P. 1
VULKANISME

VULKANISME

|Views: 60|Likes:
Published by Ria Fatma Ramadhani

More info:

Published by: Ria Fatma Ramadhani on Feb 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2012

pdf

text

original

NAMA : RIA FATMA RAMADHANI KELAS :X-3 NO.

ABSEN :33

PENGARUH VULKANISME TERHADAP KEHIDUPAN
Vulkanisme adalah kegiatan yang berkaitan dengan gerakan magma. Magma sebagai masa silikat cair pijar sangat giat melakukan gerakan ke segala arah baik secara vertical, miring, menyusup atau mendatar, yang bergerak dipermukaan bumi ataupun hanya di dalam bumi. Bagian bumi tempat keluarnya magma disebut gunung berapi, sedangkan gerakan magma yang dapat mengangkat lapisan batuan yang cembung keatas dan mengikis ruangan yang gejala-gejala vulkanisme tersebut meliputi :

1. Instruksi Magma
Yaitu proses penerobosan magma ke dalam litosfer tetapi tidak mampu mencapai permukaan bumi. Intrusi magma menghasilkan bentukan-bentukan di dalam dapur magma.

y y y y y

Batolit, yaitu magma yang membeku di dalam dapur magma. Lakolit, yaitu batuan beku yang terbentuk dari resapan magma dan membeku diantara dua lapisan batuan berbentuk lensa cembung. Sill/keeping intrusi, batuan beku yang berbentuk diantara dua lapisan batuan, berbentuk pipih dan melebar. Gang, yaitu magma yang memotong lapisan batuan dengan arah tegak/miring, berbentuk pipih dan melebar.

Apofisa, yaitu batuan beku yang berbentuk dicabang-cabang gang, berukuran kecil. 2. Ekstrusi Magma Yaitu gerakan magma mencapai permukaan bumi dalam bentuk letusan atau erupsi.erupsi dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut: a. Erupsi linear, yaitu keluarnya magma melalui retakan atau celah. b. Erupsi sentral, yaitu keluarnya magma melalui terusan kepundan y Gunung api perisai (tameng) Terjadi akibat magma keluar sangat encer. Selanjutnya magma yang emcer ini mengalir kesegala arah membentuk lereng yang sangat landai, sekitar 10 100.

y

y

Gunung Api Strato Terjadi akibat erupsi eksplosip yang diselingi dengan erupsi efusif sehingga lerengnya berlapis-lapis dan terdiri atas bermacam-macam batuan. Gunung api strato paling banyak terdapat di dunia, seperti di Indonesia adalah gunung merbabu dan Merapi Jawa Tengah, semeru dan Kelud (Jawa Timur). Gunung Api Maar Terjadi akibat letusan ekspolosif yang membentuk lubang lingkaran besar di permukaan bumi. Dapur magma yang kecil dan dangkal mengakibatkan letusan satu kali dan mati. Gunung api maar tidak tinggi dan terdiri atas timbunan bahanbahan padat atau efflata dan dibawahnya kadang-kadang terdapat air.

c. Erupsi Areal, yaitu keluarnya magma pada satu areal tertentu karena dekatnya dapur magma dengan permukaan bumi. Berdasarkan kuat tidaknya letusan dan kandungan mineral yang dikeluarkan, erupsi gunung api dibedakan atas dua macam, yaitu :  Erupsi eksplosif, adalah erupsi atau letusan dan kandungan mineral yang dikeluarkan, erupsi ini biasanya menyemburkan material vulkanik yang bersifat padat cair.  Erupsi efusif atau letusan yang tidak menimbulkan ledakan karena tekanan gas kurang kuat. Pada proses erufsi ini material yang dikeluarkan adalah material cair atau sebagian besar lava dan sedikit material padat yang berukuran kecil. Selanjutnya bahan-bahan tersebut mengalir pada lereng gunung sebagai aliran lava.

Tipe Letusan Gunung Api Berdasarkan derajat kekentalan magma, tekanan gas magnetic, kedalam dapur magma dan bahan material yang dikeluarkan, letusan gunung api dibedakan menjadi : o Letusan tipe Hawaii o Letusan tipe stromboli o Letusan tipe vulkano o Letusan tipe merapi o Letusan tipe perret atau plinian o Letusan tipe pelee o Letusan tipe Sint Vincent Gejala-Gejala Gunung Api Akan Meletus : Terjadinya getaran bumi Suhu disekitar kawah naik

Sumber air tiba-tiba kurang atau kering Terdengar suara gemuruh Binatang di puncak turun ke lereng Pohon-pohon di sekitar kawah mengering Bahan-bahan yang dikeluarkan gunung api Bahan-bahan yang dikeluarkan gunung api saat meletus adalah sebagai berikut : 1) Material vulkanis padat (efflata) a) berdasarkan asalnya - Efflata autogen, bersala dari bekuan magma yang keluar. - Efflata aulogen, berasal dari pipa kawah yang terlempar. b) Berdasarkan ukurannya - Boom berukuran besar - Lapili sebesar kerikil - Pasir vulkanik sebesar butiran pasir - Abu vulkanis efflata yang halus 2) Material berupa cairan a) lava, yaitu aliran magma ke permukaan bumi b) Lahar panas, yaitu lava yang merupakan campuran lava dengan air c) Lahar dingin yaitu lava yang membeku bersama air hujan. 3) Material gas, terdiri dari atas uap air, gas nitrogen, gas belerang, asam arang dan lain-lain. Peristiwa pascavulkanis dan postvulkanis Gejala postvulkanis adalah peristiwa yang terdapat pada gunung api yang telah mati. Peristiwa tersebut antara lain sebagi berikut : 1) Ekshalasi (sumber gas) berupa : a) solfatar, yaitu gas belerang (H2S) b) Fumarol, yaitu gas uap air (H2O) c) Mofet, yaitu gas asam arang 2) Mata air panas Air tanah terletak dekat dapur magma, keluar sebagai air panas 3) Sumber air mineral Mata air panas yang mengandung mineral 4) Geiser Sumber air panas yang memancar secara berkala. Pengaruh vulkanisme terhadap kehidupan

Gunung Berapi Membawa Manfaat Dan Kerugian
Gunung berapi merupakan gunung yang sewaktu waktu bisa meletus. Di Indonesia terutama dipulau jawa merupakan daerah yang banyak gunung berapinya. Adanya gunung api ini member pengaruh bagi kehidupan, baik pengaruh positif maupun negatif. Berikut merupakan penjelasan dampak positif atau menfaat dari gunung berapi : 1. Gunung api mengeluarkan abu vulkanis yang dapat menyuburkan tanah. 2. Gunung api merupakan daerah penangkapan hujan. 3. Hancuran bahan vulkanis mengandung unsure hara. 4. Menghasilkan bahan galian, seperti belerang, perak dan lain-lain. 5. Hutan di daerah gunung berapi berfungsi menahan erosi serta menyimpan air hujan 6. Material gunung api berupa batu, kerikil, dan pasir dapat dimanfaatkan untuk bahan bangunan. 7. Magma yang telah membeku di permukaan bumi menyimpan bermacam material logam atau bahan tambang, seperti emas dan perak. 8. Kawasan gunung api bisa di manfaatkan untuk lahan hutan, perkebunan dan pariwisata. Adapun dampak negative atau kerugian yang disebabkan oleg gunung api adalah: 1. Lafa pijar yang bercampur air pada kawah gunning api membentuk lahar panas yang dapat meluncur menuruni lereng menghancurkan apaapun tak terkecuali daerah pemukiman. 2. Lava dingin berupa aliran batu, kerikil, dan pasir bertumpuk tumpuk dipuncak gunung, pada saat tertentu akan meluncur menuruni daerah yang dilalui dan menghancurkan apapun yang ada. 3. Apabila gunung berapi dibawah permukaan laut meletus, biasannya diikuti gelombang tsunami. 4. Abu vulkanis yang membumbung tinggi keudara atau yang sering disebut wedos gembel dapat mengganggu jalur penerbangan. 5. Letusan gunung api merusak lahan pertanian. 6. Hujan abu merusak semua yang dilaluinya. 7. Lahar panas bersifat merusak kehidupan 8. Awan panas merusak kehidupan. 9. Lahar dingin mendangkalkan sungai. 10. Lahar dingin mendangkalkan sungai. 11. Gelombang pasang. Usaha-usaha mengurangi bahaya gunung berapi : 1) Membuat terowongan-terowongan air pada kepundan yang berdanau. 2) Mendirikan pos-pos pengamatan di sekitar gunung berapi. 3) Mengungsikan penduduk yang bertempat tinggal di lereng-lereng gunung berapi yang akan meletus. 4) Membuat dam-dam penampungan di daerah aliran lahar. Hal ini berarti intrusi magma tidak mencapai ke permukaan bumi. Mungkin hanya sebagian kecil intrusi magma yang bisa mencapai ke permukaan bumi. Namun yang perlu diingat bahwa intrusi magma bisa mengangkat lapisan kulit bumi menjadi cembung hingga membentuk tonjolan berupa pegunungan. Secara rinci, adanya intrusi magma (atau disebut plutonisme) menghasilkan bermacam-macam bentuk (perhatikan gambar penampang gunung api), yaitu:  Batolit adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma, sebagai akibat penurunan suhu yang sangat lambat. 

Lakolit adalah magma yang menyusup di antara lapisan batuan yang menyebabkan lapisan batuan di atasnya terangkat sehingga menyerupai lensa cembung, sementara permukaan atasnya tetap rata.  Keping intrusi atau sill adalah lapisan magma yang tipis menyusup di antara lapisan batuan.  Intrusi korok atau gang adalah batuan hasil intrusi magma memotong lapisan-lapisan litosfer dengan bentuk pipih atau lempeng.  Apolisa adalah semacam cabang dari intrusi gang namun lebih kecil.  Apolisa adalah semacam cabang dari intrusi gang namun lebih kecil.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->