LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK JALAN RAYA MODUL PRAKTIKUM 9 ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR

KELOMPOK 2 Erlangga Rizqi F. Lugas Trias P. Mohammad Mahdi F. Reza Gulam Mustafa Bram Temotius P Wanda H. 0906630260 0906511813 0906555840 0906630456 0906630216 0906630494

Tanggal Praktikum Asisten Praktikum Tanggal disetujui Nilai Paraf Asisten

: 9 Oktober 2011 : Rezky Dwi N : : :

LABORATORIUM STRUKTUR DAN MATERIAL DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2011

Ukuran maksimum ½´ . no.Ukuran maksimum 3.4. Mengeringkan benda uji dalam oven dengan suhu (110 + 5) oC. berat minimum 500 gram . Agregat halus: . dan alat-alat lainnya.Ukuran maksimum 2´ .Ukuran maksimum ¼´ .Ukuran maksimum 2. berat . 3.8. berat . 50.Ukuran maksimum no. sampai berat tetap. Prosedur 1. no.Ukuran maksimum 1.Ukuran maksimum 1´ . 5. C. no. sikat kuning.Ukuran maksimum no. berat . Neraca dan timbangan dengan ketelitian 0. Peralatan 1. Oven yang dilengkapi dengan pengukur suhu untuk memanasi sampai (110 + 5) o C. 2.Ukuran maksimum 3´ . berat . no. 4.4. B. 7. Kuas. no. 30.5´ . ¾´. berat . berat minimum 100 gram Agregat kasar: . sendok. berat minimum 35000 gram minimum 30000 gram minimum 25000 gram minimum 20000 gram minimum 15000 gram minimum 10000 gram minimum 5000 gram minimum 2500 gram minimum 1000 gram D.5´ . berat . 3/8´.200 dan pan (ASTM). Talam-talam. ½´. 6. Mesin penggetar saringan. no.2 % dari berat benda uji. berat .8. Alat pemisah saringan (Sample Splitter). Bahan Benda uji yang didapat dari alat pemisah contoh atau cara perempat sebanyak. berat . . Tujuan Percobaan Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan pembagian/ distribusi besaran atau jumlah persenatase butiaran (gradasi) agregat halus dan kasar dengan menggunakan saringan.100.5´ .ANALISA SARINGAN AGREGAT HALUS DAN KASAR (PB ± 0201 ± 76) (ASTM C ± 136 ± 04) (AASHTO T ± 27 ± 82) A. Satu set saringan: 1´.Ukuran maksimum ¾´ .

8 No. Maka mendapatkan besar berat sampel yang tertahan dalam saringan. 8 No. 30 Pan Total 107 1767 88 11 47 1990 . Susunana saringan digetar dengan mesin penggetar selama 15 menit. 4 No. 200 Pan Total 2. 30 No. E. 100 No. Agregat Halus w sebelum di oven w setelah di oven w wadah : 1543 gram : 1538 gram : 545 gram Sampel Saringan Berat Tertahan Saringan (gram) No. Menyaring benda uji lewat susunan saringaan dengan ukuran paling besar ditempatkan di paling atas. 30 207 463 125 60 21 85 991 Agregat Medium w sebelum di oven : 2514 gram w setelah di oven : 2502 gram w wadah penampung ketika perhitungan berat tertahan : 505 gram Sampel Saringan Berat Tertahan Saringan (gram) 3/8´ No. Data Praktikum 1.2. 3. 4 No. 50 No.

577195 0 .72048 12.05449 2.3.88799 46.97275 76.69627 8.30373 91.75076 10.42281 100 Cumulative Passed (%) 96.36428 16.61352 6. 200 Pan Total 30 207 463 125 60 21 85 991 Persen Tertahan (%) 3.24924 89.577195 100 Cumulative Retained (%) 3.91524 70. 50 No.08476 29.027245 23.119072 8. Agregat Halus Sampel Saringan Berat Tertahan (gr) No. 4 No. Pengolahan Data 1. 100 No. 30 No.027245 20. Agregat Kasar w sebelum di oven : 2503 gram w setelah di oven : 2490 gram w wadah penampung ketika perhitungan berat tertahan : 495 gram Sampel Saringan Berat Tertahan Saringan (gram) 1´ ¾´ ½´ 3/8´ No. 4 Pan Total 0 93 834 625 414 28 1994 F. 8 No.63572 83.

376884 94.376884 88. 30 Pan Total 3.76229 1.404213 100 Cumulative Retained (%) 0 4.82548 31.8335 98.48947 77.552764 0.33601 53. 4 Pan Total 0 93 834 625 414 28 1994 Persen Tertahan (%) 0 4.663992 41.59296 99.854271 100 Cumulative Retained (%) 5.79397 4. 8 No.854271 0 .17085 98.14573 100 Cumulative Passed (%) 94. Agregat Medium Sampel Saringan Berat Tertahan (gr) 3/8´ No.51053 22.2.422111 0.663992 46.59579 100 Cumulative Passed (%) 100 95.1665 1. Agregat Kasar Sampel Saringan Berat Tertahan (gr) 1´ ¾´ ½´ 3/8´ No.404213 0 107 1767 88 11 47 1990 Persen Tertahan (%) 5.829146 1.34403 20. 4 No.62312 5.407035 0.

100. medium. ¾´. ketiga sample ini praktikan keringkan dalam oven. no. Untuk agregat halus. 3/8´. no. Pada praktikum ini. Analisis 1. Lamanya proses pengeringan yaitu sampai didapat kondisi agregat dengan berat yang konstan. dilakukan tiga tipe analisis saringan yaitu untuk agregat kasar. Sedangkan untuk agregat medium.30. susunan saringannya yaitu mulai dari saringan 3/8´. kurang lebih lamanya pengeringan selama 18 jam. Analisis Praktikum Pada praktikum analisa saringan agregat ini. praktikan melakukan persiapan praktikum dengan mengambil sample agregat yang telah tersedia di laboratorium. susunan saringannya dimulai dari saringan 1´. no. Pada praktikum ini. dan halus.4. ½´.Cumulative Passed Aggregates 100 90 80 Cumulative Passed (%) 70 60 50 40 30 20 10 0 1" 1 coarse medium fine 2 3/4 " 1/2" 3 4 3/8 " 5 4 6 8 7 30 8 50 9 100 10 200 11 pan Nomor Saringan G. Untuk sample agregat kasar dan medium praktikan mengambil s2000 gram sampel dan untuk yang sample halus praktikan mengambil sampel sebanyak s1000 gram. no. Praktikan juga mempersiapkan susunan saringan untuk tiap-tiap jenis agregat mulai dari ukuran yang paling besar hingga ukuran terkecil dan tidak lupa memasang pan pada bagian bawah susunan. Untuk agregat kasar. 8. no.8.50. Kemudian. praktikan melakukan paralel pekerjaan dengan kelompok 1 untuk dua kali pelaksanaan penyaringan dengan dua sampel . no. susunan saringan dimulai dari ukuran saringan no. no.200. 30. no.4. Tujuan dari pengeringan oven ini yaitu untuk mendapatkan kondisi agregat yang benar-benar kering luar dan dalam.

agregat dimasukkan ke dalam susunan saringan yang kemudian ditutup. Selain itu. susunan saringan diletakkan dalam pada motorized dynamic Sieve Shaker dan dipastikan terpasang dengan baik yang kemudian digetarkan selama 15 menit. dengan kata lain penimbangan langsung terhadap berat dari tiap-tiap agregat tertahan. Pada saat penimbangan. Setelah siap. didapat persebaran agregat berdasarkan ukurannya seperti pada data praktikum. untuk efisiensi perhitungan. berat tiap-tiap agregat yang tertahan pada tiap-tiap saringan di timbang. Namun. untuk menghitung persentase tertahan kita cukup dengan menggnunakan    . Setelah proses pengukuran didapatlah data persebaran berat (gradasi) dari sample. Selain itu. Hal ini disebabkan oleh penggunaan saringan tidak bergantung (menuggu) dari penyaringan sebelumnya karena penggunaan susunan saringan sebelumnya berbeda dengan susunan saringan yang digunakan setelahnya. sehingga mempersingkat waktu pelaksanaan praktikum. cara ini juga memberikan akurasi yang cukup tinggi. untuk tiap ukuran saringan. dicari pula nilai cumulative retained (kumulatif tertahan) dengan cara menjumlahkan nilai persen tertahan pada saringan tersebut dengan jumlah nilai persen tertahan sebelumnya. mengingat jenis agregat yang di saring berbeda. terlihat banyak sampel yang kurang dari dari berat awal sampel tetapi besar kehilangan berat sample tidak lebih dari 1%. Selanjutnya. 2. Analisis Hasil Berdasarkan pada praktikum. kami melakukan pengukuran tiap-tiap agregat tertahan dengan meletakkan wadah penampung di atas neraca penimbang lalu di kalibrasikan sehingga berat dari wadah penampung tidak terhitung. Sedangkan untuk cumulative passed (kumulatif lewat) cukup dengan 1 . Selanjutnya. Hal ini disebabkan pada setiap pengukuran berat tiap-tiap agregat tertahan ada kemungkian berat dari agregat tertahan pada saringan nomor sebelumnya masih tersisa pada wadah penampung. Setelah proses penggetaran. dengan cara melakukan penyaringan tipe agregat yang berbeda setelah penyaringan yang dilakukan. Dari data praktikum. kita dapat meminimalkan kemungkinan tersebut dengan melihat berat wadah pada neraca penimbang haruslah bernilai 0 setelah setiap penimbangan agregat tertahan dari tiap-tiap saringan.agregat dengan jenis yang sama. dengan metode ini. Lamanya penggetaran sesuai dengan standard dari ASTM.

 untuk tiap nomor saringannya. Cumulative Passed Aggregates 100 90 80 Cumulative Passed (%) 70 60 50 40 30 20 10 0 11 " coarse medium fine 2 3/4 " 3 1/2" 4 3/8 " 5 4 6 8 30 7 8 50 9 100 10 200 11 pan Nomor Saringan Dari hasil yang didapat setelah perhitungan. kita dapat melihat bahwa grafik persebaran dari tiap-tiap jenis agregat. yang tentunya keseluruhan perhitungan tersebut dalam satuan persen (%). Bila kita bandingkan dengan grafik acuan ini: .

perbandingan jumlah antara ukuran sub-agregat dari sampel dapat dikategorikan merata meskipun sub-agregat pada saringan no. . dapat kita analisis bahwa sampel yang diuji dapat dikategorikan sebagai agregat yang baik. Untuk agregat halus.  Tertinggalnya sebagian agregat pada saringan atau pada wadah penampung di alat penimbang. Analisis Kesalahan Pada dasarnya untuk praktikum ini tidak mendapatkan adanya kesalahan realtif dari data praktikum. hal ini juga dapat dilihat dari bentuk grafik yang cenderung memilki gradien yang sama dengan satu.  Tertumpahnya sebagian agregat pada saat pemindahan agregat ke alat penimbang. berdasarkan hasil praktikum dan standard yang berlaku terjadi beberapa penyimpangan yang kemungkinan disebabkan oleh:  Ketidaktepatan praktikan dalam menimbang berat agregat dari tiap-tiap saringan. sehingga terdapat saringan yang celahnya lebih kecil berada di bagian atas susunan saringan. Namun. Dengan kata lain kurang sempurnanya pengeringan oven. atau sample agregat belum kering luar dalam.  Kesalahan dalam penyusunan tingkat saringan.Kita dapat menganalisis bahwa untuk sampel agregat kasar dapat dikatakan sebagai agregat dengan tingkat gradasi yang cukup baik. tidak dapat diketegorikan sebagai sampel agregat medium yang baik. secara garis besar. Hal ini disebabkan oleh hampir meratanya persebaran agregat dalam sampel yang ada. hal ini ditandai dengan bentuk grafik yang menyerupai dengan grafik well-graded pada grafik acuan tetapi ada kekurangan distribusi pada bagian atau ukuran ¾´. Dengan kata lain. untuk sampel agregat medium dapat dianalisis bahwa sampel yang diuji dapat dikategorikan sebagai sampel yang uniform.  Masih basahnya agregat. 3. Sedangkan. sampel agregat kasar dapat dikategorikan sebagai sampel agregat kasar yang baik. Namun. dengan kata lain terlalu banyaknya dominasi satu ukuran agregat dalam sampel sehingga tidak ada persebaran distribusi yang merata. Hal ini dapat dilihat dari bentuk grafik yang lurus vertikal.  Terjatuhnya sebagian agregat pada saat pengambilan sample ke saringan yang berada di bawah. Jadi. 30 relatif mendominasi dari persebaran yang ada.

Vol 04. diketahui bahwa sampel agregat kasar dan halus dapat dikatergorikan sebagai sampel agregat yang baik (wellgraded). ³Standards Test Method for Sieve Analysis of Fine and Coarse Aggregate´. apabila kita bandingkan dengan hasil grafik yang didapat. Pedoman Praktikum. seperti yang praktikan cantum dalam pengolahan data. No. ³Pemerikasaan Bahan Perkerasan Jalan´. Badan Standardisasi Nasional. Laboratorium Struktur dan Material Departemen Teknik Sipil Universitas Indonesia. Kesimpulan Berdasarkan praktikum. sedangkan untuk agregat medium dikategorikan sebagai sampel yang uniform yang pada dasarnya tidak disarankan untuk digunakan. ³Metode Pengujian Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar´.02. Sedangkan dari acuan grafik yang ada. I. Annual Book of ASTM Standards. ASTM C 136-04. dapat diperoleh pembagian butir (Gradasi) agregat halus dengan menggunakan saringan dari perhitungan persentase berat benda uji yang tertahan diatas masing-masing saringan terhadap berat total benda uji. Referensi American Society for Testing and Materials. SNI 03-1968-1990.H. .

J. Lampiran .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful