DISUSUN OLEH

:

NAMA ANGGOTA KELOMPOK : 1. Azaria Nindya Safira 2. Fitriani 3. Jejek Dari Santoso 4. Monica Anggun Ayu p 5. Nurafni Agusti Nsaution 6. Vini Lestari Rahayu

SMK NEGERI 1 PEKANBARU

janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya. Takbiratul Ihram kedua kemudian membaca shalawat atas Rasulullah SAW minimal :"Allahumma Shalli 'alaa Muhammadin" artinya : "Yaa Allah berilah salawat atas nabi Muhammad" 3.[1][2]Niat salat jenazah > Untuk jenazah laki-laki : " Ushalli 'alaa haadzal mayyiti arba 'a takbiiraatin fardhal kifaayati ma'muumam/imaaman lillahi ta'aalaa. Berniat.Pengertian Shalat Jenazah Salat Jenazah Salat Jenazah adalah jenis salat yang dilakukan untuk jenazah muslim. Jika mayatnya banyak maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahum. sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati dan tidak perlu dilafalkan.Apabila jenazah yang disalati itu perempuan. serta ampunilah kami dan dia. sujud maupun iqamah. berilah rahmat. Jadi untuk jenazah wanita bacaannya menjadi: "Allahhummaghfir laha warhamha wa'aafiha wa'fu anha"." 5. Jenazah diletakkan disebelah mereka yang menyalati."yang artinya : "Yaa Allah. niat salat ini. kecuali dilakukan di atas kubur atau salat ghaib   Rukun Salat Jenazah Salat jenazah tidak dilakukan dengan ruku'. Setiap muslim yang meninggal baik laki-laki maupun perempuan wajib disalati oleh muslim yang masih hidup dengan status hukum fardhu kifayah. Jadi untuk jenazah banyak bacaannya menjadi: "Allahhummaghfir lahum warhamhum wa'aafihim wa'fu anhum" 4. dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya. Syarat penyelenggaraan Adapun syarat yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan salat ini adalah:  Yang melakukan salat harus memenuhi syarat sah salat secara umum (menutup aurat. Berikut adalah urutannya: 1. kesejahteraan dan ma'afkanlah dia". Takbiratul Ihram ketiga kemudian membaca do'a untuk jenazah minimal:"Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu" yang artinya : "Yaa Allah ampunilah dia." Jika jenazahnya adalah wanita. suci dari hadas. melainkan dalam posisi berdiri sejak takbiratul ihram hingga salam. Allaahu akbar " 1. tidak terdapat riwayat yang menyatakan keharusan untuk melafalkan niat. Allahu akbar " > Untuk jenazah perempuan : " Ushalli 'alaa haadzihil mayyiti arba 'a takbiiraatiin fardhal kifaayati ma'muuman/imaaman lillahi ta 'aalaa. maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahaa. Takbiratul Ihram pertama kemudian membaca surat Al Fatihah 2. bacaannya menjadi: "Allahumma laa tahrimnaa ajraha walaa taftinna ba'daha waghfirlanaa walaha. Takbir keempat kemudian membaca do'a minimal:"Allahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa taftinna ba'dahu waghfirlanaa walahu. menghadap kiblat dst) Jenazah/Mayit harus sudah dimandikan dan dikafani. Mengucapkan salam .

dan bila masih tidak memungkinkan. maka ia dibaringkan pada lambung sebelah kiri. tujuan talqin adalah agar kalimat tahlil menjadi penutup kata yang terucap dari mulutnya. tindakan selanjutnya yang sunah untuk dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Pelaksanaannya serupa dengan salat jenazah. maka cukup membaca surat Yasin saja. Hakim) Dalam mentalqin. ´Tuntunlah orang (yang akan) mati diantara kamu dengan ucapan laailaha illallahµ. . Sebab. 2. Nabi Muhammad saw. maka tindakan yang sunah dilakukan oleh orang yang menunggu adalah sebagai berikut: 1. 3.Talqin tidak perlu diulang kembali jika muhtadlir telah mampu mengucapkannya. dan surat Ar Ra·du dengan suara pelan. pentalqin (mulaqqin ) tidak perlu menambah kata. Cara Memperlakukan Jenazah Pada saat ajal telah tiba. 5. Sebab dalam kondisi seperti ini. bersabda: ( ). Nabi saw. Orang yang menunggu tidak diperbolehkan membicarakan kejelekannya. kecuali muhtadlir (orang yang akan mati) bukan seorang mukmin. Mengikat rahangnya ke atas kepala dengan kain yang agak lebar supaya mulutnya tidak terbuka. Membaca surat Yasin dengan suara agak keras. Jika tidak memungkinkan semisal karena tempatnya terlalu sempit atau ada semacam gangguan pada lambung kanannya. dan ada harapan akan masuk Islam. bisa saja syaitan menawarkan minuman yang akan ditukar dengan keimanannya. Mentalqin kalimat tahlil dengan santun. 4. perbedaan hanya pada niat salatnya. tanpa ada kesan memaksa. Abu Dawud) Bila tidak bisa membaca keduanya. ). Niat salat ghaib :"Ushalli 'alaa mayyiti (Fulanin) al ghaaibi arba'a takbiraatin fardlal kifaayati lillahi ta'alaa" Artinya : "aku niat salat gaib atas mayat (fulanin) empat takbir fardu kifayah sebagai (makmum/imam) karena Allah"" kata fulanin diganti dengan nama mayat yang disalati. sebab malaikat akan mengamini perkataan mereka. 2.Salat Ghaib Bila terdapat keluarga atau muslim lain yang meninggal di tempat yang jauh sehingga jenazahnya tidak bisa dihadirkan maka dapat dilakukan salat ghaib atas jenazah tersebut. Faedahnya adalah untuk mempermudah keluarnya ruh. Membaringkan muhtadlir pada lambung sebelah kanan dan menghadapkannya ke arah qiblat. Sesaat Setelah Ajal Tiba Setelah muhtadlir dipastikan meninggal. (HR. ´Bacakanlah surat yasin atas orang-orang (yang akan) mati kalianµ. (HR. selama ia tidak berbicara lagi. (HR. maka diterlentangkan menghadap kiblat dengan memberi ganjalan di bawah kepala agar wajahnya bisa menghadap qiblat. maka ia akan masuk surgaµ. Memberi minum apabila melihat bahwa ia menginginkannya. bersabda: ( ( ). Muslim) ´Barangsiapa ucapan terakhirnya kalimat laailaha illallah. Memejamkan kedua matanya seraya membaca: .

4. Perawatan di sini berhukum fardlu kifayah. karena kewajiban membawa jenazah ke tempat pemakaman merupakan kelaziman dari kewajiban memakamkannya. Memandikan 2. Menyempurnakan kafannya jika pakaian yang dipakainya tidak cukup untuk menutup seluruh tubuhnya. Muslim yang bukan syahid Kewajiban yang harus dilakukan adalah: 1. Sehingga perawatan mayit hanya meliputi empat hal. kebanyakan ahli fiqih tidak mencantumkannya. 9. mengkafani. Mengkafani 3. lutut ke paha dan paha ke perut. Meletakkan benda seberat dua puluh dirham (20x2. 6. maka boleh menggunakan minyak atau yang lainnya untuk melemaskan sendi-sendi tulang mayit. Meletakkan mayit di tempat yang agak tinggi agar tidak tersentuh kelembaban tanah yang bisa mempercepat rusaknya badan. 5. . Memakamkan Namun. b. Memakamkan. yang ujungnya diselipkan di bawah kepala dan kedua kakinya. Dihadapkan ke arah qiblat sebagaimana muhtadlir. mayatnya haram dimandikan dan dishalati. Orang Muslim a. Memandikan. 2. 4. Setelah itu dibujurkan kembali dan jari-jari tangannya dilemaskan. pada taraf praktek terdapat beberapa pemilahan sebagai berikut: 1. Menshalati. Melemaskan sendi-sendi tulangnya dengan melipat tangan ke siku. Faedah dari pelemasan ini adalah mempermudahkan proses memandikan dan mengkafani. Menshalati 4.75 gr = 54. sehingga kewajiban merawatnya hanya meliputi: a. Melepas pakaian secara perlahan.3. kecuali bila hanya terdapat satu orang saja. Bila agak terlambat sehingga tubuhnya kaku. Tajhizul Jenazah (Merawat Mayit) Tajhizul jenazah adalah merawat atau mengurus seseorang yang telah meninggal. Dari keempat hal yang diwajibkan di atas. Muslim yang syahid dunia atau syahid dunia-akhirat. 3. maka hukumnya fardlu ¶ain. Kecuali apabila ia sedang melaksanakan ihram.300 gr) atau secukupnya di atas perutnya dengan dibujurkan dan diikat agar perutnya tidak membesar. Hal-hal yang harus dilakukan saat merawat jenazah sebenarnya meliputi lima hal. 8. Mengkafani. Membawa ke tempat pemakaman 5. yaitu: 1. Segera melakukan perawatan pada mayit. dan melaksanakan wasiatnya. maka kepalanya harus dibiarkan terbuka. 7. menshalati dan memakamkannya. yakni memandikan. Membebaskan segala tanggungan hutang dan lainnya. kemudian menggantinya dengan kain tipis yang dapat menutup seluruh tubuhnya.

Belum berbentuk manusia sempurna. sabun. istri. b. akan tetapi disunahkan membungkus dan memakamkannya. baik terlahir dalam keadaan hidup ataupun mati. Hal-hal yang harus dilakukan sama dengan kewajiban terhadap jenazah muslim dewasa. Anak dari saudara laki-laki seayah . Waris ashabah yang dimaksud adalah: 1. Memakamkan. adapun hal yang harus dilakukan pada mayat kafir dzimmi adalah mengkafani dan memakamkan. Memandikan Seperangkat peralatan yang harus disiapkan sebelum memandikan mayit adalah daun kelor (Jawa: widara). Kakek dan seatasnya 3. Lahir dalam keadaan hidup. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses memandikan mayit adalah: a. orang laki-laki lain. suami-istri. Kafir dzimmi (termasuk kafir muaman dan mu·ahad) Hukum menshalati mayit kafir adalah haram. dan yang mentayamumi harus memakai alas tangan. Saudara laki-laki seayah 7. sampo. handuk. Berbentuk manusia sempurna. kewajiban perawatannya sama dengan orang dewasa. hanya saja diperbolehkan untuk mengkafani dan memakamkannya. Bayi yang terlahir sebelum usia 6 bulan (Siqtu) Dalam kitab-kitab salafy dikenal tiga macam kondisi bayi. Perawatannya sama dengan perawatan jenazah muslim dewasa. 2.b. Bila tidak ditemukan orang yang boleh memandikan. b. kecuali apabila masih ada ikatan mahrom. Adapun bayi yang lahir pada usia 6 bulan lebih. Orang yang memandikan harus sejenis Maksudnya bila mayitnya laki-laki yang memandikan harus laki-laki begitu pula apabila mayitnya perempuan. selain menshalati. kaos tangan. tapi tidak tampak tanda-tanda kehidupan. Cucu laki-laki dan sebawahnya 5. Orang Kafir Dalam hal ini orang kafir dibedakan menjadi dua: a. atau mayit adalah anak kecil yang belum menimbulkan syahwat. Saudara laki-laki kandung 6. Ayah 2. kapur barus. Anak laki-laki 4. 3. Bayi yang demikian. c. Urutan orang yang lebih utama memandikan mayit laki-laki adalah ahli waris ashabah laki-laki. yakni: a. kerabat lai-laki yang lain. maka mayit cukup ditayamumi dengan ditutup semua anggota tubuhnya selain anggota tayamum. tidak ada kewajiban apapun dalam perawatannya. air bersih dan sebagainya. Kafir harbi dan Orang murtad Pada dasarnya tidak ada kewajiban apapun atas perawatan keduanya. Anak dari saudara laki-laki kandung 8.

kecuali untuk kesempurnaan memandikan. jika ia melihat hal-hal buruk dari diri mayit. Ditaburi wewangian untuk mencegah bau yang keluar dari tubuh mayit. Disunahkan pula memakai air dingin yang tawar. Saudara ayah kandung 10. 3. Menggunakan tempat air yang besar. Nabi Muhammad saw bersabda: ( ). maka ia mampu merahasiakannya. Catatan: . 5. Bila tidak memungkinkan atau mengalami kesulitan. termasuk juga bagian farji tsayyib (kemaluan wanita yang sudah tidak perawan) yang tampak saat duduk. 2. Batas Minimal Memandikan mayit sudah dianggap cukup apabila sudah melaksanakan hal-hal sebagai berikut: a) Menghilangkan najis yang ada pada tubuh mayit. Mayit dibaringkan dan diletakkan di tempat yang agak tinggi. 6. Haram melihat aurat mayit. ibu dan saudara perempuan. atau untuk menghilangkan kotoran yang bisa mencegah sampainya air pada kulit. eTata Cara Memandikan 1.9. maka cukup menutup auratnya saja. 2. Wajib memakai alas tangan saat menyentuh aurat mayit. Orang yang memandikan dan yang membantunya memiliki sifat amanah. dan sunah memakainya ketika menyentuh selainnya. Abu Dawud dan Tirmidzi) e Tempat Memandikan Prosesi memandikan dilaksanakan pada tempat yang memenuhi kriteria berikut: 1. maka boleh memakai air hangat. Apabila ia memberikan suatu kegembiraan yang tampak dari mayit. seperti anak perempuan. tertutup dan tidak ada orang yang masuk. 7. 4. kecuali jika cuaca dingin. Sepi. seperti di atas dipan atau di pangku oleh tiga atau empat orang dengan posisi kepala lebih tinggi dari tubuh. b) Menyiramkan air secara merata pada anggota tubuh mayit. 2. Kemampuan dalam memandikan mayit tidak diragukan lagi. Hal ini untuk mencegah mayit dari percikan air. maka beritanya dapat dipercaya. ´Sebutkanlah kebaikan-kebaikan orang yang mati diantaramu dan jagalah kejelekan-kejelekannya. kecuali orang yang memandikan dan orang yang membantunya.µ (HR. b. karena lebih bisa menguatkan daya tahan tubuh mayit. Seperti untuk memastikan bahwa air yang disiramkan sudah merata. e Etika Memandikan 1. Disunahkan menutup wajah mayit mulai awal sampai selesai memandikan. Mayit dimandikan dalam keadaan tertutup semua anggota tubuhnya. Saudara ayah seayah Bagi mayit perempuan. Sebaliknya. dalam artian: 1. yang paling utama memandikannya adalah perempuan yang masih memiliki hubungan kerabat dan ikatan mahram dengannya. atau bagian dalam alat kelamin laki-laki yang belum dikhitan. dan diletakkan agak jauh dari mayit.

h) Menyisir rambut dan jenggot mayit yang tebal secara pelan-pelan. f) Mewudlukan mayit. Adapun niatnya adalah: / g) Mengguyurkan air ke kepala dan jenggot mayit dengan memakai air yang telah dicampur daun kelor atau sampo. dengan meletakkan ibu jari pada tengkuk mayit. dengan jari telunjuk tangan kiri yang beralaskan kain basah yang tidak digunakan untuk membersihkan qubul dan dubur. setelah mayit tersebut dimandikan. Batas Kesempurnaan Memandikan mayit dianggap sempurna apabila melaksanakan hal-hal sebagai berikut: a) Mendudukkan mayit dengan posisi agak condong ke belakang. e) Membersihkan gigi dan kedua lubang hidung mayit. Adapun rukun dan kesunahannya sama persis dengan wudlunya orang hidup. bagian yang tidak terbasuh tersebut bisa diganti dengan tayamum sedangkan najisnya berhukum ma·fu. saat meninggal mayit tidak dalam keadaan ihram. Namun. 2) Menepukkan kedua telapak tangan pada debu yang digunakan untuk mengusap kedua tangan mayit. mulai leher sampai telepak kaki. i) Mengguyur bagian depan tubuh mayit sebelah kanan. punggung sampai telapak kaki. Begitu pula bagian sebelah kirinya. Saat basuhan terakhir ini. sunah membaca niat: / . dengan menggunakan sisir yang longgar gigirnya. dan tangan kanan untuk mengusap tangan kirinya. Hal ini apabila tidak terdapat hajat untuk membukanya. b) Pundak mayit disanggah tangan kanan. dan punggung mayit disanggah dengan lutut. Bila ada rambut atau jenggot yang rontok. l) Mengguyur seluruh tubuh mayit dengan air yang dicampur sedikit kapur barus. d) Mayit diletakkan kembali ke posisi terlentang. maka menurut Imam Romli. agar tidak ada rambut yang rontok. 2. menurut Ibnu Hajar. Dengan catatan. Atau bisa juga dengan membaca: / / Niat ini harus terus berlangsung (istidamah) sampai kedua telapak tangan orang tersebut mengusap wajah mayit. k) Mengguyur seluruh tubuh mayit dengan menggunakan air yang jernih. maka wajib diambil dan dikubur bersamanya. semisal najis di bawah kuncup.Bila terdapat najis yang sulit dihilangkan. tangan kiri untuk mengusap tangan kanan mayit. supaya kotoran yang ada pada perutnya bisa keluar. Begitu pula bagian sebelah kirinya. maka langsung dikafani dan dimakamkan tanpa dishalati. dengan posisi agak dimiringkan. sabun. Adapun cara mentayamumkan mayit adalah sebagai berikut: 1) Menepukkan kedua tangan pada debu disertai dengan niat sebagai berikut: . j) Mengguyur bagian belakang tubuh mayit sebelah kanan. Hanya saja. untuk membersihkan sisa-sisa daun kelor. dengan memakai air yang telah dicampur daun kelor atau sabun. kemudian dimiringkan ke kiri. dan sampo pada tubuh mayit. c) Perut mayit dipijat dengan tangan kiri secara perlahan. mulai tengkuk. saat berkumur disunahkan tidak membuka mulut mayit agar airnya tidak masuk ke dalam perut.

sebab dianggap berlebihan. 2. 3. 2. kafannya adalah 5 lapis yang terdiri dari 2 lapis kain kafan ditambah kerudung. b) Bagi mayit perempuan Bagi mayit perempuan atau banci. Batasan-batasan tersebut adalah sebagai berikut: 1. 5. 6. Letakkan kapas yang telah diberi wewangian pada anggota tubuh yang berlubang. dan 2 lembar kain untuk menutup seluruh tubuh mayit. bila mengkafani lebih dari ketentuan batas maka hukumnya makruh. Kain kafan pembungkus seluruh tubuh. sarung atau sewek. baik laki-laki ataupun perempuan. Setelah kain kafan diletakkan di tempatnya. Sarung atau sewek. urutan peletakannya adalah sebagai berikut: 1. Untuk memudahkan proses mengkafani. letakkan mayit yang telah selesai dimandikan dengan posisi terlentang di atasnya dalam keadaan tangan disedekapkan. baju kurung dan sarung. adalah selembar kain yang dapat menutupi seluruh tubuh mayit. dan boleh mengkafani dengan 5 lapis yang terdiri dari 3 lapis kain kafan ditambah surban dan baju kurung. Sorban atau kerudung. baju kurung. Walaupun demikian para fuqaha· memberi batasan tertentu sesuai dengan jenis kelamin mayit. Kain kafan yang dipergunakan hendaknya berwarna putih dan diberi wewangian. 7. baju kurung dan sewek. Batas Minimal Batas minimal mengkafani mayit. Baju kurung. eCara-cara Praktis Mengkafani Mayit Menyiapkan 5 lembar kain berwarna putih yang terdiri dari surban atau kerudung. anggota tubuh ini meliputi: a) Mata b) Lubang hidung c) Telinga d) Mulut e) Dubur . Batas Kesempurnaan a) Bagi mayit laki-laki Bagi mayit laki-laki yang lebih utama adalah 3 lapis kain kafan dengan ukuran panjang dan lebar sama.Atau / Mengkafani Pada dasarnya tujuan mengkafani adalah menutup seluruh bagian tubuh mayit. atau 2 lapis kain kafan ditambah surban. Tali. 4.

kemudian sisi kanan dilipat ke kiri.Demikian juga pada anggota sujud. Mengikat kelebihan kain di ujung kepala dan kaki (dipocong). Menshalati Hal-hal yang berkaitan dengan menshalati mayit secara garis besar ada tiga. dan halhal yang disunahkan di dalamnya. sebaiknya ditambahkan ikatan pada bagian tubuh mayit. e) Tidak ada penghalang antara keduanya. niatanya adalah: / . seperti perut dan dada. Setelah ujug kepala dan ujung kaki diikat. Apabila mayit hanya satu. d) Jarak antara mayit dan mushalli tidak melebihi 300 dziro· atau sekitar 150 m. Mayit dibungkus dengan kain kafan yang menutupi seluruh tubuhnya. posisi mushalli harus berada di belakang mayit. adapun penjelasannya adalah sebagai berikut: 1. agar kafan tidak mudah terbuka saat dibawa ke pemakaman. sedangkan imam atau munfarid berdiri lurus dengan pantat mayit. Begitu pula untuk lapis kedua dan ketiga. 11. 2. Adapun aturannya adalah sebagai berikut: 1) Mayit laki-laki: Mayit dibaringkan dengan meletakkan kepada di sebelah utara. maka keranda tersebut tidak boleh dipaku. Syarat Shalat Mayit a) Mayit telah disucikan dari najis baik tubuh. dengan cara melipat lapisan pertama. dan diusahakan pocongan kepala lebih panjang. meliputi: a) Jidat b) Hidung c) Kedua siku d) Telapak tangan e) Jari-jari telapak kaki 8. sewek atau sarung. Hal ini jika shalat dilakukan di luar masjid. dimulai dari sisi kiri dilipat ke sisi kanan. rukun. Memakaikan baju kurung. yakni syarat. b) Orang yang menshalati telah memenuhi syarat sah shalat. 9. Mengikat pantat dengan kain sehelai. 12. kafan maupun tempatnya. Rukun Shalat Mayit a) Niat. misalnya seandainya mayit berada dalam keranda. 2) Mayit perempuan Cara peletakkan mayit sama dengan mayit laki-laki. Imam atau munfarid berdiri lurus dengan kepala mayit. c) Bila mayitnya hadir. dan surban atau kerudung. f) Bila mayit hadir. 10. maka orang yang menshalati juga harus hadir di tempat tersebut.

e) Tidak membaca do·a iftitah. e) Membaca shalawat Nabi setelah takbir kedua. niatnya adalah: b) Berdiri bagi yang mampu. . shalawat dan do·a. / / c) Melirihkan bacaan fatihan. . h) Menyempurnakan bacaan do·a untuk si mayit . d) Membaca ta·awwudz sebelum membaca surat Al Fatihah. d) Membaca surat Al Fatihah setelah takbir pertama. Adapun lafadhnya adalah: . Contoh do·a: g) Mengucapkan salam pertama setelah takbir keempat. c) Melakukan takbir sebanyak empat kali termasuk takbiratul ihram. b) Menyempurnakan lafadh niat.Dan jika banyak. Contoh bacaan sholawat: f) Mendo·akan mayit setelah takbir ketiga. Contoh bacaan salam: 3. . g) Menyempurnakan bacaan shalawat. Kesunahan Dalam Shalat Jenazah a) Mengangkat kedua telapak tangan sampai sebatas bahu. . lalu meletakkannya diantara dada pusar pada setiap takbir. f) Membaca hamdalah sebelum membaca shalawat. i) Bila mayatnya anak kecil sunah untuk menambah do·a: .

namun dengan syarat-syarat sebagai berikut: 1. maka setelah menyebutkan nama-nama mayit. Ayah. 10. Berkewajiban menshalati mayit. m) Sunah dilakukan di masjid dengan memper-banyak shaf . 2. Saudara ayah seayah. 2. Membaca ta·awwudz dan surat Al Fatihah dengan suara pelan. Anak dari saudara laki-laki seayah. k) Membaca do·a untuk masing-masing mukmin setelah membaca shalawat: . l) Salam yang kedua sunah untuk menyempur-nakan. Orang laki-laki yang memiliki hubungan kerabat. e Kriteria Imam Shalat Jenazah Adapun urutan orang yang lebih utama dan berhak menjadi imam shalat jenazah adalah sebagai berikut: 1. 8. 4.j) Setelah takbir ke-empat sunah untuk membaca do·a: . / . Takbir kedua. Kakek dan seatasnya. Saudara laki-laki kandung. 3. Anak laki-laki. 9. Anak dari saudara laki-laki kandung. Saudara ayah kandung. e Shalat Ghoib Bagi orang yang tidak dapat datang ke tempat mayit boleh melakukan shalat ghoib di tempatnya. 6. Ada masyaqat (kesulitan) untuk datang ke tempat jenazah. 3. eTeknis Pelaksanaan 1. / ( ) / ( ) Bila mayit jumlahya banyak. Redaksinya adalah: . 7. 5. Takbiratul ihram bersamaan dengan niat shalat. Cucu laki-laki dan sebawahnya. diperbolehkan menggunakan niat: . Saudara laki-laki seayah. 11. 2. Adapun lafadh niatnya untuk mayit tunggal adalah: .

Makruh mengeraskan suara. Para penggiring jenazah hendaknya berada di depan dan di dekat mayit. dengan diusung oleh tiga atau empat orang laki-laki. 7. 6. Bagi orang yang melihat mayit sunah untuk membaca: Atau berdo·a: . 5.4. 6. 3. Pelepasan Mayit Setelah selesai shalat. 2. Pemakaman Mayat 1. Dalam pengusungan ini. asalkan tidak ada kesan meremehkan mayit. Membaca hamdalah dan shalawat secara sempurna. kecuali bacaan Al Qur·an. Makruh mengiring mayit bagi orang perempuan. 4. Berjalan kaki lebih utama daripada berkendaraan. 9. 8. Bagi orang yang melihat iring-iringan mayit hendaknya berdiri dan ikut mengiring. yang isinya meliputi: a) Permintaan maaf kepada para hadirin dan teman keseharian atas kesalahan dan kekhilafan yang pernah dilakukan mayit. Membaca salam dengan sempurna.(×3) 7. Namun. Sambutan-sambutan di atas hendaknya tidak terlalu panjang. Bertafakkur tentang kematian dan memperbanyak dzikir. sunah untuk meletakkan mayit di keranda. setelah itu salah satu wakil dari keluarga memberikan kata sambutan pelepasan mayit. e Etika Pengiring Jazanah 1. b) Pemberitahuan tentang pengalihan urusan hutang piutang kepada ahli waris. Takbir ketiga. posisi kepala mayit berada di depan. bahkan hukumnya bila tidak ada udzur. keranda mayit diangkat. e Cara Mengantar Jenazah Pada dasarnya dalam mengusung mayit diperbolehkan dengan berbagai cara. Membaca do·a secara sempurna. 5. Membaca do·a. c) Penyaksian atas baik dan buruknya mayit. Takbir keempat. Persiapan . dzikir atau shalawat Nabi. sebab sunah sesegara mungkin membawa mayit ke pemakaman.

Dan bagi orang yang meletakkan disunahkan membaca: . 2. Pada dasarnya liang ini lebih utama daripada liang cempuri. b) Ukuran 1) Batas minimal Batas minimal liang kubur adalah membuat lubang yang dapat mencegah keluarnya bau mayit serta dapat mencegah dari binatang buas. Model ini untuk tanah yang gembur. dan orang ketiga bagian kaki. c) Dalam Setinggi postur tubuh manusia ditambah satu hasta. Kemudian mayit diletakkan di liang kubur dan dihadapkan ke arah qiblat dengan posisi miring pada lambung sebelah kanan. orang pertama menerima bagian kepala. dimulai dari kepalanya. Liang Kubur a) Bentuk Dalam kitab kuning dikenal dua jenis liang kubur: 1) Liang cempuri Yakni liang kubur yang bagian tengahnya digali sekiranya cukup untuk menaruh mayit. 5. 2. keranda diletakkan pada arah posisi peletakkan kaki mayit. 6. . Jenazah dikeluarkan dari keranda. orang kedua bagian lambung. Sesampainya mayit di tempat pemakaman. Menyandarkan wajah dan kaki pada dinding bagian dalam liang. semua peralatan pemakaman harus sudah siap. e Prosesi Pemakaman Dalam praktek pemakaman mayit dalam dapat dilakukan prosesi sebagai berikut: 1. Hal ini dilakukan oleh tiga orang. liang kubur. Jenazah diserahkan pada orang yang yang sudah bersiap-siap dalam liang untuk menguburnya. 2) Liang lahat Yakni liang kubur yang sisi sebelah baratnya digali sekiranya cukup untuk menaruh mayit. 7. Model ini untuk tanah yang keras. lalu diangkat dengan posisi agak miring dan wajah jenazah menghadap qiblat secara pelan-pelan. 2) Batas kesempurnaan Batas kesempurnaan liang kubur adalah membuat liang dengan ukuran sebagai berikut: a) Panjang Sepanjang mayit ditambah tempat yang cukup untuk orang yang menaruh mayit. 4. Bagi orang yang menerima mayit disunahkan membaca do·a: . 3.Sebelum mayit diberangkatkan ke pemakaman. b) Lebar Seukuran tubuh mayit ditambah tempat yang sekiranya cukup untuk orang yang menaruh mayit.

yakni orang yang mati dalam peperangan dengan niat mencari kehidupan dunia. Setelah liang kubur ditutup. sebelum ditimbun dengan tanah. satu lurus dengan kepala dan satunya lagi lurus dengan kaki mayit. 16. Adapun lafadznya sama dengan lafadz adzan dan iqamah dalam shalat. Memberi bantalan tanah liat pada bagian kepala. 9. Setelah selesai berdo·a secukupnya. kemudian meletakkan pipinya pada bantalan tanah liat yang telah ada. 2. 15. Syahid akhirat. para hadirin pulang. sedangkan para hadirin dalam posisi berdiri. a) Pada taburan pertama membaca: . e Mati Syahid Disebut syahid. Mengganjal bagian punggungnya dengan gumpalan tanah atau batu bata agar mayit tetap dalam posisi miring menghadap kiblat.8. Mulaqin duduk dengan posisi menghadap muka kepala mayit. b) Do'a pada taburan kedua: c) Do'a pada taburan ketiga: . Syahid dunia-akhirat. Selanjutnya. Salah satu pengiring mengumandangkan adzan dan iqamah di dalam liang kubur. yakni orang yang meninggal sebab semisal mencari ilmu. 14. yakni orang yang meninggal dalam peperangan dengan niat untuk menegakkan agama Allah swt. Membuka simpul. 12. Syahid dunia. 10. kebakaran. salah satu pihak keluarga atau orang ahli ibadah melakukan prosesi talqin mayit. 19. Menaburkan bunga. 3. 13. Adapun contoh bacaan talqin adalah: : . para pengiring disunahkan mengambil tiga genggam tanah bekas galian kemudian menaburkannya ke dalam liang kubur. kebanjiran dan sebagainya. 11. sebab Allah dan RasulNya telah bersaksi bahwa orang tersebut nantinya akan masuk surga. Mulaqin mulai membaca bacaan talqin sebanyak tiga kali. kemudian liang kubur ditimbun dengan tanah. Setelah selesai talqin pihak keluarga dan para hadirin tinggal sebentar untuk mendo·akan mayit. 18. 17. Adapun do·anya adalah: 20. Bagian atas mayit ditutup dengan papan atau bambu sampai rapat. . memberi minyak wangi dan memercikan air di atas makam. Adapun pembagiannya sebagai berikut: 1. Kesunahan mentalqin ini hanya berlaku bagi mayit dewasa dan tidak gila. terutama bagian atas. atau sebab pada waktu akan meninggal dia telah melihat surga. Membuat gundukan setinggi satu jengkal dan memasang dua batu nisan.

tidak diperbolehkan untuk dimandikan dan dishalati. . Sebagaimana keterangan yang telah lalu.Bagi syahid yang masuk kriteria pertama. dan kedua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful