KONVENSI NASKAH

Dalam pembuatan naskah yang baik tergantung dari kerangka karangan yang telah digarap sebelumnya, beserta perincian-perinciannya yang telah dilakukan kemudian. Perincian dari kerangka karangan akan menghasilkan suatu bab-bab dan sub-sub bab. Dari bab-bab dan sub-sub bab ini akan menghasilkan pokok-pokok pikiran atau gagasan utama dalam sebuah paragraf atau alinea. Dalam pembuatan naskah yang baik juga kita harus memperhatikan struktur kalimat dan pilihan kata (diksi) yang dibuat sedemikian rupa, sehingga apa yang kita tulis itu jelas, teratur dan menarik. Namun, ada hal yang lebih penting dari semua hal yang telah diuraikan di atas. Sebuah karangan juga menuntut suatu persyaratan lain yaitu persyaratan formal; bagaimana supaya bentuk atau wajah dari karangan itu, sehingga kelihatan tampak lebih indah dan menarik. Persyaratan formal ini meliputi bagian-bagian pelengkap dan kebiasaankebiasaan yang harus diikuti dalam dunia kepenulisan. Semua persyaratan ini secara umum disebut dengan konvensi naskah. Konvensi naskah adalah penulisan sebuah naskah berdasarkan ketentuan, aturan yang sudah lazim, dan sudah disepakati.[1] Dari segi persyaratan formal ini, dapat dibedakan lagi karya yang dilakukan secara formal, semi-formal, dan non-formal.[2] Yang dimaksud dengan formal adalah bahwa suatu karya memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut oleh konvensi. Sebaliknya, semiformal yaitu bila sebuah karangan tidak memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut konvensi. Sedangkan non-formal yaitu bila bentuk sebuah karangan tidak memenuhi syaratsyarat formalnya.

SYARAT FORMAL PENULISAN SEBUAH NASKAH
Dalam menyusun sebuah karangan perlu adanya pengorganisasian karangan. Pengorganisasian karangan adalah penyusunan seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal kebahasaan yang baik, benar, cermat, logis: penguasaan, wawasan keilmuan bidang kajian yang ditulis secara memadai; dan format pengetikan yang sistematis. Persyaratan formal (bentuk lahiriah) yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga bagian utama, yaitu: Bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, dan bagian pelengkap penutup. Unsur-unsur dalam Penulisan Sebuah Karangan: A. Bagian Pelengkap Pendahuluan a. Judul Pendahuluan (Judul Sampul) b. Halaman Judul c. Halaman Persembahan (kalau ada) d. Halaman Pengesahan (kalau ada) e. Kata Pengantar f. Daftar Isi g. Daftar Gambar (kalau ada) h. Daftar Tabel (kalau ada) Bagian Isi Karangan a. Pendahuluan b. Tubuh Karangan

B.

c. Indeks d. Namun. • Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri (untuk karangan formal). • Halaman judul: nama karangan. penulis. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik. Lampiran (Apendix) c. penjelasan adanya tugas. halaman judul mencantumkan nama karangan. variasi-variasi lain memang kerap sekali dijumpai. a. misalnya: UPAYA MENGATASI KEMISKINAN PADA MASYARAKAT PEMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN JATINEGARA JAKARTA TIMUR Penjelasan tentang tugas disusun dalam bentuk kalimat. dan tahun penulisan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan makalah atau skripsi pada halaman judul:  Judul diketik dengan huruf kapital. • Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya. kelengkapan identitas pengarang (nomor induk/registrasi. nomor absen). Biasanya letaknya di tengah halaman agak ke atas. fakultas. kelas. Bagian Pelengkap Penutup a. Judul karangan atau judul buku ditulis dengan huruf kapital. dan tahun penulisan (dalam pembuatan makalah atau skripsi). nama unit studi (unit kerja). Daftar Pustaka (Bibliografi) b. dan penerbit. atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal). nama unit studi. Riwayat Hidup Penulis A. • Sampul: nama karangan. nama lembaga. nama pengarang (penyusun). penyusunan judul perlu memperhatikan unsurunsur sebagai berikut: • Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan. unversitas). nama lembaga (jurusan. nama kota. penjelasan adanya tugas. Dalam pembuatan sebuah makalah atau skripsi. misalnya: Makalah ini Disusun untuk Melengkapi Ujian Akhir Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Ganjil 2009 Atau Skripsi ini Diajukan untuk Melengkapi Ujian Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma . kelengkapan identitas pengarang. nama kota. Halaman judul pendahuluan tidak mengandung apa-apa kecuali mencantumkan judul karangan atau judul buku. Kesimpulan C. Judul Pendahuluan (Judul Sampul) dan Halaman Judul Judul pendahuluan adalah nama karangan. penulis. Untuk memberikan daya tarik pembaca. Bagian Pelengkap Pendahuluan Bagian pelengkap pendahuluan atau disebut juga halaman-halaman pendahuluan sama sekali tidak menyangkut isi karangan.

[3] Bila penulis menganggap perlu memasukkan persembahan ini. Data institusi mahasiswa mencantumkan program studi. atau juga menyatu dengan halaman judul buku. jurusan. dan ketua jurusan telah memenuhi persyaratan administratif sebagai karya ilmiah. Muslim Djawahir. dan tahun ditulis dengan huruf kapital. Ø Tidak estetik. dan disertasi.” Ø Kata “NIM/NRP. nama kota. dan karangan lainnya (baik non-fiksi maupun fiksi) tidak mengharuskan adanya halaman pengesahan. c. maka hal itu semata-mata dibuat atas pertimbangan penulis. Halaman Pengesahan Halaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditanda-tangani oleh pembimbing. pembaca/penguji. b. Halaman Persembahan Bagian ini tidak terlalu penting. unversitas. sedangkan makalah ilmiah. atau berhadapan dengan halaman belakang cover buku. alm. Amin. makalah ilmiah tidak diharuskan menggunakan logo. Bila penulis ingin memasukan bagian ini. fakultas. misalnya: ANASTASIA INDRIANI 10709234   Logo universitas untuk makalah. dan disertasi. tesis. Ø Variasi huruf jenis huruf. Muyasaratun Sa’idah binti KH. misalnya: JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA 2008 Hal-hal yang harus dihindarkan dalam halaman judul karangan formal: Ø Komposisi tidak menarik. Nama penulis ditulis dengan huruf kapital. atau garis yang tidak berfungsi. misalnya: Kutulis novel ini dengan cahaya cinta untuk mahar menyunting belahan jiwa. skripsi. Ø Hiasan gambar tidak relevan. Halaman pengesahan biasanya digunakan untuk penulisan skripsi. Ø Ungkapan emosional. Ø Kata “ditulis (disusun) oleh. . Ø Menuliskan kata-kata atau kalimat yang tidak berfungsi. Persembahan ini jarang melebihi satu halaman. Penyusunan pengesahan ditulis dengan memperhatikan persyaratan formal urutan dan tata letak unsur-unsur yang harus tertulis di dalamnya. tesis. maka persembahan ini ditempatkan berhadapan dengan halaman belakang judul buku. di bawah nama dituliskan Nomor Induk Mahasiswa (NIM).” Ø Hiasan. Ø Kata-kata yang berisi slogan. tanda-tanda. Rabbana hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa Qurrata a’yuni waj’alnaa lil muttaqiina imaama. dan biasanya terdiri dari beberapa kata saja.

Sifatnya formal dan ilmiah.  Menunjukkan sikap kurang percaya diri. tahun. Skripsi diajukan kepada sidang penguji akademis setelah disetujui oleh pembimbing dan pembaca/penguji.  Kesalahan bahasa: ejaan. dan benar. Ø Tulisan melampaui garis tepi. tesis. disertasi. atau organisasi/lembaga yang membantu.Judul skripsi seluruhnya ditulis dengan huruf kapital pada posisi tengah antara margin kiri dan kanan. Di dalamnya disajikan informasi sebagai berikut:  Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. atau laporan formal ilmiah).  Ucapan terima kasih kepada seseorang. atau laporan formal ilmiah). sekolompok orang.  Kata pengantar terlalu panjang.  Menulis kata pengantar semacam sambutan. Penulis skripsi dinyatakan lulus jika skripsinya telah diuji di hadapan sidang terbuka/tertutup dan telah ditandatangani oleh semua nama yang tercantum dalam halaman pengesahan. bimbingan. Kata pengantar adalah bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa menulis sebuah karangan. Nama lengkap termasuk gelar akademis pembimbing materi/teknis. atau hal-hal lain yang tertulis dalam pendahuluan.  Manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran. dan tanda baca tidak efektif. Nama kota dan tanggal pengesahan ditulis di atas kata ketua jurusan. d. Sebaliknya. Hal-hal yang harus dihindarkan:  Menguraikan isi karangan. atau laporan formal ilmiah harus menggunakan kata pengantar. Kata Pengantar Kata pengantar fungsinya sama dengan sebuah surat pengantar.  Menyalahi kaidah bahasa. dan kesimpulan. Oleh karena itu. Isi kata pengantar tidak menyajikan isi karangan. baik. tanggal. dan nama lengkap penulis. Ø Tidak mencantumkan gelar akademis. dan arahan dari seseorang. tubuh karangan.  Kurang meyakinkan. tanpa dibubuhi tanda-tangan. Hal-hal yang harus dihindarkan: Ø Menggaris-bawahi nama dan kata-kata lainnya. apa yang sudah tertulis dalam kata pengantar tidak ditulis ulang dalam isi karangan. disertasi. . makalah. kalimat.  Penyebutan nama kota. paragraf.  Penjelasan adanya bantuan. Ø Menggunakan huruf yang tidak standar. seperti: buku.  Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah (untuk skripsi. tesis. bulan.  Harapan penulis atas karangan tersebut. disertasi. Setiap karangan ilmiah.  Mengungkapkan perasaan berlebihan. skripsi. diksi.  Penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah (untuk skripsi. Ø Menulis nama tidak lengkap. atau organisasi/lembaga. tesis. Ø Menggunakan titik atau koma pada akhir nama. sekolompok orang. pembaca/penguji. dan ketua program jurusan ditulis secara benar dan disusun secara simetri kiri-kanan dan atas-bawah. Kata pengantar merupakan bagian dari keseluruhan karya ilmiah. kata pengantar harus ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baku.

Daftar tabel ini menginformasikan: nama tabel dan nomor halaman. dideskripsi. pembatasan masalah. dianalisis-sintesis. dan menunjukkan dasar yang sebenarnya dari uraian itu. penulis perlu memperhatikan pokok-pokok yang harus tertuang dalam masing-masing unsur pendahuluan sebagai berikut: 1) Latar belakang masalah. atau secara singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri. gunakan kata tanya yang menuntut adanya analisis. Konsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan. a.. Daftar Tabel Bila dalam buku itu terdapat tabel-tabel. sebab-akibat.. Daftar Gambar Bila dalam buku itu terdapat gambar-gambar. landasan teori. sub-bab. Daftar isi disusun secara konsisten baik penomoran. Untuk menulis pendahuluan yang baik. • Pengetahuan tentang studi kepustakaan. g. Untuk itu. memusatkan perhatian pembaca terhadap masalah yang dibicarakan. misalnya: memberikan masukan bagi kebijakan pimpinan dalam membuat keputusan. dan nomor halaman. jurnal. maka setiap tabel yang tertulis dalam karangan harus tercantum dalam daftar tabel. atau induktif. maka setiap gambar yang tercantum dalam karangan harus tertulis didalam daftar gambar.. Bagian Isi Karangan Bagian isi karangan sebenarnya merupakan inti dari karangan atau buku.. tujuan pembahasan. Daftar gambar menginformasikan: judul gambar. Pendahuluan Pendahuluan adalah bab I karangan. memberikan acuan bagi pengembangan sistem kerja yang akan datang.. atau diuraikan dalam bab kedua sampai bab terakhir. dan metode pembahasan. • Kegunaan praktis hasil analisis. B. gunakan informasi mutakhir dari bukubuku ilmiah. mengapa. arah penalaran harus jelas. menyajikan: Penalaran (alasan) yang menimbulkan masalah atau pertanyaan yang akan diuraikan jawabannya dalam bab pertengahan antara pendahuluan dan kesimpulan dan dijawab atau ditegaskan dalam kesimpulan. Pendahuluan terdiri dari latar belakang. Daftar Isi Daftar isi adalah bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan ilmiah secara lengkap dan menyeluruh. Kesuluruhan isi pendahuluan mengantarkan pembaca kepada materi yang akan dibahas.. • Pengungkapan masalah utama secara jelas dalam bentuk pertanyaan.. misalnya: bagaimana.. Daftar isi berfungsi untuk merujuk nomor halaman judul bab. dari judul sampai dengan riwayat hidup penulis sebagaimana lazimnya sebuah konvensi naskah karangan. Penulis hendaklah mengupayakan penggunaan buku-buku terbaru. dan unsur.e. atau internet yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. masalah. Tujuan utama pendahuluan adalah menarik perhatian pembaca. • . penulisan. misalnya deduktif.unsur pelengkap dari sebuah buku yang bersangkutan. f. maupun tata letak judul bab dan judul sub-sub bab.

atau kode (kalau ada). membuktikan bahwa budaya tradisi dapat dilestarikan dengan kreativitas baru. atau opini yang digunakan sebagai landasan pemikiran kerangka kerja penelitian dan penulisan sampai dengan kesimpulan atau rekomendasi. tujuan juga dirinci menjadi dua. • • • • Ruang lingkup masalah berisi: Pembatasan masalah yang akan dibahas. proses. • 7) . misalnya: metode kuantitatif. hasil analisis data. 5) 6) Metode dan teknik penulisan berisi: Penjelasan metode yang digunakan dalam pembahasan. • Teknik penulisan menyajikan cara pengumpulan data seperti wawancara. analisis data. dan kesimpulan. • Penjelasan lambang-lambang. • Sistematika penulisan berisi: Gambaran singkat penyajian isi pendahuluan. Kriteria penentuan mutu data. • Upaya pokok yang harus dilakukan. Pendefinisian merupakan suatu usaha yang sengaja dilakukan untuk mengungkapkan suatu benda. misalnya: mendeskripsikan hubungan X terhadap Y. Kesesuaian data dengan sifat dan tujuan pembahasan. dan kesimpulan. dan sebagainya dengan kata-kata. metode komparatif. peristiwa. atau alasan menggunakan teori tersebut. misalnya: mendeskripsikan data primer tentang kualitas budaya tradisi penduduk asli Jakarta. Definisi atau batasan pengertian istilah yang tertuang dalam setiap variabel. pendapat ahli dan pendapat umum. aktivitas. Rumusan detail masalah yang akan dibahas.[4] 3) 4) Landasan teori menyajikan: Deskripsi atau kajian teoritik variabel X tentang prinsip-prinsip teori. observasi. konsep. simbol-simbol. atau metode eksperimental. atau upaya yang hendak dicapai.• 2) Tidak menggunakan kata apa karena tidak menuntut adanya analisis. sasaran. hukum. • • • • • • Sumber data penulisan berisi: Sumber data sekunder dan data primer. cukup dijawab dengan ya atau tidak. • Tujuan utama dapat dirinci menjadi beberapa tujuan sesuai dengan masalah yang akan dibahas. metode eksploratif. Tujuan penulisan berisi: Target. pembahasan utama. Kriteria penentuan jumlah data. menguraikan pengaruh X terhadap Y. penalaran. Jika masalah utama dirinci menjadi dua. Kriteria penentuan sample. metode korelasi. dalil. metode deskripsi. dan kuisioner. • Penjelasan hubungan teori dengan kerangka berpikir dalam mengembangkan konsep penulisan. membuktikan bahwa pembangunan lingkungan pemukiman kumuh yang tidak layak huni memerlukan bantuan pemerintah.

kronologis. dan foto-foto. koherensi (dengan repetisi. kata ganti. kata konotatif atau kata kias sangat diperlukan) Kejelasan makna kalimat tidak bermakna ganda. 2) • Kejelasan uraian/deskripsi: Kejelasan konsep: Konsep adalah keseluruhan pikiran yang terorganisasi secara utuh. Kejelasan makna paragraf dengan memperhatikan syarat-syarat paragraf: kesatuan pikiran. menggunakan koordinatif dan subordinatif secara benar. kepaduan. bagan. dan lain-lain. contoh-contoh. Atasi subjektivitas ini dengan menggunakan: penelitian membuktikan bahwa…. dan menggunakan pikiran utama. tabel. catatan pustaka. menginterpretasikan (manafsirkan) dan menyintesiskan dalam suatu penegasan atau kesimpulan. serta menunjukkan adanya penalaran yang logis (induktif. dari sub-bab ke detail yang lebih rinci sampai dengan uraian perlu memperhatikan kepaduan dan koherensial. baik pembahasan yang berupa data sekunder (kajian teoretik) maupun data primer. penggunaan huruf.  Kesalahan: pembuktian pendapat tidak mencukupi. menggunakan kalimat efektif. dan catatan kaki. Untuk menunjang kejelasan ini perlu didukung dengan gambar. Selain itu. spasial). alur pikir (dari topik sampai . • • Kejelasan penyajian dan fakta kebenaran fakta: Kejelasan penyajian fakta dapat diupayakan dengan berbagai cara. dan pembuktian lain yang dapat mendukung ketuntasan pembenaran. jarak spasi.b. kata transisi). jelas. kata lugas atau kata denotatif lebih baik daripada kata konotatif atau kata kias (terkecuali dalam pembuatan karangan fiksi. penulis perlu memperhatikan konsistensi dalam penomoran. penguraian dari bab ke sub-bab. fakta yang telah dianalisis atau diuji kebenarannya. uji laboratorium membuktikan bahwa…. Untuk mewujudkan hal itu. salah nalar. penolakan konsep tanpa alasan yang cukup. Di sinilah terletak segala masalah yang akan dibahas secara sistematis. survei membuktikan bahwa…. kejelasan urutan proses. diagram. teknik kutipan. Pembahasan data primer harus menyertakan pembuktian secara logika. grafik. kebenaran fakta sendiri harus diperhatikan kepastiannya. Untuk itu. penjelasan tidak tuntas. kausal. antara lain: penyajian dari umum ke khusus. dari yang terpenting ke kurang penting. paralelisme. menggunakan struktur kalimat yang betul. terutama dalam menganalisis. saya rasa. Namun. Tubuh Karangan Tubuh karangan atau bagian utama karangan merupakan inti karangan berisi sajian pembahasan masalah. Kesempurnaan pembahasan diukur berdasarkan kelengkapan unsur-unsur berikut ini: 1) Ketuntasan materi: Materi yang dibahas mencakup seluruh variabel yang tertulis pada kalimat tesis. Hal-hal lain yang harus dihindarkan dalam penulisan karangan (ilmiah):  Subjektivitas dengan menggunakan kata-kata: saya pikir. Kejelasan bahasa: Kejelasan dan ketetapan pilihan kata yang dapat diukur kebenarannya. dan tuntas dalam suatu kesatuan makna. menurut pengalaman saya. menggunakan ejaan yang baku. deduktif. Bagian ini menguraikan seluruh masalah yang dirumuskan pada pendahuluan secara tuntas (sempurna).

C. antara lain kesimpulan. c. pengungkapan maksud yang tidak jelas arahnya. Penulis dapat merumuskan kesimpulannya dengan dua cara:  Dalam tulisan-tulisan yang bersifat argumentatif.dengan simpulan) tidak konsisten. Daftar pustaka (Bibliografi) Setiap karangan ilmiah harus menggunakan data pustaka atau catatan kaki dan dilengkapi dengan daftar bacaan. kesimpulan harus disusun sebaik mungkin. a. cukup disarikan tujuan atau isi yang umum dari pokok-pokok yang telah diuraikan dalam tubuh karangan itu. Henry. nama lembaga itu yang dipakai untuk menggantikan nama pengarang. Pembaca yang tidak memiliki cukup waktu untuk membaca naskah seutuhnya cenderung akan membaca bagian-bagian penting saja. Unsur-unsur daftar pustaka meliputi:  Nama pengarang: penulisannya dibalik dengan menggunakan koma. atau bias. Bagian Pelengkap Penutup Bagian pelengkap penutup juga merupakan syarat-syarat formal bagi suatu karangan ilmiah. Sistem Vancover. Kesimpulan Kesimpulan atau simpulan merupakan bagian terakhir atau penutup dari isi karangan.  Judul buku: penulisannya bercetak miring. dapat dibuat ringkasan-ringkasan argumen yang penting dalam bentuk dalil-dalil (atau tesis-tesis). artikel. dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karangan.  Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel. • Jika buku itu disusun oleh lembaga. definisi variabel tidak (kurang) operasional. Daftar pustaka (bibliografi) adalah daftar yang berisi judul buku. 1990.. . dan penerbit. nama majalah. Contoh: Tarigan. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. sejalan dengan perkembangan dalam tubuh karangan itu. dan tahun terbit.  Tahun terbit. dan juga merupakan bagian terpenting sebuah karangan ilmiah. dan lain-lain) Keterangan: • Jika buku itu disusun oleh dua pengarang. meliputi tempat/kota terbit. (Banyak versi lainnya. pembuktian dengan prasangka atau berdasarkan kepentingan pribadi. • Daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan urutan huruf awal nama belakang pengarang. proposisi yang dikembangkan tidak jelas. uraian tidak sesuai dengan judul. nama editor yang dipakai dan di belakangnya diberi keterangan ed. terlalu panjang. nama pengarang kedua tidak perlu dibalik. ‘editor’ • Nama gelar pengarang lazimnya tidak dituliskan.  Data publikasi.  Untuk kesimpulan-kesimpulan biasa. nomor. Bandung: Angkasa. Oleh karena itu. Kesimpulan harus dirumuskan dengan tegas sebagai suatu pendapat pengarang atau penulis terhadap masalah yang telah diuraikan. misal: Sistem Harvard. jilid. • Jika buku itu merupakan editorial (bunga rampai).

Lampiran ini disertakan sebagai bagian dari pembuktian ilmiah. 17. dkk. 1994. d. cerita. tesis. Grasindo. Jakarta: Nusa Indah. 1994). hal. skripsi. Dalam skripsi menuntut daftar RHP lebih lengkap. disertasi perlu disertai daftar riwayat hidup. Bandung: Pustaka Setia. [1] Widjono HS. Grasindo. Indeks Indeks adalah daftar kata atau istilah yang digunakan dalam uraian dan disusun secara alfabetis (urut abjad). pendidikan.b. Bila penulis ingin memasukan suatu bahan informasi secara panjang lebar. DAFTAR PUSTAKA    Keraf. Yani. DR. maka dapat dimasukkan dalam lampiran ini. Daftar riwayat hidup meliputi: nama penulis. Daftar riwayat hidup merupakan gambaran kehidupan penulis atau pengarang. 229. [4] Dra. daftar nama. Gorys. Jakarta: PT. BAHASA INDONESIA Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. 2007). atau sesuatu informasi yang baru. Indeks berfungsi untuk memudahkan pencarian kata dan penggunaannya dalam pembahasan. Penyajian dalam bentuk lampiran agar tidak mengganggu pembahasan jika disertakan dalam uraian. Lampiran (Apendix) Lampiran (apendix) merupakan suatu bagian pelengkap yang fungsinya terkadang tumpang tindih dengan catatan kaki. [3] Contoh halaman persembahan diambil dari novel Ayat-ayat Cinta. dan lain-lain. Widjono. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia. buah karya dari Habiburrahman ElShirazy. hal. HS. 268. Yani Maryani. Gorys Keraf. BAHASA INDONESIA Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi (Jakarta: PT. Penulisan indeks disertai nomor halaman yang mencantumkan penggunaan istilah tersebut. 2005). Maryani. 2007. tempat tanggal lahir. Komposisi. KOMPOSISI (Jakarta: Nusa Indah. [2] Prof. dkk. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia (Bandung: Pustaka Setia. hal. . Lampiran ini dapat berupa esai. c. model analisis. 2005. Riwayat Hidup Penulis Buku. pengalaman berorganisasi atau pekerjaan. dan karya-karya yang telah dihasilkan oleh penulis.