ANAMNESA dan PEMERIKSAAN FISIK

Adapun sistematika anamnesis terdiri dari: Keluhan Utama Keluhan utama yang dinyatakan oleh pasien merupakan dasar utama untuk memulai evaluasi masalah pasien atau dapat disebut sebagai keluhan pasien yang mendorongnya untuk berobat. Kebanyakan keluhan utama ditandai dengan nyeri, gangguan fungsi, perubahan dari keadaan normal sebelumnya, atau observasi pasien. Bantulah pengungkapan keprihatinan utama pasien dengan memakai pertanyaan-pertanyaan yang sederhana dan tidak terbatas dan membiarkan pasien memakai kata-katanya sendiri. Kata-kata yang dipergunakan oleh pasien dicatat di dalam rekam medis. Mula-mula, jangan meminta penjelasan. Anjurkanlah pasien unutuk melanjutkan keterangannya dengan isyarat-isyarat yang menunjukkan persetujuan dan membesarkan hati, seperti mengangguk-anggukkan kepala atau instruksi-instruksi sederhana untuk melanjutkan keterangannya. Anda dapat mengulangi pernyataan-pernyataan pasien, secara singkat dan disertai dengan instruksi-instruksi yang agak terarah untuk melanjutkan keterangannya. Ini akan sangat efektif selama bagian wawancara ini. Bila pasien telah menyelesaikan pertanyaan pertamanya ini, buatlah ringkasan tentang apa yang telah anda dengar dan beritahukanlah bagaimana anda akan melakukan wawancara selanjutnya. Pernyataan ini kembali memperlihatkan perhatian anda terhadap persepsinya dan perhatian yang anda berikan terhadapnya. Ia juga menunjukkan permulaan perubahan yang dilakukan secara berangsur-angsur dalam gaya wawancara dimana anda akan menjadi lebih terpusatkan Yang dicatat dalam keluhan utama hanya 1 (satu) keluhan dan lama keluhan itu telah dideritanya. Riwayat Penyakit Sekarang Penyakit yang sekarang diderita merupakan alasan untuk perawatan di rumah sakit atau kunjungan pasien ke tempat praktek pribadi dokter. Perhatian anda mula-mula dipusatkan pada persoalan-persoalan penting yang menyebabkan pasien datang kepada anda dan kemudian kepada peristiwa-peristiwa sebelumnya yang berkaitan dengan keadaan pasien sekarang. Susunan wawancara anda dan riwayat penyakit tertulis yang dibuat harus mencerminkan prinsip ini dengan jelas. Kalau seorang pasien datang dengan komplikasi yang berkaitan dengan masalah kronis, tekanlah kecenderungan anda untuk segera memusatkan perhatian pada kejadian-kejadian di masa lalu. Mula-mula, tentukanlah perubahan-perubahan penting pada keadaan pasien dewasa ini. Penyakit yang sekarang diderita merupakan hal yang paling penting dalam pikiran pasien dan mudah diselidiki. Pasien biasanya telah menyusun kata-kata yang akan diucapkan, dan mereka harus mendapat kesempatan untuk mengungkapkan persepsi mereka. Kalau mungkin , riwayat penyakit sekarang harus dapat menentukan suatu diagnosis. Ia hampir selalu menunjuk ke bidang-bidang patologi dan mengarah kepada sejumlah kecil pertimbangan atau mekanisme patofisiologi. Secara aktif, dengarkanlah pasien anda. Berikanlah perhatian pada sikap pasien , petunjuk-petunjuk non-verbal, emosi, nada suara, dan faktor-faktor lain. Analisis riwayat penyakit sekarang dimulai dari suatu dasar yang kuat, keluhan utama, dan kemudian menuju pada tiap gejala. Wawancara hanya dipusatkan pada delapan ciri tiap gejala.

Dokter harus menginterpretasikan informasi dan merumuskan gagasan-gagasan ketika pasien berbicara. Mula-mula, dengarkanlah dengan penuh perhatian dan pertimbangkanlah berbagai macam kemungkinan – sebagian serius atau jarang terjadi, sebagian lagi sepele dan sering terjadi. Pilihlah faktor-faktor yang akan diberikan perhatian terbesar dan yang akan membantu anda menyusun analisis tentang masalah tersebut secara paling efektif. Ada dua macam faktor yang akan dapat membantu anda- faktor-faktor yang paling spesifik dan terjadi pada relatif sedikit penyakit, dan faktor-faktor yang paling sensitif, yang sering terjadi terutama pada penyakitpenyakit yang paling berat. Dalam evaluasi anda, berikanlah bobot tambahan pada gejala-gejala yang menimbulkan perasaan tidak enak- baik secara fisik maupun emosional-yang paling besar pada diri pasien. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terbatas memungkinkan pasien untuk berbicara sebanyak mungkin pada awal wawancara, Pemakaian bentuk pertanyaan ini sangat penting, karena mempermudah identifikasi penemuan-penemuan penting yang berkaitan yang kalau tidak mungkin luput dari perhatian kita. Dokter membuat penafsiran yang tepat tentang kemungkinan penyakit spesifik yang mendasari keluhan pasien bedasarkan pada delapan ciri gejala, dan kombinasi gejala dan tanda nonspesifik. Jika anda menemukan bahwa anda tidak dapat membuat diagnosis dengan tepat, kemungkinan besar anda tidak cermat dalam definisi anda tentang delapan ciri tiap gejala penyakit. Ciri pertama tiap gejala yang membantu anda mempersempit perhatian anda adalah lokasi yang tepat. Nyeri, gangguan fungsi, dan observasi biasanya mengarah kepada suatu daerah tertentu. Nyeri dada jelas menarik perhatian terhadap struktur-struktur di dada. Perubahan dari keadaan stabil sebelumnya tidak mempunyai lokalisasi yang tepat. Demam, rasa tidak enak badan, penurunan berat badan, atau labilitas emosional mungkin tidak mempunyai lokalisasi anatomik. Kalau gambaran umumnya sudah jelas, mentalah pasien utnuk sedapat mungkin menunjukkan lokasi gejala-gejala dan organ atau sistem organ yang terlibat. Tanyakanlah kaitan antara gejala atau strukturnya atau fungsi normal organ yang dibicarakan ("Apakah rasa sakit tersebut paling hebat di bagian tengah dada anda atau pada bahu anda?") Ciri berguna kedua ialah penilaian setiap gejala secara kualitatif dan kuantitatif. Mintalah pasien anda unutk melukiskan kualitas dan kuantitas gejala dan tanda dalam suatu referensi umum. Pastikanlah bahwa anda memahami dengan jelas apa yang disebutkan oleh pasien tersebut. Anda harus menentukan keluhan dengan tepat. Mungkin penting sekali untuk membimbing sumber informasi yang memberikan keterangan yang samar-samar dengan pertanyaan-pertanyaan tertutup langsung yang memberikan ukuran spesifik tentang beratnya gejala, frekuensi dan intensitasnya. ("Apakah nyeri tersebut berlangsung lebih dari satu jam, lima belas menit, lima menit? Apakah nyeri tersebut bersifat tajam seperti ditusuk-tusuk, panas seperti terbakar atau nyeri tumpul?") Urutan kronologis setiap kejadian adalah sangat penting. Perjelaslah keluhan mana yang timbul pertama kali dan urutan timbulnya keluhan lain. Hubungan waktu antara gejala-gejala yang berkaitan juga sangat berguna. Terjadinya gejala-gejala yang sama hebatnya secara serentak atau berkembangnya beberapa gejala ketika beberapa gejala lainnya berkurang menyarankan mekanisme patofisiologi yang menunjukkan diagnosis spesifik tertentu. Ciri berikutnya berkaitan dengan faktor-faktor dan keadaan-keadaan yang memperburuk atau mengurangi gejala-gejala. Di sini, struktur dan fungsi organ atau sistem organ mengarah kepada diagnosis. ("Bagaimana pengaruh makan terhadap nyeri lambung anda?"). Hubungan waktu sangat berguna. Lama penyakit sekarang membedakan penyakit akut dan kronis. Gejala-gejala yang berlangsung selama bertahun-tahun kemnungkinan besar tidak disebabkan oleh keganasan atau infeksi. Perubahan gejala dengan berlalunya waktu membantu menentukan kemajuan penyakit. Apakah gejala-gejala tersebut menetap, berulang, memburuk , atau membaik? Jika berlangsung secara periodik, apakah panjang siklusnya berubah?

Pasien secara sukarela sering menyampaikan gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa yang berkaitan. Ini harus selalu diperhatikan secara serius, walaupun hal tersebut kelihatannya sangat aneh atau tidak fisiologis. Sikap anda menerima pengamatan pasien secara begitu saja memperlihatkan penghargaan terhadap pasien sebagai seorang pengamat dan mungkin bermanfaat dalam menemukan penyakit yang tersembunyi. Suatu kesalahan yang sering terjadi pada pihak dokter ialah secara pematur menganggap bahwa mereka mengetahui diagnosisnya. Mereka mengabaikan informasi yang berkaitan yang diberikan oleh pasien. Jangan berharap bahwa pasien dapat menghubungkan semua hubungan yang mungkin. Di sini kebebasan anda untuk mengikuti berbagai macam pertanyaan adalah berguna. Hindarilah mengembangkan suatu bentuk hafalan yang sedemikian restriktifnya sehingga anda tidak dapat mengikuti petunjuk-petunjuk yang timbul dalam pembicaraan dengan pasien. Pertanyaanpertanyaan terarah yang anda ajukan akan dipusatkan pada dan membantu memperjelas keterangan rinci yang diberikan oleh pasien. Yang penting ajukanlah persoalan dan pertanyaan tentang gejala-gejala yang belum disebutkan oleh pasien tetapi yang harus dipertimbangkan dengan mengingat cerita pasien. Ciri terakhir yang perlu ditanyakan ialah respons gejala terhadap intervensi terapeutik pasien. Informasi ini membantu memperjelas diagnosis, memberitahukan sesuatu tentang beratnya masalah, dan menyarankan kebutuhan teraupetik pasien. Banyak pasien datang dengan gejala-gejala fisik dan memusatkan pembicaraan pada persoalanpersoalan ini, padahal kebutuhan primer mereka berkaitan dengan penyakit psikologik atau psikiatrik yang penting. Penyajian yang tidak langsung ini mencerminkan tekanan sosial dan usaha pasien untuk mengatasi stress pribadi yang sulit. Kalau anda tidak memperluas pertimbangan anda dengan mencakup faktor-faktor sosial dan psikologis, anda akan kehilangan banyak faktor yang sangat mempengaruhi hasil perawatan kebanyakan pasien. Selidikilah hubungan gejala-gejala penyakit dengan gaya hidup pasien dan aktivitas pribadinya, termasuk hubungan pribadi dan antar perorangan, pekerjaan, kegiatan di waktu senggang dan aktivitas sexual. Tanyakanlah tentang dampak emosional atau psikologis suatu penyakit dengan menanyakan bagaimana reaksi pasien terhadap gejala penyakit dan tentang ketakutan dan keprihatinannya terhadap penyebab gejala tersebut. Riwayat penyakit sekarang harus mencakup dua komponen tambahan. Wawancara anda harus meneliti riwayat kejadian medis di masa lalu yang berkaitan dengan sistem organ yang kelihatannya terutama berkaitan dengan keluhan pasien. Tanyakanlah gejala dan tanda gangguan sistem organ yang terlibat sebelum anda menutup bagian wawancara ini. Riwayat penyakit sekarang dapat dikatakan sebagai bagian anamnesis yang terpenting, karena dapat memberikan gambaran jelas tentang penyakit yang diderita pasien. Hal ini secara ringkas dapat diperoleh apabila mencakup secara rinci (detail) tentang: Keadaan pasien sebelum menderita keluhan/penyakitnya sekarang Keluhan yang timbul pertama kali dan keadaan pasien pada saat itu. Perjalanan/perkembangan penyakit/keluhan pasien sejak keluhan itu timbul sampai pasien datang berobat/ bertemu dengan dokter. Keadaan keluhan saat pasien bertemu dengan dokter sekarang Alasan mengapa pasien berobat sekarang

III. Riwayat Penyakit Dahulu Ialah penyakit-penyakit yang jelas diagnosisnya bagi pasien maupun dokternya, yang pernah diderita pasien dahulu. Catat kapan penyakit itu diderita, bagaimana diobati ,siapa yang mengobati,bagaimana keadaan penyakit itu sekarang.Catat penyakit masa kanak-kanak,penyakit-penyakit masa dewasa, penyakit psikiatri, kecelakaan dan cedera,operasi,keracunan,alergi. Penyakit-penyakit yang pernah diderita pasien dahulu yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit sekarang atau memperberat penyakit sekarang. Periksalah riwayat penyakit dahulu secara kronologis.Pertanyaan tentang kejadian-kejadian hidup yang berkaitan berguna sebagai pertanda dan membantu mengingat kembali. Pakailah kejadian-kejadian penting dalam hidup ini untuk membantu pasien merekontruksi kejadian medis secara kronologis dan tepat.Informasi prenatal,partus dan postnatal relevan untuk meneliti penyakit congenital atau herediter. Setelah menanyakan penyakit dengan urutan kronologis, tanyakanlah apakah pasien pernah menderita dua atau tiga penyakit umum yang menyerang tiap system tubuh.Imunisasi, reaksi terhadap tes tuberculin,alergi terhadap obat dan alergen lain, perawatan kesehatan dan catatan kondisi fisik juga harus diperiksa dan dicatat. Berusahalah untuk memperoleh rincian tentang alergi obat dan uraian khusus tentang gejala, tanda, dan kronologi kejadian.Banyak pasien menganggap bahwa mereka alergi terhadap obat, padahal sebenarnya mereka hanya menderita efek samping yang umum

Penyakit-penyakit masa lampau berjangka panjang yaitu : Penyakit-penyakit yang menghilang dengan pengobatan atau dengan sendirinya, tetapi mempunyai potensi untuk kambuh lagi atau menimbulkan sekuele.Tuberkulosis, keganasankeganasan tertentu (limfoma atau leukemia limfositik akut),hepatitis B,alkoholisme dan depresi berat misalnya termasuk dalam kategori ini.

Tindakan-tindakan bedah yaitu : Setiap pembedahan yang pernah dialami oleh penderita, termasuk tanggal pembedahan, gejalagejala yang diderita hingga memerlukan tindakan pembedahan tersebut ,sifat tindakan, diagnosis akhir,adakah reaksi terhadap pembiusan yang tidak diinginkan( terutama jika ada pembedahan tambahan dipertimbangkan), dan adanya sekuele akibat tindakan tersebut. PerAwatan lainnya di rumah sakit, yaitu meliputi tanggal,alasan dan hasil dari perawatan di rumah sakit. Cedera berat yang sebelumnya tidak disebutkan yaitu : Sifat dari cedera, pengobatan yang diberikan dan setiap kecacatan yang diakibatkannya. Pengobatan yaitu semua obat-obatan yang dipergunakan saat ini atau pernah dipergunakan secara teratur di masa lampau, termasuk obat bebas seperti laksatif, aspirin, antihistamin dan

polio. IV. Jika dalam riwayat mengindikasikan.Semua anak dan dewasa muda harus mempunyai catatan imunisasi yang lengkap.Orang-orang yang lebih tua dan penderitapenderita dari semua golongan umur yang menderita penyakit menahun memerlukan vaksin influenza setiap tahun dan imunisasi terhadap pneumokok setiap 6 tahun. adalah bijaksana untuk hkhusus menanyakan reaksi terhadap penisilin.rubeola(campak biasa).reaksi histamin seperti sembab muka dan mulut.vitamin. Yang paling penting adalah adanya riwayat reaksi alergi obat-obatan.dan rubela(MMR). lahir hidup.dan penyakit demam reumatik.rubela( German measles). maka rincian tentang reaksi dan nama bahan yang bersangkutan harus dipastikan. oleh karena penderita jaran menganggap obat-obatan yang tidak diresepkan ini sebagai ’pengobatan" atau " obat" sehingga tidak menyebutkan pengunaannya Alergi : Alergi musiman. Riwayat Penyakit Keluarga (RPK) Ialah penyakit keturunan atau familier. abortus spontan atau induksi.hepatitis B. Riwayat kehamilan dan persalinan yaitu: Menentukan jumlah kehamilan.Penyakit . Status imunisasi: Data esensial berubah dengan perubahan umur penderita.Adalah penting untuk membedakan reaksi alergi sesungguhnya (misalnya ruam kulit.karena pasien kemungkinan dapat menderita penyakit yang sama. maka elemen yang akan dicakup adalah infeksi-infeksi virus umumnya: Parotitis.Oleh karena tersebarnya derivat penisilin dan frekuensi alergi yang bermakna terhadap bahab-bahan tersebut.Cara yang paling ekonomis adalah dengan bertanya :" apakah anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap penisilin atau obat-obat lainnya?" Penyakit masa kanak-kanak : Informasi ini mengandung arti penting dalam riwayat penyakit seseorang yang lebih muda dibandingkan dengan yang lebih tua. yang terdapat dalam keluarga pasien (sedarah) atau penyakit menular pada orang-orang yang amat dekat hidupnya atau berhubungan dengan pasien (isteri/suami). lingkungan atau makanan dengan manifestasi dan pengobatannya didokumentasikan. difteria.Jika terdapat riwayat alergi terhadap obat atau unsur apapun yang dipergunakan dalam diagnosis dan pengobatan.parotitis. begitu pula dengan dokumentasi tipe persalinan (melalui vagina atau seksio saesar) dan setiap komplikasi dari kehamilan dan persalinan. pertusis dan tetanus(DPT pada kanak-kanak) dan Hemophilus influenzae tipe B (HiB).nefritis interstitial alergika atau syok anafilaktik) dengan efek sampingan yang bukan alergi seperti mual dan tinja encer.varisela.Tanggal suntikan tetanus yang terakhir harus dipastikan. termasuk imunisasi dari campak (measles).

Mulailah dengan orang tua anda. tanyakan adanya anggota keluarga lainnya dengan masalah yang identik atau mirip.Jika terlihat serangan jantung. Sebagian informasi ini kita peroleh selama " percakapan kecil " sepanjang kontak kita dengan pasien. saudara sepupu.bibi dan paman. ceritakan kepada saya tentang umurnya jika masih hidup. sekali lagi tanyakan tentang informasi yang sama. Sekarang kita memperluas pengertian kita dengan pertanyaan – pertanyaan tambahan."Setelah orang tua berikutnya adalah saudara kandung.. keadaan keuangan.bibi.batu ginjal/empedu. catatan pekerjaan.umur kematian bila sudah meninggal.dsb. Apakah pasien dapat sembuh dengan memuaskan di rumah dan pada tahap mana. minum alkohol. dalam keluarga antara lain Tanyakanlah tentang kesehatan atau penyebab kematian anggota keluarga yaitu orang tua. Kita memperoleh sebagian kecil informasi riwayat hidup pasien selama saat – saat pertama wawancara dengan pasien. " profil pasien " .keturunan dan penyakit-penyakit penting lainnya DM. Wawancara dengan keluarga atau teman mungkin akan sangat membantu. Tugas kita adalah untuk dapat mengerti penyakit pasien dalam konteks kepribadian dan lingkungan rumahnya. Riwayat Hidup / Data Pribadi dan Kebiasaan – kebiasaan ( RH ) Kita perlu mengetahui orang macam apakah penderia tersebut.Jika penderita diberikan instruksi yang memadai. latar belakang pendidikan. Informasi ini dapat ditempakan dalam permulaan rekaman medis di bawah judul Profil Pasien atau digabungkan dalam suatu bagian yang berjudul Riwayat Sosial."Saya ingin mempelajari tentang kesehatan dan masalah kesehatan dari anggota keluarga anda yang dekat. kakek dan nenek dari pihak ibu dan ayah. isi riwayat hidup di beri tempat yang menonjol.atau nenek. Terdapat dua komponen dalam RPK : (1) sebuah genogram yang membentuk "pohon keluarga" dari kesehatan dan penyakit. tempat dalam keluarga. dan (2) pencarian terhadap pola familial rekuren yang umum.Contohnya jika adanya kanker payudara pada ibu atau saudara wanita. Tingkatan yang ketiga adalah anak-anak penderita jika ada. dan pertolongan diperlukan ? Kita juga harus tau cara pasien bereaksi terhadap lingkungan hidupnya. dan pemaparan terhadap toksin potensial.cek silang untuk melihat apakah penderita mengetahui adanya kaanker payudara pada anak perempuan.penjelasan. Buatlah catatan khusus tentang kebiasaan – kebiasaan : Jumlah dan lama merokok. dan kebiasaan sehari – hari semuanya mencerminkan keadaan pasien dan lingkungannya. Sebagian diantarannya merupakan informasi yang sensitif untuk pasien dan mungkin memerlukan beberapa wawancara untuk mendapatkan evaluasi yang lengkap. akan sangat menolong bila menanyakan penyakit jantung lainnya atau kematian mendadak pada kakek-nenek. Jelaskan bagian RPK dari riwayat medik sebelum memulai tabulasi. Dalam sistem pencatatan. Bagian riwayat hidup ini berkesinambungan dengan berkembangnya pengetahuan kita tentang pasien. . status perkawinan. Apakah konsekuensi dari penyakitnya ? apakah nasehat. saudara kandung. Pisahkanlah informasi ini agar mendapat perhatian khusus. dan setiap masalah kesehatan besar yang mereka alami. penyalahgunaan obat.hipertensi.Genogfram niasanya merupakan sebuah tabulasi tiga generasi. dia biasanya akan mampu mengikuti pola dengan mudah.Jika penderita mempunyai potensi penyakit turunan.paman dan bibi.penyakit jantung. V.

" Apakah memuaskan anda ? " .Keluarga " Apakah segala sesuatunya baik – baik saja di rumah ? " " Apakah anda mempunyai masalah keluarga ? " Mungkin memadai dengan bertanya " Bagaimana dengan pernikahan anda ? Apakah tidak terdapat masalah dalam seks ? " Masalah ini mungkin ada karena alasan fisik atau emosi. Tempat tinggal " di mana anda tinggal ? " " Apakah disana baik – baik saja ?" " Apakah perumahan anda padat ?" " Bagaimana ventilasi rumah anda? " "Penggunaan kamar mandi pribadi atau menggunakan kamar mandi umum ? " " Apa rumah anda serih terkena banjir ?" " dekat pabrik dengan ?" Pekerjaan "Apakah pekerjaan anda ?" " Dapatkah anda menjelaskan kepada saya dengan tepat apa yang anda kerjakan ?" . rumah tangga atau kehidupan sosial anda ? " Merokok " Apakah anda merokok ? " " apakah anda pernah merokok ? " " Mengapa anda berhenti merokok ? " . kita dapat menanyakan " Apakah anda pernah minum pada pagi hari ?" " Apakah anda kuatir untuk membatasi keniasaan minum anda ? " Apakah akibatnya sampai mempengaruhi pekerjaan. Mungkin membantu untuk melacaknya sepanjang hari. dan pasien mungkin dapat menghargai kesempatan untuk membicarakan kekuatirannya. " Apakah penyakit anda mempengaruhi pekerjaan anda ? " Hobi " Apakah yang anda lakukan dalam waktu luang ? " " Apakah anda melakukan kegiatan sosial ? " Alkohol " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Pecandu alkohol biasanya meremehkan jumlah alkohol yang diminumnya tiap hari. Bila terdapat kecurigaan terhadap masalah minum.

Jangan menanyakan keluhan yang telah masuk dalam keluhan sekarang. asbetosis. Kebanyakan pertanyaan pada tinjauan sistem ini berdasarkan gejala . Akan sangat membantu untuk menyiapkan pasien denyan mengatakan " Pertanyaan – paetanyaan saya selanjutnya akan sangat banyak . tanyakan tentang binatang peliharaan. Obat – obatan " Obat apa saja yang anda minum sekarang ? " " Apakah anda minum obat lain dalam beberapa bulan terakhir ?" " apa anda minum Jamu ?" Ini merupakan pertanyaan yang sangat penting. harus selalu ditanyakan. Hal ini memfokoskan perhatian pasien dan memudahan kita untuk memikirkan pertanyaan yang lebih spesifik terhadap sistem yang ingin lebih kia perhatikan. Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ( TS ) Tinjauan Keluhan Menururt Sistem ini dalah keluhan – keluhan pasien yang lain. bepergian ke luar negri pada waktu bekerja berkontak dengan misalnya debu arang. yang tidak termasuk keluhan yang sekarang hendak diobati. baik dahulu maupun sekarang. Mulai dengan pertanyaan ringan dan umum tentang tiap sistem. Contoh untuk memulai pertanyaan adalah : " Bagaimana pengelihatan dan pendengaran anda ?" " Bagaimana paru –paru dan pernafasan anda ? " " Apa ada masalah dengan jantung anda ? " " Bagaimana pencernaan anda ? " . Bila relevan. Untuk mengerti dan melakukan Tinjauan Sistem sering merupakan hal yang cukup sulit. namun itu sangat penting karena saya ingin memeriksa anda secara keseluruhan dan teliti ". dan lain – lain.pertanyaan mulai dari kepala sampai jari kaki. VI.Pikirkan rangkaian pertanyaan . Ini merupakan suatu daftar ( ’check list’ ) gejala yang belum disebutkan. namun terkadang ada yang menanyakan penyakit. karena pemeriksaan sistem tubuh ini bertujun untuk menemukan gejala – gejala yang belum disadari sebagai gejala oleh pasien dan gejala –gajala yang telah dilupakannya atau dianggapnya tidak penting. Daftar semua obat dan dosisnya yang lengkap sebisa mungkin diketahui." Berapa batang rokok yang anda hisap tiap hari ? " Hal – hal ini terutama relevan untuk penyakit jantung dan paru. Tetapi bagaimanapun. Pertanyaan – pertanyaan tersebut berkisar sekitar susunan dan sistem yang diperiksa. contohnya seperti pneumonia atau tuberculosis.

Kita juga bisa melakukan tinjauan sistem ini bersamaan saat fisik diagnostik.Sebaliknya bagi pasien . telinga. Bila pasien hanya mempunyai sedikit symptoms hal ini bisa efektif. *Kesehatan umum / kesegaran " Apakah anda merasa diri anda sehat ? " Lelah " Apakah anda merasa lebih atau kurang merasakan lelah dibandingkan sebelumnya ? " Demam atau menggigil " Apakah anda perhatikan adanya penyakit akhir – akhir ini ? " Berkeringat pada malam hari " Apakah anda perhatikan adanya keringat pada malam hari atau pada waktu lain ? " namun perlu ditanyakan perihal kondisi kamar tidur pasien. Sebaliknya jika penderita sudah tidak suka makan." Bagaimana kencing anda ? " Kita juga bisa menambahkan dan memfariasikan pertanyaan tergantung dari usia pasien. Tanyakan sejak kapan penurunan nafsu atau rasa lapar terus muncul. jalannya anamnesa dan fisik diagnostik akan terganggu dan hal –hal yang penting menjadi tidak terdeteksi dan tercatat. tanyakan tentang mata. keadaan umum pasien. Maka tanyakan kemudian tentang kesegarannya. hal –hal yang terinci harus juga diberikan Tanda (*) menunjukkan pertanyaan –pertanyaan yang hampir selalu ditanyakan. dan diagnosa klinis sementara kita. dan lainnya saat kita memeriksa. Bila pada waktu melakukan tinjauan sistem – sistem ini didapatkan jawaban yang positif. Biasanya bila nafsu makan baik. pederita juga akan merasa segar – bergairah. Pertanyaan Umum Tanyakan tentang gejala –gejala berikut : *Berat badan " Berapa berat badan anda sebelum sakit ? " " Apakah berat badan anda turun atau naik akhir –akhir ini ? " " Apakah baju anda lebih sempit atau lebih longgar dari sebelumya ? *Nafsu makan " Bagaimana nafsu makan anda ? Perihal nafsu makan adalah hal yang penting. keluhan pasien. maka kesegaran jasmani juga akan terasa menurun. Karena makin tidak memenuhi syarat kamar tidurnya maka pertanyaan keringat malam akan kehilangan maknannya . Namu bila ada banyak symptoms. Penurunan nafsu makan dan berat badan karena diet dan olah raga intensif juga harus ditanyakan.

mka keluhan keringat malam akan mempunyai makna yang penting. memburuk pada waktu ispirasi atau batk. . biasanya lateral . menjalar ke leher rahang dan lengan kiri. Angina adalah nyeri yang dicetuskan oleh aktifitas fisisk atau emosi . setelah berjalan 100 meter ).. o Nyeri pleuritik : Nyeri seempat dan tajam. lebih hebat dan dapat barlangsung berjam –jam. *Napas pendek " Apakah anda selalu merasa sesak napas ? " Ortopnoe " Apakah anda mengalami sesak nafas bila berbaring ? " " Berapa banyak bantal yang anda gunakan ? " Dyspnoe nokturnal paroksismal " Apakah anda terbangun malam hari karena menderita kesukaran bernafas ? " Sesak nafas ( Dyspnoe ) dan nyeri dada harus dilukiskan dengan tepat dan derajat aktifitas fisik yang menyebabkan timbulnya harus dicatat ( misalnya menaiki tangga. Ortopnoe ( sesak nafas bila berbaring datar ) dan dyspnoe nocturnal paroksismal merupakan gajala gagal jantung kiri.yang tidur di kamar dengan AC. *Pembengkakan pergelangan kaki. hilang bila beristirahat. Pada infark miokard nyeri mungkin terjadi pada waktu istirahat. Ruam ( ’Rash’ ) Apakah anda pernah mengalami ruam kulit akhir – akhir ini ? Apakah gatal ? Pembengkakan atau benjolan Sistem Kardiovaskular dan Pernafasan Tanyakan tentang gejala – gejala berikut : *Nyeri dada " Apakah anda mengalami nyeri atau rasa tidak enak pada dada akhir – akhir ini ? " Penyebab paling sering dari nyeri dada adalah : o Penyakit jantung iskemik : Nyeri dada hebat di tengah dada seperti diikat.

*Batuk " Apakah anda menderita batuk ? " " Apakah batuk kering atau anda membatukkan dahak / lendir ? " Kapan saja anda batuk ? Sputum " Apa warna dati dahak / lendir yang anda batukkan ? Sputum berwarna hijau biasanya menunjukkan infeksi saluran napas akut. Takikardi paroksismal biasanya mulai dan berakhir secara mendadak.Sering pada gagal jantung kongestif ( gagal jantung kanan ) Palpitasi " Apakah anda merasakan debar jantung anda ? " Palpitasi mungkin : Denyut tunggal ( ektopik ?) Lambat atau cepat Teratur atau tidak Minta pada pasirn untuk menunjukkan tempatnya. Penyebabnya antara lain : o Karsinoma bronkhus o Emboli Paru o Stenosis Mitral o Tuberkulosis o Bronkiektasis Sinkop ( ’syncope’ ) . *Hemoptisis " Apakah ada batuk darah ? " Hemoptisis harus dianggap serius. Sputum yang jernih tiap hari pada waktu bulan – bulan musim dingin menjurus ke bronkhitis kronik.

" Pernahkah anda mengalami pendangan gelap ? " ( ’blackouts’ ) *Merokok " apakah anda merokok ? " " Berapa banyak / bungkus rokok yang anda hisap tiap hari ? " "Sudah berapa lama anda merokok ? " " Apa alasan anda berhenti merokok ?" Sistem Gastrointestinal Tanyakan tentang hal –hal berkut : Mual " Apakah terjadi pada waktu anda merasa sakit ? " " Apa munculnya setelah makan ? " Muntah " Apakah anda muntah ? " " Seperti apa muntah tersebut ? " Muntahan seperti bubuk kopi mungkin tercampur darah. Bila darah dimntahkan. Bila terlihat makanan yang lama. bagaimana warnanya galap atau merah terang ? Dysfagia " Apakah anda mengalami kesukaran menelan ? " Untuk makanan padat : sering obstruksi organik Untuk makanan cair : sering akibat kelainan neurologik atau psikologik Indigesti " Apakah anda merasa tidak enak dalam lambung setelah makan ? " Nyeri Abdominal " Dimanakah yang terasa nyeri ? " " Apakah berhubungan dengan makanan atau buang air besar ? " " Apakah yang menyembuhkan nyeri tersebut " . terdapat stenosis pilorus.

alohol. berapa kali buang air besar tiap hari dan sifatnya ( darah ? pus ? mukus ? ) harus ditanyakan. Kotoran mungkin pucat. berhubungan dengan obat. atau infeksi ( berpergian ke luar kota / keluar negri ) Sistem Genito – urinarius Tanyakan tentang hal – hal berikut : Nyeri pinggang " Adakah nyeri pada punggung anda ? " Nyeri pada pinggang menjurus pada pielonefritis *Urin " Apakah buang air kecil anda baik ? " " Apakah anda banyak kencing di malam hari ? " " Apakah anda mengalami kesulitan dalam berkemih ? " " Apakah ada darah dalam kencing anda ? " Poliuria dan nokturia terdapat pada diabetes Prostatisme mengakibatkan urinasi yang lambat.aliran yang buruk dan menetes . Darah yang berada pada permukaan kotoran mungkin dari hemoroid. sedangkan darah yang bercamur dalam kotoran mungkin merupakan tanda tumor ganas atau penyakit inflamasi usus. kotoran pucat ).*Kebiasaan buang air besar " Apakah buang air besar anda normal ? " Bila terdapat kecurigaan terhadap diare. Ikterus " Apakah urin anda berwarna gelap ? " " Apakah kotoran anda pucat " " Obat apa yang anda minum akhir – akhir ini ? " " Apakah anda pernah mendapat suntikan atau transfusi akhir –akhir ini ? " " Apakah akhir – akhir ini anda pergi ke luar kota atau ke luar negri ? " " Berapa banyak alkohol yang anda minum ? " Ikterus mungkin bersifat obstruktif ( urin berwarna gelap. transfusi ( hepatitis serum ). banayk dan berbusa ( steatore ) atau hitam seperti ter dari darah yang tercerna ( melena ).

Sekret vagina Nyeri pada waktu bersetubuh ( dispareunia ) Sistem Saraf Tanyakan tentang hal –hal berikut : *Sakit kepala " Apakah anda menderita sakit kepala ? " " Dimana sakitnya ? " Sakit kepala sering merupakan akibat ketegangan dan terdapat di daerah frontal atau oksipital.Seks " Apakah terdapat masalah seksual ? " *Menstruasi " Apakah ada masalah dalam menstruasi anda ? " " Apakah sangat banyak darah yang keluar ? " " Apakah anda mengeluarkan darah diantara masa – masa haid ? " Perdarahan vagina diantara masa – masa haid atau setelah menopause meningkatkan kemungkinan tumor ganas serviks atau uterus. Sakit kepala oksipital terdapat pda waktu bangun tidur pagi – pagi mungkin akibat tekanan intrakranial meningkat ( misalnya karena tumor atau hipertensi maligna ) Penglihatan " Apakah anda megalami penglihatan yang kabur atau kembar ? " Pendengaran Pusing " Apakah anda mengalami pusing atau episode dimana dunia terasa berputar ’ vertigo’ ? " Pusing mungkin berasal dari kelainan jantung sehingga palpitasi harus selalu ditanyakan pada keadaan seperti itu. Cara berjalan yang tidak mantap " Adakah kesulitan dalam nerjalan atau berlari ? ’ Lemah .

Perasaan baal atau sensasi berlebihan " Adakah daerah – daerah yang dirasakan baal ( kebal ) ? " Rasa sakit seperti tertusuk paku atau jarum Gangguan Sfingter " Adakah kesulitan menahan buang air kecil / besar ? " *Depresi " Bagaimana perasaan anda ’mood’ Apakah gembira atau sedih ? " Bila mengalami depresi. Kejang atau pingsan Hal – hal terinci berikut harus dicari dari penderita atau orang yang mengetahui : o Lamanya o Frekuensi dan lama serangan o Waktu serangan misalnya bila berdiri. perasaan bersalah. iritabilitas. pada malam hari . *Rasa kuatir dan anxietas " Apakah anda cenderung kuatir ? " " Adakah waktu tertentu dimana anda merasa galisah atau tegang ? " " Adakah rasa kuatir dalam pekerjaan atau keluarga anda ? " " Ada kekhawatiran dalam keuangan ? " Tidur " Adakah kesulitan tidur ? " " Apa anda bangun terlalu pagi ?" " apakah anda gelisah ketika tidur atau sering terbangun di malam hari ? ’ Kesulitan tidur biasanya berkaitan dengan depresi atau anxietas. seberapa dalam ? " " Bagaimana perasaan anda tentang masa depan ? " " Apakah seperti ini yang sering anda rasakan ? " " Sudah berapa lama ?" " Menurut anda apakah penyebabnya ? " Selidiki tentang perhatian ’ interest ’. konsentrasi.

atau pembengkakan sendi. pembengkakan sendi –sendi interfalang hingga membentuk kumparan. dan sering asimetris. Deformitas kepala dijumpai pada: Penyakit paget→frontal bossing: menonjolnya tulang-tulang frontal. penderita merasa pusing dengan sakit kepala. Pada tangan.Syphilis congenital (dengan benjolan/ penebalan simetris pada dahi yang disebut Parrot’s node). Sistem Lokomotor Tanyakan tentan nyeri. . kontrol sfingter hilang. PEMERIKSAAN FISIK KEPALA Bentuk: Kepala normal : ukuran rata-rata dan bentuknya bulat. orbita seolah tenggelam. menyerang persendian – persendian yang menyokong berat badan misalnya panggul atau lutut. disertai pembengkakan sendi –sendi meta – karpo falangea. c. . deformitas). . .Penyakit Paget (disertai pembesaran pembuluh darah. kekakuan. Atritis reumatoid merupaan penyakit autoimun umum dengan sendi – sendi yang terserang simetris. Mikrosefali atau anencefali karena kelainan congenital. dan tidak dapat menahan buang air.Rickets (berbentuk kotak). lidah nyeri. Makrosefali pada : -Hydrocephalus (dengan sutura lebar. Osteoatritis merupakan sendi yang seolah " habis terpakai ". Kepala abnormal : a. pertama. tetapi kemudian dapat berkembang menyerang tangan secara luas dengan benjolan asam urat (9 tophi ) pada beberapa sendi yang asimetris. cedera dan lain – lain Epilepsi grand mal yang klasikmenunjukkan pingsan ( tidak sadar ) terjadi mendadak tanpa danya peringatan dan pada waktu sadar kembali. nyeri tekan dan sakit ) dan atralgia ( nyeri pada persendian ). dan tampak matanya menunjukkan "the setting sun sign"). Terdapat banyak penyebab dari atritis ( sendi membengkak. seperti sendi metatarsofalangea.o Cara terjadi dan berakhirnya o Tanda – tanda sebelumnya atau aura o Menggigit lidah. b. Gout biasanya menyerang satu sendi.

disertai alis mata meninggi dan imobilitas wajah. b. Tumor. wajah penderita kelihatan berwarna hijau.VII satu sisi : asimetris. tak bermimik. mengering dan terasa panas. Dehidrasi: "facies Hipocrates"  hidung tajam. Paralisis N.Kraniostosis→bila suatu sutura menutup secara premature. cuping telinga memanjang dan pengerutan wajah premature. payah jantung. pelipis di sekitar dahi kasar. Ikterik : pada orang yang mempunyai gangguan pada hati yang berat. a. PPOK. Kalau diminta mengerutkan dahi maka sisi yang terkena tetap licin dan kelopak mata pada sisi yang terkena tidak dapat di tutup. bentuk. hitam. Ekspresi wajah dapat menunjukkan watak dan emosi atau keadaan sakit. c. Penyakit Parkinson: wajah seperti memakai topeng. Trauma. teregang. Merah seperti buah ceri : fase akut keracunan CO atau CN. mata cekung. Pada hipertiroidisme: wajah hyperalert. warna. Pada waktu bayi tidur hanya pada satu sisi. lepra : "facies Leonina" (wajah seperti wajah seekor singa)  alis mata rontok. mulut selalu terbuka. d. Wajah: Periksa : ekspresi. otot wajah pada sisi yang terkena mengalami kelumpuhan dan penderita tidak mampu bersiul. Sianosis : nyata ditemukan pada orang yang mempunyai cacat jantung bawaan disertai shunt dari kanan ke kiri. kebiruan atau kelihatan seperti warna timah. keadaan hipoksia lainnya. Warna muka : Pucat : pada penderita AI. lubang hidung besar. Kemerahan: pada orang yang menderita penyakit katup mitral. Nyeri ketuk: pada daerah sinus/ mastoid yang terkena pada sinusitis dan mastoiditis. Sindroma Cushing : muka bulat seperti bulan purnama "moon face". Pada myxedema: seperti mengantuk. hipertrofi tonsil dan adenoid : "facies Adenoid"  tampak seperti orang bodoh. .

meningocele . penyakit cacing. hipertiroidisme. anemia perniciosa. Myasthenia gravis. alergi. cornea. Bola mata yang menonjol disebut exophtalmus atau proptosis.Penderita penyakit berat : wajah toksik demam tifoid berat. Oedema kelopak mata pada orang yang habis menangis hebat. atau belang-belang seperti bendera –"flag sign". Xanthelasma yaitu bercak kekuningan. sindrom horner. pada hipertiroidisme (tanda dari Enroth) dan pada trombosis sinus cavernosus Pada glomerulonefritis. radang mata. Kelopak mata ptosis pada kelumpuhan NIII.bilateral : kemungkinan trombosis sinus cavernosus atau penyakit basedow . • Rambut: Periksa warna. Pada fractura basis cranii timbul hematoma di sekitar mata hingga seolah memakai kacamata(brill hematome). • Mata: Periksa alis mata. alis mata menipis terutama bagian sisi pada orang tua. Rambut yang mudah rontok pada DM. distribusi Perubahan warna rambut terjadi pada: malnutrisi atau kwarshiorkor menjadi pirang seperti rambut jagung. Jarak yang jauh antara kedua bola mata disebut hypertelotrismus terdapat pada sindroma down. juga pada demam tifoid. menonjol pada kelopak mata terutama di bagian medial dihubungkan dengan kadar kolesterol darah yang tinggi.kering. oedem kelopak mata terutama tampak pada saat waktu bangun tidur pagi-pagi. sinusitis.unilateral : tumor. pupil. alopesia. mudah rontok hingga menjadi tipis. pilek hebat. glaucoma. syphilis tampak menjadi botak terutama di bagian belakang seperti dimakan ngengat "moth eaten appearance". kekeringan. Uban yang timbul di usia muda mungkin karena keturunan. kelopak mata. myxedema. penyakit Simmond atau karena trauma emosionil yang berat. bila tadinya keriting menjadi lurus. tidak berkilat. lensa. bola mata. bila: . sclera. kelebatan. sindroma nefrotik. Pada lepra alis dan bulu mata rontok sama sekali ("madarosis") Pada malnutrisi bulu mata panjang-panjang. atau karena jamur pada rambut atau kulit kepala. myxedema. iris. conjungtiva. perdarahan.

Bila annulus/ arcus senilis (pada limbus cornea) berwarna hijau kecoklatan atau merah atau kuning kehijauan disebut cincin Kayser Fleischer yang dijumpai pada penderita penyakit Wilson (degenerasi hepatolentikuler) Pupil mata .tanda moebius : ketidakmampuan mata untuk berkonvergens pada sebuah objek yang diletakkan di depan hidung .pannus (neovaskularisasi dan infiltrasi di conjungtiva bulbi. cincin atau setengah lingkaran berwarna putih keruh agak di sebelah medial daripada limbus cornea disebut arcus senilis.tanda Joffroy : tidak ada kerutan dahi pada waktu melirik ke atas .tanda von graefe : bila melirik ke bawah kelopak mata atas tertinggal . Tampak petechie/ purpura pada endokarditis bakterialis. pada keadaan ikterus berwarna kuning merata. terdapat pada trachoma) . sering terdapat pada orang tua terutama yang berkulit warna.tanda dalrympel : retraksi kelopak mata atas .tanda Riesman : bila kelopak mata ditutup didengar dengan stetoskop terdengar arterial bruit j. Pada penyakit basedow selain exophtalmus dan tanda enroth juga dijumpai: .tanda Stellwag : mata jarang berkedip . Pada conjunctiva bulbi mungkin terdapat: .pterygiuum (penebalan conjunctiva bulbi berbentuk segitiga yang puncaknya dapat mencakup sampai pada cornea.tanda Rosenbach : kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna . conjunctiva palpebra inferior tampak pucat pada anemia.i. Bola mata : tekanan dalam bola mata diperiksa dengan 2 jari pada bola mata yang ditutup dan melirik ke bawah * tekanan tinggi (terasa keras) terdapat pada glaucoma dan hipoglikemi * tekanan rendah (terasa lunak) terdapat pada hiperglikemi k. mungkin reaksi alergi terhadap protein kuman Mycobacterium Tuberculosis atau cacingan) Sclera. memerah dan berair pada radang. kekuningan akibat hyperpigmentasi berupa bercak-bercak tidak merata. Pada orang tua. biasanya terdapat pada bagian nasal) . Pada osteogenesis imperfecta sclera berwarna kebiru-biruan Kornea.phlycten (benjolan putih kekuningan dikelilingi zona merah.

ukuran. benda asing. dll mukosa hidung merah. bengkak pada peradangan. warna. lepra. sinar UV atau sinar x. kelainan a. biasanya pada penderita gout pada tetani.. keruh.penyinaran pada pupil yang satu akan menyebabkan pupil satunya lagi akan ikut mengecil  reflex cahaya tidak langsung dan reflex konsensuil pupil juga akan mengecil bila mata berkonvergensi dan berakomodasi tes dengan menyeluruh pasien melihat dengan kedua mata ujung jari dokter pada jarak kira-kira setengah meter di depan hidung pasien kemudian digerakkan perlahan –lahan mendekati ujung hidung pasien Lensa mata tampak keruh pada katarak misalnya pada orang tua (katarak senilis) atau pada DM. dapat juga terjadi sejak lahir karena saat di dalam kandungan ibunya menderita Rubella atau karena mata sering terkena panas. demam tifoid. hypoparatiroidisme. atau diberi atropine atau pada seorang morfinis (pinpoint pupil) . kental. DHF. liang hidung dan mukosa pada syphilis bentuk hidung seperti pelana "saddle nose" cairan yang keluar dari liang hidung bisa: lendir: pada sinusitis banyak. membrane tympani daun telinga seorang cretin relative besar tophi : benjolan (nodul) keras. a. terdapat tanda Chvostek yaitu bila daerah pipi tepat di depan daun telinga diketuk dengan satu jari. difteri. pucat pada alergi. • Telinga : Periksa daun telinga.normal : bentuknya bulat. berbau. neoplasma. hipertensi.midriasis : pupil melebar misalnya: berada di tempat gelap. bibir bengkak mungkin karena trauma. daerah sekitar telinga. • Hidung : Periksa bentuk. regular (tepinya rata) dan isokor (diameter pupil dan kanan sama) . alergi . keruh. menyebabkan kontraksi/ spasme otot-otot muka sisi tersebut. • Bibir : Periksa bentuk. penyakit perdarahan. oedem angioneurotik. liang telinga. trauma. Labioschizis : bibir terbelah biasanya congenital. ada nyeri tekan/ ketuk pada daerah sinus darah (epistaxis) mungkin disebabkan peradangan. putih kekuningan merupakan deposit asam urat.

nekrotis. letak antara gigi agak berjauhan (gigi jarang) Caries dentis sering terdapat pada orang yang kekurangan unsur fluor. gusi bengkak. jumlah dan kelainan gigi. gigi longgar/goyang. mudah berdarah dan terasa nyeri. mudah berdarah. asthma bronchiale berat. keriput . tanpa rasa nyeri. bentuk. kelainan bronchopneumonia. misalnya pada wanita hamil. myxedema. • Lidah: Periksa ikuran. akromegali. mudah berdarah pada gusi mungkin dijumpai tumor (fibroma). mudah luka. Pada dehidrasi lidah mengecil. Pada hypopituitarisme. linear seperti lipatan-lipatan Bibir jarang menderita neoplasma • Gigi dan gusi: Periksa kebersihan oral. pneumonia/ Pada defisiensi vit B12 mungkin dijumpai cheilosis yaitu lecet-lecet pada sudut mulut. yang bila meradang/ terkena infeksi misalnya oleh candida disebut perleche Pada syphilis congenital pada sudut mulut mungkin terdapat raghades yaitu parut kecil-kecil. sering terdapat pyorrhea alveolaris (retraksi gusi. warna dan kelainan pada cretin.5ppm) terjadi mottled enamel pada giginya (bintik-bintik pada gigi berwarna kuning kecoklatan) Warna mukosa gusi sehat adalah merah jambu (pink) Gingivitis menyebabkan warnanya menjadi merah disertai pembengkakan. DM. banyak caries lubang. jantung congenital. nyeri pada perabaan serasa seperti spon. demam bibir pucat pada shock. lidah relative besar hingga menonjol keluar.bibir kering pada dehidrasi. pada orang yang unsure fluornya berlebihan missal dalam air minumnya (>1. warna mukosa dan pembengkakan gusi pada DM. karena terjadi hyperplasia pada leukemia. pada skorbut (def vit C) gusi bengkak. pocket dengan pus berbau di dalamnya). kedinginan. karang gigi. kenyal. gusi bengkak. kering. anemia sianotik pada decompensatio cordis. gigi longgar pada penderita epilepsy yang diberi pengobatan dilantin (diphenylhydantoin).

Pada kelumpuhan N XII lidah mencong ke sisi yang sakit bila dijulurkan. lidah kering-kotor-putih-kelabu dengan pinggiran merah disebut coated tongue. CO. lidah seperti gambaran peta (geographical tongue). Lidah kering. misalnya metHb. sianotik pada kelainan jantung. Lidah sianotik pada kelainan jantung misalnya decomp. kotor umumnya pada penderita demam. atau yang bernafas melalui mulutnya. terasa seperti terbakar. Pada scarlet fever. pucat pada anemia. Pada AIDS bercak merah coklat kehitaman sedikit menonjol di permukaan (sarcoma Kaposi). Sikatriks npada lidah mungkin dijumpai pada penderita epilepsy. kelainan normal berwarna pink.Pada DM lidah kering. Pada penyakit Addison lidah kecil dengan bercak-bercak datar berbentuk bulat atau oval berwarna coklat kehitaman pada sindrom peutz-jegher. warna putih kelabu dikelilingi zona merah di mukosa bukal berhadapan dengan gigi molar bawah. dijumpai pada anak-anak malnutrisi berat. merah pada radang. lidah merah dengan papil besar-besar disebut raspberry atau strawberry tongue. Jika seperti kerut-kerut scrotum (scrotal tongue) mungkin menderita defisiensi vitamin B. sulfHB. licin. berkilat. Pada neurosis. Ulkus atau perforasi pada palatum mungkin disebabkan syphilis . lidah pucat. bercak/eflorosensi. • Mukosa mulut dan palatum: Periksa warna.kiri atau saluran penafasan (misalnya PPOK) atau keracunan darah. Selain DM bercak kandidiasis dapat ditemnukan pada leukemia dan AIDS. Pada pellagra. dan saluran nafas. merah. tanda dini morbili. lidah merah. licin. CN. Bercak koplik (bercak sebesar ujung jarum pentul. warna lidah merah magenta. bengkak. anxietas. Pada demam tifoid. sering disertai bercak keputihan seperti bekas susu pada kandidiasis. Tremor lidah pada penyakit Parkinson. hypertiroidisme. Noma adalah gangrene progressif destruktif pada mukosa buccal hingga menyebabkan perforasi. Pada anemia perniciosa. Pada defisiensi vitamin B2 dan polycythemia rubra vera.

mungkin ada detritus Bau nafas: pada uremia : bau seperti urin / amoniak pada asidosis (DM tidak terkontrol) : bau aseton pada kegagalan hati : berbau busuk (foetor hepatikus) pada difteri. dan gejala-gejala pernafasan berupa stridor atau suara serak. merokok. merah dengan bercak-bercak kotoran (detritus) difteri. paru. demam atau anoreksia (yang memberi kesan tumor atau infeksi). ukuran. sinkop. pusing. Apabila ada tanda-tanda dan gejala-gejala sistemik yang mencerminkan efek hormon yang berasal dari leher (tiroid dan paratiroid) dan penurunan berat badan. I. berbau tikus (mousy smell) bau nafas dapat disebabkan oleh kelainan pada gigi. kelainan normal: T1-T1.• Uvula: Periksa warna. • Tonsil: Periksa: ukuran. nyeri leher. lambung:CA lambung. merah. hidung. gusi. gerak/pilsasi Pada peradangan. berwarna merah dan memanjang Pada AI tampak pulsasi yang sunkron dengan denyut jantung • Pharynx: Periksa warna. PEMERIKSAAN FISIK LEHER Pemeriksaan Fisik Keluhan pasien yang menunjukkan kemungkinan adanya penemuan penting di leher adalah : riwayat adanya massa atau benjolan . seperti membrane putih kelabu yang melekat erat (sulit dilepaskan dari dinding pharynx dan mudah berdarah. sinus. maka perlu dievaluasi dengan teliti. ANATOMI . warna. lidah. bila setelah diangkat T0-T0 Peradangan tonsil membesar. gangguan neurologis sementara. misal: bronkiektasis. kelainan peradangan.

terjepit pakaian atau pada waktu menelan. Fungsinya menghasilkan hormon tiroid sesuai kebutuhan tubuh. Riwayat perjalanan penyakit dan tanda-tanda serta gejala yang berhubungan adalah penting. vena jugularis interna. PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan leher: Inspeksi . Rasa nyeri yang disebabkan peradangan faring dapat dialihkan ke daerah submandibularis dekat angulus mandibula. Sedangkan trigonum posterior hanya berisi kelenjar limfe. Nyeri yang timbul pada gerakan kepala berasal dari struktur musculoskeletal. III. Diatas 40 tahun. memberi kesan adanya peralisis pita suara oleh penekanan nervus laringeus rekuren oleh tumor. Kelenjar tiroid yang terdapat pada trigonum anterior. Nyeri leher Letak. Letak massa dan sifat fisiknya memberikan informasi diagnostik tambahan yang berguna. Suatu massa yang membesar lebih bermakna kerimbang massa yang telah ada selama bertahun-tahun. Jika suara serak tadi disertai dengan adanya benjolan tiroid. dan lemak. Benjolan di leher seorang pasien di bawah 20 tahun kemungkinan suatu pembesaran kelenjar getah bening tonsilar atau massa kongenital. sifat. Sarung ini mengandung arteri karotis komunis. II. tumor. massa leher harus dicurigai ganas. dan keadaan nyeri leher memberi petunjuk yang berguna tentang kemungkinan penyebabnya. Jika benjolan di leher tersebur disertai nyeri kemungkinan besar terdapat infeksi akut. dan nervus vagus. membungkus trakea bagian atas dan terdiri dari dua lobus yang dihubungkan oleh isthmus. Oleh karena itu mereka sering gelisah. Muskulus sternokleidomastoideus juga menutupi vagina karotis yang terletak lateral terhadap laring. Suara serak Suara serak menujukkan adanya peradangan. Suatu massa yang timbul setelah makan atau minum adalah khas untuk kantong faringeal atau divertikulum esophagus letak tinggi.Garis tengah dibatasi oleh incisura kartilago thyroidea dan incisura suprasternal.Leher dibagi oleh muskulus sternokleidomastoideus menjadi trigonum anterior atau medial. kelenjar limfe. TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Massa leher Pasien sering merasa bahwa benjolan atau massa di leher sebagai kanker sampai terbukti sebaliknya. lebih umum penyakit tiroid. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar endokrin terbesar dalam tubuh. Umur pasien juga ada hubungannya dengan penilaian massa leher. Hubungan antara infeksi saluran nafas bagian atas dengan benjolan pada leher biasanya menunjukkan bahwa kelenjar limfe berfungsi normal. Trigonum anterior terdiri dari kelenjar tiroid. Tiroiditis menyebabkan rasa nyeri pada bagian anterior leher yang bertambah berat bila daerah tersebut. Jika massa itu terletak di garis tengah kemungkinan besar suetu kista tiroglossus. sampai terbukti demikian. dan trigonum posterior atau lateral untuk pencatatan dan interpretasi penemuan. faring. atau gangguan neurologist pada pita suara dan kotak suara. Nyeri yang berasal dari jantung dapat dialihkan ke leher bagian depan tengah atau rahang. kelenjar submandibula. meskipun dipertimbangkan juga kemungkinan limfoma. Diantara umur 20-40 tahun. laring.

limfoma malignum.Kulit leher. gagal jantung kanan. Perhatikan ada tidaknya pembesaran. Kekakuan pada leher. misalnya kaku kuduk pada meningitis. konsistensi. Tortikolis. Kelenjar tiroid (struma). leukemia. . serta nyeri tekan. Terbatasnya gerakan leher yang dapat disebabkan adanya pembengkakan leher. Pembesaran kelenjar limfe dapat dijumpai pada tuberculosis kelenjar. yang dapat disebabkan aneurisma arteri karotis. Pulsasi yang abnormal atau bendungan vena. vena-vena jugularis akan menonjol. tetanus. Pembengkakan terdapat pada satu sisi dan dapat diraba pulsasi arteri pada daerah tersebut. trakea dan arteri karotis) Tes Rentang gerakan Pengisian vena (tentukan nilai JVP) Inspeksi Pada inspeksi leher tentukan adakah: Asimetri karena pembengkakan. efloresensi Sikap kepala. dituliskan besarnya. Misalnya pada tumor intratorakal (sindrom vena jugularis). yang mana pada keadaan ini leher miring pada arah yang sakit dan sukar digerakkan karena rasa nyeri. spasme otot Rentang gerakan leher Pembesaran kelenjar (tiroid. lalu perkirakan berapa besarnya. Untuk memastikannya dilakukan palpasi. KGB) Palpasi Trakea Tiroid dari anterior dan posterior KGB dan arteri karotis Auskultasi Jika perlu Bruit (dari tiroid. Kelenjar limfe. parotis. Jika terdapat bendungan aliran darah ke vena torakalis. Bila didapati. Misalnya pada tuberculosis vertebra servikalis.

biasanya menyebabkan pembesaran yang tersendiri. Periksalah kelenjar tiroid dari depan dan rabalah dari depan dan dari belakang. Auskultasi . yang dapat digerakkan bebas ke kanan dan ke kiri tapi tidak dapat ke atas dan ke bawah. Palpasilah suatu massa untuk menentukan letak. sekali lagi rabalah kelenjar tiroid yang membesar. Mula-mula. Selanjutnya palpasi arteri karotis. tangan pemeriksa digerakkan kea rah aurikularis posterior. sepanjang rahang untuk meraba kelompok submaksilaris. ke atas tepian rahang untuk meraba kelompok tonsilaris. lakukanlah palpasi dengan jari menyilang trakea. Palpasi dilakukan baik dari depan maupun dari belakang pasien.sternokleidomastoideus dan ujung jari anda pada garis tengah tepat di atas incisura sternalis. ke dalam trigonum anterior. Jika anda pindah ke belakang pasien. bisa seperti karet atau keras seperti batu. kenyal dan tidak melekat. terdapat nyeri tekan. Mulamula pasien diminta untuk sedikit fleksi leher. Pada orang tua. ke bawah ke trigonum posterior untuk merba untai servikalis posterior. Dari depan. kornu lateral kartilago hyoidea mungkin mengalami osifikasi dan teraba seperti kelenjar limfe yang keras seperti batu. kemudian tentukanlah garis bentuk lobus lateral. Limfoma dan kadang-kadang karsinoma. konsisstensi. Bila digerakkan ke lateral teraba krepitasi sewaktu ia menggeser melewati bagian anterior vertebra servikalis. Kartilago tiroidea merupakan struktur yang paling menonjol di garis tengah. C. maka dilakukan palpasi. ukuran dan mobilitasnya. Jika tidak ada krepitasi seperti itu mungkin menunjukkan adanya suatu massa pada ruang retrofaringeal. Kelenjar limfe dapat terpisah atau menyatu. Pembesaran fisiologis kelenjar limfe sebagai respon terhadap fungsi penyaring yang aktif. Bila tidak. dan keatas ke untai aurikularis anterior di depan telinga. palpasi dapat dimulai dari daerah oksipital. kemungkinan tumor yang bukan berasal dari kelenjar tiroid. Letakkan tiga jari anda di sisi kartilago thyroidea. dalam posisi ini. kemudian letakkan jari-jari anda medial terhadap m. kedua tangan dapat melakukan palpasi secara serentak. waktu menelan akan teraba sebagai jaringan yang berjalan ke atas di bawah jari anda. Dengan hatihati geserlah m. menyebabkan kelenjar limfe bersatu karena biasanya terjadi perluasan penyakit ke periskapular. yang terdapat superficial terhadap prosesus mastoideus.sternokleidomastoideus. Bila kelenjar mengandung limfosit polimorfonuklear (limfadenitis). Suruh pasien menelan. melintasi muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba rantai servikalis profunda di sebelah dalam muskulus. ke ujung rahang untuk kelenjar submentalis.sternokleidomastoideus ke lateral dan kartilago thyroidea ke medial. Letakkan ujung jari anda pada pinggir lateral m.Palpasi Untuk memastikan keterangan yang telah diperoleh dari inspeksi. Penyakit metastasis memberi kesan keras seperti batu pada jari yang meraba. tidak nyeri atau ada nyeri tekan. Bila kelenjar tiroid membesar. Kartilago hyoidea terletak di atas kartilago tiroidea. bisa bebas atau melekat. Tiroid normal tidak mudah teraba. sepanjang muskulus sternokleidomastoideus untuk meraba untai servikalis superfisialis.

Auskultasi dilakukan dari arah depan. Pada gagal jantung kiri. D. Bising sistolik dan diastolic.kelenjar limfe yang keras seperti karang menandakan adanya tumor. nodularitas. Limfadenopati kenyal yang berhubungan menandakan adanya tumor. atau tiroid. Periksalah vena jugularis eksterna yang berjalan ke medial dari pertengahan klavikula. melewati m. bendungan di ventrikrl kiri diteruskan ke atrium kiri dan vena pulmonalis dan kemudian tertampung di dalam paru. maupun suatu keadaan hipertiroid. menuju ke angulus mandibula. faringitis dan tonsilitis yang tersering. dan tekstur. faring. Kelenjar yang membesar disebut goiter. untuk mengetahui adakah bruits pada kelenjar tiroid tersebut. bendungan di ventrikel kanan diteruskan ke atrium kanan dan vena kava superior sehingga tekanan vena jugularis meninggi. Gerakan leher dihambat oleh spasme hebat pada otot-otot leher (kaku kuduk). yang ditemukan secara kebetulan karena dengung vena (venous hum) dapat didengar pada dasar leher dan incisura suprasternalis. PENEMUAN-PENEMUAN YANG DIDAPATI PADA PEMERIKSAAN LEHER Meningitis menyebabkan spasme leher dan nyeri. . IV. nodul multiple. Kelenjar limfe yang keras seperti karet melekat satu sama lain menandakan adanya limfoma. lobus piramidalis yang terletak di garis tengah dapat diraba dengan mudah. Jika pasien berusia diatas 50 tahun.sifat yang membantu menentukan arti pembesaran adalah tekstur.Auskultasi dilakukan pada tiroid yang membesar. tidak nyeri dan teraba menunjukkan adanya infeksi atau teraba secara kebetulan. Pengukuran Tekanan Vena Jugularis Pemeriksaan dilakukan pada vena jugularis eksterna kanan karena ia merupakan hubungan (sambungan) langsung dari vena kava superior. periksalah tiga sifatnya: limfadenpati yang berhubungan. Biasa juga disebabkan oleh kanker laring. Benjolan lateral yang bukan berasal dari kelenjar limfe mencakup aneurisma arteri karotis. Bahan ateromatosa yang menonjol ke lumen mengganggu aliran lamellar dan menimbulkan arus yang turbulen yang terdengar sebagai bising sistolik. Pasien berbaring dengan kepala pada tempat tidur yang dimiringkan 45 derajat. Pakailah senter kecil untuk menerangi leher dari sudut tangensial. Fleksi kepala dengan menyentuhkan dagu ke dada akan menimbulkan nyeri hebat. Kelenjar limfe yang nyeri tekan menandakan adanya peradangan. Pada arteri karotis sering terjadi suatu proses aterosklerosis. dan ukuran. dengarkan di tiap sinus karotis kemungkinan adanya aliran turbulen pada pembuluh darah atau bising karotis (carotid bruit). Kelenjar yang teraba pada trigonum servikalis anterior. Tindakan ini akan menimbulkan bayangan yang akan membantu anda melihat fluktuasi dalam kolom darah pada vena jugularis. Hentikanlah aliran darah vena dari kepala dengan jari anda. tirotoksikosis).sternokleidomastoideus. Benjolan di garis tengah tidak pernah berasal dari kelenjar limfe. Bila anda meraba nodul tiroid. higroma kistik dan celah kista brankialis. yang cenderung untuk suatu keadaan vaskularisasi yang bertambah (misalnya pada suatu keganasan. kosongkan vena di bawah jari anda yang menekan tersebut dan perhatikan pengisian vena jugularis dari bawah. Pada gagal jantung kanan. Pada penyakit tiroid yang menyebabkan pembesaran difus. menandakan kemungkinan adanya gangguan. Dengan jari lainnya. Kelenjar limfe yang lunak.

Pemeriksaan: Tujuan: untuk mendeteksi adanya gangguan menghidu. menghidu (penciuman. Cara pemeriksaan: periksa lubang hidung apakah ada sumbatan atau kelainan setempat misalnya polip. B. tunggal. Dengan mata pasien tertutup. Dari khiasma optikus. jeruk. cuka. serabut melanjutkan diri dengan membentuk traktus optikus ke korpus genikulatum lateral dan setelah bersinap disini rangsang diteruskan melalui traktus genikulokalkarina ke korteks optik kemudian berakhir di korteks yang disebut korteks striatum. Nodul multiple menandakan adanya goiter. menyilang ke sisi lainnya di khiasma optikus. Saraf I dan II berfungsi mirip jaringan otak. pembauan). tembakau. sedangkan pembesaran kelenjar yang nyeri tekan menyarankan adanya tiroiditis akut. zat pengetes didekatkan ke hidung pasien dan suruh menciumnya. Lesi dapat terjadi pada serabut saraf atau bagian perifer (infranuklir). NERVI CRANIALIS Saraf otak ada 12 pasang. sedangkan saraf otak lainnya (III-XII) mempunyai bangunan dan fungsi mirip saraf spinal dan bereaksi mirip dengan saraf spinal terhadap proses penyakit. Tiap lubang hidung diperiksa satu persatu dengan jalan menutup lubang hidung yang lainnya dengan tangan. dan biasanya dinyatakan dengan angka romawi I-XII. Goiter ditandai pada palpasi teksturnya difus (homogen) atau nodular (teraba massa multiple). Zat pengetes yang digunakan sebaiknya zat yang dikenali sehari-hari misalnya kopi. penampilan fisik (habitus) dan sifat lainnya dapat memberikan petunjuk khusus akan adanya gangguan fungsi tiroid. keras seprti kayu menandakan adnya tiroiditis kronis. Kerusakan saraf ini menyebabkan hilangnya penciuman (anosmia).I) Nervus Olfaktorius merupakan saraf sensorik yang fungsinya hanya satu. Sebagian dari serabut ini. Pemeriksaan: Tujuan: mengukur ketajaman penglihatan dan menentukan apakah kelainan pada visus disebabkan kelainan okuler lokal atau oleh kelainan saraf. Goiter atau pembesaran tiroid menandakan adanaya hiper atau hipoaktif dari kelenjar. Kelenjar yang membesar.II) Alat penangkap rangsang cahaya ialah sel batang dan kerucut yang terletak di retina. . the. yaitu mencium bau. dank eras. yaitu serabut yang menghantarkan rangsang yang datang dari bagian medial retina. Nervus Optikus (N.V) seperti mentol.demikian pula kelenjar yang baru membesar. A. Impuls kemudian dihantarkan melalui serabut saraf yang membentuk nervus optikus. Wajah pasien. Juga untuk mengetahui apakah gangguan tersebut disebabkan oleh gangguan saraf atau penyakit hidung lokal. pada inti (nuklir) atau hubungannya ke sentral (supranuklir). Jangan menggunakan zat yang dapat merangsang mukosa hidung (N. amoniak. Bila inti rusak akan diikuti oleh degenerasi saraf perifernya. Nervus Olfaktorius (N. alkohol. atau berkurangnya penciuman (hiposmia). Memeriksa saraf otak (I-XII) dapat membantu menentukan lokasi dan jenis penyakit.

apakah ada ptosis. 2. levator palpebra. Ptosis Kelumpuhan nervus III dapat menyebabkan terjadinya ptosis.III) Superior oblique Trochlear (N. Kemudian pasien disuruh melihat terus (memfiksasi matanya) pada mata kiri pemeriksa dan pasien harus selalu melihat ke mata kanan pemeiksa. kita tahan gerakan ini dengan jalan memegang (menekan) kelopak mata. Hal ini disebabkan kelumpuhan m. Penderita disuruh berdiri atau duduk berhadapan dengan pemeriksa dengan jarak kira-kira 1 meter.III) Lateral rectus Abducens (N. Setelah itu pemeriksa menggerakkan jari tangannya dibidang pertengahan antara pemeriksa dan pasien. eksoftalmus. Jika hendak memeriksa mata kanan pasien. Gerakan dilakukan dari arah luar ke dalam.Cara pemeriksaan: dilakukan dengan jalan membandingkan dengan kampus penglihatan pemeriksa yaitu dengan metoda konfrontasi dari donder. C. 1. Jika pasien mulai melihat gerakan jari-jari pemeriksa. Jika ada gangguan kampus penglihatan. dan tidak dapat dibuka. dan apakah ada strabismus. Nervus Abducens (N.III) Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: selagi berwawancara dengan pasien perhatikan celah matanya.III) Inferior rectus Occulomotor (N.ia harus memberitahu dan hal ini dibandingkan dengan pemeriksa. Nervus Trokhlearis (N. Untuk menilai tenaga m.VI) Medial rectus Occulomotor (N.III) D. maka pemeriksa akan melihat gerakan tersebut lebih dahulu. Mucle Superior rectus Innervation Primary function Secondary function elevation intorsion depression abduction adduction intorsion extorsion depression elevation abduction abduction extorsion Tertiary function adduction adduction Occulomotor (N. karena kesatuan fungsinya yaitu mengurus otototot ekstrinsik dan instrinsik bola mata. Nervus Occulomotorius (N. Refleks pupil .IV) E. Waktu ia membuka mata.IV) Inferior oblique Occulomotor (N. kemudian ia disuruh membukanya. yaitu klopak mata yang terjatuh. maka mata kiri pasien harus ditutup dengan tangannya atau dengan kertas.VI) Ketiga saraf otak ini diperiksa bersama-sama. mata tertutup. levator palpebra pasien disuruh memejamkan matanya. sedangkan pemeriksa harus menutup mata kanannya.

Besarnya pupil dipengaruhi banyak faktor terutama intensitas cahaya.Perhatikan besarnya pupilpada mata kiri dan kanan apakah sama (isokor) atau tidak sama (anisokor). apakah ikut mengecil oleh penyinaran mata yang lainnya.V) Terdiri dari dua bagian yaitu bagian sensorik (porsio mayor) dan bagian motorik (porsio minor). suhu daerah-daerah yang disarafinya. Refleks pupil terdiri dari reaksi cahaya langsung dan tak langsung (konsensual). bawah lateral. Bagian motorik mengurusi otot mengunyah. setelah itu mata di senter dan dlihat apakah ada reaksi pada pupil. Perhatikan juga pupil mata yang tidak disinar. pasien disuruh merapatkan giginya sekuat mungkin dan kemudian perhatikan besarnya tonus dan konturnya. tanyakan juga apakah telihat benda kembar (diplopia). medial. 4. misalnya jari kita yang ditempatkan dekat matanya. Pada keadaan normal pupil mengecil. 5. bawah medial. Perhatikan apakah mata pasien dapat mengikutinya dan bagaimana gerakan bola mata. Kekuatan otot dapat dinilai dengan menyuruh pasien menggigit suatu benda. Nervus Oftalmikus Nervus Maksilaris Nervus Mandibularis Pemeriksaan: Cara pemeriksaan: untuk memeriksa bagian motoris. dengan menyelidiki rasa raba. atas medial. Gerakan bola mata Pasien disuruh melihat mengikuti jari pemeriksa yang digerakkan ke arah lateral. Refleks akomodasi Pasien disuruh melihat jauh kemudian ia disuruh melihat dekat. Bagian sensorik mengurus sensibilitas dari muka melalui ketiga cabangnya yaitu. . 3. rasa nyeri. Positif bila terlihat pupil mengecil. sedangkan yang melebarkan pupil disarafi serabut simpatis (torakolumbal). Pada kelumpuhan nervus III refleks ini negatif. Untuk memeriksa bagian sensorik. Juga perhatikan bentuk pupil apakah bundar dan tepinya rata (normal) atau tidak. Nervus Trigeminus (N. Bila demikian disebut refleks cahaya tidak langsung (konsensual) positif. Bila demikian disebut refleks cahaya langsung positif. atas. bawah dan ke arah miring yaitu atas lateral. Otot polos yang mengecilkan pupil dipersarafi oleh saraf parasimpatis dan nervus III. apakah lancar dan mulus atau kaku. Mata pasien difiksasi pada benda yang jauh letaknya. F. Kedudukan (posisi) bola mata Perhatikan apakah bola mata menonjol (eksoftalmus) atau selah-olah masuk kedalam (enoftalmus). Kemudian pasien disuruh membuka mulut dan perhatikan apakah ada deviasi rahang bawah.

mata kurang dipejamkan. mengembungkan pipi. Dalam hal ini kerutan dahi menghilang.G. Tes Schwabach Membandingkan pendengaran pasien dengan pendengaran pemeriksa. H. Setelah pasien tidak mendengar lagi. Suruh pula pasien memejamkan mata satu persatu. Pada kelumpuhan jenis LMN jelas adanya asimetris. Garpu tala dibunyikan kemudian ditempatkan didekat telinga pasien. Pemeriksaan saraf kokhlearis. garpu tala didekatkan ke telinga pemeriksa. Menyuruh pasien menyeringai (menunjukkan gigi geligi). Nervus Vestibulokokhlearis (N. Fungsi pengecapan Kerusakan N. plika nasolabialis. Bila masih tedengar oleh pemeriksa disebut tes schwabach memendek.VII) Nervus Fasialis merupakan saraf motorik yang menginervasi otot-otot ekspresi wajah (UMN dan LMN).VII sebelum percabangan khorda timpani dapt menyebabkan ageusi (hilangnya pengecapan) 2/3 bagian anterior lidah. simetris atau tidak. apakah dapat bersiul. . bila tidak dapat memejamkan mata berarti matanya pada sisi yang parese. Pada kelumpuhan jenis sentral (UMN) muka dapat simetris saat istirahat. Menyruh pasien memejamkan mata Bila berat maka pasien tidak dapat memejamkan mata. mencucurkan bibir. Cara pemeriksaan: Menyuruh pasien mengangkat alis dan mengkerutkan dahi Kelumpuhan UMN sesisi. pasien dapat mengangkat alis dan mengkerutkan dahinya. maka disebabkan oleh kelumpuhan jenis perifer (LMN).VIII) Terdiri dari dua bagian yaitu saraf kokhlearis (pendengaran) dan saraf vestibularis (keseimbangan). Nervus Fasialis (N. sebab mendapat persarafan bilateral. kerutan dahi. Juga membawa serabut parasimpatis ke kelenjar ludah dan lakrimalis. baru nyata bila pasien melakukan gerkan misalnya menyeringai. Bila ringan maka tenaga pejaman kurang kuat. Bila asimetris wajah jelas. Perhatikan apakah asimetris sudut mulut. Fungsi motorik perhatikan muka pasien. plika nasolabialis mendatar dan sudut mulut menjadi rendah. dan sudut mulut. Termasuk sensasi pengecapan 2/3 bagian anterior lidah. Pemeriksaan: 1. pejaman mata.

Pada telinga normal konduksi udara lebih baik dari pada konduksi tulang. I.X) Nervus IX dan X diperiksa bersamaan. Untuk ini pasien menyebutkan: aaaaaaa. Tes Weber Membandingkan pendengaran telinga kiri dan kanan (lateralisasi). Fungsi pengecapan Nervus Glossopharingeus mengandung serabut aferen khusus untuk pengecapan. Pemeriksaan m.XI) Saraf XI menginervasi m. Tes ini berguna menilai adanya disfungsi sistem vestibular. trapezius menyebabkan gerakan menoleh (rotasi) pada kepala. Nervus Aksesorius (N. Kemudian ia disuruh menutup mata.Tes Rinne Membandingkan konduksi tulang dan konduksi udara.. K. Nervus Glossopharingeus (N. sternocleidomastoideus: . Hal ini didaptkan pada tuli perseptif (tuli saraf). Garpu tala dibunyikan ditekankan pangkalnya pada dahi pasien tepat dipertengahan. Pemeriksaan: Fungsi motorik Perhatikan kualitas suara pasien. serak (disfoni). Salah tunjuk (past pointing) Pasien disuruh merentangkan tangannya dan telunjuknya menyentuh telunjuk pemeriksa. Apakah normal. yaitu pengecapan 1/3 bagian posterior lidah. demikian juga dengan gangguan serebelar. Nervus Vagus (N. sternocleidomastoideus dan m. atoni. Kemudian disuruh menentukan pada telinga mana yang terdengar lebih keras. Lengan dilipat pada dada dan mata kemudian ditutup. Pada tuli konduktif. mengangkat lengannya tinggi-tinggi (sampai vertikal) dan kemudian kembali ke posisi semula. konduksi tulang lebih baik dari pada konduksi udara. Pada gangguan vestibular didapatkan salah tunjuk atau deviasi. Pemeriksaan saraf vestibularis Tes romberg yang dipertajam Pada tes ini pasien berdiri dengan satu kaki yang satu didepan kaki lainnya. tumit yang satu berada didepan jari-jari kaki yang lain.IX) J. karena kedua saraf ini berhubungan erat satu sama lain. Orang normal mampu berdiri dalam sikap romberg yang dipertajam selama 30 detik atau lebih.

kita gerakkan bagian badan pasien dan disuruh ia menahannya. Bila lidah digerakkan atau dijulurkan. Pemeriksaan Fisik Paru Pemeriksaan fisik paru terdiri atas INSPEKSI. Kemudian disuruh mengangkat bahunya dan kita tahan. L. perhatikan apakah julurannya mencong. Pemeriksaan m. PERKUSI. PALPASI. Selain itu pasien juga dapat disuruh menoleh ke kiri atau kanan. Tempatkan tangan kita di atas bahu pasien. Nervus Hypoglossus (N. Tapi sebelum melakukan keempat tahap di atas ada hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pemeriksa. Pemeriksaan: Suruh pasien membuka mulut dan perhatikan lidah dalam keadaan istirahat dan bergerak. dan ditahan dengan tangan pemeriksa diletakkan didagu. lidah dijulurkan mencong ke sisi yang lumpuh PEMERIKSAAN FISIK THORAX A.XII) Saraf ini mengandung serabut somato sensorik yang menginervasi otot intrinsik dan otot ekstrinsik lidah. trapezius pada saat istirahat dan bergerak. trapezius: Perhatikan keadaan m. dan AUSKULTASI.Perhatikan keadaan m. Untuk mengukur kekuatan otot dapat dilakukuan cara yaitu: pasien disuruh menggerakkan bagian badan yang digerakkan oleh otot yang ingin kita periksa dan kita tahan gerakan ini. yaitu : . Pada parese satu sisi. sternocleidomastoideus pada saat istirahat dan bergerak.

Pasien sebaiknya terbaring lurus terlentang. dan usahakan ada di ruang tertutup agar pasien tidak merasa malu serta usahakan ada pendamping. berdiri di samping kanan pasien. Pemeriksa sabar dan tenang. Pasien sebaiknya telanjang pada bagian atas dada sampai batas pinggang. Pada pasien wanita perlu diterangkan untuk membuka bagian dada tersebut untuk dapat memeriksa jantung dan paru secara jelas.Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada tempat yang tenang. pada dinding thorax ditetapkan garis-garis / linea-linea imajiner sebagai berikut : Garis-garis vertikal : Di Depan ( ventral ) : o Garis midsternalis o Garis sternalis kanan dan kiri o Garis midclavicularis kanan dan kiri o Garis parasternalis kanan dan kiri Di Sisi ( lateral ) : o Garis axillaris anterior o Garis axillaris media o Garis axillaris posterior Di Belakang ( dorsal ) : o Garis midspinalis o Garis scapularis kanan dan kiri o Garis midscapularis kanan dan kiri Garis-garis horizontal : Di Depan dan sisi adalah sela-sela iga Di belakang adalah garis-garis horizontal setinggi vertebrae thorakal . Bila tidak dapat terbaring terlentang bias dilakukan sambil duduk dengan kaki tergantung ke bawah di pinggir bangku pemeriksaan. Pemeriksaan thorax ini perlu dilakukan secara berurutan dan untuk memudahkan kita melokalisasi kelainan. terang.

INSPEKSI Pada inspeksi terdapat hal-hal yang harus diperhatikan : 1. potongan melintang bentuk elips. Abnormal: Dada paralitikum Menghadap punggung pasien Pada sisi kanan dan kiri pasien berurutan Berhadapan dengan pasien . lihat apakah : a. iga-iga tidak terlalu horizontal / vertical. angulus costae 70o – 90o b. diameter anteroposterior : diameter lateral = 5 : 7. Perhatikan bentuk dada atau thoraks dalam keadaan tidak bergerak ( statis ).Proyeksi permukaan visera paru posterior terhadap garis thorax posterior Urutan Pemeriksaan Dada (Bila pasien duduk selama pemeriksaan) Posisi Pemeriksa Berhadapan dengan pasien Manuver Inspeksi dinding dada anterior Inspeksi dan palpasi posisi trakea Inspeksi gerakan pernafasan Hitung pernafasan Inspeksi dan palpasi vertebra torakalis Perkusi angulus costo vertebralis Palpasi gerakan pernafasan Perkusi peranjakan diafragma Perkusi paru (posterior) Auskultasi paru (posterior) Inspeksi dinding dada lateral Perkusi paru (lateral) Auskultasi paru (lateral) Auskultasi paru (anterior) Perkusi paru (anterior) I. sela iga tidak terlalu lebar / sempit. Normal Simetris.

Kemungkinan karena kebiasaan berposisi jelek sejak kecil atau poliomyelitis. yang terdapat pada penderita spondilitis TBC. iga lebih horizontal o Pada potongan melintang jadi membulat o Tulang punggung melengkung ( kifosis ) o Angulus costae > 90 o o Terdapat pada : bayi ( normal ). Lordosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke anterior. proses penuaan. Kemungkinan karena hamil tua. diameter anteroposterior besar o Sela iga lebar. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari belakang. Kelainan ini terlihat pada pemeriksaan dari samping. diameter anteroposterior pendek o Sela iga sempit. penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Jika berbentuk anguler ( sudut ) = gibbus. Pectus excavatum : . o Sinonim : Barrel – chest atau dada emfisematikus Kifosis : Melengkungnya ( lordosis ) kurvatura vertebra pada posisi anterior posterior secara berlebihan dari normal. ascites. emfisema. iga lebih miring / vertical o Angulus costae < 70o o Scapula menonjol ke belakang o Terdapat pada pasien malnutrisi tuberculosis o Sinonim : Pthisic – chest Dada tong o Dada mengembung. Jika seperti busur ( arkuer ) kemungkinan karena osteoporosis. atau tumor intra abdominal.o Dada kecil. Scoliosis : Melengkungnya kurvatura vertebra ke lateral. gepeng.

bintik-bintik. Perbatasan kartilago kosta terhadap sternum relatif tertekan. Perubahan letak ke arah anterior dari sternum. Rachitic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan rawan iga di dada membentuk benjolan sehingga menyerupai untaian biji tasbih. spider nevi (sirosis hepatic). bekas jaringan parut. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan. Kelainan ini jelas terlihat pada pemeriksaan dari depan.Dada dengan tulang sternum yang mencekung ke dalam. misalnya pada pemakaian overdosis obat-obat narkotik. tonjolan tumor. ♦ Bendungan vena ♦ Emfisema subkutis ♦ Ginekomastia ( pada pria ) atau mammae atrofi / tumor ♦ Penyempitan sela iga ♦ Pelebaran sela iga saat expirasi (obstuksi mekanisme pentil pada bronkus ) 2. Dada dalam keadaan bergerak / dinamis : Frekuensi pernafasan : Frekuensi pernafasan normal pada pria 14-18 x / menit sedangkan pada wanita adalah 16-20 x / menit.chest Pectus carinatum : Dada dengan tulang sternum menonjol ke depan. Terdapat pada penderita skorbut ( defisiensi vit. Kompresi pada jantung atau pembuluh darah yang besar dapat menyebabkan murmur. Bradipnoe : frekuensi nafas <14x / menit. kelainan serebral. Sinonim : Pigeon – chest atau dada burung. Area yang mengalami cedera bergerak ke dalam selama inspirasi dan ke arah luar saat expirasi. Flail – chest : Gerakan pernafasan abnormal yang berkaitan dengan fraktur iga multiple. luka operasi. Terdapat pada penderita rachitis. dan pada bayi adalah 30-50 x / menit. Sinonim : Funnel . Perubahan letak ke arah posterior dari sternum bawah. Scorbutic rosary : Hampir semua perlekatan iga dengan tulang dada seolah menonjol karena tulang dada mengalami depresi sehingga tampak juga seperti untaian biji tasbih. . C ) Kelainan lain pada dada yang sering ditemukan: ♦ Kulit : warna.

kemudian makin mengecil hingga apnoe ( tidak bernafas ) beberapa saat lalu mulai lagi dengan amplitude yang kecil. hypoxia kronik.Takipnoe : frekuensi nafas >20x / menit. makin lama makin besar dan kembali lagi seperti tadi dan seterusnya. bila terbalik mungkin ada kelainan pada rongga thorax atau dindingnya. Sedangkan pada pria sehat. Perhatikan juga apakah terdapat pemakaian otot-otot bantu pernafasan. Pernafasan Biot : irama pernafasan yang sama sekali tidak teratur. anxietas. Terdapat pada asidosis ( misalnya pada DM tidak terkontrol dan gagal ginjal ). Pernafasan Kussmaul : pernafasan cepat dan dalam (takipnoe disertai hiperpnoe). Jenis pernafasan lain adalah : Pernafasan dengan pursed lips. Sinonim : pernafasan ataxic. bila terbalik kemungkinan menderita peritonitis atau paralysis diafragma. pernafasan abdominal lebih dominan dan disebut abdomino-thorakal. Kelainan ini disebabkan bentuk anatomi dada dan perut wanita yang berbeda dari pria. misalnya pada pasien pneumonia. Normal : Dilakukan secara teratur dengan fase-fase inspirasi-ekspirasi yang teratur secara bergantian. barbiturat. pneumonia. misalnya pada pasien PPOK dan asma. tekanan intracranial meninggi. Abnormal : Pernafasan Cheyne – Stokes : amplitudo pernafasan mulai dari kecil makin lama makin besar sampai mencapai yang tertinggi. Hal ini terjadi karena terlambatnya respon reseptor klinis medulla otak terhadap pertukaran gas. Terdapat pada : decompensatio cordis kiri. misalnya pada pasien TBC lanjut atau PPOK. Kombinasi Pada wanita sehat umumnya pernafasan thorakal lebih dominan dan disebut thorako-abdomino. Sifat pernafasan : thorakal  contoh pada pasien sakit tumor dalam perut. Terdapat pada kerusakan otak. Pernafasan cuping hidung ( lebih terlihat pada pasien anak kecil ) B. keracunan opium. Di samping itu adakah terlihat bagian dada yang tertinggal dalam pernafasan. asidosis. ii. atau uremia. Irama pernafasan i. . misalnya pada decompensatio cordis. abdominal  contoh pada pasien PPOK lanjut. Pernafasan dengan mengambil nafas lewat mulut dan mengeluarkan lewat hidung. pernafasan seperti menghembus sesuatu lewat mulut.

PALPASI . Keadaan ini biasanya merupakan pertanda kurang baik. kanker paru. Suara serak ( hoarseness ) yang terjadi karena kelumpuhan pada saraf laring atau peradangan pita suara.Bentuk kelainan irama pernafasan tersebut kadang-kadang dapat ditemukan pada orang normal tapi gemuk ( obesitas ) atau pada waktu tidur. Suara mengi ( wheezing ) yaitu suara nafas berbunyi ngikk yang terdengar selama fase inspirasi dan ekspirasi karena terjadi penyempitan jalan udara. Setelah memperhatikan hal-hal di atas. Stridor adalah suara nafas ngorok secara teratur. bronkiektasis. atau ada benda asing di trakea. Stridor dapat berupa inspiratoir ( gangguan pada saluran nafas atas ) dan ekspiratoir ( ganguan pada saluran nafas bawah). pada penyakit paru suppuratif dan kanker paru Sianosis perifer pada ujung-ujung kuku jari tangan menunjukkan hipoksemia Karat nikotin pada perokok berat Otot-otot tangan dan lengan yang megecil karena penekanan nervus thoracic I eloh tumor paru di apeks paru ( Sindrom Pancoast ) Kelainan kepala yang menunjukkan gangguan pada paru seperti : mata yang mengecil pada Sindroma Horner sianosis pada ujung lidah pada hipoksemia. pemeriksa hendaknya juga mendengar kelainan yang langsung dapat didengar tanpa bantuan alat pemeriksa : Suara batuk ( kering dan berdahak ) menunjukkan adanya gangguan dalam saluran bronkus / bronkiolu. pemeriksa hendaknya juga memeriksa apakah ada kelainan pada ekstremitas atas yang berhubungan dengan penyakit paru seperti : Jari tabuh (clubbing). misalnya pada tumor. Di samping melihat keadaan-keadaan tersebut di atas. Hal lain yang perlu diperhatikan pada gangguan paru adalah sputum ( dahak ) : sputum banyak dan purulen terdapat pada bronkiektasis sputum warna merah muda dan berbusa ( pink frothy ) terdapat pada oedema paru (gagal jantung) sputum berdarah ( hemoptisis ) terdapat pada penyakit tuberculosis paru. peradangan pada trakea. II. Terjadi karena adanya penyumbatan daerah laring.

kemungkinan terdapat emfisema. Dalam keadaan statis : Apakah ada kelenjar getah bening yang membesar di daerah supraklavikula. Normal amplitudonya sama. atau atelektasis obstruktif. Kedua telapak tangan pemeriksa diletakkan pada tempattempat yang simetris. Atau pada kedua sisi terdapat kelainan yang tidak sama. Angulus subcostae : dengan kedua telapak tangan pada masing-masing arcus costae. atau tumor. Bila membesar  limfadenopati yang menunjukkan terdapatnya proses di daerah paru seperti kanker paru. atelektasis kompresif. o Vocal fremitus Pasien diminta untuk mengucapkan kata-kata apa saja. Bila mengeras pada satu sisi kemungkinan ada infiltrat.1. Sinkron saat gerak inspirasi-ekspirasi dan teraba amat halus. Dalam keadaan dinamis : o Gerak dinding thorax saat inspirasi dan ekspirasi. normalnya 70o . PERKUSI Teknik perkusi dinding thorax dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : Perkusi langsung adalah pemeriksaandimana dinding dada diketuk ringan dengan ujung jari tengah. sudut yang dibentuk oleh kedua ibu jari pemeriksa ditetapkan. normalnya terletak di tengah. emfisema. konsolidasi. Bila tidak sama. . Trakea. III. fibrosis pada satu sisi. pneumothorax.90o 2. atau atelektasis. Bila melemah pada salah satu sisi mungkin penyebabnya adalah efusi pleura. efusi pleura. submandibula dan kedua axilla. Bila trakea bergerak ke kiri atau ke kanan perhatikan apakah karena pendorongan oleh tumor atau tertarik ke bagian yang sakit ( scwharte / fibrosis apeks paru oleh tuberculosis ) Diraba apakah ada penonjolan pada dinding dada. Tentukan amplitude gerak nafas hemithorax kiri dan kanan serta bandingkan. misal ‘tujuh puluh tujuh’ berulang-ulang dan getarannya pada kedua dinding thorax diraba oleh kedua telapak tangan yang masingmasing diletakkan pada hemithorax secara simetris. Normal akan dirasakan sama kuatnya. o Friction fremitus Mungkin dapat teraba getaran pada dinding thorax akibat gesekan permukaan kedua pleura ( parietalis dan viseralis ) yang meradang / pleuritis.

Bila . kemudian jari tengah tangan yang lain kita gunakan untuk mengetuk dengabn kuat jari yang ditempelkan pada dinding dada. Tujuan perkusi adalah untuk memperlihatkan keadaan pekak pada tempat dimana seharusnya ada resonansi.ini timbul pada paru yang terdapat infiltrate atau konsolidasi. Misalnya pada perkusi yang dilakukan pada pneumothorax. Pemeriksaan perkusi digunakan untuk : Memeriksa keadaan paru dan cavum pleura. Bunyi perkusi hipersonor mungkin adanya emfisema. Menetapkan batas paru hepar Perkusi dari atas ke bawah garis midclavikularis kanan. Misalnya pada paru yang mengalami emfisema.Perkusi tidak langsung. Bunyi perkusi tympani mungkin adanya pneumothorax yang besar. tumor atau efusi pleura. Normal. Bunyi perkusi redup adalah bunyi perkusi yang kurang nyaring disbanding dengan bunyi sonor. Bunyi perkusi sonor adalah bunyi yang kurang nyaring disbanding bunyi hipersonor. pneumonia kecil atau kavitas dalam paru. Pada kedua hemithorax dilakukan secara simetris dan asimetris. batas antara bunyi sonor (paru) dan redup (hati yang diliputi paru) adalah pada sela iga ke IV. atau paru normal dengan efusi pleura. Bunyi pekak ialah bunyi perkusi pada thorax bila jaringan paru didalamnya tidak lagi terdapat udara. dan batas redup ke pekak (hati yang tidak diliputi jaringan paru) pada sela iga ke VI. Bunyi perkusi redup mungkin terdapat infiltrate. bagian distal jari tengah dan telunjukdari tangan yang satu kita tempelkan dengan erat pada dinding dada. Misalnya pada paru dengan tumor yang besar atau atelektasis. Macam-macam bunyi perkusi : Bunyi perkusi tympani adalah bunyi yang amat nyaring seperti mengetuk abdomen yang kosong. Bunyi perkusi sonor berarti kedua hemi thorax berarti kedua paru dan cavum pleura dalam keadaan normal. Merupakan bunyi perkusi dinding thorax yang normal. Bunyi perkusi pekak mungkin adanya suatu tumor yang besar. Bunyi perkusi hipersonor adalah bunyi perkusi yang kurang nyaring disbanding dengan bunyi timpani.

Pemeriksaan ini digunakan untuk : 1. Fase inspirasi:ekspirasi 3:1 2. AUSKULTASI Terdapat 2 cara untuk mendengarkan suara yang ditimbulkan oleh paru: Aunskultasi langsung terdiri dari menempelkan telinga langsung pada dinding dada Auskultasi tidak langsung menggunakan stetoskop. Stetoskop mempunyai 2 macam ujung yaitu : Ujung bell digunakan untuk mendengar suara yang bernada rendah.didengar di seluruh daerah perifer dada. Suara nafas abnormal . Fase inspirasi:ekspirasi 1:2 Suara nafas vesikuler Barasal dari bronchus kecil/bronchiolus.pasien dalam keadaan inspirasi dalm maka batas ini normalnya 2 jari lebih rendah. Ini disebut peranjakan. Suara nafas normal Suara nafas trakeal Suara inspirasi ekspirasi di trachea (didengar di daerah leher) Fase inspirasi:ekspirasi 1:3 Suara nafas brnchial Berasal dari bronchus besar. didengar pada dada bagian tengah. Batas bawah paru dan batas atas jantung nor5malnya pada sela iga ke VIII IV. Ujung membrane digunakan agar dapat mendengar suara bernada tinggi. dan perut kosong. Menetapkan batas paru-lambung Perkusi dari atas kebawah pada garis axillaries anterior kiri dengan pasisi pasien tegak.

karena adanya cairan pada alveolus. Suara nafas asmatik Ekspirasi memanjang dengan wheezing pada penderita asma bronchial. efusi pleura. Krepitasi Suara seperti menggesek rambut dekat telinga. 3. atau obstuksi bronkus. Suara gesek pleura Karena gesekan kedua permukaan pleura. Suara nafas yang lemah Pada empiema. Ronkhi basah bila cairan bersifat encer dan kering bila cairannya agak kental tergantung lumennya (bronkus besar/sedang/kecil_) ronkhi basah dapat bersifat kasar.vesikuler tidak pada tempatnya. Terjadi peda perangan pada pleura. . Suara tambahan Ronkhi Disebabkan adanya cairan di dalm lumen bronkus. Suara nafas metamorphosing Inspirasi yang berubah mendadak dari halus menjadi kasar pada sumbatan bronkus yang mendadak lepas/hilang. sedang dan halus. Keadaan ini mungkin disebabkan olehkarana bronkus/bronkiolus dan alveolus mengalami infiltrasi/konsolidasi Suara nafas vesikuler memanjang (fase ins:eks 3:2/3:3) Terdengar bila bronkus kecil/bronkiolus mengalami penyempitan. Pernapasan cog-wheel Suara nafas tersendat-sendat pada pleuritis adhesive. pneumo thorax. Suara nafas yang mengeras Pada keadaan infiltrasi/konsolidasi paru dan atelektasis Suara nafas amforik Seperti meniup kedalam botol kosong pada kavitas besar pada paru.Suara nafas trakeal. bronchial.

Sisi kanan jantung berasal dari atrium kanan. Pemeriksaan fisik jantung meliputi : Inspeksi pasien Pengukuran tekanan darah Pemeriksaan denyut arteri Pemeriksaan denyut vena jugularis Perkusi jantung Palpasi jantung Auskultasi jantung Pemeriksaan edema dependen . tetapi bagian ini sangat penting. Sedangkan ventrikel kiri yang terletak di kiri dan belakang ventrikel kanan hanya menempati sebagian kecil permukaan jantung anterior.4. dan tidak dapat dideteksi secara langsung. yang terdapat di sela iga kelima sedikit medial dari garis midklavikula kiri. atau kira-kira 7-9 cm dari garis midsternal. Sebagian permukaan depan (anterior) jantung terdiri atas ventrikel kanan dan arteri pulmonalis yang berdekatan langsung dengan dinding toraks depan. Vocal resonance Sama seperti vocal fremitus hanya didengarkan dengan stetoskop. Bila vocal resonance mengeras disebut aegophoni. sedangkan atrium kiri berada di bagian posterior. dan hanya 1/3 terletak di sebelah kanan sternum. Pemeriksaan Fisik Jantung Sebelum memulai melakukan pemeriksaan fisik jantung. Sebagian besar jantung (± 2/3 bagian) terletak pada sebelah kiri sternum. karena bagian depan ventrikel kiri inilah yang menimbulkan impuls apeks. Bila vocal resonance mengeras disebut whispered pectoriloquy B. pemeriksa juga sudah dapat membayangkan aliran darah di dalam keempat rongga jantung. terlebih dahulu pemeriksa sudah dapat memperkirakan/membayangkan proyeksi posisi jantung ke dinding toraks depan. merupakan denyut sistolik yang singkat. Bagian atas jantung terdiri dari beberapa pembuluh darah besar aorta dan arteri pulmonalis. kapan membuka dan menutupnya katup-katup jantung tersebut. Saat akan melakukan pemeriksaan fisik jantung.

Tendo Achilles dan tendo plantar telapak kaki juga merupakan lokasi umum untuk xantomata tendo. sering dijumpai pada pasien diatas usia 50 tahun dengan penyakit arteri koronaria yang bermakna. Bagian kepala tempat tidur dapat sedikit ditinggikan jika pasien merasa lebih nyaman dengan posisi ini. Apakah pasien berada dalam distres akut? Sepeti apa pernapasan pasien? Apakah ia bernapas dengan susah payah? Apakah memakai obat pernapasan tambahan? Inspeksi Kulit Kulit dapat mengungkapkan banyak perubahan yang berkaitan dengan penyakit jantung. Inspeksi Mata . Perdarahan ini berjalan dari tepi bebas proksimal dan secara klasik dikaitkan dengan endokarditis bacterial subakut. apakah sentral atau perifer? Suhu dapat mencerminkan penyakit jantung. strabismus. dan hipoplasia mandibula. Jari tangan dengan splinter hemorrhage pada pasien dengan endokarditis diperlihatkan pada Gambar IX D. Wajah bulat seperti bulan dan mata yang terletak berjauhan mengarah kepada stenosis pulmonal. Stenosis aorta supravalvula. Tetapi penemuan ini tidak spesifik karena ditemukan pula pada banyak keadaan lain. Apakah ada ruam kulit? Adanya eritema marginatum ( eritema dimana daerah kemerahan berbentuk cakram dengan tepi yang menonjol ) pada pasien demam mengarah kepada demam reumatik akut. Inspeksi Kuku Sering kali. Pasien dengan konsentrasi kolesterol total di atas 450 mg/100 cc dengan xantomata tendo pada permukaan ekstensor jari tangannya diperlihatkan dalam gambar IX C. klaudikasio intermiten berkaitan dengan rasa dingin pada ekstremitas inferior jika dibandingkan dengan ekstremitas superior. terlalu banyak hasil positif palsu dan negatif palsu sehingga penemuan ini kurang dapat diandalkan. Wajah tanpa ekspresi dengan kelopak mata bengkak dan hilangnya sepertiga luas alis dijumpai pada hipotiroldisme. Lipatan daun telinga. hidung yang menengadah. telinga letak rendah. Inspeksi Wajah Kelainan jantung dapat pula dikaitkan dengan kelainan pada wajah dan kepala. Inspeksi Evaluasi Penampilan Umum Inspeksi umum pasien sering memberikan petunjuk berharga untuk diagnosis penyakit jantung. bahkan termasuk trauma setempat pada kuku. adalah lipatan melintang. Apakah ada sianosis? Jika ya. seringkali bilateral. Anemia berat. suatu kelainan congenital. dijumpai bersama-sama dengan mata yang terletak berjauhan. atau tanda Lichstein. Individu-individu ini mungkin menderita kardiomiopati. dengan pemeriksa berdiri di sisi kanan tempat tidur. spinter hemorrhage dapat terlihat sebagi garis kecil coklat-kemerahan di dasar kuku.Pasien harus berbaring terlentang. beri-beri. dan tirotoksikosis cenderung membuat kulit lebih hangat. Meskupun ini merupakan tanda yang berguna. Apakah ada xantomata? Xantomata tendo adalah massa agak kekuningan sekeras batu yang biasanya ditemukan melekat pada tendo ekstensor jari tangan adalah patognomonik untuk hiperkolesterolemia familial.

Pemeriksaan mata dapat memperlihatkan arkus senilis. Perdarahan konjungtiva lazim dijumpai pada endokarditis infektif. harus membagkitkan kecurigaan akan hiperlipoproteinema. Inspeksi Konfigurasi Dada Inspeksi dada seringkali mengungkapkan informasi mengenai jantung. atau mata yang berjarak lebar. Pindahnya lensa mata sering dijumpai pada pasien dengan sindrom Marfan. Inpeksi Leher Pemeriksaan leher dapat memperlihatkan webbing. Webbing dijumpai pada orang dengan sindrom Turner. Inspeksi Mulut Mintalah pasien untuk membuka mulutnya lebar-lebar. meskipun lesi ini kurang spesifik ketimbang xantoma. atau dada burung. Pasien dengan xantelasma dan hiperkolesterolemia diperlihatkan dalam gambar IX F. Kekeruhan kornea mungkin dijumpai pada sarkoidosis yang mungkin menjadi penyebab cor pulmonale atau gangguan miokard. atau da da cekung ke dalam.Adanya plak kekuningan pada kelopak mata. Pectus carinatum. jari tangan ekstra. Arkus (lihat Gambar VI A) yang dijumpai pada pasien di bawah 40 tahun harus membangkitkan kecurigaan terhadap hiperkolesterolemia. Apakah ada gerakan jantung yang dapat dilihat? Inspeksi Ekstremitas Sebagai kelainan kongenital jantung berkaitan dengan kelainan ekstremitas. Karena dada dan jantung berkembang pada waktu yang hampir bersamaan selama embriogenesis. Apakah palatumnya melengkung tinggi? Palatum yang melengkung tinggi mungkin berkaitan dengan gangguan jantung kongenital seperti prolaps katup mitral. tidak mengherankan bahawa segala sesuatu yang mengganggu perkembangan dada dapat mengganggu perkembangan jantung pula. Pemeriksaan retina dapat memberikan informasi yang berguna mengenai diabetes. Hipertelorisme. Pectus excavatum. Jari tangan yang panjang dan kurus mengarah kepada sindrom Marfan dan kemungkinan regurgitasi aorta. dijumpai pada sindrom Marfan dan para prolaps katup mitral. atau pula sindrom Noonan. dan aterosklerosis. yang mungkin mengalami koarktasio aorta. hipertensi. terutama stemosis pulmonal dan stenosis aorta supravalvular. Pengukuran Tekanan Darah Prinsip . yang disebut xantelasma. Apakah ada petekiae pada palatum? Endokarditis bakterial subakut sering disertai dengan petekia di palatum seperti terlihat pada pasien Gambar X A. juga berkaitan dengan sindrom Marfan. Stenosisi pulmonal merupakan kelainan jantung yang menyertai keadaan ini. Inspeksi palatumnya. atau jari kaki ekstra. berkaitan dengan penyakit jantung kongenital. suatu penyebab penting regurgitasi aorta. Pasien dengan defek septum atrium mungkin mempunyai falang ekstra.

Tekanan darah dapat diukur secara langsung dengan kateter intra-arterial atau secara tidak langsung dengan sfigmomanometer. Sfigmomanometer terdiri dari kantong karet yang dapat digembungkan di dalam suatu penutup kain, bola karet untuk memompa kantong, dan manometer untuk mengukur tekanan di dalam kantong karet. Pengukuran darah secara tidak langsung meliputi deteksi timbul dan hilangnya bunyi Korotkoff secara auskultatoris di atas arteri yang ditekan. Bunyi Korotkoff adalah bunyi bernada rendah yang berasal dari dalam pembuluh darah yang berkaitan dengan turbulensi yang dihasilkan dengan menyumbat arteri secara parsial dengan manset tekanan darah. Ada beberapa fase yang terjadi secara berurutan ketika tekanan penyumbat turun. Fase 1 terjadi bila tekanan penyumbat turun sampai tekanan darah sistolik. Suara mengetuknya jelas dan secara berangsur-angsur intensitasnya meningkat ketika tekanan penyumbat turun. Fase 2 terjadi pada tekanan kira-kira 10-15 mmHg di bawah fase 1 dan terdiri dari suara mengetuk yang diikuti dengan bising. Fase 3 terjadi bila tekanan penyumbat turun cukup banyak sehingga sejumlah besar volume darah dapat mengalir melalui arteri yang tersumbat sebagian. Bunyinya serupa dengan bunyi fase 2 kecuali bahwa hanya terdengar bunyi ketukan. Fase 4 terjadi bila intensitas suara tiba-tiba melemah ketika tekanan mendekati tekanan darah diastolik. Fase 5 terjadi bila bunyi sama sekali menghilang. Pembuluh darah tidak tertekan lagi oleh manset penyumbat. Sekarang tidak ada lagi aliran turbulensi. Tekanan darah normal untuk orang dewasa adalah sampai 140 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan sampai 95 mmHg untuk tekanan darah diastolik. Titik hilangnya bunyi Korotkoff mungkin lebih cepat ketimbang titik meredupnya untuk penentuan tekanan darah diastolik (London dan London, 1976). Tetapi, jika titik hilangnya lebih dari 10 mmHg di bawah titik meredup, titik meredup mungkin lebih akurat (Freis, 1968). Pencatatan titik meredup dan menghilangnya bunyi ini seringkali membantu komunikasi. Tekanan darah dapat dicatat sebagai 125/75-67. Tekanan darah sistolik adalah 125; titik meredup 75; titik menghilang 65 (tekanan darah diastolik). Tekanan darah sebaiknya dicatat hanya pada 5 mmHg terdekat, karena ada batas ketepatan ± 3 mmHg bagi semua sfigmomanometer. Disamping itu perubahan tekanan darah normal terjadi dari waktu ke waktu dan pengukuran sampai kurang dari 5 mmHg memberikan perasaan ketepatan yang semu. Ukuran manset penting untuk penentuan tekanan darah yang tepat. Manset ini harus dilingkarkan dengan sempit disekeliling lengan dengan tepi bawah 1 inci di atas fosa antekubiti. Manset ini sebaiknya 20% lebih lebar ketimbang diameter ekstremitas. Kantong karet harus terletak di atas arteri. Pemakaian manset yang terlalu kecil untuk lengan berukuran besar akan menghasilkan pengukuran tekanan darah yang lebih tinggi daripada sebenarnya. Celah auskultasi adalah keadaaan hening yang disebabkan oleh lenyapnya bunyi korotkoff setelah muncul untuk pertama kali dan timbulnya kembali bunyi pada tekanan yang lebih rendah. Celah auskultasi ada sewaktu terjadi penurunan aliran darah ke ekstremitas, seperti ditemukan pada hipertensi dan stenosis aorta. Kepentingan klinis hal ini adalah tekanan darah sistolik dapat ditentukan secara keliru pada tingkat yang lebih rendah, yaitu titik timbulnya bunyi Korotkoff. Pengukuran Tekanan Darah dengan Palpasi Pengukuran tekanan darah dilakukan dengan pasien berbaring dalam posisi supinasi dengan nyaman. Kantong manset diletakkan di atas arteri brakialis kanan. Jika lengan terlalu gemuk, pakelah manset paha. Lengan sedikit difleksikan, dan disokong kira-kira setinggi jantung. Untuk menentukan tekanan darah sistolik secara memadai dan untuk menyingkirkan kesalahan karena celah auskulasi, tekanan darah mula-mula diperiksa dengan palpasi.

Menurut prosedur ini, arteri brakialis atau radialis kanan dipalpasi sementara manset dipompa di atas tekanan yang diperlukan untuk menghilangkan denyut nadi. Sekrup yang dapat diputar dibuka perlahan-lahan untuk mengurangi tekanan di dalam kantong karet secara lambat. Tekanan sistolik diketahui dengan timbulnya kembali denyut brakial. Segera setelah denyut diraba, sekrup itu dibuka untuk mengurangi tekanan kantong karet dengan cepat. Ini adalah tekanan darah sistolik. Prosedur ini diperlihatkan dalam Gambar 11-11.

Pengukuran Tekanan Darah dengan Auskultasi

Tekanan darah diukur secara auskultasi di lengan kanan dengan memompa manset kirakira 20 mmHg di atas tekanan sistolik yang ditentukan dengan palpasi. Diafragma stetoskop harus diletakkan di atas arteri sedekat mungkin dengan tepi manset, sebaiknya tepat di tepi bawah manset itu. Mansetnya dikempiskan secara perlahan-lahan, sementara anda mengevaluasi bunyi Korotkoff. Tekanan darah sistolik, titik meredup, dan titik menghilangnya bunyi Korotkoff ditentukan. Tekanan darah sistolik adalah titik dimana terdengar bunyi mengetuk pertama. Teknik menentukan tekanan darah secar auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-12. Jika tekanan darahnya tinggi, sebaiknya diperiksakan kembali pada akhir pemeriksaan fisik, ketika pasien mungkin lebih tenang.
Menyingkirkan Kemungkinan Hipotensi Ortostatik Hipotensi ortostatik diperiksa dengan meminta pasien duduk sementara tekanan manset ditinggikan. Kemudian tekanan darah diukur kembali untuk melihat adanya penurunan yang berkaitan dengan posisi duduk. Penurunan tekanan darah sistolik sebesar 15 mmHg atau lebih merupakan tanda hipotensi ortostatik, atau postural. Pada kebanyakan pasien juga terjadi peningkatan denyut jantung ketika pasiennya duduk. Menyingkirka Kemungkinan Stenosis Aorta Supravalvular Jika hipertensi ditemukan dilengan kanan, lakukanlah pemeriksaan berikut ini: Pasang manset pada lengan kiri, dan tentukan tekanan secara auskultasi saja. Anda tidak perlu mengukur tekanan darah secara palpasi atau memeriksa terjadinya perubahan ortostatik. Pada stenosis aorta supravalvular, terdapat perbedaan tekanan darah pada kedua lengan; hipertensi mungkin ditemukan dilengan kanan sedangkan hipotensi ada dilengan kiri. Menyingkirkan Kemungkinan Koarktasio Aorta Jika tekanan darah meningkat dikedua lengan, penentuan tekanan darah pada ekstremitas inferior penting untuk mrnyingkirkan kemungkinan koarktasio aorta. Pasien diminta berbaring pada perutnya sementara manset paha, 6 cm lebih lebar dari manset lengan, diletakkan mengelilingi aspek posterior bagian pertengahan paha. Stetoskop diletakkan diatas arteri di fosa poplitea. Bunyi Korotkoff ditentukan seperti pada ekstremitas inferior dengan tepi bawah tepat pada maleolus. Stetoskop diletakkan diatas arteri tibialis posterior atau dorsalis pedis, dan lakukanlah pengukuran tekanan darah dengan auskultasi. Tekanan darah sistolik ditungkai yang lebih rendah daripada di lengan mengarah kepada koarktasio aorta. Menyingkirkan Kemungkinan Tamponade Jantung

Bila tekanan darah arteri yang rendah dan denyut nadi cepat dan lemah, kita perlu menyingkirkan kemungkinan tamponade jantung. Tanda klinis yang berguna yang mengarah kepada tamponade jantung adalah adanya denyut paradoks yang bermakna, yang ditandai dengan penurunan tekanan sistolik selam inspirasi lebih besar daripada normal. Ada banyak kekacauan mengenai defenisi denyut parodoks (dikenal pula sebagai pulsus paradoksus). Denyut paradoks harus didefenisikan sebagai penurunan normal (kira-kira 5 mmHg) dalam tekanan arteri sistolik selama inspirasi (Henkind et al, 1987). Besarnya penurunan tekanan sistoliklah yang menentukan apakah pulsus paradoksus normal atau abnormal. Teknik menentukan besarnya denyut paradoks adalah sebagai berikut: Mintalah pasien untuk bernafas senormal mungkin. Pompa manset tekanan darah sampai tidak terdengar bunyi. Secara berangsur-angsur kurangi tekanan di dalam manset sampai bunyi terdengar pada waktu ekspirasi saja. Catat tekanan ini. Lanjutkan mengurangi tekanan di dalam manset secara perlahan-lahan sampai bunyinya terdengar selama inspirasi. Catatlah tekanan ini. Jika perbedaan di antara kedua tekanan ini melebihi 10 mmHg, dikatakan ada pulsus paradoksus yang bermakna; yang mungkin disebabkan oleh tamponade jantung. Tamponade jantung timbul bila ada peningkatan tekanan intraperikardial yang mengganggu pengisian diastolic yang normal. Pulsus paradoksus yang berlebihan bukan merupakan fenomena spesifik untuk tamponade jantung karena juga dijumpai pada efusi perikardial yang besar; pada perikarditis konstriktif; dan pada keadaan yang berkaitan peningkatan usaha ventilasi, seperti asma dan emfisema. Denyut Arteri Informasi berikut ini diperoleh dari palpasi denyut arteri: Kecepatan dan irama jantung Kontur denyut itu Amplitudo denyut Penentuan Kecepatan Denyut Jantung Kecepatan denyut jantung secara rutin ditentukan berdasarkan palpasi denyut radial. Pemeriksa harus berdiri di depan pasien dan memegang kedua arteri radialis. Jari kedua, ketiga dan keempat harus diletakkan di atas arteri radialis, seperti diperlihatkan pada Gambar 11-13. Pemeriksa harus menghitung denyut selama 30 detik dan mengalikan jumlah denyut dengan angka 2 untuk memperoleh jumlah denyut per menit. Metode ini tepat untuk kebanyakan irama teratur. Jika pasien mempunyai irama yang tidak teratur, seperti pada fibrilasi atrium, mungkin ada pulsus defisit Pada fibrilasi atrilim, banyak impuls membombardir nodus atrioventrikular dan ventrikel. Karena lamanya periode pengisian diastolik berbeda-beda, sebagian kontraksi mungkin sangat lemah dan tidak dapat menimbulkan gelombang denyut yang memadai meskipun terjadi kontraksi ventrikel. Dengan demikian terjadi pulsus defisit, yaitu perbedaan antara denyut apikal (prekordial) dengan denyut radial. Pada kasus seperti itu, hanya auskultasi jantung - bukan denyut radial - yang akan memberikan hasil yang akurat untuk kecepatan denyut jantung. Penentuan Irama Jantung Sewaktu mempalpasi denyut arteri radialis, pcriksalah dengan cermat iramanya. Makin lambat kecepatannya, Anda harus mempalpasinya lebih lama. Jika iramanya tidak teratur, apakah ada pola dalam ketidakteraturannya itu?

Irama jantung dapat dibagi menjadi teratur, tidak teratur secara teratur, atau tidak teratur secara tidak teratur. Irama tidak teratur secara teratur adalah denyut yang tidak teratur dalam pola tertentu. Denyut tidak teratur secara tidak teratur tidak mempunyai pola. Elektrokardiogram sebenarnya merupakan cara terbaik untuk mendiagnosis irama jantung, tetapi diagnosis fisik dapat memberikan sejumlah petunjuk. Denyut prematur mungkin dapat dikenali dengan adanya denyut ekstra tersendiri selama suatu irama yang teratur. Bigeminus adalah denyut yang timbul sccara berpasangan. Denyut pertama adalah denyut sinus, yang diikuti dengan denyut prematur, biasanya ventrikular. Jika denyut prematurnya timbul sangat dini selama periode diastolik, denyut arteri karena kontraksi jantung ini mungkin tidak ditemukan jika pemeriksa memeriksa irama jantung berdasarkan palpasi saja. Irama yang timbul secara sangat tidak teratur tanpa pola disebut "tidak teratur secara tidak teratur" dan merupakan denyut yang dijumpai pada pasien dengan fibrilasi atrium. Palpasi Arteri Karotis Periksalah denyut arteri karotis dengan berdiri di sisi kanan pasien, dengan pasien dalam posisi telentang. Letakkanlah jari telunjuk dan jari tengah anda pada kartilago tiroid dan geserkanlah ke arah lateral di antara trakea dan muskulus sternokleidomastoideus. Anda harus dapat meraba denyut karotis tepat di sebelah medial muskulus sternokleidomastoideus. Palpasi harus dilakukan pada bagian bawah leher untuk menghindari penekanan pada sinus karotis, yang akan menyebabkan refleks penurunan tekanan darah dan denyut jantung. Tiap arteri karotis diperiksa secara tersendiri. Jangan menekan kedua karotis pada saat yang sama! Setelah memeriksa karotis kanan, berdirilah dalam posisi yang sama dan letakkan jari-jari yang sama pada trakea dan geserkanlah ke kiri untuk meraba arteri karotis sinistra. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-14. Memeriksa Karakteristik Denyut Arteri Karotis Arteri karotis dipakai untuk memeriksa kontur dan amplitudo denyut arteri. Kontur adalah bentuk gelombang. Kontur seringkali dilukiskan sebagai kecepatan gelombang menarik, gelombang menurun, dan lamanya gelombang itu. Pemeriksa harus meletakkan tangannya dengan kuat pada arteri karotis sampai meraba kekuaten maksimal. Pada saat ini bentuk gelombang seharusnya sudah dapat diketahui Denyutnya dapat dilukiskan sebagai norma, berkurang, meningkat, atau berpuncak ganca. Gelombang denyut karotis yang normal adalah halus, dengan kaki gelombang yang menaik lebib curam dan lebih cepat ketimbang kaki gelombang yang menurun. Denyut yang berkurang adalab denyut yang kecil dan lemah. Jari yang melakukan palpasi merasakan tekanan yang lemah dengan puncak yang jelas. Denyut yang meningkat adalah denyut yang besar, kuat, hiperkinetik. Jari yang melakukan palpasi merasakan bertambah besarnya kaki asendens dan ketukan yang kuat pada puncaknya. Denyut berpuncak ganda mempunyai gelombang perkusi dan tidak yang menonjol, dengan atau tanpa gelombang dikrotik. (Ringkasan kelainan denyut arteri dapat dilihat pada Gambar 11-29). Denyut Vena Jugularis Vena jugularis interna memberikan informasi mengenai bentuk gelombang dan tekanan atrium kanan. Pulsasivena jugularis interna ditemukan di bawah muskulus sternokleidomastoideus dan dapat dilihat ketika dibantarkan ke jaringan sekitarnya. Vena itu sendiri tidak terlibat. Karena vena jugularis interna kanan lebih lurus daripada yang kiri, hanya vena jugularis intema kanan yang diperiksa. Sistem jugularis eksterna, yang lebih mudah dilihat, kurang akurat dan jangan dipakai. Penentuan Bentuk Gelombang Jugular

pemeriksa harus memperhatikan bentuk gelombang pada angulus mandibula dengan pasien dalam posisi duduk tegak. makin rendah tekanannya. posisi ini dipakai untuk mengukur tekanan di dalam sistem jugularis interna. makin kecil elevasi yang dibutuhkan. Kepala pasien diputar sedikit ke kanan dan agak ke bawah untuk merelaksasikan muskulus sternokleidomastoideus. Pada setiap elevasi. Garis horizontal imaginer kemudian ditarik dari angulus sterna. Tabel 11-6. cenderung lebih jelas terlihat. Penurunannya.Untuk menampakkan bentuk. Bayangan pulsasi dapat ditangkap di atas kertas di belakang pasien. kita perlu menentukan tingkat rujukan. bukannnya gelombang itu sendiri. makin besar elevasi yang diperlukan. yang memegang lampu senter kecil. Rujukan standar adalah angulus manubriosternal. Denyut jangular harus dibedakan dari pulsasi arteri karotis. Makin tinggi tekanan venanya. Jika tidak ada gelombang yang terlihat. sudut elevasi kepala tempat tidur harus dikurangi. pada sterum pasien dan mengarahkan sinarnya ke sisi kanan leher pasien. Jika vena-vena leher dapat terlihat pada batas rahang ketika pasien sedang duduk. pemeriksa dapat menentukan siklus jantung dengan meraba impuls karocis kiri dengan tangan kirinya. Kepala pasien kira-kira 250 dengan bidang horizontal. Untuk membantu mengenali bentuk-bentuk gelombang . Dengan berdiri di sisi kanan pasien pemeriksa harus meletakkan tangan kanannya. gelombang jugular. Pemeriksa kemudian mengukur jarak dari angulus sternal ke garis imaginer ini. Sudut elevasi kepala tempat tidur juga . Sinar dan bayangan itu berfungsi memperbesar bentuk gelombang. Tabel 11-16 memuat daftar perbedaan penting antara kedua denyut tersebut. Perbedaan Bentuk Gelornbang Jugular dan Karotis Denyut Jugularis Internal Tidak dapat dipalpasi Multi formasi: 2 atau 3 komponen Halus berombak Bentuk gelombang hilang Tinggi gelombang Denyut Jugularis Internal Tinggi gelombang berkurang Tinggi gelombang meninggi Palpasi Bentuk gelombang Kualitas Penekanan Inspirasi Denyut Karotis Dapat dipalpasi Tunggal Kuat Tidak ada efek Tidak ada efek Denyut Karotis Tidak ada efek Duduk Tindakan Valsava Tidak ada efek Mengukur Tekanan Vena Jugularis Untuk menilai tekanan dalam jantung kanan. Pasien barus berbaring telentang tanpa bantal sehingga leher tidak fleksi dan mengganggu pulsasi. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-15. Mula-mula pemeriksa harus menentukan tingginya distensi vena dengan memperhatikan puncak bentuk gelombang di dalam pulsasi vena jugularis interna.

Pada keadaankeadaan ini dapat ditemukan redup pada sisi kanan sternum. Pemeriksa meletakkan tangan kananya di atas hati di kuadran kanan atas dan melakukan tekanan yang progresif menguat. Tekanan atrium kanannya adalah 21 mmHg. Beberapa peneliti merasa bahwa pemeriksaan refluks hapatojugular adalah teknik dengan sensitivitas dan spesifitas rendah. Pemeriksaan Refluks Hepatojugular Pemeriksaan yang berguna untuk menentukan tekanan vena jugularis yang tinggi adalah refluks hepatojugular. ini untuk mencegah tindakan Valsava. tekanan atrium kanan biasanya melbihi 15 mmHg. yang diikuti dengan penurunan tingkat akhir selama bagian penekanan. Penekanan pada hati mendorong darah keluar dari sinusoid ini masuk ke dalam vena kava inferior dan jantung kanan. karena sensitivitas ini rendah. fungsi ventrikel kanan secara kasar dapat dinilai. Biasanya ada perubahan dari perkusi dari sonor ke redup kira-kira 6 cm disebelah lateral kiri sternum. Usaha menentukan tekanan atrium kanan dengan manometer jungular memberikan hasil yang sangat tidak tepat. Pasien dengan gagal ventrikel kanan mempunyai hati dengan sinusoid yang berdilatasi. Palpasi . Pasien yang terlihat dalam Gambar X B mempunyai distensi vena lehersamapi angulus mandibula ketika duduk tegak. mulut terbuka. Pemeriksaan ini dikenal pula sebagi kompresi abdominal. Kalimat pernyataannya dapat sebagai berikut: "pada elevasi 45° . Respons normalnya adalah bertambahnya distensi sementara dari vena jugularis interna dan eksterna selama beberapa siklus jantung. Kebanyakan klinikus merasa bahwa perkusi untuk memperkirakan ukuran jantung hanya sedikit membantu.dihitung.. Jika dilakukan dengan tepat seperti diuraikan di atas. akan terjadi tindakan valsava yang akan memberikan hasil pemeriksaan refluks hepatojugular yang tidak tepat. Penekanan dilakukan selama 20-30 detik. Berkali-kali telah diperlihatkan bahwa sensitivitas dan spesifisitas pemeriksaan ini rendah. yang turun tiba-tiba kalau tangan yang menekan dilepas. Redup ini disebabkan adanya jantung. batas atas yng normal adalah 6 cm. perkusi mungkin berguna. Pada 45° . denyut jangula 7 cm di atas angulus sternal dalam posisi telentang. perkusi dilakukan pada sela iga ketiga. angka ketepatannya seharusnya cukup baik. menyebabkan bertambahnya distensi vena leher. Ini biasanya berkaitan dengan teknik yang tidak tepat. Prosedur ini dilakukan dengan pasien dalam posisi berbaring di tempat tidur. Jika pemeriksaan ini dilakukan secara tidak tepat yaitu dengan mulut pasien tertutup. sehigga membuat pemeriksaan ini menjadi tidak tepat dalam meramalkan peninggian tekanan. bernafas biasa. Pada gagal ventrikel kanan distensi vena leher tetap ada selama seluruh periode penekaan. Ini mencakup dekstrokardia dan tension pneumotoraks dada kiri. Bila tinggi kolom vena samam atau lebih rendah daripada angulus sternal dalam posisi telentang. tekanan vena biasanya normal. Perkusi Perkusi batas-batas jantung Teknik perkusi telah diuraikan dalam bab terdahulu. tekanan vena biasanya normal. Dengan menekan di atas hati. Satu-satunya pernyataan tepat yang dapat dibuat adalah bahwa tekanan atrium kanan meninggi bila terjadi distensi vena leher sampai tepi rahang ketika pasien duduk 90° . Pada beberapa keadaan klinis. jika pasien pada 30° . batas atas yang normal adalah 4-5 cm di atas annulus sternal. keempat dan kelima dari garis aksilaris anterior kiri ke garis aksilaris anterior kanan. Pada saat ini.

gerakan ventrikel kanan. garis midklavikular. atau titik impuls maksimum (PMI) melukiskan gerakan keluar apeks jantung ketika berotasi berlawanan arah dengan jarum jam. Hanya ujung-ujung jari yang diletakkan di dada pada sela iga kelima. Adanya impuls ini mengarah kepada dilatasi arteri pulmonal. Posisi titik impuls maksimum dalam posisi dekubitus lateral kiri harus dinilai dengan pemahaman bahwa impuls jantung normal sekarang sedikit berpindah ke kiri. pasien harus diperiksa kembali dalam posisi berbaring telentang dan posisi dekubitus lateral kiri. karena ujung jari paling sensitif untuk menilai gerakan setempat. Pemeriksa memakai ujung-ujung jari untuk memeriksa adanya gerakan setempat. Titik impuls maksimum pada pasien seperti itu teraba di daerah epigastrium. Palpasi Gerakan Setempat Sekarang pasien disuruh berbaring sehingga palpasi keempat daerah jantung utama dapat dilakukan. pada ujung bawah sternum. dan ventrikel kiri. pengembangan paru-paru yang berlebihan memindahkan titik impuls maksimum ke bawah dan ke kanan. Titik impuls maksimum biasanya dalam jarak 10 cm dari garis midsternal dan diameternya tidak lebih dari 2-3 cm. penilaian pasti tidak dapat dibuat. Impuls apikal yang disebabkan oleb ventrikel kanan lebih tersebar daripada yang dihasilkan oleh ventrikel kiri. dan titik impuls maksimum mungkin benar-benar dihasilkan oleh ventrikel kanan. Impuls ini disebabkan oleh penutupan katup pulmonal dengan tekanan yang meningkat. titik impuls maksimum yang berada pada lokasi normal mengarah kepada kardiomegali. Meskipun titik impuls maksimum biasanya sesuai dengan apeks ventrikel kiri. pada pasien dengan pembesaran ventrikel kanan. Titik impuls maksimum harus dicatat. Pada pasien dengan penyakit paru obstruktif menahun. yang cenderung lebih terbatas tempatnya. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-17. Titik impuls maksimum yang pindah ke lateral atau teraba dalam 2 sela iga selama fase respirasi yang sama mengarah kepada kardiornegali. dengan tinggi tempat tidur disesuaikan dengan kenyamanan pemeriksa. jantung berotasi searah jarum jam. Jika impuls apikal pindah ke lateral. tetapi hal ini dapat teraba pula pada orang tanpa hipertensi pulmonal. Adanya impuls sistolik di sela iga kedua di sebelah kiri sternum mengarah kepada hipertensi pulmonal. maksimurn tidak berpindah ke lateral. ketika dilihat dari bawah. . arteri pulmonalis. Jika titik impuls maksimum tidak dapat diraba dalam posisi duduk. Titik impuls maksimum teraba pada kira-kira 70% orang normal dalam posisi duduk. Rotasi ini memutar ventrikel kiri ke arah posterior dan membuatnya sulit untuk dipalpasi. pemeriksa harus menggerakkan ujung jari tangannya di daerah apeks jantung.Palpasi dilakukan untuk mengevaluasi impuls apikal. Palpasi Titik Impuls Maksimum Pemeriksa harus berdiri di sisi kanan pasien. Jika pada posisi dekubitus lateral kiri titik impuls. Pada pasien dengan penyakit paru-paru obstruktif kronis. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-16. jika dilihat dari bawah. Ada tidaknya thrill juga ditentukan dengan palpasi. memukul dinding dada anterior selama kontraksi isovolumetrik. dapat diperkirakan bahwa pasien tidak menderita kardiomegali. Palpasi titik impuls maksimum paling mudah dilakukan dengan pasien dalam posisi duduk. Impuls apikal. Jika impuls apikal tidak teraba.

dan ditekankan dengan sangat ringan pada kulit. tetapi juga harus cukup ketat untuk menyingkirkan bunyi eksternal. atau sejajar dengan arah kanan auditoris eksternal. Jika bagian telinganya mengarah ke belakang. Jika Anda menghilangkan gangguan rangsangan visual. Bagian telinga stetoskop diarahkan ke anterior.Palpasi Gerakan Umum Setelah mempalpasi dada dengan ujung jari. Ini berkaitan dengan fakta bahwa otak kita dibanjiri dengan berbagai macam masukan sensoris. Adanya thrill menunjukkan bising (murmur) yang kuat. Setiap usaha harus dilakukan untuk menghilangkan bunyi tambahan dari radio. . Adanya RV rock. Teknik pemeriksaan heave diperlihatkan dalam Gambar 11-18. Thrill paling baik diraba dengan memakai kepala tulang metakarpal. dan gerakannya diperbesar oleh gerakan lidi kapas. diikuti dengan masukan taktil. Masukan daii mata kita kelihatannya paling penting. bukannya dengan ujung jari. Masukan sensoris terpenting berikutnya adalah masukan auditoris. dan sebagainya. Jika memakai tekanan yang terlalu besar. Bunyi yang lebih sulit didengar sebenarnya akan terdengar lebih kuat. Sering kali berguna jika Anda inenutup mata sementara mendengarkan bunyi jantung. Pemakaian spatula lidah atau lidi kapas dapat membantu memperkuat secara visual apa yang telah dipalpasi. Sering kali S3 lebih mudah diraba daripada didengar. mengarah kepada ventrikel kanan yang besar. thrill tidak akan dapat diraba. lubangnya akan mengenai dinding kanal eksternal dan menurunkan intensitas bunyi jantung. pemeriksa memakai bagian proksimal tangannya untuk meraba adanya gerakan ke luar yang terus menerus pada suatu daerah yang luas. Teknik ini diperlihatkan pada Gambar 11-19. konsentrasi otak akan lebib dicurahkan kepada masukan auditoris dan bunyi yang terdengar akan menjadi lebih jelas. tetapi ini merupakan suatu tanda fisik yang menarik yang harus membuat pemeriksa menjadi waspada akan apa yang akan didengar. Setiap keadaan yang memperbesar laju pengisian ventrikel selama fase awal diastol dapat menimbulkan impuls yang dapat dipalpasi yang terjadi setelah impuls utama ventrikel kiri. Auskultasi Teknik Auskultasi yang baik memerlukan ruangan yang tenang. yaitu impuls parasternal kiri yang terus-menerus yang disertai dengan retraksi lateral. Palpasi thrill biasanya kurang penting karena auskultasi akan memperlihatkan adanya bising kuat yang menimbulkan thrill tersebut. Impuls Kedua di daerah titik impuls maksimum ini biasanya teraba bersama-sama dengan S3. Bagian telinga stetoskop harus cukup pas dengan ukuran telinga pemeriksa sehingga masih dapat dipakai dengan nyaman. lebih mudah terdeteksi Palpasi Thrill Thrill adalah sensasi getaran superfisial yang teraba pada kulit di atas daerah turbulensi. televisi. Pemeriksa kembali mempalpasi masing-masing dari empat daerah jantung utama. yang disebut heave atau lift. Oleh karena itu penemuan thrill hanya menambah informasi sedikit untuk diagnosis. Ini bekerja sebagai titik tumpu. Ujung lidi diletakkan tepat di atas daerah itu dan dipegang oleh jari pemeriksa.

Bunyi bernada rendah. Pasien diminta untuk mengeluarkan napas dan kemudian menahannya ketika pemeriksa dengan memakai diafragma. Jangan sekali-kali mendengarkan melalui pakaian apa saja! Auskultasi Daerah-Daerah Jantung Pemeriksa harus berada pada sisi kanan pasien sementara pasien berbaring telentang.stetoskop. sedangkan diafragma. bel stetoskop harus diletakkan secara ringan pada kulit. seperti penutupan katup. Bising jantung dapat tersebar luas. pasien disuruh untuk berbaring pada sisi kiri tubuhnya. seperti irama gallop atau bising karenastenosis atrioventrikular. lebib baik didengar dengan diafragma.Seperti dijelaskan dalam bab terdahulu. Kemudian pasien diminta untuk duduk tegak dan semua daerah diperiksa dengan diafragma stetoskop. Setelah semua daerah diperik sa. Ketika mendengarkan pada apeks dan batas sternal bawah kiri dengan bel stetoskop. Pengaruh Pernapasan . Tidak ada dinding akustik di dada. tempat tidur harus disesuaikan sehingga pemeriksa berada pada posisi yang nyaman. kejadian sistolik. kanan dan kiri. Bising yang khas terdengar di apeks dengan penyebaran ke aksila dapat terdengar di leher. yaitu : Telentang Dekubitus lateral kiri Duduk tegak lurus Duduk. Dalam contoh ini bising itu mungkin terdengar paling kuat di apeks dan aksila. Bunyi bernada tinggi. dan bising regurgitasi. Pemeriksa seharusnya mulai pada salah satu daerah dan menggerakkan stetoskopnya sedikit demi sedikit dari satu daerah ke daerah lainnya di perikordium. Akhirnya pasien diminta untuk membungkuk ke depan. pemeriksa harus menetukan apakah ada S3 dan S4. jika cukup kuat. harus ditekan kuat-kuat pada kulit. Jika tidak pada ketinggian yang tepat. Dengan memakai cara sistematis pemeriksa mulai pada daerah aorta atau apeks dan dengan cermat mendengarkan bunyi jantung. Sekarang pemeriksa harus meletakkan stetoskopnya di apeks untuk mendengarkan adanya bissng diastolik bernada rendah karena stenosis mitral. Observasi yang penting adalah untuk menentukan tempat dimana bunyi tersebut paling kuat atau paling jelas terdengar. lebib baik didengar dengan bel . pulmonal. Pemeriksa harus mendengarkan di daerah aorta. mendengarkan bising diastolik bernada tinggi kerena regurgitasi aorta pada sela iga kedua dan ketiga. Posisi Auskultasi Standar Empat posisi standar untuk auskultasi diperlihatkan dalam Gambar 11-20. membungkuk ke depan Semua daerah prekordial diperiksa ketika pasien telentang. Tetapi pemeriksa tidak boleh membatasi auskultasinya pada daerah-daerah ini saja. Daerah-daerah ini telah ditentukan untuk memberikan standarisasi. trikuspid dan mitral. yang paling baik didengar dengan bel stetoskop.

S 3 atau S4 yang berasal dari jantung kanan juga akan menguat selama inspirasi . tangan kiri diletakkan pada arteri karotis pasien. Ini berkaitan dengan meningkatnya aliran kembali darah yang terjadi dengan inspirasi yang mangakibatkan meningkatnya keluaran ventrikel kanan. S2 terdengar setelah denyut tersebut. TABEL 11-7. yang mencakup efek pernapasan. Cara yang paling dapat diandalkan untuk mengenali S 1 dan S2 adalah menentukan waktu terjadinya bunyi itu dengan mempalpasi arteri karotis. Yang paling penting adalah anda harus memakai denyut karotis bukan denyut radial. Kebanyakan bising atau bunyi jantung yang berasal dari jantung kanan akan menguat dengan inspirasi. Pendekatan untuk Auskultasi yang Cermat Sampai pemeriksa berpengalaman dalam pemeriksaan jantung. sehingga akan terjadi kesalahan dalam penentuan waktu ini.Pemeriksa harus memberikan perhatian khusus kepada intesitas bunyi jantung. Pemeriksa harus mencurahkan waktunya pada setiap daerah sebelum melanjutkan ke daerah selanjutnya. pemeriksa harus dapat menetukan waktu peristiwa-peristiwa dalam siklus jantung. Keterlambatan waktu dari S1 sampai denyut radial adalah bermakna. Di samping itu. Ia harus mendengarkan beberapa siklus jantung pada tiap posisi untuk membuatnya yakin mengenai observasi yang dilakukan. Teknik ini diperlihatkan dalam Gambar 11-21. Penentuan Waktu Peristiwa-Peristiwa Jantung Untuk menafsirkan bunyi-bunyi jantung dengan tepat. Sementara tangan kanan pemeriksa mengubah-ubah posisi stetoskop. Pendekatan Auskultasi Jantung Posisi Telentang Evaluasi S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada aspek dengan memakai bel stetoskop S1 pada semua daerah S2 pada semua daerah Bising atau bunyi sistolik pada semua daerah Bising atau bunyi siastolik pada semua daerah Pristiwa-pristiwa diastolik pada basis jantung Memakai diagram stetoskop Dekubitus lateral kiri Duduk tegak Duduk tegak. Bunyi yang mendahului denyut karotis adalah S1. bungkuk ke depan Uraian Mengenai Bising Jantung . ia harus memeriksa bunyi-bunyi jantung dengan cara yang diuraikan dalam Tabel 11-7.

. perhatian harus diarahkan kepada cirri-ciri berikut : Waktu dalam siklus jantung Lokasi Penyebaran Lamanya Intensitas Tinggi nada Kualitas Hubungannya dengan pernapasan Hubungannya dengan posisi tubuhWaktu bising dipandang dari sudut sistol atau diastol adalah sangat penting: Apakah bising sistolik mulai timbul bersama-sama dengan. berdasarkan kekuatan yang makin bertambah. biasanya dapat didengar oleh pemeriksa yang belum berpengalaman. atau bagian akhir sistole? Apakah bisisng itu menetap sepanjang seluruh periode sistolik. "derajat II-III/VI". Tiap bising yang berkaitan dengan thrill paling sedikit mempunyai derajat IV/VI. mid-sistole. Perlu diketahui bahwa bising derajat IV/VI lebih kuat daripada bising II/VI hanya karena ada turbulensi yang lebih besar. Berkaitan dengan thrill. Bising dapat dilukiskan. Bising seperti itu disebut holodiastolik. Berkaitan dengan thrill. "derajat IV/VI".Jika terdapat bising jantung. misalnya. bersama-sama dengan. atau setelah S1? Apakah ia berakhir sebelum. Bising ini mulai timbul bersama-sama dengan S1 dan berakhir setelah S2. Apakah bising itu hanya terjadi pada awal sistol. Apakah bising itu menyebar ke aksila? leher? punggung? Intensitas bising digolongkan dari I sampai VI. VI Intensitas terkuat: dapat didengar sewaktu stetoskop diangkat dari dada. sebagai derajat "II/VI. III Intensitas sedang tanpa thrill IV Intensitas sedang dengan thrill V Bising terkuat yang dapat didengar bila stetoskop diletakkan di dada. berfungsi sebagai alat komunikasi dengan orang lain mengenai intensitas bising I Intensitas terendah. Sistem penggolongan berikut ini. Bising ejeksi sistolik mulai timbul setelah S1 dan berakhir setelah S2. meskipun kuno. Di daerah mana bising paling baik didengar? Penyebaran bising dapat memberi petunjuk mengenai penyebabnya. II Intensitas rendah. atau setelah S2? Apakah bising itu menempati seluruh periode sistolik? Bising terjadi sepanjang sistol disebut holosistolik atau pansistolik. sering tidak terdengar oleh pemeriksa yang belum berpengalaman.

Peningkatan cairan jaringan ini menimbulkan edema yang "cekung" kalau ditekan. Uraian Mengenai Gesekan Perikardial Gesekan friksi (friction rub) adalah bunyi ekstrakardial yang berlangsung singkat yang mempunyai sifat khas seperti bunyi gesekan pada ampelas. atau "kasar seperti manggarut" (scratchy). Terjadi transudasi cairan. mungkin pula tidak. bekas tekanan jari akan tetap ada. Uji adanya Edema Untuk memeriksa adanya pitting edema. jari ditekankan kepada daerah dependen. Pada pasien seperti ini pemeriksa harus memeriksa kemungkinan adanya edema di sakrum. Penulisan "IV" dipakai karena ada sistem penggolongan lain yang kurang populer yang memakai hanya empat kategori. Gesekan perikardial paling baik didengar pada pasien dalam posisi duduk sementara menahan napasnya selama ekspirasi. . Kualitas bising dapat dilukiskan sebagai "bergemuruh" (rumbling).kedua-duanya mungkin mempunyai makna klinis. atau perikardium (yaitu gesekan perikardial). "seperi bunyi mesin" (machinery). Biasanya. Jika ada pitting edema. Pasien dengan gesekan perikardial biasanya mengalami nyeri dada yang berkurang dengan duduk membungkuk ke depan. daerah dependen biasanya sakruin dan bukan pretibia. tergantung pada lamanya cekungan tadi bertahan. tekanan di dalam vena disebarkan secara retrograd pada pembuluh-pembuluh yang lebih kecil. Splitting S2 menjadi A2 dan P2 selama inspirasi paling jelas terdengar di daerah pulmonal dengan pasien berbaring telentang. seperti daerah pretibial. selama 2-3 detik. hal ini meningkatkan aliran balik vena dan memperlebar pemisahan A2-P2. "musikal". Komponen sistolik terjadi selama ejeksi. Pitting edema biasanya digolongkan dari 1+ sampai 4+. S1 paling kuat di apeks dan S2 paling kuat di basis. Pada pasien yang terbaring di tempat tidur. Yang paling jelas adalah 4+. Gesekan ini dapat disebabkan oleh iritasi pleura (yaitu gesekan pleura). dan bila jari itu diangkat. Pemeriksaan Edema Bila tekanan vena perifer tinggi. Seperti telah diuraikan di atas. yang mengakibatkan timbulnya edema di daerah dependen. dua komponen diastolik terjadi selama pengisian cepat dan kontraksi atrium. Gesekan yang menghilang apabila pasien menahan napas berasal dari pleura. pemeriksa akan dapat mendengarkan semua bagian siklus jantung pada satu daerah dan membandingkan bunyi dan peristiwa yang terjadi dengan daerah lain. seperti pada gagal jantung kongestif. "kasar". jari-jari akan terbenam ke dalam jaringan. Tujuan Auskultasi Tujuan pada akhir auskultasi adalah agar dapat melukiskan hal-hal berikut ini: Intensitas S1 di semua daerah Intensitas S2 di semua daerah Ciri-ciri setiap bunyi sistolik Ciri-ciri setiap bunyi diastolik Dengan pengalaman. Gesekan perikardial khas mempunyai tiga komponen: satu sistolik dan dua diastolik. "meniup" (blowing).

Ini berhubungan langsung dengan tekanan di dalam atrium kin pada saat di mana tekanan ventrikel kiri melebihinya dan menutup katup. Katup mitral terbuka normal selama diastol untuk pengisian ventrikel. Setelah bertahun-tahun. Makin besar terbukanya. makin lebar arc of coaptation. Arc of coaptation adalah sudut melalui mana katup menutup. Meningkatnya kontraktilitas akan meningkatkan intensitas Sl. yang meninggikan tekanan atrium kiri (gelombang "a" pada perekaman atrium kiri). Katup mitral tetap terbuka lebih lama dan menutup lebih lambat ketimbang normal. Penurunan kontraktilitas akan memperlemah S1. ia tidak akan dapat bergerak. makin kuat komponen mitral dari S 1. penutupannya akan lebih kuat. selama fase cepat kenaikan tekanan di dalam ventrikel. Bila katup atrioventrikular menjadi kaku karena fibrosis atau kalsifikasi. Hal itu dapat dilihat pada keadaau-keadaan di mana ada interval PR yang memendek pada elektrokardiogram. Posisi katup pada waktu kontraksi ventrikel mempengaruhi intensitas S1. dan makin kuat S1. kontraksi ventrikel terjadi sedemikian cepatnya setelah kontraksi atrium sehingga tekanan atrium masih tinggi ketika tekanan ventrikel kiri melebihinya. . yang menyebabkan hal-hal berikut ini: Kelainan bunyi jantung pertama Kelainan bunyi jantung kedua Systolic click Opening snap diastolic Bising jantung (murmur) Kelainan Bunyi Jantung Pertama Kelainan Intensitas Sl Faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas S1 adalah sebagai berikut : Laju kenaikan tekanan ventrikel Keadaan katup Posisi katup Jarak jantung dari dinding dada Makin cepat laju kenaikan tekanan ventrikel kiri. jarak yang ditempuhnya lebih sedikit ketimbang jarak yang ditempuh dari posisi terbuka lebar. yang memperkeras S1. Jika katup dalam posisi pertengahan. Gelombang P pada elektrokardiogram sesuai dengan kontraksi atrium. yang lebih membuka lagi katup mitral pada masa diastolik akhir. Jika interval PR memendek. Katup yang mengalami defonnasi secara patologis (pada stenosis mitral) akan menghasilkan S1 yang lebih kuat atau lebih jelas.KORELASI KLINIKOPATOLOGIK Perhatian sekarang akan dipusatkan kepada perubahan patologis. ketika katup mengalami lebih banyak kalsifikasi. sehingga S1 melemah.

fibrosis tidak menimbulkan peningkatan intensitas. sehingga akan terjadi splitting S2 yang lebar. Urutan normal A2 – P2 menjadi terbalik. Keadaan ini memperlambat penutupan katup aorta setelah terjadinya sistole ventrikel kanan dan P2. tetapi juga sistole ventrikel kanan akan memanjang.A2 melebar. intensitas Sl akan lebih lemah daripada normal. tidak hanya sistole ventrikel kiri yang akan lebih singkat. Pada pasien dengan efusi perikardium yang besar. baik elektris maupun mekanis. menghasilkan S1 yang melemah sampai terjadinya dropped beat. kedua faktor ini menjadi kunci dalam timbulnya splitting S2 yang lebar. Tiap keadaan yang memperlambat sistole ventrikel kanan. akan memperlambat P2 dan menimbulkan pelebaran splitting S2. makin panjang interval PR. Dengan ekspirasi. baik secara elektris maupun mekanis. Bab ini akan nienguraikan splitting yang abnormal. Pelebaran . Kalsifikasi atau fibrosis katup senulunar akan menyebabkan melemahnya penutupan katup tersebut. oleh karena itu sistolenya akan lebih singkat. makin lemah S1. Bila jarak jantung dengan dinding dada menjadi lebih besar. P2 biasanya bergerak menjauhi S1 menuju A2. Pada defek septum ventrikel dengan jalan pintas kiri ke kanan. seperti pada penutupan katup atrioventrikular yang. Pada pasien yang sangat gemuk atau menderita penyakit paruparu obstruktif kronis. Sebaliknya. Keadaan-keadaan seperti regurgitasi mitral. yang memperlambat pengosongan ventrikel kiri akan menimbulkan splitting paradoks S2. P2 bergerak normal dan mendekati Sl splitting P2 .Pada umumnya. fibrotik. Splittingnya dikatakan menyempit. Karena katup semilunar merupakan tipe katup yang secara morfologis berbeda. St akan lebih lemah daripada normal. Selama inspirasi. Pemanjangan interval PR. keadaan yang menurunkan tekanan sistolik akan mem perlemah S2. Pengisian ventrikel kanan akan diperlambat oleh blok cabang berkas kanan atau stenosis pulmonal. atau duktus arteriosus yang paten akan mempersingkat sistole ventrikel kiri. Pada keadaan ini. defek septum ventrikel. Hipertensi meningkatkan tekanan sistolik aorta dan menimbulkan A2 yang keras dari komponen S2. dan interval Sl sampai A2 akan lebih singkat ketimbang normal. akan melemah pula. "saluran keluar" ventrikel kiri ada dua. Kelainan S2 yang Terpisah (Splitting) Bunyi jantung kedua yang terpisah (Splitting) secara fisiologis normal telah diuraikan pada bab mengenai anatomi dan fisiologi. Blok cabang berkas kiri atau stenosis aorta akan memperlambat pengosongan ventrikel kiri. seper[i dijumpai pada fenomena Wenekebach . Tiap keadaan. demikian pula akan terjadi splitting yang lebar. Komponen pulmonal S2 akan diperlambat selama inspirasi dan ekspirasi. Tiap keadaan yang mempersingkat sistole ventrikel kiri akan membuat A 2 terjadi lebih awal ketimbang normal. Kelainan Bunyi Jantung Kedua Kelainan Intensitas 2 Keadaan-keadaan yang mengubah intensitas S2 adalah sebagai berikut: Perubahan tekanan sistolik Keadaan katup Tiap keadaan yang menimbulkan peningkatan tekanan sistolik akan memperbesar intensitas S2.

seperti gagal ventrikel kiri dan hipertensi berat. Splitting menetap pada S2 adalah tanda auskultasi untuk adanya defek septum atrium.OS yang sangat pendek.selama ekspirasi ini adalah paradoks. tetapi jalan pintas atrium kiri ke kanan membuat volume atrium kanan tetap konstan selama pernapasan. Ejection click pulmonal paling baik didengar di daerah pulmonal. Waktu S2 OS akan memendek kalau beratnya keadaan ini bertambah. tahanan dan sumbatan terhadap alirau makin besar.. Bising dapat pula timbul bila sejumlah besar darah mengalir melalui lubang normal. mobilitas katup berkurang dan ejection click lenyap. Mungkin tunggal atau multipel.OS dan mempunyai arti spesifik dalam hal beratnya stenosis. Bising "meniup" (blowing) terjadi kalau ada perbedaan yang besar dengan volume aliran -yang berbeda-beda. Stenosis pulmonal atau aorta dapat menimbulkan ejection click. oleh karena itu splitting normal tidak terjadi. Berusahalah mengatakan "ma-da" secepat mungkin. Mereka timbul pada pertengahan sistole. Dalam keadaan ini lubang normal relatif stenotik untuk volume yang bertambah itu. Opening Snap Diastolik Pembukaan katup atrioventrikular biasanya tidak menimbulkan bunyi dan terjadi kira-kira 100 mdetik setelah S2. Keadaan -yang paling sering berkaitan dengan midsystolic click adalah prolaps katup mitral atau trikuspid. Selama ekspirasi. Opening snap adalah suatu kejadian diastolik yaitu bunyi terbukanya katup atrioventrikular yang mengalami deformasi secara patologis. Bunyinya singkat dan terdengar seperti bunyi "klik". opening snap trikuspid pada stenosis trikuspid terjadi setelah P2. Interval ini kira-kira 50-60 mdetik dan kira-kira sama dengan interval S2 . Bising "gemuruh" (rumbling) disebabkan oleh daerah dengan perbedaan tekanan kecil yang tergantung pada . Ejection Click adalah bunyi bernada tinggi yang terjadi pada awal sistole pada permulaan ejeksi dan dihasilkan oleh pembukaan katup semilunar yang mengalami deformasi secara patologis. dan posisinya dalam siklus jantung dapat berubah bergantung gerakan yang mengubah geometri ventrikel. seperti terdengar pada stenosis mitral yang berat. splitting lebar dan lidak berubah dengan pernapasan: Ini karena peningkatan aliran balik vena ke atrium kanan selama inspirasi secara normal meningkatkan tekanannya. tekanan atrium kanan lebih rendah. sedangkan ejection click aorta terdengar di daerah aorta. Keadaan lain. Turbulensi menyebabkan arus berlawanan (eddies) yang memukul dinding dan menimbulkan getaran yang didengar pemeriksa sebagai bising. Bunyi ini tajam dan bernada tinggi. Sumbatan terhadap aliran atau adanya aliran dari diameter kecil ke diameter yang lebih besar akan menimbulkan turbulensi. Ketika stenosis mitral memburuk. Ini kira-kira sama dengan waktu yang diperlukan untuk mengatakan "ma-ma" dengan cepat. Bila kalsifikasi bertambah. ketika tekanan ventrikel kiri turun di bawah tekanan atrium kiri. dan perbedaan tekanan di antara kedua sisi katup uiitral akan bertambah. Tekanan di dalam atrium kiri akan meningkat. Opening snap mitral pada stenosis mitral terjadi setelah A2. Midsystolic click bukanlah ejection click. Interval di antara S2 dan opening snap disebut interval S2 . memperlambat ejeksi ventrikel kiri dan menyebabkan splitting paradoks S2. Pada keadaan ini. Oleh karena itu katup mitral akan membuka lebih dini ketimbang normal. Bising Jantung (Murmur) Bising jantung timbul kalau ada energi turbulen di dalam dinding jantung dan pembuluh darah.

Bisingnya berbentuk dekresendo. "inkompetensi".k dimulai pada waktu tertentu setelah S2 dengan membukahya katup atrioventrikular. Relaksasi isovolumetrik sedang terjadi selama periode ini. intensitas bising ini tidak mencerminkan beratnya penyakit. Bunyi Jantung Sikius Jantung Bunyi Sistolik awal Ejection click Bunyi pembukaan katup pretesa aorta Sistole pertengahan/akhir Midsystolic click Rub Diastoli k awal Opening snap S3 Bunyi pembukaan katup protesa mitra Deburan tumor Diastolik pertengahan S3 . atau presistole.engan sensiti. Ia mulai bersama-sama dengan Sl dan berakhir setelah S2. Setiap peningkatan aliran atau volume dapat menimbulkan ejection murmur meskipun katupnya normal. pengisian cepat tidak terjadi dan ada perbedaan tekanan di sepanjang diastole. karena Imenunjukkan arah aliran yang retrograd. Jika pasien mempunyai irama sinus yang normal. Istilah yang lebih disukai adalah "regurgitasi". Bising ini bernada rendah dan paling je. vitas tinggi. Istilah "regurgitasi". Suatu S3-yang menunjukkan beban volume berlebihan pada ven-trikel--sering terdengar. dan dimulai dengan opening snap. Ejection murmur berbentuk wajik dan dilukiskan sebagai "kresendo-dekresendo". Bertambahnya aliran melintasi katup aorta yang menyempit secara minimal akan menimbulkan bising yang kuat. Istilah ejection murmur ditujukan untuk bising yang dihasilkan oleh turbulensi melintasi katup semilunar selama sistol seperti pada stenosis aorta atau stenosis pulmonal.jas didengar dengan bel stetoskop dan pasien berbaring dalam posisi dekubitus lateral kiri. Bising ini berlangsung sampai setelah S2 karena tekanan ventrikel lebih tinggi daripada tekanan atrium bahkan setelah penutupan katup semilunar. Bising ini disebut holosistolik atau pansistolik. Bising holosistolik pada regurgitasi katup atrioventrikular adalah penemban d. Bising atrioventrikular diastolik merupakan tanda yang sensitif dan spesifik untuk stenosis katup atrioventrikular. dan "insufisiensi" sering dipakai sebagai sinonim untuk jenis bising in~. Bising ini bernada sedang dan paling baik didengar dengan diafragma stetoskop. Bising yang "kasar" (harsh) disebabkan oleh perbedaan tekanan yang besar dan aliran yang besar pula. Bising ini bernada tinggi dan paling jelas didengar dengan diafragMa. Ejection murmur sebagai tanda stenosis aorta merupakan penemuan dengan sensitivitas tinggi tetapi spesifisitas rendah.aliran. Karena berdasarkan aliran. Stenosis mitral dan stenosis trikuspid merupakan contoh bising jenis ini. kontraksi atrium akan memperbesar perbedaan tekanan pada akhir diastole. dan akan terjadi peningkatan bising pada saat ini. Ejection click karena stenosis katup semilunar mungkin mendahului bising itu. Bising atrioventrikular diastoli. seperti pada regurgitasi mitral atau trikuspid. Mereka mulai segera setelah S 1 dan berakhir sebelum S2. Karena katup atri ventrikular mengalami stenosis. jika katupnya mobil. Bising systolic regurgitan dihasilkan oleh aliran retrograd dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah selama sistole. Ada jeda di antara S2 dan permulaan bising. berkurangnya aliran melalui katup aorta yang mengalami stenosis berat dapat menimbulkan bising yang hampir tidak dapat didengar.

penutupannya adalah suatu S2 "prostetik". Miksoma atrium yang bertangkai dapat keluar masuk cincin mitral. § Pada denyut jantung yang cepat periode diastole memendek. Bising semilunar diastolik ditnulai segera setelah S2. Pembukaan dan penutupan katup mitral prostetik terdengar pada banyak katup prostetik. Pembukaannya sebanding dengan opening snappenutupannya adalah suatu S1 "prostetik". Pembukaannya sebanding dengan ejection click. menyerupai tanda stenosis mitral.Summation gallop Akhir diastolik S4 kadang-kadang Bunyi pacu jantung disebut presistolik) Pembukaan dan penutupan katup aorta prostetik terdengar pada banyak katup prostetik. RISING SISTOLIK Stenosis Regurgitast Aorta Mitral Lokasi Daerah aorta Apeks Penyebaran Leher Aksila Bentuk Wajik Holosistolik Nada Sedang Tinggi Kualitas Kasar Meniup Tanda terkait A2 melemah S1 Ejection click S3 S4 Titik impuls maksi Tekanan denyut mum (PMI) difus sempit dan pindah ke lateral . Jika ada S3 dan Sq bunyinya mungkin "disumasi" menjadi bunyi tunggal yang disebut summation gallop. seperti terdengar pada regurgitasi aorta atau pulmonal.

Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut ini kepada setiap pasien dengan nyeri dada: "Di mana nyerinya?" "Sudah berapa lama Anda menderita nyeri itu?" "Apakah episode nyerinya berulang?" "Berapa lama Anda menderita nyeri itu ?" "Berapa seringAnda mengalami nyeri itu?" "Apa yangAnda lakukan untuk membuatnya lebih baik?" 'Apa yang membuat nyeri itu memburuk? . Telah diketahui bahwa nyeri dada dapat disebabkan oleh gangguan paru-paru. Tetapi ia tidak patognomonik untuk penyakit jantung. dengan pasien dalam posisi duduk membungkuk ke depan. setelah S2 tidak ada keterlambatan sampai mulai tirubulnya bising itu. . Bising bernada tinggi berbentuk dekresendo dan paling jelas didengar dengan diafragma stetoskop.. kandung empedu. TINJAUAN GEJALA SPESIFIK Gejala-gejala penting penyakit jantung mencakup berikut ini: • Nyeri dada • Ketidakteraturan irama jantung (palpitasi) • Dispnea (sesak napas) • Sinkop (pingsan) • Kelelahan • Edema dependen (pembengkakan tungkai) • Hemoptisis (batuk darah) • Sianosis (kulit berwarna kebiruan) Nyeri Dada Nyeri dada mungkin merupakan gejala penyakit jantung yang paling penting.. dan muskuloskeletal. usus.Denyut meningkat dengan perlahan dan terlambat Berbeda dengan bising atrioventrikular diastolik. Bising semilunar diastolik adalah suatu tanda dengan sensitivitas rendah tetapi spesifisitas tinggi.

berbaring? .... Daftar ini dipakai hanya dipakai sebagai petunjuk. "tertekan". "seperti "tumpul".. berjam jam. "Tajam". .gerakan Dihilangkan Istirahat....bernapas? ...dingin tubuh..sikap oleh makan. tajam? ... demam? . berhari-hari Dicetuskan Usaha fisik. Tetapi daftar ini tidak mutlak.. difus Di bawah payudara kiri. waklu rriengalami stres emosional? ... seperti ditusuk pisau? . . batuk darah? . . ketika tidur?... . nitrogliserin Apa saja oleh Angina dan nyeri dada lain mungkin timbul dalam berbagai cara.. ketika menggerakkan lengan? . Ciriciri yang tertera di sini merupakan ciri-ciri yang lazim ditemukan. menjepit? .. memeras? . palpitasi? . selama koitus?" 'Apakalt nyerinya berkaitan dengan sesak napas? . tumpul? . "seperti diperas"... .. ... rasa panas? • . nyeri tungkai?" Ciri-Ciri Nyeri Dada' Angina Bukan Angina Lokasi Retrosternal. ditusuk-tusuk". nyeri terus-menerus? . emosi. "seperti di sayat" " seperti dijepit" Intensitas Ringan sampai berat Menyiksa Lamanya Bermenit-menit Beberapa detik. . melalaukan aktivitas ftsik? ... Pernapasao... batuk? ... berdenyut?.. . menggerakkan lengan atau leher?" "Bagaimana deskprisi nyerinya?• .. Lengan kanan punggung Deskripsi "Nyeri terus menerus".. menekan? . .. setempat Penyebaran Lengan kiri. rahang..... menusuknusuk?" 'Apakah nyerinya timbul pada waktu beristirahat? . sesudah makan? . .. nausea atau vomitus? .

Penyebab Lazim Nyeri Dada Sistem organ Penyebab Jantung Penyakit arteri koronaria Penyakit katup aorta Hipertensi pulmonal Prolaps katup mitral Perikarditis Stenosis subaorta hipertrofik idiopatik (IHSS) Vaskular Diseksi aorta Pulmonal Emboli paru Pneumonia Pleuritis Pneumotoraks Muskuloskeletal Kostokondritis Artritis Spasme otot Tumor tulang Neural Herpes zoster Gastrointestinal Penyakit tukak Penyakit kolon Hiatus Hernia Pankreatitis Kolesistitis .

Pasien mungkin Penyebab Lazim Palpitasi Ekstrasistole Denyut prematur atrium (APB) Denyut prematur nodal Denyut prematur ventrikel (VPB) Takiaritmia Takikardia supraventrikel paroksismal (PSVT) Flutter atrium (AFI) Fibrilasi atrium (AF) Takikardia atrium multifokal (MAT) Takikardia ventrikel (VT) . Palpitasi Palpitasi adalah sensasi tidak nyaman di dada yang berkaitan dengan berbagai macam aritmia. Angina merupakan akibat hipoksia miokard yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai koroner dan kebutuhan miokard. Ini adalah tanda patognomonik angina yang biasanya disebut tanda Levine. seraagan virus pada saraf tepi dalam distribusi dermatom.Emosional Ansietas Depresi Sindrom Tietze. Herpes zoster. Bila nyeri dada berkaitan dengan etiologi jantung. aterosklerosis koroner dan penyakit katup aorta merupakan penyebab tetsering. Angina pektoris merupakan gejala sejati penyakit arteri koronaria. Sangat sering pasien melukiskan anginanya dengan mengepalkan tinjunya dan meletakkannya di atas sternum. suatu peradangan tulang tawan kosta.

atau berkeringat?" 'ApakahAnda tidak tahan panas?. Penting untuk ditentukan apakah pasien pernah mengalama episode yang sama di masa lalu dan apa yang dilakukan untuk menghilangkannya. ketika berbaring pada sisi kiri tubulz? . nyeri kepala. "denyut yang melompat". Dikenal pula sebagai kontraksi prematur ventrikel (VPC) atau kontraksi ventrikel prematur (PVC). . . Bi1a seorang pasien mengeluh palpitasi. . seperti pada regurgitasi aorta.. "berhenti".. "meloncatloncat". bila lelah?" 'ApakahAnda pernah pingsan selama palpitasi? . Pasien mungkin melukiskan palpitasi sebagai "berdebar-debar".... . mungkin berkaitan dengan sensasi "kontraksi yang kuat". ketika melakukan aktivitas fisik? .Bradiaritmia Blok jantung Henti sinus Obat-obatan Bronkodilator Digitalis Antidepresan Merokok Kafein Tirotoksikosis Dikenal pula sebagai kontraksi prematur atrium (APC) atau kontraksi atrium prematur (PAC). mengalami nyeri dada?" 'Apakah palpitasi disertai dengan muka kemerahan.. dingin?" "Obat-obatan apa yang sedangAnda gunakan?" 'Apakah Anda minum obat untuk paru paru Anda ?" . Palpitasi sangat lazim dan tidak perlu menunjukkan penyakit jantung yang serius. atau "tidak teratur". sesudah makan?.. "Berapa sering?" "Kapan dimulainya serangan ini?" "Berapa lama serangan ini 6erlangsung?" "Bagaimana rasanya?" 'flpakah tindakan atau posisi tertentu menghentikannya?" 'Elpakah serangan ini berhenti secara tiba-tiba?" 'Apakah Anda dapat menghitung denyut nad iAnda selama serangan?" "Dapatkah Anda mengetukkan irama tersebut di meja ini?" 'Apakah Anda mengalami palpitasi setelah latihan fisik berat?. "mengetuk-ngetuk". Setiap keadaan di mana terjadi peningkatan isi sekuncup (stroke volume). . penting untuk menanyakan pertanyaan berikut ini: "Berapa lama Anda sudah mengalami palpitasi?" 'Apakah serangan palpitasinya terjadi secara berulang-ulang?"Jika ya.

'Apakah Anda dapat mengakhirinya sendiri?" Jika ya. kopi. Posisi ini meningkatkan volume darah intratorakal. Hipertiroidisme merupakan penyebab penting gangguan irama yang berasal dari luar jantung." Episode PND relatif spesifik untuk gagal jantung kongestif. "ortopnea 3 bantal selama 4 bulan terakhir. feokromositoma. dan mengurangi rasa sesak dengan berlari ke jendela untuk "mendapatkan lebih banyak udara. "Bagaimana caranya?" Dispnea Keluhan dispnea sangat penting. Penting untuk bertanya ke pada semua pasien: "Berapa banyak bantal yang Anda perlukan untuk tidur?" Untuk membantu mengukur beratnya ortopnea. Dispnea biasanya berhubungan dengan penyakit jantung atau paru-paru. misalnya. Dispnea nokturnal paroksismal (PND) terjadi di malam hari atau bila pasien telentang. tembakau dan obat-obatan juga merupakan faktor penting dalam aritmogenisitas. sebagai akibatnya dapat timbul gagal jantung kongestif. demam. atau soda cola yang Anda minum setiap hari?" 'Apakah Anda merokok?" 'Apakah Anda minum minuman yang mengandung alkohol?" 'ApakahAnda memperhatikan bahwa setelah palpitasiAnda harus buang air kecil?" Di samping sebab primer kardiovaskular. keadaaan yang lazim berkaitan dengan palpitasi adalah tirotoksikosis." Dispnea aktivitas fcsik (DOE) biasanya disebabkan oleh gagal jantung kongestif kronis atau penyakit paru berat. sering kali batuk. Amine simpatomimetik yang dipakai dalam pengobatan bronkokonstriksi juga merupakan perangsang kuat untuk terjadinya aritmia. Pasien yang pernah mengalami serangan palpitasi harus ditanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut ini: "Bagaimana serangan terdahulu berakhir?" "Berapa seringAnda mengalami serangan ini?" . Pada pasien dengan gangguan panik dan keadaan ansietas lainnya. hipoglikemia. dapat dinyatakan.'Apakah Anda minum obat untuk kelenjar tiroid?" 'Apakah Anda pernah diberitahu bahwa ada gangguan pada kelenjar tiroid Anda?" "Berapa banyak teh. sangat sesak."Berapa blok rumah yang dapat Anda tempuh sekarang ? Sebab-sebab Umum Dispnea Sistem Organ atau Keadaan Penyebab . Gejala PND sering berkaitan dengan gejala ortopnea. anemia. Pasien terbangun kira-kira 2 jam setelah tertidur. sensasi palpitasi dapat terjadi selama periode laju dan irama jantung yang normal. dan ansietas. Ortopnea adalah keadaan di mana pasien memerlukan lebih banyak bantal untuk tidur. Pasien akan melukiskan bahwa ia "sesak napas" atau bahwa ia "tidak mendapat udara dalam jumlah yang cukup". Kafein. Penting untuk mengukur beratnya dispnea dengan menanyakan. dan jantung yang lemah mungkin tidak dapat mengatasi peningkatan beban ini.

. mad rasa? . . Misalnya.. . "Berapa sering Anda menderita serangan ini?" "Apakah pingsan timbul secara tiba-tiba?" 'Apakah Anda kehilangan kesadaran?" 'Anda berada dalam posisi apa ketika pingsan?" 'Apakah pingsan didahului oleh gejala lain? . palpitasi? . "Pasien mengalami DAF 1 blok rumah selama 6 bulan terakhir.. penting untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan berikut: "Apa yang sedang Anda lakukan tepat sebelum Anda pingsan ?" 'Apakah Anda menderita serangan pingsan berulang?" Jika ya. Sinkop Pingsan. Di samping itu. . pasien dapat berjalan melalui 4 blok rumah taripa menjadi sesak napas. Bila pasien menyebutkan pingsan.. Sinkop mungkin berkaitan dengan penyebab jantung atau pun bukan jantung. atau sinkop. Penting untuk menanyakan kepada pasien apa yang dimaksudkannya dengan "pingsan" atau "pusing"." Trepopnea adalah bentuk jarang dispnea posisional di mana pasien dispnea berkurang sesaknya bila berbaring pada sisi kiri atau kanannya. stenosis subaorta hipertrofik . selama 3 bulan yang lalu pasien mengalami ortopnea 4 bantal.Jantung Gagal ventrikel kiri Stenosis mitral Paru-paru Penyakit paru obstruktif Asma Penyakit paru restriktif Emboli paru Hipertensi pulmonal Emosional Ansietas Pemaparan tempat tinggi Berkurangnya tekanan oksigen Anemia Berkurengnya kapasitas pengangkut oksigen "Berapa blok rumah yang dapat Anda lalui 6 bulan yang lalu?" Pemeriksa sekarang dapat berusaha mengukur beratnya dispnea. . Sebelum 6 bulan yang lalu. nyeri dada? .. lapar?" 'Apakah ada tanda peringatan lain yang menunjukkan bahwaAnda akan pingsan?" 'Apakah tinja Anda berwarna hitam seperti ter setelah pingsan?" Aktivitas yang dilakukan sebelum sinkop penting karena beberapa etiologi kardiak berkaitan dengan sinkop selama aktivitas Ssik. nausea?.. Patofisiologi trepopnea tidak diketahui dengan baik. misalnya stenosis katup aorta... adalah hilangnya kesadaran untuk sementara yang disebabkan oleh perfusi serebral yang inadekuat. bingung?.

mungkin ada penyebab aritmogenik. Hipotensi ortostatik adalah suatu bentuk sinkop postural dan disebabkan oleh keterbatasan otonom perifer. Curah jantung mungkin berkurang oleh aritmia atau lesi obstruktif. dan hipertensi pulmonal primer. Misalnya. penyebabnya mungkin hipotensi ortostatik. Posisi pasien tepat sebelum pingsan penting karena informasi ini dapat membantu menentukan penyebab Penyebab Lazim Sinkop Sistem Organ atau Keadaan Penyebab Jantung Berkurangnya perfusi serebral karena gangguan irama jantung Obstruksi keluaran ventrikel kiri Metabolik Hipoglikemia Hiperventilasi Hipoksia Psikiatrik Histeria Neurologik Epilepsi Penyakit serebrovaskular Hipotensi ortostatik Berkurangnya volume darah Obat antidepresan Obat antihipertensi Vasovagal Vasodepresi Miksi Refleks viseral (vasodepresor) Batuk Penyakit paru kronis Sinus karotis Respons vasodepresor terhadap sensitivitas sinus karotis sinkop. jika pasien pingsan setelah bangun tiba-tiba dari tempat tidur di tengah malam untuk berlari menjawab telepon. Jika pasien menyebutkan palpitasi sebelum sinkop.idiopatik. Tekanan darah sistemik tiba-tiba turun karena kegagalan refleks adaptif untuk mengkompensasi sikap .

Umumnya diterima bahwa batuk menyebabkan peningkatan tekanan intratoraks sehingga mengurangi aliran balik vena dan menurunkan curah jantung. tetapi kadang-kadang menyebutkan lebih lelah di pagi hari. seperti donor darah. atau suatu "perasaan tenggelam". perspirasi. Beberapa mekanisme telah dipostulasikan untuk menjelaskan terjadinya hal. terjadi peningkatan rangsangan pada sinus karotis. Tahanan vaskular sistemik mendadak turun tanpa diimbangi dengan peningkatan curah jantung sebagai akibat peningkatan vagotonia.. di malam hari?" "Bilamana Anda merasa paling lairang lelah?" 'Apakah Anda merasa lebila lelah di rumah ketim6ang di tempat kerja?" 'Apakah rasa lelahnya hilang dengan beristirahat?" Pasien dengan lelah psikogenik merasa lelah "sepanjang waktu". dan jenis vasodepresor (hipotensi tanpa bradikardia). di pagi hari? . Penyebab tersering kelelahan adalah ansietas dan depresi. sehingga terjadi sinkop. Mereka seringkali merasa lebih lelah di rumah ketimbang di tempat kerja. Arah pertanyaan harus berusaha membedakan kelelahan organik dari kelelahan psikogenik. Sinkop vasovagal terjadi selama periode ketegangan emosional. kelemahan. Bila pasien dengan sinkop sinus karotis memakai baju dengan kerah baju sempit atau memutar lehernya ke arah tertentu. Tetapi kelelahan tidak spesifik untuk penyakit jantung. rasa tidak enak di epigastrium. Keadaan ini menyebabkan penurunan tekanan darah sistemik secara tiba-tiba. Mungkin terjadi pula peningkatan tekanan cairan serebrospinal yang menyebabkan berkurangnya perfusi ke otak. Sinkop vasovagal adalah jenis pingsan yang paling sering ditemukan.. Kelelahan Kelelahan adalah gejala umum berkurangnya curah jantung. Pasien dengan gagal jantung kongestif dan penyakit katup mitral sering kali mengeluh lelah. menerima kabar buruk. sangat sering dikeluhkan pasien. Keadaan ini sering didahului oleh nausea. suatu bentuk edema dependen. Pewawancara harus menanyakan: "Bilamana Anda mengetahui pertama kali adanya edema?" . Sinkop sinus karotis berkaitan dengan sinus karotis yang hipersensitif dan lebih sering dijumpai pada orang berusia lanjut.. Tanyakanlah pertanyaanpertanyaan berikut: "Sudah berapa lama Anda merasa lelah?" 'Apakah timbulnya secara tiba-tiba?" "Apakah Anda merasa lelah sepanjang hari? . ketika kebanyakan pasien dengan penyebab organik merasa paling kurang sehat. atau keadaan stres. Ada sejumlah pertanyaan lain yang sebaiknya ditanyakan kepada pasien dengan sinkop yang mengarahkan perhatian kita kepada etiologi neurologik. Keadaan lain yang berkaitan dengan kelelahan adalah anemia dan penyakit kmnis.tubuh tegak.. Sinkop post-tusif biasanya terjadi pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis. Mereka mungkin merasa paling sehat di penghujung hari.ini. Keadaan ini biasanya terjadi setelah minum alkohol dalam jumlah cukup banyak. Edema Pembengkakan tungkai. Ada dua macam hipersensitivitas sinus karotis: jenis kardioinhibisi (bradikardia). Sinkop miksi adala6 sinkop yang biasanya terjadi selama mengejan pada waktu buang air kecil di malam hari.

yang terletak di bawah tingkat arteti karotis dan subklavia kiri. kanan dan kiri. PEMERIKSAAN FISIK ABDOMEN Anatomi Hati terletak dibawah diafragma dan dilindungi oleh iga-iga bawah. Permukaan hati diliputi oleh peritoneum viseralis. darah di dalam arteri pulmonal melintasi PDA. Bagian bawah hati adalah cekung dan merupakan atap ginjal kanan. Pada pasien dengan dispnea dan edema yang disebabkan oleh gadgguan jantung.'Apakah kedua tungkai sama bengkaknya?" "Apakah bengkak timbul tiba-tiba?" 'flpakah bengkak memburuk pada suatu waktu dalam satu hari?" 'Apakah bengkak hilang setetah tidur malam hari?" 'Apakah peninggian tungkai membuat bengkak berkurang?" 'Anda sedang meminum obat apa saja?" 'flpakah ada riwayat penyakit ginjal. Keadaan ini berkaitan dengan pintas kanan ke kiri melalui patent ductus arteriosus (PDA). Hati memiliki dua lobus utama. Hati memiliki dua sumber suplai darah yaitu dari saluran cerna dan limpa melalui vena porta dan dari aorta melalui arteri hepatica. adalah berguna untuk menentukan mana yang timbul lebih dahulu. Sebagian darah masuk ke paru-paru untuk mengalami oksigenisasi dan akhirnya dipompa melalui aorta untuk menghasilkan warna kulit yang normal di ekstremitas superior. menonjol ketepi bawah iga kanan. lambung pancreas dan usus. jantung. edema atau sesaknapas ?" 'Apakah Anda mengalami rasa nyeri di tungkai?" 'Apakah ada ulkus di tungkaiAnda?" Jika pasiennya wanita. Tepi bawah hati dengan lebar normal ( 8-12 cm ) dapat dipalpasi pada sebagian orang normal yang melakukan inspirasi dalam. dispnea biasanya timbul lebih dahulu sebelum terjadinya edema. Jika pasien juga mengeluh dispnea. Kandung empedu dan porta hepatikus terletak dibawah kulit hipokondrium kanan. kecuali daerah kecil pada permukaan posterior yang melekat langsung pada diafragma. atau hati?" 'Apakah Anda mengalami sesak napas?" Jika yq "Mana yang lebih dahulu. Ini disebut sianosis diferensial. Pada pintas kanan ke kiti yang disebabkan oleh hipertensi pulmonal. Tepi bawahnya yang biasanya tipis dan halus. Kubah diafragma dimulai kirakira pada sela iga keenam digaris midclavicula. . darah yang kurang mengandung oksigen hanya dipompa ke ekstremitas inferior untuk menimbulkan sianosis hanya pada lokasi tersebut. Keadaan paling baik di pagi hari setelah tidur dengan meninggikan tungkai di tempat tidur. Sianosis Terkadang mungkin dijumpai sianosis hanya pada ekstremitas inferior. 'Apakah Anda minum pil ' KB?" 'Apakah edema berkaitan dengan perubahan daur haid?" Pasien dengan gagal jantung kongestif mengalami edema simetris pada tungkai bawah yang memburuk dengan berjalannya hari.

Hal ini menunjukan daerah nyeri tekan ginjal Duodenum dan pancreas terletak didalam abdomen bagian atas. Ujung limpa sedikit dapat dipalpasi pada 5% pasien normal yang sudah mencapai umur akademis. dan auskultasi. Periksa : Bentuk abdomen Kulit dinding perut dan umbilicus Gerak dinding perut pada pernafasan Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut Bentuk Abdomen . region lumbalis kanan dan kiri. perkusi. Karena gambaran anatomis ini maka ahli bedah transplantasi biasanya lebih suka memilih ginjal kiri donor yang kemudian diputar dan ditempatkan pada pelvis kanan resipien. dan region inguinalis (iliaca) kanan dan kiri. Uterus dan vesika urinaria merupakan struktur-struktur digaris tengah yang biasanya tidak dapat dipalpasi kecuali kalau telah membesar. maka arteri renalis kanan lebih panjang dari arteri renalis kiri. region umbilicalis. Inspeksi Pemeriksaan abdomen dapat dilakukan dalam posisi pasien telentang atau tegak. Aorta yang berdenyut dengan diameter kira-kira 2 cm. Akibatnya vena renalis kiri kira-kira dua kali lebih panjang dari vena renalis kanan.Limpa terletak dibagian posterior kanan didepan iga kedelapan. region hypogastrika (supra pubik). Kedua tungkai jika perlu dalam keadaan fleksi pada sendi paha dan lutut. Dinding perut penderita harus dalam keadaan ‘relax’. palpasi. Arteri renalis dicabangkan dari aorta abdominalis kira-kira setinggi vertebra lumbalis II. Sudut costo vertebral adalah sudut yang dibentuk oleh batas bawah iga kedua belas dan prosesus transverses vertabra lumbalis. Karena aorta terletak disebelah kiri garis tengah. dan sering kali tidak dapat dipalpasi. kesembilan dan kesepuluh. Sebaiknya penderita bernafas melalui mulut atau diajak bercakap-cakap. Normalnya tidak dapat dipalpasi Promontorium sacrum dapat dipalpasi pada pasien kurus dikutub atas sector hipogastrium selama inspirasi dalam. dapat teraba sebagai struktur digaris tengah. Sedangkan vena renalis menyalurkan darah kedalam vena cava superior yang terletak disebelah kanan garis tengah. Vesika urinaria lebih baik dalam keadaan kosong. Pemeriksaan dilakukan dengan cara inspeksi. Uterus dan Vesika urinaria yang membesar dapat dipalpasi pada simpisis pubis. Abdomen dibagi dalm sembilan regio yaitu : regio epigastrium. regio hypokondrium kanan dan kiri. Ginjal adalah organ profunda retroperitoneal didaerah pinggang. Ginjal diperdarahi oleh arteri renalis.

perhatikanlah daerah anatomiknya. kehamilan. menunjukan bahwa wanita tersebut pernah hamil. Pada kehamilan atau adanya tumor intra abdominal. Bentuk perut asimetris dapat disebabkan oleh adanya penonjolan pada salah satu sisi misalnya karena adanya tumor atau pembesran hepar/lien. atau pancreas dapat menimbulkan pembengkakan epigastrium. secum. Kulit Dinding Perut dan Umbilicus Kulit abdomen perlu diperhatikann secara khusus. meteorismus. Kulit yang keriput menandakan bahwa dinding perut mengalami distensi seperti misalnya karena kehamilan. Stria karena baru saja mengalami perubahan berat badan dan stria berpigmen pada sindrom cushing terlihat dengan jelas pada dinding abdomen. mungkin disebabkan oleh distensi kandung kemih atau pembesaran uterus. Keadaan ini dapat dijumpai pada orang yang kekurangan makan atau dehidrasi. dengan sagging pada pinggang (bila bebaring telentang). Jika setempat. Kelainan ini sering ditemukan dan menunjukan kelemahan dan terpisahnya musculus rectus. atau sigmoid mungkin abnormal. Jika ditemukan didaerah supra pubis. Pada pembesaran perut. . Jaringan parut bekas operasi memberikan petunjuk tentang kelainan abdomen. Perut yang tampak membuncit pada orang dewasa kemungkinan disebabkan oleh obesitas. ovarium. Perut yang ‘schapoid’ (cekung) adalah perut dimana konturnya menyerupai lunas perahu yang turun secara tiba-tiba dari prosesus xipoideus. licin dan mengkilap. Pada anak-anak agak membuncit hingga masa pubertas. Linea nigra. pelvis atau retroperitoneal dapat bermanifestasi sebagai ekimosis setempat didaerah pinggang atau disekitar umbilicus. mendatar. garis hiperpigmentasi yang berjalan dari umbilicus sampe simfisis. Didaerah iliaka. Distensi harus dibedakan dari lemak. umbilicus menonjol ( tidak ‘smiling’ ). tumor intra abdominal. atau pernah ascites. limpa atau hati mungkin menyebabkan distensi pinggang sedangkan aorta. disertai dengan umbilicus yang tertarik kekiri dan kekanan (‘smiling umbilicus’) terdapat pada ascites. Diastesis recti adalah suatu tonjolan digaris tengah yang dapat diperlihatkan dengan meminta pasien mengangkat kepalanya. Bila pasien ascites diinspeksi dalam posisi tegak. dan tanyakanlah riwayat penyakit yang berkaitan. Caput medusae adalah lingkaran vena-vena yang berdilatasi menyebar dari umbilicus dan merupakan aliran kolateral vena pada sirosis dan hipertensi portal. Ginjal. Periksalah apakah pasien anda mempunyai jaringan parut. tampak perut buncit. lambung. Kelainan hati dan limpa dapat menimbulkan pembengkakan didaerah hipokondrium. Bentukperut yang seperti perut kodok yaitu buncit. Perdarahan abdominal. Juga terdapat pada keadaan dehidrasi. kulit dinding perut akan tampak tegang . Kadang-kadang. Tentukanlah apakah pembengkakan tersebut meliputi seluruh abdomen atau setempat saja. ascites. pada keadaan ini darah akan mengalir kearah bawah untuk memintasi obstruksi pada vena cava superior. pada posisi tegak maupun telentang perut tampak buncit tanpa ‘sagging’ pada pinggang dan tanpa ‘smiling’ pada umbilicus.Normal simetris. dan retensio urine.

dan tidak tergesa-gesa. Pada obstruksi vena cava superior. Pada tiap daerah pemeriksaan. gerakan dinding perut menjadi sebaliknya. misalnya pada abses subdiafragma. palpasilah daerah tersebut pada saat terakhir. Pada penderita tumor lambung pulsasi didaerah epigastrium pun akan tampak lebih menonjol.Vena kulit mungkin tampak tetapi tidak menonjol dan berkelok-kelok. mula-mula palpasilah tiap sektor dengan perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut. disebabkan oleh dilatasi venae yang mungkin disebabkan oleh adanya obstruksi vena porta (misalnya pada sirosis hati). Normal tidak tampak gerak peristaltic. secara perlahan-lahan tingkatkanlah tekanan tangan yang memeriksa sampai anda puas dengan hasilnya. bila tampak demikian. Gerak dinding perut dalam keadaan ststis dan pada waktu bernapas. Pada ascites yang amat besar. Jika ada alasan untuk mencurigai kelainan atau nyeri di suatu daerah. Pada umbilikus dapat terjadi hernia atau neoplasma. Untuk membantu mencapai bagian . Palpasi yang dilakukan secara tergesa-gesa. Jika anda merasa perlu memeriksa lebih dalam lagi. Pada waktu bernapas normal dinding perut mengembang pada waktu inspirasi dan mengempis pada ekspirasi secara simetris. Arah aliran darah didalam vena pada obstruksi vena porta ialah vena yang teletak diatas umbilikus dari atas kebawah sedangkan pada vena yang terletak dibawah umbilikus dari bawah ke atas. Pulsasi tampak jelas yang berasal dari denyut aorta abdominalis yang diteruskan ke dinding perut.tangan yang dingin. semua aliran darah dalam vena dari bawah ke atas. letakkanlah tangan lainnya pada tangan yang melakukan palpasi untuk menambah tekanan. lemah-lembut. Pulsasi didaerah hipokondrium kanan dapat berasal dari hepar pada pasien yang menderrita insufisiensi katup trikusfpidalis. Tapi pada obstruksi usus. Gerak peristaltic usus yang tampak pada dinding perut.Periksalah abdomen dengan hati-hati. atrau obstruksi vena cava superior atau interior pada obstruksi vena porta.. maka denyut itu tampak walau pada orang yang tidak kurus sekalipun dan bersifat ekspansif berdenyut kesegala arah). Pada obesitas. sedangkan pada obtruksi vena cava interior. Tapi bila aorta abdominalisnya mengalami aneurysma. pergerakan dinding perut saat bernapas juga tidak tampak. vana yang berdilatasi terutama vena dibagian tengah dinding perut sedangkan pada obstruksi vena cava. Dengan memakai bantalan jari-jari dan tangan yang sejajar dengan abdomen. Seorang pasien yang tegang dapat menjadi lebih santai jika sendi panggul dan sendi lututnya difleksikan dan hanya tumitnya yang berada pada meja periksa. arah aliran darah dalam vena yang berdilatasi itu semua keaarah bawah. atau pemeriksaan yang dilakukan secara sepintas lalu akan menggagalkan usaha anda. Pada kelumpuhan diafragma. Pada tumor intra abdominal atau kehamilan. umbilikus dapat menonjol. Pada peritonitis tidak ada pergerakan dinding perut sama sekali. walau perut buncit umbilicus tidask menonjol. akan tampak gerak peristaltic disebelah proksimal dari temapt obstruksi traktus digestivus. vena yang berdilatasi adalah vena yang terdapat di daerah perifer dinding abdomen. Pulsasi dapat tampak pada dinding perut di daerah epigastrium yang mungkin disebabkan oleh hipertropi ventrikel kanan atau pada orang normal yang amat kurus. Palpasi abdomen Informasi yang diperoleh dengan palpasi berbeda-beda tergantung pada perhatian dan ketelitian yang dicurahkan.

lebarnya harus ditentukan dengan perkusi. nyeri tekan pada kuadran kanan atas dapat memberikan petunjuk yang bermanfaat. Penarikan umbilikus kadang-kadang dapat dipakai untuk memperlihatkan peradangan peritoneum. yang untuk sementara memindahkan cairan yang berada diatasnya. Nyeri tekan pantulan adalah suatu tanda penting untuk adanya iritasi peritoneum. atau massa dengan mempalpasi kedua sisi berlawanan struktur tersebut. Cara ini dapat memperlihatkan adanya massa atau pembesaran organ yang tidak dapat diketahui dengan palpasi biasa. atau tumpul. Kadang-kadang letaknya jauh sekali dari jari-jari anda yang melakukan palpasi. dan posisi ini dipertahankan sampai ekspirasi berikutnya. Secara progresif. tanyakanlah dengan segera tempat iritasi maksimum. Diantara ketiga keadaan ini.Letakkanlah satu tangan anda di pinggang dan ketuklah pinggang yang berlawanan dengan ujung jari tangan anda. tajam. Sebagai teknik alternatif. Pada palpasi hati. lakukanlah palpasi lebih rendah sampai anda mencapai krista iliaka. Gelombang peristaltik dapat teraba dimana saja di dalam abdomen dan biasanya menunjukkan obstruksi mekanis. Ujung jari tangan ditekankan dengan gerak menusuk yang cepat kedalam abdomen. Palpasi bimanual yang sebenarnya bermanfaat untuk mengetahui garis bentuk organ. Jika demikian. struktur vaskuler. Ketika peritoneum kembali ke posisi semula. nyeri tekan. Pembesaran lobus kiri hati dapat melintasi garis tengah dan sampai ke hipokondrium kiri. cairan. Perhatikanlah wajah pasien untuk melihat tanda-tanda perasaan tidak enak selama palpasi. Ballotement bermanfaat. terutama kalau abdomen tersebut besar atau penuh dengan cairan. Tangan yang melakukan palpasi secara perlahan-lahan dan dengan lemah-lembut ditekankan dalam –dalam ke dalam abdomen dan kemudian secara tiba-tiba dilepaskan. Mintalah asisten anda untuk menekan garis tengah dengan pinggir tangannya. Kalau hati teraba. Pemeriksa yang berpengalaman akan mengalihkan perhatian pasien selama pemeriksaan dengan membicarakan hal-hal ringan. Kalau teraba. Jika ada cairan bebas. perhatikanlah apakah tepinya tidak nyeri. dan lemak. Tepi hati mungkin dapat diraba pada orang normal. dimana tangan dimasukkan lebih dalam lagi. dan lakukanlah penekanan. Kalau timbul kecurigaan bahwa pasien menderita penyakit akut pada kandung empedu. baik persial maupun hamper lengkap. tangan yang melakukan palpasi akan merasakan adanya benturan gelombang cairan. Tanda Murphy diperoleh dengan meletakkan tangan kiri pada iga kanan pasien dan menyangkutkan ibu jari . Pada palpasi yang dilakukan di daerah hipokondrium kanan mungkin ditemukan pembesaran hati atau kandung empedu. anda dapat meletakkan tumit tangan kiri anda pada margo kosta dan melengkungkan jari-jari tangan anda di atas tepi hati ketika pasien sedang menarik nafas.dalam abdomen. mintalah pasien untuk bernafas perlahan-lahan dan dalam-dalam. hanya cairan yang akan menghantarkan gelombang tekanan. Ini dilakukan dari depan kebelakang melalui pinggang atau dengan menekan kedua sisi struktur tersebut di bagian anterior. letakkan tangan kiri anda pada iga kanan bawah dan arahkanlah jari-jari tangan kanan anda ke arah bahu kanan. Palpasi abdomen yang menggelembung membantu dalam membedakan dilatasi usus. Tepi hati akan terasa menyentuh ujung jari tangan anda ketika ia turun pada waktu inspirasi. Pada tiap ekspirasi abdomen turun. Hati yang sangat membesar lebih sering tidak di temukan ketimbang hati yang sedikit membesar. pasien dapat menggerenyit atau berteriak. Yang terakhir ini merupakan tanda pembengkakan yang merata. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam.

aorta bercabang di atas promontorium sakrum. Pada hernia. Pulsasi lateral merupakan tanda bahwa anda memang memegang kedua sisi pembuluh darah ini dan tidak di atasnya. dan lambung terletak di antaranya dan jari-jari yang melakukan palpasi. ginjal tidak bergerak pada waktu inspirasi. Pembesaran limpa paling baik di deteksi dengan palpasi yang dilakukan dengan cara yang sama seperti palpasi hati. Sokonglah margo kosta kiri dengan tangan kiri anda dan masukkanlah secara perlahan-lahan jari-jari tangan anda ke dalam daerah subkosta ketika pasien menarik nafas secara perlahanlahan dan dalam-dalam. Demikian pula.Jika anda merasa tidak pasti tentang pembesaran limpa. Pankreas bersilangan dengan tulang belakang di daerah ini. Aorta abdominal terletak di bawah dan sedikit di atas dan di sebelah kiri umbilikus. yang kalau membesar dapat di tentukan garis bentuknya dengan palpasi. Hipokondrium kiri mengandung fundus lambung. Hipogastrium mengandung kandung kemih dan uterus. Umbilikus lazim menjadi tempat hernia. sigmoid atau ovarium kiri dapat di temukan di daerah fosa iliaka kiri. satu tangan terletak di belakang dan satu lagi di depan. dan ditemukan sebagai suatu massa yang teraba pada palpasi. dan ia akan mengalami nyeri tekan kalau anda mempalpasi kandung empedu tersebut. kadangkadang. Lobus kiri hati dapat membesar dan mencapai daerah ini. Mintalah pasien untuk menarik nafas dalam ketika anda berusaha menjepit kandung empedu yang sedang meradang di antara ibu jari anda dan margo kosta. seringkali anda dapat meraba ginjal kanan pada orang kurus dan. Palpasilah secara bimanual pada kedua sisi aorta untuk mengetahui diameter lateralnya. kira-kira di pertengahan antara umbilikus dengan spina iliaka anterior superior. Juga. Daerah iliaka kanan mengandung titik Mc Burney – daerah dengan nyeri tekan maksimum pada apendisitis. Daerah umbilikus perlu mendapat perhatian khusus. nyeri tekan dapat diperlihatkan dengan palpasi dalam secara langsung dengan jari tangan anda ketika pasien sedang menarik nafas dalam. Palpasi Hati . Lordosis yang menonjol dan abdomen yang tipis dapat membuat promontorium ini jelas kelihatan. Di daerah iliaka kanan sering di temukan dilatasi sekum. Pada palpasi bimanual. ektasia mungkin sulit dibedakan dari aneurisma sejati.Anda dapat menggetarkan hati dengan melakukan perkusi dengan telapak tangan anda pada iga dan memperlihatkan nyeri tekan di daerah hati tersebut. Tekankanlah jari tangan anda ke dalam pusat. gulingkanlah tubuh pasien kearah anda sehingga berada dalam posisi dekubitus lateral kanan untuk mendorong organ tersebut ke arah lebih superior dan anterior. Yang terakhir ini biasanya akan turun menjauhi jari-jari tangan anda ketika anda berusaha mendekati margo kosta.anda di atas margo kosta. Pasien akan tersendat-sendat ketika ia menarik nafas dalam. Mungkin sangat sulit untuk membedakan limpa yang besar dengan ginjal yang besar. yang dapat di palpasi kalau mengalami pembesaran patologik. Keganasan intraabdomen dapat menjalar ke daerah ini sebagai Sister Mary Joseph node. Demikian pula di sebelah kiri. limpa dan ginjal kiri. Tepat di sebelah medialnya terdapat ovarium kanan. Pinggang mengandung ginjal. Pada orang yang berusia lanjut. meskipun untuk kepastiannya perlu di lakukan pemeriksaan pelvis.kutub bawah ginjal kiri. Ia akan teraba seperti massa berbentuk sosis lunak dan mungkin nyeri tekan kalau di guling-gulingkan di antara ujung-ujung jari tangan. Palpasi dalam pada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada pasien normal. anda akan meraba suatu cincin fasia yang berbatas tegas di sekitar suatu depresi lunak di bagian tengah. Tepat di bawah umbilikus.

sedikit membesar. Minta penderita untuk menarik napas dalam. Lukiskan posisi tepi hati dalam cm di bawah tepi iga pada garis mid-klavikular.Palpasi dengan jari-jari yang fleksi pada sendi metakarpofalangea dengan sisi telunjuk sejajar dengan hati. Palpasi tepi bawah kea rah bawah. saat penderita bernapas agak dalam. periksa daerah pekak dari limpa dengan perkusi-limpa dapat membesar hingga ke daerah hipogastrium.Bila terdapat kecurigaan bahwa limpa. baringkan penderita pada sisi kanan dengan lengan kiri tergantung bebas didepan dan raba kembali pada inspirasi dalam. Bila limpa tidak teraba.Bila hati tidak teraba dan hipokondrium kanan pekak. Mulai kira-kira 10 cm di bawah tepi iga dan kemudian ke atas ke arah tepi iga-iga. Raba tepi hati untuk menentukan : Konsistensi Regular atau iregular Nyeri tekan Pulsasi Perkusi tepi atas dan tepi bawah hati setelah palpasi untuk memastikan kelainan yang dijumpai. Sifat-sifat dari limpa : . palpasi 10 cm di bawah pinggir iga pada hipokondrium. hati mungkin meluas kehipogastrium. untuk mendorong limpa ke bawah sehingga dapat di palpasi. lakukan ke atas kea rah iga-iga. Bila hati membesar: Keras Iregular ?Metastasis Tidak nyeri tekan Membesar Keras licin Tidak nyeri tekan ?Sirosis Membesar ?Limfoma Licin ?Gagal jantung kongestif Nyeri tekan ?Alkohol Membesar ?Infeksi Limpa Seperti pada hati.

Apakah berubah setelah defekasi atau miksi? . lukiskan : Tempat. atau hidronefrosis. Minta penderita untuk bernapas dalam supaya ginjal berada di antara kedua tangan. Bentuk. Nyeri pada ginjal sering bila terdapat infeksi. Pekak pada perkusi-terutama penting dalam penentuan apakah usus terdapat di depan massa. Limpa sangat membesar : ?Leukemia myeloid kronik ?Mielofibrosis Ginjal Palpasi bimanual Dorong ke atas dengan tangan kiri pada sudut ginjal dan raba ginjal dari anterior dengan menggunakan tangan kanan.Tempat Bentuk (?cekungan) Tidak dapat meraba bagian atasnya Bergerak pada respirasi Pekak pada perkusi Lukiskan seperti pada hati. Konsistensi-feses mungkin mencekung (indented) dengan penekanan. kuran. Pulsasi-penyebaran pulsasi dari aorta atau pembengkakan yang berpulsasi. Massa Palpasi dengan teliti seluruh abdomen Bila di temukan massa. Terfiksasi atau dapat di gerakkan-apakah bergerak pada respirasi? Nyeri tekan. penyakit polikistik. Ginjal yang besar mungkin menunjukkan suatu tumor.

Dalam keadaan seperti itu. Tekniknya sama seperti pada perkusi thoraks. Pasien yang mengalami nyeri tekan dapat menegangkan otot-otot perutnya secara volunteer atau involunter. dan bunyi serta resistensinya di perhatikan. Pada keadaan ini. Nyeri tekan pantulan adalah tanda penting peradangan peritoneum yang biasanya menyertai Defense musculare sejati dan rigiditas. mungkin normal pada penderita kurus atau aneurisma besar-ekspansif-bruit. yang secara refleks menyebabkan spasme pada otot-otot abdomen. penarikan umbilikus dapat membantu menentukan adanya peritonitis. Lakukanlah perkusi pada paru-paru anterior yang . sedangkan defense musculare yang sejati atau rigiditas tidak berada di bawah kendali kesadaran. Jari pasif yang di letakkan dengan hati-hati di abdomen di ketuk oleh jari pleksor dengan ketukan stakato. Ingatlah bahwa lobus kiri hati normal dapat mencapai epigastrium dan menjadi massa yang dapat di palpasi. Perkusi abdomen Seperti di tempat-tempat lainnya. Penegangan otot-otot perut yang terjadi secara volunter dapat di atasi dengan mengalihkan perhatian pasien. karena akan timbul nyeri tekan yang jelas. Jika tepi hati telah teraba di hipokondrium kanan. Bila dengan mudah teraba. Palpasi dalam dada epigastrium biasanya menimbulkan nyeri tekan pada orang normal. Abdomen yang benar-benar kaku menunjukkan peradangan peritoneum di bawahnya. demikian pula palpasi aorta dan daerah hipogastrium pada banyak wanita. anda harus menentukan apakah ia benar-benar membesar atau hanya terdorong ke bawah. Jangan kacaukan dengan varian normal.Aorta Palpasi pada garis tengah di atas umbilikus untuk massa yang berpulsasi. Ini adalah daerah di mana peritoneum melekat pada kulit tanpa di halangi oleh otot. daerah yang sakit akan teraba seperti kayu atau papan. Pemeriksaan palpasi abdomen : Tepi hati Ujung limpa Semua massa Perhatikan nyeri tekan Nyeri pantulan Defense musculare Pemeriksaan untuk gelombang cairan kalau perlu Penemuan-penemuan lazim pada palpasi abdomen Nyeri tekan setempat atau umum harus dibedakan. perkusi menggambarkan batas-batas statik antara jaringanjaringan dengan kepadatan yang berbeda-beda.

dan usus yang resonan terdorong ke bawah dan lateral – tepat kebalikan asites bebas. Bersama-sama dengan cara-cara lainnya. dan kenyataan ini di manfaatkan dengan perkusi. Pada keadaan ini di jumpai dua petunjuk : pertama. Suruhlah pasien untuk berdiri di atas empat anggota tubuhnya. Contoh khas keadaan yang terakhir ini adalah kista ovarium. Pemeriksaan perkusi abdomen : Ukuran hati dan limpa Massa Pemeriksaan pindahnya pekak kalau perlu . Udara tersebut mungkin berada di dalam gelung usus yang mengalami distensi atau terdapat bebas di dalam abdomen. di garis aksila anterior. Perkusi di daerah epigastrium dan hipokondrium kiri menimbulkan bunyi timpani karena adanya gelembung gas di dalam lambung. Meskipun demikian.Jarak antara garis-garis yang di buat ketika pasien telentang dan ketika tubuhnya di gulingkan menunjukkan jumlah cairan karena permukaan cairan akan selalu rata. Kista ini dapat berukuran besar sekali dan terlihat sebagai distensi abdomen yang sangat menyolok. lokasi timpani dapat menentukan tempat obstruksi. mulailah perkusi di garis tengah dan bergeraklah ke kedua pinggang. Gulingkanlah tubuh pasien ke salah satu sisi dan ulangilah prosedur itu pada sisi yang lebih rendah. Tandailah dengan pena anda tempat di mana resonansi berubah menjadi pekak. Pekak limpa seringkali di temukan di antara sela iga kesembilan dan kesebelas. Adanya massa tanpa timpani di kuadran kanan atas mengarah pada pembesaran limpa. Nyeri pekak pantulan dapat diperoleh dengan perkusi dan juga dengan palpasi. Sekarang cairan akan tergenang di umbilikus. Pada kasus asites yang meragukan. Timpani menunjukkan udara. umbilikus tidak menonjol keluar. Pada pasien yang berbaring. tetapi ukuran yang melebihi 12 cm mungkin abnormal. Perkusi memastikan dan memperjelas banyak penemuan pada palpasi. dan kedua. cairannya trdapat di dalam suatu ruang tertentu. Gulingkanlah tubuh pasien ke sisi lainnya dan ulangi. dan cairan peritoneal yang terlokalisir akan memberikan hasil negative palsu. Kadang-kadang perpindahan usus yang relative tidak mengandung udara akan memberikan hasil positif palsu. Pembesaran limpa yang ringan bermanifestasi sebagai perubahan timpani menjadi pekak ketika sela iga terbawah di perkusi dan pasiennya menarik nafas dalam – tanda perkusi limpa. Pekak yang berpindah menunjukkan asites. Cairan bebas menunjukkan usus yang mengandung udara terapung-apung di bagian paling atas. Ingatlah bahwa fleksura lienika kolon terletak di belakang limpa tapi di depan ginjal. Pembesaran limpa dan ginjal dapat lebih di bedakan dengan bantuan perkusi. memberikan petunjuk yang jelas. berusahalah menemukan puddle sign (tanda genangan). ada atau tidak adanya timpani.resonan dan bergeraklah ke bawah sampai pekak hati menunjukkan batas atas. Hal ini di sebut shifting dullness. bersama-sama dengan massa yang dapat di palpasi. di mana anda akan dapat menemukan daerah yang pekak. Ada dua sumber kesalahan potensial. Massa dengan timpani menunjukkan pembesaran ginjal. pekak cairan tetap terdapat di bagian anterior pada pasien yang berada dalam posisi berbaring. Seringkali terisi dengan udara.Lebarnya berbeda-beda dari pasien ke pasien.

Penemuan-penemuan pada perkusi abdomen Perkusi memastikan penemuan-penemuan yang di peroleh dengan palpasi. Pekak alih menunjukkan adanya asites. Mungkin terdengar di daerh hati atau lien. Intensitas berkaitan dengan kekuatan peristaltik. tapi terdengar bersamaan dengan inspirasi dan ekspirasi. Venuos hum mingkin berasal dari vena cava orang normal. Friction rub: Bunyi ini sama kedengarannya seperti bunyi gesekan pleura atau pericardial. Paling sering terdengar di daerah umbilikalis atau daerah hepar. Gejala-gejala daerah abdomen Keluhan pada abdomen dapat berkaitan dengan kelainan lokal atau dapat disebabkan oleh penyakit sistemik. Bila peristaltik meningkat seperti pada diare atau gastroenteritis bising usus terdengar 10-15 kali per menit. keadaan ini disebut "silent abdomen". tapi mungkin juga terdengar karena pasien menderita sirosis hepatic dengan hipertensi portal. Dengarkan pada seluruh abdomen dengan stetoskop diafragma kira-kira 10-15 detik atau 1 menit. pekak yang menetap menunjukkan massa. Pemeriksaan auskultasi yang dilakukan pada abdomen adalah pemeriksaan: Bising usus: Bising usus disebabkan bunyi udara dan cairan dalam usus yang bergerak karena peristaltik usus. arteri lienalis di hipokondrium kiri. Pada Obstruksi usus memberikan bising usus hiperaktif atau berdenting. Auskultasi sebaiknya dilakukan sebelum palpasi atau perkusi agar tidak merangsang timbulnya peristaltik. arteri hepatica di hipokondrium kanan. Peristaltik usus halus cenderung bernada tinggi ketimbang gemuruh panjang kolon yang bernada rendah. Bunyi gesek yang terdengar di daerah lien mungkin disebabkan oleh peradangan atau infark limpa.menunjukan aliran turbulen didalam pembuluh darah yang berdilatasi. misalnya nyeri abdomen. dan nada berhubungan dengan ketegangan dinding visera. Bising arteri lienalis penting karena stenosis arteri renalis mungkin merupakan penyebab hipertensi. Venous hum: Lebih halus terdengarnya daripada arterial bruit dan nadanya lebih tinggi. Setiap arteri besar dalam abdomen dapat menjadi sumber bising. didapat nyeri kolik disertai dengan bising usus yang meningkat dan amat nyaring. Terdapat beberapa gejala atau kumpulan gejala yang karakteristik pada suatu . menyempit atau berkelok. atau cholesystisis. Arterial bruit:Berasal dari arteri. Terdengar sepanjang fase sistolik maupan diastolic jantung. frekuensi dan nadanya. Bising usus didengarkan bila terdapat tanda abnormal. Auskultasi Abdomen Auskultasi ialah salah satu dari bagian pemeriksaan fisik. Arterial bruit terdengar pada fase sistolik jantung bersamaan atau tepat setelah ictus cordis. Normal bising usus akan terdengar 13 kali per menit. Perubahannya adalah dalam hal intensitas. Bunyi gesek yang terdengar didaerah hati mungkin dijumpai pada hepatoma. Sumber suara abdomen mencakup peristaltik dan struktur vaskuler. dan timpani menunjukkan adanya gas. misalnya terdapat pada peritonitis dan ileus paralitikus. Pada obstruksi usus. frekuensi berkaitan dengan kecepatan gelombang. Auskultasi memberikan infromasi tentang kejadian dinamik. Arterial bruit juga harus bisa dibedakan dengan bising jantung yang menyebar dan berasal dari jantung. Aktivitas peristaltik memancarkan berbagai macam suara bergelembung ketika permukaan antara air dan udara berubah dengan adanya gelombang kontraksi. Bila selama 310 menit tidak terdengar sekalipun bising usus. dengan cara mendengarkan suara melalui stetoskop. Aorta abdominalis paling baik didengar tepat diatas pembuluh darah di epigastrium.

Sedangkan pada nyeri kronik lbih sulit menentukannya karena banyak factor psikologis yang turut berperan. rasa seperti diremas pada kolesistitis. Pada dasarnya harus dibedakan rasa nyeri kolik seperti pada obstruksi intestinal dan bilier. Dibawah ini terdapat beberapa simtom yang sering dikeluhkan oleh pasien didaerah abdomen. Intensitas nyeri: pada keadaan akut. Kantung empedu. gaster.penyakit yang sering merupakan masalah bagi pasien untuk memperoleh pertolongan medis. Gejala atau kumpulan gejala tersebut tak jarang menimbulkan persepsi atau interpretasi yang berbeda diantara yang mengeluh. aorta. Usus halus. tukak peptic. pankreastitis akut. ileus obstruksi. dalam hal ini dokter. Lokasi nyeri Kuadran kanan atas Kuadran kanan bawah Kuadran kiri atas Kuadran kiri bawah Difus Dugaan sumber nyeri Hepar. kolon Pancreas. Hal ini tidak mudah. limpa Ginjal. dalam hal ini pasien . bergantung latar belakang pendidikan . dan esofagitis. rasa panas seperti pada esofagitis. gaster. intensitas nyeri relative dapat diurut berdasarkan intensitas nyeri yang paling hebat sampai ke relative ringan sebagai berikut. gastroenteritis. rasa nyeri berkurang . Tidak jarang pula satu gejala medis tertentu diekspresikan secara berbeda-beda. rasa nyeri yang bersifat tumpul seperti pada batu ginjal. sosial. Pada penyakit kolon. apendisitis. ginjal Pankreas. kolesistitis. di mana ekspresi bahasa tidak sama untuk menggambarkan rasa nyeri. dengan yang mendengarkan. ovarium. duodenum Appendik. dan juga pada iskemia intestinal. duodenum. apendisitis menimbulkan rasa nyeri tumpul dan menetap. Sehingga diperlukan tehnik anamnesis yang spesifik untuk menyamakan persepsi. terutama di Indonesia. kolik ginjal. Nyeri pada penyakit pancreas sering terjadi setelah makan. diantaranya:. Factor yang mencetuskan dan factor yang meringankan nyeri: nyeri perut yang dapat diringankan dengan minum antacid dapat diperkirakan menderita tukak peptic (terutama tukak duodenum). perforasi ulkus.appendik Kualitas nyeri: perlu diketahui kualitas rasa nyeri tersebut. atau budaya pasien.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful