P. 1
EMS case 5

EMS case 5

|Views: 4,209|Likes:
Published by Nita Andriyani

More info:

Published by: Nita Andriyani on Feb 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/11/2013

pdf

text

original

1. Resiko Abortus spontan trimester pertama

2. Malformasi Kongenital

-Insidensi : 6-12% pada bayi dengan ibu yang kontrol
diabetesnya buruk dan 2% pada bayi yang lahir dari ibu
penderita diabetes dengan kadar glycohemoglobin normal
atau pada ibu yang normal.

-Kematian fetal dan neonatal mencapai 50% .

Rasio Insidensi pada
Diabetic vs
kelompok normal

Usia Gestational
Tertua untuk Terjadi
(mg)

Regradasi kaudal

252

5

Anensefali

3

6

Spina

bifida,
hidrosefalus atau
cacat CNS

2

6

67

lainnya

Anomali jantung

4

Transportasi

pembuluh-
pembuluh besar

7

Cacat septum

ventrikel

8

Cacat septum

atrium

8

Atresia anal / rectal

3

8

Anomali ginjal

5

Agenesis

6

7

Ginjil kistik

4

7

Ureter dupleks

23

7

Situs inversus

84

6

3. Neural Tube Defect

-Insidensi : lebih tinggi pada anak dari ibu dengan kontrol
diabetesnya buruk.

-Pada ibu hamil dengan insulin-dependent, di minggu ke 14-
16 sebaiknya dilakukan pemeriksaan kenaikan serum α-
fetoprotein.

-Pada minggu 18-22, lakukan pemeriksaan USG untuk
mendeteksi Congenital Heart Defect.

-Pada minggu 26 dan 36 diperlukan pemeriksaan untuk
mengukur pertumbuhan dan kesehatan fetus.

68

4. Polihidramnion trimester kedua

-Adalah cairan amnion dalam volume yang berlebihan ( >
1000 ml, seringkali >3000 ml) .

-Bukan hanya disebabkan karena konsentrasi glukosa atau
larutan lain di amniotic fluid atau kelebihan urin fetus,
tetapi juga karena menurunnya fetal swallowing, decidual,
dan amniotic prolactin, juga unknown determinants of the
complicated multicompartemantal intrauterine transport of
water.

5. Persalinan prematur

6. Distres janin trimester ketiga

7. Respiratory Distress Syndrome (RDS)

-Anak dari ibu dengan kontrol diabetes yang buruk biasanya
mempunyai resiko tinggi mengalami RDS.

-Etiologi : produksi yang abnormal dari surfaktan dan
perubahan jaringan ikat yang mengakibatkan penurunan
compliance (daya kembang) paru-paru.

-Diagnosis berdasarkan : gejala klinis (grunting, retraksi, RR
< 60/min), penemuan tipikal pada X-ray, dan terjadi
kesulitan bernafas selama > 48 jam tanpa sebab lain yang
diidentifikasi.

-Terapi : ventilasi dan pemberian intrapulmonary surfaktan.

8. Makrosomia janin (Berat Lahir > persentil ke-90)

69

-Fetus dari ibu dengan kontrol diabetes yang buruk
kebanyakan mengalami makrosomia dengan banyaknya
timbunan lemak, kenaikan panjang badan, kenaikan rasio
abdomen-kepala atau rasio thorax-kepala, dan mempunyai
konsentrasi C-peptide di cold sera atau amniotic fluid yang
lebih tinggi.

-Hal ini disebabkan maternal hiperglikemia fetal
hipeglikemia fetal hiperinsulinemia fetal
makrosomia.

9. Trauma persalinan per vaginam

10. Keterlambatan Pertumbuhan Intrauterine (IUGR)

-Terjadi pada ibu penderita diabetes dengan durasi yang
lama dan memiliki penyakit vascular.

-Berkaitan dengan perfusi uteroplasenta yang tidak
memadai.

11. Hipoglikemia (kadar glukosa darah <30 mg/dL)

-Umumnya terjadi pada 48 jam pertama setelah lahir.

-Etiologi : naiknya level insulin fetus setelah lahir serta
turunnya katekolamin dan glukagon karena kurangnya
produksi glukosa oleh hati dan oksidasi FFA .

-Symptomps : lethargic rather than jittery, apnea,
tachypnea, cyanosis, kejang (seizure) .

-Treatment : memberikan 10% dextrose di air dalm botol
pada umur 1 jam dan bila tidak berhasil diberikan cairan
dextrose intravenous.

70

12. Hiperbilirubinemia ( >15 mg/dL)

13. Hipokalsemia ( <7 mg/dL)

14. Polysitemia (hematokrit central > 70% )

15. Gangguan menyusu

16. Kematian Intrauterine

-Faktor resiko :

•50% pada ibu yang mengalami ketoacidosis

•Pyelonephritis

•Fetal hiperglikemia dan hipoxia mengarah ke acidosis

dan myocardial dysfunction.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->