Bahan Berbahaya & Keselamatan Kerja

BAHAN BERBAHAYA
Bahan-bahan berbahaya adalah bahan-bahan yang selama pembuatannya,pengolahannya,pengangkutannya,penyim panan dan penggunaannya mungkin menimbulkan atau membebaskan debu-debu, kabut, uap-uap, gas-gas, serat atau radiasi mengion yang mungkin menimbulkan iritasi, kebakaran, ledakan, korosi, mati lemas, keracunan dan bahaya-bahaya lain dalam jumlah yang memungkinkan gangguan kesehatan orang yang bersangkutan dengannya atau menyebabkan kerusakan kepada barang-barang atau harta kekayaan.

Penggolongan Bahan-bahan berbahaya
1. Bahan-bahan explosif. Bahan-bahan yang dapat meledak ini dapat dianggap paling berbahaya. Bahan-bahan explosif tidak hanya bahanbahan peledak saja, tetapi meliputi semua bahan yang secara sendiri atau dalam campuran tertentu atau jika mengalami pemanasan, kekerasan, atau gesekan dapat mengakibatkan peledakan yang biasanya diikuti oleh kebakaran. misalnya, melalui oksidasi diri, tanpa pengaruh luar tertentu. Contoh bahan eksplosif adalah garam logam yang peka. Bahan-bahan yang mengoksidasi. Bahan ini kaya akan oksigen, yang mendukung terjadinya kebakaran, sehingga meningkatkan terjadinya kebakaran. Contoh, asam sulfat dan nitrat Bahan-bahan yang dapat terbakar. Bahan-bahan ini biasanya dikelompokan lagi menjadi bahan yang dapat terbakar, bahan yang sangat mudah terbakar, bahan yang terbakar secara spontan di udara, dan sebagainya. Tingkat bahaya ditentukan oleh titik bakarnya. Makin rendah titik bakar makin berbahaya.

2.

3.

beracun melalui kontak kulit. Bahan-bahan yang beracun. 5. debudebu beracun. mata atau sistem pernapasan. dan bahan-bahan yang pada kontak dengan air atau asam. Bahan ini dapat di klasifikasikan lebih lanjut menurut sifat-sifat khususnya seperti debu-debu yang berbahaya.seperti cat-cat yang bersinar. atau terkena ke kulit. Bahan ini meliputi isotop-isotop radioaktif dan semua persenyawaan yang mengandung bahan radioaktif.4. . 6. Bahan-bahan radioaktif. gas-gas tak berbau tetapi beracun. bahaya keracunan bila terhirup. berbahaya jika termakan atau terminum. Bahan-bahan korosif. tertelan. alkali-alkali dan bahan-bahan kuat lainnya yang mungkin berakibat terbakar bagian tubuh yang dikenainya atau merangsang kulit. uap-uap berbahaya. gas-gas beracun. Bahan-bahan ini meliputi asam-asam.

namun hal itu tak dapat dianggap dapat memberikan perlindungan secara lengkap atau dengannya berarti usaha-usaha keselamatan kerja lain sudah tidak perlu lagi. Peringatan tentang bahaya dengan lambang-lambang tersebut merupakan suatau syarat penting perlindungan. .Pemasangan Label & Tanda Pemasangan label dan tanda dengan memakai lambang atau tulisan-tulisan peringatan pada wadah untuk bahan berbahaya adalah tindakan yang paling esensial.

perlu dijamin agar bahan berbahaya tidak bereaksi dengan bahan-bahan lain yang disimpan. Selain itu. bilamana ingin dicegah kemungkinan bahaya-bahayanya. Dibawah ini disajikan keselamatan yang bertalian dengan penyimpanan bahan-bahan berbahaya sebagai berikut : .Penyimpanan Bahan-bahan berbahaya harus disimpan secara tepat.

Bahan lain yang tidak meledak harus disimpan pada bangunan terpisah yang jauh dari pabrik. Bahan-bahan yang mengoksidasi. Bahan-bahan korosif. Dan disimpan secara terpisah. tidak terkena sinar matahari langsung. 3. 2. Bahan ini harus disimpan di tempat penyimpanan yang dapat mengoksidasi harus sejuk. tempat penyimpanan harus sejuk dengan pertukaran udara yang baik. dan jauh dari sumber panas. 4. Bahan-bahan yang dapat terbakar. alat-alat material lain tidak boleh disimpan dalam tempat penyimpanan bahan explosif. Daerah penyimpanan harus terletak jauh dari setiap sumber panas atau bahaya kebakaran. 5. mendapat pertukaran udara yang baik dan tahan api. Bahan-bahan yang mudah meledak. Pada bahan ini jika panas berakibat penguraian . Bahan-bahan beracun. Bahan bubuk peledak harus disimpan pada tempat penyimpanan khusus dan detonator. Daerah penyimpanan bahan ini harus terpisah dari bagian bangunan lainnya dengan dinding dan lantai tak tembus dan disertai perlengkapan untuk penyaluran tumpahan.1. .

8. 3. 7. . 4. Penyimpanan bahan-bahan berbahaya harus diawasi oleh orang kompeten dan tenaga kerja yang bersangkutan harus terlatih dalam praktek keselamatan kerja. 5. pendengaran atau penciuman dan meeka yang berusia kurang dari 18 tahun tidak dibenarkan bekerja dengan bahan-bahan yang berbahaya. Tenaga kerja dengan kelainan penglihatan. 6. Mereka yang memasuki daerah penyimpanan bahan yang eksplosif atau dapat terbakar tidak boleh membawa korek api dan harus dilarang merokok Jika perlu. Kebersihan dan tata rumah tangga yang sebaik-baiknya harus diperhatikan Tenaga kerja tidak boleh bekerja sendiri 2.Syarat-syarat cara-cara penyimpanan 1. pakaian pelindung yang tepat harus dipakai. Inspeksi periodik terhadap semua tempat penyimpanan bagi bahan berbahaya harus dilakukan oleh pengawas ahli keselamatan kerja atau orang-orang kompeten. Dalam hal ini bahan peledak. yang berwenang mungkin mensyaratkan bahwa tenaga kerja yang memasuki tempat penyimpanan bahan demikian harus memiliki izin khusus sesudah pemeriksaan tentang bahaya-bahaya yang mungkin ada.

Bahan peledak 2. Bahan-bahan korosif 9. Bahan-bahan berbahaya lainnya. bahaya terhadap masyarakat dan kerusakan harta kekayaan termasuk alat angkutan. Klasifikasi bahan-bahan berbahaya dalam hubungan pengangkutan adalah: 1. Bahan-bahan yang mengoksidasi. agar dicegah bahaya bagi tenaga kerja. . Zat padat yang dapat terbakar 5. dicairkan/dilarutkan dengan tekanan 3. yaitu peroksida. Cairan yang dapat terbakar 4. Bahan-bahan radioaktif 8. dll.Pengangkutan Keamanan pengangkutan sehubungan dengan bahan-bahan yang berbahaya adalah sangat penting. Bahan-bahan beracun 7. Gas ditekan. 6.

ester dan garam-garamnya. 6. Alkali 3. Halida organik.Bahan-Bahan Korosif Bahan-bahan korosif melalui proses kimiawi akan menyebabkan kerusakan berat manakala bersentuhan dengan jaringan hidup atau jika bocor akan merusak atau akan menghancurkan barang atau alat angkutan dan juga dapat mengakibatkan bahaya-bahaya lainnya. asam halida organik. yaitu : 1. Klorosilan 7. . Dibawah ini adalah bahan-bahan korosif yang paling banyak ditemui dalam industri. Persenyawaan-persenyawaan antar halogen 5. Bahan-bahan korosif lainnya. pertanian atau perdagangan. Halogen dan garam-garamnya 4. Asam-asam dan anhidrida 2.

peralatan.jika terbentuk gas-gas atau debu yang korosif Bahan-bahan korosif kuat mungkin menimbulkan kebakaran apabila bersentuhan dengan bahan-bahan organik Setiap proses produksi baru harus ditelaah tentang kemungkinan pemakaian bahan korosif dan timbulnya hasil antara atau sisa dalam produksi yang bersifat korosif agar dilakukan pencegahan yang tepat Peralatan untuk proses secara tertutup sangat baik untuk mencegah kontak dengan bahan korosif 3. 6.Upaya keselamatan kerja (Bahan Korosif) 1.instalasi dan bangunan yang dipergunakan dalam hubungan bahan korosif harus tahan terhadap korosi dengan suatu pelapisan bahan yang korosif. Kontak dengan bahan korosif harus ditiadakan atau kemungkinan ditekan sekecil mungkin Semua wadah. 4. Ventilasi umum dan setempat harus memadai. . 5. 2.pipa.

maka krim pelindung (barrier cream) dapat dipakai Seluruh tenaga kerja yang bersangkutan harus memperoleh penjelasan yang cukup dan terlatih dalam menghadapi risiko bahaya. 9. untuk cuci. Untuk pertolongan pertama. 8. air untuk mandi.7. dan air untuk membersihkan mata perlu disediakan . . Jika kemungkinan kontak ringan sekali.

Racun-racun bahan organik. yaitu derivat-derivat ter arang batu. .asam sulfida. alkohol 4. 2.nikel. Racun-racun gas. Bahan beracun dapat berbentuk padat. diolah dan dipakai dalam serta dihasilkan oleh pekerjaan. Racun-racun metaloid.arsen.mangan. yaitu fosfor. Sebab-sebab keracunan pada umumnya : 1. Bahan demikian dipergunakan.awan. yaitu asam sianida.uap.sulfur.cairan. 3.air raksa. karbonmonoksida. Racun-racun logam.kabut.gas. yaitu timah hitam.asap.dll.Bahan-Bahan Beracun Bahan-bahan beracun adalah bahan kimia yang dalam jumlah yang relatif kecil berbahaya bagi kesehatan bahkan juga jiwa manusia.

Ketidak hati-hatian dan salah pakai 4. Faktor yang menjadi sebab kecelakaan : 1. Terlepas dari pegangan pada waktu dipergunakan 2. Cara pemakaian yang salah pada waktu alat dipergunakan 3. Penyimpanan alat yang tidak baik Agar pekerjaan dengan alat-alat tangan memberikan tingkat keselamatan yang tinggi. Alat tangan seperti itu menyebabkan jumlah kecelakaan yang besar tetapi ringan.Alat-Alat Tangan Yang dimaksud alat tangan disini hanyalah alat-alat yang sumber tenaganya adalah tangan. perlu diikuti persyaratan sebagai berikut : .

Alat-alat tangan harus dibuat.PERSYARATAN 1.pemotong. 2. . tanpa retakan atau pinggir-pinggir yang tajam Jika terdapat kemungkinan ledakan dari bahan di udara oleh loncatan api. Halus. Pegangan-pegangan kayu dari alat-alat tangan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a. Bentuk dan ukurannya tepat c. Terbuat dari bahan berkualitas tinggi b. dibentuk dan diperbaiki hanya oleh orangorang yang memiliki keahlian. Alat-alat tangan hanya boleh dipakai sesuai dengan maksud pembuatannya. alat-alat tangan yang tajam atau runcing harus mendapat perlindungan terhadap bagian-bagian tajam atau runcingnya.kikir. semua alat tangan harus bebas kemungkinan akan terjadinya loncatan api Palu. Alat-alat tangan harus terbuat dari bahan berkualitas baik dan memenuhi keperluan pekerjaan yang memerlukannya. 8. 4.pembuat lobang dan alat-alat sejenis harus terbuat dari baja yang terpilih dengan kekerasan cukup untuk menahan perubahan bentuk berlebihan oleh pukulan tetapi tidak terlalu keras sehingga pecah Kepala alat tangan yang mendapat pukulan harus dibentuk kembali segera setelah terjadi perubahan-perubahan bentuk. 5. 6. 3. 7. Bilamana tidak dipakai.

Alat-alat tangan tidak boleh dibiarkan tergeletak di lantai. Lemari. Alat-alat untuk perawatan dan perbaikan yang cukup dari jenis-jenis yang diperlukan selalu harus tersedia bagi orang-orang yang melakukan perawatan dan perbaikan Alat-alat perawatan dan perbaikan harus tersimpan secara baik dan harus diperiksa secara teratur oleh orang-orang kompeten Pada perusahaan besar. 11. . 16.atau tergeletak diatas suatu ketinggian dengan kemungkinan terjatuh dan menimpa orang. 14.atau pada tempat-tempat lain yang orang mungkin bekerja atau lewat. 10. 15. 12.9.jalanan lalu lintas.tangga. lemari atau peti alat disediakan pada suatu tempat khusus untuk perawatan dan perbaikan Semua tenaga kerja yang terlibat dengan perawatan dan perbaikan harus diperlengkapi dengan batere yang terang dan jenis yang tak mungkin menimbulkan kebakaran. Alat-alat tangan harus memenuhi ketentuan-ketentuan Tenaga kerja harus mendapat bimbingan dan terlatih dalam menggunakan alat-alat secara tepat. 13.penggantung atau rak yang tepat dan baik penempatannya harus tersedia pada bangku kerja atau mesin untuk alat-alat tangan.

Kecelakaan yang terjadi biasanya terjatuh. ukurannya kirakira sbb : 1. Syarat-syarat keselamatan tangga : Pertama-tama.Tangga Tangga adalah alat tersendiri atau bagian dari suatu bangunan untuk turun atau naik dari satu dataran ke dataran yang lain.semua tangga harus terbuat dari bahan yang baik dan memiliki kekuatan yang tepat ditinjau dari sudut beban dan tekanan yang dihadapinya. kayu tegak berukuran 3 x 10 cm dan anak tangga 2. kayu tegak berukuran 5 x 7 cm dan anak tangga 2 x 7 cm 2. Jika tinggi tidak lebih dari 3 m.5 x 7 cm . Jika tinggi lebih dari 3 m. Jika di pakai kayu borneo yang baik. Semua jenis tangga harus memenuhi syarat keselamatan.

sepatu dan alat proteksi lainnya. Perencanaan Perencanaan yang baik penting sekali bagi keselamatan kerja sebagaimana dalam produksi.perlu diberikan perlindingan diri kepada tenaga kerja dalam bentuk masker. Ketata rumah tanggaan yang baik dan keteraturan Pemeliharaan tata rumah tangga yang baik dan keteraturan adalah sangat penting bagi keselamatan kerja Pakaian kerja Pakaian kerja termasuk sepatu sering kali sama sekali tak memadai untuk melakukan pekerjaan.tanda-tangda petunjuk.pengaturan warna. Namun hal tersebut tidak mungkin.penggunaan alat perlindungan diri. Aneka Pendekatan Keselamatan lain . Peralatan perlindungan diri Cara pencegahan kecelakaan yang baik adalah peniadaan bahaya seperti pengamanan mesin atau peralatan lainnya.penerangan yang baik. Hal ini sangat merugikan dilihat dari keselamatan juga menunjukan suatau mutu kehidupan yang rendah.ketataan rumah tanggaan yang baik. tanda-tanda peringatan.akan diuraikan pentingnya perencanaan yang tepat. Tenaga kerja kadang-kadang bekerja sambil berpakaian tua yang sudah usang bagi dipakai sehari-hari.kacamata.label-label.Dalam aneka pendekatan keselamatan kerja lain.pakaian kerja yang tepat.

Anak adalah yang berusia 14 tahun ke bawah. Undang-Undang Kerja tahun 1948 No 12 menegaskan: 1. Anak-anak tidak boleh menjalankan pekerjaan 2.terdapat ruangan yang tertutup.tenaga kerja cacat dan tenaga kerja yang telah ada usia. Orang muda tidak boleh menjalankan pekerjaan yang berbahaya bagi kesehatan atau keselamatannya. 5. Orang muda tidak boleh menjalankan pekerjaan pada malam hari 4. Orang muda tidak boleh menjalankan pekerjaan di dalam tambang. . lobang di dalam tanah atau tempat mengambil logam. Mereka itu adalah anak-anak. 3.tenaga kerja muda. Mereka boleh dikatakan berada dalam suatu bahaya risiko khusus pula.Kelompok Tenaga Kerja Khusus dan Keselamatan Kerjanya Terdapat kelompok tenaga kerja yang oleh karena alasan-alasan tertentu perlu mendapat perhatian khusus dalm keselamatan kerja. Orang muda berumur 14 tahun tetapi kurang dari 18 tahun. Jikalau seorang anak yang berumur 6 tahun/lebih.wanita.

diskusi dan konperensi 4.penggairahan. Gerakan keselamatan . Perlombaan 5.Penyuluhan. Maka dari itu.dan latihan sangat penting peranannya bagi meningkatkan penghayatan keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. Penggairahan dan Latihan Dalam Keselamatan Kerja Tingkat keselamatan tergantung dari sikap dan praktek pengusaha dan buruh. Ceramah. Pameran 6. Kepustakaan tentang keselamatan kerja 7. Penyuluhan adalah pemberian informasi yang dapat menimbulkan kejelasan pada orang-orang yang bersangkutan. Aneka cara dapat dipakai untuk penyuluhan dan penggairahan seperti misalnya : 1. Penggairahan sudah lebih jauh lagi oleh karena disini sudah diharapkan suatau upaya ke arah yang lebih baik. Poster 2.penyuluhan. Film dan slaid 3.

ahli keselamatan. ketentuan keselamatan penggunaan alat transpor. ketatarumah-tenagaan. Lebih jauh. Sebabnya adalah ketidaktahuan tentang bahaya atau ketidaktahuan cara mencegahnya. sekalipun tahu tentang adanya suatu resiko bahaya tersebut. Tenaga kerja baru di didik tentang ketentuanketentuan yang berlaku di perusahaan seperti lalu lintas di perusahaan. Pelatih harus menerangkan dan memberikan segenap demonstrasi. Terdapat latihan-latihan keselamatan bagi personil keselamatan secara khusus seperti pengawas keselamatan kerja. tapi akan menetap di perusahaan tersebut. Latihan komprehensif perlu diberikan bagi tenaga kerja yang tidak sekedar mendapatkan ketrampilan. personil operator ketel uap. Tingkat latihan selanjutnya adalah melakukan pekerjaan yang semestinya termasuk keselamatannya. Latihan keselamatan harus meliputi segenap aspek perusahaan di samping keselamatan pada pekerjaannya. . dan praktek sendiri harus meliputi aspek-aspek keselamatan. dll.LATIHAN KESELAMATAN Latihan Keselamatan adalah penting mengingat kebanyakan kecelakaan terjadi pada pekerja baru yang belum terbiasa dengan bekerja secara selamat. Tingkat pertama dari latihan keterampilan adalah petunjuk-petunjuk tentang ketentuan keselamatan umum. keselamatan penggunaan alat listrik dan kewaspadaan.

. seminar. keteraturan. nasehat.peraturan.Keselamatan Kerja di Perusahaan Keselamatan di tempat kerja Undang-undang. pameran. penerapan cara-cara kerja yang aman oleh tenaga kerja. pengawasan. konferensi. pendelegasian wewenang kepada staf pengawasan. Materi bagi peningkatan keselamatan di tempat kerja adalah perencanaan yang baik oleh pimpinan perusahaan. riset. lokakarya. status. dan lain-lain tidak ada artinya. Untuk keselamatan di tempat kerja terdapat komponen-komponen penting yaitu tanggung jawab pimpinan perusahaan. jika di tempat kerja tidak ada usaha untuk meningkatkan keselamatan. rekomendasi.

pimpinan perusahaan selain hanya melihat laporan kecelakaan juga harus memperoleh keterangan langsung dari tangan pertama yaitu korban kecelakaan . Jika perhatian pimpinan perusahaan terhadap keselamatan besar.Peranan Pimpinan Perusahaan Semboyan bahwa keselamatan harus dimulai dari atas menunjukan secara tegas pentingnya peranan pimpinan perusahaan bagi keberhasilan program keselamatan. hal itu sangat baik. . khususnya yang cukup berat. dan pengurus di tempat kerja. Pimpinan perusahaan tidak boleh sedikitpun memberikan kesan keraguan kepada tenaga kerja tentang perhatian dan keterlibatannya dalam peristiwa kecelakaan. pimpinan regu atau kelompok. Perhatian tersebut jangan menunggu sampai adanya kewajiban perbaikan keselamatan dari pengawas keselamatan kerja atau adanya desakan dari serikat buruh. Pada suatu peristiwa kecelakaan.

Menyelenggarakan pencatatan kecelakaan dan statistik 6. Merumuskan dan melakukan supervisi tentang pelaksanaan kebijaksanaan pencegahan kecelakaan pada umumnya 2. Pimpinan regu atau kelompok harus yakin bahwa kecelakaan dapat dicegah sebagaimana ia yakin bahwa pemborosan material dapat dicegah dan bahwa cara-cara kerja dapat diperbaiki. 3.Peranan pimpinan regu atau kelompok Peranan keselamatan kerja banyak tergantung kepada pimpinan regu atau kelompok. Mengadakan penelitian tentang kecelakaan 5. fungsi seorang ahli keselamatan kerja adalah : 1. jika ada.biasanya menyusun rencana dan pelaksanaannya dilakukan oleh seluruh komponen dalam perusahaan. Melakukan pengawasan tentang latihan keselamatan . Peranan ahli atau personil keselamatan kerja Ahli keselamatan atau personil keselamatan. Ia harus tahu kebutuhan dalam keselamatan pada situasi yang berbeda. Membuat laporan dan memberikan nasehat-nasehat kepada pimpinan perusahaan tentang semua permasalahan yang ada. Memberi bimbingan kepada staf yang melakukan supervisi 4. Tenaga kerja regunya berada dalam pimpinannya dan tingkah laku mereka banyak dipengaruhi oleh pimpinan tersebut.

Penggunaan mesin-mesin dan peralatan kerja yang baru 3. 2. perawatan. ahli keselamatan menjadi sangat penting kedudukannya. Alat-alat dan perlengkapan keselamatan dari segala jenis 6. Keadaan perlengkapan yang ada 4. tanpa komandonya pekerjaan tidak akan dimulai. Pengaturan untuk pengujian. Perencanaan pendirian bangunan-bangunan yang baru. dan perbaikan peralatan 5. . Pencegahan dan penanggulangan kebakaran Pada saat-saat tertentu. Alat-alat perlindungan diri 7.Permasalahan keselamatan kerja yang dilaporkan dan diberikan nasehatnasehat oleh ahli keselamatan kerja kepada pengusaha meliputi : 1. Misalnya pada pengelasan tangki yang dipakai untuk cairan yang mudah terbakar.

menelaah bahaya-bahaya tiap-tiap kegiatan dan menunjukan tindakan pencegahannya. Dengan analisa pekerjaan. demikian pula keselamatan memetik keuntungan dari analisa keselamatan terhadap pekerjaan. dapat berperan besar dalam meniadakan bahaya-bahaya yang bersumber dari pekerjaan. terlepas dari apakah bagian atau bukan dari analisa pekerjaan. Suatu hal dalam analisa pekerjaan yang dapat mengurangi tugas keselamatan adalah peniadaan kegiatan-kegiatan yang tidak perlu dan penyederhanaan kegiatan-kegiatan yang rumit. . orang tidak dapat melupakan produktivitas. keselamatan tidak dapat dilupakan dan dengan keselamatan. Analisa mengurai setiap operasi dalam pekerjaan.Analisa Keselamatan Terhadap Pekerjaan Seperti halnya produktivitas yang memperoleh manfaat dari analisa pekerjaan. Analisa keselamatan terhadap pekerjaan. Produktivitas dan keselamatan erat bertalian. demikian pula keselamatan memetik keuntungan dari analisa pekerjaan.

. bahwa kepatuhan buruh kurang. cara. Dalam hal itu. oleh karena ia pikir hal itu tidak perlu. perlu tindakan untuk penegakan disiplin. Jika buruh tidak memakai alat pelindung. kenyataan ini suatu petunjuk. tentu saja masalahnya bukan soal disiplin dan bukan kesalahan tenaga kerja. Kalau sikap buruh dapat membahayakan dirinya sendiri dan kawan sekerjanya. Penelitian dan pengujian lebih lanjut perlu diadakan. Mungkin di balik ketidaktaatan terdapat masalah-masalah ketidaksesuaian perlengkapan atau cara-cara keselamatan kerja. Buruh harus mematuhi ketentuan-ketentuan yang telah digariskan dalam keselamatan. Pengusaha lebih memikul tanggung jawab mengenai lingkungan. dan pengadaan mesin serta peralatan yang selamat.DISIPLIN Baik pengusaha maupun buruh memiliki fungsi dan tanggung jawab dalam keselamatan kerja.

7.Peranan Pemerintah 1. 2. . fisiologis dan psikologis dalam terjadinya kecelakaan Penggalakan penelitian-penelitian ilmiah untuk menemukan cara-cara yang paling tepat bagi penyuluhan jabatan dan seleksi tenaga kerja dengan maksud agar metodametoda itu dapat diterapkan Pengadaan organisasi atau pusat-pusat untuk pengumpulan dan pengerjaan statistik yang bertalian dengan kecelakaan industri Pembentukan dan penggalakan kerjasama di antara segenap pihak yang bertalian dengan pencegahan kecelakaan. 3. Penyelengaraan pertemuan-pertemuan periodik di antara Pemerintah. Pengumpulan dan penggunaan informasi tentang sebab-sebab dan perincian keadaan kecelakaan Penelitian dengan menggunakan statistik kecelakaan menurut industri secara keseluruhan tentang bahaya-bahaya khusus yang ada dalam berbagai industri. dan terutama di antara pengusaha dan buruh. Penyelenggaraan penelitian-penelitian tentang cara-cara penyelidikan dengan bantuan lembaga-lembaga atau panitia-panitia yang dibentuk oleh cabang-cabang industri atau organisasi swasta Penyelidikan tentang faktor-faktor fisik. 6. 4. 8. pengusaha dan buruh untuk menilai perkembangan keadaan dan membahas tindak lanjutnya. 5. 9. Penggairahan penerapan usaha keselamatan dengan pembentukan organisasi .

kunjungan perusahaan. Penanaman pengertian pada pengusaha untuk meningkatkan pendidikan tenaga kerja khususnya dalam keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. 13. publikasi. Pengadaan dan peningkatan pameran keselamatan yang menetap 12.10. 11. dll. Pengaturan ketentuan-ketentuan perundang-undangan yang menjamin standar keselamatan yang tinggi 16. Pengadaan pedoman-pedoman pencegahan kecelakaan pada industriindustri menurut kekhususannya atau pada cabang-cabang industri atau proses-proses yang khusus 14. Pemasukan pelajaran keselamatan pada umumnya dalam kurikula sekolahsekolah dasar untuk menanamkan kewaspadaan umum dan dalam kurikula latihan-latihan kerja dalam pencegahan kecelakaan dan bantuan pertama pada kecelakaan. film. Penyelenggaraan konsultasi dengan wakil-wakil organisasi pengusaha dan organisasi buruh sebelum pengaturan perundang-undangan diterbitkan . Penelaahan terhadap rencana pembangunan atau perubahan yang berarti dari suatu perusahaan 17. 15. Penciptaan dan pemeliharaan perhatian yang cukup terhadap keselamatan pada buruh dengan ceramah-ceramah.

. Pemberian dorongan kerjasama buruh untuk berpartisipasi dalam pencegahan kecelakaan 19. penggalakan kerjasama. Fungsi pembinaan ini meliputi pengawasan. pembentukan organisasi. penyuluhan. pengujian dan penelitian. Dan lain-lain Dengan singkat Pemerintah mempunyai fungsi-fungsi pembinaan dalam keselamatan kerja dan pencegahan kecelakaan. Pembinaan dorongan agar lembaga-lembaga asuransi bekerjasama dan berpartisipasi dalam pencegahan kecelakaan 20. pendidikan.18.

dan penelitian tentang caracara kerja yang berbahaya. pengujian bahan dan peralatan. tambang baja. alat pelindung dipilih secara tepat dan keterangan terperinci mengenai bahan-bahan dapat dikumpulkan. perancah. . Hasil-hasil yang memuaskan dari pengujian diterapkan pada pengembangan roda gerinda. sepatu pelindung. Dengan pengujian diketahui kesalahan pada bahan. atau alat serupa. Pengamanan mesin memerlukan pengujian laboratoris. Dengan pengujian. tangga. rantai.PENELITIAN DAN PENGUJIAN Dengan cepatnya perkembangan teknologi. atau pada pembebanan atau atas dasar perlakuan pekerjaan. tambang baja. Guna laboratoria adalah untuk analisa bahan-bahan kimia yang berbahaya. Pengujian bahan misalnya penting untuk menemukan sebab kecelakaan seperti putusnya rantai.dan lainlain. ketel uap. laboratoria keselamatan kerja didirikan.

Kaca mata . standar juga melindungi mereka dari keluhan atau tuntutan para pemakai produk yang bersangkutan.Respirator .Ketel .Sarung Tangan .Sepatu Bot .Topi . oleh karena dengan standarisasi dibuat standarstandar untuk praktek keselamatan. Alat pelindung diri : . pengujian dan pengalaman dalam praktek. Bagi produsen.Bejana bertekanan tinggi .Tangga .Lif 2.STANDARISASI Standarisasi sangat penting.Gerinda . Standar dibuat lewat penelitian. contoh : 1. Peralatan/perlengkapan industri : .

lambang .Isyarat tangan untuk alat tangan 4.Instalasi dan pemeliharaan alat-alat listrik tanpa risiko kebakaran 5.Pengumpulan statistik kecelakaan . Warna. isyarat.Identifikasi sistem pipa . Pencatatan kecelakaan .Pencegahan kebakaran .Penggunaan sinar X dalam industri .3.Identifikasi silinder gas .Alat isyarat untuk pengepresan .Prosedur keselamatan penambangan baru .Pencatatan dan pengukuran kecelakaan kerja .Warna-warna keselamatan . tanda. Praktek-praktek yang aman .

pengembangan kesadaran dan partisipasi kemasyarakatan. Ikatan seperti itu sangat penting untuk peningkatan keahlian.IKATAN PROFESI Ikatan profesi adalah Ikatan yang anggota-anggotanya terdiri dari para ahli atau mereka yang bersangkutan dengan keselamatan kerja. perluasan kerja sama. . serta pengikat kesatuan gerak para anggota yang memiliki profesi yang sama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful