P. 1
Konsep Anak Usia Sekolah

Konsep Anak Usia Sekolah

|Views: 197|Likes:
Published by Sari Eka

More info:

Published by: Sari Eka on Feb 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2015

pdf

text

original

Konsep Anak Usia Sekolah 1.

Pengertian Anak Usia Sekolah Anak usia sekolah adalah anak yang memiliki umur 6 sampai 12 tahun yang masih duduk di sekolah dasar dari kelas 1 sampai kelas 6 dan perkembangan sesuai usianya. Anak usia sekolah adalah anak denga usia 7 sampai 15 tahun (termasuk anak cacat) yang menjadi sasaran program wajib belajar pendidikan 9 tahun.(www.gn-ota,or.id). 2. Tahap perkembangan anak usia sekolah a. Aspek fisik Kecerdasan perkembangan secara pesat,berpikir makin logis dan kritis fantasis semakin kuat sehingga sering kali terjadi konflik sendiri, penuh dengan cita cita . b. Aspek sosial Mengejar tugas tugas sekolah bermotivasi untuk belajar, namun masih memiliki kecenderungan untuk kurang hati hati dan berhati hati. c. Aspek kognitif Anak bermain dalam kelompok dengan aturan kelompok (kerja sama). Anak termotivasi dan mengerti hal hal sistematik 3. Peran Dan Fungsi Keluarga Bagi Anak Usia Sekolah Tugas perkembangan dalam anak usia sekolah menurut Duval dam Miller Carter dan Mc Goldrik dalam Friedman (1980) : 1. Mensosialisasikan anak - anak termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan hubungan dengan teman sebaya yang sehat . 2. Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan 3. Memenuhi kebutuhan fisik anggota keluarga B. Konsep Kebersihan diri Kebersihan diri adalah upaya yang di lakukan untuk menjaga tubuh atau badan agar ada selalu dalam keadaan bersih dan sehat diantaranya : kebersihan gigi dan mulut serta tangan dan kuku . http://soplestunyphity.blogspot.com/2011/04/asuhan-keperawatan-khusus-kelompok-anak.html

Anak sekolah dasar adalah anak yang berusia 7-12 tahun, memiliki fisik lebih kuat mempunyai sifat individual serta aktif dan tidak bergantung dengan orang tua. Biasanya pertumbuhan anak putri lebih cepat dari pada putra. Kebutuhan gizi anak sebagian besar digunakan untuk aktivitas pembentukan dan pemeliharaan jaringan. Karakteristik anak sekolah meliputi: 1. Pertumbuhan tidak secepat bayi. 2. Gigi merupakan gigi susu yang tidak permanen (tanggal).

Pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia sekolah Pertumbuhan dan perkembangan pada masa sekolah akan mengalami proses percepatan pada umur 1012 tahun.DEPDIKNAS . Sekolah dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun. 2003) . Pada usia sekolah ini secara umum aktivitas fisik pada anak semakin tinggi dan memperkuat kemampuan motoriknya. moral. 6. Kemampuan kemandiriaan anak akan semakin dirasakan dimana lingkungan di luar rumah dalam hal ini adalah sekolah cukup besar. (http://www. 2005) 2. Lulusan sekolah dasar dapat melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama (Atau sederajat). Di Indonesia.3. Saat ini murid kelas 6 diwajibkan mengikuti Ujian Nasional (Dahulu Ebtanas) yang mempengaruhi kelulusan siswa. Secara khusus perkembangan pada masa ini anak banyak . Kebutuhan energi tinggi karena aktivitas meningkat. Pertumbuhan lambat. akibatnya tubuh anak menjadi kurus. perkembangan kognitif.5 kg dan ukuran tinggi berat badan sampai 5cm per tahunnya. 4. Pertumbuhan meningkat lagi pada masa pra remaja. sekolah dasar negeri merupakan unit pelaksana teknis Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. dan spiritual sudah mulai menunjukan kematangan pada masa ini. Lebih aktif memilih makanan yang disukai. kini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah kabupaten/kota. interpersonal. dimana penambahan berat badan 2. Pelajar sekolah dasar umumnya berusia 7-12 tahun. psikososial. Sekolah dasar diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. rasa tanggung jawab dan percaya diri dalam tugas sudah mulai terwujud sehingga dalam menghadapi kegagalan maka anak sering kali dijumpai reaksi kemarahan atau kegelisahaan. Konsep Anak Usia Sekolah 1. Sedangkan Departemen Pendidikan Nasional hanya berperan sebagai regulator dalam bidang standar nasional pendidikan. pengelolaan sekolah dasar negeri (SDN) di Indonesia yang sebelumnya berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional. Pertumbuhan jaringan limpatik pada usia ini akan semakin besar bahkan melebihi jumlahnya orang dewasa. Secara struktural.Pengertian Anak usia sekola adalah sekolah dasar (Disingkat SD) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia. Untuk mengatasinya harus mengontrol waktu bermain anak sehingga anak memiliki waktu istirahat cukup (Moehji. psikoseksual. sehingga beberapa masalah sudah mampu diatasi dengan sendirinya dan anak sudah mampu menunjukan penyesuaian diri dengan lingkungan yang ada. dengan terjadi ketidakseimbangan antara energi yang masuk dan keluar. Anak sekolah biasanya banyak memiliki aktivitas bermain yang menguras banyak tenaga. Sejak diberlakukannya otonomi daerah pada tahun 2001. yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (Atau sederajat) 3 tahun. 5. setiap warga negara berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.

apabila prestasinya dibawah sebaya karena mengalami kesulitan belajar yang membutuhkan perhatian khusus. Epilepsi Serangan mendadak hilangnya kesadaran yang dapat disertai kejang. Jakarta : 2001) 3. perilaku. menulis serta berhitung. keterbatasan fisik atau cacat Kelumpuhan tungkai/lengan atau serangan asma berulang kali. Pengaruh kondisi fisik sekolah . terpatah-patah yang sering terdapat anak dalam keadaan cemas. proses pikir atau perasaan. g. terjadi perkembangan konsep diri.Gangguan tingkah laku Suatu pola tingkah laku anti sosial. keterampilan membaca. d.mengembangkan kemampuan interaksi sosial. kurang mampu memusatkan perhatian dan impulsive. c. b. h.Prestasi belajar rendah Seorang anak akan mengalami prestasi belajar rendah. 4. Gangguan bicara (gagap) Bicara tidak lancar. baik sosial maupun emosional. Masalah kesehatan jiwa pada anak usia sekolah Masalah yang sering ditemukan pada anak kelompok usia (6-12 tahun) adalah sebagai berikut : a. e. i. Menolak pergi sekolah/ fobia sekolah Suatu keadaan dimana anak merasa takut yang tidak masuk akal (irasional) untuk pergi ke sekolah. Pengaruh guru Perilaku guru menunjukan suatu pengaruh yang besar dan kuat terhadap iklim atau suasana sekolah. Gangguan cemas Gangguan emosional yang paling ditemukan yang bermanifestasi dalam bentuk gejala fisik dan psikologis. khusunya dalam membantu perkembangan kepribadian anak. Kebersihan guru dalam mengajar dan mendidik. Orang tua dan guru harus mengetahui kelompok teman bermain anak baik di sekolah maupun diluar sekolah. yang penuh dengan norma dan nilai yang harus dipatuhi. a. (Aziz Alimun. f. Gangguan depresaif Sekumpulan gejala yang menyebabkan penderita tidak mampu menikmati kehidupan sehari-hari. agresif atau menentang dan menantang berulang dan menetap dalam bentuk ekstrim. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan jiwa pada anak usia sekolah. sedangkan di luar rumah anak dalam dunia usia sebaya . Gangguan psikotik Gangguan jiwa dengan gejala ketidak mampuan menilai realitas yang dapat di liat dari penampilan. j. belajar tentang nilai normal dan budaya dan lingkungan keluarganya dari mulai mencoba mengambil bagian dari kelompok untuk berperan. belajar mengahargai di sekolah. Di rumah anak berada dalam dunia dewasa . yang penuh dengan kebebasan. c. Anak dengan penyakit fisik kronis. Pengaruh teman sebaya Sehari-hari anak bergaul dengan teman sekolah atau teman di luar sekolah. terjadi perkembangan seacara lebih khusus lagi. b. Gangguan hiperkinetik Sekumpulan gejala (sindrom) yang terdiri dari aktivitas fisik yang berlebihan.

(Depkes RI.Anak tidak akan tenang belajar. sering memukul. selalu mengatakan tidak . khususnya kurikulum nasional yang cukup fleksibel menampung keperluan khusus setempat dalam bentuk muatan lokal e. Anak sekolah kelas 1 Anak yang berumur (6-7 tahun) yang baru bersekolah di tingkat dasar. Pengaruh keluarga Keluarga merupakan faktor pembentuk kepribadian anak secara dini yang pertama dan utama. yang butuh adaptasi yang lebih baik lagi. tidak sabar. sehingga anak senang berada di sekolah dan guru pun bergairah dalam mengajar. Orang tua yang bersifat otoriter. d. Jakarta 2001) 5. . Merupakan masa peralihan dari tingkat prasekolah ke usia sekolah. akan menentukan iklim sekolah. serta tata tertib yang berlaku disekolah. atau disekitar tempat hiburan. akan sangat berpengaruh buruk terhadap perkembangan kepribadian anak. 2 Tahun 1989 dan Peraturan Pemerintah No. Hal ini tergantung pada kemampuan guru mengajar. 28 Tahun 1990 sudah menggariskan jenis dan muatan kurikulum. mudah marah. selalu melarang. f. Sekolah terasa nyaman dan menarik. Undang-undang No. dekat pabrik. Keadaan semacam ini sangat berpengaruh terhadap perilaku anak. Pengaruh kurikulum Kurikulum sekolah merupakan pedoman proses pembelajaran yang sangat penting. Pengaruh proses pembelajaran Suasana sekolah yang menantang dan merangsang belajar. perkampungan yang padat. apabila sekolah terletak di dekat pasar.

panggilan yang lazim pada wanita (Poerwodarminto. dan masyarakat. Peran Ibu Peran ibu menggambarkan seperangkat perilaku interpersonal sifat kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. Adanya peran ibu sebagai berikut: Sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya Mengurus rumah tangga Sebagai pengaruh dan pendidik anak-anaknya . 2001).KONSEP IBU MENYUSUI Konsep Ibu Pengertian Ibu Ibu adalah sebutan untuk orang perempuan yang telah melahirkan kita. wanita yang telah bersuami. 2003). panggilan yang lazim pada wanita baik yang sudah bersuami maupun belum (Kamus Besar Bahasa Indonesia. Peranan ini didasari oleh harapan dan pola perilaku dalam keluarga. kelompok. Ibu adalah wanita yang telah melahirkan seseorang.

kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu dan bokong bayi terletak pada lengan. Bayi menggunakan refleks menghisap untuk mendapatkan dan menelan susu (http://id.2001).Sebagai pelindung anak-anaknya Pencari nafkah tambahan dalam keluarga (Zulfajri EM. Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu. Usahakan sebagian besar areola dapat masuk ke dalam mulut bayi. . Menyusui adalah memberikan air susu untuk diminum kepada bayi. Jangan menekan putting susu atau areolanya saja.org). Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus. payudara tak perlu dipegang atau disangga lagi (Suradi. Ibu duduk atau berbaring santai. Bayi diletakkan menghadap perut ibu /payudara.2003). Perut bayi menempel badan ibu. sehingga putting susu berada di bawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI keluar dari tempat penampungan ASI yang terletak di bawah areola. Ibu menatap bayi dengan kasih sayang. Bayi dipegang dengan satu lengan. Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu. 2001). Setelah bayi membuka mulut. dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta areola dimasukkan ke mulut bayi. dan sebagainya dari buah dada (Kamus Besar Bahasa Indonesia. Menyentuh sisi mulut bayi. Payudara dipegang dengan ibu jari di atas dan jari yang lain menopang di bawah. Kepala bayi tidak boleh tertengadah dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu. dan yang satu di depan. kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi). ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya. Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (rooting refleks) dengan cara: Menyentuh pipi dengan putting susu atau.wikipedia. Setelah bayi mulai menghisap. Bila duduk leboih baik menggunakan kursi yang rendah agar kaki ibu tidak tergantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi. Langkah-Langkah Menyusui Yang Benar Sebelum menyusui. Konsep Menyusui Pengetian Menyusui Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air susu ibu (ASI) dari payudara ibu.

Sarwono. Pemahaman terhadap latar belakang sosial. baik secara langsung maupun tak langsung. Perilaku umumnya tidak secara tiba-tiba. budaya. . Menindak lanjuti ibu-bayi setelah pulang dari sarana pelayanan kesehatan (IDAI. Setiap orang selalu terpapar dan tersentuh oleh kebiasaan di lingkungannya serta mendapat pengaruh dari masyarakat. Kelahiran.1997) dituturkan berbagai gambaran perilaku menyusui pada masyarakat yang diteliti. Melakukan kontak dan menyusui dini bayi baru lahir (30-60 menit setelah lahir). Melaksanakan pemberian ASI sesering dan semau bayi. Melaksanakan rawat gabung ibu dan bayi. Perilaku adalah hasil dari proses yang berlangsung selama masa perkembangan.Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui Sarana pelayanan kesehatan mempunyai kebijakan tentang penerapan 10 langkah menuju keberhasilan menyusui dan melarang promosi PASI. tatanan norma yang berlaku di masyarakat (sosial). editor. agama. Tidak memberikan dot atau kempeng.saat persalinan dan pasca persalinan. Perawatan Ibu dan Bayi. Hanya memberikan ASI saja tanpa minuman tambahan lain sejak lahir. dan pendidikan seseorang akan lebih memudahkan upaya mengenal perilaku dan alasan yang mendasarinya. Membantu ibu melakukan teknik menyusui yang benar (posisi peletakan tubuh bayi dan pelekatan mulut bayi pada payudara). Perilaku dibentuk oleh kebiasaan. yang bisa diwarnai oleh adat (budaya). Menyiapkan ibu hamil untuk mengetahui manfaat ASI dan langkah keberhasilan menyusui. Sarana pelayanan kesehatan melakukan pelatihan untuk staf sendiri atau lainnya. 2008) Perilaku Seputar Menyusui Pemberian ASI tak lepas dari tatanan budaya. Dalam Konteks Budaya (Meutia F. Penuturan para antropolog yang melakukan penelitian dan menuliskan hasilnya dalam buku ini mengungkapkan adanya perhatian dan perlakuan khususnya terhadap ibu dalam masa kehamilannya. Didalam buku Kehamilan. dan kepercayaan (agama).

dkk. Siti R. sikap suami dan keluarga lainnya terhadap pengambilan keputusan untuk menyusui atau tidak. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. & Nyaman. Inisiasi Menyusu Dini Plus ASI Eksklusif. Jakarta: Pustaka Bunda . U. Jakarta : Rineka Cipta Notoatmodjo. 2003. S. Jakarta : Rineka Cipta Depkes RI. Kamus Besar Bahasa Indonesia. pandangan ibu tentang payudaranya. pengalaman ibu. Persepsi ibu tentang dirinya. Metode Penelitian. 2003. Konsep Penerapan ASI Eksklusif. Jakarta Moody. 2008. 2009. Menyusui Cara Mudah. S. M. DAFTAR PUSTAKA Arikunto S. Sri. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Metodologi Penelitian kesehatan. 2006. DS. 2008. penghayatan ibu terhadap ke-ibuan-nya merupakan unsur utama yang menentukan keberhasilan pemberian ASI. Buku Pintar ASI Eksklusif. Pengalaman dalam keluarga ibu tentang menyusui. Jane.2003). 2006. Jakarta: EGC Roesli. Jakarta: Ghalia Indonesia Nursalam. dan sikap ibu terhadap kehamilannya (diinginkan atau tidak). dan lingkungan sosial budayanya dalam hal menyusui. 2004. Jogjakarta: DIVA Press Poerwodarminto. Jakarta: Alfabeta Purwanti. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Arcan Nadhiroh. Pemahaman ini perlu agar bisa lebih mengetahui alasan ibu untuk menyusui atau tidak menyusui Lingkungan menjadi faktor penentu kesiapan dan kesediaan ibu untuk menyusui bayinya. Jakarta : Salemba Medika Notoatmodjo. 2003. Praktis. 2005. Surabaya: FKM-UNAIR Nazir. 2003. Menanti Perda ASI Eksklusif. Kemampuan ibu untuk segera mandiri dalam pengambilan keputusan juga penting. Tatanan budaya cukup berpengaruh dalam pengambilan keputusan ibu untuk menyusui atau tidak menyusui. keluarga. Apakah hal ini dimungkinkan oleh latar belakang sosial-budaya dan agamanya? Siapa yang lebih menentukan dalam pengambilan keputusan? Apakah dia pro-ASI atau sebaliknya? Latar belakang inilah yang harus dipelajari sebelum memberikan dorongan kepada ibu agar menyusui bayinya (Suradi. Manajemen Laktasi.Membantu ibu agar bisa menyusui bayinya dengan benar memerlukan pemahaman tentang perilaku ibu. Jakarta : Rineka Cipta Prasetyono. pengetahuan ibu dan keluarganya tentang manfaat ASI.

Kualitatif. Jakarta: IDAI Diposkan oleh dr. 2004. Ibu berarti wanita yang telah melahirkan seorang anak. 2008. Jakarta: EGC Sulistyawati. Buku ajar Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas. Yogyakarta: Penerbit Andi Suradi R. Jakarta: Perkumpulan Perinatalogi Indonesia Zulfajri. Jakarta Wikipedia bahasa Indonesia. diakses tanggal 03-05-2010 . 2003. Jakarta: Balai Pustaka . created by Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI). Bedah ASI Kajian dari Berbagai Sudut Pandangan Ilmiah. 2003). Bandung: Alfabeta Sunaryo. Suparyanto. http://www. Wanita atau ibu adalah makhluk bio-psiko-sosial-cultural dan spiritual yang utuh dan unik. 2009. M. Statistika Untuk Kesehatan. 2001. diakses tanggal 13-04-2010. 2001. 2006) .com. 2006. dkk. EM. Wanita atau ibu adalah : pengurus generasi keluarga dan bangsa sehingga keberadaan wanita yang sehat jasmani dan rohani serta sosial sangat diperlukan. dan R&D).org. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga.wikipedia. Kamus Bahasa Indonesia Difa Publizer. Suparyanto. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif. written by Henny Zainal. mempunyai kebutuhan dasar yang bermacam-macam sesuai dengan tingkat perkembangannya (Sofyan. M. Psikologi Untuk Perawatan. dr .petitiononline.Sugiyono. Bandung: Alfabeta Sugiyono. http://id. Bahan Bacaan Manajemen Laktasi. Ari. 2009.Kes KONSEP IBU PENGERTIAN Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasional.Kes di 06:03 KONSEP IBU Dr.

Sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya. Diakses 13/02/2011.php?tgl=2009-11-25&cat=1&id=209. Jakarta: Rineka Cipta. Raja Grafindo Persada. Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. Mudyahardjo.paud. kepatuhan. Jakarta: Universitas Indonesia. 2001. Maka berkembang suatu hubungan persahabatan antara ibu dan anak-anak. 2008. Pengantar Pendidikan Sebuah Studi Awal Tentang Dasar-dasar Pendidikan pada Umumnya dan Pendidikan di Indonesia. 2004. Jakarta. kebersihan dan disiplin). Hibana. Nugraha. 2008. Yogyakarta. Dinas Pendidikan Jatim. Dasar-dasar Kependidikan. http://www. PGTWI Press. Jakarta: Universitas Terbuka. Bandung : Pustaka Setia. 2010. Jakarta: Rineka Cipta . EGC. Program Pelibatan Orang Tua dan Masyarakat.go. Fuad Ihsan. Uhbiyati. Effendy.PERAN IBU Menurut Effendy (2004) peran ibu meliputi : Mengurus rumah tangga. Sobur. Karena secara khusus kebutuhan efektif dan sosial tidak dipenuhi oleh ayah. Dasar-dasar Kepewatan Kesehatan Masyarakat. Ibu jauh lebih bersifat tradisional terhadap pengasuh anak (misalnya dengan suatu penekanan yang lebih besar pada kehormatan. PKK dan pengajian. mencuci. Kegiatan yang biasa ibu lakukan seperti memasak. Ilmu Pendidikan. dll Sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosial. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. DAFTAR PUSTAKA Aisyiah. http://disdikdki. 2009. Di dalam masyarakat ibu bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya dalam rangka mewujudkan hubungan yang harmonis melalui acara kegitankegiatan seperti arisan.Dalam hal ini di dalam keluarga ibu sebagai pengurus rumah tangga.id.net/news. Data PAUD di Indonesia. 2008. Diakses 13/02/2011. 2009. Psikologi Umum. Depdiknas. 2002. Jakarta.depdiknas. 2007. menyapu.

ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Untuk kegunaan lain dari Ibu. baik melalui hubungan biologis maupun sosial. tanpa memedulikan perbedaan usia . Foto seorang ibu yang sedang hamil Ibu adalah orang tua perempuan seorang anak. [sunting]Di Indonesia Bunda.Ibu Dari Wikipedia bahasa Indonesia. Umumnya. ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak. dan panggilan ibu dapat diberikan untuk perempuan yang bukan orang tua kandung (biologis) dari seseorang yang mengisi peranan ini. Contohnya adalah pada orang tua angkat (karena adopsi) atau ibu tiri (istri ayah biologis anak). lihat Ibu (disambiguasi). Mama adalah sebutan lain untuk ibu. [sunting]Panggilan umum Selain itu. dalam bahasa Indonesia panggilan "ibu" juga dapat ditujukan kepada perempuan asing yang relatif lebih tua daripada si pemanggil atau panggilan hormat kepada seorang wanita. Pemanggilan ibu dengan sebutan "mama" sudah menjadi hal yang umum di masyarakat Indonesia.

Hal ini memberikan kesan bahwa kehidupan sehari-hari semakin beraneka.com/2009/09/18/pengertiankeluarga) Tanggung Jawab Ibu Bagi Anak Seiring dengan tuntutan perkembangan jaman. Perspektif pada saat ini memfokuskan pada kedudukan dan peran dinamis mereka. kompleksitas masalah kehidupan mengalami perubahan yang cepat sekali. kehidupan sehari-hari menampakkan hal yang biasa saja. Berkaitan dengan itu. Ibu juga yang selalu menjaga anak-anaknya yang memberi rasa aman dan ketentraman ketika menghadapi segala suka duka hidup dalam eratnya arti ikatan luhur hidup bersama.ngeblogs. akan tetapi teori dan metodologi yang cukup memadai dalam perkembangan perspektif tugas orang tua masih harus dibuktikan dan dapat diterima. semakin banyak pasangan suami-istri yang bekerja di luar rumah. Peran kedua orang tua dapat terlihat jelas. Ibu yang dahulu merupakan satusatunya institusi pendidikan kini fungsinya mengalami banyak perubahan. Antara Ibu dan anak padaumumnya memiliki ikatan emosional yang kuat antara satu individu dengan individuyang lain.BAB II TINJAUAN PUSTAKA Landasan Teori Konsep Ibu Pengertian Ibu Ibu adalah orang tua perempuan dari seorang anak. telah diambil alih oleh sekolah para guru adalah pembantu orang tua pada bidang yang tidak dapat ditangani oleh orang tua sendiri. dan merupakan sarana terpenting untuk sosialisasi atau penanaman nilai-nilai bagi seorang individu. Segala kegiatan di sekolah harus menunjang pelaksanaan tugas pokok mengajar. ( http://fadli06. Bila dikaji lebih mendalam. Dalam era globalisasi dewasa ini. Tugas sekolah adalah berfungsi sebagai lembaga pengajaran. yakni pengajaran. Kegiatan . Sebagai konsekuensinya waktu yang dimiliki Ibu untuk anak semakin sedikit. Secara sekilas. di mana seorang anak bertumbuh dewasa dan orang tua menjadi semakin tua. Umumnya Ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam mengasuh dan membesarkan anak dan panggilan Ibu dapat diberikan untuk orang tua yang bukan orang tuanya kandungnya (biologis) dari seseorang yang mengisi peranaan ini . ternyata menghadirkan disparitas fenomena yang menyiratkan banyak persoalan dan memiliki lingkup yang biasa dikatakan sangat kompleks. contohnya adalah pada orang tua angkat (karena adopsi) yang membesrkan anak. Hal ini dapat dilihat dari pola asuh yang diterapkan oleh Ibu itu sendiri. perubahan yang cepat mengharuskan adanya berbagai upaya terhadap anak agar mereka memiliki kemampuan untuk menganti sipasi dan mengakomodasinya. Secara informal fungsi pendidikan Ibu dan keluarga masih penting. baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Hal ini perlu untuk dijelaskan bagaimana tipe kepribadian dan tingkat kompetensi dari anggota keluarga berinteraksi dengan proses perkembangan. Secara universal diketahui bahwa pengalaman orang tua berkembang dari tahun ke tahun.

Tetapi pilihan makanan mereka masih berubah-ubah. 2006). yang sifatnya membantu orang tua dalam mendidik anak. merasakan kemesraan. Dengan demikian ia merupakan guru pertama dan utama dalam mengendalikan anaknya untuk menjadi orang yang baik dan berguna bagi orang. tempat perlindungan. 2006). kasih sayang. aman. Home di sini berarti bahwa di dalam keluarganya anak dapat berkembang dengan subur. Anak-anak sekolah pada umumnya berperilakumakan yang tidak sehat dan mereka makan supaya tidak lapar. Disisi lain pembentukan watak anak adalah justru bagian pendidikan orang tua yang tidak boleh diserahkan kepada orang tua khususnya Ibu. Peran Ibu sangatlah penting bagi anak usia sekolah. Pengertian Peran Ibu Peranan Ibu yaitu seperangkat perilaku interpersonal. Mengurus keperluan materiil anak-anak adalah tugas pertama orang tua yaitu Ibu. Mereka terpengaruh iklan makanan dan makanan ringan yangkelihatan menarik tetapi miskin gizi. Kemudian ayah juga harus menjadi orang yang pertama atau orang nomor dua dalam kehidupan anak sebagai pendidik anak dan membimbingnya tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.ekstrakurikuler. khususnya pada orang tua yang sibuk bekerja di luar mereka hanya memberikan uang saku tanpa membekali makanan yang bergizi dari rumah (Promise gold. rohani dan lainnya harus sebagai penunjang proses belajar mengajar. Adapun perannya adalah sebagai pendidik dan penyedia. Orang tua atau Ibu memiliki tiga tugas dan tanggung jawab berikut ini : Mengurus keperluan materiil anak-anak. Tugas Pendidikan Tugas pendidikan ialah mengajar. Menurut para pakar. olahraga. Anak sepenuhnya masih tergantung kepada orang tuanya. pemenuhan nutrisi pada anak dipengaruhi beberapa faktor seperti pengetahuan . Tetapi pada kenyataannya masih banyak orang tua kurang memperhatikan status gizi anak. Dirumahlah anak merasa tentram. sifat. Dalam hal ini orang tua harus memberi makan. dan rasa terlindungi. kegiatan yang berhubungan dengan individu dalam posisi dan situasi tertentu. kebudayaan. melatih anak dan merupakan orang terutama Ibu yang pertama yang mengajarkan cara berbicara. dan cara mengekspresikan rasa kasih sayang dan simpati pada orang lain. Menciptakan suatu ³home´ bagi anak-anak. Mereka makin sering makan di luar. tidak pernah kesepian. terutama terhadap status gizi mereka. Pemberian gizi yang paling tepat bagi anak-anak adalah tetap berpedoman pada slogan ³Empat sehat lima sempurna´. karena anak belum mampu mencukupi kebutuhan sendiri. keramah tamahan. Peranan individu dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dalam keluarga. (Promise gold. dan pakaian kepada anak-anak. cara menghitung jari di tangan. selalu gembira. karena itu orang tua harus lebih memperhatikan gizi anak dan memberikan gizi yang seimbang dan tidak membiasakan anak jajanan di luar. kelompok dan masyarakat.

html) DAFTAR PUSTAKA Arikunto.seperti pengetahuan gizi keluarga (terutama ibu). kondisi fisik anak. (http://askep45kesehatan. Teknik Sampling untuk Penelitian Kesehatan. Nursalam. Heru dan Yasril. Rineka Cipta. Sedangkan Sanjur (1982) mengemukakan bahwa sikap orang tua yang paling berpengaruh adalah sikap ibunya.1998.2008. Jakarta : SalembaMedika. Suharsini. Ibu berperan dalam mempengaruhi pembelian suatu produk yang sesuai dengan kebutuhan Ibu berperan dalam menentukan produk apa yang akan dibeli Umumnya ibu memberikan pendidikan kepada anak anaknya sejak anak tersebut dilahirkan (Purwanto. dan lain-lain. . Pengembangan anak sangat dipengaruhi oleh ibu baik secara positifmaupun negatif.Ilmu Kesehatan Masyarakat Prinsip ± PrinsipDasar. 2009. Selain peran status gizi dipengaruhi oleh keluarga dan daya beli keluarga. daya beli keluarga. Bandung : Alfabeta. 1981).blogspot.Jakarta:Rineka Cipta.com/2011/11/hubungan-antara-peran-ibu-dalam. Sugiyono. Yogyakarta : Graha Ilmu Notoatmodjo. keputusan konsumsi keluarga melibatkan lima peranan yang dipegang oleh ibu yaitu: Peran ibu sebagai penjaga pintu yang artinya Ibu sebagai pemberi inisiatif dalam membeli suatu produk dan mencari informasi tentang produk tersebut untuk mengambil suatu keputusan. Statistika untuk Penelitian.Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. 2005. Peran ibu sebagai pemberi makan kepada anak cukup menentukan kesukaanatau kebiasaan makan anak ( Madrie. Ibu merupakan guru pertama dan terpenting bagi anak. Interaksi ibu berpengaruh secara langsung terhadap anak. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Makanan yang tidak disukai ibu umumnya juga tidak disukai anaknya.2003. 1989). Jakarta : PT.Soekidjo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->