check list’ ) gejala yang belum disebutkan. baik dahulu maupun sekarang. Untuk mengerti dan melakukan Tinjauan Sistem sering merupakan hal yang cukup sulit. namun terkadang ada yang menanyakan penyakit. Daftar semua obat dan dosisnya yang lengkap sebisa mungkin diketahui. Mulai dengan pertanyaan ringan dan umum tentang tiap sistem. Akan sangat membantu untuk menyiapkan pasien denyan mengatakan " Pertanyaan – paetanyaan saya selanjutnya akan sangat banyak . contohnya seperti pneumonia atau tuberculosis. asbetosis. Hal ini memfokoskan perhatian pasien dan memudahan kita untuk memikirkan pertanyaan yang lebih spesifik terhadap sistem yang ingin lebih kia perhatikan. Contoh untuk memulai pertanyaan adalah : " Bagaimana pengelihatan dan pendengaran anda ?" " Bagaimana paru –paru dan pernafasan anda ? " " Apa ada masalah dengan jantung anda ? " " Bagaimana pencernaan anda ? " . yang tidak termasuk keluhan yang sekarang hendak diobati. dan lain – lain. Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ( TS ) Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ini dalah keluhan – keluhan pasien yang lain. Tetapi bagaimanapun." Berapa batang rokok yang anda hisap tiap hari ? " Hal – hal ini terutama relevan untuk penyakit jantung dan paru. Jangan menanyakan keluhan yang telah masuk dalam keluhan sekarang. namun itu sangat penting karena saya ingin memeriksa anda secara keseluruhan dan teliti ". VI. Bila relevan. Kebanyakan pertanyaan pada tinjauan sistem ini berdasarkan gejala . karena pemeriksaan sistem tubuh ini bertujun untuk menemukan gejala – gejala yang belum disadari sebagai gejala oleh pasien dan gejala –gajala yang telah dilupakannya atau dianggapnya tidak penting.

Penurunan nafsu makan dan berat badan karena diet dan olah raga intensif juga harus ditanyakan. Pertanyaan Umum Tanyakan tentang gejala –gejala berikut : *Berat badan " Berapa berat badan anda sebelum sakit ? " " Apakah berat badan anda turun atau naik akhir –akhir ini ? " " Apakah baju anda lebih sempit atau lebih longgar dari sebelumya ? *Nafsu makan " Bagaimana nafsu makan anda ? Perihal nafsu makan adalah hal yang penting. Sebaliknya jika penderita sudah tidak suka makan. Karena makin tidak memenuhi syarat kamar tidurnya maka pertanyaan keringat malam akan kehilangan maknannya . Bila pasien hanya mempunyai sedikit symptoms hal ini bisa efektif. dan lainnya saat kita memeriksa. hal –hal yang terinci harus juga diberikan Tanda (*) menunjukkan pertanyaan –pertanyaan yang hampir selalu ditanyakan. Tanyakan sejak kapan penurunan nafsu atau rasa lapar terus muncul.Sebaliknya bagi pasien . Bila pada waktu melakukan tinjauan sistem – sistem ini didapatkan jawaban yang positif. tanyakan tentang mata. dan diagnosa klinis sementara kita. *Kesehatan umum / kesegaran " Apakah anda merasa diri anda sehat ? " Lelah " Apakah anda merasa lebih atau kurang merasakan lelah dibandingkan sebelumnya ? " Demam atau menggigil " Apakah anda perhatikan adanya penyakit akhir – akhir ini ? " Berkeringat pada malam hari " Apakah anda perhatikan adanya keringat pada malam hari atau pada waktu lain ? " namun perlu ditanyakan perihal kondisi kamar tidur pasien." Bagaimana kencing anda ? " Kita juga bisa menambahkan dan memfariasikan pertanyaan tergantung dari usia pasien. Kita juga bisa melakukan tinjauan sistem ini bersamaan saat fisik diagnostik. jalannya anamnesa dan fisik diagnostik akan terganggu dan hal –hal yang penting menjadi tidak terdeteksi dan tercatat. keadaan umum pasien. telinga. Maka tanyakan kemudian tentang kesegarannya. Namu bila ada banyak symptoms. keluhan pasien. maka kesegaran jasmani juga akan terasa menurun. pederita juga akan merasa segar – bergairah. Biasanya bila nafsu makan baik.

. *Napas pendek " Apakah anda selalu merasa sesak napas ? " Ortopnoe " Apakah anda mengalami sesak nafas bila berbaring ? " " Berapa banyak bantal yang anda gunakan ? " Dyspnoe nokturnal paroksismal " Apakah anda terbangun malam hari karena menderita kesukaran bernafas ? " Sesak nafas ( Dyspnoe ) dan nyeri dada harus dilukiskan dengan tepat dan derajat aktifitas fisik yang menyebabkan timbulnya harus dicatat ( misalnya menaiki tangga. Pada infark miokard nyeri mungkin terjadi pada waktu istirahat. biasanya lateral . hilang bila beristirahat. . memburuk pada waktu ispirasi atau batk. Ruam ( ’Rash’ ) Apakah anda pernah mengalami ruam kulit akhir – akhir ini ? Apakah gatal ? Pembengkakan atau benjolan Sistem Kardiovaskular dan Pernafasan Tanyakan tentang gejala – gejala berikut : *Nyeri dada " Apakah anda mengalami nyeri atau rasa tidak enak pada dada akhir – akhir ini ? " Penyebab paling sering dari nyeri dada adalah : o Penyakit jantung iskemik : Nyeri dada hebat di tengah dada seperti diikat. Ortopnoe ( sesak nafas bila berbaring datar ) dan dyspnoe nocturnal paroksismal merupakan gajala gagal jantung kiri.yang tidur di kamar dengan AC. Angina adalah nyeri yang dicetuskan oleh aktifitas fisisk atau emosi . menjalar ke leher rahang dan lengan kiri. mka keluhan keringat malam akan mempunyai makna yang penting. o Nyeri pleuritik : Nyeri seempat dan tajam. setelah berjalan 100 meter ). lebih hebat dan dapat barlangsung berjam –jam. *Pembengkakan pergelangan kaki.

*Hemoptisis " Apakah ada batuk darah ? " Hemoptisis harus dianggap serius. Takikardi paroksismal biasanya mulai dan berakhir secara mendadak. *Batuk " Apakah anda menderita batuk ? " " Apakah batuk kering atau anda membatukkan dahak / lendir ? " Kapan saja anda batuk ? Sputum " Apa warna dati dahak / lendir yang anda batukkan ? Sputum berwarna hijau biasanya menunjukkan infeksi saluran napas akut. Sputum yang jernih tiap hari pada waktu bulan – bulan musim dingin menjurus ke bronkhitis kronik.Sering pada gagal jantung kongestif ( gagal jantung kanan ) Palpitasi " Apakah anda merasakan debar jantung anda ? " Palpitasi mungkin : Denyut tunggal ( ektopik ?) Lambat atau cepat Teratur atau tidak Minta pada pasirn untuk menunjukkan tempatnya. Penyebabnya antara lain : o Karsinoma bronkhus o Emboli Paru o Stenosis Mitral o Tuberkulosis o Bronkiektasis Sinkop ( ’syncope’ ) .

Bila terlihat makanan yang lama. terdapat stenosis pilorus. bagaimana warnanya galap atau merah terang ? Dysfagia " Apakah anda mengalami kesukaran menelan ? " Untuk makanan padat : sering obstruksi organik Untuk makanan cair : sering akibat kelainan neurologik atau psikologik Indigesti " Apakah anda merasa tidak enak dalam lambung setelah makan ? " Nyeri Abdominal " Dimanakah yang terasa nyeri ? " " Apakah berhubungan dengan makanan atau buang air besar ? " " Apakah yang menyembuhkan nyeri tersebut " . Bila darah dimntahkan." Pernahkah anda mengalami pendangan gelap ? " ( ’blackouts’ ) *Merokok " apakah anda merokok ? " " Berapa banyak / bungkus rokok yang anda hisap tiap hari ? " "Sudah berapa lama anda merokok ? " " Apa alasan anda berhenti merokok ?" Sistem Gastrointestinal Tanyakan tentang hal –hal berkut : Mual " Apakah terjadi pada waktu anda merasa sakit ? " " Apa munculnya setelah makan ? " Muntah " Apakah anda muntah ? " " Seperti apa muntah tersebut ? " Muntahan seperti bubuk kopi mungkin tercampur darah.

sedangkan darah yang bercamur dalam kotoran mungkin merupakan tanda tumor ganas atau penyakit inflamasi usus. Ikterus " Apakah urin anda berwarna gelap ? " " Apakah kotoran anda pucat " " Obat apa yang anda minum akhir – akhir ini ? " " Apakah anda pernah mendapat suntikan atau transfusi akhir –akhir ini ? " " Apakah akhir – akhir ini anda pergi ke luar kota atau ke luar negri ? " " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Ikterus mungkin bersifat obstruktif ( urin berwarna gelap. berapa kali buang air besar tiap hari dan sifatnya ( darah ? pus ? mukus ? ) harus ditanyakan. transfusi ( hepatitis serum ).*Kebiasaan buang air besar " Apakah buang air besar anda normal ? " Bila terdapat kecurigaan terhadap diare. berhubungan dengan obat.aliran yang buruk dan menetes . banayk dan berbusa ( steatore ) atau hitam seperti ter dari darah yang tercerna ( melena ). alohol. Darah yang berada pada permukaan kotoran mungkin dari hemoroid. kotoran pucat ). atau infeksi ( berpergian ke luar kota / keluar negri ) Sistem Genito – urinarius Tanyakan tentang hal – hal berikut : Nyeri pinggang " Adakah nyeri pada punggung anda ? " Nyeri pada pinggang menjurus pada pielonefritis *Urin " Apakah buang air kecil anda baik ? " " Apakah anda banyak kencing di malam hari ? " " Apakah anda mengalami kesulitan dalam berkemih ? " " Apakah ada darah dalam kencing anda ? " Poliuria dan nokturia terdapat pada diabetes Prostatisme mengakibatkan urinasi yang lambat. Kotoran mungkin pucat.

Cara berjalan yang tidak mantap " Adakah kesulitan dalam nerjalan atau berlari ? ’ Lemah . Sekret vagina Nyeri pada waktu bersetubuh ( dispareunia ) Sistem Saraf Tanyakan tentang hal –hal berikut : *Sakit kepala " Apakah anda menderita sakit kepala ? " " Dimana sakitnya ? " Sakit kepala sering merupakan akibat ketegangan dan terdapat di daerah frontal atau oksipital.Seks " Apakah terdapat masalah seksual ? " *Menstruasi " Apakah ada masalah dalam menstruasi anda ? " " Apakah sangat banyak darah yang keluar ? " " Apakah anda mengeluarkan darah diantara masa – masa haid ? " Perdarahan vagina diantara masa – masa haid atau setelah menopause meningkatkan kemungkinan tumor ganas serviks atau uterus. Sakit kepala oksipital terdapat pda waktu bangun tidur pagi – pagi mungkin akibat tekanan intrakranial meningkat ( misalnya karena tumor atau hipertensi maligna ) Penglihatan " Apakah anda megalami penglihatan yang kabur atau kembar ? " Pendengaran Pusing " Apakah anda mengalami pusing atau episode dimana dunia terasa berputar ’ vertigo’ ? " Pusing mungkin berasal dari kelainan jantung sehingga palpitasi harus selalu ditanyakan pada keadaan seperti itu.

konsentrasi. pada malam hari . Kejang atau pingsan Hal – hal terinci berikut harus dicari dari penderita atau orang yang mengetahui : o Lamanya o Frekuensi dan lama serangan o Waktu serangan misalnya bila berdiri. iritabilitas. seberapa dalam ? " " Bagaimana perasaan anda tentang masa depan ? " " Apakah seperti ini yang sering anda rasakan ? " " Sudah berapa lama ?" " Menurut anda apakah penyebabnya ? " Selidiki tentang perhatian ’ interest ’.Perasaan baal atau sensasi berlebihan " Adakah daerah – daerah yang dirasakan baal ( kebal ) ? " Rasa sakit seperti tertusuk paku atau jarum Gangguan Sfingter " Adakah kesulitan menahan buang air kecil / besar ? " *Depresi " Bagaimana perasaan anda ’mood’ Apakah gembira atau sedih ? " Bila mengalami depresi. perasaan bersalah. *Rasa kuatir dan anxietas " Apakah anda cenderung kuatir ? " " Adakah waktu tertentu dimana anda merasa galisah atau tegang ? " " Adakah rasa kuatir dalam pekerjaan atau keluarga anda ? " " Ada kekhawatiran dalam keuangan ? " Tidur " Adakah kesulitan tidur ? " " Apa anda bangun terlalu pagi ?" " apakah anda gelisah ketika tidur atau sering terbangun di malam hari ? ’ Kesulitan tidur biasanya berkaitan dengan depresi atau anxietas.

. Deformitas kepala dijumpai pada: Penyakit paget→frontal bossing: menonjolnya tulang-tulang frontal. . PEMERIKSAAN FISIK KEPALA Bentuk: Kepala normal : ukuran rata-rata dan bentuknya bulat. nyeri tekan dan sakit ) dan atralgia ( nyeri pada persendian ). dan tampak matanya menunjukkan "the setting sun sign"). menyerang persendian – persendian yang menyokong berat badan misalnya panggul atau lutut. kontrol sfingter hilang. disertai pembengkakan sendi –sendi meta – karpo falangea.Syphilis congenital (dengan benjolan/ penebalan simetris pada dahi yang disebut Parrot’s node). penderita merasa pusing dengan sakit kepala. cedera dan lain – lain Epilepsi grand mal yang klasikmenunjukkan pingsan ( tidak sadar ) terjadi mendadak tanpa danya peringatan dan pada waktu sadar kembali. Osteoatritis merupakan sendi yang seolah " habis terpakai ". Makrosefali pada : -Hydrocephalus (dengan sutura lebar. Pada tangan.Rickets (berbentuk kotak). Sistem Lokomotor Tanyakan tentan nyeri. lidah nyeri. . dan tidak dapat menahan buang air. kekakuan. Terdapat banyak penyebab dari atritis ( sendi membengkak. c. dan sering asimetris.o Cara terjadi dan berakhirnya o Tanda – tanda sebelumnya atau aura o Menggigit lidah. Mikrosefali atau anencefali karena kelainan congenital. . pembengkakan sendi –sendi interfalang hingga membentuk kumparan. Atritis reumatoid merupaan penyakit autoimun umum dengan sendi – sendi yang terserang simetris. tetapi kemudian dapat berkembang menyerang tangan secara luas dengan benjolan asam urat (9 tophi ) pada beberapa sendi yang asimetris. pertama. deformitas). b. orbita seolah tenggelam. Gout biasanya menyerang satu sendi. Kepala abnormal : a.Penyakit Paget (disertai pembesaran pembuluh darah. seperti sendi metatarsofalangea. atau pembengkakan sendi.

Kraniostosis→bila suatu sutura menutup secara premature. Dehidrasi: "facies Hipocrates"  hidung tajam. Penyakit Parkinson: wajah seperti memakai topeng. keadaan hipoksia lainnya. Sindroma Cushing : muka bulat seperti bulan purnama "moon face". Ekspresi wajah dapat menunjukkan watak dan emosi atau keadaan sakit. bentuk. Pada myxedema: seperti mengantuk. Pada hipertiroidisme: wajah hyperalert. lepra : "facies Leonina" (wajah seperti wajah seekor singa)  alis mata rontok. Trauma. hitam. . Ikterik : pada orang yang mempunyai gangguan pada hati yang berat. hipertrofi tonsil dan adenoid : "facies Adenoid"  tampak seperti orang bodoh. PPOK. Tumor. otot wajah pada sisi yang terkena mengalami kelumpuhan dan penderita tidak mampu bersiul. pelipis di sekitar dahi kasar. Merah seperti buah ceri : fase akut keracunan CO atau CN. mengering dan terasa panas. a. disertai alis mata meninggi dan imobilitas wajah. Nyeri ketuk: pada daerah sinus/ mastoid yang terkena pada sinusitis dan mastoiditis. warna. payah jantung. Paralisis N.VII satu sisi : asimetris. Kalau diminta mengerutkan dahi maka sisi yang terkena tetap licin dan kelopak mata pada sisi yang terkena tidak dapat di tutup. c. Sianosis : nyata ditemukan pada orang yang mempunyai cacat jantung bawaan disertai shunt dari kanan ke kiri. tak bermimik. mata cekung. teregang. Pada waktu bayi tidur hanya pada satu sisi. Wajah: Periksa : ekspresi. mulut selalu terbuka. Warna muka : Pucat : pada penderita AI. lubang hidung besar. kebiruan atau kelihatan seperti warna timah. wajah penderita kelihatan berwarna hijau. cuping telinga memanjang dan pengerutan wajah premature. d. b. Kemerahan: pada orang yang menderita penyakit katup mitral.

sclera. • Mata: Periksa alis mata. Xanthelasma yaitu bercak kekuningan. sindrom horner. alopesia. myxedema. mudah rontok hingga menjadi tipis. anemia perniciosa. • Rambut: Periksa warna. radang mata. juga pada demam tifoid. bila: . Uban yang timbul di usia muda mungkin karena keturunan. Jarak yang jauh antara kedua bola mata disebut hypertelotrismus terdapat pada sindroma down.unilateral : tumor. bila tadinya keriting menjadi lurus. Pada lepra alis dan bulu mata rontok sama sekali ("madarosis") Pada malnutrisi bulu mata panjang-panjang. lensa.Penderita penyakit berat : wajah toksik demam tifoid berat.kering. kelebatan. pilek hebat. glaucoma. conjungtiva. sinusitis. myxedema. Myasthenia gravis. kelopak mata. penyakit Simmond atau karena trauma emosionil yang berat.bilateral : kemungkinan trombosis sinus cavernosus atau penyakit basedow . iris. alis mata menipis terutama bagian sisi pada orang tua. alergi. menonjol pada kelopak mata terutama di bagian medial dihubungkan dengan kadar kolesterol darah yang tinggi. tidak berkilat. oedem kelopak mata terutama tampak pada saat waktu bangun tidur pagi-pagi. hipertiroidisme. distribusi Perubahan warna rambut terjadi pada: malnutrisi atau kwarshiorkor menjadi pirang seperti rambut jagung. meningocele . penyakit cacing. Bola mata yang menonjol disebut exophtalmus atau proptosis. atau belang-belang seperti bendera –"flag sign". Kelopak mata ptosis pada kelumpuhan NIII. sindroma nefrotik. pada hipertiroidisme (tanda dari Enroth) dan pada trombosis sinus cavernosus Pada glomerulonefritis. pupil. Oedema kelopak mata pada orang yang habis menangis hebat. atau karena jamur pada rambut atau kulit kepala. Rambut yang mudah rontok pada DM. bola mata. cornea. perdarahan. kekeringan. syphilis tampak menjadi botak terutama di bagian belakang seperti dimakan ngengat "moth eaten appearance". Pada fractura basis cranii timbul hematoma di sekitar mata hingga seolah memakai kacamata(brill hematome).

Pada conjunctiva bulbi mungkin terdapat: . cincin atau setengah lingkaran berwarna putih keruh agak di sebelah medial daripada limbus cornea disebut arcus senilis. conjunctiva palpebra inferior tampak pucat pada anemia.tanda Joffroy : tidak ada kerutan dahi pada waktu melirik ke atas . Pada orang tua.tanda moebius : ketidakmampuan mata untuk berkonvergens pada sebuah objek yang diletakkan di depan hidung . Pada penyakit basedow selain exophtalmus dan tanda enroth juga dijumpai: . kekuningan akibat hyperpigmentasi berupa bercak-bercak tidak merata.pterygiuum (penebalan conjunctiva bulbi berbentuk segitiga yang puncaknya dapat mencakup sampai pada cornea. memerah dan berair pada radang.i.tanda Riesman : bila kelopak mata ditutup didengar dengan stetoskop terdengar arterial bruit j. biasanya terdapat pada bagian nasal) . pada keadaan ikterus berwarna kuning merata. Bola mata : tekanan dalam bola mata diperiksa dengan 2 jari pada bola mata yang ditutup dan melirik ke bawah * tekanan tinggi (terasa keras) terdapat pada glaucoma dan hipoglikemi * tekanan rendah (terasa lunak) terdapat pada hiperglikemi k.tanda von graefe : bila melirik ke bawah kelopak mata atas tertinggal . terdapat pada trachoma) . mungkin reaksi alergi terhadap protein kuman Mycobacterium Tuberculosis atau cacingan) Sclera. Tampak petechie/ purpura pada endokarditis bakterialis. Pada osteogenesis imperfecta sclera berwarna kebiru-biruan Kornea.pannus (neovaskularisasi dan infiltrasi di conjungtiva bulbi.tanda Rosenbach : kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna . sering terdapat pada orang tua terutama yang berkulit warna. Bila annulus/ arcus senilis (pada limbus cornea) berwarna hijau kecoklatan atau merah atau kuning kehijauan disebut cincin Kayser Fleischer yang dijumpai pada penderita penyakit Wilson (degenerasi hepatolentikuler) Pupil mata .tanda Stellwag : mata jarang berkedip .tanda dalrympel : retraksi kelopak mata atas .phlycten (benjolan putih kekuningan dikelilingi zona merah.

lepra. ada nyeri tekan/ ketuk pada daerah sinus darah (epistaxis) mungkin disebabkan peradangan. biasanya pada penderita gout pada tetani. hipertensi. pucat pada alergi. dapat juga terjadi sejak lahir karena saat di dalam kandungan ibunya menderita Rubella atau karena mata sering terkena panas. terdapat tanda Chvostek yaitu bila daerah pipi tepat di depan daun telinga diketuk dengan satu jari. membrane tympani daun telinga seorang cretin relative besar tophi : benjolan (nodul) keras. oedem angioneurotik. warna.normal : bentuknya bulat. difteri. berbau. kelainan a.penyinaran pada pupil yang satu akan menyebabkan pupil satunya lagi akan ikut mengecil  reflex cahaya tidak langsung dan reflex konsensuil pupil juga akan mengecil bila mata berkonvergensi dan berakomodasi tes dengan menyeluruh pasien melihat dengan kedua mata ujung jari dokter pada jarak kira-kira setengah meter di depan hidung pasien kemudian digerakkan perlahan –lahan mendekati ujung hidung pasien Lensa mata tampak keruh pada katarak misalnya pada orang tua (katarak senilis) atau pada DM. liang hidung dan mukosa pada syphilis bentuk hidung seperti pelana "saddle nose" cairan yang keluar dari liang hidung bisa: lendir: pada sinusitis banyak. bengkak pada peradangan. a. kental. liang telinga. atau diberi atropine atau pada seorang morfinis (pinpoint pupil) . regular (tepinya rata) dan isokor (diameter pupil dan kanan sama) . alergi . menyebabkan kontraksi/ spasme otot-otot muka sisi tersebut. hypoparatiroidisme. Labioschizis : bibir terbelah biasanya congenital. keruh. • Bibir : Periksa bentuk.. dll mukosa hidung merah. • Telinga : Periksa daun telinga. benda asing. ukuran. bibir bengkak mungkin karena trauma. demam tifoid. • Hidung : Periksa bentuk.midriasis : pupil melebar misalnya: berada di tempat gelap. penyakit perdarahan. sinar UV atau sinar x. neoplasma. daerah sekitar telinga. DHF. trauma. keruh. putih kekuningan merupakan deposit asam urat.

anemia sianotik pada decompensatio cordis. lidah relative besar hingga menonjol keluar. gusi bengkak. pada skorbut (def vit C) gusi bengkak. yang bila meradang/ terkena infeksi misalnya oleh candida disebut perleche Pada syphilis congenital pada sudut mulut mungkin terdapat raghades yaitu parut kecil-kecil. keriput . warna mukosa dan pembengkakan gusi pada DM. gigi longgar/goyang. kering. nekrotis. DM. jantung congenital. gusi bengkak. Pada hypopituitarisme. kelainan bronchopneumonia. Pada dehidrasi lidah mengecil. nyeri pada perabaan serasa seperti spon. asthma bronchiale berat. letak antara gigi agak berjauhan (gigi jarang) Caries dentis sering terdapat pada orang yang kekurangan unsur fluor.5ppm) terjadi mottled enamel pada giginya (bintik-bintik pada gigi berwarna kuning kecoklatan) Warna mukosa gusi sehat adalah merah jambu (pink) Gingivitis menyebabkan warnanya menjadi merah disertai pembengkakan. karang gigi. mudah berdarah dan terasa nyeri. jumlah dan kelainan gigi. bentuk. gigi longgar pada penderita epilepsy yang diberi pengobatan dilantin (diphenylhydantoin). warna dan kelainan pada cretin. linear seperti lipatan-lipatan Bibir jarang menderita neoplasma • Gigi dan gusi: Periksa kebersihan oral. myxedema. tanpa rasa nyeri. pneumonia/ Pada defisiensi vit B12 mungkin dijumpai cheilosis yaitu lecet-lecet pada sudut mulut. misalnya pada wanita hamil. demam bibir pucat pada shock. sering terdapat pyorrhea alveolaris (retraksi gusi. pada orang yang unsure fluornya berlebihan missal dalam air minumnya (>1.bibir kering pada dehidrasi. banyak caries lubang. • Lidah: Periksa ikuran. akromegali. kedinginan. kenyal. mudah berdarah. mudah luka. pocket dengan pus berbau di dalamnya). karena terjadi hyperplasia pada leukemia. mudah berdarah pada gusi mungkin dijumpai tumor (fibroma).

bercak/eflorosensi. terasa seperti terbakar. misalnya metHb. Pada neurosis. Pada AIDS bercak merah coklat kehitaman sedikit menonjol di permukaan (sarcoma Kaposi). kotor umumnya pada penderita demam. licin. Pada defisiensi vitamin B2 dan polycythemia rubra vera. lidah seperti gambaran peta (geographical tongue). CO. anxietas. Pada anemia perniciosa. CN.kiri atau saluran penafasan (misalnya PPOK) atau keracunan darah. Selain DM bercak kandidiasis dapat ditemnukan pada leukemia dan AIDS. Lidah kering. lidah merah. Tremor lidah pada penyakit Parkinson. Pada scarlet fever. bengkak. Noma adalah gangrene progressif destruktif pada mukosa buccal hingga menyebabkan perforasi. merah pada radang. hypertiroidisme. sianotik pada kelainan jantung. kelainan normal berwarna pink. Pada demam tifoid. lidah kering-kotor-putih-kelabu dengan pinggiran merah disebut coated tongue. dan saluran nafas. licin. warna putih kelabu dikelilingi zona merah di mukosa bukal berhadapan dengan gigi molar bawah. Jika seperti kerut-kerut scrotum (scrotal tongue) mungkin menderita defisiensi vitamin B. dijumpai pada anak-anak malnutrisi berat. lidah merah dengan papil besar-besar disebut raspberry atau strawberry tongue. sering disertai bercak keputihan seperti bekas susu pada kandidiasis. Lidah sianotik pada kelainan jantung misalnya decomp. Sikatriks npada lidah mungkin dijumpai pada penderita epilepsy. Bercak koplik (bercak sebesar ujung jarum pentul. merah. Pada penyakit Addison lidah kecil dengan bercak-bercak datar berbentuk bulat atau oval berwarna coklat kehitaman pada sindrom peutz-jegher. lidah pucat. • Mukosa mulut dan palatum: Periksa warna. Pada pellagra. warna lidah merah magenta. berkilat. Ulkus atau perforasi pada palatum mungkin disebabkan syphilis .Pada DM lidah kering. tanda dini morbili. atau yang bernafas melalui mulutnya. pucat pada anemia. Pada kelumpuhan N XII lidah mencong ke sisi yang sakit bila dijulurkan. sulfHB.

gerak/pilsasi Pada peradangan. lidah. gangguan neurologis sementara. sinkop. berwarna merah dan memanjang Pada AI tampak pulsasi yang sunkron dengan denyut jantung • Pharynx: Periksa warna. demam atau anoreksia (yang memberi kesan tumor atau infeksi). merah. merah dengan bercak-bercak kotoran (detritus) difteri. bila setelah diangkat T0-T0 Peradangan tonsil membesar. misal: bronkiektasis. nyeri leher. maka perlu dievaluasi dengan teliti. Apabila ada tanda-tanda dan gejala-gejala sistemik yang mencerminkan efek hormon yang berasal dari leher (tiroid dan paratiroid) dan penurunan berat badan. merokok. paru. ukuran. lambung:CA lambung. dan gejala-gejala pernafasan berupa stridor atau suara serak. pusing. warna. seperti membrane putih kelabu yang melekat erat (sulit dilepaskan dari dinding pharynx dan mudah berdarah. ANATOMI . mungkin ada detritus Bau nafas: pada uremia : bau seperti urin / amoniak pada asidosis (DM tidak terkontrol) : bau aseton pada kegagalan hati : berbau busuk (foetor hepatikus) pada difteri. gusi. kelainan peradangan. I. hidung. berbau tikus (mousy smell) bau nafas dapat disebabkan oleh kelainan pada gigi. • Tonsil: Periksa: ukuran. sinus.• Uvula: Periksa warna. kelainan normal: T1-T1. PEMERIKSAAN FISIK LEHER Pemeriksaan Fisik Keluhan pasien yang menunjukkan kemungkinan adanya penemuan penting di leher adalah : riwayat adanya massa atau benjolan .

Sedangkan trigonum posterior hanya berisi kelenjar limfe. Sarung ini mengandung arteri karotis komunis. dan lemak. Suara serak Suara serak menujukkan adanya peradangan. laring. tumor. III. TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Massa leher Pasien sering merasa bahwa benjolan atau massa di leher sebagai kanker sampai terbukti sebaliknya. faring. membungkus trakea bagian atas dan terdiri dari dua lobus yang dihubungkan oleh isthmus. meskipun dipertimbangkan juga kemungkinan limfoma. Hubungan antara infeksi saluran nafas bagian atas dengan benjolan pada leher biasanya menunjukkan bahwa kelenjar limfe berfungsi normal.Garis tengah dibatasi oleh incisura kartilago thyroidea dan incisura suprasternal. Diatas 40 tahun. Riwayat perjalanan penyakit dan tanda-tanda serta gejala yang berhubungan adalah penting. Jika suara serak tadi disertai dengan adanya benjolan tiroid. kelenjar submandibula. massa leher harus dicurigai ganas. dan trigonum posterior atau lateral untuk pencatatan dan interpretasi penemuan. Nyeri yang timbul pada gerakan kepala berasal dari struktur musculoskeletal. Jika benjolan di leher tersebur disertai nyeri kemungkinan besar terdapat infeksi akut. Trigonum anterior terdiri dari kelenjar tiroid. vena jugularis interna. sifat. Rasa nyeri yang disebabkan peradangan faring dapat dialihkan ke daerah submandibularis dekat angulus mandibula. dan nervus vagus. Suatu massa yang membesar lebih bermakna kerimbang massa yang telah ada selama bertahun-tahun. Diantara umur 20-40 tahun. Oleh karena itu mereka sering gelisah. II. Letak massa dan sifat fisiknya memberikan informasi diagnostik tambahan yang berguna. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar endokrin terbesar dalam tubuh. Nyeri yang berasal dari jantung dapat dialihkan ke leher bagian depan tengah atau rahang. dan keadaan nyeri leher memberi petunjuk yang berguna tentang kemungkinan penyebabnya. sampai terbukti demikian. terjepit pakaian atau pada waktu menelan. kelenjar limfe. Umur pasien juga ada hubungannya dengan penilaian massa leher. Fungsinya menghasilkan hormon tiroid sesuai kebutuhan tubuh. Muskulus sternokleidomastoideus juga menutupi vagina karotis yang terletak lateral terhadap laring. Suatu massa yang timbul setelah makan atau minum adalah khas untuk kantong faringeal atau divertikulum esophagus letak tinggi. atau gangguan neurologist pada pita suara dan kotak suara. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan leher: Inspeksi . memberi kesan adanya peralisis pita suara oleh penekanan nervus laringeus rekuren oleh tumor. Jika massa itu terletak di garis tengah kemungkinan besar suetu kista tiroglossus. Benjolan di leher seorang pasien di bawah 20 tahun kemungkinan suatu pembesaran kelenjar getah bening tonsilar atau massa kongenital. lebih umum penyakit tiroid. Kelenjar tiroid yang terdapat pada trigonum anterior. Nyeri leher Letak. Tiroiditis menyebabkan rasa nyeri pada bagian anterior leher yang bertambah berat bila daerah tersebut.Leher dibagi oleh muskulus sternokleidomastoideus menjadi trigonum anterior atau medial.

tetanus. Jika terdapat bendungan aliran darah ke vena torakalis. parotis. leukemia. dituliskan besarnya. yang dapat disebabkan aneurisma arteri karotis. Terbatasnya gerakan leher yang dapat disebabkan adanya pembengkakan leher. efloresensi Sikap kepala. Kelenjar limfe. Perhatikan ada tidaknya pembesaran. Tortikolis. konsistensi. limfoma malignum. Untuk memastikannya dilakukan palpasi. Pulsasi yang abnormal atau bendungan vena. lalu perkirakan berapa besarnya. Pembesaran kelenjar limfe dapat dijumpai pada tuberculosis kelenjar. Kekakuan pada leher.Kulit leher. Misalnya pada tumor intratorakal (sindrom vena jugularis). Kelenjar tiroid (struma). Bila didapati. spasme otot Rentang gerakan leher Pembesaran kelenjar (tiroid. KGB) Palpasi Trakea Tiroid dari anterior dan posterior KGB dan arteri karotis Auskultasi Jika perlu Bruit (dari tiroid. Misalnya pada tuberculosis vertebra servikalis. misalnya kaku kuduk pada meningitis. yang mana pada keadaan ini leher miring pada arah yang sakit dan sukar digerakkan karena rasa nyeri. Pembengkakan terdapat pada satu sisi dan dapat diraba pulsasi arteri pada daerah tersebut. gagal jantung kanan. . serta nyeri tekan. vena-vena jugularis akan menonjol. trakea dan arteri karotis) Tes Rentang gerakan Pengisian vena (tentukan nilai JVP) Inspeksi Pada inspeksi leher tentukan adakah: Asimetri karena pembengkakan.

kornu lateral kartilago hyoidea mungkin mengalami osifikasi dan teraba seperti kelenjar limfe yang keras seperti batu. ukuran dan mobilitasnya. bisa seperti karet atau keras seperti batu. ke ujung rahang untuk kelenjar submentalis. sekali lagi rabalah kelenjar tiroid yang membesar.sternokleidomastoideus ke lateral dan kartilago thyroidea ke medial. Pembesaran fisiologis kelenjar limfe sebagai respon terhadap fungsi penyaring yang aktif. Kelenjar limfe dapat terpisah atau menyatu. Mula-mula. kemudian letakkan jari-jari anda medial terhadap m. dan keatas ke untai aurikularis anterior di depan telinga. bisa bebas atau melekat. waktu menelan akan teraba sebagai jaringan yang berjalan ke atas di bawah jari anda.sternokleidomastoideus. Suruh pasien menelan. ke dalam trigonum anterior. kenyal dan tidak melekat. Periksalah kelenjar tiroid dari depan dan rabalah dari depan dan dari belakang. Limfoma dan kadang-kadang karsinoma. Tiroid normal tidak mudah teraba. sepanjang rahang untuk meraba kelompok submaksilaris. Auskultasi . Dengan hatihati geserlah m. Palpasilah suatu massa untuk menentukan letak. Bila digerakkan ke lateral teraba krepitasi sewaktu ia menggeser melewati bagian anterior vertebra servikalis. kemudian tentukanlah garis bentuk lobus lateral. ke atas tepian rahang untuk meraba kelompok tonsilaris. menyebabkan kelenjar limfe bersatu karena biasanya terjadi perluasan penyakit ke periskapular. dalam posisi ini. Letakkan ujung jari anda pada pinggir lateral m. Dari depan.sternokleidomastoideus dan ujung jari anda pada garis tengah tepat di atas incisura sternalis. yang terdapat superficial terhadap prosesus mastoideus. palpasi dapat dimulai dari daerah oksipital. tangan pemeriksa digerakkan kea rah aurikularis posterior. kemungkinan tumor yang bukan berasal dari kelenjar tiroid. sepanjang muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba untai servikalis superfisialis. Bila tidak. konsisstensi. Mulamula pasien diminta untuk sedikit fleksi leher. Jika tidak ada krepitasi seperti itu mungkin menunjukkan adanya suatu massa pada ruang retrofaringeal. Bila kelenjar mengandung limfosit polimorfonuklear (limfadenitis).Palpasi Untuk memastikan keterangan yang telah diperoleh dari inspeksi. Palpasi dilakukan baik dari depan maupun dari belakang pasien. maka dilakukan palpasi. tidak nyeri atau ada nyeri tekan. C. kedua tangan dapat melakukan palpasi secara serentak. Kartilago hyoidea terletak di atas kartilago tiroidea. Pada orang tua. biasanya menyebabkan pembesaran yang tersendiri. melintasi muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba rantai servikalis profunda di sebelah dalam muskulus. terdapat nyeri tekan. Bila kelenjar tiroid membesar. Penyakit metastasis memberi kesan keras seperti batu pada jari yang meraba. ke bawah ke trigonum posterior untuk merba untai servikalis posterior. Letakkan tiga jari anda di sisi kartilago thyroidea. Jika anda pindah ke belakang pasien. Kartilago tiroidea merupakan struktur yang paling menonjol di garis tengah. Selanjutnya palpasi arteri karotis. yang dapat digerakkan bebas ke kanan dan ke kiri tapi tidak dapat ke atas dan ke bawah. lakukanlah palpasi dengan jari menyilang trakea.

bendungan di ventrikel kanan diteruskan ke atrium kanan dan vena kava superior sehingga tekanan vena jugularis meninggi.sternokleidomastoideus. dengarkan di tiap sinus karotis kemungkinan adanya aliran turbulen pada pembuluh darah atau bising karotis (carotid bruit). Kelenjar yang membesar disebut goiter. yang ditemukan secara kebetulan karena dengung vena (venous hum) dapat didengar pada dasar leher dan incisura suprasternalis. Auskultasi dilakukan dari arah depan. Kelenjar limfe yang lunak. Kelenjar limfe yang nyeri tekan menandakan adanya peradangan. Fleksi kepala dengan menyentuhkan dagu ke dada akan menimbulkan nyeri hebat. Bahan ateromatosa yang menonjol ke lumen mengganggu aliran lamellar dan menimbulkan arus yang turbulen yang terdengar sebagai bising sistolik. Pada arteri karotis sering terjadi suatu proses aterosklerosis. higroma kistik dan celah kista brankialis.sifat yang membantu menentukan arti pembesaran adalah tekstur. Pasien berbaring dengan kepala pada tempat tidur yang dimiringkan 45 derajat. Bila anda meraba nodul tiroid. Pada gagal jantung kiri. menuju ke angulus mandibula. faring. yang cenderung untuk suatu keadaan vaskularisasi yang bertambah (misalnya pada suatu keganasan. Limfadenopati kenyal yang berhubungan menandakan adanya tumor. Hentikanlah aliran darah vena dari kepala dengan jari anda.kelenjar limfe yang keras seperti karang menandakan adanya tumor. menandakan kemungkinan adanya gangguan. bendungan di ventrikrl kiri diteruskan ke atrium kiri dan vena pulmonalis dan kemudian tertampung di dalam paru. Biasa juga disebabkan oleh kanker laring. Dengan jari lainnya. Pada penyakit tiroid yang menyebabkan pembesaran difus. Gerakan leher dihambat oleh spasme hebat pada otot-otot leher (kaku kuduk). tirotoksikosis). periksalah tiga sifatnya: limfadenpati yang berhubungan.Auskultasi dilakukan pada tiroid yang membesar. . Jika pasien berusia diatas 50 tahun. atau tiroid. dan ukuran. faringitis dan tonsilitis yang tersering. Tindakan ini akan menimbulkan bayangan yang akan membantu anda melihat fluktuasi dalam kolom darah pada vena jugularis. Pakailah senter kecil untuk menerangi leher dari sudut tangensial. lobus piramidalis yang terletak di garis tengah dapat diraba dengan mudah. kosongkan vena di bawah jari anda yang menekan tersebut dan perhatikan pengisian vena jugularis dari bawah. D. Periksalah vena jugularis eksterna yang berjalan ke medial dari pertengahan klavikula. PENEMUAN-PENEMUAN YANG DIDAPATI PADA PEMERIKSAAN LEHER Meningitis menyebabkan spasme leher dan nyeri. tidak nyeri dan teraba menunjukkan adanya infeksi atau teraba secara kebetulan. untuk mengetahui adakah bruits pada kelenjar tiroid tersebut. maupun suatu keadaan hipertiroid. Kelenjar yang teraba pada trigonum servikalis anterior. Pengukuran Tekanan Vena Jugularis Pemeriksaan dilakukan pada vena jugularis eksterna kanan karena ia merupakan hubungan (sambungan) langsung dari vena kava superior. Kelenjar limfe yang keras seperti karet melekat satu sama lain menandakan adanya limfoma. Benjolan di garis tengah tidak pernah berasal dari kelenjar limfe. melewati m. dan tekstur. Pada gagal jantung kanan. Benjolan lateral yang bukan berasal dari kelenjar limfe mencakup aneurisma arteri karotis. IV. nodularitas. nodul multiple. Bising sistolik dan diastolic.

serabut melanjutkan diri dengan membentuk traktus optikus ke korpus genikulatum lateral dan setelah bersinap disini rangsang diteruskan melalui traktus genikulokalkarina ke korteks optik kemudian berakhir di korteks yang disebut korteks striatum. Memeriksa saraf otak (I-XII) dapat membantu menentukan lokasi dan jenis penyakit. Pemeriksaan: Tujuan: mengukur ketajaman penglihatan dan menentukan apakah kelainan pada visus disebabkan kelainan okuler lokal atau oleh kelainan saraf. Zat pengetes yang digunakan sebaiknya zat yang dikenali sehari-hari misalnya kopi. alkohol.demikian pula kelenjar yang baru membesar. cuka. Kelenjar yang membesar. Saraf I dan II berfungsi mirip jaringan otak. Nervus Olfaktorius (N. pada inti (nuklir) atau hubungannya ke sentral (supranuklir). Nodul multiple menandakan adanya goiter. Nervus Optikus (N. NERVI CRANIALIS Saraf otak ada 12 pasang.V) seperti mentol. Juga untuk mengetahui apakah gangguan tersebut disebabkan oleh gangguan saraf atau penyakit hidung lokal. the. atau berkurangnya penciuman (hiposmia). sedangkan saraf otak lainnya (III-XII) mempunyai bangunan dan fungsi mirip saraf spinal dan bereaksi mirip dengan saraf spinal terhadap proses penyakit. tunggal. yaitu mencium bau. Sebagian dari serabut ini. menyilang ke sisi lainnya di khiasma optikus. tembakau. Bila inti rusak akan diikuti oleh degenerasi saraf perifernya. zat pengetes didekatkan ke hidung pasien dan suruh menciumnya. Dengan mata pasien tertutup. jeruk. dank eras. Pemeriksaan: Tujuan: untuk mendeteksi adanya gangguan menghidu. penampilan fisik (habitus) dan sifat lainnya dapat memberikan petunjuk khusus akan adanya gangguan fungsi tiroid. B. Tiap lubang hidung diperiksa satu persatu dengan jalan menutup lubang hidung yang lainnya dengan tangan. pembauan). dan biasanya dinyatakan dengan angka romawi I-XII. Goiter ditandai pada palpasi teksturnya difus (homogen) atau nodular (teraba massa multiple). Jangan menggunakan zat yang dapat merangsang mukosa hidung (N. Wajah pasien. Cara pemeriksaan: periksa lubang hidung apakah ada sumbatan atau kelainan setempat misalnya polip. sedangkan pembesaran kelenjar yang nyeri tekan menyarankan adanya tiroiditis akut. Lesi dapat terjadi pada serabut saraf atau bagian perifer (infranuklir).II) Alat penangkap rangsang cahaya ialah sel batang dan kerucut yang terletak di retina. keras seprti kayu menandakan adnya tiroiditis kronis.I) Nervus Olfaktorius merupakan saraf sensorik yang fungsinya hanya satu. . menghidu (penciuman. Kerusakan saraf ini menyebabkan hilangnya penciuman (anosmia). Impuls kemudian dihantarkan melalui serabut saraf yang membentuk nervus optikus. A. Dari khiasma optikus. Goiter atau pembesaran tiroid menandakan adanaya hiper atau hipoaktif dari kelenjar. yaitu serabut yang menghantarkan rangsang yang datang dari bagian medial retina. amoniak.

III) D. Setelah itu pemeriksa menggerakkan jari tangannya dibidang pertengahan antara pemeriksa dan pasien. dan tidak dapat dibuka. Waktu ia membuka mata. kemudian ia disuruh membukanya. maka mata kiri pasien harus ditutup dengan tangannya atau dengan kertas. maka pemeriksa akan melihat gerakan tersebut lebih dahulu. karena kesatuan fungsinya yaitu mengurus otototot ekstrinsik dan instrinsik bola mata.ia harus memberitahu dan hal ini dibandingkan dengan pemeriksa. Jika hendak memeriksa mata kanan pasien.VI) Ketiga saraf otak ini diperiksa bersama-sama. Refleks pupil . Jika ada gangguan kampus penglihatan.III) Superior oblique Trochlear (N. yaitu klopak mata yang terjatuh. Nervus Trokhlearis (N. sedangkan pemeriksa harus menutup mata kanannya. Penderita disuruh berdiri atau duduk berhadapan dengan pemeriksa dengan jarak kira-kira 1 meter. Untuk menilai tenaga m. dan apakah ada strabismus. kita tahan gerakan ini dengan jalan memegang (menekan) kelopak mata. levator palpebra. Kemudian pasien disuruh melihat terus (memfiksasi matanya) pada mata kiri pemeriksa dan pasien harus selalu melihat ke mata kanan pemeiksa.III) Lateral rectus Abducens (N. mata tertutup. Ptosis Kelumpuhan nervus III dapat menyebabkan terjadinya ptosis. 1. apakah ada ptosis. Hal ini disebabkan kelumpuhan m. 2. levator palpebra pasien disuruh memejamkan matanya.IV) E. Nervus Abducens (N. C. Nervus Occulomotorius (N.Cara pemeriksaan: dilakukan dengan jalan membandingkan dengan kampus penglihatan pemeriksa yaitu dengan metoda konfrontasi dari donder. eksoftalmus. Gerakan dilakukan dari arah luar ke dalam.III) Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: selagi berwawancara dengan pasien perhatikan celah matanya. Mucle Superior rectus Innervation Primary function Secondary function elevation intorsion depression abduction adduction intorsion extorsion depression elevation abduction abduction extorsion Tertiary function adduction adduction Occulomotor (N.III) Inferior rectus Occulomotor (N.IV) Inferior oblique Occulomotor (N.VI) Medial rectus Occulomotor (N. Jika pasien mulai melihat gerakan jari-jari pemeriksa.

F. 5. Juga perhatikan bentuk pupil apakah bundar dan tepinya rata (normal) atau tidak. dengan menyelidiki rasa raba. suhu daerah-daerah yang disarafinya. Bila demikian disebut refleks cahaya langsung positif.V) Terdiri dari dua bagian yaitu bagian sensorik (porsio mayor) dan bagian motorik (porsio minor). Mata pasien difiksasi pada benda yang jauh letaknya. rasa nyeri. . Perhatikan apakah mata pasien dapat mengikutinya dan bagaimana gerakan bola mata. Bagian motorik mengurusi otot mengunyah. Otot polos yang mengecilkan pupil dipersarafi oleh saraf parasimpatis dan nervus III. Perhatikan juga pupil mata yang tidak disinar. bawah medial. atas. Bagian sensorik mengurus sensibilitas dari muka melalui ketiga cabangnya yaitu. Gerakan bola mata Pasien disuruh melihat mengikuti jari pemeriksa yang digerakkan ke arah lateral. tanyakan juga apakah telihat benda kembar (diplopia). apakah ikut mengecil oleh penyinaran mata yang lainnya. Kemudian pasien disuruh membuka mulut dan perhatikan apakah ada deviasi rahang bawah. atas medial. setelah itu mata di senter dan dlihat apakah ada reaksi pada pupil. pasien disuruh merapatkan giginya sekuat mungkin dan kemudian perhatikan besarnya tonus dan konturnya. Nervus Oftalmikus Nervus Maksilaris Nervus Mandibularis Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: untuk memeriksa bagian motoris. bawah lateral. Refleks akomodasi Pasien disuruh melihat jauh kemudian ia disuruh melihat dekat. Positif bila terlihat pupil mengecil. misalnya jari kita yang ditempatkan dekat matanya. Pada keadaan normal pupil mengecil. Nervus Trigeminus (N. Kedudukan (posisi) bola mata Perhatikan apakah bola mata menonjol (eksoftalmus) atau selah-olah masuk kedalam (enoftalmus). 4. 3. sedangkan yang melebarkan pupil disarafi serabut simpatis (torakolumbal). Kekuatan otot dapat dinilai dengan menyuruh pasien menggigit suatu benda. medial. apakah lancar dan mulus atau kaku. Pada kelumpuhan nervus III refleks ini negatif. bawah dan ke arah miring yaitu atas lateral.Perhatikan besarnya pupilpada mata kiri dan kanan apakah sama (isokor) atau tidak sama (anisokor). Besarnya pupil dipengaruhi banyak faktor terutama intensitas cahaya. Bila demikian disebut refleks cahaya tidak langsung (konsensual) positif. Refleks pupil terdiri dari reaksi cahaya langsung dan tak langsung (konsensual). Untuk memeriksa bagian sensorik.

VII sebelum percabangan khorda timpani dapt menyebabkan ageusi (hilangnya pengecapan) 2/3 bagian anterior lidah.VIII) Terdiri dari dua bagian yaitu saraf kokhlearis (pendengaran) dan saraf vestibularis (keseimbangan). simetris atau tidak. Menyruh pasien memejamkan mata Bila berat maka pasien tidak dapat memejamkan mata. dan sudut mulut. Pada kelumpuhan jenis sentral (UMN) muka dapat simetris saat istirahat. pasien dapat mengangkat alis dan mengkerutkan dahinya. Tes Schwabach Membandingkan pendengaran pasien dengan pendengaran pemeriksa. bila tidak dapat memejamkan mata berarti matanya pada sisi yang parese.VII) Nervus Fasialis merupakan saraf motorik yang menginervasi otot-otot ekspresi wajah (UMN dan LMN). Nervus Fasialis (N. . Suruh pula pasien memejamkan mata satu persatu. garpu tala didekatkan ke telinga pemeriksa. pejaman mata. Bila asimetris wajah jelas. Garpu tala dibunyikan kemudian ditempatkan didekat telinga pasien. baru nyata bila pasien melakukan gerkan misalnya menyeringai. Termasuk sensasi pengecapan 2/3 bagian anterior lidah. kerutan dahi. Pemeriksaan: 1. Nervus Vestibulokokhlearis (N. plika nasolabialis. Fungsi motorik perhatikan muka pasien. Dalam hal ini kerutan dahi menghilang. Bila masih tedengar oleh pemeriksa disebut tes schwabach memendek. Fungsi pengecapan Kerusakan N.G. mencucurkan bibir. Pada kelumpuhan jenis LMN jelas adanya asimetris. Setelah pasien tidak mendengar lagi. mata kurang dipejamkan. mengembungkan pipi. H. Pemeriksaan saraf kokhlearis. Cara pemeriksaan: Menyuruh pasien mengangkat alis dan mengkerutkan dahi Kelumpuhan UMN sesisi. Juga membawa serabut parasimpatis ke kelenjar ludah dan lakrimalis. apakah dapat bersiul. Perhatikan apakah asimetris sudut mulut. Menyuruh pasien menyeringai (menunjukkan gigi geligi). maka disebabkan oleh kelumpuhan jenis perifer (LMN). Bila ringan maka tenaga pejaman kurang kuat. sebab mendapat persarafan bilateral. plika nasolabialis mendatar dan sudut mulut menjadi rendah.

Untuk ini pasien menyebutkan: aaaaaaa. Pemeriksaan m. trapezius menyebabkan gerakan menoleh (rotasi) pada kepala.IX) J. Fungsi pengecapan Nervus Glossopharingeus mengandung serabut aferen khusus untuk pengecapan. sternocleidomastoideus dan m. Nervus Vagus (N. Tes Weber Membandingkan pendengaran telinga kiri dan kanan (lateralisasi). mengangkat lengannya tinggi-tinggi (sampai vertikal) dan kemudian kembali ke posisi semula. Kemudian ia disuruh menutup mata. Nervus Aksesorius (N. konduksi tulang lebih baik dari pada konduksi udara. sternocleidomastoideus: . Hal ini didaptkan pada tuli perseptif (tuli saraf). K. Pada tuli konduktif. Salah tunjuk (past pointing) Pasien disuruh merentangkan tangannya dan telunjuknya menyentuh telunjuk pemeriksa. demikian juga dengan gangguan serebelar. karena kedua saraf ini berhubungan erat satu sama lain.XI) Saraf XI menginervasi m. Pada telinga normal konduksi udara lebih baik dari pada konduksi tulang. Tes ini berguna menilai adanya disfungsi sistem vestibular. Garpu tala dibunyikan ditekankan pangkalnya pada dahi pasien tepat dipertengahan. Pemeriksaan saraf vestibularis Tes romberg yang dipertajam Pada tes ini pasien berdiri dengan satu kaki yang satu didepan kaki lainnya. tumit yang satu berada didepan jari-jari kaki yang lain. I. Pada gangguan vestibular didapatkan salah tunjuk atau deviasi.X) Nervus IX dan X diperiksa bersamaan. Lengan dilipat pada dada dan mata kemudian ditutup. Pemeriksaan: Fungsi motorik Perhatikan kualitas suara pasien. Kemudian disuruh menentukan pada telinga mana yang terdengar lebih keras. yaitu pengecapan 1/3 bagian posterior lidah. atoni. Nervus Glossopharingeus (N.. Apakah normal. Orang normal mampu berdiri dalam sikap romberg yang dipertajam selama 30 detik atau lebih. serak (disfoni).Tes Rinne Membandingkan konduksi tulang dan konduksi udara.

sternocleidomastoideus pada saat istirahat dan bergerak. Bila lidah digerakkan atau dijulurkan. Pemeriksaan m. dan ditahan dengan tangan pemeriksa diletakkan didagu. Tapi sebelum melakukan keempat tahap di atas ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pemeriksa. PALPASI. Pada parese satu sisi. dan AUSKULTASI. L.XII) Saraf ini mengandung serabut somato sensorik yang menginervasi otot intrinsik dan otot ekstrinsik lidah. Pemeriksaan: Suruh pasien membuka mulut dan perhatikan lidah dalam keadaan istirahat dan bergerak. Kemudian disuruh mengangkat bahunya dan kita tahan. Untuk mengukur kekuatan otot dapat dilakukuan cara yaitu: pasien disuruh menggerakkan bagian badan yang digerakkan oleh otot yang ingin kita periksa dan kita tahan gerakan ini. Selain itu pasien juga dapat disuruh menoleh ke kiri atau kanan. Tempatkan tangan kita di atas bahu pasien. perhatikan apakah julurannya mencong. Pemeriksaan Fisik Paru Pemeriksaan fisik paru terdiri atas INSPEKSI. yaitu : . lidah dijulurkan mencong ke sisi yang lumpuh PEMERIKSAAN FISIK THORAX A.Perhatikan keadaan m. kita gerakkan bagian badan pasien dan disuruh ia menahannya. PERKUSI. trapezius: Perhatikan keadaan m. trapezius pada saat istirahat dan bergerak. Nervus Hypoglossus (N.

Pemeriksaan thorax ini perlu dilakukan secara berurutan dan untuk memudahkan kita melokalisasi kelainan. Pada pasien wanita perlu diterangkan untuk membuka bagian dada tersebut untuk dapat memeriksa jantung dan paru secara jelas. Bila tidak dapat terbaring terlentang bias dilakukan sambil duduk dengan kaki tergantung ke bawah di pinggir bangku pemeriksaan. berdiri di samping kanan pasien. terang.Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada tempat yang tenang. Pasien sebaiknya terbaring lurus terlentang. pada dinding thorax ditetapkan garis-garis / linea-linea imajiner sebagai berikut : Garis-garis vertikal : Di Depan ( ventral ) : o Garis midsternalis o Garis sternalis kanan dan kiri o Garis midclavicularis kanan dan kiri o Garis parasternalis kanan dan kiri Di Sisi ( lateral ) : o Garis axillaris anterior o Garis axillaris media o Garis axillaris posterior Di Belakang ( dorsal ) : o Garis midspinalis o Garis scapularis kanan dan kiri o Garis midscapularis kanan dan kiri Garis-garis horizontal : Di Depan dan sisi adalah sela-sela iga Di belakang adalah garis-garis horizontal setinggi vertebrae thorakal . Pemeriksa sabar dan tenang. dan usahakan ada di ruang tertutup agar pasien tidak merasa malu serta usahakan ada pendamping. Pasien sebaiknya telanjang pada bagian atas dada sampai batas pinggang.

Normal Simetris. lihat apakah : a. iga-iga tidak terlalu horizontal / vertical. sela iga tidak terlalu lebar / sempit. Perhatikan bentuk dada atau thoraks dalam keadaan tidak bergerak ( statis ). potongan melintang bentuk elips. diameter anteroposterior : diameter lateral = 5 : 7.Proyeksi permukaan visera paru posterior terhadap garis thorax posterior Urutan Pemeriksaan Dada (Bila pasien duduk selama pemeriksaan) Posisi Pemeriksa Berhadapan dengan pasien Manuver Inspeksi dinding dada anterior Inspeksi dan palpasi posisi trakea Inspeksi gerakan pernafasan Hitung pernafasan Inspeksi dan palpasi vertebra torakalis Perkusi angulus costo vertebralis Palpasi gerakan pernafasan Perkusi peranjakan diafragma Perkusi paru (posterior) Auskultasi paru (posterior) Inspeksi dinding dada lateral Perkusi paru (lateral) Auskultasi paru (lateral) Auskultasi paru (anterior) Perkusi paru (anterior) I. Abnormal: Dada paralitikum Menghadap punggung pasien Pada sisi kanan dan kiri pasien berurutan Berhadapan dengan pasien . INSPEKSI Pada inspeksi terdapat hal-hal yang harus diperhatikan : 1. angulus costae 70o – 90o b.

Scoliosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke lateral. Kemungkinan karena hamil tua. Jika berbentuk anguler ( sudut ) = gibbus. emfisema. o Sinonim : Barrel – chest atau dada emfisematikus Kifosis : Melengkungnya ( lordosis ) kurvatura vertebra pada posisi anterior posterior secara berlebihan dari normal. iga lebih horizontal o Pada potongan melintang jadi membulat o Tulang punggung melengkung ( kifosis ) o Angulus costae > 90 o o Terdapat pada : bayi ( normal ). gepeng. diameter anteroposterior besar o Sela iga lebar. yang terdapat pada penderita spondilitis TBC. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari belakang. Kemungkinan karena kebiasaan berposisi jelek sejak kecil atau poliomyelitis. ascites. iga lebih miring / vertical o Angulus costae < 70o o Scapula menonjol ke belakang o Terdapat pada pasien malnutrisi tuberculosis o Sinonim : Pthisic – chest Dada tong o Dada mengembung. Kelainan ini terlihat pada pemeriksaan dari samping. atau tumor intra abdominal. Lordosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke anterior. proses penuaan.o Dada kecil. penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Jika seperti busur ( arkuer ) kemungkinan karena osteoporosis. diameter anteroposterior pendek o Sela iga sempit. Pectus excavatum : .

Bradipnoe : frekuensi nafas <14x / menit. Perubahan letak ke arah anterior dari sternum. kelainan serebral. luka operasi. spider nevi (sirosis hepatic). Sinonim : Funnel . bekas jaringan parut. Scorbutic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan tulang dada seolah menonjol karena tulang dada mengalami depresi sehingga tampak juga seperti untaian biji tasbih. Perubahan letak ke arah posterior dari sternum bawah. Area yang mengalami cedera bergerak ke dalam selama inspirasi dan ke arah luar saat expirasi. dan pada bayi adalah 30-50 x / menit. . bintik-bintik. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan. C ) Kelainan lain pada dada yang sering ditemukan: ♦ Kulit : warna. tonjolan tumor. misalnya pada pemakaian overdosis obat-obat narkotik. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan. Rachitic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan rawan iga di dada membentuk benjolan sehingga menyerupai untaian biji tasbih. Sinonim : Pigeon – chest atau dada burung.Dada dengan tulang sternum yang mencekung ke dalam. Kompresi pada jantung atau pembuluh darah yang besar dapat menyebabkan murmur. Terdapat pada penderita skorbut ( defisiensi vit.chest Pectus carinatum : Dada dengan tulang sternum menonjol ke depan. Dada dalam keadaan bergerak / dinamis : Frekuensi pernafasan : Frekuensi pernafasan normal pada pria 14-18 x / menit sedangkan pada wanita adalah 16-20 x / menit. Terdapat pada penderita rachitis. Perbatasan kartilago kosta terhadap sternum relatif tertekan. ♦ Bendungan vena ♦ Emfisema subkutis ♦ Ginekomastia ( pada pria ) atau mammae atrofi / tumor ♦ Penyempitan sela iga ♦ Pelebaran sela iga saat expirasi (obstuksi mekanisme pentil pada bronkus ) 2. Flail – chest : Gerakan pernafasan abnormal yang berkaitan dengan fraktur iga multiple.

Hal ini terjadi karena terlambatnya respon reseptor klinis medulla otak terhadap pertukaran gas. Irama pernafasan i. Normal : Dilakukan secara teratur dengan fase-fase inspirasi-ekspirasi yang teratur secara bergantian. asidosis. misalnya pada decompensatio cordis. Kombinasi Pada wanita sehat umumnya pernafasan thorakal lebih dominan dan disebut thorako-abdomino. Abnormal : Pernafasan Cheyne – Stokes : amplitudo pernafasan mulai dari kecil makin lama makin besar sampai mencapai yang tertinggi. Sinonim : pernafasan ataxic. pernafasan abdominal lebih dominan dan disebut abdomino-thorakal. tekanan intracranial meninggi. Terdapat pada asidosis ( misalnya pada DM tidak terkontrol dan gagal ginjal ). Sifat pernafasan : thorakal  contoh pada pasien sakit tumor dalam perut. Terdapat pada : decompensatio cordis kiri. misalnya pada pasien PPOK dan asma. pernafasan seperti menghembus sesuatu lewat mulut. misalnya pada pasien pneumonia. bila terbalik kemungkinan menderita peritonitis atau paralysis diafragma. Pernafasan dengan mengambil nafas lewat mulut dan mengeluarkan lewat hidung. anxietas. bila terbalik mungkin ada kelainan pada rongga thorax atau dindingnya. Pernafasan Biot : irama pernafasan yang sama sekali tidak teratur. kemudian makin mengecil hingga apnoe ( tidak bernafas ) beberapa saat lalu mulai lagi dengan amplitude yang kecil. pneumonia. atau uremia. makin lama makin besar dan kembali lagi seperti tadi dan seterusnya. Terdapat pada kerusakan otak.Takipnoe : frekuensi nafas >20x / menit. Pernafasan cuping hidung ( lebih terlihat pada pasien anak kecil ) B. ii. Kelainan ini disebabkan bentuk anatomi dada dan perut wanita yang berbeda dari pria. Sedangkan pada pria sehat. hypoxia kronik. Pernafasan Kussmaul : pernafasan cepat dan dalam (takipnoe disertai hiperpnoe). keracunan opium. abdominal  contoh pada pasien PPOK lanjut. . misalnya pada pasien TBC lanjut atau PPOK. Perhatikan juga apakah terdapat pemakaian otot-otot bantu pernafasan. Jenis pernafasan lain adalah : Pernafasan dengan pursed lips. barbiturat. Di samping itu adakah terlihat bagian dada yang tertinggal dalam pernafasan.

Di samping melihat keadaan-keadaan tersebut di atas. Keadaan ini biasanya merupakan pertanda kurang baik. pemeriksa hendaknya juga mendengar kelainan yang langsung dapat didengar tanpa bantuan alat pemeriksa : Suara batuk ( kering dan berdahak ) menunjukkan adanya gangguan dalam saluran bronkus / bronkiolu. pemeriksa hendaknya juga memeriksa apakah ada kelainan pada ekstremitas atas yang berhubungan dengan penyakit paru seperti : Jari tabuh (clubbing). Suara serak ( hoarseness ) yang terjadi karena kelumpuhan pada saraf laring atau peradangan pita suara. Terjadi karena adanya penyumbatan daerah laring. peradangan pada trakea. Stridor adalah suara nafas ngorok secara teratur. misalnya pada tumor. pada penyakit paru suppuratif dan kanker paru Sianosis perifer pada ujung-ujung kuku jari tangan menunjukkan hipoksemia Karat nikotin pada perokok berat Otot-otot tangan dan lengan yang megecil karena penekanan nervus thoracic I eloh tumor paru di apeks paru ( Sindrom Pancoast ) Kelainan kepala yang menunjukkan gangguan pada paru seperti : mata yang mengecil pada Sindroma Horner sianosis pada ujung lidah pada hipoksemia. PALPASI . Stridor dapat berupa inspiratoir ( gangguan pada saluran nafas atas ) dan ekspiratoir ( ganguan pada saluran nafas bawah). kanker paru. Suara mengi ( wheezing ) yaitu suara nafas berbunyi ngikk yang terdengar selama fase inspirasi dan ekspirasi karena terjadi penyempitan jalan udara. Hal lain yang perlu diperhatikan pada gangguan paru adalah sputum ( dahak ) : sputum banyak dan purulen terdapat pada bronkiektasis sputum warna merah muda dan berbusa ( pink frothy ) terdapat pada oedema paru (gagal jantung) sputum berdarah ( hemoptisis ) terdapat pada penyakit tuberculosis paru.Bentuk kelainan irama pernafasan tersebut kadang-kadang dapat ditemukan pada orang normal tapi gemuk ( obesitas ) atau pada waktu tidur. II. atau ada benda asing di trakea. bronkiektasis. Setelah memperhatikan hal-hal di atas.

konsolidasi. fibrosis pada satu sisi. Bila melemah pada salah satu sisi mungkin penyebabnya adalah efusi pleura. sudut yang dibentuk oleh kedua ibu jari pemeriksa ditetapkan. Atau pada kedua sisi terdapat kelainan yang tidak sama. kemungkinan terdapat emfisema.1. atau atelektasis. normalnya 70o . III. Angulus subcostae : dengan kedua telapak tangan pada masing-masing arcus costae. atelektasis kompresif. submandibula dan kedua axilla. atau atelektasis obstruktif. o Friction fremitus Mungkin dapat teraba getaran pada dinding thorax akibat gesekan permukaan kedua pleura ( parietalis dan viseralis ) yang meradang / pleuritis. . misal ‘tujuh puluh tujuh’ berulang-ulang dan getarannya pada kedua dinding thorax diraba oleh kedua telapak tangan yang masingmasing diletakkan pada hemithorax secara simetris. pneumothorax. PERKUSI Teknik perkusi dinding thorax dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : Perkusi langsung adalah pemeriksaandimana dinding dada diketuk ringan dengan ujung jari tengah. normalnya terletak di tengah. Bila trakea bergerak ke kiri atau ke kanan perhatikan apakah karena pendorongan oleh tumor atau tertarik ke bagian yang sakit ( scwharte / fibrosis apeks paru oleh tuberculosis ) Diraba apakah ada penonjolan pada dinding dada. Normal akan dirasakan sama kuatnya.90o 2. Dalam keadaan statis : Apakah ada kelenjar getah bening yang membesar di daerah supraklavikula. o Vocal fremitus Pasien diminta untuk mengucapkan kata-kata apa saja. efusi pleura. Bila mengeras pada satu sisi kemungkinan ada infiltrat. Normal amplitudonya sama. Tentukan amplitude gerak nafas hemithorax kiri dan kanan serta bandingkan. atau tumor. emfisema. Trakea. Bila membesar  limfadenopati yang menunjukkan terdapatnya proses di daerah paru seperti kanker paru. Dalam keadaan dinamis : o Gerak dinding thorax saat inspirasi dan ekspirasi. Sinkron saat gerak inspirasi-ekspirasi dan teraba amat halus. Bila tidak sama. Kedua telapak tangan pemeriksa diletakkan pada tempattempat yang simetris.

tumor atau efusi pleura. Misalnya pada perkusi yang dilakukan pada pneumothorax. kemudian jari tengah tangan yang lain kita gunakan untuk mengetuk dengabn kuat jari yang ditempelkan pada dinding dada. Pemeriksaan perkusi digunakan untuk : Memeriksa keadaan paru dan cavum pleura.ini timbul pada paru yang terdapat infiltrate atau konsolidasi. Bunyi perkusi hipersonor mungkin adanya emfisema. Misalnya pada paru dengan tumor yang besar atau atelektasis. Tujuan perkusi adalah untuk memperlihatkan keadaan pekak pada tempat dimana seharusnya ada resonansi. Merupakan bunyi perkusi dinding thorax yang normal. dan batas redup ke pekak (hati yang tidak diliputi jaringan paru) pada sela iga ke VI. bagian distal jari tengah dan telunjukdari tangan yang satu kita tempelkan dengan erat pada dinding dada. Bunyi perkusi pekak mungkin adanya suatu tumor yang besar.Perkusi tidak langsung. Bunyi perkusi sonor adalah bunyi yang kurang nyaring disbanding bunyi hipersonor. Normal. Macam-macam bunyi perkusi : Bunyi perkusi tympani adalah bunyi yang amat nyaring seperti mengetuk abdomen yang kosong. Bunyi perkusi hipersonor adalah bunyi perkusi yang kurang nyaring disbanding dengan bunyi timpani. Misalnya pada paru yang mengalami emfisema. Bunyi perkusi redup adalah bunyi perkusi yang kurang nyaring disbanding dengan bunyi sonor. Bunyi pekak ialah bunyi perkusi pada thorax bila jaringan paru didalamnya tidak lagi terdapat udara. pneumonia kecil atau kavitas dalam paru. Bunyi perkusi sonor berarti kedua hemi thorax berarti kedua paru dan cavum pleura dalam keadaan normal. Bila . atau paru normal dengan efusi pleura. Bunyi perkusi tympani mungkin adanya pneumothorax yang besar. Pada kedua hemithorax dilakukan secara simetris dan asimetris. Menetapkan batas paru hepar Perkusi dari atas ke bawah garis midclavikularis kanan. Bunyi perkusi redup mungkin terdapat infiltrate. batas antara bunyi sonor (paru) dan redup (hati yang diliputi paru) adalah pada sela iga ke IV.

Batas bawah paru dan batas atas jantung nor5malnya pada sela iga ke VIII IV.didengar di seluruh daerah perifer dada. Stetoskop mempunyai 2 macam ujung yaitu : Ujung bell digunakan untuk mendengar suara yang bernada rendah. Fase inspirasi:ekspirasi 3:1 2. Pemeriksaan ini digunakan untuk : 1. didengar pada dada bagian tengah. Ujung membrane digunakan agar dapat mendengar suara bernada tinggi. AUSKULTASI Terdapat 2 cara untuk mendengarkan suara yang ditimbulkan oleh paru: Aunskultasi langsung terdiri dari menempelkan telinga langsung pada dinding dada Auskultasi tidak langsung menggunakan stetoskop. Fase inspirasi:ekspirasi 1:2 Suara nafas vesikuler Barasal dari bronchus kecil/bronchiolus. Suara nafas normal Suara nafas trakeal Suara inspirasi ekspirasi di trachea (didengar di daerah leher) Fase inspirasi:ekspirasi 1:3 Suara nafas brnchial Berasal dari bronchus besar. Ini disebut peranjakan. Suara nafas abnormal .pasien dalam keadaan inspirasi dalm maka batas ini normalnya 2 jari lebih rendah. dan perut kosong. Menetapkan batas paru-lambung Perkusi dari atas kebawah pada garis axillaries anterior kiri dengan pasisi pasien tegak.

Suara nafas asmatik Ekspirasi memanjang dengan wheezing pada penderita asma bronchial. Suara tambahan Ronkhi Disebabkan adanya cairan di dalm lumen bronkus.Suara nafas trakeal. bronchial. Suara nafas metamorphosing Inspirasi yang berubah mendadak dari halus menjadi kasar pada sumbatan bronkus yang mendadak lepas/hilang. . Suara gesek pleura Karena gesekan kedua permukaan pleura. sedang dan halus. Suara nafas yang lemah Pada empiema. Pernapasan cog-wheel Suara nafas tersendat-sendat pada pleuritis adhesive. efusi pleura. Krepitasi Suara seperti menggesek rambut dekat telinga. Terjadi peda perangan pada pleura. Keadaan ini mungkin disebabkan olehkarana bronkus/bronkiolus dan alveolus mengalami infiltrasi/konsolidasi Suara nafas vesikuler memanjang (fase ins:eks 3:2/3:3) Terdengar bila bronkus kecil/bronkiolus mengalami penyempitan. 3. pneumo thorax.vesikuler tidak pada tempatnya. Suara nafas yang mengeras Pada keadaan infiltrasi/konsolidasi paru dan atelektasis Suara nafas amforik Seperti meniup kedalam botol kosong pada kavitas besar pada paru. karena adanya cairan pada alveolus. atau obstuksi bronkus. Ronkhi basah bila cairan bersifat encer dan kering bila cairannya agak kental tergantung lumennya (bronkus besar/sedang/kecil_) ronkhi basah dapat bersifat kasar.

merupakan denyut sistolik yang singkat. Bagian atas jantung terdiri dari beberapa pembuluh darah besar aorta dan arteri pulmonalis. karena bagian depan ventrikel kiri inilah yang menimbulkan impuls apeks. yang terdapat di sela iga kelima sedikit medial dari garis midklavikula kiri. sedangkan atrium kiri berada di bagian posterior. atau kira-kira 7-9 cm dari garis midsternal. Sebagian permukaan depan (anterior) jantung terdiri atas ventrikel kanan dan arteri pulmonalis yang berdekatan langsung dengan dinding toraks depan. Pemeriksaan fisik jantung meliputi : Inspeksi pasien Pengukuran tekanan darah Pemeriksaan denyut arteri Pemeriksaan denyut vena jugularis Perkusi jantung Palpasi jantung Auskultasi jantung Pemeriksaan edema dependen . kapan membuka dan menutupnya katup-katup jantung tersebut. Pemeriksaan Fisik Jantung Sebelum memulai melakukan pemeriksaan fisik jantung. tetapi bagian ini sangat penting.4. dan tidak dapat dideteksi secara langsung. Sisi kanan jantung berasal dari atrium kanan. Bila vocal resonance mengeras disebut aegophoni. dan hanya 1/3 terletak di sebelah kanan sternum. terlebih dahulu pemeriksa sudah dapat memperkirakan/membayangkan proyeksi posisi jantung ke dinding toraks depan. pemeriksa juga sudah dapat membayangkan aliran darah di dalam keempat rongga jantung. Vocal resonance Sama seperti vocal fremitus hanya didengarkan dengan stetoskop. Saat akan melakukan pemeriksaan fisik jantung. Sedangkan ventrikel kiri yang terletak di kiri dan belakang ventrikel kanan hanya menempati sebagian kecil permukaan jantung anterior. Bila vocal resonance mengeras disebut whispered pectoriloquy B. Sebagian besar jantung (± 2/3 bagian) terletak pada sebelah kiri sternum.

Apakah ada xantomata? Xantomata tendo adalah massa agak kekuningan sekeras batu yang biasanya ditemukan melekat pada tendo ekstensor jari tangan adalah patognomonik untuk hiperkolesterolemia familial. dan hipoplasia mandibula. Apakah pasien berada dalam distres akut? Sepeti apa pernapasan pasien? Apakah ia bernapas dengan susah payah? Apakah memakai obat pernapasan tambahan? Inspeksi Kulit Kulit dapat mengungkapkan banyak perubahan yang berkaitan dengan penyakit jantung. Inspeksi Evaluasi Penampilan Umum Inspeksi umum pasien sering memberikan petunjuk berharga untuk diagnosis penyakit jantung. Apakah ada ruam kulit? Adanya eritema marginatum ( eritema dimana daerah kemerahan berbentuk cakram dengan tepi yang menonjol ) pada pasien demam mengarah kepada demam reumatik akut. spinter hemorrhage dapat terlihat sebagi garis kecil coklat-kemerahan di dasar kuku. adalah lipatan melintang. seringkali bilateral. dengan pemeriksa berdiri di sisi kanan tempat tidur. Wajah bulat seperti bulan dan mata yang terletak berjauhan mengarah kepada stenosis pulmonal. Bagian kepala tempat tidur dapat sedikit ditinggikan jika pasien merasa lebih nyaman dengan posisi ini. atau tanda Lichstein. Anemia berat. Inspeksi Wajah Kelainan jantung dapat pula dikaitkan dengan kelainan pada wajah dan kepala. sering dijumpai pada pasien diatas usia 50 tahun dengan penyakit arteri koronaria yang bermakna. Jari tangan dengan splinter hemorrhage pada pasien dengan endokarditis diperlihatkan pada Gambar IX D. Inspeksi Mata . Tendo Achilles dan tendo plantar telapak kaki juga merupakan lokasi umum untuk xantomata tendo. dijumpai bersama-sama dengan mata yang terletak berjauhan. bahkan termasuk trauma setempat pada kuku. hidung yang menengadah. Tetapi penemuan ini tidak spesifik karena ditemukan pula pada banyak keadaan lain. telinga letak rendah. Perdarahan ini berjalan dari tepi bebas proksimal dan secara klasik dikaitkan dengan endokarditis bacterial subakut. Pasien dengan konsentrasi kolesterol total di atas 450 mg/100 cc dengan xantomata tendo pada permukaan ekstensor jari tangannya diperlihatkan dalam gambar IX C. Wajah tanpa ekspresi dengan kelopak mata bengkak dan hilangnya sepertiga luas alis dijumpai pada hipotiroldisme. Meskupun ini merupakan tanda yang berguna. suatu kelainan congenital. Individu-individu ini mungkin menderita kardiomiopati. terlalu banyak hasil positif palsu dan negatif palsu sehingga penemuan ini kurang dapat diandalkan. dan tirotoksikosis cenderung membuat kulit lebih hangat.Pasien harus berbaring terlentang. Inspeksi Kuku Sering kali. strabismus. Apakah ada sianosis? Jika ya. beri-beri. klaudikasio intermiten berkaitan dengan rasa dingin pada ekstremitas inferior jika dibandingkan dengan ekstremitas superior. Lipatan daun telinga. Stenosis aorta supravalvula. apakah sentral atau perifer? Suhu dapat mencerminkan penyakit jantung.

terutama stemosis pulmonal dan stenosis aorta supravalvular. suatu penyebab penting regurgitasi aorta. hipertensi. dijumpai pada sindrom Marfan dan para prolaps katup mitral. Apakah ada gerakan jantung yang dapat dilihat? Inspeksi Ekstremitas Sebagai kelainan kongenital jantung berkaitan dengan kelainan ekstremitas. Kekeruhan kornea mungkin dijumpai pada sarkoidosis yang mungkin menjadi penyebab cor pulmonale atau gangguan miokard. Apakah palatumnya melengkung tinggi? Palatum yang melengkung tinggi mungkin berkaitan dengan gangguan jantung kongenital seperti prolaps katup mitral. Jari tangan yang panjang dan kurus mengarah kepada sindrom Marfan dan kemungkinan regurgitasi aorta. yang disebut xantelasma. atau mata yang berjarak lebar. Hipertelorisme. tidak mengherankan bahawa segala sesuatu yang mengganggu perkembangan dada dapat mengganggu perkembangan jantung pula. atau jari kaki ekstra. Pasien dengan defek septum atrium mungkin mempunyai falang ekstra. Arkus (lihat Gambar VI A) yang dijumpai pada pasien di bawah 40 tahun harus membangkitkan kecurigaan terhadap hiperkolesterolemia. Pemeriksaan mata dapat memperlihatkan arkus senilis. juga berkaitan dengan sindrom Marfan. dan aterosklerosis. Pemeriksaan retina dapat memberikan informasi yang berguna mengenai diabetes. Pindahnya lensa mata sering dijumpai pada pasien dengan sindrom Marfan. yang mungkin mengalami koarktasio aorta. Karena dada dan jantung berkembang pada waktu yang hampir bersamaan selama embriogenesis. meskipun lesi ini kurang spesifik ketimbang xantoma. Inspeksi palatumnya. harus membagkitkan kecurigaan akan hiperlipoproteinema. Stenosisi pulmonal merupakan kelainan jantung yang menyertai keadaan ini. Apakah ada petekiae pada palatum? Endokarditis bakterial subakut sering disertai dengan petekia di palatum seperti terlihat pada pasien Gambar X A. atau dada burung.Adanya plak kekuningan pada kelopak mata. Inpeksi Leher Pemeriksaan leher dapat memperlihatkan webbing. Inspeksi Mulut Mintalah pasien untuk membuka mulutnya lebar-lebar. berkaitan dengan penyakit jantung kongenital. atau da da cekung ke dalam. Pectus carinatum. Pengukuran Tekanan Darah Prinsip . Webbing dijumpai pada orang dengan sindrom Turner. atau pula sindrom Noonan. jari tangan ekstra. Pasien dengan xantelasma dan hiperkolesterolemia diperlihatkan dalam gambar IX F. Inspeksi Konfigurasi Dada Inspeksi dada seringkali mengungkapkan informasi mengenai jantung. Pectus excavatum. Perdarahan konjungtiva lazim dijumpai pada endokarditis infektif.

Tekanan darah dapat diukur secara langsung dengan kateter intra-arterial atau secara tidak langsung dengan sfigmomanometer. Sfigmomanometer terdiri dari kantong karet yang dapat digembungkan di dalam suatu penutup kain, bola karet untuk memompa kantong, dan manometer untuk mengukur tekanan di dalam kantong karet. Pengukuran darah secara tidak langsung meliputi deteksi timbul dan hilangnya bunyi Korotkoff secara auskultatoris di atas arteri yang ditekan. Bunyi Korotkoff adalah bunyi bernada rendah yang berasal dari dalam pembuluh darah yang berkaitan dengan turbulensi yang dihasilkan dengan menyumbat arteri secara parsial dengan manset tekanan darah. Ada beberapa fase yang terjadi secara berurutan ketika tekanan penyumbat turun. Fase 1 terjadi bila tekanan penyumbat turun sampai tekanan darah sistolik. Suara mengetuknya jelas dan secara berangsur-angsur intensitasnya meningkat ketika tekanan penyumbat turun. Fase 2 terjadi pada tekanan kira-kira 10-15 mmHg di bawah fase 1 dan terdiri dari suara mengetuk yang diikuti dengan bising. Fase 3 terjadi bila tekanan penyumbat turun cukup banyak sehingga sejumlah besar volume darah dapat mengalir melalui arteri yang tersumbat sebagian. Bunyinya serupa dengan bunyi fase 2 kecuali bahwa hanya terdengar bunyi ketukan. Fase 4 terjadi bila intensitas suara tiba-tiba melemah ketika tekanan mendekati tekanan darah diastolik. Fase 5 terjadi bila bunyi sama sekali menghilang. Pembuluh darah tidak tertekan lagi oleh manset penyumbat. Sekarang tidak ada lagi aliran turbulensi. Tekanan darah normal untuk orang dewasa adalah sampai 140 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan sampai 95 mmHg untuk tekanan darah diastolik. Titik hilangnya bunyi Korotkoff mungkin lebih cepat ketimbang titik meredupnya untuk penentuan tekanan darah diastolik (London dan London, 1976). Tetapi, jika titik hilangnya lebih dari 10 mmHg di bawah titik meredup, titik meredup mungkin lebih akurat (Freis, 1968). Pencatatan titik meredup dan menghilangnya bunyi ini seringkali membantu komunikasi. Tekanan darah dapat dicatat sebagai 125/75-67. Tekanan darah sistolik adalah 125; titik meredup 75; titik menghilang 65 (tekanan darah diastolik). Tekanan darah sebaiknya dicatat hanya pada 5 mmHg terdekat, karena ada batas ketepatan ± 3 mmHg bagi semua sfigmomanometer. Disamping itu perubahan tekanan darah normal terjadi dari waktu ke waktu dan pengukuran sampai kurang dari 5 mmHg memberikan perasaan ketepatan yang semu. Ukuran manset penting untuk penentuan tekanan darah yang tepat. Manset ini harus dilingkarkan dengan sempit disekeliling lengan dengan tepi bawah 1 inci di atas fosa antekubiti. Manset ini sebaiknya 20% lebih lebar ketimbang diameter ekstremitas. Kantong karet harus terletak di atas arteri. Pemakaian manset yang terlalu kecil untuk lengan berukuran besar akan menghasilkan pengukuran tekanan darah yang lebih tinggi daripada sebenarnya. Celah auskultasi adalah keadaaan hening yang disebabkan oleh lenyapnya bunyi korotkoff setelah muncul untuk pertama kali dan timbulnya kembali bunyi pada tekanan yang lebih rendah. Celah auskultasi ada sewaktu terjadi penurunan aliran darah ke ekstremitas, seperti ditemukan pada hipertensi dan stenosis aorta. Kepentingan klinis hal ini adalah tekanan darah sistolik dapat ditentukan secara keliru pada tingkat yang lebih rendah, yaitu titik timbulnya bunyi Korotkoff. Pengukuran Tekanan Darah dengan Palpasi Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan pasien berbaring dalam posisi supinasi dengan nyaman. Kantong manset diletakkan di atas arteri brakialis kanan. Jika lengan terlalu gemuk, pakelah manset paha. Lengan sedikit difleksikan, dan disokong kira-kira setinggi jantung. Untuk menentukan tekanan darah sistolik secara memadai dan untuk menyingkirkan kesalahan karena celah auskulasi, tekanan darah mula-mula diperiksa dengan palpasi.

Menurut prosedur ini, arteri brakialis atau radialis kanan dipalpasi sementara manset dipompa di atas tekanan yang diperlukan untuk menghilangkan denyut nadi. Sekrup yang dapat diputar dibuka perlahan-lahan untuk mengurangi tekanan di dalam kantong karet secara lambat. Tekanan sistolik diketahui dengan timbulnya kembali denyut brakial. Segera setelah denyut diraba, sekrup itu dibuka untuk mengurangi tekanan kantong karet dengan cepat. Ini adalah tekanan darah sistolik. Prosedur ini diperlihatkan dalam Gambar 11-11.

Pengukuran Tekanan Darah dengan Auskultasi

Tekanan darah diukur secara auskultasi di lengan kanan dengan memompa manset kirakira 20 mmHg di atas tekanan sistolik yang ditentukan dengan palpasi. Diafragma stetoskop harus diletakkan di atas arteri sedekat mungkin dengan tepi manset, sebaiknya tepat di tepi bawah manset itu. Mansetnya dikempiskan secara perlahan-lahan, sementara anda mengevaluasi bunyi Korotkoff. Tekanan darah sistolik, titik meredup, dan titik menghilangnya bunyi Korotkoff ditentukan. Tekanan darah sistolik adalah titik dimana terdengar bunyi mengetuk pertama. Teknik menentukan tekanan darah secar auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-12. Jika tekanan darahnya tinggi, sebaiknya diperiksakan kembali pada akhir pemeriksaan fisik, ketika pasien mungkin lebih tenang.
Menyingkirkan Kemungkinan Hipotensi Ortostatik Hipotensi ortostatik diperiksa dengan meminta pasien duduk sementara tekanan manset ditinggikan. Kemudian tekanan darah diukur kembali untuk melihat adanya penurunan yang berkaitan dengan posisi duduk. Penurunan tekanan darah sistolik sebesar 15 mmHg atau lebih merupakan tanda hipotensi ortostatik, atau postural. Pada kebanyakan pasien juga terjadi peningkatan denyut jantung ketika pasiennya duduk. Menyingkirka Kemungkinan Stenosis Aorta Supravalvular Jika hipertensi ditemukan dilengan kanan, lakukanlah pemeriksaan berikut ini: Pasang manset pada lengan kiri, dan tentukan tekanan secara auskultasi saja. Anda tidak perlu mengukur tekanan darah secara palpasi atau memeriksa terjadinya perubahan ortostatik. Pada stenosis aorta supravalvular, terdapat perbedaan tekanan darah pada kedua lengan; hipertensi mungkin ditemukan dilengan kanan sedangkan hipotensi ada dilengan kiri. Menyingkirkan Kemungkinan Koarktasio Aorta Jika tekanan darah meningkat dikedua lengan, penentuan tekanan darah pada ekstremitas inferior penting untuk mrnyingkirkan kemungkinan koarktasio aorta. Pasien diminta berbaring pada perutnya sementara manset paha, 6 cm lebih lebar dari manset lengan, diletakkan mengelilingi aspek posterior bagian pertengahan paha. Stetoskop diletakkan diatas arteri di fosa poplitea. Bunyi Korotkoff ditentukan seperti pada ekstremitas inferior dengan tepi bawah tepat pada maleolus. Stetoskop diletakkan diatas arteri tibialis posterior atau dorsalis pedis, dan lakukanlah pengukuran tekanan darah dengan auskultasi. Tekanan darah sistolik ditungkai yang lebih rendah daripada di lengan mengarah kepada koarktasio aorta. Menyingkirkan Kemungkinan Tamponade Jantung

Bila tekanan darah arteri yang rendah dan denyut nadi cepat dan lemah, kita perlu menyingkirkan kemungkinan tamponade jantung. Tanda klinis yang berguna yang mengarah kepada tamponade jantung adalah adanya denyut paradoks yang bermakna, yang ditandai dengan penurunan tekanan sistolik selam inspirasi lebih besar daripada normal. Ada banyak kekacauan mengenai defenisi denyut parodoks (dikenal pula sebagai pulsus paradoksus). Denyut paradoks harus didefenisikan sebagai penurunan normal (kira-kira 5 mmHg) dalam tekanan arteri sistolik selama inspirasi (Henkind et al, 1987). Besarnya penurunan tekanan sistoliklah yang menentukan apakah pulsus paradoksus normal atau abnormal. Teknik menentukan besarnya denyut paradoks adalah sebagai berikut: Mintalah pasien untuk bernafas senormal mungkin. Pompa manset tekanan darah sampai tidak terdengar bunyi. Secara berangsur-angsur kurangi tekanan di dalam manset sampai bunyi terdengar pada waktu ekspirasi saja. Catat tekanan ini. Lanjutkan mengurangi tekanan di dalam manset secara perlahan-lahan sampai bunyinya terdengar selama inspirasi. Catatlah tekanan ini. Jika perbedaan di antara kedua tekanan ini melebihi 10 mmHg, dikatakan ada pulsus paradoksus yang bermakna; yang mungkin disebabkan oleh tamponade jantung. Tamponade jantung timbul bila ada peningkatan tekanan intraperikardial yang mengganggu pengisian diastolic yang normal. Pulsus paradoksus yang berlebihan bukan merupakan fenomena spesifik untuk tamponade jantung karena juga dijumpai pada efusi perikardial yang besar; pada perikarditis konstriktif; dan pada keadaan yang berkaitan peningkatan usaha ventilasi, seperti asma dan emfisema. Denyut Arteri Informasi berikut ini diperoleh dari palpasi denyut arteri: Kecepatan dan irama jantung Kontur denyut itu Amplitudo denyut Penentuan Kecepatan Denyut Jantung Kecepatan denyut jantung secara rutin ditentukan berdasarkan palpasi denyut radial. Pemeriksa harus berdiri di depan pasien dan memegang kedua arteri radialis. Jari kedua, ketiga dan keempat harus diletakkan di atas arteri radialis, seperti diperlihatkan pada Gambar 11-13. Pemeriksa harus menghitung denyut selama 30 detik dan mengalikan jumlah denyut dengan angka 2 untuk memperoleh jumlah denyut per menit. Metode ini tepat untuk kebanyakan irama teratur. Jika pasien mempunyai irama yang tidak teratur, seperti pada fibrilasi atrium, mungkin ada pulsus defisit Pada fibrilasi atrilim, banyak impuls membombardir nodus atrioventrikular dan ventrikel. Karena lamanya periode pengisian diastolik berbeda-beda, sebagian kontraksi mungkin sangat lemah dan tidak dapat menimbulkan gelombang denyut yang memadai meskipun terjadi kontraksi ventrikel. Dengan demikian terjadi pulsus defisit, yaitu perbedaan antara denyut apikal (prekordial) dengan denyut radial. Pada kasus seperti itu, hanya auskultasi jantung - bukan denyut radial - yang akan memberikan hasil yang akurat untuk kecepatan denyut jantung. Penentuan Irama Jantung Sewaktu mempalpasi denyut arteri radialis, pcriksalah dengan cermat iramanya. Makin lambat kecepatannya, Anda harus mempalpasinya lebih lama. Jika iramanya tidak teratur, apakah ada pola dalam ketidakteraturannya itu?

