P. 1
Perkecambahan

Perkecambahan

|Views: 1,552|Likes:
Published by MsFidza

More info:

Published by: MsFidza on Feb 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

P R A K T I K U M PERKECAMBAHAN SERTA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN

Oleh Dhantel Rhesa Prawedha No. Absen 12 Kelas XII TKJ A TA. 2010/2011

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SURAKARTA

.Pd.LEMBAR PENGESAHAN Laporan Pengamatan ini telah diperiksa dan disahkan pada: Hari dan Tanggal Tempat : : Oleh Sri Hari Nugroho. NIP. S.

2. baik kuantitatif maupun kualitatif. Sebaliknya.4 Tujuan : Mempraktekkan Metode Ilmiah Merencanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap perkecambahan Mempraktekkan suatu penelitian dengan variabel-variabel Melaksanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap perkecambahan 1.4. 1. Setelah menentukan masalah yang akan dijawab dalam percobaan.b Mengamati daya berkecambah berbagai jenis biji tanaman 1. Hipotesis dari percobaan adalah “adakah pengaruh antara pH dengan perkecambahan serta pertumbuhan dan perkembangan tanaman ”. Langkah-langkah metode ilmiah adalah: 1.3 1.c Mengamati pengaruh pH terhadap Perkecambahan biji tanaman 1.1 1.a Mengamati kecepatan perkecambahan dan masa dormansi berbagai biji tanaman 1. 3.4. maka hipotesis diterima.RANCANGAN PENELITIAN I. . Rumusan masalah biasanya dibuat dengan cara membuat pertanyaan yang akan kita teliti. Keterangan atau data yang diperlukan dapat diperoleh dari observasi langsung maupun studi kepustakaan. Apabila pada percobaan hasilnya mendukung hipotesis. yang menunjukan fakta.4. Mengumpulkan data (keterangan) Data adalah informasi atau keterangan. Pada langkah selanjutnya hipotesis ini akan diuji kebenarannya. Dasar Teori 2. Menyusun hipotesis Hipotesis adalah dugaan sementara yang disusun berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh pada kegiatan observasi atau studi pustaka.d Mengkomunikasikan hasil percobaan perkecambahan II. apabila hasil tidak mendukung hipotesis maka hipotesis ditolak. Merumuskan masalah Masalah adalah sesuatu yang harus dipecahkan. Masalah berupa keadaan yang ingin kita atasi dalam kehidupan sehari-hari.4. maka langkah peneliti selanjutnya adalah mengumpulkan keterangan dengan melakukan berbagai pengamatan atau observasi.1 Metode Ilmiah Metode Ilmiah adalah suatu cara memecahkan masalah ilmiah dengan langkah-langkah tertentu yang sistematis dan teratur.2 1.

