P. 1
Gender Dalam Perspektif Agama Islam

Gender Dalam Perspektif Agama Islam

|Views: 112|Likes:
Published by Widya Di Sini

More info:

Published by: Widya Di Sini on Feb 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

KESADARAN GENDER YANG ISLAMI

Oleh: Siti Zubaidah PENDAHULUAN Masalah kesadaran gender dalam beberapa dasawarsa belakangan ini, termasuk di Indonesia telah mencuat ke permukaan. Berbagai struktur dan kultur yang selama ini mengabaikan perempuan digugat; dan upaya dekonstruksi terhadap pemahaman dan pelaksanaannya dilakukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kesenjangan gender adalah dikarenakan bermacam-macamnya penafsiran tentang pengertian gender itu sendiri. Seringkali gender dipersamakan dengan sex (jenis kelamin laki-laki dan perempuan), dan pembagian jenis kelamin laki-laki dan perempuan ini serta peran dan tanggungjawabnya masing-masing, telah dibuat sedemikian rupa dan berlalu dari tahun ke tahun bahkan dari abad ke abad, sehingga lama kelamaan masyarakat tidak lagi mengenali mana yang gender dan mana yang sex. Bahkan peran gender oleh masyarakat kemudian diyakini seolah-olah merupakan kodrat yang diberikan Tuhan. Sebagai akibat dari pembagian peran dan kedudukan yang sudah melembaga antara laki-laki dan perempuan, baik secara langsung –berupa perlakuan/sikap, maupun tidak langsung –berupa dampak suatu peraturan perundang-undangan dan kebijakan, telah menimbulkan berbagai ketidak-adilan. Ketidak-adilan ini telah mengakar dalam sejarah, adat-istiadat, norma hukum ataupun struktur dalam masyarakat. Ketidak-adilan ini boleh jadi timbul dikarenakan adanya keyakinan dan pembenaran yang ditanamkan sepanjang peradaban manusia dalam berbagai bentuknya, yang tidak hanya menimpa kepada kaum perempuan, akan tetapi juga menimpa kaum laki-laki; walau secara menyeluruh ketidak-adilan gender dalam berbagai kehidupan ini lebih banyak menimpa kaum perempuan. Perbedaan secara biologis antara laki-laki dan perempuan telah mempunyai impelementasi di dalam kehidupan sosial budaya. Persepsi yang seolah-olah mengendap di dalam bawah sadar seseorang ialah jika seseorang mempunyai atribut biologis, seperti penis pada diri laki-laki atau vagina pada diri perempuan, maka itu juga menjadi atribut gender yang bersangkutan dan selanjutnya akan menentukan peran sosialnya di dalam masyarakat. 1

II. PENGERTIAN GENDER

Kata “gender” berasal dari bahasa Inggeris “gender”, dalam Kamus Bahasa Inggeris-Indonesia, berarti “jenis kelamin”.1 Sedangkan dalam Webster’s New World Dictionary, gender diartikan sebagai “perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan dilihat dari segi nilai dan tingkah laku”.2
Melalui pengertian dari kamus di atas, sebenarnya kurang tepat, karena seolaholah gender disamakan pengertiannya dengan sex (yang berarti jenis kelamin). Kalau dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata gender memang belum masuk dalam perbendaharaannya, akan tetapi istilah gender ini lebih populer di lingkungan Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Dengan demikian untuk memudahkan pemahaman kita terhadap kata gender tersebut, ada baiknya merujuk pada penjelasan pemerintah melalui Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan sebagaimana juga yang tertuang dalam Instruksi Presiden RI No. 9 tahun 2000, sebagai berikut: Gender (asal kata gen); perbedaan peran, tugas, fungsi, dan tanggung-jawab serta kesempatan antara laki-laki dan perempuan karena dibentuk oleh tata nilai sosial budaya (konstruksi sosial) yang dapat diubah dan berubah sesuai kebutuhan atau perubahan zaman (menurut waktu dan ruang).3 Gender adalah konsep yang mengacu pada peran dan tanggung-jawab laki-laki dan perempuan yang terjadi akibat dari dan dapat berubah oleh keadaan sosial dan budaya masyarakat. Gender adalah pembagian peran dan tanggung jawab keluarga dan masyarakat, sebagai hasil konstruksi sosial yang dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan perubahan zaman.4 Gender bukanlah kodrat dan ketentuan Tuhan. Oleh karena itu gender berkaitan dengan bagaimana seharusnya laki-laki dan perempuan berperan dan bertindak sesuai dengan tata nilai yang terstruktur oleh ketentuan sosial dan budaya di tempat mereka berada. Dengan

1

John M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia (Jakarta: Gramedia, cet. XII, 1983),

h. 265.
2 Victoria Neufeldt (Ed.), Webster’s New World Dictionary (New York: Webster’s New World Clevenland, 1984), h. 561. 3 Pemberdayaan Perempuan (Jakarta: ), h. 4 Setda Kota Medan, Buku Saku Pemberdayaan Perempuan (Medan: , 2000), h. 1.

2

Dari uraian diatas dapat disimpulkan: Gender: i. Dipengaruhi: o Tempat o Waktu/zaman o Suku/ras/bangsa o Budaya o Status sosial o Pemahaman agama o Ideologi negara o Politik. Bisa dibentuk/bisa berubah iv.kata lain. hukum dan ekonomi Karenanya gender: o Bukan kodrat o Dibuat manusia o Bisa dipertukarkan o Relatif o Berbeda dengan ciri-ciri yang terdapat pada laki-laki maupun perempuan (jenis kelamin. biologis. natur) Pengertian sex adalah pembagian jenis kelamin yang terdiri dari perempuan dan laki-laki. yang telah ditentukan oleh Tuhan. Konstruksi/bentuk sosial ii. sebagai kodrat Allah swt. Tidak dimiliki sejak lahir iii. Perbedaan biologis antara perempuan dan laki-laki dapat dilihat baik dari ciri fisik 3 . gender adalah pembedaan peran dan tanggung-jawab antar perempuan dan laki-laki sebagai hasil konstruksi sosial budaya masyarakat.

Uraian di atas memberikan kesimpulan kepada kita bahwa: Jenis Kelamin Biologis (seks) adalah: • • • • Bawaan Kodrat Buatan Tuhan Mutlak Tidak dipengaruhi oleh: • • • Tempat Waktu/zaman Ras/suku/bangsa 4 . dan akan berlaku selamanya. Karenanya seks relatif tidak dapat ditukar atau diubah.primer maupun ciri fisik sekunder dari organ dan fungsi reproduksinya. sekarang. Ciri-ciri laki-laki dan perempuan dapat dillihat dalam matrik berikut ini: Primer Laki-laki Penis Kantung zakar Buah zakar (testis) Sperma/mani Prostat (kelenjar) tinggi Perempuan Vagina (liang Ovarium (indung telur) Ovum (sel telur) Uterus Menyusui Haid Rahim Kulit halus Suara lebih bernada senggama) (Scotrum) pengaturan pengeluaran sperma dan air seni / kelenjar kemih Bulu dada / tangan Sekunder Jakun Suara berat Berkumis Dada besar Ketentuan ini berlaku sejak dahulu kala.

berbagai peradaban umat manusia telah berkembang sedemikian rupa. dan yang paling belakangan adalah agama Yahudi dan Nasrani. seperti halnya peradaban bangsa Yunani. atau masalah hubungan kemanusiaan kita. tetap dan hanya dimiliki laki-laki saja atau perempuan saja (nature). India. Romawi. seperti agama Zoroaster. GENDER DALAM PERSPEKTIF ISLAM Sebelum menguraikan bagaimana pandangan Islam terhadap gender. Untuk memperjelas perbedaan antara gender dan sex dapat dilihat pada skema berikut ini. Kemudian baru ditelaah bagaimana pandangan Alquran terhadap gender. 5 .• • Budaya Negara ideologi Karenanya: tidak bisa berubah. Cina dan yang lainnya. terutama sebelum turunnya kitab suci Alquran. telah datang terlebih dahulu berbagai agama. III. Dan juga sebelum datangnya agama Islam. Sejarah telah menginformasikan bahwa sebelum diturunkannya kitab suci Alquran. serta bagaimana penafsiran ulama terdahulu dan kontemporer terhadap ayat-ayat Alquran tersebut. perlu dikemukakan terlebih dahulu pandangan masyarakat dunia secara umum terhadap perempuan. Gender Dapat berubah Dapat dipertukarkan Tergantung waktu Tergantung budaya setempat Bukan merupakan Kodrat Tuhan Buatan manusia Sex (Jenis Kelamin) Tidak dapat berubah Tidak dapat dipertukarkan Berlaku sepanjang masa Berlaku di mana saja Merupakan Kodrat Tuhan Ciptaan Tuhan Pemahaman atas konsep gender sesungguhnya merupakan isu mendasar dalam rangka menjelaskan masalah hubungan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki. Buddha.

mengusir. termasuk hak menuntut ke pengadilan. dengan catatan bahwa setiap transaksi harus disetujui terlebih dahulu oleh keluarga (suami/ayah). Hak hidup bagi seorang perempuan yang telah bersuami harus berakhir pada saat kematian suaminya. terjadi sedikit perubahan dengan diundangkannya hak pemilikan terbatas bagi perempuan. perempuan tidak mendapat penghargaan yang adil. Sepanjang abad pertengahan nasib perempuan tetap sangat memperihatinkan. Tradisi ini baru berakhir pada abad XVII Masehi. karena mereka dianggap alat pemenuhan naluri seks laki-laki. Patung-patung telanjang yang terlihat dewasa ini di Eropa adalah merupakan bukti yang menyatakan pandangan itu. Kekuasaan ini mencakup kewenangan menjual. Peradaban Hindu dan Cina. dan para perempuan dipuja untuk itu. Pada zaman Kaisar Konstantin (abad XV). menjadi hak milik keluarganya yang laki-laki.Pada puncak peradaban Yunani. menganiaya dan membunuh. Segala hasil usaha perempuan. Setelah kawin. bahkan sampai dengan tahun 1882 perempuan Inggeris belum lagi mempunyai hak kepemilikan harta benda secara penuh. Misi Alquran hanya dapat dipahami secara utuh setelah memahami kondisi sosial budaya bangsa Arab. juga tidak lebih baik. Untuk dapat mengetahui keberadaan dan peran yang dimainkan Islam. kekuasaan pindah ke tangan suami. menjadikan perempuan sepenuhnya berada di bawah kekuasaan ayahnya. Kaum laki-laki diberi kebebasan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan dan selera tersebut. istri terkadang harus dibakar hidup-hidup pada saat mayat suaminya dibakar. Justru itu sebelum membahas lebih jauh. sampai dengan tahun 1805 perundang-undangan Inggeris masih mengakui hak suami untuk menjual istrinya. diperlukan pemahaman mendalam terhadap stratifikasi sosial budaya bangsa Arab menjelang dan ketika Alquran diturunkan. Peradaban Romawi juga tidak begitu berbeda dengan Yunani. dapat disalah-pahami tanpa memahami latar belakang sosial budaya masyarakat Arab. Peristiwa tragis ini berlangsung sampai pada abad V Masehi. perlu diperkenalkan secara umum kondisi geografis 6 . Bahkan boleh jadi. sejumlah ayat dalam Alquran (termasuk ayat-ayat yang menjelaskan gender).

Sub Tribe (Sub Kabilah/‘asirah). 1984). yaitu: 1. 5.dan pola kehidupan mereka –yang tentunya ikut mengambil peran dalam proses pembentukan budaya masyarakat Arab. Jazirah Arab mempunyai daerah yang cukup luas. anak-anak perempuan kehadirannya tidak diterima sepenuh hati oleh masyarakat Arab. Hanya sebagian kecil wilayahnya di bagian selatan dan utara. dan sebagian besar wilayahnya terdiri dari padang pasir. menyebabkan kawasan ini luput dari cengkeraman 2 (dua) imperium besar Romawi dan Persia. 2. dan perempuan bekerja mengasuh anak dan mengatur urusan rumah tangga (sektor domestik). Posisi geografisnya yang jauh dari pusat-pusat kerajaan besar dan kondisi alamnya yang sulit dijangkau. Neopatriachy: a Theory of Distorted Change in Arab Society (New York: Oxford: Oxford University Press. 4. h. Nuclear family (Keluarga Kecil/usrah). sekalipun pada daerah yang lain kelima bentuk tersebut tidak dianut secara identik. Kelangsungan hidup mereka tergantung pada alam. daerah yang subur. Mata pencaharian penduduk kebanyakan beternak bagi mereka yang mendiami kawasan tandus. Dilihat dari sudut system kekerabatan. Pada masa Jahiliyah. Pandangan mereka ini telah direkam oleh Alquran. sesuai dengan watak dasar bangsa Arab yang nomaden. Tribe (Kabilah/qabilah). Extended family (Keluarga Besar/‘a`ilah). mulai dari sikap yang paling ringan yaitu bermuka masam. maka keluarga Arab dapat dibedakan ke dalam 5 (lima) bentuk. dan pembagian peran dalam masyarakat sangat tergantung pada kondisi obyektif keadaan alam. bercocok tanam bagi mereka yang berada di kawasan yang subur. Lineage (Suku/hamulah).5 Kelima bentuk keluarga ini ditemukan di daerah tertentu. Laki-laki bekerja sebagai pencari nafkah keluarga dan mempertahankan keutuhan dan kehormatan kabilah (sektor publik). 3. mereka menyesuaikan hidup dengan kondisi obyektif dimana mereka berada. 5 7 . Clan. 31. sampai pada sikap yang Hisyam Sharabi.

Demikian secara ringkas kondisi geografis serta pola kehidupan bangsa Arab sebelum turunnya agama Islam. dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan. malah termasuk barang yang diwariskan. Masing-masing kata ini merujuk makhluk ciptaan Allah yang terbaik (fi ahsan taqwim). yang dalam kenyataannya merupakan suatu kata benda kolektif.at-Takwir (81): 9      9. dan Dia sangat marah. Keempat kata ini mencakup laki-laki dan perempuan. telah menegaskan ketika Allah Yang Maha Pencipta menciptakan manusia termasuk di dalamnya. 6 Alquran memang menyebut kata Adam sebanyak 25 kali. Kaum perempuan yang sebelumnya tidak menerima warisan. dan QS. berarti ‘manusia’ 8 . sebagai berikut:        58. Kunci Indeks dan Klasifikasi Ayat-ayat Alquran. selanjutnya akan ditelaah ayat-ayat Alquran dan pemahamannya. an-Nahl (16): 58. hitamlah (merah padamlah) mukanya.paling parah yaitu membunuh bayi-bayi mereka yang perempuan.Hamid Hasan Qolay. h. yaitu basyar. telah memperjuangkan dan berhasil meningkatkan derajat perempuan yang sebelumnya mereka tertindas. Alquran. (Bandung: Pustaka. juga telah menjadi catatan historis dan kajian para ahli. sebagai sumber utama dalam ajaran Islam. kenyataan bahwa perempuan Muslimah pada masa-masa berikutnya pernah dan sebagian masih mengalami perlakuan yang berbeda dan diskriminatif. Jilid I. 1989). Paling tidak ada empat kata yang sering digunakan Alquran untuk menunjuk manusia. oleh Islam diberikan porsi waris yang tetap (faraidh). serta bani adam6. terutama yang menyangkut masalah gender. Islam mendudukkan perempuan sebagai makhluk Allah sederajat dengan pria dengan hak dan tanggungjawabnya yang adil dan seimbang. lihat A. meskipun memiliki potensi untuk jatuh ke titik yang serendah-rendahnya (asfala safilin). karena dosa Apakah Dia dibunuh. laki-laki dan perempuan. Kata tersebut adalah pinjaman dari bahasa Ibrani. 51-52. Bahwa agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. namun dalam penekanan yang berbeda. insan dan al-nas. Tetapi. Informasi ini dapat dibaca dalam QS.

mencakup juga yang feminin. di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa Yakni tanah yang dari padanya Adam a. Mengingat tradisi bahasa Arab di atas. maupun sebagai orang ketiga (ghaib). Alquran menyatakan dalam surah AnNisa’(4): 1. apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah. namun perbedaan itu tidak ada sebagai orang pertama (mutakallim). baik sebagai lawan bicara atau orang kedua (mukhatab). yang memakai bentuk maskulin (kum).s. Alquran. Dalam tradisi penggunaan bahasa Arab. dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya. hingga terasa ‘berlebihan’ untuk menambahi ‘alaikunna kaum perempuan. Pengucapan salam. sebagai berikut:                                              1. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264]. mengenal pembedaan antara kata-ganti (dhamir/pronoun) laki-laki dan perempuan. [263] Maksud dari padanya menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a. yang diwahyukan dalam bahasa Arab yang fasih. mencakup juga audiensi perempuan. sebagai orang kedua atau ketiga. bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri. Alquran merasa penting untuk mengulang-ulang kedua bentuk (maskulin dan feminin) secara berpasangan untuk menekankan kesetaraan pria dan wanita dalam berbagai aspek kehidupan. al-Ahzab (33):35. assalamu ‘alaikum. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. sebagai berikut: yang secara langsung menunjuk 9 .Mengenai asal kejadian manusia ini. disebutkan dalam QS. penggunaan bentuk maskulin. misalnya. Hai sekalian manusia. [264] Menurut kebiasaan orang Arab.s. diciptakan. dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.

Kelima variable tersebut masing-masing: laki-laki & perempuan sama2 sebagai hamba Allah. Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim. laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya. laki-laki dan perempuan yang sabar. 2001). h. laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah. sebagai hamba yang punya tanggung-jawab. [1218] Yang dimaksud dengan Muslim di sini ialah orang-orang yang mengikuti perintah dan larangan pada lahirnya. laki-laki dan perempuan yang bersedekah. sebagai yang menerima perjanjian/sama2 berikrar akan keberadaan Allah.7 Nasaruddin Umar. sebagai khalifah di muka bumi. Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. 248-265. 7 10 .                                     35. laki-laki dan perempuan yang benar. laki-laki dan perempuan yang berpuasa. laki-laki dan perempuan yang mukmin[1218]. dan sebagai yang berpotensi meraih prestasi. Berbicara mengenai prinsip2 kesadaran gender dalam perspektif Islam. setidaknya kita dapat mengajukan 5 (lima) variable yang dapat digunakan sebagai ukuran untuk menguji bagaimana kitab suci Alquran memberitakan. Argumen Kesetaraan Jender Perspertif al-Quran (Jakarta: Paramadina. lakilaki dan perempuan yang khusyuk. laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya. sedang yang dimaksud dengan orangorang mukmin di sini ialah orang yang membenarkan apa yang harus dibenarkan dengan hatinya.

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa . Keduanya mempunyai potensi dan peluang yang sama untuk menjadi hamba ideal. tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. An-Nahl (16): 97. saewbagai berikut:        56. Alquran menyebutkan bahwa salah satu tujuan penciptaan manusia adalah untuk menyembah kepadaTuhan. sebagaimana disebutkan dalam QS. sebagai berikut:                      97. sebagai berikut:                         13. laki-laki dan perempuan masing-masing akan mendapatkan penghargaan dari Tuhan sesuai dengan kadar pengabdiannya. Az-Zariyat (51): 56.1. Hamba ideal dalam Alquran biasa diistilahkan dengan orang-orang yang bertaqwa (muttaqun). Penjelasan ini dapat dibaca dalam QS. suku bangsa atau kelompok etnis tertentu yang disaebutkan dalam QS Al-Hujurat (49): 13. sebagai hamba Allah. dan untuk mencapai derajat muttaqun ini tidak dikenal adanya perbedaan jenis kelamin. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Dalam kapasitas manusia sebagai hamba. Pertama. dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya 11 . baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman. Hai manusia. Dalam kapasitas sebagai hamba.

Pada ayat lain disebutkan dalam QS. Kedua. sebagai berikut:                                      30. [839] Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman. Maksud dan tujuana penciptaan manusia di muka bumi ini adalah. Al-An’am (6): 165. disamping untuk menjadi hamba (‘abid) yang tunduk dan patuh serta mengabdi kepada Allah SWT. ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. Kapasitas manusia sebagai khalifah di bumi ditegaskan dalam QS. sebagai khalifah di bumi." Kata khalifah dalam kedua ayat di atas tidak menunjuk kepada salah satu jenis kelamin atau kelompok etnis tertentu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. juga untuk menjadi khalifah di bumi (khalifah fi al-ard).. Laki-laki dan perempuan menpunyai fungsi yang 12 . untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. 2. dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat. sebagai berikut:                       165. al-Baqarah (2):30.kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

(kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)".                                172. Menurut penjelasan Fakhr ar-Razi. menjelang seorang anak manusia keluar dari rahim ibunya. sebagai penerima perjanjian/ikrar ketuhanan yg sama. Tidak ada seorang pun yang mengatakan tidak. Kami menjadi saksi". yaitu semenjak dalam kandungan.sama sebagai khalifah. tanggung jawab individual dan kemandirian seseorang telah berlangsung sejak dini. sebagai berikut: 13 . yang akan mempertanggung-jawabkan tugas-tugas kekhalifahannya di bumi.Al-A’raf (7): 172). Seperti diketahui. sebagaimana halnya mereka harus bertanggung-jawab sebagai hamba Tuhan. sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya QS. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami). dan (ingatlah). Laki-laki dan perempuan sama-sama menyatakan ikrar ketuhanan yang sama. dan ikrar mereka disaksikan oleh para Malaikat. Ketiga. Sejak awal sejarah kejadian manusia dalam Islam tidak dikenal adanya diskriminasi jenis kelamin. ia terlebih dahulu harus menerima perjanjian dengan Tuhannya (QS. Dan tambahnya lagi Alquran mengungkapkan bahwa Allah SWT yang Maha Kuasa memuliakan seluruh anak cucu Adam. Laki-laki dan perempuan sama-sama mengamban amanah dan menerima perjanjian primordial dengan Tuhan. Al-Isra’ (17): 70. 3. Di dalam ajaran Islam. tidak seorang pun anak manusia yang lahir ke muka bumi ini yang tidak berikrar akan keberadaan Tuhan.

ada yang menamakan pohon khuldi sebagaimana tersebut dalam surat Thaha ayat 120. Adam dan istrinya sama-sama mendapat godaan dari setan. [862] Maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutanpengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan. yang ditegaskan dalam Alquran. diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini. disebutkan dalam QS. dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai. dan Kami berfirman: "Hai Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862]. 4. Al-A’raf (7): 20. dan janganlah kamu dekati pohon ini[37]. Al-Baqarah (2): 35. selalu menekankan kedua belah pihak secara aktif dengan menggunakan kata ganti untuk dua orang ‫(هما‬huma). Kami beri mereka rezki dari yang baikbaik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. yakni kata ganti untuk Adam dan Hawa. seperti dapat dilihat dalam beberapa kasus berikut: bahwa Adam dan Hawa diciptakan di surga dan memanfaatkan fasilitas surga. tapi itu adalah nama yang diberikan syaitan. Keempat. sebab Al Quran dan Hadist tidak menerangkannya.                   70. yang menyebabkan kamu Termasuk orang-orang yang zalim. sebagai berikut:                     35. sebagai hamba yang punya tanggung jawab. sebagai berikut:        14 . QS. [37] Pohon yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat dipastikan. Semua ayat yang memuat cerita tentang keadaan Adam dan pasangannya di surga sampai keluar ke bumi. dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.

Pernyataan-pernyataan dalam Alquran di atas. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk Menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka Yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini. kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" Kemudian keduanya sama-sama memohon ampun dan sama-sama diampuni Tuhan. dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. keduanya berkata: "Ya Tuhan Kami. melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)". nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya. agak berbeda dengan pernyataanpernyataan dalam Alkitab yang membebankan kesalahan lebih berat kepada Hawa. sebagai berikut:               23.                   20. niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi. dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami. Keduanya (Adam dan istrinya) sama-sama memakan buah khuldi dan mereka menerima akibat jatuh ke bumi. sebagai berikut:                                22. Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri. seperti tertulis dalam QS. yang kisahnya diabadikan dalam QS. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. 15 . Al-A’raf (7): 23. tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu. Al-A’rat (7): 22.

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu. sebagaimana ditegaskan secara khusus di dalam firman-Nya surah Ali Imran (3): 195. an-Nisa’ (4): 124. seperti QS. 16 . Adam dan Hawa disebutkan secara bersama-sama sebagai pelaku dan bertanggung jawab terhadap perbuatannya tersebut. al-Gafir (40): 40.Dalam ayat-ayat tersebut di atas. Ayat-ayat tersebut di atas mengisyaratkan konsep kesadaran gender yang ideal dan memberikan ketegasan bahwa prestasi individual. Allah menegaskan:                   124. an-Nahl (16): 97. Kelima. sebagai hamba yang berpotensi meraih prestasi. baik dalam bidang spiritual maupun urusan karir professional. Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. sbb:               …  195. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh. tidak mesti dimonopoli oleh salah satu jenis kelamin saja. dan QS. baik laki-laki atau perempuan… Dalam QS. Laki-laki dan perempuan memperoleh kesempatan yang sama meraih prestasi optimal. Peluang untuk meraih prestasi maksimum tidak ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan. Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang senada. baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman. 5.

Keadilan dalam Alquran mencakup segala segi kehidupan umat manusia. dan kemudian daripadanya diciptakan perempuan yakni Hawa (Eva). Ke-lima variable beserta ayat-ayat yang dikemukakan di atas memberikan informasi bahwa penciptaan manusia sejak awal tidak menunjukkan adanya perbedaan substansi antara laki-laki dan perempuan. warna kulit. Injil (kitab suci agama Kristen). lalu dibawa-Nya kepada manusia itu”. Tuhan Allah mengambil salah-satu rusuk daripadanya. suku bangsa.Salah satu obsesi Alquran ialah terwujudnya keadilan di dalam masyarakat. Cerita penciptaan manusia banyak diketahui melalui hadis. kitab yang banyak memberikan penafsiran terhadap kitab Taurat. Jika demikian halnya. dan kepercayaan. 17 . ketika tidur. mengapa terjadi perbedaan antara laki-laki dan perempuan? Mengapa terjadi ketidak adilan gender atau diskriminasi terhadap perempuan. dan kenapa disebut bahwa perempuan itu sebagai manusia kelas dua ? Konon juga paham yang demikian itu bersumber dari ajaran Islam ? Perlu ditegaskan bahwa asal-usul kejadian manusia tidak diceritakan secara kronologis dalam Alquran. dan cerita-cerita yang bersumber dari kitab Talmud. Ini mengisyaratkan bahwa Alquran mempunyai pandangan yang cukup positif terhadap perempuan. kisah-kisah isra’iliyyat. baik berdasarkan kelompok etnis. lalu menutup tempat itu dengan daging. dibangun-Nyalah seorang perempuan. dan riwayat-riwayat yang bersumber dari kitab Taurat (kitab suci agamaYahudi). Kalaupun antara keduanya mempunyai perbedaan maka substansi perbedaannya tidak pernah ditonjolkan. baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Karena itu Alquran tidak mentolerir segala bentuk penindasan. “(21) Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak. maupun yang berdasarkan jenis kelamin. Jika terdapat suatu hasil pemahaman atau penafsiran yang bersifat menindas atau menyalahi nilai-nilai luhur kemanusiaan. manusia pertama kali diciptakan ialah laki-laki (Genesis/1:20) yakni Adam. (22) Dan dari rusuk yang diambil Tuhan allah dari manusia itu. maka hasil pemahaman dan penafsiran tersebut terbuka untuk diperdebatkan. Menurut keterangan Alkitab.

Pernyataan Alkitab ini mengisyaratkan bahwa perempuan adalah ciptaan kedua (the second creation) sesudah laki-laki (Adam) dan secara substansif laki-laki lebih utama daripada perempuan. ditemukan dalam kitab-kitab Tafsir yang dihubungkan dengan ucapan Rasulullah Muhammad saw. Hal yang sama juga terjadi dalam penganut agama Islam. Alquran tidak menyebutkan secara terperinci asal-usul kejadian perempuan. dalam sebuah teks dapat dipahami secara berbeda-beda antara satu ulama dengan ulama yang lain. tetapi kelompok masyarakat lain meyakininya sebagai suatu fakta atau kisah simbolis yang sarat dengan makna. Akan tetapi kalangan orang Yahudi dan Kristen tentu mempunyai metode tersendiri dalam memahami pernyataan-pernyataan kitab suci mereka. apalagi apabila teks itu diuraikan secara detail. 267. Menurut sumber-sumber Yahudi. Boleh jadi sekelompok masyarakat menilai cerita-cerita seperti itu adalah mitos. 18 . Salah-satu pemberitaan tentang kejadian perempuan tersebut dapat dilihat dalam Tafsir at-Thabari8 yang menguraikan. sebagai berikut: 8 Tafsir at-Thabari. Jilid I. menuntut keyakinan dan loyalitas kepada pemeluknya. yang ada hanya cerita tentang kesombongan Iblis yang menggoda pada Adam dan pasangannya sehingga harus meninggalkan surga. dijelaskan bahwa secara substansial penciptaan perempuan dibedakan dengan penciptaan laki-laki. karena setiap pengikut sebuah kitab suci memiliki metode pemahaman tersendiri. Tidak mudah meniadakan problem dalam memahami teks kitab suci. Jika orang-orang bukan penganut Yahudi dan Kristen membaca pernyataan-pernyataan di atas. h. Sekelompok masyarakat menilai beberapa cerita yang berkembang dalam masyarakat sebagai mitos yang destruktif. Beberapa riwayat yang menceritakan asal-usul keberadaan kejadian perempuan (isi beritanya maupun redaksinya mirip dengan cerita yang ada dalam kitab Kejadian). yang dikenal dengan “hadis”. karena perempuan diciptakan dari unsur laki-laki. Suatu cerita yang terurai secara tersurat di dalam kitab suci. tetapi cerita itu tetap hidup karena dianggap bagian dari doktrin agama. akan terkesan bahwa substansi dan kedudukan perempuan lebih rendah dibanding laki-laki.

Tarikh al-Umam wa al-Muluk. membuat kisah-kisah tersebut juga cenderung memojokkan kaum perempuan. oleh Ibn Asir. terpengaruh dengan pemberitaan kitab Kejadian. Adam bertanya: Siapa anda? Dijawab”Aku seorang perempuan”. Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadis yang intinya berbunyi: ‫ عن ابى هريرة رضى ال عنه قال: قبال رسبول الب صبلى الب عليبه وسبلم " ان المبرءة كالضبلع إذا ذهببت‬. Padahal sesungguhnya semangat ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Saw tidak sejalan dengan cerita-cerita yang memojokkan perempuan tadi. Suatu ketika seorang perempuan yang Allah ciptakan dari tulang rusuknya. akan tetapi kitab Sejarah Islam klasik. Dan yang sudah pasti sebagai akibat kekurang selektifan mereka. berkata: Rasulullah SAW. Adam bertanya: Untuk apa anda diciptakan ? Dijawab: Supaya kamu tinggal bersamaku”. Tetapi jika kalian membiarkannya maka kalian akan menikmatinya dengan tetap dalam keadaan bengkok” (HR.‫تقيمها كسرتها وان تركتها استمتعت بها وفيها عوج" رواه البخارى ومسلم‬ Artinya: Dari Abi Hurairah RA. 19 . oleh at-Tabari.‫ حدثنى موس بن هارون قال: أخبرنا عمرو بن حماد قال: ثنا اسبط عن‬‫السدى قال: اسلكن آدم الجن لة فكلان يمش لى فيهلا وحشلا ليلس لله زوج‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫له‬ ‫يسكن اليها فنام نومة فاستيقظ فاذا عند رئسه امرءة قاعدة خلقها اللل‬ ‫من ضلعه فسألها من انت ؟ قالت امرءة قال: ولم خلقت ؟ قالت: تسللكن‬ ‫الى‬ Artinya: Diriwayatkan dari Musa ibn Harun berkata: saya diberi tahu oleh Amr Ibn Hammad dari Asbat dari as-Sadi berkata: Ketika Tuhan menempatkan Adam di surga ia hidup dan berjalan sendirian tanpa didampingi pasangan. as-Sirah an-Nabawiyah. bersabda: “Sesungguhnya perempuan seperti tulang rusuk. Dari uraian-uraian di atas jelas kelihatan bahwa Alquran sebenarnya hanya mengungkapkan persamaan-persamaan antara laki-laki dan perempuan. Redaksi riwayat di atas sangat mirip dengan redaksi kitab Kejadian. al-Kamil fi at-Tarikh. Kitab-kitab klasik tersebut kelihatannya cenderung kurang selektif memasukkan kisah-kisah israiliyat ke dalam karya-karya mereka. jika kalian mencoba meluruskannya ia akan patah. Bukhari dan Muslim). Riwayat-riwayat semacam ini banyak diintrodusir di dalam kitab-kitab Tafsir klasik maupun kitab-kitab Sejarah Islam seperti. khususnya pasal 21 dan 23 yang disebutkan sebelumnya. oleh Ibn Hisyam.

Koherensi dan konsistensi ajaran Islam Islam dengan praktek Rasulullah inilah yang dicatat sebagai suatu revolusi kultural pada saat itu. membangun pilar-pilar dasar peradaban Islam didasarkan atas kekokohan pribadi Muslim dan solidnya lembaga keluarga yang dibangun dalam prinsip kemitraan cinta-kasih (jawz) dan resiprositas luhur (mu’asyarah bi al-ma’ruf) untuk membangun keluarga yang sakinah. Atau. Namun jika mereka memang tidak sama. jauh sebelum Islam. Masalah lain yang juga tidak sejalan dengan prinsip kesetaraan adalah kedudukan suami isteri dalam rumah tangga. Kalau begitu mereka harus diperlakukan secara sama dalam aspek-aspek yang mereka sama. tetapi juga berbagai perbedaan. sebagai berikut: 20 . aspek-aspek yang memang mereka berbeda. mengangkat derajat perempuan dengan memperkuat landasan teologis-spiritual. atau mereka berbeda hingga mesti diperlakukan berbeda. Jika demikian halnya mengapa ada dalam Alquran ayat-ayat yang membedakan perlakuan terhadap perempuan? Untuk mengawali. Nabi Muhammad SAW. maka ketidak-adilan yang terjadi. tentang apa yang dimaksud dengan ‘kepala keluarga’. Keadilan (justice) tidaklah identik dengan persamaan (equality).Keberhasilan Nabi Muhammad SAW. umumnya didasarkan pada QS. dan merombak iklim kultural yang berkembang serta menjabarkannya dalam kehidupan keluarganya serta dalam kebijakan pemerintahannya. Sama dan beda dari segi apa? Apakah yang mempersamakan dan memperbedakan satu orang dari yang lain? Memperlakukan mereka yang sama secara berbeda tentu ketidak-adilan. mawaddah dan rahmah. Dalam kajian filsafat. an-Nisa’(4): 11 dan 176). Perbedaan yang cukup gamblang adalah masalah perbedaan perlakuan laki-laki dan perempuan terkait dengan nilai kesaksian (dan porsi kewarisan QS. An-Nisa’ (4): 34. patut diingat bahwa ‘membedakan’ perlakuan bukan berarti memperlakukan seorang secara tidak adil. hingga harus diperlakukan ‘sama’. tentu kezaliman yang muncul. Yang menjadi pertanyaan sekarang: apakah laki-laki dan perempuan ‘sama’. Aristoteles sudah mengulas konsep keadilan yang dapat disimpulkan pada prinsip ‘treating equals equally’ (memperlakukan mereka yang sama secara sama). atau laki-laki dan perempuan memiliki banyak persamaan. mereka yang sama diperlakukan berbeda (treating equals unequally). serta mesti diperlakukan berbeda. malah jika diperlakukan sama (treating unequals equally).

[292] Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat. ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada. Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka. dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. ajaran Islam. sebab itu Maka wanita yang saleh. Pertama. karena bersumber dari Allah Yang Maha Tahu dan Bijak. Tanpa harus masuk dalam kompleksitas penafsiran dan re-interpretasi terhadap ayat-ayat di atas dan yang sejenisnya. [291] Nusyuz: Yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[291]. bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka. Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[292]. interpretasi dan penjabarannya merupakan hasil jerih payah para ulama. bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya. Yang kedua. [290] Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik. ada dua hal pokok yang patut dicermati. Alquran sebagai wahyu Allah merupakan hal yang sakral dan absolut. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar [289] Maksudnya: tidak Berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya. namun pemahaman. dan pukullah mereka. kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. kemudian jika mereka mentaatimu. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya. tentu seyogianya merupakan suatu kesatuan yang komprehensif dan tidak kontradiktif 21 .                                             34. oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[290]. oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita).

Masih banyak apa yang sebelumnya hanya produk pemikiran dan upaya penafsiran dianggap bagian dari ajaran agama yang universal atau prinsip yang permanen. dan 1/8 jika ada anak. serta menjabarkan dan menerapkannya di bumi Indonesia pada masa kini. Untuk itu marilah kita berupaya dengan sepenuh hati dan seluruh daya upaya untuk membaca. ketika kitab-kitab fiqh klasik ditulis. KHI (Kompilasi Hukum Islam) telah merumuskan bahwa lembaga perkawinan yang lebih kemitraan. Sekedar memperkenalkan salah satunya yang mungkin sering terlupakan. isteri berhak terlebih dahulu separoh (50%) dari harta perkawinan (gono-gini). Dari sisi inilah. suami meninggal dunia. Upaya menyaring nilai dan menemukan prinsip ajaran Islam bukan hal yang mudah. Mereka telah berijtihad baik secara perorangan maupun jama’ah untuk menemukan prinsip dan nilai tersebut.antara satu dengan lain. mempelajari dan menelaah sumber-sumber ajaran agama serta berusaha memahami tuntutan wahyu dan panduan hadits hingga kita dapat menerapkan ajaran Islam yang rahmat li al-‘alamin tersebut dalam ruang waktu kita sekarang ini. beberapa penafsir berupaya menyaring prinsipprinsip pokok serta menghimpun nilai-nilai dasar ajaran Islam yang bersifat universal dan permanen. sekiranya. termasuk juga untuk mensosialisasikan dan menerapkannya sebagai pedoman untuk menyusun pranata kehidupan manusia kini dan di sini. Namun masih banyak lagi yang harus dilakukan. Hal inilah yang dilakukan para ulama kita di negeri ini. Berbagai penafsiran ulang dan perumusan baru diperkenalkan. yaitu perlakukan terhadap lembaga perkawinan dan relasi timbal-balik suami-isteri yang setelah dikaji ternyata lembaga perkawinan dalam budaya Indonesia jauh berbeda dengan lembaga yang sama di jazirah Arab di masa lalu. hingga harta-kekayaan yang terwujud di dalamnya menjadi milik bersama suami-isteri. sehingga jika. barulah setelahnya isteri berhak menerima warisan ¼ kalau tidak ada anak. 22 . yang harus dipilah dari ketentuan-ketentuan yang bersifat temporal dan situasional yang terkait dengan tuntutan ruang dan waktu. serta mensejajarkannya seperti syirkah (kerjasama).

Gender adalah pembedaan peran dan tanggung jawab antar perempuan dan lakilaki sebagai hasil konstruksi sosial budaya masyarakat. 2. sebagai khalifah di bumi. dan pemberitaan yang dihubungkan dengan Nabi Muhammad SAW. 3. namun pemberitaan yang sangat mirip dengan kitab Kejadian (Alkitab) ditemukan dalam kitab-kitab Tafsir dan Sejarah Islam klasik. kesaksian dan kepemimpinan dalam keluarga. sebagai hamba yang mempunyai tanggung jawab. (Hadis). Untuk menghindari ketidak-adilan antara perempuan dan laki-laki perlu penafsiran ulang terhadap nash-nash yang bias gender. dan sebagai hamba yang berpotensi meraih prestasi.IV. Dalam ajaran agama Islam tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki. 4. yang dapat berubah sesuai dengan tuntutan perubahan zaman. Kisah-kisah kejadian Adam dan istrinya Hawa dalam Alquran tidak ditemukan secara kronologis. baik sebagai hamba Allah. 5. 23 . Sedangkan seks (jenis kelamin: laki-laki dan perempuan) tidak berubah dan merupakan kodrat Tuhan. 1. KESIMPULAN Dari uraian-uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa. sebagai hamba yang terlibat dalam drama kosmis. Perbedaan di dalam Alqur’an ditemukan dalam masalah waris.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->