1 POKOK-POKOK PENYELENGGARAAN PRAJABATAN GOLONGAN II DAN III KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM TAHUN 2012

A.

LATAR BELAKANG Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur utama sumber daya manusia aparatur negara mempunyai peranan yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Sosok PNS yang mampu memainkan peranan tersebut adalah PNS yang mempunyai kompetensi yang diindikasikan dari sikap dan perilakunya yang penuh dengan kesetiaan dan ketaatan kepada Negara, bermoral dan bermental baik, profesional, sadar akan tanggung jawabnya sebagai pelayan publik, serta mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk dapat membentuk sosok PNS seperti tersebut di atas perlu dilaksanakan pembinaan melalui jalur Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang mengarah kepada upaya peningkatan : 1. 2. 3. Sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa,negara, dan tanah air; Kompetensi teknis, manajerial, dan/atau kepemimpinannya; Efisiensi, efektifitas, dan kualitas pelaksanaan tugas yang dilakukan dengan semangat kerjasama dan tanggung jawab sesuai dengan lingkungan kerja dan organisasinya. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil, antara lain ditetapkan jenis-jenis Diklat PNS. Salah satu jenis Diklat adalah Diklat Prajabatan yang merupakan syarat pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk menjadi PNS. Diklat Prajabatan dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan dalam rangka pembentukan wawasan kebangsaan, kepribadian dan etika PNS, disamping pengetahuan dasar tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, bidang tugas, dan budaya organisasinya agar mampu melaksanakan tugas dan perannya sebagai pelayan masyarakat.

B.

DASAR HUKUM

2 Penyelenggaraan Pra Jabatan golongan I, II dan III berlandaskan pada Peraturan Kepala LAN RI no. 3 tahun 2007 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pra Jabatan Golongan I,II dan Golongan III No. 4 Tahun 2007

C.

TUJUAN DAN SASARAN 1. Tujuan a. meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika PNS sesuai dengan kebutuhan instansi; b. menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa; c. memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat; d. menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas 2. Sasaran Sasaran Diklat Prajabatan adalah terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan pengangkatan untuk menjadi PNS. pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik.

D.

KOMPETENSI 1. Menunjukkan komitmen dan integritas moral serta tanggung jawab profesi sebagai PNS 2. Mewujudkan disiplin dan etos kerja; 3. Menjelaskan pokok-pokok sistem penyelenggaraan pemerintahan Negara Republik Indonesia; 4. Menjelaskan posisi, peran, tugas, fungsi dan kewenangan instansi asal peserta dan organisasi publik pada umumnya; 5. Menganalisis masalah penyelenggaraan pemerintahan Negara Republik Indonesia;

KURIKULUM DAN MATA DIKLAT 1. 2. E. KELOMPOK DASAR Dinamika Kelompok KELOMPOK INTI Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Negara Kesatuan RI Manajemen Kepegawaian Negara Etika Organisasi Pemerintah Pelayanan Prima Budaya Kerja Organisasi Pemerintah Manajemen Perkantoran Modern Membangun Kerjasama Tim (Team building) Komunikasi Yang Efektif Wawasan Kebangsaan Dalam Kerangka Negara Kesatuan RI Program Ko-Kurikuler : a. 7. 3. 5. Senam Kesegaran Jasmani b. Baris Berbaris c. B 1. 10 . 6. Golongan II N O A 1. Tata Upacara Sipil C 1. Menjelaskan ketentuan-ketentuan kepegawaian berkaitan dengan hak dan kewajiban PNS. 2. 9. 8. KELOMPOK PENUNJANG Ceramah tentang Kesehatan Mental Ceramah tentang Kebijakan di Bidang 3 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 6 MATA PELAJARAN JUMLAH JP . 4.3 6.

2. 7. Program Ko-Kurikuler : a. KELOMPOK DASAR Dinamika Kelompok KELOMPOK INTI Sistem Penyelenggaraan Pemerintahan Negara Kesatuan RI Manajemen Kepegawaian Negara Etika Organisasi Pemerintah Pelayanan Prima Budaya Kerja Organisasi Pemerintah Manajemen Perkantoran Modern Membangun Kerjasama Tim (Team Building) Komunikasi Yang Efektif Wawasan Kebangsaan Dalam Kerangka MATA PELAJARAN JUMLAH JP 12 9 9 6 12 9 12 9 9 6 Negara Kesatuan RI 10. Golongan III N O A 1. 5. Tata Upacara Sipil KELOMPOK PENUNJANG Ceramah tentang Kesehatan Mental Ceramah tentang Kebijakan di 5 6 6 Bidang 3 6 Kepegawaian KELOMPOK LAIN-LAIN Pengarahan Program. 2. Penyelenggaraan dan Evaluasi Ujian JUMLAH 3 Paket 90 JP 2. 3. c. 8. D 1.4 Kepegawaian D 1. B 1. Baris Berbaris C 1. 4. 2. Senam Kesegaran Jasmani b. 9. KELOMPOK LAIN-LAIN Pengarahan Program. 6. 2. Penyelenggaraan dan Evaluasi Ujian JUMLAH 6 Pake t 135 JP .

