P. 1
Penawaran Fix

Penawaran Fix

|Views: 1,461|Likes:
Published by Moeza Sang Arjoena

More info:

Published by: Moeza Sang Arjoena on Feb 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/22/2013

pdf

text

original

I>T.

JI. Ir. H. Juancla RT. 37 No. 52 Bontang
e-mail: caddikaUlama@yahoo.com
Namar 27/CU/JBT.NNKlII/2012
Lamp 1 (Satu) Exmp
Samarinda13 Februari 2012
Kepada Yth:
Pan ilia Pengadaan Pengadaan Pembangunan Jalan 2
di
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur
Jalan. Tengkawang No. 01 Samarinda
Peri hal : Penawaran KegiatanJembatan Grider Bentang 20 m
Sehubungan dengan Pengumuman Pendatlaran dan pengambilan Dokumen Pengadaan
Nomor : 602.1/04b/PPJBT2/1/2012 Tanggal Januari 2012 Dan sete!ah kami Pelajari dengan
Saksama Dokumen Pengadaan (serta addendum Dokumen pengadaan), dengan ini kami
mengajukan penawaran untuk kegiatan Jembatan Grider Bentang 20 m Sebesar
Rp.3.174.768.000 (Tiga milyar seralus tujuh puluh empat tujuh ratus enam puluh delapan ribu
rupiah)
Penawaran in; sudah mempematikan ketenluan dan persyaratan yang tercanlum dalam
Dokumen Pengadaan untuk melaksanakan pekerjaan lersebut di atas.
Kami akan melaksanakan pekerjaan terse but dengan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan
selama 280 (Duaratus Delapan Puluh) Hari Kalender
Penawaran ini berlaku selama 90 (Sembilan Puluh) Hari Kalender sejak tanggal sural
penawaran ini
Sesuai dengan persyaralan , bersama surat penawaran ini kami lampirkan :
1. Jaminan Penawaran Hasil Pemindahan dan Asli:
2. Datlar Kuantitas dan Harga
3. Dokumen penawaran teknis, terdiri dari :
a. Dokumen Pelaksanaan; (metode analisa teknis, satuan Pekerjaan dan metode leknis
Satuan Pekerjaan dalam Bentuk Penjabaran)
b. Jadwal Waktu Pelaksanaan:
c. Datlar Personil Inti
d. Jenis Kapasitas, Komposisi , dan Jumlah peralalan utama minimal yang di
e. Spesifikasi teknis;Oika berbeda dengan yang di tawarkan)
f. Bagian Pekerjaan yang akan disubkontrakan , (apabila ada)
4. Formulir Rekapitulasi Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN);
Dokumen lain yang dipersyaratkan seperti Formulir Pra RK3K, Daftar Barang Yang
5. diimpor, analisa teknis Satuan Pekerjaan,Analisa Harga Satuan P e k e ~ a a n .
Surat Penawaran beserta lampirannya kami sampaikana sebanyak 2 (dua) rangkap yang
terdiri dari dokumen asli 1 (Satu) di tandai " ASLI" dan Salinannya 1 (Satu) di tandai
"Rekaman" ( Jika diminta I diperlukan oleh Panitia Pengadaan).
Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan
tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.
PT. CADIKA UTAMA
MURSALIM DATJING
Direklur
liCE .. !:EnI5HoP
HEAD OFFICE:
Menara Global Lt 2, JI . .Iend. Gata! Subrolo Kav. 21. Jakarta 12950 . Indonesia
Phone. : (62-21) 5210470 (Hooting), Fax .. (62-21 ) 5270471
fb"nepage . WIIrW.periskop,CQ.id emaR: oIIice@penskop.oo.1d oIIice@?e!iskop.com
JAMINAN PENAWARAN
No.523356
No. Jamlnan : 07.1.4016.0105.12 Nila; : Rp. 96.368.750,- (SamM.nPuluh
EMm Jib Tiga Raws Enam PuhJh DeJspan Ribu Tujuh R"tus Lima Puluh Rupiah)
Dengan ini cinyatakan, bahwa kami : PT. CADIKA UTAMA, JI. Ir_ H. Juanda RT. 37 No. 52 Samarinda, sebagai
Peserta, selaf\Wlya cisebut "TERJAMIN" , dan PT. ASURANSI BOSOWA PERISKOP JI. AM. Sangaji No. 38E,
Samarinda sebagai Per'4amin, cisebut "PENJAMIN", bertanggung jawab dan deogan tegas tenkat pada
PANITlA PENGADAAN JEMBATAN I TURAP I DRAINASE 2 PADA DINAS PU PROVINSI KALIMANTAN
TIMUR, JI. TENGKAWANG No. 01 SAMARINDA. Sebagai Pelaksana Pelelangan disebul PENERIMA
JAMINAN atas uang sejlnllah Rp. 96.368.750,- (Sembilan Puluh Enam Jut. riga Raws ElIlJm Puluh De/apan Ribu TujJh
Ratu$ Linn Puluh Rupiah).
Maka kami , TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan din lJltl.io;: melaktAmn pembayaran jumlah tersebut
di atas dengan balk dan benar bilamana TERJAMIN Hook mernet1lili kewajban sebagaimana ditetapkan dalam
Dokumen Pengadaan No. 602.11D4BJPPJBT2II12012 untuk pelaksanaan peIeIangan peKerjaan PEMBANGUNAN
JEMBATAN UNGKAR NUNUKAN, yang diselenggarakan oIeh PENERIMAJAMINAN.
StJ"at Jaminan ini berlaku apabila TERJAMIN :
a. menank kembal Penawaramya selama dilaksanakamya peIeIangan atau sesudah dinyatakan sebagal
pemenang,
b. tldak :
1). rnenyerahkan Jamlnan Pelaksanaan setelah sebagal pemenang :
2). menandatangani Kontrak ; atau
3). hadlr dalam klarlfikasi dan I atau ver1flkasl sebagal calOn pemena.ng :
c. ter1lbat Korupsl KoaJsI dan NepoUsme (KKN).
4. SUrat Jaminan lni ber1aku selama 118 (Seratus Delapan Balas) hari kalender dan efektif rrulai dari tanggal14
Februari 2012 sampai dengan tanggal10 Juni 2012
PENJAMIN akan merrt>ayar kepada PENERIMA JAMINAN sejl.n1ah nilai ;aminan tersebut c1atas dalam waktu
paing lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syerst (LrlConditional) setelah menerima tuntutan penagihan secara
ter11,jjs dan PENERIMA JAMINAN berdasarkan Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai peogenaan sanksi
akibat TERJAMIN cidera jar;A¥Brvestasi.
Merup< pada pasal 1832 KUH Perdata, dengan ini ditegaskan kerrbaM bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak
istimewa.nya lI'ltl.i< metU1tut supaya harta-benda TERJAMIN lebih datuu dsita dan d:jual QlI18 mekJ1asi h.rtanglyB.
sebagaimana dimaksud delam pasal1831 KUH Perdata.
TooMan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan iri harus sudah diajtA<an selarri>at-lambatnya delam
waktu 30 (tiga pt.iJhl han kalender sesudah berakhimya masa ber1aku Jaminan lni .
DikekJarkan d SAMARINDA
pade tanggal 14 Februarl2012
TERJAMIN PENJAMIN
PT. CAOIKA UTAMA PT. ASURANSI BOSOWA PERISKOP
Utama
METERAJ
.. ,...
NATSIR MANSYUR
Pimpinan Cabang
:lA
untl*. ktyaklnan, Jamlna"l cIsMar1kan lI"1IuiI: mengkont\1masl j8mInan InI kI PT . .-.swans! Bosowa Plrlskop Clbang Sarnamda.ll. AM
sangaJl38E Sllrur1nd8 0541-2023611 Fax.. 0541-201693
--
I
REKAPITULASI
PERKIRAAN HARGA PEKERJAAN
Program : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
I
Kegiatan : Jembalan Grider Bentang 20 m
Prop I Kab f Kodya : $amarinda Timuf)
Jumlah Harga
No. Divisi Uraian Pekerjaan
(Rupiah)
1 Umum 177838.125
3 Pekerjaan Tanah 4 590. 222
Struktur 7 2.703.n4.793, 15
(A) Pekerjaan ( Umum dan Keuntungan ) 2.886,153.140
(8) Pajak Pertambahan Nilai (PPN) :::: 10% x (A) 258,615.314
(C) JUMLAH TOTAL HARGA PEKERJAAN - (A) + (8) 3,174,768.454
Dibulatkan 3,174,768,000
Terbilang : (Tiga milya, s.ra/us tujuh puJuh empat tujuh ra/Us enam puluh delapan i
rlbu rupiah)
Samarinda13 Februari 2012
PT. UTAMA


JING
Direklur
DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA
Program : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
Kegiatan : Jembatan Grider Bentang 20 m
Prop / Kab / Kodya : Samarinda (Kalimantan Timur)

No. Mata Perkiraan Harga
Pembayaran Kuantitas Satuan
(Rupiah)
a b c d e
DIVISI 1. - MOBILISASI
1.2 Mobilisasi Lump sum 1,00 177.838.124,90 177.838.124,90
Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 1 (masuk pada Rekapitulasi Perkiraan Harga Pekerjaan) 177.838.124,90
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
3.1 (1) Galian Biasa M
3
31,48 22.716,71 715.121,88
3.1 (3) Galian Struktur dengan Kedalaman 0 -2 m
M
3
60,00 64.585,00 3.875.099,79
Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 3 (masuk pada Rekapitulasi Perkiraan Harga Pekerjaan) 4.590.221,67
DIVISI 7. STRUKTUR
7.1 (7) Beton mutu sedang dengan fc' = 20 Mpa (K.250) M
3
76,00 3.637.065,48 276.416.976,17
7.1(8) Beton mutu sedang dengan fc' = 15 Mpa (K.175) M
3
105,50 3.244.236,77 342.266.979,58
7.1(10)a Pasir Urug Isian Tiang Panjang M
3
105,50 18.150,00 1.914.825,00
7.1 (10) Beton mutu rendah dengan fc' = 10 Mpa (K.125) M
3
6,00 2.756.474,14 16.538.844,85
7.3(3) Baja Tulangan U 32 Ulir Kg 21.780,00 19.743,38 430.010.761,95
7.4 (2) Baja Struktur BJ34 ( titik leleh 210 Mpa) Penyedia dan Pemasangan Kg 2.743,15 20.274,13 55.614.972,85
7.6(1) Pondasi Cetak , Penyediaan dan Pemasangan M' 600,00 124.254,26 74.552.556,30
7.6(4)a Penyediaan Tiang Pancang Baja Dia. 400mm tebal 12 m Kg 58.816,80 24.601,03 1.446.953.603,67
7.6(10)a Pemancangan Tiang Pancang Pipa Baja Diameter 400 mm M' 504,00 117.966,81 59.455.272,78
Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 7 (masuk pada Rekapitulasi Perkiraan Harga Pekerjaan) 2.703.724.793,15
f = (d x e)
Uraian Satuan
Jumlah
Harga-Harga
(Rupiah)
ITEM PEMBAYARAN NO. : 1.2
JENIS PEKERJAAN : MOBILISASI
% TERHADAP TOTAL BIAYA PROYEK = #REF! %
Lembar 1.2-1
HARGA JUMLAH
No. U R A I A N SATUAN VOL. SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
A. Sewa Tanah M2 100 200 20.000,00
B. PERALATAN
Periksa lembar 1.2-2 28.000.000,00
C. FASILITAS KONTRAKTOR
1 Base Camp M2 50 200 10.000,00
2 Kantor Ls 50 1.500.000 75.000.000,00
3 Barak M2 50 50 2.500,00
4 Bengkel M2 50 50 2.500,00
5 Gudang, dan lain-lain M2 50 50 2.500,00
D. FASILITAS DIREKSI
1 Sewa Kendaran Roda 4 ( empat) Unit 1 55.000.000 55.000.000,00
2 Pengadaan Alat Pengelolah Data Unit 1 10.000.000 10.000.000,00
3 Kamera Digital Unit 1 2.000.000 2.000.000,00
E FASILITAS LABORATORIUM
1 Ruang Laboratorium M2 30 82.933 2.487.999,90
2 Peralatan, Perabot & Layanan Laboratorium set 1 5.312.625 5.312.625,00
Total Biaya Mobilisasi 177.838.124,90
Catatan : Jumlah yang tercantum pada masing-masing item mobilisasi di atas sudah termasuk over-head dan laba
serta seluruh pajak dan bea (kecuali PPn), dan pengeluaran lainnya.
ITEM PEMBAYARAN NO. : 1.2
JENIS PEKERJAAN : MOBILISASI
Lembar 1.2-2
KODE HARGA JUMLAH
No. JENIS ALAT ALAT SATUAN VOL. SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
B. PERALATAN
1 DUMP TRUCK E09 Unit 2 3.500.000 7.000.000,00
2 PILE DRIVER + HAMMER E30 Unit 1 1.500.000 1.500.000,00
3 CRANE ON TRACK E44 Unit 1 1.500.000 1.500.000,00
4 WELDING SET E32 Unit 1 2.000.000 2.000.000,00
5 CONCERETE MIXER E28 Unit 2 7.000.000 14.000.000,00
6 WATE TANKER E23 Unit 1 2.000.000 2.000.000,00
Total untuk Item B pada Lembar 1 28.000.000,00
ITEM PEMBAYARAN NO. : 3.1 (1) Analisa EI-311
JENIS PEKERJAAN : Galian Biasa
SATUAN PEMBAYARAN : M3
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
I. ASUMSI
1 Menggunakan alat berat (cara mekanik)
2 Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
3 Kondisi Jalan : sedang / baik
4 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 Jam
5 Faktor pengembangan bahan Fk 1,20 -
II. URUTAN KERJA
1 Tanah yang dipotong umumnya berada disisi jalan
2 Penggalian dilakukan dengan menggunakan Excavator
3 Selanjutnya Excavator menuangkan material hasil
galian kedalam Dump Truck
4 Dump Truck membuang material hasil galian keluar
lokasi jalan sejauh L 1,00 Km
III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA
1. BAHAN
Tidak ada bahan yang diperlukan
2. ALAT
2.a. EXCAVATOR (E10)
Kapasitas Bucket V 0,50 M3
Faktor Bucket Fb 0,90 -
Faktor Efisiensi alat Fa 0,83 -
Waktu siklus Ts1 menit
- Menggali / memuat T1 0,50 menit
- Lain-lain T2 0,50 menit
Ts1 1,00 menit
Kap. Prod. / jam = V x Fb x Fa x 60 Q1 18,68 M3/Jam
Ts1 x Fh
Koefisien Alat / M3 = 1 : Q1 (E10) 0,0535 Jam
2.b. DUMP TRUCK (E08)
Kapasitas bak V 4,00 M3
Faktor efisiensi alat Fa 0,83 -
Kecepatan rata-rata bermuatan v1 45,00 KM/Jam
Kecepatan rata-rata kosong v2 60,00 KM/Jam
Waktu siklus Ts2 menit
- Waktu tempuh isi = (L : v1) x 60 T1 1,33 menit
- Waktu tempuh kosong = (L : v2) x 60 T2 1,00 menit
- Muat = (V : Q1) x 60 T3 12,85 menit
- Lain-lain T4 1,00 menit
Ts2 16,18 menit
Berlanjut ke halaman berikut
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
File : 3-DIV3
ITEM PEMBAYARAN NO. : 3.1 (1) Analisa EI-311
JENIS PEKERJAAN : Galian Biasa
SATUAN PEMBAYARAN : M3
Lanjutan
No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
Kapasitas Produksi / Jam = V x Fa x 60 Q2 10,26 M3/Jam
Fk x Ts2
Koefisien Alat / M3 = 1 : Q2 (E08) 0,0975 Jam
2.d. ALAT BANTU
Diperlukan alat-alat bantu kecil Lump Sump
- Sekop
- Keranjang
3. TENAGA
Produksi menentukan : EXCAVATOR Q1 18,68 M3/Jam
Produksi Galian / hari = Tk x Q1 Qt 130,73 M3
Kebutuhan tenaga :
- Pekerja P 3,00 orang
- Mandor M 1,00 orang
Koefisien tenaga / M3 :
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 0,1606 Jam
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,0535 Jam
4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT
Lihat lampiran.
5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN
Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :
Rp. 22.716,71 / M3
6. WAKTU PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN
Masa Pelaksanaan : . . . . . . . . . . . . bulan
7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN
Volume pekerjaan : 0,00 M3
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
ITEM PEMBAYARAN NO. : 3.1 (3) Analisa EI-313
JENIS PEKERJAAN : Galian Struktur Kedalaman <2 M
SATUAN PEMBAYARAN : M3
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
I. ASUMSI
1 Pekerjaan dilakukan secara manual
2 Lokasi pekerjaan : sekitar jembatan
3 Kondisi Jalan : sedang / baik
4 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 Jam
5 Faktor pengembangan bahan Fh 1,20 -
6 Pengurugan kembali (backfill ) untuk struktur Uk 50,00 %/M3
II. METHODE PELAKSANAAN
1 Tanah yang dipotong berada disekitar lokasi
2 Penggalian dilakukan dengan menggunakan alat
Excavator
3 Bulldozer mengangkut/mengusur hasil galian ke tempat
pembuangan di sekitar lokasi pekerjaan L 0,1000 Km
III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA
1. BAHAN
- Urugan Pilihan (untuk backfill ) = Uk x 1M3 (EI-322) 0,50 M3
2. ALAT
2.a. EXCAVATOR (E10)
Kapasitas Bucket V 0,50 M3
Faktor Bucket Fb 0,90 -
Faktor Efisiensi alat Fa 0,83 -
Faktor kedalaman Fd 0,80 -
Berat isi material Bim 0,85 -
Waktu siklus
- Menggali / memuat Te1 0,50 menit
- Lain-lain Te2 0,25 menit
Te 0,75 menit
Kap. Prod. / jam = V x Fb x Fa x Fd x Bim x 60 Q1 16,93 M3/Jam
Te x Fh
Koefisien Alat / M3 = 1 : Q1 (E10) 0,0591 Jam
2.a. BULLDOZER (E04)
Faktor blade Fb 0,90 -
Faktor efisiensi alat Fa 0,83 -
Kecepatan maju F 3,00 Km/Jam
Kecepatan mundur R 4,00 Km/Jam
Lebar Blade B 3,00 M
` Tinggi blade H 1,20 M
Jarak Gusur L 100,00 M
Volume 1 kali gusur = H^2 x B x Fb V 3,89 M3 Loose
Berlanjut ke halaman berikut
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
File : 3-DIV3
ITEM PEMBAYARAN NO. : 3.1 (3) Analisa EI-313
JENIS PEKERJAAN : Galian Struktur Kedalaman <2 M
SATUAN PEMBAYARAN : M3
Lanjutan
No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
Waktu Siklus
- Maju = (L x 60) / (F x 1000) Tb1 2,00 menit
- Mundur = (L x 60) / (R x 1000) Tb2 1,50 menit
- Lain-lain Tb3 0,15 menit
Tb 3,65 menit
Kapasitas Produksi / Jam = V x Fa x 60 Q2 44,21 M3 / Jam
Tb x Fh
Koefisien Alat / M3 = 1 : Q2 (E04) 0,0226 Jam
2.d. ALAT BANTU
Diperlukan alat-alat bantu kecil Lump Sump
- Pacul = 2 buah
- Sekop = 2 buah
3. TENAGA
Produksi menentukan : EXCAVATOR Q1 16,93 M3/Jam
Produksi Galian / hari = Tk x Q1 Qt 118,52 M3
Kebutuhan tenaga :
- Pekerja P 4,00 orang
- Mandor M 1,00 orang
Koefisien tenaga / M3 :
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 0,2362 Jam
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,0591 Jam
4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT
Lihat lampiran.
5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN
Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :
Rp. 64.585,00 / M3
6. WAKTU PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN
Masa Pelaksanaan : . . . . . . . . . . . . bulan
7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN
Volume pekerjaan : 513,52 M3
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

Instansi
Program Pembangunan Jalan & Jembatan
Nama Paket
Prop / Kab / Kodya Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 3.1 (1) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : Galian Biasa TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : M3 % THD. BIAYA PROYEK :
PERKIRAAN HARGA JUMLAH
NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
A. TENAGA
1. Pekerja (L01) Jam 0,1606 5.714,29 917,96
2. Mandor (L03) Jam 0,0535 7.857,14 420,73
1.338,69
B. BAHAN
0,00
C. PERALATAN
1. Excavator (E10) Jam 0,0535 380.559,47 20.378,02
2. Dump Truck (E08) Jam - 177.507,90 -
3. Alat Bantu Ls 1,0000 1.000,00 1.000,00
21.378,02
D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 22.716,71
E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D -
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D ) 22.716,71
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
Berlanjut ke halaman berikut yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
JUMLAH HARGA TENAGA
JUMLAH HARGA BAHAN
JUMLAH HARGA PERALATAN
Analisa EI-311
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

Instansi
Program Pembangunan Jalan & Jembatan
Nama Paket
Prop / Kab / Kodya Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 3.1 (3) PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN : Galian Struktur Kedalaman <2 M TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN : M3 % THD. BIAYA PROYEK :
PERKIRAAN HARGA JUMLAH
NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
A. TENAGA
1. Pekerja (L01) Jam 0,2362 6.500,00 1.535,55
2. Mandor (L03) Jam 0,0591 8.695,00 513,52
JUMLAH HARGA TENAGA 2.049,08
B. BAHAN
1. Urugan Pilihan (EI-322) M3 0,5000 54.322,17 27.161,08
JUMLAH HARGA BAHAN 27.161,08
C. PERALATAN
1. Excavator (E10) Jam 0,0591 597.273,50 35.274,83
2. Bulldozer (E04) Jam 0,0000 376.804,06 0,00
3. Alat bantu Ls 1,0000 100,00 100,00
JUMLAH HARGA PERALATAN 35.374,83
D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 64.585,00
E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D -
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D ) 64.585,00
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
Berlanjut ke halaman berikut yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
Analisa EI-313
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
File : 3-DIV3
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) Analisa EI-715
JENIS PEKERJAAN : Beton K-250
SATUAN PEMBAYARAN : M3 FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
I. ASUMSI
1 Menggunakan alat (cara mekanik)
2 Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
3 Bahan dasar (batu, pasir dan semen) diterima
seluruhnya di lokasi pekerjaan
4 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 KM #
5 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam 7
6 Kadar Semen Minimum (Spesifikasi) Ks 340 Kg/M3 #
7 Ukuran Agregat Maksimum Ag 19 mm #
8 Perbandingan Air/Semen Maksimum (Spesifikasi) Wcr 0,50 - 1
9 Perbandingan Camp. 1,00 : Semen Sm 13,7 % Berdasarkan #
2,60 : Pasir Ps 35,6 % JMF & sesuai #
3,70 : Agregat Kasar Kr 50,7 % dgn Spesifikasi #
10 Berat Jenis Material : 0
- Beton D1 2,40 T/M3 2
- Semen D2 1,44 T/M3 1
- Pasir D3 1,80 T/M3 2
- Agregat Kasar D4 1,90 T/M3 2
II. URUTAN KERJA
1 Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk
menjadi beton dengan menggunakan Concrete Mixer
2 Beton di-cor ke dalam bekisting yang telah disiapkan
3 Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan
III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA
1. BAHAN
1.a. Semen (PC) = {Sm x D1 x 1000} x 1.025 (M12) 345,205 Kg
1.b. Pasir Beton = {(Ps x D1) : D3} x 1.025 (M01) 0,4868 M3
1.c. Agregat Kasar = {(Kr x D1) : D4} x 1.025 (M03) 0,6562 M3
1.d. Kayu Perancah dan/atau Bekisting (M19) 0,1000 M3
1.e. Paku (M18) 1,0000 Kg
2. ALAT
2.a. CONCRETE MIXER (E06)
Kapasitas Alat V 500,00 liter
Faktor Efisiensi Alat Fa 0,83 -
Waktu siklus : (T1 + T2 + T3 + T4) Ts
- Memuat T1 3,00 menit
- Mengaduk T2 2,00 menit
- Menuang T3 3,00 menit
- Tunggu, dll. T4 3,00 menit
Ts 11,00 menit
Kap. Prod. / jam = V x Fa x 60 Q1 2,264 M3
1000 x Ts
Koefisien Alat / M3 = 1 : Q1 (E06) 0,4418 jam
Berlanjut ke hal. berikut.
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) Analisa EI-715
JENIS PEKERJAAN : Beton K-250
SATUAN PEMBAYARAN : M3
Lanjutan
No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
2.b. WATER TANK TRUCK (E23)
Volume Tanki Air V 4,00 M3
Kebutuhan air / M3 beton Wc 0,17 M3
Faktor Efiesiensi Alat Fa 0,83 -
Pengisian Tanki / jam n 1,00 kali
Kap. Prod. / jam = V x Fa x n Q2 19,23 M3
Wc
Koefisien Alat / M3 = 1 : Q2 (E23) 0,0520 jam
2.c. CONCRETE VIBRATOR (E20)
Kebutuhan Alat Penggetar Beton ini disesuaikan dengan
kapasitas produksi Alat Pencampur (Concrete Mixer)
Kap. Prod. / jam = Kap. Prod./jam Alat Concrete Mixer Q3 2,264 M3
Koefisien Alat / M3 = 1 : Q3 (E20) 0,4418 jam
2.c. ALAT BANTU
Diperlukan :
- Sekop = 2 buah
- Pacul = 2 buah
- Sendok Semen = 2 buah
- Ember Cor = 4 buah
- Gerobak Dorong = 1 buah
3. TENAGA
Produksi Beton dalam 1 hari = Tk x Q1 Qt 15,85 M3
Kebutuhan tenaga : - Mandor M 1,00 orang
- Tukang Tb 4,00 orang
- Pekerja P 12,00 orang
Koefisien Tenaga / M3 :
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,4418 jam
- Tukang = (Tk x Tb) : Qt (L02) 1,7671 jam
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 5,3012 jam
4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT
Lihat lampiran.
Berlanjut ke hal. berikut.
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) Analisa EI-715
JENIS PEKERJAAN : Beton K-250
SATUAN PEMBAYARAN : M3
Lanjutan
No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN
Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :
Rp. 3.637.065,48 / M3
6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN
Masa Pelaksanaan : 29 Hari
7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN
Volume pekerjaan : 0,33 M3
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) Analisa EI-717
JENIS PEKERJAAN : Beton K-175
SATUAN PEMBAYARAN : M3 FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
I. ASUMSI
1 Menggunakan alat (cara mekanik)
2 Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
3 Bahan dasar (batu, pasir dan semen) diterima
seluruhnya di lokasi pekerjaan
4 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 KM
5 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
6 Kadar Semen Minimum (Spesifikasi) Ks 300 Kg/M3 K-175
7 Perbandingan Air/Semen Maksimum (Spesifikasi) Wcr 0,57 -
8 Perbandingan Camp. 1,00 : Semen Sm 13,8 % Berdasarkan
2,25 : Pasir Ps 31,0 % JMF & sesuai
4,00 : Kerikil Pecah Kr 55,2 % dgn Spesifikasi
9 Berat Jenis Material :
- Beton D1 2,25 T/M3
- Semen D2 1,44 T/M3
- Pasir D3 1,80 T/M3
- Kerikil Pecah (Agregat Kasar) D4 1,80 T/M3
II. URUTAN KERJA
1 Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk
menjadi beton dengan menggunakan Concrete Mixer
2 Beton dicor ke dlm bekisting/acuan yang telah disiap-
kan dan memasukkan batu pecah (batu siklop)
3 Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan
III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA
1. BAHAN
1.a. Semen (PC) = {Sm x D1 x 1000} x 1.025 (M12) 318,103 Kg
1.b. Pasir Beton = {(Ps x D1) : D3} x 1.025 (M01) 0,3976 M3
1.c. Agregat Kasar = {(Kr x D1) : D4} x 0.70 * 1.025 (M03) 0,4948 M3
1.d. Batu Belah = {(Kr x D1) : D4} x 0.30 * 1.025 (M06) 0,2121 M3
1.e. Kayu Perancah dan/atau Bekisting (M19) 0,0500 M3
1.f Paku (M18) 0,4000 Kg
2. ALAT
2.a. CONCRETE MIXER (E06)
Kapasitas Alat V 500,00 liter
Faktor Efisiensi Alat Fa 0,83 -
Waktu siklus : (T1 + T2 + T3 + T4) Ts
- Memuat T1 3,00 menit
- Mengaduk T2 2,00 menit
- Menuang T3 3,00 menit
- Tunggu, dll. T4 3,00 menit
Ts 11,00 menit
Kap. Prod. / jam = V x Fa x 60 Q1 2,264 M3
1000 x Ts
Koefisien Alat / M3 = 1 : Q1 (E06) 0,4418 jam
Berlanjut ke hal. berikut.
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) Analisa EI-717
JENIS PEKERJAAN : Beton K-175
SATUAN PEMBAYARAN : M3
Lanjutan
No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
2.b. WATER TANK TRUCK (E23)
Volume Tanki Air V 4,00 M3
Kebutuhan air / M3 beton Wc 0,18 M3
Faktor Efiesiensi Alat Fa 0,83 -
Pengisian Tanki / jam n 1,00 kali
Kap. Prod. / jam = V x Fa x n Q2 18,31 M3
Wc
Koefisien Alat / M3 = 1 : Q2 (E23) 0,0546 jam
2.c. CONCRETE VIBRATOR (E20)
Kebutuhan Alat Penggetar Beton ini disesuaikan dengan
kapasitas produksi Alat Pencampur (Concrete Mixer)
Kap. Prod. / jam = Kap.Prod./Jam Alat Concrete Mixer Q3 2,264 M3
Koefisien Alat / M3 = 1 : Q3 (E20) 0,4418 jam
2.c. ALAT BANTU
Diperlukan :
- Sekop = 2 buah
- Pacul = 2 buah
- Sendok Semen = 2 buah
- Ember Cor = 4 buah
- Gerobak Dorong = 2 buah
3. TENAGA
Produksi Beton dalam 1 hari = Tk x Q1 Qt 15,85 M3
Kebutuhan tenaga : - Mandor M 1,00 orang
- Tukang Tb 4,00 orang
- Pekerja P 12,00 orang
Koefisien Tenaga / M3 :
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,4418 jam
- Tukang = (Tk x Tb) : Qt (L02) 1,7671 jam
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 5,3012 jam
4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT
Lihat lampiran.
Berlanjut ke hal. berikut.
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) Analisa EI-717
JENIS PEKERJAAN : Beton K-175
SATUAN PEMBAYARAN : M3
Lanjutan
No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN
Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :
Rp. 3.244.236,77 / M3
6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN
Masa Pelaksanaan : 30 Hari
7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN
Volume pekerjaan : 0,40 M3
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (10) Analisa EI-718
JENIS PEKERJAAN : Beton Kelas K-125
SATUAN PEMBAYARAN : M3 FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
I. ASUMSI
1 Menggunakan alat (cara mekanik)
2 Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
3 Bahan dasar (batu, pasir dan semen) diterima
seluruhnya di lokasi pekerjaan
4 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 KM
5 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
6 Kadar Semen Minimum (Spesifikasi) Ks 250 Kg/M3
7 Perbandingan Air/Semen Maksimum (Spesifikasi) Wcr 0,60 -
8 Perbandingan Camp. 1,00 : Semen Sm 11,1 % Berdasarkan
3,00 : Pasir Ps 33,3 % JMF & sesuai
5,00 : Kerikil Pecah Kr 55,6 % dgn Spesifikasi
9 Berat Jenis Material :
- Beton D1 2,25 T/M3
- Semen D2 1,44 T/M3
- Pasir D3 1,80 T/M3
- Kerikil Pecah (Agregat Kasar) D4 1,80 T/M3
II. URUTAN KERJA
1 Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk
menjadi beton dengan menggunakan Concrete Mixer
2 Beton di-cor ke dalam bekisting yang telah disiapkan
3 Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan
III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA
1. BAHAN
1.a. Semen (PC) = {Sm x D1 x 1000} x 1.025 (M12) 256,250 Kg
1.b. Pasir Beton = {(Ps x D1) : D3} x 1.025 (M01) 0,4271 M3
1.c. Kerikil Pecah = {(Kr x D1) : D4} x 1.025 (M03) 0,7118 M3 Agregat Kasar
1.e. Kayu Perancah (M19) 0,0500 M3
1.f Paku (M18) 0,4000 Kg
2. ALAT
2.a. CONCRETE MIXER (E06)
Kapasitas Alat V 500,00 liter
Faktor Efisiensi Alat Fa 0,83 -
Waktu siklus : (T1 + T2 + T3 + T4) Ts
- Memuat T1 3,00 menit
- Mengaduk T2 2,00 menit
- Menuang T3 3,00 menit
- Tunggu, dll. T4 3,00 menit
Ts 11,00 menit
Kap. Prod. / jam = V x Fa x 60 Q1 2,264 M3
1000 x Ts
Koefisien Alat / M3 = 1 : Q1 (E06) 0,4418 jam
Berlanjut ke hal. berikut.
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (10) Analisa EI-718
JENIS PEKERJAAN : Beton Kelas K-125
SATUAN PEMBAYARAN : M3
Lanjutan
No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
2.b. WATER TANK TRUCK (E23)
Volume Tanki Air V 4,00 M3
Kebutuhan air / M3 beton Wc 0,15 M3
Faktor Efiesiensi Alat Fa 0,83 -
Pengisian Tanki / jam n 1,00 kali
Kap. Prod. / jam = V x Fa x n Q2 21,59 M3
Wc
Koefisien Alat / M3 = 1 : Q2 (E23) 0,0463 jam
2.c. CONCRETE VIBRATOR (E20)
Kebutuhan Alat Penggetar Beton ini disesuaikan dengan
kapasitas produksi Alat Pencampur (Concrete Mixer)
Kap. Prod. / jam = Kap.Prod./Jam Alat Concrete Mixer Q3 2,264 M3
Koefisien Alat / M3 = 1 : Q3 (E20) 0,4418 jam
2.c. ALAT BANTU
Diperlukan :
- Sekop = 2 buah
- Pacul = 2 buah
- Sendok Semen = 2 buah
- Ember Cor = 4 buah
- Gerobak Dorong = 1 buah
3. TENAGA
Produksi Beton dalam 1 hari = Tk x Q1 Qt 15,85 M3
Kebutuhan tenaga : - Mandor M 1,00 orang
- Tukang Tb 4,00 orang
- Pekerja P 12,00 orang
Koefisien Tenaga / M3 :
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,4418 jam
- Tukang = (Tk x Tb) : Qt (L02) 1,7671 jam
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 5,3012 jam
4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT
Lihat lampiran.
Berlanjut ke hal. berikut.
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (10) Analisa EI-718
JENIS PEKERJAAN : Beton Kelas K-125
SATUAN PEMBAYARAN : M3
Lanjutan
No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN
Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :
Rp. 2.756.474,14 / M3
6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN
Masa Pelaksanaan : 5 Hari
7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN
Volume pekerjaan : 0,11 M3
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.3 (3) Analisa EI-731
JENIS PEKERJAAN : Baja Tulangan (Ulir) U23
SATUAN PEMBAYARAN : KG FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
I. ASUMSI
1 Pekerjaan dilakukan secara manual
2 Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
3 Bahan dasar (besi dan kawat) diterima seluruhnya
di lokasi pekerjaan
4 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 KM
5 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
6 Faktor Kehilangan Besi Tulangan Fh 1,10 -
II. URUTAN KERJA
1 Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai
dengan yang diperlukan
2 Batang tulangan dipasang / disusun sesuai dengan
Gambar Pelaksanaan dan persilangannya diikat kawat
III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA
1. BAHAN
1.a. Baja Tulangan (Polos) U24 (M39a) 1,1000 Kg
1.b. Kawat beton (M14) 0,0200 Kg
2. ALAT
2.a. ALAT BANTU Ls
Diperlukan :
- Gunting Potong Baja = 2 buah
- Kunci Pembengkok Tulangan = 2 buah
- Alat lainnya
3. TENAGA
Produksi kerja satu hari Qt 200,00 Kg
dibutuhkan tenaga : - Mandor M 1,00 orang
- Tukang Tb 1,00 orang
- Pekerja P 3,00 orang
Koefisien Tenaga / Kg :
- Mandor = ( M x Tk ) : Qt (L03) 0,0350 jam
- Tukang = ( Tb x Tk ) : Qt (L02) 0,0350 jam
- Pekerja = ( P x Tk ) : Qt (L01) 0,1050 jam
4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT
Lihat lampiran.
5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN
Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :
Rp. 19.743,38 / Kg
Berlanjut ke hal. berikut.
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.3 (3) Analisa EI-731
JENIS PEKERJAAN : Baja Tulangan (Ulir) U23
SATUAN PEMBAYARAN : KG
Lanjutan
No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN
Masa Pelaksanaan : 31 Hari
7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN
Volume pekerjaan : 0,48 Kg.
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (4)a Analisa EI-767
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan Tiang Pancang Baja
SATUAN PEMBAYARAN : Kg FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
I. ASUMSI
1 Menggunakan alat (cara mekanik)
2 Lokasi pekerjaan : di lokasi
3 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 Km
4 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
4 Ukuran diameter tiang pancang (sesuai keperluan) Uk 600,0 mm
5 Tebal tiang t 12,70 mm
6 Berat per-meter tiang b 187,00 kg
7 Panjang Tiang (sesuai keperluan) p 12,0 M
8 Jarak pelabuhan ke Base Camp Ld2 30,0 Km
II. URUTAN KERJA
1 Material pipa didatangkan dari pelabuhan ke lokasi
dengan Trailer
2 Di lokasi pekerjaan dibuatkan sepatu pancang
dan penyambungan pipa
3 Penyambungan pipa dengan las listrik
III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA
1. BAHAN
1.a. Pipa baja tiang pancang (M52) 1,05 Kg
Plat Baja (untuk penyambungan) (M48) 0,21 Kg
Kawat Las (untuk sepatu & penyambungan) (M51) 0,05 Dos
2. ALAT
2.a. TRAILER (E29)
Kapasitas bak sekali muat V 10,00 batang
Faktor efisiensi alat Fa 0,83
Kecepatanrata-rata bermuatan v1 40,00 Km/Jam
Kecepatan rata-rata kosong v2 60,00 Km/Jam
Waktu siklus : Ts1
- Waktu tempuh isi = (Ld2 : v1 ) x 60 T1 45,00 menit
- Waktu tempuh kosong = (Ld2 : v2) x 60 T2 30,00 menit
- Lain-lain (bongkar dan muat) T3 50,00 menit
Ts1 125,00 menit
Kapasitas Produksi / Jam = V1 x p x Fa x 60 Q1 47,81 M'
Ts1 8.940,10 Kg
Koefisien Alat / kg = 1 : Q1 (E29) 0,0001 Jam
2.b CRANE (E07)
Kapasitas V2 3,00 batang
Faktor Efisiensi alat Fa 0,83 -
Waktu siklus
- Waktu menurunkan T4 20,00 menit Lumpsum
- dan lain-lain ( termasuk mengatur dan menggeser) T5 20,00 menit
Ts2 40,00 menit
Kap. Prod. / jam = V2 x p x Fa Q2 44,82 M'
Ts2 8.381,34 Kg
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Berlanjut ke hal. berikut.
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (4)a Analisa EI-767
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan Tiang Pancang Baja
SATUAN PEMBAYARAN : Kg
Lanjutan
No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
Koefisien Alat / kg = 1 : Q1 (E07) 0,0001 jam
2.c. GENSET (E12)
Diasumsi panjang tiang p 12,00 M
Pembuatan sepatu/peruncing + sambungan Ts3 1,00 jam
Koefisien Alat / kg = 1 : ( p x b : Ts3 ) (E12) 0,0004 Jam
2.d. WELDING SET (E32)
Diasumsi panjang tiang p 12,00 M
Pembuatan sepatu/peruncing + sambungan Ts4 1,00 jam
Koefisien Alat / kg = 1 : ( p x b : Ts4 ) (E32) 0,0004 M/Jam
2.e. ALAT BANTU
Diperlukan alat bantu untuk pek. Tiang Pancang Baja Lumpsum
- Tachkel
- Tambang, seling ,rantai dan Alat kecil lainnya
3. TENAGA Qt 10,00 batang
Produksi Tiang dalam 1 hari Qt 120,00 M
Qt 22.440 Kg
Kebutuhan tenaga tambahan di lokasi ::
- Mandor M 1,00 orang
- Tukang Tb 4,00 orang
- Pekerja P 12,00 orang
Koefisien Tenaga / kg :
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,0003 jam
- Tukang = (Tk x Tb) : Qt (L02) 0,0012 jam
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 0,0037 jam
4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT
Lihat lampiran.
5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN
Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :
Rp. 24.601,03 / Kg
6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN
Masa Pelaksanaan : 4 Hari
7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN
Volume pekerjaan : 0,65 Kg
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (1) Analisa EI-769
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan T. Pancg. Bt. Pratekan
SATUAN PEMBAYARAN : M3 FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
I. ASUMSI
1 Membeli Tiang Pancang jadi dari Pabrik
2 Lokasi pekerjaan : di setiap jembatan
3 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 KM
4 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
5 Ukuran tiang pancang sesuai kebutuhan Uk 400,00 mm
6 Panjang Tiang Pancang p 12,00 M
7 Jarak pelabuhan ke Base Camp Ld2 30,00 KM
II. URUTAN KERJA
1 Tiang pancang dikirim oleh pabrik ke pelabuhan ter-
dekat atau dari pabrik ke lokasi (kalau satu pulau)
2 Tiang Pancang dari pelabuhan diangkut dengan truck
atas tanggungan kontraktor
3 Memuat & menurunkan dari/ke truck dengan Crane
III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA
1. BAHAN
Tiang Pancang Beton Pratekan Lengkap (M50) 1,0000 M3
2. ALAT
2.a DUMP TRUCK (E08)
Kapasitas bak sekali muat V 10,00 batang
Faktor efisiensi alat Fa 0,83
Kecepatanrata-rata bermuatan v1 40,00 Km/Jam
Kecepatan rata-rata kosong v2 60,00 Km/Jam
Waktu siklus : Ts1
- Waktu tempuh isi = (Ld2 : v1 ) x 60 T1 45,00 menit
- Waktu tempuh kosong = (Ld2 : v2) x 60 T2 30,00 menit
- Lain-lain (bongkar dan muat) T3 45,00 menit
Ts1 120,00 menit
Kapasitas Produksi / Jam = V x p x Fa x 60 Q1 49,80 M1/Jam
Ts1 Q1 6,26 M3/Jam
Koefisien Alat / m3 = 1 : Q1 (E08) 0,1598 Jam
2.b CRANE (E07)
Kapasitas V2 3,00 batang
Faktor Efisiensi alat Fa 0,83 -
Waktu siklus
- Waktu memuat T1 30,00 menit Lumpsum
- dan lain-lain ( termasuk mengatur dan menggeser) T2 15,00 menit
Ts2 45,00 menit
Kap. Prod. / jam = V x p x Fa Q2 39,84 M1/jam
Ts2 Q2 5,01 M3/jam
Koefisien Alat / Ton = 1 : Q2 (E07) 0,1997 jam
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Berlanjut ke hal. berikut.
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (1) Analisa EI-769
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan T. Pancg. Bt. Pratekan
SATUAN PEMBAYARAN : M3
Lanjutan
No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
2.c. ALAT BANTU
Diperlukan alat bantu untuk transportasi Lumpsum
- Tackle
- Tambang
- Alat kecil lainnya
3. TENAGA
Produksi per hari (unloading) = Q2 x Tk Qt 35,05 M3
Kebutuhan tenaga (di lokasi pekerjaan) :
- Mandor M 1,00 orang
- Tukang Tb 2,00 orang
- Pekerja P 10,00 orang
Koefisien Tenaga / M3 :
- Mandor = (Tk x M) : Qt (L03) 0,1997 jam
- Tukang = (Tk x Tb) : Qt (L02) 0,3995 jam
- Pekerja = (Tk x P) : Qt (L01) 1,9974 jam
4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT
Lihat lampiran.
5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN
Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :
Rp. 124.254,26 / M3
6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN
Masa Pelaksanaan : 3 hari
7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN
Volume pekerjaan : 0,69 M3
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (10)a Analisa EI-7611
JENIS PEKERJAAN : Pemancangan T. Pancang Baja (Dia 400 mm)
SATUAN PEMBAYARAN : M' FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
I. ASUMSI
1 Menggunakan alat (cara mekanik)
2 Lokasi pekerjaan : di lokasi
3 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
4 Panjang Tiang p 20,0 M
5 Pemakaian Kawat las dan alat Las utk penyambungan
termasuk dalam item Penyediaan Tiang Pancang
II. URUTAN KERJA
1 Material Tiang pancang yang telah siap ada dekat
lokasi pemancangan
2 Penyambungan dilakukan pada saat pemancangan
III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA
1. BAHAN
Pemakaian bahan pada pekerjaan penyiapan
material tiang pancang
2. ALAT
2.a Crane on Track 35 Ton (E31)
Kapasitas V1 1,00 Titik
Faktor Efisiensi alat Fa 0,83 -
Waktu siklus
- Waktu penggeseran dan penyetelan tiang T1 75,00 menit
- Waktu pemancangan sampai kalendering 3 cm T2 75,00 menit
- Waktu penjambungan tiang T3 60,00 menit
Ts1 135,00 menit
Kap. Prod. / jam = V1 x p x Fa Q1 7,38 M1/jam
Ts1
Koefisien Alat / m' = 1 : Q1 (E31) 0,1355 Jam
2.b PILE DRIVER HAMMER (E30)
Kapasitas V2 1,00 Titik
Faktor Efisiensi alat Fa 0,83 -
Waktu siklus
- Waktu pemancangan sampai kalendering 3 cm Ts2 75,00 menit
Kap. Prod. / jam = V2 x p x Fa Q2 13,28 M1/jam
Ts2
Koefisien Alat / m' = 1 : Q2 (E07) 0,0753 Jam
2.b. ALAT BANTU
Diperlukan alat bantu kecil selama penyetelan dan Lumpsum
penyambungan
- Rantai/sling baja, dan Lain-Lain
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Berlanjut ke hal. berikut.
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (10)a Analisa EI-7611
JENIS PEKERJAAN : Pemancangan T. Pancang Baja (Dia 400 mm)
SATUAN PEMBAYARAN : M'
Lanjutan
No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
3. TENAGA
Produksi Tiang dalam 1 hari = Tk x Q1 Qt 51,64 M'
Kebutuhan tenaga tambahan di lokasi :
- Mandor M 1,00 orang
- Tukang Tb 2,00 orang
- Pekerja P 8,00 orang
Koefisien Tenaga / M3 :
- Mandor = ( Tk x M ) : Qt (L03) 0,1355 jam
- Tukang = ( Tk x Tb ) : Qt (L02) 0,2711 jam
- Pekerja = ( Tk x P ) : Qt (L01) 1,0843 jam
4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT
Lihat lampiran.
5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN
Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :
Rp. 117.966,81 / M'
6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN
Masa Pelaksanaan : 36 Hari
7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN
Volume pekerjaan : 1,39 M'
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.4 (2) Analisa EI-733
JENIS PEKERJAAN : Baja Tulangan (Ulir) BJ34
SATUAN PEMBAYARAN : KG FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
I. ASUMSI
1 Pekerjaan dilakukan secara manual
2 Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan
3 Bahan dasar (besi dan kawat) diterima seluruhnya
di lokasi pekerjaan
4 Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan L 20,0 KM
5 Jam kerja efektif per-hari Tk 7,00 jam
6 Faktor Kehilangan Besi Tulangan Fh 1,10 -
II. URUTAN KERJA
1 Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai
dengan yang diperlukan
2 Batang tulangan dipasang / disusun sesuai dengan
Gambar Pelaksanaan dan persilangannya diikat kawat
III. PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA
1. BAHAN
1.a. Baja Tulangan (Ulir) D32 (M39b) 1,1000 Kg
1.b. Kawat beton (M14) 0,0200 Kg
2. ALAT
2.a. ALAT BANTU Ls
Diperlukan :
- Gunting Potong Baja = 2 buah
- Kunci Pembengkok Tulangan = 2 buah
- Alat lainnya
3. TENAGA
Produksi kerja satu hari Qt 200,00 Kg
dibutuhkan tenaga : - Mandor M 1,00 orang
- Tukang Tb 1,00 orang
- Pekerja P 3,00 orang
Koefisien Tenaga / Kg :
- Mandor = ( M x Tk ) : Qt (L03) 0,0350 jam
- Tukang = ( Tb x Tk ) : Qt (L02) 0,0350 jam
- Pekerja = ( P x Tk ) : Qt (L01) 0,1050 jam
4. HARGA DASAR SATUAN UPAH, BAHAN DAN ALAT
Lihat lampiran.
5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN
Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA
SATUAN.
Didapat Harga Satuan Pekerjaan :
Rp. 20.274,13 / Kg
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
Berlanjut ke hal. berikut.
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.4 (2) Analisa EI-733
JENIS PEKERJAAN : Baja Tulangan (Ulir) BJ34 FORMULIR STANDAR UNTUK
SATUAN PEMBAYARAN : KG PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN
Lanjutan
No. U R A I A N KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN
6. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN
Masa Pelaksanaan : . . . . . . . . . . . .
7. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN
Volume pekerjaan : 7.330,00 Kg.
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN
FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) PERKIRAAN VOL. PEK. : 71,50
JENIS PEKERJAAN : Beton K-250 TOTAL HARGA (Rp.) : 26.581.874,61
SATUAN PEMBAYARAN : M3 % THD. BIAYA PROYEK : 0,68
PERKIRAAN HARGA JUMLAH
NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
A. TENAGA
1. Pekerja Biasa (L01) jam 5,3012 6.500,00 34.457,83
2. Tukang (L02) jam 1,7671 7.500,00 13.253,01
3. Mandor (L03) jam 0,4418 8.695,00 3.841,16
51.552,01
B. BAHAN
1. Semen (M12) Kg 345,2055 8.045,00 2.777.178,08
2. Pasir (M01) M3 0,4868 15.000,00 7.301,37
3. Agregat Kasar (M03) M3 0,6562 351.968,99 230.974,89
4. Kayu Perancah (M19) M3 0,1000 1.750.000,00 175.000,00
5. Paku (M18) Kg 1,0000 17.500,00 17.500,00
3.207.954,34
C. PERALATAN
1. Conc. Mixer (E06) jam 0,4418 47.554,66 21.008,08
2. Water Tanker (E23) jam 0,0520 176.843,97 9.193,90
3. Con. Vibrator (E20) jam 0,4418 26.518,10 11.714,82
4. Alat Bantu Ls 1,0000 5.000,00 5.000,00
46.916,81
D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 3.306.423,16
E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 330.642,32
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 3.637.065,48
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
JUMLAH HARGA TENAGA
JUMLAH HARGA BAHAN
JUMLAH HARGA PERALATAN
Analisa EI-715
FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (7) PERKIRAAN VOL. PEK. : 71,70
JENIS PEKERJAAN : Beton K-175 TOTAL HARGA (Rp.) : 22.245.735,93
SATUAN PEMBAYARAN : M3 % THD. BIAYA PROYEK : 0,57
PERKIRAAN HARGA JUMLAH
NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
A. TENAGA
1. Pekerja (L01) jam 5,3012 6.500,00 34.457,83
2. Tukang (L02) jam 1,7671 7.500,00 13.253,01
3. Mandor (L03) jam 0,4418 8.695,00 3.841,16
51.552,01
B. BAHAN
1. Semen (M12) Kg 318,1034 8.045,00 2.559.142,24
2. Pasir (M01) M3 0,3976 15.000,00 5.964,44
3. Agregat Kasar (M03) M3 0,4948 351.968,99 174.163,97
4. Batu Belah (M06) M3 0,2121 98.800,00 20.952,41
5. Kayu Perancah (M19) M3 0,0500 1.750.000,00 87.500,00
6. Paku (M18) Kg 0,4000 17.500,00 7.000,00
2.854.723,06
C. PERALATAN
1. Conc. Mixer (E06) jam 0,4418 47.554,66 21.008,08
2. Water Tanker (E23) jam 0,0546 176.843,97 9.658,18
3. Con. Vibrator (E20) jam 0,4418 26.518,10 11.714,82
4. Alat Bantu Ls 1,0000 650,00 650,00
43.031,09
D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 2.949.306,16
E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 294.930,62
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 3.244.236,77
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
JUMLAH HARGA PERALATAN
Analisa EI-717
JUMLAH HARGA TENAGA
JUMLAH HARGA BAHAN
FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.1 (10) PERKIRAAN VOL. PEK. : 71,80
JENIS PEKERJAAN : Beton Kelas K-125 TOTAL HARGA (Rp.) : 19.920.660,14
SATUAN PEMBAYARAN : M3 % THD. BIAYA PROYEK : 0,51
PERKIRAAN HARGA JUMLAH
NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
A. TENAGA
1. Pekerja (L01) jam 5,3012 6.500,00 34.457,83
2. Tukang (L02) jam 1,7671 7.500,00 13.253,01
3. Mandor (L03) jam 0,4418 8.695,00 3.841,16
51.552,01
B. BAHAN
1. Semen (M12) Kg 256,2500 8.045,00 2.061.531,25
2. Pasir (M01) M3 0,4271 15.000,00 6.406,25
3. Agregat Kasar (M03) M3 0,7118 351.968,99 250.533,48
5. Kayu Perancah (M19) M3 0,0500 1.750.000,00 87.500,00
6. Paku (M18) Kg 0,4000 17.500,00 7.000,00
2.412.970,98
C. PERALATAN
1. Conc. Mixer (E06) jam 0,4418 47.554,66 21.008,08
2. Water Tanker (E23) jam 0,0463 176.843,97 8.189,69
3. Con. Vibrator (E20) jam 0,4418 26.518,10 11.714,82
4. Alat Bantu Ls 1,0000 450,00 450,00
41.362,59
D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 2.505.885,58
E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 250.588,56
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 2.756.474,14
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
Analisa EI-718
JUMLAH HARGA TENAGA
JUMLAH HARGA BAHAN
JUMLAH HARGA PERALATAN
FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.3 (3) PERKIRAAN VOL. PEK. : 7.310,00
JENIS PEKERJAAN : Baja Tulangan (Ulir) U23 TOTAL HARGA (Rp.) : 38.799.871,80
SATUAN PEMBAYARAN : KG % THD. BIAYA PROYEK : 0,99
PERKIRAAN HARGA JUMLAH
NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
A. TENAGA
1. Pekerja Biasa (L01) jam 0,1050 6.500,00 682,50
2. Tukang (L02) jam 0,0350 7.500,00 262,50
3. Mandor (L03) jam 0,0350 8.695,00 304,33
1.249,33
B. BAHAN
1. Baja Tulangan (Polos) U24 (M39a) Kg 1,1000 14.772,00 16.249,20
2. Kawat Beton (M14) Kg 0,0200 12.500,00 250,00
16.499,20
C. PERALATAN
1. Alat Bantu Ls 1,0000 200,00 200,00
200,00
D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 17.948,53
E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 1.794,85
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 19.743,38
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
JUMLAH HARGA TENAGA
JUMLAH HARGA BAHAN
JUMLAH HARGA PERALATAN
Analisa EI-731
FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (4)a PERKIRAAN VOL. PEK. : 7.600,00
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan Tiang Pancang Baja TOTAL HARGA (Rp.) : 74.730.116,00
SATUAN PEMBAYARAN : Kg % THD. BIAYA PROYEK : 1,90
PERKIRAAN HARGA JUMLAH
NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
A. TENAGA
1. Pekerja (L01) jam 0,0003 6.500,00 2,03
2. Tukang (L02) jam 0,0012 7.500,00 9,36
3. Mandor (L03) jam 0,0037 8.695,00 32,55
43,93
B. BAHAN
1. Pipa baja M52 Kg 1,0500 15.000,00 15.750,00
2. Plat Baja M48 Kg 0,2100 16.000,00 3.359,99
3. Kawat Las M51 Dos 0,0500 60.000,00 3.000,00
22.109,99
C. PERALATAN
1. Trailer (E29) jam 0,0001 325.133,87 36,37
2. Crane (E07) jam 0,0001 352.656,50 42,08
3. Genset (E12) jam 0,0004 216.085,90 96,29
4. Welding Set (E32) Ls 0,0004 58.126,68 25,90
5. Alat Bantu Ls 1,0000 10,00 10,00
210,64
D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 22.364,57
E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 2.236,46
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 24.601,03
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
JUMLAH HARGA PERALATAN
Analisa EI-767
JUMLAH HARGA TENAGA
JUMLAH HARGA BAHAN
FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (1) PERKIRAAN VOL. PEK. : 76,00
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan T. Pancg. Bt. Pratekan TOTAL HARGA (Rp.) : 210.621.612,76
SATUAN PEMBAYARAN : M3 % THD. BIAYA PROYEK : 5,36
PERKIRAAN HARGA JUMLAH
NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
A. TENAGA
1. Pekerja (L01) jam 1,9974 6.500,00 12.983,27
2. Tukang (L02) jam 0,3995 7.500,00 2.996,14
3. Mandor (L03) jam 0,1997 8.695,00 1.736,76
17.716,17
B. BAHAN
1. TP.Btn. Pratekan (M50) M3 1,0000 0,00 0,00
0,00
C. PERALATAN
1. Dump Truck (E08) Ls 0,1598 152.081,32 24.301,70
2. Crane (E07) jam 0,1997 352.656,50 70.440,54
3. Alat Bantu jam 1,0000 500,00 500,00
95.242,24
D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 112.958,42
E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 11.295,84
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 124.254,26
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
JUMLAH HARGA PERALATAN
Analisa EI-769
JUMLAH HARGA TENAGA
JUMLAH HARGA BAHAN
FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (10)a PERKIRAAN VOL. PEK. : 76,00
JENIS PEKERJAAN : Pemancangan T. Pancang Baja TOTAL HARGA (Rp.) : 1.430.406,64
SATUAN PEMBAYARAN : M' (Dia 400 mm) % THD. BIAYA PROYEK : 0,04
PERKIRAAN HARGA JUMLAH
NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
A. TENAGA
1. Pekerja (L01) jam 1,0843 6.500,00 7.048,19
2. Tukang (L02) jam 0,2711 7.500,00 2.033,13
3. Mandor (L03) jam 0,1355 8.695,00 1.178,54
10.259,86
B. BAHAN
0,00
C. PERALATAN
1. Crane on Track (E31) jam 0,1355 533.653,44 72.332,54
2. Pile Driver (E30) jam 0,0753 322.041,95 24.250,15
3. Alat Bantu Ls 1,0000 400,00 400,00
96.982,69
D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 107.242,56
E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 10.724,26
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 117.966,81
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
JUMLAH HARGA TENAGA
JUMLAH HARGA BAHAN
JUMLAH HARGA PERALATAN
Analisa EI-7611
FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.4 (2) PERKIRAAN VOL. PEK. : 7.330,00
JENIS PEKERJAAN : Baja Tulangan (Ulir) BJ34 TOTAL HARGA (Rp.) : 44.429.182,40
SATUAN PEMBAYARAN : KG % THD. BIAYA PROYEK : 1,13
PERKIRAAN HARGA JUMLAH
NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
A. TENAGA
1. Pekerja Biasa (L01) jam 0,1050 6.500,00 682,50
2. Tukang (L02) jam 0,0350 7.500,00 262,50
3. Mandor (L03) jam 0,0350 8.695,00 304,33
1.249,33
B. BAHAN
1. Baja Tulangan (Ulir) D32 (M39b) Kg 1,1000 15.347,00 16.881,70
2. Kawat Beton (M14) Kg 0,0200 12.500,00 250,00
17.131,70
C. PERALATAN
1. Alat Bantu Ls 1,0000 50,00 50,00
50,00
D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 18.431,03
E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 1.843,10
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 20.274,13
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
JUMLAH HARGA PERALATAN
Analisa EI-733
JUMLAH HARGA TENAGA
JUMLAH HARGA BAHAN
FORMULIR STANDAR UNTUK
PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK :
No. PAKET KONTRAK :
NAMA PAKET : Pembangunan Jalan Dan Jembatan
PROP / KAB / KODYA : Kalimantan Timur
ITEM PEMBAYARAN NO. PERKIRAAN VOL. PEK. :
JENIS PEKERJAAN :7.1(10)a TOTAL HARGA (Rp.) :
SATUAN PEMBAYARAN :Pasir Urug Isian Tiang Pancang % THD. BIAYA PROYEK :
PERKIRAAN HARGA JUMLAH
NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
A. TENAGA
1. Pekerja Biasa (L01) jam
2. Tukang (L02) jam
3. Mandor (L03) jam
B. BAHAN
1. Pasir Pasang M3 1,1000 15.000,00 16.500,00
2.
16.500,00
C. PERALATAN
1. Alat Bantu Ls
D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 16.500,00
E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 1.650,00
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 18.150,00
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
JUMLAH HARGA TENAGA
JUMLAH HARGA BAHAN
JUMLAH HARGA PERALATAN
Analisa EI-733
DAFTAR
HARGA DASAR SATUAN UPAH
HARGA
No. U R A I A N KODE SATUAN SATUAN KETERANGAN
( Rp.)
1. Pekerja L01 Jam 6.500,00
2. Tukang L02 Jam 7.500,00
3. M a n d o r L03 Jam 8.695,00
4. Operator L04 Jam 9.850,00
5. Pembantu Operator L05 Jam 7.000,00
6. Sopir / Driver L06 Jam 6.500,00
7. Pembantu Sopir / Driver L07 Jam 6.500,00
DAFTAR
HARGA DASAR SATUAN BAHAN
HARGA
No. U R A I A N KODE SATUAN SATUAN KETERANGAN
( Rp.)
1. P a s i r M01 M3 15.000,00 Base Camp
2. Batu Gunung M02 M3 145.000,00 Base Camp
3. Agregat Kasar M03 M3 351.968,99 Base Camp
4. Agregat Halus M04 M3 246.939,29 Base Camp
5. F i l l e r M05 Kg 160.000,00 Base Camp
6. Batu Belah / Kerakal M06 M3 98.800,00 Base Camp
7. G r a v e l M07 M3 92.800,00 Base Camp
8. Bahan Tanah Timbunan M08 M3 30.000,00 Base Camp
9. Bahan Pilihan M09 M3 15.300,00 Base Camp
10. Aspal Cement M10 KG 9.200,00 Base Camp
11. Kerosen / Minyak Tanah M11 LITER 6.800,00 Base Camp
12. Semen / PC (50kg) M12 Zak 402.250,00 Base Camp
M12 Kg 8.045,00 Base Camp
13. Besi Beton M13 Kg 11.000,00 Base Camp
14. Kawat Beton M14 Kg 12.500,00 Base Camp
15. Kawat Bronjong M15 Kg 16.000,00 Base Camp
16. S i r t u M16 M3 275.000,00 Base Camp
17. Cat Marka (Non Thermoplas) M17a Kg 24.250,00 Base Camp
Cat Marka (Thermoplastic) M17b Kg 27.500,00 Base Camp
18. P a k u M18 Kg 17.500,00 Base Camp
Berlanjut ke halaman berikut
DAFTAR
HARGA DASAR SATUAN BAHAN
Lanjutan
HARGA
No. U R A I A N KODE SATUAN SATUAN KETERANGAN
( Rp.)
19. Kayu Perancah M19 M3 1.750.000,00 Base Camp
20. B e n s i n M20 LITER 4.500,00
21. S o l a r M21 LITER 7.000,00 Industri
21. S o l a r M21 LITER 4.500,00 Pertamina
22. Minyak Pelumas / Olie M22 LITER 25.000,00 Pertamina
23. Plastik Filter M23 M2 10.500,00 Lokasi Pekerjaan
24. Pipa Galvanis Dia. 3" M24 Batang 76.000,00 Lokasi Pekerjaan
25. Pipa Porus M25 M' 76.000,00 Lokasi Pekerjaan
26. Bahan Agr.Base Kelas A M26 M3 281.696,00 Base Camp
27. Bahan Agr.Base Kelas B M27 M3 276.546,60 Base Camp
28. Bahan Agr.Base Kelas C M28 M3 201.500,00 Base Camp
29. Bahan Agr.Base Kelas C2 M29 M3 18.470,00 Base Camp
30. Geotextile M30 M2 30.000,00 Lokasi Pekerjaan
31. Aspal Emulsi M31 Kg 7.000,00 Base Camp
32. Gebalan Rumput M32 M2 15.500,00 Lokasi Pekerjaan
33. Thinner M33 LITER 25.000,00 Lokasi Pekerjaan
34. Glass Bit M34 Kg 40.000,00 Lokasi Pekerjaan
35. Pelat Rambu (Eng. Grade) M35a BH 75.000,00 Lokasi Pekerjaan
Pelat Rambu (High I. Grade) M35b BH 100.000,00 Lokasi Pekerjaan
36. Rel Pengaman M36 M' 55.000,00 Lokasi Pekerjaan
Berlanjut ke halaman berikut
DAFTAR
HARGA DASAR SATUAN BAHAN
Lanjutan
HARGA
No. U R A I A N KODE SATUAN SATUAN KETERANGAN
( Rp.)
37. Beton K-250 M37 M3 3.637.065,48 Lokasi Pekerjaan
38. Beton K-225 M38 M3 Lokasi Pekerjaan
39. Baja Tulangan (Polos) U24 M39a Kg 14.772,00 Lokasi Pekerjaan
Baja Tulangan (Ulir) D32 M39b Kg 15.347,00 Lokasi Pekerjaan
40. Kapur M40 M3 50.000,00 Lokasi Pekerjaan
41. Chipping M41 M3 230.000,00 Base Camp
Kg 122,03 Base Camp
42. Cat M42 Kg 33.000,00 Base Camp
43. Pemantul Cahaya (Reflector) M43 Bh. 5.250,00 Base Camp
44. Pasir Urug M44 M3 55.000,00 Base Camp
45. Arbocell M45 Kg. 25.000,00 Base Camp
46. Pipa Baja Bergelombang M46 Kg 7.500,00 Lokasi Pekerjaan
47. Beton K-125 M47 M3 Lokasi Pekerjaan
48. Baja Struktur M48 Kg 16.000,00 Pelabuhan
49. Tiang Pancang Baja M49 M' 0,00 Lokasi Pekerjaan
50. T. Pancang Beton Pratekan M50 M3 0 Pelabuhan
51. Kawat Las M51 Dos 60.000,00 Lokasi Pekerjaan
52. Pipa Baja M52 Kg 15.000,00 Pelabuhan
53. Minyak Fluks M53 Liter 4.800,00 Base Camp
Berlanjut ke halaman berikut
DAFTAR
HARGA DASAR SATUAN BAHAN
Lanjutan
HARGA
No. U R A I A N KODE SATUAN SATUAN KETERANGAN
( Rp.)
54. Bunker Oil M54 Liter 2.500,00 Base Camp
55. Asbuton Halus M55 Ton 315.000,00 Base Camp
56. Baja Prategang M56 Kg 7.750,00 Base Camp
ANALISA BIAYA SEWA PERALATAN PER JAM KERJA
TENAGA HARGA ALAT YANG DIPAKAI NILAI FAKTOR BIAYA PASTI PER JAM BIAYA OPERASI PER JAM KERJA TOTAL
ALAT ALAT JAM SISA PENGEM- BIAYA ASURANSI TOTAL BAHAN BAKAR & PELUMAS WORKSHOP PERBAIKAN & PERAWATAN UPAH TOTAL BIAYA
UMUR KERJA HARGA ALAT BALIAN PENGEM- DAN BIAYA BAHAN MINYAK OPERATOR PEMBANTU BIAYA SEWA ALAT
ALAT 1 TAHUN ALAT MODAL BALIAN LAIN-LAIN PASTI / JAM BAKAR PELUMAS BIAYA KOEF. BIAYA KOEF. BIAYA / SOPIR OPERATOR OPERASI PER
MODAL / SOPIR / JAM JAM KERJA
(HP) (Tahun) (Tahun) (Jam) (Rp.) (Rp.) - (Rp.) (Rp.) (Rp.) Lt/HP/Jam Ltr/HP/Jam (Rp.) - (Rp.) - (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) (Rp.) KET.
No. JENIS PERALATAN KODE f1 x HP x 1 Orang 1 Orang
ALAT i(1+i)^A (B - C) x D 0.002 x B 0.125 0.01 Harga BBM 0.0625 (g1 x B') 0.125 (g1 x B') Per Per
(10%X B) ----------- ----------- ----------- (e1 + e2) s / d s / d + s / d ----- s / d ----------- Jam Kerja Jam Kerja F+G+H+I E + J
(1+i)^A-1 W W 0.175 0.02 f2 x HP x 0.0875 W 0.175 W = =
Harga Olie Rp9.850,0 7.000,0
HP B A W B C D e1 e2 E f1 f2 F g1 G g1 G H I J K L
1 2 2a 3 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 17 18 19 20 21 22 23
1. ASPHALT MIXING PLAT E01 150,0 8.500.000.000 10,0 1.600,0 8.500.000.000 850.000.000 0,19925 952.673,92 10.625,00 963.298,92 0,1250 0,0100 3.108.750,00 0,1500 796.875,00 0,1500 796.875,00 9.850,00 21.000,0 4.733.350,00 5.696.648,92 alat baru
2. ASPHALT FINISHER E02 50,0 275.000.000 5,0 2.000,0 275.000.000 27.500.000 0,29832 36.916,55 275,00 37.191,55 0,1250 0,0100 40.625,00 0,1500 20.625,00 0,1500 20.625,00 9.850,00 7.000,0 98.725,00 135.916,55 alat baru
3. ASPHALT SPRAYER E03 15,0 85.000.000 4,0 1.200,0 85.000.000 8.500.000 0,35027 22.329,42 141,67 22.471,08 0,1250 0,0100 12.187,50 0,1500 10.625,00 0,1500 10.625,00 9.850,00 7.000,0 50.287,50 72.758,58 alat baru
4. BULLDOZER 100-150 HP E04 140,0 950.000.000 7,0 2.000,0 950.000.000 95.000.000 0,24036 102.754,06 950,00 103.704,06 0,1250 0,0100 113.750,00 0,1500 71.250,00 0,1500 71.250,00 9.850,00 7.000,0 273.100,00 376.804,06 alat baru
5. COMPRESSOR 4000-6500 L/M E05 80,0 120.000.000 5,0 2.000,0 120.000.000 12.000.000 0,29832 16.109,04 120,00 16.229,04 0,1250 0,0100 65.000,00 0,1500 9.000,00 0,1500 9.000,00 9.850,00 7.000,0 99.850,00 116.079,04 alat baru
6. CONCRETE MIXER 0.3-0.6 M3 E06 15,0 60.000.000 4,0 2.000,0 60.000.000 6.000.000 0,35027 9.457,16 60,00 9.517,16 0,1250 0,0100 12.187,50 0,1500 4.500,00 0,1500 4.500,00 9.850,00 7.000,0 38.037,50 47.554,66 alat baru
7. CRANE 10-15 TON E07 150,0 750.000.000 5,0 2.000,0 750.000.000 75.000.000 0,29832 100.681,50 750,00 101.431,50 0,1250 0,0100 121.875,00 0,1500 56.250,00 0,1500 56.250,00 9.850,00 7.000,0 251.225,00 352.656,50 alat baru
8. DUMP TRUCK 3-4 M3 E08 100,0 200.000.000 6,0 2.000,0 200.000.000 20.000.000 0,26424 23.781,32 200,00 23.981,32 0,1250 0,0100 81.250,00 0,1500 15.000,00 0,1500 15.000,00 9.850,00 7.000,0 128.100,00 152.081,32 alat baru
9. DUMP TRUCK E09 125,0 300.000.000 6,0 2.000,0 300.000.000 30.000.000 0,26424 35.671,98 300,00 35.971,98 0,1250 0,0100 101.562,50 0,1500 22.500,00 0,1500 22.500,00 9.850,00 7.000,0 163.412,50 199.384,48 alat baru
10. EXCAVATOR 80-140 HP E10 100,0 1.750.000.000 5,0 2.000,0 1.750.000.000 175.000.000 0,29832 234.923,50 1.750,00 236.673,50 0,1250 0,0100 81.250,00 0,1500 131.250,00 0,1500 131.250,00 9.850,00 7.000,0 360.600,00 597.273,50 alat baru
11. FLAT BED TRUCK 3-4 M3 E11 100,0 200.000.000 6,0 1.666,7 200.000.000 20.000.000 0,26424 28.537,02 240,00 28.777,01 0,1250 0,0100 81.250,00 0,1500 17.999,64 0,1500 17.999,64 9.850,00 7.000,0 134.099,28 162.876,29 alat baru
12. GENERATOR SET E12 175,0 200.000.000 5,0 2.000,0 200.000.000 20.000.000 0,29832 26.848,40 200,00 27.048,40 0,1250 0,0100 142.187,50 0,1500 15.000,00 0,1500 15.000,00 9.850,00 7.000,0 189.037,50 216.085,90 alat baru
13. MOTOR GRADER >100 HP E13 125,0 900.000.000 5,0 2.000,0 900.000.000 90.000.000 0,29832 120.817,80 900,00 121.717,80 0,1250 0,0100 101.562,50 0,1500 67.500,00 0,1500 67.500,00 9.850,00 7.000,0 253.412,50 375.130,30 alat baru
14. TRACK LOADER 75-100 HP E14 90,0 450.000.000 5,0 1.500,0 450.000.000 45.000.000 0,29832 80.545,20 600,00 81.145,20 0,1250 0,0100 73.125,00 0,1500 45.000,00 0,1500 45.000,00 9.850,00 7.000,0 179.975,00 261.120,20 alat baru
14 WHEEL LOADER 1.0-1.6 M3 E15 150,0 900.000.000 5,0 2.000,0 900.000.000 90.000.000 0,29832 120.817,80 900,00 121.717,80 0,1250 0,0100 121.875,00 0,1500 67.500,00 0,1500 67.500,00 9.850,00 7.000,0 273.725,00 395.442,80 alat baru
15 THREE WHEEL ROLLER 6-8 T E16 55,0 500.000.000 5,0 2.000,0 500.000.000 50.000.000 0,29832 67.121,00 500,00 67.621,00 0,1250 0,0100 44.687,50 0,1500 37.500,00 0,1500 37.500,00 9.850,00 7.000,0 136.537,50 204.158,50 alat baru
16 TANDEM ROLLER 6-8 T. E17 50,0 550.000.000 5,0 2.000,0 550.000.000 55.000.000 0,29832 73.833,10 550,00 74.383,10 0,1250 0,0100 40.625,00 0,1500 41.250,00 0,1500 41.250,00 9.850,00 7.000,0 139.975,00 214.358,10 alat baru
17 TIRE ROLLER 5-10 T. E18 60,0 650.000.000 5,0 2.000,0 650.000.000 65.000.000 0,29832 87.257,30 650,00 87.907,30 0,1250 0,0100 48.750,00 0,1500 48.750,00 0,1500 48.750,00 9.850,00 7.000,0 163.100,00 251.007,30 alat baru
18 VIBRATORY ROLLER 5-8 T. E19 75,0 750.000.000 5,0 1.800,0 750.000.000 75.000.000 0,29832 111.868,33 833,33 112.701,67 0,1250 0,0100 60.937,50 0,1500 62.500,00 0,1500 62.500,00 9.850,00 7.000,0 202.787,50 315.489,17 alat baru
19 CONCRETE VIBRATOR E20 10,0 5.000.000 4,0 2.000,0 5.000.000 500.000 0,35027 788,10 5,00 793,10 0,1250 0,0100 8.125,00 0,1500 375,00 0,1500 375,00 9.850,00 7.000,0 25.725,00 26.518,10 alat baru
20 WATER TANKER 3000-4500 L. E23 115,0 175.000.000 5,0 1.500,0 175.000.000 17.500.000 0,29832 31.323,13 233,33 31.556,47 0,1250 0,0100 93.437,50 0,1500 17.500,00 0,1500 17.500,00 9.850,00 7.000,0 145.287,50 176.843,97 alat baru
21 PEDESTRIAN ROLLER E24 11,0 113.000.000 4,0 2.000,0 113.000.000 11.300.000 0,35027 17.810,99 113,00 17.923,99 0,1250 0,0100 8.937,50 0,1500 8.475,00 0,1500 8.475,00 9.850,00 7.000,0 42.737,50 60.661,49 alat baru
22 TAMPER E25 4,0 20.000.000 4,0 2.000,0 20.000.000 2.000.000 0,35027 3.152,39 20,00 3.172,39 0,1250 0,0100 3.250,00 0,1500 1.500,00 0,1500 1.500,00 9.850,00 7.000,0 23.100,00 26.272,39 alat baru
23 JACK HAMMER E26 3,0 30.000.000 4,0 1.300,0 30.000.000 3.000.000 0,35027 7.274,74 46,15 7.320,90 0,1250 0,0100 2.437,50 0,1500 3.461,54 0,1500 3.461,54 9.850,00 7.000,0 26.210,58 33.531,47 alat baru
25 CONCRETE PUMP E28 100,0 500.000.000 6,0 1.300,0 500.000.000 50.000.000 0,26424 91.466,62 769,23 92.235,85 0,1250 0,0100 81.250,00 0,1500 57.692,31 0,1500 57.692,31 9.850,00 7.000,0 213.484,62 305.720,47 alat baru
26 PILE DRIVER + HAMMER E30 25,0 600.000.000 4,0 1.300,0 600.000.000 60.000.000 0,35027 145.494,84 923,08 146.417,92 0,1250 0,0100 20.312,50 0,1500 69.230,77 0,1500 69.230,77 9.850,00 7.000,0 175.624,04 322.041,95 alat baru
27 WELDING SET E32 50,0 15.000.000 5,0 1.500,0 15.000.000 1.500.000 0,29832 2.684,84 20,00 2.704,84 0,1250 0,0100 40.625,00 0,1500 1.500,00 0,1500 1.500,00 9.850,00 7.000,0 60.475,00 63.179,84 alat baru
28 MESIN POTONG RUMPUT E38 3,0 4.100.000 4,0 2.000,0 4.100.000 410.000 0,35027 646,24 4,10 650,34 0,1250 0,0100 2.437,50 0,1500 307,50 0,1500 307,50 9.850,00 7.000,0 19.902,50 20.552,84 alat baru
29 PICK UP TRUCK E39 60,0 115.000.000 4,0 2.000,0 115.000.000 11.500.000 0,35027 18.126,23 115,00 18.241,23 0,1250 0,0100 48.750,00 0,1500 8.625,00 0,1500 8.625,00 9.850,00 7.000,0 82.850,00 101.091,23 alat baru
30 MESIN MARKA/ APPLICATOR E42 5,0 39.900.000 4,0 1.300,0 39.900.000 3.990.000 0,35027 9.675,41 61,38 9.736,79 0,1250 0,0100 4.062,50 0,1500 4.603,85 0,1500 4.603,85 9.850,00 7.000,0 30.120,19 39.856,98 alat baru
31 CRANE ON TRACK E44 125,0 2.250.000.000 4,0 1.300,0 2.250.000.000 225.000.000 0,35027 545.605,64 3.461,54 549.067,18 0,1250 0,0100 101.562,50 0,1500 259.615,38 0,1500 259.615,38 9.850,00 7.000,0 637.643,27 1.186.710,45 alat baru
KETERANGAN :
1. Tingkat Suku Bunga = 15,00 % per-tahun
2. = 9.850 Rupiah per-orang/jam
3. = 7.000 Rupiah per-orang/jam
4. Harga Bahan Bakar Bensin = 4.500 Rupiah per-liter
5. = 7.000 Rupiah per-liter
6 = 4.500 Rupiah per-liter
7 Minyak Pelumas = 25.000 Rupiah per-liter
8 Pajak Pertambahan Nilai (PPN) diperhitungkan pada Lembar Rekapitulasi Biaya Pekerjaan
9 Khusus AMP, biaya bahan bakar ditambah (untuk pemanasan material) sebesar : 12 Liter x (Kapasitas AMP Riil = 0.7 x Kapasitas AMP/Jam) x Harga BBM Solar , (kolom 16)
Upah Pembantu
Operator/Sopir/Mekanik
Upah Operator / Sopir / Mekanik
Harga Bahan Bakar Solar (
industri )
Harga Bahan Bakar Solar (
Pertamina )
f i I ~ i 1!IWlililW Ii II
nT I' I [II;III! rm I; t l
~ ~ Ii i 1 ; l i l ! i i l i l ~ I ~ I ! l i
PROGRAM : PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN
PEKERJAAN : PEMBANGUNAN JEMBATAN LINGKAR PULAU NUNUKAN
LOKASI : PULAU NUNUKAN
TAHUN ANGGARAN : 2012
Lokasi Tempatnya Pekerjaan ini direncanakan terletak di Kabupaten Boalemo :
Berikut ini diuraikan urutan kegiatan dalam metode pelaksanaan pekerjaan :
DIVISI 1. - MOBILISASI
1. Mobilisai
1. Sewa Tanah
2. Mobilisasi Peralatan
3. Fasilitas Kantor :
1. Base Camp
2. Kantor
3. Barak
4. Bengkel
5.
Gudang, dan lain-lain
4. Pemeriksaan laboratorium
5. As buit Drawing
6. Papan Proyek
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
1. Galian Biasa
Cakupan kegiatan mobilisasi yang diperlukan dalam Kontrak ini akan tergantung pada jenis dan volume
pekerjaan yang harus dilaksanakan, sebagaimana disyaratkan di bagian-bagian lain dari dilakukan 7
hari setelah penandatanganan kontrak, Jadwal pengiriman peralatan yang menunjukkan lokasi asal
dari semua peralatan yang tercantum dalam Daftar Peralatan yang diusulkan dalam Penawaran,
bersama dengan usulan cara pengangkutan dan jadwal kedatangan peralatan di lapangan. Setiap
perubahan pada peralatan maupun personil yang diusulkan dalam Pena-waran harus memperoleh
persetujuan dari Direski Pekerjaan. dalam item pekerjaan ini sudah termasuk :
Dalam melaksanakan pekerjaan ini akan memperhatikan kondisi lapangan, cuaca dilokasi proyek untuk digunakan sebagai
dasar rencana kerja dilapangan, Sesuai hasil peninjauaan lapangan pada lokasi pekerjaan (Mutual check awal) cukup baik
atau tidak mengalami perubahan desain yang berarti.
Galian Biasa harus mencakup seluruh galian yang tidak diklasifikasikan sebagai galian batu, galian
struktur, galian sumber bahan (borrow excavation) dan galian lainnya. Pekerjaan ini dilaksanakan
setelah pengukuran dan pemasangan bowplank
METODE PELAKSANAAN
Bahan bangunan lokal seperti batu kali, kerikil, Pasir, dapat diperoleh tidak jauh dari lokasi pekerjaan,
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Pekerja
2. Mandor
Waktu yang dibutuhkan :
- Jam kerja efektif 7 jam/hari
2.
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Alat yang dibutuhkan adalah :
1. Excavator :
Waktu yang dibutuhkan :
- Jam kerja efektif 7 jam/hari
3. Galian Struktur dengan Kedalaman 2 - 4 meter
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Alat yang dibutuhkan adalah :
1. Excavator : 0,078 x 153,9 = 11,93 m3/jam
2. Bulldozer : 0,023 x 153,9 = 3,48 m3/jam
Waktu yang dibutuhkan : 21 hari dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Excavator = 1,0 alat/ hari
2. Bulldozer = 1,0 alat/ hari
- Jam kerja efektif 7 jam/hari
4. Timbunan Pilihan
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Wheel Loader :
2. Dump Truck :
3. Motor Grader :
4. Vibro Roller :
5. Water Tanker :
Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Wheel Loader =
2. Dump Truck =
3. Motor Grader =
4. Vibro Roller =
5. Water Tanker =
- Jam kerja efektif 5 jam/hari
- Kebutuhan tenaga fluktuatif
Galian Struktur dengan Kedalaman 0 - 2 meter
Pekerjaan khusus untuk galian yang menggunakan alat. Selama pelaksanaan pekerjaan galian, lereng
sementara galian yang stabil dan mampu menahan pekerjaan, struktur atau mesin di sekitarnya, harus
dipertahan-kan sepanjang waktu, penyokong (shoring) dan pengaku (bracing) yang memadai harus
dipasang bilamana permukaan lereng galian mungkin tidak stabil. Bilamana diperlukan, Kontraktor
harus menyokong atau mendukung struktur di sekitarnya, yang jika tidak dilaksanakan dapat menjadi
tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian tersebut.
Pekerjaan ini dilaksanaka pada pekerjaan abutmen. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan
Kontraktor harus menyediakan semua bahan, perlengkapan dan pekerja yang diperlukan untuk
pengeringan (pemompaan), pengalihan saluran air dan pembuatan drainase sementara, dinding
penahan rembesan (cut-off wall) dan cofferdam. Pompa siap pakai di lapangan harus senantiasa
dipelihara sepanjang waktu untuk menjamin bahwa tak akan terjadi gangguan dalam pengeringan
dengan pompa.
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan tanah atau bahan
berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan, dan dilakukan didaerah oprit jembatan, Untuk
mencegah gangguan terhadap pelaksanaan abutment dan tembok sayap jembatan, Kontraktor harus
menunda sebagian pekerjaan timbunan pada oprit setiap jembatan di lokasi-lokasi yang ditentukan oleh
Direksi Pekerjaan, sampai waktu yang cukup untuk mendahulukan pelaksanaan abutment dan tembok
sayap, selanjutnya dapat diperkenankan untuk menyelesaikan oprit dengan lancar tanpa adanya resiko
gangguan atau kerusakan pada pekerjaan jembatan.
DIVISI 7. STRUKTUR
1. Beton K300 (Pada Balok, Plat Lantai, Diagfragma,Tiang Sandaran)
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Conc. Mixer :
2. Water Tanker :
3. Con. Vibrator :
4. Con, Pump :
Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Conc. Mixer = unit/ hari
2. Water Tanker = unit/ hari
3. Con. Vibrator = unit/ hari
4. Con, Pump = unit/ hari
- Jam kerja efektif 7 jam/hari
2. Beton K250 (Pada Abutment, Sayap dan Plat Injak)
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Conc. Mixer :
2. Water Tanker :
3. Con. Vibrator :
Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Conc. Mixer = unit/ hari
2. Water Tanker = unit/ hari
3. Con. Vibrator = unit/ hari
- Jam kerja efektif 7 jam/hari
3. Beton Siklop K175
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Conc. Mixer :
2. Water Tanker :
3. Con. Vibrator :
Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Conc. Mixer = unit/ hari
2. Water Tanker = unit/ hari
1. Con. Vibrator = unit/ hari
- Jam kerja efektif 7 jam/hari
- Kebutuhan tenaga fluktuatif
4. Baja Tulangan U24 Polos (plat injak, sandaran, abutmen,sumuran)
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan bekesting telah selesai. Baja tulangan harus dipasang
sedemikian sehingga selimut beton yang menutup bagian luar baja tulangan adalah 3.5 cm yang tidak
tereksposa, Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk menghilangkan kotoran,
lumpur, oli, cat, karat dan kerak, percikan adukan atau lapisan lain yang dapat mengurangi atau
merusak pelekatan dengan beton.
Pekerjaan ini dilaksanakan pada saat pekejaan pondasi sumuran telah selesai fungsi dari beton K.125
ini adalah sebagai pengisi pondasi sumuran. Pengecoran beton siklop yang terdiri dari campuran beton
kelas K175 dengan batu-batu pecah ukuran besar. Batu-batu ini diletakkan dengan hati-hati, tidak
boleh dijatuhkan dari tempat yang tinggi atau ditempatkan secara berlebihan yang dikhawatirkan akan
merusak bentuk acuan atau pasangan-pasangan lain yang berdekatan. Semua batu-batu pecah harus
cukup dibasahi sebelum ditempatkan. Volume total batu pecah tidak boleh melebihi sepertiga dari total
volume pekerjaan beton siklop.
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan abutmen selesai. Sebelum pengecoran beton dimulai,
seluruh acuan, tulangan dan benda lain yang harus dimasukkan ke dalam beton (seperti pipa atau
selongsong) harus sudah dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.
Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan galian struktur. Segera sebelum pengecoran beton
dimulai, acuan harus dibasahi dengan air atau diolesi minyak di sisi dalamnya dengan minyak yang
tidak meninggalkan bekas.Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan abutmen selesai. Sebelum
pengecoran beton dimulai, seluruh acuan, tulangan dan benda lain yang harus dimasukkan ke dalam
beton (seperti pipa atau selongsong) harus sudah dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser
pada saat pengecoran.
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Pekerja Biasa :
2. Tukang :
3. Mandor :
Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Pekerja Biasa = org/ hari
2. Tukang = org/ hari
1. Mandor = org/ hari
- Jam kerja efektif 7 jam/hari
- Kebutuhan tenaga fluktuatif
5. Baja Tulangan D32 Ulir (Pada Gelagar, Diafragma, Plat)
- Analisa Waktu yang dibutuhkan :
a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah :
1. Pekerja Biasa :
2. Tukang :
3. Mandor :
Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari :
1. Pekerja Biasa = org/ hari
2. Tukang = org/ hari
1. Mandor = org/ hari
- Jam kerja efektif 7 jam/hari
- Kebutuhan tenaga fluktuatif
Pekerjaan ini dilaksanakan pada struk atas jembatan atau bagian beton yang melayang. Tulangan
harus ditempatkan akurat sesuai dengan Gambar dan dengan kebu-tuhan selimut beton minimum
yang disyaratkan. Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan kawat pengikat
sehingga tidak tergeser pada saat pengecoran. Pengelasan tulangan pembagi atau pengikat (stirrup)
terhadap tulangan baja tarik utama tidak diperkenankan.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Umum
Tiang pancang adalah bagian-bagian konstruksi yang dibuat dari kayu, beton, dan
atau baja, yang digunakan untuk meneruskan (mentransmisikan) beban-beban permukaan ke
tingkat-tingkat permukaan yang lebih rendah di dalam massa tanah (Bowles, 1991).
Penggunaan pondasi tiang pancang sebagai pondasi bangunan apabila tanah yang
berada dibawah dasar bangunan tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang
cukup untuk memikul berat bangunan dan beban yang bekerja padanya (Sardjono HS, 1988).
Atau apabila tanah yang mempunyai daya dukung yang cukup untuk memikul berat
bangunan dan seluruh beban yang bekerja berada pada lapisan yang sangat dalam dari
permukaan tanah kedalaman > 8 m (Bowles, 1991).
Fungsi dan kegunaan dari pondasi tiang pancang adalah untuk memindahkan atau
mentransfer beban-beban dari konstruksi di atasnya (super struktur) ke lapisan tanah keras
yang letaknya sangat dalam.
Dalam pelaksanaan pemancangan pada umumnya dipancangkan tegak lurus dalam
tanah, tetapi ada juga dipancangkan miring (battle pile) untuk dapat menahan gaya-gaya
horizontal yang bekerja, Hal seperti ini sering terjadi pada dermaga dimana terdapat tekanan
kesamping dari kapal dan perahu. Sudut kemiringan yang dapat dicapai oleh tiang tergantung
dari alat yang dipergunakan serta disesuaikan pula dengan perencanaannya.
Tiang Pancang umumnya digunakan :
1. Untuk mengangkat beban-beban konstruksi diatas tanah kedalam atau melalui sebuah
stratum/lapisan tanah. Didalam hal ini beban vertikal dan beban lateral boleh jadi terlibat.
2. Untuk menentang gaya desakan keatas, gaya guling, seperti untuk telapak ruangan bawah
tanah dibawah bidang batas air jenuh atau untuk menopang kaki-kaki menara terhadap
guling.
3. Memampatkan endapan-endapan tak berkohesi yang bebas lepas melalui kombinasi
perpindahan isi tiang pancang dan getaran dorongan. Tiang pancang ini dapat ditarik
keluar kemudian.
Universitas Sumatera Utara


4. Mengontrol lendutan/penurunan bila kaki-kaki yang tersebar atau telapak berada pada
tanah tepi atau didasari oleh sebuah lapisan yang kemampatannya tinggi.
5. Membuat tanah dibawah pondasi mesin menjadi kaku untuk mengontrol amplitudo
getaran dan frekuensi alamiah dari sistem tersebut.
6. Sebagai faktor keamanan tambahan dibawah tumpuan jembatan dan atau pir, khususnya
jika erosi merupakan persoalan yang potensial.
7. Dalam konstruksi lepas pantai untuk meneruskan beban-beban diatas permukaan air
melalui air dan kedalam tanah yang mendasari air tersebut. Hal seperti ini adalah
mengenai tiang pancang yang ditanamkan sebagian dan yang terpengaruh oleh baik beban
vertikal (dan tekuk) maupun beban lateral (Bowles, 1991).

2.2. Defenisi Tanah
Tanah, pada kondisi alam, terdiri dari campuran butiran-butiran mineral dengan atau
tanpa kandungan bahan organik. Butiran-butiran tersebut dapat dengan mudah dipisahkan
satu sama lain dengan kocokan air. Material ini berasal dari pelapukan batuan, baik secara
fisik maupun kimia. Sifat-sifat teknis tanah, kecuali oleh sifat batuan induk yang merupakan
material asal, juga dipengaruhi oleh unsur-unsur luar yang menjadi penyebab terjadinya
pelapukan batuan tersebut.
Istilah-istilah seperti kerikil, pasir, lanau dan lempung digunakan dalam teknik sipil
untuk membedakan jenis-jenis tanah. Pada kondisi alam, tanah dapat terdiri dari dua atau
lebih campuran jenis-jenis tanah dan kadang-kadang terdapat pula kandungan bahan organik.
Material campurannya kemudian dipakai sebagai nama tambahan dibelakang material unsur
utamanya. Sebagai contoh, lempung berlanau adalah tanah lempung yang mengandung lanau
dengan material utamanya adalah lempung dan sebagainya.
Tanah terdiri dari 3 komponen, yaitu udara, air dan bahan padat. Udara dianggap tidak
mempunyai pengaruh teknis, sedangkan air sangat mempengaruhi sifat-sifat teknis tanah.
Ruang diantara butiran-butiran, sebagian atau seluruhnya dapat terisi oleh air atau udara. Bila
rongga tersebut terisi air seluruhnya, tanah dikatakan dalam kondisi jenuh. Bila rongga terisi
udara dan air, tanah pada kondisi jenuh sebagian (partially saturated). Tanah kering adalah
tanah yang tidak mengandung air sama sekali atau kadar airnya nol (Hardiyatmo, 1996).

Universitas Sumatera Utara


2.3 Macam-macam Pondasi
Pondasi adalah bagian terendah bangunan yang meneruskan beban bangunan ketanah
atau batuan yang berada dibawahnya. Klasifikasi pondasi dibagi 2 (dua) yaitu:
1. Pondasi dangkal
Pondasi dangkal adalah pondasi yang mendukung beban secara langsung dengan
kedalaman Df/B seperti :
a. Pondasi telapak yaitu pondasi yang berdiri sendiri dalam mendukung kolom
(Gambar 2.1b).
b. Pondasi memanjang yaitu pondasi yang digunakan untuk mendukung sederetan
kolom yang berjarak dekat sehingga bila dipakai pondasi telapak sisinya akan
terhimpit satu sama lainnya (Gambar 2.1a).
c. Pondasi rakit (raft foundation) yaitu pondasi yang digunakan untuk mendukung
bangunan yang terletak pada tanah lunak atau digunakan bila susunan kolom-
kolom jaraknya sedemikian dekat disemua arahnya, sehingga bila dipakai pondsi
telapak, sisi-sisinya berhimpit satu sama lainnya (Gambar 2.1c).

2. Pondasi dalam
Pondasi dalam adalah pondasi yang meneruskan beban bangunan ke tanah keras atau
batu yang terletak jauh dari permukaan dengan kedalaman Df/B , seperti:
a. Pondasi sumuran (pier foundation) yaitu pondasi yang merupakan peralihan antara
pondasi dangkal dan pondasi tiang (Gambar 2.1d), digunakan bila tanah dasar
yang kuat terletak pada kedalaman yang relatif dalam, dimana pondasi sumuran
nilai kedalaman (Df) dibagi lebarnya (B) lebih besar 4 sedangkan pondasi dangkal
Df/B ≤ 1.
b. Pondasi tiang (pile foundation), digunakan bila tanah pondasi pada kedalaman
yang normal tidak mampu mendukung bebannya dan tanah kerasnya terletak pada
kedalaman yang sangat dalam (Gambar 2.1e). Pondasi tiang umumnya
berdiameter lebih kecil dan lebih panjang dibanding dengan pondasi sumuran
(Bowles, 1991).


Universitas Sumatera Utara








(a) (b)



(c)




(d) (e)

Gambar 2.1 Macam-macam tipe pondasi : (a) Pondasi memanjang, (b) Pondasi telapak, (c)
Pondasi rakit, (d) Pondasi sumuran, (e) Pondasi tiang ( Hardiyatmo,H.C., 1996 )




Universitas Sumatera Utara


2.4. Penggolongan Pondasi Tiang Pancang
Pondasi tiang pancang dapat digolongkan berdasarkan pemakaian bahan, cara tiang
meneruskan beban dan cara pemasangannya, berikut ini akan dijelaskan satu persatu.
2.4.1. Pondasi tiang pancang menurut pemakaian bahan dan karakteristik
strukturnya
Tiang pancang dapat dibagi kedalam beberapa kategori (Bowles, 1991), antara lain:
A. Tiang Pancang Kayu
Tiang pancang kayu dibuat dari batang pohon yang cabang-cabangnya telah dipotong
dengan hati-hati, biasanya diberi bahan pengawet dan didorong dengan ujungnya yang kecil
sebagai bagian yang runcing. Kadang-kadang ujungnya yang besar didorong untuk maksud-
maksud khusus, seperti dalam tanah yang sangat lembek dimana tanah tersebut akan bergerak
kembali melawan poros. Kadang kala ujungnya runcing dilengkapi dengan sebuah sepatu
pemancangan yang terbuat dari logam bila tiang pancang harus menembus tanah keras atau
tanah kerikil.
Pemakaian tiang pancang kayu ini adalah cara tertua dalam penggunaan tiang
pancang sebagai pondasi. Tiang kayu akan tahan lama dan tidak mudah busuk apabila tiang
kayu tersebut dalam keadaan selalu terendam penuh di bawah muka air tanah. Tiang pancang
dari kayu akan lebih cepat rusak atau busuk apabila dalam keadaan kering dan basah yang
selalu berganti-ganti.
Sedangkan pengawetan serta pemakaian obat-obatan pengawet untuk kayu hanya
akan menunda atau memperlambat kerusakan dari pada kayu, akan tetapi tetap tidak akan
dapat melindungi untuk seterusnya. Pada pemakaian tiang pancang kayu biasanya tidak
diijinkan untuk menahan muatan lebih besar dari 25 sampai 30 ton untuk setiap tiang.
Tiang pancang kayu ini sangat cocok untuk daerah rawa dan daerah-daerah dimana
sangat banyak terdapat hutan kayu seperti daerah Kalimantan, sehingga mudah memperoleh
balok/tiang kayu yang panjang dan lurus dengan diameter yang cukup besar untuk di gunakan
sebagai tiang pancang.
 Keuntungan pemakaian tiang pancang kayu
• Tiang pancang dari kayu relative lebih ringan sehingga mudah dalam pengangkutan.
Universitas Sumatera Utara


• Kekuatan tarik besar sehingga pada waktu pengangkatan untuk pemancangan tidak
menimbulkan kesulitan seperti misalnya pada tiang pancang beton precast.
• Mudah untuk pemotongannya apabila tiang kayu ini sudah tidak dapat masuk lagi ke
dalam tanah.
• Tiang pancang kayu ini lebih baik untuk friction pile dari pada untuk end bearing pile
sebab tegangan tekanannya relative kecil.
• Karena tiang kayu ini relative flexible terhadap arah horizontal di bandingkan dengan
tiang-tiang pancang selain dari kayu, maka apabila tiang ini menerima beban
horizontal yang tidak tetap, tiang pancang kayu ini akan melentur dan segera kembali
ke posisi setelah beban horizontal tersebut hilang. Hal seperti ini sering terjadi pada
dermaga dimana terdapat tekanan kesamping dari kapal dan perahu.

 Kerugian pemakaian tiang pancang kayu
• Karena tiang pancang ini harus selalu terletak di bawah muka air tanah yang terendah
agar dapat tahan lama, maka kalau air tanah yang terendah itu letaknya sangat dalam,
hal ini akan menambah biaya untuk penggalian.
• Tiang pancang yang di buat dari kayu mempunyai umur yang relative kecil di
bandingkan dengan tiang pancang yang di buat dari baja atau beton, terutama pada
daerah yang muka air tanahnya sering naik dan turun.
• Pada waktu pemancangan pada tanah yang berbatu ( gravel ) ujung tiang pancang
kayu dapat dapat berbentuk berupa sapu atau dapat pula ujung tiang tersebut hancur.
Apabila tiang kayu tersebut kurang lurus, maka pada waktu dipancangkan akan
menyebabkan penyimpangan terhadap arah yang telah ditentukan.
• Tiang pancang kayu tidak tahan terhadap benda-benda yang agresif dan jamur yang
menyebabkan kebusukan.

B. Tiang Pancang Beton
1. Precast Renforced Concrete Pile
Precast Renforced Concrete Pile adalah tiang pancang dari beton bertulang yang
dicetak dan dicor dalam acuan beton ( bekisting ), kemudian setelah cukup kuat lalu diangkat
dan di pancangkan. Karena tegangan tarik beton adalah kecil dan praktis dianggap sama
dengan nol, sedangkan berat sendiri dari pada beton adalah besar, maka tiang pancang beton
ini haruslah diberi penulangan-penulangan yang cukup kuat untuk menahan momen lentur
Universitas Sumatera Utara


yang akan timbul pada waktu pengangkatan dan pemancangan. Karena berat sendiri adalah
besar, biasanya pancang beton ini dicetak dan dicor di tempat pekerjaan, jadi tidak membawa
kesulitan untuk transport.
Tiang pancang ini dapat memikul beban yang besar ( >50 ton untuk setiap tiang ), hal
ini tergantung dari dimensinya. Dalam perencanaan tiang pancang beton precast ini panjang
dari pada tiang harus dihitung dengan teliti, sebab kalau ternyata panjang dari pada tiang ini
kurang terpaksa harus di lakukan penyambungan, hal ini adalah sulit dan banyak memakan
waktu.
Reinforced Concrete Pile penampangnya dapat berupa lingkaran, segi empat, segi delapan
dapat dilihat pada (Gambar 2.2).






Gambar 2.2 Tiang pancang beton precast concrete pile ( Bowles, 1991)
 Keuntungan pemakaian Precast Concrete Reinforced Pile
• Precast Concrete Reinforced Pile ini mempunyai tegangan tekan yang besar, hal ini
tergantung dari mutu beton yang di gunakan.
• Tiang pancang ini dapat di hitung baik sebagai end bearing pile maupun friction pile.
• Karena tiang pancang beton ini tidak berpengaruh oleh tinggi muka air tanah seperti
tiang pancang kayu, maka disini tidak memerlukan galian tanah yang banyak untuk
poernya.
• Tiang pancang beton dapat tahan lama sekali, serta tahan terhadap pengaruh air
maupun bahan-bahan yang corrosive asal beton dekkingnya cukup tebal untuk
melindungi tulangannya.

Universitas Sumatera Utara


 Kerugian pemakaian Precast Concrete Reinforced Pile
• Karena berat sendirinya maka transportnya akan mahal, oleh karena itu Precast
reinforced concrete pile ini di buat di lokasi pekerjaan.
• Tiang pancang ini di pancangkan setelah cukup keras, hal ini berarti memerlukan
waktu yang lama untuk menunggu sampai tiang beton ini dapat dipergunakan.
• Bila memerlukan pemotongan maka dalam pelaksanaannya akan lebih sulit dan
memerlukan waktu yang lama.
• Bila panjang tiang pancang kurang, karena panjang dari tiang pancang ini tergantung
dari pada alat pancang ( pile driving ) yang tersedia maka untuk melakukan
panyambungan adalah sukar dan memerlukan alat penyambung khusus.

2. Precast Prestressed Concrete Pile
Precast Prestressed Concrete Pile adalah tiang pancang dari beton prategang yang
menngunakan baja penguat dan kabel kawat sebagai gaya prategangnya






Gambar 2.3 Tiang pancang Precast Prestressed Concrete Pile ( Bowles, 1991 )
 Keuntungan pemakaian Precast prestressed concrete pile
• Kapasitas beban pondasi yang dipikulnya tinggi.
• Tiang pancang tahan terhadap karat.
• Kemungkinan terjadinya pemancangan keras dapat terjadi.
 Kerugian pemakaian Precast prestressed concrete pile
• Pondasi tiang pancang sukar untuk ditangani.
• Biaya permulaan dari pembuatannya tinggi.
• Pergeseran cukup banyak sehingga prategang sukar untuk disambung.
Universitas Sumatera Utara


3. Cast in Place Pile
Pondasi tiang pancang tipe ini adalah pondasi yang di cetak di tempat dengan jalan
dibuatkan lubang terlebih dahulu dalam tanah dengan cara mengebor tanah seperti pada
pengeboran tanah pada waktu penyelidikan tanah. Pada Cast in Place ini dapat dilaksanakan
dua cara:
1. Dengan pipa baja yang dipancangkan ke dalam tanah, kemudian diisi dengan beton
dan ditumbuk sambil pipa tersebut ditarik keatas.
2. Dengan pipa baja yang di pancangkan ke dalam tanah, kemudian diisi dengan beton,
sedangkan pipa tersebut tetap tinggal di dalam tanah.
 Keuntungan pemakaian Cast in Place
• Pembuatan tiang tidak menghambat pekerjan.
• Tiang ini tidak perlu diangkat, jadi tidak ada resiko rusak dalam transport.
• Panjang tiang dapat disesuaikan dengan keadaan dilapangan.
 Kerugian pemakaian Cast in Place
• Pada saat penggalian lubang, membuat keadaan sekelilingnya menjadi kotor akibat
tanah yang diangkut dari hasil pengeboran tanah tersebut.
• Pelaksanaannya memerlukan peralatan yang khusus.
• Beton yang dikerjakan secara Cast in Place tidak dapat dikontrol.

C. Tiang Pancang Baja.
Kebanyakan tiang pancang baja ini berbentuk profil H. karena terbuat dari baja maka
kekuatan dari tiang ini sendiri sangat besar sehingga dalam pengangkutan dan pemancangan
tidak menimbulkan bahaya patah seperti halnya pada tiang beton precast. Jadi pemakaian
tiang pancang baja ini akan sangat bermanfaat apabila kita memerlukan tiang pancang yang
panjang dengan tahanan ujung yang besar.
Tingkat karat pada tiang pancang baja sangat berbeda-beda terhadap texture tanah,
panjang tiang yang berada dalam tanah dan keadaan kelembaban tanah.
a. Pada tanah yang memiliki texture tanah yang kasar/kesap, maka karat yang terjadi
karena adanya sirkulasi air dalam tanah tersebut hampir mendekati keadaan karat
yang terjadi pada udara terbuka.
Universitas Sumatera Utara


b. Pada tanah liat ( clay ) yang mana kurang mengandung oxygen maka akan
menghasilkan tingkat karat yang mendekati keadaan karat yang terjadi karena
terendam air.
c. Pada lapisan pasir yang dalam letaknya dan terletak dibawah lapisan tanah yang padat
akan sedikit sekali mengandung oxygen maka lapisan pasir tersebut juga akan akan
menghasilkan karat yang kecil sekali pada tiang pancang baja.
Pada umumnya tiang pancang baja akan berkarat di bagian atas yang dekat dengan
permukaan tanah. Hal ini disebabkan karena Aerated-Condition ( keadaan udara pada pori-
pori tanah ) pada lapisan tanah tersebut dan adanya bahan-bahan organis dari air tanah. Hal
ini dapat ditanggulangi dengan memoles tiang baja tersebut dengan ( coaltar ) atau dengan
sarung beton sekurang-kurangnya 20” ( ± 60 cm ) dari muka air tanah terendah.
Karat /korosi yang terjadi karena udara ( atmosphere corrosion ) pada bagian tiang
yang terletak di atas tanah dapat dicegah dengan pengecatan seperti pada konstruksi baja
biasa.
 Keuntungan pemakaian Tiang Pancang Baja.
• Tiang pancang ini mudah dalam dalam hal penyambungannya.
• Tiang pancang ini memiliki kapasitas daya dukung yang tinggi.
• Dalam hal pengangkatan dan pemancangan tidak menimbulkan bahaya patah.

 Kerugian pemakaian Tiang Pancang Baja.
• Tiang pancang ini mudah mengalami korosi.
• Bagian H pile dapat rusak atau di bengkokan oleh rintangan besar.

D. Tiang Pancang Komposit.
Tiang pancang komposit adalah tiang pancang yang terdiri dari dua bahan yang
berbeda yang bekerja bersama-sama sehingga merupakan satu tiang. Kadang-kadang pondasi
tiang dibentuk dengan menghubungkan bagian atas dan bagian bawah tiang dengan bahan
yang berbeda, misalnya dengan bahan beton di atas muka air tanah dan bahan kayu tanpa
perlakuan apapun disebelah bawahnya. Biaya dan kesulitan yang timbul dalam pembuatan
sambungan menyebabkan cara ini diabaikan.

Universitas Sumatera Utara


1. Water Proofed Steel and Wood Pile.
Tiang ini terdiri dari tiang pancang kayu untuk bagian yang di bawah permukaan air
tanah sedangkan bagian atas adalah beton. Kita telah mengetahui bahwa kayu akan tahan
lama/awet bila terendam air, karena itu bahan kayu disini diletakan di bagian bawah yang
mana selalu terletak dibawah air tanah.
Kelemahan tiang ini adalah pada tempat sambungan apabila tiang pancang ini
menerima gaya horizontal yang permanen. Adapun cara pelaksanaanya secara singkat
sebagai berikut:
a. Casing dan core ( inti ) dipancang bersama-sama dalam tanah hingga mencapai
kedalaman yang telah ditentukan untuk meletakan tiang pancang kayu tersebut dan
ini harus terletak dibawah muka air tanah yang terendah.
b. Kemudian core ditarik keatas dan tiang pancang kayu dimasukan dalam casing dan
terus dipancang sampai mencapai lapisan tanah keras.
c. Secara mencapai lapisan tanah keras pemancangan dihentikan dan core ditarik
keluar dari casing. Kemudian beton dicor kedalam casing sampai penuh terus
dipadatkan dengan menumbukkan core ke dalam casing.

2. Composite Dropped in – Shell and Wood Pile
Tipe tiang ini hampir sama dengan tipe diatas hanya bedanya di sini memakai shell
yang terbuat dari bahan logam tipis permukaannya di beri alur spiral. Secara singkat
pelaksanaanya sebagai berikut:
a. Casing dan core dipancang bersama-sama sampai mencapai kedalaman yang telah
ditentukan di bawah muka air tanah.
b. Setelah mencapai kedalaman yang dimaksud core ditarik keluar dari casing dan
tiang pancang kayu dimasukkan dalam casing terus dipancang sampai mencapai
lapisan tanah keras. Pada pemancangan tiang pancang kayu ini harus diperhatikan
benar-benar agar kepala tiang tidak rusak atau pecah.
c. Setelah mencapai lapisan tanah keras core ditarik keluar lagi dari casing.
d. Kemudian shell berbentuk pipa yang diberi alur spiral dimasukkan dalam casing.
Pada ujung bagian bawah shell dipasang tulangan berbentuk sangkar yang mana
tulangan ini dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat masuk pada ujung atas tiang
pancang kayu tersebut.
Universitas Sumatera Utara


e. Beton kemudian dicor kedalam shell. Setelah shell cukup penuh dan padat casing
ditarik keluar sambil shell yang telah terisi beton tadi ditahan terisi beton tadi
ditahan dengan cara meletakkan core diujung atas shell.

3. Composit Ungased – Concrete and Wood Pile.
Dasar pemilihan tiang composit tipe ini adalah:
 Lapisan tanah keras dalam sekali letaknya sehingga tidak memungkinkan untuk
menggunakan cast in place concrete pile, sedangkan kalau menggunakan precast concrete
pile terlalu panjang, akibatnya akan susah dalam transport dan mahal.
 Muka air tanah terendah sangat dalam sehingga bila menggunakan tiang pancang kayu
akan memerlukan galian yang cukup dalam agar tiang pancang kayu tersebut selalu
berada dibawah permukaan air tanah terendah.
Adapun prinsip pelaksanaan tiang composite ini adalah sebagai berikut:
a. Casing baja dan core dipancang bersama-sama dalam tanah sehingga sampai pda
kedalaman tertentu ( di bawah m.a.t )
b. Core ditarik keluar dari casing dan tiang pancang kayu dimasukkan casing terus
dipancang sampai kelapisan tanah keras.
c. Setelah sampai pada lapisa tanah keras core dikeluarkan lagi dari casing dan beton
sebagian dicor dalam casing. Kemudian core dimasukkan lagi dalam casing.
d. Beton ditumbuk dengan core sambil casing ditarik ke atas sampai jarak tertentu
sehingga terjadi bentuk beton yang menggelembung seperti bola diatas tiang
pancang kayu tersebut.
e. Core ditarik lagi keluar dari casing dan casing diisi dengan beton lagi sampai padat
setinggi beberapa sentimeter diatas permukaan tanah. Kemudian beton ditekan
dengan core kembali sedangkan casing ditarik keatas sampai keluar dari tanah.
f. Tiang pancang composit telah selesai
Tiang pancang composit seperti ini sering dibuat oleh The Mac Arthur Concrete
Pile Corp.

4. Composite Dropped – Shell and Pipe Pile
Dasar pemilihan tipe tiang seperti ini adalah:
Universitas Sumatera Utara


 Lapisan tanah keras letaknya terlalu dalam bila digunakan cast in place concrete.
 Muka air tanah terendah terlalu dalam kalau digunakan tiang composit yang bagian
bawahnya terbuat dari kayu.

Cara pelaksanaan tiang tipe ini adalah sebagai berikut:
a. Casing dan core dipasang bersama-sama sehingga casing seluruhnya masuk dalam
tanah. Kemudian core ditarik.
b. Tiang pipa baja dengan dilengkapi sepatu pada ujung bawah dimasukkan dalam
casing terus dipancang dengan pertolongan core sampai ke tanah keras.
c. Setelah sampai pada tanah keras kemudian core ditarik keatas kembali.
d. Kemudian shell yang beralur pada dindingnya dimasukkan dalam casing hingga
bertumpu pada penumpu yang terletak diujung atas tiang pipa baja.bila diperlukan
pembesian maka besi tulangan dimasukkan dalam shell dan kemudian beton dicor
sampai padat.
e. Shell yang telah terisi dengan beton ditahan dengan core sedangkan casing ditarik
keluar dari tanah. Lubang disekeliling shell diisi dengan tanah atau pasir. Variasi
lain pada tipe tiang ini dapat pula dipakai tiang pemancang baja H sebagai ganti
dari tiang pipa.

5. Franki Composite Pile
Prinsip tiang hampir sama dengan tiang franki biasa hanya bedanya disini pada bagian
atas dipergunakan tiang beton precast biasa atau tiang profil H dari baja.
Adapun cara pelaksanaan tiang composit ini adalah sebagai berikut:
a. Pipa dengan sumbat beton dicor terlebih dahulu pada ujung bawah pipa baja
dipancang dalam tanah dengan drop hammer sampai pada tanah keras. Cara
pemasangan ini sama seperti pada tiang franki biasa.
b. Setelah pemancangan sampai pada kedalaman yang telah direncanakan, pipa diisi
lagi dengan beton dan terus ditumbuk dengan drop hammer sambil pipa ditarik lagi
ke atas sedikit sehingga terjadi bentuk beton seperti bola.
c. Setelah tiang beton precast atau tiang baja H masuk dalam pipa sampai bertumpu
pada bola beton pipa ditarik keluar dari tanah.
Universitas Sumatera Utara


d. Rongga disekitar tiang beton precast atau tiang baja H diisi dengan kerikil atau
pasir.

2.4.2. Pondasi tiang pancang menurut pemasangannya
Pondasi tiang pancang menurut cara pemasangannya dibagi dua bagian besar, yaitu:
A. Tiang pancang pracetak
Tiang pancang pracetak adalah tiang pancang yang dicetak dan dicor didalam acuan
beton (bekisting), kemudian setelah cukup kuat lalu diangkat dan dipancangkan. Tiang
pancang pracetak ini menurut cara pemasangannya terdiri dari :
1. Cara penumbukan
Dimana tiang pancang tersebut dipancangkan kedalam tanah dengan cara
penumbukan oleh alat penumbuk (hammer).
2. Cara penggetaran
Dimana tiang pancang tersebut dipancangkan kedalam tanah dengan cara penggetaran
oleh alat penggetar (vibrator).
3. Cara penanaman
Dimana permukaan tanah dilubangi terlebih dahulu sampai kedalaman tertentu, lalu
tiang pancang dimasukkan, kemudian lubang tadi ditimbun lagi dengan tanah.

Cara penanaman ini ada beberapa metode yang digunakan :
a. Cara pengeboran sebelumnya, yaitu dengan cara mengebor tanah sebelumnya lalu
tiang dimasukkan kedalamnya dan ditimbun kembali.
b. Cara pengeboran inti, yaitu tiang ditanamkan dengan mengeluarkan tanah dari
bagian dalam tiang.
c. Cara pemasangan dengan tekanan, yaitu tiang dipancangkan kedalam tanah
dengan memberikan tekanan pada tiang.
d. Cara pemancaran, yaitu tanah pondasi diganggu dengan semburan air yang keluar
dari ujung serta keliling tiang, sehingga tidak dapat dipancangkan kedalam tanah.

Universitas Sumatera Utara


B. Tiang yang dicor ditempat (cast in place pile)
Tiang yang dicor ditempat (cast in place pile) ini menurut teknik penggaliannya
terdiri dari beberapa macam cara yaitu :
1. Cara penetrasi alas
Cara penetrasi alas yaitu pipa baja yang dipancangkan kedalam tanah kemudian pipa
baja tersebut dicor dengan beton.
2. Cara penggalian
Cara ini dapat dibagi lagi urut peralatan pendukung yang digunakan antara lain :
a. Penggalian dengan tenaga manusia
Penggalian lubang pondasi tiang pancang dengan tenaga manusia adalah
penggalian lubang pondsi yang masih sangat sederhana dan merupakan cara
konvensional. Hal ini dapat dilihat dengan cara pembuatan pondasi dalam, yang
pada umumnya hanya mampu dilakukan pada kedalaman tertentu.
b. Penggalian dengan tenaga mesin
Penggalian lubang pondasi tiang pancang dengan tenaga mesin adalah penggalian
lubang pondasi dengan bantuan tenaga mesin, yang memiliki kemampuan lebih
baik dan lebih canggih.

2.5. Alat Pancang Tiang
Dalam pemasangan tiang kedalam tanah, tiang dipancang dengan alat pemukul yang
dapat berupa pemukul (hammer) mesin uap, pemukul getar atau pemukul yang hanya
dijatuhkan. Skema dari berbagai macam alat pemukul diperlihatkan dalam Gambar 2.4a
sampai dengan 2.4d. Pada gambar terebut diperlihatkan pula alat-alat perlengkapan pada
kepala tiang dalam pemancangan. Penutup (pile cap) biasanya diletakkan menutup kepala
tiang yang kadang-kadang dibentuk dalam geometri tertutup.
A. Pemukul Jatuh (drop hammer)
Pemukul jatuh terdiri dari blok pemberat yang dijatuhkan dari atas. Pemberat ditarik
dengan tinggi jatuh tertentu kemudian dilepas dan menumbuk tiang. Pemakaian alat tipe ini
membuat pelaksanaan pemancangan berjalan lambat, sehingga alat ini hanya dipakai pada
volume pekerjaan pemancangan yang kecil.
Universitas Sumatera Utara


B. Pemukul Aksi Tiang (single-acting hammer)
Pemukul aksi tunggal berbentuk memanjang dengan ram yang bergerak naik oleh
udara atau uap yang terkompresi, sedangkan gerakan turun ram disebabkan oleh beratnya
sendiri. Energi pemukul aksi tunggal adalah sama dengan berat ram dikalikan tinggi jatuh
(Gambar 2.4a).





(a) (b)



(c)


(d) ( e )
Gambar 2.4 Skema pemukul tiang : (a) Pemukul aksi tunggal (single acting hammer), (b)
Pemukul aksi double (double acting hammer), (c) Pemukul diesel (diesel hammer), (d)
Pemukul getar (vibratory hammer) ( Hardiyatmo,H.c., 2002 )
C. Pemukul Aksi Double (double-acting hammer)
Pemukul aksi double menggunakan uap atau udara untuk mengangkat ram dan untuk
mempercepat gerakan ke bawahnya (Gambar 2.4b). Kecepatan pukulan dan energi output
biasanya lebih tinggi daripada pemukul aksi tunggal.
Universitas Sumatera Utara


D. Pemukul Diesel (diesel hammer)
Pemukul diesel terdiri dari silinder, ram, balok anvil dan sistem injeksi bahan bakar.
Pemukul tipe ini umumnya kecil, ringan dan digerakkan dengan menggunakan bahan bakar
minyak. Energi pemancangan total yang dihasilkan adalah jumlah benturan dari ram
ditambah energi hasil dari ledakan (Gambar 2.4c).
E. Pemukul Getar (vibratory hammer)
Pemukul getar merupakan unit alat pancang yang bergetar pada frekuensi tinggi
(Gambar 2.4d).

2.6. Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang
Aspek teknologi sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi. Umumnya, aplikasi
teknologi ini banyak diterapkan dalam metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
Penggunaan metode yang tepat, praktis, cepat dan aman, sangat membantu dalam
penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek konstruksi. Sehingga target waktu, biaya dan mutu
sebagaimana ditetapkan dapat tercapai.
Langkah - langkah dari pekerjaan untuk dimensi kubus/ ukuran dan tiang pancang:
1. Menghitung daya dukung yang didasarkan pada karakteristik tanah dasar yang diperoleh
dari penyelidikan tanah. Dari sini, kemudian dihitung kemungkinan nilai daya dukung
yang diizinkan pada berbagai kedalaman, dengan memperhatikan faktor aman terhadap
keruntuhan daya dukung yang sesuai, dan penurunan yang terjadi harus tidak berlebihan.
2. Menentukan kedalaman, tipe, dan dimensi pondasinya. Hal ini dilakukan dengan jalan
memilih kedalaman minimum yang memenuhi syarat keamanan terhadap daya dukung
tanah yang telah dihitung. Kedalaman minimum harus diperhatikan terhadap erosi
permukaan tanah, pengaruh perubahan iklim, dan perubahan kadar air. Bila tanah yang
lebih besar daya dukungnya berada dekat dengan kedalaman minimum yang dibutuhkan
tersebut,dipertimbangkan untuk meletakkan dasar pondasi yang sedikit lebih dalam yang
daya dukung tanahnya lebih besar. Karena dengan peletakan dasar pondasi yang sedikit
lebih dalam akan mengurangi dimensi pondasi, dengan demikian dapat menghemat biaya
pembuatan pelat betonnya.
3. Ukuran dan kedalaman pondasi yang ditentukan dari daya dukung diizinkan
dipertimbangkan terhadap penurunan toleransi. Bila ternyata hasil hitungan daya dukung
Universitas Sumatera Utara


ultimit yang dibagi faktor aman mengakibatkan penurunan yang berlebihan, dimensi
pondasi diubah sampai besar penurunan memenuhi syarat.


Tahapan pekerjaan pondasi tiang pancang adalah sebagai berikut :
A. Pekerjaan Persiapan
1. Membubuhi tanda, tiap tiang pancang harus dibubuhi tanda serta tanggal saat tiang
tersebut dicor. Titik-titik angkat yang tercantum pada gambar harus dibubuhi tanda
dengan jelas pada tiang pancang. Untuk mempermudah perekaan, maka tiang pancang
diberi tanda setiap 1 meter.
2. Pengangkatan/pemindahan, tiang pancang harus dipindahkan/diangkat dengan hati-hati
sekali guna menghindari retak maupun kerusakan lain yang tidak diinginkan.
3. Rencanakan final set tiang, untuk menentukan pada kedalaman mana pemancangan tiang
dapat dihentikan, berdasarkan data tanah dan data jumlah pukulan terakhir (final set).
4. Rencanakan urutan pemancangan, dengan pertimbangan kemudahan manuver alat. Lokasi
stock material agar diletakkan dekat dengan lokasi pemancangan.
5. Tentukan titik pancang dengan theodolith dan tandai dengan patok.
6. Pemancangan dapat dihentikan sementara untuk peyambungan batang berikutnya bila
level kepala tiang telah mencapai level muka tanah sedangkan level tanah keras yang
diharapkan belum tercapai.

Proses penyambungan tiang :
a. Tiang diangkat dan kepala tiang dipasang pada helmet seperti yang dilakukan pada
batang pertama.
b. Ujung bawah tiang didudukkan diatas kepala tiang yang pertama sedemikian sehingga
sisi-sisi pelat sambung kedua tiang telah berhimpit dan menempel menjadi satu.
c. Penyambungan sambungan las dilapisi dengan anti karat
d. Tempat sambungan las dilapisi dengan anti karat.
7. Selesai penyambungan, pemancangan dapat dilanjutkan seperti yang dilakukan pada
batang pertama. Penyambungan dapat diulangi sampai mencapai kedalaman tanah keras
yang ditentukan.
Universitas Sumatera Utara


8. pemancangan tiang dapat dihentikan bila ujung bawah tiang telah mencapai lapisan tanah
keras/final set yang ditentukan.
9. Pemotongan tiang pancang pada cut off level yang telah ditentukan.

B. Proses Pengangkatan
1. Pengangkatan tiang untuk disusun ( dengan dua tumpuan )
Metode pengangkatan dengan dua tumpuan ini biasanya pada saat penyusunan tiang
beton, baik itu dari pabrik ke trailer ataupun dari trailer ke penyusunan lapangan.
Persyaratan umum dari metode ini adalah jarak titik angkat dari kepala tiang adalah
1/5 L. Untuk mendapatkan jarak harus diperhatikan momen maksimum pada bentangan,
haruslah sama dengan momen minimum pada titik angkat tiang sehingga dihasilkan
momen yang sama.
Pada prinsipnya pengangkatan dengan dua tumpuan untuk tiang beton adalah dalam
tanda pengangkatan dimana tiang beton pada titik angkat berupa kawat yang terdapat
pada tiang beton yang telah ditentukan dan untuk lebih jelas dapat dilihat oleh gambar.










Gambar 2.5 Pengangkatan Tiang Dengan Dua tumpuan

1
5
L
3
5
L
1
5
L
Bantalan
Titik Angkat ( Garis Rantal )
Kabel Baja Pengangkat
Kepala Tiang
Kabel Baja Pengangkat
Universitas Sumatera Utara


2. Pengangkatan dengan satu tumpuan
Metode pengangkatan ini biasanya digunakan pada saat tiang sudah siap akan
dipancang oleh mesin pemancangan sesuai dengan titik pemancangan yang telah
ditentukan di lapangan.
Adapun persyaratan utama dari metode pengangkatan satu tumpuan ini adalah jarak
antara kepala tiang dengan titik angker berjarak L/3. Untuk mendapatkan jarak ini,
haruslah diperhatikan bahwa momen maksimum pada tempat pengikatan tiang sehingga
dihasilkan nilai momen yang sama.










Gambar 2.6 Pengangkatan Tiang Dengan Satu Tumpuan
C. Proses Pemancangan
1. Alat pancang ditempatkan sedemikian rupa sehingga as hammer jatuh pada patok titik
pancang yang telah ditentukan.
2. Tiang diangkat pada titik angkat yang telah disediakan pada setiap lubang.
3. Tiang didirikan disamping driving lead dan kepala tiang dipasang pada helmet yang telah
dilapisi kayu sebagai pelindung dan pegangan kepala tiang.
4. Ujung bawah tiang didudukkan secara cermat diatas patok pancang yang telah ditentukan.
5. Penyetelan vertikal tiang dilakukan dengan mengatur panjang backstay sambil diperiksa
dengan waterpass sehingga diperoleh posisi yang betul-betul vertikal. Sebelum
pemancangan dimulai, bagian bawah tiang diklem dengan center gate pada dasar driving
lead agar posisi tiang tidak bergeser selama pemancangan, terutama untuk tiang batang
pertama.
Kepala Tiang
Kabel Baja Pengangkat
Ujung Tiang
1
3
L
2
3
L
Momen Max
Permukaan tanah
Gambar Lintang
Gambar momen
D = 0
+
_
+
_
+
Universitas Sumatera Utara


6. Pemancangan dimulai dengan mengangkat dan menjatuhkan hammer secara kontiniu ke
atas helmet yang terpasang diatas kepala tiang.

D. Quality Control
1. Kondisi fisik tiang
a. Seluruh permukaan tiang tidak rusak atau retak
b. Umur beton telah memenuhi syarat
c. Kepala tiang tidak boleh mengalami keretakan selama pemancangan
2. Toleransi
Vertikalisasi tiang diperiksa secara periodik selama proses pemancangan berlangsung.
Penyimpangan arah vertikal dibatasi tidak lebih dari 1:75 dan penyimpangan arah
horizontal dibatasi tidak leboh dari 75 mm.
3. Penetrasi
Tiang sebelum dipancang harus diberi tanda pada setiap setengah meter di sepanjang
tiang untuk mendeteksi penetrasi per setengah meter. Dicatat jumlah pukulan untuk
penetrasi setiap setengah meter.
4. Final set
Pamancangan baru dapat dihentikan apabila telah dicapai final set sesuai perhitungan.






(a) (b) (c)
Gambar 2.7 Urutan pemancangan : (a) Pemancangan tiang, (b) Penyambungan tiang, (c)
Kalendering/final set

Universitas Sumatera Utara


2.7 Tiang Dukung Ujung dan Tiang Gesek
Ditinjau dari cara mendukung beban, tiang dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam
(Hardiyatmo, 2002), yaitu :
1. Tiang dukung ujung (end bearing pile) adalah tiang yang kapasitas dukungnya
ditentukan oleh tahanan ujung tiang. Umumnya tiang dukung ujung berada dalam
zone tanah yang lunak yang berada diatas tanah keras. Tiang-tiang dipancang
sampai mencapai batuan dasar atau lapisan keras lain yang dapat mendukung
beban yang diperkirakan tidak mengakibatkan penurunan berlebihan. Kapasitas
tiang sepenuhnya ditentukan dari tahanan dukung lapisan keras yang berada
dibawah ujung tiang (Gambar 2.6a).
2. Tiang gesek (friction pile) adalah tiang yang kapasitas dukungnya lebih ditentukan
oleh perlawanan gesek antara dinding tiang dan tanah disekitarnya (Gambar 2.9b).
Tahanan gesek dan pengaruh konsolidasi lapisan tanah dibawahnya
diperhitungkan pada hitungan kapasitas tiang.








(b) (b)
Gambar 2.8 Tiang ditinjau dari cara mendukung bebannya ( Hardiyatmo,H.C., 2002 )



Universitas Sumatera Utara


2.8. Kapasitas Daya Dukung Tiang Pancang Dari Hasil Sondir
Diantara perbedaaan tes dilapangan, sondir atau cone penetration test (CPT)
seringkali sangat dipertimbangkan berperanan dari geoteknik. CPT atau sondir ini tes yang
sangat cepat, sederhana, ekonomis dan tes tersebut dapat dipercaya dilapangan dengan
pengukuran terus-menerus dari permukaan tanah-tanah dasar. CPT atau sondir ini dapat juga
mengklasifikasi lapisan tanah dan dapat memperkirakan kekuatan dan karakteristik dari
tanah. Didalam perencanaan pondasi tiang pancang (pile), data tanah sangat diperlukan dalam
merencanakan kapasitas daya dukung (bearing capacity) dari tiang pancang sebelum
pembangunan dimulai, guna menentukan kapasitas daya dukung ultimit dari tiang pancang.
Kapasitas daya dukung ultimit ditentukan dengan persamaan sebagai berikut :
Q
u
= Q
b
+ Q
s
= q
b
A
b
+ f.A
s
........................................................... (2.1)
dimana :
Q
u
= Kapasitas daya dukung aksial ultimit tiang pancang.
Q
b
= Kapasitas tahanan di ujung tiang.
Q
s
= Kapasitas tahanan kulit.
q
b
= Kapasitas daya dukung di ujung tiang persatuan luas.
A
b
= Luas di ujung tiang.
f = Satuan tahanan kulit persatuan luas.
A
s
= Luas kulit tiang pancang.
Dalam menentukan kapasitas daya dukung aksial ultimit (Q
u
) dipakai Metode Aoki
dan De Alencar.
Aoki dan Alencar mengusulkan untuk memperkirakan kapasitas dukung ultimit dari
data Sondir. Kapasitas dukung ujung persatuan luas (q
b
) diperoleh sebagai berikut :
q
b
=
b
ca
F
base q ) (
............................................................................. (2.2)

Universitas Sumatera Utara


dimana :
q
ca
(base) = Perlawanan konus rata-rata 1,5D diatas ujung tiang, 1,5D dibawah
ujung tiang dan F
b
adalah faktor empirik tergantung pada tipe tanah.
Tahanan kulit persatuan luas (f) diprediksi sebagai berikut :
F = q
c
(side)
s
s
F
α
........................................................................... (2.3)
dimana :
q
c
(side) = Perlawanan konus rata-rata pada masing lapisan sepanjang tiang.
F
s
= Faktor empirik tahanan kulit yang tergantung pada tipe tanah.
F
b
= Faktor empirik tahanan ujung tiang yang tergantung pada tipe tanah.
Faktor F
b
dan F
s
diberikan pada Tabel 2.1 dan nilai-nilai faktor empirik α
s
diberikan
pada Tabel 2.2.

Tabel 2.1 Faktor empirik F
b
dan F
s
(Titi & Farsakh, 1999 )
Tipe Tiang Pancang F
b
F
s

Tiang Bor 3,5 7,0
Baja 1,75 3,5
Beton Pratekan 1,75 3,5






Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.2 Nilai faktor empirik untuk tipe tanah yang berbeda (Titi & Farsakh, 1999 )
Tipe Tanah
α
s

(%)
Tipe Tanah α
s
(%) Tipe Tanah α
s
(%)
Pasir 1,4 Pasir berlanau 2,2
Lempung
berpasir
2,4
Pasir kelanauan 2,0
Pasir berlanau
dengan lempung
2,8
Lempung
berpasir
dengan lanau
2,8
Pasir kelanauan
dengan
lempung
2,4 Lanau 3,0
Lempung
berlanau
dengan pasir
3,0
Pasir
berlempung
dengan lanau
2,8
Lanau
berlempung
dengan pasir
3,0
Lempung
berlanau
4,0

Pasir
berlempung
3,0
Lanau
berlempung
3,4 Lempung 6,0
Pada umumnya nilai α
s
untuk pasir = 1,4 persen, nilai α
s
untuk lanau = 3,0 persen dan
nilai α
s
untuk lempung = 1,4 persen.
Untuk menghitung daya dukung tiang pancang berdasarkan data hasil pengujian
sondir dapat dilakukan dengan menggunakan metode Meyerhoff.
Daya dukung ultimate pondasi tiang dinyatakan dengan rumus :
Qult = (q
c
x A
p
)+(JHL x K
11
) ........................................................ (2.4)
dimana :
Qult = Kapasitas daya dukung tiang pancang tunggal.
q
c
= Tahanan ujung sondir.
A
p
= Luas penampang tiang.
Universitas Sumatera Utara


JHL = Jumlah hambatan lekat.
K
11
= Keliling tiang.
Daya dukung ijin pondasi dinyatakan dengan rumus :
Q
ijin
=
5 3
11
JHLxK xA q
c c
+ ............................................................... (2.5)
dimana :
Q
ijin
= Kapasitas daya dukung ijin pondasi.
q
c
= Tahanan ujung sondir.
A
p
= Luas penampang tiang.
JHL = Jumlah hambatan lekat.
K
11
= Keliling tiang.

2.9. Faktor Aman
Untuk memperoleh kapasitas ijin tiang, maka diperlukan untuk membagi kapasitas
ultimit dengan faktor aman tertentu. Faktor aman ini perlu diberikan dengan maksud :
a. Untuk memberikan keamanan terhadap ketidakpastian metode hitungan yang digunakan.
b. Untuk memberikan keamanan terhadap variasi kuat geser dan kompresibilitas tanah.
c. Untuk meyakinkan bahwa bahan tiang cukup aman dalam mendukung beban yang
bekerja.
d. Untuk meyakinkan bahwa penurunan total yang terjadi pada tiang tunggal atau kelompok
masih tetap dalam batas-batas toleransi.
e. Untuk meyakinkan bahwa penurunan tidak seragam diantara tiang-tiang masih dalam
batas toleransi.
Sehubungan dengan alasan butir (d), dari hasil banyak pengujian-pengujian beban
tiang, baik tiang pancang maupun tiang bor yang berdiameter kecil sampai sedang (600 mm),
penurunan akibat beban bekerja (working load) yang terjadi lebih kecil dari 10 mm untuk
faktor aman yang tidak kurang dari 2,5 (Tomlinson, 1977).
Universitas Sumatera Utara


Besarnya beban bekerja (working load) atau kapasitas tiang ijin (Q
a
) dengan
memperhatikan keamanan terhadap keruntuhan adalah nilai kapasitas ultimit (Q
u
) dibagi
dengan faktor aman (SF) yang sesuai. Variasi besarnya faktor aman yang telah banyak
digunakan untuk perancangan pondasi tiang pancang, sebagai berikut :
Q
a
=
5 , 2
u
Q
....................................................................................... (2.6)
2.10. Data Kalendering
Untuk perencanaan daya dukung tiang pancang dari hasil kalendering yaitu digunakan
metode Modified New ENR.
Modified New ENR
Qu = …………………………………………….. (2.7)
Ket:
E = Effisiensi hammer
C = 0.254 cm untuk unit S dan h dalam cm
W
p
= Berat tiang
W
R
= Berat hammer
n = koef. Restitusi antara ram dan pile cap
h = tinggi jatuh

W
R
x h = Energi palu
SF yang direkomendasikan = 6




Universitas Sumatera Utara


Tabel 2.3 Harga Effisiensi Hammer dan koef. Restitusi
Tipe Hammer Efficiency, E
Single and double acting hammer 0.7 - 0.8
Diesel Hammer 0.8 - 0.9
drop Hammer 0.7 - 0.9

Pile Material Coefficient of restitution, n
Cast iron hammer and concrette pile ( whitout cap ) 0.4 - 0.5
Wood cushion on steel pile 0.3 - 0.4
Wooden pile 0.25 - 0.3

2.11. Penurunan Tiang
Dalam bidang teknik sipil ada dua hal yang perlu diketahui mengenai penurunan,
yaitu :
a. Besarnya penurunan yang akan terjadi.
b. Kecepatan penurunan.
Istilah penurunan (settlement) digunakan untuk menunjukkan gerakan titik tertentu
pada bangunan terhadap titik referensi yang tetap. Umumnya, penurunan yang tidak seragam
lebih membahayakan bangunan dari pada penurunan totalnya. Contoh-contoh bentuk
penurunan dapat dilihat pada Gambar 2.9





Universitas Sumatera Utara








Gambar 2.9 Contoh kerusakan bangunan akibat penurunan

a. Pada gambar (a), dapat diperhatikan jika tepi bangunan turun lebih besar dari
bagian tengahnya, bangunan diperkirakan akan retak-retak pada bagian tengahnya.
b. Pada gambar (b), jika bagian tengah bangunan turun lebih besar, bagian atas
bangunan dalam kondisi tertekan dan bagian bawah tertarik. Bila deformasi yang
terjadi sangat besar, tegangan tarik yang berkembang dibawah bangunan dapat
mengakibatkan retakan-retakan.
c. Pada gambar (c), penurunan satu tepi/sisi dapat berakibat keretakan pada bagian c.
d. Pada gambar (d), penurunan terjadi berangsur-angsur dari salah satu tepi
bangunan, yang berakibat miringnya bangunan tanpa terjadi keretakan pada
bagian bangunan.
Selain dari kegagalan kuat dukung (bearing capacity failure) tanah, pada setiap proses
penggalian selalu dihubungkan dengan perubahan keadaan tegangan didalam tanah.
Perubahan tegangan pasti akan disertai dengan perubahan bentuk, pada umumnya hal ini
yang menyebabkan penurunan pada pondasi (Hardiyatmo, 1996).
2.11.1 Perkiraan penurunan tiang tunggal
Menurut Poulus dan Davis (1980) penurunan jangka panjang untuk pondasi tiang
tunggal tidak perlu ditinjau karena penurunan tiang akibat konsolidasi dari tanah relatif kecil.
Hal ini disebabkan karena pondasi tiang direncanakan terhadap kuat dukung ujung dan kuat
dukung friksinya atau penjumlahan dari keduanya (Hardiyatmo, 2002).

Universitas Sumatera Utara


Perkiraan penurunan tiang tunggal dapat dihitung berdasarkan :
a. Untuk tiang apung atau tiang friksi
S =
D Es
I Q
.
.
............................................................................... (2.8)
dimana : I = I
o
. R
k
. R
h
. R
μ

b. Untuk tiang dukung ujung
S =
D Es
I Q
.
.
............................................................................... (2.9)
dimana : I = I
o
. R
k
. R
b
. R
μ

dengan :
S = Penurunan untuk tiang tunggal.
Q = Beban yang bekerja
I
o
= Faktor pengaruh penurunan untuk tiang yang tidak mudah mampat (Gambar
2.7).
R
k
= Faktor koreksi kemudah mampatan tiang (Gambar 2.8).
R
h
= Faktor koreksi untuk ketebalan lapisan yang terletak pada tanah keras
(Gambar 2.9).
R
μ
= Faktor koreksi angka Poisson μ (Gambar 2.10).
R
b
= Faktor koreksi untuk kekakuan lapisan pendukung (Gambar 2.11).
h = Kedalaman total lapisan tanah dari ujung tiang ke muka tanah.
D = Diameter tiang.




Universitas Sumatera Utara












Gambar 2.10 Faktor penurunan I
o
(Poulos dan Davis)











Gambar 2.11 Koreksi kompresi, R
k
(Poulos dan Davis)
Universitas Sumatera Utara












Gambar 2.12 Koreksi kedalaman, R
h
(Poulos dan Davis)








Gambar 2.13 Koreksi angka Poisson, R
μ
(Poulus dan Davis) ( Hardiyatmo, H.C., 2002 )



Universitas Sumatera Utara



















Gambar 2.14 Koreksi kekakuan lapisan pendukung, R
b
(Poulos dan Davis)
Pada Gambar 2.16, 2.18, dan 2.19, K adalah suatu ukuran kompresibilitas relatif dari
tiang dan tanah yang dinyatakan oleh persamaan :
K =
s
A p
E
R E .
................................................................................... (2.10)

Universitas Sumatera Utara


dimana : R
A
=
2
.
4
1
d
A
p
π

dengan :
K = Faktor kekakuan tiang.
E
p
= Modulus elastisitas dari bahan tiang.
E
s
= Modulus elastisitas tanah disekitar tiang.
E
b
= Modulus elastisitas tanah didasar tiang.
Perkiraan angka Poisson (μ) dapat dilihat pada Tabel 2.5 Terzaghi menyarankan nilai
μ = 0,3 untuk tanah pasir, μ = 0,4 sampai 0,43 untuk tanah lempung. Umumnya, banyak
digunakan μ = 0,3 sampai 0,35 untuk tanah pasir dan μ = 0,4 sampai 0,5 untuk tanah
lempung.
Tabel 2.4 Perkiraan angka poisson (μ ) ( Hardiyatmo. H.C., 1996 )

Macam Tanah

Lempung jenuh
Lempung tak jenuh
Lempung berpasir
Lanau
Pasir padat
Pasir kasar
Pasir halus
0,4 – 0,5
0,1 – 0,3
0,2 – 0,3
0,3 – 0,35
0,2 – 0,4
0,15
0,25

Berbagai metode tersedia untuk menentukan nilai modulus elastisitas tanah (E
s
),
antara lain dengan percobaan langsung ditempat yaitu dengan menggunakan data hasil
pengujian kerucut statis (sondir). Karena nilai laboratorium dari E
s
tidak sangat baik dan
Universitas Sumatera Utara


mahal untuk mendapatkan (Bowles, 1977). Bowles memberikan persamaan yang dihasilkan
dari pengumpulan data pengujian kerucut statis (sondir), sebagai berikut :
E
s
= 3q
c
(untuk pasir)............................................... (2.11a)
E
s
= 2 sampai 8q
c
(untuk lempung)......................................... (2.11b)
Dari analisa yang dilakukan secara mendetail oleh Meyerhoff, untuk nilai modulus
elastisitas tanah dibawah ujung tiang (E
b
) kira-kira 5-10 kali harga modulus elastisitas tanah
di sepanjang tiang (E
s
).
Rumus untuk penurunan tiang elastis adalah :
S =
Ep A
L Q Q
s
.
) ( ξ +
..................................................................... (2.12)
dimana :
Q = Beban yang bekerja
Q
s
= Tahanan gesek
ξ = Koefisien dari skin friction
Ep = Modulus elastisitas
Nilai ξ tergantung kepada unit tahanan friksi ( kulit ) alami pada sepanjang tiang
terpancang di dalam tanah. Nilai ξ = 0,5 adalah dimana bentuk unit tahanan friksi
( kulit ) alaminya berbentuk seragam atau simetris, seperti persegi panjang maupun parabolic
seragam, umumnya pada tanah lempung atau lanau. Nilai ξ = 0,67 adalah jika bentuk unit
tahanan friksi ( kulit ) alaminya berbentuk segitiga, umumnya pada tanah pasir.

2.12 Data Loading Test
Loading test biasa disebut juga dengan uji pembebanan statik. Cara yang paling dapat
diandalkan untuk menguji daya dukung pondasi tiang adalah dengan uji pembebanan statik.
Interprestasi dari hasil benda uji pembebanan statik merupakan bagian yang cukup penting
untuk mengetahui respon tiang pada selimut dan ujungnya serta besarnya daya dukung
Universitas Sumatera Utara


ultimitnya. Berbagai metode interprestasi perlu mendapat perhatian dalam hal nilai daya
dukung ultimit yang diperoleh karena setiap metode dapat memberikan hasil yang berbeda.
Yang terpenting adalah agar dari hasil nilai uji pembebanan statik, seorang praktisi
dalam rekayasa pondasi dapat menentukan mekanisme yang terjadi, misalnya dengan melihat
kurva beban – penurunan, besarnya deformasi plastis tiang, kemungkinan terjadinya
kegagalan bahan tiang, dan sebagainya.
Pengujian hingga 200% dari beban kerja sering dilakukan pada tahap verifikasi daya
dukung, tetapi untuk alasan lain misalnya untuk keperluan optimasi dan untuk control beban
ultimit pada gempa kuat, seringkali diperlukan pengujian sebesar 250% hingga 300% dari
beban kerja.
Pengujian beban statik melibatkan pemberian beban statik dan pengukuran
pergerakan tiang. Beban – beban umumnya diberikan secara bertahap dan penurunan tiang
diamati. Umumnya definisi keruntuhan yang diterima dan dicatat untuk interprestasi lebih
lanjut adalah bila di bawah suatu beban yang konstan, tiang terus – menerus mengalami
penurunan. Pada umumnya beban runtuh tidak dicapai pada saat pengujian. Oleh karena itu
daya dukung ultimit dari tiang hanya merupakan suatu estimasi.
Sesudah tiang uji dipersiapkan ( dipancang atau dicor ), perlu ditunggu terlerbih
dahulu selama 7 hingga 30 hari sebelum tiang dapat diuji. Hal ini penting untuk
memungkinkan tanah yang telah terganggu kembali keadaan semula, dan tekanan air pori
akses yang terjadi akibat pemancangan tiang telah berdisipasi.
Beban kontra dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan
menggunakan system kentledge seperti ditujukan pada gambar. Selain itu juga dapat
digunakan kerangka baja atau jangkar pada tanah seperti diilustrasikan pada gambar.
Pembebanan diberikan pada tiang dengan menggunakan dongkrak hidrolik.
Pergerakan tiang dapat diukur dengan menggunakan satu set dial guges yang
terpasang pada kepala tiang. Toleransi pembacaan antara satu dial gauge lainnya adalah 1
mm. Dalam banyak hal, sangat penting untuk mengukur pergerakan relative dari tiang.
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari interaksi tanah dengan tiang,
pengujian tiang sebaiknya dilengkapi dengan instrumentasi. Instrumentasi yang dapat
digunakan adalah strain gauges yang dapat dipasang pada lokasi – lokasi tertentu
disepanjang tiang. Tell – tales pada kedalaman – kedalaman tertentu atau load cells yang
ditempatkan di bawah kaki tiang. Instrumentasi dapat memberikan informasi mengenai
pergerakan kaki tiang, deformasi sepanjang tiang, atau distribusi beban sepanjang tiang
selama pengujian.
Universitas Sumatera Utara



Gambar 2.15 Pengujian dengan sistem kentledge ( Coduto,2001 )


Gambar 2.16 Pengujian dengan tiang jangkar ( Tomlinson,1980 )
a. Metode Pembebanan
Metode pembebanan dapat dilakukan dengan beberapa cara:


1) Prosedur Pembebanan Standar ( SML ) Monotonik
Slow Maintained Load Test ( SML ) menggunakan delapan kali pengingkatan beban.
Prosedur standar SML adalah dengan memberikan beban secara bertahap setiap 25%
dari beban rencana. Untuk tiap tahap beban, pembacaan diteruskan hingga penurunan (
settlement ) tidak lebih dari 254 mm/ jam, tetapi tidak lebih dari 2 jam. Penambahan
beban dilakukan hingga dua kali beban rencana, kemudian ditahan. Setelah itu beban
diturunkan secara bertahap untuk pengukuran rebound.
Universitas Sumatera Utara


2) Prosedur Pembebanan Standar ( SML ) siklik
Metode pembebanan sama dengan SML monotonik, tetapi pada tiap tahapan beban
dilakukan pelepasan beban dan kemudian dibebani kembali hingga tahap beban
berikutnya ( unloading – reloading ). Dengan cara ini, rebound dari setiap tahap beban
diketahui dan perilaku pemikulan beban pada tanah dapat disimpulkan dengan lebih
baik. Metode ini membutuhkan waktu yang lebih lama daripada metode SML
monotonik.
3) Quick Load Test ( Quick ML )
Karena prosedur standar membutuhkan waktu yang cukup lama, maka para peneliti
membuat modifikasi untuk mempercepat pengujian. Metode ini kontrol oleh waktu dan
penurunan, dimana setiap 8 tahapan beban ditahan dalam waktu yang singkat tanpa
memperhatikan kecepatan pergerakan tiang. Pengujian dilakukan hingga runtuh atau
hingga mencapai beban tertentu. Waktu total yang dibutuhkan 3 hingga 6 jam.


Gambar 2.16 Contoh hasil uji pembebanan statik aksial tekan ( Tomlinson,2001 )

4) Prosedur Pembebanan dengan Kecepatan Konstan ( Constant Rate of Penetration
Method Atau CRP )
Metode CRP merupakan salah satu alternative lain untuk pengujian tiang secara
statis. Prosedurnya adalah dengan membebani tiang secara terus – menerus hingga
kecepatan penetrasi ke dalam tanah konstan. Umumnya diambil patokan sebesar 0.245
cm/ menit atau lebih rendah bila jenis tanah adalah lempung.
Hasil pengujian tiang dengan metode CRP menunujukkan bahwa beban runtuh
relative tidak tergantung oleh kecepatan penetrasi bila digunakan batasan kecepatan
Universitas Sumatera Utara


penurunan kurang dari 0.125 cm/menit. Kecepatan yang lebih tinggi dapat
menghasilkan daya dukung yang sedikit. Beban dan pembacaan deformasi diambil
setiap menit. Pengujian dihentikan bila pergerakan total kepala tiang mencapai 10%
dari diameter tiang bila pergerakan ( displacement ) sudah cukup besar.
Pengujian dengan metode CRP umumnya membutuhkan waktu sekitar 1 jam
(tergantung ukuran dan daya dukung tiang). Metode CRP memberikan hasil serupa
dengan metode Quick ML, dan sebagaimana metode Quick ML, metode ini juga dapat
diselesaikan dalam waktu 1 hari.

b. Interprestasi Hasil Uji Pembebanan Statik
Dari hasil uji pembebanan, dapat dilakukan interprestasi untuk menentukan
besarnya beban ultimit. Ada berbagai metode interprestasi, namun dalam Tugas
Akhir hanya akan dibahas Metode Davisson.
1) Metode Davisson
Prosedur penentuan beban ultimit dari pondasi tiang dengan menggunakan
metode ini adalah sebagai berikut:
Gambarkan kurva beban terhadap penurunan.
1. Penurunan elastik dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:
………….. (2.13)
Dimana :
Se = Penurunan elastik
Q = Beban uji yang diberikan
L = Panjang Tiang
Ap = Luas Penampang Tiang
Ep = Modulus elastisitas tiang
2. Tarik garis OA seperti gambar berdasarkan persamaan penurunan elastik ( Se ).
3. Tarik garis BC yang sejajar dengan garis OA dengan jarak X, dimana X adalah:
X = 0.15 + D/120 ….. ( dalam inchi )
dengan D adalah diameter atau sisi tiang dalam satuan inchi.
Universitas Sumatera Utara


4. Perpotongan antara kurva beban – penurunan dengan garis lurus merupakan daya
dukung ultimit.

Gambar 2.18 Interpretasi daya dukung ultimit dengan metode Davisson M.T













Universitas Sumatera Utara
paftar Personillntj
No Nama ,abatan Dalam Proyek
Pengalaman Dalam
Jabatan Yang Sarna
(Tahun)
Pro(esljKeahlian (SKAjSKT)
I
- ­
2
1 Alias, ST
3
General Supcritendcy
4
S
5
Ahli Madya Teknik Sipil
6
Terlampir
2 Kaidah, ST Site Manager 4 Ahli Madya Teknik Sipil TerJampir
3 Ilham Material Engineer 3 Logi5tik Terlampir
4 Firman,ST Quality Engineer 3
-.
Ahli Madya P.k.
Struktur
TerlClmpir
5 Yufita Triyani, ST Safety Engineer 3 K3 Terlampir
6 Sujono'sT

Bridge Enginer 3
- .
Ahli Madya Pek. J<ll an Tcrlampir
Samarinda.13 Februari 2012
PT. CADIKA UTAMA
1. Posisi yang diusulkan : General Supertendent
2. Nama Perusahaan : PT. CADIKA UTAMA
3. Nama Personil : ALIAS, ST
4. Tempat/Tanggal Lahir : Pare-pare, 21 Oktober 1965
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan, : Universitas Muslim Indonesia (UMI),
tempat dan tahun tamat belajar, Makassar, 1993
6. Pendidikan Non Formal : Ahli Madya Teknik Sipil
Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia
7. Pengalaman Kerja :
Tahun
a. Nama Proyek : Peningkatan dan pemeliharaan Jalan Palopo-Tator
b. Lokasi Proyek : Palopo, Sulawesi Selatan
c. Nama Perusahaan : PT. Tuju Wali-wali
d. Posisi Penugasan : Pelaksana
e. Pemberi Tugas : Dinas Pekerjaan Umum Prov. Sulawesi Selatan
f. Alamat : Makassar
Tahun
a. Nama Proyek : Pembangunan Gedung PUSKUD 3 Unit
b. Lokasi Proyek : Makassar, Sulawesi Selatan
c. Nama Perusahaan : PT. Diar Karu Graha
d. Posisi Penugasan : Pelaksana
e. Pemberi Tugas : PUSKUD, Makassar
f. Alamat : Makassar
Tahun
a. Nama Proyek : Pembangunan Perumahan DOLOG 27 Unit
b. Lokasi Proyek : Makassar, Sulawesi Selatan
c. Nama Perusahaan : PT. Duta Sarana
d. Posisi Penugasan : Site Engginer
e. Pemberi Tugas : DOLOG, Sulawesi selatan
f. Alamat : Makassar
Tahun
a. Nama Proyek : Peningkatan Taxi way Bandara Manday
b. Lokasi Proyek : Makassar, Sulawesi Selatan
c. Nama Perusahaan : PT. Indek
d. Posisi Penugasan : Quality Kontrol
e. Pemberi Tugas : PT. Angkasa Puri, Sulawesi Selatan
f. Alamat : Makassar
2000
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
1993
1996
1998
Tahun
a. Nama Proyek : Pembangunan Jalan & Drainase Minasa Upa
b. Lokasi Proyek : Makassar, Sulawesi Selatan
c. Nama Perusahaan : PT. Amala Sejahtera
d. Posisi Penugasan : Site Engginer
e. Pemberi Tugas : Pemkot Makassar
f. Alamat : Makassar
Tahun
a. Nama Proyek : Pembangunan Kantor Kejaksaan Bontang
b. Lokasi Proyek : Bontang, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Multi Anugrah Utama
d. Posisi Penugasan : Site Engginer
e. Pemberi Tugas : Pemkot Bontang
f. Alamat : Bontang, Kalimantan Timur
Tahun
a. Nama Proyek : Pembangunan Jalan Bt. Reddi Sangatta
b. Lokasi Proyek : Sangatta, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Mitra Utama Selaras
d. Posisi Penugasan : Site Engginer
e. Pemberi Tugas : Pemkab. Sangatta
f. Alamat : Sangatta, Kalimantan Timur
Tahun
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan Lingkar Luar Nunukan
b. Lokasi Proyek : Nunukan, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Gerbang Borneo
d. Posisi Penugasan : Site Engginer
e. Pemberi Tugas : Pemkab. Nunukan
f. Alamat : Nunukan, Kalimantan Timur
dan seterusnya.
2009
2002
2001
Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika
terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka
saya siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.
2006
1. Posisi yang diusulkan : Site Engineer
2. Nama Perusahaan : PT. CADIKA UTAMA
3. Nama Personil : KAIDA, ST
4. Tempat/Tanggal Lahir : Salimpus, 16 November 1980
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan, : S.1 Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin (UNHAS)
tempat dan tahun tamat belajar, Makassar, 2005
6. Pendidikan Non Formal : Ahli Muda Pelaksana Jalan
Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia
7. Pengalaman Kerja
Tahun
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan & Maintenance
b. Lokasi Proyek : Areal Tambang Ds. Santan
c. Nama Perusahaan : PT. Kaltim Wiraputra Bontang
d. Posisi Penugasan : Surveyor
e. Pemberi Tugas : PT. Indominco Mandiri
f. Alamat : Bontang
Tahun
a. Nama Proyek : Peningkatan Jalan dan Drainase
b. Lokasi Proyek : Kanaan, Bontang Barat
c. Nama Perusahaan : PT. Eva Emilia
d. Posisi Penugasan : Surveyor
e. Pemberi Tugas : Dinas P.U Bontang
f. Alamat : Bontang
Tahun
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan dan maintenance
b. Lokasi Proyek : Areal Tambang Tandung Mayang
c. Nama Perusahaan : PT. Kaka Rahayu
d. Posisi Penugasan : Surveyor
e. Pemberi Tugas : PT. Kitadin
f. Alamat : Bontang
Tahun
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan Lingkar Luar Nunukan
b. Lokasi Proyek : Nunukan, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Gerbang Borneo
d. Posisi Penugasan : Surveyor
e. Pemberi Tugas : Pemkab. Nunukan
f. Alamat : Nunukan, Kalimantan Timur
Bontang, 09 Januari 2012
Mengetahui : Yang membuat pernyataan,
PT. CADIKA UTAMA
S A F R I KAIDA, ST
Direktur
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
2006
2007
2008
Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika
terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya
siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.
2009
1. Posisi yang diusulkan : Pelaksana Logistik
2. Nama Perusahaan : PT. CADIKA UTAMA
3. Nama Personil : I L H A M
4. Tempat/Tanggal Lahir : Bontang, 31 Mei 1986
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan, : Sekolah Menengah Kejuruan
tempat dan tahun tamat belajar, Bontang, 2004
6. Pendidikan Non Formal : Pelaksana Logistik
7. Pengalaman Kerja
Tahun 2005 - 2007
a. Nama Proyek : Trunkline Maintenance Service
b. Lokasi Proyek : Areal Vico Indonesia
c. Nama Perusahaan : PT. Novita Graha Mulia
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : PT. Vico Indonesia
f. Alamat : Muara Badak
Tahun 2007 - 2009
a. Nama Proyek : Trunkline Maintenance Service
b. Lokasi Proyek : Areal Vico Indonesia
c. Nama Perusahaan : PT. Novita Graha Mulia
d. Posisi Penugasan : Adm. Logistik
e. Pemberi Tugas : PT. Vico Indonesia
f. Alamat : Muara Badak
Tahun 2010 - 2011
a. Nama Proyek : Maintenance Jalan dan drainase
b. Lokasi Proyek : Site Plant PT. Badak, NGL
c. Nama Perusahaan : PT. Tri Putra Mandiri Plus
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : PT. Badak, NGL
f. Alamat : Kota Bontang
Bontang, 09 Januari 2012
Mengetahui : Yang membuat pernyataan,
PT. CADIKA UTAMA
MURSALIM DATJING I L H A M
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika
terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya
siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.
Direktur
1. Posisi yang diusulkan : Quality Engineer
2. Nama Perusahaan : PT. CADIKA UTAMA
3. Nama Personil : FIRMAN FADILLAH, ST
4. Tempat/Tanggal Lahir : Klaten, 09 Maret 1985
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan, : S.1 Teknik, Univ Islam Indonesia
tempat dan tahun tamat belajar, Yogyakarta, 2007
6. Pendidikan Non Formal : -
7. Pengalaman Kerja :
Tahun
a. Nama Proyek : Pemb. jalan Hauling
b. Lokasi Proyek : Areal Tambang Tandung Mayang
c. Nama Perusahaan : PT. Kaka Rahayu
d. Posisi Penugasan : Staff Logistik
e. Pemberi Tugas : PT. Kitadin, Site Tandung Mayang
f. Alamat : Kota Bontang
Tahun
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan Lingkar Luar Nunukan
b. Lokasi Proyek : Nunukan, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Gerbang Borneo
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : Pemkab. Nunukan
f. Alamat : Nunukan, Kalimantan Timur
Tahun
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan dan drainase
b. Lokasi Proyek : Areal Pembangunan Pabrik Ammonium Nitrate
c. Nama Perusahaan : PT. Graha Mandala
d. Posisi Penugasan : Werehouse
e. Pemberi Tugas : PT. Rekayasa Industri
f. Alamat : Kota Bontang
Tahun
a. Nama Proyek : Pemb. Rumah Layak Huni
b. Lokasi Proyek : Kab. Nunukan
c. Nama Perusahaan : PT. Novi Aurelia Perkasa
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : Dinas PU TK. I Kaltim
f. Alamat : Samarinda
Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika
terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga
maka saya siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
2009
2008
2010
2011
1. Posisi yang diusulkan : Safety Engineer
2. Nama Perusahaan : PT. CADIKA UTAMA
3. Nama Personil : YUFITA TRIYANTI
4. Tempat/Tanggal Lahir : Ujung Pandang, 02 Juli 1972
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan, : Universitas Tanjung Pura
tempat dan tahun tamat belajar, Tanjung Pura 2002
6. Pendidikan Non Formal : Sertifikat Computer
7. Pengalaman Kerja
Tahun
a. Nama Proyek : Pembangunan Kantor Kejaksaan Bontang
b. Lokasi Proyek : Bontang, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Multi Anugerah Utama
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : Pemkot Bontang
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : s/d 11 Jun 2002
Tahun
a. Nama Proyek : Pembangunan Jalan Bt. Reddi Sangtta
b. Lokasi Proyek : Sangatta
c. Nama Perusahaan : PT. Mitra Utama Selaras
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : DPU Kab. Sangatta
f. Alamat : Sangatta
g. Waktu pelaksanaan : s/d 21 Nov 2005
Tahun
a. Nama Proyek : Pemb. SMP 1 Unggulan Nunukan
b. Lokasi Proyek : Kab. Nunukan
c. Nama Perusahaan : PT. Borneo Abadi Jaya Mandiri
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : DPU Kab. Nunukan
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : s/d 07 Nov 2006
Tahun
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan Lingkar Luar Nunukan
b. Lokasi Proyek : Nunukan, Kalimantan Timur
c. Nama Perusahaan : PT. Gerbang Borneo
d. Posisi Penugasan : Logistik
e. Pemberi Tugas : Pemkab. Nunukan
f. Alamat : Nunukan, Kalimantan Timur
g. Waktu pelaksanaan : s/d 28 Apr 2009
2002
2004
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
2006
2009
15 Jul 2001
15 Jul 2004
03 Mei 2006
25 sep 2008
Tahun
a. Nama Proyek : Pemb. Work Shop
b. Lokasi Proyek : Site Tandung Mayang
c. Nama Perusahaan : PT. Lam Hot Mauli
d. Posisi Penugasan : Pelaksana
e. Pemberi Tugas : PT. Pama Persada
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : s/d 10 Nov 2010
Bontang, 27 September 2011
Mengetahui : Yang membuat pernyataan,
PT. CADIKA UTAMA
Hj. SARI MEGAWATI YUFITA TRIYANTI
Direktur
Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika
terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya
siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.
2010
08 Feb 2010
1. Posisi yang diusulkan : Bridge Engineer
2. Nama Perusahaan : PT. CADIKA UTAMA
3. Nama Personil : SUJONO
4. Tempat/Tanggal Lahir : Medan, 16 Desember 1981
5. Pendidikan (Lembaga pendidikan, : SARJANA TEKNIK
tempat dan tahun tamat belajar, SAMARINDA
6. Pendidikan Non Formal : Kursus Komputer& Sertifikat Keterampilan Kerja
7. Pengalaman Kerja
Tahun
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan Kawasan Pabrik Ammonium Nitrate
b. Lokasi Proyek : Area Pabrik PT. Kaltim Parna Industri
c. Nama Perusahaan : PT. Long Segar
d. Posisi Penugasan : Administrasi
e. Pemberi Tugas : PT. Kaltim Parna Industri
f. Alamat : Bontang
g. Waktu pelaksanaan : s/d
Tahun
a. Nama Proyek : Peningkatan Jalan dan Drainase
b. Lokasi Proyek : Ds. Sekambing Bontang Lestari
c. Nama Perusahaan : PT. Eva Emilia
d. Posisi Penugasan : Administrasi
e. Pemberi Tugas : Dinas PU Bontang
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : s/d
Tahun
a. Nama Proyek : Pemb. Jalan dan maintenance
b. Lokasi Proyek : Areal Tambang Tandung Mayang
c. Nama Perusahaan : PT. Kaka Rahayu
d. Posisi Penugasan : Administrasi
e. Pemberi Tugas : PT. Kitadin, Site Tandung Mayang
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : s/d
Tahun
a. Nama Proyek : Service Jalan Area
b. Lokasi Proyek : Site Plant PT. Badak, NGL
c. Nama Perusahaan : PT. Nur Maulana
d. Posisi Penugasan : Administrasi
e. Pemberi Tugas : PT. Badak, NGL
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : s/d
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
2007
2008
2005
2009
20 Apr 2005 21 Des 2005
09 Mar 2007 10 Nov 2007
09 Mar 2008 10 Apr 2008
09 Mar 2009 10 Nov 2009
Tahun
a. Nama Proyek : Peningkatan Jalan Cut Nyak Dien
b. Lokasi Proyek : Kec. Bontang Utara
c. Nama Perusahaan : PT. Lam Hot Mauli
d. Posisi Penugasan : Administrasi
e. Pemberi Tugas : Dinas PU Bontang
f. Alamat : Kota Bontang
g. Waktu pelaksanaan : s/d
Tahun
a. Nama Proyek : Peningkatan Jalan Tembus Pupuk Kaltim
b. Lokasi Proyek : Kota Bontang
c. Nama Perusahaan : PT. Long Segar
d. Posisi Penugasan : Administrasi
e. Pemberi Tugas : Dinas P.U Bontang
f. Alamat : Bontang
g. Waktu pelaksanaan : s/d
Bontang, 27 September 2011
Mengetahui : Yang membuat pernyataan,
PT. CADIKA UTAMA
MURSALIM DATJING SUJONO
Direktur
2011
Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika
terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya
siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.
2010
08 Feb 2010 09 Mei 2010
26 Apr 2011 27 Jul 2011
.'
,
,

: -
ASOSIA51 TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA
INDONESIAN SOCIETY OF CONSTRUCTION EXPERT

Akrcdlt:ul l:cml:llga Pcngembang:l.nj'\S:\ KonmuKs\ No. 9iIKPTSlLPJKlDNIIV2001 A TA K I
SERTIFIKAT KEAHLIAN
Oi9215
D /ATAI\ ' /SI(M1VIlU("IA No. . ............... •• ••• ·M·.·.·.· ... •··· •• ·· .......................... .
SI3UAI D;'f'.;GI, N KETEN':·U .... N llr-.OANC·l::-lOi\hG NCM('lt l d T"l h)N i !i9l"
JASA KONSTltUKSI DAN PERATUllAN PEMERI:-': Tt'.Ii I'-IOMQR 26, 2y, DAN .30 TAHUN 2::JOO.
AHLI K0NSTllUK::1 I:-':OO>':J;SlJl. Dt:.I'IG/\N I NI MENYATAKAN U>\II WA .
S'l
TELAH MEMENUHI SEMUA DAN KETENTUAN 'fANG DITETAPKAN OLEH
ASOSIASI TENAGA ABU KON5TRUKSIIN:>ONES1A, 5EiUNGGA DENGAN 1)EMIKIAN,
DEm"v.v. MENDAl'ATKAN SERTIFIKAT IN! UNTUK DERPRAKTEK :
t .HLl MUDA
PELAKSANA 5TRDKTUR
011 ;)!]M<.!.!UIt
TA,'CC: ,',L
,.
ri::1" Cl'·.:.:':: :0;";,.' ;.1
ASOS1 AS! TJ::Nt .G/, ,\!·;i. ,.;: . ' ;.,: s: It'' uC-'':ESiA
DIREG1$TR',SIOL;';H
LEMBAGA
JASA KONSTR;JYSI NA510"'l AL
DAOAN rELAKSANA
1.2 .202.3.37.OQ .06 12.\\
,
,
I
,
" , . r • - •
.. "
-
-
-
"
,
I
I
I
,
.. -;:- . . " -_.'-
Nomor· tl2E<,' FTS
INDONESIA
;·h..i$li:N IJt l iVERSITY OF
\ (/1 f i,.J __ ...J.!..:...JJ. t ,\: :-1}1
I.J ,\ ZMI " G lnIFI (.\TF"
Diberikan kepada • Tr,is i s certify that· ,J j..t.; ... ..::.;\ ":"""':'.
- .
Nan"'; . N:;;1l1':;

. .
.Imh.:k Mahas:s'::;:> • . =!eg.s!f.=!ior.
r!,;
Tempa! d::. Tar!gg<!1 Lcbr· Pia .. : cnd cl
,.! J J .... ;1
- ..
Fa%uites - racu:ly
:' (
Jun.:san· r:::=;i:itmSrlt
r--LI
P::- ;lram S:.:; · Siudy p!':;:;';'l

'.r ....
C::-: ·f.c;:t= I C ;: ' ; r. ',;

,asi . . !!};cr=,= '.,,'.1(' "
.....;.\ ,.;..:. ':,' \
T;;nggai Yl ,,; ish:i.t - u=;e
.......

,
. \ Ii" ,
. •. _,.J..:....J:
.
J33 J'JI !SJ 1U33i273Sl
r ,\ r r , \' I ,\ r, . \" r \ "I' \' r i
;-:;;; :c P:sre. 21 Oes=rnber 195 1
" ·, 1 . .1j • ,oj
.r-.. ''':> --' .., oJ
. ':n9meering
;--' .!.-"; --j---1\
r··::r.ik S·PII. Clvli Fnginc:€ri ng
t+
I . ·'.nl;" :iJpli . CI\'II Engm;oEnn;
.!.";I J.....,; ':)1
... S !, \ .. S 1 €
., .,
- --"
I !,t...K·!I.'1.11/1 9S3
I?,/

\ '. ; ,\ I I T
/! - '-v""W
. , .....,' .. .,.
- .,
12 19C!6
:, " >..:1 o...:.!
,,J. ".
22 m.R
_/
r/;
(etah segala persiar;;:.:;n y. ng t!rll uk IJ,-:.zah I= ;:ida Universitas Indonesia
has SUC:5STully z::::corr:p;;shed all requi ,'elllents f.:r :i': !'! i?tIJi,IlIlcnt of al Moslem University of Ir.,jor.esia.
:;:""'"-'-',; r.!... ... J·] -'..J...;b, i ;,!" "\ ,...J...;. J '_ .. ..:'>..!..I J....h..,.jl .bJ . >·!1 ..... .!l .! I ... \ .!..a...I
. _ .lr"""-..., r- . _ ,J" ..;-- .... .
.
2 Sya'l =" I.o!l:i H
r: . . .. ••
_ . • ·•· .. 10 ,;. f.1/-::. j.. : .•
':;- '. _. -',. .,. .. ...... .

. . _. -r,;o . ...r .... , :1<

t
.,,· ... "", ,,.,'t. "
.. , . .. ,
r !"
. .. \".,,-.j .. ;,
'1,:.,\:-, .... . ...
.. .... .." .. ..... .
?rof:"pr. H. Rarr:f'lH..'":.:·
:' . . =

,.
, j- ,
__ \'.\ .. ··-o.!uf.
, ..•
. -
\ r"· .
: ',:;:(>,t t'1 .
.' ... ' 7,- . /1
::-- ' .. {(
H: Iskandar BP.,,,Sc.
.. ':. .... _ ... 5 11'1):- O·c.::
' .... ":-_::;.1... _ .. ') " '"
.5' .:0./
.. ; .... .
";;ilI
?lif!1
-"
....

. ;
..
. "
: .... ~ ~ .
,';
' .
" .
.'
'"'
a ~ ~ o I d
11' U '1* .
.' .
L
Nomor seri ljazah 3 .. U ·.4..7.0.9.
UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 ( UNTAG ) SEMARANG
...................... .
.. c;. .. .... .
Memberi kan ljazatl kepada
T empat dan tanggal lahir
NIRM ...................................... ................... .
Program Pendidikan
Fakultas
Jurusan
Program Studi
Sarjana ( S.1
Teknik
Teknik Sipil
Teknlk SipU
S t atus
Dlakul berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 0789/0/1987 tanggal Desember 1987
tjazah ini diserahkan setetah yang borsangkutan memenuhi semua persyaratan yang ditentukan dan kepadanya
dilimpahkan segala wewenang dan hak yang berhubungan dengan Ijazah yang dimilildnya.
N.I.R.L '.tS0439:7.
oltih :
,/ Kopertis Wilayah VI
',"/-' -'., w lJ 'J
, .... _. : .., .. :4.\lX . ... 19,_
" K A N 'f'. F
': • S1 . "
.: t ..
0-
_
\:-., <>,)'-..
', ::':: C; 'I>Rf'lF:' RllljNY HANITIJO SOEMITRO, SH /'
.. ....-
--.;;:;;: __ N,I.P, : 130350517 ______
Semarang, ... .... t9!JJ
..--
..: ... ,'7
/ :<;1"" ''i
9 v'
'il>
.1\ .., ".0{ fj.

,: ,,' ,
".' \
' -"
';', J- ------...
/
' , NTO
'''MAk >-' ' , SUJA
" .' DRS
.•.. Nrp.' : 111301

-
"',
T....".VTII'Utlll
J ..... I(._
III ..... '
,,-
O •• IIiK.'
f'AOVlNSI KALIMANTAN TIMUR
KOTA kONTANG
, «14010101$1DOO.
, II HillIn IIOVrT'lHO IOI!MHI
GoL
.. ,. """" 11TH Key ,
"
(""" "'''I t il' .....
,
, 1 '
1"1
PERNYATAAN
Saya yang berlanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa
dalam berpraktek sebagai :
AHLI MADYA
PELAKSANA JALAN
Saya berpnji :
1. Akan patuh mdaksanakan Kode Etik Profesi yang ditetapkan oleh ATAKI.
2. Akan mematuhi segala ketentuan hukum yang sah berlaku di tempat
dilaksanakannya karya saya.
Dengan ini saya menyatakan pula bahwa saya:
a) mengakui dan mcnerima scpcnuhnya wcwcnang ATAKI untuk mcnitai pengaduan
dan alau keluhan apapun dan masyarnkat yang menyangkut janji tersebm di alas.
b) menerima sanksi apapun apabila saya melanggar janji tersebut.
Saya yang ber"
HERI SETIONO S., ST
Anggota ATAKI No ..
17.05.060159-6598
Ditetapkan di:
Jakarta
Tangsal:
IS-May-20lO
ASOSIASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA
INDONESIAN SOCIETY OF CONSTRUCTION EXPERT
Akreditasi Lembaga Penge mbanga n Jasa Konstruksi No. 94/KPTSlLPjKlDNIIII2004

ATAKI
044391
SERTIFIKAT KEAHLIAN
No. _ ... ..... .
SESUAI DENGAN KETENTUAN UNDANG·UNDANG NOMOR 18 TAHUN 1999 TENTANG
JASA KONSTRUKSI DAN PERATURAN PEMER1NTAH NOMQR 28, 29, DAN 30 TAHUN 2000.
ASOSIA$1 TENAGA AHU KONSTRUK$IINDONE51A DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA
HERI SETIONO 5., ST
TELAH MEMENUHI SEMUA PERSYARATAN DAN KETENTUAN YANG DITETAPKAN OLEH
ASOSIA$I TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESlA, SEHINGGA DENGAN OEMIKIAN,
BERHAK MENDAPATKAN SERT1FlKAT INl UNTUK BERPRAKTEK SEBAGAI :
AHLI MADYA
PELAKSANA JALAN
DlTETAPKAN 01 JAKARTA
TANGGAL
IS-May-2010
PENGURUS rUSAT
ASOSIASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA
I e MAN AHARA R SIA, HUN
KETUA UMUM
OJREGISTRAS10LEH
LEMBAGA PENGEMMNGAN
JASA KONSTRUKSI NASIONAL
BADAN PELAKSANA
Jr. SOEMARJANTO. MM h
DlREKTUR
Xrtifik.1l ini berlaku selama 3 tahun sejak tanggal dilttapkan
No. Rtgistrasi: 1.2.306.2.57.09. 101370
I I
,tJ
B' w


REPUBLIK
SEKOLAH MENENGAH KEJU TAHUN
Bidang Keahlian: ____ _
Program Keahlian:
Berdasarkan Surat Keputusan .... .... .. .. ... ......................... .
.. ........ ....... ................... .... . Provinsi ..... . 'Xili:i-J:1tileJ:l-Pt1: .nm-1:'r. ... .
nomor . / ;;9""" ... tanggal . .. :?:"",-:I ... .
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan .... ... .... .. ....... .
.. .. ....... .
Penyelenggara Ujian Nasional menerangkan bahwa:
....................... .. 1LHAM ............................ .
lahir pada tanggal ...... ..... ... .. .. ..... ....................................... .
di ...... ...................... anak dari .... .............. .
sekolah asal .. induk ... Z-7"1Q, ....... .
telah lulus mengikuti Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2003/2004.
No.DH::1('Mk 0708700
PT. NOVITA GRAHA MULIA
CONTRACTORS - 51 I'Ll ERS - RENTALS & SERVICES
JI. MT. Haryono Komplek Ruko Tamansari Sulcit Mutlara (WIKA) Siok A. 1 No. 17
Balikpapan 76125 - Kalimantan Timur
Phone: (+62-.542) - 873241, Fax. (+62..s42) 873011 E-mail: ptnovita@yahoo.com
CERTIFICATE EMPLOYMENT
NO. 1981ADMINGM - BDKNll12009
This Is Certify That
Bersama ini Menerangkan Bahwa :
NAME:ILHAM
Had been employed by PT. Novita Graha
Mulia, under contract service with VICO
Indonesia Bid 34230, as the following
information:
Telah dipekerjakan kepada PT. Novita Graba
Mulia, dalam kontrak kerja dengan VICO
Indonesia Bid, 34230 dengan keterangan
sebagai berikut :
Work Contract
Kontrak Kerja
Work Location
Lokasi Kerja
Reeinning Clasification
Jabatan Awol
Final Clasifi cation
Jabotan Tcrakhir
Period of Service
Masa Kcrja
Reason For TC!5.nination
AJasan Bcrhcnti
Remarks
Keterangan
TRUNKLINE MAINTENANCE SERVICES
BADAK FIELD
ADMINISTRATION
ADMINISTRATION
July 17,2007 Thru July 17,2009
JOB COMPLETED
we wish to express our thanks for his eUarts and participation 011 his
assegment and wish him success in the future.
Kami mengucapkan terima kasih atas usaha dan partisipasinya selama
Bertugas dan semoga lebih berhasil pada masa mendatang.
Dengan terbitnya surat ini, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan pemutusan hubungan kerja
telah diterima dengan baik dan tidak ada tuntutan apapun dikernudian hari.
Confirmcnd by Muar. Badnk, 21 Juli 2009
PT. GRAHA MULIA
.,
...
PT. NOVITA GRANA MU
CONTRACTORS . • REIHALS & SERVICES
... u .. OIZA
JI. MT. Haryono Komplek Ruko Tamansarl Bukit MuUara (WIKA) BlokA. 1 No, 17
Balikpapan 76125 - Kalimantan "Timur
Pl10ne : (+62-642) - 873241, Fax. (+62-542) 873011 E-mail: ptnovita@yOlhoo.com
CERTffICATEEMPLOYMENT
NO. 055/ADMlNGM • BDKJVI1!2007
This Is Certify That
Bersama ini Menerangkan Bahwa :
NAME:ILHAM
Had been employed by PT. Novita Graha
Mulia, under contract service with VIeO
Indonesia Bid 23330, as the following
information:
Telah dipekerjakan kepada PT. Novit. Grahn
Muli., dal.m konlmk kerja dengan VICO
Indonesi. Bid, 23330 dengan kelerangan
sebagai berikut :
Work Contract
Kontrak Kerjn
Work Location
Lokasi Kerjn
Beginni ng Clasjfication
Jabatan Awn!
Final Clasiticatjon
Jabatan Terakhir
Period of Service
Masa Kel'ja
Reason For Terminati on
Alasan Berhcnti
Remarks
Keterangau
TRUNKLINE MAINTENANCE SERVICES
BADAKFIELD
LOGISTIC
LOGISTIC
July 17,2005 Thr u July 17,2007
JOB COMPLETED
we wish to express our thanks for his ettorts and participation on his
asscgment and wish him success in the future.
Kami mengncapkan terima kasih atas llsaha dan partisipasinya sclama
Bertugas dan semoga lebih berhasil pada masa mendatang.
Dengan terbitnya sural ini, maka segala sesualu yang berhubungan dengan pemutusan hubungan kerja
telah diterima dengan baik dan tidak ada tllntutan apapun dikemudian hari.
Confirlltrnd by Muara Badak, 19 Jul; 2007
PT. GRAHA MULIA
.,
11t."1I1
DEPARTEMEN PERMUKJMAN DAN PRASARANA WILAY AH

PUSI\T PIlIATIBAN JI\SI\ KONSTRUKSI
SEBTIFIKAT
NO: 309/SIlRT/IV/03
DlBERlKAN KEPADA : YUFITA TRIYANTI, ST
TEMPAT & TANGGALLAHIR 1978
TELAH MENGIKUTI
PELATIIIAN KESELAMATAN
DAN KESEDATAN KEBJA
PADA TANGGAL
Dl
, .. ,
r .)
YANG DlSELENGGARAKAN
BPD GAPENSI KALIMANTAN TlMUR
BEKERJASAMA DENGAN
PUSLATJAKONS DEPARTEMEN KIMPRASWIL
: 16 S.D. 20 APRIL 2003
:SAMARINDA
SAMARINDA, 20 APRIL 2003
BALAI PELATIHAN
KONSTRUKSI
- ,
,
YUFITA TRIYANTi
0 11196111
I,hir di Pontianak laogg;1 2 Junl 1978
It;a h mc.:nytlts:ai k 30 dtngar. bJ i k 112D memtnuhi sr:3la !:,,-arlt tndidik:1 n PJd:J
;IUO' Teknik Sipil .Ieb ,cbab iiu kepadanya uibtriii'!VlfIlft a.
SARJAN A ],In<NIK ( S.T. )
beSHU seg3h :'lak dan kt\\,ljib:lD p:ada gtl:sr tt:'"5:fhClt.
. .
Diberikan di Ponli.'nak padalang:ga.! Enam Peb,u3ri Tzbun DU2
Dt-kan

. /
.:'. : fJ.:-/jL
.,) -' "
, . ,--;'--
/" '
'" u:?R'/"· . i ' .• • ·oJ,....; I ....
• - '1"'! " ... ". ' 7'" - .' ?
I S .... :J . ...
P.eklor

, ,
ASOSlASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA
INDONESIAN SOCIETY OF CONSTRUCTION EXPERT

ATAKI
SERTIFIKAT KEAHLIAN
032226
3171 RlHVI91IlA T AKI"KAJI\'IWtN
)ASA KO:\STRUK.'i\ D:\;"': PE\IERI'TAH :\0\1L R l. 2( Dl,' 3 HHl \: 1
ASOS1ASI Tll\"AG.-\ AHll KO, ... TRl 'K..;[ DL'(..'\ ['I \IE').\,.I,,, " [1,\11\\,\
FIRMAN FADHILAH, ST
TEUH \ IEME;-";LIII SE\lliA PERS)',-\R.\T.\' D\' K TE'S l ':'\1 DITE1\rKA [Ii
,\SOSIA$1 Tl:\AGA AHU KO:'\STRUKS! l:-':lXl'E"lA. .,E1n,\t.(, \ DE'\:G."''\: DI-'I[I\1.\"
BERII.\K 'IE'DAPA!K." SFRTlF1K.\J ':\11 'IE
' AHLI MUDA
PELAKSANA STRUKTUR
D1TFTArK.l,' lJ
U;-":C,C \l
{)6·Arr ·l(\(19
I' E:'\GlJRlS rC".\T
.\$OSIA51 Tl'\.\G:\ ·nl ll KO'STRU.:51 J'\[)(,'t''',.\
OI REGISTRA$IOLEll
LEMBAGA
JASA KONSTRUKSI 'AS[O:,\.-\l
PELAK$.-\"\
Jr, -,orMARJAN TO. MM I.J
DIRLKTUR
Ir. MANAIIARA It ..,IAIIAAN

KElL \ \IL \\
mi berbku 3 uhun scpk tar gsal dlw p\.;an
:'\0 RcgiSlrasl
••
, "
B, q
1
J
,

AhlLI MUDA
PELAKSANA STRUKTUR
! -\\..In 1nt"I11.liUhl \..lllnIU,m hukUtn \.111): hrrl.I!..U dllcmp.ll
JlIJk-..ln.t\...mnl,1 kJr. ,[
t ng,akul 1.1n men ;na s<:pcn h
1 n .uau kduru.n Jan a1..:l\ :I men\ u n I dl,llolS
j ••
h n en.. ma I <lp n b lJ ,,"" n jan,) U'r .. , bUI

rIR\1A'\ H.DII Il .. \It ";1
o to ko
Jakarta
-.llggal
l1b,Apr-:!l"llIQ
1
J
--..
,

Dekan.
_IU-.
Nomor: 52!UII·Sl!IVARSI257.70f07
i1RfBJtJ
UNIVERSIT AS ISLAM INDONESIA
IJAZAH
Dengan rahmat Allah SWT Universitas Islam Indonesia menyatakan bahwa.
Pirman Padliilali
NPM : 02512522
Lahir di Klaten. 09 Maret 1985
Telah mem.nuhi persyaratan pendidikan sarjana pada
PROGRAM STUDI ARSITEKTUR
Terakreditasi A.
Fakultas Teknik 5ipil dan Perencanaan
K.padanya diberikan gelar
SARJANA TEKNIK (ST)
beserta segala hak dan kewajlban yang melekat pada gelar tersebut.
Yogyakarta, 24 Nopember 2007
.ektor, /
,,I' ;),.\ . .:...

. liY-:i'rA
l
., \\lni;,!;,
.' '
-
.. tl.ry
I.. ... <t
c' , : .• '
Dr. fr. H. Ruzarclr. MS.
Prof. Dr. H. Edy Suandl HamId, M.Ec.'/o
1
'.

Dengan ;r.1 menyatakan bahwa :
.
NJM.: J8613018
L"hir di: S-">ja-. 1'179
$AIIIARINDf. ;
telah menyelesaikan dengan baik dan memenuhi segala syarat
Teknik Sipil oleh sebab itu kepadanya
AHLI l\1ADYA (A.Md.)
beserta segala hak dan kewajiban yang melek"t pada sebutan tersebut. .
Diberikan di Samarinda pada tanggal : Vda,6<u< 7akH V«4 iRlIa Sak
..
KcWa Jnrusqu,

(]U - - -# r
-
NIP. 132002 4Q5

.n


ASOSIASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA
INDONESIAN SOGETY OF CONSTRUCTION EXPERT
Akrcdit asi Lcmbag3 Konstruksi No. 94/KPTSllPJKlDNIIU200i
@
ATAKI
ScRTIFlKAT KEAHUAN
034108
No .
334H/ 11ll9l1ATAKIIS KANnOO9
.................. ................................................ .
ScSUA\ UNDANG·UND,\N(. Nm.l0R 18 TAI1UN 1999 TENTANG
JASA KONSTRUK5! DAN l'Ell4.TURJ\N l'EMEJUNTAIi NOMQ[{ 2b, 29, 30 TAI-I UN 2000.
A50SI,\SI"d ::NAGA Mi ll KONS":-IWKSII NDONESIA. OENG,\!\" IN l !I! !;;.lY:\rAtv\ N UA1IWA:
SUJONO, A. Md
TEtAH MEMENUHI SEMUA PERSYARA1AN DAN KETENTUA:'\ YANG DITETAPK,IN OLEti
A5051A51 TENAGA AI RI KON$TRUK$I I1\JCNESiA. SEHI!\GGA O£:!\'GAN CEMiJ..: IAN
uER'-IAK MENDJ\PATKAN SERTIFIKAT INI Uf\TUK Sf-MG/I I :
AHU MlCDA

DITET,WI:"':,I\ 01 !-\K,..I.PTA
:
22.;\by .... (I<J9
rEI\'CURL'S rU5AT
:\50511\51 T1:::-:;\(;,\ i\!ill 1'1" .1:-'1 .
OIREG1STRASI..)LEH
LEMBhGA P=NGEMBANGAf'
JASA KONSTRt:KSl NASIONAL
BAO/,N PELA!<SAN';'

. . C-
,.1-.:--...... _,_

__ ,_, ._SOEMAI\JANTO. MM /.J..
OIREKTUR
Ir. MAN,\HAR. ... R.S IAHA..\N

I(ETUA
Satifikat ini bcrlaku sd ;; ;l'IiI .3 12hun scj;l.k unSf:11 dil ct:lphn
No_ Rcgistn.si ;
1.1.202.)!J7.09.081232
"
---.- ------ -
--
---
Daftar Peralatan Utama
No /enis Peralatan
1 2
1 Dumptruck
2 Pile Driver + Hammer
---.- ­
3 Crane on Track
4 Welding Set
5 Concrete Mixer
6 Water Tanker
/umlah
3
2 Unit
1Unit
lUni t
1 Unit
2Unit
1 Unit
Kapasitas
4
20 Ton
2,5 Ton
35 Ton
~ - -
40 Ton
500 Ltr
4000 Ltr
Sewa/Sewa
LokasiSekarang
BeJi/MiJik
,
6
"
Nunukan I Sewa/Kerjasama
I
Nunukan Sewa/Kerjasama
Nunukan Sewa/Kerjasama
Nunukan Sewa/Kerjasallla
Nunukan Sewa/Kerjasama
Nunukan Sewa/Kerjasama
I
Samarinda, 13 Februari. 2012
P T ~ CADIKA UTAMA
Direktur
..... PI1T1lA SENDIlll PIlllTAHA
1\iIUt••u, eelVlWACi_ • ft....... A'I'&UI '*
)1. A. YAN"I RT. 17 NO. 196 SAMARINDA
Telp.: 62.541.741767· HP. 08125327858
SURAT PERJANJIAN KERJASAMA
No. : 005jSPK/PSP-CUjNNK/llj2011
Yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing :
I. N a m a : SUNOl SENORA
Jabatan : Direktur PT. PUTRA SENORA PRATAMA
Disebut sebagai PIHAK KESAIV
II.N a m a : MURSALIM OATJING
Jabatan : Direktur PT. CAOIKA UTA..,A
Dlsebut sebagai PIHAK KEOUA
lSI PERJANJIAN
Sehubungan dengan adanya Pelelangan Pekerjaan (Tender) Proyek APBD Tingkat I Provinsi
Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2012 di Samarinda, Nama Paket pekerjaan Pembangunan
Jembatan Lingkar Pulau Nunukan, Maka Pihak Kesatu dan Pihak Kedua sebagaimana tersebut
diatas sepakat mengadakan Perjanjian kerjasama sebagai berikut :
1. Pihak Kesatu memberikan bantuan kerjasama kepada Pihak Kedua untuk menyelesaikan
Pekerjaan tersebut diatas sesuai batas waktu yang ditetapkan apabila tender tersebut diatas
dimenangkan oleh Pihak Kedua .
2. Dalam menyelesaikan paket pekerjaan tersebut Pihak Kedua dapat mempergunakan alat
maupun peralatan yang dimiliki oleh Pihak Kedua (terlampir) sesuai dengan kebutuhan volume
pekerjaan pada ,pekerjaan Pembangunan Jembatan Lingkar Pulau Nunukan sampai
selesai.
Demikian surat perjanjian ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Nunukan, 08 Februari 2012
PIHAK KEOUA, PIHAK KESATU,
PT. CAOlKA UTAMA PT. SENORA PRATAMA
METERAI
Tr:MPEI
..' ~ ....... ~ '1
SUNOl SENORA
r\i,.ol,h .,.
PI. PIJ'I'IIA SENORA PRATAMA
QJDIDIlU. m ~ . 811....na • IN..
JL. A. fANI RI. t7 N •. t96 SANARINDA
Telp. : 62.541.741767· UP. 08t25327858
Lampiran Surat Perjanjian Kerjasama
No. : 005ISPK/PSP-CUINNKlIJI2011
DAFTAR PERALATAN
1. Dump Truck 20 ton 2 Unit
2. Pile Driver + Hammer 2,5 ton 1 Unit
3. Crane on Track 35 ton 1 Unit
4. Welding set 40 ton 1 Unit
5. Concrete Mixer 500 Itr 2 Unit
6. Water Tanker 4000 Itr 1 Unit
Nunukan, 08 Februari 2012
PT. PUTRA SENDRA PRATAMA
PAETAR BARANG YANG PIIMPOR
No Nama
1 2
Spesifikasi
3
Nil
~
r
I
I
Satuan
4
iii.
Jumlah Harga
S §
Samarinda, 13 Februari 2012
PT. CADIKA UTAMA
Direktur
REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (IKDN)
Uraian Pekerjaan
Nilai Gabungan Barang /Iasa (Rp)
KDN KLN
1 l
I
j
A Barang
I Material Langsung ( Baha n Baku) 2.539.814.400,00
II Perala tan (Barang ladi) 317.476.800,00
Sub Total Barang 2.857.291.200,00
lasa
III
Manajemen Proyek Dan
158.738.400,00
Perekeyasaan
IV Alat Kerja j Fasilitas Kerja 95.243.040,00
V lasa Umum 63.495.360,00
B Sub Total Barang 317.476.800,00
C TOTAL Biaya (A+B) 3.174.768.000,00

3.174.768.000,00
I
Total
I
4
· 2.539.814.400,00
- 317.476.800,00
· 2.857.291.200,00
- 158.738.400,00
- 95.243.040,00
- 63.495.360,00
· 317.476.800,00
- 3.174.768.000,00
TKDN
Gabungan
Barang jJasa
5 6
2.539.814.400,00
317.476.800,00
2.857.291.200,00
158.738.400,00
95.243.040,00
-
63,495.360,00
317.476.800,00
3.174.768.000,00
!
I
I
% TKD Gabungan Barang & lasa 3.174.768.000,00
Samarinda, 13 Februari 2012
PT. CADIKA UTAMA
Direktul'
Jenis Pekerjaan : Pembangunan Jembatan Lingkar Pulau Nunukan
Satuan/Unit : Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur
Nomor Pembayaran
No Uraian Satuan Kuantitas/Koefisien
1 2 3 4
I Upah/Tenaga Kerja
Pekerja Jam
Tukang Jam
Mandor Jam
Operator Jam
Pembantu Operator Jam
Sopir/ driver Jam
Mekanik Jam
Pembantu Mekanik Jam
Kepala Tukang Jam
II Bahan/ Material
Semen M3
Pasir M3
Kayu Perancah M2
Air Liter
Baja Tulangan Ulir D34 Kg
Agregat Kasar M3
Baja Tulangan Polos Ulir U233 Kg
Tiang Pancang M'
III Peralatan
Dumptruck Unit
Pile Driver + Hammer Unit
Crane On Track Unit
Welding Set Unit
Concrete Mixer Unit
Water Tanker Unit
ANALISA TEKNIS SATUAN PEKERJAAN
ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN
PENYEDIAAN TIANG PANCANG
PROYEK :
NAMA KEGIATAN : Jembatan Grider Bentang 20 m
NAMA PEKERJAAN : Pembangunan Jembatan Lingkar Pulau Nunukan
PROP / KAB / KODYA : KALIMANTAN TIMUR
ITEM PEMBAYARAN NO. : 7.6 (7)
JENIS PEKERJAAN : Penyediaan Tiang Pancang Baja
SATUAN PEMBAYARAN : Kg
PERKIRAAN HARGA JUMLAH
NO. KOMPONEN SATUAN KUANTITAS SATUAN HARGA
(Rp.) (Rp.)
A. TENAGA
1. Pekerja (L01) jam 0,0003 6.500,00 2,03
2. Tukang (L02) jam 0,0012 7.500,00 9,36
3. Mandor (L03) jam 0,0037 8.695,00 32,55
43,93
B. BAHAN
1. Pipa baja M52 Kg 1,0500 15.000,00 15.750,00
2. Plat Baja M48 Kg 0,2100 16.000,00 3.359,99
3. Kawat Las M51 Dos 0,0500 60.000,00 3.000,00
22.109,99
C. PERALATAN
1. Trailer (E29) jam 0,0001 325.133,87 36,37
2. Crane (E07) jam 0,0001 352.656,50 42,08
3. Genset (E12) jam 0,0004 216.085,90 96,29
4. Welding Set (E32) Ls 0,0004 58.126,68 25,90
5. Alat Bantu Ls 1,0000 10,00 10,00
210,64
D. JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 22.364,57
E. OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 2.236,46
F. HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 24.601,03
Note: 1 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran
berat untuk bahan-bahan.
2 Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor
mata pembayaran.
3 Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator.
4 Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN
yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.
Analisa EI-767
JUMLAH HARGA TENAGA
JUMLAH HARGA BAHAN
JUMLAH HARGA PERALATAN
I - 1
BAB I
PERSYARATAN UMUM


Sebelum memulai pekerjaan pokok kontraktor terlebih dahulu harus menyiapkan
segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini, kecuali atas
pertimbangan tertentu dan atas persetujuan pemberi tugas atau team pengawas.

Kontraktor harus sudah menyelesaikan perijinan pada lingkungan, pemerintah
daerah dan instansi-instansi lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini. Segala hal
biaya yang menyangkut perijinan ini adalah menjadi beban dan tanggung jawab,
kontraktor serta dianggap telah masuk dalam harga penawaran.

Pekerjaan-pekerjaan tersebut meliputi :

1.1. MOBILISASI PERALATAN
Penyediaan pengangkutan, peralatan-peralatan, kendaraan-kendaraan / alat-
alat besar yang menunjang pelaksanaan proyek baik menyewa maupun milik
perusahaan.

Alat-alat yang harus disediakan antara lain

- Shovel loader
- Bulldozer
- Excavator
- Dumptruck
- Vibratory compactor / tamper
- Generator set
- Alat ukur TO / Theodolit TO /, waterpass dan rambu-rambunya
- Concrete Mixer

1.2. PENGUKURAN DAN PEMATOKAN
a. Kontraktor harus memasang dan mengukur secara teliti patok Bench Mark
(BM) pada lokasi tertentu sepanjang proyek untuk memungkinkan
perancangan kembali, pengukuran sipat datar dari perkerasan atau
penentuan titik dari pekerjaan yang akan dilakukan. Patok monumen yang
permanent harus dibangun di atas tanah yang tidak akan terganggu/
dipindahkan.

b. Kontraktor harus menentukan titik patok konstruksi yang menunjukkan garis
dan kemiringan kolam-kolam pengolahan serta prasarana penunjang
lainnya (jalan, lebar bahu, saluran, dan lain-lain) sesuai dengan penampang
rnelintang standar yang diberikan dalam gambar rencana dan harus
mendapatkan persetujuan Direksi/ Pengawas sebelum memulai konstruksi.
I - 2

Patok yang digunakan berukuran minimal (5 x 7) cm
2
. Patok harus keras,
dicat pakai meni dan posisinya tidak boleh berubah selama pelaksanaan
konstruksi. Sebelum pekerjaan fisik dimulai posisi-posisi patok tersebut
harus diperiksa dan disetujui oleh Direksi / Pengawas Lapangan.

Jika menurut pendapat Direksi / Pengawas diperlukan perubahan dari garis
dan kemiringan, baik sebelum maupun sesudah penentuan patok, Direksi /
Pengawas akan mengeluarkan instruksi terperinci kepada Kontraktor untuk
perubahan tersebut dan kontraktor harus mengubah penentuan patok untuk
persetujuan lebih lanjut.

c. Khusus untuk pekerjaan jalan, sumbu jalan yang direncanakan ditentukan
di lapangan berdasarkan hasil gambar yang telah disetujui Direksi /
Pengawas dengan cara sebagai berikut :

1). Titik awal dan akhir sumbu jalan diikatkan kepada titik-titik polygon.
Masing-masing buah patok beton diletakkan di tepi daerah penguasaan
jalan sebagai titik penolong.

2). Titik-titik penting pada tikungan ditentukan di lapangan dengan
memasang patok-patok pembantu. Pada titik PI dipasang satu patok
beton.

3). Patok-patok tersebut diberi tanda dan nomor urut serta dibedakan dari
patok polygon.

4). Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung tidak boleh mengganggu
kelancaran aktivitas pekedaan lain disekitarnya.

d. Alat ukur yang digunakan antara lain :

1). Theodolit Wild TO atau yang sederajat beserta perlengkapannya
sebanyak 1 set.
2). Waterpas NAK-2 atau yang sederajat beserta perlengkapannya
sebanyak 1 set.

e. Semua alat ukur beserta perlengkapannya yang diperlukan untuk proyek
harus selalu siap di lapangan selama pelaksanaan berlangsung.

1.3. PEMBUATAN DIREKSI KEET
Untuk setiap proyek, Kontraktor harus menyediakan akomodasi kantor yang
cocok dan dan fasilitas yang memenuhi untuk kebutuhan proyek.

I - 3
Ruangan yang diperlukan untuk keperluan tersebut adalah ruang pengawas
dari Direksi/ Konsultan, minimum 4m x 6m, dengan perlengkapan 4 buah meja
tulis kursi kerja, 1 buah lemari Arsip, 1 set meja kursi tamu, 1 (satu) Unit
Komputer & Printer, Soft/ White Board, sebuah ruangan untuk keperluan rapat
kemajuan pekerjaan (minimum 6m x 6m) serta air dan listrik kerja.

Direksi Keet ini dibuat untuk jangka waktu penggunaan minimal sama dengan
lama pelaksanaan pekerjaan, terbuat atas konstruksi semi permanent dan
seluruhnya akan menjadi milik Pemberi Kerja setelah pelaksanaan proyek
berakhir, kemudian Kontraktor wajib memelihara kebersihan
halaman/bangunan dan melakukan perbaikkan-perbaikkan direksi keet selama
pelaksanaan pekerjaan berlangsung, sesuai dengan petunjuk-petunjuk Direksi.

1.4. BENGKEL DAN GUDANG KONTRAKTOR
Di lapangan Kontraktor harus memiliki bengkel yang diperlengkapi secukupnya
dan dilengkapi pula dengan listrik yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan
pekerjaan. Harus disiapkan pula sebuah gudang untuk penyimpanan suku
cadang peralatan dan material.

1.5. PHOTO PROYEK
a. Kontraktor diwajibkan membuat photo proyek sesuai dengan kemajuan
pekerjaan (pada saat 0 %, 50 %, 100 %) pada titik yang sama dan arah
yang sama, disusun di dalam album, dibuat 3 (tiga) rangkap dan diserahkan
kepada Direksi / Konsultan Pengawas.

b. Photo proyek dibuat berwarna, dicetak yang jelas dan bersih ukuran post
card.

1.6. JADWAL PELAKSANAAN
a. Sebelum memulai pekerjaan nyata di lapangan, kontraktor wajib membuat
Rencana Kerja Pelaksanaan dan bagian-bagian pekerjaan berupa Bar
Chart dan S Curve bahan/tenaga.

b. Rencana Kerja tersebut harus sudah mendapat persetujuan terlebih dahulu
dari Direksi/ Konsultan Pengawas, paling lambat dalam waktu 7 (tujuh) hari
kalender setelah Surat Keputusan Penunjukkan (SPK) diterima kontraktor.
Rencana Kerja yang telah disetujui oleh Direksi/Konsultan Pengawas akan
disahkan oleh Pemberi Tugas.

c. Kontraktor wajib memberikan salinan Rencana Kerja rangkap 3 (tiga)
kepada Direksi/Konsultan Pengawas. Satu salinan rencana kerja harus
ditempel pada dinding di kantor kontraktor di lapangan yang selalu diikuti
dengan grafik kemajuan pekerjaan (prestasi kerja).

I - 4
d. Direksi/Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan kontraktor
berdasarkan Rencana Kerja tersebut.

1.7. PENJAGAAN KEAMANAN LAPANGAN PEKERJAAN
a. Kontraktor diwajibkan menjaga keamanan lapangan terhadap barang milik
proyek, Direksi/Konsultan Pengawas dan milik pihak ketiga di lapangan.

b. Untuk maksud-maksud tersebut, kontraktor harus membuat pagar
pengaman dari kayu atau bahan lain yang biayanya menjadi tanggungan
kontraktor.

c. Bila terjadi kehilangan bahan-bahan bangunan yang telah disetujui Direksi
Konsultan Pengawas, baik yang telah dipasang maupun yang belum,
menjadi tanggung jawab kontraktor dan tidak akan diperhitungkan dalam
biaya pekerjaan tambah.

d. Apabila terjadi kebakaran, kontraktor bertanggung jawab atas akibatnya,
baik yang berupa barang-barang maupun keselamatan jiwa. Untuk itu
kontraktor diwajibkan menyediakan alat-alat pemadam kebakaran yang
siap dipakai yang ditempatkan di tempat-tempat yang akan ditetapkan
kemudian oleh Direksi/Konsultan Pengawas dan dianjurkan untuk
mengasuransikan terhadap bahaya kebakaran.

1.8. JAMINAN DAN KESELAMATAN KERJA
a. Kontraktor diwajibkan menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat
pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan
siap digunakan di lapangan, untuk mengatasi segala kemungkinan musibah
bagi semua petugas dan pekerja lapangan.

b. Kontraktor wajib menyediakan air minum yang cukup bersih dan memenuhi
syarat kesehatan bagi semua petugas dan pekerja yang ada di bawah
kekuasaan kontraktor.

c. Kontraktor wajib menyediakan air bersih, kamar mandi dan WC yang layak
dan bersih bagi semua petugas dan pekerja. Membuat tempat penginapan
di lapangan pekerjaan untuk para pekerja tidak diperkenankan, kecuali
untuk penjaga keamanan.

Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja
wajib diberikan oleh kontraktor sesuai dengan peraturan perundangan yang
berlaku.



I - 5
1.9. PEMERIKSAAN BAHAN BANGUNAN
a. Semua bahan material yang didatangkan harus memenuhi syarat-syarat
yang telah ditentukan.

b. Direksi/Konsultan Pengawas berwenang menanyakan asal bahan dan
kontraktor wajib memberitahukan.

c. Semua bahan material yang akan digunakan harus diperiksakan dulu
kepada Direksi/Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.

d. Bahan material yang telah didatangkan oleh kontraktor di lapangan
pekerjaan, tetapi ditolak pemakaiannya oleh Direksi/Konsultan Pengawas,
harus segera dikeluarkan dalam waktu 2 x 24 jam terhitung dari jam
penolakan.

e. Pekerjaan atau bagian pekerjaan yang telah dilakukan kontraktor ternyata
ditolak Direksi/Konsultan Pengawas, harus segera dihentikan dan
selanjutnya dibongkar atas biaya Kontraktor dalam waktu yang ditetapkan
oleh Direksi/Konsultan Pengawas.

Apabila Direksi/Konsultan Pengawas merasa perlu meneliti suatu bahan lebih
lanjut, Direksi/Konsultan Pengawas berhak mengirimkan bahan tersebut
kepada Balai Penelitian Bahan-bahan (Laboratorium) yang terdekat untuk
diteliti. Biaya pengiriman dan penelitian menjadi tanggungan Kontraktor,
apapun hasil penelitian bahan tersebut.

1.10. PEMERIKSAAN PEKERJAAN
a. Sebelum memulai pekerjaan lanjutan yang apabila bagian pekerjaan ini
telah selesai, akan tetapi belum diperiksa oleh Direksi/Konsultan
Pengawas, Kontraktor diwajibkan meminta persetujuan kepada
Direksi/Konsultan Pengawas. Baru apabila Direksi/Konsultan Pengawas
telah menyetujui bagian pekerjaan tersebut, kontraktor dapat meneruskan
pekerjaannya.

b. Bila permohonan pemeriksaan itu dalam waktu 2 x 24 jam dihitung dari jam
diterimanya surat permohonan pemeriksaan, tidak terhitung hari libur/raya,
tidak dipenuhi oleh Direksi/Konsultan Pengawas, Kontraktor dapat
meneruskan pekerjaannya dan bagian yang seharusnya diperiksa dianggap
telah disetujui Direksi/Konsultan Pengawas. Hal ini dikecualikan bila
Direksi/Konsultan Pengawas minta perpanjangan waktu.

Bila kontraktor melanggar ayat 1 pasal ini, Direksi/Konsultan Pengawas berhak
menyuruh membongkar bagian pekerjaan sebagian atau seluruhnya untuk
I - 6
diperbaiki. Biaya pembongkaran dan pemasangan kembali menjadi tanggungan
Kontraktor.



1.11. KUALITAS PEKERJAAN
a. Pekerjaan harus dikerjakan dengan kualitas pengerjaan yang terbaik dan
hanya tenaga-tenaga kerja terbaik dalam tiap jenis pekerjaan diijinkan
untuk melaksanakan pekerjaan bersangkutan. Kualitas pengerjaan maupun
kualitas hasil pekerjaan yang kurang memenuhi syarat akan ditolak dan
dilarang untuk diteruskan kegiatannya.

b. Selama pekerjaan berlangsung Direksi/Konsultan Pengawas berhak
sewaktu-waktu memerintahkan secara tertulis kepada kontraktor :

1 . Untuk menyingkirkan dari tempat pekerjaan dalam waktu tertentu
bahan-bahan/materiil yang dianggapnya tidak sesuai dengan kontrak.
2. Penggantian baban-baban material yang cocok dan sesuai.
3. Pembongkaran serta pembuatan baru yang sesuai (terlepas dari test-
test terdahulu atau pembayaran di muka) dari sembarang pekerjaan
yang menurut Direksi/Konsultan Pengawas secara material maupun
keahliannya tidak cocok dengan kontrak.

Kegagalan Wakil Direksi/Konsultan Pengawas untuk menolak pekerjaan
atau material tidak menutup kemungkinan Direksi untuk di kemudian hari
menolak sesuatu pekerjaan atau material yang dianggap tidak cocok
dengan kontrak serta memerintahkan untuk membongkarnya atas
tanggungan kontraktor.

c. Pengujian hasil pekerjaan

1. Kecuali dipersyaratkan lain secara khusus, maka semua pekerjaan
akan diuji dengan cara dan tolok ukur pengujian yang dipersyaratkan
dalam referensi yang ditetapkan.

2. Kecuali dipersyaratkan lain secara khusus, maka Badan/Lembaga yang
akan melakukan pengujian dipilih atas persetujuan Direksi/Konsultan
Pengawas dari Badan/Lembaga Pengujian milik Pemerintah atau yang
diakui Pemerintah atau badan lain yang dianggap memiliki objektifitas
dan integritas yang meyakinkan. Atas hal yang terakhir ini,
Kontraktor/Supplier tidak berhak mengajukan sanggahan.

3. Semua biaya pengujian dalam jumlah seperti yang dipersyaratkan
menjadi beban Kontraktor.
I - 7

4. Dalam hal dimana salah satu pihak tidak dapat menyetujui hasil
pengujian dari bahan penguji tersebut, maka pihak tersebut berhak
mengadakan pengujian tambahan pada Badan/Lembaga lain yang
memenuhi persyaratan badan penguji tersebut di atas.

5. Apabila ternyata bahwa kedua hasil pengujian dari kedua badan
tersebut memberikan kesimpulan yang sama, maka semua biaya untuk
pengujian tambahan menjadi beban pihak yang mengusulkan.

6. Apabila ternyata kedua hasil pengujian dari kedua badan tersebut
memberikan kesimpulan yang berbeda, maka dapat dipilih untuk :

a. Memilih Badan/Lembaga penguji ketiga atas kesepakatan bersama.

b. Melakukan pengujian ulang pada Badan/Lembaga penguji pertama
atau kedua dengan ketentuan tambahan sebagai berikut :

(1). Pelaksanaan pengujian ulang harus disaksikan oleh Direksi/
Konsultan Pengawas dan Kontraktor/Supplier ataupun wakil-
wakilnya.
(2) Pada pengujian ulang harus dikonfirmasikan penerapan dari
alat-alat penguji.
(3) Hasil dari pengujian ulang harus dianggap final kecuali
bilamana kedua belah pihak sepakat untuk tidak
menganggapnya demikian.
(4) Apabila hasil pengujian ulang mengkonfirmasikan kesimpulan
dari hasil pengujian yang pertama, maka semua biaya untuk
semua pengujian ulang menjadi tanggung jawab pihak yang
mengusulkan diadakannya pengujian tambahan.

Bila ternyata pihak Direksi/Konsultan Pengawas yang mempunyai
pendapat salah, maka atas segala penundaan pekerjaan akibat
adanya penambahan/pengulangan pengujian akan diberikan
tambahan waktu pelaksanaan pada bagian pekerjaan bersangkutan
dan bagian-bagian lain yang terkena akibat-akibatnya,
penambahan besarnya sesuai dengan penundaan yang terjadi.

1.12. GAMBAR KERJA (SHOP DRAWING)
a. Untuk bagian-bagian pekerjaan dimana gambar pelaksanaan (construction
drawing) belum cukup memberikan petunjuk untuk mencapai keadaan
terlaksana, maka Kontraktor wajib untuk membuat gambar kerja (shop
drawing) yang memperlihatkan secara terperinci cara pelaksanaan
pekerjaan yang dimaksud.

I - 8
b. Gambar kerja tersebut harus mendapat persetujuan dari Direksi/Konsultan
Pengawas.

Persetujuan tersebut tidak melepaskan Kontraktor dari tanggung jawab atas
kesalahan yang dilakukan Kontraktor.

1.13. GAMBAR HASIL REVISI (AS BUILT DRAWING)
a. Semua yang belum terdapat dalam Gambar Kerja baik karena
penyimpangan, perubahan atas perintah Pemberi Tugas/Direksi/Konsultan
Pengawas ataupun tidak, Kontraktor harus membuat gambar-gambar yang
sesuai dengan apa yang dilaksanakan, yang jelas memperlihatkan
perbedaan antara gambar kerja dan pekerjaan yang dilaksanakan.

b. Gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap 3 berikut termasuk
Kalkirnya (gambar asli) dan semua biaya pembuatannya ditanggung
sepenuhnya oleh Kontraktor.

1.14. PEMELIHARAAN PEKERJAAN
a. Jangka waktu pemeliharaan adalah 60 (enam puluh) hari kalender dihitung
dari tanggal penyerahan pekerjaan pertama (pekerjaan selesai 100 %).
Dalam jangka waktu tersebut, Kontraktor wajib memperbaiki pekerjaan
yang tidak baik dan melengkapi kekurangan-kekurangannya yang dilakukan
oleh Kontraktor akibat tidak baiknya pelaksanaan pekerjaan dan kurangnya
mutu bahan seperti tertulis dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
dan Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan ini atas biaya Kontraktor

b. Bila dalam jangka waktu pemeliharaan atas perintah Direksi/Konsultan
Pengawas Kontraktor tidak melaksanakan pekerjaan perbaikan tersebut,
maka Pemimpin Proyek berhak menyuruh pihak ketiga (Kontraktor lainnya)
untuk mengerjakan atas beban Kontraktor.

Penyerahan pekerjaan kedua kalinya (terakhir) harus dilakukan sesudah habis
jangka waktu pemeliharaan dan sampai berakhinya pekerjaan perbaikan yang
harus dilaksanakan.

1.15. PENYERAHAN PEKERJAAN
Penyerahan pekerjaan terakhir kepada Pemberi Tugas hanya dapat
dilaksanakan apabila seluruh pekerjaan telah dapat berfungsi secara sempurna
dan dapat diterima oleh Pemberi Tugas.
II - 1
BAB II
PEKERJAAN TANAH


2.1. PEMBERSIHAN DAN PEMBONGKARAN
1. Uraian Umum
a. Bab ini mencakup semua pekerjaan pembersihan dan
pembongkaran yang tercakup dalam Pekerjaan Tanah. Pekerjaan
tanah akan terdiri dari pembersihan semua pohon, kayu-kayu yang
jatuh, pecahan benda, semak, tumbuh-tumbuhan lain, sampah dan
semua bahan-bahan lainnya yang tidak dikehendaki, berikut
dengan pembongkaran tunggul dan akar, dan bangunan yang
berada pada permukaan tanah pengupasan tumbuh-tumbuhan
permukaan dan tanah humus dan pembuangan semua bahan
galian sisa yang berasal dari pekerjaan ini untuk menyediakan yang
bersih dan jelas sebelum pekerjaan tanah, drainase atau pekerjaan
konstruksi lainnya dimulai.

b. Jalan-jalan yang ada, perbaikan jalan, fasilitas tanah milik yang
berdampingan, bangunan utilitas, pelayanan umum, pohon,
tanaman, dan sebagainya yang tidak ditunjuk untuk pembersihan
dan pembongkaran harus dilindungi dari cacat dan kerusakan yang
mungkin timbul dari operasi kontraktor.

2. Tingkat Pekerjaan
a. Pembersihan akan dilaksanakan di atas sebuah daerah yang luas
sampai batas akhir dari semua pekerjaan permanen atau
sebagaimana diarahkan lain oleh Direksi/Konsultan Pengawas.
Pekerjaan ini akan terdiri dari pembongkaran dan pembuangan
segala sesuatu diatas permukaan tanah termasuk dahan yang
bergantungan kecuali benda tersebut diperintahkan
Direksi/Konsultan pengawas untuk ditinggalkan tanpa diganggu.
Bahan-bahan yang dibersihkan akan termasuk, tetapi tidak perlu
dibatasi pada pohon, tanggul, balok, semak, belukar, rumput,
tembolok bagian-bagian tumbuhan yang lepas dan struktur, kecuali
ditentukan untuk ditempat lain.

b. Semua pohon dan tumbuhan lain harus dikeluarkan dari daerah
yang akan ditempati oleh jalur pekerjaan yang baru. Pohon-
pohon pada jalur tanaman dan sebagainya juga harus ditebang
dikeluarkan jika terlalu dekat tepi jalur. Bila menurut pendapat
Direksi/Konsultan pengawas, merupakan suatu hal yang dapat
mengganggu kelancaran pelaksanaan.

II - 2
c. Pada daerah galian dan di bawah timbunan yang kurang dari 1,00
m, maka semua tunggul, akar dan benda lain yang tidak
dikehendaki harus dibongkar sampai suatu kedalaman yang
ditentukan sesuai gambar rencana.

d. Patok pengukuran, instalasi pelayanan umum, dan benda lainnya
serta pohon dan tumbuh-tumbuhan yang ditunjuk Direksi/Konsultan
pengawas untuk ditinggalkan, harus dilindungi dari kerusakan yang
dapat diakibatkan oleh operasi kontraktor.

e. Tanah milik dan setiap benda yang ditunjuk untuk diselamatkan
harus dipindahkan dengan hati-hati dan ditempatkan sebagaimana
diarahkan oleh Direksi/Konsultan Pengawas.

f. Semua bahan-bahan dan puing yang ditunjuk oleh
Direksi/Konsultan Pengawas untuk digunakan lagi dalam Pekerjaan
Kontrak atau untuk diselamatkan, harus dibuang agar membusuk
sebagaimana disetujui oleh Direksi/ Konsultan Pengawas.
Kontraktor harus membuat semua pengaturan yang diperlukan olch
para pemilik dan menanggung semua biaya untuk memperoleh
lokasi yang layak.

g. Lubang bekas tunggul dan lubang lainnya dimana penghalang
tersebut dihilangkan harus ditimbun kembali dan dipadatkan dan
daerah yang sudah dibersihkan harus ditinggalkan dalam suatu
keadaan permukaan yang layak dan kondisi yang rapih untuk
kepuasan dari Direksi/Konsultan Pengawas.

2.2. PEKERJAAN GALIAN
1. Uraian Umum
a. Pekerjaan ini akan terdiri dari galian, penanganan, pembuangan
atau penumpukan dari tanah atau batuan atau bahan-baban lainnya
dari badan jalan atau berdekatan yang diperlukan untuk
pelaksanaan yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini.

b. Pekerjaan tersebut biasanya diperlukan untuk pembangunan
saluran air dan selokan, untuk pembentukan parit atau pondasi atau
pipa, gorong-gorong, saluran atau struktur kecil lainnya, untuk
pengeluaran bahan-bahan yang tidak terpakai dan tanah humus,
untuk pekerjaan stabilisasi dan pengeluaran longsoran, untuk
bahan-bahan konstruksi galian tambahan atau pembuangan bahan-
balian sisa galian dan pada umumnya untuk pembentukan tempat
kerja yang sesuai dengan spesifikasi ini dan memenuhi garis,
kelandaian dan penampang melintang yang terlihat pada gambar
atau sebagaimana diarahkan oleh Direksi/Konsultan Pengawas.
II - 3
c. Galian biasa akan terdiri dari semua galian yang tidak
diklasifikasikan sebagai galian batu.

2. Toleransi Dimensional
a. Ketinggian akhir, garis dan bentuk setelah galian tidak boleh
berbeda dari yang ditentukan yaitu lebih dari 20 mm pada setiap
titik

b. Permukaan akhir galian yang telah selesai, yang terbuka terhadap
aliran air permukaan harus cukup halus dan rata, dan mempunyai
cukup kemiringan, guna menjamin kelancaran drainase permukaan
sehingga tidak terjadi genangan.

3. Keamanan Pekerjaan Galian
a. Kontraktor harus bertanggung jawab penuh untuk menjamin
keselamatan tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan galian dan
masyarakat umum.

b. Selama pekerjaan galian, maka harus dipertahankan sepanjang
waktu lereng galian sementara yang mantap yang mampu
menunjang pekerjaan yang berdampingan menjadi kurang stabil
atau rusak oleh pekerjaan galian.

c. Alat-alat berat untuk pemindahan tanah, pemadatan atau maksud
lain tidak diperkenankan untuk berada atau beroperasi lebih dekat
dari 1,5 m dari tepi parit terbuka galian pondasi kecuali pipa atau
bangunan telah dipasang dan ditutupi dengan sekurang-kurangnya
600 mm urugan kembali dipadatkan.

d. 'Coffierdam' tembok ujung atau sarana lain untuk menghindar air
dari galian harus direncanakan secara layak dan cukup kuat untuk
menjamin tidak akan terjadi reruntuhan secara tiba-tiba dan mampu
menghindari banjir yang datang dengan cepat pada tempat
pekerjaan.

e. Pada setiap saat sewaktu para pekerja atau lainnya berada didalam
galian dan bahkan bila hanya sekali-sekali, harus merendahkan
kepala mereka dibawah permukaan tanah disekitarnya, maka
kontraktor harus menempatkan seorang pengawas keamanan dan
kemajuan. Setiap saat peralatan galian yang tidak digunakan
(cadangan) dan perlengkapan pertolongan pertama (P3K) harus
tersedia pada tempat pekerjaan galian.

f. Semua galian terbuka harus dipasang berikade secukupnya untuk
mencegah para pekerja atau lainnya jatuh ke dalamnya.
II - 4
4. Pembetulan Pekerjaan yang Kurang Memuaskan
Pekerjaan galian yang tidak memenuhi kriteria toleransi diatas harus
dibetulkan oleh kontraktor sebagai berikut :

a. Bahan-bahan yang berlebihan harus dibuang dengan galian lebih
lanjut
b. Daerah yang telah digali secara berlebihan, atau daerah yang retak
berlebihan, atau longsor harus diurug kembali dengan timbunan
bahan-bahan pilihan atau agregat lapis pondasi atau sebagaimana
diarahkan oleh Direksi/Konsultan Pengawas.

5. Bangunan Utililitas
a. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk memperoleh setiap
informasi yang ada tentang keberadaan serta lokasi bangunan
utilitas di bawah tanah dan untuk memperoleh serta membayar
setiap perijinan yang diperlukan atau pemberian hak lainnya untuk
melaksanakan galian yang disyaratkan oleh Kontrak.

b. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk pemeliharaan dan
perlindungan setiap saluran pipa dibawah tanah yang masih
berfungsi, kabel, pipa penyalur atau lainnya di atas tanah dan jalur-
jalur pelayanan atau struktur cabang yang mungkin ditemukan, dan
untuk memperbaiki setiap kerusakan yang disebabkan oleh
operasinya.

6. Penggunaan dan Pembuangan Bahan-bahan Galian
a. Semua bahan-bahan yang sesuai yang digali dalam batas-batas
proyek, kapan saja mungkin, harus digunakan dalam cara yang
paling efektif untuk pembentukan timbunan dan urugan kembali.

b. Setiap bahan-bahan galian yang berlebihan untuk kebutuhan
timbunan, atau bahan-bahan yang tidak disetujui oleh
Direksi/Konsultan Pengawas sebagai bahan-bahan timbunan yang
sesuai harus dibuang keluar dari daerah pekerjaan.

c. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk semua pengaturan dan
biaya untuk pernbuangan bahan-bahan yang berlebih atau tidak
memenuhi syarat, termasuk pengangkatan dan perolehan ijin dari
pemilik atau penghuni tanah tersebut, dimana pembuangan itu
dilaksanakan.

7. Pemulihan Tempat Kerja dan Pembuangan Pekerjaan Sementara
a. Semua struktur sementara seperti 'cofferdam' atau skor dan turap
harus dibongkar oleh Kontraktor setelah penyelesaian struktur
permanen atau pekerjaan lainnya untuk mana galian telah
II - 5
digunakan, kecuali sebaiknya diarahkan lain oleh Direksi/Konsultan
Pengawas. Pembongkaran harus dikerjakan dengan cara yang
sedemikian rupa hingga tidak menganggu atau merusak struktur
atau formasi yang telah selesai.

b. Bahan-bahan galian tidak boleh ditempatkan dalam suatu saluran
air tetapi harus segera dibuang.

c. Semua lubang galian tambahan, tempat galian batu atau daerah
sisa galian yang digunakan oleh Kontraktor harus ditinggalkan
dalam kondisi yang rapih dan teratur.

8. Prosedur Penggalian
a. Prosedur umum
 Galian harus dilaksanakan sampai kelandaian, garis dan
ketinggian yang ditentukan dalam Gambar atau diperintahkan
oleh Direksi/Konsultan Pengawas dan harus meliputi
pembuangan semua bahan-bahan yang ditemukan, termasuk
tanah, batuan, batu-bata batu beton, pasangan batu dan bahan-
bahan perkerasan jalan lama.

 Pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan gangguan yang
seminimal mungkin terhadap bahan- bahan dibawah dan diluar
batas galian

 Bila bahan-bahan yang tak terlindungi pada garis pembentukan
atau tanah dasar atau permukaan pondasi adalah bahan-bahan
lepas atau lunak atau berlumpur atau tidak memenuhi syarat
menurut pendapat Direksi/ Konsultan Pengawas, maka bahan-
bahan tersebut harus dipadatkan secara menyeluruh atau sama
sekali dikeluarkan untuk dibuang dan diganti dengan timbunan
yang memenuhi syarat sebagaimana diarahkan oleh
Direksi/Konsultan Pengawas.

 Galian batuan harus dilaksanakan, baik dengan mekanis atau
lainnya, sehingga sisi galian harus ditinggalkan pada suatu
kondisi yang aman dan serta mungkin dan praktis. Batuan lepas
atau menggantung yang dapat menjadi tidak stabil atau
merupakan suatu bahan lainnya terhadap orang harus dibuang
baik ini terjadi padas galian batuan baru maupun lama yang ada.

b. Galian untuk pembersihan dan pembongkaran.
Pekerjaan galian untuk pembersihan dan pembongkaran harus
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan untuk pekerjaan
Pembersihan dan Pembongkaran.
II - 6
Ketentuan dari persiapan tanah dasar harus diterapkan seperti
ketentuan dalam Bab ini.

c. Galian untuk Struktur dan Pipa
 Parit untuk pipa, gorong kecil dan saluran beton, pasangan batu
atau pasangan batu adukan encer harus berukuran cukup untuk
memungkinkan pemasangan, yang layak dari bahan-bahan,
pemeriksaan pekerjaan dan pemadatan urugan kembali
dibawah dan disekeliling pekerjaan yang ditempatkan.

 Skor, turap dan cofferdam atau tindakan lainnya untuk
mengeluarkan air harus dipasang untuk memberikan ruang
gerak yang cukup untuk pelaksanaan dan pemeriksaan
kerangka acuan dan untuk memungkinkan pemompaan dari tepi
luar acuan. Cofferdam atau skor yang bergeser atau bergerak
secara lateral selama pekerjaan galian harus dibetulkan atau
diperbesar untuk menjamin ruang bebas yang diperlukan dalam
pelaksanaan.

 Dimana gorong-gorong atau parit lain akan digali dalam
timbunan baru, timbunan harus dibangun sampai tinggi
permukaan yang disyaratkan dengan suatu jarak dengan jarak
pada masing-masing sisi lokasi parit tidak- kurang dari 5 kali
ukuran lebar parit dan setelahnya parit akan digali dengan sisi –
sisi hampir vertikal sebagaimana kondisi tanah mengizinkan.

 Setiap pemompaan dari galian harus dikerjakan dengan cara
sedemikian rupa untuk menghindari kemungkinan setiap bagian
bahan-bahan konstruksi yang baru ditempatkan dapat terbawa
keluar. Setiap pemompaan yang diperlukan selama
penempatan beton atau untuk suatu prioda sekurang-kurangnya
24 jam sesudahnya harus dikerjakan dari suatu pompa yang
sesuai yang terletak diluar acuan beton, dan air dipompa ke
dalam sistem drainase yang telah ditetapkan.

2.3. PEKERJAAN URUGAN/TIMBUNAN
1. Uraian
a. Pekerjaan ini akan terdiri dari perolehan, pengangkutan,
penempatan dan pemadatan tanah atau bahan - bahan yang
disetujui untuk pembangunan timbunan tanggul, untuk pengurugan
kembali padat parit atau galian di sekeliling pipa atau daerah luar
struktur. Galian dan urugan kembali untuk struktur dan untuk
penimbunan pada umumnya sebagaimana diperlukan untuk
pembentukan tempat proyek menurut garis, kelandaian dan
ketinggian yang ditentukan atau disetujui.
II - 7
b. Timbunan yang tercakup oleh ketentuan dari pekerjaan ini akan
dibagi dalam 2 jenis yaitu timbunan dengan bahan-bahan terpilih.
Timbunan dengan bahan-bahan terpilih akan digunalan pada
saluran air dan lokasi serupa dimana bahan-bahan timbunan biasa
yang lebih plastis akan lebih sukar untuk dipadatkan secara
memuaskan. Timbunan dengan bahan-bahan terpilih juga. akan
digunakan untuk stabilisasi lereng atau pekerjaan pelebaran
timbunan bila lereng diperlukan karena ruang atau pembatasan
lainnya, dan untuk pekerjaan timbunan lainnnya dalam hal kekuatan
timbunan adalah suatu faktor penting.

c. Pekerjaan tersebut tidak termasuk timbunan yang ditempatkan
sebagai alat untuk pipa atau saluran beton, juga untuk bahan-bahan
drainase porous yang ditempatkan untuk maksud drainase bawah
permukaan atau untuk mencegah penggerusan butir-butir halus
tanah dengan penyaringan.

2. Toleransi Dimensional
a. Kelandaian dan ketinggian yang diselesaikan setelah pemadatan
tidak boleh lebih tinggi 10 mm, atau 20 mm lebih rendah dari yang
ditentukan atau disetujui.

b. Semua permukaan akhir tanggul yang tak terlindung harus cukup
halus dan rata, dan mempunyai kemiringan yang cukup, untuk
mcnjamin pengaliran bebas dari air permukaan.

c. Permukaan akhir lereng tanggul tidak boleh berbeda dari garis profil
yang ditentukan lebih dari 10 cm tebal.

3. Penjadwalan Kerja
Agar dibuat penjadwalan kerja yang disesuaikan dengan kondisi
lapangan sehingga tidak menghambat proses pekerjaan.

4. Kondisi Tempat Kerja
a. Kontraktor harus menjamin bahwa pekerjaan selalu kering sebelum
dan selama pekerjaan penempatan dan pemadatan, bahwa
timbunan selama pembangunan harus mempunyai kemiringan yang
cukup untuk menunjang drainase dari aliran air hujan dan bahwa
pekerjaan yang diselesaikan mempunyai drainase yang baik. Air
dari tempat kerja harus dikeluarkan kedalam sistem drainase. Cara
yang layak untuk menjebak lumpur harus disediakan pada sistem
drainase sementara.



II - 8
5. Pembetulan Pekerjaan yang Memuaskan
a. Timbunan akhir yang tidak sesuai dengan penampang melintang
yang ditentukan atau harus diperbaiki dengan menggaru
permukaan tersebut dan membuang atau menambah bahan-bahan
sebagaimana diperlukan, disusul dengan pembentukan dan
pemadatan kembali.

b. Timbunan yang menjadi jenuh karena hujan atau banjir atau hal
lainnya setelah dipadatkan secara memuaskan sesuai dengan
spesifikasi ini, pada umumnya tak akan memerlukan pekerjaan
perbaikan asalkan sifat bahan-bahan dan kerataan permukaan
masih memenuhi persyaratan dari spesifikasi ini.
c. Perbaikan yang tidak memenuhi persyaratan, sifat atau kepadatan
bahan-bahan dari spesifikasi ini harus sebagaimana diarahkan
Direksi/Konsultan Pengawas dan dapat meliputi pemadatan
tambahan, penggaruan kemudian disusul dengan pengaturan kadar
air dan pemadatan kembali atau pembuangan dan penggantian
bahan-bahan.

6. Bahan-bahan timbunan yang digunakan harus :
 Memenuhi spesifikasi dan standar yang berlaku
 Sesuai dengan ukuran, kebutuhan, tipe dan mutu yang
dipersyaratkan dalam Gambar, atau yang secara khusus disetujui
secara tertulis oleh Direksi/Konsultan Pengawas.

a. Timbunan Biasa
 Timbunan yang digolongkan sebagai timbunan biasa akan
terdiri dari tanah atau bahan-bahan batuan yang digali yang
disetujui oleh Direksi/ Konsultan Pengawas sebagai bahan-
bahan yang memenuhi syarat untuk penggunaan dalam
pekerjaan permanen.

 Tanah yang mempunyai sipat mengembang (meretak) sangat
tinggi yang mempunyai nilai aktivitas lebih besar daripada 1,25
atau sederajat pengembangan yang digolongkan oleh AASHTO
T 258 sebagai sangat tinggi atau ekstra tinggi, tidak boleh
digunakan sebagai bahan-bahan timbunan. Nilai aktivitas harus
diukur dengan ratio dari plastisitas (AASHTOT 90). Prosentase
ukuran tanah liat (AASHTO T 88)

 Timbunan hanya akan digolongkan sebagai Timbunan pilihan
jika digunakan pada lokasi atau untuk tujuan dimana timbunan
pilihan telah ditentukan atau disetujui secara tertulis oleh
Direksi/Konsultan Pengawas. Sernua timbunan lainnya yang
digunakan harus dipandang sebagai timbunan biasa.
II - 9
 Bila digunakan dalam situasi pemadatan dengan kondisi jenuh
atau banjir tidak dapat dihindari, maka timbunan pilihan harus
terdiri dari pasir bahan-bahan butiran bersih lainnya. dengan
suatu Indeks Plastisitas maksimum 6%.

b. Peralatan
Tipe peralatan pemadatan lainnya mungkin diperbolehkan sesuai
kondisi lapangan dan sesuai Standar Proctor Energy.

7. Penempatan dan Pemadatan Timbunan
a. Persiapan Tempat Kerja
 Permukaan tanah yang akan berfungsi sebagai pondasi tanggul
haruslah dipersiapkan sedemikian rupa agar antara permukaan
pondasi dan alas tanggul terjadi bidang kontak yang menyatu.
Dengan demikian pada bidang kontak tersebut haruslah bebas
dari rumput-rumput dan pohon-pohon serta akar-akarnya.

 Permukaan pondasi harus dikupas hingga mencapai lapisan
tanah asli dan dikasarkan dengan alat penggaruk.

 Bila tanggul diatas permukaan tanah yang miring, guna
mencegah kemungkinan terjadinya gelincir pada bidang kontrak
antara tubuh tanggul dan kontak pondasinya, maka permukaan
tanah pondasi dibuat terturap.

b. Penempatan Timbunan
 Timbunan harus ditempatkan pada permukaan yang
dipersiapkan dan disebarkan merata serta bila dipadatkan akan
memenuhi toleransi ketebalan lapisan yang ditentukan, dimana
lebih dari satu lapisan yang akan ditempatkan, maka lapisan
tersebut harus sedapat mungkin sama tebalnya.

 Timbunan tanah harus dipindahkan segera dari daerah galian
tambahan ke permukaan yang dipersiapkan dalam keadaan
cuaca kering. Penumpukan tanah timbunan tidak akan diizinkan
selain musim hujan, dan pada waktu lainnya hanya dengan izin
tertulis dari Direksi/Konsultan Pengawas.

 Dalam penempatan timbunan di atas atau pada selimut pasir
atau bahan-bahan drainase porous lainnya, maka harus
diperhatikan untuk menghindari pencampuran adukan dari
kedua bahan-bahan tersebut. Dalam hal pembentukan drainase
vertical, maka suatu pemisah yang luas antara kedua bahan-
bahan tersebut harus dijamin dengan menggunakan acuan
II - 10
sementara dari lembaran baja tipis yang secara bertahap akan
ditarik sewaktu penempatan timbunan dan bahan drainase
porous dilaksanakan.

c. Pemadatan
 Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan
maka setiap lapisan harus dipadatkan secara menyeluruh
dengan alat pemadat yang cocok dan layak serta disetujui oleh
Direksi/Konsultan Pengawas sampai suatu kepadatan yang
memenuhi persyaratan yang ditentukan.

 Pemadatan tanah timbunan akan dilakukan hanya bila kadar air
bahan-bahan berada dalam batas antara 3 % kurang dari pada
kadar air optimum sampai 1% lebih daipada kadar air optimum.
Kadar air optimum tersebut harus ditentukan sebagai kadar air
dimana kepadatan kering maksimum diperoleh bila tanah
tersebut dipadatkan sesuai dengan AASHTO T 180.

 Setiap lapisan timbunan yang ditempatkan harus dipadatkan
sebagaimana ditentukan, diuji untuk kepadatan dan diterima
oleh Direksi/Konsultan Pengawas, sebelum lapisan berikutnya
ditempatkan.

 Timbunan harus dipadatkan dimulai dari tepi luar dan
dilanjutkan kearah sumbu jalan dengan suatu cara yang
sedemikan sehingga setiap bagian menerima jumlah
pemadatan yang sama. Dimana mungkin, lalu lintas alat
konstruksi harus dilewatkan diatas pekerjaan timbunan dan jalur
yang digunakan dirubah secara. terus menerus untuk
menyebarkan pengaruh pemadatan dari lalu lintas.

 Timbunan pada lokasi yang tidak dapat/dicapai dimasuki oleh
alat pemadat yang biasa, harus ditempatkan dalam lapisan
horizontal dari bahan-bahan lepas tidak lebih dari 150 mm tebal
dan seluruhnya dipadatkan dengan menggunakan alat pemadat
mekanis (mechanical tamper) yang disetujui. Perhatian khusus
harus diberikan guna menjamin pemadatan yang memuaskan di
bawah dan di tepi pipa untuk menghindari rongga-rongga dan
guna menjamin bahwa pipa ditunjang sepenuhnya.
III - 1
BAB III
PEKERJAAN STRUKTUR


A. PEKERJAAN BETON
1. UMUM
a. Uraian
1). Pekerjaan ini akan terdiri dari pembuatan semua struktur beton
termasuk, beton tak bertulang, beton bertulang dan beton
Pratekan ditambah bagian beton dari struktur komposit, sesuai
dengan Spesifikasi ini dan garis ketinggian kelandaian dan
ukuran yang tampak pada gambar atau sebagaimana diarahkan
oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

2). Kelas beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian
pekerjaan harus sebagaimana dikehendaki dalam Gambar atau
pasal-pasal yang relevan dari spesifikasi ini atau sebagaimana
diarahkan oleb Direksi Teknik/Konsultan Pengawas Teknik.
Semua beton harus dari kelas (karakteristik) sebagai berikut :

K 400 : Untuk digunakan pada elemen beton pratekan
seperti gelegar jembatan, pilar jembatan sumuran
pondasi, abutment fotting, wing wall, approach
slab, tiang pancang, lantai jembatan, beton (rigrid
pavement).

K250-225 : Untuk digunakan pada struktur beton bertulang
seperti gorong-gorong pipa beton bertulang,
gorong-gorong persegi, gorong-gorong pelat,
jembatan-jembatan, kab beton pra cetak, elemen
seperti pilar jembatan, sumuran pondasi, abutment
fotting, wing wall, approach slab, saluran drainase,
dinding penahan tanah (retaining wall), beton
pengaman (parapet).

K125-175 : Untuk digunakan pada semua struktur beton tidak
tertulang seperti halnya trotoar, pasangan batu,
telapak dan pasangan batu beton, tonggak beton
bertulang dan lain-lain.

Bo : Untuk digunakan dalam landasan beton tumbuk
untuk pondasi dan untuk pengisian kembali dan
sekitarnya.

III - 2
3). Ketentuan dari BS, CP 114 (lihat 3.(1).e). dibawah) akan
ditetapkan keseluruhannya pada pekerjaan beton, kecuali bila
bertentangan dengan ketentuan dari Spesifikasi ini, dalam hal
mana ketentuan dari Spesifikasi ini harus menentukan.

b). Pekerjaan yang berhubungan dan ditetapkan dibagian lain

1). Drainase
2). Galian dan urugan kembali untuk struktur
3). Baja tulangan untuk beton

1. Jaminan Kualitas

Kualitas bahan-bahan yang disediakan dari campuran yang
dihasilkan dan kecakapan kerja serta hasil akhir harus dimonitor
dan dikendalikan sebagaimana dirinci dalam Standard rujukan
dalam Standar rujukan.

2. Toleransi Dimensi

1). Toleransi menurut ukuran :
Panjang keseluruhan sampai dengan 6 in …………+ 5 mm
Panjang keseluruhan melebihi 6 in ……………….+ 15 mm
Panjang balok, pelat lantai mm, kolom, dinding
Atau antara tembok kepala …………………0 dan + 10 mm

2). Toleransi menurut bentuk :
Siku-siku (perbodaan panjang/diagonal) …………+ 10 mm
Kelurusan atau Basur (penyimpangan dari garis yang
dimaksud) untuk panjang sampai dengan 3 m…...+ 12 mm
Kelurusan atau Busur untuk panjang
3 in smpai 6 in ……………………………………….+ 15 mm
Kelurusan atau Busur untuk panjang
Lebih besar dari 6 in ………………………………+ 15 mm

3). Toleransi menurut posisi (dari titik rujukan) :
Posisi rencana dari kolom pracetak ……………..…± 10 mm
Posisi rencana dari permukaan horizontal ...………± 10 mm
Posisi rencana dari permukaan vertical ……………± 20 mm

4). Toleransi menurut kedudukan tegak :
Penyimpangan ketegakan untuk
Kolom dan dinding …………………………………...± 10 mm



III - 3
5). Toleransi menurut ketinggian :
Puncak beton penutup dibawah pondasi ………….± 10 mm
Puncak beton penutup dibawah pelat injak ……….± 10 mm
Puncak kolom, tembok kepala dan
Balok melintang ……….……………………………...± 10 mm
Puncak pelat lantai …………………………………...± 10 mm

6). Toleransi menurut kedudukan datar :
10 mm dalam ukuran panjang horizontal 4 m


7). Toleransi untuk selimut beton diatas baja tulangan
Selimut beton sampai dengan 3 cm ………………...+ 5 mm
Selimut beton dari 3 cm - 5 cm ………..…………...+ 10 mm
Selimut beton dari 5 cm - 10 cm.………..………….+ 10 mm

3. Standar Rujukan

BS CP 114 : Kode Praktek Inggris untuk
Penggunaan Struktur Beton Bag. 1.
desain. bahan-bahan dan Kecakapan
kerja.
AASHTO M 85 - 75 : Semen Portland
AASHTO T 11 - 78 : Jumlah bahan-bahan yang lebih halus
dari ayakan 0,075 mm dalam agregat
AASHTO T 21 - 78 : Kotoran Organik dalam Pasir untuk
Beton
AASHTO T 22 - 74 : Kuat Tekan dari Contoh Beton
Silindris
AASHTO T 23 - 76 : Pembuatan dan Perawatan contoh
untuk Pengujian Kuat tekan dan Kuat
Lentur di lapangan.
AASHTO T 26 - 72 : Kualitas air untuk digunakan dalam
Beton
AASHTO T 96 - 77 : Abrasi dari agregat Kasar dengan
penggunaan mesin Los Angeles
AASHTO T 104 - 77 : Penentuan Kualitas agregat dengan
penggunaan Sodium Sulfat.
AASHTO T 11 2 - 78 : Gumpalan Tanah Liat dan Partikel
yang dapat Pecah dalam Agregat.
AASHTO T 126 - 76 : Pernbuatan dan Perawatan Contoh
untuk Pengujian Beton di
laboratorium.
AASHTO T 141 - 74 : Pengambilan Contoh-Beton Baru
PBI 1971 Peraturan Beton Bertulang Indonesia
N.1-2
III - 4
AASHTO 153 - 75 : Karat Busa Penyumbat sebagai
Pengisi "Expansion Joint-
perkerasan Bahu dan Bangunan
Struktur.
AASHTO 173 - 60 : Campuran Panas Jenis Elastis untuk,
Sambungan Perkerasan Bahu.
AASTHO 213 - 74 : Bahan-bahan Pengisi untuk
Expansion Joint untuk Perkerasan
Bahu dan Bangunan Struktur.
4. Pengajuan

1). Kontraktor harus, mengajukan contoh semua bahan-bahan
yang hendak digunakan bersama dengan data pengujian,
yang menegaskan bahwa semua sifat bahan-bahan yang
dirinci dalam seksi Bab. 3.1.(2) dari spesifikasi ini, dipenuhi.

2). Kontraktor harus mengajukan desain campuran untuk
setiap jenis pekerjaan pengecoran beton.

3). Kontraktor harus mengajukan secara tertulis hasil seluruh
pengujian kualitas yang terinci dengan segera setelah
tersedia atau bila diminta oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas. Hasil pengujian kuat tekan 3 hari, 7 hari dan 28
hari berturut-turut setelah tanggal pencampuran.

4). Kontraktor harus mengajukan Gambar terinci dari semua
perancah yang akan digunakan mendiskusikan metoda
konstruksi dan program kerjanya serta memperoleh
persetujuan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas sebelum
memasang setiap perancangan atau memulai pekerjaan
beton lainnya. Persetujuan tersebut tidak akan
membebaskan Kontraktor dari tanggung jawab untuk setiap
struktur.

5). Kontraktor harus memberitahu Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas secara tertulis paling tidak 24 jam sebelum
memulai untuk mencampur atau mengecor beton, seperti
dirinci dalam pasal 3.1.(4) a) di bawah.

5. Penyimpanan dan pengamanan bahan-bahan

Untuk penyimpanan semen Kontraktor harus menyediakan
gudang yang tahan cuaca, kedap air dan mempunyai lantai
kayu yang dapat dinaikan, serta ditutupi dengan lembaran
plastik (polytheylene). Sepanjang waktu, tumpukan kantung
semen harus diselubungi dengan lembaran plastik.
III - 5
Penumpukan harus diatur untuk menjamin bahwa semen yang
diterima, terdahulu selalu digunakan yang pertama kali. Semen
yang rusak oleh kelembaban harus dibuang dan dipindahkan
dari pekerjaan.

6. Kondisi Pekerjaan

Kontraktor harus menjaga suhu dari semua bahan-bahan
terutama agregat kasar, pada tingkatan yang serendah mungkin
dan harus menjaga suhu dari beton di bawah 30
o
C pada waktu
pengocoran. Sebagai tambahan, maka Kontraktor tidak akan
mengecor beton apabila :

1). Kecepatan penguapan melebihi 1,0 kg/m
2
/jam.
2). Lengas nisbi dari udara kurang dari 40 %.
3). Diperintahkan tidak melakukannya oleh Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas, selama periode hujan atau
bila udara penuh debu atau tercemar.

7. Perbaikan - Pekerjaan yang kurang memuaskan

1). Pembentukan dan pekerjaan beton yang tidak memenuhi
kriteria toleransi atau yang tidak mempunyai hasil akhir
permukaan yang memuaskan, atau tidak memenuhi
persyaratan sifat campuran yang dirinci dalam pasal 5.1.(3)
c), harus sebagaimana diarahkan oleh direksi
Teknik/Konsultan Pengawas dan dapat meliputi :

(i). Perubahan dalam perbandingan campuran untuk sisa
pekerjaan;
(ii). Penguatan atau pembuangan seluruh dan
penggantian bagian pekerjaan yang dianggap kurang
memuaskan;
(iii). Tambahan pada cacat kecil;
(iv). Bahan tambahan diberikan untuk campuran beton
yang mengalami kegagalan alam pengujian untuk
perbaikan produksi selanjutnya.

2). Dalam hal adanya perselisihan mengenai kualitas
pekerjaan beton atau setiap keraguan mengenai kelayakan
data pengujian yang tersedia, maka Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas dapat meminta Kontraktor
untuk melaksanakan pengujian tambahan yang diperlukan
untuk menjamin bahwa suatu penilaian yang cukup baik
mengenai kualitas pekerjaan dapat dibuat. Pengujian
tambahan tersebut harus atas biaya sendiri dari Kontraktor.
III - 6

3). Pembetulan pekerjaan beton yang retak atau bergeser
harus sesuai dengan ketentuan dari Spesifikasi.

2. MATERIAL
a. Semen
1). Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton harus
merupakan jenis semen Portland yang memenuhi AASTHO M
85 kecuali jenis IA, IIA, IIIA dan IV zat campuran pemasak
udara harus tidak boleh digunakan kecuali diizinkan lain oleh
Direksi Teknik/Konsultan pengawas.
2). Kecuali diizinkan lain oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas
maka hanya produk dari satu pabrik untuk setiap jenis semen
Portland harus digunakan diproyek.

b. Air
Air yang digunakan dalam mencampur, merawat atau penggunaan
lain yang direncanakan harus bersih dan bebas dari setiap zat-zat
yang merugikan seperti lemak, garam, asam, basa, gula dan zat
organik. Air harus diuji sesuai dan memenuhi persyaratan AASHTO
T 26, air dengan kualitas sebagai air minum dapat digunakan tanpa
pengujian.

c. Persyaratan gradasi agregat
1). Gradasi agregat kasar dan halus harus sesuai dengan
persyaratan yang diberikan dalam tabel 3.(2).c). bahan-bahan
yang tidak memenuhi persyaratan gradasi ini tidak perlu ditolak
dengan syarat bahwa Kontraktor dapat menunjukkan bahwa
persyaratan yang dirinci dalam pasal 3.(3) c). dapat dipenuhi
jika menggunakan bahan-bahan tersebut.

Tabel 3.1.(2).c) Persyaratan Gradasi Agregat
Ukuran Ayakan Presentase Berat yang Lolos
Standar
(mm)
Inch
(in)
Agregat
Halus
Pilihan Agregat Kasar
50 2 - 100 - - -
37 1,5 - 95-100 100 - -
25 1 - - 95-100 100 -
19 ¾ - 35-70 - 90-100 100
13 ½ - - 25-60 - 90-100
10
3
/
8
100 10-30 - 20-55 40-70
4.75 No.4 95-100 0-5 0-10 0-10 0-15
2.36 No.8 - - 0-5 0-5 0-5
1.18 No.16 45-80 - - - -
0.3 No.50 10-30 - - - -
0.15 No.100 2-10 - - - -

III - 7
2). Agregat kasar harus dipilih sedemikian rupa sehingga ukuran
partikel terbesar tidak lebih besar daripada ¾ dari jarak
minimum antara batang tulangan atau antara batang tersebut
dengan acuan atau antara perbatasan lainnya dalam jarak
dimana pekerjaan beton harus ditempatkan.

d. Sifat Agregat
1). Agregat untuk pekerjaan beton harus terdiri dari partikel yang
bersih dan keras yang diperoleh dan pemecahan batu padas
atau batu besar bulat, atau dengan menyaring dan mencuci
(bila perlu) kerikil dan pasir sungai.

2). Agregat harus bebas dari bahan-bahan organik seperti dirinci
dalam AASHTO T 21 dan seperti diberikan dalam tabel
3.1.(2).d). bila contoh dan diuji sesuai dengan ketentuan B5-CP
114 dan prosedur AASHTO yang relevan.

3). Agregat bahan-bahan yang berukuran sama dari berbagai
sumber harus ditimbun dalam timbunan terpisah dan hanya
akan digunakan dalam struktur yang terpisah.

Tabel 3.1.(2).d) Sifat Agregat Beton
Sifat
Pegujian
AASHTO
Batas Maksimum Yang
Diizinkan
Agregat
Halus
Agregat
Kasar
Kehilangan akibat abrasi pada
500 putaran dengan Mesin Los
Angeles
T 96 - 40%
Kehilangan akibat penentuan
kualitas dengan Sodium Sulfat
setelah 5 putaran
T 104 10% 12%
Presentase gumpalan tanah liat
dan partikel yang dapat pecah
dalam agregat
T 112 0,5% 0,25%
Bahan-bahan yang lolos ayakan
# 200
T 11 3% 1%


e. Zat Campuran
Zat campuran atau setiap tambahan lainnya, atau semen yang
mengandung aditif tidak boleh digunakan kecuali dengan
persetujuan dari Direksi Teknik/Konsultan Pengawas Teknik. Zat
campuran bila dirinci atau diizinkan harus sesuai dengan
persyaratan dari AASHTO M 194-74.
III - 8


3. PENCAMPURAN DAN PENAKARAN
a. Rencana Campuran
Proporsi bahan-bahan dan berat takaran ditentukan dengan
menggunakan metoda yang dirinci dalam BS CP 114 dan batas-
batas yang diberikan dalam Tabel 3.1. (3).a.

Kelas Beton
Perbandingan
Maksimum
Air/Semen
(berdasarkan Berat)
Kadar Semen
(kg/m3 dari
campuran)
Minimum
K-400/37
K-400/25
K-400/19

0,45
350
370
400
K-350/37
K-350/25
K-350/19

0,45
315
335
365
K-250/37
K-250/25
K-250/19

0,50
290
310
340
K-225 0,50 340
K-175 0,57 220
K-125 0,60 220
BO 0,65 180
Catatan : Angka /37, /35, /19 menunjukan ukuran agregat
maksimum

b. Campuran Percobaan
Kontraktor harus menentukan proporsi campuran dan bahan-bahan
yang diusulkan dengan membuat dan menguji campuran percobaan
dengan kehadiran Direksi Teknik/Konsultan Pengawas, dengan
menggunakan jenis instruksi dan peralatan yang sama seperti yang
akan digunakan untuk pekerjaan. Campuran percobaan harus
dianggap dapat diterima asal memenuhi semua persyaratan sifat
campuran yang dirinci dalam Pasal 3.1.(3).c. dibawah.

c. Persyaratan Sifat Campuran
1). Semua beton yang digunakan harus memenuhi persyaratan
kekuatan dan „slump‟ yang dirinci dalam Tabel 3.1.(3).c., atau
disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas, bila diambil
contoh, dirawat dan diuji sesuai dengan AASHTO T 141, T 23,
T 126 dan T 22.

III - 9


Tabel 3.1.(3).c. Persyaratan Sifat Campuran
Kelas
Beton
Kekuatan Karakteristik (kg/cm2)
Slump (mm) *)
Contoh Kubus
15 cm
Contoh Silinder
15 x 30 cm
7 hr 28 hr 7 hr 28 hr Digetarka
n
Tidak
Digetarka
n
K-400 285 400 240 330 20-50 -
K-350 250 350 210 290 20-50 -
K-250 180 250 150 210 20-50 -
K-225 150 225 125 190 20-50 -
K-175 115 175 95 145 30-60 50-80
K-125 85 125 70 105 30-60 50-80
BO - - - - - -
Catatan : *) Dalam hal ini dipakai pompa beton untuk menaruh beton,
slump dari beton dapat berada diantara 75-25 (mm)

2). Bila Kontraktor bermaksud menggunakan satuan beton
pracetak buatan pabrik, maka campuran percobaan boleh
ditiadakan dengan syarat bahwa diberikan bukti untuk
memuaskan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas, bahwa pabrik
secara teratur menghasilkan beton yang mengikuti Spesifikasi.
Bukti tersebut harus memuat perincian dari proporsi campuran,
perbandingan air-semen, “Slump” dan kekuatan yang diperoleh
pada 28 hari.

3). Beton yang tidak memenuhi persyaratan slump pada umumnya
tidak ditempatkan pada pekerjaan, kecuali bahwa Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas dalam beberapa hal boleh
menyetujui penggunaan yang terbatas dari sejumlah kecil beton
tersebut dalam beberapa bagian pekerjaan tertentu yang sedikit
dibebani Sifat mudah dilaksanakan dan susunan campuran
harus sedemikian rupa hingga pada pembongkaran acuan
menghasilkan suatu permukaan yang halus, rata dan padat.

4). Contoh yang diuji kuat tekannya harus diuji di laboratorium yang
dilengkapi secara layak dan disetujui oleb Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas. Kontraktor harus bertanggung
jawab untuk mengangkut contoh pengujian dari tempat kerja ke
laboratorium dan harus mengambil tindakan pencegahan untuk
mencegah kerusakan terhadap contoh selama penanganan,
pengangkutan dan penyimpanan.

III - 10
5). Bila hasil pengujian 7 hari kekuatan beton di bawah yang dirinci
dalam tabel 5.1.(3).c., maka Kontraktor tidak boleh mengecor
beton selanjutnya hingga penyebab dari hasil yang rendah
tersebut telah diketahui dengan pasti dan sampai diambil
langkah-langkah untuk menjamin produksi beton memenuhi
spesifikasi hingga memuaskan Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas.

6) Direksi Teknik/Konsultan Pengawas dapat juga menunda
pekerjaan dan/atau memerintahkan Kontraktor untuk
mengambil tindakan perbaikan guna meningkatkan kualitas
campuran atas dasar hasil pengujian kuat tekan 3 hari. Dalam
keadaan demikian, Kontraktor harus segera menghentikan
pengecoran beton tersebut, tetapi dapat memilih untuk
menunggu sampai hasil pengujian 7 hari tersedia sebelum
melaksanakan tindakan perbaikan, pada waktu tersebut Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas akan meninjau kembali kedua
hasil pengujian 3 hari dan 7 hari, dan dapat segera
memerintahkan pelaksanaan tindakan perbaikan yang
dipandang perlu.

7). Kekuatan karakteristik berbagai kelas beton ditentukan
berdasarkan serangkaian hasil pengujian tekan yang ada
contoh pengujian yang diambil dari contoh-contoh yang sama.

Kekuatan karakteristik beton diperoleh sebagai suatu fungsi dari
nilai percobaan kekuatan rata-rata, jumlah pengujian
dilaksanakan dan pemencaran dari hasil-hasil dengan
menggunakan rumus berikut :

fc = fav – ks = kekuatan beton yang sebenarnya

rata - rata percobaan kekuatan
n
"
l i
i
av Dimana

standar n penyimpana
1 n
2
av - i

"
l i
S

fl = kuat tekan contoh
n = jumlah contoh yang diuji
k = angka koefisien yang memperkirakan nilai-nilai yang
terlihat dalam tabel berikut


III - 11
N 4 6 8 10 12 14 16
K 1.17 0.83 0.67 0.58 0.52 0.48 0.44

Untuk maksud-maksud pemenuhan :

(i). Kekuatan rata-rata yang ditentukan dari setiap kelompok hasil
pengujian yang harus melampaui kekuatan karakteristik yang
ditetapkan dengan tidak melebihi dari 5 N / mm2.
(ii). Setiap hasil pengujian harus lebih besar dari. 90 % dari
kekuatan karakteristik yang ditetapkan.

8). Perbaikan pekerjaan beton yang kurang memuaskan termasuk
pembongkaran dan penggantian seluruh beton harus
didasarkan hanya pada hasil kuat tekan 3 hari kecuali
Kontraktor dan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas menyetujui
bersama pembetulan tersebut.

d. Penyesuaian campuran
1). Bila sifat mudah dikerjakan dari beton tidak dapat diperoleh
dengan proporsi semula direncanakan oleh Direksi
Teknik/Konsutan Pengawas, maka ia akan membuat perubahan
berat agregat sebagaimana diperlukan, asalkan dalam hal
bagaimanapun kadar semen yang direncanakan semula tidak
diubah, juga tidak pada perbandingan air/semen yang
ditetapkan dengan pengujian kuat tekan yang mengakibatkan
kekuatan yang memadai harus ditingkatkan.

2). Pengadukan beton yang sudah dicampur dengan
menambahkan air atau dengan cara lain tidak akan
diperbolehkan. Zat campuran untuk meningkatkan sifat mudah
dikerjakan hanya akan diizinkan jika ditemukan secara terinci
dalam kontrak.

3). Jika beton tersebut tidak mencapai kekuatan yang ditetapkan
atau disetujui, maka kadar semen harus ditingkatkan
sebagaimana diarahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas.

4). Tidak ada perubahan pada sumber atau sifat bahan-bahan
akan dibuat tanpa pemberitahuan tertulis kepada Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas, dan tidak ada bahan-bahan baru
akan digunakan sampai Direksi Teknik/ Konsultan Pengawas
telah menerima bahan-bahan tersebut secara tertulis dan telah
merencanakan proporsi baru berdasarkan pada pengujian pada
campuran percobaan baru yang dilaksanakan oleh Kontraktor.

III - 12



e. Penakaran Agregat
1). Semua beton harus ditakar berdasarkan berat. Jika digunakan
semen kantung, maka jumlah penakaran harus sedemikian
hingga jumlah semen yang diperlukan adalah sama dengan
satu kantung semen utuh atau lebih. Agregat harus diukur
secara terpisah berdasarkan berat. Ukuran setiap penakaran
tidak akan melebihi kapasitas kecepatan alat pencampur.

2). Mesin pencampur harus dilengkapi dengan penampungan air
yang memadai dan suatu alat untuk mengukur dan
mengendalikan jumlah air secara otomatis dalam setiap
penakaran.

3). Mesin pencampur harus terlebih dahulu diisi dengan agregat
dan semen yang telah ditakar, dan kemudian mesin pencampur
dijalankan sebelum ditambahkan air.

4). Waktu pencampuran harus diukur dari saat air mulai
dimasukkan kedalam bahan-bahan campuran kering. Semua air
pencampuran baru dimasukkan sebelum ¼ waktu
pencampuran berlalu. Waktu pencampuran untuk mesin
berkapasitas ¾ meter kubik atau kurang harus, 1,5 menit, untuk
mesin yang lebih besar, maka waktu harus ditingkatkan 15 detik
untuk setiap penambahan 0,5 m
3
dalam ukuran.

5). Dimana tidak mungkin untuk menggunakan mesin pencampuran
maka Direksi Teknik/Konsultan Pengawas, boleh menyetujui
pencampuran beton dengan tenaga manusia, sedekat mungkin
dengan tempat pengecoran. Penggunaan pencampuran beton
dengan tenaga manusia harus diatasi pada beton non
struktural.

4. PENGECORAN
a. Persiapan Tempat Kerja
1). Kontraktor harus membongkar setiap struktur yang ada, yang
harus diganti dengan pekerjaan beton baru atau yang harus
dibongkar untuk memberi tempat bagi pekerjaan beton baru.
Pekerjaan pembongkaran tersebut harus dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan dalam Spesifikasi ini.

2). Kontraktor harus menggali atau mengurug kembali pondasi
atau formasi untuk pekerjaan beton pada garis-garis yang
III - 13
terlihat pada gambar atau ditunjukkan oleh Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas sesuai dengan ketentuan dalam
spesifikasi ini dan harus membebaskan serta membongkar
suatu daerah yang cukup luas disekitar tapi pekerjaan beton
untuk menjamin dapat dicapainya seluruh bagian pekerjaan
tersebut. Tempat berjalan yang mantap harus disediakan bila
perlu untuk menjamin bahwa, semua bagian dari pada
pekerjaan dapat diawasi dengan mudah dan aman.

3). Semua telapak, pondasi dan galian untuk pekerjaan beton
harus dijaga agar kering dan beton tidak boleh dicor di atas
tanah yang mengandung Lumpur, puing atau bahan-bahan
asing lainnya, atau dalam air.
4). Sebelum pengecoran beton mulai, semua acua tulangan dan
benda lain yang harus dimasukkan ke dalam beton (seperti
pipa-pipa atau saluran) harus ditempatkan dengan tepat dan
diikat dengan kuat serta ditunjang terhadap pergeseran oleh
pekerjaan pengecoran beton.

5). Bila ditetapkan atau diperintahkan oleh Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas, bahan-bahan alas untuk
pekerjaan beton harus dihampar sesuai dengan ketentuan
dalam Spesifikasi ini.

6). Direksi Teknik/Konsultan Pengawas harus memeriksa semua
galian dan pondasi yang disiapkan sebelum menyetujui
penempatan acuan atau baja tulangan atau beton dan boleh
meminta Kontraktor untuk melaksanakan pengujian penetrasi
penyelidikan yang mendalam pengujian kepadatan dan
pemeriksaan lainnya untuk menegaskan daya dukung yang
memadai dari tanah di bawah pondasi. Dalam hal bahwa
ditentukan kondisi yang kurang memuaskan, maka Kontraktor
dapat diperintahkan untuk merubah ukuran atau kedalaman
pondasi dan/atau untuk menggali dan mengganti daerah yang
lunak, memadatkan tanah pondasi atau melaksanakan tindakan
stabilitasi lainnya sebagaimana diperintahkan oleh Direksi
Teknik/ Konsultan Pengawas.

b. Acuan dan Perancah
1). Perancah/Scaffolding harus direncanakan dan dibangun untuk
mendukung beban yang diperlukan dan untuk mendukung
beban-beban tanpa lenturan atau deformasi yang berarti
sehingga mencegah kerataan dalam beton yang dicor. Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas dapat meminta agar Kontraktor
menggunakan dongkrak sekrup atau baji kayu keras untuk
mengencangkan setiap penurunan acuan baik sebelum
III - 14
maupun sewaktu pengecoran beton. Perancah harus didirikan
diatas telapak yang memadai dengan cara yang disetujui
Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. Perancah dapat dalam hal
tertentu ditunjang pada struktur yang sudah dibangun. Dalam
hal tersebut, maka Kontraktor harus mengajukan kepada
Direksi Teknik/Konsultan Pengawas secara tertulis semua
informasi beban perancah terhadap struktur. Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas harus memberikan persetujuan
secara tertulis untuk rencana, memulai pekerjaan.

2). Perancah harus dipasang untuk memberikan lendutan pada
stuktur yang telah selesai sebagaimana ditetapkan oleh Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas dengan toleransi yang diberikan
dalam 3.1.(1).e.

3). Semua bahan-bahan yang digunakan dalam konstruksi
perancah tersebut harus sesuai dengan AASHTO standar yang
relevan. Pengujin dan serfifikat bahan-bahan mungkin
diperlukan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

4). Acuan tanah, dimana. disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas, harus dibentuk dengan galian, sisi dan dasar harus
dipotong dengan tangan menurut ukuran yang diperlukan.
Semua tanah lepas harus dihilangkan sebelum pengecoran
beton.

5). Acuan yang dibuat dapat berupa dari kayu atau baja, dengan
sambungan yang kedap terhadap adukan dan cukup kaku
untuk mempertahankan posisi yang diperlukan selama
pengecoran, pemadatan dan perawatan.

6). Acuan untuk permukaan yang terbuka harus ditutupi baik oleh
kayu dengan ketebalan yang merata dengan papan acuan
pemisah scbagaimana diperlukan dan disetujui, maupun oleh
logam keras tanpa cacat yang akan merusak kualitas
permukaan akhir beton. Tidak akan digunakan bentuk logam
yang menekuk dan berkarat. Acuan harus ditumpukan pada
semua tepi yang tajan dan harus diberikan siku-siku dalam hal
semua ketidakrataan. Kayu kasar boleh digunakan untuk
permukaan yang tidak tampak pada struktur akhir.

7). Sernua kayu harus padat, beban dari lengkung, puntir, getah,
goncangan, simpul besar dan lepas, tepi bergelombang atau
kerusakan lainnya yang mempengaruhi kekuatan atau
penampilan dari stuktur akhir.

III - 15
8). Semua bentuk haruslah dipasang dan dipertahankan benar-
benar menurut garis-garis yang. ditunjukkan hingga beton
cukup mengeras. Bila bentuk tampak kurang memuaskan
dalarn segala hal, baik sebelum atau selama pengecoran beton,
maka Direksi Teknik/Konsultan Pengawas boleh
memerintahkan agar pekerjaan dihentikan sampai kerusakan
telah diperbaiki.

9). Bentuk, kekuatan, kekerasan, kekedapan, kehalusan
permukaan dari acuan yang digunakan kembali harus dipelihara
sepanjang waktu. Setiap kayu yang melengkung dan menonjol
harus diukur lagi sebelum digunakan kembali. Acuan yang
kurang memuaskan dalam segala hal seharusnya tidak
digunakan lagi.

10). Begel atau angker logam di dalam bentuk tersebut harus
dikonstruksi sedemikian sehingga memungkinkan untuk
dikeluarkan sampai suatu jarak sekurang-kurangnya 50 mm
dan permukaan tanpa melukai beton. Semua pemasangan
begel logam harus direncanakan sedemikian rupa, sehingga
lubang-lubang yang tertinggal pada waktu pemotongan akan
merupakan ukuran yang paling kecil. Lubang harus diisi dengan
adukan semen. Permukaan tersebut harus dibiarkan dalam
keadaan padat halus, rata dan uniform dalam warna.

11). Acuan harus dikonstruksi sedemikian rupa hingga setiap bahan-
bahan asing dapat dibersihkan tanpa mengganggu pekerjaan
yang sudah diperiksa dan disetujui oleh Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas. Sebelum pengecoran beton,
semua serutan, kawat pengikat yang longgar, tanah, kotoran
dan semua bahan-bahan asing harus dikeluarkan dari acuan
dan acuan tersebut harus dicuci secara hati-hati menyeluruh
dengan air.

12). Acuan harus dikonstruksi sedemikian rupa hingga dapat dibuka
tanpa merusak beton.

c. Pengecoran
1). Kontraktor harus memberitahukan Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum ia
bermaksud untuk memulai dengan pengecoran beton, atau
untuk melanjutkan pengecoran beton bila operasi telah ditunda
untuk perioda waktu lebih dari 24 jam. Pemberitahuan harus
meliputi lokasi pekerjaan, sifat pekerjaan, kelas beton serta
tanggal dan waktu pencampuran beton, Direksi Teknik/
Konsultan Pengawas akan mensahkan penerimaan dan
III - 16
pemberitahuan tersebut dan harus memeriksa acuan dan
tulangan baja. Kontraktor tidak boleh mengecor beton tanpa
persetujuan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas secara tertulis.

2). Meskipun terdapat masalah mengenai persetujuan untuk
melanjutkan maka tidak ada beton boleh dicor bila Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas atau wakilnya benar-benar tidak
hadir untuk menyaksikan operasi pencampuran dan
pengecoran secara keseluruhan.

3). Segera sebelum beton dicor, maka acuan harus dibasahi
dengan air atau dilapisi disebelah dalam dengan suatu minyak
mineral tak akan membekas.

4). Tidak ada beton boleh digunakan bila tidak dicor dalam posisi
akhir dalam bagian acuan dalam waktu 30 menit setelah air
ditambahkan pada campuran tersebut.

5). Pengecoran beton harus diteruskan tanpa henti sampai suatu
sambungan konstruksi yang diadakan sebelumnya disetujui
atau sampai pekerjaan tersebut selesai.

6). Beton harus dicor dengan cara tertentu untuk menghindari
pemisahan partikel halus dan kasar dalam campuran. Beton
harus dicor dalam bagian acuan sedekat mungkin sampai posisi
akhir untuk menghindari pengaliran dan tidak boleh mengalir
lebih dari 1 meter setelah pengecoran.

7). Bila dicor kedalam struktur yang mempunyai acuan sulit dan
tulangan baja yang rapat, maka beton harus dicor dalam
lapisan horizontal yang tidak lebih dari 15 cm.

8). Beton tidak boleh dijatuhkan secara beban kedalam bagian
acuan dari ketinggian melebihi 150 cm. Bila operasi pengecoran
meliputi ketinggian jatuh beton lebih dari 150 cm, maka beton
harus dicor melalui logam atau pipa lainnya yang disetujui. Pipa
harus tetap penuh dengan beton selama pengecoran dan ujung
bawah tetap terbenam dalam beton yang baru dicor.

9). Beton harus dicor pada suatu kecepatan yang sedemikian
hingga beton yang telah dicor kedalam acuan masih bersifat
plastis bila beton baru dicor diatasnya.

10). Air tidak diizinkan melimpah atau naik pada pekerjaan beton
dalam waktu pengecoran 24 jam.

III - 17
11). Segera sebelum pengecoran beton, maka Kontraktor harus
memeriksa semua perancah dan baji-baji serta harus membuat
semua penyesuaian yang diperlukan. Perhatian harus diberikan
untuk menjamin bahwa penurunan dan lendutan minimum yang
disebabkan berat beton. Cara-cara yang sesuai seperti papan
penunjuk harus disiapkan oleb Kontraktor sehingga Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas dapat dengan mudah mengukur
penurunan atau pergeseran acuan lainnya timbul, dimana dapat
mengakibatkan tidak dapat memenuhi rencana, maka
pengecoran beton tidak boleh diteruskan sampai tindakan
perbaikan disediakan hingga memuaskan Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas. Bila tindakan yang tidak
memuaskan tidak disediakan sebelum pembentukan awal dan
beton pada daerah yang dipengaruhi, maka pengecoran beton
tidak boleh diteruskan dan suatu turap harus dipasang pada
suatu lokasi yang ditentukan oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas. Semua beton cor diluar turap tersebut harus
dipindahkan.

d. Sambungan Konstruksi
1). Sambungan konstruksi harus dicor seperti terlihat pada gambar.
Bila sambungan tersebut tidak terlihat, maka kontraktor harus
mempersiapkan suatu jadwal pembetonan untuk setiap struktur
untuk disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.
Sambungan konstruksi tidak boleh terletak pada pertemuan dari
bagian konstruksi kecuali sebaiknya ditetapkan.

2). Sambungan konstruksi melalui tembok sayap harus dihindari.
Seperti sambungan konstruksi harus tegak lurus terhadap garis-
garis utama tegangan dan pada umumnya harus diletakkan
pada titik dengan gaya geser minimum.

3). Bila sambungan vertical diperlukan, maka baja tulangan harus
diperpanjang melampaui sambungan tersebut sehingga
membuat struktur tetap monolit.

4). Alur sambungan paling sedikit sedalam 4 cm harus disediakan
pada semua sambungan konstruksi dalam dinding, pelat, dan
antara telapak dengan dinding. Untuk pelat yang berada diatas
sambungan harus diletakkan sedemikian sehingga membagi
pelat kedalam bagian-bagian yang lebih besar tidak lebih dari
120 % daripada bagian yang lebih kecil.

5). Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja dan bahan-bahan
tambahan sebagaimana diperlukan untuk membuat sambungan
konstruksi tambahan dalam hal setiap penangguhan pekerjaan
III - 18
yang tidak direncanakan yang disebabkan oleh hujan atau
kemacetan persediaan beton atau penangguhan pekerjaan oleh
Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

e. Pemadatan
1). Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis yang
disetujui untuk dioperasikan dalam beton tersebut. Bila
diperlukan, penggetaran harus ditambah dengan pamadatan
adukan beton dengan tangan dan menggunakan alat-alat yang
sesuai untuk menjamin pemadatan yang layak dan memadai.
Penggetar tidak boleh digunakan untuk mengangkut beton dari
satu titik ke titik lain didalam bagian acuan.

2). Intensitas getaran harus sedemikian rupa untuk mempengaruhi
secara nyata suatu massa beton dengan “slump” 20 mm pada
suatu radius yang sekurang-kurangnya 450 mm.

3). Penggunaan penggetar harus pada titik yang tersebar marata
dan tidak lebih jauh terpisah daripada 2 kali radius dimana,
getaran efektif secara nyata.

4). Kontraktor harus menyediakan sejumlah penggetar yang
memadai untuk memadatkan secara layak setiap takaran
segera setelah dicor dalam bagian acuan.

5). Penggetar harus digerakkan sedemikian rupa untuk
mengerjakan beton sepenuhnya sekitar tulangan dan peralatan
tetap dan tertanam serta pada tepi dan sudut bagian acuan.

6). Getaran harus dilaksanakan pada titik penimbunan dan tempat
timbunan beton yang baru. Penggetar harus didorong dan
ditarik dari beton secara perlahan-lahan. Getaran harus
dilaksanakan pada perioda waktu intensitas yang cukup untuk
memadatkan beton dengan sepenuhnya. Tetapi tidak
diteruskan sedemikian rupa hingga menyebabkan pemisahan.
Getaran tidak akan diteruskan pada suatu titik secara meluas
sampai terbentuknya tempat adukan beton yang dilokalisir.

5. PEKERJAAN PENYELESAIAN
a. Pembongkaran Acuan
Bagian acuan dan perancah tidak boleh dibongkar tanpa izin Direksi
Teknik/ Konsultan Pengawas. Izin Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas tidak akan membebaskan Kontraktor dari tanggung
jawab untuk keamanan pekerjaan. Pada waktu acuan dibongkar
dan tanpa kecuali setiap bagian acuan kayu boleh tertinggal dalam
III - 19
beton. Pembongkaran perancah untuk struktur menerus atau konsol
harus diarahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas atau
harus sedemikian rupa hingga struktur tersebut secara bertahap
mencapai tegangan izinnya. Bila pengujian kekuatan beton
digunakan untuk pembongkaran bagian acuan dan penunjang,
maka pembongkaran tersebut harus boleh dimulai sampai beton
mencapai 70 % dari kekuatan rencana yang ditentukan.

Bagian tepi acuan yag tidak menunjang beban tidak akan dibongkar
selama 3 hari berlalu setelah pengecoran beton kecuali untuk
memberikan kemudahan penyelesaian.

Bagian acuan untuk telapak yang dibangun pada cofferdam atau
kirb dapat ditinggalkan ditempat bila pembongkarannya akan
membahayakan keamanan dari cofferdam atau krib, dan bila bagian
acuan yang ditinggalkan utuh terlindung dari pandangan pada
struktur akhir. Semua bagian acuan lainnya harus dibongkar baik
diatas maupun dibawah permukaan tanah atau air.

b. Penyelesaian Permukaan
1). Permukaan beton harus diselesaikan segera setelah
pembongkaran bagian acuan, semua perlengkapan logam yang
telah digunakan untuk menahan bagian acuan dan bagian
acuan yang melalui badan beton, harus dipindahkan atau
dikurangi.

2). Direksi Teknik/Konsultan Pengawas akan memeriksa
permukaan beton segera pada pembongkaran bagian acuan
dan dapat memerintahkan penambalan dari cacat kecil, yang
tidak akan mempengaruhi secara struktural atau fungsi lainnya
dari pekerjaan beton. Penambalan harus meliputi pengisian
lubang kecil dan penurunan dengan adukan semen.
Penambalan dan perbaikan lainnya pada beton tidak akan
dikerjakan sebelum pemeriksaan.

3). Bila Direksi Teknik/Konsultan Pengawas menyetujui pengisian
lubang besar atau keropok, maka beton tersebut harus dipahat
di belakang tulangan sampai bahan-bahan yang keras
membentuk permukaan tegak lurus pada permukaan benda
kerja. Adukan harus terdiri dari semen dan pasir halus dicampur
dalam proporsi yang digunakan dalam beton yang sedang
diselesaikan. Penggosokan harus dilanjutkan sehingga semua
tanda acuan, proyeksi dan tidak keteraturan telah dihilangkan
semua rongga telah terisi dan suatu permukaan yang merata
diperoleh. Pasta yang dihasilkan dengan penggosokan ini harus
ditinggalkan ditempat.
III - 20

4). Persyaratan tambahan untuk penyelesaian permukaan
diberikan dibawah secara umum penyelesaian yang dibentuk
yang tidak terlihat harus merupakan kelas F1 dan penyelesaian
yang dibentuk F2, penyelesaian lainnya yaitu kelas F3, seperti
penyelesaian yang berusuk untuk bergerigi harus sebagai
ditunjukan pada gambar. Kontraktor, bila diperintahkan oleh
Direksi Teknik/Konsultan Pengawas, harus menyiapkan papan
percobaan dan penyelesaian yang terbuka sebelum
pembetonan. Papan itu harus berisi tulangan untuk mewakili
bagian terpadat terdapat dari suatu bagian dan akan dicetak
dari beton yang akan digunakan dalam pekerjaan. Beton harus
dipadatkan dengan metoda yang digunakan dalam pekerjaan.

5). Penyelesaian yang dibentuk harus diperlakukan. Persyaratan
tambahan untuk berbagai kelas penyelesaian adalah :

Kelas Fl - tidak ada

Kelas F2 - Ketidakrataan dalam penyelesaian tidak boleh lebih
besar daripada yang didapatkan dari penggunaan papan-papan
persegi untuk membuat ketebalan yang disusun dalam pola
yang seragam. Penyelesaian dimaksudkan untuk ditinggalkan
sebagai cetakan tetapi cacat seperti sirip-sirip dan perubahan
warna permukaan harus diperbaiki dengan metoda yang
disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

Kelas F3 - acuan harus diatur dengan bahan-bahan yang
disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas untuk
memberikan penyelesaian yang halus dari tekstur dan
penampilan yang seragam. Bahan-bahan ini harus dan tipe
yang sama dan didapat seluruhnya dan hanya satu sumber
untuk setiap sebuah struktur. Kontraktor harus memperbaiki
setiap cacat dalam penyelesaian seperti yang diminta oleh
Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. Ikatan dalam dan bagian
logam yang tertanam tidak diperbolehkan.

Semua sambungan pada acuan untuk penyelesaian Kelas F2
dan Kelas F3 harus membentuk pola yang tetap dengan garis
horizontal dan vertical menerus keseluruh tiap-tiap struktur.
Semua sambungan konstruksi harus tepat dengan garis-garis
ini.

6). Permukaan yang tidak berbentuk harus diselesaikan sebagai
berikut :

III - 21
Kelas Ul - Beton harus dibuat dengan ketinggian dan kerataan
yang seragam untuk menghasilkan suatu bidang dengan
permukaan yang bersusun atau berbukit seperti diuraikan
dalam kontrak, tidak boleh ada pekerjaan yang lebih lanjut yang
dilakukan pada permukaan kecuali jika digunakan sebagai
tahap pertama untuk penyelesaian Kelas U2 dan Kelas U3.

Kelas U2 - setelah beton cukup mengeras, permukaan beton
kelas U1 harus diapungi dengan tangan atau mesin
secukupnya hanya untuk menghasilkan suatu permukaan yang
seragam dan bebas dari tanda bekas perataan.

Kelas U3 - bila lapisan kelembaban sudah hilang dan beton
telah mengeras dengan secukupnya untuk menghindari
terjadinya lapis buih semen/laitance pada permukaan beton,
suatu pemukaan Kelas U1 harus ditepuk dengan sendok semen
pada tekanan yang tetap untuk menghasilkan suatu permukaan
yang padat, halus dan seragam serta bebas dan tanda sendok
semen.

c. Perawatan
1). Setelah pengecoran, maka beton harus dilindungi dari
pengeringan awal, suhu yang terlampau tinggi, angin keras dan
gangguan mekanis. Beton harus dipelihara dengan kehilangan
kelembaban yang minimal dan suhu yang relatif tetap untuk
suatu perioda khusus guna menjamin hidrasi yang layak dari
semen dan pengeras beton.

2). Beton harus dirawat segera setelah mengeras. Dengan
menutupinya dengan selimut yang menyerap air yang harus
selalu basah untuk suatu perioda sekurang-kurangnya 7 hari.
Semua lembaran atau selimut perawatan harus dibebani
secukupnya atau dibungkus sampai kebawah untuk menjaga
agar permukaan beton tertutup dan untuk mencegah
permukaan terbuka terhadap aliran udara. Bila digunakan
acuan kayu, maka perlu dijaga agar basah sepanjang waktu
sampai dibongkar, untuk mencegah terbukanya sambungan
dan pengeringan beton.

6. PENGENDALIAN MUTU DI LAPANGAN
a. Umum
Kontraktor harus mcnganggap mempunyai tanggung jawab penuh
untuk menjamin bahwa kualitas beton sesuai dengan spesifikasi ini
dan tanggung jawab ini tidak akan dibebaskan dengan pengujian
III - 22
yang dilakukan dan disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas.



b. Pengujian untuk sifat mudah dikerjakan
Suatu pengujian “Slump” atau lebih sebagaimana diperintahkan
oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas harus dilaksanakan pada
setiap penakaran beton yang dihasilkan dengan pengujian tersebut
tidak akan dianggap telah dilaksanakan kecuali disaksikan oleh
Direksi Teknik/Konsultan Pengawas atau wakilnya.

c. Pengujian kuat tekan
1). Kontraktor harus melaksanakan tidak kurang dari satu
pengujian kuat tekan untuk setiap 20 meter kubik atau bagian
dan beton yang dicor dan dalam segala hal tidak kurang dari
satu pengujian untuk setiap kelas beton yang dicor dan untuk
setiap jenis terpisah dari komponen struktur yang dicor pada
satu hari. Setiap pengujian harus termasuk pembuatan tiga
contoh yang sama yang pertama harus ditujukan pada
pengujian kuat tekan setelah 3 hari, yang kedua setelah 7 hari
dan yang ketiga setelah 28 hari.

2). Bila seluruh jumlah kontrak dari satu kelas beton tertentu yang
frekuensi pengujian yang ditetapkan pada (a) di atas
menyediakan kurang dari lima pengujian untuk suatu kelas
beton tertentu, maka pengujian tersebut harus dilaksanakan
pada contoh, sekurang-kurangnya lima penakaran terpilih
secara sembarang.

d. Pengujian Tambahan
Kontraktor harus melaksanakan pengujian tambahan yang mungkin
diperlukan untuk menetapkan kualitas bahan-bahan campuran atau
pekerjaan beton akhir, sebagaimana disarankan oleh Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas. Pengujian tambahan demikian dapat
meliputi:

1). Pengujian yang tidak merusak dengan menggunakan suatu
sclerometer atau alat pengujian lainnya

2). Pengujian beban struktur atau elemen struktural yang
ditanyakan.

3). Pengambilan dan pengujian contoh beton.

III - 23
4). Pengujian lainnya sebagaimana ditetapkan oleh Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas.


B. BAJA TULANGAN UNTUK BETON
1. UMUM
a. Uraian
Pekerjaan ini harus mencakup pengadaan dan pemasangan baja
tulangan sesuai dengan spesifikasi dan Gambar, atau sebagaimana
diperintahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

b. Penerbitan Detail-detail Konstruksi
Detail konstruksi untuk baja tulangan yang tidak disertakan pada
waktu lelang akan diserahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas setelah peninjauan kembali rancangan awal telah
selesai.

c. Standar rujukan
A.C.1. 315 Buku Pegangan Standar praktis untuk detail
struktur beton bertulang, Institut beton Amerika.

AASHTO M31-77 Baja tulangan beton yang polos dan yang
berulir.

AASHTO M32-78 Kawat baja yang dibentuk dalam keadaan
dingin (cold drawn stell wire) untuk tulangan
beton.

AASHTO M55 Anyaman kawat baja dilas di pabrik untuk
tulangan beton.

AWS D 2.0 Persyarataan standar untuk jembatan jalan raya
dan kereta api dengan sambungan yang dilas.

N1.2 - 1971 Peraturan Beton Indonesia.

SII 0136 - 84 Standar Industri Indonesia mengenai Baja
Tulangan Beton.

d. Toleransi
1). Toleransi untuk pembuatan (fabrikasi) harus seperti yang
disyaratkan dalam ACI 315.

III - 24
2). Baja tulangan harus dipasang sedemikian sehingga selimut
beton yang menutup bagian luar dari baja tulangan adalah
sebagai berikut :

(i) 3.5 crn untuk beton yang tidak terbuka langsung terhadap
udara atau terhadap air tanah atau terhadap bahaya
kebakaran.

(ii) Seperti yang ditunjukkan dalam tabel. 3.2. (1).d). untuk
beton yang terendam/tertanam atau terbuka langsung
terhadap cuaca atau urugan tanah tetapi masih dapat
diamati untuk pemeriksaan.

Tabel 3.2.(1).d). Selimut beton minimum dari baja tulangan
untuk beton yang tak terlindungi tetapi mudah
dicapai.

Ukuran batang baja
tulangan yang akan
diselimuti (mm)
Tebal selimut
Beton minimum (cm)
Batang 16 mm dan lebih
kecil
Batang 19 mm dan 22 mm
Batang 25 mm dan lebih
besar
3,5
5
6

(iii) 7,5 cm untuk seluruh beton yang terendam/tertanam yang
tidak bisa dicapai atau untuk beton yang tak bisa dicapai
bila kehancuran karena karat dari tulangan dapat
menyebabkan kerusakan atau kehancuran struktur, atau
untuk beton yang ditempatkan langsung diatas tanah
karang, atau untuk beton yang berhubungan langsung
dengan kotoran pada selokan atau saluran roil serta cairan
korosif lainnya.

e. Penyimpanan dan Penanganan
1). Kontraktor harus mengangkut tulangan ke tempat kerja dalam
ikatan, diberi label, dan ditandai dengan label metal yang
menunjukkan ukuran batang, panjang dan informasi lainnya
sehubungan dengan tanda yang ditunjukkan pada diagram
tulangan.

2). Kontraktor harus menangani serta menyimpan seluruh baja
tulangan sedemikian untuk mencegah distorsi, pengotoran
korosi, atau kerusakan. Baja tulangan tersebut harus selalu
III - 25
disimpan tanpa menyentuh tanah dan dilindungi dari
pengkaratan atau pelapisan bahan-bahan yang merusak.

f. Pelaporan
1). Sebelum memesan material, seluruh daftar pesanan dan
diagram pembengkokan harus disediakan oleh Kontraktor untuk
mendapatkan persetujuan dari Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas, dan tidak ada material yang dipesan sebelum daftar
tersebut serta diagram pembengkokan disetujui.

2). Sebelum memulai pekerjaan baja tulangan, Kontraktor harus
menunjukkan kepada Direksi Teknik/Konsultan Pengawas
Daftar disahkan dan pembuat pabrik baja yang memberikan
berat satuan nominal dalam kilogram dari tiap ukuran dan kelas
batang tulangan atau anyaman baja dilas yang akan digunakan
dalam pekerjaan.

g. Mutu Pekerjaan dan Perbaikan dari pekerjaan yang tak memuaskan
(1) Persetujuan atas daftar pesanan dan diagram pembengkokan
dalam segala hal tidak membebaskan kontraktor atas tanggung
jawabnya untuk memastikan ketelitian dari daftar dan diagram
tersebut. Revisi material yang disediakan sesuai, dengan daftar
dan diagram untuk memenuhi gambar rencana, harus atas
biaya kontraktor.

(2) Baja tulangan yang cacat sebagai berikut tidak akan diijinkan
dalam pekerjaan :

a. Panjang batang, ketebalan dan bengkokan yang melebihi
toleransi pembuatan yang diisyaratkan dalam ACI 315.

b. Bengkokan atau tekukan yang tidak ditujukkan pada
gambar atau Gambar kerja akhir.

(3) Dalam hal kekeliruan dalam pembuatan bentuk tulangan,
batang tidak boleh dibengkokan kembali atau diluruskan tanpa
persetujuan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas atau yang
akan merusak atau melemahkan material. Pembengkokan
kembali dari batang harus dilakukan dalam keadaan dingin
terkecuali disetujui lain oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas. Dalam segala hal batang tulangan yang telah
dibengkokan kembali lebih dari satu kali pada tempat yang
sama tidak diijinkan digunakan pada pekerjaan. Kekeliruan
yang tidak dapat diperbaiki oleh pembengkokan kembali tidak
disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas harus
III - 26
diperbaiki dengan mengganti menggunakan batang yang baru
yang dibengkokkan dengan benar dan sesuai dengan bentuk
dan ukuran yang diisyaratkan.
(4) Kontraktor harus menyediakan fasilitas di tempat kerja untuk
pemotongan dan pembengkokkan tulangan, baik bila
melakukan pemesanan biaya tulangan yang telah
dibengkokkan maupun tidak, dan harus menyediakan stok yang
cukup dan batang lurus ditempat, untuk pemnbengkokan yang
dibutuhkan untuk memperbaiki kekeliruan atau penggantian.

h. Penggantian ukuran batang
Penggantian batang dari ukuran berbeda akan hanya diijinkan bila
secara jelas disahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.
Bila baja diganti haruslah dengan luas penampang yang sama
dengan ukuran rancangan awal, atau lebih besar. Jarak antara
batang-batang baja tidak akan diperlebar.

2. MATERIAL
a. Baja Tulangan
1). Baja tulangan harus baja polos atau berulir kelas 40 yang
memenuhi persyaratan AASHTO M31 - 77, atau lainnya yang
disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

2). Bila anyaman tulangan baja diperlukan seperti untuk tulangan
pelat, anyaman tulangan yang dilas yang memenuhi AASHTO
M 55 dapat digunakan.

3). Baja tulangan mempunyai penampang yang sama rata.

4). Baja tulangan harus bebas dari kotoran-kotoran, lapisan
lemak/minyak, karat dan tidak cacat (retak-retak), mengelupas,
luka, patah dan sebagainya.

b. Tumpuan untuk tulangan
Tumpuan untuk tulangan harus dibentuk dan batang besi ringan
atau blok beton cetak dari kelas II/K275 seperti yang disyaratkan
dalam pasal 3.1 (3) a) dan pasal 3.1 (3) c) dari spesifikasi ini,
terkecuali disetujui lain oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.
Kayu, bata, batu material lain tidak boleh diijinkan sebagai tumpuan.

c. Pengikat untuk tulangan
Kawat pengikat untuk mengikat tulangan harus kawat baja yang
telah dilunakkan yang memenuhi AASHTO M 32-78.

III - 27



3. PEMBUATAN DAN PENEMPATAN
a. Pembengkokan
1). Terkecuali ditentukan lain oleh Direksi Teknik/Konsultan
Pengawas, seluruh tulangan harus dibengkokkan dalam
keadaan dingin dan sesuai dengan prosedur ACI 315,
menggunakan batang yang pada awalnya lurus dan bebas dari
tekukan-tekukan, bengkokan-bengkokan atau kerusakan. Bila
penggunaan panas untuk pembengkokan di lapangan disetujui
oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas tindakan pengamanan
harus diambil untuk menjamin bahwa sifat fisik dari baja tidak
banyak berubah.

2). Batang dari diameter 13 cm dan yang lebih besar harus
dibengkokan dengan mesin pembengkok.

b. Penempatan dan Pengikatan
1). Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk
menghilangkan kotoran, lumpur, oli, cat, karat, dan kerak,
percikan adukan atau lapisan lain yang dapat mengurangi atau
merusak pelekatan dengan beton.

2). Tulangan harus secara tepat ditempatkan sesuai dengan
Gambar dan dengan kebutuhan selimut penutup minimum yang
disyaratkan dalam 3.2(l) d) diatas, atau seperti yang
diperintahkan oleh Direksi Teknik/ Konsultan Pengawas.

3). Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan
kawat pengikat sehingga tidak tergeser sewaktu operasi
pengecoran. Pengelasan dari batang melintang atau pengikat
terhadap tulangan baja tarik utama tidak diperkenankan.

4). Seluruh tulangan harus disediakan sesuai dengan panjang
keseluruhan yang ditunjukkan pada Gambar. Penyambungan
(spiling) dari batang, terkecuali ditunjukkan pada Gambar, tidak
akan diijinkan tanpa persetujuan tertulis dari Direksi
Teknik/Konsultan Pengawas. Setiap peyambungan yang dapat
disetujui harus dibuat bertahap sejauh mungkin dan harus
diletakkan pada titik dengan tegangan tarik minimal.

5). Bila sambungan (spiling) yang menumpang disetujui maka
panjang yang menumpang haruslah 40 diameter batang dan
batang tersebut, harus diberikan kait pada ujungnya.
III - 28

6). Pengelasan dari baja tulangan tidak akan diijinkan terkecuali
diperinci dalam Gambar atau secara khusus diijinkan oleh
Direksi Teknik/ Konsultan Pengawas secara tatulis. Bila Direksi
menyetujui pengelasan dari penyambungan, maka sambungan
dalam hal ini adalah las tumpu ujung yang menembus penuh
yang memenuhi kebutuhan dari AWS D 2.0. pendinginan bend
alas dengan air tidak diijinkan.

7). Simpul dari kawat pengikat harus diarahkan meninggalkan
permukaan beton sehingga tidak akan tampak dari luar.

8). Anyaman baja yang dilas harus dipasang sepanjang mungkin,
dengan bagian sambungan harus menumpang paling sedikit
satu kali jarak anyaman. Anyaman harus dipotong untuk
mengikuti bentuk pada keterbukaan, dan harus dihentikan pada
sambungan antara pelat.

9). Bila tulangan tetap dibiarkan terbuka untuk suatu periode yang
cukup panjang, maka harus secara keseluruhan dibersihkan
dan dipulas dengan adukan semen.

10). Tidak boleh ada bagian tulangan yang telah ditempatkan boleh
digunakan untuk memikul perlengkapan penghantar beton,
jalan pendekat, lantai kerja atau beban konstruksi lainnya.


C. PEKERJAAN BAJA
1. PENJELASAN UMUM
1). Pekerjaan stuktur baja adalah bagian-bagian yang dalam Gambar
rencana dinyatakan sebagai struktur baja, juga bagian-bagian yang
menurut sifat strukturnya memakai baja, seperti kolom, balok,
rangka atap, rangka dinding dan lain-lain.

2). Untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut kontraktor harus membuat
gambar kerja (shop drawing) dari baja dan bila perlu dilengkapi
dengan struktur seperlunya. Gambar kerja meliputi detail-detail
pemasangan, pemotongan, penyambungan, lubang baut, las,
pengaku, ukuran-ukuran dan lain-lain yang secara teknis
diperlukan, terutama untuk fabrikasi dan pemasangan. Detail
sambungan harus dibuat secara lengkap oleh kontraktor.

2. MATERIAL
III - 29
1). Baja-baja profil dan pipa sesuai dengan Fe-360 atau BJ-37 menurut
PPBBI atau ASTM A-36, dengan tegangan. leleh. sebesar 3600
kg/cm2.


2). Baut baja biasa sesuai ASTM A-307

3). Baut baja tegangan tinggi sesuai dengan ASTM A-325 F (High
Strenght Friction Grip).

a. Elektroda las mengikuti AWS E-60XX atau mutu lebih tinggi.


3. PABRIKASI
1). Umum
Tukang-tukang yang digunakan harus dari tenaga-tenaga ahli pada
bidangnya dan melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai
dengan petunjuk-petunjuk Direksi Teknik/Konsultan Pengawas dan
ketelitian utama diperlukan untuk menjamin bahwa seluruh bagian
dapat cocok satu dengan lainnya pada waktu pemasangan. Direksi
Teknik/Konsultan Pengawasan mempunyai kebebasan sepenuhnya
untuk setiap waktu melakukan pemeriksaan pekerjaan, tidak satu
pekerjaan dibongkar atau disiapkan untuk dikirim sebelum diperiksa
dan disetujui.

Setiap pekerjaan yang cacat atau tidak sesuai dengan Gambar
rencana atau spesifikasi ini akan ditolak dan harus segera
diperbaiki. Kontraktor pabrikasi harus menyediakan atas biaya
sendiri semua pekerjaan, alat-alat perancah dan sebagainya yang
diperlukan dalam hubungan pemeriksaan pekerjaan.

Kontraktor pabrikasi harus memperkenankan kontraktor Montase
untuk sewaktu-waktu memeriksa pekerjaan dan untuk mendapatkan
keterangan mengenai cara-cara dan lain-lain yang berhubungan
dengan waktu pemasangan di tempat pekerjaan. Kontraktor
Montase tidak mempunyai wewenang untuk memberikan instruksi-
instruksi mengenai cara penyelenggaraan pabrikasi.

2). Pola Pengukuran
Pola (mal) pengukuran dan peralatan-peralatan lain yang
dibutuhkan untuk menjamin ketelitian pekerjaan harus disediakan
oleh Kontraktor Pabrikasi. Semua pengukuran harus dilakukan
dengan menggunakan pita-pita yang telah disetujui. Ukuran-ukuran
dari pekerjaan baja yang tertera pada Gambar rencana dianggap
ukuran pada 25 derajad C.
III - 30

3). Meluruskan
Sebelum pekerjaan lain dilakukan pada pelat, maka semua pelat
harus diperiksa kerataanya, semua batang-batang diperiksa
kelurusannya, harus bebas dari puntiran, bila perlu harus diperbaiki
sehingga bila pelat-pelat disusun akan terlihat rapat seluruhnya.

4). Pekerjaan baja dapat dipotong dengan menggunting, menggergaji
atau dengan las pemotong permukaan yang diperoleh dari hasil
pemotongan harus diselesaikan siku terhadap bidang yang
dipotong, tepat dan rata menurut ukuran yang diperlukan.

5). Pekerjaan mesin perkakas dan Geranda yang diperkenankan
Kalau pelat digunting, digergaji atau dipotong dengan las pemotong
maka pada pemotongan diperkenankan terbuangnya metal
sebanyak-banyaknya 3 mm, sebanyak-banyaknya 6 mm pada pelat
yang tebalnya lebih besar dari 12 mm

6). Memotong dengan Las Pemotong
Las pemotong digerakkan secara mekanis dan diarahkan dengan
sebuah mal serta bergerak dengan kecepatan tetap, Pinggir yang
dihasilkan oleh las pemotong harus bersih serta lurus dan untuk
menghaluskan tepi yang dipotong itu harus digunakan gerinda.
Gerinda bergerak searah dengan arah las pemotong, tepi harus,
diselesaikan sedemikian sehingga bebas dari seluruh bekas
kotoran besi.

7). Pekerjaan Las dan Pengawasan Pekerjaan Las
Pekerjaan las harus dikerjakan oleh tukang las, dibawah
pengawasan langsung seorang yang menurut anggapan Direksi
Teknis mempunyai training dan pengalaman yang sesuai untuk
penyelenggaraan pekerjaan semacam itu.

Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi Teknis/ Konsultan
Pengawas untuk mendapatkan persetujuan, maka cara itu tidak
akan diubah tanpa persetujuan lebih lanjut. Detail-detail khusus
menyangkut cara persiapan sambungan, cara pengelasan jenis dan
ukuran elektrodanya, tebal bagian bagian, ukuran dari las serta
kekuatan arus listrik untuk las tersebut harus diajukan kontraktor
untuk mendapatkan persetujuan Direksi Teknis/ Konsultan
Pengawas terlebih dahulu sebelum pekerjaan las listrik dilakukan.
Ukuran elektroda, arus dan tegangan listrik dan kecepatan busur
Iistrik yang digunakan pada listrik harus seperti yang dinyatakan
oleh pabrik las listrik tersebut dan tidak akan dibuat penyimpangan
tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Teknis/ Konsultan Pengawas.
III - 31
Pelat-pelat yang akan dilas harus bebas dari kotoran-kotoran besi,
minyak cat, karet atau lapisan lain yang dapat mempengaruhi mutu
las. Las dengan retak susut, retak pada bahan dasar, berlubang
dan kurang tepat letaknya harus disingkirkan
8). Mengebor
Semua lubang harus dibor untuk seluruh tebal dari material. Bila
memungkinkan, maka semua pelat, potongan-potongan dan
sebagainya harus dijepit bersama-sama untuk- membuat lubang
dan dibor menembus seluruh tebal sekaligus. Bila menggunakan
baut pas pada salah satu lubang maka lubang ini dibor lebih kecil
dan kemudian baru diperbesar untuk mencapai ukuran sebenarnya.
Cara lain adalah bahwa batang-batang dapat dilubangi tersendiri
dengan menggunakan mal.

Setelah mengebor, seluruh kotoran besi harus disingkirkan dan
pelat-pelat dan dapat di lepas bila perlu. Diameter lubang untuk
baut, kecuali baut pas, adalah 1,50 mm lebih besar dari pada
diameter yang tertera pada gambar rencana. Diameter lubang-
lubang untuk baut pas harus dalam toleransi yang diberikan. Dalam
hal ini menggunakan pas lubang yang tidak dibor menembus
sekaligus untuk seluruh tebal elemen-elemennya maka lubang
dapat dibor dengan ukuran yang lebih kecil dahulu dan diperbesar
kemudian pada saat montase percobaan.

9). Montase di bengkel (montase percobaan)
Sebelum diangkat, pekerjaan baja harus dipasang sementara
(montase percobaan) pada halaman Kontraktor Pabrikasi yang
terlindung dan cuaca untuk diperiksa oleh Direksi Teknis mengenai
alinyemen serta tepatnya seluruh bagian dan sambungan. Kalau
terjadi perbedaan kedudukan, maka batang yang berdampingan
harus dimontase bersama-sama pada kedudukan yang dikehendaki
lengkap dengan perletakan-perletakannya, gelegar melintang dan
seluruh batang-batang penguat. Sambungan sementara harus
berhubungan betul menyeluruh dengan menggunakan cara yang
disetujui seperti wartel, jack, baut-baut. Pemahatan yang dilakukan
pada saat montase hanyalah untuk membawa bagian-bagian itu
pada posisi yang dikehendaki dan bukan untuk memperbesar
lubang atau merusak material.

Pemberitahuan harus diberikan kepada Direksi Teknis bila
pekerjaan siap untuk diperiksa dan semua fasilitas yang diperlukan
untuk maksud pemeriksaan itu harus disediakan o1eh Kontraktor.
Montase percobaan tidak akan dilepas dulu sebelum mendapat
persetujuan tertulis Direksi Teknis.

III - 32
10). Memberi tanda untuk pemasangan akhir
Setelah montase percobaan serta setelah mendapat persetujuan
Direksi Teknik, tetapi belum dilepas setiap bagian harus diberi
tanda yang jelas (dengan pahatan dan cat). Cat dari warna yang
berbeda yang digunakan untuk membedakan bagian-bagian yang
sama. Dua copy dari gambar rencana yang menyatakan dengan
tepat, tanda-tanda itu, oleh kontraktor pabrikasi diberikan dengan
Cuma-Cuma kepada Direksi Teknis dan kontraktor Montase dari
bangunan itu pada saat pengiriman-pengiriman pekerjaan baja itu.

11). Pengecatan di bengkel
Setelah dibongkar sebagai kelanjutan berhasil baiknya montase
percobaan, maka permukaan dan seluruh pekerjaan baja, kecuali
pada bagian yang dikerjakan dengan mesin perkakas dan pada
perletakan, harus dibersihkan seluruhnya sehingga menjadi bagain
yang bersih dengan menggunakan penyemprot pasir (sand
blasting) atau dengan cara lain yang disetujui. Setelah semua
permukaan dalam keadaan bersih dan kering, kemudian di cat
dasar satu lapisan meni atau bahan-bahan pelindung lainnya kalau
disyaratkan khusus untuk pekerjaan tertentu.


D. PENYERAHAN UNTUK PEMASANGAN AKHIR (Montase Lapangan)
(1). PENYEDIAAN BAUT-BAUT DAN SEBAGAINYA
Kontraktor - kontraktor pabrikasi akan menyediakan jumlah sepenuhnya
dan mur-mur, baut-baut, cam baut dan sebaginya, yang diperlukan
untuk menyelesaikan pekerjaan di lapangan dengan tambahan 5 %
untuk setiap ukuran baut mur dan cincin baut. Kontraktor Pabrikasi
harus juga menyediakan baut stel lengkap dengan mur serta cincinya,
sebanyak 50 % dan jumlah keseluruhan dari baut baja keras yang
diperlukan di lapangan untuk satu benteng. Pada saat pengiriman,
Kontraktor Pabrikasi akan mengajukan/ penyerahan dengan cuma-
cuma untuk Direksi Teknis dan Kontraktor Montase, serta letaknya
dimana akan dipakai pada pekerjaan dari seluruh baut-baut yang
diserahkan.

(2). BAUT MUR DAN CINCIN BAUT (SELAIN DARI BAJA KERAS)
Semua baut dan mur, hitam atau pas harus mempunyai kepala yang
ditempa, tepat konsentris dan siku dengan batangnya dengan kepala
serta mur yang hexagonal (kecuali bila jenis kepala yang lain
disyaratkan pada gambar rencana). Batang baut haruslah lurus dan
baik. Bila dipakai baut pas, diameternya, harus seperti diameter yang
tertera pada gambar rencana dan harus dikelompokkan dengan cermat
sesuai dengan ukuran panjang batangnya yang tak berulir. Diameter
III - 33
lubang cincin baut adalah 1,50 mm lebih besar dari diameter baut. Baut
stel haruslah baut hitam yang 1,50 mm lebih kecil dari diameter baut.
Baut stel haruslah baut hitam yang 1,50 mm lebih kecil dari diameter
lubang dimana digunakan.
(3). BAUT BAJA KERAS, MUR DAN CINCIN BAUT
Baut baja keras, mur dan cincin baut, bila disyaratkan untuk disediakan
oleh Kontraktor Montase untuk dipakai dipekerjaan dengan ukuran-
ukuran seperti yang tertera pada gambar rencana.

(4). TRANSPORT DAN HANDLING
Cara transport dan handling pekerjaan besi harus sesuai dengan cara
yang telah disetujui oleh Direksi Teknis. Sebelum penyerahan untuk
menjamin terlindungnya dari kerusakan, maka perhatian khusus
diperlukan dalam pengepakan serta cara perkuatan pada saat
transport, handling dan montase percobaan pekerjaan besi itu.

(5). PENYERAHAN, PENERIMAAN DAN MENJAGA PEKERJAAN INI
Kontraktor Pabrikasi bertanggung jawab untuk menjaga keamanan
pekerjaan besi, dan memperbaiki semua kerusakan sampai diserahkan
dan diterima baik oleh Kontraktor Montase. Kontraktor Montase akan
menerima seluruh pekerjaan besi ditempat pekerjaan, atau ditempat
penyerahan lain seperti disyaratkan dan akan membongkar,
mentransport ketempat pekerjaan bila perlu dan menyimpannya dengan
aman bebas dari kerusakan-kerusakan hingga akhirnya terpasang.
Kontraktor Montase akan menyerahkan tanda terima dalam 2 (dua)
rangkap untuk semua penyerahan dan bertanggung jawab untuk setiap
kehilangan dan sewa gudang yang dapat terjadi disebabkan oleh
kelalaiannya dan kegagalannya untuk menerima pekerjaan besi bila
diminta demikian. Segera setelah menerima penyerahan pekerjaan besi
Kontraktor Montase, akan segera menyampaikan kepada Direksi Teknis
atau wakilnya, setiap kehilangan atau ketidakcocokan dari barang-
barang besi itu dan akan melaporkan juga secara tertulis keada Direksi
Teknis setiap kerusakan serta cacat tanpa ditunda-tunda, atau kalau
tidak melakukan demikian serta cacat yang terjadi sebelum dan
sesudah serta cacat yang terjadi sebelum dan sesudah penyerahan,
atas biayanya sendiri.


E. PEMASANGAN (Erection)
(1). UMUM
Kontraktor Montase harus menyediakan seluruh perancah dan alat-alat
yang diperlukan dan mendirikanya ditempat pekerjaan, memasang dan
mengeling dan atau baut dan atau las seluruh pekerjaan besi.
III - 34
Pekerjaan besi tidak boleh dipasang sebelum cara, alat dan sebagainya
yang akan digunakan telah mendapat persetujuan Direksi Teknis.

Semua pekerjaan harus dikerjakan secara hati-hati dan dipasang
dengan teliti. Drift yang dipakai mempunyai diameter yang lebih kecil
dari lubang baut, dan digunakan untuk membawa bagian-bagian pada
posisinya yang tepat seperti disyaratkan di bawah ini. Penggunaan
martil yang berlebihan yang dapat merusak atau mengganggu material
tidak diperkenankan

Setiap kesalahan pada pekerjaan bengkel yang menyulitkan pekerjaan
montase serta menyulitkan pengepasan bagian-bagian pekarjaan
dengan menggunakan pekerjaan dengan menggunakan drift secara
diisi dengan pendrift dan baut pernbantu sebanyak 50 % sebelum
dikeling atau dibaut secara permanent.

Pada pemasangan dan pengepasan ini sekurang-kurangnya dua
lubang pada tiap kelompok diisi paralel drift bila mungkin dan sekurang-
kurangnya 40 % dari lubang-lubang diisi dengan baut. Selanjutnya
sekurang-kurangnya 10 % dari lubang pada suatu kelompok dikeling
atau dibaut dengan permanent sebelum baut montase atau drift
diangkat (disingkirkan).

(2). DRIFT, BAUT STEL DAN SEBAGAINYA
Kontraktor Montase harus menyediakan untuk digunakan sendiri semua
parallel drift montase yang mungkin diperlukan dan akan tetap menjadi
miliknya dan disingkirkan dari tempat pekajaan setelah selesainya
peketjaan atau biaya sendiri.

Setelah selesai pekerjaan, akan diserahkan kepada Direksi Teknis/
Konsultan Pengawas atas biaya Kontraktor Montase.

(3). DRIFT PARALEL UNTUK MONTASE
Batang tak berulir dari drift parallel yang digunakan pada Montase
dibuat sesuai dengan diameter yang diperlukan, dan panjangnya tidak
kurang dari jumlah tebal material yang akan dilalui oleh Drift itu
ditambah satu kali diameter drift itu.

(4). KERANGKA BAJA
Satu batang kerangka baja dipasang atas tumpuan-tumpuan
sedemikian rupa sehingga kerangka baja itu dapat membentuk lawan
lendut seperti tertera pada gambar rencana.

Tumpuan-tumpuan itu tidak disingkirkan sebelum seluruh sambungan
(kecuali sambungan pendek pada puncaknya), telah dibuat permanent.
III - 35

Pemasangan permanent baut tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan
Direksi Teknis, dan pada umumnya sebelum bentang itu telah
terpasang dengan gelegar melintang, batang penguat, dan baut baut
stel seperti yang disyaratkan.
Setelah kerangka baja terpasang, baru sambungan batang atas dibuat
permanent.

(5). PENGGUNAAN BAJA KERAS, BAUT-BAUT UNTUK PEMASANGAN
1). Pemasangan
Setiap sambungan dibuat bersama-sama dengan baut stel
sehingga berbagai bagian serta berbagai pelat perhubungan rapat
satu sama lain secara menyeluruh. Sebanyak 50 % dari lubang
harus diisi dengan baut stel dan minimal 10 % atau pada setiap
potongan dan pelat minimal dua lubang diisi dengan drift pararel.
Baut baja keras harus dipasang dengan cincin baut yang
diperlukan, sebuah dibawah kepala baut, dan sebuah dibawah mur.
Harus diperhatikan bahwa. cincin baut itu terpasang dengan
cekungnya menghalang keluar. Memasukan dan mengencangkan
baut baja keras diatur sedemikian sehingga selalu rapat dan tidak
dapat dimulai sebelum sambungan telah diperiksa dan disetujui
oleh Direksi Teknis atau wakilnya. Mur harus dikencangkan hanya
terhadap bidang yang tegak lurus terhadap as lubang.

Bidang bawah kepala, baut tidak boleh menyimpang dari bidang
tegak lurus terhadap as baut lebih dari 3,50 derajat, memakai cincin
baut yang miring (taperd) dapat dilakukan bila perlu baut menonjol
melalui mur tidak kurang dari 1,5 mm tidak melebihi 4,5 mm. Baut
stel yang digunakan untuk membaut permulaan dapat seterusnya
digunakan pada sambungan.

2). Mengencangkan Baut
Baut baja keras dapat dikencangkan dengan tangan atau dengan
kunci-kunci baut yang digerakkan dengan mesin. Kunci pas harus
dari jenis yang telah disetujui dan dapat menunjukkan bils tercapai
torque yang disyaratkan. Kunci pas mesin harus dari jenis yang
telah disetujui yang akan slip bila tegangan atau torque yang tertera
pada label dibawah ini telah tercapai. Kunci pas harus sering dichek
dan harus disesuaikan untuk mencapai tegangan atau torque yang
disyaratkan atau seperti yang yang diperintahkan oleh Direksi
Tekniks.

3). Tegangan yang perlu pada baut
III - 36
Tabel berikut memberikan tegangan yang perlu dicapai pada baut
baja keras dengan berbagai-bagai diameter yang digunakan pada
pekerjaan .



Tabel 3.6
Diameter
Baut
85 % dari
beban
percobaan
Beban Calibration Torque
( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) ( 4 ) ( 5 )
In Lbs Lbs Tons Lb.ft
¾ 24.000 27.540 12.59 315
7/8 30.400 34.960 15.61 465
1 39.900 45.880 20.48 700
11/8 47.650 54.800 24.46 940

nilai-nilai ini diperoleh sebagai berikut:

Kolom (2) menyatakan tegangan yang diperlukan pada masing-
masing baut yang dipasang pada pekerjaan, disyaratkan sebagai
85 % dari beban percobaan patah pada baut-baut.

Kolom (3) dan (4) adalah kolom (2) ditambah 15 % dan menyatakan
tegangan Yang harus dicapai dengan pemeriksaan kalibrasi dari
impact mekanis atau. kunci pas yang lain, sperling sebesar 15 %
utnuk teknik bermacam-macam haruslah dengan permintaan
Direksi Teknik Konsultan Pengawas.

Kolom (5) adalah angka kira-kira untuk torque yang diperlukan
untuk menggerakkan mur terhadap tegangan pada kolom (2), kira-
kira sebagai berikut :

Torgue = 0,0 175 x diameter baut x tegangan baut
(lbs.ft) (inches) (lbs)

Pengechekan hubungan tegangan / torque dilakukan oleh
Kontraktor Montose, dan Direksi Teknik akan melakukan test
pengechekan torque di lapangan. Setiap baut yang kendor harus
disesuaikan menurut kebutuhan. Perhatian khusus perlu diberikan
pada kelompok baut yang telah dikencangkan mungkin kendor, dan
dikencangkan kembali sehingga mencapai tegangan yang
diperlukan.



III - 37
F. PENGECATAN BAJA
1. UMUM
Sernua konstruksi baja yang akan dipasang perlu dicat di pabrik dengan
cat dasar yang telah disetujui kecuali pada bidang-bidang yang
dikerjakan dengan mesin perkakas misalnya pada perletakkan.

Cat lapangan terdiri dari :

1). Pembersihan seluruh sambungan lapangan dan bidang-bidang
yang telah dicat bengkel. Seperti diperintahkan o1eh Direksi Teknik
/ Konsultan Pengawas, yang telah rusak pada saat transport atau
pemasangan serta bidang-bidang lain yang diperintahkan oleh
Direksi Teknik, dimana cat dasarnya telah rusak.

2). Pemakaian cat dasar dan bahan sejenis seperti yang disyaratkan
dalam "Pengecatan di bengkel" pada bidang-bidang yang tertera
pada I diatas.

3). Pemakaian cat akhir seperti yang disyaratkan pada pekerjaan
tertentu, untuk seluruh bidang terbuka pekerjaan besi itu.

2. PEMBERSIHAN PERMUKAAN
Seluruh permukaan dari pekerjaan besi bangunan harus bersih dan
dikupas dengan blasting atau cara lain yang disetujui, agar menjadi
logam. yang bersih, dengan menyingkirkan seluruh gemuk, oli, karatan,
Lumpur atau lain-lain yang melengket padanya. Luas bidang
permukaan yang dibersihkan haruslah dapat sekaligus ditutup dengan
cat dasar dan cat segera setelah dibersihkan, sebelum terjadi oksidasi.
Bila terjadi oksidasi (karatan), permukaan harus dibersihkan kembali
sebelum pengecatan dasar dilakukan.

Cat dapat digunakan dengan kuas tangan yang disetujui atau dengan
cara yang disyaratkan oleh Direksi Teknis / Konsultan Pengawas.
Pengecatan tak dapat dilakukan pada cuaca berkabut, lembab, atau
berdebu, atau pada cuaca yang lain yang jelek, kecuali diusahakan
tindakan-tindakan seperlunya yang sesuai dengan pendapat Direksi
Tekink / Konsultan Pengawas, untuk melawan pengaruh-pengaruh
cuaca tersebut terhadap pekerjaan.

Permukaan yang akan dicat harus kering dan tak berdebu. Lapisan
berikutnya tidak diberikan sebelum lapisan cat terdahulu telah kering
betul. Lapisan penutup diberikan di atas cat dasar dalam tempo kurang
lebih enam bulan tetapi tidak boleh lebih cepat dari 49 jam setelah
pengecatan.

III - 38
Bila terjadi demikian maka permukaan baja perlu dibersihkan kembali
atau di cat dasar lagi seperti diuraikan di atas. Cat (termasuk
penyemprotan bila diperintahkan oleh Direksi Teknik harus disapu
dengan kuat pada permukaan baja, baut-baut pada setiap sudut-sudut
sambungan pelat, tekuk-tekuk dan sebagainya. Kemudian diratakan
dengan baik.

Setiap bagian yang dapat menampung air, atau dapat dirembesi air,
diisi dengan cat dasar yang tebal, atau, bila diperintahkan oleh Direksi
Teknik / Konsultan Pengawas, dengan menggunakan semen kedap air
atau bahan lain yang disetujui sebelum penyelesaian cat dasar. Setiap
lapisan yang telah selesai harus tampak sama dan rata. Pemakaian cat
yang rata ialah 12,5 m2 sampai 15 m2 per liter untuk cat dasar, dan 15
sampai 20 m2 per liter untuk lapisan berikutnya.
































III - 39
TATA CARA PENGADUKAN PENGECORAN BETON


1.1 Maksud dan Tujuan
1.1.1 Maksud
Tata Cara Pengadukan dan, Pengecoran Beton ini dimaksudkan untuk digunakan
sebagai acuan dan pegangan bagi para. pelaksana dalam melaksanakan
pekerjaan beton.

1.1.2 Tujuan
Tujuan dari tata cara ini adalah untuk mendapatkan mutu pekerjaan beton sesuai
yang direncanakan.

1.2 Ruang Lingkup
Tata cara ini meliputi persyaratan, ketentuan dan cara pengerjaan pengadukan
dan pengecoran beton normal di lapangan.

1.3 Pengertian
Yang dimaksud dengan :
1) Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang
lain, aregat halus, agregat kasar dan air,
dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk masa padat
2) Pengaduk beton adalah mesin pengaduk yang digerakkan dengan tenaga
penggerak, digunakan untuk mengaduk campuran beton;
3) Segregasi adalah peristiwa terpisahnya antara pasta semen dan agregat
dalam suatu adukan ;
4) Bliding adalah peristiwa terpisahnya air dari adukan;
5) Beton segar adalah campuran beton yang telah selesai diaduk sampai
beberapa saat, karakteristiknya tidak berubah (masih plastis dan belum terjadi
pengikatan) ;
6) Beton keras adalah campuran beton yang telah mengeras
7) Agregat halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi secara alami dari
batu atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai
ukuran butir terbesar 5,0 min;
8) Agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi, alam, dari batu atau
berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai
ukuran butir antara 5 - 40 mm ;
9) Beton normal adalah beton yang mempunyai berat isi 2200 - 2500 kg/m
3

menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah.
10) Slump adalah ukuran dari kekentalan adukan beton
11) Tremie adalah pipa berdiameter antara 150 - 300 mm, yang ujungnya
dilengkapi corong.
III - 40

BAB II
PERSYARATAN - PERSYARATAN

2.1 Bahan

Semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan beton harus dilengkapi
dengan :
1) Sertifikat mutu dari produsen, atau;
2) Jika tidak terdapat sertifikat mutu, harus tersedia data hasil uji dari laboratorium
yang diakui kecuali ;
3) Jika tidak dilengkapi dengan sertifikat mutu atau data hasil uji, harus
berdasarkan bukti hasil pengujian khusus atau pemakai nyata yang dapat
menghasilkan beton yang kekuatan, ketahanan dan keawetannya memenuhi
syarat.

2.2 Peralatan

Semua peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini harus memenuhi
persyaratan alat kerja.

2.3 Pelaksanaan

Pelaksanaan pekerjaan beton harus memenuhi persyaratan kerja berikut :

1) Persyaratan administratif yang dinyatakan di dalam, rencana kerja dan syarat-
syarat (RKS) harus diikuti
2) Harus tersedia rencana beton dan rencana pelaksanaan pengecoran.






III - 41
BAB III
KETENTUAN KETENTUAN
3.1 Bahan
3.1.1 Air
Air harus memenuhi SK SNI. S-04-1989 - F tentang Spesifikasi Air Sebagai
Bahan Bangunan.



3.1.2 Semen

Semen harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang Spesifikasi Bahan Perekat
Hidrolis Sebagai Bahan Bangunan.

3.1.3 Agregat

Agregat harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang Spesifikasi Agregat
sebagai bahan bangunan.

3.1.4 Bahan Tambahan Untuk Beton

Bahan tambahan untuk beton harus memenuhi SK SNI S18-1990-03 tentang
Spesifikasi Bahan Tambahan untuk Beton.

3.1.5 Bahan Tambahan Pembentukan Gelembung Udara Untuk Beton.
Bahan tainbahan pembentukan gelembung udara untuk beton harus
memenuhi SK SNI S-19-1990-03 tentang, Spesifikasi Bahan Tambahan
Gelembung Udara untuk Beton.

3.2 Peralatan
Peralatan yang digunakan harus memenuhi ketentuan berikut :
1. Semua peralatan untuk penakaran, pengadukan dan pengangkutan beton
harus dalam keadaan baik dan bersih;
2. Mesin pengaduk harus berputar pada kecepatan yang direkomeridasikan
oleh pabrik pembuat mesin tersebut;
3. Alat angkut yang digunakan dari tempat pengadukan ketempat
pengecoran harus marnpu menyediakan beton (di t empat
penyi mpanan akhi r) dengan l ancar t anpa mengakibatkan terjadinya
segregasi dan tanpa hambatan yang
,
dapat mengakibatkan hilangnya
plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan;
III - 42
4. Alat pemadat yang digunakan harus disesuaikan dengan bentuk dan
jenis pekerjaan.
3.3 Pelaksanaan
3.3.1 Persiapan
Sebelum pengecoran beton dilaksanakan, harus dilakukan pekerjaan persiapan
yang mencakup hal berikut :
1. Semua ruang yang akan diisi adukan beton 'harus bebas dari kotoran;
2. Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel
pada permukaan beton yang telah mengeras harus di buang sebel um
beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah
mengeras tersebut;
3. Bidang-bidang beton lama yang akan berhubungan dengan beton baru,
harus dikasarkan dan dibasahi terlebih dahulu sebelum beton baru
dicorkan;
4. Pasangan dinding bata yang
,
akan berhubungan dengan beton baru,
harus dibasahi dengan air sampai jenuh;
5. Untuk memudahkan pembukaan acuan, permukaan dalam dari acuan
boleh dilapisi dengan bahan khusus, misalnya lapisan tipis minvak
mineral, lapisan bahan kimia, lembaran plastik, atau bahan lain yang
disetujui oleh pengawas bangunan;
6. Tulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan
penutup yang dapat merusak beton auto mengurangi lekatan antara beton
dan tulangan.
7. Air yang terdapat pada semua ruang yang akan diisi adukan beton harus
dibuang, kecuali apabila pengecoran dilakukan dengan menggunakan
pengecoran tremie atau bila diizinkan oleh pengawas bangunan.

3.3.2 Penakaran
Penakaran bahan yang akan digunakan harus berdasarkan perbandingan
campuran yang direncanakan, dan memenuhi ketentuan sebagai berikut ;
1. Untuk beton dengan nilai f'c lebih besar atau sama dengan 20 MPa,
proporsi campuran harus didasarkan pada teknik penakaran berat;
2. Untuk beton dengan nilai f
c
lebih kecil dari 20 MPa, pelaksanaannya boleh
menggunakan teknik penakaran volume. Teknik penakaran volume ini
harus berdasafkan pada perhitungan proporsi campuran dalam berat
yang dikonversikan kedalam. volume melalui perhitungan berat satuan
volume dari masing- masing bahan.

3.3.3 pengadukan
Pengadukan beton di lapangan harus memenuhi ketentuan berikut:
1. Beton harus diaduk sedemikian hingga tercapai penyebaran bahan yang
merata dan semua hasil adukannya harus dikeluarkan sebelum mesin
pengaduk diisi kembali.
III - 43
2. Pengadukan harus dilakukan tidak kurang 11/2 menit untuk setiap
lebih kecil atau sama dengan 1m
3
adukan. Waktu pengadukan harus
ditambah 1/2 menit untuk satu penambahan kapasitas 1 m3 adukan ;
3. Pengadukan harus dilanjutkan minimal 11 /2 menit setelah semua bahan
dimasukkan ke dalam mesin pengaduk, (atau sesuai dengan spesifikasi
alat pengaduk)
4. Selama pengadukan berlangsung, kekentalan adukan beton harus diawasi
terus menerus dengan jalan memeriksa slump pada setiap campuran
beton vang
,
baru;
5. Kekental an beton harus di sesuai kan dengan j arak pengangkutan:
6. Bila produksi beton dilakukan oleh perusahaan beton siap pakai, maka
keseragaman pengadukan harus mengikuti ketentuan yang berlaku;
7. Perekaman data yang rinci harus dilakukan terhadap :
1. Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran;
2. Proporsi bahan yang digunakan;
3. Jumlah batch-adukan yang dihasilkan;
4. Lokasi pengecoran akhir pada struktur;

3.3.4 Pengangkutan
Pengangkutan harus memenuhi ketentuan berikut :
1. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat
penyimpanan akhir sebelum dicor, harus sedemikian hingga dapat
mencegah terjadinya segregasi atau kehilangan bahan;
2. Pengangkutan harus dilakukan sedemikian hingga tidak mengakibatkan
perubahan sifat beton yang
,
telah direncanakan, yaitu perbandingan air
semen, slump, dan keseragaman adukan.
3. Pengangkutan harus berlangsung dalam waktu tidak melebihi dari
30 menit. Bila pengangkutan dilakukan dengan truk pengangkutan
beton waktu pengangkutan tidak boleh lebih dari 11/2 jam. Apabila
diperlukan jangka waktu yang lebih panj ang lagi, maka harus
dipakai bahan penghambat pengikatan.

3.3.5 Pengecoran dan Pemadatan
Pengecoran dan pemadatan beton harus mengikuti ketentuan berikut ;
1. Beton yang akan dicorkan harus pada posi si sedekat mungkin
dengan acuan untuk menceg
,
ah terjadinya segregasi yang disebabkan
pemuatan kembali atau dapat mengisi dengan mudah keseluruh acuan;
2. Tingkat. kecepatan pengecoran beton harus diatur agar beton selalu
dalam keadaan plastis dan dapat mengisi dengan mudah kedalam
sela-sela diantara tulangan;
3. Beton yang telah mengeras sebagian atau yang seluruhnya tidak boleh
dipergunakan untuk pengecoran;
4. Beton yang telah terkotori oleh bahan lain tidak boleh dituangkan
ke dalam struktur;
III - 44
5. Pengecoran beton harus dIlaksanakan secara terus menerus tanpa
berhenti hingga selesainya pengecoran suite panel atau
penampang yang dibentuk oleh batas-batas elemennya atau batas
penghentian pengecoran yang ditentukan untuk siar pelaksanaan;
6. Beton yang dicorkan harus dipadat kan secara sempurna dengan
alat yang tepat agar dapat mengisi sepenuhnya daerah sekitar
tulangan, alat konstruksi dan alat instalasi yang akan tertanam dalam
beton dan daerah sudut acuan;
7. Dal am hal pemadat an bet on di l akukan dengan al at penggetar :
1. Lama penggetaran untuk setiap titik harus dilakukan sekurang-
kurangnya 5 detik, maksimal 15 detik;
2. batang penggetar tidak boleh mengenai cetakan atau bagian beton
yang sudah mengeras dan tidak boleh dipasang lebih dekat 100
mm dari cetakan atau dari beton yang sudah mengeras serta
diusahakan agar tulangan tidak terkena oleh batang penggetar;
3. Lapisan yang digetarkan tidak boleh lebih tebal dari panjang
batang penggetar dan tidak boleh lebih dari 500 mm. Untuk
bagian konstruksi yang sangat tebal harus dilakukan lapis demi
lapis;
8. Dalam hal pengecoran yang menggunakan system cetakan/acuanyang
digeser keatas permukaan besi acuan harus terisi rata;
9. Bila diperlukan alatnya siar pelaksanaan, siar tersebut harus dibaut
sesuai dengan ketetuan yang berlaku.

3.3.6 Perawatan
Perawatan beton dilapangan harus memenuhi ketentuan berikut :
1. Beton harus dipertahankan dalain kondisi lembab selama paling sedikit 7
hari setelah pengecoran;
2. Beton berkekuatan awal tinggi harus dipertaliankan dalam kondisi
lembab selama paling sedikit 3 hari pertama;
3. Bila diperlukan uji kuat tambahan harus diikuti ketentuan berikut :
1. Untuk memeriksa tingkat pelaksanaan perawatan dan perlindungan
dari beton dalam struktur di lapangan, pengawas dapat meminta
agar uji tekan atas benda uji yang dirawat dilapangan;
2. silinder yang dirawat di lapangan harus dirawat sesuai dengan
kondisi dilapangan berdasarkan SK SNI M-62-1990-03 tentang
Metode Pembuatan dan perawatan Benda uji Beton di
Laboratorium menurut ketentuan yang berlaku;
3. Benda uji silinder yang dirawat di lapangan harus dicetak pada saat
yang bersamaan dan diambil dari contoh yang sama dengan benda
uji silinder yang akan dirawat di laboratorium;
4. Cara untuk mel i ndungi dan merawat beton harus ditingkatkan
bila kekuatan dari silinder yang dirawat di lapangan pada umur uji
III - 45
yang telah ditetapkan kurang dari 85% dari kekuatan pasangan
silinder yang dirawat di laboratorium untuk penentuan kekuatan f‟c
3 . 3 . 7 P e me r i k s a a n
Pengambilan contoh uji beton segar untuk pemeriksaan mute beton
(slump, berat isi, analisa) harus dilakukan pada saat selesai pengadukan tapi
sebelum dicorkan, sesuai dengan SKSNI-M-26-1990-03 tentang Metode
Pengambilan Contoh untuk Campuran Beton Segar.


VII - 1
BAB VII
PEKERJAAN PANCANG ULIN / GALAM


7.1. Umum
Pekerjaan ini adalah pekerjaan pemancangan cerucuk kayu ulin sebagai
perkuatan untuk pekerjaan pasangan batu pada pondasi bangunan dan
atau dinding saluran yang berfungsi untuk mencegah terjadinya
pergesaran bangunan yang dilaksanakan bila terjadi gerakan tanah di
sekitarnya.
7.2. Bahan Kayu
a) Mutu Kayu
Jika tidak ditentukan lain, maka semua bahan kayu yang digunakan
untuk pekerjaan ini harus dengan mutu A sesuai dengan PKKI. Semua
kayu harus bebas dari getah-getah, cacat kayu seperti : mata kayu,
retak-retak, bengkok dan sebagainya. Kayu harus sudah mengalami
proses pengeringan udara minimal selama 3 bulan dan mengalami
proses pengawetan.
b) Kadar Air
Kadar air dari semua kayu yang dipakai untuk pekerjaan adalah harus
lebih kecil atau sama dengan 15% sedangkan untuk pekerjaan-
pekerjaan yang kasar harus lebih kecil atau sama dengan 20%, harus
dijaga agar supaya kadar air tersebut konstan baik pada saat
penyimpanan, pengerjaan maupun sampai pada penyelesaian
pekerjaan.
c) Macam / Jenis Kayu
Macam kayu yang dipakai untuk pekerjaan-pekerjaan ini adalah kayu
ulin kelas I atau kayu Galam Ø 15 – 25 Cm

VII - 2
d) Ukuran-ukuran

Ukuran-ukuran kayu yang digunakan adalah 8/8, 10/10 dan 12/12
dengan panjang 2, 3 dan 4 meter serta harus sesuai dengan yang
diisyaratkan, atau batang kau galam Ø 15 – 25 cm kecuali
penyimpangan-penyimpangan sedikit akibat penggergajian. Ukuran-
ukuran yang menyimpang harus disesuaikan seperti yang ditunjukan
dalam gambar rencana.

7.3. Pelaksanaan Pekerjaan
Badan saluran dan pondasi bangunan yang akan dibangun harus
dibersihkan dari segala macam rintangan dan kotoran-kotoran. Pekerjaan
pemancangan dilaksanakan pada bagian tengan pasangan batu pondasi
dan atau pasangan batu saluran. Pekerjaan pemancangan dilaksanakan
pada bagian sesuai dengan gambar rencana. Pemancangan dilakukan
menggunakan hammer hingga cerucuk kayu ulin yang dipancang mencapai
tanah keras. Pekerjaan pemancangan akan dihentikan setelah kedalaman
yang dicapai dan disetujui Direksi.
Pada saat pekerjaan telah selesai dilaksanakan, lokasi pekerjaan harus
dibersihan dari bongkaran-bongkaran, tanah galian dan kotoran lain akibat
pekerjaan.
Pada saat pekerjaan telah selesai dilaksanakan, lokasi pekerjaan harus
dibersihan dari bongkaran-bongkaran, tanah galian dan kotoran lain akibat
pekerjaan.
7.4. Pengukuran dan Pembayaran
Pengukuran dan pembayaran untuk segala pekerjaan pemancangan cerucuk
kayu ulin yang dimintakan sesuai spesifikasi-spesifikasi ini akan dilaksanakan
menurut harga satuan yang ditawarkan dalam Bill of Quantities, dimana biaya-
biaya sudah harus mencakup, tidak terbatas pada biaya untuk kayu ulin,
pengangkutan, penyiapan untuk penempatan, perawatan, perlindungan,
penyempurnaan serta segala pelaksanaan pekerjaan lainnya, prosedur-prosedur
VII - 3
dan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan
pemancangan cerucuk kayu ulin sesuai spesifikasi ini.


PAKTA INTEGRITAS
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama MURSALIM DAT/ING
labatan Direktur
Bertindak
lJntuk dan atas nama PT. CADIKA UTAMA
Dalam rangka pengadaan Pembangunan lembatan Lingkar Pulau Nunukan Pada Panitia
Pembangunan lembatall /Turap Drainase 2 Pada Dinas Pu Provo Kaltim dengan ini mellyatakan
hahwa:
l. Tidak akan melakukan praktek Korupsi, Klolusi, dan Nepotisme (KKN);
2. Akan melaporkan kepada Inspektorat Wilayah Provo Kaltim dan/ atau LKPP apabila mengetahui
ada indikasi KKN dalam Proses Pengadaan ini;
3. Akan mengikuti Proses Pengadaan secara bersih
j
transparan , dan profesional untuk memberikan
hasil kerja terbaik sesuai peraturan perundang- undangan ;
4. Apabila melanggar hal - hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini, bersedia menerima
sanksi administratif. menerima sanksi pencantuman dalam Oaftar Hitam digugat secara perdata I
dan/ atau dilaporkan secara Pidana.
Samarinda, 13 Februari 2012
PT. CADIKA UTAMA
Direktur
Saya Yang Bertanda tangan di bawah ini :
Nama : MURSALIM DATJING
Jabatan : Direktur
Bertindak untuk
dan atas nama : PT. CADIKA UTAMA
Alamat : Ir. H. Juanda RT. 37 No. 52 Bontang
No. Telepon : (0411) 881630
No. Fax : (0411) 881630
E- mail :
Menytakan dengan sesungguhnya bahwa :
2. Saya bukan sebagai pegawai K/L/D/I;
3. Saya tidak sedang menjalani sanksi Pidana;
7. Data - data saya / badan usaha yang saya wakili adalah sebagai berikut :
6. Salah satu dan/ atau semua pengurus badan usaha yang saya wakili tidak masuk dalam Daftar
Hitam;
1. Saya secara hukum mempunyai kapasitas menandtangani kontrak berdasarkan Akte Notaris Dedy
Ardiansyah Syam, SH, M.Kn nomor 02 tanggal 3 Juni 2011
4. Saya tidak sedang dan tidak akan terlibat pertentangan kepentingan dengan para PIHAK yang
terkait, langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan ini ;
5. Badan usaha yang saya miliki tidak masuk dalam Daftar Hitam , tidak dalam Pengawasan
Pengadilan , tidak Pailit, dan Kegiatan Usahanya tidak sedang dihentikan;
FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI
UNTUK BADAN USAHA
A Data Adaminitrasi
1 Nama : PT. CADIKA UTAMA
2 Status : Ѵ Pusat Cabang
3 Alamat Kantor Pusat : Ir. H. Juanda RT. 37 No. 52 Bontang
No. Telepon : (0411) 881630
No. Fax : (0411) 881630
E- mail :
4 Alamat Kantor Cabang : -
No. Telepon : -
No. Fax : -
E- mail : -
B Ijin Usaha
1 Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi
Nomor : Set.IUJK/153/KPT/XI/2009
Tanggal : 12 Nopember 2009
2 Masa Berlaku : 12 Oktober 2009
3 Instansi Pemberi Ijin : Pemerintah Kab. Gowa
C Ijin Lainnya
1 Surat Ijin Usaha Badan Usaha Sipil
Nomor : 0800/ASPEKINDO/20/5/08
Tanggal : 16 Juli 2009
2 Masa Berlaku : 27 May 2011
3 Instansi Pemberi Ijin : ASPEKINDO
1 Surat Ijin Usaha Badan Usaha Arsitektur
Nomor : 0896/ASPEKINDO/20/6/08
Tanggal : 09 Juni 2008
2 Masa Berlaku : 09 Juni 2011
3 Instansi Pemberi Ijin : ASPEKINDO
1 Surat Ijin Tempat Usaha ( SITU)
Nomor : 503/155/SITU/IA/2011
Tanggal : 11 Maret 2011
2 Masa Berlaku : 11 Maret 2014
3 Instansi Pemberi Ijin : Kantor Pelayanan Terpadu Kab. Gowa Sulawesi Selatan
1 Surat Ijin Usaha Perdagangan( SIUP)
Nomor : 510.01/1855/20-22/I/2008
Tanggal : 21 Januari 2008
2 Masa Berlaku : 21 Januari 2009
3 Instansi Pemberi Ijin : Pemerintah Kota Samarinda
D Landasan Hukum Pendirian Badan Usaha
1. Akta Pendirian PT
a. Nomor Akta : 46
b. Tanggal : 10 Oktober 2007
c. Nama : Anastasia Dian Christiant, SH
2. Akta Perubahan Terakhir
a. Nomor Akta : 02
b. Tanggal : 3 Juni 2011
c. Nama : Dedy Ardiansyah Syam, SH, M.Kn
E Pengelola Badan Usaha
1. Komisaris untuk Perseroan Terbatas (PT)
2. Direksi / Pengurus Badan Usaha
No Nama No. KTP Jabatan Dalam Badan Usaha
1 MURSALIM DATJING 6474923003680002 Direktur Utama
No Nama No. KTP Jabatan Dalam Badan Usaha
MURSALIM DATJING 6474923003680002 Direktur Utama 1
F. Data Keuangan
1. Susunan Kepemilikan Saham
No
1 200
%
2 -
4
4 -
2. Pajak
a Nomor Pokok Wajib Pajak : 01.562.842.2-801.00
b Bukti Laporan Pajak Tahunan
Terakhir
Nomor : Terlampir
Tanggal : Terlampir
Bulan November 2011
Pph Pasal 21 :
Pph Pasal 25/29 :
PPn :
Bulan Desember 2011
Pph Pasal 21 :
Pph Pasal 25/29 :
PPn :
Bulan Januari 2011
Pph Pasal 21 :
Pph Pasal 25/29 :
PPn :
Nama No. KTP Presentase
6474923003680002
-
MURSALIM DATJING
-
-
Terlampir
Terlampir
Terlampir
Terlampir
-
Terlampir
Terlampir
Terlampir
Terlampir
Terlampir
G. Data Pel'sonalia (Tenaga Ahli / Teknis Badan Usaha)
No. Nama Tgl/Bln/Thn Lahlr Tingkat Pendidikan
Jabatan Dalam
Pekerjaan
Pengalaman
Kerja (tahun)
Profesl/
Keahlian
Tahun
Sertiflkat/
Ijazah
No. Sertlfikat Keahlian &
Registrasi Sertifikat
Keahlian
1 2 :l 4 5 6 7 0 9
1 Ir SUDIOYO
23 Dcscmber 1965
Sl- Teknik Sipil General Supcrtendent 5
Ahli Madya Teknilc
Sipil
2009 Terlampir
2 Ir HERRY SOETIONO 06 januari 1')59
-.
51· Tcknlk Sipil Site Marwg'Cr
-
3
3
Ahli Madya Pel.
Jalan
Ahli Madya Pel.
falan
2010
2011
Terlampir

Terli:lmpir
-
3 SANNA,5T 19 Agustus 197H Sl - Teknik Sipil Highway Engineer
4
t-
S
ZAENALABIDIN,ST 12 lanuari 1972 Sl- Teknik Sipil Material Engineer 3
Ahll Muda Tcknik
Sipil
200') Terl<lmpir
FIRDAU5,5T 51· Teknik Sipil Quality Engineer 3
Ahli Muda Pel.
jalan
2006 Tcrl<lmpir
6 !DRIS,ST 30 D<.'scmber 1978 SLTA S<lfety Engineer 3 Ahli K·3 2006 Tcrlampir
Samarl nda, 13 Februarl 2012
PT. CADIKA UTAMA
r
H Data Fasllitas / Peralatan/Perlengakapan
No
Jenis Fasilitas/Peralatan
Perlengakpan
Jumlah
Kapasitas atau
Output Pada
Saat ini
Merekdan
Tlpe
Tahun
Pembuatan
Kondisl
(%)
tokasi
Sekarang
Status
Kepemilikan/Dukungan
Sewa
No. Bukti
Kepemllikan/No.Rangka/No
.Mesln/No. Perlanllan Sewa
1 2 3 4 5 6 7 B 9 10
1

2
3
Gerobak Areo
Tangki 1000 liteI'
Genset
SUnit
2 Unit
2 LJnit
5200 liteI'
6000 Watt
Areo
AW
River
2011
2006
2009
100
100
100
Samarinda
Samari nda
Sa marinda
Milik
Milik
Milik
TerJampir
Terlampir
Terlampir
Teriampir
Teriampir
1
l-
S
Dumptruck
Gunting 8esi
1 Un it
1 Unit
6Ton
-
Mitshubi shi 2011
2011
100
100
Samarinda
Samarinda
Milik
Milik
6 Molen 3 Unit SO Kg Hercules 2011 100 Samari nda Milik
Terlampir
7 Waterpass 11!uah - Topeon 2011 100 Samarinda Milik
TerJampir
8 Pencetak Hatako 1 Unit - 2006 100 Samarinda Milik Terlampir
9 Mesin Las 111nit - Silenced 2009 100 Samarinda Milik Terlampir
Samarinda, 13 Fehruari 2012
PT. CADIKA UTAMA
I. lata Pengalaman Perusahaan
Pembert Tugas/Pe)abat Pelaksana
Sub Bidang
Teknis Keglatan
No Nama Paket Pekerjaan Lokasi
Pekerjaan
Nama Alamat Dan Telepon
1 2
"

5
,
1
2 - -
]
-
Kontrak
Nomor dan Tanggal Nllal (Rp)
7 B
1
Tanggal Selesal Menurut
BASerah
Kontrak
Terlma (PHO)
,
10
-
'I
I
,
Samal'inda, 13 Februari 2012
PT. CADIKA IJTAMA
J. Data Pekerjaan YanK SedanK Di laksanakan
Pemberl Tuga<i/Pejabat Pelaksana
Sub Oldang
Teknls Kegiatan
No Nama Paket Pekerjaan Lokasl
Pekerjaan
AlamatDan
Nama
Telepon
1
,
3

5 6
N
- 11-' H­
-
Kontrak Progress Terakhir
Nomordan Kontrak
Tanggal
NlialIRp)
(Rencana)
7 a 9
~ I I L
Rencana
Tanggal
Presentasi
Kontrak
Kerla%
Oerakhlr
10 11
-
Samarlnda.13 Februari 2012
PT. CADIKA UTAMA
Oirektur
K Modal Kerja
Surat Dukungan Keungan dari Bank
Nomor 052/DK/BPD-MALL/II/2012
Tanggal 08 Februari 2012
Nama Bank Bank Kaltim
Nilai Rp 385.475.000,00
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab./ika
dikemudian hari ditemui bahwa data / dokumen yang saya sampaikan tidak benar dan / atau ada
pemalsuan , maka saya dan badan usaha saya wakili bersedia dikenakan sanksi berupa sanksi
adiminitratif, sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam, gugatan secara perdata, dan/ atau pelaporan
secara pidana terhadap pihak herwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang -undangan.
Samarinda, 13 Februari 2012
PT. CADIKA UTAMA
Direktur
bankaltim
Nomor
Perihal
Kcpada:
:
: Sural Dukungan Dana
Panitia Pembangunan Jembatan/ Turap/ Drainase 2
Dinas Pckcrjaan Vmum Kalimantan Timur
Di -
Samarinda
Samarinda, 08 Pchruari 2012
Schubungan dengan pde1angan proyek yang akan dilaksanakan oleh Saudara, dengan in;
diberitahukan bahwa bmi I3.ANK llPD KALll ... lANT AN TIMUR pada dasarnya dapat memberikan
dukungan dana kepada :
1. Nama Perusahaan
2. Nomor Rekening
3. Alamat
4. Kcpcrluan
S. iiai Dukungan
6. Pcngurus/ Pcnanggung jawab
: PT.CADlKA UTAMA
: 1081502508
JI. Ir.lljuflnd.'l Rt.37/52 Bukir Indah Rontang
Pcrnbangunan Jembatan LIDgkar Pulu Nunukan
Rp. 385.475.000,- ( Tiga r.I.tUS dclapan puluh cmpar juta crupat
mtus tujuh puluh lima ribu rupiah )
MURSALIM DATJING
(Direktur)
Dukungan pcmbiayaan Bank dapar diberikan sepanjang memcnuhi kelenruan dan t'eknis Perbankan yang
ada dan berlaku eli Bank BPD Kalcim (Bankable) secta Sural dukungan dana ini tidak bersifat mengikat Bank
BPD Kaltim (Nllcommifltd) .
Surat kcternngan dukungan Bank ini diberikan sesuai surat pcnnohonan dari PT.CADIKA Uf AMA No.
OOI / CU-BTG/ BPD/ Sf>,.ID/ n / 2012 ranggal 07 Pebmari 2012 untuk keperluan tersebut di alaS.
BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN TIMUR
CABANG PEMBANfU MALL LEMBUSWANA SAMARINDA
.
NURSANfI YACOB
Bank Kebanggaan Kaltim
BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN TlMUR
Kantor Capem Lembuswona Samarlnda :
Pgs.Pemimpin
Komplek Malilembuswana Blok F No. 1 JI. Ruhui Rahayu Samorinda
Telp. (0541) 749275 - 749273
PT. CADIKA UTAMA
NERACA
31 Desember 2008
AKTIVA PASIVA
NO KETERANGAN NO PER 31·2·2008
I
II
AKTIVA LANCAR
K<ls dan Sctara Kas
Piurang Usaha
Pekcrjaan D.:llam Proses
Perscdiaan Material
Jumlah Aktiv<l Lancilr
AKTIVA TETAP
Nilai Pcrolehan Aktiva Tetap
Aku. Pcny. Akti va Tetap
Nital Buku Akri va Tetap
01
02
03
Rp 435.882.500
Rp 234.000.000
Rp
.
RI'
Rp 669.882.500
Rp 13.419.490.000
RI' 3.689.659.000
Rp 17.109.149.000
III AKTIVA LAIN·LAIN
,UMLAH AK-.!IVA Rp 17.779.031.500
NO
III
IV
KETERANGAN
HUTANG LANCAR
f-!utang Usaha
Oiaya YMH . Dibayar
Hutang Lain -lain
Jumlah Hut;mg Lancon
EKUlTAS
Modal Dltempatkiln&Oisctor
L.b. (Rugi) Oltah.n
L.ba (Rugl) Tahun Ber/alan
Jumlah Ekuitas
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
Rp
,UMLAH
115.400.000
56.350.000
35.700.000
10.710.372.500
6.575.626.950
285.582.050
Rp
RI'
TOTAL
207.450.000
i
17.571.581 .500
,UMLAH KEWA,IBAN & EKUlTAS Rp 17.779.031.500
Sam<lrinda, 13 Fcbruari 2012
PT. CAOIKA UTAMA
Dirckrur Urama

f. Bagian Pekerjaan yang akan disubkontrakan , (apabila ada) 4. Formulir Rekapitulasi Perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN); Dokumen lain yang dipersyaratkan seperti Formulir Pra RK3K, Daftar Barang Yang 5. diimpor, analisa teknis Satuan Pekerjaan,Analisa Harga Satuan Peke~aan.

Surat Penawaran beserta lampirannya kami sampaikana sebanyak 2 (dua) rangkap yang terdiri dari dokumen asli 1 (Satu) di tandai " ASLI" dan Salinannya 1 (Satu) di tandai "Rekaman" ( Jika diminta I diperlukan oleh Panitia Pengadaan).

Dengan disampaikannya Surat Penawaran ini, maka kami menyatakan sanggup dan akan tunduk pada semua ketentuan yang tercantum dalam Dokumen Pengadaan.
PT. CADIKA UTAMA

MURSALIM DATJING
Direklur

liCE f.l5Unf.ln5fr.!!~~t;.s'f!!...!:EnI5HoP
HEAD OFFICE:
Menara Global Lt 2, JI . .Iend. Gata! Subrolo Kav. 21. Jakarta 12950 . Indonesia

Phone. : (62-21) 5210470 (Hooting), Fax.. (62-21 ) 5270471 fb"nepage . WIIrW.periskop,CQ.id emaR: oIIice@penskop.oo.1d oIIice@?e!iskop.com

No.523356

JAMINAN PENAWARAN
No. Jamlnan : 07.1.4016.0105.12 Nila; : Rp. 96.368.750,- (SamM.nPuluh

EMm Jib Tiga Raws Enam PuhJh DeJspan Ribu Tujuh R"tus Lima Puluh Rupiah)

Dengan ini cinyatakan, bahwa kami : PT. CADIKA UTAMA, JI. Ir_ H. Juanda RT. 37 No. 52 Samarinda, sebagai Peserta, selaf\Wlya cisebut "TERJAMIN" , dan PT. ASURANSI BOSOWA PERISKOP JI. AM. Sangaji No. 38E, Samarinda sebagai Per'4amin, ~ cisebut "PENJAMIN", bertanggung jawab dan deogan tegas tenkat pada PANITlA PENGADAAN JEMBATAN I TURAP I DRAINASE 2 PADA DINAS PU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR, JI. TENGKAWANG No. 01 SAMARINDA. Sebagai Pelaksana Pelelangan sela~ disebul PENERIMA JAMINAN atas uang sejlnllah Rp. 96.368.750,- (Sembilan Puluh Enam Jut. riga Raws ElIlJm Puluh De/apan Ribu TujJh
Ratu$ Linn Puluh Rupiah).

Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan din lJltl.io;: melaktAmn pembayaran jumlah tersebut diatas dengan balk dan benar bilamana TERJAMIN Hook mernet1lili kewajban sebagaimana ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan No. 602.11D4BJPPJBT2II12012 untuk pelaksanaan peIeIangan peKerjaan PEMBANGUNAN JEMBATAN UNGKAR ~ULAU NUNUKAN, yang diselenggarakan oIeh PENERIMAJAMINAN . StJ"at Jaminan ini berlaku apabila TERJAMIN : a. menank kembal Penawaramya selama dilaksanakamya peIeIangan atau sesudah dinyatakan sebagal pemenang, b. tldak : 1). rnenyerahkan Jamlnan Pelaksanaan setelah ~ sebagal pemenang : 2). menandatangani Kontrak ; atau 3). hadlr dalam klarlfikasi dan I atau ver1flkasl sebagal calOn pemena.ng : c. ter1lbat Korupsl KoaJsI dan NepoUsme (KKN). 4. SUrat Jaminan lni ber1aku selama 118 (Seratus Delapan Balas) hari kalender dan efektif rrulai dari tanggal14 Februari 2012 sampai dengan tanggal10 Juni 2012 PENJAMIN akan merrt>ayar kepada PENERIMA JAMINAN sejl.n1ah nilai ;aminan tersebut c1atas dalam waktu paing lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syerst (LrlConditional) setelah menerima tuntutan penagihan secara ter11,jjs dan PENERIMA JAMINAN berdasarkan Keputusan PENERIMA JAMINAN mengenai peogenaan sanksi akibat TERJAMIN cidera jar;A¥Brvestasi. Merup< pada pasal 1832 KUH Perdata, dengan ini ditegaskan kerrbaM bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak istimewa.nya lI'ltl.i< metU1tut supaya harta-benda TERJAMIN lebih datuu dsita dan d:jual QlI18 mekJ1asi h.rtanglyB. sebagaimana dimaksud delam pasal1831 KUH Perdata. TooMan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan iri harus sudah diajtA<an selarri>at-lambatnya delam waktu 30 (tiga pt.iJhl han kalender sesudah berakhimya masa ber1aku Jaminan lni . DikekJarkan d SAMARINDA pade tanggal 14 Februarl2012

TERJAMIN
PT. CAOIKA UTAMA

PENJAMIN
PT. ASURANSI BOSOWA PERISKOP

METERAJ ~

~!:.~ ~ .. ,...
:lA

NATSIR MANSYUR
Utama Pimpinan Cabang

untl*. ktyaklnan, ~magang Jamlna"l cIsMar1kan lI"1IuiI: mengkont\1masl j8mInan InI kI PT . .-.swans! Bosowa Plrlskop Clbang Sarnamda.ll. AM sangaJl38E Sllrur1nd8 0541-2023611 Fax.. 0541-201693

I REKAPITULASI
PERKIRAAN HARGA PEKERJAAN

Program Kegiatan Prop I Kab f Kodya

: Pembangunan Jalan Dan Jembatan
: Jembalan Grider Bentang 20 m : $amarinda (Kalima~tan Timuf) Jumlah Harga

I

No. Divisi

Uraian

Pekerjaan

(Rupiah) 1 3 Umum 177838.125 4 590. 222

Pekerjaan Tanah
Struktur

7
(A) (8)

--

2.703.n4.793, 15
2.886 ,153.140 258,615.314 3,174,768.454

Juml~~~_ Pekerjaan ( terma~u~~ya Umum dan Keuntungan )

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) :::: 10% x (A)

(C)

JUMLAH TOTAL HARGA PEKERJAAN - (A) + (8)
Dibulatkan (Tiga milya, s.ra/us tujuh puJuh empat tujuh ra/Us enam puluh delapan rlbu rupiah)

Terbilang :

i

3,174,768,000

Samarinda13 Februari 2012 PT. CA~UTAMA

~~ iE·
lJf~
Direklur

JING

DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA
Program : Pembangunan Jalan Dan Jembatan Kegiatan : Jembatan Grider Bentang 20 m Prop / Kab / Kodya: Samarinda (Kalimantan Timur)

No. Mata Pembayaran

Uraian

Satuan

Perkiraan Kuantitas

Harga Satuan (Rupiah)

Jumlah Harga-Harga (Rupiah) f = (d x e)

a DIVISI 1. - MOBILISASI 1.2 Mobilisasi

b

c

d

e

Lump sum

1,00

177.838.124,90

177.838.124,90

Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 1 (masuk pada Rekapitulasi Perkiraan Harga Pekerjaan)

177.838.124,90

DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH 3.1 (1) 3.1 (3) Galian Biasa Galian Struktur dengan Kedalaman 0 -2 m M3 M3 31,48 60,00 22.716,71 64.585,00 715.121,88 3.875.099,79

Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 3 (masuk pada Rekapitulasi Perkiraan Harga Pekerjaan)

4.590.221,67

DIVISI 7. STRUKTUR 7.1 (7) 7.1(8) 7.1(10)a 7.1 (10) 7.3(3) 7.4 (2) 7.6(1) 7.6(4)a 7.6(10)a Beton mutu sedang dengan fc' = 20 Mpa (K.250) Beton mutu sedang dengan fc' = 15 Mpa (K.175) Pasir Urug Isian Tiang Panjang Beton mutu rendah dengan fc' = 10 Mpa (K.125) Baja Tulangan U 32 Ulir Baja Struktur BJ34 ( titik leleh 210 Mpa) Penyedia dan Pemasangan Pondasi Cetak , Penyediaan dan Pemasangan Penyediaan Tiang Pancang Baja Dia. 400mm tebal 12 m Pemancangan Tiang Pancang Pipa Baja Diameter 400 mm M3 M3 M3 M
3

76,00 105,50 105,50 6,00 21.780,00 2.743,15 600,00 58.816,80 504,00

3.637.065,48 3.244.236,77 18.150,00 2.756.474,14 19.743,38 20.274,13 124.254,26 24.601,03 117.966,81

276.416.976,17 342.266.979,58 1.914.825,00 16.538.844,85 430.010.761,95 55.614.972,85 74.552.556,30 1.446.953.603,67 59.455.272,78

Kg Kg M' Kg M'

Jumlah Harga Pekerjaan DIVISI 7 (masuk pada Rekapitulasi Perkiraan Harga Pekerjaan)

2.703.724.793,15

ITEM PEMBAYARAN NO. JENIS PEKERJAAN

: 1.2 : MOBILISASI #REF! % HARGA SATUAN (Rp.) Lembar 1.2-1 JUMLAH HARGA (Rp.)

% TERHADAP TOTAL BIAYA PROYEK =

No.

URAIAN

SATUAN

VOL.

A.

Sewa Tanah

M2

100

200

20.000,00

B.

PERALATAN Periksa lembar 1.2-2

28.000.000,00

C. 1 2 3 4 5

FASILITAS KONTRAKTOR Base Camp Kantor Barak Bengkel Gudang, dan lain-lain

M2 Ls M2 M2 M2

50 50 50 50 50

200 1.500.000 50 50 50

10.000,00 75.000.000,00 2.500,00 2.500,00 2.500,00

D. 1 2 3 E 1 2

FASILITAS DIREKSI Sewa Kendaran Roda 4 ( empat) Pengadaan Alat Pengelolah Data Kamera Digital FASILITAS LABORATORIUM Ruang Laboratorium Peralatan, Perabot & Layanan Laboratorium Total Biaya Mobilisasi

Unit Unit Unit

1 1 1

55.000.000 10.000.000 2.000.000

55.000.000,00 10.000.000,00 2.000.000,00

M2 set

30 1

82.933 5.312.625

2.487.999,90 5.312.625,00 177.838.124,90

Catatan : Jumlah yang tercantum pada masing-masing item mobilisasi di atas sudah termasuk over-head dan laba serta seluruh pajak dan bea (kecuali PPn), dan pengeluaran lainnya. ITEM PEMBAYARAN NO. JENIS PEKERJAAN : 1.2 : MOBILISASI KODE ALAT HARGA SATUAN (Rp.) Lembar 1.2-2 JUMLAH HARGA (Rp.)

No.

JENIS ALAT

SATUAN

VOL.

B. 1 2 3 4 5 6

PERALATAN DUMP TRUCK PILE DRIVER + HAMMER CRANE ON TRACK WELDING SET CONCERETE MIXER WATE TANKER Total untuk Item B pada Lembar 1 E09 E30 E44 E32 E28 E23 Unit Unit Unit Unit Unit Unit 2 1 1 1 2 1 3.500.000 1.500.000 1.500.000 2.000.000 7.000.000 2.000.000 7.000.000,00 1.500.000,00 1.500.000,00 2.000.000,00 14.000.000,00 2.000.000,00 28.000.000,00

ITEM PEMBAYARAN NO. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN

: 3.1 (1) : Galian Biasa : M3

Analisa EI-311
URAIAN ANALISA HARGA SATUAN

No.

URAIAN

KODE

KOEF.

SATUAN

KETERANGAN

I. 1 2 3 4 5

ASUMSI Menggunakan alat berat (cara mekanik) Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan Kondisi Jalan : sedang / baik Jam kerja efektif per-hari Faktor pengembangan bahan

Tk Fk

7,00 1,20

Jam -

II. 1 2 3 4

URUTAN KERJA Tanah yang dipotong umumnya berada disisi jalan Penggalian dilakukan dengan menggunakan Excavator Selanjutnya Excavator menuangkan material hasil galian kedalam Dump Truck Dump Truck membuang material hasil galian keluar lokasi jalan sejauh

L

1,00

Km

III. 1.

PEMAKAIAN BAHAN, ALAT DAN TENAGA BAHAN Tidak ada bahan yang diperlukan

2. 2.a.

ALAT EXCAVATOR Kapasitas Bucket Faktor Bucket Faktor Efisiensi alat Waktu siklus - Menggali / memuat - Lain-lain

(E10) V Fb Fa Ts1 T1 T2 Ts1 V x Fb x Fa x 60 Ts1 x Fh = 1 : Q1 Q1

0,50 0,90 0,83

M3 menit menit menit menit M3/Jam

0,50 0,50 1,00 18,68

Kap. Prod. / jam =

Koefisien Alat / M3

(E10)

0,0535

Jam

2.b.

DUMP TRUCK Kapasitas bak Faktor efisiensi alat Kecepatan rata-rata bermuatan Kecepatan rata-rata kosong Waktu siklus - Waktu tempuh isi - Waktu tempuh kosong - Muat - Lain-lain

= (L : v1) x 60 = (L : v2) x 60 = (V : Q1) x 60

(E08) V Fa v1 v2 Ts2 T1 T2 T3 T4 Ts2

4,00 0,83 45,00 60,00 1,33 1,00 12,85 1,00 16,18

M3 KM/Jam KM/Jam menit menit menit menit menit menit
Berlanjut ke halaman berikut

File : 3-DIV3

Mandor Lump Sump 3. 6. SATUAN KETERANGAN Kapasitas Produksi / Jam = V x Fa x 60 Fk x Ts2 Q2 10.00 M3 7. .d. Q1 Qt P M 18. WAKTU PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN Masa Pelaksanaan : . . . JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 3.1 (1) : Galian Biasa : M3 Analisa EI-311 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN Lanjutan No.Keranjang TENAGA Produksi menentukan : EXCAVATOR Produksi Galian / hari = Tk x Q1 Kebutuhan tenaga : . bulan . .Sekop .1606 0. . BAHAN DAN ALAT Lihat lampiran.26 M3/Jam Koefisien Alat / M3 = 1 : Q2 (E08) 0.716. . VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN Volume pekerjaan : 0.Pekerja . Didapat Harga Satuan Pekerjaan : Rp.ITEM PEMBAYARAN NO. HARGA DASAR SATUAN UPAH. .00 1. URAIAN KODE KOEF. . ALAT BANTU Diperlukan alat-alat bantu kecil .Pekerja . .0535 Jam Jam 4.0975 Jam 2. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN.73 3.00 M3/Jam M3 orang orang = (Tk x P) : Qt = (Tk x M) : Qt (L01) (L03) 0.68 130.Mandor Koefisien tenaga / M3 : . 22. . File : 3-DIV3 .71 / M3 5.

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

75 menit menit menit Kap. SATUAN KETERANGAN I.00 3.a.1000 Km III. = Uk x 1M3 (EI-322) 0. ALAT DAN TENAGA BAHAN .00 1.a.89 Km/Jam Km/Jam M M M M3 Loose Berlanjut ke halaman berikut File : 3-DIV3 . 1.00 Jam %/M3 L 0.00 4.00 1.25 0.20 100. 1 2 3 4 5 6 II.85 M3 - Te1 Te2 Te 0.80 0.90 0.50 0.50 M3 2. ` BULLDOZER Faktor blade Faktor efisiensi alat Kecepatan maju Kecepatan mundur Lebar Blade Tinggi blade Jarak Gusur Volume 1 kali gusur = H^2 x B x Fb (E04) Fb Fa F R B H L V 0. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 3. 1 2 3 ASUMSI Pekerjaan dilakukan secara manual Lokasi pekerjaan : sekitar jembatan Kondisi Jalan : sedang / baik Jam kerja efektif per-hari Faktor pengembangan bahan Pengurugan kembali (backfill ) untuk struktur METHODE PELAKSANAAN Tanah yang dipotong berada disekitar lokasi Penggalian dilakukan dengan menggunakan alat Excavator Bulldozer mengangkut/mengusur hasil galian ke tempat pembuangan di sekitar lokasi pekerjaan PEMAKAIAN BAHAN.ITEM PEMBAYARAN NO. (E10) V Fb Fa Fd Bim 0.Lain-lain Tk Fh Uk 7.00 3. / jam = V x Fb x Fa x Fd x Bim x 60 Te x Fh = 1 : Q1 Q1 16.50 0.0591 Jam 2.1 (3) : Galian Struktur Kedalaman <2 M : M3 Analisa EI-313 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN No. 2.83 3.90 0.83 0.93 M3/Jam Koefisien Alat / M3 (E10) 0. Prod.20 50.Urugan Pilihan (untuk backfill ) ALAT EXCAVATOR Kapasitas Bucket Faktor Bucket Faktor Efisiensi alat Faktor kedalaman Berat isi material Waktu siklus . URAIAN KODE KOEF.Menggali / memuat .

d. 64. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN Volume pekerjaan : 513.0591 Jam Jam 4.Sekop = 2 buah Lump Sump 3.15 3.2362 0. BAHAN DAN ALAT Lihat lampiran.Pekerja . File : 3-DIV3 .Mandor Koefisien tenaga / M3 : . . . .65 44.Mandor Q1 Qt P M 16. .Mundur . Didapat Harga Satuan Pekerjaan : Rp. 6.Pacul = 2 buah .52 4.Maju . . . ALAT BANTU Diperlukan alat-alat bantu kecil .0226 Jam 2.Pekerja .00 / M3 5.21 menit menit menit menit M3 / Jam Kapasitas Produksi / Jam = V x Fa x 60 Tb x Fh Koefisien Alat / M3 = 1 : Q2 (E04) 0. HARGA DASAR SATUAN UPAH.00 1. .1 (3) : Galian Struktur Kedalaman <2 M : M3 Analisa EI-313 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN Lanjutan No.ITEM PEMBAYARAN NO. SATUAN KETERANGAN Waktu Siklus . TENAGA Produksi menentukan : EXCAVATOR Produksi Galian / hari = Tk x Q1 Kebutuhan tenaga : . JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 3.00 1.00 M3/Jam M3 orang orang = (Tk x P) : Qt = (Tk x M) : Qt (L01) (L03) 0. bulan .50 0. .52 M3 7. URAIAN KODE KOEF. . ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN.585.93 118. . WAKTU PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN Masa Pelaksanaan : .Lain-lain = (L x 60) / (F x 1000) = (L x 60) / (R x 1000) Tb1 Tb2 Tb3 Tb Q2 2.

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

2. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN Pembangunan Jalan & Jembatan Kalimantan Timur : 3. Note: 1 2 3 4 21.) JUMLAH HARGA (Rp.1 (1) : Galian Biasa : M3 PERKIRAAN VOL.00 JUMLAH HARGA PERALATAN D. 1.714.338.857. BAHAN 1.507. BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) OVERHEAD & PROFIT 10.00 C. Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.Analisa EI-311 FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN Instansi Program Nama Paket Prop / Kab / Kodya ITEM PEMBAYARAN NO. PERALATAN Excavator Dump Truck Alat Bantu (E10) (E08) Jam Jam Ls 0.378. 2. BIAYA PROYEK : : : NO.0 % x D HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D ) SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan.0535 5.378.) A.69 JUMLAH HARGA BAHAN 0. F.02 22. TENAGA Pekerja Mandor (L01) (L03) Jam Jam 0. E. Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor mata pembayaran. 1.000. 3. volume dan/atau ukuran berat untuk bahan-bahan. Berlanjut ke halaman berikut File : 3-DIV3 .29 7.) % THD.73 JUMLAH HARGA TENAGA B.000.96 420.47 177. TOTAL HARGA (Rp.71 JUMLAH HARGA TENAGA.02 1.0535 1.00 20. bahan habis dipakai dan operator. Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar.71 22.14 917. KOMPONEN PERKIRAAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN (Rp.0000 380.716.559.1606 0. PEK.90 1.716.

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

0000 1. BIAYA PROYEK : : : NO.535.Analisa EI-313 FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN Instansi Program Nama Paket Prop / Kab / Kodya ITEM PEMBAYARAN NO.500. TOTAL HARGA (Rp.273. volume dan/atau ukuran berat untuk bahan-bahan.374.00 1.00 8. bahan habis dipakai dan operator. 3. F.08 27. Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor mata pembayaran.0 % x D HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D ) 64.52 JUMLAH HARGA TENAGA B.83 0.06 100.0000 597.804.695. 1.00 100. E.00 35.322. BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 64.00 JUMLAH HARGA PERALATAN D. BAHAN Urugan Pilihan (EI-322) M3 0.5000 54.55 513.2362 0. 1. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN Pembangunan Jalan & Jembatan Kalimantan Timur : 3.00 OVERHEAD & PROFIT 10.585.) % THD.17 2. PEK. 1.585. File : 3-DIV3 .161.0591 6. KOMPONEN PERKIRAAN SATUAN KUANTITAS HARGA SATUAN (Rp.08 JUMLAH HARGA BAHAN C.274.50 376. 2.1 (3) : Galian Struktur Kedalaman <2 M : M3 PERKIRAAN VOL.83 Berlanjut ke halaman berikut JUMLAH HARGA TENAGA.) A.00 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan. Note: 1 2 3 4 35. Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar.049.08 (E10) (E04) Jam Jam Ls 0. 2.0591 0. Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.161. TENAGA Pekerja Mandor (L01) (L03) Jam Jam 0. PERALATAN Excavator Bulldozer Alat bantu 27.) JUMLAH HARGA (Rp.

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

File : 3-DIV3 .

.

.

.

.

.

.

b.70 : Agregat Kasar Berat Jenis Material : . .264 liter menit menit menit menit menit M3 Kap.90 KM jam Kg/M3 mm % % % T/M3 T/M3 T/M3 T/M3 Berdasarkan JMF & sesuai dgn Spesifikasi # 7 # # 1 # # # 0 2 1 2 2 II.1000 1.c.00 3.e.Memuat .00 0.6562 0. 1. 2. 1.a.4418 jam Berlanjut ke hal.d.40 1.00 2. 1 2 3 III.025 Pasir Beton = {(Ps x D1) : D3} x 1. dll. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ASUMSI Menggunakan alat (cara mekanik) Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan Bahan dasar (batu. pasir.Beton . pasir dan semen) diterima seluruhnya di lokasi pekerjaan Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan Jam kerja efektif per-hari Kadar Semen Minimum (Spesifikasi) Ukuran Agregat Maksimum Perbandingan Air/Semen Maksimum (Spesifikasi) Perbandingan Camp.6 50.00 11.44 1.Pasir .Menuang . batu kerikil dan air dicampur dan diaduk menjadi beton dengan menggunakan Concrete Mixer Beton di-cor ke dalam bekisting yang telah disiapkan Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan PEMAKAIAN BAHAN. L Tk Ks Ag Wcr Sm Ps Kr D1 D2 D3 D4 20. 1.00 : Semen 2. ALAT DAN TENAGA BAHAN Semen (PC) = {Sm x D1 x 1000} x 1.00 340 19 0.025 Agregat Kasar = {(Kr x D1) : D4} x 1.0 7.60 : Pasir 3.a.205 0.00 3.00 2.Mengaduk .Agregat Kasar URUTAN KERJA Semen.4868 0.7 2. Prod. (M12) (M01) (M03) (M19) (M18) 345.1 (7) : Beton K-250 : M3 Analisa EI-715 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN PER No. 1. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7.7 35.50 13.Tunggu. 1.83 3.025 Kayu Perancah dan/atau Bekisting Paku ALAT CONCRETE MIXER Kapasitas Alat Faktor Efisiensi Alat Waktu siklus : (T1 + T2 + T3 + T4) . 1. 1. URAIAN KODE KOEF.0000 Kg M3 M3 M3 Kg (E06) V Fa Ts T1 T2 T3 T4 Ts Q1 500. 2.Semen . / jam = V x Fa x 60 1000 x Ts = 1 : Q1 Koefisien Alat / M3 (E06) 0.80 1.ITEM PEMBAYARAN NO. berikut. SATUAN KETERANGAN I.

URAIAN KODE KOEF.00 0. BAHAN DAN ALAT Lihat lampiran. Berlanjut ke hal.Mandor .Tukang .0520 jam CONCRETE VIBRATOR Kebutuhan Alat Penggetar Beton ini disesuaikan dengan kapasitas produksi Alat Pencampur (Concrete Mixer) Kap.Ember Cor . Prod.23 M3 M3 kali M3 Koefisien Alat / M3 2.Pacul .17 0. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7.264 0. Prod. HARGA DASAR SATUAN UPAH.Sendok Semen . / jam = Koefisien Alat / M3 Kap.Gerobak Dorong = = = = = 2 2 2 4 1 buah buah buah buah buah 3.4418 1.00 4. WATER TANK TRUCK Volume Tanki Air Kebutuhan air / M3 beton Faktor Efiesiensi Alat Pengisian Tanki / jam Kap. Prod. .c.4418 M3 jam 2.Pekerja : Mandor Tukang Pekerja = Tk x Q1 Qt M Tb P 15.00 M3 orang orang orang Koefisien Tenaga / M3 - = (Tk x M) : Qt = (Tk x Tb) : Qt = (Tk x P) : Qt (L03) (L02) (L01) 0.Sekop .00 12.1 (7) : Beton K-250 : M3 Analisa EI-715 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN Lanjutan No. / jam = V x Fa x n Wc = 1 : Q2 (E23) V Wc Fa n Q2 4.7671 5. ALAT BANTU Diperlukan : .b.3012 jam jam jam 4. berikut.00 19.c.85 1. TENAGA Produksi Beton dalam 1 hari Kebutuhan tenaga : .ITEM PEMBAYARAN NO.83 1./jam Alat Concrete Mixer = 1 : Q3 Q3 (E20) 2. (E23) (E20) 0. SATUAN KETERANGAN 2.

065. URAIAN KODE KOEF. 3.33 M3 7.48 / M3 6.1 (7) : Beton K-250 : M3 Analisa EI-715 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN Lanjutan No. SATUAN KETERANGAN 5. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN Masa Pelaksanaan : 29 Hari VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN Volume pekerjaan : 0.637. Didapat Harga Satuan Pekerjaan : Rp. .ITEM PEMBAYARAN NO. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN.

.

.

.

00 11. 1. batu kerikil dan air dicampur dan diaduk menjadi beton dengan menggunakan Concrete Mixer Beton dicor ke dlm bekisting/acuan yang telah disiapkan dan memasukkan batu pecah (batu siklop) Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan PEMAKAIAN BAHAN.2 2.4418 jam Berlanjut ke hal. 1. 1.025 Kayu Perancah dan/atau Bekisting Paku ALAT CONCRETE MIXER Kapasitas Alat Faktor Efisiensi Alat Waktu siklus : (T1 + T2 + T3 + T4) . 2. / jam = V x Fa x 60 1000 x Ts = 1 : Q1 Koefisien Alat / M3 (E06) 0. SATUAN KETERANGAN I.Menuang . 1.00 2.00 3.264 liter menit menit menit menit menit M3 Kap.25 : Pasir 4.Pasir . .00 300 0. (M12) (M01) (M03) (M06) (M19) (M18) 318. URAIAN KODE KOEF.83 3.Memuat . 1.1 (7) : Beton K-175 : M3 Analisa EI-717 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN PER No. L Tk Ks Wcr Sm Ps Kr D1 D2 D3 D4 20.2121 0.025 Agregat Kasar = {(Kr x D1) : D4} x 0.57 13. 1 2 3 4 5 6 7 8 ASUMSI Menggunakan alat (cara mekanik) Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan Bahan dasar (batu.30 * 1.44 1.025 Batu Belah = {(Kr x D1) : D4} x 0.Beton .8 31. ALAT DAN TENAGA BAHAN Semen (PC) = {Sm x D1 x 1000} x 1.Kerikil Pecah (Agregat Kasar) URUTAN KERJA Semen. pasir.00 0. 1.25 1.103 0.70 * 1. pasir dan semen) diterima seluruhnya di lokasi pekerjaan Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan Jam kerja efektif per-hari Kadar Semen Minimum (Spesifikasi) Perbandingan Air/Semen Maksimum (Spesifikasi) Perbandingan Camp.e.0 7.00 3. berikut.d.3976 0.4000 Kg M3 M3 M3 M3 Kg (E06) V Fa Ts T1 T2 T3 T4 Ts Q1 500.00 : Kerikil Pecah Berat Jenis Material : .Tunggu.4948 0. 1 2 3 III.80 1.ITEM PEMBAYARAN NO.b.f 2.025 Pasir Beton = {(Ps x D1) : D3} x 1. 1.80 KM jam Kg/M3 % % % T/M3 T/M3 T/M3 T/M3 K-175 Berdasarkan JMF & sesuai dgn Spesifikasi 9 II. dll.0 55.00 2.Mengaduk . Prod. 1.00 : Semen 2.a.Semen .0500 0.a.c. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7.

31 M3 M3 kali M3 Koefisien Alat / M3 2. / jam = Koefisien Alat / M3 Kap. HARGA DASAR SATUAN UPAH. BAHAN DAN ALAT Lihat lampiran.Tukang .00 0.0546 jam CONCRETE VIBRATOR Kebutuhan Alat Penggetar Beton ini disesuaikan dengan kapasitas produksi Alat Pencampur (Concrete Mixer) Kap.Gerobak Dorong = = = = = 2 2 2 4 2 buah buah buah buah buah 3.c.00 12.00 18.4418 1.1 (7) : Beton K-175 : M3 Analisa EI-717 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN Lanjutan No.Pacul . ALAT BANTU Diperlukan : . Prod.85 1. URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN 2. WATER TANK TRUCK Volume Tanki Air Kebutuhan air / M3 beton Faktor Efiesiensi Alat Pengisian Tanki / jam Kap.Prod./Jam Alat Concrete Mixer = 1 : Q3 Q3 (E20) 2. .Mandor . Prod.7671 5. TENAGA Produksi Beton dalam 1 hari Kebutuhan tenaga : . / jam = V x Fa x n Wc = 1 : Q2 (E23) V Wc Fa n Q2 4.Sendok Semen . (E23) (E20) 0.83 1.Ember Cor .Pekerja : Mandor Tukang Pekerja = Tk x Q1 Qt M Tb P 15.c.4418 M3 jam 2.b.ITEM PEMBAYARAN NO.3012 jam jam jam 4.264 0. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7. berikut.Sekop .00 M3 orang orang orang Koefisien Tenaga / M3 - = (Tk x M) : Qt = (Tk x Tb) : Qt = (Tk x P) : Qt (L03) (L02) (L01) 0.18 0. Berlanjut ke hal.00 4.

ITEM PEMBAYARAN NO. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7.1 (7) : Beton K-175 : M3 Analisa EI-717 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN Lanjutan No. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN Masa Pelaksanaan : 30 Hari VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN Volume pekerjaan : 0. 3.244. .236. Didapat Harga Satuan Pekerjaan : Rp. URAIAN KODE KOEF.40 M3 7.77 / M3 6. SATUAN KETERANGAN 5. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN.

00 3.1 (10) : Beton Kelas K-125 : M3 Analisa EI-718 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN PER No.Pasir . batu kerikil dan air dicampur dan diaduk menjadi beton dengan menggunakan Concrete Mixer Beton di-cor ke dalam bekisting yang telah disiapkan Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan PEMAKAIAN BAHAN.00 11. 1.e. pasir dan semen) diterima seluruhnya di lokasi pekerjaan Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan Jam kerja efektif per-hari Kadar Semen Minimum (Spesifikasi) Perbandingan Air/Semen Maksimum (Spesifikasi) Perbandingan Camp.83 3. 1. 2.a. (E06) V Fa Ts T1 T2 T3 T4 Ts Q1 500.1 33.c.0500 0.00 3.4271 0.025 {(Ps x D1) : D3} x 1.44 1.025 {(Kr x D1) : D4} x 1. 1.Semen . berikut. 1.00 : Pasir 5.25 1.7118 0.264 liter menit menit menit menit menit M3 Kap.ITEM PEMBAYARAN NO.Kerikil Pecah (Agregat Kasar) URUTAN KERJA Semen. ALAT DAN TENAGA BAHAN Semen (PC) Pasir Beton Kerikil Pecah Kayu Perancah Paku L Tk Ks Wcr Sm Ps Kr D1 D2 D3 D4 20. SATUAN KETERANGAN I.Beton . . dll.6 2.00 0.4000 Kg M3 M3 M3 Kg Agregat Kasar ALAT CONCRETE MIXER Kapasitas Alat Faktor Efisiensi Alat Waktu siklus : (T1 + T2 + T3 + T4) .b.3 55.0 7.80 KM jam Kg/M3 % % % T/M3 T/M3 T/M3 T/M3 Berdasarkan JMF & sesuai dgn Spesifikasi 9 II. 1.00 2.250 0. 1 2 3 4 5 6 7 8 ASUMSI Menggunakan alat (cara mekanik) Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan Bahan dasar (batu. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7. URAIAN KODE KOEF.4418 jam Berlanjut ke hal.Mengaduk .f 2.80 1.60 11. 1 2 3 III.00 250 0.00 : Kerikil Pecah Berat Jenis Material : .00 : Semen 3. = = = {Sm x D1 x 1000} x 1.Tunggu. / jam = V x Fa x 60 1000 x Ts = 1 : Q1 Koefisien Alat / M3 (E06) 0. pasir.025 (M12) (M01) (M03) (M19) (M18) 256.Memuat .Menuang . 1.00 2. Prod.a. 1.

URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN 2.83 1.15 0.Pacul .00 21.264 0.Mandor .00 M3 orang orang orang Koefisien Tenaga / M3 - = (Tk x M) : Qt = (Tk x Tb) : Qt = (Tk x P) : Qt (L03) (L02) (L01) 0.Sendok Semen .7671 5. Prod. ALAT BANTU Diperlukan : . Prod.0463 jam CONCRETE VIBRATOR Kebutuhan Alat Penggetar Beton ini disesuaikan dengan kapasitas produksi Alat Pencampur (Concrete Mixer) Kap.b.c. Berlanjut ke hal.Tukang . / jam = Koefisien Alat / M3 Kap.Gerobak Dorong = = = = = 2 2 2 4 1 buah buah buah buah buah 3.Prod.1 (10) : Beton Kelas K-125 : M3 Analisa EI-718 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN Lanjutan No.c.4418 1.85 1.00 12./Jam Alat Concrete Mixer = 1 : Q3 Q3 (E20) 2. TENAGA Produksi Beton dalam 1 hari Kebutuhan tenaga : . / jam = V x Fa x n Wc = 1 : Q2 (E23) V Wc Fa n Q2 4.00 4. berikut. . WATER TANK TRUCK Volume Tanki Air Kebutuhan air / M3 beton Faktor Efiesiensi Alat Pengisian Tanki / jam Kap. BAHAN DAN ALAT Lihat lampiran.3012 jam jam jam 4.Ember Cor . (E23) (E20) 0. HARGA DASAR SATUAN UPAH.Pekerja : Mandor Tukang Pekerja = Tk x Q1 Qt M Tb P 15.59 M3 M3 kali M3 Koefisien Alat / M3 2. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7.Sekop .4418 M3 jam 2.00 0.ITEM PEMBAYARAN NO.

11 M3 7. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7.474.756. SATUAN KETERANGAN 5.14 / M3 6. URAIAN KODE KOEF. 2.1 (10) : Beton Kelas K-125 : M3 Analisa EI-718 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN Lanjutan No. Didapat Harga Satuan Pekerjaan : Rp.ITEM PEMBAYARAN NO. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN Masa Pelaksanaan : 5 Hari VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN Volume pekerjaan : 0. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN. .

0350 0. 1 2 3 4 5 6 II. Didapat Harga Satuan Pekerjaan : Rp.a.00 3.1000 0. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7. (M39a) (M14) 1.Mandor .ITEM PEMBAYARAN NO.Mandor . Berlanjut ke hal.0350 0. 1. SATUAN KETERANGAN I. ALAT DAN TENAGA BAHAN Baja Tulangan (Polos) U24 Kawat beton ALAT ALAT BANTU Diperlukan : . 2. Qt M Tb P 200. . 1.Tukang .00 1.00 1.00 Kg orang orang orang = ( M x Tk ) : Qt = ( Tb x Tk ) : Qt = ( P x Tk ) : Qt (L03) (L02) (L01) 0. URAIAN KODE KOEF.Gunting Potong Baja . BAHAN DAN ALAT Lihat lampiran.38 / Kg 5. HARGA DASAR SATUAN UPAH.Kunci Pembengkok Tulangan .10 KM jam - III. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN.0 7.Alat lainnya TENAGA Produksi kerja satu hari dibutuhkan tenaga : .Pekerja L Tk Fh 20.a. 2. 19. berikut. 1 2 ASUMSI Pekerjaan dilakukan secara manual Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan Bahan dasar (besi dan kawat) diterima seluruhnya di lokasi pekerjaan Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan Jam kerja efektif per-hari Faktor Kehilangan Besi Tulangan URUTAN KERJA Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai dengan yang diperlukan Batang tulangan dipasang / disusun sesuai dengan Gambar Pelaksanaan dan persilangannya diikat kawat PEMAKAIAN BAHAN.00 1.0200 Kg Kg Ls = 2 buah = 2 buah 3.1050 jam jam jam 4.b.3 (3) : Baja Tulangan (Ulir) U23 : KG Analisa EI-731 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN PER No.Tukang . 1.743.Pekerja Koefisien Tenaga / Kg : .

. SATUAN KETERANGAN 6.3 (3) : Baja Tulangan (Ulir) U23 : KG Analisa EI-731 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN Lanjutan No. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN Masa Pelaksanaan : 31 Hari VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN Volume pekerjaan : 0. URAIAN KODE KOEF. 7.48 Kg.ITEM PEMBAYARAN NO.

.

.

.

.

.

ALAT DAN TENAGA BAHAN Pipa baja tiang pancang Plat Baja (untuk penyambungan) Kawat Las (untuk sepatu & penyambungan) ALAT TRAILER Kapasitas bak sekali muat Faktor efisiensi alat Kecepatanrata-rata bermuatan Kecepatan rata-rata kosong Waktu siklus : .6 (4)a : Penyediaan Tiang Pancang Baja : Kg Analisa EI-767 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN PER No.381. 1 2 3 III.Waktu menurunkan . / jam = V2 x p x Fa Ts2 .0 Km jam mm mm kg M Km (M52) (M48) (M51) 1.00 0. SATUAN KETERANGAN I.34 batang menit menit menit M' Kg Lumpsum Kap.Lain-lain (bongkar dan muat) L Tk Uk t b p Ld2 20. (E29) V Fa v1 v2 Ts1 T1 T2 T3 Ts1 Q1 10.Waktu tempuh isi = (Ld2 : v1 ) x 60 .dan lain-lain ( termasuk mengatur dan menggeser) 3.ITEM PEMBAYARAN NO.00 30.00 40.b = 1 : Q1 (E29) (E07) V2 Fa T4 T5 Ts2 Q2 CRANE Kapasitas Faktor Efisiensi alat Waktu siklus .00 12.00 0.0 7.83 20.0001 batang Km/Jam Km/Jam menit menit menit menit M' Kg Jam Kapasitas Produksi / Jam = V1 x p x Fa x 60 Ts1 Koefisien Alat / kg 2.00 44.82 8.00 20.940. 1 2 3 4 4 5 6 7 8 II. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7.10 0.0 12.70 187.21 0.05 Kg Kg Dos 2.00 125.05 0.0 30. 1. 1. 2.00 50.00 45.00 47. Prod. ASUMSI Menggunakan alat (cara mekanik) Lokasi pekerjaan : di lokasi Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan Jam kerja efektif per-hari Ukuran diameter tiang pancang (sesuai keperluan) Tebal tiang Berat per-meter tiang Panjang Tiang (sesuai keperluan) Jarak pelabuhan ke Base Camp URUTAN KERJA Material pipa didatangkan dari pelabuhan ke lokasi dengan Trailer Di lokasi pekerjaan dibuatkan sepatu pancang dan penyambungan pipa Penyambungan pipa dengan las listrik PEMAKAIAN BAHAN.83 40. URAIAN KODE KOEF.a.00 60.81 8.Waktu tempuh kosong = (Ld2 : v2) x 60 .00 600.a.

SATUAN KETERANGAN Koefisien Alat / kg 2. ITEM PEMBAYARAN NO. = 1 : Q1 (E07) (E12) p Ts3 (E12) (E32) p Ts4 (E32) 0.00 1.d.00 0.601. Tiang Pancang Baja .0037 jam jam jam 4. HARGA DASAR SATUAN UPAH. Didapat Harga Satuan Pekerjaan : Rp. WELDING SET Diasumsi panjang tiang Pembuatan sepatu/peruncing + sambungan Koefisien Alat / kg = 1 : ( p x b : Ts4 ) 12.65 Kg 7.0012 0. berikut.Tambang.00 22.0001 jam GENSET Diasumsi panjang tiang Pembuatan sepatu/peruncing + sambungan Koefisien Alat / kg = 1 : ( p x b : Ts3 ) 12.440 1. = (Tk x M) : Qt = (Tk x Tb) : Qt = (Tk x P) : Qt (L03) (L02) (L01) 0.Pekerja Koefisien Tenaga / kg : Mandor Tukang Pekerja Qt Qt Qt M Tb P 10.00 4. BAHAN DAN ALAT Lihat lampiran.Berlanjut ke hal.0003 0. .Mandor . 24.00 batang M Kg orang orang orang Lumpsum 3. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN 5.00 12.Tukang .Tachkel .0004 M jam M/Jam 2.03 / Kg 6.e. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN Masa Pelaksanaan : 4 Hari VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN Volume pekerjaan : 0. URAIAN KODE KOEF.0004 M jam Jam 2.rantai dan Alat kecil lainnya TENAGA Produksi Tiang dalam 1 hari Kebutuhan tenaga tambahan di lokasi :: .00 120.c.6 (4)a : Penyediaan Tiang Pancang Baja : Kg Analisa EI-767 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN Lanjutan No.00 0. seling .00 1. ALAT BANTU Diperlukan alat bantu untuk pek. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7.

.

.

00 39.00 0.1598 batang Km/Jam Km/Jam menit menit menit menit M1/Jam M3/Jam Jam Kapasitas Produksi / Jam = V x p x Fa x 60 Ts1 Koefisien Alat / m3 2. Pancg. ALAT DAN TENAGA BAHAN Tiang Pancang Beton Pratekan Lengkap L Tk Uk p Ld2 20.Lain-lain (bongkar dan muat) (E08) V Fa v1 v2 Ts1 T1 T2 T3 Ts1 Q1 Q1 (E08) (E07) V2 Fa T1 T2 Ts2 Q2 Q2 (E07) 10.00 120.83 30.Waktu tempuh kosong = (Ld2 : v2) x 60 .00 400. Bt.01 0.80 6.00 45. Prod.1997 batang menit menit menit M1/jam M3/jam jam Lumpsum Kap.0 7. / jam = Koefisien Alat / Ton = 1 : Q2 V x p x Fa Ts2 .0000 M3 2. ASUMSI Membeli Tiang Pancang jadi dari Pabrik Lokasi pekerjaan : di setiap jembatan Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan Jam kerja efektif per-hari Ukuran tiang pancang sesuai kebutuhan Panjang Tiang Pancang Jarak pelabuhan ke Base Camp URUTAN KERJA Tiang pancang dikirim oleh pabrik ke pelabuhan terdekat atau dari pabrik ke lokasi (kalau satu pulau) Tiang Pancang dari pelabuhan diangkut dengan truck atas tanggungan kontraktor Memuat & menurunkan dari/ke truck dengan Crane PEMAKAIAN BAHAN.83 40. Pratekan : M3 Analisa EI-769 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN PER No.00 30.84 5.b = 1 : Q1 CRANE Kapasitas Faktor Efisiensi alat Waktu siklus .00 45. 1 2 3 III.26 0.Waktu memuat . SATUAN KETERANGAN I.Waktu tempuh isi = (Ld2 : v1 ) x 60 . 1.00 15. URAIAN KODE KOEF. 1 2 3 4 5 6 7 II.dan lain-lain ( termasuk mengatur dan menggeser) 3.a ALAT DUMP TRUCK Kapasitas bak sekali muat Faktor efisiensi alat Kecepatanrata-rata bermuatan Kecepatan rata-rata kosong Waktu siklus : .00 60.00 12.00 49. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7.00 KM jam mm M KM (M50) 1.00 0.6 (1) : Penyediaan T.00 30.ITEM PEMBAYARAN NO.00 45. 2.

1997 0.c.Pekerja Koefisien Tenaga / M3 : Mandor Tukang Pekerja Lumpsum 3. Pancg.Tackle . Qt M Tb P 35.Tukang .6 (1) : Penyediaan T.00 10.Mandor . . JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7.69 M3 7. Didapat Harga Satuan Pekerjaan : Rp. ALAT BANTU Diperlukan alat bantu untuk transportasi . MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN Masa Pelaksanaan : 3 hari VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN Volume pekerjaan : 0. berikut.254. SATUAN KETERANGAN 2.26 5.Berlanjut ke hal.3995 1.05 1. Pratekan : M3 Analisa EI-769 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN Lanjutan No. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN. / M3 6.Tambang .00 M3 orang orang orang = (Tk x M) : Qt = (Tk x Tb) : Qt = (Tk x P) : Qt (L03) (L02) (L01) 0. BAHAN DAN ALAT Lihat lampiran.9974 jam jam jam 4. Bt.Alat kecil lainnya TENAGA Produksi per hari (unloading) = Q2 x Tk Kebutuhan tenaga (di lokasi pekerjaan) : . ITEM PEMBAYARAN NO. URAIAN KODE KOEF. 124. HARGA DASAR SATUAN UPAH.00 2.

URAIAN KODE KOEF.00 13. SATUAN KETERANGAN I.83 75.Rantai/sling baja. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7.38 0. dan Lain-Lain Lumpsum .Waktu pemancangan sampai kalendering 3 cm Kap.00 0.83 75. ALAT DAN TENAGA BAHAN Pemakaian bahan pada pekerjaan penyiapan material tiang pancang ALAT Tk p 7. / jam = Koefisien Alat / m' 2.00 75. 2.b.b = 1 : Q1 V1 x p x Fa Ts1 PILE DRIVER HAMMER Kapasitas Faktor Efisiensi alat Waktu siklus .1355 Titik menit menit menit menit M1/jam Jam Kap.00 20. Prod. Pancang Baja : M' Analisa EI-7611 (Dia 400 mm) URAIAN ANALISA HARGA SATUAN PER No.0 jam M II.a Crane on Track 35 Ton Kapasitas Faktor Efisiensi alat Waktu siklus . ALAT BANTU Diperlukan alat bantu kecil selama penyetelan dan penyambungan .Waktu penggeseran dan penyetelan tiang .00 7.Waktu pemancangan sampai kalendering 3 cm . 1 2 3 4 5 ASUMSI Menggunakan alat (cara mekanik) Lokasi pekerjaan : di lokasi Jam kerja efektif per-hari Panjang Tiang Pemakaian Kawat las dan alat Las utk penyambungan termasuk dalam item Penyediaan Tiang Pancang URUTAN KERJA Material Tiang pancang yang telah siap ada dekat lokasi pemancangan Penyambungan dilakukan pada saat pemancangan PEMAKAIAN BAHAN.6 (10)a : Pemancangan T. 2.ITEM PEMBAYARAN NO. / jam = Koefisien Alat / m' = 1 : Q2 V2 x p x Fa Ts2 1. 1.Waktu penjambungan tiang (E31) V1 Fa T1 T2 T3 Ts1 Q1 (E31) (E30) V2 Fa Ts2 Q2 (E07) 1.00 135. Prod.0753 Titik menit M1/jam Jam 2.00 0.28 0.00 60. 1 2 III.

00 2.00 8. URAIAN KODE KOEF.81 / M' 5. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7. Didapat Harga Satuan Pekerjaan : Rp. 117. SATUAN KETERANGAN 3. 6. . BAHAN DAN ALAT Lihat lampiran. Pancang Baja : M' Analisa EI-7611 (Dia 400 mm) URAIAN ANALISA HARGA SATUAN Lanjutan No.Pekerja Koefisien Tenaga / M3 : Mandor Tukang Pekerja Qt M Tb P 51.6 (10)a : Pemancangan T.Mandor . ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN.1355 0.39 M' 7. TENAGA Produksi Tiang dalam 1 hari = Tk x Q1 Kebutuhan tenaga tambahan di lokasi : .966. MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN Masa Pelaksanaan : 36 Hari VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN Volume pekerjaan : 1.Berlanjut ke hal. berikut.0843 jam jam jam 4.Tukang . ITEM PEMBAYARAN NO. HARGA DASAR SATUAN UPAH.64 1.2711 1.00 M' orang orang orang = ( Tk x M ) : Qt = ( Tk x Tb ) : Qt = ( Tk x P ) : Qt (L03) (L02) (L01) 0.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7.a. HARGA DASAR SATUAN UPAH.a. ALAT DAN TENAGA BAHAN Baja Tulangan (Ulir) D32 Kawat beton ALAT ALAT BANTU Diperlukan : . 1 2 ASUMSI Pekerjaan dilakukan secara manual Lokasi pekerjaan : sepanjang jalan Bahan dasar (besi dan kawat) diterima seluruhnya di lokasi pekerjaan Jarak rata-rata Base camp ke lokasi pekerjaan Jam kerja efektif per-hari Faktor Kehilangan Besi Tulangan URUTAN KERJA Besi tulangan dipotong dan dibengkokkan sesuai dengan yang diperlukan Batang tulangan dipasang / disusun sesuai dengan Gambar Pelaksanaan dan persilangannya diikat kawat PEMAKAIAN BAHAN.274.Mandor .4 (2) : Baja Tulangan (Ulir) BJ34 : KG Analisa EI-733 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN PER No.00 1.ITEM PEMBAYARAN NO.Pekerja L Tk Fh 20. 2. 1. 20.Pekerja Koefisien Tenaga / Kg : .1000 0.b. Qt M Tb P 200.00 1.10 KM jam - III.Gunting Potong Baja . BAHAN DAN ALAT Lihat lampiran.0350 0. .Tukang .Tukang . Didapat Harga Satuan Pekerjaan : Rp.Mandor .00 Kg orang orang orang = ( M x Tk ) : Qt = ( Tb x Tk ) : Qt = ( P x Tk ) : Qt (L03) (L02) (L01) 0.1050 jam jam jam 4. ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN Lihat perhitungan dalam FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKEMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN.00 3.0350 0.Kunci Pembengkok Tulangan . URAIAN KODE KOEF. SATUAN KETERANGAN I.13 / Kg 5. 2.0 7. 1. 1.Alat lainnya TENAGA Produksi kerja satu hari dibutuhkan tenaga : . 1 2 3 4 5 6 II. (M39b) (M14) 1.00 1.0200 Kg Kg Ls = 2 buah = 2 buah 3.

4 (2) : Baja Tulangan (Ulir) BJ34 : KG Analisa EI-733 URAIAN ANALISA HARGA SATUAN Lanjutan PER No.00 Kg. . . SATUAN KETERANGAN 6. . JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : 7. . . .330. . berikut. . MASA PELAKSANAAN YANG DIPERLUKAN Masa Pelaksanaan : .Berlanjut ke hal. VOLUME PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN Volume pekerjaan : 7. URAIAN KODE KOEF. ITEM PEMBAYARAN NO. . . . . 7.

.

.

.

.

.

Analisa EI-715 FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK No. PAKET KONTRAK NAMA PAKET PROP / KAB / KODYA ITEM PEMBAYARAN NO. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN

: : : Pembangunan Jalan Dan Jembatan : Kalimantan Timur : 7.1 (7) PERKIRAAN VOL. PEK. : Beton K-250 TOTAL HARGA (Rp.) : M3 % THD. BIAYA PROYEK

: : :

71,50 26.581.874,61 0,68

NO.

KOMPONEN

SATUAN

PERKIRAAN KUANTITAS

HARGA SATUAN (Rp.)

JUMLAH HARGA (Rp.)

A. 1. 2. 3.

TENAGA Pekerja Biasa Tukang Mandor (L01) (L02) (L03) jam jam jam 5,3012 1,7671 0,4418 6.500,00 7.500,00 8.695,00 34.457,83 13.253,01 3.841,16 51.552,01

JUMLAH HARGA TENAGA B. 1. 2. 3. 4. 5. BAHAN Semen Pasir Agregat Kasar
Kayu Perancah

Paku

(M12) (M01) (M03) (M19) (M18)

Kg M3 M3 M3 Kg

345,2055 0,4868 0,6562 0,1000 1,0000

8.045,00 15.000,00 351.968,99 1.750.000,00 17.500,00

2.777.178,08 7.301,37 230.974,89 175.000,00 17.500,00 3.207.954,34

JUMLAH HARGA BAHAN C. 1. 2. 3. 4. PERALATAN Conc. Mixer Water Tanker Con. Vibrator Alat Bantu (E06) (E23) (E20) jam jam jam Ls 0,4418 0,0520 0,4418 1,0000 47.554,66 176.843,97 26.518,10 5.000,00

21.008,08 9.193,90 11.714,82 5.000,00

JUMLAH HARGA PERALATAN D. E. F. Note: 1 2 3 4

46.916,81

JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 3.306.423,16 OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 330.642,32 HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 3.637.065,48 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran berat untuk bahan-bahan. Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor mata pembayaran. Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator. Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.

Analisa EI-717 FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK No. PAKET KONTRAK NAMA PAKET PROP / KAB / KODYA ITEM PEMBAYARAN NO. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN

: : : Pembangunan Jalan Dan Jembatan : Kalimantan Timur : 7.1 (7) PERKIRAAN VOL. PEK. : Beton K-175 TOTAL HARGA (Rp.) : M3 % THD. BIAYA PROYEK

: : :

71,70 22.245.735,93 0,57

NO.

KOMPONEN

SATUAN

PERKIRAAN KUANTITAS

HARGA SATUAN (Rp.)

JUMLAH HARGA (Rp.)

A. 1. 2. 3.

TENAGA Pekerja Tukang Mandor (L01) (L02) (L03) jam jam jam 5,3012 1,7671 0,4418 6.500,00 7.500,00 8.695,00 34.457,83 13.253,01 3.841,16 51.552,01

JUMLAH HARGA TENAGA B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. BAHAN Semen Pasir Agregat Kasar Batu Belah
Kayu Perancah

Paku

(M12) (M01) (M03) (M06) (M19) (M18)

Kg M3 M3 M3 M3 Kg

318,1034 8.045,00 0,3976 15.000,00 0,4948 351.968,99 0,2121 98.800,00 0,0500 1.750.000,00 0,4000 17.500,00 JUMLAH HARGA BAHAN

2.559.142,24 5.964,44 174.163,97 20.952,41 87.500,00 7.000,00 2.854.723,06

C. 1. 2. 3. 4.

PERALATAN Conc. Mixer Water Tanker Con. Vibrator Alat Bantu (E06) (E23) (E20) jam jam jam Ls 0,4418 0,0546 0,4418 1,0000 47.554,66 176.843,97 26.518,10 650,00 21.008,08 9.658,18 11.714,82 650,00

JUMLAH HARGA PERALATAN D. E. F. Note: 1 2 3 4

43.031,09

JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 2.949.306,16 OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 294.930,62 HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 3.244.236,77 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran berat untuk bahan-bahan. Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor mata pembayaran. Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator. Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.

.

.

BIAYA PROYEK : : : 71.412.3012 1. 1.500.) : M3 % THD. volume dan/atau ukuran berat untuk bahan-bahan.660. BAHAN Semen Pasir Agregat Kasar Kayu Perancah Paku (M12) (M01) (M03) (M19) (M18) Kg M3 M3 M3 Kg 256. Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar.25 6. 3. 2.Analisa EI-718 FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN PROYEK No. Mixer Water Tanker Con.00 21.66 176.045.008.0000 47. PEK.82 450.00 351.189.14 0.51 NO.00 JUMLAH HARGA PERALATAN D.457.25 250.695.) A.885.968.14 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan.00 2.4271 0.00 15.554.505.000. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : : : Pembangunan Jalan Dan Jembatan : Kalimantan Timur : 7. 2.362. TENAGA Pekerja Tukang Mandor (L01) (L02) (L03) jam jam jam 5. F.98 JUMLAH HARGA BAHAN C. 3.533. .000.406.474. 6.7671 0. 3.2500 0.756.83 13.48 87.531.10 450.99 1.00 17. E. 4.1 (10) PERKIRAAN VOL. Vibrator Alat Bantu (E06) (E23) (E20) jam jam jam Ls 0.00 7.970.56 HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 2.00 8.500.00 7.4418 0.714. Note: 1 2 3 4 41.58 OVERHEAD & PROFIT 10.01 3.253.500. : Beton Kelas K-125 TOTAL HARGA (Rp.552.000.843.4418 1. Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.500.588.4418 6. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN KUANTITAS HARGA SATUAN (Rp.750.0 % x D 250. 1.00 2.7118 0.00 34. 1.0500 0. PERALATAN Conc.69 11. Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor mata pembayaran.08 8.920.01 JUMLAH HARGA TENAGA B.518.4000 8.) JUMLAH HARGA (Rp. bahan habis dipakai dan operator. 5.16 51. PAKET KONTRAK NAMA PAKET PROP / KAB / KODYA ITEM PEMBAYARAN NO.97 26.80 19.841. 2.59 JUMLAH HARGA TENAGA.061. BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 2.0463 0.

.

.

2.799.50 262.3 (3) PERKIRAAN VOL.20 200.0 % x D 1.310. Note: 1 2 3 4 200.500. .20 250.50 304.695.0200 14. TENAGA Pekerja Biasa Tukang Mandor (L01) (L02) (L03) jam jam jam 0.1000 0. 3. bahan habis dipakai dan operator.499.948. Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar.00 JUMLAH HARGA BAHAN C.249.0350 6. BAHAN Baja Tulangan (Polos) U24 (M39a) Kawat Beton (M14) Kg Kg 1.) : KG % THD.) JUMLAH HARGA (Rp.80 0.00 JUMLAH HARGA PERALATAN D. PAKET KONTRAK NAMA PAKET PROP / KAB / KODYA ITEM PEMBAYARAN NO. E.00 8.) A.772.249.33 1.00 682.33 JUMLAH HARGA TENAGA B. Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor mata pembayaran.794.99 NO. F.85 HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 19.500.0000 200.00 7.00 16.00 16. : Baja Tulangan (Ulir) U23 TOTAL HARGA (Rp.38 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan.00 12. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN KUANTITAS HARGA SATUAN (Rp.00 JUMLAH HARGA TENAGA.1050 0.871. 1. BIAYA PROYEK : : : 7. PEK.743. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : : : Pembangunan Jalan Dan Jembatan : Kalimantan Timur : 7.500.0350 0. 1. Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya. 1.00 38. volume dan/atau ukuran berat untuk bahan-bahan. BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 17. 2.Analisa EI-731 FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN PROYEK No.53 OVERHEAD & PROFIT 10. PERALATAN Alat Bantu Ls 1.

.

.

.

.

.

.

085.359. 1.133. 3.0037 6.37 42.90 10.750.00 22.656. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : : : Pembangunan Jalan Dan Jembatan : Kalimantan Timur : 7.500.6 (4)a PERKIRAAN VOL.116.90 58.0000 325.500. 2. BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 22. BIAYA PROYEK : : : 7. Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar. PERALATAN Trailer Crane Genset Welding Set Alat Bantu (E29) (E07) (E12) (E32) jam jam jam Ls Ls 0.36 32. BAHAN Pipa baja Plat Baja Kawat Las M52 M48 M51 Kg Kg Dos 1.50 216.0012 0.0500 15. 1.) : Kg % THD. .0 % x D 2.0004 0.00 7.00 15. 1.93 JUMLAH HARGA TENAGA B.364.99 36. bahan habis dipakai dan operator.87 352.55 43.236.000.109. : Penyediaan Tiang Pancang Baja TOTAL HARGA (Rp.0003 0. 2. TENAGA Pekerja Tukang Mandor (L01) (L02) (L03) jam jam jam 0.000. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN KUANTITAS HARGA SATUAN (Rp. Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya. volume dan/atau ukuran berat untuk bahan-bahan.) A.00 2.00 8. PEK.99 3.00 60.0001 0.) JUMLAH HARGA (Rp. 5.57 OVERHEAD & PROFIT 10. Note: 1 2 3 4 210.000.0004 1.68 10.00 1.46 HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 24.00 3.03 9.000.600.695.00 74. 4.00 JUMLAH HARGA BAHAN C.0001 0. Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor mata pembayaran.Analisa EI-767 FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN PROYEK No.29 25.126.90 NO. E.730.03 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan.2100 0. F.08 96.64 JUMLAH HARGA TENAGA.0500 0. PAKET KONTRAK NAMA PAKET PROP / KAB / KODYA ITEM PEMBAYARAN NO. 2. 3.00 16.601.00 JUMLAH HARGA PERALATAN D. 3.

.

.

.

695.24 JUMLAH HARGA TENAGA.440. F.76 5.1997 6. PERALATAN Dump Truck Crane Alat Bantu (E08) (E07) Ls jam jam 0.081.) A.1997 1. 2. 2. : Penyediaan T.3995 0.0000 152.42 OVERHEAD & PROFIT 10.0000 0. BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 112.17 JUMLAH HARGA TENAGA B. PAKET KONTRAK NAMA PAKET PROP / KAB / KODYA ITEM PEMBAYARAN NO.1598 0.996. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN KUANTITAS HARGA SATUAN (Rp.76 17.301.70 70. 3.00 12.26 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan. Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.736.00 JUMLAH HARGA BAHAN C.54 500. BAHAN TP.254.) : M3 % THD.00 7.6 (1) PERKIRAAN VOL.958.00 210. 1. 1.983.Btn. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : : : Pembangunan Jalan Dan Jembatan : Kalimantan Timur : 7. Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar.14 1.500.36 NO.716.656.612.242.00 JUMLAH HARGA PERALATAN D.0 % x D 11. Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor mata pembayaran.500.00 0.00 0.32 352. volume dan/atau ukuran berat untuk bahan-bahan.621.295. Pancg.84 HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 124. 3. Pratekan TOTAL HARGA (Rp.Analisa EI-769 FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN PROYEK No. TENAGA Pekerja Tukang Mandor (L01) (L02) (L03) jam jam jam 1. . bahan habis dipakai dan operator. BIAYA PROYEK : : : 76.) JUMLAH HARGA (Rp. PEK. Note: 1 2 3 4 95.50 500.00 8. E. Pratekan (M50) M3 1. Bt.9974 0.27 2.00 24. 1.

.

00 72.00 7. Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar.041. BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 107. Note: 1 2 3 4 96.242.0753 1.00 1. Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor mata pembayaran.500.6 (10)a PERKIRAAN VOL.0 % x D 10. TENAGA Pekerja Tukang Mandor (L01) (L02) (L03) jam jam jam 1.86 JUMLAH HARGA TENAGA B.69 JUMLAH HARGA TENAGA.0843 0. Pancang Baja TOTAL HARGA (Rp.2711 0.500.332.0000 533.00 JUMLAH HARGA PERALATAN D.44 322. PAKET KONTRAK NAMA PAKET PROP / KAB / KODYA ITEM PEMBAYARAN NO. BIAYA PROYEK : : : 76. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN KUANTITAS HARGA SATUAN (Rp.95 400. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : : : Pembangunan Jalan Dan Jembatan : Kalimantan Timur : 7.26 HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 117.) A. PERALATAN Crane on Track (E31) Pile Driver (E30) Alat Bantu jam jam Ls 0.430.) : M' (Dia 400 mm) % THD. 1.982.048. Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya. volume dan/atau ukuran berat untuk bahan-bahan. BAHAN JUMLAH HARGA BAHAN C.1355 6.00 8.178.19 2.13 1.653.Analisa EI-7611 FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN PROYEK No.56 OVERHEAD & PROFIT 10.54 10.) JUMLAH HARGA (Rp.695.81 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan.64 0. 3.033.406. : Pemancangan T.250.00 7. PEK. F.966.54 24.04 NO.1355 0. bahan habis dipakai dan operator. 2. E. .724.259. 2. 1.15 400. 3.00 0.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Analisa EI-733 FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK No. PAKET KONTRAK NAMA PAKET PROP / KAB / KODYA ITEM PEMBAYARAN NO. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN

: : : Pembangunan Jalan Dan Jembatan : Kalimantan Timur : 7.4 (2) PERKIRAAN VOL. PEK. : Baja Tulangan (Ulir) BJ34 TOTAL HARGA (Rp.) : KG % THD. BIAYA PROYEK

: : :

7.330,00 44.429.182,40 1,13

NO.

KOMPONEN

SATUAN

PERKIRAAN KUANTITAS

HARGA SATUAN (Rp.)

JUMLAH HARGA (Rp.)

A. 1. 2. 3.

TENAGA Pekerja Biasa Tukang Mandor (L01) (L02) (L03) jam jam jam 0,1050 0,0350 0,0350 6.500,00 7.500,00 8.695,00 682,50 262,50 304,33 1.249,33

JUMLAH HARGA TENAGA B. 1. 2. BAHAN Baja Tulangan (Ulir) D32 (M39b) Kawat Beton (M14) Kg Kg 1,1000 0,0200 15.347,00 12.500,00

16.881,70 250,00

JUMLAH HARGA BAHAN C. 1. PERALATAN Alat Bantu Ls 1,0000 50,00

17.131,70

50,00

JUMLAH HARGA PERALATAN D. E. F. Note: 1 2 3 4

50,00

JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 18.431,03 OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 1.843,10 HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 20.274,13 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran berat untuk bahan-bahan. Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor mata pembayaran. Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator. Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.

Analisa EI-733 FORMULIR STANDAR UNTUK PEREKAMAN ANALISA MASING-MASING HARGA SATUAN

PROYEK No. PAKET KONTRAK NAMA PAKET PROP / KAB / KODYA ITEM PEMBAYARAN NO. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN

: : : : Pembangunan Jalan Dan Jembatan Kalimantan Timur PERKIRAAN VOL. PEK. :7.1(10)a TOTAL HARGA (Rp.) :Pasir Urug Isian Tiang Pancang % THD. BIAYA PROYEK

: : :

NO.

KOMPONEN

SATUAN

PERKIRAAN KUANTITAS

HARGA SATUAN (Rp.)

JUMLAH HARGA (Rp.)

A. 1. 2. 3.

TENAGA Pekerja Biasa Tukang Mandor (L01) (L02) (L03) jam jam jam JUMLAH HARGA TENAGA

B. 1. 2.

BAHAN Pasir Pasang M3 1,1000 15.000,00 16.500,00

JUMLAH HARGA BAHAN C. 1. PERALATAN Alat Bantu Ls

16.500,00

JUMLAH HARGA PERALATAN D. E. F. Note: 1 2 3 4 JUMLAH HARGA TENAGA, BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 16.500,00 OVERHEAD & PROFIT 10,0 % x D 1.650,00 HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 18.150,00 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan, volume dan/atau ukuran berat untuk bahan-bahan. Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor mata pembayaran. Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar, bahan habis dipakai dan operator. Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN

DAFTAR HARGA DASAR SATUAN UPAH
No. URAIAN KODE SATUAN HARGA SATUAN ( Rp.) 6.500,00 7.500,00 8.695,00 9.850,00 7.000,00 6.500,00 6.500,00 KETERANGAN

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

Pekerja Tukang Mandor Operator Pembantu Operator Sopir / Driver Pembantu Sopir / Driver

L01 L02 L03 L04 L05 L06 L07

Jam Jam Jam Jam Jam Jam Jam

DAFTAR HARGA DASAR SATUAN BAHAN
No. URAIAN KODE SATUAN HARGA SATUAN ( Rp.) 15.000,00 145.000,00 351.968,99 246.939,29 160.000,00 KETERANGAN

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18.

Pasir Batu Gunung Agregat Kasar Agregat Halus Filler Batu Belah / Kerakal Gravel Bahan Tanah Timbunan Bahan Pilihan Aspal Cement Kerosen / Minyak Tanah Semen / PC (50kg) Besi Beton Kawat Beton Kawat Bronjong Sirtu Cat Marka (Non Thermoplas) Cat Marka (Thermoplastic) Paku

M01 M02 M03 M04 M05 M06 M07 M08 M09 M10 M11 M12 M12 M13 M14 M15 M16 M17a M17b M18

M3 M3 M3 M3 Kg M3 M3 M3 M3 KG LITER Zak Kg Kg Kg Kg M3 Kg Kg Kg

Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp

98.800,00 Base Camp 92.800,00 30.000,00 15.300,00 9.200,00 6.800,00 402.250,00 8.045,00 11.000,00 12.500,00 16.000,00 275.000,00 24.250,00 27.500,00 17.500,00 Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp
Berlanjut ke halaman berikut

DAFTAR HARGA DASAR SATUAN BAHAN
Lanjutan

No.

URAIAN

KODE

SATUAN

HARGA SATUAN ( Rp.) 1.750.000,00 4.500,00

KETERANGAN

19. 20. 21. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36.

Kayu Perancah Bensin Solar Solar Minyak Pelumas / Olie Plastik Filter Pipa Galvanis Dia. 3" Pipa Porus Bahan Agr.Base Kelas A Bahan Agr.Base Kelas B Bahan Agr.Base Kelas C Bahan Agr.Base Kelas C2 Geotextile Aspal Emulsi Gebalan Rumput Thinner Glass Bit Pelat Rambu (Eng. Grade) Pelat Rambu (High I. Grade) Rel Pengaman

M19 M20 M21 M21 M22 M23 M24 M25 M26 M27 M28 M29 M30 M31 M32 M33 M34 M35a M35b M36

M3 LITER LITER LITER LITER M2 Batang M' M3 M3 M3 M3 M2 Kg M2 LITER Kg BH BH M'

Base Camp

7.000,00 Industri 4.500,00 Pertamina 25.000,00 Pertamina 10.500,00 76.000,00 76.000,00 281.696,00 276.546,60 201.500,00 18.470,00 30.000,00 7.000,00 15.500,00 25.000,00 40.000,00 75.000,00 100.000,00 55.000,00 Lokasi Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Lokasi Pekerjaan Base Camp Lokasi Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Lokasi Pekerjaan
Berlanjut ke halaman berikut

DAFTAR HARGA DASAR SATUAN BAHAN
Lanjutan

No.

URAIAN

KODE

SATUAN

HARGA SATUAN ( Rp.) 3.637.065,48

KETERANGAN

37. 38. 39. 40. 41.

Beton K-250 Beton K-225 Baja Tulangan (Polos) U24 Baja Tulangan (Ulir) D32 Kapur Chipping

M37 M38 M39a M39b M40 M41

M3 M3 Kg Kg M3 M3 Kg Kg Bh. M3 Kg. Kg M3 Kg M' M3 Dos Kg Liter

Lokasi Pekerjaan Lokasi Pekerjaan

14.772,00 15.347,00 50.000,00 230.000,00 122,03 33.000,00 5.250,00 55.000,00 25.000,00 7.500,00

Lokasi Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Lokasi Pekerjaan Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Base Camp Lokasi Pekerjaan Lokasi Pekerjaan

42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53.

Cat Pemantul Cahaya (Reflector) Pasir Urug Arbocell Pipa Baja Bergelombang Beton K-125 Baja Struktur Tiang Pancang Baja T. Pancang Beton Pratekan Kawat Las Pipa Baja Minyak Fluks

M42 M43 M44 M45 M46 M47 M48 M49 M50 M51 M52 M53

16.000,00
0,00

Pelabuhan Lokasi Pekerjaan

0 Pelabuhan 60.000,00 15.000,00 4.800,00 Lokasi Pekerjaan Pelabuhan Base Camp

Berlanjut ke halaman berikut

DAFTAR HARGA DASAR SATUAN BAHAN
Lanjutan

No.

URAIAN

KODE

SATUAN

HARGA SATUAN ( Rp.) 2.500,00 315.000,00 7.750,00

KETERANGAN

54. 55. 56.

Bunker Oil Asbuton Halus Baja Prategang

M54 M55 M56

Liter Ton Kg

Base Camp Base Camp Base Camp

ANALISA BIAYA SEWA PERALATAN PER JAM KERJA

TENAGA ALAT

HARGA ALAT

ALAT YANG DIPAKAI
JAM UMUR ALAT KERJA 1 TAHUN (Jam) HARGA ALAT (Rp.)

NILAI SISA ALAT

FAKTOR PENGEMBALIAN MODAL
i(1+i)^A

BIAYA PASTI PER JAM
BIAYA PENGEMBALIAN MODAL (Rp.) (B - C) x D ----------W e1 11 ASURANSI DAN LAIN-LAIN (Rp.) 0.002 x B ----------W e2 12 E 13 (e1 + e2) TOTAL BIAYA PASTI / JAM (Rp.) BAHAN BAKAR & PELUMAS BAHAN MINYAK BIAYA (Rp.) f1 x HP x 0.125 s/d 0.175 f1 14 0.01 s/d 0.02 f2 15 Harga BBM + f2 x HP x Harga Olie F 16 BAKAR PELUMAS Lt/HP/Jam Ltr/HP/Jam

BIAYA OPERASI PER JAM KERJA
WORKSHOP KOEF. 0.0625 s/d 0.0875 g1 17 BIAYA (Rp.) (g1 x B') ----W G 18 PERBAIKAN & PERAWATAN KOEF. 0.125 s/d 0.175 g1 17 BIAYA (Rp.) (g1 x B') ----------W G 18 UPAH / SOPIR (Rp.) 1 Orang Per Jam Kerja = Rp9.850,0 H 19 OPERATOR / SOPIR (Rp.) 1 Orang Per Jam Kerja = 7.000,0 I 20 J 21 F+G+H+I TOTAL BIAYA OPERASI / JAM (Rp.) OPERATOR PEMBANTU

TOTAL BIAYA SEWA ALAT PER JAM KERJA (Rp.)

(HP)

(Tahun)

(Tahun)

(Rp.)

KET.

No.

JENIS PERALATAN

KODE ALAT
(10% X B)

----------(1+i)^A-1

E+J

HP 1 2 2a 3

B 5

A 6

W 7

B 8

C 9

D 10

K 22

L 23

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 25 26 27 28 29 30 31

ASPHALT MIXING PLAT ASPHALT FINISHER ASPHALT SPRAYER BULLDOZER 100-150 HP COMPRESSOR 4000-6500 L/M CONCRETE MIXER 0.3-0.6 M3 CRANE 10-15 TON DUMP TRUCK 3-4 M3 DUMP TRUCK EXCAVATOR 80-140 HP FLAT BED TRUCK 3-4 M3 GENERATOR SET MOTOR GRADER >100 HP TRACK LOADER 75-100 HP WHEEL LOADER 1.0-1.6 M3 THREE WHEEL ROLLER 6-8 T TANDEM ROLLER 6-8 T. TIRE ROLLER 5-10 T. VIBRATORY ROLLER 5-8 T. CONCRETE VIBRATOR WATER TANKER 3000-4500 L. PEDESTRIAN ROLLER TAMPER JACK HAMMER CONCRETE PUMP PILE DRIVER + HAMMER WELDING SET MESIN POTONG RUMPUT PICK UP TRUCK MESIN MARKA/ APPLICATOR CRANE ON TRACK

E01 E02 E03 E04 E05 E06 E07 E08 E09 E10 E11 E12 E13 E14 E15 E16 E17 E18 E19 E20 E23 E24 E25 E26 E28 E30 E32 E38 E39 E42 E44

150,0 50,0 15,0 140,0 80,0 15,0 150,0 100,0 125,0 100,0 100,0 175,0 125,0 90,0 150,0 55,0 50,0 60,0 75,0 10,0 115,0 11,0 4,0 3,0 100,0 25,0 50,0 3,0 60,0 5,0 125,0

8.500.000.000 275.000.000 85.000.000 950.000.000 120.000.000 60.000.000 750.000.000 200.000.000 300.000.000 1.750.000.000 200.000.000 200.000.000 900.000.000 450.000.000 900.000.000 500.000.000 550.000.000 650.000.000 750.000.000 5.000.000 175.000.000 113.000.000 20.000.000 30.000.000 500.000.000 600.000.000 15.000.000 4.100.000 115.000.000 39.900.000 2.250.000.000

10,0 5,0 4,0 7,0 5,0 4,0 5,0 6,0 6,0 5,0 6,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 5,0 4,0 5,0 4,0 4,0 4,0 6,0 4,0 5,0 4,0 4,0 4,0 4,0

1.600,0 2.000,0 1.200,0 2.000,0 2.000,0 2.000,0 2.000,0 2.000,0 2.000,0 2.000,0 1.666,7 2.000,0 2.000,0 1.500,0 2.000,0 2.000,0 2.000,0 2.000,0 1.800,0 2.000,0 1.500,0 2.000,0 2.000,0 1.300,0 1.300,0 1.300,0 1.500,0 2.000,0 2.000,0 1.300,0 1.300,0

8.500.000.000 275.000.000 85.000.000 950.000.000 120.000.000 60.000.000 750.000.000 200.000.000 300.000.000 1.750.000.000 200.000.000 200.000.000 900.000.000 450.000.000 900.000.000 500.000.000 550.000.000 650.000.000 750.000.000 5.000.000 175.000.000 113.000.000 20.000.000 30.000.000 500.000.000 600.000.000 15.000.000 4.100.000 115.000.000 39.900.000 2.250.000.000

850.000.000 27.500.000 8.500.000 95.000.000 12.000.000 6.000.000 75.000.000 20.000.000 30.000.000 175.000.000 20.000.000 20.000.000 90.000.000 45.000.000 90.000.000 50.000.000 55.000.000 65.000.000 75.000.000 500.000 17.500.000 11.300.000 2.000.000 3.000.000 50.000.000 60.000.000 1.500.000 410.000 11.500.000 3.990.000 225.000.000

0,19925 0,29832 0,35027 0,24036 0,29832 0,35027 0,29832 0,26424 0,26424 0,29832 0,26424 0,29832 0,29832 0,29832 0,29832 0,29832 0,29832 0,29832 0,29832 0,35027 0,29832 0,35027 0,35027 0,35027 0,26424 0,35027 0,29832 0,35027 0,35027 0,35027 0,35027

952.673,92 36.916,55 22.329,42 102.754,06 16.109,04 9.457,16 100.681,50 23.781,32 35.671,98 234.923,50 28.537,02 26.848,40 120.817,80 80.545,20 120.817,80 67.121,00 73.833,10 87.257,30 111.868,33 788,10 31.323,13 17.810,99 3.152,39 7.274,74 91.466,62 145.494,84 2.684,84 646,24 18.126,23 9.675,41 545.605,64

10.625,00 275,00 141,67 950,00 120,00 60,00 750,00 200,00 300,00 1.750,00 240,00 200,00 900,00 600,00 900,00 500,00 550,00 650,00 833,33 5,00 233,33 113,00 20,00 46,15 769,23 923,08 20,00 4,10 115,00 61,38 3.461,54

963.298,92 37.191,55 22.471,08 103.704,06 16.229,04 9.517,16 101.431,50 23.981,32 35.971,98 236.673,50 28.777,01 27.048,40 121.717,80 81.145,20 121.717,80 67.621,00 74.383,10 87.907,30 112.701,67 793,10 31.556,47 17.923,99 3.172,39 7.320,90 92.235,85 146.417,92 2.704,84 650,34 18.241,23 9.736,79 549.067,18

0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250 0,1250

0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100 0,0100

3.108.750,00 40.625,00 12.187,50 113.750,00 65.000,00 12.187,50 121.875,00 81.250,00 101.562,50 81.250,00 81.250,00 142.187,50 101.562,50 73.125,00 121.875,00 44.687,50 40.625,00 48.750,00 60.937,50 8.125,00 93.437,50 8.937,50 3.250,00 2.437,50 81.250,00 20.312,50 40.625,00 2.437,50 48.750,00 4.062,50 101.562,50

0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500

796.875,00 20.625,00 10.625,00 71.250,00 9.000,00 4.500,00 56.250,00 15.000,00 22.500,00 131.250,00 17.999,64 15.000,00 67.500,00 45.000,00 67.500,00 37.500,00 41.250,00 48.750,00 62.500,00 375,00 17.500,00 8.475,00 1.500,00 3.461,54 57.692,31 69.230,77 1.500,00 307,50 8.625,00 4.603,85 259.615,38

0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500 0,1500

796.875,00 20.625,00 10.625,00 71.250,00 9.000,00 4.500,00 56.250,00 15.000,00 22.500,00 131.250,00 17.999,64 15.000,00 67.500,00 45.000,00 67.500,00 37.500,00 41.250,00 48.750,00 62.500,00 375,00 17.500,00 8.475,00 1.500,00 3.461,54 57.692,31 69.230,77 1.500,00 307,50 8.625,00 4.603,85 259.615,38

9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00 9.850,00

21.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0 7.000,0

4.733.350,00 98.725,00 50.287,50 273.100,00 99.850,00 38.037,50 251.225,00 128.100,00 163.412,50 360.600,00 134.099,28 189.037,50 253.412,50 179.975,00 273.725,00 136.537,50 139.975,00 163.100,00 202.787,50 25.725,00 145.287,50 42.737,50 23.100,00 26.210,58 213.484,62 175.624,04 60.475,00 19.902,50 82.850,00 30.120,19 637.643,27

5.696.648,92 135.916,55 72.758,58 376.804,06 116.079,04 47.554,66 352.656,50 152.081,32 199.384,48 597.273,50 162.876,29 216.085,90 375.130,30 261.120,20 395.442,80 204.158,50 214.358,10 251.007,30 315.489,17 26.518,10 176.843,97 60.661,49 26.272,39 33.531,47 305.720,47 322.041,95 63.179,84 20.552,84 101.091,23 39.856,98 1.186.710,45

alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru alat baru

1.
KETERANGAN :

Tingkat Suku Bunga Upah Operator / Sopir / Mekanik Upah Pembantu Operator/Sopir/Mekanik Harga Bahan Bakar Bensin Harga Bahan Bakar Solar ( industri ) Harga Bahan Bakar Solar ( Pertamina ) Minyak Pelumas

= = = = = = =

15,00 % per-tahun 9.850 Rupiah per-orang/jam 7.000 Rupiah per-orang/jam 4.500 Rupiah per-liter 7.000 Rupiah per-liter 4.500 Rupiah per-liter 25.000 Rupiah per-liter

2. 3. 4. 5. 6 7 8 9

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) diperhitungkan pada Lembar Rekapitulasi Biaya Pekerjaan Khusus AMP, biaya bahan bakar ditambah (untuk pemanasan material) sebesar : 12 Liter x (Kapasitas AMP Riil = 0.7 x Kapasitas AMP/Jam) x Harga BBM Solar , (kolom 16)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

nT f i I~ i I' I 1 !IWlililW [II. 1 .III! ~ ~ Ii i rm I.lil!iilil~I~I!li Ii II tl .

Barak 4. Base Camp 2. Papan Proyek DIVISI 3. bersama dengan usulan cara pengangkutan dan jadwal kedatangan peralatan di lapangan. Mobilisai Cakupan kegiatan mobilisasi yang diperlukan dalam Kontrak ini akan tergantung pada jenis dan volume pekerjaan yang harus dilaksanakan. Gudang. galian struktur. Galian Biasa Galian Biasa harus mencakup seluruh galian yang tidak diklasifikasikan sebagai galian batu. Sewa Tanah 2. Pasir. . Setiap perubahan pada peralatan maupun personil yang diusulkan dalam Pena-waran harus memperoleh persetujuan dari Direski Pekerjaan. Fasilitas Kantor : 1. Dalam melaksanakan pekerjaan ini akan memperhatikan kondisi lapangan.MOBILISASI 1. As buit Drawing 6. Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pengukuran dan pemasangan bowplank . Bengkel 5. cuaca dilokasi proyek untuk digunakan sebagai dasar rencana kerja dilapangan. PEKERJAAN TANAH 1. Mobilisasi Peralatan 3. dapat diperoleh tidak jauh dari lokasi pekerjaan. dalam item pekerjaan ini sudah termasuk : 1. galian sumber bahan (borrow excavation) dan galian lainnya.METODE PELAKSANAAN PROGRAM PEKERJAAN LOKASI TAHUN ANGGARAN : : : : PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN PEMBANGUNAN JEMBATAN LINGKAR PULAU NUNUKAN PULAU NUNUKAN 2012 Lokasi Tempatnya Pekerjaan ini direncanakan terletak di Kabupaten Boalemo : Bahan bangunan lokal seperti batu kali. Berikut ini diuraikan urutan kegiatan dalam metode pelaksanaan pekerjaan : DIVISI 1. sebagaimana disyaratkan di bagian-bagian lain dari dilakukan 7 hari setelah penandatanganan kontrak. dan lain-lain 4. kerikil. Jadwal pengiriman peralatan yang menunjukkan lokasi asal dari semua peralatan yang tercantum dalam Daftar Peralatan yang diusulkan dalam Penawaran. Kantor 3. Sesuai hasil peninjauaan lapangan pada lokasi pekerjaan (Mutual check awal) cukup baik atau tidak mengalami perubahan desain yang berarti. Pemeriksaan laboratorium 5.

48 m3/jam Waktu yang dibutuhkan : 21 hari dengan kebutuhan tenaga perhari : 1. Excavator = 1. Wheel Loader = 2.Analisa Waktu yang dibutuhkan : a.Jam kerja efektif 7 jam/hari 4. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah : 1.93 m3/jam 2. Excavator : Waktu yang dibutuhkan : . Selama pelaksanaan pekerjaan galian. Wheel Loader : 2. Water Tanker = . Water Tanker : Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari : 1. pengangkutan. Seluruh galian harus dijaga agar bebas dari air dan Kontraktor harus menyediakan semua bahan.Jam kerja efektif 7 jam/hari 3. Motor Grader : 4. Pekerja 2. perlengkapan dan pekerja yang diperlukan untuk pengeringan (pemompaan). Galian Struktur dengan Kedalaman 2 .Kebutuhan tenaga fluktuatif .023 x 153. Excavator : 0. dan dilakukan didaerah oprit jembatan.Jam kerja efektif 7 jam/hari 2. Dump Truck : 3.078 x 153. Pompa siap pakai di lapangan harus senantiasa dipelihara sepanjang waktu untuk menjamin bahwa tak akan terjadi gangguan dalam pengeringan dengan pompa. lereng sementara galian yang stabil dan mampu menahan pekerjaan. Bulldozer = 1.9 = 3. Vibro Roller = 5. dinding penahan rembesan (cut-off wall) dan cofferdam. pengalihan saluran air dan pembuatan drainase sementara.0 alat/ hari 2.9 = 11. Dump Truck = 3. penyokong (shoring) dan pengaku (bracing) yang memadai harus dipasang bilamana permukaan lereng galian mungkin tidak stabil. yang jika tidak dilaksanakan dapat menjadi tidak stabil atau rusak oleh pekerjaan galian tersebut.0 alat/ hari . Alat yang dibutuhkan adalah : 1. struktur atau mesin di sekitarnya.2 meter Pekerjaan khusus untuk galian yang menggunakan alat.Jam kerja efektif 5 jam/hari . sampai waktu yang cukup untuk mendahulukan pelaksanaan abutment dan tembok sayap. harus dipertahan-kan sepanjang waktu. . Galian Struktur dengan Kedalaman 0 . Timbunan Pilihan Pekerjaan ini mencakup pengadaan. Untuk mencegah gangguan terhadap pelaksanaan abutment dan tembok sayap jembatan. Alat yang dibutuhkan adalah : 1. penghamparan dan pemadatan tanah atau bahan berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan. Kontraktor harus menunda sebagian pekerjaan timbunan pada oprit setiap jembatan di lokasi-lokasi yang ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. . Kontraktor harus menyokong atau mendukung struktur di sekitarnya.4 meter Pekerjaan ini dilaksanaka pada pekerjaan abutmen. Vibro Roller : 5. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah : 1. .Analisa Waktu yang dibutuhkan : a.Analisa Waktu yang dibutuhkan : a.. Motor Grader = 4. selanjutnya dapat diperkenankan untuk menyelesaikan oprit dengan lancar tanpa adanya resiko gangguan atau kerusakan pada pekerjaan jembatan.Analisa Waktu yang dibutuhkan : a. Bilamana diperlukan. Mandor Waktu yang dibutuhkan : . Bulldozer : 0.

Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan abutmen selesai. abutmen.Tiang Sandaran) Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan abutmen selesai.Jam kerja efektif 7 jam/hari Beton Siklop K175 Pekerjaan ini dilaksanakan pada saat pekejaan pondasi sumuran telah selesai fungsi dari beton K. oli. Batu-batu ini diletakkan dengan hati-hati. Conc. Con. tulangan dan benda lain yang harus dimasukkan ke dalam beton (seperti pipa atau selongsong) harus sudah dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran. percikan adukan atau lapisan lain yang dapat mengurangi atau merusak pelekatan dengan beton. Con. Con. sandaran. Sebelum pengecoran beton dimulai. Water Tanker = unit/ hari 1. karat dan kerak.Jam kerja efektif 7 jam/hari 2. Baja tulangan harus dipasang sedemikian sehingga selimut beton yang menutup bagian luar baja tulangan adalah 3. 4.Analisa Waktu yang dibutuhkan : a. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah : 1. Vibrator = unit/ hari . Semua batu-batu pecah harus cukup dibasahi sebelum ditempatkan. Con. Segera sebelum pengecoran beton dimulai. STRUKTUR 1. Conc. seluruh acuan. cat. Conc.Kebutuhan tenaga fluktuatif Baja Tulangan U24 Polos (plat injak. acuan harus dibasahi dengan air atau diolesi minyak di sisi dalamnya dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas.Jam kerja efektif 7 jam/hari . Mixer = unit/ hari 2. seluruh acuan. Volume total batu pecah tidak boleh melebihi sepertiga dari total volume pekerjaan beton siklop. Con. Conc. Mixer : 2. Vibrator : 4. Plat Lantai. tidak boleh dijatuhkan dari tempat yang tinggi atau ditempatkan secara berlebihan yang dikhawatirkan akan merusak bentuk acuan atau pasangan-pasangan lain yang berdekatan. Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk menghilangkan kotoran. Water Tanker : 3. . . Vibrator : Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari : 1. Diagfragma. Mixer : 2. Con. .Analisa Waktu yang dibutuhkan : a. Water Tanker = unit/ hari 3. Con. Pengecoran beton siklop yang terdiri dari campuran beton kelas K175 dengan batu-batu pecah ukuran besar. . tulangan dan benda lain yang harus dimasukkan ke dalam beton (seperti pipa atau selongsong) harus sudah dipasang dan diikat kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.DIVISI 7. lumpur.sumuran) Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan bekesting telah selesai. Pump : Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari : 1. Pump = unit/ hari . Conc. Mixer = unit/ hari 2. Mixer = unit/ hari 2. Sebelum pengecoran beton dimulai. Water Tanker = unit/ hari 3.Analisa Waktu yang dibutuhkan : a. Sayap dan Plat Injak) Pekerjaan ini dilaksanakan setelah pekerjaan galian struktur. Beton K250 (Pada Abutment. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah : 1. Con. 3. Mixer : 2.125 ini adalah sebagai pengisi pondasi sumuran. Water Tanker : 3. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah : 1.5 cm yang tidak tereksposa. Vibrator = unit/ hari 4. Vibrator : Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari : 1. Conc. Vibrator = unit/ hari . Beton K300 (Pada Balok. Water Tanker : 3.

. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah : 1. Pekerja Biasa : 2. Mandor = org/ hari . . Mandor : Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari : 1. Pekerja Biasa = org/ hari 2. Plat) Pekerjaan ini dilaksanakan pada struk atas jembatan atau bagian beton yang melayang. Pekerja Biasa : 2.Kebutuhan tenaga fluktuatif Baja Tulangan D32 Ulir (Pada Gelagar. Sumber daya tenaga yang dibutuhkan adalah : 1. Tukang : 3.Jam kerja efektif 7 jam/hari . Pengelasan tulangan pembagi atau pengikat (stirrup) terhadap tulangan baja tarik utama tidak diperkenankan.Jam kerja efektif 7 jam/hari . Diafragma.Analisa Waktu yang dibutuhkan : a. Tukang = org/ hari 1. Tukang : 3. Tulangan harus ditempatkan akurat sesuai dengan Gambar dan dengan kebu-tuhan selimut beton minimum yang disyaratkan.Analisa Waktu yang dibutuhkan : a. Pekerja Biasa = org/ hari 2. Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan kawat pengikat sehingga tidak tergeser pada saat pengecoran. Tukang = org/ hari 1. Mandor = org/ hari .5.Kebutuhan tenaga fluktuatif . Mandor : Waktu yang dibutuhkan : dengan kebutuhan tenaga perhari : 1.

tetapi ada juga dipancangkan miring (battle pile) untuk dapat menahan gaya-gaya horizontal yang bekerja. dan atau baja. Tiang pancang ini dapat ditarik keluar kemudian. Tiang Pancang umumnya digunakan : 1. beton. Hal seperti ini sering terjadi pada dermaga dimana terdapat tekanan kesamping dari kapal dan perahu. 1991). Memampatkan endapan-endapan tak berkohesi yang bebas lepas melalui kombinasi perpindahan isi tiang pancang dan getaran dorongan. 3. gaya guling.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Untuk mengangkat beban-beban konstruksi diatas tanah kedalam atau melalui sebuah stratum/lapisan tanah. seperti untuk telapak ruangan bawah tanah dibawah bidang batas air jenuh atau untuk menopang kaki-kaki menara terhadap guling. 1991). Dalam pelaksanaan pemancangan pada umumnya dipancangkan tegak lurus dalam tanah. Untuk menentang gaya desakan keatas. yang digunakan untuk meneruskan (mentransmisikan) beban-beban permukaan ke tingkat-tingkat permukaan yang lebih rendah di dalam massa tanah (Bowles. 1988). Sudut kemiringan yang dapat dicapai oleh tiang tergantung dari alat yang dipergunakan serta disesuaikan pula dengan perencanaannya.1. 2. Atau apabila tanah yang mempunyai daya dukung yang cukup untuk memikul berat bangunan dan seluruh beban yang bekerja berada pada lapisan yang sangat dalam dari permukaan tanah kedalaman > 8 m (Bowles. Penggunaan pondasi tiang pancang sebagai pondasi bangunan apabila tanah yang berada dibawah dasar bangunan tidak mempunyai daya dukung (bearing capacity) yang cukup untuk memikul berat bangunan dan beban yang bekerja padanya (Sardjono HS. Umum Tiang pancang adalah bagian-bagian konstruksi yang dibuat dari kayu. Didalam hal ini beban vertikal dan beban lateral boleh jadi terlibat. Fungsi dan kegunaan dari pondasi tiang pancang adalah untuk memindahkan atau mentransfer beban-beban dari konstruksi di atasnya (super struktur) ke lapisan tanah keras yang letaknya sangat dalam. Universitas Sumatera Utara .

2. Hal seperti ini adalah mengenai tiang pancang yang ditanamkan sebagian dan yang terpengaruh oleh baik beban vertikal (dan tekuk) maupun beban lateral (Bowles. Bila rongga terisi udara dan air. tanah dikatakan dalam kondisi jenuh. Mengontrol lendutan/penurunan bila kaki-kaki yang tersebar atau telapak berada pada tanah tepi atau didasari oleh sebuah lapisan yang kemampatannya tinggi. Material campurannya kemudian dipakai sebagai nama tambahan dibelakang material unsur utamanya. Defenisi Tanah Tanah. Ruang diantara butiran-butiran. 5. yaitu udara. terdiri dari campuran butiran-butiran mineral dengan atau tanpa kandungan bahan organik. sebagian atau seluruhnya dapat terisi oleh air atau udara. juga dipengaruhi oleh unsur-unsur luar yang menjadi penyebab terjadinya pelapukan batuan tersebut. Istilah-istilah seperti kerikil. pasir. tanah dapat terdiri dari dua atau lebih campuran jenis-jenis tanah dan kadang-kadang terdapat pula kandungan bahan organik. Sebagai contoh. Sebagai faktor keamanan tambahan dibawah tumpuan jembatan dan atau pir. Bila rongga tersebut terisi air seluruhnya. Sifat-sifat teknis tanah. lanau dan lempung digunakan dalam teknik sipil untuk membedakan jenis-jenis tanah. tanah pada kondisi jenuh sebagian (partially saturated). khususnya jika erosi merupakan persoalan yang potensial. air dan bahan padat. kecuali oleh sifat batuan induk yang merupakan material asal. sedangkan air sangat mempengaruhi sifat-sifat teknis tanah. Butiran-butiran tersebut dapat dengan mudah dipisahkan satu sama lain dengan kocokan air. 1996). lempung berlanau adalah tanah lempung yang mengandung lanau dengan material utamanya adalah lempung dan sebagainya. baik secara fisik maupun kimia. 6. Universitas Sumatera Utara . Membuat tanah dibawah pondasi mesin menjadi kaku untuk mengontrol amplitudo getaran dan frekuensi alamiah dari sistem tersebut. Material ini berasal dari pelapukan batuan. Tanah kering adalah tanah yang tidak mengandung air sama sekali atau kadar airnya nol (Hardiyatmo.2.4. pada kondisi alam. Dalam konstruksi lepas pantai untuk meneruskan beban-beban diatas permukaan air melalui air dan kedalam tanah yang mendasari air tersebut. Tanah terdiri dari 3 komponen. 7. Udara dianggap tidak mempunyai pengaruh teknis. 1991). Pada kondisi alam.

dimana pondasi sumuran nilai kedalaman (Df) dibagi lebarnya (B) lebih besar 4 sedangkan pondasi dangkal Df/B ≤ 1.1a). digunakan bila tanah dasar yang kuat terletak pada kedalaman yang relatif dalam. Pondasi tiang umumnya berdiameter lebih kecil dan lebih panjang dibanding dengan pondasi sumuran (Bowles.1b). Pondasi tiang (pile foundation). b.3 Macam-macam Pondasi Pondasi adalah bagian terendah bangunan yang meneruskan beban bangunan ketanah atau batuan yang berada dibawahnya.1c). Pondasi dangkal Pondasi dangkal adalah pondasi yang mendukung beban secara langsung dengan kedalaman Df/B seperti : a. Pondasi rakit (raft foundation) yaitu pondasi yang digunakan untuk mendukung bangunan yang terletak pada tanah lunak atau digunakan bila susunan kolomkolom jaraknya sedemikian dekat disemua arahnya.1e).2. Pondasi telapak yaitu pondasi yang berdiri sendiri dalam mendukung kolom (Gambar 2. sisi-sisinya berhimpit satu sama lainnya (Gambar 2. 1991). seperti: a. Pondasi memanjang yaitu pondasi yang digunakan untuk mendukung sederetan kolom yang berjarak dekat sehingga bila dipakai pondasi telapak sisinya akan terhimpit satu sama lainnya (Gambar 2. digunakan bila tanah pondasi pada kedalaman yang normal tidak mampu mendukung bebannya dan tanah kerasnya terletak pada kedalaman yang sangat dalam (Gambar 2. Universitas Sumatera Utara . Pondasi dalam Pondasi dalam adalah pondasi yang meneruskan beban bangunan ke tanah keras atau batu yang terletak jauh dari permukaan dengan kedalaman Df/B . b. Pondasi sumuran (pier foundation) yaitu pondasi yang merupakan peralihan antara pondasi dangkal dan pondasi tiang (Gambar 2. 2. c.1d). Klasifikasi pondasi dibagi 2 (dua) yaitu: 1. sehingga bila dipakai pondsi telapak.

(e) Pondasi tiang ( Hardiyatmo.(a) (b) (c) (d) (e) Gambar 2.C. 1996 ) Universitas Sumatera Utara . (d) Pondasi sumuran.. (c) Pondasi rakit.H. (b) Pondasi telapak.1 Macam-macam tipe pondasi : (a) Pondasi memanjang.

Tiang kayu akan tahan lama dan tidak mudah busuk apabila tiang kayu tersebut dalam keadaan selalu terendam penuh di bawah muka air tanah. antara lain: A.4. Tiang pancang kayu ini sangat cocok untuk daerah rawa dan daerah-daerah dimana sangat banyak terdapat hutan kayu seperti daerah Kalimantan. sehingga mudah memperoleh balok/tiang kayu yang panjang dan lurus dengan diameter yang cukup besar untuk di gunakan sebagai tiang pancang. Sedangkan pengawetan serta pemakaian obat-obatan pengawet untuk kayu hanya akan menunda atau memperlambat kerusakan dari pada kayu. cara tiang meneruskan beban dan cara pemasangannya. seperti dalam tanah yang sangat lembek dimana tanah tersebut akan bergerak kembali melawan poros.4.1. Penggolongan Pondasi Tiang Pancang Pondasi tiang pancang dapat digolongkan berdasarkan pemakaian bahan. Pemakaian tiang pancang kayu ini adalah cara tertua dalam penggunaan tiang pancang sebagai pondasi. Universitas Sumatera Utara . 2.  Keuntungan pemakaian tiang pancang kayu • Tiang pancang dari kayu relative lebih ringan sehingga mudah dalam pengangkutan. Kadang kala ujungnya runcing dilengkapi dengan sebuah sepatu pemancangan yang terbuat dari logam bila tiang pancang harus menembus tanah keras atau tanah kerikil. Tiang Pancang Kayu Tiang pancang kayu dibuat dari batang pohon yang cabang-cabangnya telah dipotong dengan hati-hati. berikut ini akan dijelaskan satu persatu. Pondasi tiang pancang menurut pemakaian bahan dan karakteristik strukturnya Tiang pancang dapat dibagi kedalam beberapa kategori (Bowles. Kadang-kadang ujungnya yang besar didorong untuk maksudmaksud khusus. 1991).2. Tiang pancang dari kayu akan lebih cepat rusak atau busuk apabila dalam keadaan kering dan basah yang selalu berganti-ganti. akan tetapi tetap tidak akan dapat melindungi untuk seterusnya. biasanya diberi bahan pengawet dan didorong dengan ujungnya yang kecil sebagai bagian yang runcing. Pada pemakaian tiang pancang kayu biasanya tidak diijinkan untuk menahan muatan lebih besar dari 25 sampai 30 ton untuk setiap tiang.

 Kerugian pemakaian tiang pancang kayu • Karena tiang pancang ini harus selalu terletak di bawah muka air tanah yang terendah agar dapat tahan lama. tiang pancang kayu ini akan melentur dan segera kembali ke posisi setelah beban horizontal tersebut hilang. Tiang pancang kayu ini lebih baik untuk friction pile dari pada untuk end bearing pile sebab tegangan tekanannya relative kecil. terutama pada daerah yang muka air tanahnya sering naik dan turun. maka kalau air tanah yang terendah itu letaknya sangat dalam. maka pada waktu dipancangkan akan menyebabkan penyimpangan terhadap arah yang telah ditentukan. Hal seperti ini sering terjadi pada dermaga dimana terdapat tekanan kesamping dari kapal dan perahu. • Pada waktu pemancangan pada tanah yang berbatu ( gravel ) ujung tiang pancang kayu dapat dapat berbentuk berupa sapu atau dapat pula ujung tiang tersebut hancur. maka apabila tiang ini menerima beban horizontal yang tidak tetap. maka tiang pancang beton ini haruslah diberi penulangan-penulangan yang cukup kuat untuk menahan momen lentur Universitas Sumatera Utara . • Tiang pancang kayu tidak tahan terhadap benda-benda yang agresif dan jamur yang menyebabkan kebusukan. kemudian setelah cukup kuat lalu diangkat dan di pancangkan. • Tiang pancang yang di buat dari kayu mempunyai umur yang relative kecil di bandingkan dengan tiang pancang yang di buat dari baja atau beton. Apabila tiang kayu tersebut kurang lurus. Precast Renforced Concrete Pile Precast Renforced Concrete Pile adalah tiang pancang dari beton bertulang yang dicetak dan dicor dalam acuan beton ( bekisting ). Karena tegangan tarik beton adalah kecil dan praktis dianggap sama dengan nol. Tiang Pancang Beton 1. B. Mudah untuk pemotongannya apabila tiang kayu ini sudah tidak dapat masuk lagi ke dalam tanah. hal ini akan menambah biaya untuk penggalian. sedangkan berat sendiri dari pada beton adalah besar.• • • • Kekuatan tarik besar sehingga pada waktu pengangkatan untuk pemancangan tidak menimbulkan kesulitan seperti misalnya pada tiang pancang beton precast. Karena tiang kayu ini relative flexible terhadap arah horizontal di bandingkan dengan tiang-tiang pancang selain dari kayu.

hal ini tergantung dari dimensinya. segi delapan dapat dilihat pada (Gambar 2. Dalam perencanaan tiang pancang beton precast ini panjang dari pada tiang harus dihitung dengan teliti.yang akan timbul pada waktu pengangkatan dan pemancangan. • Tiang pancang ini dapat di hitung baik sebagai end bearing pile maupun friction pile. Karena berat sendiri adalah besar. jadi tidak membawa kesulitan untuk transport. 1991)  Keuntungan pemakaian Precast Concrete Reinforced Pile • Precast Concrete Reinforced Pile ini mempunyai tegangan tekan yang besar. segi empat. • Karena tiang pancang beton ini tidak berpengaruh oleh tinggi muka air tanah seperti tiang pancang kayu. Tiang pancang ini dapat memikul beban yang besar ( >50 ton untuk setiap tiang ). sebab kalau ternyata panjang dari pada tiang ini kurang terpaksa harus di lakukan penyambungan. • Tiang pancang beton dapat tahan lama sekali. Gambar 2. hal ini adalah sulit dan banyak memakan waktu.2 Tiang pancang beton precast concrete pile ( Bowles.2). serta tahan terhadap pengaruh air maupun bahan-bahan yang corrosive asal beton dekkingnya cukup tebal untuk melindungi tulangannya. Universitas Sumatera Utara . biasanya pancang beton ini dicetak dan dicor di tempat pekerjaan. Reinforced Concrete Pile penampangnya dapat berupa lingkaran. maka disini tidak memerlukan galian tanah yang banyak untuk poernya. hal ini tergantung dari mutu beton yang di gunakan.

2. 1991 )  Keuntungan pemakaian Precast prestressed concrete pile • • • • • • Kapasitas beban pondasi yang dipikulnya tinggi. Universitas Sumatera Utara . hal ini berarti memerlukan waktu yang lama untuk menunggu sampai tiang beton ini dapat dipergunakan.3 Tiang pancang Precast Prestressed Concrete Pile ( Bowles. Biaya permulaan dari pembuatannya tinggi. Tiang pancang ini di pancangkan setelah cukup keras. Bila memerlukan pemotongan maka dalam pelaksanaannya akan lebih sulit dan memerlukan waktu yang lama. Tiang pancang tahan terhadap karat. Kemungkinan terjadinya pemancangan keras dapat terjadi. Bila panjang tiang pancang kurang. Precast Prestressed Concrete Pile Precast Prestressed Concrete Pile adalah tiang pancang dari beton prategang yang menngunakan baja penguat dan kabel kawat sebagai gaya prategangnya Gambar 2. Pergeseran cukup banyak sehingga prategang sukar untuk disambung. karena panjang dari tiang pancang ini tergantung dari pada alat pancang ( pile driving ) yang tersedia maka untuk melakukan panyambungan adalah sukar dan memerlukan alat penyambung khusus. oleh karena itu Precast reinforced concrete pile ini di buat di lokasi pekerjaan. Kerugian pemakaian Precast Concrete Reinforced Pile • • • • Karena berat sendirinya maka transportnya akan mahal.  Kerugian pemakaian Precast prestressed concrete pile Pondasi tiang pancang sukar untuk ditangani.

panjang tiang yang berada dalam tanah dan keadaan kelembaban tanah. sedangkan pipa tersebut tetap tinggal di dalam tanah. Pada Cast in Place ini dapat dilaksanakan dua cara: 1. Tingkat karat pada tiang pancang baja sangat berbeda-beda terhadap texture tanah. Universitas Sumatera Utara .  Kerugian pemakaian Cast in Place • • • Pada saat penggalian lubang. Pelaksanaannya memerlukan peralatan yang khusus. C. a. Dengan pipa baja yang dipancangkan ke dalam tanah. Dengan pipa baja yang di pancangkan ke dalam tanah.3. • Panjang tiang dapat disesuaikan dengan keadaan dilapangan. Cast in Place Pile Pondasi tiang pancang tipe ini adalah pondasi yang di cetak di tempat dengan jalan dibuatkan lubang terlebih dahulu dalam tanah dengan cara mengebor tanah seperti pada pengeboran tanah pada waktu penyelidikan tanah. 2. maka karat yang terjadi karena adanya sirkulasi air dalam tanah tersebut hampir mendekati keadaan karat yang terjadi pada udara terbuka. Beton yang dikerjakan secara Cast in Place tidak dapat dikontrol.  Keuntungan pemakaian Cast in Place • Pembuatan tiang tidak menghambat pekerjan. Kebanyakan tiang pancang baja ini berbentuk profil H. karena terbuat dari baja maka kekuatan dari tiang ini sendiri sangat besar sehingga dalam pengangkutan dan pemancangan tidak menimbulkan bahaya patah seperti halnya pada tiang beton precast. kemudian diisi dengan beton dan ditumbuk sambil pipa tersebut ditarik keatas. kemudian diisi dengan beton. Tiang Pancang Baja. • Tiang ini tidak perlu diangkat. jadi tidak ada resiko rusak dalam transport. Jadi pemakaian tiang pancang baja ini akan sangat bermanfaat apabila kita memerlukan tiang pancang yang panjang dengan tahanan ujung yang besar. membuat keadaan sekelilingnya menjadi kotor akibat tanah yang diangkut dari hasil pengeboran tanah tersebut. Pada tanah yang memiliki texture tanah yang kasar/kesap.

 Kerugian pemakaian Tiang Pancang Baja.  Keuntungan pemakaian Tiang Pancang Baja. misalnya dengan bahan beton di atas muka air tanah dan bahan kayu tanpa perlakuan apapun disebelah bawahnya. Pada umumnya tiang pancang baja akan berkarat di bagian atas yang dekat dengan permukaan tanah. Hal ini dapat ditanggulangi dengan memoles tiang baja tersebut dengan ( coaltar ) atau dengan sarung beton sekurang-kurangnya 20” ( ± 60 cm ) dari muka air tanah terendah. Pada tanah liat ( clay ) yang mana kurang mengandung oxygen maka akan menghasilkan tingkat karat yang mendekati keadaan karat yang terjadi karena terendam air. Universitas Sumatera Utara . c. Karat /korosi yang terjadi karena udara ( atmosphere corrosion ) pada bagian tiang yang terletak di atas tanah dapat dicegah dengan pengecatan seperti pada konstruksi baja biasa. Tiang Pancang Komposit.b. D. • • Tiang pancang ini mudah mengalami korosi. Bagian H pile dapat rusak atau di bengkokan oleh rintangan besar. Tiang pancang ini memiliki kapasitas daya dukung yang tinggi. Biaya dan kesulitan yang timbul dalam pembuatan sambungan menyebabkan cara ini diabaikan. Hal ini disebabkan karena Aerated-Condition ( keadaan udara pada poripori tanah ) pada lapisan tanah tersebut dan adanya bahan-bahan organis dari air tanah. Dalam hal pengangkatan dan pemancangan tidak menimbulkan bahaya patah. • • • Tiang pancang ini mudah dalam dalam hal penyambungannya. Tiang pancang komposit adalah tiang pancang yang terdiri dari dua bahan yang berbeda yang bekerja bersama-sama sehingga merupakan satu tiang. Pada lapisan pasir yang dalam letaknya dan terletak dibawah lapisan tanah yang padat akan sedikit sekali mengandung oxygen maka lapisan pasir tersebut juga akan akan menghasilkan karat yang kecil sekali pada tiang pancang baja. Kadang-kadang pondasi tiang dibentuk dengan menghubungkan bagian atas dan bagian bawah tiang dengan bahan yang berbeda.

Casing dan core ( inti ) dipancang bersama-sama dalam tanah hingga mencapai kedalaman yang telah ditentukan untuk meletakan tiang pancang kayu tersebut dan ini harus terletak dibawah muka air tanah yang terendah. Universitas Sumatera Utara . Tiang ini terdiri dari tiang pancang kayu untuk bagian yang di bawah permukaan air tanah sedangkan bagian atas adalah beton. b. Kita telah mengetahui bahwa kayu akan tahan lama/awet bila terendam air. Pada ujung bagian bawah shell dipasang tulangan berbentuk sangkar yang mana tulangan ini dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat masuk pada ujung atas tiang pancang kayu tersebut. Setelah mencapai kedalaman yang dimaksud core ditarik keluar dari casing dan tiang pancang kayu dimasukkan dalam casing terus dipancang sampai mencapai lapisan tanah keras. Adapun cara pelaksanaanya secara singkat sebagai berikut: a. Casing dan core dipancang bersama-sama sampai mencapai kedalaman yang telah ditentukan di bawah muka air tanah. c. karena itu bahan kayu disini diletakan di bagian bawah yang mana selalu terletak dibawah air tanah. d. 2. Pada pemancangan tiang pancang kayu ini harus diperhatikan benar-benar agar kepala tiang tidak rusak atau pecah. Secara singkat pelaksanaanya sebagai berikut: a. c. Kelemahan tiang ini adalah pada tempat sambungan apabila tiang pancang ini menerima gaya horizontal yang permanen. Composite Dropped in – Shell and Wood Pile Tipe tiang ini hampir sama dengan tipe diatas hanya bedanya di sini memakai shell yang terbuat dari bahan logam tipis permukaannya di beri alur spiral. Kemudian shell berbentuk pipa yang diberi alur spiral dimasukkan dalam casing. b.1. Water Proofed Steel and Wood Pile. Kemudian core ditarik keatas dan tiang pancang kayu dimasukan dalam casing dan terus dipancang sampai mencapai lapisan tanah keras. Kemudian beton dicor kedalam casing sampai penuh terus dipadatkan dengan menumbukkan core ke dalam casing. Secara mencapai lapisan tanah keras pemancangan dihentikan dan core ditarik keluar dari casing. Setelah mencapai lapisan tanah keras core ditarik keluar lagi dari casing.

Setelah sampai pada lapisa tanah keras core dikeluarkan lagi dari casing dan beton sebagian dicor dalam casing. Composite Dropped – Shell and Pipe Pile Dasar pemilihan tipe tiang seperti ini adalah: Universitas Sumatera Utara . f.t ) b. Setelah shell cukup penuh dan padat casing ditarik keluar sambil shell yang telah terisi beton tadi ditahan terisi beton tadi ditahan dengan cara meletakkan core diujung atas shell. Kemudian beton ditekan dengan core kembali sedangkan casing ditarik keatas sampai keluar dari tanah. e. 4. Composit Ungased – Concrete and Wood Pile. Dasar pemilihan tiang composit tipe ini adalah:  Lapisan tanah keras dalam sekali letaknya sehingga tidak memungkinkan untuk menggunakan cast in place concrete pile. Casing baja dan core dipancang bersama-sama dalam tanah sehingga sampai pda kedalaman tertentu ( di bawah m. Tiang pancang composit telah selesai Tiang pancang composit seperti ini sering dibuat oleh The Mac Arthur Concrete Pile Corp. Core ditarik lagi keluar dari casing dan casing diisi dengan beton lagi sampai padat setinggi beberapa sentimeter diatas permukaan tanah. sedangkan kalau menggunakan precast concrete pile terlalu panjang. c.  Muka air tanah terendah sangat dalam sehingga bila menggunakan tiang pancang kayu akan memerlukan galian yang cukup dalam agar tiang pancang kayu tersebut selalu berada dibawah permukaan air tanah terendah.a. akibatnya akan susah dalam transport dan mahal. Beton ditumbuk dengan core sambil casing ditarik ke atas sampai jarak tertentu sehingga terjadi bentuk beton yang menggelembung seperti bola diatas tiang pancang kayu tersebut.e. d. Core ditarik keluar dari casing dan tiang pancang kayu dimasukkan casing terus dipancang sampai kelapisan tanah keras. 3. Kemudian core dimasukkan lagi dalam casing. Adapun prinsip pelaksanaan tiang composite ini adalah sebagai berikut: a. Beton kemudian dicor kedalam shell.

Tiang pipa baja dengan dilengkapi sepatu pada ujung bawah dimasukkan dalam casing terus dipancang dengan pertolongan core sampai ke tanah keras. e. Kemudian core ditarik. Cara pemasangan ini sama seperti pada tiang franki biasa. Universitas Sumatera Utara . d. Kemudian shell yang beralur pada dindingnya dimasukkan dalam casing hingga bertumpu pada penumpu yang terletak diujung atas tiang pipa baja. Variasi lain pada tipe tiang ini dapat pula dipakai tiang pemancang baja H sebagai ganti dari tiang pipa. Shell yang telah terisi dengan beton ditahan dengan core sedangkan casing ditarik keluar dari tanah. 5. Casing dan core dipasang bersama-sama sehingga casing seluruhnya masuk dalam tanah. pipa diisi lagi dengan beton dan terus ditumbuk dengan drop hammer sambil pipa ditarik lagi ke atas sedikit sehingga terjadi bentuk beton seperti bola.  Muka air tanah terendah terlalu dalam kalau digunakan tiang composit yang bagian bawahnya terbuat dari kayu. c. Franki Composite Pile Prinsip tiang hampir sama dengan tiang franki biasa hanya bedanya disini pada bagian atas dipergunakan tiang beton precast biasa atau tiang profil H dari baja. b. Setelah pemancangan sampai pada kedalaman yang telah direncanakan. Adapun cara pelaksanaan tiang composit ini adalah sebagai berikut: a. Cara pelaksanaan tiang tipe ini adalah sebagai berikut: a. Setelah sampai pada tanah keras kemudian core ditarik keatas kembali. Pipa dengan sumbat beton dicor terlebih dahulu pada ujung bawah pipa baja dipancang dalam tanah dengan drop hammer sampai pada tanah keras. Lubang disekeliling shell diisi dengan tanah atau pasir. Lapisan tanah keras letaknya terlalu dalam bila digunakan cast in place concrete. c. b. Setelah tiang beton precast atau tiang baja H masuk dalam pipa sampai bertumpu pada bola beton pipa ditarik keluar dari tanah.bila diperlukan pembesian maka besi tulangan dimasukkan dalam shell dan kemudian beton dicor sampai padat.

Cara pengeboran sebelumnya. sehingga tidak dapat dipancangkan kedalam tanah. b. Pondasi tiang pancang menurut pemasangannya Pondasi tiang pancang menurut cara pemasangannya dibagi dua bagian besar. kemudian setelah cukup kuat lalu diangkat dan dipancangkan. Cara penanaman Dimana permukaan tanah dilubangi terlebih dahulu sampai kedalaman tertentu. yaitu tiang dipancangkan kedalam tanah dengan memberikan tekanan pada tiang. 2. Tiang pancang pracetak ini menurut cara pemasangannya terdiri dari : 1. Cara penggetaran Dimana tiang pancang tersebut dipancangkan kedalam tanah dengan cara penggetaran oleh alat penggetar (vibrator). Cara penumbukan Dimana tiang pancang tersebut dipancangkan kedalam tanah dengan cara penumbukan oleh alat penumbuk (hammer). c. 2. d.d. yaitu dengan cara mengebor tanah sebelumnya lalu tiang dimasukkan kedalamnya dan ditimbun kembali. Universitas Sumatera Utara . lalu tiang pancang dimasukkan. yaitu tiang ditanamkan dengan mengeluarkan tanah dari bagian dalam tiang. Cara pemasangan dengan tekanan. Cara pemancaran. Rongga disekitar tiang beton precast atau tiang baja H diisi dengan kerikil atau pasir. kemudian lubang tadi ditimbun lagi dengan tanah. Tiang pancang pracetak Tiang pancang pracetak adalah tiang pancang yang dicetak dan dicor didalam acuan beton (bekisting).2.4. yaitu tanah pondasi diganggu dengan semburan air yang keluar dari ujung serta keliling tiang. Cara pengeboran inti. Cara penanaman ini ada beberapa metode yang digunakan : a. yaitu: A. 3.

Skema dari berbagai macam alat pemukul diperlihatkan dalam Gambar 2.5. 2. Cara penetrasi alas Cara penetrasi alas yaitu pipa baja yang dipancangkan kedalam tanah kemudian pipa baja tersebut dicor dengan beton. A. b. Penggalian dengan tenaga mesin Penggalian lubang pondasi tiang pancang dengan tenaga mesin adalah penggalian lubang pondasi dengan bantuan tenaga mesin. yang memiliki kemampuan lebih baik dan lebih canggih. Tiang yang dicor ditempat (cast in place pile) Tiang yang dicor ditempat (cast in place pile) ini menurut teknik penggaliannya terdiri dari beberapa macam cara yaitu : 1. Pemberat ditarik dengan tinggi jatuh tertentu kemudian dilepas dan menumbuk tiang. yang pada umumnya hanya mampu dilakukan pada kedalaman tertentu. Pemakaian alat tipe ini membuat pelaksanaan pemancangan berjalan lambat. pemukul getar atau pemukul yang hanya dijatuhkan. Cara penggalian Cara ini dapat dibagi lagi urut peralatan pendukung yang digunakan antara lain : a. Hal ini dapat dilihat dengan cara pembuatan pondasi dalam.4a sampai dengan 2. Pemukul Jatuh (drop hammer) Pemukul jatuh terdiri dari blok pemberat yang dijatuhkan dari atas. Alat Pancang Tiang Dalam pemasangan tiang kedalam tanah. Universitas Sumatera Utara . tiang dipancang dengan alat pemukul yang dapat berupa pemukul (hammer) mesin uap. sehingga alat ini hanya dipakai pada volume pekerjaan pemancangan yang kecil. Penutup (pile cap) biasanya diletakkan menutup kepala tiang yang kadang-kadang dibentuk dalam geometri tertutup.4d. 2. Penggalian dengan tenaga manusia Penggalian lubang pondasi tiang pancang dengan tenaga manusia adalah penggalian lubang pondsi yang masih sangat sederhana dan merupakan cara konvensional.B. Pada gambar terebut diperlihatkan pula alat-alat perlengkapan pada kepala tiang dalam pemancangan.

(d) Pemukul getar (vibratory hammer) ( Hardiyatmo.c. Pemukul Aksi Double (double-acting hammer) Pemukul aksi double menggunakan uap atau udara untuk mengangkat ram dan untuk mempercepat gerakan ke bawahnya (Gambar 2.4b). 2002 ) C.B.. sedangkan gerakan turun ram disebabkan oleh beratnya sendiri. Universitas Sumatera Utara . (c) Pemukul diesel (diesel hammer).H. Kecepatan pukulan dan energi output biasanya lebih tinggi daripada pemukul aksi tunggal. Energi pemukul aksi tunggal adalah sama dengan berat ram dikalikan tinggi jatuh (Gambar 2. (b) Pemukul aksi double (double acting hammer). (a) (b) (c) (d) (e) Gambar 2.4 Skema pemukul tiang : (a) Pemukul aksi tunggal (single acting hammer). Pemukul Aksi Tiang (single-acting hammer) Pemukul aksi tunggal berbentuk memanjang dengan ram yang bergerak naik oleh udara atau uap yang terkompresi.4a).

Pemukul tipe ini umumnya kecil. dan dimensi pondasinya. tipe. Sehingga target waktu. Karena dengan peletakan dasar pondasi yang sedikit lebih dalam akan mengurangi dimensi pondasi. aplikasi teknologi ini banyak diterapkan dalam metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi. praktis. Dari sini. dan perubahan kadar air. sangat membantu dalam penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek konstruksi. pengaruh perubahan iklim.6. Hal ini dilakukan dengan jalan memilih kedalaman minimum yang memenuhi syarat keamanan terhadap daya dukung tanah yang telah dihitung.4c).dipertimbangkan untuk meletakkan dasar pondasi yang sedikit lebih dalam yang daya dukung tanahnya lebih besar. Pemukul Diesel (diesel hammer) Pemukul diesel terdiri dari silinder. dengan memperhatikan faktor aman terhadap keruntuhan daya dukung yang sesuai. 2.langkah dari pekerjaan untuk dimensi kubus/ ukuran dan tiang pancang: 1. Kedalaman minimum harus diperhatikan terhadap erosi permukaan tanah. Ukuran dan kedalaman pondasi yang ditentukan dari daya dukung diizinkan dipertimbangkan terhadap penurunan toleransi. Menghitung daya dukung yang didasarkan pada karakteristik tanah dasar yang diperoleh dari penyelidikan tanah. Menentukan kedalaman. ram. 3. biaya dan mutu sebagaimana ditetapkan dapat tercapai. Bila ternyata hasil hitungan daya dukung Universitas Sumatera Utara . balok anvil dan sistem injeksi bahan bakar. Energi pemancangan total yang dihasilkan adalah jumlah benturan dari ram ditambah energi hasil dari ledakan (Gambar 2. ringan dan digerakkan dengan menggunakan bahan bakar minyak. Umumnya. 2. dan penurunan yang terjadi harus tidak berlebihan. kemudian dihitung kemungkinan nilai daya dukung yang diizinkan pada berbagai kedalaman. Penggunaan metode yang tepat. Langkah . E.D. dengan demikian dapat menghemat biaya pembuatan pelat betonnya. Bila tanah yang lebih besar daya dukungnya berada dekat dengan kedalaman minimum yang dibutuhkan tersebut. Metode Pelaksanaan Pondasi Tiang Pancang Aspek teknologi sangat berperan dalam suatu proyek konstruksi.4d). cepat dan aman. Pemukul Getar (vibratory hammer) Pemukul getar merupakan unit alat pancang yang bergetar pada frekuensi tinggi (Gambar 2.

Pekerjaan Persiapan 1. c. Pengangkatan/pemindahan. dengan pertimbangan kemudahan manuver alat. dimensi pondasi diubah sampai besar penurunan memenuhi syarat. Tentukan titik pancang dengan theodolith dan tandai dengan patok. 3. Titik-titik angkat yang tercantum pada gambar harus dibubuhi tanda dengan jelas pada tiang pancang. maka tiang pancang diberi tanda setiap 1 meter. Untuk mempermudah perekaan. 2. berdasarkan data tanah dan data jumlah pukulan terakhir (final set). 6. b. Ujung bawah tiang didudukkan diatas kepala tiang yang pertama sedemikian sehingga sisi-sisi pelat sambung kedua tiang telah berhimpit dan menempel menjadi satu. Rencanakan final set tiang. Membubuhi tanda. tiap tiang pancang harus dibubuhi tanda serta tanggal saat tiang tersebut dicor.ultimit yang dibagi faktor aman mengakibatkan penurunan yang berlebihan. Penyambungan dapat diulangi sampai mencapai kedalaman tanah keras yang ditentukan. Penyambungan sambungan las dilapisi dengan anti karat d. 5. Rencanakan urutan pemancangan. Tiang diangkat dan kepala tiang dipasang pada helmet seperti yang dilakukan pada batang pertama. 4. Selesai penyambungan. Universitas Sumatera Utara . 7. Proses penyambungan tiang : a. Pemancangan dapat dihentikan sementara untuk peyambungan batang berikutnya bila level kepala tiang telah mencapai level muka tanah sedangkan level tanah keras yang diharapkan belum tercapai. pemancangan dapat dilanjutkan seperti yang dilakukan pada batang pertama. tiang pancang harus dipindahkan/diangkat dengan hati-hati sekali guna menghindari retak maupun kerusakan lain yang tidak diinginkan. Tempat sambungan las dilapisi dengan anti karat. Tahapan pekerjaan pondasi tiang pancang adalah sebagai berikut : A. Lokasi stock material agar diletakkan dekat dengan lokasi pemancangan. untuk menentukan pada kedalaman mana pemancangan tiang dapat dihentikan.

pemancangan tiang dapat dihentikan bila ujung bawah tiang telah mencapai lapisan tanah keras/final set yang ditentukan.5 Pengangkatan Tiang Dengan Dua tumpuan Universitas Sumatera Utara . 9. Pemotongan tiang pancang pada cut off level yang telah ditentukan. Kabel Baja Pengangkat Titik Angkat ( Garis Rantal ) Bantalan Kepala Tiang Kabel Baja Pengangkat 1 5 L 3 5L 1 5L Gambar 2. Proses Pengangkatan 1. Persyaratan umum dari metode ini adalah jarak titik angkat dari kepala tiang adalah 1/5 L. baik itu dari pabrik ke trailer ataupun dari trailer ke penyusunan lapangan. Pengangkatan tiang untuk disusun ( dengan dua tumpuan ) Metode pengangkatan dengan dua tumpuan ini biasanya pada saat penyusunan tiang beton. Untuk mendapatkan jarak harus diperhatikan momen maksimum pada bentangan. B. haruslah sama dengan momen minimum pada titik angkat tiang sehingga dihasilkan momen yang sama. Pada prinsipnya pengangkatan dengan dua tumpuan untuk tiang beton adalah dalam tanda pengangkatan dimana tiang beton pada titik angkat berupa kawat yang terdapat pada tiang beton yang telah ditentukan dan untuk lebih jelas dapat dilihat oleh gambar.8.

Ujung bawah tiang didudukkan secara cermat diatas patok pancang yang telah ditentukan. 5. Penyetelan vertikal tiang dilakukan dengan mengatur panjang backstay sambil diperiksa dengan waterpass sehingga diperoleh posisi yang betul-betul vertikal. Adapun persyaratan utama dari metode pengangkatan satu tumpuan ini adalah jarak antara kepala tiang dengan titik angker berjarak L/3. Universitas Sumatera Utara . bagian bawah tiang diklem dengan center gate pada dasar driving lead agar posisi tiang tidak bergeser selama pemancangan. Kepala Tiang Kabel Baja Pengangkat Ujung Tiang 1 3 L 2 3 L Permukaan tanah + D=0 + _ Gambar Lintang _ Gambar momen + Momen Max Gambar 2. Alat pancang ditempatkan sedemikian rupa sehingga as hammer jatuh pada patok titik pancang yang telah ditentukan.2. haruslah diperhatikan bahwa momen maksimum pada tempat pengikatan tiang sehingga dihasilkan nilai momen yang sama. 4. 3. Sebelum pemancangan dimulai. Tiang didirikan disamping driving lead dan kepala tiang dipasang pada helmet yang telah dilapisi kayu sebagai pelindung dan pegangan kepala tiang. 2. Pengangkatan dengan satu tumpuan Metode pengangkatan ini biasanya digunakan pada saat tiang sudah siap akan dipancang oleh mesin pemancangan sesuai dengan titik pemancangan yang telah ditentukan di lapangan.6 Pengangkatan Tiang Dengan Satu Tumpuan C. terutama untuk tiang batang pertama. Untuk mendapatkan jarak ini. Proses Pemancangan 1. Tiang diangkat pada titik angkat yang telah disediakan pada setiap lubang.

Toleransi Vertikalisasi tiang diperiksa secara periodik selama proses pemancangan berlangsung. Seluruh permukaan tiang tidak rusak atau retak b. Pemancangan dimulai dengan mengangkat dan menjatuhkan hammer secara kontiniu ke atas helmet yang terpasang diatas kepala tiang. Dicatat jumlah pukulan untuk penetrasi setiap setengah meter. 3. Penyimpangan arah vertikal dibatasi tidak lebih dari 1:75 dan penyimpangan arah horizontal dibatasi tidak leboh dari 75 mm. Penetrasi Tiang sebelum dipancang harus diberi tanda pada setiap setengah meter di sepanjang tiang untuk mendeteksi penetrasi per setengah meter. (a) (b) (c) Gambar 2. Umur beton telah memenuhi syarat c.7 Urutan pemancangan : (a) Pemancangan tiang. (b) Penyambungan tiang. D. Final set Pamancangan baru dapat dihentikan apabila telah dicapai final set sesuai perhitungan. Quality Control 1.6. Kondisi fisik tiang a. (c) Kalendering/final set Universitas Sumatera Utara . Kepala tiang tidak boleh mengalami keretakan selama pemancangan 2. 4.

2002). Tahanan gesek dan pengaruh konsolidasi lapisan tanah dibawahnya diperhitungkan pada hitungan kapasitas tiang.C. Umumnya tiang dukung ujung berada dalam zone tanah yang lunak yang berada diatas tanah keras. tiang dapat dibagi menjadi 2 (dua) macam (Hardiyatmo. (b) (b) Gambar 2.7 Tiang Dukung Ujung dan Tiang Gesek Ditinjau dari cara mendukung beban. Kapasitas tiang sepenuhnya ditentukan dari tahanan dukung lapisan keras yang berada dibawah ujung tiang (Gambar 2.2. Tiang gesek (friction pile) adalah tiang yang kapasitas dukungnya lebih ditentukan oleh perlawanan gesek antara dinding tiang dan tanah disekitarnya (Gambar 2. Tiang dukung ujung (end bearing pile) adalah tiang yang kapasitas dukungnya ditentukan oleh tahanan ujung tiang. 2.9b).6a).8 Tiang ditinjau dari cara mendukung bebannya ( Hardiyatmo. 2002 ) Universitas Sumatera Utara . yaitu : 1.. Tiang-tiang dipancang sampai mencapai batuan dasar atau lapisan keras lain yang dapat mendukung beban yang diperkirakan tidak mengakibatkan penurunan berlebihan.H.

.8. Didalam perencanaan pondasi tiang pancang (pile).. (2...........2) Fb Universitas Sumatera Utara ...... Kapasitas dukung ujung persatuan luas (qb) diperoleh sebagai berikut : qb = qca (base) .....................2.......... sondir atau cone penetration test (CPT) seringkali sangat dipertimbangkan berperanan dari geoteknik. data tanah sangat diperlukan dalam merencanakan kapasitas daya dukung (bearing capacity) dari tiang pancang sebelum pembangunan dimulai..... (2. CPT atau sondir ini dapat juga mengklasifikasi lapisan tanah dan dapat memperkirakan kekuatan dan karakteristik dari tanah. Qs qb = Kapasitas tahanan kulit...... Ab = Luas di ujung tiang.............. CPT atau sondir ini tes yang sangat cepat... Dalam menentukan kapasitas daya dukung aksial ultimit (Qu) dipakai Metode Aoki dan De Alencar...... = Luas kulit tiang pancang....... Aoki dan Alencar mengusulkan untuk memperkirakan kapasitas dukung ultimit dari data Sondir. sederhana............... = Kapasitas daya dukung di ujung tiang persatuan luas....... Qb = Kapasitas tahanan di ujung tiang... guna menentukan kapasitas daya dukung ultimit dari tiang pancang. ekonomis dan tes tersebut dapat dipercaya dilapangan dengan pengukuran terus-menerus dari permukaan tanah-tanah dasar.. Kapasitas Daya Dukung Tiang Pancang Dari Hasil Sondir Diantara perbedaaan tes dilapangan..1) dimana : Qu = Kapasitas daya dukung aksial ultimit tiang pancang............ Kapasitas daya dukung ultimit ditentukan dengan persamaan sebagai berikut : Qu = Qb + Qs = qbAb + f.......... f As = Satuan tahanan kulit persatuan luas..As .........

..... 1. 1999 ) Tipe Tiang Pancang Tiang Bor Baja Beton Pratekan Fb 3..dimana : qca (base) = Perlawanan konus rata-rata 1..........5D diatas ujung tiang. Tahanan kulit persatuan luas (f) diprediksi sebagai berikut : F = qc (side) αs Fs ...3) dimana : qc (side) Fs Fb = Perlawanan konus rata-rata pada masing lapisan sepanjang tiang..1 dan nilai-nilai faktor empirik αs diberikan pada Tabel 2.........75 Fs 7..... = Faktor empirik tahanan kulit yang tergantung pada tipe tanah... Tabel 2.75 1......0 3........1 Faktor empirik Fb dan Fs (Titi & Farsakh.. = Faktor empirik tahanan ujung tiang yang tergantung pada tipe tanah......2..... (2.5 Universitas Sumatera Utara .5 1...........5D dibawah ujung tiang dan Fb adalah faktor empirik tergantung pada tipe tanah... Faktor Fb dan Fs diberikan pada Tabel 2.5 3.........

..8 berpasir dengan lanau Lempung 2..0 Pasir berlanau dengan lempung 2.0 persen dan nilai αs untuk lempung = 1........... Daya dukung ultimate pondasi tiang dinyatakan dengan rumus : Qult = (qc x Ap)+(JHL x K11) .0 3.4 persen....4) dimana : Qult qc Ap = Kapasitas daya dukung tiang pancang tunggal.2 Lempung berpasir Lempung 2.. = Luas penampang tiang.... nilai αs untuk lanau = 3...Tabel 2..8 Lanau berlempung dengan pasir Lanau berlempung 3... Untuk menghitung daya dukung tiang pancang berdasarkan data hasil pengujian sondir dapat dilakukan dengan menggunakan metode Meyerhoff.... 1999 ) αs (%) αs (%) αs (%) Tipe Tanah Tipe Tanah Tipe Tanah Pasir 1..0 Lempung berlanau 4.....0 berlanau dengan pasir 3.0 2........8 Pasir kelanauan dengan lempung Pasir berlempung dengan lanau Pasir berlempung 2. = Tahanan ujung sondir..4 Lempung 6.....0 Pada umumnya nilai αs untuk pasir = 1.......0 3.4 Pasir kelanauan 2...4 Lanau 3. Universitas Sumatera Utara . (2..2 Nilai faktor empirik untuk tipe tanah yang berbeda (Titi & Farsakh..4 Pasir berlanau 2.4 persen.

maka diperlukan untuk membagi kapasitas ultimit dengan faktor aman tertentu.... Untuk memberikan keamanan terhadap ketidakpastian metode hitungan yang digunakan. = Jumlah hambatan lekat.... = Tahanan ujung sondir.. Sehubungan dengan alasan butir (d).... d...... = Keliling tiang....9. Daya dukung ijin pondasi dinyatakan dengan rumus : Qijin = qc xAc JHLxK11 ...JHL K11 = Jumlah hambatan lekat. c. (2......... penurunan akibat beban bekerja (working load) yang terjadi lebih kecil dari 10 mm untuk faktor aman yang tidak kurang dari 2.. Universitas Sumatera Utara .. Faktor aman ini perlu diberikan dengan maksud : a....... = Luas penampang tiang.. Untuk meyakinkan bahwa penurunan tidak seragam diantara tiang-tiang masih dalam batas toleransi. Untuk meyakinkan bahwa bahan tiang cukup aman dalam mendukung beban yang bekerja...........5 (Tomlinson. baik tiang pancang maupun tiang bor yang berdiameter kecil sampai sedang (600 mm)..... Untuk meyakinkan bahwa penurunan total yang terjadi pada tiang tunggal atau kelompok masih tetap dalam batas-batas toleransi. b.. Untuk memberikan keamanan terhadap variasi kuat geser dan kompresibilitas tanah..5) + 3 5 dimana : Qijin qc Ap JHL K11 = Kapasitas daya dukung ijin pondasi. 1977)... e..... dari hasil banyak pengujian-pengujian beban tiang. Faktor Aman Untuk memperoleh kapasitas ijin tiang... = Keliling tiang.. 2.

.....10..6) 2........5 2...Besarnya beban bekerja (working load) atau kapasitas tiang ijin (Qa) dengan memperhatikan keamanan terhadap keruntuhan adalah nilai kapasitas ultimit (Qu) dibagi dengan faktor aman (SF) yang sesuai........... Variasi besarnya faktor aman yang telah banyak digunakan untuk perancangan pondasi tiang pancang..........7) WR x h = Energi palu SF yang direkomendasikan = 6 Universitas Sumatera Utara ..... sebagai berikut : Qa = Qu ........ (2......... Modified New ENR Qu = Ket: E C Wp WR n h = Effisiensi hammer = 0.................254 cm untuk unit S dan h dalam cm = Berat tiang = Berat hammer = koef.............. Data Kalendering Untuk perencanaan daya dukung tiang pancang dari hasil kalendering yaitu digunakan metode Modified New ENR.. (2..... Restitusi antara ram dan pile cap = tinggi jatuh …………………………………………….

penurunan yang tidak seragam lebih membahayakan bangunan dari pada penurunan totalnya.0. Contoh-contoh bentuk penurunan dapat dilihat pada Gambar 2.9 0.4 0. Istilah penurunan (settlement) digunakan untuk menunjukkan gerakan titik tertentu pada bangunan terhadap titik referensi yang tetap.9 Efficiency.3 . Umumnya. Kecepatan penurunan.3 2. Penurunan Tiang Dalam bidang teknik sipil ada dua hal yang perlu diketahui mengenai penurunan. E Pile Material Cast iron hammer and concrette pile ( whitout cap ) Wood cushion on steel pile Wooden pile Coefficient of restitution. yaitu : a.11.9 Universitas Sumatera Utara .8 0. Restitusi Tipe Hammer Single and double acting hammer Diesel Hammer drop Hammer 0.Tabel 2.0.25 . n 0.0.5 0. Besarnya penurunan yang akan terjadi.7 .0.3 Harga Effisiensi Hammer dan koef.0. b.8 .0.4 .7 .

b. Pada gambar (a). penurunan satu tepi/sisi dapat berakibat keretakan pada bagian c. Pada gambar (b). pada setiap proses penggalian selalu dihubungkan dengan perubahan keadaan tegangan didalam tanah.9 Contoh kerusakan bangunan akibat penurunan a. Pada gambar (d). penurunan terjadi berangsur-angsur dari salah satu tepi bangunan. 2. c. Perubahan tegangan pasti akan disertai dengan perubahan bentuk. pada umumnya hal ini yang menyebabkan penurunan pada pondasi (Hardiyatmo.11. Pada gambar (c). Universitas Sumatera Utara . Selain dari kegagalan kuat dukung (bearing capacity failure) tanah.1 Perkiraan penurunan tiang tunggal Menurut Poulus dan Davis (1980) penurunan jangka panjang untuk pondasi tiang tunggal tidak perlu ditinjau karena penurunan tiang akibat konsolidasi dari tanah relatif kecil. 1996). bangunan diperkirakan akan retak-retak pada bagian tengahnya. Bila deformasi yang terjadi sangat besar. d. Hal ini disebabkan karena pondasi tiang direncanakan terhadap kuat dukung ujung dan kuat dukung friksinya atau penjumlahan dari keduanya (Hardiyatmo. jika bagian tengah bangunan turun lebih besar. tegangan tarik yang berkembang dibawah bangunan dapat mengakibatkan retakan-retakan.Gambar 2. yang berakibat miringnya bangunan tanpa terjadi keretakan pada bagian bangunan. dapat diperhatikan jika tepi bangunan turun lebih besar dari bagian tengahnya. 2002). bagian atas bangunan dalam kondisi tertekan dan bagian bawah tertarik.

Perkiraan penurunan tiang tunggal dapat dihitung berdasarkan : a. Untuk tiang apung atau tiang friksi S=
Q.I ............................................................................... (2.8) Es.D

dimana : I = Io . Rk . Rh . Rμ b. Untuk tiang dukung ujung S=
Q.I ............................................................................... (2.9) Es.D

dimana : I = Io . Rk . Rb . Rμ dengan : S Q Io = Penurunan untuk tiang tunggal. = Beban yang bekerja = Faktor pengaruh penurunan untuk tiang yang tidak mudah mampat (Gambar 2.7). Rk Rh = Faktor koreksi kemudah mampatan tiang (Gambar 2.8). = Faktor koreksi untuk ketebalan lapisan yang terletak pada tanah keras (Gambar 2.9). Rμ = Faktor koreksi angka Poisson μ (Gambar 2.10). Rb h D = Faktor koreksi untuk kekakuan lapisan pendukung (Gambar 2.11). = Kedalaman total lapisan tanah dari ujung tiang ke muka tanah. = Diameter tiang.

Universitas Sumatera Utara

Gambar 2.10 Faktor penurunan Io (Poulos dan Davis)

Gambar 2.11 Koreksi kompresi, Rk (Poulos dan Davis)

Universitas Sumatera Utara

Gambar 2.12 Koreksi kedalaman, Rh (Poulos dan Davis)

Gambar 2.13 Koreksi angka Poisson, Rμ (Poulus dan Davis) ( Hardiyatmo, H.C., 2002 )

Universitas Sumatera Utara

Gambar 2.14 Koreksi kekakuan lapisan pendukung, Rb (Poulos dan Davis) Pada Gambar 2.16, 2.18, dan 2.19, K adalah suatu ukuran kompresibilitas relatif dari tiang dan tanah yang dinyatakan oleh persamaan : K= E p .RA Es ................................................................................... (2.10)

Universitas Sumatera Utara

dimana : RA =

Ap 1 π .d 2 4

dengan : K Ep Es Eb = Faktor kekakuan tiang. = Modulus elastisitas dari bahan tiang. = Modulus elastisitas tanah disekitar tiang. = Modulus elastisitas tanah didasar tiang.

Perkiraan angka Poisson (μ) dapat dilihat pada Tabel 2.5 Terzaghi menyarankan nilai μ = 0,3 untuk tanah pasir, μ = 0,4 sampai 0,43 untuk tanah lempung. Umumnya, banyak digunakan μ = 0,3 sampai 0,35 untuk tanah pasir dan μ = 0,4 sampai 0,5 untuk tanah lempung. Tabel 2.4 Perkiraan angka poisson (μ ) ( Hardiyatmo. H.C., 1996 )

Macam Tanah Lempung jenuh Lempung tak jenuh Lempung berpasir Lanau Pasir padat Pasir kasar Pasir halus 0,4 – 0,5 0,1 – 0,3 0,2 – 0,3 0,3 – 0,35 0,2 – 0,4 0,15 0,25

Berbagai metode tersedia untuk menentukan nilai modulus elastisitas tanah (Es), antara lain dengan percobaan langsung ditempat yaitu dengan menggunakan data hasil pengujian kerucut statis (sondir). Karena nilai laboratorium dari Es tidak sangat baik dan

Universitas Sumatera Utara

mahal untuk mendapatkan (Bowles, 1977). Bowles memberikan persamaan yang dihasilkan dari pengumpulan data pengujian kerucut statis (sondir), sebagai berikut : Es = 3qc Es = 2 sampai 8qc (untuk pasir)............................................... (2.11a) (untuk lempung)......................................... (2.11b)

Dari analisa yang dilakukan secara mendetail oleh Meyerhoff, untuk nilai modulus elastisitas tanah dibawah ujung tiang (Eb) kira-kira 5-10 kali harga modulus elastisitas tanah di sepanjang tiang (Es). Rumus untuk penurunan tiang elastis adalah : S =
(Q + ξQs ) L ..................................................................... (2.12) A.Ep

dimana : Q Qs ξ = Beban yang bekerja = Tahanan gesek = Koefisien dari skin friction

Ep = Modulus elastisitas Nilai ξ tergantung kepada unit tahanan friksi ( kulit ) alami pada sepanjang tiang terpancang di dalam tanah. Nilai ξ = 0,5 adalah dimana bentuk unit tahanan friksi ( kulit ) alaminya berbentuk seragam atau simetris, seperti persegi panjang maupun parabolic seragam, umumnya pada tanah lempung atau lanau. Nilai ξ = 0,67 adalah jika bentuk unit tahanan friksi ( kulit ) alaminya berbentuk segitiga, umumnya pada tanah pasir.

2.12

Data Loading Test Loading test biasa disebut juga dengan uji pembebanan statik. Cara yang paling dapat

diandalkan untuk menguji daya dukung pondasi tiang adalah dengan uji pembebanan statik. Interprestasi dari hasil benda uji pembebanan statik merupakan bagian yang cukup penting untuk mengetahui respon tiang pada selimut dan ujungnya serta besarnya daya dukung

Universitas Sumatera Utara

ultimitnya. Berbagai metode interprestasi perlu mendapat perhatian dalam hal nilai daya dukung ultimit yang diperoleh karena setiap metode dapat memberikan hasil yang berbeda. Yang terpenting adalah agar dari hasil nilai uji pembebanan statik, seorang praktisi dalam rekayasa pondasi dapat menentukan mekanisme yang terjadi, misalnya dengan melihat kurva beban – penurunan, besarnya deformasi plastis tiang, kemungkinan terjadinya kegagalan bahan tiang, dan sebagainya. Pengujian hingga 200% dari beban kerja sering dilakukan pada tahap verifikasi daya dukung, tetapi untuk alasan lain misalnya untuk keperluan optimasi dan untuk control beban ultimit pada gempa kuat, seringkali diperlukan pengujian sebesar 250% hingga 300% dari beban kerja. Pengujian beban statik melibatkan pemberian beban statik dan pengukuran pergerakan tiang. Beban – beban umumnya diberikan secara bertahap dan penurunan tiang diamati. Umumnya definisi keruntuhan yang diterima dan dicatat untuk interprestasi lebih lanjut adalah bila di bawah suatu beban yang konstan, tiang terus – menerus mengalami penurunan. Pada umumnya beban runtuh tidak dicapai pada saat pengujian. Oleh karena itu daya dukung ultimit dari tiang hanya merupakan suatu estimasi. Sesudah tiang uji dipersiapkan ( dipancang atau dicor ), perlu ditunggu terlerbih dahulu selama 7 hingga 30 hari sebelum tiang dapat diuji. Hal ini penting untuk memungkinkan tanah yang telah terganggu kembali keadaan semula, dan tekanan air pori akses yang terjadi akibat pemancangan tiang telah berdisipasi. Beban kontra dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan menggunakan system kentledge seperti ditujukan pada gambar. Selain itu juga dapat digunakan kerangka baja atau jangkar pada tanah seperti diilustrasikan pada gambar. Pembebanan diberikan pada tiang dengan menggunakan dongkrak hidrolik. Pergerakan tiang dapat diukur dengan menggunakan satu set dial guges yang terpasang pada kepala tiang. Toleransi pembacaan antara satu dial gauge lainnya adalah 1 mm. Dalam banyak hal, sangat penting untuk mengukur pergerakan relative dari tiang. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari interaksi tanah dengan tiang, pengujian tiang sebaiknya dilengkapi dengan instrumentasi. Instrumentasi yang dapat digunakan adalah strain gauges yang dapat dipasang pada lokasi – lokasi tertentu disepanjang tiang. Tell – tales pada kedalaman – kedalaman tertentu atau load cells yang ditempatkan di bawah kaki tiang. Instrumentasi dapat memberikan informasi mengenai pergerakan kaki tiang, deformasi sepanjang tiang, atau distribusi beban sepanjang tiang selama pengujian.

Universitas Sumatera Utara

Gambar 2.15 Pengujian dengan sistem kentledge ( Coduto,2001 )

Gambar 2.16 Pengujian dengan tiang jangkar ( Tomlinson,1980 ) a. Metode Pembebanan Metode pembebanan dapat dilakukan dengan beberapa cara:

1)

Prosedur Pembebanan Standar ( SML ) Monotonik Slow Maintained Load Test ( SML ) menggunakan delapan kali pengingkatan beban. Prosedur standar SML adalah dengan memberikan beban secara bertahap setiap 25% dari beban rencana. Untuk tiap tahap beban, pembacaan diteruskan hingga penurunan ( settlement ) tidak lebih dari 254 mm/ jam, tetapi tidak lebih dari 2 jam. Penambahan beban dilakukan hingga dua kali beban rencana, kemudian ditahan. Setelah itu beban diturunkan secara bertahap untuk pengukuran rebound.

Universitas Sumatera Utara

Prosedurnya adalah dengan membebani tiang secara terus – menerus hingga kecepatan penetrasi ke dalam tanah konstan. Dengan cara ini. Gambar 2. Pengujian dilakukan hingga runtuh atau hingga mencapai beban tertentu. dimana setiap 8 tahapan beban ditahan dalam waktu yang singkat tanpa memperhatikan kecepatan pergerakan tiang.2) Prosedur Pembebanan Standar ( SML ) siklik Metode pembebanan sama dengan SML monotonik. Waktu total yang dibutuhkan 3 hingga 6 jam. Umumnya diambil patokan sebesar 0. maka para peneliti membuat modifikasi untuk mempercepat pengujian. Metode ini kontrol oleh waktu dan penurunan. tetapi pada tiap tahapan beban dilakukan pelepasan beban dan kemudian dibebani kembali hingga tahap beban berikutnya ( unloading – reloading ). Metode ini membutuhkan waktu yang lebih lama daripada metode SML monotonik. Hasil pengujian tiang dengan metode CRP menunujukkan bahwa beban runtuh relative tidak tergantung oleh kecepatan penetrasi bila digunakan batasan kecepatan Universitas Sumatera Utara . rebound dari setiap tahap beban diketahui dan perilaku pemikulan beban pada tanah dapat disimpulkan dengan lebih baik.16 Contoh hasil uji pembebanan statik aksial tekan ( Tomlinson.2001 ) 4) Prosedur Pembebanan dengan Kecepatan Konstan ( Constant Rate of Penetration Method Atau CRP ) Metode CRP merupakan salah satu alternative lain untuk pengujian tiang secara statis. 3) Quick Load Test ( Quick ML ) Karena prosedur standar membutuhkan waktu yang cukup lama.245 cm/ menit atau lebih rendah bila jenis tanah adalah lempung.

( dalam inchi ) dengan D adalah diameter atau sisi tiang dalam satuan inchi.13) Dimana : Se Q L Ap Ep = Penurunan elastik = Beban uji yang diberikan = Panjang Tiang = Luas Penampang Tiang = Modulus elastisitas tiang 2. Pengujian dengan metode CRP umumnya membutuhkan waktu sekitar 1 jam (tergantung ukuran dan daya dukung tiang). Pengujian dihentikan bila pergerakan total kepala tiang mencapai 10% dari diameter tiang bila pergerakan ( displacement ) sudah cukup besar. Ada berbagai metode interprestasi. Metode CRP memberikan hasil serupa dengan metode Quick ML. (2. 1.. Tarik garis OA seperti gambar berdasarkan persamaan penurunan elastik ( Se ). Penurunan elastik dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut: …………. 1) Metode Davisson Prosedur penentuan beban ultimit dari pondasi tiang dengan menggunakan metode ini adalah sebagai berikut: Gambarkan kurva beban terhadap penurunan. namun dalam Tugas Akhir hanya akan dibahas Metode Davisson. dapat dilakukan interprestasi untuk menentukan besarnya beban ultimit.penurunan kurang dari 0. Universitas Sumatera Utara .125 cm/menit. 3.. metode ini juga dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari. Beban dan pembacaan deformasi diambil setiap menit. dan sebagaimana metode Quick ML. dimana X adalah: X = 0. b. Tarik garis BC yang sejajar dengan garis OA dengan jarak X.15 + D/120 …. Interprestasi Hasil Uji Pembebanan Statik Dari hasil uji pembebanan. Kecepatan yang lebih tinggi dapat menghasilkan daya dukung yang sedikit.

Gambar 2. Perpotongan antara kurva beban – penurunan dengan garis lurus merupakan daya dukung ultimit.4.T Universitas Sumatera Utara .18 Interpretasi daya dukung ultimit dengan metode Davisson M.

Ahli Logi5tikP.paftar Personillntj No Nama .k. CADIKA UTAMA . Terlampir Ahli Madya Pek.ST 5 Yufita Triyani. ST 3 Ilham General Supcritendcy Site Manager S 4 Terlampir TerJampir Material Engineer 3 3 3 3 4 Firman. ST 6 Sujono'sT Quality Engineer Safety Engin eer -. ST 2 Kaidah. J<ll an Tcrlampir Samarinda.13 Februari 2012 PT. Madya Struktur K3 Terlampir TerlClmpir "­ Bridge Enginer -.abatan Dalam Proyek 3 Pengalaman Dalam Jabatan Yang Sarna (Tahun) 4 Pro(esljKeahlian 5 Ahli Madya Te knik Sipil Ahli Madya Teknik Sipil (SKAjSKT) 6 I 2 -­ 1 Alias.

Lokasi Proyek c. Nama Proyek b. 6. Sulawesi Selatan Makassar . 21 Oktober 1965 Universitas Muslim Indonesia (UMI). Posisi Penugasan e. Nama Proyek b. Posisi Penugasan e. Alamat Tahun 1998 a. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Alamat Tahun 1996 a. Nama Perusahaan d. Posisi yang diusulkan Nama Perusahaan Nama Personil Tempat/Tanggal Lahir Pendidikan (Lembaga pendidikan. ST Pare-pare. Nama Proyek b. Sulawesi Selatan PT. 3. Duta Sarana Site Engginer DOLOG. Alamat : : : : : General Supertendent PT. Sulawesi Selatan Makassar : : : : : : Pembangunan Gedung PUSKUD 3 Unit Makassar. 5. 2. tempat dan tahun tamat belajar. Nama Perusahaan d. Lokasi Proyek c. 4. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Pendidikan Non Formal Pengalaman Kerja Tahun 1993 a. Pemberi Tugas f. 7. 1993 : Ahli Madya Teknik Sipil Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia : : : : : : : Peningkatan dan pemeliharaan Jalan Palopo-Tator Palopo. Pemberi Tugas f. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Makassar Makassar : : : : : : Pembangunan Perumahan DOLOG 27 Unit Makassar.DAFTAR RIWAYAT HIDUP 1. Tuju Wali-wali Pelaksana Dinas Pekerjaan Umum Prov. Sulawesi selatan Makassar : : : : : : Peningkatan Taxi way Bandara Manday Makassar. Indek Quality Kontrol PT. Sulawesi Selatan PT. Pemberi Tugas f. Diar Karu Graha Pelaksana PUSKUD. Angkasa Puri. CADIKA UTAMA ALIAS. Lokasi Proyek c. Makassar. Sulawesi Selatan PT. Sulawesi Selatan PT. Nama Proyek b. Alamat Tahun 2000 a.

Tahun 2001 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat Tahun 2002 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat Tahun 2006 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat Tahun 2009 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat dan seterusnya.

: : : : : :

Pembangunan Jalan & Drainase Minasa Upa Makassar, Sulawesi Selatan PT. Amala Sejahtera Site Engginer Pemkot Makassar Makassar

: : : : : :

Pembangunan Kantor Kejaksaan Bontang Bontang, Kalimantan Timur PT. Multi Anugrah Utama Site Engginer Pemkot Bontang Bontang, Kalimantan Timur

: : : : : :

Pembangunan Jalan Bt. Reddi Sangatta Sangatta, Kalimantan Timur PT. Mitra Utama Selaras Site Engginer Pemkab. Sangatta Sangatta, Kalimantan Timur

: : : : : :

Pemb. Jalan Lingkar Luar Nunukan Nunukan, Kalimantan Timur PT. Gerbang Borneo Site Engginer Pemkab. Nunukan Nunukan, Kalimantan Timur

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Posisi yang diusulkan Nama Perusahaan Nama Personil Tempat/Tanggal Lahir Pendidikan (Lembaga pendidikan, tempat dan tahun tamat belajar, Pendidikan Non Formal Pengalaman Kerja Tahun 2006 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat Tahun 2007 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat Tahun 2008 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat Tahun 2009 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat : : : : : Site Engineer PT. CADIKA UTAMA KAIDA, ST Salimpus, 16 November 1980 S.1 Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar, 2005 : Ahli Muda Pelaksana Jalan Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia

: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :

Pemb. Jalan & Maintenance Areal Tambang Ds. Santan PT. Kaltim Wiraputra Bontang Surveyor PT. Indominco Mandiri Bontang Peningkatan Jalan dan Drainase Kanaan, Bontang Barat PT. Eva Emilia Surveyor Dinas P.U Bontang Bontang Pemb. Jalan dan maintenance Areal Tambang Tandung Mayang PT. Kaka Rahayu Surveyor PT. Kitadin Bontang Pemb. Jalan Lingkar Luar Nunukan Nunukan, Kalimantan Timur PT. Gerbang Borneo Surveyor Pemkab. Nunukan Nunukan, Kalimantan Timur

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini. Bontang, 09 Januari 2012 Yang membuat pernyataan,

Mengetahui : PT. CADIKA UTAMA

SAFRI Direktur

KAIDA, ST

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Posisi yang diusulkan Nama Perusahaan Nama Personil Tempat/Tanggal Lahir Pendidikan (Lembaga pendidikan, tempat dan tahun tamat belajar, Pendidikan Non Formal Pengalaman Kerja Tahun 2005 - 2007 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat Tahun 2007 - 2009 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat Tahun 2010 - 2011 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat : : : : : Pelaksana Logistik PT. CADIKA UTAMA ILHAM Bontang, 31 Mei 1986 Sekolah Menengah Kejuruan Bontang, 2004 : Pelaksana Logistik

: : : : : :

Trunkline Maintenance Service Areal Vico Indonesia PT. Novita Graha Mulia Logistik PT. Vico Indonesia Muara Badak

: : : : : :

Trunkline Maintenance Service Areal Vico Indonesia PT. Novita Graha Mulia Adm. Logistik PT. Vico Indonesia Muara Badak

: : : : : :

Maintenance Jalan dan drainase Site Plant PT. Badak, NGL PT. Tri Putra Mandiri Plus Logistik PT. Badak, NGL Kota Bontang

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini. Bontang, 09 Januari 2012 Yang membuat pernyataan,

Mengetahui : PT. CADIKA UTAMA

MURSALIM DATJING

ILHAM

Direktur

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
1. 2. 3. 4. 5. Posisi yang diusulkan Nama Perusahaan Nama Personil Tempat/Tanggal Lahir Pendidikan (Lembaga pendidikan, tempat dan tahun tamat belajar, 6. Pendidikan Non Formal 7. Pengalaman Kerja Tahun 2008 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat Tahun 2009 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat Tahun 2010 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat Tahun 2011 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat : : : : : Quality Engineer PT. CADIKA UTAMA FIRMAN FADILLAH, ST Klaten, 09 Maret 1985 S.1 Teknik, Univ Islam Indonesia Yogyakarta, 2007 : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Pemb. jalan Hauling Areal Tambang Tandung Mayang PT. Kaka Rahayu Staff Logistik PT. Kitadin, Site Tandung Mayang Kota Bontang Pemb. Jalan Lingkar Luar Nunukan Nunukan, Kalimantan Timur PT. Gerbang Borneo Logistik Pemkab. Nunukan Nunukan, Kalimantan Timur Pemb. Jalan dan drainase Areal Pembangunan Pabrik Ammonium Nitrate PT. Graha Mandala Werehouse PT. Rekayasa Industri Kota Bontang Pemb. Rumah Layak Huni Kab. Nunukan PT. Novi Aurelia Perkasa Logistik Dinas PU TK. I Kaltim Samarinda

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Posisi yang diusulkan Nama Perusahaan Nama Personil Tempat/Tanggal Lahir Pendidikan (Lembaga pendidikan, tempat dan tahun tamat belajar, Pendidikan Non Formal Pengalaman Kerja Tahun 2002 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat g. Waktu pelaksanaan Tahun 2004 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat g. Waktu pelaksanaan Tahun 2006 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat g. Waktu pelaksanaan Tahun 2009 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat g. Waktu pelaksanaan : : : : : Safety Engineer PT. CADIKA UTAMA YUFITA TRIYANTI Ujung Pandang, 02 Juli 1972 Universitas Tanjung Pura Tanjung Pura 2002 : Sertifikat Computer

: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :

Pembangunan Kantor Kejaksaan Bontang Bontang, Kalimantan Timur PT. Multi Anugerah Utama Logistik Pemkot Bontang Kota Bontang 15 Jul 2001 s/d 11 Jun 2002 Pembangunan Jalan Bt. Reddi Sangtta Sangatta PT. Mitra Utama Selaras Logistik DPU Kab. Sangatta Sangatta 15 Jul 2004 s/d 21 Nov 2005 Pemb. SMP 1 Unggulan Nunukan Kab. Nunukan PT. Borneo Abadi Jaya Mandiri Logistik DPU Kab. Nunukan Kota Bontang 03 Mei 2006 s/d 07 Nov 2006 Pemb. Jalan Lingkar Luar Nunukan Nunukan, Kalimantan Timur PT. Gerbang Borneo Logistik Pemkab. Nunukan Nunukan, Kalimantan Timur 25 sep 2008 s/d 28 Apr 2009

Tahun 2010 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat g. Waktu pelaksanaan

: : : : : : :

Pemb. Work Shop Site Tandung Mayang PT. Lam Hot Mauli Pelaksana PT. Pama Persada Kota Bontang 08 Feb 2010 s/d 10 Nov 2010

Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Jika terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini. Bontang, 27 September 2011 Yang membuat pernyataan,

Mengetahui : PT. CADIKA UTAMA

Hj. SARI MEGAWATI Direktur

YUFITA TRIYANTI

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Posisi yang diusulkan Nama Perusahaan Nama Personil Tempat/Tanggal Lahir Pendidikan (Lembaga pendidikan, tempat dan tahun tamat belajar, Pendidikan Non Formal Pengalaman Kerja Tahun 2005 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat g. Waktu pelaksanaan Tahun 2007 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat g. Waktu pelaksanaan Tahun 2008 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat g. Waktu pelaksanaan Tahun 2009 a. Nama Proyek b. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Pemberi Tugas f. Alamat g. Waktu pelaksanaan : : : : : Bridge Engineer PT. CADIKA UTAMA SUJONO Medan, 16 Desember 1981 SARJANA TEKNIK SAMARINDA : Kursus Komputer& Sertifikat Keterampilan Kerja

: : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : :

Pemb. Jalan Kawasan Pabrik Ammonium Nitrate Area Pabrik PT. Kaltim Parna Industri PT. Long Segar Administrasi PT. Kaltim Parna Industri Bontang 20 Apr 2005 s/d 21 Des 2005 Peningkatan Jalan dan Drainase Ds. Sekambing Bontang Lestari PT. Eva Emilia Administrasi Dinas PU Bontang Kota Bontang 09 Mar 2007 s/d 10 Nov 2007 Pemb. Jalan dan maintenance Areal Tambang Tandung Mayang PT. Kaka Rahayu Administrasi PT. Kitadin, Site Tandung Mayang Kota Bontang 09 Mar 2008 s/d 10 Apr 2008 Service Jalan Area Site Plant PT. Badak, NGL PT. Nur Maulana Administrasi PT. Badak, NGL Kota Bontang 09 Mar 2009 s/d 10 Nov 2009

Posisi Penugasan e. Lokasi Proyek c. Nama Perusahaan d.U Bontang Bontang 26 Apr 2011 s/d 27 Jul 2011 Daftar riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan penuh rasa tanggung jawab. Waktu pelaksanaan : : : : : : : : : : : : : : Peningkatan Jalan Cut Nyak Dien Kec. Pemberi Tugas f. Long Segar Administrasi Dinas P. Alamat g.Tahun 2010 a. Lokasi Proyek c. MURSALIM DATJING Direktur SUJONO . 27 September 2011 Yang membuat pernyataan. CADIKA UTAMA Bontang. Nama Proyek b. Jika terdapat pengungkapan keterangan yang tidak benar secara sengaja atau sepatutnya diduga maka saya siap untuk digugurkan dari proses pelelangan ini. Nama Proyek b. Mengetahui : PT. Nama Perusahaan d. Posisi Penugasan e. Bontang Utara PT. Pemberi Tugas f. Waktu pelaksanaan Tahun 2011 a. Alamat g. Lam Hot Mauli Administrasi Dinas PU Bontang Kota Bontang 08 Feb 2010 s/d 09 Mei 2010 Peningkatan Jalan Tembus Pupuk Kaltim Kota Bontang PT.

9iIK PTSlLPJ KlDNIIV200 1 A TA K I SERTIFIKAT KEAHLIAN No.i..·.·..A AHL I K0N STll UK: :1 I:-':O O> ':J... 5EiUNGGA DENGAN 1)EM IKIAN...~S.. I I DIREG1$TR'..G/. .'.nj'\S:\ Kon muK s\ No.. TELAH MEMENUH I SEMUA r..H Ll MUDA ~r:DflGAl : PELAKSANA 5TRDKTUR 011 ETAI'!{A~ .3..GI.H LEM BAGA PENGEt~6ANGAr-: JASA KON STR.. ..:.... .OQ .: .! UIt TA.'... .... DAN ..• '-:"...:':: :0..JYSI NA510"'l AL .' ~~ ASOSIA51 TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA ~ INDONESIAN SOCIETY OF CONSTR UCTIO N EXPERT .. I. ~R'n5~1/1 D Oi9215 /ATA I\' /S I(M1VIlU("IA • SI3U AI D.I'IG/\N INI MEN YAT AKA N U>\II WA .06 12.f~·'L" .1 ASO S1 AS! TJ::N t ..:ItSYAtt"TA~ S'l ASOSIAS I TENAGA ABU KON5TRUKS IIN:>ONES1A...SIOL.:'!.....SO~IASI :~NA"::. .\!·.L .'.. •···•• ·· . ... " --- " ... Akrcdlt :ul l:cm l:llg a Pcn gembang :l.. Dt:..Ii I'-IOMQR 26...'CC:. :- ri::1" Cl'·..2 ... r • . DAO AN rELAKS ANA I 1.· .v... .202. ' ~i ."..37 .\ \ " .SlJl.!...OA NC· l::-lO i\hG NCM ('lt l d T"l h)N i !i9l" T~ ~:T.30 TAHUN 2::JOO..:s: I It'' uC-'':ESiA . 2y.)!]M <. MENDAl'ATKAN SERTIFI KAT IN! UNTUK DERPRAKTEK DAN KETENTU AN 'fANG DITETA PKAN OLEH t. ALI...'f'.'... N llr-.•• ••• ·M·. DEm"v.. N KETEN':·U . .'NC JASA KONSTltUKSI DAN PERATU llAN PEMERI:-':Tt'..

. • . ~ ~'. . ... . j..:1 -. NC:l~cr .!r . :l:~:.1j . :. ··-o. .:> • . :1< ~ .. ~~~.' \ ~. .r... .' I!..lr"""-..ish:i.. ':. o.~ .. . ..\: :-1}1 I..> .-.~uslim Indonesia has SUC:5ST ully z::::corr:p.:san· r:::=. 2 1 Oes=rnber 195 1 . . -r.11/1 9S3 T ..~t~ . •• _ .j. ..jl ...t.. .:(>. J " I..-". r .= ?rof:"pr... . N:..:· .~!)~ . ':)1 C::-: ·f..J.. ....rnpL' ~ sega la persiar.~...IlIlcn t of In~! certi (jc2~~ al Moslem University of Ir..shed all requi . \ .J.I ~ . ~€ ~ ~:· 2 IS '.o ..s!f.-:...~ Rarr:f'lH. .esia.nl..::... -'.. ..~. . ~ ...j certify that· . .zah I= .~ c l BlrH~ r!.. "". Se~I~:\:ai· t+ ~I :"""'~' I ... " fJ.N · P I !. ':n9meering " ..... ~!':.-.... . ..J __.. .\TF" .".ik S·PII.:ida Universitas ~. · Siudy p !':...~ .nggai Yl .~a. /! .i$li:N IJt l iVERSITY OF 1~CONE5 I A i.'..1l1 ':.. .. ') " '" .lram S:. . t:= ....is is ~...o Enn.ss..\(~~: ~' '-:'-----' .:.!l ..... 1~0-:...rz-:\:.o!l:i 0 . ~'''''..~- -_.. ~ :' ( ~~I Tempa! d::. i'!l::~~ !)=r.' . r ~. . .\ ZMI " G lnIF I(.1 Fa%uites ~ racu:ly ·..t. t'1 ." :'.. .'":.J . ng d l t ~:-. ·'...I ~......i:itmSrlt r·· ::r..J Nan"'....J.'\ ~'. C I\'II Engm.. e~ _ -:::r 1 ':..c.ilI . t .:0..: ~ ~.!..·h.... ..cr=..! .~-1'Z-. •..! ~ .. r.. ... (/1 f Nomor· UIJ~..:..: ' .r ...:':S·::Jr ~ ..//.=!ior..bJ r-·!1. _ ...~. (etah rT'. .\ ..-:.~ . .:.... :. H: Iskandar BP..Sc..../ .'l . .." .. . j- . J·] c. J~..'FTS SL·ur'.. I...'t.:. ~ -'.. '.I ~ :'>... r.. _ _ "~ \'./ . .'.... ..1.:. S 1 .:.!uf.R ?lif!1 -" ~-_/ "......I' . . _. _ .ij .J. ".G r c':::":E:i:. ~"._. ...--~Jl\ r-......t .K·!I.!. 5 ':." \. .. i"·'· ~' .:~ Ir.....h.. . ....\:-.Imh. .<\ -0~~.i '..!" "\ .'.... .:'\ 1 -D"n~~ r"· ..:li~99Q L'rHVEKS ITA~ r'W~ l !M INDONESIA .\ .:...•·•·. C lvli Fng inc:€ring r/... 12 P ~ bru(........ _.asi .:: _ .. --j---1\ ''':> --' .'1..!.\ ":"""':'. ~ .!..-'.'~I Diberik an kepada • Tr.:.... i .J: . /1 ::-. ~ .jor. . \" r \ "I' \' r i .l !" .~\.-.. Tar!gg<!1 Lcbr· Pia . \ '.· .'-v""W .:~ J.e ~..... .~ u=..a... " >... ~ 2 Sya'l =" H ~ :. :..b. S !.~.\ I ....-" 19C!6 () .. .. : c nd Da.-/~ .r . t. ....~· j.\ Ii" . .....-::--::-"'o~.JJ..'elllents f.. .:k Mahas:s'::..1/-::..5'. _...... .... -.\ .'. J '_...!!}. ' .\ r r .!. . i.. ~..:t= I C . . : '. {( ~ 11'1):.~!!tl Jun..J.= '.:... ..:. ' 7..! J J . . 1 .. .J.....!. =!eg. .:.-:....\ . ~-'I.\ r..:r :i': !'! i?tIJi. \' I ...... ::·~"/ ~~-:.!. I T....f. ":-_::....r i :. Si3 i.• ~ r: ." ' . r = ~r. ' tl2E<.t .." :iJpli .. r--LI P::.:..:""'"-'-'.r:J~ch IJ. '1. H.. .• . . j...O·c. .:' t!rll uk f1lemp. J33 J'JI !S J 1U33i273Sl I?.:.n y.' ... .\IjRM ....~\t . y.::r ::~\ ~......1('" l'~ u m t>. .:c P:sre. r..oj oJ 22 m.-j/:'O'/r:~~~ . ..:.\".....

".. . .. ' .' .... : ~ ~ . . ".' . .'. '"' a~~oId 11' U '1 * . ..

9...'7 ~('/.t9!JJ N. ~ ' " "..:... ..~j)niyD. . U ·. .. '~' lJ 1...~ \:-..~i I!i ..: __ RllljNY HANITIJO SOEMITRO....' ../ Kopertis Wilayah VI \C.....I. 9)e. . .~..<>...L '.. . ..:4.Jf ..... .R.O.. ::'::C.:': t • ..rr~.. .... SH / ' . ~. Semarang...Nomor seri ljazah 3..f:._'J .)'-. " J. . ."/-' . \ "' ~ " '::' \ T~ : IWII0" 'f'.' : L .1'l5. .1\ . --.' '1.. "'-=-'""-_~ftandasahkan oltih : .tO. S1 ....... _ ..6..'e!'_¥~H...80.. 'I>Rf'lF:' .. \ '.\W.SOO~£.... ~ ~/ /~ . .... . : 130350517 ~...' .0{ fj......--.[/). ...... 5.1 .' .. ..1"" ...... KAN : w ..-..9 Sarjana ( S.1~~'" ~.I.P... .•. ... ..tS0439:7.0.L~-u.:....5030J. .'~)~ ~l-'il> ..---~- 9 ' v' 'i \\~~JM -" ~ ''1 . UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 ( UNTAG ) SEMARANG Memberikan ljazatl kepada Tempat dan tanggal lahir NIRM 1!ie.....e. / '..-______ N . ..epani .:. ·:'\l. .. ~ ". .'...~ .ma:1:Q..19.\lX ...7. ..\\) i K~nator '. c.4.. '''MA k' >-' '~\. F _ / :<.no.. SUJA NTO 111301 ~' - DRS Nrp. .... Program Pendidikan Fakultas Jurusan Program Studi S t atus Teknik Teknik Sipil Teknlk SipU Dlakul berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0789/0/1987 tanggal ~2 Desem ber 1987 tjazah ini diserahkan setetah yang borsangkutan memenuhi semua persyaratan yang ditentukan dan kepadanya dilimpahkan segala wewenang dan hak yang berhubungan dengan Ijazah yang dimilildnya..~..: ..

~t."..VTII'Utlll J .....f'AOVlNSI KALIMANTAN TIMUR KOTA kONTANG T... ....". «14010101$1DOO.IIiK. . ' O•• . II HillIn IIOVrT'lHO IOI!MHI ......' I(. .bI' .. III._ . (""" "'''It il' ".. " . """" 11TH Key GoL Omll~.. . . 1' "'. .

. Akan patuh mdaksanakan Kode Etik Profesi yang ditetapkan oleh ATAKI.060159-6598 Ditetapkan di: Jakarta Tangsal: IS-May-20lO 1"1 ..05. b) menerima sanksi apapun apabila saya melanggar janji tersebut. 17. Akan mematuhi segala ketentuan hukum yang sah berlaku di tempat dilaksanakannya karya saya. Saya yang ber" HERI SETIONO S. ST Anggota ATAKI No .PERNYATAAN Saya yang berlanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa dalam berpraktek sebagai : AHLI MADYA PELAKSANA JALAN Saya berpnji : 1. Dengan ini saya menyatakan pula bahwa saya: a) mengakui dan mcnerima scpcnuhnya wcwcnang ATAKI untuk mcnitai pengaduan dan alau keluhan apapun dan masyarnkat yang menyangkut janji tersebm di alas. 2.

SEHINGGA DENGAN OEMIKIAN.1l ini berlaku selama 3 tahun sejak tanggal dilttapkan No.2. DAN 30 TAHUN 2000. _ ~ P lll\1:9.ASOSIASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA INDONESIAN SOCIETY OF CONSTRUCTION EXPERT Akreditasi Lembaga Penge mbanga n Jasa Konstruksi No.. 101370 I I . SOEMARJANTO.l ~A.. HUN KETUA UMUM OJREGISTRAS10LEH LEMBAGA PENGEMMNGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL BADAN PELAKSANA Jr. .306.. T~ ~I6~I2QJ9. BERHAK MENDAPATKAN SERT1FlKAT INl UNTUK BERPRAKTEK SEBAGAI : AHLI MADYA PELAKSANA JALAN DlTETAPKAN 01 JAKARTA TANGGAL IS-May-2010 PENGURUS rUSAT ASOSIASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA I e MA N AHARA R SIA. 29..09. 044391 SESUAI DENGAN KETENTUAN UNDANG·UNDANG NOMOR 18 TAHUN 1999 TENTANG JASA KONSTRUKSI DAN PERATURAN PEMER1NTAH NOMQR 28. 94/KPTSlLPjKlDNIIII2004 ATAKI ~ SERTIFIKAT KEAHLIAN No. MM h DlREKTUR Xrtifik.. .2.N. ST TELAH MEMENUHI SEMUA PERSYARATAN DAN KETENTUAN YANG DITETAPKAN OLEH ASOSIA$I TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESlA. Rtgistrasi: 1... ASOSIA$1 TENAGA AH U KONSTRU K$II NDONE51A DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA HERI SETIONO 5. .57.

..Y..... . M........ Z-7"1Q... .... anak dari ..Z)5......iI~ ....~I4"9............L~:Y:~~_Q..l~ '.~.. 1LHAM ..........7....: DEPARTEMENPEN~.1...~ / . '»oml4"9. nomor ... . ...... Penyelenggara Ujian Nasional menerangkan bahwa: ."~ ..I:4'19'······················· ·· ······ ... .. No.. .......<:l:?" . ~:l+p~r...y.~Um...W4m·~·~"n..........tJ w B' ~..... ........Jl~"m......Rl9~5.......... ..... Kepala Sekolah Menengah Kejuruan .. ~1P...i-:.... '.........8?ril .... ..rH+t': .. .'Xili:i-J:1tileJ:l-Pt1: ........:?:"".... ... ...J:'D. tanggal .....!~............... .(nomor induk ....nm-1:'r.~~~~~~~J~~" REPUBLIK 1~""I~ 1 SEKOLAH MENENGAH KEJU TAHUN Bidang Keahlian: 1:~11iAL~:t~!~ ____ _ Program Keahlian: T~~!!il..-:I..........9""" .. .. di .~. . M.......· ..... .... .....1........... ........ telah lulus mengikuti Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2003/2004.....\:C»wHf Berdasarkan Surat Keputusan ..' ......... lahir pada tanggal .DH::1('Mk 07 08700 ...... . J?"... .. Provinsi .... ... ... ... .......... .... ...... . :4. sekolah asal ......9.....!~...9....$M~..

.CONTRACTORS . under contract service with VICO Indonesia Bid 34230. (+62. Haryono Komplek Ruko Tamansari Sulcit Mutlara (WIKA) Siok A. 21 Juli 2009 PT. Confirmcnd by Muar.nination AJasan Bcrhcnti July 17.2009 JOB COMPLETED Remarks Keterangan we wish to express our thanks for his eUarts and participation 011 his assegment and wish him success in the future.5 1 I'LlERS . GRAHA MULIA . as the following information: Work Contract Kontrak Kerja Work Location Telah dipekerjakan kepada PT. Novita Graha Mulia. maka segala sesuatu yang berhubungan dengan pemutusan hubungan kerja telah diterima dengan baik dan tidak ada tuntutan apapun dikernudian hari. 1 No. .542) .2007 Thru July 17.RENTALS & SERVICES PT. Badnk. MT.com CERTIFICATE EMPLOYMENT NO. 1981ADMINGM . 17 Balikpapan 76125 . NOVITA GRAHA MULIA JI. Fax.s42) 873011 E-mail: ptnovita@yahoo.BDKNll12009 This Is Certify That Bersama ini Menerangkan Bahwa : NAME:ILHAM Had been employed by PT.. Dengan terbitnya surat ini. 34230 dengan keterangan sebagai berikut : TRUNKLINE MAINTENANCE SERVICES BADAK FIELD ADMINISTRATION Lokasi Kerja Reeinning Clasification Jabatan Awol Final Clasification ADMINISTRATION Jabotan Tcrakhir Period of Service Masa Kcrja Reason For TC!5. dalam kontrak kerja dengan VICO Indonesia Bid.873241. Kami mengucapkan terima kasih atas usaha dan partisipasinya selama Bertugas dan semoga lebih berhasil pada masa mendatang. Novita Graba Mulia.Kalimantan Timur Phone: (+62-.

m konlmk kerja dengan VICO Indonesi. maka segala sesualu yang berhubungan dengan pemutusan hubungan kerja telah diterima dengan baik dan tidak ada tllntutan apapun dikemudian hari. 23330 dengan kelerangan sebagai berikut : TRUNKLINE MAINTENANCE SERVICES Kontrak Kerjn Work Location BADAKFIELD Lokasi Kerjn Beginning Clasjfication Jabatan Awn! Final Clasiticatjon Jabatan Terakhir Period of Service Masa Kel'ja Reason For Terminati on Alasan Berhcnti LOGISTIC LOGISTIC July 17. 2007 PT. Grahn Muli. dal. . under contract service with VIeO Indonesia Bid 23330.2005 Th r u July 17. Dengan terbitnya sural ini. MT. 19 Jul.873241.. (+62-542) 873011 E-mail: ptnovita@yOlhoo. OIZA PT. u . Confirlltrnd by Muara Badak.2007 JOB COMPLETED Remarks Keterangau we wish to express our thanks for his ettorts and participation on his asscgment and wish him success in the future..Kalimantan "Timur Pl10ne : (+62-642) ... 17 Balikpapan 76125 . GRAHA MULIA . Bid. 1 No. Fax. 055/ADMlNGM • BDKJVI1!2007 This Is Certify That Bersama ini Menerangkan Bahwa : NAME:ILHAM Had been employed by PT.CONTRACTORS .. Kami mengncapkan terima kasih atas llsaha dan partisipasinya sclama Bertugas dan semoga lebih berhasil pada masa mendatang. Haryono Komplek Ruko Tamansarl Bukit MuUara (WIKA) BlokA. as the following information: Work Contract Telah dipekerjakan kepada PT. NOVITA GRANA MU SUPPLlER~ • REIHALS & SERVICES JI. .com CERTffICATEEMPLOYMENT NO. Novita Graha Mulia. Novit.

20 APRIL 2003 :SAMARINDA SAMARINDA.~~~ BALAI PELATIHAN KONSTRUKSI ...) . ST :PON~AK. DEPARTEMEN PERMUKJMAN DAN PRASARANA WILAY AH BADANPENGEMBANGANSUMBERDAYAMANUS~ PUSI\T PIlIATIBAN JI\SI\ KONSTRUKSI SEBTIFIKAT NO: 309/SIlRT/IV/03 DlBERlKAN KEPADA TEMPAT & TANGGALLAHIR : YUFITA TRIYANTI.- . r. 20 APRIL 2003 ~ 1~..D.02JUNI 1978 TELAH MENGIKUTI PELATIIIAN KESELAMATAN DAN KESEDATAN KEBJA YANG DlSELENGGARAKAN BPD GAPENSI KALIMANTAN TlMUR BEKERJASAMA DENGAN PUSLATJAKONS DEPARTEMEN KIMPRASWIL PADA TANGGAL Dl : 16 S..

..'-• '"'.u3ri Tzbun DU2 Rib~ .) ..njlln~pur ~ .. YUFITA TRIYANTi Nlr~: 0 11196111 I.-arlt ~ tndidik :1 n PJd:J Pr.~r. :J ..ljib:lD ~!:l!I:mtltkat p:ada gtl:sr tt:'"5:fhClt.'1"'! " . SARJAN A ]...". ..a h mc. : fJ. .Ieb .1 2 Junl 1978 It...cbab iiu kepadanya uibtriii'!VlfIlfta.'nak padalang:ga.--.• u:?R'/"·.dan kt\\... Diberikan di Ponli.IUO' Teknik Sipil .3~: UIt:lS Td ~ njk / P...:'. II_~ ' I . '7'" . .i ·oJ.:nytlts:ai k 30 dtngar..! Enam Peb..'I "' O~O . bJ i k 112D memtnuhi sr:3la !:.!..I ~' I S I : ~ .In<NIK ( S. /" -'" ..T. ) beSHU seg3 h : 'lak . • . .h ir di Pontianak laogg.:-/jL .eklor T:. . "..:---"Ir-"'..'- Dt-kan . .' ? I ' .

.GA~ \IL \\ JASA KONSTRUKSI 'AS[O:. -. ASOSlASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA INDONESIAN SOCIETY OF CONSTRU CTION EXPERT ATAKI SERTIFIKAT KEAHLIAN 3171 RlHVI91IlA T AKI"KAJI\'IWtN ~ 032226 )ASA KO:\STRUK.."''\: DI-'I[I\1.-\R.l. .-". \ DE'\:G..\ Ir. .' lJ U.I.." SFRTlF1K..'i\ D:\.orMARJ AN TO.'\ ['I \IE')...\' D\' K TE'S l ':'\1 DITE1\rKA [Ii .\DA~ PELAK$.'t'''. TRl 'K. l n:\)\.' 3 HHl \: 1 [1.E1n.-":C.\T.\$OSIA51 Tl'\.J mi berbku ~t!1ama ~rt1fikat 3 uhun scpk tar gsal dlw p\.\.~PT.\ DL'(.\ {)6·Arr ·l(\(19 I'E:'\GlJRlS rC".C \l l.-\ AHll KO.\t..LIII SE\lliA PERS)'..\ ASOS1AS I Tll\"AG.(.K.\SOSIA$1 Tl:\AGA AHU KO:'\STRUKS! l:-':lXl'E"lA.-\"\ Jr. q 'AHLI MUDA PELAKSANA STRUKTUR D1TFTArK.."': PERATLIl\~ PE\IERI'TAH :\0\1L R l.[ l'DO:'\l~!.. ST TEUH \ IEME. " FIRMAN FADHILAH ...\" BERII.\K 'IE'DAPA!K.\11\\. MM DIRLKTUR I.. MANA IIARA It . 2( Dl.:51 J'\[)(.\J ':\11 'IE B.an 1 :'\0 RcgiSlrasl J •• .\G:\ ·nl ll KO'STRU.-\l B.IA IIAAN -----~ KElL \ OI REG ISTRA$IOLEll LEM BAGA P E :\ GH.\T .\." .

) U'r . \It ".\\ ~ ~.ll 1 JlIJk-. bUI • rIR\1A'\ H.."" n 1 n ..tn~n jan.llggal l1b.I!.mnl.In 1nt"I11. AhlLI MUDA P ELAKSA N A STRU KTU R • ! -\\...n h ~p..111): ~..U dllcmp.. ..[ t ng.llolS n en.lllnIU..ln..1n men .t\.liUhl ~c·g.:l\ :I men\ n b lJ .lh hrrl.1 kJr. ma ~nk I <lp .na s<:pcn h a1.1 o to ko Jakarta -..akul 1.DII Il .lplln Jan u n I ~bOlI dl.Apr-:!l"llIQ j •• .m hukUtn \.uau kduru..l1J \.

Edy Suandl HamId. M. / .:. ' .70f07 i1RfBJtJ UNIVERSIT AS ISLAM INDONESIA IJAZAH Dengan rahmat Allah SWT Universitas Islam Indonesia menyatakan bahwa. MS. ~s~96 J Nomor: 52!UII·Sl!IVARSI257.\ . 1 --..Ec.•' - ' Dr. : . . H... Pirman Padliilali NPM : 02512522 Lahir di Klaten.. .padanya diberikan gelar SARJANA TEKNIK (ST) beserta segala hak dan kewajlban yang melekat pada gelar tersebut.'/o .!.. tl.ry ~. fr. Prof. <t c' ._IU-. Ruzarclr. Fakultas Teknik 5ipil dan Perencanaan • K.. ~fl~'~ ~ ... 09 Maret 1985 Telah mem. liY-:i'rAl \\lni.. Dr. ~' k:~·. r. 24 Nopember 2007 Dekan.I' .nuhi persyaratan pendidikan sarjana pada PROGRAM STUDI ARSITEKTUR Terakreditasi A..._ v_' l_~ I.ektor. . H.).... Yogyakarta.

$AIIIARINDf.1menyatakan bahwa : . Dengan . 132002 4Q5 ~ - - - -# r ~ . Vda. .) beserta segala hak dan kewajiban yang melek"t pada sebutan tersebut.Md.r. 19~ L"hir di: '..6<u< O~ 7akH V«4 iRlIa Sak KcWa Jnrusqu. ~uiono • NJM.: J8613018 S-">ja-. (]U NIP. 1'179 telah menyelesaikan dengan baik dan memenuhi segala syarat Pendidi~ Teknik Sipil oleh sebab itu kepadanya AHLI l\1ADYA (A. . Diberikan di Samarinda pada tanggal : .

.n • ASOSIASI TENAGA AHLI KONSTRUKSI INDONESIA INDONESIAN SOGETY OF CONSTRUCTION EXPERT Akrcditasi Lcmbag3 rc:ngC:n1b 3 n g:l nJ a~..\!\" IN l !I! !.l'IiI ......si . 30 TA I-I UN 2000.. R. SEHI!\GGA O£:!\'GAN CEMiJ... ~C- '. --------. ......------ - No_Rcgistn.)!J7.l..t @ ATAKI Konstruksi No. A50SI.:...081232 " ..._ /.....' "~'....IN OLEti A5051A51 TENAGA AIRI KON$TRUK$I I1\JCNESiA.... Satifikat ini bcrlaku sd .. ~ 334H/ 11ll9l1ATAKIIS KANnOO9 ScSUA\ CENGt..\HAR..1-.k unSf:11dilct:lphn ---....S IAHA.J.N PELA!<SAN'..1:-'1 ... 94/KPTSllPJKlDNIIU200i ScRTIFlKAT KEAHUAN No.1..\by .. _ _ ........ 29.\N OIREG1STRASI........-~ I(ETUA U~IUM Ir..l0R 18 TAI1UN 1999 TENTANG DA~ JASA KONSTRUK5! DAN l'Ell4....: IAN uER'-IAK MENDJ\PATKAN SERTIFIKAT INI Uf\TUK IlERPIV\KT~K Sf-MG/I I : AHU MlCDA rEL~KSANASTRUKTUR DIT ET. Nm.~! I ~E·I·ENTUAN UNDANG ·UND.I\ 01 !-\K.I. ...\(...._SOEMAI\JANTO. Md TEtAH MEMENUHI SEMUA PERSYARA1AN DAN KETE NTUA:'\ YANG DITETAPK.09.. MAN......:--......... _ ... A.)LEH LEMBhGA P=NGEMBANGAf' J ASA KONST Rt:KSl NASIONAL BAO/. 034108 .\ i\!ill "O:\'5T"l'''~1 1'1" .TURJ\N l'EMEJUNTAIi NOMQ[{ 2b..WI:"':..PTA • lA:\'Gl~:\l : 22.'i( ._ OIREKTU R . OENG.3 12hun scj.\SI"d ::NAGA M i ll KONS":-IWKS II NDONESIA.....202.\N(. 1. ..... (I<J9 rEI\'CURL'S rU5AT :\5051 1\51 T1:::-:.....lY:\rA tv\ N UA1IWA: SUJONO. MM .

13 Februari.- 20 Ton 2.Daftar Peralatan Utama No 1 /enis Perala tan /umlah 3 Kapasitas 4 LokasiSekarang 2 . Sewa/Sewa BeJi/MiJik " I 6 1 2 ---. 2012 PT~ CADIKA UTAMA Direktu r .­ Dumptruck Pile Driver + Hammer Crane on Track Welding Set Concrete Mixer Water Tanker 2 Unit 1Unit lUni t ~ .5 Ton 35 Ton 40 Ton --- Nunukan Nunukan Nunukan Nunukan Nunukan Nunukan I Sewa/Kerjasama Sewa/Kerjasama Sewa/Kerjasama Sewa/Kerjasallla Sewa/Kerjasama Sewa/Kerjasama I 3 4 5 1 Unit 2Unit 1 Unit 500 Ltr 4000 Ltr -- 6 Samarinda. .

: 005jSPK/PSP-CUjNNK/llj2011 Yang bertanda tangan dibawah ini masing-masing : I. 08125327858 SURAT PERJANJIAN KERJASAMA No. SENORA PRATAMA SUNOl SENORA r\i.ol. Demikian surat perjanjian ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. A.A lSI PERJANJIAN Sehubungan dengan adanya Pelelangan Pekerjaan (Tender) Proyek APBD Tingkat I Provinsi Kalimantan Timur Tahun Anggaran 2012 di Samarinda... PI1T1lA SENDIlll PIlllTAHA 1\iIUt•• u.. YAN"I RT. Nunukan.. Pihak Kesatu memberikan bantuan kerjasama kepada Pihak Kedua untuk menyelesaikan Pekerjaan tersebut diatas sesuai batas waktu yang ditetapkan apabila tender tersebut diatas dimenangkan oleh Pihak Kedua .. . eelVlWACi_ • ft. Maka Pihak Kesatu dan Pihak Kedua sebagaimana tersebut diatas sepakat mengadakan Perjanjian kerjasama sebagai berikut : 1. . A'I'&UI '* )1...h .. Dalam menyelesaikan paket pekerjaan tersebut Pihak Kedua dapat mempergunakan alat maupun peralatan yang dimiliki oleh Pihak Kedua (terlampir) sesuai dengan kebutuhan volume pekerjaan pada . . CAOIKA UTA. 08 Februari 2012 PIHAK KEOUA. PUTRA SENORA PRATAMA Disebut sebagai PIHAK KESAIV II. . Nama Paket pekerjaan Pembangunan Jembatan Lingkar Pulau Nunukan. CAOlKA UTAMA METERA I Tr:MPE I . . 17 NO. PT... N a m a : SUNOl SENORA Jabatan : Direktur PT.: 62.N a m a Jabatan Dlsebut sebagai PIHAK KEOUA : MURSALIM OATJING : Direktur PT. . 196 SAMARINDA Telp.. . 2.. ~ '1 PT.741767· HP... '~. PIHAK KESATU... ekerjaan Pembangunan Jembatan Lingkar Pulau Nunukan sampai p selesai.541..

811. 08t25327858 Lampiran Surat Perjanjian Kerjasama No. 08 Februari 2012 PT. 3. .5 ton 35 ton 40 ton 500 Itr 4000 Itr 2 1 1 1 2 1 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Nunukan. t7 N t96 SANARINDA •. 4.. Pile Driver + Hammer Crane on Track Welding set Concrete Mixer 6. PIJ'I'IIA SENORA PRATAMA QJDIDIlU. : 62. Dump Truck 2. m~. JL.na • IN.PI. A. . PUTRA SENDRA PRATAMA . fANI RI. Water Tanker 20 ton 2.741767· UP. : 005ISPK/PSP-CUINNKlIJI2011 DAFTAR PERALATAN 1.541. . 5. Telp.

13 Februari 2012 PT. Samarinda. CADIKA UTAMA Direktur .PAETAR BARANG YANG PIIMPOR No 1 Nama 2 Spesifikasi 3 Satuan 4 Jumlah S Harga § Ni l I ~ r I iii.

800.000.400.00 -­ - 158.768.495.040.040.857.400.800. 13 Februari 2012 PT.768.495.00 317.00 63.00 317.00 317.00 2.00 317.800.000.174.040.200.814.00 3.174.REKAPITULASI PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI (IKDN) Uraian Pekerjaan 1 Nilai Gabungan Barang /Iasa (Rp) KDN KLN l I I 3.00 158.400.00 95.00 317.476.174.00 317.814.738.400.476.400.00 3.174.291.00 Samarinda.539.00 ! - · I III Manajemen Proyek Dan Perekeyasaan 158.495.291.360.476.000. CADIKA UTAMA Direktul' .476.174.243.291.000.00 · 2.476.200.00 Total 4 TKDN Barang jJasa 5 Gabungan 6 I j A I II Barang Material Langsung ( Baha n Baku) Perala tan (Barang ladi) Sub Total Barang lasa 2.00 I IV Alat Kerja j Fasilitas Kerja V lasa Umum B Sub Total Barang C - · TOTAL Biaya (A+B) % TKD Gabungan Barang & lasa - 3.00 95.800.768.738.768.857.00 95.00 2.243.00 2.800.539.768.400.476.539.243.00 2.00 3.360.800.738.00 63.857.00 63.360.000.200.814.

ANALISA TEKNIS SATUAN PEKERJAAN Jenis Pekerjaan : Pembangunan Jembatan Lingkar Pulau Nunukan Satuan/Unit : Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Timur Nomor Pembayaran No 1 Uraian 2 Satuan 3 Kuantitas/Koefisien 4 Upah/Tenaga Kerja Pekerja Tukang Mandor Operator Pembantu Operator Sopir/ driver Mekanik Pembantu Mekanik Kepala Tukang II Bahan/ Material Semen Pasir Kayu Perancah Air Baja Tulangan Ulir D34 Agregat Kasar Baja Tulangan Polos Ulir U233 Tiang Pancang III Peralatan Dumptruck Pile Driver + Hammer Crane On Track Welding Set Concrete Mixer Water Tanker I Jam Jam Jam Jam Jam Jam Jam Jam Jam M3 M3 M2 Liter Kg M3 Kg M' Unit Unit Unit Unit Unit Unit .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

bahan habis dipakai dan operator.03 9.90 10. TENAGA Pekerja Tukang Mandor (L01) (L02) (L03) jam jam jam 0. volume dan/atau ukuran berat untuk bahan-bahan.93 JUMLAH HARGA TENAGA B. BAHAN DAN PERALATAN ( A + B + C ) 22.57 OVERHEAD & PROFIT 10.0001 0.99 3.0001 0. 3. 3.0500 0.68 10.109.000.29 25.87 352.00 60. .00 8. KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN KUANTITAS HARGA SATUAN (Rp.90 58.236.500. 1.00 7. PERALATAN Trailer Crane Genset Welding Set Alat Bantu (E29) (E07) (E12) (E32) jam jam jam Ls Ls 0. 2.36 32. F.6 (7) : Penyediaan Tiang Pancang Baja : Kg NO.03 SATUAN dapat berdasarkan atas jam operasi untuk Tenaga Kerja dan Peralatan.) JUMLAH HARGA (Rp. Biaya satuan sudah termasuk pengeluaran untuk seluruh pajak yang berkaitan (tetapi tidak termasuk PPN yang dibayar dari kontrak) dan biaya-biaya lainnya.0004 1.656.000.0012 0.0004 0.133.50 216.64 JUMLAH HARGA TENAGA.085.359. 2.00 JUMLAH HARGA PERALATAN D.695. BAHAN Pipa baja Plat Baja Kawat Las M52 M48 M51 Kg Kg Dos 1.00 16. 4.750.08 96. 1.500.126.46 HARGA SATUAN PEKERJAAN ( D + E ) 24. 3.55 43.0000 325.00 15.37 42.0003 0. JENIS PEKERJAAN SATUAN PEMBAYARAN : : Jembatan Grider Bentang 20 m : Pembangunan Jembatan Lingkar Pulau Nunukan : KALIMANTAN TIMUR : 7. 1. Note: 1 2 3 4 210. E.000.2100 0.00 2. 5. Kuantitas satuan adalah kuantitas setiap komponen untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan dari nomor mata pembayaran.364.0500 15.000.00 JUMLAH HARGA BAHAN C.0 % x D 2. 2.) A.Analisa EI-767 ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN PENYEDIAAN TIANG PANCANG PROYEK NAMA KEGIATAN NAMA PEKERJAAN PROP / KAB / KODYA ITEM PEMBAYARAN NO.601.99 36.0037 6.00 3.00 22. Biaya satuan untuk peralatan sudah termasuk bahan bakar.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

BAB I PERSYARATAN UMUM Sebelum memulai pekerjaan pokok kontraktor terlebih dahulu harus menyiapkan segala hal yang berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan ini. Pekerjaan-pekerjaan tersebut meliputi : 1. Kontraktor harus memasang dan mengukur secara teliti patok Bench Mark (BM) pada lokasi tertentu sepanjang proyek untuk memungkinkan perancangan kembali. lebar bahu. waterpass dan rambu-rambunya Concrete Mixer 1. Alat-alat yang harus disediakan antara lain Shovel loader Bulldozer Excavator Dumptruck Vibratory compactor / tamper Generator set Alat ukur TO / Theodolit TO /. I-1 . pemerintah daerah dan instansi-instansi lain yang berhubungan dengan pekerjaan ini. b.1. MOBILISASI PERALATAN Penyediaan pengangkutan. pengukuran sipat datar dari perkerasan atau penentuan titik dari pekerjaan yang akan dilakukan. Kontraktor harus menentukan titik patok konstruksi yang menunjukkan garis dan kemiringan kolam-kolam pengolahan serta prasarana penunjang lainnya (jalan.2. peralatan-peralatan. kendaraan-kendaraan / alatalat besar yang menunjang pelaksanaan proyek baik menyewa maupun milik perusahaan. kecuali atas pertimbangan tertentu dan atas persetujuan pemberi tugas atau team pengawas. dan lain-lain) sesuai dengan penampang rnelintang standar yang diberikan dalam gambar rencana dan harus mendapatkan persetujuan Direksi/ Pengawas sebelum memulai konstruksi. PENGUKURAN DAN PEMATOKAN a. Kontraktor harus sudah menyelesaikan perijinan pada lingkungan. saluran. Patok monumen yang permanent harus dibangun di atas tanah yang tidak akan terganggu/ dipindahkan. kontraktor serta dianggap telah masuk dalam harga penawaran. Segala hal biaya yang menyangkut perijinan ini adalah menjadi beban dan tanggung jawab.

Alat ukur yang digunakan antara lain : 1). Jika menurut pendapat Direksi / Pengawas diperlukan perubahan dari garis dan kemiringan. Pada titik PI dipasang satu patok beton. Kontraktor harus menyediakan akomodasi kantor yang cocok dan dan fasilitas yang memenuhi untuk kebutuhan proyek. Theodolit Wild TO atau yang sederajat beserta perlengkapannya sebanyak 1 set. PEMBUATAN DIREKSI KEET Untuk setiap proyek. Titik awal dan akhir sumbu jalan diikatkan kepada titik-titik polygon. sumbu jalan yang direncanakan ditentukan di lapangan berdasarkan hasil gambar yang telah disetujui Direksi / Pengawas dengan cara sebagai berikut : 1). Titik-titik penting pada tikungan ditentukan di lapangan dengan memasang patok-patok pembantu. baik sebelum maupun sesudah penentuan patok. dicat pakai meni dan posisinya tidak boleh berubah selama pelaksanaan konstruksi. I-2 . Masing-masing buah patok beton diletakkan di tepi daerah penguasaan jalan sebagai titik penolong. Patok-patok tersebut diberi tanda dan nomor urut serta dibedakan dari patok polygon. Khusus untuk pekerjaan jalan. 2). Sebelum pekerjaan fisik dimulai posisi-posisi patok tersebut harus diperiksa dan disetujui oleh Direksi / Pengawas Lapangan. 1.3.Patok yang digunakan berukuran minimal (5 x 7) cm2. Direksi / Pengawas akan mengeluarkan instruksi terperinci kepada Kontraktor untuk perubahan tersebut dan kontraktor harus mengubah penentuan patok untuk persetujuan lebih lanjut. d. 4). Patok harus keras. c. Selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung tidak boleh mengganggu kelancaran aktivitas pekedaan lain disekitarnya. Semua alat ukur beserta perlengkapannya yang diperlukan untuk proyek harus selalu siap di lapangan selama pelaksanaan berlangsung. e. Waterpas NAK-2 atau yang sederajat beserta perlengkapannya sebanyak 1 set. 2). 3).

1. paling lambat dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender setelah Surat Keputusan Penunjukkan (SPK) diterima kontraktor. Rencana Kerja tersebut harus sudah mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Direksi/ Konsultan Pengawas. Satu salinan rencana kerja harus ditempel pada dinding di kantor kontraktor di lapangan yang selalu diikuti dengan grafik kemajuan pekerjaan (prestasi kerja).4. PHOTO PROYEK a. dicetak yang jelas dan bersih ukuran post card. Direksi Keet ini dibuat untuk jangka waktu penggunaan minimal sama dengan lama pelaksanaan pekerjaan. minimum 4m x 6m. 50 %.Ruangan yang diperlukan untuk keperluan tersebut adalah ruang pengawas dari Direksi/ Konsultan. Rencana Kerja yang telah disetujui oleh Direksi/Konsultan Pengawas akan disahkan oleh Pemberi Tugas. 1 (satu) Unit Komputer & Printer. 100 %) pada titik yang sama dan arah yang sama. b. kontraktor wajib membuat Rencana Kerja Pelaksanaan dan bagian-bagian pekerjaan berupa Bar Chart dan S Curve bahan/tenaga. Harus disiapkan pula sebuah gudang untuk penyimpanan suku cadang peralatan dan material.5. 1 set meja kursi tamu. sebuah ruangan untuk keperluan rapat kemajuan pekerjaan (minimum 6m x 6m) serta air dan listrik kerja. Photo proyek dibuat berwarna. kemudian Kontraktor wajib memelihara kebersihan halaman/bangunan dan melakukan perbaikkan-perbaikkan direksi keet selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung.6. c. 1. JADWAL PELAKSANAAN a. 1 buah lemari Arsip. Soft/ White Board. I-3 . BENGKEL DAN GUDANG KONTRAKTOR Di lapangan Kontraktor harus memiliki bengkel yang diperlengkapi secukupnya dan dilengkapi pula dengan listrik yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan pekerjaan. disusun di dalam album. sesuai dengan petunjuk-petunjuk Direksi. terbuat atas konstruksi semi permanent dan seluruhnya akan menjadi milik Pemberi Kerja setelah pelaksanaan proyek berakhir. Sebelum memulai pekerjaan nyata di lapangan. dengan perlengkapan 4 buah meja tulis kursi kerja. b. Kontraktor wajib memberikan salinan Rencana Kerja rangkap 3 (tiga) kepada Direksi/Konsultan Pengawas. Kontraktor diwajibkan membuat photo proyek sesuai dengan kemajuan pekerjaan (pada saat 0 %. 1. dibuat 3 (tiga) rangkap dan diserahkan kepada Direksi / Konsultan Pengawas.

Untuk maksud-maksud tersebut. Kontraktor wajib menyediakan air minum yang cukup bersih dan memenuhi syarat kesehatan bagi semua petugas dan pekerja yang ada di bawah kekuasaan kontraktor. Direksi/Konsultan Pengawas dan milik pihak ketiga di lapangan. kecuali untuk penjaga keamanan. Membuat tempat penginapan di lapangan pekerjaan untuk para pekerja tidak diperkenankan. menjadi tanggung jawab kontraktor dan tidak akan diperhitungkan dalam biaya pekerjaan tambah. 1.8. Kontraktor wajib menyediakan air bersih. kamar mandi dan WC yang layak dan bersih bagi semua petugas dan pekerja.d. baik yang berupa barang-barang maupun keselamatan jiwa. c. Kontraktor diwajibkan menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK) yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan. 1. Bila terjadi kehilangan bahan-bahan bangunan yang telah disetujui Direksi Konsultan Pengawas. I-4 . Direksi/Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan kontraktor berdasarkan Rencana Kerja tersebut. b. PENJAGAAN KEAMANAN LAPANGAN PEKERJAAN a. kontraktor bertanggung jawab atas akibatnya. Kontraktor diwajibkan menjaga keamanan lapangan terhadap barang milik proyek. Untuk itu kontraktor diwajibkan menyediakan alat-alat pemadam kebakaran yang siap dipakai yang ditempatkan di tempat-tempat yang akan ditetapkan kemudian oleh Direksi/Konsultan Pengawas dan dianjurkan untuk mengasuransikan terhadap bahaya kebakaran. untuk mengatasi segala kemungkinan musibah bagi semua petugas dan pekerja lapangan. kontraktor harus membuat pagar pengaman dari kayu atau bahan lain yang biayanya menjadi tanggungan kontraktor. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja wajib diberikan oleh kontraktor sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Apabila terjadi kebakaran. b. c. d. baik yang telah dipasang maupun yang belum. JAMINAN DAN KESELAMATAN KERJA a.7.

9. Hal ini dikecualikan bila Direksi/Konsultan Pengawas minta perpanjangan waktu. 1. PEMERIKSAAN BAHAN BANGUNAN a. Baru apabila Direksi/Konsultan Pengawas telah menyetujui bagian pekerjaan tersebut. d. Semua bahan material yang didatangkan harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. tidak terhitung hari libur/raya. b. Pekerjaan atau bagian pekerjaan yang telah dilakukan kontraktor ternyata ditolak Direksi/Konsultan Pengawas. Kontraktor diwajibkan meminta persetujuan kepada Direksi/Konsultan Pengawas. Direksi/Konsultan Pengawas berhak menyuruh membongkar bagian pekerjaan sebagian atau seluruhnya untuk I-5 . Direksi/Konsultan Pengawas berhak mengirimkan bahan tersebut kepada Balai Penelitian Bahan-bahan (Laboratorium) yang terdekat untuk diteliti. PEMERIKSAAN PEKERJAAN a. harus segera dihentikan dan selanjutnya dibongkar atas biaya Kontraktor dalam waktu yang ditetapkan oleh Direksi/Konsultan Pengawas. tidak dipenuhi oleh Direksi/Konsultan Pengawas. apapun hasil penelitian bahan tersebut. Bila kontraktor melanggar ayat 1 pasal ini. Bila permohonan pemeriksaan itu dalam waktu 2 x 24 jam dihitung dari jam diterimanya surat permohonan pemeriksaan. b. Semua bahan material yang akan digunakan harus diperiksakan dulu kepada Direksi/Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Apabila Direksi/Konsultan Pengawas merasa perlu meneliti suatu bahan lebih lanjut. kontraktor dapat meneruskan pekerjaannya.10. Sebelum memulai pekerjaan lanjutan yang apabila bagian pekerjaan ini telah selesai. Kontraktor dapat meneruskan pekerjaannya dan bagian yang seharusnya diperiksa dianggap telah disetujui Direksi/Konsultan Pengawas. akan tetapi belum diperiksa oleh Direksi/Konsultan Pengawas. tetapi ditolak pemakaiannya oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Biaya pengiriman dan penelitian menjadi tanggungan Kontraktor. Direksi/Konsultan Pengawas berwenang menanyakan asal bahan dan kontraktor wajib memberitahukan. harus segera dikeluarkan dalam waktu 2 x 24 jam terhitung dari jam penolakan. Bahan material yang telah didatangkan oleh kontraktor di lapangan pekerjaan. c.1. e.

11. 3. Untuk menyingkirkan dari tempat pekerjaan dalam waktu tertentu bahan-bahan/materiil yang dianggapnya tidak sesuai dengan kontrak. c. maka semua pekerjaan akan diuji dengan cara dan tolok ukur pengujian yang dipersyaratkan dalam referensi yang ditetapkan. Kegagalan Wakil Direksi/Konsultan Pengawas untuk menolak pekerjaan atau material tidak menutup kemungkinan Direksi untuk di kemudian hari menolak sesuatu pekerjaan atau material yang dianggap tidak cocok dengan kontrak serta memerintahkan untuk membongkarnya atas tanggungan kontraktor. Kecuali dipersyaratkan lain secara khusus. maka Badan/Lembaga yang akan melakukan pengujian dipilih atas persetujuan Direksi/Konsultan Pengawas dari Badan/Lembaga Pengujian milik Pemerintah atau yang diakui Pemerintah atau badan lain yang dianggap memiliki objektifitas dan integritas yang meyakinkan. b. Selama pekerjaan berlangsung Direksi/Konsultan Pengawas berhak sewaktu-waktu memerintahkan secara tertulis kepada kontraktor : 1 . 2. I-6 . Pembongkaran serta pembuatan baru yang sesuai (terlepas dari testtest terdahulu atau pembayaran di muka) dari sembarang pekerjaan yang menurut Direksi/Konsultan Pengawas secara material maupun keahliannya tidak cocok dengan kontrak. Pekerjaan harus dikerjakan dengan kualitas pengerjaan yang terbaik dan hanya tenaga-tenaga kerja terbaik dalam tiap jenis pekerjaan diijinkan untuk melaksanakan pekerjaan bersangkutan. KUALITAS PEKERJAAN a. 2. Kecuali dipersyaratkan lain secara khusus. Kualitas pengerjaan maupun kualitas hasil pekerjaan yang kurang memenuhi syarat akan ditolak dan dilarang untuk diteruskan kegiatannya. Pengujian hasil pekerjaan 1. Penggantian baban-baban material yang cocok dan sesuai. Atas hal yang terakhir ini. 3.diperbaiki. 1. Kontraktor/Supplier tidak berhak mengajukan sanggahan. Semua biaya pengujian dalam jumlah seperti yang dipersyaratkan menjadi beban Kontraktor. Biaya pembongkaran dan pemasangan kembali menjadi tanggungan Kontraktor.

maka semua biaya untuk pengujian tambahan menjadi beban pihak yang mengusulkan. maka Kontraktor wajib untuk membuat gambar kerja (shop drawing) yang memperlihatkan secara terperinci cara pelaksanaan pekerjaan yang dimaksud. (2) Pada pengujian ulang harus dikonfirmasikan penerapan dari alat-alat penguji. GAMBAR KERJA (SHOP DRAWING) a. Apabila ternyata kedua hasil pengujian dari kedua badan tersebut memberikan kesimpulan yang berbeda. Pelaksanaan pengujian ulang harus disaksikan oleh Direksi/ Konsultan Pengawas dan Kontraktor/Supplier ataupun wakilwakilnya.4. b. Apabila ternyata bahwa kedua hasil pengujian dari kedua badan tersebut memberikan kesimpulan yang sama. 5. 1. Melakukan pengujian ulang pada Badan/Lembaga penguji pertama atau kedua dengan ketentuan tambahan sebagai berikut : (1). maka semua biaya untuk semua pengujian ulang menjadi tanggung jawab pihak yang mengusulkan diadakannya pengujian tambahan. Memilih Badan/Lembaga penguji ketiga atas kesepakatan bersama. penambahan besarnya sesuai dengan penundaan yang terjadi. maka pihak tersebut berhak mengadakan pengujian tambahan pada Badan/Lembaga lain yang memenuhi persyaratan badan penguji tersebut di atas. maka atas segala penundaan pekerjaan akibat adanya penambahan/pengulangan pengujian akan diberikan tambahan waktu pelaksanaan pada bagian pekerjaan bersangkutan dan bagian-bagian lain yang terkena akibat-akibatnya. Dalam hal dimana salah satu pihak tidak dapat menyetujui hasil pengujian dari bahan penguji tersebut. Bila ternyata pihak Direksi/Konsultan Pengawas yang mempunyai pendapat salah. (3) Hasil dari pengujian ulang harus dianggap final kecuali bilamana kedua belah pihak sepakat untuk tidak menganggapnya demikian. maka dapat dipilih untuk : a. 6.12. I-7 . Untuk bagian-bagian pekerjaan dimana gambar pelaksanaan (construction drawing) belum cukup memberikan petunjuk untuk mencapai keadaan terlaksana. (4) Apabila hasil pengujian ulang mengkonfirmasikan kesimpulan dari hasil pengujian yang pertama.

Semua yang belum terdapat dalam Gambar Kerja baik karena penyimpangan. Gambar kerja tersebut harus mendapat persetujuan dari Direksi/Konsultan Pengawas. 1.13. Penyerahan pekerjaan kedua kalinya (terakhir) harus dilakukan sesudah habis jangka waktu pemeliharaan dan sampai berakhinya pekerjaan perbaikan yang harus dilaksanakan. PENYERAHAN PEKERJAAN Penyerahan pekerjaan terakhir kepada Pemberi Tugas hanya dapat dilaksanakan apabila seluruh pekerjaan telah dapat berfungsi secara sempurna dan dapat diterima oleh Pemberi Tugas. Persetujuan tersebut tidak melepaskan Kontraktor dari tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan Kontraktor. 1.b. perubahan atas perintah Pemberi Tugas/Direksi/Konsultan Pengawas ataupun tidak. Kontraktor harus membuat gambar-gambar yang sesuai dengan apa yang dilaksanakan. b. Bila dalam jangka waktu pemeliharaan atas perintah Direksi/Konsultan Pengawas Kontraktor tidak melaksanakan pekerjaan perbaikan tersebut. 1. maka Pemimpin Proyek berhak menyuruh pihak ketiga (Kontraktor lainnya) untuk mengerjakan atas beban Kontraktor. yang jelas memperlihatkan perbedaan antara gambar kerja dan pekerjaan yang dilaksanakan. Kontraktor wajib memperbaiki pekerjaan yang tidak baik dan melengkapi kekurangan-kekurangannya yang dilakukan oleh Kontraktor akibat tidak baiknya pelaksanaan pekerjaan dan kurangnya mutu bahan seperti tertulis dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) dan Berita Acara Rapat Penjelasan Pekerjaan ini atas biaya Kontraktor b.14. Dalam jangka waktu tersebut. I-8 . Gambar tersebut harus diserahkan dalam rangkap 3 berikut termasuk Kalkirnya (gambar asli) dan semua biaya pembuatannya ditanggung sepenuhnya oleh Kontraktor. Jangka waktu pemeliharaan adalah 60 (enam puluh) hari kalender dihitung dari tanggal penyerahan pekerjaan pertama (pekerjaan selesai 100 %). GAMBAR HASIL REVISI (AS BUILT DRAWING) a.15. PEMELIHARAAN PEKERJAAN a.

PEMBERSIHAN DAN PEMBONGKARAN 1. sampah dan semua bahan-bahan lainnya yang tidak dikehendaki. tembolok bagian-bagian tumbuhan yang lepas dan struktur.BAB II PEKERJAAN TANAH 2.1. II . kecuali ditentukan untuk ditempat lain. pelayanan umum. Bab ini mencakup semua pekerjaan pembersihan dan pembongkaran yang tercakup dalam Pekerjaan Tanah. Pembersihan akan dilaksanakan di atas sebuah daerah yang luas sampai batas akhir dari semua pekerjaan permanen atau sebagaimana diarahkan lain oleh Direksi/Konsultan Pengawas. 2. tanaman.1 . bangunan utilitas. rumput. fasilitas tanah milik yang berdampingan. tumbuh-tumbuhan lain. tetapi tidak perlu dibatasi pada pohon. berikut dengan pembongkaran tunggul dan akar. merupakan suatu hal yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan. tanggul. pecahan benda. dan sebagainya yang tidak ditunjuk untuk pembersihan dan pembongkaran harus dilindungi dari cacat dan kerusakan yang mungkin timbul dari operasi kontraktor. Jalan-jalan yang ada. perbaikan jalan. Pekerjaan tanah akan terdiri dari pembersihan semua pohon. dan bangunan yang berada pada permukaan tanah pengupasan tumbuh-tumbuhan permukaan dan tanah humus dan pembuangan semua bahan galian sisa yang berasal dari pekerjaan ini untuk menyediakan yang bersih dan jelas sebelum pekerjaan tanah. b. b. Uraian Umum a. semak. balok. semak. Semua pohon dan tumbuhan lain harus dikeluarkan dari daerah yang akan ditempati oleh jalur pekerjaan yang baru. Tingkat Pekerjaan a. Bahan-bahan yang dibersihkan akan termasuk. kayu-kayu yang jatuh. pohon. Bila menurut pendapat Direksi/Konsultan pengawas. drainase atau pekerjaan konstruksi lainnya dimulai. Pohonpohon pada jalur tanaman dan sebagainya juga harus ditebang dikeluarkan jika terlalu dekat tepi jalur. belukar. Pekerjaan ini akan terdiri dari pembongkaran dan pembuangan segala sesuatu diatas permukaan tanah termasuk dahan yang bergantungan kecuali benda tersebut diperintahkan Direksi/Konsultan pengawas untuk ditinggalkan tanpa diganggu.

e.00 m. d. dan benda lainnya serta pohon dan tumbuh-tumbuhan yang ditunjuk Direksi/Konsultan pengawas untuk ditinggalkan. untuk pengeluaran bahan-bahan yang tidak terpakai dan tanah humus. 2. maka semua tunggul.2. untuk pekerjaan stabilisasi dan pengeluaran longsoran. PEKERJAAN GALIAN 1. Pekerjaan tersebut biasanya diperlukan untuk pembangunan saluran air dan selokan.2 . Lubang bekas tunggul dan lubang lainnya dimana penghalang tersebut dihilangkan harus ditimbun kembali dan dipadatkan dan daerah yang sudah dibersihkan harus ditinggalkan dalam suatu keadaan permukaan yang layak dan kondisi yang rapih untuk kepuasan dari Direksi/Konsultan Pengawas. penanganan. f. Semua bahan-bahan dan puing yang ditunjuk oleh Direksi/Konsultan Pengawas untuk digunakan lagi dalam Pekerjaan Kontrak atau untuk diselamatkan. Patok pengukuran. Pekerjaan ini akan terdiri dari galian. Pada daerah galian dan di bawah timbunan yang kurang dari 1. saluran atau struktur kecil lainnya. untuk bahan-bahan konstruksi galian tambahan atau pembuangan bahanbalian sisa galian dan pada umumnya untuk pembentukan tempat kerja yang sesuai dengan spesifikasi ini dan memenuhi garis. kelandaian dan penampang melintang yang terlihat pada gambar atau sebagaimana diarahkan oleh Direksi/Konsultan Pengawas. harus dilindungi dari kerusakan yang dapat diakibatkan oleh operasi kontraktor. Uraian Umum a. pembuangan atau penumpukan dari tanah atau batuan atau bahan-baban lainnya dari badan jalan atau berdekatan yang diperlukan untuk pelaksanaan yang memuaskan dari pekerjaan dalam kontrak ini. gorong-gorong.c. harus dibuang agar membusuk sebagaimana disetujui oleh Direksi/ Konsultan Pengawas. akar dan benda lain yang tidak dikehendaki harus dibongkar sampai suatu kedalaman yang ditentukan sesuai gambar rencana. b. Tanah milik dan setiap benda yang ditunjuk untuk diselamatkan harus dipindahkan dengan hati-hati dan ditempatkan sebagaimana diarahkan oleh Direksi/Konsultan Pengawas. untuk pembentukan parit atau pondasi atau pipa. Kontraktor harus membuat semua pengaturan yang diperlukan olch para pemilik dan menanggung semua biaya untuk memperoleh lokasi yang layak. instalasi pelayanan umum. g. II .

c. garis dan bentuk setelah galian tidak boleh berbeda dari yang ditentukan yaitu lebih dari 20 mm pada setiap titik b. Permukaan akhir galian yang telah selesai. 2. maka harus dipertahankan sepanjang waktu lereng galian sementara yang mantap yang mampu menunjang pekerjaan yang berdampingan menjadi kurang stabil atau rusak oleh pekerjaan galian. Keamanan Pekerjaan Galian a. dan mempunyai cukup kemiringan. Setiap saat peralatan galian yang tidak digunakan (cadangan) dan perlengkapan pertolongan pertama (P3K) harus tersedia pada tempat pekerjaan galian. II . pemadatan atau maksud lain tidak diperkenankan untuk berada atau beroperasi lebih dekat dari 1. Galian biasa akan terdiri dari diklasifikasikan sebagai galian batu. f.3 . Kontraktor harus bertanggung jawab penuh untuk menjamin keselamatan tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan galian dan masyarakat umum. Pada setiap saat sewaktu para pekerja atau lainnya berada didalam galian dan bahkan bila hanya sekali-sekali. yang terbuka terhadap aliran air permukaan harus cukup halus dan rata.c. d. Ketinggian akhir. maka kontraktor harus menempatkan seorang pengawas keamanan dan kemajuan. e. 'Coffierdam' tembok ujung atau sarana lain untuk menghindar air dari galian harus direncanakan secara layak dan cukup kuat untuk menjamin tidak akan terjadi reruntuhan secara tiba-tiba dan mampu menghindari banjir yang datang dengan cepat pada tempat pekerjaan.5 m dari tepi parit terbuka galian pondasi kecuali pipa atau bangunan telah dipasang dan ditutupi dengan sekurang-kurangnya 600 mm urugan kembali dipadatkan. Toleransi Dimensional semua galian yang tidak a. 3. b. guna menjamin kelancaran drainase permukaan sehingga tidak terjadi genangan. harus merendahkan kepala mereka dibawah permukaan tanah disekitarnya. Selama pekerjaan galian. Alat-alat berat untuk pemindahan tanah. Semua galian terbuka harus dipasang berikade secukupnya untuk mencegah para pekerja atau lainnya jatuh ke dalamnya.

b. c. pipa penyalur atau lainnya di atas tanah dan jalurjalur pelayanan atau struktur cabang yang mungkin ditemukan. Penggunaan dan Pembuangan Bahan-bahan Galian a. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk memperoleh setiap informasi yang ada tentang keberadaan serta lokasi bangunan utilitas di bawah tanah dan untuk memperoleh serta membayar setiap perijinan yang diperlukan atau pemberian hak lainnya untuk melaksanakan galian yang disyaratkan oleh Kontrak. Bangunan Utililitas a.4 . 7. b. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk semua pengaturan dan biaya untuk pernbuangan bahan-bahan yang berlebih atau tidak memenuhi syarat. dan untuk memperbaiki setiap kerusakan yang disebabkan oleh operasinya. Pemulihan Tempat Kerja dan Pembuangan Pekerjaan Sementara a. 5. 6. atau bahan-bahan yang tidak disetujui oleh Direksi/Konsultan Pengawas sebagai bahan-bahan timbunan yang sesuai harus dibuang keluar dari daerah pekerjaan. kapan saja mungkin.4. Setiap bahan-bahan galian yang berlebihan untuk kebutuhan timbunan. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk pemeliharaan dan perlindungan setiap saluran pipa dibawah tanah yang masih berfungsi. kabel. harus digunakan dalam cara yang paling efektif untuk pembentukan timbunan dan urugan kembali. dimana pembuangan itu dilaksanakan. Pembetulan Pekerjaan yang Kurang Memuaskan Pekerjaan galian yang tidak memenuhi kriteria toleransi diatas harus dibetulkan oleh kontraktor sebagai berikut : a. atau longsor harus diurug kembali dengan timbunan bahan-bahan pilihan atau agregat lapis pondasi atau sebagaimana diarahkan oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Semua struktur sementara seperti 'cofferdam' atau skor dan turap harus dibongkar oleh Kontraktor setelah penyelesaian struktur permanen atau pekerjaan lainnya untuk mana galian telah II . Semua bahan-bahan yang sesuai yang digali dalam batas-batas proyek. Daerah yang telah digali secara berlebihan. Bahan-bahan yang berlebihan harus dibuang dengan galian lebih lanjut b. atau daerah yang retak berlebihan. termasuk pengangkatan dan perolehan ijin dari pemilik atau penghuni tanah tersebut.

garis dan ketinggian yang ditentukan dalam Gambar atau diperintahkan oleh Direksi/Konsultan Pengawas dan harus meliputi pembuangan semua bahan-bahan yang ditemukan.bahan dibawah dan diluar batas galian Bila bahan-bahan yang tak terlindungi pada garis pembentukan atau tanah dasar atau permukaan pondasi adalah bahan-bahan lepas atau lunak atau berlumpur atau tidak memenuhi syarat menurut pendapat Direksi/ Konsultan Pengawas. Pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan gangguan yang seminimal mungkin terhadap bahan. c. batu-bata batu beton. Batuan lepas atau menggantung yang dapat menjadi tidak stabil atau merupakan suatu bahan lainnya terhadap orang harus dibuang baik ini terjadi padas galian batuan baru maupun lama yang ada.digunakan. batuan. tempat galian batu atau daerah sisa galian yang digunakan oleh Kontraktor harus ditinggalkan dalam kondisi yang rapih dan teratur. Bahan-bahan galian tidak boleh ditempatkan dalam suatu saluran air tetapi harus segera dibuang. pasangan batu dan bahanbahan perkerasan jalan lama. sehingga sisi galian harus ditinggalkan pada suatu kondisi yang aman dan serta mungkin dan praktis. baik dengan mekanis atau lainnya.    b. II . Galian untuk pembersihan dan pembongkaran. Pekerjaan galian untuk pembersihan dan pembongkaran harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan untuk pekerjaan Pembersihan dan Pembongkaran. Prosedur umum  Galian harus dilaksanakan sampai kelandaian. Pembongkaran harus dikerjakan dengan cara yang sedemikian rupa hingga tidak menganggu atau merusak struktur atau formasi yang telah selesai.5 . kecuali sebaiknya diarahkan lain oleh Direksi/Konsultan Pengawas. termasuk tanah. 8. b. maka bahanbahan tersebut harus dipadatkan secara menyeluruh atau sama sekali dikeluarkan untuk dibuang dan diganti dengan timbunan yang memenuhi syarat sebagaimana diarahkan oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Prosedur Penggalian a. Galian batuan harus dilaksanakan. Semua lubang galian tambahan.

3. pemeriksaan pekerjaan dan pemadatan urugan kembali dibawah dan disekeliling pekerjaan yang ditempatkan.kurang dari 5 kali ukuran lebar parit dan setelahnya parit akan digali dengan sisi – sisi hampir vertikal sebagaimana kondisi tanah mengizinkan. Galian dan urugan kembali untuk struktur dan untuk penimbunan pada umumnya sebagaimana diperlukan untuk pembentukan tempat proyek menurut garis. penempatan dan pemadatan tanah atau bahan .Ketentuan dari persiapan tanah dasar harus diterapkan seperti ketentuan dalam Bab ini. kelandaian dan ketinggian yang ditentukan atau disetujui. timbunan harus dibangun sampai tinggi permukaan yang disyaratkan dengan suatu jarak dengan jarak pada masing-masing sisi lokasi parit tidak. Setiap pemompaan dari galian harus dikerjakan dengan cara sedemikian rupa untuk menghindari kemungkinan setiap bagian bahan-bahan konstruksi yang baru ditempatkan dapat terbawa keluar. pasangan batu atau pasangan batu adukan encer harus berukuran cukup untuk memungkinkan pemasangan. Pekerjaan ini akan terdiri dari perolehan. dan air dipompa ke dalam sistem drainase yang telah ditetapkan. pengangkutan. Uraian a. yang layak dari bahan-bahan. c. untuk pengurugan kembali padat parit atau galian di sekeliling pipa atau daerah luar struktur. Dimana gorong-gorong atau parit lain akan digali dalam timbunan baru. gorong kecil dan saluran beton.bahan yang disetujui untuk pembangunan timbunan tanggul. Skor. PEKERJAAN URUGAN/TIMBUNAN 1. Setiap pemompaan yang diperlukan selama penempatan beton atau untuk suatu prioda sekurang-kurangnya 24 jam sesudahnya harus dikerjakan dari suatu pompa yang sesuai yang terletak diluar acuan beton. II . Galian untuk Struktur dan Pipa  Parit untuk pipa. Cofferdam atau skor yang bergeser atau bergerak secara lateral selama pekerjaan galian harus dibetulkan atau diperbesar untuk menjamin ruang bebas yang diperlukan dalam pelaksanaan.6 . turap dan cofferdam atau tindakan lainnya untuk mengeluarkan air harus dipasang untuk memberikan ruang gerak yang cukup untuk pelaksanaan dan pemeriksaan kerangka acuan dan untuk memungkinkan pemompaan dari tepi luar acuan.    2.

Timbunan dengan bahan-bahan terpilih akan digunalan pada saluran air dan lokasi serupa dimana bahan-bahan timbunan biasa yang lebih plastis akan lebih sukar untuk dipadatkan secara memuaskan. 3. Permukaan akhir lereng tanggul tidak boleh berbeda dari garis profil yang ditentukan lebih dari 10 cm tebal. dan mempunyai kemiringan yang cukup. Air dari tempat kerja harus dikeluarkan kedalam sistem drainase. Cara yang layak untuk menjebak lumpur harus disediakan pada sistem drainase sementara.7 . b. Kelandaian dan ketinggian yang diselesaikan setelah pemadatan tidak boleh lebih tinggi 10 mm. c. akan digunakan untuk stabilisasi lereng atau pekerjaan pelebaran timbunan bila lereng diperlukan karena ruang atau pembatasan lainnya. Timbunan yang tercakup oleh ketentuan dari pekerjaan ini akan dibagi dalam 2 jenis yaitu timbunan dengan bahan-bahan terpilih.b. c. 2. bahwa timbunan selama pembangunan harus mempunyai kemiringan yang cukup untuk menunjang drainase dari aliran air hujan dan bahwa pekerjaan yang diselesaikan mempunyai drainase yang baik. Toleransi Dimensional a. Kontraktor harus menjamin bahwa pekerjaan selalu kering sebelum dan selama pekerjaan penempatan dan pemadatan. 4. Timbunan dengan bahan-bahan terpilih juga. Penjadwalan Kerja Agar dibuat penjadwalan kerja yang disesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga tidak menghambat proses pekerjaan. Pekerjaan tersebut tidak termasuk timbunan yang ditempatkan sebagai alat untuk pipa atau saluran beton. atau 20 mm lebih rendah dari yang ditentukan atau disetujui. juga untuk bahan-bahan drainase porous yang ditempatkan untuk maksud drainase bawah permukaan atau untuk mencegah penggerusan butir-butir halus tanah dengan penyaringan. Semua permukaan akhir tanggul yang tak terlindung harus cukup halus dan rata. untuk mcnjamin pengaliran bebas dari air permukaan. dan untuk pekerjaan timbunan lainnnya dalam hal kekuatan timbunan adalah suatu faktor penting. II . Kondisi Tempat Kerja a.

  II . tipe dan mutu yang dipersyaratkan dalam Gambar. tidak boleh digunakan sebagai bahan-bahan timbunan. Timbunan akhir yang tidak sesuai dengan penampang melintang yang ditentukan atau harus diperbaiki dengan menggaru permukaan tersebut dan membuang atau menambah bahan-bahan sebagaimana diperlukan.5. disusul dengan pembentukan dan pemadatan kembali. Timbunan yang menjadi jenuh karena hujan atau banjir atau hal lainnya setelah dipadatkan secara memuaskan sesuai dengan spesifikasi ini. b. Prosentase ukuran tanah liat (AASHTO T 88) Timbunan hanya akan digolongkan sebagai Timbunan pilihan jika digunakan pada lokasi atau untuk tujuan dimana timbunan pilihan telah ditentukan atau disetujui secara tertulis oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Tanah yang mempunyai sipat mengembang (meretak) sangat tinggi yang mempunyai nilai aktivitas lebih besar daripada 1.8 . atau yang secara khusus disetujui secara tertulis oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Perbaikan yang tidak memenuhi persyaratan. penggaruan kemudian disusul dengan pengaturan kadar air dan pemadatan kembali atau pembuangan dan penggantian bahan-bahan. 6.25 atau sederajat pengembangan yang digolongkan oleh AASHTO T 258 sebagai sangat tinggi atau ekstra tinggi. Timbunan Biasa  Timbunan yang digolongkan sebagai timbunan biasa akan terdiri dari tanah atau bahan-bahan batuan yang digali yang disetujui oleh Direksi/ Konsultan Pengawas sebagai bahanbahan yang memenuhi syarat untuk penggunaan dalam pekerjaan permanen. kebutuhan. c. sifat atau kepadatan bahan-bahan dari spesifikasi ini harus sebagaimana diarahkan Direksi/Konsultan Pengawas dan dapat meliputi pemadatan tambahan. a. Sernua timbunan lainnya yang digunakan harus dipandang sebagai timbunan biasa. pada umumnya tak akan memerlukan pekerjaan perbaikan asalkan sifat bahan-bahan dan kerataan permukaan masih memenuhi persyaratan dari spesifikasi ini. Nilai aktivitas harus diukur dengan ratio dari plastisitas (AASHTOT 90). Bahan-bahan timbunan yang digunakan harus :   Memenuhi spesifikasi dan standar yang berlaku Sesuai dengan ukuran. Pembetulan Pekerjaan yang Memuaskan a.

dimana lebih dari satu lapisan yang akan ditempatkan.9 . Peralatan Tipe peralatan pemadatan lainnya mungkin diperbolehkan sesuai kondisi lapangan dan sesuai Standar Proctor Energy. Timbunan tanah harus dipindahkan segera dari daerah galian tambahan ke permukaan yang dipersiapkan dalam keadaan cuaca kering. maka suatu pemisah yang luas antara kedua bahanbahan tersebut harus dijamin dengan menggunakan acuan   II . Bila tanggul diatas permukaan tanah yang miring. Penempatan dan Pemadatan Timbunan a. Penumpukan tanah timbunan tidak akan diizinkan selain musim hujan. 7. guna mencegah kemungkinan terjadinya gelincir pada bidang kontrak antara tubuh tanggul dan kontak pondasinya. Dengan demikian pada bidang kontak tersebut haruslah bebas dari rumput-rumput dan pohon-pohon serta akar-akarnya. Dalam penempatan timbunan di atas atau pada selimut pasir atau bahan-bahan drainase porous lainnya. maka harus diperhatikan untuk menghindari pencampuran adukan dari kedua bahan-bahan tersebut. Permukaan pondasi harus dikupas hingga mencapai lapisan tanah asli dan dikasarkan dengan alat penggaruk. Penempatan Timbunan  Timbunan harus ditempatkan pada permukaan yang dipersiapkan dan disebarkan merata serta bila dipadatkan akan memenuhi toleransi ketebalan lapisan yang ditentukan. maka permukaan tanah pondasi dibuat terturap.   b. b. Persiapan Tempat Kerja  Permukaan tanah yang akan berfungsi sebagai pondasi tanggul haruslah dipersiapkan sedemikian rupa agar antara permukaan pondasi dan alas tanggul terjadi bidang kontak yang menyatu. dengan suatu Indeks Plastisitas maksimum 6%. Bila digunakan dalam situasi pemadatan dengan kondisi jenuh atau banjir tidak dapat dihindari. Dalam hal pembentukan drainase vertical. maka timbunan pilihan harus terdiri dari pasir bahan-bahan butiran bersih lainnya. maka lapisan tersebut harus sedapat mungkin sama tebalnya. dan pada waktu lainnya hanya dengan izin tertulis dari Direksi/Konsultan Pengawas.

Timbunan harus dipadatkan dimulai dari tepi luar dan dilanjutkan kearah sumbu jalan dengan suatu cara yang sedemikan sehingga setiap bagian menerima jumlah pemadatan yang sama. lalu lintas alat konstruksi harus dilewatkan diatas pekerjaan timbunan dan jalur yang digunakan dirubah secara. Pemadatan tanah timbunan akan dilakukan hanya bila kadar air bahan-bahan berada dalam batas antara 3 % kurang dari pada kadar air optimum sampai 1% lebih daipada kadar air optimum. Kadar air optimum tersebut harus ditentukan sebagai kadar air dimana kepadatan kering maksimum diperoleh bila tanah tersebut dipadatkan sesuai dengan AASHTO T 180. Pemadatan  Segera setelah penempatan dan penghamparan timbunan maka setiap lapisan harus dipadatkan secara menyeluruh dengan alat pemadat yang cocok dan layak serta disetujui oleh Direksi/Konsultan Pengawas sampai suatu kepadatan yang memenuhi persyaratan yang ditentukan.     II . terus menerus untuk menyebarkan pengaruh pemadatan dari lalu lintas.10 . c. diuji untuk kepadatan dan diterima oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Dimana mungkin. Perhatian khusus harus diberikan guna menjamin pemadatan yang memuaskan di bawah dan di tepi pipa untuk menghindari rongga-rongga dan guna menjamin bahwa pipa ditunjang sepenuhnya.sementara dari lembaran baja tipis yang secara bertahap akan ditarik sewaktu penempatan timbunan dan bahan drainase porous dilaksanakan. harus ditempatkan dalam lapisan horizontal dari bahan-bahan lepas tidak lebih dari 150 mm tebal dan seluruhnya dipadatkan dengan menggunakan alat pemadat mekanis (mechanical tamper) yang disetujui. Setiap lapisan timbunan yang ditempatkan harus dipadatkan sebagaimana ditentukan. sebelum lapisan berikutnya ditempatkan. Timbunan pada lokasi yang tidak dapat/dicapai dimasuki oleh alat pemadat yang biasa.

abutment fotting. pilar jembatan sumuran pondasi. III . approach slab. gorong-gorong persegi. elemen seperti pilar jembatan. approach slab. lantai jembatan. beton (rigrid pavement). gorong-gorong pelat. wing wall. beton pengaman (parapet).1 . sumuran pondasi. jembatan-jembatan. K125-175 : Untuk digunakan pada semua struktur beton tidak tertulang seperti halnya trotoar. Pekerjaan ini akan terdiri dari pembuatan semua struktur beton termasuk. wing wall. 2). PEKERJAAN BETON 1. kab beton pra cetak. abutment fotting. beton bertulang dan beton Pratekan ditambah bagian beton dari struktur komposit. Bo : Untuk digunakan dalam landasan beton tumbuk untuk pondasi dan untuk pengisian kembali dan sekitarnya. Kelas beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian pekerjaan harus sebagaimana dikehendaki dalam Gambar atau pasal-pasal yang relevan dari spesifikasi ini atau sebagaimana diarahkan oleb Direksi Teknik/Konsultan Pengawas Teknik. beton tak bertulang. tonggak beton bertulang dan lain-lain. Uraian 1). UMUM a. telapak dan pasangan batu beton.BAB III PEKERJAAN STRUKTUR A. saluran drainase. Semua beton harus dari kelas (karakteristik) sebagai berikut : K 400 : Untuk digunakan pada elemen beton pratekan seperti gelegar jembatan. pasangan batu. dinding penahan tanah (retaining wall). tiang pancang. K250-225 : Untuk digunakan pada struktur beton bertulang seperti gorong-gorong pipa beton bertulang. sesuai dengan Spesifikasi ini dan garis ketinggian kelandaian dan ukuran yang tampak pada gambar atau sebagaimana diarahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.

dalam hal mana ketentuan dari Spesifikasi ini harus menentukan. CP 114 (lihat 3. Toleransi menurut ukuran : Panjang keseluruhan sampai dengan 6 in …………+ 5 mm Panjang keseluruhan melebihi 6 in ………………. Toleransi menurut posisi (dari titik rujukan) : Posisi rencana dari kolom pracetak …………….3). kolom.. dibawah) akan ditetapkan keseluruhannya pada pekerjaan beton. Toleransi menurut bentuk : Siku-siku (perbodaan panjang/diagonal) …………+ 10 mm Kelurusan atau Basur (penyimpangan dari garis yang dimaksud) untuk panjang sampai dengan 3 m….………± 10 mm Posisi rencana dari permukaan vertical ……………± 20 mm 4)..e).+ 12 mm Kelurusan atau Busur untuk panjang 3 in smpai 6 in ……………………………………….. Ketentuan dari BS.... b).…± 10 mm Posisi rencana dari permukaan horizontal . Toleransi menurut kedudukan tegak : Penyimpangan ketegakan untuk Kolom dan dinding …………………………………. Toleransi Dimensi 1).± 10 mm III . Baja tulangan untuk beton 1. Drainase 2).2 .(1).+ 15 mm Kelurusan atau Busur untuk panjang Lebih besar dari 6 in ………………………………+ 15 mm 3). Galian dan urugan kembali untuk struktur 3). kecuali bila bertentangan dengan ketentuan dari Spesifikasi ini. Jaminan Kualitas Kualitas bahan-bahan yang disediakan dari campuran yang dihasilkan dan kecakapan kerja serta hasil akhir harus dimonitor dan dikendalikan sebagaimana dirinci dalam Standard rujukan dalam Standar rujukan.+ 15 mm Panjang balok. dinding Atau antara tembok kepala …………………0 dan + 10 mm 2). pelat lantai mm.. Pekerjaan yang berhubungan dan ditetapkan dibagian lain 1). 2.

AASHTO M 85 .10 cm.± 10 mm 6).5 cm ……….. AASHTO T 141 .± 10 mm Puncak beton penutup dibawah pelat injak ……….± 10 mm Puncak kolom.78 : Jumlah bahan-bahan yang lebih halus dari ayakan 0. desain...3 .76 : Pembuatan dan Perawatan contoh untuk Pengujian Kuat tekan dan Kuat Lentur di lapangan..+ 10 mm 3. AASHTO T 11 2 .77 : Abrasi dari agregat Kasar dengan penggunaan mesin Los Angeles AASHTO T 104 .. tembok kepala dan Balok melintang ……….76 : Pernbuatan dan Perawatan Contoh untuk Pengujian Beton di laboratorium. AASHTO T 26 .075 mm dalam agregat AASHTO T 21 .± 10 mm Puncak pelat lantai …………………………………. Toleransi menurut kedudukan datar : 10 mm dalam ukuran panjang horizontal 4 m 7).75 : Semen Portland AASHTO T 11 .…………. Toleransi menurut ketinggian : Puncak beton penutup dibawah pondasi ………….77 : Penentuan Kualitas agregat dengan penggunaan Sodium Sulfat.78 : Gumpalan Tanah Liat dan Partikel yang dapat Pecah dalam Agregat. 1.+ 5 mm Selimut beton dari 3 cm .1-2 III .72 : Kualitas air untuk digunakan dalam Beton AASHTO T 96 .. bahan-bahan dan Kecakapan kerja. Toleransi untuk selimut beton diatas baja tulangan Selimut beton sampai dengan 3 cm ………………..74 : Kuat Tekan dari Contoh Beton Silindris AASHTO T 23 .. Standar Rujukan BS CP 114 : Kode Praktek Inggris untuk Penggunaan Struktur Beton Bag..…………..5). AASHTO T 126 .+ 10 mm Selimut beton dari 5 cm .……….78 : Kotoran Organik dalam Pasir untuk Beton AASHTO T 22 .74 : Pengambilan Contoh-Beton Baru PBI 1971 Peraturan Beton Bertulang Indonesia N.…………………………….

(2) dari spesifikasi ini.1. Hasil pengujian kuat tekan 3 hari. : Bahan-bahan Pengisi untuk Expansion Joint untuk Perkerasan Bahu dan Bangunan Struktur. Kontraktor harus mengajukan desain campuran untuk setiap jenis pekerjaan pengecoran beton. Sambungan Perkerasan Bahu.(4) a) di bawah. Kontraktor harus memberitahu Direksi Teknik/Konsultan Pengawas secara tertulis paling tidak 24 jam sebelum memulai untuk mencampur atau mengecor beton. kedap air dan mempunyai lantai kayu yang dapat dinaikan. yang menegaskan bahwa semua sifat bahan-bahan yang dirinci dalam seksi Bab. : Campuran Panas Jenis Elastis untuk.74 : Karat Busa Penyumbat sebagai Pengisi "Expansion Jointperkerasan Bahu dan Bangunan Struktur. III .75 AASHTO 173 . 4).1.4 . 5. 2). mengajukan contoh semua bahan-bahan yang hendak digunakan bersama dengan data pengujian. serta ditutupi dengan lembaran plastik (polytheylene). 7 hari dan 28 hari berturut-turut setelah tanggal pencampuran. Kontraktor harus. seperti dirinci dalam pasal 3.60 AASTHO 213 . Sepanjang waktu. Persetujuan tersebut tidak akan membebaskan Kontraktor dari tanggung jawab untuk setiap struktur. Penyimpanan dan pengamanan bahan-bahan Untuk penyimpanan semen Kontraktor harus menyediakan gudang yang tahan cuaca. dipenuhi. 5). Pengajuan 1). 3. Kontraktor harus mengajukan secara tertulis hasil seluruh pengujian kualitas yang terinci dengan segera setelah tersedia atau bila diminta oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. 4. 3). Kontraktor harus mengajukan Gambar terinci dari semua perancah yang akan digunakan mendiskusikan metoda konstruksi dan program kerjanya serta memperoleh persetujuan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas sebelum memasang setiap perancangan atau memulai pekerjaan beton lainnya. tumpukan kantung semen harus diselubungi dengan lembaran plastik.AASHTO 153 .

Kecepatan penguapan melebihi 1.1.5 . 2). Lengas nisbi dari udara kurang dari 40 %. III .Penumpukan harus diatur untuk menjamin bahwa semen yang diterima. maka Kontraktor tidak akan mengecor beton apabila : 1).0 kg/m2/jam. selama periode hujan atau bila udara penuh debu atau tercemar.(3) c). Diperintahkan tidak melakukannya oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. 3). Perbaikan . atau tidak memenuhi persyaratan sifat campuran yang dirinci dalam pasal 5. Pembentukan dan pekerjaan beton yang tidak memenuhi kriteria toleransi atau yang tidak mempunyai hasil akhir permukaan yang memuaskan. Bahan tambahan diberikan untuk campuran beton yang mengalami kegagalan alam pengujian untuk perbaikan produksi selanjutnya. Dalam hal adanya perselisihan mengenai kualitas pekerjaan beton atau setiap keraguan mengenai kelayakan data pengujian yang tersedia. Tambahan pada cacat kecil. Perubahan dalam perbandingan campuran untuk sisa pekerjaan. Sebagai tambahan. harus sebagaimana diarahkan oleh direksi Teknik/Konsultan Pengawas dan dapat meliputi : (i). (iv). terdahulu selalu digunakan yang pertama kali. maka Direksi Teknik/Konsultan Pengawas dapat meminta Kontraktor untuk melaksanakan pengujian tambahan yang diperlukan untuk menjamin bahwa suatu penilaian yang cukup baik mengenai kualitas pekerjaan dapat dibuat. Pengujian tambahan tersebut harus atas biaya sendiri dari Kontraktor. (ii).Pekerjaan yang kurang memuaskan 1). 2). Kondisi Pekerjaan Kontraktor harus menjaga suhu dari semua bahan-bahan terutama agregat kasar. 7. pada tingkatan yang serendah mungkin dan harus menjaga suhu dari beton di bawah 30oC pada waktu pengocoran. Penguatan atau pembuangan seluruh dan penggantian bagian pekerjaan yang dianggap kurang memuaskan. (iii). 6. Semen yang rusak oleh kelembaban harus dibuang dan dipindahkan dari pekerjaan.

2).c) Persyaratan Gradasi Agregat Ukuran Ayakan Standar Inch (mm) (in) 50 2 37 1. IIIA dan IV zat campuran pemasak udara harus tidak boleh digunakan kecuali diizinkan lain oleh Direksi Teknik/Konsultan pengawas. merawat atau penggunaan lain yang direncanakan harus bersih dan bebas dari setiap zat-zat yang merugikan seperti lemak. Semen 1). Kecuali diizinkan lain oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas maka hanya produk dari satu pabrik untuk setiap jenis semen Portland harus digunakan diproyek. b.18 No. basa. Pembetulan pekerjaan beton yang retak atau bergeser harus sesuai dengan ketentuan dari Spesifikasi. Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton harus merupakan jenis semen Portland yang memenuhi AASTHO M 85 kecuali jenis IA.16 0.4 2. Tabel 3.8 1.(3) c).15 No.6 . Gradasi agregat kasar dan halus harus sesuai dengan persyaratan yang diberikan dalam tabel 3.100 Agregat Halus 100 95-100 45-80 10-30 2-10 Presentase Berat yang Lolos Pilihan Agregat Kasar 100 95-100 35-70 10-30 0-5 100 95-100 25-60 0-10 0-5 100 90-100 20-55 0-10 0-5 100 90-100 40-70 0-15 0-5 - III .1.3 No. air dengan kualitas sebagai air minum dapat digunakan tanpa pengujian. IIA.5 25 1 19 ¾ 13 ½ 3 10 /8 4. garam. bahan-bahan yang tidak memenuhi persyaratan gradasi ini tidak perlu ditolak dengan syarat bahwa Kontraktor dapat menunjukkan bahwa persyaratan yang dirinci dalam pasal 3.3). Air Air yang digunakan dalam mencampur.75 No. dapat dipenuhi jika menggunakan bahan-bahan tersebut. c. gula dan zat organik. Air harus diuji sesuai dan memenuhi persyaratan AASHTO T 26. 2. Persyaratan gradasi agregat 1). asam.(2). MATERIAL a.36 No.50 0.c).(2).

(2).d).1.2). Agregat bahan-bahan yang berukuran sama dari berbagai sumber harus ditimbun dalam timbunan terpisah dan hanya akan digunakan dalam struktur yang terpisah. Agregat harus bebas dari bahan-bahan organik seperti dirinci dalam AASHTO T 21 dan seperti diberikan dalam tabel 3. bila contoh dan diuji sesuai dengan ketentuan B5-CP 114 dan prosedur AASHTO yang relevan.7 . Tabel 3.25% T 11 3% 1% e. 2). III . Sifat Agregat 1).(2).1. Zat campuran bila dirinci atau diizinkan harus sesuai dengan persyaratan dari AASHTO M 194-74. 3). Agregat untuk pekerjaan beton harus terdiri dari partikel yang bersih dan keras yang diperoleh dan pemecahan batu padas atau batu besar bulat. atau semen yang mengandung aditif tidak boleh digunakan kecuali dengan persetujuan dari Direksi Teknik/Konsultan Pengawas Teknik. Zat Campuran Zat campuran atau setiap tambahan lainnya.d) Sifat Agregat Beton Sifat Pegujian AASHTO Batas Maksimum Yang Diizinkan Agregat Agregat Halus Kasar 40% Kehilangan akibat abrasi pada 500 putaran dengan Mesin Los Angeles Kehilangan akibat penentuan kualitas dengan Sodium Sulfat setelah 5 putaran Presentase gumpalan tanah liat dan partikel yang dapat pecah dalam agregat Bahan-bahan yang lolos ayakan # 200 T 96 T 104 10% 12% T 112 0. atau dengan menyaring dan mencuci (bila perlu) kerikil dan pasir sungai. Agregat kasar harus dipilih sedemikian rupa sehingga ukuran partikel terbesar tidak lebih besar daripada ¾ dari jarak minimum antara batang tulangan atau antara batang tersebut dengan acuan atau antara perbatasan lainnya dalam jarak dimana pekerjaan beton harus ditempatkan. d.5% 0.

45 335 K-350/19 365 K-250/37 290 K-250/25 0.c. PENCAMPURAN DAN PENAKARAN a.57 220 K-125 0. dibawah. Semua beton yang digunakan harus memenuhi persyaratan kekuatan dan „slump‟ yang dirinci dalam Tabel 3.65 180 Catatan : Angka /37. bila diambil contoh. Campuran percobaan harus dianggap dapat diterima asal memenuhi semua persyaratan sifat campuran yang dirinci dalam Pasal 3. Perbandingan Maksimum Air/Semen (berdasarkan Berat) III . T 126 dan T 22.8 .3..45 370 K-400/19 400 K-350/37 315 K-350/25 0. atau disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. dengan menggunakan jenis instruksi dan peralatan yang sama seperti yang akan digunakan untuk pekerjaan.50 340 K-175 0. Rencana Campuran Proporsi bahan-bahan dan berat takaran ditentukan dengan menggunakan metoda yang dirinci dalam BS CP 114 dan batasbatas yang diberikan dalam Tabel 3. /19 menunjukan ukuran agregat maksimum Kelas Beton b. Kadar Semen (kg/m3 dari campuran) Minimum K-400/37 350 K-400/25 0.50 310 K-250/19 340 K-225 0. Campuran Percobaan Kontraktor harus menentukan proporsi campuran dan bahan-bahan yang diusulkan dengan membuat dan menguji campuran percobaan dengan kehadiran Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. dirawat dan diuji sesuai dengan AASHTO T 141. c.1.1.a. Persyaratan Sifat Campuran 1). T 23.(3). (3).1.(3).60 220 BO 0.c. /35.

4). kecuali bahwa Direksi Teknik/Konsultan Pengawas dalam beberapa hal boleh menyetujui penggunaan yang terbatas dari sejumlah kecil beton tersebut dalam beberapa bagian pekerjaan tertentu yang sedikit dibebani Sifat mudah dilaksanakan dan susunan campuran harus sedemikian rupa hingga pada pembongkaran acuan menghasilkan suatu permukaan yang halus. maka campuran percobaan boleh ditiadakan dengan syarat bahwa diberikan bukti untuk memuaskan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.1. 3). slump dari beton dapat berada diantara 75-25 (mm) 2).c.(3). perbandingan air-semen. Bukti tersebut harus memuat perincian dari proporsi campuran. III . Persyaratan Sifat Campuran Kekuatan Karakteristik (kg/cm2) Slump (mm) *) Contoh Kubus Contoh Silinder Kelas 15 x 30 cm 15 cm Beton Tidak 7 hr 28 hr 7 hr 28 hr Digetarka Digetarka n n K-400 285 400 240 330 20-50 K-350 250 350 210 290 20-50 K-250 180 250 150 210 20-50 K-225 150 225 125 190 20-50 K-175 115 175 95 145 30-60 50-80 K-125 85 125 70 105 30-60 50-80 BO Catatan : *) Dalam hal ini dipakai pompa beton untuk menaruh beton. Contoh yang diuji kuat tekannya harus diuji di laboratorium yang dilengkapi secara layak dan disetujui oleb Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. rata dan padat. Beton yang tidak memenuhi persyaratan slump pada umumnya tidak ditempatkan pada pekerjaan. bahwa pabrik secara teratur menghasilkan beton yang mengikuti Spesifikasi.Tabel 3.9 . Bila Kontraktor bermaksud menggunakan satuan beton pracetak buatan pabrik. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk mengangkut contoh pengujian dari tempat kerja ke laboratorium dan harus mengambil tindakan pencegahan untuk mencegah kerusakan terhadap contoh selama penanganan. “Slump” dan kekuatan yang diperoleh pada 28 hari. pengangkutan dan penyimpanan.

6) Direksi Teknik/Konsultan Pengawas dapat juga menunda pekerjaan dan/atau memerintahkan Kontraktor untuk mengambil tindakan perbaikan guna meningkatkan kualitas campuran atas dasar hasil pengujian kuat tekan 3 hari.rata " S i l i .(3). Kontraktor harus segera menghentikan pengecoran beton tersebut. pada waktu tersebut Direksi Teknik/Konsultan Pengawas akan meninjau kembali kedua hasil pengujian 3 hari dan 7 hari.1.c. Bila hasil pengujian 7 hari kekuatan beton di bawah yang dirinci dalam tabel 5.. tetapi dapat memilih untuk menunggu sampai hasil pengujian 7 hari tersedia sebelum melaksanakan tindakan perbaikan. Kekuatan karakteristik berbagai kelas beton ditentukan berdasarkan serangkaian hasil pengujian tekan yang ada contoh pengujian yang diambil dari contoh-contoh yang sama. 7).5).av n 1 2 penyimpana n standar fl n k = kuat tekan contoh = jumlah contoh yang diuji = angka koefisien yang memperkirakan nilai-nilai yang terlihat dalam tabel berikut III . maka Kontraktor tidak boleh mengecor beton selanjutnya hingga penyebab dari hasil yang rendah tersebut telah diketahui dengan pasti dan sampai diambil langkah-langkah untuk menjamin produksi beton memenuhi spesifikasi hingga memuaskan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. jumlah pengujian dilaksanakan dan pemencaran dari hasil-hasil dengan menggunakan rumus berikut : fc = fav – ks = kekuatan beton yang sebenarnya " i Dimana av i l n kekuatan percobaan rata . dan dapat segera memerintahkan pelaksanaan tindakan perbaikan yang dipandang perlu. Dalam keadaan demikian.10 . Kekuatan karakteristik beton diperoleh sebagai suatu fungsi dari nilai percobaan kekuatan rata-rata.

2). Pengadukan beton yang sudah dicampur dengan menambahkan air atau dengan cara lain tidak akan diperbolehkan. 90 % dari kekuatan karakteristik yang ditetapkan. maka ia akan membuat perubahan berat agregat sebagaimana diperlukan.44 Untuk maksud-maksud pemenuhan : (i).67 10 0. (ii). Tidak ada perubahan pada sumber atau sifat bahan-bahan akan dibuat tanpa pemberitahuan tertulis kepada Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. III . dan tidak ada bahan-bahan baru akan digunakan sampai Direksi Teknik/ Konsultan Pengawas telah menerima bahan-bahan tersebut secara tertulis dan telah merencanakan proporsi baru berdasarkan pada pengujian pada campuran percobaan baru yang dilaksanakan oleh Kontraktor. Bila sifat mudah dikerjakan dari beton tidak dapat diperoleh dengan proporsi semula direncanakan oleh Direksi Teknik/Konsutan Pengawas. 3). Setiap hasil pengujian harus lebih besar dari. Penyesuaian campuran 1). Zat campuran untuk meningkatkan sifat mudah dikerjakan hanya akan diizinkan jika ditemukan secara terinci dalam kontrak. Jika beton tersebut tidak mencapai kekuatan yang ditetapkan atau disetujui.11 . Kekuatan rata-rata yang ditentukan dari setiap kelompok hasil pengujian yang harus melampaui kekuatan karakteristik yang ditetapkan dengan tidak melebihi dari 5 N / mm2. 4).58 12 0. maka kadar semen harus ditingkatkan sebagaimana diarahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.83 8 0.N K 4 1. asalkan dalam hal bagaimanapun kadar semen yang direncanakan semula tidak diubah. 8). juga tidak pada perbandingan air/semen yang ditetapkan dengan pengujian kuat tekan yang mengakibatkan kekuatan yang memadai harus ditingkatkan.52 14 0.48 16 0.17 6 0. d. Perbaikan pekerjaan beton yang kurang memuaskan termasuk pembongkaran dan penggantian seluruh beton harus didasarkan hanya pada hasil kuat tekan 3 hari kecuali Kontraktor dan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas menyetujui bersama pembetulan tersebut.

boleh menyetujui pencampuran beton dengan tenaga manusia. Waktu pencampuran untuk mesin berkapasitas ¾ meter kubik atau kurang harus. Agregat harus diukur secara terpisah berdasarkan berat. 4. Pekerjaan pembongkaran tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Spesifikasi ini. sedekat mungkin dengan tempat pengecoran. Penakaran Agregat 1). Mesin pencampur harus dilengkapi dengan penampungan air yang memadai dan suatu alat untuk mengukur dan mengendalikan jumlah air secara otomatis dalam setiap penakaran.5 m3 dalam ukuran. maka waktu harus ditingkatkan 15 detik untuk setiap penambahan 0.12 . Kontraktor harus membongkar setiap struktur yang ada. Mesin pencampur harus terlebih dahulu diisi dengan agregat dan semen yang telah ditakar. PENGECORAN a. Ukuran setiap penakaran tidak akan melebihi kapasitas kecepatan alat pencampur. yang harus diganti dengan pekerjaan beton baru atau yang harus dibongkar untuk memberi tempat bagi pekerjaan beton baru. Persiapan Tempat Kerja 1). 5). 2). 3). Waktu pencampuran harus diukur dari saat air mulai dimasukkan kedalam bahan-bahan campuran kering. 1. Semua beton harus ditakar berdasarkan berat. Jika digunakan semen kantung. Penggunaan pencampuran beton dengan tenaga manusia harus diatasi pada beton non struktural. dan kemudian mesin pencampur dijalankan sebelum ditambahkan air. 2). Kontraktor harus menggali atau mengurug kembali pondasi atau formasi untuk pekerjaan beton pada garis-garis yang III . Dimana tidak mungkin untuk menggunakan mesin pencampuran maka Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.e. untuk mesin yang lebih besar. maka jumlah penakaran harus sedemikian hingga jumlah semen yang diperlukan adalah sama dengan satu kantung semen utuh atau lebih.5 menit. 4). Semua air pencampuran baru dimasukkan sebelum ¼ waktu pencampuran berlalu.

Perancah/Scaffolding harus direncanakan dan dibangun untuk mendukung beban yang diperlukan dan untuk mendukung beban-beban tanpa lenturan atau deformasi yang berarti sehingga mencegah kerataan dalam beton yang dicor. Sebelum pengecoran beton mulai. Dalam hal bahwa ditentukan kondisi yang kurang memuaskan. 4). 6). semua acua tulangan dan benda lain yang harus dimasukkan ke dalam beton (seperti pipa-pipa atau saluran) harus ditempatkan dengan tepat dan diikat dengan kuat serta ditunjang terhadap pergeseran oleh pekerjaan pengecoran beton. Bila ditetapkan atau diperintahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. semua bagian dari pada pekerjaan dapat diawasi dengan mudah dan aman. bahan-bahan alas untuk pekerjaan beton harus dihampar sesuai dengan ketentuan dalam Spesifikasi ini. atau dalam air. maka Kontraktor dapat diperintahkan untuk merubah ukuran atau kedalaman pondasi dan/atau untuk menggali dan mengganti daerah yang lunak. Direksi Teknik/Konsultan Pengawas dapat meminta agar Kontraktor menggunakan dongkrak sekrup atau baji kayu keras untuk mengencangkan setiap penurunan acuan baik sebelum III . b. 3).13 . memadatkan tanah pondasi atau melaksanakan tindakan stabilitasi lainnya sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Teknik/ Konsultan Pengawas. 5). Tempat berjalan yang mantap harus disediakan bila perlu untuk menjamin bahwa. pondasi dan galian untuk pekerjaan beton harus dijaga agar kering dan beton tidak boleh dicor di atas tanah yang mengandung Lumpur. Direksi Teknik/Konsultan Pengawas harus memeriksa semua galian dan pondasi yang disiapkan sebelum menyetujui penempatan acuan atau baja tulangan atau beton dan boleh meminta Kontraktor untuk melaksanakan pengujian penetrasi penyelidikan yang mendalam pengujian kepadatan dan pemeriksaan lainnya untuk menegaskan daya dukung yang memadai dari tanah di bawah pondasi. Acuan dan Perancah 1). puing atau bahan-bahan asing lainnya.terlihat pada gambar atau ditunjukkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas sesuai dengan ketentuan dalam spesifikasi ini dan harus membebaskan serta membongkar suatu daerah yang cukup luas disekitar tapi pekerjaan beton untuk menjamin dapat dicapainya seluruh bagian pekerjaan tersebut. Semua telapak.

3). beban dari lengkung. maupun oleh logam keras tanpa cacat yang akan merusak kualitas permukaan akhir beton. harus dibentuk dengan galian. dimana. Direksi Teknik/Konsultan Pengawas harus memberikan persetujuan secara tertulis untuk rencana.1. 4). Acuan harus ditumpukan pada semua tepi yang tajan dan harus diberikan siku-siku dalam hal semua ketidakrataan. puntir. Dalam hal tersebut. getah. Perancah harus dipasang untuk memberikan lendutan pada stuktur yang telah selesai sebagaimana ditetapkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas dengan toleransi yang diberikan dalam 3. dengan sambungan yang kedap terhadap adukan dan cukup kaku untuk mempertahankan posisi yang diperlukan selama pengecoran. Semua tanah lepas harus dihilangkan sebelum pengecoran beton. 2). maka Kontraktor harus mengajukan kepada Direksi Teknik/Konsultan Pengawas secara tertulis semua informasi beban perancah terhadap struktur. Acuan untuk permukaan yang terbuka harus ditutupi baik oleh kayu dengan ketebalan yang merata dengan papan acuan pemisah scbagaimana diperlukan dan disetujui.14 . disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. III . 5). sisi dan dasar harus dipotong dengan tangan menurut ukuran yang diperlukan. Acuan tanah.(1). 6). tepi bergelombang atau kerusakan lainnya yang mempengaruhi kekuatan atau penampilan dari stuktur akhir. Tidak akan digunakan bentuk logam yang menekuk dan berkarat. Acuan yang dibuat dapat berupa dari kayu atau baja.e. simpul besar dan lepas. Semua bahan-bahan yang digunakan dalam konstruksi perancah tersebut harus sesuai dengan AASHTO standar yang relevan. Kayu kasar boleh digunakan untuk permukaan yang tidak tampak pada struktur akhir. Perancah harus didirikan diatas telapak yang memadai dengan cara yang disetujui Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. Perancah dapat dalam hal tertentu ditunjang pada struktur yang sudah dibangun. pemadatan dan perawatan. 7).maupun sewaktu pengecoran beton. memulai pekerjaan. Sernua kayu harus padat. Pengujin dan serfifikat bahan-bahan mungkin diperlukan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. goncangan.

9). kekerasan. kehalusan permukaan dari acuan yang digunakan kembali harus dipelihara sepanjang waktu. 12). c. semua serutan. Begel atau angker logam di dalam bentuk tersebut harus dikonstruksi sedemikian sehingga memungkinkan untuk dikeluarkan sampai suatu jarak sekurang-kurangnya 50 mm dan permukaan tanpa melukai beton. Kontraktor harus memberitahukan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas secara tertulis paling sedikit 24 jam sebelum ia bermaksud untuk memulai dengan pengecoran beton. Bentuk. Acuan harus dikonstruksi sedemikian rupa hingga dapat dibuka tanpa merusak beton. Acuan yang kurang memuaskan dalam segala hal seharusnya tidak digunakan lagi.8). Setiap kayu yang melengkung dan menonjol harus diukur lagi sebelum digunakan kembali. Semua bentuk haruslah dipasang dan dipertahankan benarbenar menurut garis-garis yang. kotoran dan semua bahan-bahan asing harus dikeluarkan dari acuan dan acuan tersebut harus dicuci secara hati-hati menyeluruh dengan air. kelas beton serta tanggal dan waktu pencampuran beton. 10). Bila bentuk tampak kurang memuaskan dalarn segala hal. rata dan uniform dalam warna. baik sebelum atau selama pengecoran beton. kekedapan. Pemberitahuan harus meliputi lokasi pekerjaan. Permukaan tersebut harus dibiarkan dalam keadaan padat halus. Sebelum pengecoran beton. tanah. sifat pekerjaan. kekuatan. 11). Lubang harus diisi dengan adukan semen. Acuan harus dikonstruksi sedemikian rupa hingga setiap bahanbahan asing dapat dibersihkan tanpa mengganggu pekerjaan yang sudah diperiksa dan disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. Semua pemasangan begel logam harus direncanakan sedemikian rupa. sehingga lubang-lubang yang tertinggal pada waktu pemotongan akan merupakan ukuran yang paling kecil.15 . kawat pengikat yang longgar. Pengecoran 1). ditunjukkan hingga beton cukup mengeras. maka Direksi Teknik/Konsultan Pengawas boleh memerintahkan agar pekerjaan dihentikan sampai kerusakan telah diperbaiki. atau untuk melanjutkan pengecoran beton bila operasi telah ditunda untuk perioda waktu lebih dari 24 jam. Direksi Teknik/ Konsultan Pengawas akan mensahkan penerimaan dan III .

10). 3). 9). 4). Tidak ada beton boleh digunakan bila tidak dicor dalam posisi akhir dalam bagian acuan dalam waktu 30 menit setelah air ditambahkan pada campuran tersebut. 8). maka beton harus dicor melalui logam atau pipa lainnya yang disetujui. Bila dicor kedalam struktur yang mempunyai acuan sulit dan tulangan baja yang rapat. 5). Beton harus dicor pada suatu kecepatan yang sedemikian hingga beton yang telah dicor kedalam acuan masih bersifat plastis bila beton baru dicor diatasnya. Kontraktor tidak boleh mengecor beton tanpa persetujuan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas secara tertulis.16 . Segera sebelum beton dicor. III . maka beton harus dicor dalam lapisan horizontal yang tidak lebih dari 15 cm. 7). Air tidak diizinkan melimpah atau naik pada pekerjaan beton dalam waktu pengecoran 24 jam. Pengecoran beton harus diteruskan tanpa henti sampai suatu sambungan konstruksi yang diadakan sebelumnya disetujui atau sampai pekerjaan tersebut selesai. maka acuan harus dibasahi dengan air atau dilapisi disebelah dalam dengan suatu minyak mineral tak akan membekas. 2). Beton harus dicor dengan cara tertentu untuk menghindari pemisahan partikel halus dan kasar dalam campuran. Beton tidak boleh dijatuhkan secara beban kedalam bagian acuan dari ketinggian melebihi 150 cm. Bila operasi pengecoran meliputi ketinggian jatuh beton lebih dari 150 cm. Beton harus dicor dalam bagian acuan sedekat mungkin sampai posisi akhir untuk menghindari pengaliran dan tidak boleh mengalir lebih dari 1 meter setelah pengecoran. Pipa harus tetap penuh dengan beton selama pengecoran dan ujung bawah tetap terbenam dalam beton yang baru dicor.pemberitahuan tersebut dan harus memeriksa acuan dan tulangan baja. 6). Meskipun terdapat masalah mengenai persetujuan untuk melanjutkan maka tidak ada beton boleh dicor bila Direksi Teknik/Konsultan Pengawas atau wakilnya benar-benar tidak hadir untuk menyaksikan operasi pencampuran dan pengecoran secara keseluruhan.

2). Kontraktor harus menyediakan tenaga kerja dan bahan-bahan tambahan sebagaimana diperlukan untuk membuat sambungan konstruksi tambahan dalam hal setiap penangguhan pekerjaan III . Sambungan Konstruksi 1). maka pengecoran beton tidak boleh diteruskan dan suatu turap harus dipasang pada suatu lokasi yang ditentukan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. maka kontraktor harus mempersiapkan suatu jadwal pembetonan untuk setiap struktur untuk disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. Sambungan konstruksi tidak boleh terletak pada pertemuan dari bagian konstruksi kecuali sebaiknya ditetapkan. 5). pelat. Bila sambungan vertical diperlukan. Bila tindakan yang tidak memuaskan tidak disediakan sebelum pembentukan awal dan beton pada daerah yang dipengaruhi. dimana dapat mengakibatkan tidak dapat memenuhi rencana. Semua beton cor diluar turap tersebut harus dipindahkan.11). 3). 4). maka Kontraktor harus memeriksa semua perancah dan baji-baji serta harus membuat semua penyesuaian yang diperlukan. maka pengecoran beton tidak boleh diteruskan sampai tindakan perbaikan disediakan hingga memuaskan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. Sambungan konstruksi harus dicor seperti terlihat pada gambar. Untuk pelat yang berada diatas sambungan harus diletakkan sedemikian sehingga membagi pelat kedalam bagian-bagian yang lebih besar tidak lebih dari 120 % daripada bagian yang lebih kecil.17 . dan antara telapak dengan dinding. Bila sambungan tersebut tidak terlihat. maka baja tulangan harus diperpanjang melampaui sambungan tersebut sehingga membuat struktur tetap monolit. Sambungan konstruksi melalui tembok sayap harus dihindari. d. Alur sambungan paling sedikit sedalam 4 cm harus disediakan pada semua sambungan konstruksi dalam dinding. Perhatian harus diberikan untuk menjamin bahwa penurunan dan lendutan minimum yang disebabkan berat beton. Segera sebelum pengecoran beton. Seperti sambungan konstruksi harus tegak lurus terhadap garisgaris utama tegangan dan pada umumnya harus diletakkan pada titik dengan gaya geser minimum. Cara-cara yang sesuai seperti papan penunjuk harus disiapkan oleb Kontraktor sehingga Direksi Teknik/Konsultan Pengawas dapat dengan mudah mengukur penurunan atau pergeseran acuan lainnya timbul.

Penggetar harus didorong dan ditarik dari beton secara perlahan-lahan. Getaran harus dilaksanakan pada titik penimbunan dan tempat timbunan beton yang baru. 3). 4). PEKERJAAN PENYELESAIAN a. Tetapi tidak diteruskan sedemikian rupa hingga menyebabkan pemisahan. Getaran harus dilaksanakan pada perioda waktu intensitas yang cukup untuk memadatkan beton dengan sepenuhnya. Penggetar tidak boleh digunakan untuk mengangkut beton dari satu titik ke titik lain didalam bagian acuan. Beton harus dipadatkan dengan penggetar mekanis yang disetujui untuk dioperasikan dalam beton tersebut. 6). Penggunaan penggetar harus pada titik yang tersebar marata dan tidak lebih jauh terpisah daripada 2 kali radius dimana. e. Penggetar harus digerakkan sedemikian rupa untuk mengerjakan beton sepenuhnya sekitar tulangan dan peralatan tetap dan tertanam serta pada tepi dan sudut bagian acuan. 5). Izin Direksi Teknik/Konsultan Pengawas tidak akan membebaskan Kontraktor dari tanggung jawab untuk keamanan pekerjaan.18 . Kontraktor harus menyediakan sejumlah penggetar yang memadai untuk memadatkan secara layak setiap takaran segera setelah dicor dalam bagian acuan.yang tidak direncanakan yang disebabkan oleh hujan atau kemacetan persediaan beton atau penangguhan pekerjaan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. penggetaran harus ditambah dengan pamadatan adukan beton dengan tangan dan menggunakan alat-alat yang sesuai untuk menjamin pemadatan yang layak dan memadai. 5. getaran efektif secara nyata. Bila diperlukan. Pembongkaran Acuan Bagian acuan dan perancah tidak boleh dibongkar tanpa izin Direksi Teknik/ Konsultan Pengawas. Pada waktu acuan dibongkar dan tanpa kecuali setiap bagian acuan kayu boleh tertinggal dalam III . Intensitas getaran harus sedemikian rupa untuk mempengaruhi secara nyata suatu massa beton dengan “slump” 20 mm pada suatu radius yang sekurang-kurangnya 450 mm. Getaran tidak akan diteruskan pada suatu titik secara meluas sampai terbentuknya tempat adukan beton yang dilokalisir. Pemadatan 1). 2).

maka pembongkaran tersebut harus boleh dimulai sampai beton mencapai 70 % dari kekuatan rencana yang ditentukan. yang tidak akan mempengaruhi secara struktural atau fungsi lainnya dari pekerjaan beton. Bila pengujian kekuatan beton digunakan untuk pembongkaran bagian acuan dan penunjang. b. Bagian acuan untuk telapak yang dibangun pada cofferdam atau kirb dapat ditinggalkan ditempat bila pembongkarannya akan membahayakan keamanan dari cofferdam atau krib. 2). proyeksi dan tidak keteraturan telah dihilangkan semua rongga telah terisi dan suatu permukaan yang merata diperoleh. 3).beton. Permukaan beton harus diselesaikan segera setelah pembongkaran bagian acuan. III . maka beton tersebut harus dipahat di belakang tulangan sampai bahan-bahan yang keras membentuk permukaan tegak lurus pada permukaan benda kerja. Adukan harus terdiri dari semen dan pasir halus dicampur dalam proporsi yang digunakan dalam beton yang sedang diselesaikan. Penambalan harus meliputi pengisian lubang kecil dan penurunan dengan adukan semen.19 . Direksi Teknik/Konsultan Pengawas akan memeriksa permukaan beton segera pada pembongkaran bagian acuan dan dapat memerintahkan penambalan dari cacat kecil. semua perlengkapan logam yang telah digunakan untuk menahan bagian acuan dan bagian acuan yang melalui badan beton. Bila Direksi Teknik/Konsultan Pengawas menyetujui pengisian lubang besar atau keropok. Pasta yang dihasilkan dengan penggosokan ini harus ditinggalkan ditempat. Penggosokan harus dilanjutkan sehingga semua tanda acuan. Bagian tepi acuan yag tidak menunjang beban tidak akan dibongkar selama 3 hari berlalu setelah pengecoran beton kecuali untuk memberikan kemudahan penyelesaian. dan bila bagian acuan yang ditinggalkan utuh terlindung dari pandangan pada struktur akhir. Semua bagian acuan lainnya harus dibongkar baik diatas maupun dibawah permukaan tanah atau air. Penambalan dan perbaikan lainnya pada beton tidak akan dikerjakan sebelum pemeriksaan. Penyelesaian Permukaan 1). Pembongkaran perancah untuk struktur menerus atau konsol harus diarahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas atau harus sedemikian rupa hingga struktur tersebut secara bertahap mencapai tegangan izinnya. harus dipindahkan atau dikurangi.

penyelesaian lainnya yaitu kelas F3. Bahan-bahan ini harus dan tipe yang sama dan didapat seluruhnya dan hanya satu sumber untuk setiap sebuah struktur. harus menyiapkan papan percobaan dan penyelesaian yang terbuka sebelum pembetonan. Ikatan dalam dan bagian logam yang tertanam tidak diperbolehkan. Kontraktor harus memperbaiki setiap cacat dalam penyelesaian seperti yang diminta oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.tidak ada Kelas F2 . Papan itu harus berisi tulangan untuk mewakili bagian terpadat terdapat dari suatu bagian dan akan dicetak dari beton yang akan digunakan dalam pekerjaan. Persyaratan tambahan untuk berbagai kelas penyelesaian adalah : Kelas Fl . 6).4). Permukaan yang tidak berbentuk harus diselesaikan sebagai berikut : III . Penyelesaian yang dibentuk harus diperlakukan.acuan harus diatur dengan bahan-bahan yang disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas untuk memberikan penyelesaian yang halus dari tekstur dan penampilan yang seragam. Semua sambungan pada acuan untuk penyelesaian Kelas F2 dan Kelas F3 harus membentuk pola yang tetap dengan garis horizontal dan vertical menerus keseluruh tiap-tiap struktur.Ketidakrataan dalam penyelesaian tidak boleh lebih besar daripada yang didapatkan dari penggunaan papan-papan persegi untuk membuat ketebalan yang disusun dalam pola yang seragam. Penyelesaian dimaksudkan untuk ditinggalkan sebagai cetakan tetapi cacat seperti sirip-sirip dan perubahan warna permukaan harus diperbaiki dengan metoda yang disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. bila diperintahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. Beton harus dipadatkan dengan metoda yang digunakan dalam pekerjaan.20 . Kontraktor. seperti penyelesaian yang berusuk untuk bergerigi harus sebagai ditunjukan pada gambar. Persyaratan tambahan untuk penyelesaian permukaan diberikan dibawah secara umum penyelesaian yang dibentuk yang tidak terlihat harus merupakan kelas F1 dan penyelesaian yang dibentuk F2. Kelas F3 . 5). Semua sambungan konstruksi harus tepat dengan garis-garis ini.

Beton harus dipelihara dengan kehilangan kelembaban yang minimal dan suhu yang relatif tetap untuk suatu perioda khusus guna menjamin hidrasi yang layak dari semen dan pengeras beton. angin keras dan gangguan mekanis. Setelah pengecoran. halus dan seragam serta bebas dan tanda sendok semen. maka perlu dijaga agar basah sepanjang waktu sampai dibongkar. suatu pemukaan Kelas U1 harus ditepuk dengan sendok semen pada tekanan yang tetap untuk menghasilkan suatu permukaan yang padat.Beton harus dibuat dengan ketinggian dan kerataan yang seragam untuk menghasilkan suatu bidang dengan permukaan yang bersusun atau berbukit seperti diuraikan dalam kontrak. c. untuk mencegah terbukanya sambungan dan pengeringan beton.bila lapisan kelembaban sudah hilang dan beton telah mengeras dengan secukupnya untuk menghindari terjadinya lapis buih semen/laitance pada permukaan beton. maka beton harus dilindungi dari pengeringan awal. Semua lembaran atau selimut perawatan harus dibebani secukupnya atau dibungkus sampai kebawah untuk menjaga agar permukaan beton tertutup dan untuk mencegah permukaan terbuka terhadap aliran udara. Beton harus dirawat segera setelah mengeras.Kelas Ul . 6. Bila digunakan acuan kayu. PENGENDALIAN MUTU DI LAPANGAN a. permukaan beton kelas U1 harus diapungi dengan tangan atau mesin secukupnya hanya untuk menghasilkan suatu permukaan yang seragam dan bebas dari tanda bekas perataan. suhu yang terlampau tinggi. Umum Kontraktor harus mcnganggap mempunyai tanggung jawab penuh untuk menjamin bahwa kualitas beton sesuai dengan spesifikasi ini dan tanggung jawab ini tidak akan dibebaskan dengan pengujian III . 2). Perawatan 1). Kelas U2 . tidak boleh ada pekerjaan yang lebih lanjut yang dilakukan pada permukaan kecuali jika digunakan sebagai tahap pertama untuk penyelesaian Kelas U2 dan Kelas U3. Dengan menutupinya dengan selimut yang menyerap air yang harus selalu basah untuk suatu perioda sekurang-kurangnya 7 hari. Kelas U3 .21 .setelah beton cukup mengeras.

Pengujian untuk sifat mudah dikerjakan Suatu pengujian “Slump” atau lebih sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas harus dilaksanakan pada setiap penakaran beton yang dihasilkan dengan pengujian tersebut tidak akan dianggap telah dilaksanakan kecuali disaksikan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas atau wakilnya. c. Kontraktor harus melaksanakan tidak kurang dari satu pengujian kuat tekan untuk setiap 20 meter kubik atau bagian dan beton yang dicor dan dalam segala hal tidak kurang dari satu pengujian untuk setiap kelas beton yang dicor dan untuk setiap jenis terpisah dari komponen struktur yang dicor pada satu hari.22 . Pengambilan dan pengujian contoh beton. b.yang dilakukan dan disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. Pengujian tambahan demikian dapat meliputi: 1). Pengujian beban ditanyakan. Setiap pengujian harus termasuk pembuatan tiga contoh yang sama yang pertama harus ditujukan pada pengujian kuat tekan setelah 3 hari. Bila seluruh jumlah kontrak dari satu kelas beton tertentu yang frekuensi pengujian yang ditetapkan pada (a) di atas menyediakan kurang dari lima pengujian untuk suatu kelas beton tertentu. 2). maka pengujian tersebut harus dilaksanakan pada contoh. yang kedua setelah 7 hari dan yang ketiga setelah 28 hari. d. III . struktur atau elemen struktural yang 3). sekurang-kurangnya lima penakaran terpilih secara sembarang. sebagaimana disarankan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. Pengujian Tambahan Kontraktor harus melaksanakan pengujian tambahan yang mungkin diperlukan untuk menetapkan kualitas bahan-bahan campuran atau pekerjaan beton akhir. Pengujian yang tidak merusak dengan menggunakan suatu sclerometer atau alat pengujian lainnya 2). Pengujian kuat tekan 1).

atau sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas.1.23 . Persyarataan standar untuk jembatan jalan raya dan kereta api dengan sambungan yang dilas. Uraian Pekerjaan ini harus mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai dengan spesifikasi dan Gambar. Institut beton Amerika. Baja tulangan beton yang polos dan yang berulir. c. b. ditetapkan oleh Direksi B. Pengujian lainnya sebagaimana Teknik/Konsultan Pengawas.4). 315 Buku Pegangan Standar praktis untuk detail struktur beton bertulang. UMUM a.0 N1. Penerbitan Detail-detail Konstruksi Detail konstruksi untuk baja tulangan yang tidak disertakan pada waktu lelang akan diserahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas setelah peninjauan kembali rancangan awal telah selesai. Anyaman kawat baja dilas di pabrik untuk tulangan beton.C. Standar Industri Indonesia mengenai Baja Tulangan Beton. Peraturan Beton Indonesia. Toleransi untuk pembuatan (fabrikasi) harus seperti yang disyaratkan dalam ACI 315. AASHTO M31-77 AASHTO M32-78 AASHTO M55 AWS D 2. Toleransi 1).2 . III .1971 SII 0136 .84 d. BAJA TULANGAN UNTUK BETON 1. Kawat baja yang dibentuk dalam keadaan dingin (cold drawn stell wire) untuk tulangan beton. Standar rujukan A.

5 cm untuk seluruh beton yang terendam/tertanam yang tidak bisa dicapai atau untuk beton yang tak bisa dicapai bila kehancuran karena karat dari tulangan dapat menyebabkan kerusakan atau kehancuran struktur. atau untuk beton yang ditempatkan langsung diatas tanah karang.2).2. untuk beton yang terendam/tertanam atau terbuka langsung terhadap cuaca atau urugan tanah tetapi masih dapat diamati untuk pemeriksaan. diberi label. Kontraktor harus mengangkut tulangan ke tempat kerja dalam ikatan. Baja tulangan tersebut harus selalu III . Ukuran batang baja tulangan yang akan diselimuti (mm) Batang 16 mm dan lebih kecil Batang 19 mm dan 22 mm Batang 25 mm dan lebih besar Tebal selimut Beton minimum (cm) 3.(1). Baja tulangan harus dipasang sedemikian sehingga selimut beton yang menutup bagian luar dari baja tulangan adalah sebagai berikut : (i) 3.d). atau kerusakan.d). 3. (ii) Seperti yang ditunjukkan dalam tabel. Kontraktor harus menangani serta menyimpan seluruh baja tulangan sedemikian untuk mencegah distorsi. pengotoran korosi. Penyimpanan dan Penanganan 1). dan ditandai dengan label metal yang menunjukkan ukuran batang. Tabel 3. 2).5 5 6 (iii) 7. e.24 . atau untuk beton yang berhubungan langsung dengan kotoran pada selokan atau saluran roil serta cairan korosif lainnya. Selimut beton minimum dari baja tulangan untuk beton yang tak terlindungi tetapi mudah dicapai.2.5 crn untuk beton yang tidak terbuka langsung terhadap udara atau terhadap air tanah atau terhadap bahaya kebakaran. (1). panjang dan informasi lainnya sehubungan dengan tanda yang ditunjukkan pada diagram tulangan.

(2) Baja tulangan yang cacat sebagai berikut tidak akan diijinkan dalam pekerjaan : a. seluruh daftar pesanan dan diagram pembengkokan harus disediakan oleh Kontraktor untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. Mutu Pekerjaan dan Perbaikan dari pekerjaan yang tak memuaskan (1) Persetujuan atas daftar pesanan dan diagram pembengkokan dalam segala hal tidak membebaskan kontraktor atas tanggung jawabnya untuk memastikan ketelitian dari daftar dan diagram tersebut. dan tidak ada material yang dipesan sebelum daftar tersebut serta diagram pembengkokan disetujui. Revisi material yang disediakan sesuai. 2). ketebalan dan bengkokan yang melebihi toleransi pembuatan yang diisyaratkan dalam ACI 315. g. Panjang batang.25 . Kontraktor harus menunjukkan kepada Direksi Teknik/Konsultan Pengawas Daftar disahkan dan pembuat pabrik baja yang memberikan berat satuan nominal dalam kilogram dari tiap ukuran dan kelas batang tulangan atau anyaman baja dilas yang akan digunakan dalam pekerjaan. Pembengkokan kembali dari batang harus dilakukan dalam keadaan dingin terkecuali disetujui lain oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. batang tidak boleh dibengkokan kembali atau diluruskan tanpa persetujuan Direksi Teknik/Konsultan Pengawas atau yang akan merusak atau melemahkan material. dengan daftar dan diagram untuk memenuhi gambar rencana. f. Kekeliruan yang tidak dapat diperbaiki oleh pembengkokan kembali tidak disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas harus III .disimpan tanpa menyentuh tanah dan dilindungi pengkaratan atau pelapisan bahan-bahan yang merusak. Sebelum memesan material. b. Dalam segala hal batang tulangan yang telah dibengkokan kembali lebih dari satu kali pada tempat yang sama tidak diijinkan digunakan pada pekerjaan. harus atas biaya kontraktor. (3) Dalam hal kekeliruan dalam pembuatan bentuk tulangan. Pelaporan dari 1). Sebelum memulai pekerjaan baja tulangan. Bengkokan atau tekukan yang tidak ditujukkan pada gambar atau Gambar kerja akhir.

1 (3) c) dari spesifikasi ini. dan harus menyediakan stok yang cukup dan batang lurus ditempat. Pengikat untuk tulangan Kawat pengikat untuk mengikat tulangan harus kawat baja yang telah dilunakkan yang memenuhi AASHTO M 32-78. Tumpuan untuk tulangan Tumpuan untuk tulangan harus dibentuk dan batang besi ringan atau blok beton cetak dari kelas II/K275 seperti yang disyaratkan dalam pasal 3. atau lainnya yang disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. MATERIAL a. h. 4). atau lebih besar. mengelupas. Bila anyaman tulangan baja diperlukan seperti untuk tulangan pelat. terkecuali disetujui lain oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. luka. III . Kayu. karat dan tidak cacat (retak-retak). baik bila melakukan pemesanan biaya tulangan yang telah dibengkokkan maupun tidak. anyaman tulangan yang dilas yang memenuhi AASHTO M 55 dapat digunakan. untuk pemnbengkokan yang dibutuhkan untuk memperbaiki kekeliruan atau penggantian. Bila baja diganti haruslah dengan luas penampang yang sama dengan ukuran rancangan awal. Baja Tulangan 1).77. c. Baja tulangan harus baja polos atau berulir kelas 40 yang memenuhi persyaratan AASHTO M31 . lapisan lemak/minyak.diperbaiki dengan mengganti menggunakan batang yang baru yang dibengkokkan dengan benar dan sesuai dengan bentuk dan ukuran yang diisyaratkan. 3). Baja tulangan mempunyai penampang yang sama rata. batu material lain tidak boleh diijinkan sebagai tumpuan.1 (3) a) dan pasal 3. bata. Baja tulangan harus bebas dari kotoran-kotoran.26 . (4) Kontraktor harus menyediakan fasilitas di tempat kerja untuk pemotongan dan pembengkokkan tulangan. Penggantian ukuran batang Penggantian batang dari ukuran berbeda akan hanya diijinkan bila secara jelas disahkan oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. Jarak antara batang-batang baja tidak akan diperlebar. 2. b. patah dan sebagainya. 2).

Pengelasan dari batang melintang atau pengikat terhadap tulangan baja tarik utama tidak diperkenankan. 3). terkecuali ditunjukkan pada Gambar. oli. 2). PEMBUATAN DAN PENEMPATAN a. Batang dari diameter 13 cm dan yang lebih besar harus dibengkokan dengan mesin pembengkok. Batang tulangan harus diikat kencang dengan menggunakan kawat pengikat sehingga tidak tergeser sewaktu operasi pengecoran. Penempatan dan Pengikatan 1). 2). karat.27 . Bila penggunaan panas untuk pembengkokan di lapangan disetujui oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas tindakan pengamanan harus diambil untuk menjamin bahwa sifat fisik dari baja tidak banyak berubah. dan kerak. Terkecuali ditentukan lain oleh Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. atau seperti yang diperintahkan oleh Direksi Teknik/ Konsultan Pengawas. III . Tulangan harus dibersihkan sesaat sebelum pemasangan untuk menghilangkan kotoran. seluruh tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin dan sesuai dengan prosedur ACI 315. Seluruh tulangan harus disediakan sesuai dengan panjang keseluruhan yang ditunjukkan pada Gambar.3. Pembengkokan 1). harus diberikan kait pada ujungnya. lumpur. Setiap peyambungan yang dapat disetujui harus dibuat bertahap sejauh mungkin dan harus diletakkan pada titik dengan tegangan tarik minimal. Tulangan harus secara tepat ditempatkan sesuai dengan Gambar dan dengan kebutuhan selimut penutup minimum yang disyaratkan dalam 3. 4). bengkokan-bengkokan atau kerusakan. percikan adukan atau lapisan lain yang dapat mengurangi atau merusak pelekatan dengan beton. tidak akan diijinkan tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Teknik/Konsultan Pengawas. 5). Penyambungan (spiling) dari batang. Bila sambungan (spiling) yang menumpang disetujui maka panjang yang menumpang haruslah 40 diameter batang dan batang tersebut.2(l) d) diatas. cat. menggunakan batang yang pada awalnya lurus dan bebas dari tekukan-tekukan. b.

Detail sambungan harus dibuat secara lengkap oleh kontraktor. las. PEKERJAAN BAJA 1. 10). Untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut kontraktor harus membuat gambar kerja (shop drawing) dari baja dan bila perlu dilengkapi dengan struktur seperlunya. 7). Bila Direksi menyetujui pengelasan dari penyambungan. Pekerjaan stuktur baja adalah bagian-bagian yang dalam Gambar rencana dinyatakan sebagai struktur baja. terutama untuk fabrikasi dan pemasangan. lubang baut.6). maka harus secara keseluruhan dibersihkan dan dipulas dengan adukan semen. rangka atap. Anyaman harus dipotong untuk mengikuti bentuk pada keterbukaan. maka sambungan dalam hal ini adalah las tumpu ujung yang menembus penuh yang memenuhi kebutuhan dari AWS D 2. Anyaman baja yang dilas harus dipasang sepanjang mungkin. dengan bagian sambungan harus menumpang paling sedikit satu kali jarak anyaman. MATERIAL III . ukuran-ukuran dan lain-lain yang secara teknis diperlukan. pemotongan. seperti kolom. Tidak boleh ada bagian tulangan yang telah ditempatkan boleh digunakan untuk memikul perlengkapan penghantar beton. pengaku.0. Simpul dari kawat pengikat harus diarahkan meninggalkan permukaan beton sehingga tidak akan tampak dari luar. balok. juga bagian-bagian yang menurut sifat strukturnya memakai baja. jalan pendekat. C. Pengelasan dari baja tulangan tidak akan diijinkan terkecuali diperinci dalam Gambar atau secara khusus diijinkan oleh Direksi Teknik/ Konsultan Pengawas secara tatulis. Gambar kerja meliputi detail-detail pemasangan. pendinginan bend alas dengan air tidak diijinkan. rangka dinding dan lain-lain. 2). lantai kerja atau beban konstruksi lainnya. penyambungan. 2. dan harus dihentikan pada sambungan antara pelat. Bila tulangan tetap dibiarkan terbuka untuk suatu periode yang cukup panjang. 8). 9).28 . PENJELASAN UMUM 1).

sebesar 3600 kg/cm2. Semua pengukuran harus dilakukan dengan menggunakan pita-pita yang telah disetujui. III . PABRIKASI 1). Baut baja tegangan tinggi sesuai dengan ASTM A-325 F (High Strenght Friction Grip). Kontraktor Montase tidak mempunyai wewenang untuk memberikan instruksiinstruksi mengenai cara penyelenggaraan pabrikasi. Setiap pekerjaan yang cacat atau tidak sesuai dengan Gambar rencana atau spesifikasi ini akan ditolak dan harus segera diperbaiki. Ukuran-ukuran dari pekerjaan baja yang tertera pada Gambar rencana dianggap ukuran pada 25 derajad C. Umum Tukang-tukang yang digunakan harus dari tenaga-tenaga ahli pada bidangnya dan melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai dengan petunjuk-petunjuk Direksi Teknik/Konsultan Pengawas dan ketelitian utama diperlukan untuk menjamin bahwa seluruh bagian dapat cocok satu dengan lainnya pada waktu pemasangan. a.1). dengan tegangan. Elektroda las mengikuti AWS E-60XX atau mutu lebih tinggi. Baut baja biasa sesuai ASTM A-307 3). tidak satu pekerjaan dibongkar atau disiapkan untuk dikirim sebelum diperiksa dan disetujui.29 . Kontraktor pabrikasi harus memperkenankan kontraktor Montase untuk sewaktu-waktu memeriksa pekerjaan dan untuk mendapatkan keterangan mengenai cara-cara dan lain-lain yang berhubungan dengan waktu pemasangan di tempat pekerjaan. Pola Pengukuran Pola (mal) pengukuran dan peralatan-peralatan lain yang dibutuhkan untuk menjamin ketelitian pekerjaan harus disediakan oleh Kontraktor Pabrikasi. Kontraktor pabrikasi harus menyediakan atas biaya sendiri semua pekerjaan. 2). Baja-baja profil dan pipa sesuai dengan Fe-360 atau BJ-37 menurut PPBBI atau ASTM A-36. Direksi Teknik/Konsultan Pengawasan mempunyai kebebasan sepenuhnya untuk setiap waktu melakukan pemeriksaan pekerjaan. 3. alat-alat perancah dan sebagainya yang diperlukan dalam hubungan pemeriksaan pekerjaan. leleh. 2).

Memotong dengan Las Pemotong Las pemotong digerakkan secara mekanis dan diarahkan dengan sebuah mal serta bergerak dengan kecepatan tetap. maka semua pelat harus diperiksa kerataanya. semua batang-batang diperiksa kelurusannya. ukuran dari las serta kekuatan arus listrik untuk las tersebut harus diajukan kontraktor untuk mendapatkan persetujuan Direksi Teknis/ Konsultan Pengawas terlebih dahulu sebelum pekerjaan las listrik dilakukan. Meluruskan Sebelum pekerjaan lain dilakukan pada pelat. Pekerjaan Las dan Pengawasan Pekerjaan Las Pekerjaan las harus dikerjakan oleh tukang las. diselesaikan sedemikian sehingga bebas dari seluruh bekas kotoran besi. Detail-detail khusus menyangkut cara persiapan sambungan. tepi harus. 5).30 . cara pengelasan jenis dan ukuran elektrodanya. maka cara itu tidak akan diubah tanpa persetujuan lebih lanjut. tepat dan rata menurut ukuran yang diperlukan. Pinggir yang dihasilkan oleh las pemotong harus bersih serta lurus dan untuk menghaluskan tepi yang dipotong itu harus digunakan gerinda. 7). Pekerjaan baja dapat dipotong dengan menggunting. Gerinda bergerak searah dengan arah las pemotong. sebanyak-banyaknya 6 mm pada pelat yang tebalnya lebih besar dari 12 mm 6). Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi Teknis/ Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan. tebal bagian bagian. Ukuran elektroda. arus dan tegangan listrik dan kecepatan busur Iistrik yang digunakan pada listrik harus seperti yang dinyatakan oleh pabrik las listrik tersebut dan tidak akan dibuat penyimpangan tanpa persetujuan tertulis dari Direksi Teknis/ Konsultan Pengawas. digergaji atau dipotong dengan las pemotong maka pada pemotongan diperkenankan terbuangnya metal sebanyak-banyaknya 3 mm. dibawah pengawasan langsung seorang yang menurut anggapan Direksi Teknis mempunyai training dan pengalaman yang sesuai untuk penyelenggaraan pekerjaan semacam itu.3). bila perlu harus diperbaiki sehingga bila pelat-pelat disusun akan terlihat rapat seluruhnya. Pekerjaan mesin perkakas dan Geranda yang diperkenankan Kalau pelat digunting. harus bebas dari puntiran. menggergaji atau dengan las pemotong permukaan yang diperoleh dari hasil pemotongan harus diselesaikan siku terhadap bidang yang dipotong. III . 4).

Setelah mengebor. Dalam hal ini menggunakan pas lubang yang tidak dibor menembus sekaligus untuk seluruh tebal elemen-elemennya maka lubang dapat dibor dengan ukuran yang lebih kecil dahulu dan diperbesar kemudian pada saat montase percobaan.31 .Pelat-pelat yang akan dilas harus bebas dari kotoran-kotoran besi. 9). Montase di bengkel (montase percobaan) Sebelum diangkat. Las dengan retak susut. Mengebor Semua lubang harus dibor untuk seluruh tebal dari material. Bila menggunakan baut pas pada salah satu lubang maka lubang ini dibor lebih kecil dan kemudian baru diperbesar untuk mencapai ukuran sebenarnya. Diameter lubanglubang untuk baut pas harus dalam toleransi yang diberikan. III . baut-baut. gelegar melintang dan seluruh batang-batang penguat.membuat lubang dan dibor menembus seluruh tebal sekaligus. maka semua pelat. jack.50 mm lebih besar dari pada diameter yang tertera pada gambar rencana. Montase percobaan tidak akan dilepas dulu sebelum mendapat persetujuan tertulis Direksi Teknis. Sambungan sementara harus berhubungan betul menyeluruh dengan menggunakan cara yang disetujui seperti wartel. retak pada bahan dasar. minyak cat. seluruh kotoran besi harus disingkirkan dan pelat-pelat dan dapat di lepas bila perlu. Diameter lubang untuk baut. adalah 1. Bila memungkinkan. karet atau lapisan lain yang dapat mempengaruhi mutu las. potongan-potongan dan sebagainya harus dijepit bersama-sama untuk. kecuali baut pas. Cara lain adalah bahwa batang-batang dapat dilubangi tersendiri dengan menggunakan mal. Pemahatan yang dilakukan pada saat montase hanyalah untuk membawa bagian-bagian itu pada posisi yang dikehendaki dan bukan untuk memperbesar lubang atau merusak material. Pemberitahuan harus diberikan kepada Direksi Teknis bila pekerjaan siap untuk diperiksa dan semua fasilitas yang diperlukan untuk maksud pemeriksaan itu harus disediakan o1eh Kontraktor. maka batang yang berdampingan harus dimontase bersama-sama pada kedudukan yang dikehendaki lengkap dengan perletakan-perletakannya. Kalau terjadi perbedaan kedudukan. pekerjaan baja harus dipasang sementara (montase percobaan) pada halaman Kontraktor Pabrikasi yang terlindung dan cuaca untuk diperiksa oleh Direksi Teknis mengenai alinyemen serta tepatnya seluruh bagian dan sambungan. berlubang dan kurang tepat letaknya harus disingkirkan 8).

baut-baut. Batang baut haruslah lurus dan baik. Diameter III . Memberi tanda untuk pemasangan akhir Setelah montase percobaan serta setelah mendapat persetujuan Direksi Teknik. tepat konsentris dan siku dengan batangnya dengan kepala serta mur yang hexagonal (kecuali bila jenis kepala yang lain disyaratkan pada gambar rencana). yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan di lapangan dengan tambahan 5 % untuk setiap ukuran baut mur dan cincin baut. cam baut dan sebaginya. Pengecatan di bengkel Setelah dibongkar sebagai kelanjutan berhasil baiknya montase percobaan. Setelah semua permukaan dalam keadaan bersih dan kering. Bila dipakai baut pas. Kontraktor Pabrikasi akan mengajukan/ penyerahan dengan cumacuma untuk Direksi Teknis dan Kontraktor Montase. sebanyak 50 % dan jumlah keseluruhan dari baut baja keras yang diperlukan di lapangan untuk satu benteng. harus dibersihkan seluruhnya sehingga menjadi bagain yang bersih dengan menggunakan penyemprot pasir (sand blasting) atau dengan cara lain yang disetujui. kecuali pada bagian yang dikerjakan dengan mesin perkakas dan pada perletakan. D. harus seperti diameter yang tertera pada gambar rencana dan harus dikelompokkan dengan cermat sesuai dengan ukuran panjang batangnya yang tak berulir.kontraktor pabrikasi akan menyediakan jumlah sepenuhnya dan mur-mur.10). Dua copy dari gambar rencana yang menyatakan dengan tepat. (2). BAUT MUR DAN CINCIN BAUT (SELAIN DARI BAJA KERAS) Semua baut dan mur. Kontraktor Pabrikasi harus juga menyediakan baut stel lengkap dengan mur serta cincinya. maka permukaan dan seluruh pekerjaan baja. Pada saat pengiriman.32 . Cat dari warna yang berbeda yang digunakan untuk membedakan bagian-bagian yang sama. diameternya. PENYEDIAAN BAUT-BAUT DAN SEBAGAINYA Kontraktor . kemudian di cat dasar satu lapisan meni atau bahan-bahan pelindung lainnya kalau disyaratkan khusus untuk pekerjaan tertentu. oleh kontraktor pabrikasi diberikan dengan Cuma-Cuma kepada Direksi Teknis dan kontraktor Montase dari bangunan itu pada saat pengiriman-pengiriman pekerjaan baja itu. tetapi belum dilepas setiap bagian harus diberi tanda yang jelas (dengan pahatan dan cat). 11). tanda-tanda itu. serta letaknya dimana akan dipakai pada pekerjaan dari seluruh baut-baut yang diserahkan. PENYERAHAN UNTUK PEMASANGAN AKHIR (Montase Lapangan) (1). hitam atau pas harus mempunyai kepala yang ditempa.

handling dan montase percobaan pekerjaan besi itu.50 mm lebih kecil dari diameter lubang dimana digunakan. Sebelum penyerahan untuk menjamin terlindungnya dari kerusakan. Baut stel haruslah baut hitam yang 1. atau kalau tidak melakukan demikian serta cacat yang terjadi sebelum dan sesudah serta cacat yang terjadi sebelum dan sesudah penyerahan. mur dan cincin baut. TRANSPORT DAN HANDLING Cara transport dan handling pekerjaan besi harus sesuai dengan cara yang telah disetujui oleh Direksi Teknis. III . PENYERAHAN. PENERIMAAN DAN MENJAGA PEKERJAAN INI Kontraktor Pabrikasi bertanggung jawab untuk menjaga keamanan pekerjaan besi. memasang dan mengeling dan atau baut dan atau las seluruh pekerjaan besi. setiap kehilangan atau ketidakcocokan dari barangbarang besi itu dan akan melaporkan juga secara tertulis keada Direksi Teknis setiap kerusakan serta cacat tanpa ditunda-tunda. UMUM Kontraktor Montase harus menyediakan seluruh perancah dan alat-alat yang diperlukan dan mendirikanya ditempat pekerjaan. (4). BAUT BAJA KERAS. dan memperbaiki semua kerusakan sampai diserahkan dan diterima baik oleh Kontraktor Montase. E.50 mm lebih kecil dari diameter baut. Baut stel haruslah baut hitam yang 1. MUR DAN CINCIN BAUT Baut baja keras.33 . PEMASANGAN (Erection) (1). bila disyaratkan untuk disediakan oleh Kontraktor Montase untuk dipakai dipekerjaan dengan ukuranukuran seperti yang tertera pada gambar rencana.lubang cincin baut adalah 1. (5). akan segera menyampaikan kepada Direksi Teknis atau wakilnya. mentransport ketempat pekerjaan bila perlu dan menyimpannya dengan aman bebas dari kerusakan-kerusakan hingga akhirnya terpasang. Kontraktor Montase akan menyerahkan tanda terima dalam 2 (dua) rangkap untuk semua penyerahan dan bertanggung jawab untuk setiap kehilangan dan sewa gudang yang dapat terjadi disebabkan oleh kelalaiannya dan kegagalannya untuk menerima pekerjaan besi bila diminta demikian. atas biayanya sendiri.50 mm lebih besar dari diameter baut. (3). Kontraktor Montase akan menerima seluruh pekerjaan besi ditempat pekerjaan. atau ditempat penyerahan lain seperti disyaratkan dan akan membongkar. maka perhatian khusus diperlukan dalam pengepakan serta cara perkuatan pada saat transport. Segera setelah menerima penyerahan pekerjaan besi Kontraktor Montase.

DRIFT PARALEL UNTUK MONTASE Batang tak berulir dari drift parallel yang digunakan pada Montase dibuat sesuai dengan diameter yang diperlukan. Selanjutnya sekurang-kurangnya 10 % dari lubang pada suatu kelompok dikeling atau dibaut dengan permanent sebelum baut montase atau drift diangkat (disingkirkan). telah dibuat permanent. BAUT STEL DAN SEBAGAINYA Kontraktor Montase harus menyediakan untuk digunakan sendiri semua parallel drift montase yang mungkin diperlukan dan akan tetap menjadi miliknya dan disingkirkan dari tempat pekajaan setelah selesainya peketjaan atau biaya sendiri. (2). Semua pekerjaan harus dikerjakan secara hati-hati dan dipasang dengan teliti. akan diserahkan kepada Direksi Teknis/ Konsultan Pengawas atas biaya Kontraktor Montase. dan digunakan untuk membawa bagian-bagian pada posisinya yang tepat seperti disyaratkan di bawah ini. Setelah selesai pekerjaan. Penggunaan martil yang berlebihan yang dapat merusak atau mengganggu material tidak diperkenankan Setiap kesalahan pada pekerjaan bengkel yang menyulitkan pekerjaan montase serta menyulitkan pengepasan bagian-bagian pekarjaan dengan menggunakan pekerjaan dengan menggunakan drift secara diisi dengan pendrift dan baut pernbantu sebanyak 50 % sebelum dikeling atau dibaut secara permanent.34 . DRIFT. III . alat dan sebagainya yang akan digunakan telah mendapat persetujuan Direksi Teknis. dan panjangnya tidak kurang dari jumlah tebal material yang akan dilalui oleh Drift itu ditambah satu kali diameter drift itu. Tumpuan-tumpuan itu tidak disingkirkan sebelum seluruh sambungan (kecuali sambungan pendek pada puncaknya). (4). Drift yang dipakai mempunyai diameter yang lebih kecil dari lubang baut.Pekerjaan besi tidak boleh dipasang sebelum cara. Pada pemasangan dan pengepasan ini sekurang-kurangnya dua lubang pada tiap kelompok diisi paralel drift bila mungkin dan sekurangkurangnya 40 % dari lubang-lubang diisi dengan baut. (3). KERANGKA BAJA Satu batang kerangka baja dipasang atas tumpuan-tumpuan sedemikian rupa sehingga kerangka baja itu dapat membentuk lawan lendut seperti tertera pada gambar rencana.

Mur harus dikencangkan hanya terhadap bidang yang tegak lurus terhadap as lubang. baru sambungan batang atas dibuat permanent. dan sebuah dibawah mur. cincin baut itu terpasang dengan cekungnya menghalang keluar.50 derajat. Kunci pas harus dari jenis yang telah disetujui dan dapat menunjukkan bils tercapai torque yang disyaratkan. Tegangan yang perlu pada baut III . Sebanyak 50 % dari lubang harus diisi dengan baut stel dan minimal 10 % atau pada setiap potongan dan pelat minimal dua lubang diisi dengan drift pararel. batang penguat.35 . Baut stel yang digunakan untuk membaut permulaan dapat seterusnya digunakan pada sambungan. Memasukan dan mengencangkan baut baja keras diatur sedemikian sehingga selalu rapat dan tidak dapat dimulai sebelum sambungan telah diperiksa dan disetujui oleh Direksi Teknis atau wakilnya. Baut baja keras harus dipasang dengan cincin baut yang diperlukan. sebuah dibawah kepala baut. Bidang bawah kepala. 2). Kunci pas mesin harus dari jenis yang telah disetujui yang akan slip bila tegangan atau torque yang tertera pada label dibawah ini telah tercapai.5 mm tidak melebihi 4. baut tidak boleh menyimpang dari bidang tegak lurus terhadap as baut lebih dari 3. Mengencangkan Baut Baut baja keras dapat dikencangkan dengan tangan atau dengan kunci-kunci baut yang digerakkan dengan mesin. Kunci pas harus sering dichek dan harus disesuaikan untuk mencapai tegangan atau torque yang disyaratkan atau seperti yang yang diperintahkan oleh Direksi Tekniks. Harus diperhatikan bahwa. dan baut baut stel seperti yang disyaratkan. BAUT-BAUT UNTUK PEMASANGAN 1). Setelah kerangka baja terpasang.5 mm. (5). dan pada umumnya sebelum bentang itu telah terpasang dengan gelegar melintang.Pemasangan permanent baut tidak boleh dilakukan tanpa persetujuan Direksi Teknis. memakai cincin baut yang miring (taperd) dapat dilakukan bila perlu baut menonjol melalui mur tidak kurang dari 1. 3). PENGGUNAAN BAJA KERAS. Pemasangan Setiap sambungan dibuat bersama-sama dengan baut stel sehingga berbagai bagian serta berbagai pelat perhubungan rapat satu sama lain secara menyeluruh.

650 Beban Calibration (3) Lbs 27. kunci pas yang lain.36 . Setiap baut yang kendor harus disesuaikan menurut kebutuhan.48 24.960 45.ft 315 465 700 940 nilai-nilai ini diperoleh sebagai berikut: Kolom (2) menyatakan tegangan yang diperlukan pada masingmasing baut yang dipasang pada pekerjaan. Kolom (5) adalah angka kira-kira untuk torque yang diperlukan untuk menggerakkan mur terhadap tegangan pada kolom (2).46 Torque (5) Lb.000 30. Kolom (3) dan (4) adalah kolom (2) ditambah 15 % dan menyatakan tegangan Yang harus dicapai dengan pemeriksaan kalibrasi dari impact mekanis atau.800 (4) Tons 12. kirakira sebagai berikut : Torgue = 0.540 34. dan dikencangkan kembali sehingga mencapai tegangan yang diperlukan. Tabel 3.59 15.6 Diameter Baut (1) In ¾ 7/8 1 11/8 85 % dari beban percobaan (2) Lbs 24.900 47. III .0 175 x diameter baut x tegangan baut (lbs. sperling sebesar 15 % utnuk teknik bermacam-macam haruslah dengan permintaan Direksi Teknik Konsultan Pengawas.880 54. Perhatian khusus perlu diberikan pada kelompok baut yang telah dikencangkan mungkin kendor.61 20. disyaratkan sebagai 85 % dari beban percobaan patah pada baut-baut. dan Direksi Teknik akan melakukan test pengechekan torque di lapangan.Tabel berikut memberikan tegangan yang perlu dicapai pada baut baja keras dengan berbagai-bagai diameter yang digunakan pada pekerjaan .400 39.ft) (inches) (lbs) Pengechekan hubungan tegangan / torque dilakukan oleh Kontraktor Montose.

F. Pengecatan tak dapat dilakukan pada cuaca berkabut. agar menjadi logam. permukaan harus dibersihkan kembali sebelum pengecatan dasar dilakukan. Pembersihan seluruh sambungan lapangan dan bidang-bidang yang telah dicat bengkel. untuk seluruh bidang terbuka pekerjaan besi itu. Bila terjadi oksidasi (karatan). Lapisan berikutnya tidak diberikan sebelum lapisan cat terdahulu telah kering betul.37 . Permukaan yang akan dicat harus kering dan tak berdebu. yang telah rusak pada saat transport atau pemasangan serta bidang-bidang lain yang diperintahkan oleh Direksi Teknik. Seperti diperintahkan o1eh Direksi Teknik / Konsultan Pengawas. yang bersih. Luas bidang permukaan yang dibersihkan haruslah dapat sekaligus ditutup dengan cat dasar dan cat segera setelah dibersihkan. Pemakaian cat akhir seperti yang disyaratkan pada pekerjaan tertentu. Cat dapat digunakan dengan kuas tangan yang disetujui atau dengan cara yang disyaratkan oleh Direksi Teknis / Konsultan Pengawas. untuk melawan pengaruh-pengaruh cuaca tersebut terhadap pekerjaan. kecuali diusahakan tindakan-tindakan seperlunya yang sesuai dengan pendapat Direksi Tekink / Konsultan Pengawas. PENGECATAN BAJA 1. PEMBERSIHAN PERMUKAAN Seluruh permukaan dari pekerjaan besi bangunan harus bersih dan dikupas dengan blasting atau cara lain yang disetujui. dengan menyingkirkan seluruh gemuk. 3). karatan. Lapisan penutup diberikan di atas cat dasar dalam tempo kurang lebih enam bulan tetapi tidak boleh lebih cepat dari 49 jam setelah pengecatan. 2. oli. atau pada cuaca yang lain yang jelek. Pemakaian cat dasar dan bahan sejenis seperti yang disyaratkan dalam "Pengecatan di bengkel" pada bidang-bidang yang tertera pada I diatas. sebelum terjadi oksidasi. atau berdebu. III . Cat lapangan terdiri dari : 1). lembab. 2). Lumpur atau lain-lain yang melengket padanya. UMUM Sernua konstruksi baja yang akan dipasang perlu dicat di pabrik dengan cat dasar yang telah disetujui kecuali pada bidang-bidang yang dikerjakan dengan mesin perkakas misalnya pada perletakkan. dimana cat dasarnya telah rusak.

38 . dengan menggunakan semen kedap air atau bahan lain yang disetujui sebelum penyelesaian cat dasar. tekuk-tekuk dan sebagainya. diisi dengan cat dasar yang tebal. Cat (termasuk penyemprotan bila diperintahkan oleh Direksi Teknik harus disapu dengan kuat pada permukaan baja. Kemudian diratakan dengan baik. Pemakaian cat yang rata ialah 12.5 m2 sampai 15 m2 per liter untuk cat dasar. baut-baut pada setiap sudut-sudut sambungan pelat.Bila terjadi demikian maka permukaan baja perlu dibersihkan kembali atau di cat dasar lagi seperti diuraikan di atas. atau. III . Setiap lapisan yang telah selesai harus tampak sama dan rata. Setiap bagian yang dapat menampung air. bila diperintahkan oleh Direksi Teknik / Konsultan Pengawas. atau dapat dirembesi air. dan 15 sampai 20 m2 per liter untuk lapisan berikutnya.

2 Ruang Lingkup Tata cara ini meliputi persyaratan. 3) Segregasi adalah peristiwa terpisahnya antara pasta semen dan agregat dalam suatu adukan .1 Maksud dan Tujuan 1. Pengecoran Beton ini dimaksudkan untuk digunakan sebagai acuan dan pegangan bagi para. 5) Beton segar adalah campuran beton yang telah selesai diaduk sampai beberapa saat. dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk masa padat 2) Pengaduk beton adalah mesin pengaduk yang digerakkan dengan tenaga penggerak. 1.40 mm .3 Pengertian Yang dimaksud dengan : 1) Beton adalah campuran antara semen portland atau semen hidraulik yang lain.0 min.1. 1.1 Maksud Tata Cara Pengadukan dan. dari batu atau berupa batu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir antara 5 .TATA CARA PENGADUKAN PENGECORAN BETON 1. 1. 3 9) Beton normal adalah beton yang mempunyai berat isi 2200 . yang ujungnya dilengkapi corong. agregat kasar dan air.1. alam. pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan beton.2 Tujuan Tujuan dari tata cara ini adalah untuk mendapatkan mutu pekerjaan beton sesuai yang direncanakan. karakteristiknya tidak berubah (masih plastis dan belum terjadi pengikatan) .2500 kg/m menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah. 6) Beton keras adalah campuran beton yang telah mengeras 7) Agregat halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi secara alami dari batu atau pasir yang dihasilkan oleh industri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5. III .39 . digunakan untuk mengaduk campuran beton.300 mm. 4) Bliding adalah peristiwa terpisahnya air dari adukan. 10) Slump adalah ukuran dari kekentalan adukan beton 11) Tremie adalah pipa berdiameter antara 150 . 8) Agregat kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi. aregat halus. ketentuan dan cara pengerjaan pengadukan dan pengecoran beton normal di lapangan.

2 Peralatan Semua peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan ini harus memenuhi persyaratan alat kerja. 3) Jika tidak dilengkapi dengan sertifikat mutu atau data hasil uji.1 Bahan Semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan beton harus dilengkapi dengan : 1) Sertifikat mutu dari produsen. 2.40 .BAB II PERSYARATAN . 2) Jika tidak terdapat sertifikat mutu. harus berdasarkan bukti hasil pengujian khusus atau pemakai nyata yang dapat menghasilkan beton yang kekuatan. III . 2. harus tersedia data hasil uji dari laboratorium yang diakui kecuali . ketahanan dan keawetannya memenuhi syarat. atau. rencana kerja dan syarat- syarat (RKS) harus diikuti 2) Harus tersedia rencana beton dan rencana pelaksanaan pengecoran.3 Pelaksanaan Pelaksanaan pekerjaan beton harus memenuhi persyaratan kerja berikut : 1) Persyaratan administratif yang dinyatakan di dalam.PERSYARATAN 2.

F tentang Spesifikasi Air Sebagai Bahan Bangunan.4 Bahan Tambahan Untuk Beton Bahan tambahan untuk beton harus memenuhi SK SNI S18-1990-03 tentang Spesifikasi Bahan Tambahan untuk Beton.1 Bahan 3. III .1. Bahan tainbahan pembentukan gelembung udara untuk beton harus memenuhi SK SNI S-19-1990-03 tentang. S-04-1989 . 3.1. Spesifikasi Bahan Tambahan Gelembung Udara untuk Beton.41 . 2. pengadukan dan pengangkutan beton harus dalam keadaan baik dan bersih. Mesin pengaduk harus berputar pada kecepatan yang direkomeridasikan oleh pabrik pembuat mesin tersebut.1.1. 3. 3. dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan.1.3 Agregat Agregat harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang Spesifikasi Agregat sebagai bahan bangunan. 3. 3.2 Semen Semen harus memenuhi SK SNI S-04-1989-F tentang Spesifikasi Bahan Perekat Hidrolis Sebagai Bahan Bangunan.BAB III KETENTUAN KETENTUAN 3. Semua peralatan untuk penakaran.2 Peralatan Peralatan yang digunakan harus memenuhi ketentuan berikut : 1. 3. Alat angkut yang digunakan dari tempat pengadukan ketempat pengecoran harus marnpu menyediakan beton (di tempat penyimpanan akhir) dengan lancar tanpa mengakibatkan terjadinya segregasi dan tanpa hambatan yang.1 Air Air harus memenuhi SK SNI.5 Bahan Tambahan Pembentukan Gelembung Udara Untuk Beton.

Untuk beton dengan nilai fc lebih kecil dari 20 MPa. 3. misalnya lapisan tipis minvak mineral. pelaksanaannya boleh menggunakan teknik penakaran volume.3 Pelaksanaan 3. Untuk memudahkan pembukaan acuan. 3.4. 2. proporsi campuran harus didasarkan pada teknik penakaran berat. 3. Tulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan penutup yang dapat merusak beton auto mengurangi lekatan antara beton dan tulangan. kecuali apabila pengecoran dilakukan dengan menggunakan pengecoran tremie atau bila diizinkan oleh pengawas bangunan.1 Persiapan Sebelum pengecoran beton dilaksanakan. harus dibasahi dengan air sampai jenuh. Alat pemadat yang digunakan harus disesuaikan dengan bentuk dan jenis pekerjaan. volume melalui perhitungan berat satuan volume dari masing.42 . 2.3. Air yang terdapat pada semua ruang yang akan diisi adukan beton harus dibuang. 3. dan memenuhi ketentuan sebagai berikut . Beton harus diaduk sedemikian hingga tercapai penyebaran bahan yang merata dan semua hasil adukannya harus dikeluarkan sebelum mesin pengaduk diisi kembali. 4. atau bahan lain yang disetujui oleh pengawas bangunan.2 Penakaran Penakaran bahan yang akan digunakan harus berdasarkan perbandingan campuran yang direncanakan. 1. 6.3. 7. III . 5. Teknik penakaran volume ini harus berdasafkan pada perhitungan proporsi campuran dalam berat yang dikonversikan kedalam. Untuk beton dengan nilai f'c lebih besar atau sama dengan 20 MPa. serpihan beton dan material lain yang menempel pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang sebelum beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah mengeras tersebut. lapisan bahan kimia. harus dikasarkan dan dibasahi terlebih dahulu sebelum beton baru dicorkan. Semua kotoran. lembaran plastik. permukaan dalam dari acuan boleh dilapisi dengan bahan khusus.masing bahan. Bidang-bidang beton lama yang akan berhubungan dengan beton baru.3 pengadukan Pengadukan beton di lapangan harus memenuhi ketentuan berikut: 1. Semua ruang yang akan diisi adukan beton 'harus bebas dari kotoran. akan berhubungan dengan beton baru.3. Pasangan dinding bata yang . harus dilakukan pekerjaan persiapan yang mencakup hal berikut : 1.

baru. yaitu perbandingan air semen. 3. 2. Beton yang telah terkotori oleh bahan lain tidak boleh dituangkan ke dalam struktur. Bila pengangkutan dilakukan dengan truk pengangkutan beton waktu pengangkutan tidak boleh lebih dari 11/2 jam. Apabila diperlukan jangka waktu yang lebih panjang lagi. kekentalan adukan beton harus diawasi terus menerus dengan jalan memeriksa slump pada setiap campuran beton vang. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat penyimpanan akhir sebelum dicor. kecepatan pengecoran beton harus diatur agar beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat mengisi dengan mudah kedalam sela-sela diantara tulangan. 4. maka keseragaman pengadukan harus mengikuti ketentuan yang berlaku. 3. 3. 7.3. slump. Perekaman data yang rinci harus dilakukan terhadap : 1. 3. Beton yang akan dicorkan harus pada posisi sedekat mungkin dengan acuan untuk menceg. Lokasi pengecoran akhir pada struktur. 3. Kekentalan beton harus disesuaikan dengan jarak pengangkutan: 6. maka harus dipakai bahan penghambat pengikatan.43 . III . 1. dan keseragaman adukan. 4. Beton yang telah mengeras sebagian atau yang seluruhnya tidak boleh dipergunakan untuk pengecoran. Pengangkutan harus berlangsung dalam waktu tidak melebihi dari 30 menit. Tingkat. 5. harus sedemikian hingga dapat mencegah terjadinya segregasi atau kehilangan bahan. 3. Pengadukan harus dilakukan tidak kurang 11/2 menit untuk setiap lebih kecil atau sama dengan 1m 3 adukan. Selama pengadukan berlangsung. Proporsi bahan yang digunakan. Bila produksi beton dilakukan oleh perusahaan beton siap pakai. Pengangkutan harus dilakukan sedemikian hingga tidak mengakibatkan perubahan sifat beton yang . Pengadukan harus dilanjutkan minimal 11 /2 menit setelah semua bahan dimasukkan ke dalam mesin pengaduk. telah direncanakan.4 Pengangkutan Pengangkutan harus memenuhi ketentuan berikut : 1. Jumlah batch-adukan yang dihasilkan. Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran. (atau sesuai dengan spesifikasi alat pengaduk) 4. 2. 2.2.5 Pengecoran dan Pemadatan Pengecoran dan pemadatan beton harus mengikuti ketentuan berikut . Waktu pengadukan harus ditambah 1/2 menit untuk satu penambahan kapasitas 1 m3 adukan .ah terjadinya segregasi yang disebabkan pemuatan kembali atau dapat mengisi dengan mudah keseluruh acuan.3.

alat konstruksi dan alat instalasi yang akan tertanam dalam beton dan daerah sudut acuan. Bila diperlukan uji kuat tambahan harus diikuti ketentuan berikut : 1. maksimal 15 detik. Bila diperlukan alatnya siar pelaksanaan. 7. Pengecoran beton harus dIlaksanakan secara terus menerus tanpa berhenti hingga selesainya pengecoran suite panel atau penampang yang dibentuk oleh batas-batas elemennya atau batas penghentian pengecoran yang ditentukan untuk siar pelaksanaan. Beton berkekuatan awal tinggi harus dipertaliankan dalam kondisi lembab selama paling sedikit 3 hari pertama. Dalam hal pengecoran yang menggunakan system cetakan/acuanyang digeser keatas permukaan besi acuan harus terisi rata. Beton harus dipertahankan dalain kondisi lembab selama paling sedikit 7 hari setelah pengecoran. Untuk memeriksa tingkat pelaksanaan perawatan dan perlindungan dari beton dalam struktur di lapangan.5. Untuk bagian konstruksi yang sangat tebal harus dilakukan lapis demi lapis. 3. 4. 3. siar tersebut harus dibaut sesuai dengan ketetuan yang berlaku. Beton yang dicorkan harus dipadatkan secara sempurna dengan alat yang tepat agar dapat mengisi sepenuhnya daerah sekitar tulangan. Lapisan yang digetarkan tidak boleh lebih tebal dari panjang batang penggetar dan tidak boleh lebih dari 500 mm. Lama penggetaran untuk setiap titik harus dilakukan sekurangkurangnya 5 detik.3. 3. 2. 8. silinder yang dirawat di lapangan harus dirawat sesuai dengan kondisi dilapangan berdasarkan SK SNI M-62-1990-03 tentang Metode Pembuatan dan perawatan Benda uji Beton di Laboratorium menurut ketentuan yang berlaku. 2.6 Perawatan Perawatan beton dilapangan harus memenuhi ketentuan berikut : 1. 3. Benda uji silinder yang dirawat di lapangan harus dicetak pada saat yang bersamaan dan diambil dari contoh yang sama dengan benda uji silinder yang akan dirawat di laboratorium. 6. Dalam ha l pem adat an bet on dilakuk an denga n alat penggetar : 1. 9. 2. Cara untuk melindungi dan merawat beton harus ditingkatkan bila kekuatan dari silinder yang dirawat di lapangan pada umur uji III . batang penggetar tidak boleh mengenai cetakan atau bagian beton yang sudah mengeras dan tidak boleh dipasang lebih dekat 100 mm dari cetakan atau dari beton yang sudah mengeras serta diusahakan agar tulangan tidak terkena oleh batang penggetar. pengawas dapat meminta agar uji tekan atas benda uji yang dirawat dilapangan.44 .

45 . sesuai dengan SKSNI-M-26-1990-03 tentang Metode Pengambilan Contoh untuk Campuran Beton Segar.7 Pemeriksaan Pengambilan contoh uji beton segar untuk pemeriksaan mute beton (slump. III .yang telah ditetapkan kurang dari 85% dari kekuatan pasangan silinder yang dirawat di laboratorium untuk penentuan kekuatan f‟c 3.3. analisa) harus dilakukan pada saat selesai pengadukan tapi sebelum dicorkan. berat isi.

2. bengkok dan sebagainya. Bahan Kayu a) Mutu Kayu Jika tidak ditentukan lain.BAB VII PEKERJAAN PANCANG ULIN / GALAM 7. Semua kayu harus bebas dari getah-getah. Kayu harus sudah mengalami proses pengeringan udara minimal selama 3 bulan dan mengalami proses pengawetan. harus dijaga agar supaya kadar air tersebut konstan baik pada saat penyimpanan.1. retak-retak. maka semua bahan kayu yang digunakan untuk pekerjaan ini harus dengan mutu A sesuai dengan PKKI. cacat kayu seperti : mata kayu. c) Macam / Jenis Kayu Macam kayu yang dipakai untuk pekerjaan-pekerjaan ini adalah kayu ulin kelas I atau kayu Galam Ø 15 – 25 Cm pengerjaan maupun sampai pada penyelesaian VII . pekerjaan. 7.1 . Umum Pekerjaan ini adalah pekerjaan pemancangan cerucuk kayu ulin sebagai perkuatan untuk pekerjaan pasangan batu pada pondasi bangunan dan atau dinding saluran yang berfungsi untuk mencegah terjadinya pergesaran bangunan yang dilaksanakan bila terjadi gerakan tanah di sekitarnya. b) Kadar Air Kadar air dari semua kayu yang dipakai untuk pekerjaan adalah harus lebih kecil atau sama dengan 15% sedangkan untuk pekerjaanpekerjaan yang kasar harus lebih kecil atau sama dengan 20%.

Pada saat pekerjaan telah selesai dilaksanakan. tanah galian dan kotoran lain akibat pekerjaan.d) Ukuran-ukuran Ukuran-ukuran kayu yang digunakan adalah 8/8. penyempurnaan serta segala pelaksanaan pekerjaan lainnya. atau batang kau galam Ø 15 – 25 cm kecuali penyimpangan-penyimpangan sedikit akibat penggergajian. pengangkutan. 7. prosedur-prosedur VII . 7.2 . Pekerjaan pemancangan dilaksanakan pada bagian tengan pasangan batu pondasi dan atau pasangan batu saluran. 3 dan 4 meter serta harus sesuai dengan yang diisyaratkan. Pengukuran dan Pembayaran Pengukuran dan pembayaran untuk segala pekerjaan pemancangan cerucuk kayu ulin yang dimintakan sesuai spesifikasi-spesifikasi ini akan dilaksanakan menurut harga satuan yang ditawarkan dalam Bill of Quantities. Pekerjaan pemancangan dilaksanakan pada bagian sesuai dengan gambar rencana. Pelaksanaan Pekerjaan Badan saluran dan pondasi bangunan yang akan dibangun harus dibersihkan dari segala macam rintangan dan kotoran-kotoran. Pekerjaan pemancangan akan dihentikan setelah kedalaman yang dicapai dan disetujui Direksi. tanah galian dan kotoran lain akibat pekerjaan. lokasi pekerjaan harus dibersihan dari bongkaran-bongkaran. Pada saat pekerjaan telah selesai dilaksanakan. penyiapan untuk penempatan.4. perlindungan. lokasi pekerjaan harus dibersihan dari bongkaran-bongkaran. Ukuranukuran yang menyimpang harus disesuaikan seperti yang ditunjukan dalam gambar rencana. tidak terbatas pada biaya untuk kayu ulin. dimana biayabiaya sudah harus mencakup. perawatan. 10/10 dan 12/12 dengan panjang 2. Pemancangan dilakukan menggunakan hammer hingga cerucuk kayu ulin yang dipancang mencapai tanah keras.3.

dan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pemancangan cerucuk kayu ulin sesuai spesifikasi ini.3 . VII .

CADIKA UTAMA Direktur . bersedia menerima sanksi administratif.PAKTA INTEGRITAS Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama labatan Bertindak lJntuk dan atas nama MURSALIM DAT/ING Direktur PT. Apabila melanggar hal . Tidak akan melakukan praktek Korupsi. menerima sanksi pencantuman dalam Oaftar Hitam I digugat secara perdata dan/ atau dilaporkan secara Pidana. 2. 3. j 4. CADIKA UTAMA Dalam rangka pengadaan Pembangunan lembatan Lingkar Pulau Nunukan Pada Panitia Pembangunan lembatall /Turap Drainase 2 Pada Dinas Pu Provo Kaltim dengan ini mellyatakan hahwa: l.hal yang dinyatakan dalam PAKTA INTEGRITAS ini. dan profesional untuk memberikan hasil kerja terbaik sesuai peraturan perundang. Samarinda.undangan . Akan mengikuti Proses Pengadaan secara bersih transparan . Akan melaporkan kepada Inspektorat Wilayah Provo Kaltim dan/ atau LKPP apabila mengetahui ada indikasi KKN dalam Proses Pengadaan ini. 13 Februari 2012 PT. dan Nepotisme (KKN). Klolusi.

Telepon No.data saya / badan usaha yang saya wakili adalah sebagai berikut : . Juanda RT. Fax E.Kn nomor 02 tanggal 3 Juni 2011 2. 37 No.mail : PT. 7. M. 5. Salah satu dan/ atau semua pengurus badan usaha yang saya wakili tidak masuk dalam Daftar Hitam.FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI UNTUK BADAN USAHA Saya Yang Bertanda tangan di bawah ini : Nama Jabatan Bertindak untuk dan atas nama Alamat No. tidak dalam Pengawasan Pengadilan . Saya secara hukum mempunyai kapasitas menandtangani kontrak berdasarkan Akte Notaris Dedy Ardiansyah Syam. SH. dan Kegiatan Usahanya tidak sedang dihentikan. 3. 4. H. CADIKA UTAMA : Ir. 52 Bontang : (0411) 881630 : (0411) 881630 : : MURSALIM DATJING : Direktur Menytakan dengan sesungguhnya bahwa : 1. Saya bukan sebagai pegawai K/L/D/I. langsung maupun tidak langsung dalam proses pengadaan ini . Data . Saya tidak sedang menjalani sanksi Pidana. tidak Pailit. 6. Saya tidak sedang dan tidak akan terlibat pertentangan kepentingan dengan para PIHAK yang terkait. Badan usaha yang saya miliki tidak masuk dalam Daftar Hitam .

mail 4 Alamat Kantor Cabang No. Gowa Sulawesi Selatan 1 Surat Ijin Usaha Perdagangan( SIUP) Nomor : 510. Telepon No. 37 No. CADIKA UTAMA : Ѵ Pusat Cabang : Ir. 52 Bontang : (0411) 881630 : (0411) 881630 : : : : : - . H.A Data Adaminitrasi 1 Nama 2 Status 3 Alamat Kantor Pusat No. Juanda RT.mail B Ijin Usaha 1 Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi Nomor : Set. Gowa C Ijin Lainnya 1 Surat Ijin Usaha Badan Usaha Sipil Nomor : 0800/ASPEKINDO/20/5/08 Tanggal : 16 Juli 2009 2 Masa Berlaku : 27 May 2011 3 Instansi Pemberi Ijin : ASPEKINDO 1 Surat Ijin Usaha Badan Usaha Arsitektur Nomor : 0896/ASPEKINDO/20/6/08 Tanggal : 09 Juni 2008 2 Masa Berlaku : 09 Juni 2011 3 Instansi Pemberi Ijin : ASPEKINDO 1 Surat Ijin Tempat Usaha ( SITU) Nomor : 503/155/SITU/IA/2011 Tanggal : 11 Maret 2011 2 Masa Berlaku : 11 Maret 2014 3 Instansi Pemberi Ijin : Kantor Pelayanan Terpadu Kab. Fax E. Telepon No.01/1855/20-22/I/2008 Tanggal : 21 Januari 2008 2 Masa Berlaku : 21 Januari 2009 3 Instansi Pemberi Ijin : Pemerintah Kota Samarinda : PT.IUJK/153/KPT/XI/2009 Tanggal : 12 Nopember 2009 2 Masa Berlaku : 12 Oktober 2009 3 Instansi Pemberi Ijin : Pemerintah Kab. Fax E.

M. Akta Perubahan Terakhir a. Akta Pendirian PT a. Nomor Akta b. Tanggal c. KTP 6474923003680002 Jabatan Dalam Badan Usaha Direktur Utama 2. SH. Nomor Akta : 02 b.D Landasan Hukum Pendirian Badan Usaha 1.Kn E Pengelola Badan Usaha 1. SH 2. Komisaris untuk Perseroan Terbatas (PT) No 1 Nama MURSALIM DATJING No. KTP 6474923003680002 Jabatan Dalam Badan Usaha Direktur Utama . Nama : 46 : 10 Oktober 2007 : Anastasia Dian Christiant. Direksi / Pengurus Badan Usaha No 1 Nama MURSALIM DATJING No. Nama : Dedy Ardiansyah Syam. Tanggal : 3 Juni 2011 c.

Susunan Kepemilikan Saham No 1 2 4 4 2.842. KTP 6474923003680002 Presentase 200 % : Terlampir : Terlampir : Terlampir : Terlampir : Terlampir .00 Nama MURSALIM DATJING No.F. Pajak a b Nomor Pokok Wajib Pajak Bukti Laporan Pajak Tahunan Terakhir Nomor Tanggal Bulan November 2011 Pph Pasal 21 Pph Pasal 25/29 PPn Bulan Desember 2011 Pph Pasal 21 Pph Pasal 25/29 PPn Bulan Januari 2011 Pph Pasal 21 Pph Pasal 25/29 PPn : Terlampir : Terlampir : Terlampir : Terlampir : Terlampir : Terlampir : 01.2-801.562. Data Keuangan 1.

.

Site Marwg'Cr Highway Engineer Sipil Ahli Madya Pe l.Teknik Sipil 5 1· Teknik Sipil falan Ahll Muda Tcknik Sipil Ahli Muda Pel. 1 Nama 2 Ir SUDIOYO Ir HERRY SOETIONO SANNA. 2009 2010 Terlampir Terlampir 3 3 Jalan Ahli Madya Pel.Teknik Sipil Sl.'scmber 1978 SLTA 3 Samarlnda. Sertlfikat Keahlian & Registrasi Sertifikat Keahlian 9 :l 23 Dcscmber 1965 06 januari 1')59 4 1 2 Sl. 13 Februarl 2012 PT.G.ST FIRDAU5. -­ 2011 200') - 3 4 19 Agustus 197H 12 lanuari 1972 Sl .5T ZAENALABIDIN. Data Pel'sonalia (Tenaga Ahli / Teknis Badan Usaha) No. jalan Ahli K·3 Terli:lmpir Terl<lmpir Tcrl<lmpir Tcrlampir Material Engineer Quality Engineer S<lfety Engineer 3 3 tS 2006 2006 6 30 D<.Teknik Sipil 5 1· Tcknlk Sipil General Supcrtendent 5 - Ahli Madya Tekn ilc -. CADIKA UTAMA .5T !DRIS.ST Tgl/Bln/Thn Lahlr Tingkat Pendidikan Jabatan Dalam Pekerjaan 5 Pengalaman Kerja (tahun) 6 Profesl/ Tahun Sertiflkat/ Ijazah 0 Keahlian 7 No.

Perlanllan Sewa 10 3 4 -­ 2 3 1 1 Gerobak Areo SUnit Areo 2011 2006 2009 2011 2011 100 100 100 100 100 100 100 100 100 Samarinda Samari nda Sa marinda Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik Milik TerJampir Terlampir Tangki 1000 liteI' Genset 2 Unit 2 LJnit 1 Un it 5200 liteI' 6000 Watt 6Ton AW River Terlampir Teriampir Teriampir Dumptruck Gunting 8esi Molen Mitshubishi Samarinda Samarinda lS 1 Unit 3 Unit SO Kg Hercules 6 7 2011 2011 2006 Samari nda Terlam pir TerJampir Terlampir Terlampir Waterpass Pencetak Hatako Mesin Las 11!uah 1 Unit - Topeon Samarinda Samarinda Samarinda 8 9 111nit Silenced 2009 Samarinda.Mesln/No. 13 Fehruari 2012 PT.Rangka/No . CADIKA UTAMA . Bukti Kepemllikan/No.r H Data Fasllitas / Peralatan/Perlengakapan No 1 Kapasitas atau Jenis Fasilitas/Peralatan Jumlah Output Pada Perlengakpan Saat ini 2 Merekdan Tlpe 5 Tahun Pembuatan 6 Kondisl (%) 7 tokasi Sekarang B Status Kepemilikan/Dukungan Sewa 9 No.

CADIKA IJTAMA .I. 2 - ] 1 'I Samal'inda. 13 Februari 2012 PT. lata Pengalaman Perusahaan No Nama Paket Pekerjaan Sub Bidang Pekerjaan Lokasi Pembert Tugas/Pe)abat Pelaksana Teknis Keglatan Nama Alamat Dan Telepon Kontrak Nomor dan Tanggal 7 Tanggal Selesal Menurut Nllal (Rp) B 1 2 " - • - 5 . Kontrak . BASerah Terlma (PHO) 10 1 I .

• AlamatDan Telepon 6 NlialIRp) Kontrak (Rencana) 9 Presentasi Kerla% 10 Rencana Tanggal Kontrak Oerakhlr 11 5 a - ' N.11 H­ ~IIL - Samarlnda.13 Februari 2012 PT.J. Data Pekerjaan YanK SedanK Di laksanakan Pemberl Tuga<i/Pejabat Pelaksana Teknls Kegiatan Lokasl Nama 3 Kontrak Nomordan Tanggal 7 No 1 Nama Paket Pekerjaan Sub Oldang Pekerjaan Progress Terakhir . CADIKA UTAMA Oirektur .

00 Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan penuh rasa tanggung jawab.475. dan/ atau pelaporan secara pidana terhadap pihak herwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang -undangan. Samarinda.000. CADIKA UTAMA Direktur .K Modal Kerja Surat Dukungan Keungan dari Bank Nomor Tanggal Nama Bank Nilai 052/DK/BPD-MALL/II/2012 08 Februari 2012 Bank Kaltim Rp 385. 13 Februari 2012 PT. gugatan secara perdata. maka saya dan badan usaha saya wakili bersedia dikenakan sanksi berupa sanksi adiminitratif. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam./ika dikemudian hari ditemui bahwa data / dokumen yang saya sampaikan tidak benar dan / atau ada pemalsuan .

diberitahukan bahwa bmi I3.000.Pemimpin Bank Kebanggaan Kaltim BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN TlMUR Kantor Capem Lembuswona Samarlnda : Komplek Malilembuswana Blok F No. 3... Ruhui Rahayu Samorinda Telp.. NURSANfI YACOB Pgs. Ir. BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN TIMUR CABANG PEMBANfU MALL LEMBUSWANA SAMARINDA b. 385.'l Rt.( Tiga r. Nama Perusahaan Nomor Rekening Alamat Kcpcrluan iiai Dukungan Pcngurus/ Pcnanggung jawab : PT.lANT AN TIMUR pada dasarnya dapat memberikan dukungan dana kepada : 1.~I bankaltim Samarinda.ID/ n / 2012 ranggal 07 Pebmari 20 12 untuk keperluan tersebut di alaS. (0541) 749275 .475.CADIKA U f AMA No.ANK llPD KALll..37/52 Bukir Indah Rontang Pcrnbangunan Jembatan LIDgkar Pulu Nunukan Rp.749273 . 1 JI.lljuflnd. OOI / CU-BTG / BPD/ Sf>.~ / DK / BPD~~1ALL/ 11 /2012 : Sural Dukungan Dana Panitia P embangunan Jembatan / Turap / Drainase 2 Dinas Pckcrjaan Vm um Kalimantan Timur Di Samarinda Schubungan dengan pde1angan proyek yang akan dilaksanakan oleh Saudara.lnkaltl~ . 4. 2.I. Surat kcternngan dukungan Bank ini diberikan sesuai surat pcnnohonan dari PT. 08 Pchruari 2012 Nomor Perihal Kcpada: : O<. S. dengan in.tU S dclapan puluh cmpar juta crupat mtus tujuh puluh lima ribu rupiah ) MURSALIM DATJING (Direktur) Dukungan pcmbiayaan Bank dapar diberikan sepanjang memcnuhi kelenruan dan t'eknis Perbankan yang ada dan berlaku eli Bank BPD Kalcim (Bankable) secta Sural dukungan dana ini tidak bersifat mengikat Bank BPD Kaltim (Nllcommifltd) .CADlKA UTAMA : 108 1502508 JI. 6.

Pcny. 13 Fcbruari 2012 PT. Dibayar Hutang Lain -lain Rp Rp Rp 115.149.700.490.PT. Aktiva Tetap Nital Buku Akriva Tetap Rp RI' Rp 13.575. CADIKA UTAMA NERACA 31 Desember 2008 AKTIVA NO I KETERANGAN AKTIVA LANCAR K<ls dan Sctara Kas PASIVA NO PER 31·2·2008 NO KETERANGAN HUTANG LANCAR .:llam Proses Perscdiaan Material Jumlah Aktiv<l Lancilr 669.400.b.689.500 6.500 Sam<lrinda.000 Piurang Usaha Pekcrjaan D.050 RI' 17.500 .950 285.659.882.350.581 .000 Rp 207.000 17.500 IV Jumlah Hut.IBAN & EKUlTAS Rp 17. CAOIKA UTAMA Dirckrur Urama .031.mg Lancon EKUlTAS II AKTIVA TET AP Nilai Pcrolehan Aktiva Tetap Aku.UMLAH AK-.UMLAH TOTAL III 01 02 03 Rp Rp Rp RI' Rp 435.500 234.000 35.n L. f-!utang Usaha Oiaya YMH .582. (Rugi) Oltah.!IVA Rp 17.ba (Rugl) Tahun Ber/alan Rp Rp Rp 10.000 Modal Dltempatkiln&Oisctor L.UMLAH KEWA.109.626.000.419.000 3.571.500 i Jumlah Ekuitas III AKTIVA LAIN·LAIN .450.779.882.710.372.031.000 .779.000 56.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->