ANAMNESA dan PEMERIKSAAN FISIK

Adapun sistematika anamnesis terdiri dari: Keluhan Utama Keluhan utama yang dinyatakan oleh pasien merupakan dasar utama untuk memulai evaluasi masalah pasien atau dapat disebut sebagai keluhan pasien yang mendorongnya untuk berobat. Kebanyakan keluhan utama ditandai dengan nyeri, gangguan fungsi, perubahan dari keadaan normal sebelumnya, atau observasi pasien. Bantulah pengungkapan keprihatinan utama pasien dengan memakai pertanyaan-pertanyaan yang sederhana dan tidak terbatas dan membiarkan pasien memakai kata-katanya sendiri. Kata-kata yang dipergunakan oleh pasien dicatat di dalam rekam medis. Mula-mula, jangan meminta penjelasan. Anjurkanlah pasien unutuk melanjutkan keterangannya dengan isyarat-isyarat yang menunjukkan persetujuan dan membesarkan hati, seperti mengangguk-anggukkan kepala atau instruksi-instruksi sederhana untuk melanjutkan keterangannya. Anda dapat mengulangi pernyataan-pernyataan pasien, secara singkat dan disertai dengan instruksi-instruksi yang agak terarah untuk melanjutkan keterangannya. Ini akan sangat efektif selama bagian wawancara ini. Bila pasien telah menyelesaikan pertanyaan pertamanya ini, buatlah ringkasan tentang apa yang telah anda dengar dan beritahukanlah bagaimana anda akan melakukan wawancara selanjutnya. Pernyataan ini kembali memperlihatkan perhatian anda terhadap persepsinya dan perhatian yang anda berikan terhadapnya. Ia juga menunjukkan permulaan perubahan yang dilakukan secara berangsur-angsur dalam gaya wawancara dimana anda akan menjadi lebih terpusatkan Yang dicatat dalam keluhan utama hanya 1 (satu) keluhan dan lama keluhan itu telah dideritanya. Riwayat Penyakit Sekarang Penyakit yang sekarang diderita merupakan alasan untuk perawatan di rumah sakit atau kunjungan pasien ke tempat praktek pribadi dokter. Perhatian anda mula-mula dipusatkan pada persoalan-persoalan penting yang menyebabkan pasien datang kepada anda dan kemudian kepada peristiwa-peristiwa sebelumnya yang berkaitan dengan keadaan pasien sekarang. Susunan wawancara anda dan riwayat penyakit tertulis yang dibuat harus mencerminkan prinsip ini dengan jelas. Kalau seorang pasien datang dengan komplikasi yang berkaitan dengan masalah kronis, tekanlah kecenderungan anda untuk segera memusatkan perhatian pada kejadian-kejadian di masa lalu. Mula-mula, tentukanlah perubahan-perubahan penting pada keadaan pasien dewasa ini. Penyakit yang sekarang diderita merupakan hal yang paling penting dalam pikiran pasien dan mudah diselidiki. Pasien biasanya telah menyusun kata-kata yang akan diucapkan, dan mereka harus mendapat kesempatan untuk mengungkapkan persepsi mereka. Kalau mungkin , riwayat penyakit sekarang harus dapat menentukan suatu diagnosis. Ia hampir selalu menunjuk ke bidang-bidang patologi dan mengarah kepada sejumlah kecil pertimbangan atau mekanisme patofisiologi. Secara aktif, dengarkanlah pasien anda. Berikanlah perhatian pada sikap pasien , petunjuk-petunjuk non-verbal, emosi, nada suara, dan faktor-faktor lain. Analisis riwayat penyakit sekarang dimulai dari suatu dasar yang kuat, keluhan utama, dan kemudian menuju pada tiap gejala. Wawancara hanya dipusatkan pada delapan ciri tiap gejala.

Dokter harus menginterpretasikan informasi dan merumuskan gagasan-gagasan ketika pasien berbicara. Mula-mula, dengarkanlah dengan penuh perhatian dan pertimbangkanlah berbagai macam kemungkinan – sebagian serius atau jarang terjadi, sebagian lagi sepele dan sering terjadi. Pilihlah faktor-faktor yang akan diberikan perhatian terbesar dan yang akan membantu anda menyusun analisis tentang masalah tersebut secara paling efektif. Ada dua macam faktor yang akan dapat membantu anda- faktor-faktor yang paling spesifik dan terjadi pada relatif sedikit penyakit, dan faktor-faktor yang paling sensitif, yang sering terjadi terutama pada penyakitpenyakit yang paling berat. Dalam evaluasi anda, berikanlah bobot tambahan pada gejala-gejala yang menimbulkan perasaan tidak enak- baik secara fisik maupun emosional-yang paling besar pada diri pasien. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terbatas memungkinkan pasien untuk berbicara sebanyak mungkin pada awal wawancara, Pemakaian bentuk pertanyaan ini sangat penting, karena mempermudah identifikasi penemuan-penemuan penting yang berkaitan yang kalau tidak mungkin luput dari perhatian kita. Dokter membuat penafsiran yang tepat tentang kemungkinan penyakit spesifik yang mendasari keluhan pasien bedasarkan pada delapan ciri gejala, dan kombinasi gejala dan tanda nonspesifik. Jika anda menemukan bahwa anda tidak dapat membuat diagnosis dengan tepat, kemungkinan besar anda tidak cermat dalam definisi anda tentang delapan ciri tiap gejala penyakit. Ciri pertama tiap gejala yang membantu anda mempersempit perhatian anda adalah lokasi yang tepat. Nyeri, gangguan fungsi, dan observasi biasanya mengarah kepada suatu daerah tertentu. Nyeri dada jelas menarik perhatian terhadap struktur-struktur di dada. Perubahan dari keadaan stabil sebelumnya tidak mempunyai lokalisasi yang tepat. Demam, rasa tidak enak badan, penurunan berat badan, atau labilitas emosional mungkin tidak mempunyai lokalisasi anatomik. Kalau gambaran umumnya sudah jelas, mentalah pasien utnuk sedapat mungkin menunjukkan lokasi gejala-gejala dan organ atau sistem organ yang terlibat. Tanyakanlah kaitan antara gejala atau strukturnya atau fungsi normal organ yang dibicarakan ("Apakah rasa sakit tersebut paling hebat di bagian tengah dada anda atau pada bahu anda?") Ciri berguna kedua ialah penilaian setiap gejala secara kualitatif dan kuantitatif. Mintalah pasien anda unutk melukiskan kualitas dan kuantitas gejala dan tanda dalam suatu referensi umum. Pastikanlah bahwa anda memahami dengan jelas apa yang disebutkan oleh pasien tersebut. Anda harus menentukan keluhan dengan tepat. Mungkin penting sekali untuk membimbing sumber informasi yang memberikan keterangan yang samar-samar dengan pertanyaan-pertanyaan tertutup langsung yang memberikan ukuran spesifik tentang beratnya gejala, frekuensi dan intensitasnya. ("Apakah nyeri tersebut berlangsung lebih dari satu jam, lima belas menit, lima menit? Apakah nyeri tersebut bersifat tajam seperti ditusuk-tusuk, panas seperti terbakar atau nyeri tumpul?") Urutan kronologis setiap kejadian adalah sangat penting. Perjelaslah keluhan mana yang timbul pertama kali dan urutan timbulnya keluhan lain. Hubungan waktu antara gejala-gejala yang berkaitan juga sangat berguna. Terjadinya gejala-gejala yang sama hebatnya secara serentak atau berkembangnya beberapa gejala ketika beberapa gejala lainnya berkurang menyarankan mekanisme patofisiologi yang menunjukkan diagnosis spesifik tertentu. Ciri berikutnya berkaitan dengan faktor-faktor dan keadaan-keadaan yang memperburuk atau mengurangi gejala-gejala. Di sini, struktur dan fungsi organ atau sistem organ mengarah kepada diagnosis. ("Bagaimana pengaruh makan terhadap nyeri lambung anda?"). Hubungan waktu sangat berguna. Lama penyakit sekarang membedakan penyakit akut dan kronis. Gejala-gejala yang berlangsung selama bertahun-tahun kemnungkinan besar tidak disebabkan oleh keganasan atau infeksi. Perubahan gejala dengan berlalunya waktu membantu menentukan kemajuan penyakit. Apakah gejala-gejala tersebut menetap, berulang, memburuk , atau membaik? Jika berlangsung secara periodik, apakah panjang siklusnya berubah?

Pasien secara sukarela sering menyampaikan gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang berkaitan. Ini harus selalu diperhatikan secara serius, walaupun hal tersebut kelihatannya sangat aneh atau tidak fisiologis. Sikap anda menerima pengamatan pasien secara begitu saja memperlihatkan penghargaan terhadap pasien sebagai seorang pengamat dan mungkin bermanfaat dalam menemukan penyakit yang tersembunyi. Suatu kesalahan yang sering terjadi pada pihak dokter ialah secara pematur menganggap bahwa mereka mengetahui diagnosisnya. Mereka mengabaikan informasi yang berkaitan yang diberikan oleh pasien. Jangan berharap bahwa pasien dapat menghubungkan semua hubungan yang mungkin. Di sini kebebasan anda untuk mengikuti berbagai macam pertanyaan adalah berguna. Hindarilah mengembangkan suatu bentuk hafalan yang sedemikian restriktifnya sehingga anda tidak dapat mengikuti petunjuk-petunjuk yang timbul dalam pembicaraan dengan pasien. Pertanyaanpertanyaan terarah yang anda ajukan akan dipusatkan pada dan membantu memperjelas keterangan rinci yang diberikan oleh pasien. Yang penting ajukanlah persoalan dan pertanyaan tentang gejala-gejala yang belum disebutkan oleh pasien tetapi yang harus dipertimbangkan dengan mengingat cerita pasien. Ciri terakhir yang perlu ditanyakan ialah respons gejala terhadap intervensi terapeutik pasien. Informasi ini membantu memperjelas diagnosis, memberitahukan sesuatu tentang beratnya masalah, dan menyarankan kebutuhan teraupetik pasien. Banyak pasien datang dengan gejala-gejala fisik dan memusatkan pembicaraan pada persoalanpersoalan ini, padahal kebutuhan primer mereka berkaitan dengan penyakit psikologik atau psikiatrik yang penting. Penyajian yang tidak langsung ini mencerminkan tekanan sosial dan usaha pasien untuk mengatasi stress pribadi yang sulit. Kalau anda tidak memperluas pertimbangan anda dengan mencakup faktor-faktor sosial dan psikologis, anda akan kehilangan banyak faktor yang sangat mempengaruhi hasil perawatan kebanyakan pasien. Selidikilah hubungan gejala-gejala penyakit dengan gaya hidup pasien dan aktivitas pribadinya, termasuk hubungan pribadi dan antar perorangan, pekerjaan, kegiatan di waktu senggang dan aktivitas sexual. Tanyakanlah tentang dampak emosional atau psikologis suatu penyakit dengan menanyakan bagaimana reaksi pasien terhadap gejala penyakit dan tentang ketakutan dan keprihatinannya terhadap penyebab gejala tersebut. Riwayat penyakit sekarang harus mencakup dua komponen tambahan. Wawancara anda harus meneliti riwayat kejadian medis di masa lalu yang berkaitan dengan sistem organ yang kelihatannya terutama berkaitan dengan keluhan pasien. Tanyakanlah gejala dan tanda gangguan sistem organ yang terlibat sebelum anda menutup bagian wawancara ini. Riwayat penyakit sekarang dapat dikatakan sebagai bagian anamnesis yang terpenting, karena dapat memberikan gambaran jelas tentang penyakit yang diderita pasien. Hal ini secara ringkas dapat diperoleh apabila mencakup secara rinci (detail) tentang: Keadaan pasien sebelum menderita keluhan/penyakitnya sekarang Keluhan yang timbul pertama kali dan keadaan pasien pada saat itu. Perjalanan/perkembangan penyakit/keluhan pasien sejak keluhan itu timbul sampai pasien datang berobat/ bertemu dengan dokter. Keadaan keluhan saat pasien bertemu dengan dokter sekarang Alasan mengapa pasien berobat sekarang

III. Riwayat Penyakit Dahulu Ialah penyakit-penyakit yang jelas diagnosisnya bagi pasien maupun dokternya, yang pernah diderita pasien dahulu. Catat kapan penyakit itu diderita, bagaimana diobati ,siapa yang mengobati,bagaimana keadaan penyakit itu sekarang.Catat penyakit masa kanak-kanak,penyakit-penyakit masa dewasa, penyakit psikiatri, kecelakaan dan cedera,operasi,keracunan,alergi. Penyakit-penyakit yang pernah diderita pasien dahulu yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit sekarang atau memperberat penyakit sekarang. Periksalah riwayat penyakit dahulu secara kronologis.Pertanyaan tentang kejadian-kejadian hidup yang berkaitan berguna sebagai pertanda dan membantu mengingat kembali. Pakailah kejadian-kejadian penting dalam hidup ini untuk membantu pasien merekontruksi kejadian medis secara kronologis dan tepat.Informasi prenatal,partus dan postnatal relevan untuk meneliti penyakit congenital atau herediter. Setelah menanyakan penyakit dengan urutan kronologis, tanyakanlah apakah pasien pernah menderita dua atau tiga penyakit umum yang menyerang tiap system tubuh.Imunisasi, reaksi terhadap tes tuberculin,alergi terhadap obat dan alergen lain, perawatan kesehatan dan catatan kondisi fisik juga harus diperiksa dan dicatat. Berusahalah untuk memperoleh rincian tentang alergi obat dan uraian khusus tentang gejala, tanda, dan kronologi kejadian.Banyak pasien menganggap bahwa mereka alergi terhadap obat, padahal sebenarnya mereka hanya menderita efek samping yang umum

Penyakit-penyakit masa lampau berjangka panjang yaitu : Penyakit-penyakit yang menghilang dengan pengobatan atau dengan sendirinya, tetapi mempunyai potensi untuk kambuh lagi atau menimbulkan sekuele.Tuberkulosis, keganasankeganasan tertentu (limfoma atau leukemia limfositik akut),hepatitis B,alkoholisme dan depresi berat misalnya termasuk dalam kategori ini.

Tindakan-tindakan bedah yaitu : Setiap pembedahan yang pernah dialami oleh penderita, termasuk tanggal pembedahan, gejalagejala yang diderita hingga memerlukan tindakan pembedahan tersebut ,sifat tindakan, diagnosis akhir,adakah reaksi terhadap pembiusan yang tidak diinginkan( terutama jika ada pembedahan tambahan dipertimbangkan), dan adanya sekuele akibat tindakan tersebut. PerAwatan lainnya di rumah sakit, yaitu meliputi tanggal,alasan dan hasil dari perawatan di rumah sakit. Cedera berat yang sebelumnya tidak disebutkan yaitu : Sifat dari cedera, pengobatan yang diberikan dan setiap kecacatan yang diakibatkannya. Pengobatan yaitu semua obat-obatan yang dipergunakan saat ini atau pernah dipergunakan secara teratur di masa lampau, termasuk obat bebas seperti laksatif, aspirin, antihistamin dan

adalah bijaksana untuk hkhusus menanyakan reaksi terhadap penisilin. IV. lahir hidup. Riwayat Penyakit Keluarga (RPK) Ialah penyakit keturunan atau familier. lingkungan atau makanan dengan manifestasi dan pengobatannya didokumentasikan. maka elemen yang akan dicakup adalah infeksi-infeksi virus umumnya: Parotitis. abortus spontan atau induksi.Jika terdapat riwayat alergi terhadap obat atau unsur apapun yang dipergunakan dalam diagnosis dan pengobatan.dan penyakit demam reumatik.Semua anak dan dewasa muda harus mempunyai catatan imunisasi yang lengkap.karena pasien kemungkinan dapat menderita penyakit yang sama. Riwayat kehamilan dan persalinan yaitu: Menentukan jumlah kehamilan. maka rincian tentang reaksi dan nama bahan yang bersangkutan harus dipastikan.rubeola(campak biasa).Tanggal suntikan tetanus yang terakhir harus dipastikan. begitu pula dengan dokumentasi tipe persalinan (melalui vagina atau seksio saesar) dan setiap komplikasi dari kehamilan dan persalinan. Yang paling penting adalah adanya riwayat reaksi alergi obat-obatan.vitamin.nefritis interstitial alergika atau syok anafilaktik) dengan efek sampingan yang bukan alergi seperti mual dan tinja encer.parotitis.Oleh karena tersebarnya derivat penisilin dan frekuensi alergi yang bermakna terhadap bahab-bahan tersebut.dan rubela(MMR).rubela( German measles). Status imunisasi: Data esensial berubah dengan perubahan umur penderita. termasuk imunisasi dari campak (measles).Penyakit .Adalah penting untuk membedakan reaksi alergi sesungguhnya (misalnya ruam kulit.varisela. difteria.reaksi histamin seperti sembab muka dan mulut. Jika dalam riwayat mengindikasikan. pertusis dan tetanus(DPT pada kanak-kanak) dan Hemophilus influenzae tipe B (HiB). yang terdapat dalam keluarga pasien (sedarah) atau penyakit menular pada orang-orang yang amat dekat hidupnya atau berhubungan dengan pasien (isteri/suami).Orang-orang yang lebih tua dan penderitapenderita dari semua golongan umur yang menderita penyakit menahun memerlukan vaksin influenza setiap tahun dan imunisasi terhadap pneumokok setiap 6 tahun. oleh karena penderita jaran menganggap obat-obatan yang tidak diresepkan ini sebagai ’pengobatan" atau " obat" sehingga tidak menyebutkan pengunaannya Alergi : Alergi musiman.Cara yang paling ekonomis adalah dengan bertanya :" apakah anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap penisilin atau obat-obat lainnya?" Penyakit masa kanak-kanak : Informasi ini mengandung arti penting dalam riwayat penyakit seseorang yang lebih muda dibandingkan dengan yang lebih tua.hepatitis B. polio.

latar belakang pendidikan.batu ginjal/empedu. akan sangat menolong bila menanyakan penyakit jantung lainnya atau kematian mendadak pada kakek-nenek. Sekarang kita memperluas pengertian kita dengan pertanyaan – pertanyaan tambahan. keadaan keuangan. Wawancara dengan keluarga atau teman mungkin akan sangat membantu. saudara kandung.dsb. Buatlah catatan khusus tentang kebiasaan – kebiasaan : Jumlah dan lama merokok. dan pertolongan diperlukan ? Kita juga harus tau cara pasien bereaksi terhadap lingkungan hidupnya. penyalahgunaan obat. Sebagian diantarannya merupakan informasi yang sensitif untuk pasien dan mungkin memerlukan beberapa wawancara untuk mendapatkan evaluasi yang lengkap.atau nenek. Tingkatan yang ketiga adalah anak-anak penderita jika ada. catatan pekerjaan.hipertensi. kakek dan nenek dari pihak ibu dan ayah. isi riwayat hidup di beri tempat yang menonjol.bibi.Contohnya jika adanya kanker payudara pada ibu atau saudara wanita.Jika terlihat serangan jantung. Sebagian informasi ini kita peroleh selama " percakapan kecil " sepanjang kontak kita dengan pasien. Jelaskan bagian RPK dari riwayat medik sebelum memulai tabulasi."Setelah orang tua berikutnya adalah saudara kandung.Jika penderita diberikan instruksi yang memadai.penjelasan. dia biasanya akan mampu mengikuti pola dengan mudah. Riwayat Hidup / Data Pribadi dan Kebiasaan – kebiasaan ( RH ) Kita perlu mengetahui orang macam apakah penderia tersebut. tanyakan adanya anggota keluarga lainnya dengan masalah yang identik atau mirip. dan pemaparan terhadap toksin potensial.paman dan bibi.Genogfram niasanya merupakan sebuah tabulasi tiga generasi.keturunan dan penyakit-penyakit penting lainnya DM. Apakah pasien dapat sembuh dengan memuaskan di rumah dan pada tahap mana. Pisahkanlah informasi ini agar mendapat perhatian khusus.Mulailah dengan orang tua anda. . status perkawinan.umur kematian bila sudah meninggal. Apakah konsekuensi dari penyakitnya ? apakah nasehat.cek silang untuk melihat apakah penderita mengetahui adanya kaanker payudara pada anak perempuan. V. dan (2) pencarian terhadap pola familial rekuren yang umum. Kita memperoleh sebagian kecil informasi riwayat hidup pasien selama saat – saat pertama wawancara dengan pasien. dan kebiasaan sehari – hari semuanya mencerminkan keadaan pasien dan lingkungannya. minum alkohol. ceritakan kepada saya tentang umurnya jika masih hidup.bibi dan paman. Bagian riwayat hidup ini berkesinambungan dengan berkembangnya pengetahuan kita tentang pasien.penyakit jantung."Saya ingin mempelajari tentang kesehatan dan masalah kesehatan dari anggota keluarga anda yang dekat. dalam keluarga antara lain Tanyakanlah tentang kesehatan atau penyebab kematian anggota keluarga yaitu orang tua.. Tugas kita adalah untuk dapat mengerti penyakit pasien dalam konteks kepribadian dan lingkungan rumahnya. sekali lagi tanyakan tentang informasi yang sama. " profil pasien " . dan setiap masalah kesehatan besar yang mereka alami. tempat dalam keluarga.Jika penderita mempunyai potensi penyakit turunan. Dalam sistem pencatatan. Informasi ini dapat ditempakan dalam permulaan rekaman medis di bawah judul Profil Pasien atau digabungkan dalam suatu bagian yang berjudul Riwayat Sosial. saudara sepupu. Terdapat dua komponen dalam RPK : (1) sebuah genogram yang membentuk "pohon keluarga" dari kesehatan dan penyakit.

rumah tangga atau kehidupan sosial anda ? " Merokok " Apakah anda merokok ? " " apakah anda pernah merokok ? " " Mengapa anda berhenti merokok ? " . Mungkin membantu untuk melacaknya sepanjang hari. " Apakah penyakit anda mempengaruhi pekerjaan anda ? " Hobi " Apakah yang anda lakukan dalam waktu luang ? " " Apakah anda melakukan kegiatan sosial ? " Alkohol " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Pecandu alkohol biasanya meremehkan jumlah alkohol yang diminumnya tiap hari. kita dapat menanyakan " Apakah anda pernah minum pada pagi hari ?" " Apakah anda kuatir untuk membatasi keniasaan minum anda ? " Apakah akibatnya sampai mempengaruhi pekerjaan. Tempat tinggal " di mana anda tinggal ? " " Apakah disana baik – baik saja ?" " Apakah perumahan anda padat ?" " Bagaimana ventilasi rumah anda? " "Penggunaan kamar mandi pribadi atau menggunakan kamar mandi umum ? " " Apa rumah anda serih terkena banjir ?" " dekat pabrik dengan ?" Pekerjaan "Apakah pekerjaan anda ?" " Dapatkah anda menjelaskan kepada saya dengan tepat apa yang anda kerjakan ?" . Bila terdapat kecurigaan terhadap masalah minum.Keluarga " Apakah segala sesuatunya baik – baik saja di rumah ? " " Apakah anda mempunyai masalah keluarga ? " Mungkin memadai dengan bertanya " Bagaimana dengan pernikahan anda ? Apakah tidak terdapat masalah dalam seks ? " Masalah ini mungkin ada karena alasan fisik atau emosi. dan pasien mungkin dapat menghargai kesempatan untuk membicarakan kekuatirannya. " Apakah memuaskan anda ? " .

asbetosis. Contoh untuk memulai pertanyaan adalah : " Bagaimana pengelihatan dan pendengaran anda ?" " Bagaimana paru –paru dan pernafasan anda ? " " Apa ada masalah dengan jantung anda ? " " Bagaimana pencernaan anda ? " . Obat – obatan " Obat apa saja yang anda minum sekarang ? " " Apakah anda minum obat lain dalam beberapa bulan terakhir ?" " apa anda minum Jamu ?" Ini merupakan pertanyaan yang sangat penting. harus selalu ditanyakan. Jangan menanyakan keluhan yang telah masuk dalam keluhan sekarang. Mulai dengan pertanyaan ringan dan umum tentang tiap sistem. baik dahulu maupun sekarang. karena pemeriksaan sistem tubuh ini bertujun untuk menemukan gejala – gejala yang belum disadari sebagai gejala oleh pasien dan gejala –gajala yang telah dilupakannya atau dianggapnya tidak penting. bepergian ke luar negri pada waktu bekerja berkontak dengan misalnya debu arang.Pikirkan rangkaian pertanyaan . dan lain – lain. Tetapi bagaimanapun. Kebanyakan pertanyaan pada tinjauan sistem ini berdasarkan gejala ." Berapa batang rokok yang anda hisap tiap hari ? " Hal – hal ini terutama relevan untuk penyakit jantung dan paru. Untuk mengerti dan melakukan Tinjauan Sistem sering merupakan hal yang cukup sulit. Hal ini memfokoskan perhatian pasien dan memudahan kita untuk memikirkan pertanyaan yang lebih spesifik terhadap sistem yang ingin lebih kia perhatikan. VI. Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ( TS ) Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ini dalah keluhan – keluhan pasien yang lain. Bila relevan. tanyakan tentang binatang peliharaan. Pertanyaan – pertanyaan tersebut berkisar sekitar susunan dan sistem yang diperiksa. namun terkadang ada yang menanyakan penyakit. namun itu sangat penting karena saya ingin memeriksa anda secara keseluruhan dan teliti ". contohnya seperti pneumonia atau tuberculosis. yang tidak termasuk keluhan yang sekarang hendak diobati. Daftar semua obat dan dosisnya yang lengkap sebisa mungkin diketahui.pertanyaan mulai dari kepala sampai jari kaki. Akan sangat membantu untuk menyiapkan pasien denyan mengatakan " Pertanyaan – paetanyaan saya selanjutnya akan sangat banyak . Ini merupakan suatu daftar ( ’check list’ ) gejala yang belum disebutkan.

" Bagaimana kencing anda ? " Kita juga bisa menambahkan dan memfariasikan pertanyaan tergantung dari usia pasien. dan lainnya saat kita memeriksa. Sebaliknya jika penderita sudah tidak suka makan. Kita juga bisa melakukan tinjauan sistem ini bersamaan saat fisik diagnostik. Maka tanyakan kemudian tentang kesegarannya. pederita juga akan merasa segar – bergairah. Bila pada waktu melakukan tinjauan sistem – sistem ini didapatkan jawaban yang positif. keluhan pasien. hal –hal yang terinci harus juga diberikan Tanda (*) menunjukkan pertanyaan –pertanyaan yang hampir selalu ditanyakan. maka kesegaran jasmani juga akan terasa menurun. Tanyakan sejak kapan penurunan nafsu atau rasa lapar terus muncul. keadaan umum pasien. *Kesehatan umum / kesegaran " Apakah anda merasa diri anda sehat ? " Lelah " Apakah anda merasa lebih atau kurang merasakan lelah dibandingkan sebelumnya ? " Demam atau menggigil " Apakah anda perhatikan adanya penyakit akhir – akhir ini ? " Berkeringat pada malam hari " Apakah anda perhatikan adanya keringat pada malam hari atau pada waktu lain ? " namun perlu ditanyakan perihal kondisi kamar tidur pasien. Namu bila ada banyak symptoms. Penurunan nafsu makan dan berat badan karena diet dan olah raga intensif juga harus ditanyakan. Biasanya bila nafsu makan baik. Karena makin tidak memenuhi syarat kamar tidurnya maka pertanyaan keringat malam akan kehilangan maknannya .Sebaliknya bagi pasien . Bila pasien hanya mempunyai sedikit symptoms hal ini bisa efektif. telinga. tanyakan tentang mata. jalannya anamnesa dan fisik diagnostik akan terganggu dan hal –hal yang penting menjadi tidak terdeteksi dan tercatat. Pertanyaan Umum Tanyakan tentang gejala –gejala berikut : *Berat badan " Berapa berat badan anda sebelum sakit ? " " Apakah berat badan anda turun atau naik akhir –akhir ini ? " " Apakah baju anda lebih sempit atau lebih longgar dari sebelumya ? *Nafsu makan " Bagaimana nafsu makan anda ? Perihal nafsu makan adalah hal yang penting. dan diagnosa klinis sementara kita.

lebih hebat dan dapat barlangsung berjam –jam. biasanya lateral . menjalar ke leher rahang dan lengan kiri. Ruam ( ’Rash’ ) Apakah anda pernah mengalami ruam kulit akhir – akhir ini ? Apakah gatal ? Pembengkakan atau benjolan Sistem Kardiovaskular dan Pernafasan Tanyakan tentang gejala – gejala berikut : *Nyeri dada " Apakah anda mengalami nyeri atau rasa tidak enak pada dada akhir – akhir ini ? " Penyebab paling sering dari nyeri dada adalah : o Penyakit jantung iskemik : Nyeri dada hebat di tengah dada seperti diikat. *Pembengkakan pergelangan kaki. hilang bila beristirahat. o Nyeri pleuritik : Nyeri seempat dan tajam.yang tidur di kamar dengan AC. memburuk pada waktu ispirasi atau batk. Angina adalah nyeri yang dicetuskan oleh aktifitas fisisk atau emosi . Ortopnoe ( sesak nafas bila berbaring datar ) dan dyspnoe nocturnal paroksismal merupakan gajala gagal jantung kiri. *Napas pendek " Apakah anda selalu merasa sesak napas ? " Ortopnoe " Apakah anda mengalami sesak nafas bila berbaring ? " " Berapa banyak bantal yang anda gunakan ? " Dyspnoe nokturnal paroksismal " Apakah anda terbangun malam hari karena menderita kesukaran bernafas ? " Sesak nafas ( Dyspnoe ) dan nyeri dada harus dilukiskan dengan tepat dan derajat aktifitas fisik yang menyebabkan timbulnya harus dicatat ( misalnya menaiki tangga. .. setelah berjalan 100 meter ). mka keluhan keringat malam akan mempunyai makna yang penting. Pada infark miokard nyeri mungkin terjadi pada waktu istirahat.

Takikardi paroksismal biasanya mulai dan berakhir secara mendadak. *Batuk " Apakah anda menderita batuk ? " " Apakah batuk kering atau anda membatukkan dahak / lendir ? " Kapan saja anda batuk ? Sputum " Apa warna dati dahak / lendir yang anda batukkan ? Sputum berwarna hijau biasanya menunjukkan infeksi saluran napas akut.Sering pada gagal jantung kongestif ( gagal jantung kanan ) Palpitasi " Apakah anda merasakan debar jantung anda ? " Palpitasi mungkin : Denyut tunggal ( ektopik ?) Lambat atau cepat Teratur atau tidak Minta pada pasirn untuk menunjukkan tempatnya. Sputum yang jernih tiap hari pada waktu bulan – bulan musim dingin menjurus ke bronkhitis kronik. *Hemoptisis " Apakah ada batuk darah ? " Hemoptisis harus dianggap serius. Penyebabnya antara lain : o Karsinoma bronkhus o Emboli Paru o Stenosis Mitral o Tuberkulosis o Bronkiektasis Sinkop ( ’syncope’ ) .

Bila darah dimntahkan." Pernahkah anda mengalami pendangan gelap ? " ( ’blackouts’ ) *Merokok " apakah anda merokok ? " " Berapa banyak / bungkus rokok yang anda hisap tiap hari ? " "Sudah berapa lama anda merokok ? " " Apa alasan anda berhenti merokok ?" Sistem Gastrointestinal Tanyakan tentang hal –hal berkut : Mual " Apakah terjadi pada waktu anda merasa sakit ? " " Apa munculnya setelah makan ? " Muntah " Apakah anda muntah ? " " Seperti apa muntah tersebut ? " Muntahan seperti bubuk kopi mungkin tercampur darah. bagaimana warnanya galap atau merah terang ? Dysfagia " Apakah anda mengalami kesukaran menelan ? " Untuk makanan padat : sering obstruksi organik Untuk makanan cair : sering akibat kelainan neurologik atau psikologik Indigesti " Apakah anda merasa tidak enak dalam lambung setelah makan ? " Nyeri Abdominal " Dimanakah yang terasa nyeri ? " " Apakah berhubungan dengan makanan atau buang air besar ? " " Apakah yang menyembuhkan nyeri tersebut " . terdapat stenosis pilorus. Bila terlihat makanan yang lama.

Kotoran mungkin pucat. berapa kali buang air besar tiap hari dan sifatnya ( darah ? pus ? mukus ? ) harus ditanyakan. kotoran pucat ).aliran yang buruk dan menetes .*Kebiasaan buang air besar " Apakah buang air besar anda normal ? " Bila terdapat kecurigaan terhadap diare. atau infeksi ( berpergian ke luar kota / keluar negri ) Sistem Genito – urinarius Tanyakan tentang hal – hal berikut : Nyeri pinggang " Adakah nyeri pada punggung anda ? " Nyeri pada pinggang menjurus pada pielonefritis *Urin " Apakah buang air kecil anda baik ? " " Apakah anda banyak kencing di malam hari ? " " Apakah anda mengalami kesulitan dalam berkemih ? " " Apakah ada darah dalam kencing anda ? " Poliuria dan nokturia terdapat pada diabetes Prostatisme mengakibatkan urinasi yang lambat. berhubungan dengan obat. banayk dan berbusa ( steatore ) atau hitam seperti ter dari darah yang tercerna ( melena ). Ikterus " Apakah urin anda berwarna gelap ? " " Apakah kotoran anda pucat " " Obat apa yang anda minum akhir – akhir ini ? " " Apakah anda pernah mendapat suntikan atau transfusi akhir –akhir ini ? " " Apakah akhir – akhir ini anda pergi ke luar kota atau ke luar negri ? " " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Ikterus mungkin bersifat obstruktif ( urin berwarna gelap. Darah yang berada pada permukaan kotoran mungkin dari hemoroid. sedangkan darah yang bercamur dalam kotoran mungkin merupakan tanda tumor ganas atau penyakit inflamasi usus. transfusi ( hepatitis serum ). alohol.

Sekret vagina Nyeri pada waktu bersetubuh ( dispareunia ) Sistem Saraf Tanyakan tentang hal –hal berikut : *Sakit kepala " Apakah anda menderita sakit kepala ? " " Dimana sakitnya ? " Sakit kepala sering merupakan akibat ketegangan dan terdapat di daerah frontal atau oksipital. Cara berjalan yang tidak mantap " Adakah kesulitan dalam nerjalan atau berlari ? ’ Lemah .Seks " Apakah terdapat masalah seksual ? " *Menstruasi " Apakah ada masalah dalam menstruasi anda ? " " Apakah sangat banyak darah yang keluar ? " " Apakah anda mengeluarkan darah diantara masa – masa haid ? " Perdarahan vagina diantara masa – masa haid atau setelah menopause meningkatkan kemungkinan tumor ganas serviks atau uterus. Sakit kepala oksipital terdapat pda waktu bangun tidur pagi – pagi mungkin akibat tekanan intrakranial meningkat ( misalnya karena tumor atau hipertensi maligna ) Penglihatan " Apakah anda megalami penglihatan yang kabur atau kembar ? " Pendengaran Pusing " Apakah anda mengalami pusing atau episode dimana dunia terasa berputar ’ vertigo’ ? " Pusing mungkin berasal dari kelainan jantung sehingga palpitasi harus selalu ditanyakan pada keadaan seperti itu.

konsentrasi. pada malam hari . iritabilitas. perasaan bersalah.Perasaan baal atau sensasi berlebihan " Adakah daerah – daerah yang dirasakan baal ( kebal ) ? " Rasa sakit seperti tertusuk paku atau jarum Gangguan Sfingter " Adakah kesulitan menahan buang air kecil / besar ? " *Depresi " Bagaimana perasaan anda ’mood’ Apakah gembira atau sedih ? " Bila mengalami depresi. *Rasa kuatir dan anxietas " Apakah anda cenderung kuatir ? " " Adakah waktu tertentu dimana anda merasa galisah atau tegang ? " " Adakah rasa kuatir dalam pekerjaan atau keluarga anda ? " " Ada kekhawatiran dalam keuangan ? " Tidur " Adakah kesulitan tidur ? " " Apa anda bangun terlalu pagi ?" " apakah anda gelisah ketika tidur atau sering terbangun di malam hari ? ’ Kesulitan tidur biasanya berkaitan dengan depresi atau anxietas. seberapa dalam ? " " Bagaimana perasaan anda tentang masa depan ? " " Apakah seperti ini yang sering anda rasakan ? " " Sudah berapa lama ?" " Menurut anda apakah penyebabnya ? " Selidiki tentang perhatian ’ interest ’. Kejang atau pingsan Hal – hal terinci berikut harus dicari dari penderita atau orang yang mengetahui : o Lamanya o Frekuensi dan lama serangan o Waktu serangan misalnya bila berdiri.

Rickets (berbentuk kotak).o Cara terjadi dan berakhirnya o Tanda – tanda sebelumnya atau aura o Menggigit lidah. dan tampak matanya menunjukkan "the setting sun sign"). kekakuan.Syphilis congenital (dengan benjolan/ penebalan simetris pada dahi yang disebut Parrot’s node). deformitas). .Penyakit Paget (disertai pembesaran pembuluh darah. kontrol sfingter hilang. orbita seolah tenggelam. Kepala abnormal : a. tetapi kemudian dapat berkembang menyerang tangan secara luas dengan benjolan asam urat (9 tophi ) pada beberapa sendi yang asimetris. Pada tangan. Atritis reumatoid merupaan penyakit autoimun umum dengan sendi – sendi yang terserang simetris. PEMERIKSAAN FISIK KEPALA Bentuk: Kepala normal : ukuran rata-rata dan bentuknya bulat. Osteoatritis merupakan sendi yang seolah " habis terpakai ". penderita merasa pusing dengan sakit kepala. Makrosefali pada : -Hydrocephalus (dengan sutura lebar. Sistem Lokomotor Tanyakan tentan nyeri. cedera dan lain – lain Epilepsi grand mal yang klasikmenunjukkan pingsan ( tidak sadar ) terjadi mendadak tanpa danya peringatan dan pada waktu sadar kembali. menyerang persendian – persendian yang menyokong berat badan misalnya panggul atau lutut. seperti sendi metatarsofalangea. dan sering asimetris. Deformitas kepala dijumpai pada: Penyakit paget→frontal bossing: menonjolnya tulang-tulang frontal. . lidah nyeri. disertai pembengkakan sendi –sendi meta – karpo falangea. Gout biasanya menyerang satu sendi. nyeri tekan dan sakit ) dan atralgia ( nyeri pada persendian ). . b. c. Terdapat banyak penyebab dari atritis ( sendi membengkak. . atau pembengkakan sendi. Mikrosefali atau anencefali karena kelainan congenital. pertama. pembengkakan sendi –sendi interfalang hingga membentuk kumparan. dan tidak dapat menahan buang air.

Ikterik : pada orang yang mempunyai gangguan pada hati yang berat. warna. Nyeri ketuk: pada daerah sinus/ mastoid yang terkena pada sinusitis dan mastoiditis. Ekspresi wajah dapat menunjukkan watak dan emosi atau keadaan sakit. Kalau diminta mengerutkan dahi maka sisi yang terkena tetap licin dan kelopak mata pada sisi yang terkena tidak dapat di tutup. kebiruan atau kelihatan seperti warna timah. Penyakit Parkinson: wajah seperti memakai topeng. keadaan hipoksia lainnya. Pada hipertiroidisme: wajah hyperalert. Dehidrasi: "facies Hipocrates"  hidung tajam. PPOK. a. d. hitam. cuping telinga memanjang dan pengerutan wajah premature. payah jantung. mengering dan terasa panas. c. Wajah: Periksa : ekspresi. Paralisis N. Tumor. Trauma. tak bermimik. mata cekung. pelipis di sekitar dahi kasar. b. hipertrofi tonsil dan adenoid : "facies Adenoid"  tampak seperti orang bodoh. Pada myxedema: seperti mengantuk. Sindroma Cushing : muka bulat seperti bulan purnama "moon face". mulut selalu terbuka. Merah seperti buah ceri : fase akut keracunan CO atau CN. Warna muka : Pucat : pada penderita AI. Pada waktu bayi tidur hanya pada satu sisi. bentuk. . Kemerahan: pada orang yang menderita penyakit katup mitral. lepra : "facies Leonina" (wajah seperti wajah seekor singa)  alis mata rontok. Sianosis : nyata ditemukan pada orang yang mempunyai cacat jantung bawaan disertai shunt dari kanan ke kiri. wajah penderita kelihatan berwarna hijau.Kraniostosis→bila suatu sutura menutup secara premature.VII satu sisi : asimetris. teregang. lubang hidung besar. disertai alis mata meninggi dan imobilitas wajah. otot wajah pada sisi yang terkena mengalami kelumpuhan dan penderita tidak mampu bersiul.

sinusitis. tidak berkilat. Kelopak mata ptosis pada kelumpuhan NIII. sclera.Penderita penyakit berat : wajah toksik demam tifoid berat. Rambut yang mudah rontok pada DM. Uban yang timbul di usia muda mungkin karena keturunan. atau belang-belang seperti bendera –"flag sign". juga pada demam tifoid. Myasthenia gravis. Pada lepra alis dan bulu mata rontok sama sekali ("madarosis") Pada malnutrisi bulu mata panjang-panjang. • Rambut: Periksa warna. kelopak mata. bila: . Xanthelasma yaitu bercak kekuningan. • Mata: Periksa alis mata. anemia perniciosa. hipertiroidisme. atau karena jamur pada rambut atau kulit kepala. myxedema. meningocele . lensa. oedem kelopak mata terutama tampak pada saat waktu bangun tidur pagi-pagi. glaucoma. penyakit cacing. kekeringan. syphilis tampak menjadi botak terutama di bagian belakang seperti dimakan ngengat "moth eaten appearance". sindrom horner.bilateral : kemungkinan trombosis sinus cavernosus atau penyakit basedow . mudah rontok hingga menjadi tipis. pupil. sindroma nefrotik.unilateral : tumor. menonjol pada kelopak mata terutama di bagian medial dihubungkan dengan kadar kolesterol darah yang tinggi. alergi. bola mata. pada hipertiroidisme (tanda dari Enroth) dan pada trombosis sinus cavernosus Pada glomerulonefritis. bila tadinya keriting menjadi lurus. conjungtiva. penyakit Simmond atau karena trauma emosionil yang berat. alopesia. pilek hebat. kelebatan. Jarak yang jauh antara kedua bola mata disebut hypertelotrismus terdapat pada sindroma down. distribusi Perubahan warna rambut terjadi pada: malnutrisi atau kwarshiorkor menjadi pirang seperti rambut jagung. alis mata menipis terutama bagian sisi pada orang tua. radang mata. myxedema.kering. Bola mata yang menonjol disebut exophtalmus atau proptosis. Pada fractura basis cranii timbul hematoma di sekitar mata hingga seolah memakai kacamata(brill hematome). iris. perdarahan. cornea. Oedema kelopak mata pada orang yang habis menangis hebat.

tanda von graefe : bila melirik ke bawah kelopak mata atas tertinggal .tanda Rosenbach : kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna .tanda Joffroy : tidak ada kerutan dahi pada waktu melirik ke atas . cincin atau setengah lingkaran berwarna putih keruh agak di sebelah medial daripada limbus cornea disebut arcus senilis. Pada conjunctiva bulbi mungkin terdapat: .tanda dalrympel : retraksi kelopak mata atas . Tampak petechie/ purpura pada endokarditis bakterialis. mungkin reaksi alergi terhadap protein kuman Mycobacterium Tuberculosis atau cacingan) Sclera. sering terdapat pada orang tua terutama yang berkulit warna. Pada penyakit basedow selain exophtalmus dan tanda enroth juga dijumpai: .tanda moebius : ketidakmampuan mata untuk berkonvergens pada sebuah objek yang diletakkan di depan hidung . biasanya terdapat pada bagian nasal) .pterygiuum (penebalan conjunctiva bulbi berbentuk segitiga yang puncaknya dapat mencakup sampai pada cornea.pannus (neovaskularisasi dan infiltrasi di conjungtiva bulbi. Bola mata : tekanan dalam bola mata diperiksa dengan 2 jari pada bola mata yang ditutup dan melirik ke bawah * tekanan tinggi (terasa keras) terdapat pada glaucoma dan hipoglikemi * tekanan rendah (terasa lunak) terdapat pada hiperglikemi k. pada keadaan ikterus berwarna kuning merata.i. conjunctiva palpebra inferior tampak pucat pada anemia.tanda Stellwag : mata jarang berkedip .phlycten (benjolan putih kekuningan dikelilingi zona merah. memerah dan berair pada radang. terdapat pada trachoma) .tanda Riesman : bila kelopak mata ditutup didengar dengan stetoskop terdengar arterial bruit j. Pada orang tua. kekuningan akibat hyperpigmentasi berupa bercak-bercak tidak merata. Pada osteogenesis imperfecta sclera berwarna kebiru-biruan Kornea. Bila annulus/ arcus senilis (pada limbus cornea) berwarna hijau kecoklatan atau merah atau kuning kehijauan disebut cincin Kayser Fleischer yang dijumpai pada penderita penyakit Wilson (degenerasi hepatolentikuler) Pupil mata .

membrane tympani daun telinga seorang cretin relative besar tophi : benjolan (nodul) keras. bibir bengkak mungkin karena trauma. terdapat tanda Chvostek yaitu bila daerah pipi tepat di depan daun telinga diketuk dengan satu jari. DHF. warna. liang telinga. • Telinga : Periksa daun telinga. oedem angioneurotik.penyinaran pada pupil yang satu akan menyebabkan pupil satunya lagi akan ikut mengecil  reflex cahaya tidak langsung dan reflex konsensuil pupil juga akan mengecil bila mata berkonvergensi dan berakomodasi tes dengan menyeluruh pasien melihat dengan kedua mata ujung jari dokter pada jarak kira-kira setengah meter di depan hidung pasien kemudian digerakkan perlahan –lahan mendekati ujung hidung pasien Lensa mata tampak keruh pada katarak misalnya pada orang tua (katarak senilis) atau pada DM. a..normal : bentuknya bulat. ada nyeri tekan/ ketuk pada daerah sinus darah (epistaxis) mungkin disebabkan peradangan. ukuran. liang hidung dan mukosa pada syphilis bentuk hidung seperti pelana "saddle nose" cairan yang keluar dari liang hidung bisa: lendir: pada sinusitis banyak. alergi . dll mukosa hidung merah. biasanya pada penderita gout pada tetani. dapat juga terjadi sejak lahir karena saat di dalam kandungan ibunya menderita Rubella atau karena mata sering terkena panas. bengkak pada peradangan. trauma. lepra. keruh. Labioschizis : bibir terbelah biasanya congenital. menyebabkan kontraksi/ spasme otot-otot muka sisi tersebut. benda asing. sinar UV atau sinar x. • Hidung : Periksa bentuk. atau diberi atropine atau pada seorang morfinis (pinpoint pupil) .midriasis : pupil melebar misalnya: berada di tempat gelap. kental. difteri. hypoparatiroidisme. demam tifoid. keruh. regular (tepinya rata) dan isokor (diameter pupil dan kanan sama) . daerah sekitar telinga. kelainan a. penyakit perdarahan. neoplasma. putih kekuningan merupakan deposit asam urat. hipertensi. pucat pada alergi. berbau. • Bibir : Periksa bentuk.

mudah berdarah. banyak caries lubang. tanpa rasa nyeri. Pada dehidrasi lidah mengecil. kelainan bronchopneumonia. mudah berdarah pada gusi mungkin dijumpai tumor (fibroma). linear seperti lipatan-lipatan Bibir jarang menderita neoplasma • Gigi dan gusi: Periksa kebersihan oral. nekrotis. pada orang yang unsure fluornya berlebihan missal dalam air minumnya (>1. nyeri pada perabaan serasa seperti spon. pneumonia/ Pada defisiensi vit B12 mungkin dijumpai cheilosis yaitu lecet-lecet pada sudut mulut. letak antara gigi agak berjauhan (gigi jarang) Caries dentis sering terdapat pada orang yang kekurangan unsur fluor. DM. warna mukosa dan pembengkakan gusi pada DM. gusi bengkak. anemia sianotik pada decompensatio cordis. Pada hypopituitarisme. mudah luka. gigi longgar/goyang. kering. demam bibir pucat pada shock. karena terjadi hyperplasia pada leukemia. myxedema. • Lidah: Periksa ikuran. bentuk.bibir kering pada dehidrasi. sering terdapat pyorrhea alveolaris (retraksi gusi. kenyal. asthma bronchiale berat. keriput . jumlah dan kelainan gigi. gigi longgar pada penderita epilepsy yang diberi pengobatan dilantin (diphenylhydantoin). pada skorbut (def vit C) gusi bengkak. misalnya pada wanita hamil. kedinginan. jantung congenital. mudah berdarah dan terasa nyeri. gusi bengkak. karang gigi. warna dan kelainan pada cretin. yang bila meradang/ terkena infeksi misalnya oleh candida disebut perleche Pada syphilis congenital pada sudut mulut mungkin terdapat raghades yaitu parut kecil-kecil. pocket dengan pus berbau di dalamnya). lidah relative besar hingga menonjol keluar. akromegali.5ppm) terjadi mottled enamel pada giginya (bintik-bintik pada gigi berwarna kuning kecoklatan) Warna mukosa gusi sehat adalah merah jambu (pink) Gingivitis menyebabkan warnanya menjadi merah disertai pembengkakan.

sianotik pada kelainan jantung. dan saluran nafas. lidah merah dengan papil besar-besar disebut raspberry atau strawberry tongue.Pada DM lidah kering. sulfHB. Pada anemia perniciosa.kiri atau saluran penafasan (misalnya PPOK) atau keracunan darah. Pada penyakit Addison lidah kecil dengan bercak-bercak datar berbentuk bulat atau oval berwarna coklat kehitaman pada sindrom peutz-jegher. warna putih kelabu dikelilingi zona merah di mukosa bukal berhadapan dengan gigi molar bawah. merah pada radang. terasa seperti terbakar. Pada demam tifoid. anxietas. CN. licin. licin. lidah seperti gambaran peta (geographical tongue). lidah merah. sering disertai bercak keputihan seperti bekas susu pada kandidiasis. Pada neurosis. warna lidah merah magenta. hypertiroidisme. merah. kotor umumnya pada penderita demam. Ulkus atau perforasi pada palatum mungkin disebabkan syphilis . CO. dijumpai pada anak-anak malnutrisi berat. Pada AIDS bercak merah coklat kehitaman sedikit menonjol di permukaan (sarcoma Kaposi). Sikatriks npada lidah mungkin dijumpai pada penderita epilepsy. bengkak. lidah pucat. lidah kering-kotor-putih-kelabu dengan pinggiran merah disebut coated tongue. atau yang bernafas melalui mulutnya. misalnya metHb. Bercak koplik (bercak sebesar ujung jarum pentul. kelainan normal berwarna pink. Lidah sianotik pada kelainan jantung misalnya decomp. berkilat. tanda dini morbili. Pada defisiensi vitamin B2 dan polycythemia rubra vera. Pada pellagra. Pada scarlet fever. Noma adalah gangrene progressif destruktif pada mukosa buccal hingga menyebabkan perforasi. Jika seperti kerut-kerut scrotum (scrotal tongue) mungkin menderita defisiensi vitamin B. • Mukosa mulut dan palatum: Periksa warna. bercak/eflorosensi. Pada kelumpuhan N XII lidah mencong ke sisi yang sakit bila dijulurkan. Lidah kering. Tremor lidah pada penyakit Parkinson. pucat pada anemia. Selain DM bercak kandidiasis dapat ditemnukan pada leukemia dan AIDS.

PEMERIKSAAN FISIK LEHER Pemeriksaan Fisik Keluhan pasien yang menunjukkan kemungkinan adanya penemuan penting di leher adalah : riwayat adanya massa atau benjolan . merokok. gerak/pilsasi Pada peradangan. kelainan normal: T1-T1. bila setelah diangkat T0-T0 Peradangan tonsil membesar. berwarna merah dan memanjang Pada AI tampak pulsasi yang sunkron dengan denyut jantung • Pharynx: Periksa warna. • Tonsil: Periksa: ukuran.• Uvula: Periksa warna. maka perlu dievaluasi dengan teliti. misal: bronkiektasis. gusi. sinus. dan gejala-gejala pernafasan berupa stridor atau suara serak. paru. sinkop. lambung:CA lambung. warna. pusing. gangguan neurologis sementara. I. merah. ukuran. berbau tikus (mousy smell) bau nafas dapat disebabkan oleh kelainan pada gigi. kelainan peradangan. nyeri leher. merah dengan bercak-bercak kotoran (detritus) difteri. seperti membrane putih kelabu yang melekat erat (sulit dilepaskan dari dinding pharynx dan mudah berdarah. lidah. ANATOMI . hidung. Apabila ada tanda-tanda dan gejala-gejala sistemik yang mencerminkan efek hormon yang berasal dari leher (tiroid dan paratiroid) dan penurunan berat badan. mungkin ada detritus Bau nafas: pada uremia : bau seperti urin / amoniak pada asidosis (DM tidak terkontrol) : bau aseton pada kegagalan hati : berbau busuk (foetor hepatikus) pada difteri. demam atau anoreksia (yang memberi kesan tumor atau infeksi).

faring. memberi kesan adanya peralisis pita suara oleh penekanan nervus laringeus rekuren oleh tumor. Nyeri yang berasal dari jantung dapat dialihkan ke leher bagian depan tengah atau rahang. Benjolan di leher seorang pasien di bawah 20 tahun kemungkinan suatu pembesaran kelenjar getah bening tonsilar atau massa kongenital.Garis tengah dibatasi oleh incisura kartilago thyroidea dan incisura suprasternal. vena jugularis interna. Sedangkan trigonum posterior hanya berisi kelenjar limfe. meskipun dipertimbangkan juga kemungkinan limfoma. atau gangguan neurologist pada pita suara dan kotak suara. Muskulus sternokleidomastoideus juga menutupi vagina karotis yang terletak lateral terhadap laring. Suatu massa yang membesar lebih bermakna kerimbang massa yang telah ada selama bertahun-tahun. Tiroiditis menyebabkan rasa nyeri pada bagian anterior leher yang bertambah berat bila daerah tersebut. Oleh karena itu mereka sering gelisah. membungkus trakea bagian atas dan terdiri dari dua lobus yang dihubungkan oleh isthmus. Sarung ini mengandung arteri karotis komunis. dan nervus vagus. laring. Jika benjolan di leher tersebur disertai nyeri kemungkinan besar terdapat infeksi akut. tumor. III. Rasa nyeri yang disebabkan peradangan faring dapat dialihkan ke daerah submandibularis dekat angulus mandibula. Kelenjar tiroid yang terdapat pada trigonum anterior. dan lemak. kelenjar submandibula. Suatu massa yang timbul setelah makan atau minum adalah khas untuk kantong faringeal atau divertikulum esophagus letak tinggi. Trigonum anterior terdiri dari kelenjar tiroid. Hubungan antara infeksi saluran nafas bagian atas dengan benjolan pada leher biasanya menunjukkan bahwa kelenjar limfe berfungsi normal. sampai terbukti demikian. Fungsinya menghasilkan hormon tiroid sesuai kebutuhan tubuh. Riwayat perjalanan penyakit dan tanda-tanda serta gejala yang berhubungan adalah penting. Nyeri yang timbul pada gerakan kepala berasal dari struktur musculoskeletal. Jika suara serak tadi disertai dengan adanya benjolan tiroid. Suara serak Suara serak menujukkan adanya peradangan. Nyeri leher Letak. sifat. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan leher: Inspeksi . Kelenjar tiroid merupakan kelenjar endokrin terbesar dalam tubuh. kelenjar limfe.Leher dibagi oleh muskulus sternokleidomastoideus menjadi trigonum anterior atau medial. terjepit pakaian atau pada waktu menelan. dan trigonum posterior atau lateral untuk pencatatan dan interpretasi penemuan. massa leher harus dicurigai ganas. Diatas 40 tahun. II. Umur pasien juga ada hubungannya dengan penilaian massa leher. lebih umum penyakit tiroid. TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Massa leher Pasien sering merasa bahwa benjolan atau massa di leher sebagai kanker sampai terbukti sebaliknya. dan keadaan nyeri leher memberi petunjuk yang berguna tentang kemungkinan penyebabnya. Jika massa itu terletak di garis tengah kemungkinan besar suetu kista tiroglossus. Letak massa dan sifat fisiknya memberikan informasi diagnostik tambahan yang berguna. Diantara umur 20-40 tahun.

vena-vena jugularis akan menonjol. spasme otot Rentang gerakan leher Pembesaran kelenjar (tiroid. KGB) Palpasi Trakea Tiroid dari anterior dan posterior KGB dan arteri karotis Auskultasi Jika perlu Bruit (dari tiroid. Misalnya pada tumor intratorakal (sindrom vena jugularis). . trakea dan arteri karotis) Tes Rentang gerakan Pengisian vena (tentukan nilai JVP) Inspeksi Pada inspeksi leher tentukan adakah: Asimetri karena pembengkakan. Untuk memastikannya dilakukan palpasi. Pulsasi yang abnormal atau bendungan vena. Kekakuan pada leher. yang mana pada keadaan ini leher miring pada arah yang sakit dan sukar digerakkan karena rasa nyeri. Perhatikan ada tidaknya pembesaran. serta nyeri tekan. Kelenjar tiroid (struma). tetanus. Jika terdapat bendungan aliran darah ke vena torakalis. parotis. limfoma malignum. Pembesaran kelenjar limfe dapat dijumpai pada tuberculosis kelenjar. konsistensi. Terbatasnya gerakan leher yang dapat disebabkan adanya pembengkakan leher. Misalnya pada tuberculosis vertebra servikalis. Tortikolis. yang dapat disebabkan aneurisma arteri karotis. gagal jantung kanan. leukemia. dituliskan besarnya.Kulit leher. lalu perkirakan berapa besarnya. Kelenjar limfe. misalnya kaku kuduk pada meningitis. Bila didapati. Pembengkakan terdapat pada satu sisi dan dapat diraba pulsasi arteri pada daerah tersebut. efloresensi Sikap kepala.

ke dalam trigonum anterior. sepanjang muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba untai servikalis superfisialis. konsisstensi. menyebabkan kelenjar limfe bersatu karena biasanya terjadi perluasan penyakit ke periskapular. Letakkan tiga jari anda di sisi kartilago thyroidea. Bila kelenjar tiroid membesar. kornu lateral kartilago hyoidea mungkin mengalami osifikasi dan teraba seperti kelenjar limfe yang keras seperti batu. ke ujung rahang untuk kelenjar submentalis.sternokleidomastoideus dan ujung jari anda pada garis tengah tepat di atas incisura sternalis. Selanjutnya palpasi arteri karotis. Periksalah kelenjar tiroid dari depan dan rabalah dari depan dan dari belakang. Penyakit metastasis memberi kesan keras seperti batu pada jari yang meraba. kenyal dan tidak melekat. kemudian tentukanlah garis bentuk lobus lateral. ke atas tepian rahang untuk meraba kelompok tonsilaris. Auskultasi .Palpasi Untuk memastikan keterangan yang telah diperoleh dari inspeksi. terdapat nyeri tekan. Bila tidak. Tiroid normal tidak mudah teraba. bisa seperti karet atau keras seperti batu. kemungkinan tumor yang bukan berasal dari kelenjar tiroid. sepanjang rahang untuk meraba kelompok submaksilaris. palpasi dapat dimulai dari daerah oksipital.sternokleidomastoideus ke lateral dan kartilago thyroidea ke medial. Bila kelenjar mengandung limfosit polimorfonuklear (limfadenitis). yang terdapat superficial terhadap prosesus mastoideus. ukuran dan mobilitasnya. tidak nyeri atau ada nyeri tekan. Dengan hatihati geserlah m. Palpasi dilakukan baik dari depan maupun dari belakang pasien. Limfoma dan kadang-kadang karsinoma. maka dilakukan palpasi. Bila digerakkan ke lateral teraba krepitasi sewaktu ia menggeser melewati bagian anterior vertebra servikalis. tangan pemeriksa digerakkan kea rah aurikularis posterior. Pembesaran fisiologis kelenjar limfe sebagai respon terhadap fungsi penyaring yang aktif. Kelenjar limfe dapat terpisah atau menyatu. Kartilago tiroidea merupakan struktur yang paling menonjol di garis tengah. kedua tangan dapat melakukan palpasi secara serentak. waktu menelan akan teraba sebagai jaringan yang berjalan ke atas di bawah jari anda. Jika anda pindah ke belakang pasien. Suruh pasien menelan. Mula-mula. Mulamula pasien diminta untuk sedikit fleksi leher. dan keatas ke untai aurikularis anterior di depan telinga. Pada orang tua. ke bawah ke trigonum posterior untuk merba untai servikalis posterior. bisa bebas atau melekat. Jika tidak ada krepitasi seperti itu mungkin menunjukkan adanya suatu massa pada ruang retrofaringeal. kemudian letakkan jari-jari anda medial terhadap m. biasanya menyebabkan pembesaran yang tersendiri. Dari depan.sternokleidomastoideus. Kartilago hyoidea terletak di atas kartilago tiroidea. Palpasilah suatu massa untuk menentukan letak. melintasi muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba rantai servikalis profunda di sebelah dalam muskulus. lakukanlah palpasi dengan jari menyilang trakea. dalam posisi ini. yang dapat digerakkan bebas ke kanan dan ke kiri tapi tidak dapat ke atas dan ke bawah. Letakkan ujung jari anda pada pinggir lateral m. C. sekali lagi rabalah kelenjar tiroid yang membesar.

Tindakan ini akan menimbulkan bayangan yang akan membantu anda melihat fluktuasi dalam kolom darah pada vena jugularis. Kelenjar limfe yang nyeri tekan menandakan adanya peradangan. Limfadenopati kenyal yang berhubungan menandakan adanya tumor. Benjolan di garis tengah tidak pernah berasal dari kelenjar limfe. Kelenjar yang teraba pada trigonum servikalis anterior. Pakailah senter kecil untuk menerangi leher dari sudut tangensial. D. tirotoksikosis). Biasa juga disebabkan oleh kanker laring. IV. menandakan kemungkinan adanya gangguan.sternokleidomastoideus. Kelenjar limfe yang keras seperti karet melekat satu sama lain menandakan adanya limfoma. Hentikanlah aliran darah vena dari kepala dengan jari anda. higroma kistik dan celah kista brankialis. lobus piramidalis yang terletak di garis tengah dapat diraba dengan mudah. menuju ke angulus mandibula. faringitis dan tonsilitis yang tersering. Gerakan leher dihambat oleh spasme hebat pada otot-otot leher (kaku kuduk). untuk mengetahui adakah bruits pada kelenjar tiroid tersebut.Auskultasi dilakukan pada tiroid yang membesar. yang cenderung untuk suatu keadaan vaskularisasi yang bertambah (misalnya pada suatu keganasan. Pada gagal jantung kiri. Bila anda meraba nodul tiroid. yang ditemukan secara kebetulan karena dengung vena (venous hum) dapat didengar pada dasar leher dan incisura suprasternalis. Kelenjar yang membesar disebut goiter. melewati m. Pada penyakit tiroid yang menyebabkan pembesaran difus. Pada gagal jantung kanan.kelenjar limfe yang keras seperti karang menandakan adanya tumor. Jika pasien berusia diatas 50 tahun. dan ukuran. bendungan di ventrikrl kiri diteruskan ke atrium kiri dan vena pulmonalis dan kemudian tertampung di dalam paru. Auskultasi dilakukan dari arah depan. nodul multiple. maupun suatu keadaan hipertiroid. Pasien berbaring dengan kepala pada tempat tidur yang dimiringkan 45 derajat. periksalah tiga sifatnya: limfadenpati yang berhubungan. . nodularitas.sifat yang membantu menentukan arti pembesaran adalah tekstur. Periksalah vena jugularis eksterna yang berjalan ke medial dari pertengahan klavikula. kosongkan vena di bawah jari anda yang menekan tersebut dan perhatikan pengisian vena jugularis dari bawah. Pada arteri karotis sering terjadi suatu proses aterosklerosis. Benjolan lateral yang bukan berasal dari kelenjar limfe mencakup aneurisma arteri karotis. atau tiroid. dan tekstur. bendungan di ventrikel kanan diteruskan ke atrium kanan dan vena kava superior sehingga tekanan vena jugularis meninggi. dengarkan di tiap sinus karotis kemungkinan adanya aliran turbulen pada pembuluh darah atau bising karotis (carotid bruit). Bahan ateromatosa yang menonjol ke lumen mengganggu aliran lamellar dan menimbulkan arus yang turbulen yang terdengar sebagai bising sistolik. Fleksi kepala dengan menyentuhkan dagu ke dada akan menimbulkan nyeri hebat. tidak nyeri dan teraba menunjukkan adanya infeksi atau teraba secara kebetulan. Dengan jari lainnya. Bising sistolik dan diastolic. faring. PENEMUAN-PENEMUAN YANG DIDAPATI PADA PEMERIKSAAN LEHER Meningitis menyebabkan spasme leher dan nyeri. Pengukuran Tekanan Vena Jugularis Pemeriksaan dilakukan pada vena jugularis eksterna kanan karena ia merupakan hubungan (sambungan) langsung dari vena kava superior. Kelenjar limfe yang lunak.

I) Nervus Olfaktorius merupakan saraf sensorik yang fungsinya hanya satu. Dari khiasma optikus. Kelenjar yang membesar. the. Dengan mata pasien tertutup. Sebagian dari serabut ini. A. menghidu (penciuman. atau berkurangnya penciuman (hiposmia). sedangkan saraf otak lainnya (III-XII) mempunyai bangunan dan fungsi mirip saraf spinal dan bereaksi mirip dengan saraf spinal terhadap proses penyakit. B. Memeriksa saraf otak (I-XII) dapat membantu menentukan lokasi dan jenis penyakit. Bila inti rusak akan diikuti oleh degenerasi saraf perifernya. yaitu serabut yang menghantarkan rangsang yang datang dari bagian medial retina. Tiap lubang hidung diperiksa satu persatu dengan jalan menutup lubang hidung yang lainnya dengan tangan. dank eras. jeruk. Cara pemeriksaan: periksa lubang hidung apakah ada sumbatan atau kelainan setempat misalnya polip. Impuls kemudian dihantarkan melalui serabut saraf yang membentuk nervus optikus. Jangan menggunakan zat yang dapat merangsang mukosa hidung (N. Wajah pasien. keras seprti kayu menandakan adnya tiroiditis kronis. tembakau. Nervus Olfaktorius (N. Pemeriksaan: Tujuan: untuk mendeteksi adanya gangguan menghidu. . penampilan fisik (habitus) dan sifat lainnya dapat memberikan petunjuk khusus akan adanya gangguan fungsi tiroid. Saraf I dan II berfungsi mirip jaringan otak. Goiter atau pembesaran tiroid menandakan adanaya hiper atau hipoaktif dari kelenjar. pembauan). yaitu mencium bau.demikian pula kelenjar yang baru membesar. tunggal. Pemeriksaan: Tujuan: mengukur ketajaman penglihatan dan menentukan apakah kelainan pada visus disebabkan kelainan okuler lokal atau oleh kelainan saraf. alkohol. Nervus Optikus (N. pada inti (nuklir) atau hubungannya ke sentral (supranuklir). Zat pengetes yang digunakan sebaiknya zat yang dikenali sehari-hari misalnya kopi. NERVI CRANIALIS Saraf otak ada 12 pasang. Juga untuk mengetahui apakah gangguan tersebut disebabkan oleh gangguan saraf atau penyakit hidung lokal. Nodul multiple menandakan adanya goiter. Kerusakan saraf ini menyebabkan hilangnya penciuman (anosmia). dan biasanya dinyatakan dengan angka romawi I-XII. Goiter ditandai pada palpasi teksturnya difus (homogen) atau nodular (teraba massa multiple). zat pengetes didekatkan ke hidung pasien dan suruh menciumnya. Lesi dapat terjadi pada serabut saraf atau bagian perifer (infranuklir).V) seperti mentol. cuka. serabut melanjutkan diri dengan membentuk traktus optikus ke korpus genikulatum lateral dan setelah bersinap disini rangsang diteruskan melalui traktus genikulokalkarina ke korteks optik kemudian berakhir di korteks yang disebut korteks striatum. amoniak. menyilang ke sisi lainnya di khiasma optikus. sedangkan pembesaran kelenjar yang nyeri tekan menyarankan adanya tiroiditis akut.II) Alat penangkap rangsang cahaya ialah sel batang dan kerucut yang terletak di retina.

Hal ini disebabkan kelumpuhan m. Nervus Occulomotorius (N. dan tidak dapat dibuka. karena kesatuan fungsinya yaitu mengurus otototot ekstrinsik dan instrinsik bola mata.III) Lateral rectus Abducens (N. Refleks pupil . yaitu klopak mata yang terjatuh. Setelah itu pemeriksa menggerakkan jari tangannya dibidang pertengahan antara pemeriksa dan pasien. kemudian ia disuruh membukanya.III) Inferior rectus Occulomotor (N. Nervus Abducens (N. levator palpebra. dan apakah ada strabismus. mata tertutup. Jika ada gangguan kampus penglihatan. levator palpebra pasien disuruh memejamkan matanya.IV) Inferior oblique Occulomotor (N.VI) Ketiga saraf otak ini diperiksa bersama-sama.IV) E. Penderita disuruh berdiri atau duduk berhadapan dengan pemeriksa dengan jarak kira-kira 1 meter. Gerakan dilakukan dari arah luar ke dalam.VI) Medial rectus Occulomotor (N. Waktu ia membuka mata. 1. Jika pasien mulai melihat gerakan jari-jari pemeriksa. Kemudian pasien disuruh melihat terus (memfiksasi matanya) pada mata kiri pemeriksa dan pasien harus selalu melihat ke mata kanan pemeiksa. Jika hendak memeriksa mata kanan pasien.III) D. kita tahan gerakan ini dengan jalan memegang (menekan) kelopak mata.III) Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: selagi berwawancara dengan pasien perhatikan celah matanya. eksoftalmus. maka mata kiri pasien harus ditutup dengan tangannya atau dengan kertas. sedangkan pemeriksa harus menutup mata kanannya. Mucle Superior rectus Innervation Primary function Secondary function elevation intorsion depression abduction adduction intorsion extorsion depression elevation abduction abduction extorsion Tertiary function adduction adduction Occulomotor (N. 2.III) Superior oblique Trochlear (N.Cara pemeriksaan: dilakukan dengan jalan membandingkan dengan kampus penglihatan pemeriksa yaitu dengan metoda konfrontasi dari donder. apakah ada ptosis. Nervus Trokhlearis (N. maka pemeriksa akan melihat gerakan tersebut lebih dahulu. C. Untuk menilai tenaga m. Ptosis Kelumpuhan nervus III dapat menyebabkan terjadinya ptosis.ia harus memberitahu dan hal ini dibandingkan dengan pemeriksa.

tanyakan juga apakah telihat benda kembar (diplopia). Bila demikian disebut refleks cahaya tidak langsung (konsensual) positif. Mata pasien difiksasi pada benda yang jauh letaknya. pasien disuruh merapatkan giginya sekuat mungkin dan kemudian perhatikan besarnya tonus dan konturnya. Untuk memeriksa bagian sensorik. medial. atas. dengan menyelidiki rasa raba. 5.Perhatikan besarnya pupilpada mata kiri dan kanan apakah sama (isokor) atau tidak sama (anisokor). sedangkan yang melebarkan pupil disarafi serabut simpatis (torakolumbal). Otot polos yang mengecilkan pupil dipersarafi oleh saraf parasimpatis dan nervus III. Gerakan bola mata Pasien disuruh melihat mengikuti jari pemeriksa yang digerakkan ke arah lateral. 3. rasa nyeri. Refleks akomodasi Pasien disuruh melihat jauh kemudian ia disuruh melihat dekat. apakah ikut mengecil oleh penyinaran mata yang lainnya. Bagian sensorik mengurus sensibilitas dari muka melalui ketiga cabangnya yaitu. atas medial. Besarnya pupil dipengaruhi banyak faktor terutama intensitas cahaya. Bila demikian disebut refleks cahaya langsung positif. Perhatikan apakah mata pasien dapat mengikutinya dan bagaimana gerakan bola mata. Perhatikan juga pupil mata yang tidak disinar. Nervus Oftalmikus Nervus Maksilaris Nervus Mandibularis Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: untuk memeriksa bagian motoris. Kedudukan (posisi) bola mata Perhatikan apakah bola mata menonjol (eksoftalmus) atau selah-olah masuk kedalam (enoftalmus). bawah dan ke arah miring yaitu atas lateral. setelah itu mata di senter dan dlihat apakah ada reaksi pada pupil. Bagian motorik mengurusi otot mengunyah. Nervus Trigeminus (N. bawah medial. Pada keadaan normal pupil mengecil. Juga perhatikan bentuk pupil apakah bundar dan tepinya rata (normal) atau tidak.V) Terdiri dari dua bagian yaitu bagian sensorik (porsio mayor) dan bagian motorik (porsio minor). bawah lateral. suhu daerah-daerah yang disarafinya. . F. Refleks pupil terdiri dari reaksi cahaya langsung dan tak langsung (konsensual). apakah lancar dan mulus atau kaku. Positif bila terlihat pupil mengecil. Pada kelumpuhan nervus III refleks ini negatif. Kemudian pasien disuruh membuka mulut dan perhatikan apakah ada deviasi rahang bawah. Kekuatan otot dapat dinilai dengan menyuruh pasien menggigit suatu benda. misalnya jari kita yang ditempatkan dekat matanya. 4.

plika nasolabialis. Perhatikan apakah asimetris sudut mulut. bila tidak dapat memejamkan mata berarti matanya pada sisi yang parese. Nervus Vestibulokokhlearis (N. plika nasolabialis mendatar dan sudut mulut menjadi rendah. Menyuruh pasien menyeringai (menunjukkan gigi geligi). Pada kelumpuhan jenis LMN jelas adanya asimetris. H. Pemeriksaan saraf kokhlearis.VII sebelum percabangan khorda timpani dapt menyebabkan ageusi (hilangnya pengecapan) 2/3 bagian anterior lidah. garpu tala didekatkan ke telinga pemeriksa. kerutan dahi. Pada kelumpuhan jenis sentral (UMN) muka dapat simetris saat istirahat. Fungsi motorik perhatikan muka pasien. Bila ringan maka tenaga pejaman kurang kuat. dan sudut mulut. Nervus Fasialis (N. mata kurang dipejamkan. apakah dapat bersiul.VIII) Terdiri dari dua bagian yaitu saraf kokhlearis (pendengaran) dan saraf vestibularis (keseimbangan). mencucurkan bibir. mengembungkan pipi. Suruh pula pasien memejamkan mata satu persatu.VII) Nervus Fasialis merupakan saraf motorik yang menginervasi otot-otot ekspresi wajah (UMN dan LMN). pejaman mata. Termasuk sensasi pengecapan 2/3 bagian anterior lidah. Menyruh pasien memejamkan mata Bila berat maka pasien tidak dapat memejamkan mata. baru nyata bila pasien melakukan gerkan misalnya menyeringai. Tes Schwabach Membandingkan pendengaran pasien dengan pendengaran pemeriksa. Dalam hal ini kerutan dahi menghilang.G. pasien dapat mengangkat alis dan mengkerutkan dahinya. . sebab mendapat persarafan bilateral. Bila asimetris wajah jelas. Pemeriksaan: 1. Cara pemeriksaan: Menyuruh pasien mengangkat alis dan mengkerutkan dahi Kelumpuhan UMN sesisi. maka disebabkan oleh kelumpuhan jenis perifer (LMN). Fungsi pengecapan Kerusakan N. Garpu tala dibunyikan kemudian ditempatkan didekat telinga pasien. simetris atau tidak. Setelah pasien tidak mendengar lagi. Juga membawa serabut parasimpatis ke kelenjar ludah dan lakrimalis. Bila masih tedengar oleh pemeriksa disebut tes schwabach memendek.

Pemeriksaan saraf vestibularis Tes romberg yang dipertajam Pada tes ini pasien berdiri dengan satu kaki yang satu didepan kaki lainnya.XI) Saraf XI menginervasi m. Pemeriksaan: Fungsi motorik Perhatikan kualitas suara pasien. Pada telinga normal konduksi udara lebih baik dari pada konduksi tulang. Nervus Vagus (N. Tes Weber Membandingkan pendengaran telinga kiri dan kanan (lateralisasi). karena kedua saraf ini berhubungan erat satu sama lain. Untuk ini pasien menyebutkan: aaaaaaa. konduksi tulang lebih baik dari pada konduksi udara. Hal ini didaptkan pada tuli perseptif (tuli saraf). serak (disfoni).. Garpu tala dibunyikan ditekankan pangkalnya pada dahi pasien tepat dipertengahan. mengangkat lengannya tinggi-tinggi (sampai vertikal) dan kemudian kembali ke posisi semula. trapezius menyebabkan gerakan menoleh (rotasi) pada kepala. Salah tunjuk (past pointing) Pasien disuruh merentangkan tangannya dan telunjuknya menyentuh telunjuk pemeriksa.Tes Rinne Membandingkan konduksi tulang dan konduksi udara. Pada tuli konduktif. I. atoni. Pemeriksaan m. Tes ini berguna menilai adanya disfungsi sistem vestibular. Nervus Glossopharingeus (N. Kemudian ia disuruh menutup mata. Orang normal mampu berdiri dalam sikap romberg yang dipertajam selama 30 detik atau lebih. K. sternocleidomastoideus: . yaitu pengecapan 1/3 bagian posterior lidah. demikian juga dengan gangguan serebelar.IX) J.X) Nervus IX dan X diperiksa bersamaan. Pada gangguan vestibular didapatkan salah tunjuk atau deviasi. Fungsi pengecapan Nervus Glossopharingeus mengandung serabut aferen khusus untuk pengecapan. tumit yang satu berada didepan jari-jari kaki yang lain. Nervus Aksesorius (N. Apakah normal. Lengan dilipat pada dada dan mata kemudian ditutup. sternocleidomastoideus dan m. Kemudian disuruh menentukan pada telinga mana yang terdengar lebih keras.

L.XII) Saraf ini mengandung serabut somato sensorik yang menginervasi otot intrinsik dan otot ekstrinsik lidah. kita gerakkan bagian badan pasien dan disuruh ia menahannya. PALPASI. Untuk mengukur kekuatan otot dapat dilakukuan cara yaitu: pasien disuruh menggerakkan bagian badan yang digerakkan oleh otot yang ingin kita periksa dan kita tahan gerakan ini. Nervus Hypoglossus (N. Tapi sebelum melakukan keempat tahap di atas ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pemeriksa. yaitu : . lidah dijulurkan mencong ke sisi yang lumpuh PEMERIKSAAN FISIK THORAX A. PERKUSI. Tempatkan tangan kita di atas bahu pasien. Selain itu pasien juga dapat disuruh menoleh ke kiri atau kanan. trapezius pada saat istirahat dan bergerak. Pemeriksaan: Suruh pasien membuka mulut dan perhatikan lidah dalam keadaan istirahat dan bergerak. Pada parese satu sisi. dan AUSKULTASI. dan ditahan dengan tangan pemeriksa diletakkan didagu. trapezius: Perhatikan keadaan m. perhatikan apakah julurannya mencong. sternocleidomastoideus pada saat istirahat dan bergerak.Perhatikan keadaan m. Bila lidah digerakkan atau dijulurkan. Pemeriksaan m. Kemudian disuruh mengangkat bahunya dan kita tahan. Pemeriksaan Fisik Paru Pemeriksaan fisik paru terdiri atas INSPEKSI.

terang. Bila tidak dapat terbaring terlentang bias dilakukan sambil duduk dengan kaki tergantung ke bawah di pinggir bangku pemeriksaan. Pasien sebaiknya telanjang pada bagian atas dada sampai batas pinggang. Pemeriksaan thorax ini perlu dilakukan secara berurutan dan untuk memudahkan kita melokalisasi kelainan. dan usahakan ada di ruang tertutup agar pasien tidak merasa malu serta usahakan ada pendamping. Pemeriksa sabar dan tenang.Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada tempat yang tenang. Pasien sebaiknya terbaring lurus terlentang. berdiri di samping kanan pasien. pada dinding thorax ditetapkan garis-garis / linea-linea imajiner sebagai berikut : Garis-garis vertikal : Di Depan ( ventral ) : o Garis midsternalis o Garis sternalis kanan dan kiri o Garis midclavicularis kanan dan kiri o Garis parasternalis kanan dan kiri Di Sisi ( lateral ) : o Garis axillaris anterior o Garis axillaris media o Garis axillaris posterior Di Belakang ( dorsal ) : o Garis midspinalis o Garis scapularis kanan dan kiri o Garis midscapularis kanan dan kiri Garis-garis horizontal : Di Depan dan sisi adalah sela-sela iga Di belakang adalah garis-garis horizontal setinggi vertebrae thorakal . Pada pasien wanita perlu diterangkan untuk membuka bagian dada tersebut untuk dapat memeriksa jantung dan paru secara jelas.

INSPEKSI Pada inspeksi terdapat hal-hal yang harus diperhatikan : 1. potongan melintang bentuk elips. sela iga tidak terlalu lebar / sempit.Proyeksi permukaan visera paru posterior terhadap garis thorax posterior Urutan Pemeriksaan Dada (Bila pasien duduk selama pemeriksaan) Posisi Pemeriksa Berhadapan dengan pasien Manuver Inspeksi dinding dada anterior Inspeksi dan palpasi posisi trakea Inspeksi gerakan pernafasan Hitung pernafasan Inspeksi dan palpasi vertebra torakalis Perkusi angulus costo vertebralis Palpasi gerakan pernafasan Perkusi peranjakan diafragma Perkusi paru (posterior) Auskultasi paru (posterior) Inspeksi dinding dada lateral Perkusi paru (lateral) Auskultasi paru (lateral) Auskultasi paru (anterior) Perkusi paru (anterior) I. lihat apakah : a. iga-iga tidak terlalu horizontal / vertical. Abnormal: Dada paralitikum Menghadap punggung pasien Pada sisi kanan dan kiri pasien berurutan Berhadapan dengan pasien . diameter anteroposterior : diameter lateral = 5 : 7. Perhatikan bentuk dada atau thoraks dalam keadaan tidak bergerak ( statis ). Normal Simetris. angulus costae 70o – 90o b.

diameter anteroposterior pendek o Sela iga sempit. Jika berbentuk anguler ( sudut ) = gibbus. o Sinonim : Barrel – chest atau dada emfisematikus Kifosis : Melengkungnya ( lordosis ) kurvatura vertebra pada posisi anterior posterior secara berlebihan dari normal.o Dada kecil. atau tumor intra abdominal. iga lebih horizontal o Pada potongan melintang jadi membulat o Tulang punggung melengkung ( kifosis ) o Angulus costae > 90 o o Terdapat pada : bayi ( normal ). Kelainan ini terlihat pada pemeriksaan dari samping. Pectus excavatum : . ascites. Kemungkinan karena hamil tua. yang terdapat pada penderita spondilitis TBC. iga lebih miring / vertical o Angulus costae < 70o o Scapula menonjol ke belakang o Terdapat pada pasien malnutrisi tuberculosis o Sinonim : Pthisic – chest Dada tong o Dada mengembung. Kemungkinan karena kebiasaan berposisi jelek sejak kecil atau poliomyelitis. gepeng. Lordosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke anterior. emfisema. penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari belakang. proses penuaan. diameter anteroposterior besar o Sela iga lebar. Jika seperti busur ( arkuer ) kemungkinan karena osteoporosis. Scoliosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke lateral.

Bradipnoe : frekuensi nafas <14x / menit. C ) Kelainan lain pada dada yang sering ditemukan: ♦ Kulit : warna. Area yang mengalami cedera bergerak ke dalam selama inspirasi dan ke arah luar saat expirasi. Terdapat pada penderita rachitis. Terdapat pada penderita skorbut ( defisiensi vit. Perubahan letak ke arah posterior dari sternum bawah. spider nevi (sirosis hepatic). bintik-bintik. Scorbutic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan tulang dada seolah menonjol karena tulang dada mengalami depresi sehingga tampak juga seperti untaian biji tasbih. Rachitic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan rawan iga di dada membentuk benjolan sehingga menyerupai untaian biji tasbih. luka operasi. tonjolan tumor. bekas jaringan parut. dan pada bayi adalah 30-50 x / menit.chest Pectus carinatum : Dada dengan tulang sternum menonjol ke depan. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan. Flail – chest : Gerakan pernafasan abnormal yang berkaitan dengan fraktur iga multiple.Dada dengan tulang sternum yang mencekung ke dalam. kelainan serebral. Kompresi pada jantung atau pembuluh darah yang besar dapat menyebabkan murmur. Sinonim : Pigeon – chest atau dada burung. . Dada dalam keadaan bergerak / dinamis : Frekuensi pernafasan : Frekuensi pernafasan normal pada pria 14-18 x / menit sedangkan pada wanita adalah 16-20 x / menit. Perbatasan kartilago kosta terhadap sternum relatif tertekan. Sinonim : Funnel . ♦ Bendungan vena ♦ Emfisema subkutis ♦ Ginekomastia ( pada pria ) atau mammae atrofi / tumor ♦ Penyempitan sela iga ♦ Pelebaran sela iga saat expirasi (obstuksi mekanisme pentil pada bronkus ) 2. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan. misalnya pada pemakaian overdosis obat-obat narkotik. Perubahan letak ke arah anterior dari sternum.

Jenis pernafasan lain adalah : Pernafasan dengan pursed lips. atau uremia. Sinonim : pernafasan ataxic. Perhatikan juga apakah terdapat pemakaian otot-otot bantu pernafasan. Sifat pernafasan : thorakal  contoh pada pasien sakit tumor dalam perut. Sedangkan pada pria sehat. makin lama makin besar dan kembali lagi seperti tadi dan seterusnya. misalnya pada pasien pneumonia. misalnya pada pasien TBC lanjut atau PPOK. Pernafasan dengan mengambil nafas lewat mulut dan mengeluarkan lewat hidung. . keracunan opium. Di samping itu adakah terlihat bagian dada yang tertinggal dalam pernafasan. Irama pernafasan i. asidosis. Pernafasan Biot : irama pernafasan yang sama sekali tidak teratur. pneumonia. misalnya pada decompensatio cordis. Terdapat pada asidosis ( misalnya pada DM tidak terkontrol dan gagal ginjal ). Abnormal : Pernafasan Cheyne – Stokes : amplitudo pernafasan mulai dari kecil makin lama makin besar sampai mencapai yang tertinggi. Kombinasi Pada wanita sehat umumnya pernafasan thorakal lebih dominan dan disebut thorako-abdomino. Normal : Dilakukan secara teratur dengan fase-fase inspirasi-ekspirasi yang teratur secara bergantian. misalnya pada pasien PPOK dan asma. kemudian makin mengecil hingga apnoe ( tidak bernafas ) beberapa saat lalu mulai lagi dengan amplitude yang kecil. bila terbalik mungkin ada kelainan pada rongga thorax atau dindingnya. Terdapat pada : decompensatio cordis kiri. abdominal  contoh pada pasien PPOK lanjut. Pernafasan cuping hidung ( lebih terlihat pada pasien anak kecil ) B. Pernafasan Kussmaul : pernafasan cepat dan dalam (takipnoe disertai hiperpnoe). Terdapat pada kerusakan otak. Kelainan ini disebabkan bentuk anatomi dada dan perut wanita yang berbeda dari pria. tekanan intracranial meninggi. hypoxia kronik. Hal ini terjadi karena terlambatnya respon reseptor klinis medulla otak terhadap pertukaran gas. pernafasan abdominal lebih dominan dan disebut abdomino-thorakal. ii.Takipnoe : frekuensi nafas >20x / menit. pernafasan seperti menghembus sesuatu lewat mulut. bila terbalik kemungkinan menderita peritonitis atau paralysis diafragma. barbiturat. anxietas.

Stridor dapat berupa inspiratoir ( gangguan pada saluran nafas atas ) dan ekspiratoir ( ganguan pada saluran nafas bawah). Stridor adalah suara nafas ngorok secara teratur.Bentuk kelainan irama pernafasan tersebut kadang-kadang dapat ditemukan pada orang normal tapi gemuk ( obesitas ) atau pada waktu tidur. Hal lain yang perlu diperhatikan pada gangguan paru adalah sputum ( dahak ) : sputum banyak dan purulen terdapat pada bronkiektasis sputum warna merah muda dan berbusa ( pink frothy ) terdapat pada oedema paru (gagal jantung) sputum berdarah ( hemoptisis ) terdapat pada penyakit tuberculosis paru. Suara mengi ( wheezing ) yaitu suara nafas berbunyi ngikk yang terdengar selama fase inspirasi dan ekspirasi karena terjadi penyempitan jalan udara. peradangan pada trakea. bronkiektasis. pemeriksa hendaknya juga mendengar kelainan yang langsung dapat didengar tanpa bantuan alat pemeriksa : Suara batuk ( kering dan berdahak ) menunjukkan adanya gangguan dalam saluran bronkus / bronkiolu. PALPASI . Terjadi karena adanya penyumbatan daerah laring. misalnya pada tumor. Keadaan ini biasanya merupakan pertanda kurang baik. Setelah memperhatikan hal-hal di atas. Di samping melihat keadaan-keadaan tersebut di atas. kanker paru. atau ada benda asing di trakea. pada penyakit paru suppuratif dan kanker paru Sianosis perifer pada ujung-ujung kuku jari tangan menunjukkan hipoksemia Karat nikotin pada perokok berat Otot-otot tangan dan lengan yang megecil karena penekanan nervus thoracic I eloh tumor paru di apeks paru ( Sindrom Pancoast ) Kelainan kepala yang menunjukkan gangguan pada paru seperti : mata yang mengecil pada Sindroma Horner sianosis pada ujung lidah pada hipoksemia. Suara serak ( hoarseness ) yang terjadi karena kelumpuhan pada saraf laring atau peradangan pita suara. pemeriksa hendaknya juga memeriksa apakah ada kelainan pada ekstremitas atas yang berhubungan dengan penyakit paru seperti : Jari tabuh (clubbing). II.

Bila trakea bergerak ke kiri atau ke kanan perhatikan apakah karena pendorongan oleh tumor atau tertarik ke bagian yang sakit ( scwharte / fibrosis apeks paru oleh tuberculosis ) Diraba apakah ada penonjolan pada dinding dada. konsolidasi. Trakea. efusi pleura. Bila melemah pada salah satu sisi mungkin penyebabnya adalah efusi pleura.1. . normalnya terletak di tengah. Bila mengeras pada satu sisi kemungkinan ada infiltrat. Kedua telapak tangan pemeriksa diletakkan pada tempattempat yang simetris. atau atelektasis obstruktif. Dalam keadaan dinamis : o Gerak dinding thorax saat inspirasi dan ekspirasi. Tentukan amplitude gerak nafas hemithorax kiri dan kanan serta bandingkan. pneumothorax. emfisema. submandibula dan kedua axilla. normalnya 70o . Angulus subcostae : dengan kedua telapak tangan pada masing-masing arcus costae. atau atelektasis. Normal amplitudonya sama. Bila tidak sama. o Friction fremitus Mungkin dapat teraba getaran pada dinding thorax akibat gesekan permukaan kedua pleura ( parietalis dan viseralis ) yang meradang / pleuritis. Dalam keadaan statis : Apakah ada kelenjar getah bening yang membesar di daerah supraklavikula. atelektasis kompresif. fibrosis pada satu sisi. o Vocal fremitus Pasien diminta untuk mengucapkan kata-kata apa saja. kemungkinan terdapat emfisema. sudut yang dibentuk oleh kedua ibu jari pemeriksa ditetapkan. PERKUSI Teknik perkusi dinding thorax dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : Perkusi langsung adalah pemeriksaandimana dinding dada diketuk ringan dengan ujung jari tengah. Bila membesar  limfadenopati yang menunjukkan terdapatnya proses di daerah paru seperti kanker paru. III. Normal akan dirasakan sama kuatnya. Sinkron saat gerak inspirasi-ekspirasi dan teraba amat halus.90o 2. atau tumor. Atau pada kedua sisi terdapat kelainan yang tidak sama. misal ‘tujuh puluh tujuh’ berulang-ulang dan getarannya pada kedua dinding thorax diraba oleh kedua telapak tangan yang masingmasing diletakkan pada hemithorax secara simetris.

Bunyi perkusi pekak mungkin adanya suatu tumor yang besar. Bunyi perkusi hipersonor adalah bunyi perkusi yang kurang nyaring disbanding dengan bunyi timpani. pneumonia kecil atau kavitas dalam paru. Bunyi perkusi tympani mungkin adanya pneumothorax yang besar. Bunyi perkusi sonor berarti kedua hemi thorax berarti kedua paru dan cavum pleura dalam keadaan normal. tumor atau efusi pleura. Bunyi perkusi redup mungkin terdapat infiltrate. bagian distal jari tengah dan telunjukdari tangan yang satu kita tempelkan dengan erat pada dinding dada. Tujuan perkusi adalah untuk memperlihatkan keadaan pekak pada tempat dimana seharusnya ada resonansi. Bunyi pekak ialah bunyi perkusi pada thorax bila jaringan paru didalamnya tidak lagi terdapat udara. Bunyi perkusi redup adalah bunyi perkusi yang kurang nyaring disbanding dengan bunyi sonor. Pada kedua hemithorax dilakukan secara simetris dan asimetris. Bila . Normal. Bunyi perkusi hipersonor mungkin adanya emfisema. atau paru normal dengan efusi pleura. kemudian jari tengah tangan yang lain kita gunakan untuk mengetuk dengabn kuat jari yang ditempelkan pada dinding dada. Misalnya pada paru dengan tumor yang besar atau atelektasis.ini timbul pada paru yang terdapat infiltrate atau konsolidasi. Misalnya pada perkusi yang dilakukan pada pneumothorax. Menetapkan batas paru hepar Perkusi dari atas ke bawah garis midclavikularis kanan. Bunyi perkusi sonor adalah bunyi yang kurang nyaring disbanding bunyi hipersonor. Macam-macam bunyi perkusi : Bunyi perkusi tympani adalah bunyi yang amat nyaring seperti mengetuk abdomen yang kosong. Misalnya pada paru yang mengalami emfisema. dan batas redup ke pekak (hati yang tidak diliputi jaringan paru) pada sela iga ke VI.Perkusi tidak langsung. batas antara bunyi sonor (paru) dan redup (hati yang diliputi paru) adalah pada sela iga ke IV. Pemeriksaan perkusi digunakan untuk : Memeriksa keadaan paru dan cavum pleura. Merupakan bunyi perkusi dinding thorax yang normal.

didengar pada dada bagian tengah. Suara nafas normal Suara nafas trakeal Suara inspirasi ekspirasi di trachea (didengar di daerah leher) Fase inspirasi:ekspirasi 1:3 Suara nafas brnchial Berasal dari bronchus besar. Pemeriksaan ini digunakan untuk : 1. Fase inspirasi:ekspirasi 1:2 Suara nafas vesikuler Barasal dari bronchus kecil/bronchiolus. Fase inspirasi:ekspirasi 3:1 2.pasien dalam keadaan inspirasi dalm maka batas ini normalnya 2 jari lebih rendah. Ini disebut peranjakan. Batas bawah paru dan batas atas jantung nor5malnya pada sela iga ke VIII IV. Menetapkan batas paru-lambung Perkusi dari atas kebawah pada garis axillaries anterior kiri dengan pasisi pasien tegak. Suara nafas abnormal .didengar di seluruh daerah perifer dada. Stetoskop mempunyai 2 macam ujung yaitu : Ujung bell digunakan untuk mendengar suara yang bernada rendah. AUSKULTASI Terdapat 2 cara untuk mendengarkan suara yang ditimbulkan oleh paru: Aunskultasi langsung terdiri dari menempelkan telinga langsung pada dinding dada Auskultasi tidak langsung menggunakan stetoskop. dan perut kosong. Ujung membrane digunakan agar dapat mendengar suara bernada tinggi.

Pernapasan cog-wheel Suara nafas tersendat-sendat pada pleuritis adhesive. Suara nafas asmatik Ekspirasi memanjang dengan wheezing pada penderita asma bronchial. Terjadi peda perangan pada pleura. Suara nafas yang lemah Pada empiema. bronchial. atau obstuksi bronkus. efusi pleura. Keadaan ini mungkin disebabkan olehkarana bronkus/bronkiolus dan alveolus mengalami infiltrasi/konsolidasi Suara nafas vesikuler memanjang (fase ins:eks 3:2/3:3) Terdengar bila bronkus kecil/bronkiolus mengalami penyempitan. Suara nafas yang mengeras Pada keadaan infiltrasi/konsolidasi paru dan atelektasis Suara nafas amforik Seperti meniup kedalam botol kosong pada kavitas besar pada paru. pneumo thorax.Suara nafas trakeal. karena adanya cairan pada alveolus. Ronkhi basah bila cairan bersifat encer dan kering bila cairannya agak kental tergantung lumennya (bronkus besar/sedang/kecil_) ronkhi basah dapat bersifat kasar. 3. Suara tambahan Ronkhi Disebabkan adanya cairan di dalm lumen bronkus. . Krepitasi Suara seperti menggesek rambut dekat telinga. Suara nafas metamorphosing Inspirasi yang berubah mendadak dari halus menjadi kasar pada sumbatan bronkus yang mendadak lepas/hilang. sedang dan halus. Suara gesek pleura Karena gesekan kedua permukaan pleura.vesikuler tidak pada tempatnya.

tetapi bagian ini sangat penting. Sebagian besar jantung (± 2/3 bagian) terletak pada sebelah kiri sternum. merupakan denyut sistolik yang singkat. Pemeriksaan fisik jantung meliputi : Inspeksi pasien Pengukuran tekanan darah Pemeriksaan denyut arteri Pemeriksaan denyut vena jugularis Perkusi jantung Palpasi jantung Auskultasi jantung Pemeriksaan edema dependen . Sisi kanan jantung berasal dari atrium kanan. Sebagian permukaan depan (anterior) jantung terdiri atas ventrikel kanan dan arteri pulmonalis yang berdekatan langsung dengan dinding toraks depan.4. Bila vocal resonance mengeras disebut whispered pectoriloquy B. Vocal resonance Sama seperti vocal fremitus hanya didengarkan dengan stetoskop. atau kira-kira 7-9 cm dari garis midsternal. pemeriksa juga sudah dapat membayangkan aliran darah di dalam keempat rongga jantung. sedangkan atrium kiri berada di bagian posterior. dan hanya 1/3 terletak di sebelah kanan sternum. dan tidak dapat dideteksi secara langsung. Sedangkan ventrikel kiri yang terletak di kiri dan belakang ventrikel kanan hanya menempati sebagian kecil permukaan jantung anterior. Bagian atas jantung terdiri dari beberapa pembuluh darah besar aorta dan arteri pulmonalis. Pemeriksaan Fisik Jantung Sebelum memulai melakukan pemeriksaan fisik jantung. kapan membuka dan menutupnya katup-katup jantung tersebut. yang terdapat di sela iga kelima sedikit medial dari garis midklavikula kiri. Saat akan melakukan pemeriksaan fisik jantung. Bila vocal resonance mengeras disebut aegophoni. karena bagian depan ventrikel kiri inilah yang menimbulkan impuls apeks. terlebih dahulu pemeriksa sudah dapat memperkirakan/membayangkan proyeksi posisi jantung ke dinding toraks depan.

hidung yang menengadah. dijumpai bersama-sama dengan mata yang terletak berjauhan. Wajah bulat seperti bulan dan mata yang terletak berjauhan mengarah kepada stenosis pulmonal. Apakah ada sianosis? Jika ya. Inspeksi Evaluasi Penampilan Umum Inspeksi umum pasien sering memberikan petunjuk berharga untuk diagnosis penyakit jantung. apakah sentral atau perifer? Suhu dapat mencerminkan penyakit jantung.Pasien harus berbaring terlentang. Apakah pasien berada dalam distres akut? Sepeti apa pernapasan pasien? Apakah ia bernapas dengan susah payah? Apakah memakai obat pernapasan tambahan? Inspeksi Kulit Kulit dapat mengungkapkan banyak perubahan yang berkaitan dengan penyakit jantung. Meskupun ini merupakan tanda yang berguna. Pasien dengan konsentrasi kolesterol total di atas 450 mg/100 cc dengan xantomata tendo pada permukaan ekstensor jari tangannya diperlihatkan dalam gambar IX C. telinga letak rendah. Lipatan daun telinga. Apakah ada xantomata? Xantomata tendo adalah massa agak kekuningan sekeras batu yang biasanya ditemukan melekat pada tendo ekstensor jari tangan adalah patognomonik untuk hiperkolesterolemia familial. terlalu banyak hasil positif palsu dan negatif palsu sehingga penemuan ini kurang dapat diandalkan. dengan pemeriksa berdiri di sisi kanan tempat tidur. sering dijumpai pada pasien diatas usia 50 tahun dengan penyakit arteri koronaria yang bermakna. Inspeksi Kuku Sering kali. strabismus. Anemia berat. Tendo Achilles dan tendo plantar telapak kaki juga merupakan lokasi umum untuk xantomata tendo. Stenosis aorta supravalvula. Jari tangan dengan splinter hemorrhage pada pasien dengan endokarditis diperlihatkan pada Gambar IX D. Wajah tanpa ekspresi dengan kelopak mata bengkak dan hilangnya sepertiga luas alis dijumpai pada hipotiroldisme. Perdarahan ini berjalan dari tepi bebas proksimal dan secara klasik dikaitkan dengan endokarditis bacterial subakut. suatu kelainan congenital. seringkali bilateral. Bagian kepala tempat tidur dapat sedikit ditinggikan jika pasien merasa lebih nyaman dengan posisi ini. bahkan termasuk trauma setempat pada kuku. beri-beri. adalah lipatan melintang. Inspeksi Wajah Kelainan jantung dapat pula dikaitkan dengan kelainan pada wajah dan kepala. spinter hemorrhage dapat terlihat sebagi garis kecil coklat-kemerahan di dasar kuku. klaudikasio intermiten berkaitan dengan rasa dingin pada ekstremitas inferior jika dibandingkan dengan ekstremitas superior. Tetapi penemuan ini tidak spesifik karena ditemukan pula pada banyak keadaan lain. dan tirotoksikosis cenderung membuat kulit lebih hangat. Individu-individu ini mungkin menderita kardiomiopati. dan hipoplasia mandibula. Apakah ada ruam kulit? Adanya eritema marginatum ( eritema dimana daerah kemerahan berbentuk cakram dengan tepi yang menonjol ) pada pasien demam mengarah kepada demam reumatik akut. atau tanda Lichstein. Inspeksi Mata .

tidak mengherankan bahawa segala sesuatu yang mengganggu perkembangan dada dapat mengganggu perkembangan jantung pula. Pindahnya lensa mata sering dijumpai pada pasien dengan sindrom Marfan. hipertensi. yang disebut xantelasma. Inpeksi Leher Pemeriksaan leher dapat memperlihatkan webbing. Apakah ada petekiae pada palatum? Endokarditis bakterial subakut sering disertai dengan petekia di palatum seperti terlihat pada pasien Gambar X A. Inspeksi Mulut Mintalah pasien untuk membuka mulutnya lebar-lebar. Pemeriksaan mata dapat memperlihatkan arkus senilis. Karena dada dan jantung berkembang pada waktu yang hampir bersamaan selama embriogenesis. atau da da cekung ke dalam.Adanya plak kekuningan pada kelopak mata. atau mata yang berjarak lebar. berkaitan dengan penyakit jantung kongenital. Pengukuran Tekanan Darah Prinsip . Jari tangan yang panjang dan kurus mengarah kepada sindrom Marfan dan kemungkinan regurgitasi aorta. meskipun lesi ini kurang spesifik ketimbang xantoma. jari tangan ekstra. yang mungkin mengalami koarktasio aorta. juga berkaitan dengan sindrom Marfan. Pectus carinatum. Pasien dengan defek septum atrium mungkin mempunyai falang ekstra. Apakah ada gerakan jantung yang dapat dilihat? Inspeksi Ekstremitas Sebagai kelainan kongenital jantung berkaitan dengan kelainan ekstremitas. dan aterosklerosis. Apakah palatumnya melengkung tinggi? Palatum yang melengkung tinggi mungkin berkaitan dengan gangguan jantung kongenital seperti prolaps katup mitral. terutama stemosis pulmonal dan stenosis aorta supravalvular. Kekeruhan kornea mungkin dijumpai pada sarkoidosis yang mungkin menjadi penyebab cor pulmonale atau gangguan miokard. Perdarahan konjungtiva lazim dijumpai pada endokarditis infektif. Pectus excavatum. atau pula sindrom Noonan. dijumpai pada sindrom Marfan dan para prolaps katup mitral. atau dada burung. Pasien dengan xantelasma dan hiperkolesterolemia diperlihatkan dalam gambar IX F. Pemeriksaan retina dapat memberikan informasi yang berguna mengenai diabetes. Arkus (lihat Gambar VI A) yang dijumpai pada pasien di bawah 40 tahun harus membangkitkan kecurigaan terhadap hiperkolesterolemia. Inspeksi palatumnya. harus membagkitkan kecurigaan akan hiperlipoproteinema. Hipertelorisme. Webbing dijumpai pada orang dengan sindrom Turner. Inspeksi Konfigurasi Dada Inspeksi dada seringkali mengungkapkan informasi mengenai jantung. atau jari kaki ekstra. suatu penyebab penting regurgitasi aorta. Stenosisi pulmonal merupakan kelainan jantung yang menyertai keadaan ini.

Tekanan darah dapat diukur secara langsung dengan kateter intra-arterial atau secara tidak langsung dengan sfigmomanometer. Sfigmomanometer terdiri dari kantong karet yang dapat digembungkan di dalam suatu penutup kain, bola karet untuk memompa kantong, dan manometer untuk mengukur tekanan di dalam kantong karet. Pengukuran darah secara tidak langsung meliputi deteksi timbul dan hilangnya bunyi Korotkoff secara auskultatoris di atas arteri yang ditekan. Bunyi Korotkoff adalah bunyi bernada rendah yang berasal dari dalam pembuluh darah yang berkaitan dengan turbulensi yang dihasilkan dengan menyumbat arteri secara parsial dengan manset tekanan darah. Ada beberapa fase yang terjadi secara berurutan ketika tekanan penyumbat turun. Fase 1 terjadi bila tekanan penyumbat turun sampai tekanan darah sistolik. Suara mengetuknya jelas dan secara berangsur-angsur intensitasnya meningkat ketika tekanan penyumbat turun. Fase 2 terjadi pada tekanan kira-kira 10-15 mmHg di bawah fase 1 dan terdiri dari suara mengetuk yang diikuti dengan bising. Fase 3 terjadi bila tekanan penyumbat turun cukup banyak sehingga sejumlah besar volume darah dapat mengalir melalui arteri yang tersumbat sebagian. Bunyinya serupa dengan bunyi fase 2 kecuali bahwa hanya terdengar bunyi ketukan. Fase 4 terjadi bila intensitas suara tiba-tiba melemah ketika tekanan mendekati tekanan darah diastolik. Fase 5 terjadi bila bunyi sama sekali menghilang. Pembuluh darah tidak tertekan lagi oleh manset penyumbat. Sekarang tidak ada lagi aliran turbulensi. Tekanan darah normal untuk orang dewasa adalah sampai 140 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan sampai 95 mmHg untuk tekanan darah diastolik. Titik hilangnya bunyi Korotkoff mungkin lebih cepat ketimbang titik meredupnya untuk penentuan tekanan darah diastolik (London dan London, 1976). Tetapi, jika titik hilangnya lebih dari 10 mmHg di bawah titik meredup, titik meredup mungkin lebih akurat (Freis, 1968). Pencatatan titik meredup dan menghilangnya bunyi ini seringkali membantu komunikasi. Tekanan darah dapat dicatat sebagai 125/75-67. Tekanan darah sistolik adalah 125; titik meredup 75; titik menghilang 65 (tekanan darah diastolik). Tekanan darah sebaiknya dicatat hanya pada 5 mmHg terdekat, karena ada batas ketepatan ± 3 mmHg bagi semua sfigmomanometer. Disamping itu perubahan tekanan darah normal terjadi dari waktu ke waktu dan pengukuran sampai kurang dari 5 mmHg memberikan perasaan ketepatan yang semu. Ukuran manset penting untuk penentuan tekanan darah yang tepat. Manset ini harus dilingkarkan dengan sempit disekeliling lengan dengan tepi bawah 1 inci di atas fosa antekubiti. Manset ini sebaiknya 20% lebih lebar ketimbang diameter ekstremitas. Kantong karet harus terletak di atas arteri. Pemakaian manset yang terlalu kecil untuk lengan berukuran besar akan menghasilkan pengukuran tekanan darah yang lebih tinggi daripada sebenarnya. Celah auskultasi adalah keadaaan hening yang disebabkan oleh lenyapnya bunyi korotkoff setelah muncul untuk pertama kali dan timbulnya kembali bunyi pada tekanan yang lebih rendah. Celah auskultasi ada sewaktu terjadi penurunan aliran darah ke ekstremitas, seperti ditemukan pada hipertensi dan stenosis aorta. Kepentingan klinis hal ini adalah tekanan darah sistolik dapat ditentukan secara keliru pada tingkat yang lebih rendah, yaitu titik timbulnya bunyi Korotkoff. Pengukuran Tekanan Darah dengan Palpasi Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan pasien berbaring dalam posisi supinasi dengan nyaman. Kantong manset diletakkan di atas arteri brakialis kanan. Jika lengan terlalu gemuk, pakelah manset paha. Lengan sedikit difleksikan, dan disokong kira-kira setinggi jantung. Untuk menentukan tekanan darah sistolik secara memadai dan untuk menyingkirkan kesalahan karena celah auskulasi, tekanan darah mula-mula diperiksa dengan palpasi.

Menurut prosedur ini, arteri brakialis atau radialis kanan dipalpasi sementara manset dipompa di atas tekanan yang diperlukan untuk menghilangkan denyut nadi. Sekrup yang dapat diputar dibuka perlahan-lahan untuk mengurangi tekanan di dalam kantong karet secara lambat. Tekanan sistolik diketahui dengan timbulnya kembali denyut brakial. Segera setelah denyut diraba, sekrup itu dibuka untuk mengurangi tekanan kantong karet dengan cepat. Ini adalah tekanan darah sistolik. Prosedur ini diperlihatkan dalam Gambar 11-11.

Pengukuran Tekanan Darah dengan Auskultasi

Tekanan darah diukur secara auskultasi di lengan kanan dengan memompa manset kirakira 20 mmHg di atas tekanan sistolik yang ditentukan dengan palpasi. Diafragma stetoskop harus diletakkan di atas arteri sedekat mungkin dengan tepi manset, sebaiknya tepat di tepi bawah manset itu. Mansetnya dikempiskan secara perlahan-lahan, sementara anda mengevaluasi bunyi Korotkoff. Tekanan darah sistolik, titik meredup, dan titik menghilangnya bunyi Korotkoff ditentukan. Tekanan darah sistolik adalah titik dimana terdengar bunyi mengetuk pertama. Teknik menentukan tekanan darah secar auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-12. Jika tekanan darahnya tinggi, sebaiknya diperiksakan kembali pada akhir pemeriksaan fisik, ketika pasien mungkin lebih tenang.
Menyingkirkan Kemungkinan Hipotensi Ortostatik Hipotensi ortostatik diperiksa dengan meminta pasien duduk sementara tekanan manset ditinggikan. Kemudian tekanan darah diukur kembali untuk melihat adanya penurunan yang berkaitan dengan posisi duduk. Penurunan tekanan darah sistolik sebesar 15 mmHg atau lebih merupakan tanda hipotensi ortostatik, atau postural. Pada kebanyakan pasien juga terjadi peningkatan denyut jantung ketika pasiennya duduk. Menyingkirka Kemungkinan Stenosis Aorta Supravalvular Jika hipertensi ditemukan dilengan kanan, lakukanlah pemeriksaan berikut ini: Pasang manset pada lengan kiri, dan tentukan tekanan secara auskultasi saja. Anda tidak perlu mengukur tekanan darah secara palpasi atau memeriksa terjadinya perubahan ortostatik. Pada stenosis aorta supravalvular, terdapat perbedaan tekanan darah pada kedua lengan; hipertensi mungkin ditemukan dilengan kanan sedangkan hipotensi ada dilengan kiri. Menyingkirkan Kemungkinan Koarktasio Aorta Jika tekanan darah meningkat dikedua lengan, penentuan tekanan darah pada ekstremitas inferior penting untuk mrnyingkirkan kemungkinan koarktasio aorta. Pasien diminta berbaring pada perutnya sementara manset paha, 6 cm lebih lebar dari manset lengan, diletakkan mengelilingi aspek posterior bagian pertengahan paha. Stetoskop diletakkan diatas arteri di fosa poplitea. Bunyi Korotkoff ditentukan seperti pada ekstremitas inferior dengan tepi bawah tepat pada maleolus. Stetoskop diletakkan diatas arteri tibialis posterior atau dorsalis pedis, dan lakukanlah pengukuran tekanan darah dengan auskultasi. Tekanan darah sistolik ditungkai yang lebih rendah daripada di lengan mengarah kepada koarktasio aorta. Menyingkirkan Kemungkinan Tamponade Jantung

Bila tekanan darah arteri yang rendah dan denyut nadi cepat dan lemah, kita perlu menyingkirkan kemungkinan tamponade jantung. Tanda klinis yang berguna yang mengarah kepada tamponade jantung adalah adanya denyut paradoks yang bermakna, yang ditandai dengan penurunan tekanan sistolik selam inspirasi lebih besar daripada normal. Ada banyak kekacauan mengenai defenisi denyut parodoks (dikenal pula sebagai pulsus paradoksus). Denyut paradoks harus didefenisikan sebagai penurunan normal (kira-kira 5 mmHg) dalam tekanan arteri sistolik selama inspirasi (Henkind et al, 1987). Besarnya penurunan tekanan sistoliklah yang menentukan apakah pulsus paradoksus normal atau abnormal. Teknik menentukan besarnya denyut paradoks adalah sebagai berikut: Mintalah pasien untuk bernafas senormal mungkin. Pompa manset tekanan darah sampai tidak terdengar bunyi. Secara berangsur-angsur kurangi tekanan di dalam manset sampai bunyi terdengar pada waktu ekspirasi saja. Catat tekanan ini. Lanjutkan mengurangi tekanan di dalam manset secara perlahan-lahan sampai bunyinya terdengar selama inspirasi. Catatlah tekanan ini. Jika perbedaan di antara kedua tekanan ini melebihi 10 mmHg, dikatakan ada pulsus paradoksus yang bermakna; yang mungkin disebabkan oleh tamponade jantung. Tamponade jantung timbul bila ada peningkatan tekanan intraperikardial yang mengganggu pengisian diastolic yang normal. Pulsus paradoksus yang berlebihan bukan merupakan fenomena spesifik untuk tamponade jantung karena juga dijumpai pada efusi perikardial yang besar; pada perikarditis konstriktif; dan pada keadaan yang berkaitan peningkatan usaha ventilasi, seperti asma dan emfisema. Denyut Arteri Informasi berikut ini diperoleh dari palpasi denyut arteri: Kecepatan dan irama jantung Kontur denyut itu Amplitudo denyut Penentuan Kecepatan Denyut Jantung Kecepatan denyut jantung secara rutin ditentukan berdasarkan palpasi denyut radial. Pemeriksa harus berdiri di depan pasien dan memegang kedua arteri radialis. Jari kedua, ketiga dan keempat harus diletakkan di atas arteri radialis, seperti diperlihatkan pada Gambar 11-13. Pemeriksa harus menghitung denyut selama 30 detik dan mengalikan jumlah denyut dengan angka 2 untuk memperoleh jumlah denyut per menit. Metode ini tepat untuk kebanyakan irama teratur. Jika pasien mempunyai irama yang tidak teratur, seperti pada fibrilasi atrium, mungkin ada pulsus defisit Pada fibrilasi atrilim, banyak impuls membombardir nodus atrioventrikular dan ventrikel. Karena lamanya periode pengisian diastolik berbeda-beda, sebagian kontraksi mungkin sangat lemah dan tidak dapat menimbulkan gelombang denyut yang memadai meskipun terjadi kontraksi ventrikel. Dengan demikian terjadi pulsus defisit, yaitu perbedaan antara denyut apikal (prekordial) dengan denyut radial. Pada kasus seperti itu, hanya auskultasi jantung - bukan denyut radial - yang akan memberikan hasil yang akurat untuk kecepatan denyut jantung. Penentuan Irama Jantung Sewaktu mempalpasi denyut arteri radialis, pcriksalah dengan cermat iramanya. Makin lambat kecepatannya, Anda harus mempalpasinya lebih lama. Jika iramanya tidak teratur, apakah ada pola dalam ketidakteraturannya itu?

Irama jantung dapat dibagi menjadi teratur, tidak teratur secara teratur, atau tidak teratur secara tidak teratur. Irama tidak teratur secara teratur adalah denyut yang tidak teratur dalam pola tertentu. Denyut tidak teratur secara tidak teratur tidak mempunyai pola. Elektrokardiogram sebenarnya merupakan cara terbaik untuk mendiagnosis irama jantung, tetapi diagnosis fisik dapat memberikan sejumlah petunjuk. Denyut prematur mungkin dapat dikenali dengan adanya denyut ekstra tersendiri selama suatu irama yang teratur. Bigeminus adalah denyut yang timbul sccara berpasangan. Denyut pertama adalah denyut sinus, yang diikuti dengan denyut prematur, biasanya ventrikular. Jika denyut prematurnya timbul sangat dini selama periode diastolik, denyut arteri karena kontraksi jantung ini mungkin tidak ditemukan jika pemeriksa memeriksa irama jantung berdasarkan palpasi saja. Irama yang timbul secara sangat tidak teratur tanpa pola disebut "tidak teratur secara tidak teratur" dan merupakan denyut yang dijumpai pada pasien dengan fibrilasi atrium. Palpasi Arteri Karotis Periksalah denyut arteri karotis dengan berdiri di sisi kanan pasien, dengan pasien dalam posisi telentang. Letakkanlah jari telunjuk dan jari tengah anda pada kartilago tiroid dan geserkanlah ke arah lateral di antara trakea dan muskulus sternokleidomastoideus. Anda harus dapat meraba denyut karotis tepat di sebelah medial muskulus sternokleidomastoideus. Palpasi harus dilakukan pada bagian bawah leher untuk menghindari penekanan pada sinus karotis, yang akan menyebabkan refleks penurunan tekanan darah dan denyut jantung. Tiap arteri karotis diperiksa secara tersendiri. Jangan menekan kedua karotis pada saat yang sama! Setelah memeriksa karotis kanan, berdirilah dalam posisi yang sama dan letakkan jari-jari yang sama pada trakea dan geserkanlah ke kiri untuk meraba arteri karotis sinistra. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-14. Memeriksa Karakteristik Denyut Arteri Karotis Arteri karotis dipakai untuk memeriksa kontur dan amplitudo denyut arteri. Kontur adalah bentuk gelombang. Kontur seringkali dilukiskan sebagai kecepatan gelombang menarik, gelombang menurun, dan lamanya gelombang itu. Pemeriksa harus meletakkan tangannya dengan kuat pada arteri karotis sampai meraba kekuaten maksimal. Pada saat ini bentuk gelombang seharusnya sudah dapat diketahui Denyutnya dapat dilukiskan sebagai norma, berkurang, meningkat, atau berpuncak ganca. Gelombang denyut karotis yang normal adalah halus, dengan kaki gelombang yang menaik lebib curam dan lebih cepat ketimbang kaki gelombang yang menurun. Denyut yang berkurang adalab denyut yang kecil dan lemah. Jari yang melakukan palpasi merasakan tekanan yang lemah dengan puncak yang jelas. Denyut yang meningkat adalah denyut yang besar, kuat, hiperkinetik. Jari yang melakukan palpasi merasakan bertambah besarnya kaki asendens dan ketukan yang kuat pada puncaknya. Denyut berpuncak ganda mempunyai gelombang perkusi dan tidak yang menonjol, dengan atau tanpa gelombang dikrotik. (Ringkasan kelainan denyut arteri dapat dilihat pada Gambar 11-29). Denyut Vena Jugularis Vena jugularis interna memberikan informasi mengenai bentuk gelombang dan tekanan atrium kanan. Pulsasivena jugularis interna ditemukan di bawah muskulus sternokleidomastoideus dan dapat dilihat ketika dibantarkan ke jaringan sekitarnya. Vena itu sendiri tidak terlibat. Karena vena jugularis interna kanan lebih lurus daripada yang kiri, hanya vena jugularis intema kanan yang diperiksa. Sistem jugularis eksterna, yang lebih mudah dilihat, kurang akurat dan jangan dipakai. Penentuan Bentuk Gelombang Jugular

Perbedaan Bentuk Gelornbang Jugular dan Karotis Denyut Jugularis Internal Tidak dapat dipalpasi Multi formasi: 2 atau 3 komponen Halus berombak Bentuk gelombang hilang Tinggi gelombang Denyut Jugularis Internal Tinggi gelombang berkurang Tinggi gelombang meninggi Palpasi Bentuk gelombang Kualitas Penekanan Inspirasi Denyut Karotis Dapat dipalpasi Tunggal Kuat Tidak ada efek Tidak ada efek Denyut Karotis Tidak ada efek Duduk Tindakan Valsava Tidak ada efek Mengukur Tekanan Vena Jugularis Untuk menilai tekanan dalam jantung kanan. Mula-mula pemeriksa harus menentukan tingginya distensi vena dengan memperhatikan puncak bentuk gelombang di dalam pulsasi vena jugularis interna. Kepala pasien kira-kira 250 dengan bidang horizontal. Sudut elevasi kepala tempat tidur juga . Kepala pasien diputar sedikit ke kanan dan agak ke bawah untuk merelaksasikan muskulus sternokleidomastoideus. Tabel 11-16 memuat daftar perbedaan penting antara kedua denyut tersebut. Jika vena-vena leher dapat terlihat pada batas rahang ketika pasien sedang duduk. makin besar elevasi yang diperlukan. yang memegang lampu senter kecil. Makin tinggi tekanan venanya. Pemeriksa kemudian mengukur jarak dari angulus sternal ke garis imaginer ini. makin kecil elevasi yang dibutuhkan. Pada setiap elevasi. Pasien barus berbaring telentang tanpa bantal sehingga leher tidak fleksi dan mengganggu pulsasi. Tabel 11-6. Bayangan pulsasi dapat ditangkap di atas kertas di belakang pasien. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-15. Penurunannya. pada sterum pasien dan mengarahkan sinarnya ke sisi kanan leher pasien.Untuk menampakkan bentuk. Denyut jangular harus dibedakan dari pulsasi arteri karotis. Untuk membantu mengenali bentuk-bentuk gelombang . kita perlu menentukan tingkat rujukan. bukannnya gelombang itu sendiri. gelombang jugular. Garis horizontal imaginer kemudian ditarik dari angulus sterna. makin rendah tekanannya. Dengan berdiri di sisi kanan pasien pemeriksa harus meletakkan tangan kanannya. Sinar dan bayangan itu berfungsi memperbesar bentuk gelombang. pemeriksa dapat menentukan siklus jantung dengan meraba impuls karocis kiri dengan tangan kirinya. Jika tidak ada gelombang yang terlihat. sudut elevasi kepala tempat tidur harus dikurangi. cenderung lebih jelas terlihat. Rujukan standar adalah angulus manubriosternal. pemeriksa harus memperhatikan bentuk gelombang pada angulus mandibula dengan pasien dalam posisi duduk tegak. posisi ini dipakai untuk mengukur tekanan di dalam sistem jugularis interna.

batas atas yang normal adalah 4-5 cm di atas annulus sternal. tekanan vena biasanya normal. Pemeriksaan ini dikenal pula sebagi kompresi abdominal. Berkali-kali telah diperlihatkan bahwa sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan ini rendah. menyebabkan bertambahnya distensi vena leher. Redup ini disebabkan adanya jantung. ini untuk mencegah tindakan Valsava. Pada saat ini. Prosedur ini dilakukan dengan pasien dalam posisi berbaring di tempat tidur. Pasien yang terlihat dalam Gambar X B mempunyai distensi vena lehersamapi angulus mandibula ketika duduk tegak. yang turun tiba-tiba kalau tangan yang menekan dilepas. perkusi dilakukan pada sela iga ketiga. Kalimat pernyataannya dapat sebagai berikut: "pada elevasi 45° . Palpasi . denyut jangula 7 cm di atas angulus sternal dalam posisi telentang. angka ketepatannya seharusnya cukup baik. Bila tinggi kolom vena samam atau lebih rendah daripada angulus sternal dalam posisi telentang. sehigga membuat pemeriksaan ini menjadi tidak tepat dalam meramalkan peninggian tekanan. Biasanya ada perubahan dari perkusi dari sonor ke redup kira-kira 6 cm disebelah lateral kiri sternum. Usaha menentukan tekanan atrium kanan dengan manometer jungular memberikan hasil yang sangat tidak tepat. Pada keadaankeadaan ini dapat ditemukan redup pada sisi kanan sternum. jika pasien pada 30° . Pada 45° . fungsi ventrikel kanan secara kasar dapat dinilai. tekanan atrium kanan biasanya melbihi 15 mmHg. Pada beberapa keadaan klinis.dihitung. perkusi mungkin berguna. batas atas yng normal adalah 6 cm. Tekanan atrium kanannya adalah 21 mmHg. Beberapa peneliti merasa bahwa pemeriksaan refluks hapatojugular adalah teknik dengan sensitivitas dan spesifitas rendah. Satu-satunya pernyataan tepat yang dapat dibuat adalah bahwa tekanan atrium kanan meninggi bila terjadi distensi vena leher sampai tepi rahang ketika pasien duduk 90° . Ini mencakup dekstrokardia dan tension pneumotoraks dada kiri. Perkusi Perkusi batas-batas jantung Teknik perkusi telah diuraikan dalam bab terdahulu. Pemeriksa meletakkan tangan kananya di atas hati di kuadran kanan atas dan melakukan tekanan yang progresif menguat. Penekanan dilakukan selama 20-30 detik. Jika dilakukan dengan tepat seperti diuraikan di atas. akan terjadi tindakan valsava yang akan memberikan hasil pemeriksaan refluks hepatojugular yang tidak tepat. bernafas biasa.. karena sensitivitas ini rendah. keempat dan kelima dari garis aksilaris anterior kiri ke garis aksilaris anterior kanan. Ini biasanya berkaitan dengan teknik yang tidak tepat. yang diikuti dengan penurunan tingkat akhir selama bagian penekanan. mulut terbuka. tekanan vena biasanya normal. Dengan menekan di atas hati. Respons normalnya adalah bertambahnya distensi sementara dari vena jugularis interna dan eksterna selama beberapa siklus jantung. Jika pemeriksaan ini dilakukan secara tidak tepat yaitu dengan mulut pasien tertutup. Pada gagal ventrikel kanan distensi vena leher tetap ada selama seluruh periode penekaan. Penekanan pada hati mendorong darah keluar dari sinusoid ini masuk ke dalam vena kava inferior dan jantung kanan. Pasien dengan gagal ventrikel kanan mempunyai hati dengan sinusoid yang berdilatasi. Kebanyakan klinikus merasa bahwa perkusi untuk memperkirakan ukuran jantung hanya sedikit membantu. Pemeriksaan Refluks Hepatojugular Pemeriksaan yang berguna untuk menentukan tekanan vena jugularis yang tinggi adalah refluks hepatojugular.

Pada pasien dengan penyakit paru obstruktif menahun. Jika pada posisi dekubitus lateral kiri titik impuls. Jika impuls apikal pindah ke lateral. jantung berotasi searah jarum jam. dan titik impuls maksimum mungkin benar-benar dihasilkan oleh ventrikel kanan. Jika titik impuls maksimum tidak dapat diraba dalam posisi duduk. Hanya ujung-ujung jari yang diletakkan di dada pada sela iga kelima. Palpasi Gerakan Setempat Sekarang pasien disuruh berbaring sehingga palpasi keempat daerah jantung utama dapat dilakukan. jika dilihat dari bawah. Impuls apikal yang disebabkan oleb ventrikel kanan lebih tersebar daripada yang dihasilkan oleh ventrikel kiri. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-16. Jika impuls apikal tidak teraba. dan ventrikel kiri. Posisi titik impuls maksimum dalam posisi dekubitus lateral kiri harus dinilai dengan pemahaman bahwa impuls jantung normal sekarang sedikit berpindah ke kiri. Palpasi titik impuls maksimum paling mudah dilakukan dengan pasien dalam posisi duduk. ketika dilihat dari bawah. pemeriksa harus menggerakkan ujung jari tangannya di daerah apeks jantung. Titik impuls maksimum teraba pada kira-kira 70% orang normal dalam posisi duduk. Titik impuls maksimum pada pasien seperti itu teraba di daerah epigastrium. karena ujung jari paling sensitif untuk menilai gerakan setempat. Titik impuls maksimum yang pindah ke lateral atau teraba dalam 2 sela iga selama fase respirasi yang sama mengarah kepada kardiornegali. dapat diperkirakan bahwa pasien tidak menderita kardiomegali. garis midklavikular. Rotasi ini memutar ventrikel kiri ke arah posterior dan membuatnya sulit untuk dipalpasi. penilaian pasti tidak dapat dibuat. Titik impuls maksimum harus dicatat. dengan tinggi tempat tidur disesuaikan dengan kenyamanan pemeriksa. pasien harus diperiksa kembali dalam posisi berbaring telentang dan posisi dekubitus lateral kiri. Adanya impuls ini mengarah kepada dilatasi arteri pulmonal. Adanya impuls sistolik di sela iga kedua di sebelah kiri sternum mengarah kepada hipertensi pulmonal. Ada tidaknya thrill juga ditentukan dengan palpasi. pengembangan paru-paru yang berlebihan memindahkan titik impuls maksimum ke bawah dan ke kanan. Palpasi Titik Impuls Maksimum Pemeriksa harus berdiri di sisi kanan pasien. atau titik impuls maksimum (PMI) melukiskan gerakan keluar apeks jantung ketika berotasi berlawanan arah dengan jarum jam. yang cenderung lebih terbatas tempatnya.Palpasi dilakukan untuk mengevaluasi impuls apikal. pada ujung bawah sternum. Pemeriksa memakai ujung-ujung jari untuk memeriksa adanya gerakan setempat. Meskipun titik impuls maksimum biasanya sesuai dengan apeks ventrikel kiri. pada pasien dengan pembesaran ventrikel kanan. arteri pulmonalis. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-17. Titik impuls maksimum biasanya dalam jarak 10 cm dari garis midsternal dan diameternya tidak lebih dari 2-3 cm. titik impuls maksimum yang berada pada lokasi normal mengarah kepada kardiomegali. Impuls ini disebabkan oleh penutupan katup pulmonal dengan tekanan yang meningkat. . maksimurn tidak berpindah ke lateral. Impuls apikal. gerakan ventrikel kanan. Pada pasien dengan penyakit paru-paru obstruktif kronis. tetapi hal ini dapat teraba pula pada orang tanpa hipertensi pulmonal. memukul dinding dada anterior selama kontraksi isovolumetrik.

tetapi juga harus cukup ketat untuk menyingkirkan bunyi eksternal. dan ditekankan dengan sangat ringan pada kulit. televisi. Ini bekerja sebagai titik tumpu. dan sebagainya. yaitu impuls parasternal kiri yang terus-menerus yang disertai dengan retraksi lateral. mengarah kepada ventrikel kanan yang besar. Pemakaian spatula lidah atau lidi kapas dapat membantu memperkuat secara visual apa yang telah dipalpasi. Impuls Kedua di daerah titik impuls maksimum ini biasanya teraba bersama-sama dengan S3. Teknik ini diperlihatkan pada Gambar 11-19. Jika memakai tekanan yang terlalu besar. Setiap usaha harus dilakukan untuk menghilangkan bunyi tambahan dari radio. Bunyi yang lebih sulit didengar sebenarnya akan terdengar lebih kuat. Pemeriksa kembali mempalpasi masing-masing dari empat daerah jantung utama. tetapi ini merupakan suatu tanda fisik yang menarik yang harus membuat pemeriksa menjadi waspada akan apa yang akan didengar. lubangnya akan mengenai dinding kanal eksternal dan menurunkan intensitas bunyi jantung. Thrill paling baik diraba dengan memakai kepala tulang metakarpal. pemeriksa memakai bagian proksimal tangannya untuk meraba adanya gerakan ke luar yang terus menerus pada suatu daerah yang luas. Oleh karena itu penemuan thrill hanya menambah informasi sedikit untuk diagnosis. Ujung lidi diletakkan tepat di atas daerah itu dan dipegang oleh jari pemeriksa. Auskultasi Teknik Auskultasi yang baik memerlukan ruangan yang tenang. Sering kali S3 lebih mudah diraba daripada didengar. Teknik pemeriksaan heave diperlihatkan dalam Gambar 11-18. Ini berkaitan dengan fakta bahwa otak kita dibanjiri dengan berbagai macam masukan sensoris. konsentrasi otak akan lebib dicurahkan kepada masukan auditoris dan bunyi yang terdengar akan menjadi lebih jelas. thrill tidak akan dapat diraba. Masukan daii mata kita kelihatannya paling penting. atau sejajar dengan arah kanan auditoris eksternal. Setiap keadaan yang memperbesar laju pengisian ventrikel selama fase awal diastol dapat menimbulkan impuls yang dapat dipalpasi yang terjadi setelah impuls utama ventrikel kiri. dan gerakannya diperbesar oleh gerakan lidi kapas. Bagian telinga stetoskop harus cukup pas dengan ukuran telinga pemeriksa sehingga masih dapat dipakai dengan nyaman. Adanya thrill menunjukkan bising (murmur) yang kuat.Palpasi Gerakan Umum Setelah mempalpasi dada dengan ujung jari. diikuti dengan masukan taktil. . Adanya RV rock. Palpasi thrill biasanya kurang penting karena auskultasi akan memperlihatkan adanya bising kuat yang menimbulkan thrill tersebut. Masukan sensoris terpenting berikutnya adalah masukan auditoris. Sering kali berguna jika Anda inenutup mata sementara mendengarkan bunyi jantung. Bagian telinga stetoskop diarahkan ke anterior. bukannya dengan ujung jari. lebih mudah terdeteksi Palpasi Thrill Thrill adalah sensasi getaran superfisial yang teraba pada kulit di atas daerah turbulensi. Jika Anda menghilangkan gangguan rangsangan visual. yang disebut heave atau lift. Jika bagian telinganya mengarah ke belakang.

Bising yang khas terdengar di apeks dengan penyebaran ke aksila dapat terdengar di leher. pasien disuruh untuk berbaring pada sisi kiri tubuhnya. yaitu : Telentang Dekubitus lateral kiri Duduk tegak lurus Duduk. Bising jantung dapat tersebar luas. membungkuk ke depan Semua daerah prekordial diperiksa ketika pasien telentang. Ketika mendengarkan pada apeks dan batas sternal bawah kiri dengan bel stetoskop. Sekarang pemeriksa harus meletakkan stetoskopnya di apeks untuk mendengarkan adanya bissng diastolik bernada rendah karena stenosis mitral. lebib baik didengar dengan bel . sedangkan diafragma. Pemeriksa seharusnya mulai pada salah satu daerah dan menggerakkan stetoskopnya sedikit demi sedikit dari satu daerah ke daerah lainnya di perikordium. mendengarkan bising diastolik bernada tinggi kerena regurgitasi aorta pada sela iga kedua dan ketiga. harus ditekan kuat-kuat pada kulit. Jangan sekali-kali mendengarkan melalui pakaian apa saja! Auskultasi Daerah-Daerah Jantung Pemeriksa harus berada pada sisi kanan pasien sementara pasien berbaring telentang. Setelah semua daerah diperik sa. Pasien diminta untuk mengeluarkan napas dan kemudian menahannya ketika pemeriksa dengan memakai diafragma. yang paling baik didengar dengan bel stetoskop. Dengan memakai cara sistematis pemeriksa mulai pada daerah aorta atau apeks dan dengan cermat mendengarkan bunyi jantung. bel stetoskop harus diletakkan secara ringan pada kulit.Seperti dijelaskan dalam bab terdahulu. jika cukup kuat. Pengaruh Pernapasan . Bunyi bernada tinggi. Jika tidak pada ketinggian yang tepat. pemeriksa harus menetukan apakah ada S3 dan S4. Dalam contoh ini bising itu mungkin terdengar paling kuat di apeks dan aksila. kanan dan kiri. Tetapi pemeriksa tidak boleh membatasi auskultasinya pada daerah-daerah ini saja. seperti penutupan katup. pulmonal. trikuspid dan mitral. Posisi Auskultasi Standar Empat posisi standar untuk auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-20. Pemeriksa harus mendengarkan di daerah aorta. dan bising regurgitasi.stetoskop. tempat tidur harus disesuaikan sehingga pemeriksa berada pada posisi yang nyaman. Akhirnya pasien diminta untuk membungkuk ke depan. lebib baik didengar dengan diafragma. Daerah-daerah ini telah ditentukan untuk memberikan standarisasi. kejadian sistolik. seperti irama gallop atau bising karenastenosis atrioventrikular. Tidak ada dinding akustik di dada. Observasi yang penting adalah untuk menentukan tempat dimana bunyi tersebut paling kuat atau paling jelas terdengar. Bunyi bernada rendah. Kemudian pasien diminta untuk duduk tegak dan semua daerah diperiksa dengan diafragma stetoskop.

Kebanyakan bising atau bunyi jantung yang berasal dari jantung kanan akan menguat dengan inspirasi. ia harus memeriksa bunyi-bunyi jantung dengan cara yang diuraikan dalam Tabel 11-7. tangan kiri diletakkan pada arteri karotis pasien. Di samping itu. Cara yang paling dapat diandalkan untuk mengenali S 1 dan S2 adalah menentukan waktu terjadinya bunyi itu dengan mempalpasi arteri karotis. S2 terdengar setelah denyut tersebut. sehingga akan terjadi kesalahan dalam penentuan waktu ini. Bunyi yang mendahului denyut karotis adalah S1. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-21. Ini berkaitan dengan meningkatnya aliran kembali darah yang terjadi dengan inspirasi yang mangakibatkan meningkatnya keluaran ventrikel kanan. Pendekatan untuk Auskultasi yang Cermat Sampai pemeriksa berpengalaman dalam pemeriksaan jantung. TABEL 11-7. Pemeriksa harus mencurahkan waktunya pada setiap daerah sebelum melanjutkan ke daerah selanjutnya. Penentuan Waktu Peristiwa-Peristiwa Jantung Untuk menafsirkan bunyi-bunyi jantung dengan tepat. pemeriksa harus dapat menetukan waktu peristiwa-peristiwa dalam siklus jantung. yang mencakup efek pernapasan. Pendekatan Auskultasi Jantung Posisi Telentang Evaluasi S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada aspek dengan memakai bel stetoskop S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Bising atau bunyi siastolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada basis jantung Memakai diagram stetoskop Dekubitus lateral kiri Duduk tegak Duduk tegak. Yang paling penting adalah anda harus memakai denyut karotis bukan denyut radial. S 3 atau S4 yang berasal dari jantung kanan juga akan menguat selama inspirasi .Pemeriksa harus memberikan perhatian khusus kepada intesitas bunyi jantung. bungkuk ke depan Uraian Mengenai Bising Jantung . Ia harus mendengarkan beberapa siklus jantung pada tiap posisi untuk membuatnya yakin mengenai observasi yang dilakukan. Keterlambatan waktu dari S1 sampai denyut radial adalah bermakna. Sementara tangan kanan pemeriksa mengubah-ubah posisi stetoskop.

Berkaitan dengan thrill. Tiap bising yang berkaitan dengan thrill paling sedikit mempunyai derajat IV/VI. atau setelah S2? Apakah bising itu menempati seluruh periode sistolik? Bising terjadi sepanjang sistol disebut holosistolik atau pansistolik. "derajat IV/VI". berdasarkan kekuatan yang makin bertambah. Berkaitan dengan thrill. III Intensitas sedang tanpa thrill IV Intensitas sedang dengan thrill V Bising terkuat yang dapat didengar bila stetoskop diletakkan di dada. Apakah bising itu hanya terjadi pada awal sistol. biasanya dapat didengar oleh pemeriksa yang belum berpengalaman.Jika terdapat bising jantung. Bising dapat dilukiskan. . Bising ejeksi sistolik mulai timbul setelah S1 dan berakhir setelah S2. Bising seperti itu disebut holodiastolik. meskipun kuno. sebagai derajat "II/VI. berfungsi sebagai alat komunikasi dengan orang lain mengenai intensitas bising I Intensitas terendah. II Intensitas rendah. Bising ini mulai timbul bersama-sama dengan S1 dan berakhir setelah S2. bersama-sama dengan. Di daerah mana bising paling baik didengar? Penyebaran bising dapat memberi petunjuk mengenai penyebabnya. sering tidak terdengar oleh pemeriksa yang belum berpengalaman. atau setelah S1? Apakah ia berakhir sebelum. mid-sistole. misalnya. atau bagian akhir sistole? Apakah bisisng itu menetap sepanjang seluruh periode sistolik. perhatian harus diarahkan kepada cirri-ciri berikut : Waktu dalam siklus jantung Lokasi Penyebaran Lamanya Intensitas Tinggi nada Kualitas Hubungannya dengan pernapasan Hubungannya dengan posisi tubuhWaktu bising dipandang dari sudut sistol atau diastol adalah sangat penting: Apakah bising sistolik mulai timbul bersama-sama dengan. Sistem penggolongan berikut ini. Apakah bising itu menyebar ke aksila? leher? punggung? Intensitas bising digolongkan dari I sampai VI. "derajat II-III/VI". Perlu diketahui bahwa bising derajat IV/VI lebih kuat daripada bising II/VI hanya karena ada turbulensi yang lebih besar. VI Intensitas terkuat: dapat didengar sewaktu stetoskop diangkat dari dada.

jari ditekankan kepada daerah dependen. "kasar". Gesekan ini dapat disebabkan oleh iritasi pleura (yaitu gesekan pleura). Uraian Mengenai Gesekan Perikardial Gesekan friksi (friction rub) adalah bunyi ekstrakardial yang berlangsung singkat yang mempunyai sifat khas seperti bunyi gesekan pada ampelas. hal ini meningkatkan aliran balik vena dan memperlebar pemisahan A2-P2. Seperti telah diuraikan di atas. Pitting edema biasanya digolongkan dari 1+ sampai 4+. Splitting S2 menjadi A2 dan P2 selama inspirasi paling jelas terdengar di daerah pulmonal dengan pasien berbaring telentang. . Pada pasien yang terbaring di tempat tidur. Tujuan Auskultasi Tujuan pada akhir auskultasi adalah agar dapat melukiskan hal-hal berikut ini: Intensitas S1 di semua daerah Intensitas S2 di semua daerah Ciri-ciri setiap bunyi sistolik Ciri-ciri setiap bunyi diastolik Dengan pengalaman. Gesekan perikardial khas mempunyai tiga komponen: satu sistolik dan dua diastolik. tekanan di dalam vena disebarkan secara retrograd pada pembuluh-pembuluh yang lebih kecil. S1 paling kuat di apeks dan S2 paling kuat di basis. Peningkatan cairan jaringan ini menimbulkan edema yang "cekung" kalau ditekan. Pasien dengan gesekan perikardial biasanya mengalami nyeri dada yang berkurang dengan duduk membungkuk ke depan. "musikal". daerah dependen biasanya sakruin dan bukan pretibia. Yang paling jelas adalah 4+. Biasanya. selama 2-3 detik. Gesekan yang menghilang apabila pasien menahan napas berasal dari pleura. Pada pasien seperti ini pemeriksa harus memeriksa kemungkinan adanya edema di sakrum. seperti daerah pretibial. pemeriksa akan dapat mendengarkan semua bagian siklus jantung pada satu daerah dan membandingkan bunyi dan peristiwa yang terjadi dengan daerah lain. dua komponen diastolik terjadi selama pengisian cepat dan kontraksi atrium. jari-jari akan terbenam ke dalam jaringan. "meniup" (blowing).kedua-duanya mungkin mempunyai makna klinis. atau perikardium (yaitu gesekan perikardial). seperti pada gagal jantung kongestif. mungkin pula tidak. bekas tekanan jari akan tetap ada. "seperi bunyi mesin" (machinery). Kualitas bising dapat dilukiskan sebagai "bergemuruh" (rumbling). tergantung pada lamanya cekungan tadi bertahan. Penulisan "IV" dipakai karena ada sistem penggolongan lain yang kurang populer yang memakai hanya empat kategori. atau "kasar seperti manggarut" (scratchy). dan bila jari itu diangkat. Komponen sistolik terjadi selama ejeksi. Jika ada pitting edema. Uji adanya Edema Untuk memeriksa adanya pitting edema. Terjadi transudasi cairan. yang mengakibatkan timbulnya edema di daerah dependen. Gesekan perikardial paling baik didengar pada pasien dalam posisi duduk sementara menahan napasnya selama ekspirasi. Pemeriksaan Edema Bila tekanan vena perifer tinggi.

Bila katup atrioventrikular menjadi kaku karena fibrosis atau kalsifikasi. ia tidak akan dapat bergerak. Katup mitral tetap terbuka lebih lama dan menutup lebih lambat ketimbang normal. Arc of coaptation adalah sudut melalui mana katup menutup. dan makin kuat S1. Setelah bertahun-tahun. penutupannya akan lebih kuat. kontraksi ventrikel terjadi sedemikian cepatnya setelah kontraksi atrium sehingga tekanan atrium masih tinggi ketika tekanan ventrikel kiri melebihinya. Jika interval PR memendek.KORELASI KLINIKOPATOLOGIK Perhatian sekarang akan dipusatkan kepada perubahan patologis. yang menyebabkan hal-hal berikut ini: Kelainan bunyi jantung pertama Kelainan bunyi jantung kedua Systolic click Opening snap diastolic Bising jantung (murmur) Kelainan Bunyi Jantung Pertama Kelainan Intensitas Sl Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas S1 adalah sebagai berikut : Laju kenaikan tekanan ventrikel Keadaan katup Posisi katup Jarak jantung dari dinding dada Makin cepat laju kenaikan tekanan ventrikel kiri. yang lebih membuka lagi katup mitral pada masa diastolik akhir. Ini berhubungan langsung dengan tekanan di dalam atrium kin pada saat di mana tekanan ventrikel kiri melebihinya dan menutup katup. Katup mitral terbuka normal selama diastol untuk pengisian ventrikel. makin kuat komponen mitral dari S 1. sehingga S1 melemah. ketika katup mengalami lebih banyak kalsifikasi. yang meninggikan tekanan atrium kiri (gelombang "a" pada perekaman atrium kiri). Posisi katup pada waktu kontraksi ventrikel mempengaruhi intensitas S1. Meningkatnya kontraktilitas akan meningkatkan intensitas Sl. makin lebar arc of coaptation. Gelombang P pada elektrokardiogram sesuai dengan kontraksi atrium. Makin besar terbukanya. Jika katup dalam posisi pertengahan. . selama fase cepat kenaikan tekanan di dalam ventrikel. Penurunan kontraktilitas akan memperlemah S1. Hal itu dapat dilihat pada keadaau-keadaan di mana ada interval PR yang memendek pada elektrokardiogram. jarak yang ditempuhnya lebih sedikit ketimbang jarak yang ditempuh dari posisi terbuka lebar. yang memperkeras S1. Katup yang mengalami defonnasi secara patologis (pada stenosis mitral) akan menghasilkan S1 yang lebih kuat atau lebih jelas.

oleh karena itu sistolenya akan lebih singkat. demikian pula akan terjadi splitting yang lebar. P2 biasanya bergerak menjauhi S1 menuju A2. Blok cabang berkas kiri atau stenosis aorta akan memperlambat pengosongan ventrikel kiri. sehingga akan terjadi splitting S2 yang lebar. Sebaliknya. tidak hanya sistole ventrikel kiri yang akan lebih singkat. Bila jarak jantung dengan dinding dada menjadi lebih besar. intensitas Sl akan lebih lemah daripada normal. Pengisian ventrikel kanan akan diperlambat oleh blok cabang berkas kanan atau stenosis pulmonal. makin lemah S1. Kelainan S2 yang Terpisah (Splitting) Bunyi jantung kedua yang terpisah (Splitting) secara fisiologis normal telah diuraikan pada bab mengenai anatomi dan fisiologi. Keadaan-keadaan seperti regurgitasi mitral. Pada defek septum ventrikel dengan jalan pintas kiri ke kanan. keadaan yang menurunkan tekanan sistolik akan mem perlemah S2. defek septum ventrikel. baik elektris maupun mekanis. Bab ini akan nienguraikan splitting yang abnormal. fibrosis tidak menimbulkan peningkatan intensitas. St akan lebih lemah daripada normal. Hipertensi meningkatkan tekanan sistolik aorta dan menimbulkan A2 yang keras dari komponen S2. menghasilkan S1 yang melemah sampai terjadinya dropped beat. "saluran keluar" ventrikel kiri ada dua. Tiap keadaan yang memperlambat sistole ventrikel kanan. Splittingnya dikatakan menyempit. makin panjang interval PR. Pemanjangan interval PR. Komponen pulmonal S2 akan diperlambat selama inspirasi dan ekspirasi. seper[i dijumpai pada fenomena Wenekebach . Pada pasien dengan efusi perikardium yang besar. Urutan normal A2 – P2 menjadi terbalik. P2 bergerak normal dan mendekati Sl splitting P2 . kedua faktor ini menjadi kunci dalam timbulnya splitting S2 yang lebar. Tiap keadaan. yang memperlambat pengosongan ventrikel kiri akan menimbulkan splitting paradoks S2. baik secara elektris maupun mekanis. seperti pada penutupan katup atrioventrikular yang.A2 melebar. Dengan ekspirasi. akan memperlambat P2 dan menimbulkan pelebaran splitting S2. Tiap keadaan yang mempersingkat sistole ventrikel kiri akan membuat A 2 terjadi lebih awal ketimbang normal. fibrotik. Pelebaran . Pada pasien yang sangat gemuk atau menderita penyakit paruparu obstruktif kronis. tetapi juga sistole ventrikel kanan akan memanjang.Pada umumnya. dan interval Sl sampai A2 akan lebih singkat ketimbang normal. Pada keadaan ini. Keadaan ini memperlambat penutupan katup aorta setelah terjadinya sistole ventrikel kanan dan P2. Kalsifikasi atau fibrosis katup senulunar akan menyebabkan melemahnya penutupan katup tersebut. atau duktus arteriosus yang paten akan mempersingkat sistole ventrikel kiri. akan melemah pula. Karena katup semilunar merupakan tipe katup yang secara morfologis berbeda. Kelainan Bunyi Jantung Kedua Kelainan Intensitas 2 Keadaan-keadaan yang mengubah intensitas S2 adalah sebagai berikut: Perubahan tekanan sistolik Keadaan katup Tiap keadaan yang menimbulkan peningkatan tekanan sistolik akan memperbesar intensitas S2. Selama inspirasi.

Ejection click pulmonal paling baik didengar di daerah pulmonal. Bising "meniup" (blowing) terjadi kalau ada perbedaan yang besar dengan volume aliran -yang berbeda-beda. oleh karena itu splitting normal tidak terjadi. Tekanan di dalam atrium kiri akan meningkat. Sumbatan terhadap aliran atau adanya aliran dari diameter kecil ke diameter yang lebih besar akan menimbulkan turbulensi. Oleh karena itu katup mitral akan membuka lebih dini ketimbang normal. Ejection Click adalah bunyi bernada tinggi yang terjadi pada awal sistole pada permulaan ejeksi dan dihasilkan oleh pembukaan katup semilunar yang mengalami deformasi secara patologis. dan perbedaan tekanan di antara kedua sisi katup uiitral akan bertambah. mobilitas katup berkurang dan ejection click lenyap.selama ekspirasi ini adalah paradoks. Splitting menetap pada S2 adalah tanda auskultasi untuk adanya defek septum atrium. opening snap trikuspid pada stenosis trikuspid terjadi setelah P2. Keadaan -yang paling sering berkaitan dengan midsystolic click adalah prolaps katup mitral atau trikuspid.OS dan mempunyai arti spesifik dalam hal beratnya stenosis. splitting lebar dan lidak berubah dengan pernapasan: Ini karena peningkatan aliran balik vena ke atrium kanan selama inspirasi secara normal meningkatkan tekanannya. dan posisinya dalam siklus jantung dapat berubah bergantung gerakan yang mengubah geometri ventrikel. Bila kalsifikasi bertambah. sedangkan ejection click aorta terdengar di daerah aorta. Keadaan lain. seperti terdengar pada stenosis mitral yang berat. Opening snap mitral pada stenosis mitral terjadi setelah A2. Dalam keadaan ini lubang normal relatif stenotik untuk volume yang bertambah itu. Bising "gemuruh" (rumbling) disebabkan oleh daerah dengan perbedaan tekanan kecil yang tergantung pada . Ini kira-kira sama dengan waktu yang diperlukan untuk mengatakan "ma-ma" dengan cepat. Midsystolic click bukanlah ejection click. Opening snap adalah suatu kejadian diastolik yaitu bunyi terbukanya katup atrioventrikular yang mengalami deformasi secara patologis. Interval ini kira-kira 50-60 mdetik dan kira-kira sama dengan interval S2 . Selama ekspirasi. Ketika stenosis mitral memburuk. Pada keadaan ini. Bunyinya singkat dan terdengar seperti bunyi "klik". Bising dapat pula timbul bila sejumlah besar darah mengalir melalui lubang normal. tekanan atrium kanan lebih rendah. seperti gagal ventrikel kiri dan hipertensi berat. Stenosis pulmonal atau aorta dapat menimbulkan ejection click.OS yang sangat pendek. tahanan dan sumbatan terhadap alirau makin besar. Mereka timbul pada pertengahan sistole. Interval di antara S2 dan opening snap disebut interval S2 . Opening Snap Diastolik Pembukaan katup atrioventrikular biasanya tidak menimbulkan bunyi dan terjadi kira-kira 100 mdetik setelah S2. tetapi jalan pintas atrium kiri ke kanan membuat volume atrium kanan tetap konstan selama pernapasan. Bising Jantung (Murmur) Bising jantung timbul kalau ada energi turbulen di dalam dinding jantung dan pembuluh darah. ketika tekanan ventrikel kiri turun di bawah tekanan atrium kiri. Waktu S2 OS akan memendek kalau beratnya keadaan ini bertambah. memperlambat ejeksi ventrikel kiri dan menyebabkan splitting paradoks S2. Bunyi ini tajam dan bernada tinggi. Turbulensi menyebabkan arus berlawanan (eddies) yang memukul dinding dan menimbulkan getaran yang didengar pemeriksa sebagai bising. Mungkin tunggal atau multipel. Berusahalah mengatakan "ma-da" secepat mungkin..

Stenosis mitral dan stenosis trikuspid merupakan contoh bising jenis ini. seperti pada regurgitasi mitral atau trikuspid. Bising atrioventrikular diastolik merupakan tanda yang sensitif dan spesifik untuk stenosis katup atrioventrikular.engan sensiti. Ejection murmur berbentuk wajik dan dilukiskan sebagai "kresendo-dekresendo". intensitas bising ini tidak mencerminkan beratnya penyakit. vitas tinggi. Karena katup atri ventrikular mengalami stenosis. "inkompetensi". dan "insufisiensi" sering dipakai sebagai sinonim untuk jenis bising in~. Bising ini bernada tinggi dan paling jelas didengar dengan diafragMa. Bising yang "kasar" (harsh) disebabkan oleh perbedaan tekanan yang besar dan aliran yang besar pula. Ada jeda di antara S2 dan permulaan bising. pengisian cepat tidak terjadi dan ada perbedaan tekanan di sepanjang diastole. Istilah "regurgitasi".aliran. Ejection click karena stenosis katup semilunar mungkin mendahului bising itu. Bisingnya berbentuk dekresendo. Bising ini disebut holosistolik atau pansistolik. Bising atrioventrikular diastoli. Istilah ejection murmur ditujukan untuk bising yang dihasilkan oleh turbulensi melintasi katup semilunar selama sistol seperti pada stenosis aorta atau stenosis pulmonal. Relaksasi isovolumetrik sedang terjadi selama periode ini.jas didengar dengan bel stetoskop dan pasien berbaring dalam posisi dekubitus lateral kiri. jika katupnya mobil. Setiap peningkatan aliran atau volume dapat menimbulkan ejection murmur meskipun katupnya normal. Ia mulai bersama-sama dengan Sl dan berakhir setelah S2. Jika pasien mempunyai irama sinus yang normal. berkurangnya aliran melalui katup aorta yang mengalami stenosis berat dapat menimbulkan bising yang hampir tidak dapat didengar. Bising ini bernada sedang dan paling baik didengar dengan diafragma stetoskop. Bunyi Jantung Sikius Jantung Bunyi Sistolik awal Ejection click Bunyi pembukaan katup pretesa aorta Sistole pertengahan/akhir Midsystolic click Rub Diastoli k awal Opening snap S3 Bunyi pembukaan katup protesa mitra Deburan tumor Diastolik pertengahan S3 . Bising ini berlangsung sampai setelah S2 karena tekanan ventrikel lebih tinggi daripada tekanan atrium bahkan setelah penutupan katup semilunar.k dimulai pada waktu tertentu setelah S2 dengan membukahya katup atrioventrikular. karena Imenunjukkan arah aliran yang retrograd. atau presistole. Bising ini bernada rendah dan paling je. Suatu S3-yang menunjukkan beban volume berlebihan pada ven-trikel--sering terdengar. Bertambahnya aliran melintasi katup aorta yang menyempit secara minimal akan menimbulkan bising yang kuat. Mereka mulai segera setelah S 1 dan berakhir sebelum S2. Istilah yang lebih disukai adalah "regurgitasi". Bising systolic regurgitan dihasilkan oleh aliran retrograd dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah selama sistole. Karena berdasarkan aliran. dan akan terjadi peningkatan bising pada saat ini. Bising holosistolik pada regurgitasi katup atrioventrikular adalah penemban d. Ejection murmur sebagai tanda stenosis aorta merupakan penemuan dengan sensitivitas tinggi tetapi spesifisitas rendah. dan dimulai dengan opening snap. kontraksi atrium akan memperbesar perbedaan tekanan pada akhir diastole.

Pembukaannya sebanding dengan opening snappenutupannya adalah suatu S1 "prostetik". Jika ada S3 dan Sq bunyinya mungkin "disumasi" menjadi bunyi tunggal yang disebut summation gallop.Summation gallop Akhir diastolik S4 kadang-kadang Bunyi pacu jantung disebut presistolik) Pembukaan dan penutupan katup aorta prostetik terdengar pada banyak katup prostetik. menyerupai tanda stenosis mitral. RISING SISTOLIK Stenosis Regurgitast Aorta Mitral Lokasi Daerah aorta Apeks Penyebaran Leher Aksila Bentuk Wajik Holosistolik Nada Sedang Tinggi Kualitas Kasar Meniup Tanda terkait A2 melemah S1 Ejection click S3 S4 Titik impuls maksi Tekanan denyut mum (PMI) difus sempit dan pindah ke lateral . § Pada denyut jantung yang cepat periode diastole memendek. Pembukaannya sebanding dengan ejection click. penutupannya adalah suatu S2 "prostetik". Pembukaan dan penutupan katup mitral prostetik terdengar pada banyak katup prostetik. Miksoma atrium yang bertangkai dapat keluar masuk cincin mitral. Bising semilunar diastolik ditnulai segera setelah S2. seperti terdengar pada regurgitasi aorta atau pulmonal.

TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Gejala-gejala penting penyakit jantung mencakup berikut ini: • Nyeri dada • Ketidakteraturan irama jantung (palpitasi) • Dispnea (sesak napas) • Sinkop (pingsan) • Kelelahan • Edema dependen (pembengkakan tungkai) • Hemoptisis (batuk darah) • Sianosis (kulit berwarna kebiruan) Nyeri Dada Nyeri dada mungkin merupakan gejala penyakit jantung yang paling penting. Bising semilunar diastolik adalah suatu tanda dengan sensitivitas rendah tetapi spesifisitas tinggi. dan muskuloskeletal. . Tetapi ia tidak patognomonik untuk penyakit jantung. setelah S2 tidak ada keterlambatan sampai mulai tirubulnya bising itu.. kandung empedu.. Bising bernada tinggi berbentuk dekresendo dan paling jelas didengar dengan diafragma stetoskop. Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut ini kepada setiap pasien dengan nyeri dada: "Di mana nyerinya?" "Sudah berapa lama Anda menderita nyeri itu?" "Apakah episode nyerinya berulang?" "Berapa lama Anda menderita nyeri itu ?" "Berapa seringAnda mengalami nyeri itu?" "Apa yangAnda lakukan untuk membuatnya lebih baik?" 'Apa yang membuat nyeri itu memburuk? . usus. Telah diketahui bahwa nyeri dada dapat disebabkan oleh gangguan paru-paru. dengan pasien dalam posisi duduk membungkuk ke depan.Denyut meningkat dengan perlahan dan terlambat Berbeda dengan bising atrioventrikular diastolik.

.. memeras? .. "seperti "tumpul"... batuk darah? . "seperti diperas".sikap oleh makan..... setempat Penyebaran Lengan kiri...dingin tubuh. . . . batuk? .. . rasa panas? • .. "Tajam". "tertekan". Ciriciri yang tertera di sini merupakan ciri-ciri yang lazim ditemukan.. menjepit? .. palpitasi? . . "seperti di sayat" " seperti dijepit" Intensitas Ringan sampai berat Menyiksa Lamanya Bermenit-menit Beberapa detik..... berbaring? . nitrogliserin Apa saja oleh Angina dan nyeri dada lain mungkin timbul dalam berbagai cara.. Daftar ini dipakai hanya dipakai sebagai petunjuk.. ... melalaukan aktivitas ftsik? . seperti ditusuk pisau? .. nyeri tungkai?" Ciri-Ciri Nyeri Dada' Angina Bukan Angina Lokasi Retrosternal.. nyeri terus-menerus? . Lengan kanan punggung Deskripsi "Nyeri terus menerus".bernapas? .. difus Di bawah payudara kiri. Pernapasao. ketika tidur?. .... rahang.gerakan Dihilangkan Istirahat... menusuknusuk?" 'Apakah nyerinya timbul pada waktu beristirahat? .. selama koitus?" 'Apakalt nyerinya berkaitan dengan sesak napas? . sesudah makan? .. tumpul? . ditusuk-tusuk". emosi.. .... menekan? . waklu rriengalami stres emosional? . berhari-hari Dicetuskan Usaha fisik. Tetapi daftar ini tidak mutlak. . ketika menggerakkan lengan? .. nausea atau vomitus? . demam? .. berjam jam. tajam? .. berdenyut?. menggerakkan lengan atau leher?" "Bagaimana deskprisi nyerinya?• .

Penyebab Lazim Nyeri Dada Sistem organ Penyebab Jantung Penyakit arteri koronaria Penyakit katup aorta Hipertensi pulmonal Prolaps katup mitral Perikarditis Stenosis subaorta hipertrofik idiopatik (IHSS) Vaskular Diseksi aorta Pulmonal Emboli paru Pneumonia Pleuritis Pneumotoraks Muskuloskeletal Kostokondritis Artritis Spasme otot Tumor tulang Neural Herpes zoster Gastrointestinal Penyakit tukak Penyakit kolon Hiatus Hernia Pankreatitis Kolesistitis .

Angina merupakan akibat hipoksia miokard yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai koroner dan kebutuhan miokard. aterosklerosis koroner dan penyakit katup aorta merupakan penyebab tetsering. Herpes zoster. seraagan virus pada saraf tepi dalam distribusi dermatom. Bila nyeri dada berkaitan dengan etiologi jantung. suatu peradangan tulang tawan kosta. Ini adalah tanda patognomonik angina yang biasanya disebut tanda Levine.Emosional Ansietas Depresi Sindrom Tietze. Sangat sering pasien melukiskan anginanya dengan mengepalkan tinjunya dan meletakkannya di atas sternum. Pasien mungkin Penyebab Lazim Palpitasi Ekstrasistole Denyut prematur atrium (APB) Denyut prematur nodal Denyut prematur ventrikel (VPB) Takiaritmia Takikardia supraventrikel paroksismal (PSVT) Flutter atrium (AFI) Fibrilasi atrium (AF) Takikardia atrium multifokal (MAT) Takikardia ventrikel (VT) . Angina pektoris merupakan gejala sejati penyakit arteri koronaria. Palpitasi Palpitasi adalah sensasi tidak nyaman di dada yang berkaitan dengan berbagai macam aritmia.

ketika berbaring pada sisi kiri tubulz? ... penting untuk menanyakan pertanyaan berikut ini: "Berapa lama Anda sudah mengalami palpitasi?" 'Apakah serangan palpitasinya terjadi secara berulang-ulang?"Jika ya. "denyut yang melompat". . Dikenal pula sebagai kontraksi prematur ventrikel (VPC) atau kontraksi ventrikel prematur (PVC). Penting untuk ditentukan apakah pasien pernah mengalama episode yang sama di masa lalu dan apa yang dilakukan untuk menghilangkannya. atau "tidak teratur". Pasien mungkin melukiskan palpitasi sebagai "berdebar-debar". . atau berkeringat?" 'ApakahAnda tidak tahan panas?.. mengalami nyeri dada?" 'Apakah palpitasi disertai dengan muka kemerahan. . Setiap keadaan di mana terjadi peningkatan isi sekuncup (stroke volume). "meloncatloncat". dingin?" "Obat-obatan apa yang sedangAnda gunakan?" 'Apakah Anda minum obat untuk paru paru Anda ?" . nyeri kepala. mungkin berkaitan dengan sensasi "kontraksi yang kuat".. ketika melakukan aktivitas fisik? .. Bi1a seorang pasien mengeluh palpitasi.. "Berapa sering?" "Kapan dimulainya serangan ini?" "Berapa lama serangan ini 6erlangsung?" "Bagaimana rasanya?" 'flpakah tindakan atau posisi tertentu menghentikannya?" 'Elpakah serangan ini berhenti secara tiba-tiba?" 'Apakah Anda dapat menghitung denyut nad iAnda selama serangan?" "Dapatkah Anda mengetukkan irama tersebut di meja ini?" 'Apakah Anda mengalami palpitasi setelah latihan fisik berat?. sesudah makan?. . Palpitasi sangat lazim dan tidak perlu menunjukkan penyakit jantung yang serius. . bila lelah?" 'ApakahAnda pernah pingsan selama palpitasi? .. seperti pada regurgitasi aorta.Bradiaritmia Blok jantung Henti sinus Obat-obatan Bronkodilator Digitalis Antidepresan Merokok Kafein Tirotoksikosis Dikenal pula sebagai kontraksi prematur atrium (APC) atau kontraksi atrium prematur (PAC). "berhenti". "mengetuk-ngetuk".

"Bagaimana caranya?" Dispnea Keluhan dispnea sangat penting. Hipertiroidisme merupakan penyebab penting gangguan irama yang berasal dari luar jantung. "ortopnea 3 bantal selama 4 bulan terakhir. sensasi palpitasi dapat terjadi selama periode laju dan irama jantung yang normal. sering kali batuk. Posisi ini meningkatkan volume darah intratorakal. Ortopnea adalah keadaan di mana pasien memerlukan lebih banyak bantal untuk tidur. 'Apakah Anda dapat mengakhirinya sendiri?" Jika ya. Kafein. Amine simpatomimetik yang dipakai dalam pengobatan bronkokonstriksi juga merupakan perangsang kuat untuk terjadinya aritmia. sebagai akibatnya dapat timbul gagal jantung kongestif. dan mengurangi rasa sesak dengan berlari ke jendela untuk "mendapatkan lebih banyak udara. Pasien yang pernah mengalami serangan palpitasi harus ditanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini: "Bagaimana serangan terdahulu berakhir?" "Berapa seringAnda mengalami serangan ini?" . dapat dinyatakan. dan jantung yang lemah mungkin tidak dapat mengatasi peningkatan beban ini. Dispnea biasanya berhubungan dengan penyakit jantung atau paru-paru. demam. Pasien akan melukiskan bahwa ia "sesak napas" atau bahwa ia "tidak mendapat udara dalam jumlah yang cukup". feokromositoma. misalnya." Episode PND relatif spesifik untuk gagal jantung kongestif. hipoglikemia. keadaaan yang lazim berkaitan dengan palpitasi adalah tirotoksikosis. kopi.'Apakah Anda minum obat untuk kelenjar tiroid?" 'Apakah Anda pernah diberitahu bahwa ada gangguan pada kelenjar tiroid Anda?" "Berapa banyak teh. sangat sesak." Dispnea aktivitas fcsik (DOE) biasanya disebabkan oleh gagal jantung kongestif kronis atau penyakit paru berat. dan ansietas. Pada pasien dengan gangguan panik dan keadaan ansietas lainnya. Gejala PND sering berkaitan dengan gejala ortopnea. Penting untuk bertanya ke pada semua pasien: "Berapa banyak bantal yang Anda perlukan untuk tidur?" Untuk membantu mengukur beratnya ortopnea. anemia. Penting untuk mengukur beratnya dispnea dengan menanyakan. tembakau dan obat-obatan juga merupakan faktor penting dalam aritmogenisitas. Dispnea nokturnal paroksismal (PND) terjadi di malam hari atau bila pasien telentang. Pasien terbangun kira-kira 2 jam setelah tertidur."Berapa blok rumah yang dapat Anda tempuh sekarang ? Sebab-sebab Umum Dispnea Sistem Organ atau Keadaan Penyebab . atau soda cola yang Anda minum setiap hari?" 'Apakah Anda merokok?" 'Apakah Anda minum minuman yang mengandung alkohol?" 'ApakahAnda memperhatikan bahwa setelah palpitasiAnda harus buang air kecil?" Di samping sebab primer kardiovaskular.

pasien dapat berjalan melalui 4 blok rumah taripa menjadi sesak napas.Jantung Gagal ventrikel kiri Stenosis mitral Paru-paru Penyakit paru obstruktif Asma Penyakit paru restriktif Emboli paru Hipertensi pulmonal Emosional Ansietas Pemaparan tempat tinggi Berkurangnya tekanan oksigen Anemia Berkurengnya kapasitas pengangkut oksigen "Berapa blok rumah yang dapat Anda lalui 6 bulan yang lalu?" Pemeriksa sekarang dapat berusaha mengukur beratnya dispnea. . Di samping itu. . stenosis subaorta hipertrofik . bingung?. Misalnya. atau sinkop. ... mad rasa? . nausea?.. Sinkop mungkin berkaitan dengan penyebab jantung atau pun bukan jantung.. . palpitasi? . Bila pasien menyebutkan pingsan. penting untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut: "Apa yang sedang Anda lakukan tepat sebelum Anda pingsan ?" 'Apakah Anda menderita serangan pingsan berulang?" Jika ya.. Sebelum 6 bulan yang lalu. adalah hilangnya kesadaran untuk sementara yang disebabkan oleh perfusi serebral yang inadekuat.. "Berapa sering Anda menderita serangan ini?" "Apakah pingsan timbul secara tiba-tiba?" 'Apakah Anda kehilangan kesadaran?" 'Anda berada dalam posisi apa ketika pingsan?" 'Apakah pingsan didahului oleh gejala lain? . misalnya stenosis katup aorta. Sinkop Pingsan. Penting untuk menanyakan kepada pasien apa yang dimaksudkannya dengan "pingsan" atau "pusing". selama 3 bulan yang lalu pasien mengalami ortopnea 4 bantal. Patofisiologi trepopnea tidak diketahui dengan baik. nyeri dada? ... "Pasien mengalami DAF 1 blok rumah selama 6 bulan terakhir. lapar?" 'Apakah ada tanda peringatan lain yang menunjukkan bahwaAnda akan pingsan?" 'Apakah tinja Anda berwarna hitam seperti ter setelah pingsan?" Aktivitas yang dilakukan sebelum sinkop penting karena beberapa etiologi kardiak berkaitan dengan sinkop selama aktivitas Ssik." Trepopnea adalah bentuk jarang dispnea posisional di mana pasien dispnea berkurang sesaknya bila berbaring pada sisi kiri atau kanannya.

penyebabnya mungkin hipotensi ortostatik. dan hipertensi pulmonal primer. Misalnya. Jika pasien menyebutkan palpitasi sebelum sinkop. Tekanan darah sistemik tiba-tiba turun karena kegagalan refleks adaptif untuk mengkompensasi sikap .idiopatik. Hipotensi ortostatik adalah suatu bentuk sinkop postural dan disebabkan oleh keterbatasan otonom perifer. Posisi pasien tepat sebelum pingsan penting karena informasi ini dapat membantu menentukan penyebab Penyebab Lazim Sinkop Sistem Organ atau Keadaan Penyebab Jantung Berkurangnya perfusi serebral karena gangguan irama jantung Obstruksi keluaran ventrikel kiri Metabolik Hipoglikemia Hiperventilasi Hipoksia Psikiatrik Histeria Neurologik Epilepsi Penyakit serebrovaskular Hipotensi ortostatik Berkurangnya volume darah Obat antidepresan Obat antihipertensi Vasovagal Vasodepresi Miksi Refleks viseral (vasodepresor) Batuk Penyakit paru kronis Sinus karotis Respons vasodepresor terhadap sensitivitas sinus karotis sinkop. mungkin ada penyebab aritmogenik. jika pasien pingsan setelah bangun tiba-tiba dari tempat tidur di tengah malam untuk berlari menjawab telepon. Curah jantung mungkin berkurang oleh aritmia atau lesi obstruktif.

Arah pertanyaan harus berusaha membedakan kelelahan organik dari kelelahan psikogenik. Umumnya diterima bahwa batuk menyebabkan peningkatan tekanan intratoraks sehingga mengurangi aliran balik vena dan menurunkan curah jantung. di malam hari?" "Bilamana Anda merasa paling lairang lelah?" 'Apakah Anda merasa lebila lelah di rumah ketim6ang di tempat kerja?" 'Apakah rasa lelahnya hilang dengan beristirahat?" Pasien dengan lelah psikogenik merasa lelah "sepanjang waktu". Penyebab tersering kelelahan adalah ansietas dan depresi.. Sinkop miksi adala6 sinkop yang biasanya terjadi selama mengejan pada waktu buang air kecil di malam hari. sehingga terjadi sinkop. di pagi hari? . Mungkin terjadi pula peningkatan tekanan cairan serebrospinal yang menyebabkan berkurangnya perfusi ke otak. Sinkop vasovagal adalah jenis pingsan yang paling sering ditemukan. menerima kabar buruk. dan jenis vasodepresor (hipotensi tanpa bradikardia). Kelelahan Kelelahan adalah gejala umum berkurangnya curah jantung. Mereka mungkin merasa paling sehat di penghujung hari.. seperti donor darah. Sinkop post-tusif biasanya terjadi pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis. Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut: "Sudah berapa lama Anda merasa lelah?" 'Apakah timbulnya secara tiba-tiba?" "Apakah Anda merasa lelah sepanjang hari? . Beberapa mekanisme telah dipostulasikan untuk menjelaskan terjadinya hal. Mereka seringkali merasa lebih lelah di rumah ketimbang di tempat kerja. sangat sering dikeluhkan pasien. Sinkop sinus karotis berkaitan dengan sinus karotis yang hipersensitif dan lebih sering dijumpai pada orang berusia lanjut. kelemahan. atau keadaan stres. Ada dua macam hipersensitivitas sinus karotis: jenis kardioinhibisi (bradikardia). terjadi peningkatan rangsangan pada sinus karotis...ini. perspirasi. Edema Pembengkakan tungkai. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan darah sistemik secara tiba-tiba. Keadaan lain yang berkaitan dengan kelelahan adalah anemia dan penyakit kmnis. Sinkop vasovagal terjadi selama periode ketegangan emosional. atau suatu "perasaan tenggelam". Tetapi kelelahan tidak spesifik untuk penyakit jantung. rasa tidak enak di epigastrium. suatu bentuk edema dependen. Ada sejumlah pertanyaan lain yang sebaiknya ditanyakan kepada pasien dengan sinkop yang mengarahkan perhatian kita kepada etiologi neurologik. Keadaan ini sering didahului oleh nausea. tetapi kadang-kadang menyebutkan lebih lelah di pagi hari. Pewawancara harus menanyakan: "Bilamana Anda mengetahui pertama kali adanya edema?" . Tahanan vaskular sistemik mendadak turun tanpa diimbangi dengan peningkatan curah jantung sebagai akibat peningkatan vagotonia. ketika kebanyakan pasien dengan penyebab organik merasa paling kurang sehat. Keadaan ini biasanya terjadi setelah minum alkohol dalam jumlah cukup banyak. Bila pasien dengan sinkop sinus karotis memakai baju dengan kerah baju sempit atau memutar lehernya ke arah tertentu.tubuh tegak. Pasien dengan gagal jantung kongestif dan penyakit katup mitral sering kali mengeluh lelah.

Hati memiliki dua lobus utama. adalah berguna untuk menentukan mana yang timbul lebih dahulu. atau hati?" 'Apakah Anda mengalami sesak napas?" Jika yq "Mana yang lebih dahulu. Keadaan paling baik di pagi hari setelah tidur dengan meninggikan tungkai di tempat tidur. darah di dalam arteri pulmonal melintasi PDA. PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN Anatomi Hati terletak dibawah diafragma dan dilindungi oleh iga-iga bawah. darah yang kurang mengandung oksigen hanya dipompa ke ekstremitas inferior untuk menimbulkan sianosis hanya pada lokasi tersebut. .'Apakah kedua tungkai sama bengkaknya?" "Apakah bengkak timbul tiba-tiba?" 'flpakah bengkak memburuk pada suatu waktu dalam satu hari?" 'Apakah bengkak hilang setetah tidur malam hari?" 'Apakah peninggian tungkai membuat bengkak berkurang?" 'Anda sedang meminum obat apa saja?" 'flpakah ada riwayat penyakit ginjal. Sebagian darah masuk ke paru-paru untuk mengalami oksigenisasi dan akhirnya dipompa melalui aorta untuk menghasilkan warna kulit yang normal di ekstremitas superior. menonjol ketepi bawah iga kanan. Keadaan ini berkaitan dengan pintas kanan ke kiri melalui patent ductus arteriosus (PDA). Bagian bawah hati adalah cekung dan merupakan atap ginjal kanan. Ini disebut sianosis diferensial. lambung pancreas dan usus. jantung. Tepi bawahnya yang biasanya tipis dan halus. kecuali daerah kecil pada permukaan posterior yang melekat langsung pada diafragma. Pada pintas kanan ke kiti yang disebabkan oleh hipertensi pulmonal. kanan dan kiri. Hati memiliki dua sumber suplai darah yaitu dari saluran cerna dan limpa melalui vena porta dan dari aorta melalui arteri hepatica. edema atau sesaknapas ?" 'Apakah Anda mengalami rasa nyeri di tungkai?" 'Apakah ada ulkus di tungkaiAnda?" Jika pasiennya wanita. Jika pasien juga mengeluh dispnea. Tepi bawah hati dengan lebar normal ( 8-12 cm ) dapat dipalpasi pada sebagian orang normal yang melakukan inspirasi dalam. Kubah diafragma dimulai kirakira pada sela iga keenam digaris midclavicula. Sianosis Terkadang mungkin dijumpai sianosis hanya pada ekstremitas inferior. yang terletak di bawah tingkat arteti karotis dan subklavia kiri. Permukaan hati diliputi oleh peritoneum viseralis. Pada pasien dengan dispnea dan edema yang disebabkan oleh gadgguan jantung. dispnea biasanya timbul lebih dahulu sebelum terjadinya edema. Kandung empedu dan porta hepatikus terletak dibawah kulit hipokondrium kanan. 'Apakah Anda minum pil ' KB?" 'Apakah edema berkaitan dengan perubahan daur haid?" Pasien dengan gagal jantung kongestif mengalami edema simetris pada tungkai bawah yang memburuk dengan berjalannya hari.

Limpa terletak dibagian posterior kanan didepan iga kedelapan. Karena aorta terletak disebelah kiri garis tengah. dapat teraba sebagai struktur digaris tengah. kesembilan dan kesepuluh. Hal ini menunjukan daerah nyeri tekan ginjal Duodenum dan pancreas terletak didalam abdomen bagian atas. Dinding perut penderita harus dalam keadaan ‘relax’. Kedua tungkai jika perlu dalam keadaan fleksi pada sendi paha dan lutut. Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi. Ujung limpa sedikit dapat dipalpasi pada 5% pasien normal yang sudah mencapai umur akademis. region hypogastrika (supra pubik). Karena gambaran anatomis ini maka ahli bedah transplantasi biasanya lebih suka memilih ginjal kiri donor yang kemudian diputar dan ditempatkan pada pelvis kanan resipien. Sudut costo vertebral adalah sudut yang dibentuk oleh batas bawah iga kedua belas dan prosesus transverses vertabra lumbalis. Inspeksi Pemeriksaan abdomen dapat dilakukan dalam posisi pasien telentang atau tegak. dan sering kali tidak dapat dipalpasi. dan auskultasi. dan region inguinalis (iliaca) kanan dan kiri. perkusi. region umbilicalis. Akibatnya vena renalis kiri kira-kira dua kali lebih panjang dari vena renalis kanan. Ginjal diperdarahi oleh arteri renalis. Normalnya tidak dapat dipalpasi Promontorium sacrum dapat dipalpasi pada pasien kurus dikutub atas sector hipogastrium selama inspirasi dalam. regio hypokondrium kanan dan kiri. Ginjal adalah organ profunda retroperitoneal didaerah pinggang. Sebaiknya penderita bernafas melalui mulut atau diajak bercakap-cakap. palpasi. Sedangkan vena renalis menyalurkan darah kedalam vena cava superior yang terletak disebelah kanan garis tengah. Uterus dan Vesika urinaria yang membesar dapat dipalpasi pada simpisis pubis. region lumbalis kanan dan kiri. Aorta yang berdenyut dengan diameter kira-kira 2 cm. Uterus dan vesika urinaria merupakan struktur-struktur digaris tengah yang biasanya tidak dapat dipalpasi kecuali kalau telah membesar. maka arteri renalis kanan lebih panjang dari arteri renalis kiri. Vesika urinaria lebih baik dalam keadaan kosong. Abdomen dibagi dalm sembilan regio yaitu : regio epigastrium. Periksa : Bentuk abdomen Kulit dinding perut dan umbilicus Gerak dinding perut pada pernafasan Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut Bentuk Abdomen . Arteri renalis dicabangkan dari aorta abdominalis kira-kira setinggi vertebra lumbalis II.

perhatikanlah daerah anatomiknya. pada keadaan ini darah akan mengalir kearah bawah untuk memintasi obstruksi pada vena cava superior. tumor intra abdominal. mendatar. Kadang-kadang. Kelainan hati dan limpa dapat menimbulkan pembengkakan didaerah hipokondrium. . kulit dinding perut akan tampak tegang . ascites. Perdarahan abdominal. Linea nigra. umbilicus menonjol ( tidak ‘smiling’ ). Bentukperut yang seperti perut kodok yaitu buncit. licin dan mengkilap. mungkin disebabkan oleh distensi kandung kemih atau pembesaran uterus. Jika setempat. Kulit Dinding Perut dan Umbilicus Kulit abdomen perlu diperhatikann secara khusus. Perut yang ‘schapoid’ (cekung) adalah perut dimana konturnya menyerupai lunas perahu yang turun secara tiba-tiba dari prosesus xipoideus. Periksalah apakah pasien anda mempunyai jaringan parut. Kulit yang keriput menandakan bahwa dinding perut mengalami distensi seperti misalnya karena kehamilan. secum. ovarium.Normal simetris. garis hiperpigmentasi yang berjalan dari umbilicus sampe simfisis. tampak perut buncit. Keadaan ini dapat dijumpai pada orang yang kekurangan makan atau dehidrasi. Distensi harus dibedakan dari lemak. Didaerah iliaka. Kelainan ini sering ditemukan dan menunjukan kelemahan dan terpisahnya musculus rectus. Tentukanlah apakah pembengkakan tersebut meliputi seluruh abdomen atau setempat saja. dan retensio urine. menunjukan bahwa wanita tersebut pernah hamil. Pada anak-anak agak membuncit hingga masa pubertas. Caput medusae adalah lingkaran vena-vena yang berdilatasi menyebar dari umbilicus dan merupakan aliran kolateral vena pada sirosis dan hipertensi portal. dengan sagging pada pinggang (bila bebaring telentang). Perut yang tampak membuncit pada orang dewasa kemungkinan disebabkan oleh obesitas. atau pancreas dapat menimbulkan pembengkakan epigastrium. dan tanyakanlah riwayat penyakit yang berkaitan. atau sigmoid mungkin abnormal. Jaringan parut bekas operasi memberikan petunjuk tentang kelainan abdomen. disertai dengan umbilicus yang tertarik kekiri dan kekanan (‘smiling umbilicus’) terdapat pada ascites. Stria karena baru saja mengalami perubahan berat badan dan stria berpigmen pada sindrom cushing terlihat dengan jelas pada dinding abdomen. atau pernah ascites. Pada kehamilan atau adanya tumor intra abdominal. pelvis atau retroperitoneal dapat bermanifestasi sebagai ekimosis setempat didaerah pinggang atau disekitar umbilicus. kehamilan. meteorismus. limpa atau hati mungkin menyebabkan distensi pinggang sedangkan aorta. Bila pasien ascites diinspeksi dalam posisi tegak. pada posisi tegak maupun telentang perut tampak buncit tanpa ‘sagging’ pada pinggang dan tanpa ‘smiling’ pada umbilicus. lambung. Juga terdapat pada keadaan dehidrasi. Pada pembesaran perut. Jika ditemukan didaerah supra pubis. Bentuk perut asimetris dapat disebabkan oleh adanya penonjolan pada salah satu sisi misalnya karena adanya tumor atau pembesran hepar/lien. Ginjal. Diastesis recti adalah suatu tonjolan digaris tengah yang dapat diperlihatkan dengan meminta pasien mengangkat kepalanya.

letakkanlah tangan lainnya pada tangan yang melakukan palpasi untuk menambah tekanan. Pada waktu bernapas normal dinding perut mengembang pada waktu inspirasi dan mengempis pada ekspirasi secara simetris. Jika anda merasa perlu memeriksa lebih dalam lagi. mula-mula palpasilah tiap sektor dengan perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut. Untuk membantu mencapai bagian . bila tampak demikian. gerakan dinding perut menjadi sebaliknya. Pada tiap daerah pemeriksaan. Pada obesitas. vana yang berdilatasi terutama vena dibagian tengah dinding perut sedangkan pada obstruksi vena cava.. atau pemeriksaan yang dilakukan secara sepintas lalu akan menggagalkan usaha anda. Pada penderita tumor lambung pulsasi didaerah epigastrium pun akan tampak lebih menonjol. Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut. atrau obstruksi vena cava superior atau interior pada obstruksi vena porta. Normal tidak tampak gerak peristaltic. misalnya pada abses subdiafragma. akan tampak gerak peristaltic disebelah proksimal dari temapt obstruksi traktus digestivus. Pada tumor intra abdominal atau kehamilan. walau perut buncit umbilicus tidask menonjol. Pulsasi didaerah hipokondrium kanan dapat berasal dari hepar pada pasien yang menderrita insufisiensi katup trikusfpidalis. Pada umbilikus dapat terjadi hernia atau neoplasma.Vena kulit mungkin tampak tetapi tidak menonjol dan berkelok-kelok. Tapi pada obstruksi usus. Pada peritonitis tidak ada pergerakan dinding perut sama sekali. vena yang berdilatasi adalah vena yang terdapat di daerah perifer dinding abdomen. Pada kelumpuhan diafragma. Arah aliran darah didalam vena pada obstruksi vena porta ialah vena yang teletak diatas umbilikus dari atas kebawah sedangkan pada vena yang terletak dibawah umbilikus dari bawah ke atas. Dengan memakai bantalan jari-jari dan tangan yang sejajar dengan abdomen. semua aliran darah dalam vena dari bawah ke atas. lemah-lembut. Pada obstruksi vena cava superior. Pada ascites yang amat besar. Pulsasi tampak jelas yang berasal dari denyut aorta abdominalis yang diteruskan ke dinding perut. secara perlahan-lahan tingkatkanlah tekanan tangan yang memeriksa sampai anda puas dengan hasilnya. arah aliran darah dalam vena yang berdilatasi itu semua keaarah bawah. Pulsasi dapat tampak pada dinding perut di daerah epigastrium yang mungkin disebabkan oleh hipertropi ventrikel kanan atau pada orang normal yang amat kurus. sedangkan pada obtruksi vena cava interior. disebabkan oleh dilatasi venae yang mungkin disebabkan oleh adanya obstruksi vena porta (misalnya pada sirosis hati). Palpasi abdomen Informasi yang diperoleh dengan palpasi berbeda-beda tergantung pada perhatian dan ketelitian yang dicurahkan. maka denyut itu tampak walau pada orang yang tidak kurus sekalipun dan bersifat ekspansif berdenyut kesegala arah). Jika ada alasan untuk mencurigai kelainan atau nyeri di suatu daerah. Palpasi yang dilakukan secara tergesa-gesa.tangan yang dingin.Periksalah abdomen dengan hati-hati. palpasilah daerah tersebut pada saat terakhir. Gerak dinding perut dalam keadaan ststis dan pada waktu bernapas. umbilikus dapat menonjol. Tapi bila aorta abdominalisnya mengalami aneurysma. dan tidak tergesa-gesa. Seorang pasien yang tegang dapat menjadi lebih santai jika sendi panggul dan sendi lututnya difleksikan dan hanya tumitnya yang berada pada meja periksa. pergerakan dinding perut saat bernapas juga tidak tampak.

Ketika peritoneum kembali ke posisi semula. atau tumpul. Cara ini dapat memperlihatkan adanya massa atau pembesaran organ yang tidak dapat diketahui dengan palpasi biasa. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam. Pada palpasi yang dilakukan di daerah hipokondrium kanan mungkin ditemukan pembesaran hati atau kandung empedu. letakkan tangan kiri anda pada iga kanan bawah dan arahkanlah jari-jari tangan kanan anda ke arah bahu kanan. dan posisi ini dipertahankan sampai ekspirasi berikutnya. mintalah pasien untuk bernafas perlahan-lahan dan dalam-dalam. Tepi hati akan terasa menyentuh ujung jari tangan anda ketika ia turun pada waktu inspirasi. Kalau teraba. lakukanlah palpasi lebih rendah sampai anda mencapai krista iliaka. Ini dilakukan dari depan kebelakang melalui pinggang atau dengan menekan kedua sisi struktur tersebut di bagian anterior. yang untuk sementara memindahkan cairan yang berada diatasnya. Tangan yang melakukan palpasi secara perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut ditekankan dalam –dalam ke dalam abdomen dan kemudian secara tiba-tiba dilepaskan. Ujung jari tangan ditekankan dengan gerak menusuk yang cepat kedalam abdomen. tajam.Letakkanlah satu tangan anda di pinggang dan ketuklah pinggang yang berlawanan dengan ujung jari tangan anda. Gelombang peristaltik dapat teraba dimana saja di dalam abdomen dan biasanya menunjukkan obstruksi mekanis. Kadang-kadang letaknya jauh sekali dari jari-jari anda yang melakukan palpasi. dimana tangan dimasukkan lebih dalam lagi. Nyeri tekan pantulan adalah suatu tanda penting untuk adanya iritasi peritoneum. baik persial maupun hamper lengkap. Pembesaran lobus kiri hati dapat melintasi garis tengah dan sampai ke hipokondrium kiri. Sebagai teknik alternatif. Penarikan umbilikus kadang-kadang dapat dipakai untuk memperlihatkan peradangan peritoneum. lebarnya harus ditentukan dengan perkusi. pasien dapat menggerenyit atau berteriak. tanyakanlah dengan segera tempat iritasi maksimum. anda dapat meletakkan tumit tangan kiri anda pada margo kosta dan melengkungkan jari-jari tangan anda di atas tepi hati ketika pasien sedang menarik nafas. Hati yang sangat membesar lebih sering tidak di temukan ketimbang hati yang sedikit membesar. Yang terakhir ini merupakan tanda pembengkakan yang merata. terutama kalau abdomen tersebut besar atau penuh dengan cairan. perhatikanlah apakah tepinya tidak nyeri. Tepi hati mungkin dapat diraba pada orang normal. Pemeriksa yang berpengalaman akan mengalihkan perhatian pasien selama pemeriksaan dengan membicarakan hal-hal ringan. nyeri tekan. Diantara ketiga keadaan ini. Secara progresif. Tanda Murphy diperoleh dengan meletakkan tangan kiri pada iga kanan pasien dan menyangkutkan ibu jari . hanya cairan yang akan menghantarkan gelombang tekanan. Palpasi abdomen yang menggelembung membantu dalam membedakan dilatasi usus. Kalau timbul kecurigaan bahwa pasien menderita penyakit akut pada kandung empedu. Palpasi bimanual yang sebenarnya bermanfaat untuk mengetahui garis bentuk organ. cairan. Mintalah asisten anda untuk menekan garis tengah dengan pinggir tangannya. Pada tiap ekspirasi abdomen turun. dan lemak. nyeri tekan pada kuadran kanan atas dapat memberikan petunjuk yang bermanfaat. atau massa dengan mempalpasi kedua sisi berlawanan struktur tersebut. struktur vaskuler. Pada palpasi hati. dan lakukanlah penekanan. tangan yang melakukan palpasi akan merasakan adanya benturan gelombang cairan. Perhatikanlah wajah pasien untuk melihat tanda-tanda perasaan tidak enak selama palpasi. Kalau hati teraba. Jika ada cairan bebas. Ballotement bermanfaat.dalam abdomen. Jika demikian.

kutub bawah ginjal kiri. anda akan meraba suatu cincin fasia yang berbatas tegas di sekitar suatu depresi lunak di bagian tengah. dan lambung terletak di antaranya dan jari-jari yang melakukan palpasi. ginjal tidak bergerak pada waktu inspirasi.Anda dapat menggetarkan hati dengan melakukan perkusi dengan telapak tangan anda pada iga dan memperlihatkan nyeri tekan di daerah hati tersebut. dan ia akan mengalami nyeri tekan kalau anda mempalpasi kandung empedu tersebut. Lordosis yang menonjol dan abdomen yang tipis dapat membuat promontorium ini jelas kelihatan. Pasien akan tersendat-sendat ketika ia menarik nafas dalam. Ia akan teraba seperti massa berbentuk sosis lunak dan mungkin nyeri tekan kalau di guling-gulingkan di antara ujung-ujung jari tangan. gulingkanlah tubuh pasien kearah anda sehingga berada dalam posisi dekubitus lateral kanan untuk mendorong organ tersebut ke arah lebih superior dan anterior. Demikian pula. Pada hernia. dan ditemukan sebagai suatu massa yang teraba pada palpasi. Hipokondrium kiri mengandung fundus lambung. Palpasi Hati . Tepat di bawah umbilikus. Pada palpasi bimanual. satu tangan terletak di belakang dan satu lagi di depan. Mungkin sangat sulit untuk membedakan limpa yang besar dengan ginjal yang besar. aorta bercabang di atas promontorium sakrum. Hipogastrium mengandung kandung kemih dan uterus. Aorta abdominal terletak di bawah dan sedikit di atas dan di sebelah kiri umbilikus. meskipun untuk kepastiannya perlu di lakukan pemeriksaan pelvis. Umbilikus lazim menjadi tempat hernia. Keganasan intraabdomen dapat menjalar ke daerah ini sebagai Sister Mary Joseph node. Palpasi dalam pada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada pasien normal. ektasia mungkin sulit dibedakan dari aneurisma sejati. Daerah umbilikus perlu mendapat perhatian khusus. yang kalau membesar dapat di tentukan garis bentuknya dengan palpasi. Sokonglah margo kosta kiri dengan tangan kiri anda dan masukkanlah secara perlahan-lahan jari-jari tangan anda ke dalam daerah subkosta ketika pasien menarik nafas secara perlahanlahan dan dalam-dalam. Lobus kiri hati dapat membesar dan mencapai daerah ini. Daerah iliaka kanan mengandung titik Mc Burney – daerah dengan nyeri tekan maksimum pada apendisitis. Demikian pula di sebelah kiri. yang dapat di palpasi kalau mengalami pembesaran patologik. Yang terakhir ini biasanya akan turun menjauhi jari-jari tangan anda ketika anda berusaha mendekati margo kosta. sigmoid atau ovarium kiri dapat di temukan di daerah fosa iliaka kiri. Di daerah iliaka kanan sering di temukan dilatasi sekum. Pinggang mengandung ginjal. Juga. Tepat di sebelah medialnya terdapat ovarium kanan. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam ketika anda berusaha menjepit kandung empedu yang sedang meradang di antara ibu jari anda dan margo kosta. nyeri tekan dapat diperlihatkan dengan palpasi dalam secara langsung dengan jari tangan anda ketika pasien sedang menarik nafas dalam. Pada orang yang berusia lanjut. kadangkadang.anda di atas margo kosta. Pulsasi lateral merupakan tanda bahwa anda memang memegang kedua sisi pembuluh darah ini dan tidak di atasnya. kira-kira di pertengahan antara umbilikus dengan spina iliaka anterior superior. limpa dan ginjal kiri. seringkali anda dapat meraba ginjal kanan pada orang kurus dan. Tekankanlah jari tangan anda ke dalam pusat.Jika anda merasa tidak pasti tentang pembesaran limpa. Pankreas bersilangan dengan tulang belakang di daerah ini. Pembesaran limpa paling baik di deteksi dengan palpasi yang dilakukan dengan cara yang sama seperti palpasi hati. Palpasilah secara bimanual pada kedua sisi aorta untuk mengetahui diameter lateralnya.

Palpasi dengan jari-jari yang fleksi pada sendi metakarpofalangea dengan sisi telunjuk sejajar dengan hati. untuk mendorong limpa ke bawah sehingga dapat di palpasi. palpasi 10 cm di bawah pinggir iga pada hipokondrium. Sifat-sifat dari limpa : . saat penderita bernapas agak dalam. baringkan penderita pada sisi kanan dengan lengan kiri tergantung bebas didepan dan raba kembali pada inspirasi dalam.Bila hati tidak teraba dan hipokondrium kanan pekak. lakukan ke atas kea rah iga-iga. Mulai kira-kira 10 cm di bawah tepi iga dan kemudian ke atas ke arah tepi iga-iga. Bila limpa tidak teraba. Minta penderita untuk menarik napas dalam.Bila terdapat kecurigaan bahwa limpa. Raba tepi hati untuk menentukan : Konsistensi Regular atau iregular Nyeri tekan Pulsasi Perkusi tepi atas dan tepi bawah hati setelah palpasi untuk memastikan kelainan yang dijumpai. sedikit membesar. Lukiskan posisi tepi hati dalam cm di bawah tepi iga pada garis mid-klavikular. Palpasi tepi bawah kea rah bawah. Bila hati membesar: Keras Iregular ?Metastasis Tidak nyeri tekan Membesar Keras licin Tidak nyeri tekan ?Sirosis Membesar ?Limfoma Licin ?Gagal jantung kongestif Nyeri tekan ?Alkohol Membesar ?Infeksi Limpa Seperti pada hati. hati mungkin meluas kehipogastrium. periksa daerah pekak dari limpa dengan perkusi-limpa dapat membesar hingga ke daerah hipogastrium.

penyakit polikistik. Terfiksasi atau dapat di gerakkan-apakah bergerak pada respirasi? Nyeri tekan. Nyeri pada ginjal sering bila terdapat infeksi. Massa Palpasi dengan teliti seluruh abdomen Bila di temukan massa. Pulsasi-penyebaran pulsasi dari aorta atau pembengkakan yang berpulsasi.Tempat Bentuk (?cekungan) Tidak dapat meraba bagian atasnya Bergerak pada respirasi Pekak pada perkusi Lukiskan seperti pada hati. atau hidronefrosis. Bentuk. Pekak pada perkusi-terutama penting dalam penentuan apakah usus terdapat di depan massa. Konsistensi-feses mungkin mencekung (indented) dengan penekanan. lukiskan : Tempat. kuran. Limpa sangat membesar : ?Leukemia myeloid kronik ?Mielofibrosis Ginjal Palpasi bimanual Dorong ke atas dengan tangan kiri pada sudut ginjal dan raba ginjal dari anterior dengan menggunakan tangan kanan. Ginjal yang besar mungkin menunjukkan suatu tumor. Apakah berubah setelah defekasi atau miksi? . Minta penderita untuk bernapas dalam supaya ginjal berada di antara kedua tangan.

Lakukanlah perkusi pada paru-paru anterior yang . Penegangan otot-otot perut yang terjadi secara volunter dapat di atasi dengan mengalihkan perhatian pasien. penarikan umbilikus dapat membantu menentukan adanya peritonitis. Ingatlah bahwa lobus kiri hati normal dapat mencapai epigastrium dan menjadi massa yang dapat di palpasi. Ini adalah daerah di mana peritoneum melekat pada kulit tanpa di halangi oleh otot.Aorta Palpasi pada garis tengah di atas umbilikus untuk massa yang berpulsasi. karena akan timbul nyeri tekan yang jelas. Jika tepi hati telah teraba di hipokondrium kanan. Abdomen yang benar-benar kaku menunjukkan peradangan peritoneum di bawahnya. yang secara refleks menyebabkan spasme pada otot-otot abdomen. Bila dengan mudah teraba. Dalam keadaan seperti itu. anda harus menentukan apakah ia benar-benar membesar atau hanya terdorong ke bawah. Tekniknya sama seperti pada perkusi thoraks. perkusi menggambarkan batas-batas statik antara jaringanjaringan dengan kepadatan yang berbeda-beda. mungkin normal pada penderita kurus atau aneurisma besar-ekspansif-bruit. Pasien yang mengalami nyeri tekan dapat menegangkan otot-otot perutnya secara volunteer atau involunter. Pada keadaan ini. sedangkan defense musculare yang sejati atau rigiditas tidak berada di bawah kendali kesadaran. Jari pasif yang di letakkan dengan hati-hati di abdomen di ketuk oleh jari pleksor dengan ketukan stakato. daerah yang sakit akan teraba seperti kayu atau papan. dan bunyi serta resistensinya di perhatikan. Jangan kacaukan dengan varian normal. Palpasi dalam dada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada orang normal. Nyeri tekan pantulan adalah tanda penting peradangan peritoneum yang biasanya menyertai Defense musculare sejati dan rigiditas. Pemeriksaan palpasi abdomen : Tepi hati Ujung limpa Semua massa Perhatikan nyeri tekan Nyeri pantulan Defense musculare Pemeriksaan untuk gelombang cairan kalau perlu Penemuan-penemuan lazim pada palpasi abdomen Nyeri tekan setempat atau umum harus dibedakan. demikian pula palpasi aorta dan daerah hipogastrium pada banyak wanita. Perkusi abdomen Seperti di tempat-tempat lainnya.

Pekak yang berpindah menunjukkan asites. Pada keadaan ini di jumpai dua petunjuk : pertama. dan cairan peritoneal yang terlokalisir akan memberikan hasil negative palsu. Ada dua sumber kesalahan potensial. di mana anda akan dapat menemukan daerah yang pekak. Kista ini dapat berukuran besar sekali dan terlihat sebagai distensi abdomen yang sangat menyolok. Nyeri pekak pantulan dapat diperoleh dengan perkusi dan juga dengan palpasi. Udara tersebut mungkin berada di dalam gelung usus yang mengalami distensi atau terdapat bebas di dalam abdomen. Perkusi memastikan dan memperjelas banyak penemuan pada palpasi. Gulingkanlah tubuh pasien ke sisi lainnya dan ulangi. Seringkali terisi dengan udara. Ingatlah bahwa fleksura lienika kolon terletak di belakang limpa tapi di depan ginjal. Sekarang cairan akan tergenang di umbilikus. Pembesaran limpa yang ringan bermanifestasi sebagai perubahan timpani menjadi pekak ketika sela iga terbawah di perkusi dan pasiennya menarik nafas dalam – tanda perkusi limpa.Lebarnya berbeda-beda dari pasien ke pasien. Contoh khas keadaan yang terakhir ini adalah kista ovarium. dan usus yang resonan terdorong ke bawah dan lateral – tepat kebalikan asites bebas. Hal ini di sebut shifting dullness. Gulingkanlah tubuh pasien ke salah satu sisi dan ulangilah prosedur itu pada sisi yang lebih rendah. tetapi ukuran yang melebihi 12 cm mungkin abnormal. dan kedua.Jarak antara garis-garis yang di buat ketika pasien telentang dan ketika tubuhnya di gulingkan menunjukkan jumlah cairan karena permukaan cairan akan selalu rata. pekak cairan tetap terdapat di bagian anterior pada pasien yang berada dalam posisi berbaring. dan kenyataan ini di manfaatkan dengan perkusi.resonan dan bergeraklah ke bawah sampai pekak hati menunjukkan batas atas. ada atau tidak adanya timpani. Pada pasien yang berbaring. mulailah perkusi di garis tengah dan bergeraklah ke kedua pinggang. Tandailah dengan pena anda tempat di mana resonansi berubah menjadi pekak. Cairan bebas menunjukkan usus yang mengandung udara terapung-apung di bagian paling atas. Pekak limpa seringkali di temukan di antara sela iga kesembilan dan kesebelas. Kadang-kadang perpindahan usus yang relative tidak mengandung udara akan memberikan hasil positif palsu. umbilikus tidak menonjol keluar. Meskipun demikian. lokasi timpani dapat menentukan tempat obstruksi. Pemeriksaan perkusi abdomen : Ukuran hati dan limpa Massa Pemeriksaan pindahnya pekak kalau perlu . Bersama-sama dengan cara-cara lainnya. Pembesaran limpa dan ginjal dapat lebih di bedakan dengan bantuan perkusi. Massa dengan timpani menunjukkan pembesaran ginjal. memberikan petunjuk yang jelas. cairannya trdapat di dalam suatu ruang tertentu. Suruhlah pasien untuk berdiri di atas empat anggota tubuhnya. berusahalah menemukan puddle sign (tanda genangan). Timpani menunjukkan udara. Pada kasus asites yang meragukan. bersama-sama dengan massa yang dapat di palpasi. Adanya massa tanpa timpani di kuadran kanan atas mengarah pada pembesaran limpa. Perkusi di daerah epigastrium dan hipokondrium kiri menimbulkan bunyi timpani karena adanya gelembung gas di dalam lambung. di garis aksila anterior.

Auskultasi memberikan infromasi tentang kejadian dinamik. Aorta abdominalis paling baik didengar tepat diatas pembuluh darah di epigastrium. misalnya nyeri abdomen. Arterial bruit terdengar pada fase sistolik jantung bersamaan atau tepat setelah ictus cordis. Friction rub: Bunyi ini sama kedengarannya seperti bunyi gesekan pleura atau pericardial. Bising arteri lienalis penting karena stenosis arteri renalis mungkin merupakan penyebab hipertensi. Sumber suara abdomen mencakup peristaltik dan struktur vaskuler. frekuensi berkaitan dengan kecepatan gelombang. Bunyi gesek yang terdengar didaerah hati mungkin dijumpai pada hepatoma. misalnya terdapat pada peritonitis dan ileus paralitikus. arteri hepatica di hipokondrium kanan. dan nada berhubungan dengan ketegangan dinding visera. Bunyi gesek yang terdengar di daerah lien mungkin disebabkan oleh peradangan atau infark limpa. Bising usus didengarkan bila terdapat tanda abnormal. Gejala-gejala daerah abdomen Keluhan pada abdomen dapat berkaitan dengan kelainan lokal atau dapat disebabkan oleh penyakit sistemik. Terdapat beberapa gejala atau kumpulan gejala yang karakteristik pada suatu . Pekak alih menunjukkan adanya asites. Arterial bruit juga harus bisa dibedakan dengan bising jantung yang menyebar dan berasal dari jantung. Venuos hum mingkin berasal dari vena cava orang normal. pekak yang menetap menunjukkan massa. Peristaltik usus halus cenderung bernada tinggi ketimbang gemuruh panjang kolon yang bernada rendah. didapat nyeri kolik disertai dengan bising usus yang meningkat dan amat nyaring. Perubahannya adalah dalam hal intensitas. frekuensi dan nadanya. Auskultasi sebaiknya dilakukan sebelum palpasi atau perkusi agar tidak merangsang timbulnya peristaltik. Mungkin terdengar di daerh hati atau lien. Paling sering terdengar di daerah umbilikalis atau daerah hepar. Intensitas berkaitan dengan kekuatan peristaltik. tapi mungkin juga terdengar karena pasien menderita sirosis hepatic dengan hipertensi portal. atau cholesystisis. Venous hum: Lebih halus terdengarnya daripada arterial bruit dan nadanya lebih tinggi. Auskultasi Abdomen Auskultasi ialah salah satu dari bagian pemeriksaan fisik. Pemeriksaan auskultasi yang dilakukan pada abdomen adalah pemeriksaan: Bising usus: Bising usus disebabkan bunyi udara dan cairan dalam usus yang bergerak karena peristaltik usus. arteri lienalis di hipokondrium kiri. Aktivitas peristaltik memancarkan berbagai macam suara bergelembung ketika permukaan antara air dan udara berubah dengan adanya gelombang kontraksi. Normal bising usus akan terdengar 13 kali per menit. Bila peristaltik meningkat seperti pada diare atau gastroenteritis bising usus terdengar 10-15 kali per menit. Pada obstruksi usus. dan timpani menunjukkan adanya gas. Pada Obstruksi usus memberikan bising usus hiperaktif atau berdenting. dengan cara mendengarkan suara melalui stetoskop. Bila selama 310 menit tidak terdengar sekalipun bising usus. Dengarkan pada seluruh abdomen dengan stetoskop diafragma kira-kira 10-15 detik atau 1 menit. menyempit atau berkelok.Penemuan-penemuan pada perkusi abdomen Perkusi memastikan penemuan-penemuan yang di peroleh dengan palpasi. keadaan ini disebut "silent abdomen". Arterial bruit:Berasal dari arteri. tapi terdengar bersamaan dengan inspirasi dan ekspirasi. Setiap arteri besar dalam abdomen dapat menjadi sumber bising.menunjukan aliran turbulen didalam pembuluh darah yang berdilatasi. Terdengar sepanjang fase sistolik maupan diastolic jantung.

ovarium. duodenum. dan esofagitis.penyakit yang sering merupakan masalah bagi pasien untuk memperoleh pertolongan medis. duodenum Appendik. Tidak jarang pula satu gejala medis tertentu diekspresikan secara berbeda-beda. gaster. pankreastitis akut. Lokasi nyeri Kuadran kanan atas Kuadran kanan bawah Kuadran kiri atas Kuadran kiri bawah Difus Dugaan sumber nyeri Hepar. Sedangkan pada nyeri kronik lbih sulit menentukannya karena banyak factor psikologis yang turut berperan. dalam hal ini dokter. tukak peptic. Factor yang mencetuskan dan factor yang meringankan nyeri: nyeri perut yang dapat diringankan dengan minum antacid dapat diperkirakan menderita tukak peptic (terutama tukak duodenum). perforasi ulkus. dan juga pada iskemia intestinal. terutama di Indonesia. gaster. Dibawah ini terdapat beberapa simtom yang sering dikeluhkan oleh pasien didaerah abdomen. kolik ginjal. Gejala atau kumpulan gejala tersebut tak jarang menimbulkan persepsi atau interpretasi yang berbeda diantara yang mengeluh. Usus halus. ileus obstruksi. sosial. Nyeri pada penyakit pancreas sering terjadi setelah makan. apendisitis menimbulkan rasa nyeri tumpul dan menetap. apendisitis.appendik Kualitas nyeri: perlu diketahui kualitas rasa nyeri tersebut. kolon Pancreas. Pada dasarnya harus dibedakan rasa nyeri kolik seperti pada obstruksi intestinal dan bilier. Kantung empedu. Hal ini tidak mudah. di mana ekspresi bahasa tidak sama untuk menggambarkan rasa nyeri. ginjal Pankreas. rasa nyeri berkurang . aorta. atau budaya pasien. bergantung latar belakang pendidikan . Pada penyakit kolon. diantaranya:. rasa panas seperti pada esofagitis. Intensitas nyeri: pada keadaan akut. Sehingga diperlukan tehnik anamnesis yang spesifik untuk menyamakan persepsi. kolesistitis. gastroenteritis. rasa seperti diremas pada kolesistitis. dengan yang mendengarkan. rasa nyeri yang bersifat tumpul seperti pada batu ginjal. limpa Ginjal. dalam hal ini pasien . intensitas nyeri relative dapat diurut berdasarkan intensitas nyeri yang paling hebat sampai ke relative ringan sebagai berikut.