Contoh Proposal Tugas Akhir T.

Pertambangan
Setelah pulang dari Tanjung enim Sumatera selatan, saya duduk di lobi kampus, dan beberapa teman-teman dan adik-adik junior di Pertambangan menyapa kabar, pengalaman, dan ada juga beberapa teman yang ingin Tugas akhir disana. Setelah beberapa saat ada adikadik yang bertanya bagaimana membuat proposal Tugas Akhir dan dengan dasar inilah saya ingin mempublishkan proposal Tugas Akhir ini. Semoga bermanfaat ANALISA STRIPPING RATIO DALAM MENENTUKAN SUATU METODE PENAMBANGAN BATUBARA PADA PT.INTI BARA NUSALIMA PEKANBARU

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Oleh RIKI RONALDO VIKTOR TAMBARIKI NIM 04306024

LOGO

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN 2009

Dalam memulai penambangan dan pengembangan perencanaan kegiatan penambangan batubara.A. Dalam mengusahakan industri pertambangan selalu berhadapan dengan sesuatu yang serba terbatas baik lokasi. dimana suatu cadangan batubara dapat bernilai ekonomis dan sebaliknya pada waktu yang berbeda. nisbah kupas pulang pokok (break even stripping ratio) merupakan salah satu aspek penentu pemilihan metode penambangan yang akan digunakan. Hal ini dipengaruhi oleh harga jual dari produk yang dihasilkan dan biaya dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut. LATAR BELAKANG Endapan bahan galian umumnya tersebar secara tidak merata didalam kulit bumi baik jenis. jumlah maupun kadarnya. Menganalisa kondisi stripping ratio pada masing-masing blok cadangan dan keseluruhan untuk mengetahui batasan ekonomi penambangan secara terbuka berdasarkan economic stripping ratio sehingga dapat diketahui batasan berakhirnya tambang terbuka dan kapan akan dimulai tambang bawah tanah. Pada waktu berbeda dengan kondisi ekonomi yang berbeda. hal ini sangat dipengaruhi oleh harga jual batubara. Untuk menentukan metode penambangan yang akan diterapkan terhadap suatu daerah yang memiliki cadangan batubara yang ekonomis dipengaruhi oleh kondisi dan karekteristik endapan batubara tersebut serta besarnya modal yang tersedia dan kesiapan teknologi yang ada. JUDUL ANALISA STRIPPING RATIO DALAM MENENTUKAN SUATU METODE PENAMBANGAN BATUBARA DI AREA PENAMBANGAN PT. RUANG LINGKUP KEGIATAN Karakteristik industri pertambangan yang padat modal dan padat teknologi adalah hal yang sangat penting diperhitungkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan metode penambangan yang akan diterapkan berdasarkan break even stripping ratio yang disesuaikan dengan harga batubara dan biaya produksi perusahaan. Batas ekonomi penambangan secara terbuka adalah batasan yang ditentukan oleh nisbah kupas ekonomi (economic stripping ratio/SREC). jumlah maupun mutu materialnya. agar perolehan keuntungan dapat optimal.INTI BARA NUSALIMA JAMBI B. baik ditinjau dari segi ekonomis maupun teknis. hal ini dipengaruhi oleh harga jual batubara dipasaran. Menghitung cadangan batubara dengan metode block system berdasarkan log bor dengan bantuan software Surfer 8. jenis. C. Jadi didalam mengelola sumberdaya mineral diperlukan tahapan usaha pertambangan dan penerapan metode penambangan yang sesuai dan tepat. 2. Keterbatasan ini ditambah lagi usaha meningkatkan keselamatan kerja serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. Permasalahan yang timbul akibat dari perubahan kondisi ekonomi yang berlaku . Dari nilai SREC ini dapat diketahui berapa nilai SR yang menjadi batasan cadangan tertinggi yang dapat ditambang dengan metode tambang terbuka dan menguntungkan. D. MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN Maksud dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. maka suatu cadangan bisa berubah dari cadangan yang ekonomis menjadi tidak ekonomis dan sebaliknya.

dan hal ini dipengaruhi oleh metode penambangan yang akan diterapkan. maka dapat dibuat diagram alir metode penelitian sebagai berikut: Gambar 1. antara lain : 1. Mengumpulkan data-data biaya pengupasan overburden dan penambangan batubara. Endapan Batubara (coal deposit) Batubara yang merupakan kelanjutan proses dari pembentukan gambut adalah batuan sedimen yang dapat terbakar. 2. Besarnya keuntungan yang diharapkan adalah tujuan dari pengusahaan industri pertambangan. DASAR TEORI 1.1. serta harga jual batubara. E. terbentuk dari tumpukan hancuran tumbuhan yang . Metode sekunder yang diterapkan dalam penelitian ini mencakup studi literatur dari berbagai sumber yang kemudian dikembangkan untuk mendukung kajian dari penelitian ini serta hasil olahan data utama yang dijadikan data sekunder seperti pembuatan peta isopach. Diagram Alir Penelitian F. Dari uraian diatas. Metode primer dilakukan dengan mengadakan observasi langsung ke daerah penelitian dan hasil observasi menjadi data utama dalam penelitian ini. METODE PENELITIAN Secara umum penelitian ini dilaksanakan dengan memakai 2 metoda yakni metode primer dan metode sekunder. Kesesuaian metode penambangan yang akan diterapkan terhadap suatu cadangan ditentukan oleh nisbah kupas pulang pokok (break even stripping ratio) dan nilai ini menjadi batasan berakhirnya tambang terbuka dan kapan dimulai tambang bawah tanah. isooverburden dan isostruktur. Mengumpulkan data-data dari hasil pemboran eksplorasi.mempengaruhi nilai dari cadangan batubara yang ada.

Cadangan Batubara (Coal Reserves) {Cadangan batubara (Coal Reserves) adalah bagian dari sumber daya batubara yang telah diketahui dimensi.1. Sumberdaya batubara dapat diklasifikasikan dalam beberapa bagian antara lain : ‡ Sumber Daya Batubara Hipotetik (Hypothetical Coal Resource) Sumber daya batu bara hipotetik adalah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. ‡ Sumber Daya Batubara Terukur (Measured Coal Resourced) Sumber daya batu bara terukur adalah jumlah batu bara di daerah peyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. ‡ Cadangan Batubara Terkira (Probable Coal Reserve) Cadangan batu bara terkira adalah merupakan sumberdaya batubara terindikasi dan sebagian sumberdaya batubara terukur. Sumberdaya ini dapat meningkat menjadi cadangan apabila setelah dilakukan kajian kelayakan dinyatakan layak. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan survei tinjau. . Batubara tersebut mengandung material karbon lebih dari 70% volume dengan kandungan air lebih dari 35%. Urutan proses pembentukan batubara secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut: .terhumifikasi dalam kondisi tertutup udara atau dibawah permukaan air dan menjadi padat setelah tertimbun oleh lapisan diatasnya serta mengakibatkan pengkayaan kandungan karbon dimana selama pengendapan mengalami proses fisika dan kimia. dicirikan dengan sifat padat dan hitam. . sudah memperlihatkan struktur kekar dan gejala perlapisan. dan kualitasnya.Lignit. sebaran kuantitas.Bituminous.2. Endapan ini dapat dipergunakan untuk pembakaran dengan temperatur rendah. merupakan fase awal dari proses pembentukan batubara dan masih memperlihatkan sifat asal dan bahan dasarnya (tanaman asal). Sumberdaya Batubara (Coal Resources) Sumber daya batubara (Coal Resources) adalah bagian dari endapan batubara yang diharapkan dapat dimanfaatkan. tetapi berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak. yang pada saat pengkajian kelayakan dinyatakan layak untuk ditambang.Gambut. Sumber daya batubara ini dibagi dalam kelas-kelas sumberdaya berdasarkan tingkat keyakinan geologi yang ditentukan secara kualitatif oleh kondisi geologi/tingkat kompleksitas dan secara kuantitatif oleh jarak titik informasi. 2.Antrasit. keras. ‡ Sumber Daya Batubara Tertunjuk (Indicated Coal Resource) Sumber daya batu bara tertunjuk adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi pendahuluan. warna hitam. kilap tinggi. Pada proses pembakaran memperlihatkan warna biru dan dapat dipergunakan untuk berbagai macam industri besar yang memerlukan temperatur tinggi. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat±syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci. ‡ Sumber Daya Batubara Tereka (inferred Coal Resource) Sumber daya batu bara tereka adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. Batubara jenis ini dapat dipergunakan untuk bahan bakar dengan temperatur sedang-tinggi. . . yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan prospeksi. KLASIFIKASI SUMBERDAYA DAN CADANGAN BATUBARA 2. 2.

Perbandingan antara volume overburden dan batubara yang diimplementasikan dalam bentuk stripping ratio pada daerah cadangan.y. Pada peta parit uji. Apabila peta masih dalam bentuk hardcopy maka harus dibuat softcopy dengan mendigitasi peta tersebut dengan perangkat digitizer. peta isostruktur. Data Dasar Permodelan Endapan Batubara Adapun data dasar dari permodelan endapan batubara yang diperlukan untuk dianalisis selanjutnya antara lain peta topografi. dapat dijadikan salah satu dasar penentuan batasan . informasi geologi. Untuk parit uji dan sumur uji perlu ditampilkan juga kedudukan perlapisan litologi (strike dan dip). Elevasi harus dinyatakan terhadap titik ikat yang sama dengan titik ikat peta topografi dan data-data lainnya. Perbedaan ketebalan batubara ini disebabkan perbedaan cara keterbentukan dan kondisi keterbentukan batubara tersebut. maka setelah diolah lebih lanjut dengan metode yang sesuai. peta isostruktur dan peta isostruktur. total kedalaman. Tabel rekapitulasi dibuat secara sistematis. sudut kemiringan pengeboran (untuk pengeboran miring).2. uji paritan . peta geologi. skala peta topografi harus memenuhi syarat yaitu minimal 1:2000 untuk tujuan studi kelayakan.1. Peta geologi berguna untuk mengetahui penyebaran batubara melalui garis singkapan dan kemiringannya sehingga dapat membantu dalam penentuan lokasi pengeboran maupun mengetahui blok-blok yang akan ditambang. uji sumuran atau dari singkapan. serta data olahan dari data dasar seperti peta isopach. peta parit uji. Apabila peta masih dalam bentuk data mentah hasil survei (format x. sumur uji dan pengeboran. dibuat secara terpisah setiap seam apabila terdapat lebih dari satu seam. maka hasil pengolahan data tersebut antara lain diperoleh peta isopach. 3. Peta isooverburden menunjukkan kontur ketebalan lapisan tanah penutup (overburden) yang sama. data yang perlu ditampilkan adalah koordinat.z) maka harus dilakukan proses gridding dan contouring dengan paket program perangkat lunak. Cukup penting sebagai dasar evaluasi cadangan selanjutnya. Peta ini juga dapat disusun dari kombinasi peta isostruktur. suur uji. Pada peta topografi. elevasi. peta garis singkapan batubara. dimana ketebalan tanah penutup ini dapat digunakan sebagai batasan awal dari penentuan pit potensial. dan peta isooverburden. ketebalan litologi dan keterangan litologi. Tujuan dari penyusunan peta ini adalah untuk menggambarkan variasi ketebalan batubara dibawah permukaan. Ketebalan tersebut dapat diperoleh dari data bor atau dari peta isostruktur dimana ketebalan overburden dapat dihitung dari perpotongan kontur isostruktur dengan kontur topografi. sebaran singkapan. sumur uji dan pengeboran. peta geologi.‡ Cadangan batubara terbukti (Proved Coal Reserve) Cadangan batu bara terbukti adalah sumberdaya batubara terukur yang berdasarkan kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak 3. Peta isopach (kontur ketebalan) merupakan peta yang menunjukkan kontur penyebaran ketebalan batubara. dan pengeboran sebagai data dasarnya. sekaligus sebagai dasar untuk menyusun peta isooverburden. Data ketebalan pada peta ini merupakan tebal sebenarnya yang dapat diperoleh dari data bor. sumur uji dan bor. sebaran parit uji. Data dasar ini kemudian diplot dalam satu peta digital yang memuat informasi topografi. PERMODELAN ENDAPAN BATUBARA Untuk membuat permodelan endapan batubara diperlukan peta topografi. Peta isostruktur berguna untuk mengetahui arah umum (jurus) masing-masing seam batubara. Elevasi top dan bottom batubara dapat diperoleh dari data bor. peta parit uji. 3. Peta Isostruktur (kontur struktur) menunjukkan kontur elevasi yang sama dari top atau bottom batubara. Data Olahan Permodelan Endapan Batubara Dari data dasar permodelan endapan batubara.

Nilai density untuk tanah penutup (humus dan lempung) sebesar 2300 lb/yd3 atau setara dengan 1. Perhitungan luas daerah tergantung dari metode perhitungan cadangan yang digunakan. Hal ini berlawanan dengan industri perancangan sipil dimana pembayaran dilakukan atas dasar volume material yang dipindahkan. Besar nilai density untuk setiap material berbeda-beda. m2 4. 4. Dalam perhitungan cadangan.36 ton/m3 dan density batubara sebesar 1. Dari informasi tersebut.2. Perhitungan Tonase Pada industri pertambangan. Konversi satuan volume ke satuan berat dilakukan dengan bantuan suatu faktor yaitu density.penambangan. Perhitungan tonase dinyatakan pada persamaan berikut : Tonase = V x D Dimana : T = Tonase (ton) V = Volume (m3) D = Density (ton/m3) 4. Berat (tonase) tanah penutup yang akan dikupas maupun batubara yang akan ditambang diperoleh dengan mengalikan volume keduanya dengan density masing-masing. Untuk batubara dengan sistem perlapisan multiseam. Perhitungan Volume Perhitungan volume merupakan tahap awal yang harus dilakukan dalam penentuan stripping ratio.2. Prosedur ini berlaku untuk seluruh lubang bor. tanah penutup yang akan dikupas maupun batubara yang akan ditambang dihitung dalam satuan berat (tonase).3 ton/m3. Umumnya satuan yang digunakan untuk density antara lain gram/cm3. Konversi dari volume ke berat harus dilakukan dalam kaitannya dengan kegiatan pemuatan. Nisbah Pengupasan (Stripping Ratio) Stripping ratio (SR) menunjukkan perbandingan antara volume (tonase) tanah penutup yang harus dibongkar untuk mendapatkan satu ton batubara pada areal yang akan ditambang. Setelah luas daerah diketahui. lalu dilakukan kalkulasi antara ketebalan rata-rata batubara maupun tanah penutup pada daerah tersebut dengan luasan daerah. dilakukan penjumlahan total ketebalan untuk seluruh seam. dilakukan identifikasi ketebalan tanah penutup dan batubara.1. TAHAPAN PERHITUNGAN NISBAH PENGUPASAN 4. pound/feet3 dan ton/meter3. penampang litologi pemboran menunjukkan formasi litologi yang ditembus dan ketebalan masing-masing formasi litologi. pengangkutan maupun untuk kegiatan pengolahan. penjualan bahan galian dan kapasitas produksi dilakukan atas dasar berat dari bahan galian tersebut. dan diperoleh volume tanah penutup dan batubara pada daerah tersebut. Perbedaan ketebalan dari tanah penutup dan batubara berpengaruh terhadap elevasi batas atas dan batas bawah keduanya. Rumusan umum yang sering digunakan untuk menyatakan perbandingan ini dapat dilihat pada persamaan berikut : . m A = Area (luas daerah). Perhitungan volume dinyatakan dengan persamaan berikut: Volume = AT x A Dimana : AT = Avarage Thickness (ketebalan rata-rata). Dalam kasus ini batasan antara overburden dan batubara diasumsikan jelas.

Nisbah Kupas Pulang Pokok (Break Even Stripping Ratio) Break Even Stripping Ratio (BESR) adalah perbandingan antara biaya penggalian batubara dengan baya pengupasan tanah penutup (overburden) atau merupakan perbandingan biaya penambangan bawah tanah dengan penambangan terbuka. CL = Cost Loading (Biaya Pemuatan). CSOB : Cost Stripping Overburden (Biaya Pengupasan Tanah Penutup). US$/ton.Ada 3 (tiga) jenis nisbah pengupasan (stripping ratio). US$/ton. Namun biaya pengupasan tanah penutup tidak dihitung sebagai biaya produksi. CT = Cost Trading (Biaya Pengangkutan). Dalam perhitungan stripping ratio ini. Nisbah Kupas Instanteneous (Instanteneous Stripping Ratio) Nisbah Kupas Instanteneous (SRINST) adalah nisbah kupas untuk pengembangan rencana penambangan yang nilainya lebih kecil dari nilai BESR setelah ditentukan bahwa akan digunakan metoda tambang terbuka. apabila nilai BESR lebih kecil dari nilai SR maka metoda penambangan yang digunakan adalah tambang bawah tanah apabila hal tersebut masih memungkinkan untuk dilakukan dengan kondisi cadangan yang ada dan kondisi ekonomi yang berlaku.2. CP = Cost Prepare (Biaya Pengolahan). Untuk menganalisa kemungkinan metoda penambangan yang akan digunakan baik tambang terbuka maupun tambang bawah tanah. Break Even Stripping Ratio inidisebut juga overall stripping ratio. Untuk mengetahui laba yang diperoleh dari tambang terbuka (Profit Surface Mining = PSM. US$/ton. yaitu biaya penambangan. biaya produksi adalah total dari seluruh biaya untuk mendapatkan cadangan/ton. US$/ton. biaya pemuatan.2. US$/ton. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : BESR = CMUG . Nisbah Kupas Ekonomik (Economic Stripping Ratio) : SREC 4. Jika nila BESR lebih besar dari nilai SR maka metoda penambangan yang digunakan adalah tambang terbuka. Nisbah Kupas Instanteneous (Instanteneous Stripping Ratio) : SRINST 3. CO = Cost Office (Biaya Non Teknis/Administratif).CMSM CSOB Dimana : CMUG : Cost Mining With Underground (Biaya Penambangan Bawah tanah). US$/ton. US$/ton.2. biaya pengangkutan. CMSM : Cost Mining With Surface (Biaya Penambangan dengan Tambang terbuka). US$/ton. CH = Cost Harbour (Biaya Pelabuhan Untuk Pengapalan). 4. maka nisbah kupas ini dapat dinyatakan sebagai berikut : SRINST = RevM ± CMSM ± CL ± CP ± CT ± CH ± CO CSOB Dimana: RevM = Revenue Mining (Pendapatan atau harga jual dari 1 ton cadangan). US$/ton. Nisbah Kupas Pulang Pokok (Break Even Stripping Ratio) : BESR 2. biaya pengapalan dan biaya non teknis. yaitu : 1.CMSM ± CL ± CP ± CT ± CH ± CO . biaya pengolahan. maka sangat penting mengetahui nilai BESR.1. maka dapat dinyatakan sebagai berikut : PSM = RevM ± CSOB(SRINST) .

2. jika terjadi kenaikan harga cadangan di pasaran.3.PSM CSOB Batas ekonomi tambang terbuka dicapai apabila PSM = 0 dimana SRINST = SREC. Untuk mengetahui laba yang diperoleh dari tambang bawah tanah (Profit Underground Mining = PUG). US$/ton. Nisbah kupas ini dapat dinyatakan sebagai berikut : SREC = RevM ± CMSM ± CL ± CP ± CT ± CH ± CO . Apabila ada cadangan yang akan terus ditambang dengan metode tambang bawah tanah. sebaliknya jika harga cadangan turun. G. maka harus ada laba (profit) yang diperoleh. Nisbah Kupas Ekonomi (Economic Stripping Ratio) Economic Stripping Ratio (SREC) artinya berapa besar keuntungan yang dapat diperoleh bila cadangan tersebut ditambang dengan metode tambang terbuka.1 Sejarah Singkat Perusahaan . RENCANA JADWAL KEGIATAN PENELITIAN Waktu (minggu) No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Studi pustaka 2 Pengamatan 3 Pengambilan data 4 Pengolahan data 5 Analisa data 6 Pembuatan draft J. Dari nilai SREC ini dapat diketahui berapa nilai SR yang menjadi batasan cadangan tertinggi yang dapat ditambang dengan metode tambang terbuka dan menguntungkan. Pada dasarnya. RENCANA DAFTAR ISI RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG Bab I PENDAHULUAN II TINJAUAN UMUM 2. maka jumlah cadangan akan berkurang.4. maka akan dapat mengakibatkan perluasan tambang sehingga cadangan akan bertambah. maka dapat dinyatakan sebagai berikut : PUG = RevM ± CPUG Dimana : CMUG = Cost Production with Underground Mining (Biaya Produksi Tambang Bawah Tanah).

First Edition. 2005. New York. A.Pfleider.4 Pengaruh Harga Jual Batubara Terhadap BESR dan SREC 5. Estimasi Cadangan Mineral. VolumeI ± Fundamentals. M.. ³Surface Mining´.2 Analisa Data V PEMBAHASAN 5.3 Tenaga Kerja dan Jam Kerja 2.6 Struktur Geologi 2. Geologi dan Eksplorasi Batubara. ³Open Pit Mine Planning and Design´. Inc. 3..7 Stratigrafi Daerah Penelitian 2. 2001. Eugene P. 5. Dr. 1968.5 Morfologi dan Topografi 2. Pemetaan Kontur dan Pemodelan Spasial 3 Dimensi Menggunakan Surfer.MSc. Chairul Nas.1 Endapan Batubara (Coal Deposit) 3. Rudy Asaf Ayub Pesiwarissa. Ir. 2. The American Institute of Mining.A.4 Perhitungan Cadangan 3.1 Data 4. Kuchta Mark.2 Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Batubara 3.3 Nisbah Kupas Ekonomi (Economic Stripping Ratio) 5. 6. Penerbit Andi Yogyakarta...BALKEMA. RENCANA DAFTAR PUSTAKA 1. Eko Budiyanto.8 Cadangan dan Kualitas Batubara 2. Bandung.Si. Tahapan Perhitungan Nisbah Pengupasan IV DATA DAN ANALISA DATA 4.5 Kesesuaian SREC Terhadap Harga Batubara Terendah VI KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA H.3 Pemodelan Endapan Batubara 3. Pusat Pengembangan Tenaga Pertambangan. Batas Ekonomiknya dan .9 Produksi Batubara III DASAR TEORI 3.. Metallurgical and Petroleum Engineers. Hustrullid William. 1994. 4.2.5.4 Lokasi dan Kesampaian Daerah 2. Bandung.2 Nisbah Kupas Pulang Pokok (Break Even Strippig Ratio) 5. 1955.1 Nisbah Kupas (Stripping Ratio)Daerah Penelitian.2 Struktur Organisasi 2. ROTTERDAM. Yogyakarta. Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara.Tambang Permukaan. Bukin Daulay. 5.

Jakarta. 2006. . Persatuan Ahli Pertambangan Indonesia.Kesinambungan Ke Tambang Bawah Tanah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.