A. PRANATA SOSIAL 1.

Pengertian dan Fungsi Pranata Sosial

Pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dalam hubungan yang berpusat kepada aktivitasaktivitas untuk memenuhi berbagai kebutuhan khusus dalam masyarakat. Pranata sosial berasal dari bahasa asing social institutions, itulah sebabnya ada beberapa ahli sosiologi yang mengartikannya sebagai lembaga kemasyarakatan, di antaranya adalah Soerjono Soekanto. Lembaga kemasyarakatan diartikan sebagai himpunan norma dari berbagai tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan kata lain, pranata sosial merupakan kumpulan norma (sistem norma) dalam hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Secara umum, pranata sosial mempunyai beberapa fungsi. Berikut ini fungsi-fungsi pranata sosial.

a. Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat dalam hal bertingkah laku dan bersikap dalam menghadapi masalah kemasyarakatan.

b. Menjaga keutuhan dan integrasi masyarakat.

c. Memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial, artinya sistem pengawasan masyarakat terhadap tingkah laku anggota-anggotanya.

Selain fungsi umum tersebut, pranata sosial memiliki dua fungsi besar yaitu fungsi manifes (nyata) dan fungsi laten (terselubung).

a. Fungsi manifes adalah fungsi pranata sosial yang nyata, tampak, disadari dan menjadi harapan sebagian besar anggota masyarakat. Misalnya dalam pranata keluarga mempunyai fungsi reproduksi yaitu mengatur hubugnan seksual untuk dapat melahirkan keturunan

b. Fungsi laten adalah fungsi pranata sosial yang tidak tampak, tidak disadari dan tidak diharapkan orang banyak, tetapi ada. Misalnya dalam pranata keluarga mempunyai fungsi laten dalam pewarisan gelar atau sebagai pengendali sosial dari perilaku menyimpang.

2. Ciri-Ciri Pranata Sosial

Meskipun pranata sosial merupakan sistem norma, tetapi pranata sosial yang ada di masyarakat memiliki ciri serta kekhasan tersendiri yang membedakannya dengan norma sosial. Adapun ciri-ciri atau karakteristik pranata sosial adalah meliputi hal-hal berikut ini.

a. Memiliki Lambang-Lambang/Simbol

Setiap pranata sosial pada umumnya memiliki lambang-lambang atau simbol-simbol yang ter-wujud dalam tulisan, gambar yang memiliki makna serta menggambarkan tujuan dan fungsi pranata yang bersangkutan. Contoh cincin pernikahan sebagai simbol dalam pranata keluarga, burung garuda merupakan simbol dari pranta politik negara Indonesia.

b . Memiliki Tata Tertib dan Tradisi

Pranata sosial memiliki aturan-aturan yang menjadi tata tertib serta tradisi-tradisi baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang akan menjadi acuan serta pedoman bagi setiap anggota masyarakat yang ada di dalamnya. Contohnya dalam pranata keluarga seorang anak wajib bersikap hormat kepada orang tua, namun tidak ada aturan tertulis yang baku tentang deskripsi sikap tersebut. Sementara itu dalam pranata pendidikan ada aturan-aturan tertulis yang wajib dipatuhi semua warga sekolah yang tertuang dalam tata tertib sekolah.

c. Memiliki Satu atau Beberapa Tujuan

Pranata sosial mempunyai tujuan yang disepakati bersama oleh anggota masyarakat. Tujuan pranata sosial kadang tidak sejalan dengan fungsinya secara keseluruhan. Contoh: Pranata ekonomi, antara lain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

d . Memiliki Nilai

Pranata sosial merupakan hasil pola-pola pemikiran dan pola-pola perilaku dari sekelompok orang atau anggota masyarakat, mengenai apa yang baik dan apa yang seharusnya dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian pranata sosial terdiri atas adat istiadat, tradisi atau kebiasaan serta unsur-unsur kebudayaan lain yang secara langsung maupun tidak langsung bergabung dalam suatu fungsi, sehingga pranata sosial tersebut mempunyai makna atau nilai di dalam masyarakat tersebut. Contoh tradisi dan kebiasaan dalam pranata keluarga adalah sikap menghormati atau sikap sopan santun terhadap orang yang lebih tua.

e . Memiliki Usia Lebih Lama (Tingkat Kekekalan Tertentu)

Pranata sosial pada umumnya memiliki umur lebih lama daripada umur manusia. Pranata sosial pada umumnya tidak mudah berganti atau berubah. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya pranata sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pranata sosial yang telah diterima akan melembaga pada setiap diri anggota masyarakat dalam jangka waktu relatif lama sehingga dapat di-tentukan memiliki tingkat kekekalan tertentu. Contohnya tradisi silaturahmi pada waktu hari raya lebaran, merupakan tradisi turun temurun dari dulu hingga sekarang.

f . Memiliki Alat Kelengkapan

Pranata sosial dan memiliki sarana dan prasarana yang digunakan untuk mencapai tujuan. Misalnya mesin produksi pada sebuah pabrik merupakan sarana dalam pranata ekonomi untuk menghasilkan barang. 3. Penggolongan Pranata Sosial

Berdasarkan fungsi-fungsi secara umum dan karakteristiknya tersebut, pranata sosial dapat diklasifikasikan dari berbagai sudut. Berikut ini beberapa tipe atau penggolongan pranata sosial.

a. Berdasarkan perkembangannya, pranata sosial dapat dibedakan menjadi crescive institutions dan enacted institutions.

1) Crescive institutions adalah pranata sosial yang secara tidak sengaja tumbuh dari kebiasaan masyarakat. Misalnya: tata cara perkawinan, norma-norma, dan berbagai upacara adat.

dan negara. lembaga keuangan. 1) Approved institutions adalah bentuk pranata sosial yang diterima secara umum oleh masyarakat. pranata sosial dapat dibedakan menjadi general institutions dan restricted institutions. dan lain-lain. 1) General institutions adalah bentuk pranata sosial yang diketahui dan dipahami masyarakat secara umum. Misalnya tempat-tempat hiburan atau rekreasi. dan lain-lain. seperti merampok.2) Enacted institutions adalah pranata sosial yang sengaja dibentuk untuk memenuhi kebutuhan tertentu. 2) Unsanctioned institutions adalah bentuk pranata sosial yang secara umum ditolak oleh masyarakat. Misalnya berbagai perilaku penyimpangan. b. Berdasarkan sistem nilai/kepentingan yang diterima masyarakat. Misalnya: lembaga pendidikan. Misalnya lembaga pendidikan. Misalnya keluarga. lembaga peradilan. d. pusat-pusat perjudian. 2) Subsidiary institutions adalah pranata yang dianggap kurang penting. . sekolah. Berdasarkan penerimaan masyarakat. c. memeras. lembaga kesehatan. 1) Basic institutions adalah pranata sosial yang dianggap penting dalam upaya pengawasan terhadap tata tertib di masyarakat. Misalnya keberadaan agama dalam kehidupan. Berdasarkan faktor penyebarannya. dan lain-lain. pranata sosial dapat dibedakan menjadi approved institutions dan unsanctioned institutions. prostitusi. pranata sosial dapat dibedakan menjadi basic institutions dan subsidiary institutions.

Misalnya pranata perdagangan dan pranata industri. pranata keluarga berfungsi untuk menjaga dan mempertahankan kelangsungan hidup masyarakat.2) Restricted institutions adalah bentuk pranata sosial yang hanya dipahami oleh anggota kelompok tertentu. Katolik. pranata sosial dapat dibedakan menjadi cooperative institutions dan regulative institutions. Berdasarkan fungsinya. dan pengadilan). Kristen. 1 ) Pengertian Keluarga . Hindu. Misalnya pranata hukum (kepolisian. kejaksaan. Seperti yang telah dijelaskan di depan. 4. e. Macam-Macam Pranata Pranata sosial pada dasarnya adalah sistem norma yang mengatur segala tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan pokoknya dalam hidup bermasyarakat. pranata agama. a. Fungsi-fungsi pranata tersebut terwujud dalam setiap macam pranata yang ada di masyarakat. Buddha. antara lain pranata keluarga. 2) Regulative institutions adalah bentuk pranata sosial yang bertujuan mengatur atau mengawasi pelaksanaan nilai-nilai atau norma-norma yang berkembang di masyarakat. pranata sosial di masyarakat mempunyai beberapa fungsi. pranata ekonomi. atau berbagai aliran kepercayaan lainnya. Pranata Keluarga Pranata keluarga adalah bagian dari pranata sosial yang meliputi lingkungan keluarga dan kerabat. Adapun macam-macam pranata sosial yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Pembentukan watak dan perilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh pranata keluarga yang dialami dan diterapkannya sejak kecil. Kong Hu Cu. 1) Cooperative institutions adalah bentuk pranata sosial yang berupa kesatuan pola dan tata cara tertentu. Misalnya pelaksanaan ajaran agama Islam. Bagi masyarakat. pranata pendidikan. dan pranata politik.

Keluarga adalah satuan kekerabatan yang sangat mendasar di masyarakat. Keluarga dianggap sebagai satuan sosial mendasar yang akan membentuk arah pergaulan bagi masyarakat luas. Artinya. Misalnya. 2 ) Peran atau Fungsi Pranata Keluarga Sebagai salah satu bentuk pranata sosial. a) Keluarga inti atau batih (nuclear family) adalah satuan kekerabatan yang terdiri atas ayah dan ibu (orang tua) beserta anak-anaknya dalam satu rumah. Berikut ini beberapa fungsi keluarga. terhormat. keluarga yang serasi dan harmonis akan membentuk lingkungan masyarakat yang harmonis pula. paman atau bibi. Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita temui keluarga yang terdiri atas berbagai macam agama di dalamnya. akan tetapi prosentasenya sangat kecil. b) Fungsi keagamaan. Ada juga keluarga inti yang belum atau tidak mempunyai anak. a) Fungsi reproduksi. keponakan. dan lain-lain yang tinggal serumah. Satuan kekerabatan dapat disebut keluarga disebabkan adanya perkawinan atau keturunan. terencana. keluarga dapat dibedakan menjadi keluarga inti dan keluarga luas. Anak-anak akan diajari cara berdoa atau beribadah sesuai dengan keyakinan orang tuanya sejak dini. pada umumnya suatu keluarga penganut agama tertentu akan menurunkan agama atau kepercayaannya kepada anak-anaknya. Perkawinan menurut Undang-Undang Perkawinan adalah suatu ikatan batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang kekal dan bahagia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. . Berdasarkan jumlah anggotanya. keluarga yang memiliki kakek atau nenek. pranata keluarga mempunyai beberapa fungsi. demikian juga sebaliknya. keluarga merupakan sarana untuk memperoleh keturunan secara sehat. dan sah di mata hukum. b) Keluarga luas (extended family) adalah satuan kekerabatan yang terdiri atas lebih dari satu generasi atau lebih dari satu keluarga inti dalam satu rumah. sesuai dengan ajaran agama.

memberikan pemahaman tentang bagaimana seorang anggota keluarga bergaul dan berkomunikasi dengan orang lain dalam keluarga. . sehingga mereka bisa membedakan sikap dan cara bicaranya saat ber-interaksi dengan anggota keluarga lainnya. keluarga merupakan sumber tenaga kerja. dan dapat menerima curahan kasih sayang dari orang tua atau dari sesama anggota keluarga. f) Fungsi penentuan status. Misalnya. seperti nama. nyaman. Di masyarakat pedesaan atau pertanian. g) Fungsi pendidikan. sehingga dapat menjaga perasaan masing-masing anggota keluarga agar tercipta kerukunan dan keharmonisan hubungan di dalam keluarga. Dengan demikian.c) Fungsi ekonomi. sikap terhadap kakek tentu berbeda dengan sikap terhadap adik atau keponakan. mematuhi. dan membiasakan diri dalam perilakunya sehari-hari. d) Fungsi afeksi. sehingga di keluargalah anak memperoleh pendidikan pertamanya dari orang tua atau kerabat lainnya. anak secara tidak langsung telah belajar dengan orang lain dalam keluarga dan kerabat. keluarga merupakan tempat berlindung lahir batin bagi anak khususnya dan bagi seluruh anggota keluarga pada umumnya. dalam hal ini ayah dan ibu memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberikan dasar pendidikan yang baik bagi anak sebelum mereka memasuki masa bermain di lingkungan dan sekolahnya. Mengingat arti penting pranata keluarga tersebut. maka perlu diciptakan suasana keluarga yang harmonis sehingga dapat digunakan sebagai tempat pendidikan anak yang pertama dan utama. tempat dan tanggal lahir. Anak-anak telah dikenalkan dengan kedudukan dan status tiap-tiap anggota keluarga dan kerabat lainnya. norma afeksi ada dan diadakan oleh para orang tua untuk mewujudkan rasa kasih sayang dan rasa cinta. Norma afeksi penting ditanamkan pada anak-anak sejak dini agar anak dapat mengenal. hak waris. melalui keluarga seorang anak memperoleh statusnya dalam masyarakat. Fungsi afeksi berisi norma atau ketentuan tak tertulis mengenai bagaimana seseorang harus bersikap atau berperilaku di dalam keluarga dan masyarakat. dan sebagainya. h) Fungsi perlindungan. e) Fungsi sosialisasi. Orang tua. mereka bersama-sama mengelola lahan pertanian sesuai dengan kemampuan dan tenaga masing-masing. keluarga merupakan satuan kekerabatan yang pertama kali dikenal oleh anak. jenis kelamin. anak atau anggota keluarga lain merasa aman. keluarga merupakan suatu wadah dalam usaha mengembangkan serta mengatur potensi dan kemampuan ekonomi. Berdasarkan fungsi ini.

Sehubungan dengan hal tersebut. Berbagai jenis agama dan kepercayaan tumbuh dan berkembang di masyarakat. dan lain-lain. yaitu sebagai dasar aturan kesusilaan dalam masyarakat. agama memiliki arti yang lebih luas. .b . yaitu norma yang mengatur hubungan antarmanusia. arsitektur bangunan. aturan agama juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sosial manusia. perkawinan. maka diperlukan suatu pranata. pranata agama memiliki beberapa fungsi berikut ini. memberi tujuan atau orientasi sehingga timbul rasa saling hormat antarsesama manusia. a) Fungsi ajaran atau aturan. dan antara manusia dengan Tuhannya sehingga ketenteraman dan kedamaian batin dapat dikembangkan. yaitu kebaikan. Agama juga dapat menumbuhkan sikap disiplin. kesehatan. memberikan aturan yang jelas terhadap tingkah laku manusia akan hal-hal yang dianggap benar dan hal-hal yang dianggap salah. dan mengembangkan rasa kepekaan sosial. Sebagai salah satu bentuk pranata sosial. c) Fungsi sosial. Tiap-tiap ajaran agama pada dasarnya mengarah ke satu tujuan. 2 ) Peran atau Fungsi Pranata Agama Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat penganut agama. pengendalian diri. karena mencakup juga aliran kepercayaan (animisme atau dinamisme) yang sebenarnya berbeda dengan agama. misalnya dalam masalah ekonomi. Pranata Agama 1 ) Pengertian Agama Agama adalah ajaran atau sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta mencakup pula tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan antarmanusia dan antara manusia dengan lingkungannya. Jika dilihat dari sudut pandang sosiologi. kesenian. sehubungan dengan fungsi hukum. b) Fungsi hukum. antara manusia dengan alam. pendidikan.

seperti produksi. suatu agama memiliki aturan yang berbeda dengan ajaran agama lain. harus mau menjalankan ibadah sesuai yang diperintahkan Tuhan dengan ikhlas sesuai dengan petunjuk yang terdapat dalam kitab suci. Bila keadaan ini dapat kita ciptakan dan pelihara. Seseorang yang telah menentukan agamanya. Dengan mendalami dan memahami ajaran agama. distribusi. 2 ) Peran atau Fungsi Pranata Ekonomi Pranata ekonomi merupakan bagian dari pranata sosial yang mengatur kegiatan ekonomi. dan konsumsi barang/jasa yang dibutuhkan manusia. Dalam hal ini. masjid. sehingga terbina kerukunan hidup . ekonomi diartikan sebagai tata tindakan dalam memanfaatkan uang. dengan agama. Pada umumnya. penyebab timbulnya penjelajahan samudra salah satunya didorong oleh keinginan menyebarkan agama. dan bangunan-bangunan lainnya. Oleh karena itu. ekonomi diartikan sebagai cabang ilmu mengenai asas-asas produksi.d) Fungsi ritual. Hal ini akan membuat orang melakukan pengendalian diri agar dapat selalu menjauhi larangan-Nya dan berusaha selalu melakukan perintah-Nya. e) Fungsi transformatif. seperti candi. kita harus mampu menyeimbangkan antara hubungan vertikal kita dengan Tuhan (melalui ajaran agama) dan hubungan horizontal kita dengan sesama manusia atau masyarakat. tenaga. perindustrian. dan perdagangan). maka akan tercipta suatu kehidupan keagamaan yang serasi dan saling menghormati sebagaimana termuat dalam butir II sila I Pancasila. atau barang-barang berharga lainnya. distribusi. kita harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat agar tidak terjebak dalam fanatisme agama yang berlebihan. Hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda. Misalnya. Dengan kata lain. dan konsumsi barang-barang serta kekayaan (seperti halnya keuangan. . waktu. umat manusia mampu menciptakan karyakarya seni besar. ajaran agama memiliki cara-cara ibadah khusus yang tentu saja berbeda dengan agama lainnya. Pranata Ekonomi 1 ) Pengertian Ekonomi Secara umum. c . agama dapat mendorong manusia untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. seseorang akan mengetahui sanksi yang akan diterimanya jika ia melakukan pelanggaran.

Hak Pengusahaan Hutan. untuk kondisi saat ini. air. peran-peran pranata ekonomi dapat dibedakan atas peran pranata ekonomi produksi. Beberapa aturan dalam pemanfaatan sumber daya alam di Indonesia. penggunaan tenaga kerja harus memenuhi beberapa syarat. usia pekerja. Pemanfaatan unsurunsur produksi tersebut harus melalui aturan yang berlaku agar tercapai suatu keseimbangan dan keadilan sosial.Pranata ekonomi ada dan diadakan oleh masyarakat dalam rangka mengatur dan membatasi perilaku ekonomi masyarakat agar dapat tercapai keteraturan dan keadilan dalam perekonomian masyarakat. dilakukan oleh pihak swasta melalui perjanjian atau kontrak kerja khusus dengan pemerintah untuk memanfaatkan suatu sumber daya alam tertentu. antara lain. upah kerja. . dilakukan dengan cara-cara berikut ini. Di dalam pemanfaatan sumber daya alam. sistem barter telah jarang digunakan dan sulit untuk diterapkan. peran pranata ekonomi distribusi. Aturan-aturan dibuat sedemikian rupa sehingga para pelaku produksi dapat memanfaatkan ketersediaan sumber daya alam secara efektif dan efisien. Hal ini dimaksudkan agar produksi dan pengolahan sumber daya alam tersebut dapat dilakukan dengan hemat atau tidak berlebihan. yaitu sejak manusia mulai membutuhkan barang atau jasa dari manusia lain. dan lain-lain. monopoli cengkih. dan sebagainya. Akan tetapi. misalnya minyak. Bentuk paling sederhana dari pelaksanaan pranata ekonomi adalah adanya sistem barter (tukar menukar barang). a) Peran pranata ekonomi produksi Kegiatan produksi meliputi unsur-unsur bahan dasar. dilakukan oleh negara untuk menjamin ketersediaan suatu sumber produksi. pranata ekonomi berperan dalam menjaga keseimbangan dalam pemanfaatannya. Pada umumnya sumber-sumber produksi tersebut sangat penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Sebagai contoh. dan peran pranata ekonomi konsumsi. jam kerja. listrik. Contoh monopoli swasta adalah monopoli garam. dan manajemen. (1) Monopoli pemerintah. hak cuti. modal. (3) Kuota. (2) Monopoli swasta. jam lembur. Secara umum. dilakukan pemerintah untuk membatasi produksi dan konsumsi terhadap suatu barang atau sumber alam. Pranata ekonomi muncul sejak adanya interaksi manusia. antara lain. tenaga kerja. dan lainlain.

tertib dan dapat memberi hasil yang maksimal dengan meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan. manusia harus pandai-pandai membelanja-kan uangnya sesuai dengan tingkat kebutuhan. Pranata Pendidikan 1 ) Pengertian Pendidikan Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran atau pelatihan. Berdasarkan peran-peran tersebut. sehingga pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk impor tertentu atau bahkan melarangnya sama sekali.(4) Proteksi. arus perdagangan dapat berjalan. Hal yang harus diperhatikan adalah kebutuhan manusia dalam berkonsumsi tidak terbatas. dapatlah disimpulkan bahwa peran atau fungsi pokok pranata ekonomi adalah mengatur kegiatan produksi. Melalui distribusi pulalah. pendidikan dapat digolongkan menjadi dua. yaitu pendidikan sekolah (pendidikan formal) dan pendidikan luar sekolah . Pemenuhan kebutuhan manusia dalam berkonsumsi dipengaruhi oleh kemampuan manusia yang diukur melalui tingkat pendapatan atau penghasilan. b) Peran pranata ekonomi distribusi Distribusi merupakan kegiatan menyalurkan barang hasil produksi ke konsumen untuk dikonsumsi. c) Peran pranata ekonomi konsumsi Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau menggunakan nilai guna suatu barang atau jasa. Di Indonesia. Penggunaan atau pemanfaatan nilai guna barang atau jasa tersebut dapat dilakukan sekaligus ataupun secara berangsurangsur. maka produsen dapat menjual hasil produknya dan konsumen dapat memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan. dilakukan oleh pemerintah untuk melindungi produk lokal dari persaingan produk luar negeri (impor). Dalam hal ini. d. dan konsumsi agar dapat berjalan dengan lancar. distribusi. pemerintah memandang bahwa produk lokal akan kalah bersaing dengan produk impor. Oleh karena itu. Pendistribusian penting dilakukan untuk mencapai kemakmuran rakyat dengan cara memeratakan ketercukupan kebutuhan rakyat akan barang atau jasa. Dengan adanya proses distribusi. sedangkan kemampuan manusia terbatas.

meliputi segala urusan dan tindakan atau kebijakan mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain. yang dimaksud politik adalah semua usaha dan aktivitas manusia dalam rangka memperoleh. . Di Indonesia. ada beberapa ahli sosiologi yang menambahkan satu golongan pendidikan lagi. 2) Peran atau Fungsi Pranata Pendidikan Pranata pendidikan berfungsi untuk mempersiapkan manusia agar mampu mencari nafkah hidup saat ia dewasa kelak. berikut ini. Di dalam hal ini. b) membentuk kepribadian dan pola pikir yang logis dan sistematis. dan mempertahankan kekuasaan dalam kaitannya dengan penyelenggaraan pemerintahan negara. Dengan pranata pendidikan. dan kemampuan diri. Pranata politik adalah serangkaian peraturan.(pendidikan nonformal). yaitu pendidikan yang diperoleh melalui pengalaman atau kehidupan seharihari (pendidikan informal). e. Persiapan-persiapan yang dimaksud. baik tertulis ataupun tidak tertulis yang berfungsi mengatur semua aktivitas politik dalam masyarakat atau negara. pranata politik tersusun secara hierarki. Pada perkembangannya. serta c) mengembangkan sikap cinta tanah air. kreativitas. Pranata Politik 1 ) Pengertian Politik Politik adalah pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau kenegaraan. diharapkan hasil sosialisasi akan membentuk sikap mental yang cocok dengan kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang. meliputi kegiatan dalam: a) meningkatkan potensi. menjalankan.

pranata politik juga mempunyai peran atau fungsi.a) Pancasila b) Undang-Undang Dasar 1945 c) Ketetapan MPR d) Undang-Undang e) Peraturan Pemerintah f) Keputusan Presiden g) Keputusan Menteri h) Peraturan Daerah Pranata-pranata tersebut diciptakan masyarakat Indonesia sesuai dengan jenjang kewenangannya masing-masing. akan dapat tercapai keberhasilan pembangunan dan meningkatkan stabilitas sosial. 2 ) Fungsi atau Peran Pranata Politik Seperti halnya pranata sosial lainnya. Rakyat ditempatkan sebagai subjek dan bukannya objek kebijakan. Dengan cara ini. antara lain. Beberapa peran atau fungsi pranata politik. sesuai dengan UUD 45. dalam hal ini rakyat secara langsung mulai dilibatkan dalam proses penentuan kebijakan. bahwa masyarakat mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam hukum dan pemerintahan. maka rakyat berhak berpolitik sejauh tetap mematuhi kaidah-kaidah politik yang telah ditetapkan. Berdasarkan pengertian tersebut. dan dimaksudkan untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara. a) Pelindung dan penyaluran aspirasi/hak asasi manusia. meliputi hal-hal berikut ini. . b) Memberikan pembelajaran politik bagi masyarakat.

namun belum tentu dianggap menyimpang oleh masyarakat lain yang memiliki norma dan nilai yang berbeda. hal ini terlihat dari meningkatnya keikutsertaan masyarakat dalam pemilu. Penyimpangan terjadi apabila seseorang atau kelompok tidak mematuhi norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Cohen. Artinya. B. Bruce J. Penyimpangan terhadap nilai dan norma dalam masyarakat disebut dengan deviasi (deviation). Pengertian Penyimpangan Sosial Penyimpangan adalah segala bentuk perilaku yang tidak menyesuaikan diri dengan kehendak masyarakat. Salah satu bentuk penyimpangan adalah penyimpangan sosial. penyimpangan sosial sebagai perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap tercela dan di luar batas toleransi. sedangkan pelaku atau individu yang melakukan penyimpangan disebut divian (deviant). penyimpangan dirasa semakin banyak dan bahkan seringkali menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi pihak lainnya. penyimpangan adalah tindakan atau perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan nilai yang dianut dalam lingkungan baik lingkungan keluarga maupun masyarakat. Robert M. Pengertian penyimpangan sosial sangat beragam. Seperti halnya kebudayaan yang bersifat relatif maka penyimpangan sosial juga bersifat relatif. Sebaliknya. dan adanya tuntutan transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Suatu tingkah laku dapat dikatakan menyimpang oleh suatu masyarakat. penyimpangan sosial sebagai perbuatan yang mengabaikan norma dan terjadi jika seseorang atau kelompok tidak mematuhi patokan baku dalam masyarakat (dalam buku Sosiologi : Suatu Pengantar. Lawang. kesadaran dalam mengawasi jalannya pemerintahan. pada masyarakat modern.Z. penyimpangan sosial sangat tergantung pada nilai dan norma sosial yang berlaku.c) Meningkatkan kesadaran berpolitik di kalangan masyarakat. penyimpangan sosial sebagai semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari pihak yang berwenang dalam . Terjemahan).[1] Pada masyarakat tradisional penyimpangan jarang sekali terjadi dan dapat dikendalikan. Dengan kata lain. Berikut ini pengertian penyimpangan sosial yang dikemukakan oleh beberapa tokoh. PENYIMPANGAN SOSIAL 1. James W van de Zanden.

2. a. Hal ini berarti gagalnya proses sosialisasi sehingga cenderung menerapkan pola-pola perilaku yang salah dan menyimpang. Adapun faktor-faktor penyebab timbulnya perilaku yang menyimpang adalah sebagai berikut. Jadi. Dalam keluarga yang broken home biasanya hubungan antar anggota keluarga menjadi tidak harmonis. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan watak (perangai) seseorang. yan penting mereka merasa bahagia. Akibatnya setiap anggota keluarga cenderung berperilaku semaunya. Penyebab Perilaku Menyimpang[2] Terjadinya perilaku menyimpang haruslah dilihat dari situasi dan kondisi masyarakat yang ada. Keadaan keluarga tidak bisa memberikan ketentraman dan kebahagiaan pada anggota keluarga.sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang (dalam buku materi pokok pengantar sosiologi). yang dapat memenuhi . Setiap individu memiliki latar belakang kehidupan yangberbeda maka hal tersebut akan menyebabkan terbentuknya pola-pola perilaku yang berlainan. dan mencari kebahagiaan di luar keluarga. Ia tidak menyadari lagi. baik secara sengaja ataupun tidak sengaja. b. Persoalan Ekonomi Tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi dapat mendorong orang melakukan kegiatan apa saja. Perilaku menyimpang disebut nonkonformitas. apakah perilakunya itu melanggar norma-norma kemasyarakatan atau tidak. Keadaan keluarga yang carut-marut (Broken Home) Keluarga merupakan tempat di mana anak atau orang pertama kali melakukan interaksi dengan orang lain. asal bisa memperoleh sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Tidak semua individu mampu mengidentifikasi diri dengan nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat. Masing-masing anggota keluarga tidak bisa saling melakukan kendali atas perilakunya. Oleh karena itulah keadaan keluarga akan sangat mempengaruhi perilaku orang yang menjadi anggota keluarga tersebut. Penyimpangan sosial terlihat dalam bentuk perilaku menyimpang. Hal inilah yang mendorong terjadinya penyimpangan sosial dari masing-masing anggota keluarga. pada dasarnya perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang atau sifat sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang dianut masyarakat atau kelompok. Tidak jarang orang mengkhalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau sesuatu.

Oleh karena itu. apabila kehidupan lingkungan tidak sesuai dengan norma-norma sosial. Contoh-contoh tersebut menggambarkan betapa lingkungan mudah mempengaruhi perilaku seseorang yang berada di lingkungan tersebut. Pelampiasan rasa kekecewaan dapat menimbulkan perilaku di luar kendali orang yang besangkutan. tetapi keinginannya tidak pernah terpenuhi? Apa akibatnya. Perilaku orang ini cenderung semaunya. tetapi cintanya ditolak oleh orang yang dicintainya? Apa akibatnya jika seorang anak menginginkan sepeda atau motor. Akibatnya terjadilah penyimpangan-penyimpangan sosial yang dilakukan oleh orang-orang yang berada di lingkungan tersebut. yang penting ia bisa melampiaskan kekecewaannya. Kekecewaan ini dapat mendorog orang atau anak yang bersangkutan untuk melakukan sesuatu yang tanpa kendali. maka orang yang berada di lingkungan tersebut cenderung juga berperilaku menyimpang. Hal inilah yang selanjutnya menimbulkan penyimpangan sosial dari orang /anak tersebut. Bahkan ia tidak lagi menghiarukan norma-norma maupun aturan kemasyarkatan. Para pendatang baru yang tidak mampu menyerap nilai dan norma yang berlaku atau tidak sanggup menyerap atau memahami norma budaya masyarakat akan cenderung tidak mampu melakukan kegiatan yang sesuai dengan harapan masyarakat. Hal inilah yang menyebabkan orang melakukan kegiatan tanpa menghiraukan norma-norma dan aturan masyarakat. Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku Hal ini umumnya terjadi pada para pendatang baru (penduduk baru) di lingkungan yang baru. jika orang mencintai sesorang. akan cenderung berperilaku seperti preman. d. Apa akibatnya. akan cenderung ikut berjudi. Orang yang hidup di lingkungan penjudi. Hal inilah yang memungkinkan orang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan norma-norma dan budaya . e. karena ketidaktahuannya terhadap norma-norma dan budaya yang ada di masyarakat. jika seorang siswa tidak lulus ujian.kebutuhan ekonominya. orang yang hidup di lingkungan preman. Pelampiasan rasa kekecewaan Penyimpangan sosial bisa juga terjadi sebagai bentuk pelampiasan rasa kecewa seseorang. pada hal ia sangat berharap lulus ujian? Tentu rasa kecewa yang ia dapatkan. orang yag berada di lngkungan peminum (pemabuk). Pengaruh lingkungan masyarakat Penyimpangan sosial bisa juga bterjadi karena pengaruh lingkungan. c. akan cenderung ikut mabuk-mabukan. Akibatnya terjadilah penyimpangan sosial dari orang yang bersangkutan.

. c. Tetapi banyak anak-anak menikmati acara TV yang seharusnya bukan konsumsiya. Perangai keras ini dapat menibulkan perilaku keras pada anak tersebut yang cenderung menyimpang dari kebiasaan masyarakat. media massa. Adapun agen-agen sosialisasi terdiri atas: a. sekolah. b. kelompok pergaulan. Proses Pembentukan Perilaku Menyimpang Pembentukan perilaku menyimpang dapat terjadi karena proses sosialisasi yang tidak sempurna dan nilai-nilai subkebudayaan menyimpang. 1) Proses sosialisasi yang tidak sempurna Dalam proses sosialisasi yang sangat berperan adalah agents of sosialization atau pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi. Interet dapat disalahgunakan untuk mendapatkan gambar-gambar porno. Ini berarti anak telah melakukan penyimpangan terhadap norma-norma sosial. Misalnya: acara TV film keras. dan d. Televesi (TV) dan internet merupakan hasil kemajuan teknologi. menyebabkan anak berperangai keras. keluarga.kemasyarakatan. Pengaruh kemajuan teknologi Kemajuan teknologi melahirkan berbagai alat komunikasi dan alat hiburan yang serba canggih. Besar kemungkinan anak akan berperilaku seks yang menyimpang. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap perilaku anak tersebut. f. Program (acara) televisi tidak semuanya cocok untuk konsumsi anak-anak. Akibatnya anakanak yang belum cukup umur sudah menikmati gambar-gambar porno. 3. Karena ketidatahuannya terhadap nilai dan norma yang berlaku di masyarakat timbullah penyimpangan-penyimpangan sosial dari perilaku orang tersebut.

Perilaku menyimpang tersebut banyak berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. kelompok pergaulan dan media massa. sehingga terbentuklah perilaku menyimpang. seseorang mungkin dipengaruhi oleh nilai-nilai subkebudayaan yang menyimpang. dan perkelahian sebagai hal yang biasa. maka anak tersebut akan melakukan perbuatan menyimpang yang serupa. Contoh: Perilaku yang dilarang oleh keluarga dan sekolah. pelacuran. Konsep anomi yang dikemukakan oleh Emilie Durkheim adalah keadaan yang kontras antara pengaruh subkebudayaan dengan kenyataan sehari-hari dalam masyarakat. Secara sederhana anomi diartikan sebagai suatu keadaan di masyarakat tanpa norma. maka perbuatan anak tersebut dapat dikategorikan menyimpang. Proses sosialisasi yang tidak sempurna antara lain disebabkan oleh: Terjadinya disorganisasi keluarga yaitu perpecahan dalam keluarga sebagai satu unit. dan lain-lain diperoleh dari agen sosialisasi. Contoh: seorang anak dibesarkan pada lingkungan yang menganggap perbuatan minum-minuman keras. Seakan-akan tidak mempunyai aturanaturan untuk ditaati bersama. berkelahi. nilai dan norma tidak berfungsi sehingga banyak sekali penyimpangan. Halhal yang diajarkan oleh keluarga mungkin berbeda dengan yang disampaikan oleh agen di sekolah. Proses sosialisasi seolah-olah tidak sempurna karena tidak sepadan antara agen sosialisasi satu dengan yang lain. . pelecehan seksual. membolos. 2) Perilaku menyimpang sebagai hasil proses sosialisasi nilai-nilai sub kebudayaan menyimpang Dalam proses sosialisasi. Dalam keadaan kacau. perbuatan anak tersebut jelas bertentangan dengan norma-norma yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh anomi. karena anggota keluarga gagal dalam memenuhi kewajibannya yang sesuai dengan perannya.Para agen sosialisasi menyampaikan pesan-pesan yang berbeda antara orang tua dengan lainnya. merokok. Peperangan mengakibatkan disorganisasi dalam berbagai aspek kemasyarakatan. Menurut ukuran masyarakat luas. seperti penyalahgunaan narkoba.

Belajar merupakan cara untuk mencapai tujuan-tujuan yang disetujui dan sudah melembaga dalam masyarakat. karena toleransinya pengawasan sosial. Merton keadaan anomi dapat menyebabkan penyimpangan sosial. Anomi terjadi karena adanya ketidakharmonisan antara tujuan budaya dengan cara-cara untuk mencapai tujuan budaya tersebut. Apabila pelanggaran sudah dianggap biasa. Konformitas Konformitas merupakan suatu sikap menerima tujuan yang sesuai dengan nilai-nilai budaya dan caracara untuk mencapai tujuan tersebut. dan perbuatan siswa mencontek pada waktu ulangan. Dikatakan bahwa dalam proses sosialisasi individu-individu belajar mengenal tujuan-tujuan penting dalam kebudayaan dan juga mempelajari cara-cara yang dipakai untuk mencapai tujuan-tujuan budaya tersebut. tetapi menolak caracara yang melembaga untuk mencapai tujuan. maka mereka berupaya untuk melanggar peraturan yang ada misalnya korupsi. Contoh: perbuatan menyuap seakan-akan menjadi konformitas. Menurut Robert K. Contoh: masyarakat mendorong semua anggota masyarakat untuk memperoleh kekayaan yang melimpah. kenyataannya hanya beberapa orang yang berhasil memperoleh dengan menggunakan cara-cara yang disetujui. inovasi ritualisme. pengasingan diri. Mereka melihat betapa kecilnya kemungkinan untuk berhasil jika mematuhi peraturan. Inovasi Inovasi merupakan suatu sikap menerima tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. ada lima tipologi tingkah laku individu untuk menghadapi hal tersebut yaitu konformitas. Sikap konformitas ini bukan merupakan keadaan anomis. Menurut Merton. Contoh : seseorang yang ingin lulus tes Calon Pegawai Negeri Sipil tidak memakai joki atau contek. dan pem-berontakan. tetapi dengan cara belajar sungguh-sungguh. Jika aturan ini dilanggar disebut deviasi. Retualisme . penyimpangan itu akhirnya menjadi konformitas. sedangkan menjadi PNS merupakan tujuan yang sesuai dengan nilai budaya. Namun.Keadaannya menjadi chaos atau kekacauan yang sulit diatasi. Padahal cukup banyak aturan-aturan yang telah disepakati bersama dalam masyarakat yang disebut konformitas.

Individu yang melakukan penyimpangan ini masih tetap sebagai orang yang dapat diterima secara sosial.Retualisme merupakan sikap menerima cara-cara yang melembaga. Ciri-cirinya penyimpangan primer sebagai berikut : a. masih dapat diterima secara sosial . Contoh: kaum revolusioner. b. Contoh sikap seenaknya dan berbincangbincang dengan temannya pada waktu upacara. tetapi menolak tujuan-tujuan kebudayaannya. gaya hidupnya tidak didominasi oleh pola perilaku menyimpang. 4. gaya hidup tidak didominasi oleh perilaku menyimpang. Pengasingan Pengasingan diri merupakan sikap yang menolak tujuan maupun cara-cara untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan nilai-nilai budaya. Bentuk-Bentuk Penyimpangan[3] 1. Penyimpangan Primer Penyimpangan ini hanya bersifat sementara dan tidak diulang kembali. Hal ini menandakan bahwa ia telah melupakan makna upacara. Ia mengasingkan diri dari kehidupan masyarakat normal. dan c. sehingga dia tidak memperhatikan keluarga. Pemberontakan Pemberontakan merupakan sikap yang menolak tujuan dan cara-cara yang melembaga dan berupaya menggantikannya dengan tujuan dan cara baru atau lain. Jadi. Contoh : seseorang yang menjadi pemabuk berat karena frustasi. hanya bersifat sementara. dan pekerjaan.

pembunuhan. b. 2. masyarakat tidak bisa menerima individu semacam itu . maka ia disebut sebagai penyimpang individual. Ciri-ciri penyimpangan individu sebagai berikut: a.Contoh mengendarai sepeda motor melampaui batas kecepatan maksimal. bertindak sendirian. Penyimpangan Individu Apabila seseorang melakukan penyimpangan dari sub-kebudayaan yang telah mapan dan nyata-nyata menolak norma-norma tersebut. dan lain-lain. Masyarakat tidak menginginkan individu semacam ini. masyarakat umum telah mengetahuinya. tidak merencanakan penyimpangan dengan siapa pun . dan c. dan penodongan. 3. gaya hidupnya didominasi oleh perilaku menyimpang Contoh seorang pemabuk yang hidup di tengah masyarakat yang antimabuk. Penyimpangan Sekunder Seseorang secara khas memperlihatkan perilaku menyimpang dan secara umum dikenal sebagai seseorang yang menyimpang. memanipulasi jumlah pajak kekayaan. b. Ciri-ciri penyimpangan sekunder sebagai berikut: a.

penjaja komersial seks. 4. Kelompok ini mempunyai seperangkat norma. nilai sikap. antara lain yaitu penyalahgunaan narkotika. sindikat terorisme. dan homoseksualitas. Penyimpangan yang Bersifat Negatif Pada umumnya penyimpangan ini cenderung ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan buruk sehingga masyarakat mencela dan mengucilkan misalnya. perampok. Contoh: gang kejahatan. perilaku seksual di luar nikah. pembunuhan. perilaku kriminal. Contoh Penyimpangan Sosial 1) Penyalahgunaan Narkotika . atau mencuri seorang diri. Selaku anggota mafia. masing-masing berpegang teguh pada aturan main mafia. Penyimpangan Kelompok Penyimpangan kelompok adalah kegiatan yang dilakukan kelompok secara kolektif dengan cara yang bertentangan terhadap norma-norma yang berlaku. menjadi penyimpangan kelompok. Ada berbagai jenis penyimpangan sosial yang terjadi dalam keluarga ataupun masyarakat. Sifat-Sifat Penyimpangan[4] Penyimpangan sosial mempunyai dua sifat yaitu bersifat positif dan negatif: Penyimpangan yang Bersifat Positif Penyimpangan ini tidak sesuai dengan aturan-aturan atau norma-norma yang berlaku. dan tradisi-tradisi tersendiri. Misalnya: melakukan pekerjaan yang seharusnya tidak dikerjakan mereka. Ibu rumah tangga berprofesi sebagai kondektur karena alasan ekonomi.Contoh: pembunuhan yang dilakukan sendiri. 5. dan lain-lain. mafia. Berikut ini beberapa contoh penyimpangan sosial. 6. perkelahian pelajar.

Namun. guru. Menghilangkan frustasi dan kegelisahan hidup. Mempermudah penyaluran perilaku seks. penggunaan dengan dosis melampaui ukuran normal dapat menimbulkan efek negatif. yaitu setengah sadar dan ingatannya menjadi kacau. . Seseorang yang sudah merasa tergantung akan narkotika bisa merugikan diri sendiri dan hancurnya kehidupan masa depan. b) Morfin merupakan zat yang diperoleh dari candu. yaitu suntikan dalam proses pembedahan atau pada operasioperasi sehingga orang tidak merasakan sakit ketika dilaksanakan suatu operasi. Mengikuti kawan-kawan. dan norma sosial. Mencari dan menemukan arti hidup. Umumnya morfin berwarna putih dan berwujud bubukan serta berasa pahit. Sekadar iseng-iseng dan didorong rasa ingin tahu. a) Candu dan opium yang berasal dari tumbuhan Papaver somniferum. Penyalahgunaan narkotika dan zat-zat lain yang sejenisnya merupakan perbuatan yang merusak dengan segala akibat negatifnya. Mengisi kekosongan. Menunjukkan tindakan yang menentang otoritas orang tua.Penyalahgunaan narkotika dengan dosis teratur dapat bermanfaat seperti untuk keperluan kesehatan. mengemukakan bahwa alasan seorang remaja yang menggunakan narkotika adalah: Membuktikan keberaniannya dalam melakukan tindakan-tindakan yang berbahaya. Dalam kondisi seperti ini orang akan mengalami penurunan kesadaran. antara lain sebagai berikut. Melepaskan diri dari kesepian. Jenis lainnya adalah heroin dan kokain. Beberapa jenis tanaman bahan narkotika dan obat bius. Graham Baliane (psikiater). yakni overdosis. karena tidak ingin dikatakan sebagai pecundang. Menurut hasil penelitian ilmiah Dr.

g) LSD (Lusergic acid Diethylamide) dapat menyebabkan halusinasi atau bayangan dengan bermacammacam khayalan. Daunnya mengandung zat pembius. AIDS adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya virus yang dapat merusak jaringan tubuh manusia sehingga dapat menimbulkan kematian. agar fungsi reproduksi manusia dapat berlangsung tanpa mengganggu ketertiban sosial. akan tetap lama kelamaan dapat menimbulkan kesadarannya merendah. baik itu norma agama maupun norma sosial yang ada. Cocok di daerah tropis dan sub tropis.c) Alkohol mempunyai sifat menimbulkan gangguan pada susunan saraf. 2) Perilaku Seksual di Luar Nikah Adanya gambar-gambar porno baik itu di media cetak dan media elektronik dapat mendorong timbulnya perilaku seksual di luar nikah. d) Kokain diperoleh dari tumbuhan Erythroxylon coca. e) Ganja atau mariyuana diperoleh dari tumbuhan yang bernama Canabis Sativa. banyak dipakai untuk operasi. Apabila diminum pada awalnya akan merasa senang. Nikotin merangsang susunan urat saraf sehingga dapat menimbulkan ketagihan. sejak dulu manusia telah membuat seperangkat aturan tata nilai dan norma-norma yang mengatur hubungan perilaku seksual. Oleh karena itu. h) Tembakau mengandung racun nikotin yang keras. badan terganggu dan lain sebagainya. Virus ini adalah suatu virus yang menyerang sel darah putih manusia yang mengakibatkan penurunan . termasuk jenis tumbuhann semak yang tingginya 2 cm. Akibat penyimpangan seksual yang paling mengerikan saat ini adalah penyakit AIDS. f) Kafein yang terkandung dalam kopi memengaruhi susunan saraf dan jantung. Virus tersebut lebih dikenal dengan nama HIV (Human Immuno Deciency Virus). Hubungan seksual di luar pernikahan dianggap sebagai pelanggaran norma.

Secara umum tanda-tanda seseorang terkena penyakit AIDS. Virus HIV dapat menular lewat tranfusi darah. Pelakunya dapat dikenai hukuman mati. dan lain-lain. penjara. Batuk berkepanjangan lebih dari satu bulan. Bisa juga karena adanya perubahan masyarakat dan kebudayaan yang cepat tetapi tidak dapat diikuti oleh seluruh anggota masyarakat. a. yaitu dengan adanya kepincangan sosial. perampokan. Ada beberapa hal yang menyebabkan timbulnya kriminalitas. yaitu sebagai berikut. dan kebencian. pemakaian jarum suntik secara berlebihan.daya tahan tubuh sehingga mudah diserang penyakit. atau pencabutan hak-hak oleh negara. Pada dasarnya kriminalitas adalah semua bentuk perilaku warga masyarakat yang telah dewasa dan bertentangan dengan norma-norma hukum. Sanksi yang tegas tersebut dimaksudkan untuk menekan dan mengendalikan tindakan kriminal yang dilakukan oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab. tekanan mental. Diare lebih dari satu bulan. 3) Perilaku Kriminal Lainnya Perilaku kriminal seperti pencurian. terutama adalah hukum pidana. dan pembunuhan juga termasuk dalam perilaku menyimpang yang sering dilakukan oleh orang-orang yang tidak mempunyai tanggung jawab sosial. 4) Homoseksualitas . Demam tinggi lebih dari satu bulan. hubungan seks tidak aman. pencangkokan organ tubuh. Berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat. b. d. sehingga tidak terjadi penyesuaian yang sempurna. c.

Ada perubahan yang bersifat positif. pengendalian sosial sangatlah diperlukan. upaya . Tawuran berbeda dengan per-kelahian satu lawan satu. Perkelahian pelajar berkaitan dengan krisis moral akrena tindakannya berlawanan dengan norma agama atau norma sosial. 5) Kenakalan Remaja Masalah kenakalan remaja sering menimbulkan kecemasan sosial karena remaja sebagai generasi penerus terperosot ke arah perilaku negatif. Biasanya para pelajar yang terlibat perkelahian tidak memikirkan risiko yang akan ditanggung kemudian. C. Untuk itulah. bahkan sebagian masyarakat menganggap sebagai lambing sportivitas dan kejantanan. Perilaku semacam ini sering disebut dengan istilah tawuran. Perkelahian satu lawan satu tidak mendatangkan akibat luas. Pendapat lain menyatakan bahwa semua perbuatan penyelewengan norma yang menimbulkan kerusakan masyarakat dan dilakukan remaja. Tindakan homoseksualitas bertentangan dengan norma sosial dan norma agama. 6) Perkelahian Pelajar Perkelahian pelajar sebenarnya termasuk dalam kenakalan remaja karena merupakan bentuk perilaku menyimpang. manusia selalu mengalami gejolak perubahan. Fuad Hasan. kenakalan remaja adalah perbuatan antisocial yang dilakukan oleh remaja. PENGENDALIAN SOSIAL Dalam kehidupan bermasyarakat. bila hal ini dilakukan orang dewasa termasuk tindak kejahatan. Berdasarkan pada sifatnya yang behavioris. Menurut Prof. tetapi ada juga yang berubah ke arah yang negatif. Remaja yang dimaksud adalah mereka yang berusia antara 12 tahun sampai dengan 18 tahun serta belum menikah. Karena hal ini merupakan salah satu upaya agar perilaku anggota masyarakat dapat disesuaikan dengan kaidah dan norma yang berlaku. Dr.Homoseksualitas adalah kecenderungan seseorang untuk tertarik kepada sesama jenis kelamin sebagai mitra seksualnya.

Apabila seseorang hendak menyimpang. 2. 3. diajarkan. Pengendalian sosial (social control) juga dapat diartikan sebagai cara dan proses pengawasan yang direncanakan atau tidak direncanakan yang bertujuan untuk mengajak. Roucek Pengendalian sosial adalah proses terencana maupun tidak di mana individu dibujuk. Ruang Lingkup Pengendalian Sosial . jadikanlah agama sebagai penuntun hidup. Pengendalian sosial (social control) telah ada sejak manusia hidup berkelompok. Menurut Joseph S. dan mengetahui upaya pengendalian penyimpangan sosial dalam masyarakat.[5] 1. atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi norma dan nilai yang berlaku. dan dipaksa untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup kelompok. mendidik. memahami. Pengertian Pengendalian Sosial Pengendalian sosial merupakan tindakan pengawasan terhadap kegiatan atau perilaku anggotaanggota masyarakat (kelompok) agar tidak menyimpang dari norma dan nilai sosial yang berlaku. Materi ini mempelajari. Oleh karena itu. tuntun dan bimbinglah ia ke jalan yang benar. Adapun pengertian pengendalian sosial menurut beberapa ahli sosiologi adalah sebagai berikut: 1. Menurut Bruce J.pengendalian dalam masyarakat sangat diperlukan karena apabila terjadi pelanggaran terhadap kaidahkaidah yang berlaku akan menimbulkan terjadinya pertentangan kepentingan sehingga akan menimbulkan kegoncangan-kegoncangan dalam masyarakat. Menurut Peter Berger Pengendalian sosial adalah cara yang dipergunakan masyarakat untuk menertibkan anggota yang menyimpang. Cohen Pengendalian sosial adalah cara-cara atau metode yang digunakan untuk mendorong seseorang agar berperilaku selaras dengan kehendak kelompok atau masyarakat luas tertentu. 2.

3. metode. misalnya seorang guru sedang mengawasi ujian siswanya. Tujuan Pengendalian Sosial Pengendalian sosial memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Pengendalian sosial dapat dilakukan oleh kelompok terhadap kelompok lain. misalnya seorang siswa menasihati temannya yang melanggar rambu lalu lintas. Kelompok dengan kelompok. contohnya pemain kesebelasan sepakbola memprotes kepemimpinan wasit. Pengendalian sosial dilakukan secara timbal balik meskipun tidak disadari oleh kedua belah pihak.Berikut ini adalah ruang lingkup pengendalian sosial: Individu dengan individu. atau oleh suatu kelompok terhadap individu. Pengendalian sosial dipergunakan untuk mewujudkan keselarasan antara stabilitas dengan perubahanperubahan yang terus terjadi di suatu masyarakat. Individu dengan kelompok. Agar pelaku penyimpangan dapat kembali mematuhi normanorma yang berlaku. contohnya anggota DPR menasehati pemerintah untuk meninjau kembali keputusan pemerintah tentang resolusi DKK PBB terhadap Iran. Ciri-Ciri Pengendalian Sosial Secara spesifik pengendalian sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:[6] Pengendalian sosial sebagai suatu cara. 4. . karena pengendalian sosial bertujuan: Agar dapat terwujud keserasian dan ketenteraman dalam mayarakat. Agar masyarakat mau mematuhi norma-norma sosial yang berlaku baik dengan kesadaran sendiri maupun dengan paksaan. atau teknik tertentu yang dipergunakan masyarakat untuk mengatasi ataupun mencegah terjadinya penyimpangan sosial. Kelompok terhadap individu.

2. maka ia tetap akan dicela. maka bagi yang melanggar akan memperoleh sanksi (imbalan negatif) dan bagi warga yang menaati akan mendapatkan pujian (imbalan positif). baik secara tertulis maupun tidak tertulis. melainkan harus disesuaikan dengan aturan atau norma sosial. Seringkali aturan yang dibuat pemerintah diabaikan begitu saja oleh sebagian warga. diharapkan masyarakat memiliki kesadaran bahwa hidup bermasyarakat tidaklah dapat dilakukan secara seenaknya sendiri. Mengembangkan rasa takut Pada umumnya setiap aturan disertai dengan sanksi. Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial Dengan adanya aturan-aturan yang diberlakukan untuk warga masyarakat sebagai bentuk pengendalian sosial. jika ia diterima kelompok . apalagi bangsa Indonesia yang dikenal memiliki kebudayaan yang mengutamakan perasaan.5. Bagi yang dikucilkan. akan tetapi tidak pernah menaati aturan yang berlaku. dengan maksud mempermalukan pelaku kejahatan. Bagi orang yang menyadari bahwa manusia hidup sebagai mahkluk sosial. Mengembangkan rasa malu Budaya malu sebenarnya salah satu bentuk pengendalian sosial yang sangat ampuh. Masyarakat akan memberikan penilaian kepada warganya bukan berdasarkan kekayaan atau penampilan lahiriahnya saja. 3. Untuk mengatasi makin meningkatnya kasus. Fungsi Pengendalian Sosial Fungsi pengendalian sosial adalah sebagai berikut. Hal ini bertujuan agar masyarakat jangan melakukan hal yang sama jika tidak ingin dipermalukan di depan umum. Meskipun ia seorang yang kaya raya dan berpenampilan meyakinkan. dikucilkan oleh kelompoknya merupakan suatu hukuman yang berat. melainkan sejauh mana ia menaati aturan yang berlaku di masyarakat tersebut. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma Dengan adanya pengendalian sosial dalam bentuk aturan atau norma sosial. Misalnya bagi masyarakat adat yang melanggar tradisi akan mendapatkan sanksi dikucilkan oleh kelompok sosialnya. dan bukan norma menurut dirinya sendiri. 4. maka tindakan tegas sering dilakukan oleh aparat untuk menegakkan aturan tersebut.kasus pelanggaran hukum pemerintah pernah membuat kebijakan untuk menayangkan wajah koruptor dan pelaku tindak kejahatan lainnya di televisi. 1.

2. Secara normal. sehingga menghambat aktivitas sosialnya. .yang baru. 6. mengapa ia dijauhi oleh kelompok asalnya dan dicurigai hanya akan mencari keuntungan sendiri. diharapkan masyarakat segan dan tidak mau melakukan berbagai perbuatan yang menyimpang. Pada tahap ini. karena hal tersebut dapat merusak citra atau nama baiknya. Orang yang pernah menjalani hukuman. Tahap Sosialisasi atau Pengenalan Tahap sosialisasi atau pengenalan merupakan tahap awal proses pengendalian sosial. masyarakat dikenalkan pada bentuk-bentuk penyimpangan sosial beserta sanksi-sanksinya. Demikian halnya bagi masyarakat modern. tidak ada satu pun orang yang ingin dicap sebagai noda bagi kelompok sosial mana pun. tahap sosialisasi bersifat preventif yang bertujuan mencegah perilaku penyimpangan sosial. sehingga kelompok barunya tersebut belum bisa langsung menerima secara penuh. Dengan adanya sanksi yang menekan tersebut. Tahap Penekanan Sosial Tahap penekanan sosial dilakukan untuk mendukung terciptanya kondisi sosial yang stabil. Pada tahap ini telah disertai dengan pelaksanaan sanksi atau hukuman kepada para pelaku tindakan penyimpangan. pelanggaran aturan akan dikenai sanksi hukum. Di dalam hal ini. apa pun penyebabnya akan menjadi sebuah noda. itu pun pasti akan mengundang pertanyaan. Menciptakan sistem hukum Pengendalian sosial merupakan bentuk aturan yang merupakan bagian dari sistem hukum. Ciri khas produk hukum adalah adanya aturan yang dilengkapi dengan sanksi tegas. [7] 1. 5. Pengenalan tersebut dimaksudkan agar masyarakat menyadari efek dan sanksi yang akan diterimanya bila mereka melakukan suatu tindakan penyimpangan sosial. Tahapan Pengendalian Sosial Sebagai suatu proses. pengendalian sosial yang berlaku dimasyarakat dapat dibedakan menjadi berikut ini. Pelaku penyimpangan sosial selain melanggar norma juga dikategorikan melanggar hukum.

ancaman. sebaiknya para penderita HIV/AIDS diterima secara baik di . 7. terlihat adanya pihak pelaku pengendalian sosial dan pihak yang dikendalikan. Misalnya seorang ibu menegur anaknya yang pulang terlambat dari jam biasanya. Meski demikian bukan berarti di era modern ini pengucilan tidak terjadi. Fraundulens Frauddalens adalah meminta bantuan kepada pihak lain yang dianggap dapat mengatasi masalah. Tahap ini dilakukan jika tahap-tahap yang lain tidak mampu mengarahkan tingkah laku manusia sesuai dengan norma atau nilai yang berlaku. Intimidasi Intimidasi adalah bentuk pengendalian dengan disertai tekanan. Misalnya anggota Kepolisian Sektor Pasanggrahan Jakarta Selatan mengawasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Pasanggrahan. Khususnya bagi penderita HIV/AIDS meski tidak secara terang-terangan sebagian besar masyarakat cenderung menghindari mereka dengan alasan takut tertular. Teguran Teguran dilakukan dari orang yang dianggap lebih berwibawa kepada pelaku penyimpangan yang sifatnya ringan. 4. Tahap Pendekatan Kekuasaan/Kekuatan Pada tahap ini. Bentuk-Bentuk Pengendalian Sosial Pengendalian sosial yang ada di masyarakat antara lain berupa: 1.3. Oleh karena itu. 2. dan menakut-nakuti. Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap penularan virus HIV/AIDS membuat masyarakat menjaga jarak dengan para penderita. Ostrasisme atau pengucilan Tindakan pengucilan bagi pelaku penyimpangan sosial seringkali dilakukan pada masyarakat tradisional yang masih memegang teguh tradisi. Apalagi pandangan umum sering mengaitkan penderita HIV/AIDS sebagai pelaku seks bebas dan pemakai narkoba. 3. Para penderita HIV/AIDS juga manusia yang memiliki hak yang sama dengan manusia manusia lainnya.

yaitu sebagai berikut: Tindakan preventif. sehingga hukuman/sanksi yang dijatuhkan benar-benar memenuhi asas keadilan dan kepatutan. dan lain-lain. Kekerasan fisik Pengendalian sosial secara fisik merupakan bentuk pengendalian dengan memberikan tekanan dan kekerasan fisik terhadap pihak lain. Pengendalian yang bersifat preventif . Berdasarkan aspek-aspek tertentu. pengendalian sosial dapat dibedakan. pengendalian sosial dapat dibedakan menjadi tiga. Gosip atau desas-desus Di kalangan masyarakat.tengah-tengah masyarakat dan sebisa mungkin kita memberikan motivasi bagi mereka agar bersemangat untuk terus menjalani hidunya. merusak.desus merupakan bentuk pengendalian sosial yang cukup efektif. 7. jika ada perilaku yang aneh sedikit saja. 5. Pemberian hukuman/sanksi dilakukan melalui proses peradilan yang didukung berbagai saksi serta pembelaan. akan mengundang perbincangan umum. 6. menjadi berikut ini: Berdasarkan Waktu Pelaksanaannya Berdasarkan waktu pelaksanaannya. Macam-Macam Pengendalian Sosial Pengendalian sosial adalah suatu bentuk aktivitas masyarakat yang disampaikan kepada pihak-pihak tertentu dalam masyarakat karena adanya penyimpangan-penyimpangan sosial. yaitu tindakan yang dilakukan oleh pihak berwajib sebelum penyimpangan sosial terjadi agar suatu tindak pelanggaran dapat diredam atau dicegah. Hukuman/sanksi Hal yang lazim dilakukan untuk mengatasi penyimpangan sosial adalah pengenaan hukuman atau sanksi. Apalagi hidup di kalangan masyarakat yang masih memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sosialnya. menendang. 8. Hal ini dilakukan agar kestabilan dalam masyarakat kembali dapat tercapai. seperti pemukulan. Banyak orang yang mengurungkan niatnya untuk melakukan sesuatu karena takut digosipkan. gossip atau desas.

Pengendalian sosial jenis ini dapat dilakukan melalui aksi-aksi demonstrasi atau unjuk rasa. c. sehingga akan terbentuk sikap seperti apa yang diharapkan. Tindakan ini ditujukan untuk memberikan penyadaran kepada para pelaku penyimpangan agar dapat menyadari kesalahannya dan mau serta mampu memperbaiki kehidupannya. tindakan ini diambil setelah terjadinya tindak penyimpangan sosial. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh penguasa atau pemerintah sebagai pemegang kekuasaan (the rulling class) untuk menjalankan roda pemerintahannya melalui strategistrategi politik. Pengendalian sosial secara pervasi dilakukan dengan menyampaikan norma/nilai secara berulang-ulang dan terus menerus dengan harapan norma/nilai tersebut melekat dalam jiwa seseorang. Hal ini dilakukan karena dirasa adanya penyimpanganpenyimpangan tertentu yang dilakukan oleh kalangan penguasa. Pengendalian sosial secara kompulsi dilakukan dengan menciptakan suatu situasi yang dapat mengubah sikap atau perilaku yang negatif. maka setiap menemui siswa yang tidak berdasi ditegur dan dijelaskan pentingnya berdasi. Pengendalian eksternal. .umumnya dilakukan dengan cara melalui bimbingan. d. Tindakan coersif. yaitu tindakan pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara pemaksaan. Contohnya penertiban PKL secara paksa yang dilakukan oleh petugas Satpol PP. Berdasarkan Cara atau Perlakuan Pengendalian Sosial Tindakan persuasif. Dalam hal ini. Misalnya jika ada siswa yang enggan memakai dasi. Tindakan kompulsi (compultion). sehingga di kemudian hari tidak lagi mengulangi kesalahannya. Contohnya guru memberi hukuman kepada siswa yang terlambat dan tidak tertib di sekolah. Contohnya memasukkan para pencandu narkoba ke tempat rehabilitasi untuk mendapatkan pembinaan agar para pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya kembali Berdasarkan Sifatnya Pengendalian internal. Contohnya kegiatan penyuluhan yang dilakukan oleh dinas-dinas terkait tentang bahaya yang ditimbulkan sebagai akibat dari pemakaian narkoba. yaitu suatu tindakan aktif yang dilakukan pihak berwajib pada saat penyimpangan sosial terjadi agar penyimpangan yang sedang terjadi dapat dihentikan. melalui pengawasan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Hukuman ini dimaksudkan agar tindakan penyimpangan siswa tidak berulang lagi. yaitu pengendalian sosial cara persuasif lebih menekankan pada usaha untuk mengajak atau membimbing berupa anjuran agar berperilaku sesuai norma yang ada. bentuk pemaksaan diwujudkan dengan pemberian sanksi atau hukuman terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran sesuai dengan kadar penyimpangannya. Tindakan kuratif. Tindakan represif. Strategi-strategi politik tersebut dapat berupa aturan perundang-undangan ataupun program-program sosial lainnya. Cara pervasi (pervatio)n. pengendalian sosial jenis ini dilakukan oleh rakyat kepada para penguasa. atau pun melalui wakil-wakil rakyat di DPRD. pengarahan dan ajakan.

satpol PP. baik dalam hal pakaian. seperti kepolisian. Pola perilaku lembaga tersebut tidak hanya mengawasi para anggota lembaga itu saja. Pengendalian institusional. Pengendalian resmi. Pengendalian tidak resmi dilakukan oleh tokoh masyarakat. Tujuan kreatif atau konstruktif Suatu bentuk pengendalian sosial dikategorikan bertujuan kreatif atau konstruktif apabila pengendalian sosial tersebut diarahkan pada perubahan sosial yang dianggap bermanfaat. Tujuan regulatif . tokoh adat. Pengaruh ini dapat bersifat baik atau pun buruk. Dalam hal ini. dan sebagainya. kejaksaan. Meskipun demikian. akan tetapi bagi individu yang berhasil mengikuti aturan tersebut memiliki bekal pengetahuan untuk dapat memperoleh peluang bekerja yang lebih baik bila dibanding dengan orang yang tidak memiliki pendidikan sama sekali. yaitu pengaruh yang datang dari orang atau tokoh tertentu (panutan). pengawasan dan pengaruh dari pondok pesantren tersebut tidak hanya terbatas pada para santrinya saja. akan tetapi juga mengawasi dan berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di sekitar lembaga tersebut berada. pola tidur. misalnya dikucilkan atau bahkan diusir dari lingkungannya. Hal ini dikarenakan sanksi yang diberikan kepada pelaku penyimpangan berupa sanksi moral dari masyarakat lain. Berdasarkan Tujuan Pengendalian Sosial a. tutur sapa. maka bukan saja pemerintah yang beruntung karena memiliki sumber daya manusia yang berpendidikan minimal setingkat SMP. Misalnya kehidupan para santri di pondok pesantren akan mengikuti aturan. ataupun kehakiman untuk mengawasi ketaatan warga masyarakat terhadap hukum yang telah ditetapkan. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan tanpa rumusan aturan yang jelas atau tanpa sanksi hukum yang tegas. ataupun tokoh agama yang memiliki kharisma dan dipandang sebagai panutan masyarakat. Pengendalian resmi dilakukan oleh aparat negara. pengendalian tidak resmi juga memiliki efektivitas dalam mengawasi atau mengendalikan perilaku masyarakat. namun juga kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren. pola pikir. Karena jika setiap penduduk menaati aturan tersebut. Pengendalian tidak resmi. Penerapan wajib belajar 9 tahun yang dicanangkan pemerintah merupakan salah satu contoh bentuk pengendalian sosial yang bertujuan kreatif atau konstruktif. b. yaitu pengendalian atau pengawasan sosial yang dilakukan oleh lembaga resmi negara sesuai peraturan perundangundangan yang berlaku dengan sanksi yang jelas dan mengikat.Berdasarkan Pelaku Pengendalian Sosial Pengendalian pribadi. yaitu pengaruh yang ditimbulkan dari adanya suatu institusi atau lembaga. sikap.

yakni memanfaatkan waktu luang sebelum tidur untuk belajar. Penerapan tata tertib di sekolah merupakan salah satu contoh pengendalian sosial yang bertujuan eksploratif. mencopet. dan perilaku menyimpang lainnya. c. Keluarga Lembaga keluarga merupakan bentuk basic institutions. Anak yang hidup pada latar belakang keluarga harmonis tentu mempunyai perilaku yang berbeda dengan anak yang hidup dalam latar belakang keluarga tidak harmonis. Hal ini tidak akan terjadi jika keluarga secara terus-menerus menanamkan nilai dan norma pada anak. Peran lembaga sosial sendiri adalah berusaha menegakkan dan menjalankan nilai dan norma sosial agar tercipta suatu kondisi kehidupan masyarakat yang aman.Pengendalian sosial dikategorikan bertujuan regulatif. dan tertib sesuai dengan peraturan atau ketetapan yang berlaku. apabila pengendalian sosial tersebut dilandaskan pada kebiasaan atau adat istiadat. 1. Di dalam keluarga inilah nilai dan norma mulai ditanamkan. Tujuan eksploratif Pengendalian sosial dikategorikan bertujuan eksploratif. Jenis-Jenis Lembaga Pengendalian Sosial Keberhasilan suatu upaya pengendalian sosial tidak terlepas dari peran lembaga pengendalian sosial di masyarakat. dan baik atau tidaknya perilaku anak di luar rumah tergantung pada bagaimana pendidikan orang tua di dalam keluarga.00 bagi setiap penduduk. Hal tersebut bertujuan mengarahkan agar warga memiliki kebiasaan yang baik. Misalnya pemerintah kabupaten mencanangkan wajib jam belajar dari jam 18. 9. Berikut adalah lembaga sosial yang berperan besar dalam upaya menciptakan ketertiban dan pengendalian sosial. selaras. mabukmabukan. karena tata tertib disusun dengan tujuan meningkatkan motivasi siswa dalam mempersiapkan diri sebagai generasi muda yang berkualitas dilandasi pada penguasan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) dan imtak (keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa). Banyak anak-anak sekolah sudah berani merokok. keluarga memiliki peran besar dalam membentuk karakter seseorang kaitannya dengan perilaku sosial yang dilakukannya dalam masyarakat. apabila pengendalian sosial tersebut dimotivasikan oleh kepentingan diri. narkoba. keluarga dianggap sebagai lembaga awal yang terpenting dari proses sosialisasi. mencuri.[8] 2.00 sampai jam 21. Oleh karena itu. Agama . baik secara langsung maupun tidak. tawuran.

seseorang diharapkan dapat menguasai berbagai jenis ilmu pengetahuan sehingga mampu berkompetisi dalam kehidupan. dan makmur. dapatlah disimpulkan bahwa pranata ekonomi sangat berperan dalam mengatur kegiatan ekonomi. seperti produksi. dalam arti kehidupan berbangsa dan bernegara. bagaimana suatu industri mengeksploitasi sumberdaya secara besarbesaran. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa fungsi pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. antara manusia dengan alam. Pranata ekonomi memberikan aturan dan batasan-batasan yang telah disepakati bersama sebagai suatu hukum atau aturan ekonomi yang harus dipatuhi. 5. Tanpa pranata ekonomi. distribusi. dan menjadi warga negara yang demokratis. atau barang-barang berharga lainnya. mandiri. sehat. Dengan bekal pendidikan ilmu pengetahuan. sehingga dengan memahami dan menerapkan konsep tersebut diharapkan ketenteraman dan kedamaian batin dapat dikembangkan. waktu. cakap. berakhlak mulia. atau bagaimana jika seseorang menentukan nilai suatu barang sekehendak hatinya. . pranata ekonomi memberikan aturan-aturan khusus dalam upaya pengendalian sosial agar tercapai suatu keseimbangan dan terwujudnya suatu keadilan sosial. 3. Secara implisit tujuan pengendalian sosial melalui lembaga pendidikan dapat kita lihat pada fungsi dan tujuan pendidikan nasional. kreatif. tenaga. Dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan Pranata pendidikan memiliki aturan dan disiplin baku yang bertujuan untuk mempersiapkan anak didiknya melalui pengajaran dan pendidikan ilmu pengetahuan. mampu berpikir secara ilmiah dan logis tentang segala sesuatu sehingga mampu memilah hal-hal yang baik dan buruk. berdosa atau tidak berdosa. Ekonomi Sebagai suatu tata tindakan dalam memanfaatkan uang. bisa kalian bayangkan sendiri. adil. berilmu. yang pada akhirnya dapat berimbas pada kerukunan hidup antarmanusia sebagai anggota masyarakat. Pranata agama memberi batasan tentang segala sesuatu itu boleh atau tidak boleh. agama merupakan benteng individu dalam menghadapi tantangan dunia yang kian kompleks dari waktu ke waktu. halal atau tidak halal. dan antara manusia dengan Tuhannya. Peran utama pranata politik adalah mengupayakan kehidupan masyarakat yang merdeka. Berdasarkan UU No. Berdasarkan uraian tersebut. tertib dan dapat memberi hasil yang maksimal dengan meminimalisasi dampak negatif yang ditimbulkan. 4.Pranata agama merupakan bentuk general institutions yang mengatur hubungan antarmanusia. dan konsumsi agar dapat berjalan dengan lancar. bagaimana seorang majikan memperlakukan buruhnya secara semena-mena. serta bertanggung jawab. Politik Pranata politik mengatur kehidupan berpolitik.

norma-norma. Adat istiadat sebenarnya merupakan hukum yang mengendalikan perilaku masyarakat setempat agar tidak menyimpang. . Berikut merupakan lembaga politik pemerintah penegak hukum yang juga berfungsi dalam pengendalian sosial: Kepolisian Polisi itu aparat resmi pemerintah. Hakim bertugas menetapkan dan menjatuhkan putusan berdasarkan data yang terungkap di pengadilan. Upacara. politik memiliki serangkaian aturan dan alat yang digunakan untuk menegakkan kedaulatan rakyat dan kedaulatan pemerintah melalui hukum-hukum yang telah ditetapkan. jaksa. dan pengacara. Pengadilan Ini juga aparat pemerintah. Maka istilah adat istiadat sama artinya dengan sistem nilai budaya. serta mengatur hubungan negara dengan negara lain dalam pergaulan internasional.menjaga kehormatan hak-hak dan kewajiban warga negara. Tradisi. kaidah-kaidah sosial yang dipahami. Pelanggaran terhadap hukum-hukum tersebut dapat menyebabkan seseorang menerima sanksi. Pengacara atau pembela bertugas mendampingi pelaku untuk memberikan pembelaan. diakui. pemerkosa. Misalnya pencuri. polisi. dan sebagainya. dijalankan dan dipelihara secara terus menerus. Unsur-unsur yang termasuk aparat pengadilan antara lain. Pihak pengadilan bertugas mengadili orang yang dituduh atau dicurigai melakukan kejahatan atau pelanggaran hukum. merupakan adat istiadat yang dipakai dalam merayakan hal-hal yang resmi. perampok. panitera. Polisi berwenang untuk menangkap dan menahan setiap anggota masyarakat yang dituduh atau dicurigai melakukan kejahatan atau meresahkan masyarakat.[9] Kejaksaan Kejaksaan adalah lembaga penegak hukum yang diserahi tugas dan wewenang untuk melakukan penuntutan umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Dalam pelaksanaannya. Adat sebagai alat pengendalian sosial memiliki tingkatan sebagai berikut. perusuh. Adat Adat istiadat berisi nilai-nilai. Jaksa bertugas menuntut plaku agar dijatuhi hukuman sesuai dengan peraturan yang berlaku. hakim. merupakan adat yang melembaga dan sudah berjalan lama secara turun temurun. Tugasnya antara lain memelihara ketertiban masyarakat. pembunuh.

adalah tata cara dalam masyarakat dan merupakan bentuk sopan santun dalam upaya memelihara hubungan baik antara sesama manusia. 7. Mode. Tokoh masyarakat Tokoh masyarakat adalah warga masyarakat yang memiliki kemampuan. merupakan adat kebiasaan yang dijalankan dalam masyarakat sehari-hari karena dianggap baik dan menyenangkan. . pengetahuan. merupakan adat yang lazim berisi kebiasaaan-kebiasaan dan bersifat hanya sementara. Folkways.Etiket. perilaku. usia atau pun kedudukan yang oleh anggota masyarakat lainnya dianggap sebagai tokoh atau pemimpin masyarakat. Jika terjadi penyimpangan atau perselisihan antarwarga dapat diselesaikan oleh tokoh masyarakat tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful