1.

Mengidentifikasi penyebab kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika

2.

Mengidenfikifasi kemampuan awal yang dibutuhkan siswa dalam pembelajaran suatu topik/konsep matematika

3.

Mengenali ide atau konsep teori belajar Vigotsky

4.

Mengidentifikasi prinsip pembelajaran dengan pendekatan tertentu (pembelajaran kontekstual atau pembelajaran berbasis masalah)

5.

Mengidentifikasi pihak yang menyusun silabus

6.

Menentukan langkah-langkah penyusunan silabus

7.

Menggunakan kata kerja yang tepat untuk merumuskan indikator sesuai dengan kompetensi dasar

8.

Menentukan urutan penyampaian materi pembelajaran berdasarkan hirarkhi materi matematika dan kesiapan siswa untuk mendukung pencapaian sandar kompetensi tertentu

9.

Memilih teknologi yang sesuai untuk membantu proses belajar mengajar matematika di SMP

10. Meganalisis kegiatan siswa dengan pemberian berbagai latihan yang mendukung kemampuan
11. pemecahan masalah

12. Menganalisis kegiatan matematika rekreasi guna mengaktualisasikan potensi siswa
13. Memilih teknik bertanya yang tepat guna mengaktifkan iklim pembelajaran

14. Menerapkan komunikasi yang mendidik pada pembelajaran kooperatif learning

15. Menentukan prinsip penilaian yang diacu pada suatu permasalahan atau kasus pengolahan hasil

penilaian proses dan hasil belajar matematika

16. Menentukan teknik penilaian proses dan hasil belajar pada peristiwa kegiatan pembelajaran

Menentukan ingkaran suatu pernyataan majemuk 31. pengembangan instrumen penilaian di satuan pendidikan 19. Menentukan ukuran sudut suatu segi-banyak . Menentukan macam bahan yang dapat digunakan untuk melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan pada satu kompetensi dasar 25. pendidikan untuk diteruskan kepada orangtua/wali peserta didik berdasarkan tugas pendidik dalam mengelola penilaian mengacu pada Standar Penilaian 22. Membandingkan beberapa hasil operasi dua bilangan 29. Menentukan macam tahapan program remedial mengacu Standar Penilaian 20. Menaksir (menduga) hasil operasi beberapa bilangan 28. Menentukan persyaratan penyusunan instrument penilaian berdasarkan suatu kasus/peristiwa 18.17. Menentukan komponen pembelajaran yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil dari analisis hasil ulangan harian matematika 23. Menentukan macam hasil penilaian yang dikomunikasikan/ dilaporkan kepada pimpinan satuan 21. Memilih kegiatan yang sesuai dalam pelaksanaan refleksi 24. Menggunakan konsep barisan dan deret untuk menyesaikan masalah matematika 27. Menentukan komponen pembelajaran yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil refleksi pembelajaran satu kompetensi dasar (KD) matematika 26. Mengidentifikasi sifat-sifat atau karakteristik bangun datar 32. Mengidentifikasi pernyataan 30.

Dapat menentukan persamaan garis lurus 37. Dapat menggunakan aturan kombinasi untuk menyelesaikan masalah 35. Memfaktorkan suku banyak 40. Menghitung luas daerah yang dibatasi oleh 2 grafik fungsi yang diketahui atau beberapa titik yang dilaluinya 43. Menentukan banyaknya bilangan dengan menerapkan aturan/kaidah pencacahan 44. Dapat menerapkan sifat fungsi linear 39. Menyelesaikan sistem persamaan linier dua variabel 41. Menentukan hasil kali bilangan dengan vektor 48. Menggunakan aturan sinus untuk menentukan luas segitiga 47.33. Menggunakan perbandingan trigonometri untuk menghitung nilai sinus suatu sudut 46. Dapat menggunakan pola bilangan untuk menyelesaikan masalah 36. Mennggunakan hukum De Morgan untuk menentukan banyaknya anggota suatu himpunan 45. Menggunakan sifat-sifat barisan aritmetika untuk menyelesaikan soal 42. Dapat menggunakan konsep rata-rata untuk menyelesaikan masalah 34. Dapat menerapkan konsep fungsi linear untuk menyelesaikan masalah 38. Menjelaskan proses penemuan rumus barisan/deret .

Mengidentifikasi tindakan yang tepat untuk mensikapi atau menghadapi perkembangan zaman 63. Menggunakan fasilitas drawing Ms. Memahami perkembangan filsafat mtematika 50. Menjelaskan tujuan Penelitiian Tindakan Kelas (PTK) 61. Menjelaskan cara mengirimkan email menggunakan software klien email 66. Berkreasi dalam melaksanakan pembelajaran matematika 58. Word dalam menggambar bangun-bangun geometri 65. Menjelaskan kegunaan berbagai aplikasi Internet yang berkaitan dengan pengembang profesi sebagai guru matematika di SMP . Menentukan keberadaan standar kompetensi. Merancang pembelajaran secara kreatif pembelajaran pada suatu topik tertentu 57. atau indikator berdasarkan KTSP 54. Menentukan kegiatan belajar yang relevan dengan level kemampuan siswa 56. Menggunakan software aplikasi Internet untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui Internet 67. Menentukan prosedur pengiriman atau penerimaan/down load file via e-mail 64. Menjelaskan pengertian tindakan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) 62. Mengetahui tujuan pembelajaran matematika 53. Mengolah materi pembelajaran 59. Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan refleksi atas kinerja sendiri 60. kompetensi dasar.49. Memilih alat ukur yang tepat untuk membantu pembelajaran matematika 51. Menentukan kompetensi dasar yang relevan dengan standar kompetensi 55. Menggunakan alat peraga matematika 52.

kedalaman. relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. intelektual. emosional. dan spritual peserta didik. c. e. b. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan 17 berpusat pada peserta didik. lingkungan. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran. peserta didik dengan guru. dan keluasan materi pembelajaran. Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan: potensi peserta didik. struktur keilmuan. dan h. aktualitas. dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. relevansi dengan karakteristik daerah. g. tingkat perkembangan fisik. sosial. Pengalaman belajar memuat . d. keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik. f. MENENTUKAN LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS E. Langkah-langkah Pengembangan Silabus Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi. dengan memperhatikan hal-hal berikut: urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi. kebermanfaatan bagi peserta didik. tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI. alokasi waktu.MENGIDENTIFIKASI PENYEBAB KESULITAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA MENGENALI IDE ATAU KONSEP TEORI BELAJAR VIGOTSKY PIHAK YANG MENYUSUN SILABUS .

penggunaan portofolio. Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. pengetahuan. pengamatan kinerja. b. proyek dan/atau produk. d. d Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap. Penentuan Jenis Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. satuan pendidikan. c. potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. dan penilaian diri. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. pengukuran sikap. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan. c. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. khususnya guru. dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria . penilaian hasil karya berupa tugas. serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik. Penilaian menggunakan acuan kriteria. 18 kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. dan keterampilan. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan. Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. menganalisis.kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. mata pelajaran. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. yaitu kegiatan siswa dan materi. sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

keluasan. alam. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. e. dan indikator pencapaian kompetensi. dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar. objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran. dan budaya. tingkat kesulitan. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan. kedalaman. Misalnya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran. yang berupa media cetak dan elektronik. serta lingkungan fisik. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran.ketuntasan. MENGGUNAKAN HUKUM DE MORGAN UNTUK MENENTUKAN BANYAKNYA ANGGOTA SUATU HIMPUNAN (SMP) Hukum De Morgan: Hukum De Morgan:   ~(p › q)  ~p œ ~q ~(p œ q)  ~p › ~q MENGGUNAKAN PERBANDINGAN TRIGONOMETRI UNTUK MENGHITUNG NILAI SINUS SUATU SUDUT MENGGUNAKAN SOFTWARE APLIKASI INTERNET UNTUK BERKOMUNIKASI DENGAN ORANG LAIN MELALUI INTERNET (SMP) Surat Elektronik (e-mail) : Aplikasi yang digunakan untuk mengirimkan pesan elektronik melalui jaringan USENET Newsgroup (forum): kelompok diskusi dimana orang bisa berbagi gagasan dan informasi didalam topik tertentu melalui papan buletin. sosial. narasumber. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. kegiatan pembelajaran. ListServ : Forum umum diskusi diantara kelompok-kelompok dimana berkomunikasi melalui email .

Interaksi kognitif akan terjadi sejauh realitas tersebut disusun melalui struktur kognitif yang diciptakan oleh siswa itu sendiri. Asimilasi adalah proses kognitif dimana seseorang mengintegrasikan persepsi. diskusi dengan teman sekelas. Netscape Navigator. menanamkan pembelajran dalam konteks pengalaman social. Dalam menghadapi rangsangan atau pengalaman baru seseorang tidak dapat mengasimilasikan pengalaman yang baru dengan skemata yang telah dipunyai. Kreativitas dan keaktifan siswa akan membantu mereka untuk berdiri sendiri dalam kehidupan kognitif siswa sehingga belajar lebih diarahkan pada experimental learningyaitu merupakan adaptasi kemanusiaan berdasarkan pengalaman konkrit di laboratorium. Asimilasi dipandang sebagai suatu proses kognitif yang menempatkan dan mengklasifikasikan kejadian atau rangsangan baru dalam skema yang telah ada. v Akomodasi. Dengan bantuan struktur kognitifnya ini. Mozilla Firefox Hakikat Pembelajaran Konstruktivisme Pembentukan pengetahuan menurut konstruktivistik memandang siswa yang aktif menciptakan struktur-struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan. Asimilasi tidak akan menyebabkan perubahan/pergantian skemata melainkan perkembangan skemata.Bagi Piaget adaptasi merupakan suatu kesetimbangan antara asimilasi dan akomodasi. bukan pembelajar atau orang lain. Pengalaman yang baru itu bias jadi sama sekali tidak cocok dengan skema yang telah ada. Proses asimilasi ini berjalan terus. yaitu: mengutamakan pembelajaran yang bersifat nyata dalam kontek yang relevan. Struktur kognitif senantiasa harus diubah dan disesuaikan berdasarkan tuntutan lingkungan dan organisme yang sedang berubah. Pertumbuhan intelektual ini merupakan proses terus . v Asimilasi. Karenanya aksentuasi dari mendidik dan mengajar tidak terfokus pada si pendidik melainkan pada pebelajar. siswa yang harus aktif mengembangkan pengetahuan mereka. konsep pada lingkungan (the concept of envieronmet). Beberapa hal yang mendapat perhatian pembelajaran konstruktivistik. subyek menyusun pengertian realitasnya. Mereka yang harus bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya.Chatting : layanan internet untuk berkomunikasi antara 2 orang atau lebih. Bila dalam proses asimilasi seseorang tidak dapat mengadakan adaptasi terhadap lingkungannya maka terjadilah ketidaksetimbangan (disequilibrium). Contoh Browser : Internet Explorer dari Microsoft. Akomodasi terjadi untuk membentuk skema baru yang cocok dengan rangsangan yang baru atau memodifikasi skema yang telah ada sehingga cocok dengan rangsangan itu. Proses penyesuaian diri terjadi secara terus menerus melalui proses rekonstruksi. Dalam keadaan demikian orang akan mengadakan akomodasi. mengutamakan proses. konsep ataupun pengalaman baru ke dalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya. dan pembentukan makna (the construction of meaning).Penekanan belajar siswa secara aktif ini perlu dikembangkan. pembelajaran dilakukan dalam upaya mengkonstruksi pengalaman Aspek-Aspek Pembelajaran Konstruktivistik Fornot mengemukakan aspek-aspek konstruktivitik sebagai berikut: adaptasi (adaptation). Dari ketiga aspek tersebut diadaptasi terhadap lingkungan yang dilakukan melalui dua proses yaitu asimilasi dan akomodasi. yang kemudian dikontemplasikan dan dijadikan ide dan pengembangan konsep baru. Asimilasi adalah salah satu proses individu dalam mengadaptasikan dan mengorganisasikan diri dengan lingkungan baru perngertian orang itu berkembang. Akibat ketidaksetimbangan itu maka tercapailah akomodasi dan struktur kognitif yang ada yang akan mengalami atau munculnya struktur yang baru. Internet Telephony (VoIP : Voice Over IP) : layanan internet untuk komunikasi suara dengan harga lebih murah Streaming Audio dan Video : layanan internet dimana pemakai dapat melihat dan mendengar data yang dikirm oleh server Real-time Audio dan Video Browser : Aplikasi software yang digunakan untuk mengakses web. Yang terpenting dalam teori konstruktivisme adalah bahwa dalam proses pembelajaran.

dan perspektif yang dipakai dalam menginterpretasikannya. siswa yang mengalami kesulitan tersebut terbantu oleh teman yang lebih pandai. Si belajar akan memiliki pemahaman yag berbeda terhadap pengetahuan tergantung pada pengalamannya. Proses dalam kognisi diarahkan memalui adaptasi intelektual dalam konteks social budaya. peringatan. Pandangan Konstruktivistik tentang belajar dan pembelajaran Pengtahuan adalah non-objective. Scaffolding. bersifat temporer. Dalam interaksi sosial dikelas. objek. Mind berfungsi sebagai alat untuk menginterpretasi peristiwa. Proses penyesuaian itu equivalent dengan pengkonstruksian pengetahuan secara intra individual yakni melalui proses regulasi diri internal. yaitu siswa mencapai keberhasilan dengan baik. dorongan. siswa yang lebih pandai memberi bantuan kepada siswa yang mengalami kesulitan berupa petunjuk bagaimana cara memecahkan masalah tersebut. selalu berubah dan tidak menentu. Vigotsky mengemukakan tiga kategori pencapaian siswa dalam upayanya memecahkan permasalahan. Bantuan yang diberikan pembelajar dapat berupa petunjuk. Ketika guru membantu secukupnya kepada siswa yang mengalami kesulitan dalam belajarnya. Tingkatan pengetahuan atau pengetahuan berjenjang ini oleh Vygotskian disebutnya sebagai scaffolding. Konsep ZPD Vigotsky berdasar pada ide bahwa perkembangan pengetahuan siswa ditentukan oleh keduanya yaitu apa yang dapat dilakukan oleh siswa sendiri dan apa yang dilakukan oleh siswa ketika mendapat bantuan orang yang lebih dewasa atau teman sebaya yang berkompeten (Daniels dan Wertsch dalam Slavin 2000: 47). maka terjadi scaffolding.Scaffolding. Mengajar adalah menata lingkungan agar si belajar termotivasi dalam menggali makna seta menghargai ketidakmenentuan. Zona of Proximal Development (ZPD) Pembelajar sebagai mediator memiliki peran mendorong dan menjembatani siswa dalam upayanya membangun pengetahuan. pengertian dan kompetensi. siswa gagal meraih keberhasilan. dan refleksi serta interpretasi. Belajar adalah penyusunan pengetahuan dari pengalaman konkrit.Dorongan guru sangat dibutuhkan agar pencapaian siswa ke jenjang yang lebih tinggi menjadi optimum. Tetapi bila terjadi kesetimbangan maka individu akan berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada sebelumnya. aktivitas kolaboratif. para konstruktivis Vygotskian lebih menekankan pada penerapan teknik saling tukar gagasan antar individual. maka terjadi scaffolding. menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. ketika terjadi saling tukar pendapat antar siswa dalam memecahkan suatu masalah. siswa mencapai keberhasilan dengan bantuan. Dalam hubungan ini. berarti membrikan kepada seorang individu sejumlah besar bantuan selama tahap-tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar segera setelah mampu mengerjakan sendiri.menerus tentang keadaan ketidaksetimbangan dan keadaan setimbang (disequilibrium-equilibrium). berarti upaya pembelajar untuk membimbing siswa dalam upayanya mencapai keberhasilan. Terdapat dua prinsip penting yang diturunkan dari teori Vigotsky adalah: mengenai fungsi dan pentingnya bahasa dalam komunikasi social yang dimulai proses pencanderaan terhadap tanda (sign) sampai kepada tukar menukar informasi dan pengetahuan. Pandangan Konstruktivistik tentang penataan Lingkungan Belajar . Konstruktivisme Vygotskian memandang bahwa pengetahuan dikonstruksi secara kolaboratif antar individual dan keadaan tersebut dapat disesuaikan oleh setiap individu. atau perspektif yang ada dalam dunia nyata sehingga makna yang dihasilkan bersifat unik dan individualistik.

5. ketidakpastian. pemecahan ganda.Pembelajaran lebih banyak diarahkan untuk meladeni pertanyaan atau pandangan si belajar. Mereka didorong untuk menguji keyakinan dengan melakukan percobaan. Resrtukturisasi ide. berupa: (a) tantangan. interview Penyusunan program pembelajaran. Siswa akan daapt melihat sendiri apakah ramalan mereka benar atau salah. Usaha untuk mencari penjelasan ini dilakukan dengan proses konfrontasi melalui diskusi dengan teman atau guru yang pada kapasistasnya sebagai fasilitator dan mediator.Kebebasan dipandang sebagai penentu keberhasilan belajar. Rancangan Pembelajaran KonstruktivistikBerdasarkan teori Vygotsky yang telah dikemukakan di atas maka pembelajaran dapat dirancang/didesain dalam model pembelajaran konstruktivis di kelas sebagai berikut: Identifikasi prior knowledge dan miskonsepsi. Pandangan Konstruktivistik tentang Tujuan PembelajaranTujuan pembelajaran ditekankan pada belajar bagaimana belajar (learn how to learn). Guru harus menahan diri untuk tidak menghakiminya. Orientasi dan elicitasi. Menganjurkan mereka untuk menerapkan konsep ilmiahnya tersebut dalam berbagai macam situasi untuk memecahkan masalah yang instruktif dan kemudia . Program pembelajaran dijabarkan dalam bentuk satuan pelajaran. diperagakan atau diselidiki dalam praktikum. Identifikasi awal terhadap gagasan intuitif yang mereka miliki terhadap lingkungannya dijaring untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan akan Identifikasi ini dilakukan dengan tes awal. Dalam tahap ini. Siswa dituntun untuk menemukan sendiri bahwa konsep-konsep yang baru itu memiliki konsistensi internal.Control belajar dipegang oleh si belajar. evaluasi menekankan pada keterampilan proses dalam kelompok. pandangan Konstruktivistik tentang strategi pembelajaran Penyajian isi menekankan pada penggunaan pengetahuan secara bermakna mengikuti urutan dari keseluruhan-ke-bagian. Kemudian mereka didorong untuk memikirkan penjelasan paling sederhana yang dapat menerangkan sebanyak mungkin gejala yang telah mereka lihat. mereka akan mengalami konflik kognitif dan mulai tidak puas dengan gagasan mereka. Si belajar harus bebasKebebasan menjadi unsur yang esensial dalam lingkungna belajar. Bila ramalan mereka meleset. menulis.Kegagalan atau keberhasilan. Gagasan-gagasan tersebut kemudian dipertimbangkan bersama. situasi pembelajaran yang kondusif dan mengasyikkan sangatlah perlu diciptakan pada awal-awal pembelajaran untuk membangkitkan minat mereka terhadap topik yang akan dibahas. (c) membangun ulang kerangka konseptual. Pembelajaran menekankan pada proses. dengan menggunakan masalah dalam konsteks nyata. Pengungkapan gagasan tersebut dapat memalui diskusi.Aktivitas belajar lebih banyak didasarkan pada data primer dan bahan manipulatif dengan penekanan pada keterampilan berpikir kritis. Kebenaran akan gagasan siswa akan terjawab dan terungkap dengan sendirinya melalui penalarannya dalam tahap konflik kognitif. Pandangan Konstruktivistik tentang evaluasiEvaluasi menekankan pada penyusunan makna secara aktif yang melibatkan keterampilan terintegrasi. Suasana pembelajaran dibuat santai dan tidak menakutkan agar siswa tidak khawatir dicemooh dan ditertawakan bila gagasangagasannya salah. kemampuan atau ketidakmampuan dilihat sebagai interpretasi yang berbeda yang perlu dihargai. Menyakinkan siswa akan manfaat untuk beralih konsepsi dari miskonsepsi menuju konsepsi ilmiah. ilustrasi gambar dan sebagainya.Si belajar adalah subjek yang harus memapu menggunakan kebebasan untuk melakukan pengaturan diri dalam belajar. 6. siswa diberikan pertanyaan-pertanyaan tentang gejala-gejala yang kemudian dapat diminta untuk meramalkan hasil percobaan dan memberikan alas an untuk munculnya miskonsepsi yang menghinggapi struktur kognitif siswa. Aplikasi. kesemrawutan.Evaluasi merupakan bagian utuh dari belajar dengan cara memberikan tugas-tugas yang menuntut aktivitas belajar yang bermkana serta menerapkan apa yang dipelajari dalam konteks nyata.Ketidakteraturan. bukan hanya satu jawaban benar. Evaluasi yang menggali munculnya berpikir divergent. berbagai macam gagasan-gagasan yang bersifat miskonsepsi yang muncul pada tahap orientasi dan elicitasi direflesikan dengan miskonsepsi yang telah dijaring pada tahap awal. Miskonsepsi ini diklasifikasi berdasarkan tingkat kesalahan dan kekonsistenannya untuk memudahkan merestrukturisasikannya. Refleksi. (b) konflik kognitif dan diskusi kelas.Menunjukkan bahwa konsep ilmiah yang baru itu memiliki keunggulan dari gagasan yang lama. Mereka mendukung ramalannya itu. Siswa dituntun agar mereka mau mengemukakan gagasan intuitifnya sebanyak mungkin tentang gejala-gejala fisika yang mereka amati dalam lingkungan hidupnya sehari-hari.

menyusun silabus secara bersama. Sekolah/Madrasah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri. Review dilakukan untuk meninjau keberhasilan strategi pembelajaran yang telah berlangsung dalam upaya mereduksi miskonsepsi yang muncul pada awal pembelajaran. Revisi terhadap strategi pembelajaran dilakukan bila miskonsepsi yang muncul kembali bersifat sangar resisten. maka pihak sekolah/madrasah dapat mengusahakan untuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah/madrasah tersebut. yang pada akhirnya akan bermuara pakesulitan belajar dan rendahnya prestasi siswa bersangkutan. Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah/madrasah atau beberapa sekolah. kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada atau Pusat Kegiatan Guru (PKG).menguji penyelesaian secara empiris. Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri. dan Dinas Pendikan. Hal ini penting dilakukan agar miskonsepsi yang resisten tersebut tidak selamanya menghinggapi struktur kognitif. Di SMP/MTs untuk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara bersama oleh guru yang terkait. 16 Dinas Pendidikan/Departemen yang menangani urusan pemerintahan di bidang agama setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus dengan membentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing . kondisi sekolah/madrasah dan lingkungannya. dari kelas I sampai dengan kelas VI. Mereka akan mampu membandingkan secara eksplisit miskonsepsi mereka dengan penjelasa secara keilmuan. Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenali karakteristik peserta didik. sebaiknya bergabung dengan sekolahsekolah/madrasah-madrasah lain melalui forum MGMP/PKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah-sekolah/madrasah-madrasah dalam lingkup MGMP/PKG setempat. Di SD/MI semua guru kelas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful