KROMATOGRAFI

Nama Kelompok: Melia Stefani Tjipto Natalia Christina Rebbeca Ervina Maria Victoria (5203010003) (5203010013) (5203010025) (5203010039)

Pemisahan Campuran
Pemisahan zat padat dari suatu suspensi a. Penyaringan (Filtration) b. Pemusingan (Sentrifuge) Pemisahan zat padat dari larutannya a. Penguapan b. Pengkristalan (Kristalisasi) Pemisahan campuran zat cair a. Distilasi b. Distilasi bertingkat c. Corong pisah Pemisahan campuran dua jenis padatan a. sublimasi b. pelarutan

Pengertian
Berasal dari bahasa yunani: Chromos warna Graphein tulis

Pengertian menurut IUPAC
IUPAC (Union of Pure and Applied Chemistry) ´Kromatografi adalah pemisahan yang menggunakan metode fisika, dimana komponen dipisahkan dan didistribusikan di antara dua fase yaitu fase gerak (fase mobile) dan fase diam (fase stationer)µ

Pengertian secara umum ´ Teknik pemisahan campuran berdasarkan perbedaan kecepatan perambatan komponen dalam medium tertentu. di mana komponennya akan dipisahkan antara dua buah fase yaitu fase diam dan fase gerakµ .

Michael Tswett pemisahan warna pada klorofil Pada akhir 1930an adanya kromatografi pertukaran ion 1931 .Kuhn memisahkan pigmen-pigmen karotin dengan kromatografi adsorpsi .Sejarah Kromatografi 1901.

Izmailov dan Schreiber menemukan kromatografi lapisan tipis (TLC) 1941 .Yohanes Bower Potter Martin dan Richard Lawrence Millington Synge mendapat Nobel 1952.Cont·d 1938 .Martin and James mengembangkan GC 1958 ² Stahl mengembangkan kromatografi menjadi teknik analisis yang canggih 1959 ² kromatografi filtrasi gel .

Fase Mobile dan Fase Stationer Fase Mobile gas atau cairan yang terus mengalir melalui fase stationer dan cenderung melarutkan campuran Fase Stationer padatan atau cairan yang tidak bergerak dan menahan komponen campuran .

Proses Kromatografi Fase gerak Fase diam Fase gerak A+B Fase diam Fase gerak A B Fase diam .

Resolusi menunjukan tingkat pemisahan antara komponen-komponen dari campuran. .5.Tujuan Kromatografi Untuk memisahkan komponen yang berbeda dari campuran. Besar resolusi antara 1. semakin baik tingkat pemisahan sampel.2 sampai 1. Semakin tinggi resolusi kromatogram.

GPC = gel permeation chromatography .

Jenis-Jenis Kromatografi .

Berdasarkan Fase Mobile a. GC (Gas Chromatography) b. SFC (Supercritical Fluid Chromatography) . LC (Liquid chromatography) c.

kromatografi cair-padat b.Berdasarkan wujud fase-fasenya a. kromatografi gas-cair . kromatografi gas-padat c. kromatografi cair-cair d.

Kromatografi cair-padat Kromatografi yang fase stationernya padat dan fase mobilenya cair Contoh : a. Kromatografi Adsorpsi .a. Kromatografi Pertukaran Ion b.

Kromatografi gas-padat Kromatografi yang fase stationernya adalah padat dan fase mobilenya berwujud gas Contoh : a. kromatografi gas-padat(GSC) .b.

kromatografi kertas .c. Kromatografi cair-cair Fase stationernya dan fase mobilenya berwujud cair Contoh : a.

Rfa = jarak komponen a panjang area .Cont·d Kromatografi zat warna hubungan antara jarak komponen dari garis atas dan panjang area dinyatakan sebagai Rf.

kromatografi gas-cair (GLC) .d. Kromatografi gas-cair Kromatografi fase stationernya adalah cair sedangkan fase mobilenya adalah gas Contoh : a.

kromatografi planar .Berdasarkan cara kontak antara fase mobile dan stationer a. kromatografi kolom b.

logam.b. atau plastik dan ditempatkan pada suatu wadah yang berisi Fm dikontakkan dengan Fm dan Fm bergerak karena kapilaritas. Kromatografi Planar Bagian kromatografi yang Fs nya melapisi plat kaca. .

Kromatografi kolom Fs ditempatkan dalam sebuah kolom sempit dimana Fm atau eluen(fase bergerak yang menyebabkan elusi(zat terlarut bergerak yang menuruni kolom dan keluar dari ujung bawah)) bergerak dibawah karena pengaruh gravitasi atau tekanan. Fm: liquid.a. Fs : silika gel atau alumina .

Gambar .

kromatografi ekslusi e. kromatografi layar tipis . kromatografi adsorpsi b. kromatografi kertas f. kromatografi partisi c. kromatografi pertukaran ion d.Berdasarkan mekanisme kimia atau Fisika a.

metil asetat) Daya Teradsorpsi Tingkat kepolaran Gugus fungsi Asam kerboksilat Alkohol Aldehida Hidrokarbon (-) .a. Kromatografi adsorpsi Kromatografi yang memanfaatkan keanekaragaman kekuatan dari komponen campuran tersebut untuk teradsorpsi pada fs. alumina) Fm = zat non polar (mis: heptana. Fs = zat polar (mis: silika gel. kloroform.

.

Kromatografi Partisi Yang melibatkan dua pelarut yang tidak dapat bercampur salah satu diantaranya bertindak sebagai fasa diam dan yang lainnya sebagai fasa gerak Fs = lapisan tipis cairan yang melapisi padatan Fm = liquid .b.

Kromatografi pertukaran ion Yang bergantung pada penukaran ion-ion di antara Fm dan Fs. Fs = polimer yang bersifat porous (mis. Zat terlarut ionik tertarik ke Fs karena gaya elektrostatik. dan divinel benzena) yang berikatan dengan penukar ion (Ion exchager) Fm = pelarut polar (mis. 0. kopolimer antara stirena.1 M KCl) .c.

d. Fs = gel berpori Fm = liquid . Kromatografi Ekslusi Pemisahan yang disebabkan karena perbedaan ukuran zat terlarut.

Kromatografi Kertas Kromatografi cair-cair dengan media kertas. . fs = air yang teradsorpsi oleh permukaan media.e. fm = air yang mengalir dari wadah.

alumina. Fs = lapisan tipis adsorben (silika gel.f. kromatografi ini lebih cepat berjalan dan pemisahannya lebih baik. Kromatografi layar tipis (TLC) Tekniknya mirip dengan kromatografi kertas. atau inert subsrat) fm: liquid . Ibandingkan dengan kromatografi kertas.

.

Detektor adalah alat yang digunakan untuk menanggapi perubahan konsentrasi atau laju aliran zat terlarut. Fluorescene c. Conductivity . Retractive index b.Detektor Pemisahan kromatografi dipantau dengan detektor. Macam-macam Detektor: a. UV/V d.

Kromatogram Grafik dari signal detektor sebagai fungsi waktu atau volume fase mobil yang mengelusi disebut KROMATOGRAM dan terdiri dari sebuah puncak untuk setiap komponen solut yang terpisah. .

.

Keterangan tR = total waktu retensi dari senyawa (dari seluruh sistem kromatografi) tM = ´dead timeµ waktu retensi di fase mobile dari injeksi sampai keluar peak yang pertama W = lebar pita kromatografi zat terlarut diukur dari garis dasar h = tinggi dari sinyal t·R = tR . Resolution (R) = ukuran kuantitatif tingkat pemisahan antara dua puncak kromatografi . Void Volume = Volume fase gerak yang dibutuhkan untuk bergerak dari titik injeksi unretained terlarut ke detektor.tM perbedaan antara retensi waktu solute dan waktu kosong kolom VR = volume dari fase mobile yang diperlukan untuk memindahkan solute dari injeksi ke detektor.

Peak Capacity (tR ) = Jumlah maksimum zat terlarut yang dapat diselesaikan pada kolom tertentu. . Column efficiency = ukuran kuantitatif dari luasnya band boardening. atau plakat. = fase ratio Waktu yang dibutuhkan oleh senyawa untuk bergerak melalui kolom menuju detektor disebut sebagai waktu retensi. Theoretical plate = Cara kuantitatif untuk menilai efektivitas kolom seolaholah itu terdiri dari serangkaian daerah kecil. Selectivity factor ( ) = Rasio faktor kapasitas (k·) untuk dua zat terlarut yang menunjukkan selektivitas kolom untuk salah satu zat terlarut. di mana pemisahan antara fase bergerak dan stasioner terjadi. Band broadening = Meningkatnya lebar garis dasar zat terlarut yang bergerak dari titik injeksi ke detektor.Cont·d Capacity factor (k·) = ukuran bagaimana zat terlarut itu ditahan oleh fase diam.

koefisien distribusi d.Waktu Retensi Senyawa-senyawa yang berbeda memiliki waktu retensi yang berbeda. Untuk beberapa senyawa. waktu retensi akan sangat bervariasi dan bergantung pada: a. Volume fase diam e. panjang kolom (L) b. Laju alir fase gerak c. Vm .

dengan lebar garis dasar 0.36 min.64 min. dianalisi secara kromatografi.96 min.Chromatographic Resolution Contoh soal: suatu minyak lemon. dan luas dasar 0. Mempunyai waktu retensi 8.54 menit. g-Terpinene yang dielusi pada 9. berapa besar resolusi antara dua puncaknya? jawab: .

Capacity Factor (k·) Distribusi dari. solut S. antara fasa mobil dan fasa stasioner dapat diwakili oleh suatu reaksi kesetimbangan selama terlarut tidak terlibat dalam kesetimbangan tambahan di kedua fase mobile atau fase stasioner .

sehingga .Cont·d Partition coefficient Distribution ratio Konservasi massa mensyaratkan bahwa jumlah mol zat terlarut tetap konstan di seluruh pemisahan.

Cont·d dimana VM dan Vs adalah volume fase mobile dan stasioner. maka di dapat JADI: . memberikan Dibagi dengan Vm. fm. Dan fraksi zat terlarut dalam fase gerak.

Cont·d Keterangan: u = kecepatan linear fase gerak L = panjang kolom v = kecepatan linear rata-rata .

Dan waktu kolom void adalah 0.31 menit.63 menit.Cont·d Contoh: Dalam analisis kromatografi asam rendah. Hitung faktor kapasitas untuk asam butirat! Jawab: . elusi asam butirat dengan waktu retensi 7.

Selectivity Factor Contoh: Dalam analisis kromatografi sama untuk asam butirat (sama seperti contoh sebelumya). waktu retensi untuk asam isobutyric adalah 5. Berapa faktor selektivitas asam isobutyric dan asam butirat? .98 menit.

Gaussian Peak .

Column Efficiency Di mana: N = theoretical plates H = tinggi theoretical plates. L = panjang kolom = variasi statistic = standart deviasi .

68 menit dan lebar dasar 0. Berapa banyak pelat teoritis terlibat dalam pemisahan ini? Mengingat bahwa kolom yang digunakan dalam analisis ini adalah 2. apa ketinggian pelat teoritis? .0 meter panjang.29 menit.Contoh: Analisis kromatografi untuk dieldrin pestisida klor memberikan puncak dengan waktu retensi 8.

jika volume minimum dan maksimum fase gerak dimana terlarut ke mengelusi adalah 1 mL dan 30 mL.Peak Capacity Contoh: sebuah larutan dianalisis menggunakan kromatografi. Mempunyai theoretical plates sebanyak 10. Berapa kapasitas peaknya? .000 plates.

Peak Ideal .

Penyimpangan Peak Fronting Tailing .

meningkatkan efisiensi kolom. Mengubah sesktivitas kolom.Mengatasi Penyimpangan Peak Ada dua macam cara mengatasi penyimpangan peak: a. . dengan cara memperkecil Wa atau Wb. b. dengan cara memperbesar waktu retensi.

Optimizing Chromatographic Separations .

Cara untuk meningkatkan hasil Kromatografi Meningkatkan resolusi Memperbesar keseluruhan (meningkatkan jumlah volum. suhu. dll) .

meningkatkan panjang kolom. . Mengurangi lebar pita (W) dengan cara: mengurangi jumlah sampel. dan menambah N sehingga pemisahan semakin bagus. mengurangi konstanta waktu detektor. b. memperkecil diameter kolom. Mengubah suhu. menambah jumlah fase stationer (Vs).Cara untuk meningkatkan resolusi Meningkatkan efisiensi kolom Mengubah selektivitas kolom a.

Terima kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful