KONVENSI NASKAH

Dalam pembuatan naskah yang baik tergantung dari kerangka karangan yang telah digarap sebelumnya, beserta perincian-perinciannya yang telah dilakukan kemudian. Perincian dari kerangka karangan akan menghasilkan suatu bab-bab dan sub-sub bab. Dari bab-bab dan sub-sub bab ini akan menghasilkan pokok-pokok pikiran atau gagasan utama dalam sebuah paragraf atau alinea. Dalam pembuatan naskah yang baik juga kita harus memperhatikan struktur kalimat dan pilihan kata (diksi) yang dibuat sedemikian rupa, sehingga apa yang kita tulis itu jelas, teratur dan menarik. Namun, ada hal yang lebih penting dari semua hal yang telah diuraikan di atas. Sebuah karangan juga menuntut suatu persyaratan lain yaitu persyaratan formal; bagaimana supaya bentuk atau wajah dari karangan itu, sehingga kelihatan tampak lebih indah dan menarik. Persyaratan formal ini meliputi bagian-bagian pelengkap dan kebiasaankebiasaan yang harus diikuti dalam dunia kepenulisan. Semua persyaratan ini secara umum disebut dengan konvensi naskah. Konvensi naskah adalah penulisan sebuah naskah berdasarkan ketentuan, aturan yang sudah lazim, dan sudah disepakati.[1] Dari segi persyaratan formal ini, dapat dibedakan lagi karya yang dilakukan secara formal, semi-formal, dan non-formal.[2] Yang dimaksud dengan formal adalah bahwa suatu karya memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut oleh konvensi. Sebaliknya, semiformal yaitu bila sebuah karangan tidak memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut konvensi. Sedangkan non-formal yaitu bila bentuk sebuah karangan tidak memenuhi syaratsyarat formalnya.

SYARAT FORMAL PENULISAN SEBUAH NASKAH
Dalam menyusun sebuah karangan perlu adanya pengorganisasian karangan. Pengorganisasian karangan adalah penyusunan seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal kebahasaan yang baik, benar, cermat, logis: penguasaan, wawasan keilmuan bidang kajian yang ditulis secara memadai; dan format pengetikan yang sistematis. Persyaratan formal (bentuk lahiriah) yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga bagian utama, yaitu: Bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, dan bagian pelengkap penutup. Unsur-unsur dalam Penulisan Sebuah Karangan: A. Bagian Pelengkap Pendahuluan a. Judul Pendahuluan (Judul Sampul) b. Halaman Judul c. Halaman Persembahan (kalau ada) d. Halaman Pengesahan (kalau ada) e. Kata Pengantar f. Daftar Isi g. Daftar Gambar (kalau ada) h. Daftar Tabel (kalau ada) Bagian Isi Karangan a. Pendahuluan b. Tubuh Karangan

B.

Halaman judul pendahuluan tidak mengandung apa-apa kecuali mencantumkan judul karangan atau judul buku. nama unit studi. Daftar Pustaka (Bibliografi) b. nomor absen). variasi-variasi lain memang kerap sekali dijumpai. Untuk memberikan daya tarik pembaca. penjelasan adanya tugas. Judul Pendahuluan (Judul Sampul) dan Halaman Judul Judul pendahuluan adalah nama karangan. penjelasan adanya tugas. Dalam pembuatan sebuah makalah atau skripsi. atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal). nama kota. kelengkapan identitas pengarang. dan tahun penulisan. kelengkapan identitas pengarang (nomor induk/registrasi. nama unit studi (unit kerja). Namun. nama lembaga. penyusunan judul perlu memperhatikan unsurunsur sebagai berikut: • Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan. a. kelas. penulis. • Halaman judul: nama karangan. • Sampul: nama karangan.c. Biasanya letaknya di tengah halaman agak ke atas. nama kota. penulis. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan makalah atau skripsi pada halaman judul:  Judul diketik dengan huruf kapital. dan penerbit. Bagian Pelengkap Penutup a. nama pengarang (penyusun). halaman judul mencantumkan nama karangan. • Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri (untuk karangan formal). Lampiran (Apendix) c. Kesimpulan C. misalnya: UPAYA MENGATASI KEMISKINAN PADA MASYARAKAT PEMUKIMAN KUMUH DI KELURAHAN JATINEGARA JAKARTA TIMUR Penjelasan tentang tugas disusun dalam bentuk kalimat. dan tahun penulisan (dalam pembuatan makalah atau skripsi). misalnya: Makalah ini Disusun untuk Melengkapi Ujian Akhir Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Ganjil 2009 Atau Skripsi ini Diajukan untuk Melengkapi Ujian Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma . Riwayat Hidup Penulis A. Indeks d. unversitas). fakultas. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik. • Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya. Judul karangan atau judul buku ditulis dengan huruf kapital. Bagian Pelengkap Pendahuluan Bagian pelengkap pendahuluan atau disebut juga halaman-halaman pendahuluan sama sekali tidak menyangkut isi karangan. nama lembaga (jurusan.

” Ø Kata “NIM/NRP. Muyasaratun Sa’idah binti KH. misalnya: JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS GUNADARMA JAKARTA 2008 Hal-hal yang harus dihindarkan dalam halaman judul karangan formal: Ø Komposisi tidak menarik. makalah ilmiah tidak diharuskan menggunakan logo. alm. misalnya: ANASTASIA INDRIANI 10709234   Logo universitas untuk makalah. Data institusi mahasiswa mencantumkan program studi. sedangkan makalah ilmiah. Nama penulis ditulis dengan huruf kapital. tesis. Halaman Pengesahan Halaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditanda-tangani oleh pembimbing. atau berhadapan dengan halaman belakang cover buku. skripsi. atau garis yang tidak berfungsi. Bila penulis ingin memasukan bagian ini.[3] Bila penulis menganggap perlu memasukkan persembahan ini. misalnya: Kutulis novel ini dengan cahaya cinta untuk mahar menyunting belahan jiwa. dan disertasi. dan disertasi. atau juga menyatu dengan halaman judul buku. dan ketua jurusan telah memenuhi persyaratan administratif sebagai karya ilmiah.” Ø Hiasan. maka persembahan ini ditempatkan berhadapan dengan halaman belakang judul buku. Ø Ungkapan emosional. jurusan. Muslim Djawahir. Amin. Ø Variasi huruf jenis huruf. Persembahan ini jarang melebihi satu halaman. Ø Kata “ditulis (disusun) oleh. tesis. Ø Menuliskan kata-kata atau kalimat yang tidak berfungsi. unversitas. Ø Kata-kata yang berisi slogan. dan karangan lainnya (baik non-fiksi maupun fiksi) tidak mengharuskan adanya halaman pengesahan. nama kota. tanda-tanda. Rabbana hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa Qurrata a’yuni waj’alnaa lil muttaqiina imaama. dan biasanya terdiri dari beberapa kata saja. b. Ø Hiasan gambar tidak relevan. pembaca/penguji. di bawah nama dituliskan Nomor Induk Mahasiswa (NIM). Halaman Persembahan Bagian ini tidak terlalu penting. Penyusunan pengesahan ditulis dengan memperhatikan persyaratan formal urutan dan tata letak unsur-unsur yang harus tertulis di dalamnya. dan tahun ditulis dengan huruf kapital. Ø Tidak estetik. Halaman pengesahan biasanya digunakan untuk penulisan skripsi. . fakultas. maka hal itu semata-mata dibuat atas pertimbangan penulis. c.

Sifatnya formal dan ilmiah.Judul skripsi seluruhnya ditulis dengan huruf kapital pada posisi tengah antara margin kiri dan kanan. dan nama lengkap penulis. sekolompok orang. bimbingan.  Ucapan terima kasih kepada seseorang. atau laporan formal ilmiah). . sekolompok orang. atau hal-hal lain yang tertulis dalam pendahuluan. dan arahan dari seseorang.  Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah (untuk skripsi.  Kesalahan bahasa: ejaan.  Penyebutan nama kota. Kata pengantar merupakan bagian dari keseluruhan karya ilmiah. Kata Pengantar Kata pengantar fungsinya sama dengan sebuah surat pengantar. tanggal. atau laporan formal ilmiah). Ø Tulisan melampaui garis tepi.  Manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran. Oleh karena itu.  Menyalahi kaidah bahasa. tahun. Kata pengantar adalah bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa menulis sebuah karangan. Ø Menulis nama tidak lengkap. Sebaliknya. Nama kota dan tanggal pengesahan ditulis di atas kata ketua jurusan. disertasi.  Penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah (untuk skripsi.  Mengungkapkan perasaan berlebihan. atau organisasi/lembaga yang membantu. Di dalamnya disajikan informasi sebagai berikut:  Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. atau laporan formal ilmiah harus menggunakan kata pengantar. dan benar.  Menulis kata pengantar semacam sambutan. tesis.  Menunjukkan sikap kurang percaya diri.  Harapan penulis atas karangan tersebut. Hal-hal yang harus dihindarkan: Ø Menggaris-bawahi nama dan kata-kata lainnya. d. Nama lengkap termasuk gelar akademis pembimbing materi/teknis. Skripsi diajukan kepada sidang penguji akademis setelah disetujui oleh pembimbing dan pembaca/penguji. tesis. Ø Menggunakan huruf yang tidak standar. Isi kata pengantar tidak menyajikan isi karangan. paragraf. diksi. baik. disertasi. seperti: buku. kata pengantar harus ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baku.  Kurang meyakinkan. kalimat. tubuh karangan. bulan. Penulis skripsi dinyatakan lulus jika skripsinya telah diuji di hadapan sidang terbuka/tertutup dan telah ditandatangani oleh semua nama yang tercantum dalam halaman pengesahan. atau organisasi/lembaga. skripsi.  Kata pengantar terlalu panjang. makalah. Setiap karangan ilmiah.  Penjelasan adanya bantuan. Ø Tidak mencantumkan gelar akademis. dan ketua program jurusan ditulis secara benar dan disusun secara simetri kiri-kanan dan atas-bawah. Hal-hal yang harus dihindarkan:  Menguraikan isi karangan. dan tanda baca tidak efektif. Ø Menggunakan titik atau koma pada akhir nama. tanpa dibubuhi tanda-tangan. dan kesimpulan. pembaca/penguji. apa yang sudah tertulis dalam kata pengantar tidak ditulis ulang dalam isi karangan. tesis. disertasi.

e. Bagian Isi Karangan Bagian isi karangan sebenarnya merupakan inti dari karangan atau buku. g. Daftar Tabel Bila dalam buku itu terdapat tabel-tabel. dari judul sampai dengan riwayat hidup penulis sebagaimana lazimnya sebuah konvensi naskah karangan. Pendahuluan Pendahuluan adalah bab I karangan. B. • Pengungkapan masalah utama secara jelas dalam bentuk pertanyaan. Pendahuluan terdiri dari latar belakang. misalnya: memberikan masukan bagi kebijakan pimpinan dalam membuat keputusan. Konsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan. atau secara singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri. misalnya: bagaimana... atau internet yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. • Kegunaan praktis hasil analisis. Tujuan utama pendahuluan adalah menarik perhatian pembaca. • . Daftar Gambar Bila dalam buku itu terdapat gambar-gambar. dan menunjukkan dasar yang sebenarnya dari uraian itu. mengapa. Daftar isi disusun secara konsisten baik penomoran. landasan teori. atau diuraikan dalam bab kedua sampai bab terakhir. maka setiap gambar yang tercantum dalam karangan harus tertulis didalam daftar gambar. memberikan acuan bagi pengembangan sistem kerja yang akan datang..unsur pelengkap dari sebuah buku yang bersangkutan. arah penalaran harus jelas. menyajikan: Penalaran (alasan) yang menimbulkan masalah atau pertanyaan yang akan diuraikan jawabannya dalam bab pertengahan antara pendahuluan dan kesimpulan dan dijawab atau ditegaskan dalam kesimpulan. • Pengetahuan tentang studi kepustakaan. penulis perlu memperhatikan pokok-pokok yang harus tertuang dalam masing-masing unsur pendahuluan sebagai berikut: 1) Latar belakang masalah. masalah. jurnal. dan nomor halaman. Penulis hendaklah mengupayakan penggunaan buku-buku terbaru. gunakan kata tanya yang menuntut adanya analisis. Untuk itu. maupun tata letak judul bab dan judul sub-sub bab. a. dan metode pembahasan. Daftar gambar menginformasikan: judul gambar. misalnya deduktif. pembatasan masalah. memusatkan perhatian pembaca terhadap masalah yang dibicarakan. Daftar isi berfungsi untuk merujuk nomor halaman judul bab.. gunakan informasi mutakhir dari bukubuku ilmiah. f. sub-bab. Daftar Isi Daftar isi adalah bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan ilmiah secara lengkap dan menyeluruh.. Untuk menulis pendahuluan yang baik.. tujuan pembahasan. sebab-akibat. Daftar tabel ini menginformasikan: nama tabel dan nomor halaman. maka setiap tabel yang tertulis dalam karangan harus tercantum dalam daftar tabel. dan unsur... dianalisis-sintesis. Kesuluruhan isi pendahuluan mengantarkan pembaca kepada materi yang akan dibahas. atau induktif. penulisan. dideskripsi.

observasi. membuktikan bahwa budaya tradisi dapat dilestarikan dengan kreativitas baru. • Teknik penulisan menyajikan cara pengumpulan data seperti wawancara. metode eksploratif. tujuan juga dirinci menjadi dua. simbol-simbol. membuktikan bahwa pembangunan lingkungan pemukiman kumuh yang tidak layak huni memerlukan bantuan pemerintah. peristiwa. misalnya: metode kuantitatif. Kriteria penentuan jumlah data. Tujuan penulisan berisi: Target. atau kode (kalau ada). metode korelasi.• 2) Tidak menggunakan kata apa karena tidak menuntut adanya analisis. cukup dijawab dengan ya atau tidak. pembahasan utama. konsep. atau upaya yang hendak dicapai. Kriteria penentuan sample. dan sebagainya dengan kata-kata. hukum.[4] 3) 4) Landasan teori menyajikan: Deskripsi atau kajian teoritik variabel X tentang prinsip-prinsip teori. • Sistematika penulisan berisi: Gambaran singkat penyajian isi pendahuluan. Kesesuaian data dengan sifat dan tujuan pembahasan. • • • • Ruang lingkup masalah berisi: Pembatasan masalah yang akan dibahas. • 7) . dan kuisioner. sasaran. atau metode eksperimental. Jika masalah utama dirinci menjadi dua. misalnya: mendeskripsikan data primer tentang kualitas budaya tradisi penduduk asli Jakarta. • • • • • • Sumber data penulisan berisi: Sumber data sekunder dan data primer. analisis data. dan kesimpulan. atau opini yang digunakan sebagai landasan pemikiran kerangka kerja penelitian dan penulisan sampai dengan kesimpulan atau rekomendasi. 5) 6) Metode dan teknik penulisan berisi: Penjelasan metode yang digunakan dalam pembahasan. penalaran. dan kesimpulan. pendapat ahli dan pendapat umum. • Penjelasan hubungan teori dengan kerangka berpikir dalam mengembangkan konsep penulisan. proses. aktivitas. Kriteria penentuan mutu data. • Penjelasan lambang-lambang. atau alasan menggunakan teori tersebut. Pendefinisian merupakan suatu usaha yang sengaja dilakukan untuk mengungkapkan suatu benda. menguraikan pengaruh X terhadap Y. • Tujuan utama dapat dirinci menjadi beberapa tujuan sesuai dengan masalah yang akan dibahas. Definisi atau batasan pengertian istilah yang tertuang dalam setiap variabel. hasil analisis data. metode komparatif. metode deskripsi. misalnya: mendeskripsikan hubungan X terhadap Y. Rumusan detail masalah yang akan dibahas. dalil. • Upaya pokok yang harus dilakukan.

diagram. kebenaran fakta sendiri harus diperhatikan kepastiannya. baik pembahasan yang berupa data sekunder (kajian teoretik) maupun data primer. kejelasan urutan proses. dan menggunakan pikiran utama. kausal. menggunakan koordinatif dan subordinatif secara benar. uji laboratorium membuktikan bahwa…. dari yang terpenting ke kurang penting. kata transisi). kepaduan. Namun. koherensi (dengan repetisi. antara lain: penyajian dari umum ke khusus. jarak spasi. Pembahasan data primer harus menyertakan pembuktian secara logika. terutama dalam menganalisis. tabel. teknik kutipan. Bagian ini menguraikan seluruh masalah yang dirumuskan pada pendahuluan secara tuntas (sempurna). serta menunjukkan adanya penalaran yang logis (induktif. 2) • Kejelasan uraian/deskripsi: Kejelasan konsep: Konsep adalah keseluruhan pikiran yang terorganisasi secara utuh. kata konotatif atau kata kias sangat diperlukan) Kejelasan makna kalimat tidak bermakna ganda. Kejelasan makna paragraf dengan memperhatikan syarat-syarat paragraf: kesatuan pikiran. fakta yang telah dianalisis atau diuji kebenarannya. Hal-hal lain yang harus dihindarkan dalam penulisan karangan (ilmiah):  Subjektivitas dengan menggunakan kata-kata: saya pikir. Kesempurnaan pembahasan diukur berdasarkan kelengkapan unsur-unsur berikut ini: 1) Ketuntasan materi: Materi yang dibahas mencakup seluruh variabel yang tertulis pada kalimat tesis. menggunakan kalimat efektif. spasial). Untuk menunjang kejelasan ini perlu didukung dengan gambar. menginterpretasikan (manafsirkan) dan menyintesiskan dalam suatu penegasan atau kesimpulan. menggunakan struktur kalimat yang betul. contoh-contoh. jelas. menggunakan ejaan yang baku. dan foto-foto. dan tuntas dalam suatu kesatuan makna. penjelasan tidak tuntas. salah nalar. dari sub-bab ke detail yang lebih rinci sampai dengan uraian perlu memperhatikan kepaduan dan koherensial. grafik. penolakan konsep tanpa alasan yang cukup. Untuk mewujudkan hal itu. dan catatan kaki. kata ganti. catatan pustaka. deduktif. Atasi subjektivitas ini dengan menggunakan: penelitian membuktikan bahwa…. Tubuh Karangan Tubuh karangan atau bagian utama karangan merupakan inti karangan berisi sajian pembahasan masalah. penulis perlu memperhatikan konsistensi dalam penomoran. menurut pengalaman saya. Untuk itu. • • Kejelasan penyajian dan fakta kebenaran fakta: Kejelasan penyajian fakta dapat diupayakan dengan berbagai cara. Kejelasan bahasa: Kejelasan dan ketetapan pilihan kata yang dapat diukur kebenarannya.  Kesalahan: pembuktian pendapat tidak mencukupi. penggunaan huruf. saya rasa. bagan.b. Di sinilah terletak segala masalah yang akan dibahas secara sistematis. kronologis. alur pikir (dari topik sampai . dan lain-lain. paralelisme. kata lugas atau kata denotatif lebih baik daripada kata konotatif atau kata kias (terkecuali dalam pembuatan karangan fiksi. Selain itu. dan pembuktian lain yang dapat mendukung ketuntasan pembenaran. penguraian dari bab ke sub-bab. survei membuktikan bahwa….

dan penerbit. dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karangan. Daftar pustaka (bibliografi) adalah daftar yang berisi judul buku. • Jika buku itu merupakan editorial (bunga rampai).  Untuk kesimpulan-kesimpulan biasa. nomor. dapat dibuat ringkasan-ringkasan argumen yang penting dalam bentuk dalil-dalil (atau tesis-tesis). Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. proposisi yang dikembangkan tidak jelas. c. pengungkapan maksud yang tidak jelas arahnya. dan juga merupakan bagian terpenting sebuah karangan ilmiah. terlalu panjang. (Banyak versi lainnya. C. sejalan dengan perkembangan dalam tubuh karangan itu. Daftar pustaka (Bibliografi) Setiap karangan ilmiah harus menggunakan data pustaka atau catatan kaki dan dilengkapi dengan daftar bacaan. Henry. jilid. nama editor yang dipakai dan di belakangnya diberi keterangan ed. nama majalah. Penulis dapat merumuskan kesimpulannya dengan dua cara:  Dalam tulisan-tulisan yang bersifat argumentatif. definisi variabel tidak (kurang) operasional. pembuktian dengan prasangka atau berdasarkan kepentingan pribadi.  Judul buku: penulisannya bercetak miring. ‘editor’ • Nama gelar pengarang lazimnya tidak dituliskan. nama pengarang kedua tidak perlu dibalik. atau bias. Pembaca yang tidak memiliki cukup waktu untuk membaca naskah seutuhnya cenderung akan membaca bagian-bagian penting saja.. .dengan simpulan) tidak konsisten. uraian tidak sesuai dengan judul.  Tahun terbit. • Jika buku itu disusun oleh lembaga. dan tahun terbit. Contoh: Tarigan. Bagian Pelengkap Penutup Bagian pelengkap penutup juga merupakan syarat-syarat formal bagi suatu karangan ilmiah.  Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel.  Data publikasi. meliputi tempat/kota terbit. a. Unsur-unsur daftar pustaka meliputi:  Nama pengarang: penulisannya dibalik dengan menggunakan koma. cukup disarikan tujuan atau isi yang umum dari pokok-pokok yang telah diuraikan dalam tubuh karangan itu. Oleh karena itu. 1990. Kesimpulan Kesimpulan atau simpulan merupakan bagian terakhir atau penutup dari isi karangan. artikel. • Daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan urutan huruf awal nama belakang pengarang. kesimpulan harus disusun sebaik mungkin. nama lembaga itu yang dipakai untuk menggantikan nama pengarang. Kesimpulan harus dirumuskan dengan tegas sebagai suatu pendapat pengarang atau penulis terhadap masalah yang telah diuraikan. antara lain kesimpulan. misal: Sistem Harvard. dan lain-lain) Keterangan: • Jika buku itu disusun oleh dua pengarang. Bandung: Angkasa. Sistem Vancover.

Penulisan indeks disertai nomor halaman yang mencantumkan penggunaan istilah tersebut. Yani Maryani. Komposisi. DAFTAR PUSTAKA    Keraf. Jakarta: Nusa Indah. maka dapat dimasukkan dalam lampiran ini. d. Penyajian dalam bentuk lampiran agar tidak mengganggu pembahasan jika disertakan dalam uraian. Riwayat Hidup Penulis Buku.b. hal. Gorys. disertasi perlu disertai daftar riwayat hidup. Widjono. dkk. BAHASA INDONESIA Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. dkk. c. hal. Daftar riwayat hidup merupakan gambaran kehidupan penulis atau pengarang. dan karya-karya yang telah dihasilkan oleh penulis. BAHASA INDONESIA Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi (Jakarta: PT. Bandung: Pustaka Setia. Maryani. pendidikan. 268. Lampiran ini disertakan sebagai bagian dari pembuktian ilmiah. Lampiran (Apendix) Lampiran (apendix) merupakan suatu bagian pelengkap yang fungsinya terkadang tumpang tindih dengan catatan kaki. 229. Grasindo. 2005). 2005. [3] Contoh halaman persembahan diambil dari novel Ayat-ayat Cinta. pengalaman berorganisasi atau pekerjaan. [4] Dra. atau sesuatu informasi yang baru. hal. 1994). Bila penulis ingin memasukan suatu bahan informasi secara panjang lebar. 17. Yani. Indeks Indeks adalah daftar kata atau istilah yang digunakan dalam uraian dan disusun secara alfabetis (urut abjad). Lampiran ini dapat berupa esai. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia. KOMPOSISI (Jakarta: Nusa Indah. daftar nama. cerita. Jakarta: PT. . DR. 2007. [1] Widjono HS. HS. [2] Prof. tesis. model analisis. buah karya dari Habiburrahman ElShirazy. skripsi. Dalam skripsi menuntut daftar RHP lebih lengkap. tempat tanggal lahir. Gorys Keraf. Daftar riwayat hidup meliputi: nama penulis. Indeks berfungsi untuk memudahkan pencarian kata dan penggunaannya dalam pembahasan. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia (Bandung: Pustaka Setia. dan lain-lain. 1994. 2007). Grasindo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful