P. 1
Gagasan Pendidikan Dan Paradigma Baru

Gagasan Pendidikan Dan Paradigma Baru

|Views: 109|Likes:

More info:

Published by: AriefSawungGalingSetiyanto on Feb 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2012

pdf

text

original

ISSN 0215-8250 PROBLEMATIKA PENDIDIKAN INDONESIA DAN GAGASAN MENUJU PARADIGMA BARU oleh I Wayan Santyasa Jurusan

Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan MIPA, IKIP Negeri Singaraja ABSTRAK Artikel ini bertujuan mendeskripsikan problematika pendidikan Indonesia, paradigma lama pendidikan, dan gagasan untuk menuju paradigma baru. Masa penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia memberikan dampak yang tidak menguntungkan bagi sistem pendidikan. Perkembangan pendidikan cenderung tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini masih dirasakan hingga sekarang. Sebagai muaranya adalah rendahnya sumber daya manusia untuk bersaing dalam era global. Oleh sebab itu, gagasan untuk menuju paradigma baru pendidikan sangat diperlukan. Pendidikan Indonesia hendaknya berkembang dari budaya lokal, nasional, universal, dan global. Perkembangan pendidikan tersebut diharapkan dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas baik di bidang demokratisasi, popularisasi, sistematisasi, proliferasi di bidang delivery, politisasi, maupun di bidang pemberdayaan pendidikan berbasis masyarakat. Kata-kata kunci: pendidikan, problematika, paradigma baru ABSTRACT The purposes of this article were to describe the Indonesian education problems, the old education paradigm, and the notion to the new paradigm direction. Holand and Jepan colonization period in Indonesian were damaging to the education system. The education development was not conformed to the need of the society. The impact was still occured until the recent time. As an estuary of the impact, the human resources quality was still low to compete in the global era. Show that, the notion to the new education paradigm was very important. The Indonesian Education should be developed from the local, national, universal, and global culturals. The education develompment can be expected to give good education outcome in education democratization, popularisztion, systematization, delivery proliferation, politization, as well as in empowering of community based education.
___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri No. 3 TH. XXXVI Juli 2003 Singaraja,

Key words: education, problems, new paradigm 1. Pendahuluan Kekuasaan-kekuasaan kolonial Belanda dan Jepang, sejak berakhirnya Perang Dunia II, masih meninggalkan tapak-tapak pengaruhnya di tanah air. Sistem kolonial Belanda telah mencangkokkan sistem pendidikan negaranya sendiri di daerah nusantara. Juga kekuasaan politik dan ekonomi Eropa, Amerika, Jepang, dan negara-negara maju lainnya yang menguasai sebagian besar wilayah dunia, sekarang ini memberikan stempel pengaruhnya kepada lembaga-lembaga pendidikan di Dunia Ketiga, termasuk Indonesia. Rekonstruksi budaya masyarakat dan renovasi sistem pendidikan Indonesia pasca penjajahan Belanda dan Jepang mengalami banyak hambatan. Tiga faktor yang potensial menghadang kegiatan rekonstruksi tersebut adalah (1) lambatnya perjuangan modernisasi sistem politik yang bermuara pada sulitnya menentukan kebijakan pendidikan yang cocok bagi Indonesia yang baru mencapai kemerdekaan, (2) sulitnya mengubah mental pemimpin Indonesia dari kebiasaan ketergantungan, sehingga mereka cenderung berorientasi pada saran dan sugesti para ilmuwan negara-negara barat dan mengunggulkan model pendidikan negaranegara barat yang belum tentu cocok dengan kebutuhan pendidikan Indonesia, (3) sulitnya membangkitkan kreativitas masyarakat dalam pendidikan sebagai akibat pengalaman historis yang menyebabkan kemiskinan, keterbelakangan, dan penindasan. Kelembagaan pendidikan dan praktek pendidikan Indonesia masih berupa pola-pola melanjutkan pendidikan penjajahan dan budaya kolonial dari masa lampau. Sebagian institusi pendidikan Indonesia merupakan pencangkokan lembaga pendidikan negara-negara yang sudah maju, sehingga dalam praktek sehari-hari, hasil pendidikan kurang mencerminkan aspirasi bangsa sendiri, kurang mengembangkan sifat-sifat kepribumian, kurang mengembangkan unsur-unsur budaya lokal dan nasional. Anak didik yang menerima pendidikan semacam ini akhirnya mengalami alienasi terhadap budaya sendiri, yang akhirnya merasa asing pula terhadap hakikat diri sendiri, lingkungan, bahasa ibu dan pengalaman eksistensial. Kemajuan masyarakat industri Eropa adalah hasil dari akumulasi empat gugus institusi, yang menurut pandangan Giddens (Dimyati, 2000) sebagai
2

hasrat emosional untuk mengejar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti di negara-negara kaya dan maju. khususnya bagi masyarakat lapisan bawah. dan pengetahuan. 1997. Suyanto. Kartini Kartono. tidak adanya komunikasi interaktif antara guru dan siswa. Inilah konsep pendidikan “gaya bank” (Freire. tetapi guru menyampaikan pernyataan-pernyataan dan mengisi “tabungan” yang diterima. Yang terjadi bukannya proses komunikasi. diulangi dengan patuh oleh para murid. menjejalkan isi kurikulum yang tidak sesuai dengan kebutuhan anak didik. (2) industrialisme. Mereka hampir selalu berada di dalam utopi. institusi pendidikan Indonesia yang masih berpola ketergantungan pada pendidikan negara-negara maju memberikan dampak kurang menguntungkan masyarakat Indonesian dan masih mewarnai sistem pendidikan Indonesia hingga sekarang. Di samping itu. murid dituntut menghafal secara mekanis.ISSN 0215-8250 hubungan komplementer dari (1) kapitalisme. Rembesan model institusi ini di Indonesia menjelma dalam praktek-praktek pendidikan yang bersifat otoriter. dan kurang berpijak pada realitas bangsa sendiri. 2001). . (3) pengawasan. 3 TH. XXXVI Juli 2003 Singaraja. daya ubah. untuk menjamin keamanan negara dan stabilitas pemerintahan (Suyanto. 1985. Lebih-lebih Ekspansi dan modernisasi pendidikan dengan penekanan pada pemberian materi pengajaran yang lebih banyak bersifat urban dan universal dan kurang memperhatikan situasi kondisi lokal. guru cenderung bercerita tentang pelajaran dan murid mendengarkan. akan meningkatkan harapan ekonomis dan ambisi-ambisi material yang sulit terpuaskan. Di samping praktek pendidikan gaya bank. Ide-ide utopis tersebut ternyata menghambat pemimpin pendidikan dalam membangun model-model pendidikan yang bernafaskan kepribumian yang justru berfaedah bagi masyarakat dan sinkron dengan ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri No. 2001). Pendidikan gaya bank menghasilkan insan-insan yang jati dirinya tersimpan dan miskin daya cipta. dan corak sosial ekonomi serta kebudayaan yang bervariasi. pendidikan berpusat pada guru. dihafal. Kelemahan sistem pendidikan semacam itu ialah operasionalisasi konkretnya di lapangan menjadi kurang relevan dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat lokal yang beragam. Sistem pendidikan nasional ternyata lebih mengutamakan uniformitas atas dasar kesatuan dan persatuan bangsa. Guru menguraikan suatu topik yang sama sekali asing bagi pengalaman eksistensial para murid. dan (4) kekuatan militer. banyak mendominasi para penentu kebijakan pendidikan.

2000a). Berdasarkan uraian tersebut. 2. Krisis yang dirasakan sebagai akibat paradigma tersebut adalah terpuruknya sumber daya 4 . Perubahan-perubahan fundamental terjadi di dalam pendidikan nasional sejak 57 tahun yang lalu. sedikitnya terdapat empat indikator perkembangan sistem pendidikan nasional (Tilaar. kelembagaan dan peraturan. yaitu: (1) popularisasi. seperti yang digagas oleh Ki Hajar Dewantara. banyak menempatkan kepentingan humanisasi dan berusaha mengubur pendidikan yang dehumanis warisan penjajahan. Di samping itu. kuantitas. Suatu sistem pendidikan nasional yang elitis yang diwarisi dari pemerintahan Kolonial dan militerisme Jepang diubah menjadi sistem pendidikan yang populis yang banyak membuka kesempatan untuk seluruh anak bangsa. Lebih-lebih pendidikan di awal-awal kemerdekaan. kuantitas. hal ini belum menampakkan hasil dan layu sebelum berkembang. memberikan dorongan untuk sepintas melihat paradigma lama pendidikan Indonesia sebagai bahan refleksi untuk memikirkan strategi pendidikan Indonesia ke depan. Paradigma ini dilandasi oleh kenyataan bahwa Indonesia telah unggul dalam bidang sumber daya alam. sesungguhnya telah banyak mengalami kemajuan. Popularisasi pendidikan selama Orde Baru melahirkan konsep pengembangan sumber daya manusia yang menjadi prioritas utama. (3) proliferasi. dan sumber kebudayaan (Oetama & Widodo. maupun kualitasnya. di samping sumber-sumber alamiah. dengan didorong oleh gerakan education for all. (2) sistematisasi. Upaya ini sangat perlu dilakukan dalam upaya merevisi pendidikan Indonesia yang terpuruk saat ini. muncul pula paradigma pemberantasan kemiskinan yang akhirnya melahirkan program-program wajib belajar yang bermula diberlakukannya wajib belajar 6 tahun. Namun. sepantasnyalah untuk disadari bahwa operasionalisasi sistem pendidikan Indonesia belum menunjukkan keberhasilan. sumber modal. Paradigma Lama Pendidikan Indonesia Praksis pendidikan Indonesia menurut paradigma lama. 1990). baik proses. tetapi lemah dalam sumber informasi iptek. baik kualitas. maupun efesiensinya. (4) politisasi pendidikan. Dalam perjalanan pendidikan selama Orde Baru.kebudayaan asli Indonesia. Hasil-hasil pendidikan yang belum memenuhi harapan masyarakat tersebut. yang kemudian menjadi 9 tahun. relevansi.

b. 1997. maka paradigma proliferasi pendidikan diperluas dengan memunculkan pendidikan formal. dan berbagai tes standar. Kemudian. Atas dasar kenyataan ini. formalistis. Paradigma ini diarahkan untuk mencapai tujuan efesiensi perencanaan dan manajemen pendidikan. 3 TH. Perlu disadari bahwa sistem pendidikan elitis pada zaman penjajahan Kolonial dan pendidikan meliterisme Jepang sangat berpengaruh secara signifikan terhadap terbatasnya jumlah anggota masyarakat yang melek huruf. memudahkan supervisi. 2000a. . dan keyakinan bahwa etatisme pendidikan akan menjamin mutu pendidikan nasional. Di satu sisi. Di sisi lain. pendidikan nonformal. mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa. dan sistematis. Pengertian sempit tentang pendidikan tersebut tampak dalam UU. Tilaar.ISSN 0215-8250 manusia Indonesia yang tercermin dari tingkat keterampilan tenaga kerja Indonesia terendah di Asia dan semakin bertambahnya pengangguran. Pardigma ini melahirkan undang-undang positif dan berbagai peraturan yang menjamin uniformitas suatu sistem. sebagai akibat desakan perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih yang memperkenalkan pendidikan maya yang bersifat global. XXXVI Juli 2003 Singaraja. Ini terjadi sebagai akibat kurang diperhatikan ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri No. Van Peursan. 1990 yang terutama diarahkan untuk pengajaran. Namun. paradigma yang kaku tersebut ternyata mematikan inisiatif dan kemampuan berpikir kritis anak didik dan masyarakat (Kartini Kartono. serta sekadar untuk memenuhi tuntutan popularisasi pendidikan. perluasan ruang lingkup pendidikan tersebut telah mengubah dimensi pendidikan dari tanggung jawab keluarga beralih pada kekuatan-kekuatan di luar lingkungan keluarga. Munculnya berbagai jenis program pendidikan dan pelatihan yang lebih berorientasi pada aspek supply. paradigma keseragaman pendidikan telah menghasilkan percepatan pencapaian target-target kuantitatif pendidikan. maka muncullah paradigma keseragaman pendidikan nasional. 1999). No. maka setelah kemerdekaan RI 17 Agustus 1945. pendidikan disempitkan hanya sebagai persekolahan. dan pendidikan informal dengan kegiatan-kegiatan untuk pemenuhan tenaga kerja industri. 4 th. lahirnya norma-norma EBTANAS. Didorong oleh keinginan untuk meningkatkan mutu dan standar pendidikan nasional. mengakibatkan kebutuhan real akan tenaga kerja terampil cenderung ditelantarkan.

Praksis pendidikan sesungguhnya berinti pada sejauh mana dunia pendidikan dan dunia kerja itu terjembatani (Oetama & Widodo. Pendidikan dijadikan sebagai alat penguasa dan sarana indoktrinasi idiologi. (2) manajemen pendidikan ditangani oleh birokrasi agar tercipta kesatuan persepsi dalam menjalankan tugas-tugas pendidikan. menginginkan kehidupan yang berbahagia. Lebih-lebih dalam mengahadapi era global yang melanda semua segi kehidupan. Semuanya ini yang kemudian melahirkan konsep politisasi pendidikan. Sekolah merupakan sarana penyuapan anak didik dengan doktrin-doktrin politik serta propaganda nilai-nilai budaya yang dianggap paling bermanfaat oleh para penguasa. Paradigma ini akhirnya melahirkan pula prinsip-prinsip bahwa (1) pendidikan diyakini dengan sendirinya dapat memecahkan masalah sosial budaya. Indonesia yang tengah berkembang merupakan pencerminan dari kekuatan sosial politik kaum elit yang berkuasa dan refleksi kekuatan penguasa pada ide-ide politiknya. dia akan menampakkan wujud semakin hebat dan beresiko 6 . Berdasarkan empat indikator paradigma lama pendidikan Indonesia tersebut. dapat diduga bahwa anomali-anomali yang ditimbulkannya berpengaruh secara signifikan terhadap terjadinya krisis yang dialami oleh pendidikan Indonesia saat ini. dan pendidikan lebih berorientasi pada aspek supply ketimbang demand dari konsumen. (2) terjadi keterpurukan pada profesi praktisi pendidikan.pentingnya kaitan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Tilaar. Paradigma pendidikan yang tidak berorientasi pada esensi praksis pendidikan akhirnya membawa dunia pendidikan semakin mengalami alienasi dari kebutuhan masyarakat (Kartini Kartono. Semua prilaku ini ditujukan demi penguasaan dan pengendalian rakyat secara lebih efisien. Krisis yang dirasakan adalah (1) sakralisasi ideologi nasional sehingga terjadi penjinakan terhadap critical dan creative thinking masyarakat. Anomali-anomali yang terjadi adalah terabaikannya peranan pendidikan informal. pendidikan dianggap sebagai state business non profit. 1990). 2000a). diarahkan untuk membentuk kehidupan bersama. Keduanya diarahkan pada tujuan hidup manusia dan masyarakat. 1997. Pendidikan dan politik memiliki kaitan yang sangat erat. Rakyat dituntut kepastian politik dan ketundukan rohaniah secara total. yakni tunduk secara mutlak kepada penguasa.

sekaligus meningkatkan harkat dan martabat serta peradaban manusia ke arah yang lebih baik. nasional. sosiologis. semua anak bangsa bersama pemerintah akan segera menginginkan suatu perubahan. Landasan pendidikan yang mendorong pendidikan dalam rangka menjemput masa depan adalah landasan ilmiah dan teknologi. Perlu disadari bahwa. dan kultural. di samping tetap berorientasi pada empat indikator yang dijadikan pijakan untuk mengevaluasi paradigma lama. Paradigma baru pendidikan Indonesia tersebut. rumusan ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri No. dan negara. 3. . Landasan Filosofis. Pertemuan antara nilai-nilai tersebut dijadikan dasar untuk memformulasikan paradigma baru pendidikan Indonesia. Di samping itu. mendukung perkembangan masyarakat. evolusi. 3 TH. nasional. Terdapat kaitan yang sangat erat antara pendidikan dan filsafat. bangsa. juga berorientasi pada nilai-nilai orisinal yang bersifat lokal. Landasan pendidikan yang sangat memegang peranan penting dalam menentukan tujuan pendidikan adalah landasan filosofis. dan meyakininya. Landasan pendidikan akan memberikan pijakan dan arah terhadap pembentukan manusia Indonesia. karena pendidikan merupakan pilar utama pengembangan manusia dan masyarakat suatu bangsa. dan bisa berkecimpung dalam percaturan global. nilai-nilai lokal. secara alamiah upaya untuk menyelamatkan diri dari krisis pendidikan tersebut memerlukan keseriusan semua anak bangsa.ISSN 0215-8250 pada keterbelakangan peradaban manusia Indonesia di mata dunia. meningkatkan pendidikan. dan universal bersumber dari landasan dan wawasan pendidikan Indonesia. Di satu sisi. Filsafat mencoba merumuskan citra tentang manusia dan masyarakat. menyadarinya. Landasan tersebut sangat penting. Atas dasar keyakinan tersebut. Orientasi pada Landasan Pendidikan Indonesia Pendidikan sebagai usaha sadar yang sistematik-sistemik selalu bertumpu pada sejumlah landasan. XXXVI Juli 2003 Singaraja. atau revolusi menuju suatu paradigma baru pendidikan Indonesia yang dapat dijadikan pijakan mengakhiri krisis. yang membekali tenaga kependidikan dengan pemahaman psikologis peserta didiknya. sedangkan pendidikan berusaha mewujudkan citra itu. Kajian terhadap landasan-landasan pendidikan ini akan dapat membentuk wawasan pendidikan yang utuh. bahwa krisis tersebut pasti akan bisa dilewati. dan universal budaya Indonesia. terdapat landasan psikologis.

Seirama dengan pandangan ini adalah paham konstruktivisme. Peranan utama pendidikan adalah membelajarkan anak agar mengalami growth in learning dan becoming process. Fungsi pendidikan adalah menata masyarakat berdasarkan fungsi-fungsi budaya yang universal berdasarkan budaya lokal yang berkembang ke arah kebudayaan nasional dan kebudayan global. Van Peursen. 2000. animal symbolicum (Dimyati. Dengan belajar. 2001. sedangkan guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan mediator yang dinamis. sementara di sisi lain. (3) keterbatasan manusia sebagai makhluk hidup. Individu yang diinginkan adalah individu yang kreatif. 2000). Nilai-nilai budaya seperti itu adalah Trikonsentris. anak tumbuh dan berkembang secara utuh. Aliran kulturalisme melihat fungsi pendidikan masa kini sebagai suatu upaya untuk merekonstruksi masyarakat mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya (Tilaar. berpikir bebas termasuk berpikir produktif. animal educandum. Unsur kebebasan memegang peranan penting dalam proses pendidikan (Brook & Brook. 2000. Peranan filsafat dalam bidang pendidikan berkaitan dengan kajian-kajian: (1) keberadaan dan kedudukan manusia sebagai makhluk zon politicon. (4) perlunya landasan pemikiran dalam pekerjaan pendidikan. Kajian sosiologi pendidikan pada prinsipnya 8 . dan masyarakat (Suparno. 2000. Landasan Sosiologis. 1993). (2) masyarakat dan kebudayaannya. Pendidikan bukan persiapan untuk hidup. Masalah-masalah tersebut seperti identitas bangsa. Pebelajar sendiri yang membangun pengetahuannya. Fungsi pendidikan adalah membina pribadi-pribadi yang bebas merumuskan pendapat dan menyatakan pendapatnya sendiri dalam berbagai perspektif. Pendidikan adalah untuk dapat hidup sepanjang hayat. Paham konstruktivisme menyatakan bahwa pengetahuan dikonstruksi sendiri oleh individu berdasarkan interaksinya dengan lingkungan alamiah. melainkan melaksanakan pendidikan. 2001). teman sebaya. Karena itu. homo sapiens. 2000). Tilaar. 2001). bahkan kehidupan itu adalah pendidikan bagi setiap orang. pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia. preservasi dan pengembangan budaya. kovergensi. Orang belajar dari hidupnya. 2001 & Tirtarahardja & La Sula. benturan kebudayan. dan kontinuitas dari Ki Hadjar Dewantara (Dimyati. sekolah tidak mengajar anak.tentang harkat dan martabat manusia dan masyarakatnya ikut menentukan tujuan dan cara penyelenggaraan pendidikan.

Komunikasi sosial merupakan implementasi dari ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri No. dan membuka horizon anak menjadi lebih luas. Proses pendidikan juga sangat dipengaruhi oleh berbagai kelompok sosial dalam masyarakat. keberadaan orang tua.2/1989. di mana anak mulai berkembang. Perubahan fungsi keluarga. Ada beberapa hal yang dapat disumbangkan oleh kelompok sebaya dalam proses sosialisasi anak. menumbuhkan sikap kerja sama. bahwa kelompok sebaya dapat memberikan model. adalah pengaruh pendidikan terhadap masyarakat. XXXVI Juli 2003 Singaraja. 2000). nilai budaya. Penekanan pada sosialisasi. Sebagai lembaga sosial. yang tidak kalah pentingnya. pola hubungan orang tua dengan anak dalam keluarga. Pendidikan keluarga dapat memberikan keyakinan agama. Proses sosialisasi akan dimulai dari keluarga. harus didukung oleh sistem komunikasi sosial yang terbuka. tetapi dari anak-anak lain yang hampir seusia. tujuan pendidikan adalah mempersiapkan anak untuk hidup di dalam masyarakatnya. antara lain. organisasi pemuda. memberikan dukungan. hendaknya tidak memilih salah satu kutub penekanan tersebut. seperti kelompok keagamaan. Dalam keluarga dapat ditanamkan nilai dan sikap yang dapat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya. Kelompok sebaya merupakan agen sosialisasi yang mempunyai pengaruh kuat searah dengan bertambahnya usia anak (Tirtarahardja & La Sula. Pendidikan dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan. sehingga ia dapat berkembang secara efektif. Terdapat satu kelompok khusus yang datangnya bukan dari orang dewasa. nilai moral. baik pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Tetapi kelompok sebaya dapat menciptakan solidaritas yang sangat kuat di antara anggota kelompoknya. komposisi keanggotaan dalam keluarga. Di sisi lain. memberikan jalan untuk lebih independen. tujuan pendidikan adalah mempersiapkan anak merombak atau memperbaharui masyarakat.al 1992).ISSN 0215-8250 mencakup semua jalur pendidikan. pasal 10 ayat 4). dan keterampilan (UU. Pendidikan yang dilaksanakan pada umumnya. tetapi diupayakan seimbang antara upaya pelestrarian dan pengembangan.RI. sedangkan penekanan pada agen pembaharuan. memberikan identitas. Pendidikan keluarga yang termasuk salah satu pendidikan luar sekolah merupakan lembaga sosial pertama bagi setiap manusia.No. yang disebut kelompok sebaya. kelompok sebaya tidak mempunyai struktur yang jelas dan tidak permanen. 3 TH. dan perbedaan kelas sosial keluarga berpengaruh terhadap perkembangan anak (Mudyahardjo et. . dan organisasi pramuka.

dilestarikan. Walaupun pemikiran sosial yang dianutnya tidak selalu terbaik dan juga tidak terburuk bagi masyarakat. Ada tiga cara umum yang 10 . Kebudayaan dalam arti luas dapat berwujud (1) ide. tingkah laku. Tanggung jawab yang dipikul oleh pengembang dan pengelola pendidikan tersebut harus dikembalikan kepada hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. gagasan. sebab kebudayaan dapat dikembangkan dan dilestarikan dengan jalan mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus melalui pendidikan. Pendidikan selalu terkait dengan manusia. ilmuwan harus bersikap ilmiah. Secara etis. bentuk. baik secara informal maupun formal. maka harus dipertanggungjawabkan secara sosial sebagai pengejawantahan peran sikap ilmiahnnya. mengajarkan tingkah laku kepada generasi baru. sehingga dapat dimanfaatkan secara obyektif dalam memecahkan permasalahan sosial. dan teknologi tersebut dapat dibentuk. ciri-ciri. kepercayaan. dan harus disampaikan secara proporsional kepada masyarakat. harus konsisten dengan proses telaah pendidikan terhadap hakikat pengetahuan. Kebudayaan baik dalam wujud ide. prilaku. dan teknologi yang dipelajari dan dimiliki oleh semua anggota masyarakat tertentu. Pengetahuan yang dimiliki oleh seorang ilmuwan merupakan kekuatan yang akan memberikan keberanian dalam membela nilai-nilai kebenaran yang diyakininya. terbuka menerima kritik. menerima pendapat orang lain. mengakui kekurangan secara terbuka bagi masyarakat. nilai.prinsip tanggung jawab sosialnya. namun gagasannya harus siap memenuhi kebutuhan masyarakat. kukuh dalam memperjuangkan kebenaran. dan dikembangkan melalui proses pendidikan. Sebaliknya. dalam artian akan terjadi konflik antara ilmu pengetahuan dan sosiologi. nilai-nilai. Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik. Cara untuk mewariskan kebudayaan. berbeda dari masyarakat ke masyarakat. yaitu bersikap obyektif. (2) prilaku manusia dalam masyarakat. Landasan Kultural. (3) benda hasil karya manusia. Ketika gagasan tersebut gagal menunjukkan keunggulannya. Kebudayaan adalah hasil cipta dan karya manusia berupa norma-norma. sedangkan setiap manusia selalu menjadi anggota masyarakat dan pendukung kebudayaan tertentu. dan pelaksanaan pendidikan itu ikut ditentukan oleh kebudayaan masyarakat di mana proses pendidikan itu berlangsung.

Lembaga sosial yang lazim digunakan sebagai alat transmisi dan transformasi kebudayaan adalah lembaga pendidikan. Perbedaan individual terjadi karena adanya perbedaan berbagai aspek kejiwaan antar peserta didik. . norma-norma baru yang sesuai dengan tuntutan perkembangan masyarakat. Pemahaman peserta didik. Strategi behavioral memandang manusia sebagai makhluk pasif yang bergantung kepada lingkungan. strategi behavioral. Masyarakat memegang peranan dalam mentrasmisi kebudayaan yang mereka miliki kepada generasi penerus. yaitu: informal (terjadi dalam keluarga). Individu memiliki bakat. dan norma-norma tersebut merupakan transformasi kebudayaan. Masyarakat juga berusaha melakukan perubahan-perubahan yang disesuaikan dengan kondisi baru. minat. tetapi juga perbedaan pengalaman dan tingkat ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri No. nilai-nilai. merupakan salah satu kunci keberhasilan pendidikan. sehingga landasan psikologis merupakan salah satu landasan yang penting dalam bidang pendidikan. dan strategi fenomenologis atau humanistis menekankan pada peranan faktor belajar. Terdapat tiga pandangan tentang hakikat manusia. serta tempo. khususnya tentang proses perkembangan dan proses belajar. yaitu strategi disposisional yang memberikan tekanan pada faktor hereditas. nilainilai. sehingga terbentuklah pola tingkah laku. Landasan Psikologis. dan formal (terjadi dalam lembaga-lembaga pendidikan formal). utamanya berkaitan dengan aspek kejiwaan individu. Implikasinya. sebab pendidikan tidak hanya berfungsi mentransmisi kebudayaan kepada generasi penerus. bukan hanya berkaitan dengan kecerdasan dan bakat. landasan psikologis pendidikan tertuju pada pemahaman manusia. Pada umumnya. Pendidikan selalu melibatkan aspek kejiwaan. Usaha-usaha menuju pola tingkah laku. kekuatan. strategi fenomenologis memandang manusia sebagai makhluk aktif yang mampu bereaksi dan melakukan pilihan-pilihan sendiri. Perbedaan pandangan tentang hakikat manusia tersebut berdampak dalam pandangan tentang pendidikan. XXXVI Juli 2003 Singaraja. tetapi juga mentransformasikannya agar sesuai dengan perkembangan zaman. Pendidikan formal dirancang untuk mengarahkan perkembangan tingkah laku anak didik. Sekolah sebagai lembaga sosial mempunyai peranan yang sangat penting. pendidik tidak mungkin memperlakukan sama kepada setiap peserta didik. kemampuan. 3 TH. nonformal (terjadi dalam masyarakat. utamanya sekolah dan keluarga.ISSN 0215-8250 dapat diidentifikasikan. dan irama perkembangan yang berbeda satu sama lain.

pendidikan sangat dipengaruhi oleh cabang-cabang iptek. Pendidikan. perbedaan aspirasi dan cita-cita. alat. maka pendidikan dalam segala aspeknya harus mengakomodasi perkembangan tersebut. dan teknologi memiliki kaitan yang sangat erat. pendidikan berperan sangat penting dalam pewarisan dan pengembangan iptek. pramuka. Peserta didik selalu berada dalam proses perubahan. Di sisi lain. 2001). 2000. Namun. ilmu pendidikan juga mengalami kemajuan yang pesat. berpikir. ilmu pengetahuan. penataan kelembagaan. dan pada gilirannya. pemantapan struktur organisasi dan mekanisme kerja. dan belajar. Pertumbuhan terjadi sebagai akibat faktor internal sebagai akibat kematangan dan proses pendewasaan. antroplogi). Seiring dengan kemajuan iptek pada umumnya.perkembangan. setiap perkembangan iptek harus segera diakomodasi oleh pendidikan. Lingkungan pendidikan dapat berwujud lingkungan sekolah. masyarakat. pemantapan pengelolaan. keluarga. dan media masa (Dimyati. Iptek menjadi bagian utama isi pengajaran. dan atau kemajuan ilmu harus segera 12 . Kemajuan cabang-cabang ilmu tersebut menyebabkan tersedianya informasi empiris yang cepat dan tepat. Oleh karena kebutuhan pendidikan yang sangat mendesak. Dengan perkembangan iptek dan kebutuhan masyarakat yang makin kompleks. diterjemahkan menjadi program. dan/atau prosedur kerja yang akan bermuara pada kemajuan teknologi pendidikan. sedangkan perkembangan terutama terjadi karena pengaruh lingkungan. yakni dengan segera memasukkan hasil pengembangan iptek ke dalam isi bahan pelajaran. Landasan Ilmiah dan Teknologi. Sebaliknya. baik karena pertumbuhan maupun karena perkembangan. pendidikan formal telah berkembang sedemikian rupa sehingga menjadi suatu lingkup kegiatan yang luas dan kompleks. artinya. demikian pula dengan cabangcabang khusus dari ilmu-ilmu prilaku yang mengkaji pendidikan. Kecerdasan umum dan kecerdasan dalam bidang tertentu banyak dipengaruhi oleh kemampun potensial. Di sisi lain. maka teknologi dari berbagai bidang ilmu harus segera diadopsi ke dalam penyelenggaraan pendidikan. Konsekuensinya. utamanya ilmu-ilmu prilaku (psikologi. Kajian psikologi pendidikan yang erat kaitannya dengan pendidikan adalah yang berkaitan dengan kecerdasan. kemampuan potensial hanya akan berkembang secara aktual apabila dikembangkan dalam situasi yang kondusif. sosiologi. bahkan perbedaan kepribadian secara keseluruhan. haruslah dilakukan dengan pemanfaatan iptek.

diperintah atau dipaksa. baik pada tahap perencanaan maupun pelaksanaan pendidikan. Asas tut wuri handayani merupakan inti dari asas pertama dari tujuh asas (Asas 1922) Perguruan Nasional Taman Siswa (lahir pada tanggal 3 Juli 1922 Tirtarahardja & La Sula. paksaan. 4. asas belajar sepanjang hayat. Asas-asas pendidikan di Indonesia bersumber baik dari kecenderungan umum pendidikan di dunia maupun yang bersumber dari pemikiran dan pengalaman sepanjang sejarah upaya pengembangannya selama ini. yang didasarkan pada sistem kodrati. Salah satu dasar utama pendidikan adalah bahwa manusia itu dapat dididik dan mendidik diri sendiri.ISSN 0215-8250 dimanfaatkan oleh penyelenggara pendidikan tersebut. dan asas kemandirian dalam belajar. Tiga asas pendidikan di Indonesia yang sangat relevan dengan upaya pendidikan. Asas Tut Wuri Handayani. Asas pertama tersebut berbunyi: “bahwa setiap orang berhak untuk mengatur dirinya dengan mengingat tertibnya persatuan dalam perikehidupan umum”. yaitu: asas Tut Wuri Handayani. Kehidupan tertib dan damai hendaknya dicapai menurut dasar kodrat alam sebagai sifat lahir dan manifestasi kekuasaan Tuhan. XXXVI Juli 2003 Singaraja. 2000). baik masa kini maupun masa lampau. yaitu sebagai pemimpin yang berdiri di belakang dengan bersemboyan “Tut Wuri Handayani”. Namun. Asas ini mendorong Taman Siswa mengganti sistem pendidikan cara lama yang menggunakan perintah. yaitu tetap mempengaruhi dengan memberi kesempatan kepada anak didik untuk berjalan sendiri. Dari asas itu pula lahir “sistem among”. dan tidak terus menerus dicampuri. . dan hukuman dengan sistem khas Taman Siswa. ia memiliki potensi yang hampir tanpa batas untuk dikembangkan melalui pendidikan. 3 TH. di mana guru memperoleh sebutan “pamong”. Orientasi pada Azas-Azas Pendidikan Indonesia Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir. Dari asas ini tampak bahwa tujuan yang hendak dicapai oleh Taman Siswa adalah kehidupan yang tertib dan damai. Pamong hanya wajib menyingkirkan segala sesuatu yang merintangi jalannya anak serta hanya bertindak aktif dan mencampuri tingkah laku atau perbuatan anak apabila mereka sendiri tidak dapat menghindarkan diri dari berbagai rintangan atau ancaman keselamatan atau gerak ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri No. Manusia dilahirkan hampir tanpa daya dan sangat tergantung pada orang lain.

yakni tidak ada unsur perintah. termasuk yang formal. (5) mengakui kontribusi dari semua pengaruh pendidikan yang mungkin terjadi. Oleh karena itu. (4) meningkatkan kemampuan dan motivasi untuk belajar mandiri. tetapi secara universal definisi yang dapat diterima adalah sulit. sistem “among” adalah cara pendidikan yang dipakai dalam sistem Taman Siswa dengan maksud mewajibkan pada guru supaya mengingatkan dan mementingkan kodrat-iradatnya para siswa dengan tidak melupakan segala keadaan yang mengelilinginya. dan penyempurnaan secara sistematis pengetahuan.majunya. Kedua istilah ini tidak dapat dipisahkan. Istilah “pendidikan seumur hidup” erat kaitannya dan memiliki makna yang sama dengan istilah “belajar sepanjang hayat”. dan sikap yang dapat meningkatkan kondisi hidupnya. Asas Belajar Sepanjang Hayat. Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long education). pembaharuan. keterampilan. pendidik setiap saat siap memberi uluran tangan apabila diperlukan oleh anak. (3) tujuan akhirnya adalah mengembangkan penyadaran diri (self fulfilment) setiap individu. tidak ada campur tangan yang dapat mengurangi kebebasan anak untuk berjalan sendiri dengan kekuatan sendiri. psikomotor) pebelajar. (2) mengarah kepada pembentukan. Pendidikan seumur hidup merupakan suatu konsep yang memiliki makna baru dari ide lama. Jadi. sehingga perlu diupayakan untuk memperkuat motivasi. Di sisi lain. non-formal. paksaan atau hukuman. sebagai bagian tak terpisahkan dari Tut Wuri Handayani. pada hakikatnya bertolak dari wawasan tentang anak yang sama. Dua semboyan lainnya. Ketiga semboyan tersebut sebagai satu kesatuan asas telah menjadi asas penting dalam pendidikan di Indonesia. Penekanan istilah “belajar” adalah perubahan pengetahuan (kognitif. UNESCO Institute for Education menetapkan suatu definisi kerja yakni pendidikan seumur hidup adalah pendidikan yang (1) meliputi seluruh hidup setiap individu. tetapi dapat dibedakan. sedangkan istilah “pendidikan” menekankan pada usaha sadar dan sitematis untuk menciptakan 14 . “Ing madya mangun karsa” diterapkan dalam situasi kurang bergairah atau ragu-ragu untuk mengambil keputusan atau tindakan. dan informal. “Ing ngarsa sung tulada” adalah hal yang baik mengingat kebutuhan anak maupun pertimbangan guru. peningkatan. afektif.

dan dalam upaya mengantisipasi peserta didik untuk dapat bersaing di era global. Dimensi vertikal kurikulum sekolah meliputi tidak saja keterkaitan dan kesinambungan antar tingkatan persekolahan. curiosity. guru diharapkan menyediakan dan ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri No. courage.. sense of humor. pride (Reigeluth ed. Indikator-indikator life skills adalah integrity. Rancangan dan implementasi kurikulum yang memperhatikan kedua dimensi itu akan mengakrabkan peserta didik dengan berbagai sumber belajar yang ada di sekitarnya. yakni membelajarkan peserta didik dengan efisien dan efektif. dan meningkatkan kemauan dan kemampuan belajar mandiri sebagai basis dari belajar sepanjang hayat. responsibility. tetapi juga terkait dengan kehidupan peserta didik di masa depan. . Kemampuan dan kemauan menggunakan sumber-sumber belajar yang tersedia itu akan memberi peluang terwujudnya belajar sepanjang hayat. initiative. cooperatif. problem-solving. proses belajar mengajar di sekolah seyogyanya mengemban sekurang-kurangnya dua misi. Perwujudan asas kemandirian dalam belajar akan menempatkan guru dalam peran utama sebagai fasilitator dan motivator. Dalam latar pendidikan seumur hidup. organization. Konsep “kemandirian” mengandung makna bahwa belajar merupakan kebutuhan yang mucul dari dalam diri sendiri sehingga cenderung bertahan sepanjang hayat tanpa campur tangan orang lain. yang akan bermuara pada terwujudnya pendidikan seumur hidup seperti yang tercermin dalam sistem pendidikan nasional. patience. Berkaitan dengan dimensi kurikulum vertikal ini.ISSN 0215-8250 suatu lingkungan yang memungkinkan perubahan pengetahuan tersebut secara efisien dan efektif. Dimensi horizontal mengaitkan pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah. 3 TH. Sebagai fasilitator. caring. 1999). common sense. Asas Kemandirian dalam Belajar. effort. maka dimensi tersebut hendaknya bermuatan kecakapankecakapan hidup (life skills). yaitu dimensi vertikal dan horizontal. Asas kemandirian dalam belajar memiliki kaitan yang sangat erat dengan asas Tut Wuri Handayani maupun asas belajar sepanjang hayat. XXXVI Juli 2003 Singaraja. atau lingkungan yang membelajarkan subjek didik. perseverance. flexibility. Kurikulum yang dapat mendukung terwujudnya belajar sepanjang hayat harus dirancang dan diimplementasikan dengan memperhatikan dua dimensi. Masyarakat yang mempunyai warga yang belajar sepanjang hayat akan menjadi suatu masyarakat yang gemar belajar (learning society). friendship.

Beberapa strategi belajar mengajar yang dapat menyediakan peluang pengembangan kemandirian peserta didik. berarti bahwa terdapat nilai-nilai demokrasi khas masyarakat Indonesia yang perlu dikembangkan dalam kerangka untuk menetapkan identitas bangsa. Pertama. belajar melalui modul. Gagasan Paradigma Baru Pendidikan Indonesia Mengacu kepada deskripsi masyarakat Indonesia di masa kini dan di masa yang akan datang. peran pendidikan untuk rekonstruksi dan pembaharuan sosial.mengatur berbagai sumber belajar sedemikian rupa sehingga memudahkan peserta didik berinteraksi dengan sumber-sumber tersebut. Sebagai motivator. Strategistrategi belajar tersebut dapat terlaksana apabila lembaga pendidikan. sistem pendidikan Indonesia hendaknya diarahkan menuju paradigma pendidikan yang berakar pada pendidikan demokrasi dengan mengadopsi demokrasi pembelajaran memalui pendidikan progresif futuristik. didukung oleh bahan pustaka yang memadai dan pusat sumber belajar (PSB). Konteks lokal. Terdapat tiga pilar utama pendidikan progresif. utamanya sekolah. Pendidikan ini akan mengembangkan kemampuan individu kreatif mandiri. pendidikan berpusat pada anak. antara lain cara belajar siswa aktif. Pendidikan demokrasi dapat dikembangkan melalui konteks yang bersifat lokal dan universal. sistem pendidikan hendaknya menerapkan paradigma pendidikan progresif futuristik. 5. Kedua. tidak pelak lagi. guru mengupayakan timbulnya prakarsa peserta didik untuk memanfaatkan sumber belajar tersebut. Dalam rangka mengatasi kelemahan-kelemahan pendidikan esensialis dan behavioristik. Konteks universal. dapat diajukan gagasan bahwa untuk mencapai masyarakat yang menghormati nilai-nilai demokrasi. berarti nilai-nilai demokrasi yang ada dan diakui oleh sebagian besar penduduk dunia dapat diterima sebagai suatu kebenaran melalui proses akulturasi dan trasformasi dengan kebudayaan asli di Indonesia. paket belajar. Nilai-nilai lokal dan universal pendidikan demokrasi tersebut akan dapat memenuhi harapan dan kebutuhan unsur-unsur kebudayaan bangsa Indonesia untuk tetap survive dalam kehidupan global dan untuk mempertahankan dan mengembangkan identitas kebudayaan sendiri. Peran 16 . dan mengembangkan secara optimal potensi-potensi anak. pengajaran berprogram.

Penerimaan nilai-nilai asing dalam pendidikan Indonesia hendaknya berdasarkan pada prinsip seleksi asimilasi dengan muatan lokal atau nilai-nilai lokal. dan sebagainya. Pelajaran bahasa asing. Pendidikan antar budaya dapat berwujud formal. penarikan kesimpulan berdasarkan pembuktian. Secara praktis. nonformal. perspektif-perspektif tersebut akan direduksi menjadi pandangan-pandangan yang lebih sesuai dengan realitas-realitas dan tuntutan internasional sekaligus global. Pada tahap akhir. dan teritorial. komunikasi antar budaya. problem based learning. proses dialektika tersebut akan menghasilkan sintesis berupa konvergensi nilai asing dan nilai kepribadian dasar. atau informal. adalah bidangbidang studi yang cukup penting diajarkan di sekolah dan di perguruan tinggi. sekolah. cooperative learning. Konsep ini dapat dijembatani melalui penerapan inquiry-based learning. maka diperlukan paradigma pendidikan antarbudaya tingkat internasional. nilainilai progresif yang bersifat global dapat disandingkan dengan nilai-nilai ke Indonesiaan yang menunjukkan identitas unik bangsa Indonesia. Pendidikan ini akan menciptakan generasi-generasi baru yang tidak terkungkung oleh perspektif nasional. artis. masyarakat ilmiah. Demikian pula konsep progresif tentang fungsi pendidikan sebagai agen pembaharuan sosial seharusnya disesuaikan dengan kondisi sosiologis masyarakat Indonesia. Lewat pendidikan antarbudaya. mahasiswa. konsep eksperimentasi dalam pendidikan. feature. Konsep ini akan mengembangkan kemapuan anak untuk berpikir rasional.ISSN 0215-8250 ini akan menciptakan masyarakat demokrasi. terjadi proses dialektika dengan nilai-nilai lokal. kritis. Konsep progresif itu dapat dipertemukan dengan konsep tri pusat pendidikan Ki hajar Dewantara: keluarga. melalui berita. studi etnik. ulasan. Media massa juga merupakan sarana untuk memasyarakatkan nilai-nilai universal ini. pandangan mata. etnik. Di samping itu. dan dua pusat pendidikan lainnya: lembaga pramuka dan media massa. program pertukaran siswa. dan olahragawan juga merupakan kurikulum pendidikan antar budaya. Demikian pula. XXXVI Juli 2003 Singaraja. masyarakat. Untuk mengantisipasi tidak terjadinya konflik global antarbudaya. dan akuntabilitas. conceptual change instruction. bukubuku khususnya yang memuat pengetahuan tentang budaya negara-negara bangsa ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri No. keterbukaan. ilmuwan. . project based learning. Ketiga. rasial. problem solving. Dalam proses seleksi tersebut. dan perkembangan menuju masyarakat industri. 3 TH.

Pemaksaan semacam itu merupakan gejala etnosentrisme yang tidak akan menyenangkan orang-orang dari daerah lain. dengan menerima siswa atau mahasiswa dan pegawai yang cakap tanpa memperdulikan apa suku mereka. Kedua. Implementasi paradigma ini adalah melalui program-program (1) mengembangkan dan mewujudkan pendidikan berkualitas. Keempat. Juga di forum-forum tidak resmi yang melibatkan lebih dari satu suku bangsa. kantor swasta. dan prilaku komunikasi mereka sangat penting dijadikan kurikulum. pelajar. Pemaksaan unsur-unsur bahasa daerah yang berlebihan ke dalam bahasa nasional hendaknya dihindari. (3) menciptakan SDM pendidikan yang profesional dengan penghargaan yang wajar. sehingga dapat memotivasi peningkatan kinerja mereka secara optimal. Ketiga. Pertama. dan (5) meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan lainnya. dan dosen antar propinsi paling tidak untuk satu periode tertentu. pegawai. Keenam.lain. sajian kebudayaan ditayangkan secara adil melalui media elektronik. (4) menanggulangi putus sekolah akibat krisis melalui perbaikan organisasi pelaksanaan penyaluran bantuan. (2) menyelenggarakan pendidikan guru dan tenaga kependidikan yang bermutu. kontak antar suku melalui pertukaran pemuda. investasi. dengan mencegah adanya kemungkinan daerah yang sebagian maju dan sebagian lagi terlantar. Peningkatan kinerja 18 . kantor pemerintahan. Kelima. penggunaan bahasa nasional di forum-forum resmi: lembaga pendidikan. guru. maka paradigmanya adalah (1) menyesuaikan model pendidikan dan pelatihan dengan kebutuhan rakyat banyak seraya meningkatkan mutunya. Untuk memajukan popularisasi pendidikan. sosialisasi yang merata di lembagalembaga pendidikan dan kantor-kator pemerintah dan swasta. (3) meningkatkan investasi pendidikan melalui sektor pemerintah. paradigma pendidikan antarbudaya diimplementasikan melalui usaha sebagai berikut. pembangunan daerah yang merata oleh pemerintah. khususnya televisi. dan evaluasi pendidikan. misalnya dalam agama. usaha yang sama perlu dilakukan. perkawinan antarsuku sepanjang orang-orang yang berbeda suku tersebut mempunyai kecocokan dalam segi-segi penting. Untuk membentuk manusia-manusia antarbudaya tingkat nasional. dan forum-forum internasional. mahasiswa. meliputi adat istiadat. (2) meningkatkan partisipasi keluarga dan masyarakat dalam penyelenggaraan. kebiasaan-kebiasaan.

dan kunjungan singkat dalam dan luar negeri. dan dunia industri. (2) mengembangkan sistem pendidikan nasional yang terbuka bagi segenap dipersivitas yang ada di Indonesia. Pendidikan Indonesia diharapkan juga memusatkan perhatian pada upaya peningkatan sistematisasi pendidikan. dan media elektronika. (3) melaksanakan desentralisasi penyelenggaraan pendidikan nasional secara bertahap seiring dengan persiapan sarana. (3) menjalin kerjasama yang erat antara lembaga pelatihan dengan dunia kerja. . baik tingkat provinsi maupun kabupaten. dan dana yang memadai. (2) meningkatkan kuantitas dan kualitas lembaga-lembaga pendidkan di daerah dalam rangka menahan arus urbanisasi sekaligus meningkatkan SDM yang berkualitas. ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri No. SDM. (2) mengurangi birokrasi penyelenggaraan pendidikan dan secara berangsur-angsur memberikan otonomi seluas-luasnya pada lembaga pendidikan. studi banding. paradigmanya adalah (1) meningkatkan keterpaduan dalam pengembangan dan implementasi program pelatihan. Proliferasi sistem delivery pendidikan sangat menentukan kualitas pendidikan dalam dunia semakin terbuka sekarang ini. (2) menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja secara optimal dalam rangka menghasilkan tenaga-tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan daerah dan pasar kerja. Implementasi paradigma tersebut dapat dilakukan melalui program-program (1) menyiapkan lembaga-lembaga pendidikan dan pelatihan di daerah. Impelementasi paradigma tersebut dapat dilakukan melalui program-program (1) optimalisasi pemanfaatan dan koordinasi lembaga-lembaga pelatihan di daerah dengan pelibatan pemimpin-pemimpin masyarakat. 3 TH. media massa. Paradigmanya adalah (1) menitikberatkan pengembangan dan pemantapan sistem pendidikan nasional pada pemberdayaan lembaga pendidikan dengan memberi otonomi yang luas. (3) pembatasan program-program pendidikan nasional difokuskan pada pengembangan kesatuan bangsa. XXXVI Juli 2003 Singaraja. pemerintah daerah. Untuk meningkatkan proliferasi pendidikan tersebut. seperti penataran.ISSN 0215-8250 guru dan tenaga kependidikan lainnya tersebut juga harus diberikan peluang melalui praktek-praktek penyegaran akademik. kursus singkat.

Agar lembaga sosial utamanya lembaga pendidikan. Universitas di daerah memiliki hubungan konsultatif dengan masyarakat lokal dan pemda kabupaten.Pendidikan dan politik memiliki hubungan yang sangat erat. termasuk keluarga bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. Hubungan tersebut akan menciptakan peluang bagi universitas di daerah untuk menjadi agen pembaharuan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Paradigmanya adalah (1) pendidikan nasional ikut serta dalam mendidik manusia Indonesia sebagai insan politik yang demokratis. sadar akan hak-hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang bertanggung jawab. kualitas. Secara operasional. maka diperlukan paradigma pemberdayaan masyarakat lokal. berfungsi secara optimal dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut. paradigma ini dapat diimplementasikan melalui program-program (1) menerapkan sistem merit dan profesionalisme dalam rangka membersihkan birokrasi departemen dari kepentingan-kepentingan politik. Dimensi lokal visi pendidikan tinggi terdiri dari unsur-unsur akuntabilitas. relevansi. Paradigma pengembangan kedua dimensi tersebut sangat penting dalam memasuki milenium ketiga ini. politisasi pendidikan hendaknya dirumuskan sedemikian rupa. Antara pemda kabupaten dan masyarakat di dalam penyelenggaraan pendidikan dan kebudayaan diciptakan hubungan akuntabilitas horizontal. terdapat dua dimensi mengenai visi dan misi pendidikan tinggi yang berkaitan sangat erat. dan lembaga pendidikan. baik sekolah maupun program-program pendidikan non formal. Pemda wajib membantu masyarakat agar penyelenggaraan pendidikannya dilakukan secara efisien dan bermutu. (2) menegakkan disiplin serta tanggung jawab para pelaksana lembaga-lembaga pendidikan. (3) menyelenggarakan pendidikan budi pekerti. di provinsi. (2) masyarakat. Artinya. lembaga pemerintah di daerah. Pendidikan dan kebudayaan adalah suatu kebutuhan dari dan untuk masyarakat lokal. dan jaringan 20 . Implementasinya adalah sebagai berikut. Dalam memasuki era globalisasi. baik di kabupaten. masyarakat dan pemda kedua-duanya bertanggung jawab terhadap stake holder (masyarakat) yang memiliki pendidikannya. maupun di tingkat pusat. sehingga baik pendidikan maupun politik secara bersinergi dapat mencapai tujuan dalam meningkatkan peradaban manusia. yaitu dimensi lokal dan dimensi global. Oleh sebab itu. otonomi kelembagaan. universitas-universitas di daerah.

Sedangkan asas pendidikan yang diacu adalah asas Tut Wuri Handayani. dan asas kemandirian dalam belajar. Paradigma baru pendidikan Indonesia berorientasi pada landasan dan azas pendidikan Indonesia. terabaikannya peranan pendidikan informal yang justru menjadi sumber pengembangan pertama kreativitas anak bangsa. proliferasi sistem delivery. Landasan dan azas pendidikan tersebut.ISSN 0215-8250 kerja sama. Lima landasan pendidikan yang diacu adalah: landasan filosofis. mengembangkan dimensi lokal berarti pula mengembangkan dimensi globalnya karena unsur kompetitif pada dimensi global sangat bergantung kepada unsur-unsur akuntabilitas. 6. relevansi. dan keterpurukan di bidang profesi bagi para praktisi pendidikan. jumlah pengangguran semakin bertambah dari tahun ketahun. landasan sosiologis. paradigma pendidikan antarbudaya tingkat internasional dan nasional. dan landasan ilmiah dan teknologi. Ini berarti. diharapkan dapat melahirkan paradigma demokratisasi pembelajaran. landasan psikologis. pendidikan mengutamakan supply ketimbang demand. Pendidikan dikembangkan lebih banyak mengarah pada pencapaian tujuan pelestarian kekuasaan ketimbang upaya memanusiakan manusia. Oleh sebab itu. sistematisasi. paradigma polarisasi. kualitas. Dimensi global visi pendidikan tinggi memiliki unsur-unsur kompetitif. Mereka sulit berubah dalam menentukan arah pendidikan untuk menuju pada sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. landasan kultural. asas belajar sepanjang hayat. 3 TH. XXXVI Juli 2003 Singaraja. ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri No. sangat diperlukan gagasan untuk menuju paradigma baru pendidikan Indonesia di milineum ketiga ini. dan paradigma pemberdayaan pendidikan berbasis masyarakat. politisasi pendidikan. Dampak berlakunya paradigma lama tersebut adalah tingkat keterampilan tenaga kerja Indonesia terendah di Asia. sakralisasi ideologi nasional yang berakibat penjinakan terhadap critical dan creative thinking. dan kualitas pada dimensi lokal. Penutup Lamanya zaman penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia cukup memberikan pengaruh signifikan terhadap mental para pemegang kebijakan di bidang pendidikan Indonesia. dan jaringan kerja sama. . Paradigma lama pendidikan Indonesia yang berkembang secara subur selama Orde Baru dampaknya masih sangat dirasakan hingga sekarang.

Virginia: Association for Supervision and Curriculum Development. M. 2000. Peranan perguruan tinggi dalam pengembangan kebudayaan yang didukung oleh perkembangan ilmu dan teknologi. Tinjauan politik mengenai sistem pendidikan nasional: beberapa kritik dan sugesti. 1993. & Martin G. Press. Kuhn. Masalah kesukubangsaan dan integrasi nasional. pp 117-127. Buchori. Jakarta: Pt. (eds). Kartini Kartono. 1993. 1989. M. dalam Sasmojo. S. 2002. Dimyati. Bandung: ITB Dimyati. Wineka Media. Pendidikan antisipatoris. Budhisantoso. P. Longworth. N. Koentjaraningrat. 27(2). Pradnya Paramita.DAFTAR PUSTAKA Brooks. dkk. Demokratisasi belajar pada lembaga pendidikan dalam masyarakat Indonesia transisional: Suatu analisis epistemologi ke Indonesiaan. Freire. 2001. The structure of scientific revolution. Jakarta: Universitas Indonesia. Malang: CV. S. Akulturasi teknologi pendidikan dalam masyarakat Indonesia tansisional. Pendidikan kaum tertindas. Menerawang masa depan ilmu pengetahuan. J. 1985. 2000. Yogyakarta: Kanisius. In search of understanding: The case for constructivist classrooms. Making lifelong learning work: Learning cities for a learning century. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 1999. Teknologi & Seni. 1997. F. Jakarta: LP3S Hanurawan. London: Kogan Page. Filsafat pendidikan demokrasi sebagai landasan pendidikan masyarakat Indonesia Baru. Jurnal Ilmu Pendidikan. 22 . Brooks. Thomas S.G. 2001..

2001. 2001. di Malang. Jakarta: Gramedia. pp. 2001. 2000.ISSN 0215-8250 Mulyana. kebudayaan. 1996.R. Disajikan dalam simposium pendidikan nasional dan munas I alumni PPS. Waini Rasyidin.. Pendidikan. 1999. 2000. Modul 1-6. J. Menuju masyarakat baru Indonesia: Antisipasi terhadap tantangan abad XXI. Jakarta: P2TK-PT Depdikbud. 1992. Komunikasi antar budaya: Panduan komunikasi dengan orang-orang berbeda budaya. Disajikan dalam simposium pendidikan nasional dan munas I alumni PPS. Makalah. Publisher. Parawansa. Bandung: PT. Yogyakarta: Kanisius. XXXVI Juli 2003 Singaraja. Reigeluth.A.51-68. Van Peursen. 13 Oktober 2001. Oetama. Reorientasi terhadap strategi pendidikan nasional.A. A. & Rakhmat. dan masyarakat madani Indonesia: Strategi reformasi pendidikan nasional. di Malang. volume II. Instructional-design theories and models: A new paradigm of instructional theory. Formula pendidikan nasional era global. Makalah. Remaja Kosdakarya.A.. 13 Oktober 2001. Tilaar. & Widodo.UM.R. Tilaar.). Pengantar pendidikan. ___________ Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Negeri No. dan Saleh Soegianto. J. Suyanto. Remaja Kosdakarya. Redja Mudyahardjo. 2001. (Ed. Watloly. Tangung jawab pengetahuan: Mempertimbangkan epistemologi secara kultural. Materi pokok dasar-dasar kependidikan. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates. 3 TH. J. U. Bandung: PT. & La Sula. P. Yogyakarta: Kanisius. . Jakarta: Rineka Cipta. H. 2000. 1990. D. Strategi kebudayaan. Jakarta: Rineka Cipta.UM. H. C. C. Paradigma baru pendidikan nasional. M. Tirtarahardja.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->