P. 1
Contoh Proposal Tugas Akhir

Contoh Proposal Tugas Akhir

|Views: 1,486|Likes:
Published by L'Ges Dyzha

More info:

Published by: L'Ges Dyzha on Feb 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

Contoh Proposal Tugas Akhir T.

Pertambangan
Setelah pulang dari Tanjung enim Sumatera selatan, saya duduk di lobi kampus, dan beberapa teman-teman dan adik-adik junior di Pertambangan menyapa kabar, pengalaman, dan ada juga beberapa teman yang ingin Tugas akhir disana. Setelah beberapa saat ada adikadik yang bertanya bagaimana membuat proposal Tugas Akhir dan dengan dasar inilah saya ingin mempublishkan proposal Tugas Akhir ini. Semoga bermanfaat ANALISA STRIPPING RATIO DALAM MENENTUKAN SUATU METODE PENAMBANGAN BATUBARA PADA PT.INTI BARA NUSALIMA PEKANBARU

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Oleh RIKI RONALDO VIKTOR TAMBARIKI NIM 04306024

LOGO

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL INSTITUT TEKNOLOGI MEDAN 2009

LATAR BELAKANG Endapan bahan galian umumnya tersebar secara tidak merata didalam kulit bumi baik jenis. baik ditinjau dari segi ekonomis maupun teknis. Jadi didalam mengelola sumberdaya mineral diperlukan tahapan usaha pertambangan dan penerapan metode penambangan yang sesuai dan tepat.INTI BARA NUSALIMA JAMBI B. Batas ekonomi penambangan secara terbuka adalah batasan yang ditentukan oleh nisbah kupas ekonomi (economic stripping ratio/SREC). jumlah maupun mutu materialnya. Menganalisa kondisi stripping ratio pada masing-masing blok cadangan dan keseluruhan untuk mengetahui batasan ekonomi penambangan secara terbuka berdasarkan economic stripping ratio sehingga dapat diketahui batasan berakhirnya tambang terbuka dan kapan akan dimulai tambang bawah tanah. Untuk menentukan metode penambangan yang akan diterapkan terhadap suatu daerah yang memiliki cadangan batubara yang ekonomis dipengaruhi oleh kondisi dan karekteristik endapan batubara tersebut serta besarnya modal yang tersedia dan kesiapan teknologi yang ada. agar perolehan keuntungan dapat optimal. Permasalahan yang timbul akibat dari perubahan kondisi ekonomi yang berlaku . Pada waktu berbeda dengan kondisi ekonomi yang berbeda. jenis. dimana suatu cadangan batubara dapat bernilai ekonomis dan sebaliknya pada waktu yang berbeda. D. MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN Maksud dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Dalam memulai penambangan dan pengembangan perencanaan kegiatan penambangan batubara. nisbah kupas pulang pokok (break even stripping ratio) merupakan salah satu aspek penentu pemilihan metode penambangan yang akan digunakan. JUDUL ANALISA STRIPPING RATIO DALAM MENENTUKAN SUATU METODE PENAMBANGAN BATUBARA DI AREA PENAMBANGAN PT. RUANG LINGKUP KEGIATAN Karakteristik industri pertambangan yang padat modal dan padat teknologi adalah hal yang sangat penting diperhitungkan. hal ini dipengaruhi oleh harga jual batubara dipasaran. hal ini sangat dipengaruhi oleh harga jual batubara.A. Hal ini dipengaruhi oleh harga jual dari produk yang dihasilkan dan biaya dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut. Dari nilai SREC ini dapat diketahui berapa nilai SR yang menjadi batasan cadangan tertinggi yang dapat ditambang dengan metode tambang terbuka dan menguntungkan. maka suatu cadangan bisa berubah dari cadangan yang ekonomis menjadi tidak ekonomis dan sebaliknya. Keterbatasan ini ditambah lagi usaha meningkatkan keselamatan kerja serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. Dalam mengusahakan industri pertambangan selalu berhadapan dengan sesuatu yang serba terbatas baik lokasi. jumlah maupun kadarnya. 2. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan metode penambangan yang akan diterapkan berdasarkan break even stripping ratio yang disesuaikan dengan harga batubara dan biaya produksi perusahaan. C. Menghitung cadangan batubara dengan metode block system berdasarkan log bor dengan bantuan software Surfer 8.

1. Metode primer dilakukan dengan mengadakan observasi langsung ke daerah penelitian dan hasil observasi menjadi data utama dalam penelitian ini. maka dapat dibuat diagram alir metode penelitian sebagai berikut: Gambar 1. E. Diagram Alir Penelitian F. DASAR TEORI 1. Dari uraian diatas.mempengaruhi nilai dari cadangan batubara yang ada. Mengumpulkan data-data dari hasil pemboran eksplorasi. dan hal ini dipengaruhi oleh metode penambangan yang akan diterapkan. antara lain : 1. 2. terbentuk dari tumpukan hancuran tumbuhan yang . Metode sekunder yang diterapkan dalam penelitian ini mencakup studi literatur dari berbagai sumber yang kemudian dikembangkan untuk mendukung kajian dari penelitian ini serta hasil olahan data utama yang dijadikan data sekunder seperti pembuatan peta isopach. METODE PENELITIAN Secara umum penelitian ini dilaksanakan dengan memakai 2 metoda yakni metode primer dan metode sekunder. isooverburden dan isostruktur. Kesesuaian metode penambangan yang akan diterapkan terhadap suatu cadangan ditentukan oleh nisbah kupas pulang pokok (break even stripping ratio) dan nilai ini menjadi batasan berakhirnya tambang terbuka dan kapan dimulai tambang bawah tanah. serta harga jual batubara. Endapan Batubara (coal deposit) Batubara yang merupakan kelanjutan proses dari pembentukan gambut adalah batuan sedimen yang dapat terbakar. Besarnya keuntungan yang diharapkan adalah tujuan dari pengusahaan industri pertambangan. Mengumpulkan data-data biaya pengupasan overburden dan penambangan batubara.

Sumber daya batubara ini dibagi dalam kelas-kelas sumberdaya berdasarkan tingkat keyakinan geologi yang ditentukan secara kualitatif oleh kondisi geologi/tingkat kompleksitas dan secara kuantitatif oleh jarak titik informasi. dicirikan dengan sifat padat dan hitam. Sumberdaya ini dapat meningkat menjadi cadangan apabila setelah dilakukan kajian kelayakan dinyatakan layak.Bituminous. warna hitam. Pada proses pembakaran memperlihatkan warna biru dan dapat dipergunakan untuk berbagai macam industri besar yang memerlukan temperatur tinggi. Batubara tersebut mengandung material karbon lebih dari 70% volume dengan kandungan air lebih dari 35%. ‡ Sumber Daya Batubara Tereka (inferred Coal Resource) Sumber daya batu bara tereka adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. Cadangan Batubara (Coal Reserves) {Cadangan batubara (Coal Reserves) adalah bagian dari sumber daya batubara yang telah diketahui dimensi. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan survei tinjau. ‡ Cadangan Batubara Terkira (Probable Coal Reserve) Cadangan batu bara terkira adalah merupakan sumberdaya batubara terindikasi dan sebagian sumberdaya batubara terukur. dan kualitasnya. Sumberdaya Batubara (Coal Resources) Sumber daya batubara (Coal Resources) adalah bagian dari endapan batubara yang diharapkan dapat dimanfaatkan. . . Sumberdaya batubara dapat diklasifikasikan dalam beberapa bagian antara lain : ‡ Sumber Daya Batubara Hipotetik (Hypothetical Coal Resource) Sumber daya batu bara hipotetik adalah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. kilap tinggi. merupakan fase awal dari proses pembentukan batubara dan masih memperlihatkan sifat asal dan bahan dasarnya (tanaman asal). KLASIFIKASI SUMBERDAYA DAN CADANGAN BATUBARA 2.Antrasit. . ‡ Sumber Daya Batubara Terukur (Measured Coal Resourced) Sumber daya batu bara terukur adalah jumlah batu bara di daerah peyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan.Lignit. yang pada saat pengkajian kelayakan dinyatakan layak untuk ditambang. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat±syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci. sebaran kuantitas. sudah memperlihatkan struktur kekar dan gejala perlapisan.2. Batubara jenis ini dapat dipergunakan untuk bahan bakar dengan temperatur sedang-tinggi.terhumifikasi dalam kondisi tertutup udara atau dibawah permukaan air dan menjadi padat setelah tertimbun oleh lapisan diatasnya serta mengakibatkan pengkayaan kandungan karbon dimana selama pengendapan mengalami proses fisika dan kimia. 2. Urutan proses pembentukan batubara secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut: . . Endapan ini dapat dipergunakan untuk pembakaran dengan temperatur rendah. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi pendahuluan. 2. keras. tetapi berdasarkan kajian kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak. ‡ Sumber Daya Batubara Tertunjuk (Indicated Coal Resource) Sumber daya batu bara tertunjuk adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan.Gambut. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan prospeksi.1.

sumur uji dan pengeboran. sebaran parit uji. Untuk parit uji dan sumur uji perlu ditampilkan juga kedudukan perlapisan litologi (strike dan dip). Pada peta parit uji. dan pengeboran sebagai data dasarnya. Tabel rekapitulasi dibuat secara sistematis. informasi geologi. peta garis singkapan batubara. data yang perlu ditampilkan adalah koordinat. dapat dijadikan salah satu dasar penentuan batasan . 3. Peta isopach (kontur ketebalan) merupakan peta yang menunjukkan kontur penyebaran ketebalan batubara. Apabila peta masih dalam bentuk hardcopy maka harus dibuat softcopy dengan mendigitasi peta tersebut dengan perangkat digitizer. Data Olahan Permodelan Endapan Batubara Dari data dasar permodelan endapan batubara. Elevasi top dan bottom batubara dapat diperoleh dari data bor. maka setelah diolah lebih lanjut dengan metode yang sesuai. elevasi.y. sudut kemiringan pengeboran (untuk pengeboran miring). sumur uji dan bor.‡ Cadangan batubara terbukti (Proved Coal Reserve) Cadangan batu bara terbukti adalah sumberdaya batubara terukur yang berdasarkan kelayakan semua faktor yang terkait telah terpenuhi sehingga penambangan dapat dilakukan secara layak 3. Data dasar ini kemudian diplot dalam satu peta digital yang memuat informasi topografi. Peta Isostruktur (kontur struktur) menunjukkan kontur elevasi yang sama dari top atau bottom batubara. Data Dasar Permodelan Endapan Batubara Adapun data dasar dari permodelan endapan batubara yang diperlukan untuk dianalisis selanjutnya antara lain peta topografi. Perbandingan antara volume overburden dan batubara yang diimplementasikan dalam bentuk stripping ratio pada daerah cadangan.1. Peta isostruktur berguna untuk mengetahui arah umum (jurus) masing-masing seam batubara. Elevasi harus dinyatakan terhadap titik ikat yang sama dengan titik ikat peta topografi dan data-data lainnya. 3. peta parit uji. Apabila peta masih dalam bentuk data mentah hasil survei (format x. uji paritan . peta geologi. Peta ini juga dapat disusun dari kombinasi peta isostruktur. Ketebalan tersebut dapat diperoleh dari data bor atau dari peta isostruktur dimana ketebalan overburden dapat dihitung dari perpotongan kontur isostruktur dengan kontur topografi. total kedalaman. Cukup penting sebagai dasar evaluasi cadangan selanjutnya. dan peta isooverburden.2. peta parit uji. sekaligus sebagai dasar untuk menyusun peta isooverburden. dimana ketebalan tanah penutup ini dapat digunakan sebagai batasan awal dari penentuan pit potensial. Pada peta topografi. serta data olahan dari data dasar seperti peta isopach. suur uji. skala peta topografi harus memenuhi syarat yaitu minimal 1:2000 untuk tujuan studi kelayakan. Data ketebalan pada peta ini merupakan tebal sebenarnya yang dapat diperoleh dari data bor. sebaran singkapan. peta isostruktur dan peta isostruktur. Peta geologi berguna untuk mengetahui penyebaran batubara melalui garis singkapan dan kemiringannya sehingga dapat membantu dalam penentuan lokasi pengeboran maupun mengetahui blok-blok yang akan ditambang. Tujuan dari penyusunan peta ini adalah untuk menggambarkan variasi ketebalan batubara dibawah permukaan.z) maka harus dilakukan proses gridding dan contouring dengan paket program perangkat lunak. peta isostruktur. maka hasil pengolahan data tersebut antara lain diperoleh peta isopach. PERMODELAN ENDAPAN BATUBARA Untuk membuat permodelan endapan batubara diperlukan peta topografi. uji sumuran atau dari singkapan. Peta isooverburden menunjukkan kontur ketebalan lapisan tanah penutup (overburden) yang sama. ketebalan litologi dan keterangan litologi. Perbedaan ketebalan batubara ini disebabkan perbedaan cara keterbentukan dan kondisi keterbentukan batubara tersebut. dibuat secara terpisah setiap seam apabila terdapat lebih dari satu seam. peta geologi. sumur uji dan pengeboran.

Dalam perhitungan cadangan.3 ton/m3.penambangan. dilakukan penjumlahan total ketebalan untuk seluruh seam. Hal ini berlawanan dengan industri perancangan sipil dimana pembayaran dilakukan atas dasar volume material yang dipindahkan. pengangkutan maupun untuk kegiatan pengolahan. Konversi satuan volume ke satuan berat dilakukan dengan bantuan suatu faktor yaitu density. penampang litologi pemboran menunjukkan formasi litologi yang ditembus dan ketebalan masing-masing formasi litologi. lalu dilakukan kalkulasi antara ketebalan rata-rata batubara maupun tanah penutup pada daerah tersebut dengan luasan daerah. m A = Area (luas daerah).36 ton/m3 dan density batubara sebesar 1. Perhitungan Volume Perhitungan volume merupakan tahap awal yang harus dilakukan dalam penentuan stripping ratio. dilakukan identifikasi ketebalan tanah penutup dan batubara. Perhitungan tonase dinyatakan pada persamaan berikut : Tonase = V x D Dimana : T = Tonase (ton) V = Volume (m3) D = Density (ton/m3) 4. Perhitungan Tonase Pada industri pertambangan. Konversi dari volume ke berat harus dilakukan dalam kaitannya dengan kegiatan pemuatan. Untuk batubara dengan sistem perlapisan multiseam. Berat (tonase) tanah penutup yang akan dikupas maupun batubara yang akan ditambang diperoleh dengan mengalikan volume keduanya dengan density masing-masing. Perhitungan volume dinyatakan dengan persamaan berikut: Volume = AT x A Dimana : AT = Avarage Thickness (ketebalan rata-rata). dan diperoleh volume tanah penutup dan batubara pada daerah tersebut. pound/feet3 dan ton/meter3. Besar nilai density untuk setiap material berbeda-beda. Setelah luas daerah diketahui. Perhitungan luas daerah tergantung dari metode perhitungan cadangan yang digunakan. m2 4. Prosedur ini berlaku untuk seluruh lubang bor. Umumnya satuan yang digunakan untuk density antara lain gram/cm3.2. 4. penjualan bahan galian dan kapasitas produksi dilakukan atas dasar berat dari bahan galian tersebut. Nilai density untuk tanah penutup (humus dan lempung) sebesar 2300 lb/yd3 atau setara dengan 1. tanah penutup yang akan dikupas maupun batubara yang akan ditambang dihitung dalam satuan berat (tonase). Dalam kasus ini batasan antara overburden dan batubara diasumsikan jelas. TAHAPAN PERHITUNGAN NISBAH PENGUPASAN 4. Rumusan umum yang sering digunakan untuk menyatakan perbandingan ini dapat dilihat pada persamaan berikut : . Perbedaan ketebalan dari tanah penutup dan batubara berpengaruh terhadap elevasi batas atas dan batas bawah keduanya. Nisbah Pengupasan (Stripping Ratio) Stripping ratio (SR) menunjukkan perbandingan antara volume (tonase) tanah penutup yang harus dibongkar untuk mendapatkan satu ton batubara pada areal yang akan ditambang. Dari informasi tersebut.2.1.

1. US$/ton. US$/ton. biaya pengapalan dan biaya non teknis. biaya produksi adalah total dari seluruh biaya untuk mendapatkan cadangan/ton. Break Even Stripping Ratio inidisebut juga overall stripping ratio.Ada 3 (tiga) jenis nisbah pengupasan (stripping ratio). Nisbah Kupas Pulang Pokok (Break Even Stripping Ratio) : BESR 2. US$/ton. Jika nila BESR lebih besar dari nilai SR maka metoda penambangan yang digunakan adalah tambang terbuka. Untuk menganalisa kemungkinan metoda penambangan yang akan digunakan baik tambang terbuka maupun tambang bawah tanah. biaya pemuatan. US$/ton. Nisbah Kupas Ekonomik (Economic Stripping Ratio) : SREC 4. Untuk mengetahui laba yang diperoleh dari tambang terbuka (Profit Surface Mining = PSM.CMSM CSOB Dimana : CMUG : Cost Mining With Underground (Biaya Penambangan Bawah tanah). yaitu biaya penambangan. biaya pengangkutan.2. apabila nilai BESR lebih kecil dari nilai SR maka metoda penambangan yang digunakan adalah tambang bawah tanah apabila hal tersebut masih memungkinkan untuk dilakukan dengan kondisi cadangan yang ada dan kondisi ekonomi yang berlaku. US$/ton. CSOB : Cost Stripping Overburden (Biaya Pengupasan Tanah Penutup). Nisbah Kupas Instanteneous (Instanteneous Stripping Ratio) : SRINST 3. CMSM : Cost Mining With Surface (Biaya Penambangan dengan Tambang terbuka). CL = Cost Loading (Biaya Pemuatan). CT = Cost Trading (Biaya Pengangkutan).2. Namun biaya pengupasan tanah penutup tidak dihitung sebagai biaya produksi. CO = Cost Office (Biaya Non Teknis/Administratif). US$/ton. US$/ton. biaya pengolahan.2.CMSM ± CL ± CP ± CT ± CH ± CO . maka nisbah kupas ini dapat dinyatakan sebagai berikut : SRINST = RevM ± CMSM ± CL ± CP ± CT ± CH ± CO CSOB Dimana: RevM = Revenue Mining (Pendapatan atau harga jual dari 1 ton cadangan). Dalam perhitungan stripping ratio ini. CP = Cost Prepare (Biaya Pengolahan). yang dapat dinyatakan sebagai berikut : BESR = CMUG . CH = Cost Harbour (Biaya Pelabuhan Untuk Pengapalan). maka sangat penting mengetahui nilai BESR. Nisbah Kupas Pulang Pokok (Break Even Stripping Ratio) Break Even Stripping Ratio (BESR) adalah perbandingan antara biaya penggalian batubara dengan baya pengupasan tanah penutup (overburden) atau merupakan perbandingan biaya penambangan bawah tanah dengan penambangan terbuka. maka dapat dinyatakan sebagai berikut : PSM = RevM ± CSOB(SRINST) . 4. US$/ton. US$/ton. Nisbah Kupas Instanteneous (Instanteneous Stripping Ratio) Nisbah Kupas Instanteneous (SRINST) adalah nisbah kupas untuk pengembangan rencana penambangan yang nilainya lebih kecil dari nilai BESR setelah ditentukan bahwa akan digunakan metoda tambang terbuka. yaitu : 1.

4. Nisbah kupas ini dapat dinyatakan sebagai berikut : SREC = RevM ± CMSM ± CL ± CP ± CT ± CH ± CO . Nisbah Kupas Ekonomi (Economic Stripping Ratio) Economic Stripping Ratio (SREC) artinya berapa besar keuntungan yang dapat diperoleh bila cadangan tersebut ditambang dengan metode tambang terbuka. Apabila ada cadangan yang akan terus ditambang dengan metode tambang bawah tanah.2.PSM CSOB Batas ekonomi tambang terbuka dicapai apabila PSM = 0 dimana SRINST = SREC.1 Sejarah Singkat Perusahaan . sebaliknya jika harga cadangan turun. US$/ton. maka harus ada laba (profit) yang diperoleh. maka dapat dinyatakan sebagai berikut : PUG = RevM ± CPUG Dimana : CMUG = Cost Production with Underground Mining (Biaya Produksi Tambang Bawah Tanah). RENCANA DAFTAR ISI RINGKASAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG Bab I PENDAHULUAN II TINJAUAN UMUM 2. maka jumlah cadangan akan berkurang. Dari nilai SREC ini dapat diketahui berapa nilai SR yang menjadi batasan cadangan tertinggi yang dapat ditambang dengan metode tambang terbuka dan menguntungkan. RENCANA JADWAL KEGIATAN PENELITIAN Waktu (minggu) No Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 Studi pustaka 2 Pengamatan 3 Pengambilan data 4 Pengolahan data 5 Analisa data 6 Pembuatan draft J. G.3. Untuk mengetahui laba yang diperoleh dari tambang bawah tanah (Profit Underground Mining = PUG). jika terjadi kenaikan harga cadangan di pasaran. Pada dasarnya. maka akan dapat mengakibatkan perluasan tambang sehingga cadangan akan bertambah.

4 Pengaruh Harga Jual Batubara Terhadap BESR dan SREC 5. 1994.5. Yogyakarta. Penerbit Andi Yogyakarta. First Edition.. Kuchta Mark.2 Struktur Organisasi 2. Estimasi Cadangan Mineral.. Pemetaan Kontur dan Pemodelan Spasial 3 Dimensi Menggunakan Surfer.9 Produksi Batubara III DASAR TEORI 3.3 Pemodelan Endapan Batubara 3. Hustrullid William. 1955. ³Surface Mining´. Ir.3 Tenaga Kerja dan Jam Kerja 2.4 Lokasi dan Kesampaian Daerah 2.1 Nisbah Kupas (Stripping Ratio)Daerah Penelitian. 5.6 Struktur Geologi 2. Metallurgical and Petroleum Engineers.2 Analisa Data V PEMBAHASAN 5.7 Stratigrafi Daerah Penelitian 2. Eko Budiyanto. Bukin Daulay.BALKEMA.. 2005.2 Klasifikasi Sumberdaya dan Cadangan Batubara 3.. Geologi dan Eksplorasi Batubara. 5.5 Morfologi dan Topografi 2. Rudy Asaf Ayub Pesiwarissa. New York. Bandung. 2001. Eugene P.1 Data 4. 1968.. 2. The American Institute of Mining. VolumeI ± Fundamentals. RENCANA DAFTAR PUSTAKA 1.2 Nisbah Kupas Pulang Pokok (Break Even Strippig Ratio) 5.2. Dr.A. 4. Tahapan Perhitungan Nisbah Pengupasan IV DATA DAN ANALISA DATA 4. Pusat Pengembangan Tenaga Pertambangan. Bandung. Inc. Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara.Pfleider. M. Batas Ekonomiknya dan .8 Cadangan dan Kualitas Batubara 2.3 Nisbah Kupas Ekonomi (Economic Stripping Ratio) 5.MSc.1 Endapan Batubara (Coal Deposit) 3. ROTTERDAM.Tambang Permukaan. ³Open Pit Mine Planning and Design´. 6.4 Perhitungan Cadangan 3. Chairul Nas.5 Kesesuaian SREC Terhadap Harga Batubara Terendah VI KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA H.Si. 3. A.

.Kesinambungan Ke Tambang Bawah Tanah. Persatuan Ahli Pertambangan Indonesia. Jakarta. 2006.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->