P. 1
Makna Media Dalam Pendidikan Agama Islam

Makna Media Dalam Pendidikan Agama Islam

|Views: 50|Likes:

More info:

Published by: Muhammad Taufik Japetbodhol on Feb 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2013

pdf

text

original

MAKNA MEDIA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Media pendidikan merupakan suatu alat atau perantara yang berguna

untuk memudahkan proses belajar mengajar, dalam rangka mengefektifkan komunikasi antara guru dan murid. Hal ini sangat membantu guru dalam mengajar dan memudahkan murid menerima dan memahami pelajaran. Proses ini membutuhkan guru yang professional dan mampu menyelaraskan antara media pendidikan dan metode pendidikan. Kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan serta perubahan sikap masyarakat membawa pengaruh yang besar dalam bidang pendidikan. Hal ini mendorong setiap lembaga pendidikan untuk mengembangkan lembaganya lebih maju dengan memanfaatkan teknologi modern dan kemajuan ilmu pengetahuan sebagai media pembelajaran. Dari pemikiran di atas sudah jelas media pendidikan itu berkaitan dengan kemajuan suatu pendidikan yang meliputi sebagai berikut : 1. Arti, fungsi dan nilai media pendidikan. 2. Tujuan pendidikan. 3. Psikologi belajar. 4. Bentuk media pendidikan. Pembahasan ini akan dimulai dari pengertian media pendidikan sebagai alat komunikasi. Alat komunikasi selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan majunya ilmu pengetahuan.[1] Kaitannya dengan media pendidikan mempunyai fungsi yang besar di berbagai kehidupan, baik di kehidupan pendidikan maupun dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan seni kebudayaan.[2] Dalam kehidupan pendidikan media komunikasi memberikan kontribusi yang besar dalam kemajuan maupun peningkatan mutu di suatu lembaga pendidikan. Dengan memakai media tersebut anak didik akan mudah mencerna dan memahami suatu pelajaran. Dengan demikian melalui pendekatan ilmiah sistematis, dan rasional tujuan pendidikan dapat dicapai secara efektif dan efisien.[3] Untuk mencapai pendidikan tersebut guru memberikan peran yang penting untuk menghantarkan keberhasilan anak didik, oleh karenanya dibutuhkan komunikasi yang baik antara guru dan murid, untuk menciptakan komunikasi yang baik dibutuhkan guru yang profesional yang mampu menyeimbangkan antara media pembelajaran dan metode pengajaran sehingga informasi yang disampaikan guru dapat diterima siswa dengan baik. [4] Jadi tugas media bukan sebagai sekedar mengkomunikasikan hubungan antara pengajar dan murid namun lebih dari itu media merupakan bagian integral yang saling berkaitan antara komponen satu dengan komponen yang lain yang saling berinteraksi dan mempengaruhi. 1. Arti dan Fungsi Media Pendidikan Secara harfiah media diartikan “perantara” atau “pengantar”. AECT (Association for Educational Communication and Technology) mendefinisikan media sebagai segala bentuk yang digunakan untuk proses penyaluran informasi.[5] Robert Hanick dan kawan-kawan (1986) mendefinisikan media adalah sesuatu yang membawa informasi antara sumber (source) dan penerima (receiver) informasi. Masih dalam sudut yang sama, Kemp dan Dayton mengemukakan peran media dalam proses komunikasi sebagai alat pengirim (transfer) yang mentransmisikan pesan dari pengirim

Dari pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat. merumuskan. tidak semata-mata komunikasi verbal. melainkan pembawa informasi atau pesan pembelajaran yang dibutuhkan siswa. fungsi dan kemampuan media sangat penting artinya. d.[8] Sebagai seorang pendidik. maka media pembelajaran berfungsi sebagai berikut : a. Pada mulanya media hanya dikenal sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar yakni yang memberikan pengalaman visual pada anak dalam rangka mendorong motivasi belajar. e. berkenaan dengan manfaat media pembelajaran. Membantu memudahkan belajar bagi siswa dan juga memudahkan pengajaran bagi guru. mudah dipahami.[6] Sedangkan Oemar Hamalik mendefinisikan. Pertama. media sebagai teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi antara guru dan murid dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah. tetapi juga punya aktifitas lain seperti mengamati. f. Semua indera murid dapat diaktifkan. kongkret.[7] Dengan konsepsi semakin mantap fungsi media dalam kegiatan mengajar tidak lagi peraga dari guru. Dapat membangkitkan dunia teori dengan realitanya. Lebih menarik perhatian dan minat murid dalam belajar.[9] Berfikir siswa dimulai dari yang kongkret menuju yang abstrak. maupun pemanfaatan. Dalam hubungan ini penggunaan media pembelajaran berkaitan erat dengan tahapan-tahapan berfikir mereka sehingga tepat penggunaan media . dan mempermudah konsep yang komplek dan abstrak menjadi lebih sederhana. Ada beberapa alasan media pembelajaran berkenaan dapat mempertinggi proses belajar siswa. Menarik perhatian siswa lebih besar (jalannya tidak membosankan). penggunaan media pembelajaran dapat mempertinggi proses dan hasil belajar yang berkenaan dengan taraf pikir siswa. sebagai berikut : a. dari yang sederhana menuju yang komplek. c. metodik dan teknik yang digunakan sebagai perantara komunikasi antara seorang guru dan murid dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan pengajaran di sekolah. Kedua. Hal demikian pusat guru berpusat pada pengembangan dan pengolahan individu dan kegiatan belajar mengajar. b. Media pendidikan dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang gilirannya diharapkan mempertinggi hasil belajar yang hendak dicapai. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat dipahami dan dikuasai siswa. sebab tidak hanya mendengar uraian guru. memperjelas. d.(sender) kepada penerima pesan atau informasi (receiver). dari yang sederhana menuju yang abstrak. b. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Metode pengajaran akan lebih variasi. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motifasi belajar. Memberikan pengalaman lebih nyata (abstrak menjadi kongkret). Media pembelajaran merupakan perantara atau alat untuk memudahkan proses belajar mengajar agar tercapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. melakukan dan mendemonstrasikan. Dewasa ini dengan perkembangan teknologi serta pengetahuan. c. Media merupakan integrasai dari sistem pembelajaran sebagai dasar kebijakan dalam pemilihan pengembanan.

b. nilai atau manfaat media pendidikan adalah sebagai berikut : a. c. d. Dinyatakan pada kata kerja yang operasional artinya menunjukkan pada hasil perbuatan yang dapat diamati atau hasilnya dapat diukur dengan alat ukur tertentu. e. Memperbaiki mental. Meletakkan dasar-dasar yang kongkret untuk berfikir sehingga mengurangi verbalitas. berilmu. Membantu tumbuhnya pengertian dan dengan demikian membantu perkembangan bahasa. Meletakkan dasar yang penting untuk perkembangan belajar oleh karena itu pelajaran lebih mantap. Mempertinggi kecerdasan dan keterampilan. moral maupun hubungannya dengan sosial. budi pekerti memperkuat keyakinan agama. dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab. dengan bertitik tolak pada perubahan tingkah laku. Menurut Ensiclopedi of Educational Research. j. Membangun warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab Sebagai seorang pendidik. Bab II Pasal 3. sehat. d. Media pendidikan membangkitkan motivasi dan merangsang kegiatan belajar.pembelajaran disesuaikan dengan kondisi mereka sehingga hal-hal yang abstrak dapat dikongkretkan. f. Tujuan Pendidikan Pendidikan ditujukan untuk menghantarkan para siswa menuju pada perubahan tingkah laku.[10] 2. Memberikan pengalaman yang nyata. Untuk meneruskan tujuan yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. c. Berorientasi pada kepentingan siswa. b. Untuk mencapai tujuan tersebut siswa dalam lingkungan sekolah akan dibimbing dan diarahkan oleh guru dan siswa berperan aktif. bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak sertaperadaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa. Memberikan pengalaman yang tidak diperoleh dengan cara yang lain. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinu. Media pendidikan memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara guru dan murid. karena di dalam filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita yang mengatur tingkah laku atau perbuatan seseorang atau masyarakat. Dalam Undang-Undang Sistem Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. g. moral. berakhlak mulia. Berdasarkan pada uraian di atas maka tujuan pendidikan adalah: a. disebutkan. bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. b. cakap.[11] Filsafat pendidikan memberikan kontribusi yang besar mengenai tujuan pendidikan. i.[12] . Membina atau memperkembangkan fisik yang kuat dan sehat. kreatif. Memperbesar perhatian siswa. Media pendidikan memberikan pengertian atau konsep yang sebenarnya secara realita dan teliti. h. mandiri. perumusan tujuan pembelajaran merupakan suatu hal yang pokok sebelum melakukan kegiatan pengajaran. Perubahan itu tercermin baik dari segi intelek.

5 x 4 adalah stimulus sedangkan 20 = response. c. pandangan modern. 3) Hukum kesediaan atau kesiapan. jiwa manusia adalah suatu keseluruhan yang berstruktur. belajar adalah proses perubahan tingkah laku perekat interaksi dengan lingkungannya. belajar adalah usaha memperoleh sejumlah ilmu pengetahuan. Teori ini kemudian menjadi dasar tumbuhnya teori connectionisme yang mempunyai doktrin pokok “hubungan antara stimulus dan respon”.[13] Jadi dengan demikian. apabila suatu ikatan untuk berbuat. adalah berkat pengaruh atau perbuatan yang dilakukan terhadap individu. Kedua. pengetahuan adalah kekuasaan siapa saja yang memiliki banyak pengetahuan maka ia akan mendapat kekuasaan. membentuk daya mengingat. Thorndike dengan S-R bond teori itu menyusun hukum-hukum belajar sebagai berikut : 1) Hukum latihan atau prinsip use dan disuse. sebaliknya apabila tidak siap akan menimbulkan ketidak senangan. daya mencipta. dan daya kemauan. Setiap stimulus menimbulkan jawaban tertentu misalnya 5 x 4 = 20. pandangan tradisional. Seorang dikatakan melakukan kegiatan belajar setelah ia memperoleh hasil yakni terjadinya perubahan tingkah laku. maka para siswa perlu diberi latihan fakta-fakta. belajar merupakan suatu keharusan untuk manusia agar memperoleh ilmu pengetahuan sebagai proses perubahan tingkah laku yakni berintelektual tinggi serta berakhlakul karimah. b.3. yakni tradisional dan pandangan modern. Teori Psikologi Asosiasi Teori ini dikenal dengan sebutan S-R bond teory yakni teori ini stimulus response. hubungan itu akan diperkuat atau diperlemah tergantung pada kepuasan atau ketidak senangan yang berkenaan pada penggunaannya. daya berfikir. 2) Hukum pengaruh. Psikologi Belajar Pada umumnya belajar dapat kita lihat dari jenis pandangan. Apanbila hubungan itu sering dilatih ia akan lebih kuat. Untuk mengembangkan daya tersebut maka perlu dilatih. 4) Mengutamakan pengalaman-pengalaman masa lampau. Pertama. Misalnya. untuk melatih daya berfikir para siswa diberi hitungan yang berat-berat dan lain-lain. a. Asosiasi dibuat antara kesan-kesan penginderaan dan dorongan-dorongan untuk berbuat. . Implikasi dari teori itu dalam belajar adalah : 1) Kelakuan belajar. Teori Psikologi Daya atau formal disipline Teori ini menekankan pada daya-daya yang dimiliki oleh anak yakni daya mengingat. daya perasaan. Yang pening dari teori ini menekankan pada faktor pembentukannya bukan pada faktor materi yang digunakan. “Pengetahuan” memegang peranan yang penting dalam hidup manusia. perbuatan itu memberikan kepuasan. Untuk mencapai suatu tujuan pelajaran para ahli psikologi pendidikan telah merumuskan beberapa teori yang digolongkan menjadi tiga bagian. 3) Kurang memperhatikan proses-proses mengenal dan berfikir. 5) Menganggap bahwa situasi keseluruhan terdiri dari bagian-bagian. unsur-unsur tersebut berada dalam keseluruhan menurut struktur tertentu dan saling berinteraksi satu sama lain. Belajar menurut Psikologi Gestalt Menurut aliran ini. 2) Menjelaskan kelakuan dan motivasi secara mekanis.

Alat-alat audio-visual. dokumentasi bahan-bahan masalah-masalah dan sebagainya. 4) Anak belajar menggunakan pemahaman. Jakarta: Bumi Aksara. komik. Dalam hal ini maka tercakup pula di dalamnya pribadi dan tingkah laku guru. misalnya papan tulis. [10] Ibid. darah dan lain-lain. laboratorium elektro perkakas atau instruktif. peninggalan sejarah. Alat-alat yang tergolong dalam kategori ini meliputi film strip. [5] Ibid.. 2) Media pendidikan pada tiga dimensi. papan planel. Teknologi Pendidikan. 7) Anak yang belajar merupakan keseluruhan bukan belajar pada otaknya saja. Media Pendidikan. gambar. 1990. Media Pendidikan. h. h. 2002. Nasution. Bahan-bahan catatan atau membaca (suplementari materialis) Misalnya buku. 2) Keseluruhan memberi makna pada bagian-bagian. Asnawir.. komik.. didengar melainkan anak dapat melakukannya sendiri. h. Kumpulan benda-benda Berupa benda-benda yang dibawa dari masyarakat ke sekolah untuk dipelajari. 7. Bandung: Jemars. gerakan badan. alat-alat yang tergolong ini seperti : 1) Media pendidikan tanpa proyeksi.[14] 4. Jakarta: Rajawali Pers. Benni Agus Pribadi. 1983. bagan diagram. benih. dan lainlain. [2] Dr. Media Komunikasi Pendidikan. bibit. [9] Dr. 1995. . majalah. dan lain-lain. televisi. Nana Sudjana. periodikal dan pamflet. Jakarta: Universitas Terbuka. Bentuk Media Pendidikan Sesuai dengan pemikiran di atas media pendidikan tidak terbatas pada alat-alat audiovisual yang dapat dilihat. karton. folder. 11. bahan kimia. koran. papan tempel. radio. 27-31. ruang kelas otomotif. Media Pendidikan. S. b. H. e.. 1996. Jakarta: Ciputat Pers. Bandung: Sinar Baru. film. Sumber-sumber masyarakat Berupa obyek-obyek. 3) Individuasi bagian-bagian dari keseluruhan. 5) Belajar merupakan rangkaian reorganisasi pengalaman. bulletin. 6) Hasil belajar meliputi semua aspek tingkah laku. diorama. h. [7] Ibid. c. [3] Sudarman Danim. boneka. [1] Dr. dan lain-lain. sistem interkomunikasi dan komputer. 23-25. Contoh-contoh kelakuan yang dicontohkan oleh guru Meliputi semua contoh kelakuan yang dipertunjukkan oleh guru waktu mengajar. bentuk media pendidikan terdiri dari : a. 1984. misalnya pada benda asli dan benda tiruan contoh..Implikasi teori tersebut terhadap belajar antara lain sebagai berikut: 1) Belajar dimulai dari keseluruhan. misalnya potongan kaca. kaki. d. Secara menyeluruh. 3) Media yang menggunakan teknik atau masinal. grafik. [4] Ibid. [6] Drs. misalnya dengan tangan. mimik. Teknologi Komunikasi Pendidikan. [8] Yusuf Hadi Miarso dkk.

.[11] Ibid. [14] Ibid. [13] Ibid.. [12] Ibid. 138. 1.. 41-44.. h. h.. h. h. 40.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->