Irama jantung dapat dibagi menjadi teratur, tidak teratur secara teratur, atau tidak teratur secara tidak teratur. Irama tidak teratur secara teratur adalah denyut yang tidak teratur dalam pola tertentu. Denyut tidak teratur secara tidak teratur tidak mempunyai pola. Elektrokardiogram sebenarnya merupakan cara terbaik untuk mendiagnosis irama jantung, tetapi diagnosis fisik dapat memberikan sejumlah petunjuk. Denyut prematur mungkin dapat dikenali dengan adanya denyut ekstra tersendiri selama suatu irama yang teratur. Bigeminus adalah denyut yang timbul sccara berpasangan. Denyut pertama adalah denyut sinus, yang diikuti dengan denyut prematur, biasanya ventrikular. Jika denyut prematurnya timbul sangat dini selama periode diastolik, denyut arteri karena kontraksi jantung ini mungkin tidak ditemukan jika pemeriksa memeriksa irama jantung berdasarkan palpasi saja. Irama yang timbul secara sangat tidak teratur tanpa pola disebut "tidak teratur secara tidak teratur" dan merupakan denyut yang dijumpai pada pasien dengan fibrilasi atrium. Palpasi Arteri Karotis Periksalah denyut arteri karotis dengan berdiri di sisi kanan pasien, dengan pasien dalam posisi telentang. Letakkanlah jari telunjuk dan jari tengah anda pada kartilago tiroid dan geserkanlah ke arah lateral di antara trakea dan muskulus sternokleidomastoideus. Anda harus dapat meraba denyut karotis tepat di sebelah medial muskulus sternokleidomastoideus. Palpasi harus dilakukan pada bagian bawah leher untuk menghindari penekanan pada sinus karotis, yang akan menyebabkan refleks penurunan tekanan darah dan denyut jantung. Tiap arteri karotis diperiksa secara tersendiri. Jangan menekan kedua karotis pada saat yang sama! Setelah memeriksa karotis kanan, berdirilah dalam posisi yang sama dan letakkan jari-jari yang sama pada trakea dan geserkanlah ke kiri untuk meraba arteri karotis sinistra. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-14. Memeriksa Karakteristik Denyut Arteri Karotis Arteri karotis dipakai untuk memeriksa kontur dan amplitudo denyut arteri. Kontur adalah bentuk gelombang. Kontur seringkali dilukiskan sebagai kecepatan gelombang menarik, gelombang menurun, dan lamanya gelombang itu. Pemeriksa harus meletakkan tangannya dengan kuat pada arteri karotis sampai meraba kekuaten maksimal. Pada saat ini bentuk gelombang seharusnya sudah dapat diketahui Denyutnya dapat dilukiskan sebagai norma, berkurang, meningkat, atau berpuncak ganca. Gelombang denyut karotis yang normal adalah halus, dengan kaki gelombang yang menaik lebib curam dan lebih cepat ketimbang kaki gelombang yang menurun. Denyut yang berkurang adalab denyut yang kecil dan lemah. Jari yang melakukan palpasi merasakan tekanan yang lemah dengan puncak yang jelas. Denyut yang meningkat adalah denyut yang besar, kuat, hiperkinetik. Jari yang melakukan palpasi merasakan bertambah besarnya kaki asendens dan ketukan yang kuat pada puncaknya. Denyut berpuncak ganda mempunyai gelombang perkusi dan tidak yang menonjol, dengan atau tanpa gelombang dikrotik. (Ringkasan kelainan denyut arteri dapat dilihat pada Gambar 11-29). Denyut Vena Jugularis Vena jugularis interna memberikan informasi mengenai bentuk gelombang dan tekanan atrium kanan. Pulsasivena jugularis interna ditemukan di bawah muskulus sternokleidomastoideus dan dapat dilihat ketika dibantarkan ke jaringan sekitarnya. Vena itu sendiri tidak terlibat. Karena vena jugularis interna kanan lebih lurus daripada yang kiri, hanya vena jugularis intema kanan yang diperiksa. Sistem jugularis eksterna, yang lebih mudah dilihat, kurang akurat dan jangan dipakai. Penentuan Bentuk Gelombang Jugular

Sinar dan bayangan itu berfungsi memperbesar bentuk gelombang. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-15. Untuk membantu mengenali bentuk-bentuk gelombang . bukannnya gelombang itu sendiri. gelombang jugular. posisi ini dipakai untuk mengukur tekanan di dalam sistem jugularis interna. makin rendah tekanannya.Untuk menampakkan bentuk. pemeriksa dapat menentukan siklus jantung dengan meraba impuls karocis kiri dengan tangan kirinya. makin besar elevasi yang diperlukan. Dengan berdiri di sisi kanan pasien pemeriksa harus meletakkan tangan kanannya. Pemeriksa kemudian mengukur jarak dari angulus sternal ke garis imaginer ini. Rujukan standar adalah angulus manubriosternal. Kepala pasien kira-kira 250 dengan bidang horizontal. Bayangan pulsasi dapat ditangkap di atas kertas di belakang pasien. Mula-mula pemeriksa harus menentukan tingginya distensi vena dengan memperhatikan puncak bentuk gelombang di dalam pulsasi vena jugularis interna. Perbedaan Bentuk Gelornbang Jugular dan Karotis Denyut Jugularis Internal Tidak dapat dipalpasi Multi formasi: 2 atau 3 komponen Halus berombak Bentuk gelombang hilang Tinggi gelombang Denyut Jugularis Internal Tinggi gelombang berkurang Tinggi gelombang meninggi Palpasi Bentuk gelombang Kualitas Penekanan Inspirasi Denyut Karotis Dapat dipalpasi Tunggal Kuat Tidak ada efek Tidak ada efek Denyut Karotis Tidak ada efek Duduk Tindakan Valsava Tidak ada efek Mengukur Tekanan Vena Jugularis Untuk menilai tekanan dalam jantung kanan. kita perlu menentukan tingkat rujukan. Pada setiap elevasi. Jika tidak ada gelombang yang terlihat. Penurunannya. Garis horizontal imaginer kemudian ditarik dari angulus sterna. Kepala pasien diputar sedikit ke kanan dan agak ke bawah untuk merelaksasikan muskulus sternokleidomastoideus. cenderung lebih jelas terlihat. Pasien barus berbaring telentang tanpa bantal sehingga leher tidak fleksi dan mengganggu pulsasi. Tabel 11-6. Tabel 11-16 memuat daftar perbedaan penting antara kedua denyut tersebut. Sudut elevasi kepala tempat tidur juga . pemeriksa harus memperhatikan bentuk gelombang pada angulus mandibula dengan pasien dalam posisi duduk tegak. makin kecil elevasi yang dibutuhkan. Denyut jangular harus dibedakan dari pulsasi arteri karotis. pada sterum pasien dan mengarahkan sinarnya ke sisi kanan leher pasien. Makin tinggi tekanan venanya. sudut elevasi kepala tempat tidur harus dikurangi. yang memegang lampu senter kecil. Jika vena-vena leher dapat terlihat pada batas rahang ketika pasien sedang duduk.

batas atas yang normal adalah 4-5 cm di atas annulus sternal. tekanan atrium kanan biasanya melbihi 15 mmHg. Pada 45° .. tekanan vena biasanya normal. Palpasi . Biasanya ada perubahan dari perkusi dari sonor ke redup kira-kira 6 cm disebelah lateral kiri sternum. Prosedur ini dilakukan dengan pasien dalam posisi berbaring di tempat tidur. Dengan menekan di atas hati. Respons normalnya adalah bertambahnya distensi sementara dari vena jugularis interna dan eksterna selama beberapa siklus jantung. perkusi mungkin berguna. Pada keadaankeadaan ini dapat ditemukan redup pada sisi kanan sternum. Tekanan atrium kanannya adalah 21 mmHg. perkusi dilakukan pada sela iga ketiga. Pasien dengan gagal ventrikel kanan mempunyai hati dengan sinusoid yang berdilatasi. Redup ini disebabkan adanya jantung. sehigga membuat pemeriksaan ini menjadi tidak tepat dalam meramalkan peninggian tekanan. Jika pemeriksaan ini dilakukan secara tidak tepat yaitu dengan mulut pasien tertutup. keempat dan kelima dari garis aksilaris anterior kiri ke garis aksilaris anterior kanan. akan terjadi tindakan valsava yang akan memberikan hasil pemeriksaan refluks hepatojugular yang tidak tepat. denyut jangula 7 cm di atas angulus sternal dalam posisi telentang. Ini biasanya berkaitan dengan teknik yang tidak tepat. Pada gagal ventrikel kanan distensi vena leher tetap ada selama seluruh periode penekaan. Kalimat pernyataannya dapat sebagai berikut: "pada elevasi 45° . Satu-satunya pernyataan tepat yang dapat dibuat adalah bahwa tekanan atrium kanan meninggi bila terjadi distensi vena leher sampai tepi rahang ketika pasien duduk 90° . Pemeriksa meletakkan tangan kananya di atas hati di kuadran kanan atas dan melakukan tekanan yang progresif menguat. Bila tinggi kolom vena samam atau lebih rendah daripada angulus sternal dalam posisi telentang. Pada beberapa keadaan klinis. Beberapa peneliti merasa bahwa pemeriksaan refluks hapatojugular adalah teknik dengan sensitivitas dan spesifitas rendah. fungsi ventrikel kanan secara kasar dapat dinilai.dihitung. Pemeriksaan ini dikenal pula sebagi kompresi abdominal. Perkusi Perkusi batas-batas jantung Teknik perkusi telah diuraikan dalam bab terdahulu. yang diikuti dengan penurunan tingkat akhir selama bagian penekanan. karena sensitivitas ini rendah. Berkali-kali telah diperlihatkan bahwa sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan ini rendah. tekanan vena biasanya normal. Pasien yang terlihat dalam Gambar X B mempunyai distensi vena lehersamapi angulus mandibula ketika duduk tegak. Ini mencakup dekstrokardia dan tension pneumotoraks dada kiri. yang turun tiba-tiba kalau tangan yang menekan dilepas. mulut terbuka. Usaha menentukan tekanan atrium kanan dengan manometer jungular memberikan hasil yang sangat tidak tepat. Penekanan dilakukan selama 20-30 detik. Kebanyakan klinikus merasa bahwa perkusi untuk memperkirakan ukuran jantung hanya sedikit membantu. bernafas biasa. jika pasien pada 30° . ini untuk mencegah tindakan Valsava. Pemeriksaan Refluks Hepatojugular Pemeriksaan yang berguna untuk menentukan tekanan vena jugularis yang tinggi adalah refluks hepatojugular. Penekanan pada hati mendorong darah keluar dari sinusoid ini masuk ke dalam vena kava inferior dan jantung kanan. menyebabkan bertambahnya distensi vena leher. Pada saat ini. batas atas yng normal adalah 6 cm. Jika dilakukan dengan tepat seperti diuraikan di atas. angka ketepatannya seharusnya cukup baik.

memukul dinding dada anterior selama kontraksi isovolumetrik. Impuls apikal. gerakan ventrikel kanan. Palpasi titik impuls maksimum paling mudah dilakukan dengan pasien dalam posisi duduk. dapat diperkirakan bahwa pasien tidak menderita kardiomegali. Adanya impuls ini mengarah kepada dilatasi arteri pulmonal. penilaian pasti tidak dapat dibuat. Impuls apikal yang disebabkan oleb ventrikel kanan lebih tersebar daripada yang dihasilkan oleh ventrikel kiri. yang cenderung lebih terbatas tempatnya. Pada pasien dengan penyakit paru-paru obstruktif kronis. Jika impuls apikal tidak teraba. Jika impuls apikal pindah ke lateral. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-17. tetapi hal ini dapat teraba pula pada orang tanpa hipertensi pulmonal. . ketika dilihat dari bawah. Rotasi ini memutar ventrikel kiri ke arah posterior dan membuatnya sulit untuk dipalpasi. pemeriksa harus menggerakkan ujung jari tangannya di daerah apeks jantung. karena ujung jari paling sensitif untuk menilai gerakan setempat. Adanya impuls sistolik di sela iga kedua di sebelah kiri sternum mengarah kepada hipertensi pulmonal. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-16.Palpasi dilakukan untuk mengevaluasi impuls apikal. titik impuls maksimum yang berada pada lokasi normal mengarah kepada kardiomegali. jantung berotasi searah jarum jam. Hanya ujung-ujung jari yang diletakkan di dada pada sela iga kelima. Titik impuls maksimum biasanya dalam jarak 10 cm dari garis midsternal dan diameternya tidak lebih dari 2-3 cm. Titik impuls maksimum pada pasien seperti itu teraba di daerah epigastrium. arteri pulmonalis. jika dilihat dari bawah. Jika titik impuls maksimum tidak dapat diraba dalam posisi duduk. Pada pasien dengan penyakit paru obstruktif menahun. Titik impuls maksimum teraba pada kira-kira 70% orang normal dalam posisi duduk. Palpasi Gerakan Setempat Sekarang pasien disuruh berbaring sehingga palpasi keempat daerah jantung utama dapat dilakukan. garis midklavikular. Meskipun titik impuls maksimum biasanya sesuai dengan apeks ventrikel kiri. Jika pada posisi dekubitus lateral kiri titik impuls. atau titik impuls maksimum (PMI) melukiskan gerakan keluar apeks jantung ketika berotasi berlawanan arah dengan jarum jam. Titik impuls maksimum harus dicatat. Pemeriksa memakai ujung-ujung jari untuk memeriksa adanya gerakan setempat. pada ujung bawah sternum. pasien harus diperiksa kembali dalam posisi berbaring telentang dan posisi dekubitus lateral kiri. dan titik impuls maksimum mungkin benar-benar dihasilkan oleh ventrikel kanan. Ada tidaknya thrill juga ditentukan dengan palpasi. Palpasi Titik Impuls Maksimum Pemeriksa harus berdiri di sisi kanan pasien. Posisi titik impuls maksimum dalam posisi dekubitus lateral kiri harus dinilai dengan pemahaman bahwa impuls jantung normal sekarang sedikit berpindah ke kiri. Impuls ini disebabkan oleh penutupan katup pulmonal dengan tekanan yang meningkat. pengembangan paru-paru yang berlebihan memindahkan titik impuls maksimum ke bawah dan ke kanan. dan ventrikel kiri. Titik impuls maksimum yang pindah ke lateral atau teraba dalam 2 sela iga selama fase respirasi yang sama mengarah kepada kardiornegali. maksimurn tidak berpindah ke lateral. dengan tinggi tempat tidur disesuaikan dengan kenyamanan pemeriksa. pada pasien dengan pembesaran ventrikel kanan.

Adanya thrill menunjukkan bising (murmur) yang kuat. Bunyi yang lebih sulit didengar sebenarnya akan terdengar lebih kuat. mengarah kepada ventrikel kanan yang besar. atau sejajar dengan arah kanan auditoris eksternal. diikuti dengan masukan taktil. konsentrasi otak akan lebib dicurahkan kepada masukan auditoris dan bunyi yang terdengar akan menjadi lebih jelas. tetapi juga harus cukup ketat untuk menyingkirkan bunyi eksternal. tetapi ini merupakan suatu tanda fisik yang menarik yang harus membuat pemeriksa menjadi waspada akan apa yang akan didengar. Setiap keadaan yang memperbesar laju pengisian ventrikel selama fase awal diastol dapat menimbulkan impuls yang dapat dipalpasi yang terjadi setelah impuls utama ventrikel kiri. Jika Anda menghilangkan gangguan rangsangan visual. dan sebagainya. Teknik ini diperlihatkan pada Gambar 11-19. Auskultasi Teknik Auskultasi yang baik memerlukan ruangan yang tenang. Impuls Kedua di daerah titik impuls maksimum ini biasanya teraba bersama-sama dengan S3. Masukan sensoris terpenting berikutnya adalah masukan auditoris. Bagian telinga stetoskop diarahkan ke anterior. Teknik pemeriksaan heave diperlihatkan dalam Gambar 11-18. Jika memakai tekanan yang terlalu besar. pemeriksa memakai bagian proksimal tangannya untuk meraba adanya gerakan ke luar yang terus menerus pada suatu daerah yang luas. lebih mudah terdeteksi Palpasi Thrill Thrill adalah sensasi getaran superfisial yang teraba pada kulit di atas daerah turbulensi. Jika bagian telinganya mengarah ke belakang. Adanya RV rock. Pemakaian spatula lidah atau lidi kapas dapat membantu memperkuat secara visual apa yang telah dipalpasi. lubangnya akan mengenai dinding kanal eksternal dan menurunkan intensitas bunyi jantung. Bagian telinga stetoskop harus cukup pas dengan ukuran telinga pemeriksa sehingga masih dapat dipakai dengan nyaman. Masukan daii mata kita kelihatannya paling penting. thrill tidak akan dapat diraba. bukannya dengan ujung jari. Ujung lidi diletakkan tepat di atas daerah itu dan dipegang oleh jari pemeriksa. Oleh karena itu penemuan thrill hanya menambah informasi sedikit untuk diagnosis. . Thrill paling baik diraba dengan memakai kepala tulang metakarpal. Ini bekerja sebagai titik tumpu. yaitu impuls parasternal kiri yang terus-menerus yang disertai dengan retraksi lateral. Setiap usaha harus dilakukan untuk menghilangkan bunyi tambahan dari radio.Palpasi Gerakan Umum Setelah mempalpasi dada dengan ujung jari. dan gerakannya diperbesar oleh gerakan lidi kapas. Palpasi thrill biasanya kurang penting karena auskultasi akan memperlihatkan adanya bising kuat yang menimbulkan thrill tersebut. Sering kali S3 lebih mudah diraba daripada didengar. dan ditekankan dengan sangat ringan pada kulit. yang disebut heave atau lift. televisi. Ini berkaitan dengan fakta bahwa otak kita dibanjiri dengan berbagai macam masukan sensoris. Sering kali berguna jika Anda inenutup mata sementara mendengarkan bunyi jantung. Pemeriksa kembali mempalpasi masing-masing dari empat daerah jantung utama.

lebib baik didengar dengan bel . bel stetoskop harus diletakkan secara ringan pada kulit. membungkuk ke depan Semua daerah prekordial diperiksa ketika pasien telentang. Sekarang pemeriksa harus meletakkan stetoskopnya di apeks untuk mendengarkan adanya bissng diastolik bernada rendah karena stenosis mitral.stetoskop. Tetapi pemeriksa tidak boleh membatasi auskultasinya pada daerah-daerah ini saja. seperti penutupan katup. pemeriksa harus menetukan apakah ada S3 dan S4. jika cukup kuat. Jika tidak pada ketinggian yang tepat. Bising yang khas terdengar di apeks dengan penyebaran ke aksila dapat terdengar di leher. Akhirnya pasien diminta untuk membungkuk ke depan. sedangkan diafragma. Tidak ada dinding akustik di dada. Pasien diminta untuk mengeluarkan napas dan kemudian menahannya ketika pemeriksa dengan memakai diafragma. trikuspid dan mitral. lebib baik didengar dengan diafragma. Bunyi bernada rendah. Bising jantung dapat tersebar luas. Pemeriksa seharusnya mulai pada salah satu daerah dan menggerakkan stetoskopnya sedikit demi sedikit dari satu daerah ke daerah lainnya di perikordium. yang paling baik didengar dengan bel stetoskop. yaitu : Telentang Dekubitus lateral kiri Duduk tegak lurus Duduk. kanan dan kiri. Ketika mendengarkan pada apeks dan batas sternal bawah kiri dengan bel stetoskop. tempat tidur harus disesuaikan sehingga pemeriksa berada pada posisi yang nyaman. Setelah semua daerah diperik sa. Daerah-daerah ini telah ditentukan untuk memberikan standarisasi. Jangan sekali-kali mendengarkan melalui pakaian apa saja! Auskultasi Daerah-Daerah Jantung Pemeriksa harus berada pada sisi kanan pasien sementara pasien berbaring telentang. seperti irama gallop atau bising karenastenosis atrioventrikular. dan bising regurgitasi. Observasi yang penting adalah untuk menentukan tempat dimana bunyi tersebut paling kuat atau paling jelas terdengar. harus ditekan kuat-kuat pada kulit. Dalam contoh ini bising itu mungkin terdengar paling kuat di apeks dan aksila.Seperti dijelaskan dalam bab terdahulu. pasien disuruh untuk berbaring pada sisi kiri tubuhnya. Pengaruh Pernapasan . kejadian sistolik. Dengan memakai cara sistematis pemeriksa mulai pada daerah aorta atau apeks dan dengan cermat mendengarkan bunyi jantung. Bunyi bernada tinggi. pulmonal. Kemudian pasien diminta untuk duduk tegak dan semua daerah diperiksa dengan diafragma stetoskop. Posisi Auskultasi Standar Empat posisi standar untuk auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-20. mendengarkan bising diastolik bernada tinggi kerena regurgitasi aorta pada sela iga kedua dan ketiga. Pemeriksa harus mendengarkan di daerah aorta.

S 3 atau S4 yang berasal dari jantung kanan juga akan menguat selama inspirasi . Yang paling penting adalah anda harus memakai denyut karotis bukan denyut radial. S2 terdengar setelah denyut tersebut. TABEL 11-7. Bunyi yang mendahului denyut karotis adalah S1. pemeriksa harus dapat menetukan waktu peristiwa-peristiwa dalam siklus jantung. Di samping itu. Cara yang paling dapat diandalkan untuk mengenali S 1 dan S2 adalah menentukan waktu terjadinya bunyi itu dengan mempalpasi arteri karotis. Sementara tangan kanan pemeriksa mengubah-ubah posisi stetoskop. Penentuan Waktu Peristiwa-Peristiwa Jantung Untuk menafsirkan bunyi-bunyi jantung dengan tepat. sehingga akan terjadi kesalahan dalam penentuan waktu ini. bungkuk ke depan Uraian Mengenai Bising Jantung . Pendekatan untuk Auskultasi yang Cermat Sampai pemeriksa berpengalaman dalam pemeriksaan jantung. Pendekatan Auskultasi Jantung Posisi Telentang Evaluasi S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada aspek dengan memakai bel stetoskop S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Bising atau bunyi siastolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada basis jantung Memakai diagram stetoskop Dekubitus lateral kiri Duduk tegak Duduk tegak. Pemeriksa harus mencurahkan waktunya pada setiap daerah sebelum melanjutkan ke daerah selanjutnya. tangan kiri diletakkan pada arteri karotis pasien. Keterlambatan waktu dari S1 sampai denyut radial adalah bermakna.Pemeriksa harus memberikan perhatian khusus kepada intesitas bunyi jantung. Kebanyakan bising atau bunyi jantung yang berasal dari jantung kanan akan menguat dengan inspirasi. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-21. Ia harus mendengarkan beberapa siklus jantung pada tiap posisi untuk membuatnya yakin mengenai observasi yang dilakukan. yang mencakup efek pernapasan. ia harus memeriksa bunyi-bunyi jantung dengan cara yang diuraikan dalam Tabel 11-7. Ini berkaitan dengan meningkatnya aliran kembali darah yang terjadi dengan inspirasi yang mangakibatkan meningkatnya keluaran ventrikel kanan.

atau setelah S2? Apakah bising itu menempati seluruh periode sistolik? Bising terjadi sepanjang sistol disebut holosistolik atau pansistolik. mid-sistole. VI Intensitas terkuat: dapat didengar sewaktu stetoskop diangkat dari dada. atau setelah S1? Apakah ia berakhir sebelum. Tiap bising yang berkaitan dengan thrill paling sedikit mempunyai derajat IV/VI. Di daerah mana bising paling baik didengar? Penyebaran bising dapat memberi petunjuk mengenai penyebabnya. misalnya. bersama-sama dengan. atau bagian akhir sistole? Apakah bisisng itu menetap sepanjang seluruh periode sistolik. Sistem penggolongan berikut ini. II Intensitas rendah. "derajat II-III/VI". Bising seperti itu disebut holodiastolik.Jika terdapat bising jantung. sering tidak terdengar oleh pemeriksa yang belum berpengalaman. meskipun kuno. Apakah bising itu hanya terjadi pada awal sistol. "derajat IV/VI". Berkaitan dengan thrill. Apakah bising itu menyebar ke aksila? leher? punggung? Intensitas bising digolongkan dari I sampai VI. Perlu diketahui bahwa bising derajat IV/VI lebih kuat daripada bising II/VI hanya karena ada turbulensi yang lebih besar. III Intensitas sedang tanpa thrill IV Intensitas sedang dengan thrill V Bising terkuat yang dapat didengar bila stetoskop diletakkan di dada. sebagai derajat "II/VI. . Bising dapat dilukiskan. berfungsi sebagai alat komunikasi dengan orang lain mengenai intensitas bising I Intensitas terendah. Bising ejeksi sistolik mulai timbul setelah S1 dan berakhir setelah S2. Berkaitan dengan thrill. Bising ini mulai timbul bersama-sama dengan S1 dan berakhir setelah S2. biasanya dapat didengar oleh pemeriksa yang belum berpengalaman. perhatian harus diarahkan kepada cirri-ciri berikut : Waktu dalam siklus jantung Lokasi Penyebaran Lamanya Intensitas Tinggi nada Kualitas Hubungannya dengan pernapasan Hubungannya dengan posisi tubuhWaktu bising dipandang dari sudut sistol atau diastol adalah sangat penting: Apakah bising sistolik mulai timbul bersama-sama dengan. berdasarkan kekuatan yang makin bertambah.

