P. 1
Delik

Delik

|Views: 28|Likes:
Published by Erick Loebiz

More info:

Published by: Erick Loebiz on Feb 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/25/2012

pdf

text

original

Delik-Delik Khusus

MONEY LOUNDRY BAGIAN I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pencucian uang adalah proses pengubahan dana ilegal menjadi dana dan aset yang sah. Dana berasal dari perdagangan narkoba, penggelapan pajak, penyelundupan, pencurian, terorisme, perdagangan senjata, praktek korupsi dan aktivitas ilegal lainnya. Peran dan kekuatan pelaku kejahatan secara substansial meningkat dengan melakukan pencucian uang. Problematik pencucian uang yang dalam bahasa Inggeris dikenal dengan nama ³money laundering´ sekarang mulai dibahas dalam buku-buku teks, apakah itu buku teks hukum pidana atau kriminologi. Ternyata problematik uang haram ini sudah meminta perhatian dunia internasional karena dimensi dan implikasinya yang melanggar batas-batas negara. Sebagai suatu fenomena kejahatan yang menyangkut terutama dunia kejahatan yang dinamakan ³organized crime´, ternyata ada pihak-pihak tertentu yang ikut menikmati keuntungan dari lalulintas pencucian uang tanpa menyadari akan dampak kerugian yang ditimbulkan. Erat bertalian dengan hal terakhir ini adalah dunia perbankan yang pada satu pihak beroperasional atas dasar kepercayaan para konsumen, namun pada pihak lain, apakah akan membiarkan kejahatan pencucian uang ini terus merajalela. Dalam Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang, UndangUndang No. 15 Tahun 2002, pengertian bank dirumuskan secara luas dalam Pasal l butir 4, yaitu : Penyedia Jasa Keuangan adalah setiap orang yang menyediakan jasa di bidang keuangan termasuk tetapi tidak terbatas pada bank, lembaga pembiayaan, perusahaan efek, pengelola reksa dana, kustodian, wali amanat, lembaga penyimpanan dan penyelesaian, pedagang valuta asing, dana pensiun, dan perusahaan asuransi. Ada pelbagai perumusan bertalian dengan makna pencucian uang atau ³money laundering´. Pada dasarnya perumusan itu menyangkut suatu proses pencucian uang yang diperoleh dari kejahatan dan dicuci melalui suatu lembaga keuangan (bank) atau penyedia jasa keuangan, sehingga pada akhirnya uang yang haram itu mendapatkan suatu penampilan sebagai uang yang sah atau halal. Dalam Pasal 2 dari Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dirumuskan : Hasil tindak pidana adalah harta kekayaan yang berjumlah Rp 500 juta atau lebih atau nilai yang setara, yang diperoleh secara langsung atau tidak langsung dari kejahatan : a. korupsi b. penyuapan c. penyeludupan barang d. penyeludupan tenaga kerja e. penyeludupan imigran

psikotropika i. pencurian n. B. penggelapan o. (2) Setiap orang yang melakukan percobaan. baik atas namanya sendiri maupun atas nama pihak lain. atau menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana. narkotika h. perdagangan budak. penculikan l. menghibahkan atau menyumbangkan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana.00 (lima milyar rupiah) dan paling banyak Rp 15. baik atas nama sendiri maupun atas nama pihak lain. Dipidana karena tindak pidana pencucian uang dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling sedikit Rp 5. membawa ke luar negeri harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana menukarkan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana dengan mata uang atau surat berharga lainnya. perdagangan senjata gelap k. mentransfer harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana dari suatu Penyedia Jasa Keuangan ke Penyedia Jasa Keuangan yang lain.f. penipuan yang dilakukan di wilayah Negara Republik Indonesia atau di luar wilayah Negara Republik Indonesia dan kejahatan tersebut juga merupakan tindak pidana menurut hukum Indonesia. Sejumlah karakteristik yang umumnya melekat pada White Collar Crime menurut Hazel .000. baik perbuatan itu atas namanya sendiri maupun atas nama pihak lain. baik atas nama sendiri atau atas nama pihak lain.000. baik atas namanya sendiri maupun atas nama pihak lain.wanita dan anak j.000. menitipkan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana.000. Teori-Teori Tindak pidana pencucian uang dirumuskan dalam Pasal 3 UU TPPU. perbankan g. atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana pencucian uang dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud dalam ayat (1 ). pembantuan. yaitu : (1) Setiap orang yang dengan sengaja : y y y y y y y y menempatkan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana ke dalam Penyedia Jasa Keuangan.000. membayarkan atau membelanjakan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana. terorisme m.00 (lima belas milyar rupiah).000.

Setiap prosedur ³placement´ yang berarti mengubah lokasi fisik atau sifat haram dari uang itu adalah juga salah satu bentuk ³layering´. such as Switzerland or the Caymen Islands´. jika ingin . Hubungan antara ³placement´ dengan ³layering´ adalah jelas. maka keharusan untuk melaporkan transaksi uang tunai sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku dapat dikelabui atau dihindari. apa yang dinamakan ³placement´.Croall (1992) sebagaimana dikutip oleh Harkristuti Harkrisnowo (2001) adalah sebagai berikut: y y y y y y Tidak kasat mata (low visibility) Sangat kompleks (complexity) Ketidakjelasan pertanggung jawaban pidana (diffusion of responsibility) Ketidak ielasan korban (diffusion of victims) Aturan hukum yang samar atau tidak ielas (ambiguous criminal law) Sulit dideteksi dan dituntut (weak detection and prosecution). Dengan ³integration´ dimaksudkan ³the provision of apparent legitimacy to criminally derived wealth. Untuk menghadapi cara-cara yang digunakan para penjahat ini dengan para pembantu mereka melalui pelbagai transaksi yang tidak jelas dalam rangka menghalalkan uang mereka dalam jumlah yang besar. Yang ketiga adalah ³integration´. Kesemua perbuatan dalam proses pencucian uang haram ini memungkinkan para raja uang haram ini menggunakan dana yang begitu besar itu dalam rangka mempertahankan ruang lingkup kejahatan mereka atau untuk terus berproses dalam dunia kejahatan yang menyangkut terutama narkotika. Atau secara lebih sederhana agar sumber uang tersebut tidak diketahui oleh pihak penegak hukum. Tahap yang kedua dinamakan ³layering´. si penjahat harus mengintegrasikan dana dengan cara legitimasi ke dalam proses ekonomi yang normal. dengan mengubah uang tunai menjadi aset fisik. or more simply through an electronic transfer of the funds from a bank secrecy haven back to the money¶s country of origin´. Dengan ³placement´ dimaksudkan ³the physical disposal of cash proceeds derived from illegal activity´. atau instrumen keuangan seperti ³money orders. Strategi ³layering´ pada umumnya meliputi. cashiers cheques or securities and multiple electronic transfers of funds to so called `bank secrecy havens¶. atau ³real estate´. Dengan perkataan lain. Melalui ³smurfing´ ini. Untuk itu akan dijelaskan di bawah ini tiga tahap pencucian uang : y y y Pertama. integration schemes place the laundered proceeds back into the economy in such a way that the re-enter the financial system appearing to be normal business funds´. If the layering process has succeeded. Dengan ³layering´ dimaksudkan ³separating illicit proceeds from their source by creating complex layers of financial transactions designed to disguise the audit trail and provide anonymity´. juga melalui ³invoices and income of shell corporations. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyampaikan laporan palsu yang menyangkut pinjaman uang. maka ada tiga permasalahan yang harus ditangani. Dengan perkataan lain. seperti kendaraan bermotor. antara lain. barang-barang perhiasan dari emas atau batu-batu permata yang mahal. Metode yang paling penting dari ³placement´ ini adalah apa yang disebut sebagai ³smurfing´. fase pertama dari proses pencucian uang haram ini ialah memindahkan uang haram dari sumber di mana uang itu diperoleh untuk menghindarkan jejaknya.

European Communities Directive. penyuapan. dan berbagai jenis kejahatan lainnya yang tidak unik hanya kepada sektor kehutanan. Dalam pembahasan revisi UU 15/2002 ini. Council Directive on Prevention of the Use of the Financial System for the Purpose of Money Laundering (June 10. pemerintah Indonesia dapat melakukan langkah yang sangat strategis ± dan menjadi preseden secara global ± untuk meningkatkan governance baik di sektor kehutanan maupun di sektor keuangan. A. 1990). Beberapa dari aktivtias tersebut diantaranya adalah: . yang merupakan kejahatan kehutanan yang paling menonjol. Di Indonesia. UU 41/1999 tentang Kehutanan mendefinisikan paling sedikit 13 katagori aktivitas kejahatan yang terkait dengan kehutanan yang dapat dihukum minimal selama 5 tahun dan denda antara Rp. Apa itu Kejahatan Kehutanan? Kejahatan kehutanan dapat terjadi dalam berbagai bentuk. BAGIAN II PERMASALAHAN DPR and lembaga eksekutif Pemerintah Indonesia saat ini sedang merevisi UU 15/2002 mengenai tindak pidana pencucian uang. kerugian dapat mencapai US$ 3. Pemerintah Indonesia saat ini terlibat dalam berbagai inisiatif kerjasama bilateral dan multilateral untuk memerangi pembalakan liar dan jenis-jenis kejahatan kehutanan lainnya. Tahun lalu FATF mengumumkan bahwa mereka akan menerapkan sanksi kepada Indonesia jika UU 15/2002 tidak diperbaiki sehingga memenuhi standar internasional. Kejahatan kehutanan juga menyebabkan kerusakan lingkungan yang parah. Mereka melakukan ini sebagai respon terhadap tekanan dari Financial Action Task Force (FATF). kejahatan perbankan. Pembalakan liar. per tahun (dan menurut beberapa perkiraaaan.8. Kejahatan kehutanan ini sering dikaitkan dengan korupsi. Seizure and Confiscation of the Proceeds from Crime (No.1991). atau US$ 1 miliar. termasuk kehilangan ekosistem kehutanan dan berbagai jenis satwa langka. kerahasiaan financial secara pribadi. Beberapa instrumen internasional yang erat kaitannya dengan pengaturan mengenai Money Laundering adalah : y y y United Nations Convention Against Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances (Dec. Dengan memasukkan ³kejahatan kehutanan´ sebagai predicate offense didalam UU Perubahan terhadap UU 15/2002. 20. 1988).menggagalkan praktek kotor pencucian uang haram. Council of Europe Convention on Laundering. Yang pertama ialah kerahasiaan bank. penggelapan pajak. diperkirakan merugikan negara paling sedikit sebesar Rp 9 trilliun. sebuah lembaga antar negara yang memonitor implementasi undang-undang anti pencucian uang pada sektor keuangan secara global.4 miliar). salah satu dari sekian banyak isue yang seharusnya dipertimbangkan oleh Pemerintahan Megawati dan DPR adalah bagaimana menggunakan UU anti pencucian uang untuk mengendalikan aktivitas ilegal di sektor kehutanan. Search. dan efisiensi transaksi.5-10 miliar.

Pada umumnya pembalakan liar dan berbagai kejahatan kehutanan terkait langsung dengan aktivitas kriminal yang tidak unik hanya kepada sektor kehutanan.¶ Di Indonesia. Membawa peralatan berat ke kawasan hutan tanpa memiliki izin. pembalakan liar melibatkan berbagai oknum termasuk: pegawai yang korup. . Penyelundupan juga sangat menonjol di sektor kehutanan yang terlihat dari besarnya volume kayu dan hasil hutan lainnya yang dikirimkan keluar Indonesia tanpa dilengkapi surat-surat yang syah. Di hampir semua propinsi yang kaya hutan. Membakar hutan. B. Pada kenyataannya. Bank. personel TNI dan polisi. dan jasa pengangkutan. broker kayu ilegal. penduduk lokal yang terlibat didalam penebagan informal. adalah sebuah kegiatan kriminal yang sangat menyebar luas dimana oknum pegawai pemerintah menerima secara rutin uang suap sebagai imbalan untuk pemberian hak konsesi dan izin pemanfaatan hasil hutan. Korupsi. Menambang didalam kawasan hutan tanpa izin Menteri. misalnya. Beberapa produser pulp dan kertas di Indonesia telah melakukan tindak pidana kejahatan perbankan dengan melakukan mark-up biaya investasi mereka. pemegang hak konsensi hutan yang beroperasi diluar kontrak HPH mereka. Peran yang dimainkan bank Sering sekali diasumsikan bahwa pembalakan liar di Indonesia dilakukan oleh aktor berskala kecil yang bekerja secara tunai (cash basis) dengan sedikit kebutuhan untuk memperoleh pembiayaan. bank dan lembaga keuangan lainnya memainkan peran penting dalam menyediakan dana untuk kegiatan kehutanan yang legal dan tidak legal. Mengangkut hasil hutan tanpa dokumen yang syah. Sampai sejauh ini bentuk kejahatan kehutanan yang paling menonjol adalah aktivitas yang dikenal sebagai µpembalakan liar. eksportir.v v v v v v v v v Merusak infrastruktur yang digunakan untuk perlindungan hutan. Menggunakan atau menempati sebagian dari Kawasan Hutan tanpa persetujuan Menteri. dan pegawai Bea Cukai. Perusahaan kayu sering terlibat didalam penggelapan pajak atau tax evasion dengan melaporkan penebangan kayu yang lebih rendah dari seharusnya. Terlibat didalam kegiatan yang mendukung degradasi hutan. secara umum diperkirakan antara 60 sampai 80 persen dari 60 sampai dengan 70 juta m3 kayu yang dikonsumsi oleh industri kayu domestik setiap tahun diperoleh secara ilegal. Memanen hasil hutan tanpa memiliki izin atau hak. Menebang pohon dalam batas 500 meter dari tepi waduk atau danau.

perhatikan contoh hipotesis berikut ini. pinjaman jangka panjang untuk fasilitas pemrosesan kayu. Dalam banyak hal. v Menteri Kehutanan menderita kerugian sebesar US$ 1 miliar per tahun akibat terjadinya pembalakan liar. penjaminan penerbitan obligasi dan surat berhaga komersial. disamping tentunya menerima deposit dari perusahaan kehutanan. kondisi ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk memastikan tersedianya dana untuk membiayai kegiatan kehutanan yang ilegal dan merupakan kendaraan yang dapat digunakan untuk memanipulasi transaksi keuangan yang terkait dengan investasi di sektor kehutanan.3 miliar. Pegawai-pegawai perusahaan kayu dan perusahaan plywood serta perusahaan pemasaran di Hong Kong menyadari bahwa kayu yang digunakan untuk membuat panel kayu berasal dari pembalakan liar. dan pembiayaan perdagangan. . Perusahaan kayu menempatkan hasil tindak pidana kedalam sistem keuangan dengan mendepositokan kedalam sebuah rekening bank dengan nama fiktif.misalnya. Sebelum terjadinya krisis keuangan tahun 1997.5 miliar dalam bentuk aset kehutanan yang digadaikan. Pencucian Uang Terjadi di Sektor Kehutanan Untuk lebih memahami bagaimana proses pencucian uang terjadi di sektor kehutanan di Indonesia. v Sebelum dilakukan penjualan. pembelian hutang perusahaan. secara rutin memberikan modal kerja untuk aktivitas pembalakan. BPPN menguasai hutang perusahaan kehutanan senilai US$ 3 miliar dan US$ 8. Perusahaan plywood ini menjual panel kayu kepada pembelinya di China. Sedangkan perusahaan plywood mengintegrasikan keuntungannya kedalam aktivitas bisnis legal dengan melakukan investasi disebuah kawasan wisata di Bali. Sebuah perusahaan plywood di Propinsi Riau membeli bahan baku kayu dari perusahaan kayu yang tidak memiliki izin pemanfaatan hasil hutan dan melakukan pembalakan liar di Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. pembiayaan pembangunan hutan tanaman. v Bank Mandiri saat ini menguasai hutang perusahaan kehutanan senilai US$ 1. Untuk menyamarkan kenyataan bahwa keuntungan perusahaan berasal dari kegiatan ilegal. dan Taiwan melalui perusahaan pemasaran Indonesia yang berlokasi di Hong Kong. Seperti diperlihatkan oleh angka-angka dibawah ini. ketiga perusahaan ini menerapkan starategi yang berbeda. jumlah uang yang keluar dan masuk sektor kehutanan di Indonesia sangatlah besar : v Industri kehutanan menghasilkan ekspor senilai lebih dari US$ 5 miliar per tahun. Perusahaan pemasaran melakukan layering dengan mengalihkan penerimaan uangnya melalui sebuah bank di Cayman Island. hampir seluruh konglomerat kehutanan di Indonesia memiliki bank mereka sendiri. C. Korea Selatan. v Lebih dari US$ 15 miliar telah diinvestasikan di sektor pulp dan kertas sejak akhir tahun 1980-an.

mereka juga dapat dituntut terlibat tindak pidana pencucian uang. .Didalam ketiga kasus diatas. Dalam konteks ini. BAGIAN III ANALISIS A. Manfaat mengkaitkan tindak pidana kehutanan dengan tindak pidana pencucian uang diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Bank akan meningkatkan praktek due diligence dalam memberikan pinjaman disektor kehutanan: peraturan µKnow Your Customer¶ meminta bank untuk menentukan apakah pelanggan terlibat didalam kegiatan ilegal atau tidak. masing-masing perusahaan dapat dituntut terlibat pencucian uang. pemerintah dapat juga menuntut lembaga keuangan yang membiayai kegiatan pembalakan liar. Jika µkejahatan kehutanan¶ secara spesifik masuk kedalam daftar predicate offense pada UU tindak pidana pencucian uang Indonesia. 3) Pemerintah akan memiliki alat baru untuk menegakkan peraturan kehutanan dan keuangan: Memasukan kejahatan kehutanan didalam predicate offense akan memperluas pilihan penegakan hukum untuk memutuskan sumber pembiayaan bagi kegiatan pembalakan liar. Disektor kehutanan khususnya.´ Kenyataan bahwa hampir 70 persen kayu di Indonesia diperoleh dari sumber yang ilegal memunculkan pertanyaan penting tentang apa yang tergolong µtransaksi mencurigakan¶ di sector kehutanan. akan tetapi juga kepada perusahaan pemasaran Indonesia yang berada di Hong Kong. Memasukkan kejahatan kehutanan dan kejahatan lingkungan didalam UU perubahan atas UU 15/2002 tentunya adalah langkah yang paling efektif untuk mencapai hal tersebut. secara konseptual bank dapat diwajibkan untuk memperlakukan setiap transaksi yang melibatkan aktivitas kehutanan sebagai salah satu bentuk µtransaksi mencurigakan¶ ± paling tidak sampai perusahaan kehutanan memberikan bukti sebaliknya. 2) Bank diminta untuk memonitor dan melaporkan transaksi yang mencurigakan: UU 15/2002 mendefinisikan transaksi mencurigakan sebagai: ³transaksi yang menyimpang dari profil dan karakteristik serta kebiasaan pola transaksi dari nasabah yang bersangkutan. perusahaan yang terlibat telah mengambil langkah-langkah untuk membuat uang yang berasal dari kegiatan ilegal nampak seolah-olah berasal dari sumber yang syah. Hal ini pada gilirannya akan mengarah kepada peningkatan yang besar didalam tingkat transparansi dan akuntabilitas perusahaan di sektor kehutanan. bank memiliki kewajiban untuk mengambil tindakan terhadap pelanggan yang diketahui menggunakan kayu dari pembalakan liar. Manfaat Mengkaitkan Hutan Dengan Pencucian Uang Ada berbagai cara untuk mengkaitkan tindak pidana kehutanan dengan dengan tindak pidana pencucian uang. Jika lembaga keuangan terbukti membantu proses penyamaran asal dana yang diperoleh secara ilegal ini. Hal ini tidak hanya dapat diterapkan kepada perusahaan kayu dan plywood yang berada di Indonesia. termasuk transaksi keuangan oleh nasabah yang patut diduga dilakukan dengan tujuan untuk menghindari pelaporan transaksi yang bersangkutan yang wajib dilakukan oleh Penyedia Jasa Keuangan sesuai dengan ketentuan UU. Disamping menuntut aktor yang secara langsung terlibat didalam pembalakan liar.

PPATK memasukkan µkejahatan dibidang kehutanan¶ dan kejahatan dibidang lingkungan¶ didalam daftar predicate offense didalam rancangan UU perubahan yang telah diserahkan kepada DPR untuk diratifikasi. Menteri Kehutanan menempati posisi unik untuk mengkomunikasikan apa implikasi bagi penegakan hukum dan governance dibidang kehutanan jika kejahatan kehutanan dimasukkan sebagai predicate offense pencucian uang. Macam-Macam Kejahatan Keuangan Kehutanan 1. Tidak membayar DR dan PSDH dan kewajiban negara lainnya C. Perlunya Kepemimpinan dari Menteri Kehutanan Sejak April 2003. akan sangat berguna jika Menteri mengkomunikasikan dengan PPATK dan dengan Komisi II DPR . Saat ini sangat dibutuhkan adanya kepemimpinan dari Menteri Kehutanan atas isue ini untuk memastikan kejahatan kehutanan tercakup dalam UU perubahan atas UU 15/2002 pada saat diratifikasi nanti. Pada awal Juni. Menyatakan harga jual produk kayu dibawah harga pasar untuk melaporkan laba yang kecil atau rugi Menyatakan harga input produk kayu yang jauh diatas harga pasar untuk mengurangi laba atau melaporkan rugi 2. sering terjadi kayu yang ditebang dan uang yang dihasilkan dari kayu tersebut dikirim keluar negeri. B. CIFOR telah terlibat dalam seri diskusi dengan Unit Intelejen Keuangan pemerintah Indonesia (PPATK) untuk mengupayakan tercantumnya kejahatan kehutanan didalam UU perubahan atas UU 15/2002. Tidak membayar DR dan PSDH dengan benar dengan under-grading. Tidak membayar kepada kreditur dengan memindahkan arus kas perusahaan ke bisnis yang lain. Mark up nilai jasa dan produk yang diterima dari grup perusahaan sendiri untuk mengurangi besarnya laba dan pajak perusahaan 5. Dibawah FATF. under measuring. Secara khusus. penegakan hukum tindak pidana pencucian uang juga difasilitasi melalui kerjasama dengan negara lain. Sampai UU diratifikasi oleh DPR. Berbeda dengan UU kehutanan. Memanipulasi pembayaran hutang piutang kepada group perusahaan sendiri untuk mengurangi laba dan menghindari pajak perusahaan 4. tanpa memperhatikan apakah mereka melakukannya di Indonesia atau diluar negeri. UU tindak pidana pencucian uang akan memungkinkan pemerintah Indonesia menuntut warga negara Indonesia yang mungkin terlibat didalam kegiatan pencucian uang.4) Ketentuan hukum baru akan tersedia untuk penegakan hukum dan penuntutan: Untuk kegiatan pembalakan liar. under-reporting dan undervaluing kayu dan misklasifikasi spesies kayu 6. 3.