Variabel terikat / variabel respon (variabel akibat) Variabel terikat adalah faktor hasil percobaan yang terjadi karena pengaruh dari variabel bebas dan variabel terkontrol. Sebaliknya. Menarik kesimpulan Dari percobaan diperoleh data yang selanjutnya data tersebut dipelajari dan dibuatlah kasimpulan. . maka hipotesis diterima. kita harus menentukan variabelnya terlebih dahulu. Variabel terkontrol Variabel terkontrol adalah faktor yang dibuat sama dalam suatu percobaan.4. maka hipotesis tersebut diterima. Sebagai Variabel Terkontrol adalah Kualitas biji dan kondisi kapas dipertahankan selalu basah 2. Jenis jenis variabel adalah sebagai berikut : 1. Sebagai Variabel Terikat (Y) adalah daya kecambah. air jeruk dan air tomat. Melakukan eksperimen (percobaan) Eksperimen ditujukan untuk membuktikan data guna membuktikan apakah hipotesis dapat diterima atau ditolak. 2. Jika percobaan hasilnya mendukung hipotesis. 5. variabel penelitian adalah kondisikondisi atau serenteristik-serenteristik yang oleh peneliti dimanipulasikan. 6. sengaja dibuat tidak sama dalam suatu percobaan. Direktorat Pendidikan Tinggi Depdikbud menjelaskan bahwa yang dimaksud variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan dijadikan obyek pengamatan penelitian dari kedua pengertian tersebut dapatlah dijelaskan bahwa variabel penelitian itu meliputi faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang diteliti. Menguji kesimpulan dengan percobaan ulang Untuk memperkuat kebenaran hasil percobaan. 3. Apabila telah diuji berulangkali ternyata hasilnya senantiasa mendukung hipotesis.” Sedangkan menurut Sanpiah Faisal. Variabel bebas / variabel manipulatif (variabel penyebab) Variabel bebas adalah faktor yang memberi pengaruh. dikontrol atau diobservasi dalam suatu penelitian. apabila hasil tidak mendukung maka hipotesis ditolak. Dalam melakukan percobaan. maka perlu diuji ulang yaitu dengan menyelenggarakan percobaan ulang.2 Variabel Menurut Masri Singarimban dan Sofian Effendi. “Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai. Sebagai Variabel Bebas (X) adalah pH (derajat keasaman) antara air sumur.

Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer dan pertumbuhan sekunder yang merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus.4 Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah dan volume sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali seperti semula). batang dan daun bertambah secara terus menerus. Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Format Laporan Penulisan laporan harus memenuhi format sebagai berikut: 1. atau membaca artikel ilmiah. tingkatan selanjutnya apakah tumbuhan mampu berkembang.3 Laporan Ilmiah Laporan Ilmiah adalah bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data setelah penulis melakukan percobaan. Berlangsung pada embrio. Alat dan Bahan 6. Indikator adanya pertumbuhan pada tumbuhan adalah gejala tumbuhnya akan akar. Terdapat 2 macam pertumbuhan. Data dan Gambar Hasil Penelitian 8. gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumbuhan. Tugas Akhir / Hasil Diskusi 2. Dasar Teori 5. Tujuan Penelitian 4. yaitu pertumbuhan primer yang terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. Halaman Pengesahan 3. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil. Jika tumbuhan telah mengalami pertumbuhan. Analisis Hasil Penelitian 9. Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel. Antara pertumbuhan dan perkembangan adalah keduanya . bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang. pengamatan. Judul Penelitian 2. peninjauan.2. Cara Kerja 7. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi. Perkembangan adalah kalenjutan dari pertumbuhan. Kesimpulan dan saran 10. Laporan Ilmiah juga dapat diartikan sebagai laporan yang berisi proses penelitian secara menyeluruh dengan mengutarakan semua teknik dan pengalaman peneliti dalam melaksanakan penelitian dengan teknik penulisan yang menjelaskan hal-hal yang sebenarnya terjadi. atau bisa juga karena faktor tertentu tumbuhan mengalami penyusutan.

Yaitu mengalami perubahan pada struktur dari organ organ daam makhluk. Perkecambahan dan faktor yang mempengaruhinya Perkecambahan benih dapat diartikan sebagai dimulainya proses pertumbuhan embrio dari benuh yang sudah matang ( Taiz and Zeiger 1998). dalam Sutopo. Tingkat kemasakan benih Benih yang dipanen sebelum tingkat kemasakan fisiologisnya tercapai tidak mempunyai viabilitas yang tinggi karena belum memiliki cadangan makanan yang cukup serta pembentukan embrio belum sempurna (Sutopo. maka benih tersebut juga telah mencapai masak fisiologos atau masak fungsional dan pada saat itu benih mencapat berat kering maksimum. Berat benih berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan dan produksi karena berat benih menentukan besarnya kecambah pada saat permulaan dan berat tanaman pada saat dipanen (Blackman. Perkembangan benih dipengaruhi oleh faktor dalam (internal) dan faktor luar (eksternal). Pertumbuhan dan perkembangan juga mamiliki perbedaan. 2002).5 memiliki kesamaan. Cadangan makanan yang terkandung dalam jaringan penyimpan digunakan sebagai sumber energi bagi embrio pada saat perkecambahan (Sutopo. c. Ukuran benih Benih yang berukuran besar dan berat mengandung cadangan makanan yang lebih banyak dibandingkan dengan yang kecil pada jenis yang sama.2. Benih dapat berkecambah bila tersedia faktorfaktor pendukung selama terjadinya proses perkecambahan. Yaitu pada pertumbuhan bersifat irreversible (tidak dapat kembali seperti semula) sedangkan perkembangan bersifat reversible (dapat kembali seperti semula). 2002). Namun disisi lain. Faktor Dalam Faktor dalam yang mempengaruhi perkecambahan benih antara lain : a. Pada umumnya sewaktu kadar air biji menurun dengan cepat sekitar 20 persen. 1979) b. 2002). daya tumbuh maksimum (vigor) dan daya kecambah maksimum (viabilitas) atau dengan kata lain benih mempunyai mutu tertinggi (Kamil. Dormansi Benih dikatakan dormansi apabila benih tersebut sebenarnya hidup tetapi tidak berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan .

dan tingkat pengambilan air turut dipengaruhi oleh suhu (Sutopo. Untuk mengencerkan protoplasma sehingga dapat mengaktifkan berbagai fungsinya.yang secara umum dianggap telah memenuhi persyaratan bagi suatu perkecambahan atau juga dapat dikatakan dormansi benih menunjukkan suatu keadaan dimana benih-benih sehat (viabel) namun gagal berkecambah ketika berada dalam kondisi yang secara normal baik untuk berkecambah. sedangkan jumlah air yang diperlukan bervariasi tergantung kepada jenis benihnya.1972) dan umumnya dibutuhkan kadar air benih sekitar 30 sampai 55 persen (Kamil. 2. 2002). Sebagai alat transport larutan makanan dari endosperm atau kotiledon ke titik tumbuh. suhu dan cahaya yang sesuai (Lambers 1992. Untuk memberikan fasilitas masuknya oksigen kedalam biji. Untuk melembabkan kulit biji sehingga menjadi pecah atau robek agar terjadi pengembangan embrio dan endosperm. Perkembangan benih tidak akan dimulai bila air belum terserap masuk ke dalam benih hingga 80 sampai 90 persen (Darjadi. adanya larutan dengan nilai osmotik yang tinggi serta bahan yang menghambat lintasan metabolik atau menghambat laju respirasi. dan juga dengan tingkat pH dari air tersebut pula. Schmidt 2002). penghambat perkecambahan benih dapat berupa kehadiran inhibitor baik dalam benih maupun di permukaan benih. Faktor Luar Faktor luar yang mempengaruhi perkecambahan diantaranya : a. seperti kelembaban yang cukup. 1979). Menurut Kamil (1979). kira-kira 70 persen berat protoplasma sel hidup terdiri dari air dan fungsi air antara lain: 1. 3. Air (pH) Penyerapan air oleh benih dipengaruhi oleh sifat benih itu sendiri terutama kulit pelindungnya dan jumlah air yang tersedia pada media di sekitarnya. Pada kondisi media yang terlalu basah akan dapat menghambat aerasi dan merangsang timbulnya penyakit serta busuknya benih karena cendawan atau bakteri (Sutopo. d. 4. dimana akan terbentuk protoplasma baru. 2002). . Penghambat perkecambahan Menurut Kuswanto (1996). Benih mempunyai kemampuan kecambah pada kisaran air tersedia.

Adapun besar pengaruh cahanya terhadap perkecambahan tergantung pada intensitas cahaya. c. 2002). Suhu juga mempengaruhi kecepatan proses permulaan perkecambahan dan ditentukan oleh berbagai sifat lain yaitu sifat dormansi benih.5 sd 35°C (Sutopo. gembur. mempunyai kemampuan menyerap air dan bebas dari organisme penyebab penyakit terutama cendawan (Sutopo. cahaya dan zat tumbuh gibberallin. kualitas cahaya. Pengujian viabilitas benih dapat digunakan media antara lain substrat kertas. Menurut Kamil (1979) umumnya benih akan berkecambah dalam udara yang mengandung 29 persen oksigen dan 0. 1996). Menurut Adriance and Brison dalam Sutopo (2002) pengaruh cahaya terhadap perkecambahan benih dapat dibagi atas 4 golongan yaitu golongan yang memerlukan cahaya mutlak. serta golongan dimana benih dapat berkecambah baik pada tempat gelap maupun ada cahaya. e. 2002). air dan energi panas. mikro-organisme yang terdapat dalam benih (Kuswanto. Medium Medium yang baik untuk perkecambahan haruslah memiliki sifat fisik yang baik. golongan yang memerlukan cahaya untuk mempercepat perkecambahan. Kebutuhan oksigen sebanding dengan laju respirasi dan dipengaruhi oleh suhu. Terbatasnya oksigen yang dapat dipakai akan menghambat proses perkecambahan benih (Sutopo. karena biasanya oksigen yang masuk ke embrio kurang dari 3 persen. golongan dimana cahaya dapat menghambat perkecambahan. 2002). Suhu Suhu optimal adalah yang paling menguntungkan berlangsungnya perkecambahan benih dimana presentase perkembangan tertinggi dapat dicapai yaitu pada kisaran suhu antara 26. lamanya penyinaran (Kamil. perkecambahannya akan terjadi jika oksigen yang masuk ke dalam benih ditingkatkan sampai 80 persen. pasir dan tanah. 2002). . Oksigen Saat berlangsungnya perkecambahan.03 persen CO2. Cahaya Kebutuhan benih akan cahaya untuk perkecambahannya berfariasi tergantung pada jenis tanaman (Sutopo.b. 1979). Namun untuk benih yang dorman. d. proses respirasi akan meningkat disertai dengan meningkatnya pengambilan oksigen dan pelepasan CO2.

dan 10 biji jagung pada gelas aqua C secara teratur. Alat : 1. Bahan 1. 3 ( tiga ) buah bekas gelas aqua 1 ( satu ) buah pipet tetes / sendok : biji jagung air ledeng / sumur jeruk nipis . dan C. kemudian memilih biji-biji yang besar dan warnanya seragam. dan C di tempat yang aman sampai 7 hari. Menyiapkan bekas gelas aqua A yang telah diberi alas kapas pada bagian dalam dan membasahi dengan air ledeng dengan pipet tetes. Menyiapkan 3 buah bekas gelas aqua dan kapas lalu memberi label A. 8. Air Jeruk untuk gelas B dan Air tomat untuk gelas C Mengamatilah setiap hari. 3. Mengambil 10 biji jagung yang telah direndam selama 10 menit dan meletakkannya pada gelas aqua A dengan teratur. 4. Menyiapkan bekas gelas aqua B yang telah diberi alas kapas pada bagian dalam dan membasahi dengan air jeruk nipis dengan memerasnya. Cara Kerja : 1. 10. B. 2. Merendam biji-biji jagung kedalam air ledeng selama 15 menit. Alat dan Bahan : A. . dan mempertahankan alas kapas-nya supaya tidak sampai kering. 7.III. 5. tomat. kapas IV. dari hari ke 1 sampai hari ke 7. 4. Mencatat hasil pengamatan setiap hari pada tabel pengamatan pertumbuhan kecambah. 2. 3. Menyimpan bekas gelas aqua A. 5. Menyiapkan bekas gelas aqua C yang telah diberi alas kapas pada bagian dalam dan dibasahi dengan air tomat dengan memerasnya. 2. Menyiapkan 30 biji jagung. B. 10 biji jagung pada gelas aqua B. 9. 6. jika kering maka akan ditambahkan air ledeng/aqua untuk gelas A. B.

9 4.9 3. Tempat : Di rumah VII. Waktu dan Tempat Pengamatan : a.6 3.2 0.5 0.6 5.3 1.3 4.6 1.9 0.7 6.1 0.7 2.9 0 0 7 12.8 4 7.2 0.1 0 0 5 8.9 0.1 0 0 6 10.4 6.7 1.4 0.5 3.8 5.9 3.0 3.2 4.V. Gambar : VI. Hari dan tanggal : Rabu 16 Februari 2011 – Rabu 23 Februari 2011 b.2 0 0 Jumlah 9 B (Air Jeruk) C (Air Tomat) 0 0 0 0 0 0 0 0 .5 4.2 A(Air Sumur) 2 3.3 Tinggi Biji Jagung yang Berkecambah (cm) 3 5.2 2.1 9. Waktu : 1 minggu (7 hari) c.7 1.2 0.Tabel Hasil Pengamatan Pot beserta Air yang digunakan Hari ke 1 1.8 1.9 6.4 5.6 7.2 7.2 3.8 3.9 7.9 0.6 2.9 1.

Gambar Hasil Pengamatan HARI 1 HARI 5 HARI 7 .VIII.

air tomat dengan derajat keasaman menengah. dan Suhu juga dapat berpengaruh pada pertumbuhan tajuk akar. Jelaskan perbedaan dari perkecambahan . air tomat. Analisa Data Hasil Penelitian : Pertumbuhan kecambah memiliki beberapa faktor yang dapat mempercepat atau bahkan dapat memperlambat pertumbuhan kecambah itu sendiri. dan hormon benih itu sendiri. pengguna an me diu m denga pH normal me mp er mud ah pertu mbuh an dari tumbuhan. Faktor yang dapat memperlambat / menghambat pertumbuhan benih kecambah antara lain pengaruh dari derajat keasaman (pH) dan cahaya. Kesimpulan dan Saran D engan pene lit ian dan analis a ya ng dil akukan dapat dit arik kes i mpu lan bahw a deraj a t keas a ma n (pH ) s angat berpengaruh terh adap pertu mbuhan keca mbah. Mineral. Indikator adanya pertumbuhan pada tumbuhan adalah gejala tumbuhnya akan akar. • Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah dan volume sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali seperti semula). Jika tumbuhan telah mengalami pertumbuhan. XI I . faktor hereditas. Soal-soal diskusi : 1. D engan s emakin tinggin ya tingk at deraj at keas a man. XI. • Perkembangan adalah kalenjutan dari pertumbuhan. dan air jeruk dengan derajat keasaman tinggi. dan perkembangan pada tumbuhan ? • Perkecambahan adalah peristiwa dimana dimulainya pertumbuhan dari biji menjadi tunas / kecambah. Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap. dan air jeruk. Air. Derajat keasaman (pH) dapat mempengaruhi dan memperlambat pertumbuhan kecambah. tingkatan selanjutnya apakah tumbuhan mampu berkembang. Seperti dalam perbandingan air sumur. Terlebih pada air jeruk yang terlihat kurang menunjukkan perkembangan kecambah. atau . kelembaban.IX. Beberapa jenis air tersebut memiliki derajat keasaman (pH) yang berbeda dengan rasio air sumur dengan derajat keasaman biasa. Karena beberapa kecambah bersifat Etiolasi dan fotoperiodisme. pertumbuhan. Hal ini dapat dilihat dalam tabel pertumbuhan kecambah. s emakin sul it bij i kec a mbah dapat tu mbuh. Hal yang dapat mempercepat pertumbuhan kecambah antara lain perawatan teratur. D engan de mikian. Sedangkan pada air tomat kurang subur. Benih dapat berkecambah bila tersedia faktorfaktor pendukung selama terjadinya proses perkecambahan. dimana pertumbuhan biji jagung pada air sumur terlihat sangat subur. Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran. batang dan daun bertambah secara terus menerus.

bisa juga karena faktor tertentu tumbuhan mengalami penyusutan. proses respirasi akan meningkat disertai dengan meningkatnya pengambilan oksigen dan pelepasan CO2. Cahaya. Pada kondisi media yang terlalu basah akan dapat menghambat aerasi dan merangsang timbulnya penyakit serta busuknya benih karena cendawan / bakteri . Suhu adalah yang paling menguntungkan berlangsungnya perkecambahan benih dimana presentase perkembangan tertinggi dapat dicapai yaitu pada kisaran suhu antara 26. e. b.5 sd 35°C c. serta masing-masing beri keterangan apa pengaruhnya ? Faktor Luar diantaranya : yang mempengaruhi perkecambahan a. Saat berlangsungnya perkecambahan. air dan energi panas. Terbatasnya oksigen yang dapat dipakai akan menghambat proses perkecambahan benih. kualitas cahaya. mempunyai kemampuan menyerap air dan bebas dari organisme penyebab penyakit terutama cendawan. lamanya penyinaran. Benih yang berukuran besar dan berat mengandung cadangan makanan yang lebih banyak . Sebutkan faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi perkecambahan. Ukuran benih. Adapun besar pengaruh cahanya terhadap perkecambahan tergantung pada intensitas cahaya. Air (pH) Benih mempunyai kemampuan kecambah pada kisaran air tersedia. 2. Medium yang baik untuk perkecambahan haruslah memiliki sifat fisik yang baik. Oksigen. gembur. Faktor Dalam yang mempengaruhi perkecambahan benih antara lain : a. d. Tingkat kemasakan benih yang dipanen sebelum tingkat kemasakan fisiologisnya tercapai tidak mempunyai viabilitas yang tinggi karena belum memiliki cadangan makanan yang cukup serta pembentukan embrio belum sempurna . Kebutuhan benih akan cahaya untuk perkecambahannya berfariasi tergantung pada jenis tanaman. b.

biji tumbuhan mana yang tumbuhnya/berkecambah paling cepat ? dan mana yang paling lambat ? Mengapa hal tersebut dapat terjadi ? Bi ji tum buhan A (air sum ur ) yang lebih cepa t tum buh. suhu dan cahaya yang sesuai d. membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. C. karena tum buh pada m edium yang m em ili ki pH nor m al. 3. Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel. biji yang digunakan harus dipilih yang besarnya serta bentuk dan warna kulitnya seragam ? Agar terlihat perbedaan dari perbandingan yang sama sehingga diperoleh hasil yang spesifik dari experimen.dibandingkan dengan yang kecil pada jenis yang sama. c. Jelaskan bagaimana proses perkecambahan dapat terjadi ? Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. 4. seperti kelembaban yang cukup. Sedangkan pada tom at maupun j er uk. Benih dikatakan dormansi apabila benih tersebut sebenarnya hidup tetapi tidak berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan yang secara umum dianggap telah memenuhi persyaratan bagi suatu perkecambahan atau juga dapat dikatakan dormansi benih menunjukkan suatu keadaan dimana benih-benih sehat (viabel) namun gagal berkecambah ketika berada dalam kondisi yang secara normal baik untuk berkecambah. B. Bah kan dengan keaadaan ter s ebut akan m em percapat tum buhnya par as it yang juga akan m em pengar uhi per tum buhan kecam bah. Mengapa pada percobaan perkecambahan. . Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi. PH pada m edium untuh per kecam bahan s udah tidak nor m al. Penghambat perkecambahan dapat berupa kehadiran inhibitor baik dalam benih maupun di permukaan benih. 5. adanya larutan dengan nilai osmotik yang tinggi serta bahan yang menghambat lintasan metabolik atau menghambat laju respirasi. Dari hasil pengamatan pada tabel tersebut di atas percobaan pada cawan Petri atau gelas Aqua A. Dormansi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->