Jika ada pitting edema. Gesekan ini dapat disebabkan oleh iritasi pleura (yaitu gesekan pleura). Uji adanya Edema Untuk memeriksa adanya pitting edema. Pemeriksaan Edema Bila tekanan vena perifer tinggi. Pasien dengan gesekan perikardial biasanya mengalami nyeri dada yang berkurang dengan duduk membungkuk ke depan. Gesekan perikardial khas mempunyai tiga komponen: satu sistolik dan dua diastolik. Seperti telah diuraikan di atas. Gesekan yang menghilang apabila pasien menahan napas berasal dari pleura. Biasanya. Pada pasien yang terbaring di tempat tidur. Kualitas bising dapat dilukiskan sebagai "bergemuruh" (rumbling). seperti pada gagal jantung kongestif. Yang paling jelas adalah 4+. "kasar". Pitting edema biasanya digolongkan dari 1+ sampai 4+.kedua-duanya mungkin mempunyai makna klinis. Tujuan Auskultasi Tujuan pada akhir auskultasi adalah agar dapat melukiskan hal-hal berikut ini: Intensitas S1 di semua daerah Intensitas S2 di semua daerah Ciri-ciri setiap bunyi sistolik Ciri-ciri setiap bunyi diastolik Dengan pengalaman. seperti daerah pretibial. jari ditekankan kepada daerah dependen. dan bila jari itu diangkat. atau perikardium (yaitu gesekan perikardial). hal ini meningkatkan aliran balik vena dan memperlebar pemisahan A2-P2. atau "kasar seperti manggarut" (scratchy). yang mengakibatkan timbulnya edema di daerah dependen. dua komponen diastolik terjadi selama pengisian cepat dan kontraksi atrium. "seperi bunyi mesin" (machinery). Uraian Mengenai Gesekan Perikardial Gesekan friksi (friction rub) adalah bunyi ekstrakardial yang berlangsung singkat yang mempunyai sifat khas seperti bunyi gesekan pada ampelas. tergantung pada lamanya cekungan tadi bertahan. "meniup" (blowing). mungkin pula tidak. S1 paling kuat di apeks dan S2 paling kuat di basis. Komponen sistolik terjadi selama ejeksi. daerah dependen biasanya sakruin dan bukan pretibia. Gesekan perikardial paling baik didengar pada pasien dalam posisi duduk sementara menahan napasnya selama ekspirasi. tekanan di dalam vena disebarkan secara retrograd pada pembuluh-pembuluh yang lebih kecil. Penulisan "IV" dipakai karena ada sistem penggolongan lain yang kurang populer yang memakai hanya empat kategori. Splitting S2 menjadi A2 dan P2 selama inspirasi paling jelas terdengar di daerah pulmonal dengan pasien berbaring telentang. "musikal". Peningkatan cairan jaringan ini menimbulkan edema yang "cekung" kalau ditekan. jari-jari akan terbenam ke dalam jaringan. selama 2-3 detik. Terjadi transudasi cairan. . pemeriksa akan dapat mendengarkan semua bagian siklus jantung pada satu daerah dan membandingkan bunyi dan peristiwa yang terjadi dengan daerah lain. bekas tekanan jari akan tetap ada. Pada pasien seperti ini pemeriksa harus memeriksa kemungkinan adanya edema di sakrum.

KORELASI KLINIKOPATOLOGIK Perhatian sekarang akan dipusatkan kepada perubahan patologis. Posisi katup pada waktu kontraksi ventrikel mempengaruhi intensitas S1. Bila katup atrioventrikular menjadi kaku karena fibrosis atau kalsifikasi. makin lebar arc of coaptation. Meningkatnya kontraktilitas akan meningkatkan intensitas Sl. yang menyebabkan hal-hal berikut ini: Kelainan bunyi jantung pertama Kelainan bunyi jantung kedua Systolic click Opening snap diastolic Bising jantung (murmur) Kelainan Bunyi Jantung Pertama Kelainan Intensitas Sl Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas S1 adalah sebagai berikut : Laju kenaikan tekanan ventrikel Keadaan katup Posisi katup Jarak jantung dari dinding dada Makin cepat laju kenaikan tekanan ventrikel kiri. Jika katup dalam posisi pertengahan. Gelombang P pada elektrokardiogram sesuai dengan kontraksi atrium. kontraksi ventrikel terjadi sedemikian cepatnya setelah kontraksi atrium sehingga tekanan atrium masih tinggi ketika tekanan ventrikel kiri melebihinya. yang memperkeras S1. Katup yang mengalami defonnasi secara patologis (pada stenosis mitral) akan menghasilkan S1 yang lebih kuat atau lebih jelas. jarak yang ditempuhnya lebih sedikit ketimbang jarak yang ditempuh dari posisi terbuka lebar. makin kuat komponen mitral dari S 1. Jika interval PR memendek. yang lebih membuka lagi katup mitral pada masa diastolik akhir. Katup mitral tetap terbuka lebih lama dan menutup lebih lambat ketimbang normal. . Arc of coaptation adalah sudut melalui mana katup menutup. Penurunan kontraktilitas akan memperlemah S1. Makin besar terbukanya. dan makin kuat S1. Hal itu dapat dilihat pada keadaau-keadaan di mana ada interval PR yang memendek pada elektrokardiogram. sehingga S1 melemah. penutupannya akan lebih kuat. ia tidak akan dapat bergerak. Ini berhubungan langsung dengan tekanan di dalam atrium kin pada saat di mana tekanan ventrikel kiri melebihinya dan menutup katup. yang meninggikan tekanan atrium kiri (gelombang "a" pada perekaman atrium kiri). Setelah bertahun-tahun. Katup mitral terbuka normal selama diastol untuk pengisian ventrikel. selama fase cepat kenaikan tekanan di dalam ventrikel. ketika katup mengalami lebih banyak kalsifikasi.

Pada keadaan ini. Tiap keadaan. oleh karena itu sistolenya akan lebih singkat. fibrotik. Keadaan-keadaan seperti regurgitasi mitral. Pengisian ventrikel kanan akan diperlambat oleh blok cabang berkas kanan atau stenosis pulmonal. Dengan ekspirasi. Hipertensi meningkatkan tekanan sistolik aorta dan menimbulkan A2 yang keras dari komponen S2. fibrosis tidak menimbulkan peningkatan intensitas. St akan lebih lemah daripada normal. kedua faktor ini menjadi kunci dalam timbulnya splitting S2 yang lebar. tetapi juga sistole ventrikel kanan akan memanjang. "saluran keluar" ventrikel kiri ada dua. Tiap keadaan yang mempersingkat sistole ventrikel kiri akan membuat A 2 terjadi lebih awal ketimbang normal. baik secara elektris maupun mekanis. seper[i dijumpai pada fenomena Wenekebach . dan interval Sl sampai A2 akan lebih singkat ketimbang normal. P2 bergerak normal dan mendekati Sl splitting P2 . Tiap keadaan yang memperlambat sistole ventrikel kanan. makin lemah S1. Sebaliknya. makin panjang interval PR. Keadaan ini memperlambat penutupan katup aorta setelah terjadinya sistole ventrikel kanan dan P2. Urutan normal A2 – P2 menjadi terbalik. Selama inspirasi. Kelainan S2 yang Terpisah (Splitting) Bunyi jantung kedua yang terpisah (Splitting) secara fisiologis normal telah diuraikan pada bab mengenai anatomi dan fisiologi. Kalsifikasi atau fibrosis katup senulunar akan menyebabkan melemahnya penutupan katup tersebut. demikian pula akan terjadi splitting yang lebar. akan melemah pula. Pada pasien yang sangat gemuk atau menderita penyakit paruparu obstruktif kronis. keadaan yang menurunkan tekanan sistolik akan mem perlemah S2. Karena katup semilunar merupakan tipe katup yang secara morfologis berbeda. akan memperlambat P2 dan menimbulkan pelebaran splitting S2. tidak hanya sistole ventrikel kiri yang akan lebih singkat. Pelebaran . Bila jarak jantung dengan dinding dada menjadi lebih besar. defek septum ventrikel. yang memperlambat pengosongan ventrikel kiri akan menimbulkan splitting paradoks S2. Komponen pulmonal S2 akan diperlambat selama inspirasi dan ekspirasi. Pada pasien dengan efusi perikardium yang besar. menghasilkan S1 yang melemah sampai terjadinya dropped beat.A2 melebar. Kelainan Bunyi Jantung Kedua Kelainan Intensitas 2 Keadaan-keadaan yang mengubah intensitas S2 adalah sebagai berikut: Perubahan tekanan sistolik Keadaan katup Tiap keadaan yang menimbulkan peningkatan tekanan sistolik akan memperbesar intensitas S2. intensitas Sl akan lebih lemah daripada normal. Splittingnya dikatakan menyempit. seperti pada penutupan katup atrioventrikular yang. Pada defek septum ventrikel dengan jalan pintas kiri ke kanan. Bab ini akan nienguraikan splitting yang abnormal. Blok cabang berkas kiri atau stenosis aorta akan memperlambat pengosongan ventrikel kiri. baik elektris maupun mekanis. Pemanjangan interval PR. atau duktus arteriosus yang paten akan mempersingkat sistole ventrikel kiri. P2 biasanya bergerak menjauhi S1 menuju A2. sehingga akan terjadi splitting S2 yang lebar.Pada umumnya.

Midsystolic click bukanlah ejection click. Oleh karena itu katup mitral akan membuka lebih dini ketimbang normal. Ketika stenosis mitral memburuk. Keadaan -yang paling sering berkaitan dengan midsystolic click adalah prolaps katup mitral atau trikuspid. Turbulensi menyebabkan arus berlawanan (eddies) yang memukul dinding dan menimbulkan getaran yang didengar pemeriksa sebagai bising. splitting lebar dan lidak berubah dengan pernapasan: Ini karena peningkatan aliran balik vena ke atrium kanan selama inspirasi secara normal meningkatkan tekanannya. Bising dapat pula timbul bila sejumlah besar darah mengalir melalui lubang normal. Selama ekspirasi. ketika tekanan ventrikel kiri turun di bawah tekanan atrium kiri. Ini kira-kira sama dengan waktu yang diperlukan untuk mengatakan "ma-ma" dengan cepat. Berusahalah mengatakan "ma-da" secepat mungkin. Ejection Click adalah bunyi bernada tinggi yang terjadi pada awal sistole pada permulaan ejeksi dan dihasilkan oleh pembukaan katup semilunar yang mengalami deformasi secara patologis. memperlambat ejeksi ventrikel kiri dan menyebabkan splitting paradoks S2. oleh karena itu splitting normal tidak terjadi. Tekanan di dalam atrium kiri akan meningkat. Mungkin tunggal atau multipel. Bising "meniup" (blowing) terjadi kalau ada perbedaan yang besar dengan volume aliran -yang berbeda-beda. Bising "gemuruh" (rumbling) disebabkan oleh daerah dengan perbedaan tekanan kecil yang tergantung pada . Waktu S2 OS akan memendek kalau beratnya keadaan ini bertambah.OS dan mempunyai arti spesifik dalam hal beratnya stenosis. Keadaan lain. opening snap trikuspid pada stenosis trikuspid terjadi setelah P2. tekanan atrium kanan lebih rendah. mobilitas katup berkurang dan ejection click lenyap. Opening snap adalah suatu kejadian diastolik yaitu bunyi terbukanya katup atrioventrikular yang mengalami deformasi secara patologis. dan perbedaan tekanan di antara kedua sisi katup uiitral akan bertambah. Splitting menetap pada S2 adalah tanda auskultasi untuk adanya defek septum atrium. Pada keadaan ini.. Stenosis pulmonal atau aorta dapat menimbulkan ejection click. dan posisinya dalam siklus jantung dapat berubah bergantung gerakan yang mengubah geometri ventrikel. Sumbatan terhadap aliran atau adanya aliran dari diameter kecil ke diameter yang lebih besar akan menimbulkan turbulensi. Opening Snap Diastolik Pembukaan katup atrioventrikular biasanya tidak menimbulkan bunyi dan terjadi kira-kira 100 mdetik setelah S2. Bila kalsifikasi bertambah. seperti terdengar pada stenosis mitral yang berat. Interval di antara S2 dan opening snap disebut interval S2 . sedangkan ejection click aorta terdengar di daerah aorta. Opening snap mitral pada stenosis mitral terjadi setelah A2. Mereka timbul pada pertengahan sistole. Bunyinya singkat dan terdengar seperti bunyi "klik". seperti gagal ventrikel kiri dan hipertensi berat. Bunyi ini tajam dan bernada tinggi. tahanan dan sumbatan terhadap alirau makin besar.selama ekspirasi ini adalah paradoks. Bising Jantung (Murmur) Bising jantung timbul kalau ada energi turbulen di dalam dinding jantung dan pembuluh darah. Ejection click pulmonal paling baik didengar di daerah pulmonal.OS yang sangat pendek. tetapi jalan pintas atrium kiri ke kanan membuat volume atrium kanan tetap konstan selama pernapasan. Dalam keadaan ini lubang normal relatif stenotik untuk volume yang bertambah itu. Interval ini kira-kira 50-60 mdetik dan kira-kira sama dengan interval S2 .

Bising systolic regurgitan dihasilkan oleh aliran retrograd dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah selama sistole. pengisian cepat tidak terjadi dan ada perbedaan tekanan di sepanjang diastole. Mereka mulai segera setelah S 1 dan berakhir sebelum S2. Ada jeda di antara S2 dan permulaan bising. vitas tinggi. Jika pasien mempunyai irama sinus yang normal. Bertambahnya aliran melintasi katup aorta yang menyempit secara minimal akan menimbulkan bising yang kuat. karena Imenunjukkan arah aliran yang retrograd. Bising ini bernada rendah dan paling je.jas didengar dengan bel stetoskop dan pasien berbaring dalam posisi dekubitus lateral kiri. atau presistole. dan dimulai dengan opening snap. Bising ini bernada tinggi dan paling jelas didengar dengan diafragMa. Bising atrioventrikular diastoli. Bising ini disebut holosistolik atau pansistolik. Karena berdasarkan aliran.aliran. Suatu S3-yang menunjukkan beban volume berlebihan pada ven-trikel--sering terdengar. jika katupnya mobil.k dimulai pada waktu tertentu setelah S2 dengan membukahya katup atrioventrikular. Ia mulai bersama-sama dengan Sl dan berakhir setelah S2. Bising holosistolik pada regurgitasi katup atrioventrikular adalah penemban d. Bisingnya berbentuk dekresendo. Istilah yang lebih disukai adalah "regurgitasi". Bising ini bernada sedang dan paling baik didengar dengan diafragma stetoskop. Ejection murmur sebagai tanda stenosis aorta merupakan penemuan dengan sensitivitas tinggi tetapi spesifisitas rendah. Ejection click karena stenosis katup semilunar mungkin mendahului bising itu. Bising atrioventrikular diastolik merupakan tanda yang sensitif dan spesifik untuk stenosis katup atrioventrikular. Bunyi Jantung Sikius Jantung Bunyi Sistolik awal Ejection click Bunyi pembukaan katup pretesa aorta Sistole pertengahan/akhir Midsystolic click Rub Diastoli k awal Opening snap S3 Bunyi pembukaan katup protesa mitra Deburan tumor Diastolik pertengahan S3 . Relaksasi isovolumetrik sedang terjadi selama periode ini. Stenosis mitral dan stenosis trikuspid merupakan contoh bising jenis ini. Bising ini berlangsung sampai setelah S2 karena tekanan ventrikel lebih tinggi daripada tekanan atrium bahkan setelah penutupan katup semilunar. intensitas bising ini tidak mencerminkan beratnya penyakit. Setiap peningkatan aliran atau volume dapat menimbulkan ejection murmur meskipun katupnya normal. kontraksi atrium akan memperbesar perbedaan tekanan pada akhir diastole. dan akan terjadi peningkatan bising pada saat ini. Bising yang "kasar" (harsh) disebabkan oleh perbedaan tekanan yang besar dan aliran yang besar pula. Istilah ejection murmur ditujukan untuk bising yang dihasilkan oleh turbulensi melintasi katup semilunar selama sistol seperti pada stenosis aorta atau stenosis pulmonal. Karena katup atri ventrikular mengalami stenosis.engan sensiti. Istilah "regurgitasi". dan "insufisiensi" sering dipakai sebagai sinonim untuk jenis bising in~. "inkompetensi". seperti pada regurgitasi mitral atau trikuspid. berkurangnya aliran melalui katup aorta yang mengalami stenosis berat dapat menimbulkan bising yang hampir tidak dapat didengar. Ejection murmur berbentuk wajik dan dilukiskan sebagai "kresendo-dekresendo".

Miksoma atrium yang bertangkai dapat keluar masuk cincin mitral. Bising semilunar diastolik ditnulai segera setelah S2. Jika ada S3 dan Sq bunyinya mungkin "disumasi" menjadi bunyi tunggal yang disebut summation gallop. menyerupai tanda stenosis mitral. § Pada denyut jantung yang cepat periode diastole memendek. Pembukaannya sebanding dengan opening snappenutupannya adalah suatu S1 "prostetik". penutupannya adalah suatu S2 "prostetik". Pembukaan dan penutupan katup mitral prostetik terdengar pada banyak katup prostetik.Summation gallop Akhir diastolik S4 kadang-kadang Bunyi pacu jantung disebut presistolik) Pembukaan dan penutupan katup aorta prostetik terdengar pada banyak katup prostetik. Pembukaannya sebanding dengan ejection click. RISING SISTOLIK Stenosis Regurgitast Aorta Mitral Lokasi Daerah aorta Apeks Penyebaran Leher Aksila Bentuk Wajik Holosistolik Nada Sedang Tinggi Kualitas Kasar Meniup Tanda terkait A2 melemah S1 Ejection click S3 S4 Titik impuls maksi Tekanan denyut mum (PMI) difus sempit dan pindah ke lateral . seperti terdengar pada regurgitasi aorta atau pulmonal.

Bising semilunar diastolik adalah suatu tanda dengan sensitivitas rendah tetapi spesifisitas tinggi. Bising bernada tinggi berbentuk dekresendo dan paling jelas didengar dengan diafragma stetoskop.. setelah S2 tidak ada keterlambatan sampai mulai tirubulnya bising itu. usus. . Tetapi ia tidak patognomonik untuk penyakit jantung. dengan pasien dalam posisi duduk membungkuk ke depan. TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Gejala-gejala penting penyakit jantung mencakup berikut ini: • Nyeri dada • Ketidakteraturan irama jantung (palpitasi) • Dispnea (sesak napas) • Sinkop (pingsan) • Kelelahan • Edema dependen (pembengkakan tungkai) • Hemoptisis (batuk darah) • Sianosis (kulit berwarna kebiruan) Nyeri Dada Nyeri dada mungkin merupakan gejala penyakit jantung yang paling penting. Telah diketahui bahwa nyeri dada dapat disebabkan oleh gangguan paru-paru. kandung empedu.. dan muskuloskeletal.Denyut meningkat dengan perlahan dan terlambat Berbeda dengan bising atrioventrikular diastolik. Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut ini kepada setiap pasien dengan nyeri dada: "Di mana nyerinya?" "Sudah berapa lama Anda menderita nyeri itu?" "Apakah episode nyerinya berulang?" "Berapa lama Anda menderita nyeri itu ?" "Berapa seringAnda mengalami nyeri itu?" "Apa yangAnda lakukan untuk membuatnya lebih baik?" 'Apa yang membuat nyeri itu memburuk? .

.. seperti ditusuk pisau? . menggerakkan lengan atau leher?" "Bagaimana deskprisi nyerinya?• . nyeri tungkai?" Ciri-Ciri Nyeri Dada' Angina Bukan Angina Lokasi Retrosternal. selama koitus?" 'Apakalt nyerinya berkaitan dengan sesak napas? .. rahang.. Tetapi daftar ini tidak mutlak. tajam? . nyeri terus-menerus? . .. . . difus Di bawah payudara kiri.. berdenyut?. ketika menggerakkan lengan? . "seperti diperas". menjepit? .. Daftar ini dipakai hanya dipakai sebagai petunjuk. "seperti di sayat" " seperti dijepit" Intensitas Ringan sampai berat Menyiksa Lamanya Bermenit-menit Beberapa detik.. palpitasi? ..... menusuknusuk?" 'Apakah nyerinya timbul pada waktu beristirahat? .. waklu rriengalami stres emosional? . nausea atau vomitus? .. rasa panas? • . Ciriciri yang tertera di sini merupakan ciri-ciri yang lazim ditemukan. . Pernapasao. .. Lengan kanan punggung Deskripsi "Nyeri terus menerus". .. ditusuk-tusuk"..bernapas? . tumpul? .. .... .. menekan? ... melalaukan aktivitas ftsik? .dingin tubuh. batuk darah? . "Tajam".sikap oleh makan. emosi..gerakan Dihilangkan Istirahat.. batuk? . ketika tidur?. berbaring? . sesudah makan? .. berjam jam... "tertekan". berhari-hari Dicetuskan Usaha fisik.. demam? . setempat Penyebaran Lengan kiri.. "seperti "tumpul".. ...... memeras? ... nitrogliserin Apa saja oleh Angina dan nyeri dada lain mungkin timbul dalam berbagai cara. .

Penyebab Lazim Nyeri Dada Sistem organ Penyebab Jantung Penyakit arteri koronaria Penyakit katup aorta Hipertensi pulmonal Prolaps katup mitral Perikarditis Stenosis subaorta hipertrofik idiopatik (IHSS) Vaskular Diseksi aorta Pulmonal Emboli paru Pneumonia Pleuritis Pneumotoraks Muskuloskeletal Kostokondritis Artritis Spasme otot Tumor tulang Neural Herpes zoster Gastrointestinal Penyakit tukak Penyakit kolon Hiatus Hernia Pankreatitis Kolesistitis .

Palpitasi Palpitasi adalah sensasi tidak nyaman di dada yang berkaitan dengan berbagai macam aritmia. Bila nyeri dada berkaitan dengan etiologi jantung. suatu peradangan tulang tawan kosta. aterosklerosis koroner dan penyakit katup aorta merupakan penyebab tetsering. Angina pektoris merupakan gejala sejati penyakit arteri koronaria. Ini adalah tanda patognomonik angina yang biasanya disebut tanda Levine. Herpes zoster. Pasien mungkin Penyebab Lazim Palpitasi Ekstrasistole Denyut prematur atrium (APB) Denyut prematur nodal Denyut prematur ventrikel (VPB) Takiaritmia Takikardia supraventrikel paroksismal (PSVT) Flutter atrium (AFI) Fibrilasi atrium (AF) Takikardia atrium multifokal (MAT) Takikardia ventrikel (VT) . Angina merupakan akibat hipoksia miokard yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai koroner dan kebutuhan miokard.Emosional Ansietas Depresi Sindrom Tietze. Sangat sering pasien melukiskan anginanya dengan mengepalkan tinjunya dan meletakkannya di atas sternum. seraagan virus pada saraf tepi dalam distribusi dermatom.

. ketika berbaring pada sisi kiri tubulz? . "meloncatloncat". "Berapa sering?" "Kapan dimulainya serangan ini?" "Berapa lama serangan ini 6erlangsung?" "Bagaimana rasanya?" 'flpakah tindakan atau posisi tertentu menghentikannya?" 'Elpakah serangan ini berhenti secara tiba-tiba?" 'Apakah Anda dapat menghitung denyut nad iAnda selama serangan?" "Dapatkah Anda mengetukkan irama tersebut di meja ini?" 'Apakah Anda mengalami palpitasi setelah latihan fisik berat?.. . . Penting untuk ditentukan apakah pasien pernah mengalama episode yang sama di masa lalu dan apa yang dilakukan untuk menghilangkannya. mungkin berkaitan dengan sensasi "kontraksi yang kuat". dingin?" "Obat-obatan apa yang sedangAnda gunakan?" 'Apakah Anda minum obat untuk paru paru Anda ?" . "denyut yang melompat". "mengetuk-ngetuk". atau "tidak teratur".. Bi1a seorang pasien mengeluh palpitasi. sesudah makan?. mengalami nyeri dada?" 'Apakah palpitasi disertai dengan muka kemerahan.. bila lelah?" 'ApakahAnda pernah pingsan selama palpitasi? .. atau berkeringat?" 'ApakahAnda tidak tahan panas?. seperti pada regurgitasi aorta. Dikenal pula sebagai kontraksi prematur ventrikel (VPC) atau kontraksi ventrikel prematur (PVC).. . nyeri kepala. Setiap keadaan di mana terjadi peningkatan isi sekuncup (stroke volume)..Bradiaritmia Blok jantung Henti sinus Obat-obatan Bronkodilator Digitalis Antidepresan Merokok Kafein Tirotoksikosis Dikenal pula sebagai kontraksi prematur atrium (APC) atau kontraksi atrium prematur (PAC). . "berhenti". . Palpitasi sangat lazim dan tidak perlu menunjukkan penyakit jantung yang serius. penting untuk menanyakan pertanyaan berikut ini: "Berapa lama Anda sudah mengalami palpitasi?" 'Apakah serangan palpitasinya terjadi secara berulang-ulang?"Jika ya. ketika melakukan aktivitas fisik? . Pasien mungkin melukiskan palpitasi sebagai "berdebar-debar".

demam. Pada pasien dengan gangguan panik dan keadaan ansietas lainnya. Dispnea biasanya berhubungan dengan penyakit jantung atau paru-paru. sebagai akibatnya dapat timbul gagal jantung kongestif. keadaaan yang lazim berkaitan dengan palpitasi adalah tirotoksikosis. "Bagaimana caranya?" Dispnea Keluhan dispnea sangat penting. Pasien terbangun kira-kira 2 jam setelah tertidur. anemia." Dispnea aktivitas fcsik (DOE) biasanya disebabkan oleh gagal jantung kongestif kronis atau penyakit paru berat. Ortopnea adalah keadaan di mana pasien memerlukan lebih banyak bantal untuk tidur. Kafein. Hipertiroidisme merupakan penyebab penting gangguan irama yang berasal dari luar jantung. dan mengurangi rasa sesak dengan berlari ke jendela untuk "mendapatkan lebih banyak udara. Amine simpatomimetik yang dipakai dalam pengobatan bronkokonstriksi juga merupakan perangsang kuat untuk terjadinya aritmia. kopi. tembakau dan obat-obatan juga merupakan faktor penting dalam aritmogenisitas. Posisi ini meningkatkan volume darah intratorakal. Penting untuk bertanya ke pada semua pasien: "Berapa banyak bantal yang Anda perlukan untuk tidur?" Untuk membantu mengukur beratnya ortopnea. Pasien yang pernah mengalami serangan palpitasi harus ditanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini: "Bagaimana serangan terdahulu berakhir?" "Berapa seringAnda mengalami serangan ini?" . hipoglikemia. sensasi palpitasi dapat terjadi selama periode laju dan irama jantung yang normal. misalnya. Penting untuk mengukur beratnya dispnea dengan menanyakan. Gejala PND sering berkaitan dengan gejala ortopnea. feokromositoma. Dispnea nokturnal paroksismal (PND) terjadi di malam hari atau bila pasien telentang. "ortopnea 3 bantal selama 4 bulan terakhir. 'Apakah Anda dapat mengakhirinya sendiri?" Jika ya. atau soda cola yang Anda minum setiap hari?" 'Apakah Anda merokok?" 'Apakah Anda minum minuman yang mengandung alkohol?" 'ApakahAnda memperhatikan bahwa setelah palpitasiAnda harus buang air kecil?" Di samping sebab primer kardiovaskular. dan ansietas. Pasien akan melukiskan bahwa ia "sesak napas" atau bahwa ia "tidak mendapat udara dalam jumlah yang cukup"."Berapa blok rumah yang dapat Anda tempuh sekarang ? Sebab-sebab Umum Dispnea Sistem Organ atau Keadaan Penyebab ." Episode PND relatif spesifik untuk gagal jantung kongestif.'Apakah Anda minum obat untuk kelenjar tiroid?" 'Apakah Anda pernah diberitahu bahwa ada gangguan pada kelenjar tiroid Anda?" "Berapa banyak teh. sering kali batuk. dan jantung yang lemah mungkin tidak dapat mengatasi peningkatan beban ini. dapat dinyatakan. sangat sesak.

. adalah hilangnya kesadaran untuk sementara yang disebabkan oleh perfusi serebral yang inadekuat...Jantung Gagal ventrikel kiri Stenosis mitral Paru-paru Penyakit paru obstruktif Asma Penyakit paru restriktif Emboli paru Hipertensi pulmonal Emosional Ansietas Pemaparan tempat tinggi Berkurangnya tekanan oksigen Anemia Berkurengnya kapasitas pengangkut oksigen "Berapa blok rumah yang dapat Anda lalui 6 bulan yang lalu?" Pemeriksa sekarang dapat berusaha mengukur beratnya dispnea. Bila pasien menyebutkan pingsan. Di samping itu.. "Berapa sering Anda menderita serangan ini?" "Apakah pingsan timbul secara tiba-tiba?" 'Apakah Anda kehilangan kesadaran?" 'Anda berada dalam posisi apa ketika pingsan?" 'Apakah pingsan didahului oleh gejala lain? . Penting untuk menanyakan kepada pasien apa yang dimaksudkannya dengan "pingsan" atau "pusing"." Trepopnea adalah bentuk jarang dispnea posisional di mana pasien dispnea berkurang sesaknya bila berbaring pada sisi kiri atau kanannya. stenosis subaorta hipertrofik . bingung?. selama 3 bulan yang lalu pasien mengalami ortopnea 4 bantal. pasien dapat berjalan melalui 4 blok rumah taripa menjadi sesak napas. Sebelum 6 bulan yang lalu. "Pasien mengalami DAF 1 blok rumah selama 6 bulan terakhir. Patofisiologi trepopnea tidak diketahui dengan baik. mad rasa? .. misalnya stenosis katup aorta.. Misalnya. . lapar?" 'Apakah ada tanda peringatan lain yang menunjukkan bahwaAnda akan pingsan?" 'Apakah tinja Anda berwarna hitam seperti ter setelah pingsan?" Aktivitas yang dilakukan sebelum sinkop penting karena beberapa etiologi kardiak berkaitan dengan sinkop selama aktivitas Ssik. . Sinkop mungkin berkaitan dengan penyebab jantung atau pun bukan jantung.. . nyeri dada? . nausea?. palpitasi? .. atau sinkop. penting untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut: "Apa yang sedang Anda lakukan tepat sebelum Anda pingsan ?" 'Apakah Anda menderita serangan pingsan berulang?" Jika ya.. Sinkop Pingsan.

Misalnya. Jika pasien menyebutkan palpitasi sebelum sinkop.idiopatik. jika pasien pingsan setelah bangun tiba-tiba dari tempat tidur di tengah malam untuk berlari menjawab telepon. mungkin ada penyebab aritmogenik. Tekanan darah sistemik tiba-tiba turun karena kegagalan refleks adaptif untuk mengkompensasi sikap . penyebabnya mungkin hipotensi ortostatik. Hipotensi ortostatik adalah suatu bentuk sinkop postural dan disebabkan oleh keterbatasan otonom perifer. dan hipertensi pulmonal primer. Posisi pasien tepat sebelum pingsan penting karena informasi ini dapat membantu menentukan penyebab Penyebab Lazim Sinkop Sistem Organ atau Keadaan Penyebab Jantung Berkurangnya perfusi serebral karena gangguan irama jantung Obstruksi keluaran ventrikel kiri Metabolik Hipoglikemia Hiperventilasi Hipoksia Psikiatrik Histeria Neurologik Epilepsi Penyakit serebrovaskular Hipotensi ortostatik Berkurangnya volume darah Obat antidepresan Obat antihipertensi Vasovagal Vasodepresi Miksi Refleks viseral (vasodepresor) Batuk Penyakit paru kronis Sinus karotis Respons vasodepresor terhadap sensitivitas sinus karotis sinkop. Curah jantung mungkin berkurang oleh aritmia atau lesi obstruktif.

Mereka seringkali merasa lebih lelah di rumah ketimbang di tempat kerja. Keadaan ini biasanya terjadi setelah minum alkohol dalam jumlah cukup banyak. Arah pertanyaan harus berusaha membedakan kelelahan organik dari kelelahan psikogenik..ini. Umumnya diterima bahwa batuk menyebabkan peningkatan tekanan intratoraks sehingga mengurangi aliran balik vena dan menurunkan curah jantung. Keadaan lain yang berkaitan dengan kelelahan adalah anemia dan penyakit kmnis. di pagi hari? . Sinkop miksi adala6 sinkop yang biasanya terjadi selama mengejan pada waktu buang air kecil di malam hari. suatu bentuk edema dependen. Bila pasien dengan sinkop sinus karotis memakai baju dengan kerah baju sempit atau memutar lehernya ke arah tertentu. Tetapi kelelahan tidak spesifik untuk penyakit jantung. Sinkop sinus karotis berkaitan dengan sinus karotis yang hipersensitif dan lebih sering dijumpai pada orang berusia lanjut. atau keadaan stres. kelemahan. dan jenis vasodepresor (hipotensi tanpa bradikardia). sehingga terjadi sinkop. Edema Pembengkakan tungkai. perspirasi. terjadi peningkatan rangsangan pada sinus karotis. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan darah sistemik secara tiba-tiba. ketika kebanyakan pasien dengan penyebab organik merasa paling kurang sehat. Pasien dengan gagal jantung kongestif dan penyakit katup mitral sering kali mengeluh lelah. Beberapa mekanisme telah dipostulasikan untuk menjelaskan terjadinya hal. atau suatu "perasaan tenggelam". Sinkop vasovagal adalah jenis pingsan yang paling sering ditemukan. di malam hari?" "Bilamana Anda merasa paling lairang lelah?" 'Apakah Anda merasa lebila lelah di rumah ketim6ang di tempat kerja?" 'Apakah rasa lelahnya hilang dengan beristirahat?" Pasien dengan lelah psikogenik merasa lelah "sepanjang waktu". Ada dua macam hipersensitivitas sinus karotis: jenis kardioinhibisi (bradikardia). Sinkop post-tusif biasanya terjadi pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis. Ada sejumlah pertanyaan lain yang sebaiknya ditanyakan kepada pasien dengan sinkop yang mengarahkan perhatian kita kepada etiologi neurologik. Keadaan ini sering didahului oleh nausea. Tahanan vaskular sistemik mendadak turun tanpa diimbangi dengan peningkatan curah jantung sebagai akibat peningkatan vagotonia. Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut: "Sudah berapa lama Anda merasa lelah?" 'Apakah timbulnya secara tiba-tiba?" "Apakah Anda merasa lelah sepanjang hari? . tetapi kadang-kadang menyebutkan lebih lelah di pagi hari... seperti donor darah. Mereka mungkin merasa paling sehat di penghujung hari. menerima kabar buruk. Mungkin terjadi pula peningkatan tekanan cairan serebrospinal yang menyebabkan berkurangnya perfusi ke otak.. Sinkop vasovagal terjadi selama periode ketegangan emosional. rasa tidak enak di epigastrium. Penyebab tersering kelelahan adalah ansietas dan depresi.tubuh tegak. sangat sering dikeluhkan pasien. Pewawancara harus menanyakan: "Bilamana Anda mengetahui pertama kali adanya edema?" . Kelelahan Kelelahan adalah gejala umum berkurangnya curah jantung.

Pada pintas kanan ke kiti yang disebabkan oleh hipertensi pulmonal. Keadaan paling baik di pagi hari setelah tidur dengan meninggikan tungkai di tempat tidur. Kandung empedu dan porta hepatikus terletak dibawah kulit hipokondrium kanan. Sianosis Terkadang mungkin dijumpai sianosis hanya pada ekstremitas inferior. darah yang kurang mengandung oksigen hanya dipompa ke ekstremitas inferior untuk menimbulkan sianosis hanya pada lokasi tersebut. jantung. Tepi bawah hati dengan lebar normal ( 8-12 cm ) dapat dipalpasi pada sebagian orang normal yang melakukan inspirasi dalam. Sebagian darah masuk ke paru-paru untuk mengalami oksigenisasi dan akhirnya dipompa melalui aorta untuk menghasilkan warna kulit yang normal di ekstremitas superior. edema atau sesaknapas ?" 'Apakah Anda mengalami rasa nyeri di tungkai?" 'Apakah ada ulkus di tungkaiAnda?" Jika pasiennya wanita. Jika pasien juga mengeluh dispnea. adalah berguna untuk menentukan mana yang timbul lebih dahulu. PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN Anatomi Hati terletak dibawah diafragma dan dilindungi oleh iga-iga bawah. Pada pasien dengan dispnea dan edema yang disebabkan oleh gadgguan jantung. Hati memiliki dua sumber suplai darah yaitu dari saluran cerna dan limpa melalui vena porta dan dari aorta melalui arteri hepatica. yang terletak di bawah tingkat arteti karotis dan subklavia kiri. Bagian bawah hati adalah cekung dan merupakan atap ginjal kanan. lambung pancreas dan usus. menonjol ketepi bawah iga kanan. dispnea biasanya timbul lebih dahulu sebelum terjadinya edema. 'Apakah Anda minum pil ' KB?" 'Apakah edema berkaitan dengan perubahan daur haid?" Pasien dengan gagal jantung kongestif mengalami edema simetris pada tungkai bawah yang memburuk dengan berjalannya hari. Ini disebut sianosis diferensial. Hati memiliki dua lobus utama. Tepi bawahnya yang biasanya tipis dan halus. darah di dalam arteri pulmonal melintasi PDA.'Apakah kedua tungkai sama bengkaknya?" "Apakah bengkak timbul tiba-tiba?" 'flpakah bengkak memburuk pada suatu waktu dalam satu hari?" 'Apakah bengkak hilang setetah tidur malam hari?" 'Apakah peninggian tungkai membuat bengkak berkurang?" 'Anda sedang meminum obat apa saja?" 'flpakah ada riwayat penyakit ginjal. atau hati?" 'Apakah Anda mengalami sesak napas?" Jika yq "Mana yang lebih dahulu. Keadaan ini berkaitan dengan pintas kanan ke kiri melalui patent ductus arteriosus (PDA). Permukaan hati diliputi oleh peritoneum viseralis. kanan dan kiri. kecuali daerah kecil pada permukaan posterior yang melekat langsung pada diafragma. Kubah diafragma dimulai kirakira pada sela iga keenam digaris midclavicula. .

Inspeksi Pemeriksaan abdomen dapat dilakukan dalam posisi pasien telentang atau tegak. Kedua tungkai jika perlu dalam keadaan fleksi pada sendi paha dan lutut. Uterus dan vesika urinaria merupakan struktur-struktur digaris tengah yang biasanya tidak dapat dipalpasi kecuali kalau telah membesar. Abdomen dibagi dalm sembilan regio yaitu : regio epigastrium. Uterus dan Vesika urinaria yang membesar dapat dipalpasi pada simpisis pubis.Limpa terletak dibagian posterior kanan didepan iga kedelapan. Dinding perut penderita harus dalam keadaan ‘relax’. Karena gambaran anatomis ini maka ahli bedah transplantasi biasanya lebih suka memilih ginjal kiri donor yang kemudian diputar dan ditempatkan pada pelvis kanan resipien. region lumbalis kanan dan kiri. dan region inguinalis (iliaca) kanan dan kiri. Ginjal diperdarahi oleh arteri renalis. regio hypokondrium kanan dan kiri. Normalnya tidak dapat dipalpasi Promontorium sacrum dapat dipalpasi pada pasien kurus dikutub atas sector hipogastrium selama inspirasi dalam. Sedangkan vena renalis menyalurkan darah kedalam vena cava superior yang terletak disebelah kanan garis tengah. Vesika urinaria lebih baik dalam keadaan kosong. region umbilicalis. dan auskultasi. kesembilan dan kesepuluh. Arteri renalis dicabangkan dari aorta abdominalis kira-kira setinggi vertebra lumbalis II. Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi. Hal ini menunjukan daerah nyeri tekan ginjal Duodenum dan pancreas terletak didalam abdomen bagian atas. Karena aorta terletak disebelah kiri garis tengah. region hypogastrika (supra pubik). Akibatnya vena renalis kiri kira-kira dua kali lebih panjang dari vena renalis kanan. palpasi. Sebaiknya penderita bernafas melalui mulut atau diajak bercakap-cakap. perkusi. dan sering kali tidak dapat dipalpasi. Sudut costo vertebral adalah sudut yang dibentuk oleh batas bawah iga kedua belas dan prosesus transverses vertabra lumbalis. Aorta yang berdenyut dengan diameter kira-kira 2 cm. Ujung limpa sedikit dapat dipalpasi pada 5% pasien normal yang sudah mencapai umur akademis. maka arteri renalis kanan lebih panjang dari arteri renalis kiri. Periksa : Bentuk abdomen Kulit dinding perut dan umbilicus Gerak dinding perut pada pernafasan Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut Bentuk Abdomen . dapat teraba sebagai struktur digaris tengah. Ginjal adalah organ profunda retroperitoneal didaerah pinggang.

Kulit yang keriput menandakan bahwa dinding perut mengalami distensi seperti misalnya karena kehamilan. atau pernah ascites. Caput medusae adalah lingkaran vena-vena yang berdilatasi menyebar dari umbilicus dan merupakan aliran kolateral vena pada sirosis dan hipertensi portal. Keadaan ini dapat dijumpai pada orang yang kekurangan makan atau dehidrasi. Linea nigra. pada posisi tegak maupun telentang perut tampak buncit tanpa ‘sagging’ pada pinggang dan tanpa ‘smiling’ pada umbilicus. Kadang-kadang. dan tanyakanlah riwayat penyakit yang berkaitan. licin dan mengkilap. perhatikanlah daerah anatomiknya. Pada pembesaran perut. . Periksalah apakah pasien anda mempunyai jaringan parut. limpa atau hati mungkin menyebabkan distensi pinggang sedangkan aorta. lambung. Perut yang tampak membuncit pada orang dewasa kemungkinan disebabkan oleh obesitas. Bentukperut yang seperti perut kodok yaitu buncit. Distensi harus dibedakan dari lemak. tampak perut buncit. pelvis atau retroperitoneal dapat bermanifestasi sebagai ekimosis setempat didaerah pinggang atau disekitar umbilicus. Bila pasien ascites diinspeksi dalam posisi tegak. dan retensio urine. secum. atau sigmoid mungkin abnormal. Kulit Dinding Perut dan Umbilicus Kulit abdomen perlu diperhatikann secara khusus. atau pancreas dapat menimbulkan pembengkakan epigastrium. Kelainan hati dan limpa dapat menimbulkan pembengkakan didaerah hipokondrium. Perdarahan abdominal. Jaringan parut bekas operasi memberikan petunjuk tentang kelainan abdomen. kulit dinding perut akan tampak tegang . Perut yang ‘schapoid’ (cekung) adalah perut dimana konturnya menyerupai lunas perahu yang turun secara tiba-tiba dari prosesus xipoideus. Didaerah iliaka. mungkin disebabkan oleh distensi kandung kemih atau pembesaran uterus. Diastesis recti adalah suatu tonjolan digaris tengah yang dapat diperlihatkan dengan meminta pasien mengangkat kepalanya. Kelainan ini sering ditemukan dan menunjukan kelemahan dan terpisahnya musculus rectus. dengan sagging pada pinggang (bila bebaring telentang). ascites. meteorismus. Jika setempat. mendatar. kehamilan. umbilicus menonjol ( tidak ‘smiling’ ). Jika ditemukan didaerah supra pubis. garis hiperpigmentasi yang berjalan dari umbilicus sampe simfisis. Tentukanlah apakah pembengkakan tersebut meliputi seluruh abdomen atau setempat saja. menunjukan bahwa wanita tersebut pernah hamil. Ginjal. disertai dengan umbilicus yang tertarik kekiri dan kekanan (‘smiling umbilicus’) terdapat pada ascites. Stria karena baru saja mengalami perubahan berat badan dan stria berpigmen pada sindrom cushing terlihat dengan jelas pada dinding abdomen. Pada anak-anak agak membuncit hingga masa pubertas. tumor intra abdominal. pada keadaan ini darah akan mengalir kearah bawah untuk memintasi obstruksi pada vena cava superior. Bentuk perut asimetris dapat disebabkan oleh adanya penonjolan pada salah satu sisi misalnya karena adanya tumor atau pembesran hepar/lien. Juga terdapat pada keadaan dehidrasi.Normal simetris. ovarium. Pada kehamilan atau adanya tumor intra abdominal.

Gerak dinding perut dalam keadaan ststis dan pada waktu bernapas. disebabkan oleh dilatasi venae yang mungkin disebabkan oleh adanya obstruksi vena porta (misalnya pada sirosis hati). Pada tiap daerah pemeriksaan. Normal tidak tampak gerak peristaltic. Tapi bila aorta abdominalisnya mengalami aneurysma. gerakan dinding perut menjadi sebaliknya.Periksalah abdomen dengan hati-hati. vana yang berdilatasi terutama vena dibagian tengah dinding perut sedangkan pada obstruksi vena cava. Pada ascites yang amat besar.. Pulsasi tampak jelas yang berasal dari denyut aorta abdominalis yang diteruskan ke dinding perut. maka denyut itu tampak walau pada orang yang tidak kurus sekalipun dan bersifat ekspansif berdenyut kesegala arah). pergerakan dinding perut saat bernapas juga tidak tampak. Pada waktu bernapas normal dinding perut mengembang pada waktu inspirasi dan mengempis pada ekspirasi secara simetris. mula-mula palpasilah tiap sektor dengan perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut. Pada tumor intra abdominal atau kehamilan. Pada umbilikus dapat terjadi hernia atau neoplasma. sedangkan pada obtruksi vena cava interior. Tapi pada obstruksi usus. Pulsasi dapat tampak pada dinding perut di daerah epigastrium yang mungkin disebabkan oleh hipertropi ventrikel kanan atau pada orang normal yang amat kurus. vena yang berdilatasi adalah vena yang terdapat di daerah perifer dinding abdomen. semua aliran darah dalam vena dari bawah ke atas. Pada obstruksi vena cava superior. Pada penderita tumor lambung pulsasi didaerah epigastrium pun akan tampak lebih menonjol. Arah aliran darah didalam vena pada obstruksi vena porta ialah vena yang teletak diatas umbilikus dari atas kebawah sedangkan pada vena yang terletak dibawah umbilikus dari bawah ke atas. arah aliran darah dalam vena yang berdilatasi itu semua keaarah bawah. dan tidak tergesa-gesa. secara perlahan-lahan tingkatkanlah tekanan tangan yang memeriksa sampai anda puas dengan hasilnya. akan tampak gerak peristaltic disebelah proksimal dari temapt obstruksi traktus digestivus. misalnya pada abses subdiafragma. atau pemeriksaan yang dilakukan secara sepintas lalu akan menggagalkan usaha anda. Palpasi yang dilakukan secara tergesa-gesa.Vena kulit mungkin tampak tetapi tidak menonjol dan berkelok-kelok. Jika ada alasan untuk mencurigai kelainan atau nyeri di suatu daerah. bila tampak demikian. Pada peritonitis tidak ada pergerakan dinding perut sama sekali. umbilikus dapat menonjol.tangan yang dingin. Pulsasi didaerah hipokondrium kanan dapat berasal dari hepar pada pasien yang menderrita insufisiensi katup trikusfpidalis. Jika anda merasa perlu memeriksa lebih dalam lagi. Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut. letakkanlah tangan lainnya pada tangan yang melakukan palpasi untuk menambah tekanan. atrau obstruksi vena cava superior atau interior pada obstruksi vena porta. Dengan memakai bantalan jari-jari dan tangan yang sejajar dengan abdomen. Palpasi abdomen Informasi yang diperoleh dengan palpasi berbeda-beda tergantung pada perhatian dan ketelitian yang dicurahkan. Pada kelumpuhan diafragma. Untuk membantu mencapai bagian . walau perut buncit umbilicus tidask menonjol. palpasilah daerah tersebut pada saat terakhir. Pada obesitas. Seorang pasien yang tegang dapat menjadi lebih santai jika sendi panggul dan sendi lututnya difleksikan dan hanya tumitnya yang berada pada meja periksa. lemah-lembut.

letakkan tangan kiri anda pada iga kanan bawah dan arahkanlah jari-jari tangan kanan anda ke arah bahu kanan. Kalau timbul kecurigaan bahwa pasien menderita penyakit akut pada kandung empedu. Pembesaran lobus kiri hati dapat melintasi garis tengah dan sampai ke hipokondrium kiri. mintalah pasien untuk bernafas perlahan-lahan dan dalam-dalam. Sebagai teknik alternatif. Pada palpasi hati. Tangan yang melakukan palpasi secara perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut ditekankan dalam –dalam ke dalam abdomen dan kemudian secara tiba-tiba dilepaskan. dan posisi ini dipertahankan sampai ekspirasi berikutnya. dan lakukanlah penekanan. hanya cairan yang akan menghantarkan gelombang tekanan. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam. Palpasi bimanual yang sebenarnya bermanfaat untuk mengetahui garis bentuk organ. Hati yang sangat membesar lebih sering tidak di temukan ketimbang hati yang sedikit membesar. nyeri tekan. tanyakanlah dengan segera tempat iritasi maksimum. baik persial maupun hamper lengkap. nyeri tekan pada kuadran kanan atas dapat memberikan petunjuk yang bermanfaat. cairan. pasien dapat menggerenyit atau berteriak. Tepi hati akan terasa menyentuh ujung jari tangan anda ketika ia turun pada waktu inspirasi. Ini dilakukan dari depan kebelakang melalui pinggang atau dengan menekan kedua sisi struktur tersebut di bagian anterior. Pada tiap ekspirasi abdomen turun. Gelombang peristaltik dapat teraba dimana saja di dalam abdomen dan biasanya menunjukkan obstruksi mekanis. dan lemak. struktur vaskuler. Tepi hati mungkin dapat diraba pada orang normal. anda dapat meletakkan tumit tangan kiri anda pada margo kosta dan melengkungkan jari-jari tangan anda di atas tepi hati ketika pasien sedang menarik nafas. tajam. Kalau hati teraba.dalam abdomen. terutama kalau abdomen tersebut besar atau penuh dengan cairan. Tanda Murphy diperoleh dengan meletakkan tangan kiri pada iga kanan pasien dan menyangkutkan ibu jari . tangan yang melakukan palpasi akan merasakan adanya benturan gelombang cairan. Ballotement bermanfaat. atau massa dengan mempalpasi kedua sisi berlawanan struktur tersebut. Cara ini dapat memperlihatkan adanya massa atau pembesaran organ yang tidak dapat diketahui dengan palpasi biasa. Secara progresif. Pemeriksa yang berpengalaman akan mengalihkan perhatian pasien selama pemeriksaan dengan membicarakan hal-hal ringan. lakukanlah palpasi lebih rendah sampai anda mencapai krista iliaka. Pada palpasi yang dilakukan di daerah hipokondrium kanan mungkin ditemukan pembesaran hati atau kandung empedu. Penarikan umbilikus kadang-kadang dapat dipakai untuk memperlihatkan peradangan peritoneum. yang untuk sementara memindahkan cairan yang berada diatasnya. Jika demikian. Ketika peritoneum kembali ke posisi semula. perhatikanlah apakah tepinya tidak nyeri. Palpasi abdomen yang menggelembung membantu dalam membedakan dilatasi usus. atau tumpul. Kadang-kadang letaknya jauh sekali dari jari-jari anda yang melakukan palpasi. dimana tangan dimasukkan lebih dalam lagi. Yang terakhir ini merupakan tanda pembengkakan yang merata. Diantara ketiga keadaan ini. Jika ada cairan bebas. lebarnya harus ditentukan dengan perkusi.Letakkanlah satu tangan anda di pinggang dan ketuklah pinggang yang berlawanan dengan ujung jari tangan anda. Perhatikanlah wajah pasien untuk melihat tanda-tanda perasaan tidak enak selama palpasi. Kalau teraba. Mintalah asisten anda untuk menekan garis tengah dengan pinggir tangannya. Nyeri tekan pantulan adalah suatu tanda penting untuk adanya iritasi peritoneum. Ujung jari tangan ditekankan dengan gerak menusuk yang cepat kedalam abdomen.

Pada palpasi bimanual. Pankreas bersilangan dengan tulang belakang di daerah ini. Tepat di bawah umbilikus. Di daerah iliaka kanan sering di temukan dilatasi sekum. Tekankanlah jari tangan anda ke dalam pusat. Tepat di sebelah medialnya terdapat ovarium kanan. Daerah iliaka kanan mengandung titik Mc Burney – daerah dengan nyeri tekan maksimum pada apendisitis. Pinggang mengandung ginjal. sigmoid atau ovarium kiri dapat di temukan di daerah fosa iliaka kiri. seringkali anda dapat meraba ginjal kanan pada orang kurus dan. gulingkanlah tubuh pasien kearah anda sehingga berada dalam posisi dekubitus lateral kanan untuk mendorong organ tersebut ke arah lebih superior dan anterior. Hipogastrium mengandung kandung kemih dan uterus. nyeri tekan dapat diperlihatkan dengan palpasi dalam secara langsung dengan jari tangan anda ketika pasien sedang menarik nafas dalam.Jika anda merasa tidak pasti tentang pembesaran limpa. Keganasan intraabdomen dapat menjalar ke daerah ini sebagai Sister Mary Joseph node. Yang terakhir ini biasanya akan turun menjauhi jari-jari tangan anda ketika anda berusaha mendekati margo kosta. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam ketika anda berusaha menjepit kandung empedu yang sedang meradang di antara ibu jari anda dan margo kosta. Palpasi Hati . Palpasilah secara bimanual pada kedua sisi aorta untuk mengetahui diameter lateralnya. Pada hernia. Pulsasi lateral merupakan tanda bahwa anda memang memegang kedua sisi pembuluh darah ini dan tidak di atasnya. satu tangan terletak di belakang dan satu lagi di depan. dan ia akan mengalami nyeri tekan kalau anda mempalpasi kandung empedu tersebut. anda akan meraba suatu cincin fasia yang berbatas tegas di sekitar suatu depresi lunak di bagian tengah. Aorta abdominal terletak di bawah dan sedikit di atas dan di sebelah kiri umbilikus. Demikian pula. yang dapat di palpasi kalau mengalami pembesaran patologik. dan ditemukan sebagai suatu massa yang teraba pada palpasi. Demikian pula di sebelah kiri. kira-kira di pertengahan antara umbilikus dengan spina iliaka anterior superior. Pembesaran limpa paling baik di deteksi dengan palpasi yang dilakukan dengan cara yang sama seperti palpasi hati. Sokonglah margo kosta kiri dengan tangan kiri anda dan masukkanlah secara perlahan-lahan jari-jari tangan anda ke dalam daerah subkosta ketika pasien menarik nafas secara perlahanlahan dan dalam-dalam. Lobus kiri hati dapat membesar dan mencapai daerah ini. Mungkin sangat sulit untuk membedakan limpa yang besar dengan ginjal yang besar. Hipokondrium kiri mengandung fundus lambung. ginjal tidak bergerak pada waktu inspirasi. limpa dan ginjal kiri. ektasia mungkin sulit dibedakan dari aneurisma sejati. aorta bercabang di atas promontorium sakrum. dan lambung terletak di antaranya dan jari-jari yang melakukan palpasi.Anda dapat menggetarkan hati dengan melakukan perkusi dengan telapak tangan anda pada iga dan memperlihatkan nyeri tekan di daerah hati tersebut. yang kalau membesar dapat di tentukan garis bentuknya dengan palpasi. Palpasi dalam pada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada pasien normal. meskipun untuk kepastiannya perlu di lakukan pemeriksaan pelvis. Lordosis yang menonjol dan abdomen yang tipis dapat membuat promontorium ini jelas kelihatan.kutub bawah ginjal kiri. kadangkadang. Pada orang yang berusia lanjut. Daerah umbilikus perlu mendapat perhatian khusus. Juga.anda di atas margo kosta. Pasien akan tersendat-sendat ketika ia menarik nafas dalam. Umbilikus lazim menjadi tempat hernia. Ia akan teraba seperti massa berbentuk sosis lunak dan mungkin nyeri tekan kalau di guling-gulingkan di antara ujung-ujung jari tangan.

Bila terdapat kecurigaan bahwa limpa. sedikit membesar.Palpasi dengan jari-jari yang fleksi pada sendi metakarpofalangea dengan sisi telunjuk sejajar dengan hati. lakukan ke atas kea rah iga-iga. palpasi 10 cm di bawah pinggir iga pada hipokondrium. saat penderita bernapas agak dalam. Sifat-sifat dari limpa : .Bila hati tidak teraba dan hipokondrium kanan pekak. Bila limpa tidak teraba. Lukiskan posisi tepi hati dalam cm di bawah tepi iga pada garis mid-klavikular. periksa daerah pekak dari limpa dengan perkusi-limpa dapat membesar hingga ke daerah hipogastrium. Mulai kira-kira 10 cm di bawah tepi iga dan kemudian ke atas ke arah tepi iga-iga. Palpasi tepi bawah kea rah bawah. Minta penderita untuk menarik napas dalam. Bila hati membesar: Keras Iregular ?Metastasis Tidak nyeri tekan Membesar Keras licin Tidak nyeri tekan ?Sirosis Membesar ?Limfoma Licin ?Gagal jantung kongestif Nyeri tekan ?Alkohol Membesar ?Infeksi Limpa Seperti pada hati. Raba tepi hati untuk menentukan : Konsistensi Regular atau iregular Nyeri tekan Pulsasi Perkusi tepi atas dan tepi bawah hati setelah palpasi untuk memastikan kelainan yang dijumpai. untuk mendorong limpa ke bawah sehingga dapat di palpasi. hati mungkin meluas kehipogastrium. baringkan penderita pada sisi kanan dengan lengan kiri tergantung bebas didepan dan raba kembali pada inspirasi dalam.

Pulsasi-penyebaran pulsasi dari aorta atau pembengkakan yang berpulsasi. penyakit polikistik. atau hidronefrosis. lukiskan : Tempat. Bentuk. Nyeri pada ginjal sering bila terdapat infeksi. Konsistensi-feses mungkin mencekung (indented) dengan penekanan.Tempat Bentuk (?cekungan) Tidak dapat meraba bagian atasnya Bergerak pada respirasi Pekak pada perkusi Lukiskan seperti pada hati. Apakah berubah setelah defekasi atau miksi? . Limpa sangat membesar : ?Leukemia myeloid kronik ?Mielofibrosis Ginjal Palpasi bimanual Dorong ke atas dengan tangan kiri pada sudut ginjal dan raba ginjal dari anterior dengan menggunakan tangan kanan. Minta penderita untuk bernapas dalam supaya ginjal berada di antara kedua tangan. kuran. Pekak pada perkusi-terutama penting dalam penentuan apakah usus terdapat di depan massa. Ginjal yang besar mungkin menunjukkan suatu tumor. Terfiksasi atau dapat di gerakkan-apakah bergerak pada respirasi? Nyeri tekan. Massa Palpasi dengan teliti seluruh abdomen Bila di temukan massa.

perkusi menggambarkan batas-batas statik antara jaringanjaringan dengan kepadatan yang berbeda-beda. Ini adalah daerah di mana peritoneum melekat pada kulit tanpa di halangi oleh otot. daerah yang sakit akan teraba seperti kayu atau papan. Abdomen yang benar-benar kaku menunjukkan peradangan peritoneum di bawahnya. dan bunyi serta resistensinya di perhatikan. penarikan umbilikus dapat membantu menentukan adanya peritonitis. Pasien yang mengalami nyeri tekan dapat menegangkan otot-otot perutnya secara volunteer atau involunter. Dalam keadaan seperti itu. Lakukanlah perkusi pada paru-paru anterior yang . Palpasi dalam dada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada orang normal. yang secara refleks menyebabkan spasme pada otot-otot abdomen. mungkin normal pada penderita kurus atau aneurisma besar-ekspansif-bruit. demikian pula palpasi aorta dan daerah hipogastrium pada banyak wanita. sedangkan defense musculare yang sejati atau rigiditas tidak berada di bawah kendali kesadaran. Bila dengan mudah teraba. Jika tepi hati telah teraba di hipokondrium kanan. Penegangan otot-otot perut yang terjadi secara volunter dapat di atasi dengan mengalihkan perhatian pasien. anda harus menentukan apakah ia benar-benar membesar atau hanya terdorong ke bawah. Jangan kacaukan dengan varian normal. Pada keadaan ini. Perkusi abdomen Seperti di tempat-tempat lainnya. Tekniknya sama seperti pada perkusi thoraks.Aorta Palpasi pada garis tengah di atas umbilikus untuk massa yang berpulsasi. Pemeriksaan palpasi abdomen : Tepi hati Ujung limpa Semua massa Perhatikan nyeri tekan Nyeri pantulan Defense musculare Pemeriksaan untuk gelombang cairan kalau perlu Penemuan-penemuan lazim pada palpasi abdomen Nyeri tekan setempat atau umum harus dibedakan. Jari pasif yang di letakkan dengan hati-hati di abdomen di ketuk oleh jari pleksor dengan ketukan stakato. karena akan timbul nyeri tekan yang jelas. Ingatlah bahwa lobus kiri hati normal dapat mencapai epigastrium dan menjadi massa yang dapat di palpasi. Nyeri tekan pantulan adalah tanda penting peradangan peritoneum yang biasanya menyertai Defense musculare sejati dan rigiditas.

memberikan petunjuk yang jelas.Lebarnya berbeda-beda dari pasien ke pasien. cairannya trdapat di dalam suatu ruang tertentu. tetapi ukuran yang melebihi 12 cm mungkin abnormal. Perkusi di daerah epigastrium dan hipokondrium kiri menimbulkan bunyi timpani karena adanya gelembung gas di dalam lambung. Kadang-kadang perpindahan usus yang relative tidak mengandung udara akan memberikan hasil positif palsu. dan cairan peritoneal yang terlokalisir akan memberikan hasil negative palsu. Pembesaran limpa yang ringan bermanifestasi sebagai perubahan timpani menjadi pekak ketika sela iga terbawah di perkusi dan pasiennya menarik nafas dalam – tanda perkusi limpa. dan usus yang resonan terdorong ke bawah dan lateral – tepat kebalikan asites bebas. Gulingkanlah tubuh pasien ke salah satu sisi dan ulangilah prosedur itu pada sisi yang lebih rendah. dan kedua. bersama-sama dengan massa yang dapat di palpasi.resonan dan bergeraklah ke bawah sampai pekak hati menunjukkan batas atas. ada atau tidak adanya timpani.Jarak antara garis-garis yang di buat ketika pasien telentang dan ketika tubuhnya di gulingkan menunjukkan jumlah cairan karena permukaan cairan akan selalu rata. Hal ini di sebut shifting dullness. Udara tersebut mungkin berada di dalam gelung usus yang mengalami distensi atau terdapat bebas di dalam abdomen. di garis aksila anterior. Timpani menunjukkan udara. Sekarang cairan akan tergenang di umbilikus. Pembesaran limpa dan ginjal dapat lebih di bedakan dengan bantuan perkusi. Adanya massa tanpa timpani di kuadran kanan atas mengarah pada pembesaran limpa. Pada keadaan ini di jumpai dua petunjuk : pertama. Seringkali terisi dengan udara. Pekak limpa seringkali di temukan di antara sela iga kesembilan dan kesebelas. umbilikus tidak menonjol keluar. pekak cairan tetap terdapat di bagian anterior pada pasien yang berada dalam posisi berbaring. Meskipun demikian. Tandailah dengan pena anda tempat di mana resonansi berubah menjadi pekak. dan kenyataan ini di manfaatkan dengan perkusi. Perkusi memastikan dan memperjelas banyak penemuan pada palpasi. Ingatlah bahwa fleksura lienika kolon terletak di belakang limpa tapi di depan ginjal. di mana anda akan dapat menemukan daerah yang pekak. Cairan bebas menunjukkan usus yang mengandung udara terapung-apung di bagian paling atas. Nyeri pekak pantulan dapat diperoleh dengan perkusi dan juga dengan palpasi. Pemeriksaan perkusi abdomen : Ukuran hati dan limpa Massa Pemeriksaan pindahnya pekak kalau perlu . Pada pasien yang berbaring. Pada kasus asites yang meragukan. Gulingkanlah tubuh pasien ke sisi lainnya dan ulangi. Ada dua sumber kesalahan potensial. mulailah perkusi di garis tengah dan bergeraklah ke kedua pinggang. Massa dengan timpani menunjukkan pembesaran ginjal. berusahalah menemukan puddle sign (tanda genangan). Kista ini dapat berukuran besar sekali dan terlihat sebagai distensi abdomen yang sangat menyolok. Pekak yang berpindah menunjukkan asites. Suruhlah pasien untuk berdiri di atas empat anggota tubuhnya. Contoh khas keadaan yang terakhir ini adalah kista ovarium. lokasi timpani dapat menentukan tempat obstruksi. Bersama-sama dengan cara-cara lainnya.

Bila peristaltik meningkat seperti pada diare atau gastroenteritis bising usus terdengar 10-15 kali per menit. atau cholesystisis. Paling sering terdengar di daerah umbilikalis atau daerah hepar. Terdapat beberapa gejala atau kumpulan gejala yang karakteristik pada suatu . Bising arteri lienalis penting karena stenosis arteri renalis mungkin merupakan penyebab hipertensi. Pada obstruksi usus. pekak yang menetap menunjukkan massa. Gejala-gejala daerah abdomen Keluhan pada abdomen dapat berkaitan dengan kelainan lokal atau dapat disebabkan oleh penyakit sistemik. Venuos hum mingkin berasal dari vena cava orang normal. arteri hepatica di hipokondrium kanan. misalnya nyeri abdomen. dan timpani menunjukkan adanya gas. menyempit atau berkelok. Bila selama 310 menit tidak terdengar sekalipun bising usus. Mungkin terdengar di daerh hati atau lien. didapat nyeri kolik disertai dengan bising usus yang meningkat dan amat nyaring. keadaan ini disebut "silent abdomen". misalnya terdapat pada peritonitis dan ileus paralitikus. frekuensi dan nadanya. Friction rub: Bunyi ini sama kedengarannya seperti bunyi gesekan pleura atau pericardial. Perubahannya adalah dalam hal intensitas. Aorta abdominalis paling baik didengar tepat diatas pembuluh darah di epigastrium. tapi terdengar bersamaan dengan inspirasi dan ekspirasi. Bising usus didengarkan bila terdapat tanda abnormal. Pekak alih menunjukkan adanya asites. arteri lienalis di hipokondrium kiri. Auskultasi sebaiknya dilakukan sebelum palpasi atau perkusi agar tidak merangsang timbulnya peristaltik. Bunyi gesek yang terdengar didaerah hati mungkin dijumpai pada hepatoma.Penemuan-penemuan pada perkusi abdomen Perkusi memastikan penemuan-penemuan yang di peroleh dengan palpasi. Normal bising usus akan terdengar 13 kali per menit. dengan cara mendengarkan suara melalui stetoskop. Venous hum: Lebih halus terdengarnya daripada arterial bruit dan nadanya lebih tinggi. Auskultasi memberikan infromasi tentang kejadian dinamik. Auskultasi Abdomen Auskultasi ialah salah satu dari bagian pemeriksaan fisik. Aktivitas peristaltik memancarkan berbagai macam suara bergelembung ketika permukaan antara air dan udara berubah dengan adanya gelombang kontraksi. Pemeriksaan auskultasi yang dilakukan pada abdomen adalah pemeriksaan: Bising usus: Bising usus disebabkan bunyi udara dan cairan dalam usus yang bergerak karena peristaltik usus. tapi mungkin juga terdengar karena pasien menderita sirosis hepatic dengan hipertensi portal. Pada Obstruksi usus memberikan bising usus hiperaktif atau berdenting. Arterial bruit terdengar pada fase sistolik jantung bersamaan atau tepat setelah ictus cordis. dan nada berhubungan dengan ketegangan dinding visera. Bunyi gesek yang terdengar di daerah lien mungkin disebabkan oleh peradangan atau infark limpa. Dengarkan pada seluruh abdomen dengan stetoskop diafragma kira-kira 10-15 detik atau 1 menit. Arterial bruit:Berasal dari arteri. Terdengar sepanjang fase sistolik maupan diastolic jantung. frekuensi berkaitan dengan kecepatan gelombang. Intensitas berkaitan dengan kekuatan peristaltik. Setiap arteri besar dalam abdomen dapat menjadi sumber bising.menunjukan aliran turbulen didalam pembuluh darah yang berdilatasi. Peristaltik usus halus cenderung bernada tinggi ketimbang gemuruh panjang kolon yang bernada rendah. Arterial bruit juga harus bisa dibedakan dengan bising jantung yang menyebar dan berasal dari jantung. Sumber suara abdomen mencakup peristaltik dan struktur vaskuler.

rasa panas seperti pada esofagitis. perforasi ulkus. intensitas nyeri relative dapat diurut berdasarkan intensitas nyeri yang paling hebat sampai ke relative ringan sebagai berikut.penyakit yang sering merupakan masalah bagi pasien untuk memperoleh pertolongan medis. Intensitas nyeri: pada keadaan akut. Sedangkan pada nyeri kronik lbih sulit menentukannya karena banyak factor psikologis yang turut berperan. apendisitis menimbulkan rasa nyeri tumpul dan menetap. aorta. Dibawah ini terdapat beberapa simtom yang sering dikeluhkan oleh pasien didaerah abdomen. dalam hal ini dokter. ginjal Pankreas. apendisitis. duodenum. diantaranya:. Pada penyakit kolon. Usus halus. dengan yang mendengarkan. Factor yang mencetuskan dan factor yang meringankan nyeri: nyeri perut yang dapat diringankan dengan minum antacid dapat diperkirakan menderita tukak peptic (terutama tukak duodenum). sosial. rasa nyeri berkurang . duodenum Appendik. ileus obstruksi. kolesistitis. Sehingga diperlukan tehnik anamnesis yang spesifik untuk menyamakan persepsi. dan juga pada iskemia intestinal. tukak peptic. gastroenteritis. bergantung latar belakang pendidikan . Tidak jarang pula satu gejala medis tertentu diekspresikan secara berbeda-beda. Lokasi nyeri Kuadran kanan atas Kuadran kanan bawah Kuadran kiri atas Kuadran kiri bawah Difus Dugaan sumber nyeri Hepar. pankreastitis akut. atau budaya pasien. Hal ini tidak mudah. Kantung empedu.appendik Kualitas nyeri: perlu diketahui kualitas rasa nyeri tersebut. rasa seperti diremas pada kolesistitis. kolon Pancreas. gaster. Nyeri pada penyakit pancreas sering terjadi setelah makan. terutama di Indonesia. gaster. limpa Ginjal. di mana ekspresi bahasa tidak sama untuk menggambarkan rasa nyeri. ovarium. dalam hal ini pasien . rasa nyeri yang bersifat tumpul seperti pada batu ginjal. dan esofagitis. Gejala atau kumpulan gejala tersebut tak jarang menimbulkan persepsi atau interpretasi yang berbeda diantara yang mengeluh. Pada dasarnya harus dibedakan rasa nyeri kolik seperti pada obstruksi intestinal dan bilier. kolik ginjal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful