P. 1
Landasan Sosiologis Dalam Pendidikan

Landasan Sosiologis Dalam Pendidikan

|Views: 721|Likes:
Published by Chika Aldila

More info:

Published by: Chika Aldila on Feb 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2013

pdf

text

original

Landasan Sosiologis dalam Pendidikan

1. Pengertian Landasan Sosiologis

Kegiatan pendidikan merupakan suatu proses interaksi antara dua individu, bahkan dua generasi muda memperkembangkan diri. Kegiatan pendidikan yang sistematis terjadi di lembaga sekolah yang dengan sengaja dibentuk oleh masyarakat. Perhatian sosiologi pada kegiatan pendidikan semakin intensif. Dengan meningkatkan perhatian sosiologi pada kegiatan pendidikan tersebut, maka lahirlah cabang sosiologi pendidikan.Untuk terciptanya kehidupan bermasyarakat yang rukun dan damai, terciptalah nilai-nilai sosial yang dalam perkembangannya menjadi norma-norma sosial yang mengikat kehidupan bermasyarakat dan harus dipatuhi oleh masing-masing anggota masyarakat. Dalam kehidupan bermasyarakat dibedakan tiga macam norma yang dianut oleh pengikutnya: (1) paham individualisme, (2) paham kolektivisme, (3) paham integralistik. Paham individualisme dilandasi teori bahwa manusia itu lahir merdeka dan hidup merdeka. Masing-masing boleh berbuat apa saja menurut keinginannya masing-masing, asalkan tidak mengganggu keamanan orang lain. Dampak individualisme menimbulkan cara pandang lebih mengutamakan kepentingan individu di atas kepentingan masyarakat. Dalam masyarakat seperti ini, usaha untuk mencapai pengembangan diri, antara anggota masyarakat satu dengan yang lain saling berkompetisi sehingga menimbulkan dampak yang kuat selalu menang dalam bersaing dengan yang kuat sajalah yang dapat eksis. Berhadapan dengan paham di atas adalah paham kolektivisme yang memberikan kedudukan yang berlebihan kepada masyarakat dan kedudukan anggota masyarakat secara perseorangan hanyalah sebagai alat bagi masyarakatnya. dalam masyarakat yang menganut paham integralistik; masing-masing anggota masyarakat saling berhubungan erat satu sama lain secara organis merupakan masyarakat. Landasan sosiologis pendidikan di Indonesia menganut paham integralistik yang bersumber dari norma kehidupan masyarakat: (1) kekeluargaaan dan gotong royong, kebersamaan, musyawarah untuk mufakat, (2) kesejahteraan bersama menjadi tujuan hidup bermasyarakat, (3) negara melindungi warga negaranya, dan (4) selaras serasi seimbang antara hak dan kewajiban. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia tidak hanya

Hubungansistem pendidikan dan proses control social dan system kekuasaan. Peranan social guru b. 3. yang meliputi: a. Hubungan system pendidikan dengan aspek masyarakat lain. Pola interaksi social atau sruktur masyarakat sekolah. Dalam sistem pendidikan. Sifat kepribadian guru c. pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya. Analisis tentang proses pendidikan seperti tampak terjadi pada system social . Sifat kebudayaan sekolah khususnya yang berbeda dengan kebudayaan di luar sekolah b. Fungsi system pendidikan dala memelihara dan mendorong proses social dan perubahan kebudayaan d. 2. Hubungan kemanusian di sekolah yang meliputi: a. Hubungan pendidikan dengan kelas social atau system status e. sekolah dalam komunitas yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok social lain didalam komunitasnya.meningkatkan kualitas manusia orang perorang melainkan juga kualitas struktur masyarakatnya. Pelukisan tentang komunitas seperti tampak dalam pengaruhnya terhadap organisasi sekolah b. yaitu: 1. Fungsi pendidikan dalam kebudayaan b. yang mempelajari: a. kebudayaan. atau kelompok-kelompok dalam masyarakat. yang mempelajari: a. Fungsionalisme system pendidika formal dalam hubungannya dengan ras. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiologi pendidikan meliputi empat bidang. Pengaruh kepribadian guru terhadap tingkah laku siswa d. c. Fungsi sekolah dalam sosialisasi anak-anak 4.

. Pross sosialisasi akan dimulai dari keluarga.komunitas kaum tidak terpelajar c. Masyarakat Indonesia sebagai landasan sosiologis Sistem pendidikan Nasional (Sikdiknas) Masyarakat mencakup sekelompok orang yang berinteraksi antarsesamanya. dalam satu marga.2005:96). adakalanya mereka mempunyai hubungan darah atau memiliki kepentingan bersama. pola hubungan orang tua dan anak didala keluarga. saling tergantung dan terikat oleh nilai dan norma yang dipatuhi bersama. Meskipun pendidikan formal telah mengambil sebagian tugas keluarga dalam mendidik anak. b.dalam keluarga dapat ditanamkan nilai dan sikap yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. keberadaan orang tua (bapak/ibu) dalam keluarga. Masyarakat dpat merupakan satu kesatuan hidup dalam arti luas maupun dalam arti sempit. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Komposisi keanggotaan dalam keluarga. Factor-faktor demografi dan ekologi dalam hubungannya dengan organisasi sekolah. serta pada umumnya bertempat tinggal diwilayah tertentu. Hubungan antara sekolah dan komunitas dalam fungsi kependidikannya d. Perlu ditegaskan bahwa pemerintah mengakui kemandirian keluarga untuk melaksanakan upaya pendidikan dalam lingkungannya sendiri. terutama apabila di tinjau dari sosiologi maka pendidikan keluarga adalah sangat penting karena keluarga merupakan lembaga social yang pertamabagi setiap manusia. seperti masyarakat bangsa maupun kesatuan kelompok keakraban disuatu desa. Masyarakat dalam arti luas pada umumnya lebig abstrak apabila di bandingkan dengna masyarakat dalam arti sempit. Keempat bidang yang dipelajari tersebut sangat esensial sebagai saran untuk memahami system pendidikan dalam kaitannya dengan keseluruhan hidup masyarakat. tetapi pengaruh keluarga tetap penting sebab keluarga merupakan lembaga social yang pertama dikenal oleh anak. dan perbedaan kelas social keluarga diperkirakan tetap berpengaruhterhadap perkembangan anak (Mutyahardjo. dalam Tirtahardja. Kajian sosiologi tentang pedidikan pada prinsipnya mencakup semua jalur pendidikan. Perubahan fungsi keluarga.

Masyarakat sebagai kesatuan hidup memiliki ciri-ciri utama antara lain: a. Muatan local yang didasarkan pada kebhinekaan masyaraka Indonesia.com/2011/09/landasan-sosiologis-dalam-pendidikan. baik melalui jalur sekolah ( seperti mata pelajaran PKn. utamanya pada zaman pemerintahan orde baru telah banyak perubahan. maka komunitas dengan ciri-ciri unik baik secara horizontal maupun vertical masih dapat ditemukan. http://homeamanah. pendidikan sejarah. dll) maupun jalur pendidikan luar sekolah (penataran. Namun dengan niat politik yang kuat menjadi suatu masyarakat bangsa Indonesia serta dengan kemajuan dalam berbagai bidang pembangunan. Pola tingkah laku warganya diatuf oleh adat istiadat.html Diposkan oleh amanah di 9/27/2011 08:35:00 PM Nama website : civic education and education technology . Sebagai masyarakat majemuk. Ada rasa identitas kuat yang mengikat pada warganya c. Hal terakhir tersebut kini makin mendapat perhatian yag semestinya dengan antara lain memasukkannya muatan local di dalam kurikulum sekolah. Demikian pula halnya dengan sifat-sifat dasar dari zaman penjajahan belum terhapus seluruhnya. berbagai upaya tersebut dilaksanakan dengan tidak mengabaikan kenyataan tentang kemajemukan masyarakat Indonesia.blogspot. P4. Dengan demikian akan dapat diwujudkan manusia Indonesia dengan wawasan nusantara dan berjiwa nasional akan tetapi memahami dan menyatu dengan lingkungan. Ada interaksi antar warga-warganya b. Pemasyarakaatn P4 non penaratan dll) telah mulai menumbuhkan benih-benih persatuan dan kesatuan yang okoh. Implementasi Landasan Sosiologis Masyarakat Indonesia setelah kemerdekaan. norma-norma hukum dan aturanaturan yang khas c. Berbagai upaya yang dilakukan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->