Pidato Nabi Muhammad SAW Menyambut Bulan Suci Ramadhan Wahai umat manusia Bulan Ramadhan telah mengunjungi

kamu, bulan penuh keberkahan suatu bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih berharga dari seribu bulan, Allah menjadikan puasa suatu kewajiban sedangkan mengisi malam-malamnya dengan kebajikankebajikan dan pengabdian merupakan thathawwu¶ (amalan-amalan sunat) yang amat bernilai. (HR. Ibnu Khuzaimah). Pidato ringkas di atas diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci ramadhan yang dinanti-nantikan, tidak hanya umat Islam, umatumat lainpun barangkali ikut serta menantikan kedatangannya. Oleh sebab itu setiap kali datangnya bulan yang penuh berkah itu, Nabi Muhammad kembali berpidato mengingatkan dengan mengawali seruannya : Wahai manusia. Ada hal yang menarik dari kandungan pidato yang diucapkan Nabi Muhammad SAW 14 abad silam, antara lain : Seruan datangnya bulan suci Ramadhan tidak hanya tertuju kepada umat Islam, akan tetapi kepada semua manusia, meskipun kewajiban puasa hanya berlaku untuk umat Islam. Lihatlah perintah wajib puasa yang akrab terdengar pada awal ayat 183 surat alBaqarah: Wahai orang-orang beriman, diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan kepada umat sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertakwa. Kuat dugaan bahwa seruan itu mengindikasikan suatu pesan yang mendalam, bahwa manfaat bulan Ramadhan tidak terbatas hanya untuk umat Islam belaka. Dengan kata lain, bulan suci Ramadhan memiliki dua fungsi penting, pertama fungsi ibadah dan yang kedua fungsi sosial. Fungsi ibadah Ramadhan, jelas dengan masuknya bulan suci Ramadhan kerohanian dan ketaatan melaksanakan perintah Allah semakin meningkat, minimal bagi yang tidak pernah atau jarang ke Masjid akan terpanggil nuraninya untuk datang ke Masjid, karena bulan Ramadhan daya tarik untuk meramaikan Masjid sangat dirasakan. Adapun fungsi sosial, silaturrahim antara sesama umat Islam, hablumminannas (interaksi antar sesama umat beragama) dapat terjalin melalui kegiatan ekonomi. Hal itu

niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. dapat dipastikan secara sukarela mereka akan legowo menggeser atau menutup usahanya tanpa memerlukan surat perintah dari pemerintah setempat. karena berlapang dada menerima perintah Allah SWT merupakan pintu hidayah untuk memutar ³jamuan hati´ mengarah kepada perbaikan diri. demikian pula warung kopi. dan bisnisman pada semua level akan merasakan manfaat datangnya bulan suci Ramadhan. niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit. dan menuntut sirkulasi keuangan yang meningkat. meskipun dengan mengurangi aktivitasnya akan berdampak mengurangi penghasilan usahanya. Lebih jauh dari itu. berlapang dada untuk menggeser jam kerjanya di malam hari. Karena salah satu kiat untuk mendapat keberkahan adalah berlapang dada menerima apa adanya dan mengoptimalkannya semaksimal mungkin. begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. filosofis dan hikmah puasa terlebih-lebih kesiapan dan ketetapan hati menerima perintah Allah SWT. para pedagang. Al-an¶am : 125) Berlapang dada menerima dan melaksanakan ibadah puasa dapat diwujudkan dalam bentuk kesiapan mengurangi aktivitas duniawi yang dapat mengurangi nilai ibadah puasa. Katakanlah seorang pengusaha rumah makan muslim. pada gilirannya ekonomi masyarakat kecil. yang biasanya melayani makan siang hari. apalagi tempat-tempat diskotik. Contohnya seseorang .dapat dilihat dengan semakin meningkatknya kebutuhan sandang pangan dan transportasi pada bulan Ramadhan dan menjelang lebaran. meliputi ilmu pengetahuan tentang puasa. pesan yang diambil dari pidato singkat Nabi Muhammad SAW adalah persiapan batin. (QS. seolah-olah ia sedang mendaki langit. jika berlapang dada menerima kedatangan bulan suci Ramadhan. dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya[503]. demi menghormati orang berpuasa. Allah SWT berfirman : Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk.

Waktu yang amat berharga tersebut jangan sampai berlalu tanpa menorehkan amal ibadah yang bermanfaat untuk menjadi perbekalan di akhirat. Oleh sebab itu. Dalam kaitannya dengan pidato Nabi Muhammad SAW. Pesan lain yang diambil dari pidato Nabi Muhammad SAW adalah mengisi peluang yang amat berharga. Perbekalan yang paling baik adalah ketaqwaan sesuai target yang akan dicapai di dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan. dan seterusnya.diberikan ilmu pengetahuan agama yang cukup untuk dirinya sendiri belum bisa mengajarkan dan mengembangkannya kepada orang lain. niscaya mereka menginginkan agar satu tahun menjadi Ramadhan semua. akan tetapi dioptimalkan pengamalannya. Apatah lagi kesempatan hidup bagi umatnya tidak seperti umat-umat terdahulu bisa mencapai 1000 tahun atau ratusan tahun. karena waktu menurut pandangan Islam merupakan ³ruh´ dari manusia itu sendiri. hanya 30 atau 29 hari Ramadhan. pahala amal ibadah dilipatgandakan Allah SWT. . sebab dari semenjak terbit fajar hingga terbenam matahari sepanjang tahun. seperti sabda Nabi SAW yang dicantumkan di dalam kitab Shaih Ibnu Khuzaimah : Seandainya umatku mengetahui pada ibadah bulan Ramadhan. Demikianlah yang dimaksud dengan ³keberkahan´. maka keberkahan ilmu pengetahuan yang sedikit itu akan dirasakan manfaatnya. ³Demi waktu Fajar´. Terlepas dari kritikan-kritikan pakar hadis terhadap kesahihan hadis ini. mengingatkan kepada semua umat manusia bahwa Bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah. Allah SWT berulang kali bersumpah atas nama waktu di dalam Alquran ³Demi waktu Duha´. Nabi Muhammad SAW senantiasa mengingatkan umatnya akan pentingnya arti waktu terutama bulan suci Ramadhan. meskipun sedikit materinya. ³Demi waktu siang dan malam´. meskipun dalam waktu yang singkat (1 bulan) namun kebaikannya akan dirasakan seperti satu tahun. ³Demi waktu Asar´. Keberkahannya dirasakan oleh semua umat manusia tanpa kecuali. yaitu banyak kebaikan. Sejalan dengan itu.

Direktur PT. Wallahua¶lam bil ash-shawab ***** (H. pesan dari pidato ringkas Nabi Muhammas SAW menyambut detikdetik datangnya bulan suci Ramadhan.Ketua Majelis Ta¶lim & Zikir Ulul Albab Sumut ) .. Umroh dan Haji Plus. Nasir. agar umat Islam mempersiapkan diri secara lahir dan batin.M.Kesimpulannya. Lc. Pondok Pesantren Tahfiz Alquran Al Mukhlisin Batu Bara. MA : Penulis : Pimp. dan berlapang dada menerima perintah puasa dan mengoptimalkan kemampuan beramal serta menggunakan peluang yang amat berharga. karena kesempatan itu tidak datang dua kali. Gadika.