P. 1
budaya sekolah

budaya sekolah

|Views: 108|Likes:

More info:

Published by: Davu Kurniawan Fadli on Feb 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/06/2013

pdf

text

original

Pengembangan Budaya Sekolah

Posted on 4 Maret 2010 by AKHMAD SUDRAJAT Budaya sekolah adalah nilai-nilai dominan yang didukung oleh sekolah atau falsafah yang menuntun kebijakan sekolah terhadap semua unsur dan komponen sekolah termasuk stakeholders pendidikan, seperti cara melaksanakan pekerjaan di sekolah serta asumsi atau kepercayaan dasar yang dianut oleh personil sekolah. Budaya sekolah merujuk pada suatu sistem nilai, kepercayaan dan norma-norma yang diterima secara bersama, serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran sebagai perilaku alami, yang dibentuk oleh lingkungan yang menciptakan pemahaman yang sama diantara seluruh unsur dan personil sekolah baik itu kepala sekolah, guru, staf, siswa dan jika perlu membentuk opini masyarakat yang sama dengan sekolah.

Beberapa manfaat yang bisa diambil dari upaya pengembangan budaya sekolah, diantaranya : (1) menjamin kualitas kerja yang lebih baik; (2) membuka seluruh jaringan komunikasi dari segala jenis dan level baik komunikasi vertikal maupun horisontal; (3) lebih terbuka dan transparan; (4) menciptakan kebersamaan dan rasa saling memiliki yang tinggi; (4) meningkatkan solidaritas dan rasa kekeluargaan; (5) jika menemukan kesalahan akan segera dapat diperbaiki; dan (6) dapat beradaptasi dengan baik terhadap perkembangan IPTEK. Selain beberapa manfaat di atas, manfaat lain bagi individu (pribadi) dan kelompok adalah : (1) meningkatkan kepuasan kerja; (2) pergaulan lebih akrab; (3) disiplin meningkat; (4) pengawasan fungsional bisa lebih ringan; (5) muncul keinginan untuk selalu ingin berbuat proaktif; (6) belajar dan berprestasi terus serta; dan (7) selalu ingin memberikan yang terbaik bagi sekolah, keluarga, orang lain dan diri sendiri. Upaya pengembangan budaya sekolah seyogyanya mengacu kepada beberapa prinsip berikut ini. 1. Berfokus pada Visi, Misi dan Tujuan Sekolah. Pengembangan budaya sekolah harus senantiasa sejalan dengan visi, misi dan tujuan sekolah. Fungsi visi, misi, dan tujuan sekolah adalah mengarahkan pengembangan budaya sekolah. Visi tentang keunggulan mutu misalnya, harus disertai dengan program-program yang nyata mengenai penciptaan budaya sekolah. 2. Penciptaan Komunikasi Formal dan Informal. Komunikasi merupakan dasar bagi koordinasi dalam sekolah, termasuk dalam menyampaikan pesan-pesan pentingnya budaya sekolah. Komunikasi informal sama pentingnya dengan komunikasi formal. Dengan demikian kedua jalur komunikasi tersebut perlu digunakan dalam menyampaikan pesan secara efektif dan efisien.

Selain mengacu kepada sejumlah prinsip di atas. Salah satu dimensi budaya organisasi adalah inovasi dan kesediaan mengambil resiko. 7. Strategi dan program merupakan dua hal yang selalu berkaitan. namun pada umumnya konsensus dapat meningkatkan komitmen anggota organisasi dalam melaksanakan keputusan tersebut. 8. Memiliki Komitmen yang Kuat. Pengembangan budaya sekolah perlu ditopang oleh strategi dan program. Dalam lingkungan pembelajaran. 2. Pada dasarnya sebuah komunitas sekolah merupakan sebuah tim/kumpulan individu yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. Kerjasama tim (team work). sedang. Karena itu perlu dikembangkan sistem evaluasi terutama dalam hal: kapan evaluasi dilakukan. nilai kerja sama merupakan suatu keharusan dan kerjasama merupakan aktivitas yang bertujuan untuk membangun kekuatan-kekuatan atau sumber daya yang dimilki oleh personil sekolah. Ciri budaya organisasi yang positif adalah pengembilan keputusan partisipatif yang berujung pada pengambilan keputusan secara konsensus. Untuk mengetahui kinerja pengembangan budaya sekolah perlu dilakukan evaluasi secara rutin dan bertahap: jangka pendek. Untuk itu. 4. Sasaran yang dapat diukur akan mempermudah pengukuran capaian kinerja dari suatu sekolah. Evaluasi Diri. 6. Startegi mencakup cara-cara yang ditempuh sedangkan program menyangkut kegiatan operasional yang perlu dilakukan. Evaluasi dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan curah pendapat atau menggunakan skala penilaian diri. siapa yang melakukan dan mekanisme tindak lanjut yang harus dilakukan. Meskipun hal itu tergantung pada situasi keputusan. Ketakutan akan resiko menyebabkan kurang beraninya seorang pemimpin mengambil sikap dan keputusan dalam waktu cepat. Memiliki Strategi yang Jelas. Pengembangan budaya sekolah perlu diarahkan pada sasaran yang sedapat mungkin dapat diukur. Keputusan Berdasarkan Konsensus. Evaluasi diri merupakan salah satu alat untuk mengetahui masalahmasalah yang dihadapi di sekolah. Sistem Evaluasi yang Jelas. Berorientasi Kinerja. Kepala sekolah dapat mengembangkan metode penilaian diri yang berguna bagi pengembangan budaya sekolah. Kemampuan. kemampuan . Pengembangan budaya sekolah hendaknya disertai dengan sistem imbalan meskipun tidak selalu dalam bentuk barang atau uang. 5. Inovatif dan Bersedia Mengambil Resiko. Halaman berikut ini dikemukakan satu contoh untuk mengukur budaya sekolah. Menunjuk pada kemampuan untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab pada tingkat kelas atau sekolah. upaya pengembangan budaya sekolah juga seyogyanya berpegang pada asas-asas berikut ini: 1. Sistem Imbalan yang Jelas. dan jangka panjang. 10. Komitmen dari pimpinan dan warga sekolah sangat menentukan implementasi program-program pengembangan budaya sekolah.3. Banyak bukti menunjukkan bahwa komitmen yang lemah terutama dari pimpinan menyebabkan program-program tidak terlaksana dengan baik. Setiap perubahan budaya sekolah menyebabkan adanya resiko yang harus diterima khususnya bagi para pembaharu. Bentuk lainnya adalah penghargaan atau kredit poin terutama bagi siswa yang menunjukkan perilaku positif yang sejalan dengan pengembangan budaya sekolah. 9.

7. Disiplin tidak hanya berlaku pada orang tertentu saja di sekolah tetapi untuk semua personil sekolah tidak kecuali kepala sekolah. Rasa hormat merupakan nilai yang memperlihatkan penghargaan kepada siapa saja baik dalam lingkungan sekolah maupun dengan stakeholders pendidikan lainnya. Jujur dalam memberikan penilaian. Tanpa kejujuran. 8. asri dan menyenangkan. Keinginan. 4. kepercayaan tidak akan diperoleh. Keinginan juga harus diarahkan pada usaha untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan dan kompetensi diri dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai budaya yang muncul dalam diri pribadi baik sebagai kepala sekolah. guru dan staf. baik kejujuran pada diri sendiri maupun kejujuran kepada orang lain. Disiplin (discipline). Nilai kegembiraan ini harus dimiliki oleh seluruh personil sekolah dengan harapan kegembiraan yang kita miliki akan berimplikasi pada lingkungan dan iklim sekolah yang ramah dan menumbuhkan perasaan puas. Semua nilai di atas tidak berarti apa-apa jika tidak diiringi dengan keinginan. tidak akan menjamin untuk dipatuhi apabila tidak didukung dengan suasana atau iklim lingkungan sekolah yang disiplin. profesional guru bukan hanya ditunjukkan dalam bidang akademik tetapi juga dalam bersikap dan bertindak yang mencerminkan pribadi pendidik. seperti taman sekolah ditata dengan baik dan dibuat wilayah bebas masalah atau wilayah harus senyum dan sebagainya.3. Oleh karena itu budaya jujur dalam setiap situasi dimanapun kita berada harus senantiasa dipertahankan. jujur dalam penggunaan waktu serta konsisten pada tugas dan tanggung jawab merupakan pribadi yang kuat dalam menciptakan budaya sekolah yang baik. Jadi disiplin disini bukanlah sesuatu yang harus dan tidak harus dilakukan karena peraturan yang menuntut kita untuk taat pada aturan yang ada. Empati adalah kemampuan menempatkan diri atau dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain namun tidak ikut larut dalam perasaan itu. Sikap respek dapat diungkapkan dengan cara memberi senyuman dan sapaan kepada siapa saja yang kita temui. Empati (empathy). 5. nyaman. Sikap ini . dan staf dalam memberikan pelayanan kepada siswa dan masyarakat. Jika perlu dibuat wilayah-wilayah yang dapat membuat suasana dan memberi nuansa yang indah. Disiplin merupakan suatu bentuk ketaatan pada peraturan dan sanksi yang berlaku dalam lingkungan sekolah. guru. Keinginan di sini merujuk pada kemauan atau kerelaan untuk melakukan tugas dan tanggung jawab untuk memberikan kepuasan terhadap siswa dan masyarakat. jujur dalam mengelola keuangan. nyaman. Aturan atau tata tertib yang dipajang dimana-mana bahkan merupakan atribut. Nilai kejujuran tidak terbatas pada kebenaran dalam melakukan pekerjaan atau tugas tetapi mencakup cara terbaik dalam membentuk pribadi yang obyektif. Nilai kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam lingkungan sekolah. Kegembiraan (happiness). Jujur (honesty). Keluhan-keluhan yang terjadi karena perasaan tidak dihargai atau tidak diperlakukan dengan wajar akan menjadikan sekolah kurang dipercaya. bahagia dan bangga sebagai bagian dari personil sekolah. Hormat (respect). Atau mengundang secara khusus dan menyampaikan selamat atas prestasi yang diperoleh dan sebagaianya. 6. Disiplin yang dimaksudkan dalam asas ini adalah sikap dan perilaku disiplin yang muncul karena kesadaran dan kerelaan kita untuk hidup teratur dan rapi serta mampu menempatkan sesuatu sesuai pada kondisi yang seharusnya. bisa juga dengan memberikan hadiah yang menarik sebagai ungkapan rasa hormat dan penghargaan kita atas hasil kerja yang dilakukan dengan baik.

kebiasaan-kebiasaan tersebutlah yang akan membentuk kita (John C.2007. seperti tempat yang menakutkan. staf dan kepala sekolah tarmpil. atau . Pengembangan Budaya dan Iklim Pembelajaran di Sekolah (materi diklat pembinaan kompetensi calon kepala sekolah/kepala sekolah). Jakarta. profesional dan terlatih dalam memainkan perannya memenuhi tuntutan dan kebutuhan siswa. Setelah itu. Dengan sifat empati warga sekolah dapat menumbuhkan budaya sekolah yang lebih baik karena dilandasi oleh perasaan yang saling memahami. orang tua dan masyarakat. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah.perlu dimiliki oleh seluruh personil sekolah agar dalam berinteraksi dengan siapa saja dan dimana saja mereka dapat memahami penyebab dari masalah yang mungkin dihadapai oleh orang lain dan mampu menempatkan diri sesuai dengan harapan orang tersebut. kita bentuk kebiasaan-kebiasaan kita.yang mencetak birokrat pemerintahan -. ================= Sumber adaptasi dari: Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional. budaya sekolah (school culture) yang seperti apakah sebenarnya yang ada di lembaga-lembaga pendidikan tersebut? Apakah lembaga pendidikan itu adalah lembaga pendidikan yang angker. penulis sangat prihatin karena telah membaca e-mail tentang kesadisan seorang guru di Jombang yang telah menampar muridnya. Dimensi ini menuntut para guru. 9. Pengetahuan dan Kesopanan.telah berlangsung lama adanya bentuk-bentuk kekerasan para senior terhadap yuniornya. Sebelumnya ada berita tentang seorang guru SMK yang telah menampar sekian orang siswanya.</p> Kurang lebih satu jam sebelum menulis artikel ini. Maxwell) <p>Your browser does not support iframes. Bahkan jauh sebelumnya kita tentu mendengar berita di sebuah institutut pemerintahan dalam negeri (IPDN) -. Pengetahuan dan kesopanan para personil sekolah yang disertai dengan kemampuan untuk memperoleh kepercayaan dari siapa saja akan memberikan kesan yang meyakinkan bagi orang lain. MEMBANGUN BUDAYA SEKOLAH MEMBANGUN BUDAYA SEKOLAH Oleh Suparlan *) Mahatma Gandhi mengingatkan bahwa semua hak itu berasal dari kewajiban yang telah dilaksanakan dengan baik (Mahatma Gandhi) Pertama.

amat tergantung pada banyak faktor. Budaya sekolah berpengaruh terhadap bagaimana pendidik berhubungan dan bekerja sama dengan semua warga sekolah. seperti pasar yang kumuh. Dan para siswa pun kemudian bersorak lari ke ruangan kelasnya masing-masing. and rituals that build up over time as people in a school work together´ Lebih dari itu. Para siswa mondar-mandir keluar-masuk sekolah. Tulisan singkat ini akan menggambarkan beberapa budaya sekolah dan karakteristiknya. budaya sekolah sering disebut sebagai suasana sekolah (school climate). Dalam konsep sekolah efektif (effective school). Budaya sekolah adalah konteks di belakang layar sekolah yang menunjukkan nilai-nilai. yang telah dibangun dalam waktu yang lama oleh semua warga dalam kerja sama di sekolah. bersih. Apakah budaya sekolah itu? Peterson (1999) menjelaskan ³school culture is the behind-the-scenes context that reflects the values. Apakah Budaya Sekolah Berpengaruh Terhadap Pendidik dan Keberhasilan Siswa? Sudah barang tentu. norms. tertib. dimaknai sebagai bagaimana warga sekolah berfikir dan bertindak. termasuk kepada pendidik dan peserta dididk. dan sehat. Seperti apa lembaga pendidikan yang akan kita bangun. Nilai-nilai sosial budaya sangat berpengaruh terhadap bagaimana sekolah menghadapi masalah sekolah. Para orangtua siswa atau para pengantarnya bergerombol di depan pintu gerbang sekolah. Dua penjaga bersenjata lengkap berdiri di depan pos jaga yang siap akan menanyakan kepada semua tamu yang datang. rutual-ritual. termasuk masalah hasil belajar peserta didik. pegawai tata usaha sekolah. serta fasilitas sekolah yang mendudungnya. beliefs. orangtua peserta didik. Begitu masuk pintu gerbang lembaga itu suasana itu sudah mulai terasa. yang semua orang bebas keluar masuk. Penjaga itu bisa saja siswa piket atau petugas outsourcing yang ditugasi untuk itu. Peterson juga menambahkan bahwa budaya sekolah ³influences not only the actions of the school population. tradisitradisi. but also its motivations and spirit´. Kadangkala bersama dengan bapak ibu guru yang buru-buru masuk sekolah karena bel telah berbunyi keras sekali. mulai kondisi SDM-nya seperti kepala sekolah sampai dengan tenaga pendidik dan tenaga administrasinya sampai dengan peserta didiknya. Suatu lembaga pendidikan berasrama milik militer atau kepolisian akan terlihat mulai dari adanya sistem penjagaan yang ketat.lembaga pendidikan yang amburadul. Itulah budaya kasat mata yang dapat segera kita lihat. Budaya sekolah berpengaruh tidak hanya kepada kegiatan warga sekolah. . dan sekaligus memecahkan masalahnya. norma-norma. Ada sebuah sekolah dasar yang lokasinya berada di kompleks perumahan. Bahkan para pedagang kecil membuka dagangannya di depan gedung sekolah. Masih banyak lagi bentuk-bentuk budaya sekolah yang mencerminkan wajah lembaga pendidikan sekolah itu. traditions. budaya sekolah dapat berpengaruh terhadap semua aspek kehidupan di dalam sekolah. dengan sesama pendidik. Budaya sekolah juga amat dipengaruhi oleh sistem manajemen dan organisasinya. tetapi juga motivasi dan semangatnya. peserta didik. atau lembaga pendidikan yang terbuka. Suasananya bak pasar tumpah yang ramai. dan juga kepada masyarakat.

semua penyelenggaraan sekolah direncanakan. Budaya sekolah apa saja yang harus dibangun? Banyak sekali nilai-nilai sosial budaya yang harus dibangun di sekolah. Bentuk-bentuk kekerasan guru terhadap siswa yang sering kita dengar akhir-akhir ini merupakan hasil dari budaya sekolah yang seperti ini. dan oleh karena itu para guru lebih banyak mengikuti arahan tersebut. Itulah sebabnya keterlibatan semua warga sekolah sangat dihargai dalam proses pengambilan keputusan dan kebijakan sekolah. tetapi kadang-kadang juga sering saling tumpang tindih. Sekolah adalah ibarat taman yang subur tempat menanam benih-benih nilai-nilai sosial budaya tersebut. budaya sekolah racun (toxic school culture). Kebijakan sekolah mengikuti arahan dari atasan. Ada nilai religius dan medis yang dapat dipetik dari kebiasaan ini. Ketika masyarakat masih memiliki paradigma lama dengan menyerahkan sepenuhnya urusan pendidikan anaknya kepada sekolah. diubah sesuai dengan budaya baru yang tumbuh dalam masyarakat. Hasilnya sama dengan tinjauan dari sudut pandang religius. yang satu dengan yang lain dapat dibedakan. Ucapan yang baik akan berasal dari mulut yang bersih. Kejujuran dan komunikasi antarwarga sekolah dapat berlangsung secara efektif. Sama dengan pada model budaya sekolah yang birokratis. budaya sekolah racun ini juga malah jarang memberikan kesempatan kepada pendidik untuk memberikan masukan terhadap upaya pemecahan masalah yang terjadi di sekolah. Nabi Muhammad SAW selalu melakukan ³siwak´ dalam kehidupan sehari-harinya. Tiga Model Budaya Sekolah dan Karakteristiknya Dalam praktik di lapangan. maka lahirlah satu bentuk hubungan sekolah dengan orangtua siswa dan masyarakat yang sangat birokratis. Dalam tulisan singkat ini hanya diberikan beberapa contoh nilai-nilai sosial budaya yang harus ditanam di ladang bernama sekolah. dalam suasana penuh kolegial. . ada tiga model budaya sekolah. Pendidik juga kurang dapat berinteraksi dengan orangtua siswa dan masyarakat. Demikian seterusnya dengan benih-benih nilai-nilai sosial budaya lainnya. 1987]) Pertama. peserta diddik dipandang sebagai masalah ketimbang sebagai pihak yang harus dilayani. (Spahier & King. gigi dan mulut yang bersih akan berdampak terhadap kesehatan otak kita. Pertama. Secara medis. Kedua. Orangtua dan masyarakat berada di bawah perintah kepala sekolah. sekolah sangat memberikan apresiasi dan rekognisi terhadap peran dan dukungan dari semua pihak. Ingin menanam benih-benih kejujuran dalam masyarakat? Tanamlah di sekolah. Dalam model ini.Nilai-nilai sosial budaya sekolah tentu saja dapat dibangun. Ketiga. Kebiasaan ini sangat Islami. Berbeda dengan kedua budaya sekolah sebelumnya. Model budaya sekolah ini antara lain ditunjukkan adanya budaya yang menekankan adanya petunjuk dari atasan. budaya sekolah kolegial (collegial school culture). 1984 [as cited in Butler & Dickson. dilaksanakan secara demokratis. kebiasaan menggosok gigi. Pendek kata. budaya sekolah birokratis (bureaucratic school culture). karena semua harus mengikuti peraturan dan ketentuan dari atasan.

Dari sini lahirlah pendapat bahwa belajar konsep jauh lebih penting daripada menghafalkan fakta dan data. Etika atau akhlakul karimah adalah tata aturan untuk bisa hidup bersama dengan orang lain. kejujuran. kasing sayang telah melahirkan kepercayaan. Kita masih lebih sering mementingkan diri sendiri ketimbang memberikan penghargaan kepada orang lain. Keempat. Kita hidup tidak sendirian. mengalikan bunga bank untuk kekayaan pribadi. Ketiga. dan perkalian ternyata jauh lebih sulit dibandingkan dengan materi tentang pembagian. Seharusnya. dan budaya. Kita mematuhi hukum dan perundang-undangan karena takut terhadap ancaman hukuman. dan kemudian hidup bersama dengan orang lain.Kedua. Kesembilan. membagi kasih sayang. maka budaya kejujuran harus dapat dibangun di sekolah. (2) kepercayaan. Apalagi dengan materi pelajaran Pendidikan Agama. Itulah sebabnya maka kita harus memupuk rasa tanggung jawab ini sejak dini ini di lembaga pendidikan sekolah. materi materi matapelajaran matematika modern seharusnya menghasilkan manusia yang jujur di negeri ini. Penghargaan kepada orang lain tidak boleh melihat perbedaan status sosial. Oleh karena itu. dan membagi kebahagiaan ternyata jarang dilakukan ketimbang mengumpulkan hasil korupsi. maka bekerjalah dengan senang hati. Pekerjaan adalah bagian penting . jujur kepada orang lain. Sering kali kita menuntut hak ketimbang tanggung jawab. agama. Kita masih sering membeda-bedakan orang lain karena berbagai kepentingan. membagi pemerataan. ekonomi. mencintai belajar. menghormati hukum dan peraturan. Semua warga sekolah harus dilatih berbuat jujur. Bukan sebaliknya. Malah telah menghasilkan banyak koruptor. dilahirkan oleh dan dari orang lain yang bernama ibu dan ayah kita. etika. bahkan dari keluarga. kasih sayang. Keenam. mulai jujur kepada dirinya sendiri. mencintai pekerjaan. menghormati diri sendiri dan orang lain. Sering kita menghormati hukum dan peraturan karena takut kepada para penegak hukum. bertanggung jawab. Dari tinjauan inilah barangkali KPK telah membuat program kantin kejujuran di ribuan sekolah di negeri ini. Oleh karena itu. Materi tentang penjumlahan. Ini adalah kata-kata mutiara yang selalu melekat di hati. Kelima. Konon. Ketujuh. Menurut beliau. Hasilnya. Kedepalapan. Mahatma Gandhi mengingatkan bahwa semua hak itu berasal dari kewajiban yang telah dilaksanakan dengan baik. yang menyatakan bahwa ada tiga landasan pendidikan yang harus dibangun. Tetapi nyatanya tidak demikian. Mana yang lebih penting? Apakah menguasai pelajaran atau mencintai belajar? Learning how to learn. jujur kepada Tuhan. Ingin berbahagia selamanya. menghormati hak orang lain. kita harus hidup beretika. Kepercayaan menghasilkan kepercayaan. pengurangan. kita mengormati hukum dan peraturan atas dasar kesadaran bahwa hukup dan peraturan itu adalah kita buat untuk kebaikan hidup kita. Kejujuran itu harus dibangun di sekolah. yaitu (1) kasih sayang. Kita tidak menghargai bahwa sebagian dari apa yang kita peroleh adalah hak orang lain. Penulis pernah mengutip pandangan guru besar IKIP Surabaya. dan kepercayaan akan menghasilkan kewibawaan. ternyata akan jauh lebih penting ketimbang bersusah payah menghafalkan bahan ajar yang selalu akan terus bertambah itu. dan (3) kewibawaan.

kita mengikuti pola hidup ´lebih besar tiang daripada pasak´. Sebaliknya. Depok. Memang kita sering memperoleh hasil pas-pasan dari hasil pekerjaan kita. 29 Desember 2008. seperti merokok.suparlan. setelah shalat Subuh. Tetapi. E-mail: me [at] suparlan [dot] com. . peserta didik harus diberikan kesadaran tentang pentingnya menghargai pekerjaan. Ngobrol dan duduk-duduk santai adalah kebiasaan lama di pedesaan kita. Nilai-nilai sosial budaya tersebut harus dapat kita tanam dan terus kita pupuk melalui proses pendidikan dan pembudayaan di rumah. Waktu adalah pedang. dan dalam kehidupan masyarakat kita. Penghasilan pas-pasan. suka menabung. Mengapa warisan ini tidak dapat segera kita ganti? Maka tanamlah benih-benih menghargai waktu di ladang sekolah kita. <p>Your browser does not support iframes. Padahal. adalah warisan petuah para sahabat Nabi.com. suka bekerja keras. Kesepuluh. Tidak mempunyai penghasilan cukup tetapi tetap melakukan pola hidup konsumtif.</p> Kesepuluh. Kita masih jarang memiliki semangat menabung untuk masa depan. Oleh karena itu. sekolah. Siapa yang tidak bekerja adalah tidak hidup. jam karet adalah istilah sehari-hari bangsa sendiri yang sampai saat ini kita warisi. Amin. Kesebelas. Untuk ini. suka bekerja harus menjadi bagian dari pendidikan anak-anak kita di sekolah dan di rumah. *) Website: http://www.dari kehidupan ini. Time is money adalah warisan para penjelajah ´rules of the waves´ bangsa pemberani orang Inggris. tetapi tetap menghabiskan uangnya untuk tujuan yang mubazir. Sudah barang tentu masih banyak lagi nilai-nilai sosial budaya yang harus kita tanam melalui ladang lembaga pendidikan sekolah. Pagi-pagi masih berkerudung sarung. tepat waktu. yang lebih sering. kita diharuskan bertebaran di muka bumi untuk bekerja.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->