alat optik atau sejenis. dikirimkan. tanda. Bapepam dan Dirjen Lembaga Keuangan Departemen Keuangan.8. 20. peta. penitipan. Council of Europe Convention on Laundering. Peraturan KYC mewajibkan bank dan penyedian jasa keuangan lainnya untuk mengidentifikasi indetitas nasabah. BAGIAN IV KESIMPULAN Tindak Pidana Pencucian Uang adalah Setiap orang yang menerima atau menguasai hasil transaksi (penempatan. maka ada tiga permasalahan yang harus ditangani. pembayaran. hibah. dan melaporkan transaksi mencurigakan ke PPATK. atau penukaran) harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana. Untuk menghadapi cara-cara yang digunakan para penjahat ini dengan para pembantu mereka melalui pelbagai transaksi yang tidak jelas dalam rangka menghalalkan uang mereka dalam jumlah yang besar. transfer. tulisan. sumbangan. Menteri Kehutanan memegang peran penting untuk membantu bank dan lembaga keuangan lainnya untuk lebih mengenal apa yang dimaksud dengan µaktivitas mencurigakan¶ di sektor kehutanan. dan efisiensi transaksi. simbol. Sementara Bapepam mengeluarkan aturan serupa untuk perusahaan sekuritas dan Dirjen Lembaga Keuangan telah mengeluarkan peraturan untuk lembaga keuangan bukan bank. atau perforasi Kesemua perbuatan dalam proses pencucian uang haram ini memungkinkan para raja uang haram ini menggunakan dana yang begitu besar itu dalam rangka mempertahankan ruang lingkup kejahatan mereka atau untuk terus berproses dalam dunia kejahatan yang menyangkut terutama narkotika. suara. huruf. jika ingin menggagalkan praktek kotor pencucian uang haram. informasi yg diucapkan. Seizure and Confiscation of the Proceeds from Crime (No. kerahasiaan financial secara pribadi. . Alat Bukti Pemeriksaannya: sesuai hukum acara pidana. memonitor transasksi nasabah. Menteri Kehutanan perlu bekerja sama secara erat dengan PPATK dan lembaga keuangan kunci lainnya di Indonesia dan regulator untuk memastikan UU anti pencucian uang diterapkan secara efektif disektor kehutanan.tentang pentingnya penerapan UU anti pencucian uang untuk mengendalikan pembalakan liar. rancangan. 1990). Bank Indonesia telah menerbitkan peraturan µknow your customer¶ (KYC) untuk perbankan. 1988). gambar. atau Disimpan secara elektronik. Setelah diratifikasi. diterima. foto. Beberapa instrumen internasional yang erat kaitannya dengan pengaturan mengenai Money Laundering adalah : y y United Nations Convention Against Illicit Traffic in Narcotic Drugs and Psychotropic Substances (Dec. dan bagaimana aktivtas ini dimonitor. Yang pertama ialah kerahasiaan bank. Lembaga ini termasuk Bank Indonesia. Search. angka.

3/10/PBI/2001 Tentang Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles) Rancangan UU Tentang Perubahan Atas UU No. Council Directive on Prevention of the Use of the Financial System for the Purpose of Money Laundering (June 10.y European Communities Directive.PPATK/2003 Tentang Pedoman Umum Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang bagi Penyediaan Jasa Keuangan Peraturan Bank Indonesia No. Bab III Analisis Pasal-Pasal Pidana Kehutanan dalam Peraturan Perundang-Undangan Terkait.15 Tahun 2002 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. REFERENSI y y y y y Keputusan Kepala PPATK No.2/1/KEP.15 Tahun 2002 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang Studi Penerapan Sanksi Pidana Kehutanan.1991). Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan . Departemen Kehutanan UU No.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->