P. 1
SISTEM-OTOT

SISTEM-OTOT

|Views: 221|Likes:
Published by ricoanada

More info:

Published by: ricoanada on Feb 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/24/2015

pdf

text

original

SISTEM OTOT Dalam kehidupan, ada beberapa bagian yang dapat membantu antara organ satu dengan organ

lainnya, contohnya saja otot. Otot dapat melekat di tulang yang berfungsi untuk bergerak aktif. Selain itu otot merupakan jaringan pada tubuh hewan yang bercirikan mampu berkontraksi, aktivitas biasanya dipengaruhi oleh stimulus dari sistem saraf. Unit dasar dari seluruh jenis otot adalah miofibril yaitu struktur filamen yang berukuran sangat kecil tersusun dari protein kompleks, yaitu filamen aktin dan miosin (Awik, 2004). Pada saat otot berkontraksi, filamen-filamen tersebut saling bertautan yang mendapatkan energi dari mitokondria di sekitar miofibril. Oleh karena itu, banyak jenis otot yang saling berhubungan walaupun jenis otot terdiri dari otot lurik, otot jantung, dan otot rangka. Ketiganya mempunyai fungsi dan tujuan yang berbeda pula. A. Pengertian Otot Otot merupakan suatu organ/alat yang dapat bergerak ini adalah sutau penting bagi organisme. Gerak sel terjadi karena sitoplasma merubah bentuk. Pada sel-sel sitoplasma ini merupakan benang-benang halus yang panjang disebut miofibril. Kalau sel otot yang mendapatkan rangasangan maka miofibril akan memendek, dengan kata lain sel oto akan memendekkan dirinya kearah tertentu. Otot merupakan jaringan pada tubuh hewan yang bercirikan mampu berkontraksi, aktivitas biasanya dipengaruhi oleh stimulus dari sistem saraf. Unit dasar dari seluruh jenis otot adalah miofibril yaitu struktur filamen yang berukuran sangat kecil yang tersusun dari protein kompleks , yaitu filamen aktin dan miosin. Pada saat berkontraksi, filameb-filamen tersebut saling bertautan yang mendapatkan energi dari mitokondriadi sekitar miofibil. Terdapat pula macam – macam otot yang berbeda pada vertebrata. Yang pertama ialah otot jantung, yaitu otot yang menyusun dinding jantung. Otot polos terdapat pada dinding semua organ tubuh yang berlubang (kecuali jantung). Kontraksi otot polos yang umumnya tidak terkendali, memperkecil ukuran struktur-struktur yang berlubang ini. Pembuluh darah, usus, kandung kemih dan rahim merupakan beberapa contoh dari struktur yang dindingnya sebagian besar terdiri atas otot poos. Sehingga kontraksi otot polos melaksanakan bermacam-macam tugas seperti meneruskan makanan kita dari

1

1984) Cara kerja otot polos Bila otot p[olos berkontraksi. pada muskulus siliaris mata. otot polos. cabang tenggorok. takea. Otot masih mampu bekerja. berenang. otot polos dalam kulit. dibagian tengan terbesar dan kedua ujungnya meruncing. dinding saluran pencernaan. dan tidak cepat lelahg. ataupun otot kerangka atau lurik memeberikan suatu ciri. Otot-otot rangka mempunyai hubungan dengan tulang dan 2 . seperti namanya. Sel otot lurik ujungnya sel nya tidak menunjukkan batas yang jelas dan miofibril tidak homogen akibatnya tampak serat-serat lintang. saluran kelamin dan saluran ekskresi (Ville. oleh karena itu otot polos tidak berada di bawah kehendak. Jenis-jenis otot Dalam garis besarnya sel otot dapat dibagi menjadi 3 (tiga) golongan yaitu : 1. dinding pembuluh darah. dan bermain bola. 2. Otot lurik di bedakan menjadi 3 macam. Walaupun tidur. Otot polos terdapat pada alat-alat dinding tubuh dalam. mengerjakan alat-alat. pembuluh limfe. mengeluarkan urin. Otot polos bergerak secara teratur. bila otot itu mendapat suatu rangsang. panjangnya 2. maka bagian tengahnya membesar dan otot menjadi pendek.mulut ke saluran pencernaan. dan mengirimkan bayi ke dunia. Sel otot ini bentuknya seperti gelendongan. dan otot lingkar. misalnya pada dinding usus. maka otot tersebut merupakan alat yang menggunakan energi kimia dan makanan untuk melakukan kerja mekanisme. Serat miofilamen dan masing-masing mifilamen teridri dari protein otot yaitu aktin dan miosin. maka reaksi terhadap berasal dari susunan saraf tak sadar (otot involunter). Otot Polos Otot polos terdiri dari sel-sel otot polos. apabila otot jantung. Kerutan itu terjadi lambat. yaitu : otot rangka. Akan tetapi. adalah oto yang melengkat pada kerangka.Otot kerangka.5 cm dan diameternya 50 mikron. otot lurik. Otot ini dikendalikan dengan sengaja. Jadi bekerja di luar kesadaran kita. Otot lurik Sel-sel otot lurik berbentuk silindris atau seperti tabung dan berinti banyak. Otot polos memilki serat yang arahnya searah panjang sel tersebut miofibril. Kontraksinya memungkinkan adanya aksi yang disengaja seperti berlari. letaknya di pinggir.

Otot ini bila di lihat di bawah mikroskop. maka menjadi pendek dan setiap serabut turut dengan berkontraksi. artinya bekerja menurut kemauan atau perintah otak. Reaksi kerja otot lurik terhadap perangsang cepat tapi tidak tahan kelelahan.1984). karena itu disebut otot sadar. 3 .berfungsi menggerakkan tulang. B. misalnya otot yang mengelilingi mulut dan mata Cara kerja otot lurik Bila otot lurik berkontraksi. Cara kerja otot jantung ini disebut miogenik yang membedakannya dengan neurogonik (Ville. Otot jantung Otot jantung merupakan otot “istimewa”. Hampir semua jenis makhluk hidup memilki kemampuan untuk melakukan pergerakan. Mekanisme Kerja Otot Dibalik mekanisme otot yang secara eksplisit hanya merupakan gerak mekanik itu. dan tampak adanya garis-garis terang di selingi gelap yang melintang (Ville. Otot ini bentuknya seperti otot lurik perbedaanya ialah bahwa serabutnya bercabang dan bersambung satu sama lain. tetapi ada juga terdapat dalam kulit seluruhnya. Kontraksi tidak di pengaruhi saraf. mempunyai kemampuan khusus untuk mengadakan kontraksi otomatis dan gerakan tanpa tergantung pada ada tidaknya rangsangan saraf. Kerja otot lurik adalah bersifat sadar. Terjadilah beberapa proses kimiawi dasar yang berseri demi kelangsungan kontrakso otot. Berciri merah khas dan tidak dapat dikendalikan kemauan. Perlekatannya pda tulang dan kulit. Otot-otot kulit seperti yang terdapat pada roman muka termasuk otot-otot lurik berada di bawah kehendak kita. fungsi saraf hanya untuk percepat atau memperlambat kontraksi karena itu disebut otot tak sadar. Otot-otot jeis ini hanya berkontraksi jika di rangsangan oleh rangsangan daraf sadar (otot valunter). Fenomena pergerakan ini dapat berupa transport aktif melalui membran. Otot-otot yang merupakan lingkaran di sebuah otot lingkaran. 3. artinya bekerja menurut kemauan. Otot jantung di temukan hanya pada jangtung (kor). karena itu di sebut otot sadar.1984). maka tampak susunannya serabut-serabut panjang yang mengandung banyak inti sel.

a. Filamenfilamen tebal dengan diameter 150 Angstrom itu tertata secara paralel heksagonal dalam daerah yang disebut daerah H. Relasi-relasi ini berupa cross-bridges (=jembatansilang) yang berselang secara teratur. Panjang serat otot ini mampu mencapai panjang serat otot ini mampu mencapai panjang otot itu sendiri dan merupakan sel-sel berinti jamak (=multinucleated cells).translokasi polimerase DNA sepanjang rantai DNA. dan lain-lain termasuk kontraksi otot. terdapatlah lapisan gelap disebut disk Z (=piringan Z).0 saat otot berkontraksi. maka terdapat sekelompok filamen yang tebal dan filamen tipis. Serat otot sendiri tersusun dari kumpulankumpulan paralel seribu miofibril yang berdiameter 1-2 m dan memanjang sepanjang sebuah serat otot Garis-garis pada otot lurik disebabkan oleh struktur miofibril-miofibril yang saling berkaitan. Filamen-filamen tebal tersusun dari Miosin Filamen-filamen tebal pada vertebrata (makhluk hidup bertulang belakang) hampir sebagian besar tersusun dari sejenis protein yang disebut Miosin. Lurik A terpusat pada daerah terang yang dinamakan daerah H yang peusatnya terletak pada lurik / disk M. Otot tersebut terdiri dari banyak kumpulan (bundel) serabut paralel panjang dengan diameter penampang 20-100 m yang di sebut serat otot. C. Jika kita melihat gambar 2 lebih teliti lagi. Pola-pola itu berepetisi dengan teratur sehingga tiap satu unit pola dinamakan sarkomer. terlihat bahwa lurik itu merupakan daerah dengan densitas / kepadatan yang silih berganti (antara padat dan renggang) dengan sebutan luriklurik A dan lurik-lurik I.3. Antara sarkomer satu dengan lainnya.5 . Molekul miosin terdiri dari enam rantai polipeptida yang disebut rantai berat dan dua pasang 4 . Pada gambar 2. Daerah yang terlihat gelap pada ujung-ujung daerah A merupakan tempat relasi-relasi antara filamen tebal dan filamen tipis. Struktur Otot Lurik Otot pengisi atau otot yang menempek pada sebagian besar tulang kita (=skeletal) tampak bergaris-garis atau berlurik-lurik jika dilihat melalui mikroskop. Sarkomer m pada otot yang rileks dan akan memendekµmemiliki panjang 2. Sementara itu filamen-filamen tipis dengan diameter 70 Angstrom memiliki ujung yang terkait langsung dengan disk Z.

rantai ringan yang berbeda (disebut rantai ringan esensial dan regulatori. b. Tropomiosin dan Troponin Komponen penyusun utama filamen tipis ialah Aktin. dan mudah didapati. G-aktin itu nantinya akan berpolimerisasi untuk membentuk fiber-fiber yang disebut F-aktin. Jadi. HMM dapat dipecah dengan papain menjadi dua bagian lagi yaitu dua molekul identik dari subfragmen-1 (S1) dan sebuah subframen-2 (S2) yang berbentuk mirip batang. ELC dan RLC). Kepalakepala miosin itulah yang merupakan wujud dari cross-bridges dalam perhubungannya dengan miofibrilmiofibril. Miosin termasuk protein yang khusus karena memiliki sifat berserat (=fibrous) dan globular. Aktin didapati dalam wujud monomer-monomer bilobal globular yang disebut G-aktin yang secara normal mengikat satu molekul ATP untuk tiap-tiap monomer. banyak jumlahnya. Di tahun 1953. Polimerisasi ini merupakan suatu proses yang menghidrolisis ATP menjadi ADP dengan ADP yang 5 . molekul miosin dapat dilihat sebagai segmen berbentuk batang sepanjang 1600 Angstrom dengan dua kepala globular. Filamen-filamen tipis tersusun dari Aktin. otot merupakan alat untuk mengubah energi bebas kimia berupa ATP menjadi energi mekanik. fungsi rantai ringan miosin diyakini sebagai modulator aktivitas ATPase dari rantai berat yang bersambungan dengannya. rantai berat miosin berupa sebuah ATPase yang menghidrolisis ATP menjadi ADP dan Pi dalam suatu reaksi yang membuat terjadinya kontraksi otot. Miosin hanya berada dalam wujud molekul-molekul tunggal dengan kekuatan ioniknya yang lemah. protein-protein ini berkaitan satu sama lain menjadi struktur Struktur tersebut ialah struktur dari filamen tebal yang telah dibicarakan sebelumnya. Sementara itu. Secara umum. Bagaimanapun juga. Aktin merupakan protein eukariotik yang umum. Andrew Szent-Gyorgi menunjukkan bahwa miosin yang diberi tripsin secukupnya akan memecah miosin menjadi dua fragmen (Gambar 5) yaitu Meromiosin ringan (LMM) dan Meromiosin berat (HMM). Sebenarnya. filamen tebal merupakan suatu bentuk yang bipolar dengan kepala-kepala miosin yang menghadap tiap-tiap ujung filamen dan menyisakan bagian tengah yang tidak memiliki kepala satupun (=bare zone / jalur kosong). Pada struktur itu.

TnI (protein yang mengikat aktin). titin (merupakan polipeptida dengan massa terbesar. Dari sini.nantinya terikat pada unit monomer F-aktin. Mikrograf elektron juga menunjukkan bahwa F-aktin merupakan deretan monomer terkait dengan urutan kepala ekor-kepala. Filamen-filamen tipis itu juga memiliki arah yang menjauhi disk Z. dan nebulin (berada di sepanjang filamen tipis dan berfungsi untuk mempertahankan panjang filamen). dapat disimpulkan bahwa kompleks tropomiosin . berada sepanjang filamen tebal sampai disk Z.(Anonim. disk M yang merupakan hasil penebalan akibat sambungan filamen-filamen tebal itu juga mengandung C-protein dan Mprotein. Troponin terdiri dari tiga subunit yaitu TnC (protein pengikat ion Ca).25% dari protein total pada otot. Protein minor pada Otot yang mengatur jaringan-jaringan Miofibril Disk Z merupakan wujud amorf dan mengandung beberapa protein berserat aktinin (untuk mengikatkan〈(fibrous). Sisa protein lainnya berkaitan dengan filamen tipis yakni Tropomiosin dan Troponin.Troponin mangatur kontraksi otot dengan cara mengontrol akses cross-bridges S1 pada posisiposisi pengikat aktin. Peranan kedua protein itu ada pada susunan atau perkaitan antara filamen-filamen tebal pada disk M. Sebagai hasilnya. F-aktin memiliki wujud yang polar. vimentin (bersifat sama dengan desmin). F-aktin akan membentuk sumbu rantai utama dari filamen tipis Tiap-tiap unit monomer F-aktin mampu mengikat sebuah kepala miosin (S1) yang ada pada filamen tebal. Semua unit monomer F-aktin memiliki orientasi yang sama dilihat dari sumbu fiber. Sehingga kumpulan-kumpulan filamen tipis yang menjulur pada kedua sisi disk Z itu memiliki orientasi yang berlawanan. 6 . Komposisi miosin dan aktin masing-masing sebesar 60-70% dan 20. Sementara itu. Maka dari itu. Protein-protein lain itu ialah filamen-filamen tipis pada disk Z). dan berfungsi seperti pegas yang mengatur agar letak filamen tebal tetap di tengah-tengah sarkomer). 2010) c. desmin (banyak terdapat pada daerah perifer / tepi disk Z dan berfungsi untuk menjaga keteraturan susunan antar sesama miofibril). dan TnT (protein yang mengikat tropomiosin).

Daya kerja ATPase miosin yang terisolasi ialah sebesar 0. Sebenarnya. Selanjutnya. Hugh Huxley. pemendekan ini dapat dilihatsebagai konsekuensi dari pemendekan sarkomer. kita memerlukan studi kinetika kimia. secara paradoks. panjang filamen tebal dan tipis tetap dan tak berubah (dengan melihat tetapnya lebar lurik A dan jarak disk Z sampai ujung daerah H tetangga) namun lurik I dan daerah H mengalami reduksi yang sama besarnya. ATP mengurangi daya tarik atau afinitas miosin terhadap aktin. pada saat pemendekan berlangsung. b. untuk dapat mendapatkan penjelasan lebih tentang peranan ATP dalam proses kontraksi itu.Mekanisme Kontraksi Otot Setelah struktur otot dan komponen-komponen penyusunnya ditinjau. Bagaimanapun juga. Szent-Gyorgi kembali menunjukkan mekanisme kontraksi. Pemendekan ini rata rata sekitar sepertiga panjang awal. Kekentalan ini dapat dikurangi dengan menambahkan ATP ke dalam larutan aktomiosin. kita telah mengetahui bahwa panjang otot yang terkontraksi akan lebih pendek daripada panjang awalnya saat otot sedang rileks. Jean Hanson. Andrew Huxley dan R. a. Filamen-filamen tebal dan tipis yang saling bergeser saat proses kontraksi Menurut fakta. Karena aktin 7 . Pencampuran larutan aktin dan miosin untuk membentuk kompleks bernama Aktomiosin ternyata disertai oleh peningkatan kekentalan larutan yang cukup besar. Melalui mikrograf elektron. Pada tahun 1940. Aktin merangsang Aktivitas ATPase Miosin Model pergeseran filamen tadi hanya menjelaskan mekanika kontraksinya dan bukan asal-usul gaya kontraktil.Niedergerke pada tahun 1954 menyarankan model pergeseran filamen (=filament sliding).05 per detiknya. Maka dari itu. Model ini mengatakan bahwa gaya kontraksi otot itu dihasilkan oleh suatu proses yang membuat beberapa set filamen tebal dan tipis dapat bergeser antar sesamanya. Daya kerja sebesar itu ternyata jauh lebih kecil dari daya kerja ATPase miosin yang berada dalam otot yang berkontraksi. adanya aktin (dalam otot) meningkatkan laju hidrolisis ATP miosin menjadi sekitar 10 per detiknya. mekanismeatau interaksi antar komponenkomponen itu akan dapat menjelaskan proses kontraksi otot. Berdasar pengamatan ini.

ATP terikat pada bagian miosin dari aktomiosin dan menghasilkan disosiasi aktin dan miosin. Mereka mengamati kompleks tersebut melalui mikroskopi elektron. Model untuk interaksi Aktin dan Miosin berdasar strukturnya Rayment. c. dan Ronald Milligan telah memformulasikan suatu model yang dinamakan kompleks rigor terhadap kepala S1 miosin dan Faktin. Rayment. pada tahap kedua. Melalui pengamatan dengan sinar X terhadap struktur filamen dan kondisinya saat proses hidrolisis terjadi. Sebaliknya. Holden. Edwin Taylor mengemukakan sebuah model hidrolisis ATP yang dimediasi / ditengahi oleh aktomiosin Pada tahap pertama. cross bridges itu harus berulangkali terputus dan terkait kembali pada posisi lain namun masih di daerah sepanjang filamen dengan arah menuju disk Z. Kepala-kepala Miosin “berjalan” sepanjang filamen-filamen aktin Hidrolisis ATP dapat dikaitkan dengan model pergeseran-filamen. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa proses terkait dan terlepasnya aktin yang diatur oleh ATP tersebut menghasilkan gaya vektorial untuk kontraksi otot. Pada tahap keempat yang merupakan tahap untuk relaksasi konformasional. d. kita mengasumsikan jika cross-bridges miosin memiliki letak yang konstan tanpa berpindah-pindah. Daerah yang mirip bola pada S1 itu berikatan secara tangensial pada filamen aktin pada sudut 45o terhadap sumbu filamen. kompleks aktin-miosin-ADP-Pi tadi secara tahap demi tahap melepaskan ikatan dengan Pi dan ADP sehingga kompleks yang tersisa hanyalah kompleks Aktin-Miosin yang siap untuk siklus hidrolisis ATP selanjutnya. Holden. Kompleks tersebut yang kemudian berikatan dengan Aktin pada tahap ketiga. Pada mulanya. Miosin yang merupakan produk proses ini memiliki ikatan dengan ATP. ATP yang terikat dengan miosin tadi terhidrolisis dengan cepat membentuk kompleks miosin-ADP-Pi. Relasi kepala S1 miosin itu nampaknya berinteraksi dengan aktin melalui pasangan ion yang melibatkan beberapa residu Lisin dari miosin dan beberapa residu asam Aspartik dan asam Glutamik dari aktin. ekor S1 mengarah sejajar sumbu filamen. muncullah sebutan aktin.menyebabkan peningkatan atau peng-akti-vasian miosin inilah. dan Milligan mengeluarkan postulat bahwa tertutupnya celah aktin akibat rangsangan 8 . Selanjutnya. maka model ini tak dapat dibenarkan. Sementara itu. Selanjutnya.

Pengaturan untuk Kontraksi Otot Gerakan otot lurik tentu dibawah komando atau suatu kontrol yang disebut impuls saraf motor.(berupa ejeksi ADP) itu berperan besar untuk sebuah perubahan konformasional (yang menghasilkan hentakan daya miosin) dalam siklus kontraksi otot. kepala S1melepaskan ikatannya pada aktin. proses kontraksi (Anonim. Pada tahap kedua. sebelum 1960. ATP muncul dan mengikatkan diri pada kepala miosin S1 sehingga celah aktin terbuka. Pada mulanya. Kehadiran troponin dan tropomiosin pada sistem aktomiosin tersebut meningkatkan sensitivitas sistem terhadap Ca2+. kepala S1 mengikatkan diri dengan lemah pada suatu monomer aktin yang posisinya lebih dekat dengan disk Z dibandingkan dengan monomer aktin sebelumnya. Postulat ini selanjutnya mengarah pada model “perahu dayung” untuk siklus kontraktil yang telah banyak diterima berbagai pihak. Secara molekuler. hentakan-daya terjadi dan suatu geseran konformasional yang turut menarik ekor kepala S1 tadi terjadi sepanjang 60 Angstrom menuju disk Z. Setsuro Ebashi menunjukkan bahwa pengaruh Ca2+ ditengahi oleh Troponin dan Tropomiosin. ion Kalsium diyakini turut berperan serta dalam pengaturan kontraksi otot. subunit dari troponin. Pada tahap ketiga. Selanjutnya. pada tahap akhir. ADP dilepaskan oleh kepala S1 dan siklus berlangsung lengkap. Sebagai akibatnya. Kemudian. Pada tahap keempat. Di samping itu. pada tahap kelima. 9 . Keadaan itu disebut keadaan transien. merupakan satu-satunya komponen pengikat Ca2+. Ia menunjukkan aktomiosin yang diekstrak langsung dari otot (sehingga mengandung ikatan dengan troponin dan tropomiosin) berkontraksi karena ATP hanya jika Ca2+ ada pula. TnC. a. Kepala S1 melepaskan Pi yang mengakibatkan tertutupnya celah aktin sehingga afinitas kepala S1 terhadap aktin membesar.2010). Lalu. Posisi tegak itu merupakan keadaan molekul dengan energi tinggi (jelas-jelas memerlukan energi). celah aktin akan menutup kembali bersamaan dengan proses hidrolisis ATP yang menyebabkan tegaknya posisi kepala S1. Ca2+ mengatur Kontraksi Otot dengan proses yang ditengahi oleh Troponin dan Tropomiosin Sejak tahun 1940.

Kedatangan impuls saraf membuat SR menjadi permeabel terhadap Ca2+. Sistem tersebut membungkus tiap-tiap miofibril hampir seperti rajutan kain. Kemudian otot menjadi rileks seperti sediakala. Otot Halus (Smooth Muscles) Makhluk hidup vertebrata memiliki dua jenis otot selain otot lurik yaitu otot cardiac (=kardiak. Membran SR yang secara normal non-permeabel terhadap Ca2+ itu mengandung sebuah transmembran Ca2+ATPase yang memompa Ca2+ kedalam SR untuk mempertahankan konsentrasi [Ca2+] bagi otot rileks. Kemampuan SR untuk dapat menyimpan Ca2+ ditingkatkan lagi oleh adanya protein yang bersifat amat asam yaitu kalsequestrin (memiliki situs lebih dari 40 untuk berikatan dengan Ca2+). Walaupun begitu. berhubungan dengan jantung) dan otot halus. dan berasaldari retikulum endoplasma. Impuls saraf melepaskan Ca2+ dari Retikulum Sarcoplasma Sebuah impuls saraf yang tiba pada sebuah persambungan neuromuskular (= sambungan antara neuron dan otot) akan dihantar langsung kepada tiap-tiap sarkomer oleh sebuah sistem tubula transversal / T. Saat rangsangan saraf berakhir. Ca2+ berdifusi melalui saluran-saluran Ca2+ khusus menuju interior miofibril. kontraksi otot terjadi dengan mekanisme “perahu dayung” tadi. bersifat membran. Sinyal elektrik itu dihantar (dengan proses yang belum begitu dimengerti) menuju retikulum sarkoplasmik (SR). SR merupakan suatu sistem dari vesicles (saluran yang mengandung air di dalamnya) yang pipih.Akibatnya. membran SR kembali menjadi impermeabel terhadap Ca2+ sehingga Ca2+ dalam miofibril akan terpompa keluar menuju SR.b. Akhirnya. Semua sarkomer pada sebuah otot akan menerima sinyal untuk berkontraksi sehingga otot dapat berkontraksi sebagai satu kesatuan utuh. dan konsentrasi internal [Ca2+] akan bertambah. Otot cardiac ternyata juga berlurik-lurik sehingga mengindikasikan suatu persamaan antara otot cardiac dan otot lurik. Tubula tersebut mengelilingi tiap miofibril pada disk Z masing-masing. Peningkatan konsentrasi Ca2+ ini cukup untuk memicu perubahan konformasional dalam troponin dan tropomiosin. Tubula tersebut merupakan pembungkuspembungkus semacam saraf pada membran plasma fiber. otot skeletal (lurik) dan otot cardiac masih memiliki 10 .

Otot halus atau sering dikatakan otot polos ini berbentuk seperti spindel. 11 . Otot halus disini memiliki sifat yang sedikit berbeda dibanding otot lurik. rantai ringan terdefosforilasi oleh miosin rantai ringan phosphatase dan otot halus kembali rileks.Konsentrasi intraselular [Ca2+] bergantung pada permeabilitas membran plasma sel otot halus terhadap Ca2+. Permeabilitas otot halus tersebut dipengaruhi oleh sistem saraf involunter atau autonomik. Otot cardiac juga secara spontan dirangsang oleh otot jantung itu sendiri dibanding oleh rangsangan saraf eksternal (=rangsangan volunter). pembuluh darah besar. otot halus berperan dalam kontraksi yang lambat. MLCK kemudian dideaktivasi. dan tanpa melalui rangsang eksternal seperti pada dinding usus.perbedaan antar sesamanya terutama pada metabolismenya. MLCK merupakan sebuah enzim yang memfosforilasi rantai ringan miosin sehingga menstimulasi terjadinya kontraksi otot halus. kontraksi otot halus dimulai. Kontraksi Otot Halus dipicu oleh Ca2+ Filamen-filamen tipis otot halus memang mengandung Aktin dan Tropomiosin namun tak seberapa mengandung Troponin. Saat [Ca2+] menurun akibat pengaruh Ca2+. Otot cardiac harus beroperasi secara kontinu sepanjang usia hidup dan lebih banyak tergantung pada metabolisme secara aerobik. uterus.ATPase dari membran plasma. dan tidak membentuk miofibril. Di samping itu. Proses kontraksi otot halus secara kimiawi. Saat [Ca2+] meningkat. tahan lama.1984) a. tersusun oleh sel sel berinti tunggal. Miosin dari otot halus (protein khusus secara genetik) berbeda secara fungsional daripada miosin otot lurik dalam beberapa hal: o Aktivitas maksimum ATPase hanya sekitar 10% dari otot lurik o Berinteraksi dengan aktin hanya saat salah satu rantai ringannya terfosforilasi o Membentuk filamen-filamen tebal dengan cross-bridges yang tak begitu teratur serta tersebar di seluruh panjang filamen tebal (Ville. Kontraksi otot halus tetap dipicu oleh Ca2+ karena miosin rantai ringan kinase (=myosin light chain kinase / MLCK) secara enzimatik akan menjadi aktif hanya jika Ca2+-kalmodulin hadir. Lalu.

Ikan perak Sistem otot: Otot tubuh dan ekor terutama terdiri dari miomer-miomer (otot-otot bersegmen) yang berselang-seling/berganti-ganti tempat dengan vertebra ketika mengadakan gerakan berenang dan berbalik arah. Tahap-tahap kontraksi yang terjadi pada otot halus ternyata lebih lambat daripada tahap-tahap yang terjadi untuk otot lurik.b. Ikan hiu Sistem otot: Otot-otot di seluruh tubuh secara teratur bersegemen (materik) disebut miotom. Jadi. Antara miomer-miomer itu terdapat jaringan ikatan yang jika direbus. D. sirip-sirip. Pengaruh hormon tersebut juga dapat dilihat pada gambar 12. Pisces Sistem otot (urat daging): penggerak tubuh. Otot-otot itu bermodifikasi kepala dan di apendiks. 2008). yang di sepanjang punggung merupakan rakitan yang terberat. 12 . struktur dan pengaturan kontrol otot halus tepat dengan fungsi yang diembannya yaitu pengadaan suatu gaya tegang selama rentang waktu cukup lama namun mengkonsumsi ATP dengan laju konsumsi rendah. Perbandingan Otot Dari Tiap Vertebrata a. insang-organ listrik (Sonic. Miomer-miomer itu secara kasar berbentuk seperti hurup W dan dirakit menjadi 4 sabuk miomer. 2008). Corong bukal digerakan oleh otot-otot radial. sabuk-sabuk miomer itu terpisah-pisah menjadi lapisan-lapisan daging (Sonic. Belut laut Sistem otot: Tubuh berupa lingkaran-lingkaran otot yang tersusun sebagai huru W. Aktivitas Otot Halus termodulasi secara Hormonal Otot halus juga memberi tanggapan pada hormon seperti epinefrin. Lidah digerakan oleh otot retraktor dan protraktor.

Sternum mempunyai 4 buah tekik (celah) posterior. Diakses pada tanggal 7 Mei 2010. Sebaliknya. Amphibi Secara majemuk.blogspot.com/docs/7098915/SISTEM-OTOT-utuh/. Diakses pada tanggal 8 Mei 2010 Sonic. sistem otot buaya itu lebih rumit. Segmen kaki teratas berotot besar (Sonic. 2008). 2008. Ada sebuah pigostil. leher. d. 2008) . dan menarik tulang humerus kebawah (berarti menarik sayap ke bawah). Zoologi Umum.com. Semua tulang pelvis bersatu. 2010. Aves Tulang kuadrat dari tengkorak mempunyai 2 permukaan artikular dorsal. Otot pektoralis mayor dimulai pada lunas tulang sternum. walaupun kurang jika dibandingkan pada mammalia. e. Sistem Gerak Vertebrata. sistem otot katak berbeda dari susunan mioton primitif. Mamalia Tulang kuadrat dari tengkorak mempunyai 2 permukaan artikular dorsal.docstoc. Otot pektoralis mayor dimulai pada lunas tulang sternum. Jakarta. terutama dalam apendiks. dan menarik tulang humerus kebawah (berarti menarik sayap ke bawah). Sebaliknya. 13 .b. 2008). Ada sebuah pigostil. 1984. Ville dkk. DAFTAR PUSTAKA Anonim. www. dan kaki tumbuh baik. http://www. 2008). Reptilia Dibandingkan dengan katak. otot pektoralis minor menarik sayap ke atas (Sonic. Semua tulang pelvis bersatu. Otot-otot kepala. Segmentasi otot jelas pada kolumna vertebralis dan rusuk (Sonic. karena gerakannya lebih kompleks. c. Sternum mempunyai 4 buah tekik (celah) posterior. Otot-otot segmental mencolok pada tubuh. otot pektoralis minor menarik sayap ke atas (Sonic. PT Gelora Aksara Pratama.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->