c. Penugasan dari pimpinan. e. D2. d. d. Berbadan sehat yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Dokter. Umur sesuai dengan ketentuan/peraturan per-undangan kepegawaian yang berlaku. Umur sesuai dengan ketentuan/peraturan perundang kepegawaian yang berlaku. I. Memiliki ijasah D-4. JUMLAH PESERTA Jumlah peserta diklat Pra Jabatan golongan II dan III untuk tiap kelas maksimal 40 orang. Golongan III a. WAKTU PELAKSANAAN Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Golongan II dilaksanakan selama 10 (sepuluh) hari dengan jumlah jam pelajaran 90 jam dan Diklat Prajabatan golongan III dilaksanakan selama 14 (empat belas) hari dengan jumlah jam pelajaran 135 jam. c. Jika peserta lebih dari ketentuan maka dibagi menjadi dua kelas. Memiliki ijazah SLTA. dan yang sederajat.5 F. S1. Berstatus sebagai CPNS yang dinyatakan dengan SK pengangkatan sebagai CPNS. PERSYARATAN PESERTA 1. b. G. Penugasan dari pimpinan. D1. S3. H. EVALUASI . Berstatus sebagai CPNS yang dinyatakan dengan SK pengangkatan sebagai CPNS. D3 dan yang sederajat untuk Diklat Prajabatan Golongan II. e. S2. 2. Berbadan sehat yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Dokter. Golongan II Peserta Diklat Prajabatan Golongan II harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. b.

Kualifikasi kelulusan peserta ditetapkan sebagai berikut : 1) Lulus Sangat Memuaskan 2) Lulus Memuaskan 3) Lulus Baik Sekali 4) Lulus Baik 5) Tidak Lulus (Skor : 92. b. (Skor : 85. kecuali yang cacat jasmani.4). 2.9).0 . Penyelenggaraan ujian akhir dilaksanakan oleh Lembaga Diklat. Golongan II a. Golongan III . 30% Kerjasama.5 – 100).92.0). Apabila nilai rata-rata akhir yang dicapai peserta kurang dari 70 dinyatakan tidak lulus atau ketidakhadiran peserta melebihi 5 % dari jumlah jampel. 10% 2) Aspek Penguasaan Materi. dinyatakan gugur. (Skor : 77.6 1.5 – 84. 20% Prakarsa. (Skor : Dibawah 70. Peserta Aspek-aspek yang dinilai terhadap peserta : 1) Aspek Sikap dan Perilaku Unsur sikap dan perilaku 60% meliputi : a) b) c) Disiplin. yang dilakukan setelah seluruh mata Diklat dalam kurikulum diberikan.0 – 77.4). Indikator penguasaan tersebut adalah angka yang dihasilkan dari jawaban peserta dalam ujian tertulis. (Skor : 70. 40% Unsur penguasaan materi mencakup bahan ujian tertulis.

yang dilakukan setelah seluruh mata Diklat dalam kurikulum diberikan.4). (Skor : 70.5 – 100). Prakarsa. TEKNIS PENYELENGGARAAN DIKLAT 1. dinyatakan gugur. Pada akhir kegiatan diharapkan Kantor Wilayah membuat dan mengirimkan Laporan Pelaksanaan Diklat Pra Jabatan ke BPSDM c. Kualifikasi kelulusan peserta ditetapkan sebagai berikut : 1) Sangat Memuaskan 2) Memuaskan 3) Baik Sekali 4) Baik 5) Tidak Lulus (Skor : 92.92. Penyelenggaraan ujian akhir dilaksanakan oleh Lembaga Diklat. b.q Bidang .9).7 a.0 . 3. Kepemimpinan.0). (Skor : 77. 2. Kerjasama. BPSDM akan melanjutkan ke Lembaga Administrasi Negara berkaitan dengan Pelaksanaan Pra Jabatan oleh Kantor Wilayah. (Skor : Dibawah 70. Apabila nilai rata-rata akhir yang dicapai peserta kurang dari 70 dinyatakan tidak lulus atau ketidakhadiran peserta melebihi 5 % dari jumlah jampel. Indikator penguasaan tersebut adalah angka yang dihasilkan dari jawaban peserta dalam ujian tertulis. Koordinasi dengan Badan Pengembangan SDM Hukum dan HAM selaku lembaga yang terakreditasi sebelum penyelenggaraan diklat dimulai.4). Peserta 1) Aspek-aspek yang dinilai terhadap peserta : a) Aspek Sikap dan Perilaku Unsur sikap dan perilaku 60 % meliputi : a) b) c) d) Disiplin.5 – 84.0 – 77. (Skor : 85. kecuali yang cacat jasmani. 24% 12% 12% 12% b) Aspek Penguasaan Materi. J. 40% Unsur penguasaan materi mencakup bahan ujian tertulis.

dengan susunan/format laporan sebagai berikut : KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I BAB II PENDAHULUAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN DIKLAT a.8 Evaluasi dan Laporan Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen . Tujuan c. Kurikulum Data Peserta e. Dasar kegiatan b. d. b. Kesimpilan Saran LAMPIRAN Surat Keputusan Pemanggilan Peserta Pra Jabatan STTPL DRH Peserta . g. Waktu Penyelenggaraan Evaluasi PENUTUP BAB III a. Jumlah Peserta f.

Bidang Evaluasi dan Laporan Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen . MH NIP. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) diberikan kepada peserta yang telah menyelesaikan seluruh program dengan baik dan dinyatakan lulus. Sri Sugiarti. PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN Kepala. dan akan diteruskan ke Lembaga Administrasi Negara.9 4. 19510715 197603 2 001 . Pemberian kode registrasi melalui BPSDM c.q. MM. SH.

untuk kepentingan akselerasi pembangunan dibidang apapun. Kuantitas ini harus didesain sedemikian rupa untuk mengantisipasi berbagai kebutuhan di masa akan datang. setiap organisasi yang ingin berkembang dapat meningkatkan produktivitas aparaturnya melalui pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan.. maka pengembangan sumber daya manusia merupakan prasyarat utama. kultur setempat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.000. Oleh sebab itu. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI sebagai salah satu Kementerian yang memiliki posisi strategis dalam kancah pemerintahan di Indonesia memiliki aparatur negara sebanyak kurang lebih 38. Faktor internal berupa misi dan tujuan organisasi. strategi pencapaian tujuan. peningkatan kompetensi. Pengembangan sumber daya manusia adalah suatu conditio sine quanon yang harus ada dan terjadi pada setiap organisasi dengan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal. Pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan dapat dipandang sebagai suatu bentuk investasi. Perkembangan tersebut mengharuskan adanya perbaikan kinerja. LATAR BELAKANG Secara mikro dapat dikemukakan bahwa pengembangan sumber daya manusia merupakan suatu upaya di dalam suatu organisasi/institusi untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan serta produktivitas aparatur negara sebab secanggih apapun sarana dan prasarana yang dimiliki oleh organisasi yang bersangkutan tanpa ditunjang oleh sumber daya manusia yang handal. Pentingnya program pendidikan dan pelatihan dalam suatu organisasi didasarkan pertimbangan bahwa sumber daya manusia yang dimiliki dan menduduki jabatan tertentu belum tentu memiliki kemampuan yang sesuai dengan persyaratan yang diperlukan untuk menduduki jabatan dimaksud tetapi baru pada tahap mengisi formasi saja padahal tuntutan kebutuhan akan keahlian . teknologi yang digunakan.10 POKOK-POKOK PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PIMPINAN TINGKAT IV KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM TAHUN ANGGARAN 2012 I. sebagai bahan persiapan untuk promosi jabatan serta dalam rangka memenuhi pertumbuhan organisasi itu sendiri. pemutakhiran keahlian sejalan dengan kemajuan teknologi. Oleh karena itu. Jumlah yang besar ini merupakan investasi dalam rangka turut serta mensukseskan pembangunan nasional dibidang hukum. sifat dan jenisnya. Sementara faktor eksternal berupa kebijakan pemerintah. niscaya organisasi tersebut tidak mungkin dapat berkembang sesuai kebutuhan perkembangan zaman. Dinamika perubahan lingkungan organisasi berimplikasi pada kebutuhan yang didasarkan atas berbagai perkembangan yang secara nyata menghendaki pengembangan sumber daya manusia.

SASARAN Terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi sesuai dengan persyaratan jabatan struktual eselon IV sebagai insan pengayoman yang bertaqwa. b. Kantor Wilayah Jawa Barat. keahlian. 2. Mampu melaksanakan tugas dalam jabatan struktural eselon IV secara profesional. 2. TUJUAN a. Menciptakan kesamaan visi dan dinamika pola pikir dalam melaksanakan tugas pemerintahan umum dan pembangunan demi terwujudnya kepemerintahan yang baik. berakhlak mulia. Mampu melibatkan anggota organisasi untuk menerapkan fungsi manajemen dalam organisasi 4. KOMPETENSI YANG INGIN DIKEMBANGKAN Kompetensi Umum 1. Meningkatkan pengetahuan. Kantor Wilayah Sulawesi Selatan. Mampu melaksanakan supervisi terhadap masalah yang dihadapi sesuai dengan kewenangan yang diberikan. Kompetensi Khusus 1.11 aparatur negara paling tidak mengharuskan adanya kompetensi manajerial sebagai salah satu unsur pemimpin dalam organisasi. pengayoman dan pengembangan partisipasi masyarakat. tentunya penyelenggaraan ini dibawah koordinasi BPSDM selaku instansi yang terakreditasi untuk melaksanakan diklat Kepemimpinan. Mampu melaksanakan kebijakan dari pimpinan yang lebih tinggi dalam rangka mencapai kinerja yang optimal. Saat ini jumlah antrian calon peserta di seluruh daerah sudah sangat besar. memberikan penjelasan secara cermat yang didasarkan atas alasan-alasan rasional. jujur. III. Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen BPSDM pada tahun 2012 memfasilitasi 1 angkatan pada beberapa daerah seperti Kantor Wilayah DKI Jakarta. d. b. 3. bermoral tinggi. berkesadaran hukum dan lingkungan. Kantor Wilayah Kalimantan Timur. Kantor Wilayah Jawa Tengah. Mampu melaksanakan pelayanan dengan baik dalam unit organisasi yang menjadi tanggung jawabnya. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki etos kerja yang tinggi. Kantor Wilayah Sumatera Utara. Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa. c. Kantor Wilayah Jawa Timur. Kantor Wilayah Nangroe Aceh Darussalam. Mampu mengkomunikasikan permasalahan yang dihadapi. IV. a. . II. dan sikap untuk dapat melaksanakan tugas jabatan struktural eselon IV secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika sebagai insan pengayoman. Memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan. cinta tanah air. keterampilan.

Telah lulus tes seleksi Diklat Kepemimpinan tingkat IV. Dibebaskan sementara dari tugas-tugas rutin dan program rintisan gelar S1 atau S2 7. Pendidikan minimal Sarjana (S1). VIII. Berbadan sehat berdasarkan surat keterangan dokter pemerintah. Waktu b. 2. Kajian Sikap dan Perilaku terdiri dari mata diklat : Kepemimpinan dialam terbuka Kecerdasan emosional Pengenalan dan pengukuran potensi diri Etika kepemimpinan aparatur Kajian Manajemen Publik terdiri dari mata diklat : SANRI . TENAGA PENGAJAR a. Memiliki pengalaman dan masa kerja yang relevan dengan peta jabatan dan standar kompetensi jabatan 4. 6. b. g. 8. WAKTU DAN JUMLAH PESERTA a. 5. c. Usia maksimal 45 tahun. c. d. a. METODE a. 541/XIII/10/6/2001 sebagai berikut : 1. f. h.12 5. 2.. d. Jumlah Peserta : 37 hari : 40 orang/angkatan IX. c. Tanya jawab. V. a. Mampu memotivasi staf/bawahan untuk melakukan inovasi sesuai kebutuhan organisasi. 3. b. Sekurang-kurangnya berpangkat minimal Penata Muda (III/a). e. Diskusi Seminar Penulisan Kertas Kerja Bahas Ulang Observasi lapangan Ujian VI. KURIKULUM Didasarkan pada kurikulum yang telah ditetapkan Dalam Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara no. b. Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara Widyaiswara BPSDM Hukum dan Ham Pejabat Struktural PERSYARATAN PESERTA 1. Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM RI yang telah ditentukan atau akan menduduki jabatan struktural eselon IV dan atau jabatan setingkat di bawahnya. Kuliah/Ceramah. VII.

5 – 100 • Memuaskan skor 85. Aktualisasi terdiri dari mata diklat: a.4 • Tidak lulus skor dibawah 70.9 • Baik skor 70. 2. Widyaiswara.4 • Baik Sekali skor 77. 3.00 XI. Evaluasi terhadap peserta meliputi 2 aspek yaitu : 1. Soal. Isu Aktual Sesuai Tema b. e. Setelah kegiatan selesai dilaksanakan. f. g. Berkoordinasi dengan BPSDM sebelum dan sesudah pelaksanaan diklat. EVALUASI : Evaluasi terhadap program Diklat Kepemimpinan Tingkat IV dilakukan melalui penilaian terhadap peserta. Kualifikasi Kelulusan Peserta ditetapkan sebagai berikut : • Sangat memuaskan skor 92. OL c. j. h. 4.13 Dasar-dasar Administrasi Publik Dasar-dasar Kepemerintahan yang baik Manajemen SDM.q Bidang Evaluasi dan Laporan Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen. Aspek Sikap dan Perilaku kepemimpinan dengan bobot 40% 2. Otonomi dan Pembangunan Daerah c. Hasil pembimbingan akan dilaporkan ke Lembaga Administrasi Negara selaku instansi pembina diklat PNS. MTSL 4. Aspek akademik/penguasaan materi dengan bobot 60%. dengan susunan/format sebagai berikut : KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN BAB II PENYELENGGARAAN KEGIATAN DIKLAT b. KKP X.5 – 84. c.0 – 77.0 – 92. Konsep dan Indikator Pembangunan b. TEKNIS PENYELENGGARAAN DIKLAT 1.soal Ujian Kognitif maupun Komprehensif dari Lembaga Administrasi Negara Jakarta. Pengawas ujian sebanyak 2 (dua) orang yaitu BPSDM dan LAN 5. Keuangan dan Materil Koordinasi dan Hubungan Kerja Operasionalisasi Pelayanan Prima PMPK Teknik Komunikasi dan Presentasi yang efektif PKT Pengelolaan Informasi dan Teknik Pelaporan 3. . BPSDM akan menugaskan 1(satu) orang petugas yang akan melakukan pembimbingan pada Kantor Wilayah sebelum pelaksanaan diklat (anggaran terdapat dalam RKAKL Kanwil akun 522115). Kinerja Penyelenggara dan Pasca Diklat. i. Kajian Pembangunan a. Kebijakan dan Program Pembangunan Nadsional d. diharapkan Kantor Wilayah mengirimkan laporan Pelaksanaan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV ke BPSDM c. d.

g. e. 195107151976032001 . Pemberian kode registrasi agar berkoordinaisi dengan BPSDM dan Lembaga Administrasi Negara. PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN Kepala. d. SRI SUGIARTI. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) diberikan kepada peserta yang telah menyelesaikan seluruh program dengan baik dan dinyatakan lulus. f. MM. Dasar kegiatan Tujuan Kurikulum Data peserta Jumlah peserta Waktu penyelenggaraan Evaluasi BAB III PENUTUP a. MH.14 a. Kesimpulan b. NIP. SH. Saran LAMPIRAN SK Pemanggilan Peserta Diklat Kepemimpinan Tk. c. IV STTPP DRH Peserta 6. b.

Kemandirian industri pertahanan. 2. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. 5.15 POKOK-POKOK PELATIHAN PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH TAHUN 2012 A. industri alat utama sistim senjata dan industri alat material khusus dalam negari. usaha kecil. Langkah-langkah yang akan ditempuh pemerintah sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden No. oleh karenanya penyerapan anggaran melalui pengadaan barang /jasa ini menjadi sangat penting. Peningkatan penggunaan teknologi informasi dan transaksi elektronik. Penyederhanaan ketentuan dan tata cara untuk mempercepat proses pengambilan keputusan dalam pengadaan barang/jasa. 3. Peningkatan peran serta usaha mikro. Kebijakan umum pengadaan barang/jasa pemerintah bertujuan untuk mensinergikan ketentuan Pengadaan Barang/jasa dengan kebijakan-kebijakan disektor lainnya. . meliputi : 1. Perhatian terhadap aspek pemanfaatan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup secara arif untuk menjamin terlaksananya pembangunan berkelanjutan. Latar Belakang Pengadaan barang / jasa untuk kepentingan pemerintah merupakan salah satu alat untuk menggerakkan roda perekonomian. Namun tidak kalah penting dari itu adalah urgensi pelaksanaan pengadaan yang efektif dan efisien serta ekonomis untuk mendapatkan manfaat maksimal dari penggunaan anggaran. 6. koperasi kecil dan kelompok masyarakat dalam pengadaan barang/jasa . Peningkatan penggunaan produksi barang/jasa dalam negeri yang sasarannya untuk memperluas kesempatan kerja dan berbasis industri dalam negeri dalam rangka meningkatkan ketahanan ekonomi dan daya saing nasional. 4.

Penumbuhkembangan industri kreatif inivatif.Pelaksanaan pengadaan barang/jasa di dalam wilayah NKRI termasuk dikantor Perwakilan RI. Sasaran Terwujudnya PNS dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM yang memenuhi persyaratan kompetensi sebagai pengelola pengadaan barang/jasa pemerintah dan memiliki sertifikasi yang dikeluarkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). kemandirian dan tanggung jawab para pihak yang terlibat dalam perencanaan dan proses pengadaan barang/jasa. Peningkatan profesionalisme. Penumbuhkembangan peran usaha nasional. pengetahuan dan perilaku kepada peserta tentang prosedur pengadaan barang/jasa pemerintah. Latihan 5. Tenaga Pengajar 1. 11. C. 10. Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara . 12. Diutamakan nara sumber yang telah memperoleh sertifikat TOT dari LKPP.16 7. 9.Pengumuman secara terbuka rencana dan pelaksanaan pengadaan barang/jasa di masing-masing Kementerian/Lembaga/Satuan Kerja Pemda/institusi lainnya kepada masyarakat luas. Brainstorming 6. B. Tanya Jawab 3. 13. 8. 2. Ujian E. Ceramah 2.Memanfaatkan sarana/prasarana penelitian dan pengembangan dalam negeri. budaya dan hasil penelitian laboratorium atau industri pendidikan dalam negeri. Peningkatan penerimaan negara melalui sektor perpajakan. Diskusi 4. sehingga para peserta memiliki kompetensi untuk melaksanakan tugas sehari-hari dalam bidang pengadaan barang/jasa pemerintah. Tujuan Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah mempunyai tujuan untuk memberikan pembekalan keterampilan. D. Metode 1.

Sehar Jasmani dan Rohani 5. 2. Pendidikan minimal D3 3. Etika Pengadaan • Kode Etik Pengadaan • Ketentuan Good Governance • Pencegahan korupsi d. KELOMPOK DASAR : • Dinamika Kelompok 2. Pejabat atau staf dilingkungan Pusat dan Daerah Kementerian Hukum dan HAM RI. Widyaiswara Balai Diklat Daerah 4. Pembinaan dan Pengawasan • Pengawasan • Pelaksanaan Pengawasan barang/jasa • Tindak lanjut hasil pengawasan . KELOMPOK INTI : Modul I : Pengantar Pengadaan Barang/Jasa di Indonesia a. Kurikulum Struktur kurikulum untuk diklat Pengadaan Barang/Jasa mengacu kepada Peraturan Presiden No. Pendahuluan : • Deskripsi umum pengadaan barang/jasa pemerintah • Istilah-istilah pengadaan barang/jasa • Prinsip-prinsip dasar pengadaan barang/jasa b. 54 tahun 2010 sebagai berikut : 1. Peserta 1. Pejabat struktural yang mampu dibidangnya F. Memiliki motivasi tinggi untuk meningkatkan kompetensi dan prestasi dalam melaksanakan tugas.17 3. G. Kebijakan Umum dan Dasar Hukum • Kebijakan umum pengadaan • Dasar hukum dan ketentuan /Peraturan terkait c. Cakap serta mampu untuk melaksanakan tugas dalam pengadaan barang/jasa pemerintah 6. Pangkat Pengatur (II/c) 4.

Metode Penyampaian Dokumen Penawaran • Metode 1 sampul. Penyusunan HPS • Difinisi. tujuan. fungsi HPS • Prinsip perhitungan HPS • Data dan tata cara perhitungan HPS g. Dokumen Pengadaan dan Dokumen Penawaran • Dokumen Kualifikasi • Dokumen Pemilihan/pelelangan • Dokumen Penawaran Modul III : Pengadaan Barang/Jasa Pemborongan dan Jasa Lainnya a. Tahapan Prakualifikasi dan Pasca kualifikasi • Pengumuman prakualifikasi • Pembukaan dokumen kualifikasi • Evaluasi data kualifikasi . Perencanaan • Deskripsi umum persiapan pengadaan barang/jasa pemerintah • Difinisi dan penjelasan tentang perencanaan pengadaan barang/jasa dan hubungannya dengan penganggaran b. Metode Evaluasi Penawaran • Metode evaluasi pengadaan barang/jasa Pemborongan/Jasa lainnya • Metode evaluasi dan konsultasi f.18 Modul II : Persiapan Pengadaan Barang/Jasa a. Penyusunan Jadwal Pelelangan • Prinsip-prinsip penyusunan jadwal pelelangan • Batasan waktu dalam setiap tahap kegiatan pelelangan h. Sistim Pemilihan Penyedia Barang/Jasa • Sistim pemilihan penyedia barang/jasa pemborongan/jasa lainnya • Sistim pemilihan penyedia jasa konsultasi • Pra kualifikasi dan pasca kualifikasi d. 2 sampul serta metode 2 tahap e. Pemaketan • Ketentuan pemaketan • Hal-hal yang perlu diperhatikan dalampemaketan c.

Modul IV : Pengadaan Jasa Konsultasi a. sanggah dan penetapan pemenang • Penyusunan dan penanda tanganan kontrak • Pelelangan gagal • Tahapan pelaksanaan selain metode Pelelangan umum. Pelaksanaan Metode Seleksi Umum • Undangan • Penjelasan dokumen pemilihan • Pembukaan dokumen penawaran • Evaluasi penawaran • Klarifikasi dan negosiasi • Laporan hasil pelelangan. sanggah dan penetapan pemenang • Penyusunan dan penandatanganan kontrak • Pelelangan gagal • Tahapan pelaksanaan selain metode seleksi umum Modul V : Pekerjaan Swakelola a. Pendahuluan .19 • Penetapan daftar calon penyedia • Masa sanggah dan pengumuman hasil prakualifikasi • Tahapan prakualifikasi selain Pelelangan umum • Tahapan pasca kulaifikasi b. Pelaksanaan Metode Pelelangan Umum • Undangan • Penjelasan dokumen pemilihan • Pembukaan dokumen penawaran • Evaluasi penawaran • Laporan hasil pelelangan. Tahapan Prakualifikasi • Pengumuman Prakualifikasi • Pembukaan dokumen kualifikasi • Evaluasi data kualifikasi • Penetapan daftar calon penyedia • Masa sanggah dan pengumuman hasil Prakualifikasi • Tahapan Prakualifikasi selain seleksi umum b.

Tata cara pengadaan dana PHLN/Hibah • Prosedur pemilihan metode barang/jasa dan seleksikonsultan menurut ketentuan bank dunia • Pengadaan jasa pemborongan/barang/jasa lainnya menurut bank pembangunan asia dan bank dunia • Pengadaan jasa konsultasi menurut bank pembangunan asia dan bank dunia. Komponen dalam negeri barang/jasa • Komponen dalam negeri • Preferensi harga • Pemberdayaan usaha kecil termasuk koperasi . Persiapan dan perencanaan • Pertimbangan dan penetapan jenis swakelola • Perencanaan kegiatan c. Pelaksanaan dan pelaporan • Ketentuan dalam pelaksanaan swakelola • Pengawasan dan pelaporan Modul VI : Pengadaan Barang/Jasa dengan Dana Pinjaman/Hibah Luar Negeri a. Pendahuluan • Pendayagunaan produksi dalam negeri dengan pembiayaan dana dalam negeri • Pendayagunaan produksi dalam negeri dengan pembiayaan dana luar negeri b. c. Pendahuluan • Pengadaan barang/jasa berdasarkan NPLN/Hibah • Kredit ekspor dan kerja sama pengadaan b. Manajemen dan monitoring • Review oleh bank dunia • Manajemen dan monitoring Modul VII : Penggunaan Produksi dalam negeri dan usaha kecil a.20 • Pengertian dan cakupan swakelola • Ketentuan umum b.

p Direktur Bina Sertifikasi Profesi Gedung Smesco Indonesia Subroto Kav.p Pusat Pengembangan Kepemimpinan dan Manajemen Jl. Biodata peserta diklat / peserta ujian meliputi : Nama. Pendahuluan • Difinisi. Alamat Rumah dan Alamat kantor. Tujuan E-Procurement b. Jabatan. NIP. Gatot Fax no. 2. KELOMPOK LAIN-LAIN : • Ceramah • Pengarahan program • Ujian H. Lain-lain 1. 021 79181137 . 94  Jakarta Selatan 12720. Pembinaan dan pengawasan • Pembinaan teknis PPDN • Pengawasan dan sanksi pelanggaran Modul VIII : Penggunaan E-Procurement a. 021 7543709. Ujian Sertifikasi akan difasilitasi oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP) dan BPSDM selaku lembaga yang terakreditasi dengan terlebih dahulu mengirimkan Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Ujian Sertifikasi yang ditujukan :  Kepada Deputi Bidang Pengembangan dan pembinaan SDM u. telah disiapkan jauh hari sebelum pelaksanaan ujian. Tempat lahir. Jl. Jenis Kelamin. Asal Instansi.21 c. Pangkat/golongan. Pendidikan Terakhir. Gelar. Lembaga Pengadaan Elektronik • Pengertian umum tentang layanan pengadaan secara Elektronik • Tahap-tahap pembentukan LPSE • Syarat-syarat yang dibutuhkan para pihak untuk melaksanakan EProcurement. Kebutuhan E-Procurement • Latar belakang. Raya Gandul Cinere – Depok Fax no. 3. 7546120 Lantai 7. Kepada Kepala BPSDH Hukum dan HAM RI u. Tanggal lahir. kebijakan dan proses E – Procurement c.

PUSAT PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN Kepala. MM. Belanja Perjalanan lainnya : a. Penginapan Pengawas ujian 2 orang x 2 hari (LKPP dan BPSDM) I. LATAR BELAKANG Menyangkut tugas dan tanggungjawab pembinaan pelanggar hukum di Indonesia. MH NIP. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bertugas merumuskan. SH.22 Pemberitahuan pelaksanaan ujian minimal 1 (satu) bulan sebelum tanggal pelaksanaan ujian. Sri Sugiarti. 3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pembinaan warga binaan pemasyarakatan disebut WBP (Orta Depkumham 2006). Penutup Demikian Pokok-Pokok Pelatihan Pengadaan Barang/Jasa ini disusun untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya demi kelancaran pelaksanaan tugas baik di Pusat maupun Daerah. pasal 1 ayat (1) menyebut sistem pemasyarakatan adalah suatu tatanan mengenai arah dan batas serta cara pembinaan WBP berdasarkan . Perjalanan Pengawas 2 orang (LKPP dan BPSDM) c. Uang harian pengawas ujian 2 orang (LKPP dan BPSDM) b. 195107151976032001 POKOK-POKOK PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KESAMAPTAAN KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM TAHUN 2012 I.

tidak mengulangi tindak pidana dan dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat. Dampak dari kondisi minimnya SDM Petugas Pemasyarakatan secara kuantitas. di Lapas minim dengan program pembinaan kepribadian dan kemandirian. maka pembinaan dipastikan tidak berjalan dengan baik . berjalan dibawah rambu-rambu hukum dan berorentasi pada ketentuan hukum. Salah satu kunci keberhasilannya terletak pada kesiapan SDM Pemasyarakatan dalam tataran pelaksanaan tugas teknis dan SDM mendukung pimpinan dalam tataran implementasi kebijakan. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum dan HAM melalui Kantor Wilayah akan melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Kesamamptaan untuk Tahun 2012. 2003).23 Pancasila dilaksanakan secara terpadu antara pembina. Akibatnya. kecenderungannya adalah kerentanan timbulnya gangguan keamanan di Lapas/Rutan. Hal ini logis. karena ada asumsi yaitu tanpa adanya keamanan dan ketertiban yang kondusif. kelancaran program pembinaan terganggu dan tidak produktif . hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab (Adi sujatno. agar kualitas aparatur Kementerian Hukum dan HAM RI memiliki . karena negara Indonesia adalah negara hukum. Kemampuan yang tinggi. yang dibina dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas WBP agar menyadari kesalahan. penguasaan ilmu pengetahuan dan disiplin yang baik merupakan salah satu faktor penunjang dalam menjalankan tugas bagi aparatur hukum dan Hak Asasi Manusia atau di bidang lainnya yang berkaitan erat dengan tugas dan fungsi yang berhubungan. berperan aktif dalam pembangunan. atau sebaliknya pembinaan tidak mungkin berhasil jika kondisi aman dan nyaman. Seluruh gerak kehidupan negara baik di bidang pemerintahan dan pembangunan serta kemasyarakatan harus berpijak diatas landasan hukum. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dalam jajaran Kementerian Hukum dan HAM RI. Sehubungan dengan hal tersebut diatas. memperbaiki diri. ditujukan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Hukum dan HAM RI untuk menempati posisi yang penting dan strategis.

3. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890). SASARAN Sasaran dari Pendidikan Kesamaptaan adalah terciptanya Petugas Pemasyarakatan yang memiliki disiplin. 4. disiplin dan profesional di bidang tugasnya. DASAR HUKUM 1. II.04.10 Tahun 1990 tentang Pola Pembinaan Narapidana / Tahanan.24 tanggung jawab. Menanamkan sikap samapta dan memiliki tingkat disiplin dalam menjalankan tugas. Keputusan Menteri Kehakiman RI. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan Dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Nomor Tahun 2000 Nomor 198. Memberikan pengetahuan dasar kemiliteran dan memiliki sikap samapta dalam menjalankan tugas.02-PK. . Tambahan Lembaran Negara Nomor 4910). Peningkatan mutu kemampuan dan ketrampilan lingkungan Kementerian Hukum dan Ham. bersikap samapta dan memiliki kemampuan dalam melakukan pembinaan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) serta memiliki kemampuan melakukan tindakan pengamanan. Nomor M. 2. aparatur di IV. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169. 3. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 Pemasyarakatan. III. 4. TUJUAN 1. integritas moral yang tinggi. Menghasilkan tenaga-tenaga yang terampil. patuh dan taat serta berdedikasi tinggi 2.

Dedikasi dan loyalitas terhadap tugas dan organisasi .Kemampuan menjaga reputasi diri dan instansi .25 V. 2. perilaku. Kuliah/ceramah 2. Para instruktur dari Kepolisian 3. dan potensi yang meliputi: . Jumlah peserta : Sesuai dengan DIPA/RKA-KL masing-masing Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM. Pangkat serendah-rendahnya Pengatur (II/c). VIII. 2. Waktu : Disesuaikan dengan DIPA / RKA-KL masing-masing Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM. WAKTU DAN TEMPAT 1. Tempat : Dilaksanakan bekerjasama antara Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI dengan Kepolisian Setempat. Berbadan sehat dengan menunjukkan surat keterangan dokter. Ujian VI. TENAGA PENGAJAR 1. METODA PENGAJARAN 1. Persyaratan peserta: a.Jasmani dan rohani yang sehat . d. KURIKULUM DAN SILABUS . f. Usia tidak lebih dari 40 tahun e.Moral yang baik . IX. Memiliki Sikap. Berkondite baik berdasarkan surat keterangan dari atasan langsung. Para Pejabat dari instansi lain yang terkait VII. Petugas Pemasyarakatan yang bertugas pada Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) dan Rumah Tahanan Negara (RUTAN) dan RUBASAN b. 2. PERSYARATAN PESERTA 1. Pejabat Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM yang memiliki pengetahuan teoritis dan praktis dalam bidangnya.Prestasi yang baik dalam melaksanakan tugas c.Motivasi yang tinggi untuk meningkatkan pengetahuan . Praktek lapangan 3.

2. 7. 8. 10 11. MATA PELAJARAN JAM PIMPINAN KURIKULUM PURDUPSIS PENGENALAN LINGKUNGAN TES KESEHATAN TES KESAMAPTAAN INTER PERSONAL SKILL MOUNTENERING HALANG RINTANG PERDUPSIS BELA DIRI JAM PELAJARAN 2 2 2 4 2 4 10 6 6 12 8 KETERANGA N . 9. 5. 6. 4. 3.26 Kurikulum pelatihan ini jumlah jam pelajaran disesuaikan dengan DIPA/RKA-KL masing-masing Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM KURIKULUM PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KESAMAPTAAN TAHUN 2012 NO 1.

25. 19590712 198303 1 002 .27 12. 20.Si. Mardjoeki.. NIP. M. 21.IP. 24. 19. 28. 26. 17. 15. 16. Bc. 21 April 2011 KEPALA PUSAT PENGEMBANGAN TEKNIS DR. LINTAS ALAM UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 2002 PELAYANAN PRIMA / PENGEMBANGAN DIRI MENEMBAK OB PENGGELEDEHAHAN PEMERIKSAAN LKBA PENGATURAN PENJAGAAN PATROLI PENGAWALAN TPTKP CERAMAH INSTANSI UPACARA EVALUASI PHH / DALMAS JUMLAH JAM PELAJARAN 6 4 6 10 10 6 6 6 6 10 10 10 8 2 4 4 8 174 Depok. 27. 22. 23. 14. 18. 13.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful