P. 1
TRANSPIRASI

TRANSPIRASI

|Views: 421|Likes:
Published by Yulvi Restalita

More info:

Published by: Yulvi Restalita on Feb 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2014

pdf

text

original

TRANSPIRASI

Posted on Januari 2, 2009 | 15 Komentar

Air merupkan salah satu faktor penentu bagi berlangsungnya kehidupasn tumbuhan. Banyaknya air yang ada didalam tubuh tumbunhan selalu mengalami fluktuasi tergantung pada kecepatan proses masuknya air kedalam tumbuhan, kecepatan proses penggunaan air oleh tumbuhan, dan kecepatan proses hilangnya air dari tubunh tumbuhan. Hilangnya air dari tubuh tumbuhan dapat berupa cairan dan uap atau gas. Proses keluarnya atau hilangnya air dari tubuh tumbuhan dapat berbentuk gas keudara disekitar tumbuhan dinamakan transpirasi. Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata, kemungkinan kehilangan air dari jaringan tanaman melalui bagian tanaman yang lain dapat saja terjadi, tetapi porsi kehilangan tersebut sangat kecil dibandingkan dengan yang hilang melalui stomata. Faktor-faktor yang mempengaruhi Transpirasi Kegiatan transpirasi terpengruh oleh banyak faktor baik faktor-faktor dalam maupun faktorfaktor luar, 1. Yang terhitung sebagai faktor-faktor dalam adalah: ‡ Besar kecilnya daun ‡ Tebal tipisnya daun ‡ Berlapiskan lilin atau tidaknya permukaan daun ‡ Banyak sedikitnya bulu di permukaan daun ‡ Banyak sedikitnya stomata ‡ Bentuk dan lokasi stomata Hal-hal ini semua mempengaruhi kegiatan transpirasi a. Bentuk serta distribusi stomata Lubang stomata yang tidak bundar melainkan oval itu ada sangkut paut dengan intensitas pengeluaran air. Juga yang letaknya satu sama lain di perantaian oleh suatu juga jarak yang tertentu itu pun mempengaruhi intensitas penguapan. Jika lubang-lubang itu terlalu berdekatan

Pada tanaman. membuka dan menutupnya stomata mekanisme mebuka dan menutupnya stomata berdasarkan suatu perubahan turgor itu adalah akibat dari perubahan nilai osmosis dari isi sel-sel penutup. ‡ Kelembaban udara ‡ Angin ‡ Keadaan air didalam tanah Walaupun beberapa jenis tumbuhan dapat hidup tanpa melakukan transpirasi. Selama musim panas tahun 1974. kenaikan temperatur menambah tekanan uap didalam daun.maka penguapan dari lubang yang satu malah menghambat penguapan dari lubang yang berdekatan.com/2009/01/02/transpirasi/ TRANSPIRASI pada TUMBUHAN Transpirasi merupakan peristiwa keluarnya air dalam bentuk uap melalui permukaan tumbuhan terutama bagian stomata. c. http://klimatologi. John Hanks. Pada banyak tanaman stoma tidak berserdia membuka jika temperatur ada disekitar 0 derajat celcius 2. seorang ilmuwan tanah di Universitas Negeri Utah. Peneliti di Utah State University berhasil menghitung berapa banyak jumlah air yang hilang melalui transpirasi pada tanaman jagung mulai dari berkecambah sampai panen.wordpress. terus melacak berhati-hati dari jumlah air yang diperlukan untuk tumbuh pada sebuah tanaman jagung di perguruan tinggi pertanian Greenville. Untuk dewasa tanaman. biasanya merujuk ke . Temperatur berpengaruh pada membuka dan menutupnya stomata. tetapi sebagian besar 450 mm melewati sisa tanaman ke atmosfer. atau untuk menghasilkan 1 kg air yang hilang melalui transpirasi. b. banyaknya stomata pada tanaman darat umumnya stomata itu kedapatan pada permukaan daun bagian bawah. Pada beberapa tanaman permukaan atas dari daun pun mempunyai stomata juga. tetapi jika transpirasi berlangsung pada tumbuhan agaknya dapat memberikan beberapa keuntungan bagi tumbuhan tersebut misalnya dalam: ‡ Mempercepat laju pengangkutan unsur hara melalui pembuluh xylem ‡ Menjaga turgiditas sel tumbuhan agar tetap pada kondisi optimal ‡ Sebagian salah satu cara untuk menjaga stabilitas suhu. setara dengan 600 mm air hujan ditambahkan ke lapangan ini menguap dari tanah. Proses transpirasi ini berlangsung selama tumbuhan atau tanaman masih dapat hidup. Faktor-faktor luar yang mempengaruhi transpirasi ‡ Sinar matahari Sinar menyebabkan membukanya stoma dan gelap menyebabkan menutupnya stoma jadi banyak sinar mempercepat transpirasi ‡ Temperatur Pengaruh temperatur terhadap transpirasi daun dapat pula ditinjau dari sudut lain yaitu didalam hubungannya dengan tekanan uap air didalam daun dan tekanan uap air diluar daun. Jumlah air yang hilang melalui transpirasi pada tanaman jagung adalah setara dengan total 450 mm curah hujan.

karena baik CO2 maupun uap air bergerak melalui stomata yang sama. maka yang melalui stomata paling banyak dilakukan. karena pada daunlah kita jumpai stomata paling b anyak. di mana karbon tersebut berasal dari udara dalam bentuk karbondioksida (CO2). Proses kehilangan air pada tumbuhan ini disebut transpirasi Pada transpirasi. sebagian dari radiasi matahari ini akan diserap tumbuhan. Konsenkuensinya jika stomata membuka lebar maka akan semakin banyak tumbuhan kehilangan air. terutama pada daun tetapi juga di . Kalau kita bandingkan transpirasi stomata ini dengan transpirasi melalui sarana lainnya. Jika serapan energi matahari ini tidak diimbangi dengan usaha untuk membebaskan energi tersebut. tumbuhan menyerap CO2 tersebut melalui stomata. tetapi porsi kehilangan tersebut sangat kecil dibandingkan dengan yang hilang melalui stomata. Kehilangan air dari daun umumnya melibatkan kekuatan untuk menarik air ke dalam daun dari berkas pembuluh yaitu pergerakan air dari sistem pembuluh dari akar ke pucuk. Penyebab lainnya yaitu karena pada siang hari tumbuhan menerima radiasi. PEMBAHASAN A.air internal yang hilang melalui stomates. faktorfaktor apa saja yang mempengaruhinya ? serta bagaimana cara membuka dan menutupnya stomata?. kutikula. Hanks menunjukkan bahwa 600 kg air yang tertuang oleh tanaman jagung untuk setiap 1 kg jagung kering (bijibijian) yang dihasilkan. atau lentisel. maka suhu tumbuhan akan meningkat. rasio transpirasi tanaman cenderung turun antara 200 dan 1000 (yaitu. Jika tumbuhan ingin menyerap lebih banyak CO2 maka stomata harus dibuka lebar. tanaman terjadi 200-1000 kg air untuk setiap kg bahan kering dihasilkan). Rasio transpirasi adalah rasio massa air tertuang dengan massa bahan kering yang dihasilkan. Berdasarkan uraian di atas maka timbul pertanyaan : Bagaimana proses transpirasi terjadi ?. Secara alamiah tumbuhan mengalami kehilangan air melalui penguapan. organ tumbuhan yang paling utama dalam melaksanakan proses ini adalah daun. Ada banyak langkah dimana perpindahan air dan banyak faktor yang mempengaruhi pergerakannya. Sehubungan dengan transpirasi. Sebuah pohon dewasa mungkin akan kehilangan beberapa ratus galon air melalui daun pada hari yang panas dan kering. Transpirasi merupakan bagian dari siklus air. Pengertian Transpirasi Transpirasi dapat diartikan sebagai proses kehilangan air dalam bentuk uap dari jaringan tumbuhan melalui stomata. dan bahkan dari tanah ke akar. transpirasi merupakan proses yang banyak membutuhkan energi dalam tahap penguapan dari molekul-molekul air. Kemungkinan kehilangan air dari jaringan tanaman melalui bagian tanaman melalui bagian tanaman yang lain dapat saja terjadi. Sekitar 90% dari air yang masuk ke akar tanaman ini digunakan untuk proses ini. Mengapa begitu banyak air yang hilang ke atmosfer melalui tanaman untuk menghasilkan 1 kg berat kering pada tumbuhan? Hal ini disebabkan karena bahan yang terkandung dalam tanaman sebagian besar adalah senyawa kerangka karbon. Peningkatan suhu yang berlebihan akan sangat menganggu metabolisme tumbuhan. dan itu adalah hilangnya uap air dari bagian tanaman (mirip dengan berkeringat). Melanjutkan perhitungannya. Transpirasi penting bagi tumbuhan. hal yang penting adalah difusi uap air dari udara yang lembab di dalam daun ke udara kering di luar daun. oleh karenanya kita fokuskan bahasan kita pada transpirasi stomata saja. mengatur suhu tubuh dengan cara melepaskan kelebihan panas dari tubuh dan mengatur turgor optimuin di dalam sel. karena berperan dalam hal membantu meningkatkan laju angkutan air dan garam mineral.

Untuk membuat makanan. dan semua nutrisi mineral dilarutkan perjalanan dengan melalui xilem tersebut. . daun mulai layu karena selselnya kehilangan tekanan turgor. bunga dan buah. Permukaan daun yang dihiasi dengan bukaan yang secara kolektif disebut stomata. Dalam proses ini. terutama dari bukaan permukaan. Sel-sel ini akan menarik air melalu osmosis dari sel-sel yang berada lebih dalam di daun. maka transpirasi tidak akan menyebabkan masalah. Kuncinya ialah tanaman-tanaman ini menggunakan tekanan akar. Oleh itu. Stomata menghubungkan ruang udara yang berbentuk sarang lebah. Oleh karena itu. Sel-sel ini pada akhirnya akan menarik air yang diperlukan dari jaringan xilem yang merupakan kolom berkelanjutan dari akar ke daun. sebuah tumbuhan harus membentangkan daunnya pada matahari dan mendapatkan CO2 dari udara. Karbon dioksida akan berdifusi ke dalam daun. pada daun. dan dalam kebanyakan tanaman mereka lebih banyak pada sisi bawah dedaunan. Aliran massa air dari akar ke daun disebabkan oleh penurunan hidrostatik (air) tekanan di bagian atas dari tumbuhan karena difusi air dari stomata ke atmosfer. ketika air menguap dari sel mesofil. maka cairan dalam sel mesofil akan menjadi semakin jenuh. karena semua itu merupakan faktor lingkungan yang menigkatkan penguapan air. sehingga CO2 dapat berdifusi ke sel-sel fotosinterik mesofil. tetapi beberapa penguapan langsung juga terjadi melalui permukaan sel-sel epidermis daun. selain dari batang. Proses penguapan air dari sel mesofil daun biasa kita sebut dengan proses transpirasi. tanaman berhasil melakukan hal itu. Selama daun masih dapat menarik air dari tanah dengan cukup cepat untuk menggantikan air yang hilang. Sebagian besar transpirasi berlangsung melalui stomata sedang melalui kutikula daun dalam jumlah yang lebih sedikit. Laju potensial transpirasi yang paling besar adalah saat hari panas terik. sehingga transpirasi secara tidak langsung membantu transpor air keseluruh tubuh tanaman. Bila laju transpirasi rendah terjadi defisiensi dan sebaliknya bila laju transpirasi tinggi maka terjadi peningkatan mineral. Manfaat transpirasi untuk membantu penyerapan mineral dari tanah dan menghilangkan panas pada daun. Lebih dari 20% air yang diambil oleh akar dikeluarkan ke udara sebagai uap air. Tingkat transpirasi secara langsung berkaitan dengan partikel penguapan air dari permukaan tanaman. Namun pada tanaman-tanaman yang sangat tinggi. sehingga proses ini terus menerus berlanjut. Transpirasi terjadi pada saat tumbuhan membuka stomatanya untuk mengambil karbondioksida dari udara. Penyerapan air dari dalam tanah ke bagian atas tumbuhan memiliki arti bahwa tanaman tersebut harus melawan gaya gravitasi bumi yang selalu mengakibatkan benda jatuh ke bawah. Umumnya penyerapan mineral dilakukan bersama dengan penyerapan air. yang berperan paling penting adalah tarikan transpirasi. Air diserap pada akar dengan osmosis. Sebagian besar uap air yang ditranspirasi oleh tumbuhan tingkat tinggi berasal dari daun. pengambilan air dengan cara ini biasa kita sebut dengan proses tarikan transpirasi dan selama akar terus menerus menyerap air dari dalam tanah dan transpirasi terus terjadi. bunga dan akar. Transpirasi juga dapat mendinginkan tanaman dan memungkinkan aliran massa nutrisi mineral dan air dari akar ke tunas. Ketika transpirasi melebihi pengiriman air melaui xilem. dan oksigen yang dihasilkan sebagai hasil sampingan fotosintesis akan berdifusi keluar dari daun melalui stomata. seperti ketika tanah mulai mengering. Akan tetapi. Transpirasi pada tumbuhan yang sehat sekalipun tidak dapat dihindarkan dan jika berlebihan akan sangat merugikan karena tumbuhan akan menjadi layu bahkan mati.batang. tenaga kapilari. Stomata untuk sebagian besar kehilangan air oleh tanaman. kering dan berangin. air akan terus dapat diangkut ke bagian atas sebuah tanaman. dan juga tarikan transpirasi. air kemudian dapat terus dibawa dari akar ke daun melawan arah gaya gravitasi. atau stomates.

suhu udara dan suhu daun tanaman.Proses transpirasi ini selain mengakibatkan penarikan air melawan gaya gravitasi bumi. Kenaikan suhu udara akan mempengaruhi kelembaban relatifnya. pada saat panan volume udara akan memberikan sedikit uapa air dengan kelembaban relatif yang lebih rendah daripada saat dingin. Struktur anatomi daun memungkinkan penurunan jumlah difusi dengan menstabilkan lapis pembatas tebal relatif. melalui proses transpirasi. Air yang menguap dari daun (stomata) ini menimbulkan kekuatan kapiler yang menarik air dari daerah yang berdekatan dalam daun. Stomata yang tersembunyi menekan permukaan daun sehingga stomata membuka. Suhu Suhu tumbuhan pada umumnya tidak berbeda banyak dengan lingkungannya. maka akan semakin lambat laju transpirasi.sehingga transpirasi bisa berjalan dengan lancar. Makin besar tekanan uap air di udara. Kelembaban menunjukkan banyak sedikitnya uap air di udara. kelembaban udara sekitar tanaman. Cahaya Laju transpirasi tanaman lebih cepat terjadi di tempat yang terang yang terkena cahaya matahari. Untuk alasan ini. Hal ini terutama karena cahaya merangsang pembukaan stomata pada siang hari. Angin dapat memacu laju transpirasi jika udara yang bergerak melewati permukaan daun tersebut lebih kering dari udara disekitar tumbuhan tersebut. Pada 30 ° C. Oleh karena itu. daun mungkin terjadi tiga kali lebih cepat seperti halnya pada 20 ° C. 3. Tanaman terjadi lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi karena air menguap lebih cepat karena suhu meningkat. Udara hangat membaewa lebih banyak air dari pada udara dingin. Selain itu. biasanya menyebabkan kelembaban relatif udara menjadi makin rendah. Misalnya rapatnya jumlah trikoma pada permukaan daun cenderung meyebabkan lapisan pembatas udara yang reltif tidak bergerak. difusi . Ketika udara sekitarnya kering. yang biasanya dinyatakan dengan kelembaban relatif. juga dapat mendinginkan tanaman yang terus menerus berada di bawah sinar matahari. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi laju transpirasi 1. 2. Cahaya juga mempercepat transpirasi oleh pemanasan daun. Mereka tidak akan mudah mati karena terbakar oleh teriknya panas matahari karena melalui proses transpirasi. terjadi penguapan air dan penguapan akan membantu menurunkan suhu tanaman. B. tanaman juga akan terus mendapatkan air yang cukup untuk melakukan fotosintesis agar keberlangsungan hidup tanaman dapat terus terjamin. tumbuhan cenderung kehilangan air lebih cepat pada udara hangat dari pada udara dingin. Udara memiliki efek penting dalam penjenuhan jumlah udara. Hilangnya uap air dari ruang interseluler daun menurunkan kelembaban relatif pada ruang tersebut. sehingga akan menyebabkan perbedaan tekanan uap air dalam rongga daun dengan di udara menjadi semakin besar dan laju transpirasi meningkat. Meningkatnya suhu pada siang hari. Tingkat difusi meningkat setiap substansi sebagai perbedaan dalam konsentrasi zat di dua daerah increases. Angin dapat juga mempengaruhi laju transpirasi. Sebaliknya apabila sedikit tekanan uap air di udara maka maka laju transpirasinya akan semakin cepat. Kelembaban kelembaban udara sangat berpengaruh terhadap laju transpirasi. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Transpirasi Faktor-faktor yang mempengaruhi laju transpirasi adalah : faktor-faktor internal yang mempengaruhi mekanisme buka-tutup stomata.

maka uap air tersebut akan berdifusi dari stomata daun menuju ke udara sekitar yang memiliki konsentrasi uap air relatif rendah. Tanaman dapat mengalami kelayuan apabila tekanan . jika kehilangan air melalui transpirasi tidak dapat segera digantikan oleh ketersediaan air di dalam tanah. Angin Angin adalah suatu perpindahan masa udara dari suatu tempat ke tempat lain. Hal sebaliknya dapat berlangsung apabila konsentrasi uap air lebih tinggi pada udara bebas.Transpirasi ini berlangsung selama fotosintesis terjadi. karena setiap air yang hilang dalam proses transpirasi harus dapat segera diganti kembali. hal tersebut menyebabkan penurunan laju transpirasi. Ketika temperatur naik sebesar 10°C. Ketika angin hadir. Ketika angin berhembus. maka dapat dipastikan tumbuhan akan mengurangi laju transpirasinya. Ini segera mengurangi laju transpirasi (serta fotosintesis). Naiknya material-material tersebut berkorelasi untuk melaksanakan biosintesis dalam rangka menyuplai fotosintesis. maka laju transpirasi akan berkurang dibandingkan apabila tanaman terpapar cahaya. Ketika tidak ada angin. Begitupun dengan perubahan temperature. dapat mengakibatkan keluaran uap air melebihi kemampuan daun untuk menggantuinya dengan air yang berasal dari tanah. dan kemudian cahaya menghangatkan daun yang dapat memicu proses transpirasi untuk meningkat. Tanaman gurun banyak jenis khusus fotosintesis. udara sekitar daun menjadi semakin lembab sehingga mengurangi laju transpirasi. serta merupakan tenaga penggerak yang mendorong naiknya air dan bahan mineral lainnya dari akar menuju daun. sehingga lama kelamaan daun akan mengalami kekurangan air. Ketika tanaman berada di dalam kondisi gelap ataupun malam hari.air dari daun berlangsung lebih cepat. yaitu sewaktu stomata daun membuka untuk pertukaran gas antara karbon dioksida dan oksigen. semakin tinggi temperature maka transpirasi akan semakin besar. Jika hilangnya turgor meluas ke seluruh daun dan batang. Apabila terdapat perbedaan konsentrasi uap air yang cukup signifikan dalam hal ini udara luar lebih kering. transpirasi akan meningkat sebesar tiga kali transpirasi semula. Konsentrasi uap air di udara juga memicu terjadinya transpirasi. Dalam perpindahan masa udara ini. disebut crassulacean metabolisme asam atau fotosintesis CAM yang stomata tertutup pada siang hari dan terbuka pada malam hari ketika transpirasi akan lebih rendah. 5. udara lembap akan bergeser dan digantikan oleh udara yang lebih kering. layu tanaman. Berkurangnya air di dalam tanah akan menyebabkan berkurangnya pengaliran air ke daun dan hal ini akan menghambat laju transpirasi. 4. Transpirasi merupakan proses yang penting. Apabila angin bertiup terlalu kencang. Udara yang berada disekitar daun akan meningkat kelembapannya apabila tidak ada angin yang berhembus. Sewaktu akar tumbuhan menyerap air dari tanah dan gagal untuk memenuhi kebutuhan transpirasi yang cenderung cepat. Hal tersebut dapat terjadi karena pembukaan stomata distimulasi oleh cahaya. Bila penyerapan air oleh akar gagal mengikuti laju transpirasi. dan tutup stomata. Tanaman tidak bisa terus terjadi cepat jika kehilangan air yang tidak dibuat oleh pengganti dari tanah. stomata kemudian akan menutup karena sel penjaga kehilangan tekanan turgor. Kelima. sehingga dapat menurunkan tekanan uap air disekitar daun dan dapat mengakibatkan meningkatnya laju transpirasi. dan mendinginkan daun. angin akan membawa masa uap air yang berada di sekitar tumbuhan. kehilangan turgor terjadi. udara lembab dibawa pergi dan digantikan oleh udara kering. yang pada dasarnya berasal dari dalam tanah. Keadaan Air Tanah laju transpirasi sangat bergantung pada ketersediaan air di dalam tanah.

maka dinding sel penutup yang berhadapan pada celah stomata akan tertarik kebelakang. yang berbentuk seperti ginjal pada tumbuhan dikotil dan berbentuk seperti halter pada tumbuhan monokotil. Sebagian besar K+ dan air disimpan di dalam vakuola. Jumlah air yang dilepaskan juga mempengaruhi laju transpirasi tergantung seberapa banyak air pada akar tanaman yang telah diserap. yang menyebabkan kehilangan air secara osmotik. Tanaman xerofit akan lebih memiliki laju transpirasi yang lebih kecil. Pada saat turgor sel penutup tinggi. maka masuknya ion kalium harus dibarengi dengan masuknya suatu anion. Penutupan stomata disebabkan oleh keluarnya K+ dari sel penjaga. Stomata membuka ketika sel-sel penjaga secara aktif mengakumulasi K+ dari sel-sel epidermal di sekitarnya. sehingga sel tetangga mengalami kekurangan air dan selnya sedikit mengkerut dan akan menarik sel penutup kebelakang. dengan demikian tonoplas juga memainkan peranan penting. Perubahan tekanan turgor yang menyebabkan pembukaan dan penutupan stomata terutama disebabkan oleh pengambilan dan kehilangan ion kalium (K+) secara reversibel oleh penjaga. dibandingkan dengan tumbuhan dengan habitat air. sehingga celah menjadi terbuka. Asam-asam organik disintesis dalam sel penjaga sebagai tanggapan terhadap faktor-faktor yang menyebabkan stomata membuka.turgor yang berkurang tersebut terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Penigkatan muatan positif sel akibat masuknya K+ diturunkan dengan pengambilan ion klorida (Cl-) melalui pemompaan ion hidrogen yang dibebaskan pada saat asam organik keluar dari sel. Perbedaan tipe taanaman memegang peranan penting dalam cepatnya laju transpirasi. Korelasi positif antara peningkatan konsentrasi ion kalium dengan pembukaan stomata secara konsisten ditemukan pada semua spesies yang telah diteliti. Perubahan pemanasan dari air menjadi uap. Ion kalium ini berasal dari sel tetangganya. mengandung banyak ion K+ dalam konsentrasi yang tinggibdibanding dengan stomata yang tertutup dalam gelap. Kondisi ini memungkinkan air mengalir ke dalam sel secara osmosis sehingga sel menjadi membengkak. Pengambilan zat terlarut ini menyebabkan potensial air di dalam sel penjaga menjadi lebih negatif. Untuk menjaga netralitas muatan listrik. lingkungan hidup juga berpengaruh. Peningkatan tekanan turgor sel penjaga disebabkan oleh masuknya air ke dalam sel penjaga tersebut. Selain itu. Transpirasi membantu mendinginkan dalam daun karena uap keluar telah menyerap panas. Naiknya turgor ini disebabkan adanya air yang mengalir dari sel tetangga masuk ke sel penutup. Setiap jenis tanaman memiliki tipe maupun jumlah stomata yang berbeda untuk setiap luasan daun. Seorang ahli fisiologi yang berasal dari Jepang yang bernama M. Sebuah tanaman tidak boleh dicangkokkan di bawah sinar matahari penuh karena mungkin kehilangan air terlalu banyak dan layu sebelum akar rusak dapat pasokan air yang cukup. sel tetangga akan mengembang dan mendorong sel penutup ke depan sehingga akhirnya stoma tertutup. kelembaban. Sebaliknya pada waktu tekanan turgor turun. Dan kemudian keluar melalui stomata. Stomata akan membuka jika tekanan turgor kedua sel penjaga meningkat dan akan menutup apabila tekanan turgornya rendah. Pada saat stomata membuka akan terjadi akumulasi ion kalium (K+) pada sel penjaga. dan hal ini juga tergantung pada kondisi lingkungan seperti sinar matahari. yang disebabkan oleh kembalinya air dari sel penutup ke sel tetangganya. . Fujiono menyatakan bahwa sel penutup stomata yang sedang terbuka dalam cahaya. C. Mekanisme Kerja Stomata (Membuka dan Menutupnya Stomata) Masing-masing stomata diapit oleh sepasang sel penjaga. serta melalui muatan negatif asam oranik setelah kehilangan ion hidrogennya. angin dan suhu. Asam organik yang disintesis umumnya adalah asam malat.

Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pemindahan panas pada tumbuhan yaitu radiasi neto positif dan negatif (radiasi neto negatif jika daun meradiasikan lebih banyak energi ke lingkungannya. Mekanisme Transpirasi Melalui Daun Mekanisme transpirasi akan mudah dipahami kalau kita mengenal juga anatomi daun tumbuhan. seringkali dianggap bahwa penguapan air dalam transpirasi ini merupakan pelepasan panas yang diserap oleh daun tersebut. kadar konsumsi panas negatif dan positif (kadar konsumsi panas negatif jika air diuapkan dari daun. tentu akan mengalami kekurangan air sehingga potensial airnya menurun. sehingga dapat menampung uap air dalam jumlah banyak. Sel-sel yang menguapkan airnya kerongga antar sel. Aapabila stomata membuka. Uap air yang terkumpul dalam ronga antara sel akan tetap berada dalam rongga antar sel tersebut. maka akan ada penghubung antara rongga antar sel dengan atmosfer kalau tekanan uap air di atmosfer lebih rendah dari rongga antar sel maka uap air dari rongga antar sel akan keluar ke atmosfer dan prosesnya disebut transpirasi. dan kecepatan angin (semua yang mempengaruhi permintaan menguapkan). penyimpanan negatif dan positif (penyimpanan negatif jika suhu daun turun dan penyimpanan positif jika suhu daun naik). Fungsi Transpirasi Tumbuhan Beberapa jenis tumbuhan dapat hidup tanpa melakukan respirasi. menjaga turgiditas sel tumbuhan agar tetap pada kondisi optimal. selama stomata pada epidermis daun tidak membuka. Tanah air bersih dan suhu tanah dapat mempengaruhi pembukaan stomata. akan menyerap sejumlah besar energi radiasi tersebut. Kekurangan ini akan diisi oleh air yang berasal dari xilem tulang daun. Transpirasi dimulai dengan penguapan air oleh sel sel mesofil ke rongga antar sel yang ada dalam daun. dan kadar konsumsi panas positif jika air mengembun pada permukaan daun). yang selanjutnya dengan suatu cara akan dilepaskan kembali ke lingkungannya. maka energi tersebut akan diubah menjadi energi panas dan menaikkan suhu daun. dan sebagai salah satu cara untuk menjaga stabilitas suhu daun. Karena transpirasi merupakan proses yang mengkonsumsi energi. kelembaban. dan metabolisme seperti fotosintesis atau respirasi. dan radiasi positif jika daun menerima atau menyerap lebih banyak energi dari lingkungannya). Pelepasan Panas pada Transpirasi Daun yang terdedah pada radiasi matahari. yang selanjutnya tulang daun akan menerima air dari batang dan batang menerima dari akar dan seterusnya. tetapi jika transpirasi berlangsung pada tumbuhan akan memberikan beberapa keuntungan bagi tumbuhan tersebut yaitu : mempercepat laju pengangkutan unsur hara melalui pembulih xilem. Apabila energi ini tidak dilepaskan kembali ke lingkungannya. konveksi negatif dan konveksi positif (konveksi negatif jika panas pindah dari daun ke udara. F. suhu. D. E. Penguapan air ke rongga antar sel akan terus berlangsung selama rongga antar sel belum jenuh dengan uap air.derajat pembukaan stomata dan permintaan menguapkan suasana sekitar daun. Dalam hal ini rongga antar sel jaringan bunga karang merupakan rongga yang besar. dan konveksi positif jika panas pindah dari udara ke daun). bersama dengan sekitar intensitas cahaya. dan dengan demikian tingkat transpirasi. Jumlah air yang hilang oleh tanaman tergantung pada ukuran. Jadi syarat utama untuk berlangsungnya transpirasi adalah adanya penguapan air didalam daun dan terbukanya stomata. pengangkutan .

blogspot. laju pengangkutan terbukti akan berlangsung lebih cepat jika transpirasi berlangsung secara optimum.com/2011/03/transpirasi-pada-tumbuhan.html . Luasnya permukaan daun yang ada di udara itu suatu kondisi yang menyebabkan penguapan harus terjadi. Transpirasi juga bermanfaat di dalam hubungan penggunaan sinar matahari. transpirasi itu pada hakikatnya suatu penguapan air baru yang membawa garam-garam mineral dari tanah. pada siang hari radiasi matahari yang diserap daun akan meningkatkan suhu daun. Transpirasi jelas merupakan suatu proses pendinginan.unsur hara tetap dapat berlangsung jika transpirasi tidak terjadi. Pada tanaman. Kenaikan temperatur yang membahayakan dapat dicegah karena sebagian dari sinar matahari yang memancar itu digunakan untuk penguapan air. http://rhena-sertifikasiguru. Transpirasi itu suatu akibat yang tidak dapat dielakkan. Akan tetapi. Jika transpirasi berlangsung maka peningkatan suhu daun ini dapat dihindari.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->